Skip to main content

MENTAL HEALTH

Page 1

Seberapa Pentingnya Mental Health?

Banyak orang yang belum paham tentang kesehatan mental. Padahal, kesehatan mental itu sendiri sudah menjadi kasus yang serius, loh! Banyak orang berpikir bahwa orang yang sehat adalah yang jarang sakit secara ďŹ sik. Namun perlu kita ketahui bahwa orang yang sehat adalah orang yang sehat dari kedua aspek yaitu jasmani dan rohaninya. Seperti yang dikatakan oleh pepatah latin “Mens Sana In Corpore Sanoâ€? yang berarti di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tenteram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar. Apabila kesehatan mental seseorang terganggu, ia akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang dapat mengarah pada perilaku buruk. Ada berbagai contoh gangguan kesehatan mental seperti stress, depresi, gangguan kecemasan, bipolar, ADHD (Attention DeďŹ cit and Hyperactivity Disorder), dan masih banyak lagi. Perlu kita sadari bahwa kesahatan mental menjadi sebuah kebutuhan yang harus selalu diperhatikan oleh masyarakat. Menurut survey yang dilakukan oleh World Health Organization atau WHO, sekitar 20% anak-anak dan remaja di dunia mengalami gangguan dan permasalahan mental. Dan lebih dari 800.000 orang setiap tahunnya mati karena bunuh diri. Bunuh diri sendiri menjadi penyebab terbesar ke-2 kematian yang terjadi pada usia 15-29 tahun. Dalam sebuah blog yang pernah saya baca, ada seseorang menceritakan pengalaman dan perjuangannya dalam menghadapi mental illness yang terjadi dalam dirinya dan mengatakan bahwa di Indonesia sendiri, gangguan kesehatan mental seringkali dinilai sebagai bentuk kurangnya iman atau kasus kerasukan setan. Masyarakat cenderung kurang atau bahkan tidak peduli dengan yang namanya mental illness atau mental health. Masyarakat masih beranggapan bahwa orang yang terkena gangguan mental atau mental illness dinilai sebagai orang yang tidak waras atau gila. Banyak orang takut harus menanggung hukuman sosial atau stigma yang diberikan masyarakat Indonesia kepada penderita gangguan mental karena beberapa orang menganggap pembicaraan tentang kesehatan mental sungguh memalukan atau tabu untuk dibicarakan. Sehingga kebanyakan penderita memilih tidak membeberkan masalah kejiwaan kepada keluarga terdekat.


Di zaman sekarang ini, masyarakat harus lebih peka dan aware terhadap mental health, kenapa? “Karena sekarang tekanan hidup, contohnya seperti kerja dan ujian, sudah makin membesar dan sudah lebih beragam dibandingkan beberapa dekade yang lalu. Hal hal seperti ini yang membahayakan orang yang rentan stabilitas kesehatan mentalnya. Ditambah lagi dengan penelitian psikologi terkait dengan kesehatan mental yang sudah semakin banyak, akan tidak etis rasanya untuk mengabaikan pentingnya kesehatan mental, bahkan untuk anak-anak.� Selain itu, dari diri kita pun dapat membantu sesama dengan cara yang sederhana. Dengan cukup bicara kalau ada masalah dan mendengarkan orang lain yang mencurahkan isi hati dan pikiran atau bebannya kepada kita. Dengan mendengarkan dan menjadi tempat yang nyaman bagi mereka saat ingin bercerita, kita dapat menyadari bahwa orang tersebut butuh bantuan. Hal ini merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu orang-orang yang memiliki gangguan kesehatan mental. Sama halnya dengan diri kita sendiri, jika kita merasa telah mengalami sebuah tekanan dari sisi psikologis kita atau merasa ada beban pikiran yang sangat berat, usahakan jangan ragu untuk bercerita. Dengan mengerti bahwa menjaga kesehatan mental baik diri sendiri maupun orang lain adalah penting, di sinilah kita akan semakin memahami dan menghargai orang lain dengan segala kekurangan dan masalah di dalam dirinya. Dan juga akan semakin mengerti apa yang mereka rasakan dan apa yang bisa kita lakukan untuk membantunya. Karena masih banyak orang yang masih menganggap remeh sebuah masalah yang mengganggu pikiran dan bahkan mental seseorang, namun sesungguhnya hal ini menjadi perhatian khusus bagi kita semua. Teruntuk kalian yang mengalami Mental Illness, hari hari kalian tidaklah begitu berat. Tanpa kalian sadari, lingkungan sekitar seperti keluarga, teman dan sahabat adalah orang orang yang sangat peduli dan sayang kepada kamu loh! Buang jauh jauh rasa takut dan malu kalian untuk bercerita terutama kepada orang tua. Tidak ada satupun orang tua yang akan marah atau bahkan tidak terima jika mengetahui anak tercintanya sedang mengalami depresi atau Mental Illness. Justru dengan ceritanya kalian ke orang tua, ini adalah kesempatan untuk kamu bisa menjalani hari-hari kamu lebih tenang. Konsultasi juga bukan suatu yang harus dihindari atau bahkan di takuti, kalian tidak akan di anggap ‘sakit jiwa’ atau dikucilkan sama sekali. Dengan adanya konsultasi, kalian bisa mengetahui banyak hal baik untuk diri kalian sendiri seperti cara menghilangkan ketakutan berlebihan terhadap sesuatu, cara kalian menenangkan diri ketika depresi dan menghindari hal hal yang buruk terjadi pada saat Mental Illness kalian kambuh. Yuk, beranikan diri untuk sharing dan mengetahui hal hal positif yang bisa kalian dapatkan setelah kalian konsultasi! Juga buang lah jauh jauh rasa malu untuk mengakuinya terhadap orang lain, apalagi orang tua. NOME MSCIA 06 NOVEMBER 2019 NASTYAZKA SUBAKTI


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
MENTAL HEALTH by MSCIA Brawijaya - Issuu