Skip to main content

Kudis

Page 1

KUDIS Kudisan atau skabies Penyakit skabies atau kudis adalah penyakit kulit yang sering dijumpai di lingkungan sekitar kita. Skabies bisa menjangkiti siapapun baik laki laki, perempuan dan berbagai umur. Kudis diebabkan oleh tungau yang sangat kecil dan hidup di lapisan kulit manusia. Penyakit ini sangat mudah menular ke orang lain, sehingga satu keluarga bisa terkena penyakit ini jika ada kontak langsung dengan penderita. Skabies tidak hanya mengenai orang yang hidup di lingkungan kotor, namun bisa juga mengenai orang yang hidup di lingkungan bersih karena sifat skabies yang sangat mudah menular . Skabies ini tergolong penyakit kulit yang ringan namun, jika tidak diobati dengan baik maka akan sangat mengganggu penderitanya dan bisa menyebabkan infeksi pada kulit jika tidak diobati, sehingga perlu untuk diobati secara menyeluruh. Penyebab skabies Skabies disebabkan oleh tungau (sejenis hewan yang sangat kecil) atau dalam bahasa ilmiahnya disebut Sarcoptes scabiei. Tungau ini hidup pada kulit manusia lapisan paling luar. Setelah tungau jantan dan betina mengalami perkawinan di luar kulit, tungau jantan akan mati, sedangkan tungau betina yang sudah dibuahi akan membuat terowongan di kulit manusia. Setelah membuat terowongan, tungau betina meletakkan telur di terowongan agar telur bisa menetas dan menjadi larva tungau. Tungau betina membuat terowongan tersebut pada malam hari, sehingga penderita skabies merasakan sensasi sangat gatal di tubuhnya pada malam hari. Tungai ini memiliki tempat favorit untuk membuat terowongan di kulit manusia. Biasanya tungau suka hidup di lipatan kulit yang tipis dan lembap seperti sela-sela jari, lipatan ketiak, sikut, lutut, lipatan bokong, dan lipatan perut. Lalu apakah ciri-ciri penyakit skabies itu? Penyakit skabies ini memiliki ciri khas pada kulit seperti ditemukannya bentukan terowongan pada kulit. Selain itu, penderita merasa lebih gatal di kulitnya pada malam hari yang disebabkan oleh peningkatan aktivitas tungau pada malam hari. Adanya gejala pada kulit seperti kemerahan, iritasi, dan rasa gatal yang muncul pada kulit seperti sela sela jari, siku selangkangan dan lipatan paha, bahkan bisa disertai dengan adanya gelembung kecil berisi air pada kulit merupakan ciri-ciri penyakit Skabies.


Pengobatan skabies Penyakit skabies ini tidak dapat sembuh dengan sendiri, sehingga diperlukan obat khusus untuk membunuh tungau penyebab skabies. Biasanya obat skabies berbentuk krim khusus atau lotion yang dioleskan pada kulit daerah tempat hidup tungau ini. Obat skabies cream biasanya mengandung permethrin 5% atau kandungan lainnya seperti gameksan 1%, BBE 25%, sulfur 4-10%. Setelah obat dioleskan pada seluruh tubuh, diusahakan tubuh jangan sampai terkena air selama 8-14 jam, setelah itu bisa dibersihkan atau dengan mandi. Obat antihistamin dapat digunakan untuk membantu mengurangi rasa gatal, dan jika terjadi infeki bakteri bisa menggunakan antibiotik untuk mengobati infeksi tersebut. Apa yang harus dilakukan agar terhindar dari skabies? Bagi keluarga penderita skabies, penyakit ini sangat mudah untuk menular, sehingga kemungkinan besar keluarga penderita juga bisa terkena skabies ini. Beberapa cara pencegahan penularan skabies antara lain: 1. Tidak saling berbagi barang dengan penderita skabies, seperti meminjam baju dan pemakaian handuk bersama. 2. Mecuci semua kain seperti seprei, sarung bantal, handuk dan baju dengan bersih dan menggunakan air panas pada bilasan terakhir. 3. Sering membersihkan ruangan, sofa, tempat tidur yang digunakan penderita skabies. 4. Menjaga kebersihan diri yaitu dengan mandi terutama dengan menggunakan sabun yang mengandung sulfur 4-10% karena bersifat antiseptic dan anti parasit, menjaga kebersihan tangan, kaki dan kuku. 5. Menjaga kebersihan organ genitalia karena daerah tersebut berupa lipatan dan daerah lembab sehingga sangat mudah untuk menjadi tempat hidup tungau skabies.

DAFTAR PUSTAKA http://cid.oxfordjournals.org/content/44/Supplement_3/S153.long http://emedicine.medscape.com/article/1109204-overview http://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMcp052784


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Kudis by MSCIA Brawijaya - Issuu