Perhimagz | 01
GEOPARK GUNUNG SEWU Menjelajah jejak-jejak masa lampau Pulau Jawa
Area Geopark Gunung Sewu
Geopark Gunung Sewu membentang relatif barat-timur sekitar 120 km. Secara administratif area Geopark mencakup tiga provinsi, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Geopark ini masuk dalam jaringan Global Geopark UNESCO sejak tahun 2015.
Gunung Sewu merupakan Geopark yang lahir dari bottom to top yang terdiri beberapa geoheritage yang merupakan hasil rekamanrekaman dari peristiwa geologi. Geopark Gunung Sewu merekam hasil aktivitas vulkanisme dan bukti-bukti lingkungan laut. Geopark Gunung Sewu juga tergolong bottom to up yaitu dari pengetahuan dan keinginan masyarakat bersama pemerintah mengembangkan wisata berbasis pesona alam yang menyimpan rekaman geologi. Perhimagz | 01
Lava Bantal Watuadek, Berbah 7°48'28.1"S 110°27'34.3"E
Merupakan lava basalt yang mempunyai geometri bentuk seperti bantal maka dari itu bernama pillow lava. Lava bantal merupakan hasil vulkanisme kala oligosen akhir (sekitar 36 juta tahun yang lalu). Lava bantal tersingkap di aliran kali opak. Lava bantal merupakan bukti dari kejayaan vulkanisme di pulau jawa (Oligosen-Miosen). Sisi barat geosite terdiri dari singkapan lava bantal yang tersingkap karena kikisan aliran sungai opak. Warna kemerahan pada lava bantal akibat hasil oksidasi batuan basa oleh air. Perhimagz | 01
Scan to find the location!
Lava Bantal Watuadek, Berbah 7°48'28.1"S 110°27'34.3"E
Sisi timur geosite terdiri dari sedimentasi batupasir vulkanik klastik yaitu batuan epiklastik bukti hasil letusan besar Gunung Purba Semilir. Jadi, pada geosite ini terdapat dua event letusan yang berbeda. Lava bantal merupakan cerminan dari letusan efusif sementara batupasir vulkanik merupakan cerminan dari letusan besar eksplosif. Pada singkapan batupasir juga terlihat lapisan batulempung yang terendapkan secara suspensi hasil dari jeda letusan besar Semilir.
Perhimagz | 01
Perhimagz | 01
Gunung Api Purba, Nglanggeran 7°50’33.4”S 110°32’16.7”E
Merupakan gunung api purba yang aktif pada Oligosen–Miosen yang hanya tersisa volcanic neck. Gunung api purba Nglanggeran merupakan gunung api yang seperempat bagiannya terendam oleh air laut. Terdiri dari singkapan breksi autoklastik yang merupakan hasil erupsi gunung api. Secara stratigrafi, Gunung Api Purba Nglanggeran lebih muda dari Gunung Api Semilir yang pernah meletus padakalanya. Pada saat Gunung Api Purba Nglanggeran mati, batugamping kemudian tumbuh. Sehingga secara stratigrafi, satuan batuan karbonat terendapkan diatas Gunung Api Purba Nglanggeran.
Perhimagz | 01
Gunung Api Purba, Nglanggeran 7°50’33.4”S 110°32’16.7”E
Selain sisi geowisata yang menawan, Gunung Api Purba Nglanggeran juga merupakan wilayah recharge atau dari sudut pandang hidrogeologi merupakan daerah penangkap air. Jika dibayangkan dengan gunung api yang ada sekarang, Gunung Api Purba Semilir diibaratkan Gunung Api Krakatau sementara Gunung Api Purba Nglanggeran sebagai Anak Krakatau walaupun letusannya tidak sebesar Gunung Api Purba Semilir ataupun Nglanggeran.
Bioturbasi, Kali Ngalang 7°53’08.6”S 110°34’29.4”E
Geosite Kali Ngalang masuk dalam Formasi Sambipitu yang secara stratigrafi terendapkan secara tidak selaras diatas Old Andesite Formation dalam hal ini adalah Formasi Nglanggeran dan Formasi Semilir. Bioturbasi Kali Ngalang merupakan fosil jejak dengan jumlah yang masif merupakan hasil aktivitas organisme-organisme laut. Bioturbasi merupakan gangguan-gangguan yang dibuat organisme laut sebelum terjadinya litifikasi pada batuan sedimen. Pada area ini tersusun atas kalkarenit yang merupakan penciri lingkungan laut. Perhimagz | 01
Pantai Wediombo 8°11’22.8”S 110°42’37.2”E
Pantai ini terletak di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Area ini menempati subzona Gunung Sewu, dan tersusun atas Formasi Wuni yang terdiri dari batuan klastika gunungapi dan Formasi Wonosari yang merupakan batuan karbonat. Pada Teluk Wediombo terdapat sisa bentukan gunung api pada masa lampau yang tersusun atas breksi gunung api, lava, dan terobosan.
Perhimagz | 01
Geopark Gunung Sewu merupakan satu dari empat UNESCO Global Geopark yang ada di Indonesia. Selain untuk tujuan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, edukasi bagi masyarakat akan sisi geologi yang mencakup proses-proses geologi di Pulau Jawa dapat tercermin di Geopark Gunung Sewu. Salsah satunya yaitu Karst yang harus dijaga bersama karena karst merupakan sumber wadah air (akuifer) bagi masyarakat.
issuu.com/perhimagiofficial
Perhimagz Staf Ahli Jurnalistik Persatuan Himpunan Mahasiswa Geologi Indonesia 2019