TUGAS A.3 INVENTORI TAPAK, ANALISA TAPAK, DAN SKENARIO PERANCANGAN
PATRICK IMANUEL TJIA ARCHITECTURE AND SUSTAINABLE DESIGN 222101433 GISKA RAISSA, S.T, M.U.P
ELEMEN PENELITIAN
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.
UMUM TRANSPORTASI UMUM AKSES/SIRKULASI IKLIM BANGUNAN SEKITAR VEGETASI BATASAN HUKUM
INVENTORI TAPAK Inventori tapak merupakan data yang terdapat pada tapak dan terdiri dari banyak elemen.
INVENTORI TAPAK | 1
UMUM
TRANSPORTASI UMUM 1
2
4
6 5
1
3
7
1. Lokasi geografis tapak dikelilingi oleh lautan pada tiga sisi. 2. Lokasi masuk kedalam kawasan tapak hanya terdapat 1 jalur.`
Tidak terdapat perhentian atau halte transportasi umum disekitar area tapak.
AKSES/SIRKULASI
IKLIM
2
3
8
SITE PLAN
KETERANGAN
8
1. Rute akses menuju tapak dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dan empat. 2. Terdapat jalur pedestrian yang tertata dan luas bagi akses vpejalan kaki
Disebabkan lokasi tapak yang dikelilingi lautan menyebabkan penghawaan alami pada kawasan tapak sangat sejuk.
BANGUNAN SEKITAR
VEGETASI 5
BATASAN HUKUM
4
6
7
PERMUKIMAN WARGA PASAR HEXAGON TAPAK MUSEUM BAHARI JALAN RAYA LAUT
1. LUAS LAHAN: 10000m^2 • KDB: 60%= 6000 m2 • KLB: 1.6%= 16000 m2 • KDH: 20%= 2000 m2 2. Area kawasan tapak merupakan area cagar budaya. Selain itu, Museum Bahari dan Pasar Hexagon adalah bangunan cagar budaya, karena merupakan peninggalan Belanda.
1. Pada bagian selatan tapak, terdapat pasar hexagon dan Museum Bahari. Sedangkan pada bagian barat tapak, terdapat permukiman warga. 2. Ketinggian bangunan sekitar tidak melebihi ketinggian rusun yang terdapat dalam tapak 3. Tingkat kebisingan yang disebabkan oleh bangunan sekitar terbilang rendah. 4. Terdapat jarak antara letak tapak dan letak bangunan sekitar.
1. Tidak terdapat hewan peliharaan ataupun spesies yang dilindungi. Juga tidak terdapat hewan ternak dalam kawasan tapak. 2. Tidak terdapat tanaman cagar budaya atau tanaman yang dilindungi.
INVENTORI TAPAK | 2
ANALISA TAPAK “Analisis tapak merupakan interpretasi dan evaluasi atas inventori tapak, serta mengidentifikasi peluang, dan potensi menarik yang dapat dilakukan pada perancangan tapak”
ANALISIS TAPAK | 3
1. BANGUNAN SEKITAR/ BATASAN HUKUM Disebabkan letak tapak yang bersebelahan dengan Pasar Hexagon yang merupakan cagar budaya, hal ini memberikan nilai tambah pada tapak. Seperti yang terlihat pada gambar dibawah, area yang diwarnai hijau dapat dijadikan sebagai area komersil, seperti tempat kuliner. Hal ini tentunya memberikan banyak manfaat. Contohnya, dapat meningkatkan kegiatan ekonomi serta penghasilan masyarakat kampung susun. Selain itu, dengan kehadiran area komersil ini dapat menjadikan kawasan ini sebagai kawasan wisata. Terakhir, kehadiran area komersil ini dapat menjadi batas publik dan privat bagi kampung susun akuarium.
2
3 4
1 5
P A S A R HEXAGON
2. UMUM Letak tapak yang dikelilingi oleh lautan memberikan nilai tambah alamiah pada tapak. Kesempatan alamiah ini dapat dimanfaatkan dengan merancang pedestrian waterfront disepanjang sisi tapak yang dikelilingi lautan. Dengan ada pedestrian waterfront ini, penghuni rumah susun dapat menikmati keindahan laut , dan dapat mengakses seluruh tapak. Selain itu, juga memberikan kesan aman karena tidak terdapat ruang mati, dan dapat dijadikan sebagai jalur inspeksi untuk ronda malam.
3. IKLIM Letak tapak yang dikelilingi oleh lautan menyebabkan iklim penghawaan pada tapak menjadi sejuk karena merupakan angin laut. Dalam merespons hal ini, peletakan bangunan berorientasi menghadap arah utara, untuk memaksimalkan penghawaan alami dan mendukung penerapan cross-ventilation. MUSEUM BAHARI SITE PLAN
KETERANGAN 1
AREA KOMERSIAL
2
PEDESTRIAN WATERFRONT
3
RUMAH SUSUN
4
VEGETASI SEKELILING RUMAH SUSUN
5
HALTE TRANSPORTASI UMUM (BUS/ANGKOT)
4. VEGETASI Sebagai respon atas ketiadaan tanaman lindung dan kurangnya vegetasi yang terdapat pada tapak, maka setiap blok rumah susun yang terdapat dalam tapak akan dikelilingi oleh vegetasi. Tidak hanya itu, taman yang terdapat pada tapak juga akan dipenuhi oleh vegetasi.
5. TRANSPORTASI UMUM Disebabkan tidak terdapat perhentian tranportasi umum pada kawasan sekitar, maka pada area yang bersebelahan dengan area komersil disediakan area perhentian trasnportasi umum. Hal ini penting sebagai penyediaan akses bagi orang umum untuk datang berwisata. Sehingga, kawasan wisata ini dapat menjadi area yang berkembang.
ANALISIS TAPAK | 4
ELEMEN PENELITIAN
1. KONSEP PERANCANGAN • RESPONS ATAS ANALISA TAPAK • KONSEP FASAD BANGUNAN • KONSEP GUBAHAN MASSA • KONSEP SIRKULASI 2. ANALISA PENGGUNA 3. ZONING
SKENARIO PERANCANGAN “Skenario Perancangan membahas mengenai arah desain/perancangan, berdasarkan inventori dan analisa tapak, serta konsep yang digunakan.”
SKENARIO PERANCANGAN | 5
KONSEP PERANCANGAN BANGUNAN SEKITAR
UMUM
IKLIM PASAR BAHARI
LAUT
PASAR MALAM
JALUR PEDESTRIAN TEDUH
Area komersial tapak dapat menjadi sebuah area yang berkembang, dengan adanya pasar malam atau area kuliner, dan didukung oleh halte perhentian transportasi umum.
Waterfront yang menyediakan jalur pedestrian yang teduh bagi penggunanya menikmati pemandangan laut.
KEBERLANJUTAN
VEGETASI
BUKAAN ORIENTASI UTARA Setiap kamar tidur dan teras pada setiap blok rumah susun diletakkan pada orientasi yang menghadap utara, dan dilengkapi oleh berbagai bukaan
RAINWATER HARVESTING
DIKELILINGI OLEH VEGETASI
Masing-masing blok unit rumah susun akan memiliki sistem “rainwater harvesting”. Hal ini akan sangat menoplong bagi penghuni setempat, karena dapat menggunakan hasil penampungan air hujan ini, sehingga dapat menghemat pengeluaran biaya air setiap bulannya.v
Setiap blok rumah susun akan dikelilingi oleh vegetasi, untuk memberikan kesan hijau dan menciptakan suasana yang rindang. SKENARIO PERANCANGAN | 6
KONSEP PERANCANGAN FASAD BANGUNAN
GUBAHAN MASSA 1. Terdapat sebuah gubahan massa yang mengikuti bentuk tapak.
Konsep fasad bangunan dari rumah susun ini menggunakan konsep simetris dan repetisi, yang terbagi menjadi 6 bagian.
2. Gubahan kemudiannya mengalami proses pecah massa. Hal ini bertujuan agar bangunan tidak menjadi terlalu masif dan memberikan ruang terbuka antar jarak bangunan.
AREA SIRKULASI KETERANGAN JALUR PEJALAN KAKI BEBAS KENDARAAN JALAN KENDARAAN RODA DUA DAN EMPAT JALUR WATERFRONT PEDESTRIAN
Modul fasad bangunan dari setiap unitnya terdiri dari jendela, railing, dan bata roster.
Jalur sirkulasi dalam tapak dibagi menjadi 3 bagian, dimana jalur pejalan kaki dan jalur kendaraan adalah terpisah. Hal ini bertujuan untuk memberikan keamanan bagi pejalan kaki dan anak-anak yang bermain dalam tapak dari kendaraan bermotor. Berdasarkan gambar disamping, dapat dilihat bahwa jalur kendaraan hanya dapat dilalui melalui jalur berwarna merah, sedangkan jalur hijau dan biru adalah khusus bagi pejalan kaki. SKENARIO PERANCANGAN | 7
ANALISIS PENGGUNA
1. IBU-IBU
2. BAPAK-BAPAK
3. ANAK-ANAK
Salah satu pengguna rumah rusun pada kampung susun ini adalah Ibu-Ibu. Jenis kegiatan yang dilakukan oleh ibuibu sehari-hari adalah seperti membuka usaha laundry, dan warung makan.
Selain Ibu-ibu, Bapak-bapak juga merupakan penghuni kampung susun ini. Terdapat berbagai macam enis pekerjaan yang dilakukan oleh Bapak-bapak, seperti nelayan, buruh, penjahit, menjalankan usaha warung, dan lain-lain.
Kebanyakan anak-anak yang tinggal di kampung susun ini masih duduk dibangku sekolah. Aktivitas sehari anak-anak di kampung susun ini adalah bermain setelah balik dari persekolahan.
ZONASI
LAPANGAN BOLA BALAI WARGA UNIT RUSUN TAMAN DAN TAMAN BERMAIN ANAK AMPHITEATER JALUR WATERFRONT PEDESTRIAN
SKENARIO PERANCANGAN | 8