PMKT Bulletin
1
Salam Redaksi Ezekiel Prayanta Linting
Shalom pembaca! Jumpa lagi dengan kami di Buletin PMKT 2019. Wah tahun 2019 berarti lagi ramai-ramainya pemilu enggak sih? Yupss betul sekali! Bertepatan dengan tahun pemilu ini, kami mengangkat topik “Berkarya� dengan tujuan agar pembaca dapat menggali lebih dalam tentang bagaimana menjadi mahasiswa yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya, khususnya bagi bangsa dan negara. Sebagaimana Tuhan menghendaki pengikut-Nya agar dapat memberikan dampak positif bagi negara yang dipijaki mereka. Semoga buletin ini dapat menjadi berkat bagi kalian yang membacanya. Selamat berkarya demi kemuliaan-Nya, Tuhan Yesus memberkati senantiasa.
2
PMKT Bulletin
EDITORIAL
Magdalena Dwi Eling Maria Clara Simamora Rio Armando Manik Ezekiel Prayanta L. Gracia Serafina, Torang Berry T. Margarettha Roselyn S.
2 Salam Redaksi
DAFTAR ISI
: Penasehat : Pelindung : Pendamping Pimpinan Redaksi : : Redaktur : Layouter
3 Editorial 3 Daftar Isi 4 Renungan : Golput? No! 6 Konstribusi bagi Negara 8 #TURNBACKHOAX
10 Pentingnya Menggunakan Hak Suara 13 Sharing Alumni 15 Mahasiswa Berprestasi 17 Sapa KTB 18 Bincang-bincang Bersama Kakak Staff 20 Sejarah dan Perkembangan PMKT 22 Komisi di PMKT 24 Event di PMKT 26 Pojok Sastra 28 Ulas Lagu 30 Ulas Film 31 DUDU
PMKT Bulletin
3
GOLPUT?
NO! Baca : 1 Petrus 2:13-17
“Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi,” (1 Petrus 2:13)
O
rang Kristen harus mewujudkan diri menjadi warga yang baik dari suatu negara tempat dia tinggal. Mengharapkan negaranya menjadi lebih baik bukanlah dengan cara menuntut Pemerintah, atau malah bersikap acuh tak acuh karena kecewa, melainkan justru mulai dari diri sendiri melakukan apa yang baik untuk negara. Bukanlah suatu kebetulan bila kita menjadi warga negara Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia, adalah mutlak bagi kita untuk taat dan patuh pada hukum dan undang-undang yang berlaku di negeri ini. Tuhan menghendaki anak-anak-Nya dapat memberikan dampak positif bagi negaranya. Demikianlah kita sebagai warga negara Indonesia --tak terkecuali mahasiswa-- harus dapat memberikan dampak positif bagi negara kita. Melalui Rasul Petrus, Tuhan menyatakan Firman-Nya bahwa kita harus tunduk kepada Pemerintah. Jika kita melihat perikop setelah ini, kita dapat menemukan bahwa Petrus terus-menerus mengulang kata “berbuat baik”. Di ayat 13-
4
PMKT Bulletin
15, kita diperintah untuk tunduk kepada semua lembaga manusia karena Allah, berarti kita harus tunduk kepada lembaga pemerintahan di Indonesia ini. Sikap tunduk kepada Pemerintah merupakan perbuatan baik sebagaimana yang dikehendaki Allah. Tunduk kepada pemerintah diwujudkan dengan mematuhi segala peraturan dan undang-undang yang ada, salah satunya adalah mengikuti pemilihan Presiden dalam Pemilu. Meskipun pemerintah Indonesia tidak memberikan hukuman bagi warganya yang memilih ‘Golput’ atau tidak menggunakan hak pilihnya, namun jika berpijak pada Alkitab maka seharusnya semua warga Kristen mengikuti pemilihan ini. Dalam Yeremia 29:7 tertulis, “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu”. Firman Tuhan kepada nabi Yeremia sangatlah jelas menyatakan bahwa setiap umat Tuhan wajib melakukan segala sesuatu yang membuat kota
RENUNGAN
Oleh: Niken DP Nababan
menjadi sejahtera. Dengan mengikuti Pemilu maka kita pun telah turut mengambil bagian dalam menyejahterakan kota. Banyak alasan yang dibuat orang Kristen khususnya mahasiswa, antara lain karena merantau, tidak mengerti politik, tidak mengenal kandidatnya, dan sebagainya. Namun jika direnungkan lebih dalam, setiap kita dapat mengoreksi diri masing-masing apakah benar demikian, ataukah hal-hal di atas adalah pembenaran dari sikap tak peduli kita pada negara ini. Di ayat 15 Petrus menulis, “Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orangorang yang bodoh�. Sekecil apa pun perbuatan baik kita sebagai warga negara Indonesia pastilah memberi dampak positif bagi negara ini, termasuk jika kita menggunakan hak pilih kita. Siapa pun yang akan terpilih kelak kita percaya bahwa Tuhan akan memberkatinya. Dalam ketidakmengertian kita, dalam kekecewaan kita --jika ada--, tetaplah lebih baik jika kita mengikuti Pemilu dari pada
memilih ‘Golput’, kecuali apabila terdapat halangan-halangan yang tak terelakkan. Sehingga jika kita tidak ikut dalam Pemilu bukanlah karena kita tidak peduli pada negara. Tuhan telah memberi anugerah yang besar bagi kita melalui Pemerintah. Tuhan telah memberi karunia yang berlimpah bagi negeri kita Indonesia di mana kita turut menikmatinya. Marilah kita melakukan kehendak-Nya dengan tunduk kepada Pemerintah. Marilah kita gunakan setiap kesempatan untuk membangun negeri kita. Marilah kita gunakan hak pilih kita dalam Pemilu agar turut memberi dampak positif bagi negara, bangsa, keluarga, dan bagi diri kita sendiri. Kiranya Tuhan memberkati bangsa dan negara Indonesia, bagi kemuliaan-Nya.
PMKT Bulletin
5
Kontribusi bagi Negara
D
ua kosong satu sembilan, tahun politik Indonesia, di tengah ketidakpastian perekonomian dunia dan perkembangan teknologi empat titik kosong, sebagai mahasiswa Kristen Teknik Universitas Gadjah Mada, bagaimana cara kita memberi warna bagi bangsa ini? Tuhan pasti memiliki rencana tersendiri bagi setiap kita, panggilan hidup, entah profesi apapun itu, juga ada alasan mengapa kita dilahirkan di Indonesia. Tapi sebelum kita memiliki kewargaan Indonesia, kita harus menyadari bahwa kita memiliki kewargaan surga, seperti tertulis pada Filipi 3: 20, “Kewargaan kita adalah didalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat.� Apakah maksud kewargaan surga? Maksudnya adalah kita memiliki hak dan kewajiban sebagai umat yang sudah diselamatkan, bertentangan dengan kewargaan duniawi, “Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi� (Filipi 3:19). Apakah hak kita sebagai warga kerajaan surga? Banyak sekali yang Tuhan berikan kepada kita sejak rekonsiliasi diri kita yang telah ditebus oleh darah Yesus Kristus. Beberapa diantaranya adalah : Sang penolong yang pasti bisa diandalkan yaitu Roh Kudus; relasi dua arah dengan Kristus sebagai perantaranya yaitu doa dan Firman yang kita nikmati secara teori dan praktek; semua keajaiban yang telah Tuhan berikan bagimu, apakah kamu ingat sudah be-
6
PMKT Bulletin
rapa banyak yang Tuhan berikan hanya untukmu? Dengan harga yang sangat mahal, dengan darah Anak-Nya sendiri, yang harus dibatas oleh rupa manusia dan dijadikan yang paling rendah oleh para pendosa. Tentu saja, “With great power comes great responsibility”. Kewajiban kita banyak, beberapa diantaranya: Hidup menjadi terang dan garam (Matius 5 ayat 13-16, Efesus 5 ayat 1-21); Hidup menurut Roh dan menghasilkan buah Roh ( Galatia 5 ayat 1-26); dan tentu saja, semua Hukum Tuhan yang tertera dalam Alkitab, yang membentuk kita menjadi serupa dengan Anak-Nya, Tuhan kita Yesus Kristus. Setelah itu, tindakan konkrit yang setidaknya kita bisa lakukan adalah berdoa bagi bangsa, mulai dari mereka yang dekat dengan kita, sampai keseluruhan tatanan negara. Jadikanlah doa ini bagian syafaat yang kita naikkan setiap hari. Terutama marilah kita doakan mereka yang masih belum terjangkau Injil di penjuru Indonesia, dari tempat yang belum terjangkau sama sekali sampai mereka yang sangat minim orang Kristen. Jika kita membutuhkan detail suku-suku apa yang belum terjangkau, bisa kita cari di internet, salah satunya “Joshua Project”. Doakan juga mereka yang telah terpilih di pemerintahan agar terus melakukan kehendak Tuhan bagi negara ini. Kita juga harus menghormati mereka, sebab seperti tertulis dalam Roma 8:38, tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang ada diatasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetep-
kan oleh Allah. Marilah kita juga mendoakan agar melawati tahun ini, orang-orang yang benar-benar Tuhan pilih dapat menduduki jajaran pemerintahan dan melakukan perintah Tuhan dengan cara Tuhan. Selain itu, kita juga harus berkontribusi agar mereka berkenan kepada Tuhan juga dapat menang, dengan cara mengikuti pemilu dan pilkada, tapi bagaimana kita mengetahui mereka yang benar-benar berkenan kepada Tuhan? “Tetapi berfirmanlah TUHAN atas Samuel : “Janganlah pandang paras atau perawakannya yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang didepan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (1 Samuel 16:7). Lalu hati yang seperti apa? Tentu saja mereka yang melakukan Firman Tuhan, berbuah roh seperti yang tertulis pada Galatia 5, dengan motivasi yang murni juga dengan jalan yang lurus. Bijak atau tidak, sulit sekali menentukan, karena sesungguhnya kepintaran tidak menjamin, tapi rendah hati, seperti Kristus adalah kepala yang melayani adalah jalan yang benar. Pemimpin yang banyak mengumbar janji tapi tidak terlaksanakan karena alasan yang mengada-ada dengan keterbatasan yang ia buat hanya berusaha untuk menipu rakyat, tapi mereka yang berkerja dengan efesien dengan bersih tanpa membuat banyak janji menunjukkan integritas.
muda akan cenderung lebih ambis dan berusaha melawan kejahatan yang ia lihat, tapi ia belum terlalu mengerti seluk beluk praktek kerja pemerintahan, dan mungkin banyak orang mengecilkan dia jika namanya belum terkenal di seluruh kalangan masyarakat. Sedangkan yang tua, lebih banyak pengalaman dan relasi tapi tidak sedikit yang “kongkalikong” dengan beberapa petinggi perusahaan, ormas, dsb, serta ada juga yang tidak takut menghamburkan uang kerena ketika ia terpilih akan mendapat uang yang lebih banyak (korupsi, kolusi, nepotisme). Sejujurnya, meskipun orang yang berkenan kepada Tuhan dapat terpilih di pemerintahan, tidak ada jaminan bahwa Indonesia akan seluruhnya sejahtera dan makmur, maslah pasti banyak datang dan pergi. Itu sebabnya sebagai Mahasiswa Kristen Teknik Universitas Gadjah Mada, hendaknya aku, kamu, kita semua, saling menjadi kepala dimanapun Tuhan tempatkan kita sekarang dan di masa depan. Menjadi pemimpin yang melayani, menjadi figur Kristus kecil, menjadi yang terbaik dalam IP kita, pelayanan, tim, organisasi, dsb. Semoga kepemimpinan yang Tuhan percayakan kepada kita membuahkan pemimpin lainnya yang berekenan dihadapan Tuhan, amin.
Bagaimana dengan usia? Apakah yang tua selalu lebih baik? Sesungguhnya tentu saja ada sisi positif dan negatif yang datang dari usia. Yang PMKT Bulletin
7
#TURNBACKHOAX Hoaks Beredarnya hoaks telah menjadi salah satu dari sekian banyak persoalan serius akhir-akhir ini. Menurut KBBI, hoaks diartikan sebagai berita bohong. Sedangkan dalam Oxford English Dictionary, hoax didefinisikan sebagai malicious deception atau ‘kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat’. Hoaks sebenarnya bukanlah suatu hal yang baru, melainkan sudah banyak beredar sejak Johannes Gutenberg menciptakan mesin cetak pada tahun 1439. Karena internet belum diciptakan, hoaks sulit untuk diverifikasi oleh orang awam sehingga menjadi jauh lebih berbahaya.
dah pernah disiarkan pada zaman yang tertulis di Alkitab. Ketika Yesus mati di atas kayu salib dan ditempatkan di kubur batu, orangorang Farisi menempatkan penjaga-penjaga di depan. Pada hari yang ketiga, tepat seperti yang telah dinubuatkan oleh Yesus, malaikat Tuhan turun dari langit dan menggulingkan batu itu. Beberapa orang dari penjaga lalu memberitahukan hal tersebut kepada imamimam kepala, yang pada akhirnya memberi instruksi kepada mereka apabila ada yang bertanya, haruslah mereka menjawab bahwa murid-murid Yesus-lah yang datang dan mencuri jasad-Nya (Matius 28:1-15).
Jika ditarik lebih jauh lagi, hoaks bahkan su-
Penyebaran hoaks di tanah air Sebagai negara peringkat ke-5 dengan tingkat penetrasi internet tertinggi di dunia, Indonesia sendiri malahan merupakan salah satu negara dengan jumlah penyebaran hoaks yang cukup masif. Hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2017 menunjukkan lebih dari 143 juta penduduk memiliki akses internet (54% dari total populasi Indonesia). Di sisi lain, Kemenkominfo memperkirakan pada tahun 2017 beredar lebih dari 800.000 berita hoaks (2.000 hoaks per hari). Bayangkan apa yang dapat terjadi pada
8
PMKT Bulletin
tahun-tahun selanjutnya jika setengah dari total masyarakat Indonesia terus-menerus mengonsumsi dan mengedarkan berita hoaks? Peredaran hoaks bisa menjadi sangat masif karena ulah dari penyebar hoaks, bukan dari pembuat hoaks itu sendiri. Uniknya, sering kali para penyebar hoaks tidak sadar bahwa berita yang disebarkannya adalah berita bohong. Namun karena sudah terlanjur tersugesti oleh judul berita yang sensasional dan provokatif, jempol-jempol pun mulai bergerak untuk membagikan “kabar baik” tersebut. Siapa sih yang tidak akan percaya jika terdapat kata-kata seperti “penting”, “segera sebarkan”, “berita terkini”, “info bermanfaat”, dan sebagainya? Apalagi jika sumbernya “terkesan” dapat dipercaya, seperti “hasil penelitian ilmuwan dari xxxxx”, “menurut dokter spesialis gizi xxxxx”, “info langsung dari ring satu”. Kalau ternyata berita yang terlanjur disebarkan itu adalah hoaks, tinggal berdalih “yang penting niatnya baik”, “indahnya berbagi”, “maaf sekadar mengingatkan”. Cepat atau lambat, pasti akan ada pihak-pihak yang merasakan kerugiannya. Hoaks bisa membuat suatu golongan menjadi curiga, bahkan sampai menjadi benci pada golongan tertentu. Menurut survei yang dilakukan oleh Masyarakat Telematika Indonesia, muatan yang paling sering dibawa-bawa oleh hoaks adalah isu politik dan isu SARA. Dua isu inilah yang akhirnya digunakan sebagai alat untuk menggiring opini publik oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Apalagi di tahun 2019 ini suasana menjadi lebih panas karena akan diselenggarakannya pemilu pada tanggal 17 April mendatang. Disinilah pentingnya mengedukasi masyarakat akan identifikasi hoaks dan mencegah penyebarannya agar dampak negatif dari hoaks dapat diminimalisir. Tips menghadapi hoaks Pertama: cek kebenaran dari setiap berita yang didapat. Sebagai orang Kristen, kita dituntut untuk cerdik dalam melakukan segala hal, termasuk ketika memilah isi berita (Matius 10:16). Kemalasan untuk memeriksa kebenaran dari suatu berita dan sikap terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa berita itu benar bukanlah tindakan yang cerdik. Padahal di zaman digital ini, tidaklah sulit untuk sekadar mengakses internet ketika menerima suatu
berita untuk mengecek keasliannya. Jika masih ragu dengan keabsahan sumber di internet, kita dapat bertanya langsung pada orang yang ahli di bidangnya. Misalnya untuk berita tentang kesehatan dapat bertanya pada kenalan yang berprofesi sebagai dokter. Kedua: jangan terburu-buru dalam membaca berita. Hal ini dapat menyebabkan pemahaman akan isi berita yang setengah-setengah, sehingga tidak dapat menyimpulkan apakah berita tersebut adalah hoaks atau tidak. Biasanya berita hoaks menggunakan judul yang bersifat clickbait yang menarik perhatian sesaat orang yang membacanya. Mirisnya, orangorang kerap kali langsung membagikan berita tersebut hanya karena meyakini bahwa judul sudah merepresentasikan isinya. Padahal, beberapa judul berita menggunakan permainan kata yang tidak selalu bersesuaian dengan isinya. Ketiga: milikilah iman Kristen yang kuat. Dalam menghadapi isu-isu yang dibawa oleh hoaks, pasti akan ada beberapa hal yang bertentangan dengan kita. Entah bertentangan dengan latar belakang pribadi, politik, ideologi, keyakinan, bahkan agama. Dengan memiliki iman yang tangguh, kita tidak akan dengan mudahnya terprovokasi oleh hoaks. Jangan hanya menggunakan nalar kita sebagai manusia, akan tetapi mintalah juga hikmat daripada Tuhan (1 Korintus 2:5). Sampai di sini, mungkin hoaks terlihat seperti suatu hal yang sepele. Hanya satu keberadaan yang bisa dibilang wajar sekali terjadi di kehidupan era ini. Namun Paulus menulis: “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu” (Efesus 5:11). Apapun alasannya, hoaks tetaplah hoaks. Satu dari sekian banyak kebohongan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. #TurnBackHoax
PMKT Bulletin
9
Pentingnya Menggunakan
Hak Suara I
stilah “Pesta Demokrasi� belakangan ini semakin santer digaungkan menyongsong Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan segera digelar beberapa bulan lagi. Pemilu yang akan dilaksanakan secara serentak ini sangat menentukan nasib dan masa depan bangsa Indonesia. Setiap anggota legislatif maupun presiden dan wakil presiden yang terpilih melalui pemilu, harus mampu mengemban amanah besar serta menepati janji-janji dan visi misi yang disampaikannya pada masa kampanye. Tak hanya itu saja, kebijakan yang hendak ditetapkan dan diimplementasikan juga harus dapat dipertanggungjawabkan serta bertujuan semata-mata untuk mensejahterakan rakyat. Keberadaan pemilu salah satunya didasari atas adanya konsep kedaulatan rakyat yang memberi hak bagi warga negara Indonesia untuk terlibat dalam proses demokrasi. Contohnya dengan terlibat menentukan wakil rakyat
10
PMKT Bulletin
maupun pemimpin di negeri ini. Oleh sebab itu, setiap warga negara yang berusia di atas 17 tahun ataupun yang sudah menikah memiliki hak suara untuk memilih anggota legislatif maupun presiden dan wakil presiden melalui pemilu. Namun tak dapat dipungkiri, terkadang kelemahan yang dimiliki oleh kandidat-kan-
didat wakil rakyat maupun pemimpin membuat kita sebagai warga negara enggan untuk berpartisipasi dan menggunakan hak suara kita. Ditambah lagi kondisi proses demokrasi yang kurang dewasa kerap kali menimbulkan ketegangan antar kubu pendukung yang satu dengan yang lain. Lalu apakah tidak menggu-
“... Jangan biarkan orang lain mengambil keputusan mengenai nasibmu, tanpa kamu terlibat di dalamnya...� (nasihat Mgr. A. Soegijapranata SJ kepada tokoh Katolik Bapak I.J. Kasimo)
nakan hak suara yang kita miliki adalah solusinya? Tentu saja tidak. Hal itu justru sangat merugikan karena hak suara yang tidak digunakan tersebut berpotensi untuk disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu dalam proses demokrasi yang masih belum sempurna ini, menggunakan hak suara yang kita miliki menjadi suatu cara untuk mendewasakan kehidupan berdemokrasi kita. Prof. Dr. Franz Magnis Suseno, SJ, seorang budayawan, rohaniwan, dan pemikir, pernah berkata bahwa pemilu bukan untuk memilih yang terbaik, tetapi untuk mencegah yang terburuk berkuasa. Oleh sebab itu, menggunakan hak suara yang kita miliki sangatlah penting karena menjadi kesempatan untuk
turut andil dalam menentukan masa depan bangsa ini. Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa tidak ada kandidat yang sempurna dan setiap kandidat memiliki kekurangannya masing-masing, tetapi pasti ada yang terbaik di antaranya. Alkitab sendiri memberi perintah kepada orang percaya untuk mematuhi otoritas yang sah, selama otoritas yang memerintah tersebut tidak bertentangan dengan perintah Allah (Kis 5:27-29; Rm 13:1-7). Selain itu kita juga diperintahkan untuk berdoa bagi para pemimpin yang saat ini memerintah maupun pemimpin yang akan terpilih nantinya (1 Tim 2:1-4) karena doa-doa yang dipanjatkan juga menentukan kesejahteraan bangsa dan negara ini.
PMKT Bulletin
11
“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.� Efesus 5:15-16
12
PMKT Bulletin
Pesta Demokrasi 2019:
Sharing Alumni
Sebuah Momen yang Menentukan Masa Depan Indonesia
T
ahun 2019 akan menjadi sejarah baru bagi politik Indonesia. Bagaimana tidak tahun ini merupakan pertama kalinya Pemilihan Umum (Pemilu) dilaksanakan secara serentak di seluruh tanah air. Berbagai elemen masyarakat pun turut terlibat aktif dalam menyambut pesta demokrasi ini. Mereka memanfaatkan berbagai platform untuk menyuarakan pendapat serta pandangan mereka mengenai kandidat yang bersaing maupun mengenai proses demokrasi yang sedang berlangsung. Tak hanya itu saja, pesta demokrasi kali ini juga diramaikan dengan banyaknya pemilih pemula yang merupakan bagian dari generasi milenial, yaitu mereka yang lahir di tahun 1980-an hingga awal tahun 2000-an. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para kandidat calon presiden dan wakil presiden serta calon anggota legislatif. Para kandidat pun menjadi lebih fokus menentukan strategi demi bisa memenangkan suara dari generasi milenial. Lalu bagi kita sendiri, bagaimanakah kita sebagai bagian dari generasi ini menyikapi proses pesta demokrasi yang sedang berlangsung? Salah satu alumni Teknik Kimia UGM tahun 1999, yaitu Kak Titus C. Ristomo, bersedia membagikan pandangannya mengenai hal ini. Menurut Kak Titus, seperti layaknya ‘Pesta’ sudah seharusnya pesta demokrasi disambut dengan penuh sukacita, apalagi momen ini hanya berlangsung setiap 5 tahun sekali. Keberadaan pesta demokrasi bisa menjadi kesempatan bagi kita untuk menyaksikan adu ide, gagasan, maupun pemikiran yang dikemas secara kreatif oleh setiap kandidat yang bersaing demi menjadikan bangsa Indonesia menjadi semakin baik di tengah persaingan global yang semakin sengit. Menentukan sosok pemimpin bangsa pun menjadi hal yang sangat krusial karena di pundaknyalah setiap
Titus C. Ristomo Teknik Kimia 1999 Pernah menjabat sebagai Kompuskom, KomTek, dan KPPA di PMKT UGM PMKT Bulletin
13
rakyat menitipkan harapan agar bangsa Indonesia bisa semakin maju dan mampu bersaing di kancah global. Namun di balik pesta demokrasi yang akan berlangsung sebentar lagi, kita juga harus waspada akan munculnya berbagai permasalahan yang berpotensi memecah belah bangsa. Seperti masalah hoax yang kian gencar beredar di tengah-tengah masyarakat. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa pada zaman sekarang, kemajuan teknologi yang berkembang pesat ditambah penggunaan media sosial yang semakin intensif membuat penyebaran berita, termasuk berita yang tidak benar (hoax) menjadi sangat mudah dilakukan. Oleh sebab itu, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana memerangi hoax yang beredar luas terutama melalui media sosial. Hal ini didasari karena terkadang hoax tersebut ditelan mentah-mentah tanpa disaring terlebih dulu. Bahkan langsung di-share tanpa memastikan kebenarannya sehingga berita yang tidak benar tersebut justru semakin beredar luas. Padahal hoax yang beredar sangat berpotensi meresahkan masyarakat, apalagi jika sudah menyinggung isu SARA dengan dibumbui bermacam-macam hal. Pada saat-saat seperti inilah ungkapan “Jarimu Adalah Harimaumu� menjadi sangat relevan karena ketidakhati-hatian dalam menyampaikan ataupun merespon informasi di media sosial dapat menjadi batu sandungan bagi diri kita sendiri. Maka dari itu, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita secara pribadi untuk selalu melakukan check and
14
PMKT Bulletin
recheck sebelum meneruskan informasi yang kita terima. Kita bisa juga menyampaikan counter agar dapat meluruskan informasi yang salah. Sosok pemimpin pun juga memiliki peran untuk turut andil dalam memerangi hoax, yaitu dengan memberikan akses pendidikan yang luas kepada masyarakat. Hal ini berdasarkan salah satu literatur yang pernah dibaca oleh Kak Titus. Literatur tersebut menyatakan bahwa hoax tumbuh akibat minat baca dan tingkat literasi yang rendah di masyarakat. Sehingga baik pemerintah maupun pemimpin seharusnya bisa memberikan akses pendidikan terutama untuk daerah-daerah yang masih sulit terjangkau dan dalam hal ini peran pembangunan infrastruktur sangat penting untuk membantu membuka akses tersebut. Oleh sebab itu, momen pesta demokrasi ini sebaiknya dimanfaatkan untuk memilih sosok pemimpin yang tepat dengan lebih selektif, tidak hanya asal pilih. Menelusuri rekam jejak (track record) setiap kandidat pun sangat penting karena melalui rekam jejak kita dapat melihat bagaimana setiap kandidat pernah bekerja menghasilkan karya yang dinikmati dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain itu kita juga bisa mengetahui berbagai pengalaman yang pernah dialaminya sebagai pemimpin di tingkat tertentu yang juga dapat menjadi modal untuk mengemban amanat besar sebagai pemimpin bangsa.
Mahasiswa Berprestasi UGM
Yohanes Susanto
Boleh minta perkenalan sedikit dan sejarah Mas sebelum masuk UGM? Mungkin hal-hal yang memotivasi Mas sampai masuk UGM, atau mungkin sedikit highlight kehidupan Mas sebelum kuliah? Dulu aku pilih UGM karena blog dosen Teknik Kimia UGM namanya Bu Wiratni. Beliau menulis tentang Teknik Kimia dan mengaitkan Teknik Kimia ke hal sehari-hari. Cuma dulu tidak dibolehin karena tidak ada kakak tingkat di Teknik Kimia UGM. Disuruh ke Bandung atau Jakarta. Tapi setelah 3 bulan nego ke mamaku akhirnya oke pas SNMPTN daftar. Sama mungkin yang cukup menampar pas UN sih. Aku udah merasa pede banget. Tapi digedor Tuhan dengan sakit perut hampir 1 jam. Bolak-balik ke WC 3 kali pas mapel Matematika. Sekitar 10 nomor gak diisi karena gak baca soal dan pasrah. Abis itu jadi sok rendah hati dan banyak doa lagi. Jelek sih tabiatnya. But I did that. Syukur sih walaupun congkak di awal, masih dikasih bagus. Pilih PTN cuma Teknkik Kimia UGM, Mas? Keterima di UGM lewat jalur SNM, SBM, atau UTUL? Yohanes Susanto Aku cuma pilih 1 karena waktu itu kalau diterima di pilihan ke 2, gak diambil. Daripada adik-adik kelasku diblacklist, akhirnya 1. Tapi di SBM, 2 prodi udah dibolehin mamaku sebagai hasil nego. Syukurlah di SNM. Dulu sempat panik habis UN karena takut dikira pakai kunci karena nilai matematikaku kayaknya beda jauh sama mapel lain gara-gara sakit perut. Tapi, syukur sih keterima. Soalnya SNM zamanku gak pake nilai UN, gara-gara banyak bocoran.
PMKT Bulletin
15
Terus pas mulai kuliah langsung mengikuti Bu Wiratani atau masih penyesuaian atau gimana, Mas? Waktu awal kuliah sih aku cari teman-teman SKK sih secara gak perlu usaha banyak buat menyatu. Tapi akhirnya sampai sekarang ya teman dekatku kebanyakan anak-anak SKK Teknik Kimia sih. Bukan membeda-bedakan teman, tapi telanjur enak buat jalan dan belajar. Aku mulaiin sama Bu Wiratani di semester 2 akhir. Habis merasa modal akademik cukup sama ngerti ibunya ngapain aja di Teknik Kimia, aku daftar grup riset beliau. Selebihnya semester 1 aku coba daftar Sosmas BEM sama aktif di sana. Sama KTB yang intens dulu sama Bang Yoga semester 1 sih. BEM-nya masih jalan, Mas? Apakah sampai selesai masa jabatan? Aktif terakhir sampai jabatannya Mas Iqbal habis. Terakhir menjabat di BEM sebagai apa Mas? Aku dulu kepala departemen pengabdian masyarakat terakhir. Selama kuliah Mas kan banyak prestasi nasional dan internasional nih, kalau boleh tau apa aja ya Mas? Kemarinn timku berlima dapet award bareng 3 tim lain di Greenpreneurs yg diadin GGGI. Tim yang sama juga dapet juara 1 di CPDC UI. Sama tahun lalu penelitianku sama Natali dapet gold award di Malaysia. Yang terakhir, mau tanya motivasi Mas mengikuti lomba-lomba tersebut, pasti susah manajemen waktunya dan komitmennya, mungkin kesusahan Mas juga saat mengikuti lomba? Sebenarnya motivasiku bukan lomba sih. Kalau pun ada kepanitiaan atau organisasi yang aku rasa valuenya baik dan bisa jadi tempat bawa manfaat buat aku sendiri atau orang lain, aku join sih. Ya dengan pertimbangan waktu sama tenaga juga. Motivasiku join macem-macem sebenernya lebih nyalurin tenaga sama waktu ke hal yg setidaknya gak negatif sih. Kalau susahnya ya bagi tenaga sih. Kadang tepar, sama kadang acara-acara Sosmas juga sempat bikin aku gak ke gereja karena acaranya Minggu pagi sampe siang, sorenya aku ketiduran. Bukan salah Sosmasnya sih. Salah akunya aja. Mungkin ada saran atau kesan pesan buat teman-teman PMKT? Pesanku mungkin stay buat nempel sama Tuhan sama jujur aja.
16
PMKT Bulletin
SAPA
KTB
S
ebagian besar dari kita mungkin pernah mendengar tentang KTB atau bahkan sudah memiliki KTB sendiri. Kelompok Tumbuh Bersama/KTB ini merupakan bentuk pembinaan kelompok kecil di PMKT, dimana setiap anggotanya berkomitmen bersama untuk bertumbuh dalam persekutuan dan pengetahuan akan firman Tuhan. Melalui KTB banyak hal yang bisa kita peroleh, terutama hal-hal yang bersifat rohani dan membangun iman. Oleh sebab itu, Profil KTB kali ini akan membahas bagaimana beberapa teman kita yang tergabung dalam suatu KTB dapat semakin bertumbuh dalam persekutuan dan pengetahuan akan firman Tuhan. KTB ini terdiri dari 3 anggota, yaitu Trusti dan Lifi (Teknik Industri 2017) sebagai adik KTB, serta Kak Ester (Teknik Industri 2015) sebagai kakak KTB-nya. Biasanya jika ada waktu luang, mereka menggunakan waktu tersebut untuk berkumpul bersama di salah satu kos dari anggota KTB ini. Saat berkumpul selain mem-
bahas bahan dari buku dan firman Tuhan, mereka juga saling sharing maupun bercerita. Sehingga melalui sharing dan cerita-cerita tersebut, adik KTB bisa meminta saran ke kakak KTB tentang apapun yang menjadi pergumulannya. Menurut anggota KTB ini banyak hal yang diperoleh setelah mereka bergabung dalam KTB. Contohnya bisa mengenal orang lain dan mendapat keluarga yang seiman di lingkungan kampus. Jadi yang merantau tidak merasa kesepian. Adik maupun kakak KTB bisa menjadi sahabat yang saling men-support satu sama lain. Melalui KTB juga, setiap angotanya dapat menemukan komunitas seiman yang saling menguatkan dan mengarahkan untuk selalu berpegang pada perintah Kristus. Bahan-bahan materi yang dibahas dalam KTB pun sesuai dengan yang terjadi di kehidupan sehari-hari sehingga bisa diterapkan dan menjadi bahan perenungan dalam kehidupan
nyata. Hal inilah yang menjadikan baik kakak maupun adik KTB menjadi semakin bertumbuh bersama di dalam Kristus. Saat di luar KTB pun antar anggotanya saling mengingatkan, menguatkan, serta mendukung ketika ada yang sedang bergumul. Dukungan-dukungan yang diberikan juga pastinya berdasar pada pengenalan akan firman Tuhan. Jadi secara tidak langsung bisa mengenal Tuhan lebih lagi. Selain halhal yang rohani, kumpul KTB juga bisa sekadar jalan-jalan bersama, misalnya ke tempat makan, dsb yang tentunya membuat antar anggota menjadi semakin akrab dan sukacitanya semakin penuh.
PMKT Bulletin
17
Bincang-bincang bersama
Kakak Staff
K
ali ini kita diberi kesempatan untuk bertanya-tanya seputar PMKT kepada kak Ling. Kakak yang memiliki nama lengkap Magdalena Dwi Eling ini merupakan salah satu kakak staff PMKT yang memberikan waktunya untuk terlibat pelayanan siswa di PMKT UGM. Let’s check it out!
Shalom kak Ling! Bagaimana sih perjalanan hidup kakak sehingga bisa terlibat pelayanan di PMKT UGM? Sejak SMA kakak sudah diajak untuk ikut Persekutuan Siswa Kristen Yogyakarta (PSKY) oleh kakak sepupu. Kebetulan dulu kakak tinggal di rumah dia yang kebetulan dipakai menjadi basecamp pengurus PSKY. Melalui pelayanan di siswa tersebut kakak bisa mengenal Yesus dan bertumbuh melalui Kelompok Tumbuh Bersama (KTB). Waktu terus berlalu, ketika lulus SMA pun kakak masih melayani. Kali ini kakak menjadi pembimbing PSKY, bahkan pada tahun 1990 kakak dapat bonus dari Tuhan berupa jodoh disana. Tahun 1997 suami kakak yaitu alm. Yakobus Here diminta Yayasan Alumni untuk menjadi staff PMKT. Pada waktu itu yayasan baru saja membeli rumah sekretariat (sekarang namanya berganti menjadi griya PMKT). Jadi bisa dibayangkan dulu kak Yakobus punya ruangan sendiri, komputer sendiri, bahkan punya sekretaris. Jika mengenang kembali justru pada masa-masa tersebut sukacita melimpah karena pelayanan yang sesungguhnya adalah melayani pribadi, berelasi dengan mahasiswa, tertawa dan menangis bersama. Sampai pada tahun 2005 tanpa diduga Tuhan memanggil kak Yakobus. Sejak saat itu kakak menjadi staff sambil menyelesaikan S2. Pelayanan dari tahun 1997-2005 tersebut selalu kami kerjakan bersama-sama. Kakak sendiri pun selalu ikut di seluruh kegiatan pelayanan PMKT lho... Perbedaan apa saja yang kakak rasakan saat melayani di PMKT dulu dengan sekarang? Apakah ada hal-hal yang berubah atau masih ada yang masih sama? Bersyukur bisa terus menghidupi pelayanan generasi muda sejak tahun 90-an, mulai dari pelayanan siswa sampai pelayanan mahasiswa. Dulu pelayanan kepengurusan di PMKT UGM cukup lama karena bisa sampai 6 tahun ajaran, kemudian berkurang menjadi 5 dan sekarang menjadi 4. Kami (baca: para staff PMKT) sadar bahwa visi kami tidak pernah berubah. Menyiapkan generasi muda agar dapat menjadi pemimpin. Mahasiswa adalah calon pemimpin yang kelak di kemudian hari akan membawa dampak besar bagi sekitarnya. Jika mereka punya dasar dan tujuan yang sudah diperbaharui di dalam Tuhan serta hidup dalam kebenaran, kakak yakin mereka bisa bersaksi dan bermisi sesuai dengan profesi mereka masing-masing. Itulah inti dari panggilan pelayanan mahasiswa.
18
PMKT Bulletin
“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.� Roma 5:3-5
PMKT Bulletin
19
Sejarah dan Perkem Tahun 1979 • •
PMKT UGM berdiri Dimulai dengan persekutuan doa beberapa jurusan saja
Tahun 1980-1990 • • •
Semua jurusan sudah bergabung di PMKT Mulai kegiatan reguler yaitu persekutuan doa (PD) dan persekutuan umum (PU) Kegiatan tahunan berupa Camp Teknik
Tahun 1991-2000 • • • •
20
Mulai ada KTB (Kelompok Tumbuh Bersama) sekitar tahun 1991 Yayasan alumni PMKT UGM terbentuk Alumni membeli rumah satu lantai sebagai sekretariat PMKT Diangkatnya staff pertama PMKT UGM yaitu (alm.) Kak Yakobus
PMKT Bulletin
mbangan
Tahun 2001-2010
• Rumah sekretariat PMKT dibongkar sekitar tahun 2005 dan secara bertahap dibangun menjadi bangunan 3 lantai yang sekarang lebih dikenal dengan nama Griya PMKT • Diangkatnya staff kedua yaitu (alm.) Bang Mian Sidjabar • Sekitar tahun 2007, Kak Ling dan Mbak Niken diangkat menjadi staff PMKT • Pada tahun 2008, diangkat staff baru lagi yaitu Kak Antok • Pembinaan pra alumni mulai ada pada tahun 2009 • PD sempat ditiadakan dan digabung dengan PU dengan nama baru yaitu Estuf (Engineering Student Fellowship) dan diadakan di Griya PMKT atupun di kampus
Tahun 2010-Sekarang •
• PD diadakan kembali Kegiatan PMKT semakin bertambah banyak seperti kegiatan tahunan yaitu RUT (Retreat Umum Teknik), perayaan paskah, perayaan natal, PMBK (Penerimaan Mahasiswa Baru Kristen), dan IATA (Ibadah Awal Tahun Ajaran)
PMKT Bulletin
21
P
KSB
ROFIL KOMISI
KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara) ialah bagian dari pelayanan PMKT yang bertugas untuk mengkoordinir setiap kegiatan pelayanan di PMKT. Mulai dari setiap kegiatan persekutuan internal maupun eksternal PMKT. KSB secara umum mengatur hubungan dengan lembaga lain, mengarsipkan setiap surat yang masuk, serta mengelola keuangan persekutuan. KSB juga melakukan pendampingan kepada komisi-komisi yang ada di PMKT.
Komhat
Komisi pemehati (komhat) adalah komisi bertugas memperhatikan anggota persekutuan dan pengurus PMKT serta memfasilitasi bimbingan khusus bagi mereka yang membutuhkan, contohnya dalam proker kami yaitu kita melakukan kunjungan terhadap mahasiswa baru maupun mahasiswa lama. Kunjungan biasanya dilakukan tiap minggu, meliputi kunjungan secara pribadi, kunjungan orang sakit, atau bagi mereka yang membutuhkan. Selain itu komhat juga mengadakan hiburan seperti fellowship pada ibadah (Estuf) supaya tiap anggota persekutuan dapat lebih akrab satu sama lainnya. Komhat juga melakukan pendataan mahasiswa dan memperbaharui data mahasiswa PMKT.
Komna
Komisi yang bertujuan untuk mencari pundi-pundi dana untuk mendukung berbagai kegiatan di PMKT.
KPPA
KPPA atau biasa disebut Komisi Tua-tua PMKT (karena terdiri dari mahasiswa tahun ke-4 atau terakhir) punya kepanjangan Komisi Penelitian, Pengembangan dan Alumni. Komisi ini bertanggung jawab secara organisasi mengarahkan PMKT sesuai visi dan misi yang sudah ditetapkan oleh para pendahulu PMKT lewat pendampingan ke komisi-komisi yang ada, mengevaluasi dan menganalisa gerak organisasi dan jika dipandang perlu melakukan perubahan baik secara struktur maupun program agar pelayanan bisa dilaksanakan dengan baik dan tepat sasaran sesuai perkembangan zaman lewat kegiatan penelitian dan pengembangan. Dan yang tidak kalah pentingnya, KPPA juga terus menjalin komunikasi dengan alumni baik secara organisasi dengan YAKT GAMA (Yayasan Alumni Kristiani Teknik Gadjah Mada) lewat kerjasama dengan KPPM (Komisi Pendamping Pelayanan Mahasiswa) maupun secara personal dengan masing-masing alumni lewat kegiatan RTG (Ready To Go) atau Seminar Kerja.
Kommis
Komisi misi (kommis), salah satu komisi pelayanan di PMKT yang berfokus untuk melakukan dan menginisiasi pelayanan misi bagi mahasiswa teknik khususnya mahasiswa Kristen. Komisi ini lebih melakukan pelayanan keluar untuk mengabarkan injil dan sebagai kesaksian yang nyata dimasyarakat. Hal ini dituangkan dalam kegiatan komisi PMKT yang berupa: 1. PMKT Mengajar,yaitu mengajar mata pelajaran sekolah untuk adik-adik kita di panti asuhan. Siapa saja boleh ikut lo, kamu mau? Gak harus pinter kok, asal ada kerinduan untuk pelayanan. Kuy join! 2. Berbagi Kasih, kita bakal ada berbagi kasih nihh kepada saudara-saudara kita yang kurang beruntung di sekitar kita dengan berbagi makan malam untuk mereka.. kalian tergerak atau ada kerinduan ikutan? Ayo lah kita gaskan bulan Maret ini bareng PMKT lain.
22
PMKT Bulletin
Komsar
Komisi Sarana dan Prasarana, yang disingkat komsar, adalah komisi muda yang mengelola dan merawat sarana dan prasarana milik PMKT. Secara garis besar lingkup kerja komsar berada pada aset yang dimiliki oleh PMKT, seperti: alat musik dan peralatan pendukung ibadah lainnya, ruangan lantai 3, dan perpustakaan. Program kerja komsar antara lain adalah menyiapkan saran prasarana untuk persekutuan di PMKT, yang terdiri dari persekutuan doa dan Estuf setiap minggunya, melakukan pengecekan terhadap aset dalam rangka merawat, memperbaiki ataupun menggantinya, serta mengelola dan mengembangkan perpustakaan PMKT.
Kommat
Komisi yang bertanggung jawab terhadap pemilihan tema-tema yang bakal disampaikan sewaktu ibadah rutin (Estuf) maupun tahunan (Retreat, Natal, Paskah, dsb). Tema yang dipilih lalu dipercayakan kepada pembicara yang berkompeten dan terpercaya untuk dikhotbahkan. Bisa diibaratkan, kommat memilih "menu makanan" yang akan dihidangkan kepada peserta. Maka dari itu, kondisi persekutuan harus dimengerti sebaik mungkin agar "menu" yang dipilih benar-benar cocok dan sesuai dengan tujuan persekutuan itu sendiri.
KomKTB
Komisi Kelompok Tumbuh Bersama (KomKTB) merupakan salah satu komisi yang bergerak dalam bidang pembinaan dengan tujuan pembinaan yang mengarah pada pertumbuhan iman, karakter, dan pengetahuan menuju kedewasaan Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mencapai tujuan KomKTB tersebut, maka dirancang program kerja yaitu memfasilitasi pembentukan KTB baru bagi mahasiswa baru dengan dilakukan kelas pra-KTB untuk melihat siapa saja anggota persekutuan yang benar-benar berkomitmen untuk mengikuti KTB; merekonstruksi KTB lama (pergantian PKTB atau pergantian AKTB); melakukan pengontrolan setiap KTB agar diketahui perkembangan setiap KTB maupun masalah yang terdapat di KTB (baik PKTB maupun AKTB) tersebut untuk dibantu mencarikan solusi; mencari PKTB baru dan melakukan training agar siap dan berkomitmen menjadi PKTB; mengadakan pertemuan PKTB dan CPKTB untuk saling sharing dari PKTB ke CPKTB agar CPKTB mengerti seluk-beluk KTB dan semakin siap untuk menjadi PKTB; mengadakan KTB’s Day agar semua KTB yang terbentuk berkumpul dan saling sharing antar KTB serta merenungkan perjalan KTB masing-masing. Itu merupakan semua program KomKTB secara garis besar.
KPKB
Jadi KPKB (Komisi Persekutuan Kelompok Besar) itu tugasnya menyelenggarakan ibadah Estuf setiap hari jumat. ibadahnya bisa jam 11 siang di Fakultas Teknik atau di Griya PMKT jam 5 sore. KPKB itu yang bertanggung jawab memilih pelayan ibadah minggu itu dan nemenin latihannya.
KomKPD
Komisi Persekutuan Doa (KPD) adalah komisi yang bertugas menyusun dan melaksanakan kegiatan Persekutuan Doa (PD) yang diadakan setiap hari Selasa. Tugas KPD yaitu menyusun acara, serta menghubungi pengisi acara (worship leader, pemusik, petugas doa) dan atau pembicara. Beberapa program kerja KPD yang udah terlaksana diantaranya; mengumpulkan dan mempublikasikan pokok doa anggota persekutuan, mengadakan acara kreasi seperti games, CCA, movie watching, PA, dll., dan mengadakan sesi doa dengan berbagai variasi metode seperti doa 5 jari, doa lebah, juga doa kelompok dengan berbagai tema spesifik.
Komkom
Komisi Komunikasi, secara garis besar mengelola media komunikasi (OA Line, Instagram, Facebook, Web) setiap event rutin dan perayaan, juga event yang PMKT ikuti (dari luar). Bertugas menyampaikan pengumuman Estuf, merekam (Live IG) dan merangkum khutbah. Dan memiliki proker klimaks yang anda baca saat ini. PMKT Bulletin
23
Ibadah Perayaan Paskah
Paskah dirayakan untuk memperingati kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian. Bertempat di Griya PMKT, perayaan paskah yang diadakan pada April 2018 lalu mengangkat tema “Bangkit dan Bergeraklah�. Supaya kita yang sudah ditebus bisa punya semangat yang baru (bangkit) dan melakukan sesuatu di lingkungan kita sehingga ada dampak yang kita tinggalkan (bergeraklah). Dengan pembicara bapak Obaja Sigit, ibadah berlangsung dengan baik dan lancar. Kegiatan dilanjutkan dengan sharing oleh mas Obed Kresna, Presiden Mahasiswa UGM 2018. Mas Obed bercerita seputar pengalaman dan pergumulan yang ia hadapi saat mencalonkan diri maupun setelah menjadi presma. Di akhir perayaan terdapat games yang meriah dan membuat peserta ibadah menjadi ceria.
Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB)
PMB adalah salah satu program kerja Badan Semi Otonom Kerohanian Kristen (BSO-KK) Fakultas Teknik UGM yang diadakan bertepatan dengan kegiatan pengenalan kampus yaitu PPSMB UGM, dalam hal ini tingkat fakultas yang bernama PPSMB Kesatria. PMB merupakan salah satu dari tiga program kerja BSOKK (PMB, Paskah, Natal). Biasanya PMB dilaksanakan pada waktu istirahat siang (ISHOMA bagi yang muslim), sehingga terdapat dua periode yaitu siang dan sore hari. Saat PMB berlangsung, mahasiswa baru kristen fakultas teknik disambut oleh kakak-kakak mahasiswa dari BSO-KK, lalu dilanjutkan oleh kegiatan yang menyenangkan seperti ibadah, sharing, games, dan masih banyak lagi.
Ibadah Awal Tahun Ajaran (IATA)
Merupakan rangkaian acara dari Retreat Umum Teknik. Biasanya diadakan seminggu sebelum RUT. Bertempat di DTAP ruang K1, ibadah ini direkomendasikan untuk mahasiswa yang rindu mengenal Kristus dari awal lagi dan memperbarui komitmen di dalam Kristus. Sebagai bentuk dari keseriusan akan pembaharuan komitmen, terdapat sesi khusus bagi mahasiswa yang ingin dibina dalam Kelompok Tumbuh Bersama (KTB).
24
PMKT Bulletin
EVENT di PMKT
Retret Umum Teknik (RUT)
Kata “retret” jika diterjemahkan langsung dari Bahasa Inggris retreat memiliki arti mundur atau menarik diri. Dalam konteks ini berarti mundur dari segala rutinitas dan keseharian sebagai seorang mahasiswa. Menarik diri ke suatu tempat yang jauh dari keramaian. Dengan begitu kita dapat membangun kembali hubungan dan komunikasi dengan Tuhan secara lebih intim tanpa ada distraksi atau gangguan. Cara-cara untuk mencapainya adalah dengan mendengarkan kebenaran Firman Tuhan, melakukan perenungan dan doa secara pribadi, saling terbuka dalam komunitas, dan berlatih mendisiplinkan diri dengan melakukan saat teduh setiap pagi. Semua hal tersebut dapat dipelajari melalui tiap sesi RUT. Bertempat di Wisma Salam Magelang pada September 2018 silam, retret yang berlangsung selama tiga hari dua malam ini memiliki tema “God’s Army”. Bahwa dalam kenyataannya orang Kristen zaman sekarang cenderung mengikuti arus dunia, yang mana sering bertentangan dengan apa yang Firman Tuhan ajarkan. Tentunya konteks dari tiap sesi akan disesuaikan dengan kehidupan keseharian mahasiswa. Namun untuk mahasiswa baru, temanya akan lebih diarahkan kepada sesi khusus di mana mahasiswa akan dibina mengenai dasar-dasar Kekristenan seperti konsep keselamatan, kasih karunia, dan sebagainya.
Ibadah Perayaan Natal
Untuk memperingati hari kelahiran Tuhan Yesus sang Juruselamat, setiap tahunnya PMKT mengadakan ibadah perayaan natal sebagai bentuk ungkapan syukur. Natal yang diadakan pada Desember 2018 lalu mengangkat tema “Light Up Your Hope”, bahwa di tengah ketidakpastian dan pergumulan hidup, di tengah kejahatan dunia, kita masih punya pengharapan yaitu Yesus Kristus. Bertempat di KPFT ruang 2.1, acara dimulai dengan ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Hadyan Tan Wikara dari GKI Gejayan lalu disusul oleh acara fellowship.
PMKT Bulletin
25
Pojok Sastra
Bittersweet
D
karya T.B.T
itengah hujan yang deras, Triton melihat dari motornya seorang kucing yang berhenti di tengah jalan, tampaknya kucing itu sulit menyeberang dengan susahnya melihat dengan curah hujan yang tinggi dan banyak kendaraan berkecepatan tinggi. Ia memberanikan dirinya, menepikan motornya, dan berlari sambil memperhatikan jalan raya itu. “Stooopp!!” sambil menaikkan tangan kirinya ke udara, membuat pengemudi motor yang tidak mengenakan mantel itu hampir tergelincir, untungnya mobil yang dibelakangnya juga sempat mengerem tepat waktu. “Woi, kalo nyebrang liat-liat dong!” teriak si pengendara motor sambil melewati sebelah Triton. Setelah membantu kucing menyeberang, seseorang wanita berkulit putih, dengan kacamata bagian atas menyerupai kotak dan bagian bawah menyerupai oval yang berembun, menggunakan jas hujan semi-karet merah maron, menyibakkan rambutnya yang hitam bergelombang yang berkilau – karena basah, tersenyum dengan elegan, mendekat kepada Triton dan mulai membuka bibirnya “Terimakasih banyak mas! Aduh Putriii kamu ngapain siiih!”. Dengan tangan kiri ia menggendong Putri, kucing Persia berbulu putih – cokelat, ia mengulurkan tangan kanan untuk menyalami tangan sang penyelamat Putri. Triton dengan nafas yang masih terengah-engah, masih mencoba untuk menyadarkan diri antara kegilaan apa yang baru saja ia lakukan dengan kagumnya ia akan wanita yang berdiri didepannya ditambah kucing yang berbulu bersih dan rapih. “Oh, iyaa, sama-sama mbak, untung masih sempet tadi, eheheh…” sambil menyambut tangan dingin wanita itu. “Mas mau ngopi dulu? Kosku enggak jauh kok, sambil ngeringin badan mas basah banget tuh” ajak wanita itu sambil mengelus kepala kucingnya. Sudah dingin karena hujan, adrenalin masih tinggi karena tindakannya sebelumnya, ditambah ajakan wanita yang jarang ia temui pula, ia pun terhenti selama lima detik, itulah saat batinnya beradu. Sepuluh menit lagi kelas per-
26
PMKT Bulletin
dana semester enamnya akan dimulai “Ah gapapa lah, palingan dosennya telat, udah hujan lagi, mungkin aja bapaknya gak masuk, kalau masuk masih bisa bolos, kalau butuh nitip juga bisa, santai aja” ujar bagian hatinya yang gelap. “Ya enggak lah! Masa kamu mau bolos karena gini doang! Apalagi TA! Mana semangat resolusi tahun baru yang kita buat tanggal 1 Januari di rooftop gedung itu? Gimana bisa IP kamu naik kalau di awal semester kayak gini? Kalau ini ujian dari Tuhan, bagaimana kamu akan mempertanggungjawabkannya?” Bantah hati kecilnya. Dengan berat hati, Triton berusaha tersenyum dan menjawab ajakan itu “Terimakasih mbak udah nawarin aku, tapi maaf aku ada kelas siang ini…”. “Eh gapapa mas hehe… makasih yaa sekali lagi, Putri ayo bilang dadaaah” balasnya sambil menggerakan tangan kucingnya seakan melambai-lambai, sekejap wanita itu menyadari motor Triton ada di seberang jalan, dan ia melihat stiker salah satu jurusan di Fakultas Teknik, ia pun tersenyum. “Udah nih gini doang? Kamu gak mau kenalan sama dia?” sepertinya kali ini kedua bagian hatinya sepakat menanyakan hal yang sama, yang tadinya sudah berbalik badan menuju motornya, Triton berbalik lagi, memberanikan dirinya untuk bertanya “Boleh tau nama mbak siapa?”. “Aku Stella” jawab wanita itu tanpa menyangka laki-laki itu akan bertanya, “Kalau mas sendiri?”. “Aku Triton” balas Triton, setelah memperhatikan lagi, ternyata wanita itu menggunakan gantungan kunci UGM, sama persis dengan miliknya, yang ia dapatkan dari PPSMB lima semester yang lalu. Triton tersenyum dan berkata “Aku harap kita bertemu lagi”. Stella menjawabnya sambil tersenyum juga “Aku juga, suatu saat nanti”. Perpisahan pun terjadi, sambil menggendong kucing kesayangannya Stella berjalan berlawanan arah dengan Triton yang menyeberang jalan menuju motornya, dengan harapan yang sama. Dengan hati yang berwarna-warni, Triton menepok kedua pipinya “Fokus!” lalu membuka
pintu ruang kelas. Seusai kelas Termodinamika, Marshal menepuk bahunya “Oi, udah nentuin mau KKN dimana belum?”. “Belum, mar, kamu udah?” Jawab Triton. “Belum lah, tapi Tessa udah ngajakin di Bali sih, katanya temennya yang jadi pengusul” Balasnya. “Halah, bucin mulu… di Bali lagi… jaga diri cuk” Sahut Trevor. “Lah masa aku ninggalin cewekku, ntar kalo diambil orang?” kata Marshall. “Iya dah, tau dah, yang udah punya, udah apa gausah dibahas” ujar Triton. “Makanya cari dong ton, masa anak Teknik yang katanya udah terjamin gitu, kamu buang sia-sia?” kata Trevor sambil menahan tawa, seakan ada sesuatu yang ia tidak kalah kepada Triton. “Minggu ini pendaftaran terakhir KKN loh, jangan lupa diurus administrasinya juga yak” kata Marshal mengingatkan teman-temannya. “Wooke, duluan ya gaes!” sambil menyalakan motornya. Triton membalas mereka dengan lambaian tangan, dalam perjalanan pulang Triton, ia masih memikirkan siapakah wanita yang ia temui sebelum kelas. “Oke gaes, aku harus bilang maaf banget tapi rencana Estuf kita Jumat ini ada perubahan, jadi kita bakal ada sedikit acara kebersamaan berhubung tanggal 14 Februari, semua udah tau lah ya itu hari apa, sama PMK dari Fakultas Kedokteran” Kata Arthur pada saatnya untuk melaporkan progress pada rapat perdana PMKT semester itu. Audiens pun mulai berbisik-bisik, “Ssstt… Terus, acara kebersamaanya apa aja? Ada tuker Kado?” sela Kak Fiona, pemegang jabatan paling tinggi pada rapat itu. “Jangan bilang tuker cokelat” tebak Triton. Arthur langsung menjawab “Yak benar sekali, seperti kata teman kita yang satu ini… aku sama perwakilan dari FK kemarin udah ngobrol, jadi nanti bakal ada games, kan kita punya absen, yang semua orang ketik di laptop sebelum masuk ruangan lantai 3, di games yang terakhir, 2 orang secara acak bakal disuruh kedepan, terus kenalan, terus….”. “Eh, udah kali thur, gausah dikasih tau semuanya, biar pada kepo, hehe” Sela Devina. Rapat itu pun berakhir karena jam malam juga situasi yang tidak kondusif. “Udahlah gausah berharap banyak, capek” Ujar Triton dalam perjalanan pulang. Jumat siang adalah praktikum pertama Triton di semester itu, ia tidak menyadari praktikum itu sudah memakan waktu hampir tiga jam. Tepat jam empat sore ketika ia selesai praktikum, hujan lebat mengguyur seisi Pogung
sampai Malioboro “Sial, belum makan, belum mandi, bentar lagi jam lima, hujan lagi” kata Triton dalam hatinya. Ia menerobos hujan, tentu saja menggunakan jas hujannya, makan, lalu mandi secepat tapi serapih mungkin, ketika ia memberanikan dirinya untuk bertemu anak FK di depan kaca, terlintas harapan di benaknya, apakah mungkin wanita yang ia temui waktu itu adalah anak FK dan Kristen? “Tuhan, jika memang iya, aku akan memberanikan diri, tapi kehendak-Mu lah yang terjadi”. Dengan seluruh persiapannya, ia tidak menyadari waktu ia berangkat dari kosnya sudah pukul 16.55. Dalam perjalannya sampai salah satu gang dekat Griya PMKT, ia menyadari sesuatu “Astaga! Lupa beli cokelat! Di Indomaret situ aja, yah terlambat deh, cepetan cepetan”. Setelah membeli cokelat di Indomaret Pandega Martha, ia menyadari sosok perempuan dengan jas hujan merah sedang berdiri di luar, ia memberanikan dirinya. “Stella?” lalu perempuan itu menoleh ke belakang sembari membuka hoodie jas hujannya “Ya?”. Puji Tuhan dugaanya benar, Triton pun menghampirinya “Kamu lagi ngapain disini?”. Balasnya “Aku habis beli barang, kalau kamu?” “Sama, aku juga tadi abis belanja dikit” jawab Triton. “Ooh, kebetulan ya ketemu lagi” sahut Stella, “Iya eheheh” dan perdebatan terjadi dalam diri pria itu. “Kayaknya dia mau pergi tuh, anterin lah, ujan gini, kalau aku bilang sih dia nunggu Gojek” kata suara hatinya, “Enggak lah! Estuf broo, udah telat berapa lama nih! Cepettt!” debat suara hatinya yang satu lagi. Nilai yang Triton junjung tinggi menyangkut Estuf pun pulai didebatkan didalam hatinya “Bacot, mungkin ini pertemuan kita terakhir kalinya, kali ini aku gak akan kalah” keputusan sudah dibuat. “Kamu mau pergi kemana? Aku anterin nih pakai motor” Stella pun melihat jam tangannya dan menutup aplikasi yang tadinya ia buka di smartphonenya, Gojek “Gapapa nih? Beneran? Aku enggak ngerepotin” sepertinya nadanya menunjukan ia antusias. “Gapapa kok, beneran, jadi… mau kemana?” Tanya Triton sambil merasa bersalah bahwa ia harus skip Estuf, dan ia menyalakan motornya. “Sepertinya suasana hati Stella berubah dari yang tadi menjadi seperti malu, mungkin?” tebak suara hati Triton ketika Stella duduk di jok belakangnya. “Umm… kamu tau Griya PMKT?” Seluruh jiwa dan raga Triton pun berguncang. #endfornow PMKT Bulletin
27
U
L A
S
C
hrist Is Enough merupakan salah satu lagu dari album “Glorious Ruins” milik Hillsong yang dirilis pada tahun 2013. Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa dibalik liriknya yang sangat menyentuh, lagu ini menyimpan kisah mengharukan yang menginspirasi pembuatannya. Kisah tersebut dibagikan oleh Reuben Morgan, seorang worship pastor dari Hillsong Church. Tepatnya sekitar dua ratus tahun yang lalu, terjadi revival (kebangkitan) yang menghasilkan pertobatan besar di negara Wales, Amerika Serikat. Banyak dari warga negara Wales akhirnya terpanggil untuk melakukan penginjilan dan menjadi misionaris. Dengan semangat yang berkobar mereka pun mulai melakukan penginjilan di berbagai belahan dunia. Mereka bahkan memberitakan injil di Assam, India, yang terkenal sebagai wilayah berbahaya karena maraknya praktik pemenggalan kepala. Usaha dan keberanian mereka pun tidak berakhir sia-sia. Meski dikecam oleh kepala sukunya,
28
PMKT Bulletin
penginjilan yang dilakukan oleh para misionaris tersebut berhasil membawa satu keluarga menjadi pengikut Kristus. Bahkan kepala keluarganya turut memberitakan injil dan membawa banyak orang di wilayah Assam bertobat menjadi pengikut Kristus. Namun hal ini tidak disukai oleh kepala suku dan ia menjadi sangat marah. Ia kemudian mengumpulkan seluruh warga dan di hadapan seluruh warga tersebut sang kepala suku memerintahkan keluarga itu untuk meninggalkan Kristus. Ia juga mengancam akan membunuh mereka jika mereka tidak
mengindahkan perintahnya. Tetapi ancaman itu tidak sedikit pun menggoyahkan iman mereka. Mereka tetap memilih untuk setia menjadi pengikut Kristus. Kepala keluarganya bahkan berkata: “Saya telah memutuskan untuk mengikut Yesus Tidak akan kembali, tidak akan kembali” (I have decided to follow Jesus, No turning back — no turning back) Mendengar perkataan itu, kepala suku menjadi semakin geram. Ia langsung memerin-
L A G
U
back, no turning back) Hingga akhirnya kalimat itu menjadi kalimat terakhir sebelum ia kemudian turut dibunuh.
tahkan para pemanah untuk membunuh kedua anak dari keluarga tersebut. Setelah itu ia pun kembali meminta si kepala keluarga dan istrinya untuk meninggalkan iman mereka. Namun mereka kembali bersikeras untuk tidak akan pernah meninggalkan iman mereka meskipun harus kehilangan nyawa. Kepala keluarganya kembali berkata:
Mendengarnya, kepala suku pun kehabisan akal. Ia memerintahkan agar istrinya harus dibunuh. Namun sekali lagi, si kepala keluarga tetap tidak mau meninggalkan Kristus dan ia justru berkata:
“Meskipun tidak ada yang bergabung dengan saya,
“Salib di depanku, dunia di belakangku
saya akan tetap mengikut Yesus
Tidak ada jalan kembali, tidak ada jalan kembali.�
Tidak akan kembali, tidak akan kembali�
(The cross before me, the world behind me, No turning
(Though no one joins me, still I will follow, No turning back, no turning back)
Namun dibalik kematian satu keluarga tersebut, keteguhan iman mereka membuat kepala suku terheran-heran. Bagaimana mungkin mereka tetap tidak meninggalkan Kristus meskipun mereka harus mati? Siapakah Kristus itu dan mengapa mereka begitu percaya pada-Nya? Ia pun akhirnya tidak memiliki pilihan lain selain menjadi pengikut Kristus. Kisah keteguhan iman keluarga inilah yang kemudian menginspirasi Reuben Morgan dan Jonas Myrin untuk menulis lagu Christ Is Enough. Lagu yang mengisahkan bagaimana hanya Tuhanlah yang kita perlukan dan betapa beruntungnya kita memiliki Kristus dalam hidup kita. Sehingga dalam keadaan apapun kita tetap harus mempertahankan iman kita pada-Nya.
PMKT Bulletin
29
#ulasfilm
Faith-based Movie:
I Can Only Imagine “A song that took a lifetime to write”
I
Can Only Imagine merupakan film inspirasional yang diangkat dari kisah nyata Bart Millard, seorang penulis lagu sekaligus vokalis band MercyMe. Pada masa kecilnya Bart kerap kali menghadapi kekerasan yang dilakukan oleh ayahnya sendiri. Sementara itu, ibu yang selalu melindunginya justru pergi meninggalkannya. Film ini menceritakan bagaimana pengampunan bisa mengubah kehidupan Bart. Ia bahkan menulis lagu kesaksian berjudul “I Can Only Imagine”, yang kemudian berhasil menjadi single rohani terlaris sepanjang masa. Diperankan oleh J. Michael Finley sebagai Bart Millard, Dennis Quaid, Madeline Carroll, serta Priscilla Shirer, film ini menduduki peringkat tinggi dalam box office Amerika dan berhasil meraih penghargaan “Inspirational Film of the Year” pada tahun 2018.
Produser: Kevin Downes, Daryl Lefever, Cindy Bond Director: Jon and Andrew Erwin Durasi: 110 menit
30
PMKT Bulletin
#DUDU
(Dari Untuk Dengan Ucapan) Dari : Silaban Untuk : Limbong Pesan : I love you
Dari : S.A. Untuk : G. Rityasmara Pesan : Halo, saya suka kalo kamu senyum,manis
Dari : Torang Untuk : Torang Pesan : Hai Torang!
Dari : Nuguu Untuk : RAN ft C Pesan : Sorry aku bukannya gak peduli kalo ada chat di grup, cuma aku lagi hectic dan emang gabisa dipaksa buat jawab... Yok dikebut kegiatan rohani kita plus sekuler kita wkwkwkwkwk... Jangan lupa HPDT sama kesehatan, jangan pernah lagi lupa :( aku selalu doain kalian dan si E wkwkwk berkat kalian aku bertumbuh, aku gak mau tumbuh sendirian, aku selalu marah karena kalian gak ikutin komitmen kita, inget itu komitmen yak... GBU
Dari : Pengagum bintang * Untuk : Kamu (yang baca ini) Pesan : Tolong jangan pernah menyerah untuk memberikan yang terbaik dari diri kita kapanpun dan dimanapun kita berada ya. Aku sayang kamu, tapi lebih dari itu Tuhanlah yang paling menyayangimu. Jaga senyum manismu! :)
Dari : Ruth S. Untuk : Carissa Pesan : Beb, kok cantik.
Dari : Danielo Untuk : Diri sendiri :( Pesan : Kapan punya pacar? Dari : Anonim Untuk : Sipil17 PMKT termuda Pesan : Semangat terus kuliah dan pelayanannya.tetap jadi berkat.yuk jalan bareng lagi.udah jarang lihat kamu
Dari : H Satriawan Untuk : Si dia Pesan : Maaf aku salah saat itu, suasana dan suara mengacaukan pikiranku , kiranya kamu melupakannya biar aku saja yang mengenangkannya
PMKT Bulletin
31
32
PMKT Bulletin