SAATNYA kita melawan
INDEKS Hal. 3 Hal. 4 Hal. 11 Hal. 14
UNM Raih Dana Hibah IPD Terbanyak Bos Main Hakim Sendiri UNM Tampung 8172 Maba Sadis yang Manis
Tabloid Mahasiswa UNM Profesi Edisi 247 Mei Tahun MMXXI 2021
2 PERSEPSI
LPM Profesi UNM - Edisi 247 Mei Tahun MMXXI 2021
EDITORIAL
LK UNM Dipaksa Tunduk
M
enjadi corong suara utama mahasiswa di setiap fakultas, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) memikul beban berat membawa perubahan di setiap fakultas terkait. Tapi sepertinya tugas BEM sebagai jembatan suara antar mahasiswa dan pihak birokrat, justru dianggap sebagai pemberontakan oleh pihak birokrat. Berbagai aturan serta kebijakan dikeluarkan agar pergerakan para agen perubahan ini dapat “terkontrol”. Pemotongan dana LK sebesar 50% yang dialami BEM Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) contohnya, dengan alasan pajak dana berkegiatan yang sebenarnya sudah pas-pasan masih harus dikebiri. Pengkebirian ini semakin aneh, manakala Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan (WD 3) FBS mengaku tidak tahu apa-apa terkait pemotongan yang terjadi. Pertanyaan asal kebijakan pun sontak muncul, bagaimana bisa WD 3 yang notabenenya adalah ayah terdekat para LK justru tak tahu menahu persoalan kebijakan menyangkut anaknya. Tak adanya kebijakan serupa di fakultas lain tidak memberikan jalan terang akan persoalan ini. Kala BEM fakultas ungu mengalami pengkebirian dana, BEM Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) harus mengalami pengebirian masa jabatan. Total 6 bulan dikurangi oleh pihak fakultas, hal ini berdasarkan SK kepengurusan yang diterbitkan fakultas. Keterlambatan Mubes kepengerusuan sebelumnya dijadikan alasan, menyebabkan posisi BEM fakultas yang dipertanyakan. Sekali tiga uang dengan FIP, BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) turut berada di posisi abu. Tak diakui oleh pihak fakultas dikarenakan IPK pengurus yang tidak memenuhi persyaratan. Sementara itu di sektor banta-bantaeng BEM Fakultas Ilmu Keolahragaan
(FIK) telah mengalami vakum selama 3 tahun, tanpa ada kejelasan kapan pucuk LK FIK akan muncul kembali. Tak hanya kurang komunikasi antara pihak LK dan birokrat, adanya kesan pembiaran dari pihak birokrat semakin memperunyam keadaan. Menyerahkan seluruh kelangsungan LK pada pihak mahasiswa memang merupakan keputusan bijak, tapi jika hal ini tidak dibarengi dengan pengawasan atau bantuan untuk menyelesaikan masalah yang dialami oleh LK, maka masalah ini akan menjadi bom waktu yang berakhir pada rusaknya hubungan kedua pihak. Adanya jabatan WD 3 disetiap fakultas rasanya sudah cukup membuktikan jika hubungan baik kedua belah pihak sangat diharapkan. WD 3 selaku ayah yang mengayomi para mahasiswa dan lembaga, dan LK yang menjadi anak-anak juru bicara mahasiswa lainya. Namun rasa apatis dan saling lempar tanggungjawab justru mewarnai hubungan ini. Sudah cukup rasanya para pengurus Lembaga di cap pembangkang atau pemberontak, sudah saatnya pula para pengambil keputusan terjun melihat anak-anaknya yang kehilangan arah. Tak ada masalah yang tak bisa diselesaikan melalui duduk bersama berbicara saling membuka fikiran.(*)
Pelindung: Prof. Dr. Ir. H. Husain Syam, M.TP. IPU. Dewan Pembina: Hazairin Sitepu, Akbar Faizal, Syahrir Muhammad, Asia Ramli Prapanca, Ammas DR, Anshari, Muhiddin, Mukhramal Azis, Uslimin, Fachruddin Palapa, Abdul Wahid Nara, Husain Rasyid, Syamsuddin Yoko, Rusli Siri, Makmur Abdullah, Faisal Palapa, Rustan Bedmant, Abdul Rahman, Abdul Salam Malik, Supriadi, Mirwan, Sultan, Usman. Pemimpin Umum: Fikri Rahmat Utama, Sekretaris Umum: Dewan Ghiyats Yan Galistan, Bendahara Umum: Elfira, Pemimpin Redaksi: Muhammad Fadhil Aqilah B, Manajer Daring: Annisa Puteri Iriani, Broadcasting Manager: Anita Nur Fadhilah Halid, Pimpinan Penelitian dan Pengembangan: Ema Humaera. Tabloid Mahasiswa PROFESI diterbitkan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar STT : 1635/ SK/Ditjen PPG/1990. Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Fikri Rahmat Utama, Pemimpin Redaksi: Muhammad Fadhil Aqilah B, Redaktur: Kristiani Tandi Rani, Reporter: Elfira, Dewan Ghiyats Yan Galistan, Muh. Ilham Raihan, Anita Nur Fadhilah Halid, Annisa Asy Syam. A, Annisa Puteri Iriani, Ema Humaera, Fitria Indah Saraswati, Khuznul Khotimah, Murni Fotografer: Muhammad Rezky H, Layouter/Desainer Grafis: Muhammad Khadafi, Iklan dan Kerjasama: Annisa Asy Syam. A. Redaksi LPM Profesi UNM: Jl. Tidung 7 Setapak 4 No. 190 Kelurahan Mappala, Kecamatan Rappocini, Makassar Telp. (0411) 8914674, E-mail: profesi.online@gmail.com, Website: www.profesi-unm.com, Youtube: Profesi TV
Desain Sampul & Tata Letak: Khadafi
Dalam proses peliputan, wartawan PROFESI dibekali tanda pengenal atau surat tugas dan dilarang meminta atau menerima pemberian dalam bentuk apapun. Urai data, ungkap fakta, saji berita
www.profesi-unm.com
3 LPM Profesi UNM - Edisi 247 Mei
MOZAIK
Tahun MMXXI 2021
Universitas Negeri Makassar (UNM) menjadi penerima hibah terbanyak di antara seluruh perguruan tinggi yang memperoleh bantuan dana Hibah Inovasi Pembelajaran Digital (IPD). Dengan total 389,5 juta dari empat jurusan. KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) mengumumkan kampus penerimaa dana Hibah Inovasi Pembelajaran Digital (IPD). Penerimaan dana ini sendiri terbagi menjadi empat jurusan, dengan rinician yakni. Jurusan Kimia sebesar 100 juta, Bimbingan dan Konseling sebesar 97,5 juta, Sastra Inggris sebesar 94,5 juta, dan Pendidikan Seni Rupa
sebesar 97,5 juta. Wakil Rektor Bidang Akademik UNM, Hasnawi Haris mengatakan keberhasilan UNM meloloskan empat Prodi merupakan bagian dari hibah-hibah MB-KM yang secara keseluruhan telah diusulkan 29 Prodi dan sedang berproses enam Prodi lagi untuk Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia. “Saya berterima kasih kepada tim MB-KM UNM yang telah mengorganisir dengan sangat baik program pendanaan dari Kemdik-
bud, terutama yang terkait implementasi MB-KM dan pencapaian delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) UNM,” jelasnya. Dosen Ilmu Hukum itu menambahkan, lolosnya UNM dari evaluasi kementerian menjadi bukti bahwa kualitas akademik dan pembelajaran UNM mampu bersaing secara nasional. “Inovasi pembelajaran digital ini langkah solutif menjawab tantangan pendidikan masa depan dan situasi pandemi hari ini,” jelasnya. Sejalan dengan itu, Rektor UNM, Husain Syam mengapresiasi kinerja Prodi dan tim akademik yang bekerja keras meraih pendanaan tersebut melalui kompetisi dana hibah. Menurutnya keberhasilan men-
Tim PKM JTIK FT UNM Pasarkan Kain Khas Suku Kajang TIM Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Jurusan Teknik Informatika dan Komputer (JTIK) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) memasarkan kain khas Suku Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Tim yang terdiri dari empat mahasiswa yakni Anisa Febriani Musakkir, Ahmad Ali Ramli, Ikra Ain Fahwa dan M Sukron Kurniawan, memasarkan kain Tope Le'leng atau kain hitam melalui aplikasi e-commerce ramah budaya. "Kita mengetahui masyarakat Suku Kajang concern menjaga nilai-nilai budaya. Kami hadirkan teknologi untuk membantu mereka tanpa mencerabut akar budaya, " kata Anisa yang dua tahun lalu juga mendapatkan pendanaan dari PKM.
Alasan ia bersama tim membantu Suku Kajang berangkat dari banyaknya keluhan masyarakat setempat. Khususnya terkait pemasaran barang khas yang diproduksi masyarakat Suku Kajang. "Rata-rata masyarakat (Kajang Dalam) membawa kain Tope Le'leng ke Kajang Luar untuk dijualkan. Sementara, masyarakat Kajang Luar menjualnya secara konvensional. Menunggu pengunjung datang atau membawa ke pasar tradisional. Nah ini yang kami bantu dengan aplikasi pemasaran dengan tetap menjaga nilai budaya lokal Suku Kajang," imbuh Anisa. Dosen pembimbing Anisa dan tim, Yasdin, menyatakan, inovasi Kadow merupakan pemikiran yang sangat brilian di era industri 4.0.
"Ini ide masyarakat 5.0, super smart society. Aplikasi Kadow yang dikembangkan Anisa dan kawankawan membuktikan bahwa teknologi dan budaya bisa hidup beriringan. Inovasi mereka sangat layak didorong ke level yang lebih luas. Ini sangat memungkinkan digunakan secara nasional," kata Yasdin yang juga Kepala Pusat Riset dan Penguatan Inovasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakan UNM. Atas kepeduliannya terhadap Suku Kajang Anisa beserta timnya dinyatakan lolos pada PKM bidang Penerapan Iptek (PI). Mahasiswa berhasil mendapatkan bantuan dana Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (nih)
FOTO: FIKRI RAHMAT UTAMA
UNM Raih Dana Hibah IPD Terbanyak
SNAPSHOT
Mangkrak - Gedung Tellu Cappa Pascasarjana UNM hingga kini tak jelas kapan akan rampung. Gedung ini nampaknya mulai hancur akibat bengkalai bertahun-tahun. Area disekitar gedung pun digenangi air. Nampaknya belum ada rencana untuk melanjutkan gedung berlantai 12 ini.
catatkan nama sebagai peraih jumlah terbanyak hibah IPD menunjukkan inovasi pembelajaran digital di UNM memperoleh pengakuan secara nasional.
P
“Ini menunjukkan bahwa ekosistem pembelajaran digital di kampus UNM berjalan baik. Tidak mudah menjadi peraih jumlah hibah terbanyak seperti ini,” katanya. (tis)
Prodi PTB FT UNM Raih Akreditasi Unggul
rogram Studi (Prodi) Pendidikan Teknik Bangunan (PTB) Universitas Negeri Makassar (UNM) mencatat sejarah sebagai prodi pertama peraih akreditasi unggul pada 18 Mei 2021 lalu. Hal ini resmi ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2021 dengan nomor SK: 2989/SK/ BAN-PT/Akred/S/V/2021. Reany Tenriola yang merupakan Ketua Prodi PTB FT UNM mengungkapkan rasa senangnya berhasil memimpin peraihan satu ini. Ia pula menceritakan kendala yang sempat dialami, perubahan standar menjadi 9 sempat membuat pihak penyusun borang keteteran. “Kendalanya pada penyusu-
nan dokumen terjadi perubahan menjadi 9, dan sama kami belum ada acuan yang 9 standar/kriteria yang membuat sebelumnya, kendala juga pada saat pengumpulan data. Data bukan hanya data prodi tapi data mulai dari data universitas dan fakultas,” ceritanya. Kendala ini turut dirasakan oleh salah satu tim penyusun akreditasi borang, Anas Arfandi. Perubahan kriteria ini mengharuskan perubahan dalam berbagai segi termasuk pikiran tim penyusun. “Penyusunan borang akreditasi BAN-PT dengan 9 kriteria membutuhkan perubahan mindset dari seluruh pihak terkait agar penyusunan dapat berjalan lancar dan dipahami oleh seluruh pihak,” ucapnya. (yat)
Menembus Subuh Penyapu Kampus
FOTO: KRISTIANI TANDI RANI
*Kristiani Tandi Rani
Menyapu - Marni terlihat melakukan aktivitas rutinnya setiap pagi. Ia bekerja mulai dari jam 5 subuh hingga menjelang malam.
Matahari bahkan belum duduk diperaduannya, belum pula habis angin dingin sisa semalam, tapi langkah kecilnya sudah berirama bersama semangatnya mengabdi di kampus orange. Mengais rezeki bersama sapu ijuknya. www.profesi-unm.com
Ketika jarum jam sudah menunjukkan jam lima subuh, langkahnya semakin dipercepat itu artinya kakinya akan berkelana lagi ke jalan Parangtambung menembus remang jalan Palantikang. Belum sempat menarik nafas melepas lelah dari perjalanan panjang, langkahnya segera dikayuh membersihkan area kampus FBS. "Kalau kesini ka jalan kaki, dari Palantikang ke sini, biasa na bilang orang kuat mu itu. Kalau subuh saya kesini jam 5 subuh, sampai disini langsung membersihkan," tuturnya sambil menghapus keringat yang mengucur di dahinya. Tangannya seolah tidak pernah lelah mengayuh sampai akhirnya dia selesai membersihkan lapangan di Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS). Ia adalah Ibu Marni Cleaning Servis (CS) yang sudah dua tahun terakhir ini mengabdi di FBS UNM. Hidup sebatang kara
tanpa sanak keluarga membuatnya harus bekerja dengan giat demi menyambung hidup. Baginya hanya pekerjaan ini yang dapat Ia andalkan dalam menjalani hidupnya. "Sudah mi meninggal suami ku dek, meninggal ki barangkali 2 bulan dipanggil ma bekerja disini. Kalau anak ku saya sudah meninggal dua, cewe satu dan cowo dua baru meninggal kasihan toh baru 7 bulan," katanya. Baginya bekerja dari pagi hingga petang adalah sebuah rutinitas yang sudah menjadi kebiasaan mutlak baginya. Meski kadang menuju ke tempat kerjanya Ia harus menembus jarak yang jauh dengan berandalkan kakinya. Dengan gaji 1 juta yang kadang belum cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Belum lagi kadang gajinya harus dipotong oleh pimpinan fakultas. Kadang Ia kehabisan akal lantaran gaji yang didapatkan tidak sesuai dengan apa yang
dia butuhkan. Gajinya perbulan kadang lebih besar daripada kebutuhannya. "Biasa tidak cukup karena rumah ku saja 600, makan lagi kadang juga kalau pulang naik bentor 10 ribu satu hari. Kalau 1 bulan itu 300 memang mi," ujarnya. Bertemu dengan pimpinan kampus adalah hadiah tersendiri baginya. Kadang dirinya menjadi tambahan rezeki ketika bertemu dengan pimpinan kampus FBS. "Baik ji kalau ketemu sama Pak Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, sama Pak Dekan," ujarnya. Bulan ini Ibu Marni harus menelan pil pahit, lantaran dengan alasan yang tak jelas. Ia kembali di kenahi potongan gaji. "Biasa satu bulan gaji, kenapa 500 ji na kasihkan ki. Baru ini yang sebenarnya kan 1 juta kan, baru dia beng full ki semua THRnya baru kita stengah ji," tambahnya dengan nafas berat. (*) Urai data, ungkap fakta, saji berita
4 REPORTASE KHUSUS
LPM Profesi UNM - Edisi 247 Mei Tahun MMXXI 2021
BOS MAIN HAKIM SENDIRI
L
K kini sedang terkapar, bukan tak berdaya, namun angkat suara tetap terabaikan, seolah hanya angin lalu. Setiap usaha mereka hanya dibalas dengan alasan tak berbobot oleh para birokrasi. Bahkan aksi mereka hanya kembali dengan teriakan kosong tanpa setitik kata dari pelempar masalah, sungguh miris nasib LK saat ini. Seakan belum hilang luka dari pandemi kemarin yang sudah memporak-porandakan program kerja yang susah payah di atur di awal kepengurusan. Justru mereka harus menelan pil pahit pasca pandemi yang sudah mulai dianggap bukan hal yang terlalu serius untuk dijadikan alasan penghambat program kerja untuk berjalan, sayang sekali sepertinya itu hanya ilusi. Beberapa LK di kampus berikon Pinisi ini seperti memang sedang dibawa arus gelombang roda kepengurusan yang sangat deras, berbagai gelombang masalah datang menghampiri, mulai dari pemotongan dana LK, pemotongan masa kepengurusan, ketidakjelasan periode kepengurusan, bahkan beberapa LK fakultas yang tak dilantik seperti BEM FE, FIS dan lebih tragis FIK yang terpaksa harus vakum. Muh. Fardiansyah, Maperwa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) ini contohnya, harus menjalankan roda kepengurusan dengan banting tulang lantaran dana LK di fakultasnya dipotong, tak tanggung-tanggung dana yang dipotong setengah dari dana LK yang seharusnya ia teri ma, dengan alasan pandemi. Akibat dari hal ini beberapa kinerja lembaga harus terpaksa terhambat. "Semua LK di FBS dipotong 50% dananya. Kegiatan-kegiatan LK jelas banyak yang terhambat karena dana yang dialokasikan ke LK berkurang," tutur mahasiswa FBS ini. Urai data, ungkap fakta, saji berita
Seolah tak terjadi masalah apa-apa, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan (WD III) FBS, Asis membantah tidak ada pemotongan dana LK yang terjadi di fakultasnya, bahkan Ia beralibi tidak mengetahui duduk perkara yang saat ini sedang terjadi. "Sepengetahuan saya tidak ada potongan dan pengurus LK sendiri yang langsung ke bendahara," ujarnya. Lain kisah di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) yang harus mengakhiri masa kepengurusan sebelum waktunya, mirisnya pemotongan masa kepengurusan tersebut tidak memiliki aturan dasar yang jelas sehingga BEM dan Maperwa FIP hingga saat ini terus meminta kejelasan. "Persoalan itu kami terus melakukan pengawalan yang dimana hal tersebut tidak sesuai dengan AD/ART setiap lembaga kemahasiswaan yang ada di FIP serta PLK UNM, artinya secara landasan hukum pengurangan masa kepengurusan tersebut itu tidak berdasar," ujar Andi ketua BEM FIP. WD III FIP UNM, Ansar mengeluarkan pendapatnya mengenai hal ini, Ia bersitegas bahwa kebijakan pemotongan masa kepengurusan itu sudah sesuai dengan SK, sehingga tidak ada lagi alasan untuk menentang kebijakan itu. "Tidak ada pemotongan kepengurusan, inikan tahun 2020 itukan berakhir masa kepengurusan untuk periode BEM dan Maperwa sebelumnya. Terakhir bulan Maret, tapi dia menunda terus karena ceritanya ini Covid, saya bilang ini kan periode lembaga kemahasiswaan itukan tetap selalu berakhir di bulan Maret," jelasnya. Beda kasus dengan FIP, FSD malah seolah sedang betah menjalankan masa roda kepengurusannya. Terlambat mengganti
FOTO: FAHMI WARDANI
Birokrat sepertinya sedang mencoba main hakim sendiri. Berbagai masalah mulai dilemparkan kepada sejumlah Lembaga Kemahasiswaan (LK) Universitas Negeri Makassar (UNM). Dengan berbagai alibi yang tak masuk logika, birokrat mencoba membungkam mulut sejumlah aktivis kampus, mulai dari SK pengurus hingga pandemi pun dijadikan tameng pertahanan sekaligus senjata membenarkan kebijakan yang dibuat. Tak seperti pemimpin, perilaku Birokrat malah terkesan seperti bos.
MEMBENTANG. Mahasiswa Perwakilan Lembaga Kemahasiswaan UNM, menggelar aksi demonstrasi sembari membentangkan petaka penolakan MBKM di depan Menara Pinisi UNM, 26 Mei 2021.
kepengurusan lantaran pandemi dan masalah internal yang harus diselesaikan lebih awal membuat pergantian kepengurusan mengalami keterlambatan hampir setengah periode, namun hal ini justru tidak menimbulkan masalah di LK FSD, dengan berlapang dada birokrat memberikan keluwesan untuk terus berproses lantaran masa pandemi yang sempat menghambat kinerja kelembagaan. "Satu tahun empat bulan, selain karena Covid juga karena kemarin itu ada beberapa dinamikasi yang harus diselesaikan di internal. Birokrat di FSD santai jadi tidak terlalu terikat, tidak ada penekanan karena memangkan aturan pergantian pengurus barubaru dikeluarkan," ujar Trian ketua BEM FSD.
Seolah tak menemui titik terang, dengan tragis BEM FE tak digubris oleh birokrat, dengan iklas mengemban amanah tanpa status yang jelas. BEM FE harus menelan pil pahit di kepengurusannya karena pimpinan tak mau melantik pengurusnya, tidak dilantiknya BEM FE ini kabarnya lantaran persyaratan IPK pengurus yang tidak memadai. "Alasan birokrasinya itu temanteman di ekonomi alasannya IPKnya, kan secara PLK itu 3,0 baik itu pimpinan dalam hal ini BEM, Maperwa beserta jajarannya jadi ditetapkan IPK minimal 3.0 berdasarkan peraturan LK yang ada di UNM. Jadi ada beberapa pengurus di BEM FE yang tidak mencapai 3.0 jadi itu alasannya tidak dilantik," ujar Awaludin ketua BEM FE.
Sahade, Wakil Dekan bidang kemahasiswaan (WD 3) FE menilai dirinya tidak ingin melantik pengurus LK FE dikarenakan jika terlalu dipaksakan prestasi belajar mahasiswa yang telah merosot nantinya akan mengalami penurunan. "Tidak pernah ada pengurus lembaga kemahasiswaan yang ipknya itu naik pada saat dia menjadi pengurus... karena kita juga tidak mau melepas mahasiswa karena syarat sekarang untuk diterima kerja IPK 3.0," ujar Sahade. Lebih tragis lagi FIK yang harus dibekukan oleh birokrasi lantaran alasan yang tak pasti. "Vakum ki BEM, makanya nda ada ketuanya," ujar ketua Hima PJKR saat diwawancarai. Hingga saat ini belum ada klarifikasi dari WD III FIK. (*) www.profesi-unm.com
5 REPORTASE KHUSUS
LPM Profesi UNM - Edisi 247 Mei Tahun MMXXI 2021
Pengurus Tak Dianggap 'Sebagai kekasih yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba bertahan ku yakin kau kan berubah'. Mungkin sepenggal lagu dari Pingkan Mambo ini cukup mewakili perasaan pengurus Lembaga Kemahasiswaan (LK) Fakultas Ekonomi (FE) UNM. Lantaran sudah hampir satu periode kepengurusan tapi keberadaan pengurus LK ini masih saja belum dianggap oleh birokrasi, hal ini ditunjukkan dengan enggannya pimpinan FE melantik sejumlah pengurus LK. Awaludin, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), mengaku birokrat enggan melantik pengurus LK dikarenakan ada beberapa pengurus yang tidak mencapai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang menjadi standar untuk berlembaga yakni IPK 3,0.
"Alasan birokrasinya itu teman-teman di ekonomi alasannya IPKnya, kan secara PLK itu 3,0 baik itu pimpinan dalam hal ini BEM, Maperwa beserta jajarannya jadi ditetapkan IPK minimal 3.0 berdasarkan peraturan LK yang ada di UNM. Jadi ada beberapa pengurus di BEM FE yang tidak mencapai 3.0 jadi itu alasannya tidak dilantik," ujar Awaludin mahasiswa FE. Tidak adanya hitam di atas putih yang menjadi bukti sahnya kepengurusan, membuat BEM FE harus lebih terlatih untuk mentaktisi diri menjalankan semua program kepengurusannya dengan mandiri. Tanpa adanya dana LK dari birokrat. "Dampaknya pasti ada, kalau tidak ada dana pasti kewalahan
jalankan program kerja. Semestersemester lalu itu kalo ndak dilantik bisa ji pake ruangan sekarang ndak boleh, biar ruang kelas nda diberikan," keluh ketua BEM FE ini. Tak jauh berbeda dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS), BEM FIS juga sempat ditunda untuk dilantik lantaran IPK dari pengurus BEM yang tidak mencukupi nilai standar dari peraturan LK. "Kalau dari birokrat itu ji lembaga struktural IPK 3. Kemarin kukira 4 ji yang di bawah IPK 3 tapi masih ada sekitaran 7 atau 8, 4 pengurus inti lebihnya itu staf. Saya juga berfikir nda bisa kukasi keluar anak-anak yang IPK 3 masa mau kularang berorganisasi," jelas BEM FIS. Fahmi, Ketua BEM FIS mengaku dirinya dan beberapa pengu-
Bingung, Periode Kepengurusan Digantung
S
epertinya Lembaga Kemahasiswaan (LK) dan birokrat sedang bingung. Lantaran periode kepengurusan berjalan ambigu, BEM FIP yang belum cukup masa kepengurusan harus dipaksa mundur dari jabatan sebagai pengurus, berbanding terbalik dengan BEM FSD yang sudah lewat masa jabatan namun belum ada pertanda akan melakukan regenerasi kepengurusan. Ansar, WD III FIP mengeluarkan sebuah pernyataan terhadap masa kepengurusan BEM FIP yang sudah melampaui masa kepengurusan. Menurutnya masa kepengurusan BEM FIP lambat mengalami regenerasi dikarenakan LK FIP sendiri yang selalu mengulur waktu dengan alasan Covid. "Tidak ada pemotongan kepengurusan, inikan tahun 2020 itukan berakhir masa kepengurusan untuk periode BEM dan Maperwa sebelumnya. Terakhir bulan Maret, tapi dia menunda terus karena ceritanya ini Covid, saya bilang ini kan periode lembaga kemahasiswaan itukan tetap selalu berakhir di bulan Maret," papar dosen FIP ini. Tim Reportase Khusus
wah LK FIP di UNM. "Tentunya kami fungsionaris LK FIP UNM berharap tidak adanya lagi intervensi kelembagaan di FIP karena bilamana hal ini terus berlarut eksistensi kelembagaan yang ada FIP akan terkontruk dengan model tendensi pimpinan," harapnya. Beda kasus dengan FIP, FSD malah seolah sedang betah menjalankan masa roda kepengurusannya. Terlambat mengganti kepengurusan lantaran pandemi dan masalah internal yang harus diselesaikan lebih awal membuat pergantian kepengurusan mengalami keterlambatan hampir setengah periode, namun hal ini justru tidak menimbulkan masalah di LK FSD, dengan berlapang dada birokrat memberikan keluwesan untuk terus berproses lantaran masa pandemi yang sempat menghambat kinerja kelembagaan. "1 tahun 4 bulan, selain karena Covid juga karena kemarin itu ada beberapa dinamikasi yang harus diselesaikan di internal. Birokrat di FSD santai jadi tidak terlalu terikat, tidak ada penekanan karena memangkan aturan pergantian pengurus baru-baru dikeluarkan," ujar Trian ketua BEM FSD. (*)
kalau masuk di lembaga kemahasiswaan akademik, harus ada karena disitu diliat dirinya, bagaimana kau bisa menjadi contoh bagi teman-teman kalau IPKnya anda," tutur Sahade. Untuk memperkuat tindakannya, Ia menyatakan tak setuju dengan pengurus yang memili IPK dibawah 3.0 dikarenakan Ia kawatir akan membuat prestasi mahasiswanya terhambat. Menurutnya, prestasi mahasiswa yang berlembaga biasanya tidak pernah meningkat. "Tidak pernah ada pengurus lembaga kemahasiswaan yang IPKya itu naik pada saat dia menjadi pengurus, karena kita juga tidak mau melepas mahasiswa karena syarat sekarang untuk diterima kerja IPK 3.0," tegas dosen FE ini. (*)
Dana LK Ditelan Pandemi Pandemi menjadi momok yang sangat berdampak bagi kehidupan di waktu belakangan ini. Ironisnya hal ini justru menjadi senjata bagi birokrat untuk memotong dana Lembaga Kemahasiswaan (LK). Tak tanggung-tanggung akibat pandemi dana LK dipotong hingga setengah dari dana LK sebelumnya. Sejumlah LK di Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) misalnya, mereka harus mengalami pemotongan dana LK sebesar 50%. Ketua Maperwa, Muh. Fardiansyah mengatakan pemotongan dana LK dikarenakan adanya pengalihan anggaran karena pandemi. "Semua LK di FBS dipotong 50% dananya, katanya ada pengalihan anggaran karena covid-19," kata mahasiswa angkatan 2016 ini. Akibat dari pemotongan dana LK ini dengan mengumpulkan semangat ketabahan, LK di FBS harus mengubur lagi harapannya untuk memberikan yang terbaik dalam menjalankan program kerja yang telah disus u n dari awal kepengurusan. "Kegiatankegitan LK jelas banyak yang terhambat karena dana yang
dialokasikan ke LK berkurang," keluh ketua Maperwa FBS. Menyikapi kebijakan yang dinilai masih belum logis BEM FBS terus melakukan pengawalan mengenai kasus pemotongan UKT, karena jika dibandingkan dengan kenaikan UKT di situasi pandemi harusnya berbanding lurus dengan kenaikan dana LK bukan malah sebaliknya. "Kawan-kawan BEM di FBS sedang lakukan advokasi terkait ini. Ya semoga isu ini bisa dipatahkan, karena dana LK kan berasal dari UKT yang dibayarkan jadi tidak logis kalau dana LK yang dipotong sedangkan UKT tetap jalan, bahkan UKT Maba rata-rata naik jadi harusnya dana LK juga naik, bukan malah dipotong," bantah Fardiansyah. Tak terima dengan isu yang beredar Asis, WD III FBS memberikan komentarnya. Menurutnya tidak ada pemotongan dana LK di FBS, bahkan dirinya tidak mengetahui sama sekali mengenai isu pemotongan dana itu. "Sepengetahuan saya tidak ada potongan dan p e n g u r u s LK sendiri yang langsung ke bendahara," tegas dosen PBSI ini. (*)
FOTO: FAHMI WARDANI
Koordinator : Kristiani Tandi Rani Anggota : Annisa Asy Syam Ema Humaerah Irsan Juliani Sumayyah Agatoni
Menyikapi pernyataan yang ada, dengan tegas Andi ketua BEM FIP UNM bersama pengurus mengambil sikap tegas untuk mengawal kasus ini lantaran tidak ada aturan yang jelas tentang pemotongan masa kepengurusan itu. "Persoalan itu kami terus melakukan pengawalan yang dimana hal tersebut tidak sesuai dengan AD/ART setiap lembaga kemahasiswaan yang ada di FIP serta PLK UNM, artinya secara landasan hukum pengurangan masa kepengurusan tersebut itu tidak berdasar," ujar Andi ketua BEM FIP. Akibat tidak jelasnya masa kepengurusan dengan mempertimbangkan segala aspek yang ada dengan terpaksa program kerja yang telah di susun oleh LK FIP UNM juga turut merasakan imbasnya. "Secara umum tentu dampak adanya pemotongan masa kepengurusan ini bersentuhan langsung dengan agenda program tiap lembaga yang telah disusun setiap LK yang ada di FIP," tambah mahasiswa FIP ini. Meski begitu, LK FIP UNM sampai saat ini masih terus berharap agar birokrat tidak terlalu memberikan tendensi lanta- ran k e b i - jakan ini, tentu dengan tujuan menjaga mar-
rus lain pernah mengalami intervensi dari pimpinan fakultasnya. "Mensos itu didatangi oleh Dekan, WD I, WD II, dan WD III, ketua jurusan, ketua prodi. Kalau Mawapres didatangi rumahnya di Jeneponto sama WD II nda tau siapa na temani itu kesana WD II, kalau saya langsung ja ditelfon orangtua ku bilang kenapa ada berita seperti ini," tegas Fahmi. Menyikapi hal ini, WD III FE memberikan komentar akan keputusan yang diambil. Ia menilai hal tersebut sudah benar, karena lembaga akademik seharusnya diurus oleh mahasiswa akademisi. "Kalau kau mau masuk misalnya di lembaga organisasi lain misalnya HMI itu tidak dipersoalkan karena bukan lembaga kemahasiswaan akademik, tapi
www.profesi-unm.com
Urai data, ungkap fakta, saji berita
6
UCAPAN SELAMAT
Urai data, ungkap fakta, saji berita
LPM Profesi UNM - Edisi 247 Mei Tahun MMXXI 2021
www.profesi-unm.com
7
LPM Profesi UNM - Edisi 247 Mei Tahun MMXXI 2021
UCAPAN SELAMAT
GRAFIS: MUHAMMAD KHADAFI
www.profesi-unm.com
Urai data, ungkap fakta, saji berita
8
JEJAK SEJARAH
Urai data, ungkap fakta, saji berita
LPM Profesi UNM - Edisi 247 Mei Tahun MMXXI 2021
www.profesi-unm.com
LPM Profesi UNM - Edisi 247 Mei Tahun MMXXI 2021
www.profesi-unm.com
JEJAK SEJARAH
9
Urai data, ungkap fakta, saji berita
10
SENI BUDAYA
LPM Profesi UNM - Edisi 247 Mei Tahun MMXXI 2021
Perjuangan Pertahankan Hutan Adat Pembicaraan mengenai pentingnya menjaga hutan memang tak ada habisnya. Eksistensi hutan di bumi tak hanya sekadar mendistribusikan oksigen ke seluruh makhluk hidup. Hampir setengah dari semua spesies yang dikenal itu hidup di hutan, termasuk 80 persen dari keanekaragaman hayati di darat. Manusia tidak bisa jauh dengan hutan, bak se-hidup atau se-mati. Keduanya mesti saling menjaga demi mencapai keseimbangan dan harmoni kehidupan. Namun, apa jadinya jika manusia yang harusnya bertindak sebagai Guardian itu, justru berbalik membabat habis jantung kehidupan tersebut? Inilah "Kinipan", sebuah film dokumenter garapan Dandhy Laksono yang memperlihatkan tak semua penghirup oksigen yang hidup di peradaban modern ini justru adalah penjaga sirkulasi O2 yang baik. Melalui dua tokoh yang memimpin kemana arah mata penonton berlabuh, yaitu Basuki dan Feri. Keduanya berpijak di wilayah berbeda. Namun, disatukan oleh masalah yang sama, yaitu kehilangan hutan.
Penemuan bangkai Bekantan mengapung dipermukaan air, akibat pengrusakan habitat alami menjadi pembuka ekspedisi film Kinipan. Basuki yang menyaksikannya langsung terlihat miris. Sebab baginya, kematian seekor satwa, berarti kehilangan kawan yang ikut menyebarluaskan bibit pohon lewat kotorannya ke seantero hutan. Tumbangnya berbagai pepohonan secara keseluruhan, akan mengancam berbagai habitat dan akhirnya mempengaruhi keseimbangan lingkungan. Ketika Basuki menemui Sucikno, seorang pemburu di hutan, Bengkulu, Sucikno mengatakan tiap bulan ia berhasil memburu sekitar 300 ekor babi untuk disuplai ke daerah ibu kota. Jumlah tersebut berhasil ia capai, akibat populasi harimau kian berkurang. Sebab, habitatnya maupun hutan itu sendiri telah dibabat habis oleh perusahaan sawit maupun tambang. Hal itu juga turut berdampak pada sawah dan ladang petani. Sebab, babi yang dianggap sebagai hama perusak tanaman pun semakin melonjak. Dibanding daging sapi yang memiliki harga tinggi, daging babi hutan dianggap dapat menjadi protein alternatif yang terjangkau bagi masyarakat untuk dikonsumsi, namun memiliki resiko yang cukup berbahaya. Pada penelitian beberapa kasus harimau mati, parasit telah menggerogoti perut harimau akibat
Judul Film: Kinipan Sutradara: Indra Jati dan Dandhy Dwi Laksono Produser Eksekutif: Andhy Panca dan Inge Altemeier Rumah Produksi: Global Film Tahun Pembuatan : 2021 Durasi: 2 jam 38 menit memangsa babi hutan. Terhadap manusia, hal itu disebut Zoonosis, yaitu jenis penyakit yang dapat ditularkan hewan ke manusia. Namun, tak semua virus pada binatang dapat berpindah langsung ke manusia. Zoonosis dapat terjadi karena penebangan hutan secara masif yang mengakibatkan penurunan daya dukung habitat
alami suatu satwa. Terganggunya lingkungan itu dapat menciptakan transmisi penyakit dari hewan ke manusia, bahkan dari manusia ke hewan. Sebab penggundulan hutan telah memungkinkan terjadinya kontak langsung antara hewan dan manusia. Misalnya saja Virus SARS Cov-2 yang menyebabkan pandemi Covid-19 memiliki kesamaan genetik dengan virus yang ditemukan pada kelelawar, tetapi keduanya tetap berbeda. Sehingga, mengomsumsi hewan liar memiliki risiko yang lebih tinggi dikarenakan terdapat berbagai patogen yang belum diteliti manusia, dibanding hewan ternak yang lebih aman karena masih dalam pantauan. Kinipan judul yang dibesut oleh tim Watchdoc Documentery, sebenarnya adalah daerah di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Di sana sebagian besar hutan sudah dialihfungsikan menjadi lahan sawit dan industri. Imbasnya, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah Kinipan pun dilanda banjir. Dominasi hijau pada peta Kalimantan dan Sumatera kini, tak berlebihan menganggapnya sebagai bualan. Apa yang dulu hijau sudah jadi kuning gading. Hanya butuh tiga puluh tahun jantung kehidupan itu untuk beralih fungsi jadi jantung perkebunan sawit dan area tambang. Effendi Buhing, Ketua Adat hutan Kinipan, mati-matian mempertahankan hutan dari sentuhan gergaji
mesin industri di desanya, berakhir dengan tuduhan pencurian properti perusahaan. Effendi bukannya berniat mencuri gergaji mesin tersebut, ia hanya menjegal para pekerja perusahaan yang ingin mencuri pohon di hutannya. Namun apa daya, Effendi bahkan diseret bak penjahat kelas kakap oleh sejumlah aparat berompi hitam dan bersenjata laras panjang. Tak hanya Effendi yang tampak bersikukuh menolak hutannya dijadikan lahan industri. Warga yang lain juga bergotong royong melindungi hutan dengan mendirikan pos jaga. Sebab, tak jarang karyawan perusahaan tersebut suatu waktu datang dan mencoba memangkas hutan. Ada alasan mengapa pekerja industri tersebut berani datang dan datang lagi ke hutan itu. Sebab pada 2015 lalu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan izin pelepasan hutan seluas 19.000 hektar, di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Juga Badan Pertahanan Nasional telah memberikan Hak Guna Usaha seluas 9.400 hektar kepada perusahaan perkebunan PT. Sawit Mandiri Lestari. Ditambah lagi, pengesahan Omnibus Law telah menghapus ketentuan bagi negara untuk mempertahankan minimal 30% hutan di kawasan tertentu. Yang berarti, negara telah mempersilahkan para investor untuk berbondong-bondong membabat habis hutan di Indonesia. (Aan)
Sahabat Sejati *Kristiani Tandi Rani Hai salam kenal, aku Citra. Aku ingin bercerita tentang si biang kerok, 2 cowo rese dalam hidup ku yang entah pura-pura atau sudah jadi garisan takdir menjadi sahabat ku di jurusan jurnalistik. Doni... Si cowo rese yang memiliki kebiasaan mengoleksi wanita. Buaya... Ya itulah julukannya, tapi meski pun dia di juluki buaya. Bagi ku dia tetap hello Kitty bagaimana pun tampilan luarnya di mata orang bagi ku tetap sama. Ya siapa lagi yang bakal ngajak teman cewenya manjat sampai di puncak menara tertinggi kampus hanya untuk curhat, hanya Doni yang bisa begitu. Fito... Si cowo fotografer berotak kritis yang siap membungkam siapa pun. Termasuk bos sekalipun, tak heran dia sering tergabung dalam aksi. Hanya kasihan sekali dia tergolong kaum rebahan yang menurut diagnosis ku tidak bisa bekerja terlalu berat. Makanya meski aku cewe aku selalu siap melihat tingkah manjanya yang tak kuat begadang. Menurut teman angkatan ku, kami paket komplit. Aku yang suka menulis dengan kata-kata level paling keras hingga paling manis, Doni si desainer yang suka dunia gambar, Fito si fotografer yang punya otak kritis. Kalau kami menyatu bisa menguasai dunia jurnalistik. Tapi kami punya kebiasaan sama, suka mengkritik kebijakan yang merugikan bagi teman-teman kami. Suatu hari kami terpaWksa dihukum oleh dosen karena terlalu Urai data, ungkap fakta, saji berita
ambisius lantaran menuliskan sebuah kebijakan tentang uang kuliah yang naik tanpa alasan. Hari itu kami dihukum dengan menulis 1 kliping jurnalistik dalam waktu 1 minggu. "Ah sial!" Doni memang suka sekali menggerutu. "Ah mending nulis cerpen daripada nulis kliping," aku selalu membandingkan zona nyaman ku. "Apa sih... Jodoh aja tuh kalian, sukanya ngeluh mulu. Mending sekarang kita susun strategi," Fito memang selalu berhasil jadi penetral. "Paket komplit!" Baru saja aku mengeluh sebentar aku lagi yang memberi semangat. Aku memang suka berubah-ubah, kadang sejam marah bangat, jam kedua bisa berubah jadi mirip malaikat. "Noh tau, ayo jangan nyerah... Yok bisa yok..." Akhirnya dengan slogan andalan yang tak tau darimana rimbanya ini membuat kami bertiga kembali menguji mental persahabatan. 'yok bisa yok' hehe. Hari pertama dimulai, semuanya berjalan lancar. Tapi aku belum menemui visi ku di bidang menulis kliping, Fito sudah terbiasa dengan kerjaan barunya. Doni masih sangat santai dengan gamenya. "Nih udah ada bahan untuk ditulis kok masih bengong!" Fito meskipun baik dan sangat perhatian. Tapi kalau dia sendiri berjuang pasti akan merasa lelah, ya wajar sih. "Maaf Fit... Sepertinya aku nda bisa deh, gaya tulisan ku bukan ini. Aku bukan seorang jurna-
lis yang bisa mudah menemukan gaya menulis baru, aku nyerah aja," Aku belum bisa menemui titik cahaya untuk bisa menulis kliping. "Apaan sih... Mudah bangat nyerah. Dasar Rapunzel," gerutuh Fito lagi kali ini dengan panggilan sayangnya yang tak tau dia adopsi dari mana nama itu. "Apa sih! Sono jangan maksa," Tanpa menunggu lama Fito akan mengambil langkah pergi kalau aku sudah mengusir karena aku memang hanya butuh waktu. Aku diam-diam pergi menangis diluar meninggalkan mereka. Aku tidak tau harus berbuat apa sekarang, aku merasa belum memiliki jiwa di bidang ini. Tapi aku takut kehilangan mimpi ku, 'Kalian saya kasih pilihan selesaikan kliping dalam waktu seminggu atau saya akan mengeluarkan kalian dari kampus,' tapi... Kalau kliping itu tidak selesai kami akan dikeluarkan dari kampus. Tidak hanya aku, tapi juga Doni dan Fito, ayah pasti kecewa karena aku sudah semester 7 sekarang. Akhirnya aku menemui Fito dalam ruangan komputer, dia sepertinya sedang mencoba untuk mempelajari isu yang akan ia angkat dalam kliping itu. Kalau diperhatikan manis juga kalau lagi serius begitu, beda sama Doni yang selalu menyebalkan. Aku menghampiri Fito dan melihatnya dengan wajah seriusnya itu. "Apa sih Rapunzel, jangan lihat aku begitu jantung ku berdebar-debar nih. Jadi ngak fokus
kan," Dia menyentuh tangan ku. Fito selalu rese kalau momen hanya kami berdua tanpa ada Doni, tapi aku tidak boleh terpancing akan rayuan mautnya. Ya meskipun dia beda dari Doni yang merayu semua wanita. Aku tidak ingin membuat suasana ini makin lama, aku harus ingat mereka berdua adalah sahabat ku. Lagipula Doni butuh aku sebagai tempat kembalinya kalau dia ada masalah, aku tidak mau Doni berpikiran lain dengan kami berdua. Sekarang aku lebih baik fokus dengan tugas kliping dan berjuang untuk bisa menemukan gaya menulis yang baru. Aku keruangan gudang sambil mencari contoh kliping, lalu mencerna ilmunya dengan perlahan. Astaga bodoh sekali aku, baru aku membaca lembar demi lembar aku sudah menemukan apa yang ku cari. "Fito!! Fito!!" Fito kaget dengan teriakan ku. "Apa sih teriakteriak?" Aku menjelaskan dengan berbinar pada Fito tentang apa yang baru saja terjadi. "Aku udah dapat Fito... Aku udah punya power untuk nulis" "Kan aku udah bilang semua hanya perlu waktu," Ih Fito malah membela diri. Nyesel bangat deh udah curhat. "Untuk rayakan ini, aku kasih kamu hadiah, tunggu ya," Hum... Fito mau ngasih kejutan apa lagi? Dasar sok romantis tapi ngak mempan. Sesaat Fito datang dengan es krim, hum... Paham bangat sih kalau aku suka sama es krim. "Maka-
sih ya," Tuhan terimakasih sudah mempertemukan aku sahabat seperti mereka. "Cie... Akhirnya dapat gaya nulis baru," Doni segera menimpali, aku kira dia lagi terhipnotis dengan gamenya ternyata dia sedang memperhatikan apa yang terjadi barusan. Mulai hari itu dengan semangat membara, aku, Doni dan Fito menyatakan bisa menaklukkan badai persahabatan kami. Meskipun kami menjadi memiliki kebiasaan unik yang cukup menantang. Setau ku hanya Fito yang berhasil jadi manusia normal. Sedangkan aku harus menjadi cewe paling aneh yang tak pandai mengurus diri, tidur larut malam bahkan harus gantian tidur dengan Doni. Biasa juga tanpa sadar kami terlelap bertiga di atas tikar yang sama. Lewat momen ini, tingkat keresean mereka meningkat. Dengan tega mereka menyebut ku 'Gadis malam' karena kebiasaan ku yang seperti gadis malam. Tidur di siang hari dan beraksi lagi mencumbui tulisan-tulisan itu di malam hari. "Yah... Dikit lagi," akhirnya malam yang ditunggu telah tiba, kliping itu sisa diperindah dengan sampul. Dengan diiringi sebuah lagu andalan yang tak tau asalnya dari mana 'Tuhan dia sedang berjuang' kami berhasil merekam momen persahabatan paling indah malam itu. Aku mohon siapapun yang menamakan dirinya Tuhan jangan isinkan kenangan ini lenyap bersama waktu. (*) www.profesi-unm.com
11
INFO AKADEMIK
LPM Profesi UNM - Edisi 247 Mei Tahun MMXXI 2021
Pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) Universitas Negeri Makassar (UNM kini sudah rampung. UNM saat ini sedang membuka pendaftaran mahasiswa jalur mandiri hingga tanggal 28 Juni mendatang. Penerimaan mahasiswa baru tahun ini sendiri mengalami peningkatan jumlah peminat dan pendaftar di UNM. Hal ini diungkapkan Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I), Hasnawi Haris saat ditemui di ruangannya Menara Pinisi UNM. Menurutnya pendaftar yang meningkat akan sejalan dengan kuota penerimaan yang akan ditambah nantinya. Saat ini sudah ada 2.091 peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dinyatakan lolos di UNM ”Sudah ada 2.091 yang lolos di UNM, tapi ada sekitar 200-300 yang tidak mendaftar ulang, jadi kita minta ke LTMPT pemerintah pusat untuk menambahkan jumlah kuota yang akan
diloloskan pada SBMPTN agar bisa memenuhi komposisi yang sudah ditentukan” katanya. Sementara itu menurutnya pada jalur SBMPTN tercatat 15.000 lebih peserta yang telah mencoba peruntungannya di UNM. Adapun komposisi penerimaan mahasiswa baru yang diterapkan UNM tahun ini yakni, SNMPTN sebanyak 30%, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sebanyak 40%, dan Jalur Mandiri yakni 30%. “Hitung-hitungannya itu sekitar 8 ribuan yang kita sediakan, tapi itu masih bisa berubah ketika ada yang tidak mendaftar ulang lagi, dan untuk komposisinya masih tetap sama
KKN Berbudaya KEPALA Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Makassar (UNM) bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang menggagas jenis KKN baru, yaitu KKN Kebangsaan dan KKN Bersama.
Lewat KKN ini mahasiswa dapat mempelajari kebudayaan baru, terutama kebudayaan di lokasi KKN. "Jadi, ini lintas suku bangsa sehingga ada proses akulturasi budaya dan penanaman karakter setiap daerah berbasis kebudayaannya," ujar Arifin. Menurut Arifin, hal ini masih perlu adanya pembicaraan yang lebih mendalam. Belum ada hal teknis yang lebih detail terkait pelaksanaannya, nantinya masih ada konfirmasi lebih lanjut tentang program ini. "Iya, saya masih koordinasi dengan panitia disana, bahwa seperti apa nantinya," tambahnya. Lanjut Arifin, KKN Kebangsaan dan KKN Bersama ini bagus untuk diterapkan, apalagi lewat KKN ini akan banyak pengalaman yang bisa didapatkan mahasiswa khususnya dalam bidang keilmuan. "Saya kira luar biasa jika mahasiswa memiliki pengalaman pada KKN ini, karena betul-betul ini misionaris. Disini bagaimana kita pandai beradaptasi secara keilmuan makanya banyak persyaratan yang diminta sebagai tolak ukur kompetensi," kata ketua KKN ini. Menganai jadwal pasti pelaksanaan KKN Kebangsaan dan KKN Bersama ini masih belum ada jadwal yang pasti terkait pelaksanaannya. "Menurut jadwal bulan Juli hingga Agustus www.profesi-unm.com
tetapi belum ditentukan tanggalnya," tuturnya. Berdasarkan surat edaran tentang aturan pelaksanaan KKN ini, mahasiswa ingin ikut harus membayar sendiri ongkos ke lokasi KKN. "Iya, karena saya lihat disitu di nomenklaturnya memang tidak ada, peserta menanggung sendiri transportasi, makanya dibatas jumlahnya," tambah Arifin. Mahasiswa yang dapat mengikuti program ini minimal mahasiswa angkatan 2018, namun hal ini tidak diharuskan tapi sunnah. "Iya, bukan diwajibkan tapi disunnahkan karena jatahnya 2018 untuk ber KKN," kata Arifin. Nilai tambahan yang bisa didapatkan peserta KKK Kebangsaan dan KKN Bersama ini nantinya akan berdampak pada sikap mahasiswa dalam mengambil dan menyelesaikan sebuah keputusan. (tar)
seperti biasannya.” Jelasnya. Guru Besar Hukum Tata Negara ini juga mengatakan, penerimaan mahasiswa baru dari ketiga jalur yang tersedia sudah ada yang selesai dan sementara berjalan. “Jadi saat ini kita sudah menerima nama-nama peserta SNMPTN yang dinyatakan lolos di UNM tahun ini, dan sekarang kita alhamdulillah sudah selesai juga SBMPTN dan kita menunggu hasilnya nanti bulan 6, dan saat ini sedang berjalan jalur mandiri“ tambahnya Sejalan dengan itu, Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Husain Syam juga menuturkan jumlah mahasiswa baru yang akan diterima di UNM nanti berjumlah 8172 orang di tahun akademik 20212022. Ini berasal dari tiga jalur yang dibuka yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan Jalur Mandiri. “Yang dilaporkan dipanitia pusat, akan diterima di UNM sebanyak 8172 melalui tiga jalur, tapi nanti kita lihat akan
FOTO: FAHMI WARDANI
UNM Tampung 8172 Maba
Menunggu - Sejumlah calon mahasiswa baru saat menunggu jadwal ujian UTBK-SBMPTN di pelataran menara pinisi. Akibat pandemi ujian dibagi ke beberapa sesi selama dua minggu.
dikondisikan” katanya. Hal ini Ia sampaikan saat konferensi pers setelah pelaksanaan dua gelombang UTBK-SBMPTN. Husain juga menyebut pelaksanaan UTBK gelombang I dan II kemarin berjumlah 15.842 orang dan dibagi 24 sesi. “Pelaksanaan UTBK per-
tama 12 sesi dan kedua 12 sesi adapun tingkat kehadirannya 93% artinya dalam batas normal,” ujarnya. Selain itu jumlah peserta UTBK 2021 gelombang I sebanyak 10947 orang dan gelombang II sebanyak 4939 serta peserta disabilitas 12 orang. (dih/fia)
LPDP Buka Beasiswa Sarjana
LEMBAGA Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bekerjasama dengan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) membuka beasiswa bagi siswa SMA/SMK/MA sederajat yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik. Beasiswa ini ditujukan bagi siswa yang melanjutkan pendidikan sarjana S1 di dalam maupun luar negeri. Ada berbagai keuntungan didapat penerima beasiswa LPDP yaitu biaya pendidikan berupa biaya pendaftaran, biaya SPP/Tuition Fee, tunjangan buku, dan biaya skripsi. Biaya pendukung berupa transportasi, asuransi kesehatan, hidup bulanan, biaya kedatangan, biaya keadaan darurat. Biaya pendukung (penerima beasiswa disabilitas) berupa dana transportasi pendamping, dana asuransi kesehatan, pendamping, biaya pendukung lainnya yang disetujui LPDP. Persyaratan umum calon penerima beasiswa berupa, warga negara Indonesia (dibuktikan dengan salinan KTP atau salinan Kartu Keluarga), telah menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/sederajat (dibuktikan dengan salinan ijazah atau legalisir Surat Keterangan
Lulus), atau sedang melaksanakan studi pada Perguruan Tinggi tertentu maksimal Semester 4 pada saat pendaftaran calon penerima beasiswa LPDP. Memiliki integritas kebangsaan sebagai Pelajar Pancasila calon penerus masa depan bangsa. Mengunggah Surat Keterangan sehat jasmani dan bebas NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif). Mengunggah sertifikat juara/pemenang lomba/ kompetisi/festival tingkat nasional maupun internasional. Memperoleh Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dari Perguruan Tinggi bagi calon mahasiswa yang telah dinyatakan diterima di Perguruan Tinggi atau Surat Keterangan sebagai mahasiswa aktif di Perguruan Tinggi untuk mahasiswa on going. Mengunggah transkrip akademik bagi mahasiswa on going (Persyaratan IPK untuk Sains, Riset dan Teknologi minimal 3,25 dan untuk 3 jenis bidang lainnya minimal 2,75 pada skala 4,00). Mengisi profil diri pada formulir pendaftaran online. Beasiswa hanya diperuntukkan untuk kelas reguler dan tidak diperuntukkan untuk kelas-kelas sebagai berikut kelas eksekutif, kelas khusus,
kelas karyawan, kelas jarak jauh, kelas yang diselenggarakan bukan di perguruan tinggi induk, kelas Internasional khusus tujuan Dalam Negeri, kelas yang diselenggarakan di lebih dari 1 negara perguruan tinggi; atau, kelas lainnya yang tidak memenuhi ketentuan. Mengisi surat bermaterai Rp 10.000. Pendaftar beasiswa yang telah ditetapkan sebagai penerima beasiswa tidak dapat mengajukan perpindahan Perguruan Tinggi tujuan dan program studi tujuan, terkecuali apabila terdapat sesuatu hal atau kendala yang bukan masalah akademis dan harus diketahui serta disetujui oleh Pengelola Beasiswa. Ketentuan batas usia mendaftar pada tanggal 31 Desember di tahun pendaftaran yaitu paling tinggi berusia 22 tahun. Program studi yang dipilih tidak harus linier dengan bidang prestasi yang dimenangkan. Jadwal seleksi beasiswa LPDP jenjang S1 Pembukaan pendaftaran: 2 Mei 2021. Penutupan pendaftaran: 30 Juni 2021. Seleksi administrasi: Juli 2021. Pengumuman seleksi administrasi: Juli 2021. Seleksi substansi: Juli 2021. Pengumuman hasil seleksi substansi: Awal Agustus 2021. Adapun langkah-langkah pendaftaran yakni, mendaftar secara online pada situs Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia http://beasiswa. kemdikbud.go.id/.Melengkapi dan mengunggah semua dokumen yang dipersyaratkan pada aplikasi pendaftaran. Pastikan melakukan submit aplikasi pendaftaran untuk mendapatkan kode registrasi/pendaftaran. (ata) Urai data, ungkap fakta, saji berita
12 PARIWARA
Urai data, ungkap fakta, saji berita
LPM Profesi UNM - Edisi 247 Mei Tahun MMXXI 2021
www.profesi-unm.com
13 PERSONA
LPM Profesi UNM - Edisi 247 Mei Tahun MMXXI 2021
Kisah Hijrah Jadi Karya
'Tidak ada gagal yang berakhir kekal kecuali menghabiskan waktu untuk menyesal' itulah motto novelis muda asal Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) cabang Pare-Pare yang akrab disapa Ananda. Hobi menulis sejak dari bangku madrasah menjadi awal karirnya. Ananda mengaku mengukir cerita adalah sebuah hobinya, sedari awal, mahasiswa jurusan psikologi pare-pare ini memang kerap menulis semenjak ia masuk ke pondok pesantren,karena terinspirasi, ananda pun mulai hobi menulis, bahkan ia sudah menulis buku cerita hingga genap 2 buku. “Alhamdulillah buku yang sudah saya tulis sudah terbit dua kak,”ujarnya. Ia mengaku kedua karya yang telah berhasil membesarkan namanya ini adalah sebuah perjalanan kisah tentang hidupnya selama hijrah dan karya keduanya ia berhasil memainkan diksinya dengan membuat sebuah kumpulan quotes. "Kalau buku jejak hijrahku bercerita tentang kisah hijrah saya selama di pondok pesantren kak termasuk itu suka dukanya kak, sementara nostalgia rasa itu bercerita tentang kumpulan quotes perihal rasa suka beru-
jung menuai luka," jelas gadis asal Pare-pare itu. Bukan hal mudah bagi Ananda dalam perjalanan mengawali karirnya, pernah ditolak oleh penerbit pernah ia alami. Tapi semangat juang untuk mengasah kemampuan dalam menulis membuatnya kembali bangkit hingga karyanya berhasil membius pembaca. "Saya pernah mengirimkan naskah saya ke penerbit mayor tapi tidak ada konfirmasi dari pihak penerbit. Jadi, saya memutuskan untuk mencari penerbit lain," ujar novelis asal ParePare ini. Melihat masalah dari lensa berbeda terus memacu dirinya untuk menghasilkan ide-ide kreatif dalam berkarya. Meski ia mengaku sering menemui titik jenuh di pertengahan cerita tapi itu bukan halangan untuk ia menghentikan melanjutkan karyanya hingga selesai. “Dukanya itu kak kalau kita
mengalami writer block yaitu keadaan dimana penulis kehilangan ide untuk melanjutkan tulisannya," tuturnya. Ananda mengaku baginya menulis bukan sebuah pekerjaan tapi hobi, meski tida mendapat penghasilan dari hasil menulisnya tapi dirinya tetap optimis untuk menulis bahkan rela memberi karyanya secara gratis kepada pembaca. “Belum. Karena kadang buku saya gak saya jual, saya biasa ngasih ke orang jadi saya gak jadiin menulis itu pekerjaan tapi merupakan hobi, kalau misalnya saya dapat uang itu biasanya saya tabung aja kak dan penghasilan dari buku itu gak menetap tergantung pemesanan sih kak," tuturnya. Meski gemar dalam berkarya tapi Amanda tetap melakoni perannya sebagai mahasiswa Psikologi dengan penuh tanggungjawab. Bahkan ia ingin melanjutkan kuliahnya hingga jenjang S2 dengan mengejar beasiswa. “Untuk saat ini masih dibiayai sama orangtua tapi nanti ketika lanjut S2 saya usahakan mencari beasiswa dan kerja kak” ucap novelis asal Psikologi ini. (izi)
BIODATA
Nama : Ananda Humaidah TTL: Makassar, 20 Oktober 2001 Hobi: Menulis, Membaca, Menonton dan Belajar Pendidikan: SMA: MA DDI Lil-Banat Parepare PT : Universitas Negeri Makassar
Prestasi: Penulis buku jejak hijrahku tahun 2018 Santri terbaik 3 Penulis buku nostalgia rasa 2021 Media Sosial: Instagram: @anandsteel Facebook: Ananda Humaidah
Tidak Suka Diam di Zona Nyaman MENJADI sosok dengan segudang prestasi tentunya suatu hal yang ingin dicapai banyak orang. Beprestasi pun banyak macamnya baik dari segi akademik, pekerjaan, olahraga, seni, sosial maupun lingkungan hidup. Nurul Alwiah, dara cantik kelahiran Sulawesi Barat
www.profesi-unm.com
"
Bagi saya sekedar kuliah kerja tugas dan belajar itu tidak ada refreshingnya. Nah refreshing saya
itu ikut event apalagi keluar negeri jadi saya memanfaatkan itu semua,"
(Sulbar) salah satu mahasiswa dengan segudang prestasi di Universitas Negeri Makassar (UNM). Ia menjadi pemerhati lingkungan sejak Sekolah Meneng a h Atas
(SMA). Nunu, sapaannya, sempat menghirup udara luar negeri karena event-event Internasional yang ia jejaki, salah satunya menjadi Duta Muda New Zealand untuk Indonesia. Ia terpilih karena kegigihannya mengkampanyekan less plastic di sekolah-sekolah Sulbar. New Zealand atau Selandia Baru menjadi negara paling berkesan yang pernah ia sambangi. Kekagumannya akan kedisplinan dan tata krama masyarakat di sana menjadi daya tarik dan memakau ia selama 10 hari bertandang di negeri paling selatan di bumi ini. "Semua pengalaman hampir menarik, budaya dari New Zealand membuat saya terpukau. Di sana mereka mengutamakan pejalan kaki dan orang sangat mengutamakan lingkungan" jelas Nunu sembari mengingat memori tahun 2017 lalu. Dukungan kepadanya juga sangat berperan dibalik banyak prestasi yang telah ia raih. Keluarga, utamanya menjadi sosok yang sangat mendukungnya sehingga ia bersemangat untuk selalu beprestasi. Nunu bercerita bahwa keluarganya sangat mendukung dirinya agar selalu aktif dalam kompetesi
dan event lainnya. "Kalau saya ikut lomba, sampai ke nenek-nenek saya pun ikut mengantar," katanya. Menjadi mahasiswa pasif pun bukan tipe dirinya. Ia mengaku tak bisa menjadi mahasiswa yang stagnan dan selalu berada di zona nyaman, ia menjadikan tantangan sebagai peluang sukses. Meski dari hal-hal kecil seperti menjadi pembicara tapi menurutnya sukses memang harus dibangun sesuai jenjang prestasi. "Bagi saya sekedar kuliah kerja tugas dan belajar itu tidak ada refreshingnya. Nah refreshing saya itu ikut event apalagi keluar negeri jadi saya memanfaatkan itu semua," lanjutnya. Menimbah ilmu selama dua tahun di jurusan Psikologi membuat ia peka tentang kesehatan mental.
Nunu yang awalnya merupakan sosok pemerhati lingkungan kini jadi lebih peduli tentang psikis seseorang. "Kita harus menjaga kesehatan mental, walaupun memang akan ada masa kecemasan dan overthinking. Untuk itu teman-teman harus berani speak up. Karena saya ingin menjadi salah satu penggerak agar orang-orang bisa sadar akan hal itu," ujarnya Nunu turut memberikan beberapa tips agar orang yang punya kekhawatiran bisa berbicaa tentang permasalahan psikis yang ia alami. "Mari berupaya sehat untuk diri kita sendiri, jangan mau tertekan dengan perkataan orang. Cari teman berbagi cerita yang kamu percaya. Teman-teman psikolog juga bisa mengarahkan," tips Nunu. (sei)
BIODATA
Nama : Nurul Alwiah TTL: Wonomulyo, 22 Oktober 2001 Media Sosial: @nunualwiah (instagram) Prestasi: - Honorary Youth Ambassador New Zealend - 5th Miss Green Generation Indonesian 2018 - 15 Pelajar Terpilih BBM 2018 - Representative Chezch Republic UNWOMEN MU - Pemuda Inspiratif 2 Urai data, ungkap fakta, saji berita
14
HARLAH 45
LPM Profesi UNM - Edisi 247 Mei Tahun MMXXI 2021
Sadis yang Manis *Pemimpin Redaksi LPM Profesi UNM Periode 2013-2014 - Imam Rahmanto
Saya ingat betul bagaimana seorang teman menuliskan satu kata yang menggambarkan LPM Profesi. Sadis, katanya, yang langsung disusul banyak lirikan kepada saya, suatu ketika dalam momen "berlibur" ke Bulukumba. Disambut gelak tawa seketika. Barangkali, kata sifat ini menjadi "trauma" tersendiri bagi teman kami. Malah, mungkin saja sudah pernah dialami semua anak-anak Profesi. Karena, sejujurnya, satu kata itu sudah bisa menjabarkan bagaimana kehidupan dalam berlembaga semasa kuliah. Bahwa sejahtera adalah fatamorgana. Santai adalah ilusi. Nyaman adalah angan-angan. Deadline adalah mutlak. Namun, tak ada sedikit pun penyesalan di dalamnya. Saya justru mengenangnya dengan lebih banyak tawa. Tak jarang, mengulangnya dalam kepala. Seberat-beratnya beban di masa itu, kami selalu punya cara menertawakannya. Tantangan dari dunia berorganisasi yang membuat kita semakin dewasa. Saya yakin, tak ada yang akan merasa sendirian. Setiap angkatan selalu punya cerita yang membuatnya semakin kuat
bergandengan tangan. Kalaupun kata-kata senior terlalu sadis, ada lirikan teman-teman yang membuatnya terasa manis. Jatuh? Ya bangun lagi. Jatuh cinta? Ya semakin semangat. Level kesadisan di Profesi sebenarnya jauh lebh mengerikan jika mengulur waktu jauh ke belakang. Kami kerap mendengar mitos dan legenda itu di ruang-ruang redaksi. Tampaknya, sebagian cerita itu menjadi patron "kesadisan" yang sama kepada generasi berikutnya. Entah secara langsung atau memang menjadi "kutukan" yang membayang-bayangi. Bukan berarti kehidupan berorganisasi teramat-sangat mengerikan. Profesi justru menjadi tonggak kami belajar menemukan jati diri, meskipun realitanya memang tidak semua jebolan organisasi ini menekuni dunia jurnalistik. Toh, Profesi tetap menjadi salah satu puzzle penting
dalam kehidupan kami saat ini. Seperti peribahasa besar yang terukir di _landmark_ khas Kota Hujan; _Di Nu Kiwari Ngancik Nu Bihari Seja Ayeuna Sampeureun Jaga. Apa yang kita nikmati hari ini adalah warisan masa silam dan apa yang kita nikmati sekarang akan diwariskan untuk generasi berikutnya. Di usianya yang ke-45, generasi penerus Profesi tak pernah bertambah tua. Usianya jauh lebih muda. Semangat pun enggan padam di tengah badai pandemi ini. Terima kasih untuk senior-senior yang tak pernah lupa menengok masa lalu dan membagi secuil kearifan hidup. Pun, terima kasih kepada junior-junior yang selalu mengingatkan kami untuk "pulang". (*)
Semangat Eksistensi Tak Boleh Lekang Usia *Pemimpin Umum LPM Profesi UNM Periode 2021 - Fikri Rahmat Utama
M
itos Sisifus dalam esai milik Albert Camus nampaknya cocok untuk menggambarkan semangat dari awak Profesi. Mitos Sisifus diceritakan diberi kutukan oleh Zeus karena melakukan suatu kejahatan, Ia dikutuk untuk membawa batu naik ke atas gunung dan saat sampai di atas batu itu akan jatuh kembali ke bawah dan ia harus mengulangi hal tersebut selamanya. Sepanjang sisa hidupnya ia harus menghadapi hal tersebut tak peduli usianya yang akan semakin tua hari demi hari. Namun yang patut diacungi jempol adalah semangat Sisifus yang tak menyerah dan memiliki semangat juang untuk tetap menjalani hal itu walaupun itu menyiksa dirinya. Menurutnya eksistensinya di dunia ditentukan dirinya sendiri, dengan tak menyerah terhadap hal yang dihadapi adalah bentuk mempertahankan eksistensinya sebagai manusia. LPM Profesi UNM saat ini sedang menghadapi sesuatu yang dialami Sisifus walaupun yang dialami Profesi dalam hal positif yaitu Urai data, ungkap fakta, saji berita
gerakan pers mahasiswa yang kini semakin menggeliat dan semakin besarnya tantangan menghadapi era digital, maka Profesi seakan di "kutuk" untuk bertahan di tengah arus media tersebut. Kita tak pernah membayangkan seperti apa kerasnya perjuangan para awak Profesi terdahulu merawat lembaga kuli tinta ditengah keterbatasan teknologi, kini lembaga ini dikelilingi segala kemudahan tapi justru tantangan yang dihadapi malah semakin rumit bukan hanya tantangan internal tapi juga eksternal. Adanya persaingan media membuat profesi harus cepat menyesuaikan keadaan dan zaman. Ia tak boleh berhenti, layaknya Sisifus bila berhenti maka akan tertimpa batu, solusinya adalah terus bergerak tak boleh berhenti atau dilindas zaman. Lembaga ini sebenarnya dirancang untuk berkembang sesuai zaman, Abdullah Dola sebagai salah satu pendiri sudah membuktikan itu, Profesi lahir dari zaman yang bersuara di jalanan atau demontrasi sebagai sesuatu yang diharamkan.
Maka Profesi hadir sebagai media perjuangan melalui tulisan, Ia seakan menjadi angin segar bagi para aktivis kampus yang ingin terus berjuang melawan kezaliman orde baru. Seiring berkembangnya Profesi terus menampakkan eksistensinya, bahkan sempat dibekukan akibat perlawannya terlalu kuat ke birokrat. Namun hal itu tak membuatnya mati, Ia hanya sejanak tenggelam lalu kembali timbul ke permukaan di tahun 1985 dan beralih ke Surat Kabar Kampus (SKK) untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa yang merasa kurang kalau hanya buletin. Semenjak itu Profesi terus mengembangkan eksistensinya sebagai pers mahasiswa mulai dari merambah ke radio, media online, youtube, hingga podcast. Idealisme terus dijaga agar tak lekang oleh waktu, idealisme sebagai kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah atau birokrat kampus. Maka sudah seharusnya semangat Sisifus terus dirawat selamanya agar eksistensi tak pernah pudar dan bisa membuat Profesi tidak hanya berkancah di tataran kampus tapi juga Indonesia. Sedikit melihat kebelakang pada tahun 2001, Profesi mulai membuka rumah di udara lewat radio. Hal ini melihat kondisi semakin maraknya radio yang dikelola masyarakat atau mahasiswa bermunuculan, Profesi dengan jeli mengikuti tren itu akhirnya radio mampu menarik banyak minat mahasiswa. Radio terus menerus mengalami peningkatan pendengar tak hanya mahasiswa tapi masyarakat yang terjangkau radio pun ikut menikmati. Sejalan dengan waktu jumlah mahasiswa UNM ternyata semakin bertambah hal ini pun dilihat
sebagai peluang untuk menambah jumlah halaman tabloid. Tabloid Profesi yang awalnya 8 halaman meningkat menjadi 16 halaman. Hal ini kembali mempertegas eksistensi dari Profesi. Tak sampai disitu seiring berjalannya waktu dan semakin banyaknya media online. Profesi menggarap portal berita daring di laman www.profesi-unm. com. Portal ini menjadi tanda Profesi kini memiliki tiga media, sebagai pertanda semakin kuatnya eksistensi sebagai media kampus. Eksistensi mampu dihadirkan dan dipertahankan hingga saat ini. Berbagai halangan dan rintangan sering dihadapi, dinamika yang terjadi selalu berubah-ubah bahkan seringkali membuat Profesi digoyang olehnya. Intervensi dari eksternal selalu muncul menguji eksistensi Profesi namun apa yang terjadi semua itu mampu dilewati dengan baik. Eksistensi ini perlu dijaga hingga selamanya. Tak boleh dilekang oleh usia. Sebagai organisasi yang menjunjung nilai Profesional maka harus menjagah marwahnya tetap gagah sebagai pers mahasiswa. Harus bisa mempertahankan eksistensi dikancah nasional maupum kampus. Perubahan terus terjadi, Profesi tidak bisa berhenti bergerak karena kalau berhenti maka akan tertinggal jauh dari pers lain. Pada tahun 2018 Profesi mencoba melangkah lebih jauh dengan membuat Youtube bernama Profesi Tv. Disaat media lain belum memikirkan itu Profesi mencoba jadi pendobrak gerakan baru dan ini bertahan hingga sekarang dan terus berkembang. Menjangkau Youtube di tahun 2018 mungkin belum seterkenal sekarang dan termasuk gebrakan baru sebagai pers kampus namun
ternyata hal itu tidak cukup untuk menjadi pemain dunia maya maka di tahun 2020 Profesi membuat Profesi Podcast. Podcast yang tren dikalangan muda dianggap sesuatu yang perlu dimiliki oleh Profesi. Podcast ini membahas mengenai tips-tips seputar perkuliahan dan pers serta isu hangat saat ini sedang berkembang di kalangan mahasiswa. Podcast juga dikembangkan dari radio yang mulai tak lagi didengarkan oleh kalangan mahasiswa. Profesi merasa perlu untuk menjangkau hal itu agar tetap setia didengar oleh mahasiswa. Segala usaha yang dilakukan Profesi sebenarnya semata-mata untuk tetap menjaga kualitas dan kuantitas terbaik kepada pembaca khusunya sivitas UNM. Kebanggaan terbesar adalah berita yang dibaca oleh sivitas dan menjadi pengaruh terhadap pola kebijakan birokrat serta kehidupan masyarakat kampus. Profesi hadir mempertahankan eksistensi demi menjaga jiwa kritis dari pembacanya Pandemi yang sudah terjadi selama setahun ini dan sempat mengganggu kinerja kini Profesi mencoba untuk beradaptasi. Segala hal yang berpindah kedigital turut diikuti oleh Profesi. Profesi terus menggiatkan aktifitas digital untuk menjangkau pembaca di dunia maya. Aktifitas mahasiswa yang kebanyakan dihabiskan di dunia maya, harus dijawab dengan informasi dan berita terbaru dari Profesi. Sosial media dari Profesi selalu digiatkan aktifitiasnya ini untuk menjawab tantangan yang kini Profesi hadapi. Eksistensi Profesi harus dijaga dengan kerja jurnalistik yang baik, yang mengutamakan nilai-nilai dan kode etik jurnalistik sehingga kualitas dan kuantitas dapat ditingkatkan sejalan dengan peningkatan eksistensi Profesi.(*) www.profesi-unm.com
15 PROFESIANA
LPM Profesi UNM - Edisi 247 Mei Tahun MMXXI 2021
FIP Suka Gelap-gelapan P
emadaman lampu dilakukan petugas kampus atas instruksi pimpinan, tampaknya memang sudah terjadwal yakni pada pukul 20.00. Rasa-rasanya kampus sangat takut pembayaran listriknya membengkak. Akibatnya, para pengurus LK tak lagi bisa mengekspresikan bakat minatnya di kampus saat malam hari, tak lagi bisa berlatih, tak lagi bisa mengerjakan program kerjanya yang sangat butuh sokongan listrik. Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Andi Ahmad Farid menduga, pemadaman listrik ini sengaja dilakukan untuk membatasi aktivitas mereka, tindakan tersebut diakui sudah berlangsung lama. "Katanya (birokrat), agar
Mubes Tidak Jelas, LK UNM Mati Suri TARIK ulur pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) BEM UNM masih berada di garis dilema. Berbagai kendala dan masalah sedang pasang surut menghantui pergerakan BEM dan Maperwa hingga empat bulan habisnya masa kepengurusan. Belum adanya alasan yang pasti, dengan berbagai aliby yang mendukung menjadi buntut masalah selama kepengurusan ini. Hingga tenggat waktu 6 bulan lewat masa kepengurusan tapi seolah belum ada tanda-tanda akan adanya pengalihan tongkat estafet yang baru dari pemimpin lama ke penerus generasi BEM dan Maperwa yang baru. Berbagai alasan dilontarkan oleh pengurus dan panitia pelaksana pemilihan ketua BEM dan Maperwa saat ditanya mengenai alasan molornya kegiatan pemilihan ketua baru estafet kepemimpinan BEM di tingkat universitas. Alasan yang paling utama dari tidak adanya tanggal pasti dari kegiatan ini adalah tidak adanya delegasi yang pasti dari BEM setiap fakultas untuk diutus ke tingkat universitas. "Setahu saya mubes terkenwww.profesi-unm.com
dala itu karena delegasi untuk maperwa itu belum rampung," ujar Imam, Ketua BEM Fakultas Psikologi. BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Awal mengatakan alasan keterlambatan regenerasi ini juga disebabkan oleh beberapa aturan yang dikeluarkan oleh birokrat.
sitas. "BEM-U kan harusnya menjadi pucuk koordinasi dari pergerakan mahasiswa, tentu saja terhambatnya regenarasi di BEM-U akan menghambat juga pergerakan mahasiswa di tingkat universitas," papar ketua BEM FPsi, Imam. Mengenai solusi terkait masalah ini Imam mengatakan bahwa solusi sederhana yang dapat dilakukan adalah kembali "BEM-U kan harusnya ke keputusan masing-masing menjadi pucuk koordinasi fakultas. "Kalau ditanya bagaimana dari pergerakan mahasiswa, tentu saja terham- langkah dari BEM Psikologi hal tersebut, saya batnya regenarasi di BEM- menanggapi pikir jawabannya terbatas, leU akan menghambat juga gitimasi kita untuk bertindak di pergerakan mahasiswa di tingkat universitas pun terbatas. Persoalan pendelegasian ke tingkat universitas," Maperwa-U kan ujung-ujungnya akan kembali ke keputuKetua BEM FPsi, Imam. san masing-masing fakultas," ujarnya. "Terkait belum adanya reTerakhir, Awal Pres BEM generasi hingga saat ini, setahu FEB mengharapkan ketika saya sih ada teman-teman yang nantinya tidak ada pilihan untuk tidak di sepakati terkait aturan memperjuangkan BEM-U maka yang dikeluarkan birokrat sep- jalan terakhir adalah membuat erti UKT setiap pengurus," ujar aliansi. Mahasiswa FE ini. "Saya tidak terlalu mengSeharusnya BEM-U ha- harapkan ji lagi bilang ada rus memahami peranannya BEM-U kalau ada BEM-U yah dalam menjadi ujung tombak bagus, kalau tidak ada yah kita pergerakan di tingkat univer- buat aliansi," tutur Awal. (tar)
Sungguh malang nasib pengurus lembaga kemahasiswaan (LK) di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), ruang geraknya dibatasi akibat birokrat yang sampai hati mengusir secara halus dengan memadamkan lampu. Padahal, para pengurus LK masih melakukan kegiatan organisasinya. tidak ada mahasiswa berkegiatan malam lagi di kampus tanpa seizin pimpinan," jelasnya Kata Ahmad Farid, setiap kegiatan yang dilakukan pada malam hari perlu izin pimpinan, padahal agenda efektif dilakukan malam hari. Para pengurus masih melangsungkan kuliah dari pagi hingga sore hari. Sebagai bentuk protesnya, aksi sudah beberapa kali dilakukan di kampus. Mereka menuntut agar pimpinan FIP memberikan lampu hijau, setidaknya memberikan solusi agar LK tak merasa dibatasi pergerakannya. "Kita belum sempat membicarakan hal ini lebih mendetail dengan birokrat namun sempat kami singgung kemarin pas aksi dengan isu intervensi kelembagaan," ungkapnya. "Kami tentunya berharap
tidak adanya lagi pengekangan mahasiswa dalam melancarkan agenda-agenda produktif di malam hari dengan dipadamkannya lampu," sambungnya. Mengenai hal ini Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan (WD III) FIP, Ansar juga angkat bicara, menurut pengakuannya pada reporter Profesi tidak ada pembatasan kegiatan asalkan meminta izin. "Mengenai hal ini saya sangat tegas, karena ada aturan rektor hanya bisa berkegiatan sampai jam 18.00. Silakan berkegiatan, kalau memang kegiatannya malam saya beri izin anda asalkan meminta izin," ujarnya. Ia khawatir, kegiatan malam yang dibebaskan di kampus bisa mengundang orang luar untuk masuk dan membuat kericuhan. (tar/isa)
Mahasiswa "Diblokir" Masuk Kampus SEAKAN tidak memberikan sinyal positif untuk pergerakan mahasiswa yang kebanyakan berlangsung di malam hari. Sejak beberapa waktu yang lalu tampak aktivitas mahasiswa di kampus Gunung Sari sedang diberikan kode untuk jeda. Mahasiswa dilarang untuk keluar masuk kampus oleh pimpinan UNM, gerbang kampus selalu tertutup tepat setelah magrib dan baru bisa dibuka beberapa jam kemudian. Hal ini cukup menjadi masalah besar bagi aktivis kampus dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang melakukan aktivitas kelembagaannya di tempat ini. Jelas saja hal ini menuai banyak kontroversi dari golongan aktivis Lembaga Kemahasiswaan (LK) kampus Gunung Sari. Syahrul, Ketua UKM Olahraga ini misalnya. Menurutnya hal ini tentu sangat meresahkan mahasiswa karena segala aktivitas kelembagaan yang biasanya dilakukan pada malam hari menjadi terhambat dikarenakan tidak diberi ruang. “ Jadi sangat tidak wajar ketika kampus ditutup pada malam hari karena waktu itu waktu kosong para mahasiswa organisatoris dan harus seimbangkanlah pagi fokus malam organisasi,“ jelas Syahrul. Meski begitu, penutupan aktivitas malam di daerah kampus selalu menuai dua persepsi tergantung dari paradigma seseorang. Ada yang menilai dengan respon pro dan kontra.
Catatan khusus untuk mahasiswa yang selalu memandang kampus sebagai sebuah ruang untuk berekspresi asal patuh protokol kesehatan. “penutupan kampus di malam hari itu saya kira ada dua paradigm ya, ada pro dan kontra. Namun namanya mahasiswa merdeka dan kampus adalah ruang berekspresi maka segala kegiatan ini dikerjakan tanpa mengenal waktu yang jelas selalu mematuhi protokol,“ ujar mahasiswa UNM Gunung Sari ini. Mahasiswa LK kampus Gunung Sari mengharapkan kebijakan ini tidak lagi diberlakukan oleh birokrat. Mereka menilai hal ini cukup menghambat pergerakan aktivitas mahasiswa. “Harusnya kedepan kebijakan seperti ini disetop saja karena sangat mengganggu kerjakerja kelembagaan,” harap ketua UKM olahraga ini. Kasubag Kemahasiswaan UNM, Haluddin memberikan konfirmasi mengenai hal ini. Menurutnya kebijakan ini sudah tepat untuk diberlakukan lantaran sampai saat ini masih rentan perkembangan Covid-19, sesuai aturan yang berlaku perlu adanya penerapan protokol kesehatan. “Saya belum bisa berkomentar tentang itu, karena keadaan belum dikatakan normal. Masih mengikuti protokol kesehatan sehingga ada pelarangan kegiatan malam. Nanda sendiri kan tau keadaan sekarang,” jelasnya. (uma) Urai data, ungkap fakta, saji berita
16
PROFESI 45
Urai data, ungkap fakta, saji berita
LPM Profesi UNM - Edisi 247 Mei Tahun MMXXI 2021
www.profesi-unm.com