medialaspela
SELASA - RABU
31 JULI - 8 AGUSTUS 2018 Edisi No 130 12 HALAMAN
Menerangi Bumi Serumpun Sebalai
Anji Ikut “Membakar” Toboali Bupati: Pantai Nek Aji tidak Muat, Kita Cari yang Luas Anji: Mari Kita Viralkan Toboali ke Dunia Melalui Medsos Total 20 Event Digelar untuk Memanjakan Wisatawan Ingat slalu sayang Hati ku kau genggam Aku tak kan pergi Aku tak kan pergi Menunggu kamu di sini
INDEX Hal 3 Hal 12
PANTAI NEK AJI penuh sesak, tak lagi bisa menampung lautan puluhan ribu warga Toboali, Bangka Selatan dan sekitarnya pada Penutupan Toboali City on Fire Season (TCOF) 3. Malam puncak TCOF ini menambah bukti sukses penyelenggaraan event yang sudah rutin menjadi kalender nasional. "Warga Toboali, Bangka Selatan yang malam ini memenuhi Pantai Nek Aji menjadi
Merawat Air Merawat Kehidupan ‘Kiok Jalan Pagi Ancol’ Pulang Bangka SABTU, 28 Juli 2018, bersama Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah, Kepala BPDASHL Baturusa Cerucuk, Idi Bantara, Ketua Ketua Forum DAS Babel. Fadillah Sobri, Miss Indonesia Girl 2018 Gracella Angellyca menyusuri “Little Amazon” Kawasan Mangrove Munjang, Kurau Barat, Bangka Tengah. Mengarungi perairan membelah hutan mangrove yang lebat di kiri kanan merupakan sensasi yang luar biasa dengan suara alam dan kecipak air yang dibelah speed boat. Kawasan Mangrove Munjang yang dikelola oleh Komunitas Kaum Muda Kurau yang dipimpin oleh Yatsir telah menjadi destinasi wisata yang multi makna. Mangrove sendiri melindungi penahan ombak dan abrasi, penjernih air dan menyaring air asin, memberikan perlindungan kepada hewan-hewan lain seperti kera, dan berbagai jenis burung, biawah dan binatang lainnya serta menciptakan rantai makanan atau kehidupan. Selain memberikan kesegaran
友誼地久天長。 Yǒuyì dì jiǔ tiāncháng. Persahabatan semakin lama akan semakin kuat REUNI sejatinya bukan merayakan kemenangan dan kejayaan atas kehidupan. Reuni lebih bermakna mengingat kembali perjuangan hidup di masa silam dan mempererat kembali persahabatan yang kokoh dan indah. Itulah makna yang dipetik oleh Kiok Jalan Pagi Ancol; bersatu kembali, berkumpul kembali. Bukan hanya fisik yang berkumpul kembali, tetapi batin atau jiwa pun menjadi terjalin erat kembali. Selama tiga hari, 27-30 Juli 2018, 86 orang asli Bangka yang sudah lama tinggal di Jakarta atau menetap di Hongkong semua bisa hadir dan datang berkunjung ke negeri kelahiran mereka. Rasa persahabatan dan
2
EKONOMI BISNIS
HIPMI Gelar Diklatda II dan Rakerda, Mantapkan Rencana Kerja PANGKALPINANG – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) provinisi Bangka Belitung (Babel) menggelar Pendidikan dan Latihan Daerah (Diklatda) ke- II dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Sabtu (28/7/2018). Kegiatan yang di gelar di Swiss bell hotel Pangkalpinang ini bertujuan untuk pemantapan rencana kerja HIPMI kedepannya. “Diklatda dan Rakerda ini sudah yang ke dua kalinya kita lakukan, dalam kegiatan ini kami ingin memantapkan, meriview, mengkaji ulang dan menyesuaikan apa yang perlu di sesuaikan dalam rencana kerja kami,” Jelas Raden Indra Sandy selaku ketua umum BPD HIPMI Babel. Diakui Indra Sandi dari awal pihakn-
ya sudah mempunyai rencana kerja, namun jika dirapatkan kembali dengan pengurus lainnya maka akan selaras dengan visi dan misi yang sudah disepakati. Dia menjelaskan, beberapa materi yang akan di bahas dalam kegiatan ini, pertama materi nilai-nilai kebangsaan, di
SELASA - RABU
31 JULI - 8 AGUSTUS 2018
Angin Kencang Jadi Faktor Harga Ikan Meroket Oleh : Dinda Agustiantie
lanjut dengan materi ke HIPMI-an, dan terakhir materi kewirausahaan. “Hasil Rakerda yang di lakukan pada hari ini, akan kami kirim langsung ke pemprov, saya hanya berharap kegiatan ini bisa bermanfaat untuk Indonesia, untuk kita dan untuk HIPMI,” Tutupnya. (dnd)
PANGKALPINANG – Harga Ikan di Pasar pembangunan kota Pangkalpinang terpantau naik tinggi. Harga tersebut disinyalir naik karena angin kencang ditengah laut. Para nelayan tak berani melaut akibat angin kencang seperti yang diungkapkan Iwan seorang pedagang ikan yang berlapak di pasar pembangunan. “Ikan memang sedang kerisis, angin laut yang kencang menjadi penyebab para nelayan libur melaut,” tutur Iwan k e p a da media Laspela, Jumat
(27/7/18). Saat ini ikan kerisi di patok harga Rp35 ribu perkilogram, Ikan Kerapu Rp45 ribu perkilogram, ikan kembung Rp40 ribu perkilogram,sedangkan cumi-cumi Rp65 ribu perkilogram, harga yang melejit ini mencekik para pedagang maupun masyarakat. “Padahal ikan kerisi sebelumnya paling mu-
rah Rp15 sampai Rp20 ribu perkilonya, sekarang Rp35 ribu, pusing kalau tidak habis,” ungkapnya. Ikan tenggiri yang termasuk kelompok komoditi pelagis, di patok paling mahal di antara komoditas perikanan lainnya. “Selain dari susah mendapatkan ikan ini, ikan Tenggiri ini juga banyak di minati, harga kemaren saya jual Rp125 ribu perkilo-
gramnya, karena memang, sekarang stoknya langka,” jelasnya Iwan menuturkan harga ikan yang tinggipun, membuat para pembelinya mengeluh dan terkadang tidak jadi membeli. “Pembeli seringkali mengeluh, kadang menawar dengan harga yang jauh turun drastis, dan malah tidak jadi membeli,” imbuhnya. (dnd)
Petani Menjerit, Harga Lada tak Kunjung Membaik KOBA – Musim panen lada tidak lama lagi, namun nasib para petani lada tidak menentu diakibatkan harga jual lada yang tidak menggembirakan. Ditengah melejitnya harga kebutuhan bahan pokok dan lesunya perekonomian banyak masyarakat bertumpu kepada sektor pertanian. Namun apa yang diharapkan para petani Amat sanuntuk meningkatOleh: Herdian Farid Effendi gat berharap kan kesejahteraan kepada pedan taraf hidup ternyata masih merintah Kabupaten maupun jauh dari harapan. Provinsi untuk lebih perduli Salah satu petani yang dengan nasib para petani yang ditemui Laspela disela kesisaat ini sangat menanti harga bukannya, Amat (45) mengalada naik. takan saat ini harga lada sanSementara Kepala Digat murah perkilo dihargai Rp nas Pertanian Bateng, Rusli 50 ribu dan sangat jauh dari Khaidir mengatakan persoalan harapan. merosotnya harga lada mer“Sebenarnya kami sanupakan masalah klasik yang gat berharap harga lada memmemang setiap kali panen sebaik, minimal modal bisa lalu ada dan memang belum kembali dan syukur-syukur berhasil untuk dituntaskan. ada lebih, jadi bisa untuk ber“Pada dasarnya dengan tanam kembali, tapi apa daya adanya resi gudang salah satu kami sebagai petani hanya cara untuk mengatasi rendahnbisa menerima, apalagi harga ya harga lada, namun di Kasaat ini sangat murah ya mau bupaten Bateng belum tersegimana lagi beginilah nasib dia dan baru ada di Kabupaten petani,”ungkapnya lirih. JuBangka,” ungkap Rusli. mat,(27/07/2018).
Ia menambahkan bahwa saat ini, pihak Pemda belum menyiapkan lahan untuk pembangunan gudang penyimpanan untuk melaksanakan program itu. “Program resi gudang merupakan salah satunya untuk mengatasi rendahnya harga lada saat panen, artinya pada saat panen, ketika harganya jatuh, petani tidak menjual ladanya tapi justru menitipkan ladanya itu ke resi gudang, petani akan mendapatkan resi jaminan dengan resi ini dapat menjaminkan ke bank yang di tunjuk telah bermitra, dengan sistem resi gudang memperoleh semacam pinjaman dengan ladanya yang dia titipkan di gudang,”ujarnya.(hfe)
SELASA - RABU
POLITIK DAMAI 3
31 JULI - 8 AGUSTUS 2018
KPU Tetapkan Molen- Sopian Wako-Wawako Pangkalpinang PANGKALPINANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Pangkalpinang, menetapkan pasangan Maulan Aklil dan Muhammad Sopian sebagai Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang periode 2018 -2023. Hal ini di ungkapkan Ketua KPU Kota Pangkalpinang, M.Yusuf saat membacakan hasil putusan rapat pleno terbuka penetapan calon walikota dan wakil walikota pangkalpinang terpilih tahun 2018, Kamis malam (26/7/2018). “Keputusan KPU Pangkalpinang, tentang penetapan
Calon Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang terpilih tahun 2018, menetapkan nomor
urut 3, saudara Maulana Aklil dan saudara Muhammad Sopian di tetapkan sebagai Walikota dan
Wakil Walikota Pangkalpinang,” Tuturnya Pasangan yang akrab di panggil Molen dan Sopian ini unggul dengan jumlah suara terbanyak yaitu 31.792 suara atau 41.59 persen dari jumlah suara sah. KPU mengklaim pilkada pada tahun 2018 adalah yang paling aman dan partisipasi pemilih yang naik hingga 11,36 persen yang awalnya hanya 50,30 persen. Yusuf berharap pasangan Molen dan Sopian dapat menjalankan tugasnya dengan baik. “Saya yakin beliau bisa menjalankan tugasnya dengan amanah,” harapnya. (dnd)
KPU Babar, Beri Kesempatan Kedua kepada Caleg Lengkapi Persyaratan MUNTOK – Komisi Pemilhan Umum ( KPU ) Bangka Barat melakukan Sosialisasi Surat Keputusan ( SK ) KPU Nomor 961 Tentang Petunjuk Teknis Perbaikan Penyusunan dan Penetapan Daftar Calon Sementara ( DCS ), serta Penyusunan Daftar Calon Tetap ( DCT ), Anggota DPRD Kabupaten dalam Pemilu tahun 2019 di Kantor KPU Bangka Barat, Muntok, Kamis ( 26/7/2018 ) ke-
marin sore. ” Yang sampaikan hari ini SK KPU Nomor 961, petunjuk teknis dalam proses pencalonan terkait dengan perbaikan Daftar Calon Anggota Legislatif, jadi termasuk di dalamnya untuk penyusunan DCS maupun DCT,” jelas Ketua KPU Bangka Barat, Pardi kepada awak media usai acara, di Kantor KPU Bangka Barat di Muntok, Kamis ( 26/7/2018 ) lalu. Menurut Pardi, masih banyak caleg yang belum melengkapi syarat – syaratnya. Pada tahap
kedua hingga tanggal 31 Juli 2018 nanti, KPU memberikan kesempatan bagi Partai Politik ( Parpol ) untuk melengkapi syarat calegnya, termasuk jika ada ada caleg yang mengundurkan diri atau tidak memenuhi syarat untuk segera diganti. ” Proses perbaikannya itu, bagaimana, calon yang belum memenuhi syarat harus dilengkapi syaratnya, kemudian boleh diganti juga khusus calon – calon yang belum memenuhi syarat. Masih ada waktu sampai tanggal 31 kita tunggu berkas –
berkas pencalonannya maupun berkas calonnya,” ujar dia. Pardi menegaskan, proses kedua merupakan proses menuju penetapan Daftar Calon Sementara ( DCS ). Jika sampai tanggal 31Juli 2018 nanti, calon dianggap memenuhi syarat, akan ditetapkan sebagai DCS pada tanggal 12 Agustus 2018 mendatang. ” Kalau masih ada calon yang belum bisa melengkapi syaratnya diatas tanggal 31, tetap tidak bisa kita tetapkan sebagai DCS,” tutupnya. (sk)
Mantan Napi Bukan B3 Dapat Ikut Bursa Pileg 2019 Terdapat Tiga Mantan Napi di Basel Bacaleg 2019 TOBOALI, LASPELA – Rekap hasil verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Bangka Selatan (Basel) yakni memverifikasi dokumen syarat balon formulir surat pernyataan bakal calon (BB1), fakta integritas tidak mencalonkan mantan nara pidana (napi) korupsi, bandar narkoba dan kejahatan seksual (B3), dan informasi bakal calon (BB2). Hal ini dikatakan ketua KPU Basel, Amri. “Untuk mantan napi yang tidak bisa ikut bursa caleg 2019 nanti yakni yang sesuai dengan B3 yaitu tidak boleh bukan mantan napi bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak atau korupsi,” kata Amri kepada wartawan, Senin (23/7). Untuk saat ini, lanjut Amri terdapat tiga mantan napi yang mengajukan bakal calon legislatif (bacaleg) di kabupaten Basel. Dan mantan napi tersebut tidak termasuk dalam kategori fakta integritas (B3), artinya mereka masih bisa untuk mengikuti pentas pileg 2019 mendatang tetapi harus memenuhi syarat yang sesuai dengan PKPU nomor 20. “Pada saat ini, nanti hasil laporan rekap mantan napi yang bukan B3 tersebut dan berdasarkan BB1 kita akan lihat sudah melampirkan belum, surat keterangan dari Kalapas, SKCK,Salinan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, Surat keterangan dari redaksi yang menerangkan secara terbuka kepada publik, dan bukti lampiran berupa surat pernyataan yang telah dimuat dalam media massa,” jelas Amri. Dan apabila belum, Amri mengatakan berkas yang disampaikan kepada KPU Basel belum atai tidak memenuhi syarat. “Kalau belum menyampaikan berarti berkas tersebut belum memenuhi syarat, dan bacaleg harus melengkapi di masa perbaikan nanti pada 22-31 Juli mendatang,” jelas Amri seraya menambahkan termasuk syarat yang belum lengkap lainnya. Selain itu, Ia menegaskan bukan tidak mungkin apabila KPU Basel akan menelusuri dan terjun ke lapangan untuk mengetahui apa benar berkas yang telah diajukan bacaleg tersebut benar adanya atau tidak. “Ada hal-hal yang dianggap perlu diverifikasi kelapangan, dan kami KPU Basel akan bersama Panwas untuk melakukan cek lapangan sesuai hasil verifikasi administrasi yang diajukan bacaleg parpol,” tegas Amri. (tra)
PSDM. Rabu,(01/08/2018) pagi. “Dirgahayu Kota Koba menjadi momentum untuk bermuhasabah, merekonstruksi mana hal-hal yang baik yang perlu dipertahankan serta mana halhal yang harus diperbaiki,”ujar Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh di ruang paripurna. Ibnu menambahkan Kota Koba sudah menorehkan banyak prestasi mulai dari peningkatan ekonomi serta kesejahteraan dan kemakmuran dibidang pertanian, perternakan dan kelautan ditambah lagi sektor pariwisata yang mulai diminati oleh wisatawan lokal dan mancanegara. Sementara Ketua DPRD Bateng, Algafry Rahman ST menegaskan Kota Koba sebagai simbol kemajuan Ibukota Bateng dengan kemajemukan yang ada. “Untuk mewujudkan Bateng Unggul dibutuhkan kerjasama antar lembaga baik Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif. Semuanya harus seiring sejalan dan berpegang tangan dalam menciptakan pemerintahan yang bermartabat dan berkesinambungan,”sebutnya. (adv/hfe)
HUT Kota Koba Ke-164
Momentum Mewujudkan Bateng Unggul
Ibnu : Bateng Selangkah Lebih Maju dan Bermartabat
KOBA - Kota Koba sudah memasuki usia se abad lebih tepatnya 164 tahun lalu. Kini kota koba sudah bermetaformosa menjadi kota yang
lebih unggul Oleh: Herdian Farid Effendi KM dan deretan dan maju. prestasi lainnya Banyak prestasi yang su- sudah diperoleh baik tingkat dah ditorehkan negeri sela- provinsi maupun tingkat nawang segantantang ini. Mu- sional. lai dari Adipura, KabupatDalam memperingaen Layak Anak, Kabupaten ti HUT Kota Koba ke 164, yang peduli terhadap UM- DPRD Kabupaten Bangka
Tengah (Bateng) juga sudah melaksanakan Rapat Paripurna Istimewa dengan mengambil tema “Dengan Semangat Hari Jadi Kota Koba ke 164 Kerja Bersama Menuju Bangka Tengah Unggul” di Gedung Diklat BK-
4 COMMERCE & INDUSTRY
SELASA - RABU
31 JULI - 8 AGUSTUS 2018
Menhub Minta Syahbandar Teliti Pengeluaran SPB dan Tetap Konsisten Pada Keselamatan Penumpang PANGKALPIANANG – Menteri Perhubungan Replublik Indonesia (RI) Budi Karya Sumadi, dalam agenda kunjungan kerjanya ke Pelabuhan Pangkal Balam pada Rabu (25/7/2018), meminta Syahbandar untuk teliti dalam pengeluaran Surat Persetujuan Berlayar (SPB) demi keselamatan penumpang. “Keselamatan adalah hal yang utama, untuk itu saya minta kepada Syahbandar untuk teliti dalam pengeluaran SPB, setelah di menisfestasi, di
lihat kapal dan fasil- Oleh: Dinda Agustiantie atas peraturan terseitas-fasilitas lainnbut,” terangnya. ya,” katanya. Tidak hanya itu konsistensi Ia pun menghimbau kepada keselamatan pun menjadi perSyahbandar dan Nahkoda un- hatian lebih, menurutnya memtuk terus Konsisten dalam pe- pertahankan Konsistensi keselayanan dan keselamatan para lamatan ini merupakan hal yang penumpang, serta terus mem- tidak gampang. pelajari peraturan yang ada. “Keselamatan memang “Kita punya tugas secara menjadi yang terpenting, unkonsisten dalam pelayanan dan tuk itu kita harus menjakeselamatan, memastikan mer- ga konsistensi untuk keselaeka mendapatkan layanan, un- matan, memang tidak mudah, tuk bisa berpergian baik wisa- untuk itu kita harus disiplin ta maupun keperluan yang lain, demi menegakkan keselaSaya minta kepada Syahbandar matan, karena ini merupakan dan kepada Nahkoda atas hak bentuk tanggung jawab kepaasas peraturan itu, dan harus di da masyarakat dan negara,” baca, tidak ada alasan tidak tahu terangnya.(dnd)
Harapan Gubernur kepada Para Pelajar dalam Dialog Nasional ke-17! PANGKALPINANG, LASPELA – Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan berharap dalam Dialog Nasional ke17 tahun 2018 “Indonesia Maju” dapat mem-
buahkan pemikiran yang bisa memajukan Indonesia, memajukan Bangka Belitung dan terlebih akan memajukan dunia pendidikan.
Ia mengatakan saat ini Pemerintah Provinsi Bangka Belitung telah melaksanakan pogram-program Pembangunan yang mendukung konektivitas seluruh daerah. “Sebelumnya ada sebuah rencana besar akan konektivitas ini, yakno rencana Pembangunan Pelabuhan Besar di Babel yang bukan hanya menghubungkan Babel dengan Indonesia saja, tetapi juga dengan dunia,” ujarnya dalam Dialog Nasional ke-17 tahun 2018 di Gedung Olahraga (GOR) Sahabudin Provinsi Babel, di Pangkalpinang, Rabu (25/7/2018) lalu. Erzaldi menyampaikan dengan kehadiran dua Menteri ini sangatlah penting untuk memberikan gagasan yang nantinya akan diteruskan oleh para pelajar dan mahasiswa semua. “Kita tidak boleh malas, kalau malas kita akan tertindas, kita tidak boleh lambat karena kalau lambat kita akan tertinggal, kita tidak boleh lemah karena lemah kita akan kalah, dan kita tidak boleh berhenti karena kalau berhenti kita akan mati,” ucap Erzaldi. Bukan hanya itu, Erzaldi juga meminta kepada ribuan pelajar dan mahasiswa, untuk bersama-sama mewujudkan mimpi besar dalam membangun pelabuhan besar yang menghubungkan Babel dengan dunia. “Karena para pelajar dan mahasiswa yang hadir di tempat ini adalah harapan bangsa, harapan Indonesia yang akan memegang tongkat estafet Pembangunan,” tuturnya. “Yang hadir di sini, juga bukan orang-orang yang berpikiran sempit, rata-rata, melainkan orang yang mempunyai pemikiran besar yang selalu membicarakan gagasan dan solusi,” lanjut Erzaldi. Diakuit Erzaldi, tentu untuk mewujudkan mimpi besar ini tidak mudah harus terciptanya generasi muda yang memiliki gagasan-gagasan yang besar. “Kita tidak boleh malas, kalau malas kita akan tertindas. Jadilah orang-orang yang mempunyai pikiran besar. Untuk itu kehadiran dua menteri RI ini dapat memberikan gagasan-gagasan yang nantinya akan diteruskan oleh adik-adik sekalian,” imbuhnya. Erzaldi menambahkan melalui kegiatan ini, apa yang disampaikan diharapkan dapat membuahkan pemikiran yang bisa memajukan Indonesia, memajukan Bangka Belitung dan terlebih akan memajukan dunia pendidikan. Dialog Nasional Ke-17 “Indonesia Maju” dihadiri oleh Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, Menteri Kominfo RI Rudiantara, Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, Ketua Kopertis Wilayah II, Slamet Widodo, Sekda Babel Yan Megawandi, Kadishub Babel KA Tajuddin dan ribuan pelajar. Dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pelajar berupa sepeda listrik, laptop, handpone, helm dan berbagai hadiah menarik lainnya. (wa)
Peringati Hari Mangrove se Dunia
5000 Mangrove Ditanam di Pantai Rebo Sungailiat
SUNGAILIAT - Hari Mangrove se Dunia yang diperingati setiap tanggal 26 Juli, di Bangka Belitung diperingati lebih awal, Selasa (24/7/2018) lalu. Kegiatan penanaman mangrove dipusatkan di pantai Rebo Sungailiat, dengan ditandai penanaman Mangrove dan pelepasan Kepiting Bakau. Kegitan yang diselenggaran Yayasan Ikebana bekerjasama dengan PT Timah Tbk, PT PLN wilayah Bangka Belitung, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pemkab Bangka, dihadiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman, Wakil Bupati Bangka Rustamsyah, pejabat TNI dan polri, anggota DPRD, tokoh masyarakat dan undangan lainnya. Penanaman Mangrove selain dilakukan para pejabat ditepi pantai Rebo, juga dilakukan para pelajar SD, SMP, SMA dan aktifis lingkungan. Ketua Yayasan Ikebana Ervawi menjelaskan, Mangrove tidak hanya berfungsi untuk menahan abrasi namun juga secara ekonomi menguntungkan sebagai tempat berkembang biaknya kepiting bakau, udang dan ikan yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai penghasilan tambahan serta untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Sesuai dengan tujuan Yayasan Ikebana yakni memberdaya masyarakat, menurut Arpawi apa yang dilakukan Ikebana seperti menanam Mangrov dimasa mendatang akan dapat dirasakan masyarakat manfaatnya. Kesempatan itu dilakukan penanaman 5 ribu bibit mangrove dan pelepasan 500 ekor kepiting bakau. Sementara itu Wakil Bupati Bangka Rustamsyah mengapresiasi upaya yang dilakukan Yayasan Ikebana untuk menyelamatkan lingkungan. “ Upaya yang dilakukan Yayasan Ikebana berlanjut dengan lahirnya penyelamat lingkungan lainnya di kabupaten Bangka, sehingga lingkungan dapat diselamatkan dari kerusakan,” ujar Rustamsyah. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka juga menyampaikan penghargaan kepada Yayasan Ikebana yang telah berhasil melakukan reklamasi terhadap kawasan pantai Rebo yang rusak akibat penambangan. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengatakan, kerusakan lingkungan akibat penambangan dapat ditekan dengan upaya reklamasi yang dilakukan, termasuk penanaman mangrove di pantai Rebo. Pelaksanaan penanaman di pantai Rebo dengan bibit Manggrov tahun 2018 ini merupakan pelaksanaan tahun ke 9, untuk itu Gubernur mengharapkan untuk pelaksanaan tahun ke 10 pada tahun 2019 pada peringatan hari Mangrove se Dunia dapat dilakukan penghijauan dengan lahan dan jumlah Mangrove yang lebih banyak. Gubernur juga langsung memerintahkan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka H. Marwan untuk mempersiapkan pelaksanaan peringatan Hari Mangrove se Dunia di Pantai Rebo Sungailiat tahun 2019 mendatang. Pantai Rebo merupakan salah satu kawasan pantai Timur Sungailiat yang akan dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) Pariwisata di Bangka Belitung. (rus/humas)
SELASA - RABU
PELANGI EDUKASI 5
31 JULI - 8 AGUSTUS 2018
EDUCATION
Museum Kebangkitan Nasional Kenalkan Sejarah Lewat Museum Keliling Oleh: Junianto Ade Sahputra
MUSEUM Kebangkitan Nasional memperkenalkan keberadaan museum sejarah di Indonesia melalui museum keliling ke berbagai tempat. Di Belitung kehadiran museum ini selama mulai tanggal 23 hingga 28 Juli 2018 di aula Hotel Biliton. Yeyen, Guide (petugas) dari Museum Kebangkitan Nasional mengatakan museum keliling ini untuk memperkenalkan sejarah kebangkitan di Indonesia. Misalkan kisah pembentukan Boedi Oetoemo yang digagas dari dr Soetomo. Tim ini berkeliling ke berbagai tempat di tanah ini. Sasarannya yaitu masyarakat di luar museum. Pantauan wartawan, Selasa (24/7/2018) siswa SD dan SMP diberi jadwal bergantian melihat isi dari museum. Mereka dipandu oleh tiga orang guide. “Kita berikan edukasi kepada anak-anak ini biar mereka paham sejarah,” tukasnya. Salag satu pengunjung, Siska mengaku penasaran dengan isi museum. Disini ia merefresh lagi pengetahuan sejarah yang pernah ia pelajari. Selain itu ia mengaku mendapatkan informasi terbaru tentang sejarah. “Alhamdulillah tadi juga saya beruntung dapat buku gratis dari sini, bagus juga bukunya tentang sisi lain RA Kartini,” tukasnya. (jun)
Hj. Isnawati Hadi : Museum Ini untuk Masyarakat Sebagai Salah Satu Sarana Edukasi Sejarah Kain Cual PANGKALPINANG – Museum Kain Cual Ishadi kini telah berusia 1 tahun, museum yang di dirikan oleh Isnawati Hadi ini merupakan sarana edukasi untuk masyarakat tentang sejarah kain cual Khas Bangka Belitung (Babel) “Museum ini adalah untuk masyarakat sebagai salah satu sarana museum edukasi, jadi mereka yang belum tahu sekarang jadi tahu terutama sejarah tentang kain cual yang merupakan Khas Bangka yang harus kita lindungi dan lestarikan,” Tutur Isnawati
Mahasiswa KKN UBB Mulai Tata Tanjung Kemirai BANGKA SELATAN – Memasuki mingu kedua, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bangka Belitung (UBB) Desa Pasirputih siap mulai menata Pantai Tanjung Kemirai. Penataan ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan mereka mengembangkan pantai ini sebagai destinasi wisata baru di wilayah itu. Hal ini disampaikan oleh Indra Guzani, mahasiswa hukum yang menjadi salah seorang koordinator program saat menyambut kedatangan Zamroni, Camat Tukak Sadai saat berkunjung ke lokasi, Sabtu (20/072018). Ditambahkan oleh Indra, dengan adanya program perintisan Pantai Tanjung Kemirai ini, harapannya dapat menambah daftar destinasi wisata di Bangka Selatan, khususnya di Desa Pasirputih. Apalagi, menurut informasi yang mereka terima sebelum maupun selama pelaksanaan KKN, tujuan wisata di desa itu selama ini hanya berpusat ke Pantai Tanjung Kerasa saja. “Masyarakat butuh pilihan untuk didatangi, untuk itulah melalui KKN ini kami mencoba membantu melalui program seperti ini,”jelasnya.
Penataan Pantai Tanjung Kemirai sudah dilakukan beberapa hari sejak mereka tiba di lokasi KKN, diawali dengan membersihkan pantai di sejumlah titik, lalu menentukan tempat-tempat yang akan kami dirikan beberapa pondok, ayunan dan spot selfie, serta sarana pendukung yang lain. “Selain itu, akan dilakukan penamaan terhadap tanaman yang ada di di sekitar pantai dengan nama latin dan nama lokal. Jadi, wisatawan yang datang bukan hanya menikmati keindaahan pantai, tapi juga menambah ilmu pengetahuan,” tambah Indra. Sementera itu, apresiasi terhadap mahasiswa diberikan Camat Tukak Sadai Zamroni, dalam kunjungannya ke lokasi, Sabtu (21/07). Apalagi menurutnya Pasirputih mempunyai banyak tempat yang menarik namun belum terjamah. Untuk itu pihaknya sangat mendukung penuh program-program KKN UBB Pasirputih dan membuka peluang jika ada hal-hal yang ingin dikoordinasikan kepada pihak kecamatan. “Dengan adanya adik-adik mahasiswa KKN UBB, ia berharap Desa Pasirputih semakin dikenal khalayak ramai dengan keindahan alamnya, termasuk adat istiadat yang dimiliki,” tandasnya. (*)
Hadi saat perayaan 1 tahun museum Ishadi, Minggu (22/7/2018). Ia pun mengungkapkan sejarah kain cual yang di tenun pertama kali pada abad ke-17, dan kebetulan ia mempunyai kain cual kuno peninggalan Demang dari keluarganya, dari situlah terbesit ide untuk membuat sebuah museum kain cual. Dengan haru ia bercerita tentang sejarah museum Kain Cual yang merupakan ide awal Almarhum suaminya Abdul Hadi, yang ingin mengangkat Kain Cual sebagai identitas Babel. “Pada 15 Agustus 2017 akhirnya kami berhasil mendirikan museum Kain Cual ini, dan ini
merupakan perjalanan yang panjang sekali, ini merupakan ide dari Almarhum suami saya yang ingin mengangkat Kain Cual sebagai identitas Babel,” ceritanya Kain cual kini mempunyai 20 lembar kain dengan motif berbeda motif, dan menurut Isnawati mereka akan tetap berburu motif-motif lainnya. “Sekarang ini kami punya 20 lembar dan berbeda motif, kami selalu berburu untuk menghasilkan motif-motif baru,” jelasnya Sementara itu hadir pula Sejarahwan Babel Ahmad Elvian, memberikan apresiasi kepada Isnawati yang merupakan wanita hebat Babel yang ingin men-
gangkat Batang yang terendam dan mengangkat kembali sesuatu yang sudah punah. “Beliau adalah orang yang membuat sejarah beliau ingin mengangkat batang yang terendam dan mengangkat sesuatu yang sudah punah dan di dekomentasikan dengan baik, menjadi keagungan karya yang menjadikan jati diri serta mengangkat marwah babel,” sebutnya Ia berharap dengan kegigihan dan keyakinan, kain cual bisa menjadi warisan dunia. “Dengan kegigihan, tidak menutup kemungkinan kain cual bisa menjadi warisan dunia,” harapnya. (dnd)
Pemprov Bangka Belitung Bina Organisasi Perempuan di Kabupaten Bangka SUNGAILIAT – Kondisi dan posisi perempuan di Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan antara lain di bidang sosial, politik, ekonomi, pendidikan dan budaya. Menunjukkan bahwa perempuan masih menjadi kaum yang termarjinalkan sehingga persoalan pemberdayaan perempuan memiliki garapan yang luas. Plt kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana , Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( DP2KBP3A ) kabupaten Bangka Boy Yandra menjelaskan, salah satu permasalahan yang sangat perlu dibahas adalah pemberdayaan ekonomi bagi perempuan. Hal itu dikatakan Boy Yandra pada kegiatan pembinaan or-
ganisasi perempuan dengan tema “kita tingkatkan kualitas perempuan di Provinsi Babel Tahun 2018” dengan sasaran organisasi perempuan di kabupaten Bangka, Kamis (19/7 ) di Hotel Novilla Sungailiat. Boy juga mengatakan kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pemberdayan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana ( DPCA3KB ) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu diikuti 30 orang peserta. Dijelaskannya lebih lanjut pemberdayaan perempuan bidang ekonomi menjadi salah satu indikator meningkatnya kesejahteraan, karena itu penguatan dan optimalisasi secara berkelanjutan dalam kehidupan ekonomi merupakan hal penting yang harus dilakukan. Kualitas penduduk perempuan yang kurang menggembirakan merupakan akibat dari pendekatan pembangunan yang belum mengindahkan kesetaraan dan keadilan gender. Hal ini berawal dari perlakuan diskriminasi terhadap perempuan yang menyebabkan perempuan kurang memiliki akses, partisipasi, kontrol serta kurang memperoleh manfaat dari hasil pembangunan. Sementara Kabid PKH, Wardiah menambahkan, pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah berkomitmen terhadap kemajuan program pemberdayaan perempuan dengan meningkatkan pembangunan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing,
berbasis agrobisnis/ agroindustri dan industrialisasi dengan strategi pembangunan pertumbuhan ekonomi berpihak pada rakyat miskin sebagai wujud untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ketahanan ekonomi keluarga. Kepala DPCA3KB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Susanti menjelaskan tujuan diselenggarakannya kegiatan pembinaan organisasi perempuan dalam rangka pemberdayaan ekonomi perempuan diantaranya untuk meningkatkan Kapasitas SDM perempuan yang maju dan mandiri di bidang ekonomi serta mampu meningkatkan kontribusi dan keikutsertaannya dalam pelaksanaan pembangunan ekonomi dan pembangunan di berbagai sektor kehidupan lainnya . Selain itu, lanjutnya membuka dan memperluas kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan potensi diri serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya melalui mekanisme pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai upaya ketahanan ekonomi keluarga. Diharapkannya, dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dapat menggugah partisipasi perempuan dalam mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga, serta dapat memiliki pendapatan mandiri sehingga kesejahteraan keluarga dapat meningkat dan peningkatan kwalitas hidup perempuan dapat terwujud. “ Apapun profesi perempuan baik sebagai pekerja maupun sebagai ibu rumah tangga dimana perempuan memegang peranan penting dalam pembangunan,” tandasnya. (rus/humas)
6 VISION OF TOURISM Faras dan Anisya Terpilih Jadi Bujang Dayang Belitong 2018 pada TANJUNGPANDAN – Malam pemilihan Bujang Dayang Belitong 2018 menjadi malam yang bahagia bagi Farras Ayoudya Ali dari Kecamatan Tanjungpandan dan Anisya Al Husna dari Kecamatan Badau. Mereka berdua terpilih menjadi Bujang dan Dayang Belitong 2018 pada Rabu (25/7/2018) malam pada acara grand final di Pantai Tanjung Pendam. Mereka berdua berhasil meraih yang terbaik setelah melewatu seragam penjurian mulai dari karantina hingga malam final. Anisya tak bisa menyembunyikan rasa bangganya usai dinobatkan sebagai Dayang Belitong 2018. Dayang perwakilan Kecamatan Badau ini memutus dominasi dayang Belitong yang selalu didapat dari Kecamatan Tanjungpandan. “Bangga pasti ada dan juga senang sekali, mudah-mudahan nanti bisa lebih sukses dari ini,” ujar gadis yang bermimpi mengikuti jejak Puteri Indonesia 2018 Sonia Fergina Citra. Wakil Bupati Belitung, Erwandi A Rani juga sempat memberikan sedikit kata sambutannya yang berisikan ajakan
Oleh: Junianto Ade Sahputra
mas-
yarakat Belitung agar lebih mencintai Belitung dari aspek – aspek yang dimiliki Pulau Belitung “Untuk kesempatan yang baik ini saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjunjung tinggi adat istiadat Belitung, kepada generasi muda saya juga ingin agar terus bangga dengan pakaian adat Belitung, selain itu kita harus juga menjaga budaya dan sejarah, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menjaga budaya dan sejarahnya. Kepada bujang dayang yang terpilih harusnya terus mengasah ilumunya dari segu budaya dan adat istiadat, agar dapat membawa harum nama Belitung,” ujar Erwandi. Peserta bujang dayang Belitung ini di ambil dari lima kecamatan yang ada di Kabupaten Belitung. Tanjungpandan, Badau, Sijuk, Selat Nasik dan Membalong yanng sebelumnya pada tiap – tiap kecamatan sudah melakukan pemilihan terlebih dahulu dan barulah dikompetisikan lagi pada malam puncak ini untuk. Untuk pemenang Juara-Juara Bujang Dayang Belitung Tahun 2018 ini di bagi menjadi 7 kategori.
Berikut nama-nama pemenang : 1. – Bujang Belitung 2018 : Farras Ayoudya Ali (13_Nomor) dari Tanjungpandan – Dayang Belitung 2018 : Anisya Al Husna (18) dari Badau 2. – Wakil I Bujang 2018 : Jena Putra Loreno (9) dari Tanjungpandan – Wakil I Dayang 2018 : Indiesza Maharani (14) dari Tanjungpandan 3. – Wakil II Bujang : Satrio Restu (2) dari Tanjungpandan – Wakil II Dayang : Delviana Pramata (10) dari Tanjungpandan 4. – Bujang Favorite :Farras Ayoudya Ali (13) dari Tanjungpandan – Dayang Favorite : Nuralya Putri (8) dari Tanjungpandan 5. – Bujang Fotogenic : Aan Cahyadi (15) dari Sijuk – Dayang Fotogenic : Wela Sylvia (12) dari Tanjungpandan 6. – Bujang Berbakat : Millenius Valentino (3) dari Membalong – Dayang Berbakat : Delviana Pramata (10) dari Tanjungpandan 7. – Bujang Persahabatan : Kusnadi (7) dari Selat Nasik – Dayang Persahabatan : Dhina Trisepta Pitaloka (20) dari Tanjungpandan
SELASA - RABU
31 JULI - 8 AGUSTUS 2018
70 Peserta dari Berbagai Negara
Meriahkan Belitong Internasional Kayak 2018 TANJUNGPANDAN – Satu lagi even internasional yang akan digelar di Kabupaten Belitung akhir Juli ini. Sebanyak 70 lebih peserta asal Indonesia dan beberapa negara lainnya seperti India, Singapura, Malaysia, New Zealand, Italia, Trinidad-Tobago akan beradu skill di atas kayak di laut pantai Tanjung Kelayang 27, 28, 29 Juli 2018. tia sudah menyiapkan Peserta akan melintasi pulau-pu- Oleh: Junianto Ade Sahputra rute terbaik hingga masuk ke sela-selau kecil di sekitar Tanjung Kelayang dengan rute la batu. Ketua panitia pelaksana Ade sekitar 21 kilometer. Mereka akan Astari mengatakan acara juga akan mengeksplor laut disana. Pani-
dimeriahkan masyarakat lokal, yaitu lomba dayung rakit. Panitia juga mengundang Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti. Olahraga ini merupakan kegemaran dari menteri nyentrik ini.
Kolong Bakung Dijadikan RTH dan Wisata Basel TOBOALI – Dengan menggunakan dana ABPD 2018 sebesar Rp 1,4 miliar melalui CV Yoga Umbara, kolong Bakung di tikung Yaden Kecamatan Toboali akan dibuat tempat rekreasi dan wisata masyarakat Bangka Selatan. Letak kolong Bakung dinilai cukup tepat untuk dijadikan ruang terbuka hijau (RTH) dan dijadikan tempat rekreasi dan juga dijadikan sumber air Dinas Kebakaran. “Kolong itu Karena posisi strateOleh: Nopranda Putra akan ditata menjadi gisnya tepat ditengah tempat rekreasi dan kota sehingga pemerintempat sumber air bila terjadi kebatah kabupaten Bangka Selatan (Bakaran karna hydrat pemadam kebasel) melalui Dinas karan saat ini belum ada. Termasuk Pekerjaan Umum yang di Puput akan dijadikan sumPenataan Ruang ber air bila terjadi kebakaran,” kadan Perhubungan ta Ansori. (PUPRHub) BaDengan adanya penataan kasel untuk segera wasan tersebut, lanjutnya upaya menata agar lebih mempunyai azas membangun, memperbaiki, ataupun menciptakan tatanan dan akmanfaat bagi mastifitas wisata yang didukung oleh yarakat Bangka sarana dan prasarana wisata yang Selatan. lebih efektif dan efisien, di suatu Kepala Dinas lingkungan tertentu berdasarkan Pekerjaan Umum, potensi wisata yang dimiliki. Penataan ruang “Kolong ini nantinya juga dan Perhubungan Pemkab Basel, An- dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti tempat duduk di basori mengatakan gian sudut, lalu ada juga beberapa lahan yang telkran air, beberapa lampu peneranah dibersihkan ini gan juga disediakan di beberapa titdirencanakan unik, tempat sampah dan juga jalan tuk tempat hiburan sampingnya. Ada seperti tempat masyarakat. jongging track dan bisa juga ada Selain itu, tempat untuk usaha berjualan didakolong Bakung julamnya,” jelasnya. ga akan menjadi Demi menunjang penataan penyuplai air baRTH, lanjut Ansori Pemerintah Kagi mobil tangki Pebupaten (Pemkab) Basel akan menmadam Kebaragajukan bantuan kepada pihak Auskan untuk sumber tralia dalam bentuk hibah. airnya.
Adapun bentuk bantuan hibah yang diberikan Pihak Australia yakni melalui lembaga AusAID dalam pembangunan fisik sanitasi perkotaan atau instalasi pembuangan air limbah di pemukiman (komunal), tepatnya dikawasan Kolong Bakung. “Kita ajukan bantuan kepada pihak Australia terkait masalah sanitasi membuat pembuangan tinja yang dilarikan memakai pipa – pipa ke dalam satu tempat. Namun,dana hibah yang diberikan oleh pemerintah Australia tersebut, tidak serta merta dalam bentuk uang cash, akan tetapi rencananya akan dilakukan dengan sistem rembes (reimburse) atau diganti. Artinya, Pemkot terlebih dahulu akan menganggarkan dana untuk pembangunannya dan baru akan diganti pihak AusAID ketika telah dilaksanakan,” pungkas Ansori. Sebelumnya, pada tahun 2015 dan 2016 kawasan kolong tersebut sempat dilakukan pembersihan oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bangka Belitung dengan menghabiskan anggaran hingga miliaran rupiah. Dan untuk tahun 2018 pembersihan kolong bakung tersebut dialihkan kepada Pemkab Basel melalui Dinas PUPRHub Basel.
Markus Sarankan Agar Desa–desa Dilibatkan dalam Bangka Barat Fair Mendatang MUNTOK – Bangka Barat Fair Muntok 2018 telah berakhir. Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bangka Barat, Rosdjumiati, selaku pelaksana kegiatan ini mendapat masukan dan saran dari Wakil Bupati Bangka Barat, Markus, SH, Jum’at ( 20/7/2018 ) malam di Lapangan Atletik Pemkab Bangka Barat. Markus menyarankan, agar semua desa yang ada di Kabupaten Bangka Barat untuk tahun – tahun selanjutnya
dapat diiukutsertakan dalam ajang pameran pembangunan Pemkab Bangka Barat ini. ” Jangan hanya sampai tingkat kecamatan saja, kedepannya saya berharap semua desa yang ada di Kabupaten Bangka Barat ikut serta dalam pameran ini. Sehingga kita tahu, produk – produk unggulan desa itu bisa ditampilkan dalam pameran ini,” ujar Markus saat menyampaikan sambutannya pada malam penutupan Bangka Barat Muntok Fair 2018. Markus juga menilai, promosi dan sosialisasi Bangka Barat Fair 2018 kurang gencar, sehingga banyak masyarakat yang tidak tahu tentang acara
ini sehingga luput dari perhatian mereka. ” Dan satu catatan lagi Bu Rosdjumiati, lakukan sosialisasi ke desa – desa. Saya lihat spanduk – spanduknya kurang. Karena banyak masyarakat yang menyampaikan ke saya, banyak dari mereka yang nggak tahu acara ini. Hanya seputaran Muntok saja yang tahu acara ini. Padahal pameran ini kita laksanakan untuk seluruh masyarakat Bangka Barat,” tandas Markus. ” Kedepannya kita harapkan, melalui Camat, Kades, ini bisa disampaikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat tahu acara – acara seperti ini,” tambahnya. (sk)
SELASA - RABU
CEREMONY
31 JULI - 8 AGUSTUS 2018
7
Malam Puncak TCOF season III
Justiar: Mari Kita Benahi Wajah Pariwisata di Basel TOBOALI - Demi menarik kunjungan wisatawan dari belahan dunia dan meningkat-
kan perekonomian masyarakat lokal, kabupaten Bangka Selatan harus lebih giat bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan dalam kancah pembangunan kepariwisataan
yang ada di Provinsi Bangka Belitung. Dan pada malam puncak penutupan event pariwisata nasional Toboali City On Fire (TCOF) Bupati Bangka Selatan, Drs. H. Justiar Noer mengatakan Bangka Selatan dituntut untuk siap menjadi icon wisata di Bangka Belitung agar banyak wistawan domestik dan asing berkunjung ke wilayah selatan pulau Bangka ini, tidak hanya ada event saja tetapi menjadi target wisaatawan setiap harinya. "Tentunya ini merupakan pekerjaan yang tidak mudah untuk dapat terus meningkatkan kualitas destinasi wisata dan kapasitas SDM masyarakat yang terus membaik dari waktu ke waktu," kata Justiar, Minggu (29/7) di Pantai Laut Nek Aji, Toboali. Ia juga berujar, event pariwisata nasional TCOF season III merupakan bagian dari pondasi kebangkitan dan kesadaran pariwisata disemua lapisan baik Pemkab Bangka Selatan maupun masyarakat Bangka Selatan. "Even TCOF ini merupakan langkah awal yang akan terus kita gaungkan agar pariwisata Bangka Selatan dapat dikenal masyarkat luas dan pemerintah daerah Bangka Selatan akan berupaya untuk meningkatkan program-program yang berinovasi demi mengembangkan pariwisata di Bangka Selatan berjalan
Oleh: Nopranda Putra
berkesinambungan, salah satunya menindak lanjuti kesuksesan event wisata Toboali City On Fire ke 3 tahun 2018 ini," ujar Justiar di hadapan ribuan masyarakat yang ikut hadir dalam malam penutupan TCOF season III. Ia juga menuturkan, untuk membangun wisata di Bangka Selatan tentunya dukungan dari pihak-pihak luar yang dapat mempromosikan dan memperkenalkan objek wisata yang ada di Bangka Selatan, karena banyak sekali wisata di Bangka Selatan yang dapat di ekplorisasi agar lebih terlihat mempesona. "Patut kita ketahui, keberagaman wisata di Bangka Selatan sangatlah banyak, tidak saja wisata alamnya, akan tetapi terdapat wisata budaya kuno dan wisata kuliner yang menarik untuk disinggahi, harapan saya kita bersama benahi wajah pari-
wisata yang ada di Bangka Selatan dengan event-event dan mempublikasi ke dunia luar, ini adalah tugas kecil yang harus kita lakukan," harap Justiar. Ia berharap dengan majunya pariwisata di Bangka Selatan dapat merubah mindset masyarakat lokal untuk menjadi penghasilan dan pendapatan sehari-hari sehingga tidak menggantungkan hidup di pertambangan. "Kita berharap pariwisata mampu menjadi ujung tombak kesejahteraan masyarakat dengan menjamin keberlanjutan pariwisata itu sendiri," harap Justiar. Hal senada juga dikatakan Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan diwakili Sekda Babel Yan Megawandi. Ia berharap dukungan Kementerian Pariwisata tidak hanya sampai di tahun ini saja, tapi terus berkelanjutan dalam mengawal upaya pemerintah daerah meningkatkan sarana prasarana dan SDM Pariwisatanya.
"Seperti yang disampaikan Bupati tadi bahwa Babel memiliki kekayaan alam, adat dan budaya yang begitu luar biasa. Untuk itu kami pemerintah provinsi sangat mendukung kegiatan dan event tahunan ini. Semoga, event ini bisa menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Negeri Junjung Besaoh," kata Yan. Turut hadir di malam puncak penutupan TCOF season III diantaranya, Menpar RI diwakili Kasubid Pemasaran Regional I Ehsan, Sekda Babel Yan Megawandi, Kadis Pariwisata Babel Rivai, wakil Bupati Basel Riza Herdavid, ketua DPRD Basel Sipioni, Kapolres Basel AKBP. Aris Sulistyono, Kajari Basel Safrianto Zuriat Putra, kepala OPD se Basel, ketua TP PKK Basel Ekawati Justiar dan ketuaDharma Wanita Basel. (adv/tra)
8
CEREMONY
SELASA - RABU
31 JULI - 8 AGUSTUS 2018
PT Timah Berbagi Keceriaan Lewat Pesta Rakyat
DENGAN konsep Mengusung pesta rakyat, PT Timah yang berulang tahun ke- 42 tahun, ingin berbagi keceriaan dan kebahagiaan bersama masyarakat. Kota Belinyu menjadi saksi keceriaan dan kebahagiaan itu. Minggu (29/7/2018) Berpusat dilapangan Hi-
jau, ribuan warga antusias berbagi keceriaan dan kebamenyaksikan kemeriahan acahagiaan dengan masyarakat ra yang ditaburi ratusan haddan karyawan PT Timah iah menarik. Serta penampilan khususnya di Belinyu. Dagrup musik ibukota lam Bulan BakOleh: Wina Destika WALI Band semati ini, kami juga kin membuat warmelaksanakan berbga betah berlama-lama di tenagai kegiatan, diantaranya; dogah lapangan meski dengan nor darah, sunatan massal, dan cuaca yang cukup panas. kegiatan berbasis sosial lainn"Pesta Rakyat ini kaya," ujar Dirut PT Timah, Tbk, mi gelar dengan tujuan untuk Mochtar Riza Pahlevi Tabrani. Sebagai bakti negeri, selaku BUMN lanjut orang nomor satu di jajaran perusahaan tambang timah ini, pihaknya juga kerap mendukung dalam pembangunan di daerah baik di Bangka maupun di Belitung. Ia menyebutkan semangat membangun tersebut selaras dengan amanat UU 19/2003 tentang Badan Usaha
Milik Negara (BUMN), dimana salah satu tujuan dibentuknya BUMN adalah berperan serta menjadi entitas yang mendukung pembangunan di daerah dimana perusahaan ini berada. "Tujuan dibentuknya BUMN ini berperan serta menjadi entitas untuk mendukung pembangunan di daerah," tandasnya. Lebih lanjut, Riza mengatakan bahwa sepanjang perjalanan 42 tahun, PT Timah di wilayah operasi punya tanggung jawab dan kewajiban kepada masyarakat disamping sebagai perusahaan negara yang memberikan keuntungan bagi pendapatan keuangan negara. "Tentu ini semua tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan masyarakat sekitar wilayah. 42 tahun ini kami akan terus berkarya, kami akan terus bekerja, kami akan terus berusaha memakmurkan wilayah operasi," tutur Riza. Selain di Belinyu, Acara Pesta Rakyat serupa juga akan digelar di Manggar, Belitung Timur, Sungailiat Bangka dan Kundur, Karimun. (adv/wa)
SELASA - RABU
PELANGI BABEL 9
31 JULI - 8 AGUSTUS 2018
Wagub Babel Lantik Forum CSR PANGKALPINANG –Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah secara resmi melantik Forum Coorporate Sosial (CSR) Kesejahteraan Sosial Babel Periode 2018-2021, di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Bangka Belitung, Senin (23/7/2018). Dalam kesempatan tersebut Ketua forum Forum Coorporate Sosial (CSR) Kesejahteraan Sosial Babel Periode 2018-2021,Andrian Wahyudi mengatakan tujuan dari forum CSR untuk menggali potensi-potensi CSR sebagai upaya membantu Pemerintah dalam menanggulangi berbagai macam permasalahan sosial. “Karena kami sangat menyadari permasalah sosial ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja tapi tanggungjawab kita bersama baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, masyarakat, bahkan dunia usaha baik swasta, BUMN maupun BUMD,” ujarnya. Untuk itu Andrian menyampaikan bahwa sinergitas dan komunikasi yang pasif dari semua stakeholder perlu dibangun dan dibina dengan semangat kebersamaan. Karena Forum CSR ini di bentuk dengan tujuan melaksanakan Kemensos Nomor 6 tahun 2016 tentang tanggungjawab sosial badan usaha didalam penyelenggaraan, kesejahteraan sosial.
“Melalui forum CSR ini diharapkan dapat menggali potensi CSR agar dapat membantu penanggulangan permasalahan sosial,” tuturnya. Lanjut Andrian bahwa forum CSR ini sebagai wadah yang memiliki wadah fungsi koordinasi, fasilitasi, serta konsolidasi yang mana tujuan utama untuk merangkul dunia usaha agar peduli pada masyarakat dan lingkungannya. Menurut Andrian untuk kesadaran pada pengusaha di Indonesia untuk melaksanakan CSR sudah cukup baik hanya saja untuk program dan sasarannya belum tertata rapi. “Disinilah peran forum CSR di bentuk guna memotivasi hingga memfasilitasi perusahaan agar bisa berperan aktif dalam melaksanakan tanggungjawab sosial dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial,” sebutnya. “Disamping itu juga kami berharap bimbingan dan dukungan dari semua pihak, agar kedepannya kontribusi forum yang dipimpinnya ini
akan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” lanjut Andrian. Sementara itu, Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah sangat mendukung dan memberikan apresiasi dengan terbentuknya forum ini yang mana diyakini dapat membantu Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dalam menyelesaikan persoalan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. “Karena pemerintah tidak bisa sendiri tanpa adanya dukungan dan peran dari CSR ini. Mengingat kita juga terbatas untuk anggaran. Sehingga dengan adanya forum CSR ini diharapkan bisa saling bersinergi dengan dunia usaha dengan tujuan untuk membantu masyarakat luas,” ujarnya. Abdul Fatah berpesan kepada pengurus forum CSR yang baru dilantik ini dapar optimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya. “Saya berharap dapat terjalinnya kerjasama yang baik antara pemerintah Babel dengan forum CSR ini, untuk mempercepat pembangunan,” tutupnya. (wa)
Bupati Melepas 313 Jemaah Calon Haji Kabupaten Bangka SUNGAILIAT – Sebanyak 313 orang jemaah calon haji kabupaten Bangka yang akan menunaikan ibadah haji musim haji tahun 2018. Jumlah tersebut merupakan jumlah terbesar bila dibandingan jemaah calon haji yang berasal dari kabupaten dan kota lainnya di Bangka Belitung. Jemaah calon haji kabupaten Bangka dilepas Bupati Bangka Tarmizi Saat, Senin (23/72018) di masjid Agung Sungailiat. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Nasution menjelaskan, jemaah calon haji kabupaten Bangka akan diberangkatkan 27Juli 2018 melalui embarkasi Palembang dengan 2 kelompok terbang (kloter ) yakni kloter 7 dan kloter 8. Nasution mengajak jemaah calon haji kabupaten Bangka saat berada di Tanah Suci untuk mendoakan kabupaten Bangka dalam kondisi aman, selain itu dapat diberkati dengan rezeki yang cukup, anak – anak dan keturunan yang soleh. Bupati mengharapkan para jemaah calon haji kabupaten Bangka selalu dalam keadaan sehat, dan kembali ke kabupaten Bangka dengan menyandang haji yang mabrur. Bupati juga berpesan agar setiap jemaah calon haji yang akan berangkat ke Tanah Suci telah mempersiapkan diri, untuk itu segala persiapan yang sudah dilakukan dapat menja-
di bekal sehinga dapat lancar menjalankan ibadah haji. Ia juga mengingatkan kepada para jemaah calon haji selama di Tanah Suci, bagi yang menggunakan sosial media agar berhati – hati, untuk tidak sebarangan mengapload terutama berita hoax, karena di Arab Saudi memberlakukan aturan dan sanksi yang berat yakni bagi penyebar berita Hoax akan dikenakan denda yang berat hingga milyaran rupiah. Bupati juga mengharapkan jemaah calon haji kabupaten Bangka agar dapat bersabar dalam menghadapi kondisi yang ramai terutama saat berada di masjidil Haram serta dalam melaksanakan rukun
dan wajib haji dapat dilaksanakan dengan lancar sesuai dengan ketentuan yang sudah dibekali ketika mengikuti manasik. Selama di Tanah Suci para jemaah calon haji kabupaten Bangka diharapkan dapat menjaga citra daerah, sehingga dapat menjaga nama baik kabupaten Bangka, Bangka Belitung dan Indonesia umumnya. Pelepasan jemaah calon haji kabupaten Bangka juga dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Bangka, tokoh agama dan undangan lainnya.(rus/humas)
10 PELANGI PROPERTI
SELASA - RABU
31 JULI - 8 AGUSTUS 2018
Ini Kriteria dan Syarat Pengurusan Sertifikat PTSL? Oleh : Wina Destika
PANGKALPINANG – Menurut Kepala Subbag Tata
Usaha Kantor Pertanahan Pangkalpinang, Warsita saat ini yang menjadi
Warsita mengungkapkan berikut Kriteria dan Syarat Pengurusan Sertitifikat PTSL: Kriteria: 1) Pemilik tanah yang belum bersertifikat 2) Pemilik tanah non pertanian (diutamakan yang sudah ada bangunan) atau rumah tinggal 3) Bukan tanah warisan yang belum terbagi 4) Bukti penguasaan tanah sudah ada. Apabila belum, harus dibuat melalui desa/kelurahan dan kecamatan setempat 5)Surat/tanah tidak edang dalam jaminan/agunan di bank. 6) Tanah tidak dalam sengketa 7) Tanda-tanda batas (patok) telah dipasang dna sudah mendapat persetujuan dari pemilik tanah yang berbatasan. Syarat Daftar Sertifikat PTSL 1) Fotokopi EKTP 2)Formulir permohonan pendaftaran hak bermaterai 3) Fotokopi Kartu Keluarga 4) Fotokopi SPT PBB tahun berjalan 5) Asli alas hak berupa surat penguasaan fisik tanah, surat keterangan atau pernyataan.
kendala Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) disebabkan oleh kekhawatiran warga mengenai pajak ketika tanah ber-PTSL hendak dijual. “Bukan hanya itu saja kendala kita lainnya adalah kekhawatiran warga atas Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang timbul saat mengurus PTSL,” ungkapnya kepada negerilaskarpelangi.com saat di temui diruangan kerjan-
ya, Senin (23/7/2018) lalu. Ia menyampaikan untuk BPHTB sendiri hanya terkena untuk yang di atas Rp 60 juta NJOP (Nilai Jual Objek Pajak). Syarat lainnya seperti materai, blankonya bisa minta di sini, kemudian fotokopi surat-surat tanahnya. Kalaupun takut bayar, ini tidak bayar. Ini tidak ribet, silakan saja langsung datang ke sini untuk syarat-syaratnya, dan kami siap untuk melayani,” ujarnya.
RPJMN dan Restra BKKBN Tahun 2015-2019 Meningkatkan CPR menjadi 66 Persen PANGKALPINANG – Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Kepala Dinas Kesehatan Bangka Belitung, Mulyono Susanto secara resmi menutup kegiatan hari Bhakti Sosial Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-67 di Rumah Sakit DKT Pangkalpinang, Kamis (26/7/2018) kemarin. Kepala BKKBN Bangka Belitung, Etna Estelita mengatakan Kegiatan Bhakti IBI KB Kesehatan sudah dilaksanakan selama 6 bulan mulai dari bulan Januari sampai bulan Juni 2018.
“Kegiatan Bhakti IBI KBKes ini sudah kita laksanakan selama 6 bulan dan sudah dicanangkan pada tanggal 24 Januari 2018 yang lalu di kabupaten Bangka,” ujarnya kepada wartawan. Etna menjelaskan BKKBN menjadikan pembinaan kesertaan KB sebagai salah satu kegiatan prioritas, mencakup pelaksanaan Program KKBPK di wilayah tertinggal, serta kepulauan dan daerah miskin perkotaan. “Untuk itu diharapkan peran dan dukungan stakeholder dan mitra terkait, salah satu nya lkatan Bidan Indonesia (IBI),” ucapnya. Lebih lanjut, Etna menyampaikan Berdasarkan RPJMN dan Renstra BKKBN 2015-2019 telah menetapkan sasaran untuk meningkatkan CPR semua metode 61,9 persen menjadi 66
persen pada tahun 2019. “Sedangkan KB pria kita targetkan meningkatkan menjadi 4,3 persen pada tahun 2019. Untuk itu kita harus bekerja sangat keras dan terus berupaya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB dengan melibatkan para mitra,” tegasnya. Sementara itu Ketua umum PPIBI, Erni Nurjasmi mengatakan bidan diakui sebagai tenaga kesehatan profesional yang bertanggungjawab, yang bekerja serta menjalin kemitraan dengan perempuan dalam memberikan “continuum of care” pada pelayanan kesehatan reproduksi perenpuan, bayi, balita dan Keluarga Berencana (KB). “Bidan memiliki peran penting dalam mengawal kesehatan maternal neonatal melalui gerakan masyarakat sehat (germas) dan pelayanan berkualitas,” ujarnya. Ia menyampaikan sampai dengan saat ini IBI telah berkembang dengan baik, hal ini ditandai dengan telah adanya 34 Pengurus Daerah (tingkat provinsi), 508 Pengurus Cabang (tingkat kabupaten/kota) dan 2592 Pengurus Ranting (tingkat kecamatan untuk pelayanan/pendidikan). “Sedangkan untuk jumlah anggota memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) sebanyak 282.956 pada 15 Desember 2017. Namun angka ini berbeda dengan angka jumlah bidan yang tercatat di Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia yakni tercatat 443.003 pada Maret 2017,” tutupnya. (wa)
SELASA - RABU
CONNECTION
31 JULI - 8 AGUSTUS 2018
Air yang Semakin Mulia NGUPI & BEKISAH Forum DAS Babel di Kawasan Mangrove Munjang, Kurau mengingatkan saya pada seorang peneliti Jepang, Dr Masaru Emoto. Ia lahir 22 Juli 1943 dan meninggal tanggal 17 Oktober 2014. Dia adalah seorang seorang peneliti dari Hado Institute di Tokyo, Jepang. Melalui penelitiannya pada tahun 2003 lalu mengungkapkan suatu keanehan pada sifat air. Ketika dibacakan doa di hadapan sebotol air maka terekam Kristal yang sangat indah, demikian pula ketika diputarkan mosik klasik Mozart. Saat Masaru Emoto meneliti Air Zam Zam tercipta kristal yang sempurna. Ia telah meneliti 2.000 jenis sampel air yang diambilnya dari berbagai sumber, seperti sungai, laut, telaga, mata air, dan sebagainya. Dari sana terkumpullah bentuk kristal air. Beberapa molekul air yang ditelitinya berbentuk tak teratur, kecuali molekul Air Zam Zam. Susunan molekul air zamzam berstruktur sangat indah, teratur, cantik bak berlian yang berkilauan, dan memancarkan lebih dari 12 warna jika dibekukan. Penelitian Masaru Emoto terhadap air zamzam menunjukkan molekulnya memang paling cantik dan indah di antara air lainnya. Kemudian Masaru Emoto menerangkan bagaimana sebuah kata bisa mempengaruhi bentuk molekul air. Saat seorang memberi bacaan buruk ke dalam air mineralnya, tiba-tiba molekulmolekul air membentuk struktur aneh. Sebaliknya, ketika seseorang diminta memberikan bacaan doa pada air tadi, ternyata yang terbentuk kemudian adalah molekul air seperti berlian dan berkilau. Itu membuktikan bahwa bila air diberikan bacaan buruk maka akan bersifat tidak baik. Sebaliknya, bila diberikan bacaan baik, air akan bersifat positif. Rahmat dalam Kontroversi Karya penemuan Dr Masaru Emoto itu sampai sekarang masih dianggap kontroversial. Ernst Braun dari Burgistein di Thun, Swiss, telah mencoba dalam laboratoriumnya metode pembuatan foto kristal seperti yang diungkapan oleh Emoto, sayangnya hasil
tersebut tidak dapat direproduksi kembali, walaupun dalam kondisi percobaan yang sama. Sesudah Buku Dr Masaru Emoto The True Power of Water beredar luas beberapa tahun kemudian muncul Buku The Untrue Power Of Water” karya Yoroshii Haryadi dan Azaki yang isinya mengkritisi hasil penelitian Emoto namun sayangnya kritik tersebut tidak mendasarkan pada penelitian namun hanya serangkaian pernyataan. Daripada larut dalam kontroversi, menarik untuk memetik rahmat tersembunyi dalam kontroversi tersebut. Pesat kuat Masaru Emoto dalam Buku Message from Water adalah bahwa air itu sejatinya “hidup” dan merespon serta berinteraksi dengan sekitarnya. Beningnya air mencerminkan rasa syukur, bahagia, damai, sukacita dan sebaliknya keruhnya air mencerminkan dukacita, kesedihan, murung dan kematian. Maknanya bagi Manusia Tubuh manusia didominasi kandungan air secara variasi pada bayi 80 persen, orang dewasa sebesar 60 persen dan pada usia lanjut atau di atas 65 tahun sebesar 50 persen. Selain itu air juga zat gizi penting bagi kesehatan tubuh sebagai pelarut, katalisator, pelumas, pengatur suhu tubuh serta penyedia mineral dan elektrolit. Bagi manusia yang tinggal, berdiam dan menggantungkan air dari bumi Kepulauan Bangka Belitung perlu sadar diri: bagaimanakah kualitas air di sekitar kita? Apakah kita membiarkan air sungai, air kolong dan air laut kita keruh? Dengan melihat kekeruhan air di sekitar kita, kita pun menjadi murung sedih, tidak bergairah dan tidak bahagia. Lalu langkah berikutnya apa? Mau tidak mau kita harus menjernihkannya kembali seraya sekaligus menahan kecepatan pihak lain yang membuat keruh. Dengan menjernihkan air dan kemudian menatap air yang jernih, hati kita pun bening, perasaan bahagia dan semangat pun menjadi suka cita. Bukankah dalam kehidupan ini kita berusaha meminum air yang semakin jernih dan mulia? Semoga! (Agus Ismunarno)
Merawat Kehidupan baru kepada wisatawan, wisata Mangrove Munjang memberikan nilai tambah ekonomi kepada komunitas pemuda setempat. Sesudah menyusuri hutan selama 20 menit, tibalah di sebuah kawasan lapang yang bersih dan artistik serta instagramable. Tidak ada kelelahan sedikit pun apalagi dibayar lunas dengan suasana yang asri. Bergabunglah rombongan Wagub Babel dengan rekanrekan media massa, kaum muda KNPI, serta Tim KPAI dan para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Babel maupun dari Universitas Gajah Mada. Bibit Gratis Event Ngupi dan Bekisah pun berlangsung hangat di atas sebuah pondok berkapasitas 50 orang. Dimulai oleh Idi Bantara yang mengemukakan upaya BPDASLH menghutankan kembali Kepulauan Bangka Belitung yang dikesankan rusak alamnya. Dari upaya BPDASLH dengan membuat Blok Kompos Babel untuk tanah bekas eks tambang, kesan kuat muncul bahwa “Daripada mengutuki realitas lebih baik mencari solusi”. Idi Bantara pun menawarkan ratusan ribu bibit yang telah ia siapkan. “Silakan menanam di lingkungan Anda dan di sekitar Anda, Kami siapkan ratusan ribu bibit gratis berbagai jenis; karet, sirsak dan lainlain. Cukup dengan KTP,” kata Idi Bantara penuh semangat sambil mengatakan dengan menghutankan kembali Babel maka masyarakat sejatinya sudah merawat air. Sedang Ketua Forum DAS Babel Fadillah Sobri mengajak forum untuk mulai merawat air. “Kwantitas air memang tidak akan bertambah atau berkurang, namun yang menjadi keprihatinan kita sekarang adalah kualitas air. PDAM kita sesungguhnya belum Perusahaan Daerah Air Minum namun masih menjadi Perusahaan Daerah Air Mandi. Hyginitasnya belum, apalagi kualitas sum-
ber-sumber air kita perlu direhabilitasi dan dirawat,” tandas Fadillah Sobri. Ia mengajak kerja bersama berbagai komunitas untuk merawat air yang akhirnya juga merawat kehidupan kita dan masyarakat. “Ngupi dan berkisah ini merupakan proses penyadaran yang harus terus kita tularkan kepada semua elemen secara berartai. Kita tantang media massa besok muncul gak beritanya? Media massa adalah garda depan bagi penyadaran untuk merawat air,” kata Fadillah Sobri. Indonesia Girl 2018 yang baru akan berusia 15 tahun 30 Agustus 2018 berjanji di depan forum akan turut mengampanyekan perawatan air. Grace, panggilan akrab Indonesia Girl 2018 berkata, “Cintai dan rawat air karena airlah sumber kehidupan.” Grace juga menghargai Yatsir dan Kelompok Pariwisata Kawasan Mangrove Munjang yang care terhadap lingkungan hidup. “Dengan menjadikan kawasan Mangrove Munjang sebagai destinasi wisata, semua pihak tersadar bahwa pelestarian alam mutlak perlu untuk menjaga ekosistem,” kata Grace yang dinobatkan spontan oleh Yatsir sebagai Duta Mangrove. Wakil Gubernur Abdul Fatah menegaskan di masa mendatang air merupakan kebutuhan yang vital selain energi BBM dan sandang. Oleh karena itu, kata Abdul Fatah, Pemerintah Daerah, Provinsi, Kota dan Kabupaten membuat regulasi agar yang dibicarakan dalam forum ini mendapat legalitasnya melalui produk perundangan yang menjamin kelestarian hutan dan ketersediaan air. “Perda zonasi pun sudah diperjuangkan oeh Pemprov. Sekarang bola berada di Pemerintah Pusat. Tugas kami eksekutif sudah menata dan mengakomodir semua kepintingan agar berkeadilan. Tentang lingkungan dan sumber-sumber air menjadi perjuangan bersama dan pemerintah tegas soal ini,”” kata Abdul Fatah. (*)
11
Pulang Bangka persaudaraan serta komunikasi mereka yang rata-rata berusia 70 tahun ke atas sangatlah kuat. Berpakaian kaos seragam warna merah rombongan berkumpul di Bandara Soekarno Hatta. Dengan maskapai Sriwijaya Air milik Pengusaha Pangkalpinang, Bangka rombongan tiba di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang. Destinasi wisata pertama yang dikunjungi adalah Kolong Biru Hijau Kaolin di Koba. Pesona Kolong Biru sangat menarik dan menjadi background foto selfie mereka. Puas berfoto selfie, rombongan dijamu makan siang oleh Phung Kon Kian. Kemudian rombongan menuju Pantai Pasir Padi dan mengunjungi wisata religi Tanjung Bunga, Pangkalpinang. Puas mengeksplore Kota Pangkalpinang, rombongan yang dipimpin oleh Mendjon Chandra menuju ke Tanjung Pesona, Beach Resort and Spa untuk dijamu makan malam oleh Yusman Ngui dan Fara Dwilia serta Jusman Lie dan Yuliana, sahabat seperjuangan semasa di Bangka. Hari kedua peserta diajak jalan pagi dan menghirup udara pantai yang segar di Pantai Tikus Mas. Sesudah makan pagi peserta berseragam kuning menuju ke Puri Tri Agung dan Pagoda Nusantara. Rombongan dijamu makan siang oleh Handoko Hon. Malamnya rombongan menghadiri pesta Ngiam Su berdansa ria. Berwisata Sejarah Pagi-pagi benar rombongan sudah bersiap menuju Muntok untuk mengekplore destinasi wisata heritage di Bangka Barat. Rumah Mayor, Museum dan Bukit Menumbing adalah destinasi yang mereka tuju. Rumah Mayor yang dibangun pada 1834, merupakan kediaman Mayor Chung A Tiam, Mayor kedua yang diangkat oleh Pemerintah Belanda sebagai kepala masyarakat Tionghoa. Masyarakat Tionghoa di Muntok didatangkan oleh pemerintah
kolonial Belanda melalui perusahaan tambang timah Banka Tin Winning Berdrijf (BTW) sebagai pemegang monopoli penambangan timah, yang melakukan penambangan besar-besaran di Bangka. Museum Timah Muntok menjadi target kunjungan rombongan. Museum ini sebelumnya berfungsi sebagai kantor divisi pertimahan Belanda yang kemudian sempat diambil alih oleh bala tentara Jepang. Setelah kemerdekaan Indonesia, bangunan setinggi tiga lantai ini kondisinya sempat terabaikan. Beberapa bagian bangunan ada yang lapuk dan runtuh. Upaya konservasi kemudian dilakukan oleh PT Timah Tbk, hingga akhirnya dijadikan museum yang terbuka untuk masyarakat umum. Di dalam museum rombongan menyaksikan berbagai replika alatalat pertambangan timah, alat tenun, atribut prajurit masa perang dunia kedua, serta disediakannya tayangan audio visual terkait peristiwa-peristiwa bersejarah. Selain berfungsi sebagai museum, ruang yang ada di lantai dua juga digunakan sebagai perpustakaan dan ruang pertemuan yang mampu menampung hingga 100 orang peserta. Bukit Menumbing yang merupakan wisata sejarah tidak dilewatkan oleh rombongan. Bukit Menumbing
merupakan tempat pengasingan Bung Karno dan Bung Hatta oleh belanda pada tahun 1948 – 1949. Sesudah berwisata sejarah rombongan dijamu makan siang oleh Wakil Bupati Bangka Barat, Markus sedang makan malam oleh Ahap. Sebelum bertolak ke Jakarta, rombongan dijamu makan Cap Cai oleh Yusman Ngui. Kesan mendalam diukir masing-masih dalam kenangan 86 peserta reuni. Yang tidak bisa dilupakan adalah guyonan spontan, dan teriakan ajakan foto selfie. Reuni “Kiok Jalan Pagi Ancol’ telah berhasil mengembalikan kenangan masa lalu yang manis dan terlalu indah bila dilupakan dan mengikat kembali untuk dirindukan, dan dinantikan. Itulah cinta dalam persahabatan, cinta dalam makna luas, sebagaimana Erich Fromm katakan dalam “The Art of Loving“. Cinta itu pula yang akan melipatgandakan energi kehidupan. Semoga!
朋友是心里的一個寶物。
Péngyǒu shì xīnlǐ de yīgè bǎowù. Teman adalah hadiah untuk hati kita.
“Membakar” Toboali bukti bahwa semangat masyarakat Bangka Selatan dalam membangun daerahnya sudah sangat berkobar. Bangka Selatan seiring dengan provinsi akan bersemangat terus membangun pariwisata, Terimakasih media massa nasional dan Babel, terimakasih semua elemen masyarakat, khususnya Ketua Tim Penggerak PKK Ibu Ekawati" kata Bupati Bangka Selatan, Justiar Noer didampingi Kedispariwisata acara penutupan tersebut, Minggu (29/7/2018). Hadir antara lain, Anggota DPD RI Hudarni Rani, Wakil Ketua DPRD Babel, Toni Purnama, Kementrian Pariwisata, Eksan, Wakil Bupati Riza Herdavid, Kajari Safrianto Zuriat Putra, Kapolres Bangka Selatan AKBP Aris Sulistyono SH, MH, Wakapolres Kompol Suwinto S.Ik, Ketua Tim Penggerak PKK, Ekawati Justiar, WKU Kadin Babel Isnawati Hadi dan Agus Ismunarno. TCOF mampu menghadirkan mahasiswa dari berbagai negara dan beberapa tamu undangan yang akan memviralkan potensi pariwisata di Bangka Selatan, Babel seperti Duta Besar Cina untuk Indonesia, Mr Xiau Qian yang diwakili Mr Li Hanging, Ketua Dewan Promosi Perdagangan International Cina untuk Indonesia, Mr Chen Min, para Kepala BUMN Cina dan beberapa Pengusaha Don Hasman, Risman Marah, Teguh Santosa ASITA Indonesia dan Teguh Santosa dan ASITA Indonesia (7 Ketua ASITA dari berbagai provinsi). Mere-
ka akan menjadi endorser pariwisata. K epala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Selatan Haris Setiawan melakukan improvisasi melihat wisatawan yang antusias."Selain 16 event kita memasukkan dua event lagi agar semakin mengangkat potensi daerah bangka Selatan untuk pariwisata Indonesia," kata Haris. Even tambahan yang menjadi favorit itu adalah memanggang 20 ribu otak-otak dan gemar memakan ikan diramu dengan dongeng anak-anak. Selain itu, kata Haris, ada even lain yang merupakan inisiatif masyarakat. Sekda Kabupaten Bangka Selatan berharap, “Momentum TCOF dan even-even pariwisata yang digelar bersama masyarakat ini terus didukung oleh Kemenpar dan Provinsi sehingga semakin berdampak ekonomi masyarakat." TCOF Season III menggelar Toboali Photo Competition, Toboali Fashion Carnival, Festival Tari Kreasi Daerah, Nganggung 1.000 Dulang, Toboali Oriental Mural Festival, Festival Band, Festival Layang-Layang, Festival Barongsai, Lomba Pembuatan Film Dokumenter, Touring Komunitas Motor, Ritual Adat Buang Jung, dan Festival Kuliner Toboali Mendunia Penyanyi kondang Anji menjadi magnit tersendiri dan sebagaimana Bupati Justiar, Anji pun ikut “membakar” Toboali pada malam Puncak TCOF. Anji tidak saja menghibur
denganpenampilannya, ia berinteraksi aktif dengan puluhan ribu lautan warga Bangka Selatan. Turun panggung menyalami penonton, naik panggung kehormatan pejabat dan panggung ibu-ibu Anji lakukan karena bagi Anji, “Malam ini sangat keren!” Anji mengajak seluruh penonton dan wisatawan yang hadir untuk mempromosikan rangkaian event di semua platform media sosial."Mari kita ambil smart phone kita dan kita viralkan sampai ujung dunia, Hashtag Pesona Indonesia atau apapun." Ajak Anji yang disambut tepuk tangan riuh ribuan pengunjung. Bagi Anji nama Toboali tidak asing dan sudah sangat familiar. “Branding Toboali sudah sangat kuat. Saya sudah sering baca di media sosial. Saat menyanyi DIA, lautan penonton pun turut bernyanyi, tak terkecuali Anggota DPD RI Hudarni Rani yang begitu hafal dengan syair DIA. Selama Anji menyanyi, puluhan ribu HP terangkat ke atas merekam lagulagu hits Anji. Bupati Justiar tersenyum bahagia menyaksikan warga dan wisatawan tumplek di Pantai Nek Aji dan timbul niat mencari kawasan yang lebih luas. Orang nomor satu di Bangka Selatan itu pun berharap dengan Toboali City On Fire banyak para wisatawan yang kemudian berkunjung ke Toboali seperti syair Anji. “Ku menunggumu di sini, di Toboali” Semoga!
12
GOOD GOVERNMENT
Kejari Basel Berinovasi
Luncurkan Tujuh Program Pembaruan TOBOALI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Selatan (Basel) resmi melaunching Tujuh Program unggulan pada acara peringatan Hari Bhakti Adhiyaksa Ke 58 tahun 2018 yang dilaksanakan di Halaman Kantor Kejari Basel pada, Selasa (24/7). Ketujuh Program unggulan tersebut menurut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Basel, Safrianto Zuriat Putra, antara lain pertama Program Puja mandala merupakan sistem administrasi perkantoran terintegrasi stakeholder internal kejari, kedua Edosir program pengolaan data kepegawaian elektronik dari konvensional, ketiga program Sibuta dari Basel yakni sistem buku tamu online dimana setiap tamu yang berkunjung ke Kejari Basel harus mengisi buku tamu secara online untuk mengontrol dan mengendalikan pengunjung. ” Adapun keempat program Pelayanan hukum terpadu satu atap, pos pelayanan pengaduan masyarakat dan pelayanan informasi publik bertujuan melayani masyarakat baik perorangan maupun berbadan hukum, Ke lima program Jaksa masuk masjid yang bekerjasama dengan MUI Basel untuk melaksanakan penyuluhan hukum dengan memanfaatkan masjid sekaligus bimbingan konsultasi ke desa-desa se Basel,” kata Safrianto. Sedangkan, ke enam lanjutnya pelayanan hukum gratis dilakukan secara online dan pelayanan hukum keliling, rencananya dilakukan setiap jumat dengan mengelilingi setiap kecamatan di Basel secara estafet. “Dan terkahir ada program Lasehati yang merupakan layanan serah terima barang bukti dirumah sendiri,” jelas Safrianto. (tra)
IDI Babel Tahun Ini Diprediksi Menurun PANGKALPINANG – Peringkat Index Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Bangka Belitung (Babel) pada 2017 yang akan di umukan atau dirilis pada tahun ini di perkirakan turun, hal ini di ungkapkan Harioso selaku Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra yang mewakili Sekretaris Daerah (Sekda) Yan Megawandi. “Kita melihat dari pengumpulan data hasil IDI, kemungkinan provinsi kita akan mengalami penurunan, ada beberapa catatan dari 3 aspek yang di lakukan dalam penilaian dari index demokrasi dengan 11 variable serta 28 indikator, serta beberapa indikator yang nilainya masih rendah, dan harus di perhatikan,” Ungkap Haryoso saat menghadiri kegiatan Penguatan IDI , yang di selenggarakan oleh Direktorat Jendral Kesatuan Bangsa dan Politik Kementrian Dalam Negeri (Kesbangpol) di Bangka City Hotel, Rabu (25/7/2018). Beberapa indikator yang menurun tersebut diantaranya indikator 5 yang merupakan aturan tertulis tentang pembatasan kebebasan atau mengharuskan masyarakat dalam menjalankan agama, dan indikator 8 deskriminatif gender dan etnis atau kelompok lainnya. Selanjutnya indikator 17 dimana jumlah pengaduan masyarakat mengenai penyelenggaraan pemerintahaan, dan Indikator 20 dimana anggaranAPBD untuk Pendidikan dan Kesehatan yang melebihi persyaratan yang di amankan peraturan perundang-undangan. “Lebih diatas 20 persen Pendidikan, dan Kesehatan di atas 10 persen yang di amankan oleh undang-undang, kalau tidak salah waktu saya membahas anggaran ini sudah melebihi 20 persen sekitar 26 dan 27 persen untuk Pendidikan dan Kesehatan 11 sampai 12 persen,” jelasnya Selanjutnya kepada eksekutif yang merupakan indikator ke-2 dan Kemudian persentase perempuan dalam kepengurusan partai politik tingkat provinsi yang merupakan indikator ke-24. “Persentase perempuan dalam kepengurusan partai politik menurut saya sudah cukup tinggi, namun perwakilan yang ada di DPRD provinsi maupun DPRD kabupaten kota persentasenya masih sangat rendah, ini juga harus mendapat perhatian lebih, Mudah-mudahan di tahun 2019 pada saat pemilu legislatif akan banyak menghasilkan perwakilan dari perempuan duduk dalam perwakilan DPRD kota maupun Provinsi,” Tuturnya “Kemudian dokumen-dokumen pemerintahan, tentunya pokja yang sudah ada ini bisa bersinergi untuk mengkordinasikan ke instansi-instansi pemerintah terutama perangkat daerah di lingkungan pemerintah Provinsi untuk menyusun dokumen-dokumen yang di perlukan dalam meningkatkan hasil IDI,” lanjutnya Harioso mewakili Sekda pun berharap, seluruh Pokja IDI untuk terlibat aktif dalam pelaksanaan dan pemanfaatan IDI. “Sekda selaku ketua juga berharap seluruh pokja IDI, untuk terlibat aktif juga dalam pelaksanaan pemanfaatan IDI termasuk membantu proses pendampingan kepada stakeholder-stakeholder, kepada unitunit instansi yang juga masuk dalam pendukungan penilaian dari IDI,” tandasnya.(dnd)
SELASA - RABU
31 JULI - 8 AGUSTUS 2018
Mohammad Taufik Resmi Jabat Danlanal Babel Oleh: Wina Destika
PANGKALPINANG – Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Provinsi Kepulauan melakukan upacara serah terima jabatan yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Bangka Belitung, Selasa (24/7/2018). Upacara serah terima jabatan dipimpin langsung oleh Komandan Lantamal III Laksama Pertama TNI, Deni Hendrata. Sebelumnya, Danlanal Babel dijabat oleh Kolonel Laut (P) Iwan Kuswanto, SE, berganti kepada Letkol Laut (P) Mohammad Taufik MMDS. Laksamana Pertama TNI, Deni Hendrata mengatakan serah terima jabatan ini merupakan dinamika organisasi untuk bergerak maju agar semakin lebih baik. “Saya harapkan pejabat baru langsung bekerja melanjutkan kinerja pendahulunya dan berinovasi dalam menjalankan tugasnya, serta memunculkan ide dan pemikiran kreatif juga inovatif, sehingga kinerja semakin meningkat. Mengingat Babel ini merupakan wilayah yang strate-
gis,” ujarnya kepada wartawan. Ia menjelaskan Label Babel, merupakan komando pelaksana armada 1 dengan mencakup wilayah di kepulauan Belitung. “Terletak pada geografis strategis alur laut kepulauan Indone-
sia dan perdagangan internasional, memiliki kandungan sumber daya alam yang potensial, termasuk laut,” ucapnya. Lanjut Deni tentu ini sangat berdampak positif terhadap pembangunan tetapi mengandung
kerawanan pelanggaran kedaulatan dan hukum. “Sehingga diharapkan untuk pengamatan dan pemantauan serta operasi keamanan laut perlu dilakukan secara kontinyu,” tutupnya. (wa)
BKKBN Bentuk Tim Jaga Mutu Guna Tingkatkan Layanan KB yang Berkualitas PANGKALPINANG – Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan pertemuan koordinasi penguatan tim jaga mutu kita tingkatkan capaian layanan KB yang berkualitas, di hotel Codella Pangkalpinang, Senin (30/7/2018). Kepala BKKBN Bangka Belitung, Etna Estelita mengatakan tujuan dari kegiatan ini untuk mengoptimalkan Penguatan Tim Jaga Mutu (PTJM), ini guna mengedukasi masyarakat terhadap pelayanan KB di daerah itu. “Untuk penguatan tim jaga mutu ini kita akan memastikan bahwa pelayanan KB didaerah lebih optimal karena masyarakat yang sebelumnya hanya menjadi subjek, kini sebagai objek ketika mereka dilayani saat ingin ber-KB,” ujarnya. Etna menyampaikan untuk keberhasilan pelayanan KB dinilai langsung oleh tim jaga mutu, baik itu pelayanan dari tenaga medis, ruang yang ada di faskes dan ada tidaknya komplikasi yang dialami oleh masyarakat. “Peran dari tim jaga mutu inilah yang menilai akan keberhasilan pelayanan KB di daerah. Dimana mereka terbagi dalam dua yakni tim eksternal dan internal. Dan mereka turun langsung ke lapangan,” ucapnya. Diakui Etna tim ini sebelumnya belum ada di Babel dan baru akan dibentuk. Oleh karena itu pihaknya berharap di dalam tim ini nanti terwakilkan beberapa
instansi yang bisa mengawasi pelayanan KB yang diberikan petugas. “Tim jaga mutu eksternal ini wakil instansi pemerintah, kesehatan, pengelola KB yang mana bertanggungjawab untuk memantau memfasilitasi dan mengawasi pelaksanaan pelayanan KB,” sebutnya. Etna mengungkapkan untuk tim jaga mutu ini, harus memastikan bahwa pelayanan KB sudah sesuai dengan standar pelayanan minimal yang menganut beberapa azas pelayanan KB harus transparan dan terbuka, karena masyarakat harus mendapat informasi yang jelas tentang KB dan alat kontrasepsi yang akan digunakan. “Dalam arti ketika di layani KB peserta harus mendapatkan informasi yang jelas, transparan, ketika mendapat informasi harus diketahui suaminya dan tersedianya alat kontrasepsi alkon serta biaya jelas,” imbuhnya. Etna menyebutkan sebelum menentukan alat kontrasepsi yang digunakan, masyarakat juga berhak mendapat penjelasan terkait manfaat dan efek samping dari penggunaan alat tersebut langsung dari tenaga medis. “Karena disetiap faskes harus menyediakan alat kontrasepsi yang lengkap. Tenaga medis harus bisa memanjakan pengguna KB agar keberhasilan pelayanan KB ini terlihat,” terangnya. Diakui Etna, karena selama ini pemerintah terutama BKKBN tidak bisa melihat sejauh mana pelayanan di lapangan, sehingga dengan adanya tin ini nantinya akan dikontrol pelayanan di masyarakat. (wa)
Peringati Hari Kependudukan Dunia
BKKBN Babel Bagikan 1000 Bunga kepada Masyarakat PANGKALPINANG, LASPELA – Dalam rangka memperingati Hari Kependudukan Dunia 2018 Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membagikan sebanyak 1000 bunga kepada masyarakat. “Pembagian bunga ini kita sebarkan di seluruh kabupaten/kota se-Babel, di mulai dari Pangkalpinang di lima titik yakni perempatan lampu merah ramayana, DKT, klinik Ase dan perempatan perkantoran Gubernur Babel,” kata Kepala BKKBN Babel, Etna Estelita disela-sela membagikan bunga di beberapa perempatan perkantoran Gubernur Babel, Senin (30/7/2018). Etna mengatakan tujuan membagikan 1000 bunga ini kepada masyarakat untuk mengingatkan hari kependudukan ini agar berhati-hati terhadap pertumbuhan penduduk di dunia. Bukan hanya berhati-hati dalam bekendara saja. “Dengan membagikan bunga ini kita memberi simbol ke masyarakat untuk mengingat hari kependudukan agar mereka juga berhati-hati terhadap pertumbuhan penduduk di dunia, bukan berhati-hati dalam berkendara saja,” ujarnya. Lebih lanjut, Etna berharap kepada masyarakat untuk berperan penting dalam mengatasi permasalahan kependudukan, yang mama salah satunya dengan merencanakan kelahiran yang tepat sesuai usia, dan dua anak cukup. “Mengingat pertumbuhan penduduk dan pangan belum berjalan lurus, oleh karenanya kita berharap kepada masyarakat harus berhati-hati dengan pertumbuhan penduduk di dunia,” ucapnya. Etna menyebutkan bahwa di Hari Kependudukan ini, pihaknya mengajak masyarakat untuk meningkatkan perhatiannya terhadap permasalahan kependudukan dalam kerangka pembangunan nasional. “Disini kami mengajak masyarakat Babel untuk saling peduli dalam meningkatkan perhatiannya terhadap permasalahan kependudukan dalam kerangka pembangunan nasional ini. Karena peran masyarakat sangat penting untuk mewujudkan itu semua,” ungkapnya. Ia menambahkan peran BKKBN disini sebagai lembaga yang bertanggungjawab melakukan pengendalian penduduk melalui pengaturan kelahiran yakni program KB, dengan tujuan mewujudkan penduduk tumbuh seimbang agar kesejahteraan ekonomi, spiritual dan sosial budaya penduduk Indonesia dapat tercapai. “Mengingat jumlah penduduk dunia saat ini mencapai 7,6 miliar jiwa, sehingga kita berupaya mewujudkan penduduk yang berkualitas. Karena jika penduduk kita tidak berkualitas, maka akan jadi beban negara karena kebutuhan pangan kita tumbuhnya tidak secepat pertumbuhan penduduk dan ekonomi,” tutupnya. (wa)