Skip to main content

VAKSIN KANKER SERVIKS

Page 1

Vaksin Kanker Serviks Ditahun ini Kanker serviks adalah salah satu penyakit yang tidak jarang didengar oleh masyarakat. Kanker ini menjadi penyakit yang menyebabkan infeksi yang hampir tidak memiliki gejala yang tidak signifikan. Kanker serviks ini salah satu kanker yang cukup menakutkan dikalangan wanita usia produktif. Banyak faktor resiko yang dapat menyebabkan terkena penyakit tersebut. Dan salah satu cara untuk mengurangi kemungkinan resiko terkena kanker serviks adalah dengan vaksin kanker serviks. Nah sebenarnya apakah itu kanker serviks?Apa saja faktor resiko terkena kanker serviks? Vaksin kanker serviks sebaiknya di berikan saat umur berapa dan berapa kali vaksin yang dibutuhkan ? Dan adakan efek samping dari vaksin kanker serviks ini ? Langsung aja ini informasinya.

Kanker Serviks Kanker serviks adalah kanker pada leher rahim yang sebagian besar disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui hubungan seksual yaitu human papillomavirus (HPV). (HPV). Sel yang sehat akan tumbuh dan berkembang biak pada kecepatan tertentu, sedangkan sel kanker tumbuh dan berkembang biak tidak terkendali. Infeksi HPV pada wanita bisa menyebabkan pertumbuhan sel pada serviks yang abnormal. Pada sebagian wanita, gangguan tersebut kemudian dapat berkembang menjadi kanker serviks. Beberapa HPV tidak memiliki gejala yang khas dan seringkali tidak memiliki gejala. Jika kanker serviks tidak didiagnosis dan tidak ditangani, perlahan-lahan sel kanker akan keluar dari leher rahim dan menyebar atau metastase ke organ serta jaringan di sekitarnya. Sel kanker juga bisa metastase dengan mudah melewati pembuluh darah, sehingga ini yang seringkali membuat kanker ini menjadi ganas.

Faktor Risiko Faktor yang dapat meningkatkan risiko Kanker Serviks, sebagai berikut: UNDER

18

Aktivitas seksual Aktivitas Seksual terlalu terlaludini, dini. Melakukan hubungan seksual pada umur yang terlalu dini akan meningkatkan resiko terinfeksi HPV. - Berganti-ganti pasangan seksMemiliki Berganti-ganti pasangan seksual.

banyak pasangan seksual akan beresiko terinfeksi HPV. -Merokok, Merok akan beresiko dua kali lipat karena efek dari bahan kimia berbahaya dari kandungan rokok dapat menganggu leher rahim.

Sistem kekebalan tubuh yang lemah -Melahirkan Melahirkananak anakpada padausia usiadini juga dapat beresiko karena perubahan hormon saat sedang hamil dapat membuat leher rahim lebih rentan terserang HPV.


Belum ada obat yang diketahui bisa menyembuhkan infeksi HPV. Namun, sebagai langkah untuk berjaga-jaga, setiap wanita disarankan untuk menerima vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi virus yang dapat menyebabkan kanker. Vaksin Vaksin kanker kanker serviks serviks merupakan salah satu upaya untuk mencegah penularan virus tersebut. Untuk wanita, pemberian vaksin kanker serviks direkomendasikan sebanyak tiga dosis dalam tiga kali pemakaian. Pemberian vaksinasi HPV sebaiknya diberikan pada pra remaja sekitar umur 11-12 tahun. Direkomendasikan pada usia belum berhubungan seksual. Banyak yang bertanya mengapa tidak diberikan justru pada wanita yang sudah aktif berhubungan seksual. Namun, hal tersebut tidak tepat karena di kalangan wanita yang sudah berhubungan seksual, potensi terjangkit virus HPV justru lebih besar. Sebaiknya vaksin diberikan pada usia dini sesuai dengan prinsip vaksinasi. Jika vaksin di berikan pada usia tua juga

Vaksin Vaksin HPV diberikan secara berkala yaitu tiga kali vaksin. Vaksin pertama diberikan pada masa remaja yaitu 11-12 tahun, kemudian vaksin kedua diberikan satu atau dua bulan setelah vaksin pertama. Lalu, vaksin ketiga diberikan 6 bulan setelah vaksin pertama. Ketiga dosis vaksin tersebut sebagai perlindungan jangka panjang dari infeksi HPV. Jika saat remaja dosis vaksin belum lengkap, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk melengkapi dosis vaksin. Tidak hanya wanita, pria pun dapat memperoleh manfaat dari vaksin HPV. Bagi kaum pria, virus HPV juga dapat menyebabkan kutil kelamin dan kanker anus, selain dari kanker serviks. Golongan pria yang direkomendasikan untuk memperoleh vaksin HPV yaitu pria yang berhubungan intim dengan sesama pria ataupun yang memiliki gangguan imunitas dan berusia 26 tahun atau lebih muda.

Efek samping vaksinasi HPV umumnya terjadi sementara dan tergolong ringan. Beberapa efek yang sering dikeluhkan seperti bengkak, nyeri dan kemerahan di sekitar lokasi suntikan serta sakit kepala. Selain itu efek samping yang tidak terlalu sering ditemukan yaitu berupa demam, mual dan rasa sakit di sekitar lengan, tangan atau kaki hingga munculnya ruam merah yang gatal. Kemudian, ada pula efek sangat jarang terjadi yaitu terhambatnya saluran pernapasan dan kesulitan bernapas. Meski terbilang sangat jarang terjadi, vaksin HPV juga kemungkinan dapat memicu reaksi alergi yang parah atau dikenal dengan alergi anafilaksis yang mengancam keselamatan jiwa. Konsultasikan dengan dokter sebelum Anda memutuskan untuk memperoleh vaksin kanker serviks. Minta informasi lengkap guna membuat pertimbangan yang tepat mengenai manfaat yang dapat diperoleh dan risiko efek samping yang ada. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Semoga bermanfaat â˜ş


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
VAKSIN KANKER SERVIKS by MSCIA Brawijaya - Issuu