Skip to main content

PLANORESEARCH 2023

Page 1

PLANO

RESEARCH DIVISI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

2023 HMJ-T.PWK FST-UIN ALAUDDIN MAKASSAR


PLANORESEARCH 2023

DAFTAR ISI 01 Strategi Pengembangan

Infrastruktur Daerah Rawan Bencana Kota Baubau

02 Strategi Pengembangan

Infrastruktur Pertanian Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa

03 Analisis Indeks Desa Membangun

Kecamatan Polongbangkeng Selatan Dalam Mendukung Pengembangan Ekonomi Berkelanjutan


01

PLANORESEARCH

STRATEGI PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR DAERAH RAWAN BENCANA

KOTA BAUBAU

Penulis :

Yaumul Asifah Andi Sugiawarti Putri Nurul Istiqamah Ulil Albab, S.T., M.Sc. Aulia Aprilianti, S.PWK


PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang sarat akan

potensi bencana gempa bumi dan tsunami yang disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik. Ini merupakan dampak dari wilayah Indonesia yang terletak di pertemuan dua jalur pegunungan aktif terpanjang di dunia (Wardhana, 1998). Bagian Indonesia Barat dilalui oleh mediteran ring of fire sirkum pegunungan mediterania, yang memanjang dari laut mediteran di Eropa. Sedangkan di bagian Timur merupakan ujung dari Pacific ring of fire-sirkum api pasifik, yang berasal dari Pegunungan Rocky di Benua Amerika (Nungrat, 2001). Selain kedua sirkum tersebut di Indonesia juga terdapat tiga lempeng tektonik yang saling menyusun lempeng bumi Indonesia. Indonesia disusun oleh Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik (Cahyadi, 1976). Pertemuan lempeng tektonik tersebut menyebabkan terjadinya penunjaman serta patahan aktif di dasar lautan dan di daratan.

KOTA BAUBAU #PERINGKAT 18

INDEKS RISIKO BENCANA MULTI ANCCAMAN KABUPATEN/KOTA SE INDONESIA


KOTA BAUBAU

Jenis Bahaya Bencana Yang Mengancam Kota Baubau Jenis Ancaman Peringkat Gempa Bumi 370 Tsunami 122 Kebakaran Hutan 59 Tanah Longsor 98 Gelombang Ekstrim 25 Kekeringan 121 Cuaca Ekstrim 145

Kota

Baubau

merupakan salah satu kota yang terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara yang termasuk daerah rawan terhadap bencana terutama bencana tsunami dan gempa bumi. Kota Baubau masuk kategori daerah rawan bencana karena berada pada pertemuan lempeng tektonik dunia dan secara hidrometeorologi rentan karena berada di garis khatulistiwa. Berdasarkan data yang diperoleh dari Indeks Risiko Bencana Indonesia Tahun 2022, bahwa Kota Baubau masuk dalam kategori kelas risiko tinggi untuk indeks ancaman multi bencana. Kota Baubau berada pada peringkat 18 (delapan belas) dalam indeks risiko bencana multi ancaman

Skor 10,80 14,40 36,00 24,00 36,00 24,00 13,60

Kelas Risiko Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi

Kabupaten Kota se – Indonesia dengan total skor 194,80 kelas risiko tinggi. Sedangkan pada skala Provinsi Sulawesi Tenggara, Kota Baubau menduduki urutan teratas pada indeks risiko bencana per Kabupaten/Kota se – Provinsi Sulawesi Tenggara. Bencana membuat masyarakat panik dan sulit menentukan apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi, akibatnya banyak masyarakat yang kehilangan harta, tempat tinggal bahkan nyawa, untuk itu perlu ada kebijakan yang mengedepankan penanggulangan bencana sebagai isu pembangunan untuk melindungi masyarakat khususnya di Kota Baubau.


JENIS PENELITIAN Jenis penelitian yang dilakukan yaitu jenis penelitian Deskriptif Kualitatif.

METODE PENGUMPULAN DATA Observasi Lapangan, Telaah Dokumen, dan Dokumentasi

KOTA BAUBAU


METODE ANALISIS Metode analisis weighted overlay peta dengan pembobotan dan skor. Analisis ini menggunakan aplikasi

ArcGis

10.8

dengan

melakukan tumpang tindih

ter-

hadap 4 peta yaitu peta ketinggian, peta kemiringan lereng, peta jarak dari sungai dan peta jarak dari garis pantai untuk menghasilkan tingkat

ker-

entanan Tsunami berdasarkan parameter bobot dan skor. Untuk menjelaskan mengenai pengembangan infrastruktur maka digunakan metode

kualitatif

dengan mencari

informasi

terkait kebijakan dan pengembangan infrastruktur di kawasan rawan bencana

tsunami.


GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

Ruang lingkup wilayah penelitian ini meliputi kawasan pesisir di Kecamatan Batupoaro, Kecamatan Wolio dan Kecamatan Betoambari Kota Baubau. Kecamatan Batupoaro secara geografis terletak pada bagian selatan garis khatulistiwa serta terletak pada 50°27' - 50°28' Lintang Selatan dan 12°20''34' - 12°20''36' Bujur Timur, Kecamatan Wolio secara geografis terletak di bagian selatan garis khatulistiwa di antara 05°21' - 05°30' Lintang Selatan dan di antara 122°29' - 122°42' Bujur Timur dan Kecamatan Betoambari terletak pada bagian selatan garis katulistiwa dengan posisi koordinat 5°50’’ – 5°51’ Lintang Selatan dan 122°56 – 122°61’ Bujur Timur.


PARAMETER JARAK DARI GARIS PANTAI Semakin dekat suatu wilayah dengan garis pantai maka semakin tinggi tingkat kerterpaparan tsunami, sebaliknya semakin jauh jarak suatu daerah dari garis pantai maka akan semakin rendah tingkat kerentanan tsunami yang memungkinkan terjadi pada wilayah tersebut (Dewi et al., 2020).

Kerentanan sangat tinggi dengan jarak dari garis pantai 0-500 m yang paling luas dalam terpapar bencana tsunami, yaitu 4,28 km2 dengan persentase 71,57%. Sedangkan dengan tingkat kerentanan rendah dan sangat rendah tidak ada wilayah yang terdampak.

Peta Jarak dari Garis Pantai


PARAMETER JARAK DARI SUNGAI

Keberadaan sungai akan memudahkan tsunami untuk menerjang daratan dimana air laut dapat naik melalui air sungai tanpa terhalangi. Sehingga semakin dekat jarak suatu wilayah dengan sungai maka semakin tinggi tingkat kerentanannya. Sebaliknya semakin jauh jarak dari sungai maka semakin rendah tingkat kerentanan tsunami.

Berdasarkan data hasil olahan, kerentanan sangat tinggi dengan jarak dari sungai 1-100 m berpotensi untuk menerpa wilayah dengan luas 0,19 km2 dengan persentase 3,73%. Sedangkan tingkat kerentanan tsunami sangat rendah dengan jarak > 500 m berpotensi menerpa wilayah Kecamatan Wolio, Kecamatan Batupoaro, dan Kecamatan Betoambari dengan luas 5,09 km2 dan persentase 84,10%.

Peta Jarak dari Sungai


PARAMETER KETINGGIAN WILAYAH

Ketinggian wilayah merupakan parameter kerentanan tsunami yang dipengaruhi oleh tinggi suatu wilayah. Semakin tinggi wilayah maka semakin rendah tingkat kerentanan tsunami, sedangkan semakin rendah ketinggian wilayah maka semakin tinggi tingkat kerentanan tsunami yang memungkinkan untuk terjadi di wilayah tersebut.

Berdasarkan tabel tingkat kerentanan tsunami di kecamatan ini kerentanang sedang dengan ketinggian wilayah 26-50 m memeiliki luas keterpaparan yang cukup tinggi yaitu 2,95 km2. Sedangkan ketinggian wilayah >100m tidak memiliki resiko terpapar bencana tsunami.

Peta Ketinggian Wilayah


PARAMETER KEMIRINGAN LERENG Pada parameter kemiringan lereng berpengaruh pada kerentanan tsunami, dimana semakin curam permukaan suatu wilayah maka semakin rendah pengaruh tinggi gelombang tsunami dan sebaliknya semakin landai permukaan tanah maka sangat tinggi kerentanan terhadap tsunami yang akan didapat.

Berdasarkan tabel tingkat kerentanan tsunami di kecamatan ini kerentanang rendah dengan kemiringan lereng 16-40% memeiliki luas keterpaparan yang cukup tinggi yaitu 4,09 km2. Sedangkan kemiringan lereng >0-2% tidak memiliki resiko terpapar bencana tsunami.

Peta Kemiringan Lereng


KERENTANAN TERHADAP BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI Berdasarkan hasil keempat parameter kerentanan tsunami kemudian dilakukan analisis weighted overlay untuk melihat tingkat kerentanan tsunami. Data tingkat kerentanan tsunami di Kecamatan Wolio, Batupoaro, dan Betoambari ditampilkan pada Tabel

Berdasarkan hasil analisis weighted overlay parameter jarak dari garis pantai, jarak dari sungai, ketinggian wilayah dan kemiringan lereng, dihasilkan tiga tingkat kerentanan tsunami. Tingkat kerentanaan tinggi dengan luas 0,58 km2 yang lokasinya dekat dengan laut serta sungai. Tingkat kerentanan sedang dengan luas 1,49 km2 yang berada di tengah wilayah Kecamatan Wolio, Batupoaro, Betoambari. Serta kerentanan rendah yang berada jauh dari laut, sungai dan memiliki ketinggian wilayah yang tinggi.

Peta Kerentanan Tsunami


STRATEGI PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR Kawasan I (Kemungkinan Kerusakan Tinggi) Pada kawasan ini, tingkat kerugian ketika dibangun suatu infrastruktur akan berdampak besar. Teknik manajemen risiko yang dapat diaplikasikan adalah menghindari atau relokasi. Infrastruktur yang dapat dibangun adalah infrastruktur sederhana seperti jalan yang dapat digunakan untuk kegiatan tanggap darurat. Bangunan Milik Negara pada daerah ini perlu diminimalisir dan hanya diutamakan terdapat bangunan untuk pertolongan pada bencana seperti kantor polisi, pemadam kebakaran, fasilitas kesehatan. Untuk infrastruktur dan bangunan milik negara selain untuk kegiatan tanggap darurat, sebaiknya direlokasi ke zona yang lebih aman. Pada zona sangat rawan ini, bangunan milik negara dibangun tidak bertingkat atau hanya bertingkat dua sederhana, agar beban yang disangga oleh bangunan tidak melebihi batas aman. Bentuk bangunan harus regular atau seragam pada semua sisinya dan dan tidak terlalu panjang seperti bangunan sekolah. Bangunan yang akan dibangun atau telah eksisting harus diperkuat sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 45/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.

Kawasan II (Kemungkinan Kerusakan Sedang) Di zona kedua merupakan zona rawan bencana, dimana masih memliki propabilitas bencana yang sedang. Teknik manajemen risiko yang dapat diaplikasikan adalah retensi atau memperkuat, Pengendalian yaitu dengan langkah urban planning dan asuransi. Pada zona ini masih memungkinkan untuk mendirikan infrastruktur dan bangunan tingkat sederhana dengan melakukan penguatan. Bangunan yang telah existing dengan fungsi di luar administrasi seperti laboratorium harus direlokasi dari zona ini. Pembangunan sekolah menggunakan material kayu atau dibuat semi permanen.


Kawasan III (Kemungkinan Kerusakan Rendah) Zona ini merupakan zona aman, dimana semua jenis Infrastruktur vital dapat dibangun seperti bandara, rel kereta, pipa gas, dan pusat listrik. Infrastruktur ini sangat penting untuk menunjang fungsi-fungsi vital pada masyarakat seperti kesehatan, keselamatan, keamanan, ekonomi atau kesejahteraan sosial, dimana gangguan atau kehancuran padanya dapat memiliki konsekuensi serius bagi fungsi-fungsi vital tersebut.


PLANORESEARCH

STRATEGI PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PERTANIAN KECAMATAN TOMBOLO PAO KABUPATEN GOWA

02

Penulis : Sry Zulfahmiati K Nurainandiyah Andi Idham AP, S.T.,M.Si Iswahyudin, S.T


PENDAHULUAN Sektor pertanian sangat krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia. Sebagai negara agraris, mayoritas penduduknya bekerja di sektor ini, yang berdampak signifikan pada perekonomian (Priadi & Andriyan, 2021). Pertumbuhan ekonomi yang berlangsung di negara berkembang seringkali terkendala oleh buruknya kondisi infrastruktur, rendahnya kinerja kelembagaan, dan pasar barang (Tadaro dalam Kusuma & Muta’ali, 2019). Pertanian merupakan komponen utama yang menopang kehidupan perdesaan di Indonesia. Pertanian dan perdesaan merupakan satu-kesatuan yang tak terpisahkan. Namun pada kenyataannya sektor pertanian di daerah perdesaan belum mampu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terbukti dengan masih tingginya jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan. Hal tersebut sangat berkaitan erat dengan rendahnya tingkat pelayanan infrastruktur pertanian di kawasan perdesaan. Pembangunan infrastruktur perdesaan dapat bersifat fisik dan memberikan akses terhadap pelayanan dasar maupun pelayanan sosial ekonomi bagi masyarakat perdesaan. Pembangunan infrastruktur memiliki peranan penting dalam mewujudkan sasaran pembangunan menuju terciptanya keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat (Ishak et al., 2019).

KECAMATAN TOMBOLO PAO MEMILIKI POTENSI DI SEKTOR PERTANIAN NAMUN BELUM MAMPU MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT


Semua infrastruktur pendukung pembangunan pertanian harus tersedia diperdesaan. Bukan hanya itu, untuk mengurangi urbanisasi, maka semua kemudahan yang ada di perkotaan harus juga tersedia di perdesaan, seperti: fasilitas komunikasi, transportasi, kesehatan, pendidikan, fasilitas pendukung perekonomian keuangan, dan fasilitas pendukung lainnya harus disediakan (Saragih, 2015: 28), sejalan dengan itu, Pradhan (2008) dalam Haeruddin (2015: 57) menyatakan bahwa pembangunan pedesaan hanya dapat berkelanjutan apabila fasilitas sarana dan prasaranan yang tersedia dapat menstimilasi serta mendorong aktivitas produksi pasar di wilayah pedesaan. Disamping itu, pembangunan pertanian dikatakan berhasil, jika terjadi pertumbuhan sector pertanian yang baik sekaligus terjadi perubahan masyarakat tani, dari yang kurang baik menjadi lebih baik (Soekartawi, 1996 dalan Rusida, 2016: 382).

Pembangunan kawasan perdesaan dengan konsep pengembangan infrastruktur kawasan pertanian diharapkan dapat dibarengi dengan pembangunan infrastruktur dalam mendukung segala kegiatan pertanian agar dapat mendorong pertumbuhan sector pertanian yang baik, sehingga dapat menciptakan kehidupan yang sejahtera bagi masyarakat perdesaan. Disamping itu, pelayanan infrastruktur yang sudah ada juga harus diperhatikan, karena tingkat pelayanan infrastruktur akan mempengaruhi segala kegiatan aktivitas produksi dan distribusi ;pertanian pada kawasan agropolitan tersebut. Kecamatan Tombolo Pao merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Gowa yang memiliki potensi pada sector pertanian, namun sektor pertanian tersebut belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dikarenakan tingkat ketersediaan dan kondisi infrastruktur yang ada masih belum memadai.


METODE ANALISIS Analisis Skoring Infrastruktur Analisis skoring adalah teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat ketersediaan infrastruktur Kecamatan Tombolo Pao. Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, dilakukan pemberian skor setiap indikator pada masing-masing variabel dengan menggunakan rumus index %, kemudian setiap indikator tersebut dirata-ratakan untuk mengetahui tingkat ketersediaan infrastruktur Kecamatan Tombolo Pao

Rumus Ketersedian Infrastruktur Rumus Indeks % = X/Y x 100 X = Total Skor Indikator Y = Total Skor Tertinggi

Adapun kriteria dari metode pembobotan ketersediaan dan kondisi infrastruktur di wilayah tersebut adalah sebagai berikut :


Analisis SWOT Analisis SWOT adalah analisis kondisi internal maupun eksternal suatu organisasi yang selanjutnya akan digunakan sebagai dasar untuk merancang strategi dan program kerja. Analisis internal meliputi peniaian terhadap faktor kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness). Sementara, analisis eksternal mencakup faktor peluang (opportunity) dan tantangan (threaths). Tahapan Analisis SWOT Ada dua macam tahapan dalam analisis SWOT, yaitu:

Tahap Kualitatif

Tahap Kuantitatif

Pendekatan kualitatif matriks SWOT sebagaimana dikembangkan oleh Kearns menampilkan delapan kotak, yaitu dua paling atas adalah kotak faktor eksternal (Peluang dan Tantangan) sedangkan dua kotak sebelah kiri adalah faktor internal (Kekuatan dan Kelamahan). Empat kotak lainnya merupakan kotak isu- isu strategis yang timbul sebagai hasil titik pertemua antara faktor faktor internal dan eksternal.

Data SWOT kualitatif di atas dapat dikembangkan secara kuantitatif melalui perhitungan Analisis SWOT 1. Melakukan perhitungan skor (a) dan bobot (b) point faktor serta jumlah ntotal perkalian skor dan bobot (c = a x b) pada setiap faktor SW-O-T 2. Melakukan pengurangan antara jumlah total faktor S dengan W (d) dan faktor O dengan T (e); Perolehan angka (d = x) selanjutnya menjadi nilai atau titik pada sumbu X, sementara perolehan angka (e = y) selanjutnya menjadi nilai atau titik pada sumbu Y 3. Mencari posisi organisasi yang ditunjukkan oleh titik (x,y) pada kuadran SWOT.


GAMBARAN UMUM LOKASI Secara administrasi, Tombolo Pao merupakan salah satu wilayah Kecamatan yang terletak di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Kecamatan Tombolo Pao di bentuk pada tahun 1998 dari hasil pemekaran Kecamatan Tinggi moncong, dengan ibukota yang berada di Kelurahan Tamaona yang berjarak sekitar 81 km berkendara ke arah timur dari Ibukota Kabupaten Gowa. Kecamatan Tombolo Pao merupakan kecamatan terluas Kabupaten Gowa dengan luas sebesar 251,82 km2 atau luas kecamatan tersebut merupakan 13,37 persen dari seluruh wilayah Kabupaten Gowa, Kecamatan Tombolo Pao terdiri dari 8 Desa dan 1 Kelurahan. Batas wilayah Kecamatan Tombolo Pao yaitu sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Bone dan Kabupaten Sinjai, sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Sinjai, sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Sinjai dan sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Tinggimoncong dan Kabupaten Maros.

ANALISIS TINGKAT KETERSEDIAN DAN KONDISI INFRASTRKTUR PERTANIAN JARINGAN JALAN Jaringan jalan merupakan moda transportasi yang berperan penting dalam mendukung pembangunan terutama dalam kontribusinya untuk melayani mobilitas manusia maupun koleksi dan distribusi barang. Kondisi jalan yang terdapat di Kecamatan Tombolo Pao umumnya sudah baik namun terdapat beberapa jalan tani yang masih berupa bebatuan


Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode responden, menunjukkan bahwa penelitian dari indikator ketersediaan jaringan jalan, yaitu : Berdasarkan jumlah skor diatas, maka untuk mengetahui nilai indikator ketersediaan dengan menggunakan rumus indeks % dengan jumlah responden adalah 54 orang, maka jumlah skor tertinggi adalah 270 orang. Rumus indeks % = X/Y x 100 = 234/270 x 100 = 87 %

Berdasarkan hasil analisis, angka 87 % merupakan skor yang tinggi. Hal ini dilihat dari sebagian besar responden mengatakan bahwa jaringan jalan memiliki kondisi yang terpenuhi dan baik.

Berdasarkan hasil analisis, kondisi jaringan jalan di Kecamatan Tombolo Pao mencapai 87% yang merupakan skor tinggi. Hal ini dilihat dari sebagian besar responden mengatakan bahwa jaringan jalan di Kecamatan Tombolo Pao memiliki Kondisi yang baik.

Rumus indeks % = X/Y x 100 = 234/270 x 100 = 87 %

DRAINASE Drainase adalah sebuah konstruksi yang menjadi media untuk mengalirkan air dari satu titik ke titik lainnya yang sangat penting untuk membantu proses pengaliran air agar tidak tergenang atau banjir. Kondisi drainase yang ada di Kecamatan Tombolo Pao sudah cukup baik, dimana sudah terdapat drainase disepanjang jalan sebagaimana yang dapat dilihat pada gambar

Berdasarkan jumlah skor diatas, maka untuk mengetahui nilai indikator ketersediaan dengan menggunakan rumus indeks % dengan jumlah responden adalah 54 orang, maka jumlah skor tertinggi adalah 270 orang.


Berdasarkan hasil analisis diatas, menunjukkan interval sebesar 51 %. Indeks ini menunjukkan bahwa kondisi drainase di Kecamatan Tombolo Pao cukup.

Rumus indeks % = X/Y x 100 = 138/270 x 100 = 51 %

Rumus indeks % = X/Y x 100 = 186/270 x 100 = 69 % Hasil analisis diatas menunjukkan bahwa interval sebesar 69 %. Indeks ini menunjukkan bahwa kondisi drainse di Kecamatan Tombolo Pao cukup.

JARINGAN JALAN Air bersih merupakan proses pengolahan melalui perpipaan atau tanpa proses pengolohan melalui perpipaan yang memenuhi syarat kesehatan untuk dapat digunakan. Penyediaan air bersih di Kecamatan Tombolo Pao bersumber dari mata air yang ditampung menggunakan bak penangkap melalui pipa-pipa kecil untuk digunakan sehari-hari.

Hasil analisis diatas menunjukkan interval sebesar 87 %. Indeks ini menunjukkan bahwa kondisi air bersih di Kecamatan Tombolo Pao telah terpenuhi

Rumus indeks % = X/Y x 100 = 234/270 x 100 = 87 %

Rumus indeks % = X/Y x 100 = 234/270 x 100 = 87 %

Hasil analisis di atas menunjukkan interval sebesar 97 %. Indeks ini menunjukkan bahwa air bersih di Kecamatan Tombolo Pao memiliki kondisi yang baik.


SANITASI Sanitasi adalah perilaku hidup sehat masyarakat yang bertujuan mencegah manusia bersetuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya agar menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Di Kecamatan Tombolo Pao tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi masih cukup rendah baik dari persampahan, saluran pembuangan limbah dll

Rumus indeks % = X/Y x 100 = 222/270 x 100 = 82 %

Hasil analisis diatas menunjukkan interval sebesar 82 %. Indeks tersebut menyatakan bahwa kondisi sanitasi di Kecamatan Tombolo Pao telah cukup.

Hasil analisis di atas menunjukkan interval sebesar 60 %. Indeks tersebut menyatakan bahwa sanitasi di Kecamatan Tombolo Pao memiliki kondisi yang sedang.

Rumus indeks % = X/Y x 100 = 162/270 x 100 = 60 %


JARINGAN LISTRIK Kecamatan Tombolo Pao memiliki jaringan listrik yang memadai. Pada umumnya, tegangan yang digunakan untuk menyalurkan listrik ke rumah-rumah penduduk adalah tegangan menengah dan tegangan rendah yang seluruhnya didistribusikan oleh PLN dengan daya listrik 450-1300 watt/rumah Berdasarkan hasil analisis diatas menunjukkan interval sebesar 93 %. Indeks tersebut menyatakan bahwa jaringan listrik di Kecamatan Tombolo Pao memiliki kondisi yang baik. Berdasarkan hasil analisis di atas menunjukkan interval sebesar 75 %. Indeks tersebut menyatakan bahwa jaringan listrik di Kecamatan Tombolo Pao memiliki kondisi yang baik.

PENDIDIKAN Sarana Pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar, mengajar, seperti, ruang kelas, meja, kursi, serta alat dan media pengajaran. Sarana pendidikan di Kecamatan Tombolo Pao sudah dalam keadaan yang cukup baik dan telah terpenuhi. Hasil analisis diatas menunjukkan bahwa interval ketersediaan sarana pendidikan sebesar 91 % (sudah terpenuhi) Berdasarkan hasil analisis tersebut menunjukkan interval sebesar 93 %. Indeks tersebut menyatakan bahwa indikator pelayanan sarana pendidikan di Kecamatan Tombolo Pao telah terlayani.


KESEHATAN Sarana kesehatan adalah tempat yang digunakan utuk menyelenggarakan upaya kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, posbindu, dan lain lain. Adapun sarana kesehatan yang ada di Kecamatan Tombolo Pao masih dalam kategori cukup dalam pelayanan untuk masyarakat.

Berdasarkan analisis, menunjukkan interval sebesar 75 %. Indeks tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan sarana di Kecamatan tombolo Pao terbilang cukup. Berdasarkan analisis tersebut, menunjukkan interval sebesar 98 %. Indeks tersebut menyatakan bahwa indikator pelayanan Kesehatan di kecamatan Tombolo Pao telah terlayani.

PERIBADATAN Sarana peribadatan merupakan sarana kehidupan untuk mengisi kebutuhan rohani yang perlu disediakan di lingkungan yang direncanakan selain sesuai peraturan yang ditetapkan. Adapun sarana peribadatan di Kecamatan Tombolo Pao di dominasi oleh masjid yang sudah cukup terpenuhi di setiap wilayah. Analisis diatas menunjukkan interval sebesar 91 %. Indeks tersebut menyatakan bahwa indikator ketersediaan sarana peribadatan di Kecamatan Tombolo Pao telah terpenuhi Hasil analisis di atas menunjukkan interval sebesar 78 %. I


PERDAGANGAN Sarana perdagangan merujuk pada segala jenis fasilitas atau infrastruktur yang digunakan untuk memfasilitasi aktivitas perdagangan antara pelaku ekonomi, seperti produsen, pedagang, dan konsumen. Sarana perdagangan yang ada di Kecamatan Tombolo Pao berupa pasar dan beberapa warung

Hasil analisis menunjukkan interval sebesar 78 %. Indeks tersebut menyatakan bahwa indikator sarana perdagangan di Kecamatan Tombolo Pao telah memiliki ketersediaan yang cukup.

Analisis diatas menunjukkan interval sebesar 88 %. Indeks tersebut menyatakan bahwa pelayanan sarana perdagangan di Kecamatan Tombolo Pao cukup terlayani.


SKORING KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA

Berdasarkan tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa nilai hasil skoring ketersediaan prasarana di Kecamatan Tombolo Pao adalah 78,9 sehingga tingkat ketersediaan prasarana di Kecamatan Tombolo Pao dalam kategori terpenuhi dengan kondisi baik.

Berdasarkan tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa nilai hasil skoring ketersediaan sarana di Kecamatan Tombolo Pao adalah 86,5 sehingga tingkat ketersediaan sarana di Kecamatan Tombolo Pao dalam kategori cukup dengan tingkat pelayanan cukup terlayani.


STRATEGI PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR TAHAP KUALITATIF Dalam menyusun strategi pengembangan infrastruktur di Kecamatan Tombolo Pao dilakukan dengan faktor – faktor analisis sebagai berikut:

1.

Evaluasi strategi dari factor eksternal dan internal di atas kemudian diidentifikasi dan disusun untuk merumuskan strategi. Analisis yang diperoleh yaitu:

1.

Strategi SO • lebih meningkatkan ketersediaan dan tingkat pelayanan infrastruktur untuk menjalin kemitraan dan kolaborasi antara petani, pemerintah, dan sektor swasta • lebih meningkatkan kecukupan air yang digunakan untuk irigasi tanaman sebab Pemasaran hasil produksi pertanian yang baik memiliki keterkaitan erat dengan ketersediaan sumber mata air yang melimpah

KELEMAHAN

KEKUATAN

1.

prasarana jalan kurang baik di beberapa wilayah 2. kurangnya inovasi dan diversifikasi produk 3. Kurangnya tingkat pengetahuan dan keterampilan pemasaran masih rendah

menjalin kemitraan dengan pihak terkait 2. ketersediaan sumber mata air yang melimpah 3. pemasaran hasil produksi pertanian yang efisien

PELUANG 1.

2.

3.

•

ANCAMAN

ketersediaan infrastruktur yang berpeluang menciptakan kemitraan dan kolaborasi antara petani, pemerintah, dan sektor swasta. Pemasaran hasil produksi pertanian yang baik berpeluang meningkatkan penjualan produk pertanian. Penggunaan teknologi yang berpeluang meningkatkan pengelolaan sumber daya alam

lebih meningkatkan penggunaan teknologi karena Dengan penggunaan teknologi yang efisien, petani dapat mengurangi pemborosan sumber daya alam dan memaksimalkan hasil produksi pertanian sehingga meningkatkan pemasaran.

Strategi ST • meningkatkan infrastruktur transportasi sehingga memudahkan dalam menjalin kemitraan dan berkolaborasi dengan pihak terkait seperti pemerintah dan swasta

2. 3.

•

•

Kawasan dataran tinggi sehingga mempersulit aksebilitas Kawasan rawan longsor sehingga berpeluang merusak infrastruktur Pasar yang memiliki jadwal beroperasi yang menyulitkan masyarakat memenuhi kebutuhan yang mendesak

membuat upaya mitigasi risiko longsor dan lebih memperhatikan saluran air dan sistem pengairan yang ada meningkatkan jadwal operasi pasar agar memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya yang mendesak

Strategi WO • meningkatkan kualitas prasarana jalan agar dapat menciptakan kemitraan yang lebih efektif

•

•

meningkatkan inovasi dan diversifikasi produk dalam pemasaran hasil produksi pertanian untuk meningkatkan penjualan hasil produksi pertanian membuat balai pelatihan dengan menggunakan teknologi yang ada yang terkait dengan pemasaran untuk membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait system pemasaran


STRATEGI 1.

meningkatkan prasana jalan yang kurang baik terutama pada kawasan dataran tinggi dengan memperhatikan system pengairan yang ada 2. merencanakan upaya mitigasi bencana dan peta jelaur evakuasi dalam meminimalisir kerugian atau dampak ketika terjadi bencana 3. meningkatkan pengetahuan dalam system pemasaran dan meningkatkan jadwal operasi pasar.

TAHAP KUANTITATIF Berdasarkan hasil analisis SWOT tahap kualitatif dan kuantitatif yang telah di Kecamatan Tombolo Pao, dapat diketahui bahwa hasil analisis tersebut berada di kuadran II (positif, negatif) posisi ini menandakan bahwa sebuah desa yang kuat namun menghadapi tantangan yang besar. Sehingga rekomendasi strategi yang diberikan adalah Diversifikasi Strategi, Artinya desa dalam kondisi mantap namun menghadapi sejumlah tantangan berat sehingga diperkirakan roda pemerintahan desa akan mengalami kesulitan untuk terus berputar bila hanya bertumpu pada strategi sebelumnya. Oleh karena itu, alternatif rekomendasi strategi yang dihasilkan adalah Strategi S-T. Hasil analisis SWOT tersebut di atas digunakan Strategi (ST) yang dapat dijabarkan sebagai berikut: 1.

meningkatkan infrastruktur transportasi sehingga memudahkan dalam menjalin kemitraan dan berkolaborasi dengan pihak terkait seperti pemerintah dan swasta 2. membuat upaya mitigasi risiko longsor dan lebih memperhatikan saluran air dan sistempengairan yang ada 3. meningkatkan jadwal operasi pasar agar memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya yang mendesak


PLANORESEARCH

03

ANALISIS INDEKS DESA MEMBANGUN KECAMATAN POLONGBANGKENG SELATAN DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN EKONOMI WILAYAH BERKELANJUTAN

Penulis : Aulia Yunindah Dewi Safitri S Dr. Muh. Anshar, S.Pt., M.Si. Yuliana Sari, S.PWK


HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN TEKNIK PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN ALAUDDIN MAKASSAR


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
PLANORESEARCH 2023 by HMJ Teknik PWK UIN Alauddin - Issuu