langganan Rp 28.000,-/Bulan eceran minggu ke-307 Rp 7.000,29 JULI - 4 AGUSTUS 2021
DEWAN PERS Global News dan global-news.co.id telah Terverifikasi Administratif
minggu ke-307
pengaduan & hotline redaksi
29 JULI - 4 AGUSTUS 2021
031 - 8281712
gnewsredaksi@gmail.com
gnewsredaksi
Dari Grahadi
Ketua DPRD Jatim, Kusnadi, dan wakil ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak, saat bertemu dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di DPRD Jatim.
Gubernur Jelaskan Pelantikan Pimpinan OPD ke DPRD Jatim SURABAYA (GN) – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur menyambut positif atas pelantikan jabatan pimpinan sejumlah OPD yang baru saja dilakukan Pemprov Jatim. Hal ini disampaikan Ketua DPRD Jatim Kusnadi saat bertemu dengan Gubernur Jatim, l BACA: Gubernur.., di Hal 3
TEROPONG Adinda LMP
Eropa Gunakan Spikevak Vaksin untuk Anak Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) telah merekomendasikan penggunaan vaksin Covid-19 Spikevax (sebelumnya dikenal sebagai Vaksin Moderna) untuk anak-anak usia 12-17 tahun. Sebelumnya vaksin mRNA ini sudah digunakan luas untuk usia 18 tahun ke atas. “Penggunaannya untuk anak-anak akan serupa dengan mereka yang berusia dewasa. Suntikan diberikan sebanyak dua kali yang berselang empat minggu,” bunyi pengumuman EMA, beberapa waktu lalu. l BACA: Eropa..di Hal 3
Ada-ada
@RedaksiGnews
Redaksi Gnews
SUKA DUKA MEMIMPIN PCI MUSLIMAT NU HONGKONG (1)
Dicurigai hingga Hendak Dikudeta Tidak mudah memimpin organisasi sebesar Muslimat Nahdlatul Ulama (MNU) meski lingkupnya Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Hongkong. Masalahnya sangat kompleks. Sebab anggotanya Pekerja Migran Indonesia (PMI) di negara lain. Dicurigai. Bahkan sempat akan dikudeta pihak lain dialami Ketua PCI MNU Hongkong Hj. Fatimah Angelina. Berikut penuturan Hj Fatimah kepada wartawan Global News Gatot Susanto.
Laporan Gatot Susanto HONGKONG hari ini masih lockdown. Peraturannya ketat. Petugas juga tegas. Misalnya duduk bersama hanya boleh empat orang. Saat makan di restoran pun hanya boleh empat orang. Lebih dari itu didenda. Meski tak ada aturan lebih dari 20 menit. Begitu juga dengan masker. Hukumnya wajib. Semua orang harus pakai masker, baik di ruang kantor sendiri, atau ruang terbuka lain. Diimbau pula rajin cuci tangan. Pemerintah Hongkong dan KJRI juga membantu masker, l BACA: Dicurigai... Hal 11
Fatimah Angelina bersama Ketum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.
HERD IMMUNITY JATIM KADO HUT KE-76 RI?
Bagus, tapi tidak Realistis
SURABAYA (GN) - Pemerintah menggembar-gemborkan percepatan program vaksinasi untuk mengejar herd immunity atau kekebalan komunitas. Bahkan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menargetkan memberi kado bagi perayaan HUT ke-76 Kemerdekaan RI berupa herd immunity tersebut. Namun sejumlah pihak meragukan target itu akan tercapai mengingat minimnya pasokan vaksin, masih banyaknya jumlah warga yang harus divaksin, serta mepetnya waktu yang tinggal beberapa hari lagi. Untuk memenuhi target herd immunity seperti dicanangkan Gubernur Khofifah pada 17 Agustus 2021 mendatang, Jatim harus bisa menyelesaikan vaksinasi dosis kedua
Update vaksinasi yang sudah dilaksanakan di Jatim Total sasaran vaksinasi 31.826.206 Tanggal
Vaksinasi Dosis 1 Vaksinasi Dosis 2
24 Juli
7.302.482 2.843.898 (22,94%) (8,94%)
25 Juli
7.329.234 2.847.713 (23,03%) (8,95%)
26 Juli
7.376.142 2.908.699 (23,18%) (9,14%)
27 Juli
7.429.873 (23,35%)
pada 28.855.623 orang dalam tempo 20 hari. Hingga Rabu (28/7/2021) jumlah warga Jatim yang sudah divaksin lengkap (dosis 1 dan 2) baru 2.970.583 orang atau 0,09% dari total sasaran sebanyak 31.826.206 orang. Perhitungan tersebut di-
2.970.583 (9,33%)
dasarkan pada data vaksinasi per 27 Juli yang dirilis Dinas Kesehatan Jatim pada Rabu (28/7/2021). Dengan target itu pula berarti setiap harinya Jatim harus melaksanakan vaksinasi kepada sekitar 1,44 juta orang.
l BACA: Bagus.... di Hal 11
GN/ADRIONO
SEBAGIAN warga kecewa lalu pulang karena jatah vaksin ternyata habis saat melakukan vaksinasi di Puskesmas Kota Sidoarjo Rabu 28 Juli 2021.
Warga Desa di Jombang Tolak Pasien Covid-19 Dirawat di RS
Wanita Diajak Nikah Dihadiahi 200 Unta Media sosial dapat menjadi cara bagi seseorang untuk menemukan jodoh idaman. Namun, tak hanya diajak menikah, wanita ini juga mendapat hadiah tak terduga. Melansir Daily Star, wanita bernama Amber Sweetheart tersebut adalah mantan guru yoga. Namun, dirinya kini dikenal sebagai model di situs dewasa. l BACA: Wanita...di Hal 3
JOMBANG (GN) - Respon masyarakat terhadap pelayanan/ penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit (RS) atau puskesmas ternyata cenderung negatif. Karena itu, banyak di antara mereka menolak hasil dari RS atau puskesmas yang memvonis seseorang positif Covid-19. Termasuk bila pasien ini meninggal dunia. Warga pun menolak dilakukan pemakaman dengan protokol kesehatan. Bahkan, mereka berlaku anarkis mengambil paksa jenazah tersebut seperti yang terjadi di Puskesmas Pujer, Bondowoso, Jawa Timur, Minggu (25/7/2021). Yang me-
LOKASI OLIMPIADE TERANCAM DARURAT COVID-19
Dua WNI Relawan Sempat Takut
INews
PETUGAS memeriksa warga di pos kesehatan desa setelah Pemerintah Desa Banjarsari menolak warganya yang terindikasi Covid-19 dibawa ke rumah sakit atau puskesmas.
narik, ada pula sebuah desa di Kabupaten Jombang,
l BACA: Warga Desa.... di Hal 11
TOKYO (GN) - Sejumlah relawan warga negara Indonesia (WNI) diterjunkan untuk ikut menyukseskan gelaran Olimpiade Tokyo yang berlangsung 23 Juli - 8 Agustus 2021. Tenaga mereka dibutuhkan untuk membantu pihak panitia penyelenggara untuk menangani kebersihan, pendampingan, pengendara, penerjemah, dan kebutuhan akomodasi lainnya. Salah seorang relawan itu adalah Sulistyana Arianti.
KETIKA KONGLOMERAT TURUN GUNUNG PERANGI COVID-19
Pesan Akidi Tio: Kalau Sukses Jangan Lupa Bantu Si Miskin
Pengusaha kaya raya mulai turun gunung. Keluarga (alm) Akidi Tio, pengusaha sukses asal Kota Langsa Kabupaten Aceh Timur, misalnya, menggelontorkan dana Rp 2 triliun untuk membantu menanggulangi pandemi Covid-19 di Sumatera Selatan (Sulsel). Bantuan ini diberikan keluarga Akidi Tio melalui dokter keluarga mereka di Palembang, Prof dr Hardi Darmawan. Konglomerat segera menyusul? SUDAH saatnya para pengusaha kaya raya turun tangan membantu mengatasi wabah Covid-19. Sebab, wabah ini tidak bisa hanya ditangani oleh Pemerintah saja. Karena itu, langkah kedermawanan keluarga Akidi Tio patut diikuti pengusaha lain agar pandemi Covid-19 bisa segera disirnakan dari bumi Indonesia. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid, sebelumnya su-
dah mengajak para pengusaha ikut memerangi pandemi Covid-19. Kadin bersama TNI, Polri, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, serta Nahdlatul Ulama (NU) juga sudah mendeklarasikan gerakan Perang Melawan Pandemi, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Lalu ada kerjasama Grup GoTo, grup teknologi terbesar di Indonesia yang menaungi Gojek, Tokopedia dan GoTo Finan-
PROSES penyerahan bantuan dari keluarga almarhum Akidi Tio di Mapolda Sumsel.
cial, bersama Kadin Indonesia beserta PT Aneka Gas Industri Tbk (Samator Group) pada Minggu 18 Juli 2021 berkolaborasi menyepakati berdirinya fasilitas kesehatan Rumah Oksigen Gotong Royong yang merupakan
bagian dari upaya bersama mendukung penanganan Covid-19 di Indonesia. Rumah Oksigen Gotong Royong merupakan fasilitas kesehatan semi-permanen pertama di Indonesia yang khusus
dilengkapi dengan peralatan suplai oksigen dan tempat tidur perawatan (bed) bagi warga terpapar Covid-19 dengan gejala sedang. l BACA: Pesan.... di Hal 11
KBRI Tokyo
MAHASISWI Indonesia di Jepang, Nasya Abeba, menjadi relawan yang bertugas di Athlete Village.
Warga Negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Tokyo ini mengaku senang bisa menjadi relawan. l BACA: Dua.... di Hal 11
Lho Iki Lak
Stres Anak Sempat Terpapar Covid-19
PASANGAN Anang Hermansyah dan Ashanty kena musibah lagi. Kali ini putra bungsu mereka, Arsya Hermansyah, dinyatakan positif terpapar virus Corona atau Covid-19. Saat ditemui awak media kemarin, Ashanty mengaku stres ketika mengetahui Arsya terpapar Covid-19. Padahal, menurut Ashanty, Arsya tidak pernah keluar rumah. Karena itu Ashanty menduga, Arsya tertular dari saudaranya yang datang ke rumahnya.
Ashanty l BACA: Stres.. di Hal 2
opini
2
minggu ke-307
29 JULI - 4 AGUSTUS 2021
Ketika Langit Bernuansa Kalimat Tauhid (1)
Oleh Prof. Nur Syam (Guru Besar Sosiologi/Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya)
DALAM pekan-pekan terakhir ini suasana WAG yang nama saya tertera di dalamnya penuh dengan ucapan “inna lillahi wainna ilaihi raji’un” yang selama ini menjadi kalimat yang melambangkan “kesedihan, kesusahan, dan bela sungkawa”, sebagai penanda ada peristiwa besar yang terjadi yaitu telah kembalinya seseorang kepada hadirat Allah swt, yaitu kematian. Dalam satu hari, bisa dua atau lebih. Hal ini menandakan ada suatu peristiwa yang sangat luar biasa, yaitu kematian beruntun yang dialami oleh anak turun Adam AS. Memang kematian merupakan takdir atau kepastian Allah azza wajalla. Semua makhluk yang hidup pasti akan mengalaminya. Binatang, tetumbuhan, manusia dan bahkan barang-barang juga memiliki takdirnya untuk mati atau rusak secara fisikal.. Semua ada batas waktunya. Seseorang bisa meninggal pada usia berapapun tergantung pada takdirnya. Orang bisa meninggal karena sakit atau sebab lain. Bisa karena sakit mendadak, bisa karena
Bagus...
► Sambungan hal 1 Data update vaksinasi di Jatim itu menyebutkan, pada 27 Juli 2021 sebanyak 7.429.873 orang telah menjalani vaksinasi dosis pertama dan 2.970.583 orang vaksin dosis kedua. Sehari sebelumnya (26/7/2021) yang menjalani vaksin dosis pertama sebanyak 7.376.142 (bertambah 53.731 orang) dan dosis kedua 2.908.699 (bertambah 61.884 orang). Untuk diketahui, tercapainya herd immunity dihitung dari mereka yang sudah divaksin lengkap, dosis 1 dan 2. Menjadi persoalan karena stok vaksin di Jatim saat ini menipis. Kepala Dinas Kesehatan Jatim, dr Herlin Ferliana MKes mengakui, per Selasa (27/7/2021) stok (dosis vaksin) sangat menipis. Mendasarkan data Dinkes, total penerimaan vaksin Covid-19 di Jatim per periode 25 Juli 2021 sebanyak 12.062.410 dan seluruhnya sudah didistribusikan. “Kita masih menunggu stok dari Kemenkes RI,” ujar Herlin sebagaimana dikutip detikcom, Selasa (27/7/2021). Dijelaskan, Pemprov Jatim telah berkirim surat kepada Kemenkes RI, agar dosis vaksin segera dikirim. “Kami sudah bersurat dan telefon ke Kemenkes, karena memang barangnya di dunia langka dan hanya pemerintah pusat yang mampu mendatangkan,” tambahnya. Terpisah, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Makhyan Jibril, mengatakan, stok vaksin di Jatim tersisa 1.067.965 dosis dan tersebar di
sakit menahun dan bisa juga karena wabah penyakit tertentu. Akhir-akhir ini banyak kematian yang disebabkan oleh Covid-19 yang sudah bermutasi gennya menjadi varian Delta. Dalam beberapa pekan terakhir, WAG di Asyaraqal Jakarta, atau WAG di UIN Sunan Ampel, dan lain-lain banyak ucapan ikut berbela sungkawa karena kematian istri, suami, anak, keponakan, orang tua dan saudara. Bahkan terkadang bisa dalam satu keluarga dua orang. Saya tidak menyebutkan orang perorang. Dari WAG UINSA, Saya akan memulai dari kewafatan Prof. Zainul Arifin, Dr. Rudy Subiantoro, Mbak Maryam, Mutmainnah, Kiai Muhammad Shofwan, dan sejumlah lainnya. Dan pada 10/07/2021) adalah Hj. Malikha isteri Dr. Imron Rosyadi Mojokerto Lalu dari WAG Asyraqalan, yaitu. Dr. Kidup Supriyadi, dan Dr. Sastra Juanda. Kemudian berturutturut juga wafatnya Pak Dr. Affandi Muchtar, Pak Muhammad Achjar dan Pak Dr. Rudy al Hana. Terhadap Prof. Zainul Airifin dan Dr. Rudy Subiantoro saya sempat menulis in memoriamnya. Juga Pak Muhammad Achjar dan Pak Rudy Al Hana. Yang lain tentu saya mengenalnya dengan baik. Mbak Yam adalah orang yang sangat dikenal oleh kawankawan seangkatan saya, 1978, sebab di masa lalu, ada warung makan di IAIN Sunan Ampel, yang pada tahun 1980-an dikenal sebagai warung Pak Said tempatnya di Fakultas Ushuluddin. Mbak Yam adalah salah satu putrinya yang
ikut bekerja dan kemudian meneruskan usaha warung makan di IAIN dan lanjut ke UINSA. Sdr. Mutmainnah tentu saya kenal dengan baik, sebab pada tahun 2005-2012 pernah sama-sama bekerja di UINSA, yang teraakhir sebagai pegawai di Bagian Umum UINSA. Saya masih ingat kalau bertemu, maka saya panggil dengan sebutan: “Mut”, lalu selalu dijawabnya dengan singkat: “Iya Pak”. Kiai Shofwan juga sangat saya kenal. Beliau adalah sosok kiai yang ringan tangan. Saya masih ingat pada saat Pak Maftuh Basuni menjadi Menag, maka kalau ke Surabaya pasti bertemu dengan Kyai Shofwan dan Kiai Shofwanlah yang memijitnya. Hal itu dilakukan jika bertemu dengan Pak Menag. Saya pernah datang ke Lembaga Pendidikannya di Tandes untuk menyertai Pak Maftuh Basuni, maka makanan yang disajikan adalah masakan mangut yang menjadi kesukaan Pak Maftuh. Sebagai orang yang lahir di pesisir utara Jawa Tengah bagian Timur, maka Pak Maftuh hobi benar makan masakan Mangut. Ihwal kedekatan hubungannya dengan Pak Maftuh karena sesama alumni Timur tengah. Saya pun pernah dipijitnya waktu saya mengeluh sakit perut. Tidak hanya dipijat tetapi sekaligus ijazah doanya. Saya rasanya punya hutang, sebab saya berkeinginan datang ke pesantrennya tetapi tidak kesampaian. Yang terakhir saya bertemu di Hotel Singgasana Surabaya dalam acara pelatihan Manasik haji bagi para petugas KBIH kerja sama antara Fakultas Dakwah dan Komunikasi dan Asosiasi KBIH Jawa
Timur. Saya teringat bahwa Beliau selalu menemani saya jika saya berceramah di hadapan peserta. Beliau pernah cerita kepada saya sudah sebanyak 41 kali ke Mekah untuk umrah atau haji. Maklum sebab Beliau memiliki KBIH Jabal Rahmah yang telah malang melintang dalam pembimbingan jamaah haji dan umrah. Saya juga dikejutkan oleh meninggalnya Dr. Kidup Supriyadi. Mantan pejabat eselon tiga di Kemenag dan pernah bekerja bersama saya, sewaktu saya menjadi Dirjen Pendidikan Islam. Saya juga mengenal dengan sangat baik. Beliau adalah pekerja keras dan berkemampuan menyelesaikan masalahmasalah kantor dengan sangat memadai. Pak Kidup berhasil menyelesaikan hutang tunjangan guru yang menjadi tanggungjawabnya. Sepekan bisa tiga kali Beliau masuk ke ruang saya untuk memberikan laporan perkembangan penyelesaian tunjangan guru. Tidak mudah untuk menyelesaikan hutang tunjangan tersebut. Sebab harus tersedia data yang valid dan uang yang cukup. Data itu seluruh Indonesia dengan jumlah lembaga pendidikan madrasah kurang lebih 40 ribu. Untuk koordinasi seluruh Indonesia maka Pak Kidup yang harus bertanggungjawab. Penyelesaian tunjangan guru terhutang menjadi kendala Kemenag selama itu untuk meraih penilaiah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. Dalam pekan yang sama, juga muncul kabar bahwa Dr. Sastra Juanda juga meninggal. Pak Sastra juga pekerja keras. Saya tahu pada saat saya menjadi Dirjen Pendis, maka Pak
Sastralah yang bertanggung jawab atas pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di bawah koordinasi Ditjen Pendis. Pada saat itu, pengawasan atas proyek-proyek pemerintah luar biasa, sebab KPK memang sangat gencar dan powerfull untuk melakukan penindakan atas penyelewengan anggaran pemerintah. Saya teringat bagaimana Pak Sastra bisa menyelesaikan pengadaan barang dan jasa dengan sangat baik dan berhasil secara gemilang. Beliau seorang yang ulet. Pernah misalnya berhari-hari tidak pulang ke rumah dan tidur di kantor untuk menyelesaikan program-program pengadaan barang dan jasa. Saya sangat bersyukur memiliki staf yang sangat memahami regulasi dan teknis pengadaan barang dan jasa sehingga pengadaan barang dan jasa menjadi aman dan terkendali. Sama seperti Pak Dr. Kidup, Dr. sastra juga menjadi dosen sebagai tempat pengabdian pasca menjadi pejabat di Kemenag. Pak Kidup menjadi dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Pak Dr. Sastra menjadi dosen di Universtas Tirtayasa Banten. Semua sahabat-sahabat menyatakan bahwa yang wafat tersebut di atas adalah orang yang baik, sehingga berkeyakinan bahwa Allah SWT akan memasukkannya di dalam surga-Nya. Doa kita, secara pribadi maupun jamaah terus dilantunkan sebagai rasa persahabatan yang tidak hanya di dunia, tetapi juga mengantarkannya untuk menghadap ke hadirat Illahi rabbi. Wallahu a’lam bi al shawab. (sumber: nursyamcentre.com)
38 kabupaten/kota di Jatim. Akibatnya banyak puskesmas yang untuk sementara menghentikan kegiatan vaksinasi. “Memang ada beberapa kota kabupaten yang stoknya sudah menipis, sehingga belum dikirim ke Puskesmas masing-masing,” ujarnya, Rabu (28/7/2021). Di Dinkes Surabaya tersisa 17.250 dosis, Trenggalek 2.537, Ngawi 3.135. Namun ada juga yang masih memiliki dosis vaksin cukup banyak seperti Banyuwangi sebanyak 165.416 dosis, Kota Malang 82.863 dosis, dan Sumenep 60.236 dosis. Sisa stok itu termasuk juga yang berada di faskes milik TNI-Polri. Menipisnya dosis vaksin itu salah satunya karena selama masa PPKM ini vaksinasi dikebut. Dalam 20 hari ada 2,4 juta warga Jatim yang divaksin, padahal sebelumnya butuh 2 bulan untuk vaksin 2,4 juta warga. Menanggapi target yang dicanangkan Gubernur Khofifah, ahli biologi molekuler Prof Dr drh Chairul Anwar Nidom MS, mempertanyakan ukuran yang digunakan untuk menyatakan bahwa kekebalan kelompok telah terbentuk. “Ukurannya apa? Jumlah suntikan? Atau jumlah warga yang punya antibodi yang protektif yang dibangun vaksin atau infeksi alam? Kalau hanya mengatakan begitu untuk meningkatkan rasa optimistis, ya boleh-boleh saja,” ujar founder Professor Nidom Foundation (PNF) ini Rabu (28/7/2021). Lebih lanjut dikatakan, herd immunity (HI) untuk kekebalan kelompok minimal 70% dari populasi. Artinya kalau penduduk Jatim 30 juta, maka yang punya antibodi protektif
sebanyak 21 juta orang. HI yang ditempuh dengan cara vaksinasi berarti adalah HI buatan. “Sekarang untuk menempuh jumlah 21 juta yang punya kekebalan kelompok, apa sudah tubuh ke-21 juta orang itu sudah dites punya kekebalan yang protektif..Belum kan? Jadi semata-mata (target) berdasar pada jumlah suntikan vaksin,” ujarnya. Pertanyaannya, tambah Nidom, apa kualitas vaksin yang digunakan selama ini sudah memenuhi standar mutu yang dibutuhkan. Dia juga mengajak menengok sikap masyarakat yang agak tidak peduli pada Covid-19. Disayangkan, selama ini yang diatur hanya pergerakan host (inang), hingga muncul istilah PSBB, PPKM darurat, PPKM Level 4. “Itu membuat masyarakat jadi bingung. Kalau pemerintah juga konsern dalam pengendalian aspek virusnya (virologi), selain epidemiologi, maka masyarakat akan terselamatkan dari virus yang sudah diketahui karakternya,” tandasnya. “Tapi kalau pemerintah hanya mengatur pergerakan masyarakat, semata-mata untuk aspek ekonomi tanpa mengkaji karakter virusnya, pasti akan terkagetkaget dengan pola virus itu sendiri,” tambahnya. Menurut dia, harusnya didiskusikan virologi, epidemiologi, dan sosial ekonominya. “Tanpa tahu karakter virus, kita bisa dikejutkan oleh perubahan-perubahan yang terjadi. Misalnya kalau program isoman dilakukan di rumah dan di RS, apa ada perbedaan karakter virusnya. Selama ini kan diasumsikan sama. Padahal isolasi mandiri
di rumah, di hotel dan di rumah sakit bisa dipastikan menimbulkan karakter virus yang berbeda. Ini belum pernah ditengok sebagai perhatian bersama. Semua serba asumsi,” pungkasnya.
simal mungkin segmen-segmen yang kita harapkan menjadi penguatan terwujudnya herd immunity. Harapannya adalah, seluruh segmen ini akan saling menjadi penguatan, bagaimana herd immunity bisa segera kita wujudkan,” ujar Khofifah, Rabu (28/7/2021).
Pimpinan Umum/ Pemimpin Redaksi/penanggung jawab : Erfandi Putra Wakil Pimpinan Redaksi/pimpinan perusahaan: Gatot Susanto Redaktur Pelaksana : Titis Tri Wahyanti Redaktur: Fathurrochman Al Aziz, Agung Kusdyanto, M Nasir Biro Jakarta: Djauhari Effendy DEWAN REDAKSI : Erfandi Putra, Gatot Susanto, Titis Tri Wahyanti KONSULTAN HUKUM : Andi Heriyanto SH
Warga Kecewa Pemerintah memang menggencarkan vaksinasi, tapi banyak masyarakat kecewa sebab saat datang ke lokasi vaksinasi ternyata jatahnya habis. Misalnya, Ummu Kamilah dan Ari Yuniarsih, warga Bluru Permai Sidoarjo, yang sudah dijadwalkan vaksinasi pada Rabu 28 Juli 2021 kemarin. Namun keduanya saat mendatangi Puskesmas Kota Sidoarjo ternyata tidak bisa dilayani mengingat jatah vaksinnya habis. Padahal dia sudah datang ke Puskesmas pagi pukul 06.30 tapi antrean sudah panjang. “Saya antre bersama suami untuk vaksin ke-2 Sinovac kategori 50 tahun ke atas campur lansia. Ternyata saya gak uman (tidak kebagian). Biasanya jatah di sini sehari 200 orang. Kali ini hanya 100 orang. Menurut petugas jatah vaksin terbatas. Yang tidak kebagian diminta pulang dan nunggu panggilan sewaktuwaktu dari desa masing-masing. Ya saya akhirnya pulang,” katanya Rabu siang. Namun demikian Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa akan mengoptimalkan vaksinasi agar mampu menjangkau semua kalangan. Sebab, pihaknya menargetkan pada 17 Agustus 2021, Jatim sudah mencapai herd immunity atau kekebalan komunitas. Artinya, sekitar 70 persen dari total sasaran vaksinasi sudah tervaksin. “Kami bisa menyisir semak-
Belajar dari India Sementara itu Agoes Aufiya, mahasiswa S3 di Jawaharlal Nehru University New Delhi India menyambut baik target herd immunity dari Gubernur Jatim tersebut. Namun dia menilai target tetap harus realistis sehingga benar-benar bisa dicapai. Dia memberi contoh di India yang tanpa mematok target tapi dengan melakukan persiapan yang matang setelah belajar dari melonjaknya kasus Covd-19 gelombang kedua. Saat ini India melakukan persiapan sangat matang untuk menghadapi kemungkinan gelombang ketiga setelah ada gejala varian baru pasca-Delta. “Saat ini alhamdulilah kasus di India turun dan rendah dengan positivity rate-nya di bawah 5%. Tapi Pemerintah sedang pasang kuda-kuda bersiap untuk gelombang ketiga di sekitar akhir Agustus,” katanya kepada Global News Rabu 28 Juli 2021. Persiapan yang dilakukan India itu menyangkut semua kebutuhan untuk melawan Covid-19 lagi, termasuk melakukan lockdown lagi, memenuhi kebutuhan oksigen dan tempat tidur ICU serta obat-obatan harus cukup. Lalu vaksin dipercepat. * ret/gas
secangkir kopi
Herd Immunity di Jatim 17 Agustus, Mungkinkah Pemprov Jawa Timur menargetkan herd immunity pada 17 Agustus mendatang. Kalau kita mendengarnya pasti bergembira. Menjadi pertanyaan, mungkinkah hal itu menjadi kenyataan?. Bagaimana dengan stok vaksin yang di miliki propinsi ini untuk memvaksin penduduk Jatim yang hingga tahun 2020 sudah mencapai 40,67 juta? Herd immunity secara umum artinya, ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular tertentu, sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut. Misalnya, jika 80% populasi kebal terhadap suatu virus, empat dari setiap lima orang yang bertemu seseorang dengan penyakit tersebut tidak akan sakit dan tidak akan menyebarkan virus tersebut lebih jauh. Dengan cara ini, penyebaran penyakit tersebut dapat dikendalikan. Bergantung pada seberapa menular suatu infeksi, biasanya 70% hingga 90% populasi membutuhkan kekebalan untuk mencapai kekebalan kelompok. "Per hari ini memang stok (dosis vaksin) sangat menipis. Kita masih menunggu stok dari Kemenkes RI," ujar Dr Herlin Ferliana, Kadinkes Jatim kepada detikcom, Selasa (27/7/2021). Pemprov Jatim telah berkirim surat kepada Kemenkes RI, agar dosis vaksin segera dikirim. Pasalnya, 17 Agustus mendatang, Pemprov Jatim menargetkan herd immunity. Sementara, Jubir Satgas COVID-19 Jatim Dr Makhyan Jibril mengatakan, stok vaksin di Jatim tersisa 1.067.965 dosis. Jumlah itu tersebar di 38 kabupaten/kota di Jatim. "Sisa stok itu termasuk juga stok di faskes milik TNI-Polri. Memang selama masa PPKM ini vaksinasi kita ngebut, bahkan dalam 20 hari ada 2,4 juta warga Jatim yang divaksin, padahal sebelumnya butuh 2 bulan untuk vaksin 2,4 juta warga. Sehingga sempat beberapa kabupaten kota kehabisan
Stres..
► Sambungan hal 1 “Arsya nggak keluar rumah karena PPKM kan, sekolah nggak, keluar dan les juga nggak. (Tapi) karena memang ada saudara datang, saudara positif terus Arsya tertular alhamdulillah kita semua nggak,” katanya. Menurut Ashanty, dia dan keluarganya melakukan PCR test tiga hari sekali sehingga segera diketahui bila terpapar. Tidak hanya Arsya, asisten Ashanty juga dinyatakan positif Covid-19. “Wah, aku stres banget sih pas dengar Arsya positif. Perasaan enggak keluar-keluar, semua kita PCR setiap 3 hari sekali buat memastikan. Yang kena Arsya doang sama asisten aku sih. Tapi dia udah ke rumah sakit. Ya kena dari saudara yang lain. Ya kita keluar-keluar pasti jaga Prokes,” kata Ashanty di kawasan Pondok Indah, Ja-
Erfandi Putra Pemimpin Redaksi
vaksin," terang Jibril. Saat ini, penduduk di Jatim yang telah divaksinasi dosis pertama sebanyak 7.352.082 orang. Sementara, penduduk yang telah divaksin dosis kedua sebanyak 2.868.345 orang. Target vaksinasi di Jatim sebanyak 31.826.206 penduduk. Cepat tidaknya vaksinasi tersebut pada prinsipnya sangat tergantung kepada persediaan vaksin. Ini merupakan hal penting. Mengapa? Karena vaksin merupakan hal yang mendasar dalam pelaksanaan vaksinansi. Apalagi bila dikaitkan dengan target herd immunity di Jatim. Di sisi lain, vaksin hingga kini masih menggantungkan kepada luar negeri. Di samping itu, yang tak kalah pentingnya, yakni bagaimana kesadaran anggota masyarakat terhadap vaksin. Karena masih ada saja sejumlah anggota masyarakat yang belum “percaya” kepada vaksin. Meski hal itu “kelihatannya” tak banyak , tetapi bisa berpengaruh. Semoga kelas ini menyadari betapa pentingnya vaksinasi untuk membentuk herd immunity. Kita sudah pasti menyambut bergembira dengan target Pemprov Jatim yang akan mengejar herd immunity pada 17 Agustus. Sudah setahun lebih pandemic covid-19 membelenggu kita semua, yakni sejak pertama kali diumumkan pada Maret 2020 oleh Presiden Jokowi. Ketakutan telah menghantui kita semua, karena virus ini benarbenar mematikan. Semuanya “berhenti” karena covid-19. Kami sungguh berharap kepada Pemprov Jatim agar 17 Agustus 2021, herd immunity benar-benar tercipta di Jatim. (*) karta Selatan.Awalnya, Ashanty mengetahui Arsya Hermansyah terpapar COVID-19 lantaran Arsya mengalami demam. Namun kini kondisinya sudah mulai membaik setelah menjalani isolasi mandiri. “Alhamdulillah dia cuma dua hari demam. Sisanya dia aktif, makan dan semuanya mau jadi tambah gemuk. Sebenarnya dia hari ke berapa udah sehat. Tapi harus isolasi sampak 14 hari biar aman,” kata istri Anang Hermansyah itu. Ashanty bersyukur tak ada gejala berat yang dialami oleh putra bungsunya itu. Ia pun beruntung banyak yang mau membantu mengurus kebutuhan Arsya Hermansyah. “Ya kita urusin semuanya, alhamdulillah dia nggak ada gejala berat. Cuma flu dan batuk sedikit, demam cuma dua hari. Aurel, Arsy, saya kena COVID-19, Arsy nggak. Mungkin dia belum punya imun, katanya.* hud
WARTAWAN KOTA: Purnomo Siswanto, Siti Soelistyani FOTOGRAFER: M. Zacky KEPALA BIRO PAMEKASAN: Masdawi Dahlan BIRO DAERAH: BANGKALAN/SAMPANG: Zacky SIDOARJO: Lukman GRESIK: Asepta Yoga Permana MALANG RAYA : Hanan Jalil MOJOKERTO KAB/KOTA : Bambang Sujarwanto NGANJUK : Iskandar Zulkarnaen Kediri KAB/KOTA : Iskandar Zulkarnaen JOMBANG: M. Fatoni. PASURUAN : Haifur TUBAN : Chusnul Huda BLITAR: Gatut Wiratmoko MAGETAN : Teguh Aryanto BANYUWANGI : Edhi Prasetyo bOJONEGORO: Ahmad Sampurno. BANDUNG : Adam Permasa LAYOUT/DESAIN GRAFIS: Agus Supriyanto IT SUPPORT: Sapto Utomo KEUANGAN: Febri Indarwati Marcomm/Admin: Ismaindah SIRKULASI & PEMASARAN: Syahrizal PENERBIT: PT GLOBAL MEDIA PRIMA KANTOR: Jl Cipta Menanggal VI/7 Surabaya, Telp. (031) 8281712, e-mail: gnewsredaksi@gmail.com website: www.global-news.co.id PERCETAKAN: PT MEDIA NUSANTARA PRESS, Jl. Rungkut Industri III No. 49 Surabaya, Telp. (031) 8496867 Wartawan KORAN GLOBAL NEWS dilengkapi dengan identitas berupa ID Card / Kartu Pers
minggu ke-307
29 JULI - 4 AGUSTUS 2021
SIDOARJO
3
5.000 Paket Sembako Bantuan Diberangkatkan dari Mapolres Sidoarjo
GN/Istimewa
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro saat menyerahkan paket bantuan kepada warga.
SIDOARJO (GN) Bantuan sosial paket sembako dan masker terus mengalir untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Selain dari pemerintah, kepedulian juga dating dari Yayasan Budha Tzu Chi dan para pengusaha peduli NKRI sejumlah 5.000 paket bantuan. Agar bansos tersebut tepat sasaran diberikan kepada warga terdampak Pandemi Covid-19, pendistribusian dilakukan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang ada di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Pemberangkatan bantuan dilakukan Rabu (28/7/2021) pagi di Mapolresta Sidoarjo. Dalam pemberangkatan bansos tersebut hadir Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf. Muhammad Iswan Nusi, serta Perwakilan dari
620 Anak Terpapar, Jumlahnya Bertambah
SIDOARJO (GN) Jumlah anak anak usia sekolah yang terpapar Covid 19 sejak awal pandemi 2020 hingga Juli 2021 lalu, tercatat ada sebanyak 620 anak. Jumlah tersebut diprediksi terus bertambah. Hingga 27 Juli 2021, masih ada anak yang menjalani isolasi mandiri (isoman) bersama keluarga. Ada juga yang tengah dirawat di rumah sakit. Rentang usia mereka 7–18 tahun. Berdasar data dari dinas kesehatan (dinkes) tersebut, selama sekitar 16 bulan ada 620 anak yang terinfeksi virus korona. Jika dirata-rata tiap bulan, berarti yang positif Covid-19 mencapai 38 anak. Jumlah tersebut hanya mencakup anak usia 7 tahun ke atas. Untuk anak yang umurnya di bawah 7 tahun, juga ada yang terpapar Covid-19. ”Tapi, jumlahnya sedikit. Tidak signifikan,” kata Kepala Dinkes Sidoarjo drg Syaf Satriawarman SpPros. Selain itu, kondisi kesehatan mereka cepat pulih. Ada beberapa anak yang kondisinya membaik dan tidak mengalami gejala dalam waktu kurang dari sepekan. Menurut Syaf, belum ada kepastian tentang tempat anakanak terpapar virus. Termasuk para pihak yang menularkan
virus tersebut kepada mereka. Sebab, mobilitas anak masih terbatas. Sebagian di antara mereka belum datang ke sekolah. Masih mengikuti pembelajaran jarak jauh. Tapi, banyak juga anakanak yang masih pergi ke tempat wisata atau pusat perbelanjaan bersama keluarga. Meskipun hanya sebentar dan tidak setiap hari. ”Dugaan sementara, mereka tertular dari keluarga. Mungkin orang tua yang masih aktif bekerja di luar rumah,” ujar Syaf. Terlebih, selama ini banyak kasus positif Covid-19 yang terjadi di lingkungan keluarga. Temuan paling banyak adalah klaster keluarga. Sejak awal Juni lalu, jumlah anak yang terpapar Covid-19 lebih banyak daripada sebelumnya. Bahkan, RSUD Sidoarjo sempat merawat pasien anak hingga bayi di ruang isolasi. Jumlahnya mencapai 13 anak. Kini jumlahnya telah berkurang. Menurut Wakil Direktur Pelayanan RSUD Sidoarjo dr Wasis Nupikso SpOG, sekarang jumlah pasien anak yang dinyatakan positif Covid-19 tidak sebanyak dulu. ”Ada dua pasien anak. Mereka dirawat di ruang isolasi,” katanya.
Gubernur...
dipegang teguh. "Kita juga tidak berharap karena alasan vital kemudian pengisiannya cepat-cepat. Sak onok'e wong terus diangkat, tidak boleh begitu. Harus tetap sesuai ketentuan," ucap Kusnadi yang merupakan Politisi PDI Perjuangan tersebut. Dalam rapat pimpinan yang berlangsung tertutup itu, Kusnadi mengatakan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah menjelaskan terkait pelantikan pejabat di lingkungan Pemprov, Rabu kemarin. Misalnya, mengapa baru terlaksana saat ini. Menurut Kusnadi, Khofifah menyampaikan jika sebetulnya pengisian belasan jabatan OPD itu sudah rampung sejak beberapa waktu lalu. Hanya saja, pelantikan urung terlaksana lantaran sejumlah hal dan pertimbangan. Seperti, pertimbangan apakah pelantikan akan berlangsung secara tatap muka lantaran harus tanda tangan pakta integritas atau hanya cukup dengan virtual. Dalam proses itu, juga ternyata ditambah pelaksanaan PPKM Darurat serta hantaman pandemi Covid-19. "Kami berterimakasih Gubernur melakukan pelanti-
► Sambungan hal 1 Khofifah Indar Parawansa di ruang Banmus DPRD Jatim, Rabu 28 Juli 2021. Sekalipun demikian, legislatif DPRD Jatim Kusnadi tetap meminta agar sejumlah OPD yang kosong terlebih yang vital juga segera diisi pejabat definitif. Di antara yang kosong seperti Dinas Kesehatan Jawa Timur, Dirut RSJ Menur, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Jatim, Kepala Bakorwil Malang, Kepala Biro Administrasi Perekonomian Jatim, Kepala Dinas PU Bina Marga dan sejumlah posisi jabatan strategis lain. “Tentunya itu harus segera diisi. Tidak bisa tidak. Kita juga sampaikan kepada beliau (Gubernur Khofifah). Semua OPD itu vital," kata Ketua DPRD Jatim, Kusnadi saat ditemui seusai rapat pimpinan bersama Gubernur Jatim, Rabu (28/7/2021) sore. Kusnadi mengatakan, meski kekosongan itu harus segera diisi namun bukan berarti harus dilakukan secara tergesa-gesa. Mekanisme dan ketentuan untuk menentukan figur yang tepat harus terus
Vaksinasi santri di Ponpes Bumi Sholawat
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sidoarjo dr Eddy Santoso SSi menambahkan, selain orang dewasa, selama ini ada anak yang terpapar virus korona. Tapi, sebagian besar kondisi mereka cukup baik. Bahkan, ada yang tanpa gejala meskipun positif Covid-19. ”Laporan anak yang meninggal karena terpapar Covid-19 sementara belum ada,” ujar dia. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo menegaskan, saat ini tidak kan kepada beberapa OPD di Pemprov Jatim,"pungkasnya. Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad menambahkan bahwa pertemuan itu lebih sebagai “ice breaking” untuk memecah kebuntuan komunikasi antara Kepala Daerah dan DPRD Jatim. Sebab di saat pandemi ini kan masingmasing sibuk dengan tugas masing-masing. “DPRD sibuk turun ke masyarakat, mengadakan baksos, dan lain-lain. Kepala daerah dan aparat birokrasi juga sibuk memastikan bahwa di masa pandemi ini semuanya berjalan baik. Nah, di tengah-tengah itu banyak informasi yang butuh konfirmasi langsung dari Kepala Daerah. Misalnya soal jumlah pasien yang meninggal, yang dirawat, juga soal bansos, insentif nakes, dan lain-lain,” terang politikus asal Partai Gerindra. Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parwansa menegaskan kenapa Dinas Kesehatan masih kosong? “Kan ada timsel ketuanya itu Pak Nuh, jadi sampeyan tanya ke Prof Muh. Nuh. Meskipun rotasi itu ada tim panselnya,” jawabnya singkat. (fan)
ada pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Larangan tersebut sudah disampaikan ke seluruh sekolah. Bahkan, yang sifatnya simulasi pembelajaran offline dilarang digelar. “Sabar dulu, nanti setelah 2 Agustus, baru kami tinjau lagi seperti apa keputusan dari
Wanita...
► Sambungan hal 1
Belum lama ini, Amber Sweetheart mengaku jika dirinya mendapat tawaran menikah dari salah satu penggemar. Pria yang mengajaknya menikah juga siap memberikan hadiah berupa unta. Tak main-main, Amber dijanjikan akan mendapat hadiah 200 ekor unta jika mau menerima ajakan menikah tersebut. "Ini jelas sebuah kejutan," ungkap Amber soal tawaran menikah tersebut. "Kami baru berbicara selama beberapa minggu," tambah mantan instruktur yoga satu ini. Amber sendiri baru ber-
Eropa....
► Sambungan hal 1 Efek penggunaan vaksin Spikevax untuk anak-anak telah diteliti dalam sebuah studi yang melibatkan 3.732 anak-anak berusia 12 sampai 17 tahun. Hasilnya menunjukkan Spikevax memproduksi respons antibodi Covid-19 dalam tubuh anak-anak penerimanya sama seperti yang ditemukan pada orang dewasa muda, usia 18-25 tahun. Juga, tak satupun dari 2.163 anak penerima dosis vaksin itu yang didapati terinfeksi Covid-19. Dalam periode yang sama, empat dari 1.073 anak yang menerima suntikan
pemerintah pusat. Kalau saat ini, semua sekolah dilarang menggelar tatap muka,’’ terang Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo Asrofi kemarin. Dia menegaskan bahwa kegiatan apa pun yang digelar secara tatap muka di sekolah untuk saat ini masih dilarang. Baik ujian, pembelajaran, bimbel, maupun kegiatan baca tulis Quran. Semua harus via daring. ’’Kami juga sudah Zoom meeting dengan para pengawas. Kalau ada sekolah yang nekat menggelar tatap muka, kami minta untuk ditunda dulu,’’ kata mantan Kadishub itu. Jika ada yang ketahuan, tindakan awal adalah teguran lisan. ’’Jika masih tetap nekat menggelar, ada teguran tertulis,’’ terangnya. Dia meminta para orang tua tidak khawatir. Sebab, selama PPKM, PTM belum digelar. Kalau menemui ada sekolah yang memasukkan murid, warga bisa melapor ke dinas. Pihaknya akan menindaklanjuti. jps
Yayasan Budha Tzu Chi Valentino. Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali pada kesempatan ini mengatakan, Pandemi Covid-19 membawa dampak begitu banyak bagi masyarakat. Salah satunya pada aspek perekonomian. Sebab itu, melalui bantuan sosial pemerintah juga ada bantuan sosial dari berbagai pihak yang peduli, diharapkan turut meringankan beban masyarakat terdampak. “Adanya pandemi Covid-19 beserta dampaknya, diharapkan mengundang kepedulian tidak hanya dari pemerintah. Berbagai pihak lain juga turut terlibat, seperti dilakukan Yayasan Budha Tzu Chi ikut memberikan bantuan sosial bagi masyarakat. Semoga pandemi segera berlalu, dengan kuncinya semua ikut mematuhi peraturan protokol kesehatan guna memutus mata
rantai penyebaran Covid-19,” jelas Ahmad Muhdlor Ali. Sebagai pihak yang ditempati, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro menyatakan pendistribusian bansos melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa tujuannya agar bansos cepat tersalurkan dan dapat tepat sasaran, kepada warga terdampak adanya Pandemi Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo. “Bahkan sinergitas TNIPolri tidak sekedar mendistribusikan bansos ke masyarakat secara langsung, namun juga kami imbau agar turut mengedukasi masyarakat supaya tetap mematuhi protokol kesehatan agar pandemi ini segera teratasi,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, para Forkompimda juga membagikan paket bantuan kepada warga. win
Gus Muhdlor Apresiasi Vaksinasi Golkar Sidoarjo
SIDOARJO (GN)-Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor memberikan apresiasi vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan DPD Partai Golkar Kabupaten Sidoarjo, Rabu, (28/7/2021). Vaksinasi yang digelar di kantornya Jalan A. Yani Sidoarjo diperuntukkan bagi 500 orang dari keluarga DPD Partai Golkar Kabupaten Sidoarjo serta masyarakat sekitar. Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor S.IP atau Gus Muhdlor hadir meninjau langsung pelaksanaannya. Dalam kesempatan tersebut juga hadiri Ketua DPD Partai Golkar Jatim M. Sarmuji dan Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo Adam Rusydi. Gus Muhdlor mengatakan kegiatan seperti ini merupakan langkah yang bagus dalam upaya bersama penanganan pandemi Covid-19. Semua stakeholder terjun langsung bersama-sama menghentikan pandemi. “Ini merupakan langkah bagus, kami mengapresiasi dimana semua stakeholder, semua pembangun bangsa mau bahu membahu dalam rangka menyelesaikan Covid bukan hanya dihilirnya tapi juga dihulunya sekalian,”ucapnya. Dikatakan Gus Muhdlor penanganan Covid-19 tidak hanya berfokus pada hilirnya saja. Tidak hanya berfokus pada rumah sakit maupun masyarakat terdampak Covid-19. Kedua-duanya harus dilakukan. Hilir dan hulunya harus menjadi fokus dalam penanganannya. win
gabung di situs dewasa OnlyFans selama sebulan. Namun, penghasilannya sudah mencapai USD 100.000 atau Rp 1,4 miliar. Selain menjadi model dewasa, Amber juga mengaku bahwa dirinya sering memberikan tips bercinta kepada para penggemarnya. "Semua bergerak sangat cepat di platform ini," ungkap Amber soal pengalamannya menjadi model dewasa. Meski unik, wanita ini mengungkap bahwa tawaran menikah berhadiah 200 ekor unta tersebut membuatnya merasa tersanjung. Amber sendiri memutuskan untuk banting setir karena dirinya mengalami kesulitan mengajar yoga online
selama pandemi. Tidak hanya itu, ia pun tidak bisa mendapatkan penghasilan yang cukup dari pekerjaannya sebagai instruktur yoga. Wanita Dapat Tawaran Menikah Berhadiah 200 Ekor Unta (instagram.com/amberjsweetheart) Wanita Dapat Tawaran Menikah Berhadiah 200 Ekor Unta (instagram.com/amberjsweetheart). "Mengajar yoga menjadi susah dan aku kesulitan menghasilkan uang." "Saat itulah, aku memutuskan mencoba OnlyFans dan menemukan bahwa aku bisa membuat uang dari mengunggah foto seksi," jelasnya. "Aku mengubah fokusku
dan berkonsentrasi pada pose yoga yang meningkatkan gairah seksual, performa, dan orgasme." "Mengajar yoga secara online adalah tantangan karena aku tidak bisa mengarahkan muridku dengan benar lewat kamera untuk memperbaiki postur," tambah Amber. Meski melalui situs dewasa, model satu ini masih membagikan konten yang berkaitan dengan yoga. Tak hanya itu, ia sudah memiliki lebih dari 4 ribu pengikut. Di sisi lain, belum diketahui apakah wanita ini akhirnya mau menerima lamaran dari pria yang berjanji memberinya 200 ekor unta demi pernikahan. (src, Adinda LMP)
plasebo tertular. Hasil-hasil ini yang menuntun kepada kesimpulan efikasi Spikevax pada anak-anak usia 12-17 tahun serupa dengan orang dewasa: 93 persen. Efek samping dalam penggunaan untuk anak-anak itu yang paling banyak teramati juga sama pada penggunaan untuk orang dewasa. Efek samping itu termasuk sakit dan bengkak di sekitar bekas suntikan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, pembengkakan kelenjar getah bening, menggigil, mual, muntah dan demam. Semua efek samping itu umumnya bersifat ringan atau sedang dan pulih dalam beberapa hari saja. EMA memberi catatan bah-
wa karena terbatasnya jumlah anak dan remaja dalam studi menyebabkan tidak dapat dideteksi efek samping yang tidak biasa. Uji juga tidak dapat memperkirakan risiko efek samping seperti myocarditis (radang otot jantung) dan pericarditis (radang membran sekitar jantung) seperti yang kasusnya ditemukan pada orang dewasa muda. Meski begitu, seluruh profil keselamatan Spikevax pada orang dewasa terkonfirmasi pula pada studi anak dan remaja. Karenanya EMA juga menimbang manfaat Spikevax pada anak 12-17 tahun lebih besar daripada risiko-risiko itu, secara khusus pada mereka yang
memiliki kondisi yang membuatnya berisiko gejala parah Covid-19. EMA berjanji efikasi dan keselamatan vaksin, baik pada anak maupun dewasa, akan terus dipantau secara ketat di seluruh negara anggota Uni Eropa. Rekomendasi yang diumumkan pada Jumat, 23 Juli 2021, itu adalah yang pertama untuk anak-anak. Vaksin Covid-19 mRNA lainnya dari Pfizer sebenarnya juga bisa digunakan untuk usia lebih dari 12 tahun tapi belum ada negara di Eropa yang menggunakannya dengan alasan gejala infeksi Covid-19 pada anakanak tidak separah orang dewasa sekalipun mereka tidak kebal. (tpc, Adinda LMP)
MADURA
4
Tak Terserap Tuntas, Anggaran Bidang Kesmas Bisa Dialihkan untuk Kesehatan PAMEKASAN (GN)–Kepala Bagian Perekonomin Setdakab Pamekasan Sri Puji Astutik menegaskan, besar kemungkinan sebagian dana DBHCHT untuk program kesejahteraan masyarakat (Kesmas) tahun ini dialihkan untuk kegiatan bidang kesehatan. Ini dilakukan apabila dana yang dianggarkan untuk kesejahteraan masyarakat itu tidak terserap secara tuntas. Sementara untuk bidang kesehatan mengalami kekurangan. Pengalihan dana itu, kata Sri Astutik, ada dasarnya yakni Peraturan Menteri Keuangan No. 206 Pasal 5 ayat 9. Sebagaimana diberitakan sebelumnya pada tahun anggaran 2021 ini Pemkab Pamekasan mendapat kucuran dana DBHCHT sebesar Rp 64 miliar. Sebanyak 35 persen dipakai untuk program kesejahteraan masyarakat melalui program Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi buruh tani tembakau dan buruh perusahaan rokok, sebesar Rp 22 miliar. Sedangkan untuk bidang kesehatan dapat bagian 25 persen. Dari data di lapangan tampaknya dana untuk BLT tidak akan terserap seratus persen. Ini terkait dengan masalah pendataan calon penerima program tersebut. Sementara untuk bidang kesehatan mengalami kekurangan, ini terjadi karena pada tahun ini untuk bidang kesehatan hanya mendapat 25
Suasana rakor di Bagian Perekonomin Setdakab Pamekasan.
persen, padahal tahun sebelumnya mendapat jatah 50 persen. “Bila dana di bidang kesejahteraan masyarakat itu berlebih, ya dalam hal ini BLT yang 35 persen itu sebesar Rp 22 milyar itu berlebih, itu bisa dialihkan dengan prioritas di bidang kesehatan, ada ketentuannya di PMK 206 sudah ada ketentuannya di Pasal 5 ayat 9 kalau nggak salah itu. Teknisnya dari data penerima BLT itu berapa kita hitung nanti sisanya bisa dialihkan di bidang kesehatan, “ kata Sri Astutik, Senin (26/7/2021). Astutik menjelaskan tahun ini anggaran yang disediakan untuk bidang kesehatan yang berupa pembayaran iuran BPJS bagi masyarakat yang
GN/dok.
berekonomi lemah diketahui masih sangat kurang, tidak sesuai dengan jumlah warga yang harusnya dibantu. Ini terjadi karena nominal jatah untuk tahun ini hanya Rp 14 miliar atau 25 persen, sementara tahun sebelumnya sebesar Rp 31 miliar atau 50 persen. “Kenapa berkurang? Karena aturannya tahun ini untuk bidang kesehatan hanya 25 persenya, kalau yang dulu kan minimal 50 persen untuk kesehatan, sekarang 25 persen. Akhirnya Dinkes menjadi kekurangan. Salah satu di antaranya bisa diselesaikan kekurangan itu dengan mengalihkan dana untuk kesejahteraan yang tidak terpakai itu untuk bidang kesehatan,” terangnya. adv,mas
Operasi Penegakan Hukum Rokok Ilegal Dimulai Agustus
PAMEKASAN (GN)–Salah satu program kegiatan yang menggunakan dana DBHCT adalah penegakan hukum dalam pemberantasan rokok Ilegal. Operasi ini menurut rencana akan dilakukan mulai akhir bulan Juli ini atau awal Agustus 2021 mendatang. Penegakan hukum adalah operasi bersama yang melibatkan pihak Pemkab, Kepolisian, TNI, Satpol PP dana lainnya. Menurut rencana kegiatan tersebut akan dilakukan secara berkesinambungan hingga akhir tahun anggaran 2021 ini. Penegakan hukum dalam pemberantasan rokok illegal dilakukan dengan dua pendekatan yakni pendekatan preventif dan represif. Pendekatan preventif dilakukan dengan menggelar berbagai program yang bersifat pembinaan dan sosialisasi tentang UU Bea Cukai atau larangan rokok ilegal. Sedangkan pendekatan represif adalah kegiatan penegakan hukum dengan melakukan operasi bersama sejumlah instansi terkait, mendata dan mengunjungi lokasi penjualan atau pembuatan rokok ilegal. Penindakan represif ini juga tetap melalui pembinaan namun juga bisa berujung pada proses hukum di pengadilan. “Akhir Juli atau mulai awal Agustus, mulai dilakukan dan berkesinambungan terus menerus, pemberantasan itu melibatkan bea cukai, pemda, kepoli-
GN/dok.
Tesar Pratama Fungsional Pemeriksa Kantor Bea Cukai Madura
sian, TNI, polri yang pasti itu, satpol PP,” kata Tesar Pratama, Fungsional Pemeriksa Kantor Bea Cukai Madura, Sabtu (24/7/21). Sasaran lokasi yang akan dituju dalam pelaksanaan operasi penegakan hukum itu, kata Tesar, berdasarkan pada data dari pemerintah daerah. Menurut dia pihak Pemkab Pamekasan telah menunjuk informan ditiap desa yang bekerja mengumpulkan informasi tentang penjualan maupun produksi rokok ilegal. “Data dari informan itu nanti dari pihak Pemkab akan memasukkan ke aplikasi Siroleg (sistem informasi rokok ilegal), dan Siroleg itu nanti akan terhubung secara realtime ke dash board Bea Cukai.
Dari laporan yang sudah ditentukan informan Pemkab, itu bisa langsung ditindak lanjuti oleh Cukai Madura,” jelasnya. Jika ditemukan rokok ilegal di toko, kata Tesar, terhadap barang atau rokok ilegalnya dilakukan penyitaan dan pemilik tokonya masih diberi pembinaan. Tim memberikan edukasi karena bisa jadi masyarakat tidak tahu apakah rokok itu ilegal atau tidak. Pemilik toko diberi surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi menjual rokok illegal. Penyidikan atas temuan dugaan pelanggaran akan dilakukan oleh Bea Cukai. Adanya temuan dugaan penyimpangan akan diserahkan ke Bea Cukai untuk penyidikannya, karena tindak pidana cukai penyidikannya dilakukan Bea Cukai. Kegiatan penegakan hukum bersinergi bergabung bersama melibatkan banyak lembaga ini, kata Tesar, baru dilakukan tahun ini. Berdasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) NO 206 tahun 2020, yang menuntut segala lini saling bekerjasama. “Dengan PMK NO 206 tahun 2020, mulai tahun ini dibentuk Satgas Pemberantasan Rokok Illegal yang terdiri dari banyak unsur. Dengan adanya Satgas ini akan jauh lebih mudah koordinasi. Pemimpin operasinya tetap dari Bea Cukai,” pungkasnya. adv,mas
minggu ke-307
29 JULI - 4 AGUSTUS 2021
Hotel Garuda, Tempat Isolasi Terpusat Pasien Covid-19
PAMEKASAN (GN)-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menyiapkan tempat isolasi terpusat bagi pasien terpapar covid-19 di Hotel Garuda, Jalan Masegit nomor 01, tepatnya di sebelah selatan monumen Arek Lancor. Penyiapan tempat isolasi terpusat itu seiring perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan sosial (PPKM) level 4 hingga 2 Agustus 2021 mendatang sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19. Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan, Totok Hartono mengungkapkan, penyediaan tempat isolasi terpusat di hotel Garuda sebagai langkah antisipatif pemerintah kabupaten bersama forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) dalam memberikan fasilitas memadai bagi masyarakat yang positif terpapar covid-19. Sejatinya, tempat isolasi bagi pasien covid-19 di daerahnya bukan hanya itu. Melainkan sebelumnya juga menyiapkan gedung Islamic Center di Jalan Raya Panglegur dan home stay Asri di Jalan Trunojoyo Pamekasan. “Perintah dalam PPKM level itu menyediakan tempat isolasi terpusat, nah kita sediakan di sini (hotel Garuda, red). Tetapi beberapa tempat yang lain tetap, seperti home stay dan
GN/Istimewa
Sekdakab Totok Hartono besama Kapolres AKBP Apip Ginanjar, Camat Pamekasan, Rahmat Hidayat serta beberapa personil kodim 0826 Pamekasan
Islamic Center, ini hanya perluasan saja,” katanya, Selasa (26/7/2021). Pemkab Pamekasan bersama TNI dan Polri telah bekerja maksimal untuk memutus penyebaran covid-19 sesuai dengan petunjuk para ahli kesehatan. Tentu, petunjuk tersebut berupa protokol kesehatan (prokes), yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan. “Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat harus tetap kita galakkan, karena menurut para pakar, prokes itu salah satu upaya mencegah penularan,” tandasnya.
Pantauan di lapangan, peresmian tempat isolasi tersebut dihadiri Sekda Pamekasan, Totok Hartono, Kapolres AKBP Apip Ginanjar, Camat Pamekasan, Rahmat Hidayat serta beberapa personil kodim 0826 Pamekasan. Terdapat 8 kamar di hotel tersebut yang dikhususkan untuk tempat isolasi pasien covid-19. “Kamar totalnya 8, tetapi kan nanti tergantung kebutuhan berapa pasien yang akan ditampung,” terangnya. Dia berharap masyarakat senantiasa mematuhi protokol kesehatan serta meminta pertolongan kepada Allah SWT agar covid-19 segera diangkat dari muka bumi.mas
KIHT Upaya Preventif Sadarkan Pabrik Rokok Terapkan UU Cukai PAMEKASAN (GN)–Kasi Pelayanan Kantor Bea Cukai Pamekasan Eko Kumbaren menegaskan Pemkab bersama Bea Cukai sepakat untuk memberantas rokok illegal dengan mengedepankan pendekatan preventif memalui sosialisasi secara merata kepada seluruh elemen masyarakat. Sosialisasai dilakukan mulai tingkat kabupaten, kecamatan, desa dan aparatnya, BPD dan tokoh masyarakat serta semua instansi, baik pendidikan, pesantren, LSM dan lain sebagainya. Sosialisasi digelar bersama antara Pemkab Pamekasan dengan Kantor Bea Cukai. “Selain pendekatan preventif sebenarnya ada juga pendekatan represif, ini sebenarnya kami juga berat melakukannya, kalau sudah bicara represif ini kan penindakan hukum, ada rokok illegal, barang disita, musnahkan, penjual dan pembuat bisa dipidana. Hukuman paling ringan adalah denda,” kata Eko. “Nah, Bapak Bupati Pamekasan Baddrut Tamam sepertinya lebih condong kepada kita untuk melakukan pendekatan preventif, beliau kurang berkenan kalau kita menggunakan pendekatan represif,” imbuhnya. Secara kebetulan, kata Eko, pada bulan Maret tahun 2020 lalu Menkeu
GN/dok.
Suasana rapat koordinasi antar pihak terkait menghadapi maraknya peredaran rokok ilegal.
meluncurkan program Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) dengan perintah nomor 21 Peraturan Menteri Keuangan tahun 2020. Dengan adanya KIHT ini diharapkan semua kesulitan yang dialami oleh pengusaha rokok kecil yang mengakibatkan mereka menjadi pengusaha illegal terpecahkan. Pembangunan KHIT di Pamekasan, lanjut Eko, sangat layak. Kenapa? Karena Pamekasan pusat industry tembakau di Madura. Saat ini terdaftar 45 pabrik rokok yang legal. Meski demikian saat dilakukan operasi pasar masih banyak ditemui rokok illegal. KIHT untuk membantu meencarikan solusi pabrik illegal itu agar sadar berbagai aspeknya. Selain dibantu
lahan, di KHIT itu juga dibantu tenaga kerja yang disubsidi melalui DBHCHT. “Jadi pabrik rokok di dalamnya tinggal pakai, selain itu pengelola juga menyediakn mesin linting yang juga bisa dipakai bersama, juga memberi subsidi listrik, sewa tempat, kalau bisa gratis atau murahlah, itu yang kita lihat kesulitan yang menimbulkan banyaknya rokok illegal di Madura ini,” ungkap Eko. Yang menarik, tambah Eko, ada kemudahan bagi perusahaan yang masuk binaan KIHT yaitu berupa penundaaan 90 hari soal pembayaran pembelian pita cukai, yakni baru membayar uang pembelian pita setelah rokoknya laku di pasaran. adv,mas
Pemimpin Itu Tidak Boleh Mengeluh, Niatkan untuk Ibadah
Pada 1 Agustus 2021 mendatang, dr Farid Anwar MKes, Direktur RSUD dr Slamet Martodirjo (Smart) Pamekasan, memasuki masa purna tugas. Dia memimpin sejak 15 Januari 2014. Apa saja yang ditemukan saat memulai memimpin rumah sakit ini? Apa juga yang sudah dilakukannya? Dan bagaimana harapannya kepada penggantinya nanti? Berikut wawancara wartawan Global News, Masdawi Dahlan, dengan dr Farid Anwar MKes. SEBELUM bertugas di RSUD Smart Pamekasan, dr Farid mulai 2008-2013 memimpin RS Moch. Noer atau Rumah Sakit Paru milik Pemprov Jatim di Jalan Bonorogo Pamekasan. Sebelum itu dia juga memimpin Puskesmas Tlanakan selama lima tahun sejak diangkat menjadi PNS mulai tahun 19881993. Dan yang cukup lama dia memimpin Puskesmas Pakong tahun 1993-2008 selama 15 tahun. Dalam pandangannya memimpin instansi pemerintah atau perusahaan termasuk rumah sakit yang perlu ditekankan adalah penguasaan atas permasalahan yang dihadapi, peluang
dr Farid Anwar MKes, Direktur RSUD dr Slamet Martodirjo Pamekasan
penyelesaiannya dan kekuatannya yang dimiliki lembaga tersebut. Untuk mengetahui itu semua, kata dia, membutuhkan komunikasi yang baik antara elemen yang ada di dalamnya. “Saya masuk di RSUD Smart ini lalu melihat kondisinya. Jadi melihat di situ apa yang kita bisa perbuat, untuk perbaikan rumah sakit sehingga dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” katanya. Filosofinya, lanjutnya, mengelola rumah sakit itu sama dengan permainan sepak bola. Diperlukan kekompakan anggota tim dengan memanfatkan secara maksimal semua potensi yang dimiliki dengan pembagian tugas yang jelas dan terencana.
Ya bisa mencontoh dalam pertandingan sepak bola. Meski punya pemain hebat belum tentu menang kalau kerja timnya tidak bagus. “Kalau di rumah sakit, yang harus diketahui peran semua elemen, seperti dokter, perawat, tenaga penunjang seperti bagian sarana prasarana dan logistik. Harus diketahui juga mana yang punya visi untuk memenangkan persaingan. Semua elemen harus diketahui karakternya sehingga mudah memetakan kekuatannya,” urainya. Keluhan dari masyarakat baik langsung maupun tidak langsung melalui kotak saran, SMS Center, kita evaluasi, kita
kaji untuk melakukan perbaikan. Komunikasi penting dengan seluruh civitas hospitalia RS Smart termasuk juga komunikasi dengan masyarakat. Tentang program terobosan yang dilakukan selama memimpin RSUD Smart, pertama, Farid mengatakan, sebelum membuat terobosan sudah tahu standar rumah sakit, termasuk izin operasional rumah sakit. Kedua, yang sudah dia lakukan menjadikan rumah sakit ini terakreditasi, dan yang ketiga sudah menjadi rumah sakit pendidikan. “Jadi kita izin operasional tipe B, rumah sakit pendidikan, dan terakreditasi paripurna,” ung-
kapnya. Terobosan yang dilakukan antara lain SPOT SMART (pendaftaran melalui online), hingga LANCAR SENJA (layanan untuk penyakit jantung). Terkait dengan pengembangan layanan baru, Farid mengaku di RSUD Smart ini dilakukan dengan mengembangkan layanan yang sudah ada. Misalnya, sebelumnya punya spesialis urologi, kini dikembangkan dengan operasi tanpa sayatan. Artinya pengembangan dilakukan dengan pengembangan dokter spesialis yang ada. Harapannya dalam waktu dekat RSUD Smart punya dokter spesialis jantung dengan pema-
sangan kateterisasi jantung. Selain itu juga akan dikembangkan bedah saraf. Dia melihat pola pelayanan yang baik adalah bagaimana memotong mata rantai panjang pelayanan masyarakat. Kalau sebelumnya orang mau cuci darah harus ke Surabaya, kini sudah bisa dilakukan di Pamekasan. Apa ada kendala selama memimpin rumah sakit ini? Dia bilang rumah sakit ini tersistem. Ada pelayanan, ada pengaduan masyarakat, ada perbaikan. Kalau awal memimpin diakuinya banyak pengaduan, namun belakangan sudah tidak ada. “Sebelum saya di sini satu bulan bisa 16 hingga 20 pengaduan. Dilihat respon masyarakat pengaduannya di mana kita selesaikan,” ungkapnya.Yang tak kalah pentingnya RSUD Smart kini juga melakukan survey tingkat kepuasan masyarakat bekerjasama dengan pihak ketiga. Kepuasan itu dinamis, harus meningkat dan termasuk persepsi masyarakat. Dengan survey diketahui pengaduan masyarakat itu apa memakai data atau cuma asumsi. Terkait Covid 19, Farid menegaskan di RSUD Smart telah
terbentuk tim Covid-19. Mereka bekerja profesional berdasarkan data. Data harian, berapa okupansi tempat tidur, berapa pasien, dan standarnya, semua mengacu pada standar WHO. Tim bekerja profesional antisipatif, mempersiapkan segala sesuatunya. Dia menyarankan agar masyarakat berhati-hati dengan Covid-19 ini. Karena dilihat dari kasus terakhir yang meninggal tidak sampai 24 jam dirawat di rumah sakit. Bahkan kadang baru masuk dirawat inap dua jam meninggal dunia atau meninggal di UGD. “Saya tidak tahu apakah karena varian baru atau karena telat. Masyarakat harus yakin Covid-19 itu benar-benar ada, kuncinya prokes 5 M,” tegasnya. Dalam melaksanakan tugas, Farid mengaku mendapat support dari Bupati Baddrut Tamam. Karena sejatinya rumah sakit menjalankan visi dan misi, mendukung program Bupati. Misalnya meningkatkan SDM yang unggul, yakni memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkesinambungan sesuai dengan visi dan misi Bupati. (*)
PANTURA
minggu ke-307
29 JULI - 4 AGUSTUS 2021
TERKAIT PENCAIRAN PROGRAM BPNT
Warga Rame-Rame Ngeluruk Dinsos TUBAN (GN) - Belasan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berasal dari Desa Ngrayung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, ramerame ngeluruk kantor Dinas Sosial (Dinsos) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Tuban, Rabu, (28/7/2021). Mereka mendatangi kantor Dinsos untuk mempertanyakan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang tak kunjung cair. Padahal, Menteri Sosial (Mensos) beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Kabupaten Tuban, jika bantuan tersebut sudah cair sejak dulu. Namun hal itu tidak dirasakan penerima bantuan di Tuban. Pasri (45) salah satu KPM mengatakan, terkahir ia dan belasan warga Ngrayung, Plumpang menerima bantuan BPNT dari pemerintah pada Bulan Februari 2021 lalu. Setelah itu mengaku ia tidak lagi menerima BPNT. Padahal ia dan keluarga KPM lainnya terdaftar sebagai warga penerima. “Ini bukti kartu bahwa saya terdaftar dan sebagai penerima bantuan. Tapi sudah 7 bulan ini tidak dapat mas gak ngerti kenapa kok gak dapat,” kata Pasri.
Sejumlah warga mendatangi loket di kantor Dinsos mempertanyakan pencairan program BPNT.
Sebelum mendatangi kantor Dinsos, ia dan belasan KPM lainnya sudah berupaya menanyakan hal itu ke pada petugas pendamping Bantuan Sosial Pangan (BSP), atau Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Plumpang. Namun, keluhan itu, lanjut Pasri tidak direspon oleh petugas. “Sudah mas berkali-kali malahan. Karena tak ditang-
gapi akhirnya saya dan warga lainnya memberanikan diri untuk datang ke sini (kantor Dinsos) biar kami tahu kenapa saya kok tidak dapat bantuan lagi,” ujarnya. Sayangnya, kedatangan belasan warga kurang mampu tersebut tidak ditemui langsung oleh kepala dinas maupun pegawai lainnya. Alasannya, para pejabat Dinsos tengah turun
ke lapangan mengecek data dan melakukan perbaikan data. Mereka hanya ditemui oleh salah satu staf saja. Sementara itu, salah satu staf Dinsos Tuban Faisal Rahman menjelaskan, data yang dipermasalahkan oleh belasan warga Plumpang tersebut sudah diperbaiki. Alasan selama ini kenapa mereka tidak menerima bantuan itu karena
terdapat kesalahan data. “Sudah kita perbaiki kita tunggu saja ya bu pak,” singkat Faisal. Di tempat terpisah, Satreskrim Polres Tuban mulai melakukan pendalaman dan menjadwalkan akan memanggil Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Tuban Eko Julianto. ara,trb,lpt
Lawan Petugas, Pemilik Warkop Ditahan
TUBAN (GN) – Pemilik warung Wrong Way Natasay’s Ortula Al-Aksha alias Tatak, yang melawan petugas saat melakukan penertiban protokol kesehatan (Prokes) kini ditahan. Totok divonis penjara kurungan selama 5 bulan Pengadilan Negeri (PN) Tuban, berkekuatan hukum tetap (inkrah) sejak Juni lalu. Humas PN Tuban, Uzan Purwadi menjelaskan, untuk kasus tersebut sudah inkrah, karena baik Tatak atau pun
Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak mengajukan banding terhadap putusan tersebut. “Sudah inkrah, karena tidak ada upaya hukum dari kedua belah pihak. Upaya hukum bisa dilakukan paling lama tujuh hari,” jelas Uzan, Rabu (28/7/2021). Uzan menambahkan, bahwa ketika putusan hukum yang sudah inkrah, Kejaksaan langsung akan melakukan eksekusi sesuai putusan dalam persidangan. “Untuk saudara Tatak infonya baru kemarin tanggal 27 Juli
dilakukan eksekusi. Saya tidak tahu alasannya kenapa baru dieksekusi, karena yang mempunyai kewenangan eksekusi adalah Kejaksaan,” ungkapnya. Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) IIB Tuban, Siswarno saat dikonfirmasi melalui pesan singkat membenarkan, bahwa Tatak telah dilimpahkan ke Lapas Tuban. “Iya benar, baru masuk kemarin langsung narapidana,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Satuan Pamong Praja (Satpol-PP)
Manajemen PEM Akamigas Ikuti Sosialisasi dan Penguatan SPMI BLORA (GN) - Jajaran manajemen Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas, selama seminggu terakhir (19-28/7/2021) mengikuti Sosialisasi dan Penguatan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal). Kegiatan ini diikuti sebanyak 35 orang. Acara yang diselenggarakan secara daring tersebut dikoordinir oleh SPM (Satuan Penjaminan Mutu) yang memiliki tupoksi dalam penjaminan mutu PEM Akamigas . Itu dilaksanakan untuk menindaklanjuti rekomendasi asesor ISO 9001 : 2015 pada akhir 2020 terkait pemahaman SPMI di PEM Akamigas dan juga untuk pemenuhan data dukung akreditasi program studi. Adapun agenda ini membahas fungsi dan peran penting sistem dokumentasi SPMI bagi perguruan tinggi, kemampuan menyusun kebijakan SPMI, manual PPEPP, standar SPMI, prosedur dan formulir SPMI serta pentingnya pola pikir, pola sikap, pola perilaku sesuai standar mutu SPMI dan standar Dikti. Direktur Mutu Pendidikan (mutupendidikan.com) Bagus Suminar SE, SPSi, MM yang berpengalaman terkait mutu SPMI, TQM, dan ISO, dihadirkan untuk memberikan materi melalui
Sosialisasi dan Penguatan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) yang diikuti jajaran manajemen PEM Akamigas.
e-learning dan diskusi langsung dengan peserta melalui zoom meeting. Mengutip yang disampaikan oleh Ron Ashkenas (penulis buku The Boundaryless Organization), Bagus menyebutkan, bahwa kunci keberhasilan organisasi ada 4, yaitu speed, flexibility, integration dan innovation. “Maka dari itu, inti keberhasilan SPMI terletak pada komunikasi yang efektif. Komunikasi berperan menjadi urat nadi merekat dalam rumah SPMI,” ujarnya. Setelah mempelajari 11 topik selama seminggu, kegiatan ditutup Selasa (27/7/2021). Dilanjutkan dengan evaluasi ujian SPMI melalui LMS (Learning Management System) dari mutupendidikan.com. “Setelah satu minggu ini kita mencoba memahami SPMI maka tugas kita se-
cara individu bagaimana menyumbangkan pikiran kita untuk peningkatan mutu di institusi,” ujar Direktur PEM Akamigas RY Perry Burhan saat penutupan acara. Menurutnya, tugas SPM sebagai koordinator dan mengawal mutu. Di mana kewajiban SPMI melekat pada manajemen sebagai penanggungjawab pelaksanaan kegiatan di Institusi. Untuk itu, lanjut dia, penerapan SPMI sangat penting sebagai upaya dalam membangun budaya mutu. Budaya mutu yang dimaksud adalah pola pikir, pola sikap, serta pola perilaku sivitas akademika, berdasarkan standar pendidikan. “Kita harus berubah untuk dapat menjadikan tempat pendidikan PEM Akamigas menjadi yang unggul,” tukasnya. rno*
Pemilik warung Tatak dijebloskan di penjara akibat melawan petugas.
Kabupaten Tuban, Heri Muharwanto mengatakan, pihak Satpol-PP telah menyerahkan
semua proses hukum Tatak tersebut kepada PN Tuban maupun Kejaksaan. sui
5 PWI LAMONGAN
Bantu Guru Ngaji Terdampak Covid-19
LAMONGAN (GN) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lamongan, bersama Bank Jatim Cabang Lamongan mengelar Bakti Sosial (Baksos) ke guru ngaji dan guru honorer yang terdampak Covid-19 di Desa/Kecamatan Kembangbahu, Rabu (28/7/2021) Ketua PWI Kabupaten Lamongan, Bachtiar Febrianto, menerangkan, baksos ini sebagai bentuk kepedulian wartawan dan bank jatim terhadap masyarakat terdampak Covid-19. Ada 100 paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, gula dan mie instan. “Dampak dari pandemi ini dirasakan semua elemen masyarakat. Sehingga pengurus PWI dan Bank Jatim Lamongan ikut terpanggil, untuk peduli, memberikan bantuan ke masyarakat yang terdampak. Salah satunya, ini ke guru ngaji dan guru honorer,” ungkap Alumnus Universitas Jember ini. “Penerapan protokol kesehatan harus terus dilaksanakan dengan disiplin. Karena itu bagian dari perlindungan diri, seperti memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak menjadi benteng terahir dan utama dalam langkah pencegahan. Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan mudah-mudahan pandemi segera berahir,” tambahnya. Sementara Pemimpin Bank Jatim Cabang Lamongan, Sigit Tri Atmoko mengucapkan, terima kasih kepada masyarakat yang telah percaya terhadap kualitas pelayanan Bank Jatim. Baksos kepada warga terdampak Covid - 19 merupakan perjuangan bersama dalam situasi pandemi Covid-19. Dia mengatakan, pandemi sangat berdampak terhadap kondisi ekonomi masyarakat, bahkan banyak nasabah yang mengelu dan meminta keringanan, karena usaha mereka tidak membuahkan hasil, bahkan ada yang sampai gulung tikar. “Kita semua terdampak, maka harus bergerak dan saling bahu membahu bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk berjuang bersama-sama.Terimakasih kepada PWI Lamongan, Pak Camat, Kepala Desa dan masyarakat. Semoga kepedulian kami ini bisa bermanfaat dan barokah bersama,” ungkap Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang ini. “Bank Jatim sendiri merupakan Bank yang dibesarkan oleh masyarakat Lamongan. Pada tahun 2020, kami mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lamongan dengan total Rp 4,9 Miliar. Untuk itu bagi masyarakat yang membutuhkan modal untuk usaha bisa untuk memanfaatkan program untuk usaha mikro,” sambungnya. Sementara itu, Camat Kembangbahu Arifin, bersyukur karena PWI Lamongan, bersama Bank Jatim mau berkolaborasi dalam penanganan dampak Covid-19, di Kecamatan Kembangbahu. Dia mengungkapkan, bahwa angka kesembuhan terus meningkat, sedangkan angka kematian dan penularan terus menurun. “Terima kasih atas kepeduliannya kepada warga kwmi. Saya minta kepada masyarakat Kembangbahu untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Seperti cuci tangan, bermasker dan jaga jarak,” tegasnya didampingi Kepala Desa Kembangbahu, Zahri Ismanu. rls
5.051 Pelanggar Terjaring, 45 Orang Didenda LAMONGAN (GN)- Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di masa PPKM di Lamongan terus digalakkan. Selama penerapan PPKM ini, petugas berhasil menjaring 5.051 pelanggar. “Pelanggar yang terjaring sebanyak itu (5.051) dari operasi dalam dua pekan terakhir ini,” kata Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana, Rabu (28/7/2021). Menurut Miko, kebanyakan pelanggaran yang dilakukan adalah tidak mengenakan masker. Pelanggar mendapatkan edukasi dan peringatan dari petugas, serta membuat pernyataan bahwa tidak akan mengulangi pelanggaran. Meski masih banyak pelang-
gar, namun jumlah pelanggar yang terjaring sudah jauh menurun dibanding ketika sidang yustisi dari pelaksanaan Operasi Aman Nusa II Penanganan Covid-19 dilaksanakan secara virtual, petugas menjaring sebanyak 12.556 pelanggar. “Kini operasi yustisi lebih intens lagi, seperti yang kita lakukan tadi malam,” ujar Miko. Miko menambahkan, pelaksanaan operasi yustisi termasuk salah satu upaya dalam pelaksanaan PPKM yang diperpanjang hingga 2 Agustus dengan status Lamongan masuk Level 4. “Pelaksanaan operasi yustisi tetap dengan mengedepankan pola humanis dan mengedu-
kasi. Intinya peringatan kepada masyarakat untuk patuh protokol kesehatan seperti masker, 3 M dan mematuhi ketentuan selama perpanjangan PPKM Level 4,” tuturnya. Selain menegakkan Prokes dalam pelaksanaan operasi yustisi, petugas juga membagikan sembako kepada masyarakat yang terdampak. Seperti yang berlangsung tadi malam, dengan sasaran di 30 titik di wilayah Kecamatan Mantup. “Ini terus kita lakukan supaya memberikan edukasi bagi masyarakat, agar PPKM perpanjangan ini bisa berjalan efektif dan menimbulkan efek positif bagi penurunan jumlah terpapar maupun
kematian di Lamongan,” ujarnya. Miko mengungkapkan, PPKM memberikan dampak positif. Yang paling terlihat adalah menurunnya mobilitas masyarakat dan diharapkan berkorelasi dengan menurunnya penyebaran Covid-19 di Lamongan. Meski demikian, Miko meminta masyarakat untuk tidak terlena dan mengabaikan Prokes, ketika didapati informasi penyebaran Covid-19 melandai. “Harus kita pahami bersama, situasinya sedang extraordinary, juga dibutuhkan kegiatan yang extraordinary baik terkait upaya preventif maupun kegiatan lainnya,” katanya.
Disiapkan Kuota Satu Desa Dua Sarjana
BOJONEGORO (GN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro, kembali membuka pendaftaran tahap kedua Program Beasiswa Pendidikan Tinggi Keluarga Miskin Satu Desa Dua Sarjana Pendafataran tahap kedua ini dibuka mulai Juni sampai Desember 2021, melalui Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, dan Pemkab Bojonegoro pada tahun 2021 mengalokasikan anggaran sebesar Rp 17,2 miliar. Beasiswa ini diberikan sebagai bentuk penghargaan pemerintah terhadap capaian prestasi mahasiswa, baik secara akademik maupun non akademik, untuk
membantu warga miskin yang menempuh pendidikan tinggi. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Lasiran MPd mengatakan, bahwa program tersebut berupa beasiswa bagi mahasiswa Bojonegoro berprestasi baik akademis maupun non akademis. Mahasiswa tersebut dari keluarga tidak mampu. “Mahasiswa yang menempuh pendidikan Strata 1 (S1) dan atau Diploma 4 (D4) pada Perguruan Tinggi Negeri pada semua jurusan, di luar program Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi Saintis,” tutur Lasiran, Rabu (28/7/2021). Lasiran menjelaskan untuk program Beasiswa Satu Desa Dua Sarjana ini, Pemkab Bojo-
negoro pada tahun 2021 mengalokasikan anggaran sebesar Rp 17,2 miliar. Menurutnya, Beasiswa Pendidikan Tinggi Keluarga Miskin Satu Desa Dua Sarjana ini diberikan dalam bentuk uang tunai sesuai dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan menurut rencana nantinya akan diberikan tambahan biaya hidup bagi keluarga miskin dengan nilai maksimal sesuai dengan anggaran dalam DPA Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Sementara, untuk pendaftaran tahap pertama sudah dilaksanakan bulan Januari 2021 sampai dengan Mei 2021. Untuk gelombang pertama, saat ini kurang lebih sebanyak 350
pendaftar, dan sudah masuk dalam penetapan Bupati Bojonegoro. “Untuk pendafataran tahap kedua dibuka mulai bulan Juni sampai Desember 2021, dan bisa langsung datang ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro,” tutur Lasiran. Lasiran mengungkapkan bahwa Bupati beberapa kali berharap setiap tahun akan banyak sarjana yang lahir dari Bojonegoro dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah dengan tidak ada kendala biaya. “Sehingga Pemkab Bojonegoro kembali membuka pendaftaran tahap kedua Program Beasiswa Pendidikan Tinggi Satu Desa Dua Sarjana.” kata Lasiran. trb
mataraman
6
GETARAN TERASA DI NGANJUK HINGGA GUNUNG KIDUL
Pacitan Digoyang Gempa 5,2 SR PACITAN (GN) – Badan Meteorologi, klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat Kabupaten Pacitan digoyang gempa 5,2 skala richter (SR), terjadi pukul 23.21 WIB, Selasa (27/7/2021). Namun gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Meski begitu pusat gempa di kedalaman 10 kilometer, dan titik koordinat gempa berada di 8,99 Lintang Selatan dan 111,40 Bujur Timur, tidak berpotensi tsunami. Pusat gempa berada di 95 KM Tenggara Pacitan dengan kedalaman 10 KM. BMKG mengingatkan potensi gempa besar di selatan Jawa. Bahkan lembaga pengampu bidang kebencanaan itu menyebut Pacitan zona merah. Alasannya karena letak Pacitan berdekatan dengan teluk. Selain itu daerah Kota 1001 Gua juga berada di jalur lempeng Indoaustralia. Menyikapi hal tersebut, BPBD Kabupaten Pacitan menyiapkan beberapa langkah. Sejauh ini upaya yang sudah dilakukan adalah menyusun rencana kontijensi. Itu meliputi inventarisasi ancaman bencana yang kemudian disandingkan dengan kapasitas pemerintah daerah. “Iya. Kita kemarin lusa sudah melaksanakan rapat koordinasi di level pemkab dan lembaga vertikal. BPBD sebagai pengampunya,” kata
SUMENEP PPKM Darurat
Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab saat melakukan video call dengan pasien isoman.
Beri Semangat, Bupati VC Warga Isoman
Petugas BPBD Pacitan menjelaskan gempa Selasa (27/7/2021) malam.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan, Dianitta Agustinawati, Rabu (28/7/2021) siang. Selain menyusun perencanaan, lanjut Dianitta, pihaknya juga intensif melakukan sosialisasi pengurangan risiko. Hanya saja, selama masa pandemi polanya diubah. Pelatihan tak lagi menggunakan sistem simulasi yang melibatkan banyak orang. Sebagai gantinya memanfaatkan teknologi informasi. Sasarannya pun beragam. Tak hanya unsur masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, namun juga pemangku kepentingan lain. Seperti penge-
lola obyek vital nasional, dunia usaha, serta siswa sekolah. Untuk yang terakhir ini, pihak BPBD kerap hadir ke sejumlah sekolah Kecamatan Kota untuk memberi materi. “Kami yang aktif mendatangi sekolah untuk menyampaikan sosialisasi mitigasi bencana kemudian diteruskan kepada siswa,” paparnya. Dari sisi infrastruktur, BPBD Pacitan juga melengkapi diri dengan perangkat canggih sistem penerima peringatan dini. Alat yang aslinya disebut Warning Receiver System Indonesia Tsunami Early Warning System itu merupakan hibah dari BMKG.
Tewas Saat Latihan, Empat Pelatih Tersangka
TULUNGAGUNG (GN) Seorang pesilat di Tulungagung tewas saat mengikuti rangkaian latihan bersama. Pesilat tersebut diduga menjadi korban penganiayaan oleh para pelatihnya. Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Cristian Kosasih mengatakan korban adalah LFR (23) warga Dusun Ngreco, Desa Sobontor, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung. “Kejadiannya itu Senin (23/7/2021) malam,” kata Cristian kepada wartawan, Rabu (28/7/2021). Cristian mengatakan saat itu korban sempat jatuh pingsan saat latihan. Sejumlah pelatih silat korban sempat memberikan pertolongan dengan mengoleskan minyak kayu putih ke tubuh korban, namun korban tetap tidak sadarkan diri. Mengetahui hal itu pelatih langsung mengevakuasi korban dengan dilarikan ke
minggu ke-307
29 JULI - 4 AGUSTUS 2021
Tampak jenazah pesilat yang tewas saat latihan.
puskemas, dengan harapan segera mendapatkan penanganan medis. Namun saat sampai di layanan kesehatan, korban dinyatakan telah tewas. “Jadi memang sempat dibawa ke puskesmas, tapi nyawa korban tidak terselamatkan atau meninggal dunia saat di tengah perjalanan,” ujarnya. Cristian menambahkan, terkait kejadian itu pihaknya telah turun tangan untuk melakukan
penanganan, sebab kematian korban diduga akibat penganiayaan. “Kami sudah melalukan autopsi terhadap jasad korban dan ditemukan adanya luka bekas pukulan di bagian dada,” tandas Cristian. Berdasarkan hasil autopsi, kematian pemuda asal Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung itu karena pukulan dan tendangan keras di ulu hati. det,trb
Saat ini perangkat dimaksud sudah terpasang di kantor BPBD di Jalan Walanda Maramis. Setelah beroperasi, nantinya alat dengan teknologi mutakhir itu secara otomatis mengirimkan pesan melalui SMS Gateway. Adapun penerimanya sebanyak 100 orang pemangku kepentingan di wilayah. “Jadi harapannya agar segera dapat diambil langkah yang diperlukan oleh para stake holder,” ungkap Dianitta terkait perangkat yang diklaim mampu mengirim pesan maksimal 3 menit setelah gempa terjadi.
Dianita menambahkan tidak ada kerusakan akibat gempa tersebut. “Alhamdulillah dengan terjadinya gempa tadi malam tidak ada satupun laporan kerusakan terkait gempa yang terjadi semalam di Pacitan,” kata Dianita. Dianita juga menyebut gempa tersebut tidak menyebabkan kepanikan di tengah masyarakat walaupun guncangan cukup terasa. Selain di Pacitan, Gempa juga dirasakan di Nganjuk, Ponorogo, Karangkates, Blitar, Trenggalek, Tulungagung, Kepanjanen, hingga Gunung Kidul Yogyakarta. det,trb,ine
Mensos Ingatkan Kesiapsiagaan Potensi Tsunami JAKARTA (GN)- Gempa dengan kekuatan 5,2 skala richter (SR) yang terjadi di Pacitan, Selasa malam (27/7/2021), menyita perhatian Menteri Sosial Tri Rismaharini. Ia meminta agar prediksi bencana yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diperhatikan dengan sungguh-sungguh, termasuk terkait potensi ancaman tsunami di pantai Selatan Jawa. Pada rapat koordinasi virtual dengan Pemerintah Kabupaten Pacitan, Rabu (28/7/2021), Risma menyampaikan tiga pesan agar bersiaga menghadapi potensi tsunami. Pesan itu mencakup sistem peringatan dini, yakni dengan pengawasan pantai melalui alarm yang akan mengingatkan warga di sekitar apabila ada indikasi bahaya gempa dan tsunami. Kedua, menyiapkan upaya penyelamatan diri. Hal ini
terkait sarana prasarana dan aksesibilitas bagi masyarakat untuk menyelamatkan diri secepatnya ketika terjadi bencana. Risma mengatakan, rambu-rambu petunjuk evakuasi dan jalur evakuasi perlu diperbanyak dan disediakan di tempat-tempat yang banyak dikunjungi orang. Jembatan menuju Tempat Evakuasi Sementara (TES) yang terputus juga harus diperbaiki. “Untuk teman-teman Tagana (Taruna Siaga Bencana), saya minta untuk bantu pemetaan evakuasi, hambatannya apa, serta aksesnya seperti apa,” kata Risma. Ketiga, penggunaan kearifan lokal. Menurut Risma, kearifan lokal yang sudah ada sejak lama dapat digunakan karena sudah teruji, misalnya seperti tsunami yang terjadi di Aceh yang turut dirasakan sampai Kabupaten Sumeulue. cni
JOMBANG (GN) – Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab memberikan semangat pasien Covid-19 dengan melakukan video call (VC). Motivasi diberikan kepada pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah sehat atau gedung SMP, Rabu (28/7/2021). Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Forkopimda memberikan semangat kepada masyarakat, yang sedang melakukan isolasi terpusat (isoter) dari kejauhan. Bahkan ada yang dilakukannya dengan hanya melakukan video call (panggilan video) dengan pasien. “Saya hari ini menyambangi beberapa pasien isolasi terpusat bagi pasien gejala ringan dan sedang yang sudah menempati Rumah Sehat. Saya bersama Forkopimda ingin memastikan bahwa para pasien di isoter mendapatkan atensi atau perhatian juga pelayanan dengan baik di Rumah Sehat ini,” tutur Bupati Jombang. Selain memberikan semangat, Mundjidah juga memotivasi para pasien isoter dan mendoakan kesembuhannya. Dalam kunjungan tersebut bupati juga menyerahkan bantuan sembako dan asupan makanan berupa buah-buahan dan minuman penambah imun bagi pasien yang diwakili oleh 3 Pilar setempat. Rumah Sehat Isoter yang dikunjungi, diantaranya di kecamatan Jombang yang ditempati 1 orang, Kecamatan Diwek 4 orang, Bareng 4 orang, Mojoagung 1 orang, Tembelang 5 orang, Megaluh 1 orang, dan Kecamatan Jogoroto 1 orang. Dalam kegiatan itu, Bupati Mundjidah Wahab didampingi Dandim 0814 Letkol Inf. Triyono, SE, Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho dan Dansatradar 222 Ploso di Kabuh Letkol Lek Yudi Amrizal. Bej
SUMENEP KESEHATAN
Apotek Diminta Ikut Awasi Pembelian Obat KEDIRI (GN) – Jajaran Polres Kediri melakukan pengecekan dan pengawasan kelangkaan obat di sejumlah pedagang besar farmasi dan apotek. Pengawasan dilakukan sebagai tindak lanjut perintah Kapolri dan Kabareskrim di tengah pandemi Covid-19. “Kegiatan ini dilakukan untuk menindaklanjuti perintah Kapolri dan Kabareskrim serta Kapolda Jatim sebagaimana Keputusan Menkes/4826/2021 tentang (HET/harga eceran tertinggi) obat dalam masa pandemi Covid-19,” kata Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono, Rabu (28/7/2021). Dalam pengecekan dan pengawasan ini, pihaknya juga telah melakukan sejumlah koordinasi dengan pihak apotek untuk turut serta melakukan pengawasan. Menurut Lukman, pihaknya memprioritaskan pengawasan obat untuk Covid-19. Dia menyebut tak ragu menindak bila ditemukan adanya penimbunan atau ketidaksesuaian obat jenis itu. “Kami juga telah memerintahkan anggota agar segera melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan, Disperindag, BPOM untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap antisipasi kenakalan penjual obat. Kami harapkan obat ini bisa digunakan untuk masyarakat kecil yang membutuhkan di tengah pandemi Covid-19,” tambahnya. Dari hasil pengawasan di wilayah hukum Polres Kediri Kabupaten, jelas dia, obat jenis invermectin diketahui dipasok dari kemenkes. Adapun obat tersebut didistribusikan ke apotek yang ditunjuk rumah sakit. Sedangkan harganya, polisi menyebut masih normal dan aman. “Kegiatan ini dilakukan agar warga yang beli obat selain multivitamin menggunakan resep dokter. Karena di apotik ketersediaan obat masih cukup dan harga sudah sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah. Pemantauan ini agar warga tidak panik soal ketersediaan obat,” pungkasnya. det
500 KELOMPOK PEMBUDI DAYA IKAN HIAS KELABAKAN
Menunggu Stok Oksigen Masa Panen Terganggu
Kelangkaan oksigen tidak hanya dirasakan pasien yang terpapar virus Covid-19, tapi juga berdampak kepada kelompok pembudi daya ikan hias di Tulungagung. Padahal, saat ini merupaka bulan panen bagi mereka. Para pembudi daya ikan hias di Kabupaten Tulungagung terdampak lonjakan kasus Covid-19. Sebab ketersediaan oksigen difokuskan untuk penanganan medis para pasien. Akibatnya sekitar 500 kelompok pembudi daya ikan hias di Tulungagung tidak bisa mengirim ikan ke berbagai daerah. Oksigen diperlukan untuk menjaga ikan agar tetap hidup selama pengiriman, karena harus dimasukkan ke dalam kantong plastik. Tanpa oskigen, ikan hias je-
nis koi misalnya, akan mati di dalam kantong plastik dalam waktu sekitar 20 menit saja. “Omzet pera pembudi daya ikan hias otomastis menurun, karena mereka tidak bisa mengirim ke luar kota,” terang Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Lugu Tri Handoko, Rabu (28/7/2021). Pada Bulan Juli sebenarnya masa para pembudi daya ikan hias memanen ikannya. Namun karena ketiadaan oksigen, Lugu menyarankan agar untuk sementara waktu
Seorang pembudi daya ikan hias saat mengisi oksigen di plastik ikan.
menghentikan upaya pengiriman ke luar kota. Pengiriman baru dilakukan jika nanti pasokan ok-
sigen untuk para pembudi daya ikan hias sudah tersedia. “Saat ini 90 persen oksigen dimanfaatkan untuk pasien.
Sisa 10 persen lainnya baru dimanfaatkan untuk industri dan para pembudi daya ikan,” sambung Lugu.
Lanjutnya, masih ada pembudi daya ikan hias yang masih mempunyai stok oksigen. Namun karena jumlahnya terbatas, kapasitas yang dikirim juga menurun tajam. Jika biasa mengirim 500 ekor, turun menjadi sekitar 100 ekor saja. “Yang tidak ada stok tidak bisa mengirim. Mereka harus sabar menunggu sampai dapat pasokan,” ujarnya. Salah satu pembudi daya ikan hias, Ardian asal Desa Banaran, Kecamatan Kauman, mengaku masih kesulitan mendapat oksigen. Oksigen dibutuhkan untuk pengiriman ikan hias berukuran besar, seperti koi maupun koki. Untuk mengakali situasi
ini, Ardian memilih mengirim ikan jenis cupang maupun guppy. “Kalau ikan cupang atau guppy tidak butuk oksigen saat pengiriman. Asal kantong plastiknya tidak ditiup, cukup diikat dengan udara yang ada,” tuturnya. Ikan dalam kantong plastik yang berisi oksigen bisa bertahan selama 24 jam. Karena itu jika pengiriman jarak jauh lebih dari 24 jam, ikan perlu transit untuk mengganti oksigen baru. Meski pembudi daya punya stok oksigen, namun kadang tetap tidak bisa kirim ikan karena pedagang di tempat transit tidak punya stok oksigen.
nasional
minggu ke-307
29 JULI - 4 AGUSTUS 2021
Mantan Mensos Dituntut 11 Tahun
JAKARTA (GN) - Mantan Mensos Juliari P. Batubara akhirnya dituntut 11 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Jaksa meyakini Juliari menerima uang suap Rp 32,4 miliar berkaitan dengan bansos Corona di Kemensos. Sebelumnya, banyak kalangan menilai, pejabat yang mengkorupsi dana bansos di masa pandemi Covid-19 layak dihukum mati. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lalu mengkaji hukuman mati untuk Juliari tersebut “Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama 11 tahun dan pidana denda sebesar Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan,” kata Jaksa KPK, Ikhsan Fernandi Z., saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar, Rabu (28/7/2021). Jaksa mengatakan dalam per-
sidangan terbukti Juliari menerima fee melalui anak buahnya yakni KPA bansos Adi Wahyono dan PPK bansos Matheus Joko Santoso. Jaksa mengatakan keduanya diperintah Juliari memungut fee ke perusahaan yang ditunjuk sebagai penyedia bansos Corona. “Telah diperoleh fakta adanya perbuatan Terdakwa bersama Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso telah menerima uang Rp 1,28 miliar dari Harry Van Sidabukke dan Rp 1,95 dari Ardian Iskandar Maddantja serta Rp 29,252 miliar dari beberapa penyedia bansos lainnya sebagai akibat penunjukan PT Pertani, PT Hamonangan Sude, PT Tigapilar Agro Utama, dan perusahaan lain sebagai penyedia bansos Covid-19 2020 di Direktorat PSKBS Kemensos 2020,” kata Jaksa M. Nur Azis. Azis mengatakan Juliari
Juliari P. Batubara
memerintahkan Adi Wahyono dan Matheus Joko memungut fee Rp 10 ribu per paket ke penyedia bansos. Uang yang dikumpulkan itu, kata jaksa, digunakan untuk keperluan pribadi Juliari. “Bahwa fee dari Ardian Iskandar dan Harry Van Sidabukke dan penyedia bansos lain karena telah ditunjuk fee. Perintah pengambilan fee atas perintah
Saudara untuk kumpulkan Rp 10 ribu per paket bansos guna kepentingan terdakwa, perintah tersebut adalah kaitan erat dengan penerimaan yang diterima Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso,” ungkap Jaksa. Jumlah keseluruhan fee yang diterima Terdakwa berasal dari Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, kata Jaksa, sebesar Rp 32,482 milIar. Jaksa mengatakan Adi Wahyono dan Matheus Joko menyerahkan fee ke Julari melalui ajudan dan stafsus Juliari yaitu Kukuh Ary Wibowo, Eko Budi Santoso, dan Selvy Nurbaiti. Jaksa juga meyakini Juliari mengetahui perbuatan Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso yang mengumpulkan fee dari penyedia bansos. Jaksa juga meyakini uang-uang yang diterima Juliari melalui Adi dan Joko dari banyak perusahaan tidak hanya 2 atau 3 perusahaan
saja. Juliari Batubara diyakini jaksa melanggar Pasal 12 huruf b juncto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. Dengan demikian, Juliari lolos dari tuntutan hukuman mati sebagaimana heboh diberitakan sebelumnya. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat mengkaji penerapan ancaman hukuman mati bagi mantan Menteri Sosial itu. Hal itu mereka lakukan dengan membuka penyelidikan perihal pengenaan Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terhadap Juliari Peter Batubara. * det/hud
7 Pembunuh Sadis Ketua MUI Labura Jangan Dianggap Gila JAKARTA (GN) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengutuk aksi kekerasan pembacokan terhadap Ketua MUI Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Aminurrasyid Aruan. “MUI mengutuk tindak kejahatan yang dilakukan pada Ketua MUI Labura,” kata Sekretaris Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam di Jakarta, Rabu, 28 Juli 2021. Karena itu, ia meminta kepada aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus kekerasan yang menimpa pengurus MUI Labura tersebut. MUI Sumut meminta
agar pembacok Ustaz Aminnur Rasyid Aruan dihukum. Dia berharap penyebab pembacokan tersebut diusut tuntas. “Turut berdukacita, seorang ulama dengan ilmu yang dimilikinya. Kita minta polisi menyelidiki motifnya. Jangan sampai ada alasan yang sulit diterima umat, misalnya gila, kecuali dengan fakta yang jelas,” kata Ketua MUI Sumut Maratua Simanjuntak kepada wartawan, Rabu (28/7/2021). Maratua meminta warga, khususnya umat Islam, mempercayakan penanganan kasus ini ke polisi. * vvn/det
PELAKU pembunuhan sadis terhadap Ketua MUI Kabupaten Labura Aminurrasyid Aruan.
TUKANG BAKSO LAYANI PEMBELI PASIEN ISOMAN
Kaget Saat Dijemput Satpol PP untuk Diswab
Tukang Bakso keliling di Jakarta Barat melayani pasien Corona di hotel. Dia kaget saat mengetahui pembelinya merupakan pasien positif Corona. Dia pun menjalani swab PCR. PERISTIWA itu bermula dari viralnya sebuah foto pasien Corona yang menjalani isolasi mandiri di sebuah hotel di Jakarta Barat makan bakso di halaman. Terlihat para pasien Covid itu duduk lesehan sembari menyantap semangkuk bakso. Pada foto yang beredar tersebut tampak pasien isoman berada dalam halaman hotel yang dipagar.
Mereka terlihat memesan makanan kepada pedagang yang berada di luar hotel. Berdasarkan foto yang beredar, pagar hotel memang terkunci, namun terali pagar tidak tertutup rapat. Sehingga bisa melakukan interaksi dari dalam dan luar hotel. Satpol PP sudah memberi teguran ke pihak hotel. Hotel yang ditunjuk sebagai lokasi isoman juga
sudah menutup terali dengan kain termasuk memberi tulisan larangan berjualan di area hotel dan pasien dilarang membeli makanan dari pedagang luar hotel. Tukang baksonya pun tak tahu. “Tukang baksonya kaget dan bersedia langsung diswab PCR demi kesehatan lingkungannya,” ujar Kasatpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat kepada wartawan, Rabu (28/7/2021). Satpol PP sudah menjemput si tukang bakso di tempat tinggalnya di kawasan Ke-
HOTEL tempat isoman kini ditutup.
daung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat. Tukang Bakso itu dites PCR di Puskesmas Cengkareng pukul 09.00 WIB.
Saat dijemput, dia diingatkan oleh petugas Satpol PP agar waspada di situasi pandemi. Pedagang juga diingatkan untuk melayani pem-
beli dengan cara membungkus pesanan. “Lain kali lihat dulu situasinya ya, Pak. Jadi melayaninya dengan plastik biar bisa dibungkus. Di kemudian hari teman-teman yang lain kalau bisa dibungkus saja. Situasi sekarang lagi pandemi. Mudah mudahan sehat,” kata salah satu petugas Satpol PP dalam video saat penjemputan. Tamo mengatakan pedagang bakso itu ditemukan kemarin. Dia tinggal di kawasan Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat. Saat
berjualan pada Minggu (25/7) siang itu, si pedagang bakso tidak mengetahui kalau hotel tersebut merupakan tempat isoman pasien Corona. “Dia nggak tahu kalau hotel itu buat isoman,” kata Tamo. Tamo mengatakan pencarian pedagang bakso ini dengan mengecek pangkalan bakso. Setelah dicek akhirnya pedagang bakso ingat pernah melayani pembeli di sekitar hotel. “Kita tunggu hasil swab. Nanti kalau dia positif kita tracing semua satu lingkungannya,” katanya. * det/wis
internasional Kisah Sukses Cepatnya Vaksinasi Hampir Semua Warga Bhutan
Berkat Peran Sang Raja Dekati Rakyatnya
Bhutan telah memvaksinasi Covid-19 sebagian besar warganya yang memenuhi syarat dalam kurun waktu kurang lebih empat bulan. Kesuksesan itu tak lepas juga peran Raja Bhutan, Jigme Khesar Namgyel Wangchuck yang mendaki pegunungan dan mengelilingi perbatasan demi memantau penangan dan pencegahan Covid-19 secara langsung. Dengan mengenakan topi bisbol, jubah tradisional Gho selutut, sambil menggendong tas punggung, Raja Jigme menelusuri hutan hingga gunung selama 14 bulan dengan berjalan kaki, mobil, hingga menunggang kuda. Ia mendatangi daerah di pelosok demi melihat penerapan protokol kesehatan di dusundusun terpencil. Sejumlah pihak menganggap pendekatan Raja Jigme cukup efektif menekan angka penularan di kerajaan kecilnya yang memiliki 700 ribu penduduk. Sampai saat ini, Bhutan tercatat hanya memiliki 2.006 kasus corona dengan satu kematian. Negara yang diimpit China dan India itu kini hanya memiliki 268 kasus corona aktif. “Ketika raja melakukan perjalanan bermil-mil dan mengetuk, untuk memperingatkan warga tentang pandemi, maka kata-katanya yang rendah
hati dihormati dan ditanggapi dengan sangat serius,” kata Perdana Menteri Bhutan, Lotay Tshering, seperti dikutip Reuters. “Kehadiran Yang Mulia jauh lebih kuat daripada hanya mengeluarkan pedoman publik.” Menurut Tshering, kehadiran raja membuat yakin masyarakat bahwa mereka tidak sendirian dalam perjuangan melawan pandemi. Tshering, seorang ahli urologi, sering menemani Raja Jigme menelusuri perbatasan Bhutan dekat India, negara yang tengah dilanda gelombang kedua virus corona. Dalam beberapa pekan terakhir, Raja Jigme juga menelusuri jalan setapak selama lima hari melewati ketinggian hingga 4.343 meter demi mengucapkan terima kasih kepada para petugas medis dan kesehatan di daerah terpencil. Selama 14 bulan perjalanannya, Raja Jigme juga menjalani beberapa kali karantina di sebuah hotel di Ibu Kota Thimphu. “Raja mendatangi semua daerah perbatasan yang berisiko tinggi berkali-kali untuk memantau setiap tindakan yang dilakukan dan untuk memastikan praktik terbaik berjalan meski dengan sumber daya yang terbatas,” kata perwakilan Badan Kesehatan Dunia (WHO) di
Bhutan, Rui Paulo de Jesus. Meski Bhutan menjadi negara monarki konstitusional pada 2008 setelah raja melepaskan kekuasaan absolutnya, kesetiaan warga kepada keluarga kerajaan masih mendominasi lanskap sosial-politik bangsa. Kantor kerajaan menolak permintaan wawancara Reuters, tetapi laman Instagram dan Facebook monarki memperlihatkan sejumlah dokumentasi perjalanan raja 41 tahun lulusan Universitas Oxford tersebut selama 14 bulan. “Ketakutan terbesar raja kami adalah jika pandemi menyebar seperti kebakaran hutan maka (bangsa) kami bisa musnah,” kata seorang pejabat istana. Bhutan merupakan sebuah
kerajaan kuno yang tertutup bagi orang asing hingga 1970an. Bhutan sejauh ini memiliki keterbatasan petugas medis, di mana hanya ada satu dokter bagi setiap 2.000 warga. Saat ini, Bhutan masih menutup seluruh perbatasannya sambil meningkatkan pengujian dan vaksinasi demi menghentikan penyebaran Covid-19. PM Tshering mengatakan bahwa Bhutan juga tengah mempertimbangkan mencampur dosis vaksin berbeda karena kehabisan stok vaksin. Sementara itu, sekitar 90 persen penduduk Bhutan telah menerima dosis pertama vaksin AstraZeneca. Bhutan berhasil memberikan 454 ribu dosis vaksin virus corona kepada warganya
dalam sepekan terakhir. Jumlah itu menjadikan saat ini 85 persen dari total 530 ribu warga Bhutan yang memenuhi syarat vaksin telah merampungkan imunisasi Covid-19. Program vaksinasi Bhutan yang dianggap cepat itu bisa berlangsung setelah negara kerajaan yang terletak di kaki gunung Himalaya itu mendapat donasi vaksin Covid-19 dari negara lain. UNICEF bahkan menganggap program vaksinasi Bhutan sebagai “kisah sukses” dari donasi internasional. Perwakilan UNICEF untuk Bhutan, Will Parks, memuji upaya vaksinasi tersebut sebagai “kisah sukses besar” bagi negara itu. cnn,rtr
Militer Myanmar Rampas 100 Oksigen untuk Pasien Covid YANGON (GN) --100 oksigen medis yang diimpor dari Thailand oleh lembaga amal di Yangon untuk merawat pasien Covid-19 di negara itu dilapokan telah disita oleh salah satu pejabat militer Myanmar. Kolonel Myo Min Naung yang juga merupakan anggota Dewan Pemerintahan Karen mengatakan bahwa ia memerintahkan penyitaan itu saat ratusan tabung oksigen tersebut dibawa ke Myanmar pada Sabtu (24/7/2021) lalu. Pengiriman tabung itu melalui jembatan di atas Sungai Moe yang menghubungkan Kota Mae Sot di Provinsi Tak Thailand dengan Kota Myawaddy, Myanmar, atau kerap disebut Jembatan Persahabatan Thailand-Myanmar nomor 2. Namun, Myo Min Naung membantah telah melakukan penyitaan tabung oksigen. Ia mengklaim hanya meminjam tabung-tabung itu untuk penggunaan darurat. Menurutnya, saat itu sebenarnya pihaknya sudah memesan 100 tabung oksigen untuk rumah sakit di Karen dan sudah membayarnya. “Namun sayangnya, tempat pemesanan oksigen di Mawlamyine, yang menyimpang pasokan oksigen untuk Karen, rusak. Jadi, saya memutuskan untuk mengambil 100 tabung itu untuk rumah sakit dan pusat Covid-19 yang sangat membutuhkan,” tuturnya. Meski demikian, saksi mata di lapangan mengatakan bahwa pasukan junta bertindak dengan mengancam, menodongkan senjata, dan menyebut pasien Covid di Karen sebagai alasan saat mengambil tabung oksigen. The Irrawaddy melaporkan bahwa pasukan junta tetap mengambil tabung itu meski ada intervensi dari Mayor Mote Thone dari Pasukan Penjaga Perbatasan Karen di Myawaddy. Pada Sabtu malam, pasukan rezim militer dilaporkan menyerahkan 800.000 Baht Thailand (sekitar Rp350 juta) kepada importir tabung oksigen sebagai jaminan mereka akan mengembalikan tabung tersebut. Namun, 100 tabung oksigen belum dikembalikan hingga saat ini.Menteri Investasi dan Hubungan Ekonomi Luar Negeri Myanmar, U Aung Naing Ooversi, mengatakan bahwa junta diduga turut campur tangan dalam kasus ini. Gerak-gerik militer ini memperparah situasi Myanmar yang kini didera berbagai krisis, mulai dari kudeta hinga pandemi Covid-19. Belakangan ini, negara itu mengalami lonjakan kasus Covid akibat varian Delta. Rumah sakit dilaporkan mulai kewalahan. Beberapa wilayah juga kekurangan oksigen. Selain itu, sejumlah dokter yang merawat pasien Covid-19 secara mandiri juga ditangkap karena terlibat dalam gerakan pembangkangan sipil. Para dokter itu memilih tak bekerja di rumah sakit pemerintah sebagai bentuk perlawanan atas kudeta, yang terjadi 1 Februari lalu.
mojokerto - gresik-malang
8
Dinkes Tegur Faskes Tolak Pasien
MOJOKERTO (GN)–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur menegur fasilitas kesehatan (faskes) yang menolak pasien kritis. Dinas Kesehatan berharap agar kejadian ini tidak terulang kembali. Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dr Langit Kresna Janitra mengaku tak tahu adanya dugaan penolakan pasien di beberapa rumah sakit. Namun setelah mendengar adanya penolakan, drumah inkes setempat langsung memberikan teguran. “Saya tidak tahu, karena tidak ada laporan atau yang menghubungi TRC pada waktu itu. Setelah mendengar adanya penolakan kami pihak langsung memberi teguran kepada Faskes terdekat pasien,” kata Langit, Rabu (28/7/2021). Langit menambah bahwa berdasar Undang-undang 36 tahun 2009 tentang kesehatan disebutkan dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan baik swasta maupun negeri, wajib memberikan pelayanan kesehatan bagi penyelamatan nyawa pasien. Penolakan pasien semacam itu tidak dibenarkan. “Yang jelas penolakan pasien tidak dibenarkan. Pasien harus dilayani untuk penanganan pertama,” tegas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto. Langit berpesan kepada faskes untuk tetap memberikan
minggu ke-307
29 JULI - 4 AGUSTUS 2021
kekeringan
Warga Kunjorowesi antre ambil air.
GN/Istimewa
Warga Lereng Penanggungan Krisis Air Bersih
Dinkes Kabupaten Mojokerto menegur sejumlah faskes yang menolak pasien.
pertolongan pertama. “Tidak boleh pasien mondar-mandir untuk mencari ketersedian oksigen dan tempat tidur sendiri. Puskesmas harus lapor ke kita, nanti kita yang mencarikan. Sementara pasien ditangani di Puskesmas untuk pertolongan pertama. Jangan sampai ditolak,” pungkasnya. Diketahui beberapa hari sebelumnya seorang wanita berinisial WS (32) sempat ditolak 5 rumah sakit. Pada akhirnya, WS meninggal dunia di ruang isolasi salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Mojokerto, Jumat (23/7/2021). Sebelum meninggal dunia, almarhumah WS ini sempat
dirawat di ruang isolasi Covid-19 Rumah Sakit Sakinah, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Namun sebelum itu, ia yang mengeluhkan sesak napas sempat pontang panting dibawa ke lima rumah sakit diantaranya RSUD Prof dr Soekandar, RS Mawadah Medika, RSI Sakinah, RS Kartini dan RS Dian Husada, Kamis (22/07/2021) siang. Namun ditolak. Hal yang sama juga dialami pasien kritis bernama Nur Ali (50) meninggal dunia saat mencari perawatan di Kabupaten Mojokerto. Warga Desa Pacet, Kecamatan Pacet, itu ditolak oleh sembilan rumah sakit
sebelum akhirnya mengembuskan nafas terakhir. Pihak keluarga pun menyesalkan kejadian tersebut. Yeti Muliah (52), kakak kandung korban Nur Ali, menceritakan pada Minggu 25 Juli 2021 pukul 07.00 WIB, adiknya mendadak sesak nafas. Kondisi ini dialaminya saat tidur setelah minum obat. Ia juga tidak memiliki riwayat sakit apapun. Dari Puskesmas Pacet, Nur Ali mencoba dirujuk ke sembilan rumah sakit (RS) di Mojokerto, yakni ke RS Sumberglagah, RSUD Prof dr Soekandar, RSI Arofah, RS Kartini, RS Sido Waras, RS Gatoel, RSI Hasanah, RSUD dr Wahidin
GN/Istimewa
Sudiro Husodo Kota Mojokerto dan RSUD RA Basoeni. “Sangat kesulitan. Tidak ada yang kosong, ada kamar tidak ada oksigen, di ruang IGD penuh semua. Semua rumah sakit menolak dengan alasan kamar penuh dan oksigen habis, tidak dicek sama sekali saat datang ditolak,” ungkapnya. Yeti pun menyesalkan kejadian ini. Ia berharap rumah sakit bisa setidaknya memeriksa atau memberikan penanganan pertama saat ada pasien datang. “Harusnya tidak seperti itu penanganannya, ditolak tidak apaapa tapi dilihat dulu sebetulnya, tapi tidak dilihat dan ditolak gitu aja,” ujarnya.ins
MOJOKERTO (GN)-Warga lereng Gunung Penanggungan mulai kesulitan memperoleh air bersih. Padahal baru saja masuk musim kemarau. Kondisi paling parah akibat krisis air bersih tersebut dialami sebagian besar warga yang bermukim di Dusun Kandangan, Desa Kunjorowesi. Kepala Desa Kunjorowesi, Darsono mengatakan warga mulai kesulitan memperoleh air bersih setiap kali memasuki musim kemarau. “Sudah mulai ini musim kemarau yang berdampak krisis air bersih dan saya sudah berencana akan mengirim surat permohonan bantuan Dropping air bersih dari BPBD Kabupaten Mojokerto,” ungkap Darsono, sepeti diberitakan sebuah portal berita online, Rabu (28/7/2021). Menurut dia, terdapat tiga dusun di Desa Kunjorowesi yakni Dusun Sekantong, Dusun Kandangan dan Dusun Kunjuro. Namun dampak krisis air bersih kini melanda masyarakat di lingkungan telaga dan Sumber wilayah Dusun Kandangan dengan jumlah sekitar 202 Kepala Keluarga (KK). “Kalau di Dusun Kunjuro dapat diatasi dengan cara bergilir dari air PAM (Pipinisasi Sumber Duyung) meskipun menunggu empat hari baru bisa dialiri,” jelasnya. Pemerintah Desa berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto dapat memberikan bantuan berupa Dropping air untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kunjorowesi selama musim kemarau ini. “Harapan kami warga tidak lagi kesulitan memperoleh air bersih di musim kemarau sehingga saya akan mengajukan bantuan Dropping air bersih dari BPBD,” ucap Darsono. Plt,Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Luthfi Ariono, mengatakan pihaknya belum menerima surat permohonan bantuan Dropping air bersih di daerah terdampak musim kemarau Desa Kunjorowesi. “Sejauh ini kami masih belum menerima laporan dari pihak desa yang bersangkutan karena jika mulai kekeringan maka Pemdes akan melaporkan ke BPBD,” terangnya. trb
DAMPAK PPKM Posko Isi Ulang Oksigen Gratis 3.000 Warga Terima Bansos Disebar 4 Lokasi Beras dari Dinsos
G R E S I K ( G N ) - Wa rg a Gresik yang ingin melakukan isi ulang tabung oksigen secara cuma cuma kini sudah terwujud. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik telah menyediakan refill oksigen di empat posko darurat. Empat posko darurat tesebut berada di Kecamatan Kebomas untuk melayani kebutuhan warga Gresik Kota yakni Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar. Posko lainnya ada di Kecamatan Cerme untuk warga Kecamatan Cerme, Duduksampeyan, Benjeng dan Balongpang. Posko Kecamatan Sidayu untuk masyarakat di Kecamatan Dukun, Sidayu, Panceng dan Ujungpangkah. Sedangkan posko Kedamean melayani warga Kecamatan Menganti, Kedamean, Driyorejo dan Wringinanom. Satu lagi, posko di Pulau Bawean ditempatkan di Pe-
GN/Istimewa
Salah satu posko isi ulang tabung oksigen di Kecamatan Kebomas, Gresik.
sanggrahan untuk warga Kecamatan Sangkapura dan Tambak. Sejak Minggu, 25 Juli 2021, posko darurat melayani refill oksigen gratis. Di posko Kebomas ada tiga tabung masing-masing berukuran 6 meterkubik (M³).
“Isi ulang oksigen sudah siap 24 jam dan gratis di posko darurat yang sudah disebar,” ucap Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani seperti dikutip dari sebuah situs berita, Rabu (28/7/2021). Pendirian lima posko daru-
rat sejak PPKM Darurat itu diinisiasi oleh Bupati Fandi Akhmad Yani dengan bersinergi satu badan amil zakat dan tujuh lembaga amil zakat (BAZ/LAZ) se-Gresik. Posko ini juga menyediakan alat pelindung diri dan hazmat hingga kantong jenazah bagi desa yang membutuhkan. Pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 yang diperpanjang sampai 2 Agustus 2021 bisa untuk refill oksigen. Koordinator Posko Darurat Zainal Abidin mengatakan syarat untuk refill oksigen ini hanya menyertakan surat keterangan dari rukun tetangga atau rukun warga setempat. Masyarakat atau keluarga yang sedang isolasi mandiri yang membutuhkan refill oksigen datang saja ke posko. “Posko buka 24 jam dan refill gratis,” terangnya.trb
MOJOKERTO (GN)-Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, memantau penyerahan bantuan beras bagi 3.000 warga 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto, yang terdampak PPKM (di luar penerima bantuan beras PKH dan BPNT), dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada 200 orang warga (masing-masing 5 kg), Selasa (27/7) siang di Pendapa Kecamatan Puri. Pada kegiatan ini, bupati sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto tidak lelah memberi sosialisasi bahaya Covid-19, dan upaya apa saja yang bisa dilakukan bersama untuk memutus mata rantai penyebarannya. Salah satu yang paling
Bupati Ikfina memantau pembagian bansos.
utama adalah menggenjot vaksinasi, dibarengi dengan penegakan disiplin prokes. “Vaksinasi kita baru sekitar 17%, sedangkan target kita 70% karena kuota pun ditentukan dari pusat. Sambil menunggu, kita tidak boleh abai prokes. Covid-19 ini menyebarnya cepat sekali.
GN/Istimewa
Apalagi jika menginfeksi orang tanpa gejala (OTG). Dia kemana-mana dengan membawa virus, dan berpotensi menularkan. Untuk itulah Pemerintah melakukan pembatasan mobilitas. Mohon dukungan masyarakat, agar semua berjalan lancar,” ujar bupati. bas
Tiap RW Dibekali Tabung Oksigen dan Oxymeter MALANG KOTA (GN)– Pemerintah Kota Malang berencana membekali satu RW satu tabung oksigen. Pemkot Malang pun melakukan pengadaan tabung oksigen ukuran 1 meter kubik. Rencananya, tabung tersebut akan tiba di Malang awal bulan Agustus mendatang. Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pembelian tabung sudah dilakukan. Namun, tabung tersebut baru akan tiba di Kota Malang pada 8-9 Agustus mendatang. “Nanti akan kami bagikan ke seluruh RW, jadi setiap masing-masing RW akan mempunyai satu tabung gas oksigen dari kami,” ungkap Sutiaji. Akan tetapi, orang nomor
satu di Kota Malang itu menyebutkan bila tabung oksigen dengan ukuran 1 meter kubik itu sistemnya dipinjamkan. “Untuk sementara kami pesankan 600 tabung, kami targetkan secepatnya, tapi dari penyedia bisanya baru Agustus,” terang Sutiaji. Hal itu seiring dengan adanya layanan pengisian isi ulang tabung oksigen gratis dari Pemprov Jatim di Kantor Bakorwil 3 Malang. Nantinya, puskesmas juga harus berperan memberikan training pada relawan atau petugas RT/RW untuk pendeteksi dini. “Karena setiap kelurahan ada penanggung jawab dokter masing-masing,” imbuhnya. Sementara, untuk oximeter
Sutiaji akan membekali setiap RW satu tabung oksigen bagi warga.
yang merupakan alat pengukur saturasi oksigen, dia men-
gatakan pemkot mendapatkan bantuan 500 buah oximeter dari
GN/Istimewa
Juragan 99. “Nanti rencananya per
RT juga dapat satu oximeter, namun bantuan belum pengadaan,” terangnya. Rencana oximeter untuk satu RT akan dilakukan karena pihaknya melihat situasi dan kondisi sekitar yang membutuhkan Oximeter. “Misalnya kemarin ada yang sudah sesak, tapi mereka waktu ditanya masih banyak yang tidak mengerti saturasi,” papar Sutiaji. Sehingga, perlu adanya pemantauan secara terus menerus kepada mereka yang sedang menjalani isoman di rumah. “Karena kemarin juga ada yang waktu dicek saturasinya hanya 70 persen,” bebernya. Suami Widayati itu menguraikan, bila saat ini di Kota Malang ada sekitar 2000
orang yang sedang isoman yang tentunya membutuhkan oximeter. “Paling tidak ada 800 orang isoman per kecamatan, dan itu tidak mungkin dibawa ke isoter semua, jadi difilter dari tingkat RT/RW,” paparnya. Meskipun demikian, pihaknya juga sudah melakukan penambahan isoter. Di antaranya, di Jalan Kawi yang mulanya 97 bed bertambah menjadi 224 bed. Tak hanya itu, di Gedung PPPPTK BOE/ VEDC di Arjosari juga akan dilakukan penambahan. “Bahkan di sekolah-sekolah yang berdekatan dengan puskesmas juga kami siapkan, seperti di rumah susun yang di Kedungkandang,” pungkasnya. rdm
minggu ke-307
29 JULI - 4 AGUSTUS 2021
ekonomi - bisnis
9
Semester I 2021, Laba Bank Jatim Tembus Rp 1 Triliun
Dirut Bank Jatim Busrul Iman (kiri) didampingi Direktur Keuangan Ferdian Timur Satyagraha usai memaparkan kinerja keuangan Bank Jatim Semester I Tahun Buku 2021 secara daring melalui zoom meeting, Rabu (28/7/2021).
SURABAYA (GN) - Tahun ini masih menjadi tantangan bagi industri perbankan. Pandemi Covid-19 gelombang kedua yang melanda Indonesia membuat sektor bisnis kembali mengalami penurunan dan berdampak secara tidak langsung terhadap kinerja industri perbankan. Namun Bank Jatim di tengah-tengah pandemi masih mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya (Year on Year/ YoY). Kinerja keuangan semester I Tahun Buku 2021 menunjukkan performa yang bagus dan tumbuh bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Year on Year / YoY). Berdasarkan kinerja Juni 2021, aset Bank Jatim tercatat Rp 95,48 triliun atau tumbuh 26,90%, laba sebelum pajak tembus Rp 1,04 triliun atau tumbuh
IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI
JAKARTA (GN) – International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional kembali menurunkan angka proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. IMF dalam laporan World Economic Outlook edisi Juli 2021, memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 3,9 persen di tahun ini, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 4,3 persen. Lembaga itu pun menurunkan angka proyeksi pertumbuhan negara Asean-5, yang terdiri dari Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam, termasuk Indonesia, dari awalnya 4,9 persen menjadi 4,3 persen. Penurunan proyeksi dikarenakan adanya gelombang kedua Covid-19 dan menyebabkan mobilitas menjadi terhambat sehingga pemulihan ekonomi diperkirakan akan melambat. “Dinamika serupa juga terjadi di kelompok Asean-5, di mana gelombang infeksi baru-baru
ini menyebabkan hambatan aktivitas,” tulis IMF dalam laporannya yang dikutip, Rabu (28/7/2021). Meski memangkas proyeksi tahun ini, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan sebesar 5,9 persen (year-on-year/yoy), atau lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 5,8 persen yoy. IMF dalam laporannya mengatakan negara-negara yang tertinggal dalam pelaksanaan vaksinasi seperti India dan Indonesia akan menjadi negara yang paling menderita di antara G20. Sementara itu, Inggris dan Kanada diyakini akan mendapatkan efek ringan dari dampak penyebaran virus Covid-19 varian baru. “Asumsi utamanya adalah varian baru ini 50 persen lebih menular daripada varian Alpha, bahwa kemanjuran vaksin tetap sama terhadap virus baru ini dan bahwa vaksin akan digunakan
seperti yang diharapkan di baseline, tetapi keraguan vaksin itu pada akhirnya akan membatasi jumlah orang yang divaksinasi,” ungkap IMF. Terkait proyeksi IMF, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu mengatakan bahwa pemulihan ekonomi global terjadi secara tidak merata. Penyebabnya situasi pandemi, kecepatan vaksinasi, dan dukungan stimulus ekonomi. Indonesia menjadi negara yang terdampak negatif atas hal tersebut. Proyeksi yang dipangkas tersebut sejalan dengan revisi prediksi pemerintah, yakni dalam rentang 3,7 persen sampai 4,5 persen. Dengan kondisi yang ada, Febrio menilai Indonesia akan terus mengambil manfaat dari prospek ekonomi global yang masih kondusif, sembari terus mewaspadai risiko-risiko yang ada.
Permintaan produk ekspor yang diperkirakan masih baik seiring solidnya proyeksi pertumbuhan global menjadi peluang untuk terus mendorong kinerja manufaktur di 2021. Untuk itu, strategi Indonesia ke depan akan terus fokus pada upaya pengendalian pandemi, melindungi kesejahteraan masyarakat dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, serta terus meningkatkan daya saing. Dengan adanya ancaman dari varian Delta, pemerintah lanjut Febrio terus memperkuat kebijakan di sisi kesehatan dan perlindungan sosial. Ini direspons melalui perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 hingga 2 Agustus 2021. Febrio mengungkapkan Indonesia harus dapat belajar dari pengalaman berbagai negara dalam kurun waktu 1,5 tahun terjadinya pandemi. Pemulihan akan terjadi apabila diiringi
dengan penanganan kesehatan yang tepat. “Pandemi Covid-19 memberikan ketidakpastian yang sangat tinggi terhadap ekonomi. Kita perlu sangat hati-hati dan terus menjaga disiplin pada protokol kesehatan. Kita juga belajar bahwa akselerasi vaksinasi menjadi salah satu kunci utama pengendalian kasus,” katanya dikutip dari keterangan pers, Rabu (28/7/2021). Sementara terkait vaksinasi yang disebut IMF sebagai penyebab menderita, Indonesia saat ini menargetkan untuk mendorong vaksinasi harian di tingkat 1,5 juta dosis dan akan terus ditingkatkan secara gradual. Hingga 27 Juli, total kumulatif vaksin yang telah diberikan pada masyarakat mencapai 63,94 juta dosis. Pemerintah juga telah memastikan bahwa jumlah vaksin tersedia agar percepatan vaksinasi dapat dilaksanakan sesuai target. jef, ins
5,56% (YoY), sedangkan laba bersih tercatat Rp 803 miliar atau tumbuh 4,32%. Selama semester I 2021, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan 27,36% (YoY) yaitu sebesar Rp 81,52 triliun. Dirut Bank Jatim Busrul Iman menjelaskan meskipun masih di tengah-tengah pandemi, Bank Jatim tetap mampu mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif yaitu tumbuh 8,72% (YoY) atau sebesar Rp 42,60 triliun. “Pertumbuhan kredit di sektor UMKM menjadi penyumbang tertinggi yaitu tumbuh 14,62% (YoY) atau tercatat Rp 7,25 triliun. Diikuti oleh pertumbuhan kredit komersial yang tumbuh 13,39% atau tercatat Rp 10,63 triliun dan kredit di sektor konsumsi yang tumbuh 5,26% atau tercatat Rp 24,72 triliun,” katanya saat
memaparkan kinerja keuangan Bank Jatim Semester I Tahun Buku 2021 secara daring melalui zoom meeting, Rabu (28/7/2021). Busrul Iman yang didampingi Direktur Keuangan Ferdian Timur Satyagraha menjelaskan komposisi rasio keuangan Bank Jatim periode Juni 2021 antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 18,54%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,06% dan Return On Asset (ROA) 2,31%. Selama pandemi, Bank Jatim juga aktif berpartisipasi dalam mendukung program yang dicanangkan oleh Pemerintah melalui restrukturisasi kredit. “Sampai dengan Juni 2021, Bank Jatim telah melakukan restrukturisasi kredit sebesar Rp 2,56 triliun atau 6,02% dari total penyaluran kredit,” kata Busrul Iman. tis
PLN Genjot Pengembangan PLTP JAKARTA (GN) - PT PLN (Persero) terus mendukung transisi energi di Indonesia dengan mengembangkan pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT), salah satunya panas bumi. Pengembangan Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) bakal mendukung program dekarbonisasi. “Melalui transformasi PLN, kami berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca di sektor ketenagalistrikan dengan menerapkan dekarbonisasi di sektor energi dengan mengembangkan energi terbarukan untuk mencapai target hingga 23% pada 2025,” tutur Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi, Rabu (28/7/2021). Wilayah Indonesia yang dilewati jalur cincin api membuat potensi energi panas bumi berlimpah. Indonesia memiliki sumber daya panas bumi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS). Posisi Indonesia di atas Jepang, Kenya dan Islandia. Berdasarkan data Badan Geologi (2017), sumber daya panas bumi yang dimiliki Indonesia sebesar 28,5 Giga Watt (GW). Namun hingga 2019, pemanfaatannya baru mencapai 2.133 MW atau 7,5 persen dari total sumber daya yang ada. Melihat potensi yang ada, PLN berkepentingan untuk meningkatkan pemanfaatan energi panas bumi melalui pembangunan PLTP. Pasalnya, panas bumi merupakan salah satu energi bersih yang dapat dimanfaatkan sebagai listrik. Emisi yang dihasilkan dari panas bumi jauh di bawah batubara dan gas alam. Dalam pengembangan panas bumi ini, PLN sedang menyiapkan proyek PLTP sebesar sampai dengan 360 Mega Watt (MW) dan sinergi BUMN sebesar 230 MW. Tidak hanya itu, pengembangan juga dilakukan dengan meningkatkan kapasitas PLTP yang telah beroperasi. Berdasarkan wilayah kerja panas bumi, PLN bersinergi dengan Geodipa Energy serta Pertamina Geothermal Energy. Portofolio PLTP PLN yang telah beroperasi berkapasitas total 572 Mega Watt (MW) dan menghasilkan listrik sebesar 4.128 GWh. Adapun, proyek pengembangan yang tengah berlangsung berkapasitas 590 MW dan bisa menghasikan listrik sebesar 4.651 GWh. jef
Daftar Terbaru Crazy Rich Indonesia
Hartono Bersaudara Jawara, Kekayaan Robert Budi Sehari Naik Rp 1,54 Triliun Pundi-pundi keuangan miliarder di tengah pandemi Covid-19 menarik rasa ingin tahu para investor. Apalagi Forbes selalu memperbaharui daftar orang-orang terkaya alias crazy rich di dunia melalui The World’s Real-Time Billionaires yang datanya realtime dengan melacak naik turunnya kekayaan miliarder di seluruh dunia. Di dunia, bos e-commerce Amazon Jeff Bezos masih berada di urutan pertama dengan kekayaan 211,4 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 3.065 triliun (kurs Rp 14.500/dolar AS) dan sehari bertambah 2,2 miliar dolar AS atau Rp 32 triliun. Data ini diakses realtime pada Selasa (27/7/2021) di situs resmi Forbes. Di Indonesia, sejumlah nama yang sudah tidak asing lagi mengisi daftar crazy rich ini. Ada kakak beradik pemilik perusahaan rokok Djarum dan pemilik PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang tetap mempertahankan posisinya sebagai orang kaya nomor satu dan dua di Tanah Air yakni Hartono bersaudara. Ada 10 orang terkaya di Indonesia menurut Forbes The World’s Real-Time Billionaires. Robert Budi Hartono menduduki posisi pertama orang terkaya di Indonesia dan posisi ke 102 orang terkaya di dunia. Total kekayaannya saat ini diperkirakan mencapai 18,3 miliar
dolar AS atau Rp 266,8 triliun. Dalam sehari kekayaannya naik 106 juta dolar AS (Rp 1,54 triliun), meskipun demikian kekayaan Budi turun jika dibandingkan dengan dari posisi awal pada daftar orang terkaya 2021 dengan kekayaan mencapai 20,5 miliar (Rp 297,25 triliun). Perolehan kekayaannya didapatkan melalui perbankan dan rokok. Seperti diketahui, Budi bersama kakaknya Michael Bambang Hartono adalah pemilik perusahaan rokok Djarum dan juga pemegang saham terbesar di Bank Central Asia (BCA). Hartono bersaudara membeli saham BCA dari Salim Group, tahun 1997-1998 saat krisis ekonomi Asia terjadi. Sedangkan Michael Bambang Hartono menjadi orang terkaya di urutan kedua di Indonesia, menyusul adiknya Robert Budi Hartono di posisi pertama. Di daftar crazy rich dunia ia berada di posisi 108. Total kekayaannya mencapai 17,6 miliar dolar AS
Robert Budi Hartono
(Rp 256,65 triliun), turun dari total kekayaan yang tercatat di daftar orang terkaya 2021 sebesar 19,7 miliar dolar AS atau Rp 285,65 triliun. Sama halnya seperti sang adik, pundi-pundi yang didapatkan Michael berasal dari rokok dan perbankan. Dalam sehari kekayaannya bertambah sebesar 101 juta dolar AS atau setara Rp 1,46 triliun. Michael Bambang Hartono juga dikenal sebagai atlet Bridge yang menyumbangkan medali perunggu di Asian Games 2018. Di urutan ketiga dan 461 dunia terdapat nama Sri Prakash Lohia, miliarder pendiri perusahaan petrokimia dan tekstil, Indorama Corporation (PT Indorama Syntetics Tbk/INDR) yang lahir di Kolkata India dengan kekayaan sebesar 6,2 miliar dolar AS atau setara Rp
Michael Bambang Hartono
91,35 triliun. Secara harian terjadi penurunan 68 juta dolar AS (Rp 896 miliar) dalam kekayaannya. Prajogo Pangestu menduduki posisi keempat orang terkaya di Indonesia dan orang terkaya nomor 514 di dunia. Total kekayaannya saat ini mencapai 5,6 miliar dolar AS atau Rp 81,2 triliun. Meski memperoleh peningkatan kekayaan terbesar secara harian, kekayaan pria berusia 77 tahun ini turun signifikan dibandingkan dengan daftar orang terkaya tahun 2021 lalu yang tercatat 6,5 miliar dolar AS atau Rp 94,25 triliun. Perubahan harta ini tidak mengubah posisinya dan tetap menjadi orang terkaya nomor empat di Indonesia. Prajogo membangun perusahaan publik PT Barito Pacific
Tbk (BRPT), sebelumnya Pacific Lumber pada 1993. Di 2007, ia mengakuisisi perusahaan petrokimia Chandra Asri yang kemudian merger dengan Tri Polyta Indonesia. Perusahaan ini kini menjadi produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia. Sehari kekayaan naik 312 juta dolar AS atau setara Rp 4,52 triliun. Posisi kelima orang terkaya di Indonesia dan menempati peringkat 646 dunia dipegang oleh Jerry Ng. Ia merupakan miliarder yang baru masuk di daftar orang terkaya dunia di tahun ini. Total kekayaannya saat ini tercatat 4,6 miliar dolar AS atau Rp 66,7 triliun. Posisinya naik dari daftar sebelumnya awal tahun ini yang berada di peringkat 8 di Indonesia, sebelumnya tercatat ia memiliki kekayaan 2,5 miliar dolar AS (Rp 36,25 triliun). Jerry Ng dikenal sebagai bankir veteran yang berpengalaman lebih dari tiga dekade dan mendapatkan pundi-pundinya melalui saham di Bank Jago. Dalam sehari kekayaannya naik 289 juta dolar AS atau Rp 4,19 triliun. Di posisi keenam ada Chairul Tanjung yang kekayaannya mengalami penurunan sebesar 28 juta dolar AS (Rp 406 miliar) dalam sehari. Pundi-pundi Chairul tercatat 4,0 miliar dolar
AS atau Rp 58 triliun. Di dunia CT masuk nomor 778. Chairul Tanjung merupakan pemilik CT Corp dengan sejumlah diversifikasi bisnis. Mulai memiliki perusahaan media, termasuk online dan televisi. Ia juga memiliki bisnis ritel melalui Carrefour dan Transmart. Ia juga mengontrol franchise Wendy’s di Indonesia, Versace, Mango dan Jimmy Choo dan merambah sektor perbankan dan asuransi, perhotelan. Posisi ketujuh orang terkaya di Indonesia dan ke-880 dunia diisi oleh Eddy Kusnadi Sariaatmadja dengan total kekayaan 3,6 miliar dolar AS atau Rp 52,2 triliun. Eddy Kusnadi adalah pendiri salah satu perusahaan media di Indonesia yakni grup Emtek (PT Elang Mahkota Teknologi Tbk/EMTK) pada 1983 lalu. Dalam sehari kekayaannya bertambah 57 juta dolar AS (Rp 827 miliar). Grup Emtek diketahui menaungi tiga stasiun televisi yakni SCTV, Indosiar dan O Channel. Sementara keluarga Tahir berada di urutan 943 orang terkaya di dunia. Sedangkan di Indonesia berada di posisi ke delapan. Total kekayaan keluarga Tahir tahun ini tercatat 3,4 miliar dolar AS atau Rp 49,3 triliun. Kekayaannya sehari naik 5 juta dolar AS atau Rp 73 miliar. Ke-
luarga Tahir diketahui sebagai pengusaha, investor, sekaligus pendiri Mayapada Group (PT Bank Mayapada Tbk/MAYA). Perusahaan ini membawahi holding company yang memiliki beberapa unit bidang usaha, seperti perbankan, TV berbayar, media cetak, properti, sampai rumah sakit. Djoko Susanto menjadi orang terkaya nomor 9 di Indonesia dan 1.536 di dunia sama dengan Mochtar Riady dan Theodore Rachmat. Total kekayaannya saat ini 2,2 miliar dolar AS atau Rp 31,9 triliun. Djoko diketahui sebagai pendiri industri ritel yakni Alfamart (PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk/ AMRT) yang saat ini memiliki lebih dari 16.000 gerai di seluruh Indonesia. Sehari hartanya naik 22 juta dolar AS atau setara Rp 319 miliar. Mochtar Riady berada di posisi ke-10 sebagai orang terkaya di Indonesia dan ke 1.587 dunia. Kekayaannya tahun ini tercatat 2,1 miliar dolar AS atau Rp 30,45 triliun. Ia memiliki sejumlah usaha dari real estate, ritel, kesehatan, media serta pendidikan. John Riady juga menjadi CEO PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Sehari kekayaannya turun 51 juta dolar AS atau setara Rp 740 miliar. jef, cnb
surabaya
10
minggu ke-307
29 JULI - 4 AGUSTUS 2021
Menekan Klaster Keluarga lewat ‘Rumah Sehat’ Klaster keluarga menyumbang terus bertambahnya jumlah penderita Covid-19 di Surabaya. Munculnya klaster keluarga ini juga tak lepas dari ketiadaan tempat untuk isoman yang memadai di rumah bagi anggota keluarga yang terpapar namun bergejala ringan atau tanpa gejala (OTG). Menekan Klaster Keluarga lewat ‘Rumah Sehat’ Klaster keluarga menyumbang terus bertambahnya jumlah penderita Covid-19 di Surabaya. Munculnya klaster keluarga ini juga tak lepas dari ketiadaan tempat untuk isoman yang memadai di rumah bagi anggota keluarga yang terpapar namun bergejala ringan atau tanpa gejala (OTG). Tingginya potensi penularan Covid-19 oleh virus Delta membuat Pemerintah Kota Surabaya terus menambah fasilitas isolasi pasien Covid-19 yang disebut ”Rumah Sehat”. Rumah Sehat ini sebagaimana dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, drg Febria Rachmanita, didirikan untuk memudahkan pengawasan mereka yang OTG. “Rumah Sehat ini untuk OTG, jadi bukan rumah sakit. Di tempat ini mereka kita jaga supaya segera sehat dan tidak menularkan ke keluarganya,” katanya dalam penjelasan tertulis kepada Global News, Selasa 27 Juli 2021. Beberapa bangunan milik Pemkot pun “disulap” jadi tempat mengisolasi yang dilengkapi tempat tidur lipat (velbed). Di antaranya gedung bangunan SD yang nota bene milik Pemkot, bekas kantor kelurahan, bahkan balai RW. Dengan begitu mereka yang OTG atau pun yang bergejala ringan bisa beristirahat di Rumah Sehat tanpa khawatir menulari anggota keluarganya . Sebelumnya, dalam sosialisasi dengan Relawan Surabaya Memanggil, Walikota Eri Cahyadi mengatakan, Rumah Sehat ini merupakan bentuk upaya Pemkot Surabaya dalam memutus penyebaran Covid-19. Terutama pencegahan penularan pada klaster keluarga. Selain itu, lanjut dia, upaya tersebut juga untuk mengamankan dan menyelamatkan warga di masing-masing kelurahan agar ketika ada salah satu warganya
yang terpapar tidak menularkan ke anggota keluarga lainnya maupun tetangganya. Sebab para OTG ini tanpa sadar berpotensi menulari saat melakukan interaksi. Eri menyebut, Rumah Sehat ini seharusnya didirikan di tingkat RW. Namun karena keterbatasan tempat dan jumlah satgasnya, maka terbentuklah di tingkat kelurahan dengan memanfaatkan fasilitas umum sebagai lokasi isolasi mandiri (isoman). “Makanya kami minta pasien yang terpapar itu untuk segera berpindah tempat dan mengisolasi diri di tempat-tempat tersebut. Sembari keluarga yang di rumah menunggu hasil tes usap tidak diperbolehkan keluar agar tidak membahayakan warga sekitar. Itu yang kita inginkan,” ujarnya. Keberadaan Rumah Sehat di setiap kelurahan itu diharapkan akan memudahkan warga. Keluarga tidak perlu pergi jauh bila ingin mengetahui kondisi atau mengirimkan makanan pada anggota keluarganya yang menjalani isoman. Kedekatan dengan keluarga meski tidak serumah ini juga membantu secara psikologis. Pro kontra keberadaan Rumah Sehat di masyarakat pun bermunculan. Warga menolak karena menggunakan gedung sekolah yang terletak di perumahan padat penduduk. Ketua Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Gubeng, Chusaini menyatakan, warga menolak karena faktor takut tertular virus corona. “Intinya mereka tidak mau kampungnya ditempati untuk isolasi mandiri. Salah satunya karena faktor ketakutan,” katanya seperti dikutip dari Antara, Senin (26/7/2021). Chusaini mengungkap, sebelumnya warga di wilayahnya menolak gedung SDN Gubeng I/204 digunakan sebagai tempat isolasi. Namun, penolakan ini bukan berarti menolak program
Walikota Eri bersama jajaran saat meninjau rumah sehat di kelurahan Airlangga.
rumah sehat, tapi karena pemilihan lokasinya yang berada di tengah perkampungan padat penduduk. Apalagi, akses keluar masuk untuk kendaraan di wilayah tersebut juga dinilai kurang mendukung, sehingga warga kemudian mengajukan beberapa opsi tempat lain untuk dijadikan sebagai rumah sehat. Kesepakatan akhirnya tercapai, warga bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gubeng menyetujui Rumah Sehat ditempatkan di bangunan Jl Nias 110 yang merupakan aset milik Pemkot Surabaya. Penggunaan bekas kantor Kelurahan Mulyorejo juga sempat mendapat penolakan warga sekitar. Begitu pun yang dilakukan warga Puncak Permai. Mereka merasa tidak diajak rembukan saat Yayasan Sumber Pengayoman Sejati meminjamkan gedung sekolahnya, SMK Kristen Harapan Sejati, di Jl Puncak Sambisari III untuk tempat isoman. Warga khawatir, yang isoman sembuh tapi warga sekitar yang malah ketularan virus yang dibawa. Gedung sekolah berlantai 5 tersebut mampu menampung 105 pasien. Untuk mendukung kegiatan ini PT Surabaya Mekabox (SMB) memberikan bantuan berupa 500 buah disposable covid bed. Menurut pengamat kebijakan publik dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Andri Arianto, banyaknya penolakan ini disebabkan kurangnya penjelasan tentang
apa itu Rumah Sehat pada masyarakat. Padahal, lanjutnya, kalau masyarakat mau, OTG dan yang bergejala ringan bisa segera dipisahkan dari keluarga dan kampung sehingga makin cepat tertangani. “Kalau yang bergejala ringan ini bertahan isoman di rumah, kemudian terjadi peningkatan sakitnya semisal sesak nafas, mau dilarikan ke rumah sakit, rumah sakit juga penuh akibatnya fatal. Karena itu masyarakat juga harus diyakinkan, Covid ini bukan aib yang harus disembunyikan. Semakin terbuka akan semakin cepat tertolong,” kata Andri. Hal senada disampaikan Suparmi, pensiunan guru SD yang kini menjadi pengurus RW di Kelurahan Kertajaya. “Salah kalau kita menolak penggunaan gedung sekolah untuk Rumah Sehat, karena itu milik Pemkot. Lagi pula kalau para OTG itu isoman di rumah terus menulari keluarga atau lingkungannya karena mereka tidak merasakan sakit, lalu kapan persoalan ini akan selesai,” ujarnya. Dukungan terhadap penyediaan rumah sehat ditunjukkan warga Kelurahan Gading, Kecamatan Tambaksari. Bahkan, tokoh masyarakat di sana, mengaku telah mengajukan beberapa tempat untuk dijadikan rumah sehat. Menurut Hartono, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kelurahan Gading, pemilihan SDN Gading III No 179 sebagai Griya Gading Sehat, karena lokasinya yang strategis dengan akses jalan
dan agak jauh dari permukiman padat penduduk. Dukungan juga disampaikan Jainuri, Ketua RW V, Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Pakal. Ia bersama warganya bersyukur lantaran lokasi yang dijadikan Rumah Sehat oleh Pemkot sangat dekat dengan perumahan. “Secara otomatis kita sangat bersyukur, kalau nanti warga saya isolasi di SDN Sumberrejo II, kan sangat dekat,” katanya. Sejumlah RW di Kota Surabaya juga sudah menyiapkan ruang isolasi mandiri bagi warganya. Ruang isoman yang terletak di lingkungan mereka biasanya digagas dengan dasar gotong-royong demi melindungi dan menyelamatkan warga. Sehingga yang terpapar Covid-19 tidak merasa dikucilkan dan merasa dilindungi oleh warga. Di RW 8 Perum Babatan Pratama, Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung misalnya, terdapat bangunan yang dijadikan posko Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo untuk tempat isolasi warga sekitar yang terpapar Covid-19. “Tempat isolasi ini sudah sejak tahun lalu, dan sudah ada tiga pasien yang dirawat di tempat ini, termasuk salah satu warga yang sampai saat ini masih menjalani isolasi di tempat ini. Itu ada salah satu warga kami yang menjalani isolasi di dalam, sudah sekitar 10 harian,” kata Riyan Suhariyadi Ketua RW 8 ketika meninjau tempat isolasi itu, Selasa (27/7/2021).
Pemkot Bagikan 6000 Paket Beras
SURABAYA (GN) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyalurkan bantuan berupa 5 kilogram beras dan masker kepada warga yang terdampak pandemi Covid-19. Secara simbolis, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyalurkan bantuan ini kepada warga di wilayah Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Rabu (28/7/2021). Setidaknya, ada 6000 paket beras 5 kg yang merupakan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Bantuan tersebut, selanjutnya didistribusikan kepada warga Surabaya yang terdampak pandemi Covid-19. Wali Kota Eri mengatakan, bantuan beras tersebut mulai disalurkan pemkot melalui Camat. Kemudian, diserahkan kepada Ketua RT dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) untuk dibagikan ke warga yang terdampak di masing-masing wilayah. “Insya Allah semuanya nanti akan dibagikan oleh Camat, Ketua RT dan LPMK,” kata Wali Kota Eri.
Wali Kota Eri saat membagikan bantuan paket beras kepada warga.
Ia menjelaskan, bantuan berupa beras 5 kg dan masker, diberikan bagi warga terdampak pandemi Covid-19 yang belum menerima bantuan sosial (Bansos) dari Kemensos. Baik bantuan berupa Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/ Program Sembako, dan Bantuan Sosial Tunai (BST). “Kita bagikan beras selagi
ada beras. Tapi ini tidak untuk mereka yang sudah menerima bantuan dari Kemensos kemarin. Karena tidak boleh (dobel) kan,” jelasnya. Sembari memberikan bantuan kepada warga dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di wilayah Kelurahan Airlangga, Wali Kota Eri tidak henti-hentinya mengingatkan warga untuk terus menerapkan protokol ke-
sehatan. Seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Menurutnya, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, maka penularan Covid-19 di Kota Pahlawan dapat dicegah. Sehingga, diharapkan roda perekonomian di Kota Surabaya dapat bergerak kembali.“Bapak, ibu, jangan lupa maskernya
selalu dipakai nggeh, karena masker ini bisa mencegah kita tertular Covid-19. Jadi kalau Covid-19 ini mulai landai, kita bisa menggerakkan lagi roda perekonomian,” tuturnya. Wali Kota Eri memastikan, bantuan yang diterima Pemkot Surabaya merupakan hak dari warga Surabaya. Oleh sebab itu, Pemkot akan terus menyalurkan bantuan dari donatur yang memiliki rezeki berlebih kepada warga yang membutuhkan. “Kita dititipi oleh warga yang berlebihan rezekinya, kita bagikan kembali untuk warga yang membutuhkan,” ujarnya. Oleh karenanya, ia menyatakan, bahwa Pemkot Surabaya akan mendata warga mana saja yang masih belum menerima bantuan dari pemerintah. Sehingga warga tersebut dapat segera menerima bantuan. Hal ini juga bertujuan untuk menghindari pemberian bantuan kepada warga yang sebelumnya sudah menerima bantuan. “Kita data, sehingga tidak dobel lagi kedepannya,” pungkasnya. pur
PANGKOARMADA II GANDENG PEMKOT SURABAYA
Hari Ini, Gelar Vaksinasi Massal di Gelora Pancasila
SURABAYA (GN) Komando Armada (Koarmada) II bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal menggelar vaksinasi massal di Gelora Pancasila dan Lapangan Thor Surabaya, Kamis (29/7/2021) hari ini. Vaksinasi yang bakal digelar selama dua hari itu akan menyasar warga Surabaya dari tiga kecamatan, yaitu Keca-
matan Wonokromo, Kecamatan Sawahan, dan Kecamatan Dukuh Pakis. Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto, SH, MAP, MTr(Han), mengatakan TNI Angkatan Laut melakukan vaksinasi sudah sesuai dengan aturan-aturan sebagaimana diperintahkan
oleh Presiden Joko Widodo yang diberikan kepada Panglima TNI dan Kapolri, bahwa harus melakukan vaksinasi untuk membentuk herd immunity atau kekebalan komunal, sehingga diharapkan bisa melawan Covid-19 secara bersamasama.Oleh karena itu, Panglima TNI meneruskan kepada staf angkatan dan khususnya ke-
pada Kepala Staf Angkatan Laut yang kemudian memerintahkan kepada Pangkoarmada di bawahnya untuk melakukan vaksinasi, seperti yang dikenal di AL adalah serbuan vaksinasi maritim. Makanya, Koarmada II dengan Lantamal di bawahnya seperti Lantamal V di Surabaya, Lantamal 6 di Makasar, Lantamal 7 di Ku-
pang, Lantamal 8 di Manado, dan Lantamal 13 di Tarakan beserta pangkalan-pangkalan angkatan lautnya secara serentak melakukan vaksinasi sejak bulan Juni lalu hingga sekarang. “Kita tidak henti-hentinya bahu-membahu melaksanakan vaksinasi memerangi Covid-19 ini,” kata Laksda Iwan di ruang kerjanya, Rabu (28/7/2021).pur
Pihaknya sengaja menjadikan posko itu sebagai tempat isolasi karena rumah sakit yang penuh dan rumah warga itu tidak memungkinkan untuk dijadikan tempat isolasi. “Kami tidak ingin warga yang terpapar itu merasa dikucilkan dan merasa dibuang hanya karena terpapar Covid-19. Siapa pun bisa terkena virus ini, artinya ini bukan aib, sehingga kami bersama-sama merawat warga itu. Bahkan, kami semua memberikan motivasi dan semangat kepada warga yang terpapar itu, dengan cara itu kami berharap imunnya membaik dan segera pulih,” tegasnya. Riyan juga mengatakan, warga yang menjalani isolasi di posko tersebut dikontrol secara berkala oleh dokter yang berasal dari warga sendiri dan bersedia menjadi relawan. Bahkan,warga juga membantu penyediaan makanan melalui donasi yang laporan keuangannya dilakukan secara transparan dan diumumkan ke warga. Oleh karena itu, dia sangat mendukung terobosan dari Walikota yang membuat ruang isoman atau Rumah Sehat di tingkat kelurahan. “Mari kita dukung program itu karena itu sangat bermanfaat bagi warga. Kita di RW 08 sudah membuktikan sendiri manfaatnya, karena
menangani Covid-19 ini memang perlu gotong royong,” ujarnya. Sementara RW 5 Wisma Kedung Asem Indah Kelurahan Kedung Baruk Kecamatan Rungkut menggunakan Gedung Balai RW sebagai tempat isoman bagi warga yang terpapar Covid-19. Di tempat tersebut juga sudah disiapkan tabung dan peralatan kesehatan lainnya untuk merawat warga. Ketua RW 5, Didik Edy Susilo, mengungkap, ruang isolasi ini juga sudah disiapkan sejak awal dibentuknya Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo. Menurutnya, tempat isolasi ini memang harus dipersiapkan sejak dini karena khawatir ada peningkatan kasus Covid-19 dan rumah sakit di Surabaya banyak yang penuh. Sebagaimana ditegaskan Walikota Eri Cahyadi, Rumah Sehat bukanlah seperti rumah sakit pada umumnya. Rumah Sehat ini khusus bagi warga yang terpapar dengan kondisi tanpa gejala dan hanya pasiennya dari satu lokasi kelurahan saja. Tujuannya, agar puskesmas maupun para satgas dapat melakukan kontrol lebih mudah dan terarah, sehingga masyarakat diharapkan segera lekas pulih. Dengan begitu angka kasus Covid juga berangsur turun karena potensi penularan pada keluarga dan lingkungan dicegah lewat Rumah Sehat. * ret
Jangan Lakukan Pengobatan Sendiri Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan obat yang harus dihindari pasien Covid-19 saat isolasi mandiri (isoman) di rumah. Daftar Obat: -Steroid -Hidroksiklorokuin -Lopinavir/ritonavir (obat antivirus) -Antibiotik pemberian obat perlu resep dan analisis dokter -Ivermectin tidak boleh dibeli tanpa resep dokter -Remdesivir WO belum
merekomendasi untuk pasien Covid-19 Daftar obat di atas termasuk golongan keras dan tidak boleh sembarangan dikonsumsi. Penting : Penggunaan obat yang berlebihan dapat berdampak serius dan mengancam nyawa. Dalam keadaan apa pun saat sakit, ikuti instruksi tenaga kesehatan dengan tepat
KESEHATAN
Stok Darah PMI Surabaya Habis SURABAYA (GN) – Tingginya permintaan darah baik dari perseorangan maupun dari rumah sakit, membuat Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya kalang kabut. Pasalnya, hingga saat ini stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Surabaya habis, meski permintaan donor darah cukup tinggi. ”Bukan hanya stok darah plasma konvalesen (PK) yang digunakan sebagai treatment penyembuhan Covid-19 yang sedang habis. Namun juga darah dari semua golongan,” tutur Wakil Ketua UTD PMI Surabaya Tri Siswanto, Rabu (28/7/2021). Menurut Tri, salah satu faktor penurunan jumlah pendonor adalah karena tingginya kasus Covid-19 di Surabaya. Terlebih dengan pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang dilanjutkan dengan PPKM level 4. ”Saya rasa warga jadi takut keluar rumah ya. Kemudian juga banyak jalan ditutup. Jadi akses ke UTD PMI Jalan Embong Sawo jadi terhambat,” terang Tri. Alhasil, selama Juli, jumlah pendonor yang datang ke UTD PMI sangat menurun. Pihaknya tidak membuat stok donor. Bila ada yang mendonor, langsung diberikan kepada pasien yang mengantre. ”Karena permintaan terus datang. Apalagi bukan cuma dari Surabaya yang meminta. Tapi dari semua wilayah di Jatim. Surabaya kan ibu kota provinsi. Jadi walaupun ada UTD PMI di tiap wilayah, pasti tetap meminta ke Surabaya,” beber Tri. Sebelum pandemi, lanjut dia, biasanya terdapat 400 pendonor yang datang tiap hari. Sebelum PPKM dilaksanakan, jumlah pendonor bisa mencapai 150 per hari. ”Selama PPKM, pendonor 100 orang tiap harinya. Sementara kebutuhan per hari bisa 150–175 kantong,” jelas Tri. Untuk menarik minat pendonor, PMI Surabaya menggandeng Campina dengan menyiapkan es krim gratis. Produk yang disiapkan adalah es krim Orange Plus yang mengandung vitamin C. ”Es krim gratis yang dibagikan kepada para pendonor ini sebagai bentuk terima kasih kami bagi para pendonor sekaligus sebagai imun booster. Semoga dengan es krim gratis ini, makin banyak pendonor yang datang dan berkenan mendonorkan darahnya,” ucapTri Sementara itu, Sagita Melati, perwakilan Campina mengaku mengirimkan 5.000 es krim ke seluruh UTD PMI di Jawa Timur. Cold storage es krim bahkan ditempatkan tepat di pintu keluar ruangan donor darah. Sehingga pendonor bisa mendapatkan es krim dan menikmatinya di gedung PMI. ”Lami berharap banyak pendonor. Baik donor darah maupun pendonor plasma konvalesen (PK),” ujar Sagita. jpo
minggu ke-307
29 JULI - 4 AGUSTUS 2021
Dicurigai...
► Sambungan hal 1 untuk warga negara Indonesia (WNI). Khususnya PMI (Pekerja Migran Indonesia)-nama lain untuk TKI atau TKW. Tapi KJRI sering memberikan bantuan masker ke lokasi pinggiran kota. Sedang di dalam kota, termasuk Kantor Pengurus Cabang Istimewa Muslimat Nahdlatul Ulama (PCI MNU) Hongkong, yang juga menjadi tempat berkumpulnya para WNI, sampai hari ini belum mendapat bantuan masker. "Ya, mungkin karena KJRInya senang bagi-bagi masker sekaligus berlibur sehingga dicari yang jauh, sementara yang di tengah kota, tidak jauh dari KJRI, dilupakan hehehe. Yang dekat malah belum dapat. Bahkan saya sampai sowan ke KJRI dijawab minggu depan, tapi minggu depan juga tak datang. Kami terus bilang, kami tunggu Bu kedatangannya sama teman-teman di sini, tapi tak datang juga. Lama-lama saya tak SMS lagi. Jadi hingga sekarang belum diberi hehehe," kata Ketua PCI MNU Hongkong Hj. Fatimah Angelina kepada Global News Rabu 28 Juli 2021. Para pekerja migran Indonesia (PMI) suka berkumpul bersama temannya sesama WNI bila hari libur. Khususnya Minggu. Mereka kerap mengadakan acara makan-makan bersama di taman. Namun, aturan di masa pandemi Covid-19 membatasi aktivitas mereka. Selain itu juga meninggalkan sampah sehingga harus berurusan dengan petugas kebersihan taman. “Para PMI menyebut petugas kebersihan taman ini dengan sebutan pakde pasar. Biasanya kena denda. Karena itu mereka bersyukur Muslimat Hongkong punya markas sendiri sehingga bisa dipakai kumpul makanmakan dengan leluasa di sini, bisa buka masker, tanpa
Pesan...
► Sambungan hal 1 Fasilitas ini dicetuskan sebagai upaya bahu membahu dan saling membantu berbagai pihak di ekosistem Grup GoTo, Kadin Indonesia, Samator Group, mitra strategis, pemerintah, dan masyarakat luas untuk bersamasama menghadapi tantangan pandemi. “Krisis oksigen disebabkan distribusi yang terkendala jarak dan waktu serta keterbatasan sarana dan prasarana. Rumah Oksigen Gotong Royong dicetuskan untuk meminimalisir hambatan tersebut.” kata CEO GoTo Andre Soelistyo. Mengejutkan Namun sumbangan dari keluarga Akidi Tio memang mengejutkan semua pihak. Pasalnya, nama keluarga pengusaha ini tidak banyak dikenal publik tapi tiba-tiba menyumbang dalam jumlah besar: Rp 2 triliun. Maka, acara penyerahan dana bantuan dari keluarga Akidi Tio ini pun disambut haru banyak kalangam. Turut hadir menyaksikan acara penyerahan sumbangan pada Senin (26/7/2021) antara lain Gubernur Sumsel H Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nuraini Apt Kes dan Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji.
Dua...
► Sambungan hal 1 Berdasarkan rilis yang diterima wartawan dari KBRI Tokyo, Rabu (28/7/2021), Arianti bertugas mengantar jemput tim media yang melakukan peliputan Olimpiade Tokyo. “Aku ingin turut berpartisipasi dalam acara bersejarah ini. Alhamdullilah mudah dan tidak ada kendala sejauh ini,” ujar Arianti ibu 1 anak yang sudah 21 tahun tinggal di Jepang. Di tengah situasi pandemi Covid-19, Arianti mengaku
SAMBUNGAN
disemprit petugas pakde pasar, tentu saja itu yang di luar program resmi Muslimat,” katanya. Namun, Fatimah tetap menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebab itu aset sangat berharga. Karena itu, bila datang ke kantor Muslimat harus benar-benar sehat demi semua anggota. Saling menjaga. Caranya, PMI saat keluar rumah majikan harus satu tujuan. Kalau tujuannya ke kantor Muslimat tidak boleh, misalnya, mampir dulu ke mal, sebab virus Corona tidak tahu menular kepada siapa saja. “Keluar rumah majikan langsung ke sini atau dari sini ke rumah majikan. Biasanya majikannya kenal saya, mereka senang sebab tujuan anak-anak keluar rumah itu jelas. Jadi merasa aman. Mereka menyebut saya guru atau ibu bagi anakanak. Kadang majikan malah nitip sesuatu untuk saya,” katanya. Namun, aktivitas itu hanya dilakukan pada Minggu. Sebab PMI memang minta libur Minggu. Sistem ketenagakerjaan di Hongkong sangat rapi. Hakhak masing-masing pihak, baik pekerja maupun majikan, diatur dengan baik. Salah satunya soal gaji dan hari libur. Gaji PMI di Hongkong sudah ada standar yang berlaku bagi semua PMI. Artinya, standar gaji sekitar 4.600 sekian dolar Hongkong atau sekitar Rp 10 jutaan, semua PMI gajinya sebesar itu, tidak bisa di bawahnya. “Tidak ada kamu 1.000 aku dapat 2.000 misalnya. Kalau lebih besar sangat mungkin. Misalnya, bila PMI tidak mengambil libur, pasti diberi uang lembur. Mungkin keluarga di Indonesia sangat membutuhkan banyak uang karena kebutuhan banyak dan niatnya memang 100% bekerja, sehingga PMI bekerja ekstra keras, sampai tidak libur. Dia
pun dapat uang libur dan uang makan. Tapi sebagian besar tetap ingin libur Minggu sebab bosan tinggal bersama majikan yang tidak sama adat istiadatnya dan tak bisa bahasanya. Mereka bisa menentukan harus libur Minggu, malah ada PMI yang mengatakan bila tidak Minggu lebih baik keluar. Bagi mereka libur Minggu penting sebab kesempatan bisa bertemu WNI lain, bisa ngobrol guyub dengan bahasanya masing-masing. Salah satunya ya berkumpul di Kantor Muslimat ini,” katanya. Kantor Muslimat NU Hongkong menjadi tumpuan para PMI. Salah satu contoh baru saja terjadi kemarin ada PMI bermasalah dengan majikannya soal koper yang dianggap terlalu besar. Majikan menolak sebab koper itu memakan tempat. Padahal PMI ini membutuhkan koper besar dengan sejumlah kantong yang bisa dikunci. Hal itu karena pernah ada kejadian nenek majikannya tiba-tiba membongkar isi koper milik PMI tersebut lantaran curiga barangnya hilang dicuri yang bersangkutan. Setelah koper dibongkar dan isinya dikeluarkan, ternyata barang yang hilang itu tidak ditemukan di koper tersebut. “Si PMI pun tersinggung sehingga membeli koper besar yang semua kantongnya bisa dikunci. Bukan hanya itu, kadang ada juga koper dibongkar lalu dimasuki suatu barang, kemudian majikan menuduh PMI telah mencurinya. Ini bahayanya. Majikan melakukan modus semacam itu saat ingin memecat PMI tersebut. Tapi yang PMI soal koper barusan itu bukan karena modus ini, tapi hanya dibongkar saja lalu dia beli koper gede tapi juragannya tidak mau," katanya. Menghadapi PMI semacam ini harus telaten dan sabar. Fatimah harus rela pagipagi menemuinya di pasar mengambil koper lalu dibawa
ke kantor Muslimat. Selanjutnya bila akhirnya koper itu tidak dipakai bisa diberikan PMI lain yang membutuhkan. "Jadi, sesama PMI di sini saling membantu. Insya Allah di kantor Muslimat sini guyub banget. Tapi yang di luar, banyak juga yang tidak guyub. Misalnya, baru saja saya mau masuk kantor Muslimat, ada embak-embak di jalan tanya mau ke mana, saya jawab mau ke kantor Muslimat, dia lalu mencurigai seragam Muslimat yang saya pakai katanya seragam organisasi Al Ikhlas, saya jawab ini seragam Muslimat yang sudah berdiri sejak tahun 1940-an, saya lupa tahunnya, kalau tahun berdirinya NU saya tahu tahun 1926. Saya bilang organisasi ini sudah lama, jadi organisasi itu yang niru kami. Tanpa menjawab dia pergi sambil melengos," katanya sambil tertawa geli mengingat polah embak-embak tersebut.
“Ini luar biasa sekali, ada yang memberikan bantuan untuk penanganan covid-19. Bantuan berupa uang sebesar Rp 2 triliun,” kata Gubernur Sumsel H Herman Deru saat ditemui setelah penyerahan bantuan covid-19 sebesar Rp 2 T di Mapolda Sumsel. Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri mengatakan, Akidi Tio adalah keluarga yang dia kenal saat bertugas di Aceh beberapa tahun silam. Perwakilan keluarga lalu menyampaikan kepada dirinya bahwa akan ada bantuan dana yang diberikan kepada masyarakat Sumsel terdampak covid-19. Kapolda sendiri mengakui tak menampik sempat dibuat terkejut dengan nominal fantastis dari bantuan yang diberikan keluarga tersebut. “Mendengarnya saja kaget, apalagi melaksanakan (amanah) itu. Menurut saya ini adalah amanah yang sangat luar biasa dan berat sekali karena uang yang diamanahkan ini besar dan pastinya harus dipertanggungjawabkan. Tapi saya yakin kalau amanah ini langsung disampaikan ke semua pihak dan masyarakat, Insya Allah amanah ini dapat dikelola sebaik-baiknya,” ujar Kapolda. Soal alokasi dana bantuan, Kapolda mengatakan, nantinya akan dibentuk tim ahli yang akan mengalokasikan dana bantuan tersebut sesuai kebutuhan. Kapolda menyebut dirinya
hanya sebagai perantara dalam menyalurkan bantuan dari pihak keluarga ke Pemprov Sumsel. Namun dia memastikan bantuan itu akan ditujukan untuk penanganan covid-19 termasuk masyarakat terdampak pandemi. “Saya hanya makelar kebaikan saja. Terkait alokasi, nanti akan ada ahli-ahli yang lebih paham. Saya hanya membantu untuk menyampaikan seperti dengan gubernur, pangdam, dan stakeholder terkait lain,” ujarnya. Menurut Kapolda, ada begitu banyak yang dibutuhkan oleh masyarakat di masa pandemi covid-19 ini. Seperti bagaimana masyarakat mencegah Covid-19. Banyak sekali faktor. Kemudian kalau sakitnya apa yang bisa kita lakukan. Pemberian obat dan seterusnya, kemudian oksigen termasuk tenaga kesehatan dan orang-orang yang bekerja di sektor itu. “Makanya nanti harus ada komunikasi dengan teman-teman ahli supaya bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran,” ujarnya. Bantuan ini diberikan melalui dokter keluarga almarhum Akidi Tio di Palembang, Prof dr Hardi Darmawan dan juga disampaikan langsung kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri yang mengenal keluarga pengusaha itu saat bertugas di Aceh beberapa tahun silam.
“Saya sebenarnya dokter keluarga dari almarhum Pak Akidi. Sudah 36 tahun dengan Pak Akidi dan bila ditambah dengan anak-anak, mantu dan cicit-cicitnya, berarti terhitung sudah 48 tahun saya mengenal keluarga beliau,” ujar Prof dr Hardi Darmawan saat ditemui setelah acara penyerahan bantuan di Mapolda Sumsel, Senin (26/7/2021). Hardi menjelaskan, Akidi Tio adalah seorang pengusaha sukses di bidang pembangunan dan kontraktor. Meski sukses dalam bidangnya, Akidi Tio semasa hidup tidak pernah lewat dalam memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan. Kebiasaan itu juga Akidi Tio ajarkan kepada tujuh anaknya yang kini juga sudah jadi pengusaha sukses dan mayoritas menetap di Jakarta. “Sesuai dengan namanya, Akidi artinya keyakinan. Dia sudah berpesan pada anak, cucu, cicit, kalau kamu berhasil di bidang apapun, jangan lupa menyisihkan untuk orang-orang miskin, itu pesan beliau,” ujar Hardi. Menurut Hardi, penyerahan bantuan di Sumsel karena Akidi Tio juga pernah tinggal di Kota Palembang. Keluarga itu begitu dermawan bahkan kerap memberikan bantuan rutin ke masyarakat. Luar biasanya, mereka melakukan itu tanpa ada publikasi ke media.. * ret
sempat ada rasa khawatir dengan suasana keramaian di Olimpiade Tokyo. Namun dia mencoba untuk selalu berpikir positif. “Kalau saya pribadi berpikir positif saja. Walau ada perasaan deg-degan juga, yang jelas selalu jaga kebersihan, minum vitamin, dan berpikir bahagia. Tentunya berserah pada Allah SWT. Itu yang utama,” ujarnya. Senada dengan Arianti, Nasya Abeba (21 tahun), seorang WNI yang tengah menempuh pendidikan di Jepang , juga terlibat sebagai relawan Olim-
piade Tokyo. Sambil mengisi libur kuliah musim panas, dia berinisiatif bergabung menjadi relawan. “Aku coba cari pengalaman baru dengan berpartisipasi di acara bergengsi ini. Seru sih bisa melihat suasana baru dan aktivitas atlet sendiri. Bahkan bisa ketemu langsung sama atletnya. Walaupun kerjanya sedikit berat tapi lumayan untuk pengalaman,” ujar Nasya yang bertugas di Athlete Village, untuk memastikan kebersihan kamar atlet. Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang,
Heri Akhmadi, berpesan kepada seluruh WNI yang menjadi relawan Olimpiade Tokyo agar disiplin menjaga protokol kesehatan. “Jaga kesehatan dalam bertugas. Disiplin dan tertib, ikuti instruksi dari panitia penyelenggara. Jaga nama baik Indonesia dan pelajari apa yang anda lihat dan kerjakan sebagai pengalaman berharga,” pesan Dubes Heri. Pihak penyelenggara Olimpiade Tokyo telah merekrut 80 ribu relawan untuk diperbantukan dalam berbagai aktivitas. Pemerintah Tokyo juga
Hendak Dikudeta Cerita lucu lain saat ada ibu-ibu datang ke kantor Muslimat hendak membeli seragam Muslimat. Fatimah pun menanyakan kepada orang itu bergabung dengan Muslimat di daerah mana? Ternyata dia menjawab dengan ketus sambil menunjukkan organisasi sekaligus nama ketuanya. "Ya saya jawab kalau Muslimat yang asli itu di sini, karena kami dilantik sebagai PCI MNU oleh PP Muslimat NU dan PBNU, sebaiknya kamu ke sini aja kumpul sesama ibu-ibu Muslimat yang asli di sini. Tapi ternyata dia ngeloyor pergi tak jadi beli seragam. Seharusnya kan koordinasi dengan kami yang resmi. Ada juga sesama PMI bertengkar, saya sarankan sesama orang dari jauh sebaiknya diselesaikan dengan baik, tapi dia ngeyel, ya sudah kalau kamu bela dia, saya keluar dari organisasi. Tapi tetap saja, di luar dia pakai seragam Musli-
mat, ikut acara-acara pakai baju Muslimat. Termasuk saat ikut webinar zoom, saya bilang acara ini memang untuk semua anggota Muslimat yang jumlahnya 37 juta se dunia itu, ini kata ibu Khofifah kemarin, sehingga harus dibatasi bila ikut webinar. Bila tidak dibatasi zoomnya bisa jebol. Karena itu hanya pengurus dan yang terdaftar yang bisa ikut, kalian dan yang lain ikutnya di youtube. Tapi malah saya dimarahi, katanya sejak kecil dia sudah muslimat, berasal dari keluarga NU dll. Gimana mengatasi orang semacam ini hehhe. Mohon saran kalau ada yang bisa," katanya. Yang jelas ada pihak tertentu yang ingin mengkudeta kepemimpinannya di Muslimat Hongkong. Bahkan dia sempat melapor ke PBNU. Saat itu akan dilakukan pelantikan pengurus resmi Muslimat Hongkong, tapi ternyata ada pula pihak lain yang juga akan melakukan pelantikan pengurus. "Surat permohonan pelantikan dan SK sudah diterima PBNU. Pelantikan pengurus kami dilakukan bareng antara PCI NU dan PCI MNU tanggal 24 April, tapi ada undangan pelantikan 6 Maret, tapi alhamdulillah PBNU menilai undangan yang lain itu abal-abal milik perseorangan warga di Hongkong, sedang yang bareng pelantikan PCI NU adalah Muslimat milik umat warga NU Hongkong," katanya. Rukyah dan Bekam Soal program, kata dia, selain rutin setiap Minggu seperti pengajian, membaca Yasin, Tahlil, salawatan, dan sebagainya, ada pula pengobatan bekam dan rukyah. Ada dua tenaga bekam. Namanya Rini asal Nganjuk dan Mbak Darni dari Kediri. Ilmu bekam mereka dapat dari turun menurun sejak di Indonesia. Sedang untuk rukyah, perukyahnya PMI asal Malang tapi tinggal di Kediri. Saat merukyah pasien, dia seperti dukun Ning-
Warga Desa...
► Sambungan hal 1 menolak menyerahkan penanganan warganya yang terkena Covid-19 ke dinas kesehatan atau rumah sakit. Alasannya sama. Mereka tidak percaya layanan RS dan puskesmas. Pemerintah desa akhirnya bertekad merawat sendiri warganya yang terkena Covid-19 dengan membentuk satgas penanganan sendiri. Hal itu dilakukan sesuai prosedur yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Langkah ini dilakukan untuk melindungi warganya agar tidak semakin drop secara psikologis jika mereka dikirim ke rumah sakit dalam situasi seperti sekarang di mana Corona semakin mengganas. Warga pun takut sebab jumlah warga terkena Covid-19 banyak yang meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit, sehingga Pemerintah Desa Banjarsari Kecamatan Bandarkedungmuyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memutuskan menolak menyerahkan warganya yang terkena Covid-19 untuk diisolasi oleh dinas kesehatan. “Pemerintah desa akan merawat sendiri warganya yang terkena Covid-19 tersebut,” kata Basyarudin, Kepala Desa Banjarsari, kemarin. Langkah-langkah yang sudah dilakukan pemerintah Desa Banjarsari antara lain mendiri-
membuka perekrutan untuk 30.000 relawan yang ditugaskan memperlancar berlangsungnya Olimpiade Tokyo. Untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan, pihak penyelenggara dan pemerintah Tokyo mewajibkan para relawan untuk melakukan tes PCR secara berkala selama penyelenggaraan Olimpiade Tokyo. Termasuk mengenakan masker dan sarung tangan plastik. Sementara itu Gubernur dari tiga prefektur Jepang di dekat lokasi penggelaran Olimpiade Tokyo kemungki-
11 sih Tinampi di Pandaan Pasuruan itu. Dia mengobati orang kerasukan makhluk halus. Fatimah menyebutnya seperti Ningsih Tinampi dari Hongkong. Namun sebenarnya bukan dukun. Bila melihat saat mengobati pasien, Fatimah kadang percaya kadang tidak, sebab pasien yang dirukyah memang bersikap aneh, seperti tertawa sendiri, lalu berlaku seperti anjing, melihat kaki langsung nyaplok, sehingga dia pun percaya bila ada proses rukyah saat menangani orang yang konon katanya kemasukan leak. Si pasien kadang menangis dan menjerit histeris. "Pokoknya dia dikirimi guna-guna dari Indonesia. Saya tidak ngerti, dia ceritanya begitu. Diberi jimat tapi berbalik. Pokoknya mistis di sini juga banyak. Ya, banyak juga yang sembuh. Dan antre juga yang dirukyah. Bahkan misalnya jadwalnya minggu ini penuh, harus minggu depan. Karena itu mirip Ningsih Tinampi. Dia maunya setiap minggu tiga sampai empat orang saja. Yang lain harus dijadwal, kecuali yang parah harus segera ditangani, bisa diselipkan. Itu katanya dia. Saya ngikutin saja, sebab mereka tidak mematok harga, seikhlasnya saja. Antar teman. Biasanya uangnya juga buat beli makan rame-rame. Saya jadi tukang masaknya untuk makan rame-rame ini. Jadi jabatan saya rangkap sebagai tukang masak juga. Tapi memang hanya saya yang tidak punya majikan. Mereka tidak boleh majikannya menggunakan dapur dan alat masaknya untuk keperluan lain. Apalagi masak masakan Indonesia yang baunya menyengat, seperti kare, yang pedas, ada terasi dan lain-lain. Mereka bilang, umi yang gak punya majikan masak buat anak-anak ya. Kalau hari Minggu setelah Subuh saya langsung masak, setelah itu anak-anak jemput lalu dimakan bersama dan diber-
sihkan setelahnya," katanya. Rukyah atau bekam, kata dia, harus dilakukan di Kantor Muslimat. Kalau praktik di pinggir jalan seperti dilakukan banyak pihak lain untuk tujuan komersial tidak manusiawi. Hilang harga diri pasien. Sebab, saat dibekam pasien perempuan membuka sebagian baju di pinggir jalan sementara banyak orang lalu lalang. "Di sini banyak praktik semacam itu di pinggir jalan. Misalnya praktik dikerok, dipijat, bajunya sebagian dibuka, banyak orang lalu lalang lewat. Ibu Khofifah kalau lihat itu ikut prihatin, sehingga anak-anak kalau praktik harus di dalam ruangan Kantor Muslimat," kata Fatimah.Banyak orang praktik pengobatan di pinggir jalan. Mereka diajari seseorang yang mengaku ahli pengobatan semacam itu dengan iming-iming manjur. Namun karena sikapnya aneh dan di luar nalar, sebab janjinya berlebihan, Fatimah pun mengingatkan anggotanya agar berhati-hati bila mendapat tawaran semacam itu. "Orang itu bilang, kalau lulus dari sini kamu pulang ke Indonesia bisa seperti dokter. Dan mereka di lapangan memang berpakaian seperti dokter. Pakai baju putih, pakai alat untuk memeriksa kesehatan pasien, segala macam. Padahal kuliah dokter itu lima tahun ditambah 1,5 tahun praktik baru boleh disebut dokter, lha ini belajarnya seminggu sekali hanya beberapa jam, tak sampai satu tahun, sudah mengaku sama dengan dokter. Mohon maaf, teman-eman saya bilang agar hati-hati dengan iming-iming seperti itu," katanya. Bahkan, karena dokter gigi di Hongkong tarifnya mahal, tiba-tiba ada yang mengaku sebagai dokter gigi. Buka praktik di hotel kelas murah seperti hotel melati serta berpindah-pindah lokasi. Namun peminatnya juga cukup banyak. . (*)
kan sejumlah tempat isolasi untuk warga Banjarsari sendiri yang terkena Covid-19. Tempat isolasi khusus ini digunakan jika rumah warga yang terkena Covid-19 tidak memungkinkan untuk digunakan isolasi. Sedangkan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri di rumahnya, pemerintah desa juga menjamin akan memenuhi seluruh kebutuhan hidup dan perawatannya hingga sembuh. Untuk mendukung program ini, pemerintah desa telah menyiapkan warganya yang menjadi dokter, perawat, dan bidan sebagai tenaga medis. Basyarudin mengakui bila pihaknya menolak menyerahkan warganya yang terkena Covid-19 ke dinas kesehatan atau rumah sakit pemerintah sebab berdasarkan pengalaman sebelumnya, mereka kurang mendapat penanganan yang baik. Namun Basyarudin mengaku tidak menyalahkan pemerintah. Dia memaklumi kejadian tersebut karena mungkin pemerintah sudah kewalahan dengan banyaknya jumlah korban Covid-19 yang datang setiap harinya. Kini meski Pemerintah Kabupaten Jombang telah membuat tempat-tempat isolasi di sekolah-sekolah, tapi pemerintah Desa Banjarsari memutuskan tidak akan menyerahkan warganya yang kena Covid-19 ke tempat isolasi buatan pemerin-
tah daerah tersebut. Saat ini, menurut Basyarudin, ada dua warganya yang terkena Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri. Basyarudin menolak menyerahkan dua warganya tersebut ke dinas kesehatan dan menyatakan akan merawat sendiri. Untuk itu, detiap hari, pemerintah desa rutin memberikan bantuan makanan dan obatobatan kepada dua warganya tersebut hingga sembuh dengan menggunakan dana desa. Selain itu, sebelumnya warganet juga dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan warga mengambil paksa jenazah pasien Covid-19 dari Puskesmas Pujer, Bondowoso, Jawa Timur. Kepala Puskesmas Pujer dr Wijayanto mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (25/7/2021) sekitar pukul 10.00 WIB. Kata Wijayanto, awalnya pihaknya, Polsek dan Koramil Pujer menjelaskan pada masyarakat bahwa pasien yang meninggal tersebut positif Covid-19. Kemudian, pihaknya pun menyarankan untuk dimakamkan dengan protokol kesehatan. “Tapi pihak keluarga menolak, tidak lama kemudian ada massa datang untuk mengambil jenazah itu,” kata Wijayanto saat dihubungi kemarin. * kcm/in
nan akan meminta pemerintah untuk mengumumkan keadaan darurat untuk wilayah mereka, setelah infeksi COVID-19 melonjak ke rekor tertinggi di Tokyo. Pada Selasa 27 Juli, Tokyo mencatat 2.848 kasus baru COVID-19 -- tertinggi sejak awal pandemi. Media lokal Jepang melaporkan bahwa otoritas setempat telah meminta rumah sakit untuk menyiapkan tambahan tempat tidur untuk pasien di tengah lonjakan infeksi yang didorong oleh COVID-19 varian Delta. Penyelenggara Olimpiade Tokyo pada Rabu
(28/7/2021) melaporkan 16 kasus baru COVID-19 terkait Olimpiade, dengan total 169 sejak 1 Juli 2021. Atlet, staf, dan media Olimpiade juga diharuskan mengikuti aturan ketat untuk mencegah penyebaran COVID-19, termasuk menjalani tes secara rutin. Perdana Menteri Jepang Yoshide Suga pada Selasa 27 Juli mendesak warga untuk tinggal di rumah sesering mungkin dan menonton Olimpiade di televisi. Namun, dia menyatakan membatalkan Olimpiade bukanlah suatu pilihan. * l6/det
jawa Halaman 12I minggu
Achmad Iskandar Wakil Ketua
Kusnadi, SH, MHum Ketua
Sahat Tua P. Simandjuntak,SH Wakil Ketua Anwar Sadad Wakil Ketua
Hj. Anik Maslachah S.Pd, M.Si Wakil Ketua
timur
minggu ke-307
29 JULI - 4 AGUSTUS 2021
ke-307, 29 JULI - 4 AGUSTUS 2021
DPRD PROVINSI JAWA TIMUR
Rumah Kurasi, Satu-Satunya di Indonesia
Mahdi: Diaplikasikan untuk Kemajuan UMKM SURABAYA (GN)-Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meresmikan “Rumah Kurasi”. Ini merupakan yang pertama dan satu-satunya yang ada di Indonesia yang diharapkan akan mampu meningkatkan standarisasi kualitas dan daya saing produkproduk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Jawa Timur di pasar nasional maupun internasional. “Bagus-bagus saja, Jatim mempunyai dan meresmikan Rumah Kurasi. Apalagi hal itu untuk mengangkat drajat UMKM di kancah lokal maupun internasional. Apalagi pada masa pandemic covid-19 ini, sudah pasti akan disambut positif oleh kalangan pengusaha UMKM. Hanya saja, saya mengingatkan, peresmian rumah kurasi itu jangan hanya mempunyai makna seremonial saja. Harus diaplikasikan secara konsisten,” kata H. Mahdi, S.E., S.H., Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim kepada Global News, Rabu (29/7/2021). Jadi dengan diresmikannya Rumah Kurasi itu, harus ada petugas (pengelola) yang benarbenar memperhatikan fungsi Rumah Kurasi tersebut. Dengan adanya pengelola yang profesional diharapkan Rumah Kurasi itu benar-benar bermanfaat bagi UMKM. Apalagi, Rumah Kurasi diharapkan dapat meningkatkan standarisasi kualitas dan daya saing produk-produk UMKM Jawa
H. Mahdi, S.E., S.H.,
Timur di pasar nasional maupun internasional. “Ini kan tidak main-main. Tujuannya sangat mulia. Karena itulah, ini harus dikelola secara profesional. Tenaga kerja yang mengurusi Rumah Kurasi memang mempunyai keahlian di bidangnya masing-masing. Kalau ditangani para ahli, Insya Allah akan berhasil,” kata politisi PPP ini. Dia juga mengatakan, munculnya Rumah Kurasi ini sudah pasti membutuhkan waktu panjang dan dikerjakan oleh orang-orang yang professional. Karena itu, pengelolanya yang ada di Rumah Kurasi nantinya harus yang professional juga, sehingga Rumah Kurasi tidak indah di atas kertas saja. Pada akhirnya benar-benar bermanfaat bagi UMKM secara keseluruhan. Sejatinya ada pasar yang potensi untuk disasar oleh produk lokal Jatim, namun banyak yang tidak bisa diproses karena masalah
Gubernur Khoififah (tengah) ketika meresmikan Rumah Kurasi Jawa Timur di Kediri standar kualitas dan semacamnya. “Hingga saat ini, ekspor UMKM memang tidak seperti yang kita harapkan. Persoalan persaingan, terutama mutu, kemasan dan lainnya menjadi kendalanya. Kendala tersebut sering muncul adalah karena harus ada peningkatan kualitas dan standarisasi,” katanya. Harapan Baru Seperti diketahui, Rumah Kurasi Jawa Timur di Kediri resmi diluncurkan secara bersama-sama oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, Ketua Umum Kadin Jatim, Andik Dwi Putranto, di
Hotel Grand Surya, Kediri, Selasa (27/7/2021) sore. Rumah Kurasi ini menjadi rumah kurasi pertama dan satusatunya yang ada di Indonesia yang diharapkan akan mampu meningkatkan standarisasi kualitas dan daya saing produk-produk UMKM Jawa Timur di pasar nasional maupun internasional. Secara khusus Gubernur Khofifah menyambut baik dan mendukung adanya Rumah Kurasi ini. Menurutnya Rumah Kurasi ini menjadi new hope atau harapan baru di tengah kondisi pandemi covid-19. Selain itu, Rumah Kurasi ini juga dinilai sebagai terobosan dalam pelaksanaan kurasi di era pandemi karena berbasis Kura-
si Digital, dengan tanpa menghilangkan aspek-aspek kualitas pelaksanaan standar kurasi pada umumnya. “Kondisi ini menunjukkan bahwa pandemi tidak menghalangi kita untuk terus produktif serta berkarya demi mendukung ekonomi, khususnya Pemulihan Ekonomi Nasional melalui UMKM. Melalui program rumah kurasi, UMKM Jawa Timur tidak perlu khawatir jika ingin mendapatkan sertifikat kurasi produk secara mudah, serta berkualitas, meski ditengah kebijakan pembatasan yang sedang kita hadapi,” tegas Khofifah. Lebih lanjut, Khofifah menjabarkan, untuk bisa memanfaat-
kan Rumah Kurasi ini, UMKM cukup mendaftarkan produk unggulannya secara online di www. rumahkurasi.com dan mengikuti proses kurasi. Selanjutnya para pelaku UMKM yang telah mendaftar di Rumah Kurasi ini akan difasilitasi proses kurasinya oleh kurator, asesor dan juga instruktur yang bersertifikat. “Seperti yang telah disampaikan oleh Pak Difi, program rumah kurasi dilaksanakan dengan fokus pada ekosistem dan kolaborasi. Hal ini terlihat dari Bank Indonesia Jawa Timur yang bekerjasama dengan Kadin serta BNSP dalam melakukan sertifikasi. Semua hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa proses kurasi dilakukan oleh kurator profesional yang melakukan penilaian terhadap produk UMKM secara objektif dan berkelanjutan,” lanjutnya. Tidak hanya itu, Khofifah mengapresiasi bahwa sejatinya program Rumah Kurasi ini sudah berjalan bahkan hasil produk UMKM yang didampingi telah mengekspor produknya ke berbagai negara. Alhamdulillah hari ini kita diluncurkan. Rumah Kurasi di Kediri ini telah membantu kurasi beberapa produk UMKM Jatim untuk memasarkan ke pasar luar negeri. Seperti membantu menjual keripik tempe produk UMKM ke Amerika, menjual keripik asal Malang ke Uni Emirat Arab sebanyak 6 ton per bulan dan lain-lain.(adv)
PEMERINTAH KOTA SURABAYA
Rangkul Semua Elemen Masyarakat, Totalitas Selamatkan Warga dari Covid-19 Walikota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya totalitas dalam menangani dan menyelamatkan warga dari Covid-19. Berbagai langkah dilakukan, termasuk merangkul semua elemen masyarakat untuk bersama-sama dan bergotong-royong memerangi pandemi Covid-19. Begitu dilantik menjadi Walikota Surabaya pada Jumat (26/2/2021), tak ada euforia yang dilakukannya. Sebaliknya, ia langsung fokus dan all out menangani pandemi Covid-19. Bahkan, di hari pertama kerja, ia langsung meninjau vaksinasi massal bagi lansia. Selanjutnya, ia juga memantau dan menyapa warga yang donor darah dan donor plasma konvalesen. “Dalam menangani Covid-19, kita akan terus memasifkan 3T, yaitu testing, tracing dan treatment. Tentunya, ini akan dilakukan dengan gotong-royong. Insyaallah kalau kita bersama-sama akan bisa melewati semua ini,” tegas Walikota Eri. Sembari menyiapkan berbagai inovasi untuk melayani warga, ia juga fokus menggeber vaksinasi di Kota Pahlawan. Mulai dari nakes, pelayanan publik, lansia, para pedagang dan juga sasaran lainnya. Ia juga mengeluarkan beberapa peraturan yang detail demi mencegah penyebaran Covid-19 di Surabaya. Ketika kasus Covid-19 di Kota Surabaya mulai landai, ternyata daerah tetangga Surabaya sedang mengalami kenaikan kasus Covid-19, bahkan masuk dalam zona merah. Berdasarkan hasil rapat bersama Forkopimda Jatim, akhirnya dilakukan penyekatan di Sura-
madu sisi Surabaya dan langsung dilakukan tes swab antigen. “Ini dilakukan demi kebaikan bersama, untuk bersama-sama mencegah Covid-19,” ujarnya. Dengan berjalannya waktu, Covid-19 muncul dengan Varian Delta yang menyerang berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Jawa Timur dan Surabaya. Bahkan, berbagai rumah sakit di Surabaya yang menjadi rujukan pasien Covid-19 dari berbagai daerah akhirnya penuh. Di tengah kegentingan itu, Walikota Eri tampil sebagai panglima perang melawan Covid-19. Ia meminta jajarannya untuk memasifkan kembali swab hunter. Ia juga menambah gedung isolasi di Hotel Asrama Haji (HAH). Bahkan, pada Senin (28/6/2021), ia memimpin apel pasukan di Balai Kota Surabaya. Saat itu, ia memekikkan takbir tiga kali dan menyatakan jihad fi sabilillah dalam menghadapi Covid-19. Semangat para petugas dari TNI-Polri dan juga jajaran pemkot berkobar kala itu. “Semangat ya, ini demi keluarga kita semua. Insyaallah mulai hari ini kita jihad fi sabilillah menghadapi pandemi Covid-19. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar,” kata Walikota Eri disambut takbir pula oleh para petugas. Ia juga mengingatkan warga
Elemen masyarakat dirangkul untuk bergotong royong memerangi pandemi Covid-19.
Walikota Surabaya Eri Cahyadi
melalui pengeras suara di traffick light dan juga pengeras suara lainnya. Bahkan, ia juga menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menyosialisasikan kepada warga dan umatnya masing-masing supaya tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat. “Varian Delta ini dampaknya luar biasa, lonjakan kasusnya tidak bisa diprediksi, sehingga banyak keluar besar warga Surabaya yang terpapar Covid-19. Makanya saya nyuwun tulung (minta tolong) betul kepada semuanya untuk lebih waspada lagi, tolong terus menjaga protokol kesehatan, sudah cukup saudara-saudara kita yang sakit dan sudah banyak yang meninggal, tolong jangan ditambah lagi,” imbuhnya. Ia juga menggelar doa bersama dan khataman Al Quran untuk memerangi Covid-19 ini. Menurutnya, selain ikhtiyar lahir, selaku manusia juga harus melakukan ikhtiyar batin. Nah, ikhtiyar batin itu dilakukan dengan cara menggelar doa bersama dan khataman. “Inilah
Covid-19, dan ada pula dari para pengusaha menyumbangkan sebagian harta dan CSR-nya untuk membantu pemkot dalam menangani Covid-19. Bantuan itu terus mengalir hingga saat ini. Tugas dari Relawan Surabaya Memanggil itu bermacammacam, ada yang membantu para nakes, ada yang jadi sopir ambulans, ada yang membantu vaksinasi massal, dan ada pula yang terus sosialisasi ke warga tentang PPKM Darurat beserta protokol kesehatannya. Gotong royong yang sering disampaikan Walikota Eri pun perlahan terwujud, karena mereka bahumembahu bersama-sama membantu pemkot dalam melawan Covid-19. Gebrakan Walikota Eri tak berhenti sampai di situ. Setelah sukses menggelar vaksinasi massal di berbagai tempat, terutama di Stadion Gelora 10 November, Walikota Eri juga menyiapkan Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) di Kedung Cowek. Kini, RSLT itu sudah banyak menampung pasien Covid-19. Bahkan, Wa-
kekuatan kita untuk melawan pandemi ini,” tegasnya. Walikota Eri juga mengajak dan menyemangati Satgas Kampung Tanggung Wani Jogo Suroboyo untuk aktif kembali melawan Covid-19. Bahkan, ia juga memberikan insentif kepada mereka supaya ikut serta menekan penyebaran Covid-19 di perkampungan mereka masing-masing. Di samping itu, ketika dia mendengar informasi bahwa pemulasaran jenazah harus antre lama, dia pun langsung membuat kebijakan menyiapkan pemulasaran sendiri di Keputih. “Jadi, khusus untuk warga Surabaya, pemulasaran jenazahnya bisa dilakukan di Keputih ini, sehingga tidak perlu antre lama,” ujarnya. Semakin hari, kondisi Surabaya tidak sedang baik-baik saja. Ia pun mendeklarasikan “Surabaya Memanggil”. Tak lama kemudian, panggilan dari Walikota Eri itu dijawab oleh warga Surabaya. Ada sebagian warga yang langsung berbondong-bondong menjadi relawan penanganan
likota Eri juga sedang menyiapkan rumah sakit lapangan di setiap kelurahan, termasuk di Gor Indoor GBT. “Rumah sakit lapangan ini khusus untuk menampung pasien Covid-19 yang kondisinya ringan hingga sedang, termasuk yang membutuhkan oksigen. Nah, kalau yang parah kita langsung rawat di rumah sakit,” tegasnya. Sambil menyiapkan rumah sakit lapangan di setiap kelurahan, Walikota Eri juga meminta jajarannya membuat peti mati karena dia tidak ingin keluarga yang berduka akibat Covid-19, masih kebingungan mencari peti mati. Bahkan, ia juga meminta jajarannya memperbanyak pembuatan masker, sehingga demi memaksimalkan pembuatan-
nya dilakukan di Balai Kota Surabaya. Selain itu, ia juga menyulap sejumlah mobil dinas menjadi mobil jenazah, karena selama beberapa hari ini sering kekurangan mobil jenazah. Ia juga meminta seluruh staf di lingkungan Perangkat Daerah untuk ikut terjun dalam melakukan tracing. “Jadi, apapun yang dimiliki oleh pemkot kita maksimalkan untuk melawan Covid-19 ini. Saya sangat yakin, dengan ikhtiar lahir yang sudah banyak kita lakukan ini, dan ikhtiar batin melalui doa bersama dan khataman Al Quran, saya yakin bahwa pandemi ini akan segera berakhir di Kota Surabaya, mari bersama-sama melawan Covid-19 ini,” pungkasnya. adv