Skip to main content

Basel 'Lompat' ke Pariwisata

Page 1

medialaspela

MINGGU- JUMAT

28 JULI - 2 AGUSTUS 2019

Edisi No 173 12 HALAMAN

Yo Kite Punye Jembatan Bangka Sumatra

Gubernur Babel Saksikan Toboali City on Fire:

Basel ‘Lompat’ ke Pariwisata TOBOALI – Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Roesman Djohan memberi apresiasi kemajuan pesat pariwisata Bangka Selatan dan mengajak masyarakat mentransformasikan daerahnya menuju ke pariwisata. “Kinerja yang ditunjukkan Bangka Selatan sekarang ini bukan lagi melangkah, melainkan sudah melompat dan siap menghadapi perubahan ke

pariwisata,” tandas Gubernur Erzaldi di sela-sela malam puncak Calender of Event (CoE) Wonderful Toboali City On Fire (TCOF), Minggu (28/7) malam. Orang nomor satu di Babel itu juga mengharapkan, kebangkitan daerah Basel menuju daerah pariwisata mendapat dukungan dari masyarakat. Transformasi menuju pariwisata, kata Erzaldi, tidak akan berhasil dan sukses apabila kebijakan Pemerintah Daerah tidak mendapat dukungan dari masyarakat Basel. “Saya berharap kebija-

Foto: Facebook / Adon Johansen’z Dovi

Baca: TCOF di Hal > 7 > 12

Foto: Facebook / Adon Johansen’z Dovi

INDEX Hal 3

Bersama Besarkan Tanjung Pesona!

Foto: Instagram / @bambang_patijaya

PASANGAN Jusman Liu dan Then Yuliana meniup kue ulang tahun ke 27 Tanjung Pesona Beach Resort & Spa disaksikan Bambang Patijaya, Thomas Jusman dan Then Yohannes

“SUNGGUH menyenangkan dapat berkumpul dan berbagi kebahagiaan dengan segenap karyawan Hotel Tanjung Pesona dalam Halal Bihalal, Malam Penghargaan Karyawan serta Perayaan 27 tahun Tanjung Pesona. Terima kasih atas kerja keras karyawan dan dukungan semua pihak dalam kesuksesan Hotel Tanjung Pesona..” QUOTE ungkapan Bambang Patijaya, SE MM, Anggota DPR RI terpilih itu menyertai postingan instagram foto Ketua Umum KADIN Kepulauan Bangka Belitung, Ir Thomas Jusman

MM serta General Manager Tanjung Pesona Beach Resort and Spa, Ir Then Yohannes MM MT beserta keluarga besar Jusman Liu. Ketiganya merupakan penerus estafet orangtua mereka yaitu Jusman Liu (Papa Thomas Jusman dan Then Yohannes) serta Yusman Ngui (Papa Bambang Patijaya yang memulai karya visioner Tanjung Pesona di tahun 1992. Dalam rasa syukur, Manajemen Tanjung Pesona memberi reward dengan menobatkan empat orang karyawan terbaik pada perayaan hari jadinya, Senin (29/7/2019) malam. Acara yang digelar di Restoran Aurora Tanjung Pesona berlangsung sederhana penuh kekeluargaan.

kan Pemda Basel dapat didukung oleh masyarakat. Perencanaan, kebijakan dan kerja pemerintah tidak berarti apa-apa tanpa didukung masyarakat,” harap Erzaldi. Masyarakat Basel, harap Erzaldi, harus kompak mendukung sepenuhnya apa yang menjadi rencana Pemkab Basel dalam mengembangkan pariwisata di Negeri Junjung Besaoh ini. “Mohon dukungannya, insya allah Pemprov Babel bersama Pemkab Basel tetap konsisten membangun pariwisata dan lain sebagainya demi kesejahteraan masyarakat Basel,” kata Gubernur Erzaldi. (pra)

Hal 12


2 EKONOMI BISNIS BI Beri Dorongan UMKM Go Ekspor TANJUNGPANDAN – Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung terus mendorong peran ekonomi digital dalam dunia UMKM di Belitung. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tatan Heroika mengatakan seperti yang kita lihat bagaimana kondisi ekonomi global, nasional, regional dan Kita melihat bahwa potensi dari UMKM ini sedemikian besar. “Tadi bisa dilihat yang berusaha di sektor ini 99,9 persen, tenaga kerja disitu ada 97 persen, kontribusi terhadap PDB sekitar 60 persen. tetapi yang ekspor baru 14 persen, sehingga peluang-peluang ini yang harus kita dorong, bagaimana UMKM nantinya bisa go ekspor, kontribusi terhadap eskpornya tidak hanya 14 persen,” katanya saat di temui Laspela, pekan kemarin. Namun dirinya mengatakan sebelum masuk go ekspor, pelaku UMKM yang berpotensi dan sukses yang ada harus bisa hijrah ke digital, karena mereka melihat perkembangan digital maraknya, masih di pulau Jawa. “Maka dari itu di Babel ini masih perlu terus kita dorong, sehingga kita harapkan UMKM bisa memperoleh akses pasar yang jauh lebih besar,” ujarnya. Lebih lanjut, kata dia sehingga beberapa kendala yang ada saat ini, seperti tiket mahal, tidak akan menurunkan omset UMKM tersebut, ketika pembeli sudah tahu produknya dari peran ekonomi digital yang ada. “kan gak mesti wisatawan itu datang, kalau sudah tesnya itu sudah kena di konsumen, dia tinggal klik produk Belitung dan Bangka Belitung, dan ini tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung dan akan lebih kuat terhadap goncangan-gongcangan yang ada serta kesejahteraan masyarakat yang kita harapkan,” jelasnya. Selanjutnya Tatan mengatakan, saat ini pelaku UMKM menyambut baik dengan adanya dorongan ataupun program peran ekonomi digital ini, namun hal tersebut harus membutuhkan berapa tahapan, terutama dalam hal membiasakan mereka menggunakan digital tersebut. “Yang pasti mereka senang, dengan program seperti ini, hanya saja keterbatasan dan perlu kita bersama dengan pemerintah, turun mengedukasi, bagaimana membiasakan mereka dengan teknologi, dengan gadget dan itu gak gampang perlu kesabaran dan bimbingan dan itu tantangan tersendiri,” pungkasnya. (din)

MINGGU- JUMAT

28 JULI - 2 AGUSTUS 2019

Sinar Mas Agribusiness and Food Dorong Industri Sawit

PANGKALPINANG – PT Sinar Mas Agribusiness and Food terus perkuat dan mendorong industri sawit tanah air, karena industri sawit dari dulu telah menjadi motor penggerak kesejahteraan petani dan masyarakat Indonesia. Sebagai perusahaan agribisnis terdepan menjalankan operasionalnya dengan menerpakan prinsip berkelanjutan sesuai kebijakan sosial dan lingkungan GAR (KLSG). Sinar Mas Agribusiness and Food pun terus berkomitmen mencapai standart tertinggi dalam kualitas, integritas serta menanamkan berkelanjutan disemua lini operasinya. “Tidak hanya terkait dengan kegiatan operasional perusahaan, namun juga melihat aspek lingkungan, keberperanan sosial dan komunitas, lingkungan kerja dan hubungan industrial dan perdagangan dan rantai pasok, hal ini tertuang dalam kebijakam sosial dan Lingkungan GAR, yang menjadi panduan dimanapun kita beroperasi,” tutur Wulan Suling, selaku Head Of Corporate Communication Sinar Mas Agribusiness and Food. Rabu (24/7/2019). Dalam implementasi di lingkungan, PT Sinar Mas Agribusiness menjalankan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) di beberapa Provinsi Indonesia, yaitu 42 desa di Sumat-

era dan Kalimantan. Program ini juga melibatkan masyarakat sebagai respin atas potensi KARHUTLA yang perlu diwaspadai. Di Bangka sendiri telah 5 Desa yang ikut dalam program ini, terlebih musim kering telah datang sebagaian wilayah. “Selanjutnya kami juga berupaya untuk membantu masyarakat setempat untuk meningkatkan kemampuan bertani tanpa membakar melalui aktifitas Pertanian Ekologis Terpadu (PET) sebagai kegiatan terintegrasi dari DMPA,” jelasnya. Selain itu Untuk pengoperasian yang ramah akan lingkungan, PT Sinar Mas Agribusiness and Food menerapkan Zero Waste management. “Dimana limbah yang dihasilkan perusahaan diolah dan digunakan kembali untuk operasional perusahaan, tidak ada limbah yang tidak termanfaatkan, limbah pun dipastikan aman dan

tidak berbahaya,” ungkap Wulan. Perusahaan pun melibatkan peran masyarakat sebagai mitra sebagai pendukung, PT Sinar Mas Agribusiness and Food telah mendampingi 33 petani lada di Belitung untuk budidaya lada or-

ganik. “Hal ini membantu meningkatkan kualitas ekonomi petani dengan menekan pengekuaran produksi hingga Rp20 juta pertahun,” terangnya. Dalam hal sanitasi, PT Sinar Mas Agribusiness and Food membantu masyarakat Belitung untuk menerapkan program Safe

Water Garden untuk meningkatkan sanitasi. Untuk itu demi mencapai industri kelapa sawit berkelanjutan, para pemasok memiliki peranan penting untuk mendorong transformasi ini, untuk itu Sinar Mas merangkul para pemasok dengan memberikan edukasi dan pelatihan. “Melalui ini kami percaya bahwa pasokan yang kami terima dapat ditelusuri dan dipertanggung jawabkan, kami pun telah melaksanakan lokakarya “Ksatria Sawit” di 6 kota besar di Indonesia, yaitu Aceh, Riau, Sumatera Utara, Jambi, dan Bangka,” jelasnya. Sinar Mas Agribusiness and Food hadir sebagai perusahaan kelapa sawit terdepan dengan lini bisnis dari hulu hingga hilir untuk menghadirkan produk kelapa sawit berkelanjutan baik bagi Indonesia dan dunia. (*)


MINGGU- JUMAT

Pemilihan Bujang Miak 2019 Sarana Promosikan Potensi Wisata Bangka SUNGAILIAT - Sebanyak 20 finalis siap unjuk kebolehannya dalam acara malam puncak pemilihan Bujang Miak Bangka tahun 2019. Ajang tersebut dilaksanakan di ballroom Aurora Tanjung Pesona, Sungailiat, Sabtu (20/07/2019) malam. Ratusan pengunjung dan tamu undangan sudah memenuhi seluruh ruangan yang memang sudah disiapkan oleh panitia. Terlihat juga Bupati Bangka, Mulkan beserta istri Yusmiati Mulkan turut hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya Mulkan mengatakan bahwa pemilihan Bu-

GOOD GOVERNMENT

28 JULI - 2 AGUSTUS 2019

3

Oleh: Mahfur Wartawan Laspela

jang Miak 2019 upakan bagian inteini merupakan gral serta pelestarBANGKA SETARA salah satu langkah ian nilai-nilai seni Pemkab Bangbudaya bangka ka untuk mencari talenta muda yang Mulkan juga menegaskan dalam dapat mempromosikan potensi pari- pemilihan Bujang Miak ini, pihak juri wisata Bangka. untuk lebih meningkatkan lagi kuali"Pemilihan Bujang Miak ini mer- tas potensi para peserta dari berbagai upakan salah satu cara untuk men- aspek cari talenta muda yang diarahkan "kepada seluruh panitia, kritedengan citra generasi muda yang di- ria penilaian kab.Bangka senantiasa namis, kreatif dan cerdas, juga men- penuh ditingkatkan kualitasnya denjadi ujung tombak pemerintah daer- gan menitik beratkan pada perpadah Kabupaten Bangka dalam mem- uan seluruh komponen penilain dari promosikan pariwisata baik di ting- berbagai aspek, baik pengetahuan kat Nasional maupun Internasion- umum, pariwisata dan kebudayaan, al,"ungkap Mulkan. publik speaking, bahasa inggris, etiPenyelenggaran pemilihan Bu- ka serta kepribadian,"pintanya jang Miak 2019 Bangka juga merLebih lanjut, pihaknya juga mengharapkan agar duta Bujang Miak yang terpilih mampu untuk mempromosikan berbagai potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Bangka. "Untuk itu saya berharap kepada yang terpilih nanti, untuk bisa mengharumkan nama baik Kabupaten Bangka ditingkat Provinsi maupun

ditingkat Nasional,"harapnya. Isfahani dan Tifani Duta Terpilih Bujang Miak Bangka 2019 Dalam Grand Final pemilihan Bujang Miak 2019 Kabupaten Bangka, Isfahani Rabuadi dan Tifani Oktha Riana merupakan pasangan terpilih sebagai duta Bujang dan Miak 2019 Bangka. Isfahani dan Tifani mengaku tak menyangka akan memenangkan pemilihan duta Bujang Miak 2019 tersebut. “Awalnya juga gak kebayang kalau mau jadi pememang, karena banyak teman-teman juga yang ilmunya lebih dari kita, terus lagi kalau di karantina teman-teman juga pada aktif jadi gak nyangka juga kalau kami jadi pememangnya,”ungkap duta Bujang dan Miak terpilih 2019 kepada wartawan saat usai acara Mereka juga mengatakan, bahwa salah satu motivasi dalam mengikuti ajang pemilihan Bujang Miak tersebut yakni untuk menjadi pelopor dalam mempromosikan objek wisata Kabupaten Bangka.

“Karena motivasi kita emang berkaitan dengan pariwisata sih, jadi kita coba terjun dan akhirnya jadi juara,”ungkapnya. Mereka juga menjelaskan ketika masa di karantina, bahwa persaingan antar peserta sangatlah ketat, ditambah lagi banyak nya peserta yang fasih dalam menguasai bahasa asing “Jadi waktu kami di karantina persaingannya sangat ketat, apalagi teman-teman banyak yang menguasai bahasa asing, publik speakingnya bagus-bagus dan ilmu pengetahuannya sangat luas." ungkapnya lagi. Sebagai duta terpilih mereka akan melakukan tanggung jawabnya selama setahun kedepan dalam menjalankan program-program yang sudah di buat untuk mempromosikan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bangka. “Yang pastinya kami akan mempromosikan objek wisata di Kabupaten Bangka dengan cara yang efektif, kreatif yang tentunya bisa dinikmati oleh wisatawan,”janjinya.(adv/mah)

SMPN 2 Badau Dikunjungi Tim Penilai Sekolah Sehat Nasional Tahun 2019 BADAU - SMPN 2 Badau yang terpilih mewakili Provinsi Bangka Belitung menjadi salah satu Sekolah Sehat tingkat Nasional tahun 2019, didatangi tim penilai Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional Tahun 2019 pada hari Kamis Pekan lalu. SMPN 2 Badau akan bersaing dengan 25 sekolah menengah pertama lainnya dari seluruh Indonesia. Sebelumnya pada hari yang sama tim sekolah sehat tingkat nasional tahun 2019 menilai atau meninjau sekretariat tim pembina usaha kesehatan sekolah Kabupaten Belitung dan sekretariat UKS Kecamatan Badau.Tim didampingi oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Belitung selaku ketua Harian Tim Pembina UKS Kabupaten Belitung Jasagung Hariyadi, Plt Kepala Dinas Pendidikan Paryan-

ta, Kepala Dinas Kesehatan Oleh: Andini Dwi Hasanah temui Laspela Kabupaten Belitung SuhenLebih lanjut dri dan pejabat serta undania mengatakan, gan terkait. perlombaan sekolah sehat ini sudah Kedatangan tim penilaian terse- dilaksanakan sejak tahun 2018. Dan but guna menilai dari 25 sekolah SMP N 2 Badau mewakili provinsi di tersebut siapa yang terpilih menjadi tingkat Nasional. sekolah sehat nomor satu di Indone"Semua program UKS dari tisia. ap tingkatan sekolah sudah diterapKetua Tim Penilai Lomba Seko- kan, seperti tingkat TK, SD, SMP lah Sehat Tingkat Nasional Tahun dan SMA.‎ ‎Cuma kadar penerapannya 2019, Kementerian Kesehatan, Teti berbeda-beda, dan perilaku anak TK, Tejayanti‎ mengatakan, penilaian se- Dan SMA juga berbeda," ucapnya. kolah sehat tingkat nasional melipuSedangkan Asisten Bidang Pereti tiga item. Yakni Best performance konomian dan Pembangunan Setda atau kinerja, Best Achievement atau Kabupaten Belitung selaku ketua Hapencapaian, Best attitute atau per- rian Tim Pembina UKS Kabupaten ilaku hidup bersih.‎ Belitung Jasagung Hariyadi menga"Kita melihat ruang perpus- takan sejak ditetapkan menjadi juara takaannya seperti apa, dan memi- Provinsi tahun lalu, ia katakan segala liki ruang UKS khusus atau tidak, persiapan sudah mulai di persiapkan. bagaimana ruang kelasnya, jendela "Baik dari sumber daya manudan ruang kelasnya profesional tidak sia artinya siswa, kemudian guru, dan ada nyamuk atau tidak. Yang ter- lingkungan sekolah dan mulai disopenting kebersian," kata Teti saat di sialisasikan ke seluruh sekolah bahwa manfaat ataupun peranan UKS di sekolah ini," ujarnya Ia juga mengatakan, Selain dari mempersiapkan sumber daya manusia, Sosialisasi, dan UKS. Fisik siswa juga harus di persiapkan, menyangkut lingkungan sekolah yang kemarin masih kurang lebih dipersiapkan lagi sesuai dengan standar Lomba Sekolah Sehat tingkat Nasional.

"Mudah-mudahan SMPN 2 Badau ini bisa lolos di tingkat Nasional, kita doakan bersama ya. Kita memang berharap di Belitung ini untuk Provinsi Bangka Belitung menjadi proyek percontohan untuk sekolah sehat tingkat Nasional. Sebenarnya tujuan utamanya ya itu, membiasakan para siswa sejak dini berpola hidup sehat, ini kan bisa di latih dari sekolah," harapnya. Sedangkan Kepala Sekolah SMPN 2 Badau Yaniar Siti Mutmainah, S.pd mengatakan SMPN 2 Badau tidak akan menjadi apaapa jika tidak ada kerja sama dan bantuan kantor Desa, komite, juga orang tua siswa-siswi tersebut. "Jadi dukungan yang paling penting, selain dari warga sekolah tentunya masyarakat sekitar juga berperan aktif dalam memajukan SMPN 2 ini, itu yang utama untuk bisa sukses dilaksakan sekolah sehat ini," Ungkapnya Ia mengatakan SMPN 2 Badau sudah sejak tahun 2013 lalu mulai mengikuti sekolah sehat tesebut, mulai dari Kecamatan naik lagi di Kabupaten, naik lagi di Provinsi, gagal bangkit lagi, dan baru tahun ini SMPN 2 Badau di percayai menjadi sekolah sehat ini. "Semoga ya kita harapkan nan-

ti SMPN 2 Badau ini bisa mewakili Provinsi memenangkan ditingkat Nasional," ucapnya Ia juga mulai menerapkan pola hidup sehat kepada para siswa sudah mulai sejak lama, memberikan sosialisasi kepada para siswa netapa pentingnya hidup sehat itu. "Dari awal kita selalu mengadakan apel, sosialisasi, dikasi tau guru-guru setiap hari juga, kita adakan sarapan bersama, cuci tangan sebelum makan, ada senam peregangan setiap hari, itu sudah mulai kita biasakan sejak dulu dan di lakukan setiap hari," Paparnya. (adv/din)


4

PELANGI SERUMPUN SEBALAI

MINGGU- JUMAT

28 JULI - 2 AGUSTUS 2019

Mural Competition Wadah Seniman Luapkan Hasil Karya

RSJ Sungailiat Siap Gelar Porkesremen 2019

TOBOALI – Mural Competition masuk dalam agenda kegiatan TCOF season 4 yang dilaksanakan di Pasar Lama Toboali, Jalan Air Lingga, Jumat (26/7). Mural competition merupakan wadah bagi seniman untuk berkarya dan sebanyak 33 grup peserta ikut memeriahkan kegiatan tersebut. Peserta diwajibkan mengikuti ketentuan kategori lomba yakni “Aktifitas Pasar” dengan space dinding 2m x 2m, dan jenis gambar dengan 2 kategori yakni Monocrome (2 warna), dan Full Colour. Adapun aspek penilaiannya berdasarkan kesesuaian tema cerita dan suasana, orisinalitas karya dan estetika yang meliputi teknik, warna, dan artistik, kerapian, kebersihan. Koordinator Kompetisi Mural Vincent Tattoo mengatakan harapan besarnya yakni ingin merubah mindset masyarakat tentang pasar tradisional. “Agar mindset masyarakat bisa menjadi lebih baik lagi tentang pasar tradisional di Toboali. Dimana seperti diketahui, beberapa pasar identik dengan kotor dan bau yang tidak sedap lainnya. Dengan diadakannya event mural ini bisa menumbuhkan kesadaran yang lebih baik lagi, dan untuk orang yang datang bisa lebih nyaman ketika berbelanja ke pasar,” harap dia. (pra)

ada catur, Bulutangkis, Volley, Futsal, bahkan ada juga dari seni kerohanian misalnya, lomba adzan, tilawatil Quran, ceramah agama dan lain-lain,”terangnya Selain lomba, pihak panitia juga akan menyiapkan pameran, dimana pameran tersebut merupakan hasil karya para rehabilitan yang akan di hadirkan dari masing-masing daerah seluruh Indonesia Hingga sekarang pihak panitia penyelenggara sedang mempersiapkan segala sesuatunya termasuk juga dari segi pembokingan Hotel, Transportasi dan juga dalam menyeleksi para atlet yang akan bertarung nanti. Dalam hal ini pihak Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sungailiat selaku tuan rumah akan menurunkan 50 peserta yang akan berlaga nanti. “Kita siapkan 50 peserta yang akan ikut dalam kegiatan itu, dan target kita pastinya jadi juara umum,”ungkap dr.Ria. (mah)

SUNGAILIAT — Berbagai rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari kesehatan Jiwa sedunia, Pihak Rumah Sakit Jiwa Sungailiat akan mengadakan Pekan Olahraga dan Kesenian Rehabilitan (Porkesremen) serta Jambore Kesehatan Jiwa (Keswa) ke 7 yang akan diselenggarakan di Sungailiat Kabupaten Bangka pada Oktober mendatang. Menurut seksi acara dr. Ria Agustine, mengatakan kegiatan tersebut akan diikuti oleh seluruh Rumah Sakit Jiwa se Indonesia “Semua peserta nantinya akan hadir dari seluruh RSJ se Indonesia baik itu swasta maupun pemerintah , untuk sekarang yang sudah mendaftar sudah 30 Rumah sakit yang sudah dipastikan akan hadir,”ungkap dr.Ria, Jumat kemarin. Kegiatan tersebut merupakan

agenda rutin dua tahunan yang selalu digelar oleh RSJ seluruh Indonesia. Uniknya dalam perlombaan tersebut, para peserta berasal dari para rehabilitan (proses pemulihan) dan akan di kolaborasi dengan pegawai rumah sakit.

dr.Ria juga mengatakan, dalam Porkesremen nanti, pihaknya akan memperlombakan berbagai bidang, baik itu bidang seni kerohanian ataupun bidang olahraga. “Banyak sekali nanti bidang yang akan diperlombakan,

BPJS Kesehatan Bahas Sistem Pembiayaan Faskes di IHEA Congress BASEL SWISS – Sesuai dengan perundang-undangan BPJS Kesehatan diberikan kewenangan dalam mengembangkan model pembiayaan dan sistem pembayaran kepada Fasilitas Kesehatan (Faskes). Dalam implementasinya terdapat dalam kontrak kerja sama dengan fasilitas keseha-

tan, yang diharapkan Faskes dapat memberikan pelayanan lebih efektif serta mutu yang terjamin. “Salah satu tantangan dalam penyelengaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) saat ini adalah bagaimana menyelaraskan antara anggaran (biaya) yang terbatas dengan tingginya angka pemberian pelayanan kesehatan,” hal ini diungkapkan Direktur Utama BPJS Kese-

hatan Fachmi Idris, dalam acara International Health Economics Assosiation (IHEA) Congress, di Basel Swiss, Selasa (16/7/2019). Pengembangan model dan sistem pembiayaan ini menjadi salah satu alternatif mengatasi tantangan tersebut. “Hingga kini metode pembiayaan hang digunakan dengan Kapitasi dan INA CBG’s dikembangkan ke model pembiayaan yang lebih efektif, BPJS Kesehatan juga diharapkan dapat lebih agile dan memiliki posisi tawar sebagai active strategic purchaser (belanja strategis),” katanya. Saat ini improvement model dan sistem pembiayaan diantaranya Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan (KBKP) hospital-value base, dan global budget sedang dilakukan. Pecapaian pemenuhan Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan yang merupakan sistem pembayaran kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ada empat indikator ialah, angka kontak, rasio rujukan rawat jalan kasus non spesialistik, rasio peserta prolanis rutin berkunjung ke FKTP. Sedangkan untuk metode hospital-value base sistem pembayaran yang dinilai menggunakan indikator value mewakili kebutuhan pasien, pembayar, rumah sakit dan regulator. “Untuk Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dengan value yang baik dapat memperoleh insentif sedangkan jika memperoleh value yang tidak baik akan memperoleh disinsentif,” jelasnya. Sedangkan, metode global budget adalah cara pembayaran klaim ke rumah sakit berdasarkan kepada anggaran yang dihitung secara keseluruhan. “Proses administrasinya pun terbilang mudah sehingga dapat meningkatkan kemampuan rumah sakit untuk membuat keputusan yang rasional dalam memaksimalkan sumber daya yang tersedia. Dan rumah sakit pun dapat melakukan relokasi biaya kesehatan sesuai dengan kebutuhan prioritas,” jelasnya. Dalam kegiatan tersebut hadir pula sejumlah pakar dan pemerhati biaya kesehatan dunia, ialah Profesor Peter Bermann, pemerhati ekonomi kesehatan dari Harvard University dan dari Indonesia seperti Profesor Budi Hidayat, Profesor Hasbullah Tabrany, Dr Pratiwi Soewondo. Pengembangan model dan sistem pembiayaan fasilitas kesehatan ini merupakan bagian upaya implementasi strategi bauran kebijakan pengendalian defisit JKN. “Namun untuk mengimplementasikannya memerlukan regulasi pendukung,” tutup Fachmi.(*)

Andika Saputra Terpilih Jadi Ketua PWPM Babel 2018-2022 PANGKALPINANG – 11 tim formatur Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Bangka Belitung (PWPM) sudah melakukan rapat menentukan ketua PWPM Babel yang baru. Dalam rapat yang digelar tertutup ini, 11 tim formatur yang terdiri dari Guntur BW,Sarli Sunarya,Nasfi S,Akheri,Sumatri,Andika Saputra,Syahrullah,Sabpri,Heryadi,Didi F,dan Amri sepakat memberikan mandat ketua PWPM Babel periode 2018-2022 kepada Andika Saputra, Minggu (28/7/2019) dinihari. Dalam rapat tersebut, tim formatur juga memberikan mandat kepada Sabpri Aryanto sebagai sekretaris PWPM Babel. Andika Saputra dan Sabpri Aryanto dikenal sudah melalang melintang dalam organisasi Perserikatan Muhammadiyah. Andika sebelumnya tercatat masuk kepengurusan PWPM Babel sebagai sekretaris PWPM dan Sabpri tercatat sebagai Wakil ketua 1 bidang OKK PWPM Babel. Sebelumnya juga, Andika dikenal sebagai pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Jadi bukan hal yang baru bagi Andika dalam kegiatan Ortom Muhammadiyah. Dalam sambutannya, ketua terpilih Andika menegaskan akan merangkul semua kader termasuk meminta semua pengurus daerah untuk memasukkan nama yang nantinya akan ditetapkan menjadi pemgurus dalam PWPM Babel. ” Tentunya semua akan kita rangkul, karena kompetisi ini harus menggembirakan dan tidak boleh lagi ada kesan terkotak-kotak. Mari kita berbuat demi berkemajuan dan mari kita ber fastaqul khoirot,” ujar Andika. Andika juga berjanji akan membawa gerbong kemuhammadiyahan melalui PWPM akan lebih berkemajuan dan tentunya akan selalu menggembirakan. (you)


MINGGU- JUMAT

28 JULI - 2 AGUSTUS 2019

Orang Tua Diminta Awasi Anaknya di Jam Malam DP2KBP3A Temukan 40 Anak Main Game Online SUNGAILIAT — Sebanyak 40 anak ditemukan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka berada di warung internet (warnet-red) pada jam malam. Temuan tersebut didapat saat Plh DL2KBP3A, Boy Yandra beserta jajarannya melakukan pengawasan di tiga warnet yang ada di sungailiat, kamis malam lalu. “Semalam kami melakukan pengawasan ke tiga warnet dan mendapati 40 anak usia pelajar bermain warnet dan game online diatas jam sembilan malam,” ungkapnya. Anak-anak tersebut kemudian didata dan didapati beberapa diantaranya merupakan anak yang putus sekolah dengan alasan orang tuanya tidak memiliki biaya. “Sebenarnya kalau soal biaya bukan jadi halangan, pemerintah bisa bantu. Kita ada bantu anak yang tidak mampu dan sampai saat ini sudah dua tahun sekolah terus,” tambahnya. Selain itu ia juga akan menyurati pihak sekolah agar guru BK anak-anak tersebut dapat memberi pengawasan lebih saat di sekolahnya masing-masing. “Diantara anak-anak ini ada juga yang belajar disalah satu sekolah favorit. Warnet-warnet itu sudah kita lihat dulu sebelumnya, bahkan ada yang buka dari pagi sampai ke pagi lagi, kita tidak mau menutup rejeki orang tapi tetap harus ikuti aturannya juga,” terang Boy. Saat melakukan kegiatan itu, ia juga sempat menemukan minuman beralkohol didekat anak-anak yang bermain game online di salah satu warnet. Boy mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk melindungi anak-anak di kabupaten bangka dari bahayanya eksploitasi anak dari dunia maya yang saat ini sedang marak. “Kita mencegah agar anak-anak kita tidak terpengaruh ekspolitasi anak seperti perdagangan anak melalui online,” pungkasnya. Boy juga meminta peran orang tua agar lebih aktif dalam menjaga dan mengawasi anak-anaknya. “Kita minta peran orang tua juga harus lebih aktif, soalnya kita dapati uang yang beredar tiap harinya di warnet itu dari tiga ribu hingga 30 ribu per anak, tentunya itu dikasih orang tua,” tutupnya. (mah)

Sanitasi Lingkungan dan Pernikahan Dini Masih Menjadi Faktor Utama Stunting SUNGAILIAT – Badan Perencana dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bangka, menggelar rapat penurunan dan pencegahan stunting di daerah, Senin kemarin. Kepala Bappeda Kabupaten Bangka, Panbudi Marwoto mengatakan, angka stunting di Kabupaten Bangka hingga saat ini mengalami penurunan yang cukup banyak. “Untuk angka stunting Kabupaten Bangka, turun dari angka 32 persen menjadi sekarang 14 persen,” jelasnya. Dari pendataan mandiri, dengan hasil sebesar 8,9 persen, dapat diartikan bahwa Kabupaten Bangka sudah keluar dari zona stunting Nasional. ”Wilayah yang masuk dari zona stunting Nasional itu diangka 20 persen ke atas. Pengelolaan stunting di Kabupaten Bangka juga masuk dalam kategori top 10,” ucapnya. Sementara itu, ia juga mengatakan bahwa sanitiasi lingkungan serta pernikahan dini sangat berpengaruh pada penyebab adanya stunting “urusan sanitasi lingkungan dari jamban dan air bersih juga menjadi hal yang sangat mempunyai dampak. Pengelolaan pernikahan, juga tidak dibolehkan adanya pernikahan dini,”ungkapnya Lebih lanjut, dari penelitian yang dilakukan sebelumnya, sebanyak 25 persen bayi meninggal karena diare dan yang menjadi faktor utamanya yaitu sanitasi kurang bagus serta jamban. “Kalau dipaksakan menikah, terus hamil, kehamilannya tidak sempurna. Masa depan anak-anak tidak sempurna kalau ada stunting. Dari 33 persen artinya sepertiga balita stunting pendek. Ditambah sanitasi juga kurang bagus serta jamban,” tukasnya. (mah)

PELANGI EDUKASI

5

Ibnu: Saya Mau Lomba Lempah Kuning Mendunia KOBA - Bupati Bangka Tengah(Bateng), H. Ibnu Saleh, membuka kegiatan Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Kabupaten 2019 yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Bateng bersama dengan TPPKK Bateng, bertempat di halaman Kantor Bupati Bateng, Jumat pekan kemarin. Kegiatan ini diikuti oleh 38 peserta dari 6 kecamatan yang ada di Bateng, terdiri dari TP PKK, ibu- ibu Darma Wanita, dan persatuan OPD di lingkungan Kabupaten Bateng. Juara Lomba Masak Serba Ikan diraih oleh Kecamatan Pangkalan Baru, dan Kategori Lomba Masak Lempah Kuning diraih oleh Winarsih dari Kelurahan Koba, kecamatan Koba. Kategori penilaiannya yaitu kreativitas dan inovasi resep baru, Cara Penyajian, Cita Rasa, Higienisitas, dan Keterampilan memasak. Dalam sambutannya, Bupati Ibnu mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan even nasional tahunan yang diharapkan bisa memacu peningkatan produksi perikanan, inovasi produk, dan konsumsi ikan, “Kegiatan ini sangat penting karena dapat memotivasi, memperkenalkan, dan mengeduka-

si peserta lomba maupun masyarakat tentang menu makanan yang berkualitas serba ikan, serta memacu masyarakat untuk berinovasi dalam pengolahan menu makan harian yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman bagi anggota keluarga,” ujarnya. Ia juga mengajak meningkatkan konsumsi makanan berbahan ikan, karena ikan sumber protein dan omega 3 yang dapat mencegah stunting, dan sangat bagus untuk menutrisi otak. “Saya mau Lomba Lempah Kuning ini sampai Mendunia, ini bukti inovasi, sudah bisa membuat es krim dari Ikan Tenggiri, teruslah berinovasi misaln-

ya membuat Lempah Kuning Kaleng, Saya akan dukung terus pengembangan kuliner Khas Bangka yang menggunakan bahan dasar ikan, dan resep pemenang hari ini akan diuji oleh LIPI untuk diketahui nilai nutrisi dan kebaikan lainnya,” pinta Ibnu. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Bateng, Dedy Muchdiyat menambahkan bahwa pihaknya terus mengupayakan dan mendukung kebijakan Bupati Ibnu melalui peningkatan konsumsi ikan masyarakat dengan menjadikan makan ikan sebagai budaya nasional. Ketua Tim Penggerak PKK

Sekda Minta Annisa dan Catarino Jaga Nama Baik Babel di Istana Negara PANGKALPINANG – Annisa (16) Siswa SMAN 1 Sungaliat, dan Catarino (16) Siswa SMAN 1 Pangkalpinang, mendapatkan kepercayaan mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjadi Anggota Pasukan Pengibar Pendera Pusaka (Paskibraka) di Istana Negara pada 17 Agustus 2019 mendatang. Mereka terpilih setelah melalui sejumlah tahapan seleksi yang dilaksanakan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Diskepora) Babel. Sebelum bertolak untuk mengikuti pembinaan di Cibubur, kedua putra – putri terbaik Babel itu, Jum’at (19/7/2019) pagi, mengunjungi Gubernur Babel Erzaldi Rosman. Kedatangan keduanya, didampingi pihak Diskepora Babel, diterima Pj Sekda Babel mewakili Gubernur Babel Erzaldi Rosman, di ruang kerjanya lantai I Kantor Gubernur Babel. A. Evan Savitri, Kasi Pemberdayaan Pemuda dan Herry Wahyudi Kasi Pengembangan Pemuda Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Diskepora) Babel, yang mendampingi kedua Anggota Paskibraka Nasional kepada Pj Sekda mengatakan, Anggota Paskibraka Nasional yang mewakili Babel tersebut, merupakan hasil seleksi dari Kabupaten dan Kota. Setelah tahap tersebut, lanjut dia, peserta Paskibraka Kabupaten dan Kota yang lolos seleksi, diseleksi ulang di Provinsi. “Tahapannya itu, diseleksi oleh Kabupaten, setelah itu diseleksi oleh Pemprov. Ada 8 peserta Paskibraka dari hasil

seleksi Kabupaten dan Kota. Dari total 56 peserta yang harus di seleksi oleh Pemprov, hasilnya terpilih 32 peserta Paskibraka. Kemudian 2 orang ke Nasional, 30 peserta mewakili untuk menaikkan Bendera di Pemprov Babel pada tanggal 17 Agustus mendatang,” jelas Herry. Sementara itu, Sekda Babel, Yulizar meminta Annisa dan Catarino dapat menjaga nama baik Babel selama tahap pembinaan di Cibubur dan pengibaran Bendera di Istana Negara Jakarta. Selain itu, Yulizar juga meminta kepada dua Anggota P a s k i b r aka Tingkat Nasional tersebut untuk tetap menjaga kekompakan dan menjaga kesehatan fisik maupun mental, selama dalam proses pembinaan dan pelatihan sebagai Paskibraka. “Jaga nama Babel dan buat bangga, tetap kompak. Di sana persiapkan diri, supaya tidak sakit sampai hari H, yaitu pelasanaan pengibaran pada 17 Agustus 2019 mendatang. Ingat, jaga kesehatan, jangan ngobrol-ngobrol,” ujar Pj Sekda. Yulizar mengucapakan terima kasih kepada orang tua dan para pembina yang telah mendukung Paskibraka asal Babel, dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengibar Bendera Pusaka tingkat Nasional. Di akhir arahannya, Pj. Sekda meminta para pembimbing dari jajaran Diskepora Babel untuk terus membina dan melakukan pengawasan terhadap para peserta Paskibraka Nasional. “Kalau jadi Paskibraka, sekeluarga bangga. Saya do’akan biar suskses. Saya juga berpesan kepada pembimbing, tolong di pantau, jika ada hal-hal yang bisa disampaikan maka sampaikan, sebab mereka membawa nama baik Provinsi Babel,” ujarnya.(*)

Bateng, Hj. Iriani Melita Ibnu Saleh, yang diwakili Sekretaris PKK Ita, membacakan sambutan ketua TP PKK, mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini diharapkan dapat memotivasi ibu- ibu PKK terutama di Bateng, untuk menyajikan masakan kepada keluarga masakan yang sehat, bebas dari bahan pengawet, dan zat lainnya, dan agar semua pihak terkait memanfaatkan kegiatan ini sebagai momentum untuk mengampanyekan ide, gagasan, dan inovasi, sekaligus sebagai pelopor untuk menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat luas untuk mengkonsumsi makanan berbahan dasar ikan. (jon)

Mahasiswa KKN UBB Desa Penagan Lakukan Penanaman Bibit Bakau PENAGAN – Memasuki hari ke-9 mahasiswa Universitas Bangka Belitung yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar kegiatan penanaman bibit bakau di Pantai Tanjung Raya, di Desa Penagan, Kabupaten Bangka, Kamis kemarin. Dalam kegiatan ini melibatkan kelompok Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Karang Taruna Desa Penagan, Ikatan Remaja Masjid Desa Penagan, siswa SDN 27 Mendo Barat, SDN 28 Mendo Barat, dan SMAN 2 Mendo Barat dengan jumlah peserta yang terlibat 70 orang. Kegiatan penanaman pohon bakau ini dibuka langsung oleh Kepala Desa Penagan Ismali As’an. Dia menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung dengan adanya kegiatan ini, karena melalui kegiatan ini juga dapat menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap lingkungan. “Kegiatan ini sangat penting, mengingat peran bakau sebagai penyangga pantai dan tempat hidup biota laut. Karena laut merupakan potensi besar yang dimiliki oleh Desa Penagan, semoga selanjutnya hutan bakau ini dapat dijaga oleh pemuda Desa Penagan,” tuturnya. Sementara, Ketua Karang Taruna Desa Penagan, Sarif Hidayat mengapresiasi kelompok KKN Desa Penagan dalam pelaksanaan program kerja Mahasiswa UBB. “Untuk itu, saya berharap program ini dapat dilanjutkan oleh pemuda Desa Penagan kedepannya,” ucap Sarif. Ia menambahkan, kegiatan penanaman pohon bakau ini merupakan salah satu rangkaian program kerja dalam rangka pelestarian ekosistem di pantai Tanjung Raya sebagai salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi di Desa Penagan. Setelah pelaksanaan pembukaan, peserta dibawa menuju bibir pantai Tanjung Raya, kondisi air laut yang sedang surut mempermudah kegiatan penanaman bibit bakau ini. Masing-masing peserta diberi tiga bibit bakau untuk ditanam, meskipun kondisi tempat penanaman bakau cukup sulit karena banyaknya lumpur dan batu karang yang tajam, namun peserta terlihat sangat antusias.(*)


6

HUT 43th TIMAH

MINGGU- JUMAT

28 JULI - 2 AGUSTUS 2019

Sambut HUT ke 43

PT Timah Khitankan 720 Anak dan Sediakan 500 Kantong Darah PANGKALPINANG –Menyambut HUT ke-43 tahun PT. Timah Tbk, perusahaan BUMN ini menggelar berbagai kegiatan yang bermanfaat secara langsung bagi masyarakat Bangka Belitung. Rangkaian HUT ke-43 PT Timah diawali di Gedung Graha PT Timah, Senin 22/7/2019, dimana rangkaian Bulan Bakti diawali dengan mengkhitankan 720 anak kurang mampu yang tersebar di seluruh wilayah kerja PT Timah seperti di Pangkalpinang, Sungailiat, Belinyu, Mentok, Toboali, Beltim, Jakarta dan Kundur.

Aksi bulan bakti juga berlanjut dengan kegiatan donor darah dari seluruh pegawai PT Timah, sebanyak 500 kantong darah pun sudah diberikan perusahaan BUMN Tambang ini ke PMI Bangka Belitung. Direktur Utama PT Timah Tbk M. Riza Pahlevi mengatakan adapun tujuan dari kegiatan bulan bakti PT Timah ini dilaksanakan sebagai bentuk berbagi dan bersyukurnya perusahaan bersama masyarakat. Ia juga meminta doa restu dan dukungan masyarakat Bangka Belitung, agar PT Timah terus bisa berkontribusi serta selalu bersinergi dalam tumbuh kembang perusahaan bersama masyarakat. Riza juga tak lupa mengucapkan

terimakasih kepada seluruh jajarannya yang telah peduli dan turut mensukseskan kegiatan bulan bakti PT Timah Tbk. "Saya berharap kegiatan Bulan Bakti PT Timah ini sangat bermanfaat dan berarti bagi masyarakat Babel, karena setetes darah yang berarti bagi yang membutuhkan," Sebutnya. Ketua Panitia Bulan Bakti PT Timah 2019, Riverian mengatakan Sebanyak 500 karyawan dan karyawati PT Timah Tbk mendonorkan darah, guna membantu Palang Merah Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang saat ini cukup tinggi. "Jumlah peserta donor darah da-

lam rangkaian Bulan Bakti PT Timah ke-43 ini sebanyak 500 orang tersebar di wilayah operasional perusahaan yaitu Kota Pangkalpinang 150 orang, Sungailiat 80 orang, Belinyu 60 orang, Mentok 60 orang, Belitung Timur 60 orang, Toboali 60 orang, Perwaja 60 orang, Kundur 60 orang dan Jakarta 60 orang. Alhamdulillah kegiatan donor darah ini berjalan dengan lancar dan para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan kemanusiaan ini," ucapnya. Riverian juga menyampaikan, kegiatan donor darah kali ini diawali di Kota Pangkalpinang dan kemudian dilanjutkan di kabupaten lainnya, ini bertujuan agar PMI tidak lagi kesuli-

tan memenuhi kebutuhan darah yang tinggi. "Kita berharap kegiatan ini memberikan manfaat dan membantu keluarga pasien rumah sakit yang membutuhkan darah untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya," harapnya. Adapun puncak acara dari HUT Timah ini akan ditutup dengan pesta rakyat Pangkalpinang dan Kundur. Sementara Belitung akan menjadi penutup dari rangkaian Bulan Bakti Hut Timah ke 43 dengan Ceramah Akbar yang akan diisi oleh KH. Ahmad Muwafiq atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Muwafiq.(adv/wa)


MINGGU- JUMAT

VISION OF TOURISM

28 JULI - 2 AGUSTUS 2019

Kenalkan Objek Wisata Lewat Pameran Photo di TCOF Season 4 TOBOALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel), Provinsi Bangka Belitung (Babel) melalui Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga menggelar Pameran Photo dalam rangka memeriahkan event Toboali City on Fire (TCOF) Season 4, di GOR Junjung Besaoh, Kamis (25/07). Pameran yang berlangsung selama pelaksanaan event TCOF Sesi 4 ini menampilkan 30 foto hasil karya fotografer yang turut berpartisipasi dalam lomba foto, dimana lomba tersebut juga menjadi bagian dalam event TCOF Sesi 4. Gelaran tersebut sekaligus merupakan salah satu tahapan seleksi untuk nantinya para pemenang lomba akan diumumkan pada saat malam perayaan puncak dan mengenalkan potensi wisata yang ada di Basel ke seluruh pengunjung yang datang. Pasalnya, karya fotografer yang ditampilkan tersebut tentang Pariwisata Bangka Selatan yang mengandung unsur pariwisata dan budaya. Memasuki hari kedua gelaran CoE Pariwisata TCOF season 4 di Kawasan Sport Center Junjung Besaoh Bangka Selatan (Basel), digelarnya Festival Tari Kreasi Daerah dengan bertemakan “Legenda Obyek Wisata Daerah”. 12 peserta tari daerah tampak semangat menampilkan beragam tari khas Bangka Belitung. Berpijak pada seni budaya mereka tampak menghipnotis pengunjung yang sudah memada-

ti area stadion. Tim pengamat dan juri pada festival ini terdiri dari unsur pakar seni tari, pakar musik tari, pakar tata rias busana, salah satunya Dr. Darmawan Dadijono M.Sn. “Adapun dalam penyajian musik iringan atau musik tradisi di utamakan atau diwajibkan menggunakan alat musik atau instrumen yang mencerminkan tradisi daerah masing-masing,” kata Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Basel, Sopian kepada wartawan, Ju-

mat (26/7) malam. Panitia penyelenggara memberikan piagam atau sertifikat penghargaan partisipasi sebagai peserta dan trophy tetap, piagam penghargaan dan uang pembinaan dengan total Rp 39.500.000,00 kepada 5 penyaji terbaik berdasarkan ranking dan penata terbaik yang terdiri dari penata Tari, penata musik atau iringan dan penata rias atau busana. Pada hari ketiga, Sabtu (27/7), Rangkaian kegiatan TCOF season 4 yakni Zumba Party, Toboali Food Street Festival, Habang Band Festival, Bike Packer tour de Habank, Bakar Otak- otak dan Lomba Mancing. (pra)

7

Fashion Carnival Icon Pariwisata TCOF ke 4 TOBOALI – Tak hanya Ngarak Telok Serujo, Event Pariwisata CoE Toboali City On Fire (TCOF) season 4 juga menampilkan fashion carnival yang dilaksanakan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (28/7). “Mudah-mudahan kegiatan ini dapat lebih memperkenalkan budaya dan adat istiadat daerah ini keluar daerah,” kata Bupati Bangka Selatan Drs. H. Justiar Noer di sela-sela pembukaan fashion carnival TCOF season 4. Ia mengatakan peserta fashion carnaval yang diikuti sekitar 55 orang dari masyarakat lokal dalam maupun luar daerah dengan mengusung tema ‘Unforgetable Taste’ atau cita rasa legendaris yang bermaksud menampilkan cita rasa budaya yang luar biasa di Toboali. “Toboali Fashion Carnival dikemas sedemikian rupa sehingga berbeda dengan carnival-carnival lainnya yang menjamur di Indonesia, melalui kegiatan ini kami menampilkan kekayaan budaya dan tradisi lokal untuk digarap melalui kreatifitas para seniman sekaligus memberikan potensi kreatif di daerah untuk berkarya dan membawahi ide ide yang luar biasa,” katanya. Ia mengungkapkan event pariwisata TCOF sesi 4 yang telah berlangsung sejak 25-28 Juli 2019 ini telah menjadi icon kebanggaan

dan acara yang ditunggu tunggu, baik oleh wisatawan maupun masyarakat yang ada di Bangka Belitung. Rangkaian kegiatan telah berlangsung beberapa hari ini, menunjukkan antusiasme yang sangat besar melibatkan bikepacker, beberapa komunitas seperti sepeda, Fotografi dan Touring. Selain itu, para bloger, seniman dan budayawan dalam berbagai festival seni dan budaya serta masyarakat dari berbagai suku bebaur guna memperkaya makna dan misi dari penyelenggaran event wisata nasional ini. Ia juga mengatakan untuk membangun wajah pariwisata yang ada di Bangka Selatan pihaknya menyadari masih banyak tugas besar yang harus dilaksanakan.

“Kami berharap melalui event event yang telah dilaksanakan diharapkan dapat memperkenalkan dan mempublikasika. Destinasi Wisata Bangka Selatan dan menjadi ujung tombak kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Menurut dia, pembangunan pariwisata berkelanjutan yang sesungguhnya tidak hanya semata untuk tujuan ekonomi, namun juga mencakup aspek aspek kehidupan lain, terutama pelestarian budaya dan kesadaran untuk menjaga alam serta lingkungan. “Saya sebagai kepala daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk dapat bekerjasama memaksimalkan potensi besar pariwisata, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” sebutnya. (pra)


8

PELANGI VIEW

Wisata Danau Pelawan Namang

MINGGU- JUMAT

28 JULI - 2 AGUSTUS 2019


MINGGU- JUMAT

PELANGI BABEL 9

28 JULI - 2 AGUSTUS 2019

BWA Salurkan 5000 Al-Qur’an Wakaf di Babel PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, Minggu (21/07/2019) pagi, menerima sebanyak 5000 mushaf Al-Qur’an dari Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA). Serah terima Al-Qur’an wakaf secara simbolis tersebut dilaksanakan di rumah dinas Gubernur di Air Itam, Pangkalpinang, dari Direktur Program BWA Ustadz Hazairin Hasan kepada Gubernur Erzaldi Rosman. Selanjutnya mushaf Al-Qur’an yang diterima Gubernur akan disalurkan kepada 50 lembaga yang tersebar di Pangkalpinang, Pulau Lepar, Pulau Nasik, Tanjung Pandan, Teluk Gembira Membalong, dan Pulau Seliu. Lembaga penerima tersebut antara lain pondok pesantren, majelis taklim, masjid, mushala, dan masyarakat. Proses distribusi akan langsung dilakukan oleh tim BWA didampingi mitra lapangan asal Bangka Belitung Ustadz Sofyan Rudiyanto. Sebanyak lima ribu mushaf Al Qur’an ini tiba di Kepulauan Bangka Belitung dengan menggunakan transportasi laut Kapal Motor Dakwah Jelajah Pulau Terpencil Nusantara (JPTN) Fatahillah. KM Dakwah JPTN Fatahillah diberang-

katkan dari Pelabuhan Kaliadem Jakarta pada tanggal 20 Juli 2019, dan akan mengarungi lautan sampai semua mushaf Al Qur’an terdistribusikan ke titik tujuan. Gubernur Erzaldi Rosman menyambut baik program wakaf Al Qur’an yang digagas oleh BWA. Menurutnya, Pemprov Babel sangat mendukung kegiatan tersebut sekaligus dalam upaya menjaga dan menguatkan aqidah umat Islam yang berada di pulau-pulau. “Kami (pemerintah daerah-red) mendukung kegiatan ini. Kami berharap project ini dapat menjaga dan menguatkan aqidah kaum muslim terutama di daerah kepulauan yang sulit mendapatkan Al-Qur’an,” pinta Erzaldi. Erzaldi juga berharap BWA dapat kembali mendistribusikan Al-Qur’an di Kepulauan Bangka Belitung dan sekitarnya, dengan jumlah lebih banyak lagi. “Ini merupakan niat dan amal ibadah agar ummat muslim di daerah kepulauan dapat memperoleh Al Qur’an dan mentadaburkannya (merenungkan dan mencerna kandungan Al Qur’an-red),” imbuhnya. Keinginan Gubernur tersebut disambut baik oleh Direktur Program Badan Wakaf Al Qur’an Ustadz Hazairin Hasan. Menurut Hazairin, pihaknya akan mewujudkan permintaan gubernur untuk mendistri-

busikan sebanyak 50 ribu mushaf Al Qur’an di Kepulauan Bangka Belitung. Hazairin juga menyinggung keberadaan transportasi laut berupa kapal motor (KM) dakwah dalam mendistribusikan Al Qur’an wakaf. Dijelaskan Hazairin, KM JPTN Fatahillah merupakan salah satu dari tiga kapal dakwah wakaf dari para wakif BWA, kapal tersebut merupakan bagian dari project Al Qur’an Roadtrip 99 Pulau Nusantara yang fokus mendistribusikan Al Qur’an ke pulau-pulau terpencil di Nusantara. “Project ini sudah berlangsung sejak 2018 lalu. Melalui program KM Dakwah JPTN Fatahillah ini BWA telah mendistribusikan sebanyak

10 ribu mushaf Al Qur’an di wilayah Kepulauan Seribu. Dengan dukungan para wakif, program ini akan terus berlanjut,” tuturnya. Hazairin menyebutkan bahwa Badan Wakaf Al Qur’an merupakan lembaga filantrophy Islam yang fokus mengembangkan program wakaf yang inovatif. BWA mengedukasi umat untuk berwakaf, dan menjadikan wakaf sebagai gaya hidup. Dana wakaf yang dikumpulkan langsung disalurkan melalui proyek-proyek wakaf yang unik, kreatif, inovatif, dan solutif, sehingga dapat membantu menyelesaikan problem yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia di pelosok Nusantara sampai tuntas. Program-program wakaf yang dikembangkan oleh BWA antara lain Wakaf Al Qur’an dan Pembinaan, Wakaf Sarana Air Bersih (Water Action for People), Wakaf Khusus, Wakaf Sarana Pembangkit Listrik (Tebar Cahaya Indonesia Terang), Wakaf Produktif, Donasi Pendidikan (Indonesia Belajar), Sedekah Kemanusiaan dan Zakat Peer to Peer.(*)

Tak Digubris, Aktivis Nelayan Basel Ancam Demo Trawl di Istana Negara TOBOALI – Aktvtis nelayan Kodi Midahri mendesak jika dalam waktu dekat pihak berwenang di Babel tidak juga memberantas trawl maka jangan salahkan nelayan akan melakukan aksi di Istana Presiden RI. “Sudah cukup kami bersabar, kita sangat kecewa dengan penegak hukum di Babel, kalau trawl di bawah 10 GT diberi kebijakan hanya jaring trawl yang disita kapal dan nelayan dibina makan akan hancur, orang maling juga merupakan mata pencariannya, pembinaan itu memanfaatkan kesempatan dengan menyebutkan nelayan kecil, belum lagi kapal compreng atau kapal penangkap cumi,” ujarnya. Ia menambahkan, pihaknya sudah berulang kali memberi tahu kepada Kapolda Babel, Gubernur Babel serta Kapolres Basel kalau kapal trawl masih beroperasi di seputaran laut Karang Ajang. “Nelayan tertindas dimana perwakilan rakyatnya, pelayan masyarakat, Pemda serta penegak hukumnya dan institusi terkait, apakah ini memang sengaja dibiarkan,” tanya Kodi. (pra)

Gubernur Imbau Masyarakat untuk tidak Membakar Lahan TANJUNG GUNUNG – Saat ini, Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mulai dilanda musim kemarau. Terkait hal itu, Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan ataupun sampah sembarangan. “Saya akan segera menginstruksikan BPBD Babel untuk mengambil langkah dalam memadamkan api atau mengimbau kepada masyarakat yang ingin membuka lahan pertaniannya untuk tidak membakar lahan pertanian mereka,” kata Erzaldi, baru-baru ini. Selain itu, Erzaldi juga mengharapkan kerjasama seluruh pihak dalam mengatasi permasalahan ini, agar kabut asap yang ada dapat dikendalikan dengan segera. “Saya juga meminta kepada masyarakat apabila ada sampah dari rumah untuk di tanam, ataupun apabila sampah organik untuk dijadikan menjadi pupuk kompos,” ujarnya. (wa)


10

PELANGI BABEL

Babel akan Jadi Tuan Rumah Kegiatan Pengurangan Risiko Bencana Tahun 2019 PANGKALPINANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar konfrensi pers dengan awak media terkait dengan kegiatan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tahun 2019. “Bangka Belitung akan menjadi tuan pada kegiatan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang ke-7 tahun 2019,” kata Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Babel, Mikron Antariksa kepada awak media saat jumpa pers di rumah makan pagi sore, Pangkalpinang, Senin (29/7/2019) siang. Mikron menyampaikan, dengan adanya konfrensi pers ini diharapkan dapat menginformasikan kegiatan PRB tahun ini, sehingga berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Pengurangan Resiko Bencana ini, agar media massa dapat menginformasikan kegiatan PRB tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. “Kegiatan PRB tahun ini lebih mengutamakan dan menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama yang dikoordinir Komunitas Babel Peduli,” ujarnya. Ia menyebutkan, kegiatan PRB ini bertujuan untuk memperkuat pemaha-

man pemerintah, pengusaha dan masyarakat terhadap pengurangan bencana. “Kegiatan ini juga untuk membangun kesadaran bersama, berdialog dan dijadikan ajang pembelajaran bersama,” jelas Mikron. Lanjut Mikron, persiapan kegiatan PRB ini harus lebih matang dengan mengoptimalkan koordinasi antara pemerintah daerah dengan pusat. “Di bulan Agustus mendatang kegiatan ini sudah dimulai dan acara puncaknya pada 11 hingga 13 Oktober 2019 di Bangka Belitung,” tuturnya. Sementara, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Babel, Yulizar menjelaskan bahwa untuk anggaran penyelenggaraan PRB Nasional di Babel sebesar Rp26,2 Miliar. “Kita (Babel-red) sebagai tuan rumah harus siap menyukseskan kegiatan PRB ini, karena kegiatan ini kita targetkan 10.000 orang peserta,” terang Yulizar. Yulizar menambahkan, sebesar Rp26,2 miliar penyelenggaraan PRB Nasional tahun ini berasal dari dana pemerintah pusat Rp25 miliar dan APBD Provinsi Kepulauan Babel Rp1,2 miliar. “Tentu kita berharap dengan adanya kegiatan PRB ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses, serta bermanfaat bagi masyarakat dalam mengantisipasi serta menimalisir bencana di daerah ini,” tutupnya.(wa)

MINGGU- JUMAT

28 JULI - 2 AGUSTUS 2019

Bupati Bateng Kembali Terima Penghargaan Kabupaten Layak Anak

MAKASAR – Bupati Bangka Tengah, Dr Ir H Ibnu Saleh MM kembali menerima penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk kategori Kabupaten/Kota Layak Anak. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri PPPA Yohana Susana Yembise di Hotel Four Points, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada acara Puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2019, Selasa (23/07/2019) Malam. Saat ini Bupati Bateng sudah 3 kali Mendapatkan Penghargaan dibulan Juli yang pertama penghargaan Tanda Jasa Bhakti Koperasi dan UKM diserahkan menteri Koperasi dan UKM, kedua penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) oleh Menko PMK Puan Maharani sebuah penganugerahan tertinggi yang diberikan BKKBN RI dan ketiga kategori Kabupaten/Kota Layak Anak. Dalam penerimaan Penghargaan Kabupaten Bangka Tengah mendapatkan peringkat 35 dari 247 Kabupaten/Kota yang menerima penghargaan KLA. Penghargaan diterima langsung oleh Bupati Bangka Tengah didampingi Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Bangka Tengah dr Hj Dede Lina Lindayanti, MKM dan ketua Gugus Tugas KLA drg M Anas Ma’ruf selaku Kepala Bappeda. Menteri PPPA Yohana Susana Yambise dalam sambutan mengatakan tema hari anak nasional

2019 untuk mengingatkan Bangsa Indonesia bahwa kualitas pengasuhan dan keluarga sangat penting dalam upaya perlindungan anak. Penyerahan penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Yohana Susana Yambise kepada Bupati Bangka Tengah Dr Ir H Ibnu Saleh MM. “Saya ucapkan selamat kepada Kepala Daerah yang mendapatkan penghargaan semoga kedepan bisa terus dipertahankan,”ujar Yohana Sementara Bupati Bateng, Ibnu Saleh mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pencapaian prestasi yang luarbiasa ini, harapannya dengan menerima penghargaan ini pengembangan Kabupaten/ Kota Layak Anak (KLA) di Bangka Tengah dapat terintegrasinya komitmen dan sumberdaya pembangunan dalam rangka memenuhi hak anak, melindungi anak dari tindak kekerasan, pelecehan, eksploitasi dan diskriminasi serta untuk mengembangkan partisipasi anak dalam pembangunan.

“Dan Kami juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan gaya hidup yang ramah terhadap anak (child friendly life style), sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara sehat dan wajar, sebagai langkah awal untuk mewujudkan visi anak Indonesia yang sehat, tumbuh dan berkembang, cerdas ceria, berakhlak mulia, terlindungi dan aktif berpartisipasi,”ucap Ibnu. Ia pun sangat mengapresiasi dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Kabupaten Bangka Tengah yaitu team Gugus Tugas KLA Bangka Tengah yang terdiri dari legislatif yang terus mendorong kemajuan pembangunan Bangka Tengah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Masyarakat, Pengusaha, dan Media yang sudah bersinergi dan berkomitmen dalam mewujudkan Kabupaten Bangka Tengah sebagai Kabupaten Layak Anak. "Semoga prestasi yang kita raih ini menjadi motivasi meningkatkan semangat dalam melaksanakan program pemerintah," harapnya.(hfe)


MINGGU- JUMAT

CEREMONY

28 JULI - 2 AGUSTUS 2019

11

BNNP Babel dan KADIN Babel Perkuat Komitmen P4GN

P4GN di Dunia Usaha Strategis PANGKALPINANG – Kepala BNN Babel Brigjen (Pol) Drs Nanang Hadiyanto dan Ketua Umum KADIN Kepulauan Bangka Belitung, Ir Thomas Jusman MM memperkuat komitmen tugas kebangsaan khususnya komitmen Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kepulauan Bangka Belitung. Penguatan komitmen tersebut dijalinsaat menerima kunjungan dari Ketua Umum KADIN Kepulauan Bangka Belitung, Ir Thomas Jusman MM didampingi WKU ICT/Mass Media, Agus Ismunarno dan Sekretaris Ratih Wahyuningsih. Sebelumnya, BNN Provinsi telah menandatangani MoU bersama KADIN Babel dan melakukan upaya

sinergi mencegah dan memberantas narkoba di kalangan pengusaha melalui jalur organisasi KADIN Babel. Sebagai sebuah Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) Indonesia yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap psikotropika, prekursor, dan bahan adiktif lainnya kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol, BNN Provinsi Babel yang dipimpin oleh Nanang Hardiyanto terus melakukan upaya pencegahan. “Tahun 2019 ini kita melakukan tangkapan hingga 25 kg narkoba. Itu upaya pemberantasan dan penindakan. Tujuan utamanya, menangkap para kurir dan pengedar dalam upaya memutus mata rantai sindikat narkoba,” tandas Nanang Hardiyanto.

Sedangkan kerjasama sinergi dengan KADIN Kepulauan Bangka Belitung, kata Nanang, akan kita fokuskan pada Pencegahan dan Penyalahgunaan melalui gerakan bersama baik sosialisasi, kampanye bersama maupun bentuk-bentuk pencegahan lainnya. “Karyawan perusahaan swasta merupakan kelompok masyarakat pekerja yang termasuk rentan menjadi korban narkoba,” kata Nanang. Perusahaan Bebas Narkoba Thomas Jusman dalam kesempatan diskusi terbatas bersama petinggi BNNP Babel tersebut menyatakan kegundahannya terhadap bahaya narkoba yang menjadikan masyarakat pekerja Babel sebagai korbannya. “Ini masalah penghancuran bangsa dan generasi mudanya. Kok tega-teganya mereka ber-

Ketua DPRD Menerima Audiensi Warga Desa Rebo:

Tolak KIP dan TI Apung Oleh: Wina Destika

PANGKALPINANG – Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung (Babel) Didit Srigusjaya, menerima kedatangan masyarakat Desa Rebo dalam audiensi terkait aktivitas tambang di Pantai Rebo yang kini masih berlangsung. Warga Desa Rebo ke DPRD untuk menolak kehadiran Kapal Isap Produksi (KIP) namun menerima TI Apung. Didit Srigusjaya meminta kepada warga Rebo untuk menolak keduanya. “Kalau menolak kapal isap produksi (KIP) berarti TI Apung juga harus ditolak, jangan ambil enaknya saja. Bebannya baru dilempar kepada DPRD,” tegas Didit usai menerima audiensi warga Desa Rebo di ruang kerjanya, Senin (29/7/2019). Orang nomor satu di DPRD Babel itu juga meminta kepala desa (kades) yang juga hadir pada saat itu untuk mengundang semua kepala dusun (kadus) guna menyelenggarakan musyawarah desa. Didit menambahkan, “Pemer-

intah Daerah Bangka mengusulkan agar daerah tersebut dijadikan kawasan wisata, kawasan kelautan, dan pertambangan.” . DPRD Babel, kata Didit, tidak bisa serta merta menggunakan keinginan DPRD. Paling tidak ia harus memanggil bupatinya terlebih dahulu. Dan perda RZWP3K yang sedang digodok oleh DPRD bukan untuk menghilangkan pertambangan, tetapi untuk mengurangi wilayah yang tidak memiliki potensi tambang. “Jadi kita serahkan dulu ke bupatinya, jangan mohon maaf pansus seenaknya, ya ga bisa. Kalau pansus seenaknya memutihkan semua berdasarkan kepentingan politik, itu bahaya,” cetus Didit. Jika masalah Izin Usaha Pertambangan (IUP) timah, lanjut Didit, adalah milik negara, sehingga pansus tidak bisa serta merta menghilangkan, karena apabila terjadi penggugatan maka ketua DPRD lah yang menjadi sasaran. “Karena produk hukum ini

acuannya adalah aturan, bukan keinginan DPRD. Untuk itu saya mengimbau agar tidak terjebak dalam pemikiran pribadi,” pesan Didit. Desa Rebo Terganggu Ketua nelayan Desa Rebo Asiaw mengatakan audiensi warga dan nelayan ke DPRD Babel karena warga Desa Rebo merasa terganggu, dengan adanya KIP yang berada di Pantai Rebo itu sendiri. “Untuk aktivitas pertambangan disana sudah berjalan sejak tahun 1995 hingga saat ini. Tentu ini sangat merusak alam, bahkan saat ini sudah terlihat beting (gundukan tanah ditengah laut),” ungkapnya. Ia juga menyampaikan, jika mayoritas masyarakat Desa Rebo yang berprofesi sebagai nelayan, dari hari ke hari pendapatan mereka semakin berkurang, dikarenakan hasil tangkapan yang semakin sedikit dikarenakan adanya aktivitas pertambangan tersebut. “Adanya aktivitas pertambangan ini secara tidak langsung pendapatan para nelayan juga semakin berkurang,” jelasnya. (wa)

bisnis dengan menghancurkan bangsa. Melalui jalur kekaryawanan KADIN Babel bersama seluruh Asosiasi, komit untuk melakukan upaya preventif agar Babel terbebas dari narkoba,” harap Thomas Jusman. Kepada Nanang Hardiyanto, Thomas Jusman menyampaikan, para pengusaha Babel terikat pada MoU P4GN. “Para pengusaha diharapkan mensyaratkan Bebas Narkoba saat rekrutmen dan menjadikan perusahaannya perusahaan yang bebas narkoba melalui serangkaian kegiatan menuju bebas narkoba,” kata Thomas Jusman. Thomas Jusman juga merinci kerjasama itu bisa dibangun melalui jalur organisasi KADIN Babel dan asosiasi yang tergabung di KADIN seperti HIPMI Babel, IWAPI Babel, Perwira Babel, GIPI Babel, ASITA Babel, ASATI Ba-

bel, PHRI Babel, REI Babel, Gapeksindo Babel, Japnas dan asosiasi lainnya. “Selain itu, kami memiliki media massa LASKAR PELANGI dan atau berpartner dengan media massa di Babel. Kolaborasi BNNP Babel dan KADIN Babel bisa diwujudkan melalui media massa dalam bentuk liputan khusus, sosialisasi, diseminasi maupun kampanye melalui media massa. Mari langsung kita wujudkan dalam aksi dan karya nyata karena narkoba tak henti-hentinya merongrong sumber daya bangsa,” ajak Thomas Jusman. Diskusi terbatas BNNP Babel dan KADIN Babel diakhiri dengan menggemakan Yel Yel yang secara spontan diciptakan Kepala BNNP Babel Nanang Hardiyanto:”Narkoba, No. Prestasi, Yes, Yes, Yes!” (ags)

Tanjung Pesona HRD Manager, Sakcin menyebutkan karyawan terbaik itu masing-masing dari Divisi Entertainment dan Taman Wisata, Sukri (Madun ), Divisi Administrasi dan Umum, Lianita, Divisi Hotel dan Maintenance, Dien Maulana, dan Divisi Restoran Freddy Ixandar. Sedangkan The Bestnya! Dien Maulana. Perayaan dalam kesederhanaan itu disampaikan oleh General Manager Tanjung Pesona Beach Resort Sungailiat Bangka, Then Yohanes. “Kita bersyukur atas karya orangtua kami dan sekarang mendapat momentum negara ini menjadikan pariwisata sebagai leading sector. Semoga Tanjung Pesona ke depannya semakin berkontribusi dalam pengembangan pariwisata di Kepulauan Bangka Belitung dengan pelayanan even-even regional, nasional maupun internasional,” harap Then Yohaness. Angkat “Surga Tersembunyi” LIU THIAN JIU atau Jusman Liu dan Yusman Ngui mungkin tidak pernah menyangka Tanjung Pesona Hotel and Beach Resort yang didirikan 27 tahun lalu bakal menjadi destinasi pariwisata pilihan yang terkenal dan menjadi lokasi even sport tourism dunia Sungailiat Triathlon, Volley Asia Pasific dan Festival Motor Gede serta MICE. “Surga tersembunyi” yang dulu diselimuti lebatnya hutan belukar dibuka oleh Jusman Liu dan Yusman Ngui menjadi

resort dan hotel dengan pemandangan indah, perpaduan antara pantai, laut serta hamparan pasir putih dengan konfigurasi batu-batu raksasa yang penuh pesona, perkasa berpadu dengan langit biru dan awan putih berarak. Tanjung Pesona kemudia dibuka menjadi destinasi wisata publik pada tahun 1992. Jusman Liu dan Yusman Ngui begitu bahagia menyaksikan bus-bus pownis penuh dengan orang Bangka dari berbagai pelosok berbondong-bondong berwisata ke Tanjung Pesona. “Saya bahagia Tanjung Pesona dikunjungi banyak orang yang berwisata,” kata Jusman Liu pada suatu ketika. Rekam jejak Jusman Liu dalam pembangunan pariwisata di Kepulauan Bangka Belitung itu terpantau oleh BANGKA POS GROUP yang merayakan 20 tahun kelahirannya. Dan Jusman Lie dianugerahi BANGKA POS AWARD 2019 sebagai pelopor dan inspirator pembangunan pariwisata Babel. Kami bersyukur dan berterima-kasih atas karya yang telah dimulai oleh orang tua kami. Diawali dengan seringnya membawa mama dan anak-anaknya berwisata ke pantai, papa kami, Jusman Liu terinspirasi merintis pembangunan tempat wisata berbasis pantai. Semoga kami bisa meneruskan cita-cita beliau seraya mensyukuri 27 tahun Tanjung Pesona,” kata Thomas Jusman. Semoga! (Agus Ismunarno)


12

CEREMONY

MINGGU- JUMAT

28 JULI - 2 AGUSTUS 2019

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN

Parade Budaya Isi Opening CoE Pariwisata TCOF season 4 tahun 2019 Oleh: Nopranda Putra TOBOALI – Bupati Bangka Selatan (Basel) Drs. H. Justiar Noer membuka secara resmi Ceremonial of Event (CoE) Toboali City On Fire (TCOF) Season 4, di kawasan Sport Center GOR Junjung Besaoh, pada Kamis (25/7) malam. Malam Opening Ceremony juga dimeriahkan artis ibukota Daffa Lida dan Sarah Rizkia, selain itu parade budaya pun disuguhkan, dengan penampilan Tari Kolosal Zapin Zualam dari Sanggar Dharma Habangka, dilanjutkan penampilan Tari Tunggal “Flamenco” oleh Laura dari Spanyol, dan Tari Gontung dari sanggar Kabupaten OKI. Event pariwisata tahunan bertaraf nasional ke empat kalinya tersebut dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara datang ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Khususnya ke Kabupaten Basel. Pihak panitia pun sudah menyiapkan jajanan

khas Basel dengan menghadirkan 44 Stand UMKM. TCOF Season 4 berlangsung selama 4 hari ini, dimulai pada tanggal 25 – 28 Juli, di Kawasan GOR Junjung Besaoh Basel, dan beberapa lokasi lainnya dengan menyuguhkan tema “Unforgettable Taste” atau Citarasa Legendaris. Melalui tema ini, Kabupaten Basel ingin memberikan yang terbaik, menjadikan Pariwisata dan Budaya Basel akan selalu dikenang dan memberikan kesan yang baik bagi wisatawan yang datang sehingga akan terus kembali lagi serta memberikan manfaat bagi kemajuan sektor Ekonomi Kreatif yang ada di Bumi Junjung Besaoh. “Selamat berkarya cipta mengenal seni dan budaya kabupaten Bangka Selatan, se-

Malam Puncak TCOF Season 4

Menpar RI Harapkan TCOF Terus Berlanjut MENTERI Pariwisata (Menpar) RI melalui Tenaga Ahli Menpar Bidang Management Calender of Event, Dra. Esthy Reko Astuty mengapresiasi kinerja dan usaha Pemkab Basel dengan terus mengembangkan event pariwisata di Kabupaten Basel. “Pak Gubernur dan Pak Bupati bahwa masyarakat tadi sudah mendengar Calender of Event (CoE), bahwa TCOF masuk dalam Calender of Event wonderfull berarti ini kita harapkan tahun depan juga bisa masuk kembali,” kata Esthy disela-sela malam puncak CoE wonderful TCOF season 4, Minggu (28/7) di kawasan sport center Junjung Besaoh. Ia juga meminta, siapapun Bupati terpilih nantinya untuk tetap komit dan konsisten dalam meneruskan CoE wonderful TCOF. Menurut dia, salah satu kriteria untuk ma-

suk dalam CoE wonderful yakni konsisten dan komitmen dari CEO nya. “Tadi sudah ada komitmennya pak bupati bahwa menjanjikan akan mendorong siapa pun yang menjadi bupati tetap harus konsisten karena salah satu dari kriteria untuk masuk dalam Calender of Event wonderfull adalah konsistensi dan komitmen dari CEO itu sendiri,” jelasnya. Ia mengungkapkan, Kemenpar RI akan tetap mendukung CoE TCOF di Basel tetap terus berlangsung, baik itu dengan promosi media dan lain sebagainya. “Bahwa kita dari Kemenpar, pak Menteri sudah menyanggupi bahwa kegiatan ini dengan masuk sebagai Calender of Event wonderful kita akan selalu mendukung khususnya didalam promosi dimedia bahwa kita ini promisikan maksimal,” ungkapnya. Sementara itu, Bupati Bangka Selatan, Drs. H. Justiar Noer menyampaikan masih banyak tugas bersama untuk membangun wajah pariwisata yang ada di Base, event-event diharapkan dapat memperkenalkan dan mempublikasikan destinasi wisata Basel ke Dunia. “Terutama untuk generasi milenial yang menjadi bagian besar dari event ini, kami mengajak untuk menjadikan Toboali City On Fire menjadi pariwisata Bangka Selatan sebagai trending topic yang positif,” kata Justiar dise-

la-sela malam puncak atau malam penutupan TCOF season 4 di kawasan sport center junjung besaoh, Minggu (28/7). Menurut Bupati, ini merupakan sebagian kecil tugas yang harus terus dilakukan. “Kita berharap pariwisata mampu menjadi unjung tombak kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Ia juga menuturkan, Setelah sukses event pariwisata TCOF season 4 dengan tema “Unforgetable Taste”, maka Pemkab Basel akan terus konsisten melanjutkan event pariwisata TCOF di tahun 2020 mendatang dengan tema “Never Ending Legendaries”. “Maka kami merencanakan untuk konsisten melanjutkan event pariwisata TCOF di tahun yang akan datang yakni TCOF season 5 dengan tema “Never Ending Legendaries”, baegitupun untuk tahun-tahun selanjutnya meskipun terjadi pergantian kepemimpinan daerah kabupaten Basel,” ungkapnya. Ia juga mengapresiasi pihak-pihak terkait dan stakeholder yang ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan TCOF season 4 hingga mencapai kesuksesan. Turut hadir pada malam puncak, Tenaga Ahli Menpar RI Dra. Esthy Reko Astuty, Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan, Wakil ketua DPRD Babel Toni Purnama, Forkopimda, Stakeholder, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat Basel. (adv/pra)

lamat mengexplore destinasi-destinasi wisata kami. Selamat menikmati cita rasa Negeri Junjung Besaoh. Semoga acara ini dapat berjalan dengan lancar, memberikan kesan yang baik dan mendalam bagi semua peserta, tamu undangan maupun seluruh lapisan masyarakat yang ikut berpartisipasi meramaikan event ini,” kata Justiar. Kali keempat dilaksanakan, event yang terpusat di GOR Junjung Besaoh ini dimeriahkan berbagai acara antara lain Ngarak Telok Herujo, Habang Band Festival, Bikepacker Festival Layang-Layang, Toboali Photo Competition, Toboali Expo, Nganggung 1000 Dulang, Touring Motor, Toboali Fashion Carnival, Lomba Memancing, Toboali Food Street Festival, Mural Festival, Festival Tari Kreasi Daerah, Vlog Competition, Parade Budaya, Lomba Lukis Tudung Saji, Famtrip, dan Pameran Photo. Sebelumnya, pada Senin (15/7/2019) ini telah dilaksanakan ritual adat Buang Jung di Desa Kumbung, Lepar Pongok. (adv/pra)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Basel 'Lompat' ke Pariwisata by Paudar Wahyudi - Issuu