Skip to main content

USAHID Dorong Pariwisata Babel

Page 1

medialaspela

KAMIS - RABU

31 MEI - 6 JUNI 2018

Edisi No 123 12 HALAMAN

Menerangi Bumi Serumpun Sebalai

USAHID Dorong Pariwisata Babel Kunjungan Wisatawan tak Sebanding dengan Pendapatan Bersinergi dengan Babel dalam Pariwisata dan Wira Usaha Fokus: Membina Jiwa Entrepeneur Insan Pariwisata Kembangkan Eks Area Tambang Jadi Destinasi Wisata PANGKALPINANG, Oleh: Wina Destika kerjasama dengan provinLASPELA – Universitas si-provinsi yang memiliki SAHID melakukan kerpotensi pariwisata karena jasama dengan Pemerintah Provinsi pembangunan sektor pariwisata menjadi Kepulauan Bangka Belitung dalam men- nomor 3 di Indonesia. USAHID sebagai dorong Pariwisata dan Kewirausahaan salah satu perguruan tinggi pariwisata Kepulauan Bangka Belitung. USAHID terpanggil untuk mempromosikan mencermati masih banyak hal yang perlu pariwisata dan kewirausahaan,” kata dibenahi sehingga kunjungan wisatawan Bernard Hasibuan, Wakil Rektor 3 Unike Kepulauan Bangka Belitung seband- versitas Sahid (USAHID) Jakarta Bidang ing dengan pendapatan daerah. Kemahasiswaan, Alumni dan Pemasaran “USAID merupakan universitas di Kantor Pemprov, Rabu (30/5-2018) yang fokusnya pada kepariwisataan dan Pimpinan Universitas Sahid Jakarta kewirausahaan. Kami banyak menjalin (USAHID) diterima Wakil

Sonia Fergina

In Memoriam

Tokoh Pendidik Bong Djoen Po Artika, Natasha dan Sonia “Selamat Jalan Laose!” “Pintu” Pariwisata Dunia BONG DJOEN PO memilih menginginkan kehidupan selamanya, maka ia mendidik manusia. Seperti Nelson Mandela, Bong Djoen Po tahu per-

INDEX Hal 03. Hal 05. Hal 08. Hal 12.

sis bahwa pendidikan adalah senjata paling hebat yang dapat gunakan untuk mengubah dunia. Dan pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu emas kebebasan. “Laose Bong Djoen Po telah menjadi figur guru sekaligus tokoh masyarakat yang menjadi panutan kita semua sehingga kita merasa sangat kehilangan beliau. Laose telah mengispirasi banyak hal terutama dalam pendidikan dan hidup bermasyarakat. Pendirian dan pengembangan Sekolah YPK Air Kenanga tidak lepas dari semangat

“Jika Anda merencanakan kehidupan untuk satu tahun, tanamlah padi. Jika Anda merencanakan kehidupan selama sepuluh tahun, tanamlah pohon. Tapi jika Anda menginginkan kehidupan untuk selamanya, didiklah manusia.” (Pepatah China)

Mengenang Br Dominicus Cs

Tabur Bunga di “Pusara” Samodra “Di akhir perjuangannya, salah satu bruder menyerahkan papan ‘penyelamat’ yang ia pegang ke seorang ibu yang akan tenggelam. Ibu itu terdampar di sebuah pulau, pingsan dan diselamatkan regu penyelamat. Ibu itulah yang mengisahkan kembali pergulatan empat bruder dalam kegelapan malam di tengah ganasnya gulungan ombak.” (Marga Murwanta MSF) ITULAH peristiwa tenggelamnya kapal kayu

Timah dan Lada Sudah Mendunia; Quo Vadis? Sonia Fergina ke Puteri Sejagat Jadi Duta Wisata EMPAT PUTIH sebagai keunggulan legendaris Kepulauan Bangka Belitung dikemukakan Gubernur Dr H Erzaldi Rosman SE MM tatkala menyambut 1.200 Keluarga Besar Real Estate Indonesia (REI) dari Seluruh Provinsi se Indonesia ketika merayakan ulang tahun ke-46 di Bangka dan Belitung, Pertengahan April 2018 lalu. “Selamat Datang di Negeri Serumpun Sebalai, Negeri Harmoni, Negeri Laskar Pe-

langi yang memiliki keunggulan empat putih. Pertama; timah putih, kedua; lada putih, ketiga; pasir putih dan keempat; putrinya putih-putih,” kata Erzaldi Rosman yang sontak mengundang tepuk tangan para undangan yang hadir. Timah Kepulauan Bangka Belitung dan Muntok White Pepper sudah terkenal sejak ratusan tahun lalu. Demikian pula keindahan pantai dengan hamparan pasir putihnya, kata Menteri


2

EKONOMI BISNIS

KAMIS - RABU

31 MEI - 6 JUNI 2018

Swakelola Dana Desa Tingkatkan Daya Beli Masyarakat Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kep. Bangka Belitung

PANGKALPINANG- Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah, memimpin rapat progress pencairan dana dan realisasi dana desa se-Babel di Ruang Tanjung Pesona Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, baru-baru ini. Turut hadir Kepala Kejaksaaan Tinggi Babel, Kepala BPKP Babel, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Babel serta Perwakilan Pemerintah Daerah se-Babel dan perwakilan kepala desa dari 7 Kabupaten/kota se-Babel. Wagub Abdul Fatah dalam sambutannya mengatakan, mulai Januari 2018, pemerintah telah menetapkan pola baru dalam pemanfaaatan dana desa yang ada di seluruh Indonesia, dimana alokasi dana desa difokuskan ke sektor padat karya dengan sistem swakelola. “Saya meminta supaya dana desa dikelola dengan cara swakelola. Hal tersebut semata-mata demi pembukaan lapangan kerja, sekaligus meningkatkan kesejahteraan serta daya beli masyarakat desa karena dana desa ini memberikan efek ekonomi yang besar bagi masyarakat desa,” ungkap Wagub Fatah.

Wagub mengharapkan pelaksanaan kegiatan dan program yang telah ditentukan masing-masing pemerintah desa untuk dilaksanakan sesuai tahapan-tahapan yang telah direncanakan sebelumnya, sehingga realisasi yang ingin dicapai dapat terlaksana dengan baik dan tepat sasaran. Wagub juga memaparkan penyerapan anggaran dari masing - masing pemerintah daerah yang diklasifikasikan kepada serapan anggaran tertinggi dan serapan anggaran terendah dari pemerintah desa yang ada di 7 Kabupaten Kota seBabel. Pada sesi diskusi Abdul Fatah memberikan kesempatan kepada masing-masing kabupaten/kota se Babel untuk menyampaikan permasalahan dan capaian yang telah dilakukan terkait dengan serapan anggaran dan realisasi pengelolaan dana desa tahun 2018. Dari diskusi tersebut, Wagub mengambil kesimpulan banyak daerah yang memiliki serapan anggaran yang rendah yang diakibatkan kendala administrasi, kondisi alam (cuaca), tenaga kerja yang dibutuhkan, dan upah kerja serta penyusunan RAB dan sumber daya manusia yang tidak memadai. Dokumen Harus Jelas

Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Babel Supendi yang juga hadir dalam kesempatan itu mengatakan, dalam penyaluran dana desa tahun 2018 telah ditentukan melalui tiga tahapan, dimana dalam persentase anggaran yang dikucurkan terbagi dalam persentase 20% untuk tahap pertama, 40 % untuk tahap kedua, dan 40% untuk tahap ketiga. Oleh karena itu, Supendi mengharapkan pemerintah desa, terutama kepada kepala desa yang ada di Babel, untuk melengkapi segala dokumen yang dibutuhkan dalam penyaluran anggaran yang telah diajukan masing - masing pemerintah

desa dengan dokumen yang lengkap dan jelas. Pada kesempatan yang sama Kepala Perwakilan BPKP Babel Raden Suhartono mengatakan, dalam pelaksanaan dan realisasi anggaran untuk peneglolaan dana desa, sesuai dengan arahan Presiden melalui pola padat karya dan dilakukan secara swakelola. "Sesuai dengan arahan Presiden dana desa melalui pola padat karya itu dapat membantu masyarakat setempat untuk mendapatkan lapangan kerja, padat karya namun harus melalui swakelola," ungkap Raden. (ril/hum)

GPN Terobosan Sistem Pembayaran Non Tunai PANGKALPINANG- Kehadiran Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) merupakan terobosan sistem pembayaran non tunai. Mengingat GPN sebagai permulaan dari peta jalan sistem pembayaran nasional di Indonesia yang belum banyak diketahui publik, utamanya di Babel, maka ke depan sosialisasi pun akan lebih digiatkan. “Kehadiran GPN ini kita akan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengingat ini merupakan hal yang baru dan manajemennya juga perlu kita lakukan secara bertahap,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bangka Belitung, Tantan Heroika usai menghadiri Sosialisasi GPN di Hotel Santika, Senin (28/5).

Ia menyampaikan dalam menyukseskan program GPN, langkah awal yang akan diambil pihaknya yakni mendorong perbankan agar siap terlebih dahulu sebelum sosialisasi digencarkan. “Ini kan masih merupakan tahap dan masih terbatasnya dalam pencetakan kartu. Artinya kita siapkan dulu dari perbankannya baru kita gencarkan dalam melakukan sosialisasi secara bertahap kepada masyarakat. Untuk target kita 2022 masyarakat sudah memegang kartu GPN ini,” ujarnya. Tantan menilai, kehadiran Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) ini merupakan terobosan sistem pembayaran non tunai yang terintegrasi. “Tidak menutup kemungkinan GPN ini dinilai akan berdampak besar bagi pertumbuhan perekonomian yang jauh lebih baik untuk kedepannya,” ungkapnya.

Bukan hanya itu saja, lanjut Tantan untuk peredaran uang juga akan lebih cepat dan transaksi juga akan lebih singkat. “Ini secara otomatis akan mendorong perekonomian karena peredaran uang akan lebih cepat. Dan transaksi juga lebih singkat sehingga tidak berpengaruh pada inflasi justru akan mendorong perekonomian,” sebutnya. Ia menambahkan selain terobosan baru ini juga dinilai dalam melakukan transaksi akan lebih aman dan efisien mengingat GPN terhubung ke seluruh pembayaran transaksi nontunai dan seluruh instrumen keuangan perbankan dalam satu sistem. “Melalui terobosan BI ini maka untuk transaksi akan jauh lebih aman dan lebih efesien, karena seluruh data-data atau servernya ada di Indonesia,” tutupnya. (wa)

Program Ternak Sapi

DP3 Basel Serap Dana APBD dan APBN TOBOALI- Upaya Dinas Pertanian, Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka Selatan (DP3 Basel) untuk menjamin ketersediaan daging sapi di kabupaten Basel yakni dengan memfokuskan pengembangbiakkan sapi potong dan sapi wajib bunting di dua kecamatan yak-

ni kecamatan Toboali dan Pulau Besar. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Basel, Suhadi, mengatakan bahwa anggaran yang disiapkan untuk program tersebut bersumber dari dana alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Basel. "Untuk sumber dananya, kita sudah anggarkan dari dana alokasi APBD sekolah peternak rakyat (SPR)," kata Suhardi

kepada wartawan, Senin (28/5). Selain itu, Suhadi menjelaskan tidak hanya dana APBD yang akan terserap, tetapi saat ini pihaknya sedang mengajukan dana bantuan kepada pemerintah pusat guna mensukseskan program ini. "Iya, kita juga sedang mengajukan proposal ke pusat melalui APBN untuk mengembangkan perternakan yang ada di Bangka Selatan," jelasnya. Dia berharap, program pengembangan peternakan ini dapat berjalan baik sehingga pertanian baik tanaman pangan maupun holtikultura di daerah itu bisa lebih meningkat. "Jika Program ini berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan, maka saya yakin lahan pertanian di Bangka Selatan yang rusak dapat di perbaiki," harapnya. (tra)


POLITIK DAMAI 3 PDIP Babel Rampungkan Nama Bacaleg 2019

KAMIS - RABU

31 MEI - 6 JUNI 2018

Siap Dilaporkan ke DPP PANGKALPINANG- Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kepulauan Bangka Belitung (DPD PDIP Babel) merampungkan nama-nama yang akan diajukan sebagai bakal calon anggota legislatif (DPR, DPD, dan DPRD) se-Bangka Belitung pada pemilu legislatif 2019. Hampir seluruh nama yang terjaring oleh partai besutan Megawati Soekarnoputri itu adalah yang saat ini masih mengisi kursi Fraksi PDI Perjuangan di kabupaten/kota dan provinsi se-Babel. “Sudah hampir 100 persen nama caleg dari PDI Perjuangan untuk DPRD kabupaten/kota dan provinsi Pemilu 2019 nanti sudah rampung. Penjaringan dan penyaringan tingkat DPC hingga DPD sudah tuntas untuk selanjutnya

dialporkan ke DPP partai,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Babel, Didit Srigusjaya, usai menggelar rapat bersama seluruh DPC dan anggota fraksi di Kantor DPD PDI Perjuangan Babel di Air Itam, Pangkalpinang, Minggu (27/5) lalu. Didit mengatakan, proses penjaringan dan penyaringan calon anggota legislatif yang akan diajukan PDI Perjuangan mengacu kepada Peraturan Partai Nomor 25 Tahun 2018. Dalam peraturan tersebut, kata Didit, diatur persentase hak dan kewenangan setiap tingkatan struktur partai mulai dari DPC, DPD, hingga DPP terhadap nama bakal caleg. “Sesuai peraturan partai, rekrutmen caleg dari PDI Perjuangan memang memprioritaskan kader partai, khsusnya pada daerah basis, tapi membuka kesempatan kepada tokoh dari eksternal partai untuk masuk dalam caleg PDI Perjaungan. Sepertai penjaringan dan

Pemilu 2019

Edi Nasapta: Gerindra Belitung Target Kursi Pimpinan penyaringan untuk caleg 2019 di Babel ini ada ekternalnya,” tukas Didit. Dari nama-nama caleg yang diajukan DPC untuk calon anggota DPRD kabupaten dan provinsi, diakui Didit masih didominasi oleh kandidat yang saat ini sebagai anggota Fraksi PDI Perjuangan. “Mereka adalah kader partai, peraturan partai mengaturnya, tidak ada masalah, masih bisa dicalonkan walau

sudah beberapa periode dengan ketentuan surat dari Ketua Umum partai,” ujar Didit. Pada Pileg 2019, PDI Perjuangan Babel juga sudah pasang target,”kembali menang di Pemilu 2019 di Babel dan pusat sekaligus memenangkan Pak Jokowi untuk terpilih sebagai presiden periode kedua kalinya,” tambah Didit. DPD PDI Perjuangan Babel masih melakukan penyelesaian akhir nama-nama caleg

sebelum dilaporkan ke DPP. Bahkan data bakal caleg ini akan dimasukkan dalam sistem informasi caleg PDI Perjuangan yang sudah menggunakan sistem online. “Sebelum kita lapor ke DPP, data caleg ini akan diinput dulu karena mulai Pileg 2019 sistem di PDI Perjaunagn sudah online. Petugas parati untuk admin dan operator sedang dilatih,” tutup Didit. (*/naf)

Pemkab Bangka Ajukan Dua Raperda SUNGAILIAT– Pemerintah Kabupaten Bangka menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perubahan atas Perda kabupaten Bangka Nomor 8 Tahun 2006 tentang pembentukan perusahaan daerah Agro Lestari Mandiri (PD Alam) dan Raperda tentang perubahan ketiga atas Perda kabupaten Bangka Nomor 4 tahun 2011 tentang restribusi jasa umum.

Penyampaian Raperda digelar dalam rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bangka di gedung Mahligai Demokrasi DPRD Kabupaten Bangka, pekan lalu, dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Bangka Parulian, S.Ip serta dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Staf Ahli Bupati Bangka, Asisten Setda, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Bangka, organisasi wanita dan undangan lainnya. Pengajuan Raperda ini sesuai amanah pasal 39 Undang-undang Nomor 12 tahun 2011 tentang pembentu-

kan peraturan perundang–undangan dan peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 tahun 2015 tentang produk hukum daerah, perencanaan penyusunan Perda dilakukan dalam Prolegda sebagai suatu instrumen pembangunan hukum di daerah secara terpadu, terencana dan terkoordinasi. Plt Bupati Bangka Rustamsyah mengatakan, penyusunan Perda dalam Prolegda berdasarkan pada perintah peraturan perundang – undangan yang lebih tinggi, rencana pembangunan daerah, penyelenggaraan otonomi daerah dan tugas pembantu serta aspirasi masyarakat daerah. “Perlu kita pahami bahwa keberadaan Perda merupakan salah satu instrumen kebijakan yang vital dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan di daerah, karena Perda mempunyai kedudukan dan fungsi strategis dalam sistem hukum nasional sebagaimana tercantum dalam pasal 18 ayat (6) UUD RI tahun 1945, “ papar Rustamsyah di rapat Paripurna. (ril/hum)

KETUA DPC Partai Gerindra Kabupaten Belitung, Edi Nasapta menegaskan untuk Pemilu 2019 nanti, pihaknya merebut kursi pimpinan di DPRD Kabupaten Belitung. Hal demikian, diungkapkannya sebab Gerindra di Kabupaten Belitung solid dan bacaleg punya basis massa besar. "InsyaAllah untuk 2019 nanti, kami menargetkan kursi pimpinan dan itu harus tercapai," ungkap Edi kepada LASPELA, Jum"at (25/5/2018). Alasan Gerindra Belitung optimis menargetkan itu, dikatakan anggota DPRD Babel ini, bahwa para bacaleg yang mendaftar ke Partai Gerindra untuk Pemilu 2019 sangat banyak dan semua mempunyai kemampuan yang mumpuni untuk menjadi pelayan masyarakat. "Alhamdulillah, untuk sekarang ini banyak tokoh masyarakat ingin maju menjadi caleg lewat partai Gerindra. Kami melihat mereka semua punya basis massa yang besar, jadi itulah salah satu alasan kami optimis dapat kursi pimpinan," terang Edi. Lanjut Edi, untuk para bacaleg yang telah mendaftar ke Partai Gerindra nanti akan diseleksi lagi oleh unsur pimpinan DPD Gerindra Babel dan berkoordinasi dengan DPC Belitung, sebelum diserahkan ke KPU. Intinya, pihaknya ingin kader maupun masyarakat yang maju lewat Gerindra, benar-benar orang yang siap bekerja untuk rakyat. "Makanya bacaleg yang dipilih harus punya integritas dan komitmen jauh dari perilaku korupsi dan siap setiap saat melayani serta bekerja untuk masyarakat,"tegasnya.(ar)

Bupati Babar Ajak ASN Taat Bayar Zakat BUPATI BANGKA BARAT (Babar) Drs. H. Parhan Ali, MM mengajak pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah setempat untuk membayar zakat di Badan Amil dan Zakat Nasional Babar. Demikian disampaikan Bupati Parhan Ali usai menyerahkan zakat kepada ketua Baznas Bangka Barat dalam pertemuan yang dilangsungkan di OR 1 Kantor Pemkab Babar. Pertemuan itu juga dihadiri oleh wakil Ketua 1 Baznas Provinsi Bangka Belitung dan seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemkab Bangka Barat. Dalam arahannya, Bupati Parhan kembali menghimbau kepada pegawai untuk membayar zakat melalui Baznas. “dalam praktiknya, selama ini pembayaran zakat dilakukan melalui pemotongan dari besaran gaji dan tunjangan pegawai. Selanjutnya mungkin bisa dilakukan melalui pemotongan honor yang diterima pegawai,” imbuh dia. “Tidak lupa saya ingatkan kepada pegawai untuk meningkatkan zakatnya. Karena zakat ini nantinya akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan”, jelasnya. Selain oleh Bupati Parhan Ali, penyerahan zakat kala itu diikuti oleh Sekda Bangka Barat Drs. Yunan Helmi, dan seluruh Kepala OPD setempat. (ril/stf)


4 COMMERCE & INDUSTRY

KAMIS - RABU

31 MEI - 6 JUNI 2018

Pesawat Primadona Transportasi Pilihan Pemudik Prosentasi Penumpang Meningkat PANGKALPINANGKepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, KA. Tajuddin mengungkapkan dirinya menilai masyarakat masih antusias memilih pesawat sebagai moda transportasi untuk melangsungkan mudik maupun balik pada masa angkutan Lebaran 2018 ini. Menurut KA. Tajuddin, jalur transportasi udara menjadi pilihan utama pemudik karena selain cepat, biaya perjalanan pun masih ter-

jangkau. Sehingga tak heran, meningkatnya prosentasi penumpang pesawat membuat masakapai melakukan penambahan jadwal penerbangan. "Tanggal 30 Mei ini kita akan melakukan rapat terkait arus mudik. Salah satu pembahasan yakni, mengenai data pemudik dan langkah-langkah antisipasi," kata Kadishub Tajuddin, Senin (28/5). Angkasa Pura menginformasikan, kata Kadishub Tajuddin, beberapa maskapai mengajukan ekstra flight. Jumlahnya ada sekitar dua

hingga empat penerbangan tambahan. Tentunya pihak maskapai melihat kondisi dan perkembangan arus mudik, bisa saja jumlah penerbangan ini terus bertambah. Pelayanan penambahan penerbangan tergantung dengan permintaan, namun langkah antisipasi telah diambil sejak dini. Jika puncak arus mudik menggunakan transportasi laut diperkirakan terjadi mulai H-2 lebaran, kemungkinan hal serupa juga terjadi untuk arus mudik pengguna transportasi udara.

Untuk penerbangan reguler saat ini, jelas Tajuddin, ada sekitar 14 penerbangan. Nanti, jika ada penambahan dua penerbangan sehingga ada 16 penerbangan dalam sehari. Rata-rata satu pesawat bisa mengangkut penumpang seratus hingga 120 penumpang. "Kalau ada 16 penerbangan, jika dikalikan seratus kursi saja artinya sudah ada sekitar 1600 penumpang. Agar bisa mudik dengan nyaman, hendaknya pemudik sudah mempersiapkan diri jauh hari sebelum melakukan perjalanan," saran Kadishub Tajuddin. (ril/hum)

Daerah Belum Miliki Saham Jamkrida Diminta Gabung PANGKALPINANG - Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yan Megawandi, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Babel di Ruang Rapat Tanjung Pendam, Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Senin (28/5/2018). Dalam arahannya Sekda Yan Megawandi menjelaskan, Jamkrida Bangka Belitung merupakan lembaga keuangan yang dapat mempermudah para UMKM dalam hal akses permodalan. "Jamkrida ini bertujuan membantu para UMKM bukan hanya semata mencari keuntungan tetapi sebagai bentuk rasa kepedulian pemerintah daerah terhadap pengusaha kecil yang membutuhkan jaminan modal dari pemerintah dengan suku bunga rendah," kata Yan. Ia menyampaikan untuk bunga kred-

it yang dikeluarkan Jamkrida sangat rendah sekali yakni berkisar 1% sampai 2%, ini merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan usaha para pelaku usaha di wilayah Bangka Belitung ini. "Guna memperkuat permodalan terhadap usaha ini, pemerintah provinsi telah menanamkan dananya sebesar 22.5 M, pemerintah kabupaten Bangka Tengah 5 M, Kabupaten Belitung 5M, sedangkan Kabupaten Bangka baru 2,5 M dari 5 M yang disepakati sesuai Peraturan Daerah," ujarnya. RUPS juga dihadiri Pimpinan PT.Jamkrida Babel, Perwakilan Pemerintah Daerah Bangka Tengah, Bangka Induk, serta Belitung yang juga merupakan bagian dari pemilik saham di PT.Jamkrida Babel. Terkait adanya beberapa daerah di Bangka Belitung yang belum terlibat di dalam kepemilikan sahamnya di Jamkrida, Yan menyampaikan agar pada tahun 2019 mendatang, Keempat daerah yakni Pangkalpinang, Bangka Barat, Bangka Selatan, dan

Belitung Timur untuk dapat segera terlibat dengan menanamkan sahamnya agar melaksanakan Peraturan Daerah terkait pembentukan Jamkrida. "Untuk itu diharapkan agar komunikasi terus dijalin, dan juga kami meminta kepada para pengurus Jamkrida untuk dapat menunjukkan kinerjanya menjadi lebih baik," harapnya. Yan menyebut, Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman juga telah menyampaikan surat dan menghimbau empat daerah yang belum terlibat untuk dapat melakukan penanaman modal serta menjalin kerjasama dengan pihak perbankan agar memberikan jaminan penuh dalam rangka mengembangkan bisnis para pelaku usaha kecil dan menengah di daerah Bangka Belitung. "Keterlibatan daerah lainnya sangat diharapkan untuk dapat melakukan ekspansi bantuan permodalan dikarenakan adanya modal yang kuat dapat melakukan terobosan atau strategi dalam membantu UMKM secara lebih luas," tutupnya. (wa)

Tuntaskan Angka Putus Sekolah

DPK Basel Luncurkan Beasiswa Cerdas TOBOALIGuna meningkatkan semangat prestasi bagi pelajar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DPK) Bangka Selatan (Basel) menyediakan fasilitas beasiswa cerdas kepada para pelajar berprestasi dan tidak mampu guna menekan angka putus sekolah di daerah itu. Dikatakan Eddy Supriadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Basel program beasiswa ini sudah menjadi rutinitas setiap tahunnya, dan bisa memberi semangat baru bagi pelajar untuk bisa meraih dan masuk ke jenjang sekolah menengah atas (SMP). "Siswa Sekolah Dasar (SD) yang kuranh mampu se-Basel akan kami berikan beasiswa cerdas agar dapat melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama," Kata Eddy, Senin (28/5) di ruang kerjanya. Melalui program ini, lanjutnya, tidak ada lagi alasan mendasar bagi pelajar untuk putus sekolah, karena program beasiswa ini ditujukan bagi pelajar prestasi dan tidak mampu demi mengentaskan angka putus sekolah di lingkungan kabupaten Basel. "Kami ingin dengan adanya beasiswa cerdas bagi pelajar SD yang kurang mampu yang ingin melanjutkan ke SMP, tidak ada lagi alasan untuk tidak melanjutkan sekolah. Program ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk menekan angka putus sekolah di Kabupaten ini," ujarnya. Eddy berujar, bagi siswa yang kurang mampu dan belum terdaftar di PIP Pemkab Basel akan memberi kemudahan untuk melanjutkan pelajar tersebut ke tingkat SMP. "Kami berikan ini kepada pelajar yang kurang mampu, namun belum terjaring dalam PIP ataupun beasiswa sejenis lainnya," sebutnya. Dengan adanya beasiswa cerdas tersebut, Eddy berharap para orang tua dapat memberikan dorongan kepada anaknya untuk terus melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi demi masa depan generasi daerah. "Jika peran pemerintah sudah optimal menyiapkan generasi terpelajar, maka orang tua juga harus mendorong dan memotivasi anak-anaknya untuk sekolah setinggi-tingginya, agar kedepan dapat membantu pemerintah dalam melakukan percepatan pembangunan di bangka selatan," pungkas Eddy. (tra)


KAMIS - RABU

PELANGI EDUKASI 5

31 MEI - 6 JUNI 2018

Muhammadiyah Diimbau Bantu Pendidikan di Daerah MENTERI PENDIDIKAN dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengimbau agar Muhammadiyah ikut turun membantu mengembangkan pendidikan di daerah-daerah. Ia mengatakan, tindakan tersebut adalah dakwah yang harus terus dilakukan. “Muhammadiyah sudah tidak waktunya dakwah by accident, tapi dengan perencanaan,” kata Muhadjir saat menghadiri kajian Pimpinan Pusat Muhammadiyah, di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa, 29 Mei 2018. Ia mengingatkan kepada seluruh kader yang hadir agar Muhammadiyah membantu pendidikan di Indonesia. Salah satu caranya dengan mendirikan sekolah di daerah. Ia mengatakan, saat ini pemerintah memfokuskan pengembangan pendidikan di daerah-daerah. Hingga kini ada empat wilayah yang menjadi prioritas. “Sekarang ada empat wilayah yang masih perlu mendapat perhatian, yaitu NTT, Maluku, Kepulauan Riau, dan Papua,” katanya. Muhadjir yang juga pimpinan Muhammadiyah menjelaskan, pendidikan yang diprioritaskan adalah wilayah Perbatasan, Terdepan, Terluar, Tertinggal (P3T). Hal ini sesuai dengan instruksi presiden, sehingga wilayah di luar P3T tidak mendapat keutamaan. Menurut Muhadjir, jika Muhammadiyah membangun sekolah di wilayah P3T maka akan mendapat bantuan prioritas dari pemerintah. “Terutama pembangunannya di wilayan P3T karena diprioritaskan untuk sekolah daerah. Dan itu tidak KKN, karena program pemerintah,” jelas dia. (mtc)

Hasil UN SMP Semakin Reliabel

Pelatihan MGMP dan MKKS Mendesak Tingkatkan Kompetensi Guru HASIL Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)/sederajat tahun 2018 telah diserahkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota pada tanggal 22 Mei 2018 lalu. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Totok Suprayitno di Jakarta, Senin (28/5 2018), mengatakan bahwa hasil UN semakin reliabel dan dapat menjadi alat deteksi awal adanya kelemahan di dalam suatu sistem pembelajaran. “Meningkatnya reliabilitas hasil UN adalah akibat keberhasilan meminimalkan distorsi yang disebabkan praktik-praktik kecurangan dalam ujian,” demikian kata Totok. Sekolah dengan Indeks Integritas rendah di tahun 2017, ketika beralih ke moda kom-

puter (UNBK) di tahun 2018, nilainya terkoreksi 28,01 poin. Sedangkan sekolah penyelenggara UNBK selama dua tahun, mengalami kenaikan sebesar 0,33 poin. “Maka UN bukan hanya sebagai alat pemetaan, tetapi lebih kepada alat diagnosa untuk merekomendasikan upaya perbaikan kualitas proses belajar,” ujar Kabalitbang. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) sekaligus Pelaksana tugas Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Plt. Dirjen GTK) Hamid Muhammad menyampaikan, perbaikan proses belajar tidak bisa dilakukan secara seragam. Pelatihan guru, lanjutnya, perlu mengakomodir ragam kebutuhan tiap satuan pendidikan dan salah satunya berdasarkan hasil analisis ujian nasional. “Pelatihan guru yang seragam tidak akan efektif memperbaiki permasalahan yang beragam di masing-masing sekolah,” imbuh Dirjen Hamid. Hamid

berharap, ke depan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dapat lebih optimal dalam merancang model dan melaksanakan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan. Dinas Pendidikan perlu mendorong dan memfasilitasi tumbuh kembangnya atmosfer profesional di setiap MGMP dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) agar dapat menjadi wahana peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan.

Adapun jumlah siswa peserta UNBK SMP tahun 2018 melonjak tajam dibandingkan tahun 2017. Sebanyak 1.977.027 (61,36%) peserta, sebelumnya hanya 1.136.739 (36,05%) peserta. Sementara itu, jumlah siswa peserta ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP) SMP menurun tajam dari 2.016.443 (63,95%) peserta di tahun 2017 menjadi 1.244.880 (38,64%) peserta di tahun 2018.

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi menyampaikan bahwa penyelenggaraan UN tingkat SMP tahun ini berjalan baik dan lancar sesuai dengan POS yang ditetapkan. "Hasil pemantauan yang telah dilaksanakan di lapangan menunjukkan bahwa prinsip-prinsip penyenggaraan UN baik UNBK maupun UNKP telah berjalan baik, manajemen waktu juga berjalan maksimal," jelas Bambang. (ty)

Waspadai Menguatnya Radikalisme di Kampus Pemerintah Daerah Perlu Aktif Cegah Terorisme PASCA disahkannya UU Antiterorisme pada sidang paripurna DPR, 25 Mei 2018, semakin menguatkan kelembagaan BNPT dalam pemberantasan tindak pidana terorisme di Tanah Air. Kini, Badan Nasional Penanggu-

langan Terorisme (BNPT) menjadi leading sector yang bertugas antara lain menetapkan strategi kesiapsiagaan-nasional dalam penanggulangan terorisme. “Sebagai konsekuensi atas UU tersebut tugas-tugas BNPT termasuk Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di semuaprovinsi menjadi semakin berat, sehingga diperlukan keserasian langkah bersama yang masif untuk mencegah terorisme di Tanah Air,” tegas Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Dr. Hj. Andi Intang Dulung Mhi, pada Monitoring Pelibatan Masyarakat Dalam Pencegahan Terorisme melalui FKPT di Semarang, pekan lalu. Kegiatan bertema “Bersama Kita Tingkatkan Kinerja FKPT Jawa Tengah”, tersebut dihadiri segenap pengurus FKPT Jateng yang diketuai Dr. Budiyanto SH. Mhum. Dr. Hj. Andi meminta FKPT Jateng agar semakin fokus melaksanakan tugas pokok yakni mencegah terorisme di provinsi ini. Mengingat bibit-bibit radikalisme-terorisme kini cenderung berkembang termasuk di lingkup perguruan tinggi dan patut mendapatkan perhatian serius. BNPT membentuk FKPT di seluruh provinsi strateginya merekrut para tokoh masyarakat, tokoh agama, kalangan profesional, termasuk tokoh kampus sebagai pengurus. Harapannya agar mampu memasifkan sosialisasi tentang pencegahan radika-

lisme-terorisme lewat pendekatan kontraradikalisasi dan deradikalisasi. “Hal ini tugas mulia untuk menyelamatkan dan melindungi masyarakat dari pengaruh dan ancaman terorisme. Alhamdulillah, FKPT Jateng termasuk yang mampu menjalankan peran dan fungsi secara dinamis dan baik. BNPT memberi apresiasi yang tinggi untuk FKPT Jateng,” imbuhnya. Misi BNPT yang harus dijalankan FKPT tahun ini, memasifkan sosialisasi ke kabupaten kota, di luar ibukota provinsi. Harapannya, sasaran yang digarap semakin meluas. Selama ini sosialisasi terkonsentrasi di ibukota provinsi yang pengaruhnya kurang signifikan, baru menjangkau 0,25 persen dari sasaran. FKPT Jateng, tegas Ketua FKPT Jateng Dr Budiyanto, memaksimalkan peran dan fungsi dengan mengembangkan pola kerja sama dan koordinasi strategis dengan elemen masyarakat. Seperti kerja sama dengan KNPI, kalangan organisasi kemasyarakatan pemuda, Forkompimda juga ormas keagamaan. “Hasilnya, kini semakin banyak elemen masyarakat yang membutuhkan FKPT untuk memberikan sosialisasi antiterorisme. Permintaan melonjak sejak kasus bom bunuh diri di Jatim dan Riau. Masihnya sosialisasi yang dilakukan FKPT Jateng, alhamdulillah masyarakat Jateng kini semakin waspada dalam mengantisipasi isu-isu terorisme,” tutupnya. (si)


6 VISION OF TOURISM

KAMIS - RABU

31 MEI - 6 JUNI 2018

Kemenpar Optimis Kejar Target 4 Juta Wisatawan Lewat Wisata Bahari KETUA Tim Percepatan Pengembangan Destinasi Bahari, Indroyono Soesilo optimis dapat mendatangkan 4 juta wisatawan di tahun 2019 melalui wisata bahari. “Dengan alam yang kita miliki, saya optimis target 4 juta di 2019 tersebut bisa tercapai. Bahkan mungkin akan melebihi target. Wisata bahari jadi salah satu alasan mengapa wisatawan mancanegara datang ke Indonesia. Mereka mencari keindahan pantai, lokasi surfing, diving, dan sebagainya. Apalagi sekarang cruise dan yacht mulai ramai ke Indonesia. Bahkan, ada yang sudah memiliki agenda regular. Dan jika digabungkan dengan atraksi, seperti kejuaraan surfing Bali Pro ini, wisatawan akan banyak yang hadir,” ujar Indroyono dalam siaran pers Kemenpar, Senin, (28/5). Hadir di konferesi pers bersama Sekretaris Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Ratna Suranti, surfer profesional Indonesia Tipi

Jabrik, serta dua perwakilan World Surf League, Steve Robertson dan Will Hayden Smith, Indroyono yakin kompetisi surfing kelas dunia, Bali Pro mampu menyedot wisatawan. Apalagi, surfer papan atas dunia juga ikut ambil bagian dalam kompetisi yang berlangsung dari 27 Mei hingga 9 Juni 2018 di Pantai Keramas, Bali. “Bali Pro ini kelasnya dunia. Mata pecinta surfer dunia pasti tertarik ke sini. Kejuaraan ini bisa kita samakan kelasnya dengan MotoGP. Ada surfer peringkat satu dan dua dunia yang ikut ambil bagian dalam kompetisi ini,” tegas Indroyono. Event Bali Pro ditargetkan disaksikan hingga 5 juta orang, apalagi World Surf League (WSL) akan menyiarkan kompetisi tersebut streaming secara langsung. Optimisme Indroyono ini bukan tanpa alasan. Pasalnya saat kejuaraan surfing Krui Pro yang diselenggarakan April lalu ditayangkan secara langsung oleh WSL, sekitar 750.000 orang menyaksikan kompetisi tersebut. “Level Bali Pro di atas kompetisi

Krui Pro. Maka dari itu, 5 juta orang ditargetkan akan menyaksikan event ini. Saya harap live streaming dapat berjalan lancar karena ini bisa menjadi bagian promosi pariwisata Indonesia,” ujar Indroyono. Sementara itu Sekretaris Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Ratna Suranti mengatakan, Bali Pro masuk dalam 11 kejuaraan surfing terbaik dunia. “Hal ini membuat hadiah yang diberikan kepada pemenang dalam kompetisi ini tidak sembarangan. Total hadiah yang dilombakan mencapai Rp 13 miliar. Kita harus bangga punya event sekelas ini,” katanya. Respon positif terhadap potensi sport tourism, seperti Bali Pro yang diyakini dapat menarik banyak wisatawan juga diperlihatkan oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya. “Sport tourism seperti Bali Pro ini sangat baik. Di satu sisi ada prestasi yang dihasilkan. Di sisi lain, berdampak positif bagi pariwisata. Sebab, wisatawan akan berdatangan. Impact-nya juga positif buat ekonomi warga,” katanya. (*/stf)

Hostel di Bali Paling Instagramable Sedunia SATU LAGI prestasi Indonesia dalam pariwisata. Hostel di Bali menjadi yang paling instagramable sedunia versi Hostelworld. Hostel sebagai akomodasi murah, bukan artinya murahan. Hostel tidak melulu identik dengan kesan sempit dan sederhana. Belakangan, banyak hostel yang semakin mempercantik diri untuk menarik traveler. Situs Hostelworld yang ber-

fungsi sebagai penyedia jasa booking hostel online pun merangkum daftar hostel dengan desain keren dan Instagramable di seluruh dunia. Penilaian itu pun didapatnya dari 155 ribu pengikut di akun Instagram mereka. Ada 10 yang dianggap paling Instagramable. Menariknya, The Farm Hostel di Canggu, Bali, berhasil ada di peringkat 1. Sejumlah situs internasional

seperti Lonely Planet hingga Stylist Inggris pun ikut memberitakannya. Walau tidak disebutkan secara gamblang perihal urutan, tapi The Farm Hostel ada di urutan paling teratas. Selain disebut sebagai salah satu yang paling Instagramable di dunia, The Farm Hostel ternyata juga didaulat sebagai hostel terbaik di Indonesia tahun 2018 oleh situs yang sama. Keren! (travel)

Gandeng BTN

Kemenpar Percepat Pembangunan Homestay PENGEMBANGAN dan ketersediaan homestay untuk meningkatkan jumlah wisatawan, terus menjadi fokus Kementerian Pariwisata. Salah satunya melalui kerjasama dengan Bank Tabungan Negara (BTN). Melalui Program Renovasi Arsitektur Nusantara dengan kredit Kemitraan BUMN, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan pengembangan dan pembangunan 10 ribu unit kamar homestay desa wisata tercapai pada 2019. “Program tersebut merupakan bagian dari Top-3 Quick Wins Homestay Desa Wisata. Program ini menjadi prioritas Tim Percepatan Pembangunan Homestay Kemenpar tahun 2018,” kata Ketua Tim Percepatan Pembangunan Homestay Kementerian Pariwisata, Anneke Prasyanti seperti dikutip dari keterangan resmi Kemenpar. Menurutnya, biaya untuk merenovasi rumah yang akan dijadikan homestay tidaklah murah, sehingga seringkali menjadi kendala bagi masyarakat. Nantinya, lewat program bersama BTN, masyarakat yang ingin mendapatkan kredit dari program Kemitraan BUMN, dapat mengajukannya ke kantor cabang BTN terdekat. “Pembiayaan renovasi homestay dilakukan dengan penyaluran kredit bunga rendah. Lebih tepatnya melalui program Kemitraan BUMN (non-bankable),” lanjutnya menjelaskan. Program tersebut sudah dijalankan, salah satunya di Desa Wisata Kemiren, Banyuwangi. BTN telah menyalurkan kredit Program Kemitraan BUMN sebesar Rp 399 juta kepada 12 pemilik homestay untuk melakukan renovasi,” terang Anneke. Anneke menambahkan, ke-

berhasilan pengajuan kredit kemitraan BUMN di Desa Kemiren, diikuti oleh desa-desa wisata lainnya. Seperti Desa Dieng Kulon Banjarnegara dengan 26 unit homestay, Desa Tabanan, Bali, sebanyak 10 unit homestay, dan Desa Samiran, Boyolali, sebanyak 5 unit homestay. Performa positif juga dicapai Tim Percepatan Pembangunan Homestay Kemenpar. Tercatat 1.504 kamar homestay di seluruh Indonesia telah tersedia. Terdiri dari 1.315 kamar hasil program konversi, 178 kamar hasil dari program renovasi, serta 11 kamar hasil program bangunan baru. “Tugas kami tidak hanya membangun tapi juga merenovasi dan mengembangkan. Pada 2017 kami telah mendampingi pembenahan dan pembangunan 1.504 kamar homestay. Tahun ini kami ingin agar Kredit Kemitraan juga bisa dinikmati oleh pelaku homestay di seluruh desa wisata khususnya di 10 destinasi pariwisata prioritas,” jelas Anneke. Tim Percepatan Pembangunan Homestay sendiri optimis target ketersediaan 10 ribu kamar di desa wisata pada 2019 bisa terealisasi. Pembagiannya, pada 2017 target ketersediaan kamar sebanyak 2.000 unit, pada 2018 sebanyak 3.000 kamar, dan 2019 dengan 5.000 kamar. Karena itulah, pihaknya terus membuka komunikasi intensif dengan stakeholder terkait. Tren Homestay Zaman Now Ketertarikan wisatawan terhadap homestay mengalami kenaikan karena adanya pergeseran minat wisatawan yang lebih terbuka. Menurut Ketua Tim Percepatan Pembangunan Homestay Kementerian Pariwisata, Anneke Prasyanti, wisatawan masa kini lebih menyukai interaksi langsung dengan masyarakat setempat.

“Homestay desa wisata berkonsep low cost tourism dan pembangunan arsitekturnya bergaya Nusantara. Ini yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. “Dan saat ini sebenarnya sudah berlangsung di banyak desa wisata Indonesia, dan akan kami dorong terus agar menghidupkan kembali suasana arsitektur nusantara dan kearifan lokal,” ujarnya. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pembangunan homestay merupakan salah satu cara realistis untuk memenuhi kebutuhan amenitas di Indonesia. Karena skalanya kecil, membangun homestay akan lebih mudah dan lebih fleksibel dibandingkan membangun hotel. Selain itu pembangunan homestay juga bisa tersebar di berbagai destinasi wisata di seluruh pelosok Tanah Air karena homestay tersebut dimiliki oleh masyarakat di sekitar destinasi wisata. “Kita menargetkan 10 ribu kamar di berbagai destinasi wisata utama dalam rangka mewujudkan visi mendatangkan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Homestay adalah solusinya. Ingat, hasil yang luar biasa hanya bisa diperoleh dengan cara yang tidak biasa. Maka dari itu Saya harapkan seluruh stakeholder bisa saling bersinergi sehingga percepatan bisa dilakukan,” jelas Arief Yahya. Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan pihaknya mendukung penuh renovasi dan pengembangan homestay Kemenpar. Program strategis tersebut juga masuk sebagai program nasional BTN. “Akan kami sosialisasikan kembali ke seluruh cabang BTN, sehingga program ini akan berjalan lebih optimal karena ini merupakan salah satu program nasional BTN. Dengan begitu, hambatan yang ada di lapangan dapat terselesaikan. Perbaikan sistem program tentunya juga akan kami lakukan,” ujar Maryono. (ril/stf)


KAMIS - RABU

31 MEI - 6 JUNI 2018

HAPPY ANNIVERSARY

7


8

IN MEMORIAM

KAMIS - RABU

31 MEI - 6 JUNI 2018

Foto: Honny Wijaya

Bahar Buasan Hadiri Pemakaman Bong Djoen Po: Foto: Honny Wijaya / Jasinta

“Selamat Jalan Sang Pendidik!” “Education is the movement marhum meninggalkan isteri Lim from darkness to light.” Allan Bloom Ngit Sa dan liPENDIDIKAN adalah gerakan dari kegelapan menuju cahaya. “Laose Bong Djoen Po tidak hanya seorang guru melainkan seorang pendidik. Tidak hanya mengajar agar orang pintar saja, namun Laose Bong Djoen Po juga mendidik karakter, menjadi orang yang baik,” tandas Bahar Buasan, Anggota DPD RI saat memberi sambutan Selamat Jalan Laose Bong Djoen Po di Pemakaman Keluarga Pohin Air Duren Pemali, Bangka, Sabtu (26/5-2018) Tokoh Pendidik Bangka kelahiran Pohin, Air Duren, Pemali 19 Oktober 1917 itu wafat 23 Mei 2018 dalam usia 101 tahun. Al-

ma anak yaitu Bong Foeng Djin (Afung), Bong Se Khiat (Ase), Bong Se Men (Amen), Bong Se Hau (Ahau) dan Bong Se Fui (Afui) atau Yusri Lestari, empat menantu, 12 cucu, 6 cucu menantu dan 11 cicit. Laose Bong Djoen Po, ungkap Bahar Buasan, bukan hanya mendidik di dunia pendidikan namun sekaligus menjadi teladan di masyarakat. Dedikasi Bong Djoen Po di dunia pendidikan diikuti oleh anak-anak yang juga menjadi Tokoh Masyarakat Bangka seperti Ko Bong Se Fui. "Laose Bong Djoen Po ada-

lah pribadi yang sangat ramah dan luar biasa. Selalu menyapa dan tersenyum kepada orang-orang di sekelilingnya,” ungkap Bahar Buasan dengan kalimat terbata-bata karena haru. Bahar Buasan mengaku kagum seusia Laose Bong Djoen Po, masih menghadiri acara-acara pendidikan. “Kehadiran Laose Bong Djoen Po menjadi inspirasi dan meneguhkan kami orang-orang muda,” kata Bahar. (ags)


KAMIS - RABU

PELANGI BABEL 9

31 MEI - 6 JUNI 2018

Disdukcapil Bangka Dorong Kepemilikan Akta Kelahiran Warga SUNGAILIATDinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bangka berkomitmen terus berinovasi mendorong program kepemilikan akte kelahiran bagi warga di daerah itu. Salah satu inovasi layanan publik dari Disdukcapil Bangka yang berdampak pada meningkatnya presentasi pembuatan akta kelahiran dan akta kematian ialah 'Bang Muda' --Program Bangka Mudah Dapat Akta. “Memang setelah keberadaan Bang Muda ini angka persentase total dari partisipasi masyarakat dalam pembuatan akta ingin meningkat sekali ya, yang mana angka terakhir sebelum ada Bang Muda ini berada di angka 50% kemudian setelah ada sejak 2016 lalu hingga 2018 ini meningkat secara signifikan yakni 80%,”ungkap Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukpencapil) Kabupaten Bangka, Drs. Rahmat Gunawan, M.Si, pekan lalu. Rahmat Gunawan menyebutkan program 'Bang Muda' merupakan upaya Pemkab Bangka untuk mendorong masyarakat tertib administrasi kependudukan, dengan mempermudah masyarakat baik dari segi akses maupun persyaratan

pembuatan akta yang semakin dipermudah dengan biaya gratis. “Bang Muda ini merupakan salah satu program strategis Pemkab Bangka di bidang kependudukan, jadi program ini betujuan untuk mempermudah masyarakat yang ingin membuat akta terutama mayarakat yang ada di pelosok Desa, mereka tidak mesti harus ke Dindukpencapil lagi tetapi bisa melalui Puskesmas, Rumah Sakit dan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten), dengan persyaratan yang kita lebih permudah dari sebelumya dan gratis,” jelas Rahmat. Program Bang Muda ini memiliki dua program dasar yakni, pertama pelayanan akta kelahiran bagi bayi yang baru dilahirkan di Puskesmas dan Rumah Sakit, kemudian kedua pelayanan akta kelahiran dan akta kematian di Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten), dan teruntuk yang terlambat mengurus akta kelahi-

ran lebih dari 2 bulan dapat diurus melalui Kecamatan. “Untuk Bang Muda ini pada dasarnya ada dua program ya, pertama pelayanan akta kelahiran bagi bayi yang baru dilahirkan di Puskesmas dan Rumah Sakit, kemudian kedua pelayanan akta kelahiran dan akta kematian di Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten), jadi untuk bayi yang baru lahir itu dilayani di Puskesmas dan Rumah Sakit kemudian bagi bayi yang terlambat mengurus akta kelahiran lebih dari 2 bulan itu mengurusnya di Paten, jadi itu jalurnya,”ungkap Untuk itu Rahmat Gunawan berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan program Pemkab Bangka yakni Bang Muda tersebut, serta mengimbau agar masyarakat mempersiapkan nama anaknya pada jauh-jauh hari guna mempermudah dari cara kerja Bang Muda tersebut. “Jadi dengan adanya Bang Muda ini tidak ada alasan lagi bagi masyarakat untuk mengatakan kesulitan dalam membuat akta kelahiran serta akta kematian, untuk itu berharap agar penduduk kita segera manfaatkan program yang hampir berjalan dua tahun ini kan, lengkapi berkas, dan siapkan nama anak pada jauh-jauh hari sehingga tentu mempermudah pada saat pembuatan akta,”harap Rahmat Gunawan. (ril)

Jauhi Paham Radikalisme! NANGKA– Paham radikalisme menjadi musuh utama bangsa Indonesia saat ini yang belakangan penyebarannya semakin marak, termasuk melalui dunia maya. Karena itu, dalam lanjutan safari ramadhan 1439 H di Masjid Roudhotul Jannah Desa Nangka, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan mengajak warga Babel untuk menjaga situasi dan keamanan di lingkungan tempat tinggal masing-masing, termasuk saling menjaga dan memperhatikan antar warga. "Daerah kita memang tergolong daerah yang situasi dan kondisinya aman sejauh ini. Tapi, jangan sampai kita lengah. Mari kita sama - sama memperhatikan dan peduli terhadap lingkungan tempat tinggal kita dengan menjauhi paham-paham radikalisme,” ajak Gubernur baru-baru ini. Selain Gubernur Erzaldi, turut hadir saat itu Inspektur Provinsi, Kepala Biro Organisasi dan Pejabat Biro Kesra Setda Provinsi Babel, Bupati Bangka Selatan beserta istri, Kapolres, Ketua MUI dan sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemkab Bangka Selatan. Gubernur mengingatkan, jika ada salah satu warga yang berubah prilakunya, perlu sama-sama diantisipasi. “Segera laporkan ke aparat setempat, minimal kades harus tahu,” tegas Gubernur. Disamping itu, Gubernur juga mengajak masyarakat untuk menjauhi paham radikalisme yang berkembang dan masuk ke Indonesia. “Untuk itu, jangan sam-

pai Paham Radikalisme ini mempengaruhi lingkungan tempat tinggal kita,” tegas Gubernur. "Perbedaan itu barokah. Namun, jangan sampai perbedaan tersebut membuat kita memusuhi yang lain. Mari kita jaga kerukunan antar warga,” imbuh Gubernur Erzaldi. Senada dengan Gubernur, Bupati Bangka Selatan Justiar Noer juga mengajak semua elemen masyarakat bersatu dan bersama sama menjaga kerukunan antar

umat beragama. “Mari bersama - sama kita bangun Bangka Selatan ini menjadi lebih baik,” seru Bupati. Sesaat menjelang berbuka puasa, Gubernur Erzaldi menyerahkan paket bantuan Safari Ramadhan dari Pemprov Babel berupa Sajadah Gulung, Kipas Angin, Sound System, Vakum Cleaner kepada Pengurus Masjid Roudhotul Jannah Desa Nangka, dilanjutkan dengan kultum. (ril/stf)


10

IN MEMORIAM

KAMIS - RABU

31 MEI - 6 JUNI 2018


KAMIS - RABU

CONNECTION

31 MEI - 6 JUNI 2018

11

USAHID Dorong Pariwisata

“Pintu” Pariwisata Dunia Pariwisata Arief Yahya, “Babel berpotensi menjadi Maldivesnya Indonesia.” Dan bicara putri-putrinya, Kepulauan Bangka Belitung memiliki Artika Sari Devi, Puteri Indonesia 2004, Sandra Dewi, model dan artis film nasional, Manuella Natasha, Miss Indonesia 2016 sekaligus Runner Up 2 Miss World 2016, dan Duta REI. Kini, Sonia Fergina Citra, Puteri Indonesia 2018 sedang menyiapkan diri menuju ajang Miss Universe, pemilihan Puteri Sejagat. Sejak reformasi Artika Sari Devi dari Babel membuka kembali keikutsertaan Indonesia di Miss Universe dan meraih TOP 15. Di Miss World, Manuella Natasha meraih tiga besar dunia, sebuah prestasi yang membuat Bangka Belitung menjadi buah bibir; dan mampu mengendorser pariwisata Babel sebagaimana film Laskar Pelanginya Andrea Hirata. Manajemen Empat Putih Dalam skema transformasi ekonomi bertahap dari penambangan ke pariwisata, sejatinya keunggulan empat putih itu bisa dimenej dengan baik dalam satu muara menuju penguatan pariwisata, bahkan pertambangan sekalipun. Bangka Botanical Garden, Danau Kaolin, Red

Hill, Arena Motorcross Pelawan merupakan sedikit contoh betapa kreativitas dan inovasi mampu mengubah masalah menjadi berkah. Demikian pula Muntok White Pepper bisa menjadi Agro Edu Tourism yang unik dengan berbagai terobosan yang inovatif. Pantai dengan keindahan pasir putihnya juga baru sebatas masih menjadi objek pemandangan saja, belum diolah menjadi aneka wisata atraktif yang memperlama masa tinggal wisatawan. Lalu, bagaimana dengan putri-putri Babel? Kita memang tidak setuju dengan kapitalisasi kecantikan, namun kita pasti setuju dengan kemuliaan kecantikan untuk pengembangan pariwisata. Di jaman digital dengan media sosial yang masif sangat memberi tempat bagi para endorser pariwisata seperti putra dan putri Babel yang beraktivitas di dunia pageant. Sonia Fergina Mendunia Tidak gampang sebuah provinsi muda seperti Babel mengukirkan nama anak negerinya di dunia seperti Artika Sari Devi TOP 15 dan Manuella Natasha TOP 3 Miss World atau Runner Up 2 dan kini Sonia Fergina Citra yang sedang menyiapkan diri menuju Miss Universe. Dengan menjadi puteri level

dunia, selain cantik dan menjadi perhatian karena auranya, mereka adalah puteri-puteri yang percaya diri, cerdas dan mampu menyampaikan beraneka pesan termasuk pesan-pesan lingkungan, wisata, bahkan perdamaian dunia. Mampukah Sonia mendunia dan meraih prestasi seperti pendahulunya? Miss Universe senantiasa didominasi peserta dari negara Amerika Latin. Rahasianya, selain paras cantik, mereka menyiapkan dengan matang. Putri Kuswisnu Wardani selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia (YPI) memberi inspirasi. “Di Latin, pegeant (ajang kecantikan) menjadi sebuah karier bagi mereka yang ingin bergerak di bidang fesyen, modeling, dan industri kreatif. Miss Universe merupakan goal mereka,” kata Putri. Kandidat para putri itu disiapkan secara matang oleh negara-negara Latin sejak dini. Pemerintah sejak SD turut memberi pelatihan serta pembinaan kepada mereka yang ingin berkarya di dunia fesyen dan modeling. Puteri mengungkapkan, “Secara personal sampai ke level tertentu para kandidat puteri itu ditatar agar siap berkompetisi. Negara sangat berperan, misalnya India, yang beberapa

kali menang di ajang Universe. Pemerintah menyiapkan sekolah khusus agar mereka tampil lebih baik.” Sonia Fergina Citra akan berkompetisi dengan 90 peserta di seluruh dunia untuk memperebutkan mahkota Miss Universe. Mukie dari indonesianpageants. com dan juri dalam kontes Manhunt Indonesia 2017 memberi kesaksian, “Bisa dibilang, hampir semuanya 99% adalah humble.” Selama meliput karantina berbagai kontes kecantikan dan male pageant di Indonesia sejak tahun 2004, Mukie dan tim terkadang bisa merasakan aura pemenang saat berbicara dengan mereka. Menurut Mukie tugas utama dari seorang ratu kecantikan adalah menginspirasi, oleh karena itu sifat rendah hati menjadi sangat penting. “Harus bisa bikin orang nyaman untuk dengerin kita. Itu sih kualitas utama yang harus dimiliki.” Nah, itulah tantangan Sonia Fergina Citra. Dalam berbagai kesempatan Babel terus mengukir prestasi-prestasinya sebagai batu loncatan untuk berprestasi lebih tinggi lagi. Semoga Sonia Fergina bisa mendunia bersama pariwisata Babel dan menjadi pintu masuk wisatawan manca negera dan nasional ke Negeri Laskar Pelangi. Semoga!

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fattah di Ruang Tanjung Pendam Lantai I Kantor Gubernur Babel didampingi Kepala Dinas Pariwisata Babel, M.Rivai, Asisten Bidang Ekonomi dan Kesra, Haryoso, dan diikuti oleh Kepala Biro Pemerintahan Babel M. Haris, Kepala Bappeda Babel, Ferry Insani, Dinas Pendidikan Babel, Biro Perekonomian Setda Babel. Wagub mendengarkan Paparan Pimpinan Universitas Sahid Jakarta, yang diwakili Wakil Rektor 3, Bernard Hasibuan, terkait wacana Kerjasama antar kedua Lembaga dalam Penguatan Sektor Pariwisata dan Kewira Usahaan di Bangka Belitung. Wakil Rektor 3 Universitas Sahid (USAHID) Jakarta menyampaikan bahwa USAHID Jakarta yang mempunyai Visi Menjadi Universitas Unggul Bercirikan Kepariwisataan dan Kewirausahaan, memiliki 5 Fakultas dan Sekolah Pascasarjana dengan 11 Program Studi dan memiliki rekanan sekitar 41 Universitas baik di dalam maupun luar negeri. Dalam Pengembangan Pariwisata ini, kata Bernard Hasibuan, USAHID tidak hanya terfokus pada mendapatkan Lisense tetapi juga multi dimensi, bukan hanya secara mikro tetapi secara makro. Juga Kewirausahaan yang bukan hanya mendorong masyarakat untuk berwirausaha saja, tetapi membantu menumbuhkan jiwa kewirausahaan sebagai Dasar yang kuat khusunya dalam menyambut MEA. Tahun depan, USAHID akan memprioritaskan Tanjung Kelayang. Dalam penelitian USAHID, kata Bernard Hasibuan, disimpulkan bahwa nilai kunjungan wisatawan tidak sebanding dengan nilai pendapatan daerah yang dirasa masih di bawah. USAHID ingin membantu meningkatkannya. “Banyak hal yang bisa

dilakukan dengan kerjasama ini antara lain Pengembangan SDM terkait Beasiswa, KKN mahasiswa di Bangka Belitung maupun Pengembangan Areal Eks Tambang menjadi Destinasi Wisata. Dan kerjasama ini menjadi payung hukum untuk pelaksanaan hal tersebut,” kata Bernard Hasibuan. Kunjungan Meningkat Wagub Abdul Fatah menyambut baik kerjasama dengan USAHID. Pertumbuhan pariwisata Bangka Belitung menunjukkan peningkatan. Dicontohkan, kunjungan ke Tanjung Kelayang, Belitung menurut data pada tahun 2016 tercatat 123.841 wisatawan, yang terbagi menjadi 120.000 wisatawan lokal dan 3.841 wisatawan mancanegara. Wagub mengungkapkan, “Pada tahun 2017 kunjungan mencapai 165.802 wisatawan yang terdiri 160.956 wisatawan lokal dan 4.846 wisatawan mancanegara. Hal ini menunjukkan dari tahun ke tahun mengalami tren kenaikan terlebih setelah Kawasan Ekonomi Khusus dibangun di tempat itu.” Kerjasama ini, menurut Abdul Fatah,,sebaiknya diprioritaskan pada pengembangan sumber daya manusia, yang bukan hanya kemampuan pendidikan saja, tetapi juga secara teknis seperti upaya pengembangan UMKM masyarakat. Melalui Kerjasama ini diharapkan Kepariwisataan Bangka Belitung akan lebih meningkat. Sementara Bernard Hasibuan mengatakan bukan hanya mengembangkan destinasi saja melainkan SDM yang bersifat edukasi, pencerahan sampai pelatihan dan juga masyarakat pelaku usaha. "Kalau di wirausaha kita bukan berbicara tentang ladangnya tapi berbicara tentang jiwa kewirausahaannya. Untuk para pelajar SMA/SMK kita akan tanamkan jiwa kewirausahaan,”

kata Bernard. USAHID juga melihat tantangan promosi dan publikasi. “Menurut pandangan kami di babel ini masih terdapat beberapa kendala atau kekurangan. Babel ini merupakan destinasi baru dengan tantangan belum dikenal masyarakat dan belum dikenal oleh pasar oleh wisatawan. Dan menurut saya ini masih dalam hal yang wajar karna Babel ini kan merupakan provinsi baru,” kata Bernard. "Babel harus memiliki konsep 3A yakni: atraksi, aksesibilitas, dan amenitas sebelum mengembangkan destinasi wisata di suatu daerah. Attraction atau atraksi adalah produk utama sebuah destinasi yang berkaitan dengan "what to see" dan "what to do". "Apa yang bisa dilihat dan dilakukan oleh wisatawan di destinasi tersebut. Atraksi bisa berupa keindahan dan keunikan alam, budaya masyarakat setempat, peninggalan bangunan bersejarah, serta atraksi buatan seperti sarana permainan dan hiburan, harus unik dan berbeda," katanya. Sementara accessibility atau aksesibilitas adalah sarana dan infrastruktur untuk menuju destinasi seperti jalan raya, ketersediaan sarana transportasi, dan rambu-rambu penunjuk jalan. Sedangkan amenity atau amenitas adalah segala fasilitas pendukung yang bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan selama berada di destinasi. Amenitas berkaitan dengan ketersediaan sarana akomodasi untuk menginap serta restoran atau warung untuk makan dan minum. Kebutuhan lain yang mungkin juga diinginkan dan diperlukan oleh wisatawan, seperti toilet umum, rest area, tempat parkir, klinik kesehatan, dan sarana ibadah sebaiknya juga tersedia di sebuah destinasi. (*)

Mengenang Br Domicus CS 24 Oktober 1966 lalu yang bertolak dari Pangeran Jayakarta (Sunda Kelapa) menuju Pangkalpinang, Bangka untuk berkarya di Keuskupan Pangkalpinang Bruder Dominicus, Br. Josue, Br. Daniel dan Br. Lukas yang menumpang kapal itu tenggelam dan tubuhnya tidak ditemukan. Terjadilah kehendak Tuhan, penyelenggaraan ilahi. Empat bruder itu siap sedia untuk diutus dan sudah berangkat pergi, namun Ia memanggil mereka di tengah perjalanan. Malam sebelum musibah terjadi, empat bruder tersebut mengadakan malam perpisahan dengan eman bruder yang lain. Mereka nampak ceria dan bersemangat. Malam itu mereka membelah pepaya yang ada secara memanjang serta menikmati daging buah itu sedemikian rupa sehingga hanya tersisa kulitnya saja. Tertawa ria, bersenda gurau penuh semangat untuk berangkat pergi ke mana mereka diutus, ke pulau Bangka. Mereka masih sempat menggambar di papan tulis irisan pepaya tadi, bagaikan kapal atau sampan. Mereka naik ke kapal kayu, kapal barang yang memuat antara lain kayu dan ada 24 kursi penumpang. Mereka pun mengarungi laut Jawa yang berombak dari Jakarta menuju Pangkalpinang, komunitas mereka yang baru. Kebocoran di Badan Kapal Musibah dimulai ketika salah seorang awak kapal melapor kepada kapten kapal

bahwa ada kebocoran di badan kapal. Mereka berupaya sekuat tenaga untuk menutup kebocoran itu dan mengarahkan kemudi kapalnya ke pantai terdekat. Pergulatan menambal dinding kapal dengan papan dan dipaku dengan tekanan air laut rupanya tak sebanding. Akhirnya mereka dibuatkan tumpangan sementara berupa sejumlah tong/drum yang diikat sebelum kapal penuh dengan air dan kemudian lenyap masuk ke dalam laut dengan segala muatannya. Udara dingin, laut berombak, karena tiupan angin membuat tali-temali yang mengikat rakitan dari tong-tong itu lepas. Perjuangan hidup pun dimulai dalam kegelapan malam. Sesudah menyerahkan papan ke seorang ibu, bruder-bruder itu ditelan ombak dalam kegelapan malam. Berita kapal karam di Pantai Selatan Bangka mendekati arah Toboali pun sampai di Bruderan Budi Mulia. Kemudian Para Bruder menggunakan perahu cepat menyisir pantai dan wilayah laut sekitarnya namun keempat bruder tidak nampak. Selang beberapa waktu terbetik kabar di Pantai Timur Palembang diketemukan kopor berisi pakaian yang antara lain berisi jubah. Busana tersebut lalu dikirim ke komunitas Bruder Budi Mulia di Pangkalpinang. Itulah berita terakhir tentang keempat Bruder Budi Mulia. Sebagai kenangan dan peringatan, busana ini dikuburkan di pemakaman pekarangan Bruderan dekat makam-

makam lain yang sudah ada terlebih dahulu. Di sana didirikan tiang kenangan dan prasasti: “Meninggal dunia karena kapal yang mereka tumpangi karam dekat Toboali: o Br. Dominicus BM (Ign. Sutrisno 16.05.1939 – 24.10.1966). o Br. Lukas BM (Lukas Kasmarandjaja 10.08.1941 - 24.10.1966). o Br. Daniel BM (Bosco Djumadi 21.07.1942 – 24.10.1966). o Br. Josue BM (Mateus Sangsang 04.11.1942 - 24.10.1966). Kami Keluarga Besar Almarhum Bruder Dominicus, Ibu Wito, Alo Bambang dan para keponakan yang sedang Misa Ziarah di Tanjung Kerasak tercenung mendengar kisah dari Romo Margo Murwanto MSF, Adik Bruder Dominicus. Dalam sharing pengalaman iman, ternyata Bruder Dominicus dan para Bruder itu jauh-jauh hari sudah menyiapkan jalan berkarya di Pulau Bangka dengan semangat dan jiwanya. Sambil menabur bunga di pantai ujung Tanjung Kerasak kami berdoa, “Karena cinta kasih-Nya, Allah memanggil Keempat Bruder untuk suatu tugas yang istimewa, yaitu sebagai pendukung dan penolong; bukan dengan bekerja di dunia, melainkan sebagai pengantara di surga.” (ags/berbagai sumber)

Selamat Jalan Laose! dan inspirasi beliau yang juga seorang guru dan pendidik di masa mudanya, termasuk menjadi Guru dan Wakil Kepala Sekolah Tjung Hin yang menjadi cikal bakal Sekolah YPK Air Kenanga sekarang ini,” kata Budi Akun sebagai representasi Yayasan PPKB pada Pemakaman Bong Djoen Po, Sabtu (26/5-2016). Tokoh Pendidik Bangka kelahiran Pohin, Air Duren, Pemali 19 Oktober 1917 itu wafat 23 Mei 2018 dalam usia 101 tahun. Almarhum Bong Djoen Po meninggalkan isteri Lim Ngit Sa dan lima anak yaitu Bong Foeng Djin (Afung), Bong Se Khiat (Ase), Bong Se Men (Amen), Bong

Se Hau (Ahau) dan Bong Se Fui (Afui) atau Yusri Lestari, empat menantu, 12 cucu, 6 cucu menantu dan 11 cicit. Kebersamaan bersama Laose dan Thai Ji di sekolah YPK Kenanga, ungkap Budi Akun, menjadi kenangan paling indah. “Kehadiran dan kebersamaan itu mendorong dan menyemangati kami untuk terus membangun dan mengembangkan sekolah YPK Air Kenanga,” ungkap Budi Akun. Sementara Bong Se Fui atau Yusri Lestari, Tokoh Pendidik, Ketua Paguyuban Peduli Kenanga Bersatu (PPKB), Ketua Yayasan Bangka Jaya Lestari (Puri Tri Agung) serta Ketua Umum PERBASI Babel

dalam nada sedih mengungkapkan kesan mendalam yang terukir dalam kenangan. “Papa adalah seorang ayah yang baik, guru, pendidik sekaligus inspirasi bagi kami anak-anakmu. Papa tidak pernah marah dan mendidik kami dengan kasih sayang sehingga menjadi sumber inspirasi bagi kami. Selamat jalan papa! Kami teruskan cita-cita dan dedikasimu di dunia pendidikan,” ungkap Bong Se Fui mengakhiri sambutan Selamat Jalan kepada papa tercinta Laose Bong Djoen Po. Engkau telah mendidik pikiran dan mendidik hati kami. Selamat Jalan Laose Bong Djoen Po!


12

GOOD GOVERNMENT

Desa Kundi Merawat Ukhuwah Islamiyah Bupati Babar Bangga SIMPANGTERITIPPemerintah Kabupaten Bangka Barat (Babar) melaksanakan “Safari Ramadhan 1439” di masjid Baitul Mutaqqim Desa Kundi, Kecamatan Simpangteritip, Senin (28/5). Bupati Bangka Barat Drs. H. Parhan Ali, MM mengaku bangga kepada ketiga warga desa di Kundi bersatu yang terus merawat ukhuwah islamiyah. Dia juga mengajak untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan serta mengedepankan harmoni antar umat. “Alhamdulillah di desa Kundi Bersatu ini ketiga warga desa, dapat menjaga ukhuwah islamiyah dan sikap toleransi dengan sesama non muslim. Dengan menjaga persatuan dan kesatuan seperti ini maka pembangunan dapat berjalan dengan aman dan tentram, sehingga Babar lebih mampu menuju masyarakat

KAMIS - RABU

31 MEI - 6 JUNI 2018

Justiar Lantik 14 PPTP di Lingkungan Pemkab Basel Guna Memberi Nuansa Baru di Lingker OPD Basel

yang lebih baik,”ucapnya. Parhan juga,mengajak hadirin bersyukur diberikan kesehatan dapat menjalankan ibadah puasa, ia berharap dapat menjalankan tugas-tugas ibadah di bulan ramadhan untuk meraih hari kemenangan. “Menjelang hari raya Idul Fitri ini, marilah kita mensyukuri segala nikmat yang diberikan Allah, diberikan kesehatan, rezeki, sehingga kita dapat menjalankan ibadah-ibadah dibulan ramadhan untuk meraih hari kemenan-

gan,”ungkap Parhan Kegiatan Safari Ramadhan diisi dengan mendengarkan tausiah dari Ustad Muchlisin serta penyerahan bantuan kepada warga dan masjid dari pemprov propinsi dan kabupaten dan ditutup dengan sholat Taraweh bersama. Safari Ramadhan ini dihadiri oleh pejabat dari pemprov Bangka Belitung dan pemkab Bangka Barat, Camat Simpangteritip, Kepala desa setempat serta warga desa “Kundi Bersatu”. (ril/hum)

BKKBN Babel Sinkronisasi Anggaran KKBPK PANGKALPINANG - Dalam upaya meningkatkan kualitas dan mutu kinerja, BKKBN Babel mengumpulkan para pegawai BKKBN dari kabupaten/kota se-Bangka Belitung untuk mengikuti pertemuan pemanduan dan sinkronisasi perencanaan program dan anggaran KKBPK 2018. Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Santika, Minggu (27/5) Ketua Pelaksana, Fifit Dwi Nurhayati menyampaikan dalam stategi pembangunan nasional 2015-2019 (dimensi pembangunan) BKKBN masuk pada dimensi pembangunan manusia, yang didalamnya turut berperan pada dimensi pembangunan kesehatan serta mental/karakter. “Dalam upaya menyukseskan pembangunan manusia, BKKBN harus dapat memperkuat pelaksanaan pembangunan bidang pengendalian penduduk dan keluarga berencana beserta pen-

jabarannya ke dalam program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga dengan berbagai kegiatan prioritasnya, baik dari sisi pengendalian kuantitas penduduk maupun dari sisi peningkatan kualitasnya,”ucapnya. Sementara, Kepala Perwakilan BKKBN Bangka Belitung Ir. Hj. Etna Estelita mengungkapkan bahwa RPJM 2015-2019 ditargetkan dapat menetapkan pembangunan secara menyeluruh diberbagai bidang dengan menekankan pencapaian daya saing kompetitif perekonomian berlandaskan keunggulan SDM berkualitas serta kemajuan IPTEK yang terus meningkat dalam pembangunan manusia. “Untuk meningkatkan kualitas hidup manusia diperlukan pembangunan badan kependudukan dan keluarga berencana. Jadi, BKKBN fokus dalam upaya peningkatan kesejahteraan rakyat, khusus untuk meningkatkan pembangunan pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan rakyat dari segala bidang,”terangnya. (ran)

TOBOALI– Mutasi dan promosi merupakan bagian dari dinamika proses penyegaran dan pemenuhan kebutuhan organisasi birokrasi, mutasi dan promosi adalah hal yang wajar dan akan menjadi kebutuhan selama organisasi menghendakinya. Hal tersebut disampaikan Bupati Bangka Selatan Drs. H. Justiar Noer pada acara pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator dan pejabat pengawas di Balai Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Basel, pekan lalu. “Promosi dan mutasi jabatan diharapkan dapat memberikan nuansa baru dan sebagai bentuk pembinaan karier PNS,” kata Justiar dihadapan para pejabat yang dilantik dan Forkopimda Basel. Diungkapkan Justiar, pelantikan ini merupakan satu kebijakan dalam penyegaran tugas, menambah wawasan dan pengalaman kerja, serta menumbuhkan susana ba-

ru bagi pejabat dalam upaya meningkatkan prestasi kerja. “Pelantikan ini suatu keputusan yang harus diimplementasikan, guna memenuhi berbagai tuntutan, tantangan dan kebutuhan yang berkembang pada internal pemerintah sendiri dalam memberikan pelayanan,” ungkapnya. Disamping itu, lanjut Justiar pelantikan ini ditujukan untuk memenuhi tuntutan bagi kelancaran dan suksesnya tugas dan tanggung jawab pada organisasi perangkat daerah kedepannya. “Kerja keras saudara sangat menentukan keberhasilan

suatu program dan kegiatan pada perangkat daerah masing-masing,” ujarnya. Adapun 14 nama pejabat yang dilantik yakni, 1. Ir. Efendi Ali, pembina utama muda, 2. Ariftyanto, pembina, 3. Romell, Pembina, 4. Mori Sanjaya, pembina, 5. Sunaryo, pembina, 6. M. Ali, penata, 7. Elfian, penata, 8. Deka Indra, penata, 9. Haryanti, penata muda, 10. Adi Rozaldi, penata muda, 11. Efrianita, penata muda,12. Rustam, penata muda, 13. Noviyandi, penata muda, 14. Metriyopi, penata muda. Justiar berpesan kepada pa-

ra pejabat yang dilantik agar segera melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, serta menjunjung tinggi profesionalisme dalam tugas pokok dan fungsi masing organisasi perangkat daerah. “Saya berpesan kepada kalian yang baru saja dilantik agar secepat mungkin untuk menyesuaikan diri dan beradaptasi, guna mempercepat pelaksanaan program, sehingga dapat berjalan sesuai sasaran dan waktu yang telah ditentukan, kuncinya jaga komunikasi dan koordinasi dengan bawahan dengan baik,” pesan Justiar. (tra)

Rudianto Tjen Buka Puasa Bersama Awak Media PANGKALPINANG - Anggota DPR RI daerah pemilihan (dapil) Bangka Belitung (Babel), Ir. Rudianto Tjen menggelar buka puasa bersama dan bersilaturahmi dengan para jurnalis yang bertugas di wilayah Pangkalpinang. Silahturahmi dan bukber tersebut dilaksanakan di Restaurant Seafood Adox Pangkalpinang, Senin (28/5/2018). Menjelang menunggu berbuka puasa, Rudianto dengan pembawaan khasnya yang ramah menyambut serta menyapa awak media yang berdatangan. Wakil bendahara internal DPP PDI Perjuangan tersebut memang dikenal memiliki hubungan "mesra" dengan awak media di Babel Ir. Rudiantjo Tjen mengatakan bulan Ramadhan menjadi momentum ajang memper-

at tali silaturrahmi dengan banyak orang, baik itu teman lama yang jarang bertemu, keluarga yang dekat, dan orang-orang baru di komunitas baru. "Dalam acara bukber ini kita bisa bertemu menjalin komunikasi yang baik kepada rekan pers, dan kegiatan ini enggak hanya Pewarta di Pangkalpinang, di Sungailiat Kabupaten Bangka juga kita adakan pertemuan malam ini," ucapnya. Lanjut Penggagas Rudi Centre, acara buka puasa bersama ini sudah menjadi agenda rutin tahunan dirinya bersama masyarakat Babel. " Saya setiap bulan baik Ramadhan, saya selalu pulang ke daerah guna menjalin silaturahmi. Memang dalam pekerjaan sehari-hari, saya selalu bersinergi dengan

rekan-rekan pers," ucap Rudianto selesai acara bukber. Dia mengemukakan, selaku wakil rakyat penting baginya menjalin hubungan komunikasi yang baik dengan jurnalis. Sebab jurnalis merupakan penyambung dan mendapatkan informasi dari masyarakat. "Saya selaku wakil rakyat, saya utamakan mendapat informasi itu dari rekanrekan pers," ungkap anggota Komisi I DPR RI yang membidangi Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika itu. Sejumlah awak media pun turut menghadiri undangan buka puasa bersama tersebut. Kegiatan itu dihadiri pula H Maulan Aklil atau disapa akrab Molen dan Anggota DPD RI Bahar Buasan.(ar)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
USAHID Dorong Pariwisata Babel by Paudar Wahyudi - Issuu