Skip to main content

Epaper Radar Bogor 17 Desember 2025

Page 1

Rabu

17 Desember 2025 26 jumadil akhir 1447 H Terbit 12 halaman

HARGA Rp5.000

Gubernur Setop Izin Perumahan Bogor Kaji Lebih Lanjut Kebijakan penghentian sementara (moratorium) penerbitan izin perumahan kini tak hanya berlaku di Bandung Raya. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi resmi memperluas aturan tersebut ke seluruh wilayah kabupaten dan kota di Jawa Barat, termasuk Bogor Raya.

Pemprov Jabar mengeluarkan surat edaran tetapi surat edaran tentu tidak serta-merta (berlaku). Semuanya harus kita kaji bersama-sama,” Bupati Bogor, Rudy Susmanto

CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP

MENYEBERANG: Pemandangan dari atas sekelompok warga yang bertaruh nyawa menyeberangi sungai menggunakan perahu dibantu warga lainnya pasca bencana banjir bandang memutus jembatan di Bireuen, Aceh.

Terpaksa Huni Reruntuhan Rumah HUNIAN yang nyaman, jadi hal yang dirindukan warga di Kuala Simpang, Tamiang Aceh. Banjir dahsyat yang terjadi beberapa waktu lalu, menggerus tempat tinggal mereka. Distribusi tenda dari pemerintah belum berjalan optimal. Warga di lokasi bencana akhirnya membuat hunian ala kadarnya. Puingpuing rumah kembali dimanfaatkan.

Oleh:

Fadil Relawan SalamAid

TOTAL

ACEH–Beberapa sudut Kota Langsa, Aceh, masih terpendam lumpur akibat banjir bandang. Namun, sejumlah pertokoan, minimarket, warung kopi, bahkan tempat cuci kendaraan telah beroperasi meski listrik padam sejak Selasa (9/12) pekan lalu.

YASUYOSHI CHIBA/AFP

BERTEDUH: Seorang warga duduk di dalam hunian alakadarnya yang dibuat dari bekas reuntuhan bangunan di Kampung Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Sumber: Data BNPB, 16 Desember 2025

Atlet Bogor, Dewi Laila Mubarokah, Peraih Dua Emas

Rahasiakan Kehamilan Empat Bulan, Tetap Jalani Pemusatan Latihan Atlet kebanggaan Kota Bogor, Dewi Laila Mubarokah telah menyumbangkan dua medali emas untuk Indonesia dalam ajang SEA Games 2025 di Thailand. Ternyata di balik perjuangannya itu, ada kehamilan yang ia rahasiakan rapat-rapat berusia empat bulan.

Proses revitalisasi Kolam Renang Mila Kencana tahap pertama belum juga rampung sesuai target. Pengerjaan fasilitas olahraga andalan Kota Bogor itu seharusnya selesai pada 14 Desember 2025, namun hingga pertengahan Desember sejumlah pekerjaan finishing masih belum tuntas.

RAIH EMAS: Dewi Laila Mubarokah bersama sang suami, Fathur Gustafian. Dewi berhasil menorehkan dua emas dalam SEA Games 2025 dalam keadaan sedang hamil.

Baca Metropolis Hal 12 DOK. NOC INDONESIA

SUBUH 04.11 DZUHUR 11.52 ASHAR 15.19 MAGRIB 18.12 ISYA 19.23


RADAR BOGOR I RABU, 17 DESEMBER 2025 I 26 JUMADIL AKHIR 1447 H I HALAMAN 2

PUBLIKASI KINERJA

SIGARDA MAS

(STRATEGI OPTIMALISASI SISTEM RUJUKAN GAWAT DARURAT BERBASIS MASYARAKAT

DI RSUD DR. KH. IDHAM CHALID CIAWI KABUPATEN BOGOR

Sistem Penganggulangan Gawat Darurat Terpadu adalah suatu mekanisme pelayanan korban atau pasien gawat darurat yang terintegrasi dan berbasis call center. Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu ( SPGDT) memadukan penanganan gawat darurat mulai dari tingkat pra rumah sakit sampai tingkat rumah sakit dab rujukan antara fasilitas kesehatan rumah sakit dengan pendekatan lintas program dan multisectoral.

KABUPATEN BOGOR

TERINOVATIF PADA PENGHARGAAN INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2025

JAKARTA, 10 Desember 2025 — Kabupaten Bogor kembali menorehkan prestasi nasional melalui inovasi unggulan SIGARDAMAS ( Strategi Optimaliasasi Sistem Rujukan Gawat Darurat Berbasis Masyarakat). Pada ajang bergengsi Innovative Government Awards ( IGA) 2025 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri, Kabupaten Bogor resmi dinobatkan sebagai Kabupaten Terinovatif. SIGARDAMAS menjadi salah satu inovasi non digital yang dinilai memberi dampak signifikan terhadap peningkatan pelayanan publik di sektor kesehatan. Sistem ini memperkuat respons cepat kegawatdaruratan, mempermudah integrasi layanan antar fasilitas kesehatan, serta mempercepat proses penanganan pasien melalui teknologi informasi. Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, ST, M.Si menegaskan bahwa capaian ini merupakan refleksi komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif dan berbasis inovasi. “Penghargaan IGA 2025 ini menjadi dorongan bagi seluruh perangkat daerah untuk terus memperkuat budaya inovasi. SIGARDAMAS menunjukkan bahwa transformasi pelayanan publik dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus menjaga keberlanjutan inovasi dan meningkatkan kolaborasi lintas sektor demi pelayanan yang lebih efektif dan responsif,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, S.H., M.H.Kes., MARS, Inovator SIGARDAMAS menilai SIGARDAMAS sebagai bukti nyata bahwa inovasi kesehatan mampu memberi perubahan konkret.

Ajat Rochmat Jatnika, S.T., M.Si Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor

dr. Fusia Meidiawaty, S.H., M.H.Kes., MARS Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Inovator SIGARDAMAS

Warman, S.K.M., M.Si Plt. Direktur RSUD DR. KH. Idham Chalid Ciawi

Peran RSUD DR. K.H. Idham Chalid Ciawi sebagai salah satu pelaksana utama inovasi juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan ini. Plt. Direktur RSUD DR. K.H Idham Chalid Ciawi, Warman, S.K.M., M.Si menegaskan komitmen rumah sakit dalam mengoptimalkan SIGARDAMAS sebagai layanan yang terpercaya. “Sebagai salah satu pelaksana utama SIGARDAMAS, RSUD DR. K.H. Idham Chalid Ciawi berkomitmen menjaga kualitas dan keandalan layanan gawat darurat berbasis teknologi. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa integrasi layanan kesehatan dan respons cepat dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. Kami akan terus memperkuat implementasi SIGARDAMAS agar manfaatnya semakin luas dan optimal,” tuturnya. IGA 2025 merupakan agenda tahunan Kemendagri yang bertujuan mendorong kreativitas dan inovasi pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Penilaian dilakukan melalui verifikasi administrasi, pemeriksaan substansi inovasi, hingga validasi lapangan oleh tim ahli. Dengan penghargaan ini, Kabupaten Bogor kembali menegaskan diri sebagai daerah yang progresif, adaptif, dan konsisten mendorong transformasi pelayanan publik demi kesejahteraan masyarakat.

“SIGARDAMAS merupakan wujud komitmen kami dalam menghadirkan sistem layanan kesehatan yang cepat, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat. Pengakuan di IGA 2025 menjadi motivasi untuk terus menyempurnakan sistem, memperluas jangkauan layanan, serta memastikan bahwa setiap inovasi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

RSUD DR. KH. IDHAM CHALID CIAWI

JUARA II

GELAR INOVASI DAERAH 2025 Rudy Susmanto, S.Si Bupati Bogor

Warman, S.K.M., M.Si dr. Fusia Meidiawaty, S.H., M.H.Kes., MARS Plt. Direktur Kepala Dinas Kesehatan RSUD DR. KH. Idham Chalid Ciawi Kabupaten Bogor Inovator SIGARDAMAS

BOGOR, 11 Desember 2025 - RSUD DR. KH. Idham Chalid Ciawi kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara II pada Gelar Inovasi Daerah ( GID) 2025. Keberhasilan ini dicapai melalui inovasi unggulan SIGARDAMAS ( Strategi Optimalisasi Sistem Rujukan Gawat Darurat Berbasis Masyarakat) , yang terbukti meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, efisiensi proses kerja, serta kenyamanan pasien secara signifikan. GID 2025 merupakan ajang bergengsi yang diikuti berbagai instansi pemerintah daerah, BUMD, hingga unit pelayanan publik dari seluruh Indonesia. Penilaian dilakukan berdasarkan kebaruan inovasi, manfaat, keberlanjutan program, serta dampak langsung terhadap masyarakat. Keikutsertaan RSUD DR. KH. Idham Chalid Ciawi menegaskan komitmen rumah sakit dalam menciptakan inovasi yang relevan dan berdampak nyata di sektor pelayanan kesehatan. Rudy Susmanto, Bupati Bogor, memberikan apresiasi tinggi atas prestasi ini sekaligus seluruh peserta GID 2025. Menurutnya, inovasi adalah keberanian untuk berubah dan menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif. Bupati juga mendorong seluruh perangkat daerah, pelajar, hingga dunia usaha untuk menjadikan inovasi sebagai budaya kerja bersama. “Inovasi adalah keberanian untuk bertransformasi. Saya mendorong seluruh perangkat daerah, pelajar, hingga dunia usaha agar menjadikan inovasi sebagai budaya kerja bersama, sehingga Kabupaten Bogor mampu terus beradaptasi dan memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas,” ujar Bupati Bogor. dr. Fusia Meidiawaty, S.H., M.H.Kes., MARS, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, selaku Inovator SIGARDAMAS, menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan. SIGARDAMAS membantu optimalisasi rujukan pasien gawat darurat melalui koordinasi antara fasilitas kesehatan dan masyarakat, sehingga proses penanganan lebih cepat dan tepat sasaran. “SIGARDAMAS lahir dari komitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang responsif dan berkualitas. Penghargaan ini menjadi pemacu semangat bagi kami untuk terus berinovasi,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan. Warman, S.K.M., M.Si., Pelaksana Tugas ( Plt) Direktur RSUD Dr. KH. Idham Chalid Ciawi, menambahkan bahwa capaian Juara II GID 2025 merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran rumah sakit, mulai dari tenaga medis hingga staf pendukung. Ia menegaskan komitmen RSUD DR. KH. Idham Chalid Ciawi untuk terus mengembangkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui inovasi yang profesional, humanis, dan mudah diakses oleh masyarakat,” tuturnya. Dengan prestasi ini, RSUD DR. KH. Idham Chalid Ciawi semakin menegaskan posisinya sebagai rumah sakit daerah yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Gelar Inovasi Daerah Kabupaten Bogor 2025 menjadi bukti nyata bahwa inovasi pelayanan publik tidak hanya mendorong efektivitas dan efisiensi, tetapi juga mampu memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat luas.


RADAR BOGOR I RABU, 17 DESEMBER 2025 I 26 JUMADIL AKHIR 1447 H I HALAMAN 3

MIMBAR BEBAS Sampaikan unek-unek Anda terhadap layanan publik seperti PLN, PDAM, PT Pos,

telepon, jalan rusak, pungli, kemacetan, pembuatan KK/KTP/SIM/ paspor/ sertifikat tanah, dll.

Cantumkan nama dan alamat lengkap, nomor telepon yang bisa dihubungi, nomor pelanggan (untuk layanan PDAM/PLN/PT Gas) dan lampirkan fotokopi KTP. Kirimkan ke Redaksi Radar Bogor, Gedung Graha Pena, Jl KH R Abdullah bin Nuh No 30, Yasmin, Bogor.

lalu kirimkan melalui

Hanya yang memenuhi syarat yang akan dimuat. Redaksi berhak mengedit isi tulisan tanpa mengurangi substansi. Redaksi tidak bertanggung jawab atas dampak langsung maupun tidak, pascapemuatan tulisan. Terima kasih.

Gorong-Gorong Ambles, Macet Tak Terelakkan MANGKRAK! kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi gorong-gorong sekaligus jembatan di depan RS Hermina Mekarsari Cileungsi saat ini. Pasalnya sudah hampir lima bulan perbaikan tidak kunjung selesai dan pengerjaannya sangat lambat. Awalnya pengerjaan gorong-gorong telah selesai dari bulan lalu, tetapi goro-

ng-gorong tersebut tiba-tiba mengalami kerusakan kembali padahal baru saja diperbaiki. Imbasnya kemacetan bertambah parah dan warga mengalami kerugian yang sangat mengganggu aktivitas. Di sisi lain, biaya anggaran gorong-gorong mencapai 1,3 Miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat. Hal tersebut sangat

Radar Bogor juga memberi kesempatan kepada para tenaga pengajar yang ingin menulis opini untuk pengembangan profesional guru. Juga kepada para mahasiswa yang ingin menulis opini tentang suatu topik, sebagai bentuk sikap kritis untuk menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan di era sekarang.

Informasi lebih lanjut, hubungi

085299600773 JADWAL SIM KELILING POLRESTA KOTA BOGOR

KHUSUS PERPANJANGAN SIM A DAN C

Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu

Botani Square Mitra 10 Sholis Lippo Plaza Mall Boxie Tajur Plaza Jambu Dua Plaza Jambu Dua Burger King Padjajaran

Waktu pendaftaran: 08.00-09.00 WIB

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

PLN Bogor (0251) 8345400 Bendungan Katulampa (0251) 8334344 RS Hermina Bogor (0251) 8382525 RS Melania Bogor (0251) 8321196 Rs Pmi Bogor (0251) 8324080 RS EMC Sentul (021) 29672977, (021) 29673000 RS Mulia Pajajaran (0251) 8379898/ 08111181298 Damkar Kabupaten Bogor (021) 8753547

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor (0251) 8312292 RS Azra (0251) 8318456 RS Hermina Mekarsari (021) 29232525 RS Medika Dramaga (0251) 8308900/081319310610 Bogor Medical Center (BMC) (0251) 8390435 RS Karya Bhakti Pratiwi (0251) 8626868 Rumah Sakit Dr H Marzoeki Mahdi (0251) 8324024 Rumah Sakit Islam Bogor (0251) 8316822 Rumah Sakit Daerah (Rsud) Cibinong 021-875348, 8753360 Rumah Sakit Lanud Atang Sandjaja (0251) 7535976 RS Annisa Citeureup (021)8756780, Fax. (021)8752628 RS Harapan Sehati Cibinong (021)87972380, 081296019016 Rumah Sakit Salak (0251) 8344609/834-5222 RSUD Ciawi (0251) 8240797 Klinik Utama Geriatri Wijayakusuma (0251) 7568397 Rumah Sakit Bina Husada (021) 875-8441 Rumah Sakit ibu dan anak Nuraida (0251) 8368107, (0251) 368866 Yayasan Bina Husada Cibinong (021) 875-8440 Rumah Sakit Bersalin Assalam Cibinong (021) 875-3724 Rumah Sakit Bersalin Tunas Jaya Cibinong (021) 875-2396 Rumah sakit Bina Husada Cibinong (021) 8790-3000 RS Trimitra Cibinong 021-8763055/56 Rumah Bersalin & Klinik Insani Cibinong (021) 875-7567 RS Sentosa Bogor, Kemang (0251)-7541900 RS Ibu dan Anak Juliana, Bogor (0251) 8339593, Fax. (0251)-8339591 RSIA Bunda Suryatni (0251) 7543891,(0251) 754-3892 Klinik Insani Citeureup (021) 879-42723 RSIA Kenari Graha Medika Cileungsi (021) 8230426 Rs Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo Cisarua-Bogor (0251) 8253630, 8257663 RS Asysyifaa Leuwiliang (0251) 8641142 RS Vania IGD (0251) 8380613, (0251) 8380601/8380605 RSKIA Sawojajar (0251) 8324371

POLRES BOGOR

021-8750163

Polsek Tamansari Polsek Jasinga Polsek Cigudeg Polsek Parung Panjang Polsek Leuwiliang Polsek Cibungbulang

0251-8388164 0251-8688110 0251-8681110 021-5978880 0251-8647003 0251-8647398

disayangkan dan tidak masuk akal dengan biaya perbaikan yang cukup besar. Menjadikan warga Cileungsi menaruh rasa curiga terhadap pengembangan proyek ini. Apakah ada kecurangan di dalamnya atau memang murni dari kendaraan yang terlalu besar atau muatan overload? Jujur, sulit untuk percaya jika pengembangan

mengejar pencapaian duniawi, misalnya harus mencapai financial freedom pada usia muda; matang finansial sebelum menikah; tokoh idola harus yang mapan, glowing, dan memakai outfit yang kekinian; serta ukuran fisik lainnya. Ini mempengaruhi peran generasi muda di dunia medsos. Sebagai subjek, mereka menciptakan konten berupa video, tulisan, atau karya kreatif lainnya. Akan tetapi konten yang diciptakan seputar gaya hidup liberal dan hedonis. Asalkan bisa viral apapun dilakukan. Sebagai objek digital, mereka kerap menjadi sasaran atau target pasar industri digital, semisal iklan, produk, dan layanan. Mereka

kokoh mengingat jalan ini merupakan jalur arteri yang menghubungkan Kecamatan Cileungsi dan Jonggol. Kemudian perencanaan harus matang sehingga terjadi efisiensi dan pengembang proyek bisa memprediksi berapa lama pengerjaan agar selesai tepat waktu. Jangan sampai menim bulkan

kemacetan yang berlarut serta mengorbankan waktu dan tenaga masyarakat seperti sekarang. Semestinya juga pihak pemerintah tidak lepas tangan terhadap perbaikan dan tetap mengawasi serta mengevaluasi agar goronggorong bisa cepat selesai. Saat ini warga hanya menantikan sampai kapan kemacetan akan

berlangsung. Andai masih ada Sayyidina Umar RA yang dahulu menangis karena keledai terperosok di jalan di wilayah kekuasaannya, mungkin sekarang sudah marah-marah di tengah proyek karena jalan tak kunjung selesai. Wallahu alam. Arsy, Cileungsi. prawita.arsy@gmail.com

RTH Publik dan Kawasan Pusaka untuk Pengembangan Eduwisata Terpadu di Kota Bogor BOGOR: DILEMA RUANG HIJAU, KOTA PUSAKA YANG TERLUPAKAN Kota Bogor, Kota Hujan, kini menghadapi paradoks pelik. Di satu sisi, ia menyimpan warisan sejarah yang kaya— mulai dari Kebun Raya yang legendaris hingga arsitektur kolonial yang memesona. Di sisi lain, kota ini terus dihimpit oleh laju pembangunan fisik yang sering kali abai terhadap nilai pusaka dan kebutuhan dasar warganya akan ruang terbuka. Permasalahan utamanya berakar pada conflict of interest tata ruang. Area yang seharusnya menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik, penyerap emisi Carbon, dan berdampak pada penurunan temperatur udara, bisa jadi sekarang menjadi titiktitik urban heat island. Penyebabnya semakin terfragmentasi lanskap RTH, beralih fungsi menjadi konstruksi beton. Dampaknya, masyarakat Bogor sendiri kesulitan menemukan tempat rekreasi publik yang memadai, terjangkau, dan berkualitas. Mereka terjebak dalam kemacetan saat akhir pekan, jujur bukan untuk menikmati keindahan kota sendiri, tetapi untuk melarikan diri ke pinggiran. Ironisnya, di tengah keterbatasan ruang rekreasi ini, Bogor memiliki aset berlimpah yang selayaknya segera disentuh, yaitu Kawasan Pusaka dan Peninggalan Sejarahnya. Mulai bangunan-bangunan tua yang menyimpan narasi panjang hingga taman-taman yang potensial,

ada 275 RTH taman. Dari jumlah tersebut, 15 taman publik diteliti sebagai contoh untuk direncanakan secara terintegrasi menjadi obyek rekreasi dan wisata pendidikan. Taman-taman tersebut adalah Taman Kencana, Lap Sempur, Taman Bogoh Ka Bogor, Taman Malabar/Taman Lansia, Alunalun Kota Bogor, Taman Palupuh, Taman Kresna, Taman Cipaku, Taman Lereng Embah Dalem, Taman Bermain Anak Katulampa RW 16, Pocket Park Kemang, Hutan Kampung Yasmin, Taman Manunggal, Hutan Kota Ahmad Yani, dan Taman Heulang. Data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor, terdapat 402 praktek agribisinis pertanian perkotaan di kota Bogor. Dari sampel penelitian kami pada 46 Kelompok Tani Perkotaan, terdapat 11 usaha tani yang menfaatkan ruang publik sebagai lahan kebunnya. Mereka dalah Kelompok Tani Dewasa (KTD) Palem Endah, Persada Farm, Kicau Daun; Kelompok Tani Taruna (KTT) Nusa Organik; Kelompopk Wanita Tani (KWT) Asri, Azalea, Bantar Putuy, Kemuning, Mawar Melati, Sriwijaya, dan Puspasari. Terdapat potensi besar untuk mengintegrasikan solusi tata ruang, kebutuhan rekreasi, dan pelestarian sejarah melalui konsep Eduwisata Terpadu. Ini bukan sekadar membangun tempat wisata baru, melainkan sebuah upaya revitalisasi cerdas: memanfaatkan kembali RTH publik, taman, dan kebun produktif yang ada sebagai laboratorium lapang, field

HADI SUSILO ARIFIN serta RTH produktif. Namun, kepedulian masyarakat terhadap warisan ini kian menipis. Kawasan pusaka sering dianggap sebatas objek outdated atau sekadar latar belakang foto, bukan sebagai sumber pembelajaran hidup yang kaya makna. ASET PUSAKA DAN RTH BOGOR: DARI PERATURAN HINGGA DATA LAPANGAN Berdasarkan Peraturan Walikota Nomor 17/2025, terdapat 8 titik kawasan pusaka. Mulai dari Istana Presiden dan Kebun Raya Bogor, Permukiman Eropa, Karstan Plan, Kota Paris, Pecinan Suryakencana, Kampung Arab Empang, Batu Tulis, pusaka alam Situ Gede. Penelitian kami tahun ini, selain memetakan titik-ttik kawasan pusaka, juga memetakan public park. Mulai dari taman ketetanggaan, taman lingkungan, taman kantung, taman jalur hijau, taman kota dan hutan kota dapat diketahui

laboratorium bagi masyarakat. Bagaimana caranya kita mengubah lahan sempit menjadi kelas alam yang menarik, dan bagaimana kita menyuntikkan narasi sejarah ke dalam setiap sudut kota? Jawabannya terletak pada sinergi antara kebijakan tata ruang yang berpihak pada rakyat dan visi pelestarian yang melibatkan partisipasi aktif warga. PENUTUP: MERAJUT IDENTITAS KOTA MELALUI EDUWISATA TERPADU Pengembangan Edusiwata Terpadu di Kota Bogor, yang bersinergi dengan lanskap pusaka, taman publik, dan kebun produktif, merupakan strategi jangka panjang yang fundamental. Pendekatan ini secara langsung menjawab tantangan tata ruang dengan mengedukasi masyarakat agar menghargai aset RTH publik bukan hanya sebagai area rekreasi pasif, tetapi sebagai media pendidikan lingkungan yang vital. Dengan menjadikan kawasan pusaka dan RTH sebagai destinasi informasi yang menarik, warga didorong untuk mengunjungi, berinteraksi, dan merasakan langsung nilai historis serta manfaat ekologis dari ruang hijau kota, sehingga menumbuhkan rasa kepemilikan dan kepedulian yang mendalam. Skenario kedua, yang berbasis kurikulum, adalah langkah transformatif untuk menjamin keberlanjutan. Integrasi hubungan antara lanskap

pusaka, fungsi taman publik, dan potensi RTH produktif ke dalam materi ajar sekolah akan menciptakan kesadaran kolektif sejak dini. Sekolah dapat menggunakan 15 taman model yang telah ditetapkan, serta 402 praktik agribisnis dan kelompok tani lokal, sebagai laboratorium alam resmi. Dengan demikian, generasi muda akan memahami tata ruang bukan sekadar gambar peta, tetapi sebagai ekosistem terpadu yang menghasilkan pangan, menjaga lingkungan, dan menceritakan sejarah kotanya, menjadikan Bogor sebagai kota yang benarbenar terawat dan bermartabat. Pada akhirnya, proyek integrasi ini adalah investasi sosial dan budaya. Dengan menjadikan kawasan pusaka, RTH taman, dan kebun produktif sebagai objek wisata pendidikan yang terpadu, Kota Bogor tidak hanya menawarkan pengalaman rekreasi yang kaya, tetapi juga merajut kembali identitas kotanya, identitas yang menghargai sejarah, mencintai lingkungan, dan mendukung ketahanan pangan lokal. Langkah ini adalah kunci untuk memastikan bahwa RTH publik tidak lagi dilihat sebagai lahan cadangan pembangunan, melainkan sebagai aset strategis yang tak ternilai harganya bagi masa depan kota. *** Hadi Susilo Arifin (Peneliti “Analisis Integrasi Ruang Terbuka Hijau Publik dan Kawasan Pusaka untuk Pengembangan Eduwisata Terpadu di Kota Bogor”, IPB University - 2025).

Selamatkan Generasi Muda DI era digital saat ini, media sosial kerapkali menjadi bagian yang tak terpisahkan dari generasi muda muslim. Ratarata waktu yang dihabiskan generasi muda di media sosial sekitar 2–4 jam per hari, bahkan bisa lebih dari itu. Padahal, pada saat berinteraksi di media sosial terdapat berbagai konten berbahaya yang mengancam generasi muda seperti pornografi, judol, pinjol, cyberbullying dan lain sebagainya. Tak tanggung-tanggung dampak negatif dari media sosial mampu berakibat pada hilangnya nyawa secara sia-sia. Ya, fenomena memprihatinkan ini sudah seharusnya menjadi momentum introspeksi penting bagi keluarga, sekolah dan

Ketika Generasi Diarahkan Algoritma Digital GENERASI muda saat ini lahir pada era digital. Sejak kecil mereka terbiasa menggunakan smartphone, bahkan bersentuhan dengan media sosial. Survei Profil Internet Indonesia 2022 oleh Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) pada Juni 2022 terhadap lebih dari 3.000 responden Gen Z menunjukkan bahwa lebih dari 90% mereka mengenal dan menggunakan internet, mayoritas untuk mengakses media sosial. Media sosial akan menyediakan konten sejenis yang sering digunakan. Dengan algoritma demikian, maka media sosial akan membentuk karakter seseorang. Terbentuklah generasi yang terfokus pada

proyek tidak melakukan kecurangan di tengah banyaknya kasus korupsi. Seharusnya pengembang proyek sudah memperkirakan jenis konstruksi seperti apa, agar bisa dilewati oleh mobil, motor, pemakai angkutan umum dan yang paling penting truk besar yang bermuatan berat. Jelas harus kuat dan

juga menjadi konsumen informasi yang sangat besar, baik positif maupun negatif. Termasuk menjadi korban judol dan pinjol. Tentu kita tidak ingin kehilangan generasi emas menuju Indonesia emas. Perlunya mengaktifkan peran keluarga untuk membentuk benteng agama pada generasi muda. Membenahi standar benar salah sesuai dengan agama. Peran masyarakat sebagai kontrol sosial harus berjalan. Semoga generasi muda dapat memanfaatkan media sosial sebagai media mengembangkan diri secara positif. eriksriwidayati2025 @gmail.com

negara. Sudah saatnya melakukan evaluasi terhadap pola pendidikan yang ada saat ini. Sekularisme dan liberalisme yang mewarnai sistem pendidikan menjadikan pendidikan agama hanya formalitas belaka, tidak ada strategi untuk menjadikan tuntunan agama dipahami dan diamalkan oleh anak didik, sehingga berpengaruh dalam perilaku kesehariannya. Untuk itu, sudah seyogianya mengembalikan kembali kontrol keluarga, masyarakat, dan negara dalam membina remaja. Dalam Islam, kontrol keluarga mewajibkan tugas seorang ibu sebagai ummu warobbatul bait yang mengurusi, mendidik, dan membina anaknya. Kontrol masyarakat berarti ikut berperan

untuk mencegah konten negatif digital seperti edukasi dan literasi digital, pengawasan di tingkat keluarga dan komunitas, serta pelaporan konten berbahaya kepada pihak berwenang. Adapun peran negara adalah melindungi generasi muda dengan menciptakan iklim kondusif bagi pembinaan generasi, lalu memberikan sanksi yang tegas terhadap platform digital yang menyediakan konten-konten yang berdampak negatif. Jika semua kontrol sudah dilakukan secara bersama-sama niscaya keberadaan generasi muda dapat terselamatkan. nurulaqidahku@gmail.com

PENGUMUMAN KEDUA LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN Berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan No 4 Tahun 1996, PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Kantor Wilayah Jawa Barat akan melaksanakan Lelang Eksekusi Hak Tanggungan dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bogor, terhadap jaminan debitur berupa: - Nyonya Janda Rahmawati, Amd.Keb Sebidang tanah berikut bangunan yang berdiri di atasnya sesuai SHGB No.1059/Pabuaran Luas Tanah 60 m2 atas nama Nyonya Janda Rahmawati, Amd.Keb yang terletak di Blok B 02 No. 04 Desa/Kelurahan Pabuaran Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat setempat dikenal dengan Grand Benua Residence Blok B 02 No. 04 Desa/Kelurahan Pabuaran Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat. Harga Limit Rp. 248.745.000,- ; Uang Jaminan Rp 49.749.000,Pelaksanaan Lelang

Keterangan

- Nominal uang jaminan yang : Open Bidding disetorkan ke rekening VA (Virtual (dengan Mengakses url Account) masing-masing peserta https://www.lelang.go.id) lelang harus sama dengan nominal Hari, Tanggal : Rabu, 31 Desember 2025 jaminan yang disyaratkan. Batas Akhir Penawaran : s.d pukul 11:35 WIB - Setiap peserta lelang dapat melihat pada menu status lelang setelah (Sesuai Waktu Server) berhasil melakukan pendaftaran Penetapan Pemenang : Setelah batas akhir penawaran dan data identitas dinyatakan Pelunasan Harga Lelang : 5 (lima) hari kerja setelah sesuai dokumen yang diberikan pelaksanaan lelang dan Jaminan harus sudah efektif Bea Lelang Pembeli : 2% dari harga lelang diterima oleh KPKNL selambatTempat Lelang : Ruang Lelang Kantor Pelayanan lambatnya 1 (satu) hari kerja sebelum pelaksanaan lelang. Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bogor, Jl. Veteran No. 45 - Segala biaya yang timbul akibat mekanisme perbankan menjadi Kota Bogor. beban peserta lelang.

- Cara Penawaran -

Syarat-syarat lelang: 3HVHUWD OHODQJ KDUXV PHPLOLNL DNXQ WHODK WHUGDIWDU GDQ WHUYHUL¿NDVL SDGD ZHEVLWH https://www.lelang.go.id persyaratan dan ketentuan serta tata cara mengikuti lelang dapat dilihat pada menu “Tata Cara dan Prosedur dan Panduan Pengguna” pada alamat website tersebut. 2. Objek lelang dijual dengan ketentuan dan kondisi apa adanya (as is) sehingga apabila karena sesuatu hal terjadi gugatan, tuntutan, pembatalan/ penundaan pelaksanaan lelang terhadap objek lelang tersebut diatas, pihakpihak yang berkepentingan/ peminat lelang tidak diperkenankan untuk melakukan tuntutan dalam bentuk apapun kepada KPKNL Bogor dan PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Kantor Cabang Bekasi. 3. Peminat lelang dapat melihat barang yang akan dilelang pada alamat objek lelang mulai pengumuman ini terbit sampai dengan 1 (satu) hari kerja sebelum pelaksanaan lelang. 4. Untuk informasi lainnya dapat menghubungi KPKNL Bogor, Telpon (0251) 315453 atau PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Wilayah Jawa Barat - Recovery Asset Sales KC Bekasi : 0813-1644-5198 (Aji) dan 0812-1967-1686 (Dela).

KPKNL BOGOR

Bekasi, 17 Desember 2025

Ttd

PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Kantor Wilayah Jawa Barat


RADAR BOGOR I RABU, 17 DESEMBER 2025 I 26 JUMADIL AKHIR 1447 H I HALAMAN 4

TERUSAN

Gubernur Setop Izin Perumahan  Kebijakan tegas itu tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor: 180/ HUB.03.08.02/DISPERKIM tentang Penghentian Sementara Penerbitan Izin Perumahan di Wilayah Provinsi Jawa Barat, yang diterbitkan pada 13 Desember 2025. Dalam edaran tersebut, gubernur menegaskan langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi menyeluruh. Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan tanah longsor dinilai tidak hanya mengancam Bandung Raya, melainkan hampir seluruh daerah di Jawa Barat. Potensi bencana seperti banjir bandang dan tanah longsor dinilai semakin tinggi akibat tekanan pembangunan dan perubahan fungsi lahan. "Menghentikan sementara penerbitan izin perumahan sampai dengan adanya hasil kajian risiko bencana masingmasing Kabupaten/Kota dan/ atau penyesuaian kembali rencana tata ruang wilayah Kabupaten/Kota," bunyi poin utama dalam surat edaran tersebut. Menanggapi instruksi provinsi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor mulai mengambil langkah. Mereka saat ini masih membahas poinpoin teknis sebagai tindak lanjut. Kepala Seksi (Kasi) Tata Ruang dan Jasa Konstruksi PUPR Kota Bogor, Latif Priyadi membenarkan telah menerima surat edaran tersebut. Namun, ia mengakui pihaknya belum memutuskan mekanisme detail pelaksanaannya karena perlu koordinasi antar-instansi. "Terkait SE Gubernur tertanggal 13 Desember 2025 tersebut, belum kami bahas lintas dinas. Namun untuk internal DPUPR sudah (dibahas)," ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa (16/12). Latif menjelaskan, salah satu poin krusial yang masih menjadi pertanyaan adalah batasan pemberlakuan aturan tersebut. Apakah penghentian

izin ini memukul rata seluruh proyek atau ada pengecualian bagi perumahan yang sudah mengantongi izin prinsip sebelumnya namun belum rampung? "Ini (status perumahan lama atau baru) salah satu substansi yang akan kita bahas lintas dinas, seperti dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) dan lainnya," tuntasnya. Kekosongan petunjuk teknis (juknis) ini yang akan segera dikejar oleh Pemkot Bogor agar tidak menimbulkan kebingungan di kalangan pengembang (developer) maupun masyarakat. Hal serupa juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan, pihaknya akan mengkaji ulang terkait surat edaran yang dikeluarkan Gubernur Jabar itu. "Pemprov Jabar mengeluarkan surat edaran tetapi surat edaran tentu tidak serta-merta (berlaku). Semuanya harus kita kaji bersama-sama," dalih Rudy. Karena menurutnya, Pemkab Bogor juga sedang mendukung program Pemerintah Pusat yaitu program 3 juta rumah. Jika edaran itu diterapkan secara langsung, tentu bakal berpengaruh terhadap program pemerintah pusat tersebut. Meski begitu, ia memahami edaran yang dikeluarkan Gubernur Jawa Barat tentunya bertujuan baik agar pemda tidak mudah mengeluarkan perizinan. Khususnya, izin-izin yang bisa merusak lingkungan. "Maka proses tahapan perizinan apapun tentu kita melihat dari beberapa aspek, sehingga izin yang dikeluarkan tidak berdampak negatif yang sangat besar buat lingkungan dan masyarakat," imbuh dia. Hal itu pun akan ditindaklanjuti Dinas PUPR Kabupaten Bogor. Kepala Bidang (Kabid) Penataan Ruang, Ferry Ardiansyah mengatakan bahwa sejak dulu hingga saat ini pihaknya hanya mengeluarkan produk perizinan terutama site plan terhadap perumahan dengan ketentuan ruang yang

ada. "Jadi kalaupun menindaklanjuti surat dari Gubernur ini memang secara substansinya kami mengeluarkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yaitu Perda nomor 01 tahun 2024 tentang rencana wilayah Kabupaten Bogor," beber dia Meski begitu, pihaknya masih akan menggelar rapat mengenai langkah yang akan ditempuh. Terlebih surat edaran itu belum lama dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat. Menurutnya, ada beberapa klasifikasi yang diperhatikan sebagai substansi dalam pemberhentian izin sementara tersebut.Misalnya,pembangunan tidak berada di rawan bencana. "Kami sudah menempuh langkah. Kemarin pun rapat juga di Setda dipimpin oleh Pak Sekda menanggapi atau menindaklanjuti surat edaran tersebut. Kemudian kami menginformasikan bahwa nanti hari Kamis (besok), kami diundang oleh Pak Gubernur untuk berdiskusi atau melihat langkah apa yang memang harus kita tindak lanjuti," pungkasnya. PROBLEM PENYEBAB BANJIR Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor menghormati upaya tersebut demi keberlangsungan menjaga lingkungan. "Tentunya kita secara umum global fatsun. kita menjaga keberlangsungan lingkungan, fatsun untuk itu. Kita tentunya sangat berupaya menuju ke arah itu," kata Plt Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya. Tak hanya soal pembatasan izin, kebijakan ini juga menekankan kewajiban pemulihan lingkungan. Setiap kegiatan pembangunan diwajibkan melakukan penghijauan kembali terhadap lingkungan yang terdampak. Pengembang perumahan juga dibebani tanggung jawab untuk menanam dan memelihara pohon pelindung di kawasan perumahan dan permukiman.

Namun, menurut Teuku Mulya, ada yang perlu diantisipasi pasca kebijakan itu diterapkan oleh Gubernur Jawa Barat. Pertama, kebijakan terkadang dibenturkan dengan persoalan ekonomi. Kedua, masih rendahnya kebutuhan perumahan di Kabupaten Bogor. "Mengapa Presiden membuat Program 3 Juta Rumah? Karena ada penlok perumahan di Indonesia cukup banyak, terutama di Kabupaten Bogor. Jadi kita harus mencari sedikit jalan tengah," ujar dia. Sementara secara teknis, pencegahan banjir di Kabupaten Bogor sendiri dianggapnya sudah melakukan rekayasa engineering dengan planning yang kuat. Terlebih, pihaknya sering bergerak bersama kelompok pengusaha perumahan untuk melakukan penanaman pohon di wilayah rawan bencana. "Jadi, artinya mereka punya prasyarat itu. Syaratnya didekatkanlah. Misalkan harus menanam pohon sekian pohon atau sekian juta pohon untuk menutup itu," jelas dia. Selain itu, pihak perumahan juga harus membuat embung atau penampungan air hujan. "Sehingga balance (seimbang) antara kebutuhan masyarakat tentang rumah dan kebutuhan mengejar pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan secara maksimal," tutur dia. Selain itu, banjir yang disebabkan pembangunan perumahan belum tercatat secara akurat. Namun, ia tak menampik tentu ada banjir yang bersumber dari pembangunan perumahan. Meski begitu, banjir itu juga berakara dari "kesalahan" para pengembang terkait tata ruang untuk perumahan. "Karena perumahanperumahan ini tidak mengindahkan kaidah-kaidah pembangunan perumahan. Seperti misalnya bagaimana mengintegrasikan drainase. Kadang ada perumahan yang tidak mengindahkan sehingga satu perumahan drainasenya

Terpaksa Huni Reruntuhan Rumah  Keadaannya jauh dari rasa nyaman. Kalau malam kedinginan, siang kepanasan. Maklum, kontruksi bangunan berasal dari barang-barang bekas. Misal, atapnya dari seng-seng bekas rumah yang hanyut. Sementara alasnya dari kayu yang semula bekas dinding. Kondisi ini memberikan ”karpet merah” untuk serangga masuk. Nyamuk bisa dengan bebas menghisap darah warga. Sementara sebagian tubuh

korbannya dihiasi bintik merah. Baru mau masuk alur mimpi, nyamuk sudah hinggap. Jarang sekali warga memejamkan mata dengan khidmat. Tangan mereka tak pernah lepas untuk bertepuk. Di tempat kami, lokasinya dekat rawa-rawa. Banyak nyamuk. Gigitannya ganas-ganas. Kalau di Bogor bisa bikin bentol, tapi kalau di sini bikin merah. Bagi warga yang sudah mendapatkan alat penghangat mungkin bisa lebih tenang. Namun, berbeda dengan

mereka yang tidak bernasib serupa. Warga biasanya mengandalkan kain tipis yang mudah ditembus oleh moncong nyamuk. Sementarauntukmenghangatkan badan, mereka menggunakan cara anak pramuka; bikin kaya api unggun atau bebakaran di depan rumahnya. Di Kuala Simpang sendiri, sedikitnya ada 120 hunian yang dibuat secara mandiri. Satu bangunan hanya mampu menampung maksimal lima orang. Ada yang bisa menampung tujuh orang, tetapi harus rela berdesak-

desakan. Biasanya satu rumah, satu keluarga. Jadi kalau mau hangat, ya mereka bisa tidur saling berdempetan. Harapan warga di Kuala Simpang masih sama. Kondisi yang aman dan tenteram jadi topik utama pembicaraan mereka dengan SAng Pencipta. Bala bantuan memang sudah datang silih berganti. Meskipun truk ekspedisi kemanusiaan dari Bogor belum sampai. Infonya, masih di Riau (Senin). Semoga dua atau tiga hari lagi sudah tiba.(bay/c)

Rahasiakan Kehamilan Empat Bulan, Tetap Jalani Pemusatan Latihan  Petembak kelahiran Desa Lungbenda, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, 26 tahun lalu itu tampil gemilang dengan meraih dua medali emas dari nomor 10 meter air rifle putri beregu bersama Dominique Rachmawati Karini dan Yasmin Figlia Achadiat, serta air rifle putri perorangan. Semua itu diraih dalam kondisi ia tengah hamil empat bulan. Kehamilan itu ia rahasiakan rapat-rapat. Hanya segelintir orang yang mengetahui, termasuk pengurus Persatuan Menembak Indonesia, pelatih, dan satu rekan atlet. “Dominique saja enggak tahu meskipun kami sekamar,” kata istri Fathur Gustafian yang juga seorang petembak itu di Photharam Shooting Range, Bangkok, Sabtu

(13/12) dilansir Jawa Pos. Sejak awal mengetahui dirinya hamil, Dewi tetap mengikuti pemusatan latihan, tes fisik, hingga kejuaraan. Pada fase awal kehamilan, tantangan justru terasa lebih berat. “Waktu masih awal itu mual. Tapi, biar enggak ketahuan teman-teman, ditahan sendiri. Cuma cerita ke suami,” ujarnya. Ada kekhawatiran lain yang tak kalah besar, yakni konsumsi vitamin. Sebagai atlet elite, setiap asupan harus dipastikan aman dan tidak melanggar aturan antidoping. Kekhawatiran itu kemudian dijawab lewat konsultasi dengan Indonesia Anti-Doping Organization (IADO). Dari sana, ia mendapat arahan untuk melaporkan penggunaan vitamin melalui mekanisme Pengecualian Penggunaan

RADAR BOGOR Komisaris Utama: Maesa Samola Komisaris: Suhendro Boroma CEO: Nihrawati AS

Terapeutik (Therapeutic Use Exemption/TUE) yang diatur oleh Badan Antidoping Dunia (World Anti-Doping Agency/ WADA). Setelah apa yang diraihnya di SEA Games kali ini, Dewi pun memimpikan satu target besar berikutnya. “Dewi ingin tampil di Olimpiade bareng saya. Saya kebetulan sudah pernah tampil,” kata Fathur. Keputusan melanjutkan kehamilan di tengah persiapan SEA Games 2025 bukan hal mudah. Anak pertama mereka masih berusia lebih dua tahun. Program keluarga pun sempat direncanakan berbeda. “Kami sempat berpikir menunda. Tapi, dokter bilang, anak ini punya hak hidup, punya rezekinya sendiri,” kata Fathur. Rekan setimnya, Dominique

terkejut ketika rahasia Dewi akhirnya terbuka. “Saya sempat mimpi Dewi hamil. Pas tahu ternyata benar, saya kaget. Saya langsung bilang, ‘tuh kan, benar hamil’,” ungkapnya. Bagi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, yang ditunjukkan Dewi Laila Mubarokah di arena menembak SEA Games 2025 lebih dari sekadar prestasi, tetapi juga dedikasi tanpa batas. “Ibu yang rela mengorbankan kenyamanan demi mengharumkan nama bangsanya,” tulis Erick di Instagram pribadinya kemarin (16/12). Erick pun turut mendoakan semoga kehamilan Dewi lancar hingga persalinan. “Dan, kelak sang anak tumbuh dengan bangga atas kisah ibunya yang mengharumkan nama bangsa,” ujarnya.(*/ttg)

BANGUN RUMAH: Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan pembangunan perumahan di salah satu kompleks kawasan Ciomas, Kabupaten Bogor.

dengan lebar kolom atau lebar diameter untuk pembuangan 60, satu lagi 80. Ini kan gak sinkron, sehingga mengakibatkan yang namanya air meluap kemudian banjir," papar dia. Belum lagi, lanjutnya, problem mekanisme pembuangan sampah yang tidak diterapkan di perumahan. Saluran pembuangan mampet karena sampah. Ada pula yang tidak mengindahkan kontur terhadap

pembangunan rumah. Wilayah bawah yang seharusnya dibuat sebagai tampungan air, malah ikut dijadikan perumahan. "Jadi proses membangun perumahan itu juga satu problem yang bisa mengakibatkan banjir. Saya tidak mau itu, tapi banyak problem lainnya yang kita harus lihat secara detail," tandasnya. Saat membangun perumahan, harusdilihatsecarakomprehensif. Mulai dari kondisi lingkungan,

sekitar pemukiman masyarakat, kondisi kontur tanah, hingga keberadaan saluran pembangunan air. "Butuh kajian yang komprehensif sebelum dilakukan pembangunan perumahan melalui mekanisme apa yang kita sebut site plan dan dokumen dampak lingkungan. Supaya menghasilkan satu perumahan yang memang dihasilkan penggunaan berkelanjutan," tegasnya. (uma/abl/c)

Listrik Padam bikin Aceh Gelap  ”Ya, tertentu saja yang berjualan, tidak semua jenis. Tapi seperti kami ini, warung kopi (warkop), juga minimarket atau yang punya genset saja, karena listrik mati,” kata Jumadil, warga Gampong Birem Puntong, Langsa, kepada Jawa Pos, kemarin (16/12). Padamnya listrik juga membuat usaha Jumadil lainnya, laundry, sulit berjalan. Sebab, usaha itu hanya bisa berjalan dengan listrik dan air melimpah. ”Saya genset hanya punya satu, jadi ya kami sesuaikan. Sehari saja untuk isi ulang air mineral bisa sampai 500 galon,” ungkapnya. Listrik mati total sejak Selasa (9/12). Dari informasi yang dia dengar, ada sinkronisasi jaringan di kawasannya. ”Waktu banjir akhir November lalu sempat mati beberapa jam saja, tapi dominan menyala. Kalau sekarang padam semua,” jelasnya. Dampak banjir bandang di Kota Langsa secara umum tidak separah Aceh Tamiang dan sejumlah kawasan lain di Aceh. Tinggi air, kata Jumadil, memang sempat sampai sedada, tetapi dua hari kemudian surut. Yang paling dikeluhkan warga adalah listrik. Saat malam tiba, seperti yang dirasakan Jawa Pos kemarin, kege lapan mendo minasi. Sebagian besar ruas jalan dan permukiman di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, misalnya, tanpa penerangan. Hanya bangunan yang memiliki genset yang lampunya menyala. ”Katanya malam ini (tadi malam) mau dites listriknya. Tapi, sampai sekarang tidak ada tanda-tanda,” ungkap Dimas, salah seorang warga Birem Puntong, kepada Jawa Pos yang menemuinya tadi malam sekitar pukul 19.00. Nazar, warga Langsa lainnya, menyebut, empat hari setelah banjir besar pada 25 November lalu, listrik hidup-mati sebelum kemudian mati total sejak 9 Desember. Untuk mengisi daya ponsel atau keperluan lainnya, dia harus pergi ke masjid atau warung kopi. Menurutnya, kondisi saat ini lebih parah daripada tsunami 2004. Sebab, selain dampaknya jauh lebih luas, juga melumpuhkan titiktitik vital.

BAU LUMPUR CAMPUR BANGKAI Puskesmas Karang Baru, Aceh Tamiang, belum sepenuhnya pulih. Bau lumpur bercampur bangkai binatang samar-samar tercium di udara. Tanah bercampur pasir menutupi sebagian jalan masuk. Dinding bangunan masih lembap, dan tumpukan perabot berlumut menjadi saksi betapa derasnya air yang menerjang beberapa hari lalu. Karang Baru merupakan kecamatan yang menjadi ibu kota Aceh Tamiang. Akses menuju puskesmas juga terhalang rumah kayu yang hanyut diterjang banjir. Namun, di tengah suasana itu, aktivitas pelayanan kesehatan kembali hidup meski seadanya dan diselingi dengan pembersihan ruangan. Seperti disaksikan Jawa Pos, kemarin, sebelum bergerak ke Kota Langsa, bagian depan puskesmas yang semula difungsikan sebagai kantin kini berubah wajah. Meja kayu panjang disusun menjadi meja pemeriksaan dan kursi plastik berderet untuk pasien. Ruangan terbuka itu kini menjadi pusat layanan kesehatan sementara bagi warga Karang Baru dan sekitarnya. ”Ini saja yang mudah dibersihkan. Sejak awal kami layani di sini karena ruangan utama masih berlumpur dan banyak peralatan yang rusak,” tutur Kepala Puskesmas Karang Baru Aceh Tamiang Lena Amrina kemarin. Tim medis dibantu tenaga dari berbagai pihak. Mulai dari Ikatan Dokter Indonesia Aceh, Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang, hingga personel TNI dan Polri yang turut membantu membersihkan area puskesmas dan membuka akses jalan. Menurut Lena, dampak banjir kali ini tidak hanya merusak gedung utama, tetapi juga melumpuhkan sarana vital seperti listrik dan genset. ”Kami ada genset, tapi rusak karena lumpur. Jadi, untuk sementara kami pakai bantuan genset dari IDI Aceh,” imbuhnya. Selain di puskesmas, pelayanan kesehatan juga dibuka di beberapa titik lain, seperti di Kantor Kecamatan Karang Baru dan rumah salah satu dokter puskesmas Cut Nazmiati, yang tetap melayani warga di sekitar tempat tinggalnya. ”Para bidan desa juga tetap berkeliling ke titik-titik pengungsian untuk memberikan pertolongan dasar,”

paparnya. Dia mengungkapkan, ada sekitar 600an bayi, batita (bayi di bawah tiga tahun), dan balita (bayi di bawah lima tahun) yang masuk dalam pemantauan puskesmas. Jumlah itu berasal dari 18 desa di wilayah kerjanya. ”Kami lakukan semua itu untuk pemenuhan dan asupan gizi di masa penanggulangan bencana ini,” katanya. Dari total 105 tenaga kesehatan, termasuk dokter, di Aceh Tamiang, hampir semuanya terdampak secara pribadi. ”Rumah mereka sebagian besar rusak, tetapi pelayanan tetap kami jalankan. Seadanya, semampu kami, dan sebisa kami,” jelasnya. BAHLIL JANJIKAN LISTRIK NORMAL Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemulihan jaringan gardu induk listrik di seluruh wilayah Aceh ditargetkan selesai paling lambat pada pertengahan pekan ini. Target tersebut disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara. Bahlil menjelaskan perbaikan kelistrikan merupakan bagian penting dari pemulihan pascabencana banjir bandang di Aceh. Hingga saat ini, pemasangan gardu induk telah mendekati tahap akhir dengan capaian sekitar 80 hingga 90 persen. Ia menyebut, setelah seluruh jaringan gardu induk selesai, sistem kelistrikan dari pembangkit Arun–Bireuen akan kembali terhubung normal dengan jaringan transmisi Sumatra. Meski begitu, Bahlil mengingatkan bahwa pemulihan listrik belum dapat menjangkau seluruh desa secara serentak. Sejumlah wilayah masih mengalami kerusakan berat pada jaringan listrik tingkat bawah, termasuk tiang roboh dan akses jalan yang terputus. Akibatnya, pemulihan listrik dilakukan secara bertahap sesuai kondisi lapangan. Untuk Banda Aceh, kapasitas pembangkit tercatat sekitar 110 MW, tetapi daya yang baru tersalurkan saat ini sekitar 60 MW, dengan kekurangan pasokan ditopang oleh genset. Bahlil juga menegaskan penyalaan listrik di wilayah yang masih tergenang banjir harus dilakukan dengan hati-hati karena berisiko menimbulkan kecelakaan bagi warga.(zam/ttg)

GM Bisnis: Erwin Sofian GM Digital dan Teknologi Informasi (IT): Benny Irawan Pemimpin/Penanggungjawab Redaksi: Ricki Noor Rachman Koordinator Liputan: Dede Supriadi Pemimpin/Penanggungjawab Redaksi Online: Lucky Lukman Nul Hakim Redaktur Pelaksana Online: Yosep Awaludin Redaktur Senior: Andi Ahmadi, Faturahman S Kanday, Muhammad Ridwan, Muh Afandi, Iqbal Muhammad Redaktur: Imam Rahmanto, Pipin Apriani, Alpin, Muhammad Ruri Ariatullah, Rani Puspitasari Sinaga, Reka Faturachman Sekretaris Redaksi: Jean Cloudia Reporter: Arif Al Fajar, Septi Nulawam Harahap, Fikri Rahmat Utama, Muhamad Rifki Fauzan, Abilly Muhamad, Muhammad Ali Fotografer: Sofyansyah, Hendi Novian Redaktur Konten/ Koordinator Medsos: Erika Nur Rizki S Konten Kreatif: Edfyra Amelia, Rissa Aliria Putri Editor Video: Muhammad Alife Shine, Muhammad Fadhel Wafi, Muhammad Ardika Gunawan, Ezar Rajaswara, Khaerul Nur, Muhammad Isa Ismatullah Videografer: Abdul Aziz, Muhamad Dzikri Ilman Syabani Pracetak: Zainal Arifin (Koordinator), Nursaid, Sarmadah, M. Chaidirali S. Umum dan Personalia: Rawin Surwintono, Mia Nelawati (Asist. Manager) Iklan: Untung Bachtiar (Manager) Pemasaran dan Sirkulasi: M Iksan Halil (Manager) Digital Marketing: Recia Debora S Konsultan Hukum: Andi Syarifuddin SH, MH Ombudsman: M. Choirul Shodiq, Rohman Budijanto Penerbit: PT Bogor Ekspres Media. SIUPP: 651/SK/MENPEN/SIUPP/28 Oktober 1998 Percetakan: PT Bogor Media Grafika (Jalan Siliwangi Kav.1/34 Komp. Puslitbang KOSTRAD Desa Cijujung Kandang Roda Bogor Telp: 0251 8655965) Alamat: Graha Pena Radar Bogor, Jl KHR Abdullah Bin Muh Nuh No 30 Taman Yasmin Bogor 16113. Telepon Redaksi: 0251-7544005 (hunting), Fax:2517544008. Telepon Iklan: 0251-7544001-002, Fax: 0251-7544009. Telepon Pemasaran: 0251-7544003. Perwakilan Jakarta: Gedung Graha Pena, Jl Kebayoran Lama 12 Jakarta Selatan, Telepon/Fax: 021-53699624. Homepage: http//www.radarbogor.id Email: redaksi@ radar-bogor.com. Wartawan Radar Bogor dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

Wartawan Radar Bogor dibekali dengan kartu pers yang selalu dikenakan selama bertugas.


rabu

17 DESember 2025 26 jumadil akhir 1447 H

Kebijakan RSSG

Bakal Diperketat Penerimaan Siswa Baru Akan Terintegrasi Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota ( Pemkot) Depok di bawah kepemimpinan Wali Kota Depok, Supian Suri. Pemkot akan meningkatkan kualitas dan kuantitas sekolah yang tergabung dalam RSSG. KEBIJAKAN..Baca Hal 6

(ILUSTRASI-FAJAR/RADAR BOGOR)

BERHASIL: Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) menjadi salah satu unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Perkuat Sinergitas Polri dan Kejaksaan DEPOK–Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras, mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok di Jalan Boulevard Grand Depok City (GDC) Kota Kembang, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Selasa (16/12) kemarin.

Mobil MBG Alami Kecelakan

KECELAKAAN: Kecelakaan lalu lintas melibatkan kendaraan operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Jalan Raya M. Yusuf, Mekarjaya, Selasa (16/12) kemarin.

DEPOK–Kecelakaan lalu lintas melibatkan kendaran operasional Makan Bergizi Gratis ( MBG) terjadi pada Selasa (16/12) kemarin. Mobil terbalik dengan bagian box dan rangka mobil terpisah.

PERKUAT..Baca Hal 6

MOBIL..Baca Hal 6

 (HUMAS POLRES BOGOR)

Volume Sampah Kali Cipinang Menurun

DEPOK–Kegiatan bersih-bersih Kali Cipinang yang dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sejak Oktober 2025, menunjukkan dampak positif. Volume sampah mengalami penurunan signifikan.

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Rasio Ridho Sani menyampaikan, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, upaya Gerakan Bersih Sungai mulai menunjukkan hasil nyata.

VOLUME..Baca Hal 6

(SATPOL PP KOTA DEPOK)

DIBONGKAR: Pembongkaran bangunan liar (bangli) di Kemiri Muka Depok.

4.205 Bangli dan Lapak PKL Sudah Dibongkar DEPOK–Satpol PP Kota Depok kembali membongkar bangunan liar (bangli) dan lapak pedagang kaki lima (PKL). Kali ini berada di atas aliran sungai bilangan Kemiri Muka, Beji dan sepanjang Jalan Boulevard Grand Depok City (GDC). “Untuk di Kemiri Muka total ada 48 bangunan dan GDC ada 28 lapak,” kata Kasatpol PP Kota Depok, Dede Hidayat kepada Radar Bogor, Selasa (16/12) kemarin.

4.205 BANGLI..Baca Hal 6

(HUMAS DAN PROKOPIM DEPOK)

BERSIH-BERSIH: Kegiatan bersih-bersih Kali Cipinang yang dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Sabtu (13/12) akhir pekan lalu.


RADAR BOGOR I RABU, 17 DESEMBER 2025 I 26 JUMADIL AKHIR 1447 H I HALAMAN 6

AGLOMERASI

Kebijakan RSSG Bakal Diperketat  Supain mengatakan, Pemkot Depok akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Hal itu dilakukan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat. Ia menyampaikan, mulai tahun depan Pemkot Depok akan menerapkan sejumlah

kebijakan baru dalam program RSSG tersebut. Seperti, pembatasan jumlah sekolah yang dapat mengikuti program RSSG serta penetapan kriteria peserta didik dari keluarga prasejahtera. “Prioritas akan diberikan kepada sekolah yang telah menjalin kerja sama dengan Pemkot Depok, terutama yang berada di wilayah kelurahan

atau kecamatan dengan keterbatasan sekolah negeri,” katanya. Pria yang akrab disapa Bang Supian itu menginginkan agar melalui progam RSSG, sekolah swasta bisa setara dengan sekolah negeri. “Jadi, pendampingan akan terus dilakukan dan evaluasi dilaksanakan secara berkala,” harapnya. Adapun bagi para orang tua

Mobil MBG Alami Kecelakan  Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, membenarkan peristiwa tersebut. Peristiwa tersebut kini dalam penanganan unit laka polres Metro Depok.

“Betul, tadi pagi (kemarin,red) mobil MBG terguling,” katanya kepada Radar Bogor. Ia memaparkan, kecelakaan terjadi di Jalan Raya M Yusuf, Mekarjaya. Bermula saat kendaraan jenis L 300 bernomor polisi B-9021- XY yang

dikendarai WY (45), baru keluar dari dapur MBG. “Setelah masuk jalan M.Yusuf beberapa meter, mobi tersangkut pada pohon mahoni, sehingga boks terpisah dari rangka mobil,” tukasnya. (faj/b)

Volume Sampah Kali Cipinang Menurun  Sampah yang terangkat dari Kali Cipinang pada Oktober 2025 mencapai 341,8 ton, sementara pada November 2025 tercatat 300 ton, atau turun sekitar 41,8 ton. “Ini bukan kebetulan. Ini merupakan hasil kerja bersama Pemkot Depok dan seluruh pihak terkait,” ujarnya di sela kegiatan bersih-bersih Kali Cipinang di Kecamatan Cimanggis, Sabtu (13/12) akhir pekan lalu. Rasio menjelaskan, berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan volume sampah, antara lain pemasangan lima

titik jaring sampah di segmen I wilayah Kota Depok, pemasangan 112 plank larangan membuang sampah ke kali, serta penyegelan tempat pembuangan sampah (TPS) liar. Langkah-langkah tersebut terbukti efektif mengurangi sampah yang masuk ke Kali Cipinang. “Namun kami belum puas. Sampah yang terangkat masih mencapai sekitar 300 ton per bulan. Untuk itu, kita harus bekerja lebih keras dan bahumembahu melibatkan seluruh komponen masyarakat agar tujuan bebas sampah di Kali Cipinang dapat terwujud,” katanya.

Sementara Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, mengapresiasi aksi bersihbersih Kali Cipinang yang melibatkan TNI, KLHK, serta berbagai unsur terkait. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mengantisipasi dampak perubahan iklim. “Kegiatan ini memberi teladan bagi kita semua, termasuk Pemkot Depok, untuk bersamasama menjaga lingkungan. Langkah ini merupakan tindakan preventif dalam menjaga lingkungan hidup sekaligus menekan jumlah sampah yang masuk ke Kali Cipinang,” tandasnya.(faj/a)

yang tahun depan akan mendaftar anaknya untuk masuk sekolah RSSG harus bersiapsiap dengan sistem penerimaan siswa baru program RSSG. Pasalnya Pemkot Depok bakal menerapkan sistem penerimaan peserta didik RSSG yang terintegrasi. Dengan sistem tersebut, sekolah tidak dapat menerima

murid secara mandiri, melainkan melalui mekanisme yang dikelola oleh Dinas Pendidikan. Sistem ini nantinya serupa dengan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di sekolah negeri. “Proses penerimaan murid akan lebih tertata dan transparan,” papar Supian. Untuk diketahui, Pemkot Depok berkomitmen untuk

memberikan layanan publik yang inklusif dan berpihak pada kelompok rentan, salah satunya pendidikan. Pemerintah Kota Depok telah menghadirkan program RSSG. Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, sebanyak 2.512 siswa lulusan SD kini bersekolah di 49 SMP yang tergabung dalam

program RSSG pada tahun ajaran ini. Adapun siswa program RSSG Kota Depok mendapatkan jatah uang Rp3 juta per orang selama satu tahun. Uang tersebut dikelola oleh pihak RSSG untuk memenuhi kebutuhan selama pendidikan di sekolah swasta tersebut. (faj/c)

Perkuat Sinergitas Polri dan Kejaksaan  Kedatangan kapolres bertujuan untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat sinergi dan koordinasi antara Polres Metro Depok dan Kejari Depok dalam penanganan perkara hukum di wilayah ‘Kota Belimbing’. Abdul Waras mengatakan, pentingnya kerjasama dan koordinasi yang solid antara kepolisian dan kejaksaan. Khususnya dalam proses pemberkasan dan penanganan perkara. “Kami mohon izin bantuan dan kerjasamanya terkait perkara-perkara yang kami tangani di wilayah Polres Depok. Apabila terdapat kendala dalam pemberkasan maupun penanganan perkara, kami mohon bantuan dan masukan. Kami akan selalu berkoordinasi

SILATURAHMI: Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras berbincang bersama Kepala Kejari Kota Depok Arief Budiman, Selasa (16/12) kemarin.

dengan pihak kejaksaan agar ke depan kami bisa terus bersinergi,” katanya kepada Radar Bogor. Sementara itu, Kepala Kejari Kota Depok, Arief Budiman, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyampaikan, kerjasama antara Kejaksaan Negeri Depok dan Polres Metro

Depok selama ini telah berjalan dengan baik dan efektif. “Terkait kerja sama, alhamdulillah selama ini sudah berjalan dengan baik. Kami juga memiliki forum komunikasi, sehingga sebelum berkas perkara dilimpahkan, dapat dilakukan koordinasi terlebih dahulu dengan penyidik terkait

penanganan perkara,”ujarnya. Arief memaparkan, masyarakat Depok memiliki karakter yang dinamis dan aspiratif menuntut aparat penegak hukum untuk lebih responsif dan profesional. Menurutnya, sebagai daerah penyangga ibu kota, masyarakat Depok sangat berharap setiap aspirasi dapat didengar dan ditindaklanjuti dengan baik oleh seluruh unsur pemerintahan, termasuk aparat penegak hukum. Kegiatan silaturahmi ini diharapkan dapat semakin memperkuat koordinasi, komunikasi, dan sinergitas antara Polres Metro Depok dan Kejaksaan Negeri Depok dalam mewujudkan penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan bagi masyarakat Kota Depok.(faj/b)

4.205 Bangli dan Lapak PKL Sudah Dibongkar  Ia memaparkan, penertiban ini merupakan bagian dari penegakan Perda Kota Depok Nomor 5 Tahun 2022 tentang

Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat. Dalam penertiban ini menggandeng pula beberapa dinas seperti DLHK, Disdagin, DPU-

PR serta Polri dan TNI. “Penertiban ini dilakukan untuk kembalikan fungsi lahan dan jalan, memperlancar akses keluar masuk pasar serta mendukung penataan lingkungan

dan drainase untuk mencegah banjir,” paparnya. Adapun total ada 4.205 bangli dan lapak PKL yang ditertibkan. “Penertiban akan terus kami lakukan,” tegas Dede.(faj/b)


RADAR BOGOR I RABU, 17 DESEMBER 2025 I 26 JUMADIL AKHIR 1447 H I HALAMAN 7

ALLSPORT Target Medali Emas Kian Dekat BANGKOK–Target kontingen Indonesia untuk meraih setidaknya 80 emas di SEA Games 2025 semakin dekat. Sejauh ini, 60 keping medali terbaik sudah dalam genggaman dan skuad Merah Putih kini makin nyaman duduk di urutan kedua. Keran medali tim Indonesia terus mengucur dalam SEA Games 2025. Hingga Selasa (16/12), delapan keping emas sudah berhasil diraih oleh pasukan pimpinan Chef de Mission (CdM), Bayu Priawan Djokosoetono. Triathlon jadi cabor pembuka mesin emas Indonesia pada Selasa (16/12) kemarin. Tepatnya dari nomor aquathlon relay, di mana emas tim putra, putri, dan campuran berhasil diraih. Tim putri triathlon Indonesia diperkuat oleh Binta Erlen Salsabela, Kayla Nadia Shafa, dan Martina Ayu Pratiwi. Sementara tim putra dihuni oleh Muhammad Noval Ashidiq, Al Kautsar, dan Rashif Amila Yaqin. Kemudian di regu campuran, tim aquathlon yang terdiri dari Ashidiq, Nadia, Amila, dan Pratiwi sukses menambah pundi-pundi emas. Tiga emas dari estafet aquathlon pun jadi milik Indonesia. Selain triathlon, dayung juga jadi cabor yang menyala pada hari ini. Dua emas disumbangkan, masing-masing melalui La Memo di nomor men’s single sculls dan Ali, Ihram, Wudan, dan Ardi di nomor lightweight men’s quadruple sculls. Adapun tiga medali emas lain dipersembahkan oleh para atlet Indonesia di tiga cabor berbeda. Yakni cabor angkat besi, catur, dan menembak. Emas angkat besi disumbangkan Rahmat Erwin Abdullah di nomor 88 kg putra. Dia berhasil mengangkat beban angkatan total 362 kg, terdiri dari 160 kg snatch dan 202 kg clean & jerk. Kemudian emas catur datang dari nomor catur cepat Asia beregu putri. serta yang terbaru adalah menembak, yang dipersembahkan atas nama Fany Febriana Wulandari. Ia menggondol medali terbaik di nomor women’s trap individual dan membuat Indonesia jadi megoleksi 60 emas.(jpc)

Juara Umum Cabor Wushu

IMBANG: Manchester United dan Bournemouth harus berbagi angka dalam laga Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Selasa (16/12) dini hari WIB kemarin.

MANCHESTER UNITED 4-4 BOURNEMOUTH

MANCHESTER–Ruben Amorim menyebut kegagalan Manchester United mengalahkan Bournemouth di babak pertama penyebab mereka kehilangan dua poin. Pertandingan seru itu berakhir imbang 4-4 di Old trafford pada Selasa (16/12) dini hari WIB kemarin. Delapan pemain berbeda mencetak gol di Old Trafford saat Manchester United gagal memenangkan pertandingan Liga Inggris. Mereka mencetak setidaknya empat gol untuk ketiga kalinya. Manchester United sebelumnya melakukan hal yang sama melawan Everton pada April 2012 (4-4) dan West Brom pada Mei 2013 (5-5), pada pertandingan terakhir mereka di bawah Alex Ferguson. Manchester United unggul dua kali di babak pertama. Amad dan

Casemiro mencetak gol di babak pertama. Gol penyama kedudukan dicetak Antoine Semenyo yang tercipta melalui serangan balik. Manchester United mencatatkan 17 tembakan, 2,49 expected goals (xG) non penalti, dan 30 sentuhan di area pertahanan Bournemouth sebelum jeda. Setiap angka tersebut merupakan yang terbanyak tim mana pun dalam pertandingan Liga Inggris musim ini. Namun, gol dari Evanilson dan Marcus Tavernier membuat Bournemouth unggul 3-2 enam menit memasuki babak kedua. Meskipun Bruno Fernandes dan

Matheus Cunha mencetak gol untuk membalikkan keadaan, Junior Kroupi masuk dari bangku cadangan mengamankan hasil imbang bagi Bournemouth. Ruben Amorim merasa penyelesaian akhir United kurang efektif di babak pertama. Pertahanan yang buruk di babak kedua juga terbukti menjadi bumerang. “Ini sangat mengecewakan. Itu pertandingan yang gila. Mungkin terlihat seperti kami kehilangan dua poin di babak kedua, tetapi saya pikir kami kehilangan poin itu di babak pertama,” kata Amorim kepada BBC Sport. “Kami mendominasi dan menciptakan banyak peluang. Kami seharusnya memasuki jeda babak pertama dengan hasil yang berbeda,” pungkasnya.(jpc)

BANGKOK–Tim wushu Indonesia tampil sebagai juara umum cabang wushu SEA Games Thailand 2025 setelah membawa pulang total sembilan medali yang terdiri dari lima emas, tiga perak, dan satu perunggu. Pencapaian ini sekaligus membuat tim Merah Putih mempertahankan status juara umum setelah pada edisi SEA Games sebelumnya juga keluar sebagai juara umum. “Saya senang dan terharu bisa menyumbangkan medali emas buat kontingen Indonesia. Apalagi, ini penampilan perdana saya di multievent internasional. Cukup melelahkan sih tampil selama tiga hari berturutturut dan tekanan juga tinggi,” kata atlet Indonesia, Patricia Geraldine dalam keterangan resmi, Selasa (16/12) kemarin. “Tapi semua sudah terobati dengan menjadi yang terbaik di SEA Games ke-33 Thailand 2025,” imbuhnya. Patricia mendulang dua emas yang diperoleh dari nomor gabungan changquan, jianshu, dan qiangshu. Satu emas datang dari penampilan beregu duilian bare handed bersama Ahmad Ghifari Fuaiz, Ahmad Ghozali Fuaiz, dan Terrence Tjahyadi. Dua emas lain disumbangkan atlet sanda putri Tharisa Dea Florentina dan sanda putra Samuel Marbun. Satu emas lainnya dari atlet senior Edgar Xavier Marvelo sehari sebelumnya. Sementara, satu medali perunggu Indonesia disumbangkan Harry Brahmana di kelas 70 kilogram pada Senin (15/12).(net)

EMAS: Patricia Geraldine ikut menyumbang medali emas bagi Indonesia dari cabor wushu.

!


RADAR BOGOR I RABU, 17 DESEMBER 2025 I 26 JUMADIL AKHIR 1447 H I HALAMAN 8

Ravindra Serap Aspirasi Warga Rancabungur dan Gunungsindur

ILUSTRASI: Jajaran Dishub Kabupaten Bogor berbaris rapi saat mengikuti Upacara Harhubnas.

FOTO: DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR

Tidak Ada Libur atau Cuti Dishub Jamin Jaga Arus Lalu Lintas Nataru Nonstop

Enam Titik Pos Pengamanan Lalu Lintas

Cibinong Gunung Putri Gadog Ciawi Puncak

CIBINONG  Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor memastikan kesiapan penuh dalam pengamanan arus lalu lintas Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sebanyak 320 personel Dishub dikerahkan dan dibagi ke dalam tiga shift tanpa jeda waktu atau nonstop. Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, mengatakan seluruh personel dilibatkan tanpa terkecuali, termasuk pejabat struktural. Kebijakan tersebut merupakan instruksi langsung dari Bupati Bogor dan Kepala Dinas Perhubungan.

“Intinya kesiapan kami sudah siap, tidak ada yang namanya cuti atau libur. Semua personel, termasuk pejabat dishub diperintahkan untuk bergerak mendukung pengamanan Nataru,” ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa (16/12). Ia menegaskan, pengamanan tidak hanya difokuskan di kawasan Puncak. Sebanyak enam titik strategis disiagakan pos pengamanan lalu lintas, yakni di Cileungsi, Cibinong, Gunung Putri, Gadog, Ciawi, hingga kawasan Puncak. Untuk rekayasa lalu lintas

jalan, dengan pengalihan putar balik di kawasan Alfamart. Sementara di Megamendung, penutupan dilakukan dengan pengalihan arus putar balik di kawasan Cimory. Selain itu, Dishub juga memberikan perhatian khusus terhadap kendaraan roda dua yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama kemacetan. “Kendaraan roda dua akan kita pisahkan. Motor wajib di lajur kiri, mobil roda empat di kanan. Kita pasang cone dan barrier dari Hankam sampai Pasar Cisarua agar tidak ada motor yang melebar ke kanan,” tegasnya. Menurutnya, jika motor masuk ke jalur kanan, potensi kemacetan di kawasan pasar akan semakin parah. Oleh karena itu, pengaturan ketat dilakukan demi kelancaran arus lalu lintas. “Setelah itu, kita tetap mengikuti skema dan arahan dari pihak kepolisian,” pungkasnya. (Cr1/c)

Rekayasa Lalu Lintas di Puncak

Cileungsi

Sistem ganjil genap Sistem one way

Rekayasa tambahan dari Dishub apabila terjadi kepadatan

di kawasan Puncak, Dishub tetap menerapkan skema yang sudah berjalan, seperti sistem ganjil genap dan one way, serta rekayasa tambahan dari Dishub apabila terjadi kepadatan. “Kalau terjadi stagnasi, kita siapkan cone dan barrier. Kami lakukan rekayasa di luar skema kepolisian, tapi tetap berkoordinasi,” jelasnya. Dadang memaparkan, rekayasa dilakukan di beberapa titik krusial. Dari Gadog menuju Pasir Muncang akan dilakukan penutupan di tengah

GUNUNGSINDUR  Anggota Komisi IX DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Barat, Ravindra Airlangga menyerap aspirasi masyarakat Kabupaten Bogor dalam kegiatan reses DPR RI. Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi, yakni di Kecamatan Rancabungur dan Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Senin (15/12). Kegiatan dihadiri oleh ratusan peserta yang berasal dari tokoh masyarakat, aparat desa setempat, relawan dan petugas jesehatan, karang taruna dan masyarakat umum. Di Rancabungur, kegiatan reses dibarengi juga dengan layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi IX dan Wakil Ketua BKSAP DPR RI ini, menegaskan pentingnya BPJS Kesehatan sebagai instrumen utama perlindungan kesehatan masyarakat serta perlunya optimalisasi pemanfaatan Universal Health Coverage (UHC), khususnya bagi warga yang membutuhkan. ”BPJS Kesehatan dan khususnya BPJS skema PBI harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat yang tidak mampu. Negara hadir untuk memastikan setiap warga mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak,” ujar Ravindra Airlangga. Selain isu kesehatan, Ravindra juga menekankan pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai instrumen strategis negara dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak sekaligus menekan angka stunting. Ia menyoroti pentingnya pengawalan terhadap program

FOTO: SEPTI NULAWAM/RADAR BOGOR

ASPIRASI: Anggota Komisi IX DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Barat, Ravindra Airlangga menyerap aspirasi masyarakat Kabupaten Bogor dalam kegiatan reses DPR RI di Rancabungur dan Gunungsindur, Senin (15/12).

MBG yang merupakan program unggulan pemerintah ini. ”MBG bukan sekadar program makan gratis, tetapi instrumen negara untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan gizi yang cukup dan seimbang. Ini adalah investasi jangka panjang untuk mencegah stunting dan membangun sumber daya manusia Indonesia yang kuat,” tegasnya. Ravindra menilai, MBG dapat memiliki multiplier effect terhadap perekonomian lokal, terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan pemanfaatan potensi masyarakat setempat. ”Komunitas lokal diharapkan terlibat dan dilibatkan secara aktif dalam mensukseskan SPPG di daerahnya, mulai dari penyedia bahan pangan hingga tenaga kerja pendukung,” harapnya. Sementara dalam kegiatan Reses di Gunungsindur, Ravindra menekankan perlunya kesempatan pembangunan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal agar dapat terserap dalam berbagai peluang kerja yang

tersedia di wilayah tersebut. ”Gunungsindur memiliki potensi industri yang cukup besar. Karena itu, warganya harus dibekali keterampilan yang sesuai dengan potensi daerah agar siap menjawab kebutuhan dunia kerja,” kata Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar ini. Ia juga mendorong agar perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Gunungsindur memberdayakan warga lokal dalam proses rekrutmen. ”Yang terpenting adalah adanya pemberdayaan pada warga sekitar dalam proses rekrutmen. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. Melalui rangkaian kegiatan reses ini, Ravindra Airlangga menegaskan komitmennya untuk mendengarkan dan menyerap aspirasi secara langsung, serta mengawal kebijakan di bidang kesehatan, ketenagakerjaan dan jaminan sosial agar semakin berpihak pada kebutuhan masyarakat.(cok/c)

Bakti Sosial oleh Sekolah Al-Azhar Syifa Budi Cibinong dan RS Trimitra

Gelar Pemeriksaan Kesehatan hingga Khitanan Gratis Sekolah Al Azhar Syifa Budi Cibinong bersama RS Trimitra menggalar kegiatan bakti sosial berupa khitanan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat, pada Sabtu (13/12). Mereka menghadirkan berbagai pemeriksaan kesehatan hingga khitanan gratis.

FOTO: SEKOLAH QURAN ASY SYAHID,

DONASI: Penyaluran donasi untuk korban bencana di Sumatera dan Aceh kepada lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa.

Hadirkan Mamah Dedeh dan Ustaz Subki GUNUNG PUTRI  Sekolah Quran Asy Syahid menggelar Tabligh Akbar pada Selasa (16/12). Acara yang digelar dilaksanakan di halaman Masjid Sekolah Quran Asy Syahid, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri itu menghadirkan dua penceramah ternama yakni Mamah Dedeh dan Ustaz Subki Albughury. Pembina Yayasan Perkasa Mandiri Cemerlang (YPMC) yang menungi Sekolah Quran Asy Syahid, Dr. Candra Dermawan, M.Eng menyampaikan bahwa acara Tabligh Akbar ini dilaksanakan sebagai rangkaian peringatan satu dasawarsa Sekolah Quran Asy Syahid. Kegiatan ini disebutnya sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap lingkungan masyarakat, khususnya dalam rangka meningkatkan ukhuwah serta memperkuat syiar agama Islam. “Sebelumnya Asy Syahid juga telah mengadakan kegiatan donor darah, Gebyar Anak Shaleh, dan Smart Run, lari bersama dengan beberapa katagori yang dikuti oleh masyarakat luas,” terang Candra. Tabligh Akbar bertema Menguatkan Rasa Syukur, Meluaskan Pintu Rizki dan Keberkahan itu diikuti antsias oleh para jemaah. Mereka menyimak khusyuk tausiyah yang disampaikan Mamah Dedeh dan ustadz Subki, sembari sesekali tertawa dan bersorak. Di akhir sesi jamaah diberikan sesi untuk bertanya ataupun curhat, “curhat dong ma...” Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Fathoni yang turut hadir pada acara tersebut mengapresiasi kegiatan tabligh akbar ini, apalagi ditambah acara kepedulian menggalangan donesi untuk korban bencana alam di Sumatera. Dalam kesempatan ini Direktur sekolah Quran Asy Syahid, Dr. Rini Pura Kiran, M.Eng, didampingi oleh pembina YPMC, Mamah Dedeh dan Ustadz Subki Al-Bughury menyerahkan donasi yang terkumpul kepada perwakilan lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa sejumlah Rp50 juta rupiah. Di samping jamaah yang memenuhi area halaman masjid, hadir pula pengawas pendidikan dan pejabat pemerintah setempat yang mengikuti acara Tabligh Akbar hingga selesai. Pengawas SMP dari Kabupaten Bogor, Dede Raharja mengapresiasi rangkaian kegiatan ini. Baginya kegiatan tersebut sangat bagus dan bermanfaat bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar. “Saya sangat mendukung kegiatan semacam ini diadakan di sekolah,” ujarnya. (*)

KEPALA Pelaksana Harian Sekolah Al Azhar Syifa Budi Cibinong, Edy Junaedi menjelaskan bahwa, kegiatan tersebut diinisiasi langsung oleh komite Sekolah SD, SMP, Al Azhar Syifa Budi Cibinong bekerja sama dengan Rumah Sakit Trimitra. Adapun, kegiatan bakti sosial ini meliputi khitanan massal sebanyak 110 peserta, kemudian pemeriksaan kesehatan gratis, pemeriksaan maupun pemberian kacamata gratis, donor darah, pemeriksaan GCU, dan bekam khusus untuk masyarakat yang membutuhkan. “Untuk khitanan massal persyaratanya yaitu anak anak dhuafa anak yatim piatu, dan orang miskin yang memang memerlukan, karena kan sekarang khitan cukup mahal dan kami bantu,” kata Edy Junaedi kepada Radar Bogor. Menurut Prof Edy, kegiatan bakti sosial tersebut rutin digelar setiap tahunya dengan melibatkan orang tua murid, donatur,

dan beberapa sponsor. “Alhamdulillah ini sudah tahun yang ke 12 kali setiap bulan Desember kita melaksanakan ini, awalnya dulu dalam rangka memperingati tahun baru islam, ketua panitianya sekarang adalah ketua komite SD, Yulita,” jelasnya. “Dari setiap tahun alhamdulillah perhatian dari orang tua murid, donatur, sponsor, terus meningkat alhamdulillah dana tercover semuanya dari bantuan orang tua murid sponsor donatur, semuanya sudah tercover,” tambah Edy. Lebih lanjut, kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu meringankan beban masyarakat khususnya khitanan massal yang dinilai menelan biaya yang cukup mahal. “Tujuannya itu tadi membantu meringankan beban masyarakat dimana kita tahu bahwa mengkhitan itu biayanya hampir 3 Juta, mereka tidak mampu, makanya mereka lebih baik menunggu di Al Azhar

KHITANAN: Khitanan massal gratis yang digelar dalam acara Bakti Sosial oleh Sekolah Al-Azhar Syifa Budi Cibinong dan RS Trimitra.

FOTO: SEKOLAH AL-AZHAR SYIFA BUDI CIBINONG

khitannya,” ujarnya. Selain itu, kata dia sebagai ajang untuk meningkatkan silaturahmi terhadap orang tua murid dan juga masyarakat sekitar. “Bagi kami sendiri, untuk silaturahmi terhadap orang tua murid dan masya-

rakat, sehingga sekolah ini nggak eksklusif, sekolah ini bagian dari masyarakat,” sambungnya. Ditempat yang sama, Ketua Panitia, Yulita menyampaikan harapan melalui kegiatan bakti sosial tersebut agar da-

pat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. “Kami berharap acara ini bermanfaat bagi warga sekitar yang membutuhkan, dan menunjukan juga kepedulian dari ASDC kepada masyarakat sekitar,” ungkap Yulita.(Din).


RADAR BOGOR I RABU, 17 DESEMBER 2025 I 26 JUMADIL AKHIR 1447 H I HALAMAN 9

BOGOR RAYA

Diseret Saat Sekarat Rekontruksi Ungkap Kejamnya Kasus Pembunuhan di Bojonggede BOJONGGEDE –Rekontruksi kasus pembunuhan Andri Nugroho, pria yang tewas dibunuh tiga tekannya mengungkapkan kejamnya perlakuan para pelaku terhadap korban. Dalam rekontruksi yang digelar Polres Metro Depok di Mapolsek Bojonggede Selasa (16/12) menunjukkan dalam kondisi sekarat korban Andri sempat diseret tiga pelaku dengan kawat. Ia diseret dari ruang

tamu ke dapur. “Korban ini dijerat lehernya dan diseret, posisi korban saat itu masih hidup namun sudah tidak berdaya,” kata Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah Safii’ih, kepada Radar Bogor. Safii’ih memaparkan, dalam rekonstruksi, ketiga tersangka membunuh korban menggunakan gelas, pisau, gitar dna yali kawat. Terdapat 21 adegan diperagakan ketiga tersangka. Dalam rekonstruksi tersebut kata dia, semua yang diperagakan ketiga tersangka saat membunuh korban sesuai dengan pra rekonstruksi yang sebelumnya telah dilaksanakan. Dimana, ketiga tersangka memperlihatkan cara membunuh korban. Diawali dengan menjatuhkan korban,

kemudian dipukuli. Lalu pelaku melakukan penusukan hingga menjerat leher korban menggunakan kawat. Dalam rekontruksi tersebut juga diketahui salah satu tersangka melakukan tusukan pada korban sebanyak tiga kali. yakni, pada bagian kepala dan satu tusukan di bagian dada. Sementara itu korban meninggal usai tersangka menjerat leher menggunakan kawat. “Jadi, cekikan pakai kawat, karena saya tanyakan tersangka itu pada saat lehernya dijerat kawat, korban udah nggak berdaya tapi masih hidup,” paparnya. Sementara itu, pemilihan lokasi rekontruksi pembunuhan dilakukan di Polsek Bojonggede dilakukan

untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. “Tujuannya untuk mengantisipasi di wilayah itu ada kemungkinan, nanti ada banyak kerawanan ya,” paparnya. Rekonstruksi di Polsek Bojonggede ini juga untuk menghindari para tersangka melarikan diri maupun keramaian warga. Hal itupun telah mendapat persetujuan dari kejaksaan maupun kuasa hukum tersangka. “Rekonstruksi ini sudah mendapatkan persetujuan dari Jaksa,” tuturnya. Adapun atas perbuatan ketiga tersangka, kepolisian menjerat ketiganya dengan tindakan pembunuhan dengan Pasal 170, 365, dan 338 KUHP. (Faj/c)

FOTO : BILLY /RADAR BOGOR.

PROTES: Orang tua siswa kelas IV E mendatangi SDN Pajeleran 01, Cibinong, Kabupaten Bogor pada Senin (15/12/2025) untuk protes dugaan tindak diskriminasi.

Diduga Diskriminatif, Oknum Guru Dinonaktifkan CIBINONG–Oknum guru berinisial S yang diduga melakukan diskriminasi terhadap siswa di SDN Pajeleran 1 akhirnya dinonaktifkan. Kebijakan itu diambil oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor Rusliandy. ”Untuk guru sudah kami nonaktifkan dari SDN Pajeleran 01 mulai hari ini,” ungkap Rusliandy kepada Radar Bogor. Selasa (16 /12/2025). Rusliandy menyampaikan sejak kemarin oknum guru S tersebut sudah dilakukan pemanggilan untuk pemeriksaan. “Ke sekolah dan guru sudah kami panggil dan periksa. Kemarin kita panggil,tadi pagi kami panggil kembali,” tegas dia. Orang tua murid SDN Pajeleran 01 Kelas IV E mendatangi SDN Pajeleran 01 pada Senin (15/12). Mereka protes atas dugaan tindakan diskriminasi yang dilakukan oknum guru kepada para siswa. Koordinator Kelas IV E, Shinta mengungkapkan oknum guru berinisial S diduga melakukan diskriminasi terhadap siswa dengan memberikan nilai bagus raport apabila siswa mengikuti les berbayar dengan tarif Rp250

ribu per bulan. ”Sementara, bagi murid yang tidak ikut les sebagian besar mendapatkan nilai jelek bahkan ada yang nilainya nol,” kata dia, Senin (15/12). Selain itu, Shinta menyebut oknum guru itu juga melakukan dugaan diskriminasi dengan memulangkan siswa lebih cepat jika sudah membayar iuran kas lebih besar. ”Hal ini menyebabkan ada murid yang sampai mencuri uang orang tua untuk membayar kas agar bisa menang dan pulang duluan,” tambah dia. Tindakan oknum guru tersebut sudah dilaporkan Shinta sejak beberapa tahun kepada Komite sekolah namun respons penindakan yang diberikan dirasa olehnya tidak maksimal. Ia pun melaporkan indakan oknum guru tersebut kepada Inspektorat Kabupaten Bogor. Dirinya berharap oknum guru itu dapat dinonaktifkan. Kepala SDN Pajeleran 01 Idah Nursidah mengatakan pihaknya akan meneruskan perbuatan oknum guru tersebut ke pengawas sekolah. (abl/b)

FOTO: POLSEK BOJONGGEDE

REKONTRUKSI: Rekontruksi kasus pembunuhan Andri Nugroho di Mapolsek Bojonggede. FOTO: SEPTI NULAWAM/RADAR BOGOR

Produksi Kosmetik Palsu Terbongkar TAMANSARI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor menerima pelimpahan berkas perkara tahap I terkait dugaan tindak pidana produksi dan peredaran kosmetik ilegal bermerek palsu. Berkas perkara tersebut dilimpahkan oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Kepala Seksi Intelijen Kejari Kabupaten Bogor, Ahmad Sudarmaji, mengatakan perkara ini berkaitan dengan dugaan memproduksi dan mengedarkan sediaan farmasi berupa kosmetik yang tidak memenuhi standar serta persyaratan keamanan, khasiat, dan mutu. Produk tersebut juga dikemas dan diperdagangkan dengan menggunakan merek-merek terkenal tanpa hak. “Perkara ini melibatkan empat orang tersangka, yakni M. Agung, Ari Setiawan, Dedi Saputra, dan Iwan Saputra, yang diduga melakukan perbuatan pidana baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri,” ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa (16/12/). Ia mengungkapkan, berdasarkan

hasil penyidikan, para tersangka diduga telah menjalankan kegiatan produksi kosmetik ilegal sejak Januari 2025. Aktivitas tersebut dilakukan di sebuah rumah yang berlokasi di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Dalam menjalankan aksinya, para tersangka mencampur bahan dasar kosmetik tanpa memenuhi standar Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB). Produk kosmetik tersebut kemudian dikemas ulang dan ditempeli label merek yang telah dikenal luas di masyarakat sehingga menyerupai produk resmi. “Produk kosmetik ilegal itu selanjutnya diedarkan dan diperdagangkan melalui platform e-commerce dan media sosial, serta dikirim kepada konsumen menggunakan jasa ekspedisi,” jelasnya. Menurutnya, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait peredaran kosmetik bermerek yang diduga palsu dan tidak sesuai standar. Setelah dilakukan pendalaman, pada 2 September 2025

penyidik mengamankan dua tersangka yang kedapatan menguasai ratusan paket kosmetik siap edar. Kasus tersebut kemudian dikembangkan dengan penggeledahan di lokasi produksi. Dari hasil penggeledahan, penyidik kembali mengamankan dua tersangka lainnya serta menyita sejumlah barang bukti, mulai dari kosmetik siap edar, bahan baku, kemasan, label merek, hingga peralatan produksi. Ahmad menambahkan, meskipun hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan kosmetik tersebut tidak mengandung bahan kimia berbahaya seperti merkuri dan hidrokuinon, perbuatan para tersangka tetap dinilai melanggar hukum. “Produksi dan peredaran kosmetik tanpa izin edar serta tidak memenuhi standar mutu dan persyaratan keamanan tetap merupakan perbuatan melawan hukum,” tegasnya. Ia menjelaskan, atas perbuatan para tersangka disangkakan melanggar

Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang Kesehatan, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Saat ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten Bogor masih melakukan penelitian berkas perkara untuk menilai kelengkapan formil dan materiil. Apabila ditemukan kekurangan, jaksa akan memberikan petunjuk kepada penyidik sebelum perkara dilanjutkan ke tahap penuntutan. Ahmad menegaskan komitmen Kejari Kabupaten Bogor dalam mendukung penegakan hukum terhadap peredaran produk ilegal, khususnya sediaan farmasi dan kosmetik yang berpotensi merugikan masyarakat. “Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan selektif dalam memilih produk kosmetik, serta memastikan produk yang digunakan telah memiliki izin edar resmi dari BPOM,” pungkasnya. (Cr1/C)

Progres pembangunan gedung Kantor Kecamatan Parungpanjang di Perumas, Desa Lumpang telah mencapai 95 persen.

Kantor Kecamatan Rampung Pekan Depan PARUNGPANJANG–Progres pembangunan gedung Kantor Kecamatan Parungpanjang telah men capai 95 persen. Meski terkendala cuaca ekstrem dan kesulitan bahan material, pihak pelaksana memastikan pembangunannya rampung dalam sepekan ke depan. ”Saat ini sudah mencapai 95 persen, tinggal pengerjaan finishing seperti pemasangan keramik dan pengecatan gedung,” ungkap pelaksana lapangan PT Kalingan Jaya Shima, Ahmad Nuryadi, Senin (15/12). Seharusnya, kata dia, pembangunan Kantor Kecamatan Parungpanjang di Perumas, Desa Lumpang itu rampung pada dua pekan lalu. Namun karena terkendala cuaca ekstrem, sehingga ia mengaku mengalami keterlambatan. Selain itu, faktor bahan material juga berdampak para

proses pembangunan. ”Untuk material, yang awalnya diprediksi sesuai harga awal, sekarang harganya dua kali lipat dan sulit didapatkan. Efek penutupan tambang ini, sehingga kami mendatangkan dari luar daerah,” jelas Nuryadi. Meski demikian, ia memastikan akan merampungkan pembangunan tersebut pada pekan depan. Sehingga Kantor Kecamatan Parungpanjang yang baru dapat segera ditempati pada 2026 mendatang. ”Untuk sekarang mengejar 5 persen itu seperti pemasangan keramik, pengecatan, dan area finishing lain. Kalau rumah dinas sudah selesai,” katanya. Untuk luasan halaman, pihak pelaksana menilai Kantor Kecamatan Parungpanjang cukup layak dengan memiliki luasan sekitar 1.300 meter persegi. (cok/c)

Menilik Sekolah Pra Nikah di Kabupaten Bogor

Upaya Lindungi Anak dan Remaja Dari Pernikahan Dini Upaya perlindungan anak dan remaja dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Sekolah Pra Nikah. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Pusat Kajian Gender dan Anak serta IPB University. Melalui Sekolah ini para peserta dibekali dengan pemahaman nilai-nilai kehidupan, pernikahan, dan tanggung jawab sejak dini. Laporan: MUHAMMAD ALI SATU PER satu remaja dipakaikan toga. Mereka dinyatakan lulus usai mengikuti program Sekolah Pra Nikah Tahun 2025 yang diselenggarakan

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB). Seremoni perayaan wisuda itu tampak pada Wisuda Sekolah Pra Nikah 2025 yang digelar di SG 1 Cibinong, akhir pekan lalu. Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menyampaikan apresiasi kepada DP3AP2KB dan IPB University atas inisiatif penyelenggaraan sekolah pra nikah. Menurutnya, program ini menjadi langkah strategis untuk membekali generasi muda dengan pemahaman nilai-nilai kehidupan, pernikahan, dan tanggung jawab sejak dini. Ia menegaskan bahwa anak dan remaja saat ini menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari pola konsumsi pangan yang tidak sehat, pengaruh gaya hidup, budaya senangsenang berlebihan, degradasi nilai keimanan, hingga dampak negatif

FOTO: DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR

WISUDA: Peserta Sekolah Pra Nikah 2025 dipakaikan toga oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika.

media dan tontonan. Oleh karena itu, edukasi pra nikah dinilai penting sebagai benteng dalam membentuk karakter, moral, dan kesiapan mental generasi muda. Ajat juga menyoroti kondisi demografi Kabupaten Bogor yang didominasi oleh usia produktif. Menurutnya

kualitas sumber daya manusia harus terus ditingkatkan agar tidak terjadi permasalahan sosial seperti putus sekolah, pernikahan dini, dan sulitnya akses pekerjaan, yang dapat berdampak pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). “Sekolah pra nikah ini diharapkan

mampu menanamkan kesadaran bahwa pernikahan bukan hanya urusan hari ini, tetapi merupakan perjalanan panjang yang penuh tanggung jawab, baik di dunia maupun di akhirat,” ujarnya. Melalui wisuda sekolah pra nikah ini, para peserta diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, mampu membawa nilai-nilai kebaikan, serta berkontribusi positif dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas dan Kabupaten Bogor yang lebih maju. Kemudian, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bogor adalah Sussy Rahayu Agustini, menyampaikan bahwa Kabupaten Bogor memiliki jumlah penduduk sekitar 5,8 juta jiwa, dengan 1,78 juta di antaranya merupakan anak-anak di bawah usia 18 tahun. Ia menegaskan bahwa pernikahan anak masih menjadi persoalan serius, mengingat Jawa Barat merupakan provinsi dengan angka pernikahan

anak tertinggi secara nasional, dan Kabupaten Bogor menjadi salah satu daerah dengan jumlah kasus terbanyak. Menurutnya, pernikahan anak berdampak besar terhadap kesehatan, pendidikan, psikologis, serta kesejahteraan anak, khususnya anak perempuan. Risiko kehamilan usia dini, kematian ibu dan anak, trauma psikologis, hingga kekerasan dalam rumah tangga menjadi konsekuensi yang harus dicegah bersama. Sussy menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor utama penyebab pernikahan anak, di antaranya kemiskinan dan keterbatasan akses pendidikan, pengaruh tradisi sosial budaya, dampak media sosial, serta kehamilan di luar nikah. “Oleh karena itu, kami mendorong penguatan program edukatif yang mempersiapkan remaja secara matang sebelum memasuki jenjang pernikahan melalui sekolah pra nikah ini,” terangnya. (cr1/c)


RADAR BOGOR I RABU, 17 DESEMBER 2025 I 26 JUMADIL AKHIR 1447 H I HALAMAN 10

METROPOLIS Pelaku Pencabulan Bocah Mulai Diburu

(MEDIA SEKOLAH FOR RADAR BOGOR)

KAJIAN PARENTING: Civitas Akademik SMP ITA eL Ma’Mur pasca melaksanakan parenting.

Tekankan Pendidikan Karakter Anak BOGOROrang tua memiliki peran yang cukup krusial dalam pendidikan karakter anak. Oleh karenanya, SMP ITA eL Ma’Mur menggelar kegiatan parenting. Dengan mengusung tema, Mengasuh dengan Hati, Membangun Karakter Sejak Dini. Sekolah menghadirkan penceramah kondang, Samsam Hidayat. Dalam tausiahnya ia menyebut bahwa pendidikan karakter memiliki urgensi yang sangat penting di era modernisasi. Orang tua mesti ikut andil dalam skema

pendidikan tersebut. “Keteladanan di rumah merupakan metode pendidikan paling efektif dan akan membekas kuat dalam kepribadian anak hingga dewasa,” jelasnya. Sementara itu Ketua Yayasan Ma’mur Manaf Assalamah, Deden Syarief Hidayatullah, menuturkan realisasi pendidikan karakter butuh kolaborasi aktif antara sekolah dan orang tua. “Pengasuhan berbasis hati dan nilai keimanan menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan memiliki kepedulian sosial,” terang Deden.

Hal senada juga diutarakan oleh Kepala SMP ITA eL Ma’Mur, Jusman. Dalam sambutannya ia menyebut, pendidikan sejatinya tidak dimulau dari ruang kelas. Orang tua merupakan tonggak utama bagi pendidikan anak. Tingkah laku orang tua di rumah dapat berpengaruh terhadap kehidupan sosial anak-anak. “Cara kita berbicara, bersikap, dan mengambil keputusan di rumah, secara sadar atau tidak, akan menjadi pelajaran hidup bagi mereka,” beber Jusman, Selasa (16/12) pagi. Sebagai bentuk praktik

langsung, kegiatan parenting tersebut juga dirangkaikan dengan penggalangan donasi untuk korban bencana di Sumatera dan Aceh. Penggalangan dana sebetulnya sudah dimulai sejak 8 Desember silam. Seluruh siswa ikut dilibatkan dalam gerakan sosial tersebut. Uang yang dikumpulkan juga cukup banyak. “Kami berhasil menghimpun donasi sebesar Rp17 juta. Selanjutnya disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatra dan Aceh melalui kerja sama dengan Laznas Yatim Mandiri,” pungkasnya (bay/c)

BOGORKasus dugaan pencabulan dua bocah di Kecamatan Bogor Barat memasuki babak baru. Lebih dari dua orang saksi telah menjalani pemeriksaan. Kanit PPA Polresta Bogor Kota, Ipda Firman, mengatakan keterangan dari para saksi sudah dirasa cukup. Pihaknya pun akan segera mencari keberadaan terduga pelaku. “Pemeriksaan saksi-saksi sudah. Untuk jumlah pastinya saya lupa tapi yang pasti lebih dari dua. Keterangan dari mereka sudah cukup,” jelas Firman pada Radar Bogor. Firman mengatakan, untuk mencari keberadaan pelaku, mesti dilakukan beberapa tahap. Pertama, pihaknya akan mendatangi rumah, tempat tinggal korban. “Insya allah hari Jumat berbarengan dengan piket kami akan ke rumah korban. Kami mau jalan sudah diobrolkan dengan anggota,” terang Firman, Selasa (16/12) sore.

Meski terduga pelaku kabur, namun mendatangi lingkungan, tempat tinggal korban jadi hal yang penting. Ini akan menjadi informasi awal untuk melakukan pencarian. “Iya, kami kan mesti maping dulu. Infomah kan dari mana aja, mangkannya kita mau ambil langkah kesitu dulu. Insya allah kasus ini tertangani,” tegas Firman. Diinformasikan sebelumnya, korban kasus dugaan pencabulan ini menimpa dua anak yang masih di bawah umur. Pertama masih berusia lima tahun dan yang kedua 15 tahun. Komisioner KPAID Kota Bogor, Geri Tri Ekanova, mengatakan kasus ini pertama kali dialami oleh korban yang berusia 15 tahun. Kejadiannya sudah satu tahun yang lalu. “Kemudian dia menutupi selama ini seolah tidak terjadi apa-apa datar aja, karena mungkin usianya masih anak anak tadi ya,” jelas Geri.

Aksi ini dilakukan di rumah terduga pelaku yang merupakan satu kampung dengan korban. Menurut pengakuan korban, prilaku bejat itu bukan sekali saja dilakukan. “Kalau yang SMP sudah penetrasi. Itu yang kejadiannya satu tahun lalu. Hasil visumnya juga menunjukan begitu, terduga pelaku sempat melakukan penetrasi tadi,” ucap Geri Korban tinggal bersama sang ayah. Namun dirinya rutin diasuh oleh tetangga. Lantaran sang ayah bekerja dan profesinya sebagai seorang pemulung. Kasus ini sempat tidak tercium oleh siapapun. Sampai pada satu waktu muncul korban lain. Dia merupakan anak yang baru menginjak usia lima taun. “Si anak ini cerita ke ibunya. Kalau sering dicium dan dipegang-pegang sama pelaku. Ibunya kaget dan terdengar sama si anak SMP tadi, akhirnya warga lain ikut kaget,” pungkasnya (bay/c)

Revitalisasi Kolam Mila Molor Sambungan dari Hal 12

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Anas S. Resmana, membenarkan adanya keterlambatan tersebut. Meski demikian, pengelola proyek masih diberikan kesempatan penambahan waktu pengerjaan sesuai ketentuan kontrak. “Kalau tidak salah target awalnya 14 Desember sudah selesai. Tapi memang masih ada pekerjaan finishing yang harus dirapikan. Sesuai aturan, mereka berhak mendapatkan

penambahan waktu dengan konsekuensi denda,” ujar Anas kepada Radar Bogor. Penambahan waktu tersebut disertai denda sebesar 0,01 persen per hari dari nilai kontrak proyek. Adapun revitalisasi Kolam Renang Mila tahap satu menelan anggaran cukup besar, yakni sekitar Rp22 miliar. Meski demikian, Anas memastikan perpanjangan waktu tidak akan berlangsung lama. Sesuai regulasi, masa tambahan maksimal hanya 10 hari kalender sejak batas waktu kontrak berakhir.

“Kemungkinan tambahan waktunya antara tujuh sampai sepuluh hari. Saya optimistis tahap pertama ini bisa rampung sebelum pergantian tahun,” jelasnya. Revitalisasi tahap satu sendiri difokuskan pada kolam utama yang selama ini menjadi fasilitas latihan para atlet renang Kota Bogor. Dalam pembaruan tersebut, kolam utama tidak hanya direnovasi secara fisik, tetapi juga dilengkapi dengan sejumlah perangkat elektronik modern. “Sekarang bukan hanya

tembok dan kolamnya saja yang diperbarui. Akan ada sistem elektronik, termasuk penunjuk waktu, sehingga kolam ini bisa digunakan untuk kejuaraan resmi, bahkan standar olimpiade,” terang Anas. Dengan selesainya tahap pertama nanti, kolam utama direncanakan sudah bisa kembali beroperasi pada Januari 2026. Fasilitas ini pun disiapkan untuk mendukung agenda olahraga besar, termasuk persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Namun, kebijakan pembukaan

Luncurkan SIGAP, Berantas Pungli Sambungan dari Hal 12

Pada puncak peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengambil langkah taktis. Dirinya meluncurkan Satuan Kerja Inspeksi Gabungan Anti Pungli (SIGAP). Diluncurkannya SIGAP memiliki harapan guna memperkuat langkah pencegahan dan

penindakan praktek pungutan liar di berbagai sektor pelayanan publik. SIGAP merupakan wujud nyata kolaborasi lintas lembaga dan masyarakat dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Dedie menyebut, upaya pencegahan Pungli di Kota Bogor juga berbuah manis.

Daerah yang dimpimpinnya, berhasil mendapat peringkat terbaik pencegahan korupsi. “Karena semua semangatnya sama, semangatnya ingin membuat Kota Bogor lebih baik lagi dengan didukung oleh seluruh lapisan masyarakat yang juga ingin kotanya berintegritas,” ucap Dedie dalam keterangan tertulisnya.

Hakordia di Kota Bogor sendiri dikemas dengan berbagai macam rangkain kegiatan. Salah satunya penanda tanganan komitmen bersama anti korupsi. Rangkaian kegiatan itu diikuti oleh, Jajaran Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda), aparat penegak hukum dan dilanjutkan deklrasi anti koropsi (bay/c)

Tahun Depan, JPO Paledang Dibongkar Sambungan dari Hal 12

Berdasarkan pantauan Radar Bogor di lokasi, Sabtu (13/12) JPO tersebut sudah tak lagi memiliki atap. Cat yang menempel dibesinya sudah mulai usang. Beton yang jadi kontruksi anak tangganya banyak yang retak. Pejalan kaki yang hendak melakukan aktifitas penyebrangan diarahkan menggunakan fasilitas zebra cross. Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan JPO Paledang akan dibongkar pada tahun depan. Pihaknya saat ini tengah

menyiapkan anggarannya. “Rencana dilaksanakan Tahun Anggaran (TA) 2026,” kata Dedie saat ditanya soal rencana pembongkaran JPO Paledang, Sabtu (13/12) siang. Skema pembiayaan akan menggunakan anggaran murni 2026. Tahapan penghapusan aset JPO Paledang sudah rampung dilaksanakan. “Penghapusan (Aset) sudah. Untuk pembongkaran butuh biaya dan diakomodir di anggaran murni 2026,” terang Dedie pada Radar Bogor. Dedie menerangkan pembongkaran JPO Paledang tidak mesti melalui proses

lelang. Anggaran murni tahun 2026 akan disiapkan untuk merealisasikan tahapan tersebut. “Sepertinya dibongkar saja karena nilai perkiraan tidak begitu besar,” ucap Dedie saat dikonfirmasi lebih lanjut. Pembongkaran JPO Paledang sendiri terpaksa dilakukan. Sebab akses penyebrangan tersebut dinilai sudah tidak layak dan akan membahayakan para pejalan kaki. Ketidak layakan konstruksi bangunan itu merupakan hasil dari penelitian Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI dengan Nomor:

BM 0503-DO/689. “Kami memahami JPO Paledang cukup vital bagi aktivitas masyarakat, namun hasil penelitian resmi menyatakan kondisinya sudah sangat berbahaya,” tegas Dedie. Bagi Dedie keselamatan warga bukan satu hal yang bisa dikompromikan. Jika mengacu pada kajian yang telah dilakukan, JPO Paledang memiliki gradien yang curam. Tingginya JPO Paledang mencapai di atas 30 derajat. Sehingga bangunan tersebut tidak ramah, khususnya bagi masyarakat lanjut usia dan penyandang disabilitas (bay/c)

Inovasi Bandeng Laut, Muhammadiyah Dorong Pangan Sehat Sambungan dari Hal 12

PRODUK olahan bandeng laut tersebut diinisiasi oleh Riza Rahman Hakim, dosen akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang saat ini tengah menempuh pendidikan doktoral di IPB University. Inovasi ini diharapkan menjadi alternatif sumber protein hewani yang sehat, praktis, dan berkualitas bagi masyarakat. Peluncuran Milkfish Belly dan Milkfish Fillet merupakan hasil kolaborasi antara RNI Milkfish Processing dengan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University. Program ini juga mendapat dukungan dari Lembaga Pengembangan

UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta Jurusan Perikanan UMM. Riza Rahman Hakim menjelaskan, produk Milkfish berasal dari ikan bandeng hasil budidaya keramba jaring apung (KJA) laut yang dikelola dengan standar keberlanjutan. Proses budidaya menggunakan pakan pellet penuh tanpa penambahan antibiotik kimia, sehingga menghasilkan produk yang aman dan ramah lingkungan. “Milkfish Belly dan Milkfish Fillet memiliki kandungan protein hingga 40,96 persen, lebih tinggi dibandingkan ikan salmon dan tuna. Selain itu, rasanya lebih gurih, tidak berbau tanah atau lumpur, bebas duri, serta siap dimasak,

sehingga praktis bagi konsumen,” ujar Riza. Menurutnya, inovasi produk ini tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat akan pangan sehat, tetapi juga mendorong peningkatan nilai tambah ikan bandeng hasil budidaya laut nasional. Dengan pengolahan yang tepat, bandeng laut memiliki potensi besar untuk bersaing dengan ikan impor bernilai tinggi. Produk Milkfish juga dirancang untuk mendukung gaya hidup sehat, sejalan dengan upaya penguatan ketahanan pangan nasional. Pendekatan berbasis riset yang diterapkan diharapkan mampu memastikan mutu gizi, keamanan pangan, serta

keberlanjutan lingkungan dalam rantai produksi. “Ke depan, kedua produk ini ditargetkan menjangkau pasar yang lebih luas dan menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi berbasis perikanan budidaya laut,” jelasnya. Peluncuran produk ini sejalan dengan semangat Milad Muhammadiyah ke-113 yang mengusung nilai kemandirian, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi umat. Melalui kolaborasi lintas institusi, produk Milkfish diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap sumber protein hewani yang sehat dan berkualitas. (uma/c)

Kondisi terkini kolam utama, di Kolam Renang Mila Kencana.

(FOTO : FAUZAN/RADAR BOGOR)

kembali belum berlaku untuk kolam anak-anak. Pasalnya, area tersebut masuk dalam paket revitalisasi tahap kedua yang baru akan dikerjakan pada tahun 2026 mendatang. “Skemanya memang bertahap,

mirip dengan revitalisasi stadion. Kolam utama kita buka dulu karena kebutuhan atlet dan Porprov. Sementara kolam anak-anak masuk tahap kedua,” pungkasnya. Pantauan Radar Bogor di

lokasi, kondisi kolam utama kini hampir rampung. Sejumlah pekerja masih terlihat menyelesaikan pekerjaan akhir, seperti perapihan area sekitar kolam dan pengecekan fasilitas pendukung. (bay/c)

Bale Lintas Generasi jadi Rumah Serbukatif Sambungan dari Hal 12

Tempat tersebut diberi nama, Bale Kolaborasi Lintas Generasi. Bangunan seluas 3X4 itu baru saja diresmikan pada, Selasa (16/12) pagi. “Tempat itu untuk mengeksplore ide anak-anak. Jadi diarahkan ke Serbukatif tadi, jadi anak-anak bisa belajar banyak disitu,” jelas Kepala SMPN 13 Kota Bogor, Yayuk Arnawati. Yayuk menjelaskan, program Serbukatif disekolahnya akan dikembangkan ke berbagai bahasa. Mulai dari bahasa Indonesia, bahasa Inggris hingga Bahasa Sunda. “Istilah kasarnya Bale Lintas Generasi itu jadi spot belajar baru untuk anak-anak. Supaya mereka tidak suntuk di kelas, termasuk belajar berbagai

bahasa Serbukatif tadi,” terangnya. Program Serbukatif sendiri sudah lama direalisasikan di SMPN 13 Kota Bogor. Bahkan pihak sekolah juga memasukannya ke dalam skema pembelajaran. “Kemudian ini juga masuk disemua eskul. Jadi eskul disini mensosialisasikan apa itu Serbukatif,” kata Yayuk saat ditemui Radar Bogor di sekolahnya, Selasa (13/12). SMPN 13 Kota Bogor sendiri memiliki senam khusus Serbukatif. Lirik hingga aransementnya dibuat sendiri. Ide ciamik tersebut akan dikembangkan ke sekolahsekolah lain. “Tadi kebetulan bu Yantie Rachim datang saat peremian Bale Lintas Generasi, beliau sangat terkesima dan akan

mematenkan senam Serbukatif kami, nanti akan digunakan seluruh sekolah di Kota Bogor,” paparnya. Program Serbukatif sendiri merupaka inisiasi dari Ketua Tim Penggerak Pemberdaya an dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim. Misi dibalik Program Serbukatif sendiri bagian dari pendidikan karakter anak. Sebab Yantie memandang prilaku perundungan bersumber dari perkataan kasar yang kerap dilontarkan. “Selama ini saya berupaya menanamkan Serbukatif kepada anak-anak TK dan SD, berinteraksi melalui banyak cara. Kepada para orang tua yang sedang menunggu pun saya sampaikan Serbukatif,” pungkasnya (bay/c)

Bawa Jazz Hujan ke Level Provinsi Sambungan dari Hal 12

Calender of Event sendiri merupakan strategi Pemkot Bogor untuk mendongkrak wisatawan yang berkunjung. Sebab pada tahun 2026 mereka menargetkan 10 juta wisatawan. “Event itu ibarat magnet yang menarik wisatawan sehingga efeknya langsung ke ekonomi kreatif dan PAD,” ujar Kepala Disparbud Kota Bogor, Firdaus. Jazz Hujan sendiri dinilai jadi salah satu event terbaik. Meski acara puncak belum dimulai, namun rentetatan kegiatannya terus mendapat respon positif. Rangkaian acara Jazz Hujan sendiri sudah dimulai sejak, Sabtu (22/11) lalu. Tahapan

ini digelar setiap dua pekan sekali. Penyelenggara akan mendatangi sejumlah titik Jazz Hujan merupakan konser musik yang diinisiasi langsung oleh Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. Ini jadi upaya untuk memperkuat ekosistem seni di wilayahnya. “Jazz Hujan bukan hanya konser musik, ini gerakan kreatif kota yang menghidupkan ruang seni serta memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat,” kata Dedie. Penanggung Jawab Jazz Hujan, Harland Bengardi mengatakan event ini mendukung dan memperkuat program Pemkot Bogor. Jazz Hujan disebutnya menjadi upaya untuk mengembangkan ekonomi kreatif.

Melalui event ini dapat memberikan pemerataan ruang seni dan budaya. “Serta ini juga sejalan dengan program pemberdayaan komunitas band lokal dan peningkatan aktivitas publik yang produktif,” jelas Harland dalam keterangan tertulisnya. Sementara itu, Ketua Panitia, Dinna Fajrina mengatakan rangkaian Jazz Hujan bukan hanya pemanasan menuju acara puncak. Tapi jadi komitmen untuk menghadirkan ruang kolaborasi. “Musisi lokal mendapatkan panggung berkelanjutan untuk terus tumbuh. Kemudian masyarakat semakin mengenal musik jazz. Kota Bogor jadi punya ikon musik,” pungkasnya (bay/c)


METROPOLIS

rabu

17 desember 2025 26 jumadil akhir 1447 H HALAMAN 12

Bawa Jazz Hujan ke Level Provinsi

PAGI

SIANG

MALAM

HUJAN RINGAN

HUJAN RINGAN

BERAWAN

CUACA BOGOR HARI INI

Sumber: www.bmkg.go.id

Luncurkan SIGAP, Berantas Pungli BOGORPraktik pungutan liar jadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Mereka pun mulai merancang sistem untuk mengatasi praktik yang dinilai terlarang tersebut. LUNCURKAN...Baca Hal 10

BOGORPelaksanaan Jazz Hujan berbuah manis. Kegiatan ini masuk 10 Calender of Event Kota Bogor. Bahkan rencananya akan dipromosikan ke tingkat Provinsi Jawa Barat. BAWA...Baca Hal 10

PRAKIRAAN

PROGRAM: Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat meluncurkan SIGAP di momen Hakordia, belum lama ini.

DZIKRI/RADAR BOGOR

EVENT: Salah satu band yang memeriahkan rangkaian Road to Jazz Hujan.

(HUMAS PEMKOT FOR RADAR BOGOR)

Revitalisasi Kolam Mila Molor Kontraktor Didenda

Kontraktor memperoleh penambahan waktu 7–10 hari

Denda dikenakan 0,01 persen per hari

Perpanjangan waktu sesuai ketentuan kontrak

Total biaya revitalisasi kolam renang Mila sekitar Rp22 miliar

Perhitungan denda berdasarkan nilai kontrak proyek

Anggaran bersumber dari APBD Kota Bogor

Proses revitalisasi Kolam Renang Mila Kencana tahap pertama belum juga rampung sesuai target. Pengerjaan fasilitas olahraga andalan Kota Bogor itu seharusnya selesai pada 14 Desember 2025, namun hingga pertengahan Desember sejumlah pekerjaan finishing masih belum tuntas.

Penambahan waktu tidak boleh lebih dari 10 hari Dispora memastikan pekerjaan tahap I selesai sebelum tahun berganti

REVITALISASI ...Baca Hal 10

Pengerjaan tahap pertama seharusnya selesai 14 Desember 2025

Proyek belum rampung karena masih ada pekerjaan finishing

Target Rampung Mundur dari Jadwal

Tahun Depan, JPO Paledang Dibongkar

Dilengkapi Teknologi Modern

Pengerjaan difokuskan pada kolam utama

Kolam utama dilengkapi peralatan elektronik Tersedia jam digital standar lomba Mendukung pelaksanaan kejuaraan dan Porprov

BOGORJembatan Penyebrangan Orang (JPO) Paledang sudah tak lagi beroperasi sejak lima bulan lalu. Bangunannya pun kini tampak terbengkalai. TAHUN DEPAN ...Baca Hal 10

Operasional Dimulai Januari

Seluruh struktur kolam diperbarui

Kolam utama ditargetkan mulai beroperasi Januari 2026 Dibuka untuk atlet dan kegiatan olahraga

Kolam Anak Belum Dibuka

Kolam anakanak belum termasuk tahap pertama Masuk dalam skema revitalisasi tahap kedua

TAK TERAWAT: Kondisi terkini JPO Paledang pasa ditutup lima bu lan lalu.

(FAUZAN/RADAR BOGOR)

Resmi Luncurkan Produk Milkfish

Inovasi Bandeng Laut, Muhammadiyah Dorong Pangan Sehat Upaya menghadirkan alternatif pangan sehat berbasis perikanan terus dikembangkan melalui inovasi produk olahan ikan bandeng laut. Produk Milkfish Belly dan Milkfish Fillet resmi diperkenalkan dalam rangkaian Milad Muhammadiyah ke-113 di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bogor, pada Minggu (14/12).

RESMI DILUNCURKAN: Produk Milkfish Belly dan Milkfish Fillet resmi diperkenalkan dalam rangkaian Milad Muhammadiyah ke-113.

Laporan: FIKRI R. UTAMA INOVASI ...Baca Hal 10

FOTO: FIKRI/RADAR BOGOR

DIRESMIKAN: Ketua TP PKK Kota Bogor yang juga founder Seribu Kata Positif (Serbukatif) Yantie Rachim saat meresmikan Bale Kolaborasi Lintas Generasi. Bangunan SMPN 13, Selasa (16/12).

(FAUZAN/RADAR BOGOR)

Bale Lintas Generasi jadi Rumah Serbukatif BOGORProgram Seribu Kata Positif (Serbukatif ) mulai masif direalisasikan di sekolah-sekolah yang ada di Kota Bogor. Salah satunya di SMPN 13 Bogor. Mereka punya cara unik untuk merealisa-

sikannya program tersebut. Sekolah membuat tempat khusus bagu siswa supaya bisa mengembangkan program Serbukatif. BALE LINTAS ...Baca Hal 10


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Epaper Radar Bogor 17 Desember 2025 by Bogor - Issuu