BUKU PROFIL KECAMATAN TUNTANG TAHUN 2021
Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah
STUDIO PERENCANAAN KECAMATAN TUNTANG PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA UNIVERSITAS SEMARANG
Tim Penyusun
DOSEN PEMBIMBING Agnesia Putri Kurnianingtyas, ST, MT, MSc Imam Rofi’i, ST, MT Rizqy Ridho Prakasa, ST, MT Ketua & Wakil Ketua Ditya Setiaji David Adi Kurniawan
Sekretaris & Bendahara Annisa KusumaWardani Fariza Fristiany
Koordinator Lapangan Devi Yunia Pratiwi Arif Fahrudin
Koordinator Laporan Adi Prayoga Citra Mutiara Pertiwi
Editor Desain Editor Laporan Alvin Bagus Dwirendragraha Hana Syafira Aldimas Bangkit Hartanto Dini Wijayanti Editor Video Laurensius Nicholas Wicaksono
Aji C. 511.19.0048
Devi C. 511.19.0017
David C. 511.19.0016
Arif C. 511.19.0046
Fariza
Annisa
C. 511.19.0045
C. 511.19.0034
Citra C. 511.19.0058
Adi C. 511.19.0020
Kecamatan Tuntang STUDIO PERENCANAAN KELOMPOK 3 “ KECAMATAN TUNTANG ” TAHUN 2021
Dini
C. 511.19.0004 PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
Hana C. 511.19.0037
Alvin C. 511.19.0044
Nicho C. 511.19.0023
Aldimas C. 511.18.0069
2
KATA PENGANTAR Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyusun buku laporan Tugas Besar Mata Kuliah Studio Perencanaan (PWK17534P) yang berjudul “Buku Profil Kecamatan Tuntang Tahun 2021”. Laporan ini telah kami susun semaksimal mungkin dengan bantuan dan masukan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar penyusunan laporan. Untuk itu, kami mengucapkan terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya kepada semua pihak yang telah terkait. Kami selaku penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna dan masih terdapat kesalahan serta kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk perbaikan dan penyempurnaan laporan ini. Akhir kata kami berharap semoga buku laporan hasil Studio Perencanaan mengenai “Buku Profil Kecamatan Tuntang Tahun 2021” dapat memberikan manfaat maupun inspirasi bagi pembaca. Semarang, 13 Januari 2022
Tim Penyusun Studio Perencanaan Kelompok 3
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
3
DAFTAR ISI
GAMBARAN UMUM
1 2 3
REVIEW RTRW
GAMBARAN FISIK DASAR
KEPENDUDUKAN
PEREKONOMIAN
SDA & LINGKUNGAN
INFRASTRUKTUR
FASILITAS
POTENSI DAN MASALAH
RENCANA TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN TUNTANG KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2011-2031
POTENSI PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
MASALAH
ANALISIS SWOT
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
4
GAMBARAN FISIK DASAR
06
KEPENDUDUKAN
11 16
PEREKONOMIAN SUMBER DAYA ALAM & LINGKUNGAN
20
INFRASTRUKTUR
23 32
FASILITAS
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
5
Gambaran Fisik Dasar
Konstilasi Wilayah Geografis Administrasi Wilayah
Topografi Klimatologi Jenis Tanah
Tata Guna Lahan
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
6
G ambaran Fisik Dasar Konstilasi Wilayah
Geografis 110˚26’34” - 110˚31’6” BT 7˚12’37” - 7˚30’32” LS
24 - 32˚C Dengan rata-r ata ketinggian ±467m diatas permuk aan laut, yang sebagian besar berup a dataran.
Administrasi Wilayah Kecam atan Tuntang m erupakan bagian dari Ka bupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Kecam atan Tuntang memiliki:
LUAS ±5.624,59 Ha Batas Kecamatan T untang, yaitu: • Utara : Kecamatan Baw en Kecamatan P ringapus • Sel atan : Kota Salatiga, Kecamatan Getasan • Timur : Kecamatan P abelan, Kecamatan Bringin • Barat : Kecamatan Baw en, Raw a P ening Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
• •
• •
Kecamatan T untang – P rovinsi Jaw a T engah → terdapat Saloka T heme P ark sebagai temp at w isata terbesar di Jaw a T engah yang ramai pengunjung. Kecamatan T untang – Kecamatan Baw en → pengoptimalan P embangkit Listrik Tenaga Air Jelok di Kecamatan T untang sebagai pasokan energi listrik ke sistem transmisi dan distribusi Jaw a-Bali. Kecamatan T untang – Kecamatan Ambaraw a → pemasar an hasil produksi ternak Kecamatan T untang di P asar Ambaraw a. Kecamatan T untang – Kecamatan Bringin → persebaran sar ana perekonomian atau pasar, be berap a desa belum me mad ai sehingga masyarak at Kecamatan T untang membeli kebutuhan perekonomian di P asar Bringin, Kecamatan Bringin PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
7
G ambaran Fisik Dasar Topografi
Klimatologi Kecamatan T untang beriklim tropis, dengan rata-rata :
Cu ra h Hujan da n Hari Hujan di Keca matan Tuntang
3536 Mm / 152 hari
Kecamatan T untang memiliki intensitas curah hujan yang berbeda, antara lain: 1. Curah hujan 15002000 Mm 2. Curah hujan 20002500 Mm 3. Curah hujan 25003000 Mm P ermasalahan akan muncul jika ter jadi peningkatan curah hujan yang tinggi sehingga raw an terjadi banjir atau genangan. Apabila sistem aliran air berkur ang akan menyebabk an daerah tersebut juga raw an longsor.
Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
T opografi di Kecamatan T untang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu : 1. Wilayah kemiringan 0 - 8 % 2. Wilayah kemiringan 8 -15 % 3. Wilayah kemiringan 15 - 25 % 4. Wilayah kemiringan 25 - 40% 5. Wilayah kemiringan >40 % PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
Daerah yang me mp unyai kemiringan > 40% di atas permukaan laut berpotensi memiliki suhu udara yang sejuk dan tanah yang subur, sehingga cocok digunakan untuk pengembangan kaw asan pertanian. Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
8
G ambaran Fisik Dasar Jenis Tanah
Daerah Rawan Bencana di Kecamatan Tuntang
Kecamatan T untang memiliki tiga jenis tanah antara lain: 1. Jenis tanah alluvial : 47% 2. Jenis tanah andosol : 17 % 3. Jenis tanah mediteranian : 36 % Kecamatan T untang memiliki ber berap a macam jenis tanah yang memiliki tingkat kesuburan yang cukup tinggi. Diantaranya tanah alluvial, andosol, dan mediteranian yang cocok untuk bertanam padi, ketela, sayuran, durian, dan karet. Sehingga dengan kondisi tanah yang subur berpotensi dapat memprod uksi hasil pertanian dan perkebunan yang unggul.
Contoh: Hasil produsksi ketela yang diproduksi di Desa T untang berdamp ak pada peningkatan ekonomi yang mana dap at dijadikan kerupuk yang dipasarkan di beberapa daerah sekitar. Akan tetapi adanya p otensi tersebut, terdapat kendala pad a fasilitas pengolahannya, karena produksinya masih bersifat industri rumahan. Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021 PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
Wilayah Kecamatan T untang yang raw an bencana yaitu: 1. Daerah Raw an Banjir : di Desa Candirejo, Sraten, Kalibeji, Gedangan, T untang, Watuagung, Lopait, dan Row osari. 2. Daerah Raw an Longsor : di Desa Watuagung, Delik, dan Lopait. 9
G ambaran Fisik Dasar Tata Guna Lahan Luas Kecamatan Tuntang secara keseluruhan sebesar 5.624,59 Ha. Penggunaan lahan di Kecamatan Tuntang Terbagi dalam: 1. Area Resapan : 683,39 Ha 2. Kawasan Permukiman Pedesaan : 2.128,53 Ha 3. Kawasan Permukiman Perkotaan : 1.311,3 Ha 4. Peruntukan Lahan Pertanian : 1.499,5 Ha 5. Peruntukan Lahan Perkebunan : 2.172,5 Ha
Persebaran wilayahnya sebagai berikut: ❑ Area resapan berada di daerah rawa pening. ❑ Kawasan permukiman perkotaan berada di daerah Desa Tuntang, Lopait, dan Kesonggo. ❑ Kawasan permukiman perdesaan berada di daerah Desa Jombor, Sraten, Tlompokan, dan Delik. ❑ Peruntukan lahan pertanian berada di Desa Karangtengah, Watuagung, ❑ Peruntukan lahan perkebunan berada di Desa Tuntang, Tlogo Gedangan, dan Ngajaran. Dari penggunaan lahan tersebut mayoritas diperuntukan untuk sektor pertanian dan perkebunan. Luasnya lahan pertanian padi, ubi kayu, jagung di Kecamatan Tuntang berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat dengan hasil penjualan produksinya. Produksi tersebut dijual dalam bentuk bahan mentah seperti salah satunya padi atau beras yang didistribusikan ke berbagai tempat di wilayah sekitar. Lahan yang sesuai untuk perluasan sawah yang tentunya dilengkapi dengan sarana dan prasarana produksi yang dibutuhan seperti petakan, saluran irigasi, dan lembaga pendukung yaitu lembaga pengkreditan dan kelompok tani. Namun setiap tahunnya luas lahan pertanian dan perkebunan di Kecamatan Tuntang akan semakin berkurang. Hal ini terjadi karena terjadi peningkatan jumlah penduduk di Kecamatan Tuntang. Semakin besar kebutuhan lahan permukiman akan menyebabkan perubahan tata guna lahan persawahan menjadi lahan permukiman sebesar 0,3 Ha.
Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021 PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
10
Kependudukan Kepadatan Penduduk Piramida Penduduk Usia Produktif Perpindahan Penduduk Laju Pertumbuhan Penduduk
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
11
Kependudukan Kepadatan Penduduk Kepadatan Penduduk Kecamatan Tuntang Tahun 2020 No
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
Desa/ Kelurahan Kalibeji Gedangan Sraten Rowosari Jombor Candirejo Kesongo Watuagung Lopait Tuntang Delik Tlogo Karangtengah Karanganyar Tlompakan Ngajaran Jumlah 2020 Jumlah 2019 Jumlah 2018
Penduduk
Luas Wilayah
3318 5057 4077 1964 3772 6756 7706 4193 5190 6341 3733 2448 4906 2983 2 588 3668 68700 67.538 66,897
2,59 2,6 1,65 4,93 1,19 4,86 4,29 5,07 3,65 2,77 5,40 2,92 2,93 3,53 4,29 3,55 56,24 56,24 56,24
Wilayah kepadatan penduduk Desa Jombor dan Sr aten berdek atan sedangkan Desa T untang tidak berdekatan dikarenakan Desa T untang merupakan ibukota Kecamatan T untang. Wilayah kepadatan penduduk tertinggi berada di Desa Jombor karena memiliki luas lahan paling kecil. Desa T untang dan Desa Sraten memiliki kepadatan penduduk tinggi dikarenakan didominasi permukiman dan pendidikan sehingga masyar ak at memilih tinggal di desa tersebut. Wilayah kepadatan penduduk yang paling rendah berada di Desa Watuagung, Desa Delik, Desa T logo, Desa Tlompakan, dan Desa Ngajaran dikarenakan lew ati jalur air Raw a P ening dan sebagian besar tanahnya merup akan area lahan persaw ahan. Desa Sraten yang memiliki lahan pertanian yang subur menjadikan hasil produksi pertanian meningkat. Desa Jombor memiliki peruntukkan lahan lebih banyak persaw ahan dan raw a, masyarak at di Desa Jombor juga berad a di tingat masyarak at ekonomi menengah kebaw ah.
Kepadatan Penduduk (perkm²) 1280 888 2471 398 3169 1390 1797 827 1423 2331 691 838 1674 845 603 1034 1222 1.200.68 1.189,45
Sumber: BPS Kecamatan Tuntang dalam Angka Tahun 2021
Kepadatan penduduk Kecamatan T untang pad a T ahun 2020 sebesar 1222 jiw a/km2. Dengan kepadatan tertinggi di Desa Jombor sebesar 3.169 jiw a/km2, sedangkan kepadatan penduduk terendah berada di Desa Row osari. T erjadi peningkatan jumlah penduduk di Kecamatan T untang pada tah un 2018 - 2019 yaitu se besar 641 jiw a dan meningkat lagi sebesar 1.162 jiw a pada tahun 2020. T erjadinya peningkatan jumlah penduduk setiap tah unnya menyebabk an berdamp ak negatif bagi segala aspek kehidupan seperti meningkatkanya ke butuhan sarana d an prasaran a, meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan, munculnya perubahan sosial. Selain itu, juga berdamp ak pada lingkungan dan ketersediaan SDA, seperti berkur angnya lahan untuk pertanian, perkebunan dan lahan terbuka hijau. Sementara pada lingkungan sosial, bertambahnya penduduk bisa memicu peningkatan kriminalitas, konflik antarkelompok dan lain sebagainya. PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
12
Kependudukan Piramida Penduduk Usia Produktif Penduduk usia produktif dengan golongan penduduk umur 15-64 tahun di Kecamatan Tuntang, diukur dalam satuan jiwa, secara ringkas sebagai berikut:
Penduduk Kecamatan Tuntang Menurut Kelompok Usia Tahun 2020 75+ 70-74 65-69 60-64 55-59 50-54 45-49 40-44 35-39 30-34 25-29 20-24 15-19 10-14 5-9 0-4 4000,0
Berdasarkan struktur piramida penduduk Kecamatan Tuntang,
pada umur 0-4 hingga 25-29 tahun selalu bebtuk pramida membesar atau meningkat. Nmun pada umur 30 hingga 75+ tahun piramida semakin mengecil.
Dari data disamping dapat disimpulkan bahwa jumlah penduduk usia produktif berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan di Kecamatan Tuntang, karena usia produktif pada umur 15-64
tahun dapat meningkatkan perekonomian dengan bekerja 3000,0
2000,0
1000,0 LAKI - LAKI
,0
1000,0 PEREMPUAN
Sumber: BPS Kecamatan Tuntang dalam Angka Tahun 2021
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
2000,0
3000,0
4000,0
sebagai petani, buruh, karyawan, penghasil barang jasa, dan lainlain sehingga dapat menekan angka kemiskinan di wilayah itu sendiri.
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
13
Kependudukan Perpindahan Penduduk Berdasark an grafik perpindahan penduduk di Kecamatan T untang pada
Jumlah Perpindahan dan Kedatangan Penduduk Tahun 2020
tahun 2020, dapat disimpulkan bahw a lebih banyak penduduk yang
40 35 30 25 20 15 10 5 0
melakuk an urbanisasi dari desa ke kota dikarenakan lebih lengkapnya fasilitas penunjang kehidupan sehari-hari di kota serta lebih banyaknya lapangan pekerjaan yang tersedia di kota. Hal itu ak an memberikan damp ak pada desa yang ditinggalkan yaitu menurunya tingkat kepadatan penduduk bagi Kecamatan T untang. Namun juga timbul permasalahan dengan berkurangnya pendud uk usia prod uktif desa di Kecamatan T untang.
Pindah Antar Kab/Kota
Datang Antar Kab/Kota
Sumber: BPS Kecamatann Tuntang dalam Angka Tahun 2021
Laju Pertumbuhan Penduduk Berdasark an
Laju Pertumbuhan Penduduk Kecamatan Tuntang Tahun 2016-2020
Hasil
Analisi
sepanjang tahun 2016-2020 pertumbuhan
1,4
penduduk
Laju
P ertumbuhan
Kecamatan
T untang
dapat disimpulkan bahw a rata-rata laju
meningkat sebanyak
1%
dari tahun
tahun
sebelumnya. Laju pertumbuhan penduduk terjadi karena dipengaruhi
1,2
faktor kematian, kelahiran, dan migrasi. Dari grafik disamping, Bisa kita
1
lihat laju pertumbuh an penduduk Kecamatan T untang
0,8
dari 5 tahun
terakhir memiliki kecenderungan meningkat salah satu penye babnya
0,6
adalah migrasi internal merupakan perpindahan penduduk dari suatu
0,4
wilayah ke w ilayah lain dalam satu negara dikarenakan masih tersedianya
0,2
lahan permukiman di wilayah sekitar kecamatan tuntang yang lahanya
0
2016
2017
2018
2019
2020
subur dan masih jarang terdapat gedung gedung tinggi.
Sumber: BPS Kecamatann Tuntang dalam Angka Tahun 2021
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
14
Kependudukan Proyeksi Penduduk Proyeksi Penduduk Kecamatan T untang Tahun 2015 – 2030
Tahun 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Jumlah Penduduk 62521 65008 65996 66897 67538 68700
Proyeksi Penduduk Kecamatan Tuntang Tahun 2015 – 2030 Model
68930 69389 69797 70163 70496 70802 71084 71346 71591 71821
Rumus Perhitungan
R2
Linear
y = 1125,3x + 62171
0,944
Eksponensial
y = 62236e 0,0171x
0,9395
Logaritmic
y = 3252,5ln(x) + 62543
0,9894
Polinomial
y = 143,09x2 + 2126,9x + 60836
0,9766
Power
y = 62576x0,0497
0,9898
Moving Average Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
74000 72000 70000 68000 66000 64000 62000 60000 58000 56000
Jumlah Penduduk Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
POWER 70000 68000
66000
y = 62576x0,0497 R² = 0,9898
64000 62000 60000
58000 2015
2016
2017
2018
2019
Jumlah Penduduk
Power (Jumlah Penduduk)
2020
Dari hasil perhitungan 6 jenis trendline, didapatkan nilai R2 tertinggi yaitu mendekati 1. Hasil R2 tertinggi menggunakan trendline pow er didapatkan R2 sebesar 0,9898. Maka untuk menghitung proyeksi penduduk tahuntahun selanjutnya hingga tahun 2030, metode yang digunakan yaitu pow er, menggunakan rumus: y = 62576x0,0497 Keterangan: y = nilai konsumsi energi tahun ke n x = selisih tahun aw al data dengan tahun yang akan diprediksi
Linear (Jumlah Penduduk)
Dalam proyeksi penduduk dari tahun 2015 hingga tahun 2030, Kecamatan T untang memiliki jumlah penduduk yang terus bertambah dalam be berap a tahun ke depan. Hal ini juga berpengaruh pada kepad atan penduduk di Kecamatan T untang. Banyaknya pendud uk di Kecamatan T untang akan berdampak dalam perkembangan w ilayah tersebut. Adap un pemenuhan kebutuhan penduduk menjadi tanggung jaw ab pemerintah daerah untuk meningkatkan infrastruktur w ilayah.
Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021 PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
15
Perekonomian Stuktur Perekonomian
Mata pencaharian
Sektor Unggulan
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
16
Perekonomian Struktur Perekonomian Grafik PDRB Kabupaten Semarang Berdasarkan Jenis Pekerjaan pada Tahun 2018 – 2020
Berdasark an grafik tersebut penyumbang ter besar P DRB Kabup aten Semar ang ada pada sektor industri pengolahan yang mencapai 39,03% pada tahun 2020 dan pencapaian terbesar p ada tahun 2019 yang mencapai 39,34% dari total penyumbang P DRB Kabupaten Semarang.
40 30 20 10
A B C D E F G H I J K L M,N O P Q R,S,T,U
0 2018
2019
2020
Sumber: BPS Kabupaten Semarang, 2021
Mata Pencaharian Mata Pencaharian Penduduk Kecamatan Tuntang Tahun 2020 Dosen ; 457 Buruh Tani; 56
Pensiunan; 676 PNS; 907 Polisi; TNI; 135 95 Dokter; 13 Pedagang; 509 Petani; 2020 Peternak; 3 Nelayan; 205 Industri; 5
Buruh Harian; 7733
Karyawan; 15234
Pensiunan PNS TNI Polisi Pedagang Petani Peternak Nelayan Industri Karyawan Buruh Harian Buruh Tani Dosen Dokter
Menurut mata pencaharian dapat menggambarkan kondisi perekonomian penduduk dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Jenis mata pencaharian penduduk Kecamatan T untang mempunyai banyak ragamnya, dari pertanian, industri, perdagangan, angkutan, komunikasi dan keuangan serta jasajasa. Berdasark an diagram mata pencaharian penduduk Kecamatan T untang T ahun 2020 disimpulkan bahw a Sebagian besar pendud uk bekerja sebagai karyaw an, buruh harian dan juga petani.
Sumber: sidukcapil.semarangkab.go.id
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
17
Perekonomian Sektor Unggulan Sektor Pertanian, Perkebunan, & Perternakan
KATEGORI
PRODUKSI UNGGULAN
TOTAL PANEN
*Satuan dalam TON PERTANIAN
Ubi Kayu
25,05
HORTIKULTURA
Cabai Rawit
2.217
HORTIKULTURA
Durian
5.378
PERKEBUNAN
Kelapa Dalam
462,04
PERIKANAN
Ikan Air Tawar
679,31
Total produksi yang paling terbesar adalah sektor hortikultura sebanyak dengan total produksi 1570,825 ton. Produk unggulan dalam hortikultura adalah buah durian dan cabai rawit.
*Satuan dalam ekor PETERNAKAN
Ayam Ras Broiler
286.500
PETERNAKAN
Sapi Potong
429
PETERNAKAN
Domba
4.821
Sumber: Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Semarang, 2021
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
Sumber: Google Images, 2021
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
18
Perekonomian Sektor Pariwisata G OA R ONG Peng unj ung 6. 176 Peng elola BUMD
G OA M A RI A R OSA Peng unj ung 3. 268 Peng elola Keusk upa n Ag ung S ema r a ng
R A D ESA WI SATA R A WA P ENI NG Peng unj ung 2000a n Peng elola Per or a ng an
B UK P LENG KUNG Peng elola Per or a ng an
S A LOKA T HEME P A RK Peng unj ung 4. 760 Peng elola S wa sta (PT Pa nor a ma I nda h Per ma i)
D A R I NG AN K ESONG O C ULTURE Peng elola BUMD
M U SEUM P A N DA NAR AN
K A MPOENG B A N Y UMILI Peng unj ung 7. 936 Peng elola Per or a ng an
Peng elola Pemer inta h
D E SA W I SATA K A LI ODO
T A MAN K ELINC I Peng unj ung 3. 950 Peng elola Per or a ng an
Peng unj ung 2000a n Peng elola M a s y a r ak a t s etempa t Sumber: siparto.semarangkab.go.id, 2021
Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
Fasilitas pariwisata yang ada di Kecamatan Tuntang sangat berpotensi untuk menarik wisatawan lokal maupun intralokal. Dikarenakan banyaknya objek wisata baik alam maupun buatan yang tersedia begitu menarik untuk dikunjungi saat akhir pekan. Kondisi sarana pariwisata tersebut juga sudah memadai, karena dikelola oleh pemerintah dan juga pribadi oleh masyarakat.
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
19
SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN
Pertanian Pangan
Holtikultura
Peternakan
Perikanan
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
20
Sumber Daya Alam & Li ngkungan
Tabel Pertanian
Pertanian Pangan
25,05 ton pertahun
Produk unggulan sektor pertania n adalah ubi kayu atau ketela. Dikarena kan melimpahnya produksi ketela, masyarakat Kecamatan Tunta ng memanfaa tkan ketela untuk diolah menjadi kerupuk ketela. Olaha n ini ba hka n menjadi prod uk ungg ulan khas K ecamatan Tuntang. S entra produksi kerupuk ketela berada di Desa Tuntang, tepatnya di Dusun Gading dan Dusun Cikal. Hasil olahan ker upuk didistribusika n ke daerah sekitar Kabupaten Semarang hingga Kota Salatiga dan juga diperjualbelikan secara online.
Sawah 2.433 m2 6,08 TON
Sumber: Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Semarang, 2021
Hortikultura Produk unggulan sektor hortikultura adalah bua h durian dan cabai rawit. Untuk mend orong permintaan buah duria n, Pemerintah Kecamatan Tuntang mengadaka n Basar Durian setiap tahun sekali, tujuannya sela in untuk meningkatka n permintaan buah duria n juga untuk mengenalkan jenis buah durian di Kecamatan Tuntang. Untuk pemasaran cabai rawit, sebagia n besar produksi d i jual di Kota Sala tiga, karena letaknya berdeka tan d engan Kecamatan Tuntang.
2.217 ton pertahun
5.378 ton pertahun
Sumber: Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Semarang, 2021
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
21
Sumber Daya Alam & Li ngkungan
Peternakan Produk unggulan sektor peternakan adalah sapi dan ayam ras potong. Produksinya sebagian besar diperjualbelikan ke Pasar Hewan Ambarawa. Dan didistribusikan di Kecamatan Tuntang dan sekitarnya serta Kota Salatiga hingga Semarang.
24,063 ekor pertahun
286.500 ekor pertahun
Sumber: Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Semarang, 2021
Perikanan Karena wilayah Kecamatan Tunta ng berbatasa n langsung dengan Danau Rawa Pening, maka pend uduk sekitar memanfaatkannya dengan membuat keramba apung di Rawa Pening. Jenis ikan yang paling banyak dibudidayaka n adalah ikan air ta war seperti ikan mujair, ikan nila , ikan ta was, ikan kerapu, dan ika n wader. Ikan tersebut diolah menjadi makanan kuliner dan keripik wader yang dipasarka n di toko pusa t oleh- oleh dan secara online. Selain budida ya ikan air ta war, masyaraka t Kecamatan Tunta ng memanfaatkan ba tang tanaman eceng gondok untuk dijadikan kerajina n anyam. Maka dari itu ba nya k dijumpai industri pengeringa n bata ng ec eng g ondok di Kecamatan Tuntang khususnya dusun yang berbatasa n langsung dengan Rawa Pening. Sebagian ec ek gondok diola h menjad i kerajinan seperti tas, sandal, dan tudung saji yang dijual di Pasar Kriya Lopait. Dan sisanya dijual dalam bentuk bahan ba kunya saja. Bahan ba ku ec eng gondok kering dikirimkan ke Kota Yogyakarta untuk diolah menjadi kerajinan eceng gondok. PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
Sumber: Google Images, 2021
Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
22
Infrastruktur Jaringan Jalan
Drainase
Sanitasi Persampahan Air Bersih Jaringan Listrik &Telekomunikasi Irigasi RTH
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
23
Infrastruktur J aringan J alan
EKSISTING
J alan Ar teri
Infrastruktur jaringan jalan yang ada di Kecamatan Tuntang bisa dikatakan sudah cukup baik, walaupun terdapat jalan rusak di beberapa titik seperti salahsatunya di Desa Sraten. Terdapat jalan arteri yang merupakan jalur perlintasan Semarang – Salatiga yang sering dilewati sehingga berpotensi meningkatkan perekonomian sektor perdagangan seperti kawasan pasar kriya Lopait yang terletak di jalan tersebut. Semakin sering jalan tersebut dilalui maka akan meningkatkan interaksi antar wilayah tersebut. Sebagaian besar jalan sudah beraspal. Dengan kondisi jalan yang bisa dikatakan sudah cukup baik, walaupun terdapat jalan rusak di beberapa titik.
J alan Lingkungan Sumber: Survei Kelompok 3, 2021
Berdasarkan proyeksi penduduk Kecamatan Tuntang tahun2030, perhitungan kebutuhan jaringan jalan di Kecamatan Tuntang berdasarkan standar pelayanan yang berlaku yaitu sebagai berikut:
Jalan Arteri
7m
EKSISTING Panjang Lebar 5,4 Km 12 m
Jalan Kolektor
7m
22,5 Km
7m
3,5 - 4
130,6 Km
4m
6m
37,3 Km
6m
Hierarki Jalan
Jalan Lingkungan Jalan Lokal
Standar (lebar)
Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa jaringan jalan di Kecamatan Tuntang sudah memadai karena memenuhi standar yang berlaku.
Sumber: BPS Kecamatan Tuntang dalam angka 2021, dan Analisis Kelompok Studio 3
Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
24
Infrastruktur Drainase
EKSISTING
Sumber: Survei Kelompok 3, 2021
Infrastruktur drainase yang ada di Kecamatan Tuntang bertipe terbuka dan semi-tertutup. Kondisi drainase di Kecamatan Tuntang ini sebagian sudah cukup baik, tetapi ada beberapa yang belum berfungsi secara optimal dan kurang terawat. Masih ditemukan permasalahan pada infrastruktur drainase seperti pembangunan drainase yang masih alami. Hal ini terlihat pada saluran drainase di beberapa desa akibat kurangnya kesadaran masyarakat dalam merawat lingkungan sekitar mengakibatkan air tidak mengalir secara optimal dan tertutup oleh rumput. Permasalahan drainase tersebut tentunya akan mengganggu fungsi drainase yang semestinya.Hal ini akan berdampak pada meluapnya air ketika hujan yang akan menyebabkan banjir. Dukungan masyarakat untuk menjaga kebersihan drainase yaitu melakukan kerja bakti rutin di lingkungan sekitar tempat tinggal. Tidak hanya masyarakat, pemerintah desa pun juga ikut serta memberi dukungan positif bagi kelestarian drainase yaitu dengan memberikan sosialisasi terkait pengelolaan lingkungan hidup, pola hidup sehat, memasang spanduk dan memberikan edukasi terkait kesehatan lingkungan. PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
Sumber: Survei Kelompok 3, 2021
1 ADA 2 TIPE TUNTANG
2 DRAINASE
DI
KECAMATAN
1. Drainase Empat Persegi Panjang Drainase ini berfungsi untuk menampung dan juga menyalurkan limpasan dari air huja n denga n debit yang besar, sehingga meminimalisirkan air meluap. Sifa t alirannyapun secara terus menerus dengan fluktuasi yang kecil
Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
2. Drainase Setengah Lingkaran Drainase ini berfungsi untuk menyalurkan limpasan dari air hujan untuk debit yang kec il. Drainase tipe ini biasanya digunakan untuk saluran di perumahan penduduk dan pada sisi jala n ya ng ada di perumahan yang padat 25
Infrastruktur S anitasi
EKSISTING
Mayoritas kebutuhan penduduk di Kecamatan Tuntang terhadap sanitasi sudah terpenuhi dengan MCK pribadi. Untuk sebagian kecil masyarakat yang belum terpenuhi kebutuhan MCK pribadinya dapat terpenuhi oleh MCK umum yang ada di Kecamatan Tuntang seperti yang terjadi di Desa Sraten. Kondisi sistem pengelolaan air limbah di Kecamatan Tuntang pada dasarnya berupa pelayanan sanitasi setempat (individu) dalam limbah tinja berupa pengumpulan dari saptik tank ke tempat pengelolaan akhir. Sedangkan untuk limbah cair langsung ke saluran drainase. Saat ini, Kecamatan Tuntang belum memiliki IPLT sehingga pengelolaan limbah dilakukan di IPLT Ngronggo di Kecamatan Banyubiru.
Terdapat beberapa tempat pengelolaan air limbah di Kecamatan Tuntang yaitu IPAL Komunal Pulutan, IPAL Komunal Tunggal Ja ya, dan Kantor UPTD IPAL D. Namun, tidak semua limbah hasil industri yang ada di Kecama tan Tuntang diolah terlebih dahulu sebelum dibuang. Hal tersebut terjadi karena masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
M C K Umum
M C K pribadi
Sumber: Survei Kelompok 3, 2021
Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021 PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
26
Infrastruktur Irigasi EKSISTING Kondisi Irigasi di Kecamatan Tuntang sudah tergolong baik. Saluran irigasi yang ada di Kecamatan Tuntangpun sudah mencakupi keseluruh wilayah yang ada di Kecamatan Tuntang. Tentunya hal tersebut sangat menguntungkan bagi para warga di Kecamatan Tuntang yang sangat membutuhkan fasilitas irigasi Pa n jang Saluran Pembawa Irigasi (Km) Pr i mer
S ekunder
T eknis
½ T eknis
S ed erhana
35,2
0,1
3,9
10,5
2,1
Sumber: BPS Kecamatan Tuntang dalam Angka Tahun 2021
Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
27
Infrastruktur Persampahan EKSISTING
Volume sampah 2 liter/ orang/ hari
T P S D usun G ading
T P S D esa S r aten
Sumber: Survei Kelompok 3, 2021
Pengelolaan persampahan di Kecamatan Tuntang cukup baik karena setiap rumah tersedia tempat sampah, yang akan diambil oleh petugas kebersihan seminggu sekali. Lalu sampah dikirim ke TPS lanjut ke TPA. Kecamatn Tuntang belum tersedia TPA dan beberapa desa juga belum memiliki TPS. Beberapa TPS di Kecamatan Tuntang yaitu TPS Desa Tlogo, TPS Sraten, TPS Lopait, dan TPS Gedangan, yang bekerjasama dengan BUMDES serta Dinas Lingkunan Hidup (DLH) untuk mengangkut sampah ke TPA pusat. Sampah di Kecamatan Tuntang sebagian besar terdiri dari sampah rumah tangga. Untuk sampah organik biasanya dibakar atau ditimbun di lahan kosong dan dibiarkan membusuk. Pemerintah desa dan masyarakat sudah berupaya membentuk program pengelolaan daur ulang sampah anorganik dengan membangun bank sampah di setiap desa. Selain itu, juga dilaksanakan kerja bakti rutin tiap desa atau dusun setiaptahunnya. Berdasarkan proyeksi penduduk Kecamatan Tuntang tahun2030, perhitungankebutuhan prasarana persampahan di Kecamatan Tuntang menurut standar pelayananyang berlaku yaitu sebagai berikut: Berdasarkan perhitungan proyeksi Kebutuhan Prasarana Persamapahan Tahun 2030 dapat disimpulkan bahwa prasarana Kebutuhan Jenis Jumlah Jangkauan Proyeksi Pembangunan persampahan di Kecamatan Tuntang Eksisting Sarana Penduduk (jiwa) Kebutuhan Defisit Surplus tidak lagi membutuhkan penambahan prasarana persampahan baru karena 71821 TPS 30.000 4 2 − 2 jumlahnya sudah memadai. Namun pada kondisi eksisting jumlah dan Proyeksi Produksi Sampah Kecamatan Tuntang Tahun 2030 persebaran prasarana persampahan Jumlah Produksi Sumber Volume Perhitungan belum memadai. Oleh karena itu, Penduduk Sampah Sampah Domestik & 71821 x 2 143.642 liter/ dibutuhkan pembangunan TPS di 71821 2 liter/hari Non Domestik liter/hari hari setiap desa. Produksi sampah kan Sumber: BPS Kecamatan Tuntang dalam angka 2021, SNI-03-1733-2004, meningkat jika jumlah penduduknya dan Analisis Kelompok Studio 3 meningkat. Produksi sampah pada tahun 2030 yaitu 143.642 liter/ hari. PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
28
Infrastruktur Ai r Bersih
EKSISTING
Kebutuhan air bersih di Kecamatan Tuntang sudah terpenuhi untuk kebutuhan sehari-hari warganya. Walaupun Kecamatan Tuntang termasuk kedalam dataran tinggi, namun untuk sumber daya air sangatlah terjangkau untuk didapatkan. Karena terdapat beberapa sumber mata air di Kecamatan Tuntang seperti PDAM, air sendang, PAMSIMAS dan juga sumur warga.
Sumber: Survei Kelompok 3, 2021
Berdasarkan proyeksi penduduk Kecamatan Tuntang tahun2030, perhitungan kebutuhan prasarana air bersih di Kecamatan Tuntang berdasarkanmenurut pelayanan yang berlaku yaitu sebagai berikut: Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa kebutuhan Jumlah Volume bersih di Kecamatan Prasarana Perhitungan Produksi Air air Penduduk standar Tuntang akan terus meningkat 4.309.260 setiap tahunnya, untuk itu 71821 Air Bersih 60/ ltr/org/hari 71821 x 60 ltr/org/ hari dibutuhkan peningkatan penyaluran air Sumber: BPS Kecamatan Tuntang dalam angka 2021, SNI-03-1733-2004,pelayananan dan Analisis Kelompok Studio 3 bersih. Kebutuhan Air Bersih Kecamatan Tuntang Tahun 2030
Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
29
Infrastruktur J aringan Listrik dan Telekomunikasi
EKSISTING
Sumber: Survei Kelompok 3, 2021
Kebutuhan terhadap energi listrik dari PLN di Kecamatan Tuntang sudah menjangkau ke semua daerah. Sumber penerangan jalan juga sudah tersedia di sepanjang jalan utama. Namun ditemukan beberapa jalan perkampungan yang kurang penerangan lampu jalan pada malam hari. Hampir di setiap jalan sudah ada tiang listrik yang menghubungkan kesetiap daerah.
Sumber: Survei Kelompok 3, 2021
1 5 Menara telepon seluler 7 7 Operator layanan komunikasi 1 PLTA Jelok
Kondisi infrastruktur jaringan telekomunikasi di Kecamatan Tuntang sudah memadai dan merata. Namun ada beberapa desa yang kondisi jaringan telekomunikasinya masih kurang lancar karena faktor geografis maupun kemampuan ekonomi masyarakat. Fasilitas jaringan telekomunikasinya yaitu berupa provider seluler, jaringan internet, maupun web desa. Jaringan telekomunikasi tersebut dapat mempermudah komunikasi dan lebih cepat mendapatkan informasi.
Berdasarkan proyeksi penduduk Kecamatan Tuntang tahun2030, perhitungan kebutuhan prasarana jaringan listrik dan telekomunikasi di Kecamatan Tuntang menurut standar pelayanan yang berlaku yaitu sebagai berikut: Kebutuhan Prasarana Jaringan Listrik dan Telekomunikasi Tahun 2030
Jenis Sarana Pengguna listrik PLN Menara Telepon seluler
Kebutuhan Pengguna Defisit Surplus
Jumlah Penduduk
Jumlah KK
Jangkauan (jiwa)
Eksisting
Proyeksi Kebutuhan
71821
23061
3
22.553
23.940
1387
−
71821
-
2500
55
29
−
26
Sumber: BPS Kecamatan Tuntang dalam angka 2021, SNI-03-1733-2004, dan Analisis Kelompok Studio 3
Berdasarkan perhitungan proyeksi disimpulkan bahwa kebutuhan jaringan listrik di Kecamatan Tuntang akan terus meningkat setiap tahunnya, pada tahun 2030 kebutuhan penggunaan listrik PLN akan bertambah 1.387 pengguna, untuk itu dibutuhkan penambahan sumber listrik. Untuk sarana telekomunikasi tidak lagi membutuhkan penambahanbaru karena jumlahnya sudah memadai. PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
30
I n frastruktur
RTH Fasilitas RTH di Kecamatan Tuntang sudah memenuhi standar Luasan RTH yaitu 30%. Dari minimal 30% itu 0,7% nya adalah RTH aktif. Sedangkan 29,3% nya merupakan RTH pasif. RTH di Kecamatan Tuntang ada beberapa jenis diantaranya RTH umum seperti lapangan, kantor kelurahan, GOR dan pemakaman. Sedangkan RTH Pasif termasuk pekarangan rumah warga. Disisi lain ada RTH Hijau dan Non Hijau seperti lapangan sepak bola, lapangan bulu tangkis, lapangan bola volley dan taman yang ada disetiap ruas jalan. Namun, pemerintah daerah dan juga masyarakat setempat masih kurang perhatian dalam merawatnya. Pengelolaan maupun perawatan prasarana RTH dikelola langsung oleh swadaya masyarakat dan dibantu oleh pihak desa supaya dapat berfungsi dengan optimal, Jadi, untuk dari segi kelengkapan fasilitasnya masih terbatas atau bersifat seadanya. Akan tetapi berdasarkan aspirasi masyarakat juga berupaya untuk merencanakan pembangunan RTH di desanya.
EKSISTING
LUAS KECAMATAN TUNTANG = 5.624, 59 Ha Luas RTH = 40,9 Ha
• Ketetapan minimal Luas RTH Kecamatan Tuntang = 30% 5.624,59 x 30% = 1.687,37 Ha min. luas RTH
P e m akaman
• Luasan RTH Publik di Kecamatan Tuntang 40,9/5.624,59 x 100% = 0,007 x 100% = 0,7% (40,9 Ha)
L apangan
Dari hasil perhitungan bisa diketahui bahwa RTH publik yang ada di Kecamatan Tuntang menyumbang sebesar 40,9 Ha (0,7%) dan itu berarti RTH publik yang ada di Kecamatan Tuntang masih sangat minim. Kecamatan Tuntang perlu menyumbang RTH aktif sebesar 29,3% lagi atau seluas 1.646,47 ha supaya ketentuan RTH aktif di Kecamatan Tuntang memenuhi standar minimal RTH 30%
Sumber: Survei Kelompok 3, 2021
Berdasarkan proyeksi penduduk Kecamatan Tuntang tahun2030, perhitungan kebutuhan prasarana RTH di Kecamatan Tuntang menurut standar pelayananyang berlaku yaitu sebagai berikut: Kebutuhan Prasarana RTH Tahun 2030 Jenis Sarana
Jumlah Penduduk
Lapangan Olahraga Taman Pemakaman
71821
Kebutuhan Pembangunan Defisit Surplus
Jangkauan (jiwa)
Eksisting
Proyeksi Kebutuhan
30.000
17
2
−
15
30.000 120.000
8 15
2 1
− −
6 14
Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa RTH di Kecamatan Tuntang tidak lagi membutuhkan penambahan RTH baru karena sudah memadai akan tetapi masih perlu perawatan dan pengelolaan yang baik.
Sumber: BPS Kecamatan Tuntang dalam angka 2021, SNI-03-1733-2004, dan Analisis Kelompok Studio 3
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
31
Fasilitas Kesehatan
Pendidikan Perekonomian
Transportasi
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
32
Fasilitas Kesehatan
EKSISTING
Sumber: Survei Kelompok 3, 2021
Sarana Kesehatan di Kecamatan Tuntang sudah cukup memadai. Sarana yang sudah tersedia yaitu kantor Dinkes, puskesmas, apotek, dan klinik. Namun fasilitas kesehatan di Kecamatan Tuntang masih belum lengkap karena belum tersedianya rumah sakit. Sehingga masyarakat yang membutukan fasilitas dari rumah sakit harus mencari rumah sakit terdekat di kecamatan lain.
Berdasarkan proyeksi penduduk Kecamatan Tuntang tahun2030, perhitungan kebutuhan sarana kesehatan di Kecamatan Tuntang menurut standar pelayanan yang berlaku yaitu sebagai berikut: Dari tabel tersebut dapat Kebutuhan Sarana Kesehatan Tahun 2030 disimpulkan bahwa posyandu Kebutuhan Jumlah Jangkauan Proyeksi dan puskesmas tidak lagi Pembangunan Jenis Sarana Eksist ing Penduduk (jiwa) Kebutuhan membutuhkan pembangunan Defisit Surplus sarana baru karena sudah Posyandu 1.250 108 57 − 51 memadai. Sedangkan untuk Puskesmas 30.000 2 2 − − 71821 sarana praktek dokter Praktek 5.000 8 14 6 − dibutuhkan pembangunan Dokter sarana baru sebanyak 6 unit. Sumber: BPS Kecamatan Tuntang dalam angka 2021, SNI-03-1733-2004, dan Analisis Kelompok Studio 3
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
33
Fasilitas Pendidikan
EKSISTING
P ROYEKSI
Sumber: Survei Kelompok 3, 2021
Fasilitas pendidikan yang ada di Kecamatan Tuntang sudah cukup lengkap. Namun ternyata fasilitas pendidikan di Kecamatan Tuntang ini masih memiliki permasalahan yaitu kurangnya fasilitas SMA dan belum tersedianya fasilitas perguruan tinggi. Kurangnya fasilitas pendidikan ini menyebabkan banyak siswa yang harus bersekolah di luar Kecamatan Tuntang dan kebanyakan memilih bersekolah di Kota Salatiga karena fasilitasnya yang sudah memadai untuk menempuh Pendidikan yang lebih tinggi. Berdasarkan proyeksi penduduk Kecamatan Tuntang tahun 2030, perhitungan kebutuhan sarana pendidikan di Kecamatan Tuntang menurut standar pelayananyang berlaku yaitu sebagai berikut:
Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
Kebutuhan Sarana Pendidikan Tahun 2030
Jenis Sarana
Jumlah Penduduk
TK SD SMP SMA
71821
Jangkauan Proyeksi Eksisting (jiwa) Kebutuhan 1.250 1.600 4.800 4.800
74 29 6 1
57 45 15 15
Kebutuhan Pembangunan Defisit Surplus − 17 16 − 9 − 14 −
Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa TK tidak lagi membutukan pembangunan sarana baru karena sudah memadai. Sedangkan untuk SD, SMP, SMA dibutuhkan pembangunan sarana baru sebanyak 16 unit SD, 9 unit SMP, dan 14 unit SMA.
Sumber: BPS Kecamatan Tuntang dalam angka 2021, SNI-03-1733-2004, dan Analisis Kelompok Studio 3
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
Pertambahan proyeksi kebutuhan sarana pendidikan didasarkan oleh jumlah penduduk tertinggi tiap desa dan ada atau tidaknya fasilitas pendidikan tersebut. Desa yang belum memilki fasilitas Pendidikan akan di beri fasilitas. penempatan fasilitas pendidikan diletakkan di wilayah yang dekat dengan jaringan jalan untuk mempermudah mobilitas atau aktivitasnya. 34
Fasilitas Perekonomian
EKSISTING
Sumber: Survei Kelompok 3, 2021
Fasilitas perekonomian yang tersedia Kecamatan Tuntang terkait sudah cukup baik karena ketersediaannya sudahcukup lengkap dalam artian dapat untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Penempatan fasilitiasnya juga dekat dengan jalan raya. Sehingga mudah dijangkau dengan angkutan umum dan tidak hanya masyarakat Kecamatan Tuntang yang akan berkunjung tetapi orang-orang yang melintasi jalan raya tersebut dapat berpotensi untuk singgah ke pasar tersebut.
Berdasarkan proyeksi penduduk Kecamatan Tuntang tahun 2030, perhitungan kebutuhan sarana perekonomian di Kecamatan Tuntang menurut standar pelayananyang berlaku yaitu sebagai berikut: Kebutuhan Sarana Perekonomian Tahun 2030 Jenis Jumlah Sarana Penduduk
Pasar
71821
Jangkauan (jiwa)
Eksisting
30.000
6
Sumber: BPS Kecamatan Tuntang dalam 2004, dan Analisis Kelompok Studio 3
Kebutuhan Proyeksi Kebutuhan Pembangunan Defisit Surplus
2
−
angka 2021,
4
SNI-03-1733-
Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa sarana perekonomian di Kecamatan Tuntang tidak lagi membutukan pembangunan sarana baru karena jumlah sudah memadai. Hanya saja perlu dilakukan revitalisasi pasar untuk perbaikan kualitas bangunan dan fasilitas penunjangnya. Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
35
Fasilitas Transportasi
EKSISTING Ketersediaan sarana transportasi umum di Kecamatan Tuntang hanya berada di wilayah tertentu saja yang hanya menjangkau wilayah bagian yang melalui jalan raya. Terdapat beberapa sarana transportasi yaitu Stasiun Tuntang, terminal angkot Candirejo, terminal angkot Abang, PO. Bus Safari Dharma. Namun di wilayah bagian pedesaan atau jalan kecil masih terdapat ojek konvensional yang jumlahnya hanya ada sedikit. Sebagian besar masyarakat sudah menggunakan kendaraan pribadi. Namun, banyak juga yang menggunakan transportasi umum seperti petani yang menganggkut dan mengirimkan hasil panen dengan menggunakan angkutan umum beberapa kali untuk sampe ke tujuan.
T e rmina l A n gkot
P a ng kala n Oj e k Sumber: Survei Kelompok 3, 2021
Berdasarkan proyeksi penduduk Kecamatan Tuntang tahun2030, perhitungankebutuhan sarana perekonomian di Kecamatan Tuntang menurut menurut pelayanan yang berlaku yaitu sebagai berikut: Kebutuhan Sarana Transportasi Tahun 2030 Jenis Sarana Terminal tiap Kecamatan Pangkalan angkot Pangkalan ojek
Kebutuhan Jumlah Jangkauan Proyeksi Pembangunan Eksisting Penduduk (jiwa) Kebutuhan Defisit Surplus 71821
120.000
1
1
−
−
120.000
2
1
−
1
30.000
2
2
−
−
Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa sarana transportasi di Kecamatan Tuntang tidak lagi membutukan pembangunan sarana baru karena jumlah sudah memadai.
Sumber: BPS Kecamatan Tuntang dalam angka 2021, SNI-03-1733-2004, dan Analisis Kelompok Studio 3 PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
36
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
2
REVIEW RTRW
RENCANA TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN TUNTANG KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2011-2031
37
Review RTRW
1. Rencana penyediaan sarana dan prasarana perekonomian ✓ Pengembangan kawasan permukiman. • Pengembangan pusat pelayanan desa sesuai potensi-potensi yang dimiliki dengan penataan kawasan sesuai dengan fungsi dan peran tata guna lahan. • Pengembangan Kawasan permukiman yang nyaman, aman, yang mempertimbangkan daya dukung lingkungan. ✓ Pemertaan pembangunan pusat pelayanan kegiatan perekonomian lokal skala Kecamatan. • Membuka kawasan khsuus industri rumahan atau pusat perdagangan jasa yang berwawasan lingkungan. • Pengembangaan kawasan utama komoditi atau sentra produksi ✓ Pengembangan kawasan pertanian dan perkebunan. • Pembangunan koperasi kelompok tani • Pembangunan STA (Sub Terminal Agribisnis) • Perbaikan dan penambahan sistem irigasi • Pemberian bibit tanaman kepada petaniPengembangan kawasan pariwisata berbasis budaya, alam dan agrowisata di Kecamatan Tuntang ✓ Pengembangan pariwisata dengan pelestarian alam dan budaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Tuntang
2. Rencana pengembangan sarana transportasi ✓ Pengembangan dan revitalisasi stasiun kereta api. • Peningkatan infrastruktur pendukung Stasiun Kereta Api Tuntang. • Peningkatan pelayanan transportasi di Stasiun Kereta Api Tuntang, ✓ Pengembangan jaringan jalur kereta api komuter dan wisata. • Konservasi dan revitalisasi jaringan jalur kereta api wisata dan pengembangan kereta api komuter ruas Kedungjati - Bringin - Tuntang – Ambarawa. • Konservasi dan revitalisasi jaringan jalur kereta api wisata dan pengembangan jalur kereta api wisata ruas Bedono - Jambu Ambarawa - Tuntang.
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
3. Rencana pengembangan dan pemanfaatan sumber energi alternatif ✓ Pengembangan pembangkit tenaga listrik air dengan pengoptimalan PLTA Jelok dan Timo di Kecamatan Tuntang agar dapat memberikan peningkatan pasokan energi listrik ke sistem transmisi dan distribusi Jawa-Bali. 4. Rencana pengembangan penanganan bencana ✓ Pemanfaatan pada ruas jalan Candirejo Kemasan - Pringapus, Borangan - Candirejo, Banger - Candirejo, dan Ngajaran - Tlompakan - Bringin untuk jalur evakuasi bencana longsor. ✓ Pengembangan sistem pengendali banjir • Membentuk gugus tugas penanganan dan pengendalian banjir • Pembangunan infrastruktur pengendali banjir di dataran banjir sekitar Rawa Pening.
38
Review RTRW
Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Tuntang 6.. Rencana pengembangan sistem jaringan drainase ✓ Pembangunan atau normalisasi jaringan drainase baru dan yang rusak. ✓ Perawatan serta penataan sistem drainase di Kecamatan Tuntang. 7. Rencana pengembangan sistem jaringan air bersih ✓ Pengelolaan DAS dan Sub-DAS dengan koordinasi dalam pemanfaatan dan pemeliharaan jaringan sumber daya air terutama wilayah sungai strategis nasional yaitu DAS Tuntang. ✓ Melakukan rekayasa daerah tangkapan 5. Rencana pembangunan jaringan jalan air untuk meningkatkan resapan air ✓ Pembangunan jalan kolektor primer ruas Jalan Tuntang dengan membuat sumur resapan, Karanglo, jalan Kelurahan - Banyubiru, jalan Delik biopori dan bangunan lainnya di Watuagung - Salatiga. Kecamatan Tuntang Pembangunan jalan ini merupakan upaya dalam ✓ Pemanfaatan air permukaan Kali menyeimbangkan pembangunan desa yang memiliki Tuntang, Kali Senjoyo dan Rawa keterbatasan aksesibilitas sehingga sulit dijangkau. Pening PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
8.
Rencana pengembangan sistem sanitasi ✓ Pengembangan sistem sanitasi lingkungan dengan penerapan sistem pembuangan setempat (on site sanitation). ✓ Menerapkan sistem komunal pada wilayah-wilayah padat penduduk di Kecamatan Tuntang. ✓ Penetapan peraturan di setiap Rumah Sakit / Puskesmas Kecamatan Tuntang untuk mempunyai fasilitas dan peralatan pengolahan limbah medis dan melakukan pengelolaan secara baik dengan melakukan pemisahan antara limbah berbahaya dan limbah tidak berbahaya. ✓ Penetapan peraturan bagi setiap usaha atau kegiatan yang menghasilkan limbah untuk mempunyai fasilitas pengolahan limbah setempat maupun komunal. 39
Review RTRW
Strategi Penataan Ruang Wilayah KecamatanTuntang
10. Rencana pengembangan sistem persampahan 9. Rencana pengembangan jaringan irigasi ✓ Pengembangan sistem persampahan dengan rehabilitasi dan pengadaan ✓ Revitalisasi dan optimalisasi fungsi waduk alam Rawa Pening. sarana dan prasarana persampahan bergerak dan tidak bergerak di ✓ Pengembangan jaringan air baku untuk air minum dengan Kecamatan Tuntang. meningkatkan dan mengembangkan sistem instalasi pengolahan air minum di Kecamatan Tuntang yang mempunyai potensi air baku 11. Rencana pengembangan jaringan listrik dan telekomunikasi untuk sumber air. ✓ Pengembangan sistem jaringan kabel dengan pengembangan jaringan ✓ Pengembangan sistem jaringan air minum dengan penyediaan dan primer menggunakan kabel tanam berkapasitas tinggi di Kecamatan pengembangan jaringan air minum pada kawasan perkotaan Tuntang, dan pengoptimalan jaringan kabel komunikasi suara dan data diarahkan dengan sistem perpipaan yang dikelola oleh badan usaha yang telah tersedia di Kecamatan Tuntang. pengelola air minum. ✓ Pengembangan jaringan transmisi dan gardu induk distribusi tenaga listrik ✓ Pengembangan sistem jaringan air minum dengan penyediaan dan dengan pengembangan jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi pengembangan pelayanan air minum pada kawasan perdesaan 500 KVA dan Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 Kilo Volt Ampere dilakukan dengan pengembangan sistem pelayanan air minum yang melintasi Kecamatan Tuntang. sederhana yang dikelola oleh masyarakat.
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
40
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
POTENSI DAN MASALAH
3 POTENSI
42
MASALAH
46
ANALISIS SWOT
52
41
POTENSI PERTANIAN PARIWISATA
UMKM/ HOME INDUSTRY
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
42
POTENSI
Potensi
SEKTOR PERTANIAN
Tanaman Pangan Tanaman Ubi Kayu
Tanaman Padi
Produk unggulan sektor pertanian tanaman pangan di Kecamatan Tuntang adalah ubi kayu atau ketela. Dikarenakan melimpahnya produksi ketela, masyarakat Kecamatan Tuntang memanfaatkan ketela untuk diolah menjadi kerupuk ketela. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah untuk mengembangkan sektor pertanian, mengacu pada Program Pembangunan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) melalui : ✓ Pemanfaatan sumber daya pertanian (modal, teknologi, pasar, informasi, lahan), ✓ Pengembangan, pengolahan, dan pemasaran hasil produksi pertanian. Selain itu, produk lainnya adalah tanaman padi penghasil utama beras Tanaman Jagung Kecamatn Tuntang. Dalam sistem pengolahan produksi padi untuk meningkatkan hasil pertanian yang ada dilakukan penerapan teknologi dalam diantaranya : ✓ Memperhatian benih berkualitas ✓ Penggunaan pupuk organik ✓ Penggunaan pestisida organik ✓ Pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) Hortikultura ✓ Pengairan berselang ✓ Penanganan panen dan pasca panen ✓ Pengolahan dan pengemasan beras organik tersebut.
Produk unggulan pada sektor pertanian hortikultura di Kecamatan Tuntang adalah buah durian. Hasil buah durian banyak diproduksi dari desa Delik dan desa Tlogo. Untuk mendorong permintaan buah durian maka Pemerintah Kecamatan Tuntang mengadakan Basar Durian setiap tahun sekali, tujuannya selain untuk meningkatkan permintaan buah durian juga untuk mengenalkan jenis buah durian yang ada di Kecamatan Tuntang. Untuk pemasarannya sebagian besar produksi di jual di Kota Salatiga, karena letaknya berdekatan dengan Kecamatan Tuntang. Ada juga masyarakat yang menjual hasil produksi durian di sekitar pinggiran jalan lokal primer. Hal itu dapat meningkartkan perekonomian masyarakat sekitar di wilayah Kecamatan Tuntang. PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
43
POTENSI
Potensi
SEKTOR PARIWISATA
Potensi lainnya yang ada di Kecamatan Tuntang terdapat pada sektor pariwisata. Kecamatan Tuntang sendiri memiliki beberapa objek wisata berbasis alam yang sering dikunjungi oleh masyarakat, baik masyarakat lokal maupun non lokal. Pariwisata di Kecamatan Tuntang sangat beragam dengan konsep dan fasilitas yang berbeda. Sebagian besar wisata Tuntang menyuguhkan keindahan alam serta fasilitas resto atau tempat makan, diantaranya yaitu Radesa Wisata, Kaliodo, Goa Rong, Daringan Kesongo Culture, dan Kampoeng Banyumili. Ada juga objek wisata yang menyuguhkan pengetahuan mengenai sejarah dan pelestarian cagar budaya yaitu Museum Pandanaran dan sebagai tempat ibadah yaitu Goa Maria Selain itu juga terdapat objek wisata yang menyuguhkan wahana permainan dengan keindahan alam yaitu Saloka. Sektor pariwisata di Kecamatan Tuntang biasanya dikelola oleh BUMDES, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan ada juga yang dikelola langsung oleh mayarakat. Pada masa sebelum pandemi jumlah pengunjung berbagai wisata di Kecamatan Tuntang sudah dikatakan sangat tinggi, namun setelah adanya pandemi Covid-19 jumlah pengunjung sangat menurun dan bahkan ada beberapa tempat wisata yang ditutup sementara. Dalam hal tersebut masyarakat dan pemerintah Kecamatan Tuntang sangat mengharapkan peningkatan jumlah pengunjung itu kembali dengan upaya pendirian ataupun pembangunan wisata baru seperti Daringan Kesongo Culture. Melalui upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Kecamatan Tuntang karena banyak masyarakat yang mendominasi di sektor pariwisata sebagai mata pencaharian pokok selain sektor pertanian.
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
44
Potensi
POTENSI SEKTOR UMKM
Kecamatan Tuntang memiliki masyarakat yang bermata pencaharian dengan mendirikan UMKM. Mayoritas UMKM yang ada memproduksi makanan dan sisanya memproduksi kerajinan. Hal tersebut tentunya menjadi pendorong masyarakat di Kecamatan Tuntang untuk membuat UMKM dengan harapan produk yang dihasilkan akan laku dipasaran. Terdapat banyak produk makanan hasil UMKM yang telah di buat oleh masyarakat, diantaranya yaitu produk pengolahan kripik ikan wader, pengolahan kripik tempe, pengolahan kripik singkong, dan pengolahan roti. Selain itu juga terdapat produk kerajinan hasil UMKM yang dibuat oleh masyarakat diantaranya anyaman dari bambu, konveksi rumah tangga, mebel, kerajinan ukir, kerajinan ecemg gondok, dan reparasi barang bekas. Hal tersebut dapat dimanfaatkan sebagai cinderamata khas Kecamatan Tuntang. Dengan adanya potensi UMKM diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat dan memajukan Kecamatan Tuntang.
Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021 PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
45
MASALAH PERTANIAN PARIWISATA UMKM/ HOME INDUSTRY PRASARANA
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
46
Masalah
MASALAH SEKTOR PERTANIAN Masalah sektor pertanian yang ada di Kecamatan Tuntang yaitu mengalami penyusutan lahan pertanian. Hal tersebut dapat dilihat dari semakin menurunnya penggunaan lahan pada lahan sawah tadah hujan dan sawah irigasi. Pertambahan penduduk yang sulit dikendalikan mengakibatkan bertambahnya lahan permukiman sebagai tempat tinggal. Hal tersebut secara tidak langsung akan sangat berpengaruh pada hasil produksi pertanian yang semakin menurun akibat lahan pertanian yang berkurang.
Pada pertanian padi organik juga mengalami beberapa permasalahan lain, diantaranya terdapat serangan hama pada tanaman padi organik dan penyediaan pupuk organik yang masih kurang. Sedangkan masalah sumber daya manusia, saat ini minat generasi muda untuk mengurus bidang pertanian telah minim. Hal itu dikarenakan generasi muda gengsi untuk bekerja mengolah lahan pertanian dan lebih memilih mencari pekerjaan yang terdapat di kota. Selain itu, beberapa bantuan alat pertanian yang diberikan oleh pemerintah juga kurang tepat sasaran. Bantuan tersebut justru dimanfaatkan oleh golongan tertentu bukan untuk kepentingan petani secara menyeluruh.
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
47
Masalah
MASALAH SEKTOR PARIWISATA DARINGAN KESONGO CULTURE
MUSEUM PANDANARAN
Terdapat permasalahan dari tempat wisata Daringan Kesongo Culture yaitu sebagian akses jalan menuju tempat wisata kuliner itu kurang bagus karena belum beraspal masih bebatuan sehingga agak sulit dilalui dan membahayakan pengendara. Fasilitas toilet yang tersedia jumlahnya masih minim di Daringan Kesongo Culture. Selain itu, juga belum tersedia penginapan di daerah sekitarnya.
Terdapat permasalahan dari tempat wisata Museum Pandanaran yaitu museum ini jarang beroperasai. Dibuka saat ada event pameran tertentu saja. Di museum pandanaran tidak terdapat mushola maupun tempat makan.
RADESA WISATA GOA RONG Terdapat permasalahan dari tempat wisata Goa Rong yaitu sebagian akses jalan menuju tempat wisata kuliner itu kurang bagus.
Kali odo dan Desa Wisata Gedangan Terdapat permasalahan dari tempat wisata Kali Odo dan Desa Wisata Gedangan yaitu tidak tersedia penginapan dalam tempat wisata. Pengunjung yang ingin menginap dapat mencari penginapan di sekitar tempat wisata. Akomodasi penginapan dapat dicari di Kota Salatiga. Belum tersedia warung atau tempat makan yang besar hanya terdapat pedagang kecil saja dan tempat ibadah yang belum tersedia.
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
Terdapat permasalahan dari tempat wisata Radesa Wisata Rawa Pening yaitu akses jalannya menuju Menara, harus melewati jembatan yang kurang aman untuk lewati.
GUA MARIA ROSA MYSTICA Terdapat permasalahan dari tempat wisata Gua Maria Rosa Mystica yaitu tempat ini bereada di daerah yang terpencil dan jauh dari pusat kota. Akses jalannya pun tidak terlalu bagus, masih ditemui jalan bebatuan.
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
48
MASALAH
Masalah
UMKM/ HOME INDUSTRY
UMKM
yang berada di Kecamatan Tuntang masih terdapat kendala.
Sebagian besar pelaku UMKM di Kecamatan Tuntang masih membuang limbah hasil pengolahan UMKM ke saluran air maupun gorong-gorong, hal tersebut dikarenakan belum adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Selain itu, permasalahan lain yang dialami yaitu permasalahan biaya produksi dan pemasaran barang dan jasa yang masih dijual dengan harga yang rendah serta penjualan masih dilakukan di sekitar wilayah Kecamatan Tuntang.
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
49
MASALAH PRASARANA Jalan
Masih banyak jalan yang berupa tanah dan dalam kondisi rusak di Kecamatan Tuntang. Selain itu, ketika musim hujan, jalan menjadi tergemamg dan masyarakat pun susah untuk beraktivitas maupun berpergian.
Drainase
Drainase yang terdapat di Kecamatan Tuntang masih belum berfungsi secara optimal. Permasalahan drainase yang biasa terjadi adalah drainase yang tersumbat dikarenakan kurang perawatan, terutama di jalan utama desa, karena biasanya jalan utama desa tidak melintasi langsung rumah-rumah warga. Beberapa desa tidak memiliki drainase air kotor primer, drainase yang ada hanya di jalan utama yaitu drainase untuk air hujan. Karena mayoritas warga tidak mengalirkan air kotor melalui saluran drainase, namun langsung di serap di tanah. Hal itu disebabkan oleh faktor kesadaran masyarakat yang masih kurang terhadap perawatan jaringan drainase dan kesehatan lingkungan.
Sanitasi
Permasalahan sanitasi di Kecamatan Tuntang yaitu masih terdapat desa yang masyarakatnya menggunakan fasilitas MCK umum karena rumahnya belm memiliki MCK pribadi.
Masalah
Permasalahan persampahan di Kecamatan Tuntang yaitu tidak setiap desa di Kecamatan Tuntang memiliki Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Hal ini mengakibatkan menumpuknya sampah di sekitar Persampahan pekarangan rumah warga, sehingga membuat lingkungan desa tersebut menjadi tidak nyaman. Sebagian besar desa di Kecamatan Tuntang menggunakan jasa BUMDES untuk mengangkut sampah ke TPA pusat yang bekerja sama dengan Dinas Lingkunan Hidup (DLH).
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
50
Masalah
PETA MASALAH PRASARANA
Sumber: Hasil Analisis Kelompok 3, 2021
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
51
ANALISIS
S
W
O
T
GAMBARAN FISIK DASAR KEPENDUDUKAN PEREKONOMIAN
SDA & LINGKUNGAN INFRASTRUKTUR
FASILITAS
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
52
Analisis SWOT
MATRIKS SWOT ANALISIS STRENGTH
1. Bentang alamnya memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata. 2. Memiliki pasokan energi listrik ke sistem transmisi dan distribusi Jawa-Bali yaitu PLTA Jelog. 3. Wilayah dengan hasil produksi pertanian dan perkebunan yang melimpah. 4. Kondisi geografis yang mendukung pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. 5. Terdapat UMKM kreatif produksi kerajinan eceng gondok dan industri kerupuk. 6. Terdapat kesenian tarian kuda lumping.
OPPORTUNITY
T HREAT
ANALISIS S-O
ANALISIS S-T
1. Wilayahnya dilalui jalur antar provinsi sehingga letaknya strategis untuk singgah penduduk dari luar Kecamtan Tuntang. 2. Berbatasan langsung dengan Kota Salatiga dan Danau Rawa Pening. 3. Menurut RTRW Kab. Semarang Kecamatan Tuntang merupakan daerah pengembangan agrowisata. 4. Setiap tahun mengalami peningkatan pertumbuhan penduduk.
1.
2. 3.
4. 5.
W EAKNESS
1. Kurangnya ketersediaan TPS yang memadai di setiap desa. 2. Belum meratanya program pelatihan bagi kelompok pokdarwis dan tani. 3. Akses jalan dan transportasi umum menuju fasilitas pariwisata dan perekonomian kurang memadai. 4. Masih banyak masyarakat yang tergolong ekonomi menengah ke bawah. 5. Kurangnya rambu-rambu peringatan pada jaringan jalan. 6. Kurangnya ketersediaaan IPAL dan kesadaran masyarakat terkait pengolahan limbah. 7. Kurangnya pelatihan pemanfaatan eceng gondok untuk kerajinan. 8. Ketersediaan drainase permukiman di depan rumah belum memadai dan kondisinya tidak terawat. 9. Minimnya RTH publik.
Dengan kondisi geografis yang berbatasan langsung dengan Danau Rawa Pening dapat dimanfaatkan untuk sektor budidaya perikanan. (S4-O2) Dapat menjadi wilayah penyangga Kota Salatiga karena terdapat PLTA Jelok dan hasil produksi pertanian dan perkebunan yang melimpah. (S2,S3-O2) Kecamatan Tuntang memiliki bentang alam yang berpotensi untuk pariwisata sejalan dengan RTRW Kab. Semarang yang menyatakan Kec. Tuntang merupakan daerah pengembangan agrowisata. (S1-O3) Pemanfaatan jalan provinsi untuk jalur pemasaran dan distribusi hasil produksi SDA maupun UMKM kreatif. (S5-O1) Memaksimalkan potensi kesenian yang berada di Kecamatan Tuntang untuk memperkuat sektor pariwisata. (S6-O3)
ANALISIS W -O 1.
2. 3.
Berdasarkan RTRW Kab. Semarang, Kecamatan Tuntang merupakan daerah pengembangan agrowisata, namun akses jalan dan transportasi umum kurang memadai. (W3-O3) Setiap tahun mengalami peningkatan pertumbuhan penduduk, tetapi ketersediaanRTH yang minim, TPS dan IPAL belum memadai. (W1,W6, W9-O4) Kurangnya rambu lalu lintas di jalan provinsi Semarang-Solo yang belum memadai, sehingga rawan kecelakaan. (W5-O1)
1. Pembangunan jalan tol Semarang-Solo, membuat kendaraan umum dan pribadi melintas Kecamatan Tuntang berkurang. 2. Banyak penduduk usia produktif memilih bekerja di luar wilayah. 3. Kurangnya minat penduduk usia muda bekerja sebagai petani dikarenakan memilih bekerja sebagai pegawai. 4. Semakin berkurangnya lahan pertanian dikarenakan peningkatan kebutuhan lahan pemukiman. 5. Banjir luapan Rawa Pening. 1.
2.
3.
Kecamataan Tuntang unggul dalam UMKM kerupuk dan kerajinan eceng gondok, namun sejak adanya jalan tol membuat kegiatan ekonomi sepanjang jalan arteri Tuntang-Semarang-Solo menurun, sehingga masyarakat harus berinovasi memasarkan produknya dengan cara lain. (S5-T1) Kondisi geografis yang mendukung untuk kegiatan pertanian, perkebunan, dan perikanan, namun rendahnya minat generasi muda untuk bekerja di bidang tersebut membuat sektor tersebut terancam. (S4-T3) Memiliki produksi hasil pertanian yang tinggi, tetapi hal ini terancam oleh semakin berkurangnya lahan pertanian.(S3-T4)
ANALISIS W -T 1.
2. 3.
Pencemaran lingkungan oleh limbah akibat ketersediaan TPS yang kurang memadai, sehingga akan mengurangi produktiftas pertanian dan perkebunan juga kenyamanan bertempat tinggal. (W2-T4) Permasalahaan drainase yang buruk dapat memperparah dampak kerugian luapan Danau Rawa Pening. (S8-T5) Program kelompok tani dan pokdarwis yang belum merata tidak akan berjalan lancar apabila generasi muda hanya tertarik bekerja sebagai pegawai. (S2-T3)
Sumber: Analisis Kelompok 3, 2021
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
53
Isu Strategi
ISU STRATEGI
1
Menurut RTRW terdapat pengembangan pariwisata, namun belum didukung dengan akses jalan dan transportasi umum yang memadai.
2
Adanya pengembangan pariwisata, namun ketersediaan SDM belum optimal. Hal ini terbukti dengan belum meratanya program pelatihan kelompok tani dan pokdarwis.
3
Adanya pengembangan agrowisata, namun ketersediaan pengelolaan limbah belum memadai dan minimya RTH publik.
4
Adanya pengembangan pariwisata, akan tetapi pemasaran hasil produksi UMKM kreatif seperti industri kerupuk dan kerajinan eceng gondok belum optimal.
5
Adanya pengembangan pariwisata, namun belum didukung dengan kebudayaan dan kesenian seperti tarian kuda lumping khas Tuntang.
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG
S tu dio Perencanaan Kecamatan Tuntang
54
KELOMPOK 3 STUDIO TUNTANG
55
PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEMARANG