Skip to main content

proposal tga monique 315160208

Page 1

BAB1. PENDAHULUAN MAKNA DWELLING Dalam buku Being and Time​, Heidegger menyebut manusia sebagai ​Dasein (ada-di-sana). “​Sein​” berarti Ada, dan “​Da​” berarti di-sana, yakni Ada-dalam-dunia (​Being-in-the-world​). “Dunia” bukan berarti dengan “bumi”. Dunia adalah konsep pemikiran yang berhubungan dengan ​dirinya sendiri, benda atau manusia lainnya​. Sedangkan bumi sebagai kata benda berarti sebuah hal yang diam dan berarti sebuah tempat. Heidegger (1971) mengusulkan bahwa di dalam ​dwelling terdapat ​elemen ​earth, sky, mortal, divinity.​ ​Bagi Heidegger, perilaku ​Dasein adalah keterlibatan secara aktif dengan objek keseharian. Seperti hubungan dengan orang lain, benda, maupun dengan dirinya sendiri (reflektif). Kutipan: ​“The self is a relation that relates itself to itself…” (Kierkegaard 1980 [1849]:13). This relation consists in the unfolding project of taking what we find ourselves with as beings in the world and imparting some meaning or concrete identity to our own life course. Thus, the self is defined by concrete expressions through which one manifests oneself in the world and thereby constitutes one’s identity over time. In Kierkegaard’s view, “becoming what one is” and evading despair and hollowness is not a matter of solitary introspection, but rather a matter of passionate commitment to a relation to something outside oneself that bestows one’s life with meaning. Menurut Heidegger, terdapat 2 cara untuk hidup. ​Inauthentic​ dan ​authentic​. Inauthentic berasal dari bahasa Jerman “uneigentlichkeit” yang artinya penyangkalan, berhubungan dengan pribadi manusia yang terlahir di dunia karena tidak ada pilihan. Jika manusia ini menghabiskan hidupnya dengan berpegang pada masa lampau, tidak mempertimbangkan masa depan. ​Authentic tidak menyangkal keberadaan dirinya diciptakan didunia bersama dengan manusia lainnya, namun ia menjalani hidup dengan perspektif baru setiap harinya.


Dalam buku The Concept of Dwelling: On the way to figurative architecture oleh Norberg-Schulz​, ​Dwelling artinya lebih dari sekedar memiliki atap di atas kepala kita. Dwelling memiliki 3 definisi. Pertama, ​Dwelling memiliki arti bertemu dengan orang lain untuk bertukar produk, ide dan perasaan, yaitu mengalami kehidupan sebagai kemungkinan-kemungkinan. Definisi kedua ​dwelling memiliki arti bersepakat dengan orang lain, untuk mencapai suatu persetujuan atau persamaan dengan orang lain. Definisi ketiga adalah ​dwelling ​sebagai makhluk hidup yang menjadi diri sendiri, rasa memiliki salah satu bagian dunia untuk kita sendiri. Dari definisi-definisi tersebut terdapat kesamaan yaitu interaksi. Untuk mewadahi interaksi ini terdapat 4 cara ​dwelling​ yaitu: ​natural, collective, public, ​dan​ private dwelling. Dalam buku ​Private Dwelling: Contemplating the use of housing o ​ leh Peter King​, keempat cara ​dwelling oleh Norberg-Schulz dibahas. ​Natural dwelling adalah menetap pada suatu


permukiman. ​Collective dwelling adalah interaksi dalam ruang urban yang terjadi dalam sebuah permukiman (di dalam ​natural dwelling)​. Dalam ​public dwelling​, manusia saling menjaga nilai dan norma yang ada seperti politik, sosial dan budaya. Saat dimana manusia menjadi diri sendiri adalah ​private dwelling​. Keempat ​dwelling i​ ni tidak dapat berdiri sendiri, seperti misalnya manusia perlu berinteraksi dengan orang lain di luar rumahnya sendiri atau ​private​ dwelling. Dwelling merupakan kesatuan dari tempat yang pernah kita kunjungi, rumah yang kita tempati. Lingkungan inilah yang membentuk bagaimana seseorang menjalani proses ‘​dwelling​’. Maka dari itu kita harus membangun arsitektur yang mendukung kebutuhan ‘​dwelling​’. When dwelling is accomplished. Our wish for belonging and participation is fulfilled” - Christian Norberg Schulz. Dalam buku ​Human Condition o ​ leh Hannah Arendt , tempat tinggal tidak selalu dalam bentuk rumah dan tidak dapat berdiri sendiri untuk tujuan bertahan hidup. Manusia tidak hanya tinggal (​dwelling) u ​ ntuk memenuhi kebutuhan biologis namun juga untuk bekerja dan berinteraksi dengan masyarakat lain.

MAKNA DWELLING - PROSES OTENTITAS DIRI Dalam buku ​Some Place Like Home oleh Toby Israel ​terdapat empat bentuk ikatan pada suatu tempat pada masa kanak-kanak seseorang, salah satunya berupa ikatan cinta dan sekuritas dengan keluarga (​affection)​ . ​Dwelling merupakan tempat paling intim bagi manusia sehingga pikiran berkorelasi erat dengan pengalaman masa kecil seseorang. Segala kegiatan dan pengalaman menjadi sebuah memori membekas yang mempengaruhi keputusan-keputusan di masa depan seseorang. Saat penulis melihat kilas balik masa kanak-kanak, penulis mengingat bagaimana saat kecil selalu diurus oleh kakek dan nenek yang dipanggil Opa dan Oma Hingga saat ini pun, Oma masih menjadi kepala keluarga. di umur Oma yang ke 70 beliau masih aktif mengajar anak-anak dan sangat produktif dalam kesehariannya. Oleh karena itu proyek ini berfokus kepada kaum lansia.


BAB 2. TEORI TENTANG LANSIA SIAPA LANSIA MENURUT WHO Lansia menurut WHO adalah manusia berumur mulai dari 45 tahun. 45-59 tahun disebut lansia pertengahan, 60-74 tahun adalah lansia, 75-90 tahun adalah lansia tua, sedangkan lebih dari 90 tahun disebut lansia sangat tua THE CYCLE OF AGING Tak satupun dari kita luput akan proses menua/bertumbuh. Pada umur 1, tantangan hidup manusia adalah belajar untuk berjalan. Kemudian pada umur 16 tantangannya adalah belajar berkendara. Umur 30, tantangannya berubah menjadi berkeluarga, memiliki anak. Umur 40 tantangannya bekerja, dan umur 65 pensiun. Kemudian siklus ini terulang kembali, pada umur 70 tantangan manusia adalah memiliki cucu, pada umur 85 mengalami kesulitan lagi untuk berkendara. Dan pada umur 95, manusia kesulitan berjalan. Menurut jurnal Reviewing the Definition of Elderly oleh Hajime Orimo, kaum lansia (lanjut usia) adalah mereka yang mengalami proses penuaan yang menyebabkan kemunduran, dan selanjutnya kegagalan organisme secara keseluruhan. Proses penuaan maksudnya adalah proses dasar dan interaksi dengan lingkungan seperti sinar matahari, racun di udara, makanan yang masuk ke tubuh kita dapat mengubah struktur serta fungsi dari sel dan molekul tubuh kita. Ilmuwan mengidentifikasi 9 perubahan kemampuan kognitif, ada yang menurun, stabil, serta meningkat. Kemampuan yang menurun adalah kemampuan ​recall, episodic memory, processing speed, divided attention. Kemampuan yang stabil adalah ​implicit memory seperti kemampuan naik sepeda serta ​recognition atau mengenali sesuatu. Kemampuan yang tetap meningkat adalah ​semantic memory,​ ​crystallized IQ yaitu pengaplikasian pengetahuan dan pengalaman dalam hidup serta kemampuan ​emotional reasoning​. UMUR TUA HANYALAH ANGKA? Efek plasebo adalah sembuhnya pasien dari penyakitnya ketika mengonsumsi obat kosong atau plasebo dan terjadi walaupun terdapat bukti yang berkebalikan. Dikutip dari seminar TED-Talk oleh Za Di Missipi. Seorang wanita mengalami depresi dan mendaftar menjadi pasien uji klinis. Namun beliau tidak kunjung sembuh hingga suatu hari ia meminum obat sebanyak 29 dosis yang telah dianjurkan. Tak lama kemudian wanita ini pergi ke rumah sakit karena menyesal. Sesampainya ia di meja resepsionis, ia jatuh pingsan. Setelah dicek, tidak ada jejak ke 29 obat tersebut. Dokter meninjau bahwa wanita ini telah minum 29 sugarpill , bukan obat depresi. Seketika itu juga wanita itu sehat. Apa yang dialami wanita ini adalah nocebo effect, kebalikan dari efek plasebo. Nocebo Effect memiliki efek memperburuk kondisi kesehatan kita karena kita sendiri yang berpikir buruk. Masyarakat melihat menua sebagai ancaman. Dengan segala perspektif dan asumsi negatif terhadap proses menua, hal ini akan mempengaruhi kesehatan seorang lansia.


A snapshot of the age distribution of psychological well being Akankah pandangan negatif ini memperburuk kesehatan kita? tahun 1979 Ellen langer seorang psikolog muda di Harvard merekrut 2 grup lansia untuk sebuah riset. Mereka akan menghabiskan seminggu mengenang masa lampau. Grup pertama dikirim untuk menghabiskan waktu di biara tua. Grup kedua dikirim ke masa lampau. Mereka dikelilingi oleh properti pada masa 30 tahun sebelumnya dan meminta subjek grup 2 untuk berpura-pura mereka sedang hidup di tahun 1959 (20 tahun sebelumnya). Grup 2 mendengarkan musik dan film masa lampau serta mendengarkan berita dari radio. Mereka berbicara seakan mereka hidup 20 tahun sebelumnya, pada masa mereka masih muda dan sehat. Setelah percobaan dilakukan, hasilnya sangat terlihat. Mereka lebih aktif secara fisik, berjalan lebih cepat, lebih kuat membawa barang-barang berat. Kedua grup memperlihatkan perubahan lebih baik pada masalah radang sendi, ketangkasan, ingatan, serta penglihatan, dengan grup 2 mengalami perubahan signifikan. “We need to go out of our negative expectations. We need to move on from idea that aging is a social burden. - Zaria Gorvett

MASA DEPAN POPULASI DUNIA “it seems also the older you are, the longer you live. “ Berdasarkan Dr. Lipsitz seorang ahli geriatri yang membawakan seminar TEDTALK. Pada 1 abad yang lalu hanya sedikit orang yang dapat menikmati hidup ‘tua’. Faktanya, pada tahun 1900 waktu hidup yang manusia bisa hidupi hanya selama 47 tahun. Sekarang sebanyak 10.000 manusia menginjak umur 70 tahun setiap harinya. Dunia termasuk benua Asia-Indonesia- sudah memasuki era penduduk menua (ageing population) sejak tahun 2015 karena jumlah penduduknya yang berusia 60 tahun ke atas (penduduk lansia) melebihi angka 7 persen. Secara global populasi lansia diprediksi terus mengalami peningkatan (Kemenkes RI 2017). Data statistik menunjukan manusia akan hidup lebih lama, yang artinya dunia menghadapi tantangan perubahan sosial, dunia kesehatan, ekonomi, dan budaya.

FENOMENA LANSIA DI DUNIA Dalam berita CBC News dibahas topik mengapa lansia menunda masa pensiun untuk bekerja lebih lama. Narasumber menjawab bekerja pada masa tuanya punya keuntungan selain dari finansial, namun keuntungan dalam berhubungan dengan orang lain, menjadi kreatif dan bersosialisasi dengan kerabat dan keluarga. Rata-rata dari para lansia memiliki ide bisnis yang hanya diam dipikiran mereka selama 30-40 tahun namun tak kunjung dijalankan. Hal ini dibatasi


oleh tidak adanya interaksi antar lansia yang dapat saling mendukung masing-masing individu berkembang. Alex Touroutoglou adalah ahli dibidang lansia. Beliau meneliti terdapat kaum lansia hebat yang Disebut ​super agers.​ Mereka adalah lansia yang memiliki kualitas fisik dan kemampuan berpikir tidak seperti usia sebayanya. Faktor mengapa ada kaum lansia ​super agers masih diteliti agar dapat diaplikasikan kepada semua umur.

FENOMENA DI JAKARTA (gambar)


HEALTHY AGEING WHO mendefinisikan Healthy Aging sebagai proses berkembang dan menjaga kemampuan fungsional individu dikala umur yang tidak sedikit. Kemampuan fungsional adalah kemampuan yang memungkinkan semua orang untuk menjadi dan melakukan apa yang mereka dambakan. Cakupannya: 1. Memenuhi kebutuhan dasar mereka 2. Untuk belajar, bertumbuh dan membuat keputusan 3. Untuk dapat bergerak bebas 4. Untuk membangun dan memelihara hubungan terhadap sesama 5. Untuk berkontribusi kepada masyarakat. Kemampuan fungsional terdiri atas ​kapasitas intrinsik individu​, ​karakteristik lingkungan serta ​hubungan keduanya​. Kapasitas intrinsik terdiri atas kapasitas mental dan fisik seseorang seperti kemampuan berjalan, berpikir, melihat, mendengar dan mengingat. Level kapasitas intrinsik dipengaruhi beberapa faktor seperti penyakit, cedera, perubahan biologis menyangkut usia. Karakteristik lingkungan mencakup rumah yang kita tinggali, komunitas, dan masyarakat beserta nilai dan norma yang ada. Kemampuan untuk tinggal dalam lingkungan yang mendukung dan menjaga kapasitas intrinsik serta kemampuan fungsional adalah kunci menuju masa tua yang sehat / ​healthy ageing. MENYIASATI PROSES MENUA “use it or lose it (brain).” Baltimore mengeluarkan satu studi berjudul ​Experience Corps.​ Subjek penelitian ini adalah sekelompok lansia yang diajak untuk secara sukarela mengajar anak-anak SD di ruang kelas. Setelah di cek dengan mesin MRI, otak mereka mengalami peningkatan keterampilan kognitif. Maka, aktivitas yang menggunakan otak untuk berpikir harus terus dilatih. “​So it's never too late. We should continue exercising” Sebesar 30% lansia mengalami jatuh secara fisik. Kemudian kita berpikir, massa otot kita mengecil karena kita menua. Faktanya, saat umur kita bertambah level aktivitas fisik juga menurun. ​Dr. Lipsitz menstudi 100 lansia yang tinggal di panti werdha untuk berolahraga mengangkat beban selama 10 minggu. Hasilnya sebanyak 113% kekuatan otot dalam tubuh kita bertambah, sebanyak 12% kecepatan berjalan bertambah, serta 28% kemampuan naik-turun tangga meningkat. ​So it's never too late. We should continue exercising


“​vibratory shoe insoles”​ Selain karena minimnya aktivitas fisik, jatuh juga disebabkan oleh multitasking, seperti berjalan sambil membaca koran, menyetir sambil melihat smartphone. ​Dr. Lipsitz menstudi laki-laki berumur 40 tahun untuk multitasking/kerja 2 arah sambil berjalan dan menghitung mundur dari 500. Nyatanya, pria ini berjalan tidak seimbang d​an menuju berbagai arah. Kemudian Dr. Lipsitz menciptakan sol sepatu bergetar yang terbukti membantu manusia untuk berdiri dan berjalan dengan seimbang. Penemuan ini dapat mencegah manusia untuk tidak jatuh ke tanah.

VISI DAN MISI PROYEK VISI: Menciptakan wadah bersosialisasi para lansia khususnya berumur 60-74 tahun agar saling mendukung pengembangan diri yang produktif dan menikmati proses menua yang sehat sesuai standart WHO. MISI: Menyediakan ruang bagi lansia untuk berdialog, agar mereka tidak merasa kesepian. Menciptakan suasana tenang dan damai sehingga lansia merasa nyaman. Mengubah stereotip orang Indonesia terhadap panti werdha. Memfasilitasi kegiatan para lansia agar mereka tetap produktif dan aktif sesuai dengan kesukaan dan permintaan mereka.


BAB 3. PRESEDEN PRESEDEN (gambar)


BAB 4. METODE PERANCANGAN METODE PERANCANGAN FENOMENOLOGI menurut Arsitek Juhani Pallasma adalah Arsitektur bukan hanya ilmu untuk menciptakan sebuah tempat tinggal bagi manusia, namun memiliki tujuan lain, baik dari segi metaphysical maupun mental. Arsitektur juga dilihat sebagai mediasi antara hal besar dan hal kecil, antara Tuhan dan keabadian, karena sebuah bangunan secara khusus sebenarnya dapat berbicara terhadap tubuh dan perasaan manusia. Arsitektur bukan hanya ilmu untuk menciptakan sebuah tempat tinggal bagi manusia, namun memiliki tujuan lain, baik dari segi metaphysical maupun mental. Arsitektur juga dilihat sebagai mediasi antara hal besar dan hal kecil, antara Tuhan dan keabadian, karena sebuah bangunan secara khusus sebenarnya dapat berbicara terhadap tubuh dan perasaan manusia.


BAB 5. LOKASI PROYEK


BAB 6. PROGRAM


BAB 7 . DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA Buku Heidegger, M. (1971) Being and Time Israel. T. (2003). Some Place Like Home. England: John Wiley & Sons Ltd. Arendt, H. (1958) The Human Condition. Schulz. N. (1985) The Concept of Dwelling: On The Way to Figurative Architecture. King. P. (2004) Private Dwelling: Contemplating the Use of Housing. Israel. T. (2003) Some Place Like Home. WHO (2015) World Report of Ageing and Health

Video Ted-talk Let's change the way we think about old age | ​Zaria Gorvett | TEDxLausanne The science of Aging | Asapscience Why more seniors are delaying retirement to work longer | CBC NEWS The Art of Ageing Well | Harvard Medical School Jurnal Social and Emotional Aging oleh Susan Charles Global strategy and action plan on ageing and health (2016-2020) oleh WHO Reviewing the Definition of Elderly oleh Hajime Orimo


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
proposal tga monique 315160208 by Monique Priscilla - Issuu