SENIN - SABTU
6 - 11 NOVEMBER 2017
Edisi No 96
12 HALAMAN
medialaspela
Menerangi Bumi Serumpun Sebalai
Kearifan Lokal VS Kebiadaban Lokal “Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuki kegelapan” Oleh: Agus Ismunarno Pemimpin Redaksi LASPELA FILOSOFI spirit “lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuki kegelapan” itulah yang saya tangkap dan rasakan tatkala turut dalam “Bekisah Santai, Gaya Urang Jaman Luk, Pendekatan Kearifan Budaya dalam Interaksi dan Pelestarian Daerah Aliran Sungai” Jumat (3/11-2017) di Balau Pertemuan Jelajah
INDEX Hal 3 Hal 12
Stop Aksi Brutal Tebang Pohon! Oleh: Agus Ismunarno
Anak kijang mencari makan, Mati tertembak patah kakinya. Stop menebang kayu dihutan, Agar tidak jadi bencana (Pak Cik Kario)
FORUM MASYARAKAT PEDULI MENUMBING (FPM) Kabupaten Bangka Barat bersama pihak terkait menemukan aksi brutal penebangan sedikitnya 7 pohon secara ilegal di Kawasan Menumbing. FPM menyerukan Pemerintah dan Otoritas terkait segera melakukan tindakan hukum kepada perusak hutan di kawasan Menumbing. Seruan itu disampaikan dalam press release kepada pers/media yang ditandatangani Ketua Pengurus FPM Bangka Barat Hermansyah A.Md dan ditembuskan kepada Bupati Bangka Barat, Camat Muntok, Danramil Muntok
Barongsai DBS Juara 3 Menteri Agama Buka Swayamvara Tripitaka Gatha TIM BARONGSAI Barongsai Budhi Dharma Shaolin (DBS) meraih Juara 3 pada Swayamvara Tripitaka Gatha (STG) 2017 Tingkat Nasional yang dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin di taman Lumbini komplek Taman WIsata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jateng, pekan lalu. Juara 1 Barongsai DKI Jakarta dan Juara 2 Barongsai Tarakan.
Bobby Nasution - Kahiyang Siregar
Kasih Bhineka Tunggal Ika PUTRI SEMATA WAYANG Presiden Joko Widodo Kahiyang Ayu “Siregar” akhirnya dinikahkan dengan pemuda Batak asal Medan Muhammad Bobby Afif Nasution. Pesta pernikahan berkonsep Jawa itu digelar Rabu 8 November 2017 di kota Solo. Sesudah Kahiyang Ayu diberi marga Siregar dalam upacara adat Batak 21 November 2017 nanti, giliran pesta pernikahan untuk mempelai pria digelar di Medan 25 November 2017 mendatang. Atas pernikahan lintas suku Batak Jawa ini, lima binaragawan Kota Solo berkain batik dan bertelanjang dada mengungkapkan tanda bahagianya dengan berkeliling kota Solo sambil menenteng poster bertuliskan “Ikatkan Kasih Bhinneka Tunggal Ika” Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution diantar kereta kencana yang disiapkan oleh Anwar Muhtadi, seorang
kakek berusia 67 langganan sang Presiden. Anwar pernah mengurus iring-iringan kereta kencana saat pelantikan Jokowi menjadi gubernur dan presiden. Warga Laweyan Solo menyiapkan enam kereta kuda. Satu di antaranya adalah kereta kencana. Keretanya sebanyak enam buah, lalu kudanya ada 12, dan sebanyak 20 kru mengiringi prosesi pernikahan tersebut. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan dua kereta dalam pernikahan sulung Jokowi, Gibran-Selvi 2015 lalu, yang juga diurus oleh Anwar. Kereta kuda tersebut disiagakan di dua tempat terpisah. Yakni di Hotel Alila, sebagai hotel tempat Bobby Nasution dan keluarga menginap, dan Loji Gandrung, tempat Kahiyang dan keluarga Presiden Jokowi. Arak-arakan kereta kuda dilaksanakan di kedua tempat tersebut, dan
2
EKONOMI BISNIS
SENIN - SABTU
6 - 11 NOVEMBER 2017
E C O N OM Y
Dua Kelompok Tani di Basel Panen Bawang Merah 1,4 Ton KELOMPOK Tani Tikung Makmur di Desa Rias dan Kelompok Tani Jati Wangi di Dusun Limus Desa Serdang Kecamatan Toboali melakukan panen komoditi bawang merah belum lama ini.
hasil produksi dua kelompok tani ini merupakan realisasi dari penyaluran bantuan benih bawang merah yang diterima oleh kedua kelompok tersebut. “Alhamdulillah, dua kelompok tani bawang merah kita
Sebelumnya, kedua kelompok tani yang panen tersebut telah menanam bawang merah dengan luas 0,25 ha dan berhasil memproduksi masing-masin sebanyak 700 kilogram atau total 1,4 ton bawang merah. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, Patoni mengungkapkan,
di Rias dan di Dusun Limus telah memanen bawang merah. Luas lahan 0,25 hektar berhasil memanen bawang sebanyak masing-masing 700 kilogram, jadi totalnya ada 1,4 ton, untuk panen perdana, hasil ini cukup baik,” ungkapnya ditemui LASPELA. (tra)
Arcandra Tahar
Arcandra: Opsi PLTN di Babel WAKIL Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar membuka peluang adanya pengembangan potensi nuklir di Indonesia. Potensi yang ada ini nantinya bisa menjadi pembangkit listrik jika memang memungkinkan. Menurut Arcandra, selama ini pengembangan energi nuklir masih dalam tahap pro dan kontra. Seharusnya seluruh pihak bisa membedah secara komprehensif mengenai pengembangan potensi ini. “Tidak usah berdebat. Kami melihat aspek lainnya, kalau memang bisa silakan bangun,” kata dia dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jumat (3/11). Untuk itu, Kementerian
ESDM membuat forum pembahasan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), Jumat (3/11). Forum ini dihadiri Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), ITB, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Kementerian Perindustrian. Ada beberapa aspek yang perlu dipenuhi sebelum mengembangkan nuklir. Pertama, mengenai cadangan. Saat ini salah satu potensi nuklir dalam negeri ada di Bangka Belitung. Di daerah tersebut memiliki luas pelamparan aluvial sekitar 400 ribu hektare (ha), sehingga potensi/sumberdaya: Thorium 120 ribu ton, Uranium 24 ribu ton, dan Unsur Tanah Jarang 7 juta ton.
Namun, menurut Arcandra masih perlu dibuktikan sebelum dikembangkan. “Hari ini kami koreksi. Yang ada bukan cadangan tapi potensi, kalau sudah cadangan tingkatannya artinya ada kepastian di situ,” kata dia. Selain itu, perlu juga disiapkan teknologi. Salah satu teknologi yang sudah teruji terkait nuklir berasal dari Rusia. Meski begitu, hingga kini ada 447 PLTN beroperasi di 31 negara, dan 61 negara sedang konstruksi. Perancis kapasitas terbesar yakni 75% bauran energi, sedangkan Cina paling aktif konstruksi. Adapun, negara yang membangun PLTN seperti Uni Emirat Arab dengan kapasitas 4x1450 MW di 2018, Belarus 2x1200 MW (2018), Bangladesh 2x1200 MW (2023), Turki 4x1200 MW, 4x 1150 MW
(2024). Mereka memerlukan waktu 10 tahun untuk mengoperasikan PLTN sejak diputuskan membangun nuklir. Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah harga listrik dari pembangkit nuklir. Keekonomian tarif PLTN saat ini belum memadai. Perhitungan tarif listrik PLTN di Bangka oleh Rosatom (Rusia) sebesar 12 cent US$ per kWh. Padahal harga beli maksimal PLN atau BPP sebesar 7 cent$ per kWh. Menurut Arcandra, hingga kini belum ada perhitungan yang lebih akurat dan spesifik mengenai harga listrik dari pembangkit nuklir. Ini karena keekonomian PLTN sangat tergantung lokasi, meskipun beberapa publikasi global ada yang menyatakan 3 cent US$ per kWh. “Kalau harga itu masuk maka PLTN ada kemungkinan bisa dibangun,” kata dia.
Faktor penting lain yang perlu diperhatikan sebelum membangun pembangkit listrik tenaga nukir adalah sumber daya manusia Indonesia yang mampu mengembangkan nuklir, terutama PLTN. Akan tetapi, secara garis besar Arcandra menilai Indonesia sudah memiliki banyak ahli nuklir. Aspek terakhir dan penting yang harus dipenuhi adalah kesiapan masyarakat dalalm memasuki era PLTN. Selama ini nuklir masih menjadi momok dan belum banyak diterima masyarakat. Untuk itu perlu dilakukan studi untuk mensosialisasikan nuklir ke publik. “Ini lihat kembali kesiapan masyarakat seperti apa, karena ini erat kaitanya dengan syndrome selama tidak di daerah saya silakan saja,” kata Arcandra.(katadata)
Kebijakan Registrasi Kartu SIM Prabayar Rugikan Pengusaha Seluler?
Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kep. Bangka Belitung
JAKARTA - Aksi protes dari para pengusaha konter seluler di Grobogan, Jawa Tengah, mengundang pertanyaan apakah kebijakan registrasi kartu SIM prabayar benar merugikan para pelaku usaha di bidang seluler. Protes dari pengusaha konter itu diwujudkan dengan membakar 3.000 kartu SIM prabayar pada 2 November 2017 lalu. Menanggapi hal ini, Ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Merza Fachys, menjelaskan kebijakan registrasi sebenarnya tidak memengaruhi bisnis telekomunikasi di Indonesia. Hal itu dikarenakan kebijakan registrasi sebenarnya sudah ada sejak lama, hanya sekarang pemerintah menggunakan format berbeda dalam pendaftarannya. "Apakah betul ada kaitannya dengan tata kelola bisnis? Pak, nanti orang enggak laku jualan sim card. Pertanyaannya, kenapa mesti enggak laku kalau orang butuh layanan telekomunikasi? Ya beli saja, daftar saja," kata Merza saat dihubungi Kompas.com pada Senin (6/11/2017). Merza memandang, aksi protes dari para pengusaha konter di Jawa Tengah kemarin bisa jadi dikarenakan kekurangpahaman mereka terhadap kebija-
kan tersebut. Dia kembali menyinggung sejak tahun 2015 silam, kebijakan registrasi data diri bagi pemilik kartu SIM prabayar telah dilakukan dengan mengirim keterangan nama, tanggal lahir, dan alamat ke nomor 4444. "Kalau memang dulunya orang bisa dengan mudah mengaktifkan sim card, walaupun namanya diisi yang anehaneh, diterima. Sekarang enggak bisa," tutur Merza. Dia juga menampik kekhawatiran pengusaha seluler yang menilai kebijakan registrasi membatasi masyarakat membeli kartu SIM prabayar dalam jumlah yang banyak. Menurut Merza, dalam kebijakan yang diatur, masyarakat bisa mendaftarkan hingga tiga nomor berbeda untuk satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK) yang sama. "Jadi sekarang di Kndonesia ada enam operator seluler, kalau satu operator orang punya tiga nomor yang daftar online, bisa daftarin dirinya sampai 18 nomor. Masa kurang sih?" ujar Merza. Jika ada orang yang butuh lebih dari batas nomor yang disediakan, masyarakat tetap bisa membeli nomor tambahan dan melakukan registrasi. Dengan catatan, pembelian nomor tambahan itu dilakukan di galeri operator seluler masing-masing guna dilakukan pendataan. (kmps.com)
SENIN - SABTU
CEREMONY
6 - 11 NOVEMBER 2017
3
PEMERINTAH KABUPATEN BELITUNG Drs. H. Erwandi A. Rani Wakil Bupati Belitung
H.Sahani Saleh, S. Sos Bupati Belitung
Karyadi Sahminan, S.E., M.A.P Sekda Kab. Belitung
Pahlawan Penjaga Laut Belitung TEPATNYA tanggal 7 November 1958, lahir seorang putra di desa Mengkubang Kabupaten Belitung Timur. Dia adalah H. Sahani Saleh S.Sos yang saat ini menjadi Bupati Belitung. Terlahir di bulan November, pria yang dikenal dengan panggilan Sanem ini memiliki jiwa semangat juang seperti pahlawan dalam menjalani hidupnya. Bahkan jiwa ikhlas dan pemberani bak pahlawan sudah mendara daging di dalam jiwa Sanem sejak lahir. Dalam beberapa kesempatan, Sanem pernah menyebut dirinya seperti pahlawan. Alasannya karena dia lahir di bulan November yaitu 3 hari menjelang tanggal 10 November sebagai hari Pahlawan yang diperingati bangsa Indonesia setiap tahunnya. Menginjak usia ke- 59 tahun pada 7 November 2017 ini, tak ada yang menyangka sosok Sa-
nem bisa menjadi orang nomor satu di Belitung. Bukan perkara mudah bagi Sanem untuk menjalani hidupnya hingga sukses menjadi sang Bupati. Di hari pahlawan ini, semangat juangnya dalam menjalani liku hidup patut dicontoh generasi muda. Ia terlahir sederhana bahkan prilaku itu terbawa hingga menjadi Bupati. Terkadang ia tidak terlalu menghiraukan formalitas keprotokoleran sebagai pejabat. Dibesarkan dalam keluarga nelayan, membuat Sanem muda paham betul akan pahit getirnya hidup. Jangan tanya urusan melaut, karena hampir separuh hidupnya dihabiskan untuk mencari nafkah di laut. Dari sinilah kecintaan Sanem akan kehidupan bahari timbul. Hingga saat ini, ketika mandat dari masyarakat berhasil disandangnya, Sanem tetap teguh akan komitmennya untuk menjaga keaslian laut Belitung sebagai potensi wisata, sumber penghidupan masyarakat dan bukan diperuntukkan bagi penambangan di laut. “Demi cita-cita menjadikan Belitung sebagai pusat wisata bahari, maka saya menentang segala bentuk penambangan di laut," ujar Sanem mengenai laut Beliutng yang ia cintai itu. Tumbuh besar di Mengkubang, Sanem kecil pernah merasakan sekolah tanpa alas kaki. Kondisi keluarga kurang mapan secara ekonomi itu-
lah menjadi pemicu untuk bersekolah hingga ke perguruan tinggi. Saat kecil, Sanem juga diminta orangtuanya menjaga kebun. Satu hal yang masih diingat Sanem ketika ia dimarahi almarhum ayah. Ia pernah lalai menjaga kebun hingga tanaman habis diobrak-abrik rombongan monyet. Ada rasa takut tapi nasi sudah menjadi bubur. Sanem akhirnya memutuskan pulang dan menerima segala resiko atas kelalaiannya, tiba di rumah tentu saja ia sudah tahu akan disambut omelan. “Tugas macam itu saja kau lalai, macam anak insinyur saja kau ini, Kalau tak mau susah dan maunya ongkang-ongkang kaki dirumah, jadi anak dokterandes saja sana," kenang Sanem menirukan omelan orangtuanya kala itu. Saking seringnya mendengar omelan dengan adanya istilah insinyur dan dokterandus, dia berandai-andai nikmatnya hidup sebagai orang berpendidikan seperti pegawai PT Timah Tbk, memiliki mobil bagus dan memiliki rumah mewah kala itu. Dari sinilah motivasi besar Sanem kecil untuk terus bersekolah muncul. Menginjak usia remaja, Sanem mengayuh sepada ke kota Manggar yang berjarak 20 km dari tempat tinggalnya, Sanem muda selalu menyempatkan diri memasang pancing di sungai yang terletak di depan Stadion baru Belitung Timur saat ini. Istilahnya bebanjor, kata orang Belitung. Ketika berangkat dia memasang pancing dan meninggalkannya untuk belajar di sekolah, kemudian mengambil hasil pancingannya saat bertolak dari sekolah dan menjajakan ikan tersebut sepanjang perjalanan pulang ke rumah. Jika tidak terjual, ikan tersebut akan dijadikan lauk untuk makan bersama di rumah. Lulus dari SMP, ia lantas hijrah ke Tanjungpandan dan
memilih STM. Sekolah kejuruan yang diyakini akan menghantarkannya lebih dekat kepada gelar insinyur. Berbekal ijazah STM, Sanem berani merantau ke tanah Jawa, tepatnya ke kota gudeg Jogjakarta. Selama kuliah, Sanem aktif sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Indonesia atau HMI. Ia juga aktif sebagai pengurus Ikatan Keluarga Pelajar Belitung (IKPB). Karirnya bermula saat diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).Karirnya di pemerintahan cukup baik. Ia sempat menjadi camat di Selat Nasik dan Sijuk. Menariknya, saat menjadi camat Selat Nasik ia membuat terobosan dengan mengadakan acara selamatan kampong atau Maras Taun dalam skala yang dapat dikatakan besar-besaran untuk pertama kalinya di Belitung. Melalui acara ini, Sanem juga berhasil menyatukan tiga suku di Kecamatan Selat Nasik. Sanem cukup dekat dengan masyarakat Selat Nasik dan Sijuk. Modal itulah yang menjadi poin penting Ir. H. Darmansyah Husein meliriknya menjadi Wakil Bupati Belitung pada Pilkada tahun 2008 silam hingga pada tahun 2013, Sanem kemudia maju menjadi Bupati Belitung berpasangan dengan Erwandi A Rani. (adv/jun)
Pantai Tongaci Kian Kreatif Datangkan Wisatawan Festival Halloween de’Locomotief 2017 Dihadiri Wisatawan dari Berbagai Daerah Jadi Kalender Event Tahunan de’Locomotief Tongaci Siap Menjadi Tempat Wisata Perlombaan Berskala Nasional S U N G A I L I ATFestival Halloween de’Locomotief 2017 yang digelar pada tanggal 28-29 Oktober lalu berlangsung meriah. Beragam pertunjukan yang disiapkan panitia pelaksana berhasil membius ratusan pengunjung yang hadir meramaikan lokasi di Pantai Tongaci Sungailiat, Bangka. Keberhasilan Pantai Tongaci menggelar Festival Halloween de’Locomotief 2017 sebagai wujud komitmen kretifitas Tongaci dalam upaya menghadirkan sebanyak mungkin wisatawan baik lokal maupun mancanegara ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Terbukti, atraksi wisata bertajuk Festival Halloween de’Locomotief yang diikuti sebanyak 27 peserta itu sukses mendatangkan wisatawan tak hanya dari pulau Bangka tapi juga seluruh Indonesia bahkan negara tetangga Malaysia.
Dalam Festival Halloween ini tema dan hiburan yang diambil antara lain perlombaan busana Halloween terbaik, uji nyali di dalam rumah hantu, ramalan, melukis wajah, manusia melayang di udara yang didukung musik DJ Halloween performance. Humas de'Locomotief pantai Tongaci, Yushak menyampaikan antusiasme masyarakat dalam acara ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. "Wah, animo warga luar biasa. Kami berharap dengan acara Halloween ini, masyarakat khususnya anak-anak muda dapat semakin meningkatkan kreatifitas karena salah satu penilaian kami kreatif dari peserta tentunya juga acara halloween ini menjadi kalender event tahunan kami di de’ Locomotief," katanya belum lama ini. Masih seputar festival Halloween, pada Minggu (29/10) pihak management Tongaci kembali menyelenggarakan kejuaraan barongsai di atas air yang pertama di Indonesia diikuti sebanyak 20 peserta terdiri dari perwakilan masing-masing Kabupaten/Kota di Provinsi Bangka Belitung serta tim-tim lainnya. Yushak menjelaskan, kejuaran barongsai ini berhasil menarik ratusan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Manado, Kalimantan, Bogor, Surabaya, bahkan ada dari negara tetang-
ga seperti Malaysia. “Keberhasilan management Tongaci dalam menggelar berbagai event selama ini menjadi modal yang baik bagi kami. Tentunya Tongaci akan siap menggelar event-event wisata berskala nasional lainnya pada waktu mendatang,” pungkas Yushak. Salah satu pengunjung asal Belitung, Rina (29), mengaku datang ke pantai Tongaci hanya ingin melihat langsung bagaimana meriahnya kegiatan tersebut. Bahkan menurutnya, acara Halloween ini jarang sekali ada kecuali di kota- kota besar seperti Jakarta dan Bandung. "Acaranya luar biasa menarik. Ini sangat bagus untuk kalangan anak muda. Apalagi ini salah satu acara yang dapat menghilangkan rasa stres akibat lelahnya aktvitas kerja seharian,"tutupnya. (adv/rfq)
4
LIPUTAN KHUSUS
SENIN - SABTU
6 - 11 NOVEMBER 2017
Bahar Buasan: Team Work PERBASI Ciptakan Prestasi
Bidang Pembinaan Prestasi dan Kepelatihan. “Saya adalah pecinta basket. Di Kayu Besi, kampung halaman saya, basket telah menjaBAHAR BUASAN ST., M.S.M, M.Sc di olahraga unggulan dan andalan. Dalam olahmerupakan Anggota DPD RI yang piawai ma- raga basket, pemain basket berlatih disiplin, suk di semua kalangan dan bidang. Di bidang semangat berkompetisi dalam team work dan pariwisata, pria kelahiran di Pangkalpinang, melatih ketajaman membidik target,” kata Bahar kepaKepulauan Bangda LASPEka Belitung, 25 “Bakat memenangkan permainan, LA di sela-seMaret 1964 itu banyak mengin- tetapi kerja sama tim dan kecerdasan la peresmian Kantor Sekspirasi KADIN memenangkan kejuaraan” retariat PerKepulauan Bangsatuan Basket ka Belitung. (Michael Jordan) Seluruh IndoDalam kesinesia (PERbukannya sebagai BASI) KepuAnggota DPD RI, Bahar Buasan masih meluangkan waktu, tena- lauan Bangka Belitung. Ketua Umum PERBASI Babel, Yusri Lega, pikiran dan dana di dunia Basket. Bahar Buasan pun dengan senang hati bersedia men- stari meresmikan Kantor Sekretariat PERdampingi dan mendukung Ketua Umum PER- BASI Babel di Jalan Rasakunda 25, Bukit InBASI Babel, Yusri Lestari menjadi WKU 1 tan, Pangkalpinang, Kamis (2/11-2017) den-
gan pengg u ntingan pita didampingi oleh WKU PERBASI Bidang Pembinaan Prestasi dan Kepelatihan, Bahar Buasan, WKU Perbasi Bidang Publikasi dan Kehumasan Djohan Riduan Hasan, Penasehat Abet Suhaian, Anggota DPR RI Rudianto Tjen, Pembina Basket Yusuf Lie, Melvina Rusli, Sandro dan Pengurus Perbasi Babel. Lebih lanjut Bahar Buasan berharap agar Pengurus PERBASI Babel bekerjasama membangun dan mencetak prestasi di dunia basket. “Kita Pengurus PERBASI Babel terlebih dahulu harus bekerja keras dalam team work untuk menciptakan pebasket-pebasket Babel yang andal dan mampu berprestasi di tingkat regional, nasional maupun internasional. Kita harus mendukung pemerintah dengan mencetak Tim Basket yang mampu mengharumkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” harap Bahar Buasan. Bahar Buasan juga mengimbau kepada semua pengurus untuk melakukan penggalangan dana dari para pecinta basket yang tertarik, berminat dan berpotensi menjadi penyandang dana. “Team work itu salah satunya adalah mengajak para pecinta basket untuk mencukupi dana operasional, dana latihan serta dana untuk tanding ke luar,” harap Bahar Buasan dengan mengawali memberikan donasi ke
PERBASI Babel. Bahar yang terlahir dengan nama Bong Tjhai Bun itu berkeyakinan, “Dengan semangat team work di Kepengurusan PERBASI Babel maupun spirit team work di klub-klub basket se Babel niscaya akan tercipta prestasi-prestasi gemilang dari olahraga basket di Babel.” Kolektif Kolegial Ketua Umum PERBASI Babel Yusri Lestari berharap kepemimpinan PERBASI Babel adalah kolektif kolegial. “Mari kita kompak dalam berbuat sesuatu untuk Babel. Mari kita jangan setengah-setengah dalam melakukan pembinaan dan pelatihan wasit. Berbagai terobosan sudah kita coba lakukan untuk meningkatkan prestasi. “Dengan kantor Sekretariat kita berharap bisa mempermudah koordinasi dan memperlancar aktivitas dalam rangka meningkatkan prestasi bola basket di Negeri Serumpun Sebalai ini. Sementara ini kita sudah melakukan beasiswa sarjana bagi atlet berprestasi, Kejurda U-18, Kejurnas U-18, Penyegaran Lisensi Wasit dan Pelatih, Danrem Cup 2017 serta rapat kerja daerah,” ungkap Yusri Lestari. Sementara Anggota DPR RI Rudianto Tjen menilai tim Pengurus PERBASI Babel luar biasa spirit dan cita-citanya. “Saya yakin olahraga basket di Babel dengan komandan Pak Yus-
ri Lestari PERBASI ini diberdayakan sehingga bisa memiliki tim nasional yang hebat. Kalau perlu ada pemain luar. Kalau perlu membentuk Tim Favorit Internasional. Ukirlah prestasi basket Babel. Dengan koordinasi, saya yakin bisa,” kata Rudianto. Sedang Djohan Riduan Hasan menyambut baik kiprah PERBASI Babel. “Bagaimanapun juga olahraga basket ini banyak memiliki sisi positif. Dari pengalaman masa kecil, mereka yang aktif berolahraga basket, masa dewasanya menjadi orang yang bermakna bagi keluarga dan masyarakatnya. Mereka tidak menjadi peminum, alkoholik. Namun menjadi orang yang sportif,” ungkap Djohan Sedang Abet Suhaian mengajak semua pecinta basket untuk saling mendukung dan jangan saling menjelekkan dan mengendurkan semangat. (adv/agus cakraputra)
Tiga Tokoh Bertemu di Mesjid Kayu “Lestarikan Budaya Bangka” TIGA TOKOH bertemu di Mesjid Kayu, Tua Tunu, Pangkalpinang, Jumat (3/11-2017). Mereka adalah Anggota DPD RI Bahar Buasan yang juga pemilik Rumah Inspirasi di Kayu Besi, Bangka Tengah, Ustadz Haji Heri, Pemilik Kelekak Community Mesjid Kayu dan Pendeta Yusuf Lie, Pemilik Perikanan Darat di Kayu Besi, Bangka Tengah.
Mereka pun lalu melakukan sharring atas karya-karya masing-masing dan melakukan dialog dari hati ke hati. Karya ketiga tokoh tersebut adalah karya yang sangat kontekstual dengan kekinian Babel; karya yang persis menohok di jantung persoalan Babel yang memerlukan solusi. Rumah Inspirasi Bahar Buasan merupakan wadah pendidikan non formal yang menyegarkan; mendidik keterbukaan, kejujuran, kedisiplinan, kreativitas dan inovasi. Karakteristik Rumah Inspirasi seperti itulah yang mengundang anak-anak SD, SMP dan SMA untuk datang ke Rumah Inspirasi mereguk sisi pendidikan yang tidak mereka temui di sekolah. Ustadz Haji Heri menciptakan Kelekak Kawasan Mesjid Kayu karena kerinduannya untuk menghadirkan Kampung Melayu di Kota Pangkalpinang. Kerinduannya pada masa kecil dijawab dengan mengumpulkan “instrumen budaya” tempo doeloe dalam Galery di Kawasan Mesjid Kayu. Di Kawasan Mesjid Kayu pula Haji Heri menyediakan fasilitas Manasik Haji. Sedang Pendeta Yusuf Lie berkarya mengubah serta memenej kolong-kolong bekas tambang timah menjadiperikananairtawaryangmen-
janjikan secara ekonomi. Keberhasilan pendeta Yusuf Lie ini oleh Pemerintah Daerah ditularkan kepada warga yang berminat memelihara ikan. Tiga tokoh itu tidak berkompetisi melainkan bersinergi. Keberhasilan Pendeta Yusuf Lie disinergikan di Kawasan Mesjid Kayu dengan membuat perikanan darat di sudutnya. Sedikitnya 12 kolam ikan sudah ditebari bibit lele maupun ikan. Dan yang luar biasanya Pendeta Yusuf Lie dan Haji Heri menyerahkan pengelolaan perikanan ikan ini pada tuna netra yang memang tinggal di Kawasan Mesjid Kayu bersama alumna UBB sebagai pendamping. Selaku Anggota DPD RI Bahar
Buasan mengapresiasi karya Haji Heri yang spesial melestarikan budaya Bangka. “Kepedulian Haji Heri patut kita acungi jempol. Kalau tidak ada pribadi yang care, peduli pada budaya Bangka, maka pada titik waktu tertentu akan punah. Dan generasi berikutnya tidak tahu lagi tentang budaya dan instrumen kehidupan budaya jaman dulu,” ungkap Bahar Buasan. Langkah sinergi yang dilakukan Bahar Buasan adalah mengajak anak-anak dari Rumah Inspira-
si berkunjung ke Kawasan Mesjid Kayu untuk belajar budaya jaman doeloe serta melakukan praktek bedah ikan air tawar bersama pendamping dan pembimbing dari Universitas Bangka Belitung. Sinergi yang dilakukan Bahar Buasan, Haji Heri dan Pendeta Yusuf Lie ini merupakan teladan hidup bagi kita yang lebih mengutuki situasi ketimbang mencari solusi. Tiga tokoh ini tidak berkompetisi, bersinergi dan memberikan multi solusi bagi negeri ini. (adv/agus ismunarno)
SENIN - SABTU
PELANGI EDUKASI 5
6 - 11 NOVEMBER 2017
17 Mahasiswa Asal Beltim Terima Bantuan Tunai Biaya Kuliah MANGGAR – Sebanyak 17 orang mahasiswa Kabupaten Belitung Timur (Beltim) akan menerima beasiswa non permanen. 12 orang diantaranya akan menerima Rp 15 juta, dan 5 orang lainnya Rp 12,5 juta. Perbedaan jumlah besaran beasiswa berdasarkan lokasi tempat kuliah. Jika berada di dalam Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung akan menerima Rp 12,5 juta, sedangkan mahasiswa yang kuliah di luar Provinsi akan memperoleh Rp 15 juta. Beasiswa akan segera disalurkan akhir Nopember 2017 ini. Uang akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing mahasiswa. “Kalau tanggal pasti pencairan belum tau, tapi kita upayakan bulan ini sudah cair,” kata Ketua Verifikasi Penerima Beasiswa Non-Permanen, Asmaryatin kepada di Dinas Pendidikan (Dindik), Senin (6/11/2017). Sekretaris Dindik itu menyatakan total pendaftar yang mengajukan beasiswa mencapai 31 orang. Namun karena beberapa persyaratan tidak ter-
penuhi, sesuai persyaratan maka, hanya 17 orang diputuskan. “Ada yang tidak dapat diproses karna IPK-nya di bawah 3, namun juga banyak yang gugur karena sudah menerima beasiswa dari instansi lain atau kampusnya. tidak boleh double, makanya kita minta mereka pilih salah satu,” ungkap Yatin. Mantan Camat Dendang itu menjamin jika penerima beasiswa adalah benar-benar orang yang tidak mampu. Tim verikasi beasiswa bahkan sudah melakukan survey ke setiap rumah bakal penerima beasiswa. “Semua rumah sudah kita datangi. Penerima bukan orang kaya atau orang mampu. Bahkan ada yang sempat cuti kuliah semester ini karena belum mampu bayar SPP,” terang Yatin. Salah seorang calon penerima beasiswa, Umma Ulfa (20) mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan beasiswa dari Pemkab Beltim. Warga Desa Lalang Kecamatan Manggar itu mengungkapkan saat ini yang mencari nafkah hanya ibunya. Untuk membiayai kuliahnya, sehari-hari ibunya, Suhra berjualan minuman ringan dari toko kecil di rumahnya.
“Kita sangat terbantu dengan adanya program ini. Ini sangat bermanfaat, banyak generasi muda kita yang tidak bisa kuliah karena keterbatasan biaya,” ucap Ulfa. Mahasiswi jurusan Fisika Universitas Diponogoro Semarang itu membeberkan jika Ia pernah mengajukan biaya penurunan kuliah dari Rp 3,5 juta menjadi Rp 500 ribu persemester. Hal ini dikarenakan kemampuan ekonomi orang tuanya. “Pas mama la singgel parent, aku ngajukan minta pengurangan biaya SPP, Alhamdulillah dikabulkan kampus. Takutnya kalau yang lama dak mampu melanjutkan,” ujar pemilik IPK 3,46 tersebut. Meski saat ini Ulfa sudah berada di semester 7 dan segera akan mengurus skripsi, namun dengan adanya bantuan beasiswa akan dapat menunjang pelatihan profesi seusai lulus. Ia pun berharap tahun depan Pemkab Beltim akan kembali mengadakan beasiswa. “Duitnya untuk skripsi sama untuk bayar pelatihan profesi. Skripsi sih dak terlalu gede, cuman butuh benar untuk pelatihan profesi karena harus bayar masuknya Rp 18 juta,” jelas Ulfa.
Hal sama juga diungkapkan calon penerima beasiswa lainnya, Yayi Bely Anggraini (19). Sejak ayah meninggal beberapa lalu, kehidupan ekonomi keluarganya agak menurun. Warga Desa Lenggang Kecamatan Gantung itu pun sempat cuti karena tidak sanggup membayar kuliah. “Sekarang sedang cuti, nunggu dapat beasiswa baru nyambung lagi. Mama hanya ibu rumah tangga yang ngarap dari duit kontrakan,” kata Yiyi. Untuk menambah biaya kuliahnya dan hidup sehari-hari, Mahasiswi Akutansi Universitas Muhammadiyah Surakarta itu pun kerja sambilan dengan memberikan les private. “Kita mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati dan orang-orang dari Dinas Pendidikan dan Desa yang sudah mau membantu. Mudah-mudahan akan banyak lagi orang yang akan terbantu dengan adanya program ini,” harapnya. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Beasiwa Non Permanen, Andi Irawan menyatakan tahun 2018 mendatang Dindik Beltim akan menambah kuota penerima beasiswa non permanen. Jika tahun ini hanya diperuntukkan bagi 17 orang, maka tahun
depan Dindik menyiapkan beasiswa bagi 35 orang. “Kita tambah soalnya banyak peminat. Manfaatnya lebih baik dari beasiswa permanen. Kebetulan beasiswa permanen juga banyak yang sudah mau selesai,” kata Andi. Kepala Seksi Kurikulum Dindik itu mengungkapkan periode pertama beasiswa banyak mahasiswa Beltim yang belum mengetahui adanya program beasiswa. Oleh sebab itu, Dindik pun mengalokasi lebih banyak pada periode kedua ini. “Informasinya banyak dak sampai ke telinga mereka atau orang tuanya. Ada yang mau berhenti kuliah karena dak punya uang lagi. Mereka dak tau kalau ada program ini, pas daftar dak bisa lagi karena sudah mau dibuat SK-nya. Makanya kita sarankan tahun depan,” ungkap Andi. Untuk syarat pengajuan beasiswa, Andi menyebut jika syarat tidak berubah. Malah, Ia menjanjikan pencairan akan dapat dilakukan pada Maret 2018. “Makanya untuk yang berminat bisa disiapkan syarat-syaratnya dari sekarang. Awal tahun nanti sudah bisa kita verifikasi, biar cepat keluarnya,” pungkas Andi. (*/jun)
EDUCATION
368 Pelajar Ikuti Belitong Beach Run 5k Dispora SEBANYAK 368 Pelajar Se Kabupaten Belitung ikut ambil bagian dalam Belitong Beach Run 5k yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Belitung, Sabtu (4/11/2017). Belitong Beach Run 5 Km ini dibuka secara resmi oleh Bupati Belitung Sahani Saleh dengan pengibaran bendera start sebagai tanda dimulainya kegiatan lari pantai sejauh 5 kilometer oleh berbagai pelajar mulai dari SMP hingga SMA sederajat. start diawali dari pantai Tanjung Tinggi dan finis di Pantai Tanjung Kelayang. Ketua Panitia Subagio kepada Laspela mengatakan kegiatan ini diharapkan mengkerucut kepada tiga hal pokok yang menjadi perhatian. Pertama bagaimana upaya membudayakan olah raga di Kabupaten Belitung, Olah raga menjadi kegiatan rutinitas. Kedua dalam efen ini tentunya berbicara mengenai masalah pembinaan prestasi untuk menggali bibit atlit yang handal di kabupaten belitung baik itu di tingkat pelajar dan umum. Ketiga berbicara promosi wisata daerah. " Semoga kegiatan ini akan menjadi agenda rutin yang tentunya dapat menarik wisatawan mengunjungi Belitung," harapnya.(Jun)
6 VISION OF TOURISM
Bangka Siap Gelar 44 Event Pariwisata Tahun 2018 SUNGAILIAT – Kabupaten Bangka terus menggiatkan kegiatan yang berhubungan dengan pariwisata, kepemudaan dan olahraga. Hal ini dikarenakan karena potensi pariwisata Kabupaten Bangka sangat layak untuk dijual dan dipromosikan keluar sehingga bisa menarik pengunjung untuk berkunjung ke Kabupaten Sepintu Sedulang ini. Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka, H. Asep Setiawan mengungkapkan untuk kalender event pariwisata 2018, Kabupaten Bangka telah menyiapkan event pariwisata untuk diberikan kepada pengunjung Kabupaten Bangka, baik itu skala lokal, nasional, Asia, Asia Pasific dan juga Internasional. Bahkan Pemkab
Bangka telah menyiapkan 44 event pariwisata untuk dijual dan dipromosikan tahun 2018 mendatang, mulai dari alam, budaya, kuliner, sport tourism, dan lainnya. Asep menegaskan, Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga akan terus mempromosikan dan mematangkan event pariwisata tersebut dan terus koordinasi dengan
provinsi dan pusat. "Sepanjang tahun mulai bulan Januari sampai bulan Desember 2018 kita telah menjadwalkan semunya event pariwisata, baik itu berhubungan dengan alam, budaya, kuliner, olahraga pariwisata, dan lainnya," katanya. Untuk itu, dirinya berharap semua elemen masyarakat dapat mendukung, dan bi-
sa mengangkat destinasi pariwisata Kabupaten Bangka. "Potensi alam kita besar, bisa untuk sport tourism, dan juga mendukung wisata lainnya," katanya. Sesuai dengan kalender event pariwisata Kabupaten Bangka tahun 2018 ada 44 kegiatan yang telah dipersiapkan Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka bekerja sama dengan berbagai pihak sebagai nara hubung dan dilaksanakan diberbagai tempat pariwisata, seperti Pantai Tanjung Pesona, Sungailiat, Belinyu, Parai Beach Resort, dan lainnya. Keempat puluh empat event pariwisata tersebut, yakni. Bangka Archiepelago Tour, Tanjung Pesona Mancing Mania, Photograapher Competition, Festival Imlek, Vlogger Competition, Bangka Culture Wave, Festival Food Bazaar,
Pemilihan Putra Putri Merah Putih, Cap Go Meh, Pesona Bangka Travel Mart, REI Anniversary, Festival Ceng Beng, Jetski Race, Festival Nyo Nek Kato Nyo, Sungailiat Triathlon, Bangka Expo, Festival Seni Tari, Beach Volley Open Tournament, Festival Kepariwisataan, Pemilihan Bujang Miak Bangka, Sungailiat Adventure Trail, Festival Bacang, Ritau Pehcun, Pehcun Ritual, Festival Band, Mr. Indonesia Competition, Bangka Outdoor, Festival Permainan Tradisional, Festival Ulambana, Sembayang Rebut, Mr. Teen Competition, Tongaci Day, Moon Festival, Wonderful Sail 2018, Jetski Tour, Cruise Landing, Jazz on the Beach, Festival Fotografi, Festival Rakyat, Volley Beach Competition tingkat Asia Pasific, Traditional Culinary Festival, Flower Festival, dan Dhamma Talk. (*/red)
Pemerintah Harus Lebih Ekstra Sosialisasikan KEK Tanjung Kelayang ke Masyarakat TANJUNGPANDAN Perwakilan masyarakat Desa Binga Kabupaten Belitung Muhdi cs meminta Pemerintah lebih ekstra mensosialisasikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang kepada masyarakat. Hal ini disampaikan Muhdi saat rapat bersama Pemerintah Kabupaten Belitung dan pihak terkait lainnya, Jumat (3/11/2017). Menurut Muhdi ada 4 hal yang belum diselesaikan pemerintah yakni sejauh mana kejelasan kepemilikan tanah, masyarakat mana saja yang su-
dah menerima ganti rugi, lahan yang diklaim pihak konsersium melebihi ukuran awal dan terakhir lahan rawa-rawa yang tidak ada. "Karena kami yang dengan susah payah membina kerukunan dan keluh kesah masyarakat jadi sekiranya bapak-bapak yang berada diatas mohon keluhan kami ini untuk ditindak lanjuti atau dituntaskan,"ungkapnya. Sementara Bupati Belitung Sahani Saleh menyebutkan pengoperasian KEK Tanjung Kelayang sudah berjalan. Proses pengoperasian bukan han-
ya dilihat dari bentuk fisik saja, melainkan proses tetap diawali dengan administrasi. Terkait KEK, proyek ini adalah berkah bagi Kabupaten Belitung, maka kata Bupati semua pihak harus mendukung. Proyek ini juga melibatkan banyak kementerian. "Pemerintah daerah dalam hal ini mendapat amanah dari pemerintah pusat. Maka lembaga tinggi negara manapun harus mendukung," kata Sanem sapaan akrab Sahani saleh. Rapat kemarin selain dihadiri Bupati dan perwakilan masyarakat tampak hadir Asisten
I Mirang Uganda, Dirkrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung Kombes Tony Harsono sik, Kapolres Belitung AKBP Sunandar sik, Kesbangpol H
Ramansyah, Kabag Hukum Imam Fadlli, Kabag Pemerintahan Syamsudin, Camat Sijuk Abdulhadi beserta dari unsur pemerintah lainnya. (jun)
SENIN - SABTU
6 - 11 NOVEMBER 2017
TOURISM
Program Inovasi Desa, Berinovasi Manfaatkan Keunggulan Desa KABUPATEN Belitung Timur (Beltim) dijadikan pilot project Bursa Inovasi Desa (BID) Program Inovasi Desa (PID) se-Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung. Peluncuran dan pembukaan BID diresmikan oleh Bupati Beltim, Yuslih Ihza, di Auditorium Zahari MZ, Selasa (31/10/2017). BID merupakan ajang pertukaran ide dan berbagi hal yang baik atau keunggulan desa dengan desa lainnya. Diharapkan desa yang belum punya program unggulan akan mengadopsi perencanaan dan inovasi yang ada. Konsultan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Didik Haryadi menjelaskan desa diharapkan dapat menciptakan inovasi-inovasi desa yang sesuai dengan kebutuhan desa. Untuk itu, desa diminta dapat saling terbuka membuka ruang informasi terkait pengetahuan, ide, gagasan serta pengalaman-pengalaman untuk direplikasikan dalam membangun desa. “Inovasi yang dilakukan lebih kepada sharing mangement knowladge. Desa yang sebelumnya punya banyak dana namun bingung mau diapakan, dapat merencanakan dengan efektif dan efisien dari pembelajaran ke desa lainnya,” jelas Didiek saat konfrensi pers BID. Sedangkan PID lebih dirancang untuk mendorong dan memfasiltasi penguatan kapasitas desa, yang diorientasikan untuk memenuhi pencapaian peningkatan produktifitas pedesaan. Didiek menambahkan, peningkatan itu bertumpu pada pengembangan kewirausahaan, peningkatan SDM, serta pemenuhan dan peningkatan infrastruktur pedesaan. “PID akan membangun Desa kreatif dan berinovasi untuk mendorong pengembangan ekonomi lokal, replikasi teknologi, dan percepatan pembangunan desa guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Program ini menjadi sarana fasilitasi penguatan manajemen pendampingan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat (P3MD) dan pengembangan sistem informasi pembangunan desa,” tambahnya. Bupati Beltim menilai program dari Kemendesa PDTT itu akan dapat mempercepat penanggulangan kemiskinan di desa melalui pemanfaatan dana desa secara lebih berkualitas dengan strategi pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan. “Kita berharap adanya program ini akan mampu memicu lahirnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipatif. Program ini merupakan salah satu bentuk dukungan kepada desa agar lebih efektif dalam menyusun penggunaan dana desa sebagai investasi dalam peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat,” kata Yuslih. Menurutnya beberapa desa Di Kabupaten Beltim sudah mampu membuat program-program inovatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan menambah Pendapatan Asli Desa. Ia pun mencontohkan Desa Buding Kecamatan Kelapa Kampit yang mampu bersaing dengan desa-desa lain di Sumatera. “Kita inginnya desa-desa lain di Kabupaten Beltim seperti itu, apa yang menjadi potensi dikembangkan, dan terus berinovasi. Dengan dana desa dan pendampingan, saya optimis akan muncul desa-desa lain yang mampu mengangkat namanya sekaligus mensejaterakan masyarakatnya,” ujarnya. (*/jun)
SENIN - SABTU
6 - 11 NOVEMBER 2017
HAPPY ANNIVERSARY
7
OTOMOTIF
Piaggio Resmi Hadirkan Vespa Seharga Toyota Avanza di Indonesia
Suzuki Swish Siap Tantang Yamaha Mio SUZUKI Motor Corporation meluncurkanskutik terbaru di Tokyo Motor Show 2017, Jepang, Swish. Namanya mirip model mobil Suzuki Swift, tetapi kalau sampai kejadian model ini meluncur di Indonesia, akan menantang rival di segmen sama, YamahaMio. Tampang Swish terlihat agresif, agak sporty, tetapi modern karena sudah menggunakan LED untuk penerangan utama. Ada day time running light (DRL) juga, membentuk alis di kedua sisi fairing depan. Dimensinya kompak, dengan ukuran panjang 1,83 meter, lebar 0,716 meter, dan tinggi 1,10 meter. Swish bakal menyasar ke segmen skutikentry level. Dibekali mesin 124 cc, silinder tunggal, empat tak, berpendingin udara. Meski kompak, bagasinya lumayan luas, bisa menyimpan helm full face, plus, beberapa perlengkapan berkendara lain, seperti sarung tangan atau jas hujan tipis. Kelebihan lainnya, Swish menggunakan pelek 12 inchi, tetapi dengan ban tebal dan tapak lebar, mirip seperti Honda Scoopy, yang mengaplikasi hal serupa. Belum ada kepastian kapan Swish bakal dipasarkan ke Indonesia. Tetapi, kalau melihat habitatnya, pasar skutik entry level di Indonesia tercatat sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Jadi peluangnya sangat terbuka lebar. (bdc)
Tampang Suzuki S-Cross Terbaru SEJAK peluncuran perdananya pada pameran otomotif Agustus 2016 lalu, hanya perlu 15 bulan bagi Suzuki untuk menyegarkan SUV-nya S-Cross. Peluncuran model ini juga dilakukan pada Jumat pekan ini. Beberapa informasinya sudah wara-wiri di media sosial, dan kali ini KompasOtomotif berkesempatan untuk mengabadikan eksteriornya sebelum peluncuran resmi. Dibanding dengan sebelumnya, sekilas tampilannya memang terasa lebih kekar dan mahal.
Ubahan paling jelas ada di bagian depan dengan desain grill, yang direnovasi menjadi lebih kekar dengan garisgaris vertikal dengan akseon chrome. Kemudian lampu utama mengadopsi LED Projector, yang dikombinasi dengan daytime running light (DRL). Tidak berhenti sampai situ, terdapat juga chrome bezel foglamp dan front skid plate baru berbalut aksen silver, begitu juga pada bagian sampingnya side skid plate. Desain pelek juga punya tampilan baru, denga ban yang tapaknya lebih lebar dibanding sebelumnya. Menyesuaikan dengan uba-
han pada bagian depannya, di belakang juga mendapatkan revisi di bagian lampunya dengan LED Rear Combination Lamp. Bemper belakang juga dibuat lebih besar dan kekar. Terkait dengan harganya, selisih antara S-Cross model lama dengan yang baru, masing-masing varian sekitar Rp 7.000.000. Namun ini masih perkiraan, sementara harga resminya secara detail bakal diinformasikan saat peluncuran. Suzuki S-Cross yang kini sudah ada di pasaran dijual Rp 249.000.000 transmisi manual, dan matik Rp 261.850.000 on the road DKI Jakarta dan sekitarnya. (kcm)
SETELAH berbagai spekulasi terkait kehadiran Vespa 946 Red beredar di dunia maya. Akhirnya, PT Piaggio Indonesia (PI) resmi menghadirkan skuter seharga Toyota Avanza tersebut ke Tanah Air. Tidak hanya hadir dengan desain elegan serta teknologi mutakhir, skuter legendaris asal Italia ini juga datang sebagai simbol kesempatan untuk ikut serta dalam perjuangan melawan berbagai penyakit mematikan. Bekerjasama dengan Red, Vespa 946 ini diubah menjadi merah. Selain itu, sebagian penjualan Vespa 946 Red ini akan didonasikan untuk mendukung global fund dalam perjuangan melawan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria. "Kami senang bisa menghadirkan Vespa 946 Red terbaru di Indonesia. Model ini hadir dengan segala aspek, mulai dari desain, teknologi, hingga komitmen untuk dunia lebih baik," ujar Marco Noto La Diega, President Director PT PI, di sela-sela peluncuran Vespa 946 Red di Jakarta, Kamis malam (2/11/2017). Vespa 946 Red merupakan versi 2017 dari 946, sebagai model eksklusif dengan kesempurnaan estetika dan teknologi. Vespa 946 sebagai skuter yang istimewa, dengan teknologi paling mutakhir, dengan mengambil inspirasi dari MP6 Prototype. Untuk diketahui, sebagai lembaga yang didirikan Bono (vokalis U2) dan Boby Shriver telah mendonasikan sebesar US$ 359 juta kepada global fund untuk memerangi penyakit tersebut. Nah, dana yang dikumpulkan telah digunakan di berbagai penjuru benua Afrika, seperti Ghana, Kenya, Lesotho, Rwanda, Afrika Selatan, Swaziland tanzania, dan zambia. Menyoal harga, Vespa 946 Red ini dibanderol dengan nilai yang luar biasa, yaitu Rp 199 juta on the road (OTR) Jakarta. Untuk setiap pembelian Vespa 946 Red ini, konsumen turut menyumbang US$ 150 untuk memerangi wabah penyakit yang disebutkan di atas tersebut. (lp6)
8
PELANGI BABEL
SENIN - SABTU
6 - 11 NOVEMBER 2017
RSBT Komitmen Benahi Layanan Kesehatan
Desa Telak Parittiga Deklarasi Stop BAB Sembarangan PARIT TIGA - Desa Telak di Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat (Babar) resmi mendeklarasikan diri sebagai Desa Open Defecation Free (ODF) atau Desa bebas buang air besar Sembarangan di daerah itu. Deklarasi ini diharapkan dapat mendorong masyarakat Desa Telak dan Bangka Barat pada umumnya, dalam upaya mewujudkan masyarakat yang tidak buang hajat di sembarang tempat (Stop Buang Air Besar Sembarangan). “Kamen warga Kampong Telak bejenjet, bahwa kamen dek birek sekapot, men kamen aget birek sekapot, make status kampong “stop birek sekapot” ditarek pulik ngan kamen siap kenay hukum,”. (Kami warga Kampung Telak bejanji, bahwa kami tidak buang air besar sembarangan, kalau kami masih buang
air besar sembarangan, maka status kampung “stop buang air besar sembarangan” ditarik kembali dan kami siap dikenai sanksi/hukuman). Demikian bunyi deklarasi yang dibacakan Kepala Desa Telak diikuti perwakilan warga saat kegiatan deklarasi “Open Defecation Free” ODF di Desa Telak disaksikan Wakil Bupati Bangka Barat, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Bangka Barat, Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Bangka Barat, Kepala Seksi Umum (Kasium) Polsek Parittiga, Camat Parittiga, tokoh agama dan masyarakat. Bupati Bangka Barat diwakili Wakil Bupati, Markus, S.H., menyampaikan apresiasinya kepada Kepala Desa Telak karena telah siap untuk menjadi Desa ODF. “Saya berharap desa yang sudah mendeklasikan diri sebagai Desa ODF dapat meningkatkan statusnya
menjadi Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), yang terdiri dari lima pilar salah satunya tidak buang air besar sembarangan,” kata Wabup Markus. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Bangka Barat, Drg. Ahcmad Syaifuddin, meminta aparat Desa dan warganya untuk komitmen dengan deklarasi ini. “Tujuan Deklarasi Desa ODF ini membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyebaran penyakit yang berbahaya. Dan masyarakat disini harus komit untuk lebih sehat ke depan,”ungkapnya. Dalam kegiatan deklarasi Desa ODF tersebut, juga diadakan pemeriksaan Inveksi Visual Asetat (IVA), pemeriksaan Penyakit Tidak Menular (PTM), pelayanan KB Gratis, dan pelayanan BPJS Kesehatan oleh Dinas Kesehatan Bangka Barat. (stf)
PASCA terjadinya kehilafan seorang tenaga kesehatan di Ruang Kebidanan Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang dalam pelayanan terhadap calon pasien Rahayu beberapa waktu lalu, Pjs. Direktur RSBT Pangkalpinang, dr. Yanuar Soenartono bertekad untuk memperbaiki kinerja tenaga kesehatan dan meningkatkan fasilitas, peralatan dan mutu layanan di RSBT. “RSBT Pangkalpinang ini milik seluruh masyarakat Bangka Belitung. Kami mohon dukungan, doa dan saran pendapatnya agar kami dapat tumbuh lebih besar. Kita berkomitmen kedepan akan memberikan pelayanan yang seprima mungkin agar predikat paripurna RSBT dapat terealisasi dengan baik, seperti saran Gubernur Bangka Belitung kepada seluruh rumah sakit,” ujarnya. Beberapa komitmen RSBT Pangkalpinang kepada pasien dan seluruh masyarakat kata Yanuar diantaranya ialah bersedia memberikan pelayanan prima kepada calon pasien, pasien dan peserta BPJS sesuai dengan panduan klinis/standar operasional yang berlaku, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi rumah sakit. Kemudian, akan memberikan respon pertolongan dengan cepat, dan tanggap terhadap setiap kebutuhan pelanggan/pasien. Terutama terhadap pasien gawat darurat. Segera mensosialisasikan budaya kerja dan budaya melayani masyarakat sebagai prinsip RSBT Pangkalpinang untuk menjadi rumah sakit percontohan. Mengendalikan keabsahan pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta memberikan pelayanan yang terbaik kepada peserta BPJS Kesehatan tanpa membeda-bedakan dengan pasien lainnya. Berupaya melaksanakan program rujuk balik ke fasiitas Kesehatan Primer dan menyediakan sistem antrian yang dikelola dengan baik dan sistem informasi ketersediaan ruang perawatan dan rawat inap. Akan berupaya memberikan keamanan baik dalam hal keamanan pengobatan/pelayanan (patient safety), keamanan lingkungan, maupun keamanan dari bahaya lainnya. Kemudian RSBT Pangkalpinang berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan kesehatan yang baik, bersih dan melayani dengan semangat reformasi birokrasi terbaik dalam upaya peningkatan kualitas hidup pasien serta masyarakat Bangka Belitung serta akan membangun komitmen bersama untuk terus maju dan berkembang dengan pembenahan struktur organisasi, tupoksi tata kelola rumah sakit, perawatan alat-alat, prmbangu-
nan ruang perawatan fasilitas kesehatan serta perbaikan lingkungan fisik di semua unit pelayanan. Selain itu, terus menggerakkan mindset staf dan tenaga kesehatan untuk bergerak lebih cepat menuju rumah sakit yang paripurna. Permohonan Maaf Terkait insiden penolakan pasien bernama Rahayu beberapa waktu lalu, mewakili manajemen RSBT Pangkalpinang, Yanuar menyatakan permohonan maaf secara terbuka kepada keluarga Rahayu dan seluruh masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atas insiden itu. “Kejadian yang lalu harus menjadi cambuk bagi seluruh tenaga kesehatan di RSBT Pangkalpinang untuk bersikap baik, memberi layanan dengan hati dan peningkatan kinerja dalam memberikan pelayanan kesehatan. Atas nama manajemen RSBT, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bangka Belitung, terutama keluarga Rahayu atas kehilafan tenaga kesehatan kami,” kata Yanuar. (adv/naf)
Harga Pangan Stabil Inflasi Oktober Terkendali PANGKALPINANG- Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Oktober 2017 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,07% (mtm) atau secara tahunan inflasi sebesar 3,77% (yoy). “Sejalan dengan nasional, inflasi di Bangka Belitung cukup terkendali. Hal tersebut didukung stabilnya harga bahan pokok dan relatif terkendalinya tarif angkutan udara,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bayu Martanto. Kota Pangkalpinang mengalami deflasi sebesar 0,07% (mtm) dan Kota Tanjungpandan mengalami inflasi 0,29% (mtm). Inflasi di bulan Oktober 2017 disebabkan oleh kelompok inti yang mengalami inflasi 0,23% (mtm) yang disumbang oleh kenaikan harga beberapa makanan olahan dan komoditas ikan. Di sisi lain, jelas Bayu, tercatat kelompok administred price mengalami deflasi sebesar 0,66% (mtm) dan volatile food mengalami deflasi 2,20%. Terkendalinya inflasi volatile food didukung oleh terjaganya pasokan bahan pangan, seperti cabai dan bawang sehubungan masih berlanjutnya panen di daerah Brebes. Pengendalian inflasi yang dilakukan pada bulan Oktober 2017 masih mengacu pada Program Pengendalian Inflasi tahun 2017 dan roadmap Pengendalian Inflasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kunci utama adalah ketersediaan
bahan pokok baik di level distributor maupun agen dan pedagang eceran yang didukung dengan pemantauan harga melalui survei lapangan maupun melalui sistem informasi. Selain itu, agar tren inflasi yang terkendali ini dapat terus terjaga, program pengendalian inflasi yang inovatif harus ditingkatkan sehingga dapat memberikan terobosan untuk pemecahan masalah struktural inflasi yang ada di Bangka Belitung. “Upaya pengendalian inflasi pada periode Januari – Oktober 2017 sudah cukup baik. Koordinasi yang terjalin antar instansi dalam mengawal stabilitas harga juga semakin intens dan berdampak positif terhadap perkembangan inflasi pada periode berjalan. Akan tetapi, berdasarkan pengalaman, tantangan pengendalian inflasi semakin berat pada akhir tahun. Oleh karena itu, anggota TPID dan setiap elemen masyarakat harus saling mendukung dalam menjaga stabilitas harga”, pungkas Bayu. (*/stf)
SENIN - SABTU
COMMERCE & INDUSTRY
6 - 11 NOVEMBER 2017
9
1 Tahun BEI Hadir di Pangkalpinang-Babel
Jumlah Investor Baru Pasar Modal Naik 80% PANGKALPINANG- Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor baru pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) hingga saat ini mengalami kenaikan signifikan yakni sekitar 80% investor. “Kehadiran BEI di Pangkalpinang selama 1 tahun terakhir
menunjukan kinerja positif dengan semakin bertambahnya investor lokal sekitar 800 orang investor baru atau setara 80% dari jumlah investor lokal yang sudah ada yakni 1.200 orang. Jumlah ini sudah melebihi yang ditargetkan kantor untuk tahun ini yakni 691 orang,” kata Kepala Kantor Perwakilan BEI Pangkalpinang, Yoseph Kaburuan MBA pada acara selamatan kehadiran 1 tahun BEI di Pangkalpinang dan IHSG tembus level 6000 di Excelso Cafe
jalan A. Yani Pangkalpinang, Sabtu (4/11) lalu. Acara yang dihadiri para rekanan kampus di Bangka, termasuk para investor dan dua komunitas yakni Babel Investor Community dan Investor saham pemula itu berlangsung dalam suasana santai. Yoseph menjelaskan, BEI Pangkalpinang akan terus berupaya mendapat sebanyak mungkin investor lokal dan juga membuka galeri investasi di berbagai perguruan ting-
gi di Babel. “Karena memang kehadiran BEI di daerah ini lebih kepada bagaimana mengedukasi masyarakat agar tahu tentang apa itu pasar modal,” imbuhnya. Dengan berbagai edukasi yang dilakukan, BEI berharap ke depan penduduk Bangka Belitung minimal 1% warganya menjadi investor di pasar modal. “Jumlah yang meski hanya 1% itu dipastikan akan membuat ke-
naikan signifikan dan dari BEI bukan hanya dari pertumbuhan investor sendiri yang diharapkan join, tapi juga diimbangi dengan berbagai edukasi sehingga setelah bergabung mereka tidak hilang uang. Caranya bagaimana, yakni lewat berbagai seminar, dan sebagainya,” jelas Yoseph menjawab pertanyaan LASPELA. Yoseph juga kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam berinvestasi mengingat belakangan investasi bodong begitu menjamur. “Kalau masyarakat menjumpai investasi yang tak masuk akal dimana keuntungan lebih tinggi dari bunga deposito agar tidak sampai tergiur karena hampir dipastikan itu investasi bodong. Kita menyarankan masyarakat mengenali setiap perusahaan investasi dengan memastikan bahwa perusahaan itu terdaftar di otoritas jasa keuangan (OJK). Kalau tidak ada ijin dari OJK itu artinya bukan perusahaan investasi dan bisa dipastikan bodong. Sementara di pasar modal sendiri sudah terdaftar di OJK dan sangat jelas,”
pungkas dia. Senior Analyst Bina Artha Sekuritas, Reza Priyambada, mengajak masyarakat Bangka Belitung untuk sadar bahwa investasi tidak sama dengan menabung di bank. Menurutnya, saatnya mengetahui cara lain dalam mengolah keuangan yakni melalui investasi saham. “Kalau kita menabung di bank, tentu ada administrasi yang dikenakan oleh bank walaupun kita mendapatkan bunga/imbal hasil tapi administrasi akan tetap dikenakan. Sehingga pertambahan modal tidak terjadi kecuali kita menambah dana kita di tabungan. Sementara di investasi, kita bisa mendapatkan apresiasi dari harga. Apresiasi itulah yang akan menambah modal yang kita tanamkan di saham tersebut. Bagaimana kita bisa memperoleh apresiasi tersebut? Tentu proses mempelajari saham mendesak dilakukan,” pungkas. Reza berharap, sosialisasi untuk memasyarakatkan pasar modal ke depan terus digalakan untuk meyakinkan publik bahwa proses investasi harus dimulai sejak dini. (Stef)
PLN Babel Pecahkan Rekor Muri Memasak Gunakan Kompor Listrik Terbanyak
PA N G K A L P I N A N G – P L N Wilayah Bangka Belitung berhasil memecahkan rekor MURI Lomba Memasak dengan Menggunakan Kompor Listrik Terbanyak. Sebanyak 135 orang peserta lomba masak memeriahkan pemecahan rekor tersebut. Kegiatan itu berlangsung di Halaman Kantor Walikota Pangkalpinang, Minggu (5/11/2017) lalu. Selain peserta umum dan pegawai PLN, wartawan pun ikut berpartisipasi dalam pemecahan rekor tersebut. Diantara 135 peserta yang hadir, sebanyak 21 peserta diisi oleh para pewarta dari berbagai media, baik lokal maupun nasional. Penyerahan sertifikat pemecahan rekor muri diberikan langsung perwakilan Museum Rekor Indonesia kepada General Manager PLN Wilayah Bangka Belitung, Susiana Mutia didampingi Forum Pimpinan Kepala Daerah. Steam boat menjadi pilihan tema masakan yang diperlombakan kali ini dengan Chef Desi Trisnawati dari Masterchef Indonesia Season 2 sebagai juri kepala didampingi dua orang juri lainnya yaitu chef As-
warman dari Novilla Hotel dan Chef Tondi dari Santika Hotel. Pemecahan rekor MURI ini adalah yang pertama kalinya di Indonesia. Sebelumnya, belum pernah ada pemecahan rekor MURI memasak dengan menggunakan kompor listrik. Animo masyarakat begitu tinggi untuk berpartisipai dalam kegiatan ini. Sejak dibuka pendaftaran pada hari Senin pekan lalu, formulir langsung habis diambil oleh peserta. Sebanyak 135 orang terdaftar sebagai peserta dan 15 orang peserta cadangan. Total hadiah yang diperebutkan senilai 10 juta rupiah, meliputi juara 1 mendapatkan hadiah senilai lima juta rupiah, juara 2 senilai tiga juta rupiah, dan juara 3 senilai dua juta rupiah. Pemecahan rekor MURI ini sebagai kebanggaan tersendiri bagi warga Provinsi Bangka Belitung, karena Bangka Belitung adalah satu-satunya provinsi yang berhasil memecahkan rekor tersebut. Ke depan, pemakaian kompor induksi listrik untuk memasak diharapkan meningkat karena selain aman dan tidak mengeluarkan api, kompor ini juga bersih dan modern.(*)
10
PELANGI PROPERTI
SENIN - SABTU
6 - 11 NOVEMBER 2017
Gadai Sertifikat Tanah ke Bank, Presiden: Hati-hati SOLO - Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dan teliti dalam mengambil pinjaman modal ke bank jika menggunakan sertifikat tanah atau rumah. "Hati-hati. Saya ingatkan kalau ingin pinjam di bank, ingin dipakai untuk jaminan di bank, silahkan. Tapi dihitung dan dikalkulasi bisa masuk atau tidak, bisa mencicil setiap bulan atau tidak. Kalau tidak bisa ya jangan," kata Presiden saat Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat di Alun-Alun Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Senin (6/11/2017) lalu. Menurut Presiden, masyarakat harus menggunakan dana dari pinjaman itu untuk hal-hal produktif seperti membeli bibit, pupuk atau un-
tuk modal usaha lainnya. Mantan gubernur DKI Jakarta itu meminta masyarakat tidak membeli kendaraan bermotor baru yang tidak produktif membantu peningkatan ekonomi keluarga. Dia juga mengingatkan agar sertifikat disimpan dengan baik agar terhindar dari kerusakan. Dalam acara itu Presiden bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN Sofyan Djalil menyerahkan sertifikat kepada sebanyak 8.950 penerima dari lima kabupaten dan kota yaitu 5.000 orang dari Kabupaten Madiun, 2.500 orang asal Kabupaten Ngawi, 1.000 orang dari Kabupaten Magetan, 200 orang dari Kota Madiun dan 250 orang dari Kabupaten Ponorogo. Sertifikat tersebut, tambah Presiden, berguna sebagai status hak hukum atas tanah yang dimiliki
masyarakat. Hal itu juga akan menghindari persengketaan yang kerap terjadi di masyarakat baik antar warga, dengan perusahaan maupun dengan pemerintahan. "Saya perintahkan kepada Menteri ATR/Kepala BPN tahun ini lima juta sertifikat harus keluar, lalu tahun depan (2018) tujuh juta dan tahun depannya lagi (2019) sembilan juta. Saya sudah perintahkan juga di Jawa Timur tahun 2023 semuanya pegang sertifikat," tambah Presiden. Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Madiun Jawa Timur, Presiden juga telah mengunjungi Kecamatan Dungus untuk menyerahkan SK perhutanan sosial yang memberikan hak kepada masyarakat untuk mengelola lahan hutan di daerah itu. (oz)
Realisasi Sejuta Rumah Naik Tipis Diprediksi Terus Naik hingga Akhir 2017 REALISASI program nasional
sejuta rumah diperkirakan kembali tak akan mencapai target. Hingga kini, posisi realisasi program ini hanya bergeser tipis bila dibandingkan September 2017. Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana Winayanti mengungkapkan, sampai 6 November 2017 realisasi program sejuta rumah baru mencapai 686.694 unit. Jumlah itu berubah hanya 23.380 unit bila dibandingkan data sebelumnya. "Untuk rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) 563.178 unit, sedangkan non MBR itu 123.516 unit," kata Lana, Senin (6/11/2017). Lana memastikan, sampai akhir tahun ini realisasi program sejuta rumah akan terus bertambah. Pasalnya, masih ada sejumlah rumah yang masih
dalam proses pembangunan dan juga proses akad kredit. "Karena kan dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan ( FLPP) juga baru turun sekarang, jadi mudah-mudahan dalam dua bulan ini dapat terkejar," kata dia. Meski bertambah, kecil kemungkinan realisasi program akan mencapai sejuta unit. Lana memprediksi, realisasi program tersebut hanya mencapai 800.000 unit sampai akhir tahun nanti. "Cuma kami tidak bisa memastikan. Kami masih berharap terus bisa mencapai, mendekati sampai 1 juta," ujarnya. Ada beragam kendala, menurut Lana, yang dihadapi di antaranya sulitnya menyediakan lahan dengan harga terjangkau serta kemampuan MBR dalam menjangkau program tersebut. Persoalan lain, lambannya pemda dalam mengeluarkan perizinan pembangunan rumah. Sekalipun, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan kebijakan deregulasi untuk mempercepat proses perizinan tersebut. Masalah berikutnya yaitu jauhnya lokasi lahan, sehingga membuat pasokan listrik dan air bersih sulit terjangkau. "Karena itu perlu sekali peran pemda untuk menyediakan tanah, memastikan ketersediaan tanah, juga perencanaan pemukiman yang terpadu," tuntasnya. (kcm)
SENIN - SABTU
CONNECTION
6 - 11 NOVEMBER 2017
11
Bhineka Tunggal Ika berakhir di Gedung Graha Saba, tempa Kahiyang dan Bobby Nasution melangsungkan akad dan resepsi. Kuda yang dipakai untuk menarik kereta kencana adalah kuda jantan berwarna putih. Kuda berwarna putih itu memiliki arti kegagahan yang disertai kelembutan. 12 kuda semuanya jantan, tapi yang putih hanyalah 2 kuda yang menarik kereta kencana. Sakinah Mawadah Warohmah Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr H Erzaldi Rosman SE MM dan keluarga hadir memenuhi undangan pernikahan Kahiyang, putri Presiden Jokowi. “Semoga pernikahan Kahiyang dan Bobby berjalan lancar serta kedua mempelai bisa menjalani kehidupan baru dengan rukun dan damai,” ungkap Erzaldi mendoakan kebahagiaan kedua mempelai. Rangkaian prosesi dimulai Senin (6/11) sore dengan pengajian yang merupakan bagian dari acara selamatan jelang pernikahan. Kegiatan tersebut berlanjut pada Selasa (7/11) yang berakhir pada malam midodareni di kediaman mempelai wanita. Keesokan paginya, Rabu (8/11) dilangsungkan akad nikah dan resepsi hingga malam. Terkait pernikahan putri satu-satunya itu, Jokowi sendiri mengaku tidak keberatan. Dia menyebut Kahiyang yang lahir pada 1991 itu dinilai Jokowi sudah saatnya untuk membangun biduk rumah tangga. “Memang sudah saatnya untuk berumah tangga, bermasyarakat, sesuatu yang sesuai norma, semoga membangun keluarga sakinah mawadah warohmah,” kata Jokowi. “Nikahkan anak perempuan lebih repot sedikit, persiapan dan prosesinya sama saja. Yang beda kalau anak perempuan itu mantu, kalau saat Gibran itu ngunduh mantu, sudah gitu aja bedanya,” kata Jokowi yang enggan menjabarkan kerepotan yang ia rasa. Pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution di Solo rencananya akan mengundang 8.000 tamu yang terbagi dalam lima shift mulai pagi hingga malam.Beragam lapisan
masyarakat diundang Jokowi selaku empunya hajat, mulai dari masyarakat biasa, hingga politisi, petinggi negara, dan perwakilan negara tetangga. “Semuanya diundang, warga banyak banget separuh lebih diundang. Tetangga saudara dilibatkan, semua dilibatkan sampai supir becak. ” kata Jokowi. Presiden Joko Widodo mengaku tidak mengundang kepala-kepala negara sahabat dalam pernikahan putrinya, Kahiyang Ayu dan Bobby Afif Nasution. "Ndak, ndak, ndak...nanti merepotkan," ujar Jokowi di sela kunjungan kerjanya di Madiun, Jawa Timur, Senin (6/11/2017). Meski mengaku repot dan enggan mengambil cuti dari tugas kenegaraan, Jokowi menyebut ia yang akan sendiri menikahkan Kahiyang dengan pria pilihan putrinya, Muhammad Bobby Afif Nasution. “(Menikahkan) sendiri, sendiri, sendiri. Enggak diwakilkan,” katanya. Nama Bobby Nasution menjadi salah satu yang paling dicari netizen di Google. Menikah anak presiden, pemuda Batak ini tentu bukan orang sembarangan. Walau awalnya tak banyak yang mengenal Bobby, namun ia termasuk keluarga terpandang di Medan. Ia merupakan anak dari mantan Direktur Utama PTPN IV almarhum Erwin Nasution. Saat Presiden Jokowi melakukan kunjungan ke Sumatera Utara sejak 13 Oktober lalu, ia mengunjungi rumah calon besannya di Perumahan Bukit Hijau Regency, Taman
Setia Budi (BHR Tasbi), Asam Kumbang, Medan. Erwin Nasution wafat pada 18 Januari 2017 di usia 63 tahun, saat itu Kahiyang Ayu turut hadir melawat di kediaman almarhum Erwin Nasution. PTPN IV (Persero) adalah badan usaha milik negara yang bergerak di bidang bisnis pembudidayaan tanaman, pengolahan dan penjualan produk kelapa sawit, teh dan kakao berikut turunannya. Undangan pernikahan Kahiyang Ayu dengan Muhammad Bobby Afif Nasution bentuknya sederhana. Hanya satu lembar. Undangan berukuran 18 X 26 Cm tersebut bersampul beludru merah marun. Di kertas tersebut juga terdapat tulisan agar para tamu tidak memberi sumbangan, sekaligus sebagai akses masuk gedung. "Dengan tanpa mengurangi rasa hormat mohon maaf kami tidak menerima sumbangan dalam bentuk apapun," begitu bunyi tulisan dalam secarik kertas tersebut. Eki (26) sahabat Kahiyang semasa duduk di bangku SDN Mangkubumen Kidul No 16 Solo, Alfia Eki (26) mengaku kaget menerima undangan. "Sudah lama nggak ketemu saya kira lupa. Apalagi sekarang Ayang anak Presiden. Kok tahu-tahu dapat undangan pernikahannya dia," kata Alfia Eki. "Dipikiran saya itu dia anak presiden lupa sama saya. Ternyata alumni (SDN Mangkubumen Kidul No 16) semuanya dapat undangan pernikahan dia," beber pegawai The Sunan Hotel Solo tersebut. Semua berharap cinta kasih mereka abadi. Semoga! (bbs/ags)
Juara 3 STG merupakan ajang lomba seni budaya dan tari kreasi Buddhis yang diikuti oleh remaja Buddhis dari 32 provinsi yang memperlombakan nyanyian lagu Buddhis solo, paduan suara, membaca kitab suci, serta dhammadesana/ceramah dan barongsai “Provinsi Babel sebenarnya di posisi juara 1 tetapi ada kesalahan amplas robek maka yuri melakukan pemotongan angka. Setiap barongsai ada kekurangan apa pun tetap ada pemotongan angka. Akhirnya tim harus puas dinobatkan menjadi juara 3 nasional,” kata Rizky, penanggungjawab Barongsai DBS. Barongsai Babel, kata Rizky, memperoleh angka 9.06 - O.4 ( 8.66) karena amplas robek. Sedang DKI Jakarta memperoleh
nilai 8.96 dan Tarakan 8.91. Pada pertandingan Barongsai tonggak di World Dragon & Lion Dance championship, team Barongsai Budhi Dharma Shaolin Bangka meraih Juara 1. Selain Juara 3 Nasional Barongsai, Babel berhasil meraih 4 kejuaraan yaitu; Juara 2 baca kitab Dhamapada, Juara 2 singer Buddhis putri, Juara Harapan 2 korban bahasa indo, Juara harapan 3 singer Bud putra. Perlombaan yang digelar tiga tahun sekali ini adalah yang ke-10 berlangsung tanggal 1-5 November 2017. Selanjutnya lomba dipusatkan di Hotel Artos, Magelang. STG kali ini diikuti oleh kontingen 32 provinsi dari seluruh Indonesia. Bhikkhu Sangha dari berbagai mazhab,
majelis agama Buddha, serta pejabat negara mulai dari Menteri Agama, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ditjen Bimas Buddha Kemenag hingga pemerintah setempat hadir dalam acara yang memperlombakan 12 kategori lomba ini. Yang menarik dalam pembukaan STG kali ini adalah warna-warni Indonesia. Diawali dengan drumband, para peserta dari berbagai provinsi di Indonesia melakukan defile dengan mengenakan pakaian adat masing-masing provinsi. Hal ini sesuai dengan tema yang diusung oleh STG kali ini, yaitu “Melalui Swayamvara Tripitaka Gatha Nasional, Kita Wujudkan Revolusi Mental Umat Buddha Indonesia yang Berbhinneka”. (bbs/ags)
Kearifan Bangka, Semabung Lama No 2, Pangkalpinang. Nara sumber Drs Akhmad Elvian, sejarawan Bangka, Fadillah Sabri, ST, M.Eng, Ketua Forum DAS Babel, Idi Bantara S.Hut T, MSc, Kepala BPDA SHL BRC serta Para Ketua LSM yang hadir tidak ada yang mengutuki “kegelapan” kerusakan sungai dan daerah aliran sungai (DAS) baik akibat penambangan maupun penggundulan hutan. Mereka yang hadir seolah “memahami”, mahfum bahwa penyebab itu bukan domain mereka. Saya sejatinya heran; yang hadir adalah aktivis gerakan yang kritis yang saya tahu mereka adalah 10 pemuda pemudi yang diminta Bung Karno untuk mengguncang dunia. Suasana begitu cair bahkan penuh canda dalam panduan moderator Lucy. Kembali saya heran -beragam fenomena, dinamika, paradigma dan spektrum budaya dan kesenangan kita biasanya selalu mengeluh, mencaci, merasa tidak puas, menyalahkan bahkan “mengutuk” kebijakan pemimpin tanpa memberikan solusi – tidak mencuat dalam diskusi budaya tersebut. Patut diapresiasi peserta diskusi malam itu bukanlah ibarat komentator sepakbola yang sebenarnya juga tak bisa bermain bola dengan baik. Saya begitu yakin; justru peserta diskusi
malam itu adalah pemain bola sejati yang bisa bermain bola dengan baik. Mereka adalah penjaga Bukit Kukus sahabat penjaga Bukit Menumbing yang hari-hari ini sedang “berjuang” mengusir para pembalak liar, kebiadaban lokal. Akhmad Elvian memaknai kebiadaban lokal sebagai perbuatan yang melanggar Pantang Larang dan tidak memperhatikan Tunjuk Ajar. Pantang Larang adalah sesuatu yang dilarang atau dipantangkan untuk diucapkan, dibawa dan diperbuat. Pelanggaran terhadap pantang larang dan pengingkaran terhadap Tunjuk Ajar, pasti akan ada hukumannya dan dalam kepercayaan masyarakat Bangka "Tulah, adalah hukuman yang paling ditakuti. Akhmad Elvian menandaskan, “Jangan sampai kearifan lokal kalah dengan kebiadaban lokal.” Ahmad Elvian tanpa menyalahkan dan mengutuki kenapa
sungai-sungai tidak lagi jernih, dangkal dan berubah kontur mengajak untuk meruwat dan kembali merawat sungai dan air kita. Air adalah sumber kehidupan dan sumber kesejahteraan. Para leluhur dulu dengan kearifan lokalnya bisa menjaga lingkungan alam dan sungai-sungai tanpa rasa was was. “Kini generasi now cemas. Apalagi ketika kearifan lokal kalah dengan kebiadaban lokal,” kata Akhmad Elvian. Sementara tanpa mengutuki 12.820 kolong akibat tambang inkonvensional Idi Bantaramengajak peserta diskusi dan kita semua untuk menjaga dan melestarikan serta merevitalisasi sungai dan kolong dengan aksi yang bermanfaat. “Kami siapkan bibit pohon gratis mulai 2018. Kita treatment kolong-kolong, kita turunin phnya hingga bisa menjadi habitat ikan,” ajak Idi Bantara yang sudah menjelajahi semua sumber-sumber air. Idi juga melihat kenyataan ribuan kolong dan gurun pasir
hutannya seharusnya bukan begitu perlakuannya” Dalam grup WA yang bertujuan agar Babel ini menjadi baik dalam berbagai bidang kehidupan dan lingkungan hidup terjadi diskusi dengan sarat yang mengerucut perlunya tindakan tegas terhadap kawasan yang jelas-jelas dilindungi. Ketua
ALOBI Babel, Langka Sani sangat mengkhawatirkan populasi satwa liar khususnya yang khas Babel akibat ulah perusakan habitatnya. Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PHLHK), Rasio Rido Sani berjanji kepada LASPELA akan menindaklanjuti aksi brutal tebang pohon tersebut. “Nanti akan saya sampaikan beberapa kasus yang sedang kami tangani di Babel. Saat ini ada beberapa kasus yang sedang dilakukan penyidikan oleh penyidik KLHK,” tandas Dirjen yang Putra Bangka tersebut. Sejarawan Kepulauan Bangka Belitung Drs Akhmad Elvian mengingatkan, sebagai pulau yang tua (moha), kata Akhmad Elvian, Bangka (wangka) memiliki Tuah (daya kodrati yang positif) disimbolkan dalam pusaka
bekas penambangan dengan perspektif positif. “Ayo kita buat wisata 1.000 danau atau sahara Babel. Kita bikin inovasi yang atraktif, niscaya akan menarik wisatawan,” usul Idi. Fadillah Sabri mengajak tafakur bahwa air merupakan unsur vital sesudah oksigen. “Maka merawat air sejatinya merawat kehidupan. Kita memerlukan orang yang pacak dan kawa untuk merawat air,” kata Fadillah. Air memiliki filosofinya sendiri. “Masalah pertambangan bukanlah domain kita. Forum DAS merupakan forum yang netral. Kita membuat kajian ilmiah dalam menyikapi sesuatu, termasuk sungai dan DAS serta segala kearifannya. Mengikuti filosofi air, yang seharusnya berkelok-kelok dan sekarang menjadi lurus, mestinya kita kembalikan pada fungsi kelokan untuk menahan kecepatan air,” kata Fadillah Sabri sambil mengajak Mucak Sungai-sungai yang terdegradasi fungsinya. Last but not least. Kalau keadaan sungai-sungai kita sekarang bagaikan malam yang gelap, adakah gunanya kita berteriak-teriak dan menyalahkan pihak lain? Apakah dengan mencaci maki keadaan berubah? Nyalakanlah lilin pada kegelapannya dan kondisi pelan-pelan akan berubah. Tanpa menyalakan lilin; kebiadaban lokal akan mengalahkan kearifan lokal.
Stop dan Kapolsek Muntok. FPM Bangka Barat, Minggu (5/11-2017) melakukan peninjauan ke beberapa titik dan menemukan kegiatan ilegal penebangan pohon. Dalam rekaman video FPM terdengar suara gergaji mesin yang meraung-raung. Pohon-pohon yang ditebang tersebut berusia tua dengan diameter yang menunjukkan pohon yang seharusnya dilindungi. Rudi dari FPM sangat menyayangkan terjadinya aksi tebang tersebut. “Jadi..lokasi pemantauan kami adalah hutan penunjang yang jelas-jelas terpasang plang hutan lindung.” Sebenarnya, tandas Rudi, terlepas dari perubahan status hutan...”Yang jadi bahan publish kawan-kawan FPM adalah penebangan kayu yang diduga ilegal tidak mengantongi izin apapun. Namun apapun bentuk
saujana berupa bukit dalam poros imajiner melintang membentang dari Barat ke Timur ibarat penyeimbang atau bandul pulau yang membujur dari utara ke Selatan. “Dengan kearifannya leluhur kita memberikan nama bukit bukit tersebut mulai dari Dulang Pecah, Menumbing, Kukus, Murut, Ketukul, Penajang, Asam, Maras dan Mengkulul. Poros imajiner pulau Bangka tersebut harus kita pertahankan karena merupakan simbol historis, filosofis dan kultural agar kita tidak Tulah (daya kodrati yang negatif)” kata Akhmad Elvian. Akhmad Elvian melontarkan satire terhadap aksi penebangan tersebut melalui sebuah pantun: Kukang Bangka telah pergi, Rusaknya hutan jadi penyebab, Nycticebus Bancanus pusaka kami, Pusaka Negeri orang beradab.
12 GOOD PARLIAMENT
SENIN - SABTU
6 - 11 NOVEMBER 2017
Pansus DPRD Babel Dukung Rancangan Perda RPJMD DIDIT SRI GUSJAYA, SH., MH KETUA
PANGKALPINANG- Panitia Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pansus DPRD Babel) membahas draft rancangan peraturan daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Bangka Belitung tahun 2017-2022 di Ruang Badan Musyawarah DPRD Babel, Rabu (1/11) lalu. Ketua Pansus RPJMD, Toni Purnama, mengatakan digelarnya rapat oleh tim pansus ini karena dalam waktu dekat RPJMD akan diparipurnakan. Pembahasan draft RPJMD ini, jelas Toni, dengan melibatkan OPDOPD guna melihat visi-misi Gubernur Babel yang dikorelasikan den-
gan kondisi saat ini. Rapat yang melibatkan stakeholder terkait ini dinilai penting agar pembahasan sedapat mungkin dilakukan secara komprehensif demi efektifnya sejumlah program Gubernur. "Kita di Pansus mendukung dan berpandangan bahwa RPJMD merupakan sesuatu yang sangat strategis sebagai instrumen yang sangat penting dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik di Babel. Tapi kita hanya mengingatkan eksekutif seperti contoh dengan target pertumbuhan ekonomi 5,2 persen, apakah bisa dicapai dengan kondisi rill harga lada yang turun saat ini. Nah untuk itu kita mengingatkan supaya ada kerja
keras dari eksekutif bersama-sama pihak legislatif,"ujar Toni. Diakui Toni, hal ini dikarenakan saat ini pertumbuhan ekonomi di kuartal selain 2011 tidak pernah mencapai di tingkat nasional 5,1 persen, kecuali di tahun 2011 dimana pada saat itu harga timah mengalami kenaikan fantastis. "Jadi sekarang ini target mereka 5,2 persen. Maka kami (DPRD) mengingatkan mereka lebih kerja keras mengkoalasikan dengan kondisi-kondisi nyata,"terangnya. Dalam pertemuan tersebut, pansus DPRD Babel juga memanggil Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Babel guna mengklarifikasi masalah izin pertambangan rakyat (IPR) dengan masalah lingkungan hidup. "Mengingat izin tersebut ada di Kabupaten, untuk itu kami meminta Distamben intensif berkoordinasi jangan sampai dilempar-lem-
par kabupaten-provinsi. DPRD juga minta untuk izin pertambangan rakyat PAD kita tingkatkan. Karena Kepala Dinas Distamben Suranto Wibowo menyampaikan, izin pertambangan rakyat tersebut hanya mendapat izin distribusi. Kami di DPRD mempertanyakan kenapa tidak menghidupkan BUMD termasuk juga dikelola oleh orang profesional sehingga bisa bekerjasama dengan pengusaha-pengusaha seperti smelter, "imbuhnya. Dengan demikian diharapkan Suranto ini harus konsisten terhadap RPJMD. Selain itu infrastruktur juga berkaitan dengan PRJMD yakni infrastruktur konektivitas antar daerah, jadi diharapkan infrastruktur harus baik sehingga menyambung untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Selain itu Toni menyampaikan, untuk program stategis dari Gubernur baru lada 7 meter yakni dimana 1juta bibit lada bersertifikat kita minta dikoordinasikan dengan lahan. Dan kita minta juga dengan cermat sehingga dengan kesediaan la-
HENDRA APPOLO, ST., M.Si WAKIL KETUA
AMRI CAHYADI, ST WAKIL KETUA
DEDDY YULIANTO, SE WAKIL KETUA
han tepat sasaran. Serta sama juga dengan resi gudang agar berupaya sama fokusnya untuk menyelesaikan. Kami dari DPRD menyarankan agara dewan ini dilibatkan. "Karena fokus kita di RPJMD ini bagaimana meningkatkan PAD. Salah satu sektornya adalah sesuai RPJMD Gubernur Babel yakni pertambangan, karena pertambangan menyumbang nilai besar terhadap pertumbuhan ekonomi Babel, "ungkapnya. Toni menjelaskan, salah satu ide dari DPRD Babel terkait RPJMD ini ialah fokus meningkatkan PAD dengan menghidupkan BUMD."Pengusaha smilter harus bekerjasama dengan BUMD agar bisa hidup karena ini merupakan pemasukan dari pendapatan kita, "jelasnya. Dalam rapat pembahasan ini, Toni menyoroti tingginya pengangguran serta merosotnya harga lada yang berdampak pada angka kemiskinan di Babel. "Sebagai anggota DPRD salah satu fungsi kita adalah pengawasan
serta penyambung aspirasi masyarakat. Untuk itu kita minta program yang tidak berhasil di tahun kemarin untuk ditinjau ulang dan dibuat catatan, sehingga tidak terjadi pemborosan anggaran. Kita juga memberikan apresiasi dengan pertumbuhan ekonomi yang mereka targetkan yakni 5,2 persen harus sesuai dengan realita dan harapan dimana melebihi di tingkat nasional hanya 5,1 persen, "tutupnya. Anggota Pansus, Aksan Visyawan, mengatakan pembahasan RPJMD sesuai aturan Kemendagri 86 turunan dari undang-undang 23 tahun 2014 bahwa harus diselesaikan paling lambat 12 november 2016 atau 6 bulan setelah Gubernur Babel dilantik. Ditambahkan Aksan, DPRD menyepakati arah pembangunan ini untuk lima tahun ke depan seperti contoh target pembangunan, target kemiskinan dan juga kawasan strategis mana yang akan dibangun dan program-program mana saja yang menjadi fokus untuk lima tahun ke depan. (adv/wina)
da penataan usaha perkebunan sawit dan Raperda kepemudaan. Karena pemuda memiliki potensi dan peran penting dalam pembangunan daerah untuk memajukan dan mencerdaskan bangsa. “Ketentuan pasal 11 ayat (1) undang-undang nomor 40 tahun 2009 tentang kepemudaan mengamanatkan kepada pemerintah daerah untuk menetapka kebijakan dan mengkoordinasikan pelayanan kepemudaan dalam rangka melaksanakan kebijakan nasional. Selain itu perda sawit yang merupaka salah satu komoditas unggulan yang menjadi andalan bagi bergeraknya ekonomi masyarakat Babel. Adapun diparipurnakannya Raperda tentang penataan usaha perkebunan kelapa sawit ini adalah salah satu langka strategis dan momentum yang baik untuk memperbaiki tata kelola perkebunan kelapa sawit,” jelas Amri. Untuk itu diharapkan Gubernur Babel dan pihak terkait untuk berhati-hati melakukan pengolahan usaha perkebunan kelapa sawit terutama pengolahan izin perkebunan, perubahan luas lahan dan penambahan kapasitas industri pengolahan kelapa sawit. “Kami memberikan masukan
kepada Gubernur Babel agar kebun sawit milik masyarakat dengan luas kebun katagori sedang harus mengantongi izin agar dari kebijakan ini daerah mendapatkan pajak dari aktifitas perkebunan tersebut. Gubernur Babel Erzaldi Rosman mengatakan,. terkait pembahasan RPJMD sempat menuai kontroversi dalam pembahasan di rapat Banggar, dimana DPRD Babel pun menuding bahwa draf RPJMD yang merupakan rencana pembangunan pemerintahan Erzaldi tersebut terlambat diserahkan. "Saya mengakui bila adanya keterlambatan tersebut, akan tetapi permasalahannya bukan dalam proses di legislatif, dan belum selesai di level eksekutif, Insya Allah pertengahan bulan ini selesai akan diajukan, kita harapkan tahun ini bisa kita selesaikan,"katanya. Dengan disetujuinya RPJMD tersebut, Erzaldi mengajak anggota DPRD Babel untuk bersama-sama melaksanakannya. "Karna sudah kita susun bersama-sama sudah saling memberi masukan dan saling mengoreksi, mari kita laksanakan bersama-sama, amankan bersama minimal 5 tahun ke depan ini, "tutupnya. (adv/wina)
DPRD Babel Gelar Paripurna Pengesahan Tiga Raperda Amri: RPJMD Harus Sejalan dengan RPJMN Optimalkan KEK Pariwisata Tanjung Kelayang
PANGKALPINANG- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (DPRD Babel) menggelar rapat paripurna pengambilan keputusan terhadap 3 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yakni Raperda penataan usa-
ha perkebunan kelapa sawit, Raperda tentang kepemudaan dan Raperda tentang RPJMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2017-2022 pada Senin 6 November 2017. Paripurna ini dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi ST. Amri menjelaskan, dari 3 Raperda tersebut 2 diantaranya merupakan inisiatif DPRD yaitu Raperda tentang penataan usaha perkebunan kelapa sawit dan Raperda tentang kepemudaan. "Pada 9 Oktober 2017, berdasarkan pasal 264 undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, Pemprov Babel telah menyampaikan Raperda tentang Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kepada DPRD untuk dibahas dan dikaji bersama secara mendalam. Karna RPJMD ini adalah ruh dan unsur yang sangat penting dalam tahapan perencanaan pembangunan daerah tahun 2017-2022 mendatang, "ujarnya. Untuk memperhatikan hal-hal tersebut di atas, 7 fraksi di DPRD Babel secara singkat dan jelas telah memberikan pendapat akhir fraksinya serta memutuskan menerima 3 rancangan peraturan daerah tersebut diterima dan disetujui menjadi pera-
turan daerah dengan beberapa saran, catatan, dan masukan. Dalam penyampaian pandangan akhir, kesimpulan yang disampaikan 7 fraksi di DPRD Babel yakni meminta kepala daerah agar RPJMD ini sejalan dengan RPJMN tahun 2015-2019. “Hal ini harus sungguh diperhatikan karena menimbulkan konsekuensi bagi tiap kabupaten/kota, mengingat RPJMD Provinsi juga mesti dirujuk oleh pemerintah kabupaten/kota dalam perencanaan pembangunan. Untuk itu dikhwatirkan apa yang kita rencanakan di Pemprov Babel dan kemudian ketika kita minta rujuk dan juga diimplementasikan oleh kab/kota, mereka tidak melakukan itu sehingga efektifitas RPJMD kita tidak berjalan,” kata Amri. Pihak DPRD juga meminta eksekutif memperhatikan pula secara sungguh-sungguh program yang akan bersentuhan langsung dengan fungsi tata ruang hendaklah tetap konsisten terhadap kesesuaian dengan perda RTRW Provinsi dan RTRW Kab/Kota yang sudah ditetapkan dan menjadi kesepakatan bersama. Selain itu, 7 fraksi DPRD Babel
ini juga mengingatkan kepada Gubernur Babel Erzaldi Rosman terkait kawasan khusus pariwisata Tanjung Gunung yang masuk pada rencana strategis dalam raperda ini. "Menurut kami sebaiknya Gubernur mengoptimalisasi KEK pariwisata Tanjung Kalayang di pulau Belitung dimana telah menjadi proyek strategis nasional. Kami kuatir fokus kita terpecah hanya karena memaksakan satu hal yang kajian dan potensinya belum jelas. Kami juga mengingatkan Gubernur untuk merealisasikan janji lada 13 meter yang dijanjikan sewaktu kampanye. Kami meminta Gubernur agar rancangan RPJMD ini harus terintegrasi dengan kab/kota jangan sampai tumpang tindih. Selain itu pertumbuhan ekonomi selalu dibawah tingkat nasional kecuali di 2011 berkisar 6,11 persen karena masih banyaknya komoditi timah dan sektor penunjang lain. Serta meminta Gubernur membuat gebrakan bersama pihak Muspida dalam menurunkan inflansi dengan membongkar modus minyak goreng palsu dan pupuk palsu sekaligus menginisiasi lahirnya perda sertifikasi UMKM,” tukasnya. Selain Perda RPJMD, 7 Fraksi di DPRD Babel juga meminta Raper-