Skip to main content

Media Satya Laskar Pelangi

Page 1

Digital

RABU 25 JAN 2017

|

medialaspela

12 HALAMAN

Menerangi Bumi Serumpun Sebalai

Pownis City Bikin Heboh

Hal. 11

Gong Xi INDEX Hal 3 Hal 9 BEI Gencarkan Literasi Pasar Modal

Download Aplikasi

LASPELA MOBILE ang!!!! r a k e S Play Store

500 Sapi DKI Segera Tiba

“Gubernur Baru Diharap Bangun Jembatan Bakik” PEMERINTAH Kabupaten Bangka Barat (Babar) sangat serius mendorong peningkatan perekonomian bagi masyarakat. Berbagai bidang usaha dan akses yang bisa dikembangkan potensinya untuk kesejahteraan masyarakat Babar terus digalakkan. Wakil Bupati Bangka Barat, Markus, SH mengatakan pada tahun 2017, Pemkab Babar akan fokus pada peningkatan sektor pasca tambang yakni menggalakkan sektor pertanian, perkebunan dan perikanan serta kepariwisataan. Sektor tersebut dianggap mampu menggerakkan perekonomian masyarakat Bangka Barat. "Pemkab Babar pada tahun ini (2017-red) akan fokus pada sektor pertanian, perikanan, perkebunan dan pariwisata guna meningkatkan pendapatan masyarakat pasca timah ini. Kita tahu sektor pertambangan tidak bisa diharapkan lagi. Apalagi lahan untuk pertambangan masyarakat sudah sulit sekali," kata Markus saat berbincang dengan Tim LASPELA belum lama ini. Untuk merealisasikan sektor

prioritas tersebut, Wakil Bupati Babar ini menjelaskan, Pemkab Babar sudah melakukan kerjasama dengan Pemerintah DKI Jakarta dalam hal penggemukan dan pembibitan sapi di Bangka Barat dan kerjasama sektor lainnya. "Kami sudah melakukan Mou dengan DKI Jakarta, tahap sekarang lagi proses pembuatan kandang, lahan dan pakan untuk sapi-sapi yang akan didatangkan kesini (Babar-red). Untuk tahap awal 500 sapi akan dikirimkan pihak DKI Jakarta dan mengenai operatornya nanti akan di kelola BUMD dan Pemkab sendiri terus memonitoring agar berjalan dengan baik," ungkap Markus. Listrik dan Pariwisata Berbicara energi listrik, Markus menambahkan, Pemkab Babar juga akan mendatangkan investor untuk membangun PLTG guna mengatasi krisis listrik di daerah itu. "Ada investor tertarik membangun pembangkit listrik guna mengatasi krisis listrik. Operatornya dari PLN dan

Fa Cai Imlek di Negeri Thong Ngin Fan Ngin Jitjong Setiap hari selalu merupakan lembaran kertas putih dalam kehidupan. Setiap orang dan setiap peristiwa selalu merupakan kisah yang menarik SANDRA DEWI merupakan aktris asal Pangkalpinang yang selalu “heboh” ketika bercerita betapa serunya merayakan Imlek di Bangka Belitung. Di Negeri Thong Ngin Fan Ngin Jitjong, terlihat pemandangan masyarakat Melayu dan suku-suku lain bersilaturahmi kepada Warga Tionghoa yang sedang merayakan Imlek. Keluarga Sandra Dewi 2 minggu sebelum Imlek sudah belanja pakaian dan bahan kue serta melakukan berbagai persiapan seperti membuat kue. Dan saat hari H seluruh keluarga bangun pagi dan semua siap berdandan. "Suasana menjelang Imlek Bangka 2 minggu sebelum hari H sudah persiapan, masak, belanja baju baru, potong rambut, pakaian dalam dan pakaian tidur baru. Di hari imlek jam 5 sudah bangun, jam 6 sudah cantik. Kita ke rumah tante dan om yang lebih tua. Biasanya imlek


2

EKONOMI BISNIS

RABU 25 JAN 2017

BI Babel Gencar Sosialisasikan Uang Rupiah Baru Gandeng Media Edukasi Masyarakat Bayu Tepis Isu Uang Baru Dicetak Pihak Selain Peruri Ketersediaan Uang Baru di Babel Masih Terbatas PA N G K A L P I N A N G Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (BI Babel) terus menyosialisasikan uang kertas dan uang logam rupiah baru tahun emisi 2016. Terbaru, BI Babel mengadakan acara sosialisasi dengan mengundang para awak media baik cetak maupun elektronik di Babel sebagai peserta dan sekaligus silahturahmi. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Novotel Bangka, Selasa (24/1/2017). Bayu Martanto, Kepala Perwakilan BI Babel mengatakan, Bank Indonesia (BI) dalam pengeluaran, pengedaran, dan pencabutan serta penarikan uang rupiah di Indonesia telah diberi wewenang oleh pemerintah/negara lewat peraturan yang ada. "Sesuai amanat Pasal 11 Ayat (3) Undang-undang No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, BI merupakan satu-satunya lembaga yang berwenang melakukan pengeluaran, pengedaran, dan atau pencabutan dan penarikan rupiah. Jadi, kesimpulannya BI memang sudah diberi wewenang dalam hal

ini, dan tidak sembarangan," terangnya kepada para jurnalis. Seperti diketahui, pada 19 Desember 2016 lalu, Bank Indonesia resmi mengeluarkan Uang NKRI Tahun Emisi 2016 sebagai alat pembayaran yang sah dalam bentuk 7 (tujuh-red) pecahan uang rupiah kertas, dan 4 (empat-red) uang rupiah logam. Penerbitan uang rupiah TE 2016 juga dilakukan dalam satu seri guna mempermudah komunikasi kepada masyarakat. "Uang rupiah TE 2016 dikeluarkan BI dalam bentuk pecahan uang rupiah kertas yakni Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5000, Rp2.000 dan Rp1.000. Sedangkan uang rupiah logam mulai nominal Rp1.000, Rp500, Rp200 dan Rp100. Dan uang ini sudah sah dilakukan sebagai alat pembayaran, sebab sudah dilaunching pada bulan Desember 2016 lalu," ungkap Bayu Martanto. Menurut Bayu Martanto, untuk pencantuman gambar pahlawan-pahlawan di dalam uang rupiah Tahun Emisi 2016, Bank Indonesia telah terlebih dahulu berkonsultasi dengan pemerintah baik pusat maupun daerah, sejarawan, akademisi, dan tokoh masyarakat.

"Kalau untuk gambar para pahlawan yang dicantumkan dalam uang rupiah terbaru tersebut sudah berkonsultasi dengan semua pihak. Hal tersebut tidak lagi jadi permasalahan, sebab BI sudah menerapkan sesuai peraturan yang ada," tukas Bayu. Orang nomor satu di BI Babel ini menambahkan untuk pencetakan uang Rupiah dilaksanakan di dalam negeri dengan menunjuk BUMN sebagai pelaksana pencetakan uang rupiah TE 2016. BUMN yang dimaksud berwenang untuk percetakan uang itu adalah Perum Peruri. "Jadi, mengenai isu yang berkembang saat ini yang men-

yatakan uang Rupiah TE 2016 dicetak pihak lain itu tidak benar. Sudah jelas sesuai UU tentang mata uang pada Pasal 14 bahwa pencetakan uang Rupiah dilakukan oleh Perum Peruri, baik di luar negeri atau pun di dalam negeri,"tegas Bayu. Terkait pengenalan uang baru ini, Bayu Martanto mengatakan pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan mengedukasi secara kontinyu dengan harapan masyarakat bisa mengetahui dan mengenali uang rupiah baru TE 2016 ini. "Pihak kami (BI Babel-red) akan terus-menerus melakukan sosialisasi uang rupiah baru ini

supaya masyarakat tahu," harap Bayu sembari meminta para awak media juga bisa melakukan pemberitaan secara lugas guna membantu BI dalam menyosialisasikan uang baru ini. Disinggung mengenai ketersediaan uang Rupiah TE 2016 di Bangka Belitung, Bayu Martanto mengungkapkan bahwa ketersediaan uang baru ini masih terbatas, akan tetapi ke depan pihaknya akan mengupayakan volume untuk lebih besar. "Di Babel penyebaran uang baru sudah mencapai angka 17 milyar dan yang akan masuk sekitar 12 milyar," tutup Bayu Martanto. (ar)

Plt Bupati Bateng Resmikan Pembangunan Rumah Layak Huni KOBA – Plt. Bupati Bangka Tengah Ir. H Ibnu Saleh, MM meresmikan rumah layak huni dari Program Satam Emas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di desa Celuak Kecamatan Simpang Katis dan desa Keretak Atas Kecamatan Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah, Senin (23/01/2017). Ibnu Saleh menjelaskan, program Satam Emas merupakan program unggulan Provin-

si Kepulauan Bangka Belitung, Satam Emas merupakan kata lain dari Satu Milyar Setiap Kecamatan Menuju Masyarakat, Efektif, Merata, Adil dan Selaras. "Ini merupakan gagasan Mantan Gubernur Bangka Belitung Eko Maulana Ali, dalam RPJMD sebagai program unggulan tahun 2012 hingga 2017," dan juga tidak terlepas dari dukungan penuh Bupati Bangka Tengah yang selalu memikirkan pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat,” jelas

Ibnu Saleh. Ibnu Saleh menegaskan, Pemkab Bangka Tengah (Bateng) akan terus melaksanakan program ini sebagai kelanjutan dari program satam emas, namun Pemkab Bateng bukan hanya terfokus pada pembangunan rumah saja tetapi juga akan ada pembangunan – pembangunan di sektor lain yang sesuai dengan kondisi masyarakat di desa tersebut sebagai upaya mengangkat kemampuan masyarakat menjadi lebih sejahtera. Untuk itu, Para Kades di-

himbau untuk dapat memanfaatkan ADD dan Dana Desa dengan lebih mengutamakan ekonomi kerakyatan, dan dapat merencanakan kegiatan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat seta sesuai dengan potensi yang ada di desa, sehingga nantinya dana tersebut dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat. “Pemkab Bateng akan terus berupaya membantu masyarakat, namun peran serta Para kades harus benar-benar melayani, mengatur, membangun dan member-

dayakan masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, para Kadesdiharapkan berkoordinasi dengan BPD, Perangkat Desa, Lembaga Kemasyarakatan, Tokoh Pemuda dan Tokoh agama dalam merencanakan kegiatan tersebut, sehingga dapat bersinergi dan mendapatkan hasil yang maksimal untuk kesejahteraan masyarakat desa tesebut,. "Semua pihak bersatu dan bersinergi akan lebih cepat mengatasi permasalahan perumahan yang tidak layak dihuni," harap Ibnu Saleh. (rill/hfe)

ECONOMY

Menkop Minta Koperasi Profesional Urus Pasar Desa MENTERI Koperasi dan UKM, Puspayoga meminta koperasi yang mulai dipercaya mengelola pasar desa atau pasar rakyat bisa mengelola pasar desa dengan profesional. Sebagai pengelola pasar desa, koperasi harus mampu menciptakan setiap aspek peluang dalam tata kelola pasar sehinga mampu memberi kontribusi pada pendapatan daerah dan peluang kesempatan berusaha bagi masyarakat Hal tersebut diungkapkan Puspayoga usai meresmikan pasar desa Sumberroro, Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang, Selasa (24/1) seperti yang diberitakan Republika.co.id melalui siaran resmi. Pasar desa atau pasar rakyat tersebut dikelola oleh

Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Mulyo, Donomulyo bekerjasama dengan pemerintahan desa setempat. Puspayoga menjelaskan, aspek peluang tata kelola tersebut antara lain bidang keamanan, kebersihan, perparkiran hingga kuli panggul "Bidang-bidang tersebut hanya sebagian kecil saja, Koperasi juga bisa mengakses peluang kerjasama dengan pihak lain seperti perbankan atau lembaga keuangan untuk mendukung modal usaha dari pedagang pasar," katanya. Ia berharap produk yang dijual diutamakan adalah produk lokal. Dengan begitu, keberadaan pasar desa mampu mendukung perekonomian daerah. (rpc)


POLITIK DAMAI

RABU 25 JAN 2017

Pemprov Babel Siap Dukung MXGP Pangkalpinang 2017 Rusdiar Pimpin Pemuda Muhammadiyah Babel PANGKALPINANG – Sekretaris Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Bangka Belitung Rusdiar Achmad terpilih sebagai Ketua PWPM yang baru menggantikan Faisal sebagai Ketua lama yang telah mengundurkan diri. Penetapan Rusdiar sebagai Ketua, setelah pengurus PWPM Babel menggelar rapat pimpinan wilayah (Rapimwil) 1 di hotel Bumi Asih Pangkalpinang, Minggu (22/1/2017) yang dihadiri Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Pusat, Dahnil Anzar Simanjuntak dan Pengurus Daerah Muhammadiyah Babel, Kamarudin AK dan Fadilah Sobri. Selain menetapkan Rusdiar menjadi ketua PWPM Babel, Rapimwil juga menyetujui Ketua lama, Faisal untuk masuk ke pengurusan pusat Pemuda Muham-

madiyah. Dahnil Anzar Simanjuntak dalam sambutannya mengatakan, Bangka Belitung memiliki potensi sumber daya manusia yang mumpuni. “Saya lihat Pemuda Muhammadiyah Babel ini sungguh mumpuni sehingga dipandang perlu melakukan kegiatan-kegiatan yang bersentuhan dan bermanfaat bagi Bangka Belitung,” ujar Dahnil. Sementara Rusdiar dalam sambutannya mengatakan, amanah yang diberikan oleh rekan-rekannya merupakan kepercayaan yang harus dijaga dan dijalankan. Dalam waktu dekat, kata Rusdiar, dirinya akan melakukan koordinasi dan Konsolidasi internal dengan upaya lebih banyak melaksanakan kegiatan-kegiatan berbasis didaerah Kabupaten dan Kota. Disamping tetap melanjutkan program yang telah ditetapkan di periode ini. (rill/naf)

PANGKALPINANG- Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Pemprov Babel) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) kesiapan, sehubungan dengan akan digelarnya event Motocross Kelas Internasional, yaitu Motocross Grand Prix (MXGP) 2017 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 4-5 Maret 2017 mendatang. Rakor yang berlangsung di Ruang Tanjung Pendam Lantai II Kantor Gubernur Air Itam Pangkalpinang, Senin (23/1/2017) itu dipimpin langsung Plt. Gubernur Babel, Dr. Ir. Yuswandi A. Temenggung, didampingi Sekretaris Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Yan Megawandi, SH., M.Si dengan peserta perwakilan dari Pemerintah Kota Pangkalpinang, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, KONI Babel, dan utusan Organisasi Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemprov Babel. Plt Gubernur dalam arahannya menyampaikan, Pemprov Babel telah mendapat surat dari Kementerian Dalam Negeri (Ke-

mendagri) berkaitan dengan suksesi penyelenggaraan event berskala Internasional tersebut, sesuai Surat Permohonan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga yang telah disampaikan kepada Kemendagri. Yuswandi menjelaskan, Rakor dilakukan untuk menginventarisir support atau dukungan apa yang harus dilakukan Pemprov Babel mulai dari persiapan, pelaksanaan kegiatan hingga pasca kegiatan, sehingga acara yang bakal menyedot banyak pengunjung tersebut dapat berlangsung sukses. Support itu, kata Yuswandi, berkaitan dengan venue yang telah ditetapkan panitia penyelenggara, serta sarana prasarana pendukung seperti sarana kesehatan, transportasi dan akomodasi, pengamanan serta pendukung lainnya. Yuswandi berharap, Panitia Penyelenggara event MXGP 2017 juga membentuk Panitia Daerah, sehingga hal-hal yang terkait dapat dikoordinasikan dan diselesaikan dengan sesegera mungkin. Yuswandi mengaku optimis pelaksanaa kegiatan MXGP

2017 akan sukses. “MXGP ini merupakan keuntungan bagi Babel, semua harus berkontribusi dari perspektif masing-masing, khususnya bagi masyarakat Babel,” ungkap Yuswandi. Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Babel Yan Megawandi dalam laporannya menerangkan, sesuai dengan hasil rapat dengan Kemenpora dan IMI Pusat, serta pihak Event Organizer yang diikuti, MXGP 2017 telah dilaunching oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan Tema “Sriwijaya Air Indo MXGP 2017”, dan dipastikan diikuti oleh 27 negara dan 10 Croser Nasional, serta tambahan Kelas Regional. Jumlah tersebut, sambung Sekda, bisa bertambah hingga pendaftaran ditutup nanti. Dalam pertemuan tersebut, juga dikoordinasikan kesiapan Babel dalam hal venue, sarana dan prasarana, penerimaan atlet terkait transportasi dan akomodasi, serta penonton. Pada tanggal 25 Januari 2017 mendatang, akan diadakan Rakor dengan pihak penyelenggara, Kemenpora dan IMI. (rill/net/naf)

3

POLITIC

841 Warga Terancam tak Bisa Memilih JELANG pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), sebanyak 841 warga Pangkalpinang terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya. Sebab, mereka tidak memiliki data kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pangkalpinang. Hal tersebut disampaikan Komisioner Divisi Perencanaan dan Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pangkalpinang, Yusmayadi saat sosialisasi tahapan Pilgub Babel 2017 di Kantor Walikota Pangkalpinang, Senin (23/1/2017). Dia menjelaskan, sebelumnya pihak KPU Kota Pangkalpinang mencatat jumlah Daftar Pemilih Tetap

(DPT) Kota Pangkalpinang yakni sebanyak 137.072 orang. Dari jumlah tersebut, diakui Yusmayadi, 4.417 warga diantaranya sampai saat ini belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP). “Berdasarkan jumlah itu, setelah kami lakukan verifikasi faktual langsung ke lapangan, banyak ditemukan warga yang tidak masuk database. Hasil terakhir sebelum ditetapkan DPT masih menyisakan 841 pemilih yg tidak ada data apapun sehingga tidak bisa dimasukan ke dalam DPT. Artinya, mereka terancam tak punya hak pilih di Pilgub dan Pilwagub Babel pada 15 Februari mendatang,” ujarnya kepada wartawan. (stf)

PT Timah (Persero) Tbk Luncurkan Pownis City Tour Komitmen Majukan Wisata Pangkalpinang Riza Pahlevi Minta Pemkot Pertahankan Bangunan Tua PANGKALPINANGM.Riza Pahlevi Tabrani, Direktur Utama PT Timah (Persero) Tbk resmi meluncurkan dua unit mobil Pownis City Tour, Selasa (24/1) lalu. Peluncuran Pownis City Tour tersebut disebut M Riza Pahlevi sebagai komitmen PT Timah (Persero) Tbk untuk mendukung pariwisata kota Pangkalpinang. “Kami berkomitmen mendukung dan memajukan pariwisata di Kota Pangkalpinang, karena itu kami ingin jadikan Pownis sebagai ikon,” kata M Riza yang mengaku sudah pernah menumpang mobil Pownis ini. Pengalaman menumpang mobil Pownis dikatakan orang nomor satu di perusahaan pelat merah itu sebagi pengalaman menyenangkan. “Naik Pownis itu luar biasa. Saya sudah pernah nyoba dan ternyata luar biasa menyenangkan. Sepanjang jalan semua orang lihatin kita,” tukasnya disambut gemuruh tawa hadirin. M Riza lalu berharap agar niat baik merestorasi dan merevitalisasi Pownis ini sehingga dapat memberikan manfaat bagi industri pariwisata di Kota Pangkalpinang dapat didukung semua pihak, termasuk para pelaku wisata. “PT Timah (Persero) Tbk tidak dapat berjalan sendiri. Mohon dukungan semua pihak,” tandasnya sembari meminta Pem-

kot Pangkalpinang ke depan dapat mempertahankan bangunan-bangunan tua yang ada saat ini, sehingga Pangkalpinang menjadi kota sejarah. Program CSR M. Subuh Wibisono, Ketua Museum Timah Indonesia (MTI) Pangkalpinang dalam sambutannya menyebutkan, peluncuran Pownis City Tour merupakan jawaban pihaknya atas permintaan Dirut PT Timah (Persero) Tbk yang menginginkan peningkatan pariwisata di Kota Pangkalpinang. “Maka kami (pengurus MTI-

red) diminta melakukan restorasi serta revitalisasi Pownis yang pada zamannya menjadi ikon moda transportasi masyarakat pulau Bangka. Kini, MTI memiliki 2 unit mobil pownis yang akan difungsikan kembali sebagai bus city tour dengan penekanan pada wisata heritage di kota Pangkalpinang,” kata Subuh. Dirinya juga mengungkapkan, Pownis City Tour MTI Pangkalpinang merupakan salah satu program CSR PT Timah (Persero) Tbk di bidang pariwisata. “Direncanakan akan

beroperasi reguler pada hari Sabtu dan Minggu serta hari-hari lain jika ada permintaan khusus pengunjung yg menginginkan paket wisata sejarah di Kota Pangkalpinang,” jelasnya. Akhmad Elvian, Kepala Dinas Budparpora Kota Pangkalpinang ketika diwawancarai wartawan mengatakan, dua mobil Pownis City Tour yang kini dimiliki MTI Pangkalpinang tidak menutup kemungkinan akan ditambah jumlahnya jika animo masyarakat dinilai besar. Seperti diketahui, mobil Pownis dengan kekhasan kepala berwarna merah dengan badan berwarna kuning gading itu kini menyejarah. Pada tahun 1970 hingga1990-an, Pownis merupakan kendaraan andalan masyarakat Bangka yang menghubungkan Kota Pangkalpinang dan Sungailiat. (adv/stf)


4 COMMERCE & INDUSTRY Maret, Museum Kain Cual Babel Diresmikan PANGKALPINANGMuseum Kain Cual di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akan diresmikan pada Maret 2017 mendatang. Peresmian tersebut diyakini akan semakin menambah aset pariwisata Babel. Pengelola museum sekaligus pemilik butik Ishadi Kain Cual Babel, Ny Isnawaty Hadi kepada wartawan menjelaskan, butiknya tersebut ditunjuk menjadi salah satu pusat penjualan kain cual khas Babel sekaligus menjadi pelopor berdirinya Museum Kain Cual. "Museum ini dibangun secara personal guna mendukung sektor pariwisata," ujarnya di Pangkalpinang, Selasa (24/1/2017).

RABU 25 JAN 2017

Kualitas Lada Bangka Terbaik di Dunia Basel Jadi Lumbung Lada Nasional Bupati Janji Stabilkan Harga Lada

Berdasarkan pantauan LASPELA, bangunan museum yang terletak di jalan A. Yani itu saat ini sudah rampung sekitar 80 persen. Adapun desain bangunan ini disesuaikan dengan produk yang ditampilkan yakni bermotif seperti kain cual itu sandiri. "Mohon doa semua lapisan masyarakat semoga gedung ini bisa diselesaikan tepat waktu," harapnya.

Selain menampilkan berbagai koleksi kain cual, juga akan dilengkapi berbagai fasilitas di antaranya cafe tempat bersantai para pengunjung serta pusat penjualan produk-produk kain khas Babel dan souvenir lainnya. "Tempat ini akan memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Babel khususnya ke Kota Pangkalpinang," kata dia. (stf)

TOBOALI- Pertanian menjadi salah satu dari tiga agenda prioritas pemerintahan Justiar Noer dan Riza Herdavid dalam mempercepat pembagunan daerah di bidang perekonomian di Kab. Bangka Selatan (Basel). Hal ini bukanlah prioritas asal-asalan mengingat potensi pertanian di Negeri Junjung Besaoh begitu besar. Di samping mayoritas masyarakatnya yang bermata pencaharian petani, Basel juga memiliki lahan cukup luas yang bisa digunakan masyarakat untuk bertani. Salah satu pertanian yang terus dikembangkan masyarakat Basel hingga saat ini yakni perkebunan lada. Minat masyarakat untuk berkebun lada sebelumnya sempat menurun karena banyak yang beralih ke sektor pertambangan. Namun dengan menggeliatnya harga lada yang pernah tembus ke harga Rp.160.000/kg dan mulai tidak menjanjikannya sektor pertambangan rakyat, membuat masyarakat kembali beralih ke sektor perkebunan lada. Alhasil, Bangka Selatan pun ditetapkan menjadi lumbung lada nasional. Hal tersebutlah yang mendorong Drs.H.Justiar Noer,ST,MM.M.Si selaku Bupati Bangka Selatan, melakukan kunjungan ke Belanda beberapa waktu lalu guna melihat langsung potensi pasar lada dunia yang nantinya bisa bermanfaat bagi percepatan ekonomi petani lada di Bangka Se-

latan. Dirinya mengatakan, kunjungannya ke Belanda bukanlah semata-mata hanya sekedar jalan-jalan ataupun mengurus kepentingan pribadi, melainkan untuk kepentingan masyarakat khususnya para petani lada yang ada di Basel agar nantinya Bangka Selatan tidak hanya ditetapkan sebagai lumbung lada nasional saja tetapi harga lada juga bisa berimbang dengan harga di pasaran dunia yang sebenarnya. Kualitas Terbaik Justiar mengungkapkan, orang Belanda mengakui bahwa lada dari pulau Bangka merupakan lada kualitas terbaik di dunia. Karena itu, tak heran jika harga lada asal pulau Bangka lebih mahal dibandingkan lada dari daerah lainnya di dunia yakni Rp.450.000Rp.500.000 namun ironisnya harga lada di tingkat petani hanya berkisar antara Rp.100.000-Rp.150.000 "Orang Belanda mengakui bahwa lada dari pulau Bangka merupakan lada kualitas terbaik di dunia. Karena itu, tak heran jika har-

ga lada asal pulau Bangka lebih mahal dibandingkan dengan harga lada dari daerah lainnya di dunia yakni Rp.450.000- Rp.500.000. Namun ironisnya, harga lada di tingkat petani kita hanya berkisar antara Rp.100.000-Rp.160.000, inilah PR kami yang harus kami carikan solusinya," kata Justiar pada acara diskusi dan deklarasi akbar yang diselenggarakan MPC Pemuda Pancasila Basel di Wendi Cafe, Kamis (19/01/2017) lalu. Dirinya lantas mengajak para petani lada untuk terus menanam karena prospeknya sangat baik bagi perekonomian petani lada. Dia juga berjanji untuk terus mengupayakan agar harga lada tetap stabil bahkan lebih mahal lagi demi kesejahteraan petani lada di Kab. Basel "Teruslah kembangkan perkebunan lada karena prospeknya sangat baik bagi ekonomi petani lada. Kami akan terus mengupayakan agar harga lada tetap stabil bahkan lebih mahal lagi demi kesejahteraan petani lada di Bangka Selatan," tukasnya. (wins)


RABU 25 JAN 2017

GREETINGS

5


6

GREETINGS

RABU 25 JAN 2017


RABU 25 JAN 2017

GREETINGS

7


8

GOOD GOVERNMENT

RABU 25 JAN 2017

“2017, Target 1 Kampung KB Per Kecamatan” Kampung KB Wujudkan Kualitas Hidup Masyarakat 26 Peserta Se Babel Ikuti Sosialisasi Program KKBPK PANGKALPINANG– Sebanyak 26 peserta dari 7 Kabupaten Kota se-Bangka Belitung mengikuti Sosialisasi Program Penguatan KKBPK (Kependudukan dan KB Pembangunan Keluarga) tingkat Propinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang digelar oleh BKKBN Provinsi Babel di Sun Hotel Pangkalpinang, Selasa (24/1/2017) lalu. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu menghadirkan 4 narasumber dari BKKBN Provinsi Babel untuk membahas materi mengenai implementasi program kependudukan KB (KKBPK) pasca undang-undang nomor 23 tahun 2014 yang disampaikan sekretaris BKKBN Babel Sustra Dewi, SH, Program

KB dan kesehatan reproduksi disampaikan Kabid KB dan produksi, Isnaini, SE, program KB dan pembangunan keluarga disampaikan oleh Kabid kesejahteraan, Fazar Supriadi, SH serta program kampung KB yang disampaikan Kabid Advokasi dan Penggerakan Informasi, Mediheryanto, SH 26 peserta yang menghadiri sosialisasi ini terdiri dari Kepala UPTKB Kabupaten/Kota, pejabat eselon III terkait dengan pelaksanaan KKBPK di kabupaten mulai dari sekretaris serta peserta dari bidang-bidang yang memang menangani urusan KKBPK. Kabid Advokasi dan Penggerakan Informasi, Mediheryanto menjelaskan, program tersebut merupakan program baru yang merupakan perintah Presiden Jokowi pada saat BKKBN pusat

menghadap presiden. ”Kampung KB ialah suatu wilayah setingkat desa dan kelurahan dan digarap secara terpadu lintas sektor termasuk BKKBN,” ujarnya. Misalnya, untuk mewujudkan kualitas hidup masyarakat semua sektor yang terlibat harus bersama-sama mengatasi persoalan masyarakat di kampung KB mulai dari akses jalan ke desa yang harus diperbaiki apabila dinilai belum layak. “Di dalam desa juga harus diperhatikan seperti saluran air ada atau tidak? Bila tidak harus diupayakan termasuk pembuangan air limbah dari rumah, pekarangan harus menjadi pekarang yang standar bersih dan sehat sesuai program Dinas Kesehatan,” terang Mediheryanto. Di Bangka Belitung, kata Mediheryanto, kampung KB

baru mulai terbentuk pada tahun 2016 dengan satu kabupaten satu kampung KB sehingga sampai saat ini, baru ada 7 kampung KB se-Babel yaitu Kota Pangkalpinang di Kelurahan Tua Tunu Indah, Kabupaten Bangka di desa Kota Kapur, Kabupaten Bangka Tengah di desa Belimbing, Kabupaten Bangka Barat di desa Peradong Kecamatan Simpang Teritip. Sementara Kabupaten Bangka Selatan di desa Kepoh, Kabupaten Belitung di desa Lassar, Kecamatan Membalong serta Kabupaten Belitung Timur di desa Senyubuk kecamatan Kelapa Kampit. “Selanjutnya, untuk tahun 2017 ini kampung KB akan dikembangkan lagi menjadi 1 kampung KB per kecamatan,” tambah Mediheryanto. (yud)

Pemkab Bateng Raih Penghargaan Kemenag KOBA- Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menerima penghargaan dari Kementerian Agama Republik Indonesia karena dinilai telah memberikan dukungan dan kontribusi positifnya bagi pendidikan agama di daerah tersebut. Penghargaan yang diberikan pada peringatan Hari Amal Bakti ke-71 ini diserahkan langsung Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin dan diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Tengah, Drs. Sugianto, M.Si Drs. Sugianto, M.Si menjelaskan, Kabupaten Bangka Tengah merupakan salah satu dari 12 Kabupaten dan 8 Kota di seluruh Indonesia yang menerima penghargaan dari kementerian agama karena telah

memberikan kontribusi kepada pendidikan agama di daerah masing-masing. “Alhamdulillah Kabupaten Bangka Tengah mendapatkan penghargaan dari kementerian Agama RI karena telah memberikan kontribusi dan dukungan terhadap kemajuan pendidikan agama di Bangka Tengah yaitu mendukung penuh pembangunan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan Insan Cendikia Bangka Tengah yang ada di desa Sungkap, Kecamatan Simpangkatis,” kata Sugianto, Jumat (20/1/2017) lalu. Plt. Bupati Bangka Tengah, Ir. H. Ibnu Saleh, MM menyampaikan terimakasih kepada Kementerian Agama RI karena telah mempercayakan sekolah unggulan nasional yaitu MAN Insan Cendikia dibangun di Kabupaten Bangka Tengah. “Kami atas nama Pemerin-

tah Kabupaten sangat berterima kasih kepada Kementerian Agama RI yang telah memberikan kepercayan kepada Bangka Tengah untuk menempatkan salah satu sekolah unggulan yang bertaraf nasional yaitu MAN IC,” kata Ibnu Saleh. Menurutnya, untuk membangun generasi penerus yang unggul, memang diperlukan lembaga pendidikan yang unggul pula yang salah satunya adalah MAN Insan Cendikia, dimana yang diajarkan tidak hanya ilmu umum tetapi juga ilmu agama yang nantinya akan membentuk karakter anak bangsa menjadi lebih baik lagi. Ibnu Saleh juga menyampaikan, MAN Insan Cedikia ini tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak Bangka Tengah dan Babel saja, namun bagi anak-anak di seluruh Indonesia. (ril/hfe)


RABU 25 JAN 2017

PELANGI BABEL

9

BEI Pangkalpinang Gencarkan Literasi Pasar Modal PANGKALPINANGBursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan (BEI KP) Pangkalpinang terus melakukan edukasi untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap pasar modal dan menambah jumlah investor. Salah satunya adalah melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal (SPM) gelombang ke-3 yang dilaksanakan pada 21 Januari lalu, diikuti oleh karyawan dari berbagai instansi di Pangkalpinang dan luar Pangkalpinang. Kepala Kantor BEI Pangkalpinang Yoseph Kaburuan menjelaskan, SPM merupakan salah satu program unggulan yang dilakukan secara berkala oleh Bursa Efek Indonesia guna memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pasar modal dan investasi. “Untuk mengikuti SPM, peserta dikenakan biaya Rp100.000,- (seratus ribu rupiah) yang akan dikonversikan menjadi modal awal peserta memulai investasi saham (biaya Sekolah Pasar Modal dikembalikan kepada peserta dalam bentuk modal untuk investasi),” tulisnya dalam rilis yang diterima LASPELA. SPM itu sendiri dibagi menjadi 2 level, dimana level 1 dibawakan oleh Yoseph Kaburuan, MBA selaku Kepala Kantor BEI KP Pangkalpinang, dan level 2 disampaikan oleh Lamia Eva Rini, S.si, MBA selaku Representative Officer PT Indo Premier Sekuritas.

Pada level 1, peserta SPM diajak memahami betapa pentingnya berinvestasi, terutama investasi di Pasar Modal, selain itu juga menyampaikan tujuan ivestasi antara lain bisa untuk biaya pendidikan, pensiun, jangka pendek, jangka panjang dsb, dan prinsip–prinsip berinvestasi di Pasar Modal misalnya, pergunakan dana lebih, disiplin dalam melakukan target investasi baik profit maupun cut loss, dan tidak lupa dengan “dont put your eggs in one basket” yang berarti jangan taruh uang anda dalam satu instrumen investasi saja. Selain itu, peserta juga diberi pemahaman seputar saham, mekanisme perdagangan saham, struktur pasar modal,keuntungan dan resiko–resiko yang bisa terjadi. Sementara itu, Lamia Eva Rini, S.si, MBA selaku Representative Officer PT Indo Premier Sekuritas menyampaikan materinya seputar analisa fundamental dan analisa teknikal sebagai pengetahuan untuk memilih saham yang akan diinvestasikan, dilanjutkan dengan mengupas jenis–jenis reksadana serta menerangkan cara trading saham menggunakan Aplikasi Ipot di windows maupun di android. Animo Tinggi Lamia Eva Rini mengapresiasi tingginya jumlah peserta SPM. “Ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap investasi di pasar modal. Semoga diharapkan semakin banyak masyarakat khususnya di

Bangka Belitung yang memiliki pengetahuan tentang pasar modal dan dapat merencanakan investasi di masa depan,” tandasnya. Belakangan, SPM memang menarik simpati masyarakat untuk berinvestasi. Hal ini terbukti dengan banyaknya peserta yang ingin segera membuka rekening saham dan mempraktekkannya. Keingintahuan mereka membuat Bursa Efek Indonesia KP Pangkalpinang semakin bergairah untuk terus menyelenggarakan kegiatan edukasi pasar modal kepada masyarakat Bangka Belitung. “Acaranya sangat bagus, membuka wawasan masyarakat untuk berinvestasi demi masa depan lebih baik. BEI diharapkan melakukan jemput bola di tempat–tempat umum seperti Kantor Pemerintahan, Pasar dan Pusat keramaian untuk melakukan sosialisasi”, ujar Donny Sulastiawan, PNS KPP Pratama Babel. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) hingga akhir 2016, sudah terdapat hampir 1500 investor saham yang berasal dari Bangka Belitung. Angka ini terus bertambah, seiring hadirnya BEI di Kota Pangkalpinang. “BEI Kota Pangkalpinang akan terus melakukan edukasi ke masyarakat, mulai dari instansi pemerintah, swasta, komunitas, kampus, serta sekolah –sekolah yang terdapat di Bangka Belitung,” kata Yosep memungkasi. (ril/stf)


10

PELANGI PROPERTI

RABU 25 JAN 2017

Kadin Sambut Positif Wacana Pajak Progresif Tanah "Nganggur" KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyambut positif wacana pemerintah memberlakukan tarif progresif bagi tanah-tanah yang menganggur.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani menuturkan, kebijakan ini dapat menghindarkan terjadinya konsentrasi kepemilikan tanah dalam satu pihak. “Tentunya menurut saya, itu hal yang positif,” kata Rosan usai diskusi Kamar Dagang

dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Selasa (24/1/2017). Menurut Rosan, dengan kebijakan ini secara tidak langsung pemerintah memaksa pemilik tanah untuk membuat tanahnya menjadi lebih produktif. Dengan demikian, akan ter-

cipta lapangan pekerjaan yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dia pun mengakui saat ini masih banyak pengusaha yang memilih berinvestasi di tanah. Akan tetapi, Rosan pribadi tidak keberatan apabila kebijakan ini diterapkan. “Tentu

kebijakan ini akan berdampak ke teman-teman pengusaha, tetapi kan ini demi kebaikan kita bersama,” ucap Rosan. Sebelumnya, pemerintah berencana memajaki secara progresif tanah yang menganggur alias tidak digunakan secara produktif. Menteri Keuangan

Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan Presiden RI Joko Widodo sudah menginstruksikan rencana tersebut. Namun, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum bisa menjelaskan secara rinci rencana memajaki secara progresif tanah menganggur atau idle.

Sebab, belum ada pembahasan rinci terkait rencana tersebut. Kemenkeu akan segera berdiskusi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) terkait detail rencana pajak progresif untuk tanah menganggur termasuk terkait mekanisme kebijakannya. (kdm/*)


CONNECTION

RABU 25 JAN 2017

11

Dukung Pariwisata, PT Timah Tbk Hadirkan Kendaraan Tempo Dulu

Pownis Bikin Heboh PANGKALPINANG, LAS PELA - Direktur Utama PT Timah Tbk, M Riza Pahlevi menandaskan pertambangan dan pariwisata di Kepulauan Bangka Belitung sejatinya bisa seiring sejalan. Pertambangan dan pariwisata juga dua sektor yang harus dipertentangkan. “Sejarah Bangka Belitung tidak bisa dilepaskan dari pertambangan timah. Pertambangan timah senantiasa mengiringi kehidpan masyarakat Bangka Belitung. Perhatian PT Timah Tbk terhadap sektor pariwisata merupakan semangat timah untuk menggairahkan kehidupan pariwisata Bangka dan Babel pada umumnya,” kata Riza Pahlevi sebelum naik Bus Pownis mengelilingi Kota Pangkalpinang usai peluncuran dua Pownis untuk city tour, Selasa (24/1-2017). Dua Pownis yang bergerak dari Museum Timah mengelilingi Kota Pangkalpinang memang membuat heboh. Bus yang terbuat dari kayu itu menjadi ikon yang menarik perhatian masyarakat di antara mobil-mobil modern. Sutrisno S. Tatetdagat selaku Sekretaris Perusahaan mengatakan, PT Timah PT Timah (Persero) Tbk terus berupaya mewujudkan sinergi dan manfaat kepada daerah Bangka Belitung. Bentuk manfaat yang dipersembahkan PT Timah saat ini

inline dengan kompetensi PT Timah berupa aset-aset gedung yang mempunyai nilai heritage yang dimanfaatkan menjadi Museum Timah Indonesia (MTI) Pangkalpinang dan Museum Timah Indonesia di Muntok. Kehadiran museum Timah sangat mendukung pariwisata Bangka Belitung. “Selama ini PT Timah mempunyai Museum Timah Indonesia, yang merupakan satu-satunya tempat wisata Bangka Belitung yang bisa menghibur dan mengedukasi para pengunjungnya,” kata Sutrisno Pownis, kata Sutrisno, merupakan bagian dari legenda masyarakat Bangka Belitung yang bisa satu paket dengan Museum Timah Indonesia. Dikatakan Sutrisno, “Awalnya kita memikirkan kalau museum ini sering dikunjungi wisatawan, harus ada sesuatu yang baru. Pownis kita pilih karena pernah menjadi idola di era tahun 1970-2000 dan sudah tidak begitu asing di telinga masyarakat Bangka,”. Bagi masyarakat di Pulau Bangka, Pownis merupakan singkatan dari Perusahaan Oto Warga Negara Indonesia Sungailiat sudah tidak asing lagi. Pownis merupakan alat transportasi bagi masyarakat Bangka. PT Timah ingin membangunkan memori kolektif masyarakat Bangka akan masa lalunya melalui alat transportasi Pownis. (*/ags)

Gong Xi Fa Cai ngumpul di rumah kakek dan nenek. Kalau di Bangka itu kita punya tradisi barongsai mendatangi rumah kita," kata Sandra Dewi. Di setiap Imlek, keluarga besar Sandra yang berbeda agama pun juga turut hadir dan membawakan berbagai makanan yang serba enak. "Ada kue satu, kastengel, nastar, dodol. Makanya banyak karena ada 5 agama di keluarga besarku. Di imlek pun ada ketupat, ada makanan Palembang, karena Papaku dari Palembang. Kita harus makan, enggak boleh diet, enggak boleh melakukan hal negatif, pokoknya harus senang-senang," tukasnya. Bersembahyang ke Leluhur Serupa dengan ritual Sandra Dewi, Keluarga Besar Jusman memulai tradisi Imlek dengan bersembahyang di Kubur Leluhur H-1. “Malam menjelang Imlek, keluarga besar berkumpul di rumah orangtua kami makan malam bersama.

Diharap kerjasama dengan investor tersebut. Semoga nantinya masyarakat Babar secara keseluruhan bisa menikmati apa yang telah pihaknya lakukan demi masyarakat," terangnya. Markus juga menekankan untuk sektor pariwisata, pihaknya akan memfokuskan pada destinasi wisata yang telah ada sebab Muntok terkenal sebagai kota pusaka atau kota sejarah. Destinasi sejarah yang telah ada akan dikembang dengan sebaik mungkin guna mendorong wisman/wisnu datang ke Babar. "Untuk sektor pariwisata, kami akan mengeksplor destinasi yang ada seperti Menumbing, Wisma Ranggam dan Destinasi lainnya. Sebab, Muntok ini sudah terkenal dengan julukan "Kota Pusaka" atau "Kota Sejarah", ini lah yang kami fokusjan," pungkas mantan Wakil Ketua DPRD Babar ini. Jembatan Penghubung Markus, SH selaku Wakil Bupati Babar mengharapkan kepada Pemprov Babel dan Gubernur terpilih nanti untuk segera merealisasikan jembatan penghubung antara Kab. Babar dengan Kab. Bangka ini. "Kami dari Pemda Babar sangat berharap jembatan penghubung segera terealisasi oleh Gubernur terpilih dan Pemprov Babel," harapnya. Untuk menyukseskan terlaksananya pembangunan jembatan tersebut, Ia mengatakan jauh-jauh hari Pemkab Babar sudah melakukan pembebasan lahan daerah desa Bakit Kecamatan Parit Tiga dan selalu pro aktif untuk hal tersebut. "Kami sudah melakukan pembebasan lahan untuk merealisasikan jembatan penghubung yang telah dicanang-

kan oleh Pemprov Babel 5 tahun yang lalu untuk membangunnya. Tapi, sampai sekarang belum ada titik terangnya. Semoga Pak Gub terpilih segera realisasikan jembatan penghubung tersebut," ungkap Markus. Ia menambahkan apabila jembatan ini terlaksana, perekonomian masyarakat kedua kabupaten akan menjadi lebih baik dan dapat menumbuhkan perekonomian Babel pada umumnya. Selain itu, potensi-potensi daerah tersebut bisa dikembangkan dengan maksimal mengingat jangka tempuh sangat singkat. Kalau jembatan itu terealisasi, maka perekonomian Babel dan daerah tersebut akan jauh lebih baik dan berkembang. Masyarakat akan makmur dan sejahtera, apalagi Belinyu juga ada pelabuhan. Ini pasti lebih real, perekonomian pasti meningkat," ungkap Markus penuh harap. Markus juga menyebutkan bahwa keuntungan jembatan penghubung bisa mempermudah akses antara 2 kabupaten dalam satu provinsi. Pariwisata akan tereksplore, perikanan dan kelautan akan berkembang pesat mengingat antara Belinyu dan Bakit mempunyai potensi laut yang bagus. "Di Bakit ada pembudidayaan ikan kerapu dan rumah makan khas laut. Ini menarik kepariwisataan dan Belinyu mempunyai pelabuhan dan destinasi sejarahnya juga. Kenapa ditunda, segeralah realisasikan," ucapnya. Menyinggung keberagaman budaya Melayu-Tionghoa, Markus mengungkapkan Bangka Barat merupakan contoh hidup rukun dan damai dalam jalinan kekeluargaan dengan istilah "Thong Ngin Fan Ngin Jitjong". (*/tim)

Pagi-pagi anak dan cucu Pak Jusman kiunghi sama orangtua. Ritualnya dengan menuangkan teh sebagai tanda bakti dan hormat kepada orang tua,” kata Thomas Jusman, putra Jusman, Ketua Umum KADIN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pada hari raya Imlek, ungkap Thomas, keluarga besar saling memberikan kiunghi. Yang kecil kepada yang tua, yang tua dan memiliki pekerjaan memberikan angpao kepada yang muda. “Tradisi khas Imlek yang berkesan bagi anak-anak adalah menyalakan petasan didepan pintu pada pagi hari. Sesudahnya segenap keluarga besar berkumpul menerima kunjungan silaturahmi dari teman , keluarga relasi sambil mencicipi hidangan makanan minuman Atraksi barongsai masuk rumah juga mewarnai Imlek di Keluarga Jusman. Bagi Keluarga Jusman, Imlek dimaknai sebagai momentum untuk mensyukuri segala anugerah yang diterima sepan-

jang tahun, mensyukuri kerukunan dan kekompakan dalam hidup berkeluarga dan menimba spirit baru agar di tahun yang akan datang lebih giat bekerja tanpa melupakan semangat berbagi terhadap sesama. Tahun Depan Lebih Baik Bagi Wendo Irwanto kecil Imlek disambut dengan semangat karena “kebanjiran” angpao. Ketika menginjak dewasa Ketua PHRI Pangkalpinang itu memaknai Imlek sebagai momentum menyalakan “spirit baru”. “Imlek juga momentum untuk memberi dan berbagi. Ketika ada rejeki lebih saatnya kita berbagi kepada sesama yang kurang. Selain itu Imlek menjadi kesempatan indah untuk mengumpulkan seluruh anggota keluarga yang di harihari biasa sibuk dengan urusan masing-masing,” ungkap Wendo. Pesan orangtua yang selalu dikenang adalah di tahun baru harus lebih

baik dari tahun sebelumnya dalam hal apapun. “Kesehatan, keuangan, interaksi sosial dan kedekatan kita kepada Thian yang Agung harus lebih baik di hari-hari mendatang,” papar Wendo. Soal memuliakan orangtua sejatinya tidak terpaku pada momentum Imlek. “Bagi keluarga kami, dalam memuliakan orangtua dilakukan setiap hari, bukan hanya pada momentum tertentu seperti Imlek. Ketika kita bisa menjaga tutur kata dan perbuatan yang tidak menyakiti hati orangtua sesungguhnya kita sudah memuliakan mereka,” kata Wendo. Imlek memang memiliki dua akar tradisi yang positif. Pertama, akar spiritual yaknii ungkapan rasa syukur kepada TUHAN Sang Pencipta yang telah mendampingi kita melewati masa-masa sulit. Kedua akar persaudaraan, sebagai momentum penjalin keakraban antar keluarga, sanak saudara serta para sahabat. Gong Xi Fa Cai! (ags)


12

PELANGI EDUKASI

RABU 25 JAN 2017

Imam Nahrawi


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Media Satya Laskar Pelangi by Paudar Wahyudi - Issuu