k i t a Utak r u k u y S i t n Pengga
Hal. 4 Kurikulum Merdeka; Solusi atau Masalah? Hal. 8 Menelisik Panasnya Pemilihan Dekan FBS Hal. 12 KKN Mahasiswa UNM Ajun di Penempatan Tabloid Mahasiswa UNM Profesi Edisi 256 Mei Tahun MMXXII 2022
2
PERSEPSI
LPM Profesi UNM - Edisi 256 Mei Tahun MMXXII 2022
EDITORIAL
FBS Butuh Pelopor Perubahan Kontelasi demokrasi terbesar di FBS akan digelar, pemilihan dekan akan bergulir. FBS akan menentukan pemimpin untuk empat tahun ke depan. Sejumlah nama hadir yang digadang-gadang akan menduduki kursi panas dan menggantikan Syukur Saud. Pertarugan di Fakultas ungu ini akan berjalan begitu sengit apalagi Syukur telah menjabat dua periode, berarti akan ada nama baru yang akan memimpin FBS. Syukur Saud hanya berharap yang menggantikannya adalah orang yang bisa memperbaiki bengkalaibengkalai yang ditinggalkannya dan sesuai dengan keinginan rektor. Muhammad Saleh, salah satu nama yang diprediksi akan bertarung di pesta demokrasi FBS. Hal ini terlihat dari hasil survei yang telah disebar oleh LPM Profesi Saleh meraih peringkat pertama dari keempat nama yang diprediksi, hal ini menunjukkan Saleh dibutuhkan oleh mahasiswa untuk menggantikan Syukur dan membawa perubahan di FBS. Kemudian, Aziz menjadi nama kedua yang akan maju nantinya. Torehan gemilang juga diraih oleh Aziz yang menyumbangkan medali tiga tahun berturut-turut di ajang PIMNAS, hal itu membuktikan bahwa Aziz bisa membawa perubahan untuk Fakultas Ungu ini. Tak hanya itu, ada dua nama lagi yang diprediksi akan ikut bertarung, yakni Anshari dan Samsidar. Anshari kedekatannya dekan rektor membuat namanya bisa saja menggantikan Syukur, sedangkan Samsidar juga berpeluang, jika dilihat dari tahun 2007 hingga 2019 seluruh yang telah menjadi dekan berasal dari prodi bahasa inggris. Hal itu bisa saja membuat Samsidar dipilih oleh
civitas sebagai petarung dari prodinya. Namun keempat orang tersebut harus membawa perubahan terhadap FBS dan bengkalai-bengkalai yang ditinggalkan Syukur. Strategi baru juga harus dimunculkan yang menguntungkan bagi civitas terutama mahasiswa, karena beberapa kasus yang terjadi di FBS membuktikan bahwa masih banyak sesuatu hal yang keluar dari pengawalan Syukur. Kasus pelecehan seksual yang mencoreng nama fakultas dan universitas, kasus plagiarisme, hingga kekerasan akademik. Tentunya itu menjadi PR awal bagi para petarung di kursi panas ini. Tak hanya itu, persoalan pelayanan dan fasilitas menjadi keluhan-keluhan dari civitas, mulai dari anggaran lembaga kemahasiswaan yang dipotong, beberapa fasilitas yang tak memadai hingga tak terurus. Toilet menjadi bagian kecil dari persoalan yang ada di FBS, tak sedikit mahasiswa mengeluhkan kondisi toilet yang begitu kotor di beberapa titik yang ada di fakultas ini. Lapangan basket juga menjadi sesuatu yang terlihat sangat jelas tak terurus, sehingga mahasiswa juga enggan dan tak nyaman untuk berolahraga di lapangan yang kotor dan tak terurus itu. Civitas berharap, seluruh bengkalai yang ada bisa segera diselesaikan, dan pimpinan yang baru bisa mendengarkan suara dan keluhan dari mahasiswa, serta mampu memperbaiki beberapa fasilitas di fakultas ungu ini. Keempat nama tersebut menjadi momok harapan bagi seluruh civitas sebagai pelopor agar dapat membuat gebrakan, inovasi, hingga warna baru bagi fakultas pencetak ahli bahasa ini.
Pelindung: Prof. Dr. Ir. H. Husain Syam, M.TP,. IPU,. ASEAN.Eng. Dewan Pembina: Hazairin Sitepu, Akbar Faizal, Syahrir Muhammad, Asia Ramli Prapanca, Ammas DR, Anshari, Muhiddin, Mukhramal Azis, Uslimin, Fachruddin Palapa, Abdul Wahid Nara, Husain Rasyid, Syamsuddin Yoko, Rusli Siri, Makmur Abdullah, Faisal Palapa, Rustan Bedmant, Abdul Rahman, Abdul Salam Malik, Supriadi, Mirwan, Sultan, Usman, Syamsu Rizal, Muh. Aking, Tri Yani Kurniawan, Jumardin Akas, Andi Azhar, Supriadi, Muhammas Ilham Arsyad, Muhammad Hasyim Arfah, Isnaedi Dahlan, Sitti Marlina, Sahrul Alim, Asri Ismail. Pemimpin Umum: Muh. Ilham Raihan Yusuf, Sekretaris Umum: Sumaya Nursyahidah, Bendahara Umum: Murni, Pemimpin Redaksi: Agatoni Buttang, Manajer Daring: Mustika Fitri, Broadcasting Manager: Mustika Fitri, Pemimpin Penelitian dan Pengembangan: Annisa Asy Syam.
Tabloid Mahasiswa PROFESI diterbitkan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar STT : 1635/ SK/Ditjen PPG/1990. Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Muh. Ilham Raihan Yusuf, Pemimpin Redaksi: Agatoni Buttang, Redaktur: Aliefiah Maghfirah Rahman, Reporter: Sumaya Nursyahidah , Murni, Annisa Asy Syam, Mustika Fitri, Anugrah HMS, Mujahidah, Andi Nurul Izzah Ilham, Andi Gusmaniar Irnawati, Nur Arrum Suci Katili, Fotografer: Ahmad Husen, Hasnul, Layouter/Desainer Grafis: Resky Nurhalizah. Redaksi LPM Profesi UNM: Jl. Tidung 7 Setapak 4 No. 190 Kelurahan Mappala, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar Telp. 0851-5977-1976, E-mail: profesi.online@gmail.com, Website: www.profesi-unm.com, Youtube: Profesi TV
Desain Sampul & Tata Letak: Husen
Dalam proses peliputan, wartawan PROFESI dibekali tanda pengenal atau surat tugas dan dilarang meminta atau menerima pemberian dalam bentuk apapun. Urai data, ungkap fakta, saji berita
www.profesi-unm.com
3 LPM Profesi UNM - Edisi 256 Mei
MOZAIK
Tahun MMXXII 2022
Wajah Baru Hall Andi Pangeran Pettarani
FOTO: AHMAD HUSEN
GEDUNG - Hall Andi Pangeran Petta Rani
Universitas Negeri Makassar (UNM) baru-baru ini telah mengganti nama Auditorium Amannagappa menjadi Hall Andi Pangeran Pettarani.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, M. Ichsan Ali mengatakan perubahan nama gedung tersebut bertujuan agar lebih mudah dikenali masyarakat. Ia mengatakan gedung tersebut akan menjadi fasilitas umum untuk kegiatan civitas akademika maupun masyarakat. “Perubahan nama itu supaya mudah dikenal orang. Gedung Amannagappa itu bisa-bisa orang kira di Jalan Amannagappa. Kalau Hall Pettarani orang pasti gampang mengetahui apalagi ada UNM-nya,” jelasnya. Disamping itu, Rektor UNM, Husain Syam menuturkan peresmian Hall Andi Pangeran Pettarani, juga sebagai upaya menciptakan sarana dan prasarana yang nyaman dalam menciptakan akti-
Kapuslapdik Beri Motivasi Bagi Mahasiswa UNM Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbud Ristek), Abdul Kahar hadir memberi kuliah umum kepada seluruh penerima beasiswa bidikmisi dan KIP Kuliah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ballroom Teater Menara Pinisi, Sabtu (14/5). Abdul Kahar menerangkan selama 10 tahun terakhir, jumlah penerima beasiswa bidikmisi dan KIP Kuliah meningkat sepuluh kali lipat. “Dalam 10 tahun terakhir, jumlah mahasiswa tidak mampu yang menerima beasiswa bidikmisi dan KIP Kuliah sudah meningkat 10 kali lipat,” pungkas Mantan Direktur
Keuangan Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini. Disela-sela sambutannya, Abdul Kahar bercerita selama perjalanan hidupnya, Ia tidak pernah bermimpi akan menjadi seperti saat ini. Berkat kegigihan dirinya selama ini, akhirnya bisa menikmati apa yang tidak pernah ia bayangkan. “Saya tidak pernah bayangkan akan bekerja di kementerian, jadi direktur keuangan LPDP, hingga seperti saat ini. Kita ini sama-sama pernah memakai almamater oranye itu,” ucap pria yang menyelesaikan gelar sarjana di UNM itu. Ia meminta mahasiswa penerima bidikmisi dan KIP Kuliah harus mempunyai komitmen agar kuliah dengan bersungguh-sungguh. Terlebih lagi, biaya perkuliahan sudah
ditanggung oleh negara. “Lima jutaan siswa dari SMA/ SMK bertarung 200 ribu kursi. Kuota UNM ada 1400 tahun 2022. Kalian ini adalah mahasiswa-mahasiswa terpilih, mendapat karpet merah dari pemerintah. Gunakan itu untuk mendulang prestasi, jangan malah minder,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswan dan Alumni (WR III), Sukardi Weda mengapresiasi kesediaannya meluangkan waktu bersama para penerima beasiswa KIP kuliah. “Ini suatu kebanggaan bapak kepala pusat hadir bersama kita, ini kesempatan langka. Semoga apa yang disampaikan beliau menjadi motivasi buat anak-anak kita untuk terus berprestasi." tuturnya. (*)
vitas kampus yang kondusif. “Kami selalu berkomitmen menata, memperbaiki, merenovasi untuk menghadirkan sarana dan prasarana yang nyaman untuk digunakan dalam kegiatan akademik, sehingga suatu titik nanti sarana dan prasarana betul-betul bisa terstandar,” tuturnya. Setelah proses renovasi yang telah berlangsung kurang lebih empat bulan, gedung ini menelan anggaran kurang lebih Rp 2,6 miliar. Auditorium ini bisa menampung 750 hingga 1000 orang. “Atap dibenahi sedikit demi sedikit kebocorannya, diperbaiki plafonnya, instalasi listriknya, diperbaiki suasananya. Dulu kan kalau dipakai itu di sana bergema suaranya, sekarang tidak. Interi-
ornya juga diperbaiki, jauh sekali itu bedanya sekarang dari dulu, tapi masih ada beberapa yang perlu direnovasi,” jelasnya. Husain Syam berharap gedung ini dapat dipergunakan masyarakat umum untuk menambah pendapatan UNM yang kini berstatus Badan Layanan Umum (BLU). “Kita melakukan perbaikan itu harapannya akan memberikan dampak penghasilan bagi BLU, selain kita gunakan untuk kegiatan akademik, diperuntukkan juga bagi bagi masyarakat umum sehingga bernilai ekonomi dalam menambah pendapatan BLU. Tujuannya ialah kembali pada menyokong kegiatan-kegiatan akademik kita,” kata rektor. (ida)
Kemendes Ajak UNM Bangun Desa TIM Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Negeri Makassar (UNM) mendapatkan angin segar setelah mengadakan pertemuan dengan Kementerian Desa, Pembangunan, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes RI). Kemendes RI melalui Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Makassar mengajak UNM untuk bersinergi membangun desa. Kepala Balai, Andi Muhammad Urwah yang bertandang langsung ke UNM mengatakan kehadiran mereka bersama timnya dalam rangka memberi peluang kepada kam-
pus untuk ikut berkontribusi membangun desa. “Termasuk kita berharap pihak UNM mengirim SDM untuk membantu pelatihan dan pemberdayaan ke masyarakat,” pungkasnya. Wakil Rektor bidang Akademik (WR I), Hasnawi Haris mengungkap bahwa pihaknya sangat mengapresiasi atas tawaran yang diberikan. “Program yang disepakati disinergikan dengan program MBKM, salah satunya dengan desa binaan,” terangnya Rencananya, UNM akan segera melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kemendes RI. (ara)
Berjuang Demi Si Buah Hati
FOTO: MUJAHIDAH
*Mujahidah
Ati, petugas kebersihan Fakultas Ilmu Keolahragaan UNM.
Siang itu seperti biasanya wanita berusia 53 tahun ini mulai bertarung dengan sinar matahari. Sapu di tangannya selalu siaga menemani untuk membersihkan sudut demi sudut Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Makassar (UNM). Rutinitas ini sudah dilakukannya sejak 6 tahun lalu dengan peran sebagai tukang bersih kampus.
Seiring waktu kering haus kulitnya melipat di sudut-sudut mata dan kerut kening wanita ini menunjukkan usia telah semakin tua. Meski begitu, sebersit senyuman masih menyulam di pipinya. Wanita itu terlihat tengah bersenda gurau bersama anaknya di pojok ruangan. Rupanya ia baru saja beristirahat saat www.profesi-unm.com
beberapa mahasiswa berkumpul di ruang seminar, dari senyum itu melukiskan kebahagiaan. Teriknya matahari pun tak menyurutkan semangat wanita paruh baya ini di tengah luasnya hamparan lapangan olahraga. Ia melanjutkan kerjaannya, merogoh sejumlah sampah di tanah yang tak
tahu siapa pemiliknya. Seperti tidak hilang energi saat usianya muda, Ati menyelesaikan satu per satu pekerjaannya. Beragam kerjaan ia lakoni di kampus para atlet itu. Berangkat saat fajar, pulang saat matahari terbenam. Senin sampai Jumat menjadi kewajibannya. Bahkan, di akhir pekan ia tetap harus bersedia mengerahkan tenaganya bila dipanggil ketika ada acara. Di pagi hari saat ia tengah membersihkan, tak jarang mahasiswa yang melewatinya justru menambah beban beratnya. Ada yang mengotori tirai-tirai yang berada di sepanjang ruangan, sampah yang dilihatnya berada di dalam kamar mandi, ditambah ledekan beberapa mahasiswa yang dilontarkan hanya karena pekerjaan yang ia lakoni. "Eee apa tong kita bu, tukang sapu-sapu jaki,” kalimat ledekan yang biasa ditujukan padanya. Hari demi hari yang dilalui, Ati tetap tegar karena sejumlah mahasiswa yang kerap menyapa dan mengakrabkan diri dengannya. Menemaninya berbincang-bincang di kala penat, membuatnya kembali tersenyum. Itulah hal yang membuat Ati betah bekerja di kampus keolahragaan itu. "Kalau biasa bicara sama anakanak toh tidak pusing ka. Karena
ada juga anak-anak yang bagus ki temani ka bicara,” ujarnya. Terpampang senyum di wajah wanita kelahiran 1969 itu. Untuk seorang wanita yang sudah berumur sepertinya, seharusnya tak lagi layak untuk menanggung tugas di 7 ruangan dalam kampus keolahragaan seorang diri. Dengan berbagai kerjaan yang cukup berat untuk ditanggung Ati, upah yang diberikan padanya tak sepadan. “Banyak sekali kerjaan tapi tidak sesuai dengan gajinya,” keluhnya dengan nada rendah. Tak pernah ia sampaikan apa yang mengganjal di hatinya itu. Sempat ia berpikir menjadi kuli bangunan lebih baik dibanding kerjaannya saat ini. Jam kerja yang hanya mulai pada pukul 8 pagi dan berhenti saat pukul 4 sore. Ya, rentang waktu itu yang terkadang membuatnya iri saat ia harus menghabiskan waktunya lebih banyak untuk kerjaan dibanding bersama keluarganya. Namun apa mau dikata, memang itulah kewajibannya. Wanita paruh baya itu harus banting tulang demi kehidupan keluarganya saat suaminya tidak bisa lagi bekerja sebab penyakit yang diderita sejak beberapa bulan lalu. Tidak jarang pula ia ditemani sang anak untuk menyelesaikan
kerjaannya. Bila tidak masuk sekolah, sang anak membantu Ati layaknya rekan kerja. Tidak ada rasa malu bagi seumuran anaknya untuk melakukan pekerjaan yang sering dilakukan oleh orang tuanya. Ati tampak menatap ke langit-langit, ia lanjut menceritakan seluk-beluk kehidupannya. Tentang bagaimana upayanya harus bisa menyekolahkan keempat anaknya. Pekerjaan yang telah menjadi tabiatnya itu, tidak ia ingin berlanjut kepada anak-anaknya. Wanita yang berperan sebagai tulang punggung keluarga dengan menanggung empat orang anak itu akan berusaha sekuat tenaganya agar sang buat hati tidak mengalami kesulitan seperti yang dialaminya. "Nak biar tidak ada uangku, harusko tetap sekolah. Karena ituji bekalku kemudian hari nanti tidak ada barang yang saya bisa jualkanko. Jadi hanya itu ji kasi sekolahko semampumu," kalimat-kalimat yang selalu ia lontarkan kepada sang buah hati. Rupanya tidak hanya ia berikan kepada anaknya, sedari kecil ia lebih mengutamakan sekolah adiknya. Ati yang merupakan anak ke 4 dari 13 bersaudara itu rela tidak melanjutkan pendidikan tinggi demi membiayai studi adikadiknya. (*) Urai data, ungkap fakta, saji berita
4
LAPORAN UTAMA
LPM Profesi UNM - Edisi 256 Mei Tahun MMXXII 2022
Kurikulum Merdeka: Solusi atau Masalah?
FOTO - Menteri Pendidikan, Kebudayaan,Riset, dan Teknologi
FOTO: INTERNET - ANTARA
Awal tahun ini, menjadi sejarah kelahiran kurikulum baru bagi pendidikan sekolah. Setelah Kurikulum 2013 dan Kurikulum Darurat, per tanggal 11 Februari, Kurikulum Merdeka diresmikan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim. Kendati sifatnya yang masih opsional, isu perubahan kurikulum ini marak diperbincangkan oleh kalangan praktisi pendidikan dan tenaga pendidikan. Upaya untuk pemulihan pembelajaran menjadi alasan yang dibawa Nadiem. Riset menunjukkan jika selama pandemi, siswa mengalami kehilangan pembelajaran (learning loss), literasi dan numerasi yang cukup signifikan. Dengan kurikulum ini, menurut Nadiem, adalah langkah awal untuk membentuk karakter dan pola peserta didik. “Dengan kurikulum ini, kita ingin menciptakan perubahan pada anak yang memiliki kemampuan berkolaborasi, kemampuan berpikir kritis, belajar berdebat, dan membuat inisiatif-inisiatif sesuai dengan kebutuhannya,” terang Menteri Nadiem dikutip dari siaran pers kemendikbud.go.id, Kamis (28/4). Penerapan kurikulum merdeka ini nantinya akan menyasar jenjang pendidikan TK, SD, SMP dan SMA/ SMK. Menurut situs kemdikbud.
Urai data, ungkap fakta, saji berita
go,id sejak 2021 sebanyak 2.500 Sekolah Penggerak dan 901 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pusat Keunggulan yang dilibatkan dalam uji coba kurikulum merdeka tahun pertama. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Perbukuan Kemendikbudristek, Supriyatno, mengatakan sekitar 2.500 satuan pendidikan yang tergabung dalam program Sekolah Penggerak dan SMK Pusat Keunggulan pada tahun 2021 sudah menerapkan kurikulum prototipe. Sedangkan satuan pendidikan yang tidak termasuk sekolah penggerak sudah diberikan opsi untuk dapat menerapkan kurikulum merdeka mulai tahun ini. “Tidak ada seleksi sekolah mana yang akan menggunakan Kurikulum Prototipe, namun yang kami lakukan hanya pendaftaraan dan pendataan. Sekolah-sekolah dapat menggu-
nakan Kurikulum Merdeka secara sukarela tanpa seleksi. Baru nanti tahun 2024 Kemendikbudristek akan menetapkan kebijakan mengenai kurikulum mana yang akan dijadikan kurikulum nasional untuk pemulihan pembelajaran,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Hasnawi Haris pun merespon positif penerapan Kurikulum Merdeka yang dicanangkan “Mas Menteri”. Menurutnya, nilai kebebasan yang dianut kurikulum ini mengarahkan peserta didik untuk lebih fokus pada peminatan setiap siswa. Dengan harapan, materi yang akan diterimanya kelak bisa membantu menyiapkan karirnya kelak. “Secara filosofi saya melihat ini jauh lebih bagus daripada yang dulu, di SMA kita tidak pelajari pelajaran yang tidak kita suka dan tidak ada hubungan dengan mata kuliah atau
prodi yang kita mau. Konsep lama seperti anak dipaksa belajar terus, anak IPA belajar semua Mapel di kelas IPA, anak IPS juga begitu. Tidak terlalu sinkron dengan prodi yang mereka inginkan,” ucapnya. Siswa SMA 9 Makassar, Nyoman Syakira merasakan situasi kelasnya jauh lebih aktif sejak kurikulum prototipe ini diterapkan di sekolahnya. Peran guru sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar menurutnya bisa melatih kemampuannya untuk mandiri dan disiplin dalam belajar. “Sedikit saja kami bersikap cuek terhadap pembelajaran maka akan tertinggal. Karena sekali lagi, guru di sini berperan sebagai fasilitator dan siswa berperan sangat amat aktif dalam pembelajaran,” ucapnya, Senin (9/5). Kurikulum Merdeka sebenarnya tak sepenuhnya sempurna. Tantangan dari proses peralihan kurikulum ini ternyata masih berkutat seputar kecakapan masing-masing sekolah yang akan mengadopsi kebijakan tersebut. Ketua Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LP2MP), Arn-
ida mengungkapkan kritikannya. Menurutnya, penyeragaman 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) lebih fundamental harus diperhatikan oleh pemerintah, sehingga keluaran dari sekolah mana pun punya pengakuan yang sama. “Kita bisa lebih banyak terbuka tapi bukan berarti langsung diadopsi. Kita lihat dulu dukungan yang dimiliki. Karena setiap satuan pendidikan masih memiliki daya dukung yang berbeda-beda. Saya sepakat sekolah melaksanakan kurikulum ini dengan menyesuaikan 8 standar nasional pendidikan,” tuturnya. Dosen Teknologi Pendidikan UNM ini juga mewanti-wanti agar adaptasi Kurikulum Merdeka harus sejalan dengan identifikasi tiap satuan pendidikan. Peran guru yang acap kali kurang mendapatkan pelatihan dan peningkatan soft skill dan hard skill perlu dipersiapkan untuk menghadapi kurikulum merdeka. “Meskipun sarana dan prasarananya bagus, tetapi sumber daya manusia dan mindset gurunya belum bisa kita ubah atau makin dibangun, itu juga yang akan menyulitkan kedepan,” ujarnya. (tim)
www.profesi-unm.com
5
LPM Profesi UNM - Edisi 256 Mei Tahun MMXXII 2022
Penghapusan Jurusan, Masih Perlu Adaptasi
HADIRNYA Kurikulum Merdeka ini akan menghilangkan jurusan IPA, IPS, dan Bahasa pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Mendikbudristek, Nadiem Makarim menjelaskan hal ini dalam pidato peluncuran Merdeka Belajar Episode Kelima belas secara daring, Jumat (11/2). Melalui Kurikulum Merdeka, kata Nadiem siswa bisa bebas memilih mata pelajaran yang diminatinya di dua tahun terakhir saat SMA. Siswa kelas X tetap akan mempelajari semua mata pelajaran. Ketika naik ke kelas XI, siswa diberi keleluasaan untuk memilih mata pelajaran yang mereka minati dan sesuai dengan keinginan karir. “Ini salah satu keputusan atau choice. Sudah banyak dilakukan di kurikulum internasional, di negara-negara maju yang memberikan keputusan kepada anak-anak dibiasakan untuk memilih dan
akuntabel dengan keputusannya,” katanya. Politik ganti menteri ganti kebijakan justru membuat guru dan siswa menjadi korban. Siswa SMA 9 Makassar, Nyoman Syakira mengaku jika dirinya perlu adaptasi ketika mendengar Kurikulum Merdeka. Apalagi, Nyoman merupakan angkatan pertama yang merasakan kurikulum tersebut. “Kurikulum merdeka ini tentunya sangat baru bagi kami sehingga sedikit membingungkan di awal, apalagi kami menjadi angkatan pertama dilaksanakan” akunya. Sementara itu, Hasnaini salah satu guru penggerak yang merasakan kebijakan Kurikulum Merdeka mengaku jika penerapan kurikulum tersebut memiliki nilai plus dan minus. Menurutnya, penghapusan jurusan malah banyak membuang waktunya untuk lebih fokus mengenal karakter siswanya lebih mendalam.
“Ini lebih efisien karna guru diwajibkan betul memperhatikan siswanya, betul betul mengetahui minat dan bakat siswanya” Lain dengan Hasnaini, Wakil Kepala SMA 9 Makassar, Alaudin justru menilai dengan adanya penghapusan jurusan merupakan langkah yang cukup maju di dunia pendidikan. Sehingga siswa bisa memutuskan secara mandiri apa yang menjadi keminatannya kedepan. “Tidak ada lagi penjurusan IPA, IPS, Bahasa. Sebenarnya ini malah lebih bagus karena pemilihan mapel berdasarkan cita-cita anak didik,” katanya. (tim) Tim Reportase Utama Koordinator : Andi Gusmaniar Anggota : Andi Nurul Izzah Resky Nurhalizah Mujahidah
Kata Mereka? “Secara filosofi saya melihat ini jauh lebih bagus daripada yang dulu. Siswa lebih fokus ke minatnya, dulu kita tidak pelajari pelajaran yg tidak kita suka dan tidak ada hubungan dengan matkul atau prodi yg kita mau.” Wakil Rektor Bidang Akademik: Hasnawi Haris
LAPORAN UTAMA
K13; Kaku, Padat, dan Membosankan Penerapan kurikulum 2013 dinilai masih kurang flesibel. Dalam penerapannya banyak keluhan yang dirasakan guru dan siswa. Hal itu dikatakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim dalam pidato peluncuran Merdeka Belajar Episode Kelima belas secara daring, Jumat (11/2). Kata Ia kurikulum yang diterapkan saat ini terlalu kaku sehingga para guru tidak bisa dalam menguatkan pembelajaran. “Dia (guru) tidak bisa memilih sekolah itu mau fokus di bagian mana dulu, karena sangat kaku dan tidak fleksibel,” kata Nadiem dalam siaran YouTube Merdeka Belajar Episode 15: Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar, Jumat (11/2). Pembelajaran yang difokuskan terhadap materi serta didesain lebih sederhana, membuat kurikulum merdeka lebih menonjol dibanding kurikulum sebelumnya. Kurikulum 2013 yang diterapkan saat ini terlalu padat dan membosankan. Hal itu, kata Nadiem kerap menjadi keluhan para peserta didik. Materi yang terlalu padat membuat kurangnya waktu untuk melakukan pembelajaran yang mendalam. Menurutnya
dengan adanya kurikulum merdeka, pembelajaran akan lebih sederhana dan interaktif. Tenaga pendidik atau guru tidak lagi terbebani dengan target pembelajaran sehingga bisa lebih memperhatikan kualitas pada materi dan pembelajaran. “Kita sudah mendengar komplain dari anak-anak kita, di masa pandemi khususnya, materi ini terlalu padat, tidak cukup waktu untuk melakukan pembelajaran yang mendalam,” ucapnya. Nadiem menambahkan setiap anak memiliki kemampuan yang berbedabeda Apabila materi pembelajaran terlalu padat, hal itu akan membuat siswa yang tertinggal justru semakin tertinggal. Dengan kurikulum merdeka, metode pembelajaran jauh bervariatif dan menarik karena menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Dengan penerapan kurikulum ini, guru pun mempunyai kesempatan lebih untuk mendalami potensi peserta didik. “Materi kita kadangkadang membosankan, kurang beragam, sehingga guru tidak punya banyak toolkit untuk mengembangkan pembelajaran kontekstual sesuai karakteristik siswa,” kata dia. (tim)
“Saya juga tidak menyalahkan kalau ada yg mengatakan ganti kurikulum karena yg melakukan atau memberi kebijakan memang menteri pendidikan. Kita bisa lebih banyak terbuka tapi bukan berarti langsung diadopsi. Kita lihat dlu dukungan yang kita miliki” Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum Sumber Belajar LP2MP UNM: Arnida
“Saya kira cukup bagus itu kurikulum sekolah penggerak karena orientasinya ke peserta didik. Jadi pembelajaran di kelas itu berdasarkan karakteristik siswa” Wakasek UPT SMAN 9 Makassar (Penggerak): Islahuddin
Tentu kita menyambut baik kurikulum ini, karena tujuannya untuk pemulihan pendidikan di Indonesia. Namun, sekolah juga harus berbenah dulu, seperti SDM nya. Guru-guru harus diubah mindset nya, karena mereka kan motor penggeraknya. Kepala UPT SMAN 5 Bulukumba (Non Penggerak) : Ilham Syah
“Kurikulum merdeka ini tentunya sangat baru bagi kami sehingga sedikit membingungkan di awal, apalagi kami menjadi angkatan pertama dilaksanakan” Siswa Sekolah Penggerak: Nyoman Syakira www.profesi-unm.com
Urai data, ungkap fakta, saji berita
6
LAPORAN PERJALANAN
LPM Profesi UNM - Edisi 256 Mei Tahun MMXXII 2022
Pererat Tali Silaturahmi Antarjurnalis di Kota Seniman Yogyakarta *Muh. Ilham Raihan
PENYERAHAN - Penghargaan Indonesian Student Print Media Awards (ISPRIMA)
Hujan menjadi teman setia di siang itu. Ia terus menerus turun dengan deras setelah beberapa waktu tertahan di awan sambil menemani saya sewaktu beranjak dari Makassar. Hari itu pertanda dimulainya perjalan saya selama lima hari di Kota Seniman Yogyakarta. Meskipun hujan melanda tak menghalangi antusiasme saya menuju Jogja demi menimba ilmu sekaligus menghadiri acara penghargaan Indonesia Student Print Media Awards (ISPRIMA). Sewaktu berangkat rasa takut muncul dalam benak melihat cuaca yang buruk sore itu, apalagi perjalanan saya melalui jalur udara, bahkan ketika di pesawat saya dan seluruh penumpang lainnya diperintahkan untuk berdoa dan mengencangkan sabuk pengaman akibat cuaca buruk. Untungnya saya bisa sampai di Bandara Internasional Yogyakarta tepatnya di Kulon Progo dengan selamat setelah menempuh 1 jam perjalanan. Perjalanan saya masih berlanjut dengan menaiki kereta melalui stasiun yang langsung terhubung dengan bandara hingga sampai ke Stasiun Tugu Jogja. Setelah sampai dan bergegas keluar dari stasiun saya kemudian menunggu salah satu teman yang ditinggal di Asrama Sawerigading sambil melihat suasana Kota Yogyakarta yang disepanjang jalan masih identik dengan becak dan angkringan. Setelah beberapa saat menunggu, teman saya pun datang hingga kami bergegas menuju Asrama Sawerigading. Sesampainya di asrama kami disamUrai data, ungkap fakta, saji berita
but ketua dan penghuni asrama. Kami memberikan “buah tangan” yang tidak asing lagi bagi orang Sulawesi yakni jalangkote. Sontak penduduk asrama pun diselimuti rasa gembira melihat jajanan jalangkote yang sangat langka di Kota Yogyakarta bisa ia santap bersama-sama. Setelah menyantap jajanan jalangkote, saya kemudian bergegas beristirahat agar esok harinya merasakan kondisi yang prima. Keesokan harinya tibalah saatnya menghadiri penghargaan ISPRIMA, saya ditemani ketua asrama kemudian bergegas menghadiri acara penghargaan yang diberikan kepada penerbit pers mahasiswa, sebagai upaya untuk mendorong pengembangan kualitas desain maupun konten yang diwujudkan dari tampilan cover pers mahasiswa di tanah air. Perhelatan yang dihadiri berbagai media ini digelar di Jogja National Museum (JNM). Pemandangan takjub disuguhkan kepada tamu undangan ketika memasuki gedung dengan konsep perpaduan outdoor dan indoor
FOTO: ISTIMEWA
dengan jajanan angkringan dengan ciri khas Yogyakarta. Kemudian kami pun pergi ke meja registrasi lalu menyantap makanan yang ada di gerobak angkringan. Suasana begitu ramai, ada banyak wartawan dan petinggi dari berbagai media yang hadir dalam acara itu. Tak berselang lama, acara pun dimulai dengan pembukaan sebuah tarian yang manggambarkan salah satu tokoh pewayangan yang populer yakni Gatotkaca. Setelah beberapa rangkaian acara, hal yang ditunggu pun tiba, yakni penerimaan penghargaan yang salah satunya adalah ISPRIMA. Alhamdulillah LPM Profesi UNM mendapat Silver Winner dengan bersaing oleh beberapa Pers Mahasiswa di seluruh Indonesia. Saya selaku perwakilan LPM Profesi naik ke atas panggung dengan raut wajah bahagia melakukan serah terima piala dari penyelenggara yakni Serikat Perusaahan Pers (SPS). Di atas panggung saya dan beberapa Pers Mahasiswa foto bersama satu per satu untuk menerima piagam masingmasing. Kemudian setelah itu acara terus berlanjut, beberapa lantunan musik mengisi acara tersebut, mulai dari tipe pop, daerah, hingga musik hip-hop. Setelah acara selesai, saya bertemu dengan senior yang pernah juga berkecimpug di LPM Profesi. Pada saat itu kami berfoto bersama dan juga makan bersama. Tak hanya itu saja, saya juga sempat berbincang dengan rekan pers mahasiswa se-
luruh Indonesia, salah satunya dari SKM Amanat dari Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang yang juga menjadi pemenang di ajang ini. Salah satu rekan dari SKM Amanat itu mengajak saya dan teman-teman di LPM Profesi agar kedepannya dapat bertandang ke kota yang dijuluki Kota Atlas itu. “Ayo nanti mampir ke Semarang dong, sekalian ajak anak Profesi, kalau kalian kesini mampir ya,” ajak Nurul. Tak hanya itu, kami lalu saling memperkenalkan berbagai produk yang dihasilkan. “Oh iya ini Instagram SKM Amanat, webnya kek gini, kita saling follow yuk,” ajak Nurul. Setelah itu mereka pun bergegas ingin pulang, begitupun dengan saya yang harus kembali ke Asrama. Acara penghargaan ini mem-
beri saya ruang untuk melihat orang-orang hebat di bidang Jurnalistik. Suatu kesempatan luar biasa bisa bertemu dan berbincang dengan beberapa teman-teman pers mahasiswa yang hadir pada acara itu. Acara ini juga menjadi ajang untuk kami para jurnalis khususnya pers mahasiswa untuk mempererat tali silaturahmi, meski dari berbagai daerah yang berbeda tetapi kami sebagai jurnalis memiliki tujuan yang sama. Lima hari di Kota Pelajar itu terasa singkat menjelajah dan mengisahkan kota istimewa, Yogyakarta. Bertemu dengan kawan seperjuangan yang bergelut di lembaga kuli tinta ini. Raihan penghargaan ini tentunya akan menjadi semangat baru bagi kami Pengelola LPM Profesi UNM agar terus menyajikan berita bagi sivitas akademika UNM. (*)
FOTO - Penghargaan Indonesian Student Print Media Awards (ISPRIMA) www.profesi-unm.com
7
INOVASI
LPM Profesi UNM - Edisi 256 Mei Tahun MMXXII 2022
Pakai Barang Bekas
Ciptakan Alat Roasting Kopi
Keterbatasan teknologi di salah satu daerah penghasil kopi terbanyak di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang membuat salah satu mahasiswa Teknik Mesin Terapan ini pada akhirnya menciptakan sebuah alat penyangrai kopi untuk memudahkan masyrakat di daerahnya dapat memproduksi kopi dalam jumlah yang banyak tetapi tidak lagi menggunakan cara konvensional.
Penyangrai kopi adalah salah satu alat sederhana yang digunakan untuk menyangrai kopi dalam jumlah yang banyak dibandingkan harus menggunakan cara konvensional, alat dan bahan yang digunakan juga terbilang cukup banyak ditemui. Penyangrai kopi ini adalah non mesin artinya alat ini digunakan tidak menggunakan mesin untuk menjalankannya. Alat yang sederhana ini merupakan alat pemanggang sederhana dengan desain yang menarik dan tentunya mudah digunakan karena alat roaster ini dioperasikan secara manual. Desain yang menarik yang dimiliki alat sangrai ini salah satunya dari wadahnya yang terbuat dari kaca anti panas. Wadah yang terbuat dari besi tipis yang membuat proses roaster kopi bisa cepat matangnya karena mengantarkan panas yang banyak. Penyangrai kopi ini juga diperuntukkan untuk keluarga-keluarga yang hobi meminum kopi
ataupun keluarga yang memiliki kebun kopi sehingga kopi yang dimiliki ingin juga diolah dan dinikmati sendiri. Diolah dan sangrai sendiri pastinya memiliki kebahagiaan tersendiri oleh pemiliknya. Itulah mengapa penyangrai kopi sederhana ini sangat friendly untuk keluarga pencinta dan penikmat kopi. Sama halnya dengan Fayis Fauzan Afri salah satu mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Prodi Teknik Mesin Terapan ini pada akhirnya menciptakan sebuah alat yang sangat berguna untuk masyarakat yang ada didaerahnya. Awal mula Fayis membuat alat ini karena melihat kondisi kampungnya yang terbilang menjadi penghasil kopi tapi masyarakat yang ada dikampungnya masih kesulitan dalam hal menyangrai kopi secara manual yang membutuhkan waktu cukup lama. Hal itu yang menjadikan Fayis termotivasi membuat Penyangrai Kopi untuk membantu orangorang di kampungnya dalam hal mengelola kopi yang dihasilkan di kebun mereka sendiri. “Awalnya saya dari liat mesin-mesin sangrai kopi yang besar, terus berfikirma untuk buat juga di keluargaku seperti itu tapi versi kecilnya supaya lebih mudah untuk menyangrai,” tuturnya. Alat Penyangrai kopi ini juga dibuat tidak membutuhkan modal yang banyak, Fayis membuatnya menggunakan barangbarang bekas yang sudah tidak terpakai. Ia mengumpulkan barang dan besi bekas yang tidak terpakai. Disamping menggunakan bahan bekas Fayis juga membeli beberapa kebutuhan untuk membuat alat tapi estimasi biaya yang Ia keluarkan tidak banyak, sekitar seratus ribu rupiah untuk membuat satu alat
sangrai kopi tersebut. ”Saya pakai barang bekas seperti, Bearing bekas, rantang bekas, besi siku bekas, besi-besi bekas lainnya untuk buat satu alat itu, ada ji juga yang saya beli tapi tidak mahalji, tidak cukup ji seratus ribu saya karena lengkapji alatku di rumah, dan itu rantang stainles rantang dapurnya ji mama ku saya pakai,” jelasnya. Mahasiswa Teknik Mesin ini termotivasi membuat penyangrai kopi ini karena melihat di daerah tempat tinggalnya banyak barang bekas yang berserakan dan tidak digunakan, akhirnya Ia alih fungsikan menjadi karya cipta yang sangat berguna bagi masyarakat di kampungnya terkhusus keluarga di rumahnya dalam hal mengolah kopi milik keluarganya. “Saya awalnya mencari cara bagaimana supaya saya dirumah bisa olah itu kopi dengan cepat tapi minim biaya, akhirnya saya pakaimi barang bekas baru buatma itu alat,” katanya. Dulu sebelum Fayis membuat alat Penyangrai Kopi ini, keluarganya mengolah secara konvensional yang membutuhkan waktu cukup lama untuk menghasilkan kopi yang matang secara sempurna, berkat alat yang diciptakannya pun keluarganya sangat terbantu dalam hal mengolah kopi miliknya. “Dulunya itu pakai wajan dan memakai spatula dengan mengaduk kopi secara terus menerus dan membutuhkan tenaga yang ekstra untuk mendapatkan kopi yang masak sempurna, semenjak ada alat itu kita dapat hasil yang maksimal dan pematangan merata” imbuhnya. Setelah beberapa orang di daerahnya juga membuat karya yang sama dengan apa yang
Alat roasting kopi
dibuat oleh Fayis, sudah banyak masyarakat di kampungnya yang sangat terbantu dengan alat tersebut sehingga kopi yang diolah dan diproduksi menggunakan alat itu terjual dalam jumlah yang banyak daripada saat mengolah kopi menggunakan cara manual. “Iya bermanfaat sekali, sekarang di kampung ku sudah banyak yang usaha jualan kopi bubuk maupun yang masih bijian berkat itu alat,” katanya. Sampai saat ini Fayis sudah membuat tiga alat penyangrai kopi dari hasil kegabutannya melihat ba-
rang bekas yang tidak terpakai dan mengubahnya menjadi alat yang sangat bermanfaat bagi orang banyak. Ia membuat alat tersebut untuk keluarganya dirumah, tongkrongan perkopian, dan di kedai kopi milik sepupunya. “Sekarang baru tiga yang saya buat, saya taruh di rumah satu, di kedainya sepupu satu, sama saya bawa di tempat kumpul anak-anak kopi (tongkrongan) satu, karena kami dikampung punya tongkrongan kopi begitu, jadi saya bawa juga satu untuk dipakai di sana,” terangnya. (ara)
Kue Singkong Model Semangka
MAKANAN - Kue singkong model semangka
S
udah tidak diragukan lagi Indonesia memiliki beragam komoditas pertanian dan tanaman pangan yang menjadikan ikon negara agraris www.profesi-unm.com
melekat di negara ini. Berkaitan dengan hal itu, baru-baru ini tersiar berita mengenai program pembangunan lumbung pangan oleh pemerintah. Salah satu
implementasinya adalah wacana perluasan lahan singkong untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia. Dosen Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Universitas Negeri Makassar (UNM), Andi Hudiah melakukan inovasi dengan membuat kue jajanan khas Makassar yang terbuat dari singkong. Kue singkong adalah salah satu makanan khas Makassar yang terbuat dari singkong. Kue tersebut diberi nama “tarajju” dengan diberikan warna khas sehingga berbeda dengan kue lainnya yang terbuat dari singkong. Selama ini masyarakat Sulawesi Selatan membuat kue “tarajju” dengan dibungkus daun pisang. Makanan ini memiliki ciri khas dibungkus daun pisang. Tapi apa jadinya jika makanan
ini dimodifikasi modelnya menjadi seperti semangka? Ia mengaku mulai memikirkan ide ini dari kecintaanya menikmati kue singkong dan buah semangka. "Saya berpikir bagaimana caranya tarajju' makanan favorit saya ini kemudian bisa berbentuk seperti semangka yang juga sama-sama saya sukai," katanya. Harapan terbesar Andi Hudiah menginovasi makanan ini dengan harapan membuat kue singkong yang sebelumnya tergolong makanan yang kurang menarik untuk dihidangkan pada acara besar kini menjadi naik level menjadi kue modern. "Dapat layak dihidangkan pada acara kesempatan khusus atau untuk mengisi snack box atau sebagai hantaran pengantin. Dengan kata lain kue singkong ini naik level dari kue tradisional
menjadi kue modern," harapnya. Selain itu dengan adanya inovasi ini mampu memberi peluang kue singkong untuk dijadikan salah satu alternatif usaha makanan rumah tangga. "Pengembangan bentukbentuk dan warna kue singkong ini sangat besar peluangnya dan sangat berpotensi untuk dijadikan usaha maupun dapat dikembangkan di masyarakat sebagai industri rumah tangga," tuturnya. Kue singkong adalah salah satu makanan yang terjangkau dan mudah didapat, maka sangat berpeluang untuk menjadi alternatif usaha rumahan. "Selain rasanya manis, juga sangat cantik dipandang mata. Bahan yang digunakan sangat terjangkau dari segi harga dan sangat mudah diperoleh di pasaran," ujar ketua prodi PKK UNM ini. (ari) Urai data, ungkap fakta, saji berita
8
LAPORAN KHUSUS
LPM Profesi UNM - Edisi 256 Mei Tahun MMXXII 2022
Menelisik Panasnya Pemilihan Dekan FBS DEKANAT - Fakultas Bahasa dan Sastra UNM
Genderang panas pemilihan Dekan FBS sudah mulai terdengar. Kasat-kusut perihal penggati Syukur tak henti jadi bahan bisik-bisik. Benarkah ‘kampanye’ sudah dimulai? Perjalanan Syukur Saud menahkodai Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) bakal segera menemui titik akhir, sejak Guru Besar Bahasa Jerman itu memangku titah Desember 2019 lalu. Kemunculan jebolan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sebagai campiun dalam posisi Dekan saat ini berhasil mengokohkan dirinya sebagai figur yang pertama kali menduduki posisi wahid pertama dalam sejarah di Jurusan Bahasa Asing. Hanya saja, sejumlah catatan buram menyelemuti kepemimpinan Syukur, terakhir ketika kampus ungu itu diisukan dihuni predator seksual. Mantan Ketua Jurusan ini, juga tidak berhasil menyulap FBS dengan baik.
FOTO: DOK- PROFESI
Tak banyak yang berubah, dari segi infrastruktur Syukur hanya berhasil mempoles gerbang utama FBS, parkiran sedikit diberi atap, hingga renovasi bagian 'muka' fakultas. Namun, di penghujung jabatannya, riakriak pengganti dirinya sudah mulai terasa. Lantas, siapa sosok yang layak berikutnya? Penelurusan kru LPM Profesi, meski sedang panas-panasnya, sejumlah dosen yang dinilai berkompeten terlihat adem-ayem. Tidak ada yang menonjolkan diri. Meski begitu, sejumlah nama sudah mulai dibicarakan. Pesta demokrasi ini diprediksi akan berlangsung alot. Bagaimana tidak, selain merebut hati senator fakultas, sang calon yang ingin bertarungpun harus mampu merayu Rektor UNM sebagai pemilik suara 35 persen. “Saya tidak mau menjurus kepada siapa-siapa. Kecuali kalau sudah dibentuk kepanitiaan, sudah ada calon yang definitif baru saya ngomong. Kalo sekarang nda boleh saya memberikan tanggapan, apalagi masih lama ini menjabat. Sabar mi dulu.
Saya konsentrasi dulu sama kerjakerja saya,” ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya. Pernyataan Syukur yang memilih tak membeberkan siapa saja nama-nama yang mencuat untuk berlaga dalam pemilihan dekan nanti, patut dicurigai bahwa dirinya sedang menanti sinyal kuat dari rektor. Bahkan ketika sejumlah nama sohor disodorkan di hadapannya, seperti Asisten Direktur III Pascasarjana Anshari, Wakil Dekan Bidang Akademik Sahril, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Muhammad Saleh, Wakil Dekan Kemahasiswaan Azis, Ketua Jurusan Bahasa Inggris Samtidar, dan Ketua Jurusan Bahasa Asing Maemudah Muhayyang disenter akan maju. Lagi-lagi Syukur berkilah bahwa semua kemungkinan masih bisa terjadi karena waktu masih panjang. “Itu kalau ada muncul-muncul nama-nama biarkan saja, tapi itu baru penggalian isu atau isu orangorang yang mereka terima atau dengar tapi itu bukan resmi. Yang resmi itu kalau sudah ada yang
mendaftar,” bebernya. Namun, Syukur selaku dekan tidak mematok syarat yang harus menjadi dekan berasal dari wakil dekan. Menurutnya, itu bukan syarat mutlak, yang terpenting punya pengalaman manajerial, semisal pernah menjabat ketua prodi. “Semua orang berpotensi, ketua jurusan, ketua prodi, ketua lab, ketua apa, WD-WD semua berpeluang,” singkatnya. Sementara itu Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FBS, Syahril selaku representatif mahasiswa FBS mengatakan belum bisa berharap banyak terhadap kandidat yang muncul sebagai calon dekan. Namun Ia pribadi menginginkan pemimpin yang dapat dengan cepat menanggapi permasalahan-permasalahan di kampus. “Kalau karakter ketiganya samaji kinerja kemarin-kemarin, yang jelas siapapun yang naik sesuai harapan kita semua. Entah itu WD I atau WD II, intinya kalau ada kebijakan cepat ditanggapi,” pungkasnya. Terakhir, mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris ini menginginkan
yang bakal menjadi pimpinan FBS mampu bersinergi dengan pengurus lembaga kemahasiswaan. “Intinya dijaga sinergitas antara birokrat dan LK. Saya juga harap pimpinan yang baru nantinya bisa memberi solusi yang konkret jika ada permasalahan dalam lembaga kemahasiswaan,” pintanya. Hasil survei yang dilakukan LPM Profesi melalui jejak pendapat dengan 250 responden dari mahasiswa FBS sejak April lalu, menempatkan nama Muhammad Saleh meraup suara terbanyak dengan 26 persen, disusul oleh Azis dengan 24 persen, lalu Anshari dan Samtidar kompak dengan 13 persen dan Sahril mendapat dukungan sebanyak 7 persen. Selebihnya memilih yang lain. (tim)
Tim Reportase Khusus Koordinator : Aliefiah Maghfirah Anggota : Nur Arrum Suci K. Ahmad Husen
Kajur JBSI: Anshari Sangat Bergairah untuk Maju PANASNYA perhelatan pemilihan dekan, Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Mayong tak mau ketinggalan untuk memberi komentar. Saat ditemui di ruangnya, Mayong berharap pemimpin FBS selanjutnya berasal dari jurusan yang dipimpinnya. Ia beralasan bahwa JBSI sudah sekian lama tidak memimpin kampus ungu itu. "Saya berharap dekan itu dari bahasa Indonesia. Saya rindu sekali itu, sudah lama dan saya lihat ini momennya," Urai data, ungkap fakta, saji berita
ucapnya, Selasa (5/4). Tak segan, Mayong menarik nama Anshari untuk mewakili jurusan karena dinilai memiliki peluang besar. Tak hanya itu, berdasarkan pengakuannya, Anzhari telah melobi Azis (baca; WD III) untuk beralih mendukungnya. "Kalau saya dengar itu Prof. Anshari sudah minta Pak Azis supaya bisa didukung. Dia sangat bergairah untuk maju," bebernya. Pernyataan Doktor Jebolan Universitas Negeri Malang (UM)
itu didukung dengan hasil pengamatannya bahwa mantan WD I FBS itu memiliki kedekatan istimewa dengan Rektor UNM. Hal itu membuat optimisnya menjadi naik dan berharap kerinduaan itu jadi kenyataan di tahun depan. "Saya dengar Prof. Anshari itu dekat dengan rektor. Siapa yang dekat dengan rektor itu yang peluangnya besar. Mudahmudahan lah, tahun depan ini bisa Dosen Bahasa Indonesia jadi dekan di sini, tapi saya tidak me-
nyebut Prof Anshari sudah didukung rektor ya" katanya. Secara track record Anshari memang cukup berpotensi. Saat ini, Ia menjabat sebagai Asisten direktur Pascasarjana UNM. Ia pernah menduduki kursi wakil dekan bidang akademik (WD I) FBS dan ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan sejumlah jabatan strategis lainnya. Namanya pun masuk survei Profesi mengenai calon kandidat yang cocok memimpin FBS. Anshari
meraih urutan ketiga terbanyak dipilih mahasiswa sebagai calon dekan pengganti Syukur. Saat ditanya mengenai keinginannya maju memimpin FBS, Anshari membeberkan bahwa dirinya akan segera mengambil langkah potensial selanjutnya. "Sangat bergembira jika sivitas mempercayai saya akan hal itu, saya akan pertimbangkan untuk langkah selanjutnya, tapi saya belum bisa memberi banyak statement," katanya. (tim) www.profesi-unm.com
9
LAPORAN KHUSUS
LPM Profesi UNM - Edisi 256 Mei Tahun MMXXII 2022
Sahril Menanti Amanah Nama Sahril juga terseret sebagai kandidat terkuat untuk menduduki posisi dekan. Bermodal dengan sejumlah pengalaman mentereng juga pernah dicicipi, seperti Ketua Jurusan Bahasa Inggris dan saat ini sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik (WD I) FBS. Bahkan, di tangannya sejumlah peningkatan akademik dosen maupun mahasiswa terbilang signifikan, salah satunya hadirnya berbagai jurnal bereputasi di FBS hingga sejumlah target lulusan yang tepat waktu bisa tercapai. Meski begitu, Sahril mengaku menjadi nomor
satu di FBS bukan hal mudah, itulah mengapa dirinya mengatakan terlepas dari siapa yang akan menduduki jabatan tersebut harus bisa memajukan FBS dan berkomitmen memegang amanah dan bekerja dengan ikhlas. “Terlepas dari itu, siapapun yang terpilih untuk posisi tersebut amanah itu tetap kami akan berikan dukungan yang penting betul-betul bekerja ihklas untuk kemajuan FBS kedepan,” pungkasnya. Saat ditemui awak Profesi, mengenai namanya menjadi bincangan
favorit di kalangan mahasiswanya sendiri untuk menjadi dekan periode selanjutnya, Doktor Jebolan Universitas Hasanuddin (UNHAS) itu hanya bisa berkomentar bahwa itu semua adalah takdir. Dosen Bahasa Inggris ini juga mengatakan bahwa kalau berbicara soal ingin tapi tidak diberi amanah itu semua karena memang bukan takdirnya, itu semua kembali lagi kepada masyarakat FBS sendiri. “Ya saya, kalau memang diberikan amanah ya, yang pertama itu pertimbangan apakah diberikan amanah oleh teman-teman. Kan
Syukur Saud Dinilai Jauh dari Harapan Jelang empat tahun di periode kedua kepemimpinan Syukur Saud banyak pihak menganggap kinerjanya sudah mampu mengangkat derajat FBS. Pada 2021 FBS mampu menjadi fakultas terbanyak meraih pendanaan PKM 5 Bidang dan 3 Bidang terbanyak. Namun hal itu dinilai tidak cukup di mata fungsionaris Lembaga Kemahasiswaan (LK). Salah satu Ketua Umum LK menyebut himpunannya kurang mendapatkan perhatian dan dukungan dari pimpinan dalam menjalankan kegiatan. “Kegiatan-kegiatan kemahasiswaan masih sering terkesan dipersulit dan dana LK dipotong. Mungkin sudah ada progres janjinya seperti pembangunan panggung LenterA,” ungkap salah satu ketua umum yang tidak ingin disebutkan namanya. Tak hanya itu, pemeliharaan sarana seperti lapangan basket, parkiran, taman, dan beberapa titik di kampus yang nyaris tidak pernah tersentuh pembaruan dan perawatan. Hal itu membuat kampus ungu itu semakin kusam.
Fasilitas ruang kelas dan laboratorium yang belum memadai, pendingin ruangan yang nyaris hanya sebagai pajangan. Kursi dan meja yang terbilang kurang layak digunakan. Hal yang kerap dikeluhkan mahasiswa seperti ruang kuliah yang tidak mencukupi untuk semua mahasiswa. Mahasiswa juga kerap mengeluhkan WC yang kurang perawatan. Hingga baru-baru ini salah satu keluhan muncul dari Mahasiswa Bahasa Asing, Ana (bukan nama sebenarnya). Ana mengeluhkan ruang kelas di jurusannya yang belum memadai hingga membuat mahasiswa rebutan ruangan kelas. “Ruang kelas tidak cukup, salah satunya ruangan untuk Jurusan Bahasa Asing dipakai bergantian antara Prodi Bahasa Jerman dan Prodi Bahasa Mandarin, sampai-sampai kadang rebutan ruangan, ada AC di semua ruangan tapi ada beberapa yang tidak berfungsi dengan baik,” keluhnya saat diwawancarai, Senin (16/5).
Parahnya, WC di FBS yang digunakan mahasiswa tidak memadai. Jumlahnya yang sangat sedikit seharusnya mendapat perhatian. Namun kenyataannya kurang mendapat sentuhan perawatan dan perbaikan. “Jorok sekali itu, airnya kadang tidak jalan, gelap, kurang dibersihkan juga. Mahasiswa Bahasa Asing kadang jauh-jauh ke belakang untuk buang air, karena WC untuk mahasiswa hanya ada di Gedung Fakultas dan Gedung Bahasa Indonesia,” ucapnya. Dalam hal hajatan keilmuan, Ketua Jurusan BSI, Mayong berharap dekan baru nanti gemar melaksanakan hajatan ilmiah berskala besar. Pasalnya, selama ini dirinya melihat kegiatan-kegiatan ilmiah masih kurang dilaksanakan oleh pimpinan. “Karena rohnya itu ilmu yang pertama di kegiatan-kegiatan ilmiah. Ini yang saya rasa kurang, kelihatannya tidak terlalu tampak. Itu yang saya lihat jarang dilakukan,” harapnya. (tim)
Bagaimana implementasi Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama kepemimpinan Prof. Syukur Saud. Apakah sesuai dengan harapan anda?
Apakah anda sebelumnya telah mendengar tentang pemilihan dekan FBS?
8%
33%
29%
20%
67% 43%
Ya
Tidak
Tidak Memuaskan
Memuaskan
Sangat Memuaskan
Apakah pelayanan akademik sudah memuaskan selama masa kepemimpinan Prof. Syukur Saud?
Seberapa puas anda dengan kinerja Prof. Syukur Saud selama menjadi dekan FBS? 9%
Cukup Memuaskan
5%
7%
7% 35%
35% 49%
Tidak Memuaskan
Cukup Memuaskan
Memuaskan
53%
Sangat Memuaskan
Tidak Memuaskan
Memuaskan
Sangat Memuaskan
Menurut anda, apakah pengambilan keputusan ataupun kebijakan dalam lingkup FBS memihak kepada mahasiswa selama kepemimpinan Prof. Syukur Saud?
Bagaimana penilaian anda mengenai sarana dan prasarana untuk pengembangan potensi diri mahasiswa selama Prof. Syukur Saud menjabat sebagai dekan? 7%
Cukup Memuaskan
16%
19%
28%
4%
16%
49%
61% Tidak Memuaskan
Cukup Memuaskan
Memuaskan
Sangat Memuaskan
Tidak Memihak
Siapa yang menurut anda layak menjadi Dekan FBS selanjutnya? 13%
30%
6%
26%
13% 25%
www.profesi-unm.com
Prof. Dr. Anshari, M. Hum
Dr. Sahril, M. Hum.
Dr. Muhammad Saleh, S.Pd., M.Pd
Dr. Azis, S.Pd., M.Pd
Samsidar, S.Pd., M.Ed., TESOL, Ed.D.
Lainnya
Cukup
Memihak
Sangat Memihak
bisa saja kita ingin, tapi tidak diberikan amanah. Bisa juga kalau memang bukan takdirnya, ini karna persoalan takdir juga. Apakah anda benar ditakdirkan sebagai pimpinan fakultas pada periode 2023,” katanya. Meski begitu, Dosen Sastra Inggris mengaku jika dirinya diberikan amanah maka sejumlah hal yang akan diprioritaskan untuk segera diperbaiki, khususnya pada bagian keuangan. “Tapi di kepala saya ini ada pemikiran bahwa jika saya yang terpilih menjadi pemimpin difakultas ini. Saya ti-
dak akan terlalu banyak berharap pada dana-dana yang berasal dari fakultas. Saya mencoba bagaimana mendatangkan dana-dana dari luar,” tuturnya. Dukungan untuk memberi kesempatan Sahril menjadi dekan, juga datang dari Ketua Jurusan Bahasa Inggris Samtidar. Meski mengaku punya keinginan besar untuk jadi Dekan, tapi dirinya rela mengalah karena persoalan senioritas. Samtidar membeberkan memberi kesempatan Sahril untuk melaju dalam laga yang mulai panas itu. "Apalagi dia dulu dosen saya," tutupnya. (tim)
Jadi Idola Mahasiswa, Saleh Memilih Bekerja Selain Sahril, nama Wakil Dekan bidang Administrasi dan Keuangan (WD II) Muhammad Saleh juga mencuat selaku kandidat yang berpotensi mengganti Syukur Saud. Dikenal sebagai sosok yang religius, Doktor jebolan Universitas Negeri Malang (UM) itu juga memiliki catatan kuat dalam menjabat posisi struktural, seperti Ketua Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) dan Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI). Atas pertimbangan pengalaman itu, Syukur mempercayainya untuk menduduki posisinya saat ini. Hasil penelusuran Profesi melalui kuisioner yang dibagikan berupa jejak pendapat kandidat yang cocok menduduki kursi nomor satu di FBS. Dari 250 kuisioner yang dibagikan di setiap jurusan/prodi secara acak, Muhammad Saleh, Azis, Anshari, dan Samsidar memperoleh peringkat teratas secara berurutan. Sebanyak 26,4 persen mahasiswa memilih Muhammad Saleh memimpin FBS. Hal itu membuktikan Muhammad Saleh dibutuhkan para
mahasiswa. Terlebih, selama ini, peningakatan keuangan dan adminitrasi di tangan Muhammad Saleh terus mengalami peningkatan baik dalam akademik maupun kelembagaan. Termasuk, sejumlah pembangunan infrastruktur di FBS saat ini. Mendengar hasil survei tersebut, Saleh memberi respons yang santai. Baginya, setiap amanah yang diberikan harus siap dipilih. Apa yang dikerjakan hingga hari ini adalah komitmen. Lebih lanjut, Saleh mengaku tidak ingin bercerita lebih jauh perihal munculnya nama dirinya sebagai salah satu kandidat yang diunggulkan. Menurutnya, jika memang dirinya diberi amanah maka konsekuensinya harus menjalankan tugas itu dengan baik. “Itu hak mereka untuk menilai. Saya bekerja sesuai amanah dan tanggung jawab yang diberikan. Prinsipnya, kita siap menjadi dosen di sini maka konsekuensinya segala tugas yang dibebankan harus siap diemban, setiap orang tentu mempunya program masing-masing” ucapnya. (tim)
Ditanya Soal Dekan, Azis: Saya Sudah 4 kali Dilantik Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan (WD III), Azis menjadi salah satu nama yang disenter bakal bersaing dalam perebutan jabatan dekan. Ini bukanlah hal yang mengejutkan, karena jabatan yang Ia emban membuatnya lebih dekat dengan mahasiswa. Namanya sendiri dalam survei Profesi, keluar sebagai terbanyak kedua setelah Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Muhammad Saleh. Torehan menterang dalam sejumlah kompetisi kemahasiswaan, salah satunya pada ajang Pekan Mahasiswa Nasional (PIMNAS) dengan menyumbangkan medali tiga tahun berturut-turut juga dinilai sebagai daya jual lebih dirinya ke sivitas akademik FBS . Saat dimintai keterangan, Azis memilih irit bicara. Baginya membahas hal itu rasanya belum pas, karena panitia pembentukan pemilihan dekan pun belum dibentuk. “Ya soalnya ini masih lama, bahkan belum ada panitia. Seperti pada periode sebelumnya, masih rapat senat atau pembentukan panitia. Kebetulan waktu itu saya panitia, masih dalam tahap penjaringan. Biar masyarakat yang menilai,” tuturnya. Doktor jebolan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu hanya berserah diri akan takdir kedepannya. Baginya pemimpin adalah takdir
yang tidak boleh ditolak. Bila Ia diberi maka itu harus tetap diterima dan diembangkan dengan baik. Bagaimanapun prosesnya menjadi pemimpin itu harus mengatahui dinamika kampus saat ini, sama halnya Azis saat ini yang telah dilantik sebanyak empat kali mulai dari menjadi Kepala Laboratorium Bahasa, Ketua Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia hingga saat ini menduduki jabatan WD III. “Itu adalah takdir, artinya itu adalah hal yang harus diterima dan tidak boleh ditolak. Harus seperti itu, bagaimanapun prosesnya. Kalau memang harus seperti itu kenapa tidak? Karena seperti sebelumnya saya bekerja itu sesuai bagaimana pertumbuhan atau dinamika kampus. Selama ini saya sudah empat kali dilantik, mulai dari kepala lab, Kaprodi, lalu hingga akhirnya menjadi WD III,” jelas Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Ini. Selain itu Ia juga menuturkan menginginkan pemimpin fakultasnya haruslah merakyat karena pemimpin dapat dikatakan berhasil apabila 70 persen dari masyarakatnya dapat sejahtera. “Menjadi pemimpin itu adalah takdir. Seorang leader itu harus merakyat. Pemimpin itu dianggap berhasil kalau lebih 70 persen masyarakatnya itu bahagia,” tuturnya. (tim) Urai data, ungkap fakta, saji berita
10
OPINI
LPM Profesi UNM - Edisi 256 Mei Tahun MMXXII 2022
Bagaimana Mendefinisikan Tuhan? Pada suatu kesempatan saya menghadiri forum diskusi untuk calon kader baru LKIMB UNM yakni Studi Ilmiah Intensif UKM LKIMB UNM dalam pembahasan mengenai logika. Materi logika memang cukup sering menjadi salah satu sajian materi pada forum perekrutan kader baru suatu organisasi. Pasalnya logika adalah suatu kecakapan dasar yang mesti dimiliki oleh setiap kaum intelektual. Dalam logika ada banyak pembahasan yang menarik dan lumayan bikin pusing kepala dengan berbagai pertanyaan-pertanyaan di dalamnya, dan itulah daya tarik tersendiri logika. Di forum ini, pada pembahasan mengenai definisi, ada seorang peserta yang bertanya, "Kalau kita hanya bisa mendefinisikan sesuatu yang memiliki genus (jenis) dan diferensia (sifat pembeda) lalu bagaimana kita mendefinisikan Tuhan?" Lalu ada yang menjawab, "Tuhan tidak bisa didefinisikan karena kita tidak tahu genus Tuhan itu apa" Ada lagi yang mengatakan, "Genus Tuhan itu tunggal dan diferensia Tuhan adalah Dia Maha Pencipta" Kemudian ada yang menyangga, "Kalau kita mendefinisikan Tuhan berarti kita membatasi Tuhan, kalau Tuhan terbatas bagaimana bisa menjadi Tuhan? Berarti Tuhan memang tidak bisa didefinisikan" Di forum tersebut saya tidak banyak ikut membahas mengenai Tuhan, karena pembahasan terhenti setelah argumen terakhir di atas dan juga masih banyak pembahasan lain dalam materi logika tersebut yang mesti dibahas. Saya pun hanya mengulangi apa yang dikatakan salah satu peserta tersebut, hakikat Tuhan tidak terbatas sedang definisi adalah membatasi sesuatu jadi tidak bisa kita membatasi Tuhan, karena bagaimana mungkin kita manusia sebagai sesuatu yang terbatas mampu membatasi zat yang tidak terbatas. Selepas dari forum itu saya masih terngiangngiang dengan a r g u m e n salah satu peserta yang mengatakan dia tahu genus Tuhan yakni tunggal dan diferensia Tuhan adalah Maha Pencipta. Rasa-rasanya pernyataan itu menarik untuk dibahas. Untuk itulah saya akan sedikit membahasnya pada tulisan ini. Pertanyaan-pertanyaan mengenai ketuhanan merupakan suatu yang seringkali terbesit dalam benak kita dan untuk menjawabnya bukanlah persoalan yang mudah. Sejak dulu berbagai pengkajian telah dilakukan oleh para filosof mengenai ketuhanan. Hal tersebut bukanlah karena mereka tidak percaya pada Urai data, ungkap fakta, saji berita
Tuhan, akan tetapi keberadaan Tuhan dan segala informasi tentang Tuhan yang berasal dari wahyu perlu ditopang oleh argumen rasional yang berpijak pada kekuatan berpikir akal sebagai suatu yang tak terhindarkan bagi setiap mereka yang menekuni disiplin ilmu filsafat, seperti yang ditegaskan oleh Louis Leahy "Merupakan teknik refleksi yang diterapkan kepada apa yang dihayati". Mulla Shadra salah seorang filosof menerangkan dalam filsafatnya bahwa Tuhan sebagai Wajibul Wujud, wajib ada, satusatunya yang ada (wujud), dan hakikat wujud adalah basith (tidak mempunyai bagianbagian dan di dalam dzatnya tidak terdapat komposisi). Jika hakikat wujud tidak basith, atau terangkap dari genus dan diferensia, maka genusnya adalah wujud atau sesuatu yang non-wujud, sementara tidak ada sesuatu selain wujud. Kedua premis tersebut salah dan tidak bisa digunakan, dan sebagai konklusi hakikat wujud adalah basith dan tidak terangkap. Hakikat basith pada wujud menyangkal segala asumsi tentang rangkapan hakikat wujud dari materi dan forma serta seluruh hukum kuiditas, seperti yang berhubungan dengan kualitas dan kuantitas. Karena hakikat Wajibul Wujud adalah wujud murni maka tidak dapat dikonsepsi batasan bagi-Nya. Olehnya itu Dia tidak memiliki b a t a s a n rasional
(genus dan diferensia), dan eksternal (materi dan forma). Mulla Shadra dalam hal ini mengatakan, "Wajibul Wujud tidak mempunyai bagian-bagian rasional dan sesuatu yang ternegasikan dari bagian-bagian ini, mesti juga ternegasikan dari bagian-bagian eksternal; karena setiap sesuatu yang basith di alam pikiran, niscaya juga basith di alam eksternal, tapi tidak sebaliknya" Fokus ke argumen seorang peserta SII LKIMB di atas yang mengatakan "Genus Tuhan itu tunggal dan memiliki diferensia yakni Maha Pencipta". Nah, perlu diketahui bahwa dalam logika, genus (jenis) adalah pengelompokan suatu spesies yang didasarkan pada persamaan sifat. Jadi di dalam satu genus terdapat beragam spesis yang memiliki sifat yang sama, yang kemudian setiap spesies tersebut juga menjadi "genus" bagi spesis yang berada di bawahnya. Misalnya genus benda, yang di dalamnya terdapat benda padat, benda cair, benda gas yang menjadi spesis dari genus benda tersebut. Benda padat yang merupakan salah satu spesis dari genus benda juga sekaligus menjadi genus tersendiri bagi spesies yang berada di bawahnya seperti batu, kayu, besi, dan lainnya. Sehingga jika kita mengatakan "tunggal" adalah genus dari Tuhan, maka itu berarti Tuhan berada dalam spesiesspesies yang beragam (semua spesies yang memiliki genus yang sama "tunggal") dan dengan demikian "tunggal" dalam hal ini diidentikkan dengan konsepsi angka. Ketunggalan dan keesaan Tuhan memang seringkali oleh banyak orang dikonseptualisasikan dalam suatu bentuk kesatuan angka, yakni makna satu Tuhan sama dengan makna yang digunakan untuk satu matahari atau satu bumi. Kesatuan angka berada dalam suatu konsep
komprehensif yang memungkinkan keberadaan beragam ekstensi untuk konsepsi tersebut. Sedangkan kesatuan Tuhan adalah satu hakiki, menafikan atau menyangkal ekstensiekstensi yang lain. Artinya, ketunggalan Tuhan tidak berada dibawah kategori genus karena tidak mungkin bagi Tuhan disejajarkan dengan sesuatu. Hal itu merupakan salah satu kaidah dari filsafat Shadra yang mengatakan Tuhan sebagai Wajibul Wujud.
Keberadaan Tuhan sebagai Wajibul Wujud di bawah suatu kategori adalah mustahil, maka disimpulkan bahwa Wajibul Wujud mustahil memiliki mahiyah. Mahiyah atau kuiditas diperoleh dari batasan wujud-wujud terbatas, dan merupakan suatu konsepsi dari keterbatasan persepsi manusia. Karena wujud Tuhan adalah bersih dan suci dari segala bentuk keterbatasan, mustahil dapat dikonsepsi kuiditas bagi-Nya. Dari hal tersebut dapat kita ketahui bahwa akal hanya mampu mengurai dan menganalisis dua sisi; mahiyah dan wujud pada suatu yang terbatas. Adapun Tuhan (Wajibul Wujud) adalah wujud murni dan tidak terbatas. Olehnya, akal sama sekali tidak mampu mengkonsepsi satu kuiditas pun terhadap-Nya. Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib pernah ditanyai tentang tauhid (Ketunggalan/Keesaan Tuhan). Beliau mengisyaratkan empat makna tauhid dan melihat hanya dua makna yang layak untuk maqam ketuhanan: "Adapun dua bagian dari tauhid yang (pemutlakannya) tidak boleh bagi Tuhan, salah satunya
* M. Abil Arqam, Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Makassar. adalah bahwa seseorang berkata: Tuhan adalah satu dan maksudnya adalah satu angka. Jenis satu ini tidak layak bagi Tuhan; sebab yang tidak punya kedua, tidak masuk dalam angka (dan Tuhan tidak mempunyai yang kedua). Lainnya adalah bahwa seseorang berkata: Tuhan adalah satu dari jenis (golongan) dan maksudnya adalah jenis dari genus. Jenis satu ini juga tidak layak bagi Tuhan: sebab hal ini meniscayakan keserupaan. Adapun dua bagian yang tetap untuk Tuhan adalah seseorang berkata: Dia adalah satu dan diantara sesuatu Ia tidak mempunyai keserupaan. Ya tuhan adalah demikian. Dan yang kedua adalah seseorang berkata: Tuhan adalah "ahadiyyul makna", maksudnya adalah Dia tidak menerima pembagian dalam wujud, akal, dan imajinasi. Ya Tuhan adalah juga demikian. Adapun hikmah yang bisa kita dapatkan dari uraian di atas adalah bahwa kelemahan eksistensi yang ada pada diri kita sebagai wujud ciptaan berdampak pada kelemahan makrifat kepada-Nya, dengan kata lain suatu kelemahan potensi persepsi sehingga kita tidak memiliki kemampuan mengetahui hakikat-Nya. Oleh karena itu setiap wujud ciptaan hanya mampu mengenal-Nya seukuran kapasitas dan tingkatan eksistensinya. Semoga kita semua diberikan ampunan oleh Tuhan yang Maha Esa, semoga dengan segala pertanyaan, keraguan dan kegelisahan menghantarkan kita pada keimanan yang lebih kuat lagi. Seperti yang dikatakan oleh Murtadha Muthahhari "Keraguan adalah perantara menuju keyakinan, pertanyaan adalah perantara menuju kesimpulan (yang benar), dan kegelisahan adalah perantara menuju ketentraman. Keraguan adalah jembatawwwwn yang indah, sekalipun ia juga merupakan tempat tinggal yang buruk". Sekian dan terima kasih, keselamatan bagi kita semua yang mengikuti petunjuk-Nya. Bilamana ada kesalahan dari apa yang saya tuliskan di atas maka itu dikarenakan kurangnya ilmu saya, semoga Tuhan mengampuni dan memberikan kesempatan bagi saya untuk menambah ilmu. Aamiin (*) www.profesi-unm.com
11 LPM Profesi UNM - Edisi 256 Mei
INFO AKADEMIK
Tahun MMXXII 2022
Prodi Kedokteran Terima Mahasiswa Baru Tahun Depan
PAPAN - Fakultas Kedokteran UNM
FOTO: ISTIMEWA
Universitas Negeri Makassar terus mengembangkan fakultasnya sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Beberapa waktu lalu, beredar kabar UNM telah mendirikan Fakultas Kedokteran.
Namun, saat dikonfirmasi, Wakil Rektor Bidang Akademik, Hasnawi Haris mengatakan UNM belum bisa membuka fakultas kedokteran dan baru akan mengusulkan Program Studi (Prodi) Pendidikan Kedokteran untuk mendapatkan izin operasional dari kementrian. “Masih kita buru agar kita dapat SK atau SOP (izin) dari kementerian karena saya dengar-dengar sih tidak sama dengan prodi lain, prodi ini cukup rumit. Tahun ini kita belum terima mahasiswa,” katanya, Rabu (27/4). Sementara, prodi pendidikan kedokteran saat ini telah memiliki sebanyak lima dosen. Nantinya, prodi ini akan menggunakan
UNM Siap Tampung 4000 Mahasiswa Baru Jalur SBMPTN FOTO: HUSEN - PROFESI
Peserta - Pelaksanaan UTBK di Menara Pinisi
UJIAN Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dilaksanakan pada 17 Mei hingga 3 Juni. Universitas Negeri Makassar (UNM) siap menampung 3.500 hingga 4.000 mahasiswa baru jalur SBMPTN. Rektor, Husain Syam mengatakan kuota yang akan UNM terima yang telah dilaporkan tahun ini sebanyak 9.627 mahasiswa baru. Lalu, kuota SBMPTN yang disediakan yaitu minimal 40 persen. Maka untuk SBMPTN, UNM siap menampung 3.500 hingga 4.000 mahasiswa. “UNM siap menampung 9.627 mahasiswa, dan SBMPTN minimal 40 persen, sekitar 3.500 hingga 4.000 ma-
hasiswa,” jelasnya pada Live Bincang Kampus Tribun Timur, Rabu (12/4). Lanjut, rektor dua periode itu mengatakan bahwa untuk persiapan SBMPTN, UNM tidak membutuhkan persiapan khusus karena hal tersebut merupakan program nasional yang memang terkondisikan semua. “Tidak butuh persiapan khusus karena merupakan kegiatan tahunan dan program nasional. Kita hanya sisa menyiapkan sarana dan prasarana untuk UTBK,” katanya. UNM akan menerima sebanyak 1.200 mahasiswa di 36 program studi (prodi) sains dan teknologi (saintek), namun pada sosial dan humaniora (soshum) UNM akan menerima sebanyak 2.391 mahasiswa dengan 46 prodi pada SBMPTN 2022. Hingga saat ini, tercatat pendaftar jalur SBMPTN di UNM mencapai 23.000. Banyaknya pendaftar membuktikan bahwa UNM adalah universitas yang diterima dan diminati oleh masyarakat. (zky)
gedung perkuliahan di Kampus V Pare-pare dibawah Fakultas Ilmu Keolahragaan atau Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. “Kita buat prodi dulu, tidak bisa langsung fakultas. Kemungkinan besar masuk di FIK atau FMIPA,” ungkapnya. Mendukung prodi tersebut, UNM menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Pare-pare dan kerja sama dengan dua rumah sakit setempat yakni RS dr. Hasri Ainun Habibie dan RS Andi Makkasau. “UNM ini kan mere-
spon permintaan layanan kesehatan. Di Makassar ini kita menganggap bukan kita tidak bisa, tapi kita m e n - ganggap sudah cukup banyak kedokteran. Nah, kebetulan kita punya kampus disana (Parepare) dan nyatanya diluar kampus utama boleh didirikan. Selain itu, kita menganggap lebih mudah pengurusannya,” tambahnya. (ade)
Pertukaran Mahasiswa Merdeka II Telah Terbuka, Persiapkan Dirimu! Part II
P E N D A F TARAN Pertukaran Mahasiswa Merdeka II dibuka mulai 28 April 2022. Mahasiswa yang terpilih akan mendapat pengakuan kredit hingga 20 SKS, potongan UKT, tiket pesawat PP, hingga biaya hidup. Pertukaran Mahasiswa Merdeka II (PMM 2) adalah program pertukaran mahasiswa dalam negeri selama satu semester dari satu pulau ke pulau lain. Mahasiswa program PMM 2 akan belajar kebhinekaan lewat Modul Nusantara, mata kuliah, dan aktivitas terkait sepanjang pertukaran di kampus lain. Dikutip dari situs resmi kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ini, berikut syarat dan manfaat biaya bagi mahasiswa penerima program Pertukaran Mahasiswa Merdeka II: Bantuan Biaya Pertukaran Mahasiswa Merdeka II yaitu FOTO: INTERNET
merupakan biaya potongan UKT mahasiswa, diberikan langsung ke kampus asal (at cost), biaya transportasi berupa tiket pesawat keberangkatan dan kepulangan mahasiswa ( at cost), dana kedatangan dan kepulangan untuk mahasiswa (lump sum), biaya Rapid Antigen COVID-19 keberangkatan dan kepulangan mahasiswa sesuai peraturan perjalanan yang berlaku (at cost), biaya hidup dan akomodasi selama kegiatan efektif dalam satu semester. Bagi penerima beasiswa Kemendikbud Ristek (Bidikmisi/KIP-K, Afirmasi, Beasiswa Unggulan) akan dilakukan penyesuaian nilai bantuan dan biaya asuransi kesehatan (BPJS Kesehatan) selama kegiatan efektif satu semester. Kemudian, syarat mengikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka II 2022 yaitu merupakan mahasiswa aktif yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), sedang menempuh semester ketiga atau
lebih, belum pernah mengikuti PMM 1 dan/atau tidak sedang terdaftar aktif dalam Program Kampus Merdeka yang lain, tidak pernah dikenakan sanksi akademik dan non akademik, memiliki surat izin dari kampus asal, mendapatkan izin orang tua/wali untuk mengikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka II, IPK minimal 2,75 pada saat periode pendaftaran Pertukaran Mahasiswa Merdeka II, memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan rekening aktif Bank Rakyat Indonesia (BRI) atau Bank Syariah Indonesia (BSI) atas nama mahasiswa bersangkutan. Lebih lanjut, program ini diutamakan memiliki asuransi kesehatan berupa BPJS Kesehatan aktif atau KIS, telah menerima minimum dua dosis vaksin COVID-19, bersedia menaati seluruh ketentuan Pertukaran Mahasiswa Merdeka II dan bersedia menerima konsekuensi atas pelanggaran terhadap ketentuan Pertukaran Mahasiswa Merdeka II. (uni)
Beasiswa Pendidikan Indonesia Telah Dibuka Untuk S1 - S3 KEMENTRIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi membuka program Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Tahun ini BPI dibuka untuk semua jenjang mulai dari S1 hingga S3. BPI juga memberikan kesempatan bagi pelaku budaya, guru, dan siswa melalui pemanfaatan Dana Abadi Pendidikan yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Beasiswa ini telah dibuka sejak 11 April hingga 30 Juni mendatang. BPI memiliki banyak jenis program yang diluncurkan. S1 terdapat tiga jenis beasiswa yaitu Beasiswa S1/ D4 Calon Guru SMK (dalam negeri), Beasiswa S1 Pelaku Budaya (dalam negeri), dan Beasiswa Indonesia Maju (dalam dan luar negeri). Untuk S2 sendiri terdapat enam jenis beasiswa diantaranya Beasiswa S2 Calon Dosen Perguruan Tinggi Akademik (dalam dan luar negeri), Beasiswa S2 Calon Dosen www.profesi-unm.com
Perguruan Tinggi Akademik (Joint Degree/Double Degree), Beasiswa S2 Dosen/Calon Dosen Perguruan Tinggi Vokasi (dalam negeri), Beasiswa S2 Guru dan Tenaga Kependidikan (dalam dan luar negeri), Beasiswa S2 Pelaku Budaya (dalam dan luar negeri), dan Beasiswa Indonesia Maju (dalam dan luar negeri). Sementara untuk S3 terdapat enam beasiswa dalam dan luar negeri diantaranya yaitu, Beasiswa S3 Joint Degree/Dual Degree Perguruan Tinggi Akademik, Beasiswa S3 Pelaku Budaya (dalam dan luar negeri), Beasiswa University Of Oxford (luar negeri), Beasiswa S3 Dosen Perguruan Tinggi Akademik (dalam dan luar negeri), Beasiswa S3 Dosen/Calon Dosen Perguruan Tinggi Vokasi (dalam negeri), dan Beasiswa S3 Guru dan Tenaga Kependidikan (dalam negeri). Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Kapuslapdik) Kemendikbud Ristek, Abdul Kahar
menyambut baik kerja sama LPDP dengan Kemendikbudristek dalam menjalankan BPI. Hal itu bertujuan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) baik guru, pelaku budaya, dan peserta didik. Sejak BPI diluncurkan tahun lalu, sebanyak 22.180 penerima beasiswa telah memanfaatkan program ini. "Sekarang, perluasan beasiswa ini memberi kesempatan yang lebih luas bagi para dosen, guru, pelaku budaya, dan adik-adik kita yang berprestasi khusus," kata Kahar dilansir laman Kemendikbud Ristek, Rabu (4/5). Sama seperti jenis beasiswa lainnya, Beasiswa Pendidikan Indonesia ini juga memiliki beberapa persyaratan yang harus. Usia pendaftar dan minimum indeks prestasi kumulatif (IPK) yang berbeda disetiap jenis beasiswanya. Kemampuan bahasa yang dibuktikan dengan sertifikat asli dan masih berlaku, Letter of Acceptance
(LoA) Uncondiitional dari perguruan tinggi luar negeri, SK Rektor Lulus Ujian Masuk Universitas untuk beasiswa dalam negeri yang sesuai dengan daftar perguruan tinggi yang dikeluarkan BPI harus dilengkapi. Komponen pembiayaan BPI mencakup dana pendidikan dan biaya pendukung. Dana pendidikan terdiri atas dana pendaftaran, dana SPP atau UKT, dana tunjangan buku, dana bantuan penelitian tesis/ disertasi, dana bantuan seminar internasional, serta dana bantuan publikasi jurnal internasional. Sementara biaya pendukung meliputi dana transportasi, dana aplikasi visa/izin tinggal, dana asuransi kesehatan, dana hidup bulanan, dana kedatangan, dana tunjangan keluarga (khusus doktoral), dan dana keadaan darurat. Selain itu, khusus bagi penerima beasiswa penyandang disabilitas, diberi dana tambahan seperti
dana transportasi pendamping, dana asuransi pendamping, dan biaya pendukung lainnya yang disetujui Kemendikbud Ristek dan LPDP. Salah satu mahasiswa UNM penerima BPI Tahun 2021, Aliefiah Maghfirah Rahman mengatakan menjadi awardee dari beasiswa ini merupakan kesempatan luar biasa baginya. Ia mendapatkan berbagai fasilitas seperti biaya pendidikan dan biaya pendukung. Selain itu, BPI menuntut mahasiswa penerima untuk mempertahankan IPK tiap semester. “Sangat bersyukur lolos menjadi salah satu penerimanya, awalnya saya sempat tidak percaya kalau bisa lolos. Selama saya menjadi awardee BPI ada enak dan tidaknya, enaknya itu yah dibiayai semuanya tapi IPK ndak boleh turun, harus tetap diseimbangkan akademik dan organisasi,” tutur Mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Mesin itu. (aci) Urai data, ungkap fakta, saji berita
12 PARIWARA
Urai data, ungkap fakta, saji berita
LPM Profesi UNM - Edisi 256 Mei Tahun MMXXII 2022
www.profesi-unm.com
13 LPM Profesi UNM - Edisi 256 Mei Tahun MMXXII 2022
PARIWARA
Foto & Teks: Muh. Ilham Raihan Yusuf
www.profesi-unm.com
Urai data, ungkap fakta, saji berita
14
SENI BUDAYA
LPM Profesi UNM - Edisi 256 Mei Tahun MMXXII 2022
Gambaran Metaverse dalam Film Free Guy *Resky Nurhalizah
Free Guy bercerita tentang Guy (Ryan Reynolds), seorang teller bank yang hidupnya sebagai NPC alias Non-Player Character dalam game komputer. Sebagai NPC, hidupnya dikendalikan kode komputer, bukan manusia. Dia hidup dalam game Free City. Namun, game ini segera ditutup dan Guy yang sadar bahwa dirinya adalah AI, justru melawan sang pencipta game, Antwan (Taika Waititi) dibantu dengan karakter player lain. Film ini awalnya dijadwalkan rilis pada 3 Juli 2020, tetapi ditunda hingga 11 Desember 2020 karena pandemi Covid-19. Lalu, pada 5 November 2020, film ini ditunda tanpa batas waktu, kemudian dijadwal ulang menjadi 21 Mei 2021. Di Amerika Serikat, film ini tayang pada 13 Agustus 2021, sementara di Indonesia tay-
ang mulai 20 Oktober 2021 di seluruh bioskop. Pada akhir pekan pembukaanya di Amerika Serikat, film ini sukses mengantongi pendapatan US$ 26 juta dolar AS, jika dirupiahkan sejumlah sekitar Rp374 miliar. Sementara itu, film yang diproduksi dengan budget mencapai diatas US$ 100
juta ini mengumpulkan lebih dari US$ 22,5 juta dari penjualan tiket di luar negeri sehingga pendapatan total film ini secara global mencapai US$51 juta. Premis Free Guy dikisahkan kehidupan seorang pria yang hidup di kehidupam yang direkayasa. Lalu, kisah Guy makin berkembang menjadi seorang karakter video game yang harus menyelamatkan dunianya dari malapetaka. Premis Free Guy sering dibandingkan dengan film The Truman Show (1998) karena memang benar-benar mirip. Jika Guy dalam game Free City, Truman dalam cara reality show melalui TV. Hal ini juga mengingatkan kita dengan film animasi Wreck-It Ralph (2012). Matt Lieberman dan Zak Penn yang menulis skenario untuk Free Guy benar-benar mengejutkan. Pengembangan karakter tak hanya berpusat pada si tokoh utama saja, namun para pemeran pendukungnya juga memberikan kesan tersendiri. Treatment ini seperti yang dilakukan Penn dalam film Ready Player One (2018). Shawn Levy yang menyutradarai film ini juga melakukan hal yang luar biasa. Dari pertengahan babak pertama hingga babak ketiga, mereka benar-benar niat memberikan kita film aksi yang luar biasa. Lihat saja, sejak trailernya rilis, kita tahu bahwa film ini memiliki elemen game yang mirip dengan Grand Theft Auto dan Fortnite. Film ini juga menjadi film pertama Levy yang difilmkan dengan Panavision (lensa anamorphic). Kota fiksi Free City berlandaskan pada Liberty City dari Grand Theft Auto III (2001) dan Grand Theft Auto IV (2008). Liberty City ternyata juga ter-
inspirasi oleh keindahan New York City dalam kehidupan nyata. Representasi gamer di Free Guy ditampilkan berdasarkan riset yang mendalam. Kita bisa melihat perilaku gamer yang aneh-aneh, seperti kelakuan karakter maupun Non Player Character (NPC) yang adu jotos, tembak, bahkan nabrak sembarangan. Film ini jadi salah satu dampak dari esports yang mendunia berkat Call of Duty, Fortnite, Apex Legends, dan sebagainya. Ia juga menginspirasi budaya populer lain, termasuk audio visual. Sebelum Free Guy, ada acara lain yang juga mendorong perubahan sosial ini, antara lain serial Mythic Quest dan film Ready Player One. Akting para aktor dalam film ini jelas mendukung respons positif penonton dan kritikus. Jodie Comer sebagai Millie dan Joe Keery sebagai Keys bisa menempatkan diri sebagai karakter pendukung, meski kisah mereka jadi benang merah film ini. Ini juga berkat Ryan Reynolds yang tahu kapan momen ia bersinar, dan kapan momen ia memberi panggung pada Comer dan Kerry. Fun fact-nya, Free Guy menjadi salah satu dari dua film Reynolds dengan karakter bernama Guy. Selain film ini, ada The Croods: New Age yang ditunda hingga 2021. Lalu, ada akting hebat dari Taika Waititi sebagai Antwan, CEO developer game Free City yang ambisius dan jadi sosok bos toxic yang jadi beban para karyawannya. Untungnya, rasa kesal kita pada Antwan, bisa cair berkat Lil Rel Howery sebagai Buddy, sahabat Guy yang tampil minim tapi berkesan. Tak lupa, unsur komedi juga
beberapa kali dilayangkan oleh Utkarsh Ambudkar berperan sebagai Mouser, sahabat Keys. Film Free Guy makin menyenangkan dengan kehadiran para YouTuber gaming terkenal sebagai cameo, seperti Tyler "Ninja" Blevins, Imane "Pokimane" Anys, dan Lannan "LazarBeam" Eacott. Ada juga Seán "Jacksepticeye" McLoughlin yang menjadi pengisi suara karakter game Q*bert. Tak lupa, ada juga Cameo dari selebritas Hollywood, antara lain Hugh Jackman, Dwayne Johnson, Tina Fey, Aaron W. Reed, John Krasinski, dan Chris Evans. Menariknya, sebagian besar cameo merupakan sahabat Ryan Reynolds di dunia nyata. Oh ya, film ini juga jadi penampilan cameo terakhir mendiang Alex Trebek dalam sebuah film. Mengingat Free Guy berdasarkan dunia dalam game, tak heran jika banyak CGI dalam film ini. Pengambilan gambar wide juga memberikan pengalaman layaknya sedang bermain game dan menggerakkan karakter ke mana pun. Makin immersive karena tangan dingin George Richmond. Sebagai sinematografer, Ia melakukan pekerjaan hebat dalam merekam film ini. Banyak bidikan indah dan kameranya memandu kita berkeliling Free City dengan mudah. Lalu, makin sempurna dengan sentuhan scoring dari Christophe Beck. Uniknya, selain referensi dari game, kita juga bisa mendengar theme song beberapa film populer, seperti Jurassic Park, Avengers, hingga Star Wars. Dengan visual dan scoring menakjubkan ini memberikan pengalaman luar biasa jika nonton di layar besar. (*)
Yang Kutulis Untukmu M. Abil Arqam Bila kau baca tulisan ini Perasaanku telah tersampaikan Maaf karena tak langsung kuungkapkan Kupilih untuk memendam
Bila kau baca tulisanku ini Semoga kau sadari Bahwa hanya kaulah satu-satunya yang kutuju
Bila kau baca tulisanku ini Bila kau baca tulisan ini Dan hatimu bergetar karenanya Sungguh ada rasa yang telah sampai Rasa yang tersembunyi dalam kesunyian
Yang selalu terpendam dan kunikmati sendirian
Harusnya kau berbahagia Karena ada seseorang yang selalu memikirkanmu Yang dalam sepinya kesendirian selalu mampu mencintaimu
Mencintaimu dengan cara yang paling sunyi Memendam
Bahwa setiap tulisan-tulisanku adalah kamu
Urai data, ungkap fakta, saji berita
www.profesi-unm.com
15 PROFESIANA
LPM Profesi UNM - Edisi 256 Mei Tahun MMXXII 2022
KKN Mahasiswa UNM Ajun di Penempatan
Universitas Negeri Makassar (UNM) telah mengirim 964 mahasiswanya untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terpadu. Mereka disebar ke enam kabupaten di Sulawesi Barat. Selain di Sulbar, 13 diantaranya hanya di Makassar.
Mahasiswa akhir ini dikirim ke lokasi KKN untuk mengaplikasikan disiplin ilmu yang telah dipelajari selama di kampus. Disiplin ilmu tersebut diaplikasikan di masyarakat dan juga di sekolah. Tentu diharapkan dapat membawa perubahan di lokasi penempatan. Namun, penempatan lokasi KKN kali ini dianggap ganjal. Pasalnya, beberapa mahasiswa ditempatkan tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang dipelajari selama kuliah.
Sehingga, dalam proses pengabdian dan pengajaran, tidak maksimal. Hal tersebut karena mahasiswa tidak mengetahui apa yang akan diajarkan. Demikian dikatakan Dimas Harun, Mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Mesin yang ditempatkan di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jika berdasarkan disiplin ilmu yang dipelajari Dimas di kampus, seharusnya ia mengaplikasikan ilmunya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). "Jelas ini bermasalah bagi saya. Karena ilmu yang saya pelajari di kampus tidak bisa saya ajarkan di sini,” katanya saat dihubungi melalui WhatsApp, Selasa (5/4). Di SMP, Dimas ditugaskan mengajar Prakarya yang dirinya sendiri tidak memahami dengan baik. Sehingga, Dimas seakan hanya memberikan materi tanpa penjelasan yang baik. "Saya mengajar prakarya di
SMP. Jelas tidak sesuai," katanya. Akibatnya, Dimas terpaksa belajar lagi secara otodidak mengenai pelajaran yang ditugaskan kepadanya. Karena prakarya tidak pernah ia pelajari selama di kampus. Padahal, jika ia mengajar sesuai dengan disiplin ilmu, ia akan lebih mudah menjelaskan. Selain itu, ilmu yang dipelajari selama di kampus juga bermanfaat bagi sekolah. Sayang, itu hanya harapan Dimas sebelum melaksanakan KKN. Berbeda jauh dengan kenyataan yang dialaminya sekarang. Ia pun hanya bisa pasrah menerima semua kebijakan yang dibuat oleh pimpinan di kampus. "Maumi di apa. Sudah begini kebijakannya. Yah tinggal dijalani saja karena KKN wajib dilaksanakan,” katanya. Hal serupa juga dialami Riska Aulia, Mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Bangunan yang ditem-
Kartu Berubah, Akses Perpustakan Tak Lagi Gratis
HIMBAUAN - Akses perpustakaan berbayar
Perpustakaan adalah salah satu sumber ilmu pengetahuan. Di perpustakaanlah, mahasiswa bisa menemukan berbagai macam ilmu pengetahuan. Bukankah buku adalah jendela dunia? Jadi, jika ingin melihat dunia, maka membaca adalah salah satu caranya dan perpustakaan adalah sumber bacaan yang melimpah di kampus. Apalagi jika ingin menyelesaikan tugas akhir, perpustakaan menjadi tempat yang paling sering dikunjungi mahasiswa. Namun, baru-baru ini Universitas Negeri Makassar mulai memungut biaya bagi siapa saja yang ingin mengakses buku di perpustakaan universitas. Termasuk mahasiswa UNM sendiri. Biaya yang diminta sebesar Rp 50 ribu rupiah. Jumlah tersebut digunakan untuk membuat kartu anggota seperti ATM. Jika mahasiswa tidak bisa membayar dengan jumlah tersebut, maka pihak perpustakaan melarang untuk mengakses buku. "Pemberlakuan biaya akses www.profesi-unm.com
kartu ini agar tidak mudah robek dan rusak karena berbahan PVC," kata Kepala Perpustakaan UNM, saat ditemui di ruangannya, Jumat (25/3). Berbeda dengan sebelumnya yang hanya menggunakan kertas. Saat itu, pembuatan kartu anggota tidak dipungut biaya sama sekali. Sehingga semua mahasiswa UNM dapat mengakses buku tanpa mengeluarkan uang saku dari orang tua. Dosen Pendidikan Teknik Elektronika itu menjelaskan bahwa dengan menggunakan kartu berbayar ini, mahasiswa dapat menggunakannya dengan lebih baik apalagi telah disertai dengan barcode. Selain itu, dengan kartu anggota yang baru ini, pengunjung bisa menunjukkan dan scan barcode. Sehingga pimpinan dengan mudah mendata pengunjung di perpustakaan. “Pelayanannya diharuskan masuk menggunakan kartu perpustakaan supaya terdata bahwa mahasiwa UNM atau bukan. Umum dan mahasiswa luar kita juga menerapkan syarat untuk memiliki kartu perpustakaan, jika ingin dilayani di perpustakaan,” jelas Lu’mu. Adapun biaya administrasi, kata Lu'mu, karena kartu anggota berbahan material kartu PVC. Tetapi, lanjut dia, tidak ada paksaan bagi mahasiswa untuk memiliki kartu anggota. Hanya saja, mereka yang tidak memiliki, juga tidak diberikan izin masuk ke perpustakaan pun mengakses buku. "Sebaiknya mahasiswa memiliki kartu tersebut agar terkesan mudah digunakan karena berbentuk seperti KTP," katanya. Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan (WR II) UNM, Karta Jay-
adi mengatakan hal berbeda dengan Lu'mu. Menurut Dosen Seni Rupa itu, kartu perpustakaan hanya diwajibkan jika mahasiswa ingin meminjam buku. "Kalau berkunjung biasa, tidak perlu pakai kartu. Yang diwajibkan punya kartu ketika ingin meminjam buku," katanya. "Yang boleh meminjam buku, harus anggota perpustakaan," tambahnya. Pembayaran kartu anggota itu dikeluhkan oleh mahasiswa. Salah satunya Muthia Mujahidah Sukri. Ia mengatakan biaya tersebut memberatkan. Pasalnya, mahasiswa telah membayar Uang Kuliah Tunggal. “Kan sudahki bayar UKT, masa untuk peminjaman buku saja harus bayar lagi," kata mahasiswa Jurusan Kimia FMIPA itu. Menurutnya, perpustakaan adalah fasilitas kampus yang seharusnya gratis bagi mahasiswa. Ia juga mengatakan, UKT yang dibayar setiap semester semestinya juga sudah mencakup fasilitas di perpustakaan. "Kalau saya, karena butuh mengeksplore buku banyak, jadi tidak setuju jika harus bayar semahal itu," kata mahasiswa angkatan 2020 itu. Senada dengan Muthia, Gata (bukan nama sebenarnya) juga mengeluhkan biaya kartu anggota yang ditetapkan. Menurutnya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu, tidak semestinya ada pungutan biaya. Sekalipun itu pencetakan kartunya dilakukan di luar kampus. Sebab, kata dia, sudah dianggarkan universitas. “Kalau memang bahan material dan penggunaan kartu perpus berbahan PVC, kan sudah ada KTM. Tidak perlulah bayar ini dan itu. Cukup seperti dulu saja.” (ara)
patkan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Majene. Ia mengaku heran ditempatkan di sekolah yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan jurusannya. Riska mengaku kesulitan dalam mengajar karena tidak ada kaitannya dengan materi teknik bangunan. “Pas sudah tiba Madrasah saya pikir bisa ja mengajar matematika. Susahnya karna saya kayak belajar ulang dan tidak ada kaitannya dengan materimateri tentang bangunan,” katanya Rabu (6/5). Lebih lanjut, ia mengatakan sebaiknya mahasiswa KKN ditempatkan sesuai jurusan agar lebih mudah dalam transfer ilmu kepada peserta didik. “Kalau memang alasannya ditempatkan di MAN itu karna pemberangkatan di semester lalu sudahmi ditempati SMA dan SMK yang ada di Sulbar. Kenapa tidak
Sulsel saja,” ucapnya. Sementara Kepala KKN UNM, Arifin Manggau mengatakan bahwa KKN tidak mesti kaku. Menurutnya, tidak jadi masalah jika mahasiswa yang mengajar di sekolah tidak sesuai dengan disiplin ilmunya. “Mahasiswa seharusnya jangan terlalu kaku. Karena setelah lulus, mereka juga akan mempelajari h a l
si, Rabu (ada)
baru di luar disiplin ilmunya di kampus,” katanya saat dikonfirma(6/4).
Setengah Hati Ingin Benahi PKM
W
akil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama (WR IV), Ichsan Ali berjanji akan memperbaiki gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM)dengan syarat mahasiswa tidak boleh menginap di kampus. Kata dia, mahasiswa tidak boleh menyalahgunakan fasilitas kampus seperti bermalam. Kecuali ada kegiatan penting dan diizinkan oleh pimpinan universitas, fakultas, atau jurusan. "Kan ada itu SK Rektor. Baku tarik ulur lagi. Tetap ji mau menginap yang tidak punya rumah. Heran juga kenapa mau menginap di situ. Kecuali ada kegiatan, ada izin dari WR 3. Tidak adaji yang melarang," ucapnya. Ichsan mengatakan jika ingin fasilitas di PKM diperbaiki, mahasiswa harus mengikuti aturan yang berlaku. Ia menyebut kampus bukan tempat tinggal bagi mahasiswa. "Kita perbaiki semuanya tapi jangan menginap di situ. Harus sesuai dengan aturan. Karena mereka tetap ji mau menginap. Biar bagaimana kalau tidak terkontrol. Ini kan kampus, bukan pasar," tutur Ichsan saat ditemui di ruangannya, Senin (21/3). Kebijakan ini menimbulkan rasa dilema bagi mahasiswa. Pasalnya, melakukan kegiatan malam di kampus sudah menjadi rutinitas mahasiswa. Selain itu, pada siang hari mahasiswa sibuk melaksanakan tugas akademiknya masing-masing. “Siang hari kan kita kuliah, kerja tugas. Hanya pada malam hari kita bisa berkegiatan di sekretariat, untuk fokus kerja tugas kelembagaan,” tutur Syamsul Anwar, Ketua Umum UKM Sintalaras. Hal yang sama dikatakan
Ketua Umum UKM Search and Rescue (SAR), Muhammad Fadli. Ia mengatakan PKM memang sudah seharusnya direnovasi karena hak mahasiswa agar lebih nyaman saat berada di sana. “Terkhusus kami lembaga kemanusiaan yang harus stand by 24 jam. Akan sangat tidak maksimal ketika harus diberikan pembatasan waktu, padahal bencana tidak pernah kita tahu kapan datangnya,” jelasnya. Gedung yang terletak di Kampus Gunung Sari itu terlihat kurang diperhatikan. Kebersihan hingga tata letak yang amburadul membuat gedung tempat mahasiswa menyalurkan minat dan bakatnya kurang optimal. “Tidak ada salahnya jika dilakukan renovasi, toh hak mahasiswa menikmati fasilitas yang ada,” tutur Fadli. Terakhir, Ichsan mengatakan mahasiswa seharusnya bisa bekerja sama dengan pihak kampus sebagai keluarga besar UNM agar dapat menjadikan kampus lebih baik. "Kalau kita mau ciptakan susana kampus yang nyaman kan gampang sekali kalau mau ji kerja sama toh. Jangan lihat kita ini orang lain," ujarnya. Beberapa waktu lalu, Rektor UNM, Husain Syam juga menjanjikan fasilitas berupa sarana dan prasarana kepada UKM dengan syarat yang sama. Mahasiswa tidak boleh berkegiatan malam di kampus. Namun, hingga kini, fasilitas yang dijanjikan belum direalisasikan. “Kalau begitu kita buat perjanjian, saya memberikan fasilitas tapi tidak boleh berkegiatan di malam hari,” ujar Husain kepada pengurus UKM yang dilantik di Ballroom Teater Menara Pinisi, 22 Juni 2021 lalu. (ara) Urai data, ungkap fakta, saji berita
16
PARIWARA
Urai data, ungkap fakta, saji berita
LPM Profesi UNM - Edisi 256 Mei Tahun MMXXII 2022
www.profesi-unm.com