Skip to main content

Memorandum Edisi 6 Juni 2020

Page 1

SERTIFIKA T

P ER S WAN DE memorandum.co.id

SABTU PON, 6 JUNI 2020

memorandumredaksi@gmail.com com

HARGA Rp 3.500,-

CEMBURU, PRIA KALILOM ANIAYA MANTAN ISTRI DAN PASANGAN

Pemimpin Redaksi

 Bersambung ke halaman 11 

MATA HATI

Adakah yang Lebih Gelap daripada Hitam?

Saya cemburu Pak, karena mantan istri sudah punya pasangan. Sedangkan saya masih sendiri hingga sekarang.

FOTO: MEMORANDUM/INDRA

Oleh: Arief Sosiawan

Surabaya, Memorandum Gegara cemburu, Harianto (43), nekat menghajar mantan istri dan pasangannya. Bahkan, warga Jalan Kalilom Lor I itu menganiaya seorang korbannya memakai pipa besi berukuran 45 centimeter.

GRAFIS: MEMORANDUM/AZIZ

DIPUKUL PAKAI PIPA BESI

HARIANTO PELAKU PENGANIAYAAN

P

erkembangan virus corona per 4 Juni 2020, di Indonesia terdapat 28.818 orang dinyatakan positif, 1.721 orang meninggal dunia, dan 8.892 dinyatakan sembuh. Data ini bersumber dari gugus tugas nasional pukul 15.00. Di Jawa Timur, terkonfirmasi 5.408 orang positif, 437 orang meninggal, dan 1.089 orang sembuh. Khusus Kota Surabaya, tercatat 2.828 orang positif, 610 orang sembuh, dan yang 258 orang meninggal. Catatan ini menohok warga Jawa Timur. Sebab, melihat angka-angka itu, rasanya pandemi Covid-19 tidak akan bisa tuntas (paling tidak) hingga akhir tahun ini. Gampangnya, Covid-19 sudah tak terkendali.  Bersambung ke halaman 5 

1 Achmad Husaini dilarikan ke rumah sakit di daerah Dukuh Setro setelah kejadian.

2

Awalnya Tri dan Husaini berboncengan motor hendak pulang ke rumah Tri, di Jalan Dukuh Setro. Mendadak mereka dicegat Harianto.

Jenazah Ichsan dievakuasi petugas ke dalam ambulans.

Setelah cekcok, pelaku lalu menghajar Tri dan Husaini. Bahkan, pria ini terluka kepala dan tangannya karena dipukul memakai pipa besi.

Sayat Leher dan Potong Alat Vital Depresi, Penghuni Rumah Kos Sumberejo Bunuh Diri Surabaya, Memorandum Diduga depresi, seorang penghuni kos-kosan di Jalan Sumberejo Makmur VII/57, bunuh diri dengan cara menyayat leher, urat nadi tangan, dan memotong alat vitalnya memakai cutter, Jumat (5/6) pagi. Saat ditemukan, tubuh korban, Ichsan (35), warga Banjarwaru RT 01/RW 08, Desa Banjarworo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, itu ditemukan tewas bersimbah darah di kamar mandi. Informasi yang dihimpun Memorandum, kali pertama jenazah Ichsan ditemukan oleh  Bersambung ke halaman 11 

Beli STMJ, Bekuk Residivis Curanmor

Tersangka Hasyim baru sebulan bebas setelah mendapatkan program asimilasi atas kasus curanmor.

Hasyim dan ALH

Adu Argumen HINGGA sekarang wabah Covid-19 masih terus menghantui semua orang. Selain belum ditemukan antivaksinnya ternyata jumlah penderitanya juga bertambah. Hal itu membuat pasangan Shandy Aulia dan David ikut khawatir. Shandy Aulia menceritakan sang suami sangat rinci memperhatikan kebersihan. Sama-sama suka dengan kebersihan, tetap saja Shandy  Bersambung ke halaman 11 

+ Meng, depresi, penghuni kos di Pakal potong kemaluan. -

Bagus! Hadiahkan saja kepada pejabat yang tidak punya malu.

Si Mameng (Toko harga diri)

ALH

Lokasi kejadian pencurian motor milik Achmad Adiyanto.

IPTU RISTITANTO KANITRESKRIM POLSEK SAWAHAN

Beli Sembako, Vario Digondol Maling

Polisi Buru Pemasok Sabu Penangkapan Dua Budak Narkoba Dupak Bangunrejo Surabaya, Memorandum Tidak puas mengamankan Saiful Anam (42), dan Bambang Hariyadi (41), keduanya warga Jalan Dupak Bangunrejo, Tim Antibandit Polsek Simokerto terus berupaya mengembangkan kasusnya. Saat ini, petugas masih memburu pemasok kepada

dua tersangka itu. Kanitreskrim Polsek Simokerto Iptu Sukram menyebut, pihaknya sudah mengantongi keterangan dari Saiful dan Bambang terkait target operasi (TO) yang sedang diburu. “Ya Mas minta doanya. Saat ini anggota kami  Bersambung ke halaman 11 

FOTO: MEMORANDUM/DANNY

Shandy Aulia

FOTO: MEMORANDUM/INDRA

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Surabaya, Memorandum Petualangan residivis curanmor Krembangan Bhakti I, akhirnya berakhir di tangan aparat Reskrim Polsek Sawahan. Hasyim (27), dibekuk setelah tepergok menggasak Beat milik Sutikno (61), warga Jalan Simo Pomahan Baru VI, yang saat itu membeli minuman STMJ di Pasar Kembang. Dalam aksinya, pria yang baru bebas program asimilasi dari Kemenkumham itu melakukan bersama temannya, ALH (18), warga Jalan Krembangan Bhakti X.  Bersambung ke halaman 11 

Iptu Sukram

Surabaya, Memorandum Nasib sial menimpa Achmad Adiyanto (25). Itu terjadi, setelah warga asal Tuban yang bekerja di depot kawasan Kenjeran itu kehilangan motornya sewaktu membeli sembako di Toko Perdana Jalan Mulyosari. Ketika dikonfirmasi Memorandum, Achmad menjelaskan, mulanya ia mendatangi toko tersebut guna belanja kebutuhan sehari-hari, pada Rabu (3/6) sekira pukul 20.00 Setiba di lokasi, ia langsung masuk ke dalam toko dengan meninggalkan motornya dalam kondisi terkunci setir di parkiran.  Bersambung ke halaman 11 

KETIKA SAHABAT KARIB MENGGUNTING CINTA DALAM LIPATAN Έ5Ή

Memantau Gerak-Gerik Suami melalui CCTV di Ruang Kerja Pernyataan sekretaris perusahaan membawa ketenangan di hati Nanik. Memang mungkin saja Joko dan Ijem memang sudah benar-benar menyadari kesalahan dan tidak mengulang kesalahan mereka. Yuli Setyo Budi, Surabaya

Tapi tidak bisa dipungkiri, kata hati kecil Nanik menyuarakan hal berbeda. Di sana masih ada keraguan. Karena itu, Nanik terus berupaya untuk mencari jalan agar menemukan kebenaran sesuai kata hatinya. Diam-diam Nanik minta tolong seseorang yang menguasai teknologi CCTV untuk memasang alat pemantau itu di ruang kerja suami. Dia

dibantu tenaga kebersihan. Dia berpesan agar hal itu tidak diketahui siapa pun.Termasuk Joko. Alat tersebut terhubung dengan HP Nanik. Jadi, semua kejadian di ruang kerja Joko bisa dipantau Nanik hanya dari HP. Sehari-dua hari tidak ada kejadian apa pun. Begitu pula pada hari-hari berikutnya. Seperti pernyataan sekretaris,  Bersambung ke halaman 11 

PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera  SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986  PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390  REDAKSI: 031-8275390  FAX: 031-8291078  LAYANAN PENGADUAN KORAN & IKLAN:

081-2325-2205


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

SIDOARJO

SABTU PON, 6 JUNI 2020 HALAMAN 2

KEPALA BIRO: Jokosan. WARTAWAN: Agus M, Slamet Wibowo, Ahmad Zaenal aenal Abidin, Ulum Fajar Setiawan. PEMASARAN/IKLAN: Kristion,Afin Maulidin, Suprianto, Iswin Afrizal. TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com

Bantuan Pemkab Sidoarjo untuk RW Tak Tepat Sasaran

Kejar Jambret, Kaki Bripka Romi Patah Sidoarjo, Memorandum Kejahatan jalanan kembali terjadi. Kali ini korbannya Adelia (22), warga Kludan, Tanggulangin. Handphone miliknya dirampas dua pria yang berboncengan motor, Kamis (4/6) sekitar pukul 14.30 di dekat Kantor Pos Sidoarjo Jalan Teuku Umar. Saat kejadian perampasan, aksi kedua pelaku diketahui tiga orang saksi. Satu diantaranya adalah Bripka Romi Andriansyah, anggota Reskrim Polsek Wonoayu. “Saat melintas di Jalan Teuku Umar dan melihat ada perampasan handphone, saya langsung mengejar pelaku

yang kabur mengendarai motor Tornado. Saya terus mengejarnya kemudian di pertigaan Jalan Kedondong, Suko, saya tarik bajunya. Namun, pelaku menangkis dan saya terjatuh,” ungkap Bripka Romi Andriansyah, Jumat (5/6). Terjatuh di lokasi, motor

Bripka Romi tergelincir dan membentur dengan keras Pos Kamling. Benturan itu yang mengakibatkan kaki kirinya patah. Sedangkan pelaku berhasil kabur ke arah utara. Setelah itu upaya mengejar pelaku, dilakukan Polsek Sidoarjo Kota. Dengan melacak identitas pelaku melalui nopol kendaraannya. Diketahui motor tersebut dipakai Wijaya Azliansyah. Dari situlah anggota Polsek Sidoarjo Kota melakukan penangkapan pelaku di sebuah rumah kos di Jenggolo. Dari pengakuan pelaku, ia melakukan aksinya bersama

seorang kawannya dengan sebutan Ambon yang kini masih dalam pengejaran polisi. Mengetahui musibah menimpa personelnya, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan hati-hati menjaga barang berharganya. “Terutama saat berada di jalan. Karena tindak kriminal dapat terjadi kapan saja,” terang perwira yang pernah mengharumkan nama persepakbolaan nasional tersebut di SEA Games edisi terakhir. Kapolresta juga mengunjungi Bripka Romi di Rumah

Saat melintas di Jalan Teuku Umar dan melihat ada perampasan handphone, saya langsung mengejar pelaku yang kabur mengendarai motor Tornado. Saya terus mengejarnya kemudian di pertigaan Jalan Kedondong, Suko, saya tarik bajunya. Namun, pelaku menangkis dan saya terjatuh. Bripka Romi Andriansyah Anggota Reskrim Polsek Wonoayu

Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong. Ia berharap Bripka romi segera pulih kembali dan operasi kaki yang patah berjalan lancar.(wa/jok/epe)

DPRD Awasi Penggunaan Dana Covid-19 Sidoarjo, Memorandum Anggota Panitia Kerja (panja) DPRD Sidoarjo, Bangun Winarso memastikan legislatif tetap akan melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo. “Secara aturan kami memang dilemahkan dalam proses perencanaan penggunaan anggarannya karena semuanya menjadi kewenangan mutlak eksekutif. Tapi kami tetap punya kewenangan untuk mengawasi penggunaannya,” ujarnya saat ditemui di ruangan komisi C, Jumat (5/6). Sampai saat ini, pihaknya baru sampai pada tahap pengawasan penggunaan anggaran Rp 114 miliar yang diminta Pemerintah Kabupaten (pemkab)

Sidoarjo sebelum penerapan program pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap I lalu. “Untuk penggunaan dana berikutnya masih belum sempat kami cermati karena terkendala masa reses yang kemudian disusul dengan libur lebaran. In Sha Allah pekan depan panja akan agendakan rapat koordinasi dengan gugus tugas,” imbuh legislator asal PAN tersebut. Menurutnya, hingga kini masih cukup banyak hal-hal yang belum berjalan optimal terkait eksekusi yang dilakukan oleh pihak eksekutif terhadap regulasi yang dibuat. Ia menyebut regulasi dalam Peraturan Bupati (perbup) Sidoarjo belum sepenuhnya sesuai dengan piranti hukum di atasnya, yakni Peraturan Gubernur (pergub)

Bangun Winarso

Jatim yang berhulu di Peraturan Menteri Kesehatan (permenkes). Kelemahan-kelemahan itu-

lah yang kemudian menjadi salah satu faktor penyebab gagalnya program PSBB jilid I dan II yang akibatnya harus membuahkan PSBB jilid III. Salah satunya adalah soal pengawasan melekat yang harus digarap satpol PP terhadap warga yang melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. “Padahal untuk itu sudah dikucurkan anggaran yang besarannya hingga Rp 4 miliar lebih. Kalau saja konsep ini bisa dijalankan dengan baik, mungkin pemkab tak perlu kebingungan mencari tempat isolasi,” tambah wakil rakyat yang dikenal cukup vokal dalam mengkritisi kebijakan daerah itu. Belum lagi soal bantuan sosial (bansos) yang menurutnya masih belum sepenuhnya

tetap sasaran. Sehingga perlu pola penanganan yang lebih cermat baik dari dinas sosial maupun dinas perindustrian dan perdagangan. Terkait tindakan kuratif, menurutnya memang tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. “Tapi menurut saya, dinas kesehatan sudah berupaya maksimal. Hanya saja mereka memang terkendala oleh sarana dan prasarana medis seperti tenaga dan alat kesehatan,” imbuh Bangun. Untuk itu pihaknya akan coba membantu mencari alternatif-alternatif solusi yang bisa diambil agar upaya membendung penyebarluasan virus asal Wuhan Tiongkok tersebut di Kota Delta bisa dituntaskan secepat mungkin.(lud/jok/epe)

Kampung Tangguh Desa Sumput Terganggu PJU Padam Sidoarjo, Memorandum Program kampung tangguh yang dicanangkan pemkab dan Polresta Sidoarjo ke desa-desa, terganggu padamnya penerangan jalan umum (PJU) di kawasan RW 07, Desa Sumput, sejak dua minggu silam. “Otomatis terganggu tidak normal lagi malam hari gelap gulita, makanya itu warga demo ke pihak pengembang perumahan Kahuripan. Dari koordinator demo warga sempat izin ke saya akan demo saat itu,” ujar Kades Sumput H Kausar kepada Memorandum, Jumat (5/6). Di Desa Sumput, ada 5 pos check point akses masuk ke desa, salah satunya masuk kawasan perumahan Kahuripan Nirwana Village (KNV) yang mayoritas warganya dari korban lumpur

yang mendapat cash and resettlement. Aksi demo warga bahkan sudah berlangsung sejak 3 Juni 2020. Warga perumahan KNV berdemo ke kantor developer namun tidak mendapat tangapan yang memuaskan. Pimpinan PT Mutiara Masyhur Sejahtera (MMS) tidak ada yang mau menemui. “Dalam demo aksi kita yang pertama bahkan karyawan sempat kabur tidak menemui warga. Namun setelah kita sabar akhirnya mereka mau menemui. Namun sayangnya hanya ditemui anak buahnya saja, sehingga tuntutan kita hanya searah,” ungkap Ali Rahmat, koordinator aksi warga. Ditambahkan Ali Rahmat, PJU padam berdampak sistemik di faktor keamanan. “Sehingga

FOTO: MEMORANDUM/WIN

FOTO: MEMORANDUM/LUD

Sidoarjo, Memorandum Dana ratusan miliar rupiah yang digelontorkan Pemkab Sidoarjo disebut mubazir karena sama sekali tak memberikan pengaruh signifikan terhadap upaya penanggulangan wabah covid-19. “Parameternya jelas dari angka-angka yang disajikan gugus tugas covid-19 itu. Buat apa mengeluarkan dana sampai segitu besarnya jika ujung-ujungnya justru jumlah warga yang Heru Sastrawan terinfeksi malah semakin banyak,” sergah Ketua Sidoarjo Forum, Heru Sastrawan dihubungi melalui Whatsapp, Jumat (5/6). Bahkan jika membandingkan data jumlah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan positif covid-19 antara sebelum PSBB di awal April dengan saat ini, justru terjadi peningkatan hingga 300 persen. “Konyol ini. Habis uang banyak tapi hasilnya malah lebih buruk,” imbuhnya. Aktivis di berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan itu mensinyalir adanya kelemahan dalam pembuatan program serta penatalaksanaannya di lapangan sehingga upaya pencegahan penularan virus tidak bisa berjalan efektif. “Tim gugus tugas yang terdiri dari unsur pemkab, Polri dan TNI harus berani mengoreksi diri. Jangan bersikap arogan dengan langsung menuding masyarakat sebagai biang kegagalan ini karena dianggap tidak disiplin, tidak patuh dan sebagainya,” tegas Heru yang juga mengomandani Taruna Merah Putih itu. Menurutnya, masyarakat sangat mudah didisiplinkan jika pemimpinnya mampu memberikan teladan yang baik tentang hal itu. “Contoh saja, dalam perbup terkait PSBB ini disebutkan tentang kewajiban bagi seluruh warga Sidoarjo untuk memegang surat jalan dari RT/RW. Faktanya, apakah para pejabat dan aparat sudah melakukannya,” tanya Heru. Sementara Perbup tersebut berlaku sama bagi seluruh warga Sidoarjo, dan sama sekali tidak ada satupun klausul yang memberikan pengecualian aturan tersebut bagi para pejabat maupun aparat keamanan tersebut. Terkait soal dana tersebut, Heru mengatakan masalah ini harus disikapi secara serius oleh DPRD Sidoarjo dengan cara mencermati penggunaan anggaran tersebut. Karena sekalipun bisa dibelanjakan tanpa persetujuan wakil rakyat, tetapi lembaga legislatif tersebut masih bisa menggunakan fungsi pengawasannya dalam penggunaan uang rakyat.(lud/jok/epe)

Kapolresta Sidoarjo membesuk Bripka Romi Andriansyah yang patah kaki karena memburu jambret dan salah satu pelaku yang diamankan polisi (Inset).

FOTO: MEMORANDUM/LUD

PSBB Sidoarjo Gagal Karena Krisis Keteladanan

FOTO: MEMORANDUM/WA

FOTO: MEMORANDUM/LUD

Sidoarjo, Memorandum Bantuan dana sebesar Rp 3 juta yang disalurkan Pemkab Sidoarjo untuk seluruh RW dinilai rentan melahirkan konflik baru di masyarakat serta berbenturan dengan program sebelumnya. Salah seorang Ketua RT di wilayah Buduran, Listiyono Santoso mengatakan, pengucuran bantuan tersebut seharusnya bersifat bottom up. “Idealnya, dari pihak RW yang mengusulkan ke Pemkab melalui desa. Kalau memang dianggap Dr Listiyono Santoso SS Mhum layak, barulah dana tersebut dicairkan. Jadi tidak dipukul rata seperti sekarang ini,” jelas dosen filsafat dan etika di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) tersebut. Pengajuan tersebut dikhususkan bagi RW yang di lingkungannya terdapat warga yang terpapar covid-19, baik yang berstatus ODP, PDP, maupun yang terkonfirmasi terinfeksi virus corona. Akan lebih baik lagi jika pemkab meminta desa melakukan pendataan posko aktif di tingkat RT/RW. Selanjutnya dilakukan analisa kebutuhan anggaran operasional sebelum ditetapkan sebagai basis kampung tangguh. Dengan begitu maka besaran rupiah yang dikucurkan bisa jauh lebih besar karena disesuaikan dengan kebutuhan di tiap-tiap RW yang telah dianalisa secara cermat oleh tim yang dibentuk oleh Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo. Dalam melakukan analisa kebutuhan dan kajian tersebut Pemkab bisa melibatkan pihak desa dan relawan yang sebelumnya sudah lebih dulu melaksanakan program penanganan covid-19 serta para pakar yang berkompeten di bidang itu. Dengan begitu, keberadaan posko kampung tangguh bisa benar-benar melakukan fungsinya secara menyeluruh dan bukan sekedar mengingatkan warga menggunakan masker dan cuci tangan saja. “Tapi kalau konsepnya pukul rata seperti ini, bantuan yang dikucurkan sia-sia. Tak akan berefek apapun. Apalagi jika peruntukannya hanya sekedar bantuan transport dan makanan/minuman untuk petugas yang berjaga di check point,” imbuh Listiyono. Lebih lanjut dikatakannya, upaya penanganan berbasis desa harusnya menguatkan konsep desa tanggap covid-19 yang sudah dibentuk sebelumnya berdasarkan Surat Edaran Kementerian Desa ( SE Kemendes) dan bukan malah melemahkan apalagi membuat tumpang tindihnya kewenangan. Lebih lanjut Listiyono menilai Sekretaris Kabupaten Sidoarjo telah bertindak inkonsisten dalam hal Kampung Tangguh yang tersurat di Perbup Sidoarjo no 39/2020. Pasalnya pada 7 April lalu ia mengeluarkan surat no 141/2656/438.5.8/2020 yang substansinya menjelaskan SE Kemendes no 8 tahun 2020. “Harusnya hal semacam ini tidak boleh terjadi. Itulah sebabnya, pandemi covid memang mengharuskan terjadi berbagai perubahan tata kelola koordinasi agar semakin lebih baik dan bukan semakin melahirkan berbagai tafsiran di bawah,” pungkasnya.(lud/jok/epe)

Warga menduduki kantor MMS di Perumahan Kahuripan Nirwana Village, malam hari.

kita sampaikan empat tuntutan warga ke perwakilan manajemen PT MMS,” cetusnya. Pertama, PT MMS wajib menginfokan ke warga sampai sejauh mana proses serah te-

rima ke pemkab, selanjutnya developer harus bertanggungjawab dengan membuat surat pernyataan jika PJU dimatikan yang bisa berdampak pada tindak kriminal. “Ketiga, kita me-

nuntut kepada pihak developer agar mematikan semua PJU di klaster korban lumpur dimatikan. Karena apa, tujuannya untuk keadilan dan kebersamaan,” sergah Ali. Terakhir, warga menuntut fasilitas umum dan fasilitas sosial sebelum diserahkan ke pemkab, agar pihak pengembang seharusnya melengkapi dulu. Hingga puluhan tahun warga korban lumpur tinggal di KNV hingga kini belum mendapatkan haknya berupa pemakaman dan pasar. Ada sebanyak 1.150 rumah, terdiri dari 3.000 jiwa, warga RW 07 tidak mendapat penerangan. Warga yang masyoritas korban lumpur ini menuntut pihak pengembang tidak sepihak, sebab di lokasi lainya di KNV PJU nyala. (win/jok/epe)


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

KOTA SURABAYA

SABTU PON, 6 JUNI 2020 HALAMAN 3

Tiga Pasar Terapkan Physical Distancing Surabaya, Memorandum Untuk mencegah penyebaran Covid-19, sejumlah pasar tradisional ditata ulang agar bisa memenuhi protokol kesehatan. Sudah ada tiga pasar yang sudah dilakukan penataan. Adapun ketiga pasar tradisional tersebut adalah Pasar Karang Menjangan, Pasar Pegirian, dan Pasar Tembok Dukuh. Para pedagang diberi jarak sehingga tidak lagi berhimpitan. Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Bagian Perekonomian Kota Surabaya, PD Pasar Surya, dan jajaran kecamatan terus mengawasi dan menata

pasar se-Kota Surabaya. Penataan yang dilakukan berupa physical distancing. “Yang sudah ditata adalah Pasar Karang Menjangan, Pasar Pegirian, dan Pasar Tembok Dukuh.Yang akan menyusul ditata adalah Pasar Nyamplungan, Pasar Pakis, dan Pasar Pulo Wonokromo,” beber Eddy Cristijanto, kemarin. Menurut Eddy, pihaknya menyiapkan lahan sementara

Target PAD Direvisi Surabaya, Memorandum Pemkot Surabaya harus merivisi pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD) Kota Surabaya 2020 pada PAK (perubahan anggaran keuangan) nanti. Ini mengingat pandemi Covid-19 sangat memukul perekonomian Surabaya FOTO: MEMORANDUM/WAHYU yang berujung pada dropnya PAD hingga 50 persen. William Wirakusuma Hal ini diungkapkan anggota Komisi C DPRD Surabaya Wiliiam Wirakusuma. “Ya, tentu harus direvisi. Namun demikian, harus melihat dulu kondisi riil di lapangan,”ujar dia, Jumat (5/6). Seperti diketahui, dengan diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid 1 hingga 3, dipastikan perolehan PAD Surabaya bakal turun karena pajak hotel dan restoran berkurang banyak karena hampir tidak ada penghuni hotel dan juga untuk restoran atau depot tak seramai sebelum Covid-19. Sebelumnya, Pemkot Surabaya mematok target perolehan PAD 2020 sebesar Rp 9,08 triliun. Ini setelah realisasi PAD 2019 melebihi target. Semula ditargetkan Rp 8, 73 triliun, tapi terealisasi Rp 8,76 triliun. Ditanya seberapa besar penurunannya, William Wirakusuma yang juga Ketua Fraksi PSI DPRD Surabaya belum bisa memastikan besarannya karena masih harus mengumpulkan data dulu. “Ya, bisa-bisa turun sampai 50 persen,” ungkap dia. Untuk memulihkan perekonomian Surabaya, langkah-langkah apa yang harus dilakukan pemkot pasca new normal nanti, William Wirakusuma menjelaskan, untuk kebangkitan ekonomi Surabaya, pemkot harus mengadakan promo pariwisata. Misalnya, dengan mengadakan big sale atau parade budaya atau kegiatan-kegiatan budaya yang menarik wisatawan. Hal senada diungkapkan anggota Komisi A DPRD Surabaya Josiah Michael. “Kalau revisi saya kira harus ya. Hanya saja, kita lihat dulu perkembangan setelah PSBB jilid 3 yang akan berakhir 9 Juni. Pembahasan anggaran kan mulai Juni,” tutur dia. Sementara Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Kota Surabaya Yusron Sumartono ketika dikonfirmasi mengatakan akibat Covid-19, Pemkot Surabaya memang banyak kehilangan pendapatan dari pajak hotel dan restoran. “Nanti target PAD akan direvisi di PAK, Juli,” pungkas dia. (why/rif)

bagi pedagang agar berjualan di jalan. Sedangkan di jalan tersebut telah ditandai dengan garis-garis sebagai petak atau stan untuk berjualan. “Jadi, para pedagang yang ada di dalam pasar, beberapa kami minta untuk berjualan di luar atau di jalan. Karena di dalam sudah penuh kalau ditata,” kata dia. Adapun petak atau stand yang digaris-garis itu berukurang sekitar 2x2 meter yang memiliki jarak antar pedagang, maka antara pedagang yang satu dengan yang lainnya ada jarak dan physical distancing bisa dilakukan. “Hal ini sangat penting untuk tetap mene-

rapkan protokol kesehatan di pasar-pasar,” ujarnya. Di samping itu, Eddy juga memastikan bahwa terus melakukan sosialisasi kepada pasar dan pengunjungnya supaya pasar itu mandiri. “Jika mereka sudah sadar semuanya, maka akan sadar dan bersama-sama pula menjaga lingkungannya. Bahkan, mereka akan menegur para pedagang atau pengunjung yang tidak mengindahkan protokol kesehatan,” tegasnya. Sedangkan, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, pemkot tidak ingin

FOTO: MEMORANDUM/M SYAIFUDIN

Pedagang Pasar Pegirian berjualan di jalan dengan model jaga jarak.

menutup pasar jika nanti ada pedagang atau petugas yang terkena Covid-19. Sebab, apabila

menutup pasar, para pedagang ini akan mencari tempat lain untuk bisa berjualan, sehingga

hal itu akan menjadi masalah baru di tempat lain. Hebi menjelaskan yang ditata atau diatur adalah kebiasaan baru bagi pedagang dan pembeli, seperti harus menggunakan APD, membiasakan hidup bersih, dan selalu menjaga physical distancing. “Kami juga mengatur pembatasan pengunjung pasar, warga di atas 60 tahun, ibu hamil, balita, warga yang punya penyakit dalam, disarankan untuk tidak pergi ke pasar dulu,” imbuhnya seraya menambahkan ke depan protokol kesehatan di pasar terus dijalankan dan perekonomian warga tidak mandek. (udi/rif)

Bau Busuk di SIER Surabaya, Memorandum Fenomena ikan mati massal atau ikan munggut terjadi di waduk perindustrian Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) membuat kawasan sekitar berbau busuk. Bau ini berasal dari ribuan ikan yang mati mengambang hingga Jumat (5/6). Khoirul warga setempat yang biasanya mencari ikan di sana terpaksa berhenti. “Ini tidak terjadi hanya sekali atau dua kali. Sudah berulang kali ikan mati seperti ini dan lokasinya pun sama,” ujar Khoirul di sekitar waduk. Terkait kondisi tersebut, M Selamet selaku Kepala Depatermen Bisnis Hubungan Pelanggan Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) membantah kematian ikan di waduk perindustrian SIER akibat kebocoran limbah pabrik. Dia menekankan, tidak mungkin limbah bocor dan dialirkan ke aliran sungai karena dalam pengelolaan limbah. Selain itu, perusahaan sangat berhati-hati sekali dan melakukan pengawaan sangat ketat dalam menjaga lingkungan sekitar. “Yang jelas itu fenomena alam. Yakni ikan kekurangan oksigen karena perubahan cuaca. Hanya saja kebetulan lokasi ikan yang mati dekat dengan salah industri,” kata M Selamet saat ditemui Memorandum, Jumat (5/6). M Selamet mengaku, terkait kasus tersebut tim analis sedang berupaya mencari data yang akurat melalui pemeriksaan laboratorium terhadap sampel ikan yang ditemukan mati.“Tahun lalu juga ikan yang mati ini dilakukan identifikasi. Tapi yang jelas ini karena faktor alamiah,” imbuh dia.

FOTO: MEMORANDUM/ALFIN

Petugas mengangkat ikan mati kemudian dimasukkan karung untuk dikubur.

Catatan PT SIER, sambung M Selamet, ini bukan kali pertama fenomena tersebut terjadi di telaga milik SIER. Sebab, pada tahun lalu ikan mati massal juga pernah terjadi. Namun, Selamet mengaku kematian ikan yang terjadi saat

ini lebih parah ketimbang tahun lalu. “Ini yang paling banyak dan parah,” jelasnya. Total hingga Jumat ada 50 karung berisi ikan matai yang dikumpulkan petugas. Untuk selanjutnya diangkut mobil berjenis mobil pick up dan ikan

tersebut akan dipendam di tanah dengan SOP. Joko Prasetyo Kepala Depatermen Umum dan Keuangan dan Keamanan SIER mengatakan, meski demikian, warga setempat masih saja mencari ikan di lokasi kematian ikan. Hal ini

tentunya sangat berbahaya bila ikan hasil tangkapan dikonsumsi. “Saya sudah mengingatkan dan melarang agar tidak mencari ikan di sini. Kan di sini sudah ada papan larangan mancing,” ujar Joko di tempat yang sama. (alf/rif)

DLH Turun Tangan DINAS Lingkungan Hidup Kota Surabaya turun tangan untuk mencari penyebab kematian ribuan ikan di waduk SIER. Ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya Eko Agus Supiadi. Agus mengatakan, matinya ribuan ikan jenis mujair ini terjadi pada Kamis (4/6). Mendapatkan informasi tersebut, pihaknya langsung mengecek ke lapangan. “Petugas kami sudah melakukan penelitian Kamis kemarin,” kata Eko Agus Supiadi, Jumat (5/6). Dari hipotesa sementara hasil pengamatan petugas di

lapangan terjadi algae blooming atau terjadi ledakan alga karena eutrofikasi (limbah fosfat). Masih lanjut dia, air di waduk tidak mengalir. Ini terlihat dengan warna air kehijauan. Oksigen yang masuk berkurang sehingga ikan mati. “Ikan yang mati ditemukan berkelompok. Ini mengindikasikan ikan berebut menuju badan air yang masih mengandung oksigen. Ditemukan banyak serabut lembut fitoplankton yang menyangkut di insang ikan,” beber dia. Selain itu, fitoplankton yang telah habis fase hidupnya akan

mati dan busuk sehingga melepaskan gas ke dalam perairan akibat penguraian secara anaerob. Ini bisa menyebabkan kematian masif pada ikan. “Spesies ikan yang mati adalah mujair. Mujair merupakan ikan yg memiliki toleransi tinggi terhadap pencemaran, karena mampu mengakumulasikan beberapa materi pencemar di dalam tubuh,” beber dia. Eko Agus mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium kesehatan daerah (labkesda) untuk sampel air yang diambil dari waduk

FOTO: MEMORANDUM/M SYAIFUDIN

Eko Agus Supiadi

SIER. “Kami akan melakukan penyusuran untuk melihat adanya kemungkinan pencemaran limbah,” kata dia. (udi/rif)

Rapid Test Massal Makin Tertib

FOTO: ISTIMEWA

Dandim Tipe A Surabaya Selatan Kolonel Inf M Sjasul Arief berbincang dengan petugas di posko kampung tangguh.

Dandim Surabaya Selatan Tinjau Kampung Tangguh Surabaya, Memorandum Danramil Gayungan Kapten Arh Riswarno mendampingi kunjungan Dandim Tipe A Surabaya Selatan Kolonel Inf M Sjasul Arief ke tempat Posko Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo Covid-19 di Jalan Menanggal Utara Perumahan Wisma Menanggal. “Dalam kunjungan tersebut, dandim melihat data di posko,” ujar Riswarno. Pada kesempatan tersebut, dandim juga berbincang dengan pengurus kampung yang didampingi Babinsa Dukuh Menanggal Serma Langgeng dan Babinsa Kelurahan Menanggal Serda Suwignyo. Ditambahkan danramil, dalam pengecekan dandim tersebut pengecekan tersebut untuk pembenahan, dan melengkapi kekurangan prasarana. “Dandim juga memberikan semangat motivasi kesiapan pembentukan Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo,” lanjut dia. Sedangkan menurut Dandim Sjasul untuk kelengkapan posko sudah sesuai yakni APD (alat pelindung diri) berupa pakaian 2 stel, pengaman muka, thermo gun, sepatu, 2 jeriken disinfektan dan alat penyemprotan di gapura. “Disediakan pula tempat isolasi bagi tamu yang akan masuk ke wilayah Wisma Menanggal setelah dilaksanakan pengecekan namun masih ada yang perlu.dibenahi,” imbum dandim. (tyo/rif)

Surabaya, Memorandum Antrean warga yang membludak saat rapid test di Terminal Keputih, Kamis (5/6) lalu, menjadi perhatian Pemkot Surabaya. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya menyiapkan ratusan kursi bagi perserta rapid test supaya tetap menerapkan physical distancing dan protokol kesehatan. Ratusan kursi pun ditata berjejer dengan pengaturan jarak satu dan yang lain. Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, un-

tuk mengantisipasi terjadinya kepadatan antrean, pihaknya menyiapkan 200 kursi bagi warga yang akan mengikuti rapid test dan swab massal. “Mereka harus duduk dulu menunggu antrean,” kata Irvan, Jum’at (5/6) Menurut Irvan, ketika warga belum mendapat kursi antrean, mereka bisa pulang dulu atau menunggu di luar. Namun, ketika menunggu di luar mereka dilarang berkelompok atau bergerombol. “Yang belum dapat kursi, kita minta menyebar. Kita larang bergerombol,” ujar dia. Dalam rapid test massal yang digelar kali ini, Kepala

BPB dan Linmas Surabaya menyatakan telah menyiagakan ratusan personel. Mereka bertugas mengatur warga yang datang agar tetap menerapkan physical distancing dan protokol kesehatan. Irvan menyebut, setidaknya ada 131 personel yang disiagakan terdiri dari anggota linmas, satpol PP, jajaran kecamatan serta petugas dari kepolisian dan TNI. “Ini hari ketujuh rapid test dan swab massal ini,” jelas dia. Sebagai informasi, selain berlangsung di Terminal Keputih Sukolilo, di tempat lain rapid test dan swab massal juga dilaksana-

FOTO: ISTIMEWA

Warga yang mengikuti rapid test berjajar rapi di kursi yang disediakan Pemkot Surabaya.

kan di Jalan Pegirian, kawasan Ampel Surabaya. Rapid test ini menggunakan Mobil PCR (poly-

merase chain reaction) dari BIN dengan masing-masing kuota disiapkan 500 peserta. (alf/rif)

Negatif Covid, 26 Warga Dupak Masigit Dipulangkan Surabaya, Memorandum Warga Dupak Masigit gang III Kel Jepara Kec Bubutan yang sempat menjalani karantina mandiri di Pops Hotel dan dipindahkan ke Asrama Haji Sukolilo, sudah hampir satu bulan mereka menjalani pemeriksaan medis dan karantina mandiri. Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Budi Leksono menyatakan, 26 orang yang sempat dikarantina sekarang sudah boleh dipulangkan ke kampung Dupak Masigit “Sebelumnya 26 warga sejak, Selasa (12/6) menjalani rapid test, selanjutnya menjalani serangkaian swab laboraturium sebanyak tiga kali. Hasil awal dinyatakan reaktif dan positif akan tetapi hasil lab swab kedua dan

FOTO: MEMORANDUM/WAHYU

Budi Leksono mendampingi kepulangan 26 warga Dupak Masigit.

ketiga hasilnya menunjukkan negatif. Atas dasar hasil swab tersebut sebanyak 26 warga Dupak Masigit dipulangkan ke kampungnya. Sebelumnya, warga Dupak

Masigit gang III yang dikarantina mandiri mengeluhkan jika mereka dalam kondisi jenuh dan merasa bosan menjalani karantina mandiri di Asrama Haji Sukolilo tersebut.

Namun, untuk menguatkan metal mereka, Budi Leksono sekaligus tokoh masyarakat dikampung itu memberikan motivasi agar keberadaan mereka didalam masa karantina untuk bersabar dan terus kuat. “Iya tadi saya sempat memberikan masukan buat mereka, supaya mereka tetap bersabar sambil menunggu keputusan dari hasil swabnya. Jangan sampai kejadian beberapa hari yang lalu sedang menimpa Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana terjadi lagi,” terangnya. Walaupun mereka telah dipulangkan, pesan Budi agar warga yang dipulangkan tetap waspada dan selalu mengikuti protokol kesehatan dengan selalu cuci tangan atau hand

sanitizer, menggunakan masker, jaga jarak aman minimum satu meter (physical distancing) serta makan dan minuman bergizi. Ada rumor yang berkembang di kampung Dupak Masigit dan menyebutkan ada warga yang statusnya orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan Orang Tampa Gejala (OTG) masih berkeliaran. “Saya menyayangkan rumor itu terus menjadi viral d ikalangan masyarakat kampung Dupak Masigit. Untuk itu saya minta pada semua elemen masyarakat dan Gugus Tugas serta Tim Hunter Polda Jatim untuk memberikan pencerahan bagi masyarakat Dupak Masigit kondisi yang sebenarnya,” tukas dia. (why/rif)


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

JAWA TIMUR Kediri, Memorandum Usai ditangkap oleh petugas pada Rabu (3/6) malam, Bima Naufal (19), warga Desa Kedawung, Kecamatan Mojo, tersangka pencabulan di bawah umur kasusnya dirilis Polres Kediri Kota, Jumat (5/6). Disampaikan Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana, tersangka ini tergolong piawai, sehingga berhasil memperdayai 8 gadis di bawah umur. Sepak terjang tersangka terhenti setelah satu korban berinisial DL (16), warga Mojo melapor ke polisi dengan nomor: LP/57/V/2020/Polres Kediri Kota tanggal 3 Juni 2020. "Tersangka melakukan perbuatannya dengan memaksa korban DL di dalam rumahnya pada Rabu (1/1) pukul 14.00," terangnya. Miko menjelaskan, berawal tersangka mengajak korban bermain ke rumahnya yang waktu itu kondisinya sepi. Selanjut-

nya tersangka mendorong korban masuk ke kamar dan dipaksa membuka celana untuk kemudian disetubuhi. AKBP Miko menambahkan, pengakuan tersangka selama ini sudah menyetubuhi banyak korban. "Diantaranya, AN (17), PR (17), SV (17), PR (16), RS (16), EV (16), dan PR (16)," ungkap dia. Dan barang bukti yang diamankan 1 sweater biru muda, 1 jeans warna biru, 1 bra warna merah muda, 1 celana dalam warna merah muda. "Tersangka dijerat pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman paling lama 15 tahun penjara. Dan untuk ketujuh korban lainnya masih dilakukan pendalaman," pungkas Miko. Sementara tersangka Bima terlihat pasrah dan hanya menunduk selama kasusnya dirilis. "Iya, saya salah," ucapnya lirih saat kembali akan dijebloskan ke tahanan Mapolres Kediri Kota. (mis/mad/lis)

FOTO: MEMORANDUM/MIS

FOTO: MEMORANDUM/FIR

Tulungagung, Memorandum Penghuni lokasi karantina Rusunawa IAIN Tulungagung kembali bertambah. Kali ini bukan berasal dari terkonfirmasi positif corona. Melainkan dari 14 orang warga Desa Bungur, Kecamatan Karangrejo, yang hasil rapid test-nya reaktif. Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tulungagung Galih Nusantoro mengatakan, total terdapat 15 warga Desa Bungur yang Galih Nusantoro hasil rapid test-nya reaktif dan 14 orang langsung dikarantina. Sedangkan seoramg lainnya dirawat di RSUD dr Iskak Tulungagung karena sakit. “Total ada 15 orang yang reaktif termasuk satu PDP ini. Yang 14 sekarang sudah dikarantina di Rusun IAIN Tulungagung, satunya masih dirawat,” terangnya, Jumat (5/6). Galih menjelaskan, temuan kasus ini bermula dari seorang warga Desa Bungur yang mengalami gejala pneumonia dan memeriksakan diri di RSUD dr Iskak. Kemudian statusnya ditetapkan sebagai PDP. Setelah itu saat dilakukan rapid test ternyata hasilnya reaktif. GTPP segera bergerak cepat, melakukan tracing di rumah dan tempat tinggal PDP. Pada tracing pertama keluarga dekatnya, ditemukan 7 orang reaktif. Dan pada hari kedua ditemukan lagi 7 orang reaktif, sehingga total 14 orang reaktif. “Yang kita tracing ada 32 orang, mulai dari keluarga sampai tetanggnya, hasilnya 14 yang reaktif,” jelas Galih Nusantoro. Pihaknya menyebut, hasil tracing sementara kemungkinan PDP ini terpapar suaminya, yang memiliki riwayat perjalanan pulang pergi Surabaya-Tulungagung seminggu sekali. Masih menurut Galih, Jumat (5/6) kemarin, pihaknya melakukan rapid test massal di Desa Bungur guna melihat potensi penyebaran dan peta warga yang reaktif di sana. Jika temuan reaktif ditemukan di lokasi yang tidak menyebar, maka kemungkinan akan dilakukan isolasi lokal. Namun jika menyebar seperti di Desa Jabalsari, maka isolasi dengan cakupan lebih luas bisa saja dilakukan. “Kita lihat nanti perkembanganya bagaimana. Kalau perlu diisolasi yang isolasi, kita lihat dulu,” pungkasnya. (fir/mad/lis)

Setubuhi 8 Gadis di Bawah Umur, Pemuda Kedawung Dijebloskan Bui

Tersangka Bima Naufal bersama barang bukti diamankan di Mapolres Kediri Kota.

Mantan Kepala Metrologi Malang Dijebloskan ke Lapas Malang, Memorandum Kejaksaan Negeri Kota Malang mengeksekusi tindak pidana korupsi atas terpidana Kariyono (57), warga Jalan Kedungklinter, Surabaya, ke Lapas Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (5/6). Terpidana adalah mantan Kepala Balai Pelayanan Kemetrologian Malang pada 2007. Ia diangkat menjadi pejabat Kemetrologian Dinas Perindustrian dan Pelayanan, Propinsi Jatim di Malang, melalui SK Gubernur selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). “Hari ini, kami melakukan eksekusi dari putusan Mahkamah Agung ke Lapas Lowokwaru. Terpidana datang ke kejaksaan tadi pagi dengan kesadaran sendiri. Sehingga langsung dieksekusi ke Lapas,” terang Kajari Malang Andi Darmawangsa.

FOTO: MEMORANDUM/EDR

Rapid Test Reaktif, 14 Warga Bungur Dikarantina

SABTU PON, 6 JUNI 2020 HALAMAN 4

Terpidana (tengah) bersama petugas.

Ia menambahkan, sebenarnya, putusan dari MA sudah turun Oktober 2019 lalu. Yakni, putusan hukuman penjara selama 2 tahun, denda Rp 50 juta subsider 3 bulan. Selain itu, harus mengembalikan uang kerugian negara Rp 77.845.000. “Baru bisa eksekusi hari ini karena dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya, kami

harus mendapatkan alamat tempat tinggalnya, dan adanya Covid-19 saat ini. Setelah itu, baru kami surati dan dibalas. Waktu itu dikarenakan dia sakit. Dan baru kali ini, ia dengan kesadaran sendiri datang,” lanjut Andi. Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa sebelum ke Lapas yang bersangkutan dibawa ke rumah

sakit untuk diperiksa kesehatan. Termasuk harus bebas dari virus Covid-19. Setelah itu langsung ke Lapas Lowokwaru. Kasi Pidsus Kejari Malang Ujang Supriyadi menjelaskan kasus ini terjadi pada 2007. Dalam kapasitasnya sebagai Kepala Balai Kemetrologian dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), ia mengumpulkan seluruh stafnya. “Saat itu ia mengatakan bahwa dalam anggaran DIPA Kemetrologian ada anggaran perjalanan dinas untuk kegiatan Tera. Ia meminta stafnya untuk melakukan pemotongan. Akhirnya berproses sampai dengan putusan MA di tahun 2019 lalu. Dan berakhir eksekusi hari ini,” lanjut Ujang. Disinggung untuk apa sebenarnya uang yang waktu itu terpidana melakukan pemo-

tongan anggaran, Ujang menyebut bahwa uang itu untuk kepentingan pribadi terpidana sehingga dalam putusan perintahnya juga harus mengembalikan uang ke kas negara. Sementara itu, kuasa hukum terpidana, Deny Rahardian Muhamad menerangkan, saat ini klienya menjalani putusan MA. Meskipun tidak merasa bersalah. Mengingat, kebijakan yang dilakukan adalah mengikuti kebijakan pimpinan-pimpanan sebelumya. “Ya kami menjalani hukuman putusan MA. Meskipun, klien kami tidak merasa bersalah. Karena, hanya menjalankan kebijakan pimpinan sebelumnya. Ya hanya yang ini dikategorikan tindakan korupsi,” terangnya seraya mengatakan mempertimbangkan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK). (edr/lis)

"Untuk pendistribusiannya nanti lewat para anggota kami yang selanjutnya dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya di sekitar lingkung-

an mereka," terangnya saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (5/6). Ditanya terkait isi dari paket sembako yang siap dibagikan itu, Kapenrem mengungkapkan jika isinya berupa beras, sarden, dan mi instan. (alv/lis/*)

FOTO: MEMORANDUM/ALV

Madiun, Memorandum Berbagai upaya terus dilakukan Korem 081/DSJ dalam melawan pandemi Covid-19, mulai dari pencegahan hingga lainnya guna mempercepat penanganannya. Banyaknya masyarakat yang terdampak juga mendapat perhatian khusus untuk diberikan bantuan. Setelah beberapa waktu lalu mendistribusikan 3.000 paket sembako kepada masyarakat terdampak dan kurang mampu, dalam waktu dekat Korem 081/DSJ juga siap menyalurkan kembali 1.000 paket sembako. Kapenrem 081/DSJ Mayor Arm TM Hartoyo menjelaskan, rencana pemberian paket sembako tahap dua tersebut sebanyak 1.000 paket sembako. Yakni untuk masyarakat terdampak dan kurang mampu di Kota Madiun dan sekitarnya.

Kapenrem 081/DSJ Mayor Hartoyo.

Batu, Memorandum Monitoring DPRD Kota Batu terhadap insentif tenaga kesehatan (nakes) di Kota Batu yang belum dibayar selama 3 bulan di masa pandemi Covid-19 membuahkan hasil. Anggaran sejumlah Rp 6,8 M yang merupakan plot insentif segera direalisasikan. Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Didik Machmud mengatakan insentif nakes tersebut akan segera dibayarkan. “Menurut klarifikasi dari Dinkes Kota Batu, insensifnya akan segera dicairkan minggu depan dengan total anggaran Rp 6,8 M,” ungkapnya. Dikatakan, insentif nakes ini harus segera digelontorkan karena bagaimanapun juga nakes merupakan garda terdepan dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. Sekretaris Dinkes Kota Batu dr Yuni Astuti menyampaikan pihaknya telah mendapatkan instruksi untuk mencairkan anggaran tersebut setidaknya pada minggu depan. “51 dokter spesialis akan menerima Rp 7 juta, 246 dokter umum menerima 4,5 juta, 774 perawat mendapat Rp 3 juta, 810 tenaga kesehatan lainnya Rp 3 juta, 396 tenaga non

FOTO: MEMORANDUM/ARL

Pekan Depan Nakes Digerojok Rp 6,8 M

Tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan.

kesehatan mendapat Rp 1,5 juta. Insentif dihitung setiap bulannya dengan total anggaran Rp 6,8 M,” paparnya. Ditambahkan, sebelumnya pihak Dinkes memang masih belum bisa mencairkan anggaran yang telah dialokasikan karena Keputusan Menteri Kesehatan RI No: HK.01/07/MENKES/278/2020 tentang pemberian insentif dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang manangani Covid-19 baru keluar 1 Mei 2020 dan baru disosialisasikan pada 18 Mei lalu. Oleh karena itu, insentif bagi

tenaga kesehatan masih dalam pendataan ke masing-masing puskesmas. Selain itu, berdasarkan keputusan menteri kesehatan, masing-masing puskesmas hanya mendapat jatah enam orang tenaga kesehatan saja Yuni membeberkan, pihak dinkes akhirnya memilih berjaga-jaga terhadap nakes yang tidak terdata akan seperti apa ke depannya. “Kami pasti akan terbuka terkait masalah penggunaan anggaran yang ada dan siap menerima masukan dari pihak manapun termasuk kritikan dari anggota DPRD Kota Batu,” tukasnya. (arl/ari/lis)

FOTO: MEMORANDUM/ADV

Korem 081/DSJ Siapkan Seribu Paket Sembako Tahap Dua

Suasana rapat paripurna via video conference di ruang Graha Sabha Chandha Bhirawa DPRD Kabupaten Kediri, Kamis (4/6).

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kediri

Penyampaian Rekomendasi LKPJ Bupati, Laporan Reses dan Kegiatan Komisi Kediri, Memorandum Bertempat di ruang Graha Sabha Chandha Bhirawa, Kamis (4/6), DPRD Kabupaten Kediri menggelar rapat paripurna dengan agenda Penyampaian Laporan Kegiatan Komisi-Komisi Masa Persidangan II Tahun Sidang 2019/ 2020. Penyampaian Laporan Hasil Ŕeses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2019/2020 dan Penyampaian Rekomendasi DPRD Atas LKPJ Bupati Kediri Akhir Tahun Anggaran 2019. Mengingat saat ini Kabupaten Kediri masih dalam situasi pandemi wabah Covid-19, maka rapat paripurna ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat. Rapat hanya dihadiri secara fisik langsung oleh dua pimpinan DPRD, para ketua fraksi, ketua komisi, dan ketua badan kehormatan, serta ketua badan pembentukan perda. Sedangkan dua pimpinan DPRD dan anggota DPRD lainnya mengikuti rapat paripurna via video conference di rumah masing-masing. Rapat paripurna kali ini dipimpin Dodi Purwanto, Ketua DPRD Kabupaten Kediri didampingi Muhaimin, wakil ketua. Mengingat bahwa agenda utama dalam rapat paripurna ini adalah penyampaian rekomendasi DPRD atas LKPJ Bupati Kediri Akhir Tahun Anggaran 2019 dimana terdapat prosesi penyerahan rekomendasi DPRD dari Ketua DPRD kepada Bupati Kediri, maka Bupati Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno hadir langsung di ruang rapat paripurna DPRD. Bupati Kediri hadir didampingi sekda bersama kepala Bappeda, kepala BPKAD, kabag hukum dan

Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto menyerahkan rekomendasi dan laporan komisi kepada Bupati Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno.

inspektorat. Sedangkan para kepala SKPD lainya mengikuti rapat paripurna ini melalui video conference di ruang kerja kantor masing-masing. Dalam sambutannya Ketua DPRD menyampaikan bahwa tiga agenda dalam rapat paripurna kali ini sangat penting, karena merupakan bagian penting dalam mekanisme penyelenggaraan pemerintahan daerah di Kabupaten Kediri. “Hal ini sangat penting, karena di dalam laporan hasil kegiatan komisi tersebut berisikan hasil-hasil pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD melalui komisi-komisi DPRD, dan laporan reses berisikan aspirasi warga masyarakat yang disampaikan kepada anggota DPRD saat melaksanakan reses di daerah pemilihannya masing-masing. Sangat diharapkan aspirasi tersebut diperhatikan dan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Sedangkan rekomendasi DPRD atas LKPJ Bupati Kediri akhir tahun anggaran 2019 merupakan

amanah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pasal 71 ayat (3) bahwa DPRD memberikan rekomendasi atas pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dalam rangka perbaikan penyelenggaraan pemerintahan daerah” terang Dodi Purwanto, Ketua DPRD Kabupaten Kediri. Sebelum menutup rapat paripurna, pimpinan DPRD juga menyampaikan terima kasih kepada segenap anggota Pansus LKPJ DPRD yang mana di tengah wabah pandemi Covid-19 telah bekerja profesional dan bersungguh-sungguh melakukan pembahasan LKPJ hingga selesai. Tak lupa mewakili keluarga besar DPRD Kabupaten Kediri, ketua DPRD juga mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri dan menyampaikan permohonan maaf lahir batin kepada segenap anggota DPRD dan seluruh instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri. (adv/lis/*)


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

JAWA TIMUR Lumajang, Memorandum Tim Cobra Tangguh Polres Lumajang menangkap Efendi Pradana (38), DPO percobaan pencurian dan kekerasan di Dusun Tabon, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, yang terjadi pada pertengahan Mei lalu. Tersangka ditembak karena mencoba melawan petugas saat hendak ditangkap, Kamis (4/6/) sekitar pukul 12.30. “Tersangka kami tangkap di rumah temannya di Desa Karanglo, Kecamatan Kunir, Lumajang. Karena melakukan perlawanan terhadap petugas, akhirnya dilakukan tindakan tegas terukur,” kata Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Masykur melalui Kasubbag Humas Polres Lumajang Ipda Catur Budi Bhaskara, Jumat

(5/6). Tersangka Efendi ini merupakan residivis kasus curas dan pernah ditahan lima kali. Sedangkan Hadi Sutikno juga merupakan residis 365 dan sudah tiga kali masuk penjara dengan kasus yang sama. “Satu lagi masih kami kejar dan identitasnya sudah kami kantongi,” terang Catur.

Tersangka diamankan di Mapolres Lumajang.

New Normal, Enam Destinasi Wisata di Kabupaten Pasuruan Jadi Percontohan Pasuruan, Memorandum Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan untuk persiapan new normal makin dimatangkan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) mengundang kurang lebih 70 pengelola wisata untuk menyiapkan protokol saat tempat wisata mulai dibuka bagi masyarakat. Plt Disparbud Kabupaten Pasuruan Soeharto mengatakan, ada empat protokol yang sudah harus dipenuhi pengelola wisata. Yaitu, protokol untuk pengelola, pegawai atau karyawan, pengunjung atau wisatawan, dan satgas dari pemerintah. Protokol kesehatan wajib diterapkan. Seperti memakai masker, tempat cuci tangan di banyak tempat, dan kebersihan di area wisata. Pengelola wajib membatasi jumlah pengunjung untuk penerapan social

Taman Safari Indonesia II di Prigen menjadi salah satu pilot project.

distancing. Sehingga, pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas. Selanjutnya, karyawan pengelola wisata wajib memakai alat pelindung diri. Seperti masker, sarung tangan, face shield bagi petugas di frontliner. Antrean pengunjung harus di-

perhatikan agar tidak menumpuk. Bangku di ruang tunggu, tempat makan, dan sebagainya juga diatur. “Kapan mulai dibuka, kami masih menunggu situasi lebih lanjut. Namun, sifatnya memang tidak boleh mendadak. Karena itu mulai awal ini kami

berikan sosialisasi agar menyiapkan protokol sebelum pembukaan tempat wisata,” terang Soeharto. Soeharto menegaskan, pengelola tempat wisata sudah cukup siap. Mereka ingin segera membuka kembali lokasi wisata masing-masing. Ada enam tempat wisata yang siap dijadikan pilot project atau percontohan penerapan new normal di Kabupaten Pasuruan. “Yaitu Cimory, Pintu Langit, Taman Safari, Putuk Truno, Taman Dayu, dan Telogo Sewu. Mereka siap menerapkan new normal dan segera kami pantau lewat satgas dari pemerintah,” jelas Soeharto. Untuk tekniknya, jika pengelola wisata sudah siap menerapkan protap new normal, maka akan disimulasikan dan satgas turun. Selanjutnya, sargas akan menilai dan mengevaluasi. Bila

FOTO: MEMORANDUM/KOM

Bupati Lumajang Thoriqul Haq memimpin rapat koordinasi pembangunan tol.

Lumajang, Memorandum Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengharapkan agar pembangunan infrastruktur jalan tol Probolinggo-Lumajang-Jember-Banyuwangi dapat memberikan dampak pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Kami mengusulkan di Lumajang nantinya dibangun akses pintu keluar atau masuk tol, yakni di daerah utara dan selatan. Karena nantinya kami akan membangun fasilitas pasar buah untuk petani buah,” ungkapnya dalam rapat koordinasi perencanaan pembangunan jalan tol melalui daring bersama Bappeda Provinsi Jawa Timur dan

Komisaris: Mangestuti Agil Direktur: Choirul Shodiq Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah Konsultan Hukum: Noer Fattah Syafi’i

Bakorwil V Jember di kantor Bupati Lumajang, Kamis (4/6/). Cak Thoriq, saapan akrab Bupati Lumajang ini mengungkapkan, selain untuk petani buah, pihaknya juga ingin memberikan akses kepada pelaku industri kecil menengah. Diharapkan akan hadir dunia investasi dan kemudahan akses distribusi ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Lumajang. Selain itu, Cak Thoriq juga mengapresiasi prakarsa dan keinginan antara daerah di wilayah Jawa Timur dengan balai besar yang menghubungkan aktivitas antardaerah, salah satunya upaya pembangunan infrastruktur jalan tol. (kom/tri/lis)

Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Test Probolinggo, Memorandum Ribuan nelayan dan anak buah kapal (ABK) yang beraktivitas di Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo, menjalani rapid test. Pemeriksaan bagi 3.000 orang itu digelar secara gratis selama tiga hari sejak Jumat (5/6) hingga Minggu (7/6) di Kantor Pelindo III Cabang Probolinggo. “Sasaran utamanya teman-teman di pelabuhan seperti ABK, nelayan, dan lainnya. Untuk upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dapat terlaksana dengan baik,” kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Capt Subuh Fakkurochman. Tingginya aktivitas di tiga

pelabuhan yang ada di Probolinggo ini sangat rentan bagi nelayan atau ABK tertular Covid-19. Apalagi banyak kapal antarpulau sandar di pelabuhan ini. “Kami terus melakukan protokol kesehatan bagi semua nelayan dan ABK agar tidak timbul klaster baru, yakni klaster nelayan atau pelabuhan. Setiap kapal wajib mempunyai cairan disinfektan dan hand sanitizer,” tandas Subuh. Terpisah, GM Pelindo III Cabang Probolinggo Adji Djoko Wibowo menyatakan, rapid test ini adalah program peduli BUMN untuk negeri. “Pelindo III mendapat 50 ribu rapid test untuk 4 wilayah

Rapid test massal yang diikuti nelayan dan ABK di Kantor Pelindo III Cabang Probolinggo.

regional se-Jawa Timur. Di Kota Probolinggo ada sekitar 1.500 nelayan dan jumlah kapal 500 kapal berbagai ukuran,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mengatakan, pihaknya mendukung kegiatan guna mencegah penyebaran Covid-19 terutama

Adakah yang Lebih Gelap daripada Hitam? Wow… kondisi ini bisa memicu rasa putus asa dan ketidakpercayaan warga terhadap pemerintah Provinsi Jawa Timur. Paling tidak, mencuat ketidakpercayaan terhadap cara penanganan pemutusan mata rantai penyebaran virus yang sangat bandel ini. Minimal bagi warga Kota Surabaya, yang pekan ini kotanya tak lagi disebut zona merah tapi justru sudah dengan sebutan zona hitam. Klimaks! Cukup alasan bagi warga Surabaya atas keputusasaan ini. Pun atas ketidakpercayaan

sesuai akan menjadi percontohan bagi tempat wisata lain. Sekretaris Disparbud Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono mengatakan, penerapan new normal di tempat wisata akan bertahap diberlakukan. Misalnya untuk Taman Safari, awalnya semua pengunjung tidak turun dari kedaraan dulu. Lalu, kafe dan lokasi atraksi bertahap dibuka. “Kolam renang dibuka bertahap juga. Namun juga ada pembatasan tergantung luas kolam. Yang penting tidak sampai ada kerumunan,” ucap Gunawan. Diakui, dengan adanya penerapan new normal ini akan membebani pengelola terkait protap dan aturan yang ketat. “Namun, hal ini demi keamanan bersama dan semoga juga kembali meningkatkan kegiatan wisata di Kabupaten Pasuruan,” ujar Gunawan. (rul/lis)

Persiapan Tol, Pemkab Akan Bangun Pasar Buah dan Industri Kecil

635 JCH Gagal Berangkat Diimbau Sabar Bondowoso, Memorandum Bupati Bondowoso Salwa Arifin mengimbau jemaah calon haji (JCH) yang gagal berangkat menunaikan ibadah haji hendaknya memaklumi dan tetap bersabar. Hal itu disebabkan karena kondisi saat ini tidak memungkinan karena wabah Covid-19 masih belum berakhir. “Kami harap masyarakat tetap tenang, sabar. Insyaallah tahun depan pelaksanaan haji bisa dilakukan. Saat ini wabah pandemi masih belum berakhir, untuk itu semua harus memaklumi,” ujar Bupati, Jumat(5/6/2020). Seperti diketahui, Pemerintah Pusat RI meniadakan pemberangkatan haji tahun 2020. Akibatnya, 635 Jjemaah calon haji Bondowoso gagal berangkat. Pembatalan pemberangkatan jemaah haji ini, karena Arab Saudi juga menutup pelaksanaan ibdah haji tahun ini. Peniadaan ini berlaku untuk semua warga negara Indonesia yang menggunakan kuota pemerintah ataupun pengguna visa haji mujamawah. Yakni, visa haji yang keluar karena undangan khusus dari Kerajaan Arab Saudi. Kasi Haji Kemenag Bondowoso Saiful Badri mengatkan, JCH yang telah melunasi pembiayaannya yakni ada 612 orang, dan 23 orang lagi merupakan cadangan. “Terus ada cadangan, memang cadangan itu belum harus diberangkatkan. Artinya kalau dari 612 gagal, artinya sakit atau apa. Dioper ke urutan berikutnya cadangan yang sudah melunasi,” paparnya. (cw1/lis)

Sebelumnya, tersangka Hadi Sutikno (40), warga Kebondeli Utara, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang yang dihajar massa sampai babak belur usai tepergok mencongkel dan akan mengambil perhiasan di rumah korban Dewi Sholihati (40), warga Dusun Tabon, Desa Bades, Kecamatan Pasirian. “Aksi para pelaku diketahui oleh warga kemudian melarikan diri arah belakang, namun Hadi Sutikno berhasil ditangkap warga, sedangkan Efendi Pradana berhasil kabur, dan jadi DPO. Tidak butuh waktu lama dia ditangkap di rumah temannya,” terang Catur. (tri/lis)

FOTO: MEMORANDUM/TRI

Lawan Petugas, DPO Curat Didor

FOTO: MEMORANDUM/MHD

FOTO: MEMORANDUM/CW1

Bondowoso, Memorandum Bupati Bondowoso Salwa Arifin menyiapkan anggaran untuk memfasilitasi para santri yang hendak kembali ke pesantren masing-masing. Untuk itu, sejumlah organisasi Salwa Arifin perangkat daerah (OPD) Kabupaten Bondowoso menggelar rapat bersama anggota DPRD Bondowoso. Selain itu, sejumlah organisasi masyarakat (ormas) juga diundang untuk membahas hal tersebut. Rapat yang digelar di gedung DPRD tersebut mendapat restu sepenuhnya dari Ketua DPRD H Ahmad Dafir. Pada kesempatan itu ormas-ormas kompak meminta pemerintah daerah memfasilitasi rapid test kepada santri asal Bondowoso sebelum masuk lingkungan pondok pesantren. Adi Krisna, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bondowoso yang didampingi Wakil Ketua Komisi IV Darsono menyatakan, tujuannya agar semua santri yang hendak ke pesantren dipastikan tidak membawa virus Covid-19. Sementara mengingat biaya rapid test relatif mahal, maka pemda diharap membantu untuk memberi solusi. Kepala Dinkes Bondowoso dr Imron mengaku membutuhkan anggaran sekitar 3,2 M untuk pengadaan alat rapid test. Hitungan sementara, dengan jumlah santri kurang lebih 22.000 dan jumlah ponpes di Bondowoso sebanyak 135 pesantren, maka dibutuhkan anggaran kira-kira Rp 3,2 M. Itupun bisa membengkak jika hasil tesnya ada yang reaktif. Adi Krisna ketua komisi IV yang juga Wakil Ketua Fraksi Amanat Golkar menambahkan, hasil raker akan dilaporkan kepada ketua DPRD untuk diambil langkah kelembagaan berikutnya. “Saya akan melaporkan kepada Ketua DPRD, H Ahmad Dhafir, terkait hasil raker Komisi IV untuk dapatnya beliau berkoordinasi dengan Bupati untuk membicarakan persoalan ini. Terutama menyangkut anggarannya,” ujarnya. Sementara Wakil Ketua Komisi IV, H. Soedarsono dari Fraksi PKB mengungkapkan keyakinannya untuk merelokasi anggaran rapid test untuk santri. “Saya yakin Pemda bisa merelokasi anggaran untuk memenuhi kebutuhan rapid test pada ponpes. Salah satu contoh anggaran pemberangkatan haji yang sudah pasti tidak akan terserap di bagian kesra yang jumlahnya kurang lebih Rp 900 jutaan,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut pemda diminta berkoordinasi intensif terkait teknik pelaksanaan rapid test kepada santri, apakah berbasis puskesmas/ kecamatan atau berbasis pondok pesantren. Pemda juga diminta berkoordinasi pada ponpes yang ada di Bondowoso agar mewajibkan santri dari luar kota Bondowoso agar mensyaratkan surat keterangan sehat dan lolos tes rapid dari daerah asalnya masing-masing. (cw1/lis)

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Bupati Siapkan Anggaran Santri Kembali ke Pesantren

SABTU PON, 6 JUNI 2020 HALAMAN 5

ini. Betapa tidak, setelah melewati tiga kali pelaksanaan PSBB (pembatasan sosial berskala besar), kondisi kota tidak membaik tapi malah kian memburuk. Tak hanya itu, sebutan zona hitam sangat mengecewakan bagi warga Kota Surabaya. Membuktikan segala upaya yang dilakukan oleh warga Surabaya setelah patuh dan manut menjalani semua instruksi pemerintah seperti stay at home (diam di rumah saja), social distancing, physical distancing alias jaga jarak,

di wilayah Pelabuhan Tanjung Tembaga. “Nantinya, dari data hasil rapid test maka gugus tugas Covid-19 Kota Probolinggo dapat mengambil langkah penanganan,” katanya. Dikatakan Hadi, melalui rapid test ini dapat diketahui sejak dini apakah ada yang terpapar COVID 19. Sebab, pelabuhan merupakan salah satu akses keluar masuk ke wilayah Probolinggo dan banyak aktivitas pekerja baik itu nelayan atau ABK. “Rapid test ini sebagai skrining. Apabila hasil tes dinyatakan reaktif, maka dipastikan lagi dengan tes swab di RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo yang sudah punya alatnya,” tuturnya. (mhd/lis)

Sambungan dari halaman 1 seakan tak bernilai. Tegasnya, upaya keras arek-arek Suroboyo melawan wabah Covid-19 seperti tak ada artinya, dan hasilnya nol besar! Padahal, fakta yang terjadi, di lapangan banyak orang luar Kota Surabaya yang sluman-slumun-slamet berdatangan ke kotanya “Bu Risma” dengan membawa “bibit” virus. Terbukti, banyak pasien dari kota/kabupaten lain dirujuk ke rumah sakit-rumah sakit di Kota Surabaya. Bukti lain, sepanjang diberlakukannya

PSBB baik yang pertama, kedua, dan ketiga, penjagaan batas Kota Surabaya masih sangat lengang. Terbuka, dan lemah. Tak jarang terlihat orang dengan seenaknya dan berdalih apa pun, lalu lalang dengan mudah sepanjang 24 jam menerobos masuk Kota Surabaya yang selama ini dikenal dengan segudang prestasi. Kini pertanyaannya, apakah pantas Kota Surabaya disebut zona hitam? Apakah pemerintah Kota Surabaya yang pekan ini gencar menggelar rapid test gratis

dengan bantuan BIN (Badan Intelejen Nasional) bisa mengembalikan status Kota Surabaya kembali ke zona hijau? Rasanya kok sulit bahkan gak percaya bisa. Yang pasti, warga Kota Surabaya butuh kenyamanan. Karena kini warga Kota Surabaya masih sangat terganggu kehidupan ekonominya dalam kondisi Covid-19 yang terbukti merusak seluruh sendi kehidupan. Akankah Surabaya masuk zona yang lebih gelap daripada hitam? (*)

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arief Sosiawan. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko. Redaktur Pelaksana Online: Agus Supriyadi. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku. Redaktur Website: Aris Setyoadji. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Sujatmiko, Noor Arief, Syaifuddin, Ferry Ardi Setiawan, Novi Triawan, Muchlis Darmawan, Hendradi Prayogo. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana, Faishal Danny Nurdiansyah, Dodik Wahyu, Indra Anugrah Hardiantoko, Prawoto Sadewo (Blitar). Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Munjari Triono, Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda, Madiun-Ponorogo-Magetan: HM Taufiq. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo, Wakil: M Yunus. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.


HALAMAN 17 memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

POLISI KITA

Bhabinkamtibmas ke rumahrumah warga yang sebelumnya sudah didata secara valid. Proses distribusi secara door to door diharapkan bisa lebih efektif, serta tepat sasaran. Karena tujuan pendistribusian sembako ini membantu warga terdampak di tengah pandemi Covid-19 di Sidoarjo. (wa/bwo/mik)

AKBP Harun mewakili Ketua Bhayangkari Lamongan memberikan bantuan ke petugas Covid -19.

disalurkan sebanyak 550 paket penunjang kerja lapangan

dalam rangka percepatan penanganan Covid -19.

Paket tersebut diserahkan kepada Kapolres Lamongan, kemarin sore dan selanjutnya akan diberikan kepada perwakilan anggota untuk disalurkan ke seluruh anggota Polres Lamongan. Menanggapi aksi sosial ini, Kapolres Lamongan AKBP Harun mengatakan, pemberian tali asih ini merupakan bentuk kepedulian Bhayangkari dalam rangka mendukung pencegahan penyebaran Covid-19. Mewakili seluruh personel Polres Lamongan, Harun mengucapkan terimakasih kepada Ketua Bhayangkari cabang Lamongan atas kepeduliannya terhadap personel yang bertugas melakukan pencegahan Covid-19 di wilayah Lamongan. Setiap paket yang disalurkan berisi sejumlah suplemen penjaga imunitas tubuh seperti madu, vitamin C, sejumlah herbal, hingga hand sanitizer dan masker. (and/har/mik)

Polres Gresik Salurkan 10 Ton Beras dan 321 Paket Bansos Gresik, Memorandum Polres Gresik kembali membagikan bantuan kepada masyarakat berupa 10 ton beras dan 321 paket sembako dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di halaman mapolres, Jumat (5/6). Dalam paket bantuan itu, berisikan beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, kecap, gula 1 kg, abon, sarden dan tepung terigu 1 kg. Turut hadir dalam acara tersebut AKBP Arief Fitrianto selaku Kapolres Gresik, penanggungjawab umum Polres Gresik, Kapolsek Jajaran Polres Gresik. Hadir pula Ach. Shobiron selaku Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Gresik dan perwakilan kepala desa dan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah Kabupaten Gresik. Sasaran dari bantuan sosial (bansos) ini adalah masyarakat dan pelaku pariwisata kreatif yang terkena dampak Coronavirus Disease 19 di wilayah Kabupaten Gresik. “Bansos saat ini kita salurkan kepada sasaran masyarakat yang belum menerima bansos apapun dari pemerintah”, ujar AKBP

AKBP Arief Fitrianto menyerahkan paket sembako kepada perwakilan penerima bantuan.

FOTO: MEMORANDUM/RUL

kepada warga, tetapi juga dibagikan kepada anggota yang bertugas di Pam Ops Ketupat Semeru 2020, piket Polsek Gempol, piket Koramil, piket kecamatan, dan piket Poslantas. “Hari ini kami (kemarin,red) bersama anggota membagikan nasi bungkus sebanyak 100 porsi

dengan diserahkan secara door to door kepada warga,” sambung Maryono. “Kami juga berpesan kepada anggota, selain membagikan nasi bungkus kami juga meminta agar mengimbau kepada warga binaannya untuk disiplin memakai masker, menghindari

kerumunan, dan berpola hidup sehat,” tambah Maryono. Dalam pelaksanaan pembagian nasi bungkus tersebut berjalan dengan aman dan lancar. Semua penerima nasi bungkus merasa senang dan mengucapkan terimakasih kepada anggota TNI dan Polri. (*/rul/mik)

Probolinggo, Memorandum Berakhir sudah pelarian Rusman (40), warga Desa Tegal Bangsri, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang dari kejaran polisi. DPO (daftar pencarian orang) satu ini, ditangkap anggota Satreskrim Polres Probolinggo Kota setelah sebulan kabur. Rusman adalah gembong bandit ternak dan pembajak truk yang merupakan residivis kasus pencurian. Saat perampokan, ia bertindak sebagai pelaku utama. Yakni mengancam korban dengan celurit. Rusman bersama kawanannya beraksi di kawasan Jalan Brantas, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, beberapa waktu lalu. Dari kejadian itu, 7 orang yang diamankan petugas. Mulai dari penadah, pelaku utama, dan penghubung antara kawanan perampok dengan pemilik ternak. Modus pelaku ini, transaksi jual beli ternak secara online. Dari tujuh pelaku itu, ada satu orang yang berhasil kabur. Pelaku diketahui bernama Rusman. Penangkapan DPO, dipimpin Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Heri Sugiono. “Pelaku sangat licin. Sebelumnya, ia juga

FOTO: MEMORANDUM/EDR

Petugas melakukan rapid test kepada pengunjung di salah satu kafe saat digelar operasi gabungan.

Sementara itu, Wali K Kota Malang Sutiaji mengingatkan agar masyarakat terus disiplin dalam menjalank-

an protokol kesehatan. “Saat ini kita sedang memasuki masa transisi pasca PSBB. Menuju hidup dengan tatanan

baru. Kami berharap selepas PSBB masyarakat masih terus waspada dan tetap menjalankan protokol kesehatan secara disip-

lin,” harapnya. Dalam operasi gabungan itu, melibatkan petugas gabungan dari Pemkot Malang, Polresta

Malang Kota, Kodim 0833 Kota Malang, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, BPBD, dan Satpol PP Kota Malang. (edr/mik)

Kapolres Blitar Kota Bersama Forkopimda Cek Kesiapan New Normal Blitar, Memorandum Guna memastikan kesiapan pelaksanaan new normal life di Blitar Kota, Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela bersama Forkopimda n Kota Blitar melaksanakan pengecekan at di tempat-tempat umum dan tempat ibadah, Jumat (5/6). es dan Dalam pengecekan itu, kapolres forkopimda memberikan imbauan dan memastikan kepatuhan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan kepada pemilik toko atau mal dan pengurus tempat ibadah serta pengunjung. Beberapa tempat umum yang menjadi sasaran pengecekan adalah Blitar Square di Jalan Merdeka, Masjid Agung di Jalan Masjid 13 dan Stasiun Kota Blitar di Jl Mastrip. “Kita lakukan pengecekan langsung di lapangan, agar tahu bagaimana kondisi rielnya. Kami juga imbau agar takmir masjid memberikan tanda petunjuk di lantai untuk menjaga jarak antar jemaah sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19,” ujar Leonard, kemarin.

P Pihaknya juga berharap dengan penataan, p pembersihan masjid dengan disinfektan, setiap tempat ibadah di Kota Blitar sudah siap untuk melaksanakan tatanan normal baru. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kota Blitar dr. Dharma Setiawan M.MKes. yang juga hadir pada kegiatan p pengecekan tersebut mengatakan, “P “Pengelola tempat-tempat umum serta pengurus tempat ibadah diimbau untuk melaksanakan protokol kesehatan dengan mengharuskan pengunjung untuk cuci tangan atau dengan hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh, dan wajib menggunakan masker,” imbuh Dharma Setiawan. Wali Kota Blitar Santoso juga mengimbau untuk tempat umum agar disiapkan tempat untuk antrean bagi pengunjung untuk menjaga jarak dengan pengunjung lainnya. “Maka sekarang adalah peran dari masyarakat Blitar langsung. Diharapkan semua dapat menaati protokol serta tata cara menghadapi new normal life nanti,” tutup Santoso. (pra/mik)

elewengan maupun bantuan yang tidak tepat sasaran,” perintah Arief. Secara simbolis bantuan diserahkan kepada perwakilan penerima bansos. Dan acara diakhiri dengan pemberangkatan pendistribusian paket sembako oleh Kapolres Gresik. (and/har/mik)

Anggota polsek membagikan nasi bungkus kepada warga binaan.

Para pengasuh ponpes mengikuti rapat koordinasi dan AKBP Rama Samtama Putra (inset).

Kapolres Tawarkan Konsep Manajemen Ponpes Tangguh Covid 19

AKBP Leonard M Sinambela bersama Forkopimda mengecek kesiapan new normal life di beberapa tempat umum Kota Blitar.

Bangkalan, Memoramdum Sejak pemerintah resmi menerapkan kebijakan new normal mulai Minggu (1/6) lalu, bakal berimbas pada kembalinya belasan ribu santri ke Bangkalan. Lebih dari 100 pondok pesantern (ponpes) yang tersebar di 18 kecamatan itu akan melakukan kegiatan belajar mengajar. Kondisi itu langsung disikapi Pemkab Bangkalan dengan menggelar rapat, Kamis (4/5). Di dampingi anggota Forkopimda, Bupati R Abdul Latif Amin Imron menggelar rapat koordinasi dengan seluruh pengasuh ponpes. Termasuk Ketua PCNU KH Sarbinini Makki, serta para ulama utusan dari PC-NU dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) ikut terlibat. Kapolres Bangkalan AKBP

Rama Samtama Putra, siap menyambut dan mengamankan kembalinya para santri. ” Sesuai amanah UU Nomor 18 tahun 2019 tentang pesantren, kami aparat keamanan dari Polres maupun TNI dari Kodim 0829 dan Lanal Batuporon selalu siap,” kata Rama. Hanya saja, sekembalinya ke ponpes para santri dan pengelola harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Juga harus punya strategi berbasis POP (Problem Oriented Polecy) agar ponpes punya daya tangkal tangguh. “Supaya tidak menjadi klaster baru penyebaran dan penularan covid 19. Dalam konteks ini, kami menawarkan agar masingmasing ponpes bisa merujuk

Kapolres Malang Paparkan Protokol Kesehatan di Pesantren Malang, Memorandum Menuju new normal, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar bersama Forkopimda Kabupaten Malang, melakukan sosialisasi pendisiplinan pelaksanaan physical distancing kepada Forum Kerukunan Umat Beragam (FKUB) Kabupaten Malang di pendopo pemkab, Jumat (5/6). Hadir dalam kegiatan itu Bupati Malang HM Sanusi, Dandim 0818 Kab Malang – Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Ketua DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto, dan peserta sosialisasi dari para tokoh agama. Dalam paparannya, AKBP Hendri Umar menyampaikan tentang “Skenario Kembali Sant-

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Lanjut Dony, konsep yang diciptakan Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya dan Gubernur Jawa Timur ini nantinya, TNI – Polri akan memberikan arahan asitensi. “Sehingga sinergitas dengan pondok pesntren bisa terlaksana dengan baik,” sambungnya. Di mana, sebelum memasuki kawasan pondok harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah masing

- masing. “Nanti akan kami bantu melalui kapolsek berupa pengamanan pada saat santri masuk ke ponpes secara bertahap,” tambah Dony. Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan KH A Mujib Imron mengatakan, jika puskesmas seteampat siap melayani kebutuhan pondok. Termasuk pemeriksaan kesehatan hingga mengeluarkan surat keteran-

gan sehat untuk santri yang baru masuk ponpes. “Kepala puskesmas siap melatih kader kesehatan yang ada di ponpes sesuai program Bupati untuk kembalinya santri. Program ini bertahap, karena adanya isolasi 14 hari kemudian baru di susul santri berikutnya.” tutur Gus Mujib. Di samping itu, Dinkes telah siap pelaksanaan rapid test secara gratis. (*/rul/mik)

DPO Pencuri Ternak dan Pembajak Truk Dibekuk

FOTO: MEMORANDUM/AND

Arief Fitrianto dalam sambutannya, kemarin. Mekanisme pembagian bansos dilakukan dengan melibatkan jajaran Kapolsek. Untuk kemudian bantuan tersebut akan didistribusikan oleh bhabinkamtibmas polsek. “Kapolsek jajaran selalu awasi pendistribusian bansos jangan sampai terjadi peny-

TNI-Polri Wujudkan Sinergitas dengan Membagikan Nasi Bungkus di Wilayah Gempol Pasuruan, Memorandum Untuk meringankan ekonomi warga terdampak Covid-19, sinergitas TNI - Polri di wilayah hukum Polsek Gempol, Polres Pasuruan Kota, ditunjukkan dengan membagi-bagikan nasi bungkus kepada warga, Kamis (5/6). Kapolsek Gempol Kompol Maryono mengatakan, pembagian nasi bungkus tersebut berasal dari dapur umum Sinergitas Polri dan TNI di wilayah Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. “Ini merupakan kepedulian dari sinergitas TNI - Polri kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19 guna meringankan ekonomi masyarakat terdampak,” ucap Maryono, kemarin. Pembagian nasi bungkus tersebut tidak hanya dibagikan

Sebelumnya, petugas juga pernah melakukan operasi dan rapid test di tempat ini, namun tidak membuat pengunjung dan pemilik usaha kapok. Kemarin saat operasi, pengunjung banyak yang tidak memerhatikan protokol kesehatan sehingga petugas memberikan pengarahan agar mematuhi protokol kesehatan. Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus H Simarmata menjelaskan, pengusaha kafe dan pengunjungnya harus melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin. “Masyarakat cenderung tidak perduli dengan keadaan yang ada. Itu nampak banyak masyarakat tidak menggunakan masker. Padahal masih masa transisi menuju masa new normal,” terangnya. Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson merasa prihatin dengan kondisi itu. “Ini cukup memprihatinkan. Kita tidak sadar kalau musuh itu k melekat. Karena tidak n patuh dan disiplin dan patuh anjuran pemerintah,” katanya.

FOTO: MEMORANDUM/PRA

Lamongan, Memorandum Bhayangkari Cabang Lamongan yang dinakhodai Ny Ayu Harun selalu bergerak dan tidak mau ketinggalan dalam update terkini wabah Covid-19. Salah satunya ditunjukkan dengan memberikan dukungan berupa paket kasih sayang untuk anggota Polres Lamongan yang bertugas extra selama pandemi berlangsung. “Bhayangkari dalam kapasitasnya sebagai organisasi juga harus mampu ikut memberi sumbangsih pelayanan dan pengayoman untuk masyarakat. Peran Bhayangkari tidak melulu ada di belakang, namun juga bisa di depan untuk membantu tugas-tugas Polri,” kata Ayu Harun, kemarin. Dalam kegiatan bertajuk Bhayangkari Peduli Covid-19 yang dikemas dalam bentuk pemberian tali asih dari Ketua Bhayangkari Cabang Lamongan kepada anggota Polres Lamongan, itu telah

FOTO: MEMORANDUM/AND

Ketua Bhayangkari Lamongan Bantu Petugas Pengawal Covid-19

Malang, Memorandum Enam orang pengunjung kafe dan warung ditemukan reaktif saat menjalani rapid test acak terhadap 86 pengunjung oleh petugas operasi gabungan (opsgab) di Sudimoro, Kota Malang, Kamis (4/6) malam.

AKBP Dony Alexander memimpin rapat didampingi Wakil Bupati Pasuruan KH A Mujib Imron.

AKBP Hendri Umar bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Malang melakukan sosialisasi pada FKUB.

ri ‘Pesantren Tangguh’ Memasuki New Normal’ mengulas protokol kesehatan di pesantren. Diharapkan, sebelum ke pesantren para santri melakukan karantina mandiri di rumahnya selama 14 hari. “Untuk pengurus bisa kembali lebih awal untuk melaksanakan karantina di pesantren,”

ujar Hendri. Selama karantina, lanjut Hendri, diharuskan mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, sering cuci tangan, dan jaga jarak. Para santri dan pengurus juga harus menyiapkan surat keterangan sehat dari puskesmas atau rumah sakit atau dok-

n ter untuk memastikan kondisinya. Juga disiapkan vitamin C, madu dan nutrisi untuk ketahanan tubuh selama satu bulan serta pola hidup bersih sehat. Ke t i k a p e r j a l a n a n k e pesantren, kapolres mengingatkan untuk menjaga diri mengenai sarana transportasi yang

digunakan untuk tetap steril dan memperhatikan protokol kesehatan. San Santri diimbau tidak meng menggunakan kendaraan u umum dan mampir ke ttempat umum. Juga dian dianjurkan membaca doa ssebelum dan selama pe perjalanan (shalawat sy syifa). Pe n g u r u s j u g a m menerap protokol kesehatan untuk santri maupun wali santri yang datang ke pesantren serta mengatur jam kedatangan. Kasubbag Humas Polres Malang Iptu Bagus Wijanarko menyampaikan sosialisasi ini agar dapat memberikan rasa aman dan nyaman. (*/ari/mik)

pada POP yang dikembangkan oleh Kampung Tangguh Covid 19 Semeru yang sudah dibentuk di 59 lebih desa di 18 kecamatan,” harap Rama. Di sini, ponpes harus menggerakan para satrinya sebagai relawan penangkal penyebaran covid 19. Bagi ponpes yang ingin membentuk Ponpes Tangguh Covid 19, Polres akan menempatkan satu personel. “Mereka akan kami fungsikan sebagai instruktur atau asesment, agar relawan santri masing-masing ponpes, mampu menerapkan manajemen Ponpes Tangguh Covid 19 tepat dan benar,” pungkasnya. (ras/mik)

Penyidik menunjukkan senjata celurit milik Rusman saat diperiksa.

FOTO: MEMORANDUM/MHD

terlibat kasus pencurian motor di wilayah hukum Polres Probolinggo dan Polres Jember. Bulan Maret lalu baru bebas dari Polres Probolinggo, kemudian terlibat pencurian ternak dan truk di wilayah kami,” kata AKP Heri Sugiono, Jum’at, (5/6). Heri Sugiono menambahkan, penangkapan pelaku berlangsung dramatis. Pihaknya harus melakukan pengintaian selama berhari-hari. Di sekitar rumah pelaku. Bahkan saat penangkapan, tiga anak perempuan pelaku, berteriak histeris. Atas perbuatannya itu, pelaku terancam

pasal 365 KUHP, tentang pencurian dengan kekerasan. Dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Sementara itu, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya berpesan kepada seluruh pedagang ternak untuk berhati-hati apabila tidak mengenal orang yang menghubungi untuk membeli ternak. “Tanya dulu kepada instansi terkait, seperti kepolisian ataupun aparat desa. Kalau sudah akurat bisa dilakukan upaya transaksi penjualan secara online,” pintanya. (mhd/mik)

Polres dan Forkopimda Gelar Rapat Pengembalian Santri ke Ponpes Lumajang, Memorandum Program Pesantren Tangguh Mandiri diharapkan dapat menjaga keberlangsungan aktivitas pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Lumajang agar terhindar dari penyebaran Covid-19. Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang Agus Triyono dalam asi rapat koordinasi fasilitasi e pengembalian santri ke pesantren bertempat di Ruang Narariya Kirana Kantor Bupati Lumajang, Jumat (5/6). Agus mengungkap-kan, Pemkab Lumajang bersama TNI dan Polri, serta pengurus ponpes di Kabupaten Lumajang telah berkoordinasi agar lingkungan ponpes terhindar Covid-19. “Jangan sampai muncul klaster baru Covid-19 di Lumajang setelah ini. Apalagi klasternya dari lingkungan pondok pesantren, itu harapan kita, dan ini harus kita antisipasi,” ungkap dia.

FOTO: MEMORANDUM/TRI

bantuan dari Kemenparekraf diperuntukan bagi pelaku pariwisata terdampak Covid-19. Seperti PKL, UKM, perajin, dan sebagainya. “Mereka sangat membutuhkan bantuan, karenanya kami bergerak cepat menyalurkan bantuan ini kepada mereka,” imbuhnya. Bantuan beras ini dibagikan

Pasuruan, Memorandum Menjelang era new normal di segala lini, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander bersama Wakil Bupati Pasuruan KH A Mujib Imron terus mematangkan rencana itu dengan menggelar rapat di Aula Sanika Satyawada Polres Pasuruan Kota, Jumat (5/6). Rapat terkait kembalinya santri ke pondok pesantren (ponpes) dan pembentukan pondok tangguh ini dihadiri PJU polres, kapolsek jajaran dan pengasuh ponpes di wilayah Polres Pasuruan Kota. Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander mengatakan, kegiatan ini guna mengantisipasi penyebaran Covid-19. “Kalau di desa kami mempunyai program KampungTangguh Kebal Covid-19, nanti kalau di ponpes namanya Pesantren Kebal Covid-19,” ucap Dony, kemarin.

Suasana rapat koordinasi pengembalian para santri di ruang Narariya Kirana.

Sementara itu, Kom mandan Kodim 0821 Lumajang Letkol. Inf Ahmad Fauzi menjelaskan, bahwa konsep Pesantren Tangguh Mandiri merupakan adopsi dari kampung tangguh yang dicanangkan di Desa Banjarwaru. Namun, ada beberapa penyesuaian, mengingat kondisi sosialnya berbeda. Lanjut dia, konsep Pesantren Tangguh Mandiri tersebut akan dilakukan pembatasan aktivitas keluar-masuk

pondok. Oleh karena itu, segala sesuatu yang dibutuhkan harus tersedia di dalam pesantren. “Segala sesuatu yang dibutuhkan harus ada di dalam pondok pesantren, seperti tersedianya koperasi. Sehingga tidak ada aktivitas keluar masuk, dan ini harus benar-benar kita antisipasi,” jelasnya. Wakapolres Lumajang Kompol Hendry Soelistiawan menerangkan, Pesantren Tangguh Mandiri telah menjadi salah satu

anjuran Pemprov Jawa Timur, dan, konsep ini salah satu yang mendapat apresiasi Presiden RI Joko Widodo untuk menekan angka penyebaran Covid-19, khususnya di lingkungan pondok pesantren. “ P e s a n t r e n Ta n g g u h Mandiri di Jatim ini sudah mendapatkan apresiasi dari Pak Presiden dan Pak Kalpori. Jangan sampai terjadi klaster baru dari pondok pesantren,” pungkasnya. (tri/mik)

Satsabhara Polres Tulungagung Renovasi Rumah Tukang Pijat Tulungagung, Memorandum Perasaan Sudaryati (60), warga Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Tulungagung Kota, berbunga-bunga. Bagai ketiban durian runtuh, ia tak menyangka rumahnya dipilih untuk direhab oleh anggota Satsabhara Polres Tulungagung, Jumat (5/6). Rumah berukuran 4 kali 10 meter itu ditempati Sudaryati dan Sujadi, suaminya. Dinding bambu, beralaskan tanah liat dan selalu bocor saat hujan turun. Rumah tersebut tak memiliki sekat. Sehingga semua berada dalam satu ruangan, mulai dapur, kamar tidur hingga tempat mandi terlihat jelas.. h, Kelembaban di dalam rumah, k acap kali menimbulkan bau tak n sedap, dan mengganggu kesehatan penghuninya. Kondisi ini mengetuk hatii Kasatsabhara Polres Tulungagung, AKP Saimun Soim untuk membenahi rumah Sudaryati. Kemudian niatnya itu disampaikan kepada anggota-anggotanya.

FOTO: MEMORANDUM/FIR

An Andriana, dalam apel pem pemberangkatan bantuan sosial di M Mapolresta Sidoarjo, Jumat (5/6). Polresta Sidoarjo sendiri sudah merinci dan mendata para penerima bantuan sosial. Paket sembako itu diberikan pada janda, fakir miskin, serta warga yang terdampak Covid-19. Pada kesempatan kali ini,

Kapolres Pasuruan Kota Bareng Bupati Matangkan Kembalinya Santri ke Ponpes

FOTO: MEMORANDUM/RAS

AKBP Deny Agung Andriana memimpin apel pemberangkatan bantuan sosial di Mapolresta Sidoarjo. AK

Opsgab Ketiga Forkopimda Kota Malang Jaring 6 Orang Reaktif

FOTO: MEMORANDUM/ARI

Sidoarjo, Memorandum Wabah corona yang melanda masyarakat Sidoarjo, mengakibatkan tidak sedikit yang terdampak ketersediaan kebutuhan pangan. Karenanya dibutuhkan bantuan dari berbagai pihak. Kementerian Pariwisata if (Kemendan Ekonomi Kreatif parekraf) misalnya, juga anturut mengulurkan banpa tuan sembako berupa riberas. Agar pendistrian busian ini efektif dan an tepat sasaran, bantuan tersebut disalurkan meo dan lalui Polresta Sidoarjo jajarannya. “Pendistribusian bantuan beras dari Kemenparekraf, dilakukan oleh Bhabinkamtibmas masing-masing membawa empat sak beras seberat 5 kilogram. Serta masing-masing polsek 200 kilogram,” ujar Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung

FOTO: MEMORANDUM/WA

Polresta Sidoarjo Salurkan Bantuan Beras Kemenparekraf

SABTU PON, 6 JUNI 2020 HALAMAN 6-7

AKP Saimun Soim berada di rumah warga yang direnovasi.

Tak disangka uang dari anggota Satsabhara terkumpul mencapai Rp 15 juta. Kemudian uang tersebut digunakan merenovasi rumah tukang pijat itu. Butuh waktu sampai 20 hari untuk

menyelesaikan renovasi. Dindingnya kini diganti harplek, lantainya dilapis keramik, dan atapnya diganti genteng baru. Masing-masing ruangan juga memiliki sekat, sehingga tidak lagi bercampur

menjadi satu. Bahkan salah satu anggota Satsabhara yang memiliki usaha mebel, rela menyumbangkan seperangkat meja kursi untuk mengisi ruang tamu lengkap dengan almari serta meja makan. Ditemui di Mapolres Tulungagung, AKP Saimun Soim mengatakan, semua ini berkat kerja sama dan kerelaan anggotanya. “Tadi teman-teman juga menyerahkan tabung dan kompor gas, karena sebelumnya mereka memasak dengan kayu,” ujarnya, kemarin. Soim menyebut aksi ini merupakan wujud kepedulian, termasuk penterjemahan dari slogan Agunge Sikap Tulung Tinulung (Astuti), yang kerap digelorakan oleh Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia. Sementara itu Sudaryati terlihat sangat terharu, air mata tak terbendung dari kedua matanya. “Saya ucapkan terimakasih banyak kepada pak polisi yang telah memperbaiki rumah kami,” pungkasnya. (fir/mad/mik)


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

MADURA

SABTU PON, 6 JUNI 2020 HALAMAN 8

FOTO: MEMORANDUM/URI

BIRO MADURA RAY RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. WAKABIRO: Sujak Lukman REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.

Tim gabungan Polres Sumenep dan Kodim 0827 patroli ke kafe-kafe yang masih tetap beroperasi.

Sumenep Tambah Ruang Isolasi

FOTO: MEMORANDUM/URI

Sumenep, Memorandum Pemerintah Kabupaten (pemkab) Sumenep menambah ruang isolasi untuk pasien terkonfirmasi positif covid-19. Penambahan dilakukan setelah ruang isolasi di rumah sakit penuh. Sebelumnya, RSUD dr Moh Anwar hanya memiliki 9 ruang isolasi pasien covid-19. Dengan adanya penambahan itu, total ada 38 ruang Edy Rasiyadi isolasi pasien positif terjangkit. “Pemkab juga masih mempersiapkan tempat alternatif lainnya tidak hanya di RSUD dr Moh Anwar,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten (sekdakab) Edy Rasiyadi, Jumat (5/6). Mantan kepala dinas PU Bina Marga itu menyebutkan, alternatif itu rencana sebelumnya di Islamic Center dan gedung Kegiatan Belajar (SKB) di Kecamatan Batuan. Namun, pemkab tambah Edy, tetap berharap ruangan baru itu tidak sampai terisi. Dalam artian, kasus terkonfirmasi covid-19 di Sumenep tidak kembali bertambah dari sekarang yang total sudah berjumlah 16 pasien terkonfirmasi positif. “Dirumah sakit saja sudah ada 38 kamar pasien termasuk gedung paviliun sudah kami persiapkan,” imbuhnya. Karena itu, edy mengimbau warga Sumenep tetap waspada dan tidak keluar rumah jika memang tidak begitu penting. Serta selalu mematuhi prokol kesehatan, jaga jarak, hindari kerumunan, cuci tangan, dan memakai masker.(uri/epe)

Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari bersama Wabup H Raje’i dan Dandim 0826 Letkol inf M Effendi memukul kentongan sebagai tanda peresmian Kampung Tangguh Semeru Covid-19.

Kapolres Launching Kampung Tangguh Semeru Pamekasan Pamekasan, Memorandum Guna mencegah penyebaran virus corona di wilayah hukumnya, Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari me-launching tiga desa Kampung Tangguh Semeru Covid-19. Yakni Desa Toket dan Pangorayan di Kecamatan Proppo, serta Desa Sotaber di Kecamatan Pasean, Jumat (5/6).

Peresmian itu juga dihadiri Komandan Kodim (dandim) 0826 Letkol Inf M Effendi dan Wakil Bupati (wabup) H Raje’i, serta undangan lainnya. Setelah memukul kentongan bambu tanda peresmian, kapolres menyalurkan bantuan sosial untuk warga yang terdampak covid-19.

“Kampung tangguh ini merupakan upaya dari masyarakat sendiri dalam upaya memecahkan masalah, di antaranya seperti saat ini dalam menghentikan penyebaran covid-19 di Indonesia khususnya di Kabupaten Pamekasan,” ungkapnya. Kapolres meminta dukung-

Program ini bertujuan memberikan bantuan kepada masyarakat khususnya warga yang terdampak atas mewabahnya covid-19 saat ini. AKP Nining Dyah Kasubbag Humas Polres Pamekasan

an dan kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu membahu serta bergotong royong mencari solusi pencegahan. “Kita harus tetap ikhtiar, salah satunya dengan cara membentuk kampung tangguh. Semoga dengan terbentuknya kampung tangguh ini dapat menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat untuk bergotong royong,” harapnya. Di setiap kampung tangguh, terang kapolres, dibentuk beberapa divisi yang menangani keamanan, kesehatan, pangan, dan pemulasaraan jenazah. Diharapkan, semua berjalan

sesuai koridor sehingga status kampung tangguh di desa itu tetap mempertahankan zona hijau atau tidak ada yang terkonfirmasi positif terjangkit covid-19. Kasubbag Humas Polres Pamekasan AKP Nining Dyah mengatakan, launching ini bagian dari program Polri Peduli Keselamatan Cegah Covid-19 yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia. “Program ini bertujuan memberikan bantuan kepada masyarakat khususnya warga yang terdampak atas mewabahnya covid-19 saat ini,” ucapnya.(sjk/epe)

Pemkab Sumenep Siapkan 8 Ribu Rapid Test Gratis Sumenep, Memorandum Pemerintah Kabupaten (pemkab) Sumenep menyiapkan 8 ribu alat rapid test gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal itu untuk mengetahui sejauh mana penyebaran covid-19 di kabupaten ujung timur pulau Madura ini. Tes gratis tersebut diprogramkan pasca Bupati A Busyro Karim mengeluarkan SE (surat edaran) bernomor: 443.32/700/435.102/2020 tertanggal 1 Juni 2020 yang mewajibkan

FOTO: MEMORANDUM/AAN

Sumenep, Memorandum Polres Sumenep bersama Kodim 0827 melakukan patroli gabungan ke sejumlah kafe yang masih beroperasi kendati tingkat penyebaran covid-19 masih tinggi. Namun, dalam patroli itu pendekatan persuasif lebih dikedepankan. Patroli bahkan dibarengi dengan pemberian bantuan sosial (bansos) kepada pelayan kafe yang terdampak covid-19. Dalam patroli, aparat memberikan pengarahan ke pengunjung untuk lebih disiplin mematuhi protokol kesehatan. Sebab kesadaran masyarakat masih kurang. Padahal di beberapa warung dan kafe sudah ada tulisan Silakan beli, bungkus, dan tinggalkan tempat! “Namun tulisan tersebut mayoritas tidak diindahkan pengunjung kafe,” terang Kapolres AKBP Deddy Supriyadi, Jumat (5/6). Tidak hanya pengunjung, pemilik kafe atau restoran juga diberikan pemahaman protokoler kesehatan. Sehingga tulisan arahan tidak hanya sebatas imbauan melainkan bisa diterapkan. Apabila pemahaman tidak diindahkan, tambah kapolres, pihaknya tidak segan akan membubarkan sekaligus teguran. Hal itu, dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19 pasca bertambahnya warga yang positif terpapar. “Kedisplinan sangat perlu sebab vaksin corona sesuai pernyataan Kapolda Jatim tidak ada obat lain selain disiplin,” tegasnya.(uri/epe)

FOTO: MEMORANDUM/SJK

Cegah Potensi Penyebaran, Polisi Patroli Kafe dan Warung

Salah satu pelaksanaan rapid test gratis seperti yang berlangsung di Pelabuhan Kalianget.

warga Sumenep memiliki surat keterangan medis (SKM) apabila ingin bepergian ke luar kota. Dalam SE tersebut, bupati mengharuskan kepada masyarakat melakukan rapid test covid-19 baik secara mandiri maupun bantuan pemkab Sumenep sebelum mendapatkan SKM. Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Sumenep, Moh Nur Insan mengatakan, saat ini alat rapid test yang tersedia baru 3 ribu unit. Tapi ia memastikan akan ada dropping lagi 5 ribu

unit untuk mengetes masyarakat Sumenep. “Dinkes Sumenep juga mengajukan pengadaan alat rapid test 20 ribu unit kepada BUMN tapi itu sebatas pengajuan. Semoga ada respons positif,” terang dia, Jumat (5/6). Menurut Nur Insan, harga rapid test saat ini sudah mengalami penurunan. Dari semula Rp 400 ribu menjadi sekitar Rp 200 ribu per unit. Sehingga anggaran yang dikeluarkan untuk pengadaan 8 ribu alat rapid test mencapai Rp 1,6 miliar. (aan/epe)

Bangkalan, Memorandum Rapat koordinasi Bupati R Abul Latif Amin Imron selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bangkalan, dengan ratusan pengasuh pondok pesantren (ponpes) di wilayahnya, menghasilkan keputusan penting jelang kembalinya santri beraktivitas. Acara yang digelar di Pendopo Agung Pemkab Bangkalan, Kamis (4/6) itu, memang bertujuan untuk menyikapi rencana kembalinya dibuka aktivitas ponpes kendati wabah virus corona masih mengancam. Termasuk rencana penerimaan santri baru pada tahun ajaran 2020/2021 bulan ini. Dalam rapat koordinasi ini, bupati yang didampingi anggota Forkopimda Bangkalan dan seluruh anggota tim gugus tugas, menjalin kesepakatan bersama seluruh pengasuh ponpes tetang prosedur dan mekanisme kembalinya santri. Mulai dari jadwal, protap kesehatan yang wajib diterapkan di ponpes, dan ketika santri mulai

berbaur. Targetnya, menangkal potensi penyebaran covid-19 dalam ponpes agar tidak menjadi klaster baru. “Alhamdulillah, prosedur dan mekanisme yang kami tawarkan melalui pemaparan secara detail, tanpa ada respons bertele-tele, diterima secara aklamasi oleh seluruh pengasuh ponpes. Termasuk disetujui oleh para ulama,” kata Ra Latif, sapaan akrab bupati. Dalam arahannya, bupati memang secara detail memaparkan tentang gambaran prosedur dan mekanisme yang harus diditerapkan ketika ribuan santri kembali ke ratusan ponpes yang tersebar di Bangkalan. Termasuk ketika masing-masing ponpes membuka pendaftaran satri baru. Namun tentang jadwal, Ra Latif menyerahkan sepenuhnya kepada masing-masing ponpes. Namun untuk ponpes yang kurikulum pendidikannya berafiliasi pada kementerian agama dan kementerian pendidikan, Ra Latif menyarankan agar mengikuti jadwal yang sudah diprogram

FOTO: MEMORANDUM/RAS

Gugus Tugas dan Ponpes Sepakat Tangkal Covid-19 Bersama

Bupati R Abdul Latif Amin Imron memaparkan protap rencana kembalinya santri dalam rapat koordinasi dengan pengasuh ponpes di Bangkalan.

kedua lembaga pemerintah itu. ”Termasuk jadwal penerimaan santri baru tahun ini,” cetusnya. Sedangkan untuk pondok salaf, diserahkan kepada masing-masing pengasuh. Sesuai agenda program masing-masing ponpes. Satu yang tidak bisa diotak-atik adalah penerapan standar kesehatan harus menurut

pemerintah dan WHO. Apalagi para santri kembali ke ponpes masing-masing, bersamaan dengan kebijakan new normal yang sudah diterapkan pemerintah. Dalam konteks ini, Tim Gughus Tugas Covid 19 Pemkab, menurut Ra Latif, telah menetapkan rambu-rambu protokol kesehatan yang harus

disepakati bersama seluruh elemen ponpes. Semisal santri dari luar Bangkalan wajib kantongi surat keterangan sehat dan bebas covid-19 dari dokter atau puskesmas asal. “Selain itu, kami berharap agar sekembalinya ke ponpes, masing-masing santri membawa peralatan masak, ibadah, dan kebutuhan pribadi

lainnya sendiri-sendiri,” tandas Ra Latif. Juga disarankan membawa vitamin serta obat-obatan secara mandiri dari rumah. Termasuk membiasakan diri mengkonsumsi makanan sehat setelah kembali ke ponpes. Saran itu untuk mendukung pembiasaan budaya pola hidup sehat di lingkungan pesantren. Selain itu, ada kewajiban pakai masker, mencuci tangan, jaga jarak ketika berdialog dengan sesama santri, termasuk ketika menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM), harus tetap diterapkan dengan didiplin. “Untuk satu bulan ke depan, tim gugus tugas akan membantu penyediaan sarana dan prasarana cuci tangan, termasuk kebutuhan vitamin dan suplemen un-

tuk para santri di masing-masing ponpes,” tegas Ra Latif. Jika ada santri yang sakit, bupati mengingatkan kepada pengasuh ponpes harus segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan atau puskesmas terdekat. Agar segera mendapat perawatan medis. Kalau perlu dikarantina di tempat yang sudah ditetapkan tim gugus tugas tingkat kecamatan. Ke depan, Ra Latif berharap ponpes menerapkan manajemen Kampung Tangguh Covid-19 yang sudah terbentuk di beberapa desa. “Tujuannya, agar bisa menjadi ponpes tangguh covid-19 dan punya kemampuan memutus mata rantai penyebaran. Minimal di lingkungan ponpes masing-masing,” pungkasnya. (ras/epe)

INFO KEHILANGAN Telah hilang STNK sepeda motor Honda Scoopy Tahun 2017 nomor polisi M 3383WZ, warna merah hitam. Atas nama Safrina Islamy Putri alamat Dusun Tambiayu RT 013/RW 007 Desa Aeng Dake, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Hilang pada hari Rabu, 25 Maret 2020 saat perjalanan dari Kota Sumenep ke Bluto.


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

TRENGGALEK

SABTU PON, 6 JUNI 2020 HALAMAN 9

KABIRO TRENGGALEK: Hamzah Abdillah. WARTAWAN: Agus Purwanto, Ahmad Yulis. ALAMAT : Jalan Wr Supratman Gang Parangjanoko no 4, Kelurahan Sumbergedong, Kec/Kab Trenggalek.

Nikmati Pesona Gua Lowo Trenggalek, Memorandum Selain punya pantai cantik, Kabupaten Trenggalek juga punya gua terpanjang di Asia Tenggara. Namanya Gua Lowo. Kabupaten Trenggalek yang berada di pesisir selatan Jawa Timur dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia mempunyai sejuta pesona keindahan alam yang sungguh menakjubkan. Mulai dari deretan pantai yang sangat indah hingga perbukitannya pun memiliki keunikan dengan adanya sebuah gua yang diklaim terpanjang dan terbesar di Asia Tenggara. Gua itu bernama Gua Lowo. Dinamakan Gua Lowo atau gua kelelawar karena gua ini dihuni sejumlah kelelawar. Hingga kini aroma khas kelelawar masih tercium di beberapa titik gua. Seorang peneliti gua dari Prancis, Gilbert Mantovani dan Kingston Kho pada tahun 1985 mengatakan bahwa panjang Gua Lowo ini berkisar 2 kilometer. Namun dari total keseluruhan gua, hanya 850 meter yang bisa dinikmati oleh wisatawan. Sementara sisanya sepanjang 1.150 meter belum dibuat aksesnya dan terpotong oleh derasnya aliran air sungai. Gua ini berjarak sekitar 25 kilometer atau 1,5 jam berkendara dari pusat Kota Trenggalek, searah dengan wisata Pantai Prigi sehingga lokasinya pun sangat mudah ditemukan dan diakses. Diresmikan sebagai objek wisata andalan Trenggalek semenjak tahun 1984, Gua Lowo hingga kini pun masih menjadi tujuan utama para pelancong karena keunikan yang dimilikinya. Sebagaimana dilansir detik.com, akses ke dalam gua pun bisa dikatakan sudah cukup bagus. Jalan sudah terbeton sempurna dengan kiri kanan pagar sebagai pengaman. Tinggal kalian susuri jalanan yang ada sembari mengagumi tiap keindahan di sudut-sudut gua.(*/udi)

SURABAYA MOTOR DIJUAL HONDA DI.JUAL SPD MTR HND KHARISMA TH. 2004 HUB.OM ENG JL.SIMOMULYO BARU 2.D/14 SBY. TELP 087703374261.

LOWONGAN Dicari Customer Service dan design Kirim lamaran ke Prima Advertising Jl.Ngagel Jaya Selatan No.102 Sby.

TANAH DIJUAL Jual tanah Kavling luas 410m2 dekat daerah wisata pasar Lawang.300 Jt AJB terpasang Listrik 1.300 watt WA081335776262,081333477677

BHN BANGUNAN URUKAN GRAGAL, Buang Gragal, Sertu uruk, Sertu ayak, Pasir Lumajang, Pasir Kediri, Tensia koral, Bata Merah/Bata Pres MRH/Bata Umpak/Bata Kombang Tuban Dll. Percolt Pick up / Borongan Wil Sby Timt. Hub: 081331583815/085102880022.

Trenggalek, Memorandum Bupati Trenggalek H Mochamad Nur Arifin berbagi pengalaman cara membuat masker kain dengan para santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussallam, Desa Sumbergayam, Kecamatan Durenan, Kamis (4/6) malam. Hal ini dilakukannya saat menyalurkan bantuan sosial dari Baznas Trenggalek untuk para santri yang tetap menetap di dalam pondok. Menurut pemimpin muda ini memakai masker itu harus, sebagai upaya kita melindungi sesama utamanya para kiai. "Masker juga tidak harus beli mahal-mahal, bisa kita buat sendiri tidak perlu menjahit. Cukup berbekal gunting dan sarung," ungkap pria yang akrab disapa Gus Ipin. Ia menambahkan untuk menjaga kiai. Jangan sampai niatnya menuntut ilmu namun membahayakan kiai. Salah satunya saat pembelajaran harus menggunakan masker. Arifin juga mempraktekkan bagaimana cara membuat masker dengan sarung. Hal semacam itu mudah dan bisa dilakukan untuk menjaga semua kiai. Selain menyalurkan bantuan untuk para santri yang tetap menetap di dalam pondok, Gus Ipin juga berdiskusi mengenai bagaimana pesantren menghadapi new normal. “Saya juga usul new normal

FOTO: MEMORANDUM/AGUS PURWANTO

Trenggalek, Memorandum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Trenggalek telah menyiapkan lima bakal calon (balon) wakil bupati (wabup) yang akan mendampingi calon bupati yang kini masih menjabat sebagai Bupati Trenggalek H Moch Nur Arifin. Sekretaris DPC PDI-P Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengatakan, untuk pilkada mendatang pihaknya tidak terlalu khawatir untuk posisi wakil. Sebab, banyak formasi yang bisa di gandengan dengan petahana."Intinya, kami Doding Rahmadi punya stok wakil lumayan banyak," kata dia, Jumat (5/6). Pria yang sekarang menjadi Wakil Ketua DPRD Trenggalek ini tidak menampik jika peta politik di Trenggalek mulai menggeliat walaupun terkesan saling menunggu. Ini bisa terlihat, masih lanjut Doding, dengan belum munculnya bakal calon penantang petahana padahal waktu pelaksanaan tinggal beberapa bulan. "Bagi kami tidak ada masalah siapapun lawannya.Yang penting bagaimana caranya meraih hasil maksimal dan bisa meraih kemenangan di pilkada nanti," tandasnya. Ketika didesak terkait siapa nama-nama alternatif calon wakil petahana, pria asli Kecamatan Karangan ini enggan menyebutkannya dan terkesan tertutup. Selanjutnya, Doding menegaskan, dari kelima calon pendamping petahana sudah terjalin komunikasi dan koordinasi dengan sehingga tinggal melihat bagaimana situasi politik berjalan. Dan, tentu saja juga menunggu arahan dari dewan pimpinan pusat (DPP). Dia berharap masyarakat Trenggalek bisa menggunakan hak pilihnya dengan baik sesuai hati nurani dan tentu saja tanpa ada tekanan dan paksaan. Sekedar mengingatkan, dalam pilkada nanti PDI-P hampir pasti mengusung Mochamad Nur Arifin sebagai calon orang nomor satu di Kabupaten Trenggalek periode 2021-2026.(gos/ham/udi)

Bupati Ajari Santri Buat Masker Kain Sarung

H Moch Nur Arifin berbagi cara membikin masker dengan santri di Ponpes Darussallam.

di pesantren itu mudah dan bisa dilakukan oleh semua santri namun saya harap dilakukan bertahap,” tuturnya. Tahap pertama santri lokal yang ada di dalam Trenggalek. Sebab, di Trenggalek masih belum ada penularan atau transmisi lokal. Santri dari luar kota yang

kotanya tidak PSBB, dipersilahkan nanti masuk, namun nanti kamarnya disendirikan. Sedangkan santri dari luar kota yang kotanya PSBB, wajib diberlakukan rapid test di cek poin. Afifudin, salah satu pengasuh di Pondok Pesanten Darussallam, menyambut baik

upaya Pemkab Trenggalek yang tengah menyiapkan tatanan new normal di tengah pandemi, khususnya untuk pondok pesantren. Menurutnya, tatanan ini sangat dibutuhkan sebagai upaya untuk melindungi para kiai sekaligus mencegah penyebaran Covid-19 di dalam

pondok. Gus Afif juga menghimbau kepada para santrinya yang datang dari luar Trenggalek untuk mematuhi protokol kesehatan yang ada. "Kami harapkan kalau datang membawa hasil rapid test. Biar keamanan di pondok lebih terjaga," tandasnya.(gos/ham/udi)

Sambut New Normal, Komisi II Panggil Dinas Trenggalek, Memorandum Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek memanggil beberapa dinas berkaitan new normal. Pihaknya menanyakan kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. “Pemberlakuan new normal harus penyedian alat pelindung diri, masker, dan lainnya,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek Pranoto, kemarin. Dikatakannya, alat kelengkapan protokol kesehatan untuk masyarakat harus disediakan dari pemerintah utamanya di fasilitas umum. Menurut politisi PDI Perjuangan ini, bagi warga yang terkena dampak pandemi Covid-19, bantuan berupa sembako, kartu penyangga ekonomi (KPE), dan bansos dari pusat yang lainnya

RATU PENAKLUK CINTA

DJIAJENG S (Mahar 50 rb) Menangani segala problem sulit JODOH, dan Rejeki dan juga SUSUK utk segala keperluan BUKA AURA UTK BISNIS,BEDAK PELET PENGLARIS, dan juga TERAPI segala PENYAKIT. Perum Griya Karya SedaƟ Permai Blok BA No.1 RT 29 RW 12 SedaƟ Gede Juanda

TELP. 087732541691 SHOW ROOM

woro2: Rumah Pijat 27 sudah buka lagi seperti biasa!!! Tetap ada diskon Mandi uap free Protokol Kesehatan: Anda wajib pakai masker,cuci tangan,masuk ke bilik steril, suhu badan diukur thermo gun,Tangan/ punggung disemprot dengan sanitazi dll.Semua sudah kami siapkan agar aman& nyaman! Hub 0315465030

MOTOR BEKAS + BARU Segala Merk Sport & Bebek

Kredit KTP Luar Kota, Kost bisa dilayani

HUB: Jl. Barata Jaya 19 No. 5 Surabaya

Hilang Surat-5048607 Tanah -Petok D Persil 031-5043081 085100583104 13 s1. LT± 00175 Ha. Letak Tnh00.30/04-5/05 Kel. Klakah Rejo Kec.Benowo Surabaya. Atas Nama Sunarmi yang telah dipindahkan Jual Beli kepada Benyamin Sesa Lajuk.

KEHILANGAN Kehilangan stnk R2 merk honda thn 2019 nopol W 5699 BZ an Mutmainah da ds. Menganti Rt. 016 Rw. 005 kel. Menganti kec. Menganti kab. Gresik Kehilangan stnk R2 merk honda thn 2016 nopol W 2350 AB an Dartomo da Jl. Panca warna 6.1 no.10 KBD Rt. 008

apakah sudah tepat sasaran. "Bansos kepada masyarakat jangan tidak tumpang tindih atau dobel,” tuturnya. Pranoto juga menyebut, hingga kini anggaran yang disiapkan pemerintah sekitar Rp 23 miliar masih terserap Rp 3,7 miliar. Hal ini agar masyarakat secepatnya menikmati ketersediaan anggaran dari pemerintah tersebut. Nanang Budiarjo, mewakili Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Trenggalek menjelaskan, pelaksanaan bantuan untuk terdampak Covid-19 belum terserap semuanya. “KPE belum semuanya. Sedangkan APD terutama masker sudah dibagikan mulai dari pelaku usaha, pariwisata, pada penyalur pupuk dan petaninya. Selain itu berbagai warga masyarakat,” pungkasnya.(gos/ham/udi)

Rw. 008 ds. Petiken kec. Driyorejo kab. Gresik Hilang L-4404-XH Yamaha Type HILANG STNK SPD MTR: S-3575-LR. 28D a/n Juwarni Jl. Dukuh Bulu RT N KRW . M 4H Sby 1JB9137DK272934. 04 NS.JB91E3259482. AN. IMAM NUR CHOLIS. D/a: DS.L-6585-FO LAWAK RT/RW.04/01 HILANG STNK A/N NiKEC. NGIMBANG KAB.LAMONGAN hlah Afifah Fiqdarain d/a Jl. Kemblaten 12G RT 02 RW 03 Kebraon Hilang STNK BEAT Karang Pilang Sby2016. Nopol: AG 2344- KS, putih merah & STNK REVO 2005. Nopol: -2624KAG .an AKILA Hilang STNKAG Nopol L-8098-ZV a/n MISERI. H: 081555740464. Pia Laksmi Damayanti d/a Wonokitri 2/126 Sby Hilang STNK Spd Mtr Honda th’2015 L-2727-X An.Djadjag Swanggono D/a. HILANGSTNK SPDMTR: S-3450-LQ. Aspol Bangkingan A-14 Sby. NK.MH31PA002DK047938. NS. 1PA048073. AN. KHOLIFAH. D/a: Hilang STNK Spd Mtr Yamaha th’2014 DS.KURIPAN RT05/04 KEC.BABAT L-6870-IA An.Sumarmi D/a.Pradah PerKAB.LAMONGAN mai 4/28 Sby.

KEHILANGAN

Hilang BPKB Spd Mtr Honda th’2005 L2157-FD An.Fransiskus Sudjarwo D/a. Wonorejo Timur B/69 Sby. Hilang STNK R2 YMH nopol L 2654 YR an. I.Made Pasek Suartama jln. Simo Gunung Kramat Barat 3 / 19 C Sby. Hilang Buku Kir L.9214.UJ/SB.223616.K TJOA SIOK TJING JL.JAGIR WONOKROMO 68 SBY. Hilang Buku Kir L.9762.UU/SB.248424.K ALIMIN JL.KANDANGAN GUNUNG SBY. Hilang Buku Kir L.9761.UU/SB.248245.K

FOTO: MEMORANDUM/AGUS PURWANTO

PDI-P Siapkan Lima Balon Wabup Dampingi Petahana

Komisi II DPRD Trenggalek membahas kesiapan new normal dengan dinas terkait.

ALIMIN JL.KANDANGAN GUNUNG SBY. Hilang Buku Kir L.9483.UX/SB.221468.K PT.JAWA TRANS INDAH JL.RAYA ARJUNO 94 SBY. Hilang Buku Kir L.9617.UZ/SB.229868.K PT.JAWA TRANS INDAH JL.RAYA ARJUNO 94 SBY. HILANG STNK HONDA PCX W 3341 RX (CATUR PRASETYAWAN) 081230580332. Jika menemukan STNK L2267EF segera Hub : 082140028750 an. Dony Ervyanto.

SERVIS AC...AC...Dingin!!! Berkwalitas, AC Split second=1Jt (05-3/4-1PK-2PK) 350 watt Hub:085100995098 / 031-5012481 Persewaan AC.

ELEKTRONIK DICARI CV.TOP Ahli Pendinginan AC Split Cuci 45 Freon 75, Bongkar 125 / Pas 175. Ahli kipas, msn cuci, Central/ Chiler, Casetta, Whiter, Dispenser, P.air, TV, DVD, dll.J/B AC bekas. Kjrn:0315150.3333 Rkt:0851.0777.7754 Myjen 031-5150.3332.

SEDOT WC Jitu Ahli Sedot Saluran Air & Sedot WC Mampet, Tanpa Bongkar Kimia, Terima Kuras Sumur, Tandon, Kolam, Sedot WC, Dorongan. Kenjeran:031-5150.3330 Rungkut:0851.0877.7759 Mayjen:0851.0777.7715.

LOWONGAN NATA CARESOLUTION MEMBUKA LOWONGAN KERJA UNT PRT, BABY SISTER 083117093567.


memorandum.co.id

MOJOKERTO-JOMBANG

memorandumredaksi @gmail.com

SABTU PON, 6 JUNI 2020 HALAMAN 10

KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.

Sehari, Pasien Positif Bertambah 8 Orang Mojokerto, Memorandum Tambahan jumlah pasien COVID-19 di Kota/Kabupaten Mojokerto kian masif. Dalam sehari saja, tercatat jumlah pasien baru yang terkonfirmasi tembus 8 orang. Diperoleh data dari Gugus Tugas COVID-19 menyebutkan per Kamis (04/06) jumlah pasien positif dari Kabupaten Mojokerto bertambah lima orang sedangkan di Kota Mojokerto bertambah tiga orang. Lima pasien positif dari Kabupaten Mojokerto berasal Kecamatan

Dlanggu, Mojoanyar, Gedeg, Kemlagi, dan Sooko. Sedangkan Kota Mojokerto

Pemkab Jombang Bahas Penanganan Santri Jombang, Memorandum Setelah menerima Surat Edaran (SE) dari Kementerian Agama (Kemenag) terkait santri yang bakal segera kembali ke pondok pesantren (Ponpes). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mengaku masih terus melakukan pembahasan. Terutama, yang menyangkut status datang dari luar kota untuk kembali mengikuti pembelajaran. ”Dari kemarin (lusa, red) memang masih kita rapatkan, bahkan hari ini (kemarin, red) masih terus kita bahas,” ujar Sekda Kabupaten Jombang Akhmad Jazuli, Jumat (5/6). Dirinya menambahkan, surat edaran (SE) dari Kementerian Agama ini masih dalam tahap perumusan. Mengingat jumlah pondok di Jombang juga tidak sedikit. Dengan kondisi tersebut, sudah tentu jumlah santri pastinya juga mencapai puluhan ribu orang. ”Harapan nanti saat santri kembali bisa melakukan rapid test sendiri sebelum kembali ke pondok. Sehingga mereka (santri, red) membawa bukti hasil rapid test,” tegasnya. Kebijakan tadi dilakukan, dengan berbagai macam pertimbangan. Sebab apabila Pemkab Jombang yang melakukan rapid test, pastinya akan membutuhkan biaya hingga puluhan miliar. “Kebijakan rapid test mandiri merupakan pilihan paling nyata. Karena apabila diserahkan kepada Pemkab, sudah tentu biaya yang dibutuhkan mencapai puluhan miliar,” tuturnya. Selain hal di atas, Pemkab Jombang memastikan juga tidak bisa melakukan karantina bagi santri yang akan kembali. Pasalnya, tidak ada tempat yang memadahi untuk melakukan karantina dengan jumlah yang besar. ”Memang surat edarannya seperti itu, tapi tidak ada tempat memadahi karantina. Apabila jumlahnya 100 orang masih bisa ini kan puluhan ribu orang,” katanya. Pihaknya juga akan memberikan imbauan dengan dilampiri surat edaran dari Kementerian Agama untuk protokol kesahatan dan pembelajaran di lingkungan pondok. ”Kita juga berupaya anggaran refocusing penanganan covid-19 untuk membantu pondok dan masjid,” pungkas Jazuli. (wan/rif)

berasal dari Kecamatan Kranggan dan satu pasien dari Prajurit Kulon. Juru bicara gugus tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto mengatakan, tambahan lima pasien positif Covid-19 tersebar di lima kecamatan yang berbeda-beda. Saat ini, Dinkes masih melakukan pelacakan terhadap pasien yang tengah menjalani isolasi di RSUD Wahidin Sudiro Husodo. “Pasien ter-

Jombang, Memorandum Diduga penyakit yang dideritanya kambuh, seorang pemotor tiba-tiba terjatuh dan meregang nyawa, Jumat (5/6) sekitar pukul 09.30. Lokasinya, di Jalan Raya Urip Sumoharjo, Dusun Tugu, Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang. Korban tak lain yaitu Haryogo Budi Setiawan (59), asal Perum Griya shanta L-130 8/12, Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang. Saat kejadian, korban sendiri diketahui mengendarai sepeda motor Honda Vario N 5743 EEV. Diungkapkan Kanitlaka Satlantas Polres Jombang Iptu Sulaiman, kejadian berawal saat korban berjalan dari arah barat menuju timur. Setibanya di lokasi, sejumlah saksi melihat tiba-tiba laju motor matic oleng. “Korban melaju dari arah barat ke timur. Begitu sampai di lokasi kejadian, tiba-tiba kendaraan oleng sementara pengemudinya terjatuh ke samping jalan,” ungkapnya, Jumat (5/6). Mengetahui seorang pengendara motor terjatuh, sontak sejumlah warga berhamburan datang. Sementara beberapa di antaranya melaporkan kejadian ke petugas kepolisian yang tiba tak lama berselang. “Saat melakukan evakuasi, kami menerapkan prorokol kesehatan dalam menangani korban,” sambungnya. Dikatakan oleh kanitlaka, begitu petugas tiba dilokasi kejadian nyawa korban sudah tidak tertolong. Dan guna kepentingan otopsi, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Jombang. Sementara kendaraan miliknya, dibawa ke kantor Satlantas Polres Jombang sebagai barang bukti. “Perkaranya sendiri kini sudah ditangani oleh unit laka Satlantas Polres Jombang. Sesuai keterangan sementara dari tim medis, ditemukan obat sakit jantung di diri korban,” tandas Sulaiman. (wan/rif)

Kejari Jombang Luncurkan Santri

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

Petugas pelayanan tilang Kejari Jombang mendampingi salah satu warga yang datang untuk membayar denda.

cuci tangan serta hand sanitizer. Petugas juga menyediakan tempat duduk untuk mengikuti antrian, sesuai arahan phyisical distancing. Dengan semua penerapan mekanisme serta bentuk layanan tadi. Kejari Jombang juga tidak lupa memberikan pesan agar semua masyarakat untuk tetap mengikuti anjuran

sien positif Covid-19 di kota Mojokerto yakni berprofesi sebagai karyawan swasta di Sidoarjo, pedagang dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya membenarkan, ada tambahan tiga pasien positif Covid-19 di Kota Mojokerto pada Kamis hari ini. “Iya ada tambahan tiga pasien positif Covid-19 hari ini. Yakni dari

dua pasien dari Kecamatan Kranggan dan satu pasien dari Prajurit Kulon,” ungkapnya. Dengan tambahan tiga orang pasien positif Covid-19 di Kota Mojokerto per tanggal 4 Juni 2020, sehingga total pasien positif Covid-19 di Kota Mojokerto berjumlah 18 orang. Dengan rincian, sembuh tiga orang, dirawat sebanyak 15 orang, dan satu orang meninggal. (no/rif)

Terjatuh, Pemotor Malang Meregang Nyawa

Tetap Layani di Tengah Pandemi

Jombang, Memorandum Tetap memberikan pelayanan tilang kepada masyarakat di tengah pandemi, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang meluncurkan sistem antar tilang tanpa antre (Santri). Melalui pelayanan ini, pelanggar dimungkinkan untuk menyelesaikan semua kewajibannya tanpa harus datang. Cukup menghubungi call center yang telah disediakan, serta mengikuti instruksi petugas. Kemudian menunggu surat tanda nomor kendaraan (STNK) maupun surat izin mengemudi (SIM) mereka diantarkan ke rumah. Dipaparkan Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejari Jombang, Tedhy Widodo, Santri diluncurkan untuk membantu masyarakat atau pelanggar lalu lintas untuk menyelesaikan kewajibannya. Kewajiban tadi, yakni mengikuti sidang tilang serta membayar denda yag telah ditentukan. “Selain menyediakan call center, kami juga memberikan pelayanan pengantaran,” paparnya, Jumat (5/6). Dijelaskan olehnya, mekanisme yang dapat ditempuh oleh masyarakat di pelayanan Santri, cukup menghubungi nomor pelayanan tilang lalu mengikuti instruksi yang diberikan. Setelahnya, petugas mengonfirmasi data pelanggaran lalu lintas. Langkah selanjutnya, mereka (pelanggar, red) membayar denda dengan mekanisme online. “Setelah tahapan dilalui dan dinyatakan selesai, petugas lalu melakukan pengantaran barang bukti berupa STNK maupun SIM kepada yang bersangkutan,” jelasnya. Sementara itu, bagi masyarakat yang berkeinginan untuk datang langsung ke Kantor Kejari. Korps Adhyaksa memastikan tetap juga memberikan pelayanan. Namun tetap dengan mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Mulai dari menyediakan tempat untuk

akhir dari Sooko namun belum ada keterangan lengkap dari tim medis,” tandasnya. Dengan tambahan kemarin, total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di bumi majapahit menjadia 48 orang. Dengan rincian, 41 pasien masih dalam perawatan, lima pasien telah dinyatakan sembuh dan dua pasien meninggal dunia. Sementara itu tambahan tiga pa-

pemerintah. Terutama dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona. “Di sela pelayanan kami juga tetap memberikan pesan kepada masyarakat untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah. Salah satu caranya, dengan menghimbau mereka untuk mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” pungkas Tedhy. (wan/rif)

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

Proses evakuasi korban di lokasi kejadian.


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

DEWI RENGGANIS

SABTU PON, 6 JUNI 2020 HALAMAN 11

MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739

Kodim 0824 Bagikan Sembako kepada Penggali Kubur dan Disabilitas Jember, Memorandum Dalam rangka mengurangi dampak Covid-19, Dandim 0824/Jember Letkol inf La Ode M Nurdin mengajak pengusaha untuk berperan perangi corona dengan gotong royong membantu masyarakat terdampak Covid-19. Yakni, memberikan bantuan sembako kepada petugas penggali kubur dan kaum disabilitas di Kabupaten Jember. Ada 190 paket sembako berisi beras 2,5 kg, gula 1 kg, minyak 1 liter, dan 1 botol air minum kesehatan. Ini dibagikan secara simbolis kepada 140 orang perwakilan penggali kubur dari Kecamatan Sumbersari, Kecamatan Kaliwates, dan Kecamatan Patrang. Dan juga 50 orang kaum disabilitas. “Pemberian bantuan sembako ini merupakan wujud kepedulian TNI terhadap sesama. Sekaligus sebagai motivasi tentara kepada kaum disabilitas dan penggali kubur dalam menghadapi situasi sulit di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini,” kata mantan Dandim Surabaya Timur, Jum’at (5/6). Suksesnya pengumpulan bantuan ini tidak luput peran dan kepedulian pengusaha untuk bersinergi serta berpartisipasi mau untuk mengulurkan tangan membantu bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19. “Partisipasi ini perlu terus digalakkan sebagai bentuk gotong royong. Saling berbagi dan membantu berupa paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan,”bebernya.(edy/udi)

Kapolsek Rambipuji AKP Hary Pamudji menerangkan, MS yang ditetapkan sebagai tersangka ini terlibat kasus pencurian motor Yamaha Jupiter Z bernopol P 6682 ZY. “Tersangka dalam melakukan aksinya tidak sendirian melainkan berdua dengan temannya. MS ini ditangkap warga, namun temannya Risky (24) berhasil melarikan diri

dengan menggunakan motor miliknya,” kata Hary Pamudji, Jum’at (5/6). Awalnya tersangka telah merencanakan aksinya bersama Risky. Kemudian tersangka berboncengan motor Honda Supra hitam berputar-putar mencari sasaran di sekitaran Desa Kemuning dan Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji. “Risky (DPO) turun dari

Barang bukti motor yang dicuri MS.

kendaraannya dan membuka pagar rumah korban. Kemudian tersangka masuk ke da-

lam halaman rumah hendak memindahkan motor Yamaha Jupiter Z dengan cara didorong

Pegawai PT Jasa Raharja perwakilan Jember foto bersama tim medis. Kepala PT Jasa Raharja perwakilan Jember Teguh Afrianto diambil darahnya oleh petugas (foto kanan).

Pegawai PT Jasa Raharja Perwakilan Jember Jalani Rapid Test Jember, Memorandum Kepala PT Jasa Raharja perwakilan Jember Teguh Afrianto bersama sepuluh pegawainya mendatangi laboratorium kesehatan daerah (labkesda), Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates Jember, Jumat (5/6)

Kedatangan mereka atas surat edaran (SE) Kementerian Badan Usaha Milik Negara RI Nomor S-60/Wk1.MBU/05/2020 tentang Identifikasi dan Pencegahan Persebaran Covid -19. Untuk itu mereka melaksanakan rapid test. Kepala PT Jasa Raharja Jember Teguh

Afrianto mengatakan, pihaknyamenindaklanjuti SE tersebut dengan melakukan rapid test. Sepuluh pegawai di kantor perwakilan Jember ini telah melakukan rapid test. Ia berharap hasilnya non reaktif. Sebab, kantor perwakilan Jember ini meliputi Kabupaten Bondowoso, Situbondo, dan Ba-

nyuwangi, yang rentan terpapar Covid-19. “Selain tetap melakukan pelayanan secara maksimal terhadap masyarakat, tidak lupa memperhatikan protokol kesehatan. Yakni jaga jarak dan mengunakan sarung tangan serta selalu menggunakan masker,”urainya. (edy/udi)

Sayat Leher dan Potong Alat Vital

Sambungan dari halaman 1

dan menceritakan apa yang barusan dilihatnya. Kemudian mereka sepakat menghubungi anggota Binmas Polsek Pakal. Setelah pintu kamar mandi dipaksa dibuka, ternyata Ichsan sudah tewas dengan keadaan tubuh telentang bersimbah darah. Ironisnya alat vitalnya dalam kondisi terpotong. Di samping kanan korban terdapat cutter warna biru. Setelah diidentifikasi petugas Inafis Polrestabes Surabaya, jenazah Ichsan dievakuasi ke RSU dr Soetomo menggunakan ambulans. Saat ini kejadiannya masih

Polisi Buru Pemasok Sabu masih bekerja di lapangan,” kata Sukram saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (5/6). Sukram menjelaskan, pengedar ini memiliki jam terbang cukup tinggi. Dia diketahui hanya melayani pembelian sabu di atas 1 gram saja. Hal itu diperkuat dari pengakuan Saiful dan Bambang. Meski sedang menganggur, mereka rela patungan untuk beli kristal haram itu sebanyak 1 gram seharga Rp 1,1 juta. Seperti diberitakan sebelumnya, kedua tersangka dibekuk anggota Tim Antibandit Polsek

Sambungan dari halaman 1 Simokerto, Kamis (28/5). Kedua pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir dan tukang instalasi listrik itu disergap di lokasi berbeda. Bermula dari penangkapan Saiful saat melintas di Jalan Palmboom, Perak Barat. Di hadapan penyidik, Bambang mengaku sudah tiga kali mengonsumsi kristal haram tersebut. Dia berdalih, sejak pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, dia kerap depresi karena sepi orderan. “Biar tidak stres akhirnya saya buat nyabu Pak,” ujar Bambang di mapolsek. (fdn/nov)

Beli STMJ, Bekuk Residivis Curanmor “Tersangka Hasyim baru sebulan bebas setelah mendapatkan program asimilasi atas kasus curanmor,” ungkap Kanitreskrim Polsek Sawahan Iptu Ristitanto, Jumat (5/6). Saat diinterogasi, Hasyim mengaku berangkat dari rumah berniat mencari sasaran motor bersama ALH dengan mengendarai Beat. Sewaktu melintas di Jalan Pasar Kembang, mereka melihat motor korban diparkir di depan warung STMJ dengan kondisi kunci kontak masih menempel. Merasa mendapatkan kesempatan, mereka kemudian berhenti. Hasyim, lantas turun dan mencuri motor tersebut. Sialnya, ketika beberapa meter menuntun motor, perbuatannya diketahui

Adu Argumen Aulia dan suami pernah cek-cok hanya karena soal kebersihan. “Asli gue orang yang bersihan tapi David tuh, aduh gue sampai berantem tahu nggak sama dia berantem gara-gara kebersihan sama dia. Menurut gue, memang sih Covid very dangerous, bahaya, segala macam, cuma kadang-kadang David doing something yang bikin gue eugh,” aku Shandy Aulia saat ngobrol santai di channel YouTube Titi Kamal dilihat, Jumat (5/6). Sambil tertawa, Shandy Aulia menceritakan tingkah laku sang suami yang bikin dirinya gemas sekaligus kesal dan tak habis pikir. Shandy tak menyangka sang suami sampai mencuci lembaran uang yang baru dia ambil dari ATM. “Ini kejadiannya lucu banget sih, pasti dia kan setiap ada barang yang masuk dia semprot dulu. Dia pakai alkohol aja sih semprot terus udah gitu, kita keluar cuma belanja,” buka Shandy. “Gue nyuruh dia ngapain gitu, kok lama banget, kita habis dari luar gitu. Terus tahu nggak,

dalam penyelidikan anggota Reskrim Polsek Pakal. Kanitreskrim Polsek Pakal Ipda Purwanto mengatakan, pihaknya masih menunggu kedatangan keluarga Ichsan. “Kematian korban murni bunuh diri,” kata Purwanto. Lanjut Purwanto, menurut keterangan keluarga korban, bunuh diri yang dilakukan Ichsan tidak hanya sekali ini saja. Melainkan dua kali. “Dugaan korban melakukan itu karena depresi,” jelas Purwanto. Terpisah, menurut Sholeh (40), kakak ipar korban saat ditemui Memorandum di ka-

Sambungan dari halaman 1

korbannya. Bahkan, ia memberitahu polisi yang kebetulan juga membeli STMJ di warung itu. Selanjutnya petugas tersebut mengejar dan berhasil mengamankan kedua pelaku. Pengakuan Hasyim, pencurian motor yang dilakukannya sudah kali ketiga. Antara lain di di Pasar Simo, berhasil menggasak Beat bersama Amir, temannya yang kini ditetapkan sebagai buron. Di Pasar Putat Jaya, beraksi bersama temannya yang lain, Lutfi dan berhasil menggasak Vario. Di daerah Manukan, beraksi kembali bersama Amir, berhasil menggasak Beat. Setiap kali berhasil, motor kemudian dijual ke penadah asal Bangkalan, Madura, seharga Rp 4 juta. “Hasilnya saya bagi berdua,” ujar Hasyim. (rio/nov)

Sambungan dari halaman 1 dia lagi ngapain? Dia lagi nyuci uang. Jadi uang itu habis diambil di ATM, dia cuci lembaran uang. Lembaran uang dicuci? I know ini kuman tapi maksudnya begitu kamu ambil uang di ATM kamu cuci tangan yang bersih bukan uang kamu cuci,” bebernya sambil tertawa. Shandy Aulia mengatakan gara-gara itu dia beradu argumen dengan sang suami. Bintang film ‘Apa Artinya Cinta’ itu merasa sangat berlebihan setiap lembaran uang harus dicuci. “Gue kayak argumen gitu. Terus kalau lo punya 10 juta lo bakal cuci berapa lembar? Akhirnya dia bilang ‘This is my rules jangan ikut campur.’” tutur Shandy. Mendengar cerita Shandy Aulia, Titi Kamal pun tertawa. Titi justru mengaku dirinya hampir sama dengan David. “Gua bisa bt banget sama dia, haduh lebay deh. Tapi, ambil positif aja, sampai kartu ATM semua dilap pakai alkohol. Tapi, nggak uang juga sih dicuci,” ucap Shandy Aulia geleng-geleng kepala. (dtc/nov)

mar jenazah RSD dr Soetomo, Ichsan memang pernah dua kali bunuh diri. “Korban depresi dan pernah mencoba dua kali bunuh diri tapi berhasil digagalkan,” beber Sholeh. Masih kata Sholeh, terakhir

pada 2019 lalu, korban pernah bunuh diri dengan meloncat dari sepeda motor tapi gagal. Setelah kejadian itu, Ichsan langsung dibawa ke RSJ Menur dan sembuh lalu pulang ke Tuban.

Dijelaskan Sholeh, status korban adalah duda. Anak kedua dari empat bersaudara tersebut, sudah bercerai dengan istrinya sudah lama dan kini menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia. Dalam per-

nikahan itu, Ichsan dikarunia satu anak dan meninggal saat berumur tiga tahun karena sakit. Sejak itulah korban mulai depresi dan berupaya melakukan bunuh diri,” ujarnya. (rio/ nov)

Beli Sembako, Vario Digondol Maling Sekitar 15 menit kemudian, Achmad keluar dari toko dan mendapati Vario S 5751 GP miliknya tidak ada di tempat semula. “Saat itu saya coba cari ke seluruh area parkiran toko, ternyata memang tidak ada. Selanjutnya saya minta diperlihatkan CCTV di lokasi dan mendapati pelakunya ada dua orang. Sayang gambarnya kurang bagus jadi

Sambungan dari halaman 1

pelakunya tidak terlalu jelas,” kata Achmad, Jumat (5/6). Achmad berharap, agar motor yang baru dibelinya delapan bulan lalu itu ditemukan pihak kepolisian. “Saya orang rantauan Mas. Berharap motor dapat ditemukan karena hanya itu satu-satunya harta yang berharga,” imbuh Achmad.

Ketika dikonfirmasi, Kanitreskrim Polsek Mulyorejo Ipda Suharyono menuturkan bahwa pihaknya belum menerima laporan dari korban tentang pencurian motor tersebut. “Belum ada laporan Mas, nanti kita lidik setelah ada laporan. Jika ada rekaman CCTV juga bisa jadi petunjuk,” kata Suharyono. (iah/nov)

Dipukul Pakai Pipa Besi Dua korban dari penganiayaan tersebut adalah Tri Purnami dan Achmad Husaini, warga Jalan Surabayan II. Akibat kejadian itu, Husaini mendapat luka di tangan kanan serta kepalanya. Sedangkan Tri Purnami hanya luka memar di wajah akibat dipukul pelaku dengan tangan kosong. Sementara itu, kejadian tersebut bermula ketika Tri Purnami dan Achmad Husaini berboncengan motor hendak pulang ke rumah Tri di Jalan Dukuh Setro XI. Namun, belum sampai ke tujuan, keduanya dicegat Harianto di Jalan Dukuh Dukuh Setro X. Pria ini diketahui sebagai mantan suami Tri. “Selanjutnya terjadi cekcok hingga pelaku langsung memukul kedua kor-

Sambungan dari halaman 1

FOTO: MEMORANDUM/INDRA

Fachrul Firmansyah (22), teman satu kamarnya asal Dusun Pulo, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Jombang. Saat itu, saksi bangun tidur pukul 06.35, namun sudah tidak mendapati Ichsan di kamarnya. Fachrul lalu pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil berjarak kurang lebih lima meter dari kamarnya. “Saat saya masuk, pintunya tidak bisa dibuka karena terganjal sesuatu. Sementara di bawah pintu terdapat ceceran darah,” ungkap Facrul kepada petugas. Merasa curiga, dia lalu memanggil penghuni kos lainnya

ke belakang,” ungkap Kapolsek Rambipuji. Lanjut Hary, namun sebelum berhasil membawa pergi kendaraan tersebut, tersangka tepergok warga yang sedang melintas. Ketahuan aksinya hendak mencuri motor, tersangka merobohkan kendaraan tersebut. Tersangka berlari dan bersembunyi di selokan, namun berhasil diamankan warga. Sedangkan Risky (DPO) berhasil melarikan diri memakai motor. “Tersangka masih dibawah umur dan masih sekolah dasar, maka tidak dilakukan penahanan,” pungkas Hary. (edy/udi)

FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

Penggali kubur dan disabilitas menerima bantuan dari Kodim 0824 Jember.

Jember, Memorandum MS (14), bocah asal Desa Glagahwero, Kecamatan Panti, harus berurusan dengan polisi. Siswa SD ini tertangkap basah mencuri motor di Dusun Jereng Timur, Desa Gugut Kecamatan, Rambipuji, Kabupaten Jember.

FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

Siswa SD Tepergok Curi Motor

Anggota Polsek Tambaksari mengamankan pelaku penganiayaan di Jalan Dukuh Setro.

ban. Bahkan penganiayaan itu dilakukan memakai pipa besi yang menyebabkan Achmad Husaini mendapat luka di kepala dan tangan kanannya,” terang Kanitreskrim Polsek

Tambaksari Iptu Didik Ariawan, Jumat (5/6). Didik menambahkan, warga sekitar yang mendengar terjadinya pertengkaran tersebut bergegas keluar rumah

Memantau Gerak-Gerik Suami melalui CCTV di Ruang Kerja Ijem memang tampak sebagai bekerja yang sigap. Sangat profesional. Pada pantauan di HP yang terhubung dengan CCTV, sama sekali tidak terlihat ada hal-hal mencurigakan. Akhirnya Nanik menyerah. Percaya bahwa memang tidak ada hubungan yang patut dicurigai antara Joko dan Ijem. Hingga suatu hari, secara tidak sengaja Nanik menemukan satu pemandangan yang selama ini luput dari pantauannya. Waktu itu Nanik baru keluar dari minimarket di pojok jalan pasar dekat dengan gerbang masuk kompleks perumahan. Ketika masih di dalam toko, dia melihat mobil Joko yang baru meluncur dari arah tengah kota menepi di depan minimarket agak menyamping. Nanik mencoba mempercepat urusannya dengan kasir agar cepat tuntas dan hendak nyamperin sang suami dan pulang bareng. Lumayan bila jalan kaki agak jauh. Belum selesai urusannya dengan kasir, Nanik melihat ada seorang perempuan keluar dari pintu kiri mobil. Pintu depan. Dan, deg! Hati Nanik bergetar, ternyata perempuan itu sangat dikenalnya. Ijem. Sarijem. Meski akhirnya urusan dengan kasir

sudah selesai, Nanik tidak terburu keluar. Dia melihat apa yang dilakukan Ijem sekeluar dari mobil. Janda muda itu berjalan ke arah minimarket. Lho? Tidak masuk minimarket, Ijem malah meneruskan langkah. Ke mana? Ternyata ke samping minimarket. Ke tempat sebuah lokasi parkir yang biasa dijadikan tempat penitipan warga kompleks menggunakan motor dan meneruskan perjalanan ke pusat kota dengan angkot. Dengan tidak sadar Nanik menoleh ke layar HP-nya dan melihat jam. Sekitar pukul 20.00. Saat itulah dia baru sadar ternyata terdapat rentang waktu cukup panjang antar jam bubar kantor dengan jam Ijem dan Joko sampai rumah. Sekitar tiga jam. Wow! Ke mana saja mereka selama itu? Walau demikian, Nanik tidak segera berani mengambil kesimpulan negatif. Iya kalau iya. Kalau tidak? Akhirnya Nanik memutuskan untuk mengecek apakah hal yang sama juga terjadi besok atau lusa. Faktanya hal serupa terjadi hampir setiap hari. Pada hari ketujuh pengamatannya, Nanik akhirnya berterus terang mengemukakan apa yang dia lakukan selama ini. Joko

lalu secepatnya melerai dan mengamankan pelaku beserta korbannya. “Setelah diamankan warga, pelaku kami bawa ke mapolsek, sedangkan korban dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan. Dari keterangan pelaku, penganiayaan itu dilakukan karena cemburu,” tutur Didik. Di hadapan penyidik, Harianto mengakui melakukan penganiayaan terhadap Tri Purnami dan Achmad Husaini lantaran cemburu melihat mantan istrinya telah mempunyai pasangan lagi. “Saya cemburu Pak, karena mantan istri sudah punya pasangan. Sedangkan saya masih sendiri hingga sekarang,” ujar Harianto di mapolsek. (iah/nov)

Sambungan dari halaman 1 dan Ijem tidak bisa membantah. “Bu Nanik akhirnya menggugat cerai Pak Joko. Ironisnya, mertua Pak Joko tidak setuju atas hubungan anaknya dan Ijem. Mereka bersumpah tidak akan memaafkan Joko apabila hubungan tersebut diteruskan,” kata pengacara. Orang tua Joko bahkan mengancam tidak akan memberikan hak waris Joko, tapi akan menghibahkannya untuk Nanik dan anak-anaknya. Kedua priyantun sepuh itu juga tidak mau tinggal bersama Joko, melainkan akan ikut Nanik. “Sekarang masih proses pengajuan ke PA. Mudah-mudahan Pak Joko segera menyadari kesalahan dia dan berbaikan kembali dengan Bu Nanik.” (habis)

Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

GRESIK-PANTURA

SABTU PON, 6 JUNI 2020 HALAMAN 12

KEPALA BIRO: Sup Supardi (Hardy). GRESIK:Timotius devan nugradikha, Andika Pratama, Hardy. BOJONEGORO: Sutopo Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686

Tetangga Dihabisi dengan Sabit Berebut Patok Batas Tanah Dampak Covid-19, Ribuan Warga Jadi Janda Bojonegoro, Memorandum Kasus perceraian di Kabupaten Bojonegoro terbilang tinggi selama musim coronavirus disease 2019 (Covid-19). Buktinya, data yang ada di Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Bojonegoro menyebut kasus perceraian di Kota Minyak ini selama lima bulan ada 1.029 janda. Data itu terhitung sejak Januari sampai Mei 2020. Kepala Panitera PA Bojonegoro Sholikin Jamik mengatakan, janda muda ini rata-rata berusia di bawah 35 tahun. Begitu juga usia para duda baru. Ia menjelaskan penyebab perSholikin Jamik ceraian paling banyak dikarenakan pasangan suami istri (pasutri) sudah tidak harmonis lagi. Sholikin Jamik menjabarkan, bila sesuai data ada 335 perkara cerai talak dan 694 perkara cerai gugat. Artinya, cerai gugat lebih mendominasi. Cerai gugat sendiri adalah permintaan dari istri. Sementara cerai talak adalah permintaan suami. Menurutnya, dari jumlah perkara cerai yang didominasi cerai gugat tersebut kebanyak sang istri menggugat suami. “Latar belakang perceraian rata-rata adanya perselisihan sehingga tidak harmonis rumah tangganya,” beber Sholikin Jamik, Jumat (5/6). Alumnus Universitas Muhammadiyah Surabaya ini menambahkan, bila saat pandemi Covid-19 ini, angka perceraian sebenarnya dari bulan ke bulan terus mengalami penurunan. Mulai Januari cerai talak ada 124 dan cerai gugat 291 kasus. Februari menurun, cerai talak 77 dan cerai gugat 135 kasus. “ Kemudian Maret cerai talak ada 54 dan cerai gugat ada 132 kasus. Kemudian bulan April cerai talak ada 36 dan cerai gugat ada 79. Sementara, Mei cerai talak ada 44 dan cerai gugat ada 57 kasus,” bebernya. (top/har/fer)

Informasi yang dihimpun, awalnya korban bertemu dengan tersangka di depan rumah Sarmuji (tetangga tersangka). Saat bertemu itu keduanya terlibat cekcok. Diduga ada dendam lama antara korban dan tersangka terkait patok batas tanah milik mereka berdua yang berdekatan. Kemudian menimbulkan salah paham antara keduanya. “Jadi salah paham ada yang menyerobot tanah,” beber Kasatreskrim Polres Tuban AKP Yoan Septi Hendri. Setelah cekcok, korban memukul tersangka dengan sebatang kayu dan ditangkis menggunakan tangan hingga patah kayunya. Selanjutnya

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ SUTOPO

Tuban, Memorandum Berawal dari cekcok yang dipicu dendam lama, Tjahaya Andijo Djoyo alias Siho (68), warga Dusun Jamong, Desa Sobontoro, Kecamatan Tambakboyo, dibacok Mardam (68), tetangganya hingga meregang nyawa, Jumat (5/6).

Angka Perceraian Meningkat

Petugas mengolah TKP.

merasa terancam nyawanya, tersangka menyabetkan sabit kepada korban. “Ke b e t u l a n t e r s a n g k a memegang sabit usai pulang mengambil rumput dan mengenai pundak dan tangan korban,” tutur AKP Yoan. Kemudian korban jatuh

tersungkur. Lalu tersangka menyabetkan sabitnya lagi ke arah korban yang tidak b e rd a y a d i t a n a h h i n g g a tewas. “ Te r s a n g k a d a t a n g k e Polsek Tambakboyo dengan membawa sabit dan melaporkan bahwa dirinya melakukan

Gresik, Memorandum AKP Christian Bagus Yulianto akhirnya resmi menjabat Kapolsek Wringinanom, Jumat (5/6). Ini setelah dirinya mengikuti upacara serah terima jabatan (sertijab) di halaman Mapolres Gresik. Pria yang pernah menjabat di Pusdik Brimob Lemdiklat Polri tersebut menggantikan Kapolsek Wringinanom sebelumnya AKP Fared Yusuf yang dipindahtugaskan dalam jabatan baru sebagai Panit II Unit III Subdit IV Ditreskrimum Polda Jatim. Upacara sertijab dipimpin Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto. Hadir pula dalam kesempatan itu, Wakapolres Kompol

Dhyno Indra Setiadi, pejabat utama Polres Gresik, kapolsek jajaran, dan staf Polres Gresik. Setelah diambil sumpah, disematkan pangkat jabatan baru, tanda tangan pakta integritas Christian resmi menggantikan Fared. Melalui sambutannya, Kapolres Gresik menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas dedikasi Fared selama menjabat Kapolsek Wringinanom. “Mutasi adalah dinamika Polri, hal biasa di lingkungan Kepolisian untuk penyegaran dan promosi jabatan,” terang Kapolres lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2001 itu.

Selanjutnya, Arief berpesan dan mengingatkan kepada Kapolsek Wringinanom yang baru bahwa Gresik masih memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) disebabkan masalah coronavirus disease 19 (Covid-19) yang belum selesai. “Persiapkan diri dengan baik, jaga kesehatan, dan jaga kamtibmas wilayah Kabupaten Gresik agar tetap dalam kondisi aman,” imbuhnya. Di akhir sambutannya, Arief mengajak seluruh anggota untuk melaksanakan tugas dengan baik. Kemudian mewujudkan Polres Gresik RESIK (Religi-Empati-Solid-Integritas-Konsisten). (adp/har/fer)

bangan terkait coronavirus disease 2019 (Covid-19). “Saat ini, lanjut Nurul, 3 provinsi di Indonesia menjadi perhatian pemerintah pusat. Di antaranya adalah Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Jatim,” ujar Nurul Azizah. Diketahui, hingga Jumat (5/6) siang sudah ada 12 warga positif Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro dinyatakan sembuh. Sementara jumlah yang meninggal ada 10 orang. Dan masih dalam perawatan ada 40 orang. Total jumlah warga yang positif Covid-19 sebanyak 62 orang. Untuk status pasien dalam pengawasan (PDP) tidak ada penambahan baru maupun selesai dalam pengawasan. PDP total sebanyak 23 orang, 11 orang selesai dalam pengawasan, dan sembilan orang meninggal. Dan 3 orang dalam pengawasan. (top/har/fer)

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ SUTOPO

Gresik, Memorandum Gelora Joko Samudro (Gejos) yang sempat diprotes warga, akan menjadi tempat rehabilitasi pasien coronavirus disease 2019 (Covid-19) dalam beberapa hari ke depan. Tempat rehabilitasi ini dipastikan hanya untuk pasien yang berpotensi sembuh. Sekretariat Daerah Asisten III Pemkab Gresik Tursilowanto Hariogi menjelaskan, Gejos kemarin sempat diprotes lantaran kurangnya pemahaman dari warga sekitar. Namun kini, proses persiapan ruang rehabilitasi tersebut mulai berjalan tanpa gangguan. “Gejos nanti hanya untuk pasien yang 70 persen berpotensi sembuh, warga harus paham itu. Karena tidak ada yang perlu ditakutkan,” ujar Tursilo, Jumat (5/6). Langkah ini merupakan tindakan preventif dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk mengantisipasi jika angka pasien dalam pengawasan (PDP) semakin meninggi. “Ini merupakan ancang-ancang dari gugus tugas untuk menghadapi membeludaknya angka kasus Covid-19. Karena tentu kapasitas rumah sakit tidak akan cukup,” jelas pria yang akrab disapa Pak Tur itu. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kabupaten Gresik Gunawan Setijadi menerangkan, tempat rehabilitasi yang akan menampung pasien Covid-19 berpotensi sembuh ini, rencananya akan mulai beroprasi setelah selesai disiapkan selama 10 hari ke depan. Untuk pengadaan sarana prasarana dan ruang rehabilitasi tidak menggunakan lelang, namun penunjukkan langsung. Hal ini dilakukan karena situasi yang dianggap darurat dan membutuhkan waktu yang cepat. Namun, hingga kini Gunawan juga mengatakan, belum menunjuk perusahaan mana yang akan mengerjakan proyek pengadaan tersebut. “Karena harus segera mungkin bisa digunakan, jadi sistemnya penunjukkan langsung. Ada pun anggarannya diperkirakan mencapai Rp 900 juta,” jelas Gunawan. Angka tersebut diambil untuk perawatan 140 pasien, ruang steril untuk obat maupun petugas jaga, tempat laundry, ruang olahraga, dan penginapan tenaga medis. “Gejos dirasa paling aman untuk menjadi tempat rehabilitasi pasien, karena ada jarak dari permukiman warga,” pungkas Gunawan. (dev/har/fer)

Christian Bagus Yulianto Jabat Kapolsek Wringinanom

Bojonegoro, Memorandum Meski ada anjuran diterapkan new normal, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro belum membolehkan kegiatan keagamaan yang mengumpulkan massa dengan skala besar. Seperti kegiatan tahlilan juga masih dilarang. Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, sesuai edaran Menteri Agama (Menag), hingga saat ini kegiatan keagamaan yang berkaitan dengan pengumpulan massa dalam jumlah besar masih belum diperbolehkan. “Menurut Menteri Agama, new normal itu ada tahapan-tahapan jadi untuk saat ini mengumpulkan kerumunan massa itu masih belum boleh. Kemudian tetap menerapkan social distancing, “ ujar Nurul, Jumat (5/6). Nurul menembahkan, pihaknya terus menunggu perkem-

Nurul Azizah

Pilkada Gresik Tetap Digelar 9 Desember Gresik, Memorandum Pelaksanaan Pilkada Kabupaten Gresik akan tetap dilaksanakan 9 Desember sesuai dengan Perppu nomor 2 tahun 2020 yang mengatur Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Gresik Moch Qosim usai salat Jumat berjemaah di Masjid Al-Inabah, kompleks Kantor Bupati Gresik. “Itu sudah dipastikan. Apapun yang terjadi harus tetap dilaksanakan. Karena jika tidak, ketatanegaraan akan bingung,” ujar Wakil Bupati Gresik ketika ditemui di ruangannya Jumat (5/6). Dalam pelaksanaan pilkada di masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19), akan ada beberapa perubahan. Perubahan itu adalah pengurangan dari dana kampanye terbuka yang ditiadakan. Di dalamnya termasuk biaya keamanan, peralatan, dan pertemuan

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ DEVAN

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ DEVAN

Gejos untuk Rehabilitasi Pasien Covid-19 Potensi Sembuh

nakan pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan,” jelasnya. Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono menambahkan, bila tersangka sudah diamankan. “Tersangka sudah diamankan dan akan diproses lebih lanjut,” tegasnya. (top/har/fer)

Persiapan New Normal, Warga Dilarang Tahlilan

Kapolsek Wringinanom AKP Christian Bagus Yulianto diambil sumpah jabatan.

Gelora Joko Samudro.

pembunuhan,” bebernya. Lalu, petugas mengamankan tersangka dan mengolah TKP. Petugas mengamankan sebatang kayu ukuran 3 x 2 centimeter dengan panjang sekitar 1 meter yang patah menjadi tiga bagian dam sabit. “Tersangka dike-

Wakil Bupati Gresik Moch Qosim di ruang command center.

yang bersifat kerumunan yang mengundang banyak orang. Termasuk juga debat yang akan dilakukan secara virtual. “Juga akan ada penambahan anggaran untuk memenuhi standar protokol kesehatan Covid-19 seperti disinfektan, masker, dan hand sanitizer di seluruh TPS,” jelas Moch Qosim. Selain itu, untuk memberi rasa aman kepada masyarakat, seluruh panitia penyelenggara pilkada akan di-rapid test terlebih dahulu. “Seluruh panitia di-rapid test dan penyediaan alat pelindung diri (APD) serta keamanan, tentu memerlukan tambahan anggaran lagi,” ujar Moch Qosim. Ke m b a l i Mo c h Q o s i m menambahkan, tahapan persiapan dan pendaftaran pilkada akan kembali dimulai pada 15 Juni mendatang, tinggal menunggu ketetapan dari KPU. (dev/har/fer)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Memorandum Edisi 6 Juni 2020 by memorandum - Issuu