ed. 50 - JUNI 2019
Media Informasi dan Ekspresi Kreativitas
Time 50 th Machine SPECIAL EDITION
PEMIKIRAN KRITIS YANG MENGECAM EKSISTENSI KARMA Apakah Karma benar adanya? Yuk simak artikelnya KOTA -KOTA YANG TERPERANGKAP DALAM WAKTU Kota-kota ini berjalan dengan waktu yang berbeda dengan dunia sekitar
KELUARGA MAHASISWA BUDDHIS UNIVERSITAS INDONESIA KARMA LAYAKNYA BAYANGAN KITA Bagaimana korelasi antara bayangan dan Karma? Yuk simak artikelnya
SUDAHKAH KAMU MENGHARGAI WAKTU? Cari tahu bagaimana untuk bertindak sebagai bentuk menghargai waktu dengan baik
THE PAST, THE PRESENT, THE FUTURE Yuk cari tahu bagaimana ketiga waktu ini saling berkaitan satu sama lain
Profile Kami Keluarga Mahasiswa Budhhis Universitas Indonesia (KMBUI) berdiri sejak September 1988 dengan Hendra Sidin sebagai Ketua Umum pertama. KMBUI adalah sebuah organisasi kemahasiswaan berbentuk kekeluargaan yang berkedudukan di Universitas Indonesia yang bergerak di bidang keagamaan dan juga sosial kemasyarakatan. Adapun tujuan dari dibentuknya KMBUI adalah untuk menghimpin atau mempererat persaudaraan seluruh mahasiswa Buddhis UI dan memperjuangkan kepentingankepentingan dalam bidang kemahasiswaan dan perkuliahan hingga tercapainya kesarjanaan, serta mengerahkan aktivitas dan kreativitas mahasiwa Buddhis kepada bangsa dan negara Indonesia serta keagungan Buddha Dhamma.Pada kepengurusan KMBUI XXVII, terdapat 10 komisi yang di dalamnya terdiri dari 17 departemen.
Keluarga Mahasiswa Buddhis Universitas Indonesia Email : infokmbui@yahoo.com Werbsite : www.kmbui.ac.id Facebook : Ukm Kmbui Instagram : @ukm_kmbui Twitter : @ukm_kmbui issuu : issuu.com/ paramitamagazinekmbui
PARAMITA merupakan salah satu departemen KMBUI yang bergerak dalam bidang jurnalistik dan desain sebagai media informasi dan ekspresi kreativitas KMBUI. PARAMITA terbit sejak 1989 sebanyak dua kali dalam setahun dan dibagikan secara gratis kepada anggota aktif dan alumni KMBUI, Unit Kegiatan Mahsiswa lain di Uniersitas Indonesia (UI) maupun vihara-vihara, yayasan Buddhis , maupun Keluarga Mahasiswa Buddhis (KMB) di luar UI. PARAMITA berdiri sebagai sebuah departemen untuk menyalurkan kreasi dan kreativitas anggota aktif serta alumni KMBUI.
Tromol Pos 909 , Kampus UI , Depok 16424 paramitamagazine@gmail.com
Kritik dan Saran
0852-7129-8585 (Kevin) 0877-7567-7616 (Fannia) 0878-0170-7109 (Vivianie)
Pemasangan Iklan dan Donasi 8691619117 BCA- a.n Kevin
Editorial Namo Buddhaya !
Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia dibentuk oleh pengalaman masa lalunya. Pengalaman-pengalaman itu bisa saja berupa pengalaman bahagia atau malah menyedihkan. Namun, pengalamanpengalaman itulah yang membawa seseorang pada kehidupannya saat ini. Berangkat dari ide itu, PARAMITA 50 mengangkat tema “Time Machine�, yakni berupa kilas balik atas kehidupan dan bagaimana pengalaman masa lalu membawa kita pada kondisi saat ini. Oleh karena itu, PARAMITA 50 berusaha menyajikan tulisan-tulisan yang diharapkan dapat membuka pikiran pembaca tentang masa lalunya sehingga bisa menjadi bahan refleksi untuk masa depannya. PARAMITA 50 merupakan edisi ke-50 sekaligus edisi spesial PARAMITA. Pada edisi ini, kami menerbitkan rubrik kesan dan pesan terhadap majalah PARAMITA dari ketua KMBUI maupun Pemimpin Redaksi majalah PARAMITA dari tahun-tahun sebelumnya. Segenap redaksi PARAMITA berharap agar PARAMITA ini bisa memberikan manfaat kepada para pembaca. Semoga PARAMITA selalu bisa menemani harihari Anda yang penuh dengan kebahagiaan! Sabbe satta bhavantu sukhitatta Semoga semua makhluk hidup berbahagia! Salam Redaksi
PARAMITA
hangat, 2019
Majalah PARAMITA dipersembahkan oleh : PENANGGUNG JAWAB Kevin Noventa PEMBIMBING Manita Piyaputri PEMIMPIN REDAKSI Kevin Chow, Fannia Veronica, Vivianie Fortuna KEUANGAN Koordinator Bidang Kevin Chow Staff Michelle MATERI DAN PENYUNTINGAN Koordinator Bidang Fannia Veronica Staff dan Freelance Andreas Suryo Wijaya, Eddie Susanto, Harvin Kusuma, Jefffry Aldi Permana, Suryanoto, Sylvia Lie DESAIN DAN TATA LETAK Koordinator bidang Vivianie Fortuna Staff dan Freelance Bryan Afandy, Evelyn, Joey Irvine, Kelvin Andrean, Ronaldi, Thenny Gunawan KONTRIBUTOR PENERBIT KMBUI Tromol Pos 909 , Kampus UI Depok 16424 PENCETAK Percetakan Kanisius
Table Of Content 0004 - Wall of Art design by Vivianie 06 - Kindness in Everyday design by Vivianie
07 - Surat Pembaca design by Vivianie 08 - Hukum Karma design by Kelvin
0100 - Sudahkah Kamu Menghargai Waktu ? design by Joey 03 - Paragames design by Evelyn 04 - Sangha Dana KMBUI 2019 design by Ronaldi
06 - Relax to the max design by Thenny 08 - Studi Banding KMBUI-KMB DHAMMANO ITB design by Ronaldi
09 - Valentine Dinner design by Bryan
0400 - Gadget dalam Buddhisme design by Manita
03 - Terra Samiddha Liu design by Bryan
06 - Pikirian Kritis Mengancam Eksistensi Karma design by Vivianie
09 - What Do They Say design by Kelvin
0501 - PARAMITA Bertanya design by Fannia
04 - Karma Layaknya Bayangan Kita design by Vivianie
08 - Kesan Pesan Previous BPH/BPL PARAMITA design by Joey
03-
0200 - Untitled design by Joey 02 - The Past,The Present,The Future design by Ronaldi
04 - Akankah Waktu Berjalan Mundur
01 - Satu Album Sejuta Makna design by Evelyn
02 - Shierlen Octavia : Mahasiswa Berprestasi yang Memiliki Jiwa Sosial Tinggi design by Bryan
design by Thenny
06 - PARIYATTI DHAMMA Ala Generasi Milenial design by Manita
04 - Kota-Kota yang Terperangkap dalam Waktu design by Kelvin 07 - Meditationes Et Cerebri Salutem
09 - Muncul dan Berlalu
design by Thenny
design by Evelyn
LEGENDS PARAMEDIC
PARAFACTS
PARAPLUS
PARATRAVEL
PARAVIEW
PARATANYA
PARASPECTIVE
PARATECHNO
PARADHAMMA
PARAPROFILE
PARAFICTION
KMBUI INSIDE
PARAVISION
ARTIKEL LOMBA
Credits
Front cover photo edited by : Vivianie source :
www.pinktentacle.com www.etsystudio.com
PARAPLUS
WALL WALL OF OF ART ART ii
im rdza a n r e
@b en
h tanc denis
@
@kevin
_chow
10
@velyh
ua
6
TIME MACHINE
PARAMITA 50
e
oic h c ’s
PARAPLUS
r
to Edi
p
a fry_ f e j @
a
r yand
inali @alv
ay t a w in u o find achine y e h o sh t time m le to g i w a “I ab uild i’ll be -self in lf b o 9 t 0 so y 201 ll myse 5 0 e m 2 our nd t k to bac uture a down, y ’ll get u f the : “calm ess.Yo nd this not a m ether a this g s o life’ shit to ke it t a r you how m d.” e l som ig wor dra b yan , i l g i a b vin @al
@manit apiya
@cindj
nt
TIME MACHINE
PARAMITA 50
7
PARACOMIC
KINDNESS IN EVERDAY
Story by Shierlen Octavia (FPsi 2015) Illustration by Shierlen Octavia (FPsi 2015)
PARACOMIC 8
TIME MACHINE
PARAMITA 50
surat pembaca
SURAT PEMBACA Hanya dengan membaca Paramita bisa mengobati kerinduanku kepada mantan pemimpin redaksi edisi sebelum-sebelumnya. Sukses terus Paramita, tetaplah jadi bagian Pesta, Buku dan Cinta! RR – FT 2014
Semangat terus untuk PARAMITA. Semoga PARAMITA bisa selalu memberikan wadah kreativitas terbaik bagi anggota dan alumni KMBUI. Terima kasih atas kontribusinya untuk 50 edisi PARAMITA selama ini
K – FT 2017
Dari awal kenal KMBUI, aku udah langsung tertarik sama Parmit. Terima kasih banyak Parmit udah mengenalkanku cara mendesain dan menulis artikel yang menarik. Semangat terus untuk mengajak anak-anak KMBUI menulis artikel populer Buddhis! Sukses terus untuk Parmit!! – XOXO Anonim – F.Psi 2017
TIME MACHINE
PARAMITA 50
9
PARAdhamma
Dalam kehidupan yang masih terikat dengan siklus lahir, tua, sakit, dan mati ini tentu kita tidak terlepas dengan adanya hukum karma. Di dunia ini kita mengetahui bahwa terdapat beragam jenis makhluk dengan beragam jenis kondisi kehidupan. Kita dapat melihat seseorang dilahirkan dalam keadaan yang kurang, cukup, bahkan berlebih; dikarunia dengan pikiran, serta kepribadian dan tubuh yang sempurna sedangkan di sisi lain terdapat orang yang dilahirkan dalam keadaan sengsara dan menyedihkan. Namun, tidak selalu orang yang bajik dan religius memiliki nasib baik, serta tidak juga orang yang miskin dan sengsara selalu menderita. Selain itu, juga terdapat orang yang berwatak buruk, selalu jahat perbuatan dan tindak tanduknya, tetapi selalu beruntung disertai dengan segala bentuk kesenangan inderawi. Mungkin kita pernah bertanya-tanya pada diri sendiri ataupun orang lain mengapa di dunia ini terdapat seseorang yang dapat berumur panjang hingga 120 tahun lamanya sedangkan di kehidupan lain seorang bayi harus kehilangan nyawanya sebelum mengenali sosok ibu dan ayahnya sendiri? Mengapa di dunia ini terdapat sosok manusia yang sempurna, sehat, rupawan tanpa cela sedangkan di sisi lainnya terdapat seseorang yang mudah sakit, lemah, dan tidak rupawan? Bagaimana kita seharusnya menyikapi fenomena “ketidakadilan” ini sebagai seorang Buddhis? Apakah semua ini hanyalah kebetulan belaka? Atau semua ini merupakan takdir yang telah ditentukan? Buddha menjelaskan bahwa, selama manusia masih terbelenggu oleh Lobha, Dosa dan Moha maka ia tidak akan terlepas dari delapan kondisi dunia (atthaloka dhamma), yaitu adanya; untung – rugi (lābho ca alābho ca), popularitas – ketidakterkenalan (yaso ca ayaso ca), hinaan – pujian (nindā ca pasamsā ca), dan suka – duka (sukhañca dukkhañca). – (Anguttara Nikāya IV, 157) Delapan kondisi dunia ini dialami oleh siapapun tanpa terkecuali, baik oleh mereka yang bijak ataupun bodoh. Semua kondisi dalam kehidupan ini tidak terlepas oleh perbuatan kita sendiri.
10
TIME MACHINE
PARAMITA 50
PARAdhamma
Kondisi-kondisi yang kita alami baik saat ini ataupun masa lampau berasal dari karma masa lampau serta yang sedang kita lakukan pada saat ini. Salah satu kutipan yang dapat kita pelajari mengenai apa itu karma adalah, “Karma means action. So things change through action not by prayer… not by wish.” (Dalai Lama). Dari kalimat tersebut, diketahui bahwa ketika kita mengharapkan suatu keadaan ataupun kondisi yang menyenangkan ataupun baik dalam kehidupan ini, apa yang dirimu tuai berasal dari apa yang engkau tabur. Segala hal berubah tidak berasal dari doa dan harapan melainkan dari perbuatan kita sendiri. Karma adalah suatu tindakan yang dapat membuahkan hasil. Jika kita melakukan perbuatan baik maka akan menghasilkan kebahagiaan dan sebaliknya apabila perbuatan yang kita lakukan perbuatan tidak baik atau jahat, maka penderitaan atau kesedihan yang akan menjadi hasil bagi pelakunya. Namun bagaimana jika kita ingin memperbaiki kesalahan yang telah kita perbuat? Tentu kita tidak bisa dengan begitu saja menggunakan mesin waktu untuk kembali ke masa lalu dan berkata “Hei, jangan kamu bunuh nyamuk itu, kelak kamu akan diserang oleh segerombolan nyamuk dan mati terkena DBD!” Karma bukan merupakan suatu hal yang dapat ditarik kembali ketika kita telah melakukannya, proses terbentuknya karma sendiri dimulai dari pikiran (niat) ketika ingin melakukan perbuatan tersebut, kemudian dari niat timbul perbuatan baik dalam bentuk ucapan ataupun tindakan, dan dilanjutkan dengan pikiran kita setelah melakukan perbuatan tersebut. Kemudian muncul pertanyaan, apakah terdapat karma yang tidak berbuah jika tidak melengkapi proses di atas? Contohnya apabila kita membunuh nyamuk, hal tersebut dilakukan secara refleks tanpa kita sadari. Jawabannya bisa, namun tidak menghilangkan kesempatan karma tersebut untuk berbuah dan hanya mengurangi. Proses terbentuknya karma ini sangat sederhana dimulai dari adanya niat (sesaat) ataupun pikiran yang pertama kali terlintas di kepala kita (yaitu refleks untuk membunuh suatu makhluk, dalam kasus ini nyamuk). Namun kembali lagi, karma yang kita perbuat pada masa kehidupan ini belum tentu berbuah pada kehidupan sekarang. Dilihat dari waktu berbuahnya, terdapat empat jenis karma, yaitu; karma yang berakibat atau berbuah di kehidupan saat ini (Dittadhammavedanîya Kamma), karma yang akibatnya akan dialami dalam kehidupan setelah kehidupan saat ini (Uppajjavedanîya Kamma), karma yang akibatnya akan dialami dalam kehidupan yang akan datang (Aparâparavedanìya Kamma), dan karma yang tidak memberikan akibat karena jangka waktunya untuk menghasilkan telah habis atau kehilangan kesempatan untuk berbuah (Ahosi Kamma). Dalam kasus Ahosi Kamma, agar karma tidak berbuah, dibutuhkan adanya kekuatan karma lain yang besar sehingga dapat menghalangi karma tersebut untuk berbuah. Pertanyaan terakhir, bagaimana cara kita untuk mengurangi kesalahan dan karma buruk baik dalam kehidupan saat ini atau yang akan datang? Kita mengetahui bahwa waktu berlalu secara pasti dan tanpa halangan. Ketika kita membuat suatu kesalahan, kita tidak dapat memutarbalikkan waktu untuk mencoba lagi, Namun, kita dapat memulai dengan bersikap bijaksana terhadap segala tindakan yang kita lakukan, tidak terpaku pada perbuatan lampau yang telah diperbuat, kemudian menanam kebajikan dan menggunakan kehidupan sekarang ini dengan sebaik-baiknya.
(HAR/FAN)
TIME MACHINE
PARAMITA 50
11
paradhamma
Sudahkah Kamu Menghargai Waktu? Stephen Gunawan (FKM-2017)
Batin
Penuh
Keinginan
Sejatinya, seluruh makhluk hidup akan mengalami perubahan. Setiap kondisi akan mengintip dan mencari celah untuk pergi dan berlalu yang kemudian akan tergantikan oleh kondisi baru lainnya. Ada orang yang senang dan merasa diuntungkan atas perubahan kondisi ini. Namun, ada juga yang sedih dan merasa dirugikan atas perubahan kondisi ini. Atau bahkan, ia tidak merasakan apa-apa ketika perubahan kondisi ini terjadi pada dirinya. Tanpa kita sadari, seringkali kita terlalu bermain di dalam ego ketika menanggapi perubahan kondisi ini. Terlebih ketika kondisi yang kita dapatkan tidak seperti apa yang kita harapkan. Kita selalu menginginkan keuntungan dan tidak ingin dirugikan, bukan? Hal ini terjadi karena memang seperti itulah batin manusia pada dasarnya, diliputi oleh lobha (keserakahan) dan tanha (keinginan rendah). Di dalam Paticcasamuppada 12 (hukum sebab musabab yang saling bergantungan), tanha (keinginan rendah) menjadi mata rantai ke-8 yang muncul setelah vedana (perasaan). Menurut Kamus Baru Buddha Dhamma, tanha memiliki arti nafsu keinginan. Keinginan merupakan akar utama dari penderitaan, dan akar dari putaran kelahiran yang terus-menerus. Tanha merupakan sumber penderitaan yang tidak akan ada habis-habisnya. Semakin kita pasrah pada tanha, semakin keras tanha akan mencengkeram kita.
12
TIME MACHINE
PARAMITA 50
Seperti halnya anak kecil yang ketika ia berada di toko mainan, ia menginginkan semua mainan tersebut menjadi miliknya. Padahal, ketika semua mainan tersebut berhasil ia miliki, lama-kelamaan ia akan merasa bosan dengan mainan tersebut dan menginginkan kembali mainan yang baru. Terkadang, kita sampai tidak makan dan tidak tidur ketika kita tidak mendapatkan apa yang menjadi keinginan kita. Walaupun pada akhirnya kita berhasil mendapatkannya, kesenangan itu tidak akan berlangsung lama karena semua itu hanya sementara. Selama akar nafsu keinginan rendah masih belum dilenyapkan, maka penderitaan akan terus muncul dan mencekam berulang kali.
Berlatih
Mawas
Diri
“Pikiran adalah pelopor, pikiran adalah pembentuk, pikiran adalah pemimpin.� Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, setiap manusia selalu dipenuhi oleh berbagai macam keinginan, yang baik maupun yang buruk. Keinginan datang dari pikiran kita setiap harinya. Pikiran adalah bentuk batin yang paling liar, bergerak lincah, berkelana ke mana-mana, sulit untuk dikendalikan, sulit untuk dikuasai, dan sulit untuk dijinakkan. Namun, bukan berarti pikiran tersebut tidak mungkin untuk dikendalikan. Pikiran dapat dilatih untuk dikendalikan karena pikiran yang terlatih baik akan membawa kita pada kebahagiaan.
Lalu, sebagai umat Buddha, apa yang bisa kita lakukan untuk mengendalikan pikiran kita dalam mengarungi waktu yang selalu menciptakan perubahan? Jawabannya adalah mawas diri/waspada. Waspada terhadap waktu yang berlalu setiap harinya, waspada dalam berpikir, berucap, dan berperilaku. Kemudian, kita juga harus waspada terhadap ketidakkekalan yang merupakan satu dari tiga corak umum (tilakkhana) dalam kehidupan. Demikianlah batin seorang Buddhis yang seharusnya senantiasa memiliki kewaspadaan dalam mengendalikan pikiran, ucapan, dan juga perbuatan badan jasmani.
Benih
yang
“O, bhikkhu, kehendak (cetana) itulah yang Kamma. Sesudah orang lantas berbuat jasmani, perkataan,
untuk berbuat Aku namakan berkehendak, dengan badan dan pikiran.”
paradhamma
Ketika kita menyadari bahwasanya waktu yang kita miliki tidaklah banyak, seharusnya muncul pertanyaan dalam diri kita: “Apa yang akan saya perbuat untuk mengisi waktu yang tidak banyak ini?” Dalam agama Buddha, kita mengenal istilah “Kamma” yang memiliki arti “perbuatan”. Mengenai makna yang lebih luas lagi tentang kamma, Sang Buddha pernah bersabda:
Jika kita kaitkan dengan konsep waktu yang terus berjalan silih berganti, menggantikan setiap kondisi, dan membuat perubahan pada setiap kemungkinan yang ada, memungkinkan kita untuk selalu bermain dengan pikiran. Namun, pikiran yang terus bermain tanpa disertai dengan kesadaran hanya akan menjadi musuh sejati bagi diri kita dalam mengarungi setiap waktu dalam lika-liku kehidupan.
Kamma bukanlah suatu ajaran yang lantas membuat kita berputus asa atas nasib yang sudah ditakdirkan.
ditabur
Jika kamu masih membaca tulisan ini, berarti kamu masih memiliki waktu, bukan? Tetapi, sadarlah, waktumu tidak banyak!
TIME MACHINE
PARAMITA 50
13
paradhamma
Namun, kamma merupakan ajaran yang menyadarkan kita bahwa memang segala sesuatu yang lampau akan mempengaruhi keadaan saat ini dan apa yang telah berlalu bersama-sama dengan apa yang terjadi pada saat ini, akan mempengaruhi halhal yang akan datang. Maka dari itu, sekarang dan saat ini adalah saat yang nyata dan berada dalam genggaman tangan kita sendiri. Masa sekarang merupakan saat yang paling tepat bagi kita untuk bergerak ke arah yang lebih baik dan memanfaatkan waktu dengan sebaikbaiknya. Dalam perjalanan membabarkan Dhamma, Sang Buddha pernah bersabda:
Merupakan suatu hal yang baik untuk kita apabila kita mampu merenungkan hal apa saja yang telah kita perbuat selama waktuwaktu sebelumnya dan sadar akan waktu yang kita miliki sekarang. Melalui perbuatan tersebut, kita akan senantiasa dapat selalu menghargai waktu dengan mengisi setiap celah dan setiap momen yang ada dengan benih-benih kebaikan. Sebab, setiap detik yang kita lalui sangatlah berharga.
“Sesuai dengan benih yang ditabur, demikian pulalah buah yang dituai. Pembuat kebaikan akan mendapatkan kebaikan, dan pembuat kejahatan akan menerima kejahatan pula. Tertaburlah olehmu biji-biji benih, dan engkau pulalah yang akan memetik buah-buah daripadanya.�
R
(Samyutta
14
TIME MACHINE
Nikaya
PARAMITA 50
I,
227)
Sudahkah kamu menghargai waktumu? (KEV/FAN) e
f
e
r
e
n
s
i
https://samaggi-phala.or.id/naskah-dhamma/ kesadaran-sejati-dan-pemusatan-pikiran-sejati/ https://samaggi-phala.or.id/ naskah-dhamma/hukum-kamma/ h t t p : / / w w w. t z u c h i . o r. i d / r u a n g - m a s t e r / sanubari-teduh/sanubari-teduh-praktekdalam-mempelajari-agama-buddha/29 Panjika, (1993). Kamus Baru Buddha Dhamma. Jakarta: Tri Sattva Buddhist Center Panjika, (2000). Rampaian Dhamma. Jakarta: DPP Persaudaraan Vihara Theravada Umat Buddha Indonesia (PERVITUBI)
paragames
Teka-Teki Silang
Menurun : Mendatar : 1. Film romantis yang dibuat sekuelnya tahun lalu 4. Pernah melihat (Bahasa Prancis) 2. Penolak goesentris 6. Revolusi terbesar pada abad ke-18 3. Bapak computer 8. Penemuan paling bersejarah bagi umat manusia 5. Ini PARAMITA edisi ke-… 10. Cerita kepahlawanan tertua 7. Mainan peliharaan anak 90-an 11. Susu anak 90-an : “Susu … Nasional” 9. Bapak mesin uap; James … 13. “Jangan rindu. Berat. Biar aku saja.” 12. Penemu gravitasi; Isaac … 14. Filsuf Yunani 15. Gadis kecil yang ditemani peta dan ransel berbicara 16. Robot kucing serba bisa 17. Nama kusir Pangeran Siddharta saat meninggalkan istana 19. Jumlah poin-poin kebenaran mulia pada Cattari 18. Bahasa Pali dari ‘Keyakinan’ Ariya Saccani 20. Siswa Sang Buddha yang dijuluki sebagai ‘Bendahara Dhamma’ Jawaban PARAGAMES dapat dikirim melalui email PARAMITA (paramitamagazine@gmail.com) dalam format doc. atau docx. TIME MACHINE PARAMITA 50 15saldo Bagi yang dapat mengisi semua teka-teki silang dengan tepat dan tercepat akan berkesempatan mendapatkan GO-PAY sebesar Rp. 20.000,-
kmbui inside
Sangha Sangha Dana Dana KMBUI KMBUI 2018 2018
oleh Antoni (FMIPA 2017)
D
i suatu ruangan yang luas dengan suasana hening dan sunyi, di sinilah tempat orangorang mendapat ketenangan. Pada suatu saat, ketika orang bijaksana memasuki ruangan, ratusan umat memberikan hormat dan bernamaskara kepada orang tersebut. Lantunan syair juga dibacakan bait demi bait. Ditambah dengan umat yang ingin belajar untuk melepas sedikit dana yang dimilikinya kepada orang bijaksana. Sungguh suasana yang penuh dengan kedamaian dan ketentraman. Pada hari itu, KMBUI sedang memperingati Kathina dalam acara Sangha Dana KMBUI 2018. Sangha Dana KMBUI adalah salah satu kegiatan tahunan yang diadakan oleh KMBUI untuk merayakan salah satu hari raya agama Buddha, yaitu Kathina. Kathina dirayakan di bulan Kathina dalam kalender Buddhis atau sekitar bulan November di kalender Masehi. Pada masa ini, umat Buddha memberikan empat kebutuhan pokok yang terdiri dari makanan, jubah, obat-obatan, dan tempat tinggal kepada Sangha setelah melewati masa vassa selama tiga bulan. Sangha Dana KMBUI 2018 berlangsung pada tanggal 2—4 November 2018 di Vihara Vipassana Kusalacitta. Acara ini dihadiri oleh 81 anggota KMBUI yang terdiri dari anggota aktif maupun alumni. Acara ini juga diisi oleh Bhikkhu Dhammiko, Bhikkhu Santadhīro, dan Romo Kumara. Pindapatta, Kathina Puja, membuat stupa Buddha dan bunga teratai, menulis sutta, dhammadesana, dan malam puncak pun menghiasi acara ini dari pagi sampai malam. Semakin hari semakin banyak orang yang terlena dengan kehidupan yang penuh dengan “kebahagiaan” ini. Masih banyak orang yang salah mengartikan kehidupan ini tanpa memperbanyak perbuatan kebajikan. Kita pasti akan menderita akibat melekat terhadap sesuatu yang selalu berubah. Belajar untuk melepas dengan baik; itulah hal yang ingin diangkat dalam acara ini. Kegiatan ini dikemas dengan tema “Sumutta Jānāti”. Banyak umat yang duduk bersila dan merenung dengan tenang. Mereka bermeditasi dengan objeknya masing-masing. Setelah itu, mereka diminta untuk menuliskan kesalahan-kesalahan mereka yang pernah dilakukan selama ini. Mereka menuangkannya di secarik kertas yang diarahkan oleh salah satu panitia. Kertas yang sudah dipenuhi tulisan itu pun dibakar dengan tujuan supaya mereka bisa melepas kesalahan mereka dan berusaha untuk memperbaikinya. Satu per satu umat keluar dari ruangan dengan membawa lilin yang menyala di atas bunga teratai. Mereka mengikuti pradaksina yang diarahkan oleh romo dengan memutari dhammasala dan daerah sekitar vihara. Malam puncak itu ditutup dengan umat saling merangkul dan bernyanyi bersama.
16
TIME MACHINE
PARAMITA 50
kmbui inside Banyak peserta yang senang dan merasakan manfaat dalam mengikuti kegiatan ini. Acara ini tidak akan pernah berhasil tanpa campur tangan dari Antoni selaku Project Officer Sangha Dana KMBUI 2018 beserta dengan tim yang berjumlah 48 orang yang kompak ini. Selain sisi kerohanian, acara ini juga diisi dengan games untuk mengakrabkan internal KMBUI yang mengikuti acara ini. (FAN/ SYL)
“Berdana
kepada Sangha lebih besar jasanya dari berdana kepada Samma-Sambuddha. Dana kepada Sangha tak pernah sia-sia, sekalipun sampai seratus ribu kalpa lamanya.” —Velumakkha Sutta
TIME MACHINE
PARAMITA 50
17
kmbui inside
“Anicca belum pasti menimbulkan kesedihan. Jika kita dapat memahami anicca, maka hal ini dapat menimbulkan kebahagiaan.”
berangsur-angsur hatinya akan murni, kehilangan penyesalan dalam hidup dan menyadari makna kehidupan itu sendiri.
Begitu kata Ajahn Bramali ketika membuka acara Talkshow yang diadakan di Balai Sidang Universitas Indonesia yang diselenggarakan oleh KMBUI, Ehipassiko Foundation, serta instansi-instansi Buddhis lainnya. Ajahn menjelaskan bahwa inti dari ajaran Sang Buddha adalah mencari kebahagiaan melalui pemahaman serta tindakan yang didasari dengan kebaikan hati atau yang dapat Ajahn sebut sebagai metta.
“Inilah gagasan kita untuk mengembangkan kebaikan hati menjadi relax to the max.”
“Inti ajaran Buddha adalah mengubah kehidupan yang biasa-biasa ini menjadi kehidupan yang penuh kebahagiaan.” Lanjut Ajahn sembari tersenyum manis dan menyebarkan metta yang dimilikinya. Ajahn kemudian bercerita mengenai komik Supermonk yang beredar di Thailand pada beberapa waktu yang lalu. Komik-komik tersebut menggambarkan Buddha sebagai suatu Superhero yang super teduh. Ya! Super teduh. Dengan pemahaman dan tindakan Buddha yang penuh kebaikan hati serta senyuman ketika menolong makhluk yang membutuhkan, seperti itulah cara komik Supermonk tersebut menggambarkan Sang Buddha.Ajahn selanjutnya menjelaskan bahwa gagasan utama dari karma ialah jika kita berbuat baik kepada orang lain, maka akan muncul kebahagiaan di hati kita. Jika kita melakukan banyak kebaikan hati, maka hati kita bahagia dan akan terasa semakin ringan. Ibarat sebuah balon udara yang dipotong talinya, ia akan membumbung semakin tinggi. Semakin tinggi hingga secara
18
TIME MACHINE
PARAMITA 50
Begitulah Ajahn menjelaskan mengenai topik Talkshow yang akan dibicarakan lebih lanjut oleh Ajahn dengan senyumannya. Ajahn kemudian meminum kopi yang didanakan kepadanya sambil memuji rasa kopi tersebut dan bercanda dengan penerjemah untuk menghibur seluruh audience.
kmbui inside
“Saat kita mempraktikkan kebaikan hati, maka tidak ada penyesalan. Ketika tidak ada penyesalan, maka ada kegembiraan dalam hati. Lalu, Anda tinggal duduk meditasi dan rasakan kegembiraan ini. Ketika meditasi semakin mendalam, kegembiraan yang dirasa akan semakin mendalam, menjadi suka cita dan ketenangan hati. Jika semakin mendalam lagi, maka akan muncul keheningan yang sangat mendalam. Saat semakin tenang, maka akan semakin menemukan makna kehidupan. Inilah cara Buddha menjelaskan bagaimana meditasi menjadi sangat kuat.” Lanjut Ajahn Bramali untuk menjelaskan hubungan antara kebaikan hati dan relax to the max. Setelah Ajahn memberikan wejangan dharma selama kurang lebih 1 jam, Ajahn kemudian menutupnya wejangan yang diberikannya. “Jika kita konsisten melakukan kebaikan hati ini, maka perkembangan diri kita akan semakin naik, naik, dan naik, hingga akhirnya kita mencapai makna kehidupan itu sendiri. Good Luck!!” – Ajahn Bramali. Mari kita mengembangkan kebaikan hati yang kita miliki untuk kebahagiaan kita sendiri!
TIME MACHINE
PARAMITA 50
19
kmbui inside
Studi Banding Banding Studi
KMB UIUI -- KMB KMB DHAMMANANO DHAMMANANO ITB ITB KMB
S
tudi Banding KMB UI dengan KMB DHAMMAÑANO ITB berlangsung pada hari Sabtu, 9 Februari 2019 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). Studi Banding ini merupakan inisiatif dari KMB DHAMMAÑANO ITB sebagai sebuah ajang untuk saling berbagi dan bertukar wawasan antara KMB UI dan KMB DHAMMAÑANO ITB. Tidak hanya itu, studi banding ini juga merupakan sebuah pengalaman kerja sebagai suatu keluarga Buddhis. Kegiatan studi banding ini diawali
20
TIME MACHINE
PARAMITA 50
dengan pengenalan struktur organisasi, baik KMB UI maupun KMB DHAMMAÑANO ITB, melalui metode presentasi. Pengenalan struktur organisasi ini dilakukan oleh masing-masing ketua organisasi, yakni Kevin Noventa (FT 2016) sebagai ketua KMB UI XXVII dan Rizky Wijayanto (FMIPA 2015) sebagai ketua KMB DHAMMAÑANO ITB 2018/2019. Seusai melakukan presentasi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab. Tidak hanya sampai di situ, untuk mendapatkan pengalaman
lebih dari kegiatan studi banding ini, diadakan pula Focus Group Discussion (FGD). FGD ini mempertemukan departemen dari masingmasing organisasi yang memiliki program kerja yang hampir sama. Dalam FGD, masing-masing departemen saling bertukar pengalaman dan wawasan mengenai program kerja yang telah dilakukan sebelumnya. Studi banding ini kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama KMB UI dan KMB DHAMMAÑANO ITB. ( S Y L / F A N )
kmbui inside
QTIME : VALENTINE DINNER QTIME (Quality Time with KMBUI) merupakan salah satu program kerja yang diselenggarakan oleh Departemen Creative Events KMBUI XXVII. Kegiatan ini diadakan sebagai salah satu wadah untuk memfasilitasi anggota aktif KMBUI untuk berkumpul dan mengakrabkan satu sama lain di tengah masa kuliah yang padat. Harapannya adalah agar anggota aktif merasakan kehangatan di KMBUI. Kegiatannya terdiri dari makan bersama, jalan-jalan, dan olahraga bersama. Salah satu kegiatan QTIME adalah Valentine Dinner. Dengan memanfaatkan momen romantis pada malam sebelum hari Valentine, Valentine Dinner diadakan pada tanggal 13 Februari 2019 di Ray’s Steak & Grill, Margonda. Acara ini dihadiri oleh 36 orang anggota aktif KMBUI dan dimulai pada malam hari pukul 18.30 hingga 22.00. Rangkaian kegiatan dimulai dari makan bersama seluruh peserta yang hadir diiringi musik layaknya sebuah keluarga. Lalu, dengan dipimpin oleh pembawa acara (Hanni (FIB 2018) dan Alvin (Fasilkom 2018)) kegiatan dilanjutkan dengan permainan yang mencakup seluruh peserta Valentine Dinner hingga permainan berpasangan seperti memakan pocky secara bersamaan. Setelah permainan berakhir, pemenang diberi hadiah berupa cokelat agar suasana valentine semakin terasa. Setelah itu, Departemen Creative Events juga telah menyiapkan sesi pembagian doorprize kepada tiga orang beruntung yang diundi dari nomor yang telah dibagikan di awal kegiatan. Tujuannya adalah agar acara ini dapat memberikan kesan bagus kepada mereka. Departemen Creative Events juga memfasilitasi peserta Valentine Dinner yang ingin memberikan cokelat kepada peserta lain yang hadir dengan cara menyediakan kantong cokelat. Di akhir kegiatan, cokelat tersebut dibagikan sesuai dengan nama yang tertera kemudian orang tersebut memberikan kesan-pesan selama acara berlangsung. Sebelum peserta Valentine Dinner meninggalkan tempat, Departemen Creative Events juga memberikan cokelat beserta ucapan sebagai apresiasi karena sudah menghadiri acara tersebut. Harapannya, dengan dilaksanakannya Valentine Dinner, anggota aktif KMBUI dapat merasakan kehadiran sebuah keluarga di tengah masa kuliah yang menyibukkan. Saya berharap dengan diadakannya acara ini, kita dapat saling mengakrabkan satu sama lain sesama anggota aktif KMBUI dan dapat menarik minat anggotta.
TIME MACHINE
PARAMITA 50
21
PARAfiction
d e l t i t Un EB Lee (F ivian
2017)
V
Seketika diriku merasa pernah melakukan hal yang sama seperti ini, dengan busana, suasana, dan lantunan langkah kaki yang serupa. Namun hal tersebut tidak kupikirkan lebih lanjut, melainkan aku mempercepat langkah kaki dikarenakan waktu yang terus berjalan.
Alarm mini yang terletak di samping tempat tidur terus berbunyi hingga aku menekan tombol untuk menghentikan suara deringan alarm tersebut. Selang beberapa saat, aku tertidur kembali. Tanpa aku sadari, ketika diriku mulai membukakan kedua mata yang berwarna biru ini untuk menyambut hari baru, terlihat di sudut kiri tempat tidur alarm sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Aku terkejut melihat angka tersebut, karena hari ini ada jadwal penting untuk bertemu dengan seorang investor yang ingin berinvestasi di kafe milik keluargaku. Dengan singkat, aku sudah siap untuk berangkat menuju kafe dan melakukan perjanjian dengan investor. Tidak lupa aku membawa tas beserta dokumen penting yang telah disiapkan sebelumnya di atas meja rias serta menggunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan di trotoar menuju lokasi. Sebelum berangkat, aku mematikan semua lampu kamar dan mengunci pintu apartemen kemudian berjalan menuruni anak tangga. 22
TIME MACHINE
PARAMITA 50
Perjalanan dari apartemen menuju kafe membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit, melewati taman bermain, kedai kopi, dan toko roti. Setiap melewati taman bermain, aku selalu memiliki rasa gembira karena kenangan semasa kecil yang selalu bermain di sana. “Mungkin tempat ini memiliki kenangan spesial bagiku sehingga aku selalu senang jika aku melewati tempat ini.� Di tengah taman bermain terlihat seorang nenek tua yang duduk sendiri di ayunan, kemudian terlintas dan terbayang di pikiranku bahwa tidak lama kemudian akan datang seorang wanita muda yang akan menemuinya. Dan ternyata benar, tidak lama datanglah seorang wanita muda dengan menggendong anaknya lalu duduk di ayunan bersama nenek tua itu sambil tertawa bahagia. Mereka mencuri perhatianku di tengah keramaian taman bermain ini dan seketika diriku merasa mengenali nenek tua itu. Rasanya aku pernah melihat nenek tua itu tertawa bahagia seperti kejadian ini persis sekali sebelum hari ini terjadi.
Siapakah nenek tua itu? Apakah aku mengenalinya? Mengapa kejadian itu terus terpikirkan olehku? Ada apa dengan diriku ini? (SUR/FAN)
Akhirnya pertemuan dengan investor hari ini berjalan dengan baik dan cukup melelahkan bagiku. Untuk beberapa menit aku memejamkan mata sejenak supaya diriku merasa rileks, tiba-tiba pikiranku terbayang pada kejadian tadi siang di tempat bermain tersebut. Aku merenung bagaimana mungkin aku bisa merasa tidak asing dengan nenek tua itu dan mengetahui kejadian yang akan terjadi pada mereka? Seperti aku sudah pernah melihat kejadian itu sebelumnya dan itu terjadi persis seperti yang aku lihat hari ini. Sungguh membuat diriku bingung akan hal ini. Sambil memejamkan mata, aku pun berpikir‌
PARAfiction
Aku terdiam sesaat dan memikirkan kapan kejadian itu pernah terjadi di kehidupanku ini? Atau aku hanya berilusi? Lamunanku terhenti ketika ada getaran dan nada dering telepon yang berasal dari saku jaketku. Oleh karena itu, pemikiran mengenai hal tersebut tidak aku lanjutkan melainkan aku hanya menenangkan diri dan melanjukan perjalananku.
TIME MACHINE
PARAMITA 50
23
PARAvision
The The The Past, Past, Past, The The The Present, Present, Present, The The The Future Future Future
oleh Jeffry Aldi Permana (FEB 2018)
A
ku melihat keluar jendela kereta. Terlihat cakrawala yang luas. Hamparan padi menguning dan menyilaukan bagaikan ladang emas yang indah. Pandanganku kembali ke layar telepon genggam di tanganku. Terlihat sepenggal teks yang sudah kutulis, yang ingin kukirimkan kepadanya. Aku kembali mengurungkan niatku. Isi teksnya tentang permintaan maafku kepada dia, teman baikku yang kusakiti. Jika ada kesempatan bagiku agar dapat kembali memutar waktu untuk memperbaikinya, pasti akan kulakukan. Tapi hukum alam tak mungkin membiarkan kita melakukannya. Tak lama kemudian, masinis mengumumkan bahwa kereta akan sampai pada tujuannya. Aku pun mulai mengemas barang-barangku. Teks yang sudah kutulis kusimpan kembali. Niatku kembali kuurungkan Keluar dari stasiun, aku sudah ditunggu teman-teman yang menjemputku. Kami akan berlibur akhir tahun. Perjalanan di mobil dipenuhi dengan canda tawa. Kami bergantian bercerita tentang kehidupan kami masing-masing. Semua penuh dengan kebahagiaan dan penderitaan selama perkuliahan. Pikiranku kembali teralihkan. Aku kembali teringat temanku. Teks yang belum kukirim sejak minggu lalu. Aku melihat keluar jendela mobil. Pandanganku tertuju pada seorang bapak tua. Ia terlihat berumur sekitar 60 tahun dan sedang mendorong gerobak baksonya. Pikiranku kembali terawang. Aku bertanya-tanya, apakah ia juga memiliki penyesalan? Mobil pun kembali bergerak. Kami menikmati makan siang kami dan kucoba lagi untuk melupakan segalanya. Liburanku seharusnya digunakan untuk bersenang-senang, bukan untuk berpikir saja. Sisa hari itu berlalu begitu saja dipenuhi kegiatan-kegiatan bersama dengan teman-temanku. Saat malam hari tiba, kami memutuskan untuk bermain truth or dare. Semuanya pun menyanggupinya dan permainan pun dimulai. Ternyata,
24
TIME MACHINE
PARAMITA 50
PARAvision
bisa aku lakukan hanyalah meminta maaf dan move on. Kesalahan yang kuperbuat tidak akan pernah bisa kuperbaiki lagi. Aku hanya bisa meminta maaf dan belajar dari kesalahan. Sore harinya, ada pesan masuk. Temanku mengajakku bertemu. Aku pun memutuskan untuk menemuinya setelah aku kembali dari liburanku. Dia pun menyetujuinya. Aku masuk ke kafe. Temanku sudah duduk di pojok kafe itu. Aku duduk diseberangnya,sekaligus memesan secangkir teh kesukaanku. Kami berbincang cukup lama dan diakhiri dengan permintaan maaf dari aku. Dia memaafkanku. Perasaanku sangat lega. Kami pun lanjut berbincang-bincang setelah seminggu tidak berkomunikasi. Suasana dingin yang menyelimutiku menjadi lebih hangat. Banyak kejadian yang kami ceritakan. Semua kejadian selama itu. Kami terlihat seperti sepasang kekasih yang baru saja berbaikan. Aku tahu, meskipun dia memaafkanku, dia tidak akan pernah melupakan kejadian itu. Tapi itulah konsekuensi dari berbuat kesalahan. Pasti akan ada sesuatu yang berubah. Apakah itu pandangan ataupun perasaan. Forgetting is impossible. The only way is to just move on. Semua orang pasti memiliki penyesalan. Semua orang pasti pernah berpikir untuk kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahannya. Tetapi, apakah itu adalah sesuatu yang bijak? Apakah hasil dari perbaikan masa lalunya adalah hal yang paling baik untuk dilakukan?
kehidupan kami semua tidak seindah itu. Ada seorang temanku yang orang tuanya baru saja meninggal dan dia masih memiliki penyesalan yang belum dia sampaikan ke mereka. Ada temanku yang lain baru saja putus dengan pacarnya karena ia ketahuan memiliki kekasih gelap. Cerita demi cerita yang memilukan hati pun muncul. Penuh dengan kesalahan, kekesalan, sakit hati, dan penyesalan. Aku pun mendadak bertanya ke mereka semua, “Jika saja kalian diberi satu kesempatan untuk dapat kembali ke masa lampau untuk mengubah segalanya setelah masa itu, masa yang manakah yang akan kalian kunjungi?” Semuanya terdiam. Hening. Salah seorang temanku pun membuka percakapan kembali. “Aku tidak akan kembali,” jawabnya singkat. Kami semua tersentak, kembali hening. Dia melanjutkan, “Kalau aku kembali ke masa lampau untuk memperbaiki satu kesalahan, apakah itu akan memberikan hasil yang terbaik? Belum tentu juga. Tapi, dengan kesalahan itu aku akhirnya bisa belajar. Dengan kesalahan itu, aku berkembang. Dengan kesalahan itulah, adanya aku yang hari ini.” Kami semua tertegun. Menurutku, dari kita semua, temanku inilah yang berhasil menjawab pertanyaan banyak orang. Masa manakah yang paling tepat untuk kita kembali? Jawabannya adalah sekarang, masa kini. Keesokan paginya, aku membulatkan tekadku untuk mengirimkan pesan itu. Aku sadar bahwa aku tidak akan pernah bebas dari kesalahan dan kekecewaan. Yang
Kita semua hanya manusia biasa, tidak akan pernah lepas dari kesalahan. Namun, dari kesalahan itu kita belajar. Dari kesalahan itulah, ada kita yang sekarang. Jika alam semesta membiarkan kita untuk dapat kembali ke masa lampau untuk memperbaiki kesalahan kita, maka tidak ada satu orang pun yang akan hidup di masa sekarang ataupun di masa depan. Dunia akan dipenuhi oleh orang-orang yang kembali ke masa lampau untuk memperbaiki kesalahannya. If so, what’s the point? Kesalahan adalah bagian dari hidup; tidak bisa dihindari. Namun, menerimanya adalah sebuah tanda bahwa kita kuat untuk mengakui hidup kita tidaklah sempurna—dan itu tidak apa-apa. (SYL/KEV)
TIME MACHINE
PARAMITA 50
25
paravision
AKANKAH WAKTU BERJALAN MUNDUR Oleh Elvina Wijaya (FH-2017)
Tak terasa sudah sekitar hampir tiga tahun yang lalu, aku mengalami peristiwa yang paling berdampak besar dalam hidupku. Apa yang terjadi tiga tahun lalu membentuk diriku yang sekarang ini. Peristiwa yang membuat hidupku berubah 180 derajat. Tentunya itu bukan peristiwa yang menyenangkan. Sebab, biasanya peristiwa yang menyenangkan akan membuat kita terbuai dan terlarut-larut dalam kesenangan itu. Sebaliknya, peristiwa yang kurang menyenangkanlah yang akan mengajarkan kita banyak pelajaran yang tentunya akan diingat sampai kapanpun.Kehilangan orang yang dicintai adalah salah satunya. Tentunya hal ini berdampak sangat besar dalam kehidupanku saat ini. Rasa enggan untuk membahas masalah ini senantiasa menyelimuti diriku. Bibirku akan senantiasa tertutup rapat bila ada pembicaraan yang mengarah ke masalah ini. Apabila ada “permintaan apa saja bisa dikabulkan�, aku akan meminta supaya waktu berjalan mundur sampai tiga tahun yang lalu. Akan ada banyak sekali halhal yang ingin ku lakukan di detik itu seandainya aku tahu bahwa detik ini aku tidak bisa melakukan hal itu lagi. Bercerita, memeluknya, mengucapkan “i love you�, menghabiskan lebih banyak waktu bersama, melakukan lebih banyak hal-hal yang membuatnya bangga, tersenyum, dan tertawa. Rasa menyesal bagaimanapun selalu datang terlambat. Tapi, tentunya permintaan itu hanya akan ada dalam pikiran saja karena waktu sangat mustahil untuk berjalan mundur. Sampai kapanpun, hal ini tidak akan terjadi.Tanpa disadari, selama tiga tahun ini, banyak juga hal-hal lain yang terjadi, khususnya hal-hal yang menyenangkan. Diantara hal-hal yang menyenangkan itu, ternyata ada orang yang menjadikan aku sebagai semangat hidupnya. Semangat untuk melanjutkan kehidupannya, semangat untuk bertahan hidup saat ini, semangat untuk melakukan apapun demi aku dan semangat untuk membasmi kesedihan dirinya sendiri hanya untuk melihatku menjadi lebih baik lagi. Setiap hari, selama tiga tahun, selama itu pula waktu ini dilewati olehnya dengan tegar hanya demi aku. Kesedihannya ditutupi dengan senyum dan perkataan untuk terus mendukungku meraih kesuksesan. 26
TIME MACHINE
PARAMITA 50
paravision
Dari sini, aku menyadari bahwa untuk apa aku hidup dalam penyesalan demi ingin kembali ke masa lalu sedangkan di masa ini, ada orang yang benar-benar semangat dan rela melakukan apa saja demi melihat aku menjadi lebih baik lagi. Daripada sibuk memikirkan kapan waktu akan berjalan mundur, akan lebih bermanfaat apabila aku memikirkan waktu saat ini. Waktu saat inilah yang akan menentukan saat yang akan datang, sebagaimana detik itu yang menentukan detik ini. Apa yang terjadi tiga tahun yang lalu membentuk aku sekarang ini. Apa yang akan aku rasakan di masa yang akan datang, tentunya merupakan akibat dari apa yang aku lakukan saat ini.
Saat ini, apabila ada “permintaan apa saja yang bisa dikabulkan�, aku akan meminta supaya waktu saat ini benar-benar bisa kujalani dengan semaksimal mungkin sehingga di waktu yang akan datang tidak akan ada penyesalan untuk meminta waktu berjalan mundur. Dengan adanya orang lain yang menjadikanku sebagai semangat hidupnya, tentunya aku harus terus menjadi lebih baik lagi setiap harinya tanpa harus menyesal akan waktu yang tak bisa berjalan mundur. Dan apabila di waktu yang akan datang, kapanpun itu, aku diberi kesempatan untuk bertemu orang yang kucintai itu, maka aku akan memeluknya, mengatakan terima kasih karena telah mendidik, menjaga, membesarkan, dan merawatku selama hidupnya, dan i love you!
(KEV/JAP)
TIME MACHINE
PARAMITA 50
27
PARIYATTI DHAMMA paratechno
ala generasi milenial
Oleh Kevin Chow (FT 2017)
Perkembangan zaman yang cukup mencengangkan telah melahirkan berbagai produk-produk menakjubkan yang tidak bisa dibayangkan oleh umat manusia sebelumnya. Ya, dengan perlahan namun pasti, berbagai istilah-istilah asing mulai bertebaran disetiap ucapan orang-orang yang sekarang kita kenal sebagai IAL
EN ASI MIL
GENER
?
Pada zaman dahulu, siapa yang kenal dengan istilah REVOLUSI IND USTRI 4.0 BIG DATA
INTERNET
(IoT) OF THINGS
DIGITALISASI
atau bahkan
Semua istilah tersebut merupakan ‘karya’ yang muncul pada generasi muda zaman sekarang.
Pada era ini, beberapa pertanyaan pasti mulai bermunculan dari para kaum intelektual muda Buddhis Indonesia.
"Apa
peran
yang
bisa
kita
lakukan dalam mengembangkan Buddha Dhamma di Indonesia melalui kesempatan yang hadir ditengah perkembangan teknologi kini?�
Kita semua sama-sama tahu bahwa ajaran Buddha bersifat fleksibel dan terkenal akan karakteristiknya yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, generasi muda sekarang bisa memanfaatkan kesempatan ini secara cerdas dengan cara memadukan antara Buddhisme dan teknologi menjadi sebuah produk baru
untuk mengikuti zaman yang serba canggih sekarang ini. Produk tersebut bisa dengan sangat mudah kita temui sebenarnya menggunakan barang yang selama ini kita selalu asyik berkutat dengan, yaitu gadget kita. Produk ini tak lain adalah berbagai aplikasi pembelajaran Dhamma berbentuk online.
Tujuan dari dikembangkannya produk-produk pembelajaraan Dhamma secara online tak lain dan tak bukan adalah untuk mendorong minat para generasi muda Buddhis untuk melek pada ajaran Buddha Dhamma. Namun, segala produk ini hanya digunakan sebagai sarana membantu karena pembelajaran Dhamma yang paling utama tetaplah harus diaplikasikan dalam bentuk praktik Dhamma secara langsung. Sebelum sampai kepada praktik, kita harus mengerti bahwa cara pembelajaran Dhamma secara umum dapat dibagi menjadi tiga tahap, yakni 1. PARIYATTI DHAMMA
pembelajaran Dhamma dalam bentuk teori seperti membaca buku dan kitab suci
2. PATIPATTI DHAMMA
3. PATIVEDHA DHAMMA
praktik Dhamma kehidupan sehari-hari
menganalisa kejadian-kejadian dalam kehidupan sehari-hari melalui meditasi sehingga memperoleh hasil berupa penembusan.
dalam
Pembelajaran Dhamma yang bersifat online masuk dalam kategori dari Pariyatti Dhamma. 28
TIME MACHINE
PARAMITA 50
paratechno
Melalui model pembelajaran online, setidaknya hal tersebut bisa mereformasi bentuk pembelajaran Dhamma yang selama ini terkesan monoton karena hanya bisa didapatkan melalui membaca buku semata sehingga menjadi membosankan. Sesuai dengan karakteristik generasi muda milenial yang serba praktis, maka model pembelajaran ini akan sangat cocok sekali bagi para generasi muda walaupun memang beberapa masih tetap memilih untuk belajar dengan cara yang konvensional. Namun, tidak ada yang salah untuk mencoba dan mengembangkan proses pembelajaran secara online karena semua hal ini hanyalah masalah kecocokan antara model pembelajaran. Selama ia nyaman belajar dengan cara dan model apapun itu, maka ia masih dalam koridor yang benar.
Melalui aplikasi dan situs di internet, kita bisa dengan mudah menemukan berbagai bentuk pembelajaran Dhamma yang telah dikemas dalam bentuk yang sangat menarik. Kita bisa menemukan aplikasi-aplikasi menarik secara online seperti Dhammapada, Paritta, mantra, lagu-lagu Buddhis, ceramah Dhamma, cerita-cerita Jataka, Dhamma quote harian, QnA seputar Buddha Dhamma bahkan hingga game bertemakan Buddhisme! Semua fitur tersebut sudah tersedia secara digital dan siap digunakan kapan pun dan dimana pun kita berada saat itu.
TIME MACHINE
PARAMITA 50
29
paratechno
Bahkan, salah satu universitas ternama di dunia, Harvard University, melalui Sekolah Kedewataan Harvard (Harvard Divinity School – HDS) membuka kursus Agama Buddha yang merupakan bagian dari HarvardX. HarvardX ini sendiri merupakan sebuah pengembangan pendekatan pembelajaran dan perangkat-perangkat digital Harvard University sebagai bentuk peningkatan model pembelajaran dan pengajaran. Salah satu program tersebut adalah kursus online. Bahkan, agama Buddha dengan subjek “Buddhism Through Its Scriptures” menjadi salah salah satu dari lima subjek program kursus online HarvardX yang paling tren di tahun 2018.
Kursus yang bertajuk “Buddhism Through Its Scriptures” ini dibimbing oleh Profesor Charles Hallisey dari Harvard Divinity School yang juga merupakan Dosen Senior Yehan Numata di bidang Kesusastraan Buddhis. Dalam kursus selama tiga hari dalam empat pekan tersebut, pelajaran dilangsungkan dengan menggunakan video maupun teks yang dapat diselesaikan sesuai dengan waktu dari para peserta. Dalam silabus tersebut, Profesor Charles mengatakan bahwa peserta akan memiliki banyak kesempatan untuk terlibat dengan peserta lainnya dalam forum diskusi dan percakapan online yang dilakukan setiap hari Jumat. Salah satu dari sebelas orang dari tim pengajar kursus Agama Buddha secara online tersebut adalah seorang Bhikkhu cendekiawan asal Bangladesh, yakni Y.M. Upali Sramon yang pernah menjadi mahasiswa di Harvard Divinity School dan mendapat gelar Master of Divinity (M.Div) pada bulan Mei 2015 lalu. Dengan adanya kursus Agama Buddha secara online ini, membuktikan bahwa sains dan teknologi dapat dimanfaatkan secara positif tidak hanya sebagai alat bantu untuk mempermudah merapatkan jarak antara pengajar dengan siswanya, namun juga untuk menyebarkan pengetahuan Agama Buddha melalu bidang pendidikan.
Akhir kata, marilah kita bersama-sama mendukung inovasi pengembangan Buddha Dhamma tersebut secara positif. Semoga kemunculan berbagai inovasi-inovasi pembelajaran Buddha Dhamma ini dapat membantu pelestarian dan perkembangan Buddha Dhamma, baik di Indonesia maupun di dunia. Semoga kebajikan para inventor dan para pengembang tersebut beserta seluruh makhluk yang telah berkontribusi di dalam pelestarian Buddha Dhamma ini mampu membuat Dhamma semakin berkembang di dunia. Semoga segala kebajikan ini juga turut membawa kita semua menuju pencerahan yang lengkap dan sempurna. Semoga semua makhluk senantiasa berbahagia. Sadhu Sadhu Sadhu. Referensi: https://dhammacitta.org/artikel/toni-yoyo/mengerti.html (Diakses 4 April 2019) http://kmbui.ui.ac.id/category/buddhism/ (Diakses 4 April 2019) https://berita.bhagavant.com/2016/12/20/harvard-buka-kursus-agama-buddha-secara-online-gratis.html (Diakses 4 April 2019) https://berita.bhagavant.com/2019/02/13/agama-buddha-jadi-salah-satu-kursus-online-harvardx-paling-tren-2018.html (Diakses 4 April 2019)
30
TIME MACHINE
PARAMITA 50
d a n B e r l a l u
paraplus
M Ol u e n Eh c ri u ka l M e l i a w a t i Fa s i l k o m 2 0 1 8
Judul Buku Judul Asal Penghimpun dan Penerjemah Thai-Inggris Penerjemah Inggris-Indonesia Penerbit Cetakan/Tanggal Terbit Dimensi
: Ini Pun Akan Berlalu : Everything Arises, Everything Falls Away : Paul Breiter : Nafta S. Meika : Ehipassiko Foundation : 5 / Mei 2013 : 21 x 14 x 1.2 cm, 224 halaman
Apakah Anda sekarang sedang merasakan kesenangan? Atau merasa sedih karena merasa kehilangan? Janganlah terlalu berlarut pada kondisi itu, karena semua itu tidaklah tetap. Apa yang muncul akan berlalu adalah hal yang sering ditekankan oleh Ajahn Chah. Beliau adalah master Buddhis di Thailand yang merupakan sosok berpengaruh bagi perkembangan Buddhis di dunia. Buku ini adalah kumpulan ajaran Ajahn Chah yang dikutip dari rekaman kaset, TIME MACHINE
PARAMITA 50
31
paraplus
diingat dari pembabaran resmi, dan pembicaraan informal pada tahun 1970-an yang dihimpun oleh Paul Breiter, orang Amerika yang pernah menjadi murid dan penerjemah Ajahn Chah.
Semua hal yang ada di sekitar kita muncul dan berlalu. Buku ini mengajarkan bagaimana seharusnya kita memandang batin kita sendiri dan semua fenomena yang muncul dan berlalu ini dengan tiga ciri keberadaan, yaitu anicca, dukkha, dan anatta. Ketidaktetapan (anicca) biasanya ditunjukkan sebagai yang pertama karena ini adalah yang paling mudah dilihat. Selanjutnya dukkha yang biasanya diterjemahkan sebagai “penderitaan” yang sebenarnya tidak terletak pada kejadian-kejadian yang dialami, melainkan aktivitas batin individu tersebut. Yang terakhir yaitu anatta, tiada diri, di mana sebenarnya tidak ada sosok yang bisa ditemukan dalam yang Anda sebut diriku atau milikku. Dalam buku ini, dijelaskan juga apa dan bagaimana yang seharusnya kita lakukan di antara muncul dan berlalu ini untuk mengatasi kegelisahan yang mengakar dalam diri kita akan perubahan. Buku ini disajikan dengan gaya yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh kalangan umum. Penjelasan yang unik juga memberikan sudut pandang yang baru bagi pembaca dalam menghadapi suatu masalah. Jika Anda sedang sedih akan masa lalu ataupun membingungkan masa depan, buku ini mungkin cocok untuk Anda!
“apa pun yang muncul semua itu pasti berlalu” “yam kinci samudaya dhammam sabbam tam nirodha dhammam” ~Samyutta Nikaya 56.11~ (SUR/FAN)
32
TIME MACHINE
PARAMITA 50
Satu Album Sejuta Makna
Album : Let Speak Up Artis : Sadhu United Tanggal rilis : 9 November 2017 “Sadhu United” Dilihat dari nama grupnya saja, sudah jelas bahwa group band ini membawakan lagu-lagu bertemakan agama Buddha. Sadhu United adalah sekelompok anak muda yang ingin memperkenalkan Buddha Dhamma kepada kalian semua, para Kalyanamitta, tetapi dengan cara yang tidak biasa yaitu lewat musik-musik mereka. Group band yang terdiri atas tujuh personil ini juga sering kali tampil dalam acara Buddhisme di mal maupun banyak wihara, loh! Pada tahun 2017 lalu, Sadhu United berhasil meluncurkan sebuah album berjudul Let Speak Up. Album ini terdiri atas delapan lagu yang liriknya luar biasa bagus dan mendalam! Irama dan melodi dalam lagu-lagu ini bukan seperti lagu Buddhisme kebanyakan, melainkan sangat mengikuti selera anak muda zaman sekarang, yaitu intro yang membangkitkan semangat serta beat yang memicu adrenalin kalian semua. Tak berhenti di situ, mereka bahkan membuat rap dalam bahasa Pali! Sangat keren, bukan? Kedelapan lagu dalam album tersebut berjudul Kalyanamitta, Let Speak Up, Karma, Nibanna, Tebarkanlah, We are One, Gapai Bahagia, dan Joyful Vesakh. Lagulagu ini cocok sekali untuk kamu dengar saat sedang senang, sedih, ataupun di saat kamu sedang butuh motivasi. Salah satu lagunya yaitu Let Speak Up dibuat dengan cara yang tak biasa. Lagu ini dibuat dari gabungan suara penyanyi lain. Makanya tak heran jika saat kamu sedang mendengar lagu ini, kamu tiba-tiba mendengar suara sekelompok anak kecil sedang bernyanyi. Tidak hanya lagu Let Speak Up, lagu-lagu lain dalam album ini juga dibuat dengan ciri khas masing-masing, misalnya lagu Karma yang musiknya diselingi dengan suara biksu yang sedang khusyuk melantunkan sutta. Walaupun terdapat beberapa bagian dalam album ini yang artikulasinya tidak terlalu jelas, album ini sangat cocok untuk kalian yang hobi mendengar lagu sekaligus ingin belajar Buddha Dhamma. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui!
PARAPLUS
Oleh Sylvia Lioner (FF-2018)
“Ketika ‘ku terjatuh, kau ulurkan tanganMu menuntunku menuju kebahagian kuyakinkan mimpi.” Let’s Speak Up for Dhamma! (SUR/FAN)
TIME MACHINE
PARAMITA 50
33
Mahasiswa Berprestasi yang Memiliki Jiwa Sosial Tinggi
parAPROFILE
SHIERLEN O CTAV I A
Apa gunanya kamu mengerjakan hal itu? Lebih baik kamu melakukan hal yang pasti-pasti aja ke depannya.� Ini sangat sering kita dengar ketika kita baru menekuni suatu hal baru yang kita sukai tetapi dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitar kita. Misalnya, ketika kita suka menggambar dan menekuninya, pasti ada saja seseorang yang berkata kepada kita bahwa menggambar itu tidak berguna. Mereka berpendapat bahwa lebih baik untuk membahas pelajaran sekolah untuk meningkatkan nilai dibandingkan menggambar. Padahal, menggambar dapat mengasah kemampuan berimajinasi yang akan sangat bernilai ke depannya. Ketika membahas hal itu, kita perlu mengenal figur yang satu ini. Siapakah dia? Ia adalah Shierlen Octavia, 34
TIME MACHINE
PARAMITA 50
atau yang lebih akrab disapa Shierlen, yang memiliki hobi mengajar. Shierlen yang lahir di Sukabumi pada 15 Oktober 1997 ini memiliki perilaku yang baik, ramah, ceria, dan uniknya ia sangat menyukai cabai. Ia merupakan seorang mahasiswi psikologi yang berprestasi dan memiliki ketertarikan di bidang sosial. Semenjak ia duduk di bangku sekolah, ia telah banyak mengikuti kegiatan di bidang akademis maupun non-akademis. Selama kuliah, Shierlen telah meraih banyak pencapaian dan prestasi di bidang akademis maupun non-akademis. Prestasi dan pencapaiannya tersebut meliputi Mahasiswa Berprestasi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia 2018, Delegasi untuk Asian Universities Alliance Youth Forum 2018, Pembawa Acara untuk The Asian Undergraduate Research Symposium 2018 dan Temu Ilmiah Nasional di Kongres XIII HIMPSI 2018, Penerjemah untuk 3rd Asian Buddhism Connection International Conference 2018, Pembicara untuk workshop Sekolah Mahasiswa Berprestasi 2018, Moderator untuk University Day: Unity in Diversity 2018, Juara Pertama Psychoscience on Developmental Psychology Topic Olimpiade Psikologi Indonesia IV 2017, Juara Pertama Story Writing of Gelanggang Anak Buddhis Indonesia 2017, dan Pembawa Acara untuk 2nd Universitas Indonesia International Psychology Symposium for Undergraduate Research 2017. Dari banyak prestasi yang telah ia raih, pencapaian yang
Sesuai dengan tema yang diangkat untuk edisi kali ini, yaitu time machine, Shierlen berpendapat bahwa ia dapat memperoleh semua prestasinya tidak secara tiba-tiba. Segala sesuatu yang pernah dilakukannya dan hasil yang diperolehnya sekarang saling berkaitan satu sama lain. Hal sekecil apa pun yang telah ia lakukan tidaklah sia-sia dan pasti akan berguna nantinya. Tidak ada yang tahu kapan pastinya karena bisa saja itu mungkin sekarang, besok ataupun di kehidupan selanjutnya. Hal itu bisa terjadi asalkan kita melakukan hal-hal yang bermanfaat tersebut bagi diri sendiri maupun orang lain dengan sepenuh hati. Seperti hobinya di bidang mengajar, sekarang ia dapat menyalurkan hobinya tersebut untuk membantu pendidikan anak-anak yang kurang layak. Ketika ia gagal dalam menghadapai suatu hal, ia tidak merasa terganggu.
parAPROFILE
paling berkesan baginya adalah mendapatkan gelar Mahasiswa Berprestasi Psikologi yang diperolehnya pada tahun 2018 lalu. Untuk mendapatkan gelar tersebut tidaklah mudah baginya. Banyak proses yang harus dilalui terlebih dahulu. Sejak pertama masuk kuliah, ia tidak pernah menargetkan untuk mendapatkan gelar tersebut. Ia diajak untuk ikut merebut gelar tersebut karena banyak prestasi yang telah ia raih. Tak disangka, berkat usaha yang ia lakukan selama ini, ia pun berhasil merebut gelar tersebut. Tak lupa juga, ia telah banyak berkontribusi di bidang sosial, baik dalam lingkup fakultas, universitas, ataupun yang berhubungan langsung dengan masyarakat luas. Ia juga merupakan content writer untuk TABU.id. Yang paling mengesankan adalah ternyata ia telah mengikuti kegiatan GUIM sebanyak dua kali. Apa, sih, GUIM itu? GUIM merupakan singkatan dari Gerakan Universitas Indonesia Mengajar yang merupakan kegiatan mengajar yang diadakan setiap tahunnya di daerah yang kurang akan fasilitas yang layak di bidang pendidikan. Kegiatan GUIM ini diadakan selama 25 hari dan relawan pengajar menginap di daerah tersebut. Dengan adanya GUIM, Shierlen merasa senang dapat menyalurkan hobinya di bidang mengajar. Terakhir, Shierlen membagikan salah satu kata dari bahasa Jepang yang menurutnya sangat bermakna:
真 心
magokoro yang artinya: 1.A true heart, a heart with no deception or a façade 2.Sincerity. 3.“ To put your heart in a gift” 4.“Devote one’s heart to something.”
Malah dari kegagalan tersebut, ia berpikir bahwa suatu saat kita tidak akan jatuh di lubang yang sama melalui pembelajaran dari pengalaman tersebut.
TIME MACHINE
PARAMITA 50
35
paratravel
Paratravel Kota-kota yang Terperangkap dalam Waktu
Oleh Fannia Veronica (Fpsi 2017)
A quick question, berapa usia peradaban manusia? Well, aku tidak tahu tepatnya berapa, tapi sudah pasti ribuan tahun. Dalam rentang tahun itu, tidak terhitung jumlah kota yang telah dibangun kemudian runtuh, entah karena bencana, perang, atau hal lain. Namun, ada pula kota-kota yang bertahan ratusan tahun lamanya dan tetap mempertahankan atmosfernya. Kota-kota itu terperangkap dalam waktu mereka sendiri; berjalan dalam lorong waktu yang berbeda dengan dunia di sekitarnya. Kira-kira, kota apa sajakah itu? Let’s see them!
1.Venice, Italia
One cannot go without Venice! Kota ini sangat berjaya pada zaman Renaissance sebagai pusat perdagangan dan perkembangan seni. Kota indah ini juga terkenal akan kanal-kanalnya. Kanal-kanal inilah yang menjadi ciri khas kota yang dulunya dibangun untuk menghindari invasi orang-orang barbar. Penduduk kota menggunakan kanal sebagai moda transportasi publik dan barang, baik pada zaman Renaissance maupun sekarang. Bangunan-bangunan indah yang terbuat dari marmer juga menghiasi kota ini seperti St Mark’s Basilica, Doge’s V Palace, dan Piazza San Marco.
36
TIME MACHINE
PARAMITA 50
paratravel
2.Bruges, Belgium Bergeser sedikit ke Belgia, temuilah Bruges. Kota ini seringkali disebut sebagai “Venice of the North�. Alasannya, kota ini juga dilintasi oleh kanalkanal yang banyak membantu perekonomian kota tersebut di masa jayanya. Bruges mengalami masa kejayaannya sekitar abad ke-12 dan ke-15 dan masih banyak bangunan pada abad pertengahan yang masih terjaga hingga sekarang. Destinasi yang bisa kamu kunjungi untuk mendapatkan medieval era vibes adalah Brugse Ommeland. Lokasi ini juga dilindungi oleh UNESCO sebagai situs bersejarah, loh!
3. Rothenburg, Jerman Tidak hanya Belgia, Jerman juga memiliki kota yang bernuansa abad pertengahan. Di Rothenburg ob der Taube, terdapat berbagai bangunan kuno, seperti balai kota dan gereja gotik yang indah. Nuansa abad pertengahan kota ini didukung oleh keberadaan toko-toko bergaya Bavaria yang ada di sudut-sudut kota. Wisatawan dapat berjalan-jalan di dinding kota untuk menikmati pemandangan pedesaan yang tenang. Gereja bergaya gotik yang sudah disebut sebelumnya bernama St. Jacobs dan gereja ini merupakan pusat spiritual kota Rothenburg.
TIME MACHINE
PARAMITA 50
37
paratravel
4. Kyoto, Jepang
Mari berpindah ke benua Asia! Jika kamu ingin melihat bagaimana Jepang di zaman edo, berkunjunglah ke Kyoto. Kota ini merupakan kota budaya tradisional Jepang yang terkenal. Di kota ini, terdapat berbagai istana. Jepang, bangunan rumah, serta kuil-kuil historis yang masih mengadaptasikan gaya arsitektur tradisional. Tempat-tempat yang bisa kamu datangi di Kyoto antara lain distrik Gion (disebut juga sebagai distrik Geisha) yang juga merupakan tempat wisata favorit turis; kuil Fushimi Inari, kuil indah yang instagramable dengan 10.000 gerbang torii-nya; serta untuk kamu pecinta wisata kuliner, kunjungilah Kiya-machi untuk hidangan tradisional Kyoto.
5.Kota Tua (Jakarta), Indonesia
Last but not least, Kota Tua! Ya, Kota Tua memang bukan kota betulan, melainkan merupakan sejumput kecil dari Jakarta. Tetapi, tempat ini merupakan salah satu sudut kota yang ter perangkap dalam waktu tepatnya pada era penjajahan. Lihat saja berbagai bangunan yang mengabadikan gaya arsitektur pada zaman Belanda seperti museum Fatahillah dan Stasiun Kereta Api Jakarta Kota. These buildings scream oldies-but-classy. Area-area sekitar Kota Tua juga mengeluarkan vintage vibe yang menjadikan lokasi ini sebagai spot yang cocok untuk mengambil foto-foto yang instagramable.
38
TIME MACHINE
PARAMITA 50
paramedic ternyata banyak dari kita yang juga belum mampu menyelesaikan masalah dengan baik. Hal ini sangat bergantung kepada sikap dari kita sebagai mahasiswa dalam menghadapi masalah kehidupan. Oh ya, mungkin kita sering mendengar kalimat, “Menghadapi masalah perlu dilakukan dengan kepala yang dingin,� dan ternyata, salah satu tindakan yang dapat kita lakukan sebagai mahasiswa Buddhis adalah dengan melakukan meditasi. Hmm, sepertinya meditasi membosankan— memusatkan pikiran dalam sebuah objek dan mengembalikan aliran pikiran secara terkontrol dalam satu objek.
D
alam kehidupan sehari-hari, kita tentunya sebagai mahasiswa selalu menghadapi masalah-masalah akademis maupun non-akademis. Masalah yang muncul tidaklah sebatas hanya untuk membuat kita berpikir terhadap solusi yang bisa diangkat, namun masalah mendorong kita untuk dapat berpikir lebih kritis, lebih dewasa, dan lebih mampu mencerap dunia sebagaimana apa adanya. Masalah yang dihadapi juga umumnya bervariasi dari satu ke yang lainnya sesuai dengan kondisi yang dicetus. Banyak dari kita yang mampu menerima dan menyelesaikan masalah dengan tindakan positif, dan
Apakah kita sebenarnya mengetahui secara pasti fungsi meditasi bagi mahasiswa untuk kegiatan akademis? Apakah kita sebenarnya sudah memahami secara jelas dampak meditasi dalam kesehatan otak kita? Apakah kita juga sudah mengetahui pengaruh meditasi terhadap proses penentuan keputusan dalam menghadapi masalah? Pada artikel kali ini, penulis akan mengupas banyak hal yang mungkin jarang kita dengar mengenai meditasi yang ternyata membawa pengaruh positif terhadap organ berpikir kita yaitu otak. Kegiatan meditasi mampu memberikan manfaat yang beragam bagi otak. Studi ilmiah membuktikan bahwa
TIME MACHINE
PARAMITA 50
39
paramedic
meditasi selama 30 menit setiap hari selama delapan minggu meningkatkan komposisi gray matter otak pada daerah yang terlibat dalam pembentukan memori, empati, dan stres. Penambahan jumlah gray matter pada otak berkaitan dengan peningkatan fungsi bagian otak secara spesifik dalam memberikan respons terhadap rangsangan tertentu dan demikian sebaliknya. Deteksi perubahan struktur otak tersebut menggunakan sebuah alat yang dinamakan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Selain itu, MRI scan pada otak subjek menunjukkan penambahan gray matter pada struktur otak lainnya, yaitu hippocampus, dengan penurunan jumlah gray matter pada struktur amygdala. Fungsi hippocampus berhubungan dengan memori pembelajaran sedangkan fungsi amygdala berkaitan dengan memori emosional. Tidak mengherankan apabila orang yang sering bermeditasi sangat tenang dalam menghadapi situasi yang seharusnya menegangkan bagi orang lain karena perubahan struktur otak yang sedemikian rupa yang terlihat di dalam MRI.
40
TIME MACHINE
PARAMITA 50
Meditasi juga membantu menempatkan aliran konsentrasi pikiran terhadap sebuah objek yang dipegang sebagai patokan. Hal ini akan membiasakan otak dengan lebih mudah memfokuskan pikiran terhadap sesuatu. Secara psikologis, konsentrasi terbentuk akibat dari adanya aliran pikiran yang menghubungkan persepsi dari sebuah rangsangan terhadap respons bentuk pikiran. Konsentrasi memungkinkan kita untuk menghasilkan respons yang tepat untuk menanggapi rangsangan yang ditimbulkan. Dalam menghadapi masalah, otak akan menerima rangsangan dalam dua bentuk utama, yaitu sensasi informatif dan sensasi emosional. Nah, sensasi emosional bersifat lebih sensitif dibandingkan dengan sensasi informatif sehingga sensasi emosional yang begitu kuat akan menganggu jalannya pencerapan dari sensasi informatif. Inilah yang mengakibatkan orang stres tidak dapat berpikir dengan jernih. Meditasi akan menekan pemrosesan sensasi emosional di bagian amygdala dan meningkatkan pemrosesan sensasi informatif di otak, yang pada akhirnya akan seiring dengan meningkatnya konsentrasi berpikir terhadap masalah yang ada.
(SUR/FAN)
paramedic
Jadi, meditasi dalam kehidupan sehari-hari mempunyai segudang manfaat bagi kesehatan otak baik secara fisik maupun mental. Teori meditasi ini tentu tidak akan berguna apabila tidak dipraktikkan dalam kehidupan, karena penulis yakin bahwa pembaca hanya akan sekadar membaca untuk meluangkan waktu saja. Namun, hal yang harus pembaca ingat adalah bahwa Anda juga telah melakukan meditasi dengan membaca serius artikel ini karena konsentrasi Anda sudah meningkat. Voila! Sebagai tambahan informasi, meditasi akan membuat kita sebagai mahasiswa untuk lebih bisa menyadari momen saat ini, bukan masa lalu dan bukan masa depan. Hal ini tercerminkan pada konsentrasi yang terbentuk terhadap objek yang dipegang saat itu juga sambil melawan aliran pikiran yang terpecah ke mana-mana. Dengan demikian, semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan semua makhluk.
TIME MACHINE
PARAMITA 50
41
paraspective
GADGET DALAM BUDDHISME Oleh Kevin Chow (FT 2017)
Maraknya penggunaan gadget atau gawai pada zaman ini menunjukkan kemajuan zaman yang
sangat pesat. Berbeda dengan zaman dahulu, penggunaan gawai di masa kini meningkat dengan sangat cepat sekali. Mengutip data Hootsuite, pada Januari 2018, populasi pengguna perangkat mobile angkanya di Indonesia mencapai 177,9 juta pengguna, dengan tingkat penetrasi mencapai 67%.
177,9 JUTA
Penggunaan gawai ini timbul karena adanya kemelekatan pada gawai kita. Buddhisme menawarkan solusi tentang bagaimana cara bersikap bijak dalam menghadapi perkembangan teknologi di zaman modern ini, yaitu melalui samvara. Samvara dalam bahasa Inggris berarti restraint. Restraint dijelaskan sebagai ‘calm and controlled behaviour’. Dalam buku Dhamma VibhÄ ga, samvara secara harfiah diartikan sebagai menutup atau menyumbat suatu aliran (Vajirananavarosa, 2013). Samvara berarti juga menahan diri di masa mendatang, norma pengendalian diri, perilaku yang baik, serta perilaku diri yang tenang dan terkontrol. 42
TIME MACHINE
PARAMITA 50
Dari pengguna perangkat mobile ini, tercatat 120 juta merupakan pengguna aktif mobile social. Sebagai informasi, Hootsuite merupakan sebuah situs layanan manajemen konten yang menyediakan layanan media daring yang juga terhubung dengan berbagai situs jejaring sosial lainnya, seperti: Facebook, Twitter, LinkedIn, Foursquare, MySpace, dan WordPress. Hootsuite ini juga merupakan salah satu dari klien Twitter yang resmi.
kemelekatan solusi ? penggunaan gawai
SAMVARA
menutup atau menyumbat suatu aliran (Vajirananavarosa, 2013) menahan diri, pengendalian diri, perilaku baik, tenang, terkontrol
diri 3 pengendalian melalui pandangan
paraspective
5
macam pengendalian diri pengendalian diri melalui kemoralan atau kebajikan (sila-samvara)
terang atau wawasan (nana-samvara)
1
diri 2 pengendalian melalui kesadaran
Pengendalian diri diperlukan untuk melindungi diri dari dampak negatif penggunaan gawai secara tidak bijak. Paling tidak, ketika seseorang menggunakan gawai, ia tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.
diri 4 pengendalian melaluikesabaran
diri 5 pengendalian melalui usaha
(sati-samvara)
atau semangat (viriya-samvara)
(khanti-samvara)
pendapat bhante uttamo: Banyak orang yang berpikir bahwa maraknya gawai, internet, dan media sosial membuat orang menjadi individualis, susah bersosial dengan orang sekitar, susah diajak meditasi dan konsentrasi, hingga menjadi tempat subur untuk menyebarkan informasi-informasi negatif. Namun, hal ini berbeda dengan pandangan Bhante Uttamo. Menurut Bhante Uttamo, gawai dan media sosial tidak bisa dijadikan alasan orang susah konsentrasi.
“Kalau orang memang belum bisa diajak meditasi karena susah konsentrasi dan lain-lain, bukan salah gadgetnya, memang orangnya saja yang belum mempunyai kemauan kuat untuk meditasi.�
Referensi: Febrian Ariya Passaddhi. 2015. Menggunakan Smartphone Secara Bijak dengan Pengendalian Diri (Saáš vara) Bagi Mahasiswa. Diakses 13 April 2019 https://teknologi.bisnis.com/read/20180201/101/733037/pengguna-perangkat-mobile-di-indonesia-semakin-tinggi-ini-datanya (Diakses pada 13 April 2019) https://samaggi-phala.or.id/naskah-dhamma/artikel/media-sosial-untuk-menyebarkan-ajaran-buddha/ (Diakses pada 13 April 2019)
TIME MACHINE
PARAMITA 50
43
paraspective
HASIL SURVEi
ANGGOTA AKTIF DAN ALUMNI KMBUI Jumlah Responden:
Survei dilakukan pada
8/4 - 13/4 2019
76 anggota aktif dan alumni 49.3% 17-24
tahun
50.7%
24 1.3% 98.7% >tahun
21 00 wib
Disclaimer: Survei ini dilakukan hanya untuk mengetahui pendapat dari anggota aktif KMBUI semata dan tidak merepresentasikan pandangan umat Buddhis secara umum di Indonesia.
1. Sebagai seorang Buddhis, seberapa melekat Anda dengan gadget Anda? (0 berarti sangat tidak melekat dan 6 berarti sangat melekat) 40.00%
3. aktivitas apa yang sering anda lakukan saat sedang membuka gadget? 46.10%
13.20% 10.50%
mempelajari bahan kuliah lainnya melihat feed media sosial (IG, LINE, FB) chattingan main game
36.80%
Persentase Jumlah Peserta
35.00%
10.50%
30.00% 26.30%
26.30%
25%
25.00%
4. Apa yang akan/telah Anda rasakan ketika satu hari saja Anda tidak menggunakan gadget?
20.00% 15.00%
5.30% 10.00% 5.00% 1.30%
47.40%
14.50%
7.90% 2.60%
0.00% Skala
0
1
2
3
4
5
lebih bahagia lainnya netral gelisah
6
33.50%
2. kira-kira, berapa jam dalam sehari anda menggunakan gadget anda? 0.00%
2.60% 3.90%
2.60%
69.70%
5. Menurut Anda, model pembelajaran Dhamma seperti apa yang cocok untuk dipelajari melalui gadget Anda?
27.60%
33.50%
TIME MACHINE
PARAMITA 50
42.10%
13.20%
< 1 jam >5 jam 1-2 jam 3-5 jam
44
5.30%
artikel/teks rekaman suara forum diskusi online lainnya video game
paraview
Terra Samiddha Liu Oleh Sylvia Lioner (FF-2018) “Dhamma adalah perjalananku, dan
senjataku, Samsara adalah Arahatta adalah tujuanku.”
Terra Samiddha Liu, lebih akrab dipanggil Terra, adalah founder dari channel Youtube Seven Lotus Production. Selain itu, ia juga bekerja sebagai professional public speaker, moderator, dan master of ceremony di acaraacara Buddhis yang biasa diselenggarakan di kampus, mal, dan di tempat-tempat lain. Tidak hanya seputar Buddhisme, Terra juga ikut menjadi bagian dari dunia bisnis Indonesia sebagai seorang funding manager. Konten video dalam channel Seven Lotus ini apa saja Ko? “Vlog-nya biasanya berisi ajaranajaran dan tradisi. Kita juga membahas tentang buku Buddhis. Ironis memang, orang tidak suka baca buku padahal dari buku inilah kita bisa mengenal dunia ini. Orang yang suka baca itu kelihatan dari cara berbicara dan cara berpikirnya.”
Di CV Koko tertulis “Founder Seven Lotus Production”. Apa bisa dijelaskan apa itu Seven Lotus Production? Latar belakang atau tujuan, misalnya? “Seven Lotus itu adalah sebuah dorongan dari diri sendiri untuk memberikan kontribusi lebih untuk Buddha Dhamma karena kita melihat bagaimana tren anak muda itu sudah bergeser. Orangorang sekarang lebih cenderung menonton video daripada membaca buku maupun mendengar ceramah. Jadi, akhirnya pada tahun 2017 kemarin, saya membuat sebuah tim yang terdiri atas tiga orang: saya, Ko Frengko sebagai editor, dan Andre dari Buddhazine sebagai kameramen. Jadi kita mulai bikin beberapa vlog singkat yang kelihatannya sederhana, tetapi bila dipraktikkan akan sangat membantu perkembangan SDM Buddhis.”
TIME MACHINE
PARAMITA 50
45
paraview
Selama menjalani channel Seven Lotus, apa Koko pernah mengalami kesulitan?
“Ya, kesulitan pasti ada. Kritik dan komentar negatif pasti ada. Tapi untungnya tidak banyak. Mereka lebih memberikan apresiasi mereka melihat anak Buddhis ingin memberikan Buddha Dhamma lewat media video. Selain kritik dan komentar, bikin videonya juga susah. Perlu memikirkan konten, lokasi, dan waktu. Bikin satu video yang hanya berdurasi beberapa menit saja sudah membutuhkan waktu seharian.” Di bio Instagram Koko, ada tulisan #DhammaWarrior. Maksudnya apa, Ko? “Dhamma Warrior maksudnya adalah sebuah sikap mental dalam diri saya bahwa saya adalah seorang pejuang Dhamma. Pembelajar, praktisi, dan penyebar Dhamma di dunia.”
Koko sudah menjadi bagian dari dunia bisnis, tetapi kenapa Koko masih mau menjadi seorang public speaker? “Koko anggap pekerjaan koko sebagai public speaker ini sebagai misi kehidupan. Ya seperti yang orang bilang sebagai “panggilan hidup”. Jadi, koko ini merasa terpanggil untuk membagikan Buddha Dhamma di kampus, vihara, dan lain-lain.”
46
TIME MACHINE
PARAMITA 50
Apa ada sosok public speaker yang Koko sukai? “Ya, diri koko sendiri, haha-percaya diri banget, ya. Kalau koko pribadi termotivasi sama guru koko, Pak Roby Oktober. Beliau itu pembawaannya sederhana tapi bagus. Selain itu, ada juga Pak Anderson Hadaya Tan, salah satu guru koko yang mengajarkan public speaking. Ilmu yang diajarkan itu menggunakan style beliau dari pengalaman beliau selama sepuluh tahun menjadi seorang public speaker.”
(SUR/FAN)
“Positifnya, pertama, kita dihormati orang karena kita datang sebagai sosok yang mempunyai kompetensi untuk berbagi hal yang mungkin sebagian besar orang tidak tahu. Kedua, mendapat banyak teman baru. Jujur, koko setelah menjadi seorang public speaker mendapat banyak teman Buddhis di dalam dan luar kota, bahkan luar negeri. Ketiga, ini yang paling penting menurut koko, influence. Kalau kita punya pengaruh, kita mau sesuatu, lebih besar kemungkinannya kita dapat. Mengenai influence ini, koko sering menyarankan anak muda agar aktif ikut organisasi di kampus. Kenapa? Influence. Kalau kamu memegang jabatan penting dalam suatu organisasi, maka ketika kamu berbicara, orang-orang akan cenderung lebih menyimak dibandingkan ketika kamu menjadi staf biasa. Kalau negatifnya, mungkin agak kurang privacy. Yah, memang wajar, setiap influencer pasti pernah mengalami. Selain itu, masalah lokasi dan waktu juga ada. Kadang koko diundang sebagai pembicara di tempat yang lokasinya jauh. Itu saja kendalanya.”
paraview
Apa ada pengalaman berkesan selama menjadi seorang entrepreneur dan public speaker?
Selain kesibukan sebagai seorang youtuber dan public speaker, apa Koko ada kesibukan di organisasi Buddhis? “Saat ini koko aktif di satu organisasi saja, Bodhinyana Yen. Bodhinyana Yen adalah suatu organisasi yang menfokuskan tujuannya untuk pengembangan sumber daya manusia Buddhis. Koko banyak belajar di organisasi ini, terutama dari ketuanya yaitu Pak Pindi Kisata. Beliau ini adalah sosok yang luar biasa, pemahaman Dhammanya sangat dalam. Kamu akan mendengarkan sesuatu yang tidak akan pernah kamu dengar di tempat lain. Di organisasi ini juga ada pelatihan internal berupa Dhamma class dan pelatihan public speaking. Selain pelatihan, Bodhinyana Yen juga membantu wihara-wihara dalam menyediakan supply pembicara, terutama wihara di daerah pelosok yang kesulitan dalam mencari pembicara.”
TIME MACHINE
PARAMITA 50
47
Oleh Shella Julya (KMB Bina Nusantara-FEK 2018)
artikel lomba
Pikiran Kritis Mengancam Eksistensi Karma
http://illusion.scene360.com/art/66132/mythical-hand-drawn-illustrations/
48
TIME MACHINE
PARAMITA 50
artikel lomba
karma
Kata tidak dapat disangkal merupakan kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Dalam agama Buddha, karma dipandang sebagai suatu hukum kosmis tentang sebab-akibat dan juga hukum moral.
P
ersoalan tentang karma menjadi salah satu persoalan terumit yang telah menjadi bahan perdebatan para filsuf, ahli spiritual, hingga ahli ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi dalam beberapa dekade terakhir. Secara sederhana, pola karma dapat dijelaskan sebagai hubungan sebab-akibat atas perbuatan yang pernah kita lakukan dan apa yang akan kita alami kemudian. Namun, dalam konteks yang lebih rumit, karma memiliki pola yang sangat sulit ditelusuri untuk mengetahui bagaimana pola hubungan itu terjalin satu sama lain. Persoalan ini pada akhirnya menimbulkan suatu kejanggalan dan terkesan menghubung-hubungkan sesuatu yang tidak dapat dibuktikan keterkaitannya. Seiring modernisasi, orang-orang menjadi semakin dan lebih kritis. Setiap pernyataan, berita, dan informasi apa pun tidak akan diterima dengan mudah apabila tidak disertai dengan bukti yang relevan, valid, dan akurat. Banyak penjelasan diserap dengan mudah tanpa perlawanan di masa lalu. Permasalahan muncul ketika manusia mulai mengumpulkan pengetahuan, yang membuat kecerdasannya beralih ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan begitu, timbul keberanian untuk mempertanyakan kepercayaan dan berbagai macam doktrin yang ada dari perspektif logis mereka. Dampaknya, fondasi penjelasan mengenai pola-pola hubungan kompleks yang ada di hukum karma mulai menunjukkan kerapuhan. Kerapuhan tersebut menjadi tantangan bagi pembuktian kebenaran hukum karma di era modern saat ini. Namun kembali lagi, jika semua pertanyaan harus
ada jawaban nyata maka keseluruhan hidup ini merupakan sebuah tanda tanya besar. Jika seseorang bertindak baik, maka banyak kebaikan yang akan menghampiri orang itu dan jika orang itu bertindak buruk, tindakan buruknya akan terakumulasikan ke sesuatu yang bersifat negatif. Karma seseorang akan dibawa dari kehidupan sebelumnya ke kehidupan saat ini dan karma ini akan terus dibawa ke depan dalam setiap kehidupan yang akan kita alami, sampai kita dibebaskan dari roda kehidupan dan kematian. Ini adalah alternatif untuk menjelaskan hukum karma dengan cara sesingkat mungkin. Para agamawan, guru, bhikkhu, dan bhikkhuni tidak mampu memaksakan kehendak mereka untuk meyakinkan seseorang akan keabsahan dari hukum karma. Mereka yang tidak percaya juga tidak dapat dipandang sebagai suatu kekeliruan, karena setiap orang memiliki dimensi pandangan
TIME MACHINE
PARAMITA 50
49
artikel lomba
S
hidup mereka masing-masing. Segala efek positif dan negatif dari hukum karma akan diperoleh di kehidupan mereka berikutnya jika tidak dalam kehidupan ini. Di samping kejanggalan-kejanggalan yang ada, tidak jarang pula kita mendengar cerita yang menunjukkan kebenaran akan adanya hukum karma. Bukan tentang terbukti atau tidak terbukti, kita semua umat manusia hidup di dunia untuk suatu tujuan. Hari di mana kita menyadari akan tujuan tersebut, di situlah karma menunjukkan eksistensi dirinya. Karma memotivasi kita untuk selalu berbuat baik kepada siapa saja dan sebisa mungkin menghindari tindakan, pikiran, dan perkataan yang dapat menimbulkan emosi negatif. Tidak semua pertanyaan harus dijawab dengan pikiran kritis, peran hati nurani juga diperlukan untuk menentukan apakah suatu tindakan perlu dilakukan sekalipun tanpa pembuktian. Karma harus dipahami dengan tingkat kesadaran yang lebih dalam dan bukan hanya sekadar kritis. Energi positif dan negatif dipancarkan sebagian besar oleh diri kita secara tidak sadar melalui hati nurani.
etiap tindakan yang dilakukan didahului oleh pikiran. Setiap pikiran yang diciptakan dari dalam diri seseorang, secara sadar atau tidak sadar akan melewati hati nurani. Di sisi lain, tindakan hanyalah produk sampingan dari pikiran. Maka dari itu, seseorang harus meninjau kembali hati nuraninya, memperbarui pandangan, dan mengembangkannya. Seseorang harus mampu mengendalikan pikirannya dan memvisualisasikan hasil pemikiran tersebut. Apakah pemikiran itu memancarkan suatu energi positif atau tidak? Hanya melalui kesadaran seperti itu kemungkinan realisasi diri kita dalam hidup dapat dicapai. Setiap tindakan yang dihasilkan dari pemikiran yang murni akan membawa kemurnian pula. Jika pikiran dalam kondisi baik, maka seseorang akan melakukan tindakan baik dan berujung pada karma yang baik pula. Lakukan dialog satu lawan satu dengan hati nurani, tambahkan kedamaian, cinta kasih tanpa batas seperti bait dalam Karaniyametta Sutta, “Demikianlah terhadap semua makhluk, dipancarkannya pikiran (kasih sayang) tanpa batas, kasih sayang ke segenap alam semesta, dipancarkanya pikirannya itu tanpa batas, ke atas, ke bawah, dan ke sekeliling.� Buanglah segala bentuk kecemburuan, kemarahan, dan kebencian ke dalam kategori perbuatan yang harus dihindari. Isi diri dengan energi positif. Keberadaan seseorang di dunia merupakan suatu bentuk karma baik yang begitu besar. Kondisi ini memberikan peluang baru untuk seseorang untuk memupuk kebajikan sebanyak mungkin. Menghentikan segala bentuk tindakan, ucapan, dan pikiran negatif. Memberikan kesempatan diri untuk berbunga sekali lagi dan mengembangkan hati nurani yang dapat membuat jiwa seseorang sepenuhnya sadar akan arti kehidupan yang penuh keduniawian dan ketidakkekalan ini. Dalam buku Hello Happiness karangan Ajahn Brahm dikatakan bahwa, “The real freedom is freedom from desire, not freedom of desire,� yang berarti kebebasan sesungguhnya adalah kebebasan dari keinginan, bukan kebebasan dalam berkeinginan. Jangan karena semakin berkembangnya zaman, semakin canggihnya perkembangan teknologi membuat kita terus terlena dalam keduniawian dan lupa akan tujuan hidup yang sebenarnya. Hal ini menjadi tantangan bahwa kita harus mampu menguasai pikiran kita. Dengan begitu, segala bentuk penderitaan dan perputaran roda kehidupan akan terhenti. Karma baik akan membawa kita ke suatu pencapaian tertinggi yakni nibbana. (FAN) 50
TIME MACHINE
PARAMITA 50
paraplus TIME MACHINE
PARAMITA 50
51
paraplus
52
TIME MACHINE
PARAMITA 50
paratanya
Paramita Bertanya 1
Bagaimana cara menghadapi orang yang sentimen mempermasalahkan mengenai aliran Theravada, Mahayana, dan Vajrayana?
oleh Y. M. Bhikkhu Abhayanando Thera
Tujuan dari beragama Buddha adalah untuk kualitas diri agar lebih baik. Oleh karena itu, sikap yang tidak baik harus kita hindari. Sebagai seorang Buddhis, kita harus menyadari bahwa perbedaan adalah warna yang tidak harus menjadikan permusuhan. Setiap orang hendaknya dapat berpikir bijak tentang perbedaan kepercayaan dan menekuni apa yang sudah diyakini agar menjadi lebih baik dan berkualitas. Jika perbedaan kepercayaan terus-menerus menjadi sentimen negatif, maka hal itu tidak akan menjadikan orang tersebut lebih baik. Bersikap bijak dan toleran adalah sikap yang terpuji dan harus dikembangkan ketika melihat perbedaan.
2
Bagaimanakah cara merenungkan Dhamma dengan baik dan benar?
Dhamma adalah ajaran luhur Buddha yang akan mengarahkan seseorang menuju kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, dhamma tidak hanya berhenti pada perenungan tapi juga praktik dalam keseharian. Metode untuk memahami dan merasakan manfaat dhamma adalah dengan belajar (pariyatti), praktik (Patipatti), dan hasil atau manfaatnya (Pativedha). Dengan metode tersebut, umat Buddha dapat
3
Kalau semisal kita dipuji, kita tentunya akan senang. Kalau batin kita tidak dikelola terkadang bisa muncul keakuan, kesombongan, dan terlena. Bagaimana cara mengelola pujian dari orang lain agar tidak seperti demikian?
Semua orang mau dipuji karena pujian menyenangkan hati manusia. Namun, jika tidak dengan sikap yang bijak, pujian membuat kita terlena. Kita harus menyadari bahwa pujian itu tidak kekal dan suatu ketika berubah menjadi celaan. Dengan menyadari seperti itu, maka tidak akan muncul kemelekatan dan kesombongan. TIME MACHINE
PARAMITA 50
53
paratanya
4
Buah karma apa yang didapatkan dari perbuatan mencontek?
Mencontek adalah perbuatan yang tidak baik. Oleh karena itu, perbuatan itu akan berdampak buruk untuk diri sendiri. Orang yang mencontek sesungguhnya orang yang malas dan berpikir instan. Kemalasan akan mengondisikan seseorang jauh dari kecerdasan dan kesuksesan.
5
Misalkan dalam kehidupan kali ini ada satu hal yang ingin saya raih, contohnya mau mengunjungi Eropa; apakah saya bisa dibantu dengan karma baik saya apabila setiap saya melakukan perbuatan baik, saya ingin memperoleh buah dari karma baik perbuatan tersebut agar hal yang ingin saya raih itu tercapai?
Harapan dan cita-cita dapat terwujud jika dikondisikan dalam kehidupan ini. Tidak ada sesuatu yang dicapai secara instan. Ketika memiliki harapan, seseorang harus mengondisikan dengan pikiran positif. Pikiran positif menjadi faktor penting di samping faktor lainnya seperti perbuatan baik. Perlu diingat bahwa setiap harapan ada dua kemungkinan yang terjadi, yaitu dapat terwujud dan dapat juga gagal. Namun, jika keyakinan, tekad, semangat, dan kebajikan itu kuat, peluangnya lebih besar dibandingkan jika keyakinan, tekad, semangat, dan kebajikannya kecil.
6
Apakah akibat dari karma (baik karma baik ataupun buruk) yang tidak menemukan kondisi bagi karma tersebut untuk berbuah bisa menjadi kadaluarsa?
Faktor yang membuat karma menjadi tidak berbuah dipengaruhi oleh cetana atau niat. Jika niatannya lemah maka kekuatan karma itu juga lemah sehingga kemungkinan untuk berbuahnya lama. Ahosi kamma—karma yang kadarluarsa, karma yang efektif dalam kehidupan ini. karma yang efektif satu kehidupan berikutnya, atau karma yang tidak terbatas untuk memberikan hasil bila tidak mendapatkan kondisi untuk berbuah akan tidak efektif / ahosi. Demikian juga miliaran karma baik dan karma buruk hasil dari perbuatan dalam kehidupan sekarang dan yang lampau. Jadi dalam satu kehidupan, tak terhitung jumlah karma baik dan karma buruk. Sedikit dari karma ini mempunyai kesempatan untuk berbuah, sisanya menjadi ahosi. 54
TIME MACHINE
PARAMITA 50
8
paratanya
Sesuai makna hukum karma bahwa setiap kehendak baik dan buruk melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan badan jasmani dapat menghasilkan karma. Artinya, setiap perbuatan yang dilakukan akan berdampak dalam kehidupan kita kecuali ahosi karma. Karma dari perbuatan yang lampau hanya bisa kita pengaruhi dengan perbuatan yang sekarang kita lakukan. Kalau kita berharap dekat dengan kebahagiaan maka kebajikan harus diperbanyak supaya kebajikan lebih dominan dan mendapat kebahagiaan. Namun kita juga harus memahami bahwa ada perbuatan yang tidak dapat dipengaruhi karena kekuatannya sangat besar seperti kusala garuka kamma dan akusala garuka kamma.
7
Bagaimana cara menciptakan kondisi dari karma buruk kita agar tidak berbuah?
Semakin saya belajar tentang dhamma, saya tahu bahwa kita memang terikat dengan karma kita sendiri. Lalu, apa Bhante bisa menjelaskan bagaimana cara untuk berdoa dalam konteks kehidupan yang saat ini? Misalnya, seperti berdoa agar ujian
Doa dalam agama Buddha berbeda konteksnya. Dalam agama Buddha lebih menitikberatkan pada usaha dan kebajikan. Hanya saja supaya pikiran tenang dan bisa fokus belajar, sering-seringlah baca paritta dan meditasi.
(SUR/FAN)
TIME MACHINE
PARAMITA 50
55
parafacts
Karma Layaknya Bayangan Kita Oleh Tasya Kartika (FK-2018)
56
TIME MACHINE
PARAMITA 50
“
parafacts
Karma akan selalu mengikuti kita dari satu kehidupan ke kehidupan lainnya, layaknya bayangan yang senantiasa setia mengikuti kemanapun kita pergi. Namun, di era modern ini, masih banyak orang yang meragukan kebenaran dari hukum karma dan menganggapnya sebagai sebuah mitos belaka. Mengapa? Hal ini terjadi karena kita sering melihat orang yang dikenal baik hati, namun hidupnya justru menderita dan serba kekurangan, sedangkan orang jahat hidupnya selalu merugikan orang lain, namun justru bergelimang harta. Mengapa bisa demikian? Di manakah hukum karma yang menyatakan apabila ada aksi maka akan ada reaksi? Pemahaman yang keliru ini terjadi karena kita hanya melihat dan menilai kondisi pada kehidupan ini saja.
FAKTA
Faktanya, karma senantiasa mengikuti kita dari kehidupan yang satu ke kehidupan selanjutnya. Orang yang dikenal baik hati tersebut mungkin pada kehidupan sebelumnya melakukan banyak karma buruk sehingga sekarang ia menerima buah dari karma buruknya, sedangkan buah dari karma baiknya belum matang pada kehidupan ini. Demikian pula sebaliknya, orang yang jahat di kehidupan ini mungkin telah memupuk banyak karma baik di kehidupan sebelumnya sehingga dia dapat hidup dengan menikmati buah karma baiknya di kehidupan ini. Namun, orang tersebut juga akan menanggung hasil perbuatan buruknya di kemudian hari maupun kehidupan berikutnya. Kita harus memahami bahwa karma dibagi menjadi tiga jenis. Jenis yang pertama adalah karma yang matang pada kehidupan saat ini (Ditthadhamma vedaniya kamma). Contohnya, orang yang menerima akibat karmanya pada kehidupan ini juga. Jenis yang kedua, buah karmanya matang pada kehidupan berikutnya (Upajja vedaniya kamma). Contohnya, seseorang yang melakukan karma buruk pada kehidupan ini, namun tidak menerima buah karmanya pada kehidupan ini, melainkan di kehidupan berikutnya. Kemudian jenis yang ketiga, buah karmanya matang pada kehidupan-kehidupan yang selanjutnya (Aparapariya vedaniya kamma). Contohnya, seseorang yang melakukan karma buruk pada kehidupan ini, namun ia bukan menerima buah karma buruknya di kehidupan ini maupun di kehidupan berikutnya, melainkan di kehidupan-kehidupan selanjutnya. TIME MACHINE
PARAMITA 50
57
parafacts
“
TIPS N TRICK Kehidupan kita yang berikutnya sangatlah tidak pasti sehingga diibaratkan seperti ketika kita melemparkan sebuah tongkat ke udara. Kita tidak tahu ujung mana yang akan menyentuh tanah terlebih dahulu. Kedua ujung tongkat ini diibaratkan seperti karma kita, yaitu karma baik dan karma buruk. Kita tidak tahu mana yang akan berbuah terlebih dahulu. Namun, tentu saja jika kita berbuat banyak karma baik dalam kehidupan saat ini, maka diibaratkan bahwa kita dapat membuat ujung tongkat yang satu menjadi lebih berat sehingga kemungkinan ujung tongkat yang berat untuk mencapai tanah terlebih dahulu akan lebih besar. Akan tetapi, meskipun ujung tongkat yang satu lebih berat, selalu akan ada kemungkinan jika ujung tongkat yang lebih ringan yang akan mengenai tanah terlebih dahulu. Inilah sebabnya mengapa disebutkan bahwa kehidupan kita yang berikutnya sangatlah tidak pasti. Meskipun tidak pasti, kita tetap harus senantiasa memupuk banyak karma baik di kehidupan ini dan menghindari perbuatan yang dapat menghasilkan karma buruk, baik melalui pikiran, ucapan, ataupun jasmani. Hal ini menyebabkan kemungkinan kita untuk terlahir di alam yang lebih baik menjadi lebih besar, tanpa menutup kemungkinan bahwa karma buruk kita yang belum berbuah juga senantiasa memunculkan peluang bagi kita untuk terlahir di alam yang tidak menyenangkan.
FUN FACT
Alkisah ada seorang pria kaya yang mempunyai empat orang istri. Ketika pria tersebut sadar bahwa ajal akan segera menjemputnya, dia memanggil istri keempatnya yang paling muda. Pria tersebut bertanya padanya “Sayangku, tidak lama lagi aku akan meninggal dunia, aku kesepian tanpa dirimu, sudikah engkau ikut bersamaku?” Istri keempatnya menjawab : “Tidak, aku akan tetap berada disini, aku akan berdoa untuk pemakamanmu, tetapi hanya itu, tidak lebih.” Setelah itu, istri keempatnya pergi meninggalkan pria tersebut. Pria tersebut sangat sedih. Dia sangat mencintai dan menyayangi istri keempatnya tersebut. Dia selalu memilihnya untuk pergi bersamanya ke acara-acara penting, tetapi istri keempatnya justru tidak mencintainya sebesar cinta pria itu kepadanya. 58
TIME MACHINE
PARAMITA 50
Pria tersebut telah tinggal lama bersama istri keduanya, dia selalu berada di sisi pria tersebut, selalu membantunya menyelesaikan masalah dan memberikan nasihatnasihat yang baik. Pria tersebut bertanya kepadanya : “Manisku, tidak lama lagi aku akan meninggal dunia, aku kesepian tanpa dirimu, sudikah engkau ikut bersamaku?” Istri keduanya menjawab: “Maafkan aku, tetapi aku sungguh tidak bisa ikut bersamamu, aku akan menemanimu sampai di sisi liang kuburmu, tetapi tidak lebih dari itu.”
parafacts
Akan tetapi, pria ini masih mempunyai tiga istri lainnya. Maka, dia memanggil istri ketiganya yang dinikahinya saat ia berumur separuh baya. Pria tersebut telah berjuang keras mendapatkan istri ketiganya. Pria tersebut sangat mencintainya, seorang wanita yang didambakan oleh banyak pria. Pria tersebut bertanya padanya “Jelitaku, tidak lama lagi aku akan meninggal dunia, aku kesepian tanpa dirimu, sudikah engkau ikut bersamaku?” Istri ketiganya menjawab : “Tentu saja tidak, aku akan melangsungkan upacara pemakaman yang mewah untukmu. Namun setelah itu, aku akan pergi bersama anak kita.” Ketidaksetiaan istri ketiganya membuat pria itu murka dan mengusirnya, lalu ia memanggil istri keduanya.
Pria tersebut sangat sedih atas penolakan ketiga istrinya tersebut, lalu memanggil istri pertamanya yang selalu ia kenal selamanya. Pria tersebut telah lama mengabaikan istri pertamanya, terutama setelah dia menikahi istri ketiga dan keempatnya. Akan tetapi, pria ini tahu bahwa istri pertamanya inilah yang paling penting bagi dirinya, yang bekerja tanpa bersuara di balik layar. Istri pertamanya tampak kurus dan berpakaian lusuh. Pria tersebut bertanya kepadanya : “Kasihku, tidak lama lagi aku akan meninggal dunia, aku kesepian tanpa dirimu, sudikah engkau ikut bersamaku?” Istri pertamanya menjawab : “Tentu saja aku akan senantiasa ikut bersamamu, aku akan selalu mengikutimu dari satu kehidupan ke kehidupan lainnya.” Istri keempat adalah kemasyhuran, istri ketiga adalah kekayaan, istri kedua adalah keluarga, dan istri pertama adalah karma. Manakah dari keempat istri tersebut yang akan Anda pilih? Manakah yang akan ikut bersama Anda ketika Anda meninggal? Ingat, karma layaknya bayangan kita, yang senantiasa mengikuti kita dari satu kehidupan ke kehidupan yang lainnya. (SYL/ KEV)
Referensi : 1. Brahm A. Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya. 22nd edition. Awareness Publication; 2011. 2. Brahm A. Bukan Siapa-Siapa. 1st edition. Awareness Publication; 2013. 3. Suara Kasih: Memahami Hukum Karma [Internet]. Jakarta: Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia; 2014. Available from: http://www.tzuchi.or.id/ruang-master/ceramah-master/suara-kasih-memahami-hukum-karma/283
“
TIME MACHINE
PARAMITA 50
59
kesan pesan
KESAN PESAN PREVIOUS BPH/L
PARAMITA
APA KATA MEREKA TENTANG PARAMITA? ARCHIE ALLEN Arsitektur - 2013 Kepala Komisi Media & Komunikasi KMBUI XXIV XL Future Leaders Batch 4
Kepala
PARAMITA merupakan sebuah wadah bagi para anggota KMBUI yang tertarik untuk mengembangkan diri di bidang jurnalistik dan desain grafis.
Biarpun udah dua tahun berlalu semenjak terakhir benerbener membantu di PARAMITA, rasanya masih kepengen terus ikut berkontribusi di PARAMITA!
PARAMITA juga dapat membantu mereka yang lebih suka menuangkan pikiran mereka melalui tulisan ketimbang melalui ucapan. Saya berharap PARAMITA dapat terus berkembang dalam menyediakan informasi yang bermanfaat, baik kepada para anggota KMBUI maupun di luar KMBUI. Saya juga berharap PARAMITA dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan eksistensi KMBUI dan juga untuk pembabaran Dharma.
60
SHIERLEN OCTAVIA Psikologi – 2015
TIME MACHINE
PARAMITA 50
Departemen Paramita KMBUI XXV Mahasiswa Berprestasi Fakultas Psikologi UI 2018
Dari awal, PARAMITA banyak banget membantu aku berkembang, mulai dari ngasih aku hardskill seperti cara nulis dan desain yang baik (karena terpaksa harus bisa sebagai kadept!) dan softskill juga terutama dalam mengelola stafstaf agar tetap terjaga semangatnya! Mau sampai kapan pun, sekalinya gabung di PARAMITA yah PARAMITA akan tetap di hati deh
Kepala
Departemen Paramita KMBUI XXIII RnD PT. SC Johnson and Son Indonesia
Kepala
Majalah PARAMITA itu merupakan media informasi, komunikasi, dan kreativitas bagi anggota KMBUI dan juga media yang menghubungkan alumni KMBUI yang sudah sangat senior (umur 30-70 tahun) dengan anggota KMBUI yang masih aktif. Ini sangat luar biasa karena alumni KMBUI tersebut bisa tetap mengikuti perkembangan mengenai KMBUI (so, gencarlah dalam mencari database, hehehe).
PARAMITA itu mengisi sekian persen masa-masa kuliah aku dulu. Pahitmanisnya banyak dan beragam tapi semua proses yang terjadi di dalamnya berkesan sampai sekarang. Pernah nggak merasakan “capek tapi seneng” atau momen-momen “hardworks paid off”? Nah, itu kira-kira rasanya dulu waktu mengerjakan dan akhirnya melihat PARAMITA selesai dicetak, terbit, dan akhirnya benar-benar dibaca publik. Berada di dalam PARAMITA mengajarkanku banyak hal, bukan cuma teamwork dan perihal jurnalistik atau desain, tapi juga aspekaspek lain seperti bagaimana caranya bersikap profesional dan menjadi percaya diri dengan karya kita.
Bagi para anggota KMBUI, majalah PARAMITA adalah tempat untuk berkreasi dan menjalin sebuah koneksi yang lebih luas dengan sesama anggota KMBUI dan juga seluruh mahasiswa UI. Teruslah berinovasi dan tingkatkan kreativitas sesuai dengan Dharma agar majalah ini dapat terus bermanfaat bagi banyak orang. Berikan kami bacaan yang menyegarkan, menyenangkan, kebanggaan serta kegelian saat kami membaca. Teruslah menjadi yang terbaik dan memberikan yang terbaik.
kesan pesan
Alitalia Jeanny Sastra Belanda – 2014 Departemen Paramita KMBUI XXIV Kepala Komisi Media & Komunikasi KMBUI XXV
TIME MACHINE
PARAMITA 50
Eliani Kimia - 2013
61
UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih kepada : Para kontributor dan donatur Paramita Edisi ke 50
Yani Lim dan Para Donatur Shierlen Octavia Frengki C hua Stephen Gunawan Erika Meliawati Asoka Sudwigunawan
Berdana dan melakukan kebajikan.Itulah berkah utama
Elvan A. W.
Luana Anastasia W.
62
Dānañca Dhammacariyā ca, Etammangalamuttamam’ti
TIME MACHINE
PARAMITA 50
(Mangala Sutta)
Kalama Sutta Rakyat di kota Kalama bertanya, “Yang Mulia, banyak pertapa dan brahmana yang berkunjung, menerangkan dan membahas dengan panjang lebar ajaran mereka sendiri, tetapi mencaci maki, menghina, merendahkan, dan mencela ajaran orang lain. Lalu datang pula pertapa dan brahmana lain. Dan mereka ini juga menerangkan dan membahas dengan panjang lebar ajaran mereka sendiri, dan mencaci maki, menghina, merendahkan, dan mencela ajaran orang lain. Kami yang mendengar merasa ragu-ragu dan bingung, siapa di antara pertapa dan brahmana yang berbicara benar dan siapa yang berdusta.� Benar, warga Kalama, sudah sewajarnyalah kamu ragu-ragu, sudah sewajarnyalah kamu bingung. Dalam hal yang meragukan memang akan menimbulkan kebingungan. Oleh karena itu, warga suku Kalama janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu, atau oleh karena sesuatu yang sudah merupakan tradisi, atau sesuatu yang didesas-desuskan. Janganlah percaya begitu saja apa yang tertulis dalam kitab-kitab suci, juga apa yang dikatakan s e s u a i dengan logika dan kesimpulan belaka, juga apa yang kelihatannya cocok dengan pandanganmu, atau karena ingin menghormat seorang pertapa yang menjadi gurumu. Tetapi warga suku Kalama, kalau setelah diselidiki sendiri, kamu mengetahui, Hal ini tidak berguna, hal ini tercela, hal ini tidak dibenarkan oleh para bijaksana, hal ini kalau terus dilakukan akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan, `maka sudah selayaknya kamu menolak hal-hal tersebut. Tetapi, setelah diselidiki sendiri, kamu mengetahui, `Hal ini berguna, hal ini tidak tercela, hal ini dibenarkan oleh para bijaksana, hal ini kalau terus dilakukan akan membawa keberuntungan dan kebahagiaan,` maka sudah selayaknya kamu menerima dan hidup sesuai dengan hal-hal tersebut.�
Dipersembahkan oleh Pak Suhendra (herup26@hotmail.com)
download e-PARAMITA edisi 50 dan edisi - edisi sebelumnya di kmbui.ui.ac.id/download atau
PARAMITA Edisi 46 Once Upon A time
issuu/paramitamagazinekmbui