langganan Rp 28.000,-/Bulan eceran minggu ke-286 Rp-7.000,4 10 MARET 2021
DEWAN PERS Global News dan global-news.co.id telah Terverifikasi Administratif
minggu ke-286
pengaduan & hotline redaksi
4 - 10 MARET 2021
031 - 8281712
gnewsredaksi@gmail.com
gnewsredaksi
Jatim Kendalikan Covid-19
SURABAYA (GN) - Kasus Covid-19 di Jawa Timur (Jatim) beberapa hari terakhir ini menunjukkan tren yang positif. Bahkan saat 1 Maret 2021 semua daerah di Jatim berstatus orange (risiko sedang), sehari sesudahnya pada Selasa (2/3/2021), 16 daerah berganti kuning (risiko rendah). Karena itu, 1-2 bulan ke depan, Jatim diperkirakan bisa mengendalikan Covid-19. Data dari Dinas Kesehatan Jatim per 2 Maret 2021, terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 130.212 atau ada penambahan 412 kasus dan sembuh 117.693 atau tambah 528 orang. Lalu pasien yang sedang menjalani perawatan 3.340 orang, dan meninggal dunia 9.179 atau tambah 32 orang. Secara persentase kondisi pasien Covid-19 juga menunjukkan tren membaik di mana pada 2 Maret 2021 , 90,39 persen sembuh, 2,56 persen dirawat,
Jamaah Haji Wajib Vaksin
dan 7,05 persen meninggal dunia. Sementara pada Rabu 3 Maret 2021 jumlah sembuh bertambah menjadi 118.207 orang (90,48%), pasien yang sedang menjalani perawatan 3.223
orang (2,47%), dan meninggal menjadi 9.212 orang (7,05%). Secara komulatif terkonfirmasi positif menjadi 130.642 atau ada penambahan 430 kasus. l BACA: Jatim.., di Hal 2
JAKARTA (GN) - Dua warga Karawang, Jawa Barat, yang terpapar Covid-19 varian B-117 asal Inggris, ternyata TKI yang baru pulang dari Arab Saudi. Pada saat bersamaan, Pemerintah Arab Saudi sendiri mewajibkan calon jamaah haji asal Indonesia sudah menjalani vaksinasi. Juru Bicara Satgas Covid -19 Karawang, Fitra Hergyana, mengatakan, dua warga yang terkena Covid-19 B-117 adalah M dan A. Keduanya setelah dinyatakan positif Covid-19 B-117 sempat menjalani isolasi di Jakarta, tapi sekarang sudah pulang ke daerah asalnya untuk menjalani isolasi mandiri. Tim Satgas Covid-19 Karawang saat ini masih menangani keduanga bersama keluarga. l BACA: TKI.., di Hal 11
Gubernur Khofifah Serahkan Bantuan Korban Banjir Jember
HUMAS PEMPROV JATIM
GUBERNUR Khofifah menemui korban banjir di Dusun Kreongan, Kelurahan Jemberlor, Kec. Patrang, Jember.
SURABAYA (GN) - Seusai menghadiri Serah Terima Jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Jember, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan peninjauan lokasi bencana banjir di Dusun Kreongan, Kelurahan Jemberlor, Kec. Patrang Kab. Jember, Selasa (2/3/2021). Curah hujan yang cukup tinggi di lereng Gunung Argopuro pada Sabtu (27/2/2021) mengakibatkan air di sungai yang melewati tiga kecamatan, yakni Kecamatan Patrang, Bangsalsari, l BACA: Gubernur.., di Hal 3
TEROPONG Adinda LMP
INILAH 44 KOTA TERSEHAT DI DUNIA 31. Hong Kong. 1. Amsterdam. 16. Madrid. 32. Shanghai. 2. Sydney. 17. Jakarta. 33. Brussels 3. Wina 18. Seoul 4. Stockholm. 19. Frankfurt. 34. San Fransisco. 5. Copenhagen. 20. Jenewa. 35. Paris. 6. Helsinki 21. Tel Aviv 36. Sao Paulo 7. Fukuoka. 22. Istanbul. 37. Zurich. 8. Berlin. 23. Kairo. 38. London. 9. Barcelona 24. Taipei 39. Johannesburg 10. Vancouver. 25. Los Angeles. 40. Milan. 11. Melbourne. 26. Mumbai. 41.Washington, D.C. 12. Beijing 27. Boston 42. New York. 13. Bangkok. 28. Dublin. 43. Moscow. 14. Buenos Aires. 29. Tokyo. 44. Mexico City 15. Toronto 30. Chicago
JAKARTA (GN) – Artis Rina Gunawan meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta, Selasa, 2 Maret 2021 malam. Wanita 46 tahun tersebut meninggal dunia usai mengalami sesak napas lantaran asma dan radang paru. Selain itu Rina sempat dikabarkan mengidap Covid-19 sebelum berpulang ke Rahmatullah. Rina menjadi selebriti ke-8 yang meninggal dunia karena Covid-19. Masing-masing 4 artis Indonesia dan 4 selebriti dari luar negeri. Proses pemakaman Rina Gunawan sendiri diketahui berlangsung di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan Rabu 3 Maret 2021 pagi. Rina dimakamkan menggunakan prosedur Covid-19 dengan jenazah berada di dalam peti.
Berikut Kota Tersehat di Dunia, Jakarta ke-17
Lembaga riset YouGov yang berbasis di Inggris merilis daftar kota tersehat di dunia. Dari penilaian itu, Jakarta menempati peringkat ke17. Pandemi Covid-19 telah merubah berbagai aspek kehidupan, l BACA: Berikut...di Hal 3 suami Rina Gunawan, Teddy Syach, berdoa di pusara istrinya.
Pemprov Jatim Wacanakan Santunan Pengganti Covid SURABAYA (GN) – Pasca pembatalan kebijakan santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia akibat Covid-19 oleh Kementerian Sosial (Kemensos), Pemprov Jatim mewacanakan adanya penggantian santunan serupa. Sumber pendanaan dari APBD Provinsi Jatim. Kepala Dinas Sosial Jatim Dr Alwi MHum menjelaskan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tak menutup mata atas dampak pembatalan kebijakan ini pada keluarga korban meninggal akibat Covid-19. Memang banyak keluarga ahli waris menyayangkannya. Mendengar aspirasi masyarakat itu, Gubernur Jatim me-
Dari Grahadi
TKI Kena Covid Inggris
Rina Selebriti Ke-8 Direnggut Covid-19
l BACA: Rina.., di Hal 11
@RedaksiGnews
Redaksi Gnews
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim Dr Alwi MHum
wacanakan ada santunan pengganti. “Keluhan dan harapan masyarakat telah kami laporkan ke pimpinan. Ibu Gubernur tak menutup mata atas masalah ini. Karena itu diwacanakan ada santunan pengganti. l BACA: Pemprov.., di Hal 11
Lho Iki Lak
Gugat Cerai tapi Tetap Kompak AKTRIS Wulan Guritno mengejutkan penggemarnya. Saat rumah tangganya terlihat harmonis, Wulan tetiba melayangkan gugatan cerai kepada suaminya, Adilla Dimitri, Kamis, 25 Februari 2021. Sidang perdana kasus gugatan cerai itu akan digelar pada Kamis 18 Maret 2021 mendatang di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, dengan agenda mediasi. Meski telah memutuskan untuk berpisah dari pria yang menikahinya sejak 2009 silam itu, Wulan Guritno l BACA: Gugat. di Hal 10
Kiai Marzuqi Ajak Cari Solusi Hapus Miras SURABAYA (GN) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mencabut Lampiran soal legalitas investasi minuman keras (miras) dalam Perpres Nomor 10 Tahun 2021. Namun demikian masalah minuman keras tidak langsung selesai sebab baik pabrik, pedagang besar, pedagang kecil, maupun konsumen miras tetap banyak dijumpai di masyarakat. Belum lagi miras oplosan yang sudah banyak merenggut nyawa warga. Karena itu, harus dicari solusi menyeluruh agar miras benar-benar hilang dari negara ini dengan edukasi secara terus menerus oleh semua elemen masyarakat. Untuk itu Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim), KH Mar-
KH Marzuqi Mustamar
zuqi Mustamar, mengatakan, PWNU Jatim masih harus mengadakan rapat terlebih dulu dengan para ulama untuk menyikapi masalah miras ini. Karena itu Kiai Marzuki belum bersedia memberikan pernyataan publik
atas pencabutan Lampiran soal Investasi Miras dalam Perpres No.10/2021. “Namun selaku pribadi, pandangan saya sama saja d e n g a n ulama-ulama atau dengan para pemuka agama lain terkait miras ini,” kata Kiai Marzuqi kepada Global News, Rabu (3/3/2021). Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Malang itu, melanjutkan, selaku warga negara dia melihat bangsa ini tidak bisa terus-menerus memiliki pola hidup yang berdekatan dengan barang haram itu. Terlebih, pola hidup dengan miras itu bukan hanya merusak kesehatan tetapi juga merusak mental dan akhlak manusia. l BACA: Kiai.., di Hal 11
Ada-ada
Polsek Pekalongan Selatan yang viral gegara dikira kafe.
Kocak, Kantor Polisi Kerap Dikira Kafe
Video dua remaja putri memasuki ke area kantor polisi di Kota Pekalongan mendadak viral. Sebab, dua remaja putri ini rupanya mengira kantor polisi itu kafe karena kerlap-kerlip lampu. Video berdurasi 40 detik itu viral usai diunggah akun Instagram @ndorobeii, Senin (1/3/2021) pagi. Hingga siang ini, video itu sudah ditonton ribuan kali. l BACA: Kocak.., di Hal 3
DARI WEBINAR MUI JATIM SOAL VAKSINASI BERDIMENSI IBADAH
Vaksin Fardhu Ain, Prokes Tetap Harus Jalan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melakukan kajian dan pene litian menyeluruh atas kehalalan dan keamanan vaksin yang telah digunakan pemerintah. Untuk itu, MUI Jawa Timur (Jatim) merasa penting memberikan penjelasan kepada masyarakat hasil kajian tersebut, sekaligus untuk meluruskan pemahaman keliru di antara sebagian masyarakat atas vaksin Sinovac. Oleh Tamam Malaka SAAT ini pandemi Covid-19 sudah genap berlangsung satu tahun. Selama setahun itu, virus Corona telah merenggut banyak nyawa para ulama dan dokter spesialis maupun tenaga kesehatan lain. Padahal, untuk menyiapkan kembali para ulama maupun dokter spesialis dan tenaga kesehatan tersebut tidak cukup dalam waktu 5 hingga 10 tahun. “Karena itu, ini bukan lagi masalah kematian, tetapi tentang bangsa ini kehilangan orang-orang terbaiknya. Mengingat betapa bahayanya Covid-19 ini maka
hukum vaksinasi adalah fardhu ain,” kata Ketua Badan Kesehatan MUI Jawa Timur, Prof dr Djoko Santoso, Ph.d Sp. PD. KGH. FINASIM, dalam Webinar bertajuk, “Tasyawur Ilmu dan Agama, “Vaksinasi: Antara Kebutuhan Medis dan Kewajiban Agama,” Senin (1/3/2021). Terlebih, kata dia, berdasarkan hasil evaluasi dan diskusi dengan badan POM terkait aspek keamanan, mutu vaksin produksi Sinovac ini secara keseluruhan terbukti aman. Sementara kejadian efek sampingnya bersifat ringan hingga sedang. “Vaksin ini juga menunjukkan kemampuan untuk membentuk antibody
di dalam tubuh. Persentase penurunan kejadian penyakit pada kelompok orang yang divaksinasi pada fase ketiga mencapai 65,3 %, sementara syarat minimal WHO adalah sebesar 50%,” katanya. Namun demikian, meskipun seseorang
telah melakukan vaksinasi, dia tetap harus teguh melakukan protokol kesehatan (prokes). Hal ini karena vaksin itu sendiri merupakan penggalan dari strategi utama untuk memutus penularan Covid-19. l BACA: Vaksin.... di Hal 11
opini
2
minggu ke-286
4 - 10 MARET 2021
La Wedhon Wala Jrangkong
Oleh: EMHA AINUN NADJIB KALAU memang bisa menetralisir rumah-rumah dari hantu di Roma, Canberra, London, dan tempat-tempat lain, so what? Kalau memang bisa menghardik dan mengusir Jin atau menyangkarinya di botol tertutup, lantas kenapa? Kalau memang bisa menanamkan kesaktian atau mencabutnya, terus yok opo? Bahkan ketika sejumlah orang di sejumlah momentum tinggal selangkah menuju maut namun tak kunjung naza’ lantas kau hadir dan Malaikat Izroil langsung mencabut nyawanya, apakah engkau menjadi hebat? Sampai beribu-ribu jumlah Jamaah Maiyah yang menyodorkan air di botol untuk ditiupkan doa, sehabis Maiyahan di mana-mana atau datang ke Kadipiro. Bersangka baik itu adalah wasilah untuk kesembuhan bagi segala macam penyakit atau masalah-masalah. Dari yang kecil hingga yang besar. Ada yang minta ditampar pipinya. Di-kethak kepalanya. Diludahi mukanya atau bahkan di mulutnya yang dibuka. Lantas apakah itu berarti engkau sakti dan punya kelebihan? Meskipun kau tercatat menurunkan seorang Kaisar dari kursi kekuasaannya dan menaikkan seorang Begawan ke singgasana Kerajaan, apa kau pikir itu sukses dan prestasi politik? Meskipun kau “ora tedhas tapak palun-
Jatim ...
► Sambungan hal 1 “Alhamdulillah. Semua ini berkat upaya komulatif. Dari pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, vaksinasi yang terus berlangsung, operasi yustisi, dan lainnya. Mari kita sambil berdoa, semoga pandemi ini segera berakhir,” kata Ketua Satgas Kuratif COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi, kepada Koran Global News, Rabu (3/3/2021). Dr Joni mengatakan, bila upaya tersebut terus dilakukan , maka 1-2 bulan ke depan, Jatim diharapkan bisa mengendalikan Covid-19. “Saya menghimbau tiada henti kepada masyarakat agar tidak lengah mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, meskipun vaksinasi terus digalakkan. Sekali lagi mari kita bersamasama ‘memerangi’ Covid-19 ini,” katanya. Secara nasional, ada sebaran 6.808 kasus baru Corona di Indonesia pada Rabu (3/3/2021). Peringkat pertama Jawa Barat dengan 1.894 kasus, DKI Jakarta 1.437 kasus, Jawa Tengah 548 kasus, dan Jawa Timur 430 kasus. Total positif sendiri menjadi 1.353.834, sembuh 1.169.916, dan meninggal 36.721 kasus. Spesimen yang diperiksa ada 78.673 dengan jumlah suspek 69.631 orang. Kasus aktif Rabu kemarin men-
ing pandhé”, atau “demit ora ndulit setan ora doyan”, apakah itu keunggulan dan kelebihan? Tidak sekadar minta tanda tangan atau foto bersama. Di terminal, di pinggir jalan, berkerumun antre sesudah Maiyahan, di warung, sehabis kencing di toilet. Atau di mana-mana saja pun. Lantas apakah itu membuatmu menjadi penting? Menjadi “public figure”? Sebagaimana Lik Par menggelari saya Nabi kalau saya nyangoni dia 300 ribu. Wali kalau 200 ribu. Kiai kalau 100 ribu. Dan Ustadz lokal kalau 50 ribu? Ribuan Jamaah Maiyah minta diajari macam-macam dalam mimpi mereka. Ada yang kursus terbang. Ada yang transfer wirid dan hizib. Ada yang sembuh dari sakitnya sesudah bangun tidur. Ada yang berkerumun bersama ribuan Jin dan macam-macam makhluk lain mengikuti pengajian saya. Ada yang saya pindahkan ke tempat lain sejauh 25 km untuk menyelamatkannya dari suatu keadaan yang ia terpojok. Atau tamu dari Saudi Arabia jauh-jauh ke Klaten untuk menyampaikan titipan cincin dari Rasulullah Muhammad Saw. Lainnya pena rajah dari Imam Al-Ghazali. Lainnya lagi menyampaikan akik galih asem dari Kanjeng Sunan Kalijaga. Lainnya lagi membawa kotak kayu berisi cincin dari almarhum Syaikhona Kholil Bangkalan, bersamaan dengan titipan Kitab dan Pisang. Yang setelah saya buka isinya gumpalan batu-batu. Dan beribu macam yang aneh-aneh lagi yang tidak semuanya saya ingat apalagi saya catat. Itu semua tidak membuat kau dan aku jadi spesial, hebat atau sakti. Tidak membuatmu dan aku jadi “linuwih”. Meskipun kau sanggup merebahkan badan ribuan orang selapangan hingga telentang di punggungnya.
Meskipun kau seakan mampu menghentikan perang suku. Meskipun andaikan seperti Kanjeng Nabi kau membelah rembulan, tak terbakar oleh api seperti Mahabrahma Ibrahim atau membelah samudera seperti Nabi Musa. Itu semua bukan kau bisa. Yang terjadi adalah Allah menghendaki dan berkenan memperjadikan sesuatu semau-mau Ia. Innallaha ‘ala kulli syai`in Qadir. Mana yang lebih hebat makhluk-makhluk ghaib seperti Jin dan Malaikat itu adalah “the invisible creature” di sekitar kita, ataukah kita yang “the invisible men” di sekitar mereka? La Wedhon wala Jrangkong. Neither Wewegombel nor Sundelbolong. Itu semua sepenuh-penuhnya bergantung pada perkenan Allah atas apa pun yang kita alami. Bagi Jamaah Maiyah, rumus dasarnya jelas: Tak ada kuasa dan tak ada kekuatan kecuali di tanganNya Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. “Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ditulis kalimatkalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu pula.” Itu juga berlaku andaikan amal ibadahnya seluas tujuh samudera dan setinggi tujuh gunung, hak-Nyalah untuk menerima atau menolakmu. Dari Anas bin Malik
radhiallahu‘anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Wahai anak Adam, sepanjang engkau memohon kepada-Ku dan berharap kepada-Ku akan Aku ampuni apa yang telah kamu lakukan. Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika dosadosamu setinggi awan di langit kemudian engkau meminta ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni. Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau datang membawa kesalahan sebesar dunia, kemudian engkau datang kepada-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sebesar itu pula”. Tapi kau jangan take it for granted dan memastikannya dalam pertimbangan perilakumu. Sebab hak absolutnya tetap di tangan Allah. Allah mustahil mengingkari janji. Tetapi hak eksekusi atas pemenuhan janji itu tidak terletak di tanganmu, melainkan di keharibaan-Nya. Tidak ada yang kau dan aku sungguh-sungguh bisa lakukan. Jangan sekali-sekali bilang “Aku Bisa” tanpa mengingat hakikat bahwa sejatinya hanya Allah yang Maha Bisa. Di dalam kebudayaan Jawa ada idiom untuk kejiwaan manusia, misalnya “legowo”: menghampakan segala kepentingan diri untuk menerima sesuatu hal secara murni dan
penuh. “Nyegoro”: memperluas jiwa agar mampu memuat segala macam perasaan atau akibat-akibat apapun yang diakibatkan oleh kejadian dan pengalaman-pangalaman. Atau “mupus”: muatan hidup kita tinggal Allah, tidak ada ego atas hal apapun. Di dalam idiom-idiom “lokal” itu termuat seluruh dimensi makna keimanan dan tauhid. Itu adalah aplikasi psikologis dari prinsip “lillahi ta’ala”. Termasuk di dalam jiwa kita tidak ada sisa serbuk kesombongan, merasa bisa, merasa mampu, merasa hebat, merasa sakti. Meskipun Tuhan sendiri menyiapkan lima (5) sifat pemaaf atau pengampun yang berlaku langsung: Al-‘Afuwwu, Al-Ghofur, Al-Ghaffar, ArRo`uf, Al-Wadud. Dan banyak sifat Allah lainnya yang bersifat tidak langsung. Misal ArRahman dan Ar-Rahim, Maha Pemurah dan Maha Penyayang, yang bisa berakibat pengampunan. Atau Al-Fattah, Maha Pembuka Rahmat. Ar-Razzaq, Maha Penabur Rizki. Al-Basith, Maha Melapangkan, sehingga memaafkan. Dan banyak lagi. Tetapi kita jangan anggap enteng karena berpikir toh Allah Maha Pengampun. Hak mutlak Allah untuk menganugerahkan hidayah atau menyesatkan kita. Kalau tidak setuju, silahkan menjadi Allah. Sekarang daripada mengidap penyakit memuji diri, bagaimana kalau kita belajar memuji Indonesia saja. (*)
capai 147.197, berkurang 2.448 dari sehari sebelumnya. Yang menarik, terkait upaya menanggulangi Covid-19, satu tahun Covid-19, pencapaian program vaksinasi di Jatim juga tertinggi secara nasional. Sebanyak 42% daerah di Jatim pun masuk Zona Kuning alias risiko rendah. Berdasarkan data Gugus Tugas COVID-19 nasional pada Selasa 2 Maret 2021, sebanyak 16 kabupaten/ kota di Jatim atau sebesar 42% telah masuk zona kuning. Ke-16 kabupaten/kota tersebut yaitu Kab. Malang, Kab. Mojokerto, Kabupaten dan Kota Probolinggo, Kab. Bangkalan, Kab. Sumenep, Kab. Sampang, Kab. Pamekasan, Kab. Jember, Kab. Pasuruan, Kab. Bondowoso, Kab. Situbondo, Kab. Lumajang, Kab. Tulungagung, Kab. Bojonegoro, dan Kab. Lamongan. Selain itu, pada saat bersamaan, Jatim juga menduduki vaksinasi tertinggi di Indonesia di mana, berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI per 2 Maret 2021, capaian vaksinasi di Jatim mencapai 510.027 orang , kemudian berturut diikuti Jawa Tengah 435.059 orang, Jawa Barat 300.410 orang, dan DKI Jakarta 251.179 orang. Terkait hal ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku bersyukur atas capaian vaksinasi tertinggi yang dibarengi dengan makin bertambahnya zona kuning di Jatim. Menurut Gubernur
perempuan pertama di Jatim, hal itu merupakan wujud kerja keras dan gotong royong semua pihak baik pemerintah, masyarakat, dan TNI/Polri. Khofifah menambahkan, pihaknya juga mengapresiasi kedisiplinan masyarakat saat pelaksanaan PPKM 1 dan 2 serta PPKM Mikro periode pertama 9-22 Februari 2021 dan dilanjutkan sampai 8 Maret 2021. Penekanan penyebaran Covid-19 di Jatim merupakan wujud hasil yang baik dari penerapan PPKM maupun PPKM Mikro. “Alhamdulillaah saat ini ada 16 Kabupaten/Kota di Jawa Timur atau 42%-nya masuk ke dalam zona kuning. Sisanya sebanyak 22 Kabupaten/Kota masuk zona oranye, dan tidak ada yang masuk zona merah,” ungkap Gubernur Jatim yang akrab disapa Khofifah, di sela-sela kunjungan kerjanya pada acara sertijab Bupati Blitar, Rabu (3/3/2021). “Kita juga sangat bersyukur, capaian vaksinasi Jatim saat ini tertinggi. Ke depan kita berharap cakupannya akan semakin luas, utamanya bagi masyarakat yang termasuk prioritas bisa segera mendapatkan vaksinasi,” katanya. Sejumlah daerah sebelumnya sudah jauh hai bebas dari zona merah dan orange. Misalnya Pamekasan yang sejak September 2020 lalu sudah masuk zona kuning. Saat itu dari 13 kecamatan yang ada di Pamekasan 8 kecamatan sudah berada dalam
zona kuning atau tingkat risiko rendah dan sisanya 5 kecamatan berada dalam zona orange atau tingkat risiko sedang. Tidak ada satu pun kecamatan yang berada dalam zona merah atau risiko tinggi. Dr Marsuki, Plt Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan saat mendampingi Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengungkapkan bahwa pola penanganan terhadap penderita Covid 19 kini sudah berubah. Kalau sebelumnya semua orang yang terkonfirmasi positif harus dirawat atau dikarantina di rumah sakit, kini bagi yang sehat atau Orang Tanpa Gejala (OTG) harus isolasi mandiri. “Sesuai dengan pedoman yang baru, dulu semua covid itu kan dirawat, sekarang kalau OTG artinya orangnya sehat tapi dia terinfeksi covid, dia diisolasi mandiri di rumah dengan tetap dalam pengawasan dokter. Dilihat dari jumlahnya lebih banyak yang isolasi mandiri dibanding yang masih dirawat itu,” kata Dr Marsuki. Semakin baiknya angka kesembuhan, lanjut Marsuki, disebabkan masyarakat sudah mengetahui tata cara mencegahnya maupun bagaimana tata cara membunuh virus yang masuk dalam dirinya. Yakni dengan menjaga daya tahan tubuh yang baik dan masyarakat kini sudah mengetahui tata cara meningkatkan daya tahan tubuh. “Dengan istirahat yang teratur, asupan makanan yang
cukup gizi dan vitamin yang dibutuhkan. Olahraga teratur, menjaga pikiran yang tenang. Jadi masyarakat kini sudah tahu mungkin tata cara mengatasi dan meningkatkan imunitas jika terpapar corona. Jadi jangan semakin stres jika terkena covid,” tandasnya. Bagaimana dengan usia penderita? Usia tua atau muda sama saja terpapar Covid-19, yang penting menjaga imunitas. Dia menegaskan usia tua memang lebih rentan. Namun dengan imunitas yang baik, akan bisa bertahan namun jika imunitas lemah kecapaian kelelahan, maka sekalipun usia muda akan mudah terjangkit. Selain karena baiknya kesadaran masyarakat, kata Marsuki, bagusnya kenaikan kesembuhan karena perubahan pedoman penanganan penderita Covid-19. Kalau sebelumnya pasien dinyatakan sembuh jika negatif dua kali tes swab, kini pasien dinyatakan sembuh sekalipun tanpa tes swab apabila sudah menjalani isolasi 15 hari, dan selama dalam isolasi kondisi fisik sehat.
secangkir kopi
Merindukan Artidjo Alkostar
Pimpinan Umum/ Pemimpin Redaksi/penanggung jawab : Erfandi Putra Wakil Pimpinan Redaksi/pimpinan perusahaan: Gatot Susanto Redaktur Pelaksana : Titis Tri Wahyanti Redaktur: Fathurrochman Al Aziz, Agung Kusdyanto, M Nasir Biro Jakarta: Djauhari Effendy DEWAN REDAKSI : Erfandi Putra, Gatot Susanto, Titis Tri Wahyanti KONSULTAN HUKUM : Andi Heriyanto SH
Jabar Kena Corona B-117 Sementara itu, virus Corona B117 ditemukan di Kabupaten Karawang. Pemprov Jabar mengungkapkan virus varian baru dari Inggris tersebut menjangkiti dua warga Karawang yang baru saja bepergian dari luar negeri. “Datanya baru dua orang, karena virus varian ini pasti
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun. Tepat pada 28 Februari 2021, Artidjo Alkostar meninggal dunia. Sang Hakim Agung yang bersih ini dikabarkan meninggal karena, sakit jantung dan paru-paru. Beliau meninggal dunia di kamar apartemennya Springghill Terace yang berlokasi di Jakarta Utara, tepat pada usia 70 tahun. Meninggalnya beliau ramai dibicarakan di segala media sosial yang ada karena sifat beliau yang perlu diteladani. Mengapa? Karena kehidupan sehari-harinya jauh dari “potret” bahwa dirinya seorang hakim. Biasanya kita memandang sejumlah seorang hakim itu “mentereng” dalam segala hal. Potret Artidjo tidaklah demikian. Sederhana. Itu kesan banyak orang yang mengenalnya. Dia seorang ahli hukum Indonesia yang terkenal akan kejujurannya dan ketegasannya dalam menegakkan hukum di negara kita Indonesia. Beliau tidak segan dalam memberi hukuman yang lebih berat dari biasanya kepada para koruptor yang mengajukan banding. Beliau adalah sosok yang berani di dunia hukum negara kita Indonesia. Lagi dan lagi beliau Artidjo Alkostar adalah seorang penegak hukum yang penuh integritas. Karena beliau adalah sesosok penegak hukum yang sangat tegas dalam memberikan hukuman, para koruptor menjulukinya algojo. Beliau sendiri tidak ragu untuk menjatuhkan hukuman berat kepada para koruptor tanpa peduli pada peta kekuatan dan backup politik. Karenanya kalau ada koruptor dalam perkaranya ada hakim Artidjo, celakalah yang koruptor. Pasti
Gugat...
Erfandi Putra Pemimpin Redaksi
hukumannya berat. Setimpal dengan perbuatannya, tanpa ada kompromi. Ternyata tidak hanya kejujuran dan keberaniannya dalam menegakkan hukum di Indonesia dan sosok pengayom bagi keluarganya, beliau terkenal dengan kehidupan yang sederhana. Sudah bekerja di Mahkamah Agung Republik Indonesia selama 18 tahun, harta yang dimiliki beliau hanya terdiri dari 2 bidanh tanah di Sleman, 1 sepeda motor dengan merk honda astrea, 1 mobil dengan merk chevrollet serta harta bergerak lainnya. Bahkan Ekonom senior Faisal Basri menilai saat ini hampir mustahil untuk menemukan sosok pejabat sederhana seperti Artidjo Alkostar. Negara ini memang membutuhkan Artidjo-Artidjo yang baru. Kita butuh “lahirnya” lagi Artidjo baru. Apalagi, korupsi di Negara yang kita cintai ini masih belum ada tanda-tanda berkurang. Kita ingin ada lagi, hakim yang menjatuhi hukuman para koruptor dengan berat, seperti yang dilakukan oleh almarhum kepada para koruptor. Dalam karirnya sebagai hakim agung sejak tahun 2000, Artidjo telah memutus 19.708 berkas perkara dan banyak di antaranya kasus korupsi yang mengundang perhatian masyarakat di negara kita Indonesia. (*)
hubungan Wulan Guritno dan Adilla terlihat masih terjalin baik. Keduanya masih kompak. Bahkan kemarin mereka masih terlihat bertemu dalam sebuah acara keluarga. Saat itu saudara kandung Wulan, Danar Guritno merayakan hari ulang tahun anak keduanya. Wulan Guritno terlihat kompak menghadiri acara itu bersama suami dan anak-anaknya, Shaloom, London Abigail, dan Jeremiah. “Happy 2nd birthday baby love @kianelijahguritno. @ danarguritno @gadiscsadiqah @sharazaaa @adilladimitrihardjanto,” tulis Wulan Guritno pada unggahan di Instagram seperti dilihat Rabu 3 Maret 2021. Dalam foto tersebut, Wulan dan suami memang tidak terli-
hat berdiri berdekatan. Namun, kekompakan keduanya saat menghadiri acara tetap terlihat. Hingga saat ini, tidak diketahui apa penyebab wanita 39 tahun itu menggugat cerai suaminya. Apalagi, selama hampir 12 tahun menikah, rumah tangga mereka bisa dikatakan cukup jauh dari gosip miring. Soal gugatan perceraian tersebut, Humas PA Jakarta Selatan, Taslimah, mengatakan bahwa Wulan Guritno dan Adilla Dimitri tinggal di alamat yang berbeda. “Kalau mengenai alamat, Sri Wulandari itu beralamat di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Sedangkan di dalam gugatan tersebut, tergugat Adilla Dimitri di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan. Bisa dilihat sendiri, keduanya beralamat yang berlainan,” kata Taslimah di kantonya, kemarin. * kcm, wis
impor, bukan varian mutasi lokal,” kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Rabu (3/3/2021). Kang Emil --sapaan Ridwan-- tak menjelaskan umur dari kedua orang warga Karawang yang terjangkit virus Corona B117. Namun yang pasti, kata dia, dua orang tersebut kini masih menjalani isolasi di rumah masing-masing. “Masih diisolasi. Di rumah masingmasing,” kata Emil. Emil menuturkan untuk saat
ini pihaknya sudah meminta Dinas Kesehatan untuk berkoordinasi dengan Universitas Padjajaran (Unpad) melakukan penelitian. Hal ini dilakukan guna menentukan langkah yang diambil Pemprov Jabar dalam menghadapi virus ini. “Kemudian bagaimana treatment kami sudah minta Kadinkes bersama Unpad untuk melakukan kajian. Kalau virus itu datang ke Jawa Barat, bagaimana nasihat buat kami-kami dalam merespons treatment-nya. * fan, mas
► Sambungan hal 1
WARTAWAN KOTA: Purnomo Siswanto, Siti Soelistyani FOTOGRAFER: M. Zacky KEPALA BIRO PAMEKASAN: Masdawi Dahlan BIRO DAERAH: BANGKALAN/SAMPANG: Zacky SIDOARJO: Lukman GRESIK: Asepta Yoga Permana MALANG RAYA : Hanan Jalil MOJOKERTO KAB/KOTA : Bambang Sujarwanto NGANJUK : Iskandar Zulkarnaen Kediri KAB/KOTA : Iskandar Zulkarnaen JOMBANG: M. Fatoni. PASURUAN : Haifur TUBAN : Chusnul Huda BLITAR: Gatut Wiratmoko MAGETAN : Teguh Aryanto BANYUWANGI : Edhi Prasetyo bOJONEGORO: Ahmad Sampurno. BANDUNG : Adam Permasa LAYOUT/DESAIN GRAFIS: Agus Supriyanto IT SUPPORT: Sapto Utomo KEUANGAN: Febri Indarwati Marcomm/Admin: Ismaindah SIRKULASI & PEMASARAN: Syahrizal PENERBIT: PT GLOBAL MEDIA PRIMA KANTOR: Jl Cipta Menanggal VI/7 Surabaya, Telp. (031) 8281712, e-mail: gnewsredaksi@gmail.com website: www.global-news.co.id PERCETAKAN: PT MEDIA NUSANTARA PRESS, Jl. Rungkut Industri III No. 49 Surabaya, Telp. (031) 8496867 Wartawan KORAN GLOBAL NEWS dilengkapi dengan identitas berupa ID Card / Kartu Pers
minggu ke-286 4 - 10 MARET 2021
SIDOARJO-GRESIK-MOJOKERTO
3
Walimurid Izinkan Anak Tatap Muka MOJOKERTO (GN)-Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) pada sejumlah sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kota Mojokerto awalnya menuai polemik, sedikit sedikit menuai dukungan. Sebagian walimurid yang awalnya menolak akhirnya justru mengizinkan putra-putri mereka mengikuti pembelajaran. Pembelajaran digelar secara serentak sejak Senin sampai Rabu (3/3/2021). Selama beberapa pelaksanaan tersebut protokol kesehatan diterapkan dengan ketat. Upaya sekolah dan Dinas Pendidikan setempat mencegah kerumunan dalam proses PTMdilakukan dengan cara sistem belajar yang dibagi 2 sesi. Setiap sesi rombongan satu dengan rombongan dua tidak bisa bertemu baik saat pulang dan datang. Karena saat proses pulang ada jeda waktu antara rombongan pelajar sesi pertama dengan rombongan kedua. Salah seorang walimurid SDN Gedongan, Muhammad, di hari pertama melarang anaknya ikut PTM. Namun pada hari ketiga, ia sudah membolehkan anaknya masuk sekolah. “Begitu prokes diterapkan secara ketat, dan tidak ada kerumunan di kalangan murid, saya izinkan anak saya tadi masuk sekolah. Semoga, Corona cepat pergi dari Mojokerto, biar proses PTM bisa kembali normal seperti sebelum ada Corona,” katanya. Salah seorang SDN Gedongan bernama Agus yang mengikuti PTM sejak awal mengatakan, semula dia agak kurang bebas dalam mengikuti pembelajaran. Karena, di dalam
GN/Istimewa
Tanah dekat makam Paman Sunan Giri Gresik longsor.
Akses Jalan Makam Paman Sunan Giri Longsor
Ist
Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari dan rombongan sidak PTM diberbagai sekolah di Kota Mojokerto
kelas dia harus menggunakan masker, face shield membuat pikirannya dia kurang fokus ke materi pelajaran yang diberikan gurunya. “Kan saya kadang-kadang membuka face shield-nya agar tak pengab. Namun di hari ketiga ini saya suda bisa beradaptasi, dan saya bisa fokus memperhatikan penjelasan guru saya,” katanya. Untuk diketahui, awal dilakukan PTM, Walikota didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Amin Wachid, Ketua DPRD Kota Mojokerto, Sunarto dan Komisi III DPRD Kota Mojokerto sidak ke berbagai sekolah, baik SD dan SMP di Kota Mojokerto. Walikota Mojokerto Ika Puspitasari yang meninjau pelaksanaan PTM di berbagai sekolah merasa bersyukur karena pembelajaran diberbagai sekolah berjalan sesuai program. “Kami sangat lega, PTM berjalan lancar semoga hari-
hari berikutnya semakin lancar. Meskipun, proses PTM dengan menggunakan prokes yang ketat,” katanya. Walikota dan rombongan dari dekat proses PTM apakah bisa berjalan lancar atau belum. Di antara sekolah yang ditinjau Walikota dan rombongan yakni SDN Gedongan, SD Katolik Wijana Sejati dan SMPN 2 Kota Mojokerto. Selaoin itu, kehadiran rombongan untuk memastikan apakah PTM menerapkan prokes ketat atau tidak. Ada 63 SD dan 19 SMP Negeri maupun swasta yang melaksanakan PTM secara serentak. Selama PTM satu kelas maksimal boleh diisi 50 persen.Dan yang 50% saja harus dilakukan pembelajaran pada versi yang berbeda. PTM dibagi menjadi dua sesi, setiap sesi dijadwalkan masuk di jam dan hari yang berbeda. Antara sesi 1 dan sesi 2 tidak dipertemukan agar tidak terjadi kerumunan.bas
GRESIK (GN)-Akses jalan menuju makam paman Sunan Giri di Desa Gending, Kecamatan Kebomas, Gresik, kembali longsor, Rabu (3/2/2021). Kondisinya mengkhawatirkan. Jalan yang dikelilingi jurang itu tidak bisa dilintasi kendaraan sama sekali sebab tanah ambles terkena longsor. Jalan menuju makam, peziarah harus melintasi jalan setapak dan sempit. Jika tidak berhati-hati pejalan kaki bisa terperosok jatuh ke dalam jurang yang terkena longsor. Karena akses sulit, pengunjung atau peziarah yang datang ke
makam semakin sedikit. Kondisi yang lebih parah, terlihat di area dekat makam kerabat Sayid Abdurrahman. Makam itu nyaris terkena longsor. Jarak antara longsor dan makam hanya beberapa meter saja. Juri Kunci Makam Sayid Abdurahman Paman Sunan Giri, Syaifuddin, mengatakan longsor kembali terjadi Rabu (3/3/2021) pukul 05.00 WIB. Beberapa warga yang melihat kejadian tersebut sempat mendokumentasikan. Longsor itu juga, disebut memutus akses jalan ke rumah warga dan masjid. “Sebenarnya awal longsor
terjadi pada tiga tahun lalu. Saat itu tingkat kerusakan tidak separah sekarang. Akses jalan masih bisa dilewati kendaraan roda dua,” kata Syaifuddin saat ditemui di lokasi. Syaifuddin menuturkan, longsor disebabkan akibat curah hujan yang sangat tinggi. Biasanya, jika satu hari terjadi hujan deras, malam atau paginya terjadi longsor. Lambat laun, ia juga khawatir longsor akan berdampak ke kediamannya dan makam Paman Sunan Giri itu. “Khawatir juga, sempat berpikiran untuk mengungsi ke bawah. Lama-lama jelas ba-
haya, wong dapur saya sudah terkena. Apalagi di sini ada 3 rumah yang dihuni belasan orang,” terangnya. Sedangkan di area makam Paman Sunan Giri sendiri sebenarnya tidak terdampak besar. Di depan tangga makan hanya terlihat retakan longsor saja. Namun agar tidak menimbulkan korban jiwa, juru kunci menutupi kayu balok agar peziarah tidak melintasi gerbang tersebut. “Ada satu makam kerabat Sayid Abdurohman yang hampir terkena longsor. Jaraknya hanya beberapa meter saja,” tuturnya.sjt
Gubernur...
tuan yang bisa dimanfaatkan oleh warga. Kedatangan Gubernur perempuan pertama di Jatim itu, langsung disambut oleh para warga yang sudah berkumpul menunggu kehadiran Mantan Menteri Sosial tersebut. Seusai berdialog dengan warga, membagikan sembako, masker serta alat tulis kepada anak-anak, Gubernur Khofifah menyatakan, bahwa curah hujan yang melanda beberapa daerah di Jatim merupakan bentuk dari bencana Hydrometeorologi. Namun, Pemprov Jatim dan Pemkab Jember tidak tinggal diam dan melakukan sejumlah langkah antisipatif seperti segera melakukan pengerukan terhadap sungai akibat sedimentasi atau banyaknya endapan lumpur di sungai. Maka, dalam waktu dekat Khofifah-- sapaan akrabnya--
meminta untuk dilakukan pengerukan secara berkala terhadap seluruh sungai. “Pak Bupati membutuhkan bantuan berupa eskavator dan segera akan kami kirimkan . Nanti saya minta tim PU SDA Jember bisa berkoordinasi dengan tim dari PU SDA Prov. Jatim,” ungkapnya. Khofifah menyebut, selain pengerukan terhadap sedimentasi sungai juga harus dicek plengsengan plengsengan tepi sungai. “Untuk itu, seluruh dinas terkait harus saling berkoordinasi mencegah sekaligus mengantisipasi jika terdapat curah hujan yang cukup tinggi agar tidak terjadi banjir atau bencana lainnya, “ tegasnya. Bupati Jember Hendy mengemukakan, setidaknya ada dua faktor penyebab banjir di Jember. Penyebabnya yakni
sedimen lumpur di dalam sungai dan saluran-saluran air yang tertutup. Berdasarkan data dari BPBD Kab. Jember, air ketiga sungai itu meluap di lokasi, yakni Sungai Kalijompo meluap di Kec. Kaliwates, Kec. Patrang, Kec. Sukorambi. Sungai Dinoyo di Kec. Rambipuji. Lalu Sungai Petung di Kec. Bangsalsari berdampak terhadap sejumlah kerusakan antara lain Rumah terdampak 155 unit, fasum terdampak 4 unit (tempat ibadah), rumah rusak ringan 1 unit, rumah rusak sedang 1 unit dan jembatan rusak berat 1 unit. Gubernur Khofifah melalui BPBD Prov. Jatim menurunkan bantuan berupa sejumlah sembako dan masker sekaligus membagikan 80 kontainer paket kebersihan yang bisa digunakan warga pasca banjir. gas
yang lebih sehat. Tapi perlu diingat bahwa kebugaran dan diet bukanlah satu-satunya ukuran kesehatan. Lingkungan tempat tinggal juga mendukung kesehatan seseorang, termasuk pilihan gaya hidup yang mereka jalani. Berdasarkan hal-hal tersebut, tim YouGov di Lenstore menganalisis 44 kota di seluruh dunia untuk mengungkap di mana kota yang lebih mudah untuk menjalani gaya hidup sehat secara keseluruhan. Pengukuran itu melibatkan 10 metrik kehidupan sehat, termasuk tingkat obesitas hingga tingkat polusi. Masingmasing metrik diberi skor lalu digabungkan untuk mendapatkan skor total 100. Skor ini
digunakan untuk menentukan peringkat 44 kota, mana yang terbaik untuk hidup sehat. Dari situ didapatkan hasil bahwa Amsterdam merupakan kota tersehat di dunia. Ibu kota Belanda ini dikenal sebagai kota ramah pesepeda. Di sana orang-orang lebih memilih bepergian dengan sepeda, jalan kaki, atau menggunakan transportasi umum. Tak heran, orangorang di sana memiliki tubuh yang sehat. Tingkat obesitasnya hanya 20,4 persen. Sementara itu, ibu kota Indonesia yakni Jakarta menempati posisi ke-17. Tingkat obesitas di Jakarta terbilang rendah yakni 6,9 persen. Kemudian angka harapan hidupnya adalah 68,5 tahun.
Di Jakarta juga terdapat 114 aktivitas luar ruang yang dapat dilakukan masyarakat. Selain itu, ada 833 tempat yang dapat dikunjungi masyarakat untuk melakukan aktivitas luar ruang. Untuk membayar keanggotaan gym, Jakarta juga terbilang lebih murah dibandingkan kota lain seperti Madrid atau Seoul, yang peringkatnya berdekatan dengan Jakarta. Setiap bulan, rata-rata orang harus mengeluarkan Rp 514 ribu untuk gym. Sayangnya, poin yang masih buruk dari Jakarta adalah tingkat polusi. Skor polusi di Jakarta adalah 84.39. Jumlahnya jauh lebih tinggi dibandingkan Madrid 52.68 dan Seoul 57.82. (*)
Manipulasi Faktur, Perusahaan Menunggak Pajak Rp 2,6 M SIDOARJO (GN)-Gara ketahuan menggunakan faktur pajak yang tidak sesuai transaksi, sebuah perusahaan di Sidoarjo berinisial PT WIK merugikan negara hingga Rp 2,6 miliar. Pelanggaran itu dilakukan sejak Januari 2018 hingga Mei 2019. PT WIK, perusahaan yang berada di Buduran, Sidoarjo , kini tengah menghadapi penyidikan yang dilakukan Kanwil DJP Jawa Timur II dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo. Ada tiga orang tersangka dalam perkara ini. Mereka adalah YGS selaku Komisaris di PT WIK, NEI sebagai Direktur WIK, dan DY selaku pihak yang membuatkan SPT dan mencarikan faktur tidak sesuai yang digunakan
Kocak... ► Sambungan hal 1 Dalam video itu terlihat dua remaja putri berboncengan disetop saat akan memasuki area kantor polisi. Terdengar salah seorang petugas mengatakan jika area yang dimasuki kedua remaja putri itu adalah kantor polisi. "Ini kantor polisi mbak bukan kafe. Lihat lampulampu banyak kayak gini dikira kafe, mbaknya lucu deh. Ini kantor polisi mbak," kata petugas dalam video tersebut, seperti dikutip detikcom, Senin (1/3/2021). Sontak kedua remaja putri itu tertawa terbahak dan tersipu malu. Peristiwa itu terjadi di Mapolsek Pekalongan Selatan pada Sabtu (27/2/2021) malam. Ternyata peristiwa itu tak hanya terjadi sekali. Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol Basuki menyebut
oleh perusahaan tersebut. “Perkaranya sudah P21 dan tiga tersangkanya sudah kami serahkan ke kejaksaan untuk selanjutnya disidangkan,” kata Kepala Kanwil DJP Jatim II, Lusiani, Rabu (3/3/2021). Menurut Lusi, modus yang digunakan tersangka YGS dan NEI dalam perkara ini adalah melakukan pemesanan dan pembelian faktur pajak yang tidak berdasar transaksi sebenarnya. Pemesanan dilakukan melalui perantara SW dengan identitas pengusaha kena pajak (PKP) atau pihak penjual PT BPS, PT GPI, PT CAC, PT FOB, dan PT BDS. “Sedangkan tersangka DY adalah pihak yang membuat laporan perpajakan SPT
banyak pemotor yang kecele karena melihat kerlapkerlip lampu di Mapolsek Pekalongan Selatan. "Kalau warga, sering nyasar, iya dikira kafe. Kalau malam, lampu-lampu ini terlihat dari jalan. Kebanyakan ABG," kata Basuki saat dimintai konfirmasi, Senin (1/3/2021), seperti dikutip detik.com. Basuki menyebut tak hanya saat malam hari, banyak juga warga yang salah sangka saat siang hari. Rata-rata mereka yang mengurus pembuatan SKCK dan memesan kopi atau teh di kafe yang disediakan polisi yang menjadi barista. "Banyak warga yang menunggu layanan kita, ke tempat ini. Mereka pesan kopi atau teh, namun saat bayar ditolak anggota kami. Tapi ya itu saat mau bayar anggota kita menolaknya, karena gratis," tambah Basuki. Basuki mengakui tengah
Masa PPN dimaksudkan untuk mengurangi jumlah kewajiban pembayaran PPN,” urainya. Perkara ini juga terkait dengan kasus tindak pidana perpajakan yang sedang ditangani oleh Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kantor DJP Pusat. Beberapa perusahaan dan pihak penyedia faktur bukan sebenarnya itu terungkap di sana, kemudian merembet ke Sidoarjo. “Setelah diketahui ada perusahaan di Sidoarjo juga memakai jasa perantara tersebut, serta menggunakan faktur pajak yang tidak sesuai, kemudian petugas melakukan penyelidikan,” ungkap Kabid P2P Kanwil DJP Jatim II, Irawan.trb
berupaya mengubah image kantor polisi sejak menjabat di Polsek Pekalongan Selatan. Dia berharap warga lebih familier dengan polisi. "Ya, kita ingin ubah image itu. Kantor polisi agar lebih disukai warga, terutama kalangan anak muda, agar kita juga mudah dalam melakukan sosialisasi terkait hukum," harapnya. Dia pun senang dengan wajah baru Mapolsek Pekalongan Selatan ini banyak warga yang tidak sungkan datang ke kantornya. Baik untuk membuat SKCK atau meminta layanan lainnya. "Dengan pendekatan semacam ini, warga tidak takut atau sungkan lagi untuk datang ke kantor polisi," jelasnya. Pantauan di lokasi, Mapolsek Pekalongan Selatan ini memang terlihat bak kafe. Halaman yang tadinya berupa kebun kini sudah diaspal dan sebagian dibuat taman sehingga tertata apik. (*)
► Sambungan hal 1 dan Rambipuji, meluap. Satu dari ratusan rumah yang kebanjiran tersebut merupakan kediaman Bupati Jember yang baru dilantik, Hendy Siswanto. Saat melakukan peninjauan lokasi banjir, orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut melihat langsung genangan banjir sudah surut total. Kegiatan masyarakat normal kembali. Mereka melakukan pembersihan bekas air bah. Tampak di sekitar area terdampak banjir, Tagana Dinsos Kab. Jember mendirikan dapur umum di Mako Tagana yang lokasinya di belakang Hotel Ardi Chandra dengan logistik dari BPBD Kab. Jember serta menyalurkan beberapa ban-
Berikut... ► Sambungan hal 1 termasuk gaya hidup masyarakat perkotaan yang menjadi lebih sehat. Berdasarkan studi yang dilakukan YouGov, hampir setengah dari orang Inggris memiliki resolusi dengan adanya pandemi ini. Seperti dikutip detik.com, Rabu (3/3/2021), mereka umumnya ingin meningkatkan kebugaran (47%), menurunkan berat badan (44%), dan memperbaiki pola makan (41%). Dengan kata lain, orang-orang memiliki harapan untuk dapat merawat diri dengan lebih baik. Mereka mulai mendaftarkan diri ke gym atau makan makanan
MADURA
4
minggu ke-286
4 - 10 MARET 2021
Pemkab Datangkan Tim Ahli Perbaiki Jalan Ambles
PAMEKASAN (GN)-Jalan Raya Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura amblas sepanjang 20 meter. Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Pasean beserta stakeholder pun sudah mengunjungi lokasi dan berkoordinasi mengatasi hal tersebut. Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengaku sudah mengkaji kondisi jalan yang retak itu. Menurutnya, dalam waktu dekat, Kepala Dinas PUPR Pamekasan, akan mengerahkan alat berat ke lokasi untuk mengeruk sebagian titik bahu dan badan jalan yang amblas. "Kami akan mendatangkan tim ahli untuk menambal lapisan tanah yang retak ini. Setelah dipastikan kondisi tanahnya baik, kemudian baru kita tangani," ujar Baddrut Tamam, Rabu (3/3/2021). Bupati meninjau lokasi tersebut saat melihat langsung ben-
GN/Masdawi
Bupati Baddrut Tamam meninjau jalan raya Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura yang ambles.
cana longsor yang menimpa santri Pondok Pesantren An-Nidhomiyah asuhan KH Muhedi di Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean–sekitar 45 kilometer ke arah utara Kota Pamekasan, Rabu (24/2/2021) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Bupati juga menemui korban serta pengurus pesantren. Kondisi jalan raya tersebut, terpantau ambles sepanjang 20
meter dan bagian tengahnya tampak terbelah dua. Retakan jalan yang terbelah dua itu, tampak menganga. Amblasnya jalan raya tersebut diduga akibat derasnya hujan yang mengguyur wilayah setempat, lalu aliran airnya masuk ke rongga-rongga jalan. Pemotor yang hendak melintas di jalan tersebut, bisa melewati bagian sisi kiri dan kanan jalan yang
tidak retak. Namun, tetap harus berhati-hati. Jalan raya yang amblas ini merupakan salah satu akses jalan yang menghubungkan dua kecamatan. Yaitu, Kecamatan Waru dan Kecamatan Pasean. Kepala Dinas PUPR Pamekasan, Cahya Wibawa mengatakan perbaikan jalan raya yang retak itu harus mengeruk terlebih dahulu bagian mate-
rial yang sudah ambles. Kemudian, ditimbun tanah sebagai dasarnya. Selepas itu, akan dilapisi aspal baru. "Prediksi saya, kemungkinan ada rongga di bawah aspal yang sudah amblas ke bawah. Air yang harusnya masuk ke gorong-gorong, justru masuk ke sela jalan lain di sini," ujarnya. Sedangkan, Camat Pasean, Munafi menyebut bahwa Pemkab Pamekasan telah merencanakan perbaikan jalan raya yang retak tersebut. Menurut dia, amblasnya jalan raya tersebut, lantaran kondisinya memang sudah memprihatinkan. Ustadz Maimon, Pengasuh Ponpes An-Nidhomiyah mengaku sebelum longsor, 5 korban sempat dibangunkan santriwati lain. Namun belum sempat bangun, suara petir terdengar keras. Bersamaan dengan itu, longsor terjadi dari atas tebing dengan ketinggian sekitar 25 meter. Longsoran itu kemudian menimpa dan menimbun dua kamar santriwatinya. Dua santriwati korban longsor asal Jember itu masih bersaudara.mas
Kunker DPD RI Baddrut Tamam Unjuk Program dan Prestasi PAMEKASAN (GN)–Bupati Pamekasan Baddrut Tamam Kamis (25/2/2021) menerima kunjungan kerja Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattaliti di Pendopo Agung Ronggosukowati. Kedatangan La Nyalla ke Pamekasan sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya ke berbagai provinsi guna menyerap informasi dari daerah. Dalam sambutannya Baddrut Tamam mengungkapkan musibah covid 19 membuat beberapa rencana program pembangunan di Pamekasan mengalami kelambatan. Pengangguran naik, ekonomi lambat dan kabupaten ini dituntut melakukan inovasi dan kreasi agar ekonomi tetap jalan dan pada saat bersamaan covid 19 tidak terlalu menyebar lebar. Kearifan, kebijaksanaan dalam membangun dan mendorong percepatan ekonomi dan memperlambat laju pandemic, kata Baddrut Tamam, membutuhkan manajemen yang tidak mudah. Kodrat manusia yang komunal, sementara pandemik tidak menginginkan manusia berdekatan menuntut kebijaksanaan yang luar biasa oleh seorang pemimpin. “Semoga melalui pertemuan kali ini, Ketua DPD RI bisa memberikan taushiyah, gambaran bagaimana semestinya dilakukan oleh Pemkab. Dan atas nama Pemkab dan seluruh masyarakat di Pamekasan, menyampaikan selamat datang di Pamekasan, kami semua bangga dan bahagia atas berkenannya ketua DPD RI berkenan hadir di kabupaten ini,” katanya. Dalam kesempatan itu Baddrut Tamam menyampaikan tentang lima prioritas pembangunan yang dijalanannya, yakni reformasi birokrasi, kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan ekonomi. Lima prioritas itu semua sama sama penting. Karena lima prioritas itu didorong bersama dan berkat kerjasama semua stakeholder beberapa capaian positif telah bisa diraihnya. Sebelum 100 hari memimpin, Pamekasan sudah punya mall pelayanan public. Sebagai ikhtiar untuk memberi service excellent. Di bidang ekonomi ada 10 ribu pengusaha baru dengan memakai program desa tematik, sebagai wujud partisipasi dalam pembangunan.mas
Beri Dorongan dan Motivasi, Baddrut Pamekasan Bersholawat Untuk Kesuksesan Pembangunan Tamam Sambangi Desa-Desa Tematik
PAMEKASAN (GN)–Masih ingat gerakan Pamekasan Bersolawat yang dicanangkan Bupati Baddrut Tamam awal tahun 2020 lalu? Akibat Pandemi Covid 19 kegiatan itu dihentikan sementara. Namun mulai Kamis (25/2/2021) malam kegiatan keagamaan itu kembali diaktifkan oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, di Mandhepa Agung Ronggosukowati. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah utusan dari Ormas Islam, MUI, Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pengasuh pondok pesantren, para camat dan kepala desa di setiap kecamatan dan desa se-Pamekasan. Kabag Kesra Setdakab Pamekasan, Khalifaturrahman menjelaskan, gerakan Pamekasan bershalawat dilaksanakan secara virtual melalui zoom meeting, pusatnya dilakukan di Pendopo Pamekasan. Masyarakat Pamekasan mengikutnya di pendapa kecamatan dan disiarkan melalui aplikasi Youtube. “Insya Allah kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Tentunya dengan tetap mematuhi prokes covid-19. Gerakan Pamekasan bersolawat telah dilaunching pada 26
GN/Masdawi
Bupati Baddrut Tamam saat memberi sambutan dalam kegiatan Pamekasan Bersholawat.
Februari 2020. Saat itu Gerakan Pamekasan Bersolawat tersebut digelar secara serentak di 178 desa dan 13 kecamatan se kabupaten Pamekasan. Namun karena covid akhirnya tertunda dan alhamudillah kini telah mulai diaktifkan,” katanya. Bupati Pamekasan dalam sambutannya mengatakan latar belakang gerakan Pamekasan Bersolawat ini dilakukan agar program pembangunan di daerahnya terselenggara dengan sukses. Ihktiar lewat kinerja fisik, kata dia, belum cukup. Perlu memanjatkan doa untuk mengetuk pintu langit. Karena itu gerakan Pa-
mekasan Bersolawat ini dilakukan. Sejumlah tokoh dan Forkopimda secara bergantian membaca solawat. Kemudian diikuti jamaah. Mereka khusyuk bersolawat sebagai bentuk kecintaannya kepada Rasulullah SAW. Gerakan Pamekasan bersolawat ini, kata Baddrut Tamam, merupakan salah satu ikhtiar yang bersifat spiritual untuk mewujudkan keberhasilan pembangunan di Kabupaten Pamekasan. Baddrut Tamam menjelaskan, hakikatnya pelaksanaan pembangunan bisa dilakukan dengan dua pendekatan. adv,mas
PAMEKASAN(GN)-Bupati Pamekasan Badrut Tamam, Senin (1/3/2021) sore mengunjungi sejumlah desa yang sudah menjalankan program Desa Tematik. Desa yang dikunjungi antara lain Desa Kelompang Timur dan Desa Bajang Kecamatan Pakong. Dengan didampingi oleh sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di Desa Klompang Timur Badrut Tamam meninjau program pengembangan tanaman alpukat, sedangkan di desa Bajeng meninjau lokasi Wisata Sawah dan Bukit Desa Brukoh. Sekedar diketahui salah satu program unggulan Pemkab Pamekasan untuk mendongkrak kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Pemkab Pamekaasan membuat program desa tematik. Dalam program ini setiap desa didorong untuk memiliki unggulan program pengembangan ekonominya. Baik wisata pertanian, peternakan atau yang lainnya. Sejumlah desa sudah menyatakan kesiapannya menjalankan program desa tematik ini, bahkan ada yang telah mendapatkan penghargaan tingkat propinsi yakni Desa Bunder Kecamatan Pademawu dengan pro-
GN/Masdawi
Badrut Tamam saat berada di Wisata Bukit Brukoh Desa Bajang Pakong
gram kristalisasi garam yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) desa tersebut. “Kita datang kelokasi tempat penanaman alpukat yang luar biasa, kita sedang melihat secara langsung potensi ekonomi yang dikembangkan oleh Pak Kades Klompang Timur. Hari ini kita akan juga melanjutkan perjalanan ke desa wisata Bajang kemudian kita akan berdiskusi nanti malam tentang beberapa model pendekatan yang mau kita lakukan,” katanya. Dia mengatakan semua desa tematik ini akan terus didorong untuk
berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Seperti Desa Bajang dengan unggulan program Wisata sawah dan Bukit Brukoh, dan Desa Klompang Timur dengan agro wisatanya dengan program pengembangan tanaman alpukat. “Bisa saja desa Bajang ini kan sudah menjadi desa wisata, Kompang Timur ini bisa saja nanti menjadi desa pertanian dan beberapa pendekatan lain yang keseluruhannya itu nanti sesuai dengan tema pembangunan kita tahun 2021 yakni Desaku Makmur Pamekasan Heba,” terangnya. adv,mas
Dampingi Gubernur Tinjau Longsor, Bupati Pemekasan Pemkab Pamekasan Biayai Perawatan Korban Janji Segera Koordinasi Penanganan Pasca-Bencana dan Beri Perhatian Penuh Pesantren Kena Longsor PAMEKASAN (GN) – Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Pasean beserta stakeholder meninjau lokasi bencana longsor yang menewaskan lima santriwati Pondok Pesantren AnNidhomiyah di Dusun Jeppun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Rabu (24/2/2021). Selain melihat langsung lokasi longsor yang tampak tanahnya merekah, Bupati juga menemui korban dan pengasuh pesantren. Dalam kesempatan itu, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengatakan, bahwa terjadinya bencana longsor yang menewaskan lima santriwati dan satu santriwati patah tulang tersebut merupakan musibah bagi pemkab dan masyarakat Pamekasan. “Musibah tidak hanya pada Yayasan An-Nidhomiyah tapi musibah kita bersama. Karenanya, saya hari ini bersama Komandan Kodim Pamekasan, Kepala BPBD, kepala RSUD Waru, Pak Sekdakab dan seluruh teman-teman pejabat dilingkungan Pemkab Pamekasan serta Pak Camat, Pak Kades hadir
Bupati Badrut Tamam menemui pengasuh Ponpes An-Nidhomiyah
disini untuk melihat secara langsung musibah tanah longsor ini,” kata Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, Rabu (24/2/2021). Menurutnya, Pemkab Pamekasan akan menelaah lebih dalam tentang faktor-faktor yang menyebabkan longsor ini. Pemkab juga segera menelaah lebih dalam tentang kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. “Saya pastikan dulu, bahwa yang masih dirawat itu akan kita biayai oleh Pemkab Pamekasan dan kita gratiskan karena ini musibah. Baru kemudian yang lainnya sekarang sedang diantar ke rumah, juga ada yang dari Jember ada yang dari Sampang,” kata politisi PKB itu.
GN/Masdawi
Ra Baddrut -sapaan akrab Bupati Pamekasan- juga menuturkan, terjadinya musibah tanah longsor ini menjadi atensi khusus dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, untuk segera mendapatkan perhatian khusus pula. Sementara, Pemkab Pamekasan belum bisa mengambil keputusan tentang rencana relokasi atau perbaikan. “Kita masih harus mengkaji struktur kekuatan tanahnya, kita juga harus mengkaji tentang beberapa hal teknis lain yang sekiranya kalau nanti kita bantu itu sudah yang paling bijaksana dan tepat,” jelas mantan aktivis PMII Jatim itu. adv,mas
PAMEKASAN (GN) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kamis (25/2/2021) sore mengunjungi lokasi tanah longsor yang menewaskan lima orang santri dan dua orang luka-luka di Pondok Pesantren An-Nidhamiyah Desa Bindang Kecamatan Pasean. Dia didampingi Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Dalam rombongan Gubernur Jatim itu juga ikut hadir Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, Pangko Armada II, Sekdaprop dan sejumlah pejabat Pemprov lainnya. Selain mengucapkan ikut belasungkawa atas musibah tanah longsor tersebut, Khofifah juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada KH Suhaidi pengasuh Pondok Pesantren dan kepada keluarga santri korban tanah longsor tersebut. Bantuan juga diberikan oleh Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, Pangko Armada II dan Sekdaprop Jatim. Setibanya di lokasi Gubernur Khofifah langsung melihat kondisi lokasi tanah longsor. Setelah itu melakukan pertemuan dengan para keluarga korban musibah dan dengan pengasuh Pondok Pesantren An-Nidhamiyah. Dalam pertemuan itu bantuan dari Gubernur Khofifah
GN/Masdawi
Bupati Baddrut Tamam mendampingi Gubernur Khofifah meninjau lokasi longsor.
dan pejabat lainnya diserahkan. Bupati Baddrut Tamam berterimakasih kepada Gubernur Khofifah beserta rombongan berkenan meninjau langsung lokasi musibah tanah longsor di Bindang. Dia berharap ada ikhtiar bersama untuk saling membantu menunjukkan kesetiakawanan dalam menghadapi musibah itu. Baddrut Tamam mengungkapkan musibah tanah longsor itu dimulai dari hujan deras sejak sore hari Selasa (23/2/21). Baru kemudian Rabu (24/2/21) menjelang pagi longsor terjadi yang menimpa tiga kamar di pondok pesantren ini. Ada lima orang santri meninggal langsung dan dua masih dirawat satu di an-
taranya patah tulang. “Musibah ini sungguh membuat kita semua berduka, dan atas duka ini kita memohon pertolongan kepada Allah SWT mudah-mudahan tidak terjadi lagi musibah di tempat ini di Pamekasan di Jawa Timur dan di Indonesia, berkat doa dan keikhlasan kita semua,” katanya. Dia mengaku tengah melakukan koordinasi lebih jauh lagi untuk membangun pesantren AnNidhamiyah tersebut. Melakukan koordinasi dengan BPBD Jatim untuk melihat struktur tanah dan kondisi lainnya di lokasi longsor berkaitan dengan upaya penanggulangan kasus tersebut. adv,mas
PANTURA
minggu ke-286 4 - 10 MARET 2021
Sungai Pacal Meluap, 4 Desa Terendam Banjir BOJONEGORO (GN) – Tingginya itensitas hujan di Bojonegoro, Selasa sore (2/3/2021) hingga malam hari, membuat sungai Pacal di Balen, Bojonegoro, kembali meluap. Akibatnya, empat desa yang ada di bantaran sungai terendam banjir. Keempat desa tersebut yakni Desa Sambongrejo, Gondang, Senganten, dan Desa Jari, Kecamatan Gondang. “Tadi pagi mulainya, deras banget air banjirnya. Ini sudah hampir satu lutut. Rumah juga kemasukan air,” ujar Rendi, salah satu warga Ngadiluhur, Rabu (3/3/2021). Banjir luapan sungai ini berdampak di beberapa wilayah. Di antaranya Ngadiluhur, Sidobandung, Sidodadi, Kabunan, dan Semen kidul. Jalan desa dan lingkungan rata- rata tergenang air setinggi 20-50 cm. Fasilitas umum yang tergenang banjir di antaranya dua masjid, balai desa, 4 musala, 2 SD dan ponpes. Persawahan dan ladang warga juga tak luput dari luapan banjir di Bojonegoro ini. “Memang pagi tadi banjir dari Kali Gondang turun ke Kali Pacal sehingga meluap. Tim BPBD sedang assesment di lokasi,” kata kepala BPBD Bojonegoro Nadif Ulfa. Nadif mengatakan, banjir kiriman ini sering terjadi karena gundulnya hutan jati di
Tampak genangan banjir terlihat di jalanan desa di Bojonegoro.
wilayah selatan Bojonegoro. Sehingga jika hujan deras banjir luapan Sungai Pacal selalu menghantui warga. Kapolsek Gondang, Polres Bojonegoro, AKP Marjono mengatakan, luapan anak sungai Pacal dan Gandong merendam ratusan rumah warga dan jalan lingkungan. Banjir kali ini menggenangi jalan umum, rumah dan sawah warga itu dengan ketinggian mencapai satu meter. Setidaknya 386 rumah warga di 4 desa, yaitu Desa Sambongrejo, Gondang, Senganten, dan Desa Jari, serta Puskesma Gondang tergenang
Harga Gabah Anjlok, Nasib Petani Terjepit TUBAN (GN) – Anjloknya harga gabah membuat nasib para petani di Kabupaten Tuban semakin terjepit. Bagaimana tidak, harga gabah kering dari sawah sesuai keputusan harga pembelian pemerintah (HPP) berkisar Rp 3.500 per kilogram (kg), padahal sebelumnya mencapai Rp 4.500/kg. Turunnya harga gabah ini dirasakan petani di Desa Bandungrejo, Kecamatan Plumpang. “Turunnya harga gabah petani juga disebabkan curah hujan tinggi beberapa hari ini hingga memasuki masa panen,” terang Karnoto (56), salah satu petani Desa Bandungrejo, Rabu (3/3/2021). Tidak hanya itu, hampir semua padi milik petani Bandungrejo juga terendam banjir. “Ini yang mempengaruhi harga jual gabah menjadi sangat mu-
rah,” katanya. Hal senada disampaikan oleh Ismun (40), Petani Desa Mondokan, Kabupaten Tuban. Menurutnya, harga jual padi yang sebelumnya mencapai Rp 4.000 per kilogram saat ini hanya berkisar Rp 3.000 per kilogramnya. “Ya berat bagi kami kalau harganya segitu, tapi mau gimana lagi. Karena padi juga banyak di serang hama, jadi kualitasnya turun,” ungkap Ismun. Ditemui secara terpisah, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tuban, Darmadin Noor, mengatakan turunnya harga gabah tersebut disebabkan karena kualitas padi yang baru dipanen tidak bisa maksimal. Karena sebelumnya sempat terendam air banjir beberapa hari. sua
luapan air dengan ketinggian antara 75 sentimeter hingga 1 meter. Selain itu, jalan dusun di Desa Gondang sepanjang 600 meter juga tergenang air setinggi satu meter. Marjono mengatakan, hujan yang terjadi di Kecamatan Gondang terjadi sejak pukul 14.30 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi tersebut mengakibatkan Kali Gandong yang mellintas di yang melintas di Desa Sambongrejo, Gondang, Senganten, dan Desa Jari, meluap. “Luapan air mulai menggenangi rumah warga dan jalan lingkungan pukul
16.10 WIB hingga pukul 18.30 WIB. Ketinggian genangan rata rata 1 meter,” kata Marjono. Marjono menerangkan, dampak dari banjir tersebut di Desa Sambongrejo sebanyak 10 rumah warga yang tergenang. Selain itu, jalan lingkungan di Dusun Kaliasin mengalami kerusakan akibat tergerus arus air dengan panjang 5 meter dan lebar 1 meter, sehingga membahayakan jembatan dan menganggu akses transportasi. Untuk Desa Gondang, sebanyak 340 rumah warga di Dusun Gondang dan 8 rumah
warga di Dusun Tikung, tergenang luapan air. Sementara di Desa Senganten, sebanyak 28 rumah warga yang tergenang. Sedangkan di Desa Jari, banjir mengakibatkan longsornya jalan lingkungan di Dusun Kaliasin sepanjang 7 meter, dengan lebar 2 meter, sehingga mengganggu tarmsportasi. Luapan air juga menggenangi Puskesmas Gondang dengan ketinghian 75 sentimeter, dan menggenangi jalan lingkungan di Desa Gondang sepanjang 600 meter, dengan ketinggian air 1 meter,” kata Marjono. det,bej
Genangan Surut, Jalan Rusak di Mana-Mana LAMONGAN (GN) – Banjir yang kerap terjadi di Lamongan selama musim penghujan, menyebabkan jalan rusak di mana-mana. Jalan yang terimbas banjir tersebut berada di 6 kecamatan di Lamongan yang terdampak. Untuk jalan desa total ada sepanjang lebih kurang lebih 40 km jalan yang terimbas banjir akibat luapan anak sungai Bengawan Solo itu, jalan dusun lebih kurang 14 km jalan terendam dan lebih kurang 20 km jalan kabupaten yang terimbas luapan sungai Bengawan Njero. “Jalan yang terimbas banjir ini ada di 6 kecamatan di Lamongan yaitu Kecamatan Karangbinangun, Glagah, Deket, Kalitengah, Turi dan Karanggeneng,” kata Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan Muslimin, Rabu (3/3/2021). Kondisi ini langsung menyita perhatian Bupati Lamon-
Bupati didampingi forkopimda Lamongan meninjau jalan rusak akibat genangan banjir.
gan Yuhronur Efendi yang baru dilantik. Ia berjanji akan mempercepat perbaikan infrastruktur seperti jalan rusak akibat banjir. Saat ini, kata Yuhronur, perbaikan infrastruktur tersebut sudah dalam proses. “Salah satu program tercepat kita adalah percepatan infrastruktur, terutama kita mau menghadapi puasa dan lebaran dan banyak infra-
struktur kita yang rusak akibat banjir,” kata Yuhronur saat meninjau proses perbaikan jalan di salah satu titik di Lamongan. Pemeliharaan ruas ruas jalan rusak pasca banjir tersebut, menurut Yuhronur, di antaranya adalah ruas jalan Sambopinggir-Tunjungmekar, ruas jalan Sukodadi-Sumberwudi dan beberapa titik lainnya. det,ina
5 COVID-19
Bojonegoro – Lamongan Zona Kuning Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di tingkat desa yang diterapkan di Kabupaten Bojonegoro dan Lamongan, akhirnya membuahkan hasil. Kini, dua kabupaten tersebut dinyatakan berstatus zona kuning untuk sebaran Covid-19. “Sekarang untuk sebaran covid-19 sudah zona kuning, tidak lagi orange,” kata Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin, Rabu (3/3/2021). Masirin menjelaskan, perubahan status ke zona kuning sebaran virus corona ini disebabkan beberapa hal. Jika mengacu pada hitungan epidemiologis ada 15 indikator, meliputi kenaikan kasus, jumlah tes, tingkat kesembuhan, jumlah kematian maupun kapasitas rumah sakit. Selain itu juga terjadi penurunan resiko penularan di wilayah Bojonegoro. Di samping itu, Pemkab juga mendukung penuh upaya PPKM mikro di tingkat desa. “Yang jelas angka covid-19 di Bojonegoro menurun, sehingga kini sudah di zona kuning. Kita dapat skor 2,54,” tuturnya. Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, Taufik Hidayat mengakui, jika saat ini Lamongan sudah masuk ke zona kuning atau zona resiko rendah penyebaran Covid-19. “Kasus aktif Covid-19 di Lamongan sudah tinggal 20 kasus dan Bed Occupancy Rate (BOR) di Lamongan juga sudah 19 persen, “ katanya, Rabu (3/3/2021). Itu artinya, Lamongan sekarang sudah masuk zona kuning. Meskipun zona kuning, masyarakat diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) 3M demi mencegah penyebaran virus Corona. Selain karena ketaatan warga dan kesadaran terhadap aturan protokol kesehatan, lanjut Taufik, PPKM Mikro yang diterapkan di Lamongan juga dianggap menjadi faktor utama menurunnya angka penyebaran virus Corona di Lamongan. Sejak penerapan PPKM Mikro, terang Taufik, kasus Covid-19 di Lamongan terus mengalami penurunan. Itu salah satunya. Makanya setiap kali ada orang yang positif Covid -19 di tingkat RT, langsung dilakukan penelusuran terhadap orang-orang yang dahulunya pernah melakukan kontak langsung dengan pasien. trb
POLITIK
Demokrat Lamongan Tolak KLB LAMONGAN (GN)- Gonjang-ganjing pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) tidak membuat sikap DPC Partai Demokrat Lamongan berubah. PD Lamongan tetap bersama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ketua DPC Partai Demokrat Lamongan Debby Kurniawan menegaskan hingga kini Lamongan tetap pada sikap semula yaitu tetap bersama AHY dan menolak KLB. “Kami DPC Lamongan bersama AHY dan menolak KLB,” kata Debby saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (3/3/2021). Ia menegaskan hingga saat ini Lamongan masih solid untuk bersama AHY dan tidak ada tanda-tanDebby Kurniawan da kader atau pengurus Lamongan yang mendukung KLB. Kalau nanti ada kader atau pengurus Lamongan yang berangkat ke KLB? Debby menegaskan akan melaporkan hal itu ke DPP Partai Demokrat untuk ditindak sesuai aturan partai. “Kami akan laporkan ke DPP agar ditindak sesuai dengan aturan yang ada,” jawab Debby ketika ditanya jika ada kader yang ikut KLB. Debby juga mengungkapkan hingga saat ini belum ada kader atau pengurus Demokrat Lamongan yang diusulkan untuk dipecat dari keanggotaan. Debby menuturkan, pihaknya juga terus menggelar konsolidasi ke bawah. “Saya sudah dan terus konsolidasi. Ini juga saya baru konsolidasi keliling kecamatan,” pungkas Debby. det
PEGAWAI PDAM LAMONGAN FOBIA JARUM SUNTIK
Divaksin, Seorang Pegawai Dipegangi 5 Rekannya Proses vaksinasi Covid-19 di kantor PDAM Lamongan memang berjalan lancar. Tapi, ada peristiwa menarik dan menggemaskan di sela-sela proses vaksinasi tersebut. Apa itu? Memiliki badan kekar tidak menjadi jaminan bagi seseorang untuk tidak takut dengan jarum suntik. Buktinya, di gedung PDAM Lamongan, seorang pegawai justru mencoba untuk berontak tidak ingin di suntik. Bahkan dengan pengawalan beberapa pegawai, tetap saja tidak berkenan untuk di suntik vaksin Covid-19. Meski dipegangi beberapa pegawai, ia pun tetap berontak. Seorang tenaga kesehatan beberapa kali terlihat mencoba untuk menenangkannya pun, juga tidak bisa. Meski beberapa kali tutup jarum suntik ditempelkan ke tangannya. Ia tetap bersikukuh untuk tidak ingin di suntik.
Peristiwa ini tentunya menjadi tontotan banyak orang yang ikut vaksinasi tersebut. Namun ketika ditenangkan dan dinyakinkan beberapa rekannya, pria berotot inipun akhirnya berkenan untuk di suntik, dan yang menggemaskan proses penyuntikan tidak lagi dipegangi rekanrekannya. Pemandangan ini terekam dalam video pendek dan viral di media social. Video berdurasi 1 menit 36 detik itu diunggah di grup facebook seputara Lamongan Megilan. “Vaksin di PDAM Lamongan tadi pagi,” tulis caption video tersebut, Rabu (3/3/2021). Dalam video itu tampak seorang pria yang ditemani
Seorang pegawai PDAM terlihat ketakutan saat hendak di suntik vaksin.
rekan-rekannya dan dibujuk agar mau divaksin. Rekanrekannya juga berusaha melindungi agar sang pria tidak
menoleh ketika akan disuntik vaksin. “Tidak sakit, tidak sakit, lho, lho tidak sakit,” kata vaksina-
tor sambil menempelkan spet suntikan ke tangan sang pria. Setelah dibujuk sambil dipegangi oleh rekan-rekannya,
pria itu pun disuntik vaksin. Beberapa rekannya memberi dukungan dengan berkata bahwa suntik vaksin ini tidak sakit. Kasubag Produksi PDAM Lamongan, Mat Sayudi mengakui, drama itu terjadi di tempatnya, saat vaksinasi COVID-19 di kantor PDAM Lamongan, Jalan Lamongrejo pada Selasa (2/3/2021). Pria yang ada dalam video merupakan salah satu karyawan bagian produksi PDAM Lamongan, yang lingkup kerjanya di Babat. “Namanya Supendi, kebetulan di bagian produksi PDAM Lamongan yang lingkup kerjanya di Babat. Tadi malam yang bersangkutan sudah masuk, dan aktivitas normal seperti biasa,” kata Mat Sayudi saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (3/3/2021). Terkait kejadian itu, Sayudi menjelaskan, jika yang bersang-
kutan pobhia atau takut jarum suntik. Dari awal ketika pengumuman, Supendi memang ketakutan tapi terus didorong agar bersedia disuntik vaksin Covid-19. “Kemudian waktu pelaksanaan dia datang, tapi dari mimik wajahnya kelihatan kalau dia takut sekali. Tetap saya dorong guna memutus rantai pandemi Covid-19 ini. Akhirnya dengan cara apapun akhirnya tetap terlaksana vaksinasi ke yang bersangkutan dan berhasil,” jelasnya. Sayudi mengungkapkan, di PDAM Lamongan ada sekitar 160 pegawai yang semuanya sudah mengikuti vaksinasi COVID-19 yang berlangsung di kantor PDAM Lamongan. “Ada 1 yang sakit sehingga nggak bisa ikut (vaksin). Jadi teman-teman di PDAM sudah tervaksin semua,” pungkasnya. det
surabaya
6
minggu ke-286
4 - 10 MARET 2021
Lurah Garda Terdepan Surabaya
SURABAYA (GN) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, langsung tancap gas menyelaraskan program kerjanya dengan seluruh perangkat pemerintah di Surabaya. Setelah mengumpulkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kini Eri memberikan pengarahan kepada para Camat dan Lurah se-Kota Surabaya, di Graha Sawunggaling, Komplek Gedung Pemkot Surabaya, Rabu (3/3/2021). Dihadapan Lurah, Eri berharap pejabat di kelurahan menjadi garda terdepan Pemkot Surabaya. Ke depan, Eri berani
memastikan, beberapa layanan akan diletakkan di kantor kelurahan, termasuk pelayanan Dispendukcapil. “Nah, jika lurah menjadi garda terdepan, maka lurah juga harus punya kemampuan yang sama dengan Camat dan Kepala OPD,” kata Eri. Untuk itu, ia meminta para lurah tidak hanya duduk di belakang meja. Apalagi, lurah itu penguasa wilayah yang harus tahu betul apa yang terjadi di wilayahnya masing-masing. Bahkan, ia juga meminta para lurah itu harus tahu biasanya genangan ada di mana saja, ibuibu yang hamil dimana saja dan posisi lansia di mana saja.
“Jadi, harus dekat dengan warga. Kalau warga lagi kesusahan terus kita datang membantu, warga pasti hatinya adem, nah itu yang harus kita terapkan ke depannya,” kata dia. Selain itu, ia juga meminta kepada para lurah itu untuk selalu menjadi pemimpin yang solutif, sehingga ketika ada warga yang mengeluhkan masalahnya, harus bisa memberikan solusi yang solutif. “Seorang pemimpin itu harus hadir dengan penuh solutif. Jenengan (Anda) harus hadir untuk menyejahterakan warga Kota Surabaya, bukan membebani warga,” tegasnya.
Makanya, ia berharap ke depannya harus bisa gotongroyong dan berkolaborasi antara satu dengan yang lainnya. Tujuannya hanya satu, yaitu untuk mensejahterakan warga Kota Surabaya. “Mari kita bersama-sama membangun Kota Surabaya,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji juga memberikan pengarahannya kala itu. Di awal sambutannya, ia meminta kepada para camat dan lurah itu untuk memperhatikan semua pengarahan yang telah disampaikan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. “Tolong pengarahan Pak
DPRD KOTA SURABAYA Jalan Rusak Imbas Pemasangan Pipa Gas
Eri Cahyadi memberikan pengarahan kepada Camat dan Lurah.
Wali Kota diperhatikan dengan baik,” tegas Wawali Armuji. Ia juga memastikan bahwa dia bersama Wali Kota Eri Cahyadi merupakan satu paket yang ti-
dak terpisahkan. Apalagi, moto dan komitmen dia bersama Wali Kota Eri Cahyadi meneruskan kebaikan, sehingga ke depannya dia berharap kolaborasi dan ker-
jsama semua pihak harus terus dilakukan. “Jadi, ayo kita terus bekerjasama dan berkolaborasi ke depannya,” katanya. Di samping itu, ia juga mengajak kepada para Camat dan Lurah serta jajaran Pemkot Surabaya yang merupakan penyintas Covid-19, untuk mendonorkan plasma konvalesennya. Sebab, ini sangat bermanfaat bagi para pasien Covid-19 yang saat ini masih dirawat di rumah sakit. “Ini demi kemanusiaan. Mari kita berikan contoh kepada masyarakat untuk mendonorkan plasma konvalesennya,” pungkasnya. pur
Warga Resign dari Perusahaan, BPJS Otomatis Dikaver Pemkot
Komisi C Desak PGN Beri Kompensasi ke Warga Bibis Karah S U R A B AYA ( G N ) – Komisi C DPRD Kota Surabaya mendesak kepada PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk memberi kompensasi ke warga, terkait kerusakan jalan di Jl Bibis Karah I Makam Surabaya. Hal ini diungkapkan Ketua Komisi C Baktiono usai hearing dengan warga dan perwakilan dua perusahaan, yaitu PT Metha dan PT PGN Solution, Selasa (2/3/2021). Baktiono menjelaskan, akibat adanya pemasangan pipa gas yang dilakukan oleh PT Metha dan PT PGN Solution yang dikerjakan sejak Maret 2020 mengakibatkan Jalan Bibis Karah I Makam rusak parah. Paving jalan hancur karena longsor akibat galian tanah proyek pipa gas. Saat ini pengerjaan pemasangan
Ketua Komisi C Baktiono
pipa gas belum selesai. Selain itu, kata Baktiono, di Jl Bibis Karah I juga terjadi pengeboran pipa sedalam 60 cm dan lebar 4 meter. Pengeboran ini sangat lebar dan menganggu warga. “Hampir satu tahun warga di Jl Bibis Karah I Makam dirugikan dengan proyek pipanisasi gas yang membuat jalan kampung rusak parah. Akibat keru-
sakan jalan ini, Komisi C minta adanya kompensasi ke warga, baik dari PT Metha maupun PT Gas Solution,”ujarnya. Baktiono menjelaskan, dari hasil hearing ternyata dua PT yang mengerjakan pipa gas sama sekali tidak ada koordinasi dengan Pemkot Surabaya, baik pihak Kecamatan, Kelurahan. “Tentu warga sangat
dirugikan, terutama saat musim hujan sekarang ini. Karena itu, kami minta PN Gas melalui PT Metha dan PT Gas Solution yang mengerjakan proyek pipa gas harus memberikan kompensasi ke warga.” tegas politisi gaek PDI Perjuangan Kota Surabaya ini. Selain kompensasi ke warga, jelas Baktiono, PT Metha dan PT Gas Solution agar berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya, karena proyek pipa gas yang mereka kerjakan ada di wilayah Surabaya. Ditambah jalan yang rusak tersebut merupakan aset Pemkot Surabaya. “Mentang-mentang perusahaan negara jangan seenaknya saja merusak jalan warga saat mengerjaka pipa gas, tidak benar ini. “ujarnya. pur, adv
Jalan Bibis Karah I Makam, Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan rusak parah setahun terakhir.
Wali Kota Eri Cahyadi berpose bersama pejabat BPJS usai rapat koordinasi.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggelar rapat koordinasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Pada pertemuan itu, ia didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Febria Rachmanita dan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Agus Imam Sonhaji, membahas mengenai optimalisasi pelayanan kesehatan bagi warga Kota Pahlawan. Dalam rapat koordinasi bersama dengan Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Surabaya, Besty Roeroe itu, ada beberapa poin yang dibahas oleh Wali Kota Eri Cahyadi. Diantaranya, Pemkot siap mengcover pembayaran BPJS warga, apabila sudah non aktif ketika warga itu resign, atau tidak lagi bekerja di perusahaan yang mengcover biaya BPJS. “Saya minta untuk secara otomatis pembayarannya dialihkan atau dibebankan di pemkot. tanpa ada jeda. Oleh sebab itu, dibutuhkan sinkronisasi data,” kata Eri, Rabu (3/3/2021). Selain itu, apabila warga pemegang kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), kemudian non aktif, maka orang nomor satu di Kota Surabaya ini siap mengcover secara otomatis tanpa jeda waktu.
Tidak hanya itu, apabila warga sebelumnya membayar BPJS secara mandiri kelas satu, kemudian tiba-tiba tidak sanggup membayar, maka otomatis bisa dimasukkan kelas tiga dan menjadi tanggung jawab pemkot pembayarannya. “Mudah-mudahan secepatnya tidak ada lagi masyarakat yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan. Ke depan hanya dengan KTP warga langsung dapat pelayanan kesehatan Pelayanan tidak akan berhenti,” urainya. Bahkan, Eri menyebut pelayanan kesehatan seperti ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga yang kurang mampu saja. Akan tetapi apabila ada warga yang mampu namun tidak bisa membayar BPJS karena suatu musibah maka biaya rumah sakit akan diambil alih dari mandiri menjadi beban pemerintah daerah. “Untuk semua kalangan kita melihatnya kegotong-royongan. Misalnya ada salah satu pasien yang memiliki penyakit berat seperti kanker kemudian tidak sanggup membayar mandiri. Maka, pemkot akan mengambil alih pembayarannya melalui BPJS,” jelas dia. Poin berikutnya dalam pertemuan itu, Eri memastikan, bagi warga yang sudah memegang kartu BPJS dan sudah
terdaftar di salah satu fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes). Ke depan, diupayakan pasien dapat melakukan rujukan di puskesmas mana pun yang tersebar se-Surabaya. “Jadi all akses di puskesmas mana pun bisa. Lalu nanti juga ada aplikasi untuk masyarakat jadi disiapkan bagi pasien yang gejala ringan. Sehingga dia bisa menghubungi dokter untuk minta rekomendasi obat apa saja yang harus dikonsumsi supaya tidak salah obat,” urainya. Semua itu, dilakukan Eri untuk memudahkan masyarakat agar mendapat pelayanan kesehatan yang nyaman dan terbaik. “Yang pasti tujuannya bagaimana seluruh warga ketika sakit mendapat pelayanan kesehatan yang nyaman karena pemkot hadir untuk rakyatnya,” papar dia. Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Surabaya Besty Roeroe mendukung penuh upaya Pemkot Surabaya dalam merealisasikan upaya-upaya itu demi memastikan semua penduduk kota memiliki jaminan pelayanan kesehatan. “Siap mendukung semua program terutama ini program nasioanl untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan lebih baik lagi,” pungkasnya. pur
Bupati Ikfina: Banjir Harus Ditangani Sinergis dan Cancut Taliwondo MOJOKERTO (GN) - Penanganan banjir di Kab Mojokerto bisa berhasil jika dilakukan secara terkait, sinergis dengan kerja cepat, dan sungguhsungguh dengan mengerahkan kemampuan dan daya yang ada. ” Kita harus cancut taliwondo agar banjir bisa ditangani maksimal, sehingga Kabupaten Mojokerto bebas dari banjir. Tidak ada yang bisa menangani masalah banjir kecuali kita sendiri,”kata Bupati Mojokerto dr Hj Ikfina Fahmawati, usai menyerahkan bantuan logistik bagi warga Desa Tempuran Sooko yang terdampak bencana banjir, Rabu (3/3/2021). Bantuan ini, kata Ikfina panggilan bupati merupakan perpanjangan masa darurat yang ditetapkan berlaku mulai 1 Januari-31 Maret 2021 (untuk Dusun Tempuran dan Dusun Bekucuk). Bantuan terdiri dari air bersih dalam 8 tandon berkapasitas 3.000 liter atau
Bupati, Wabup dan rombongan serta kades berswafoto setelah menyerahkan bantuan.
24.000 liter sesuai kebutuhan, yang didistribusikan pada masyarakat tiap Senin, Rabu dan Jumat. Juga ada bantuan pengeboran air oleh Kementerian ESDM, karena sumber air Dusun Bekucuk rasanya asin dan keruh. Untuk Desa Tempuran, pengeboran telah dilaksanakan pada 2020 lalu. “ Selanjutnya perlu tindaklanjut instalasi perpipaan ke rumah-rumah warga,”kata Ikfina.
Warga Desa Tempuran juga mendapat bantuan 604 paket sembako (mi instan, minyak goreng, gula pasir, kopi instan, teh, air minum kemasan), 3.000 kg beras dan 15 dus lauk pauk. Selain logistik, Pemkab Mojokerto juga memberi bantuan tanggap darurat perbaikan tanggul untuk beberapa desa terdampak. Antara lain 4.000 lembar karung glangsing dan 20 lembar gedek guling (Desa Sambiroto), 1.000 lembar ka-
Bupati Mojokerto dr Hj Ikfina Fahmawati menyerahkan bantuan ke korban banjir.
rung glangsing (Desa Jampirogo), 3.000 lembar karung glangsing, 20 lembar gedek guling, beras 100 kg dan 3 dus lauk pauk (Desa Sooko) dan 1.500 lembar karung glangsing (Desa Ngingasrembyong). Dalam kesempatan itu, Bupati Ikfina berharap warga meningkatkan pembangunan di desa tersebut dengan cepat demi terlaksananya desa tangguh. Mulai tangguh di bidang sosial, pendidikan anak dan tangguh secara global.
Bupati Ikfina juga mendorong kepala desa untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan pada wilayah masing-masing sesuai potensi. “Kita rumuskan agar ke depan proses perencanaan pembangunan desa, sudah punya platform yang jelas. Sehingga bisa tahu kapan pembangunan itu dilaksanakan setiap tahunnya. Saya berharap memiliki desa tangguh dalam segala hal,” harapnya. Sementara Wakil Bupati Mu-
hammad Albarraa menegaskan bencana banjir tidak hanya berdampak pada lingkungan saja, juga berdampak pada roda perekonomian masyarakat. Dampaknya selain lingkungan, banjir juga berdampak pada lingkungan, membuat roda ekonomi terhambat pula. “Ini bisa diatasi, jika ada komunikasi dalam mencari solusi terbaik,” kata Gus Barra. Kades Tempuran, Slamet mengatakan pemicu banjir di desanya diduga adanya sistem penyaringan sampah pada Dam Sipon, ukurannya terlalu kecil sehingga menyebabkan penyumbatan. Agar banjir tak terjadi lagi di desanya, lanjut Slamet sistem penyaringan idealnya dilengkapi alat penghancur sampah otomatis. Selain itu juga dibuat sudetan sungai untuk mengalihkan sebagian atau seluruh aliran air banjir. Juga memaksimalkan pompa air di Dusun Bekucuk dan Desa Tempuran.
Selain itu, Slamet juga berharap Pemkab membangun pipanisasi, drainase tepian jalaan TPS 3R untuk pemilahan sampah. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto M Zaini menjelaskan, ada tiga fase dalam penanganan bencana. Yakni pra bencana, masa tanggap bencana dan pasca bencana. Untuk wilayah Kab Mojokerto, kata Zaini ada di fase masa tanggap bencana. Karena belum dilakukan simulasi uji bencana. Namun, banjir sudah datang. Untuk itu, selain memaksimalkan jalannya Destana (Desa Tanggap Bencana), Zaini telah menyiapkan inovasi Keluarga Tahan Bencana, Tempat Ibadah Tanggap Bencana, dan fasilitas umum berkonsep tanggap bencana. Kegiatan bupati di Sooko diakhiri dengan meninjau Dam Sipon dan pertigaan sungai Watudakon. bas, adv
7
minggu ke-286 4 - 10 MARET 2021
Pariwisata Jatim dibuka
Belum Tetapkan Target, Pulih Saja Sudah Bagus
SURABAYA (GN) – Dunia pariwisata mengalami situasi yang sangat terpukul akibat pandemi. Bahkan tak sedikit di antara mereka yang gulung tikar. Namun akhirakhir ini semangat kembali pulih mengemuka seiring dibukanya kembali beberapa tempat wisata yang ada di Jawa Timur. Banyak yang berspekulasi bahwa selepas pandemi sektor pariwisata akan melesat pesat. Itu tidak dimungkiri dan rasanya juga benar bahwa masyarakat butuh berwisata setelah sekian lama terbelenggu oleh Covid-19. Meski banyak tempat wisata dibuka, namun begitu tidak sebebas seperti sebelumnya saat sebelum pandemi. Pembatasan masih terjadi di sana-sini, harus nurut prokes (protokol kesehatan) dll. Dan rasa waswas pun masih menggelayut. Maklum saja, Covid-19 masih “menyala-nyala”. Dan karena inilah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim tidak berani menargetkan yang muluk-muluk meski banyak objek wisata yang sudah dibuka. “Kita realistis saja kalau soal target, pulih saja sudah bagus. Ini kan belum pulih beneran,” terang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Sinarto SKar, MM melalui Sekretaris Dinas
Tribagus Sasmito di Surabaya. Bagus melanjutkan meskipun dibuka, tempat-tempat wisata itu juga belum sepenuhnya pulih. Artinya mereka belum bisa beroperasi secara penuh. Masih ada pembatasanpembatasan di sana-sini yang harus mereka jalankan dan penuhi. “Kalau targetnya sih pemulihan ekonomi, berapaberapanya realistis aja, belum bisa ke sana. Lha wong pulih aja belum. Bisa pulih saja sudah bagus,” jelasnya lagi. Bagus pun menyadari kebutuhan pemenuhan hajat hidup masyarakat atau pelaku wisata tidak bisa dipungkiri. Karena itu objek wisata dan lain-lain (pendukungnya) diizinkan untuk buka, dengan catatan harus menerapkan prokes (protokol kesehatan) yang benar. “Sesuai arahan Ibu Gubernur dalam PPKM (Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) ini, prokes harus dijalankan, seperti cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak, itu harus. Dan juga tidak kalah penting adalah kuota atau volume pengunjung juga harus diperhatikan, yakni 50% kapasitas,” tegasnya.
Social Distancing Perlu Diperhatikan
Bagus menyayangkan bila ada masyarakat yang masih abai dengan keharusan jaga
Objek wisata Srambang Park di Ngawi sudah dibuka untuk umum dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
jarak di destinasi wisata. Ia pun berharap, adanya kesempatan dibukanya tempat wisata memberikan sedikit “hiburan” kepada masyarakat untuk ditaati sebaik-baiknya. Karena menurutnya yang paling sulit adalah physical distancing atau jaga jarak. “Yang paling sulit itu kalau sudah membaur dengan banyak orang adalah jaga jarak (physical distancing).
Petugas Kampung Cokelat di Kabupaten Blitar memberi hand sanitizer ke setiap pengunjung sebagai bagian penerapan protokol kesehatan.
Ini yang menurut saya perlu diperhatikan,” tegasnya. Seperti diketahui kesehatan dan kebutuhan ekonomi adalah menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Karena itu pemerintah berharap keduanya bisa saling berjalan beriringan saling melengkapi. Karena itu sektor pariwisata juga memiliki peran dalam hal ini. Beberapa hotel juga difungsikan sebagai sarana
kesehatan untuk berkontribusi dalam penanganan Covid-19 sebagai tempat isolasi agar semuanya dapat berjalan beriringan. Ke depan, Bagus pun berharap keadaan ini segera pulih dan bisa hidup normal sebagaimana layaknya sebelum Covid-19 melanda. Agar kesejahteraan bisa tercapai dan dapat dirasakan segala lapisan masyarakat. ian, adv
Pesona Pantai Klayar di Pacitan mampu menarik pengunjung untuk datang.
Beberapa Tempat Wisata yang Telah Dibuka: Kabupaten Blitar : 1. Istana Sakura 2. Negeri Dongeng 3. Kampung Cokelat 4. Blitar Park
7. Pantai Watu Karung 8. Pantai Pancer Door
12. Wisata Waduk Tanjungan 13. Pacet Mini Park 14. Joglo Park 15. Parimas Water Park 16. Claket Adventure Park 17. Tirta Anandiri
Kabupaten Malang : 1. Taman Wisata Coban Rondo 2. Flora Wisata Santerra Pujon Kabupaten Trenggalek : 3. Taman Kelinci Pujon 1. Putri Maron 4. Taman Kemesraan Pujon 2. Tebing Lingga 5. Andeman Boon Pring Turen Kabupaten Magetan : 3. Bukit Tunggangan 6. Balekambang Bantur 1. Randugede Hiden Paradise 4. Kampung Toga Lestari Kabupaten Lamongan : 7. Coban Sadang Pujon 2. Magetan Green Garden 5. Desa wisata Duren Sari 1. Makam Sunan Drajat 8. Pantai Bajulmati Gedangan 3. Telaga Sarangan 6. Pantai Mutiara 2. Makam Syekh Maulana Ishaq 9. Pantai ungapan Gedangan 7. Hutan Mangrove Cengkrong 3. Makam Sunan Sendang Duwur 10. Pantai Ngudel Gedangan Kabupaten Ponorogo : 8. Goa Ngerit 4. Wisata Bahari Lamongan 11. Pantai Batu Bengkung Gedangan 1. Telaga Ngebel 9. Banyu Lumut 5. Mazoogo 12. Pantai Ngliyep Donomulyo 10. Pantai Prigi 6. Pantai Kutang 13. Pantai Indah Ngajum Kota Madiun : 11. Pantai Pasir Putih 7. Wego 14. Kebun Teh Wonosari 1. Makam Kuncen 12. Pantai Simbaronce 8. Waduk Gondang 15. Sendang Biru Sumbermanjing Wetan 2. Pelestarian Balai Kota Madiun 13. Pantai Pelang 16. Pantai Teluk Asmara Sumbermanjing Wetan 3. Makam Taman 14. Hutan Kota Kabupaten Tuban : 17. Goa Cina Sumbermanjing Wetan 4. Taman Trembesi Arboretum 1. Makam Sunan Bonang 18. Pantai Modangan Donomulyo 5. Bantaran Kali Madiun Kabupaten Jombang : 2. Makam Ibrahim Asmoro Qondi 19. Pantai Pasir Panjang Donomulyo 1. De Duren Park Wonosalam 3. Goa Akbar 20. Pantai Regent Batur Kabupaten Ngawi : 2. Agro Wisata Bale Tani Bareng 4. Pemandian Bakti Harjo 21. Pantai Nganteb Gedangan 1. Kolam Renang Ades Pool 3. Eco Wisata Banyu Mili Wonosalam 5. Wisata Sendang Asmoro 2. Water Park Sri Rejeki 6. Wisata Tebing Pelangi Kabupaten Pasuruan : 3. Argo Munung Kabupaten Mojokerto : 7. Wisata Tirta Jati Wangi Park 1. Cimory 4. Srambang Park 1. Wana Wisata Padusan Pacet 8. Kampung Air Sambonggede 2. Taman Safari Indonesia Prigen 5. Banyu Redjo 2. Kolam Air Panas Padusan Pacet 9. Wisata Kali Pelang 3. Taman Ria Suropati 6. Jahe Klenting 3. Air Terjun Coban Canggu 10. Pantai Remen 4. Saigon Water Park 4. Petirtaan Jolotundo 11. Pantai Kelapa 5. Telogo Sewu Kabupaten Pacitan : 5. Ubalan Water Park 12. Agrowisata Belimbing Madu 6. Kebun Kurma 1. Pantai Teleng Ria 6. Air Terjun Dlundung 13. Goa Ngerong 7. Kebun Pak Budi 2. Beji Park 7. Museum Trowulan 14. Air Terjun Nglirip 8. Air Terjun Kakek Bodo 3. Pantai Watu Bale 8. Candi Brahu 15. Wisata Alam Tingkis 9. Foresta 4. Pantai Soge 9. Candi Bajang Ratu 16. Wana Wisata Prataan 10. Air Terjun Putuk Truno 5. Pantai Pindakan 10. Candi Tikus 17. Pantai Sowan 11. Bukit Flora 6. Pantai Klayar 11. Makam Troloyo 18. Wisata Air Hangat Nganget 12. Kaliandra Sejati
Sejumlah pengunjung menikmati keindahan Srambang Park Ngawi.
13. Kebun Raya Purwodadi 14. Bromo Florest 15. Red Flower Kota Batu : 1. Jatim Park 2 2. Eco Green Park 3. Kaliwaru Rafting 4. Wana Wisata Gunung Banyak 5. Apache Amp 6. Kampung LA 7. Taman Dolan 8. Gantangan Burung 9. Coban Putri 10. Kampung Kids 11. Paralayang Gunung Banyak 12. Kusuma Agro Wisata 13. Museum Angkut
10. Pantai Cemara 11. Petilasan Datuk Abdurrahim Bauzir 12. Wongso Arum 13. Lalang Buana 14. Sayu Wiwit 15. Omah Seni Kuwung Wetan 16. Gandrung Arum 17. Sayu Wiwit 18. Tawangalun 19. Kromo Sono Budoyo 20. Alang – alang Kumitir 21. Laras Wangi 22. Rama Lestari
Kabupaten Bondowoso : 1. Kawah Wurung dan Kawah Ijen 2. Pendakian Kawah Ijen Bondowoso 3. Air panas Blawan Sempol Ijen Kota Malang : 4. Batu So’on Solor 1. Hawai Water Park 5. Pemandian alam Tasnan Baru 2. Trans Studio Mini Malang 6. Pemandian WOW Klabang 3. Wisata Belanja Tugu Vellodrome 7. Desa wisata Tirta Agung 8. Desa wisata Almour Kabupaten Gresik : 1. Desa wisata Selo Tirta Giri (SETIGI) 9. Bukit Luwih Tapen 2. Desa wisata alam Gosari (WAGOS) 10. Pemandian Al-Amin Kajar 11. Makam Ki Ronggo BWS 3. Edu wisata Lontar Sewu 12. Petilasan Kiai Mas Prajekan 4. Pantai Delegan 13. Kali Pahit 14. Agro Wisata Blawan Kabupaten Banyuwangi : 1. Desa wisata Taman Sari Kota Probolinggo : 2. Taman Gandrung Terakota 1. Bee Jay Bakau Resort (BJBR) 3. Bangsring (BUNDER) 2. Taman Wisata Studi Lingkungan 4. Grand Watu Dodol (TWSL) 5. Taman Cacalan 6. Taman Hutan Wisata Kawah Ijen Sumber : Disbudpar Provinsi Jatim 7. Djawatan 8. Pulau Merah 9. Pantai Mustika
KESEHATAN
8
Belum Lansia Pun Ingin Cepat Divaksin Vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang menyasar kelompok lanjut usia (lansia) rupanya membuat kelompok “belum cukup umur” pengen ikutan divaksinasi pula. Mereka memang harus bersabar dulu, karena pentahapan vaksinasi sengaja dibuat sedemikian rupa menyesuaikan risiko kelompok sasaran dari paparan virus Corona. Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama satu tahun belum jelas kapan berakhirnya. Ketidakpastian itulah yang membuat beberapa orang mencoba nekat datang ke fasilitas kesehatan “mengadu nasib” barangkali bisa katut divaksin. Sayangnya, program vaksinasi lansia di Kota Surabaya untuk sementara waktu harus dihentikan lantaran vaksin yang dikirimkan Pemerintah Pusat pada termin pertama sudah habis. Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr Febria Rachmanita, mengatakan, jumlah lansia yang menjadi sasaran vaksinasi di Surabaya adalah 253.751 orang. Namun, Pemkot Surabaya baru menerima sebagian vaksinnya. “Kami hentikan sampai datang vaksin lagi untuk termin kedua. Saya belum tahu kapan, tapi begitu datang kami akan langsung melaksanakan vaksinasi lagi untuk lansia,” ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, Rabu (3/3/2021). Dinkes Surabaya, lanjutnya, setiap hari terus meminta Pemprov Jawa Timur dan Kementerian Kesehatan untuk segera mengirimkan vaksin lagi. Sejauh ini baru 30% lansia Surabaya yang sudah menjalani vaksinasi. “Masih banyak yang belum. Jadi begitu vaksin datang langsung kita lakukan vaksinasi lansia. Jadi mohon para lansia untuk tenang, pasti kita vaksinasi, cuma menunggu jadwal,” ujar Febria. Untuk diketahui, vaksinasi bertujuan untuk meningkatkan kekebalan seseorang terhadap penyakit, sehingga apabila suatu saat terpapar, tidak akan sakit atau hanya mengalami gejala ringan dan tidak men-
4 - 10 MARET 2021
Bill Gates: Dunia Segera Normal Lagi Miliarder Bill Gates telah menerima dosis kedua dari vaksin Covid-19 seminggu yang lalu. Meski sudah divaksin lengkap, pendiri Microsoft ini tetap menggunakan masker saat berpergian. Apa yang dilakukan itu semata karena dirinya ingin memberikan contoh yang baik. “Saya ingin memberikan contoh yang baik. Jika Anda divakBill Gates sinasi, Anda masih bisa menularkan,” terang Gates dalam wawancara bersama Andrew Ross Sorkin sebagaimana dikutip CNBC Make It, Senin (1/3/2021). Meskipun vaksin dari Moderna dan Pfizer-BioNTech telah terbukti sangat efektif dalam mencegah penyakit parah dan kematian akibat Covid, tetapi masih belum jelas pada tahap ini apakah mereka mencegah penularan. “Saya tidak akan berhenti memakai masker atau berhati-hati, terutama di sekitar orang tua yang belum divaksinasi,” kata Gates. Banyak orang bertanya-tanya kapan kita bisa kembali normal, atau setidaknya mengurangi tindakan pencegahan seperti jarak sosial. “Hanya pada akhir musim semi atau musim panas kita akan mencapai angka di mana Anda dapat melihat perubahan yang signifikan,” terangnya. Gates mengatakan dia berencana untuk memakai masker selama musim gugur sampai tingkat infeksi turun secara signifikan, ia merasa praktik tersebut bukanlah hal yang berbahaya.
IDI Harap Vaksinasi ‘Drive Thru’ Bisa di Seluruh RI Salah satu lansia peserta vaksinasi Covid-19 di Surabaya.
jadi sumber penularan. Vaksinasi tahap kedua yang dimulai 23 Februari lalu, kelompok sasarannya meliputi para pemberi layanan publik dan lansia. Kekhawatiran terpapar Covid-19 pula yang melanda diri Farida lantaran usianya yang 56 tahun. Itu membuatnya nekat ke RS Soewandi demi bisa mendapat vaksinasi Covid-19. “Mama sih sudah divaksin di puskesmas. Kalau saya sama anak saya ini bisa sekalian ikut divaksin kan nggak perlu was-was terus. Saya bisa ke pasar tradisional lagi tanpa khawatir akan terpapar virus,” ujarnya Rabu (3/3/2021). Rupanya ibu satu anak ini ditolak petugas, karena usianya yang belum 60 tahun. “Habis ada yang bilang, kalau beruntung bisa ikut divaksin, makanya saya gambling saja ke sini,” ujar warga Manyar ini.
Keinginan untuk segera bisa divaksin juga diungkapkan Laila. Awalnya perempuan yang tinggal di Lembang ini termasuk kelompok yang meragukan manfaat vaksin Covid-19 yang sudah didatangkan pemerintah dari Tiongkok. Bahkan berujar ingin dapat giliran paling akhir saja lantaran khawatir efeknya. Begitu mengetahui beberapa temannya sudah menjalani vaksinasi lantaran profesi dan tidak mengalami efek sebagaimana yang dia khawatirkan, ibu dua anak ini berubah pikiran ingin segera divaksin. “Kalau sudah divaksin, paling nggak saya bisa menengok ibu di Surabaya. Tapi kapan ya, yang mandiri apa masih lama?” ujarnya Selasa. Bukan hanya di RS Soewandi, di fasilitas kesehatan lainnya --rumah sakit, klinik, atau puskesmas-- juga dikun-
jungi mereka-mereka yang punya keinginan divaksin seperti Farida. Ambil contoh di Puskesmas Pucang Sewu yang dalam sehari melakukan vaksinasi pada 250-290 orang. Ria, dokter di Puskesmas Pucang Sewu, mengatakan, animo masyarakat yang ingin divaksinasi di puskesmasnya terbilang cukup tinggi. Ini bisa dilihat dari angka kunjungan masyarakat yang ingin divaksin. Namun diakui, di antara tingginya angka kunjungan itu tak sedikit pula yang meski belum berusia 60 tahun juga antre ingin divaksin. Ria menyebut, yang demikian ini terpaksa ditolak karena tidak masuk kriteria yang akan divaksin. “Sering juga ya (menolak). Kalau tidak masuk kriteria, baik usia maupun sasaran yang sudah ditentukan Dinas (Kesehatan), pasti belum boleh mengikuti.
Kapan Penyintas Boleh Divaksin?
Penyintas atau survivor Covid-19 sudah termasuk dalam jadwal orang yang boleh menerima vaksin. Hanya saja, para penyintas ini diperbolehkan menjalani vaksinasi setelah tiga bulan dinyatakan sembuh dari Covid-19. Apa alasannya? Spesialis penyakit dalam, Eka Ginanjar, menjelaskan, ada sejumlah alasan penyintas Covid-19 boleh divaksin setelah tiga bulan. “Kekebalan tubuh itu didapatkan dengan dua cara, yaitu aktif saat pasien sembuh dari terinfeksi dan pasif saat diberikan virus inaktif atau vaksin,” kata Eka dalam peringatan 1 tahun pandemi Covid-19 yang digagas Ikatan Dokter Indonesia, Senin (1/3/2021) Pada saat tubuh terinfeksi Covid-19 dan sembuh, tubuh otomatis membentuk antibodi. Dalam kurun tertentu, biasanya tiga bulan, titer antibodi biasanya mengalami penurunan. Namun, kondisi ini berbedabeda pada setiap penyintas. Sementara dalam suatu webiner, dr Adaninggar Primadia Nariswari SpPD mengungkap, berdasarkan bukti yang ada, antibodi (penyintas) tidak bertahan lama. “Paling 8 bulan saja,” kata spesialis penyakit
minggu ke-286
Wakil Walikota Surabaya, Armudji, yang juga penyintas Covid-19, menjalani skrining sebelum mendonorkan plasma konvalesen untuk terapi penyembuhan bagi pasien Covid-19.
dalam dari RS Brawijaya Surabaya ini. Dia menyebut, antibodi bukan satu-satunya pertahanan tubuh terhadap serangan virus. Sistem imun memiliki sel memori. Saat antibodi rendah dan ada infeksi, sel memori akan “ingat” atau memiliki informasi mengenai virus dan mendorong produksi antibodi. Ditambahkan, riset terakhir menyebut, sel memori pada penyintas mampu bertahan hingga 6 bulan saja. Namun jumlahnya mulai turun setelah 3 bulan dan berisiko mengalami infeksi lagi.
Karena itulah penyintas dengan titer antibodi yang menurun, sebaiknya divaksin untuk meningkatkan titer antibodinya. Penurunan titer antibodi ini berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa penyintas masih memiliki titer antibodi yang tinggi setelah berbulanbulan sembuh dari Covid-19. Eka mencontohkan Walikota Bogor, Bima Arya, yang masih memiliki titer antibodi tinggi setelah berbulan-bulan sembuh dari Covid-19. Bima tidak mendapatkan vaksin karena masih memiliki antibodi yang tinggi. “Ini sangat dipengaruhi
oleh daya tahan tubuhnya,” tambahnya. Meski demikian, penerima vaksin harus menyadari kalau vaksinasi tidak membuat seseorang kebal dari penyakit. Vaksin berguna untuk meningkatkan imun, sehingga saat terkena infeksi, seseorang tidak mengalami infeksi berat hingga harus dirawat intensif. “Vaksin hanya salah satu senjata yang membantu orang menghadapi virus sehingga ‘senjata’ ini pun masih memerlukan kelengkapan berupa aplikasi protokol kesehatan,” kata Adaninggar.ret
Prioritasnya kan masih lansia (dan petugas layanan publik),” ujarnya dikonfirmasi Rabu (3/3/2021). Bukan hanya yang “belum cukup umur”, mereka yang memiliki orangtua tapi bukan KTP Surabaya pun berlomba bisa segera memberikan rasa aman lewat vaksinasi. “Orangtua saya KTP Madura, bisa apa enggak ya,” ujar Lastri. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pemerintah sudah diatur tahapan penerimanya. Tahap pertama Januari-Februari ditujukan pada 1,4 juta tenaga kesehatan sebagai ujung tombak penanganan Covid-19. Selanjutnya tahap kedua pada Maret dan April, pekerja publik seperti TNI dan Polri, serta para lansia. “Kemudian pada Mei mendatang, vaksinasi untuk masyarakat umum rencananya baru akan dimulai,” ujarnya. .ret
JAKARTA (GN) - Ketua Umum PB IDI, Dr Daeng M. Faqih, berharap strategi vaksinasi Covid-19 melalui sistem drive thru yang dimulai Rabu (3/3/2021) dan menyasar kategori penduduk lanjut usia atau lansia bisa dilaksanakan di seluruh Indonesia. “Kami, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mendukung kolaborasi seperti ini (kolaborasi fasilitas kesehatan, (penyedia jasa layanan kesehatan daring) Halodoc, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran, Rumah Sakit Hermina). Kami berharap kalau regulasi belum segera dibuat supaya secara nasional kawan-kawan Halodoc dan Gojek bisa bergerak,” katanya dalam acara daring, Rabu (3/3/2021). Daeng optimistis program vaksinasi melalui sistem drive thru serupa bisa dijalankan di seluruh daerah Indonesia apabila regulasi dibuat pemerintah. “Kalau regulasi sudah dibuat bentuk seperti ini, asalkan regulasi dibuat, saya kira di daerah gampang direplikasi,” lanjutnya. Terkait lansia sebagai sasaran program, Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonowu meminta agar penyedia jasa layanan transportasi Gojek dan Halodoc bisa memfasilitasi mitra pengemudinya membawa satu orang lansia semisal kerabatnya. “Bisa tidak semua ojol datang membawa satu lansia, langsung divaksin. Jadi bukan hanya ojol lansia yang datang. Mungkin saudara (lansia) yang dibawa datang ke sini,” kata dia.nto
Long Covid yang Mengintai Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan, sebagian penyintas Covid-19 berpotensi mengalami long Covid. Fenomena long Covid merupakan kondisi saat seseorang masih mengalami gejala setelah berbulan-bulan terinfeksi Covid-19 dan dinyatakan sembuh serta negatif dari virus. “Setelah sembuh dari Covid-19 ada long covid. Datanya saat ini, 21% penyintas Covid-19 berpotensi mengalami bekas Covid dan mengalami gejala long Covid,” kata Ketua Dewan Pakar IDI, Prof Menaldi Rasmin dalam peringatan 1 Tahun Pandemi di Indonesia, Senin (1/3/2021). Menaldi menjelaskan kondisi long Covid itu ditandai dengan struktur di paru-paru yang rentan terhadap infeksi berulang. Paru-paru juga mengalami gangguan fungsi dalam menghirup oksigen karena munculnya jaringan parut. Jaringan parut membuat paruparu menjadi kaku dan sulit mendapatkan oksigen. “Jadi oksigennya enggak cukup, ini bisa berdampak ke jantung, organ lain terpengaruh, seperti saraf dan sebagainya,” ungkap Menaldi.
Sementara dr Eka Ginanjar SpPD menyebut, gejala long Covid sangat bervariasi pada setiap orang. “Kebanyakan sesak karena ada jaringan parut, tidak bisa beraktivitas normal, satu dua ada yang rambut rontok, ini masih diselidiki,” katanya. Eka menyarankan setiap orang yang terinfeksi Cov-
id-19 dan sudah menunjukkan gejala pertama untuk segera memeriksakan ke dokter dan mendapatkan perawatan. “Ketika ada gejala yang timbul atau kontak erat, langsung diobati. Maka kesembuhan mendekati 100%, kalau terlambat menimbulkan masalah di kemudian hari yang lebih berat,” tutur Eka.ret
nasional
minggu ke-286 4 - 10 MARET 2021
9
Film Rusia Promosikan Pariwisata Indonesia
TARI Nandak Betawi ditampilkan bule Rusia saat pemutaran perdana film “Gulyai, Vasya! Svidanie na Bali” di Formula Kino Kutuzovsky Cinema, Moskow.
MOSKOW (GN) - Industri kreatif, khususnya film, merupakan salah satu medium yang efektif dalam melakukan promosi pariwisata dan budaya. Hal itu pada akhirnya meningkatkan pengenalan warga kedua bangsa dan kerja sama antara Indonesia dan Rusia. Demikian dituturkan Duta Besar RI Moskow untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, Jose Tavares pada acara pemutaran perdana (premiere) sekuel film Rusia bergenre popcomedy, “Gulyai, Vasya! Svidanie na Bali” (Chill Out, Vasya! A Date in Bali) yang mengambil lokasi syuting utama di Bali. Dubes Jose menyampaikan bahwa KBRI Moskow siap mendukung dan bekerja sama dengan pelaku industri
Kiai Said Aqil Komut PT KAI JAKARTA (GN) - Menteri BUMN Erick Thohir kembali menunjuk tokoh Nahdlatul Ulama (NU) menduduki jabatan penting di BUMN. Kali ini Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj ditunjuk sebagai komisaris utama (komut) merangkap sebagai komisaris independen PT KAI (Persero). Hal itu dibenarkan Riza Primadi yang juga ditunjuk sebagai komisaris KAI. “Benar,” katanya seperti dikutip dari detik.com Rabu (3/3/2021). Sedang Riza Primadi sebagai komisaris independen dan Rochadi sebagai komisaris independen. Selain itu Diah Nataliza dan Chairul Anwar sebagai komisaris. Sementara komisaris yang masih bertahan yakni Pungky Sumadi, Criss Kuntadi, dan Freddy Haris.
Meski kabar perubahan struktur Dewan Komisaris KAI dibenarkan Riza Primadi, pihak manajemen KAI belum memperoleh salinan Surat Keputusan (SK) dari Menteri BUMN. “Mungkin bisa dikonfirmasi informasi tersebut ke Kementerian BUMN. Karena sampai dengan saat ini kami belum menerima salinan SK terkait perubahan susunan Komisaris,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus saat hubungi kemarin. Kiai Said selama ini dikenal mendukung Presiden Jokowi. Namun dia juga mengkritik keras kebijakan Jokowi yang dinilai keliru dan tidak prorakyat. Misalnya soal miras. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengatakan izin investasi minuman keras (miras) dalam Perpres 10/2021 merupakan dampak negatif dari Undang-
undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. “Ini yang saya khawatirkan dari Omnibus Law ya, ini turunan dari UU ini, ya. Ini akibat dari Omnibus Law Cipta Kerja ini,” kata Kiai Said di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (2/3/2021). Kiai Said mengatakan UU Cipta Kerja selama ini hanya digodok oleh segelintir orang tertentu, terutama kalangan pengusaha yang lebih mengedepankan keuntungan. Menurutnya, pemerintah tak pernah mengajak PBNU hingga Muhammadiyah untuk membahas UU Ciptaker. “Enggak pernah mengajak pihak lain. Enggak NU, enggak Muhamamdiyah, enggak dari ormas lain, enggak dari perguruan tinggi, enggak ada setahu saya,” ujarnya. Sebelumnya Zuhairi Misrawi juga ditunjuk oleh Men-
teri BUMN Erick Thohir menjadi komisaris independen PT Yodya Karya (Persero). Zuhairi adalah anggota tim kampanye Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam dua kali Pemilu Presiden (Pilpres), pada 2014 dan 2019. “Ini bagian untuk melayani dan memberikan pengabdian untuk negara,” kata Zuhairi saat dihubungi soal penunjukannya sebagai komisaris BUMN di Jakarta, Selasa, 17 November 2020 lalu. Zuhairi lahir di Sumenep Pulau Madura, Jawa Timur, 5 Februari 1977. Ia menempuh pendidikan Sarjana Departemen Akidah Filsafat, Fakultas Ushuluddin Universitas AlAzhar, Mesir, pada 1999. Lalu, dia kuliah pascasarjana Pemikiran Politik Islam UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Dalam organisasi keislaman, Zuhairi dikenal sebagai
intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU). Pada September 2012, sesuai catatan Tempo, Zuhairi pernah bersuara dalam kasus konflik Syiah di Sampang, Madura. Saat itu, dia mendesak Pengurus Besar NU menginisiasi proses rekonsiliasi mayoritas muslim dengan komunitas Syiah di Sampang. “Jangan malah mendukung opsi pemerintah yang mengusulkan relokasi komunitas minoritas ini,” kata Direktur Moeslim Moderate Society tersebut. Pada 2018, Zuhairi juga sempat memberikan pandangan mengenai penyerangan di Gereja St Lidwina Bedog Trihanggo, Sleman, Yogyakarta. Ia menyebut penyerangan ini berpotensi bermuatan politik. Sehingga, Ia mendesak pemerintah untuk mengungkap tokoh utama penyerangan. * hud, tmp
internasional
Ada ‘Peran Israel’ di Balik Kekerasan Militer Myanmar Pendemo Tewas Tertembak di Kepala
Pendemo anti kudeta militer terlibat aksi kekerasan di salah satu kota di Myanmar.
YANGON (GN)-Militer Myanmar atau populer juga Tatmadaw terus melakukan aktivitas opresif terhadap gelombang demonstrasi antikudeta. Untuk mengawasi gerak-gerik demonstran, militer Myanmar disebut menggunakan sejumlah alat berteknologi canggih. Seperti dilansir The Straits Times, Selasa (2/3/2021) sejumlah drone pengintai buatan Israel disebut-sebut turut digunakan oleh militer Myanmar. Sementara itu, ada juga perangkat peretas iPhone Eropa, dan software Amerika Serikat yang dapat meretas komputer hingga mengakses isinya. Beberapa dari teknologi ini, digunakan oleh Tatmadaw, sebutan untuk militer Myanmar, untuk menargetkan penentang kudeta.
GN/Istimewa
"Militer sekarang menggunakan alat itu untuk menindak pengunjuk rasa damai yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk melawan junta militer dan memulihkan demokrasi," kata juru bicara Justice for Myanmar, kelompok pemantau pelanggaran junta, Ma Yadanar Maung. Menurut Justice for Myanmar, terdapat dokumen-dokumen yang memperlihatkan anggaran belanja jutaan dolar untuk teknologi yang dapat meretas ponsel dan komputer, serta melacak lokasi langsung orang-orang dan mendengarkan percakapan mereka. Disebutkan anggaran tersebut tertulis untuk beberapa tujuan, seperti memerangi "pencucian uang" atau menyelidiki "kejahatan dunia maya". tc,afp,rtr
YANGON-Militer Myanmar makin brutal. Enam orang tewas dalam aksi kekerasan yang dilakukan pasukan keamanan Myanmar kepada para pedemo antikudeta pada Rabu, (3/3/2021). Puluhan jurnalis yang meliput demo juga ditahan. Dilansir dari AFP, petugas medis mengatakan empat orang tewas selama protes di sebuah kota di Myanmar tengah. Sedangkan dua pengunjuk rasa lainnya tewas dalam perjalanan ke rumah sakit dari Mandalay. “Salah satu korban di Mandalay tertembak di kepala, dan satunya lagi di dada,” kata dokter yang tidak mau disebutkan namanya. Sebuah protes di pusat Kota Myingyan juga berujung pada kekerasan, ketika pasukan keamanan menghadapi pengunjuk rasa yang mengacungkan tiga jari. Tiga jari menjadi simbol perlawanan untuk gerakan anti kudeta. “Mereka (pasukan keamanan) menembakkan gas air mata, peluru karet, dan peluru tajam,” ucap relawan medis. Demonstrasi juga berlanjut di Yangon, kota terbesar di Myanmar. Para pengunjuk rasa menggunakan ban
darurat dan barikade kawat berduri untuk memblokir jalan-jalan utama dan memperlambat datangnya polisi. Sementara itu, di pusat kota Pansodan Road, pengunjuk rasa menempelkan cetakan wajah pemimpin junta, Min Aung Hlaing di tanah. Langkah ini bertujuan memperlambat pasukan keamanan yang akan menghindari menginjak gambar pemimpin mereka. Bentrokan juga terjadi di kota San Chaung. Tempat ini menjadi lokasi bentrokan hebat dalam beberapa hari terakhir dengan gas air mata memenuhi jalan saat polisi anti huruhara menghadapi pengunjuk rasa. Sementara itu, hari ini enam jurnalis juga didakwa atas tuduhan menyebarkan berita palsu dan membuat pegawai negeri marah karena berita tersebut. Sebelumnya, akhir pekan kemarin, sebanyak 18 demonstran ditembak mati. Demo yang berakhir dengan pertumpahan darah pada hari Minggu, menjadi hari kekerasan paling berdarah sejak militer melakukan kudeta terhadap pemerintah terpilih pimpinan Aung San Suu Kyi satu bulan lalu.mdc,afp
kreatif, khususnya sineas dan produser film Rusia dalam produksi dan syuting film dengan latar belakang keindahan alam dan budaya yang dimiliki Indonesia. “Film merupakan aset diplomasi antar bangsa”, tambah Dubes Jose. Dubes Jose juga mempergunakan kesempatan pemutaran perdana film ini untuk mempromosikan sejumlah destinasi wisata super prioritas pemerintah Indonesia, yaitu: Danau Toba, kawasan Candi Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika dan Likupang. “Indonesia mengundang sineas film Rusia untuk berkunjung dan membuat film di berbagai destinasi wisata super prioritas yang memiliki keindahan alam dan budaya yang tidak kalah dengan Bali,” pungkas Dubes Jose. Syuting film
“Gulyai, Vasya! Svidanie na Bali” dilangsungkan pada awal tahun 2020 di berbagai daerah menarik di Bali, antara lain: Nusa Dua, Kuta, Jimbaran, Seminyak dan Canggu. “Kami juga melakukan survei lokasi syuting di Thailand dan Vietnam. Tetapi kami memilih Bali karena Bali memiliki nuansa spiritual magis bagi warga Rusia. Selain itu, keramahan dan kehangatan warga Bali sangat melekat di hati kami. Bali memiliki tempat tersendiri di hati kebanyakan warga Rusia,” tutur Sergey Zakharov, produser eksekutif film. Pesona keindahan budaya dan wisata alam Bali memiliki tempat khusus di hati masyarakat Rusia. Bagi warga Rusia, Bali merupakan salah satu tujuan wisata favorit idaman. gas
BOS 2021 untuk Tatap Muka JAKARTA (GN) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memberi sinyal segera membuka belajar mengajar tatap muka. Menteri Nadiem mengungkap perbedaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2021 dengan tahun sebelumnya. Nadiem menganjurkan agar dana BOS 2021 digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah tatap muka. “Di tahun sebelumnya, kita mengubah beberapa hal, kita mentransfer dana BOS langsung, tidak lewat pemda dulu, langsung ke sekolah. Jadi orang tua di berbagai macam daerah tidak perlu talangi dulu biaya operasional sekolah. Di mana dulu setiap kali tertunda dana BOS, bayangkan orang tua itu, kepala sekolah harus meminjam uang orang tua untuk bisa mengoperasionalkan sekolah,” kata Nadiem Makarim dalam dialog yang disiarkan YouTube FMB9I_IKP, Rabu (3/3/2021). “Jadi di tahun 2020 kita melakukan transfer langsung yang dampaknya cukup luar biasa. Kita juga melakukan laporan BOS yang online sifatnya, dan kita juga memberikan fleksibilitas dana BOS untuk berbagai macam kebutuhan,” jelas dia. Pada 2021 ini, Nadiem menyebut dana BOS lebih majemuk. Setiap sekolah menerima dana BOS yang berbeda sesuai dengan kebutuhan. “Di tahun 2021 ini merupakan suatu hal yang membuat saya sangat bahagia, karena untuk pertama kalinya kita mengumpulkan BOS majemuk. Jadi sebelumnya, semua penghitungan BOS untuk setiap sekolah itu semuanya seragam, per anak kita berikan itu sama, di Jakarta, di Yogya, di Maluku, di Papua, sama. * det
DK PBB Mulai Geram Sudah satu bulan, demo anti kudeta militer besarbesaran dilakukan. Sudah total 21 warga sipil tewas karena aksi represif petugas membubarkan pengunjuk rasa. Dewan Keamanan (DK) PBB, melansir AFP, melakukan pertemuan khusus membahas persoalan Myanmar ini. Mengutip sebuah sumber, AFP melaporkan Inggris telah meminta DK PBB bertemu Jumat Antonio Guteres (5/3/2021). “Ini karena pasukan keamanan terus meningkatkan penggunaan kekerasan mereka terhadap demonstran anti-kudeta di negara Asia Tenggara itu,” tulis media tersebut mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, Rabu (3/3/2021). Pertemuan pertama akan dilakukan sekitar pukul 15.00 waktu Inggris, di bawah proposal London. DK PBB kemungkinan akan menyuarakan keprihatinan yang mendalam atas kudeta yang terjadi 1 Februari. “Dan, menyerukan penyataan untuk pembebasan semua tahanan termasuk Aung San Suu Kyi,” sebut sumber itu. Sementara Senin, misi diplomatik China untuk PBB, mengatakan ke media yang sama bahwa akan ada kesepakatan umum di antara anggota Dewan Keamanan soal Myanmar. China, merupakan sekutu dekat Myanmar, biasanya enggan mengomentari soal kudeta ini. Sebelumnya sejumlah negara dan lembaga di dunia telah membekukan dana bantuan untuk Myanmar. Bank Dunia menangguhkan pembiayaan proyek di negeri itu. Jepang, donor utama, sedang mempertimbangkan untuk menghentikan proyek bantuan baru untuk sementara waktu. Norwegia dan Selandia Baru juga menghentikan dana bantuannya. Sanksi juga diberikan beberapa negara seperti Inggris, Kanada, dan AS. Sanksi ekonomi dan keuangan ini akan sangat merugikan negara itu mengingat tingginya tingkat investasi asing (FDI) yang dibutuhkan. Kudeta yang terjadi di Myanmar dimulai pada 1 Februari lalu. Kudeta ini diawali oleh penahanan Suu Kyi bersama Presiden Win Myint dan para pemimpin lainnya oleh kelompok militer. afp
mataraman
10
minggu ke-286
4 - 10 MARET 2021
LINTAS INSTANSI DI TRENGGALEK GELAR SIMULASI
13 Desa Pesisir Rawan Tsunami
TRENGGALEK (GN) – Cuaca ekstrem yang terjadi di Jawa Timur tampaknya patut diwaspadai semua pihak. Di Trenggalek, tercatat ada 13 desa pesisir pantai yang rawan terjadi tsunami. Desa-desa tersebut tersebar di Kecamatan Watulimo, Munjungan, dan Kecamatan Panggul. Potensi bencana alam itu mulai diwaspadai pemerintah dengan memasang sejumlah sirene peringatan di beberapa titik. Sirene tersebut terkoneksi langsung dengan Pusdalops BPBD Trenggalek. Jika sewaktu-waktu ada peringatan ancaman tsunami oleh BMKG, maka petugas akan membunyikan sirine sebagai tanda bahaya, agar masyarakat segera mengevakuasi diri. Potensi ini mulai diantisipasi dengan menggelar simulasi dampak tsunami. Simulasi yang digelar di Pantai Konang, Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul ini, diikuti aparat kepolisian, TNI, dan sejumlah instansi kebencanaan serta masyarakat di pesisir selatan, Selasa (2/3/2021). Dalam simulasi ini, memperagakan detikdetik gempa, tsunami hingga proses evakuasi penyelamatan warga, hingga penanganan para korban. Aksi ini dimulai dengan aktivitas masyarakat nelayan di pesisir pantai pada kondisi normal, saat itulah disimulasikan terjadi gempa berskala besar dan berpotensi tsunami. Masyarakat yang tadinya beraktivitas kaget dan berlarian menjauhi pantai. Petugas kepolisian, TNI dan serta instansi kebencanaan
Beli Cabai Rp 1000 Dapat 4 Biji JOMBANG (GN) – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Jombang, semakin pedas. Saat ini harga cabai berkisar antara Rp 107 ribu hingga Rp 110 ribu per kilogram. Bahkan di tingkat eceran, uang Rp 1000 hanya mendapat cabai atau lombok empat biji. Sejumlah pasar itu di antaranya Pasar Legi Jombang, Pasar Pon Jombang, Pasar Peterongan, Pasar Mojoagung, Pasar Ploso, serta pasar di tingkat kecamatan lainnya. “Untuk hari ini harga cabai Rp 110 ribu per kilogram. Harga kulakannya juga naik,” kata Siti, salah satu pedagang di Pasar Legi, Rabu (3/3/2021). Meski harga selangit, para konsumen tetap membeli komiditas tersebut. Utamanya bagi para pemilik warung sambelan (sambal) dan rumah makan. Pasalnya, cabai merupakan kebutuhan pokok bagi mereka. Tentu saja, pemilik warung itu harus memutar strategi agar tidak terbebani dengan harga cabai. Umi Kulsum (47) salah satunya. Pemilik warung sambelan di Jl Sukarno-Hatta, Babadan, Kepuhkembeng, Jombang ini meminta pelangganya memaklumi ketika sambalnya tak lagi nendang. Jika minta sangat pedas, kata Umi, maka diminta menambah uang atau bawa cabai sendiri. “Kalau pembeli minta sambal sangat pedas, kita minta bawa cabai sendiri. Atau menambah uang cabai. Antara Rp 1000 hingga Rp 2000. Karena harga cabai sangat mahal. Alhamdulillah, pelanggan bisa memaklumi,” kata Umi. Umi mengatakan, kenaikan cabai terjadi seja dua pekan terahir. Mulai harga Rp 70 ribu per kilogran hingga saat ini tembus Rp 110 ribu. Karena penasaran, Umi pernah membeli cabai satu ons, yakni Rp 11 ribu. Dia kemudian menghitung jumlah cabai tersebut. bej
PERISTIWA
Sejumlah warga bersama petugas dari instansi kebencanaan saat menggelar simulasi tsunami.
yang mengetahui potensi tsunami langsung mendatangi kawasan pantai untuk membantu mengevakuasi masyarakat, menuju ke tempat yang lebih tinggi dan aman. Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring mengatakan dalam simulasi tersebut pihaknya juga memperagakan proses penanganan korban pascaterjadi tsunami. Termasuk evakuasi korban yang tersangkut di atas pohon, luka-luka, maupun meninggal dunia. “Ini adalah salah satu upaya kami untuk menyamakan persepsi saat terjadi tsunami, sehingga masing-masing instansi maupun masyarakat tahu
apa yang harus dikerjakan,” kata Doni saat dikonfirmasi, Rabu (3/3/2021). Dijelaskan Doni, sinergitas penanganan yang solid dalam sangat dibutuhkan, mengingat bencana alam tersebut tidak dapat diprediksi sebelumnya. Dengan ketrampilan yang telah tertata, maka diharapkan akan meminimalisir jatuhnya korban luka maupun jiwa. “Yang perlu diingat, tiga kecamatan di selatan Trenggalek ini rawan terhadap ancaman tsunami. Untuk itu dibutuhkan kerjasama yang baik antar instansi maupun masyarakat,” imbuhnya. Lanjut Doni, tanggap darurat bencana tsunami
harus terintegrasi secara matang, mulai awal evakuasi hingga penanganan para pengungsi.”Layanan kesehatan, hingga dapur umum harus siap juga,” jelasnya. Sementara itu Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohammad Natanegara berharap potensi bencana di pesisir selatan harus disadari oleh seluruh elemen masyarakat. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan sangat dibutuhkan. “Penanganan tsunami adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap dengan pelatihan ini, pola penanganan diantara instansi kebencanaan terbentuk dengan baik,” kata Syah.
Sementara itu dari catatan BPBD Kabupaten Trenggalek terdapat 13 desa di pesisir selatan yang rawan ancaman tsunami. Desa-desa tersebut tersebar di Kecamatan Watulimo, Munjungan, dan Kecamatan Panggul. Terkait potensi bencana alam itu, pemerintah telah memasang sejumlah sirene peringatan yang tersebar di beberapa titik. Sirene tersebut terkoneksi langsung dengan Pusdalops BPBD Trenggalek. Jika sewaktu-waktu ada peringatan ancaman tsunami oleh BMKG, maka petugas akan membunyikan sirine sebagai tanda bahaya, agar masyarakat segera mengevakuasi diri. det
Terapkan E-Kinerja, TPP ASN Nganjuk Naik
NGANJUK – Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkan) Nganjuk akhirnya bisa bernafas lega. Pasalnya, mulai 2021, ASN Nganjuk akan menerima Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Besaran TPP ASN dipengaruhi hasil kerja (kinerja) yang dilaporkan, dan dinilai atasan setiap hari melalui aplikasi. Kenaikan TPP ini tertuang dalam surat bernomor 800/13/411.303/2021, tanggal
komoditi
05 Januari 2021, Perihal Penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai dengan Aplikasi E-Kinerja, memerintahkan seluruh ASN di Kabupaten Nganjuk menggunakan aplikasi E-Kinerja untuk mengerjakan SKP dan input kegiatan sesuai dengan jabatannya. Dengan aplikasi E-Kinerja tersebut, kinerja ASN tidak hanya dinilai dengan absensi, tapi juga kewajiban mengunggah bukti pekerjaannya ke aplikasi agar bisa mendapat kenaikan TPP. Selain itu, ap-
likasi E-Kinerja menuntut ASN melaporkan kegiatan harian, dengan diskripsi lengkap dan uraian kegiatannya. Dengan cara ini, ASN tidak bisa lagi mengarang kegiatan, karena terkontrol melalui aplikasi tersebut. “Pasti ketahuan. Sebab kegiatannya kan harus sama antara kegiatan kepala seksi, kepala bidang hingga kepala dinasnya,” ujar Arum Pravita Sari, SPsi, Kepala Sub bidang Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai BKD Kabupaten Nganjuk, kepada
wartawan, Rabu (3/3/2021). Menurut Arum, keberadaan aplikasi E-Kinerja ini, ASN dituntut untuk aktif melaksanakan kegiatan. Mereka juga harus merencanakan dan merealisasikan kegiatan mereka. Selebihnya, pegawai harus mencatatnya secara detail untuk di-entry di aplikasi. Lebih lanjut, Arum menjelaskan, dari penilaian tersebut akan muncul persentase yang nantinya akan menentukan besaran TPP. “Kalau 100 persen ya berarti akan menerima tukin
(tunjangan kinerja) sesuai kelas jabatannya,” terangnya. Arum menambahkan dalam aplikasi E-Kinerja ada tahapannya bukan serta merta laporan hasil ASN bisa langsung lolos. “Suatu misal di Perangkat Daerah, seorang pelaksana akan dinilai oleh Kepala Seksi. Selanjutnya, rekapan kinerja kepala seksi akan dinilai kepala bidang. Demikian seterusnya secara berjenjang hingga rekapan kinerja kepala dinas dinilai oleh sekretaris daerah (sekda),” imbuhnya. roy
Petugas saat melihat kondisi bangunan usai diterjang puting beliung.
Purwoasri Diterjang Puting Beliung
KEDIRI (GN) - Sebanyak 60 rumah warga Kecamatan Purwoasri porak-poranda diterjang angin puting beliung. Akibat kejadian ini satu orang terluka dan harus dilarikan ke Rumah Sakit RSKK. Kapolsek Purwoasri AKP Ponco Saputro mengatakan, peristiwa angin puting beliung terjadi sekira pukul 16.00 WIB. “Jadi anginnya ini awalnya dari Desa Muneng yang merobohkan pohon dan aliran listrik yang mengakibatkan mati lampu,” ujarnya, Rabu (3/3/2021). Menurut AKP Ponco, setelah menerjang Desa Muneng, angin bergerak menuju Desa Merjoyo yang tak jauh dari lokasi awal. “Kalau di Desa Merjoyo ini paling banyak total ada 55 atau 5 RT,” ungkapnya. Masih kata AKP Ponco bahwa tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun ada orang satu yang terluka. “Korban terluka di bagian kepala dan sudah dibawa ke rumah sakit RKK Pare Kediri,” imbuhnya. Untuk kejadian ini adalah pertama kali terjadi di Desa Muneng dan Merjoyo Kecamatan Purwoasri. “Sepengetahuan saya ini adalah yang pertama terjadi,” ucap Kapolsek Purwoasri. Sementara itu Mujianti warga Desa Mejoyo Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri mengatakan bahwa saat peristiwa itu terjadi, ia sedang bersama keluarga. “Kejadiannya ini sekitar pukul 3 sore saya sama cucu. Saat itu sedang mencari ayam tapi tiba-tiba liat banyak yang roboh semuanya,” ucapnya. Mujianti bersyukur saat kejadian semua anggota keluarganya selamat dan tak ada yang terluka. “Alhamdulillah anak saya sama cucu saya semuanya selamat,” pungkasnya. trb
TEKA TEKI SEKOLAH TATAP MUKA DI TENGAH PANDEMI COVID-19
Jombang Wacanakan April, Tulungagung Targetkan Juli
Kapan sekolah tatap muka bakal digelar kembali. Jawabannya masih teka-teki. Pasalnya, hingga kini belum bisa diprediksi kapan pandemi Covid-19 ini bakal berakhir. Namun di Jombang dan Tulungagung sudah mewacanakan bakal kembali menggelar sekolah tatap muka. Kapan itu? Pemerintah Kabupaten Jombang berencana akan membuka kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah tatap muka pada April 2021 mendatang. Keputusan membuka sekolah ini, karena sudah dilakukan vaksinasi Covid-19 untuk guru. “Proses vaksinasi dosis pertama untuk pendidik dan tenaga pendidik (PTK) ini kan sudah berjalan, dan untuk dosis kedua InsyaAllah maksimal diberikan pada tanggal 25 Maret 2021 nanti, terus kita berikan jeda satu minggu setelahnya. Sehingga, perkiraan rencana awal April itu kita laksanakan
KBM tetap muka,” jelas Kepala Disdikbud Jombang, Agus Purnomo, Rabu (3/3/2021). Menurut Agus, pelaksanaan KBM tatap muka di Jombang, nanti tidak berdasarkan status zona wilayah, tetapi serentak akan dilaksanakan. “KBM tatap muka nanti langsung kolektif semua melaksanakan,” ujarnya. Sementara itu, persiapan yang harus dilakukan masingmasing sekolah yakni memperketat dan mempersiapkan sarana prasarana protokol kesehatan, menyiapkan metode pembelajaran dengan kapasitas 50 persen di setiap kelas-
Model sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19 yang tetap mengendepankan jaga jarak.
nya. “Persiapannya kita sudah siap, dari sarana prasarananya, metode pembelajaran dan kita tetap menggunakan kapasitas 50 persen-50 persen, prokes juga tetap harus dijalankan,” kata Agus. Sedangkan vaksinasi peserta didik pihaknya belum
mendapatkan informasi secara resmi. “Kalau dari sisi usia kan juga belum memenuhi, jadi untuk peserta didik sampai sekarang belum ada wacana melakukan vaksinasi,” tuturnya. Pelaksanaan sekolah tatap muka yang rencananya akan
ILUSTRASI
dimulai pada April 2021, untuk sementara yang akan dibuka mulai sekolah PAUD hingga SMP. Sementara untuk jenjang SMA masih menunggu keputusan dari Ketua Tim Satgas Covid-19 Jombang. Kebijakan Pemkab Jombang berbeda dengan Pemkab Tu-
lungagung. Di Kota Marmer ini, pemerintah menargetkan pembelajaran tatap muka di semua jenjang pendidikan pada Juli 2021, seiring tuntasnya program vaksinasi pada kelompok pengajar dan tenaga di lingkup kependidikan. “(Vaksinasi) kami targetkan selesai antara Mei-Juni. Kalau lancar dan tidak ada kendala, Juli pembelajaran tatap muka bisa dilakukan,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro. Akan tetapi skenario itu diberlakukan hanya apabila vaksinasi tidak molor, dan semua tenaga pendidik sudah diimunisasi. Jika belum, pembelajaran tatap muka akan dijadwal ulang. “Dari pusat sendiri menargetkan bagi pengajar sampai Juni,” katanya. Masalahnya, batas akhir vaksinasi bagi pengajar
disesuaikan dengan persediaan vaksin yang diterima oleh Satgas Penanganan Covid-19 Tulungagung. Galih tak memungkiri kebijakan tersebut masih berisiko terjadi paparan antarsiswa. Namun, menurutnya, risiko itu relatif kecil lantaran baik pengajar dan orang tuanya sudah terlindungi oleh vaksin, sehingga tercipta kekebalan kelompok (herd immunity). “Ilustrasinya begini, orang tuanya sudah divaksin akan melindungi anak-anak di rumah, gurunya juga divaksin,” katanya. Meski demikian, dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka, protokol kesehatan dasar tetap dilakukan. Siswa dan pengajar wajib memakai masker, sering cuci tangan dan menjaga jarak. “Isi ruang mengajar akan dikurangi menjadi 75 persen,” kata Galih. ara,jom
SAMBUNGAN
minggu ke-286 4 - 10 MARET 2021
Pemprov...
Untuk diketahui Kemensos menghentikan santunan bagi ahli waris korban meninggal akibat Covid-19. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 150/3.2/ BS.01.02/02/2021 tentang Rekomendasi dan Usulan Santunan Ahli Waris Korban Meninggal akibat Covid-19 yang dikeluarkan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKS) Kemensos Sunarti. “Pada tahun anggaran 2021 tidak tersedia alokasi anggaran santunan korban meninggal dunia akibat Covid-19 bagi ahli waris pada Kemensos RI, sehingga terkait dengan rekomendasi dan usulan yang disampaikan oleh Dinsos Provinsi/Kab/Kota sebelumnya tidak dapat ditindaklanjuti,” demikian bunyi surat kepada Kepala Dinas Sosial provinsi seluruh Indonesia tertanggal 18 Februari 2021 itu. Sunarti meminta Kepala Dinas Sosial provinsi menyampaikan keputusan tak lagi melanjutkan program santunan kepada Dinas Sosial tingkat kabupaten/kota di wilayah masing-masing. “Selanjutnya untuk tidak memberikan rekomendasi dan/atau usulan lagi pada Kementerian Sosial RI,” bunyi poin 2 surat tersebut. Sebelumnya, Surat Edaran Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Nomor:427/3.2/ BS.01.02/06/2020 tanggal 18
Juni 2020 yang ditandatangani Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Adi Wahyono menyebutkan tentang santunan Rp 15 juta bagi ahli waris yang anggota keluarganya meninggal akibat infeksi Covid-19. Sementara itu Menteri Sosial Tri Rismaharini mengungkapkan alasan mengapa Kemensos tidak lagi mengadakan santunan untuk korban meninggal dunia akibat Covid-19 bagi ahli waris. Dia mengatakan bahwa sejak dilantik pada 23 Desember 2020 lalu, uang santunan tersebut sudah tidak ada dan kebijakannya telah diteken pejabat eselon II atau Pelaksana Tugas Dirjen saat itu. Sedangkan terkait alasan penghapusan, Tri Rismaharini menuturkan bahwa penghentian santunan dilakukan karena keterbatasan dana dan kesulitan menentukan alasan meninggal seorang pasien. “Sebetulnya kebutuhan untuk korban Covid-19 ini berapa? Tidak bisa dibayangkan ternyata, kemudian jumlahnya sangat besar dan uang tidak ada,” katanya di Jakarta, Selasa (2/3/2021). Tri Rismaharini juga mempertimbangkan kembali bagaimana di masa pandemi, Kemensos akan sulit mengidentifikasi korban yang berhak diberi santunan. Apakah korban memang meninggal dunia akibat Covid-19, atau meninggal karena faktor lain di luar Covid-19. tis
Kiai...
117 Inggris ini. Namun masyarakat Karawang tidak perlu panik karena orangnya sudah negatif makanya bisa kembali ke rumah, “ kata Fitra Rabu (3/3/2021). Fitra mengatakan, dua orang warga Karawang yang terpapar virus varian baru itu berasal dari Kecamatan Pedes dan Lemahabang. Saat ini keduanya berikut keluarga dalam pengawasan Tim Satgas. “Kita melakukan tracing dan keluarnya sudah kita Swab Test. Semua orang terdekat atau kontak erat kita swab, “katanya. Menurut Fitra, dua orang warga Karawang itu terpapar Covid-19 varian baru setelah bekerja di Arab Saudi. Namun belum diketahui di
mana keduanya terpapar virus tersebut. “Mereka bekerja sebagai TKW di Arab Saudi dan kembali ke Indonesia. Namun saat sampai di Bandara Soekarno-Hatta dilakukan swab test dan ternyata positif, “ pungkasnya. Sementara itu Pemerintah Arab Saudi mewajibkan vaksinasi COVID-19 bagi calon jamaah haji di tahun 2021. Surat kabar Okaz menyebut hanya individu yang sudah divaksinasi saja yang dibolehkan untuk melaksanakan ibadah haji. “Vaksinasi COVID-19 diwajibkan bagi mereka yang ingin datang melaksanakan haji dan jadi syarat utama izin masuk,” tulis laporan
dari surat edaran Kementerian Kesehatan Arab Saudi, seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (3/3/2021). Pelaksanaan haji pada tahun 2020 memang sempat terhambat oleh pandemi Corona. Arab Saudi membatasi hanya 1.000 jamaah dengan kriteria tertentu yang bisa melaksanakan haji demi mencegah penyebaran COVID-19. Kala itu calon jamaah dari luar negeri tidak bisa mendapat izin masuk ke Tanah Suci. Arab Saudi dilaporkan sedang menyiapkan komite tenaga kesehatan khusus yang semua anggotanya juga sudah divaksinasi untuk mengawasi pelaksanaan umrah dan haji di tahun 2021. * det, wis
► Sambungan hal 1
banyak pemaparan melalui dua perspektif. Yaitu perspektif medis dan fikih (Islam).
“Jadi, protokol kesehatan tetap dijalankan sebagaimana mestinya,” katanya. Joko juga menyadari tentang adanya keragu-raguan di tengah masyarakat mengenai vaksinasi, sehingga memerlukan peningkatan “trust” tersendiri. Salah satu upaya untuk memperkuat “trust” masyarakat tersebut menurutnya para dokter juga telah melakukan vaksinasi atas diri mereka sendiri. “Artinya, dokter juga menggunakan obat yang sama dengan yang digunakan oleh masyarakat. Dengan demikian, trust masyarakat semakin meningkat terhadap upaya vaksinasi,” katanya. Lalu siapa pihak-pihak yang dibolehkan untuk diberi vaksin Sinovac? Mereka adalah orang dewasa hingga lansia usia 60 tahun dengan beberapa syarat tertentu. Sementara ibu hamil ditunda hingga melahirkan dan ibu menyusui. Lalu orang yang pernah terkena Covid-19 setelah melewati masa 3 bulan, jika memiliki penyakit paru dapat diberikan bila kondisinya terkontrol, serta penderita HIV, diabetes mellitus, hingga epilepsi. “Khusus ibu hamil, saat pengujian ada sejumlah volunter yang hamil. Hingga saat ini belum muncul masalah yang berarti pada mereka. Namun karena para ahli sudah konsisten dengan uji klinisnya, maka untuk saat ini sementara masih tidak dibolehkan dulu,” katanya. Acara dengan moderator Prof Dr M. Noor Harisuddin, M. Fil. I., Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan yang juga Guru Besar Bidang Ilmu Ushul Fiqh Fakultas Syariah IAIN Jember itu memang lebih
Kajian Mendalam Narasumber lain dalam Webinar tersebut, Ketua Umum MUI Jember, Prof KH Abdul Halim Soebahar, menyatakan, untuk keperluan memperoleh kejelasan yang sebenar-benarnya mengenai kehalalan vaksin yang digunakan pemerintah untuk menanggulangi Covid-19, MUI yang melibatkan para ulama dan para ahli vaksin, sudah datang langsung ke Tiongkok. MUI mengirim delegasi serta melakukan audit atas PT Biofarma guna mengetahui bagaimana proses pembuatan vaksin Sinovac tersebut. “Dari hasil kajian yang menyeluruh tersebut, diperoleh hasil bahwa tak satu pun unsur di dalam vaksin yang mengandung unsur ketidaksucian. Apalagi pemerintah juga telah melakukan ikhtiar keteladanan, yaitu Presiden divaksin lebih dulu. Hal itu untuk menyatakan keamanannya,” katanya. Karena para ulama melalui MUI sendiri telah melakukan kajian dari aspek kesehatan kemudian didukung oleh keteladanan dari pemerintah, tambahnya, maka langkah berikutnya adalah bekerja sama melakukan sosialisasi untuk memberikan pencerahan pada masyarakat sehingga mereka pun bisa ikut berpartisipasi dalam program vaksinasi ini. “Terlebih, ada juga postingan negatif yang tidak bertanggung jawab mengenai vaksin ini sehingga mempengaruhi masyarakat untuk ikut vaksinasi. Maka, langkah MUI yang bekerja sama dengan pemerintah merupakan pijakan MUI untuk memelopori kebangkitan Jatim. Saatnya Ja-
tim bangkit. Apa yang dilakukan MUI ini tentunya akan sangat berpengaruh pada kebangkitan vaksinansi di Indonesia,” katanya. Namun demikian, Pengasuh Pondok Pesantren Shofa Marwa ini juga mengakui tentang adanya keraguan sejumlah pihak atas kemampuan MUI untuk mengeluarkan fatwa atas vaksin Covid-19. Kenyataan tersebut menurutnya karena tidak banyak yang tahu bahwa MUI sebenarnya tidak hanya terdiri atas kalangan para ulama saja. Akan tetapi, juga terdiri atas para ulama yang juga cendekiawan dan kalangan profesional. “Karena itu, MUI tidak sembarangan mengeluarkan fatwa. Tetapi melalui berbagai tahapan proses yang rumit. Dalam hal ini MUI tidak melakukan kajian mendalam dari aspek pokok teks keagamaan saja, tetapi juga telah melakukan kajian sekaligus dari aspek kesehatan,” katanya.
hingga memiliki nilai ibadah. Melalui vaksinasi dalam rangka memperkuat imunitas tubuh dan mencegah penularan, maka nilai ibadahnya tentu lebih tinggi. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan pengarahan yang diwakili oleh Dokter Joni Wahyudi, Direktur RSUD Soetomo, berharap forum itu membantu mensukseskan program vaksinasi di Provinsi Jawa Timur. Terlebih, Pemprov Jatim telah menyelenggarakan vaksin dengan total jumlah vaksinator per tanggal 24 Februari 2021 sebanyak 15.119 Orang. Dokter ahli bedah syaraf tersebut juga menjelaskan pesan penting dari Gubernur Jatim. “Perang melawan Corona belum berakhir sehingga kita semua harus berjuang. Jangan menyerah tapi juga jangan terserah. Tetap lakukan usaha preventif melalui 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi. Tetap ikuti program vaksinasi dan jaga kebugaran tubuh,” katanya. Seperti diketahui, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia telah menerbitkan fatwa mengenai kehalalan vaksin Covid-19 buatan Sinovac, China. Fatwa ini dikeluarkan menyusul diterbitkannya Emergency Use Authorization (EUA) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Senin (11/1/2021). Dalam Fatwa MUI Nomor: 02 Tahun 2021 Tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Science Co. LTD China dan PT Bio Farma (Persero), MUI menyatakan bahwa vaksin tersebut hukumnya suci dan halal. (*)
► Sambungan hal 1
Teknis dan mekanismenya saat ini lagi digodok bersama. Tapi kami tidak berani menjanjikan. Prinsipnya jika memungkinkan semuanya termasuk anggaran, semoga bisa terealisir dalam waktu dekat,” katanya, Rabu (3/3/2021). Alwi menjelaskan sebelum ada pembatalan kebijakan, Dinas Sosial Provinsi Jatim hingga Januari 2021 menerima 1.480 permohonan ahli waris yang anggota keluarganya meninggal akibat Covid-19, yang dinyatakan oleh rumah sakit, Puskesmas, atau Dinas Kesehatan setempat. Dari jumlah itu, 67 permohonan telah mendapat santunan, setiap keluarga ahli waris sebesar Rp 15 juta. Saat pendataan tengah berlangsung, muncul surat edaran dari Kemensos terkait pembatalan kebijakan. “Setelah kami kroscek ke Jakarta dan informasi itu valid, kami segera melakukan sosialisasi ke Dinas Sosial Kab/Kota untuk menghentikan proses pendataan,” katanya. Saat disinggung apakah pembatalan kebijakan itu nantinya bakal dievaluasi lagi, Alwi tidak bisa memastikan. “Itu ranah pusat. Kalau di kemudian hari, kebijakan dievaluasi oleh Kemensos kami siap menjalankannya,” katanya.
TKI...
► Sambungan hal 1 Sebelumnya, pada 28 Januari 2021, Kadinkes Karawang mendapatkan kabar dari Kemenkes soal adanya 49 penumpang tiba di Bandara Soekarno Hatta menggunakan pesawat Qatar Airways. Para penumpang itu menjalani tes PCR di bandara. Hasilnya, ditemukan tujuh penumpang positif Covid-19. Terungkap juga bahwa satu TKI asal Karawang positif terpapar virus Corona B-117. “Betul saya sudah teleponan dengan Menteri Kesehatan untuk menangani lebih lanjut kasus Covid-19 varian B
Vaksin...
Ikuti Nabi SAW Sementara itu, Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim, KH Ma’ruf Khozin, mengatakan, wabah seperti Covid-19 sebetulnya juga pernah terjadi sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Di antaranya wabah kolera dan kusta. Untuk menghindari penularannya, Nabi SAW meminta orangorang agar menjaga jarak dan cuci tangan. “Ada salah satu hadist yang menyatakan Nabi SAW bersabda untuk berbicara dengan pengidap kusta seukuran 1 atau 2 busur panah. Artinya apa? Nabi sendiri telah mengajarkan kepada kita tentang protokol kesehatan,” katanya. Karena itu, lanjutnya, menerapkan protokol kesehatan sama saja dengan mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW se-
► Sambungan hal 1 “Kita perlu generasi dan warga negara yang kuat secara fisik maupun kuat mentalnya untuk menghadapi globalisasi. Ini kan miras sudah ada sejak zaman dulu, sehingga kita perlu melakukan edukasi secara terus-menerus. Memahamkan masyarakat tentang kualitas sumber daya manusia bangsa ini bisa rusak karena miras. Jika memang misalnya karena berada di daerah dingin sehingga membutuhkan minuman yang menghangatkan tubuh, ya bisa menciptakan minuman yang benar-benar membuat tubuh menjadi hangat, bukan malah merusak tubuh,” katanya. Kiai Marzuqi menambahkan, bersama pemerintah dan DPR, para ulama bergandengan tangan mencari solusi bagaimana caranya mengurangi miras ini. Mulai dari mengurangi persebaran wilayah edarnya, membatasi toko mana yang boleh mana yang tidak boleh, membatasi usia yang mengkonsumsi, hingga jumlah persentasenya. Tujuannya agar miras benarbenar tidak beredar lagi di masyarakat. “Hingga kemudian bisa benar-benar hilang dari peredaran,” katanya. Seperti diketahui Presiden Jokowi mencabut lampiran Perpres yang mengatur pembukaan investasi baru
industri miras yang mengandung alkohol. “Bersama ini saya sampaikan, saya putuskan lampiran Perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri miras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut,” kata Jokowi dalam siaran pers virtual, Selasa (2/3/2021). Jokowi menjabarkan alasannya mencabut lampiran Perpres terkait investasi baru miras ini. Jokowi mengaku menerima masukan dari ulama dan ormas-ormas Islam. “Setelah menerima masukanmasukan dari ulama-ulama MUI, Nahdlatul Ulama NU, Muhammadiyah, dan ormasormas lainnya, serta tokohtokoh agama yang lain, dan juga masukan-masukan dari provinsi dan daerah,” jelas Jokowi. Tolak Pabrik Miras Sebelumnya, PWNU Jatim juga telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait Perpres Investasi Miras pada Senin (1/3/2021). PWNU menolak secara langsung segala bentuk kebijakan yang mengarah pada legalisasi miras atau minuman beralkohol yang sudah jelas diharamkan oleh agama. Kemudian mendorong pemerintah agar memperkuat investasi ekonomi yang tidak menegasikan potensi kerugian disinsetif pada pembangunan sumber daya manusia yang berketuhanan. Warga Jatim sendiri masih menghadapi polemik soal
Rina...
► Sambungan hal 1 Tampak prosesi pemakaman Rina Gunawan berlangsung mengharukan. Sang suami, Teddy Syach, serta anak lakilakinya, Aqshal Ilham Syafatullah, terlihat ikut memakamkan jenazah wanita yang berprofesi sebagai artis dan wedding organizer tersebut dengan menggunakan APD lengkap. Dia sempat mengumandangkan adzan, sebelum jenazah istrinya dimasukkan ke liang lahat. Suasana haru terlihat saat jenazah dikuburkan sementara lantunan surat Yasin mewarnai proses masuknya peti jenazah ke dalam liang lahat. Setelah tanah menutup liang lahat, Teddy Syach tampak menaburkan bunga di atas pusara sang istri. Di sampingnya, berdiri sang putra yang juga mengenakan APD berwarna oranye. Setelah prosesi tabur bunga selesai, Teddy berdiri di hadapan pelayat dan memberikan kata terakhirnya untuk sang istri. Aktor 46 tahun itu mengaku, dia dan kedua anaknya melepas kepergian sang istri di detik-detik terakhir hidupnya. Dia mengaku ikhlas menerima skenario Tuhan atas istrinya. “Sebagai suami, saya ikhlas dan ridho melepasmu. Apa yang kau lakukan selama ini baik, baik, dan baik,” ujar Teddy Syach dengan suara bergetar. Meski dikabarkan meninggal lantaran Covid-19, puluhan pelayat tampak hadir mengikuti prosesi pemakaman dari jarak jauh. Hanya petugas dan anggota keluarga yang menggunakan APD lengkap saja yang diperbolehkan untuk mendekat ke pusara Rina Gunawan. Di saat terakhirnya Teddy mengaku sempat membimbing doa sang istri. Lewat video call, kepergian Rina juga disaksikan oleh kedua anak mereka, Aqshal Ilham Syafatullah dan Karnisya Rahmasyach. “Jadi pukul 7 malam lewat 4 menit setelah menunaikan ibadah salat Maghrib, saya dan putra saya dan putri saya, menyaksikan secara langsung kepulangan ibu Rina Gunawan, sahabat, kerabat, teman,” kata Teddy dikutip dari Youtube Intens Investigasi, Rabu (3/3/2021). “Saya membimbing Beliau juga disaksikan dua putra putri saya,” lanjutnya. Teddy Syach sebelumnya juga berharap tak ada kerumunan di pemakaman istrinya, mengingat kondisinya masih pandemi CO-
11 pabrik miras. Misalnya di Kabupaten Mojokerto. Sebelum heboh Perpres Miras, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, sudah lebih dulu menghadapi masalah pendirian pabrik minuman alkohol yang akan beroperasi di Ngoro Industrial Park (NIP). MUI menolak pabrik yang memproduksi minuman beralkohol itu sebab akan menambah jumlah pengguna minuman keras di negeri ini. Pabrik miras itu dibangun PT Hardcorindo Semesta Jaya yang akan beroperasi di Blok J Nomor 11 Ngoro Industrial Park (NIP), Desa/Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. MUI Kecamatan Ngoro melayangkan surat penolakan melalui MUI Kabupaten Mojokerto yang ditandatangani oleh Ketua MUI Kecamatan Ngoro KH Ismail Arif dan sekretarisnya Nurul Huda dengan surat Nomor 010/MUI.NGR/ VI/2020 tertanggal 5 Juni 2020. “Warga mendapat kabar akan ada pabrik minuman beralkohol. MUI Ngoro menolak agar tidak banyak lagi orang yang mabuk-mabukan,” kata Kiai Ismail. Sebelumnya Katib Syuriah PWNU Jatim, KH Syafruddin Syarif, berpendapat bahwa keputusan membuka keran investasi miras melalui Perpres Nomor 10 Tahun 2021 justru bertentangan dengan revolusi mental yang digaungkan oleh Presiden Jokowi. Sebab, kata
Syafruddin, sedikit atau banyak, miras berpotensi besar merusak akhlak dan mental generasi bangsa. Bahkan miras merupakan penyebab kerusakan yang jauh lebih besar. “(Perpres) Ini sebetulnya juga bertentangan dengan apa yang sudah digemborkan oleh Pak Jokowi mulai pertama Beliau menjadi presiden bahwa ingin bagaimana supaya karakter bangsa terbangun. Itu kan, kata Beliau yang sering diungkapkan. Jadi bagaimana supaya menjadi bagus ke depan. Tapi kalau kemudian ada miras, maka ini setitik nila akan merusak susu sebelanga,” kata Syafruddin kemarin. Mungkin, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatuddin Al Islami, Probolinggo, itu, harapan pemerintah dari investasi industri miras nantinya akan membawa keuntungan secara ekonomi bagi Indonesia. “Tetapi yakinlah keuntungannya tidak sebanding dengan kerusakan yang akan ditimbulkan (dari miras kepada) bangsa Indonesia,” kata Syafruddin. Sekarang saja, saat penegakan hukum terkait miras dilaksanakan oleh aparat berwenang, miras masih banyak yang beredar. Bahkan miras oplosan juga semakin banyak dibuat masyarakat dan beredar meluas. “Apalagi jika kemudian dilegalkan. Artinya, revolusi mental yang selama ini sangat digaungkan, tentu sangat kontradiktif,” ujar Syafruddin. (Tamam Malaka)
VID-19. “Karena kan sekarang semua harus jaga jarak dan jaga kesehatan. Jangan nanti malah timbul kerumunan. Kami kan jadi serba salah. Kita semua harus berhati-hati,” katanya. Terkait penyebab kematian sang istri, Teddy Syach menyebutkan sang istri memang memiliki penyakit bawaan. “Iya karena sakit. Dia sudah sakit sejak 2 minggu terakhir. Ada penyakit bawaan,” tuturnya. Virus COVID-19 membuat kondisi Rina Gunawan cukup sulit mencapai penyembuhan. Teddy menjelaskan beberapa penyakit bawaan yang diidap Rina hingga membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit. “Karena kebetulan Rina mempunyai penyakit bawaan sinus, ada sesak napas, asma juga. Jadi ketika terserang COVID-19 ya cukup berat buat Beliau, sampai seminggu terpisahkan (dengan keluarga),” ujar Teddy saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Lebih lanjut, Teddy menegaskan, bahwa dia tak tahu pasti kapan Rina Gunawan terpapar COVID-19. Teddy hanya menegaskan tim dokter yang menangani sang istri lebih tahu kapan tepatnya Rina Gunawan terpapar COVID-19. “Persisnya kita nggak ada yang tahu, awalnya negatif. Terus dua hari berubah jadi positif. Saya nggak ada yang tahu (kapan positifnya) yang bisa menjawab semua dari tim kedokteran,” katanya. Selama menjalani perawatan di ruang ICU Rumah Sakit Pusat Pertamina Simprug, Rina Gunawan dibantu dengan alat ventilator. Alat tersebut dipasang lantaran Rina Gunawan mengalami sesak napas. Sebelum dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina Simprug, Rina Gunawan terlebih dulu dirawat di Rumah Sakit Premier Bintaro. Karena menjalani perawatan di ICU, Teddy dengan Rina Gunawan hanya bisa berkomunikasi dengan video call. Teddy ingat ketika itu Rina Gunawan masih bisa melambaikan tangannya. “Tapi pada sakit yang terakhir saat video call 10 detik sebelum pemasangan ventilator saja dadah-dadah, ‘Dah Ayah, dah Ayah.’ Gitu,” kata Teddy. Dia pun mengungkapkan kondisi Rina Gunawan sebelum meninggal dunia. Beberapa hari sebelum meninggal, kondisi kesehatan Rina Gunawan sempat stabil. “Tetap stabil beberapa hari. Belakangan karena Beliau
harus bernapas mandiri dan karena sudah kecapekan jadi dibantu peralatan napas dan lain-lain,” jelasnya. Sementara itu, Agus Susetyo, Kabid Humas Rumah Sakit Pusat Pertamina, dalam wawancara dengan Lambe Tujuh, menyebutkan, penyakit bawaan yang sebelumnya diderita Rina Gunawan memang memperlambat proses penyembuhan dari sakit karena terpapar Corona. “Sebetulnya, mengutip juga dari Pak Teddy (suami Rina Gunawan), memang betul ada asma, itu salah satu penyakit yang memperberat seseorang recovery lebih lanjut,” ungkapnya. Kepergian Rina Gunawan tidak hanya menyisakan kesedihan bagi keluarga dan sahabat, tapi juga menambah daftar artis yang meninggal dunia dalam kurun waktu setahun pandemi. Berikut para artis yang meninggal dunia karena COVID-19. 1. Yopie Latul Yopie Latul meninggal dunia karena COVID-19 pada 9 September 2020. Pelantun lagu Poco Poco tersebut mengembuskan napas terakhirnya di usia 65 tahun. 2. Farida Pasha Kabar duka juga datang dari Farida Pasha yang terkenal karena perannya sebagai Mak Lampir. Ia meninggal dunia pada 16 Januari 2021. Farida Pasha meninggal dunia di Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat. Selama empat hari sebelum tutup usia, dia dirawat intensif. Sebelum terpapar COVID-19, Farida Pasha diketahui sempat mengalami vertigo dan sakit di bagian lambungnya. Sebanyak dua kali, ia dibawa ke rumah sakit untuk perawatan intensif. 3. Soraya Abdullah Selanjutnya Soraya Abdullah meninggal dunia pada 1 Februari 2021. Sebelumnya, dia menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam, Kelapa Dua, Tangerang. Soraya Abdullah mengalami komorbid asma atau masalah pernapasan yang disebabkan oleh radang saluran pernapasan yang membawa udara ke dan dari paru-paru. 4 Artis Luar Negeri Selain itu, empat artis luar negeri juga meninggal karena Covid-19. Mereka adalah: Nick Cordero Aktor broadway Nick Cordero meninggal dunia karena Covid-19 di usia 41 tahun. Padahal, nominator Tony Award 2020 ini sempat dua kali dinyatakan negatif corona. *okz,det,inews
jawa Halaman 12I minggu
timur
minggu ke-286
4 - 10 MARET 2021
ke-286, 4 - 10 MARET 2021
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
Satu Tahun Covid-19, Kini Capaian Vaksinasi Jatim Tertinggi dan 42% Daerah Masuk Zona Kuning BLITAR (3 Maret 2021)- Berdasarkan data Gugus Tugas COVID-19 nasional pada Selasa 2 Maret 2021, sebanyak 16 kabupaten/kota di Jatim atau sebesar 42% telah masuk zona kuning. Ke 16 kab/ kota tersebut yaitu Kab. Malang, Kab. Mojokerto, Kabupaten dan Kota Probolinggo, Kab. Bangkalan, Kab. Sumenep, Kab. Sampang, Kab. Pamekasan, Kab. Jember, Kab. Pasuruan, Kab. Bondowoso, Kab. Situbondo, Kab. Lumajang, Kab. Tulungagung, Kab. Bojonegoro, dan Kab. Lamongan. Selain itu, pada saat yang bersamaan, Jatim juga menduduki vaksinasi tertinggi di Indonesia. Dimana, berdasarkan data Kementrian Kesehatan RI per 2 Maret 2021, capaian vaksinasi di Jatim mencapai 510.027 orang , kemudian berturut diikuti Jawa Tengah 435.059 orang, Jawa Barat 300.410 orang dan DKI Jakarta 251.179. Terkait hal ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku bersyukur atas capaian vaksinasi tertinggi yang dibarengi dengan makin bertambahnya zona kuning di Jatim. Menurutnya, ini merupakan wujud kerja keras dan gotong royong semua pihak baik pemerintah, masyarakat dan TNI/ Polri. Khofifah menambahkan, pihaknya juga mengapresiasi kedisiplinan masyarakat saat pelaksanaan PPKM 1 dan 2 serta PPKM Mikro periode pertama 9-22 Februari 2021 dan dilanjutkan sampai 8 Maret 2021. Penekanan penyeba-
Achmad Iskandar Wakil Ketua
Kusnadi, SH, MHum Ketua
Hj. Anik Maslachah S.Pd, M.Si Wakil Ketua
Gubernur Khofifah Tetap Ingatkan Masyarakat Untuk Tidak Lengah
ran Covid-19 di Jatim merupakan wujud hasil yang baik dari penerapan PPKM maupun PPKM Mikro. “Alhamdulillaah saat ini ada 16 Kabupaten/Kota di Jawa Timur atau 42% nya masuk ke dalam zona kuning. Sisanya sebanyak 22 Kabupaten/Kota masuk zona oranye, dan tidak ada yang masuk zona merah,” ungkap Gubernur Jatim yang akrab disapa Khofifah, di sela-sela kunjungan kerjanya pada acara sertijab Bupati Blitar, Rabu (3/3). “Kita juga sangat bersyukur, capaian vaksinasi Jatim saat ini tertinggi. Ke depan kita berharap
Sahat Tua P. Simandjuntak,SH Wakil Ketua Anwar Sadad Wakil Ketua
cakupannya akan semakin luas, utamanya bagi masyarakat yang termasuk prioritas bisa segera mendapatkan vaksinasi,” lanjutnya. Terkait zonasi di Jatim, Khofifah menjelaskan, bahwa sebelum PPKM 1 dilaksanakan pada tanggal 2 Januari lalu, terdapat 8 daerah di Jawa Timur dengan zona merah. Status COVId-19 di Jatim juga mengalami penurunan yang signifikan bila dibandingkan dengan sebelum PPKM. Dimana, BOR Ruang Isolasi dan ICU COVID-19 sebelum PPKM mencapai 79% dan 72%. Saat ini BOR mengalami
penurunan signifikan menjadi 37% untuk Ruang Isolasi dan 54% untuk ICU COVID-19. “Tentu kita bersyukur dengan hasil yang baik ini. Akan tetapi zonasi ini bukan sebuah pencapaian. Zonasi adalah alat ukur apakah intervensi yang kita lakukan sudah berada di jalur yang benar,” tegas Khofifah. Untuk itu, Khofifah tetap mengingatkan agar masyarakat tidak lengah dan tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang ada, status COVID-19 di Jawa Timur pada Selasa 2 Maret 2021 pukul 16.00, terdapat 528 kasus konfirmasi sembuh dan 412 konfirmasi positif baru dengan jumlah pasien dirawat 3.340 orang dari total kumulatif 130.212 orang (2.56%). Angka kesembuhan di Provinsi Jawa Timur sebesar 90.39% (117.693 orang) dan angka kematian sebesar 7.05% (9.179 orang). (*)
DPRD PROVINSI JAWA TIMUR
Emak-Emak Pengajian Jember-Lumajang
Perlu Pelatihan - Modal Bantu Ekonomi Keluarga
M. Fawaid
SURABAYA (GN): Guna ibuibu (emak-emak) pengajian di Jember-Lumajang bisa membantu perekonomian keluarganya ditengah pandemi covid-19, diharapkan Provinsi Jawa Timur dan kabupaten bisa memberikan bantuan pelatihan, juga modal melalui UMKM atau mandiri. Anggota DPRD Jatim, M. Fawaid saat mengatakan hal itu ketika melakukan serap aspirasi atau reses di wilayah desa karangannyar kecamatan Ambulu kabupaten Jember, Selasa (2/3/2021). “Pandemi Covid 19 selama satu tahun ini pasti membawa dampak ekonomi di Jatim khususnya di jember. Tapi kami optimis ekonomi di Jatim akan kembali tumbuh apabila pemerintah memberikan bantuan pelatihan kepada ibu – ibu atau mak – mak pengajian ini diharapkan ekonomi membaik,”ujar Fawaid yang juga politisi asal Fraksi Gerindra. Dia mengatakan, kaum ibu atau
Dengan demikian, diharapkan kedepannya seluruh kabupaten/ kota di Jatim bisa masuk zona hijau dan tidak ada yang kembali ke zona merah. “Sekali lagi saya tegaskan zonasi ini bersifat sementara, karenanya kami harapkan semua elemen masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ini penting, agar kita pandemi Covid-19 bisa segera berakhir,” tandas orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.
M.Fawaid saat menggelar reses di Desa Karang Anyar, Kecamatan Ambulu, Jember
emak-emak tak hanya berperan mengurus anak dan suami di rumah. Karena sejatinya mereka punya potensi yang bisa diberdayakan untuk membantu perekonomian keluarga. Tentunya dengan tidak mengabaikan tugas utamanya mengurus rumah tangga. “Saya mendorong pemberdayaan emak-emak oleh pemerintah daerah maupun provinsi. Emak-emak punya potensi yang bisa diberdayakan tanpa meninggalkan rumah,” katanya, seperti dikutip laman kominfo jatim. Anggota DPRD Jatim asal daerah pemilihan (Dapil) V ini menjelaskan, banyak kegiatan yang bisa dilakukan emak-emak dari rumah. Ia menyontohkan, menjahit, menyulam, bordir hingga membuat kue dan ku-
liner. Semua itu bisa dilakukan dari rumah. Tentu saja, pengasuh Pondok pesantren Al Qodiri IV berharap adanya bimbingan dan pendampingan dari pemerintah daerah. Diantaranya dengan pelatihan, permodalan hingga membantu akses pemasaran. “Pemerintah tetap punya kewajiban untuk memberikan pendampingan kepada emak-emak. Karena tanpa pendampingan dan dukungan pemerintah usaha rumah tangga itu sulit berkembang,” ujar Presiden Laskar Salawat tersebut. Alumnus Unair dan UGM ini menambahkan, pemberdayakan usaha kecil mikro dan menengah atau UMKM penting dilakukan pemerintah. Sebab sektor ini yang paling tahan terhadap krisis eko-
nomi global. Termasuk di masa pandemi seperti saat ini. Gus Mufa menilai, para pelaku UMKM ini sebenarnya sangat mandiri. Tapi dengan bntuan permodalan akan membuat usah merek lebih berkembang. Apalagi sebagai kreditor mereka selalu tertib dan patuh. Terbukti angka kredit macet yang berasal dari pelaku UMKM sangat kecil, justru kebanyakan berasal dari pengusaha besar. “Dengan mendukung pelaku UMKM, uermasuk usaha rumahan yang dilakukan emak-emak. Pemerintah bisa mengurangi angka kemiskinan yang selalu menjadi masalah krusial,” pungkas anggota DPRD Jatim dengan perolehan suara terbanyak itu. adv
Warga Sidoarjo Keluhkan Infrastruktur hingga UMKM SURABAYA (GN): Keluhan rusaknya sejumlah infrastruktur, sehingga mendatangkan kesulitan saat banjir, soal pembelajaran daring hingga sejumlah persoalan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dilaporkan masyarakat, saat anggota DPRD Jawa Timur, Achmad Amir Aslichin melakukan reses di Sidoarajo. Seperti diketahui, reses periode pertama di tahun 2021 dilaksanakan anggota DPRD Jawa Timur, Achmad Amir Aslichin. Kegiatan ini digelar Senin, (1/03/2021) di Perumahan Magersari Permai Blok A-5 Sidoarjo. Pria yang akrab disapa Gus Iin ini menerima banyak laporan dari masyarakat terkait infrastruktur di sejumlah daerah di Sidoarjo. “Saya dicurhati oleh masyarakat yang mengeluh tentang infrastruktur jalan yang rusak berat, sehingga sulit dilalui, terutama saat hujan deras yang menimbulkan genangan air hingga setinggi lutut orang dewasa,” katanya. Di samping itu, masyarakat juga mengeluh terkait sistem pembelajaran daring yang hingga saat ini belum selesai. “Banyak orangtua yang mengeluh karena anakanaknya belajar secara daring. Rata-rata mereka tidak mampu membantu anak-anaknya dalam belajar,” katanya. Menurut dia, masyarakat juga menginginkan adanya akses Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dibuka seluas-luasnya. “Ada juga yang menanyakan peri-
Achmad Amir Aslichin
hal kegiatan UKM yang ingin berjualan namun akses jalan ditutup. Dan juga sekarang dinas koperasi tidak memberikan pelatihan peningkatan kualitas UKM,” katanya. Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi B DPRD Jawa Timur ini memberikan pemahaman kepada masyarakat. “Saya akan menyampaikan keluhan terkait kerusakan jalan. Karena fasilitas jalan adalah wewenang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” katanya. Politisi asal Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) ini menambahkan, dirinya akan menyampaikan sejumlah keluhan masyarakat ke masing-masing komisi yang membidangi permasalahan tersebut, termasuk terkait proses belajar mengajar secara daring. “Semua tidak tahu kapan pandemi ini berakhir. Kebijakan pemerintah terkait belajar secara daring merupakan upaya untuk menjaga kesehatan dan keselamatan warganya. adv