
Dinas Advokasi & Kesejahteraan Mahasiswa







& Pengembangan X
vokasi & Kesejahteraan Mahasiswa




![]()








& Pengembangan X
vokasi & Kesejahteraan Mahasiswa




Survei Kawan Bermakna ditargetkan pada seluruh mahasiswa
Fisipol, bertujuan untuk mengklasifikasi kondisi difabel untuk meningkatkan aksesibilitas, layanan, dan dukungan yang lebih baik.
Responden dari survei ini terdiri dari beragam latar belakang, dengan mayoritas menyatakan bukan sebagai penyandang disabilitas.
Meskipun begitu, partisipasi mereka tetap penting dalam memberikan saran dan rekomendasi untuk menciptakan lingkungan kampus yang lebih ramah difabel.



vokasi & Kesejahteraan Mahasiswa




Sebanyak 43 mahasiswa dari tiga program studi turut berpartisipasi dalam survei ini. Mahasiswa dari Hubungan
Internasional mendominasi partisipasi dengan jumlah 21 orang, disusul oleh Ilmu Pemerintahan sebanyak 13 orang, dan Ilmu Komunikasi sebanyak 9 orang.
IlmuPemerintahan
HubunganInternasional 48.8%


& Pengembangan X
vokasi & Kesejahteraan Mahasiswa




Data menunjukkan bahwa mahasiswa angkatan 2023 merupakan kelompok dengan partisipasi tertinggi, yakni sebanyak 23 orang atau sekitar 53,49% dari total responden. Disusul oleh angkatan 2024 dengan 14 responden (32,56%), serta angkatan 2022 dengan 6 responden (13,95%).
Tingginya antusiasme dari angkatan 2023 menunjukkan bahwa mahasiswa di tahun awal perkuliahan sudah memiliki kesadaran sosial yang tinggi, khususnya dalam membangun lingkungan kampus yang inklusif dan mendukung penyandang disabilitas.
Laki-laki
Dari total 43 responden, 30 orang perempuan berpartisipasi, yang mencakup 69,77% dari keseluruhan partisipan. Sementara itu, 13 orang laki-laki turut berpartisipasi, yang ber-jumlah 30,23% dari total responden.
Biro Riset & Pengembangan X
Dinas Advokasi & Kesejahteraan Mahasiswa



Tingginya partisipasi perempuan dalam survei ini mencerminkan kepedulian sosial yang besar terhadap isu-isu disabilitas, sekaligus menjadi dorongan untuk mengajak lebih banyak individu dari berbagai latar belakang untuk terlibat dalam gerakan ini.
Dalam survei Kawan Bermakna, semua responden yang berpartisipasi mengidentifikasikan diri mereka sebagai bukan penyandang disabilitas. Dari total 43 orang responden, seluruhnya (100%) menjawab bahwa mereka bukan merupakan individu difabel.




Pertanyaan 1:
“Berikan saran atau masukan anda terhadap survei difabel ini
untuk meningkatkan aksesibilitas, layanan, dan dukungan yang lebih baik”


& Pengembangan X vokasi & Kesejahteraan Mahasiswa




Dari 40 responden yang memberikan masukan, 30 orang mayoritas (69,77%) menyarankan penyediaan kamar mandi ramah difabel serta keberadaan staf atau relawan kampus untuk membantu aksesibilitas. Selain itu, 19 orang (44,19%) responden menilai pentingnya fasilitas lift khusus, dan 17 responden (39,53%) menyoroti perlunya ramp (jalur akses) bagi penyandang disabilitas. Sementara itu, sebagian kecil (9,3%) juga menyampaikan ide-ide kreatif lainnya untuk mendukung



& Pengembangan X vokasi & Kesejahteraan Mahasiswa





Dalam upaya menciptakan kampus yang inklusif dan ramah difabel, survei menunjukkan bahwa fasilitas paling dibutuhkan adalah kamar mandi ramah difabel serta dukungan relawan atau staf kampus, dengan dukungan sebesar 69,77%. Selain itu, 44,19% responden menyoroti pentingnya penyediaan lift khusus, dan 39,53% menyarankan ramp atau jalur landai sebagai fasilitas penting untuk mobilitas yang aman dan nyaman.
Meskipun sebagian besar fokus pada tiga fasilitas utama tersebut, 9,3% responden juga mengusulkan solusi lainnya, menandakan perlunya pengembangan lebih lanjut. Word cloud dari hasil survei memperkuat temuan ini, dengan katakata seperti “difabel,” “akses,” “relawan,” dan “ramah” yang muncul dominan, mencerminkan perhatian responden terhadap pentingnya aksesibilitas di lingkungan kampus.


& Pengembangan X
vokasi & Kesejahteraan Mahasiswa




“Jikalau lainnya, berikan saran atau masukan anda terhadap fasilitas dan layanan apa yang harus kami tingkatkan untuk penyandang disabilitas“

Jawaban
Perlu peningkatan aksesibilitas, kenyamanan, kemudahan informasi, pelayanan ramah, dan dukungan teknologi bantu.
Audio penjelasan materi dosen bagi penderita tuna netra
Guiding block
Untuk adanya parkir khusus difabel diseluruh titik kampus
Dari 43 responden, 4 di antaranya menyoroti pentingnya aksesibilitas yang lebih menyeluruh, termasuk kenyamanan, informasi yang mudah diakses, pelayanan ramah, dan teknologi bantu bagi penyandang disabilitas. Masukan ini menekankan perlunya pendekatan yang lebih manusiawi dalam layanan kampus.
Beberapa saran spesifik mencakup audio materi kuliah untuk mahasiswa tuna netra, guiding block di area kampus, serta parkir khusus difabel. Hal ini menunjukkan bahwa inklusi harus diterapkan secara komprehensif, dari ruang kelas hingga akses ke seluruh area kampus.

Biro Riset & Pengembangan X Dinas Advokasi & Kesejahteraan Mahasiswa




