Skip to main content

Tabloid Profesi Edisi 246 "Borang Kosong Akreditasi Prodi Anyar"

Page 1

BORANG KOSONG AKREDITASI PRODI ANYAR

Hal. 4 Hal. 6 Hal. 8 Hal. 15

Prodi Belia Gagap Akreditasi Kalang Kabut Kampus Mengajar Bentuk Profesionalisme Lewat Safari Jurnalistik SYAM OK, Ganti Wajah Makin Susah

Tabloid Mahasiswa UNM Profesi Edisi 246 Maret Tahun MMXXI 2021


2 PERSEPSI

LPM Profesi UNM - Edisi 246 Maret Tahun MMXXI 2021

EDITORIAL

Nestapa Akreditasi Prodi Baru AKREDITASI seakan hanya bagai formalitas, Universitas Negeri Makassar (UNM) terlalu antusias dalam mengejar kuantitas prodi tanpa memperhatikan kualitas. Belum tuntas menyelesaikan akreditasi di satu prodi baru, prodi baru yang lain sudah hadir saja di UNM, tanpa mau mempertimbangkan dampak karena keterburu-buruan itu. Tahun 2019, UNM resmi membuka tiga prodi baru yakni Prodi Kewirausahaan, Prodi Ilmu Gizi dan Prodi Administrasi Kesehatan. Lalu, kemudian disusul oleh prodi hukum, serta Prodi Bisnis Digital pada tahun 2020. Tapi, pasalnya ketiga prodi yang dibentuk tahun 2019 ini belum kunjung memiliki akreditasi jelas. Padahal kurun waktu dua tahun kebelakang ini harusnya jadi momen menyiapkan akreditasi agar secepatnya memiliki akreditasi baru, yang menunjang kegiatan prodi tersebut. Waktu dua tahun sudah menjadi estimasi estafet tepat bagi prodi baru mengejar akreditasi, tapi nyatanya hingga saat inibelum memiliki kabar yang jelas. Husain Syam terlanjur menggantungkan harapan besar terhadap prodi baru ini. Sayangnya, tidak ada keseriusan dari kelima prodi ini, nyatanya hingga kini prodi baru belum terdaftar di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Hal ini cukup disayangkan karena mereka merupakan prodi andalan UNM. Sejalan dengan kebijakan pada Permendikbud Nomor 7 tahun 2020 yang mengatur tentang pendirian, perubahan pembubaran perguruan tinggi negeri, serta pendirian, perubahan, pencabutan izin perguruan tinggi swasta. Pada pasal 24 menyatakan prodi di kampus utama harus memenuhi syarat sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) minimum akreditasi prodi. Tapi SNPT ini malah menjadi masalah bagi prodi baru, kelimanya masih memiliki banyak kekurangan. Salah satunya prodi kewirausahaan yang belum dapat mengajukan akreditasi pada tahun lalu karena belum memenuhi beberapa persyaratan. Prodi

kewirausahaan belum mencukupi waktu yang dibutuhkan untuk pengajuan akreditasi, jumlah SDM yang masih terbilang baru, belum memiliki alumni dan capaian prestasi yang dapat dicantumkan dalam borang. Lain kisah dengan jurusan ilmu hukum yang merupakan prodi termuda di Fakultas Ilmu Sosial (FIS), sejak berdirinya pada Juli 2020 jurusan ini seketika menggemparkan FIS, dengan kehadirannya yang berhasil mengalahkan dua prodi favorit di FIS. Faktanya meski baru dibuka pada jalur pendaftaran gelombang kedua pada bulan September 2020, namun telah mencapai 360 pendaftar dan hingga kini dikonfirmasi akan menerima 84 mahasiswa. Melihat hal ini, berbagai asumsi mulai mewarnai perjalannya, mulai dari digadang akan mengubah nama fakultas yang awalnya FIS menjadi Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) hingga menjadi cikal bakal berdirinya fakultas baru di UNM yakni Fakultas Hukum meskipun hal ini masih diasumsikan. Faktanya, hingga kini belum ada kabar yang jelas mengenai akreditasi dari wajahwajah baru UNM ini. Berbagai mahasiswa yang kuliah di prodi ini belum memiliki jaminan yang pasti akan prodi mereka. Keresahan demi keresahan mulai mewarnai kisruh dari kisah perjalanan wajahwajah baru UNM. Akreditasi ini merupakan jalan penting untuk prodi khususnya mahasiswa karena saat ini akreditasi menjadi salah satu indikator saat mahasiswa hendak mendaftarkan diri di beasiswa ataupun melamar pekerjaan saat sudah berstatus alumni. Pihak kampus harusnya serius dalam menyikapi hal ini. Prodi yang masih muda ini seharusnya menjadi prioritas dalam perbaikan, dan akreditasi menjadi hal dasar perbaikan yang semestinya sudah disiapkan dan dipikirkan saat pertama kali mendirikan prodi ini. Jangan sampai mahasiswa yang tidak tahu-menahu mengenai akreditasi ini malah kena batunya dengan bermasalah di kemudian hari.

Pelindung: Prof. Dr. Ir. H. Husain Syam, M.TP. IPU. Dewan Pembina: Hazairin Sitepu, Akbar Faizal, Syahrir Muhammad, Asia Ramli Prapanca, Ammas DR, Anshari, Muhiddin, Mukhramal Azis, Uslimin, Fachruddin Palapa, Abdul Wahid Nara, Husain Rasyid, Syamsuddin Yoko, Rusli Siri, Makmur Abdullah, Faisal Palapa, Rustan Bedmant, Abdul Rahman, Abdul Salam Malik, Supriadi, Mirwan, Sultan, Usman. Pemimpin Umum: Fikri Rahmat Utama, Sekretaris Umum: Dewan Ghiyats Yan Galistan, Bendahara Umum: Elfira, Pemimpin Redaksi: Muhammad Fadhil Aqilah B, Manajer Daring: Annisa Puteri Iriani, Broadcasting Manager: Anita Nur Fadhilah Halid, Pimpinan Penelitian dan Pengembangan: Ema Humaera. Tabloid Mahasiswa PROFESI diterbitkan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar STT : 1635/ SK/Ditjen PPG/1990. Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Fikri Rahmat Utama, Pemimpin Redaksi: Muhammad Fadhil Aqilah B, Redaktur: Kristiani Tandi Rani, Reporter: Elfira, Dewan Ghiyats Yan Galistan, Muh. Ilham Raihan, Anita Nur Fadhilah Halid, Annisa Asy Syam. A, Annisa Puteri Iriani, Ema Humaera, Fitria Indah Saraswati, Khuznul Khotimah, Murni Fotografer: Muhammad Rezky H, Layouter/Desainer Grafis: Muhammad Khadafi, Iklan dan Kerjasama: Annisa Asy Syam. A. Redaksi LPM Profesi UNM: Jl. Mallengkeri Luar No. 25 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Makassar Telp. (0411) 8914674, ­E-mail: profesi.online@gmail.com, Website: www.profesi-unm.com, Youtube: Profesi TV

Desain Sampul & Tata Letak: Khadafi

Dalam proses peliputan, wartawan PROFESI dibekali tanda pengenal atau surat tugas dan dilarang meminta atau menerima pemberian dalam bentuk apapun. Urai data, ungkap fakta, saji berita

www.profesi-unm.com


3 LPM Profesi UNM - Edisi 246 Maret

MOZAIK

Tahun MMXXI 2021

LPM Profesi Sabet Silver Winner di Isprima 2021

Isprima 2021 merupakan ajang pemberian apresiasi bagi sampul muka (cover) karya media cetak Pers Mahasiswa terbaik se-Indonesia yang diadakan oleh SPS (Serikat Perusahaan Pers). SPS sendiri merupakan wadah berkumpulnya para penerbit pers media cetak.

Pemimpin umum LPM Profesi UNM, Fikri Rahmat Utama mengaku bangga atas prestasi yang didapatkan lembaga kuli tinta ini atas prestasinya selama dua tahun berturut-turut. "Ini sebuah penghargaan yang luar biasa, tentu hal ini tidak lepas dari kerja keras teman-

teman semua," ucap Fikri dengan senang. Melalui prestasi yang diraih oleh LPM Profesi UNM kali ini, LPM Profesi tidak berhenti untuk berjuang tapi tetap memiliki semangat untuk terus mau berprestasi. "Profesi harus semakin rajin untuk meningkatkan produknya, terutama dalam bidang jurnalistik. Besok-besok tidak hanya di penerbitan tapi semua bidang usahakan berprestasi," pesan PU LPM Profesi ini. (tar)

UNM Target Vaksin Seluruh Dosen

FOTO: MUHAHMMAD RESKY

VAKSINASI - Dekan FPsi Muhammad Daud saat melakukan vaksinasi di Pelataran Menara Pinisi

MENDUKUNG program Vaksinasi Covid-19, Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama Dinas Kesehatan Kota Makassar dan Provinsi Sulawesi Selatan melakukan Vaksinasi Covid-19 kepada dosen serta tenaga kependidikan. Vaksinasi berlangsung di Pelataran Menara Pinisi pada Selasa, 9 Maret 2021. Penyuntikan vaksin berlangsung dua kali. Kegiatan penyuntikan

vaksin Covid-19 dosis pertama berlangsung pada 9 hingga 10 Maret 2021, sedangkan penyuntikan vaksin dosis kedua pada 23 hingga 24 Maret 2021, kegiatan ini tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ada. Rektor UNM, Husain Syam menjadi orang yang pertama mendapatkan suntikan vaksin sinovac ini, kemudian diikuti wakil rektor, dan pimpinan fakultas bersama dengan dosen

dan tenaga kependidikan lainnya. Eks Dekan Fakultas Teknik (FT) ini pengungkapkan UNM memiliki tanggung jawab untuk menyukseskan program pemerintah yang sudah di tunggutunggu ini. “Setelah sekian lama di tunggu akhirnya dapat giliran juga, vaksin ini merupakan program nasional. UNM sebagai bagian dari pemerintah memiliki tanggungjawab untuk menyukseskan vaksinasi ini,” ujarnya. Husain Syam mengimbau dosen dan karyawan untuk tetap menjaga protokol kesehatan, Ia juga menjelaskan bahwa UNM menargetkan akan memberikan vaksinasi kepada seluruh dosen dan karyawan nantinya. "Meskipun telah divaksin, saya harap kita tetap menjaga protokol kesehatan. Tetap memakai masker dan menjaga jarak, untuk menghentikan penularan Covid-19," jelas Rektor UNM. (dih)

FOTO: ELFIRA

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali meraih prestasi di ajang penghargaan Indonesia Student Print Media Award (Isprima) dengan meraih medali Silver Winner.

SNAPSHOT

BANJIR - Dua orang mahasiswa melepas sepatunya akibat genangan air di dalam gedung Program Pascasarjana. Banjir di Program Pascasarjana UNM ini terjadi akibat hujan yang seharian mengguyur Makassar termasuk UNM. Dibeberapa kampus UNM juga ikut tergenang akibat hujan tersebut. (10/3).

Penari Jadi Best Intelegensia MAHASISWI Pendidakan Teknik Mesin, Fakultas Teknik (FT), Universitas Negeri Makassar (UNM), Aliza Noviana Putri terpilih menjadi Putri Pendidikan Best Intelegensia 2021 yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 25 hingga 28 Februari lalu. Aliza mengaku tidak pernah memikirkan akan menjadi Putri Pendidikan Best Intelegensia 2021. Tak ayal, dia mempersiapkan lomba ini hanya dalam waktu tiga hari. "Mengenai pertanyaan itu tentunya sangat senang, bahkan sama sekali tidak pernah terpikir akan meraih ini,” kata Aliza saat diwawancarai oleh reporter LPM Profesi. Prestasi dan pengalaman Aliza, menjadi salah s a t u

bekalnya mengikuti lomba Putri Pendidikan Best Intelegensia 2021. Didukung dengan bakat dan pengalaman menarinya sebagai peserta hari tari nasional tahun 2016. “Untuk penampilan bakat, saya juga sempat menampilkan bakat saya dalam bidang menari,” kata peserta hari tari nasional tahun 2016 ini. Hingga saat ini, mahasiswi yang akrab disapa Alizha atau Lisa ini mengaku ingin fokus pada tugas akhir, tetapi tidak menutup kemungkinan akan menambah lagi daftar prestasi. "Sekarang fokusnya ke tugas akhir dulu. Tapi tidak menutup kemungkinan ikut lomba lagi," tuturnya. (isa) BIODATA

Nama: Alizha Noviana Putri TTL: Pinrang, 23 November 1997 Jurusan: Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Prestasi: Peserta Imbound Mobility Pograme at Kuala Lumpur, Malaysia Mahasiswa Berprestasi FE UNM 2019 Duta Anak Kabupaten Pinrang Duta Kampus Sulawesi Selatan 2020 Putri Pendiikan Best Intelegensia 2021

FOTO: MUH. FADHIL

Gapai Impian dari Seutas Benang Mimpi *Annisa Asy Syam

Seperti benang kusut yang berusaha Ia jadikan sebuah karya jahitan yang indah. Demikian juga niatnya mengubah padatnya aktivitas kuliah, merapikan dan mengatur waktu hingga mampu menjadi mahasiswa berprestasi, tak diragukan ketekunan Sinta dalam menjahit waktu, untuk menyelesaikan kuliahnya di bangku SI hanya butuh waktu 48 bulan, 90 hari dengan raihan IPK 3,96. www.profesi-unm.com

Memasuki semengubur mimpmester 3 masa sulit inya. mulai menyapa Sinta Sebelum akhBella. Kehidupan irnya, secercah habahagia dan situasi rapan menyinggahi nyaman yang dia rapikirannya untuk sakan harus berubah membuka usaha men180 derajat saat harus jahit, meski sempat menerima kenyataan mengalami penomenjadi anak yatim. lakan untuk melanjutMenapaki jejak kan usahanya. Berkat menjadi anak yatim semangat yang kuat membuatnya harus MENJAHIT - Sinta Bella saat menjalani aktivitasnya sebagai maha- hingga kini usaha itu terlatih menegarkan siswa tata busana. bisa menjadi teman pundak untuk memiSinta meraih mimpkul beban hidupnya. Mem- siswa teknik UNM ini. inya. Tak semudah membalikbiayai kuliah hingga mencu“Sebelum semester 3 kupi kebutuhannya sendiri kan telapak tangan untuk ayah meninggal dan berharus membuat Ia melako- menerima kenyataan, per- fikir untuk cuti, saya lapor ni peran sebagai penjahit. nah ragu untuk meneruskan ke ketua jurusan cara urusBekerja sambil kuliah men- perjalanan mimpi menjadi nya tapi ketua jurusan yang sarjana pernah Ia alami, kebetulan PA saya juga tidak jadi keharusannya. “Berhubung orang tua mencemaskan keadaan aki- mengizinkan dan mengusalaki-laki saya sudah tidak bat kehilangan sosok tulang hakan mencari beasiswa ada, jadi saya harus berusa- punggung keluarga dengan kampus dan pada saat itu ha sendiri untuk memenuhi penghasilan pas-pasan ma- menyarankan daftar PPA," biaya kuliah,” ujar maha- kin menguatkan Sinta untuk jelasnya. FOTO: MUH. FADHIL

Tek... Tek... Tek... Suara deru mesin jahit memenuhi ruangan yang nyaris sunyi. Tangan-tangan gesitnya mulai mengayuhkan mesin jahit itu. Satu per satu benang Ia poles dengan sepenuh hati, sembari menitip harapan melalui benang-benangnya.

Berbekal ilmu yang Ia dapatkan di jurusannya sebagai mahasiswa jurusan tata busana menjadi bekal awal Sinta memulai usaha. Ditambah dengan niat mewujudkan mimpi dengan usaha sendiri membuatnya semakin kuat untuk melangkah. “Berkat keterampilan menjahit yang saya miliki, saya mampu selesaikan kuliah dengan biaya sendiri meskipun harus bekerja dan kuliah, dan sebisa mungkin mengatur waktu dan menjalankan keduanya,” tuturnya. 'Setiap rasa sulit pasti ada kemudahan' begitulah nasihat yang dilontarkan Pembimbing Akademiknya pesan ini digenggam erat oleh Sinta Bella. Hal itu membuat Ia semakin yakin, melewati harinya dan akhirnya berhasil menjadi wisudawan terbaik FT UNM periode Februari 2021. (*) Urai data, ungkap fakta, saji berita


4 LPM Profesi UNM - Edisi 246 Maret

REPORTASE KHUSUS

Tahun MMXXI 2021

Prodi Belia Gagap Akreditasi Lima prodi baru UNM dirundung masalah serius. Proses akreditasi yang dijalani ternyata membuat mereka kesusahan. Banyak persyaratan yang mereka tidak miliki, hal ini disinyalir akibat tidak siapnya UNM sejak mendirikan prodi ini. Kelimanya kini harus banting tulang sebelum masuk tenggat waktu reakreditasi. Harga diri prodi menjadi taruhannya. Sebenarnya ada lima prodi yang berdiri pada kurun waktu dua tahun belakangan ini, namun tiga diantaranya wajib reakreditasi di tahun ini yaitu prodi administrasi kesehatan, gizi, dan kewirausahaan. Dua prodi lainnya wajib re-akreditasi di tahun depan yaitu ilmu hukum dan bisnis digital. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 5 Tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi, pasal 53 ayat 1 BAN-PT secara berkala melakukan evaluasi terhadap proses akreditasi yang dilaksanakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) paling lambat setiap dua tahun. LAM ini merupakan badan akreditasi yang hanya memberikan akreditasi sementara kepada prodi baru. Setelah dua tahun prodi baru wajib melakukan reakreditasi dengan BAN-PT sebagai akreditasi resmi prodi. Akreditasi yang hendak diajukan memiliki beberapa syarat, Permendikbud Nomor 7 Tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri, dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta Pasal 24 mengatur pembukaan program studi harus memenuhi syarat minimum akreditasi Program Studi sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT). SNPT ini mencakup kurikulum studi, jumlah dosen, kualitas tenaga pengajar, sarana dan prasarana hingga hubungan kerjasama dengan kelembagaan pemberdayaan masyarakat men-

Pinisi - Potret depan Menara Pinisi UNM, (16/3).

jadi bahan pertimbangan dalam peningkatan akreditasi prodi. Namun, ternyata masih banyak persyaratan yang tidak mampu dipenuhi oleh prodi baru tersebut. Kewirausahaan misalnya, menurut Ketua Prodi Kewirausahaan Agus Syam, akreditasi prodinya belum dapat dimaksimalkan sebab sebagai prodi baru kewirausahaan belum mampu memaksimalkan segala sumber daya dan sarana yang dimiliki saat ini. Sehingga prodi kewirausahaan tidak dapat berharap banyak dalam re-akreditasi nantinya. “Jadi mengenai lulusan belum ada yang bisa dicantumkan kemudian mengenai prestasi akademik mahasiswa itu masih kurang karena biasanya mahasiswa itu kan ikut kegiatan ekskul, UKM dan sebagainya itu disemester 3 kan, jadi mungkin baru sekarang sementara ikut beberapa kegiatan, dan kalau soal sarana prasarana yang dimiliki utamanya laboratorium dan kelas itu kan digabung semua, jadi tidak ada yang namanya prodi ini, punya kelas

ini, begitu juga dengan laboratorium,” ujar dosen asal Kabupaten Sidrap ini. Di sisi lain, Ketua Prodi (Kaprodi) Bisnis Digital, Syamsu Alam saat ditanyai perihal belum siapnya reakreditasi prodinya dikarenakan belum sempat menyelesaikan borang. Syamsu Alam berdalih kurangnya dosen tetap dan berkompeten di prodi ini menjadi kendala utama terhambatnya proses borang. “Sejak berdirinya ini prodi saya sudah wanti-wanti untuk dosennya yang di sini-sini saja, dan saya juga sudah sempat minta di pak dekan untuk difasilitasi praktisi itu bisa masuk mengajar karena kalau kita saja yang di sini itu tidak terlalu dalam. Misalnya, di data base karena pengalaman-pengalamannya orang praktisi,” jelasnya. Tak sampai di situ, jika kita mengacu pada peraturan peningkatan re-akreditasi prodi yang didalamnya terdapat pertimbangan mengenai sarana dan prasarana di setiap prodi baru, prodi bisnis digital masih belum memenuhi standar karena

FOTO: MUHAMMAD RESKY

masih belum mampu memenuhi kriteria elemen penilaian yaitu sarana dan prasarana. “Di Ekonomi itu cuma ada tiga lab dan itu lab komputer dan bisa disatukan untuk semua jurusan jadi semua jurusan bisa pakai tidak ada kepemilikan kusus prodi apa yang punya. Kalaumau dipakai tinggal atur jadwal saja, dan saat ini kita cuma punya dua ruang kelas karena baru satu angkatan, semoga nanti kita bisa bikin working space untuk memfasilitasi mahasiswa sebagai fasilitas penunjang bagi mahasiswa,” ungkapnya. Terkait persoalan akreditasi ini, Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I) UNM, Hasnawi Haris menyatakan lima prodi baru telah memiliki minimal akreditasi C. Sementara di tahun kedua akan dilakukan penaikan akreditasi jika prodi memenuhi standar. “Prodi baru itu sudah punya akreditasi minimal C, tergantung jika ingin unggul dalam waktu setahun dan memenuhi syarat akreditasi. Nanti akan ditagih dalam waktu dua tahun,”

ungkapnya. Adapun pernyataan Presiden BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Awaluddin menilai birokrat terlalu tergesa-gesa mengambil kebijakan. Dirinya merasa resah dengan prodi baru yang belum jelas akreditasinya, menurutnya birokrat menganggap enteng masalah yang akan dihadapi lulusan nantinya. “Mengenai prodi baru memang belum ada akreditasinya dan otomatis pasti akan terkendala dalam penyelesaian studi. Jangan sampai nanti sudah ada alumni di jurusan baru itu tapi masih belum ada akreditasinya. Seharusnya pihak universitas harus memikirkan hal ini jangan hanya adsense saja diperhatikan,” tuturnya. (tim)

Tim Reportase Khusus Koordinator : Muh. Khadafi Anggota : Annisa Asy. S Mustika Fitri Fitria Indah

Hati-hati Gulung Tikar BESAR harapan ditanamkan oleh Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) dalam mendirikan Program Studi (Prodi) baru. waktu dua tahun diberikan untuk meraih akreditasi, namun memasuki tahun keduanya beberapa prodi masih belum juga mengantongi akreditasi yang diharapkan. Prodi Kewirausahaan misalnya, Maret ini menjadi batas akhir prodi baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ini untuk mengungUrai data, ungkap fakta, saji berita

gah borang. Meski begitu masih banyak kendala yang ditemui prodi kewirausahaan dalam peroses pengisian borangnya. Hal ini turut dipaparkan Syamsu Alam Ketua Prodi (Kaprodi) Kewirausahaan, belum adanya alumni dan masih kurangnya aktivitas mahasiswa baik internal maupun eksternal prodi menjadi hambatan utama. “Jadi mengenai lulusan belum ada yang bisa dicantumkan kemudian mengenai prestasi aka-

demik mahasiswa itu masih kurang karena biasanya mahasiswa itukan ikut kegiatan ekskul, UKM dan sebagainya itu di semester 3 kan, jadi mungkin baru sekarang sementara ikut beberapa kegiatan," tuturnya. Prodi Ilmu Gizi turut menjadi prodi yang tengah memasuki masa deadline. Memasuki tahun keduanya, prodi ini bahkan masih belum rangkum menyusun borang. Namun, Kaprodi Ilmu Gizi, Rusli enggan berbicara banyak perihal

ini. “Masih sementara saya susun borangnya ini, maaf saya sibuk nak,” jelasnya. Bukan tidak mungkin, mendapatkan akreditasi di tahun kedua. Prodi Mekatronika terbukti sanggup meraih akreditasi B sebelum memasuki tahun ketiga. Kaprodi Mekatronika, Edi Sabara mengatakan jika proses akreditasi di tahun kedua harus dilakukan, agar lulusan prodi terakreditasi. sehingga prodi dapat fokus mem-

percepat penyelesaian masa studi mahasiswa. “Sebenarnya kalau waktu tentatif penyusunan prodi baru tahun kedua sudah mulai menyusun karena sebelum masuk tahun ketiga sudah dinilai supaya sebelum punya alumni sudah terakreditasi. Sementara itu saya fokus ke percepatan penyelesaian studi sesuai dengan aturan akademik dengan bobot SKS yang harus diselesaikan untuk jenjang S1,” katanya. (tim) www.profesi-unm.com


5 REPORTASE KHUSUS

LPM Profesi UNM - Edisi 246 Maret Tahun MMXXI 2021

FOTO: MUHAHMMAD RESKY

Ilmu Hukum "Pede" Jadi Fakultas

FIS - Gedung dekanat Fakultas Ilmu Sosial, (16/3).

POPULARITAS Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum tampaknya punya daya tarik lebih di mata calon mahasiswa baru (camaba). Statement ini sempat diungkapkan Kaprodi Ilmu Hukum, Herman yang mengaku prodi baru itu lebih

digandrungi dari prodi lain di FIS. Ia tak ragu mengatakan hal itu karena hanya selang waktu dua hari sejak pendaftaran jalur mandiri, Prodi Ilmu Hukum mengalahkan angka pendaftar prodi lain. Hal ini didasari ketenaran

Prodi Ilmu Hukum yang punya 360 pendaftar pada jalur mandiri gelombang kedua 2020. "Yang lainnya berbulan-bulan (masa pendaftaran), tiba-tiba masuk prodi ini langsung naik," sebutnya saat ditemui.

Hanya saja popularitas ini tidak disokong langkah strategis birokrat menjemput akreditasi prodi. Malahan hingga kini prodi andalan FIS itu masih menggantongi akreditasi minimal atau C. Apalagi sarana belajar prodi ini hanya memiliki satu ruangan kelas. Walau begitu Herman mengaku nantinya akan ada fakultas baru dari Prodi Ilmu Hukum berawal dari usulan Rektor UNM dengan ketentuan menyegerakan pengurusan borang yang masih terbengkalai. “Kami dijanji sama Rektor, prodimu akan menjadi fakultas dengan mengurus kesiapan prodimu. Visitasi belum karena kan dikasih waktu dua tahun, dan sebaiknya kita menunggu supaya sesuai dengan program. Sekarang itu masih tahap penyusunan borang,” pungkasnya. Herman mengaku optimis akan persoalan akreditasi, terutama melihat jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang telah memenuhi persyaratan. Keberadaan prodi baru ini juga akan mengubah nama Fakultas Ilmu Sosial (FIS) menjadi Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS). “Kalau sumber daya sangat cukup karena kita kan dulu jurusan PKN jadi dosen tetap itu ada 20 orang tapi karena dipatah-

"Kami dijanji sama Rektor, prodimu akan menjadi fakultas dengan mengurus kesiapan prodi mu," Herman Kaprodi Ilmu Hukum FIS UNM kan jurusan langsung dibagi dua jadi 10 prodi PKN dan 10 prodi hukum. 10 itu PKN dapat 3 professor, prodi hukum dapat 2 professor yaitu Hasnawi dan Herry,” tandasnya. Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I) UNM, Hasnawi Haris turut memberikan dukungan bagi Prodi Ilmu Hukum. Harapan akan mendapatkan akreditasi A, dilontarkannya yang tentunya harus sesuai dengan standar dan aturan yang berlaku. “Tergantung dari prodi, kalau mau mengajukan akreditasi yang lebih unggul silahkan, tidak perlu menunggu empat tahun, asalkan mereka mampu memenuhi standar peraturannya dan selalu melaporkan perkembangannya ke kami perdua tahunnya,” tegasnya. (tim)

GRAFIS: MUHAMMAD KHADAFI

www.profesi-unm.com

Urai data, ungkap fakta, saji berita


6

REPORTASE UTAMA

LPM Profesi UNM - Edisi 246 Maret Tahun MMXXI 2021

Kalang Kabut Kampus Mengajar Nasib nihil menimpa mahasiswa yang baru saja memprogram kampus mengajar dari Kemendikbud. Janji konversi nilai ternyata tak jua menemui solusi. Pimpinan kampus malah pilih saling menyalahkan. Debut kemendikbud memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk mengajar di daerah 3T diduga bakal berakhir sia-sia. Bagaimana tidak, program yang awalnya disinyalir akan memudahkan mahasiswa untuk konvensi dari matakuliah belum mendapat respon dari punggawa kampus. Parahnya, diakui oleh salah seorang mahasiswa Teknik Mesin, Ardi pihak kampusw malahan enggan menepati janji konversi SKS. Padahal mahasiswa ini telah bersusah payah memenuhi laporan akhir kegiatan sebagai syarat konversi. Rudi yang telah mengabdi di salah satu sekolah dasar (SD) selama 10 pekan terpaksa berakhir sia-sia, dikarenakan hingga kini Ia belum mendapatkan konversi SKS dari pihak kampus. Pasalnya, mata kuliah umum atau keahlian dianggap belum dapat dijadikan sebagai bahan ajar. Alhasil, Prodi menentang untuk mengkoversikan SKS itu. Mendengar kabar ini, Rudi mengaku kecewa karena waktu yang dihabiskannya di lokasi pengabdian tak membuahkan hasil yang memuaskan. "Menyesal sudah berpartisipasi. Sudah banyak tenaga ku yang terbuang. Bayangkan saya ngajar jauh

FOTO: DOK. PROFESI

Mengajar - Salah satu mahasiswa KKN sedang mengajar siswa SD,(27/10).

sekali. Bahkan sampe harus jalan kaki, karena motor ku sudah meronta-ronta," tuturnya kesal. Hal yang sama dirasakan oleh Ayu yang juga belum dapat mengkonversi SKS-nya, setelah mengabdi selama hampir tiga bulan. Ia menyesalkan ketidaksiapan pihak kampus menyambut program edukatif tersebut. Menurutnya, program yang dapat melahirkan tenaga pengajar potensial itu mestinya tidak asing lagi bagi kampus bercitra pendidikan

ini. "Dari awal kita diiming-imingi bahwa bisa dikonversi. Tidak ada pi yang bisa dikonversi ini. Yah harusnya kampus bisa memecahkan persoalan ini," ujarnya. Senada dengan itu WD I FPsi, Eva Meizara Puspita Dewi turut mengungkapkan sulitnya melakukan konversi nilai. Terlebih kegiatan program kampus mengajar tidak sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai mahasiswa dalam perkuliahan. “Terus terang kalau mau dikonversi langsung dengan mata kuliah

itu tidak ada yang pas. Bagaimanapun kita harus menghargai jerih payah mahasiswa kita,” ungkapnya saat ditemui di ruangannya. Mengkonfirmasi permasalahan ini Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I) Hasnawi Haris menuturkan persoalan konversi nilai harusnya tidak lagi menjadi persoalan. Menurutnya sejak awal telah ada kesepakatan dari pihak prodi terkait mata kuliah mana saja yang akan dikonversi nantinya. “Sebelum turun sudah jelas dengan prodi mata kuliah mana saja

yang akan dikonversikan nantinya. Jadi pas mendaftar pihak prodi sudah kasi pilihan, dan sudah ada kesepakatan,” tuturnya. Guru besar PPKN ini juga menjelaskan, secepatnya akan dikeluarkan aturan baku yang membahas program ini, dan pengaplikasian program kampus merdeka lainya. “Nanti akan ada buku kita terbitkan terkait ini, cuman masih lama karena memang ini peraturan segalanya nasional. Tidak bisa sembarangan kita,” ujarnya. (tim)

Beda Fakultas, Beda Kebijakan BAGAI berjalan tanpa pelita, begitulah kata yang pas untuk mendekripsikan Universitas Negeri Makassar (UNM) yang gagap akan kebijakan kampus mengajar. Hingga saat ini masih kebingungan menyikapi kebijakan kampus mengajar, UNM belum kunjung menemukan formula untuk mengkonfersi Satuan Kredit Semester (SKS) ke Mata Kuliah (Matkul) kekhususan, tak hanya itu harapan manis mahasiswa mengenai konversi 12 SKS tak kunjung mendapat gerakan yang jelas. UNM belum paham UNM. Akibat ketidakjelasan yang belum kunjung menemui titik, akhirnya timbul berbagai asumsi yang melahirkan kebijakan tanpa akar. Wakil Dekan Bidang Akademik (WD I) Fakultas Psikologi, Eva Meizara Puspita Dewi misalnya yang mengeluarkan kebijakan mengenai SKS yang tersisa yang nantinya akan dikonversikannya ke dalam bentuk Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) untuk alumni program kampus mengajar itu. “Bagaimanapun kita harus menghargai jerih payah mahasiswa kita,” ucapnya. Hanya dengan pikiran menghargai jerih payah mahasiswa yang sudah berkontribusi dalam kegiatan Urai data, ungkap fakta, saji berita

ini, sudah cukup meluluhkan hati Eva, dosen besar Fakultas Psikologi tanpa mengikuti prosedur yang jelas dikarenakan belum jelasnya Petunjuk Teknis (Juknis) program kampus merdeka.

aturan yang ada. "Itu kebijakan dari prodi yang tidak bertentangan dengan aturan. Yang namanya kebijakan memang ada sesuatu yang lebih baik mau dicapai. Sebenarnya melanggar aturan, tapi pelanggaran tersebut "Sebenarnya melanggar tidak menyebabkan orang rusak,” aturan, tapi pelanggaran ujarnya. tersebut tidak menyebabkan Semua fakultas memilih kebiorang rusak,” jakannya masing-masing, kecuali Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Thamrin Tahir yang sepertinya tak ingin gegabah, Dekan FEB UNM sampai saat ini FBS masih belum mengambil kebijakan apa-apa. “Sebenarnya kalau mau di- "Belum ada persepsi yang kita banmatangkan itu dari awal. karena gun perihal menghabiskan konversi kasihan juga kalau selesai menga- 12 SKS itu,” ucapnya. (tim) jar lalu mahasiswa tau bahwa tidak bisa dikonversi,” tegas Wakil Dekan Bidang Akademik (WD I) Fakultas Psikologi. Lain halnya dengan Thamrin, + Linglung Konversi SKS Dekan Fakultas Ekonomi (FE) yang Kampus Mengajar tetap berupaya agar 12 SKS yang diperoleh mahasiswa pengajar itu – Kalang kabut dengan aturan tetap terkonversi menyeluruh. Ia ==================== akan mengambil langkah dengan cara menaikkan nilai mata kuliah + SYAM-OK Masih Suka umum mahasiswa yang sebelumnya Eror diprogram, namun mendapat nilai rendah atau error. – Urusnya jangan setengah hati Meski Ia mengaku kebijakan Dg. Tata yang Ia ambil tidak sejalan dengan

SUDUT

www.profesi-unm.com


7

REPORTASE UTAMA

LPM Profesi UNM - Edisi 246 Maret Tahun MMXXI 2021

DPL Minim Kompetensi KETUA prodi se-Fakultas Teknik (FT) layangkan protes atas ketidaklayakan para Dosen Pendamping Lapangan (DPL) yang diutus pada program kampus mengajar. Mereka menilai para DPL banyak yang bekerja tak karuan. Di antaranya adalah Ketua Prodi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) FT Universitas Negeri Makassae (UNM), Fatahillah mengaku tidak sepakat dengan kinerja para DPL. Alasannya, mereka belum paham tentang capaian mata kuliah dan seharusnya orang dari prodi atau dosen pengampuh lebih tahu. "Mesti jeli dalam menilai atau menentukan setiap kegiatan peserta, dengan tetap mempertimbangkan masukan dari prodi," tegasnya. Senada dengan pernyataan itu, Ketua Prodi Pendidikan Teknik Mesin UNM, Badaruddin Anwar menyarankan kementrian lebih tegas dalam memilih DPL, tidak asal memilih tanpa tahu latar belakang pengalaman dan kompetensi jelas

dari sang DPL. tak ingin diam. Menurutnya prodi "Banyak pembimbing kam- harus lebih tanggap dalam menyupus mengajar masih asisten ahli, sun struktural tim penilai dan tim masih dosen baru, belum tau, belum bisa tertulis disitu. Semestinya kelompok pembimbing ini sudah ada dari kementerian," tanggap dosen PTIK FT UNM ini. Program ini juga masih minim pengawalan, seharusnya sebelum program ini digelar harus ada persiapan matang untuk menepis ketidakakuratan dalam menilai dan mengevaluasi di lapangan saat program ini berjalan, hal ini juga demi menselaraskan kegiatan peserta dengan evaluasi mata kuliah terkait. "Jadi memang harus ada "Untuk mengisi rubrik pe- kerjasama, jangan sampai nilaian yang akan dikonversi, turun baru belum jelas jumlah harusnya dibuat workshop denSKS yang mau dikonversi gan Wakil Rektor Bidang Akadan apa-apa saja mata demik (WR I) dengan Wakil kuliahnya," Dekan bidang Akademik (WD I) Hasnawi Haris semua fakultas. Diundang juga Wakil Rektor Bidang Akademik UNM ketua jurusan dan ketua prodi dengan ketua KKN dan PPL," sarannya. demi meminimalisir kekeliruan Ruslan, WD I FT UNM juga dalam melakukan evaluasi, tidak

sekedar diam dengan kebijakan yang ada. "Untuk memaksimalkan jalannya program baru tersebut pertama adalah DPL dan peserta harus berasal dari prodi yang sama. Tak ada yang lebih mengetahui capaian, keterampilan dan implementasi mata kuliah mahasiswa selain dosen pengampuh," tutur dosen besar FT ini. Tak hanya itu, Ruslan lebih menekankan untuk lebih mempertimbangkan kompetensi dari dosen yang diajukan menjadi DPL, tidak asal tempel karena ini merupakan program serius. Perlu ada pemantauan administrasi yang jelas dari pihak birokrasi kampus dalam menfilter keakuratan para DPL. "DPL harusnya tidak boleh bebas pendaftarannya. Harus mendapat rekomendasi dari dekan atas pertimbangan WD I. Harus dilihat berapa tahun pengalaman mengajar. Kan banyak dosen tidak karu-karuan mengajarnya," tegasnya lagi. WR I UNM, Hasnawi Haris

juga tak ingin diam, Ia pun angkat bicara menurutnya koordinasi antar DPL dengan prodi juga sangat penting dilakukan, prodi tidak boleh lepas tangan utamanya dalam proses konversi Sistem Kredit Semester (SKS) mahasiswa sampai saat ini masih belum memiliki aturan dan koordinasi yang jelas. "DPL itu menyampaikan ke peserta dan berkoordinasi dengan prodi. Jadi memang harus ada kerjasama, jangan sampai turun baru belum jelas jumlah SKS yang mau dikonversi dan apa-apa saja mata kuliahnya," tanggap mantan dekan FIS. (tim)

Tim Reportase Khusus

Koordinator : Muh. Reski Anggota : Ema Humaera Kritiani Tandi Rani Fahmi Wardani Sumaya

Prodi Belum Siap Bekerja BELUM tuntas perkara Program Kampus Mengajar Perintis (KMP) 2020 yang cukup menyisahkan rasa kecewa sejumlah mahasiswa lantaran janji konversi Satuan Kredit Semester (SKS) tak kunjung ditepati oleh Universitas Negeri Makassar (UNM), kini Kemendikbud kembali merancang program baru yakni Kampus Mengajar yang akan diadakan rencana 22 Maret mendatang. Iming-iming konversi SKS juga menjadi senjata program ini, sejumlah mahasiswa kembali diberi harapan manis. Salah satu peserta KMP, Rudi dari Program Studi (Prodi) Pendi-

dikan Teknik Mesin UNM mengaku tak mendapat jatah konversi SKS sedikitpun. Setelah menyelesaikan laporan akhir kegiatan, katanya pihak Prodi enggan memberikan pengesahan atas konversi SKS yang diperoleh. Belakangan Ia baru mengetahui bahwa prodi belum siap atas program yang mengirim mahasiswa sebagai tenaga pengajar itu. Kabar yang beredar menyebut, mata kuliah umum atau keahlian dianggap belum dapat dijadikan sebagai bahan ajar. Alhasil, prodi menentang untuk mengkoversikan SKS itu.

Rudi telah mengabdi selama 10 pekan di salah satu Sekolah Dasar (SD) yang berada di daerah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (3T). Namun mengetahui bahwa waktu yang dihabiskannya di lokasi pengabdian tak membuahkan hasil yang memuaskan, dirinya sempat menyesali hal tersebut. "Menyesal sudah berpartisipasi. Sudah banyak tenaga ku yang terbuang. Bayangkan saya ngajar jauh sekali. Bahkan sampe harus jalan kaki, karena motor ku sudah meronta-ronta," tuturnya kesal. Hal yang sama dirasakan oleh

Ayu mahasiswa dari Prodi Pendidikan Teknik Mesin UNM yang juga belum dapat menukar SKSnya, setelah mengabdi selama hampir tiga bulan. Ia menyesalkan ketidaksiapan pihak kampus dalam menyambut program edukatif tersebut. Menurutnya, program yang dapat melahirkan tenaga pengajar potensial itu mestinya tidak asing lagi bagi kampus bercitra pendidikan ini. "Dari awal kita diimingimingi bahwa bisa dikonversi. Tidak ada pi yang bisa dikonversi ini. Yah harusnya kampus bisa memecahkan persoalan ini,"

ujarnya. Konfirmasi dilayangkan kepada Ketua Prodi Pendidikan Teknik Mesin UNM, Badaruddin Anwar. Namun, ia hanya menjawab, “Saya tidak tahu itu,” katanya. Akibat dari ketidaksiapan itu, sejumlah mahasiswa akhirnya mengurungkan niat untuk mengikuti program kampus mengajar 2021 ini. "Sebenarnya temanteman mau ikut program kampus mengajar tahun ini, tapi setelah mendengar kalau perolehan SKS saya tidak bisa dikonversi pada KMP lalu, akhirnya mereka tidak jadi ikut," jelas Ayu. (tim)

GRAFIS: MUHAMMAD KHADAFI

www.profesi-unm.com

Urai data, ungkap fakta, saji berita


8

LAPORAN PERJALANAN

LPM Profesi UNM - Edisi 246 Maret Tahun MMXXI 2021

Bentuk Profesionalisme Lewat Safari Jurnalistik *Fikri Rahmat Utama

Mendung jadi teman setia di malam itu. Ia awet menemani kami beranjak dari Makassar menuju Surabaya. Kapal melepas bersamaan hujan yang akhirnya turun setelah beberapa jam tertahan di awan kota. Hari itu pertanda dimulainya perjalanan kami selama sembilan hari di pulau Jawa. Menggunakan modal kapal untuk perjalanan ke Jawa tak menghalangi antusiasme kami. Di saat pandemi Covid-19 masih betah berdiam di setiap tempat, kami justru beranjak dari zona nyaman untuk menimba ilmu di rumah orang. Tentu rasa takut menyelimuti kami semua namun kami telah mengikuti semua protokol kesehatan agar aman bepergian mulai dari melakukan testing, memakai masker hingga menjaga jarak. Rencananya selama sembilan hari di Jawa kami akan melakukan kunjungan ke beberapa lembaga pers dan organisasi daerah (organda) mahasiswa Sulawesi Selatan (Sulsel). Saat tiba di Surabaya kami disambut gemerlap kota Surabaya yang tak kunjung henti, padahal waktu sudah menunjukan pukul empat pagi. Keluar dari

terminal keberangkatan para supir langsung mengerumuni kami menawarkan kendaraan. Tujuannya beragam mulai dari ke Sidoarjo, Malang, Semarang hingga Jogja tapi karena tujuan kami ke Malang akhirnya kami mencoba peruntungan menggunakan mobil pariwisata, setelah bernegosiasi mengenai harga kami akhirnya sepakat dan saat itu juga mobil langsung menuju ke Malang. Waktu tempuh Surabaya ke Malang sekitar tiga jam. Saat sampai, hari telah pagi saat bus memasuki salah satu kompleks kampus yang di dalamnya terdapat asrama mahasiswa Sulsel. Saat sampai di asrama, seseorang berperawakan tegap dan berambut gondrong sudah menunggu kami di depan gerbang. “Dari Makassar ya?” tanyanya.

Kami langsung mengiyakan dan berkenalan satu sama lain. Ternyata Ia telah menunggu kami sejak tadi, tak berselang lama kami berbincang sedikit dengannya sebelum akhirnya dipersilahkan untuk beristirahat. Di kota Malang kami dijadwalkan akan kunjungan ke lembaga pers beberapa universitas dan organda Sulsel. Kunjungan pertama kami menuju kongres Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Malang. Sebenarnya kami ingin bertemu dengan lembaga pers di kampusnya langsung namun karena kampus di Malang ditutup maka pertemuan kami alihkan di luar kampus. Di kongres kami bertemu dengan beberapa anggota pers mahasiswa. Saat kami datang agenda kongres sementara berjalan namun kami tetap disambut dengan hangat. Obrolan kami membahas seputar dinamika pers mahasiswa di Malang dan Makassar. Mereka bercerita bahwa kampus melarang kegiatan di dalam kampus sehingga liputan hanya berjalan secara daring.

“Segala kegiatan terbatas termasuk saat kongres ini dibatasi juga sampai jam 7 malam jadi mau tidak mau harus dilanjutkan di hari berikutnya,” kata salah satu dari mereka. Selain itu mereka tak jarang juga mendapatkan tekanan bila membuat berita kritik ke pimpinan kampus. Namun, karena jejaring kuat di PPMI sehingga bisa saling membantu bila mendapatkan tekanan dari birokrat. Ini juga yang menjadi hal penting di PPMI yaitu jejaring yang saling menguatkan bila salah satu pers mendapat masalah. Di kongres tahun ini juga ada dua pers mahasiswa yang baru bergabung ke PPMI Malang yaitu LPM Panorama Universitas Binus Malang dan LPM Diagnostika Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Menurut salah satu dari mereka kehadiran kedua LPM ini bisa menambah semangat PPMI Malang untuk terus menjadi wadah silaturahmi antar pers mahasiswa di Malang. “Kemarin kedua LPM ini menyatakan sikap untuk bergabung ke PPMI sehingga hanya tersisa

beberapa LPM lagi yang belum masuk ke PPMI. Semoga segera untuk bergabung agar menguatkan jejaring pers mahasiswa,” katanya. Dari tempat kongres kami beralih ke salah satu cafe yang berada di daerah Batu, Malang untuk bertemu dengan temanteman Ikatan Mahasiswa Pelajar Mahasiswa Sulawesi Selatan (Ikami Sulsel) Cabang Malang. Mereka merupakan mahasiswa asal Sulsel yang kuliah di Malang, pembicaraan kami cukup panjang karena membahas tentang kehidupan kuliah di Malang yang ternyata memiliki perbedaan cukup banyak dibanding dengan Sulsel. Watak dan sifat yang berbeda menjadi pembeda utama, Malang memiliki watak yang lebih tenang. Persaingan juga cukup ketat karena kemampuan dari mahasiswa di sana berbeda dengan mahasiswa di Sulsel. “Banyak hal yang jarang ditemui di Sulsel tapi jadi hal yang lazim di sini, itu jadi hal yang mengejutkan bagi teman-teman,” katanya. (*)

Pandemi Bukan Halangan, Liputan Tetap Jalan SETELAH tiga hari di Kota Malang perjalanan kami lanjutkan ke kota Jogjakarta. Kami sengaja mengambil jadwal bus malam agar paginya sudah sampai di Jogja. Perjalanan bus ke sana memakan waktu lima jam, saat itu waktu menunjukan pukul 21:00 saat bus memulai perjalanannya. Perjalanan kami tidak semulus yang dibayangkan kami harus singgah dipinggir tol untuk memperbaiki ban yang bocor, mungkin butuh waktu satu jam memperbaiki ban tersebut. Saat di kota Solo, bus berhenti dan sopir mempersilahkan kami untuk makan sebelum lanjut, setelahnya bus langsung melaju ke Jogja. Pada pukul 03:00 kami akhirnya sampai di tempat tujuan dan beristrahat hingga pagi menjelang. S a m a seperti di Malang,

di Jogja kami akan bertemu dengan salah satu pers mahasiswa yaitu Badan Penerbitan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung Universitas Gajah Mada (UGM) serta ikatan mahasiswa Sulsel yaitu Ikami Cabang Jogjakarta. Di Jogja kami dijadwalkan tinggal selama tiga hari dan kami sempat mengunjungi beberapa tempat wisata di sana seperti Kampung Wisata Taman Sari, Malioboro, dan Candi Prambanan. P e r t e - muan pertama kami bersama dengan B P P M Balairung. Di pertemuan

tersebut kami bertukar informasi dan pengalaman terkait dinamika jurnalistik di kampus masing-masing. Terutama dalam hal pengelolaan konten media serta cara membaca arus informasi yang semakin beragam. Menurut salah satu pengurus BPPM Balairung, Fahmi, pers mahasiswa di tengah pandemi cukup ban- yak menemukan kendala. Efeknya berembes pada kurang maksimalnya penerbitan produk jurnalistik. “Sempat kos o n g selam a

sebulan. Sempat terpikir untuk meliput daerah sekitar, tapi kurang maksimal. Akibatnya, beberapa produk sempat terkendala,” katanya. Walaupun begitu namun menurut Fahmi mereka tetap mampu menerbitkan produk-produk jurnalistik, karena menurutnya pandemi tidak boleh sepenuhnya menghalangi kinerja jurnalistik. “Walau begitu kami tetap liputan karena ini merupakan tanggung jawab kepada sivitas akademika UGM,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan Pemimpin Umum LPM Profesi UNM Sauki Maula- n a pada pertemuan tersebut. Menurutnya L P M P r o fesi

mendapatkan imbas dari pandemi Covid 19. Penerbitan produk tabloid terhambat dan kurang updatenya portal media digital akibat kondisi kampus yang tutup. “Diawal bulan april itu kerja harus dialihkan ke rumah sehingga koordinasi semua dilakukan secara online hingga beberapa bulan ke depan,” katanya. Kendati, kata Sauki, produktivitas dalam menjalankan tugas sebagai wartawan kampus tetap dilaksanakan dengan maksimal. Seperti mengupdate informasi untuk mahasiswa melalui portal media online dan channel Profesi TV di Youtube. “Tidak jauh berbeda dengan teman-teman BPPM Balairung, kami juga menjadikan pandemi untuk motivasi agar lebih bisa beradaptasi dengan kehidupan yang baru,” jelasnya. (*)

FOTO: DOK. PROFESI

Urai data, ungkap fakta, saji berita

www.profesi-unm.com


9

LAPORAN PERJALANAN

LPM Profesi UNM - Edisi 246 Maret Tahun MMXXI 2021

Belajar Sejarah Jogja di TamanSari

YOGYAKARTA merupakan daerah istimewa yang terletak di Jawa Tengah yang terkenal dengan sejarah panjang akan kesultanannya yang hingga kini masih berdiri dan menjadi penguasa di daerah tersebut. Kesultanan Yogyakarta merupakan kesultanan yang memiliki adat dan istiadat yang sangat kental, hal ini terlihat dengan banyaknya bangunan sejarah yang dulu pernah digunakan oleh sultan Yogyakarta yang masih kokoh berdiri hingga kini, sekaligus menjadi daya pikat tersendiri bagi pengunjung Yogyakarta. Taman Sari merupakan salah satu diantara bangunan bersejarah di Yogyakarta, situs bekas taman atau kebun istana Keraton Ngay-

www.profesi-unm.com

ogyakarta Hadiningrat menjadi daya khas tempat ini. Di tempat ini kita dapat belajar tentang sejarah kesultanan Jogja dan kehidupan dari sultan yang pernah berjaya pada masanya. Tamansari Ngayogjakarta, begitulah nama tempat yang bermakna taman yang indah ini disebut. Bangunan ini didirikan pada tahun 1758 M oleh Sultan Hamengku Buwono I. Awalnya, taman yang mendapat sebutan ‘The Fragrant Garden’ ini memiliki luas lebih dari 10 hektare dengan 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air.

Menurut pemandu wisata, Anto tempat ini merupakan tempat wisata bagi sultan sehingga kebanyakan bangunannya diperuntukan untuk tempat beristirahat seperti kolam permandian, jembatan gantung, dan pulau buatan. Di tempat ini sultan juga menjadikan tempat untuk bersemedi dan menenangkan diri. “Bangunan ini sudah banyak yang runtuh akibat gempa lalu, sehingga hanya tersisa beberapa bangunan saja. Seharusnya di sini berdiri banyak bangunan dengan bentuk yang berbeda-beda,” katanya. Tempat ini juga menjadi salah satu bagian penting dari sejarah Yogyakarta. Tak hanya sebagai

tempat wisata dan kebun keraton namun Taman Sari ini juga dijadikan salah satu benteng pertahanan dari kerajaan. “Konon salah seorang arsitek kebun kerajaan ini adalah seorang Portugis yang lebih dikenal dengan Demang Teg,” tutur Anto. Ia juga menjelaskan sejarah berdirinya bangunan ini merupakan gabungan dari agama islam, hindu dan budha. Hal ini dikarenakan perpaduan budaya yang dianut oleh kesultanan saat itu sehingga unsur tiga agama dimasukkan ke dalam desain bangunan. “Bangunan ini terdiri dari tiga kultur budaya keagamaan, islam yang ditandai dengan adanya kuba masjid, hindu yang ditandai

dengan tanaman teratai dan budha yang ditandai dengan nira,” jelasnya. Lebih lanjut Ia juga menjelaskan pada Kompleks Taman Sari setidaknya dapat dibagi menjadi 4 bagian. Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat. Bagian selanjutnya adalah bangunan yang berada di sebelah selatan dan buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun. “Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua. Bagian terakhir adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan,” lanjutnya. (*)

Urai data, ungkap fakta, saji berita


10

OPINI

LPM Profesi UNM - Edisi 246 Maret Tahun MMXXI 2021

Apa Kabar PSK di Tengah Pandemi Salah satu subsektor kreatif yang terdampak oleh Covid-19 ialah para pekerja seni yang kehilangan pekerjaan, khususnya pekerja seni pertunjukan. Musikus, pekerja film, seniman teater, dan seniman tari merupakan kalangan yang sempat berhenti melakoni profesi mereka karena pandemi. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat sebanyak 44.295 pekerja seni terkena imbas dari wabah tersebut. Pelarangan pertemuan tatap muka yang melibatkan banyak orang membuat seni pertunjukan tak bisa ditampilkan sebagaimana lazimnya. Berbagai cara dilakukan untuk menyambung hidup para pelaku seni dan kehidupan kesenian itu sendiri. Hal itu membuat seniman dan musikus berupaya agar terus berkarya meski harus lewat ranah virtual ataupun tampil di panggung dengan keharusan protokol kesehatan yang telah ditentukan. Bisa dibayangkan, betapa besar kerugian akibat berhentinya berbagai kegiatan seni tersebut. Dari sisi finansial, para seniman dan pekerja seni

lainnya, kru panggung, penata cahaya, penata suara, kurator, dan sebagainya kehilangan sumber pendapatan mereka. Promotor pertunjukan musik, produser film, pengusaha bioskop, serta pengelola ruang pertunjukan juga mengalami nasib serupa. Berbagai siasat untuk menghadapi situasi pun bermunculan. Musik, tari, teater, dan seni pertunjukan lainnya mulai disiarkan melalui internet. Karya musik, film, dan seni visual lainnya makin banyak diunggah dan dijual melalui platform daring Spotify, Netflix, iTunes, dan Karyakarsa. Karya dan cinderamata seniman dijajakan lewat toko daring, baik di media sosial mereka maupun kanal jual-beli

*Wahyu Wardana Rasyid semisal Tokopedia, BukaLapak, dan Shopee. Sedangkan lokakarya dan diskusi seni ikut pindah ke internet, difasilitasi aplikasi Google Meet, Zoom, dan Instagram. Begitu pun di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar banyak event-event yang terpaksa ditunda karena Covid-19. Banyak seniman-seniman yang mengalami kerugian akibat pandemi ini, selain itu seni dalam bidang pertunjukkan yang cenderung dibatasi pementasan harus mematuhi protokol kesehatan dengan

menjaga jarak akibat Covid-19. Tak hanya para seniman maupun Pekerja Seni Kampus (PSK) se-Kota Makassar terdampak karena beberapa Program Kerja yang sering diundur dikarenakan Pandemi Covid-19. Program Kerja yang seharusnya di jalankan Luring (Luar Jaringan), tapi diundu. Pengenalan dan sosialiasasi lembaga pun susah karena mahasiswa baru yang kuliah hanya melalui online. Apa yang seharusnya pemerintah kota Makassar lakukan agar para seniman tetap bertahan di masa pandemi Covid-19 yaitu memudahkan seniman agar tetap dapat memproduksi karya. Ini dapat dilakukan dengan memastikan infrastruktur digital dalam kondisi prima agar seniman dapat bekerja secara daring, misalnya memberikan fasilitas berupa akses dalam pertunjukan secara daring, berupa aplikasi ( Google Meet, Zoom, Webex, dan lain-lain) serta seniman dapat bekerja di rumah, akses

bahan baku produksi karya pun perlu dipermudah. Sepertinya, produsen dan toko cat lukis, kanvas, tanah liat, benang, atau bahan baku lainnya bisa memberi diskon harga maupun subsidi ongkos kirim. Saran kepada universitasuniversitas di seluruh kota Makassar agar dapat diberikan akses untuk mempermudah produksi pengkaryaan. Baik dalam bidang seni musik, seni rupa, seni tari,dan seni teater di setiap lembaga seni kampus se-kota Makassar atau biasa disebut Pekerja Seni Kampus (PSK) kota Makassar. Maka, kita perlu langkah nyata dari pemerintah dan universitas untuk menerapkan kebijakan yang meringankan beban seniman dan pekerja seni dalam mempertahankan denyut nadi seni di kota Makassar dan juga denyut nadi mereka sendiri.(*) *Penulis adalah mahasiswa Fakultas Seni dan Desain (FSD) angkatan 2018

Menjaga Siri' di Tanah Rantau BUDAYA rantau atau yang lebih dikenal sompe' dalam bahasa Bugis juga sudah menjadi bagian yang tak mungkin terpisahkan dalam jiwa masyarakat Bugis-Makassar atau masyarakat Sulawesi Selatan secara umum. Karena jiwa rantau, keberadaan mereka bisa dijumpai di seluruh nusantara. Bahkan, mereka juga ada sampai ke luar negeri. Perkampungan warga yang berasal dari Sulawesi Selatan sering dijumpai di penjuru nusantara bahkan dunia. Begitupun dengan mahasiswa yang berasal dari Sulawesi Selatan yang tersebar di penjuru Indonesia bahkan dunia. Bertujuan untuk mencari ilmu hingga dapat bermanfaat untuk diri, keluarga, maupun lingkungan sekitar. Ilmu adalah kebutuhan dasar setiap individu apa lagi pada saat ini kriteria yang harus dimiliki seseorang yang bisa dijadikan sebagai panutan atau tokoh di kalangan masyarakat Bugis salah satunya adalah macca (pintar). Dinamika yang dihadapi mahasiswa rantau tentunya berbeda dalam melakukan adaptasi di lingkungan yang baru. Tentunya semboyan “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung” sebagai prinsip untuk melakukan adaptasi ditempat

Urai data, ungkap fakta, saji berita

yang baru. Rasa rindu terhadap kampung halaman menjadi dinamika yang akan timbul dalam perantauan baik rindu dengan keluarga, masakan, atau teman-teman di kampung. Hal tersebut sangat lumrah dalam perantauan dan mungkin cara untuk mengobatinya dengan berbagi kasih sesama mahasiswa rantau sehingga mahasiswa perantau dapat merasakan suasana yang mungkin mirip dengan kampung halaman. Dinamika perantauan tentunya menjadi pembelajaran bagi mahasiswa itu sendiri yang dimana perantauan mengajarkan untuk mandiri, memanajemen diri, dan dapat menghargai perbedaan yang ada. Pembelajaran itulah yang melatih diri untuk bersiap untuk menghadapi kehidupan yang mungkin akan lebih keras. Amanah yang diberikan orang tua selama diperantauan tentunya harus dijaga semaksimal mungkin. Dengan harapan dapat memberikan kebangaan kepada orang tua dan tentunya daerah asal yaitu Sulawesi Selatan. Nilai-nilai budaya dan prinsip kearifan lokal seperti sipakatau, sipakelebbi, sipakainge adalah falsafah leluhur

"

*Achmad Syawal Nurhidayatullah

Secara harfiah kalimat ini bermakna “pergi untuk mencari kebaikan, setelah itu kembali untuk menyebarkan kebaikan”. Dalam prinsip-prinsip tersebut memiliki makna yang sangat penting baik untuk dalam menjalani kehidupan perantauan. yang harus dihidupkan dan ditanam dalam diri masing-masing individu yang tentunya menitipkan pesan mendalam untuk para perantau khususnya mahasiswa Sulawesi Selatan yang sedang mencari ilmu. Bagi perantau bugis makassar A’ Bulo Sibatang diartikan sebatang bambu yang merupakan kiasan tentang suatu ke-

lompok yang satu rasa, saling mahasiswa rantau yang dimana bekerja sama, dan sepenang- masyarakat sekitar tentunya begungan yang dapat menjadi lum tahu bagaimana adat dan prinsip dasar yang akan men- budaya daerah asal mahasiswa jadi acuan dalam bersosial baik rantau tersebut khusus budaya antar sesama atau masyarakat yang beragam di Sulawesi Seumum. Lao sappa deceng, lisu latan, dengan harapan menjadi mappadeceng bermakna sebuah daya tarik masyarakat untuk pencarian arti kehidupan den- berkunjung dan mempelajari gan merantau di luar kampung budaya yang berada di Sulawesi halaman. Selatan. Secara harfiah kalimat ini Harapan untuk seluruh untuk bermakna pergi untuk mencari mahasiswa rantau khususnya makebaikan, setelah itu kembali hasiswa Sulawesi Selatan baik mauntuk menyebarkan kebaikan. hasiswa yang berkuliah di Sulawesi Dalam prinsip-prinsip tersebut Selatan maupun diluar Sulawesi memiliki makna yang sangat Selatan yaitu sereji kupala’, ri julu penting baik untuk dalam men- boritta sirikaji tojeng, solana nania jalani kehidupan perantauan. areng mabajita, ribori’ maraeng Mahasiswa rantau juga (Hanya satu yang ku pinta, kepada mempunyai tugas yang mung- saudara-saudara ku untuk sungguhkin sangat berat, yaitu bagaima- sungguh menjaga kehormatan, sena cara untuk menjaga mar- hingga kita memiliki nama baik di wah nama baik daerah asal. negeri orang. Dalam perilaku perantau sendiri Itulah sepenggal lirik lagu minamencerminkan dari mana dia sa ri boritta yang memiliki makna berasal yang tentunya menjadi sangat mendalam untuk mahasiswa penilai tersendiri bagi masyara- rantau untuk tetap menjaga nama kat sekitar. baik di perantauan. Setelah selesai Oleh hal tersebut maha- dalam pendidikan minimal mahasiswa rantau harusnya mem- siswa rantau mappadeceng di lingperlihatkan citra yang baik kungan keluarga sebelum terjun ke bagi masyarakat sekitar dengan masyarakat sekitar. (*) harapan mereka menilai baik daerah asal perantau tersebut *Penulis adalah mahasiswa khususnya mahasiswa Sulawesi Fakultas Syariah dan Hukum Selatan. Memperkenalkan ke- UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta budayaan juga menjadi tugas

www.profesi-unm.com


11

LPM Profesi UNM - Edisi 246 Maret Tahun MMXXI 2021

KKN Domisili Favorit Mahasiswa Sebanyak 1.052 mahasiswa mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pada KKN kali ini terdapat 5 jenis KKN yang diterapkan di Universitas Negeri Makassar (UNM) yaitu program tanggap bencana, berkarya, budaya, reguler dan terpadu, seperti pada tahun sebelumnya KKN domisili menjadi juara bertahan paling diminati oleh mahasiswa.

KKN - Sejumlah Mahasiswa sedang menata taman dilokasi KKN

Tono salah satu mahasiswa yang memprogramkan jenis KKN domisili mengaku lebih memilih KKN domisili karena bisa mengabdi di kampung sendiri. "Sekarang juga kan covid jadi pas sekali begitu, untuk

perisinan ke instansi dekat kampus pasti susah juga," jelasnya. Menurut Ketua KKN, Arifin Manggau, KKN domisilimenjadi jenis KKN yang paling banyak diminati mahasiswa. Ia berharap kedepannya pilihan jenis KKN lainnya dapat merata

FOTO: ELFIRA

peminatnya bagi mahasiswa. "Mudah-mudahan kedepannya bisa merata, agar besok-besok tidak hanya KKN domisili yang banyak diminati mahasiswa," jelasnya. Untuk mempermudah mahasiswa dalam memilih jenis

INFO AKADEMIK

KKN kedepannya UNM akan memperbaiki jenis pilihan pada aplikasi registrasi KKN. Karena saat ini UNM hanya memiliki dua jenis pilihan pada registrasi KKN yakni general dan terpadu. "Masih dalam tahap perencanaan, masih butuh waktu yang lumayan lama sekitar 1 hingga 3 bulan untuk persiapan aplikasinya," ujar Arifin ketua KKN UNM. Tahun ini, UNM akan menghadirkan jenis KKN terbaru yaitu KKN tanggap bencana yang lebih berfokus pada bencana gempa bumi di Sulawesi Barat (Sulbar). Meskipun termasuk jenis KKN yang baru tapi sudah cukup diminati oleh mahasiswa. "Sampai saat ini sudah ada 88 pendaftar, jadi pendaftarannya itu manual yaitu melalui WhatsApp, cukup menghubungi operator bagi mahasiswa yang ingin mengajukan diri untuk mengikuti jenis KKN ini," tuturnya. (uni)

Seleksi Kampus Merdeka, UNM Kirim 27 Prodi DALAM rangka mendukung terlaksananya program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indoneisa (RI) melalui Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) kembali menggelontorkan bantuan dana pengembangan dan penyelenggaraan program MBKM untuk setiap program studi terpilih dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) seIndonesia. Pemberian bantuan dana tersebut dibagi kedalam beberapa kategori program bantuan diantaranya, program bantuan kerjasama kurikulum dan implementasi MBKM, program pengembangan dan penyeleng-

garaan Inovasi Pembelajaran Digital (IPD), program bantuan Center of Excellence (CoE) MBKM, Program bantuan pengembangan Inovasi Modul Digital (IMD), Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM). Universitas Negeri Makasasr (UNM) sendiri telah mengajukan 27 prodi kedalam empat program bantuan yang ditawarkan. 27 prodi tersebut berasal dari sembilan fakultas di UNM. Hal ini kemudian di konfirmasi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I) Hasnawi Haris, menurutnya setiap program bantuan dari Kemendikbud tersebut mempunyai syarat dan ketentuan yang berbeda-beda, sehingga tidak semua prodi bisa

mengajukan diri dan memenuhi syarat serta ketentuan dari program bantuan tersebut ”Misalnya, kalau IPD, akreditasnya harus A, jadi kalau akreditasi prodinya B, tidak bisa. biar dia mengusulkan, karena dipusat yang putuskan, banyak syarat-syarat yang harus dipenuhi,” jelasnya Lanjut, mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial ini juga mengatakan bahwa program bantuan ini merupakan program yang ditawarkan pada setiap prodi di UNM namun harus melalui seleksi terlebih dahulu ditingkat universitas. “Ini adalah prodi-prodi yang kami sudah seleksi di tingkat internal universitas terlebih dahulu. Misalnya CoE, CoE itu

yang terpilih itu diskema dua, pendidikan fisika sama pendidikan teknologi pertanian, berarti dia harus mensosialisasikan dan membina tiga prodi di lingkup UNM, dan lima prodi diluar UNM,” ucapnya. Pria asal Kabupaten Soppeng ini berharap pada setiap prodi yang nantinya akan lolos dalam program bantuan ini akan memberikan dampak positif yang besar bagi UNM dan mahasiswa utamanya “Kita berharap, nantinya ada banyak perubahan yang bisa hadir dari program ini, karena inikan bagian dari sebuah program besar, yaitu kampus merdeka. Tentunya ini akan menunjang akreditasi UNM juga nantinya,” pungkasnya. (dih)

Beasiswa Djarum Target Mahasiswa Organisatoris DJARUM Beasiswa Plus kembali membuka kesempatan bagi mahasiswa sarjana dan diploma untuk dapat beasiswa dengan jumlah satu juta rupiah per bulan. Beasiswa ini merupakan bagian dari Djarum Foundation yang terus konsisten sejak tahun 1984 dalam memberikan sumbangsih terhadap bidang pendidikan di Indonesia. Selain mendapatkan dana bantuan pendidikan selama satu tahun, penerima Beasiswa Djarum juga akan mendapatkan berbagai macam pelatihan soft skill. Pelatihan ini bertujuan membentuk kemampuan kepemimpinan mahasiswa yang www.profesi-unm.com

berkarakter luhur dan mandiri sebagai salah satu langkah dalam mempersiapkan pemimpin masa depan bangsa. Pendaftaran beasiswa ini dibuka bagi mahasiswa semester IV. Pendaftaran dimulai pada 21 Maret 2021 hingga 23 Mei 2021. Syarat pendaftarannya yaitu

mahasiswa sedang menempuh pendidikan Strata 1/Diploma 4 di semester IV, dari semua disiplin ilmu, dengan syarat IPK minimum 3.20 pada semester III, serta dapat mempertahankan IPK minimum 3.20 hingga akhir semester IV, aktif mengikuti kegiatan organisasi baik di dalam

maupun di luar kampus dan tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain. Sedangkan syarat kelengkapan berkas yang harus dipenuhi pada tahap seleksi administratif pendaftaran yaitu bukti print/cetak PDF dari form pendaftaran online, satu lembar pas foto ukuran 4 x 6 cm berwarna, memakai jas almamater, fotocopy Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), transkrip nilai sampai dengan semester III yang telah dilegalisir otoritas kampus. Salinan surat keterangan aktif berorganisasi dan atau sertifikat prestasi yang dimiliki, dan surat keterangan tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain. (tar)

AGENDASIANA LKIMB UNM Gelar Studi Ilmiah 1 UNIT Kegiatan Mahasiswa Lembaga Kajian Ilmu Mahasiswa Bertakwa (LKIMB) Universitas Negeri Makassar (UNM) akan mengadakan Studi Ilmiah Intensif (SII) dengan tema "Terbentuknya Kader yang Ilmiah Religius dan Harmonis Guna Mewujudkan Tatanan Masyarakat yang Inklusif". SII yang merupakan media rekrutmen dan pembinaan kader bagi mahasiswa yang menaruh minat ber-LKIMB ini akan digelar awal april nanti dengan alur, pendaftaran dibuka pada 8-25 Maret, wawancara dimulai pada tanggal 29 Maret hingga 2 April, technical meeting dan pembukaan SII pada 4 April, serta penerimaan materi (indoor). akan digelar pada 5-11 April. (pr3)

Hima AK FE UNM Akan Gelar Webinar Nasional Meriahkan Accounting Fest 2021 HIMPUNAN Mahasiswa Akuntasi Fakultas Ekonomi (Hima AK FE) Universitas Negeri Makassar (UNM) akan menggelar Webinar Nasional pada 28 Maret mendatang melalui Zoom Cloud Meetings dan siaran langsung di kanal Youtube Himapsi FE UNM. Webinar nasional ini akan menjadi penutup dari rangkaian kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Accounting Fest 2021. Webinar nasional dengan tema "Integrasi Pembangunan Ekonomi dan Kepentingan Ekologi di Indonesia'" ini akan menghadirkan beberapa pembicara ternama seperti Alin yang merupakan Kepala Kajian Lingkungan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) , serta Andhyta F. Utami selaku Environmental Economist & Co-Founder Think Policy Society. Accounting Fest sendiri merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Hima AK FE UNM yang membentuk dua kegiatan yaitu lomba karya tulis ilmiah dan webinar. pemenangnya akan diumumkan pada saat webinar nasional nanti. (pr3)

HMPS Matematika Bakal Helat FEMS HIMPUNAN Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Matematika Kampus V Universitas Negeri Makassar (UNM) segera menggelar Festival of Mathematic Students (FEMS) pada 21 Maret hingga 28 Maret mendatang. FEMS sendiri merupakan kompetisi dalam bidang matematika untuk pelajar se-Sulsel yang digelar setiap tahunnya oleh HMPS Pendidikan Matematika Kampus V UNM. Pendaftaran FEMS 2021 dengan tema "Break Your Limit to Create a Golden Generation Through the Festival of Mathematics" ini dibuka pada tanggal 1 hingga 15 Maret, dan pembukaan kegiatan digelar tanggal 21 Maret. (pr3) Urai data, ungkap fakta, saji berita


12 LIFESTYLE

LPM Profesi UNM - Edisi 246 Maret Tahun MMXXI 2021

Clubhouse, Wajah Baru Media Sosial

H. B AQILA DHIL UH. FA

Berawal dari 1.500 pengguna pada bulan pertama dirilis, aplikasi yang menawarkan fitur obrolan berbasis audio ini membuat para pengguna dapat mendengarkan percakapan, wawancara, hingga diskusi berbagai topik ini, seketika menunjukkan peningkatan pengguna baru sebanyak 2 juta pengguna setelah para publik figur tanah air seperti Arif Muhamammad, Raditya Dika, hingga Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama aktif melakukan sesi perbincangan dalam aplikasi Clubhouse. Tak sampai disitu tren penggunaan aplikasi Clubhouse sebagai salah satu alternatif media sosial sebenarnya telah lebih dulu di pamer-

kan oleh bos tesla Elon Musk dalam cuitannya di twitter yang mengundang penasaran banyak warganet. Orang nomor satu di rusia pun tak ketinggalan, Vidlamir Putin yang dikenal sebagai pemimpin negara berdarah dingin ini juga turut menjadi salah satu pengguna aplikasi yang sedang tren ini. Setiap mendengarkan sesi obrolan di Clubhouse, pengguna akan menjumpai banyak orang yang muncul dan bisa langsung ditambahkan sebagai teman. Semakin banyak topik yang diikuti seseorang, semakin sering pula muncul rekomendasi acara yang sesuai dengan preferensi mereka. Layaknya siaran langsung, pengguna Clubhouse juga bisa mendengarkan streaming dari kalangan selebriti atau influencer. Bedahny a ,

FOTO :M

Beragam fitur dan kemudahan telah menjadi jualan para pengembang jasa media sosial membuat masyarakat semakin bergantung pada media sosial dalam berkomunikasi. Clubhouse contohnya, aplikasi asal Silicon Valley, Amerika Serikat, yang dikembangkan oleh mantan pegawai google Paul Davison dan Rohan Seth pada april tahun lalu telah menjadi perbincangan masyarakat diberbagai belahan dunia belakangan ini.

@Tri.ambarrr

yang ditampilkan bukanlah berupa video, melainkan

hanya suara dari sejumlah partisipan yang ada di dalamnya. Secara desain tampilan ruang obrolan di aplikasi Clubhouse terbilang sederhana. Hanya ada foto profil berikut nama pengguna dan biodata dibawahnya. Namun dibalik kesederhanaan tampilannya Clubhouse diklaim mampu menampung 5.000 partisipan disetiap roomnya dan pengguna tidak bisa menyimpan maupun merekam sesi percakapan mereka yang sudah berlangsung. Sayangnya untuk sekarang keanggotaan dari aplikasi asal negeri paman sam ini masih bersifat terbatas. Clubhouse pun saat ini masih baru tersedia di platform iOS saja, Pe-

minat yang belum memiliki akun harus mendapat kode undangan terlebh dahulu dari orang yang sudah menjadi anggota Clubhouse. Dan setiap anggota baru yang sudah bergabung nantinya akan mendapatkan hak untuk mengundang dua orang lainnya. Salah satu mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (FPsi UNM) Tri Ambarwati, mengaku sering menggunakan aplikasi yang sedang tren ini. Menurtnya Clubhouse memberikan pengalaman berbeda dalam bermedia sosial khususnya media sosial yang berbasis audio. “Pertama kali download saya kira ini aplikasi biasa saja, sama dengan aplikasi yang sering digunakan oleh gamers, tetapi setelah saya gunakan beberapa lama saya merasa bahwa ini aplikasi yang memang berbeda dengan aplikasi lainnya, percakapan yang kita lakukan dengan orang yang belum dikenal terkadang membuat saya lebih mengenal lagi dunia diluar sana, meskipun tidak bisa melihat orang yang kita temani bicara secara langsung,” katanya. Selain itu menurutnya konsep seperti ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mengisi waktu luang dengan mendengarkan atau ikut serta berdiskusi “Aplikasi seperti ini sangat menyenangkan digunakan untuk mengisi waktu luang, sebab percakapan atau diskusi yang ada di dalam Clubhouse tidak jauh dari kehidupan sehari-hari yang secara tidak langsung akan melatih pemikiran kita untuk berfikir lebih luas,” tambahnya. (pr10)

GRAFIS: TITO KOES HERDIANTO

Urai data, ungkap fakta, saji berita

www.profesi-unm.com


13 INOVASI

LPM Profesi UNM - Edisi 246 Maret Tahun MMXXI 2021

Bahasa Bugis-Makassar Kini Ada Kamusnya Salah satu dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) Andi Sahtiani Jahrir menghadirkan inovasi baru dalam belajar bahasa daerah dengan menciptakan kamus tiga bahasa. Pembuatan kamus tersebut terinspirasi dari keinginan dosen asal PBSD FBS UNM ini untuk memudahkan mahasiswa dalam mempelajari bahasa daerah, tidak hanya itu inovasi ini juga dilahirkan untuk mengupayakan pelestarian bahasa daerah dari kanca daerah hingga internasional. "Tujuan utama aplikasi bahasa daerah digital yang disusun oleh mahasiswa PBSD sebenarnya adalah untuk mempermudah masyarakat mengenal bahasa daerah Bugis-Makassar, memperkenalkan bahasa daerah Bugis-Makassar secara nasional atau internasional, dan menga-

Kamus Tiga Bahasa - Aplikasi kamus tiga bahasa buatan dosen FBS UNM

jarkan kepada mahasiswa untuk memajukan bahasa daerah melalui aplikasi android, bukan hanya sebatas dalam ruang kelas," jelasnya dosen inspiratif ini. Kamus tiga bahasa tersebut terdiri dari tiga bahasa yaitu bahasa Bugis-Makassar, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Tidak hanya itu bagian dari aplikasi ini cukup komplit dengan 6 sub-bagian tengah terjemahan, yaitu bagian dasar, bagian

kosakata bagian 1, kosakata bagian 2, percakapan, wacana dan bahasa sehari-hari. Untuk meningkatkan inovasi pendidikan mahasiswa harus mampu menghadirkan ide-ide cemerlang dalam menghadirkan kreasi-kreasi baru dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, ditambah dengan hadirnya masa modernisasi yang membuat segala pemikiran menjadi lebih cemerlang dan tidak membatasi kreasi. Hal

ini juga yang menjadi salah satu kiprah hadirnya kamus tiga bahasa ini. "Motivasi saya memberikan tugas tersebut agar mahasiswa menghasilkan produk kreativitas berbasis android dan saya ingin mahasiswa menikmati setiap proses pembelajaran tersebut. Saya senang melihat antusias mahasiswa memajukan bahasa daerahnya saat mereka mengutarakan ide-ide cemerlang karena sangat membantu saya sebagai dosen yang mengajar di PBSD," ujarnya. Andis juga mengungkapkan bahwa tidak hanya di taraf pendidikan bahasa daerah saja penerapan bahasa daerah dibutuhkan, namun di segala aspek keseharian aktivitas sosial juga memerlukan keahlian berbaFOTO: MUH. FADHIL AQILAH. B

hasa. "Bahasa daerah mendapat tempat di semua lini kehidupan, maka dari itu perlu didukung oleh semua pihak. Misalnya di ruang publik (swalayan) menggunakan kata sorong, push untuk dorong dan tarek, besoq, pull untuk tarik," tutur dosen bahasa daerah ini. Namun, dalam penerapannya tidak semulus jalan tol, tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk menciptakan aplikasi yang baik. Dalam penerapannya, Andis mengaku masih banyak kendala yang harus dia benahi hingga aplikasi ini mampu berjalan dengan baik dan memaksimalkan fungsinya dalam pembelajaran bahasa daerah secara khusus. (pr8)

Andi Sahtiani Jahrir

Motor Taksi Solusi Bagi Petani

SECARA geografis, Indonesia didominasi oleh hasil alam yang luas. Hal ini tidak terlepas dari kerja petani, menjadi petani tentu bukan hal yang mudah banyak pekerjaan berat yang harus dilakukan terutama saat musim panen tiba. Hal ini menjadi cikal bakal pemikiran Bakhrani Rauf dan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Husain Syam untuk menghadirkan motor taksi pengangkut gabah. Taksi Pinisi merupakan sapaan khas motor taksi pengangkut gabah ini. Kendaraan mirip motor sebagai pengangkut gabah yang datang dari tangan kreatif Lembaga Penelitian dan www.profesi-unm.com

FOTO: IST

Motor taksi - Motor taksi pengakut gabah buatan LP2M saat diuji coba

Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM). Modifikasi ini awalnya terpikirkan oleh ketua LP2M, ketika melihat hasil tani masyarakat yang ditinggal begitu saja d i pematang sawah hingga tumbuh akibat diguyur hujan. Apalagi saat ini kuda yang kerap digunakan untuk mengangkut hasil tani semakin jarang. Sehingga diperlukan kendaraan yang mengangkut gabah dari pematang sawah untuk dibawah ke pinggir jalan ke rumah masyarakat. “Sudah tidak ada lagi kuda untuk mengangkat gabah itu

dari sawah yang jauh itu melalui pematang sawah untuk dibawa ke pinggir jalan,” ujar Bahrani. Dengan hadirnya masalah ini LP2M menghadirkan solusi melalui taksi Pinisi bagi kaum petani. LP2M berinsiatif untuk merakit taksi sebagai kendaraan pengangkut hasil tani menggunakan mesin motor bekas yang dirakit sesuai dengan model pengangkutan gabah. Sedangkan rangka taksi dan segala perangkatnya

dibuat sendiri. Taksi Pinisi ini didesain datar yang dibentuk datar untuk dudukan karung gabah. "Sebenarnya sudah ada yang buat seperti itu tapi saya buat dengan model lain menggunakan mesin motor bekas saja dan rangkanya dirakit sesuai model yang kita inginkan sesuai pengangkutan gabah," jelas ketua LP2M UNM. Melalui dukungan dari Husain Syam selau rektor UNM, LP2M mengambil langkah pasti untuk melanjutkan ide kreatifnya menjadi sebuah barang

yang sangat bermanfaat bagi para petani. Dalam proses perakitannya, taksi ini dikerjakan langsung oleh tim LP2M UNM bersama mahasiswa UNM dan bengkel binaan Bakhrani Rauf. Saat ini, taksi tersebut sudah digunakan oleh masyarakat di Kabupaten Soppeng.“Dipakai mi sekarang, memang itu dibuat sesuai dengan kebutuhan. Ini diambil dari motor bekas kemudian dirakit sesuai dengan kebutuhan, ini juga sudah digunakan. Kemudian juga ada inovasi-inovasi yang lain,” terangnya. (tar)

GRAFIS: MUHAMMAD KHADAFI

Urai data, ungkap fakta, saji berita


14

SENI BUDAYA

B

LPM Profesi UNM - Edisi 246 Maret Tahun MMXXI 2021

Bongkar Praktik Neoliberalisme

uku ini bercerita tentang keadaan Indonesia yang dianggap miris, kemerdekaan dengan gamblangnya terucap bahkan diperingati setiap tahun di tanggal kebanggaan kita yaitu setiap 17 Agustus untuk mengenang 17 Agustus 1945 silam saat negara ini diproklamirkan oleh Soekarno dan Hatta. Namun, semua itu hanya sekedar suara kemerdekaan namun tidak diketahui kapan bisa terealisasi kemerdekaan yang dimaksud. Bangsa Indonesia yang mengaku merdeka tapi faktanya dijajah oleh bangsa sendiri. Buku ini secara jelas bertujuan untuk membuka kembali memori kita akan kemirisan yang terjadi pada bangsa sendiri, penulis ingin menumbuhkan logika kita agar mampu berpikir ktitis untuk menemukan solusi dengan menghadirkan kisah-kisah kekonyolan bangsa ini yang dirangkai dengan sebuah naskah yang cukup menggelitik. Menghadirkan beberapa potret persepsi dari kalangan bawah hingga orang nomor satu dari negara ini yaitu presiden, serta dengan mengangkat kisah yang relavan dengan keadaan yang terjadi di negara ini, pastinya cukup membuat mata kita terbuka dan memicu nalar kritis pembaca untuk menganalis kebijakan-kebijakan yang berlaku secara umum melalui berbagai lensa persepsi atau sudut pandang. Negara kita memang negara

yang miris, kesejahtraan rakyat, kekayaan negeri, bahkan sumber daya yang berlimpah tidak mampu memajukan negeri justru melumpuhkan negeri karena iming-iming dari investor luar, dengan tawaran dolar yang menggiurkan hanya dalam jangka singkat sudah bisa merebut sumber daya Indonesia. Sawah direbut hanya dengan dollar untuk dijadikan bangunan padahal semula direncanakan menjadi aset masa depan negara, tapi begitulah realitas terkadang tak seindah yang dibayangkan. Buku ini cukup dekat dan menekankan tentang istilah neolib. Neolib itu sendiri adalah sebuah istilah perekomian yang berkaitan erat dengan pasar bebas, usaha yang dicampuri oleh pemerintah, atau secara simpelnya sebuah perekonomian yang berjalan di atas roda kapitalis. Penulis ingin menjelaskan pentingnya pengetahuan masyarakat tentang istilah-istilah yang ada dan berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat dan bernegara khusunya dalam neoliberal. Penulis dalam buku ini menjeskan dengan gambling pengklarifikasian penganut neolib, yaitu pertama si penuduh tidak terlalu memahami istilah itu dan hanya ikut-ikutan saja. Kedua si penuduh punya kepentingan politis dalam penyataanya. Ketiga objek yang dituduh neolib memang benar-benar neolib dan si penuduh memiliki solusi mengenai

Petala Dua Puluh Hijrah Wahyuni Anwar

Petala dua puluh, di ruang dua puluh Kubuka aksaku dengan penuh antusias Seketika saja atmaku buncah Melihat wajah nabastala yang tengah temaram Perlahan kudekati dirinya Kudapati tulisan merah di dahinya Kubaca tulisan fonem demi fonem Kumaknai kata demi kata

Selang satu detik,... Gamang bercampur gundah telah mewarnai isi kalbu ku Sungai kecil telah terbendung di pipi ku Rupanya, tulisan itu adalah tentang ku Tentang.... patera hidup ku yang telah gugur satu helai Ini sudah petala dua puluh, Tulisan itu terus saja terngiang di pikiran ku.

Judul: Indonesia For Sale Penulis: Dandhy Dwi Laksono Penerbit : Jalan Baru Tebal : 333 halaman Dimensi: 13x19cm neolib. Buku ini terbagi ke dalam lima bagian, tiap bagiannya diurai dengan fakta dan data yang terjadi pada masyarakat. Pada bagian pertama buku ini penulis cukup menekankan tentang keterbatasan pemerintah dalam memberikan ruang masyarakat untuk menyampaikan aspirasi meskipun itu mengenai hak masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Bagian kedua penulis ingin memaparkan mengenai sikap

komersialisme yang cukup kental di negara Indonesia, karena pemerintah seringkali tidak mengubris hak rakyat untuk meminta kesejahtraan. Bagian ketiga membahas tentang neoliberal. Dan bagian ke empat buku ini menjelaskan mengenai Indonesia yang sudah sangat bersahabat dengan neoliberal bahkan menjadi sebuah kegemaran yang hingga sekarang menjadi DNA yang sangat sulit dipisahkan dari bangsa yang kekayaan alamnya ini terjajah. Bagian kelima penulis menunjukkan sebuah fakta yang lebih miris yaitu berbagai media juga ikut tersuntik oleh virus neoliberalisme. Buku ini juga menggambarkan nalar kritis yang sudah menjadi ciri khas penulis ini sendiri, yaitu Dandhy Dwi Laksono. Namanya memang sudah cukup tenar dengan gayanya dalam melakoni perannya sebagai jurnalis yang kritis. Dandhy adalah seorang idealis yang selalu menjadi pembela terhadap orang-orang kecil sebagai dasar dalam berkarya, termasuk ketika Dandhy menulis buku Indonesia For Sale ini. Dalam buku ini penulis ingin menonjolkan beberapa poin penting, yang dijelaskan berulang-ulang yaitu mengenai neolib yang lebih menunjuk ke objek yaitu gagasan atau kebijakan ekonomi yang memperkecil fungsi peran negara dan membiarkan pasar menentukan arah

kebijakan negara dan bukan pada subjeknya yaitu orang-orang yang berperan dalam kebijakan ekonomi itu. Neoliberalisme bukan barang baru di negara ini, Dandhy menunjukan eksisnya neoliberaslisme ini sejak pertengahan masa orde baru. Jika diamati sekilas tampak buku ini terlihat teknis dan kental dengan pemaparan yang tidak konvensional. Tapi meskipun sekilas tampak teknis namun dalam buku ini tidak disampaikan secara akademis namun disampaikan dengan gaya esai, tampak dari gaya tulis yang menggabungkan antara gagasan konseptual penting dan penyampaian yang tengil, bahkan menggunakan bumbu-bumbu sastrawi. Pada penjelasannya pun dinarasikan dengan tokoh-tokoh yang imajiner, dengan hadirnya tokoh peranan masyarakat dalam pemaparannya, buku ini terkesan menarik dan cukup mudah untuk pembaca menyerap maksud dan paparan dari uraiannya. Meskipun secara peristilahan dan permasalahan dianggap berat buku ini berpotensi menjembatani antara dunia ide, gagasan, nalar kritis dengan pembaca awam. Untuk itu buku ini jadi salah satu bacaan yang menarik untuk dibaca sebagai stimulasi nalar kritis masyarakat terhadap fenomena yang terjadi di negara Indonesia yang berkaitan dengan kebijakan publik. (dih)

Mitos Nalar Kekuasaan Ita Purnama Sari

Daun-daun dari kayu itu belum layu tunduk-patuh kami junjung Pohon itu tempat bergantung Deteksi terbatas, peradaban bergeser pemimpin dulu tak mengenal asal-usulnya Keberadaan tempat yang tinggi Akhir hayat pun hilang ditelan bumi Kini peradaban telah bergeser Mitos nalar pun mulai dipinggirkan Sebongkah keangkuhan terbongkar Karena kekuasaan

Awan mistis di negeri asalnya Telah lama redup Kemunculanmu bagaikan figur Dalam pola demitologi sejarah

Kusebut kau to-manurung Gelarmu berdasar kesaktian Dan karismatik melekat padamu Bertahtahlah karena ikrarmu Bijaksanalah dalam keputusan Redamlah konflik yang Membumi saat ini

Sinauleng

Bahar Rawalangi

Malam retak tak menghitam Bias bulan tengah melampaui batas kegelapan tengah sirna tak luput jua rusuk yang patah telah menyelubung Di hadapan senja terkapar senyum yang menyampan bersama sirip-sirip ombak yang karam bersama petang Berbicara tentang apa yang membawanya menikmati senja tanpa bertolak perjuangan matahari memulai pagi Lagu-lagu memilu bersama Urai data, ungkap fakta, saji berita

doa berisi bait kemegahan rasa Taburan keluguan tunduk dan pasrah didalamnya Sepuas mata membiaskan mekarnya seputih itu jua menghadapi lekuk senyumnya Seharum mawar segar yang menjelma seluruh aroma kenikmatan sejujur itu pula rapuh dan ikhlas menemukannya Di garis pantai tempat batas ombak menjangkau maksimal

telah ada nama yang berkalikali tergoreskan terhapus dan kembali tergores sesaat sebelum senja mati berkali-kali demi prkat warna yang selaras lara Antara usia yang mesti terus beranjak pernah kita bertanya sisi manakah yang akan diperlihatkan pada ketuaan apakah perpisahan tanpa bekas atau kebersamaan tanpa batas Jantung-jantung yang masih berdetak haruskah debarnya tetap hanya sebatas bersama

senja sedang kita telah menyematkan satu nada kesetiaan untuk detak bersama Jika senja masih mendapatiku dalam keadaan patuh menggoreskan sepenggal nama tanpa kasat biarlah diri terhakim atas segala ketabahan agar kau paham sejauh mana ketulusan mengorbankan dirinya hanya untuk memperjuangkan sebatang tulang yang terpenggal demi adam dan hawa berikutnya\

Tetaplah menjadi bulan yang terik abadi di semenanjung pesisir kesetiaan sekalipun cinta yang membintang bersamamu hanya luka tanpa penawar Selamatlah dalam siang Selamatlah dalam malam Dan swlamatlah dalam cinta Tondong Tallasa, 2019 www.profesi-unm.com


15 PROFESIANA

LPM Profesi UNM - Edisi 246 Maret Tahun MMXXI 2021

SYAM-OK

Ganti Wajah Makin Susah

Genap setahun mahasiswa beralih ke perkuliaham daring. Aplikasi SYAM-OK yang digadang-gadang mampu menjadi medium belajar selama pandemi ternyata tak sesuai harapan. SYAM-OK justru masih sarat kekurangan. Wajar jika aplikasi yang diluncurkan semester gasal lalu menuai kritik dari kalangan civitas kampus. Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Afni misalnya, ia sering menemukan SYAM-OK dalam keadaan error. Banyaknya mahasiswa yang mengakses ditengarai menjadi penyebab. Mahasiswa angkatan 2018 ini juga merasa kesulitan saat hendak masuk di fitur presensi. “Itu kan berbentuk web bukan aplikasi. Semakin banyak yang akses, semakin lalod untuk masuk di webnya dan karena itu banyak teman-teman mahasiswa yang alpa. Kesannya terlalu dipaksakan ini SYAM-OK dan sudah jelas meresahkan, tapi masih saja diterapkan” keluhnya.

Keluhan terkait platform elearning ini tak habis sampai di situ, Afni juga mengungkapkan jika masih banyak dosen yang apatis terhadap keresahan mahasiswa. Sosialisasi yang kurang menyentuh ditataran mahasiswa hingga dosen menjadi penyebab utamanya. “Sosialisasinya sebatas tata cara login saja dan masih ada beberapa dosen yang belum paham dalam menjalankan sistem SYAM-OK dan tidak memberikan solusi saat status kehadiran sudah alpa," ujar mahasiswa asal Soppeng ini Menyikapi berbagai keluhan ma-

hasiswa ini, Ketua Pengelola SYAMOK, Hartoto tak bisa bicara banyak. Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) ini malah mengembalikan masalah tersebut kepada dosen pengampuh. Menurutnya, setiap tenaga pengajar bisa mengatur waktu presensi dengan pertimbangan mahasiswa dan dosen. Melalui fitur waktu absensi yang telah disediakan di SYAM-OK. Lebih lanjut Hartoto juga menjelaskan telah dilakukan sosialisasi secara menyeluruh ke semua fakultas hingga tingkat universitas. Pemberian video tutorial, buku panduan, hingga wadah grup helpdesk khusus pada kanal telegram guna menampung segala kendala maupun keluhan yang dialami dosen beserta mahasiswa. “Sosialisasi sudah dilakukan oleh semua fakultas dan lanjut ke prodiprodi. Kami juga sudah buat grup helpdesk khusus dosen dan mahasiswa untuk mengedukasi mereka dan butuh waktu untuk beradaptasi. Saya yakin, semakin lama akan ketemu rit-

Pinisi "Tenggelam" di Air Hujan Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali dilanda banjir, kampus berikon Pinisi ini selalu berlayar setiap kali hujan tiba. Nyaris tak pernah UNM kelewatan jatah banjir setiap kali musim hujan datang. Seperti yang baru saja terjadi pada 10 Maret lalu, hampir semua kawasan kampus UNM tergenang air karena banjir. Ini jelas sangat menunjukkan bahwa UNM tidak siap mencegah banjir sebelum terjadi, hal ini hanya dianggap angin lalu oleh birokrasi. Masalah drainase yang digadang merupakan salah satu penyebab utama tidak tanggapnya birokrasi dalam mencegah banjir menuai banyak kritikan dari mahasiswa, Ari salah satu mahasiswa

FIK ini misalnya, Ia mengatakan pengerjaan drainase di FIK telah rampung akan tetapi sampai saat ini banjir di fakultas tersebut malah semakin parah. Ari menilai pengerjaan tersebut hanya sekedar penggugur kewajiban. "Saya heran padahal pengerjaan sudah rampung tapi masih parah ji banjirnya, mungkin asal kerja ji saja,” keluh Mahasiswa FIK ini. Mahasiswa angkatan 2017 ini berharap birokrat lebih serius dalam mengerjakan masalah ini dan tidak menganggap masalah yang nyaris tak kunjung menemui akhir ini sebagai masalah biasa. "Masalah tersebut harus segera diselesaikan, dan jangan asal kerja saja tanpa memperhatikan kuali-

tas,” harapnya. Akibat banjir yang melanda UNM beberapa urusan mahasiswa harus terpaksa terkendala karena hujan, seperti Siska salah satu mahasiswa PPs UNM yang mengeluh terkendala dalam pelayanan akademik akibat banjir. “Urus persuratan kalau begini setengah mati ki belum lagi loker tertutup dan karena kebanjiran juga di dalam, pelayanannya juga tidak efektif,” resahnya. Di sisi lain, satpam kampus PPs UNM, Kasdam menjelaskan ketinggian air area kampus sudah mencapai 40 cm dan banjir biasa terjadi jika musim hujan. “Banjir terjadi dua hari ini, kayak kemarin dan hari ini hujan deras jadi hujan ki.” jelasnya. (tar)

Setengah Hati Sekretariat LK FEB MEMASUKI Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) kita akan disambut oleh bangunan baru tak berpenghuni. Gedung ini digadang akan dijadikan sebagai sekretariat Lembaga Kemahasiswaan (LK) dan asrama. Tapi, faktanya hingga beberapa bulan bangunan ini belum rampung pembangunannya. Melihat keadaan ini, berbagai pertanyaan mulai dilontarkan LK kepada pimpinan, tapi semua pertanyaan itu tak kunjung mendapat jawaban. Pimpinan FE lebih memilih untuk membiarkan bangunan yang digadang sekret ini untuk mangkrak dibanding memberikannya kepada mahasiswa untuk berkreasi di ruangan ini. Janji-janji terus terlontar dari mulut pimpinan FEB UNM ketika ditanya mengenai ruangan yang digadang akan dijadikan sebagai sekret ini. Sementara realisasi tak kunjung dilakukan. "Beberapa kali maki sewww.profesi-unm.com

benarnya dibilangkan kalau itu ruangan akan dijadikan sekret, tapi sampai sekarang belum pindah-pindah paki ke sana," ujar Thorik, Ketua Himpunan Mahasiswa Akuntansi FEB UNM dengan lugas saat diwawancarai wartawan Profesi. Belum selesai persoalan gedung sekretariat ini, FEB sudah melakukan pembangunan asrama di samping fakultas. Namun, lagi-lagi kejelasan mengenai

"Saya tidak tau (pembangunan gedung) karena ini dari pusat," Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan (WD II) FEB, Basri Bado.

bangunan ini belum tentu rimbanya. "Sementara mi juga katanya di bangun asrama itu disamping, tapi belum pi di tau kejelasannya. Tapi seharusnya, kalau saya ia ini itu mo dulu sekret urus," keluh mahasiswa FEB angkatan 2018 ini. Ketika ditanya mengenai pendapatnya akan kejelasan bangunan mangkrak, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum (WD II) FEB, Basri Bado mengaku tidak mengetahui kelanjutan dari pembangunan ini. "Saya tidak tau karena ini dari pusat," ujarnya. Menyikapi hal ini, Thoriq lagi-lagi memberikan penilaiannya akan kelalaian dari pimpinan FEB UNM yang seolah tak peduli akan nasib bangunan yang ada di fakultasnya. "Kalau saya sih sampaikan ja saja keluhannya teman-teman toh, kalau tidak ditempati itu ruangan nanti nda di duga-duga datang hujan, rusak mi lagi," ujarnya. (tar)

menya," papar Hartoto. Menanggapi keluhan ini, UNM sudah mengambil langkah dengan meningkatkan kualitas fitur yang ada, seperti merilis Google Meet versi SYAM-OK sebagai penyempurna dua fitur Video Conference (Vicon) yang sebelumnya (BBB dan Jitsi Meet) berhubung karena dua tools sebelumnya kurang stabil dan cukup rumit. Terkait partisipasi dosen dalam penggunaan SYAM-OK dapat mengecek pada Course Management System (CMS) pada menu monitoring kemudian akan terlihat p a d a deretan fakultas, prodi d a n dosen m a n a y a n g telah mengoperasikan

SYAM-OK maupun bagi yang belum. Dari sisi infrastruktur maupun aplikasi, SYAM-OK telah melakukan pembaruan (updating) secara berkala dan mencatat trafik tertinggi pada angka 6.529 pengguna. Di samping itu, dari sisi bandwith domestik telah ditingkatkan dari 100 Mbps menjadi 300 Mbps. Dari sisi kapasitas server pun telah dipasang dengan kualitas tertinggi dari UNM beserta setelan konfigurasi yang secara terus-menerus tuning agar dapat lebih cepat. (pr7)

GRAFIS: MUH. FADHIL

Buka Tutup Mubes LK UNM

MUSYAWARAH Besar (Mubes) merupakan forum tertinggi dan tersakral bagi sebuah lembaga. Seringkali seseorang beranggapan bahwa dalam Mubes ini diadakan untuk menilai, mengevaluasi, dan menentukan bibit bobot bebet calon generasi tongkat emas pemimpin periode selanjutnya. Akan tetapi, belakangan ini rasa hormat dan sungkan kepada forum sakral ini tidak ada lagi terasa. Hal ini dilihat dari penyelenggaraan agenda yang dimulai pada 9 hingga 18 November 2020 dan ditangguhkan beberapa kali, hingga pendaftaran terakhir 8 Maret, tak kunjung usai. Menurut Ketua Panitia Pelaksana Mubes, Irfan ada beberapa faktor penyebab tarik ulurnya Mubes LK UNM. Pertama, kurangnya koordinasi dan komunikasi setiap fakultas dan keterlambatan masing-masing fakultas dalam mengirim berkas pengajuan calon presiden LK UNM. "Saya kembalikan ke masingmasing fakultas untuk mengutus delegasi calon pres BEM dan Maperwa, kendala ada di mereka. Kita sudah buka pendaftaran tapi kita nda tau apa kendala mereka lama mengutus delegasi," bebernya sewaktu wawancara via telepon WhatsApp. Menurut mahasiswa angkatan 2014 itu sebenarnya mereka sudah lama menunggu berkasnya. Bahkan sudah 5 bulan menanti partisipasi masing-masing fakultas. Tapi tidak ada fakultas yang kunjung memberikan berkas pendaftaran sehingga beberapa kali ditangguhkan. "Sudah tiga kali kami membuka pendaftaran, diawalnya tanggal 9 hingga 15 November tapi saat itu tidak ada yang mendaftar akhirnya ditangguhkan lagi, dan kami membuka lagi dari 11 hingga 18 Januari ternyata baru dua fakultas, FMIPA sama bahasa akhirnya di-

perpanjang sampai 29 Januari, kemudian ditangguhkan karena dua ji fakultas yang kumpul," jelasnya. Terakhir pendaftaran dibuka untuk gelombang ketiga pada 2 hingga 8 Maret 2021. Saat ini sudah ada tiga fakultas yang mengajukan anggotanya untuk maju yaitu fakultas MIPA, FBS dan FIS. Karena masih minimnya pendaftar, mereka berencana mengumpulkan semua Maperwa fakultas untuk rapat mengenai kendala tiap fakultas. "Kami berencana mengumpulkan semua Maperwa fakultas untuk rapat kendala dan kami juga berencana untuk kemungkinan terburuknya minimal 5 fakultas baru menjalankan Mubes," ujarnya. Sejalan dengan itu menurut Sekretaris Jenderal Maperwa, Ayu Ananda, mengatakan tidak ada hal lain yang menjadi faktor keterlambatan Mubes terkecuali pengumpulan berkas. "Saya rasa semuanya aman dan baik-baik saja, dan tidak ada masalah di internal kami. Selain itu, kami akan mengupayakan Mubes dilaksanakan secara tatap muka karena kurang efektif daring, kendala jaringan," katanya. Lain halnya menurut Presiden BEM FE, Awaluddin. Menurut Awal diundurnya Mubes LK UNM selain ada terkendala di pengurusan berkas, tapi juga masalah internal yang dialami para pengurus LK di UNM. Masalah yang terjadi sejak pendaftaran gelombang pertama Mubes dibuka, dan belum selesai hingga sekarang. "Saya rasa ini sudah sangat fatal karena sudah lama diundur terus. Kalau mau menunda terus karena pengajuan peserta bisa-bisa sampai tahun depan tidak terlaksana. Mungkin ada alasan lain dibalik tertundanya Mubes, misalnya seperti LPJ atau masalah lainnya yang bisa terjadi, kita tidak tahu pastinya," ungkapnya. (tis) Urai data, ungkap fakta, saji berita


16

PERSONA

LPM Profesi UNM - Edisi 246 Maret Tahun MMXXI 2021

Pengalaman Jadi Guru Terbaik Pendidikan memang penting tapi pengalaman menjadi sebuah bekal yang sangat berarti. Terbukti Doktor Antropologi UI ini berhasil meraih berbagai prestasi berbekal dari pengalamannya. Hingga kini berstatus Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan (WR II) UNM Karta Jayadi mampu mengayuhkan dengan baik kampus berikon Pinisi ini. Wajar saja Ia mampu bertahan dua periode sebagai wakil rektor. Guru Besar Fakultas Seni dan Desain (FSD) ini sebenarnya merupakan salah satu dosen senior di UNM. Ia memulai karir pada tahun 1989, sebagai dosen Pendidikan Seni Rupa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) yang kemudian hari menjadi FSD setelah memisahkan diri dari Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS). Ia sebelumnnya merupakan salah satu mahasiswa di fakultas tersebut, ia mulai berkuliah di tahun 1983-1987 dan setelah lulus, dua tahun kemudian menjadi dosen. Massa kecilnya ia habiskan di Makassar, walaupun ia kelahiran Maros namun orang tuanya pindah saat ia belum genap dua tahun ke Makassar tepatnya di Jl. Tinumbu. Tempatnya kecil merupakan daerah rawan gesekan antar warga sehingga ia mengaku sudah terbiasa dari kecil melihat ataupun terlibat dalam tawuran. "Saya tinggal di daerah yang padat penduduk dengan tingkat ge-

sekan antar warga yang sangat sensitif. Tawuran antar kampung sering terjadi terutama daerah yang berbatasan dengan kanal," akunya. Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini adalah anak bungsu dari dua bersaudara, kakak perempuannya juga seorang guru disalah satu sekolah swasta di kota Makassar. Ia sendiri mengeyam semua pendidikan dari Sekolah Dasar (SD) hingga Kuliah di Makassar. Watak yang keras dan tegas yang ia miliki nampaknya didapatkan dari pengalaman hidup di daerah rawan tawuran. Ia sendiri mengaku bahwa hobinya bermain layang-layang yang membuat dirinya sering terlibat perkelahian. Layang-layang yang putus akibat diadu sering jadi rebutan sehingga memicu konflik. Mungkin itu merupakan hal sepele tapi menurutnya memang halhal sepele yang sering menjadi akibat dari tawuran ataupun perkelahian didaerahnya.

"Pengalaman hidup yang sangat berkesan itu ketika saya bolos sekolah hanya untuk bermain layangan terutaman untuk saling adu layangan (appatappu). Selain itu saya juga sering ikut membantu membersihkan ikan di Pelelangan Paotere bersama teman-teman," ucapnya. Selepas kuliah dan menjadi dosen di kampus yang sama, pada tahun 1996 ia melanjutkan pendidikan magisternya di ITB pada jurusan Seni Murni. Ia juga sempat mengambil Pra S3 dalam bidang Fine Arts di La Trobe Universty Bendigo Australia pada tahun 1997. Setelahnya kembali lagi di Makassar lalu di tahun 2007 ia memutuskan untuk mengambil gelar Doktor Antropologi Kajian Seni di Universitas Indonesia (UI). Karirnya sebagai salah satu pimpinan di UNM sendiri dimulai dengan menjadi Ketua Jurusan Pendidikan Seni Rupa tahun 20022005, lalu menjadi Dekan FSD dua periode di tahun 2008-2016, hingga akhirnya menjadi Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan (WR II) UNM 2016-seka r a n g . (uma)

BIODATA

Nama: Prof. Dr. Karta Jayadi, M.Sn Tempat dan Tanggal Lahir: Makassar, 8 Juli 1965 Jabatan: Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UNM Pendidikan: * S3 Antropologi Seni Universitas Indonesia * S2 Seni Murni Institut Teknologi Bandung * S1 Pendidikan Seni Rupa IKIP Ujung Pandang Riwayat Jabatan: * Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UNM * Dekan Fakultas Seni dan Desain (FSD) UNM * Ketua Jurusan Pendidikan Seni Rupa FSD UNM

FOTO: IST

Kembangkan Talenta Lahirkan Prestasi

FO TO :

MU

HA

MM

AD

RES

KI

BERAWAL dari kecintaannya pada jurusan yang saat ini digeluti sebagai mahasiswa program studi Pendidikan Teknik Otomotif mahasiswa angkatan 2017 Andi M. Raynendra Arif berhasil mengukir prestasi di ajang pecinta motor Honda Sport Dyno Competition 2021. Reynendra berhasil menyabet Juara 1 pada kelas 3 Sport 150cc.

Urai data, ungkap fakta, saji berita

Berbekal ilmu otomotif yang dipelajarinya secara khusus ilmu modifikasi mesin menjadi tongkat awal langkah sukses mahasiswa kelahiran Soppeng ini untuk turut menunjukkan bakatnya di kompetisi pecinta motor. Ketertarikannya pada hal-hal yang menantang juga membuatnya semakin terpacu untuk mengikuti lomba. "Alasan kedua yaitu, lomba

yang di adakan honda ini memiliki regulasi atau aturan sehingga tidak semua part aftermarket boleh digunakan, dengan begitu setiap peserta benar-benar mengandalkan sparepart standar bawaan motor, saya pun sebagai mekanik benar-benar mempertimbangkan hal apa saja yang perlu saya lakukan pada beberapa komponen yang ada pada ruang bakar, seperti mengurangi massa piston, mengurangi massa katup dan menata ulang pada area crankshaft," jelas mahasiswa Fakultas Teknik angkatan 2017 ini. Butuh waktu 5 hari untuk Reinandra mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba ini, dengan mengikuti kelas 3 atau kelas khusus untuk sepeda motor honda jenis sonic dan Gtr dengan jenis sonic dengan kode mesin K56. Tidak tanggung-

tanggung demi mempersiapkan dirinya mengikuti lomba ini, mahasiswa angkatan 2017 ini rela mengorbankan waktu istirahatnya, dengan tak kenal lelah. Ia mengaku tak banyak kendala yang dia temui dalam mempersiapkan lomba ini hanya saja waktu yang terlalu singkat membuatnya harus berjuang lebih keras. "Alhamdulillah selama persiapan kita tidak menemukan kendala, hanya saja waktu persiapan benar-benar sedikit, jadi hampir setiap hari kita kerjakan kurang lebih sampai jam 03:00 pagi," tuturnya. Usaha dan doa itulah semangat Raynendra dalam memperjuangkan mimpinya, berjuang dengan maksimal dibarengi dengan doa dan restu orang tua menjadi kunci untuk Raynendra melangkah berjuang. "Hal yang menjadi pelajaran menurut saya ketika kita ingin mencapai sesuatu itu kita harus berusaha, berusaha semaksimal mungkin adapun untuk hasil tetap kita serahkan kepada yang maha kuasa, sebab walaupun kita sudah berusaha maksimal kalau belum rejeki pasti belum dikasi. Jangan lupa sebelum ingin melakukan sesuatu hendaknya meminta ridho dari orang tua dan selalu berdoa agar dipermudah dalam proses persiapan sampai akhir dari perlom-

baan," pesan putra dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (WR3) UNM ini. Tak hanya tertarik dengan dunia mesin, ternyata mahasiswa FT kelahiran Soppeng ini juga memiliki talenta di bidang musik, berbagai prestasi pernah Ia raih di bidang musik. (tar)

BIODATA Nama : Andi M. Raynendra Arif Tempat dan Tanggal Lahir : Soppeng, 24 November 1998 Jurusan : Pendidikan Teknik Otomotif, FT, UNM Pendidikan : * SDN Inpres Laikang Makassar * SMPN 36 Makassar * SMAN 7 Makassar * Pedidikan Teknik Otomotif, FT UNM Prestasi : * Juara 1 Nyanyi Solo Porseni SMAN 7 Makassar 2019 * Juara II Akustik Porseni SMAN 7 Makassar 2016 * Juara 1 Honda Sport Dyno Competition 2021

www.profesi-unm.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tabloid Profesi Edisi 246 "Borang Kosong Akreditasi Prodi Anyar" by Redaksi LPM Profesi UNM - Issuu