REPRESENTASI TOKOH PANDAWA
Penina Inten Maharani
YUDIS Yudistira adalah putra sulung Pandawa. Pakaian yang ia kenakan adalah perlambangkan keluhuran, kegungan, dan kehalusan budi. Ia memiliki perwatakan sederhana, bijaksana, halus tingkah lakunya, sabar dan adil.
STIRA
VISUAL WAYA Mata Gabahan yaitu bentuk mata sempit agak memejam seperti gabah
Hidung Wali miring
yaitu bentuk hidung seperti ujung pisau
Seret Tumpal
pinggiran kain
Cincin Gunung Sapikul
menggambarkan beban yang ia tanggung
Tangan Nyempurit
YANG PURWA Gelung Keling
menggambarkan Yudistira adalah pribadi yang banyak berpikir
Sumping Probo Ngayun Mulut Keketan
mulut tersenyum dan tiga gigi terlihat
Manggaran
Hiasan dibelakang pinggang yang berbentuk deperti bunga kelapa (manggar)
Dodot Bokongan menggunakan dodot bokongan banyakandengan pola batik limaran
Jangkahan Kaki Sempit
REPRESENTASI TO
Secara visual, ia ditampilkan sebagai sosok berperang. Ia menggunakan busana yang probo ngayun serta memakai dodot bokong visual Yudhistira adalah sederhana, bijaksa
Perwujudan Raut Muka Perwujudan raut muka Yudistira menggambarkan pribadi berwatak tangguh, rendah hati, serta halus tingkah lakunya
OKOH YUDISTIRA
pria berbadan sedang, ramping dan pandai g sederhana, yaitu gelung keling, sumping g banyakan. Perwatakan yang tersirat dalam ana, halus tingkah lakunya, sabar dan adil.
Perwujudan Busana
Penggunaan dodotan dan manggaran mengalami penyesuaian bentuk dalam desain karakternya. Hal ini untuk memudahkan tokoh bergerak saat berperang.
BIM Bima merupakan putra kedua dari Dewi Kunti dan Prabu Pandu. Pakaian yang ia kenakan adalah perlambang nafsu-nafsu manusia yang sudah ia kuasai. Ia memiliki perwatakan jujur, berpendirian teguh, gagah berani, dan patuh.
MA
VISUAL WAY Mata Thelengan yaitu bentuk mata bulat seperti melotot
Lungsen
yaitu tambahan rambut diatas dahi
Hidung Bentulan
yaitu bentuk hidung seperti buah soka atau bentul
Dodot Kunca Poleng Bintulu Gelang Candrakirana Kuku Pancanaka
YANG PURWA Gelung Minangkara menggambarkan Bima adalah pribadi yang banyak berpikir
Sumping Pudhak Sinumpet Mulut Keketan
mulut tersenyum dan tiga gigi terlihat
Kepuh
Lipatan dodot bagian belakang pinggang
Kunca
Kain yang menggantung sampai ke tanah
Jangkahan Kaki Lebar
REPRESENTASI TO
Secara visual, Bima ditampilkan sebagai so dan berkumis. Tubuhnya kuat dan memiliki lainnya. Perwatakan yang tersirat dari visu kuat, gagah beran
Perwujudan Raut Muka Perwujudan raut muka Bima dalam desain karakter menggambarkan pribadi berwatak baik, sopan santun, dan selalu memberi dengan ikhlas.
OKOH BIMA
osok pria berbadan besar, kekar, berjambang postur paling besar di antara tokoh Pandawa ual Bima adalah berpendirian teguh, sopan, ni, patuh, dan jujur.
Kukunya panjang semua saat tangan tidak mengepal
Perwujudan Busana
Bima menggunakan kain panjang bermotif kotak-kotak dengan corak poleng bintulu.Penggunaan dodotan mengalami penyesuaian bentuk dalam desain karakternya. Hal ini untuk memudahkan tokoh bergerak saat berperang.
ARJU Arjuna adalah putra Prabu Pandu. Ia adalah seorang kesatria yang pendai berperang. Ia memiliki perwatakan dewasa, suka menolong, sopan dan tingkah laku halus hingga membuatnya banyak disukai banyak orang
UNA
VISUAL WAYA Mata Gabahan yaitu bentuk mata sempit agak memejam seperti gabah
Hidung Wali miring
yaitu bentuk hidung seperti ujung pisau
Mulut Keketan
mulut tersenyum dan tiga gigi terlihat
Seret Tumpal
pinggiran kain
Cincin Gunung Sapikul
menggambarkan beban yang ia tanggung
Tangan Nyempurit
YANG PURWA Gelung Keling
menggambarkan ia adalah pribadi yang banyak berpikir
Sumping Probo Ngayun
Manggaran
Hiasan dibelakang pinggang yang berbentuk deperti bunga kelapa (manggar)
Dodot Bokongan menggunakan dodot bokongan banyakandengan pola batik limaran
Jangkahan Kaki Sempit
REPRESENTASI TO
Secara visual, Arjuna digambarkan sebagai s tetapi sangat kuat dan mahir berperang, hin yang digunakan sederhana, yaitu bergelung s dodot bokongan. Perwatakan yang tersirat sopan dan tingkah laku halus hingga mem
Perwujudan Raut Muka Perwujudan raut muka Arjuna dalam desain karakter menggambarkan pribadi berwatak rendah hati, dewasa, pantang menyerah, tingkah laku halus (membuatnya disukai orang banyak), dan siap membantu siapa saja termasuk dewa.
OKOH ARJUNA
sosok pria berwajah tampan, berbadan kecil ngga menjadi satria andalan dewata. Busana supit urang, sumping waderan, dan memakai t dari visual Arjuna adalah suka menolong, mbuatnya banyak disukai orang banyak.
Perwujudan Busana
Penggunaan dodotan dan manggaran mengalami penyesuaian bentuk dalam desain karakternya. Hal ini untuk memudahkan tokoh bergerak saat berperang.
NAK Nakula adalah tokoh Pandawa yang memiliki kembaran, yaitu Sadewa. Walaupun mereka kembar identik tetapi memiliki kepribadian yang berbeda. Nakula pendiam dan pemikir, setiap hal yang dikerjakannya selalu ditelaah serta dimaknai secara mendalam.
KULA
VISUAL WAYA Lungsen
yaitu tambahan rambut diatas dahi
Mata Gabahan yaitu bentuk mata sempit agak memejam seperti gabah
Hidung Wali miring
yaitu bentuk hidung seperti ujung pisau
Ujung Ikat Pinggang
Sembulihan
lipatan pada pinggiran kain
Gelang Susun Cincin Gunung Sapikul Tangan Nyempurit
YANG PURWA Gelung Supit Urang Dahi ciut (sempit) Mulut Keketan
mulut tersenyum dan tiga gigi terlihat
Kelat Bahu Nagamangsa Manggaran dengan Bandhana
Hiasan dibelakang pinggang yang berbentuk deperti bunga kelapa (manggar)
Dodot Bokongan menggunakan dodot bokongan banyakandengan pola batik alas-alasan
Gelang Binggel Jangkahan Kaki Sempit
REPRESENTASI T
Secara visual, Nakula berbadan kecil namun ku berdahi lebar tidak seperti Sadewa. Busana yan ing surengpati, kalung ulur-ulur, kelat bahu na binggel, dan memakai dodot bokongan denga visual Nakula adalah jujur, setia, sopan, bijaks
Perwujudan Raut Muka Perwujudan raut muka Nakula adalah pribadi berwatak tangguh, rendah hati, halus tingkah lakunya, dan bijaksana.
TOKOH NAKULA
uat dan lincah dan rupawan parasnya. Nakula ng digunakan adalah gelung supit urang, sumpaga mangsa, gelang tangan susun, gelang kaki an sembulihan. Perwatakan yang tersirat dari sana, pemikir, dan pintar menyimpan rahasia.
Perwujudan Busana
Penggunaan dodotan dan manggaran mengalami penyesuaian bentuk dalam desain karakternya. Hal ini untuk memudahkan tokoh bergerak saat berperang.
SADE Sadewa adalah anak bungsu Pandu yang memiliki kembaran, yaitu Nakula. Walaupun mereka kembar identik tetapi memiliki kepribadian yang berbeda. Sadewa pandai berbicara dan berpendapat. Ia dikenal sebagai komandan yang dapat meningkatkan semangat prajurit di medan perang.
EWA
VISUAL WAY Lungsen
yaitu tambahan rambut diatas dahi
Mata Gabahan yaitu bentuk mata sempit agak memejam seperti gabah
Hidung Wali miring
yaitu bentuk hidung seperti ujung pisau
Ujung Ikat Pinggang
Sembulihan
lipatan pada pinggiran kain
Gelang Susun Cincin Gunung Sapikul Tangan Nyempurit
YANG PURWA Gelung Supit Urang Dahi ciut (sempit) Mulut Keketan
mulut tersenyum dan tiga gigi terlihat
Kelat Bahu Nagamangsa Manggaran dengan Bandhana
Hiasan dibelakang pinggang yang berbentuk deperti bunga kelapa (manggar)
Dodot Bokongan menggunakan dodot bokongan banyakandengan pola batik alas-alasan
Gelang Binggel Jangkahan Kaki Sempit
REPRESENTASI T
Secara visual, Nakula berbadan kecil namun ku berdahi lebar tidak seperti Sadewa. Busana yan ing surengpati, kalung ulur-ulur, kelat bahu na binggel, dan memakai dodot bokongan deng visual Nakula adalah jujur, setia, sopan, bijaks
Perwujudan Raut Muka Perwujudan raut muka Nakula adalah pribadi berwatak tangguh, rendah hati, halus tingkah lakunya, dan bijaksana.
TOKOH SADEWA
uat dan lincah dan rupawan parasnya. Nakula ng digunakan adalah gelung supit urang, sumpaga mangsa, gelang tangan susun, gelang kaki gan sembulihan. Perwatakan yang tersirat dari sana, pemikir, dan pintar menyimpan rahasia.
Perwujudan Busana
Penggunaan dodotan dan manggaran mengalami penyesuaian bentuk dalam desain karakternya. Hal ini untuk memudahkan tokoh bergerak saat berperang.
GATOT Gatotkaca adalah anak dari Bima dan Dewi Arimbi. Ia memiliki perwatakan sopan, tegas, cekatan, sakti mandraguna, dan saat berperang kekuatannya sangat besar.
TKACA
VISUAL WAYA Mata Thelengan yaitu bentuk mata bulat
Mulut Keketan
Hidung Bentulan
yaitu bentuk hidung seperti buah soka atau bentul
Ujung Ikat Pinggang Uncal Wastra Uncal Kencana Gelang Calumpringan Cincin Gunung Sapikul Tangan Nyempurit
YANG PURWA Gelung Supit Urang Garuda Mungkur Jamang Susun Tiga Sumping Sureng Pati Praba Perlambangan sinar
Kelat Bahu Nagamangsa Kalung Ulur-ulur Kepuh
Lipatan dodot bagian belakang pinggang
Badhong
kepingan perak penutup tempat kemaluan
Dodot Koncan
menggunakan dodot koncan dengan pola batik parang rusak
Kunca
Kain yang menggantung sampai ke tanah
Jangkahan Kaki Sempit
REPRESENTASI TO
Secara visual Gatotkaca digambarkan tidak terlalu tinggi dan badannya pedat Gatotkaca adalah sopan, tegas, cekatan kekuatannya
Perwujudan Raut Muka Perwujudan raut muka Gatotkaca dalam desain karakter menggambarkan pribadi berwatak baik, sopan, dan tegas.
OKOH GATOTKACA
sebagai sosok pria berbadan depah atau kekar. Perwatakan yang tersirat dari visual n, sakti mandraguna, dan saat berperang a sangat besar.
Perwujudan Busana
Penggunaan dodotan mengalami penyesuaian bentuk dalam desain karakternya. Hal ini untuk memudahkan tokoh bergerak saat berperang. Bentuk uncal wastra dan kencana juga mengalami penyesuaian bentuk.