1 Profesi Edisi 236 Oktober Tahun XLII 2019
www.profesi-unm.com
Tabloid Mahasiswa UNM
Pengemban Tri Dharma Perguruan Tinggi
!
Hubaya-hubaya LK-Birokrat Mesra di Jogja
INDEKS Pelesiran ke Kota Gudeg.....6 Bongkar Kebiasaan Lama Perpustakaan.....10 Kurang Kelas Bikin Antre Kuliah.....15 www.profesi-unm.com
Tabloid Mahasiswa UNM Profesi Edisi 236 Oktober XLIII 2019 UraiTahun data, ungkap fakta, saji berita
2 PERSEPSI www.profesi-unm.com
Profesi Edisi 236 Oktober Tahun XLII 2019
Editorial
S
Jangan Salah Arah!
atu bulan lalu, Badan Ekskutif Mahasiswa dan Majelis Permusyarawatan Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (BEM-Maperwa UNM) resmi dilantik. Disaksikan ratusan mahasiswa, mereka telah mengucap sumpah keilahian dengan tuhan. Sebuah proses yang sakral, sekaligus memberikan beban moral di pundak seluruh pengurus. Berikutnya, hari-hari mereka dipastikan sibuk. Akan ada aspirasi yang harus mereka sampaikan, akan ada ketimpangan yang harus mereka suarakan mati-matian, dan akan ada banyak ancaman yang mereka dapatkan dari berbagai pihak. Menjadi pucuk pimpinan di lembaga kemahasiswaan setingkat universitas tentunya tidaklah mudah. Ada banyak kriteria yang harus mereka penuhi dan idealisme adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Sebagai representasi mahasiswa, para pengurus tentunya diharapkan mempunyai modal ini terlebih dahulu. Seperti kata Tan Malaka, bahwa idealis melah satu-satunya kemewahan dari mahasiswa. Bagai pengelana di gurun pasir tandus yang rindu akan kesejukan air
untuk menghapuskan dahaga. Begitu pula yang kini diharapkan oleh civitas akademik UNM. Karena di saat seperti inilah, jiwa idealis sangat dibutuhkan, sebab idealisme tidak hanya membangun tembok, tapi juga menguatkan, ia tidak hanya membuat seseorang teguh, namun ia juga harus mampu berbuat sesuatu. Berbeda dengan beberapa pendahulunya, BEMMaperwa kali ini mendapatkan perhatian lebih dari birokrat kampus. Setelan jas lengkap, langsung dihadiahi untuk mengawali periode kepengurusan. Hal ini sebenarnya sah-sah saja. Namun, tentunya tidak bisa menjadi alasan untuk tidak menjadi oposisi di tengah tingkah laku birokrat yang semakin bebal. Kedekatan BEMMaperwa dengan pimpinan tidak berhenti sampai disitu saja, baru-baru ini mereka diboyong ke Yog yakarta untuk mencicipi dan memerhatikan metode kepengurusan lembaga kemahasiswaan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Gajah Mada (UGM). Dengan harapan, setelah kepulangannya nanti, mereka bisa menerapkan hasil studinya untuk kemajuan lembaga univer-
sitas kedepannya. Namun, pertanyaan selanjutnya adalah apakah kegiatan tersebut sudah efisien dan tepat sasaran dalam menjawab segala permasalahan yang ada di UNM. Pastinya, setiap permasalahan akan berbeda cara penyelesaiannya. Romantisme kedua pihak tentunya menimbulkan prasangka buruk di kalangan mahasiswa. BEM yang dari dulu dikenal karena getolnya melawan kebijakan kampus tiba-tiba melunak dan manggut dengan ajakan birokrat. Untuk saat ini, BEM-Maperwa harus bisa cermat dalam memosisikan diri. Karena jika tidak, bisa saja muncul mosi tidak percaya kepada BEMMaperwa sebagai representasi seluruh mahasiswa UNM Gebrakan dari pengurus baru BEM-Maperwa tentunya sangat diharapkan dan dinanti oleh segenap elemen mahasiswa. Waktu sebulan telah berlalu, namun belum terlihat ada pengawalan terhadap isu-isu krusial di internal UNM. Jangan sampai ujung tombak pergerakan yang dikenal tajam menjadi tumpul. Sungguh dibutuhkan perjuangan keras untuk mewujudkan hal tersebut. (*)
Nama-nama yang tertera di bawah ini tidak lagi terdaftar sebagai pengelola LPM Profesi UNM
Ryan Subiakto
Asra Qalby
Wahyu Riansyah
Arwinda Al Muntaz
Mutiara 1 Profesi Edisi 236 Oktober Tahun XLII 2019
Pelindung: Prof. Dr. H. Husain Syam, M.TP, Dewan Pembina: Hazairin Sitepu, Akbar Faizal, Syahrir Muhammad, Asia Ramli Prapanca, Ammas DR, Anshari, Muhiddin, Mukhramal Azis, Uslimin, Fachruddin Palapa, Abdul Wahid Nara, Husain Rasyid, Syamsuddin Yoko, Rusli Siri, Makmur Abdullah, Faisal Palapa, Rustan Bedmant, Abdul Rahman, Abdul Salam Malik, Supriadi, Mirwan. Pemimpin Umum: Wahyudin, Sekretaris Umum: Muh. Nur Taufik, Bendahara Umum: St. Reski Amalia, Pemimpin Redaksi: Muh. Sauki Maulana, Manajer Daring: Rara Astuti, Manager Broadcasting: Andi Tenri Abeng, Pimpinan Penelitian dan Pengembangan: Rara Astuti.
Pengemban Tri Dharma Perguruan Tinggi
!
Hubaya-hubaya LK-Birokrat Mesra di Jogja
Tabloid Mahasiswa PROFESI diterbitkan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar STT : 1635/ SK/Ditjen PPG/1990. Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Wahyudin, Pemimpin Redaksi: Muh. Sauki Maulana, Redaktur: Rara Astuti, Reporter: Andi Dela Irmawati, Nur Fazila, Aulia Ayu Aprilia Zabir, Fikri Rahmat Utama, Ratu Fathona Amalia, Andi Tenri Abeng, Nurul Istiqamah Fotografer: Muhammad Ilham Akbar. B, Layouter/Desainer Grafis: Supriadi, Pemimpin Perusahaan: Dewan Ghiyats Yan Galistan, Manajer Sirkulasi dan Iklan: Supriadi Redaksi LPM Profesi UNM : Jl. Mallengkeri Luar No. 25 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Makassar Telp. (0411) 8914674, E-mail: profesi.online@gmail.com, Website: www.profesi-unm.com
www.profesi-unm.com
Tabloid Mahasiswa UNM
INDEKS Pelesiran ke Kota Gudeg.....6 Bongkar Kebiasaan Lama Perpustakaan.....10 Kurang Kelas Bikin Antre Kuliah.....15
Tata Letak: Muh. Ilham Akbar. B
www.profesi-unm.com
Tabloid Mahasiswa UNM Profesi Edisi 236 Oktober XLIII 2019 UraiTahun data, ungkap fakta, saji berita
Dalam proses peliputan, wartawan PROFESI dibekali tanda pengenal atau surat tugas dan dilarang meminta atau menerima pemberian dalam bentuk apapun.
Urai data, ungkap fakta, saji berita
www.profesi-unm.com
MOZAIK 3 Profesi Edisi 236 Oktober Tahun XLII 2019
www.profesi-unm.com
Mahasiswa Elektronika Juara Tiga terbaik untuk team saya," ungkapnya. Ia melanjutkan, penilaian dalam lomba ini terbagi menjadi dua sistem. Untuk robot yang masuk perdelapan besar akan dikenakan sistem skor. Di babak perdelapan besar ini, robot akan diuji untuk memindahkan pipa ke tempat yang sudah ditentukan panitia. Setelah melewati perdelapan besar, robot akan disaring seba nyak empat robot untuk masuk ke babak final. Sementara untuk penilaian di babak final, robot akan dikenakan sistem gugur.
Robot akan diadu kecepatannya dalam menyelesaikan tugas, yang tercepatlah yang menjadi pemenang. Namun, bila tidak ada robot yang mampu sampai hingga finish pada jangka waktu yang ditentukan, maka pemenang akan dilihat dari pemilik skor tertinggi. "Sistem penilaiannya pake skor sampai 8 besar, terus 4 besar sampai final penilaiannya itu sistem gugur," lanjutnya. Nurhayyun berharap, untuk semua timnya bisa menjaga kekompakan, dan tidak merasa puas dengan hasil saat ini. (afa)
Muhammad Ilham Akbar. B - PROFESI
Tiga mahasiswa Pendidikan Teknik Elektronika (PTA) Fakultas Teknik (FT) Unversitas Negeri Makassar (UNM) yang tergabung dalam Tim Robotron meraih juara tiga dalam Celebes Robot Contest yang diadakan oleh Universitas Hasanuddin (Unhas). Kegiatan ini berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Unhas. Ketua Tim Robotron, Nurhayyun Dahri mengatakan, pada kompetisi kali ini mereka mengirim tiga tim, namun hanya satu tim yang lolos sampai tahap tiga besar dan bisa meraih juara tiga. Dalam kompetisi ini ada dua jenis robot yang diperlombakan, yakni Transporter dan Switcher. Dan khusus untuk perlombaan ini, mereka melakukan persiapan selama satu bulan. "Untuk transporter itu menggunakan kontroler atau biasa disebut robot manual, sementara untuk switcher dia robot otomatis menggunakan sonsor cahaya. Sementara persiapannya memakan waktu satu bulan," katanya. Khairul Amal, ketua tim robot yang berhasil meraih juara dalam ajang ini mengungkapkan rasa bahagianya. Menurutnya, ia dengan dua temannya telah berusaha dengan baik dan melakukan semuanya dengan maksimal dalam ajang ini. "Sungguh sangat senang karena mampu bersaing dengan Universitas lain, walaupun belum mampu jadi no. 1 tapi untuk sekarang mungkin itulah yang
snapshot
Pembangunan Masjid. Terlihat seorang mahasiswa melintasi area pembangunan masjid kampus FIP UNM Tidung.
Dua Srikandi FIK Perkuat PSM Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) memang tak pernah kehabisan putra dan putri terbaik. Untuk tahun ini, dua mahasiswi berhasil lolos seleksi untuk memperkuat tim kebanggan Makassar. Fitriani Nur dan Stelvani Marampa dinyatakan lolos menjadi pemain Persatuan Sepakbola Makassar (PSM) Putri setelah mengikuti seleksi terbuka, SeninRabu. Fitriani Nur mengucapkan rasa syukur dan bangganya saat diwawancarai. Menurutnya, ia bisa bergabung setelah melewati seleksi panjang selama tiga hari. Selain ia dan Stelvani, seleksi ini juga diikuti banyak atlit terbaik dari beberapa daerah. Kurang
lebih ada 180 atlit yang mengikuti seleksi selama tiga hari di lapangan Telkom, Kota Makassar. “Penyaringan hari pertama, kedua, dan di hari ketiga merupakan seleksi terakhir sekaligus pernyaataan pengumuman. Dan ia dinyatakan lolos oleh pihak Panitia Pelaksana (Panpel) seleksi PSM Putri,” katanya, Senin (24/10) Ia menambahkan, banyaknya pesaing yang ikut pada seleksi ini tidak membuat rasa optimis dan semangatnya surut. Justru hal itu ia buktikan ketika namanya ikut diumumkan dalam deretan 25 orang yang dinya takan lolos masuk tim berjuluk
juku eja tersebut. Fitriani dan Stelvani nantinya akan berlaga di liga satu Indonesia pada tahun ini. "Rasa optimis tetap ada pada saat itu karna dari banyaknya peserta yang ikut seleksi, dan juga tidak saya sangka dari 25 orang yang diterima salah satunya ada namaku," tambahnya. Mahasiswa Asal Sinjai ini membeberkan, liga satu Indonesia merupakan impian yang ingin ia capai pada tahun ini. Kesempatan yang ia dapatkan ini tentunya tidak akan disia-siakan, setelah lolos, mahasiswa eksponen 2016 ini akan berlatih lebih giat untuk bisa menampilkan permainan yang maksimal ketika
pertandingan nanti. "Cita-citaku sangat sederhana yaitu bisa masuk di liga satu Indonesia dan dibukakan pintu yaitu seleksi terbuka PSM Putri dan Alhamdulillah bisa lolos dan semua itu jadi kenyataan," bebernya. Itto sapaan akrabnya juga menjelaskan hasil dari kerja kerasnya ini berawal dari dukungan penuh orang tuanya. Dukungan orangtua menjadi semangat tersendiri untuk dirinya. "Motivasi saya ikut seleksi dan berkeyakinan untuk lolos yaitu orang tuaku dek, mauka bahagiakanki mereka dan mudah-mudahan inimi jalannya mereka saya banggakan," jelasnya. (rik)
Aktivis Dikejar, Demokrasi Tertinggal
FOTO: Muh. SAUKI maulana
*Muh. Sauki Maulana
Aksi - Tampak Salah Satu Mahasiswa Memegang Poster Bertulis, Selasa (24/9).
Hari itu semua lari menyelamatkan diri. Tak perduli lagi medan apa yang kakinya injak. Mereka menyebar ke segala arah. Ada yang menyelinap masuk ke rumah warga, memanjat pagar, dan sebagian besar berlarian di jalanan, Selasa (24/9). Awalnya aksi berjalan damai dan biasa saja. Di depan gedung DPRD Makassar, berbelok sedikit dari flyover, ribuan mahasiswa tumpah ruah memadati jalan. Sembari mengepal dan mengangkat tangan, mereka saling bergantian memuntahkan suara pewww.profesi-unm.com
nolakan. Sebagian lagi ada yang membentangkan spanduk bertulis. Inti tulisannya, mereka tidak terima dengan beberapa rancangan dan revisi Undang-Undang (UU) yang digodok DPR-RI. “Hari ini kami Lembaga Kemahasiswaan (LK) Universitas
Negeri Makassar (UNM) dengan tegas mengutuk beberapa rancangan UU. Persisnya, UU KPK dan pertanahan,” teriak Muhammad Aqsha, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM. Mentari mulai meninggi, sengatannya pun mulai terasa di setiap inci tubuh. Namun apa daya gayung tak bersambut. Niat baik mahasiswa untuk berdialog dengan anggota dewan tak mendapat respon positif. Tak satupun dari mereka muncul menemui mahasiswa. Berbagai tindakan dilakukan agar perwakilan rakyat itu mau menemui mahasiswa. Seluruh jalan ditutup, asap hitam juga mengepul ke langit, pertanda ada ban bekas yang dibakar massa aksi. Sebuah perubahan menjadi tujuan kali itu. Masih dipimpin Aqsha, massa aksi UNM tetap tak bergeming. Dibalut almamater orange kebanggan, sambil sesekali merapikan rambut gondrongnya, mahasiswa asal Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) itu masih tetap berusaha memantik gelora perjuangan. Meski dengan napas tersengal, ia kembali menyerukan suara perlawanan. Menu-
rutnya, hasil dari beberapa rancangan UU terkesan dipaksakan dan ditutup-tutupi dalam proses peramuannya. “Pemerintah dan DPR hari ini terkesan memaksakan dan menutupi semua proses pembuatan rancangan UU,” serunya dalam orasi. Sedikit terbawa emosi, mahasiswa memaksa merangsek masuk ke gedung berwarna coklat itu. Adu kuat mahasiswa dengan aparat kepolisian akhirnya tak terelakkan, mereka saling dorong, dan saling sikut. Puncaknya, ketika tiba-tiba batu melayang ke arah kepolisian. Pikiran dingin yang awalnya melekat di setiap pihak sontak bersamaan hilang. Sore itu aksi yang mulanya damai seketika menjadi mencekam. Hanya dalam beberapa detik, aparat langsung memperlihatkan agresifitasnya. Mereka memukuli massa aksi dengan pentungan dan memberondong mereka dengan peluru gas air mata yang sedari awal mereka siapkan. Amarah aparat menyasar massa. Mahasiswa yang tertangkap jadi bulanbulanan. Seorang demonstran berambut ikal dan mengenakan baju
hitam bonyok dipukuli. Bogem mentah dan tendangan, mendarat di sekujur tubuhnya. Punggungnya penuh luka lebam memanjang seperti bekas benda tumpul. Tulang hidungnya patah dan mengalami pendarahan di kepala. Sore itu juga ia langsung dilarikan ke RS Ibnu Sina untuk mendapatkan perawatan. Ia harus dioperasi akibat cedera serius di kepalanya. Demonstran yang menjadi korban itu adalah Achmad Chai dir, mahasiswa Pendidikan Teknik Sipil 2017. Hari itu, ia menjadi salah satu korban tindakan represif oknum aparat. Sial tak sematamata menghampiri Achmad saja. Masih banyak mahasiswa yang mendapat perlakuan serupa. Dikejar, dicekik, ditendang, dan dipukuli saat diamankan. Tindakan keras polisi dalam menangani unjuk rasa di sejumlah daerah menuai banyak kritik. Aparat yang seharusnya bisa mengamankan proses demonstrasi malah berbuat represif. Para demonstran dipukuli dan gerak wartawan dibatasi. Wajah polisi menjauh dari apa yang dicitacitakan reformasi. (*) Urai data, ungkap fakta, saji berita
4 SPESIAL PIMNAS www.profesi-unm.com
Profesi Edisi 236 Oktober Tahun XLII 2019
Bonus Besar Menanti
Hal ini diterangkan Ade Yustina, salah satu mahasiswi yang penelitiannya berhasil meraih medali perak di Pimnas 32 kemarin. Dede mengatakan, pihak birokrasi akan memberikan bonus kepada setiap tim yang berhasil membawa nama harum UNM. “Iya, janjinya pak rektor untuk peraih medali akan di gratiskan UKT nya,” katanya, Minggu (20/10). Mahasiswi asal Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) ini juga menjelaskan pemberian bonus pembebasan UKT kepada delapan tim sebenarnya berbeda, pihak birokrasi akan menilai berapa semester mahasiswa akan dibebaskan pembayarannya sesuai dengan medali yang berhasil ia raih. “Medali emas dibebaskan UKT sampai selesai, medali perak dibebaskan UKT selama empat semester, dan medali perunggu akan dibebaskan dua semester,”
Urai data, ungkap fakta, saji berita
jelasnya. Sultan, sekretaris tim Pimnas UNM, mengindahkan hal tersebut. Ia mengatakan, Rektor dari awal memang sudah berjanji terkait bonus pembebasan UKT. Namun untuk sekarang, bonus tersebut masih dalam proses pengurusan. “Prosesnya memang memakan waktu yang cukup, karena harus ada penetapan SK nya dulu, nda bisa pulang dari bali langsung dapat. Tapi tidak usah khawatir terkait itu, intinya pak rector sudah janji dan sekarang masih proses,” katanya. Sekretaris Jurusan Bahasa ini juga mengungkapkan prestasi yang UNM raih sebenarnya tidak lepas dari dukungan penuh rektor. Menurutnya, rektor menaruh perhatian lebih dan ikut terjun langsung mengawasi tim yang berlaga di Pimnas tahun ini, sehingga hasilnya bisa maksimal seperti sekarang.
DOK.PRIBADI
Delapan dari 21 tim yang diboyong Universitas Negeri Makassar (UNM) di Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas) berhasil mengharumkan nama baik kampus eks IKIP Ujungpandang di ajang satu tahunan tersebut. Sebagai bentuk apresiasi bagi tim pemenang, Rektor UNM, Husain Syam berjanji akan menggratiskan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi setiap tim yang telah bersusah payah untuk meraih medali.
Pegang Piala - Menristekdikti Mohammad Nasir memegang piala Pimnas bersama dengan salah satu juri.
“Dimulai dari persiapannya, kita melakukan dua kali workshop, kemudian kita melakukan karantina di Claro. Itu semua dukungan penuh dari pak rektor. Beliau juga langsung memimpin dan mengarahkan presentasi. Beliau juga hadir di bali, sampai penutupan. Wakil rektor juga hadir, dekan, pokoknya banyak dukungan,” ungkapnya. Tak hanya Sultan, Dekan FBS Syukur Saud juga mengungkapkan hal serupa, ia men-
ganggap ada peran rektor dalam keberhasilan UNM memborong delapan medali, sekaligus menempatkannya sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia timur dalam ajang tersebut. “Saya sangat salut dengan beliau, beliau sangat all out dalam persiapan Pimnas kali ini,” ungkapnya. Bagai mendapat durian runtuh, khusus Fakultas Teknik (FT), setelah mendapatkan bonus pembebasan UKT, mereka
akan diboyong ke beberapa kota yang ada di Indonesia. Hal itu diungkapkan Zulhijaya, salah satu anggota yang penelitiannyannya berasil meraih medali perak. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) ini mengatakan, pihak fakultas akan memberikan hadiah lebih bagi tim yang menyumbangkan medali. “Iya ada janji jalan-jalan dari Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan.(WD III),” katanya. (tim)
www.profesi-unm.com
SPESIAL PIMNAS 5 Profesi Edisi 236 Oktober Tahun XLII 2019
www.profesi-unm.com
Prestasi Tim UNM di Pimnas Wartawan Profesi telah mewawancarai dua tim yang berhasil mengharumkan nama UNM di ajang Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas) 32 Bali. Mereka berhasil membawa dua medali perak dalam ajang tahunan tersebut. Ada yang memperkenalkan I LaGaligo dalam bentuk Webtoon, ada juga yang membuat alat terapan sebagai solusi dari lantai masjid yang selalu basah.
Perkenalkan I LaGaligo Lewat Webtoon “Jangan sekali-kali melupakan sejarah”. Salah satu ungkapan presiden pertama kita Soekarno. Melupakan sejarah, berarti melupakan peradaban. Di tengah inflasi budaya pop seperti sekarang ini, bangsa kita dengan mudah melupakan sejarahnya. Mempelajari sejarah dianggap kuno dan tidak keren. Masalah ini justru membuat mahasiswa UNM membuat sebuah inovasi. Di ketuai oleh Dede, mahasiswa asal FBS, di temani dua temannya Dedi Risaldi, dan Nur Fitriani ia kemudian mentransformasikan kisah I LaGaligo dalam bentuk serial webtoon. Sebuah media untuk anak-anak zaman sekarang mempelajari sejarah. dan siapa sangka, webtoon buatannya ini bisa meraih medali perak di Pimnas. Saat ditanyai alasannya mengapa memilih webtoon, Dede mengungkapkan bahwa TIM Koordinator: Nurfazila Anggota : - Sauki Maulana - Aulia Ayu Aprilia - Ratu Fathonah
www.profesi-unm.com
anak zaman sekarang masih banyak yang belum mengetahui apa sebenarnya I LaGaligo. Faktornya beragam, salah satu menurutnya adalah karena mereka terlalu sibuk dengan gawainya masingmasing. “Kenapa webtoon?, karena merespon era digital, dimana anak-anak lebih sering buka hp dari pada baca buku makanya kami memilih webtoon dari pada mebuat komik dalam bentuk bacaan,” ungkapnya. Menurutnya, dengan mentransformasikan kisah I LaGaligo kedalam serial weebtoon, ia bisa memberi penggambaran tokoh, sehingga secara visual mereka bisa mengetahui karakter apa saja yang ada didalam I LaGaligo. Selain sebagai media belajar sejarah, webtoon tersebut digunakan juga untuk pelestarian budaya bugis. “Karena itu laGaligo 600 halaman 12 seri dan panjang sekali dan susah dimengerti anak-anak karena bahasa bugis susah dimengerti jadi saya perkenalkan sebagai pelestarian budaya bugis dilakukan transformasi wujud yang lebih sederhana,” katanya.
Ada sebanyak dua belas serial webtoon yang saling berkelanjutan. Namun karena terkendala waktu, untuk saat ini, mereka hanya mampu menyelesaikan enam seri saja. ”Karena untuk buat seluruhnya butuh waktu yang lama sedangkan waktu yang diberikan
sedikit,” imbuhnya. Dede pun membeberkan, proses pembuatan webtoon I LaGaligo ini memakan waktu kurang lebih lima bulan. Empat bulan ia habiskan untuk melakukan penelitian, dan satu bulan sisanya ia lakukan pendesainan. Respon
masyarakat terkait webtoon yang ia buat pun bagus, sehingga Dede dan temannya berniat untuk melanjutkan serial webtoon I LaGaligo yang sempat berhenti sementara ini ke Pusat Kreatifitas Mahasiswa (PKM) 2020 mendatang. (tim)
Apek Solusi Lantai Masjid yang Kotor Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) menciptakan Alat Pengering Kaki (Apek). Pembuatan alat ini dalam rangka pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diadakan oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Ketiga mahasiswa tersebut yaitu, Nur Fauzan Najib, Zulhijaya dan Muhammad Irfan. Ketua tim, Nur Fauzan mengatakan tujuan pembuatan alat ini untuk mengatasi lantai kotor akibat dari kaki yang basah saat mengambil air wudhu. Kebersihan dan kesucian menjadi hal yang sangat penting sebelum memulai salat fardhu. Alat inin juga dilengkapi dengan Ardino nano sebagai controller atau otak yang terintegrasi dengan
bluetooth, sensor suhu sensor jarak. Pengering kaki ini ciptaan Fauzan dan temannya ini dikontrol dengan smartphone (Android) untuk mengatur suhu dan kecepatan kipasnya. "Karena kondisi Indonesia yang merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim dan jumlah mesjid yang banyak. Namun mesjid di Indonesia masih bersifat konvensional serta minim dari sentuhan kreativitas dan inovasi. Kebanyakan bangunan masjid juga terhubung langsung dengan tempat wudhu," katanya. Mahasiswa angkatan 2017 ini mengungkapkan bahwa alat ini masih dalam tahap percobaan dan masih berbentuk prototipe. Sedangkan komponen utama alat tersebut yaitu sensor jarak infra merah, arduino nano, bluetooth hc-06, relay driver, dan blower.
“Penempatan alat ini nantinya akan tertanam di sekitaran tempat wudhu mesjid,” jelasnya. Cara kerja alat tersebut yaitu, ketika sensor jarak bagian tengah dari alat tersebut mendeteksi objek (manusia) yang berdiri tepat diatasnya. Maka sensor akan mengirimkan sinyal analog ke mikrokontroler (arduino) yang kemudian menyalakan blower (kipas dan heater). “Suhu dan kecepatan kipas alat ini dapat diatur oleh pengguna melalui aplikasi android dengan menggunakan konektifitas bluetooth,” tambahnya. “Semoga alat ini bisa dibuat dalam dimensi yang lebih besar dan tentunya bermanfaat di mesjid sehingga dapat mengurangi pekerjaan marbut mesjid,” harapnya. (tim)
Urai data, ungkap fakta, saji berita
6 REPORTASE KHUSUS www.profesi-unm.com
Profesi Edisi 236 Oktober Tahun XLII 2019
Studi Banding LK UNM
Pelesiran ke Kota Gudeg
Baru saja dilantik 19 September lalu, para pengurus LK UNM menerima tawaran birokrat untuk terbang bersama ke Yogyakarta. Tak kurang dari 40 orang ikut bersama rombongan. Mereka merupakan pimpinan BEM dan Maperwa dari masing-masing fakultas, minus Fakultas Ekonomi (FE) dan Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS). Beberapa petinggi kampus juga tak mau ketinggalan. Di antaranya, yakni Wakil Dekan III masing-masing ditemani Wakil Rektor III. Mereka ikut serta menikmati jalan-jalan berbalut studi banding itu. Padahal, belum ada program kerja yang berjalan dari para pengurus yang dilantik, 19 September silam itu. Pengawalan terhadap isu-isu krusial pun masih belum cukup. Bahkan, isu internal sama sekali belum tersentuh. Pelesiran itu dinilai terlalu politis. Anggaran yang digunakan juga bukan main besarnya. Bagaimana tidak, puluhan mahasiswa itu mendapat tanggungan akomodasi hingga empat hari. Tentu saja, anggaran itu cukup besar dibandingkan dengan kebutuhan-kebutuhan lainnya di UNM. Ketua UKM Pinisi Choir, Taher, juga menilai jalan-jalan di awal periode itu sama sekali tak punya esensi nilai buat organisasi. Menurutnya, hal semacam itu bisa saja menjadi bentuk pendekatan birokrat kampus ke BEM UNM “Kalau misalnya memang mau studi banding juga, kenapa bukan yang di universitas saja, kenapa ambil semua fakultas, toh yang di universitaskan sudah representative dari semua fakultas. Ini kan seakan-akan di maintenance semua lembaga yang berkaitan dengan legislatif dan eksekutif. Mahasiswa yang seharusnya jadi mitra kritis ini kayak dirangkulrangkulki,” tuturnya. Sejauh ini, BEM UNM belum memiliki sumbangsih yang signifikan terhadap kampus dan organisasi internal yang dinaunginya. Dengan pelesiran, tambahnya lagi, tak terlihat tujuan yang jelas. “Lebih baik anggaran-anggaran begitu untuk mendukung teman-teman yang misalnya mau pergi lomba, dikasih pelatihan. Kita terlalu fokus satu arah saja. Bukan main itu perjuangannya mahasiswa untuk gapai prestasi,” tegasnya. Tindakan BEM UNM ini juga bisa menjadi boomerang bagi kepengurusannya nanti. Kedekatannya dengan birokrat kampus, bisa saja mengundang prasangka Urai data, ungkap fakta, saji berita
FOTO: Muh. SAUKI maulana
Para punggawa BEMMaperwa UNM baru saja menikmati indahnya Kota Yogyakarta, 23-25 Oktober lalu. Sebuah hadiah yang fantastis dari birokrat kampus. Hal itu disinyalir sebagai langkah birokrat untuk melumpuhkan gerakan mahasiswa.
Aksi - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) saat melalukan unjuk rasa nenuntut beberapa revisi UU kontroversial di depan Gedung DPRD Provinsi
buruk di kalangan mahasiswa. “Ketika BEM tidak hati-hati yah bahaya. Ada beberapa orang di eksekutif mungkin yang mengerti situasi ini, tapi yang lain kira kira bagaimana. universitas kalau salah loncatki nanti ada mosi tidak percaya terhadap legislatif dan eksekutifnya UNM,” sambung mahasiswa Jurusan manajemen tersebut. Mantan presiden BEM UNM, Rezky Hardianto, menjelaskan, sehararusnya pengurus BEM sekarang sudah mempertimbangkan apa esensi dari kegiatan tersebut sebelum mereka pergi. Apalagi, mereka berangkat dengan birokrat kampus. “Yah tidak masalah, tapi ini studi banding ini tidak jelas juga, jangan sampai hanya sampai jalanjalan saja. Tapi kalau saya pribadi mengatakan silahkan pertimbangan baik-baik dulu,” jelasnya. Demisioner Ketua Maperwa FE UNM, Muhammad Akbar menganggap hal tersebut sebagai buah kemesraan dengan pimpinan kampus. Padahal, belum ada satu pun program dari BEM yang kelihatan hasilnya. Belum ada isu-isu internal yang menjadi fokus pengawalan. Justru isu-isu eksternal yang banyak mencuat. “Yang menjadi persoalan, apakah dengan keadaan sekarang dengan jalan-jalan itu tidak ada udang di balik batunya. Apalagi melihat massa aksinya teman-teman yang kemarin di (isu) eksternal itu besar,” ungkap pengurus periode 2016-2017. Ia menilai, pelesiran semacam itu seharusnya bisa disimpan untuk akhir periode. Lantaran jalan-jalan semacam itu bisa mengundang banyak pertanyaan. Apalagi BEM diharapkan menjadi lembaga yang
megusung idealisme tertinggi di kampus Orange. Untuk itu, ia kurang sepakat dengan memperhitungkan kondisi yang ada saat ini. “Karena (BEM) baru berumur jagung sudah ada hal yang seperti itu (jalan-jalan). Saya justru melihat ada sesuatu,” sambung alumnus mahasiswa Pendidikan Ekonomi ini. Sama seperti Akbar, Ketua Lembaga Kajian Ilmiah Mahasiswa Bertaqwa (LKIMB), Achwal Nazar, juga mengingatkan BEM UNM untuk tidak terlalu dekat dengan universitas. Karena bisa saja, ada banyak kenikmatan yang ia dapat nanti. “Ini kan studi banding kalau ada kongkalikong disitu mending tidak usahlah bicara soal perjuangan,” tuturnya. Banyaknya tanggapan negatif yang muncul terkait studi banding, Presiden BEM UNM, Muhammad Aqsha menjelaskan, fungsi BEM sebagai oposisi birokrat kampus nantinya tidak akan terpengaruh. Ia menjelaskan, tujuan dari kegiatan tersebut sebenarnya untuk melakukan perbandingan, mereka akan melihat bagaimana metode pengawalan lembaga kemahasiswaan yang ada disana. “Apa hubungannya?, kami tetap konsisten dan kami konsolidasi saya pun tidak berangkat untuk mengcounter ini wacana,” jelas mahasiswa angkatan 2014 ini. (tim) TIM
Koordinator: Nurfazila Anggota : - Sauki Maulana - Aulia Ayu Aprilia - Ratu Fathonah
KATA MEREKA
Demisioner Presiden BEM UNM Periode 2018/2019 Dwi Rezky Hardianto
Demisioner Presiden BEM UNM Periode 2017/2018 Mudabbir
"Sempat ada agenda lain di sana yang membangun gerakan nasional dan dijadikan sebagai peluang yah tidak masalah. Tapi ini studi banding tidak jelas juga jangan sampai hanya jalan-jalan tapi saya secara pribadi mengatakan silahkan pertimbangkan baik-baik dulu,"
"Sebenarnya dari setiap kebijakan atau gerakan yang dilakukan itu harus jelas ukurannya, itu yang selalu diupayakan maksimal kemarin. Makanya sebisa mungkin tetap itu yang dijaga. Jadi setiap langkahlangkah program itu jelas ukurannya,"
www.profesi-unm.com
REPORTASE KHUSUS 7 Profesi Edisi 236 Oktober Tahun XLII 2019
www.profesi-unm.com
Presiden BEM Pilih Jaga Kandang Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (BEM UNM), Muhammad Aqsha BS memilih tinggal di Makassar saat wakil dan seluruh menteri beserta dua orang stafnya melakukan studi banding ke Pulau Jawa. Hal tersebut ia lakukan untuk mengonter pandangan negatif sivitas terkait kegiatan yang dilakukan birokrat bersama LK se-UNM itu. Saat studi banding ini diagendakan, Aqsha menduga akan muncul pandangan negatif dari sivitas. Sehingga ia memilih untuk tidak berangkat, meskipun seharusnya sebagai pucuk tertinggi BEM, dirinya harus pergi. "Seandainya saya berangkat, itu (wacana negatif) tambah parah. Makanya saya tinggal walaupun saya harus berangkat, tapi saya bilang saya tinggal saja karena pasti banyak wacana miring yang hadir," katanya. "Mudah-mudahan dengan saya tidak ikut, bisa mengonter semua hal yang tidak baik untuk gerakan. Insha Allah teman-teman secepatnya akan melakukan gerakan terkait isu internal," tambahnya. Mahasiswa Prodi Ilmu Keolahragaan ini menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini memang sudah semestinya dilakukan. Kata dia, sudah ada pos anggaran yang diperuntukkan untuk ini. Daripada pos anggaran tersebut tidak digunakan dan dialihkan ke hal lain yang tidak jelas, katanya, lebih baik digunakan untuk pengembangan lembaga. "Kegiatan ini kan sudah ada be-
www.profesi-unm.com
berapa tahun sebelumnya," jelasnya. Mahasiswa angkatan 2014 ini juga mengakui bahwa hingga saat ini belum ada pengawalan internal yang dilakukan. Menurutnya, butuh waktu untuk mematangkan isu yang akan diangkat. Padahal, beberapa hari yang lalu, isu insidentil yang harus segera diselesaikan. Belum lagi, polemik UKT, langkah progresif. Selama ini masih sebatas pengawalan isu nasional yang dilakukan. "Sudah empat kali kami melakukan konsolidasi isu internal. Cuman memang butuh landasan, dan data yang valid, pendidikan massa yang bagus, agar bagus gerakan bagus dan kualitas massa bagus," ucapnya. Hanya saja, sepulang dari pelesiran di Jogyakarta, aktivis UNM justru memilih menyampaikan aspirasi di Fly Over bukan di depan Pinisi. Kala itu, mereka aksi untuk merespon Hari Sumpah Pemuda tertanggal 28 Oktober lalu. Mereka malah bergabung dengan organisasi sipil dengan sejumlah tuntutan, di antaranya terciptanya demokrasi yang adil, menghancurkan rezim oligarki, mencabut UU PT No. 12. Padahal, semestinya isu kepemudaan itu, bisa saja disampaikan di kampus karena bersentuhan dengan mahasiswa. Salah satunya, isu komersialisasi pendidikan di kampus. Selain itu, Aqsha juga turut menanggapi isu yang menyebutkan bahwa pendekatan yang dilakukan birokrat dengan berbagai fasilitas
yang diberikan. Menurutnya itu sudah menjadi hak lembaga kemahasiswaan untuk menunjang kerjakerja lembaga.
Ia mengatakan bahwa pengurus LK yang lain juga semestinya mengajukan apa-apa yang telah menjadi kebutuhan lembaganya.
"Kalau ada yang dipersulit, sampaikan ke kami kendalanya di mana, nanti kami yang bantu mengawal," ujarnya. (tim)
Menanti Hasil Studi Banding Sepulang studi banding, LK UNM tentunya masih mempunyai pekerjan rumah besar. Hasil studi banding diharap mampu menyelesaikan segala permasalahan yang hadir. Demisioner Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa), Nur Saddam menjelaskan, kegiatan studi banding di dua kampus Yogyakarta merupakan ajang membandingkan mekanisme kerja fungsionaris LK di kampus tersebut. “Dari situ mereka bisa menilai bagaimana perbandingan mekanisme kerja LK di kampus-kampus besar dan di kampus sendiri,” jelasnya, Minggu (27/10). Studi banding ini menurutnya juga bisa memberi banyak pelajaran untuk mereka. Karena setiap zaman menurutnya punya permasalahan yang kompleks. “Di situ kita bisa melihat bagaimana fungdionaris LK memberikan problem solving dari ragam masalah internal dan eksternal kampus,” tutur mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan. Saddam juga berharap, ilmu yang telah mereka dapat bisa menjadi referensi bagi segala persoalan kampus. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai lembaga ekse-
kutif juga bisa hadir sebagai pengawal problem civitas UNM mulai dari himpunan hingga fakultas. “Untuk mengetahui persoalan itu, fungsionaris cukup turun ke lapangan untuk mendengar apa masalah yang mereka alami. Kemudian hadir sebagai peretas persoalan atau penyambung komunikasi yang baik,” harapnya. Dua fakultas yang tidak mengikuti studi banding turut berharap banyak kepada Presiden BEM universitas. Risal salah satunya, menurutnya, segala hal positif dan membangun dari hasil studi banding bisa menjadi bahan bakar baru untuk periode yang dilaluinya. “Yah kalau mau nya supaya lebih baik lagi kedepannya, sehingga tata kelelola lembaga bisa lebih bagus lagi kedepannya,” ucap Presiden BEM Fakultas Ekonomi (FE) ini. Saenal Masri, Ketua Maperwa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) juga mengungkapkan hal yang sama. Ia menganggap, BEM kali ini belum berbuat banyak ke civitas UNM. “Semoga lebih gencar mengawal isu internal maupun nasional,” ungkapnya. Dengan segala fasilitas yang telah dibeikan birokrat kampus ke-
pada pengurus BEM dan Maperwa universitas, Demisioner Presiden BEM UNM Mudabbir meminta agar pengurus tahun ini bisa menempatkan dirinya sebagai Lembaga yang menjadi representatif mahasiswa. “Sisa mereka menempatkan dirinya pada jalur perjuangan toh, jangan sampai dengan fasilitas itu membuat gerakan menjadi lemah, jangan sampai begitu,” harapnya. Mudabbir juga mengomentari studi banding tersebut. Menurutnya, permasalahan dari setiap kampus sangat kompleks. “Ya memangkan di kampus lain modern sekarang toh, kalau menurutku UNM belum sampai disitu,” ucapnya. Salah satu demisioner Presiden BEM Dwi Rezky Hardianto juga berpesan kepada seluruh pengurus tahun ini agar lebih bekerja ekstra. Sehingga tidak ada anggapan buruk yang muncul dari civitas UNM. “Bagus cuma sekarang kan kemarin ada wacana bahwasanya BEM ini ditunggangi. Maka buktikan pada kawan-kawan mahasiswa bahawasanya BEM itu tidak ditunggangi sama birokrasi. Caranya ya lakukan gerakan," ujarnya (tim)
Urai data, ungkap fakta, saji berita
8 SUPLEMEN www.profesi-unm.com
Profesi Edisi 236 Oktober Tahun XLII 2019
s a g g n a L s li a n r u Para J Tak Bisa Hidup tanpa Liptint
auliaayuaprilia
Aulia Ayu Aprilia Zabir sering pusing kepala jika bibirnya kering. Oleh karena itu, perempuan yang akrab disapa Keke ini sering membekali dirinya dengan lip tint atau pelembap bibir. Ia ingin agar bibirnya terus terlihat mulus dan merona. Mahasiswi jurusan Matematika ini juga dikabarkan pernah nyaris menjalin asmara dengan pengelola inti di LPM Profesi. Berdasarkan kesaksian temannya, ia sering jalan berdua. Bahkan pernah mendapatkan hadiah buku bertuliskan pesan “Expecto Pa-
tronum”. Padahal, dirinya bukan kutu buku. Melainkan sosialita yang lebih gemar shopping atau berbelanja. Bagi cowok-cowok yang ingin mendekatinya, siapsiap merogoh kocek lebih dalam. "Nda pacaran ji sama dia, kak. Na ajar jeka pergi meliput dan buat berita," kata mahasiswi kelahiran Parepare ini. Semangatnya belajar jurnalistik di LPM Profesi sangat besar. Tekadnya untuk wawancara pantas diacungi jempol. Target wawancarabya sudah sampai ke tataran Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel. Meski beranjak kuliah, Keke masih hobi menggunakan jilbab jaman SD. Karakteristik jilbab yang langsung pakai dan hanya sampai di atas bahu dianggapnya sangat simpel. Kebiasannya ini kerap menjadi bahan tertawaan di redaksi. "Kusuka ji pakai ki, kak," kekeuhnya menunjukkan sikap setia. (*)
Sering Tangisi Oppa Ganteng
istiqamah_22
Perempuan biasanya menangis karena mengalami patah hati. Namun, berbeda untuk Nurul Istiqomah. Ia lebih rela menagisi oppa-oppa yang sering muncul lewat Drama Korea (Drakor) kesayangannya. Laptop Isti, sapaan akrabnya, penuh dengan folder berisi drakor. Lengkap dari episode pertama hingga terakhir. Full season dari segala genre. Tak jarang, perempuan jurusan Fisika ini suka menceritakan kisah oppa-oppa idamannya kepada teman-teman sesama pengelola, “Seru sekali ini drama, menangis-menangis ka nonton ki,” ucapnya dengan nada menggebu-gebu.
Bekalnya menonton oppa-oppa ganteng itu juga tak main-main. Ia rela menghabiskan penghasilan les privatnya untuk kuota streaming. Kalau sedang taka da kesibukan, ia akan mengurung diri dalam kamar dan menyiapkan tissue mengusap air matanya. “Lumayan kak kudapat dari mengajar, bisa kupakai beli kuota untuk streaming film Korea kalau di kos,” ungkapnya malu-malu. Padahal, penampilan Isti sendiri tergolong cukup muslimah. Ia dikenal sebagai perempuan yang bijaksana di kalangan penghuni redaksi. Di baliknya tersimpan jiwa lelaki alias tomboy. Kata Isti, sikapnya itu diperoleh dari saudara-saudaranya yang kebanyakan laki-laki. Buktinya, ia juga tak pernah nyaman jika tak mengenakan setelan sandal trekking setiap harinya. Meski sudah peot dan dijahit berkali-kali, ia tetap memakainya setiap hari. Temanteman angkatannya yang prihatin sempat menggalang dana demi mengganti sandal buluk itu. (*)
ilhamakbarb_
elfiraefi Urai data, ungkap fakta, saji berita
Terkutuk oleh Motor
Kunto Aji Kw Super Sekilas, ia mirip Kunto Aji. Badannya tinggi dengan rambut yang ikal. Namun, itu hanya ilusi. Suaranya sama sekali tak semerdu penyanyi jebolan Indonesian Idol itu. Berbeda dengan Kunto Aji yang jago nyanyi, Ilham ternyata punya bakat terpendam. Ia mampu menarik perhatian lewat penampilan beatbox-nya. Bakat itu mulai terlihat ketika Ilo, sapaannya, dipaksa mengisi acara di Diklat Jurnalistik Abu-abu (DJAa). Maklum, penontonnya berasal dari kalangan dedek-dedek gemes berseragam putih abu-abu. “Belajar sendiri ja kak, biasa juga lihat Youtube,” beber lelaki kelahiran Makassar ini. Gara-gara penampilan epiknya itu, ia mengklaim punya banyak fans. Ia pun siap menjadi rival Young Lex. Meski terbilang baru, Ilo tak urung memasang target agar bisa menjadi fotografer di LPM Profesi. Kesungguhannya pun dibuktikan dengan aktif memotret. Semua kegiatan UNM dilahapnya. Sayang, hasil jepretannya masih sering blur dan tidak disukai Pemred. Hal itu tentu tak membuatnya patah arang. Ia tetap semangat sembari bergaya dengan perpaduan ala Kunto Aji dan Young Lex. (*)
Jika orang normal mempunyai hobi olahraga, bernyanyi, atau memasak, dara kelahiran Bone yang satu ini sepertinya hobi jatuh dari motor. Nasib sial itu seolah melekat pada Helmi Nurrahmah kutukan. Bukannya jatuh cinta, malah jatuh dari motor. Hampir setiap bulan ia pasti mengalami nasib sial itu. Saking rutinnya, seperti jadwal uang kiriman orang tua, teman angkatannya menjuluki Helmi sebagai joki gagal."Iya, kak. Sudah ka lagi jatuh, tapi tidak ada ji lecet," elaknya setiap kali kutukan itu menimpa dirinya. Ia juga bukan perempuan yang kuat. Air mata tak jarang menghiasi pipi polosnya. Seandainya putri duyung, sudah banyak mutiara dari tetesan air matanya. Senior-senior di LPM Profesi sering mendapatinya menangis demi melampiaskan rasa bersalahnya. Tampaknya, Helmi memang butuh pasangan agar ada yang mengusap air matanya itu. Ada yang berminat? Beruntungnya, mahasiswi jurusan Administrasi Pendidikan ini ternyata sosok perempuan yang cinta orang tua. Ia selalu meluangkan waktunya untuk mengunjungi sang nenek yang tinggal di Sudiang di akhir pekan. "Kak, turun ka dulu bantubantu nenekku kodong karena dia tonji berdua di rumahnya," mohonnya sebelum rapat redaksi. (*)
Sok Sibuk, Penduduk “Negeri” Lain
nurfazilaarwan
Nurfazila bertubuh cukup jangkung dan memiliki suara yang lantang. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial ini mengklaim punya segu-
Punya Bakat Jadi Pembantu Bagi yang butuh tenaga asisten rumah tangga, Elfira bisa memberikan penawaran yang menarik. Dara Sinjai ini bukan tipikal perempuan yang pandai memasak. Urusan dapur, ia lebih suka mencuci piring
helminurrahmahh
atau membersihkan seisi redaksi. Padahal, ia hidup bersama adiknya di rumahnya, Kabupaten Gowa. Kehidupan yang keras tak pernah mengajarkannya untuk bisa memasak. “Cuci piring ma saya kak, tidak tauka me-
dang kesibukan. Tak heran, ia sering mengeluh kesulitan membagi waktunya. Apalagi tak ada tempatnya bersandar untuk berbagi keluh kesah. Aduh, kasihan jomlo! Kesibukannya semakin menjadi-jadi dengan jarak rumah yang sangat jauh. Anggota Divisi Penerbitan ini tinggal di perbatasan negeri antah berantah alias Sudiang. Siapa tak kenal Sudiang. Itu sekaligus jadi alasan jitu buat Sila, sapaannya, untuk absen dalam beberapa agenda redaksi
masak” kata gadis berpipi chubby ini. Mahasiswi Jurusan Administrasi Pendidikan ini juga terjangkit penyakit narsis akut. Pengelola terpaksa mendapuknya agar sering nongol di video-video besutan LPM Profesi. Ia cukup lincah di setiap live report atau siaran langsung. Kalau beruntung, ia tentu bisa curi
Imbas ke-soksibuk-annya itu, salah seorang pengelola geram dan berencana menawarkannnya jabatan sebagai manajer. Barangkali dengan jabatan manajer itu bisa menjadi wadah kesibukannya yang tak pernah habis. Meski begitu, ia sering mengemban tugas sebagai koordinator laporan utama maupun laporan khusus pada terbitan tabloid Profesi. Ia juga jago urusan dapur. Bakat itu membuatnya digelari sebagai baginda. Akronim dari Bagian Dapur. (*)
perhatian dari senior-senior ganteng kampus Orange di lapangan peliputan itu. Meski begitu, intensitas kehadirannya di redaksi masih jauh panggang dari api. Alasannya, jarak Gowa dan redaksi dianggapnya sangat jauh. Butuh waktu berabadabad untuk bisa berkumpul bersama teman-teman seangkatannya di redaksi.
Namun di balik kekurangannya itu, pengelola harian satu ini cukup bisa diandalkan masalah liputan. Ia selalu menyelesaikan tugasnya dengan baik. Bahkan, diantara temannya yang lain, ia cukup tenar di kalangan pejabat kampus. Tentunya itu semua ia dapatkan karena sering bolak-balik liputan. (*) www.profesi-unm.com
SUPLEMEN 9 Profesi Edisi 236 Oktober Tahun XLII 2019
www.profesi-unm.com
Tanpa kehadiran kader yang baik, sulit rasanya suatu organisasi bisa tetap hidup dan menghadapi dinamikanya di masa depan. Proses kaderisasi bukan sekadar penyambung napas organisasi. Melainkan untuk menanamkan nilai ideologis organisasi kepada kader penerusnya. Seiring berjalannya waktu, generasi LPM Profesi terus bermunculan. Sebanyak 12 pengelola baru bakal melanjutkan tongkat estafet lembaga kuli tinta ini. Mereka siap mengemban amanah untuk menyajikan informasi bagi civitas akademika UNM.
Suka Ceplas Ceplos
andidela.iw
Gesit dan ulet menggambarkan sosok perempuan kelahiran Bulukumba yang satu ini. Akibat keingintahuannya yang tinggi belajar jurnalistik, terutama dalam hal penulisan, membuat ia mampu menempati posisi redaktur hingga sekarang. Dengan tanggung jawab itu, ia pun terkadang harus marah bahkan kepada temannya sendiri jika liputan yang ditugaskan tidak selesai dalam waktu
yang telah ditentukan. Menjadi pengelola yang terbilang rajin membuat tulisannya kerap muncul dihalamanhalaman tabloid Profesi. Perempuan yang akrab disapa Dela ini memiliki letak rumah yang agak jauh membuat teman cowoknya harus bergantian bertugas mengantarnya pulang larut malam. Sifatnya yang terkenal ceplas ceplos dalam mengutarakan isi hatinya, termasuk
untuk menyinggung hal ganjil dibenaknya kepada temannya sendiri. Akibatnya, banyak teman angkatannya menjadi tak enak hati dan tersadar akan kekhilafannya. "Tidak kusuka saya kalau terlalu banyak alasanna orang, kita juga banyakji kesibukanta, tapi diusahakanji selesai kerja ta," curhatnya pada salah seorang pengelola. (*)
Bodi Security, Hati Hello Kitty
supriadichess
Bukan Sobat Misqueen Laki-laki berkulit sawo matang ini, Supriadi, berasal dari Bone. Awal masuk di LPM Profesi, ia mengaku terkena doktrin dari sepupunya yang bercambang sebagai senior di lembaga kuli tinta ini. “Pertamanya disuruh ja sepupuku masuk kak” ujar mahasiswa Jurusan Teknik Elektro ini enggan menyebutkan nama sepupunya itu. Seperti kata pepatah, jangan menilai buku dari sampulnya. Adi, sapaannya, terlihat pendiam. Terhadap perempuan, ia suka menundukkan pandangan. Tangannya bergetar sekadar disentuh wanita. Subhanallah, ya akhi. Setelah itu, barulah ia diam-diam bakal melancarkan rayuan mautnya. Terbukti pula, kemampuan Adi melobi pejabat berkembang cukup pesat. Iklan-iklan tabloid Profesi edisi pengumuman SBMPTN didominasi olehnya. “Ada mungkin baca-baca kau pake, Adi” celetuk salah seorang pengelola. Karena itu, kantongnya jadi tebal dan dijuluki Crazy Rich Profesi. Hidup miskin bukanlah jalan ninjanya. Semangat Adi dalam belajar juga patut diacungi jempol. Ia condong dengan bidang desain dan layout. Jam produktifnya di atas jam 10 malam. (*) www.profesi-unm.com
dewan_ghiyats
Jika melihat perawakannya, mungkin tak ada yang percaya bahwa ia mahasiswa. Pengelola harian yang satu ini memang
punya perawakan yang sangar. Cincin berbentuk tengkorak dan celana robek di lutut menjadi ciri khas pengelola yang satu ini. Lakilaki berbadan besar ini mengaku masuk Profesi karena terinspirasi dari bapaknya yang juga seorang wartawan. Di balik perawakannya yang sangar, Dewan merupakan pengelola harian yang terbilang patuh kepada mamanya. Tak jarang ia absen dalam agenda redaksi dengan alasan mengantar ibunya untuk bepergian. “Saya antar mama ku kak, makanya tidak sempat
Rathu Fathonah
Jomlo Fisabilillah Suaranya tiba-tiba menggema di redaksi LPM Profesi. Bikin bulu kuduk merinding. Akan tetapi, tampangnya tidak seram-seram amat. Justru sangat memelas. Dialah Ratu Fathonah Amalia, yang suka tertawa sendiri. Kata temannya, Ratu sering tertawa sendiri tanpa sebab. Sekilas mirip kuntilanak. Tak mengenal tempat. Tak peduli jika teman-temannya sedang membahas hal serius atau receh. “Kenapa Ratu, orang serius kau ketawa,” tegur salah seorang pengelola inti saat rapat redaksi. Ketika bersama temannya, Ratu dikenal sebagai sosok yang humoris. Hanya saja, teman angkatannya sendiri merasa risih
dengan tertawa yang tak terkontrol itu. Karena ingin menjadi desainer handal, ia sengaja mengambil Jurusan Tata Busana. Sayangnya, ia lebih sering dilabeli sebagai tukang jahit. Ia sekaligus menjadi rival salah seorang senior LPM Profesi yang berprofesi sama sebagai tukang jahit. Ratu intens hadir di redaksi menampakkan batang hidungnya. Ia rela berjalan kaki untuk menunaikan tugasnya. Sama sekali tak ada keinginannya untuk mencari pacar agar bisa diantar-jemput. “Tidak boleh orang pacarpacaran, Kak,” dalihnya karena teguh mempertahankan prinsip single fisabilillah. (*)
hadir rapat,” katanya menjawab pertanyaan pengelola inti. Namun dalam hal peliputan, lelaki kelahiran Makassar ini terbilang pengelola yang cukup antusias jika diberikan tugas. Ia selalu ingin tampil eksis sebagai jurnalis kampus. Tak jarang, sehabis liputan ia selalu mengupdate statusnya di media sosial, lengkap dengan kartu pers dan baju pdh Profesi. Tetapi sayang, eksisnya Dewan di media sosial kadang berbanding terbalik dengan jumlah berita yang berhasil ia hasilkan. (*)
fikri p.samudra
Penikmat Lagu Tiktok Pernah mendengar lagu Salah Apa? Atau lebih tenar oleh versi DJ Gagak berjudul Entah Apa yang Merasukimu. Lagu yang viral lewat Tiktok itu sudah seumpama obat tidur bagi Fikri Rahmat Utama. Tiada hari tanpa lagu Tiktok. Pengelola harian yang satu ini adalah pendengar fanatiknya. Lagu tersebut mendominasi playlist di gawainya. Diputar ribuan kali. Jika tidak ditegur senior, Fikri bisa mendengarkan lagu tersebut hingga 24 jam nonstop “Bagus ini lagu kak, ku suka dengar ki,” alasannya. Di antara teman seangkatannya, Fikri adalah pengelola harian yang paling muda. Ia mengikuti diklat LPM Profesi saat dirinya masih berstatus mahasiswa baru (maba). Meski begitu, Fikri memiliki pemikiran yang cukup dewasa. Teman angkatannya sering jadi korban “dakwah” cocoklogi jikalau tidak sering-sering bertandang ke redaksi. Keberadaan lelaki kelahiran Luwuk Banggai itu juga gampang dideteksi. Cukup memasang telinga dan meneliti intonasi suaranya. Dialeknya sangat khas Luwuk. Tak jarang, teman-temannya sering mencandai dialek kentalnya itu. Untuk urusan berita, ia rajin menyetor berita, hingga didaulat menjadi editor untuk website LPM Profesi. (*)
anditenriiabeng
Belum Tua Sudah Pikun Andi Tenri Abeng tampaknya kategori perempuan yang sangat mudah move on. Pasalnya, ia tak butuh waktu lama untuk bisa melupakan sang mantan. Di usianya yang baru menginjak 21 tahun, ia sudah dijangkiti sifat pelupa akut alias pikun. Pernah suatu waktu, bintang Youtube LPM Profesi ini diberikan tugas oleh pengelola inti untuk mengedit video. Anehnya, ia tak kunjung-kunjung mengerjakan tugasnya itu. Ditunggu-tunggu, belum ada hasilnya. Ternyata, ia lupa kalau mendapatkan tugas yang baru beberapa waktu disampaikan itu. "Wajar kak, faktor umur mi ini kayaknya, makanya pelupa ka. Apa-apa saya lupa padahal baru sebentar sekali saya pegang," ungkapnya polos. Di balik sifat pelupanya, gadis kelahiran Bone ini terbilang cukup loyal terhadap organisasinya. Ia menunjukkannya dengan rutin mengisi jadwal piket di redaksi. Selain itu, ia banyak didekati temantemannya karena berparas ayu. (*)
Urai data, ungkap fakta, saji berita
10 OPINI www.profesi-unm.com
Profesi Edisi 236 Oktober Tahun XLII 2019
Bongkar Kebiasaan Lama Perpustakaan
P
erpustakaan merupakan salah satu faktor melihat keseriusan institusi pendidikan dalam proses pembelajaran. Sebagai pilar terhadap proses pembelajaran, keberadaan perpustakaan tentnya harus bersifat aktif dan dinamis. Bukan hanya sebatas menjadi penyedia sumber bacaan, perpustakaan seyogyanya menjadi inisiator dan kreator yang bersifat transformatif. Hal ini sejalan yang dikemukakan oleh Prof. I Made Narsa selaku Kepala Perpustakaan UNAIR bahwa sebenarnya yang telah dan akan selalu dilakukan oleh perpustakaan bukan sekedar meningkatkan minat baca. Lebih luas dari itu, adanya peningkatan budaya literasi perlu dilakukan dengan segera. Sehingga perlu adanya inovasi yang dilakukan perpustakaan dalam peningkatan budaya literasi. Budaya literasi berperan penting dalam menciptakan mahasiswa cerdas yang tentunya akan berimplikasi pada peningkatan kualitas kampus. Universitas Negeri Makassar sebagai salah satu institusi pendidikan tidak terlepas dari proses-proses literasi. Ter-
J
ika membahas demonstrasi, yang paling pertama diingat ialah mahasiswa, bukan tidak mungkin tokoh utama dibalik demonstrasi dilatarbelakangi dari kaum intelektual yang berstatus mahasiswa. Mahasiswa sendiri adalah sebutan bagi orang yang sedang menempuh pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi yang terdiri atas sekolah tinggi, akademi, dan yang paling umum adalah universitas. Sepanjang sejarah, mahasiswa di berbagai negara mengambil peran penting dalam sejarah suatu negara. Dalam diri seseorang yang berstatus mahasiswa memiliki potensial dalam memahami perubahan dan perkembangan di dunia pendidikan serta di lingkungan masyarakat. Mahasiswa sendiri memiliki posisi dan peran sebagai agent of change, social controler, dan the future leader, yang dimana ketiga fungsi tersebut sangatlah berat untuk dijalankan di tengah masyarakat yang mayoritas lebih memilih bersikap apatis terhadap permasalahan yang terjadi di Indonesia, tidak melakukan sesuatu saja terkadang dicap salah apalagi jika melakukan meskipun sesuatu yang dilakukan tersebut berdampak bagi mereka kedepannya. Yah, itulah kearifan modern yang menjadi budaya dalam benak setiap insan di Indonesia, seketika menjadi polisi moral hingga tiba – tiba menjelma layaknya Tuhan. Menjadi mahasiswa yang bisa diterima semua kalangan sudah seperti sila kelima Indonesia saja, hanya sebuah mitos yang tak bermetamorfosis menjadi sebuah
Urai data, ungkap fakta, saji berita
lebih Universitas Negeri Makassar merupakan pencetak tenaga pendidik sehingga untuk membentuk tenaga pendidikan yang berkualitas dibutuhkan perpustakaan yang menjadi sumber bacaan serta kreatifitas perpustakaan dalam menciptakan iklim literasi yang memadai. Pentingnya peran perpustakaan dalam proses pengetahuan mengharuskan perpustakaan lebih peka dan jeli melihat perkembangan yang ada. Perlu diketahui selama ini yang dikenal secara umum adalah Perpustakaan UNM hanya sebagai ruangan yang berisi buku-buku bacaan dan informasiinformasi lainnya. Karena sifatnya yang masih mempertahankan prinsip harus dalam sebuah ruangan, menjadikan Perpustakaan UNM kurang dilirik mahasiswa untuk mengakses sumber bacaan. Hal tersebut terjadi karena adanya pergeseran pola budaya literasi yang terjadi. Dapat dilihat berapa banyak mahasiswa yang berada di taman Fakultas ataupun pelataran Pinisi dibandingkan dengan mahasiswa yang berkunjung di perpustakaan. Mahasiswa sebagai pengguna perpustakaan paling dominan saat ini lebih me-
"
Pentingnya peran perpustakaan dalam proses pengetahuan mengharuskan perpustakaan lebih peka dan jeli melihat perkembangan yang ada. nyukai sumber bacaan yang lebih dekat jangkauan yang tidak dibatasi sekadar ruang-ruang berisi lemari dengan buku bacaannya. Pergeseran budaya literasi ini harus mampu dilihat oleh penge-
lola perpustakaan. Al-Zastrouw dalam artikelnya Strategi Menumbuhkan Budaya Baca mengatakan bahwa mengubah budaya baca literasi dapat dilakukan dengan cara mengubah kebiasaan pembaca melalui transformasi kesadaran. Kesadaran terbentuk dari proses kognitif, afektif, dan psikomotorik akibat dari stimulus yang didapatkan. Sehingga perlu adanya upaya mengikuti pergeseran budaya literasi agar tetap berdampak positif. Kebiasaan perpustakaan UNM yang hanya berada dalam ruangruang yang dipenuhi buku harus berkembang dan bertransformasi dengan melihat pergerasan budaya literasi. Perpustakaan UNM harus lebih dekat ke mahasiswa dengan melihat lokasi-lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya mahasiswa. Mahasiswa senang berlama-lama pada suatu tempat karena adanya rasa nyaman dan didukung dengan kondisi lingkungan yang memadai. Pelataran Pinisi dapat dijadikan sebagai referensi tentang mahasiswa yang menjadikannya tempat beristirahat dan bercengkrama. Berbagai aktivitas dilakukan untuk mengisi waktu. Bisa dilihat interaksi mahasiswa di pelataran
Pinisi lebih banyak dibandingkan tempat-tempat lainnya. Sehingga pelataran Pinisi dapat dijadikan sebagai salah satu lokasi dalam menciptakan budaya diletarasi yang diinisiasi oleh Perpustakaan UNM dengan membuat lapakan baca yang disertai dengan kegiatan-kegiatan pendukung seperti diskusi, resensi buku, dan berbagai kegiatan lainnya. Kampus adalah cerminan kaum intelektual dalam menggali ilmu pengetahuan dengan hasil argumentasi dan fakta ilmiah yang sifatnya dialektis. Untuk itu penyediaan sarana bacaan menjadi faktor penting menghasilkan kaum intelektual. Pergeseran budaya literasi yang terjadi harus dijadikan sebagai peluang sekaligus tantangan bagi pengelola Perpustakaan UNM sebagai sumber bacaan mahasiswa yang aktif dan dinamis. (*)
*Muhammad Riszky, Penulis adalah mahasiswa Fakultas Psikologi UNM, angkatan 2013
Dinamika Demonstrasi fakta, meski dengan begitu kegandrungan terhadap keadilan telah tertanam dalam benak setiap mahasiswa. Di era sekarang ini, mahasiswa sering kali dicap minor oleh masyarakat awam yang memandang sesuatu hanya dari satu sisi, menjelma sebagai insan yang sudah pasti benar dengan pengetahuan yang ia punya meski pengetahuan itu ia dapat hanya melalui layar kaca TV atau ponsel, sering membenci sesuatu yang belum ia pahami sepenuhnya itulah yang terjadi pada otak – otak insan yang kerjanya hanya nyinyir. Yang paling sering terucap dari tuan dan nyonya nyinyir jika mahasiswa turun ke jalan mengawal aspirasi rakyat ialah “ demo terus bikin macet “ , mereka seolah tidak sadar jika bukan mahasiswa yang memantik gerakan perubahan atas kondisi negara, siapa lagi? Sudah tidak mungkin jawabannya adalah orang – orang yang kerjanya nyinyir di sosial media, karena perubahan sosial tidak akan terjadi jika hanya media sosial. Jika macet membuat mereka merasa dirugikan, bagaimana dengan mahasiswa yang rela mengorbankan kenyamanannya demi mereka, berapa jam saja jalan mereka dipinjam untuk dijadikan titik aksi karena tidak mungkin juga aksi dilakukan dalam gedung terlebih kapasitas gedung yang berbanding 1 : 5 dengan massa aksi, berbeda dengan pejabat negara yang membuat macet uang rakyat, dimana saja ia bisa memacetkan uang rakyat, bisa di mall dengan berbelanja sepuasnya atau bahkan keliling dunia.
Mahasiswa turun ke jalan bukan asal turun ke jalan saja, ketika ada terjadi polemik mahasiswa terlebih dahulu menjalin komunikasi dengan pihak yang terkait dengan polemik yang ada. Meraka berdialog mencari solusi tetapi seringkali pihak terkait menolak sehingga demonstrasi menjadi pilihan terakhir untuk menyampaikan aspirasi terhadap polemik yang terjadi. Di sisi lain, tidak menutup kemungkinan ada beberapa faktor juga yang memicu reaksi negatif dari masyarakat saat demonstran bertindak anarkis termasuk merusak beberapa fasilitas umum, biasanya tindak anarkis terjadi saat situasi di lapangan sedang memanas antara demonstran dengan aparat kepolisian, kadang juga dikarenakan adanya penumpang gelap yang menjadi provokator untuk membuat aparat keamanan negara melakukan tindakan represif terhadap demonstran dan menjadi acuan dari tindak anarkis. Dengan begitu, apapun alasannya itu tindakan yang seharusnya tidak dilakukan oleh demonstran agar menjaga ritme
perjuangan yang ia perjuangkan. Selain tindak anarkis,salah satu pemicu masyarakat menilai negatif dari sebuah demonstrasi sendiri ketika banyak mahasiswa yang mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka, entah untuk mengenang kejadian atau bahkan sekedar insta story saja dan lagi – lagi tindakan tersebut menjadi bahan celaan bagi orang yang katanya berpendidikan itu. Sebagaimana cuitan Boy Candra “Kalau kegiatan mahasiswa mereka masukkan ke insta story dan media sosial memang kenapa? Itu juga cara menyebar informasi dan menyeimbangi media – media biasa. Tidak semua media meliput semua sisi aksi, media sosial hadir untuk memberitahu masyarakat yang lebih umum.” Cuitan itu cukup merespon mengenai hal tersebut dan lagian juga Instagram diciptakan memang tujuannya untuk pamer, jika tidak suka cukup klik unfollowed atau block. Untuk ke depannya, agar mengurangi reaksi yang berbau negatif, perlunya mahasiswa mengadakan seminar atau dialog terbuka mengenai apa itu sebenarnya demonstrasi. Akan tetapi melihat kondisi teknologi yang sudah sangat canggih seperti sekarang ini, mungkin teknologi yang canggih itu bisa dipergunakan masyarakat untuk mencari sesuatu yang belum kita pahami seutuhnya sebelum mengeluarkan pendapat, karena membaca dan memahami sebuah konflik yang terjadi akan jauh lebih baik daripada berkoar dengan satu referensi. Berdasarkan reaksi dari polemik - polemik sudah sangat
menjelaskan bagaimana fungsi mahasiswa, akan tetapi setiap pergerakan pasti masih saja ada yang menilai minor yang dikarenakan macet hingga rusuh. Memang banyak menimbulkan gejolak dan cerita di setiap harinya, selalu saja ada hal yang menjadi alasan untuk nyinyir, coba sekali – kali tukar peran biar tahu bagaimana rasanya. Ketika mahasiswa turun ke jalan adalah salah dan mahasiswa memilih untuk diam ketika ada polemik terhadap bangsa, “ kemana mahasiswa di zaman sekarang? “ kalimat itu yang keluar dari mulut insan yang kerjanya hanya nyinyir, nyinyir dan nyinyir. Dengan seperti itu, kecelakaan berpikir ternyata memang benar adanya. Sejatinya jika tidak mampu mengapresiasi sesuatu, tidak usah mencela sesuatu tersebut terlebih jika sesuatu tersebut belum engkau pahami seutuhnya. Jadi tua memang sebuah keniscayaan tetapi menjadi dewasa adalah sebuah pilihan. (*)
*Andi Juliandrie Abha, Penulis adalah mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial UNM, angkatan 2017
www.profesi-unm.com
INFO AKADEMIK 11 Profesi Edisi 236 Oktober Tahun XLII 2019
PKK Akan Gelar Fashion Show Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) akan gelar fashion show. Kegiatan ini akan berlangsung di Auditorium Amanagappa UNM, Kamis (12/12), pukul 19.00 Wita hingga selesai. Kegiatan ini mengangkat tema 'Singularity'. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang digelar oleh mahasiswa semester tujuh. Pada kegiatan ini mereka membuka Pre-Order (PO) kaos dengan desain tulisan sesuai tema. Untuk harga kaos lengan pendek: 80K, dan lengan panjang: 85K. Informasi lebih lanjut hubungi: 085714219891 (Wisda). (afa)
Himaprodi PBSI Siap Helat Narasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) akan gelar Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia (Narasi) 2019. Mengusung tema 'Bahasa dan Sastra Indonesia untuk Penguatan Budaya Literasi di Era Revolusi Industri 4.0'. Kegiatan ini akan berlangsung di Gedung Pinisi UNM, Sabtu-Minggu (16-17/11). Narasi merupakan Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia berbasis peosiding. Kegiatan ini digelar atas tujuan menggali gagasan-gagasan dosen, mahasiswa, guru, serta pemerhati bahasa. Narasi juga dirumuskan dengan maksud sebagai bentuk pengembangan bahasa dan pendidikan karakter di Indonesia. (afa)
LPM Profesi UNM Segera Rekrut Anggota Baru Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar (UNM) sedang membuka perekrutan anggota baru melalui Diklat Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (DJMTD) 2019. Lembaga ini akan mewadahi mahasiswa yang memiliki minat dan bakat dalam bidang jurnalistik. Ada empat produk LPM Profesi yang dihasilkan dalam organisasi ini yakni, Tabloid, Broadcasting (Penyiaran), Video News (Profesi TV) dan Portal Online. LPM Profesi juga akan mengajarkan mahasiswa bagaimana menjadi reporter, fotografer, videografer, presenter (news anchor), penyiar, layouter dan webmaster. Pendaftaran DJMTD ini dibuka hingga 26 Oktober mendatang. (pri)
www.profesi-unm.com
www.profesi-unm.com
Fakultas Ekonomi
Bisnis Digital Jadi Prodi Baru
Setelah membuka Program Studi (Prodi) Kewirausahaan pada pertengahan semester ganjil tahun akademik 2019-2020. Fakultas Ekonomi berencana membuka satu prodi baru lagi tahun depan. prodi tersebut adalah Bisnis Digital.
Hal tersebut dikemukakan oleh Dekan FE, Muhammad Aziz saat ditemui di ruangannya, Kamis (3/10). Muhammad Aziz mengatakan, Prodi Bisnis Digital tersebut sampai saat ini masih berada pada tahap penyusunan berkas, sebagai salah satu syarat untuk membuka prodi baru. Tahap selanjutnya, setelah berkas dirampungkan, barulah diajukan ke Kementrian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti), yang berwenang mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tentang pendirian Prodi Bisnis Digital.
Gedung - Dekanat Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Makassar (UNM)
“Kami masih menyusun berkas untuk Prodi Bisnis Digital itu, nanti setelah lengkap berkasnya baru bisa diterbitkan SK-nya sehingga Fakultas Ekonomi nantinya bisa memiliki prodi baru yaitu Bisnis Digital,”
Beasiswa PPA Cair Bulan ini Pencairan dana beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) 2019 ditargetkan akan terlaksana bulan ini. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Bagian (Kabag) Kemahasiswaan Universitas Negeri Makassar (UNM), Haluddin saat ditemui di ruangannya, Jumat (11/10). Beasiswa yang disediakan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjendikti Kemendikbud) ini diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi tinggi, baik kurikuler maupun ekstrakurikuler. Terkhusus di Universitas Negeri Makassar (UNM) sendiri terdapat 1340 mahasiswa yang berhasil lolos. Kabag Kemahasiswaan, Haluddin mengatakan dana beasiswa PPA untuk semester ini sudah masuk di rekening rektor. Kemudian selanjutnya akan dikelola bagian keuangan. Sementara untuk data mahasiswa yang akan menerima beasiswa pun telah ia berikan ke bagian keuangan. "Dananya itu sudah ada di rekening rektor, baru tadi saya
komunikasikan ke keuangan daftar nama penerima beasiswa PPAnya, diusahakan bulan ini cair dananya, karena dari kami itu prosesnya sudah selesai, tinggal keuangan yang ambil alih," jelasnya saat ditemui di ruangannya. Adapun dana yang akan diterima setiap mahasiswa penerima beasiswa PPA ini yakni senilai Rp4,8 juta. Dana tersebut kemudian diberikan secara bertahap melalui transfer ke rekening BTN yang telah dibuat penerima beasiswa, tepatnya Rp2,4 juta per semesternya. Lebih lanjut, Haluddin mengatakan setelah penerima beasiswa mengurus blangko rekeningnya, tahap selanjutnya mereka tinggal menunggu pencairan dananya. Ia juga mengimbau kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa PPA ini untuk bersabar dan segera menyelesaikan pengurusan blangkonya. "Sabar sabar saja, yang jelasnya dana sudah ada di rekening rektor. Tinggal pihak keuangan yang atur. Kita usahakan secepatnya," tutupnya. (ade)
Lanjut Ia mengungkapkan, prodi ini diharapkan bisa bersaing dengan prodi baru di kampus lain. Prodi tersebut dibuat agar bisa menyesuaikan keadaan zaman yang semakin canggih dengan segala hal harus berbasis digital.
FOTO: FIKRI RAHMAT UTAMA
“Kita berharap tahu depan prodi ini bisa jadi prodi “seksi”, prodi yang bisa bersaing di era sekarang. Era sekarang ini serba digital jadi kami menjawab tantangan tersebut dengan membuat P:rodi Bisnis Digital,” ungkapnya. (uma)
Ketua Osis Bisa Bebas Tes Universitas Negeri Makassar UNM) akan kembali menerima mahasiswa baru di tahun 2020 mendatang. Seperti biasa, ada beberapa jalur yang dapat ditempuh untuk masuk di UNM. Di antaranya jalur SNMPTN, SBMPTN, Mandiri, dan Hafidz Qur'an. Khusus tahun depan, UNM kembali akan membuka jalur baru yakni jalur ketua osis. Jalur ini memberikan kesempatan kepada ketua osis dari sekolah terbaik di setiap kabupaten se-Sulawesi Selatan (Sulsel). Untuk mengenyam pendidikan tinggi di universitas. Setelah dikonfirmasi, Muharram Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I) membenarkan hal tersebut. Ia berencana akan menerapkan jalur khusus ini pada tahun depan. Tetapi dalam penerimaannya, tidak semua ketua osis akan diluluskan. Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ini juga menjelaskan, pihak universitas akan melakukan pemeriksaan portofolio terlebih dahulu terhadap calon mahasiswa yang kemudian mendaftar di jalur ini. "Iya inshallah tahun depan,
Tapi tidak mungkin kita menerima semua ketua osis nanti, pasti ada kriteria yang dimasukkan nanti, entah itu kepribadian maupun nilainya. Karena jika tidak begitu, mereka semua yang akan penuhi UNM karena ada banyak sekolah di Indonesia" jelasnya, Rabu (16/10). Lanjut, Muharram juga mengatakan prosedur pendaftaran untuk jalur ketua osis ini tidak jauh berbeda dengan jalur hafidz yang telah di buka pada tahun ini. Pihak universitas juga akan melakukan kunjungan ke kampus yang sudah menerapkan jalur ini lebih dulu. "Jalur ini tidak jauh beda dengan jalur hafidz. Kami juga akan membicarakan jalur ini ke Universitas Hasanuddin (Unhas) yang telah menerapkan jalur ini lebih dulu," katanya. Namun untuk penentuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) khusus jalur ini Muharram belum bisa berbicara banyak. Ia mengaku belum melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan beberapa pimpinan kampus. "Nanti setelah dibicarakan, kami konfirmasi" lugasnya. (zil) Urai data, ungkap fakta, saji berita
12 LENSA ORANGE www.profesi-unm.com
Profesi Edisi 236 Oktober Tahun XLII 2019
Mahasiswa Menggugat
Isu beberapa rancangan dan revisi Undang-Undang (UU) yang diusulkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sontak membuat seluruh elemen menjadi geram. Khususnya mahasiswa, merekalah yang paling getol dalam melawan UU baru tersebut. Mahasiswa menilai revisi dan rancangan tersebut akan membuat rakyat semakin menderita dan hanya menguntungkan kaum oligarki saja. Prosesnya yang dinilai terburu-buru dan terjadi di penghujung masa jabatan DPR tentunya menimbulkan pertanyaan besar bagi masyarakat Indonesia. Menanggapi kejadian tersebut, seluruh mahasiswa Indonesia dengan tegas menolak. Berbagai upaya mereka lakukan untuk menolak revisi dan ran-
cangan UU tersebut disahkan. Terkhusus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) kemudian melakukan aksi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Makasar. Dalam aksi tersebut, mahasiswa justru mendapat tindakan represif dari oknum aparat kepolisian. Terhitung kurang lebih ada ratusan mahasiswa dari beberapa kampus yang menjadi korban pada aksi tersebut. Berikut beberapa dokumentasi aksi demonstrasi di kota Makassar mengawal beberapa rancangan dan revisi UU yang diuslkan DPR. (*)
Tempur
FOTO-FOTO: FIKRI RAHMAT UTAMA
Ditangkap
Mengamankan Berkumpul
Selongsong
Urai data, ungkap fakta, saji berita
www.profesi-unm.com
WAWANCARA KHUSUS 13 Profesi Edisi 236 Oktober Tahun XLII 2019
www.profesi-unm.com
Pekerjaan apa yang membuat hidup Anda menjadi lebih bermakna dan memiliki banyak pengalaman? Jurnalis jawabannya. Tidak mudah untuk menjadi seorang wartawan yang tangguh. Anda perlu kekuatan fisik dan mental yang kuat. Namun, semua itu akan terbayar dengan berbagai kelebihan yang dimiliki jurnalis. Berikut kutipan wawancara khusus Reporter Profesi, St. Reski Amalia dengan Dita Faisal yang merupakan Jurnalis dan Presenter TVOne usai memberikan materi dalam Seminar Jurnalistik Nasional di Medan, 27 April lalu. Kenapa memilih untuk menjadi seorang jurnalis? Karena jurnalis bisa menembus batas. Jurnalis bisa menembus segala sesuatu, dan mengakses apapun. Karena jurnalis bisa ketemu, bicara dan wawancara dengan berbagai kalangan. Mulai dari rakyat hingga pejabat, pedagang pasar hingga duta besar, dan bisa meliput bencana sampai masuk ke istana. Apa kelebihan dari seorang jurnalis dari profesi lainnya? Menjadi jurnalis artinya menjadi pribadi yang tangguh. Jurnalis harus siap liputan kapan pun dan di mana pun ketika dibutuhkan.
Entah itu pagi atau malam hari. Beban kerja seorang jurnalis bisa dikatakan berat jika tidak dijalani dengan sepenuh hati. Karenanya, profesi seorang jurnalis
mendalami berita yang ia bacakan seperti betapa susahnya orangorang yang terkena musibah banjir, orang-orang yang terkena macet dan lainnya.
Tantangan selama menjadi jurnalis apa saja? Kita harus mampu membaca situasi dengan tepat, dan memutuskan sesuatu dengan cepat. Selain itu, jurnalis khususnya reporter dituntut untuk menjadi leader di lapangan. Kita harus tau tentang segala bidang. Baca, baca dan riset itu yang menjadi tantangan tersendiri bagi jurnalis.
Bagaimana idealnya seorang stand upper saat live report? Live report itu melaporkan secara langsung didepan kamera saat berada di lokasi pemberitaan. Stand upper yang baik adalah yang bisa menempatkan dirinya saat wawancara dengan narasumber. Kemampuan analisis juga membantu kita untuk berpikir secara kritis. Satu hal yang terpenting dan yang paling dibutuhkan adalah skill. Maka skill perlu diasah sedemikian rupa.
Apa bedanya MC, Presenter, Reporter, Anchor dan News Reader? Master of Ceremony (MC) hadir dalam menyampaikan susunan acara dan menghidupkan suasana dalam acara. Presenter, menyajikan suatu berita di studio, sedangkan reporter meliput berita dilapangan. Berbeda lagi dengan News Anchor, ia menjembatani reporter satu dengan yang lainnya, kemudian ia menyimpulkan. Terakhir adalah news reader, yang membacakan berita dan tidak perlu turun ke lapangan. Namun, news reader yang baik adalah mereka berawal dari reporter lapangan sehingga ia lebih
Bagaimana pandangan anda tentang jurnalis masa kini? Bagi saya jurnalis masa kini adalah jurnalis yang semuanya serba bisa. Jadi bukan cuma bisa menulis doang, kirim tulisan di email doang, ngga cuma jadi editor doang. Tapi jurnalis yang bisa semuanya, jadi reporter, mengoperasikan kamera, menjadi konseptor, editor bisa, programmer bisa. Sekarang banyak tempat untuk menyebarkan konten. Di mana? Youtube salah satunya. Semua bisa kita lakukan jika kita suka belajar dari hal-hal kecil. (*)
BIODATA
Jadi Jurnalis Jaman Now
Nama Lengkap Tempat, tanggal lahir Pendidikan Pekerjaan Karir
: Dita Faisal : Balikpapan, 1 Februari 1987 : Universitas Dr Moestopo, Jakarta. : Pembawa acara berita TvOne : Duta Wisata Manuntung Balikpapan (2003) Model cover majalah Aneka Yess (2005) Presenter TVRI Nasional (2008-2009)
Hidup Dengan Cara Menulis
BIODATA
Menulis merupakan ruang tidak terbatas untuk menuangkan pikiran kita. Mulai dari sekadar status di sosial media, karya-karya puisi atau cerita pendek, bahkan sampai konten bertema serius di blog. Tanpa sadar, membaca dan menulis sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian kita. Men-
Nama Lengkap Tempat, tanggal lahir Pekerjaan Pendidikan Karya
www.profesi-unm.com
: Endik Koeswoyo : Jombang, 15 Agustus 1982 : Penulis Skenario : Universitas Bung Karno : 8 film bioskop 4 sinetron 46 film televisi 24 buku dan novel
jadi penulis hebat sekelas Endik Koeswoyo butuh kerja keras dan dedikasi, tapi semua itu sepadan dengan hasilnya. Gak ada penulis yang sempurna, tapi tiap penulis bisa menyempurnakan karyanya dengan menjadi penulis yang lebih baik lagi. Berikut kutipan wawancara khusus Reporter Profesi, St. Reski Amalia dengan Endik Koeswoyo yang merupakan seorang penulis skenario film asal Indonesia. Kenapa memilih untuk berprofesi sebagai penulis? Menjadi penulis adalah pekerjaan yang menjanjikan bagi saya. Banyak penulis dengan kekayaan luar biasa di dunia seperti Stephen King dan J.K. Rowling yang kekayaannya mencapai 11,9 Triliyun. Ini sangat menggiurkan. Sejarah diciptakan oleh pemenang, pemenang membutuhkan penulis untuk menciptakan sejarah. Motivasinya? Motivasi saya adalah saya itu orang miskin, tidak punya apaapa, sehingga jika saya tidak bisa menjadi ‘sesuatu’ maka saya tidak akan mendapat apa yang saya inginkan
kuncinya adalah, bukan seberapa hebat kamu di Matematika, bukan seberapa cerdas kamu fisika, bukan seberapa paham kamu geografi. Tapi kuncinya adalah satu, yaitu bahasa. Dapat berbicara dengan baik, meyakinkan orang lain adalah penting. Bagaimana membagi waktu? Setiap orang punya cita-cita dan impian. Saya melihat impian itu sepeti piramida terbalik, semakin besar kita maka kita harus selalu punya impian baru dan impian baru. Jadi kalau kamu pengen sesuatu, kejar terus. Bagaimana untuk tetap bisa bersaing di tengah banyaknya penulis saat ini? Meskipun banyak tapi tidak semua bagus. Tak jarang penulis hanya mengandalkan plagiasi dari karya orang lain. Tips nya adalah menulis sesuatu yang paling dekat dengan diri kita. Contohnya, kamu tau tidak kenapa di Makassar ada benteng, dan di dekatnya banyak pemukiman orang Cina? Hal-hal kecil seperti itu yang harus kamu angkat sebagai ciri khas kamu. Bagaimana solusi agar tetap semangat melanjutkan tulisan yang tidak selesai?
Menulis tidak selesai itu faktornya terkadang karna kita tidak punya garansi tentang kelanjutan novel kita, mau dikemanakan, siapa yang akan bayar dan terbit tidaknya. Kuncinya adalah kamu harus ikhlas dalam menulis sesuatu. Saya punya tumpukan konsep serial yang ditolak. Apakah itu terbuang? Tidak. Karena semua yang sudah saya tulis saya anggap sebagai tabungan. Jadi teman-teman selesaikan, mau diterbitkan atau tidak, engga apa-apa. Pesan untuk para penulis yang baru mau mulai menulis? Sekarang banyak media yang bisa digunakaan untuk menyalurkan karya. Yang terpenting adalah membuat profil terlebih dahulu, Penerbit cenderung melihat nama penulis terlebih dahulu. Contohnya, kita menulis novel yang sangat bagus tapi penerbit melihat profil kita belum pernah menulis apa-apa, itu akan sulit diterima. Padahal, paling gampang mulai menulis dengan aplikasi Wattpad. Pada aplikasi itu, jika pembaca kita sudah masuk satu juta orang, maka bukan penulis yang mencari penerbit namun sebaliknya. Kita harus punya sesuatu yang menarik yang menjadi nilai jual karya kita. (*) Urai data, ungkap fakta, saji berita
14 SENI & BUDAYA www.profesi-unm.com
Profesi Edisi 236 Oktober Tahun XLII 2019
Satire Rezim Diktator *Muh. Sauki Maulana
Judul Penulis Penerbit Penerjemah Jumlah halaman
: Animal Farm : George Orwell : Bentang Pustaka : Bakdi Soemanto : iv + 144 hlm
Eric Blair dikenal melalui karya-karyanya yang masuk ke kancah sastra dunia dengan nama pena George Orwell. Salah satu karyanya adalah buku Animal Farm, yang mengangkat realitas sosial yang berusaha ia gambarkan melalui bukunya tersebut. Meski subjek di dalam buku ini ia ubah menjadi binatang, tetapi sebenarnya yang ingin dikritik adalah manusia itu sendiri. Ada sifat keserakahan, monopoli, menuduh, manipulasi hingga kebohongan yang selalu dipraktikan umat manusia dan selalu ada di tengah-tengah kehidupan kita. Ringkasnya, novel ini bercerita tentang pemberontakan yang dilakukan suatu kaum atas kaum yang satunya, yang sedang melakukan pendominasian. Malam itu, kabar tentang mimpi aneh si babi tua Major, menyebar ke seluruh peternakan. Hingga ia putuskan, untuk menyampaikan hal itu terhadap teman-temannya penghuni peternakan Major. Dan disepakatilah lumbung besar di peternakan sebagai tempat pertemuan para binatang malam itu. Sambil membaringkan badannya diatas jerami, Si tua Major perlahan-lahan menceritakan mimpi anehnya. Ia tentu merasa berkewajiban untuk menceritakan hal tersebut sebelum dirinya mati dan tidak bias bersama mereka lagi. Major bertanya pada para binatang. Apa sih sifat kehidupan Urai data, ungkap fakta, saji berita
kita?. Mari kita hadapi: hidup kita ini sengsara, penuh kerja keras, dan pendek. Kita lahir, diberi begitu banyak makanan hanya untuk menjaga napas dalam tubuh kita. Kemudia dipaksa bekerja sampai seluruh kekuatan atom kita, dan segera setelah kekuatan kita berakhir, kita lalu disembelih dengan cara yang keji. Tak seekor dari kita binatang Inggris yang merasakan apa arti hidup bahagia. Menurutnya, manusia hanya memanfaatkan mereka saja. Manusia satu-satunya makhluk yang mengonsumsi tanpa menghasilkan. Ia tidak member susu, ia tidak bertelur, ia terlalu lemah menarik bajak, ia juga tidak bias berlari cepat untuk menangkap terwelu. Namun ialah penguasa dari segala binatang. Manusia dengan seenaknya menyuruh binatang bekerja, lalu mengembalikannya seminimal mungkin hanya untuk menjaga supaya binatang tidak kelaparan, sisanya untuk mereka konsumsi sendiri. Bahkan tak hanya itu saja yang mereka manfaatkan, kotorannya pun tak luput dari ma-
nusia Pada malam itu, di peternakan milik pak Jones, Major memberikan pemahaman baru terhadap para binatang. Sehingga doktrin semua manusia adalah musuh dan semua binatang kamerad tertanam di kepala semua binatang saat itu. Sehingga sifat manusia yang mementingkan diri sendiri tidak boleh ditiru oleh binatang. Pidato Major telah mengubah cara pandang baru para binatang di peternakan Minor. Setelah Major meninggal, para binatang lain berusaha mewujudkan cita-citanya tersebut. Sebuah pemberontakan kepada kediktatoran manusia. Khususnya pak Jones, si pemilik sah peternakan. Kebencian binatang semakin parah tatkala masa-masa kritis menghampiri di usaha peternakan pak Jones. Para binatang semakin merasa ditelantarkan. Jatah makan berkurang, dan penderitaan lainnya. Tak tahan dengan perlakuan pak Jones, akhirnya pemberontakan terhadap manusia terjadi juga. Di pimpin dua babi cerdas bernama Napoleon dan Snowball. Perlawanan mereka berhasil, pak Jones dengan mudah dipukul mundur oleh para binatang. Sehingga setelah itu, peternakan tersebut berubah nama menjadi peternakan binatang. Sebuah tanda keberhasilan revolusi yang para bianatang raih. Di awal setelah masa pemberontakan, peternakan masih baik-baik saja. Snowball yang dikenal lebih pandai dan suka menemukan hal baru, kemudian mencetuskan ideologi Binatangisme. Lalu kemudian membuat tujuh perintah; apa pun yang berjalan dengan dua kaki adalah musuh, apa pun yang berjalan dengan empat kaki dan bersayap adalah teman, tak seekor binatang pun boleh mengenakan pakaian, tak seekor pun boleh tidur di ranjang, tak seekor binatang pun boleh minum alcohol, tak seekor binatang pun boleh membunuh binatang lain, semua binatang setara. Namun sayang, kehidupan demokratis di peternakan binatang ini tidak bertahan lama. Kejadian penjatuhan politik pun terjadi, me-
mang susah menyatukan dua kepala dengan dua pemikiran yang tentunya berbeda. Sehingga pilihannya ada dua, menyingkirkan atau disingkirkan. Napoleon melancarkan fitnah kepada Snowball yang membuat Snowball dikejar oleh sembilan anjing pribadi Napoleon demi Si Babi Napoleon merebut kekuasaan tunggal. Perubahan sedikit demi sedikit pada tujuh butir ketetapan yang telah dibuat sejak awal revolusi Peternakan Binatang, dan tidak ada yang dapat membantah perubahan-perubahan ini
Ada sifat keserakahan, monopoli, menuduh, manipulasi hingga kebohongan yang selalu dipraktikan umat manusia dan selalu ada di tengah-tengah kehidupan kita. akibat rayuan manis dari corong Napoleon, Si Squealer (babi) yang terdengar selalu manis dan sembilan anjing Napoleon yang bengis. Terlebih lagi, para binatang di peternakan ini yang selain babi sebagian besar tidak dapat membaca dan tidak bisa berpikir rumit sehingga mereka mudah dibodohi. Â Napoleon berhasil menghebuskan isu tentang pengkhianatan yang dilakukan oleh beberapa binatang
yang dikabarkan telah berafiliasi dengan Snowball sehingga membuat secara tidak langsung Napoleon dianggap penyelamat oleh para binatang ketika dia berhasil membunuh para binatang yang dianggap pengkhianat itu (padahal larangan membunuh sesama binatang ada di dalam tujuh ketetapan Peternakan Binatang). Di samping itu para binatang tidak dapat memungkiri bahwa sejak Napoleon menjabat sebagai pemimpin tunggal, kehidupan mereka tidak semakin baik. Sedangkan para babi dan para anjing hidup penuh kemewahan dan bahkan tinggal di dalam rumah milik Pak Jones (yang sebelumnya terdapat larangan hidup seperti manusia termasuk tidur di atas kasurnya; tapi lagi-lagi larangan ini secara diam-diam telah diganti, dan lagi-lagi para binatang lupa dengan larangan tersebut karena mereka memang bodoh dan tidak sepintar babi). Sehingga akhirnya tanpa mereka sadari, mereka kembali dijajah secara halus oleh Napoleon. Hidup mereka sejauh yang mereka tahu pada dasarnya kembali disaat ketika pak Jones masih ada. Secara umum mereka masih kelaparan, mereka tidur diatas jerami, mereka minum dari kolam, bekerja keras di lading. Dan pada musim dingin, mereka menderita kedinginan, dan pada musim panas mereka diganggu oleh lalat. Napoleon yang dari awal juga mengutuk sifat manusia tanpa sadar perlahan-lahan telah menyerupai manusia. Karena eksklusifitasnya, ia menjadi diktator baru para binatang. Sehingga akhirnya mustahil membedakan mana babi dan mana manusia. (*)Â
www.profesi-unm.com
PROFESIANA 15 Profesi Edisi 236 Oktober Tahun XLII 2019
www.profesi-unm.com
Salah satu impian bagi anak sekolah yang baru lulus adalah diterima kuliah di kampus negeri. Dengan ekspektasi, Ia bisa belajar dengan suasana yang kondusif. Tapi apa jadinya, jika hal tersebut tidak sesuai dengan relita? Suasana tersebut dialami mahasiswa kampus V Universitas Negeri Makassar (UNM) sektor Parepare. Fasilitas yang merupakan hal terpenting sebagai penunjang proses belajar mengajar sering kali tak cukup memenuhi proses perkuliahan. Padahal di beberapa kesempatan, Rektor UNM Husain Syam tak jarang menyebut UNM sebagai kampus unggul. “Yah saya ucapkan selamat datang di kampus unggul,” katanya. Keluhan soal fasilitas kampus datang dari Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Ekonomi Parepare, Farwansyah. Ia mengungkapkan, tak jarang proses perkuliahan tertunda akibat kurangnya kelas untuk mahasiswa. Bahkan, jika jadwal kuliah beberapa angkatan bersamaan, mahasiswa terpaksa harus menunggu sampai kelas tersebut selesai digunakan. “Satu kelasji yang tersedia un-
tuk tiga angkatan. Pernah ada kejadian harus menunggu yang punya kelas selesai baru mulai kuliah,” ungkapnya kepada Profesi. Farwansyah menambahkan, semua prodi yang ada di Parepare hanya mendapatkan jatah satu ruangan saja. Sehingga untuk menghadapi kekurangan tersebut, pihak birokrasi terpaksa "menyulap" laboratorium menjadi ruang perkuliahan, dengan menambahkan sekat pembatas. “Keseluruhan ruangan berjumlah 20, termasuk laboratorium dan aula yang dialihfungsikan menjadi ruang elas. Ruang ini diberi sekat yang membaginya menjadi tiga ruangan,” tuturnya. Efek dari diubahnya laboratorium pun terasa kepada prodi lain. Ketua HMPS Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK), M Akbar Suandi mengeluh tentang jarangnya penggunaan laboratorium untuk kegiatan praktek. Bahkan, hal
tersebut Ia rasakan sejak masuk 2017 silam. “Kami tidak pernah merasakan laboratorium semenjak kami di Parepare. Kalau ada mata kuliah praktek kami pake laptop pribadi, dan tidak semua mahasiswa PTIK memiliki laptop,” katanya. Akbar menambahkan, jadwal kuliahnya sering kali berubah ketika dosen dari Makassar berhalangan hadir. Sehingga tak jarang, ia harus berkuliah di hari Sabtu dan Minggu, sebagai pengganti absennya dosen dalam pertemuan. “Pertemuan yang harusnya sebanyak 16 kali pada satu semester harus disingkat menjadi dua kali pertemuan saja,” tambahnya. Saat dikonfirmasi, Koordinator Kampus Parepare, Kholik dengan tegas membantah kabar kurangnya kelas yang ada. Menurutnya, kelas yang awalnya hanya berjumlah delapan sudah bertambah menjadi 15 ruangan. “Tidak ada kekurangan ruangan, banyakji ruangan,” tegasnya saat dihubungi via telepon. (Afa)
BEM FE Terganjal Nilai Berorganisasi tanpa diakui secara sah, tentu pahit dan menyakitkan. Hal tersebut yang dirasakan oleh kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (BEM FE) saat ini. Akibat status kepengurusan ilegal, berpengaruh pada pencairan dana kemahasiswaan. Kasus seperti ini sudah menjadi lagu lama di FE. Sudah dua periode kepengurusan BEM FE tidak dilantik oleh birokrasi fakultas. Hal tersebut bukan tanpa alasan. Presiden BEM FE, Risal menjelaskan kejadian ini terkait dengan nilai akademik dan adanya angkatan 2017 dalam jajaran kepengurusannya. “Selain alasan nilai akademik, birokrasi juga mempersoalkan perihal terdapatnya angkatan 2017 yang menduduki kursi BEM FE. Mereka beranggapan bahwa angkatan tersebut seharusnya dan semestinya di himpunan saja terlebih dahulu,” jelasnya, Jumat (11/10). Risal mengaku sebenarnya sudah mewanti-wanti hal itu. Periode lalu, birokrat FE enggan melantik dengan dalih menteri yang masuk dalam jajaran tidak mencukupi standar nilai. Maka dari itu, di periode ini, Risal mengharuskan agar semua menteri di kabinetnya memiliki IPK minimal 3.0. Siwww.profesi-unm.com
,,
alnya, birokrat FE membuat Risal semakin sulit. Semua anggota BEM FE diwajibkan
"Jadi selalu memang ada cara yang menjadi alasan mereka untuk tidak melantik teman-teman," jelasnya. memiliki IPK minimal 3,0, tanpa terkecuali.ucap Risal. "Jadi selalu memang ada cara yang menjadi alasan mereka untuk tidak melantik teman-teman," akunya. Segala upaya komunikasi ditempuh untuk memastikan status legal BEM FE ini sudah dilakukian. Namun rupanya tidak mudah untuk menggoyahkan dinding keteguhan dari birokrasi fakultas. Mahasiswa angkatan 2016 ini juga menganggap, dirinya seharusnya
bisa dilantik seperti BEM UNM, meski dengan kondisinya tidak memenuhi aturan yang berlaku di UNM. Risal juga mempermasalahkan mengenai anggaran pelantikan yang birokrasi kembalikan. Sebab menurutnya belum ada bukti bagaimana sistem pengembalian itu. Sampai saat ini birokrasi dinilai tidak terbuka terkait pengembalian dana yang akan dikembalikan ke negara. "Ini juga akan kami cari tau kemudian kami kaji. Pimpinan fakultas tidak terbuka soal anggaran. Kemarin saja teman-teman minta transparansi anggaran malah berujung skorsing," tambah Risal. Pengakuan Risal langsung dibantah Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan (WD III) Sahade. Menurutnya, birokrasi sudah berjalan pada aturan yang berlaku dan tidak terpengaruh pada pelantikan BEM UNM. "Kita tidak berpatokan pada yang di atas. Tetapi memang seperti itu digariskan dari universitas. Yang menjadi masalah bahwa fakultas harus menjaga hal seperti itu. Sebab dari fakultas juga cikal bakal muncul untuk naik ke universitas. Nantinya fakultas kita dianggap tidak mempersiapkan kader-kader. Kesimpulannya perkuat saja yang di fakultas dulu," ujar Sahade. (Ira)
ILUSTRASI.INT
Kurang Kelas Bikin Antre Kuliah
Teknol "Hantui" Mahasiswa dan Dosen Suasana belajar yang kondusif akan membuat mahasiswa dan dosen merasa nyaman dalam melakukan proses belajar mengajar. Tapi apa yang akan terjadi jika kondisi ruangan tidak kondusif, belajar di gedung tua, dengan rasa takut yang menghantui di setiap proses perkuliahan. Hal ini dialami Muhammad Irsyam, mahasiswa Jurusan Elektro yang berkuliah di Gedung Teknol Fakultas Teknik (FT). Irsyam mengeluh akan kondisi ruangan yang menurutnya sudah tidak layak pakai lagi. Dirinya juga mengaku, selalu waswas ketika berkuliah di gedung tersebut. ”Masa runtuhpi baru mau diganti ini gedung, mana prodi bertambah lagi otomatis ruangan berkurang, nyatanya tidak ada pertambahan kelas sampai sekarang,” keluhnya, Jumat (18/10). Tak hanya Irsyam saja yang merasakan hal tersebut, beberapa dosen yang mengajar pun tak jarang mangkir mengajar dengan alasan yang sama. Ketua Jurusan Elektro, Ruslan membenarkan hal tersebut. Ia mengaku tak jarang mendapat keluhan dari beberapa dosen terkait kondisi gedung yang sudah berusia 55 tahun tersebut.
“Oh iya, memang banyak dosen yang bilang begitu, jadi saya sudah perintahkan ketua prodi untuk menyurat jadi itu sudah sampai di fakultas, jadi kita tinggal menunggu konfirmasi. Cuma khawatirnya kalau tidak ditanggapi terjadi hal yang tidak diinginkan melihat kondisi fisik gedung sudah tidak layak,” katanya. Keluhan juga datang dari Ketua Prodi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) Mustari, ia mengatakan, secara tampilan fisik gedung Teknol memang sudah kelihatan usang dan tua. "Fisik itu sudah ada material yang jatuh, saya tidak tau layak atau tidak. tapi memang ini gedung kan sudah terbakar," katanya. Terpisah, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum (WD II) Jamaluddin, mengungkapkan pihak fakultas sudah pengajuan renovasi Gedung Teknol. Ia juga menjaleskan, proses pengajuan sudah berada di kantor pusat dan sedang menunggu persetujuan. “Oh ndak ji, sementara terprosesmi itu usulannya, nanti kita akan renovasi, tidak mungkin kita tinggal diam,” jelasnya. (Pri)
Urai data, ungkap fakta, saji berita
16 PERSONA www.profesi-unm.com
Profesi Edisi 236 Oktober Tahun XLII 2019
Doa Ibu Penentu Kesuksesan H
asil takkan pernah mengkhianati proses. Kerja keras dan bimbingan sang ibu, serta tekad yang kuat menjadi kunci. Tak ayal, segudang prestasi berhasil diraih Dina berkat itu. Menjadi sosok gadis muda bertalenta yang sukses membuktikan bahwa Fachma Dinawaty tidak sekadar mengandalkan kepiawaiannya dalam panggung fashion show. Melainkan memang benarbenar punya tekad kuat dan kedisiplinan dalam menjalani kehidupannya. Menurutnya, dengan terus belajar dan pantang menyerah akan menjadikannya lebih mahir untuk meningkatkan kemampuan modelling. Serta berprestasi dalam bidang akademik. “Selalu menyempatkan waktu satu hingga dua jam,” jelas mahasiswa Prog ram Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) ini. Belum lagi, apa yang ia dapatkan saat ini tak lepas dari semangat serta dukungan ibunya. Sebab, sang ibu terkadang mengorbankan kebutuhan sehariharinya demi mengikutkan Dina dalam perlombaan. Namun, apa yang ibunya korbankan terbalaskan dengan segudang prestasi yang Dina raih hingga saat ini. Bahkan, Dina pun sudah mampu membeli sebuah mobil dengan keringatnya sendiri. “Kalau bukan karena ibu, saya mungkin bukan apa-apa sekarang,” ujarnya. Sejak ia masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK), hingga menge nyam pendidikannya di PGSD FIP, prestasi tak pernah henti-hentinya diraih. Prestasi tingkat kota, provinsi maupun nasional telah berhasil disabet olehnya. Tak disangka pula, busana yang dikenakan Dina saat mengikuti ajang pencarian bakat di salah satu program TV swasta nasional 2015 lalu menarik perhatian Ivan Gunawan, presenter sekaligus perancang busana. Karena rasa penasarannya, ia bersama dengan delapan kru TV nasional mengunjungi sempat ke kediaman Dina di Jalan Dg. Tata I, Makassar untuk menilik kisah dan prestasinya. Saat ini, dara asal Makassar ini kebanjiran job. Mulai dari menjadi Master of Ceremony (MC) di berbagai kegiatan, juri perlombaan fashion show hingga mengisi acara besar pemerintahan setem-
Biodata : Nama Lengkap : Fachma Dinawaty Tempat/Tanggal Lahir : Makassar, 18 Maret 2000 Pendidikan : • SDI Malengkeri Bertingkat (2011) • SMPN 18 Makassar (2014) • SMAN 11 Makassar (2017) • Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Negeri Makassar (UNM) • Prestasi Terakhir : • Putri Talenta Nusantara 2015 • Putri Hijab Entertainment 2016 • Juara 1 Hijab Glamour Syahrini 2017 • Icon Muslimah Bank Mandiri Syariah 2017 • Juara 1 Fashion Busana Muslim 2017 • Putri Bunga Surabaya 2017 • Juara 1 Kostum Daur Ulang Adiwiyata 2017 • Putri Pramuka Penegak 2017 • Runner Up 1 Putri Pesona Batik Nusantara 2018 • Juara 1 Fashion Second Stufd GenBI 2018
FOTO: doc. profesi
Urai data, ungkap fakta, saji berita
www.profesi-unm.com