GEOWISATA JAWA BAGIAN TIMUR
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
WONDERFUL LIMBASARI (UNDISCOVERED GEODIVERSITY TO SUSTAINABLE DEVELOPMENT)
TIM PENYUSUN Ahmad Muzadi Ridlo Universitas Gadjah Mada
Staf Kajian Kajian Staf
Koor Kajian
R. Joshua Nathaniel Haryanto Halima Saidia Dahlan Yasmin Nafisah I Gede Marcel Gianmadora
Efik Musfik Amrillah Universitas Jendral Soedirman
Koor Korlap
Staf Korlap Muhammad Rayyan Satria Anggara Bagas W. Ananda Rafif Rizqullah Salsabila Mona Bachtiar
Helmi Falah Widiyana IST AKPRIND Yogyakarta
Koor Kemediaan
Staf Kemediaan Dimas Nurady M. Darmansyah Putra Yohanes Kristantyo K. Andika Farras Wibowo
1|
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
PRAKATA DARI KOORDINATOR REGIONAL JABAGTIM Assalamualaikum Wr, Wb. Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT. Karena telah tersusunnya majalah mengenai PERHIMAGI Mengabdi JABAGTIM dan diterbitkan sebagai bagian dari kegiatan PERHIMAGI Mengabdi Jawa Bagian Timur tahun 2022. PERHIMAGI Mengabdi regional Jawa Bagian Timur 2022 merupakan sebuah program kerja dari divisi HUMAS PERHIMAGI yang dipasrahkan kepada setiap regional yang tergabung didalam PERHIMAGI. Dengan konsep acara geowisata yang berlokasi di Purbalingga ini bertujuan untuk mengembangkan serta meluaskan edukasi mengenai daerah penelitian dan juga daerah wisata dengan menerapkan Tri Dharma perguruan tinggi. Semoga dari majalah yang telah disusun oleh rekan-rekan panitia yang merupakan buah dari kreativitas dapat menjadi motor penggerak dalam meningkatkan minat serta wawasan dalam bidang geowisata dan keberlangsungan pariwisata yang sempat tersendat dikarenakan wabah covid ini.
Saya haturkan terimakasih dan hormat saya kepada rekan-rekan panitia dan semua komponen yang ikut menyukseskan acara dan juga turut menyebarkan informasi mengenai PERHIMAGI Mengabdi Jawa Bagian Timur. Salam Geologi! Jayalah PERHIMAGI!
Satwika Ammar Wafi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
|2
PRAKATA DARI KETUA PELAKSANA PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM Assalamualaikum Wr, Wb. Salam sejahtera untuk kita semua, terutama untuk rekan rekan se-geologi. Cukup senang dan tertantang mendengar bahwa Perhimagi Mengabdi Regional Jawa Bagian Timur (Jabagtim) bisa dilaksanakan secara offline. Pemilihan Tema Geowisata tentunya menjadi hal yang menyenangkan dan tak lepas dari tugas utama kita, Pengabdian Masyarakat. Tentunya sebuah pengabdian pada masyarakat desa dilakukan untuk mencari dan membantu pengangkatan potensi dari sebuah desa. Cukup banyak waktu dan tenaga yang kita korbankan untuk mengangkat dan mengembangkan potensi desa Limbasari. Semoga semua tenaga dan waktu yang telah kita sisihkan dapat sesuai dengan target potensi dan output pengabdian yang telah kita konsepkan secara matang. Mari sukseskan kegiatan Perhimagi Mengabdi 2022 dengan kerjasama dan komitmen yang baik. Salam Geologi!
JJ Ayasze Gifari Universitas Jendral Soedirman
3|
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
UCAPAN TERIMAKASIH
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
|4
DAFTAR ISI Cover Tim Penyusun Majalah Prakata Koreg Prakata Ketua Panitia Ucapan Terima kasih Daftar Isi Profil Desa Limbasari Sejarah Desa Limbasari Kesenian dan Budaya Batik Limbasari Ngopi Barisa River Tubing Geowisata Patrawisa Batu Jasper Hijau Lava Bantal Breksi Vulkanik Berbukitan Serayu Utara Puncak Plana Curug Uncang-Uncang Situs Perbengkelan Daftar Pustaka 5|
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
1. 2. 3. 4. 5. 7. 8. 11. 12. 13. 14. 15. 17. 19. 20. 21. 22. 23. 25. 27. 30.
DESA WISATA LIMBASARI
PROFIL DESA LIMBASARI Secara geografis Desa Limbasari terletak di Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah dan terbagi menjadi 3 dusun yang terbagi beberapa wilayah, yaitu Blimbing Kulon, Limbasari Tengah, Arjosari, Sengon, Trondol, Tukung, Kedung Gintung, Plana, Pangawaren, Gadungan, Kepundung, dan Karangjoho . Desa Limbasari dapat ditempuh melaui jalur darat dari pusat kota Purbalingga sejauh 15 kilometer. Desa Limbasari memiliki banyak potensi wisata di antaranya, yaitu wisata alam berupa patrawisa, batu jasper hijau, lava bantal, keindahan perbukitan serayu utara, dan lain-lainnya. Selain itu, potensi wisata lainnya yaitu wisata seni dan budaya berupa kerajinan batik, kuda kepang limbasari, gendingan, seni tari, kenthongan, serta situs perbengkelan purbakala.
7|
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
SEJARAH DESA LIMBASARI Desa Limbasari terletak pada Kecamatan Bobotsari, 15 km dari pusat Kota Purbalingga. Limbasari sendiri berasal dari Nimba dan Sari yang berarti menimba ilmu atau mencari ilmu. Arti nama dari Limbasari sendiri berhubungan dengan kisah Syech Gandiwasi. Pada suatu hari hiduplah seorang penyebar agama Islam, Syech Gandiwasi, yang berasal dari Turki, ia meminta izin kepada Kanjeng Panembahan Senopati Ing Ngalogo Mataram, Raja Mataram baru, untuk menyebarkan ajaran islam di Jawa. Panembahan Senopati sendiri merupakan penganut ajaran Islam sejak dahulu sehingga permohonannya dikabulkan yaitu menyebarkan ajaran Islam di kaki Gunung Slamet.
Saat perjalanan, ia singgah di sebuah daerah yang disebut Kedung Belis. Di tempat ini ia merasa tidak nyaman karena diganggu oleh jin, maka dari itu ia bersemedi dan meminta pertolongan pada Allah SWT sehingga para jin tersebut berpindah tempat ke tempat yang bernama Penisihan sedangkan tempat bersemedinya Syech Gandiwasi disebut Dukuh Pamujan. Setelah beberapa saat, ia berpindah tempat, ketika sampai di tanjakan yang tinggi ia berdiri di atas dua buah batu untuk melihat lokasi, tanjakan tersebut diberi nama Watu Umpang, dari sini Syech Gandiwasi melanjutkan perjalanannya ke arah hutan atau sekarang disebut Limbasari. Sesampainya disana, ia mendirikan sebuah padepokan untuk mendidik santrinya.
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
|8
Syech Gandiwasi memiliki seorang murid yang telah ia anggap sebagai anak sendiri, I Ketut Wlingi, ia datang dari Bali bersama cantrik Gandiwasi. Ketut Wlingi dinikahkan dengan Siti Rumbiah, mereka menurunkan putra dan putri yang bernama Wlingi Kusuma dan Sri Wasiati, putri dari Ketut Wlingi sangatlah cantik sehingga disebut Putri Ayu Limbasari. Seiring bertambahnya usia, kecantikan Sri Wasiati pun ikut bertambah, banyak orang tersohor yang ingin meminangnya, namun orang tua Sri Wasiati belum bisa menerimanya. Akhirnya Wlingi Kusuma memberi ide dengan sayembara, barang siapa yang dapat mengalahkan Wlingi Kusuma maka ia berhak menikahi adiknya. Setelah beberapa adipati menyetujui sayembara itu, tak satupun dari mereka yang dapat mengalahkan Wlingi Kusuma, akhirnya mereka sepakat untuk menyerang bersamasama. Setelah Wlingi Kusuma dikeroyok, ia dibunuh dan mayatnya dibagi menjadi beberapa bagian serta dikubur di beberapa tempat yang berbeda. Setelah mendengar kematian Wlingi Kusuma yang tidak wajar, Sri Wasiati memohon kepada Allah SWT. Ia melakukan tapa pendem dimana ia menguburkan diri di dalam tanah dan mengeluarkan benang panjang dari bawah ke permukaan.
9|
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
Apabila benang itu ditarik dan masih bergerak maka ia masih hidup. Namun setelah seminggu, benang itu ditarik namun tidak ada pergerakan yang artinya Sri Wasiati sudah tidak bernyawa. Alasan Sri Wasiati melakukannya adalah apabila ia menerima lamaran satu adipati, maka adipati lain yang ditolak akan memberontak. Setelah ditinggal kedua anaknya, I Ketut Wlingi dan Siti Rumbiah meninggalkan padepokan dan bermukim di Srandil sampai akhir hayatnya. Makam Putri Ayu Limbasari terletak di seberang Galeri Batik Muning Sari, diperkirakan makam tersebut berada di bekas padepokan yang dahulu didirikan Syech Gandiwasi namun belum memiliki bukti yang kuat karena tidak ditemukan sisa-sisa padepokan. Sri Wasiati pernah berpesan sebelum ia melakukan tapa pendem kepada gadisgadis di Desa Limbasari bahwa ‘Kecantikan memang bisa membahagiakan, namun juga bisa membawa malapetaka, maka dari itu jangan menyamaiku apalagi melebihi, tetapi yang sederhana saja’ karena ia tidak ingin kejadian naas seperti itu terulang kembali.
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
| 10
KESENIAN DAN BUDAYA
Sumber: kompasiana.com
Sumber: banyumas.suara.merdeka.com
Sumber: Tagar.id
Desa Limbasari masih kental dengan berbagai kesenian dan budaya lokalnya. Berikut kesenian dan budaya yang cukup terkenal yang perlu diketahui: A. Gendingan Gendingan sendiri adalah kesenian berupa alunan nada hasil dari suara tetabuhan gamelan, suling, gong, kendang yang selaras dan dinamis. Gendingan berfungsi sebagai alat instrumen pengiring kesenian seperti kuda lumping, pagelaran wayang, dan berbagai pementasan. B. Kenthongan Kenthongan adalah alat musik yang terbuat dari bambu. Kentongan biasa disebut juga dengan thek thek karena suara yang dihasilkan. Biasanya kentongan ini digunakan sebagai alat pengiring kesenian kuda lumping ataupun seni tari bersamaan dengan gamelan. C. Kuda Kepang Limbasari Kuda Kepang menjadi kesenian budaya yang cukup unik. Hal ini dikarenakan kuda kepang berupa seni tari yang dimainkan dengan properti berupa kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu dengan hiasan rambut tiruan dari tali plastik yang digelung atau dikepang. Warga lokal sering menyebut kuda kepang dengan sebutan Jaran Kepang. D. Seni Tari Seni Tari di desa Limbasari menjadi kesenian yang cukup berkembang dan turun temurun di setiap generasinya. Memiliki tarian khas yang biasa disebut “Tari Putri Ayu Limbasari”. Tarian ini sering dimainkan untuk pagelaran sendratari legenda Putri Ayu Limbasari.
Sumber: ruangkerjacreative.com 11 |
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
BATIK LIMBASARI Sejarah awal muculnya batik di Limbasari berasal dari kedatangan Kyai Gandrung Wesi dari kerajaan Mataram ke desa Limbasari. Kyai Gandrung Wesi memilki seorang anak perempuan yang bernama Siti Rumbiyah. Pada era Siti Rumbiyah batik mulai dikenal dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Limbasari sehingga seiring berjalanya waktu hampir sebagian penduduk perempuan desa Limbasari dapat membuat batik. Desa Limbasari merupakan salah satu desa yang mendapat penghargaan desa batik setelah bersaing dengan 16 desa sentra batik lainnya yang ada di kawasan Kabupaten Purbalingga. Kegiatan pengrajin batik desa Limbasari dalam skala besar terdapat pada dua tempat yaitu Karangharjo dan Trondol. Batik-batik desa Limbasari memilki beberapa motif khas seperti motif lawa, kawung sidomukti, cebong kumpul, terang bulan, patrawisa dan masih banyak lainnya.
Namun, dari berbagai motif batik yang ada yang paling banyak diminati oleh masyarakat adalah motif batik Patrawisa. Motif ini menggambarkan keindahan alam desa Limbasari dengan latar belakang pegunungan Patrawisa dan Sungai Tungtung Gunung. Selain kain batik, masyarakat desa Limbasari juga menginovasikan produk batik lainnya seperti: pot batik, blangkon batik, tas batik, dan sepatu batik. Pot batik dan blangkon bisa didapatkan dengan harga Rp.25.000,00 sampai Rp.50.000,00. Selain berfokus pada penjualan produk, Desa Batik Limbasari juga menawarkan kegiatan pengajaran cara membuat batik pada masyarakat umum dengan biaya Rp.25.000,00 / orang. Pengunjung sudah dapat membawa pulang hasil membatiknya.
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
| 12
NGOPI BARISA Warga sekitar desa Limbasari, Kabupaten Purbalingga, memilki suatu kegiatan rutin yang dilaksanakan tiap bulan sekali yaitu “Ngopi Barisa”. Kegiatan Ngopi Barisa sendiri adalah sebuah singkatan yang merupakan kepanjangan dari “Ngobrol Bareng di Desa Wisata”. Kegiatan ini memilki tujuan salah satunya yaitu untuk mengenalkan kopi Barisa yang merupakan kopi khas Desa Limbasari. Selain itu, kegiatan tersebut juga untuk mengenalkan budaya dan wisata yang ada di Desa Limbasari. Hanya dengan tiket masuk Rp. 5.000,00/ orang pengunjung sudah dapat menikmati 1 cup kopi gratis khas desa Limbasari.
13 |
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
Rangkaian bentuk kegiatan Ngopi Barisa diawali dengan hiburan menarik seperti tektek, akustik, tarian, dan berbagai macam kesenian serta kebudayaan khas desa Limbasari. Selanjutnya, dalam kegiatan tersebut terdapat sesi talk show dan diskusi berkaitan dengan potensi-potensi yang dapat dikembangkan serta ditingkatkan yang ada di desa Limbasari. Tidak hanya itu, pada acara Ngopi Barisa terdapat stand yang menjual berbagai produk asli Limbasari seperti: pot batik, kain batik, blangkon soedirman, dan masih banyak produk lainnya. Selain itu, terdapat juga stand yang menjual berbagai macam makanan khas desa Limbasari yang dapat dinikmati sembari mengikuti acara Ngopi Barisa. Bagi para pengunjung yang ingin menginap terdapat juga camping ground dan api unggun.
RIVER TUBING River tubing merupakan kegiatan wisata mengarungi sungai menggunakan ban karet perorangan. Kegiatan wisata air ini umumnya banyak digemari oleh berbagai kalangan. Sensasi hanyut di atas ban karet sambil menikmati keindahan sungai tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat tantangan sekaligus wisata alam. Di Desa Limbasari, wisata river tubing memanfaatkan arus Sungai Tutung Gunung yang airnya masih terjaga kejernihan dan kemurniannya, serta bebas dari pencemaran. Kejernihan sungai ini tidak terlepas dari posisinya yang berada di bagian hulu sungai yang alirannya bermuara di sungai Klawing.
Sumber: djavatoday.com
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
| 14
GEOWISATA
PATRAWISA Patrawisa merupakan salah satu objek wisata alam yang berada di Desa Limbasari. Wisata alam Patrawisa dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dengan waktu kurang lebih 15 menit dari balai desa Limbasari. Aksesnya hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dengan jarak 1,5 km. Tiket masuk kawasan wisata alam ini tergolong sangat terjangkau, yaitu dengan biaya sebesar Rp. 5.000,00/orang pengunjung dapat bebas menikmati keindahan alam yang ada.
Sejatinya Patrawisa merupakan sebuah bendungan yang berada di muara sungai Tungtung Gunung dan sungai Wlingi. Pada kawasan Patrawisa juga terdapat air terjun mini dan pemandangan alam yang indah. Selain itu, pengunjung dapat berwisata edukasi berupa wisata edukasi ilmu kebumian yang dapat menambah wawasan kebumian seputar kawasan Patrawisa dan sekitarnya.
Selain keindahan alamnya yang memukau, objek wisata Patrawisa ternyata memiliki asal usul cerita yang tidak kalah menarik loh! Menurut sejarah, pada zaman dahulu terdapat seorang tokoh setempat yang bernama Syech Gandiwasi.
17 |
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
Syech Gandiwasi mempunyai seorang putra bernama Ketut Wlingi. Namun, adapula yang mengatakan bahwa Ketut Wlingi adalah murid dari padepokan Syech Gandiwasi yang datang dari Pulau Bali bersama Patrawisa. Ketut Wlingi kemudian dinikahkan dengan Siti Rumbiah, putri dari gurunya di padepokan. Sementara Patrawisa merupakan cantrik atau pengikut Syech Gandiwasi yang meninggal saat sedang membangun saluran air. Nama Patrawisa kemudian diabadikan menjadi nama saluran air yang ada di Desa Limbasari. Lambat laun Patrawisa berkembang menjadi objek wisata alam yang ada di Desa Limbasari.
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
| 18
BATU JASPER HIJAU A. Lokasi dan Deskripsi Jasper Hijau Salah satu geosite menarik yang ada di kawasan Desa Limbasari adalah Geosite Batu Jasper Hijau. Letaknya berada di kawasan geotrack patrawisa tepatnya pada koordinat UTM 49S 320903, 9197320. Situs ini dapat ditempuh melalui jalur darat dari pusat Kota Purbalingga sejauh 20 km.Kenampakan batu jasper yang terlihat berwarna hijau dan memiliki kenampakan mengisi urat-urat di antara batuan beku dan lava bantal yang telah terbentuk.
B. Proses Terbentuknya Jasper Hijau Salah satu geosite menarik yang ada di kawasan Desa Limbasari adalah Geosite Batu Jasper Hijau. Letaknya berada di kawasan geotrack patrawisa tepatnya pada koordinat UTM 49S 320903, 9197320. Situs ini dapat ditempuh melalui jalur darat dari pusat Kota Purbalingga sejauh 20 km.Kenampakan batu jasper yang terlihat berwarna hijau dan memiliki kenampakan mengisi uraturat di antara batuan beku dan lava bantal yang telah terbentuk.
19 |
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
C. Manfaat Jasper Hijau Batu jasper hijau memegang peran penting dalam kehidupan manusia prasejarah karena banyak dimanfaatkan sebagai alat perbengkelan untuk membantu mereka bertahan hidup. Beberapa alat perbengkelan yang ditemukan menggunakan bahan batu jasper antara lain: kapak batu, pisau batu, dan gelang batu. Selain itu, batu tersebut dapat digunakan sebagai batu perhiasan.
D. Daya Tarik Jasper Hijau Produk daya tarik wisata situs Jasper Hijau berupa pemandangan berupa tebing tinggi yang memiliki sungai yang sangat jernih sehingga dapat dijadikan sebagai obyek fotografi serta wiisata susur sungai menggunakan ban dalam bus dan tracking di hutan perhutani.
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
| 20
LAVA BANTAL A. Apa itu Lava Bantal? Lava Bantal (Pillow Lava) adalah geosite batuan yang khas dijumpai pada batuan beku, biasanya basalt. Memiliki bentuk seperti pillow/bantal akibat proses pendinginan yang cepat di bawah permukaan air. Biasanya terlihat rekahan-rekahan (kekar) radier jika dipotong melintang pada lobe lava bantal sebagai representasi arah pendinginan. C. Kondisi Geologi Lava Bantal berada pada daerah perbukitan Serayu Utara yang berada pada daerah Pegunungan Utara. Singkapan Lava Bantal ini membentang dari Utara ke Selatan dengan tinggi 5 m dan panjangnya 7 m. jarak dari warung terdekat 50 m, keterdapatan di sebelah timur dari sungai yg mengalir dari utara ke selatan. 21 |
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
B. Lokasi Geosite lava bantal dijumpai pada koordinat -7.254688, 109.376886 pada jalur geotrack Limbasari. Berada di sisi timur bantaran sungai Tutung Gunung yang mengalir dari Utara ke Selatan. Geosite ini dapat ditempuh melalui jalur darat dengan berjalan ke area wisata Patrawisa sejauh 20 km dari Kota Purbalingga.
Kondisi singkapan sedikit lapuk. Litologi termasuk batuan beku dengan penyusun dominan berupa lava dan breksi vulkanik yang merupakan bagian dari Formasi Kumbang sebagai penyusun geosite ini. Pada bagian kontak batuannya ditemukan mineralisasi peperite dan kuarsa, serta terdapat breksi dan konglomerat.
BREKSI VULKANIK A. Deskripsi Geosite Breksi Vulkanik merupakan geosite di Desa Limbasari yang dapat dijumpai batuan vulkanik berukuran breksi, batuan ini terbentuk akibat proses ekstrusi magma oleh letusan gunung api ekslposif. C. Kondisi Geologi dan Litologi Geosite ini terletak pada daerah perbukitan serayu utara yang berada pada Pegunungan Utara, selain itu litologi pada geosite ini didominasi oleh lava bantal dan breksi vulkanik dari Formasi Kumbang.
B. Lokasi Geosite ini berlokasi di koordinat UTM 49S 320712, 9196827 pada geotrack patrawisa. Situs ini dapat ditempuh melalui jalur darat dari pusat Kota Purbalingga sejauh 20 km.
D. Produk Daya Tarik Selain itu, geosite Breksi Vulkanik memiliki beberapa produk daya tarik meliputi : Edukasi tentang produk gunung api Objek fotografi berupa jajaran pegunungan dengan sungai yang sangat jernih Wisata susur sungai Spot untuk swafoto
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
| 22
PERBUKITAN SERAYU UTARA A. Deskripsi dan Lokasi C. Daya Tarik Perbukitan Serayu Utara merupakan Pemandangan jajaran pegunungan geomorphosite yang berada pada dengan sungai yang sangat jernih daerah Pegunungan Utara. sehingga dapat dijadikan objek Geomorphosite ini terletak pada jalur fotografi. geotrack Patrawisa dengan koordinat Wisata susur sungai dan tracking UTM 49S 320933, 9197281. Lokasi ini di hutan perhutani berada sejauh 20 km dari Purbalingga Keberadaan camping ground jika Kota dan dapat ditempuh melalui wisatawan ingin berkemah. perjalanan darat. B. Litologi Litologi dominan penyusun Perbukitan Serayu Utara ialah lava dan breksi vulkanik yang termasuk ke dalam bagian dari Formasi Kumbang.
23 |
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
PUNCAK PLANA Puncak Plana merupakan salah satu tempat wisata yang tidak kalah menarik yang wajib kita kunjungi jika berkunjung ke Purbalingga. Puncak plana sendiri berada berdekatan dengan curug uncang-uncang. Penamaan puncak plana diambil dari kata “plana” yang memilki arti tempat untuk duduk kuda. Asal usul penamaan tersebut karena bentuk dari gunungnya yang terpisah-pisah membentuk seperti tempat duduk kuda atau plana. Ketika kita berada di Puncak Plana kita dapat meliahat view pemandangan kota Purbalingga dan sekitarnya. Selain itu kita juga dapat melihat gumpalan awan yang sangat indah serta sunset. Pengurus wisata disana juga menawarkan paket wisata berupa kegiatan camping yang berada di sekitar Puncak Plana.
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
| 24
CURUG UNCANG-UNCANG Curug Uncang-Uncang merupakan salah satu curug eksotik yang wajib di dijelajahi di desa Limbasari. Curug ini terletak di kaki pegunungan Plana dengan panorama yang cukup indah. Kononnya curug ini disebut Curug Uncang-Uncang karena ada seseorang yang melihat sosok di curug tersebut sedang melakukan uncang-uncang. Curug ini menyuguhkan pemandangan yang asri memiliki air sangat jernih dengan ketinggian hingga 30 meter. Curug Uncanguncang dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda 2 maupun roda 4. Namun, untuk setengah perjalanannya dapat ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 2 km menuju kawasan hutan dengan pemandangan sangat menarik.
Gambar: Bukit Plana 25 |
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
SITUS PURBA PERBENGKELAN BATUAN A. Lokasi dan Despkripsi Situs Situs Perbengkelan Desa Limbasari berada dalam wilayah Kelurahan Limbasari, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Situs ini terletak pada jarak sekitar 30 Km di sebelah utara Purbalingga atau pada 20 34' 24" BT dan 70 15' 50" LS. Situs Perbengkelan Desa Limbasari membentang dari utara ke selatan yaitu dari pekarangan sebelah utara SD Limbasari sampai kuburan desa yang terletak di sebelah selatan. Situs Perbengkelan Desa Limbasari berupa pekarangan dengan beberapa bangunan rumah penduduk dan sekolah dasar. Berdasarkan penelitian pada tahun 1981 telah dilakukan ekskavasi di situs dan ditemukan adanya tatal batu, alat serpih, sisa pembuatan gelang batu, sisa pembuatan beliung persegi, dan calon kapak corong. 27 |
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
B. Sejarah Sejarah ditemukannya artefak prasejarah di wilayah Kabupaten Purbalingga diawali dengan penelitianpenelitian arkeologi pada tahun 19761986. Beberapa situs baru ditemukan di Kawasan Desa Limbasari Kabupaten Purbalingga. Hasil survei dan ekskavasi berdasarkan penelitian pada umumnya berupa tatal batu dalam jumlah besar di samping bahan baku gelang, sisa bahan gelang, dan calon beliung. Berdasarkan penelitian temuan situs pada kawasan desa Limbasari, desa Limbasari memiliki artefak prasejarah paling lengkap dibandingkan dengan situs lain yang berada di Kabupaten Purbalingga. Beberapa temuan tergolong masterpiece (karya besar) peninggalan zaman dulu yang belum ditemukan di situs lainnya, berupa beliung dan calon kapak corong. Berdasarkan lengkapan temuan dan persebaran artefak pada situs Limbasari dapat diduga bahwa zaman dulu kawasan desa Limbasari merupakan suatu pusat perbengkelan.
C. Deskripsi Alat-Alat Perbengkelan Tatal Batu dan Alat Serpih Tatal batu merupakan temuan yang paling dominan dibanding jenis temuan lainnya. Kedua temuan tersebut umumnya menggunakan batu kalsedon berwarna hijau. Secara umum, tatal batu yang dijumpai dapat dibedakan menjadi tatal batu biasa, tatal batu dengan dataran dan kerucut pukul, serta tatal batu dengan tanda-tanda pemakaian sebagai alat serpih. Pada alat-alat serpih tidak dijumpai ciri-ciri pengerjaan dua kali. Kemungkinan pembuatan alat serpih tersebut tidak disengaja. Hal ini terjadi ketika serpihan-serpihan yang bentuknya baik dan cocok digunakan sebagai alat tanpa pengerjaan lebih lanjut (P. Oakley, 1972:23). Sisa Pembuatan Gelang Batu Gelang batu umumnya menggunakan bahan baku dari chert atau batu rijang. Temuan sisa pembuatan gelang batu ini memperlihatkan tahap-tahap pengerjaan gelang, seperti bongkahan batu sebagai bahan baku, calon bor gelang, fragmen gelang batu, dan sisa bor gelang. Dari temuan tersebut dapat diperkirakan bahwa proses pembuatan gelang batu dilakukan dari tahap pendahuluan hingga akhir.
Gambar: Sisa Bahan Gelang PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
| 28
Sisa Pembuatan Beliung Persegi Beliung persegi yang ditemukan di Desa Limbasari, Kabupaten Purbalingga banyak menggunakan bahan baku dari batu rijang dan kalsedon. Hal tersebut karena jenis batuan tersebut yang banyak ditemukan di sepanjang aliran sungai Klawing. Temuan sisa pembuatan beliung persegi menunjukkan tahapan pengerjaan dari awal hingga akhir, seperti bongkahan batu sebagai bahan baku, batu berbentuk persegi empat pipih sebagai calon beliung, dan beliung yang sudah jadi. Calon Kapak Corong Selain itu, temuan lainnya berupa calon kapak corong dengan bahan baku yang serupa seperti temuan lainnya yaitu berupa batu rijang berwarna hijau. Bentuk calon kapak corong ini sepintas mirip jangkar dengan sisi-sisi pangkal yang melengkung cekung ke bagian dalam dan bagian tajam yang melebar keluar secara simetris. Seluruh permukaan calon kapak corong masih terlihat kasar dengan bekas pemangkasan, sehingga dapat disimpulkan bahwa temuan belum mengalami proses pengasahan dan pemolesan sama sekali.
Gambar: Batu Asah
Gambar: Beliung
Gambar: Calon Gelang 29 |
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
DAFTAR PUSTAKA Sunan, H. L., Purnomo, W. H., Chasanah, N., Sugiyanto, G., Adhiana, T. P., Susilawati, H., Imran, R. A., Gibran, A. K., Suroso, S., Cahyono, T., & Laksono, F. A. T. (2020). Kelayakan Geosite dan Geomorphosite Kawasan Desa Wisata Limbasari sebagai Potensi Geowisata Desa Limbasari. Indonesian Journal of Community Services, 2(2), 109. https://doi.org/10.30659/ijocs.2.2.109-117 Widgado, Asmoro., Eko, B. P., Anjar, T. L., & Sugeng, W. (2021). Posisi Artefak Batuan pada Teras Sungai Klawing di Daerah Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Media Bina Ilmiah, 15(7). Soejono, R.P. and S, Sartono and Azis, Budi Santoso and AS, Sumiyati. 1983. RAPAT EVALUASI HASIL PENELITIAN ARKEOLOGI I Cisarua, 8-13 Maret 1982. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. ISBN ISSN 0215-1901 Simanjuntak, T., Widiasmoro., & Harry Widianto. 1986. LAPORAN PENELITIAN ARKEOLOGI LIMBASARI. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. ISSN 0126 2599 Tim Desa Binaan HMTG “dr. Bumi” Unsoed. 2021. Ragam Limbasari. Purbalingga: Desa Binaan HMTG “dr. Bumi” Unsoed.
PERHIMAGI MENGABDI JABAGTIM 2022
| 30