Skip to main content

Memorandum Edisi 9 Juni 2020

Page 1

SERTIFIKA T

P ER S WAN DE memorandum.co.id

SELASA LEGI, 9 JUNI 2020

memorandumredaksi@gmail.com com

HARGA Rp 3.500,-

Tabrak Portal, Dikepung Warga

Oleh: Dahlan Iskan

P

RB dan MA di Mapolsek Wonokromo.

1 Dengan mengendarai motor RB dan MA mengincar HP

yang ada di genggaman MU. Selanjutnya kedua remaja itu merampasnya lalu kabur.

2 Korban yang tidak terima, berupaya mengejar sembari berteriak maling. Hingga motor pelaku mengarah ke waduk Bratang Gede.

3 Karena panik, motor yang dikendarai RB dan MA menabrak portal kampung. Keduanya pun diamankan dan dihajar warga setempat.

JENAZAH REKAN TERTAHAN, PULUHAN DRIVER OJOL LURUK RSU DR SOETOMO

DIDIAGNOSIS TERPAPAR COVID-19

Surabaya, Memorandum Kematian driver ojek online (ojol), Daru Ardya Wiati (40), warga Jalan Dukuh Kupang Barat, akhirnya menjadi polemik.

Ini setelah korban yang tewas karena kecelakaan dinyatakan pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona oleh pihak RSU Dr Soetomo, sehingga jenazahnya sempat tertahan. Kejadian ini membuat ratusan driver ojol menggeruduk rumah sakit terbesar di Jawa Timur tersebut. Setelah dilakukan musyawarah, akhirnya jenazah Daru diperbolehkan pulang dan dimakamkan pihak keluarga.  Bersambung ke halaman 11 

FOTO: MEMORANDUM/INDRA

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

utuslah sudah harapan saya yang sempat meroket itu: pembangunan kilang besar --agar kita swasembada bahan bakar minyak. Roket itu meluncur bukan tanpa alasan. Bacalah keterangan pers Dirut Pertamina usai dengar pendapat di DPR. Awal tahun tadi. Di forum itu terkesan begitu pastinya: sudah tinggal jalan. Ini akan sangat bersejarah. Setelah 30 tahun Indonesia jalan ditempat: tidak bisa membangun kilang besar. Sebenarnya tidak semua punya perasaan meroket seperti saya. Banyak yang pesimistis sejak awal. Pun tetap pesimistis meski keterangan Dirut Pertamina begitu menggiurkannya. Saya memang mencoba terus bersikap optimistis. Termasuk ketika dulu itu: ketika saya tahu begitu sulit membangun kilang besar. Saya tidak pernah mencela kegagalan membangun kilang besar --begitu sulitnya. Pun sekarang ini --ketika harapan roket itu ternyata menukik.  Bersambung ke halaman 5 

KRONOLOGI KEJADIAN FOTO: MEMORANDUM/DANNY

Mati Berdiri

Surabaya, Memorandum Nasib sial dialami dua remaja yakni RB (17), warga Jalan Bratang Gede III, dan MA (17), warga Jalan Ngagel Tirto IV. Gegara motornya menabrak portal kampung, keduanya gagal menikmati HP rampasannya. Sebagai korban adalah MU (14). HP anak baru gede (ABG) itu dirampas saat ia berada di Jalan Taman Nginden Intan pada Sabtu (6/6) malam. Selain ditahan, kedua pelaku yang ternyata berstatus  Bersambung ke halaman 11 

GRAFIS: MEMORANDUM/AZIZ

Rampas HP, Dua Pelajar SMA Digebuki Massa

Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Ahmad Faisol Amir didampingi Kasatreskoba AKP M Yasin menunjukkan barang bukti dan tersangka.

Bekuk 4 Pengedar, Sita 200 Ribu Pil LL Surabaya, Memorandum Selama pandemi Covid-19, peredaran pil LL berlogo B13 makin merajalela. Maraknya peredaran obat daftar G tersebut, dibuktikan dengan penangkapan yang dilakukan anggota Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Petugas meringkus empat pengedar dan menyita 200 ribu pil LL di Surabaya. Empat pengedar tersebut adalah Arif Setiawann (41), dan Yoga Yunir (35), keduanya tinggal di Jalan Bendul Merisi Jaya. Mereka ini merupakan pengedar jaringan Bendul Merisi.

Selanjutnya Ari Asmoro (34), warga Jalan Wonokromo SS Baru dan Mohammad Fahrurosi (19), tinggal di Wonokromo IV. Keduanya adalah jaringan Wonokromo. “Dari kedua jaringan ini, kami menyita 200 ribu pil LL,” kata Wakapolres Pelabuhan  Bersambung ke halaman 11 

Ratusan Driver Gojek menggeruduk RSU dr Soetomo (foto atas), dan jenazah Daru Ardya Wiati akhirnya bisa dibawa pulang.

Jaksa dan PH Tunggu Putusan MA Vonis Bebas RaƟh dalam Korupsi Dana Hibah Jasmas

Nia Ramadhani

Obat Bosan MESKI telah diberlakukan new normal di masa pandemi corona, tapi sebagian orang masih khawatir melakukan aktivitasnya di luar rumah. Hanya saja berdiam diri di dalam rumah kadang juga membuat bosan.  Bersambung ke halaman 11 

Dendy Dwi Saputro

Surabaya, Memorandum Gegara butuh uang, seorang pengamen nekat melakukan pencurian sepeda di kawasan Jalan Karang Asem. Sialnya, aksi Dendy Dwi Saputro (30), digagalkan warga hingga membuatnya meringkuk di tahanan Mapolsek Tambaksari. Dari informasi yang dihimpun, pria warga Jalan Dukuh Setro Barat V itu menggasak sepeda milik Silan, warga Karang

Asem XV. Modus yang digunakan tersangka yakni berpura-pura mengamen di depan halaman rumah korban. “Saat itu kondisi jalan kampung sedang sepi. Selanjutnya pelaku berpura-pura mengamen sembari mengamati sepeda korban yang kebetulan diparkir di depan rumah,” kata Kanitreskrim Polsek Tambaksari Iptu Didik Ariawan, Senin (8/6)  Bersambung ke halaman 11 

FOTO: MEMORANDUM/FERY

FOTO: MEMORANDUM/INDRA

Pengamen Gagal Curi Sepeda

Erick Ludfyansyah

Surabaya, Memorandum Meski dinyatakan bebas oleh ketua majelis hakim Hisbullah Idris dalam korupsi dana hibah jasmas, Ratih Retnowati masih menunggu kepastian dari putusan Mahkamah Agung  Bersambung ke halaman 11 

TERJEBAK SEKS DUNIA MAYA, TIDAK MAMPU MEMUASKAN ISTRI Έ2Ή

Hasil Perjodohan Orang Tua meski Saling Kenal sejak Kecil + Meng, driver ojol mati kecelakaan, oleh rumah sakit dikatakan PDP Covid-19. -

Wakakak kakak kakak. Paduan suara fals kok dipanggungkan.

Si Mameng (Penikmat senpol. Seni politik)

Nanang-Risa dijodohkan. Mereka sebenarnya bukan orang jauh. Masih kerabat. Keluarga mempertemukan karena prihatin sampai usai kepala tiga, keduanya belum juga menemukan jodoh. Yuli Setyo Budi, Surabaya

“Kami sudah dekat sejak kecil. Sering main bersama,” aku Risa. Dia menoleh ke arah Nanang. Nanang juga menoleh, tapi kemudian berdiri dan pamit keluar untuk merokok. Risa melanjutkan ceritanya. Kata dia, sebelum nikah, Nanang mengaku pernah berdosa dalam jangka panjang. Dosa ini dia lakukan karena ketidakberaniannya menikah.

Untuk melampiaskan hasrat seksualnya, lanjut Risa, Nanang melakukan seks mandiri. Swalayan. Itu terjadi sejak usia 24-an. Setelah lulus kuliah tapi masih kos di kawasan Lidah. Lama-lama Nanang bosan dengan perilakunya itu dan berniat menghentikannya dengan segera menikah. Tapi hingga  Bersambung ke halaman 11 

PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera  SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986  PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390  REDAKSI: 031-8275390  FAX: 031-8291078  LAYANAN PENGADUAN KORAN & IKLAN:

081-2325-2205


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

SIDOARJO

SELASA LEGI, 9 JUNI 2020 HALAMAN 2

KEPALA BIRO: Jokosan. WARTAWAN: Agus M, Slamet Wibowo, Ahmad Zaenal Abidin, Ulum Fajar Setiawan. PEMASARAN/IKLAN: Kristion,Afin Maulidin, Suprianto, Iswin Afrizal. TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com

Dinilai Boroskan Anggaran Daerah

Ketua DPRD Sidoarjo Rekomendasikan Penghentian PSBB

Ratusan Warga Demo

Bayan Sebani Penganiaya Modin Akhirnya Dipecat Sidoarjo, Memorandum Ratusan warga Desa Sebani, Kecamatan Tarik geruduk kantor desa setempat menuntut mundur salah satu perangkat desanya, Senin (8/6), terkait pelanggaran etik dan arogansi yang telah dilakukan beberapa waktu lalu.

Aksi warga yang dimulai sekitar pukul 09.00, dipicu ulah Nanang Sutarto, Kasi Perencanaan (bayan) Desa Sebani yang melakukan penganiayaan terhadap Achmad Ajib Kaur Kesra karena permasalahan daftar penerima BLT bagi warga terdampak co-

vid-19. Tohirin, salah satu perwakilan warga mengatakan, tindakan yang telah dilakukan oleh Bayan Nanang ini sudah melanggar etika dan aturan selaku perangkat desa. “Warga menyepakati untuk meminta yang bersangkutan

dengan pemdes dan disaksikan pihak Forkopimka Tarik akhirnya menyepakati memberhentikan Nanang dari jabatannya. Selanjutnya SK pemberhentian akan disampaikan ke kecamatan. Senadi Harjo, tokoh masyarakat Sebani berharap, instansi terkait dalam hal ini Pj Kades Sebani, pihak Kecamatan Tarik, maupun di dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD), bertindak tegas. “Kewibawaan Pemerintahan Desa Sebani tercoreng akibat ulah satu orang yang berbuat

arogan. Yang penting langkah dari pemerintah harus tegas menindak para oknum ini, agar tidak melebar kemana-mana. Tugas fungsi aparatur desa memberi contoh yang baik kepada masyarakat desa,” ucapnya. Kasus pemukulan yang terjadi akibat ada perangkat desa yang diduga ikut bermain dalam hal bantuan pandemi covid-19, menurut Senadi Harjo dikarenakan moral sudah luntur. “Sudah hilang rasa malunya padahal ini pandemi,” cetusnya.(wa/jok/epe)

Embat Kotak Amal, Warga Malang diringkus Sidoarjo, Memorandum Warga Malang M Rizki Firmansyah (30), pelaku pencurian kotak amal di sebuah warkop roti bakar di Jalan Raya Juanda Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, diringkus anggota unit reskrim Polsek Gedangan. Dia beruntung tidak dihakimi kendati sempat diamankan warga setempat sebelum kedatangan aparat. Kapolsek Gedangan Kompol Heri Siswoko mengatakan, aksi pencurian itu terjadi pada Sabtu (6/6) sekitar pukul 23.30. Aksi pelaku rupanya sudah diamankan

oleh warga sekitar di sebuah penjagaan check point kampung tangguh, lengkap dengan barak buktinya berupa sebuah kotak amal. “Aksi pelaku saat mencuri ketahuan warga sekitar, dan langsung diamankan tanpa ada kekerasan sedikitpun,” katanya, Senin (8/6). Anggota Polsek Gedangan yang sedang berpatroli itu langsung mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku ke mapolsek untuk dimintai keterangan. Hasil penyelidikan terhadap pelaku, tersangka diketahui bernama M Rizki Firmansyah, 30, warga

Salah satu Kampung Tangguh Semeru di Desa Kludan.

protokol kesehatan, menjaga kebersihan, berjaga jarak supaya tidak bergerombol. “Minimal masyarakat harus terus menjalankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta peduli sesama,” pungkasnya. Salah satu kampung tangguh di Kecamatan Tanggulangin yang sudah melakukan persiapan lebih awal adalah di Desa Kludan. Menurut Sekretaris Desa Kludan Achmad Hisyam, dengan adanya Kampung Tangguh Semeru ini, pihaknya bersama tim akan lebih ketat mendata setiap pendatang yang memasuki wilayahnya. Termasuk memeriksa setiap orang masuk di 4 titik pos check point. “Juga

Desa Sumber Kembang, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Selain menyita kotak amal, polisi juga menyita sebuah batu, uang tunai sebesar Rp 210 ribu dari tangan tersangka. Salah satu saksi, Gery (22), menuturkan, aksi pelaku yang mencoba mengambil kotak amal itu diketahui sejumlah warga yang ada di sekitar warkop. “Akhirnya bertindak cepat diamankan di check point tidak jauh dari warkop. Pelaku juga enggak melawan karena banyak warga yang langsung mendekat,” paparnya.(wa/jok/epe)

M Rizki Firmansyah bersama barang bukti kotak amal di Mapolsek Gedangan.

HM Sukur : Desa Wonokalang Berubah Jadi Status Hijau

FOTO: MEMORANDUM/BWO

Camat Sabino Apresiasi Kampung Tangguh Kludan Sidoarjo, Memorandum Camat Tanggulangin Sabino Mariano mengapresiasi Kampung Tangguh Semeru yang diresmikan di wilayahnya, termasuk di Desa Kludan. Menurut dia, program kampung tangguh ini sebagai bentuk dari kemandirian masyarakat dalam upaya pencegahan covid-19. “Dan diharapkan kampung-kampung tangguh yang dibentuk dan diinisiasi oleh RT/RW ini memberikan informasi dan mengedukasi warga untuk pencegahan covid-19,” ujar Sabino Mariano, Senin (8/6). Selain itu, kampung tangguh ini tambahnya, bisa menggerakkan partisipasi warga untuk saling membantu dan menjaga lingkungannya di tengah pandemi ini. Termasuk dalam mengkampanyekan protokol kesehatan ke semua warga. “Bila perlu setiap rumah warga agar secara mandiri menyediakan air cuci tangan dan sabun, agar keluar masuk rumah harus cuci tangan terlebih dahulu,” kata dia. Sebelumnya, Camat Sabino menyempatkan waktu untuk meninjau kesiapan kampung tangguh di desa-desa di Tanggulangin. Seperti di Kalitengah dan Kludan. Dia berpesan kepada warga kampung tangguh tersebut agar selalu menggunakan

berhenti atau diberhentikan dari jabatannya,” ungkapnya. Menurutnya, Bayan Nanang ini telah banyak merugikan warga desa atas pengelolaan pemdes, bantuan kepada masyarakat (BLT) maupun arogansi yang kemarin dilakukannya terhadap Kaur Kesra. “Bagaimana mungkin perangkat desa seperti itu tetap memaksa menjabat, kalau semua elemen desa seperti BPD, RT, RW dan seluruh warga tidak menghendakinya,” ujarnya. Beberapa perwakilan warga yang melakukan perundingan

FOTO: MEMORANDUM/WA

FOTO: MEMORANDUM/WA

Sidoarjo, Memorandum Kerjaan sopir ekspedisi mungkin dirasa kurang untuk membiayai tiga anak. Deny Yulianto alias Landak (39), warga Jalan Brigjen Katamso l/74-E RT 15/RW 03 Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru akhirnya mencari sumber penghasilan lain. Jadi pengedar narkotika jenis sabu! Karena ulahnya itu, ia sekarang harus tidur di balik Deny Yulianto jeruji besi tahanan Mapolresta Sidoarjo. Kasatreskoba AKP Indra Nadjib menceritakan dalam pemeriksaan tersangka Deny di depan penyidik. “Awalnya tersangka menghubungi Sael alias Cuklek melalui telepon untuk membeli sabu sebanyak 2 gram,” terangnya, Senin (8/6). Permintaan itu direspons Sael yang akan mengirim barang pesanan ke rumah tersangka. Usai menyerahkan sabu Sael langsung pulang. Tak lama kemudian tersangka Deny dihubungi Wati temannya jika Nardi alias Kawuk pesan sabu ukuran paket Supra. “Tersangka Deny pun langsung mengirim barang tersebut ke Wati,” tambah AKP Indra Nadjib. Tersangka Deny menuju ke warkop Satria di Desa Kedungrejo dan bertemu dengan Wati. Tersangka pun meletakkan sabu pesanan Nardi di dalam kulkas warkop dan langsung pulang. “Saat tidur itulah tersangka kita tangkap lantaran menyalahgunakan narkoba. Anggota terlebih dahulu menangkap si pembeli sabu,” pungkasnya.(wa/jok/epe)

Warga menutup akses masuk ke Balai Desa Sebani.

diberlakukan pula persyaratan harus lolos screening kesehatan,” kata dia. Selain itu, Hisyam juga mengucapkan banyak terima kasih kepada babinsa, bhabinkamtibmas, bidan desa, serta masyarakat dalam bentuk dukungannya terhadap Kampung Tangguh Semeru ini. Serta seluruh relawan penanggulangan covid-19 yang tetap solid terus bersiaga. “Kampung Tangguh Semeru merupakan program unggulan Polda Jawa Timur. Tujuannya sangat baik, masyarakat desa tetap sehat terbebas dari pandemi covid-19 dan bisa beraktivitas kembali seperti semula,” jelasnya.(bwo/jok/epe)

Sidoarjo, Memorandum Setelah menjabat Plt Kepala Desa (Kades) Wonokalang selama 2 bulan, H Mohammad Sukur SH Ssos diberi amanah sebagai Pejabat (Pj) Kades Wonoayu dengan masa jabatan 1 tahun. Pengukuhan dan pelantikan digelar di kantor desa setempat dengan tetap menerapkan physical distancing, Senin (8/6). Pelantikan dan sumpah jabatan dilakukan oleh Camat Wonoayu H Gundari Ssos dihadiri forkopimka, lembaga desa seperti BPD, perangkat, kader PKK, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Gundari mengharap HM Sukur segera melengkapi kekurangan lembaga dengan belum dilantiknya anggota BPD. Karena pentingnya lembaga BPD untuk menentukan kebijakan anggaran dana desa. “Tugas Abah Sukur sebagai Pj Kades Wonokalang adalah untuk mengawal pelaksanaan pilkades. Karena calonnya masih satu keluarga (suami-istri). Tugas Abah Sukur agak ringan karena tidak ada gejolak apapun di desa,” ungkap Gundari. Yang tak kalah pentingnya, tugas Pj kades adalah memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat Wonokalang. Saat memberikan pelayanan kepada masyarakat, bila ada warga yang tidak memakai masker

FOTO: MEMORANDUM/DAR

Ranjau Narkoba di Kulkas, Sopir Ekspedisi Diciduk

FOTO: MEMORANDUM/WA

FOTO: MEMORANDUM/LUD

Sidoarjo, Memorandum Ketua DPRD Sidoarjo H Usman akan merekomendasikan pada Pemprov Jatim untuk tidak melanjutkan program pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan di Kota Delta. “Pertimbangan kami, pemberlakuan PSBB yang sudah berlangsung selama 1,5 bulan ini sangat tidak efektif dan lebih mengarah ke pemborosan anggarH Usman an daerah,” jelasnya saat ditemui usai rapat dengar pendapat dengan tim ahli kesehatan dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Senin (8/6). Menurutnya, penerapan PSBB ini justru lebih banyak menimbulkan dampak di sektor ekonomi dan sosial masyarakat ketimbang perkara kesehatannya, meski secara data jumlah warga Sidoarjo yang terpapar virus corona semakin banyak. Sedangkan di sisi lain, anggaran daerah yang telah digunakan untuk membiayai berbagai program terkait penerapan PSBB cukup besar. Sudah menyentuh angka Rp 200 miliar. “Selama ini kami sama sekali tidak dilibatkan dari berbagai proses perencanaan PSBB ini. Bahkan dalam urusan refocusing dana pun kami tidak diberi ruang kecuali melakukan pengawasan saja terhadap penggunaan anggarannya,” ucap legislator asal PKB itu. Pertimbangan-pertimbangan itulah yang disampaikan dalam rapat koordinasi dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansah di Gedung Grahadi kemarin. Hanya saja, sesuai dengan rekomendasi dari tim ahli tadi, pihaknya akan mendesak Pemkab Sidoarjo untuk membuat regulasi untuk meningkatkan kedisiplinan warga dalam menerapkan protokol kesehatan secara pribadi. “Soal bagaimana konsepnya, saya kira masih perlu dibahas lebih lanjut dengan seluruh stakeholder di Sidoarjo,” pungkas Usman.(lud/jok/epe)

Camat Wonoayu Gundari melantik Pj Kades Wonokalang HM Sukur di balai desa setempat.

diharapkan pemerintah desa (pemdes) memberikannya. Sebelumnya, Gundari menjelaskan jika PSBB tahap 3 yang berakhir 9 Juni 2020, tidak diperpanjang. “kita akan hidup di masa transisi normal. Hidup tidak normal untuk menuju normal. Kita tetap menerapkan protokol kesehatan. Dengan menggunakan masker, selalu cuci tangan dengan sabun serta menyediakan handsanitizer,” jelasnya. Usai dilantik, Abah Sukur mengatakan yang pertama program Desa Wonokalang adalah menyukseskan pelantikan anggota BPD karena pemilihan sudah digelar beberapa bulan lalu. Kedua, melaksanakan perubahan

anggaran keuangan desa (PAK). “Yang terkendala anggota BPD belum dilantik. Sehingga Desa Wonokalang tertinggal dengan desa-desa lain. Apalagi tugas plt kewenangannya beda dengan Pj. Kalau sudah Pj, kewenangan sejajar dengan kades. Karena sudah terlaksana bisa sejajar dengan desa lain,” jelasnya. Untuk penanganan covid-19, Desa Wonokalang yang sebelumnya berstatus zona merah kini sudah menjadi zona hijau. “Alhamdulillah per 2 Juni 2020 ini, Desa Wonokalang sudah zona hijau. Karena satu dokter yang terjangkit positif kini sudah sembuh,” ungkapnya. (dar/jok/epe)


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

KOTA SURABAYA Ki Ageng Dewantara Sembuhkan HIV/AIDS Dalam 3 Bulan Surabaya, Memorandum Penyakit HIV/AIDS selama ini masih menjadi momok di masyarakat. Sebab, sejauh ini belum ada obat atau vaksin bagi penderitanya. Namun, dengan cara terapi herbal oleh Ki Ageng Dewantara, terbukti bisa disembuhkan dalam waktu relatif singkat. Pengobatan HIV/AIDS di Ki Ageng Dewantara ada beberapa metode penyembuhan. Pertama dengan metode toksinasi untuk mengeluarkan toksin dari dalam tubuh dan membunuh FOTO: ISTIMEWA toksin yang ada Ki Ageng Dewantara dalam tubuh. Sesudah itu mandi rempah ratu sauna dan melakukan terapi. Kemudian diberikan pengobatan herbal. Dengan keahliannya membuat obat ramuan warisan nenek moyang menjanjikan mampu menyembuhkan pengidap virus HIV dalam waktu singkat. “Pengalaman saya dalam mengobati pasien HIV, penyakit yang mereka idap untuk menjadi negatif dalam kurun waktu 15 hari. Paling lama 3 bulan,” ucap Ki Ageng Dewantara. Berbagai penyakit berat, sambung Ki Ageng bisa disembuh dengan menggunakan terapi herbal yang diambil dari akar-akaran dan rempah-rempah nusantara. “Bangsa Indonesia mewarisi ramuan tradional yang hampir terlupakan. Sebagi warga Indonesia, hati saya terketuk untuk mengenalkan kembali kedasyatan herbal kita sebagai penyembuhan pentakit. Bangsa kita herbalnya nomor satu di dunia,” papar Ki Ageng Dewantara. Selain HIV/AIDS, ada berbagai penyakit yang notabene termasuk kategori penyakit berat bisa disembuhkan dengan menggunakan terapi herbal yang berasal dari akar-akaran dan rempah-rempah Nusantara, yang tentunya berkat kekuasaan dan izin Allah SWT. Penyakit berat seperti stokre, kanker, diabetes, jantung, dan masih banyak lagi bisa diatasi di klinik Ki Ageng Dewantara. Saat kunjungan di Kantor Surat Kabar Harian (SKH) Memorandum Jalan Ketintang Baru III, waktu lalu, kepiawaian Ki Ageng Dewantara mengobati pasien juga dipraktikkan kepada pimpinan Memorandum. Hal itu terbukti, dalam sekejap ada perbedaan yang dirasakan. Tindakan itu membuat kembali sehat. Seperti mendapat mukjizat. “Dengan metode toksinasi, sinusitis maupun stress dengan sekejap bisa teratasi,” jelas Ki Ageng Dewantara. Mengenai biaya pengobatan bagi pasien yang tidak mampu, sambung Ki Ageng Dewantara tak perlu ragu-ragu datang ke kliniknya. Biaya pengobatan pun gratis. Asal, lanjut Ki Ageng Dewantara membawa surat keterangan tidak mampu dari kelurahan atau RT/RW. Ki Ageng membuka klinik prakteknya di Surabaya Prime Hotel Jalan Kranggan 103-105, Jakarta, Jalan Tukad Pakerisan No. 99-A, Panjer Selatan, Denpasar, Bali. Bagi pasien yang ingin mendapatkan pengobatannya, dapat dihubungi melalui ponsel 0817168283. Pasien juga bisa mengakses informasi lebih jauh di YouTube Ki Ageng Herbalis. “Saya sekarang berada di Surabaya. Dan membuka praktek di Surabaya Prime Hotel Jalan Kranggan 103-105,”pungkasnya. (alf/rif)

Pemerintah Perlu Intervensi Perlindungan Obat Tradisional m Surabaya, Memorandum DPRD Jawa Timur mendorong Pemprov Jatim mengintervensi perlindungan obat tradisional melalui peraturan daerah (perda). Diharapkan ini akan menjadi pijakan dalam pengembangan penggunaan obat herball FOTO: ISTIMEWA berstandar terutama untuk menyiapkan obat Wakil Ketua Komisi E, Artono herbal covid-19. Wakil Ketua Komisi E, Artono menjelaskan, komisi membidangi kesrah, pendidikan, dan kesehatan menjadi inisiator potensi produksi obat herbal di Jawa Timur. “Besarnya potensi tersebut, pemerintah perlu melakukan intervensi untuk pengembangan dan perlindungan. Hal ini untuk mengurangi ketergantungan terhadap obat kimia,” kata Wakil Ketua Komisi E, Artono saat rapat Paripurna DPRD Jawa Timur, Senin (8/6). Mengutip data Kementerian Perdagangan tahun 2016-2017, sejumlah komoditi asal Jawa Timur menyumbang secara signifikan produksi nasional. Di antaranya, jahe (26,7 persen dari total nasional), kunyit (5,6 persen), laos (11,5 persen), hingga kencur (9,8 persen). Data Seksi Kefarmasian dan Alat Kesehatan serta Pembekalan Kesehatan Rumah Tangga (Alkes PKRT) Dinas Kesehatan Jawa Timur menjelaskan terdapat 18 Industri Obat Tradisional (IOT) dan 242 Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT). Belum lagi dengan jumlah Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA) dan Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT). Politisi PKS ini menambahkan, dunia sedang menghadapi pandemi Covid-19. Perda akan menjadi landasan untuk penelitian dan pengembangan terhadap obat tradisional.”Seharusnya, ini menjadi momentum berharga,” kata Artono. Dirinya berharap Jawa Timur memiliki kemandirian penyediaan obat di masa depan. “Cita-cita ini membutuhkan political will dan usaha besar serta sinergitas antara dunia usaha, akademisi, dan masyarakat,” lanjutnya. Tak hanya menyiapkan produk obat herbal, perda ini juga menjadi landasan pembentukan rumah sakit herbal di Jawa Timur. Juga, pendirian Perusahaan Daerah yang memiliki usaha di bidang obat tradisional dengan berada di bawah BUMD Jatim. (day/rif)

SELASA LEGI, 9 JUNI 2020 HALAMAN 3

Surabaya No PSBB (Jilid 4) Surabaya, Memorandum Pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid 3 Surabaya Raya sudah berakhir. Sejumlah Fraksi DPRD Surabaya menginginkan masa transisi baru tanpa melanjutkan perpanjangan PSBB jilid 4. Ketua Fraksi PSI William Wirakusuma mengatakan, melihat data pasien sebaran covid-19 dari PSBB jilid 1-3 terus naik. “Berarti masih kurang efektif untuk PSBB, tapi kalau ini dilanjutkan terus berdampak roda perekonomian. Mending tidak pakai status PSBB cuma pengawasan protokolnya diperketat,” kata William, Senin (8/6). William menjelaskan, peralihan masa transisi yaitu membiasakan orang jaga kesehatan, tetap wajib memakai masker, cuci tangan, dan menjaga jarak. “Kami harap pemerintah ada

regulasi baru di masa transisi supaya ekonomi bisa berjalan baik. Apalagi saat ini tingkat kesembuhan pasien covid terus meningkat,” terang dia. Lanjutnya, di dalam masa transisi baru untuk Kampung Wani di tingkat Kelurahan terus ditingkatkan. “Kampung wani di setiap kampung-kampung kita usulkan dan efektif. Sebenarnya sejak awal ada karantina wilayah (lokal, red) dari dulu sebaran covid-19 tidak akan meluas, karena mereka lebih tahu kondisi kesehatan warganya,” ungkap dia.

FOTO: MEMORANDUM/WAHYU

FOTO: MEMORANDUM/WAHYU

Agoeng Prasodjo

William Wirakusuma

Selama masa transisi baru, menurut William jika Pemkot tetap meningkatkan protokol kesehatan. “Saya optimis tidak ada kluster-kluster baru sebaran covid atau tidak bakalan ada kenaikan secara signifikan di Surabaya,” tandasnya. Wakil Ketua Fraksi Golkar Agoeng Prasodjo juga meng-

inginkan tidak diperpanjang PSBB Surabaya Raya. “Selama ini Surabaya sudah mengikuti aturan. Bisa kita bayangkan PSBB dilapangan tidak efektif karena malam hari tidak dijaga ketat, artinya ada semacam pembiaran” katanya. Jika PSBB Surabaya diperpanjang, kata Agoeng bagai-

mana dengan perekonomian ditingkat bawah itu harus ada solusi. “Kalau tidak ada solusi kasihan warga, karena secara perekonomian warga sudah jatuh. Yang harus dipikirkan yaitu warga di tingkat bawah ini tidak mempunyai tabungan banyak. Kecuali kalau Gubernur Jatim memberikan bantuan yang jelas kepada pelaku usaha warkop dan lainnya. Tentunya warga akan mematuhi karena secara kehidupan warga sudah terpenuhi,” terang dia. Lanjutnya, pihaknya setuju atas usulan dari Wali Kota Surabaya untuk PSBB tidak diperpanjang. “Tapi masa transisi selama seminggu ini warga tetap melakukan protokoler kesehatan, sehingga PSBB tidak perlu diperpanjang lagi,” pungkas dia. (why/rif)

Ojol Ingin Angkut Penumpang Lagi PERHIMPUNAN Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur berharap agar pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tidak dilanjutkan hingga Jilid 4 di Surabaya Raya. Mereka berharap Surabaya akan seperti Jakarta yang memperbolehkan ojek online (ojol) bisa mengangkut penumpang lagi. “Ini harapan dan aspirasi dari rekan-rekan ojol yang bernaung di bawah PDOI Jawa Timur maupun yang tidak. Ojol bisa mengangkut penumpang lagi pasca masa pemberlakuan PSBB Jilid 3 berakhir pada hari ini (8/6) di Surabaya Raya (Surabaya, Gresik dan Sidoarjo),” kata Daniel Lukas Rorong, Humas PDOI Jawa Timur, Senin (8/6). Pasalnya, selama pember-

FOTO: ISTIMEWA

Daniel Lukas Rorong

lakuan PSBB di Surabaya Raya sampai 3 jilid, pendapatan yang diperoleh rekan-rekan ojol menurun drastis antara 50 persen hingga 70 persen. “Karena memang permintaan paling besar itu dari

angkutan orang,” ungkap Daniel. Daniel juga berpesan pada rekan-rekan ojol, misalkan nantinya ojol di Surabaya Raya boleh mengangkut penumpang lagi seperti yang berlaku di Jakarta saat ini, agar tetap mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Mulai dari kelengkapan atribut hingga meminimalisasi kontak dengan penumpang. Sementara itu, penumpang diminta untuk membawa helm sendiri untuk menekan potensi penyebaran Covid-19. “Jadi, antara ojol dan penumpang bisa sama-sama mematuhi protokol kesehatan dan mengutamakan keselamatan masing-masing,” pesan salah satu penggugat Permenhub 108 yang dikabulkan

oleh Mahkamah Agung ini. PDOI Jawa Timur berharap wilayah Surabaya Raya (Surabaya, Gresik dan Sidoarjo) dapat diaktifkan kembali fitur layanan penumpang oleh aplikator seperti halnya yang akan diterapkan di Jakarta, pada waktu tidak terlalu lama lagi. Agar rekan-rekan pengemudi ojol dapat membawa penumpang kembali, dan tidak hanya melayani jasa pengiriman barang serta pemesanan makanan serta minuman saja. “Kami berharap, agar aspirasi dari rekan-rekan ojol ini bisa didengar dan dikabulkan oleh Bu Khofifah selaku Gubernur Jawa Timur serta Bu Risma selaku Wali Kota Surabaya. Sehingga tidak ada lagi PSBB Jilid 4. Sudah cukup sampai 3

jilid saja,” harap Daniel yang juga relawan kemanusiaan ini. Terkait PSBB, beberapa pengemudi ojek online mengeluhkan pendapatan yang menurun, lantaran sulitnya mendapatkan orderan. Seperti yang dialami Arnol, ojol asal Rungkut ini. Selama PSBB, di Surabaya Raya sesuai pedoman pelaksanaan PSBB maka salah satu konsekuensinya adalah ojol dilarang mengangkut penumpang. Biasanya, dalam sehari dia, bisa mendapatkan penghasilan bersih Rp 400 ribu selama 15 jam beroperasi. Namun kini 18 jam beroperasi, uang Rp 50 ribu pun sulit dikantongi. Untuk tetap bisa mencukupi keluarga, ia berdalih hanya beroprasi untuk mengantar barang. (alf/rif)

Babinsa Kodim Surabaya Utara Jalani Rapid Test Surabaya, Memorandum Babinsa jajaran Kodim Tipe A Surabaya Utara mengikuti rapid test. Tes ini ditujukan agar bisa mengetahui siapa saja anggota yang berpotensi menyebarkan virus corona dan melakukan pencegahan agar jumlah kasus Covid-19 tidak semakin bertambah. Rapid test merupakan screening awal untuk mendeteksi antibodi yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus corona, antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus corona, dengan kata lain bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang artinya tubuh tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus corona. Sebelum rapid test dari tim Puskesmas Krembangan Selatan yang dipimpin Mita A.Md AK memberikan sosialisai tentang tata cara penggunaan masker, serta cuci tangan yang baik kepada babinsa kodim.

Sedangkan dijelaskan Dandim Tipe A Surabaya Utara Kolonel Arh Putut Witjaksono menjelaskan bila kegiatan tersebut diikuti sebayak 50 personel babinsa. “Sebelumnya pemeriksaan para personel ini mendaftarkan diri dengan persyaratan menyetorkan fotokopi KTP dan mencatat nomor HP ke petugas medis, selanjutnya dilakukan pengambilan sample darah secara bergantian,” lanjut Putut. Ditambahkan Putut kegiatan tersebut bertujuan untuk meyakinkan kepada masyarakat bahwa aparat keamanan benar benar tidak ada yang terpapar Covid-19. (tyo/rif) Para personel menjalani rapid test.

FOTO: MEMORANDUM/ARIS

Proyek UINSA Gununganyar Tanpa Amdal dan IMB Surabaya, Memorandum Komisi A DPRD Surabaya minta kepada PT Adhi Karya untuk menghentikan proyek kampus UINSA Gunungayar. Ini dikatakan oleh Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Camelia Habiba. Hasil hearing bersama pihak PT Adhi Karya dan warga Gununganyar di Komisi A DPRD Surabaya, Habiba minta Pemkot Surabaya menghentikan sementara perizinan-perizinan yang diajukan oleh pihak pemilik persil (PT Adhi Karya/ UINSA). “Karena di dalam proses itu masih ada pelanggaran. Ditemukan izin amdalnya itu belum selesai, tapi sudah dikeluarkan oleh pemkot,” kata Habiba, Senin (8/6). Selain itu, lanjutnya, ada permasalahan-permasalahan sosial yaitu komitmen-komitmen dari pihak PT Adhi Karya dengan warga belum terselesaikan. “Ternyata ada aset pemkot di tengah-tengah persilnya Adhi Karya berupa sungai dan harus diselesaikan dulu rekomendasi oleh PU Bina Marga ketika mengeluarkan izin drainasenya,” ucap dia. Lebih jauh, kata Habiba, Adhi Karya belum mengantongi

FOTO: MEMORANDUM/WAHYU

Warga Gununganyar hearing di ruang Komisi A DPRD Surabaya.

izin IMB, tapi sudah melakukan aktivitas proses pembangunan tiang pancang. “Ini pelanggaran besar dan harus kena sanksi. Mangkanya Komisi A Meminta untuk di hentikan sementara proses perizinannya. Selesaikan semua masalah-masalah di lapangan maupun dengan warganya,” ungkap dia. Warga Gununganyar minta agar Komisi A DPRD Surabaya terus memperjuangkan permintaan warga dan hasilnya bisa dimanfaatkan seluruh warga. “Warga minta dibantu untuk pembangunan menara masjid karena di sana asetnya sangat besar yang dimanfaatkan oleh proyek UINSA

tersebut,” ujar Imron. Pimpinan Proyek PT Adhi Karya Abdul Somad mengatakan, terkait dampak dan sebagainya, di dalam metode pemancangan, pihaknya mengaku sudah menganalisa dengan lokasi yang ada dengan persyaratan dokumen lelang. Terkait dengan biaya dan lain sebagianya, Somad menjelaskan, pihaknya dan UINSA sudah dipanggil ke PU Cipta Karya terkait dengan biaya yang timbul dan akan dikoordinasikan antara PT Adhi Karya, UINSA, dan PDAM. “Sudah ada solusinya tapi belum sampai ke dalam angka,” ungkapnya. (why/rif)

Penggunaan Air PDAM Selama Pandemi

Rumah Tangga Naik, Perusahaan Anjlok Surabaya, Memorandum Ada kenaikan penggunaan air PDAM untuk rumah tangga selama pandemi Covid-19. Namun untuk kategori perusahaan atau bisnis, penggunaan air malah anjlok. Humas PDAM Surya Sembada Kota Surabaya Adi Nugroho mengungkapkan sejak adanya stay at home dan work from home, diakui ada kenaikan pemakaian air untuk kalangan rumah tangga. Namun, itu tak besar. “Kenaikan pemakaian air PDAM untuk tangga ini mencapai 10 persen. Ini mulai terjadi pada Mei,” kata Adi Nugroho. Soal jumlah meter kubik kenakalan tersebut, Adi mengatakan tak bisa menjelaskan secara detail karena harus melihat laporan dulu. Yang pasti, meski hanya 10 persen, namun kenaikan tersebut cukup besar. Di sisi lain, pemakaian air untuk kategori bisnis atau perusahaan, masih lanjut Adi, justru menurun tajam. Sebab, banyak pusat bisnis dan perusahaan yang tutup atau melakukan program work from home. “Kenaikan penggunaan air di rumah tangga ini berbanding terbalik dengan perusahaan. Untuk perusahaan ini pemakaian air PDAM anjlok hingga 60 persen lebih,” kata dia. Dalam kesempatan itu, Adi Nugroho mengatakan, PDAM Surya Sembada sekarang ini menerapkan sebagian karyawan bekerja di rumah atau (WFH) sejak April. Untuk jam kerja mereka dikurangi yang semula 07.30-16.30 dan kini menjadi 07.30-15.00. Untuk pelayanan semula 08.00-14.00 menjadi 08.00-11.00. Masih lanjut dia, PDAM menerapkan protokol kesehatan ketat. Karyawan dan pelanggan di kantor PDAM Jalan Prof Dr Moestopo harus bermasker, cuci tangan dan jaga jarak. Petugas bagian pelayanan memakai masker dan face shield. Sementara itu Sodikin, pelanggan PDAM yang tinggal di Balongsari Tama, Tandes, mengakui ada kenaikan pemakaian air selama masa pandemi. Ini terjadi karena seringnya untuk cuci tangan dan mandi untuk mencegah virus corona. (udi/rif)


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

JAWA TIMUR

SELASA LEGI, 9 JUNI 2020 HALAMAN 4

Tolak Rapid Test, Warga Kedak Demo warganya bisa beraktivitas seperti biasa. Kita terima aspirasi mereka, dan dicari jalan tengahnya," terang Miko Miko menambahkan, warga meminta adanya penjagaan di pintu masuk desa selama 24 jam. Petugas-

Bupati Maryoto melantik pejabat Pemkab Tulungagung.

FOTO: MEMORANDUM/MIS

Tidak hanya menolak adanya rapid test, warga juga meminta portal di pintu desa dibuka. Warga menilai, adanya portal tersebut membatasi aktivitas mereka. Rahmad, salah satu warga mengaku tidak perlu rapid test. Karena dirinya merasa sehat dan tidak menderita sakit apapun. “Kondisi warga di sini semuanya sehat. Yang sakit sudah dibawa ke sana (rumah sakit). Kita sudah menjalani isolasi mandiri. Kasihan warga yang tua-tua ini. Dengar adanya rapid test mereka malah gak bisa tidur karena takut nanti dikarantina," ucapnya. Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana memahami kekhawatiran warga. Namun kapolres meminta warga bisa bekerjasama guna memutus rantai penyebaran Covid-19 di daerahnya. "Sebenarnya apa yang diinginkan warga dan aparat sama. Mereka ingin Desa Kedak tetap sehat dan

nya terdiri dari warga, kecamatan, polsek, dan koramil. "Kita akan dirikan posko Covid-19. Kita tampung aspirasi masyarakat tersebut untuk kebaikan bersama,” pungkasnya. Desa Kedak, sejauh ini menjadi salah satu klaster penyumbang terkonfirmasi positif terbanyak di Kabupaten Kediri. Terbaru, data GTPP menyebut di Kabupaten Kediri ada 159 pasien terkonfirmasi positif, 27 di antaranya berasal dari klaster Desa Kedak. (mis/mad/lis)

Warga Kedak demo.

FOTO: MEMORANDUM/TRI

Kapolres Bentuk Kampung Tangguh di 21 Kecamatan

Kapolres Lumajang AKBP Deddy Foury Millewa.

Lumajang, Memorandum Sebagai upaya menekan meningkatnya penyebaran Covid-19 di Bumi Arya Wiraraja, Kapolres Lumajang AKBP Deddy Foury Millewa akan membentuk kampung tangguh di seluruh kecamatan, bukan hanya di Desa Banjarwaru saja. Kampung tangguh ini dilaksanakan guna mengantisipasi menyebarnya virus corona. Hal ini sebelumnya sudah dilakukan koordinasi dengan bupati dan forkopimda. Sedangkan untuk Pesantren Tangguh nanti dari pihak Pemkab Lumajang yang akan mengukuhkan. “Pesantren tangguh itu dari bupati. Nanti mana saja yang dipilih dari 200 sekian pesantren yang ada di

Lumajang,” ujar AKBP Deddy Foury Millewa. Dalam pelaksanaan kampung tangguh terus akan dibuka di setiap sudut pedesaan atau RT/RW di setiap kecamatan, sehingga pola physical maupun social distancing tercapai. Pihaknya juga berterima kasih kepada warga karena telah melakukan pelaksanaan physical distancing. Adanya kampung tangguh, warga bisa mendata setiap tamu yang datang dan harus mengisi buku tamu. “Gunanya di setiap kecamatan ada kampung tangguh untuk bisa bangkit melawan Covid-19. Awalnya zona merah menjadi kuning maupun bisa jadi hijau,” pungkasnya. (tri/lis)

FOTO: MEMORANDUM/ALV

Danrem 081/DSJ Kunjungi Agrowisata Belimbing Madiun, Memorandum Komandan Korem (Danrem) 081/DSJ Kolonel Inf Masduki selama kunjungan kerja di Tulungagung menyempatkan diri mengunjungi agrowisata buah belimbing yang ada di Dusun Pacet, Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Minggu (7/6) sore. Selain dikenal sebagai salah satu tujuan wisata keluarga yang menarik, agrowisata tersebut juga dikenal sebagai tempat wisata edukasi tentang pertanian, khususnya bagi anak-anak. "Selain dapat dijadikan tempat wisata yang memberikan keuntungan dari segi ekonomi, tempat ini sangat baik sebagai sarana edukasi bagi masyarakat yang ingin terjun dalam budidaya buah belimbing," terang dia di Madiun, Senin (8/6). Melihat agrowisata yang telah menjadi kebanggaan masyarakat Tulungagung, Masduki turut memberikan apresiasinya. "Ide agrowisata

Danrem 081/DSJ Kol Inf Masduki mengunjungi agrowisata Belimbing didampingi para perwira. semacam itu tentunya sangat bagus sekali dikembangkan," imbuhnya. Karena keinginannya untuk dapat membantu meningkatkan perekono-

mian masyarakat, Masduki berencana mencoba budidaya buah belimbing semacam itu di Madiun dan mengenalkannya kepada masyarakat. (alv/lis/*)

427 ASN Pemkot Batu Jalani Rapid Test Batu, Memorandum Keseriusan Pemkot Batu menghadapi era new normal nampak tengah diseriusi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Ini dibuktikan dengan dilaksanakannya rapid test kepada 427 ASN (aparatur sipil negara) Pemkot Batu di Pendopo Balaikota Among Tani, Senin (8/6). “Pelaksanaan rapid test akan digelar hingga hari Jumat (12/6). Tim gugus tugas menargetkan sekitar 3 ribu ASN selama lima hari pelaksanaan,” ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batu dr Susan Indahwati. Dikatakan alasan rapid test kepada ASN karena selama ini mereka berhubungan langsung dengan masyarakat, sehingga perlu pendeteksian awal untuk mengantisipai penularan Covid-19. Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menerangkan, tidak hanya untuk ASN, namun seluruh staf dan pegawai di Pemkot Batu wajib menjalani rapid test tersebut. Oleh sebab itu, untuk hari pertama jika terdapat beberapa ASN yang melarikan diri karena takut masih dibiarkan. “Padahal kami menggunakan alat yang meminimalisir rasa sakit saat di tes. Namun tidak mengapa karena batasnya sampai Jumat,” terang pria yang juga Ketua DPC PDI-P Kota Batu tersebut. Ia menambahkan untuk pelaksanaan hari

Suasana rapid test ASN Pemkot Batu.

FOTO: MEMORANDUM/FIR

Kediri, Memorandum Ratusan warga Desa Kedak, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, turun ke jalan menolak adanya rapid test di wilayahnya, Senin (8/6). Mereka merasa kondisinya saat ini sehat dan sudah menjalani isolasi mandiri selama dua pekan di rumah masing-masing.

pertama rapid test yang dilakukan hasilnya nonreaktif semua. (arl/ari/lis)

Bupati Maryoto Mutasi 641 Pejabat Pemkab Tulungagung Tulungagung, Memorandum Bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (8/6) kemarin, puluhan aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Tulungagung secara simbolis menghadiri mutasi, pelantikan, dan pengukuhan 641 pejabat di lingkup Pemkab Tulungagung. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Tulungagung, terdapat 25 pejabat eselon 2B, 146 pejabat eselon 3, dan 469 pejabat eselon 4 di lingkup Pemkab Tulungagung yang secara resmi mengikuti mutasi, pelantikan, dan pengukuhan kali ini. Secara simbolis pejabat eselon 2 dan 3 mengikuti kegiatan tersebut di pendopo. Sedangkan lainnya mengikuti secara online dari kantor masing-masing sesuai dengan protokol kesehatan di masa pandemi. Ditemui usai pelantikan, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo meminta pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dan bekerja dengan baik, sehingga dinas yang dipim-

pinnya bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. “Harapannya ya segera menyesuaikan diri dengan jabatan barunya, dan bisa bekerja dengan maksimal sesuai dengan jabatan barunya,” ujarnya. Bupati Maryoto menjelaskan, usai gerbong mutasi kali ini masih ada 8 posisi setingkat eselon 2 lainnya yang masih belum terisi. Seperti di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, yang sudah setahun terakhir ini kosong. Maryoto menyebut, untuk pengisian pejabat eselon 2 di 8 posisi tersebut, bakal dilakukan secara transparan sesuai dengan kemampuanya selama ini. “Masih ada 8 jabatan eselon 2 yang belum terisi, tentu akan kita isi dengan Plt agar ada yang bertanggungjawab. Selanjutnya akan kita lelang,” jelasnya. Soal lamanya pengisian kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pemkab Tulungagung, Maryoto mengaku masih perlu mempersiapkan figur yang cocok dan tepat sesuai

dengan kemampuannya. “Itukan untuk pengisiannya perlu figur yang tepat sesuai dengan kemampuan dan kompetensinya,” ungkapnya. Begitu juga dengan pengisian Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang yang baru saja terisi namun diganti lagi, karena pejabat sebelumnya, yakni Heru Santoso, kini menjabat Kepala Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan Kabupaten Tulungagung. “Memang pejabat sebelumnya itu kondisi kesehatannya tidak sehat sehingga menginginkan jabatan yang beban kerjanya tidak berat,” ucapnya. Sementara itu Kabag Protokol dan Hubungan Antar Pimpinan Pemkab Tulungagung Galih Nusantoro mengatakan, dengan adanya perubahan posisi pejabat, otomatis akan ada penyesuaian jabatan di Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tulungagung. “Tentu akan ada penyesuaian di gugus tugas, sesuai dengan jabatan yang baru,” pungkasnya. (fir/mad/lis/*)


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

JAWA TIMUR

SELASA LEGI, 9 JUNI 2020 HALAMAN 5

KAI Siapkan Protokol Kesehatan Bagi Penumpang Pasuruan, Memorandum Menjelang pemberlakuan new normal atau tatanan kehidupan baru, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember mulai menyiapkan pedoman pelayanan penumpang KA saat kembali beroperasi. Sejumlah protokoler kesehatan bagi penumpang selama di stasiun maupun dalam kereta, akan diterapkan. Manajer Humas PT KAI Daop 9 Jember Mahendro Bawono mengungkapkan, Daop 9 sudah menyiapkan pedoman new normal. Ini sebagai bentuk adaptasi perkeretaapian untuk mengurangi kontak fisik antarpenumpang. Pihaknya tinggal menunggu arahan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk kembali membuka layanan KA bagi masyarakat. “Kami sudah menyiapkan sejumlah pedoman bagi masyarakat pengguna KA jika kembali beroperasi saat new normal. Tentu kami akan mengedepankan protokoler kesehatan demi keamanan masyarakat,” ungkap Mahendro. Dalam pedoman ini nantinya pemesanan tiket KA hanya bisa dilakukan secara online melalui aplikasi KAI Access, web KAI, dan mitra penjualan tiket resmi KA lainnya. Sedangkan loket hanya digunakan untuk pembelian go show atau tiga jam sebelum pemberangkatan Lalu, ada sejumlah protokoler kesehatan yang wajib ditaati oleh penumpang selama berada di stasiun. Di antaranya, setiap calon penumpang KA wajib menggunakan masker dan suhu tubuh calon penumpang harus maksimal 37,3 derajat celsius. Lalu, saat proses boarding, calon penumpang harus menunjukkan tiket dan identitas penumpang pada petugas boarding. Jika sudah diperiksa, mereka harus melakukan scan tiket secara mandiri. Selain itu, calon penumpang selama perjalanan di KA wajib menggunakan masker dan face shield yang disiapkan oleh PT KAI. Penggunaan face shield ini harus dilakukan, hingga mereka keluar dari areal stasiun kedatangan. Tak hanya itu, saat penumpang berada di atas KA, setiap tiga jam suhu tubuh mereka akan diperiksa. Jika ada penumpang yang memiliki suhu tubuh di atas 37,3 derajat celsius dan menunjukkan gejala Covid-19, maka mereka akan dipindahkan ke ruang isolasi yang disediakan di dalam KA. Jika mereka memerlukan penanganan, maka pihaknya akan menghubungi dokter atau tenaga kesehatan di stasiun terdekat yang memiliki fasilitas pos kesehatan. (rul/lis)

Dua warga yang tertipu arisan online melapor ke SPKT Polres Probolinggo Kota.

tidak ada kabar dan bahkan koordinator arisan tidak dapat dihubungi. “Jumlahnya sekitar 40 anggota. Saya hanya kenal lewat akun Facebook, dan karena saling

percaya, saya ikut arisan ini,” tuturnya. Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono mengatakan, pihaknya masih menerima laporan

Camat di Lumajang Diminta Harus Berada di Wilayah Lumajang, Memorandum Serah terima jabatan (sertijab) pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang resmi dilaksanakan di ruang Narariya Kirana, Senin (7/6). Sertijab ini sebagai tindaklanjut kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah yang dilaksanakan di pendopo AryaWiraraja beberapa waktu lalu. Sekretaris Daerah (Sekda) Lumajang Agus Triyono dalam sam-

butannya menegaskan, setelah sertijab ini para pejabat sudah resmi bertanggungjawab atas jabatan baru yang diamanatkan. Diharapkan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) bisa mengayomi seluruh staf dan bawahannya. “Saya paling tidak senang kalau ada kepala OPD yang selalu mengajukan perpindahan tugas kepada bawahannya,” ujarnya. Selain itu pihaknya berharap di lingkungan pemerintahan tidak muncul kelompok-kelom-

pok tertentu yang nantinya bisa memecah belah persatuan, dan memperlambat perkembangan serta kemajuan Kabupaten Lumajang ke depannya. Berharap kepada para camat untuk segera menetap di wilayahnya. Camat memiliki tanggungjawab terhadap wilayahnya. Keberadaan camat dibutuhkan masyarakat. Camat memang pejabat khusus yang memiliki tanggungjawab kewilayahan, wajib hukumnya camat segera berada di wilayah masing-masing.

Serah terima jabatan di ruang Nararya Kirana Pemkab Lumajang. Dalam dunia pelayanan, camat sangat dibutuhkan masyarakat. Selama 24 jam camat harus ada di wilayah, sebagaimana arahan Bupati Lumajang. “Kepada para

Probolinggo, Memorandum Akibat menunggak pembayaran kredit sebesar Rp 1.118.000 selama dua bulan, Audy Nasrullah (25), warga Jalan KH Hasan Genggong, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, rumahnya terancam disita. Awalnya, Audy Nasrullah yang sehari-harinya menjual telur gulung di sekitar Alun-alun Kota Probolinggo, ikut bergabung sebagai anggota program percepatan pengentasan kemiskinan. Namun dia lalai memenuhi kewajiban hutang-piutangnya di salah satu lembaga pembiayaan sebesar Rp 20 juta. Tak pelak, rumah kediaman Audy Nasrullah yang dijadikan agunan kredit terancam disita. Di sisi lain, suami Ainun ini juga harus kehilangan uang registrasi

sebesar Rp 5 juta untuk biaya administrasi. “Tangggungan kredit selama 2 bulan macet akibat dampak pandemi Covid-19, sehingga tidak bisa membayar angsuran. Saya sudah minta penundaan pembayaran kredit sesuai anjuran pemerintah untuk menunda 1 tahun. Namun petugas yang datang justru memberi surat peringatan 2 kali. Kalau tidak dibayar rumah terancam disita,” kata Audy Nasrullah didampingi isterinya usai menghadiri panggilan Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo, Haris Nasrullah untuk didengar ceritanya, Senin (8/6). Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo Haris Nasution sangat menyesalkan masalah yang menimpa Audy Nasrullah dan Ainun. “Kami

menyesalkan tindakan yang akan menyita rumah sebagai jaminan kredit sebesar Rp 20 juta akibat debiturnya nunggak dua bulan,” tegas Nasution Politisi PDI Perjuangan ini menyebutkan, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan kelonggaran atau relaksasi kredit berupa penundaan angsuran hingga satu tahun. Sejumlah perusahaan sektor keuangan pun mulai menerbitkan kebijakan restrukturisasi berupa perpanjangan jangka waktu, penundaan pembayaran angsuran, hingga pembebasan denda kepada nasabah yang terkena dampak pandemi Covid-19. “Kami menyerahkan masalah ini kepada DPMPTSP untuk mengevaluasi perizinannya agar warga masyarakat terutama debitur tidak

Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo Haris Nasution memanggil Kepala DPMPTSP untuk mendengarkan cerita pasutri yang berpolemik dengan lembaga pembiayaan. dirugikan sesuai kebijakan pelonggaran atau relaksasi kredit berupa penundaan angsuran hingga satu tahun oleh pemerintah. Hasilnya, harus diserahkan kepada DPRD Kota Probolinggo,” tegas Haris. Sementara itu, Kepala Dinas Penanam Modal, Pelayanan Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Probolinggo Dwi Hermanto mengatakan, segera menindaklanjuti untuk berkoordinasi dengan lem-

FOTO: MEMORANDUM/CW1

Bondowoso, Memorandum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso bisa menggratiskan rapid test kepada ribuan santri yang akan kembali ke pondok masing-masing. Namun karena anggarannya terbatas, maka tidak semua santri bisa rapid test gratis. Adapun jumlah santri diperkirakan mencapai sekitar 22 ribu orang di Kabu-

paten Bondowoso yang mondok, baik di luar maupun di wilayah Bondowoso sendiri. “Pemkab Bondowoso tidak mungkin menggratiskan semuanya, karena APBD sangat terbatas. Kita lihat di kabupaten lain juga sama, mereka tidak menggratiskan semua,” ujar Sekda Syaifullah melalui sambungan selularnya, Senin (8/6).

Karena itulah, kata Syaifullah, rapid test gratis akan diprioritaskan kepada santri yang memiliki gejala-gejala. Seperti flu terus menerus dan subu tubuh yang tinggi sampai 40 derajat. “Ketika ada gejala seperti itu baru kita rapid test gratis,” tuturnya. Juru bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Bondowo dr M Imron menambahkan, Dinas Kesehatan akan

memprioritaskan santri yang berasal dari kecamatan zona merah untuk rapid test secara gratis. Termasuk santri yang memiliki gejala-gejala klinis. “Karena kita masih belum ada penambahan dari alokasi dana untuk rapid test. Sesuai kebijakan gugus tugas memprioritaskan santri yang akan kembali ke pondok pesantren di luar Bondowoso maupun yang masuk,

Mati Berdiri

Direktur: Choirul Shodiq Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah Konsultan Hukum: Noer Fattah Syafi’i

baga pembiayaan tersebut untuk mengklarifikasi masalah tersebut yang menjadi atensi DPRD Kota Probolinggo. “Kami segera memanggil pihak lembaga pembiayaan itu untuk klarifikasi untuk menyelesaikan permasalahan hingga Kamis mendatang. Hasilnya, langsung kita serahkan kepada DPRD Kota Probolinggo,” pungkasnya. (mhd/lis)

rapid test gratis bagi mereka yang berdomisili di zona merah,” ujarnya. Kini, Pemkab Bondowoso melalui Dinkes sudah memesan alat rapid test kurang lebih 8 ribu paket. “Secara keseluruhan gugus tugas Covid-19 belum mengetahui jumlah santri yang akan kembali ke pondok sesuai jadwal yang ditentukan. Karena jadwal yang akan kembali ke pesantren di luar dan masuk di Bondowoso masih belum kita terima untuk pendataan santri yang berasal dari zona merah,” pungkas Imron. (cw1/lis)

Sambungan dari halaman 1

Tentu saya pernah ikut rapat-rapat tingkat tinggi. Yang membahas rencana membuat sejarah kilang seperti itu. Saya pun tahu betapa SULIT --dengan huruf besar. Jangan salahkan siapa-siapa. Maka secara pribadi saya pun mengambil kesimpulan: harus ada terobosan lain. Yang out of the box. Sudah terlalu banyak energi untuk membicarakan pembuatan sejarah itu. Sudah 30 tahun. Sudah sekian presiden. Setiap presiden ingin membuat sejarah. Apalagi ini sejarah yang sangat seksi: bisa mengatasi impor BBM --yang jadi sumber fitnah terbesar dan terpanjang dalam sejarah. Pikiran baru saya itu, waktu itu, mobil listrik. Tidak perlu lagi BBM. Memang ide terlalu awal: sampai ada yang mempertanyakan soal tingkat emisinya. Betapa lucunya pertanyaan itu. Atau pertanyaan ini: di mana nanti charging-nya. Sampai-sampai saya harus menemu-

Komisaris: Mangestuti Agil

camat, untuk berkoordinasi terkait data penyaluran bantuan, supaya ditahap kedua nantinya tidak ada lagi permasalahan yang dikeluhkan masyarakat,” pungkasnya. (tri/lis)

Rumah Terancam Disita, Penjual Telur Gulung Wadul Dewan

Tidak Semua Santri Rapid Test Gratis

Sekda Syaifullah

korban dan akan mendalaminya. “Kita dalami dulu laporan korban dan masih menggali informasi dan barang bukti,” tegasnya. (mhd/yud/lis)

FOTO: MEMORANDUM/TRI

Stasiun kereta api Pasuruan yang masih sepi penumpang

Mereka melaporkan penanggung jawab arisan online yakni FV, warga Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Sebab, terlapor telah menipu karena tidak memberikan hak peserta arisan yang berjumlah 40 orang. Salah satu korban, Dewi Mike Octavia (26), warga Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, menjelaskan bahwa setiap Minggu arisan dikocok dengan sistem urut. “Setiap Minggu, peserta membayar arisan bervariasi. Ada yang Rp 200 ribu, hingga Rp 300 ribu, dan peserta mendapat uang Rp 10 juta sekali kopyok,” ucapnya. “Saya sudah mendatangi terlapor di rumah kosnya, tapi dia sudah tidak di sana lagi. Bahkan kunci kamarnya sudah dititipkan ke orang lain,” beber Dewi Mike. Senada, Pipit Nurcahyo (30). Warga Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, menjelaskan bahwa Minggu pertama berjalan lancar. Namun selang beberapa minggu kemudian mulai terlambat. Setelah ditunggu-tunggu, ternyata

FOTO: MEMORANDUM/MHD

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Probolinggo, Memorandum Sejumlah ibu rumah tangga di Kota Probolinggo menjadi korban penipuan arisan online. Mereka pun mendatangi Polres Probolinggo Kota untuk melaporkan kasus tersebut, Senin (8/6).

FOTO: MEMORANDUM/MHD

Tertipu Arisan Online, Emak-Emak Lapor Polisi

kan jawaban ini: kita itu bisa membangun ribuan pompa bensin. Yang biayanya bisa Rp 20 miliar/station. Padahal membangun stasiun charging itu hanya Rp 20 juta. Di mana sulitnya. Tapi, ya sudahlah. Itu sudah lewat. Sudah lama sekali. Sudah 8 tahun. Perkembangan mobil listrik di dunia sudah begitu majunya. Sudah sulit dikejar. Tapi pilihan solusinya kan tidak berubah: tanpa mobil listrik kita harus membangun kilang besar. Untuk mengolah minyak mentah menjadi BBM --dan turunannya. Satu kilang besar berkapasitas 300.000 barel/hari memerlukan investasi Rp 70 triliun. Bagaimana bisa balik modal? Siapa yang mau mengucurkan dana segajah bengkak itu? Hitungan balik-modalnya lebih panjang dari jalan Daendels - -dari Anyer sampai ke Panarukan. Pun waktu saya masih ikut rapat-rapat-tingkat-tinggi dulu itu. Yang dicari ya ‘tinggal’ itu: bagaimana bisa balik modal.

Kalau pun ada yang mulai berminat minta fasilitasnya ampun-ampun. Apa saja harus diberikan pada investor. Baik dari pemerintah maupun dari Pertamina. Kesimpulan saya lagi: fasilitas yang diminta itu sampai begitu tidak masuk akalnya --akal sehat maupun akal nasionalisme. Padahal kalau pun kita berhasil membangun kilang itu minyak mentahnya toh masih juga harus impor. Tetap saja mobil listrik. Sekarang saya harus tetap optimistis -optimistis level tiga. Saya akan diam saja kalau pun diputuskan harus impor mobil listrik. Apa boleh buat. Akar pun jadi. Pun kalau harus perusahaan asing yang mendirikan pabrik mobil listrik di Indonesia. Saya akan diam menerima. Saya sudah siap mental untuk menerima new normal itu --ups, new reality itu. Move on. Toh harapan pada dua-kilang-besar-baru itu sudah pupus. Investor nan gagah berani dari Oman saja sudah mundur dari proyek

itu di Bontang. Dan investor malaikat dari Saudi --Aramco-- juga sudah mundur dari proyek kilang Cilacap. Padahal tidak ada lagi isyu tanah. Pertamina sudah menyelesaikan pengadaan tanah yang sulit itu. Yang setiap kilang setidaknya 250 hektare itu. Saya tidak tahu fasilitas apa saja yang sudah disetujui saat mereka ok membangun dua kilang itu. Tapi tidak perlu dibahas. Toh sudah batal. Ups... Masih ada cadangan optimisme. Mengapa tidak membangun kilang kecil-kecil saja? Misalnya kelas 10.000 barel/hari? Sekaligus banyak? Di beberapa lokasi? Terutama lokasi di dekat sumur minyak-mentah? Sekaligus memperbaiki rasio biaya logistik? Tentu kita ingat lagi kilang kecil yang mati berdiri itu. Sudahlah. Move on. Para pengusaha lokal pasti bisa melakukannya lagi. Mereka pasti mampu. Seperti terbukti di Tuban --dekat lapangan minyak Cepu di Banyuurip itu. Yang milik pengusaha

nasional dari ITB itu. Yang kemudian mati di lumbung itu. Kilang itu milik TWU (Disway: Lumbung Itu Tidak Untuk Ayam). Yang tidak bisa lagi mendapat minyak-mentah --dari sumur minyak raksasa milik Exxon dan Pertamina itu. Sampai sekarang kilang itu masih berdiri tegak. Mati berdiri. Mungkin perlu dicoba terobosan itu lagi. Dengan aturan baru. Misalnya, minyak-mentah bagian pemerintah (dari bagi hasil) didedikasikan untuk kilang kecil. Asal dibangun di dekat sumur minyak. Tidak perlu lagi angkut-minyak-mentah-jarak-jauh seperti selama ini. Tentu masih banyak masalah teknik. Yang tidak mungkin saya tulis di DI’s Way --pembaca bisa teriak ‘saya tidak bisa bernafas’. Saking teknisnya. Tentu banyak juga alasan untuk tidak menyetujui terobosan itu. Hanya diperlukan satu alasan saja untuk setuju. Terlalu banyak alasan untuk tidak setuju.(*)

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arief Sosiawan. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko. Redaktur Pelaksana Online: Agus Supriyadi. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku. Redaktur Website: Aris Setyoadji. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Sujatmiko, Noor Arief, Syaifuddin, Ferry Ardi Setiawan, Novi Triawan, Muchlis Darmawan, Hendradi Prayogo. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana, Faishal Danny Nurdiansyah, Dodik Wahyu, Indra Anugrah Hardiantoko, Prawoto Sadewo (Blitar). Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Munjari Triono, Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda, Madiun-Ponorogo-Magetan: HM Taufiq. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo, Wakil: M Yunus. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.


HALAMAN 17 memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

POLISI KITA

FOTO: MEMORANDUM/TRI

Mojokerto, Memorandum Dua pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor), diringkus anggota Satreskrim Polres Mojokerto. Sementara satu pelaku lainnya, tewas ditembak petugas karena melawan saat ditangkap. Kapolres Mojokerto AKBP Feby DP Hutagalung mengatakan, pelaku yang diamankan kali ini tidak hanya melakukan aksi di wilayah hukum Polres Mojokerto, tetapi di beberapa wilayah di Kabupaten Pasuruan. Di wilayah hukum Polres

AKBP Deddy Foury Millewa bersama jajaran Muspida Lumajang.

orang Bali. Betapapun upacara tersebut hanya dilakukan setiap 8-12 tahun sekali hanya pada waktu orang menerima suara gaib dari dewa Gunung Mahameru. Selain upacara sesaji itu, orang Bali sering datang ke daerah Gua Widodaren untuk mendapat Tirta Suci. “Dari situlah kami meyakini bahwa antara tim Kuro-Kuro dan tim Cobra nantinya akan saling berkesinambungan karena keduanya yang menjaga Semeru” ujar kapolres. (tri/mik)

diamankan adalah Muhammad Rifai alias Beh (50), warga Dusun Glatik, Desa Watesnegoro, Kecag matan Ngoro dan Eko Wahono(38), warga Dusun Bendungan, Desa Pesawahan, Kecamatan Porong, KabupatSidoarjo. en Sidoarjo. Sedangkan pelaku yang tewas bernama Suyanto (39), warga

Desa Cangkring, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo. g melakukan Petugas tindakan tegas terukur karena melawan petugas dengan senpi rakitan. Sedangkan dua pelaku lain dalam pengejaran. Dari tangan pelaku diamankan beberapa barang bukti di antaranya berupa satu pucuk senjata api rakitan jenis Revolver warna silver crom dengan lima butir amunisi kaliber 9 mm,

satu unit motor Vario warna merah tanpa nopol milik Eko Way g hono alias Kodok yang dipergunakan untuk mengambil motor di wilayah hukum Polres Mojokerto. Akibat dari perbuatannya para tersangka ini dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara,” tegas Feby. (war/mik)

FOTO: MEMORANDUM/WAR

Sehari, Polresta Malang Kota Support 2 Kampung Tangguh Malang, Memorandum Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus H Simarmata mengimbau agar masyarakat meningkatkan kesadaran mendisiplinkan diri. Itu bisa dimulaii dari kebersihan lingkungan dan selalu me-matuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pernyataan itu disampaikan kapolres saat mengunjungi Kampung Tangguh Semeru RW 05 Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Senin (8/6). Dalam satu hari, dua kampung tangguh dikunjungi dan dibantu. “Saat ini pendemi Covid-19 belum selesai. Karena itu, tetaplah disiplin dalam berperilaku sehat. Itu bisa dimulai dengan meningkatkan kesadaran warga untuk berperilaku hidup sehat,” terang Leonardus di depan warga masyarakat. Menurutnya, berlaku disiplin menjaga kebersihan lingkungan dan selalu mematuhi protokol kesehatan bisa sebagai bentuk pencegahan dan menahan laju penularan virus corona. Pada kesempatan itu, rombongan juga disertai tiga pilar meninjau tanaman Toga di RT 10/

FOTO: MEMORANDUM/WA

R RW 05, Jl Pelabuhan Ketapang 1, Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Selanjutnya, Kapolresta Malang Kota b beserta rombongan kembali ke posko k kampung tangguh semeru memberikan b bantuan, yaitu sembako 50 Kg dan hand sanitaizer sebanyak 50 biji. Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Malang Kota Iptu Ni Made seruni Marhaeni menjelaskan kunjungan dan bantuan ke kampung tangguh ini masih akan terus dilakukan. “Untuk setiap harinya, Polresta Malang Kota mengunjungi dan memberikan bantuan 2 kampung tangguh,” terangnya. Selain Kapolresta Malang Kota, hadir pula Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tomy Anderson, Danramil Sukun Kapten Kav Aan Jauhari, Kapolsek Sukun AKP Suyoto, Babinsa Serka Eko dan Serda Gingin, Babinkabtimas Aiptu Sunyoto Lurah Bakalan Krajan Johan Fuady, Ketua kampung tangguh semeru Abdul Rahman dan seluruh pengurus kampung tangguh semeru kelurahan setempat. (edr/mik)

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji mengatakan, pihaknya mengapresiasi upaya dan komitmen warga untuk bersama memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ia juga mengimbau masyarakat untuk disiplin mematuhi peraturan pemerintah dan tata tertib yang disampaikan perangkat desa. “Dengan disiplin mematuhi peraturan, maka upaya memutus mata rantai Covid-19 dapat segera tercapai,” pungkasnya. (wa/bwo/jok)

Kombespol Leonardus H Simarmata mengunjungi kampung tangguh Desa Bakalan Krajan.

20 Kampung Tangguh Terbentuk, Kesembuhan Terkonfirmasi Corona di Atas 60 Persen

FOTO: MEMORANDUM/FIR

Tulungagung, Memorandu Memorandum te Jumlah kesembuhan terkonfirmasi positif corona di Tulung Tulunga-

AKBP Eva Guna Pandia

gung menjadi kabar gembira bagi masyarakat di tengah pandemi. Data terbaru tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tulungagung, jumlah terkonfirmasi corona sebanyak 66 orang. Rinciannya, jumlah kesembuhan mencapai 40 orang. Di mana 18 orang menjalani karantina, 7 orang dirawat, dan 1 orang meninggal dunia. Dalam paparannya dihadapan Forkopimda Pemprov Jawa Timur, Wakil Ketua I GTPP Covid-19 Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, dari 19 kecamatan sudah ter-

Tim gugus tugas penanganan Covid-19 melakukan rapid test di salah satu kefe di Kota Blitar.

FOTO: MEMORANDUM/PRA

Polres Blitar Kota Gelar Rapid Test On The Spot di Kafe Blitar, Memorandum Polres Blitar Kota melakukan rapid test on the spot di beberapa kafe di Kota Blitar bersama Kodim Batalyon dan tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Blitar, Senin (8/6). Ada 67 orang di tiga titik sasaran berbeda yang dilakukan rapid test. Hasilnya, 8 orang yang perlu ditracing dan dipantau lebih lanjut oleh Dinas Kesehatan, Senin (8/6). Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Blitar Hakim Sisworo menyebutkan, jika di salah satu kafe ditemukan pengunjung yang tidak menjaga jarak.

belum kesehatan sebelum h k b li menjalankan usahanya kembali. “Rapid test merupakan salah satu upaya untuk mengetahui dan memutus penyebaran virus Covid-19. Selanjutnya hasil rapid test akan ditindaklanjuti dengan isolasi mandiri dan test berikutnya,” urainya. Lanjutnya, yang terpenting agar semua pelaku usaha untuk mengikuti protokol kesehatan dengan ketat. “Agar di satu sisi mereka tetap dapat membuka usaha mereka, disatu sisi penyebaran virus bisa diputus,” pungkas Leonard. (pra/mik)

“Situasi seperti ini kami manfaatkan untuk menggelar rapid test massal,” ujar Hakim, kemarin. “Ada tiga lokasi yang kami sasar rapid test massal ini. Kami lihat kafe yang pengunjungnya banyak. Dari total 67 pengunjung, ada 8 orang yang hasilnya reaktif. Ini yang perlu ditracing dan dipantau oleh dinkes,” lanjutnya. Sementara itu, Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, kafe yang belum menerapkan standar protokol kesehatan diminta tutup sementara dan diberikan kesempatan dua hari untuk pembenahan protokol

Satreskoba Pasuruan Kota Ringkus Pegawai Koperasi Bawa Sabu

FOTO: MEMORANDUM/EDR

tangguh dalam berbagai hal. Ba keamanan, kesehatan, Baik kes kesejahteraan(Pangan), sosial bu budaya, dan aspek lain di Kampu pungnya,” kata pria yang akrab dis disapa Cak Nur tersebut. Nantinya, di Kabupaten Sid Sidoarjo akan semakin bertam ambah terbentuknya kampung tan tangguh. Sehingga setelah PSBB ram rampung, saat memasuki masa tra transisi menuju new normal, ke kesiapan masyarakat sudah ter terbentuk dengan adanya kampu tangguh. pung

burung murai hasil curian itu dijual dengan harga Rp 2 juta rupiah,” sambung Sugiono. Ilyas Royan Suro dan Zainal Arifin nekat mengambil murai milik Totok (36), karena kepepet hutang. “Hasil dari penjualan burung saya gunakan untuk membayar tagihan bank senilai Rp 5 juta,” ucap Ilyas Royan, petugas clean-

ing service atau office boy (OB) salah satu kantor dinas di Kabupaten Probolinggo. Atas perbuatannya itu, mereka dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian. ”Ancaman hukumannya maksimal 7 tahun. Kami juga meminta agar masyarakat dapat lebih mewaspadai terhadap kerawanan pencurian,” pungkas Heri Sugiono. (mhd/yud/mik)

bentuk 20 kampung tangguh. “Kita berharap minimal g ada dua desa di masing-masing kecamatan yang menjadi kam-pung tangguh, untuk mendu-kung program pemerintah,”” ujar Pandia, kemarin. g Keberadaan kampung tangguh, lanjut Pandia, bisa membantu memaksimalkan programprogram percepatan penanganan Covid-19 di kampung tersebut dan sekitarnya. Seperti keberadaan relawan yang selalu siaga dalam memberikan imbauan, dan pengarahan kepada ma-

syarakat di kampung tersebut. Kemudian keberadaan k klinik kesehatan dan lumbung p pangan serta pos digital seper erti di Kampung Tangguh Desa B Bolorejo, Kecamatan Kauman b bisa mempercepat penangan nan ketika ditemukan warganya masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP), orang tanpa gejala (OTG) hingga pasien dalam pengawasan (PDP) dan kontak erat di sekitar lingkungan. “Peran semua unsur masyarakat akan membantu kesembuhan itu

sendiri. Namun, dengan adanya kampung tangguh juga mempengaruhi penyebaran corona di Tulungagung,” ungkapnya. Sementara itu Wakil Juru Bicara GTPP, Galih Nusantoro mengatakan, presentase kesembuhan terkonfirmasi positif di Tulungagung saat ini mencapai 60,6 persen. “Kesembuhan kita mencapai 60,6 persen. Terakhir yang sembuh kemarin santri asal Temboro berinisial MZ, yang bersangkutan kini sudah bisa pulang dan menerapkan protokol kesehatan selama di rumah,” tuturnya. (fir/mad/mik)

Pasuruan, Memorandum Satreskoba Polres Pasuruan Kota mengamankan satu pelaku yang kedapatan membawa narkotika jenis sabu di sebuah warung kosong Jalan Sidogiri – Warungdowo, Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Minggu (7/6) sekitar pukul 04.53. Adalah M Agam Maulana Akbar (26), warga asal Dusun Ngemplak, Desa Kersikan, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Keseharian, pelaku diduga bekerja di sebuah koperasi. Kasatreskoba Polres Pasuruan Kota AKP Nanang Sugiyono mengatakan, penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat bahwa di sekitar Jalan Sidogiri – Warungdowo, DesaWarungdowo,

M Agam Maulana Akbar

Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, sering dijadikan tempat peredaran narkotika jenis sabu. “Kemudian petugas kepoli-

sian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku di sebuah warung kopi yang tidak digunakan pada hari itu,” ucap Nanang, Senin (8/6). Dari penangkapan itu, selain meringkus pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa 1 klip sabu seberat 0,31 gram, 1 unit HP merk Realme-3. “Kini barang bukti dan pelaku dibawa ke Polres Pasuruan Kota guna proses lebih lanjut,” jelas Nanang. Pelaku diduga melanggar Pasal 114 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (*/rul/mik)

ar pada Sabtu (6/6) sekitar pukul 20.00 di rumah korban bernama Achmad Bunadi. “Awalnya korban ini sedang menona ton tv bersama istrinya di rumahnya, tiba - tiba pelaku datang dengan membawa sajam dan langsung menyerang korban saat santai melihat TV,” ucap Nanang.’ Akibat insiden tersebut korban mengalami luka di pergelangan tangan sebelah kiri korban. Selain melukai dengan senjata tajam, juga merusak pintu kamar

ko korban. “Se t e l a h p e l a k u melakukan penganiayaan dan pengerusakan pintu kamar, pelaku melarikan diri ke arah se selatan dan bersembunyi di tegalan (kebun,red),” jelas Nanang. Dengan dibantu bersama warga setempat dan anggota Polsek Lumbang, pelaku berhasil diamankan dan selanjutnya dibawa ke Polsek Lumbang untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. “Dari pengakuan tetangga

Asmut

pelaku, bahwa pelaku disinyalir mengalami gangguan Jiwa maka akan dilakukan pemeriksaan Psikologi di Rumah Sakit Jiwa Sumber Porong Lawang Malang,” tutur Nanang.(*/rul/mik)

Kasatreskoba Bangkalan AKP Soekris Geser ke Polda Jatim Bangkalan, Memorandum Kasatreskoba Polres Bangkalan AKP Soekris Trihartono, dimutasi ke Polda Jawa Timur sebagai Kanit II Subdit II Ditresnarkoba. Sedangkan penggantinya Iptu Iwan Kusdiyanto, mantan PS Panit II Unit IV Subdit III Ditresnarkoba Polda Jatim. “Mutasi jabatan di tubuh Polri adalah hal yang lumrah dan wajar. Kepada Pak Soekris saya ucapkan terimakasih atas dedikasi dan pengabdiannya selama 11 bulan menjabat Kasatresnarkoba di Polres Bangkalan,” kata Rama saat memimpin sertijab di Ruang Serba Guna Mapolres, Senin (8/6) kemarin. Kapolres Rama juga mengucapkan selamat datang kepada kasatreskoba yang baru untuk segera beradaptasi. ”Kepada Pak Iwan, saya harap segera beradaptasi dengan semua rekan di Polres Bangkalan. Juga dengan para ulama, tokoh masyarakat dan stake holder lainnya,” pesan Rama. AKP Soekris Trihartono mengakui, kali pertama bertugas di polres sejak 26 Juni 2019, ia merasa tengah memanggul beban tugas cukup berat. ”Saya yang sama sekali tidak paham bahasa lokal, harus blusak-blusuk keberbagai pedesaan yang mayoritas warganya

FOTO: MEMORANDUM/DWI

AKBP Feby DP Hutagalung menunjukkan pistol rakitan milik pelaku yang dipakai untuk menodong petugas.

Ko Kombespol Sumardji dan jajaran forkopimda menghadiri peluncuran Kampung Tangguh Semeru di Desa Karangbong, Gedangan. De

Ah Ahmad Syaifuddin. Bahwa keberadaan posko o kampung tangguh yang didukung dengan segala macam kelengkapan ditambah segala potensi masyarakatnya, tentu membuat sebuah desa akan tangguh terhadap pandemi ini. Covid-19 ini. “Pandemi ini merupakan persoalan besar yang dapat kita atasi bersama-sama. Salah satunya dengan adanya kampung tangguh. Kampung Tangguh bertujuan untuk membuat kita

“Burung yang dicuri kedua pelaku berada di teras rumah korban. Kedua pelaku membawa kabur burung murai itu berikut sangkarnya,” tandas Heri. Di sisi lain, Heri Sugiono menyebut dari keterangan korban, burung tersebut merupakan burung lomba dan sering juara. “Harga burung murai itu mencapai Rp 6 juta. Oleh pelaku,

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Pasuruan, Memorandum Warga Dusun Watubiting, RT 19/ RW 10 Desa Pancur, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, digegerkan dengan aksi seorang pria membawa senjata tajam (sajam) melukai korban hingga merusak rumah warga, Sabtu (6/6). Pelaku yang diamankan petugas bernama Asmut (50), Warga Dusun Watubiting, RT 19/ RW 10 Desa Pancur, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Kapolsek Lumbang, Polres Pasuruan Iptu Nanang Abidin mengatakan, kejadian itu terjadi

FOTO: MEMORANDUM/RUL

FOTO: MEMORANDUM/AND

Lamongan, Memorandum Bhayangkari Cabang Lamongan memberikan perhatian khusus kepada anggota bhayangkari yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan. Perhatian khusus itu diwujudkan lewat pemberian bantuan yang dilakukan di rumah dinas Kapolres Lamongan, Senin (8/6). Ketua Bhayangkari Ayu Harun menyerahkan bantuan itu kepada kapolres yang kemudian diserahkan kepada kasatsabhara untuk dilanjutkan kepada para tenaga kesehatan. “Paket bantuan ini diperuntukkan kepada 75 orang bhayangkari yang menjadi tenaga kesehatan dan kepada dua orang bhayangkari yang mempunyai surat tugas menangani pasien Covid-19 secara langsung,” kata Ayu Harun, kemarin. Adapun rincian paket bantuan yang diberikan kepada masing-masing bhayangkari berisi beras, abon sapi, telur asin, madu, vitamin C, kacang hijau, hand sanitizer, masker medis, sarung tangan latex, dan peralatan makan pribadi. “Semoga bantuan ini bermanfaat selama menghadapi masa pandemi Covid-19 ini,” tutupnya. (and/mik)

Kampung Tangguh Desa Karangbong Diluncurkan Sidoarjo, Memorandum Satu lagi, Kampung Tangguh Semeru bertempat di Balai Desa Karangbong, Gedangan, Sidoarjo diresmikan, Senin (8/6). Pendirian posko itu membuat warga antusias ingin memerangi Covid-19. Hadir dalam peresmian itu jajaran Forkopimda Sidoarjo, instansi terkait, Forkopimka Gedangan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan relawan. Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin menyerahntuan kan bantuan paket bantuan zer, r sembako, hand sanitizer, er face shield, dan masker o, dari Pemkab Sidoarjo, ari serta paket sembako dari Kapolresta Sidoarjo. p y warga rga g Terkait upaya Desa Karangbong dalam d melawan Covid-19, serta membentuk Kampung Tangguh Semeru mendapatkan apresiasi dari Wakil Bupati Sidoarjo yang juga sebagai Ketua Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo, Nur

Ilyas Royan Suro dan Zainal Arifin bersama barang bukti.

Polsek Lumbang Amankan Orang Sakit Jiwa Lukai Warga

Ketua Bhayangkari Lamongan Bantu Tenaga Kesehatan

Ayu Harun memberikan bantuan kepada anggota bhayangkari.

Probolinggo, Memorandum Polres Probolinggo Kota mengungkap kasus pencurian burung murai milik warga Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Dua pelaku bersaudara itu diamankan polisi berikut barang bukti hasil curian. Mereka Ilyas Royan Suro (27) dan Zainal Arifin (27), warga Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Kapolres Probolinggo Kota AKBP AmbariyadiWijaya melalui Kasatreskrim AKP Heri Sugiono mengatakan, kedua tersangka ditangkap di rumah masingmasing oleh anggota setelah mendapat laporan dari korban yang mengaku kemalingan. “Kedua pelaku ini masih ada ikatan saudara sepupu,” jelas Kasatreskrim Sugiono saat rilis di Mapolres Probolinggo Kota, Senin (8/6). Dalam pemeriksaan, kedua pelaku mengakui jika mereka mengambil burung karena terbelit utang di bank.

AKBP Rama Samtama Putra menyerahkan tali asih kepada mantan Kasatreskoba Polres Bangkalan AKP Soekris Trihartono.

full pakai bahasa Madura. Jadinya, ya jadi kerap susah untuk bisa berkomunikasi dengan warga,” ungkap Soekris. Selama 11 bulan, sedikitnya 173 kasus narkoba dengan rincian 101 kasus dari Polres dan 72 kasus di tingkat Polsek jajaran, berhasil dibongkar dan diproses secara hukum. Kemudian yang tak bisa dilupakan ketika mengungkap kasus narkoba jaringan Malaysia-Pontianak-Bangkalan dan bernuara di Kecamatan Sukobanah, Kabupaten

Sampang. Juga ketika berhasil meringkus DPO seoarang tenaga pengajar di Kecamatan Kwanyar, yang tidak hanya menjadi budak narkoba, tetapi juga berprofesi sebagai bandar. “Sekarang ini, masih ada sisa 32 kasus narkoba yang sedang ditangani rekan-rekan penyidik. Semoga bisa segera tuntas. Saya yakin, rekan-rekan Polres Bangkalan memang oke,” pungkas Soekris. (dwi/ras/mik)

Kapolres Malang Kunjungi Pesantren Tangguh di Pakisaji Malang, Memorandum Untuk menekan penyebaran Covid-19, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar melakukan kunjungan ke pondok pesantren tangguh Miftahul Jannah di Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Senin (8/6). Diharapkan kapolres, ponpes tangguh ini mampu menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan sehingga a aman dapat memberikan rasa i. Kundan nyaman bagi santri. encejungan ini bagian dari pencegahan dan sosialisasi menegah genai pentingnya mencegah Covid-19. Dalam kunjungan ke us Ponpes yang diasuh Gus aAbdullah Mahrus ini, kaan polres menyampaikan pentingnya peran pesantren untuk memutus penularan Covid-19. “Di Malang Raya terdapat 100 lebih pasien positif Covid-19. Oleh karena itu perlu penerapan protokol kesehatan. Dengan adanya pesantren tangguh ini, pencegahan penyebaran Covid-19 di pesantren dapat ter-

FOTO: MEMORANDUM/DIA

b bumi (manusia) dan kayangan. K Kalau manusia ingin mendengar suara dewa mereka harus semedi di puncak Gunung Meru. Tak ayal, hingga saat ini banyak masyarakat Jawa dan Bali masih menganggap gunung sebagai Semeru tempat kediaman Dewa-Dewa atau mahluk halus. Menurut orang Bali, Gunung Mahameru dipercaya sebagai Bapak Gunung Agung. Upacara sesaji kepada para dewa-dewa Gunung Mahameru juga dilakukan oleh

Mojokerto pelaku pernah mengambil motor Beat tahun 2018 warna hitam nopol S-3786-QT milik korban yang diparkir di depan warung pinggir JalanRaya Desa Sumolawang Kecamatan Puri. Aksi pelaku terekam CCTV di sekitar TKP.

“Atas dasar bukti CCTV inilah,anggota melakukan penyelidikan dan berhasil melakukan p g p terhadap p penangkapan pelaku,” terang Feby dalam konferensi pers, Senin (8/6). D u a pelaku y a n g

2 Bersaudara Pencuri Burung Murai Ditangkap

FOTO: MEMORANDUM/MHD

Todongkan Pistol ke Polisi, Pelaku Curanmor Ditembak Mati

Kapolres Lumajang Segera Bentuk Tim Kuro-Kuro Lumajang, Memorandum Polres Lumajang akan segera membentuk tim Kuro-Kuro yang berarti kuat silaturahmi, roso, dan kuat rogo. Selanjutnya, tim ini akan beriringan dengan tim Cobra, karena keduanya saling berkesinambungan seperti sejarahnya Gunung Semeru. Kapolres Lumajang AKBP Deddy Foury Millewa juga menceritakan sejarah dari Gunung Semeru ketika dipindahkan ke pulau Jawa. Konon, Dewa Wisnu menjelma menjadi seekor kura-kura raksasa dan menggendong gunung itu di punggungnya, sementara Dewa Brahma menjelma menjadi ular panjang yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan badan kurakura sehingga gunung itu dapat diangkut. Kedua dewa tersebut lalu meletakkan au gunung Meru di bagian barat Pulau nJawa. Tetapi berat gunung itu mengakibatkan ujung pulau bagian timur terangkat ke atas. Wisnu dan Brahma lalu memotong Gunung Meru dan meletakkannya satu di ujung timur dan satu di barat. Potongan gunung yang berada di sebelah barat membentuk Gunung Pawitra, yang sekarang dikenal dengan nama Gunung Pananggungan, dan bagian utama dari Gunung Meru, sekarang dikenal dengan nama Gunung Semeru. Di gunung inilah diyakini para dewa bersemayam. Dalam agama Hindu, Gunung Meru dianggap sebagai rumah para dewa-dewa dan sebagai sarana penghubung antara

SELASA LEGI, 9 JUNI 2020 HALAMAN 6-7

AKBP Hendri Umar meninjau pesantren kampung tangguh di lingkungan pondok pesantren.

la laksana,” kata Hendri, ke kemarin. Ditekankan olehnya, sangat penting melakukan pengecekan santri yang baru datang dan penerapan jarak fisik dalam kegiatan belajar mengajar. Selain itu, di pesantren tangguh juga harus memiliki ruang isolasi bagi santri yang sakit. Pengasuh Ponpes Miftahul Jannah Gus Abdullah Mahrus menyampaikan, selama

ini pondoknya telah berusaha menerapkan protokol kesehatan mengikuti anjuran pemerintah. “Kita ikuti imbauan dan anjuran pemerintah, seperti Salat Ied kemarin tidak kami adakan. Kemudian, untuk sementara kegiatan belajar mengajar ditiadakan. Untuk santri yang baru datang kami cek kesehatannya dengan memeriksa suhu tubuh,” terangnya. Sementara itu, Kepala Pusk-

esmas Pakisaji dr Samsi yang mendampingi kunjungan memaparkan, rapid test yang dilakukan di Pasar Pakisaji, terdapat dua orang reaktif. “ Setelah di test swab, hasilnya positif. Dua orang ini tidak mengalami gejala maupun keluhan. Saat ini sudah dalam penanganan Dinkes. Kami harap masyarakat tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya. (dia/mik)


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

MADURA

SELASA LEGI, 9 JUNI 2020 HALAMAN 8

BIRO MADURA RAY RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. WAKABIRO: Sujak Lukman REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.

AMPS Tuntut Transparansi Anggaran Pasien Positif di Bangkalan Tambah 11 Orang Bangkalan, Memorandum Pandemi covid-19 di Kabupaten Bangkalan sepekan pasca pemberlakukan new normal, Minggu (1/6), justru terus bertambah status ODR (orang dalam risiko), ODP (orang dalam pemantauan), PDP (pasien dalam pengawasan), dan warga yang positif terpapar virus corona. Jubir Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Bangkalan dr Agus Zein Sugianto, mengungkap ada penambahan 11 warga yang positif terjangkit. “Dalam catatan kami, Selasa (2/6) lalu, jumlah warga positif berdasar hasil tes SWAB-PCR sudah mencapa 50 orang,” katanya, Senin (8/6). Tetapi, lima hari berselang, angkanya sudah meningkat jadi 61 orang. Atau ada tambahan 11 warga positif terpapar. Mereka tersebar di lima kecamatan. Masing-masing tiga di Kecamatan Bangkalan dan Sepulu. Yakni MH (58), S (29), dan MM di Kecamatan Bangkalan, serta HN (45), H (68), dan AS (55) di Sepulu. Berikutnya, dua pasien dari Burneh, yakni AD (27) dan M (56), dua dari Labang, yakni SAA (26) dan S (59). “Satu tambahan warga positif terpapar sisanya adalah MSM (31) dari Kamal,” tandas Agus Zein. Ironisnya, MSM dan AD merupakan tenaga medis. Diduga mereka tertular dari klaster rumah sakit di Surabaya. sedangkan MM dan S tertular dari klaster pelayaran, serta dua lainnya tertular dari klaster keluarga. Yakni S dan AS yang merupakan anak dan suami dari pasien positif sebelumnya. Satu-satunya yang belum terlacak adalah H, warga Desa Prancak, Kecamatan Sepulu. “Belum diketahui tertular dari klaster mana. Tim dinas kesehatan masih melakukan tracing,”papar Agus Zein. Mencermati penambahan jumlah pasien positif pasca pemberlakuan new normal itu, Agus Zein tetap berharap semua pihak waspada. Apalagi ODP sudah mencapai 19.760 orang, 7.609 di antaranya masih dalam masa observasi 14 hari. “Itu sebabnya, kami mengingatkan agar seluruh warga semakin waspada. Jangan alpa. Mari tetap patuh dan displin menerapkan protokol pencegahan covid 19. Rajin cuci tangan, jaga jarak jika berkomunikasi dengan orang lain, wajib pakai masker, serta rutin mengkonsumsi makanan bergizi,” pungkas kepala dinas kominfo tersebut. (ras/epe)

Audensi dilaksanakan sebagai bentuk keperdulian mahasiswa kepada pemkab. Yang menjadi sorotan APMS di antaranya, anggaran penanganan Covid-19 dan penerbitan surat edaran (SE) bupati tentang rapid test masyarakat yang diharuskan membayar sekitar Rp 300 hingga 400 ribu. “Harapan kami, ke depan mahasiswa dilibatkan dalam rapat hingga ada transparansi,” kata Hendra Prayogi, koordinator aksi AMPS, Senin (8/6). Permasalahan anggaran, mahasiswa meminta penga-

wasan lebih diperhatikan. Sebab anggaran Rp 95 miliar dari pemkab bersifat menyediakan. Dan seperti disampaikan sekretaris daerah (sekda) beberapa waktu lalu, anggaran itu sudah dipergunakan Rp 12 miliar. Penanganan Covid-19 di Sumenep cukup bagus namun lemah pengawalan kebijakan tersebut. Ini yang jadi dasar AMPS mengajukan rekomendasi lebih dilakukan lebih serius. “Harus ada pengawalan kebijakan hingga kebijakan yang dikeluarkan Pemkab Sumenep

Didampingi AMPS, Bupati Busyo Karim meladeni wawancara media.

benar-benar terlaksana di bawah,” imbuhnya. Bupati Sumenep A Buya

Busyro Karim mengatakan, pertanyaan mahasiswa terkait kebijakan pemkab untuk pena-

nganan covid-19, semestinya sudah terjawab semua. Kendati ada beberapa yang diakui tidak memuaskan mahasiswa. Menurut bupati, mahasiswa telah mendapat gambaran bagaimana pemkab bekerja. Selain itu, menjelaskan dua pernyataan sekda soal anggaran yang turun Rp 12 miliar dan Rp 2 miliar. “Pak sekda sempat menyampaikan 12 miliar di lain waktu Rp 2 miliar, sudah kami jelaskan dua pernyataan berbeda itu,” ungkapnya. Yakni 12 miliar turun dari kas daerah baru kemudian turun ke organisasi perangkat daerah (OPD). Dan OPD belum melaksanakan semua kegiatan atau menyerahkan barang-barang. (uri/epe)

FOTO: MEMORANDUM/URI

dr Agus Zein Sugianto MPd

Sumenep, Memorandum Aliansi Mahasiswa Perduli Sumenep (APMS) melakukan audiensi dengan jajaran pemerintah kabupaten (pemkab) terkait penanganan covid-19.

FOTO: MEMORANDUM/URI

FOTO: MEMORANDUM/RAS

Bupati Beri Penjelasan Dalam Audiensi Penanganan Covid-19

Otopsi jenazah Aliman dilakukan Tim DVI Polda Jatim di lokasi pemakaman.

Jenazah Aliman Diotopsi Polda Jatim FOTO: MEMORANDUM/RAS

Sumenep, Memorandum Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Polda Jatim melakukan otopsi terhadap jenazah Aliman yang ditemukan meninggal dunia di dapur rumah Samsa, warga Dusun

Tenggina, Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa, beberapa waktu lalu. Tim DVI tiba di pemakaman Desa Sambakati, Arjasa, Senin (8/6) pukul 08.30. Setengah jam kemudian proses penggalian kubur

dilakukan. "Sekitar jam 10.00, otopsi dilaksanakan dan selesai pukul 12.30," kata Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti S. Pembongkaran kuburan dilakukan untuk menguak misteri penyebab kematian Aliman.

Sebelumnya, warga digegerkan penemuan mayat di dapur rumah Samsa. "Untuk selanjutnya hasil otopsi menunggu pemeriksaan tim DVI Polda Jatim,” tutup AKP Widiarti. (uri/epe)

Geliat Usaha Batik Tulis Khas Sumenep Muncul di Pelosok Desa

Drs H Bambang Budi Mustika MM

Masuki Puncak Musim Hujan

Bangkalan, Memorandum Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan Bambang Budi Mustika mengingatkan semua kepala sekolah di kawasan rawan bajir, agar mewaspadai kemungkinan terjadinya musibah banjir. Apalagi di kawasan yang kerap jadi langganan di musim penghujan. Semuanya harus sigap menyelamatkan dokumen penting yang berkait dengan data siswa, guru, dan dokumen penting lainnya. “Ini perlu kami ingatkan karena hujan deras berkepanjangan, setidaknya dalam sepekan terakhir kembali melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Bangkalan,” kata Bambang, Senin (8/6). Terlebih kegiatan belajar mengajar (KBM) di semua lembaga pendidikan masih dalam proses KBM at home akibat covid-19. Kesigapan itu, menurut Bambang, bisa diaplikasikan dengan cara memindahkan sementara waktu semua dokumen ke tempat yang aman. Menurut Bambang, jika merujuk pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ada sejumlah sekolah di beberapa kecamatan yang selalu menjadi langgganan genangan banjir dengan ketinggian air dari setengah meter hingga 1 meter lebih ketika puncak musim hujan. Di Kecamatan Tanjung Bumi, misalnya, kerap melanda SDN Tanjung Bumi 1 dan 2, SMPN 1, SMAN 1 dan SMKN 1 Tanjung Bumi. Bahkan banjir hingga 2 meter juga kerap melanda sebagian besar SDN di ibu kota Kecamatan Blega. Banjir kiriman itu akibat luapan dua sungai besar yang membelah Blega. Sedangkan di Arosbaya, atonaong, Pandan Lanjang, dan Glagah, juga berpotensi terjadi banjir kiriman. “Nah agar tidak sibuk mendadak, ada baiknya jika semua dokumen penting, alat peraga, dan buku perpustakaan dikemas rapi, agar jika sewaktu-waktu banjir mendadak, proses evakuasinya bisa lebih mudah, cepat dan efisien,” tandas Bambang. (ras/epe)

FOTO: MEMORANDUM/AAN

Disdik Ingatkan Penyelamatan Dokumen Penting Sekolah

Proses produksi batik tulis khas Sumenep dan beberapa hasilnya yang siap jual (inset).

Sumenep, Memorandum Promosi batik tulis khas Sumenep yang gencar dilakukan pemerintah kabupaten (pemkab) bersama para pengrajin dan pengusaha batik, membuat generasi muda ikut tertarik menekuni bidang usaha warisan nenek moyang tersebut. Saat ini sentra batik di Kabupaten Sumenep tidak hanya di Kecamatan Bluto. Tapi sudah mulai berkembang ke daerah lain. Salah satunya di Kecamatan Kota. Bahkan saat ini geliat

usaha batik tulis mulai muncul di Kecamatan Rubaru. Usaha batik tulis yang berada di Desa Mandala Kecamatan Rubaru itu digagas Darto bersama dua rekannya, Paidi dan Tazam. Generasi milenial itu memberi nama usahanya Darma Batik Tulis Madura. Menurut Darto, perintis sekaligus desainer Darma Batik, pendirian batik tulis tersebut tujuan awalnya untuk melestarikan kearifan lokal dan kreativitas leluhur. Sehingga dia ber-

sama rekan-rekannya mengaku punya kewajiban merawat batik sebagai seni asli nusantara yang telah diakui dunia. “Batik tulis sebagai salah satu budaya adiluhung bangsa Indonesia yang sudah mendunia, telah diwariskan oleh nenek moyang kepada kita. Sehingga generasi muda harus melanjutkan agar tetap lestari dan tidak punah,” tutur Darto, Senin (8/6). Untuk bisa bersaing di pasaran, Darto dan rekannya menekankan pentingnya kete-

pemb kunan prosess pembuatan, upl date motif dan pelayanan yang memuaskan pada konsumen. Apalagi Darma Batik memiliki strategi guna merebut pasar batik tulis dengan menawarkan motif sesuai selera konsumen serta limited edition. Selain itu, Darma Batik juga siap memberikan harga yang bersahabat kepada pelanggan. Tapi tetap memperhatikan keis-

timewaan produk serta keawetan bahannya demi memuaskan pembeli. “Harga batik tulis di Da Darma Batik dimulai Rp 450 ribu sampai Rp 3 juta. Kami bera memberi gaberani ran ransi menggant yang baru ti jika batik itu rusak atau warnanya pudar selama dua tahun,” tegas Tazam yang didapuk jadi manajer Darma Batik Tulis Madura. Pemuda yang menjadi marketing Darma Batik itu mengatakan, ketekunan dan pelayanan terbaik yang diberikan membuat pesanan batiknya semakin meluas. Saat ini Darma Batik mulai dikenal oleh pecinta batik di seluruh pelosok nusantara. Promosi tersebut berhasil karena mereka memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi. Bahkan selama 3 tahun sejak berdiri, Darma Batik memanfaatkan media sosial serta bersinergi dengan media cetak maupun online. “Alhamdulillah, sekarang Darma Batik mulai dikenal. Yang pesan sudah banyak mulai dari lokal Madura, Jawa Timur, Jawa Tengah, Semarang, Bali, dan Jakarta. Bahkan ada juga dari Aceh, ” tutur Paidi, pemuda yang turut serta menjadi pioner Darma Batik. (aan/epe)


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

TRENGGALEK

SELASA LEGI, 9 JUNI 2020 HALAMAN 9

KABIRO TRENGGALEK: Hamzah Abdillah. WARTAWAN: Agus Purwanto, Ahmad Yulis. ALAMAT : Jalan Wr Supratman Gang Parangjanoko no 4, Kelurahan Sumbergedong, Kec/Kab Trenggalek.

Trenggalek Siapkan Pembelajaran New Normal Trenggalek, Memorandum Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek telah merancang skema pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di SD dan SMP untuk tahun ajaran baru mendatang. Disdikpora akan menerapkan pembelajaran new normal, apabila pemerintah kabupaten (Pemkab) Trenggalek telah mendeklarasikan diri untuk masuk ke era tersebut. "Jika ditetapkan new normal

di Trenggalek, maka pembelajaran new normal akan berlangsung mulai 13 Juli 2020," kata Kepala Disdikpora Trenggalek Totok Rudijanto beberapa waktu lalu. Sebagaimana dilansir tri-

bunnews.com, ada pembelajaran itu nanti, siswa tetap masuk ke sekolah. Namun ada beberapa aturan baru yang berbeda. Untuk sekolah yang jumlah siswa per kelasnya di bawah sepuluh orang, pembelajaran hanya perlu menerapkan jaga jarak. Sementara untuk sekolah yang jumlah siswanya di atas itu, sekolah harus menerapkan sif dengan jumlah siswa

per sif tak lebih dari sepuluh siswa. Dengan aturan itu, kata Totok, pembelajaran bisa berlangsung tanpa jam istirahat dan pemendekan durasi belajar-mengajar. "Misalnya dari pukul 07.00 WIB sampai 10.00 WIB, lalu pukul 10.00 WIB sampai 13.00 WIB, dan seterusnya," sambung dia. Totok bilang, aturan ini bersifat fleksibel. Sekolah bisa menerapkan ketentuan waktu ma-

suk sesuai kondisi di lapangan. Apalagi, saat ini masih ada beberapa sekolah yang dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri bagi orang dalam pantauan (ODP). Pembatasan jumlah siswa itu agar sekolah tetap bisa menerapkan jaga jarak dalam pembelajaran.Tak cuma itu, siswa juga wajib menggunakan masker dan alat pelindung diri lain. Juga wajib rajin mencuci tangan di wastafel yang disedi-

akan sekolah. "Namun apabila pemkab tidak menetapkan status new normal, pembelajaran akan kembali ke dalam jaringan atau online," sambung Totok. Pembelajaran online yang dimaksud sama dengan proses yang saat ini berjalan, hingga 20 Juni nanti. Pembatasan jumlah siswa itu agar sekolah tetap bisa menerapkan jaga jarak dalam pembelajaran. Tak cuma itu, siswa juga

wajib menggunakan masker dan alat pelindung diri lain. Juga wajib rajin mencuci tangan di wastafel yang disediakan sekolah. "Namun apabila pemkab tidak menetapkan status new normal, pembelajaran akan kembali ke dalam jaringan atau online," sambung Totok. Pembelajaran online yang dimaksud sama dengan proses yang saat ini berjalan hingga 20 Juni nanti. (*/udi)

Cegah Penyebaran Covid-19, Lomba Burung Dibubarkan Banyuwangi, Memorandum Polisi Banyuwangi melarang lomba burung yang sering menjadi tempat kerumunan massa. Pembubaran sempat dilakukan. Hal ini untuk membatasi penularan Covid-19 yang hingga kini masih menjadi pandemi di Indonesia. "Kami terpaksa melakukan pembubaran terhadap lomba burung berkicau di Banyuwangi. Karena dalam kegiatan lomba ini membuat kerumunan massa," ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin sebagaimana dilansir detik.com, Senin (8/6). Lomba burung yang sudah dibubarkan berada di Jalan MH Thamrin, Kecamatan Giri, Minggu (7/6/2020). Mengetahui hal ini polisi langsung mendatangi arena lomba dan membubarkannya. Lomba burung ini diikuti ratusan orang sehingga terjadi kerumunan. Para pesertanya juga banyak yang tidak memakai masker dan mengabaikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Kapolresta menambahkan arena lomba burung itu diikuti sekitar 300 orang. Sehingga terjadi kerumunan dan mengabaikan physical distancing. "Tentu pembubaran ini juga termasuk pelarangan untuk seluruh wilayah Banyuwangi. Aktivitas lomba burung bisa dilakukan setelah pemerintah kembali memperbolehkan. Tentu dengan protap Covid-19 jika nantinya diizinkan," tambahnya. Petugas, kata Kapolresta melakukan upaya persuasif agar para peserta dan pengunjung lomba burung berkicau membubarkan diri. Polisi menegaskan adanya kerumunan dan tidak adanya protokol kesehatan berpotensi menjadi tempat penularan Covid-19. "Setelah kegiatan dihentikan dan para pengunjung meninggalkan lokasi kemudian diberikan pembinaan terhadap penyelenggara lomba burung untuk tidak melaksanakan kegiatan lomba burung berkicau guna mencegah penyebaran virus Corona," pungkasnya. (*/udi)

Lokasi mayat perempuan korban pembunuhan.

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

Pembunuh Wanita di Pangkur Terungkap

Ilustrasi lomba burung.

S E RV I C E

SURABAYA

MOTOR DIJUAL HONDA DI.JUAL SPD MTR HND KHARISMA TH. 2004 HUB.OM ENG JL.SIMOMULYO BARU 2.D/14 SBY. TELP 087703374261.

RUMAH DIJUAL Jual Rmh yk.10x12 m2 KT.5 SHM Ada Garasi Mobil. Jl Rajawali No.26 (Perum Rewwin) Sidoarjo. Hrg 1 Milyar (Bs Nego) Listrik 1300 watt. PDAM + AC. Hub: 0813 3222 4306 0822 2351 1599.

TANAH DIJUAL Jual tanah Kavling luas 410m2 dekat daerah wisata pasar Lawang.300 Jt AJB terpasang Listrik 1.300 watt WA081335776262,081333477677

Ngawi, Memorandum Pembunuh YT (30) yang mayatnya ditemukan tertutup jerami sudah diketahui. Pelaku adalah Kadianto (46), pemilik rumah lokasi ditemukannya mayat YT. Namun Kadianto juga ditemukan dalam keadaan tewas. Pria warga Dusun Gadung, Desa Ngompro, Kecamatan Pangkur, Ngawi ditemukan tewas gantung diri. Lokasi tempat Kadianto gantung diri berjarak sekitar 500 meter dari lokasi penemuan mayat YT. "Hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi memang pelaku telah bunuh diri dengan

PARANORMAL

CV.TOP Ahli Pendinginan AC Split Cuci 45 Freon 75, Bongkar 125 / Pas 175. Ahli kipas, msn cuci, Central/Chiler, Casetta, Whiter, Dispenser, P.air, TV, DVD, dll.J/B AC bekas. Kjrn:0315150.3333 Rkt:0851.0777.7754 Myjen 031-5150.3332

Kredit KTP Luar Kota, Kost bisa dilayani

HUB: Jl. Barata Jaya 19 No. 5 Surabaya 031-5043081 -5048607 - 085100583104 00.30/04-5/05

SEDOT WC Jitu Ahli Sedot Saluran Air & Sedot WC Mampet, Tanpa Bongkar Kimia, Terima Kuras Sumur, Tandon, Kolam, Sedot WC, Dorongan. Kenjeran:031-5150.3330 Rungkut:0851.0877.7759 Mayjen:0851.0777.7715.

LOWONGAN Dicari Customer Service dan design Kirim lamaran ke Prima Advertising Jl.Ngagel Jaya Selatan No.102 Sby.

BHN BANGUNAN

NATA CARESOLUTION MEMBUKA LOWONGAN KERJA UNT PRT, BABY SISTER 083117093567. Lowongan Tkg Las Dodog Cat Kabin Truk Pglman Domisili Sidoarjo Hub: 081330994567.

PENGOBATAN DJIAJENG S (Mahar 50 rb) Menangani segala problem sulit JODOH, dan Rejeki dan juga SUSUK utk segala keperluan BUKA AURA UTK BISNIS,BEDAK PELET PENGLARIS, dan juga TERAPI segala PENYAKIT. WĞƌƵŵ 'ƌŝLJĂ <ĂƌLJĂ ^ĞĚĂƟ WĞƌŵĂŝ ůŽŬ EŽ͘ϭ Zd Ϯϵ Zt ϭϮ ^ĞĚĂƟ 'ĞĚĞ :ƵĂŶĚĂ

TELP. 087732541691

ninggal gantung diri," katanya. Khoirul mengatakan saat ini pihaknya telah memeriksa tujuh saksi atas insiden tewasnya YT warga Desa Pangkur, Ngawi. "Sudah ada tujuh saksi diperiksa terkait kasus jenazah yang ditemukan tertutup jerami di Pangkur. Tapi kemungkinan bertambah," paparnya. Sebelumnya Tim Identifikasi Polres Ngawi juga telah melakukan autopsi terhadap mayat wanita tersebut. Hasil autopsi yang dilakukan di RSUD dr Soeroto Ngawi menyebut ada luka pukul di kepala korban. Selain itu, pada leher korban juga ditemukan bekas cekikan.

PENGUMUMAN dĞůĂŚ ,ŝůĂŶŐ ^ĞƌƟĮŬĂƚ ,ĂŬ DŝůŝŬ ĂͬŶ DƵƐƚĂŬŝŵ ĂůĂŵĂƚ ůƵƌƵ WĞƌŵĂŝ ůŽŬ EŽ͘ ϴ ^ŝĚŽĂƌũŽ Ěŝ ƉĞƌũĂůĂŶĂŶ ĂŶƚĂƌĂ ^ŝĚŽĂƌũŽ Ͳ :ŽŵďĂŶŐ͘ ĂŐŝ LJĂŶŐ ŵĞŶĞŵƵŬĂŶ ĚŝďĞƌŝ ŝŵďĂůĂŶ ƐĞƉĂŶƚĂƐŶLJĂ͘

KEHILANGAN

KEHILANGAN

Hilang STNK spd motor Honda 2009 L6232D A/N: Go Bintang Fianto G D/A: D Husada Timur M-37.

Kehilangan STNK W2819AI th. 2016 An. Aris Kurniawan Pratomo Ds. Sumput asri blok AQ 16 RT 27/8 Driyorejo Gresik

Hilang STNK BEAT 2016. Nopol: AG - 2344- KS, putih merah & STNK REVO 2005. Nopol: AG2624-KAG an.AKILA MISERI. Hub: 081555740464.

KEHILANGAN

Tlh Hilang STNK Honda L-2607-HQ An Sunarsih Jl.Pandegiling 4/20 Sby. Hub: 081803224725.

Hilang BPKB Mobil TOYOTA ALL NEW FORTUNER Th.2017 L1802-BJ a/n JOHANES Jl. Raya Wiguna Selatan No. 57.

jam berselang, warga sekitar Waduk Pondok digegerkan pria gantung diri. Pria itu ternyata Kadianto pemilik rumah lokasi korban ditemukan. (*/udi)

HILANG STNK YAMAHA MIO J ( W 4118 PN) CHOVIDOTUL RHOVIAH. 081357122204.

Hilang STNK Honda Revo th’2010 AE-6894-BI An.Topan Nuryanto D/a.Jl Wiyata Jaya Gg Buntu 4-B Madiun.

Hilang STNK spd motor Yamaha 2012 L-5605-OQ A/N: Doddy Adi Prasetyo D/A: Kaliasin 3/3-C.

Mayat wanita itu ditemukan di belakang rumah warga di Dusun Gadung, Desa Ngompro, Kecamatan Pangkur, Ngawi, Sabtu (6/6). Beberapa

KEHILANGAN

URUKAN GRAGAL, Buang Gragal, Sertu uruk, Sertu ayak, Pasir Lumajang, Pasir Kediri, Tensia koral, Bata Merah/Bata Pres MRH/Bata Umpak/Bata Kombang Tuban Dll. Percolt Pick up / Borongan Wil Sby Timt. Hub: 081331583815/085102880022.

HILANG STNK MTR SZK FU150 TH.15 N.2213.TBC AN.RUDI HARTOYO JL. NGELAWANG RT.01. RW.01 PASURUAN.

RATU PENAKLUK CINTA

MOTOR BEKAS + BARU Segala Merk Sport & Bebek

cara gantung diri di Waduk Pondok. Dari ciri kondisi jenazah diperkiraan meninggal di hari yang sama antara korban dan pelaku," ujar Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Khoirul Hidayat sebagaimana dilansir detik.com Senin (8/6). Kesimpulan itu didapat setelah Khoirul memeriksa para saksi. Saksi menyebut bahwa korban dan pelaku saling mengenal. Sehari sebelum ditemukan tewas, saksi juga sempat melihat korban dan pelaku berboncengan motor. "Keterangan para saksi menyebut pelaku mengarah ke Kadianto yang ditemukan me-

HILANG STNK HONDA SCOOPY W-5435-WJ (AGUNG BUDI SANTOSO) 081357122204

Hilang STNK Spd Motor Honda 2018 L-6908-ES A/N: Risty Utami D/A: Gubeng Jaya 2/65.

HILANG STNK SUZUKI/ FW110SCD (W-5392-TU) FARIS IRAWAN 085731040550.Jika menemukan STNK L3301HB segera Hub : 082141428141 an. Wahyu. Hilang STNK Mtr Honda 2014 nopol W2315-ZB An.Yuantin Sambisari Rt.32 Rw.06 Ds.Sambibulu Taman Sda. HILANG STNK spd mtr Ymh Jupter thn 2008 Nopol W-5351 XG an. Rahmat Hidayat d/a Wonocolo Gang 4 No. 65 Rt 07 RW 03 Taman Sidoarjo HLG STNK HONDA VARIO 2012 W-6428-CC W.WHITE BLUE AN.AFIF SULTONI JL.MERDEKA 9/05 DS.MOJOPURO WETAN KEC.BUNGAH GRESIK.

Kehilangan STNK W3316BL th. 2005 An. Bambang Suyono Jl. KH. Abd. Karim XIV/26 RT 2/2 Trate Gresik

Hilang STNK Spd Motor Honda Beat L5304FU A/N: Sri Rahayu D/A: Kalibokor 111.

Kehilangan STNK W2401BD th. 2018 An. Muhamad Munib Firdaus Ds. Hulaan RT 13/6 Menganti Gresik

Telah Kehilangan BPKB Honda Beat L-5649-WI An Titik Setiati Simo Sidomulyo V/52.

Kehilangan STNK W4841JI th. 2014 An. Aries Tri Prasetyo Ds. Mojoroto RT 2/2 Balong pangang Gresik

Kehilangan STNK W1795AO th. 2010 An. PT. Wijaya Indonesia MBI Ds. Bambe RT 18/5 Driyorejo Gresik Kehilangan STNK W1926BN th. 2012 An. PT. Sungwoo Indonesia Jl. Mayjend Sungkono GG. XIV Ds. Penambangan Kebomas Gresik Kehilangan STNK W6142CI th. 2019 An. Stefanus Fany nagas pamungkas Jl. Tauchid D-98 Perum PT. SG RT 24/1 Kel. Sidomoro Kebomas Gresik Kehilangan STNK W8021DV th. 2019 An. Eni Salamah Jl. Sunan Giri 15E/5 RT 18/5 Kel. Giri Kebomas Gresik Kehilangan STNK W1966AA th. 2020 An. Imam Wahyudi Jl. KH. Faqih Usman 9/1 RT 7/2 Kel. Kemitraan Gresik HILANG STNK SPD MTR: S3608-IB. NK MH1KF4115JK082877. NS.KF41E1083550. AN. HARTINI. D/a: DS.SIDOGEMBUL RT/RW.03/05 KEC.SUKODADI KAB.LAMONGAN


memorandum.co.id

MOJOKERTO-JOMBANG

memorandumredaksi @gmail.com

SELASA LEGI, 9 JUNI 2020 HALAMAN 10

KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.

57 Siswa SMP Tidak Lulus

“

Jombang, Memorandum Puluhan siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Jombang dinyatakan tidak lulus. Hal ini dibuktikan dengan kelulusan serentak yang disampaikan pada Jumat (5/6) kemarin. Sedikitnya 57 peserta didik dinyatakan tidak lulus akibat drop out (DO). Secara otomatis, mereka tidak mengikuti ujian dan keluar dari sekolah.

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

Ketua DPRD Jombang, Mas’ud Zuremi

Meningkatnya Pasien Corona

Ketua Dewan Imbau Semua Pihak Prihatin Jombang, Memorandum Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang prihatin dengan kondisi meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19. Kembali diingatkan agar semua kalangan masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan. “Sudah tentu bahwa kita harus sama-sama merasa prihatin, dengan meningkatnya jumlah pasien positif yang ada di Jombang. Karena bagaimanapun justru terjadi menjelang penerapan new normal,” papar Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi, Senin (8/6). Dengan kondisi tadi, secara khusus Ketua Dewan mengapresiasi tindakan konkrit yang telah diambil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang yakni dengan penutupan Pasar Peterongan untuk selanjutnya dilakukan penyemprotan disinfektan. “Karena upaya tersebut dilakukan, untuk memutus mata rantai penyebaran virus,” sambungnya. Kendati tindakan responsif tadi hanya dilakukan selama tiga hari, lanjut Politisi PKB itu, tapi dengan munculnya klaster baru membuktikan jika disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan sangat kurang. “Selain kurangnya tingkat kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Minimnya tingkat pengawasan oleh dinas terkait menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan,” lanjutnya. Kemudian, terang Ketua Dewan, banyak pihak yang terus bertanya kenapa upaya penutupan hanya dilakukan selama tiga hari. Pihaknya menekankan agar berbagai elemen hendaknya berfikir lebih bijaksana lagi. Sebab, kalau penutupan dilakukan lebih lama lagi. Sudah tentu pula dampaknya bakal luar biasa, utamanya kepada pedagang pasar. “Sampai hari ini masih banyak yang bertanya kenapa upaya penutupan hanya dilakukan selama 3 hari. Tentu kita harus kembali berfikir, dampaknya bakal luar biasa,” terangnya. (wan/rif)

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Karakter SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang Agus Suryo Handoko mengatakan,” Siswa SMP negeri sebanyak 18 siswa dan SMP swasta sebanyak 39 siswa. Mereka tidak lulus karena tidak mengikuti ujian sekolah”. Rinciannya, dari total daftar nominasi tetap (DNT) siswa SMP negeri di Jombang sebanyak 9.777 siswa tersebar di 48

sekolah. Dari jumlah itu diketahui 9.759 siswa yang mengikuti ujian sekolah (US). ”Siswa yang mengikuti US ini lulus 100 persen. Sedangkan 18 siswa lainnya tidak lulus karena tidak mengikuti ujian karena DO,’’ ujarnya, Senin (8/6). Begitu juga dengan jumlah siswa SMP swasta, dari total daftar nominasi tetap (DNT) sebanyak 3.452 siswa yang tersebar di 79 sekolah. Diketahui ada 3.413 siswa yang mengikuti

Siswa SMP negeri sebanyak 18 siswa dan SMP swasta sebanyak 39 siswa. Mereka tidak lulus karena tidak mengikuti ujian sekolah,"

Agus Suryo Handoko

Agus Suryo Handoko Kabid PK SMP Disdikbud Jombang

ujian sekolah. "Sehingga ada 39 siswa dinyatakan tidak lulus karena tidak mengikuti ujian atau DO,’’ tambahnya merinci. Pengumuman sendiri di-

lakukan di masing-masing sekolah secara online. Itu sesuai surat Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor: 422.1/2240/415.16/2020 tanggal

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

4 Juni 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan, Pengumuman kelulusan disampaikan kepada peserta didik melalui mekanisme dalam jaringan (daring). Disinggung pengambilan ijazah, siswa diperbolehkan datang ke sekolah dengan tetap memenuhi protokol kesehatan. ”Dengan cara sekolah menghadirkan peserta didik secara bertahap dan terjadwal untuk menghindari kerumunan peserta didik,’’ jelas Agus. Hanya saja, saat ini ijazah belum bisa diambil karena blangko dari pusat belum tersedia. Meski begitu, siswa tetap mendapat surat keterangan lulus (SKL) yang bisa diunduh melalui link masing-masing sekolah. (wan/rif)

Anggota Polres Mojokerto Kota Jalani Rapid Test Mojokerto, Memorandum Antisipasi penyebaran covid-19, Polres Mojokerto Kota melakukan rapid test terhadap ratusan anggotanya. Pemeriksaan dilakukan bertahap mulai hari Sabtu (6/6) di Kantor Labkesda Kota Mojokerto Jalan HOS Cokroaminoto, Kota Mojokerto. Kapolres Mojokerto Kota AKBP Bogiek Sugiyarto SH SIK MH mengatakan, sudah 150 anggota telah menjalani rapid test. “Rapid test diselenggarakan bekerja sama dengan Pemkot dan Pemkab serta Labkesda Mojokerto,” terang kapolres, Senin (8/6). Lebih lanjut dikatakannya, pemeriksaan kesehatan ini dimaksudkan untuk mendeteksi dan antisipasi penyebaran virus covid-19 di lingkup Polres Mojokerto Kota. “Kita semua ingin terbebas dari virus corona, baik petugas, keluarga maupun masyarakat yang setiap hari beraktifitas di

FOTO: MEMORANDUM/HUMAS

Anggota Polres Mojokerto Kota mengantre rapid test.

lingkungan Polres Mojokerto Kota,” harap kapolres.

Kegiatan tersebut dilaksanakan, menindak lanju-

ti instruksi pemerintah dan protokol kesehatan, bahwa

seluruh anggota Polri dan masyarakat apabila beraktifitas di luar rumah wajib menggunakan masker, wajib membawa hand sanitizer. Sering cuci tangan dengan air mengalir, hindari sentuhan kulit/ jabat tangan untuk mencegah penyebaran covid-19. Kapolres menambahkan, menghadapi virus corona yang menjadi pandemi dunia diperlukan upaya gotong royong. Sinergitas dan strategi dari semua pihak, jangan panik, tapi tetaplah waspada, jaga imun tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi. "Pemerintah telah mengeluarkan banyak kebijakan demi mencegah penyebaran covid-19, mari bantu lawan corona dengan mentaati setiap kebijakan pemerintah dan mendukung setiap upaya yang dilakukanya untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19,” pungkasnya. (war/rif )

Bupati Mojokerto Serahkan Bantuan untuk Kampung Tangguh Covid-19 Mojokerto, Memorandum Kampung Tangguh Covid-19 di Kabupaten Mojokerto, terus memperkuat pondasi gotong royong dan kemandirian dalam menanggulangi pandemi. Mulai menjaga ketahanan pangan, keamanan, hingga kesiapsiagaan mandiri dalam urusan pemulasaraan jenazah pasien Covid-19.

“

Saya wanti-wanti panjenengan sedoyo (masyarakat sekalian), penularan Covid-19 tidak bisa diprediksi. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah disiplin protokol kesehatan yang diinstruksikan pemerintah. Pakai masker, rutin cuci tangan, penyemprotan disinfektan secara bertahap, terapkan physical distancing,” H Pungkasiadi Bupati Mojokerto

Hal ini bisa dilihat bersama dalam acara penyerahan bantuan APD dan logistik untuk Kampung Tangguh Desa Pugeran Kecamatan Gondang, disertai dengan simulasi pemulasaraan jenazah khusus Covid-19. Simulasi disaksikan langsung oleh Bupati Mojokerto Pungkasiadi, didampingi Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi, Senin (8/6) pagi. “Saya wanti-wanti panjenengan sedoyo (masyarakat sekalian), penularan Covid-19 tidak bisa diprediksi. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah disiplin protokol kesehatan yang diinstruksikan pemerintah. Pakai masker, rutin cuci tangan, penyemprotan disinfektan secara bertahap, terapkan physical distancing,”pesan bupati dalam acara ini. Terkait pemulasaraan jenazah Covid-19, Indonesia sendiri telah mengikuti ketentuan WHO yang juga diterapkan di negara-negara lain. Ketentuan ini lengkap dengan disertai tata cara agama yang dianut. Seluruh petugas pemulasaran jenazah pun wajib menjalankan aturan dan tata cara terstandar.

Pandemi Covid-19 yang menyerang secara global, sangat sulit diprediksi kapan berakhir. Hal ini pun membuat otoritas berwenang seperti pemerintah dan aparat, memiliki keterbatasan dalam mengatasi permasalahan yang kompleks. Hal inilah yang melatarbelakangi bahwa harus ada upaya gotong royong hingga tingkat kampung atau grassroot. “Kampung Tangguh Covid-19 di Kabupaten Mojokerto, akan terus bergerak menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat dalam penanggulangan Covid-19. Kita harus segera bangkit, gotong royong dan mandiri mengatasi pandemi,” tambah bupati dilanjutkan peninjauan posko Kampung Tangguh di Desa Kebontunggul dan Desa Karangkuten. Sebagai informasi, Kabupaten Mojokerto di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini tetap berusaha menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat dengan konsumsi makanan gizi seimbang. Salah satu bahan pangan untuk memenuhi

FOTO: MEMORANDUM/HUMAS

Bupati H Pungkasiadi saat berdialog dengan warga.

kebutuhan tersebut adalah sumber protein hewani dari ikan. Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Mojokerto konsisten mengampanyekan aksi Gemar Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Kampanye Gemarikan juga dilaksanakan di Kecamatan Gondang, sesaat sebelum peninjauan Kampung Tangguh Covid-19. Gemarikan ini meneruskan program Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa timur, dalam rangka penanggulangan dampak covid-19 di daerah

FOTO: MEMORANDUM/HUMAS

Bupati H Pungkasiadi bersama istri memberikan edukasi cuci tangan kepada warga.

FOTO: MEMORANDUM/HUMAS

Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi memberikan bantuan.

rawan pangan dan stunting. Dalam kegiatan kampanye, turut diserahkan paket bantuan produk perikanan pada 150 penerima di tiga kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Antara lain Kecamatan Gondang (Desa Dilem), Kecamatan Jatirejo (Desa Sumberjati), dan Kecamatan Pacet (Desa Candiwatu). Paket yang dibagikan berupa 2 kg ikan segar jenis nila dan lele, 5 kg frozen food berbahan ikan, 5 kg ikan kaleng sarden dan tuna, serta masker kain untuk pencegahan penularan Covid-19. “Ikan dapat dikonsumsi seluruh usia. Ikan adalah salah satu bahan pangan berkualitas penunjang perkembangan otak serta memenuhi gizi seimbang untuk kesehatan. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, kesehatan adalah hal yang sangat penting untuk dijaga. Kita dapat memenuhinya dengan makanan bergizi imbang dan sehat disertai olahraga,” pesan bupati. Kampung Tangguh Covid-19 di Kabupaten Mojokerto, terus memperkuat pondasi gotong royong dan kemandirian dalam menanggulangi pandemi. Mulai menjaga ketahanan pangan, keamanan, hingga kesiapsiagaan mandiri dalam urusan pemulasaraan jenazah pasien Covid-19. Hal ini bisa dilihat bersama dalam acara penyerahan bantuan

APD dan logistik untuk Kampung Tangguh Desa Pugeran Kecamatan Gondang, disertai dengan simulasi pemulasaraan jenazah khusus Covid-19. Simulasi disaksikan langsung oleh Bupati Mojokerto Pungkasiadi, didampingi Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi, Senin (8/6) pagi. Terkait pemulasaraan jenazah Covid-19, Indonesia sendiri telah mengikuti ketentuan WHO yang juga diterapkan di negara-negara lain. Ketentuan ini lengkap dengan disertai tata cara agama yang dianut. Seluruh petugas pemulasaran jenazah pun wajib menjalankan aturan dan tata cara terstandar. Pandemi Covid-19 yang menyerang secara global, sangat sulit diprediksi kapan berakhir. Hal ini pun membuat otoritas berwenang seperti pemerintah dan aparat, memiliki keterbatasan dalam mengatasi permasalahan yang kompleks. Hal inilah yang melatarbelakangi bahwa harus ada upaya gotong royong hingga tingkat kampung atau grassroot. Sebagai informasi, Kabupaten Mojokerto di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini tetap berusaha menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat dengan konsumsi makanan gizi seimbang. Salah satu bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah sumber protein hewani dari ikan. (adv/war/rif)


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

DEWI RENGGANIS

SELASA LEGI, 9 JUNI 2020 HALAMAN 11

MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739

Terjang Pembatas Jalan, Pikap Terbalik Jember, Memorandum Nasib sial dialami M Kamil Ilham (20), warga Kelurahan/Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Mobil pikap bernopol P 9475 G yang dikemudikan itu oleng dan menabrak pembatas jalan di Jalan Hayam Wuruk, Minggu (7/6) petang. Dari keterangan pengemudi M Kamil Ilham (20), ia baru mengambil muatan makanan kucing dari daerah kampus Sumbersari akan dikirim ke Mangli. Dengan kecepatan kurang lebih 75 Km/jam, sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), mobil oleng ke kanan dan menerjang tiang PJU. “Saya terkejut jalan bergelombang. Refleks gas selip, oleng ke kanan tabrak pembatas jalan dan seruduk tiang PJU dan terbalik. Muatan berserakan di tengah jalan,” jelas Kamil, Minggu (7/6) petang. Anggota Polsek Kaliwates Aipda Aipda Dedy mengatakan arus lalu lintas terganggu akibat kecelakaan tersebut. Sedangkan Briyan, asal Dusun Sumberan, Desa Karang Anyar, Kecamatan Ambulu, mengalami luka ringan yang dilarikan ke RS Kaliwates. Briyan sendiri saat itu duduk disamping Kamil yang mengemudi. “Setelah kami evakuasi, langsung dilarikan RS Kaliwates untuk diberikan pertolongan,” kata Dedy. Aipda Dedy menjelaskan, penyebab kecelakaan diduga karena sopir kurang konsentrasi saat berkendara dan kencang, tetapi masih selidiki lebih petugas Lakalantas lanjut apa penyebab kecelakaan. (edy/udi)

Dalam rekonstruksi tersebut, polisi menghadirkan tersangka pembunuhan yakni Muhadir Muhamad (27), Anggi Cahyo (21), dan Dwi Cahyo (19). Kesemuanya warga Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari. Proses rekonstruksi di dalam rumah korban tersebut berlangsung tertutup dan di-

jaga ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap. Kasatreskrim Polres Jember AKP Fran Dalanta Kembaren mengatakan rekonstruksi dilakukan untuk memberikan gambaran tindak pidana yang terjadi dalam kasus tersebut. Sebanyak 28 adegan yang diikuti oleh tiga tersangka yang memakai baju warna Orenge

FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

Anggota Polsek Kaliwates memeriksa mobil pikap yang terbalik.

Jember, Memorandum Jajaran Satreskrim Polres Jember menggelar rekonstruksi pembunuhan Yohanes Satrio Lonardo Gerry (35), Senin (8/6). Tiga tersangka menjalani 28 adegan.

Para tersangka melakukan rekonstruksi pembunuhan.

Jember, Memorandum Polsek Jenggawah menyelidiki terbakarnya 5 gudang pengering tembakau milik PTPN X Kebun Ajung di Dusun Curah Renteng, Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Jember. Akibatnya, PTPN X mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Terjadinya kebakaran pada Minggu (7/6). Pemadaman itu melibatkan dua unit mobil pemadam kebakaran mako Kabupaten Jember dan Unit Posko Rambipuji, dengan kekuatan 14 personel. “Api meludeskan 4 gudang karena angin besar. Akhirnya merambat ke 1 unit gudang sebelahnya,” kata Komandan Regu B Damkar Jember, Dwi Atmoko saat ditemui di lokasi. Dwi menyebut, angin sangat kencang dan cuaca sangat panas sekali, sehingga api berpindah ke gudang sebelah timur, yang jaraknya sekitar ratusan meter dari gudang terbakar awal. “Penyebab kebakaran kami tidak mengetahui, masih didalami pihak kepolisian. Sedangkan gudang ini, memang bahannya

Gudang PTPN X Ajung yang terbakar jadi tontonan warga.

mudah terbakar. Terdiri dari bambu dan beratapkan bahan kering juga,” jelas Dwi. Sementara Kapolsek Ajung AKP Sunarto menerangkan, gudang yang terbakar sebanyak 5 unit dengan ukuran masing-masing gudang PXL yaitu 21 x 30 yang terdiri 30 kamar. Saat itu dalam keadaan kosong karena proses perbaikan.

“Sebelumnya terdapat pekerja memperbaiki gudang di bagian timur. Kemudian pada saat melakukan pekerjaan, para pekerja melihat api di gudang sebelah barat. Api tersebut membakar dinding gudang sebelah utara dari bawah,” kata Kapolsek Ajung Lanjut Sunarto, atas kejadian tersebut

para pekerja menghubungi mandornya dan berusaha memutus aliran api dengan cara naik ke gudang. Namun, api tetap menjalar dan tidak bisa dipadamkan. “Untuk itu Polsek Jenggawah melakukan pengambilan keterangan para saksi di lokasi tempat kejadian. Yakni Saturi (45), Ulum (37), dan Rofi (29) sebagai pekerja perbaikan,” ungkap mantan Kasat Sabhara Polres Jember. Kerugian material berkisar Rp 500 juta, tidak ada korban jiwa. Hanya satu pekerja Rofi mengalami luka pada kaki dikarenakan terkilir saat melakukan upaya pemadaman. Sementara itu General Manager PTPN X Sandy mengatakan gudang pengering saat kebakaran sekitar pukul 11.30. Tidak ada aktifitas dan gudang dalam keadaan kosong. “Kerugian yang kami alami dari lima gudang yang ludes terbakar itu perhitungan sementara berkisar lima ratusan juta rupiah, meski tidak ada barang dan korban jiwa,” papar Sandy Senin (8/6). (edy/udi)

Didiagnosis Terpapar Covid-19 Sementara itu, Daniel, Humas Perhimpunan Driver Ojol Jatim saat dikonfirmasi Memorandum menjelaskan, kronologis kecelakaan yang dialami Daru hingga jenazahnya sempat tertahan di RSU Dr Soetomo. Daniel mengungkapkan, sebelum meninggal, korban mendapatkan orderan makanan di daerah Darmo Harapan pada Kamis (4/6) malam. Namun di tengah perjalanan wanita ini mengalami kecelakaan dan terluka di kepala. Bahkan, pihak kepolisian sempat membawa Daru ke RS Mitra Keluarga. Karena suatu hal, korban kemudian dirujuk ke RSU Dr Soetomo pada Jumat (5/6). “Setelah mendapatkan perawatan, pada Minggu (7/6) pukul 14.00, korban dinyatakan

Sambungan dari halaman 1

meninggal,” kata Daniel, Senin (8/6). Meninggalnya korban ini, ramai di grup whatsapp (WA) teman-teman ojol. Usai Magrib, rekan-rekan Daru mendapat kabar jika jenazah korban masih di rumah sakit karena tidak bisa keluar. Alasannya ada indikasi terkena Covid-19. “Apa hubungannya kecelakaan dengan Covid. Saya lalu menuju RSU Dr Soetomo untuk mengecek. Di lokasi sudah ada puluhan driver Gojek,” ungkap Daniel. Dari sini diketahui bila korban tidak diperbolehkan pulang karena saat dites, katanya ada flek di paru-parunya sehingga tidak bisa pulang dan harus sesuai dengan protokol Covid-19. Tapi kata Daniel, pihak keluarga menyakini jika korban meninggal

Pengamen Gagal Curi Sepeda Melihat situasi aman, pelaku dengan cepat mengambil sepeda tersebut. Sialnya ketika hendak kabur, dia diteriaki maling oleh warga setempa yang sudah mencurigai gerak-geriknya sejak awal. “Pelaku sempat dikejar hingga akhirnya tertangkap setelah salah kabur ke jalan buntu. Selanjutnya, anggota menuju lokasi untuk

Obat Bosan Rasa bosan itu pun dialami artis cantik Nia Ramadhani. Tapi untungnya, rumah Nia yang megah dan luas ini bisa memberikan sedikit obat biar nggak bosan terus-terusan. Lewat Insta Story-nya pada Minggu malam (7/6), Nia membagikan aktivitas bersama keluarga biar nggak bosan. Apa itu? Sebelum bioskop menjamur di banyak tempat, orang-orang zaman dahulu mendapat hiburan nonton film layar tancap yang biasanya digelar di lapangan dan dlihat beramai-ramai. Hal yang sama coba ditiru Nia Ramadhani di keluarga. Tentunya, layar tancap ala Nia Ramadhani ini beda dong dengan layar tancap yang selama ini kita tahu. Jadi Nia dan keluarga ala-ala

bukan karena Covid, melainkan kecelakaan. Hingga kabar ini menyebar ke grup WA ojol yang kemudian puluhan driver ojol menggeruduk ke rumah sakit dan semakin banyak berkumpul di sekitar RSUD Dr Soetomo untuk meminta jenazah Daru dipulangkan. Sampai akhirnya jenazah baru bisa dibawa pulang pada pukul 21.30 dengan memakai ambulans Gojek untuk dibawa ke rumah duka. “Kami sempat komunikasi melalui WA maupun HP dengan Humas RSU dr Soetomo dr Pesta. Ia mengatakan bila selama pandemi seperti sekarang ini semuanya harus sesuai protokol kesehatan,” jelas Daniel. Ketika dikonfirmasi Memorandum, Kepala Humas RSU Dr

Sambungan dari halaman 1 mengamankan pelaku beserta barang bukti curiannya setelah ada laporan dari warga,” tutur Didik. Sementara itu, di hadapan penyidik, Dendy mengaku melakukan pencurian karena butuh uang. “Niat saya kalau berhasil mencuri, sepedanya saya jual dan uangnya buat kebutuhan sehari-hari Pak,” ujar Dendy. (iah/nov)

Bekuk 4 Pengedar, Sita 200 Ribu Pil LL Tanjung Perak Kompol Ahmad Faisol Amir didampingi Kasatreskoba AKP M Yasin, Senin (8/6). Menurut Faisol, para pengedar ini memanfaatkan petugas yang fokus di penjagaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya. “Para pengedar ini membuat sendiri dan menempelkan di plastik berisi ratusan pil LL untuk mengelabuhi polisi, bila obat tersebut vitamin dari apotek yang diambil sesuai resep,” ungkap Faisol Amir. Ditambahkan M Yasin, peredaran narkoba yang ditangkap merupakan jaringan Wonokromo. Awalnya, terang Yasin, anggotanya meringkus Arif dan Mohammad, di kamar kosnya di Jalan Bendul Merisi. Saat digeledah, petugas menemukan 960 ribu butir pil LL. “Jaringan ini biasa mengedarkan pil LL di daerah Bendul Merisi,” beber Yasin. Saat diinterogasi, Mochammad mengaku

bertuliskan tahanan Polres Jember. “Ada 28 adegan yang diperagakan oleh tersangka,” kata Fran seusai memimpin jalannya rekonstruksi di Jalan Kertanegara, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Proses rekonstruksi dilaksanakan di tiga tempat, yakni di rumah korban, dan dua lokasi di luar. Salah satunya tempat membuang HP. “Rekonstruksi dilakukan bersama jaksa penuntut umum (JPU) untuk mengetahui peran masing-masing para pelaku,”pungkas Fran. (edy/udi)

Polisi Selidiki Kebakaran 5 Gudang PTPN X Ajung

FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

Tersangka Pembunuhan Gery Jalani 28 Adegan

Sambungan dari halaman 1

mendapatkan barang dari bandar besar inisial AM (buron). “Saya dijanjikan akan diberi upah 1.000 butir oleh AM dan sudah melakukannya selama dua bulan ini,” terang Arif. Tersangka mengedarkan pil LL ke teman-temannya seharga Rp 25 ribu, per plastiknya isi 10 butir. Di waktu yang bersamaan, anggota satreskoba juga menggerebek rumah jaringan pengedar pil LL di Wonokromo dan menangkap dua pengedarnya saat transaksi. Mereka adalah Ari Asmoro dan Mohammad Fahrurosi. Dari keterangan Ari, jika pil tersebut didapat dari AG (buron) seharga Rp 600 ribu per 1.000 butirnya. Sudah setahun ini, dia mengedarkan pil di sekitar Wonokromo. “Untuk satu poket berisi 10 butir dijual Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu. Sebulan bisa habis dan diedarkan ke temannya,” ucap Ari. (rio/nov)

Sambungan dari halaman 1 nonton bareng dengan televisi layar datar besar di rumah mereka. Biar feel-nya dapet, lampu di ruangan dimatiin. ‘Indoor layar tancepppp’, tulis Nia di video yang dibagikannya itu. Ia pertama memperlihatkan ruang keluarga, kemudian layar besar buat nonton, dan sekilas saat keluarganya nonton dengan ditemani lampu kecil. “Ya gak kelihatan,” kata Nia saat menyorot keluarganya yang sedang nonton. Ada yang bikin layar tancap indoor juga nggak di rumah selama pandemi corona? Atau apa yang dilakukan Nia ini menginspirasi KLovers buat melakukan hal yang sama? Well, sehat selalu buat Nia Ramadhani dan keluarga tercinta. (kpl/nov)

Soetomo dr Pesta Parulian menjelaskan, drivel ojol atas nama Daru Ardya memang meninggal karena kecelakaan. Namun, diungkapkan dr Pesta, di dalam perkembangannya korban didiagnosis terpapar Covid-19. “Karena skoring penapisan Covid-19 memenuhi syarat untuk dinyatakan pasien dalam pengawasan (PDP), maka dilakukan pemeriksaan penunjang,” jelas dr Pesta. Pemeriksaan lanjutan itu, sambung dr Pesta antara lain,

penapisan skoring, rapid test, swab test, dan tes-tes lainya. “Masing-masing tes mempunyai keunggulan dan kekurangan. Hasil rapid test (Daru Ardya) tidak reaktif Covid-19. Kita meningkat ke swab test, namun karena swab test itu juga memerlukan waktu untuk mendapatkan hasilnya,” bebernya. “Karena skornya cukup tinggi maka dilakukan tes lain sembari menunggu hasil swab test. Tes ini lebih sensitif, namanya ct scan paru. Hasil ct scan paru-paru

(Daru Ardya) menunjukan gambar yang sangat khas paru-paru yang terinfeksi Covid-19. Itu sebabnya pasien ini didiagnosa dengan pasien dalam pengawasan (PDP),” ungkap dia. Karena pasien (Daru Ardya) meninggal, pihak dr Soetomo pun tetap memperlakukan sebagai jenazah PDP. “Selanjutnya kita rawat dengan jenazah Covid-19,” papar dr Pesta. Saat disinggung puluhan driver ojol menggeruduk kamar mayat RSU dr Soetomo pada Minggu

Tabrak Portal, Dikepung Warga pelajar tersebut juga menjadi sasaran amuk warga sekitar waduk Bratang Gede. Hal itu disebabkan motor yang dikendarai pelaku kehilangan kendali hingga menyeruduk portal kampung di lokasi tersebut. Meski sempat dihajar, nyawa RB dan MA berhasil diselamatkan pihak kepolisian. Anggota Tim Antibandit Polsek Wonokromo yang memperoleh laporan, mendatangi lokasi dan mampu meredam amarah massa. Selanjutnya, kedua bandit ingusan itu dibawa ke Mapolsek Wonokromo guna proses penyidikan lebih lanjut. “Sudah kami amankan keduanya. Saat ini masih menjalani proses penyidikan dan

pengembangan,” kata Kanitreskrim Polsek Wonokromo Ipda Arie Pranoto, Senin (8/6). Arie menjelaskan, aksi perampasan itu bermula saat korban bersama temannya mendatangi Taman Intan Nginden sekitar pukul 22.00. Setelah puas berswafoto, mereka pulang dengan mengendarai motor. “Korban posisi dibonceng dan sedang mengoperasikan HP,” lanjut Arie. Saat bersamaan, dua pelaku telah mengincar HP korban, segera yang memepet motor MU dari belakang dan langsung merampas HP yang dipegang. Setelah menguasai barang rampasan, mereka kabur ke arah barat. Korban yang tidak terima

Jaksa dan PH Tunggu Putusan MA (MA) atas kasasi jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Tanjung Perak. Hingga saat ini, baik JPU maupun tim penasihat hukum (PH) legislator Partai Demokrat itu masih menunggu keputusan tersebut. Seperti yang dikatakan Kasi Intelijen Kejari Tanjung Perak Erick Ludfyansyah, bahwa pihaknya menegaskan pasca divonis bebas di tingkat pertama, selanjutnya tim jaksa mengirimkan memori kasasi ke

Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. “Pertimbangannya diatur di pasal 255 KUHAP. Itu salah satu syarat, tim JPU mengajukan kasasi. Karena putusannya bebas,” ujarnya. Disinggung apakah pasca putusan MA, kejaksaan bisa melakukan eksekusi, Erick menjelaskan bahwa itu semua tergantung dari keputusannya. Hal sama juga diutarakan Jaya Atmaja, penasihat hukum Ratih Retnowati. Saat ini

Hasil Perjodohan Orang Tua meski Saling Kenal sejak Kecil dua tahun setelah lulus, Nanang tidak juga segera mendapatkan pekerjaan. Itu artinya belum memungkinkan menikah. Entah bagaimana awalnya, Nanang terjebak ke dalam phonesex. Ia berpetualang berhubungan intim vs wanita-wanita di dunia maya. Meloncat dari satu wanita ke wanita lain. Dari phonesex, petualangan Nanang berkembang ke videosex. Keasyikan ber-phonesex dan ber-videosex semakin menjauhkan niat Nanang untuk menikah. Meski sudah mendapatkan pekerjaan setelah empat tahun berjuang melamar ke sana-kemari, kini keinginan menikah seolah justru menghilang. Nanang sudah merasakan mendapatkan kepuasan seksualnya via dua cara tadi. Pernah ada satu-dua teman pohnesex dan videosex-nya mengajak temu darat, tapi Nanang menolak. “Mas Nanang mengaku khawatir terjadi zina fisik saat temu darat. Dia takut terkena

dosa besar,” kata Risa. Saat itu sudah tak ada lagi keinginan untuk menikah. Nanang seolah dibutakan oleh syahwat belaka. Bahkan sampai usia 29 tahun, keinginan menikah seolah sudah hilang sama sekali. Nanang baru menyadari kejombloannya setelah ditegur sang ibu. Wanita sepuh itu mengingatkan Nanang agar segera menikah dan memberikan cucu kepada orang tua. “Aku tidak rela mati sebelum menimang cucu,” begitu kata ibunda Nanang seperi ditirukan Risa. Ibunda Nanang bahkan memberi ultimatum kepada anaknya itu. Bila sampai umur 30 belum juga menemukan pasangan, Nanang akan dijodohkan dengan pilihan orang tua. Sampai batas waktu yang diancamkan orang tua, ternyata Nanang belum juga mengajukan pasangan untuk dilamarkan. Sejatinya Nanang sudah menemukan pa-

(7/6) malam, karena dipicu adanya kabar, jika jenazah Daru tidak diperbolehkan keluar dari kamar mayat. Tapi, hal itu tidak dibenarkan dr Pesta. Menurut dia, saat itu ada keterlambatan pengambilan jenazah, sebab pada hari itu pasien Covid-19 yang meninggal ada sekitar 4 orang. “Iya memang kami akui ada keterlambatan itu. Sebab, perawatan jenazah Covid-19 kan lama prosesnya. Ada prosedur-prosedur yang harus dilakukan,” pungkasnya. (rio/alf/nov)

Sambungan dari halaman 1 HP-nya dirampas, berupaya mengejar sembari berteriak maling. Hingga akhirnya motor kedua tersangka mengarah ke waduk Bratang Gede. “Motor pelaku menabrak portal hingga keduanya tersungkur. Sebelum dikepung warga, mereka sempat kabur ke perkampungan. Namun, upaya itu akhirnya digagalkan warga,” kata mantan Panitreskrim Polsek Tegalsari itu. Di hadapan penyidik, kedua tersangka mengaku baru sekali melakukan aksi perampasan tersebut. Sedianya barang hasil rampasan itu akan dijual dan hasilnya dibagi dua. “Ya buat jajan saja Pak. Kami baru sekali ini beraksi,” aku MA di mapolsek. (fdn/nov)

Sambungan dari halaman 1 pihaknya juga masih menunggu keputusan dari MA. “Kami juga masih menunggu,” ujarnya saat dikonfirmasi Memorandum. Lanjut Jaya Atmaja, memori kasasi yang diajukan yaitu menguatkan putusan di pengadilan. “Pada intinya pengadilan sudah berbuat adil. Seharusnya kejaksaan ini dipertanyakan. Bahwa putusan itu sudah jelas. Sesuai keputusan juga sudah jelas, bahwa ada pihak yang lalai,” pungkasnya. (fer/nov)

Sambungan dari halaman 1 sangan, tapi dia malu mngungkapkan. Dan hatinya ragu. Takut tidak bisa membahagiakan perempuan itu. “Setiap dekat dengan perempuan itu,” kata Risa, “Mas Nanang selalu salah tingkah. Keringat deras mengucur dan bicaranya jadi gagu. Apa yang ada di hatinya tidak sama dengan yang keluar dari mulutnya.” Begitu pula yang terjadi saat Nanang bersama keluarga melamar Risa. “Padahal, dulu tidak demikian. Mas Nanang orangnya lincah dan suka menggoda. Omongannya ceplas-ceplos,” kata Risa. (bersambung)

Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

GRESIK-PANTURA

SELASA LEGI, 9 JUNI 2020 HALAMAN 12

KEPALA BIRO: Sup Supardi (Hardy). GRESIK:Timotius devan nugradikha, Andika Pratama, Hardy. BOJONEGORO: Sutopo Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686

Korban Begal Tewas

Jenazah Nur Sidik di lokasi.

Kakek Ditemukan Tewas di Ladang Gresik, Memorandum Sehari tidak pulang ke rumah, Nur Sidik (72), ditemukan tewas di ladang kebun pisang miliknya di Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Gresik, Senin (8/6). Mayat kakek tersebut diketahui kali pertama oleh Suwito (40), tukang sampah yang mengetahuinya korban meregang nyawa di samping gudang daur ulang sampah milik Suwito. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Minggu (7/6), korban tidak pulang ke rumah. Hingga akhirnya, kemarin sekitar pukul 10.30, jasad korban ditemukan di ladang pisang miliknya. Kejadian tersebut, oleh Suwito dikabarkan ke masyarakat dan diteruskan ke babinsa setempat. Pihak babinsa lalu menghubungi bidan desa dan Polsek Driyorejo. Kapolsek Driyorejo AKP Wavek Arifin langsung turun ke TKP bersama Babinsa Serma Rudianto, dan Bidan Elly. “Sekitar pukul 12.00, kami tiba di lokasi dan mengecek korban,” ujar Kapolsek Driyorejo AKP Wavek Arifin. Setelah dicek awal, jasad Nur Sidik dievakuasi dengan menggunakan protokol Kesehatan menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Anwar Medika, Krian, Sidoarjo. (and/har/fer)

Hasil penyelidikan polisi bukan murni begal. Tetapi diduga kasus pembegalan yang menimpa Hadi Kirana Saputra (30), warga Jalan Greges Barat, Surabaya, dipicu masalah asmara. Kabar terakhir, korban akhirnya tewas. Kejadian yang dikira pembegalan itu menimpa Hadi yang mengendarai motor melintas di jalan Desa Prambangan.

Aksi tersebut sempat viral dan menyebar di sejumlah medsos. Beredar berita mengenai kejadian itu di medsos dengan caption waspada begal. Mendapat informasi itu, anggota Reskrim Polsek Kebomas langsung mengolah TKP. Dalam olah TKP, petugas menemukan informasi dugaan pembegalan itu bukan murni kriminalitas tetapi bermotif asmara.

“Kayaknya bermotif asmara,” kata petugas yang enggan disebut namanya tersebut. Terpisah, Kanitreskrim Polsek Kebomas Iptu Muhammad Sujai membantah bahwa pemberitaan di medsos tersebut adalah korban pembegalan. “No (tidak, red). Kami masih belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Akan kita rilis bersama polres,” ujar Muhammad Sujai, Senin (8/6). Ditanya mengenai kejelasan kronologi dan termasuk dalam kasus apa, Sujai meminta agar menunggu keterangan resmi yang akan dirilis Polres Gresik. (and/har/fer)

Korban dievakuasi ke ambulans.

Bhayangkari Gresik Teleconference Bahas SLB Gresik, Memorandum Un t u k m e m b i c a ra k a n perkembangan sekolah luar biasa (SLB) binaan Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB), Ketua YKB Gresik Ny Inanda Arief Fitrianto melaksanakan rapat koordinasi (rakor) secara virtual bersama Ketua Bhayangkari Jatim Ny Adit Fadil Imran, Senin (8/6). Kegiatan rakor itu menurut Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Ny Inanda Arief Fitrianto adalah persiapan untuk rapat lanjutan bersama YKB Pusat pada Rabu (10/6) besok. Didampingi Kepala SLB AB Kemala Bhayangkari 2 Gresik Dede Idawati, dan Kepala SLB C Kemala Bhayangkari 2 Gresik Nurjanah, Ny Arief menyampaikan perkembangan SLB Bhayangkari yang ada di Gresik kepada Ketua YKB Jatim. “Di masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) ini pembelajaran dilakukan melalui daring. Dan berjalan dengan lancar meskipun sedikit ada kendala karena ada siswa yang tidak memiliki mobile phone yang memadai. Namun, mereka tetap mendapatkan pembelajaran dengan mengambil tugas dan soal ke sekolah,” lapornya. Selain itu, istri dari Kapolres Gresik AKBP Arief Ftrianto juga melaporkan kendala yang diala-

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ ANDIKA P

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ ANDIKA P

Gresik, Memorandum Sempat viral di media sosial (medsos), seorang pemuda ditemukan bersimbah darah diduga korban begal di Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, Minggu (7/6) malam.

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ ANDIKA P

Dipicu Motif Asmara

Dari kiri: Nurjanah, Ny Inanda Arief Fitrianto, dan Dede Idawati saat teleconference.

mi pelayanan SLB Gresik. Baik itu kendala sarana prasarana dan juga pendanaan. “Dana BPOPP (Bantuan Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan) beberapa bulan terakhir mengalami

kendala pencairan,” tuturnya. Menerima laporan itu, Ny Adit Fadil Imran merespons dengan nada optimistis. “Saya suah paham terkait kendala yang terjadi, baik masalah dana atau ketersediaan

perlengkapan. Akan segera ditindaklanjuti,” tutur Ny adit Fadil Imran. Untuk diketahui di Jatim sendiri ada dua kota yang memiliki SLB binaan YKB yaitu Gresik dan Trenggalek. Sehingga dalam

kegiatan teleconference tersebut hadir juga Kepala SLB Kemala Bhayangkari Trenggalek Pardiono. Sama, dalam kesempatan tersebut Pardiono juga melaporkan perkembangan SLB yang ada di Trenggalek. (and/har/fer)

Penyaluran BLT Dana Desa Tahap 2 di Guranganyar

Pertemuan pedagang dengan anggota Komisi C DPRD Bojonegoro.

Pedagang Minta Pasar Krempyeng Dibuka Bojonegoro, Memorandum Penutupan pasar krempyeng akibat ada salah satu warga yang meninggal karena pasien dalam pengawasan (PDP), mulai disoal warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kota Bojonegoro. Para pedagang pun mengadukan hal itu ke Komisi C DPRD Bojonegoro, Senin (8/6). Ketua RT 30, Desa Sukorejo, Mukron yang mewakili pedagang mengatakan, pihaknya ingin pasar krempyeng tetap berjalan selama tidak mengganggu kepentingan umum. “Bahkan, linmas akan disiagakan apabila ada pedagang yang berjualan di jalan dan mengganggu lalu lintas,” tutur Mukron. Sementara itu, Sekretaris Komisi C Ahmad Supriyanto mengatakan, bila pertemuan ini menindaklanjuti keinginan warga yang menginginkan pasar krempyeng tetap beraktivitas. Ia sebelumnya telah mendengarkan seluruh aspirasi masyarakat, sebelum merumuskan solusi yang akan dilakukan. Dari yang disampaikan warga, pasar krempyeng sudah lama buka dan menjadi mata sumber ekonomi warga setempat. “Sebab sampai sekarang ini ada sekitar 47 pedagang yang berjualan di pasar krempyeng,” jelas Ahmad Supriyanto. Hadir dalam acara itu beberapa perwakilan pedagang, Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Syukur Priyanto dan Wawan Kirniyawanto, Sekretaris Komisi C Ahmad Supriyanto dan beberapa pedagang di pasar krempyeng. Sebelumnya, ramai di media sosial beberapa pedagang berdemo di pasar krempyeng. Mereka menuntut pasar itu untuk segera dibuka kembali. Sebab, banyak pedagang yang mencari sumber penghasilan dari pasar tersebut. (top/har/fer)

Gresik, Memorandum Dalam penyaluran bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) tahap 2 di Desa Guranganyar, Camat Cerme Suyono menegaskan bahwa tidak ada perangkat desa yang akan menerima bantuan tersebut di wilayahnya, Senin (8/6). Hal ini berkaca dari salah satu perangkat desa di Kecamatan Cerme, yang pada penyaluran BLT DD tahap satu lalu ikut mendapat bantuan langsung tunai dana desa tersebut. “Karena banyak yang tidak paham betul, jadi ada sedikit kendala. Salah satunya perangkat desa yang ikut mendapat bantuan di penyaluran tahap satu kemarin,” kata Camat Cerme Suyono. Selain itu, kendala lain yang dijumpai dalam penyaluran BLT DD adalah penambahan data orang miskin baru dan warga yang terkena PHK. Penyaluran bantuan bagi warga yang terdampak pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) ini masih berlangsung dengan jumlah yang terus bertambah. Dalam penyaluran bantuan tahap 2 ini tambahan warga yang mendapat BLT DD dari 2.400 kepala keluarga (KK) menjadi 2.537 kepala keluarga (KK). Sedangkan un-

tuk bantuan jaring pengaman sosial (JPS) saat ini sudah disalurkan dalam tiga tahap. Dalam tahap 2, warga yang mendapat bantuan mencapai angka di kisaran 2.400 KK, sedangkan di tahap 3 mendapat penambahan 815 KK. “Jadi nanti di penyaluran JPS tahap empat akan ada 4.000 lebih KK yang mendapat bantuan,” jelas Suyono. Sementara itu, Kepala Desa Guranganyar Andy Taufiq mengonfirmasi kendala pembagian bantuan di wilayahnya hanya benturan data penerima. “Makannya kami bekerja maksimal agar datanya valid. Alhamdulillah di sini tidak ada yang menerima dobel atau perangkat desa yang menerima bantuan,” tutupnya di Balai Desa

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ ANDIKA P

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ SUTOPO

Camat Cerme: Tidak Ada Perangkat Desa yang Terima

Warga mengambil bantuan langsung tunai dana desa.

Guranganyar, kemarin. (dev/har/fer)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Memorandum Edisi 9 Juni 2020 by memorandum - Issuu