HALAMAN: 1-NEWZ
Sumber : Dok. Pribadi
Tidak Zaman Menghindar Saat Bertemu Seorang Disabilitas
Pentingnya masyarakat ikut serta berperan sebagai pendukung seorang disabilitas tunagrahita. Bukan dengan cara bergaul dan tidak mengolok-olok saja, namun dapat memperlalukan mereka dengan baik dan benar. Disabilitas tunagrahita atau keterbelakangan mental umumnya memiliki kesulitan untuk berkomunikasi dan belajar. Masyarakat sering menyebutnya dengan kata idot, kata tersebut cukup kasar dan tidak pantas. "Sekitar tahun 80-an zaman saya sekolah orang terbelakang mental
suka disebut gila atau idiot, suka diolok-oloknya dibilang gila gitu," tutur Dewi selaku keluarga dari seorang penderita tunagrahita. Tunagrahita perlu mendapatkan pendidikan dan dukungan agar dapat bergaul dan berinteraksi. Tunagrahita dapat belajar walau tidak seperti
NEWZ LETTER INDUSTRIA
HALAMAN: 2-NEWZ
Sumber : Dok. Pribadi
pada umumnya."Tunagrahita itu memiliki keterbatasan dalam kemampuan berfikir, IQ nya di bawah rata-rata kemudian kemampuan akademiknya juga kurang. Seperti ini, anak SMA setara dengan pelajaran anak SD kelas 3," tutur Vidia salah satu guru di SLB Cahya Pertiwi. Disabilitas tunagrahita ialah gangguan kesehatan yang tidak dapat disembuhkan,namun dengan adanya perawatan dapat membantu. Dalam perawatan seorang tunagrahita membutuhkan dukungan, dimulai
NEWZ LETTER INDUSTRIA
dari keluarga atau lebih tepatnya sebagai orang tua harus memiliki semangat untuk merawat seorang anak tunagrahita. "Saya tidak patah semangat, kalau bukan kita siapa lagi, kita sebagai orang tua jangan ikut bersedih atas kekurangan anak kita. Kita harus berjuang dan berkorban untuk anak kedepannya," ujar Ida, orang tua dari seorang tunagrahita. Semangat dan dukungan merawat seorang tunagrahita saat ini sudah lebih baik di bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Seperti dapat dilihat saat ini banyak tunagrahita yang memiliki
HALAMAN: 3-NEWZ
Sumber : Dok. Pribadi
bakat dan berprestasi). "Menurut saya saat ini orang terbelakang mental jauh lebih baik karena pendidikannya. Sekarang terlihat banyak anak terbelakang mental yang tahu waktu solat, tahu waktu kegiatannya. Berbeda dengan zaman saya sekolah ada anak terbelakang mental yang dari pagi sampe sore hanya diam di satu tempat," tutur Dewi. Seorang tunagrahita yang memang memiliki keterbelakangan mental sering kali dimanfaatkan oleh orangorang di sekitarnya. Namun berkat dukungan keluarga dan sekolah saat ini seorang tunagrahita
banyak yang dapat berinteraksi dan bergaul sehingga dapat diterima oleh teman-temannya. "Saya juga sering menanyakan kepada anak-anak yang dapat bergaul di lingkungannya, katanya diterima dengan teman-temannya, tapi karena anak berkebutuhan khusus kurang paham mengenai mana yang baik dan mana yang buruk. Kadangkadang mereka menjerumuskan ke hal-hal yang tidak baik,� tutur Vidia.
Namun banyak masyarakat yang masih belum mengetahui cara memperlakukan disabilitas di tempat umum atau banyak yang tidak sadar akan keberadaannya. "Seperti ada seorang bapak NEWZ LETTER INDUSTRIA
HALAMAN: 4-NEWZ yang marah karena perilaku dari salah satu murid kami yang mengganggu dan kemudian kami beri pengertian beliau mengerti, dari itu saya menyadari bahwa kurang sadar nya masyarakat terhadap orang berkebutuhan khusus dan masih banyak perlakuan yang salah," cerita Vidia. Pengolok-olokan terhadap tunagrahita memang sudah tidak terlihat seperti dulu, Kebanyakan masyarakat lebih menghindari interaksi, karena masyarakat berfikiran bahwa seorang tunagrahita tidak dapat menghasilkan interaksi
yang baik. “Saya tidak pernah mengolok-olok, dan bila bertemu saya hanya bersikap biasa saja, Karena mereka sukanya main sendiri atau asik sendiri,� ujar dewi. Kini perawatan seorang tunagrahita sudah lebih baik dan akan lebih baik lagi,sehingga mereka siap kembali ke masyarakat. "Murid SLB seharusnya lebih keluar jadi tahu sebenarnya di lingkungan mereka ada yang seperti ini. Kalau bisa ada kegiatan di tempat umum seperti ke pasar, swalayan, puskesmas. Jadi masyarakat tahu dan liat langsung," ujar Vidia.
Indah Khoerunnisa
NEWZ LETTER INDUSTRIA