Rabu
24 Desember 2025 4 rajab 1447 H
Terbit 12 halaman
HARGA Rp5.000
Buka Akses dan Fasilitas Percepatan Bersihkan Limbah Kayu dan Lumpur
MENUMPUK: Nurlela Agusfitri (40) yang kehilangan rumah dan kebunnya saat menunjukkan sejumlah tumpukan kayu akibat banjir bandang di Pengidam, Aceh Tamiang, Aceh.
Warga Mulai Berani Kembali ke Permukiman
SalamAid dan Radar Bogor akan memberangkatkan Truk Bantuan Logistik untuk Penyintas Bencana di Sumatera
PERLAHAN, rasa takut warga Aceh Tamiang mulai luruh. Setelah hampir sebulan dihantui banjir besar, sebagian warga kini memberanikan diri kembali mendatangi pemukiman yang sempat mereka tinggalkan. Di Kampung Blang Cut, kedatangan warga ke rumah-rumah yang rusak bukan lagi sekadar lewat.
Oleh: Fadil & Musa Relawan SalamAid
Anak-Anak Malasari Dapat Bus Sekolah BOGOR–Anak-anak di pinggiran Kabupaten Bogor, Desa Malasari, akhirnya bisa bernapas lega. Mereka kini sudah bisa berangkat ke sekolah dengan mengendarai bus sekolah, layaknya para pelajar di tengah kota.
Lokasi Sudah Sepaket, kian Sepakat Lewat Teken Perjanjian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melanjutkan komitmen pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Galuga. Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Selasa (23/12). Laporan: MUHAMMAD ALI
SUBUH 04.15 DZUHUR 11.56 ASHAR 15.23 MAGRIB 18.16 ISYA 19.27
RADAR BOGOR I RABU, 24 DESEMBER 2025 I 4 RAJAB 1447 H I HALAMAN 2
PENDIDIKAN
SDN Ciketug Ambruk Sebelum Perbaikan NANGGUNG –Tiga tahun min ta perbaikan, SD Negeri Ciketug, Desa Pangkal Jaya, Kecamatan Nanggung, kini ambruk hingga mengalami kerusakan berat. Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor baru melakukan penanganan setelah sejumlah ruang kelas roboh pada Senin (22/12). Kepala Desa Pangkal Jaya, Taupik Sumarna menyayangkan peristiwa tersebut. Padahal, selama ini pihaknya telah mengusulkan revitalisasi atau perbaikan SDN Ciketug, Nanggung ke Pemkab Bogor. “Setiap tahun kami ajukan, karena kondisinya sudah miris. Tapi tidak pernah terealisasi sampai akhirnya roboh,” ungkap Taupik, Selasa (23/12). Ia pun telah melaporkan kejadian ini ke pihak Kecamatan Nanggung dan meminta Dinas Pendidikan benar-benar melakukan penanganan total. Kepala SD Negeri Ciketug, Mursyid menyebut ada sebanyak empat ruang kelas di sekolahnya yang ambruk. Sebelum kejadian, memang keempat ruang kelas tersebut telah mengalami kerusakan sejak lama. “Sudah dua tahun terakhir atap sekolah rusak, tapi tetap dipakai karena tidak pilihan.
Usulan perbaikan tidak pernah terwujud,” bebernya. Pada Selasa (23/12), tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor datang untuk meninjau langsung SDN Ciketug yang roboh. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy menyatakan, kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi bangunan sekolah sekaligus menyusun langkah penanganan terhadap dampak kerusakan fisik pada satuan pendidikan tersebut. “Berdasarkan hasil tinjauan, terdapat tiga ruang kelas dan satu ruang kantor guru yang mengalami kerusakan dengan kategori rusak berat,” jelas Rusliandy. Ia menegaskan bahwa SDN Ciketug akan menjadi prioritas penanganan Pemerintah Kabupaten Bogor. Proses tindak lanjut akan segera dilakukan melalui tahapan perencanaan hingga penganggaran sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. “Keberadaan ruang kelas yang layak dan aman merupakan faktor penting dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, penanganannya akan segera kami percepat,” tukas dia.(cok/c)
RUSAK LAMA: Tampak kondisi Gedung SDN Ciketug, Desa Pangkal Jaya, Kecamatan Nanggung, yang menunggu perbaikan, akhirnya ambruk dan rusak berat.
FIKOM Universitas Pancasila Gandeng KPI Pusat Bahas Penguatan Pengawasan Konten Media di Era Digital JAKARTA–Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila menyelenggarakan Seminar bertajuk “Pengawasan Konten Media: Evolusi dari Siaran Televisi hingga Platform Digital”. Kegiatan ini menghadirkan Ubaidillah, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat), serta Muhamad Rosit, Direktur Riset NSI sekaligus dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila. Selain seminar, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara KPI Pusat dan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila yang diwakili oleh Anna Agustina, sebagai bentuk penguatan kolaborasi akademik dan kelembagaan dalam bidang pengawasan dan literasi media. Dalam paparannya, Ubaidillah menegaskan komitmen KPI Pusat untuk terus memperkuat pengawasan konten media
TEKEN MoU: Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila dan KPI Pusat memperlihatkan nota kerjasama seminar bertajuk “Pengawasan Konten Media: Evolusi dari Siaran Televisi hingga Platform Digital”.
seiring dengan perkembangan ekosistem media yang semakin dinamis, mulai dari penyiaran konvensional televisi dan radio hingga platform digital yang bersifat lintas batas (borderless). Ketua KPI Pusat menjelaskan bahwa Indonesia memiliki model pengawasan konten media yang beragam, menyesuaikan dengan karakter dan teknologi medianya. Pada media penyiaran terestrial seperti televisi dan radio, pengawasan dilakukan melalui mekanisme pemantauan dan pengaduan
setelah tayang (post-broadcast monitoring) sesuai dengan regulasi penyiaran yang berlaku. Sementara itu, pada sektor perfilman dan iklan tertentu, pengawasan dilakukan melalui mekanisme sensor sebelum tayang oleh lembaga terkait. “Frekuensi siaran merupakan milik publik dan jumlahnya terbatas. Oleh karena itu, pengawasan terhadap televisi dan radio dilakukan secara ketat oleh KPI Pusat, terutama pada aspek perlindungan anak, norma kesopanan, pe-
ngendalian konten kekerasan, serta isu SARA,” ujar Ubaidillah. Sementara itu, Muhamad Rosit menyoroti lemahnya pengawasan terhadap platform media digital. Menurutnya, selain regulasi penyiaran pada media konvensional, penguatan regulasi juga perlu diterapkan pada platform digital seperti YouTube, Instagram, TikTok, Telegram, Twitter (X), dan media sosial lainnya. “Hingga hari ini, pengawasan terhadap media digital masih relatif kurang optimal, khususnya yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Padahal, pengaruh platform digital terhadap pembentukan opini publik sangat besar,” ujar Rosit. Melalui diskusi dan seminar ini, KPI Pusat bersama Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila berharap penguatan pengawasan yang adaptif dan partisipatif dapat mewujudkan ekosistem media nasional yang sehat, beretika, dan berpihak pada kepentingan publik di tengah dinamika era digital, tutup Rosit.(*pia)
IPB Kembali Luluskan 210 Perangkat Desa CIBINONG–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berkolaborasi dengan IPB University berhasil meluluskan 210 perangkat desa se-Kabupaten Bogor yang mengikuti program Sekolah Pemerintahan Desa angkatan V tahun 2025. Prosesi wisuda dilaksanakan di Gedung Graha Widya Wisuda IPB University, Dramaga, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi penguatan tata kelola pemerintahan di tingkat desa, di mana sebanyak 210 wisudawan telah dinyatakan lulus setelah menyelesaikan pembelajaran partisipatif selama lima bulan, terhitung sejak Agustus hingga Desember 2025. Para wisudawan tersebut terdiri dari 70 Kepala Desa yang berasal dari 38 kecamatan di Kabupaten Bogor, serta 140 perangkat desa yang bertugas sebagai operator pendamping, yang mencakup 70 operator spasial dan 70 operator sosial. Selama masa pendidikan, para peserta telah dibekali dengan berbagai kompetensi strategis, mulai dari tata kelola pemerintahan dan transformasi desa hingga teknik pemetaan serta metode pendataan sosial. Program yang merupakan hasil kerja sama antara Pemkab
LULUS: Aparat desa di Kabupaten Bogor usai diwisuda IPB University setelah mengikuti Sekolah Pemerintahan Desa angkatan dua 2025.
Bogor dengan IPB University ini diharapkan dapat menjadi awal bagi para perangkat desa untuk bekerja lebih optimal demi mewujudkan Kabupaten Bogor yang istimewa dan gemilang. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Hadijana menekankan pentingnya pergeseran paradigma dari ‘Membangun Desa’ menjadi ‘Desa yang Membangun’. Hal ini sejalan dengan UndangUndang Nomor 3 Tahun 2024 serta visi Astacita Presiden Prabowo yang menitikberatkan pada pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan dari tingkat bawah. ”Diharapkan para lulusan SPD angkatan V tahun 2025
mampu menjadi pemimpin yang “Cageur, Bener, Pinter” sehat jasmani dan rohani, benar dalam berperilaku, serta cerdas dalam mengambil keputusan,” jelas dia. Kemudian, Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet mengungkapkan, program Sekolah Pemerintahan Desa merupakan wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mencetak aparatur desa yang cerdas, profesional, dan adaptif terhadap perubahan. Program ini, kata dia, digagas melalui IPB University bersama Fakultas Ekologi Manusia untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia desa melalui pendidikan formal.
”Desa merupakan fondasi utama pembangunan bangsa, mulai dari ketahanan pangan, keberlanjutan lingkungan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Alim. Alim menjelaskan, aparatur desa tidak hanya sebagai mitra, tetapi sebagai co-creator dalam transformasi pembangunan desa. Aparatur desa dinilai sebagai ujung tombak perubahan yang mampu menghubungkan kampus dengan masyarakat. ”Sehingga hasil riset dan inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi dapat diterapkan secara nyata dan sesuai kebutuhan masyarakat desa,” ujar dia.(abl)
96 Siswa SD Terima Bantuan PIP PAMIJAHAN–96 Siswa SD di wilayah barat Kabupaten Bogor menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Bantuan Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Marlyn Maisarah ini diharapkan dapat menguatkan sektor pendidikan di wilayah Kabupaten Bogor. Bantuan itu diserahkan secara simbolis oleh Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Heri Gunawan di SDN Pamijahan 02, Senin (23/12). “Bantuan ini merupakan program dari ibu Marlyn melalui saya dan diterima langsung penerima manfaat yang diwakili orang tua murid,” ujar Heri Gunawan atau disapa Kang Hergun. Ia menjelaskan, ada sebanyak 96 siswa SDN di Kabupaten Bogor wilayah barat yang menerima bantuan PIP tersebut. Mereka merupakan pelajar yang berlatar belakang dari keluarga miskin atau rentan miskin. Menurut Kang Hergun, bantuan itu merupakan bukti bahwa dirinya bersama Marlyn tidak hanya fokus pada infrastruktur. Namun juga untuk investasi SDM melalui sektor pendidikan. “Karena bantuan pendidikan ini tidak seperti bantuan infrastruktur yang dibangun saat ini dan dirasakan saat ini juga. Bantuan ini adalah investasi untuk anak-anak kita di masa
BANTU: Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Heri Gunawan menyerahkan bantuan PIP dari Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Marlyn Maisarah kepada perwakilan SDN Pamijahan 02, Senin (23/12).
depan,” katanya. Di samping itu, lanjut Kang Hergun, bantuan ini juga sebagai upaya menekan angka putussekolahdanmeningkatkan Harapan Lama Sekolah (HLS) di Kabupaten Bogor. “Sehingga siswa aman karena tidak khawatir orang tuanya tidak ada biaya, meski sekolah gratis tapi jajan anak-anak tidak gratis. Sehingga bantuan ini mudah-mudahan membantu anak-anak kita,” jelasnya. Lebih jauh ia menyampaikan, bantuan ini ada berkat komunikasi yang baik antara legislatif di tingkat daerah dengan tingkat pusat. Hal itu juga memudahkan Kang Hergun untuk menyampaikan kondisi di wilayahnya yang perlu mendapat perhatian lebih.
“Kedekatan ini bukan untuk kepentingan personal, tapi untuk warga agar bisa sampai langsung ke pemerintah pusat apa yang dibutuhkan oleh warga khususnya di Kabupaten Bogor,” jelas dia. Ia meyakini, kolaborasi antara legislatif maupun eksekutif di tingkat daerah maupun pusat juga berperan penting dalam mempercepat anak-anak Indonesia tumbuh dan berkembang. “Terimakasih kepada pak Presiden Prabowo Subianto, Ibu Marlyn dan Bapak Bupati Rudy Susmanto. Semoga kolaborasi di sektor pendidikan ini terus dipertahankan hingga tidak ada satu pun anak-anak di Kabupaten Bogor yang tidak mau sekolah karena kendala ekonomi,” tutup dia.(cok/c)
RADAR BOGOR I RABU, 24 DESEMBER 2025 I 4 RAJAB 1447 H I HALAMAN 3
MIMBAR BEBAS Sampaikan unek-unek Anda terhadap layanan publik seperti PLN, PDAM, PT Pos,
telepon, jalan rusak, pungli, kemacetan, pembuatan KK/KTP/SIM/ paspor/ sertifikat tanah, dll.
Cantumkan nama dan alamat lengkap, nomor telepon yang bisa dihubungi, nomor pelanggan (untuk layanan PDAM/PLN/PT Gas) dan lampirkan fotokopi KTP. Kirimkan ke Redaksi Radar Bogor, Gedung Graha Pena, Jl KH R Abdullah bin Nuh No 30, Yasmin, Bogor.
Hanya yang memenuhi syarat yang akan dimuat. Redaksi berhak mengedit isi tulisan tanpa mengurangi substansi. Redaksi tidak bertanggung jawab atas dampak langsung maupun tidak, pascapemuatan tulisan. Terima kasih.
Suami Istri Pisah NPWP, Pajaknya Jadi Bagaimana? BAGAIMANA perhitungan pajak penghasilan jika suami istri memilih menggunakan NPWP terpisah? Apakah penghasilan tetap digabung atau justru dihitung masingmasing saat pelaporan SPT Tahunan? Pertanyaan ini kerap muncul karena pilihan pisah NPWP membawa konsekuensi berbeda dalam kewajiban Pajak Penghasilan. Sistem perpajakan di Indonesia menganut konsep keluarga sebagai satu kesatuan ekonomis, tetapi Direktorat Jenderal Pajak memberikan hak kepada istri sebagai wajib pajak untuk memilih status kewajiban perpajakannya digabung atau dipisah dengan kewajiban perpajakan suami. Berdasarkan Undang undang Pajak Penghasilan Pasal 8 ayat (1) disebutkan bahwa penghasilan suami istri pada prinsipnya digabung, kecuali jika istri memilih menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri. Bagi istri yang memperoleh penghasilan hanya dari satu pemberi kerja, tidak melakukan pemisahan harta, dan menghendaki untuk menggabungkan kewajiban perpajakan dengan suami, penghasilan atau kerugian dari seluruh anggota keluarga digabungkan sebagai satu kesatuan yang dikenai pajak dan pemenuhan kewajiban pajaknya dilakukan oleh kepala keluarga. Dalam pela-
Potret Ibu Masa Kini DITETAPKANNYA Hari Ibu Nasional pada tanggal 22 Desember bukanlah sebuah kebetulan semata. Sejarah mencatat pada tanggal tersebut telah dilaksanakannya kongres perempuan yang didalamnya mencatat isu-isu penting mengenai emansipasi wanita. Emansipasi wanita merupakan gerakan memperjuangkan persamaan hak dan kebebasan agar perempuan setara dengan laki-laki dalam segala bidang. Tetapi bagaimana potret ibu dan perempuan di masa kini? Faktanya Hari Ibu Lahir dari diskriminasi sistem kapitalisme saat ini. Dimana perempuan dianggap lemah, bodoh dan tidak berdaya. Menyebabkan tuntutan perempuan harus berdikari serta malu jika hanya menjadi ibu rumahtangga. Hal ini menjadikan perempuan memiliki beban ganda dan dilema menjalankan tugasnya, antara sebagai ibu atau sebagai pekerja pencari nafkah. Karena terciptanya beban ganda tersebut, seorang ibu dapat mengabaikan tugasnya sebagai madrasah al-ula (pendidik pertama bagi anak-anaknya) dan mengabaikan perannya sebagai bagian penting dari pencetak peradaban. Beban ganda juga menyebabkan ketika ibu berada di rumah, fisik dan mental seorang ibu sudah lelah, yang terjadi ibu kehilangan perannya. Ditambah lagi fenomena fatherless (ketidakhadiran peran ayah) di Indonesia yang menambah beban ganda bagi ibu semakin berat. Akibatnya banyak sekali permasalahan generasi yang muncul di masa sekarang seperti degradasi moral, pembunuhan oleh anak kecil, bullying pada usia sekolah, dan banyak lagi kasus lainnya. Ketika perempuan terdiskriminasi oleh kapitalisme, islam memiliki perspektif yang jauh berbeda. Islam menjungjung tinggi kemuliaan perempuan, menjungjung tinggi keadilan, dan saling menghargai antara laki-laki dan perempuan. Karena memang antara lakilaki dan perempuan mempunyai perannya masing-masing. Islam memberikan peran untuk laki-laki sebagai pemimpin dan pencari nafkah. prawita.arsy@gmail.com
WAHYU GUNAWATI URIHASTI Pegawai Direktorat Jenderal Pajak poran pajaknya, penghasilan istri akan dilaporkan di SPT Tahunan suami pada bagian penghasilan yang dikenakan pajak final, sehingga suami tidak akan dikenakan tambahan Pajak Penghasilan. Inilah keuntungan bagi suami istri yang memilih NPWP gabung. Kewajiban pajak jadi terpisah jika suami istri memilih Hidup Berpisah (HB), Pisah Harta (PH) atau Memilih Terpisah (MT). Jika salah satu dari kondisi tersebut terpenuhi, masing-masing dapat memakai NPWP sendiri dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya dan perhitungan pajak penghasilan nya berbeda dengan NPWP gabung. Untuk NPWP status PH/MT, penghitungan Pajak Penghasilannya dari penghasilan suami dan istri yang digabungkan lalu dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) status kawin. Setelah Pajak Penghasilan diperoleh maka pajaknya dibagi secara proposional antara suami dan istri. Jika Pajak Penghasilan masing-masing lebih besar dari pajak yang telah dipotong oleh pemberi
kerja maka saat pelaporan SPT Tahunan wajib membayarkan kekurangan pajaknya. Perhitungan pajak penghasilan yang lebih besar disebabkan adanya tarif progresif atas jumlah penghasilan yang digabungkan. Suami istri yang memilih
hidup berpisah (HB), perhitungan dan pelaporan pajaknya dilakukan masing-masing dengan status Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) Tidak Kawin/TK dengan tidak ada penggabungan penghasilan.
Contoh perhitungan pajak penghasilan Perihal
Suami
Istri
Penghasilan Neto setahun
Rp 115.000.000 Rp 100.000.000
PTKP (suami K/0 dan istri TK/0)
Rp 58.500.000
Rp 54.000.000
Penghasilan Kena Pajak
Rp 56.500.000
Rp 46.000.000
PPh Pasal 21 setahun
Rp 2.825.000
Rp 2.300.000
NPWP Gabung, suami melaporkan SPT Tahunan dengan Penghasilan Neto sebesar Rp 115.000.000 dan penghasilan istri dilaporkan dalam penghasilan yang dikenakan pajak final istri dari satu pemberi kerja. NPWP terpisah status PH/MT Penghasilan Neto gabungan : PTKP gabungan (K/I/0) : Penghasilan Kena Pajak gabungan : PPh terutang gabungan - 5% x Rp 60.000.000 : - 15% x Rp 42.500.000 : PPh Terutang suami istri :
Rp 215.000.000 Rp 112.500.000 Rp 102.500.000 Rp 3.000.000 Rp 6.375.000 Rp 9.375.000
Pembagian PPh terutang suami istri sesuai proposional penghasilan 115.000.000 x 9.375.000 = 5.014.535 Suami = 215.000.000 Istri
100.000.000 = 215.000.000
x 9.375.000 = 4.360.465
Dalam pelaporan SPT Tahunan PPh Kurang Bayar Suami = Rp 5.015.535 – Rp 2.825.000 = Rp 2.189.535 Istri = Rp 4.360.465 – Rp 2.300.000 = Rp 2.060.465
ƻrŗµȕōȕō ŗ ħr^ȕ ĵrĵ ŗµ rħǢrħȕǢÝ Ë ħ ǻ ŗµµȕŗµ ŗ %HUGDVDUNDQ 3DVDO 8QGDQJ 8QGDQJ +DN 7DQJJXQJDQ 1R 7KQ 37 %DQN 1HJDUD ,QGRQHVLD 3HUVHUR 7EN DNDQ PHODNXNDQ /HODQJ (NVHNXVL +DN 7DQJJXQJDQ GHQJDQ SHUDQWDUDDQ .DQWRU 3HOD\DQDQ .HND\DDQ 1HJDUD GDQ /HODQJ .3.1/ %RJRU PHODOXL -DVD 3UD /HODQJ 37 %DOL $XFWLRQ +RXVH WHUKDGDS EDUDQJ MDPLQDQ GHELWXU DWDV QDPD 37 3UDMD *KXSWD 8WDPD /27 6HELGDQJ WDQDK NRVRQJ VHOXDV Pð VHVXDL 6+0 1R &LQHUH WHUFDWDW DWDV QDPD 7-$785 68.6(6212 62(.$562 \DQJ WHUOHWDN GL 3HUXPDKDQ /HPEDK &LQHUH ,QGDK -O .HODSD *DGLQJ %ORN ( 57 5: .HO &LQHUH .HF &LQHUH .RWD 'HSRN G K .DE %RJRU 3URY -DZD %DUDW +DUJD /LPLW 5S 8DQJ -DPLQDQ 5S /27 GXD SXOXK VHPELODQ ELGDQJ WDQDK NRVRQJ GHQJDQ WRWDO OXDV Pð WHUOHWDN GDODP VDWX KDPSDUDQ GDQ GLMXDO GDODP VDWX SDNHW VHOXUXKQ\D WHUFDWDW DWDV QDPD 1\RQ\D 1,·0$ ,'586 VHWHPSDW GLNHQDO GHQJDQ 3HUXPDKDQ 0DKLGDUD &LQHUH GK 3HUXPDKDQ *UL\D $VUL 5HVLGHQFH .HO /LPR .HF /LPR .RWD 'HSRN 3URY -DZD %DUDW VHVXDL GHQJDQ GRNXPHQ NHSHPLOLNDQ WHUFDWDW 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. $ 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. $ 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. $ 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. $ 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. $ 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. $ 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. $ 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. $ 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. $ 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. $ 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. $ 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. $ 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. $ 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. $ 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. $ 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. % 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. $ 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. % 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. $ 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. % 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. $ 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. % 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. $ 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. % 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. $ 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. % 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. $ 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. % 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 1R VHVXDL VHUWLSLNDW 6+0 1R /LPR VHOXDV Pð WHUOHWDN GL %/2. $ 1R VHVXDL VHUWLSLNDW +DUJD /LPLW 5S 8DQJ -DPLQDQ 5S 3(56<$5$7$1 /(/$1* 0HPLOLNL DNXQ \DQJ WHODK WHUGDIWDU GDQ WHUYHUL¿NDVL SDGD ZHEVLWH OHODQJ JR LG 0HQ\HWRU XDQJ MDPLQDQ OHODQJ VHEHVDU QRPLQDO \DQJ GLSHUV\DUDWNDQ NH UHNHQLQJ YLUWXDO DFFRXQW 9$ GDQ HIHNWLI GLWHULPD ROHK .3.1/ VHODPEDW ODPEDWQ\D VDWX KDUL VHEHOXP SHODNVDQDDQ OHODQJ 6HJDOD ELD\D \DQJ WLPEXO VHEDJDL DNLEDW PHNDQLVPH SHUEDQNDQ PHQMDGL EHEDQ SHVHUWD OHODQJ 3HVHUWD OHODQJ GLDQJJDS PHQJHWDKXL NRQGLVL REMHN OHODQJ \DQJ GLMXDO DSD DGDQ\D NRQGLVL ¶¶DV LV¶¶ 3HVHUWD OHODQJ \DQJ ZDQSUHVWDVL XDQJ MDPLQDQQ\D DNDQ GLVHWRU VHOXUXKQ\D NH NDV 1HJDUD VHEDJDL SHQHULPDDQ 1HJDUD EXNDQ SDMDN VHWHODK SHQXQMXNNDQQ\D VHEDJDL SHPEHOL GLEDWDONDQ ROHK SHMDEDW OHODQJ .DUHQD VDWX GDQ ODLQ KDO SLKDN 3HQMXDO GDQ DWDX 3HMDEDW /HODQJ GDSDW PHODNXNDQ SHPEDWDODQ SHQXQGDDQ OHODQJ WHUKDGDS RE\HN OHODQJ GLDWDV GDQ SLKDN SLKDN \DQJ EHUNHSHQWLQJDQ SHPLQDW OHODQJ WLGDN GDSDW PHODNXNDQ WXQWXWDQ NHEHUDWDQ GDODP EHQWXN DSDSXQ NHSDGD 37 %DQN 1HJDUD ,QGRQHVLD 3HUVHUR 7EN 3HMDEDW /HODQJ 37 %DOL $XFWLRQ +RXVH GDQ DWDX .3.1/ %RJRU 6HOXUXK ELD\D SDVFD OHODQJ WXQJJDNDQ SDMDN EHULNXW GHQGD GHQGDQ\D VHUWD SDMDN ELD\D ODLQQ\D VHVXDL NHWHQWXDQ PHQMDGL WDQJJXQJ MDZDE 3HPEHOL VHSHQXKQ\D DQWDUD ODLQ QDPXQ WLGDN WHUEDWDV SDGD 33+ 331 PDXSXQ SDMDN ODLQQ\D 3HQJHQDDQ %3+7% DWDV SHUROHKDQ WDQDK GDQ DWDX EDQJXQDQ PHQJDFX SDGD 88 1R 7DKXQ WHQWDQJ +XEXQJDQ .HXDQJDQ DQWDUD 3HPHULQWDK 3XVDW GDQ 3HPHULQWDK 'DHUDK GDQ 3HUDWXUDQ 'DHUDK GLPDQD REMHN OHODQJ EHUDGD %HUGDVDUNDQ NHWHQWXDQ 3HUDWXUDQ 0HQWHUL .HXDQJDQ 30. 1R 7DKXQ 3DVDO 3HPHQDQJ /HODQJ GLNHQDNDQ 3DMDN 3HUWDPEDKDQ 1LODL 331 VHEHVDU \DQJ ZDMLE GLVHWRUNDQ NH UHNHQLQJ SHQDPSXQJDQ %1, VHODPEDW ODPEDWQ\D VDPSDL GHQJDQ VDDW SHQJDPELODQ GRNXPHQ VHUWLSLNDW DJXQDQ 6\DUDW GDQ NHWHQWXDQ VHUWD WDWD FDUD PHQJLNXWL OHODQJ GDSDW GLOLKDW SDGD ZHEVLWH OHODQJ JR LG 'HVNULSVL 3HODNVDQDDQ /HODQJ &DUD 3HQDZDUDQ 2SHQ %LGGLQJ 3HODNVDQDDQ /HODQJ 5DEX -DQXDUL :DNWX 3HQDZDUDQ 6HMDN WD\DQJ SDGD DSOLNDVL OHODQJ V G EDWDV DNKLU SHQDZDUDQ %DWDV $NKLU 3HQDZDUDQ -DQXDUL SXNXO :,% VHVXDL ZDNWX VHUYHU $ODPDW 'RPDLQ OHODQJ JR LG 7HPSDW /HODQJ .DQWRU 3HOD\DQDQ .HND\DDQ 1HJDUD GDQ /HODQJ .3.1/ %RJRU -O 9HWHUDQ 1R .RWD %RJRU 3HQHWDSDQ 3HPHQDQJ VHWHODK EDWDV DNKLU SHQDZDUDQ 3HOXQDVDQ +DUJD /HODQJ OLPD KDUL NHUMD VHWHODK SHODNVDQDDQ OHODQJ %HD /HODQJ 3HPEHOL GDUL KDUJD OHODQJ ,QIRUPDVL /HELK /DQMXW 37 %DOL $XFWLRQ +RXVH 7OS -DNDUWD 'HVHPEHU 37 %DQN 1HJDUD ,QGRQHVLD 3HUVHUR 7EN 'LYLVL (QWHUSULVH &RPPHUFLDO 5HPHGLDO 5HFRYHU\ 5HJLRQDO &RPPHUFLDO 5HPHGLDO 5HFRYHU\ $8&7,21 +286( 77' .3.1/ %2*25 3(02+21
lalu kirimkan melalui
Dari contoh penghitungan di atas, jumlah PPh terutang untuk suami istri yang memilih NPWP terpisah berpotensi menimbulkan jumlah PPh terutang yang lebih besar dari istri yang memilih NPWP gabung dengan suami. Dalam pelaporan SPT Tahunan yang dilaporkan NPWP suami dan NPWP istri terdapat kurang bayar PPh terutang yang ditanggung oleh masingmasing NPWP. Pada akhirnya, pemilihan NPWP digabung atau pisah merupakan hak suami istri yang perlu dipertimbangkan secara matang. Setiap pilihan akan mempengaruhi pada perhitungan dan pelaporan Pajak Penghasilan. Dengan memahami ketentuannya sejak awal, pasangan suami istri dapat menentukan skema yang paling sesuai dengan kondisi keuangan sekaligus memastikan kewajiban perpajakan dipenuhi secara benar dan tertib.
*)Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi tempat penulis bekerja.
3(1*8080$1 38786$1 3(1*(6$+$1 3(5'$0$,$1 +202/2*$6, '$1 3(1*$.+,5$1 3(181'$$1 .(:$-,%$1 3(0%$<$5$1 87$1* 37 5,&.< 3875$ */2%$/,1'2 7%. '$/$0 3.38 %HUGDVDUNDQ NHWHQWXDQ 3DVDO 8QGDQJ 8QGDQJ 1RPRU WDKXQ WHQWDQJ .HSDLOLWDQ GDQ 3HQXQGDDQ .HZDMLEDQ 3HPED\DUDQ 8WDQJ GHQJDQ LQL 7LP 3HQJXUXV 37 5LFN\ 3XWUD *OREDOLQGR 7EN 'DODP 3.38 PHQJXPXPNDQ 3XWXVDQ 3HQJHVDKDQ 3HUMDQMLDQ 3HUGDPDLDQ EHUGDVDUNDQ 3XWXVDQ 3HQJDGLODQ 1HJHUL -DNDUWD 3XVDW 1RPRU 3GW 6XV 3.38 31 1LDJD -NW 3VW WDQJJDO 'HVHPEHU \DQJ SDGD SRNRN DPDU SXWXVDQQ\D PHQ\DWDNDQ VHEDJDL EHULNXW 0 ( 1 * $ ' , / , 0HQ\DWDNDQ VDK GDQ PHQJLNDW VHFDUD KXNXP 3HUMDQMLDQ 3HUGDPDLDQ WHUWDQJJDO 'HVHPEHU \DQJ WHODK GLWDQGDWDQJDQL ROHK 'HELWRU 7HUPRKRQ 3.38 GDQ 3DUD .UHGLWRUQ\D 0HQ\DWDNDQ 3HQXQGDDQ .HZDMLEDQ 3HPED\DUDQ 8WDQJ 3.38 37 5LFN\ 3XWUD *OREDOLQGR 7EN 'DODP 3.38 GHPL KXNXP EHUDNKLU 0HQJKXNXP 'HELWRU 7HUPRKRQ 3.38 XQWXN PHPED\DU %LD\D 3HQJXUXVDQ GDQ ,PEDODQ -DVD )HH 3HQJXUXV VHVXDL GHQJDQ NHVHSDNDWDQ SDUD SLKDN 0HQJKXNXP 'HELWRU 7HUPRKRQ 3.38 GDQ 3DUD .UHGLWRUQ\D XQWXN WXQGXN GDQ PHPHQXKL VHUWD PHODNVDQDNDQ LVL 3HUMDQMLDQ 3HUGDPDLDQ WHUVHEXW 0HQJKXNXP 'HELWRU 7HUPRKRQ 3.38 XQWXN PHPED\DU ELD\D SHUNDUD SHUPRKRQDQ 3.38 VHMXPODK 5S VHEHODV MXWD WXMXK UDWXV VHPELODQ SXOXK VDWX ULEX UXSLDK 'HQJDQ WHODK GLSHUROHKQ\D 3XWXVDQ \DQJ %HUNHNXDWDQ +XNXP 7HWDS DWDV 3XWXVDQ 3HQJHVDKDQ 3HUGDPDLDQ VHEDJDLPDQD GLPDNVXG GL DWDV PDND EHUGDVDUNDQ NHWHQWXDQ 3DVDO 8QGDQJ 8QGDQJ 1RPRU 7DKXQ WHQWDQJ .HSDLOLWDQ GDQ 3HQXQGDDQ .HZDMLEDQ 3HPED\DUDQ 8WDQJ SURVHV 3HQXQGDDQ .HZDMLEDQ 3HPED\DUDQ 8WDQJ WHUKDGDS 37 5LFN\ 3XWUD *OREDOLQGR 7EN 7(/$+ %(5$.+,5 -DNDUWD 'HVHPEHU 7LP 3HQJXUXV 37 5LFN\ 3XWUD *OREDOLQGR 7EN 'DODP 3.38 WWG WWG 6XJLK +DUWRQR 6 + 0 + %RE\ 6HSWLDZDQ 6HPELULQJ 6 + WWG WWG WWG 6DLIXOORK $NKPDG 6 + 0 + &/$ $IGH 5DQG\ *LQWLQJ 6 + 5H]D 3ULDQGD :LFDNVRQR 6 +
ƻrŗµȕōȕō ŗ ħr^ȕ ĵrĵ ŗµ rħǢrħȕǢÝ Ë ħ ǻ ŗµµȕŗµ ŗ %HUGDVDUNDQ 3DVDO 8QGDQJ 8QGDQJ +DN 7DQJJXQJDQ 1R 7KQ 37 %DQN 1HJDUD ,QGRQHVLD 3HUVHUR 7EN 'LYLVL 5HWDLO &ROOHFWLRQ 5HFRYHU\ DNDQ PHODNXNDQ /HODQJ (NVHNXVL +DN 7DQJJXQJDQ GHQJDQ SHUDQWDUDDQ .DQWRU 3HOD\DQDQ .HND\DDQ 1HJDUD GDQ /HODQJ .3.1/ %RJRU PHODOXL -DVD 3UD /HODQJ 37 %DOL $XFWLRQ +RXVH WHUKDGDS EDUDQJ MDPLQDQ GHELWXU DWDV QDPD &9 3ULPD 3HUNDVD 6HELGDQJ WDQDK VHOXDV Pð EHULNXW EDQJXQDQ GDQ EHQGD EHQGD \DQJ PHOHNDW GL DWDVQ\D VHVXDL 6+0 1R %HML 7LPXU WHUFDWDW DWDV QDPD /,(6 .851,$7, : WHUOHWDN GL -DODQ %DLWXO 5RKLP 9 1R 57 5: .HOXUDKDQ %HML 7LPXU GDKXOX 'HVD %HML .HFDPDWDQ %HML GDKXOX .HFDPDWDQ 'HSRN .RWD 'HSRN GDKXOX .DEXSDWHQ %RJRU 3URYLQVL -DZD %DUDW +DUJD /LPLW 5S 8DQJ -DPLQDQ 5S 3(56<$5$7$1 /(/$1* 0HPLOLNL DNXQ \DQJ WHODK WHUGDIWDU GDQ WHUYHUL¿NDVL SDGD ZHEVLWH OHODQJ JR LG 0HQ\HWRU XDQJ MDPLQDQ OHODQJ VHEHVDU QRPLQDO \DQJ GLSHUV\DUDWNDQ NH UHNHQLQJ YLUWXDO DFFRXQW 9$ GDQ HIHNWLI GLWHULPD ROHK .3.1/ VHODPEDW ODPEDWQ\D VDWX KDUL VHEHOXP SHODNVDQDDQ OHODQJ 6HJDOD ELD\D \DQJ WLPEXO VHEDJDL DNLEDW PHNDQLVPH SHUEDQNDQ PHQMDGL EHEDQ SHVHUWD OHODQJ 3HVHUWD OHODQJ GLDQJJDS PHQJHWDKXL NRQGLVL REMHN OHODQJ \DQJ GLMXDO DSD DGDQ\D NRQGLVL µ¶DV LV¶¶ 3HVHUWD OHODQJ \DQJ ZDQSUHVWDVL XDQJ MDPLQDQQ\D DNDQ GLVHWRU VHOXUXKQ\D NH NDV 1HJDUD VHEDJDL SHQHULPDDQ 1HJDUD EXNDQ SDMDN VHWHODK SHQXQMXNNDQQ\D VHEDJDL SHPEHOL GLEDWDONDQ ROHK SHMDEDW OHODQJ .DUHQD VDWX GDQ ODLQ KDO SLKDN 3HQMXDO GDQ DWDX 3HMDEDW /HODQJ GDSDW PHODNXNDQ SHPEDWDODQ SHQXQGDDQ OHODQJ WHUKDGDS RE\HN OHODQJ GLDWDV GDQ SLKDN SLKDN \DQJ EHUNHSHQWLQJDQ SHPLQDW OHODQJ WLGDN GDSDW PHODNXNDQ WXQWXWDQ NHEHUDWDQ GDODP EHQWXN DSDSXQ NHSDGD 37 %DQN 1HJDUD ,QGRQHVLD 3HUVHUR 7EN 3HMDEDW /HODQJ 37 %DOL $XFWLRQ +RXVH GDQ DWDX .3.1/ %RJRU 6HOXUXK ELD\D SDVFD OHODQJ WXQJJDNDQ SDMDN EHULNXW GHQGD GHQGDQ\D VHUWD SDMDN ELD\D ODLQQ\D VHVXDL NHWHQWXDQ PHQMDGL WDQJJXQJ MDZDE 3HPEHOL VHSHQXKQ\D DQWDUD ODLQ QDPXQ WLGDN WHUEDWDV SDGD 33+ 331 PDXSXQ SDMDN ODLQQ\D 3HQJHQDDQ %3+7% DWDV SHUROHKDQ WDQDK GDQ DWDX EDQJXQDQ PHQJDFX SDGD 88 1R 7DKXQ WHQWDQJ +XEXQJDQ .HXDQJDQ DQWDUD 3HPHULQWDK 3XVDW GDQ 3HPHULQWDK 'DHUDK GDQ 3HUDWXUDQ 'DHUDK GLPDQD REMHN OHODQJ EHUDGD %HUGDVDUNDQ NHWHQWXDQ 3HUDWXUDQ 0HQWHUL .HXDQJDQ 30. 1R 7DKXQ 3DVDO 3HPHQDQJ /HODQJ GLNHQDNDQ 3DMDN 3HUWDPEDKDQ 1LODL 331 VHEHVDU \DQJ ZDMLE GLVHWRUNDQ NH UHNHQLQJ SHQDPSXQJDQ 37 %DQN 1HJDUD ,QGRQHVLD 3HUVHUR 7EN VHODPEDW ODPEDWQ\D VDPSDL GHQJDQ VDDW SHQJDPELODQ GRNXPHQ VHUWLSLNDW DJXQDQ 6\DUDW GDQ NHWHQWXDQ VHUWD WDWD FDUD PHQJLNXWL OHODQJ GDSDW GLOLKDW SDGD ZHEVLWH OHODQJ JR LG 'HVNULSVL 3HODNVDQDDQ /HODQJ &DUD 3HQDZDUDQ 2SHQ %LGGLQJ 3HODNVDQDDQ /HODQJ -XP·DW -DQXDUL :DNWX 3HQDZDUDQ 6HMDN WD\DQJ SDGD DSOLNDVL OHODQJ V G EDWDV DNKLU SHQDZDUDQ %DWDV $NKLU :DNWX 3HQDZDUDQ -DQXDUL 3XNXO :,% VHVXDL ZDNWX VHUYHU $ODPDW 'RPDLQ OHODQJ JR LG 7HPSDW 3HODNVDQDDQ /HODQJ .DQWRU 3HOD\DQDQ .HND\DDQ 1HJDUD GDQ /HODQJ .3.1/ %RJRU -DODQ 9HWHUDQ 1R .RWD %RJRU -DZD %DUDW 5XDQJ ( $XFWLRQ 3HQHWDSDQ 3HPHQDQJ 6HWHODK %DWDV $NKLU 3HQDZDUDQ 3HOXQDVDQ +DUJD /HODQJ OLPD KDUL NHUMD VHWHODK SHODNVDQDDQ OHODQJ %HD /HODQJ 3HPEHOL GDUL KDUJD OHODQJ ,QIRUPDVL /HELK /DQMXW 37 %DOL $XFWLRQ +RXVH 7OS -DNDUWD 'HVHPEHU 37 %DQN 1HJDUD ,QGRQHVLD 3HUVHUR 7EN 'LYLVL 5HWDLO &ROOHFWLRQ 5HFRYHU\ $8&7,21 +286( 77' .3.1/ %2*25 3(02+21
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.
PLN Bogor (0251) 8345400 Bendungan Katulampa (0251) 8334344 RS Hermina Bogor (0251) 8382525 RS Melania Bogor (0251) 8321196 Rs Pmi Bogor (0251) 8324080 RS EMC Sentul (021) 29672977, (021) 29673000 RS Mulia Pajajaran (0251) 8379898/ 08111181298 Damkar Kabupaten Bogor (021) 8753547
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor (0251) 8312292 RS Azra (0251) 8318456 RS Hermina Mekarsari (021) 29232525 RS Medika Dramaga (0251) 8308900/081319310610 Bogor Medical Center (BMC) (0251) 8390435 RS Karya Bhakti Pratiwi (0251) 8626868 Rumah Sakit Dr H Marzoeki Mahdi (0251) 8324024 Rumah Sakit Islam Bogor (0251) 8316822 Rumah Sakit Daerah (Rsud) Cibinong 021-875348, 8753360 Rumah Sakit Lanud Atang Sandjaja (0251) 7535976 RS Annisa Citeureup (021)8756780, Fax. (021)8752628 RS Harapan Sehati Cibinong (021)87972380, 081296019016 Rumah Sakit Salak (0251) 8344609/834-5222 RSUD Ciawi (0251) 8240797 Klinik Utama Geriatri Wijayakusuma (0251) 7568397 Rumah Sakit Bina Husada (021) 875-8441 Rumah Sakit ibu dan anak Nuraida (0251) 8368107, (0251) 368866 Yayasan Bina Husada Cibinong (021) 875-8440 Rumah Sakit Bersalin Assalam Cibinong (021) 875-3724 Rumah Sakit Bersalin Tunas Jaya Cibinong (021) 875-2396 Rumah sakit Bina Husada Cibinong (021) 8790-3000 RS Trimitra Cibinong 021-8763055/56 Rumah Bersalin & Klinik Insani Cibinong (021) 875-7567 RS Sentosa Bogor, Kemang (0251)-7541900 RS Ibu dan Anak Juliana, Bogor (0251) 8339593, Fax. (0251)-8339591 RSIA Bunda Suryatni (0251) 7543891,(0251) 754-3892 Klinik Insani Citeureup (021) 879-42723 RSIA Kenari Graha Medika Cileungsi (021) 8230426 Rs Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo Cisarua-Bogor (0251) 8253630, 8257663
RADAR BOGOR I RABU, 24 DESEMBER 2025 I 4 RAJAB 1447 H I HALAMAN 4
TERUSAN
Buka Akses dan Fasilitas Kayu-kayu dan lumpur yang terseret dalam banjir bandang dibersihkan oleh aparat dari lintas lembaga. Mulai dari TNI, Polri, BNPB, Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Kementerian PUPR, mitra, serta masyarakat setempat. Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Subhan mengatakan, percepatan pembersihan menjadi prioritas untuk memulihkan akses dan aktivitas masyarakat, terutama di fasilitas umum dan permukiman warga. “Kami mengerahkan personel dan peralatan secara maksimal agar pembersihan tumpukan kayu limbah bencana dapat segera diselesaikan. Fokus utama kami adalah membuka akses, membersihkan fasilitas pendidikan dan rumah warga, serta memastikan lingkungan kembali aman,” ujar Subhan
seperti dikutip dari Jawa Pos, Selasa (23/12). Seperti pembersihan yang dilakukan di Kabupaten Aceh Tamiang. Di sana terdapat tumpukan kayu di lingkungan Pesantren Darul Mukhlisin. Pembersihannya melibatkan ratusan personel gabungan dari UPT Kemenhut, TNI, Polri, BNPB, Kementerian PUPR, serta mitra. Hingga Senin (22/12), progres pembersihan di lokasi tersebut telah mencapai sekitar 30 persen. Pekerjaan bahkan dilanjutkan hingga malam hari untuk m e m p e rc e p a t penanganan. Selain itu, pembersihan ruang Asrama Putra lantai 1 telah mencapai sekitar 50 persen. Tim lainnya melanjutkan pembersihan di Asrama Putri. Pemindahan kayu direncanakan mulai dilakukan pada Selasa (23/12) dengan mekanisme penarikan dan pengangkutan menuju lokasi penumpukan
sementara yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Sementara di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, tim gabungan Kemenhut, TNI, dan masyarakat memfokuskan kegiatan pada pembukaan akses jalan menuju permukiman warga. Hingga saat ini, akses jalan yang berhasil dibuka mencapai sepanjang satu kilometer. Pembersihan juga dilakukan di SD Negeri 12 Langkahan guna mendukung pemulihan kegiatan belajar mengajar. Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut Novita Kusuma Wardani menerangkan upaya di Sumut. Pembersihan dilakukan di Desa Aek Ngadol, Garoga, dan Huta Godang. Tim Kemenhut bersama TNI membersihkan tumpukan kayu dan lumpur di rumah warga, bahu jalan lintas desa, serta fasilitas umum. Untuk mencegah dampak lanjutan, tim juga
Anak-Anak Malasari Dapat Bus Sekolah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyerahkan satu unit bus sekolah secara simbolis kepada siswa di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Selasa (23/12). Bus tersebut merupakan hibah dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), yang kemudian disalurkan ke wilayah yang dinilai paling membutuhkan. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menjelaskan bahwa penentuan lokasi penyaluran bus sekolah dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan dan kondisi geografis wilayah. “Kami memilih wilayah yang betul-betul membutuhkan. Saat ini, satu unit kita kirim ke Desa Malasari, Kecamatan Nanggung,” ungkapnya kepada Radar Bogor, Selasa (23/12). Sebelumnya, Pemkab Bogor telah mengirimkan tiga unit kendaraan angkutan sekolah ke wilayah tersebut. Kini, ditambah satu unit bus. Total sudah empat unit kendaraan sekolah yang beroperasi di Desa Malasari. Dengan adanya bus sekolah tersebut, Rudy berharap para pelajar tidak lagi harus berjalan jauh dan menghadapi risiko hujan maupun medan yang
berat. “Kita lihat anak-anak kita di Desa Malasari, mereka berangkat dan pulang sekolah harus berjalan kaki lima kilometer menembus Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Mereka harus betul-betul dilayani oleh Pemerintah Kabupaten Bogor dengan kendaraan sekolah yang baru,” tandas mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini. Rudy pun tak menampik sebenarnya masih ada beberapa desa di Kabupaten Bogor yang membutuhkan percepatan pembangunan. Wilayah itu yang akan dibidik Rudy untuk pembangunan-pembangunan berikutnya. “Ada beberapa desa yang bukan kita sebut terisolir, tapi dari sisi pembangunan infrastrukturnya masih sedikit tertinggal dibanding wilayah lain,” jelasnya. Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Pemkab Bogor akan memfokuskan pembangunan infrastruktur jalan secara bertahap berdasarkan wilayah. “Di tahun 2025, persentase pembangunan infrastruktur jalan akan lebih besar ke wilayah barat. Tahun 2026 kita lanjutkan ke wilayah timur dan juga selatan,” pungkasnya. Seperti diketahui, Desa
Malasari sendiri sempat mengundang perhatian. Lantaran Pemkab Bogor juga telah menggelontorkan ratusan unit sepeda untuk anak-anak sekolah. Sepeda itu diharapkan bisa memudahkan transportasi para pelajar menuju sekolahnya di daerah yang dominan pegunungan. Selama ini, anak-anak di Desa Malasari harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk bisa sampai ke sekolah. Terutama penduduk yang tinggal di kawasan perkebunan teh Nirmala, yang hanya memiliki satu akses jalan. Sebagian kecil anak diantar orang tuanya menggunakan motor. Sisanya, mereka ikut mobil bak jemputan salah seorang warga dengan biaya Rp2 ribu. Jika sekolahnya tidak begitu jauh, anak-anak terkadang berjalan kaki di jalan bebatuan kerikil membelah area perkebunan teh. Selain itu, pembangunan jalan di Desa Malasari juga terus dikebut Pemkab Bogor. Targetnya, akhir tahun ini rampung. Jalan mulus itu semakin memudahkan kendaraan untuk bisa lalu-lalang di kawasan wisata Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) tersebut.(cr1/c)
membuat parit penampungan lumpur cair agar air hujan tidak kembali masuk ke rumah warga yang telah dibersihkan. Novita menambahkan, kegiatan pembersihan akan terus dilanjutkan secara bertahap sesuai rencana kerja harian di lapangan. “Kami memastikan sinergi lintas sektor tetap berjalan. Kemenhut berkomitmen hadir di lapangan sampai kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat benar-benar pulih,” katanya. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta percepatan pembersihan lumpur sisa banjir pada berbagai infrastruktur yang terdampak, seperti fasilitas umum, perkantoran, hingga permukiman warga di Kabupaten Aceh Tamiang. Ia menjelaskan, persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan utama antara dirinya dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat, hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pembahasan tersebut juga fokus terhadap rencana pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak yang kehilangan
rumah atau mengalami rusak berat. Tito mengatakan, bantuan huntap tersebut salah satunya didukung oleh pihak swasta. Saat ini, Pemkab Aceh Tamiang diminta menyediakan lahan untuk pembangunan hunian tersebut. “Sepanjang lahannya sudah siap, kita juga akan cepat bergerak,” ujarnya. Sementara bagi masyarakat yang rumahnya mengalami rusak ringan atau sedang akan diberikan bantuan berupa uang untuk biaya renovasi. “Setelah dapat datanya, mereka akan diberikan bantuan dalam bentuk uang, mereka pulang, bisa untuk melakukan bersihbersih dan menyiapkan rumahnya kembali,” kata Mendagri. Di sisi lain, Tito juga mengimbau berbagai pihak, termasuk Pemda lain yang tidak terdampak bencana, agar dapat bergotong royong membantu para korban. Jalan menuju Pantai Sikabau, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar mulai diperbaiki. Pengerjaan perbaikan akses tersebut melibatkan personel TNI-AD Batalyon TP 896/ Serumpun Pseko Jambi, dan Koramil 07/Air Bangis. Babinsa Koramil 07/Air Bangis Serka Awaluddin menyampaikan, jalan tersebut merupakan akses penting bagi
masyarakat untuk transportasi dan kegiatan ekonomi seharihari. ”Kami dari TNI AD membantu tenaga dan pendampingan teknis di lapangan. Pembangunan bronjong ini diharapkan mampu menahan tanah agar jalan tidak kembali amblas, jika dibiarkan kerusakannya makin parah,” ujarnya. MINTA BANTUAN SISTEM PENGOLAHAN AIR Di lain sisi, Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud AlHaythar bertemu dengan Konsul Amerika Serikat (AS) untuk Sumatera Lisa Podolnydi di Medan, Senin (22/12) malam. Pertemuan itu membahas penanganan pascabencana banjir dan longsor. Selain itu penguatan kerja sama kemanusiaan dan ketahanan iklim antara Aceh dan AS. Kabag Humas dan Kerjasama Wali Nanggroe Zulfikar Idris mengatakan, Podolny menyampaikan simpati mendalam atas bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Malik mengapresiasi perhatian dan solidaritas yang ditunjukkan AS. Menurutnya, empati internasional penting bagi masyarakat yang masih berjuang menghadapi bencana. Pada pertemuan itu, Malik menyampaikan bahwa warga
membutuhkan air minum bersih. Dia meminta bantuan sistem pengolahan air minum portabel. Sebab, banyak sumber air tercemar seusai banjir. ”Air bersih adalah kebutuhan kemanusiaan yang mendasar sekaligus fondasi pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana,” ucap Malik. STATUS TANGGAP DARURAT Pemprov Sumut belum memutuskan perpanjangan status tanggap darurat bencana yang berakhir hari ini. Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih menjelaskan, pihaknya masih membahas perpanjangan status tersebut. ”Pemprov Sumut akan meminta pendapat dari dinas terkait, serta mitra penanggulangan bencana,” ujar Tuahta. Sejauh ini, kata dia, Pemprov Sumut terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan penanganan bencana dan pemenuhan kebutuhan masyarakat berjalan optimal. Sebelumnya, Gubernur Sumut telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari yang berlaku sejak 27 November hingga 10 Desember 2025. kebijakan itu diambil menyusul meningkatnya intensitas bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumut. (rao/san/ ram/ung/akh/cr6/aph)
Warga Mulai Berani Kembali ke Permukiman Mereka mulai masuk ke pekarangan, duduk di depan rumah, bahkan menggali lumpur yang mengendap di lantai dan halaman. Namun, keberanian itu tidak datang sekaligus. Selama 24 hari pascabencana, intensitas kedatangan warga masih beragam. Ada yang baru sekali datang, ada pula yang baru tiga kali kembali ke rumahnya. Mereka rindu dengan suasana rumah. Meski ada yang cuma makan-makan di depan rumahnya. Sebagian warga masih enggan menatap sungai yang pernah meluap dan menghancurkan pemukiman mereka. Sungai itu menjadi pengingat trauma, sehingga banyak warga memilih
hanya berada di sekitar rumah tanpa berani mendekat. Aktivitas warga di rumah pun masih terbatas. Mereka datang hanya seperlunya saja setelah itu kembali ke tempat pengungsian atau hunian sementara. Meski begitu, tanda-tanda pemulihan mulai terlihat. Warga yang memiliki anggota keluarga laki-laki mulai membersihkan lumpur yang mengeras. Sementara keluarga lain hanya mengambil barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Kalau ada yang lelaki di rumahnya, dia menggali lumpur. Kalau tidak ada lelaki, ya ambil barang seadanya aja. Barang yang diambil umumnya berupa perabotan rumah tangga, perlengkapan memasak, serta pakaian yang masih layak pakai. Namun
untuk barang elektronik, warga belum bisa banyak berharap. Karena barang elektronik terendam banjir dan mungkin harus diservis. Sementara itu, proses pemulihan infrastruktur di Aceh Tamiang masih berjalan. Aliran listrik mulai menyala di sejumlah wilayah, meski belum merata. Baru sekira 30–40 persen. Di tengah keterbatasan listrik, warga mulai membersihkan fasilitas umum seperti masjid dan sekolah. Aktivitas ini menjadi simbol bahwa kehidupan sosial perlahan ingin kembali bergerak. Karena masih berada di masa transisi, kebutuhan air bersih masih sangat dibutuhkan warga. Air digunakan untuk membersihkan lumpur sekaligus memenuhi kebutuhan
dasar sehari-hari. Banyak warga kini memilih bertahan di hunian sementara. Sebagian membangun rumah darurat secara mandiri dengan memanfaatkan puing-puing kayu dari rumah yang roboh. Menjelang satu bulan pascabanjir, kebutuhan warga pun mulai berubah. Fokus bantuan SalamAid tidak lagi semata pada makanan, tetapi perlengkapan rumah tangga. Misal, kompor, alas tidur, atau kasur. Meski Aceh Tamiang cukup ramai disorot, masih ada wilayah lain yang luput dari perhatian. Salah satunya, daerah Aceh Timur yang kami kunjungi baru-baru ini. Daerah ini masih cukup sepi dari sorotan bantuan dibandingkan Aceh Tamiang. (bay/c)
Lokasi Sudah Sepaket, kian Sepakat Lewat Teken Perjanjian Kerja sama ini menjadi langkah strategis penyelesaian persoalan sampah di wilayah Bogor Raya melalui sistem Waste to Energy atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan kerja sama tersebut merupakan harapan masyarakat Bogor Barat. “Setelah perjanjian kerja sama ditandatangani, insyallah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor akan berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Kita ingin menyelesaikan persoalan sampah di TPA Galuga dengan pengelolaan profesional menggunakan sistem PSEL,” ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa (23/12). Menurutnya, pengelolaan sampah melalui PSEL diharapkan dapat menghasilkan energi listrik dan mengakhiri penumpukan sampah di TPA Galuga dalam jangka panjang. “Mudah-mudahan 10 sampai 15 tahun ke depan tidak ada lagi sampah yang menumpuk di TPA Galuga. Inilah pentingnya kolaborasi. Kabupaten Bogor
tidak bisa sendiri, Kota Bogor tidak bisa sendiri,” tegasnya. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa pembangunan PSEL Galuga merupakan hasil proses panjang dengan sejumlah persyaratan, salah satunya ketersediaan lahan yang digunakan bersama oleh kota dan kabupaten. “Alham dulillah, secara administrasi sudah selesai. MoU sudah, PKS sudah, dan pembinaan lingkungan juga sudah dilakukan. Selanjutnya tinggal menunggu proses pengadaan kontraktor oleh Danantara yang bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup,” jelasnya. Lahan seluas lima hektare disiapkan Pemerintah Kota dan Kabupaten bogor untuk pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Galuga. Lokasinya berada di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Lahan tersebut merupakan aset milik Pemkot Bogor. Kepala Bidang Pengolahan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Agus Budi, mengatakan
RADAR BOGOR Komisaris Utama: Maesa Samola Komisaris: Suhendro Boroma CEO: Nihrawati AS
penyediaan lahan menjadi salah satu bentuk keterlibatan pemerintah daerah dalam proyek PSEL yang direncanakan mulai dibangun dalam beberapa tahun ke depan. “Total lahan yang disiapkan itu kurang lebih sekitar lima hektare, dan itu memang lahan dari Kota Bogor,” ujarnya kepada Radar Bogor. Ia menyampaikan, groundbreaking pembangunan PSEL diperkirakan akan dilakukan pada tahun 2026. Namun, waktu pelaksanaannya masih menunggu hasil proses lelang dan penetapan pemenang dari pihak ketiga sebagai investor proyek tersebut. Agus menegaskan, pendanaan pembangunan PSEL sepenuhnya berasal dari pihak ketiga. Sementara itu, peran pemerintah daerah difokuskan pada penyediaan lahan, dukungan timbulan sampah, serta penyiapan infrastruktur pendukung. Selain itu, Agus mengungkapkan rencana penataan ulang kawasan TPA Galuga setelah PSEL beroperasi dan volume sampah berkurang. Untuk TPA pengelolaan Kabupaten Bogor, lahan eksisting seluas 4,5
hektare direncanakan akan ditutup pada tahun depan. “Lahan TPA pengelolaan kabupaten yang 4,5 hektare rencananya akan kami tutup. Selanjutnya kami akan membuka lahan baru di bagian belakang yang masih satu hamparan,” jelasnya. Lahan baru tersebut akan dikelola dengan konsep sanitary landfill, dengan luas total sekitar 6,5 hektare. Namun, area yang dapat dimanfaatkan secara efektif diperkirakan sekitar 3,5 hektare. Terkait mekanisme pengangkutan sampah ke PSEL, Agus memastikan bahwa sampah yang diolah merupakan sampah baru yang langsung datang ke lokasi, bukan sampah lama yang telah tertimbun di TPA. “Sampah yang baru datang langsung ditimbang dan langsung dibawa ke lokasi PSEL, tidak masuk ke lahan pembuangan,” tegasnya. KOTA BOGOR BIDIK GREEN CITY Pemerintah Kota Bogor menegaskan komitmennya mendorong Bogor sebagai green city. Arah kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Bogor
Dedie A Rachim. Menurutnya green city akan diwujudkan melalui penguatan kebijakan lingkungan. Mulai dari pengolahan sampah menjadi energi (PSEL), pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga program penghijauan masif. Salah satu fokus utama adalah penanganan sampah. Saat ini, Kota Bogor menghasilkan lebih dari 1.000 ton sampah per hari, ditambah hampir 2.000 ton dari wilayah Kabupaten Bogor. Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemkot menyiapkan proyek PSEL dengan teknologi ramah lingkungan. “Kita punya lahan hampir 40 hektare yang bisa dimanfaatkan untuk PSEL di Galuga, dan PSEL Kota Bogor di sekitar Tanah Sareal. Ini teknologi mutakhir, bebas polusi, dan menyelesaikan persoalan sampah,” ujarnya. Nilai proyek PSEL disebut mencapai hampir Rp2 triliun dengan masa pengerjaan sekitar dua tahun. Dedie menyebut, Bogor menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian serius pemerintah pusat dalam pengelolaan sampah. “Dari 98 kota di
Indonesia, Bogor Alhamdulillah berada di peringkat teratas untuk kesiapan program strategis pengelolaan sampah,” jelasnya. Selain PSEL, Pemkot Bogor juga menyiapkan pembangunan IPAL skala kota di kawasan Kayumanis. Proyek senilai hampir Rp1,5 triliun tersebut akan mulai dikerjakan pada 2026 setelah mendapat dukungan pemerintah pusat. Selain PSEL, Pemkot Bogor juga menyiapkan pembangunan IPAL skala kota di kawasan Kayumanis. Proyek senilai hampir Rp1,5 triliun tersebut akan mulai dikerjakan pada 2026 setelah mendapat dukungan pemerintah pusat. “Kalau dibiayai APBD, jelas tidak cukup. Alhamdulillah, setelah bertemu Menteri Bappenas, status proyek ini bergeser dari Blue Book ke Green Book,” kata Dedie. Ia menambahkan, isu perubahan iklim kini sudah dirasakan langsung masyarakat. Salah satu indikasinya adalah terganggunya musim panen buah akibat kemarau basah. “Ini bukan lagi climate change, tapi climate disaster. Rambutan yang biasanya berbuah Sep-
tember sampai Desember, tahun ini tidak muncul di Bogor,” ungkapnya. Karena itu, Pemkot mendorong program penghijauan berkelanjutan. Seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kota Bogor diwajibkan menanam pohon selama masa pengabdian, sejalan dengan program Jabar Hejo dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tak hanya ASN, penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis juga akan dilibatkan dalam gerakan penanaman pohon. “Ada sekitar 320 ribu penerima manfaat sampai 2027. Kita balas kebaikan itu dengan menanam minimal satu pohon,” ucap Dedie. Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil menegaskan dukungan penuh legislatif terhadap program strategis Pemkot. Ia menyebut, DPRD menjalankan fungsi penganggaran dan regulasi secara sinergis. “Semua program Wali Kota dan Wakil Wali Kota kami dukung 100 persen, selama itu untuk kepentingan masyarakat dan sejalan dengan visi Kota Bogor,” kata Adityawarman. (uma/cr1/c)
GM Bisnis: Erwin Sofian GM Digital dan Teknologi Informasi (IT): Benny Irawan Pemimpin/Penanggungjawab Redaksi: Ricki Noor Rachman Koordinator Liputan: Dede Supriadi Pemimpin/Penanggungjawab Redaksi Online: Lucky Lukman Nul Hakim Redaktur Pelaksana Online: Yosep Awaludin Redaktur Senior: Andi Ahmadi, Faturahman S Kanday, Muhammad Ridwan, Muh Afandi, Iqbal Muhammad Redaktur: Imam Rahmanto, Pipin Apriani, Alpin, Muhammad Ruri Ariatullah, Rani Puspitasari Sinaga, Reka Faturachman Sekretaris Redaksi: Jean Cloudia Reporter: Arif Al Fajar, Septi Nulawam Harahap, Fikri Rahmat Utama, Muhamad Rifki Fauzan, Abilly Muhamad, Muhammad Ali Fotografer: Sofyansyah, Hendi Novian Redaktur Konten/ Koordinator Medsos: Erika Nur Rizki S Konten Kreatif: Edfyra Amelia, Rissa Aliria Putri Editor Video: Muhammad Alife Shine, Muhammad Fadhel Wafi, Muhammad Ardika Gunawan, Ezar Rajaswara, Khaerul Nur, Muhammad Isa Ismatullah Videografer: Abdul Aziz, Muhamad Dzikri Ilman Syabani Pracetak: Zainal Arifin (Koordinator), Nursaid, Sarmadah, M. Chaidirali S. Umum dan Personalia: Rawin Surwintono, Mia Nelawati (Asist. Manager) Iklan: Untung Bachtiar (Manager) Pemasaran dan Sirkulasi: M Iksan Halil (Manager) Digital Marketing: Recia Debora S Konsultan Hukum: Andi Syarifuddin SH, MH Ombudsman: M. Choirul Shodiq, Rohman Budijanto Penerbit: PT Bogor Ekspres Media. SIUPP: 651/SK/MENPEN/SIUPP/28 Oktober 1998 Percetakan: PT Bogor Media Grafika (Jalan Siliwangi Kav.1/34 Komp. Puslitbang KOSTRAD Desa Cijujung Kandang Roda Bogor Telp: 0251 8655965) Alamat: Graha Pena Radar Bogor, Jl KHR Abdullah Bin Muh Nuh No 30 Taman Yasmin Bogor 16113. Telepon Redaksi: 0251-7544005 (hunting), Fax:2517544008. Telepon Iklan: 0251-7544001-002, Fax: 0251-7544009. Telepon Pemasaran: 0251-7544003. Perwakilan Jakarta: Gedung Graha Pena, Jl Kebayoran Lama 12 Jakarta Selatan, Telepon/Fax: 021-53699624. Homepage: http//www.radarbogor.id Email: redaksi@ radar-bogor.com. Wartawan Radar Bogor dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.
Wartawan Radar Bogor dibekali dengan kartu pers yang selalu dikenakan selama bertugas.
rabu
Stok Sembako Saat Nataru Aman
24 DESember 2025 4 rajab 1447 H
Pemudik di Terminal Jatijajar Mulai Meningkat DEPOK–Terminal Jatijajar menjadi salah satu tempat pemberangkatan pemudik untuk menghabiskan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
PEMUDIK..Baca Hal 6
(FAJAR/RADAR BOGOR)
LOKASI PEMBERANGKATAN: Suasana Temrinal Jatijajar Kota Depok yang akan menjadi titik pemberangkatan warga yang akan mudik menghabiskan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Sepuluh Sekolah Diancam Bom Pelaku Kirim Melalui Email Sejumlah sekolah di Kota Depok mendapat teror ancaman bom. Dari data yang beredar menyebut, pelaku mengirim pesan bernada ancaman tersebut melalui email. Informasi yang dihimpun Radar Bogor, ada sepuluh sekolah mendapatkan ancaman bom. Yakni SMA Arrahman, SMA Al Mawaddah, SMA PGRI 1 Depok, SMA Bintara Depok, SMA 7 Sawangan, SMA Budi Bakti, SMA Cakra Buana, SMA Nururrahman, SMAN 4 Depok dan SMAN 6 Depok.
PERIKSA BOM: Tim Jihandak Gegana Brimob melakukan pemeriksaan terhadap sekolah yang mendapatkan ancaman teror bom.
ANCAMAN tersebut langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian dengan melakukan pengecekan dan sterilisasi di seluruh sekolah yang disebutkan dalam pesan tersebut. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Gegana Brimob bersama personel Polres Metro
Pemkot Gandeng Pihak Ketiga Kelola Sampah DEPOK–Produksi sampah di Kota Depok dalam sehari mencapai ribuan ton per hari. Sampah tersebut diangkut ke Tempat pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. “Sesuai jumlah armada dan Tonase, sampah yang terbang ke TPA kurang lebih itu ada 1.265 Ton dalam sehari,” Kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Abdul Rahman kepada Radar Bogor. Untuk mengurangi jumlah sampah
yang dibuang ke TPA Cipayung, berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota Depok. Terbaru Pemerintah Kota (Pemkot) Depok resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama pengelolaan sampah dengan PT Bintang Sakera Abadi (BSA). Adapun Penandatanganan MoU tersebut dilakukan langsung Wali Kota Depok, Supian Suri, Senin 22 Desember 2025 di balaikota Depok.
Kerja sama ini diharapkan menjadi titik balik penanganan persoalan sampah yang selama puluhan tahun menjadi isu strategis di Kota Depok. Ia memaparkan, target pengelolaan sekitar 1.000 ton sampah per hari. “Ini menjadi harapan besar bagi kami. Dengan MoU ini, kami berharap segera dilakukan eksekusi pengelolaan sampah di Kota Depok,” ujarnya.
PEMKOT..Baca Hal 6
Depok mendatangi seluruh lokasi untuk memastikan kondisi aman. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh di area sekolah, termasuk ruang kelas, toilet, dan fasilitas penunjang lainnya.
SEPULUH..Baca Hal 6
143 Ekor Ular Berhasil Dievakuasi DEPOK–Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok dijuluki pawang ular oleh masyarakat. Hal itu tak lain karena banyaknya jumlah salah satu hewan melata yang mereka evakuasi di kawasan pemukiman warga hingga kendaran warga. Mulai dari ular berbisa seperti kobra dan ular weling hingga ular tak berbisa seperti ular sanca. “Udah kayak pawang ular, sering sekali mereka tangkap ular,” kata Dewi Lestari,
warga Pancoran mas kepada Radar Bogor, Selasa (23/12) kemarin. Julukan itu sejalan dengan jumlah ular yang dievakusi oleh Damkar Kota Depok. Data dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok mencatat, dalam kurun waktu empat bulan terkahir sudah ratusan ular berbagai jenis mereka evakuasi.
143 EKOR..Baca Hal 6
Tahun Depan Dana Alokasi RW Cair DEPOK–Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan mulai merealisasikan sejumlah program unggulan prestisius Wali Kota Depok Supian Suri dan Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah pada tahun 2026. Salah satu program yang menjadi perhatian khusus adalah alokasi dana sebesar Rp300 juta per RW.
TAHUN..Baca Hal 6
BERI PENJELASAN: Wali Kota Depok, Supian Suri, memberikan keterangan kepada awak media.
(ILUSTRASI-FAJAR/RADAR BOGOR)
MENUMPUK: Kondisi tumpukan sampah yang berada di TPA Cipayung, belum lama ini. (FAJAR/RADAR BOGOR)
RADAR BOGOR I RABU, 24 DESEMBER 2025 I 4 RAJAB 1447 H I HALAMAN 6
AGLOMERASI Stok Sembako Saat Nataru Aman TANGERANG–Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui petugas gabungan dari dinas terkait melaksanakan kegiatan pemantauan harga dan ketersediaan stok pangan di sejumlah
pasar tradisional, Selasa (23/12) kemarin. Pemantauan dilakukan di Pasar Anyar, Pasar Malabar, dan Pasar Saraswati Ciledug. Dipimpin Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman
Suwarman, petugas gabungan terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Dinas Kesehatan (Dinkes), Disperindagkop UKM, Perumda Pasar, PT TNG, Bulog, hingga BPOM.
TANGERANG Kepala DKP Kota Tangerang, Muhdorun mengatakan, dari hasil pemantauan tersebut,
Pemkot Tangerang memastikan bahwa ketersediaan stok pangan di pasar-pasar Kota Tangerang dalam kondisi relatif aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masya-
rakat, khususnya menjelang akhir tahun. “Ditemukan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan, di antaranya cabai, telur, dan daging ayam ras.
Untuk komoditas cabai, harga tercatat mengalami penurunan dibandingkan hari-hari sebelumnya, namun masih belum kembali ke harga normal,” ungkap Muhdorun.(tgr)
Sepuluh Sekolah Diancam Bom “Pemeriksaan dilakukan menyeluruh di sejumlah sudut sekolah. Adapun dari enam sekolah yang sudah didatangi, tidak ditemukan adanya bom,” ujar Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengirim email mengancam akan melakukan tindakan kekerasan di sekolahsekolah yang menerima pesan tersebut. Ancaman itu juga disertai ungkapan kekecewaan
terhadap sistem pendidikan serta penanganan aparat penegak hukum atas persoalan pribadi yang dialami pengirim. Dalam email tersebut, pengirim mengaku sebagai alumni salah satu sekolah di Depok dan menyatakan bertanggung jawab atas ancaman yang disampaikan. Pengirim menuliskan akan melakukan aksi kejinya di sekolah yang dikirimkan email. “Sekolah se-Kota Depok yang terima email gua, gua bakal teror bom sama culik, bunuh,
tebar narkoba ke semua sekolah yang terima email ini. Tunggu aja, anak-anak didik lu semua jadi korban,” tulis email tersebut. Dalam ancaman tersebut, juga berisikan kekecewan pengirim terhadap dunia pendidikan dan pihak kepolisian. “Gua benci sama pendidikan di Depok. Gak terima, polisi gak adil, gak tanggepin laporan karena gua diperkosa dan cowo yang perkosa gua gak tanggung jawab nikahin gua,” terangnya.
143 Ekor Ular Berhasil Dievakuasi Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Operasional Kebakaran dan Penyelamatan pada DPKP Kota Depok, Tesy Haryati memaparkan, pada September 2025 ada 40 ekor
ular yang dievakuasi oleh damkar Depok. Kemudian pada Oktober 2025 ada 39 ekor ular yang dievakuasi. Kemudian November 2025 ada 34 ular dievakuasi damkar. Lalu hingga 22 Desember 2025 sudah ada 30 ekor ular yang
dievakuasi. “Total ada 143 ekor ular yang dievakusi empat bulan terakhir ini,” katanya. Ia memaparkan, untuk ular yang dievakuasi, beragam jenis. Mulai dari ular kopi, ular hijau, ular kobra, ular weling dan ular sanca.(faj/b)
Pemkot Gandeng Pihak Ketiga Kelola Sampah Sementara itu, Walikota Depok, Supian memaparkan, pengelolaan sampah ke depan akan dipercayakan kepada PT BSA melalui skema kerja sama
daerah dengan pihak ketiga. Ia memaparkan, Pemkot Depok akan melakukan pembayaran kepada PT BSA berdasarkan tonase sampah yang dikelola. Pembayaran tersebut bersumber dari retribusi
“Gua Kamila Lutfiani Hamdi alumni SMP dan SMA IT Nururrahman, Alumni Universitas Telkom. Gua sangat bertanggung jawab atas yang gua
tersebut, petugas saat ini tengah menyelidiki pelaku penyebar teror yang memakai nama Kamila Hamdi tersebut. Dengan mendalami email yang dipakai
Kepala Terminal Jatijajar Depok Rafik Hidayat memperkirakan puncak arus mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Terminal Jatijajar terjadi Rabu (24/12) hari ini. Rafik menjelaskan dalam dua hari terakhir telah terjadi peningkatan penumpang, pada Minggu (21/12) tercatat 800 orang meninggalkan Depok dan Senin (22/12) sebanyak
780 orang. “Namun sejak Jumat kemarin mulai terlihat peningkatan (Arus Mudik Nataru). Produksi bisa mencapai 600 penumpang, bahkan hari Minggu lalu mencapai 800. Senin kemarin juga sekitar 780 penumpang,” ujarnya. Lonjakan arus mudik, imbuh Rafik hingga Selasa, 23 Desember 2025 belum signifikan. “Saat ini masih 800, kemungkinan belum mencapai titik puncak yang kami perkirakan
kemungkinan besok hari,” tuturnya. Sementara itu, Koordinator Tata Usaha Terminal Jatijajar, Dudi Marsudi, menyampaikan bahwa puncak arus mudik Nataru berpotensi mengalami pergeseran. “Prediksi puncaknya memang besok. Namun bisa saja agak mundur karena libur sekolah baru serentak dimulai. Kemungkinan lonjakan terjadi pada Rabu sore hari,” katanya. Dudi juga membandingkan
Dr. Adityawarman Adil, S.Si., M.Si.
kondisi tahun ini dengan Nataru tahun lalu, dimana pada 2024, puncak arus penumpang terjadi pada 22 Desember dengan jumlah mencapai sekitar 1.300 penumpang. Adapun Kapolsek Cimanggis Kompol Jupriono memaparkan, untuk pengamanan di Terminal Jatijajar, pihaknya menyiagakan tujuh personel. “Pos pelayanan ini untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang akan berangkat,” ujarnya.(faj/c)
Tahun Depan Dana Alokasi RW Cair Wali Kota Depok, Supian Suri mengatakan, alokasi dana Rp300 juta per RW harus dapat berjalan dengan baik pada tahun depan, sehingga kehadiran program tersebut benarbenar menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat. “Program dana RW Rp300 juta diharapkan mampu menjawab kebutuhan warga, sehingga mendorong pemera-
taan pembangunan di seluruh wila yah Kota Depok,” ujarnya. Ia meminta Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Depok untuk mematangkan perencanaan pelaksanaan program tersebut agar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan di masingmasing wilayah. Diketahui, saat ini Bappeda Kota Depok tengah menyusun
Peraturan Wali Kota Depok yang mengatur mekanisme pelaksanaan program dana RW pada tahun 2026. Selain itu, Pemkot Depok juga akan membuka layanan pengaduan guna memudahkan para Ketua RW memperoleh informasi terkait pelaksanaan dana RW Rp300 juta di wilayahnya. “Nantinya Pak RW, Pak Lurah, atau Pak Camat bisa berkonsultasi terkait perencanaan dan alokasi penggunaan dana
pelaku untuk menyebar pesan teror bom ke 10 email sekolah. “Akun yang digunakan oleh pelaku saat ini sudah diselidiki oleh polisi,” tukasnya.(faj/c)
Pemudik di Terminal Jatijajar Mulai Meningkat
sampah yang dibayarkan masyarakat Kota Depok. “Kami menghargai setiap tonase yang dikelola melalui mekanisme pembayaran dari retribusi masyarakat,” tukasnya. (faj/c)
lakukan.” Terkait identitas lengkap terduga pengirim email teror bom, Budi belum bisa memastikan kebenarannya. Dari pesan
M. Rusli Prihatevy, SE
Mochamad Zenal Abidin, S.Pd.I.
Dadang Iskandar Danubrata, SE
RW yang digunakan melalui crisis center tersebut,” terangnya. Ia pun meminta dukungan seluruh perangkat daerah, camat, dan lurah agar programprogram unggulan Pemerintah Kota Depok dapat berjalan dengan optimal. “Saya minta bantuan semua perangkat daerah, camat, dan lurah untuk menyukseskan program-program unggulan ini,” tukasnya.(faj/c)
RADAR BOGOR I RABU, 24 DESEMBER 2025 I 4 RAJAB 1447 H I HALAMAN 7
ALLSPORT Isi Kursi Pelatih Timnas JAKARTA–Kursi pelatih kepala tim nasional Indonesia dipatikan sudah terisi. PSSI memutuskan untuk memilih John Herdman, mantan pelatih timnas Kanada. Keputusan itu diambil saat para anggota Komite Eksekutif PSSI menggelar rapat pada Kamis malam (18/12). Anggota Komite Eksekutif PSSI, Ahmad Riyadh menjelaskan, Herdman dipilih karena rekam jejak yang baik. Herdman merupakan pelatih berpengalaman di level timnas. Dia menjadi pelatih pertama dan satu-satunya yang sukses mengantarkan timnas pria Kanada dan timnas perempuan Kanada lolos ke Piala Dunia. Herdman berhasil membawa timnas Kanada mendapatkan tiket Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar. Ini merupakan pertama kalinya Kanada lolos ke Piala Dunia dalam 36 tahun. Sebelumnya, ada kandidat lain. Yaitu, Giovanni van Bronckhorst. Sama seperti Herdman, van Bronckhorst juga pelatih dengan reputasi mentereng. Namun, dia belum berpengalaman di level timnas. Pengalamannya baru di level klub. ”Banyak alasan kenapa memilih Herdman. Dia mau tinggal di Indonesia. Asistennya juga bisa dari pelatih Indonesia. Jadi, bisa bertransfer ilmu,” ujar Riyadh. Selain itu, Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur itu mengungkapkan bahwa Herdman memiliki harga yang terjangkau. ”Harga kekeluargaan,” tegasnya. Lalu, kapan Herdman akan diumumkan? Riyadh belum dapat memastikan. ”Yang pasti, nanti setelah tanda tangan MoU,” terangnya.(jpc)
MENTERENG: John Herdman saat menangani Timnas Kanada pada Piala Dunia 2022 lalu.
Bidik Gelar Pada Debut 2026 JUARA: Napoli menjadi juara Piala Super Italia usai mengalahkan Bologna di Al -Awwal Park, Selasa (23/12).
NAPOLI 2-0 BOLOGNA
Raja Italia! DOHA–David Neres menjadi bintang utama berkat dua golnya untuk Napoli di laga final Piala Super Italia melawan Bologna. Laga yang berakhir dengan skor 2-0 tersebut dimainkan di Al -Awwal Park, Selasa (23/12). Sang pencetak gol mengaku sena ng dengan brace yang diciptakannya pada laga final Piala Super Italia. David Neres juga makin bahagia karena Napoli bisa mendapatkan Piala Super Italia setelah terakhir kali diraih musim 2014/2015. “Saya sangat senang dengan malam ini, dengan dua gol yang tercipta, tetapi yang terpenting karena kami memenangkan Piala. Ini adalah kemenangan besar yang pantas didapatkan tim,” ucap David Neres setelah pertandingan yang dikutip dari laman resmi Napoli, Selasa (23/12). Winger 28 tahun tersebut mengatakan bahwa Napoli makin perca-
DAFTAR JUARA SUPERCOPPA ITALIA JUVENTUS (1995, 1997, 2002, 2003, 2012, 2013, 2015, 2018, 2020) AC MILAN (1988, 1992, 1993, 1994, 2004, 2011, 2016, 2024) INTER MILAN (1989, 2005, 2006, 2008, 2010, 2021, 2022, 2023) SS LAZIO (1998, 2000, 2009, 2017, 2019) NAPOLI (1990, 2014, 2025) AS ROMA (2001, 2007) SAMPDORIA (1991) FIORENTINA (1996) PARMA (1999)
ya diri untuk meraih gelar di kompetisi yang mereka ikuti.
Menurut Neres, Il Partenopei punya skuad kompetitif yang bisa bersaing mendapatkan gelar. “Kemenangan ini membantu kami melanjutkan perjalanan dengan penuh percaya diri. Kami memiliki tim yang kompetitif yang mampu berprestasi di kompetisi apa pun dan mencapai tujuantujuan penting,” kata Neres. Pada laga ini, Neres menunjukkan permainan efektif di lini serang Napoli. Melihat statistik permainannya dari Fotmob, dia melepaskan dua tendangan ke arah gawang yang semuanya berbuah gol. Selama Piala Super Italia berlangsung, Neres mampu tampil moncer dengan terus mencatatkan namanya di papan skor. Sebelum mencetak brace di laga final, pemain asal Brasil tersebut sudah menyumbangkan satu gol di laga semifinal melawan AC Milan. Sejak didatangkan dari Benfica, Neres sudah mempersembahkan dua trofi bagi Napoli. Dia telah mengoleksi satu gelar Liga Italia musim 2024/2025 dan yang terbaru adalah Piala Super Italia.(jpc)
YOGYAKARTA–Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama mengaku membidik gelar Rookie of the Year pada debutnya di kelas Moto3 musim 2026. “Kalau target bismillah bisa Rookie of the Year, tapi saya juga sekalian belajar karena tim baru, mekanik baru, semuanya baru,” kata Veda usai bertemu Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X di Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (23/12) kemarin. Veda menyebut persiapannya menuju Moto3 sejauh ini difokuskan latihan fisik dan adaptasi mengingat persaingan di kelas tersebut lebih ketat. Menurut dia, Moto3 menuntut kesiapan fisik dan mental lebih kuat ketimbang kelas sebelumnya. “Persiapannya ya latihan fisik, latihan motor seperti biasa, dan mungkin latihan mental,” ujar pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Veda mengakui tantangan lain yang bakal dihadapi pada musim debut Moto3 adalah proses adaptasi dengan karakter motor dan tim yang seluruhnya baru. Veda menjelaskan, perbedaan motor menjadi salah satu aspek yang perlu dipelajari secara bertahap. Dia menilai keseragaman spesifikasi motor di Moto3 membuat kemampuan pembalap dan ketepatan setelan menjadi faktor penting.(jpc)
AKAN DEBUT: Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama mengaku membidik gelar Rookie of the Year pada debutnya di kelas Moto3 musim 2026.
RADAR BOGOR I RABU, 24 DESEMBER 2025 I 4 RAJAB 1447 H I HALAMAN 8
Wisata di Taman Safari Makin Aman Dapat Dukungan Ambulans Dari PT Asuransi Jasaraharja
FOTO: SEPTI NULAWAM H/RADAR BOGOR
PENYERAHAN: Taman Safari Bogor menerima satu unit ambulans dari PT Asuransi Jasaraharja Putera pada Selasa, (23/12).
CISARUA Taman Safari Bogor menerima satu unit ambulans dari PT Asuransi Jasaraharja Putera. Mobil ambulans ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan layanan keselamatan dan kedaruratan bagi para pengunjung Taman Safari Bogor. Penyerahan mobil ambulans ini dilakukan di Lobby Safari Resort,
Taman Safari Bogor, Cisarua, Selasa (23/12). Direktur Pemasaran PT Asuransi Jasaraharja Putera, Imam Hendrawan mengatakan, satu unit mobil diserahkan sebagai bentuk komitmen pihaknya dalam memberikan pelayanan yang lebih baik terhadap masyarakat. ”Terutama bagi pengunjung Taman Safari, dan kami berharap ambulans ini dapat dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya. Setiap tahun, kata Imam, PT Asuransi Jasaraharja Putera rutin berkolaborasi dalam mendukung pelayanan publik, khususnya di kawasan wisata dan konservasi. Bukan hanya ambulans, pihaknya
juga menyiapkan tenaga medis beserta obat-obatan bagi para pengunjung Taman Safari Bogor. ”Baik di momen libur natal dan tahun baru seperti ini, maupun pada saat libur lebaran dan hari-hari besar lainnya,” jelasnya. Selain Taman Safari Bogor, perusahaan ini juga akan memberikan ambulans kepada The Grand Taman Safari Prigen. Di tempat yang sama, Komisaris Taman Safari Indonesia, Tony Sumampouw menuturkan, ini merupakan unit ambulans kedua yang diberikan PT Asuransi Jasaraharja Putera terhadap Taman Safari Bogor.
Menurutnya, ambulans ini tentu bermanfaat dalam kesiapsiagaan Taman Safari dalam memberikan pelayanan kesehatan. ”Dengan adanya ambulans kedua ini, tentu manfaatnya besar sekali. Wisatawan juga merasa lebih tenang karena ada ambulans yang siaga,” tuturnya. Dalam kesempatan itu, Tony Sumampouw mengapresiasi hubungan kerja sama yang selama ini terbangun bersama PT Asuransi Jasaraharja Putera. ”Mudah-mudahan kerja sama ini terus berjalan dan tidak berhenti, karena kami yakin kerja sama ini sangat bermanfaat,” pungkasnya.(cok/b)
Langgar Aturan, Puluhan Bus Ditindak CIBINONG Puluhan bus di Kabupaten Bogor ditindak karena terbukti melakukan pelanggaran. Hal itu diketahui saat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor melaksanakan inspeksi keselamatan (Ramp Check) sebanyak 166 Bus pariwisata menjelang hari libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih mengatakan bahwa, kegiatan inspeksi kendaraan (Ramp Check) dilakukan sejak awal Desember 2025. “Ini menjadi upaya kami dalam mengantisipasi sedini mungkin,” ujar Dadang. Ia menyebut, pengecekan ramp check yang telah dilaksanakan sebanyak 166 kendaraan Bus pariwisata, baik di Pool PO Bus, Terminal dan Rest Area di wilayah Kabupaten Bogor. ”Jenis kendaraan rata-rata Bus pariwisata untuk dilakukan pengecekan karna kita pastikan untuk keselamatan penumpang yang akan khususnya berpergian wisata,” jelas dia. Adapun, kata dia, kegiatan ramp check dilaksanakan di Pool PO Bus Medal Jaya sebanyak 22 unit kendaraan dengan hasil semua laik jalan. Kemudian Pool PO Bus Anugrah Mas sebanyak 19 unit kendaraan dengan hasil seluruhnya laik jalan. Lalu di Kantong Parkir Wisata Dairlyland dan rest area Sari Barokah sebanyak 11 unit dengan hasil seluruhnya laik jalan. Selanjutnya, Terminal Leuwiliang, jumlah kendaraan 12 unit dengan hasil 11 laik jalan dan 1 tidak laik karena kendala pada sistem pengereman. Terminal Cileungsi, jumlah kendaraan yang diperiksa 17 unit dengan hasil 15 laik jalan dan 2 unit tidak laik jalan karena kendala pengereman. Kemudian di Rest Area KM 45 Tol Jagorawi pemeriksaan sebanyak 85 unit kendaraan dengan rincian 58 kendaraan memenuhi aspek administrasi dan teknis. “Namun, sebanyak 27 kendaran yang ditindak terdapat 42 jenis pelanggaran tidak memenuhi aspek teknis dengan rincian KIR tidak aktif 7 unit, tidak ada KIR 2 unit, KPS tidak aktif 12 kendaraan, KPS tidak ada 16 kendaraan, penyimpangan trayek 5 kendaraan,” terang dia. ”Tetap dilakukan penindakan yang tidak layak uji dan surat-surat kendaraan yang bermasalah. Kalau surat-surat dari kepolisian kalo terkait teknis kita yang tindak. Jumlah tilang polisi 1, Ditjen Hutbat 17,” tambah dia. Selain itu, Dadang menghimbau saat libur Nataru, bagi pengendara agar dapat memperhatikan rambu lalu lintas, setiap informasi yang disampaikan petugas dipatuhi baik oleh pengemudi maupun wisata, kemudian harus dalam keadaan sehat. ”Jadi yang paling utama gimana caranya supaya pengemudi mentaati peraturan yang dilakukan oleh Polres maupun Dishub. Terus kedua masyarakat menjaga semuanya dalam artian dari mulai kebersihan, ketaatan berwisata semuanya itu adalah untuk supaya bener nyaman kegiatan natal dan tahun baru,” pungkasnya. (abl/c).
TINJAU: Bupati Bogor, Rudy Susmanto meninjau operasional Klinik Utama Rawat Inap (KURI) Parung.
FOTO: SOFIANSYAH/RADAR BOGOR
KURI Parung Resmi Beroperasi PARUNG Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor meresmikan peningkatan status Klinik Parung menjadi Klinik Utama Rawat Inap (KURI) Parung, Selasa (23/12). Peningkatan yang dilakukan membuat Klinik ini memiliki berbagai layanan medis yang jauh lengkap. Bupati Bogor, Rudy Susmanto menerangkan KURI Parung dilengkapi dengan Instalasi Gawat Darurat (IGD), Poli MCU, dan Poli Gigi. Selain layanan rawat jalan, klinik ini juga menyediakan fasilitas rawat inap dengan total 20 tempat tidur yang terbagi dalam beberapa ruang perawatan. Untuk pasien laki-laki, tersedia 10 tempat tidur rawat inap di Ruang Dr. Leimena. Sementara itu, ruang rawat inap perempuan memiliki empat tempat tidur di Ruang Cut Nyak Dhien, serta ruang rawat inap anak dengan enam tempat tidur di Ruang Ade Irma Suryani Nasution. Peresmian Faskes ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam melanjutkan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Poli MCU Poli Gigi Ruang rawat
FOTO: DISHUB KABUPATEN BOGOR
PERIKSA: Personel Dishub Kabupaten Bogor memeriksa armada Bus Pariwisata melalui ramp check.
inap 20 tempat tidur Layanan kebidanan dan kandungan
pembangunan sektor kesehatan yang telah dirintis oleh pemerintahan sebelumnya. Rudy mengatakan, Pemkab Bogor tidak memulai pembangunan dari nol, melainkan meneruskan program yang telah dibangun oleh Bupati dan Wakil Bupati Bogor terdahulu, Ade Yasin dan Iwan Setiawan. “Kami melanjutkan pembangunan yang sudah dibangun oleh bupati sebelumnya, membangun Kabupaten Bogor tidak bisa menggunakan konsep masing-masing. Program yang sudah berjalan baik tentu kita lanjutkan,” ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa (23/12). Ia secara terbuka menyampaikan bahwa seluruh pembangunan fisik Klinik Parung merupakan hasil inisiasi dan perencanaan pemerintahan sebelumnya. “Kami harus jujur, tidak ada satu pun bata yang kami bangun di sini, tidak ada satu pun desain yang kami torehkan di bangunan ini, kami hanya melanjutkan pembangunan
yang sudah berjalan,” tegasnya. Rudy menambahkan, Klinik Utama Rawat Inap Parung akan menjadi salah satu prioritas pembangunan layanan kesehatan di wilayah Bogor Barat. ”Klinik Utama Rawat Inap ini kedepan Insyaallah dua sampai tiga tahun ke depan, akan kami prioritaskan menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Parung,” tuturnya. Selain penguatan layanan kesehatan, Rudy juga mengapresiasi kinerja sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang mendukung fasilitas penunjang klinik, mulai dari pembangunan jalan akses hingga penerangan kawasan. Ia menyampaikan terima kasih kepada Dinas PUPR atas pembangunan jalan akses masuk, Dinas Perhubungan (Dishub atas pemasangan penerangan jalan umum (PJU), serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) yang tengah melakukan
ITAS FASILURI K NG PARU
Layanan penyakit dalam Layanan anak
Fasilitas radiologi
Layanan paru
Laboratorium
Layanan bedah umum
Farmasi Gizi
Ruang rawat inap di KURI Parung
penataan lingkungan. “Pastikan masyarakat yang datang ke sini terlayani dengan baik, Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi soal pelayanan,” pungkasnya. Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty menjelaskan, Layanan klinik yang tersedia meliputi kebidanan dan kandungan, penyakit dalam, anak, paru, bedah umum, gigi, dan klinik umum. Selain itu, fasilitas penunjang berupa radiologi, laboratorium, farmasi, dan gizi juga telah siap untuk memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat. Klinik ini didukung oleh 66 tenaga kesehatan dan non-kesehatan, sehingga mampu melayani masyarakat dari tujuh kecamatan di wilayah Parung dan Bogor Utara, yakni Parung, Gunung Sindur, Ciseeng, Tulurhalang, Bojonggede, Kemang, dan Rancabungur. “Semoga peresmian KURI Parung diharapkan dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan keterjangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Bogor,” imbuhnya. (Cr1/b) 10 tempat tidur untuk pasien lakilaki 4 tempat tidur untuk pasien perempuan
6 tempat tidur untuk pasien anak
Pembangunan Masjid Eco Wakaf Kampoong Ecopreneur
Tebar Seribu Pohon Kepada Warga, Cegah Bencana Seremoni peletakan batu pertama Masjid Eco Wakaf diihiasi dengan kegiatan unik. Pengelola masjid turut membagikan seribu bibit pohon kepada Masyarakat dalam acara tersebut. Tujuannya untuk mencegah terjadinya banjir di lingkungan mereka. Laporan: SEPTI NULAWAM AKSI peduli lingkungan di kalangan masjid bermunculan pasca terjadinya banjir Sumatera. Salah satunya Masjid Eco Wakaf yang dibangun oleh Kampoong Ecopreneur yang dengan menebar 1.000 pohon kepada masyarakat. Pembagian pohon-pohon itu dilakukan pada peletakan batu pertama pembangunan Masjid Eco Wakaf di kawasan Kampoong Ecopreneur, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, pada Minggu (21/12). Peletakan batu pertama dilakukan oleh para pendiri Kampoong
Ecopreneur yang dipimpin inspirator nasional Jamil Azzaini. Dalam proses itu juga dilakukan penanaman pohon dan pembagian bibit pohon kepada 130 undangan yang hadir. Dibangun di tanah wakaf seluas 1,5 hektare, Masjid Eco Wakaf dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah. Tetapi juga sebagai pusat pembelajaran spiritual, ecopreneurship, dan pengembangan wakaf produktif yang berpihak pada kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Jamil Azzaini mengatakan, kehadiran Kampoong Ecopreneur merupakan respons atas berbagai krisis yang saling berkaitan, mulai dari kerusakan lingkungan, lemahnya pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga memburuknya kesehatan mental. ”Banjir di Sumatera adalah alarm keras. Ini bukan sekadar bencana alam, tapi akibat dari cara kita memperlakukan alam. Kalau relasi manusia dengan alam terus rusak, bencana hanya soal waktu,” ujar Jamil. Menurut Jamil, Kampoong Ecopreneur dibangun untuk menjawab kegelisahan publik terhadap arah pembangunan yang dinilai belum menyentuh akar persoalan.
PEMBANGUNAN: Simbolis peletakan batu pertama Masjid Eco Wakaf yang dibangun oleh Kampoong Ecopreneur di Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Minggu (21/12).
FOTO: SEPTI NULAWAM/RADAR BOGOR
”Kita menghadapi tiga krisis sekaligus, krisis lingkungan, krisis entrepreneur yang benar-benar memberdayakan masyarakat, dan krisis kesehatan mental. Kampoong Ecopreneur hadir untuk menjawab itu secara utuh, bukan sepotongpotong,” jelasnya. Selain fokus lingkungan, Kampoong Ecopreneur juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam waktu dekat, pengelola akan membagikan 100 sarang lebah madu klanceng kepada
warga sekitar Leuwisadeng. ”Kami tidak ingin masyarakat hanya jadi penonton. Mereka harus jadi pelaku ekonomi. Lebah madu ini akan kami dampingi sampai menjadi sumber penghasilan. Target kami, Leuwisadeng menjadi sentra madu yang meningkatkan kesejahteraan warga,” papar Jamil. Di kawasan Kampoong Ecopreneur juga akan dibangun pusat ecotherapy bernama Kampoong Hening. Fasilitas ini akan difokuskan pada terapi, pelatihan, dan pendampingan
kesehatan mental berbasis alam, khususnya bagi kelompok usia produktif yang mengalami tekanan psikologis. ”Banyak orang tampak baik-baik saja, tapi sebenarnya lelah secara mental. Kampoong Hening kami rancang sebagai ruang pemulihan, tempat orang kembali waras, tenang, dan menemukan makna hidupnya,” kata Jamil. Kampoong Ecopreneur dirancang sebagai ekosistem terpadu yang memadukan spiritualitas, kewirausa-
haan berkarakter, pelestarian lingkungan, dan wakaf produktif. Inisiatif ini diharapkan menjadi model pembangunan berbasis komunitas yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain. Untuk diketahui, kegiatan Yayasan Kampoong Ecopreneur ini didanai dari dana umat melalui zakat, infak, sedekah dan wakaf produktif. Saat ini sudah ada beberapa pengusaha yang menitipkan wakaf produktif, di antaranya Yayasan STIFIn Institute yang telah menyerahkan hak pengelolaan 10 cabang STIFIn di 10 kota senilai Rp 5 miliar. Selain itu juga ada pengusaha warung ayam geprek yang menitipkan satu cabang Hara Chicken. Selain profit, Kampoong Ecopreneur juga mempekerjakan karyawan disabilitas serta menjadi laboratorium bisnis bagi para santri. Dalam kesempatan itu Ari Untung, artis yang juga hadir di acara itu menyambut baik rencana pembangunan Kampoong Ecopreneur. ”Mudah mudahan dari tempat ini lahir anak-anak muda yang bisa mengangkat masyarakat seperti yang dikisahkan di surat Al Kahfi,” pungkasnya.(cok/c)
RADAR BOGOR I RABU, 24 DESEMBER 2025 I 4 RAJAB 1447 H I HALAMAN 9
BOGOR RAYA
FOTO: SOFIANSYAH/RADAR BOGOR
REKAYASA: Jajaran Satlantas Polres Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah di Puncak.
50 Ribu Kendaraan Masuk Puncak CIAWI – Peningkatan jumlah wisatawan mulai terasa di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Puluhan ribu kendaraan tercatat memasuki kawasan Puncak pada H-2 Perayaan Natal Tahun 2025, Selasa (23/12). “Terpantau kendaraan yang
memasuki arah Puncak melalui pintu Gerbang Tol (GT) Ciawi kurang lebih sekitar 20 ribu kendaraan. Namun secara keseluruhan diperkirakan mencapai 40 ribu hingga 50 ribu kendaraan,” ungkap Kasat Lantas Polres Bogor AKP Rizky
Guntama, Selasa (23/12). Pada hari keempat Operasi Lilin 2025 ini, pihaknya menyatakan bahwa jalur Puncak terpantau kondusif dibandingkan dua hari kemarin. Meski demikian, tetap terjadi lonjakan volume kendaraan yang memasuki ka-
wasan Puncak. Kondisi ini terjadi sejak awal musim libur Natal 2025 dan tahun baru 2026 ini. Rekayasa arus lalu lintas pun diterapkan dengan sistem satu arah (One Way) dari arah Jakarta menuju Puncak maupun sebaliknya.
“Kami telah dua kali menerapkan rekayasa lalu lintas sistem satu arah. Rekayasa pertama dilakukan pukul 10.40 WIB dari arah Jakarta menuju Puncak. Selanjutnya, pada pukul 14.50 WIB diterapkan rekayasa satu arah kembali dari Puncak menuju
Jakarta,” jelas Rizky. Selama Operasi Lilin ini, sambungnya, rekayasa ganjil genap ditiadakan. Sebab, operasi ini mengutamakan pelayanan maksimal bagi masyarakat yang akan merayakan natal maupun liburan di kawasan Puncak, Bogor.
“Untuk ganjil genap kami tiadakan selama Operasi Lilin karena ini operasi kemanusiaan, untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, baik wisatawan maupun yang melakukan perjalanan ibadah natal,” tandasnya.(cok/b)
KLH Desak Peningkatan Penanganan Sampah
FOTO: SEPTI NULAWAM / RADAR BOGOR
PERBAIKAN: Perbaikan jalan provinsi di Jalan Moh Toha, Parungpanjang telah mencapai 94 persen. Pihak pelaksana menargetkan rampung pada 28 Desember 2025.
Perbaikan Jalan Parungpanjang Capai 94 Persen PARUNGPANJANG –Perbaikan jalan provinsi di Jalan Moh Toha, Parungpanjang masih terus dilakukan. Proyek rekonstruksi jalan provinsi oleh Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Pemprov Jawa Barat ini, ditargetkan rampung pada 28 Desember 2025. ”Progres saat ini sudah mencapai 94 persen. Kami kejar target pekerjaan agar dapat selesai sesuai kontrak kerja yang ditetapkan,” ungkap pelaksana pembangunan, Maman Firmansyah, Senin (22/12). Untuk diketahui, tender perbaikan jalan tersebut dimenangkan oleh PT Bumi Duta Persada. Dalam Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), proyek tersebut dimulai sejak 2 Juni 2025 dan selesai pada 28 Desember 2025 dengan volume pekerjaan 5,6 KM. Menurut Maman, perbaikan jalan Moh Toga terbagi dalam
dua segmen, yaitu segmen 1 dari Jembatan Cimanceuri hingga rel perlintasan kereta sepanjang 1,416 kilometer. Kemudian dilanjut segmen 2 dari rel perlintasan kereta hingga Cijapar dengan panjang 4,184 kilometer. ”Untuk volume lebar variatif antara 8 hingga 9 meter. Kami juga mengerjakan pekerjaan saluran drainase. Saat ini sisa pekerjaan badan jalan tinggal sekitar 300 meter,” jelasnya. Pihak pelaksana mengakui, proses perbaikan cukup terkendala musim hujan yang terjadi saat ini. Meski demikian, berbagai strategi dilakukan untuk mengejar target pekerjaan dengan menambah ketersediaan barching plan. ”Kami fokus menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang ditentukan. Semua sudah sesuai grand design yang kami buat sejak awal,” tandas pihak pelaksana.(cok/c)
CIBUNGBULANG – Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menyebut bahwa Kabupaten Bogor masih menyandang predikat Kota Kotor dalam penilaian Adipura 2025. Sehingga, peningkatan penanganan sampah menjadi penting di Bumi Tegar Beriman. “Kabupaten Bogor nilainya masih jelek, bahkan kriterianya masih masuk dalam predikat Kabupaten/Kota Kotor,” ungkap Hanif. Berbeda dengan Kota Bogor, lanjut Menteri LH, masih banyak yang perlu dibenahi terkait persoalan sampah di Kabupaten Bogor. Sementara
Kota Bogor saat ini telah mendekati sertifikat Adipura meski masih terdapat beberapa kekurangan. “Kota Bogor itu nilainya saat ini mendekati sertifikat Adipura, jadi nanti mudah-mudahan dalam waktu beberapa bulan, Kota Bogor mampu mencapai Adipura, tapi nilainya masih ada jeda cukup panjang,” jelasya. Untuk Kabupaten Bogor, masih Hanif, peningkatan kapasitas penanganan sampah perlu dilakukan semua pihak. Tidak hanya pemerintah, namun juga pihak swasta, masyarakat hingga civitas akademika atau perguruan
tinggi. “Untuk Kabupaten Bogor, nilainya masih masuk ke dalam Kota Kotor, masih banyak yang harus kita lakukan, bersama-sama Kabupaten Bogor untuk meningkatkan kapasitas penanganan sampahnya,” tegasnya. Termasuk juga memaksimalkan pengelolaan sampah di TPA Galuga, Cibungbulang. Menurut Hanif, rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Galuga merupakan langkah nyata dalam memutus rantai persoalan sampah di wilayah Bogor. (cok/c)
Hutan DAS Cisadane Menipis LEUWILIANG–Hutan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane menipis. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menyebut, tutupan hutan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane hanya 10 persen dari total luas sekitar 150 ribu hektare. Kondisi itu berpotensi terhadap terjadinya bencana hidrometeorologi mulai dari kawasan hulu hingga hilir. Hal itu disampaikannya saat melakukan penanaman pohon bersama Aliansi BEM SeBogor dan Rektor IUQI Bogor di area Stadion Lapangan Mini Leuwiling, Minggu (21/12). “DAS Cisadane ini sama persis dengan DAS Ciliwung, tutupan hutannya lebih dikit dari 10 persen, sementara untuk melindungi masyarakat di bagian hilir, paling tidak 30 persen,” ungkapnya. Menurutnya, kawasan Leuwiliang merupakan 1 dari 6 DAS penting yang kondisinya kini sudah kritis. Ketika hujan,
FOTO: SEPTI NULAWAM/RADAR BOGOR
TANAM: Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq saat menanam pohon bersama Aliansi BEM Se-Bogor dan Rektor IUQI di Leuwiliang, Minggu (21/11).
tentu akan berpotensi terjadinya bencana hingga memakan korban jiwa. Terlebih di kondisi perubahan iklim ekstrem saat ini. Sehingga ia mengajak semua pihak untuk melakukan upaya jangka panjang dengan terus menanam pohon di kawasan DAS. “Kepada seluruh masyarakat, agar bersiap-siap, terutama yang berdiam di bantaran Sungai Cisadane, yang berdiam di lereng-lereng bukit, maka
kita harus waspada,” imbau Hanif. Berkaca pada musibah banjir bandang di Sumatera, Hanif menyebut bahwa bencana tersebut terjadi setelah turun hujan sebanyak 450 milimeter perhari. Memakan korban lebih dari 1.000 jiwa. Maka hal serupa tidak menutup kemungkinan juga terjadi di wilayah DAS Ciliwung - Cisadane, di wilayah hulu hingga ke hilir. (cok/b)
PENGUMUMAN LELANG ULANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN Menunjuk Pengumuman Kedua Lelang Eksekusi Hak Tanggungan yang dimuat pada Koran Radar Bogor tanggal 20 November 2025 dan Pelaksanaan Lelang terakhir pada tanggal 04 Desember 2025, berdasarkan pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan No. 4 Th.1996, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Bogor Pajajaran akan melakukan Lelang Eksekusi Hak Tanggungan dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bogor terhadap :
Jemmy Umar Usman
Sebidang tanah seluas 317 m2 berikut bangunan dan segala sesuatu yang berdiri/tertanam di atasnya sesuai Sertifikat Nomor 640/Kemang atas nama Jemmy Umar Usman, terletak di Jalan Raya Parung (Kemang) RT.003 RW.001, Kelurahan Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. (Harga Limit Rp. 750.000.000,- Jaminan Rp. 150.000.000,-).
Pelaksanaan Lelang : Hari / Tanggal Waktu Penawaran Batas Akhir Waktu Penawaran Alamat Domain Tempat Lelang Penetapan Pemenang
: Rabu/ 31 Desember 2025 : Sejak tayang pada aplikasi lelang s.d. batas akhir penawaran : Pukul 09.25 Waktu Server (Sesuai WIB) : lelang.go.id : KPKNL Bogor, Jl Veteran No. 45, Kota Bogor : Setelah batas akhir penawaran
Syarat-Syarat Lelang : 1. Lelang dilaksanakan dengan penawaran tanpa kehadiran peserta lelang E-Auction dengan cara penawaran terbuka Open Bidding dengan harga semakin meningkat menggunakan Aplikasi Lelang Internet yang dapat diakses pada alamat domain: https://lelang.go.id. Tata cara mengikuti lelang dapat dilihat pada menu “Tata Cara dan Prosedur” dan “Panduan Penggunaan” pada domain tersebut. 2. Calon peserta lelang mendaftarkan diri dan mengaktifkan akun pada https://lelang.go.id dengan merekam dan mengunggah softcopy KTP, NPWP dan Nomor Rekening atas nama sendiri. 3. Peserta Lelang diwajibkan menyetor Uang Jaminan dengan ketentuan jumlah yang disetorkan harus sama dengan uang jaminan yang disyaratkan dalam pengumuman lelang ini, dan disetorkan sekaligus (bukan dicicil) serta harus sudah efektif diterima oleh KPKNL selambat-lambatnya 1 (satu) hari kalender sebelum pelaksanaan lelang. 4. Uang Jaminan lelang disetorkan ke nomor Virtual Account (VA) PT. BNI (Persero), Tbk. masing-masing peserta lelang setelah berhasil melakukan pendaftaran dan data identitas dinyatakan sesuai dengan dokumen yang diberikan. 5. Penawaran lelang diajukan melalui alamat di atas sejak pengumuman lelang ini diunggah di web sampai dengan hari/tanggal Rabu, 31 Desember 2025 Pukul 09.25 WIB waktu server e-auction. 6. Harga lelang belum termasuk bea lelang 2% dari harga lelang yang terbentuk. 7. Pemenang lelang akan dikenakan PPN sebesar 1,1% dari harga lelang yang terbentuk. 8. Pengenaan BPHTB atas perolehan tanah dan/bangunan mengacu pada UU No.1 Tahun 2022 Tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dan Peraturan Daerah dimana objek lelang berada. 9. Pemenang lelang wajib melakukan pelunasan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah dinyatakan sebagai pemenang lelang, apabila tidak dilunasi maka uang jaminan akan disetor ke Kas Negara. 10. Apabila terjadi pembatalan/penundaan pelaksanaan lelang maka peserta tidak diperkenankan melakukan tuntutan apapun ke KPKNL Bogor, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 11. Objek dilelang dengan kondisi apa adanya (as is), peserta yang mengajukan penawaran diangggap telah mengetahui kondisi atas objek yang ditawar. 12. Informasi lebih lanjut hubungi BRI Kanca Bogor Pajajaran No. Telp. 0251-8340076 atau Sdr. Ilham No. Hp 081384746422 ; Sdr. Rinto No. Hp 085221990633 ; Sdr. Teguh No. Hp 081291635532 atau KPKNL Bogor No. Telp. 0251-8315453 (Jam dan Hari Kerja). Bogor, 24 Desember 2025 KPKNL Bogor
FOTO: KECAMATAN CIAMPEA
AMBRUK: Rumah warga di Kampung Rahayu, Desa Cicadas ambruk usai dilanda hujan deras serta pergerakan tanah.
Rumah Ambruk, Penghuni Terluka CIAMPEA–Rumah warga di Kampung Rahayu, Desa Cicadas ambruk usai dilanda hujan deras serta pergerakan tanah. Seorang penghuni rumah mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut. Camat Ciampea, Pardi mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (22/12) pagi. Rumah milik atas nama Ata itu ambruk hingga mengalami kerusakan berat. “Akibat hujan deras serta diduga ada pergeseran tanah, rumah warga Kampung Rahayu Cicadas roboh cukup parah,” ungkapnya. Dari hasil peninjauan petugas, sambung Pardi, dasar pondasi rumah tersebut juga diduga tidak kuat menahan beban lantaran terdapat bekas kolam di bawahnya. Kondisi itu diperparah dengan cuaca ekstrem yang terjadi beberapa waktu terakhir. “Saat kejadian, istri pemilik rumah ada di dalam dan tertimpa material. Korban selamat meski mengalami luka ringan,” jelasnya. Pasca kejadian, pemerintah desa setempat bersama masyarakat membantu mengevakuasi rumah tersebut. Petugas juga telah melakukan asesmen dan melaporkan ke instansi terkait. “Karena kondisi rumah rusak berat, untuk sementara pemilik rumah mengungsi di kediaman saudaranya yang tidak jauh dari lokasi kejadian,” tandasnya. (cok/c)
RADAR BOGOR I RABU, 24 DESEMBER 2025 I 4 RAJAB 1447 H I HALAMAN 10
METROPOLIS Mahasiswa jadi Korban Pemukulan Rekan Sendiri
SEMINAR: YDAI saat melaksanakan seminar hasil pemantauan pencegahan penanganan kekerasan dalam lingkup satuan pendidikan.
(FAUZAN/RADAR BOGOR)
YDAI Ajukan Delapan Rekomendasi Kebijakan BOGORKekerasan di lingkungan sekolah masih menjadi persoalan serius di Kota Bogor. Yayasan Diffable Action Indonesia (YDAI) mencatat sedikitnya 53 kasus kekerasan yang terjadi di berbagai satuan pendidikan selama lima bulan terakhir. Temuan tersebut merupakan hasil pemantauan YDAI yang dilakukan sejak Juli hingga November 2025. Pemantauan mencakup jenjang pendidikan mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi. Sekretaris Jenderal YDAI, Isnurul Naeni, mengatakan jenis kekerasan yang paling banyak ditemukan adalah kekerasan verbal.
“Dari hasil pemantauan di lapangan, kami menemukan 53 kasus kekerasan di sekolah. Jenis yang paling dominan adalah kekerasan verbal dengan total 20 kasus,” ujar Isnurul. Selain kekerasan verbal, YDAI juga mencatat 13 kasus kekerasan fisik, 12 kasus perundungan (bullying), tiga kasus kekerasan psikologis, tiga kasus diskriminasi, serta dua kasus kekerasan seksual. YDAI turut memetakan waktu terjadinya kekerasan. Hasilnya, sebagian besar kasus terjadi saat jam istirahat dan setelah pulang sekolah. “Sebanyak 10 kasus terjadi sebelum masuk sekolah, 9 kasus di dalam kelas, 15 kasus
saat jam istirahat, 12 kasus saat pulang sekolah, dan 7 kasus terjadi di perjalanan,” terang Isnurul. Berdasarkan jenjang pendidikan, kasus kekerasan paling banyak ditemukan di SMP swasta dengan total 12 kasus. Sementara di SMP negeri tercatat 5 kasus. “Untuk jenjang SD negeri ditemukan 10 kasus. Kemudian SMA, baik negeri maupun swasta, masing-masing 5 kasus. SMK ada 5 kasus, Perguruan Tinggi Swasta 4 kasus, dan Perguruan Tinggi Negeri 7 kasus,” jelasnya. Isnurul menegaskan, data tersebut harus menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan
pendidikan. Menurutnya, kekerasan di sekolah kerap dipicu oleh kebiasaan yang terbawa dari lingkungan sehari-hari siswa. “Perilaku yang sudah menjadi kebiasaan di luar sekolah seringkali terbawa ke dalam lingkungan pendidikan,” ujarnya. Selain itu, ia menyoroti kebijakan zonasi sebagai salah satu faktor yang turut memengaruhi dinamika sosial di sekolah. “Zonasi pada dasarnya baik karena membuat siswa berbaur. Namun, latar belakang lingkungan yang heterogen juga membawa tantangan tersendiri dalam pembentukan karakter dan perilaku,” tambahnya. Sebagai langkah konkret,
YDAI mengajukan delapan rekomendasi kebijakan guna menekan angka kekerasan di sekolah. Salah satunya adalah penguatan kapasitas melalui pelatihan rutin bagi guru, tenaga kependidikan, dan siswa terkait pencegahan kekerasan. “Selain itu, kami merekomendasikan optimalisasi peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), pelibatan PKK dan Posyandu, penyediaan sistem pelaporan yang aman, kampanye kesadaran publik, monitoring dan evaluasi berkala, penguatan pengawasan saat jam istirahat, serta peningkatan pendampingan digital,” pungkas Isnurul. (bay/c)
BOGOR-Seorang mahasiswa di Bogor diduga jadi korban aksi pemukulan rekan sendiri. Pristiwa itu terjadi pada Sabtu (21/12) di Pasar Gembrong Sukasari, Kecamatan Bogor Timur. Dugaan aksi pemukulan itu bermula saat korban hendak pamit lebih dulu pasca melaksanakan kegiatan musik. Alasan korban pamit lantaran hendak menghantarkan rekan perempuannya. Situasi saat itu memang sudah larut malam. Sebagian diantara mereka juga sudah dicari oleh orang tuanya. “Klien kami sudah menyampaikan izin secara baik-baik dan bertanggung jawab, bahkan berjanji kembali ke lokasi setelah mengantar temannya,” ujar Kuasa Hukum Korban, Toni Al Fazri. Namun izin tersebut tidak diterima oleh salah satu pihak yang menganggap korban tidak menjalankan tanggung jawab kepemimpinan. Saat itu terjadilah perdebatan diantara keduanya. Di tengah perdebatan, korban mengaku dipukul oleh terduga pelaku. Bahkan korban sempat menerima tendangan ke bagian tubuhnya. Prilaku ini terjadi di beberapa titik ruko. Tindakan dugaan kekerasan disebut terjadi di area wastafel kamar mandi, venue acara, foodcourt, hingga tangga. Tidak berhenti di situ, korban juga diduga mengalami perlakuan merendahkan di hadapan peserta lain. “Tindakan ini bukan hanya kekerasan fisik, tapi juga mengarah pada perendahan martabat manusia,” tegas Toni Dalam kondisi tersebut, korban disebut dipaksa mengangkat kursi seorang diri sambil diteriaki agar tidak ada yang membantu. Setelah kursi dimuat, korban kembali diperintahkan menurunkan peralatan dan mengangkat meja. Seorang relawan kemudian membantu korban mengangkat meja dan mencoba menenangkan situasi. Korban sempat beristirahat di area tangga depan parkiran karena kelelahan dan rasa sakit. “Bahkan setelah itu, klien kami masih mengalami kekerasan lanjutan berupa tendangan dan tekanan untuk menanggung kekurangan dana kegiatan,” kata Toni. Toni menilai peristiwa tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Pihaknya menegaskan akan menempuh langkah hukum agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di lingkungan organisasi mahasiswa.(bay/c)
Bogor Berempati Sambungan dari Hal 12
Keputusan itu disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, saat memimpin Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bersama Forum Koordinasi Pimpinan
Daerah (Forkopimda) Kota Bogor di Paseban Sri Bima, Senin (22/12). Rapat tersebut dihadiri tokoh lintas agama, perwakilan organisasi dan komunitas, para camat, serta unsur terkait lainnya. Dedie Rachim menegaskan, suasana malam tahun baru di
Kota Bogor harus mencerminkan kepedulian dan empati terhadap saudara-saudara yang tengah berjuang menghadapi dampak bencana. Karena itu, Pemkot Bogor akan membatasi berbagai aktivitas perayaan yang berpotensi menimbulkan keramaian.
“Jadi tidak boleh ada konvoi, tidak ada pengumpulan massa, tidak ada pesta kembang api, dan membatasi permohonan perizinan yang kurang atau tidak mencerminkan empati kepada saudara-saudara kita yang sedang terdampak bencana,” katanya.
Retno Resmi Dilantik Dirut RSUD Sambungan dari Hal 12
Dedie memandang, Retno sendiri adalah sosok yang mumpuni. Sudah banyak prestasi yang ditorehkan selama dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor. “Bu Sri Nowo Retno sudah bertugas sebagai Kadinkes sejak 2020. Saya ucapkan apresiasi dan terimaksih. Sudah
banyak capaian dari beliau,” kata Dedie. Salah satu capaian yang disorot Dedie adalah keberadaan UPTD Public Safety Center (PSC) Gesit 119 Kota Bogor. Fasilitas tersebut diresmikan di hari yang sama. “Saya percaya ibu mampu mengembalikan marwah RSUD dan harus menyelesaikan masalah yang ada di RSUD
Kota Bogor,” terang Dedie dalam sambutannya. Retno tidak dilantik sendiri, Dedie pun turut melantik Ade Novan sebagai Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan. Kedua nama tersebut merupakan hasil dari manajemen talenta. “Insya allah semua proses sudah dijalankan, saya percaya bapa ibu semua bisa menyelesaikn tugas-tugas yang diberikan,” ucap Dedie.
Tidak hanya itu, Dedie juga turut melantik sembilan orang kepala sekolah baik SDN maupun SMPN, serta 15 pejabat fungsional di lingkungan Pemkot Bogor. “Pelantikan hari ini merupakan hal penting untuk memperkuat kualitas pelayanan publik khsusunya dibidang pendidikan dan tata kelola pemerintahan,” pungkasnya (bay/c)
Rela Antre Ambil Dana PIP Sambungan dari Hal 12
Antrean warga cukup mengular. Bahkan parkiran kendaraan sampai membeludak hingga ke bahu jalan. Mayoritas diantara mereka sudah ada yang datang sejak pagi. Para orang tua juga tampak membawa membawa siswanya. Petugas kemanan cukup sibuk untuk memanggil satu demi satu para penerima bantuan PIP.
Warga Cibungbulang Rahma, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima. Ini kali pertama anaknya mendapat sentuhan dari pemerintah. “Ini baru pertama kali anak saya dapat bantuan PIP. Anak saya kelas 6. Tiba tiba ada undangan dari sekolah untuk mengambil dana PIP ini,” kata Rahma pada Radar Bogor. Besaran dana PIP yang diterimanya senilai Rp450 ribu. Dana tersebut akan digu-
nakannya untuk membeli berbagai macam kebutuhan sekolah sang buah hati. “Uangnya digunakan untuk keperluan anak apalagi anak saya mau masuk SMP. Ini saya merasa terbantu banget, apalagi kondisi ekonomi sedang tidak stabil,” ucapnya. Perasaan serupa juga diutarakan oleh Eis. Warga Bogor ini bahkan rela antre sejak 07.00 WIB untuk bisa lebih dulu mendapat formulir
pencairan dana PIP. “Saya tadi diantar. Alhamdulillah senang banget lagi, apalagi kalau setiap bulan mah. Anak saya kelas 3, uangnya untuk membeli buku tas atau keperluan sekolah lain,” ujarnya Berdasarkan informasi yang dihimpun, dana PIP sendiri akn langsung masuk ke rekening penerimanya. Mereka sudah bisa langsung mencairkan dana tersebut (bay/c)
Jalankan Program Berbasis Kesejahteraan Warga, Andalkan Swadaya Masyarakat Sambungan dari Hal 12
LURAH Lawang Gintung, Erika Sriwayuni, menjelaskan bahwa proses penilaian dimulai dari seleksi administrasi terhadap 68 kelurahan se-Kota Bogor. Dari tahapan tersebut, enam kelurahan dengan nilai administrasi tertinggi dinyatakan lolos ke tahap berikutnya. “Alhamdulillah, Lawang Gintung memperoleh nilai administrasi tertinggi pada tahap awal seleksi. Setelah itu kami kembali menjalani verifikasi hingga akhirnya masuk tiga besar di tingkat kota,” ujar Erika kepada Radar Bogor, Selasa (23/12). Setelah seleksi administrasi, tim juri yang terdiri dari unsur Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bogor, dan TP PKK melakukan ekspos program serta pengecekan langsung ke lapangan. Penilaian dilakukan dengan mencocokkan dokumen
yang diunggah dengan kondisi faktual di wilayah. Dalam proses tersebut, Lawang Gintung memaparkan sejumlah program unggulan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan warga, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan. Salah satu inovasi utama yang ditampilkan adalah Basuh Anting atau Bapak Asuh Atasi Stunting. Program ini menyasar anak stunting dan Keluarga Risiko Stunting (KRS) melalui pendampingan dan pemberian asupan gizi, seperti telur, susu, roti, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT). “Program Basuh Anting dijalankan tanpa menggunakan dana APBD. Kami mengandalkan swadaya wilayah dan dukungan CSR. Alhamdulillah, dampaknya cukup nyata karena angka stunting di Lawang Gintung terus menurun,” jelas Erika. Selain penanganan stunting,
Lawang Gintung juga menjalankan program Tas Jaket atau Tuntas Kejar Paket. Program ini bertujuan menekan angka putus sekolah dengan menjaring anakanak yang tidak melanjutkan pendidikan formal untuk kembali bersekolah melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) tanpa dipungut biaya. “Beberapa anak yang ikut program Tas Jaket sudah kembali melanjutkan pendidikan. Ada yang bekerja, bahkan ada yang diterima di perguruan tinggi negeri,” ungkapnya. Tak hanya fokus pada inovasi sosial, kelurahan ini juga memaparkan penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang mencakup sektor infrastruktur, lingkungan, sosial ekonomi, kesehatan, dan pelayanan publik yang selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kota Bogor. Usai rangkaian ekspos dan penilaian lapangan, dewan juri
menetapkan Kelurahan Cibuluh sebagai juara pertama, disusul Tegallega di posisi kedua, dan Lawang Gintung sebagai juara ketiga. Pengumuman dilakukan tanpa menyampaikan rincian nilai akhir kepada peserta. Meski tidak melaju ke tingkat provinsi, Erika menegaskan capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi yang dijalankan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. “Bagi kami, lomba ini bukan tujuan utama. Yang terpenting adalah program berjalan dan k e s e ja ht e raa n w a r ga meningkat,” tuturnya. Kelurahan Lawang Gintung memiliki 3.076 kepala keluarga dengan jumlah penduduk mencapai 8.873 jiwa. Berbagai program berbasis kesejahteraan warga yang telah berjalan dipastikan akan terus dikembangkan meski rangkaian Anugerah Gapura Sri Baduga telah berakhir. (*)
Dalam menghadapi momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemkot Bogor bersama Forkopimda juga telah melaksanakan Apel Siaga Bencana serta Apel Operasi Lilin. Selain itu, pemantauan ketersediaan bahan pangan dan bahan pokok terus dilakukan guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Pada malam perayaan Natal, Forkopimda dijadwalkan melakukan patroli serta menyambangi gereja-gereja di Kota Bogor untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani yang melaksanakan ibadah. Aspek mobilitas masyarakat pada malam tahun baru turut menjadi perhatian dalam rapat k o o rd i n a s i tersebut. Berdasarkan data proyeksi,
volume kendaraan diperkirakan mengalami peningkatan, sejalan dengan tren pada tahuntahun sebelumnya. “Berdasarkan data proyeksi, akan terjadi peningkatan volume kendaraan. Hal tersebut juga merujuk pada data tahuntahun sebelumnya yang menunjukkan peningkatan mobilitas,” bebernya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Bogor akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, mengingat Kota Bogor menjadi titik perlintasan utama masyarakat yang hendak beraktivitas di kawasan Puncak. Sejumlah langkah pengamanan juga disiapkan, di antaranya pendirian enam pos pengamanan dan satu pos terpadu, serta posko di titik rawan bencana
dan kawasan wisata. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, memaparkan sejumlah hal yang perlu diantisipasi selama Nataru. Mulai dari menjaga ketersediaan kebutuhan pokok dan bahan bakar, pengawasan harga di wilayah masing-masing, hingga pengendalian inflasi. Selain itu, upaya menjaga ketertiban sosial dan memastikan kelancaran aktivitas masyarakat juga menjadi perhatian, termasuk kesiapan pelayanan bagi pemudik serta sarana dan prasarana transportasi. “Hal lain yang perlu disiapkan adalah pelayanan bagi pemudik serta kesiapan sarana dan prasarana transportasi guna memastikan kelancaran dan kenyamanan arus mudik maupun arus balik,” ujarnya. (uma/c)
Empat Bus Tak Laik Administrasi Sambungan dari Hal 12
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Bogor, Coki Irsanja mengatakan Ramp Check memang sudah menjadi kegiatan rutinnya. Ini bertujuan untuk mengeck kondisi kendaraan. “Apalagi ini menghadapi angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Jadi memang ini sudah rutin kami laksanakan setiap tahun,” jelas Coki pada awak media. Ada enam kendaraan yang diperiksa dalam kesemepatan itu. Empat diantaranta dinyatakan bermasalah secara administratif kendaraan. “Mereka kami kenakan tilang. Ada yang uji laik jalannya sudah
habis masa waktunya, kemudian penempatan angkutan yang tidak semestinya,” terang Coki, pada Selasa (23/12). Berdasarkan pengakuan sopir, manajemen mereka sedang mengurus izin. Namun Coki menyebut, pihaknya tetap melakukan tindakan tegas sampai semua proses diselesaikan. “Manajemen yang melaksanakan untuk memenuhi administrasi begitu pengakuan sopirnya, karena ini kendaraan dari luar Kota Bogor,” ujar Coki. Tidak hanya dari sisi kendaraan, petugas juga turut melakukan pengecekan kepada para sopir dan kernetnya. Mereka melakukan tes urine. Sementara itu, Kanit Kamsel Satlantas Polresta Bogor Kota,
AKP Kustriasih, mengatakan tes urine dilakukan dengan melibatkan tim dari Satnarkoba Polresta Bogor Kota. “Itu untuk antisipasi jangan sampai orang yang menggunakan narkoba tetap berkendara yang akhirnya fatal padadriverdanpenumpangnya,” jelas Kustriasih. Ada 10 orang yang dilakukan tes urine. Mereka merupakan sopir dan kernet. Beruntung Polisi tidak menemukan adanya penggunaan narkoba dari sopir dan kernet. “Tadi ada pemeriksaan urine untuk 10 orang baik sopir maupun keneknya dan alhamdulillah hasilnya negatif, ini bagian dari upaya antisipasi dari kami,” pungkasnya (bay)
Bersih-Bersih Gereja Kristus Sambungan dari Hal 12
Sejak pagi, panitia bersama petugas kebersihan tampak bergotong royong membersihkan area dalam dan sekitar gereja. Kegiatan ini menjadi lokasi ketiga setelah sebelumnya dilaksanakan di Litang Gerbang Kebajikan Kampung Cincau dan Pura Giri Kusuma Tanah Baru. Ketua Panitia Bhakti Lintas Agama 2026, Dede Supriatna, mengatakan kegiatan bersihbersih rumah ibadah di Gereja Kristus menjadi simbol kebersamaan dalam keberagaman. Menurutnya, kerja bhakti lintas agama ini merupakan bentuk nyata kepedulian bersama dalam menjaga harmoni kehidupan beragama. “Melalui kegiatan ini, kami
ingin menegaskan bahwa menjaga rumah ibadah dan merawat toleransi adalah tanggung jawab bersama. Kerukunan harus terus dijaga melalui aksi nyata,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Panitia Bhakti Lintas Agama 2026, Ridwan Adi Nugraha, menjelaskan Gereja Kristus menjadi lokasi ketiga dari enam rumah ibadah yang menjadi titik kegiatan bersih-bersih lintas agama tahun ini. Ia menyebutkan, rangkaian kegiatan akan berlanjut ke GKI pada Selasa (23/12), Masjid Agung pada Rabu (24/12), dan ditutup di Vihara Dhanagun pada Senin (29/12). Menurut Ridwan, rangkaian kerja bhakti ini merupakan bagian dari Bhakti Lintas Agama 2026 yang puncak kegiatannya akan digelar pada 7 Januari
2026 mendatang. Panitia juga menyiapkan berbagai agenda sosial dan kebangsaan yang melibatkan masyarakat luas. “Pada puncak acara nanti akan dilaksanakan doa lintas agama, ceramah kebangsaan, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, bazar UMKM, hingga pentas seni budaya lintas agama,” kata Ridwan. Bhakti Lintas Agama 2026 mengusung tema “Merekatkan Bangsa, Dari Bogor untuk Indonesia” dan melibatkan berbagai elemen, mulai dari tokoh agama, pemuda, hingga masyarakat umum. Panitia berharap, melalui kegiatan ini, nilai toleransi dan kebhinekaan dapat terus dirawat serta menjadi contoh nyata harmoni kehidupan beragama di Kota Bogor. (uma/c)
RADAR BOGOR I RABU, 24 DESEMBER 2025 I 4 RAJAB 1447 H I HALAMAN 11
KOMUNITAS PERSATUAN WARTAWAN INDONESI
Adakan Forum RSŴSZcX 3ZWXb TNWe^
RUANG EVALUASI: Wali Kota Bogor Dedie Rachim (kanan), Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil, Ketua Fraksi PAN Safrudin Bima bersama sebagian kepala dinas dan pejabat Forkopimda Kota Bogor.
WALI Kota Bogor Dedie Rachim bersama Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil memaparkan capaian kinerja pemerintahan dan legislatif sepanjang 2025. Forum yang berlangsung di Markas PWI Kota Bogor, Kecamatan Tanah Sareal, tersebut dihadiri unsur lintas sektor, mulai dari Forkopimda, pimpinan BUMD, pengusaha, aka-
demisi, tokoh masyarakat, hingga insan pers. Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi terbuka antara pemerintah, legislatif, media, dan publik. Ketua PWI Kota Bogor Herman Indrabudi mengatakan, Forum Refleksi Akhir Tahun ini bertujuan membuka ruang evaluasi dan dialog antara pemerintah, DPRD, insan pers, dan masyarakat. “Forum ini
menjadi ruang refleksi sekaligus dialog konstruktif agar publik mengetahui apa yang sudah dan akan dilakukan pemerintah daerah,” ujarnya. Kegiatan tersebut ditutup dengan diskusi interaktif yang menampung berbagai aspirasi dan pertanyaan masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media sosial PWI Kota Bogor.(uma/a)
FORUM YOUNG LEADER
FXN`kan PS]X]`X^ @NcN 6S`N^ HIMPUNAN Alumni (HA) IPB University resmi melantik kepengurusan baru Forum Young Leader. Forum ini diproyeksikan menjadi wadah strategis kaderisasi kepemimpinan alumni muda IPB University sekaligus ruang penguatan jejaring dan men torship antara alumni dan mahasiswa. Kehadiran Forum Young Leader diharapkan mampu menyiapkan pemimpinpemimpin masa depan yang berkarakter, berdaya saing, dan memiliki komitmen kuat terhadap almamater serta bangsa. Forum Young Leader menghimpun tiga
kelompok utama penerima manfaat pendampingan HA IPB: penerima beasiswa alumni, seperti Yayasan Alumni Peduli IPB (YAPI), Persatuan Golf Alumni (PGA), dan lainnya; peserta Mentoring Leader dan Diaspora Mentoring; serta alumni Future Agro Leader Program (FALP). Total anggotanya diperkirakan mencapai 4.000–5.000 orang. Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan IPB University, Dr Beginer Subhan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif HA dalam menghadirkan program pengembangan kepemimpinan bagi generasi
muda. “Forum ini menjawab bagaimana menindaklanjuti proses yang sudah dilakukan di IPB melalui program-program kemahasiswaan,” ujarnya. Pelantikan pengurus Forum Young Leader HA IPB ini menandai dimulainya masa bakti kepengurusan baru yang diharapkan mampu menjalankan mandat kaderisasi secara terstruktur dan berkelanjutan. Melalui forum ini, HA IPB menegaskan komitmennya untuk menyiapkan generasi pemimpin muda yang tangguh, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi IPB, masyarakat, serta bangsa Indonesia.(*pia)
REGENERASI: Para pengurus Forum Young Leader ketika dikukuhkan Himpunan Alumni IPB menjadi wadah pengembangan kepemimpinan generasi muda.
PROGRAM: PROGRAM: Kelurahan Kelurahan Tegallega, Tegallega,Bogor Kecamatan Kecamatan Tengah Bogor Tengah Kota Kota Bogor meraih juara Bogor meraih juara dua dua dalam Anugerah dalamSri Anugerah Gapura Baduga Gapura tingkat Sri Bogor Baduga2025. tingkat Kota Kota Bogor 2025. Foto: Dok Pribadi for Radar Bogor
PEDULI: Penyerahan Dana Lestari secara simbolis dari para alumni untuk kampus dan mahasiswa IPB saat acara Pesta Rakyat.
ALUMNI IPB PULANG KAMPUS
Gotong R_i_^V =NVN 3ZcSc PS^RXRXkan DI tengah rangkaian Pesta Rakyat Alumni IPB Pulang Kampus (PRA IPK) 2025, IPB University memperkenalkan Dana Lestari sebagai ikhtiar kolektif civitas akademika dan alumni menjaga keberlanjutan institusi. Rektor Dr Alim Setiawan Slamet, menegaskan bahwa Dana Lestari merupakan simbol kepedulian dan tanggung jawab bersama untuk memastikan IPB University terus berkontribusi bagi bangsa dan negara. ”Dana Lestari merupakan wujud komitmen IPB dalam
membangun keberlanjutan institusi melalui partisipasi bersama civitas akademika dan alumni. Ini adalah simbol gotong royong, kepedulian, dan tanggung jawab bersama untuk masa depan IPB,” ujar Dr Alim saat peresmian (21/12) di Kampus Dramaga. Sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH), IPB University menghadapi dilema antara memperluas akses pendidikan dan meningkatkan mutu serta reputasi global. ”Di satu sisi, kita memiliki komitmen untuk memperluas
akses agar seluruh anak bangsa memiliki kesempatan yang sama mengenyam pendidikan tinggi, tanpa melihat latar belakang ekonomi. Di sisi lain, peningkatan mutu membutuhkan investasi besar untuk SDM (sumber daya manusia), laboratorium, fasilitas, dan riset,” jelasnya. Ia menyebutkan bahwa hampir 40 persen mahasiswa IPB University adalah penerima beasiswa, sehingga ia berkomitmen untuk tidak membebani mahasiswa melalui kenaikan uang kuliah tunggal (UKT).(*pia)
METROPOLIS
PRAKIRAAN
PAGI
SIANG
MALAM
BERAWAN
HUJAN RINGAN
BERAWAN
CUACA BOGOR HARI INI
Sumber: www.bmkg.go.id
Bogor
Hasil Ramp Check 6 bus diperiksa 4 bus bermasalah secara administrasi 2 bus dinyatakan lengkap & aman
Berempati
Jenis Pelanggaran Masa uji laik jalan habis Penempatan angkutan tidak sesuai ketentuan
Tindakan Tilang administratif
Tak Ada Konvoi dan Kembang Api
Pos dan pengamanan 6 pos pengamanan
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meniadakan konvoi dan pesta kembang api pada malam pergantian Tahun Baru 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah di Indonesia.
1 pos terpadu Posko di titik rawan bencana dan kawasan wisata
Pengendalian ekonomi
BOGOR..Baca Hal 10
Pengawasan harga bahan pokok Menjaga ketersediaan BBM Pengendalian inflasi
(HENDI NOVIAN/RADAR BOGOR)
Empat Bus tak Laik Administrasi
CEK KENDARAAN: Petugas gabungan dari Dishub dan Satlantas Polresta Bogor Kota saat melaksanakan Ramp Check di Terminal Bubulak.
BOGORPetugas gabungan dari Dinas Perhubungan dan Satlantas Polresta Bogor Kota melaksanakan Ramp Check di Terminal Bubulak, Selasa (23/12) siang. Mereka mendatangi setiap bus yang tengah
terparkir di lokasi tersebut. Petugas gabungan pun tampak mengecek interior dan eksterior kendaraan. EMPAT BUS...Baca Hal 10
Kebijakan Tidak ada konvoi kendaraan
Tidak ada pesta kembang api
Tidak ada pengumpulan massa
Pembatasan perizinan kegiatan malam tahun baru
FOTO: HUMAS PEMKOT BOGOR FOR RADAR BOGOR
RAKOR: Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor.
Pengamanan Natal Patroli Forkopimda Penyambangan gereja-gereja
Alasan kebijakan Bentuk empati kepada masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Indonesia
Menjaga ketertiban dan kondusivitas Kota Bogor Langkah kesiapsiagaan Nataru
Apel Siaga Bencana
Pemantauan ketersediaan bahan pangan dan kebutuhan pokok
Apel Operasi Lilin
Kota Bogor sebagai jalur perlintasan menuju Puncak Koordinasi Pemkot dan Pemkab Bogor
Bersih-Bersih Gereja Kristus BOGORRangkaian kegiatan Bhakti Lintas Agama Kota Bogor 2026 kembali berlanjut dengan menggelar aksi bersih-bersih rumah ibadah lintas iman. Kali ini panitia lintas agama mengunjungi Gereja Kristus di Jalan Siliwangi, Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Senin (22/12). BERSIH-BERSIH...Baca Hal 6
FOTO: PANITIA FOR RADAR BOGOR
Rela Antre Ambil Dana PIP
Gemar Membaca Sejak Kecil
ISNURUL NAENI
Antisipasi mobilitas Proyeksi peningkatan volume kendaraan
AKSI BERSIHBERSIH: Bhakti Lintas Agama Kota Bogor 2026 saat bersih-bersih Gereja Kristus.
MEMBACA menjadi hobi yang ditekuni Isnurul Naeni sejak kecil. Dari kebiasaan itu, ia mengaku bisa menambah pengetahuan dan melihat banyak hal baru. “Saya suka membaca karena bisa tahu lebih banyak, termasuk hal-hal yang tidak bisa kita datangi langsung,” kata Sekretaris Jenderal Yayasan Diffable Action Indonesia (YDAI) itu. Menurut Isnurul, jenis bacaan yang dipilihnya menyesuaikan suasana. Saat santai atau akhir pekan, ia lebih memilih bacaan ringan dan humor. “Kalau lagi enak ya baca pengetahuan. Kalau weekend, saya cari yang santaisantai,” ujarnya. Ia menilai membaca juga menjadi hobi yang sederhana dan terjangkau. Terlebih, di era digital saat ini, membaca tidak selalu harus membeli buku fisik. “Membaca itu tidak butuh biaya banyak. Sekarang juga bisa membaca secara digital,” pungkasnya (bay/b)
Pengamanan ibadah Natal
BOGORProgram Indonesia Pintar (PIP) sudah bisa dicairkan. Warga Bogor pun tampak antre untuk mengambil dana bantuan tersebut di Kantor BRI Semplak, Selasa (23/12). RELA...Baca Hal 10
FOTO: KELURAHAN FOR RADAR BOGOR
PROGRAM: Sejumlah inovasi antarkan Kelurahan Lawang Gintung, Kecamatan Bogor Selatan, berhasil masuk tiga besar Anugerah Gapura Sri Baduga tingkat Kota Bogor.
Lawang Gintung Juara Tiga Anugerah Gapura Sri Baduga
Jalankan Program Berbasis Kesejahteraan Warga, Andalkan Swadaya Masyarakat
(FAUZAN/RADAR BOGOR)
ANTRE: Sejumlah warga antre mengambil dana PIP di Kantor BRI Semplak, Kecamatan Bogor Barat, pada Selasa (23/12).
Retno Resmi Dilantik Dirut RSUD BOGORSatu bulan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (PLT), dr Sri Nowo Retno kini resmi dilantik sebagai Direktur RSUD Kota Bogor definitif. Ceremony pelantikan dilak-
sanakan pada, Senin (22/12). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie Rachim. RETNO...Baca Hal 10
Kelurahan Lawang Gintung, Kecamatan Bogor Selatan, menorehkan prestasi dengan meraih juara tiga Anugerah Gapura Sri Baduga tingkat Kota Bogor tahun 2025. Capaian ini menegaskan komitmen kelurahan dalam menjalankan berbagai program berbasis kesejahteraan warga yang berdampak langsung bagi masyarakat. Laporan: FIKRI RAHMAT UTAMA JALANKAN ...Baca Hal 10
RESMI DILANTIK: Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat melantik 26 pejabat yang terdiri dari JPT Pratama, Kepala Sekolah, dan Pejabat Fungsional di lingkungan Pemkot Bogor di Paseban Suradipati, Balai Kota Bogor, Senin (22/12).