Skip to main content

MENTAL HEALTH : "IT'S O.K TO NOT BE O.K"

Page 1

IT’S ABOUT STRESS AND DEPRESSION

Stres

merupakan pengalaman yang subjektif karena hanya mampu dirasakan oleh penderita depresi itu sendiri, sehingga se tiap individu dapat memiliki respon yang berbe dabeda terhadap stres. Ekasari dan Suhertin (dalam Atmadja, 2020:107) mengatakan bahwa stres dapat berdampak secara fisik maupun psikologis.

Stres yang dialami oleh individu biasanya dis ertai dengan ketegangan emosi dan ketegan gan fisik yang menyebabkan ketidaknyaman an. Artinya, stres adalah suatu respon alamiah dari dalam diri seseorang yang diperantarai oleh lingkungan maupun situasi yang menyababkan respon berlebihan baik secara psikologis maupun fisik.

Dalam literatur psikologi terdapat dua jenis stres. Pertama, yaitu stres yang mengganggu dan membuat kita sedih atau dapat disebut distress. Kedua, yaitu stres yang tidak meng ganggu dan membawa efek baik dalam diri kita, seperti menjadi lebih tangguh dan dewasa atau disebut juga sebagai eustress atau stres baik (Machdy, 2019: 4-5). Sesungguhnya stres semacam ini ada pada setiap manusia tanpa terkecuali. Bahkan, setiap manusia membutuh kan stres jenis ini untuk menjaga keseimbangan jiwanya.

Apabila individu merasakan ketidakseimban gan antara tuntutan dengan kemampuan yang dimilikinya, maka stres bisa saja muncul. Se jatinya stres bisa menjadi hal yang positif dan negatif. Stres yang positif dapat merubah ses eorang menjadi pribadi yang lebih kuat, tidak labil, dan dapat membuat keputusan. Depresi yang negatif dapat merusak kesehatan psi kologis seseorang, dimana terkadang mereka akan kehilangan arah dalam menjalani hidup dan menutup diri dengan kehidupan sosial.

2 BRIGHT HEALTH & MENTAL ISSUES

Lazarus dan Folkman menyatakan dalam (Maryam, 2017:102), keadaan stres yang dialami oleh seseorang dapat menimbulkan efek yang kurang menguntungkan baik secara fisik maupun psikologis.

Seseorang yang mengalami efek negatif ini tidak akan membiarkan hal ini terus terjadi. Mereka pastinya akan mencari cara agar bisa membuang hal negatif ini dari dalam dirinya serta melakukan tindakan untuk mengatasinya. Tindakan menghilangkan hal negatif dalam diri disebut dengan

Depresi

juga diartikan sebagai gangguan mood atau suasana hati, dimana orang yang mengalami depresi cenderung sering mengalami perubahan mood terus-menerus dan terjadi secara cepat. Depresi dapat dialami oleh semua lapisan masyarakat mulai dari anak-anak sampai lansia tanpa membedakan status sosial, ekonomi maupun pendidikan.

Depresi adalah suatu perasaan ketika ses eorang merasa sedih, susah, tidak berguna, gagal, putus asa, penyesalan atau berbentuk penarikan diri dari kehidupan sosial, dan kegelisahahan.

Depresi juga diartikan sebagai gangguan mood atau suasana hati, dimana orang yang mengalami depresi cenderung sering mengala mi perubahan mood terus-menerus dan terjadi secara cepat.

Depresi adalah suatu kondisi emosional yang terjadi secara berkepanjangan yang member ikan gambaran kosong pada proses mental (berpikir, perasaan, aktivitas) seseorang yang ditandai dengan adanya pikiran negatif terha dap diri sendiri, suasana hati menurun, kehil angan minat atau motivasi, pikiran lambat, dan kemauan untuk melakukan aktivitas menurun (Zaini, 2019:44).

3BRIGHT HEALTH & MENTAL ISSUES

STRES DAN DEPRESI MASA REMAJA

Remaja pastinya identik dengan mood (suasana hati) yang suka naik turun dan labil. Pada remaja, mood sedih adalah hal yang wajar karena proses kedewasaan, stres, pengaruh hormon seksual, dan adanya konflik yang dialami dalam kehidupan sehari-hari.

Perubahan mood (suasana perasaan) pada remaja mer upakan hal yang normal. Hal tersebut menjadi tidak normal jika remaja terus berlarut-larut dalam kekacauan emosi yang tinggi. Mereka bisa mengalami stres dan depresi.

Stres pada remaja pada um umnya meliputi adanya rasa ingin tahu yang tinggi terha dap suatu hal yang baru, men cari identitas diri, perpisahan dengan orang tua, intelektual, dan faktor hormonal.

Faktor risiko depresi pada remaja disebabkan karena adanya kejadian yang san gat menimbulkan stres pada remaja, kekerasan terhadap anak secara fisik maupun seksual, kemampuan sosial yang kurang, memiliki penya

kit kronis, dan adanya faktor riwayat keluarga yang men galami depresi.

Berbagai terapi sudah digu nakan untuk mengatasi stres dan depresi pada remaja. Tetapi konseling dengan konselor psikologis terbukti lebih berhasil dalam menangani depresi pada remaja. Strategi mengatasi stres dan depresi bagi remaja sangatlah diper lukan.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai strategi mengatasi stres dan depresi yaitu den gan mengajarkan kepada para siswa di setiap sekolah bagaimana cara menghindari stres dan depresi.

4 BRIGHT HEALTH & MENTAL ISSUES

Gangguan emosi dan perilaku pada remaja biasanya dise babkan oleh tekanan yang di dapatkan dari lingkungan. Zola, Ilyas, & Yusri (dalam Fhadila, 2017:16) mengatakan bahwa seperti halnya perkembangan yang berlangsung di masa kanak-kanak, perkem bangan masa remaja diwarnai dengan perubahan.

Selama masa kanak-kanak, kita sering melihat bahwa mereka lebih banyak meng habiskan waktu untuk berinteraksi dengan orangtua, teman, dan guru. Suatu saat mereka akan dihadapi dengan perubahan biologis yang dra matis, pengalaman-pengala man baru serta tugas-tugas perkembangan baru.

5BRIGHT HEALTH & MENTAL ISSUES
“Try to understand the blackness, lethargy, hopelessness, and loneliness they’re going through. Be there for them when they come through the other side. It’s hard to be a friend to someone who’s depressed, but it is one of the kindest, noblest, and best things you will ever do.”
Stephen Fry

PERSOALAN STRES DAN DEPRESI BAGI KESEHATAN REMAJA

1. Intelegensi : Orang Pintar Cenderung Depresi

Banyak sekali persoalan yang menyebabkan anak remaja mengalami depresi. Machdy (2019:83) mengatakan bahwa depresi bukanlah penyakit yang hanya menjangkit orang lemah, bodoh, malas, tidak beriman, atau orang yang tidak mau berjuang. Orang yang mempunyai tingkat kepandaian yang tinggi cenderung menderita depresi.

Mereka dikenal dengan sebutan anak-anak gifted oleh psikiater. Mereka yang mendapat julukan sebagai anak-anak gifted mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi sehingga mer eka mampu menguasai banyak ilmu pengeta huan di bidang ilmu, yang biasa disebut den gan multipotentialite.

Mereka suka mempelajari semua agama dan sejarahnya, mempelajari semua aliran filsafat

dan sejarah dunia, menjadi yang terbaik dalam bidang akademik, sangat berprestasi, dan menciptakan pergerakan sosial. Mereka yang mendapat julukan gifted akan mengalami de presi karena banyaknya tekanan yang didapat dari lingkungan mereka.

6 BRIGHT HEALTH & MENTAL ISSUES

Anak-anak gifted

cenderung sulit dalam menjalin pertemanan, dan dipandang berbeda di keluarga. Mereka akan berpura-pura bodoh sepanjang hidupnya agar bisa berteman dan merasa diterima oleh keluarga mereka. Bahkan terkadang keluarga mereka sendiri menganggap mereka berbeda dan tidak memandang sisi positif diberkahi mendapatkan anak-anak gifted.

Otak mereka didesain untuk berpikir dengan sangat cepat. Dengan membaca beberapa judul halaman koran, mereka dapat menganalisis dan memprediksi keadaan di masa mendatang, dan prediksi mereka tepat.

Anak-anak gifted cenderung mem punyai pertanyaan tentang Tuhan karena kemampuannya dalam berpikir logis. Hal ini sangatlah wajar. Anak-anak gifted akan memilki persepsi yang berbeda jika berbicara men genai Tuhan daripada kebanyakan orang pada umumnya.

Di sekolah, anak-anak gifted sering dianggap sebagai anak nakal dan tidak suka mendenga rakan. Padahal, mereka melakukannya karena sudah memahami apa yang telah dijelaskan oleh guru mereka. Bahkan, di rumah pun mereka sering dianggap susah di atur dan aneh oleh orang tua dan saudara mereka, perasaaan terisolasi sejak dini membuat anak-

Hal itu murni akibat kerja otak yang cepat dan mampu melihat segala sesuatu sebagai pola-pola yang setiap pergerakannya dapat diprediksi. Mereka memandang dunia dengan cara yang berbeda. Banyak sekali anak-anak gifted di Indonesia yang tidak teridentifikasi se hingga mereka mengalami kesulitan karena hal ini, dengan perasaan sendiri dan sering tidak dipahami oleh orang-orang di sekitar mereka.

7BRIGHT HEALTH & MENTAL ISSUES
“Gifted
children already know nearly 60 percent of all kindergarten material on the very first day of class.” – The National Association for Gifted Children

2. High Achiever : Menjadi yang Terbaik dalam Segala Bidang

High achiever

adalah individu yang ambisius, fokus terhadap tujuan, disiplin, dam memiliki dorongan personal yang kuat untuk mencapai tujuan.

Orang yang berprestasi tinggi sangat senang mencapai tujuan mereka. Mereka suka men jadi salah satu yang terbaik dalam apa yang mereka lakukan dan ini membantu mereka tetap termotivasi melalui kerja keras dan keke cewaan yang datang dengan meningkatkan keterampilan.

Sementara menikmati pencapaian mungkin sebagian karena kepribadian dasar, itu juga masalah perspektif.

Selain anak gifted, depresi dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dengan kategori high achiever. High achiever adalah sebutan bagi orang-orang yang mendapat gelar maha siswa berprestasi dalam bidang pendidikan.

Mereka aktif dalam berorganisasi, membuat gerakan sosial, dan memenangkan banyak kompetisi nasional maupun internasional. Mereka cenderung mendapatkan pekerjaan terbaik dan menjadi orang hebat dalam pekerjaannya.

Mereka adalah tipe orang yang terlihat sem purna di luar. Mereka selalu melakukan sesuatu untuk mendapatkan kesempurnaan dan memandang prestasi sebagai harga diri mereka.

Sebagian remaja memiliki kategori high achiever dalam dirinya. Sebagian anak remaja di akhir masa SMA ingin melanjutkan pendidikan mereka di universitas terbaik. Hal ini tidak salah, karena semua orang ingin mendapatkan kualitas pendidikan yang ter baik dan ingin mengenyam pendidikan di universitas yang memilki akreditasi terbaik. Namun, perlu di ingat bahwa dimana pun kita menuntut ilmu jika kita mampunyai tekad dan niat yang besar untuk menjadi orang sukses maka kita bisa meraihnya.

8 BRIGHT HEALTH & MENTAL ISSUES

Terkadang banyak anak remaja sering kurang tidur karena ingin menghabiskan waktu un tuk belajar dan menjadi yang terbaik. Mereka cenderung tidak pernah merasa puas karena standar yang mereka ciptakan sangat tinggi. Mereka berhasil menjadi yang terbaik, teta pi mereka sejatinya sering merasa kesepian karena perlu kita ingat tidak ada orang lain yang berdiri di puncak kesempurnaan.

High achiever menjadi tidak sehat ke tika motivasi yang mendasarinya karena ada perasaan tidak sempurna dan perasaan tidak berharga dalam diri. Misalnya, anak remaja yang selalu mendapatkan bullying sejak kecil karena bentuk fisik dan dianggap bodoh.

Tidak sedikit anak-anak korban bully tumbuh menjadi orang yang berprestasi dan sukses di kemudian hari. Terkadang motivasi yang mendasari mereka adalah pengakuan dari orang-orang di sekitar yang selalu meremeh kan mereka. Dari perasaan rendah diri inilah, seseorang dapat tumbuh menjadi sosok yang haus akan pujian dan prestasi. Hal ini justru dapat menimbulkan stres dan depresi pada anak remaja karena tekanan yang mereka dapatkan.

9BRIGHT HEALTH & MENTAL ISSUES
“Success in life is not for those who run fast, but for those who keep running and always on the move.”“When you optimize your talents very well, you can pick money from people’s pockets and nobody will ever get the guts to call you a thief.” “Positive thinking is powerful thinking.
selalu berambisi mendapat sesuatu

DEPRESI : EKSTROVERT VS INTROVERT

Depresi pada remaja terkadang juga disebab kan oleh sifat yang terdapat dalam diri remaja. Sifat ekstrover dan introver pada remaja adalah gaya dan kualitas remaja dalam membentuk hubungan pertemanan.

Seorang ekstrover biasanya mempunyai banyak teman, suka dan menikmati percakapan basa-basi. Sementara orang introver mem punyai sifat yang bertolak belakang dengan ekstrover. Orang introver cenderung memiliki sedikit teman. Mereka cenderung memiliki prinsip lebih baik memiliki sedikit teman yang memiliki frekuensi yang sama dengan kita.

Bagi seorang introver, memiliki sedikit teman dekat untuk seumur hidup jauh lebih baik daripada memiliki banyak teman tetapi tidak bisa diajak bertukar pikiran dan tidak se jalan dalam suatu pertemanan.

Seorang introver tidak suka jika berbicara basa-basi di sebuah acara karena mereka be ranggapan hal itu sangatlah melelahkan. Sum ber energi terbesar bagi seorang introver agar mempunyai rasa semangat dan ketenangan adalah dengan menyendiri agar energi mereka kembali utuh.

Sementara bagi ekstrover, mereka sangat suka menjadi pusat perhatian dan menyapa semua orang dalam sebuah acara. Karena hal itu adalah sumber energi besar bagi seorang ekstrover. Hal itu dapat membuat mereka lebih bersemangat dan bahagia.

Dengan melihat hal ini, dapat kita simpulkan bahwa ekstrover dan introver adalah tentang bagaimana seseorang mengatur energi da lam membangun suatu hubungan pertemanan, bukan tentang siapa yang pemalu dan siapa yang lebih pandai dalam bergaul dan berso sialisasi.

Sebenarnya, remaja yang memilki sifat introver bukanlah anak pemalu. Tetapi, mereka adalah orang cerdas yang tahu kapan mereka harus berbicara dan kapan harus mengamati.

10 BRIGHT HEALTH & MENTAL ISSUES

Menurut Granneman (da lam Machdy, 2019:94) seringkali masyarakat mempersepsikan jika seorang anak pendiam, pemurung, dan tidak punya teman dianggap sebagai seorang introver . Persepsi ini harus kita hilangkan karena seorang introver bukan pemalu dan antisosial ataupun apatis dengan lingkungan sekitar. Mereka mengetahui batasan dalam dirinya, kapan harus berbicara, dan kapan saatnya mereka harus diam.

Sejatinya seorang ekstrover yang dianggap mudah dalam berteman dan suka menjadi pusat perhatian juga rentan mengalami de presi. Salah satu faktor depresi pada seorang ekstrover adalah mereka selalu berusaha untuk menyediakan waktu dan menyenangkan semua orang. Ketika mengalami depresi, mer eka akan merasa lelah dalam menjalin hubun gan pertemanan dengan orang lain.

Seorang ekstrover yang mengalami depre si juga akan merasa harus memakai topeng setiap hari di depan teman-teman mereka agar terlihat bahagia dan baik-baik saja. Ketika depresi, seorang ekstrover akan merasa terjebak dengan depresi dalam diri mereka karena tidak ada yang memah

-Criss Jami-

11BRIGHT HEALTH & MENTAL ISSUES
“In an extroverted society, the difference between an introvert and an extrovert is that an introvert is often unconsciously deemed guilty until proven innocent.”

PERBEDAAN DEPRESI PADA KEPRIBADIAN EXTROVERT DAN INTROVERT

Depresi pada remaja terkadang juga dise babkan oleh sifat yang terdapat dalam diri remaja. Sifat ekstrover dan introver pada remaja adalah gaya dan kualitas remaja dalam membentuk hubungan pertemanan. Seorang ekstrover biasanya mempunyai ban yak teman, suka dan menikmati percakapan basa-basi.

Sementara orang introver mempunyai sifat yang bertolak belakang dengan ekstrover. Orang introver cenderung memiliki sedikit teman. Mereka cenderung memiliki prinsip lebih baik memiliki sedikit teman yang memi liki frekuensi yang sama dengan kita.

Bagi seorang introver, memiliki sedikit teman dekat untuk seumur hidup jauh lebih baik daripada memiliki banyak teman tetapi tidak bisa diajak bertukar pikiran dan tidak sejalan dalam suatu pertemanan.

Seorang introver tidak suka jika berbicara basa-basi di sebuah acara karena mereka beranggapan hal itu sangatlah melelahkan. Sumber energi terbesar bagi seorang in trover agar mempunyai rasa semangat dan ketenangan adalah dengan menyendiri agar energi mereka kembali utuh.

12 BRIGHT HEALTH & MENTAL ISSUES

Sementara bagi ekstrover, mereka sangat suka menjadi pusat perhatian dan menyapa semua orang dalam sebuah acara. Karena hal itu adalah sumber energi besar bagi seorang ekstrover. Hal itu dapat membuat mereka lebih bersemangat dan bahagia. Dengan melihat hal ini, dapat kita simpulkan bah wa ekstrover dan introver adalah tentang bagaimana seseorang mengatur energi dalam membangun suatu hubungan pertemanan, bu kan tentang siapa yang pemalu dan siapa yang lebih pandai dalam bergaul dan bersosialisasi. Sebenarnya, remaja yang memilki sifat introver bukanlah anak pemalu.

Tetapi, mereka adalah orang cerdas yang tahu kapan mereka harus berbicara dan kapan harus mengamati.

Menurut Granneman (dalam Machdy, 2019:94) seringkali masyarakat mempersepsikan jika seorang anak pendiam, pemurung, dan tidak punya teman dianggap sebagai seorang intro ver .

Persepsi ini harus kita hilangkan karena seo rang introver bukan pemalu dan antisosial ataupun apatis dengan lingkungan sekitar. Mereka mengetahui batasan dalam dirinya, kapan harus berbicara, dan kapan saatnya mereka harus diam.

Sejatinya seorang ekstrover yang dianggap mudah dalam berteman dan suka menjadi pusat perhatian juga rentan mengalami de presi. Salah satu faktor depresi pada seorang ekstrover adalah mereka selalu berusaha untuk menyediakan waktu dan menyenangkan semua orang.

Ketika mengalami depresi, mereka akan mera sa lelah dalam menjalin hubungan pertemanan dengan orang lain. Seorang ekstrover yang mengalami depresi juga akan merasa harus memakai topeng setiap hari di depan temanteman mereka agar terlihat bahagia dan baikbaik saja. Ketika depresi, seorang ekstrover akan merasa terjebak dengan depresi dalam diri mereka karena tidak ada yang memahami.

13BRIGHT HEALTH & MENTAL ISSUES
EKSTROVERT LIFE

PENGARUH STRES DAN DEPRESI PADA KESEHATAN REMAJA

Sayangnya, masih banyak orang yang be lum memahami bahwa terdapat keterkaitan yang kompleks antara tubuh, pikiran, dan juga emosi.

Orang yang mengalami depersi terkadang ti dak memahami kondisi tubuhnya. Terkadang mengkonsumsi obat-obatan tidaklah cukup.

Semua rasa ketidaknyamanan dalam tubuh yang dialami oleh orang depresi bisa saja merupakan gejala dari beban emosi yang selama bertahun-tahun mereka pendam

Depresi bukan hanya sekedar gang guan mood yang membuat seseorang merasa sedih terus-menerus. Trivedi (dalam Machdy, 2019:49) mengatakan depresi dapat menyik sa orang yang mengalami gangguan mental berupa ketidaknyamanan fisik seperti gangguan lambung, perasaan lelah di seluruh tubuh, gangguan tidur atau biasa disebut dengan in somnia, serta nyeri otot dan sendi pada bagian leher dan pundak.

Terkadang mereka juga meras mual, badan gemetar, pusing yang tidak pernah hilang, mengalami radang tenggorokan lebih dari tiga tahun, asam lambung tinggi hingga konstipasi.

14 BRIGHT HEALTH & MENTAL ISSUES

Obat dalam hal ini tidak meyembuhkan sumber penyakit. Menyembuhkan stres dan depresi maupun gangguan mental lainnya bukanlah hal yang mudah. Depresi yang hadir pada remaja jika disertai dengan kecemasan dapat menyebabkan seseorang mengalami radang tenggorokan dan gangguan saat menelan.

Kecemasan dan depresi yang terjadi terus-menerus membuat asam lambung naik sehingga tenggorokan terasa panas.

Beberapa ilmuan menemukan hubungan antara depresi dan inflamasi, juga gangguan mental lainnya. Ketika orang yang sehat men galami inflamasi pada sel-sel tubuhnya, mere ka juga mempunyai gejala depresi.

Inflamasi memilki hubungan yang erat dengan proses terjadinya depresi seseorang (Muthuramalingam, et al dalam Machdy, 2019:147). Dimana inflamasi adalah suatu gejala yang dapat menunjukkan seseorang mengalami de presi atau tidak. Orang yang menderita depresi akan lebih baik jika diberi obat anti-inflamasi pada daerah sistem pencernaan. Karena hal ini dapat membuat bakteri baik dalam tubuh memproduksi serotonin yang dibutuhkan oleh tubuh.

15BRIGHT HEALTH & MENTAL ISSUES
“The true definition of mental illness is when the majority of your time is spent in the past or future, but rarely living in the realism of NOW.”
Shannon L. Alder, n.d.
TIDAK BISA FOKUS

SYMPTOMS OF DEPRESSION

Gejala Depresi

: Untuk mendiagnosa seseorang sedang mengalami depresi tentunya diperlukan pengamatan cermat dari seorang profesioanal di bidang kesehatan mental. Remaja yang mengalami depresi biasanya menunjukkan beberapa gejala. Jika mereka mengalami lebih dari 5 gejala berikut, maka dianjurkan untuk meminta bantuan kepada psikiater untuk mendapatkan pengobatan dan menemukan jati dirinya.

Gejala utama yang menandai seseorang depresi yakni depressed mood (merasakan suasana hati yang sangat depresif atau ter tekan) serta kehilangan minat dan tidak bisa merasakan rasa senang (Machdy, 2019: 27-28).

Jika seseorang kehilangan minat terhadap sesuatu maka orang tersebut akan cend erung lebih suka menghabiskan waktu luang sendiri dan tidak ingin melakukan interaksi sosial dengan lingkungan sekitar.

Jika hal ini terus berlanjut maka tingkat kematian akibat bunuh diri akan semakin meningkat kerena depresi.

16 BRIGHT HEALTH & MENTAL ISSUES
MENUTUP DIRI

Gejala depresi yang dialami antara lain :

Depressed Mood, di mana seseorang sering mengalami suasana hati yang mudah berubah. Depresi ini dinilai secara subjektif (seperti merasa sedih, kekosongan, dan kehilan gan harapan) atau berdasarkan pengamatan orang lain (terlihat sedih).

Hilangnya minat melakukan sesuatu

Berkurangnya kesenangan melakukan aktivitas sehari-hari.

Perubahan nafsu makan (biasanya hilangnya nafsu makan namun kadang meningkat).

Perubahan be rat badan (penambahan atau pengurangan berat yang tidak disengaja).

Kesulitan tidur (in somnia) atau hipersomnia (tidur berlebihan)

Kelelahan atau kehilan gan energi setiap hari. Orang yang mengalami depresi kadang mudah sekali merasakan energinya habis bila melakukan aktivitas se derhana sekalipun.

Psikomotor lambat berbic ara lebih lamban, volume suara kecil, gerakan menjadi lamban) atau justru menunjukkan kegelisahan

Depresi adalah penyebab utama kecacatan di seluruh dunia dan merupakan penyum bang utama beban penyakit global secara keseluruhan. Lebih banyak wanita yang terkena depresi daripada pria. Depresi dapat menyebabkan bunuh diri.

Ada pengobatan yang efektif untuk depresi ringan, sedang, dan berat. Ikhtisar Depresi adalah penyakit umum di seluruh dunia, dengan perkiraan 3,8% dari populasi yang terkena, termasuk 5,0% di antara orang dewasa dan 5,7% di antara orang dewasa yang lebih tua dari 60 tahun. Sekitar 280 juta orang di dunia mengalami depresi.

Depresi berbeda dari fluktuasi suasana hati yang biasa dan respons emosional yang berumur pendek terhadap tantangan da lam kehidupan sehari-hari. Terutama ketika berulang dan dengan intensitas sedang atau berat, depresi dapat menjadi kondisi keseha tan yang serius.

Hal ini dapat menyebabkan orang yang ter kena sangat menderita dan berfungsi den gan buruk di tempat kerja, di sekolah dan di keluarga.

Paling buruk, depresi dapat menyebab kan bunuh diri. Lebih dari 700.000 orang meninggal karena bunuh diri setiap tahun. Bunuh diri adalah penyebab utama keempat kematian pada usia 15-29 tahun.

17BRIGHT HEALTH & MENTAL ISSUES
6
8
1 2 3 4 5
7
SEDIH BERLEBIHAN

MENTAL ILLNESS IS A DISEASE?

18 BRIGHT HEALTH & MENTAL ISSUES

“The advice I’d give to somebody that’s silently struggling is, you don’t have to live that way. You don’t have to struggle in silence. You can be un-silent. You can live well with a mental health condition, as long as you open up to somebody about it, because it’s really important you share your experience with people so that you can get the help that you need.“

-

Depresi merupakan sebuah penyakit nyata yang berkaitan dengan kesehatan mental. Depresi, kecemasan, stres, panik, bipolar disebut dengan mental illness karena merupakan sebuah penyakit (illness). Sakit secara mental berbeda dengan sakit secara fisik. Jika seseorang mendengar kata “penyakit mental” pasti terdengar menyeramkan. Pasti pikiran kita akan membayangkan tentang pasien yang dikurung di rumah sakit jiwa.

Padahal, sakit mental adalah keadaan dima na kita tidak bisa berfungsi secara optimal sebagai manusia, entah karena sedih, atau sedang mengalami fase depresi. Ketika kita mengalami “sakit fisik” orang-orang akan menyuruh kita untuk beristirahat, menjaga

kesehatan, dan memberikan kita kata-kata yang menunjukkan kepedulian. Namun, ketika seseorang mengetahui kita mengalami “sakit mental” maka perlakuan orang akan amat jauh berbeda.

Keilmuan medis mamandang depresi sebagai gangguan kesehatan mental, depresi klinis disebut sebagai Major Depression Disorder atau gangguan depresi mayor. Dalam baha sa Inggris terdapat beberapa istilah dalam menyebutkan gangguan fungsi pada manusia seperti disease (penyakit), illness (penyakit), sickness (keadaan sakit), dan disorder (gangguan). Istilah “gangguan” jarang kita dengar karena lebih cenderung digunakan untuk ses eorang yang menderita kesehatan mental.

19BRIGHT HEALTH & MENTAL ISSUES

HOW TO DEAL WITH DEPRESSION?

Istilah depresi adalah perdebatan yang cukup rumit antara para ilmu medis. Keilmuan medis mamandang depresi sebagai gangguan kesehatan mental, depresi klinis disebut sebagai Major Depression Disorder atau gangguan depresi mayor.

Dalam bahasa Inggris terdapat beberapa istilah dalam menyebutkan gangguan fungsi pada manusia seperti disease (penyakit), illness (penyakit), sickness (keadaan sakit), dan dis order (gangguan). Istilah “gangguan” jarang kita dengar karena lebih cenderung digunakan untuk seseorang yang menderita kesehatan mental.

CARA MENGATASI

DEPRESI :

1. Lebih aktif

Ambil beberapa bentuk latihan. Ada bukti bahwa olahraga dapat membantu mengang kat suasana hati Anda. Jika Anda sudah lama tidak berolahraga, mulailah perlahan dengan berjalan kaki selama 20 menit setiap hari.

2. Hadapi ketakutanmu

Jangan menghindari hal-hal yang menurut Anda sulit. Ketika orang merasa rendah atau cemas, mereka terkadang menghindari berbic ara dengan orang lain. Beberapa orang dapat kehilangan kepercayaan diri mereka untuk pergi keluar, mengemudi atau bepergian.

20 BRIGHT HEALTH & MENTAL ISSUES

3. Jangan minum alkohol terlalu banyak

Bagi sebagian orang, alkohol bisa menjadi ma salah. Anda mungkin minum lebih banyak dari biasanya sebagai cara untuk mengatasi atau menyembunyikan emosi Anda, atau hanya untuk mengisi waktu. Tapi alkohol tidak akan membantu Anda memecahkan masalah Anda dan juga bisa membuat Anda merasa lebih tertekan.

4. Memiliki rutinitas

Ketika orang merasa sedih, mereka bisa men galami pola tidur yang buruk, begadang dan tidur di siang hari. Cobalah untuk bangun pada waktu normal Anda dan tetap pada rutinitas Anda sebanyak mungkin.

Emosi dan pikiran internal dapat berubah dari hari ke hari. Melacak pengalaman melalui penjurnalan atau membuat buku harian suasana hati dapat membantu mengingat hal ini.

5.

Tetapkan tujuan yang dapat dicapai

Daftar tugas yang panjang mungkin sangat berbobot sehingga Anda lebih suka tidak melakukan apa-apa. Alih-alih menyusun daftar tugas yang panjang, pertimbangkan untuk menetapkan tujuan yang lebih kecil. Menetapkan dan mencapai tujuan ini dapat memberikan rasa kontrol dan pencapaian, dan membantu dengan motivasi.

21BRIGHT HEALTH & MENTAL ISSUES
“It is not the bruises on the body that hurt. It is the wounds of the heart and the scars on the mind.”
— Aisha Mirza
MEMBERI DUKUNGAN

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook