




![]()






Inovasi Ramah Lingkungan: Pembangkit
Inovasi Ramah Lingkungan: Pembangkit
Listrik Tenaga Uap Sampah sebagai Solusi
Listrik Tenaga Uap Sampah sebagai Solusi
Permasalahan sampah di Indonesia sampai saat ini belum menemui titik terang. Berdasarkan data sistem informasi pengolahan sampah nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tercatat pada 2023, per 24 Juli 2024 hasil input dari 290 kab/kota se Indonesia menyebutkan jumlah timbunan sampah nasional mencapai angka 31,9 juta ton. Dari total timbunan terbut sekitar
65.71% dapat terkelola sedangkan sisanya sekitar
34.29% tidak dapat terkelola dengan baik. Permasalahan sampah ini juga dirasakan oleh masyarakan di Kecamatan Leuwiliang, Bogor. Sampah yang menumpuk tidak dapat dikelola karena keterbatasan alat dan pengetahuan serta pemahaman masyarakat.
Permasalahan ini membuat mahasiswa IPB yaitu Tim GARPUTALA, yang akan bertanding di Program Ormawa Membangun Negeri (POMN) di tahun 2024, yang beranggotakan Rama, Praditya, Aca, Iqbal, Luh Agustina, Vanya, Sophie, Sandy, Raihan, Reza, Faris dan volunteer-volunteer lainnya mendapatkan ide untuk membuat Pembangkit Listrik Tenaga Uap Sampah
(PLTUS) sebagai solusi untuk sampah yang tidak dapat di kelola di bank sampah. Tentu saja hal ini mendapat banyak kendala mulai dari pencairan pendanaaan yang tidak sesuai dengan timeline yang menimbulkan efek terhadap penyelesaian alat tersebut. Kurang memadainya tempat dan listrik, juga dalam hal memanajemen waktu antar anggota.


Kendala lainya adalah dukungan masyarakat sekitar yang masih awam terhadap hal ini. Proses pemilahan sampah yang akan dimasukan ke alat ini dimulai dari pemilihan dari bank sampah seperti residu dari sampah-sampah yang tidak diterima oleh bank sampah,


Fotografer: Irham Maulana

sampah rumah tangga dan berbagai sampah organik lainya.
Menurut Iqbal, cara kerja alat ini agar tidak menimbulkan polusi udara adalah dengan melengkapi alat ini dengan penampungan air untuk meminimalisir asap dari pembakaran sampah. Di dalam alat ini juga terdapat tungku dari oli bekas yang berfungsi untuk memanaskan air. Uap yang keluar dari alat ini adalah uap air dan sampah yang telah di sterilisasi. Untuk volume air




datang. Alat ini dapat menampung sebanyak 791 kilo sampah untuk sekali
Manfaat sosial yang diharapkan timbul dari adanya alat ini, baik untuk masyarakat dan lingkungan, adalah untuk mengatasi perubahan iklim, dapat memberikan potensi lebih kepada desa untuk tahun yang akan datang, dan memperluas sistemasi alat PLTUS dalam hal cakupan listrik. Harapan lainya adalah

Lokasi Liputan: Desa Leuwiliang
Reporter: Endang Widiyani, Azizah Verda Syamila
Fotografer: Irham Maulana
Illustrator: Bintang Rahmanisa W.
Layouter: Aisha Kurnia Ardiningrum


dengan alat ini dapat mengatasi masalah kekeringan yang sering terjadi di desa tersebut saat musim kemarau dengan membuat sistem irigasi otomatis. Untuk masyarakat, Tim GARPUTALA berharap agar warga desa lebih meningkatkan rasa peduli lingkungan.











Bogor, 20 November — Mahasiswa angkatan 59 Fakultas Sekolah Vokasi Program Studi Manajemen Agribisnis (MAB) baru-baru ini meluncurkan inovasi produk yang menarik, yaitu Spray Anti Serangga (SAS). Produk ini diciptakan sebagai bagian dari projek akhir yang dipamerkan dalam acara Expo. Spray Anti Serangga (SAS) merupakan produk semprot berbahan cair yang dirancang untuk mengusir berbagai jenis serangga, seperti semut dan laron, dengan memanfaatkan bahan alami tembakau.
Produk ini berawal dari sebuah kerjasama antara tim mahasiswa MAB 59 dengan produsen tembakau di Temanggung. Ide pengembangan produk ini muncul setelah tim mengalami masalah serangga yang mengganggu kenyamanan sehari-hari. Mereka melihat kesempatan untuk mengubah tembakau menjadi solusi alami untuk masalah serangga, sekaligus meningkatnya kesadaran akan pentingnya penggunaan produk berbahan organik yang ramah lingkungan. Dengan menggunakan bahan organik, produk ini tidak meninggalkan residu berbahaya seperti produk berbahan kimia lainnya, yang sering kali berisiko bagi kesehatan.

SAS memiliki manfaat besar bagi keberlanjutan lingkungan. Dengan menggunakan bahan alami yang mudah terurai, produk ini lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan produk berbahan kimia yang seringkali mencemari tanah dan air. Inovasi ini menunjukkan bahwa ada banyak cara untuk menciptakan produk yang tidak hanya bermanfaat untuk manusia, tetapi juga untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam.
Namun, meski ramah lingkungan, efektivitas dan efisien produk ini terbilang cukup lambat dibandingkan produk berbahan kimia. Hal ini disebabkan oleh penggunaan bahan 100% organik, yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mengusir serangga. Walaupun begitu, SAS tetap dianggap menjadi pilihan yang lebih aman karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa mencemari lingkungan.


Tim pengembang, Arkaan, Ghassan, Fauji, Deta, dan Kalisya, juga memberikan informasi terkait cara penggunaan yang aman. Konsumen diimbau untuk tidak mengarahkan semprotan terlalu dekat


besar kita perlu sadar dengan apa yang kita lakukan dan dampak apa yang terjadi akibat tindakan kita sendiri.”
Dengan memilih produk yang lebih ramah lingkungan, kita dapat menjaga bumi agar tetap sehat dan lestari untuk generasi mendatang.


Reporter: Azizah Verda Syamila; Layouter: Aisha Kurnia Ardiningrum Lokasi liputan: Sekolah Vokasi IPB





Reporter: Azizah Verda Syamila ; Layouter: Khalilah Syawa Setyoputri ; Illustrator: Bintang Rahmanisa W. ; Lokasi Liputan: Smart Green House Leuwikopi, IPB Dramaga.





Dengan permasalahan kebersihan yang terjadi di kampus, menurut Anda apa tindakan yang seharusnya dilakukan oleh pihak IPB University?

Untuk pandangan saya kebersihan di IPB sudah sangat baik dan ketat dimana di sv sendiri terdapat petugas kebersihan yang membersihkan kelas jika sudah tidak terpakai, namun menurut saya lebih baik menambahkan tempat sampah karena seringnya sampah menumpuk di tempat sampah. (Najwa Alya Kamaludin, SV 61)


Menurut saya tindakan yang harus dilakukan pihak IPB University adalah perlu membangun kesadaran seluruh pihak terutama mahasiswa karena kebersihan adalah tanggungjawab dan kesadaran bersama bukan hanya sebagai pihak saja proses nya mungkin memakan waktu lama, tetapi cukup efektif untuk kedepannya. (Lukman Syarif Hidayatullah, Pasca Sarjana)
Dengan keadaan kebersihan di kampus SV IPB sekarang sangat memperhatikan yang dimana juga kesadaran mahasiswa masih sangat rendah seperti contoh didaerah kantin samping prima dan di dalam Student Center masih terdapat sisasisa sampah jajanan, oleh karena itu menurut saya mungkin dari IPB bisa mencantumkan berupa pamflet tentang buang sampah pada tempatnya dan menambahkan tempat sampah di setiap sudut pada tempat. (Raihan Hammam Salsabil, SV 59)

Permasalahan kebersihan yang terjadi di kampus IPB Dramaga hingga saat ini yang sangat disayangkan adalah kesadaran dan kepedulian mahasiswa akan sampah masih sangat rendah. Sebagai contoh, mahasiswa seringkali meninggalkan sampah plastik sisa minuman dan makanan mereka di meja kantin, sehingga mengotori meja dan mengganggu kenyamanan mahasiswa lain. Contoh lainnya, terdapat mahasiswa yang dengan sadar membuang sampah di tempat pembuangan limbah air pendingin ruangan (bukan tempat sampah) yang lagi-lagi, mengotori dan sangat mengganggu kenyamanan dan keasrian lingkungan kampus. Untuk mengatasi masalah ini, tentunya diperlukan peran dan tindakan dari pihak IPB University untuk meningkatkan fasilitas yang ada (menambah jumlah tempat sampah yang berbeda untuk setiap jenisnya), penegakan disiplin dengan memberikan sanksi yang tegas dan jelas bagi setiap pelaku, membentuk unit khusus yang bertanggung jawab atas pengelolaan sampah di kampus, mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan, serta mengadakan inovasi teknologi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, seperti pengomposan atau daur ulang. (Auliya, FEMA 60)


Reporter: Azizah Verda Syamila, Endang Widiyani, Navisa Azzahra Layouter: Aisha Kurnia Ardiningrum ; Illustrator: Bintang Rahmanisa W.









Kegiatan lahraga ringan yang biasanya dilakukan berkel m k dengan iringan
Zat atau cairan yang digunakan untuk mencegah infeksi dengan membunuh atau menghambat ertumbuhan
ikr rganisme yang da at menyebabkan enyakit se erti tuberkul sis dan k lera.
Zat yang terda at dalam makanan, berguna untuk melancarkan encernaan.
Aktivitas untuk membuang racun dari tubuh le at keringat inuman yang di er leh dari he an, mengandung banyak kalsium, dan berguna untuk tulang
Salah satu sumber karb hidrat, biasa dimakan leh masyarakat Ind nesia.
Benda yang digunakan untuk melindungi ajah dari debu dan virus.


Penyakit yang sering muncul karena kurang menjaga kebersihan tangan dan makan dari sembarang tem at akanan segar yang berasal dari tanaman, mengandung banyak air, dan memiliki banyak kandungan vitamin.




M n ata SENAM ANTISEPTIK BAKTE
SE AT






