seniman:
28 MEI - 11 JUNI 2015 GALERI SERRUM Jl. Gurame No. 3, Rawamangun, Jakarta Timur 13320
2
Seniman: Ariffal Nur Arochman a.k.a The Ayankz Mochamad Amirul Badar a.k.a Bad Art Muhammad Harris Syahpuja Putra Muhammad Rico Wicaksono a.k.a Konak
Galeri Serrum Jl. Gurame No. 3 Rawamangun Jakarta Timur 13320
Pembukaan Pameran: 28 Mei 2015. 19:00 WIB
Foto dan Dokumentasi: Moch. Hasrul
Pameran Berlangsung: 29 Mei – 11 Juni 2015. Buka setiap hari 13:00-20:00 WIB Bincang Seniman: 30 Mei 2015. 16:00 WIB Kunjungan Pelajar: 8 Juni 2015
Desain dan Tata Letak: Angga Cipta
Produksi Artists Merchandise: Meita Meilita Administrasi dan Keuangan: Deti Hapsari, Wulan Anggraeni Display: Serrum Studio
PENGANTAR GALERI Galeri Serrum kembali menggelar pameran ke dua tahun ini. Kali ini Galeri Serrum mengundang empat seniman muda yang cenderung berkarya dengan karakter gambar ilustratif dan komikal. Dalam hal ini, Ilustratif diartikan sebagai penggambaran yang terjadi dalam suatu cerita, realitas ataupun fenomena tertentu. Sedangkan, dalam hal ini komikal diartikan sebagai penggambaran yang dapat membuat seseorang menjadi terkesan, senang, dan tertawa karena suatu hal yang lucu, satir, maupun miris. Seperti itulah kiranya kecenderungan karya dari karya-karya ke empat seniman muda tersebut. Mereka kerap mengangkat tema-tema keseharian, seperti fenomena anak-anak muda, pergesaran budaya, dan religi. Tema-tema tersebut digambarkan melalui pandangan mereka sendiri yang “nyeleneh” dan “ngehe”. Sebagai generasi muda yang dikotomi dengan berbagai norma dan aturan, baik peraturan negara dan agama. Penggambaran tema “surga” yang kerap diungkapan yaitu mengenai fenomena anak-anak muda. Mereka mengistilahkan sebagai “anak-anak muda yang bangga akan dosa-dosanya”. Suatu posisi yang lebih dekat dan juga mereka rasakan. “Lelaki Penghuni Syurga” dalam pameran ini adalah ungkapan paradoks tentang surga. Bagaimana surga itu ada dalam persepsi manusia, dan bagaimana manusia menanggapi surga tersebut di dalam hidupnya. Dengan itu pameran ini bertujuan sebagai media refleksi dalam melihat persepsi manusia dan surga tersebut dengan cara mengkritisi, mendiskusikanya dan menertawainya. Sebagai sesama manusia, mari kita berdoa dan tertawa bersama-sama.
Angga Wijaya Program Manager Galeri Serrum
3
Oleh : M. Sigit Budi.S Catatan seorang lelaki yang terlibat dalam dunia hiburan kesenian “Lelaki Penghuni Syurga” adalah judul pameran di Galeri Serrum kali ini. Ide judul Lelaki Penghuni Syurga itu muncul ketika Angga Wijaya selaku manager galeri membuat grup whatsapp antara anggota Serrum dan teman-teman pameris dengan nama “Lelaki Penghuni Syurga” grup. Mungkin tercetusnya kata-kata itu berawal ketika kami sedang melihat karya-karya pameris di profil Instagram masing-masing pameris. Yaitu, Haris @resharrris, Ipal @arrvl, Oboz @ricobozz dan Badar @badarisme.
4
Pada akun resmi @resharris, terdapat karya-karya ilustrasi minimalis menggunakan tinta dengan beragam tema mengenai kehidupan anak muda. Salah satu yang menarik adalah karya ilustrasi sebanyak 6 karya mengenai “Tutorial Wudhu”. Karya ini memang dibuat sesuai urutan wudhu pada umumnya, berbeda sekali dengan karya-karya nyeleneh yang lainnya yang ada di galeri Instagram milik Haris. Karya karyanya yang lain pun masih membicarakan tentang hubungan pria dan wanita, seperti pada karya yang berjudul “Kisah Kasih Gadis Racing” dan “Cinta Mas Anjar”. Adalah karyakarya yang bertemakan Cinta sepasang kekasih yang selalu ditemani kendaraan kesayangannya kemanapun mereka pergi. Apakah ada relasinya antara hubungan percintaan, wanita dan kendaraan? Apakah laki-laki selalu diidentikan dengan kendaraan? Apakah Lelaki tersebut layak masuk Syurga? Tak lama setelah mengurut timeline postingan oleh Haris tiba-tiba saya nyangkut di akun milik @seksikonsumsi13, tidak bermaksud berpromosi, hanya saja kekaguman saya dengan aplikasi ini semakin menjadi-jadi setelah menyadari bahwa beragam akun yang ada di Instagram itu sangat menghibur. Pada akun tersebut lewat posting foto-fotonya yang syur memang berhasil menggoda saya berhenti untuk menyimak sejenak konten-konten yang mereka hadirkan. Apakah wanita-wanita yang ada di akun tersebut bisa masuk Syurga? Kembali diingatkan oleh kawan-kawan mengenai kelanjutan riset kecil saya dengan mengamati karya-karya para pameris. Kita intip karya milik @arrvl.
Karya ipal mengingatkn saya kembali di 8 tahun yang lalu ketika masih kuliah dan senang sekali bereksperimen dengan software macromedia freehand untuk membuat karya-karya digital vector. Yang membedakan adalah semangat, semangat saya untuk melanjutkan telah tiada, sedangkan Ipal masih terus membara. The Ayankz adalah salah satu karya Ipal yang menjadi unggulan, dengan variasi tema hubungan antara laki-laki dan perempuan, karya-karya Ipal lewat The Ayankz jelas sekali menceritakan bagaimana sebuah hubungan manusia, anak muda dari mulai cinta-cintaan, mabuk-mabukan, dan kemudian bobok-bobokan (senggama), menjadi cermin gaya hidup mereka saat ini. Apakah anak-anak muda yang bergaya hidup seperti itu layak masuk Syurga? Kemudian saya kembali mengeksplor kembali akun-akun orang lain secara acak. Sebelum memasuki akun para pameris, tiba-tiba di kolom pencarian, ada satu foto di salah satu akun orang, dan foto itu adalah foto diri seorang Nassar. Akhir-akhir ini Nassar memang terlihat sering menggonta ganti penampilan yang notabene agak berlebihan untuk seorang laki-laki. Pada foto tersebut terdapat banyak komentar orang-orang yang sangat beragam, ada yang benci, ada yang suka, ada yang takjub, dan ada juga iklan. Tetapi tetap saja bagi seorang penghibur seperti dia, hal itu tentu saja lumrah untuk bergaya di acara televisi, asalkan tidak keluar konteks ke-normaan dan kesopanan tentunya. Apakah perilaku Lelaki seperti itu layak masuk Syurga? Mari kita lanjutkan pada akun selanjutnya milik Oboz @ricobozz. Yang menarik pada timeline Oboz, terlepas dari karya-karya personalnya adalah, kegemaran Oboz dalam memelihara Reptil, yang memang menjadi kesamaan hobi dengan saya pribadi. Pada karya-karya Oboz ternyata hampir mempunyai ciri yang serupa dengan karya milik Haris dan Ipal. Permasalahan percintaan antara pria dan wanita masih mendominasi di dalam karya-karyanya. Namun ada penambahan sedikit cerita, yaitu keterlibatan orang tua dengan anaknya, yang terkadang menjadi masalah bagi para orang tua yang memang mempunyai anak seorang seniman. Namun tidak semua seniman yang saya maksud, hanya beberapa saja, dan tentunya yang saya kenal dekat saja. Apakah seorang seniman yang tidak direstui oleh orang tuanya layak masuk Syurga?
5
Kunjungan terakhir saya sekarang pada akun milik Badar @badarisme. Status milik Badar tertulis “Tukang Bongkar Panggung”, layaknya seseorang yang punya usaha bongkar pasang panggung dan soundsystem. Yang saya ketahui dari Badar sewaktu masih di kampus adalah Badar dengan grup musik/ Band-nya. Karya-karyanya dalam mengaransemen lagu lebih sering terdengar dibanding karya-karya visualnya yang terlihat. Namun ternyata bila menilik karya-karya Badar memang sangat parodi lewat bentukan ilustrasi digitalnya. Yang menarik adalah karakter pak Ustad yang selalu dimunculkan lewat karya yang berjudul “Ustad Besek” yang menggambarkan seorang Ustad yang membawa besek/kotak makan pemberian setelah datang ke sebuah hajatan. Karya yang lain berjudul “Ustad Arogan” yang merespon kejadian seorang ustad yang melakukan kekerasan terhadap orang lain beberapa tahun yang lalu. Perihal karakter ustad yang ada pada karya Badar memang patut dipertanyakan kembali, sebegitu menarikkah seorang ustad bagi Badar? Apakah seorang ustad yang digambarkan oleh Badar layak masuk Syurga?
6
Perkara seseorang pria ataupun wanita, tua maupun muda, bisa atau layak masuk syurga memang mustahil untuk diketahui. Namun manusia dapat berupaya atau berusaha sesuai keimanannya dan perbuatannya di dalam kehidupan untuk dapat memilih menuju syurga. Dalam pameran ini memang tidak berusaha memunculkan kriteria yang pantas untuk dapat masuk syurga. Pameran ini lewat karya-karya pameris sebelum dan yang ada di pameran ini, hanya memberikan opini semata mengenai lelaki, entah akan masuk syurga atau tidak ya tunggu saja di hari terakhir kehidupan kalian masing-masing. Salam
M. Sigit Budi S lahir di Jakarta, 1983. Ia lulus dari Fakultas Seni Rupa, Universitas Negeri Jakarta. Pada 2006, Sigit turut membidani lahirnya Serrum. Ia bergabung dengan ruangrupa sebagai Kordinator Pameran di RURU Gallery dan menjadi Kordinator artistik di Jakarta 32°C. Selain itu ia mengikuti lokakarya penulisan seni rupa yang diselenggarakan oleh www.jarakpandang.net. Pada tahun 2009, Ia menjadi asisten kurator pada Jakarta Biennale: ARENA. Menjadi koordinator pameran OK. Video Festival: Comedy. Dan yang terakhir sebagai Kurator Media/Art Kitchen.
Surga selalu berhubungan dengan pahala dan dosa dari tindakan manusia di dunia. Tindakan manusia di dunia selalu terikat akan baik atau buruk, dan benar atau salah. Seringkali apa yang menurut kita benar dianggap salah oleh orang lain, apa yang kita anggap baik bagi kita ternyata malah merugikan orang lain. Saya coba menyimpulkan bahwa orang yang menganggap dirinya benar hanyalah melakukan apa yang benar menurut dirinya, lalu seperti apakah kabenaran dan kebaikan yang hakiki itu? dalam karya ini saya ingin memainkan persepsi tindakan manusia dalam menyikapi sesuatu baik dan benar.
7
Ketidaktahuan Adalah Sumber Dosa-Dosa Mural Di Tembok 150cm x 100cm 2015
Surga dalam persepsi saya adalah alam akhirat yang dapat membahagiakan manusia dalam keabadian dan semua keinginan dapat terkabul. Seperti yang pernah dikatakan oleh guru ngaji saya waktu kecil bahwa “kenikmatan di dunia ini hanya berbanding setetes air laut di samudera bila dibandingkan dengan kenikmatan yang ada di Surga�. Dengan itu menurut saya surga dapat menggambarkan dua hal, pertama ialah orang yang coba mendapatkan surga dengan cara yang sesuai dan bertoleran. Kedua orang yang coba mendapatkan surga dengan cara “ jalan pintas� dan merugikan orang lain. Dalam karya ini, saya coba menggambarkan bagaimana simbol agama disalahgunakan dengan kepentingan tertentu.
8
Jembatan Cinta Stiker di atas kayu 46,5cm x 65,5cm 2015
Majelis Touring Stiker di atas kayu 49cm x 65,5cm 2013
Majelis Anarkis Stiker di atas kayu 49cm x 65,5cm 2015
Pertama kali saya mendengar kata surga yang terbesit adalah kesenangan atau tempat dimana penuh dengan hal yang menyenangkan. Surga berada di alam lain (akherat) yang harus ditempuh melalui proses kematian. Namun dalam kenyataannya terdapat pula istilah “surga dunia�, contohnya digunakan untuk meng istilahkan berhubungan sex sebagai salah satu kenikmatan surga dunia. kata surga pun dapat diartikan setiap individu dengan persepsi berbeda-beda. Karya saya dalam pameran ini menggambarkan bagaimana cara sesorang mendapatkan kenikmatan surga itu.
9
Rock N Roll Ink on paper 21cm x 29,7cm 2014
Soleh Youth Ink on paper 42cm x 29,7cm 2015
Guna Seni Ink on paper 21cm x 29,7cm 2015
Setan Yang Nyata Ink on paper 42cm x 29,7cm 2015
Ada dua syurga yang saya tahu, syurga dunia dan syurga akherat. Sampai saat ini hanya syurga dunia yang saya ketahui dan pernah alami. Syurga dunia dapat diraih dengan pemuasan hawa nafsu, nafsu akan seksual, nafsu akan harta, nafsu akan eksistensi dll. Karya karya saya pada pameran kali ini menggambarkan kepada perilaku manusia yang hanya mencari kenikmatan syurga dunia yang bersifat fana, yang bisa menjauhkan kita dari syurga yang sesungguhnya yang berada di akherat.
10
Bimbing Aku Menuju Syurga Ink on paper 21cm x 29,7cm 2015
Sebelum Kendor Ink on paper 42cm x 29,7cm 2015
Ariffal Nur Arochman atau yang akrab disapa Ipal merupakan seorang pemuda kelahiran Bekasi, 5 Agustus 1993, saat ini masih menempuh studi S1 di Jurusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta. Pemuda berdarah JawaPakistan ini banyak berkarya dibidang ilustrasi yang ia namakan The Ayankz, didalam karyanya ia sering mengangkat tema-tema tentang sisi gelap dunia percintaan dan pola hidup masyarakat yang ada di sekitarnya. Ariffal bersama-sama temannya mendirikan kelompok seni rupa kolektif yang diberi nama JADI TERUS dan kelompok videografi bernama GGSS (Gambar Gerak Simpang Siur). Beberapa karya Ariffal dapat dilihat di instagramnya: @arrvl.
Mochamad Amirul Badar lahir di Jakarta 19 Mei 1988. Sempat mengenyam pendidikan di Jurusan Seni Murni Bidang Seni Grafis ISI Yogyakarta tahun 2007 dan di Jurusan Seni Rupa UNJ pada tahun 2008. Saat ini bekerja di perusahaan swasta sebagai Desainer Grafis dan sebagai gitaris di sebuah grup musik bernama SWEW.
Muhammad Harris Syahpuja Putra lahir di Yogyakarta 12 oktober 1992. Haris saat ini masih mengenyam pendidikan di Kurusan Pend.Seni Rupa Universitas Negeri Yogyakarta. Tergabung dalam kelompok seni rupa Segi Enam dan kelompok dagang minimalis bernama Demi Sesuap Nasi, kelompok yang menjual produk-produk dari hasil karya indie kolektif seperti komik, zine, kaos, dan sticker. Haris menyukai bidang seni rupa terutama komik, drawing dan ilustrasi, yang terinspirasi dari karya karya Raymond Pettibon, Amenkcoy, Tatang S, dan Tim Kerr. Muhammad Rico Wicaksono lahir di Subang 11 November 1990. Saat menempuh pendidikan di Jurusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Hingga saat ini terlibat membuat projek komik fotocopy KONAK (Komik Nakal) dan juga tergabung dengan komunitas seni BOREDOOM dan REGU KECOA yang bergerak di bidang performance art.
11
Bismillahirahmannirrahiim. Assalamu’alaikum wr.wb Segala puji bagi Allah SWT karena nikmat-Nya kebaikan-kebaikan jadi sempurna, karena rahmat-Nya niat-niat baik kita bisa terlaksana. Maka pantaslah kita memuji dan berikrar akan anugrah yang telah Allah SWT berikan untuk kita semua. Shalawat serta salam senantiasa kita panjatkan kepada insan yang mulia seorang utusan pemberi kabar gembira dan keselamatan bagi seluruh umat manusia, Muhammad SAW.
12
Jika kita membaca sejenak pemaparan mengenai surga dan neraka dari sudut pandang agama Samawi (Yahudi-Nasrani-Islam), maka dapat dikatakan definisi dari keduanya tidaklah jauh berbeda. Yakni suatu tempat yang telah disediakan Tuhan bagi manusia ketika mereka sudah meninggalkan dunia, suatu tempat persinggahan atas ganjaran perbuatan manusia di dunia. Hanya beberapa detail kecil saja terdapat perbedaan mengenai keduanya. Jika neraka merupakan tempat yang telah disiapkan bagi manusia atas ketidak patuhan terhadap Tuhan dan perbuatan buruknya selama di dunia, maka surga adalah tempat persinggahan terakhir bagi mereka yang patuh dan ganjaran atas perbuatan yang baik. Surga, neraka dan hubungannya dengan agama Neraka digambarkan sebagai tempat yang sangat tidak mengenakan, penuh dengan siksa dan ketakutan, penuh dengan segala penderitaan dan kesusahan. Surga digambarkan sebagai tempat yang penuh dengan kesenangan, kegembiraan, ketenangan, kenyamanan dan segala kenikmatan. Jika menurut agama Samawi surga dan neraka adalah persinggahan terakhir umat manusia, maka keterangan ini berbeda bagi mereka yang meyakini agama Budha dan Hindu dikarenakan adanya konsep reinkarnasi dalam ajaran agama mereka. Jika pada kehidupan sebelumnya manusia tersebut meninggal dunia dan telah melakukan keburukan semasa hidupnya maka manusia tersebut bisa memperbaikinya dengan cara meminta kesempatan kedua untuk dilahirkan kembali ke dunia agar bisa memperbaiki perbuatannya. Agama merupakan keyakinan individu terhadap ajaran yang sedang maupun akan dijalankan. Dan yang pasti kita percaya tak ada ajaran manapun yang
mengajarkan keburukan. Jika kita tanyakan kepada setiap manusia apakah dirinya bersedia menjadi pribadi yang baik, bersedia menerima kebaikan hidup, kenikmatan, dan keselamatan dalam hidup? Mayoritas manusia pasti akan menjawab “Bersedia!” Jika kita diberikan pilihan ketika setelah meninggal nanti akan memilih surga apa neraka? mayoritas pasti akan menjawab “Surga!” Kenapa mereka bisa menjawab atau memilih surga? Karena sudah merupakan sifat manusia menghendaki kebaikan di dalam dirinya. Ingin yang nikmatnikmat, seneng-seneng, ketenangan. Ingin enaknya saja. Karena juga sudah merupakan fitrahnya, sesuatu hal yang baik hanya akan cocok diberikan di tempat yang baik. Dan jika ada manusia yang menghendaki keburukan untuk diri sendiri maka patut dicurigai. Benarkah surga itu ada? jika hal tersebut ditanyakan kepada manusia maka mereka yang memiliki agama serentak akan mengatakannya “ada!”. Sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya, bahwa Tuhan menciptakan surga sebagai tempat persinggahan terakhir untuk ciptaan-Nya yang menghamba kepada Tuhan, taat mengikuti aturan-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Maka dapat dikatakan syarat masuk ke dalam surga adalah menghamba kepada Tuhan dan menjalankan perintah sesuai aturan yang telah di tetapkan dan ajarkan oleh agama melalui perantaraan utusan-Nya. Agama mengajarkan tidak lain adalah untuk kebaikan manusia untuk keselamatan hidupnya, dan Tuhan Yang Maha Pencipta lebih mengerti kebutuhan manusia sebagai ciptaan-Nya. Melalui agama Tuhan menetapkan aturannya, ketetapan ini berlaku bagi setiap umat beragama ‘The Believers’. Bagi mereka yang tidak beragama atau tidak mempercayai akan konsep surga, dengan itu pula tidak berhak berharap akan surga. Karena konsep surga dan neraka hanya ada bagi mereka yang beragama. Tentang ada atau tidaknya keberadaan surga maupun neraka di kehidupan berikutnya itu satu hal yang lain. Haruskah manusia memiliki agama? Pertanyaan besar akan muncul di benak kita semua. Jika Tuhan menetapkan aturan-Nya dalam agama maka manakah agama yang paling benar? jika pertanyaan ini yang muncul maka hanya perdebatan lah yang akan muncul. Lalu bagaimana membuktikan bahwa agama yang sedang kita anut itu benar. Maka jawaban itu ada dalam diri kita sendiri yang harus mencarinya. Dengan membuktikan segala perkataan yang ada di dalam kitab suci tersebut (ini berlaku bagi agama manapun). Jika sesuatu itu benar maka jika diuji hasilnya tetaplah benar. Dan jawaban yang muncul haruslah bisa dimengerti secara logika karena manusia mahluk yang berpikir. Jika ada satu ayat yang terbukti tidak logis maka pantaslah kita ragu atas kebenarannya. Tetapi jika belum terbukti bukan berarti hal tersebut tidak logis melainkan mungkin saja pengetahuan kita yang masih terbatas.
13
Bagaimana sikap kita terhadap agama Mungkin sekarang saat yang tepat untuk kembali mempelajari agama yang sedang kita percayai, waktu yang tepat untuk mulai menjalankan aturan yang telah ditetapkan-Nya di dalam agama. Karena hanya ajaran agama yang bisa menjanjikan keselamatan bagi kita umat manusia. Surga hanyalah imbalan. Dan salah satu cara terbaik mempelajari agama adalah dengan sabar mempelajarinya. Segala sesuatu butuh proses, begitupun beragama. Dengan proses Tuhan menciptakan dunia ini, dengan proses Tuhan menciptakan manusia, bahkan kita tumbuh menjadi dewasa pun dengan proses. Karena hanya dengan sabar melewati proses, kita bisa mempelajari sesuatu, paham atas sesuatu, mengerti dengan baik tentang sesuatu. Terkadang manusia takut akan sesuatu yang asing baginya, sesuatu yang tidak ia ketahui, sesuatu yang tidak biasa ia lakukan. Walaupun tahu dan meyakini sesuatu tersebut baik bagi dirinya. Itu hal yang wajar karena penakut adalah juga sifat manusia. Tapi takut untuk berubah menjadi lebih baik adalah hal yang menggelikan. Menurut saya manusia tidaklah takut berubah menjadi lebih baik, mereka justru mengharapkan hal tersebut di dalam hidupnya, yang mereka takutkan adalah melewati proses menjadi lebih baik.
14
Kita harus mempelajarinya secara bertahap, dengan begitu kita bisa menikmati prosesnya. Pelajari sesuatu sebelum berbuat sesuatu, ‘berilmu sebelum beramal’, dengan begitu kita bisa memahami sesuatu menjadi lebih baik. Tahap berikutnya sebarkan ilmu tersebut kepada mereka yang belum mengetahuinya, maka dengan begitu ilmu tersebut akan lebih bermanfaat dan kekal di dalam diri kita, hingga dengan sendirinya ilmu akan terus bertambah. Dengan bertambahnya ilmu kita akan menjadi lebih yakin dalam mengamalkannya dan semakin bertambah pula keinginan kita untuk mendalami ilmu tersebut. Semoga dengan diadakannya pameran yang bertajuk Lelaki Penghuni Surga ini dapat bermanfaat dan merefleskikan diri kita sebagai manusia. Bisa menjadi momentum bagi kita untuk menjadi personal yang lebih baik dari sebelumnya. Sehingga kita tidak perlu bertanya kepada diri kita. apakah kita takut berubah menjadi pribadi yang lebih baik? Apakah kita takut masuk surga? Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan-Nya. Semoga kita semua bisa masuk surga. Wassalamu’alaikum wr. wb Pendosa yang sedang berproses
Winanda Suciyadi
Buff: Moch. Amirul Badar Rp. 70.000
Botol Minum: Ariffal N. Arochman Rp. 100.000
15
Sketchbook: M. Harris Rp. 65.000
Tas Laptop: M. Rico Wicaksono Rp. 125.000
info lebih lanjut silahkan menghubungi Meita Meilita (+62 899 8288211)
Serrum adalah organisasi mandiri berbasis Jakarta, yang didirikan sejak tahun 2006 dan bergerak dalam lingkup sosial-pendidikan melalui medium seni rupa. Serrum melakukan kegiatan studi kolaboratif melalui program-program pengkajian khusus mengenai masalah-masalah sosial kependidikan ataupun budaya yang dilaksanakan dalam kurun waktu berkala. Program-program ini melibatkan praktisi pendidikan, professional, media massa, ataupun organisasi dan individu yang mempunyai konsep relevan mengenai suatu permasalahan . Selain itu Serrum juga melakukan kegiatan yang mendukung produksi karya seni rupa, apresiasi dan pendokumentasian untuk mensosialisasikan hasil temuan studi sosial. Untuk mendukung kegiatan ini, serum melakukan pendekatan dengan organisasi atau individual yang mempunyai program searah dengan serrum. Mengawali tahun 2015 ini Serrum telah membentuk platform baru yaitu Ruang Residensi bagi Seniman yang ingin menetap untuk melakukan proses penelitian dan berkarya di Jakarta. Galeri Serrum merupakan galeri alternatif yang terbuka untuk berbagai gagasan, khususnya pada visi edukasi dalam setiap kegiatannya, seperti pameran, proyek seni, diskusi, workshop, dan pemutaran film. Galeri Serrum dengan terbuka menerima ajuan kerjasama, dengan cara mengirimkan proposal kegiatan.  Telp: +62 21 4896717 Email: galeriserrum@gmail.com Web: serrum.org Fb: Serrum ‘Share Room’ Twit: @serrum_ IG: @galeriserrum
media partners: