PEMUDA NGASTEMI CABULI SISWI BACA DI HALAMAN 6
SENIN WAGE, 30 DESEMBER 2019
HARGA Rp 3.500,-
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com .com
Awalnya Innova yang dikemudikan Marcel Tanudjaja keluar dari Jalan Putro Agung III.
GRAFIS: MEMORANDUM/AZIZ
SERTIFIKA T
P ER S WAN DE
Lalu Innova menyenggol Xenia milik Suprapti yang parkir di pinggir Jalan. Karena panik, Marcel tancap gas hingga menabrak sejumlah motor yang parkir. KRONOLOGI KEJADIAN Innova akhirnya menabrak Vario yang mengakibatkan pengendara dan yang dibonceng terjatuh. Mobil itu juga menyeret motor dan berhenti setelah menabrak pembatas sungai.
Innova yang nyaris tercebur ke sungai setelah terlibat kecelakaan.
Panik, Tabrak Sejumlah Kendaraan
MATA HATI Oleh: Arief Sosiawan
2020, Tahun Menggiurkan
T
ak terasa, lusa (Rabu), dunia memasuki 2020. Tahun yang cukup istimewa bagi Kota Surabaya dan beberapa kota lain. Istimewa karena pada tahun bershio tikus logam ini ada pesta politik berkelas pemilihan wali kota (pilwali) dan pemilihan bupati (pilbup). Mau tak mau, suka atau tidak, partai-partai politik harus bekerja Bersambung ke halaman 7
FOTO: MEMORANDUM/INDRA
Pemimpin Redaksi
Innova Nyaris Tercebur Sungai di Putro Agung Surabaya, Memorandum Mobil Innova berwarna silver nyaris tercebur sungai setelah menabrak sejumlah kendaraan
Kedua korban terduduk setelah tertabrak Innova.
di pertigaan Jalan Putro Agung, tepatnya di depan toko buah, Minggu (29/12) sekitar pukul 10.00. Bersambung ke halaman 7
JUKIR SETUBUHI PELAJAR SMP DI TOILET, KINI HAMIL 5 BULAN
ANCAM KORBAN JIKA MENOLAK
Simpan SS di Dalam Kaos Kaki
Surabaya, Memorandum Bermodal uang dua ribuan, Anto (33), juru parkir di salah satu warung STMJ Surabaya Timur, tega menyetubuhi gadis ingusan yang masih duduk di bangku SMP. Bersambung ke halaman 7
Anto
FOTO: MEMORANDUM/INDRA
AKP RUTH YENI Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya
FOTO: MEMORANDUM/DANNY
Pada awal Agustus 2019, tersangka menyetubuhi korban di sebuah toilet umum. Pada pertengahan Agustus 2019, persetubuhan dilakukan di sebuah shelter. Dua lokasi itu semuanya di wilayah Gubeng.
Surabaya, Memorandum Berdalih gaji kurang, cleaning service (CS) rumah sakit di Surabaya nekat menjadi pengedar sabu. Bahkan untuk mengelabuhi petugas, Denny Panca Romadhon (21), warga Jalan Gubeng Jaya menyembunyikan sabu di dalam kaos kakinya. Bersambung ke halaman 7
Kapolsek Tenggilis Mejoyo AKP Kristiyan Beorbel Martino menunjukkan tersangka dan barang bukti.
Hendak Tawuran, Pesta Miras dan Balapan Liar
Dilamar Kekasih BANYAK liku-liku perjalanan seseorang saat akan membangun rumah tangga. Salah satunya adalah pertunangan. Dengan ikatan tersebut Bersambung ke halaman 7
TIDAK TERBIT Sehubungan Libur Nasional Tahun Baru, Surat Kabar Harian MEMORANDUM pada 31 Desember 2019 dan 1 Januari 2020 tidak terbit. MEMORANDUM kembali terbit seperti biasa mulai Kamis, 2 Januari 2020. Harap para pembaca dan relasi iklan maklum. Penerbit
+ Meng, Joko Wiyono dilirik parpol sebagai cawali Surabaya. -
Yuk kita berdoa yang melirik bukan si mata duitan dan si mata keranjang.
Si Mameng (Anak saleh)
IPTU EVAN ANDIASDERMAWAN Kanitreskrim Polsek Kenjeran
Belasan ABG yang diamankan di Kantor Satpol PP Surabaya.
Periksa Pemilik ATM
Penghormatan Terakhir kepada Aiptu Syamsu Surabaya, Memorandum Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar upacara pemakaman anggota Satlantas Aiptu Syamsu Yuliwanto di tempat permakaman umum (TPU) Mbah Ratu, Jalan Demak, Minggu (29/12). Upacara penghormatan terakhir kepada Syamsu ini yang bertindak sebagai inspektur upacara adalah Kapolsek Krembangan Kompol Esti Setija Oetami. Bersambung ke halaman 7
Kasus Sandiwara Penculikan FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
Isyana SarasvaƟ
an hendak tawuran sambil membawa berbagai jenis sajam yang telah disita petugas di Kantor Satpol PP Surabaya, Jalan Jimerto. Kelimanya adalah Oki Prambudi (19), warga Jalan Bulak Kuli Baru, Bersambung ke halaman 7
Prosesi upacara pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Aiptu Syamsu Yuliwanto.
Surabaya, Memorandum Pa s c a m e n g u n g k a p sandiwara penculikan yang ternyata penipuan anak terhadap ibu kandungnya, Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya masih terus menyelidiki keterlibatan orang lain. Selain mengamankan Bersambung ke halaman 7
FOTO: MEMORANDUM/DANNY
Surabaya, Memorandum Lima remaja diamankan petugas gabungan dari Satpol PP Surabaya, TNI, Polrestabes Surabaya, Linmas, dan Dishub Surabaya di Jalan Kedung Cowek, Minggu (29/12) dini hari. Para remaja tersebut diciduk lantar-
Setiba di sana, kami melihat beberapa remaja yang diamankan oleh petugas Satpol PP Surabaya di dekat SPBU Kedung Cowek dan diangkut ke dalam truk. Mereka dibawa ke Kantor Satpol PP.
FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
Belasan Remaja Diciduk Petugas Gabungan
AKP Iwan Hari Purwanto
PENYESALAN AYAH YANG ANAKNYA TENGGELAM DI DUNIA LGBT Έ2Ή
Dua Tahun Meninggalkan Keluarga, Jadi Manajer di Luar Pulau Sejak itu Fandi keras kepada keluarga. Dia melarang siapa pun memperlakukan Rio seperti perempuan. Tidak Ana. Tidak juga Oma Bunga. Semua pakaian perempuan Rio disumbangkan ke yayasan panti asuhan. Demikian juga boneka dan mainan-mainan bernuansa perempuan lain. Yuli Setyo Budi, Surabaya
Rok Rio diganti celana. Blouse Rio diganti kemeja atau kaus. Semua boneka diganti mobil-mobilan, pistol-pistolan, bola, dsb, dll, dst. Apa pun yang bernuansa perempuan disingkirkan, Di-delete. Sehari-dua hari berjalan lancar. Tapi, suatu hari Rio menangis sangat keras karena
PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986 PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390 REDAKSI: 031-8275390 FAX: 031-8291078
mencari boneka kesayangannya tidak ada. “Saya menyodorkan mainan senapan laras panjang, dilotak. Dibanting.” Ana memberi solusi hendak pinjam boneka milik tetangga yang kebetulan seumur dengan Rio. Fandi melarang. Oma Bunga membela Ana dan Bersambung ke halaman 7
SIDOARJO
SENIN WAGE, 30 DESEMBER 2019 HALAMAN 2
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KEPALA BIRO: JJokosan. WARTAWAN: HM Darianto, HM Shoumu, Heriyawan, Ludy Eko. PEMASARAN/IKLAN: Dedi, Iswin, Jim Darwin, Sulton, Medi. TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com
Bupati Ancam Denda Kontraktor FOTO: MEMORANDUM/SOM
Banyak Proyek 2019 Belum Selesai
Ketua Bhayangkari Ny Wanda Zain Dwi Nugroho beserta rombongan memberi bingkisan kepada personel yang menjalankan tugas Operasi Lilin Semeru 2019.
Pos Pam dan Pos Yan
Ketua Bhayangkari Beri Semangat Personel Sidoarjo, Memorandum Kepedulian kepada personel di Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan Operasi Lilin Semeru 2019, dilakukan Ketua Bhayangkari Cabang Kota Sidoarjo beserta pengurus. Jumat (27/12), rombongan yang berangkat dari Mako Polresta Sidoarjo, mengunjungi beberapa Pos Pam dan Pos Yan Ops Lilin Semeru 2019 di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Dipimpin Ketua Bhayangkari Cabang Kota Sidoarjo Ny Wanda Zain Dwi Nugroho, rombongan mengunjungi beberapa Pos Pam dan Pos Yan. Antara lain di Alun-alun, Bundaran Taman Pinang Indah, Balongbendo, Krian, Taman, dan Terminal Purabaya, Bungurasih, Waru. Kedatangan rombongan pengurus Bhayangkari Kota Sidoarjo ini, tentu saja, memberikan semangat kepada petugas gabungan yang ada di pos untuk bersiaga di Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan selama gelaran Ops Lilin Semeru 2019. “Siang Ibu, inilah Pos Pelayanan Bundaran TPI yang berkonsep Go Green. Kami bersama TNI, Satpol PP, Dishub dibantu juga petugas dari PMI dan elemen masyarakat lainnya, siap siaga menjaga agar situasi Natal dan Tahun Baru terus aman dan kondusif,” kata Kapolsek Sidoarjo Kota AKP Supiyan di lokasi Pos Yan Ops Lilin Semeru 2019 Bundaran Taman Pinang Indah, Sidoarjo. Dalam kunjungannya ke Pos Pam dan Pos Yan, Ketua Bhayangkari Kota Sidoarjo Ny Wanda Zain, memberikan bingkisan kepada petugas Pos Pam. “Bapak, bingkisan ini semoga bermanfaat guna menjaga dan mengamankan perayaan Tahun Baru 2020. Jaga kesehatan dan keselamatan juga ya,” pesan Istri Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho. Ny Wanda Zain juga mengapresiasi kreatifitas yang dilakukan anggota Polresta Sidoarjo, dalam konsep Pos Pam dan Pos Yan Ops Lilin Semeru 2019 di Sidoarjo. Melalui konsep yang unik dan lebih dekat masyarakat, sebagai bukti betapa tulus Polresta Sidoarjo melayani masyarakat. “Kami berharap seluruh personel gabungan yang terlibat dalam Pengamanan Natal dan Tahun Baru dapat tetap semangat dalam melayani dan mengayomi masyarakat,” pungkas dia. (jok/pi)
Air Sumur TPU Watutulis Hangat dan Berasap
Proyek jalan yang belum selesai pengerjaannya.
“Tinggal jalan beton yang ada di raya Gedangan tadi masih belum dibeton separuh, tapi akhir tahun kita targetkan sudah selesai karena kerangka besinya sudah terpasang dan hanya tinggal ngecor saja,” kata Naning. Selain proyek peningkatan jalan dan pembangunan jalan beton, dinas PU BMSDA juga melakukan normalisasi sejumlah sungai yang menjadi titk rawan banjir. Diantara sungai yang sudah dinormalisasi adalah sungai Gedangan, mulai perempatan gedangan hingga kebarat sampai Krian sudah dilakukan pengerukan. “Kemudian sungai Tambak Sawah juga sudah dilakukan normalisasi,” Ujar Bambang Catur Kabid Irigasi dan Pematusan Dinas PU BMSD yang juga mengikusi sidak di lokasi proyek. (sul/ded/jok/pi)
Proyek Puskesmas Dipastikan Molor SEBUAH bangunan lama bekas Terminal Ketajen yang dulu terletak di belakang Pasar Gedangan, dibongkar. Di lahan itu sedang berlangsung proyek bangunan, yakni Puskesmas Gedangan. Bangunan ini berada di dekat perumahan Puri Surya Jaya. Menempati lahan yang luasnya kurang lebih 1 hektare. Pembangunan puskesmas di-sub dari konsultan pengawas CV Makarya Engineering, dan dilaksanakan oleh CV Bima Sakti. Nilai kontrak Rp 5.373.602.000.00, dengan koordinator lapangan Bung Tito panggilannya akrabnya, CV nya enggan memasang berdiri papan nama proyeknya. Bahkan malah ditidurkan dan disembunyikan. Menjelang Tahun Baru 2020 dan laporan pembukuan selesainya proyek jalanan serta proyek
Proyek pembangunan Puskesmas Gedangan yang belum selesai.
FOTO: MEMORANDUM/JOK
Kapolresta Cangkrukan Bersama Warga Krembung Sidoarjo, Memorandum Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Sidoarjo agar tetap aman dan kondusif, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho rutin melakukan cangkrukan kamtibmas di beberapa wilayah Kabupaten Sidoarjo. Terlebih lagi menjelang Tahun Baru 2020, serta semakin mendekati agenda pilkades serentak dan Pilkada Kabupaten Sidoarjo 2020 nanti. Seperti Jumat (27/12) malam, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho mengajak pejabat utama Polresta Sidoarjo melakukan cangkrukan kamtibmas bersama Forkopimka dan warga Kecamatan Krembung. Cangkrukan kamtibmas yang berlangsung di Kantor Kecamatan Krembung ini, juga dihadiri Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, serta para Kades dan Calon Kades. Camat Krembung Abdul Mu’id menyampaikan, di Kecamatan Krembung pada April 2020 nanti ada 14 desa yang akan melakukan pemilihan kepala desa. Dan dua desa diantaranya melakukan pilkades secara e-voting. Dia berharap proses demokrasi ini dapat disikapi warga Krembung serta para calon kades secara dewasa dan demokratis. Terkait permasalah ini, Kombespol Zain Dwi Nugroho di hadapan undangan yang hadir termasuk para calon
Sumur di TPU Watutulis, Prambon, yang airnya hangat dan mengeluarkan asap.
FOTO: MEMORANDUM/SUL
Proyek yang disidak bupati, yaitu pembangunan Puskesmas Kecamatan Gedangan, peningkatan jalan Gedangan - Betro Sedati, peningkatan jalan beton Betro-Kalanganyar, pemeliharaan berkala jalan Betro-Sedati, peningkatan jalan Desa Tebel, peningkatan jalan Tebel-Gemurung, peningkatan jalan Gemurung-Kragan dan pembangunan puskesmas pembantu Kecamatan Candi yang berada di Desa Sidodadi. Saat bertemu dengan kontraktor proyek pembangunan Puskesmas pembantu Kecamatan Candi, Saiful Ilah mengingatkan jika tidak selesai sampai akhir tahun atau sesuai dengan perjanjian kontrak, maka kontraktor yang mengerjakan dikenai sanksi denda. “Targetnya ini selesai akhir tahun, jika masih belum selesai siap-siap kena denda,” tegas Saiful Ilah di hadapan kontraktor atau rekanan. Dari hasil sidak yang dilakukan, bupati menilai jika proses lelang dilakukan mendekati akhir tahun, maka potensi molornya pengerjaan cukup tinggi. Untuk itu, dia minta kepada jajarannya agar lelang bisa mulai dilakukan pada awal tahun. “Saya minta proses lelang proyek nanti sudah bisa dilakukan di awal tahun,” kata bupati. Dari hasil sidak tersebut, sejumlah proyek milik Dinas PU BMSDA seluruhnya hampir selesai. Kepala Dinas PU BMSDA Kabupaten Sidoarjo, Sunarti Setyaningsih atau Naning optimis jika di akhir tahun sudah selesai semua.
FOTO: MEMORANDUM/SUL
FOTO: MEMORANDUM/JOK
Sidoarjo, Memorandum Bupati Sidoarjo Saiful Ilah memastikan bila sampai akhir tahun 2019 ada proyek belum selesai pengerjaannya, akan kena denda. Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Saiful Ilah usai melakukan sidak ke beberapa titik proyek pembangunan di wilayah Sidoarjo, Minggu (29/12).
Suasana cangkrukan yang diprakarsai Polresta Sidoarjo di aula Kecamatan Krembung.
kepala desa, menegaskan kesiapan polres dalam mengamankan agenda demokrasi tersebut. Antara lain pembentukan satgas anti botoh, hingga ajakan kepada masyarakat agar bijak bermedia sosial termasuk tidak menyebar ujaran kebencian dan tidak mudah mempercayai berita hoax. “Dalam tahapan Pilkades dan Pilkada di Kabupaten Sidoarjo, Polresta Sidoarjo akan menurunkan satgas anti botoh. Jadi jangan ada permainan judi di dalam agenda demokrasi tersebut. Mari berkontestasi secara fair dan tetap menjaga kerukunan,” tegas Kombespol Zain Dwi Nugroho. Lebih lanjut, lulusan Akpol 1997
ini juga mengajak masyarakat Krembung agar dalam perayaan malam pergantian tahun nanti, diisi dengan kegiatan-kegiatan positif maupun keagamaan. Jangan sampai ada warga yang mengkonsumsi minuman keras serta penyalahgunaan narkoba. Sementara Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengapresiasi kegiatan cangkrukan kamtibmas yang diadakan Polresta Sidoarjo. “Acara ini dapat dijadikan silaturahmi Forkopimda Kabupaten Sidoarjo dengan Forkopimka di seluruh kecamatan, juga bersama masyarakat. Tujuannya supaya wilayah Kabupaten Sidoarjo tetap guyub, rukun dan aman,” kata Saiful Ilah. (jok/pi)
pembangunan gedung di wilayah sidoarjo, harusnya selesai dalam bulan Desember ini. Namun pantauan Memorandum di lapangan, proyek pembangunan di Sidoarjo sampai menjelang tanggal akhir bulan ini, belum menunjukkan hasil yang cemerlang. Termasuk proyek pembangunan puskesmas tersebut. (sul/jok/pi)
Banyak Warga Datang Ingin Melihat Sidoarjo, Memorandum Tempat Pemakaman Umum (TPU), Dusun Watutulis Utara, RT 01/RW 04, Desa Watutulis, Kecamatan Prambon, mendadak geger. Ini terjadi setelah mengetahui sumur di TPU mengeluarkan asap, dan air sumur terasa hangat. Infomasi yang berhasil dihimpun, sumur yang mengeluarkan asap putih itu diketahui mulai keluar pada hari Jumat (27/12) siang. Berawal saat salah satu pekerja bangunan yang menggarap pembangunan ruko (rumah toko) di sebelah selatan makam, mengambil air. Marsai (74), juru kunci makam yang ditemui Memorandum mengatakan, pekerja proyek itu memberitahu kalau air yang diambil dari sumur terasa hangat. Lantas, dia pun membuktikannya sendiri. “Airnya memang hangat,” kata Marsai yang mengaku langsung memberitahu ke perangkat desa. Dalam waktu singkat, kabar ini tersiar sampai ke telinga warga sekitar. Merekapun langsung berdatangan ke sumur, ingin mengetahui langsung keanehan yang terjadi di TPU desa. Kepala Desa Watutulis Waesono, juga mengecekan kebenaran kabar sumur yang airnya hangat tersebut. Setiba di lokasi, Waesono heran, karena sumur itu selain airnya hangat juga mengeluarkan asap. “Awalnya terasa hangat. Tapi, Sabtu kemarin tiba-tiba mengeluarkan asap sampai hari ini,” papar Waesono, Kepala Desa Watutulis, Minggu (29/12). Menurut dia, kejadian tak lazim itu baru pertama kali terjadi di Desa Watutulis. Padahal di kawasan desa tersebut, tidak ada sumber air panas. Sementara, pada rumah sekeliling TPU juga tidak hangat, seperti air diTPU dengan kedalaman sekitar 4 meter tersebut.“Sudah dicek ke rumah-rumah penduduk, tapi tidak ada sama sekali yang airnya hangat,” kata dia. Pantauan di lokasi, hingga kemarin, banyak warga sekitar yang berbondong-bondong ingin melihat sumur tersebut. Selain itu, tak sedikit warga juga mengambil air yang dipercaya bisa mengobati penyakit tersebut.“Barangkali bisa menyembuhkan gatal-gatal yang saya derita,” kata Tiyas, warga sekitar. (sdm/jok/pi).
AREMA
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com KEPALA BIRO: M Ariful Huda. REDAKSI: Edy Riawan, Mistiani, Herdiyan. BAGIAN UMUM: Arief Suherman. ALAMAT KANTOR: Jl Selat Malaka F/11 Kota Malang.
Tahun Baru, Polisi Ajak Masyarakat Jaga Kota Malang Malang, Memorandum Menjelang perayaan Tahun Baru 2020, Polresta Malang Kota melakukan pengamanan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Untuk itu, dilakukan rapat koordinasi (rakor) untuk kesiapan pengamanan bersama beberapa instansi terkait. Wakapolresta Malang Kota Kompol Arie Trestiawan mengatakan, mewujudkan Kota Malang yang aman dan nyaman diperlukan koordinasi dengan semua pihak karena tidak menutup kemungkinan ada beberapa titik rawan di kota ini. “Ada beberapa titik kerawanan yang mungkin akan terjadi di Kota Malang. Karena itu perlu dilakukan koordinasi untuk antisipasi,” katanya, Minggu (29/12). Beberapa titik kerawanan itu menurutnya kemungkinan terjadi pada malam pergantian tahun baru. Salah satu persoalan yang patut untuk diantisipasi adalah kerawanan lalu lintas yang beberapa titik kota yang
Wakapolresta Kompol Arie Trestiawan berfoto bersama setelah memimpin rakor menjelang tahun baru di Mapolresta Malang Kota.
mengalami kepadatan. “Mulai dari kemacetan. Beberapa giat masyarakat yang perlu diberikan pengamanan. Itu semua dilakukan untuk menjaga stabilitas Kota Malang agar tetap aman dan kondusif,” terang Arie. Untuk pengamanan tersebut telah diturnkan personel di beberapa titik untuk melakukan pengamanan dan juga mengantisipasi kepadatan arus
lalu lintas. Dimungkinkan, pada malam pergantian tahun tersebut banyak masyarakat yang merayakan. Diharapkan, semua masyarakat berperan serta untuk menjaga stabilitas kamtibmas sehingga pada momentum pergantian tahun, Kota Malang tetap aman dan nyaman dan juga dapat diminimalisir terjadinya kepadatan arus lalu lintas. (cr-3/ari/epe)
SENIN WAGE, 30 DESEMBER 2019 HALAMAN 3
memorandum.co.id memorandumredaksi@gmail.com
2020, TAHUN ISTIMEWA 2020, Pintu Masuk Cawali Menata Surabaya Lebih Baik PILWALI Surabaya akan digelar 23 September 2020. Para calon melontarkan gagasan dan program untuk menata Surabaya lebih baik dari sebelumnya. Politisi Partai Golkar KH Zahrul Azhar atau Gus Hans juga siap maju bursa Pilwali Surabaya 2020. Dia berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan yang dilakukan oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, jika dirinya terpilih. Konsep yang telah dijalankan Risma akan dilanjutkan lebih terencana lagi sehingga bisa lebih merata.”Mulai dari Surabaya Barat, Selatan, akan diperlakukan sama dengan pemerataan. Kalau saat ini kan masih di beberapa daerah dan terpusat di situ saja,”ungkap dia. Selain itu, lanjut Gus Hans juga mewujudkan Surabaya menjadi kota high do rizem city yang bisa meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah) untuk membuat orang bisa tinggal lebih lama. “Selama ini Juanda salah satu terpadat di Indonesia. Tetapi tidak berdampak pada okupansi hotel, karena Surabaya hanya sebagai kota transit yang hanya maksimal dua hari. Untuk itu, perlu membuat sebuah konsep bagaimana orang ingin tinggal lama di Surabaya dengan kapitasi potensi yang ada,” papar dia. Gus Hans juga berkomunikasi dengan partai lain. Di antaranya Demokrat, NasDem, Partai Gerindra, serta PSI. “Partai yang lain belum, karena memang mereka belum buka pendaftaran,” ujar Gus Hans. Soal peta perpolitikan warga Nahdliyin saat ini, Gus Hans menjelaskan sudah ada perkembangan positif dan pendewasaan yang sangat bagus. Sebab, selain dirinya juga banyak kader potensial lain yang bermunculan dan berniat maju meramaikan Pilwali Surabaya. “Ini berarti di NU jauh lebih maju dari Surabaya sendiri. Buktinya Surabaya masih ada ‘kata Risma Selamanya’. Itu berarti produk gagal politik dan itu tidak terjadi di NU,” tegas Gus Hans. Dia percaya walaupun kader
NU berangkat dari berbagai macam partai politik bisa bersatu untuk Pilwali Surabaya nantinya. Kader PDI-P yang juga siap meramaikan Pilwali Surabaya Whisnu Sakti Buana ingin membuktikan diri sebagai calon pemimpin Surabaya yang patut diperhitungkan. Apalagi politisi senior yang sudah dua periode memangku jabatan sebagai wakil wali kota Surabaya. Dengan mengusung tagline melanjutkan keberhasilan, meratakan pembangunan, Whisnu Sakti Buana membuat berbagai gebrakan untuk menata wajah Kota Surabaya. Eloknya, tak hanya berpusat di tengah kota yang akan menikmati hasil pembangunan, namun juga akan dirasakan warga di pinggiran kota.“Sebagai Kota Pahlawan, banyak sekali para pahlawan dari Surabaya. Maka perlu monument atau patung pahlawan di beberapa ruas jalan atau lokasi yang bersejarah,” beber lelaki yang disapa WS ini. Persoalan lain yang menjadi perhatiannya kemacetan lalu lintas. Dia menawarkan konsep transportasi massal yaitu subway dan monorail. Trasportasi publik ini akan melayani koridor barat dan timur, dan utara selatan. Whisnu juga akan menjadikan THR sebagai pusat kesenian dan demokrasi. Masyarakat dan seniman bisa mengeksplore diri di THR. Di sektor pariwisata, Whisnu membuat terobosan dengan mempersolek hutan mangrove yang tidak hanya sebagai sebagai lahan konservasi namun juga mendatangkan wisatawan. Di pesisir pantai di sana, akan dikembangkan wisata air. Sedangkan Armuji menyatakan siap maju dalam kontestasi Pilwali Surabaya.Langkah yang akan ditempuh Politisi PDI-P ini giat
menemui masyarakat. “Lebih intensif lagi menemui warga supaya elektabilitas dan popularitas seirama,” kata Armuji. Namun, semua keputusan, lanjut Armuji, sebagai kader, tetap diserahkan sepenuhnya kepada DPP.Bila DPP memutuskan atau memberinya tugas maju di pilwali, Armuji menegaskan siap. Bahkan, pihaknya tidak keberatan mundur dari jabatannya sebagai anggota DPRD Jatim. “Sebagai kader, jika ditugasi oleh partai, harus selalu siap,” ujar dia. Armuji juga berkomitmen siap melanjutkan semua progam–program yang sudah dilakukan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.“Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadikan Surabaya lebih baik lagi,” pungkas dia. Sementara Politisi Partai NasDem, Vinsensius Awey menilai tahun 2020 merupakan babak baru yang akan dilewati bersama-sama. Ada begitu banyak hal sedang menunggu.Termasuk event politik lima tahunan yang menjadi pertanda bahwa sebagai negara demokrasi. Indonesia merupakan negara penjunjung tinggi harkat dan martabat masyarakat dengan melibatkan mereka secara langsung dalam memilih pemimpin. Awey mengungkapkan hal paling utama adalah dengan mengembalikan kepercayaan yang sedang berusaha menghilang dalam diri masyarakat. Kepercayaan itu tidak
melulu harus dengan mengumbar janji yang mustahil untuk diperbaiki. Tetapi bisa juga dengan mengapresiasi kinerja pemerintah sambil secara berlahan-lahan kita memberikan masukan-masukan bernilai konstruktif di dalamnya. Contoh sederhananya adalah mengapresiasi kinerja Tri Rismaharani yang telah membangun Kota Surabaya dengan sangat elegan selama dua periode. Terlepas dari segala pencapaian-pencapaian itu, ada beberapa catatan penting yang harus diperbaiki dalam tubuh Pemkot Surabaya, selepas purnanya kepemimpinan Tri Rismaharani. Catatan itulah yang kemudian menjadi dasar pemikiran Awey maju sebagai bakal calon wali kota Surabaya. Salah satu hal yang menjadi fokus
perhatiannya adalah soal animo masyarakat untuk menjadikan transportasi massal sebagai kendaraan utama untuk beraktifitas. Rendahnya minat masyarakat itu terutama bersumber dari buruknya manajemen transportasi di Surabaya yang belum kunjung diselesaikan. Masih banyak kendaraan umum tidak layak jalan masih beroperasi. Tidak adanya penerapan traffic demand management, semacam pengkondisian pembatasan volume kendaraan dalam proses rekayasa lalu lintas. Herlina Harsono Njoto, politisi Partai Demokrat yang siap maju dalam Pilwali Surabaya 2020 menilai meski 2020 adalah tahun politik namun suasana yang terjadi di Surabaya tetap adem dan terkendali. Masing-masing parpol berusaha menjaga kondusivitas sehingga pelaksanaan pilwali mendatang dalam suasana menyenangkan. Soal kesiapannya maju pilwali, anggota Komisi D DPRD Surabaya mengatakan, semuanya ter-
gantung partai. “Soal siapa yang maju dalam pilwali tergantung kepada penunjukkan partai,”ungkap dia yang fotonya banyak terpasang di sejumlah papan reklame. Untuk itu, dia belum bisa mengungkapkan visi dan misi dia karena belum ada penunjukan partai. “Belum mengarah ke sana,” cetus wanita enerjik ini. M Sholeh yang maju pilwali lewat jalur independen mengatakan, memasuki tahun politik, merupakan tantangan tersendiri bagi dirinya. Sebab, tahun 2020 adalah era anak muda. Terbukti susunan kabinet Jokowi banyak diisi anak muda. “Dalam pilwali, yang memiliki banyak peluang untuk memimpin Surabaya adalah anak muda. Terutama anak muda yang progresif dengan memiliki sejumlah gagasan untuk maju,” beber advokat ini. Dia mengaku masa kepemimpinan Wali Kota Risma, Surabaya lebih baik dan maju. Sejumlah penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri disabetnya. Namun perlu diingat, masih ada kekurangan yang terjadi selama ini. Dan ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemimpin muda untuk membuat terobosan pasca Risma agar Surabaya bertambah lebih baik. Sholeh membeberkan persoalan-persoalan kota yang belum tuntas pada era Wali Kota Risma. Di antaranya soal parkir. Banyak orang kecewa soal pelayanan parkir. Terbukti ketika masyarakat parkir tak ada jukir sehingga harus bersusah payah me-
Arifin
Kartika Elisabeth
Calon Pengganti Risma Harus Lebih Baik KETUA RW 03 Kendangsari Arifin mengaku dalam pemilihan ketua RT/ RW baru-baru ini hanya sebagian saja yang berpengaruh pada Pilwali Surabaya. “Itu biasanya tergantung pada kondisi kawasan itu sendiri, yang notabene di mana basis partai politik daerah itu sangat dominan. Saya rasa masyarakat Surabaya sekarang lebih piawai dalam menentukan Pilwali 2020,”kata Arifin. Soal peta persaingan calon di Pilwali Surabaya seperti apa? Arifin menilai akan sangat ketat. Karena masing-masing parpol mengusung kader yang legitimasi dan kredibilitasnya diakui masyarakat Surabaya. Apalagi, mereka (parpol, red) yang mempunyai nama besar sudah piawai melakukan pendekatan ke masyarakat.”Dikemas dengan model sosial dan keagamaan, serta bantuan fisik melalui program pemkot dan lain-lainnya,”ungkap dia. Arifin berharap wali kota ke depan harus bisa lebih baik dan yang jadi pemimpin bisa mengaplikasi dari wali kota sebelumnya. Selain itu, kinerjanya dapat fokus pada pembangunan dan diorientasikan ke kesehatan dan jaminan pendidikan.”Pemimpin harus mau dan mampu menjaring aspirasi masyarakat Surabaya untuk direalisasikan dalam program kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Surabaya pada umumn-
ya,” pungkas dia. Sementara untuk menjamin hak pilih, warga Karangan, Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo yang belum mendata kependudukan dalam KTP-elektronik diharapkan segera mencatatkan dan mengurusnya di tingkat RT/RW. Ini agar mereka tidak kehilangan hak pilih pada Pilwali Surabaya. Ini disampaikan Ketua RW 01 Karangan, Kartika Elisabeth. Dia mengungkapkan tentang pentingnya pengurus RT/RW berperan dalam proses berdemokrasi di tingkat lokal.”Kita berharap pengurus RT maupun tokoh masyarakat jadi juru damai, juru musyawarah dan bisa membuat suasana Karangan lebih aman. Ini penting guna mewujudkan Pilwali yang bermartabat dan berbudaya. Kita harapkan pengurus kampung menjadi penjaga perdamaian di setiap wilayahnya,” jelasnya. Dia mengaku, intinya tidak ada kepentingan pribadi untuk memenangkan salah satu calon pada Pilwali 2020.Sebab sampai sekarang belum ada figur calon yang pakem.” Kami berharap calon wali kota nanti setara dengan Wali Kota Tri Rismaharini. Bisa mengerti apa yang dibutuhkan masyarakat.Di antaranya tentang lingkungan, ekonomi, maupun sosial, bisa menyatu,”terang dia.(why/dhi)
Suko Widodo
2019 disebut-sebut masih unggul pada Pilkada Serentak nanti.“Sebenarnya kalau dari pemetaan demikian PDI-P sekarang ini performanya lagi bagus,”ujar Fahrul Muzaqqi. Dia mengakui, sebagian besar parpol tetap membutuhkan koalisi. Akan tetapi, Fahrul Muzaqqi melihat sampai sekrang PDI-P masih belum menggandeng parpol lain. Sementara untuk pilkada di Surabaya, Fahrul merasa basis PDI-P butuh kejelian menentukan siapa saja tokoh yang maju. Dia juga menyebutkan beberapa nama dari PDI-P yang memiliki figur kuat.“Sekarang yang paling kuat adalah Pak Whisnu, istri Bambang DH (Dyah Katarina, red), Eri Cahyadi,” sebut dia. Namun, Fahrul menyampaikan jika nama-nama tersebut butuh kejelian dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.Karena tidak menutup kemungkinan ketika salah merekomendasi calon akan berakibat fatal. “Partai tetap dipertimbangkan. Tapi kekuatan figur calon kepala daerah yang utama,”tegas dia. Sementara partai lain, Fahrul menjelaskan, PKB adalah partai kedua tandingan PDI-P. Tak bisa dipungkiri kultur PKB masih
Fahrul Muzaqqi
melekat. Beberapa angkutan desa pun masih banyak yang menggunakan kendaraan PKB. “Saya kira ini (PKB) bisa jadi tantangan PDI-P yang selevel,” ungkap dia. Pun partai lain, lanjut dia, tidak bisa diremehkan. Seperti Partai Golkar, Partai Gerinda, maupun Partai Nasdem. Untuk calon independen (perorangan), Fahrul mengatakan, peluangnya masih terbuka lebar. Nama-nama dari PDI-P yang sudah muncul pun kemungkinan bisa kalah dengan calon independen. “Apalagi saya dengar Azrul Ananda rencana akan maju. Memang di Indonesia belum ada calon independen yang menang. Tapi saya garis bawahi, kekuatan partai ini bisa jadi tiket utama untuk maju,” pungkas Fahrul. Sementara Pakar Komunikasi Politik Universitas Airlangga, Suko Widodo menyebut peta politik di dalam tubuh internal PDI Perjuangan Surabaya menjelang Pilkada 2020 diprediksi bakal ambyar alias cerai berai. Ambyarnya PDIP karena adanya tiga poros yang sama-sama ingin maju di Pilwali Surabaya pada September 2020 mendatang.”Ada faksi Bambang DH, ada Whisnu Sakti Buana, ada juga Tri Rismaharini. Itu baru yang
HALAMAN 4 5
2.800 Personel Amankan Pergantian Tahun
Polisi Tindak Tegas Pengguna Knalpot Brong PERAYAAN pergantian tahun baru, kerap dijadikan momen bagi warga Surabaya dengan berkonvoi keliling kota. Mengantisipasi hal itu, Polrestabes Surabaya melakukan penyekatan di beberapa titik guna mencegah penumpukan kendaraan saat malam pergantian tahun. “Ada tujuh titik yang telah ditentukan untuk penyekatan saat malam tahun baru nanti. Beberapa di antaranya memang batas-batas luar terdekat kota Surabaya, untuk mengantisipasi kepadatan di wilayah Surabaya,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho. Tujuh titik tersebut, lanjut Sandi, di Jalan Kenjeran, batas kota tepatnya di Bundaran Waru, Karangpilang. Titik lain yakni di traffic light Masjid Al-Falah Jalan Darmo, kawasan Lenmarc Pakuwon, Fly Over Banyurip serta Simpang Empat Jalan Pahlawan. Tidak hanya penyakatan, polisi mengimbau kepada warga kota Surabaya turut menyukseskan kegiatan itu agar tercipta tata tertib. “Kami akan melakukan penyekatan secara persuasif. Namun, jika ada massa konvoi dalam jumlah besar yang tidak tertib, tentu akan kami tindak tegas seperti penilangan. Kemudian jangan menggunakan knalpot brong. Tetap menggunakan helm dan tidak boleh berhenti di atas fly over di mana pun di Surabaya,” lanjut alumni terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) 1995 itu. Lantas, untuk meniadakan kebiasaan remaja menggunakan knalpot brong, Sandi menegaskan jika pihaknya sudah melakukan operasi penertiban knalpot brong sejak awal
Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho
Desember. Operasi tersebut juga bertepatan dengan pelaksanaan pengamanan moment perayaan Natal 2019 lalu. Mantan Kapolrestabes Medan itu juga mengungkapkan, tidak akan segan memberikan sanksi tilang bagi setiap pengguna roda dua yang memasang spek khusus knalpot brong di jalanan.“Apabila masih ada kami akan razia sesuai peraturan yang ada, bahwa knalpot tidak diperbolehkan, kami tindak tilang,” tegas dia. Untuk memaksimalkan pengamanan malam tahun baru, pihaknya menyiapkan satu pos pelayanan (POSYAN, red) dan 24 Pos Pengamanan (PAM) yang tersebar di tempattempat tertentu. Ini mengatisipasi kejahatan maupun layanan untuk masyarakat yang ingin mengadu. Pihaknya juga akan menggelar patroli gabungan yang melibatkan TNI, satpol PP, linmas serta masyarakat dan di tempattempat tertentu. Sehingga jika terjadi hal-hal tertentu pihaknya bisa langsung menindaklanjuti. “Keseluruhan ada 2.800 personel kita siagakan, BKO dengan TNI dan pemerintah daerah (satpol PP, linmas),” pungkas dia. Sementara untuk mendukung pengamanan momen tahun baru yang dilaksanakan jajaran Polri, Korem 084/Bhaskara Jaya
siap mengerahkan personelnya. Sehingga harapan membuat situasi wilayah tetap aman terkendali bisa terwujud. “Hubungan kami sudah baik dengan kepolisian. Untuk pengamanan pergantian tahun baru akan kita dukung. Selama ini setiap hari juga sudah kita laksanakan pengamanan gabungan antara babinsa, bhabinkamtibmas, dan pemkot,” kata Danrem Bhaskara Jaya Kolonel Inf Sudaryanto. Begitu juga kerja sama antara danramil dan kapolsek, masih menurut Sudaryanto juga sudah sama-sama kompak.”Kalau dikolaborasikan, maka tinggal nanti kita tingkatkan saja kegiatannya yang berkaitan dengan tahun baru,” tandas dia. Soal persiapan pasukan pengamanan, Sudaryanto menjelaskan, akan mengkoordinasikan lebih lanjut dengan pihak Polri.”Perlu koordinasi untuk penempatan jumlah personel,” lanjut dia. Sudaryanto menambahkan, pengamanan ini agar masyarakat juga bisa merayakan pergantian tahun dengan aman dan nyaman. Terpenting masih keamanan dapat tercipta jika didukung oleh masyarakat. “Kita harus bersatu sama-sama mewujudkan Surabaya yang aman dan kondusif,” imbuh Sudaryanto. Dukungan masyarakat ini seperti halnya dengan cepat memberikan informasi kepada petugas bila di wilayahnya ada hal yang meresahkan. Sehingga pihaknya bisa melakukan deteksi dini dan cegah dini.(tyo/fdn/dhi)
Risma: Jangan Ada Konvoi nata kendaraan sendiri. Tapi ketika keluar, tiba-tiba dipungut uang yang terkadang tidak ada karcis parkir. “Selain itu soal PDAM yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat. Mereka membeli air minum dari PDAM, kenyataan untuk mandi saja masih kurang layak,” ungkap dia. Persoalan lainnya adalah surat ijo yang sampai sekarang belum juga tuntas. “Dari era Wali Kota Bambang DH hingga Risma, persoalan surat ijo tak kunjung tuntas. Jika jadi, maka saya akan memutihkan semua surat ijo sehingga menjadi milik masyarakat,”tegas dia. (udi/alf/dhi)
PDI-P Dihadang Koalisi Besar TAHUN 2020 adalah tahun politik. Bahkan, di Jatim, akan ada 19 Pilkada Serentak yang akan digelar pada 23 September 2020. Di antaranya, yang paling ditunggu-tunggu adalah Pilwali Surabaya. Dari 10 parpol, yakni PDI-P, PKB, Partai Gerinda, PKS, Partai Golkar, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Demokrat, Partai Nasdem, PAN, dan PPP, hanya PDI-P yang bisa mengusung pasangan calon (paslon) sendiri. Karena mereka memiliki modal 15 kursi di DPRD Surabaya. Sementara parpol-parpol lain harus berkoalisi untuk memenuhi syarat 10 kursi agar bisa mengusung psangan calon. Dengan kondisi seperti itu, PDI-P lebih percaya diri. Bahkan, langsung bergerak dan fokus untuk pemenangan Pilkada Kota Surabaya yang dinilai cukup prestisius tersebut.Tak heran, jika PDI-P lebih memprioritaskan kader internal yang akan diusung di Pilkada Serentak tersebut. Repotnya, di internal PDI-P sendiri ada tiga faksi yang sama-sama ingin maju di Pilkada Kota Surabaya. Pengamat Politik dari Universitas Airlangga (Unair) Fahrul Muzaqqi mengatakan, jika figur calon kepala daerah lebih menentukan dibanding faktor parpol pengusungnya. Artinya, kemenangan pada Pilkada Serentak 2020 tidak ditentukan parpol itu besar atau tidak. Namun, semua kambali kepada performa dan kredibilitas figur calon. Sebab, masyarakat akan melihat figur calon dan kedekatannya dengan rakyat.”Kalau pilkada kan terkait publik figur atau ketokohan lebih dominan ketimbang partai. Apakah PDI-P mampu mengusung paslon yang mempunyai elektabilitas menjanjikan? Saya kira itu,”jelas dia PDI-P yang telah memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg)
SENIN WAGE, 30 DESEMBER 2019
terlihat. Belum lagi yang masih tak terhitung, itu sudah terlihat menonjolkan calonnya masingmasing,” ujar Suko di gedung Negara Grahadi, kemarin. Suko menilai, PDI-P harus berkoalisi di Pilwali Surabaya demi mengamankan kursi wali kota. Karena bisabisa,PDI-P akan menjadi musuh bersama bagi koalisi lain.“Ya peta PDI ambyar, konflik internal tinggi. Kalau maju sendiri bahaya, yang lain bisa koalisi, dan kemungkinan PDI-P untuk kalah sangat terbuka. Jadi jangan jumawa meski bisa berdiri sendiri,”kata Suko. Soal berapa calon yang bakal maju, Suko belum bisa memprediksi. Akan tetapi, bila peluang terjadinya pertarungan head to head antara PDI-P dengan koalisi lain sangat terbuka.“PDI-P memiliki modal 15 kursi, mereka bisa mengusung sendiri. Tapi alangkah lebih aman buat mereka bila berkoalisi,” tandas dia. Suko juga tidak yakin, bila keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dapat dipatuhi oleh seluruh kader partai,khususnya di Surabaya. Ini karena sampai sekarang di internal masih menunjukkan persaingan dan saling berjalan sendirisendiri.”Mungkin bisa bersama, asal kepentingannya terakomodasi. Tapi balik lagi, keputusan pilkada ada di Jakarta. Semua komunikasi terjadinya di Jakarta, kita tinggal tunggu tanggal pengumumannya saja,” tutur Suko. Terkait rekom PDI-P untuk bacawali yang akan diusung di Pilwali Surabaya 2020 mendatang, Suko mengaku belum bisa memprediksi.”Rekom PDI-P, saya tidak tahu. Saya masih ngeblank, yang tahu hanya Bu Mega dan Allah SWT. Yang jelas belum ada kandidat yang kuat untuk menang di Surabaya,” pungkas dia. (alf/dhi)
Jatim Harus Tumbuh dan Kuat Bersama MESKI belum setahun memimpin Jatim, saja, beberapa hal yang perlu dikuatkan pada Gubernur Khofifah Indar Parawansa merasa 2020 beberapa program di antaranya target bangga dengan peningkatan-peningkatan di electrifikasi, proyek jambanisasi, juga retraining sejumlah sektor selama 2019. Itu semua tak lepas bagi tenaga kerja kita. “Dari double track SMA dari kebersamaan stakeholder yang dipimpin- dan Aliyah kemudian masuk ke program One nya dalam merealisasikan program yang digagas Pesantren One Produk (OPOP) di sini terbukti Khofifah-Emil yakni program CETTAR (Cepat, telah membangun lapangan kerja 600 ribu per Efektif, Tanggap, Transparan dan Responsif). tahun,” kata Khofifah. “Kita harus syukuri karena pertumbuhan Hal ini berseiring dengan apa yang selama ini ekonomi Jatim jauh di atas rata-rata nasional. telah disampaikan Presiden Joko Widodo 19 kekuatan ekonomi solid,”tegas Tahun 2019 yakni menciptakan lapang lapangan kerja. Khofifah. Khofifah pun akan berusaha memakDia menyebut, semisal kredit UMKM simalkan adanya KUR 20 2020 senilai ukup kuat dan kekuatan ekonopusa dengan di Jatim cukup Rp 190 triliun dari pusat ivelitas.Karena itu, Khofifah “ akan mi surveivelitas.Karena interes enam persen. “Ini ut pentingnya UMKM serta menyebut memberikan harapan kenaikan ngan antarprovinsi sangat me perdagangan kredit UMKM. Bagi mereka yang an.“Seperti misi dagang k pergudiperlukan.“Seperti tidak melanjutkan ke enting kita harus sangat penting ruan tinggi, bisa memulai tumbuh dan kuat bersama dengan startup penjuangun pertuma online. on harus bangun lan secara Penonomi deny buhan ekonomi guatan itu yang akan vinsi lain d tinggan provinsi kita jaga dan ma ini pa 2020,” yang selama katkan pada uplai juga disuplai jelentreh gubernur mbuh perempu Jatim,” imbuh perempuan perJ dia. tama di Jatim itu. H a n y a (yok/dhi) Khofifah Indar Parawansa
THP Kenjeran Absen Gelar Acara Malam Tahun Baru TAMAN Hiburan Pantai (THP) Kenjeran menjadi tempat wisata favorit bagi warga kota untuk menghabiskan masa liburan. Bahkan, saat liburan Natal dan Tahun Baru diprediksi puluhan ribu pengunjung tumplek blek di pantai timur Surabaya ini. Kepala UPTD THP Kenjeran Saidatul Mahruna menjelaskan, pihaknya menargetkan liburan Natal dan Tahun Baru 2020 bisa menjaring sekitar 30 ribu pengunjung. Dia optimistis tercapai, karena pengunjung, selain bisa menikmati pemandangan pantai, juga akan dihibur dengan berbagai pertunjukan. “Kami menggelar berbagai kegiatan. Di antaranya adalah campursari, orkes dangdut, reog, hingga musik aklung,” beber Saidatul. Pertunjukan itu sendiri sudah dilakukan sejak 22 Desember. Dan itu nanti menyambung hingga 1 Januari 2020. Biasanya hiburan musik ini dilakukan
MENYAMBUT Tahun Baru 2020, masyarakat diminta untuk tidak merayakan secara berlebihan.Apalagi dengan mengggelar konvoi di jalanjalan, Selasa (31/12) malam. Hal ini ditegaskan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. ”Unya, tuk seluruh warga Surabaya, voi. saya berharap tidak ada konvoi. aan Jangan sampai ada kecelakaan atyang kemudian mengakibatndkan penderitaan kita, pendgas eritaan keluarga kita,” tegas Risma. san Karena itu,Risma berpesan rakepada seluruh warga Surahun baya, agar pada malam tahun kubaru nanti,lebih baik melakurti, kan hal-hal positif. Seperti, rga berkumpul bersama keluarga atau menggelar syukuran dan erdoa bersama. “Mari kita berada sama-sama bersyukur kepada Tuhan, karena sampai saat ini ma kita bisa berkumpul bersama keluarga,” ujar dia. Pemkot Surabaya sendirii tidak menggelar acara di malam Tahun Baru 2020. “Seperti tahun lalu, pem-an kot tidak menggelar kegiatan aru untuk menyambut tahun baru seperti car free night,” ucap dia.
Dalam kesempatan itu demi terwujudnya Kota Surabaya tetap aman, tertib serta kondusif, Risma juga menginstruksikan semua jajaran untuk menjaga wilayahnya masingmasing. Mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan, bersinergi bersama jajaran Polri dan TNI agar menjaga dan mengamankan wilayah masing-masing. Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini menambahkan, sejak libur Natal hingga memasuki tahun baru, pihaknya sud a h
menginstruksikan semua jajaran di tingkat kelurahan dan kecamatan untuk menjaga wilayahnya masing-masing. Hal ini dilakukan agar Kota Surabaya tetap aman, tertib serta kondusif saat perayaan malam tahun baru nanti. “Jadi mereka jaga wilayahnya masingmasing, bekerjasama dengan babinsa, bhabinkamtibmas. Sebetulnya tahun lalu juga begitu, tapi tahun ini juga kita tingkatkan. Jangan sampai kita
kecolongan,”tegas Risma. Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Linmas Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, pihaknya juga memastikan telah menyiapkan personel untuk pengamanan di objek-objek vital, seperti taman hingga tempat wisata di Surabaya.“Terutama untuk pengamanan dan pengaturan parkirnya, jangan sampai mengganggu lalu lintas yang lain,” jelas dia. Dia juga mengimbau kepada RT/RW dan seluruh masyarakat Kota Surabaya agar tidak membuat pesta berlebihan di malam tahun baru. Lebih baik membuat Tri Rismaharini kegiatan seperti doa bersama atau rasa syukur dan evaluasi akhir tahun. “Kami mengimbau kepada RT/RW dalam perayaan malam tahun baru agar bisa menggelar doa rasa syukur di wilayah masing-masing. Daripada hura-hura dan pesta di malam tahun baru, lebih baik menggelar doa refleksi akhir tahun dan berdoa agar 2020 Surabaya aman, damai dan lebih maju,” pungkas dia.(udi/dhi)
Warga Jalan UKA Pilih Bakar Jagung
Jembatan Surabaya yang berada di Pantai Kenjeran.
pada Sabtu dan Minggu saja. namun, kali ini dilakukan selama sepekan lebih. Dia menambahkan, khusus untuk malam Minggu, THP Kenjeran buka hingga pukul 21.00, ini untuk sisi utara. Sebab, di sana ada pertunjukan air mancur menari di Jembatan Surabaya. Terkait perayaan malam pergantian tahun, Saidatul menyatakan di THP Kenjeran memang tidak ada kegiatan sama sekali. Kalau pun itu ada, dilakukan pada siang hari yaitu pada 1Januari.”Sesuai dengan arahan Bu Wali (Wali Kota Tri Rismaharini, red) tidak ada kegiatan saat malam tahun baru di THP Kenjeran. Malam tahun baru ini rawan terjadi konvoi dan kejahatan sehingga kami tak menggelar kegiatan,” beber dia. Sementara itu untuk segi keamanan, lanjut dia, juga didukung oleh berbagai pihak seperti satpol PP, linmas, Polsek Kenjeran, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dan
Polairut. Pihaknya juga bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk mengantisipasi pengunjung yang sakit. Sementara pada liburan Tahun Baru 2020, Kebun Binatang Surabaya (KBS) mengusung konsep pesona budaya nusantara dengan tema bertajuk Lestari Satwaku Lestari Budayaku. Winny Hustiani, Humas Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS mengatakan, tema itu akan berlangsung selama 16 hari sejak 21 Desember hingga 5 Januari 2020. “Target kami 70 ribu pengunjung. Kami optimistis itu tercapai,” tandas dia. Salah seorang pengunjung KBS Lestari mengatakan harga tiket yang dibandrol untuk sekali masuk tidak terlalu mahal sehingga cocok sebagai alternatif berlibur ramai-ramai.”Kalau libur memang lebih suka ke sini. Nggak hanya berlibur, anak-anak juga bisa sambil bermain,” kata dia.(udi/why/dhi)
PERGANTIAN tahun sudah di depan mata, hingar bingar dan gemerlap kota Surabaya sebentar lagi akan tiba.Menjelang pergantian tahun banyak cara untuk merayakannya, di antaranya untuk merayakan malam tahun baru bisa dilakukan di kampung sendiri. Seperti warga Jalan UKA, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo. Agenda kegiatan pada malam tahun baru dirayakan
dengan bakar-bakar jagung atau ikan yang telah disediakan tempat oleh M Wachid, ketua Rukun Warga UKA.”Kita sediakan tempat untuk bakar-bakar bagi perwakilan karang taruna, mulai RT 01 hingga RT 12,” ujar Wachid. Ini dilakukan guna menumbuhkan rasa solidaritas sesama karang taruna yang akan dibentuk kepengurusan baru. Soal kegiatan di luar malam tahun baru, Wachid berharap
M Wachid bersama warga di balai RW.
warga memiliki ide-ide kreatif dalam membuat agenda kegiatan.”Kami selaku Rw hanya sebagai pelayan dan membantu masyarakat. Jika karang taruna dan ibu-ibu PKK memiliki agenda, kita akan back-up
sepenuhnya”pungkas dia. Ini untuk memberikan ruang yang luas dalam menyampaikan kemauan dan keinginan warga Uka, demi terwujudnya kampung yang guyub dan rukun.(mg3/dhi)
Pedagang Terompet Serbu Surabaya RIMULIA (61), menjadi satusatunya pedagang terompet dan bando hias yang membuka lapaknya lebih awal di Jalan Diponegoro hingga menjelang malam pergantian tahun berakhir. Dia mengaku, menjual pernak-pernik tahun baru tersebut untuk menghabiskan barang dagangan tahun lalu. “Lumayan, dagangan tahun kemarin masih ada. Jadi saya tidak kulakan stok lagi,” kata Rimulia, warga Kupang Segunting saat ditemui di Jalan Diponegoro, Minggu (29/12). Tak seperti tahun lalu, kata dia, tahun ini dia memprediksi belum berhasil meraup untung lumayan hingga malam pergantian tahun berakhir ke depan. Karena itu, Rimulia menjajal peruntungan mengawali membuka lapaknya lebih awal, meski
Rimulia menunggu pembeli terompet di Jalan Diponegoro.
momentum malam tahun baru masih dua hari lagi. “Barangkali ada satu-dua orang yang mencari terompet. Saya jualan terompet sejak tujuh tahun silam. Kalau di sini saya jualan sampai malam tahun baru saja,” ujar dia. Penjualan terompet yang
lesu sebenarnya telah dia prediksi sejak awal. Menurut Rimulia, dirinya sadar sejak awal sudah ragu-ragu akan menggelar lapaknya karena kerap ada penertiban di Jalan Diponegoro oleh satpol PP. “Meski lapaknya sudah meminta izin kepada pemilik SPBU
Diponegoro. Jika ada penertiban, dagangan saya pindahkan lebih masuk ke dalam SPBU Diponegoro,” kata dia. Rimulia menduga lesunya transaksi jual-beli terompet terjadi karena orang mulai enggan menyambangi pedagang terompet di Jalan Diponegoro. Dia menduga pembeli lebih nyaman belanja terompet di toko. Adapun tren jenis terompet yang disukai tahun ini masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Rata-rata pembeli lebih menyukai terompet berbentuk klasik dan terompet pompa. Sebab, harga untuk jenis terompet tersebut lebih terjangkau. “Sedangkan terompet miliknya rata-rata dijual Rp 5 ribu hingga 25 ribu. Lebih murah dibanding pedagang terompet lainnya,”terang dia.(why/dhi)
MOJOKERTO-JOMBANG WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
SENIN WAGE, 30 DESEMBER 2019 HALAMAN 6
KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.
Melawan, Bandit Baznas Ditembak
FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO
Mojokerto,Memorandum Penjahat spesialis pembobol kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Agus Purwanto (37), dilumpuhkan Tim Resmob Satreskrim Polresta Mojokerto, Kamis (26/12) kemarin. Warga Desa Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, ditembak kedua betisnya lantaran melawan saat ditangkap. ’’Kami lakukan tindakan tegas terukur (tembak) karena tersangka melawan dan mengancam keselamatan petugas di lapangan,’’ ungkap Kasatreskrim Polresta Mojokerto AKP Ade Warokka, Tersangka sesaat setelah di- Minggu (29/12). Tak hanya melawan, lumpuhkan polisi. tersangka juga berusaha melarikan diri saat dibekuk petugas di area Kota Mojokerto saat hendak mencari sasaran selanjutnya. Namun, usaha itu gagal setelah petugas berhasil menembus kedua kaki pelaku dengan peluru tajam. Bersamaan itu, tersangka tersungkur dan memilih menyerahkan diri. ’’Tersangka sudah berkasi tiga kali di Mojokerto. Dalam kurun waktu bulan Agustus, September, dan Oktober,’’ terangnya. Aksi pelaku awalnya berjalan mulus. Begitu juga pelariannya yang beberapa kali berpendah-pidah lokasi. Namun, tak lama setelah keberadaannya terendus petugas, tersangka berhasil ditangkap berikut barang bukti satu obeng dan peconkel tambal ban. Dua alat itu dipakai pelaku mencongkel candela saat beraksi. Selain itu juga ada empat handphone dan satu buah dompet. Dari tangan pelaku petugas juga sita tas rangsel berisi sarung dan sebo sebagai penutup kepala saat beraksi. ’’Saat diamankan pelaku sedang mencari sasaran TKP pencurian lain sekitar pukul 00.30,’’ ujarnya Waroka menegaskan, dari tiga kali beraksi, lokasi yang menjadi incaran tersangka juga sama. Yakni kantor Badan Amil Zakat Nasional (Basnaz) yang berada di di Jalan Gajah Mada No. 115A, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Modusnya, berbekal alat bengkel, tersangka masuk dan keluar kantor Baznas dengan merusak jendela. Setelah berhasil merangsek masuk lewat jendela, pelaku mencuri laptop. ’’Kejadian pertama sebanyak dua unit, ke dua dua unit, kejadian terkahir satu unit,’’ paparnya. Untuk mengungkap pelaku lain dan TKP lain lagi, saat ini tersangka masih dilakukan pemeriksaan intensif oleh penyidik. Agus Purwanto dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Dengan ancaman paling lama lima tahun penjara. (no/rif)
Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto. “Petugas sempat memanggil sebanyak dua kali, namun selalu mangkir. Setelah diketahui ia tidak berada di rumah, kita terbitkan surat DPO,” sambung kasubaghumas. Namun sepandai-pandainya tersangka berkelit dari jerat hukum, akhirnya ia berhasil diringkua polisi. Sebagai konsekuensi perbuatan bejatnya, ia telah ditahan di Mapolres Mojokerto. Upaya itu dilakukan, untuk mempermudah proses penyidikan intensif yang dilakukan petugas. “Tersangka kita kenakam pasal 81 ayat 2 pasal 76e Jo pasal 82 ayat 1 Undang Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” tandas Teguh. (no/rif)
FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO
Kasubag Humas Polres Mojokerto Ipda Teguh Kariadi mengatakan, aksi bejat yang dilakukan tersangka, terjadi pada tanggal 7 Mei 2019 silam. Entah bagaimana awalnya, hingga akhirnya keduanya tidur berduaan di kamar korban. “Tersangka bertandang ke rumah korban, lalu keduanya tidur berduaan di kamar. Saat itulah, keluarga korban datang dan memergoki,” ujarnya, Minggu (29/12). Usai dipergoki, tidak ada itikad baik dari Yogi. Malah, tersangka langsung kabur meninggalkan rumah selama kurang lebih 7 bulan. Sementara keluarga korban yang tidak terima, melaporkan kejadian ke unit Pelayanan Perempuan dan
Yogi Kholfi Hidayat diperiksa petugas.
Sejumlah Proyek Gagal, PU Putus Kontrak Rekanan Mojokerto, Memorandum Menjelang tutup tahun 2019, sejumlah proyek fisik di Kota Mojokerto gagal diselesaikan oleh rekanan pelaksana proyek. Dari data yang didapat dari dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR ) di antaranya ada sebanyak 92 paket. Dari jumlah tersebut, 11 paket diantarnya gagal lelang. Sedang sisanya sebanyak 81 paket, 77 diantaranya dinyatakan selesai dan 4 paket proyek putus kontrak. “Putus kontrak ini karena pekerjaannya sampai sekarang baru rampung 30 persen, 40 persen atau bahkan ada yang nol persen,” terang Kepala PUPR Mojokerto Mashudi, kemarin. Ia menegaskan, untuk konsekwensi bagi kontraktor yang putus kontrak, pihaknya sudah melakukan penarikan kembali uang mukanya. “Yang kerjaannya baru rampung 30 persen, kita tidak akan membayarnya dan akan dibayar setelah hasil audit keluar,” tegasnya. Sebelumnya, sejumlah proyek yang gagal selesai dan telah mencapai batas waktu disidak dewan. Beberapa anggota Komisi II DPRD Kota Mojokerto langsung turun ke sejumlah proyek yang ditengarai tak selesai di antaranya proyek saluran di Kedungsari, Banjaranyar, Jalan Semeru, dan wilayah Mentikan. Mengetahui, kondisi yang diperkirakan tak selesai serta jauh dari progres Wakil DPRD Kota Mojokerto, Junaedi Malik terlihat geram. Pasalnya pelaksana proyek saat di lokasi tidak memiliki progres pekerjaannya. “Kalau tidak tahu progresnya berarti pekerjaannya asal dikerjakan,” katanya usai hearing dengan PUPR, Jumat (27/12). Untuk proyek saluran di Ban-
Dua Warga Jombang Terseret Ombak Pantai Teleng Ria
Dewan menggelar hearing dengan PUPR.
jaranyar pihaknya sudah mendesak ke DPUPR agar meminta pertanggungjawaban kepada pihak pemborong untuk memperbaiki pagar warga yang roboh. “Kita sudah berkomunikasi dengan DPUPR agar menindak kontraktor nakal. Untuk di Banjaranyar, kita sudah minta agar pagar yang roboh diperhatikan,” jelasnya. Lebih lanjut politisi asal PKB ini mengatakan, seharusnya proyek harus selesai semua pada 26 Desember, namun lanjutnya jika dilihat di lapangan dapat dipastikan proyek-proyek tersebut tak akan selesai tepat waktu. “Seperti di Kedungsari pengerjaanya belum 60 persen, di Jalan Semeru meski dikebut tak akan selesai,” tegasnya. Juned menyayangkan jik PUPR pun sulit untuk berkomunikasi dengan rekanan pemegang proyek. Sehingga semua fihak menjadi bingung, apakah itu ada oknum yang berkepentingan atau tidak. Faktanya yang dikorbankan adalah masyarakat. Ada satu lagi temuan dari teman-teman anggota dewan, di Lingkungan Ngaglik,
Tersangka bertandang ke rumah korban, lalu keduanya tidur berduaan di kamar. Saat itulah, keluarga korban datang dan memergoki. Ipda Teguh Kariadi Kasubag Humas Polres Mojokerto
Mojokerto, Memorandum Satuan Unit PPA Polres Mojokerto menangkap pelaku persetubuhan terhadap anak di bawah umur, Sabtu (28/12). Dialah Yogi Kholfi Hidayat (19), warga Dusun Punggung, Desa Ngastemi, Kecamatan Bangsal. Pemuda tanggung tersebut harus berurusan dengan hukum setelah mencabuli seorang siswi SMP berinisial APA (15), warga Kecamatan Bangsal.
tanah pengembang dibangun Gapura Majapahit, ini kan hal yang sangat aneh. “Yang jelas bahwa kita akan pelajari lebih lanjut sampai ada tindakan yang tegas agar ada efek jera terhadap pihak yang telah merugikan masyarakat,” pungkasnya. (war/rif)
Pacitan, Memorandum Dua warga asal Jombang tewas setelah terseret ombak Pantai Teleng Ria, Pacitan, Sabtu (28/12). Diduga, dua wisatawan itu terseret ombak saat menolong seseorang. Data yang didapat, dua wisatawan asal Jombang yang tewas itu adalah Yoyon Widarto (36) dan Sofi Hidayat (21). Kapolres Pacitan AKBP Sugandi mengatakan, awalnya ada seorang anak yang Petugas mengidentifikasi salah terseret ombak di pantai satu warga Jombang yang tewas terseret ombak Pantai Teleng Ria, itu. Melihat itu, kedua korban berusaha menolongnya. Pacitan. “Kedua korban itu berniat menyelamatkan anak tadi. Tapi keduanya malah terseret ombak,” terang Sugandi. Alumnus AKPOL Tahun 2000 ini menambahkan, ketiganya ditolong oleh penjaga Pantai Teleng Ria. Namun hanya satu yang bisa diselamatkan. Sedangkan dua orang asal Jombang itu malah celaka. “Keduanya bisa dibawa ke pinggir pantai, tetapi nyawanya tidak terselamatkan,” jelasnya. Jasad keduanya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Darsono Pacitan untuk identifikasi lanjutan. “Peristiwa ini murni kecelakaan laut,” tegas Sugandi. (net/rif)
FOTO: MEMORANDUM/IST
FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S
Jombang, Memorandum Masih adanya sejumlah ganjalan yang terjadi di Kota Santri hingga akhir tahun memantik reaksi dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang. Dari berbagai persoalan, kalangan legislatif menyoroti masih ditemukannya kasus gagal pertumbuhan atau stunting. Kasus menimpa Mohammad Ibrahim balita berusia 4 tahun asal Dusun Mas’ud Zuremi Ngares, Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng. Ini dipapaparkan Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi. Harus diakui apa yang terjadi di Kebondalem merupakan tanggung jawab bersama. Namun tidak dapat dipungkiri juga, bahwa harus ada tindakan konkrit dari Pemkab Jombang. “Jombang menyandang predikat sebagai kabupaten layak anak, dan dengan masih ditemukannya kasus stunting hal itu tentu merupakan tanggung jawab tersendiri. Karena kesehatan merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat,” paparnya. Diakui olehnya, memang kondisi serupa dapat menimpa siapapun. Namun dengan gencarnya sosialisasi yang dilakukan, serta serangkaian upaya pencegahan. Kondisi yang sama dapat diantisipasi, terlebih lagi anggaran untuk itu memang ada. “Sejauh mana anggaran di sektor kesehatan benar-benar telah dimanfaatkan. Dan dengan sosialisasi yang telah dilakukan kepada masyarakat, kami berkeyakinan tanggung jawab penanggulangan stunting dapat mencapai hasil maksimal,” sambungnya. Persoalan kedua yang juga mendapat sorotan, yakni program seragam gratis. Sebagai salah satu janji bupati dan wakil bupati Jombang, realisasi janji kampanye ini cukup mendapat perhatian. Selain molor dari waktu penerimaan siswa baru, ketika dibagikan pun menuai serangkaian polemik. “Dari hasil meminta keterangan kepada dinas terkait, ada dua kendala yang menjadi ganjalan program ini. Pertama selain program baru, kedua alokasi anggaran yang tidak terencana dengan baik,” tutur politisi PKB itu. Maka, berkaca dari pengalaman tahun 2019 yang sangat memprihatinkan. Wakil rakyat minta agar realisasi di tahun 2020, dilakukan sejumlah perbaikan. Agar kondisi serupa tidak kembali berulang dan penggunaan uang negara sesuai dengan peruntukkan. Kalaupun kemarin dapat rampung, tapi justru baru dapat dilakukan di akhir tahun. “Kami meminta ada perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang. Harus ada perubahan terkait mekanisme yang ditempuh,” ujar ketua dewan. Mekanisme meliputi perencanaan anggaran yang dibutuhkan. Proses pelelangan, teknis pencairan, hingga distribusi seragam bagi peserta didik SD/MI, SMP/MTs. Karena di tahun depan (2020,red) pengadaan serupa akan tetap dilakukan. Terlebih lagi sudah masuk di kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS). “Harus ada pembenahan teknis pengadaan, dengan adanya kajian dari tahun sebelumnya. Agar ganjalan serupa tidak terjadi di tahun depan,” pungkas Mas’ud. (wan/rif)
Pemuda Ngastemi Cabuli Siswi SMP
FOTO: MEMORANDUM/ANWAR
Akhir Tahun, Ketua Dewan Soroti Sejumlah Persoalan
KKAMIS KAM KA AMIS LEG LEGI, 29 AGUSTUS 2019
SAMBUNGAN
SENIN WAGE, 30 DESEMBER 2019 HALAMAN 7
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Panik, Tabrak Sejumlah Kendaraan Bahkan dari pantauan di lokasi ada satu unit motor yang terseret di bawah kolong mobil. Informasi yang dihimpun, Innova nopol L 1271 PF nahas itu dikemudikan Marcel Tanudjaja (19), warga Jalan Donorejo II, yang ternyata belum memiliki SIM A. Sedangkan motor yang terseret yakni Vario L 5465 BE yang dikendarai Purnomo (47), yang berboncengan
Sambungan dari halaman 1
dengan Soetomo (47). Kedua korban warga Jalan Tambaksari itu mengalami luka-luka hingga harus dibawa ke RSUD dr Soetomo. Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya AKP M Faqih menjelaskan, menurut kesaksian warga, kejadian itu bermula ketika Innova keluar dari Jalan Putro Agung III dan mengarah ke utara menuju
Jalan Putro Agung Kulon. “Sebelum keluar dari gang, pengemudi Innova menyenggol Daihatsu Xenia L 1593 SX milik Suprapti (34), warga Jalan Rangkah yang sedang terparkir di pinggir Jalan,” kata Faqih kepada Memorandum, Minggu (29/12). Lanjut Faqih, usai menyenggol kendaraan lain, pengemudi Innova panik dan langsung kabur melajukan
mobilnya dengan kencang. Apesnya mobil kemudian menabrak beberapa kendaraan yang sedang terparkir di pinggir jalan hingga akhirnya menabrak Vario yang melaju dari selatan ke utara. “Akibat tabrakan itu pengendara motor dan yang dibonceng terjatuh. Untungnya mereka tidak ikut terseret di bawah kolong mobil seperti kendaraannya yang akhirnya berhenti di
atas pembatas sungai,” terang Faqih. Usai kejadian itu, pengendara motor yang mengalami luka robek di kaki kanan dan luka di dada kiri dan dahi lecet, selanjutnya dilarikan ke RSUD dr Soetomo. Sedangkan pengemudi mobil dan semua kendaraan yang terlibat kecelakaan dibawa ke Kantor Unit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya.
Ancam Korban Jika Menolak Akibat perbuatan pria yang sehari-hari indekos di Jalan Ngagel Kuburan itu, SH (16), harus menanggung malu. Bahkan, korban yang tinggal tidak jauh dari kos-kosan Anto ternyata hamil 5 bulan. Akibat perbuatannya, pria kelahiran Desa Bapelle, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang Madura itu ditangkap anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Sambungan dari halaman 1
Itu setelah ibu korban, KS melaporkan peristiwa yang menimpa anaknya ke polisi. ”Korban masih berusia 16 tahun dan masih aktif sebagai pelajar di salah satu SMP di Surabaya Timur,” kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni, Minggu (29/12). Ruth menjelaskan, Anto melakukan persetubuhan terhadap korban sebanyak dua kali pada Agustus 2019. Untuk melancarkan aksinya, tersang-
Hendak Tawuran, Pesta Miras dan Balapan Liar Kenjeran; CH (17), warga Jalan Kapasan Lor; SPM (16), warga Jalan Gading I; ZK (13), warga Jalan Simo Gunung Barat, dan OS (18), warga Jalan Kalilom Lor Indah. Menurut keterangan Rizal, karyawan SPBU Jalan Kedung Cowek, sekitar pukul 02.15 para remaja yang hendak tawuran itu berjumlah puluhan orang. Mereka mengendarai motor sambil membawa sajam berkumpul di perempatan lampu merah Jalan Kenjeran. “Sepertinya mereka sedang menunggu musuhnya. Rata-rata masih ABG dan berstatus pelajar,” ungkap Rizal, asal Jalan Tenggumung, saat ditemui di lokasi kejadian. Tak lama kemudian, petugas gabungan datang ke lokasi sehingga membuat puluhan remaja itu membubarkan diri. Bahkan ada yang melarikan diri ke perkampungan di Jalan Bulak Rukem. “Petugas ada yang mengejarnya di kampung-kampung dan berhasil mengamankan beberapa remaja. Petugas juga menyita sajam yang dibuang di selokan,” jelas dia. Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Kenjeran Iptu Evan Andias membenarkan kejadian tersebut. Usai menerima informasi adanya sekelompok remaja akan tawuran, dia bersama anak buahnya segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). “Setiba di sana, kami melihat beberapa remaja
Dilamar Kekasih
ka merayu dan memberikan uang kepada gadis belia itu. Pria bejat ini lalu memaksa korban untuk melakukan hubungan suami istri. Tidak hanya itu, Anto juga tidak segan-segan mengancam korban agar tidak memberitahu ke siapapun. “Pada awal Agustus 2019, tersangka menyetubuhi korban di sebuah toilet umum. Pada pertengahan Agustus 2019, persetubuhan dilakukan di sebuah shelter. Dua lokasi itu semuanya
Sambungan dari halaman 1
yang diamankan oleh petugas Satpol PP Surabaya di dekat SPBU Kedung Cowek dan diangkut ke dalam truk. Mereka dibawa ke Kantor Satpol PP,” jelas Evan Andias. Selain mengamankan ABG yang hendak tawuran, petugas gabungan juga mengamankan 12 orang karena tertangkap basah sedang menggelar pesta miras, dan pembalap liar di jalan tersebut. Hingga total ada 17 orang yang diamankan. Setelah dilakukan pendataan, 17 orang tersebut dibawa ke Liponsos Keputih untuk dibina. “Para remaja yang diamankan sudah dibawa ke Liponsos Keputih,” kata Bella, petugas jaga dan informasi Satpol PP Surabaya kepada Memorandum. Adapun identitas 12 orang yang menggelar pesta miras dan balap liar yakni Nurul Imam (23), warga Jalan Bulak Rukem Timur; Jurindo Yudi Switaman (19), warga Jalan Bulak cumpat Barat III; Moh Efendi (19), warga Jalan Jojoran I; RAS (17), warga Jalan Kalilom Lor I; Moch Efendik Prasetio (23), warga Jalan Kalilom lor Indah; dan MF (18), warga Jalan Pogot Pulem. Disusul Riski Gunawan (25), warga Jalan Peneleh IX; Dimas Yahya (20), warga Jalan Muhammad Nur; Rizal (20), warga Jalan Jalan Pacar Keling; Saitun Azari (25), warga Jalan Bulak Cumpat Barat VI; Dedi Ustaf (19), warga Jalan Jalan Pogot Jaya, dan Samsul Arifin (19), warga Jalan Pogot Jaya. (rio/nov)
Penghormatan Terakhir kepada Aiptu Syamsu Sedangkan komandan upacara adalah Iptu Sunarto, yang sehari-hari menjabat Kanit Turjawali Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Sementara, Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Ahmad Faisol Amir mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Syamsu Yuliwanto. Menurut Faisol, upacara pemakaman dilakukan sesuai tradisi kepolisian sebagai bentuk penghormatan terakhir. Karena lokasinya berada di wilayah hukum Polres Krembangan, maka Kapolsek Krembangan yang bertindak sebagai inspektur upacara. “Ini merupakan tradisi biasa setiap ada personel yang meninggal dan kami lakukan upacara
Sambungan dari halaman 1
pemakaman,” ujar Faisol Amir. Perlu diketahui, Syamsu meninggal karena sakit di rumah kontrakannya di Jalan Purwodadi. Selama hidupnya, mendiang dikenal sebagai sosok yang baik dan bersahaja. Dia juga sangat setia kawan. Tidak hanya dengan teman-teman di kepolisian, Syamsu juga dikenal sebagai pribadi yang baik di keluarga dan di lingkungan tempat tinggalnya. Tak heran jika rumah duka terus dibanjiri para takziah. Satu persatu orang datang silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. (rio/nov)
Sambungan dari halaman 1
diharapkan menjadi bukti untuk menuju ke jenjang lebih serius. Penyanyi Isyana Sarasvati sedang berbahagia. Sebab ia baru saja dilamar sang kekasih, Rayhan Maditra. Lamaran tersebut berlangsung hari ini. Terlihat dari unggahan Isyana yang menuliskan tanggal pertunangannya sebagai keterangan foto. “29. 12. 19,” tulisnya dalam keterangan foto hitam putih yang menunjukkan kebersamaannya dengan sang kekasih. Sejumlah artis pun ikut meninggalkan komentar dalam album tersebut. “Yeaaaaayy,” tulis penyanyi Rossa. Sedangkan musisi Armand Maulana juga turut menuliskan, “Uhuyyyy”. Rayhan Maditra bukanlah sosok baru bagi Isyana. Meski tertutup pada kehidupan pribadinya, tapi Isyana dan Rayhan diketahui telah menjalani jalinan asmara sekian lama. Sebelumnya pihak label rekaman yang menaungi Isyana pun membenarkan kabar bahagia tersebut. “Iya, benar (Isyana lamaran),” ujar Nisa
dari Sony Music Indonesia ketika dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Minggu (29/12). Sementara itu pihak label rekaman yang menaungi Isyana pun membenarkan kabar bahagia tersebut. “Iya, benar (Isyana lamaran, red),” ujar Nisa dari Sony Music Indonesia ketika dihubungi wartawan melalui sambungan teleponnya. Hingga kini, baik Isyana maupun pihak keluarga belum buka suara mengenai kabar yang tersiar. Isyana dan Rayhan terbilang telah lama menjalin kasih. Asmara Isyana dan Rayhan memang jauh dari sorotan. Rayhan bukan sosok baru bagi Isyana. Di akun YouTube-nya, Isyana dan Reyhan kerap bernyanyi bersama saat Isyana masih merintis karier. Kabar pertunangan Isyana dan Rayhan pertamakali diunggah akun The Bridestory yang juga jadi kepercayaan penyanyi Raisa saat menggelar pernikahan. Di sana, Isyana Sarasvati cantik berkebaya warna peach dengan sebuket bunga. (*/nov)
di wilayah Gubeng,” lanjut Ruth. Aksi bejat tersangka akhirnya terbongkar pada 5 Desember lalu. Dia (korban, red), menceritakan kejadian itu ke orang tuanya setelah SH tidak bisa menutupi perutnya yang mulai membuncit. Perilaku korban pun dirasakan sang ibu seperti orang hamil. Tidak jarang, ibu SH mendengar anak gadisnya muntah di toilet maupun di teras. Setelah mendengar cerita anaknya, ibu korban didampingi anggota
keluarga mendatangi kantor polisi yang bertempat di Jalan Sikatan I. Dia menceritakan kembali keterangan yang diberikan anaknya saat di rumah. Berbekal laporan itu, anggota Unit PPA akhirnya melakukan visum dan mengumpulkan alat bukti. Setelah tercukupi, tersangka kemudian ditangkap saat menjalankan profesinya sebagai jukir. Kendati sempat berkilah, SH akhirnya hanya bisa tertunduk dan mengakui perbu-
Periksa Pemilik ATM Ahmad Nur Fauzi (25), warga Jalan Medayu Selatan VI, polisi juga meminta keterangan pemilik rekening yakni Iwan Sugianto (35), warga Setro Baru Utara XV. Saat ini, status pemilik rekening dan buku tabungan itu masih sebagai saksi. Pihaknya sudah meminta keterangan yang bersangkutan setelah mengetahui Fauzi berpura-pura disandera, lalu diminta uang tebusan Rp 100 juta. Uang tersebut kemudian disuruh mengirim ke rekening atas nama tersebut (Iwan Sugianto). “Sementara ini masih kami jadikan saksi terkait kasus tersebut,” kata Kanitjatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Iwan Hari Purwanto. Sementara itu, pihaknya juga masih menunggu tetangga Iwan yang sebelum-
“Saya tidak tahu jika digunakan untuk aksi kejahatan. Saya benar-benar tidak ikutikut,” jelas saksi ini. Diberitakan sebelumnya, gegara terbelit utang membuat Ahmad Nur Fauzi (25), nekat menipu ibu kandungnya. Warga Jalan Medayu Selatan VI yang sehari-hari menjadi sopir taksi online ini berpura-pura disandera oleh penumpangnya dan meminta uang tebusan Rp 100 juta kepada ibunya. Agar tidak dicurigai, pesan whatsapp (WA) tersebut sengaja dikirim tersangka melalui nomor HP kepada ibunya. Sayang, sandiwara tersangka mengakibatkan dia harus mendekam di tahanan. Pria ini akhirnya dibekuk anggota Init Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya. (fdn/ nov)
Simpan SS di Dalam Kaos Kaki Tapi tetap saja hal itu diketahui anggota Unit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo saat menyergapnya di taman, Jalan Bagong Tambangan, Ngagel. Saat diinterogasi petugas, tersangka mengaku jika awalnya dia hanya sebagai pengguna. Namun menurutnya karena gajinya sebagai CS kurang dan saat itu sedang terlilit utang, akhirnya ia nekat menjadi pengedar narkoba. “Saya dulunya cuma pemakai saat kerja sebagai CS di sebuah tempat hiburan malam. Namun, setelah lima bulan bekerja, saya pindah kerjaan di rumah sakit dan memutuskan menjadi pengedar karena gaji kurang. Selain itu juga punya utang Rp 700 ribu ke teman,” kata Denny di Mapolsek Tenggilis Mejoyo, Minggu (29/12). Denny juga menambahkan, bahwa barang haram tersebut ia beli sebanyak 5 poket seharga Rp 800 ribu dari seseorang yang biasa dipanggil Poleng di daerah Sepanjang, Sidoarjo.
Sambungan dari halaman 1 Dari 5 poket tersebut, kemudian beberapa poketnya dipecah menjadi dua poket. Selanjutnya poket yang sudah dipecah tersebut kemudian dijual seharga Rp 200 ribu. “Saya baru ambil pertama ini, dan baru dua poket saja yang terjual lalu ditangkap petugas,” ucap Denny. Kapolsek Tenggilis Mejoyo AKP Kristiyan Beorbel Martino mengatakan, bahwa penangkapan terhadap tersangka bermula ketika pihaknya mendapat informasi dari masyarakat jika ada seseorang yang hendak mengirim narkoba di Jalan Gubeng Jaya. Dari laporan itu, oleh anggota Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo dilakukan penyelidikan hingga diketahui ciri-cirinya. Selanjutnya, petugas membuntuti Denny dan menyergapnya di Taman Bagong. “Setelah diberhentikan, kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Awalnya ketika diperiksa di badan tidak didapatai apa-apa. Namun setelah diminta melepas kaos kakinya ternyata
ada dua buah poket sabu dengan berat masing-masing 0,39 gram dan 0,40 gram,” kata Kristiyan kepada Memorandum di Mapolsek Tenggilis Mejoyo, Minggu (29/12). Dari temuan tersebut, oleh petugas dilakukan interogasi hingga Denny mengakui jika masih menyimpan barang haram tersebut di kos-kosannya. Selanjutnya tersangka diminta oleh petugas menunjukkan tempat kosnya. “Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan dua poket sabu dengan berat 0,45 gram dan 0,31 gram, satu buah pipet kaca dan 1 plastik klip kosong. Selanjutnya dia dibawa ke mapolsek untuk dimintai keterangannya lebih lanjut,” terang kapolsek. Kristiyan menambahkan, rata-rata tersangka narkoba selalu berbelit ketika dimintai keterangannya. “Sebagian besar kalau tertangkap ngakunya baru sekali bahkan kadang memilih bungkam saat ditanya dari mana barangnya didapat,” pungkas alumni Akpol 2006 itu. (x-3/nov)
Dua Tahun Meninggalkan Keluarga, Jadi Manajer di Luar Pulau memaksa pergi ke rumah tetangga untuk meminjam boneka. Fandi tak berdaya. Dia bahkan tidak bereaksi apa pun ketika melihat Rio dengan ceria menerima boneka Hello Kitty dari neneknya. Fandi bahkan meninggalkan tempat seperti tentara kalah perang. Malam harinya Fandi mengajak istri dan mertuanya berdialog. Intinya, Fandi minta semua harus mengubah sikap dalam memperlakukan Rio. Sebelum terlambat. Tidak boleh ada sikap kasihan dan lain-lain. “Semua menyatakan sepakat di depan saya. Tapi, apa yang ada di hati mereka, saya tidak tahu,” kata Fandi. Yang jelas, setelah itu semua berjalan sesuai keinginan Fandi. Rio pun tampaknya sudah bisa menerima dirinya diperlakukan sebagai lelaki. Sebagai cowok sejati. “Saya gembira. Suatu hari saya ajak dia bermain bola di halaman rumah. Awalnya gembira. Tapi tidak lama. Rio menangis dan memanggil mamanya. Saya biarkan. Mungkin dia lelah. Wong anak kecil. Ya sudah.” Ketika Rio berumur lima tahun, Fandi
Komisaris: Mangestuti Agil Direktur: Choirul Shodiq Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah Konsultan Hukum: Noer Fattah Syafi’i
atannya saat dipertemukan dengan ibu korban. “Tersangka kami ringkus di tempat kerjanya,” tegas Ruth. Kini, selain menghukum tersangka, petugas juga fokus untuk mengembalikan psikologis korban. Sebab, SH terlihat terguncang dan cenderung menutup diri. “Kami akan bekerjasama dengan pihak terkait termasuk psikolog untuk mengembalikan psikis korban,” pungkas mantan Panitreskrim Polsek Wonokromo itu. (fdn/nov)
Sambungan dari halaman 1 nya meminjam tabungan tersebut. Saksi Iwan mengenalnya dengan nama Gundul. Gundul ini tetangganya saksi yang datang ke rumah untuk meminjam tabungan serta kartu ATM. “Kuncinya di temannya saksi. Kami masih menunggu katanya perjalanan dari Bali. Besok (hari ini, minggu (30/12) akan kami mintai keterangannya,” lanjut Iwan Hari Purwanto. Saksi menambahkan, dia tidak tahu menahu jika ATM dan buku tabungan miliknya tersebut digunakan untuk kejahatan. Ia meminjamkan rekening tersebut ke tetangganya karena memang ia belum membutuhkannya sejak keluar kerja. Dia mengaku juga tidak mendapat imbalan apapun atau dijanjikan apapun.
dipromosikan menjadi manajer. Tidak di Surabaya, tetapi di luar Jawa. Tepatnya di Samarinda. “Saya dijanjikan hanya dua-tiga tahun di sana. Kemudian dikembalikan ke Jawa sebagai kepala cabang,” kata Fandi. Ternyata Ana dan Oma Bunga menolak saat diajak boyongan oleh Fandi. Mereka bertahan tinggal di Surabaya. Fandi yang diminta pulang tiga bulan sekali. Atau bila keberatan, setengah tahun sekali. Setahun sekali pun tidak apa-apa. “Dua bulan di Samarinda, saya diberi tahu kakak Rio bahwa adiknya kembali sering didandani perempuan seperti dulu. Saya marah. Ana saya damprat lewat telepon. Dia mengaku salah dan minta maaf,” kata Fandi. Dua tahun lebih Fandi dikembalikan ke Surabaya. Sebenarnya dia dipromosikan sebagai kepala cabang di Blitar, tapi Fandi menolak. Dia minta ditempatkan di Surabaya saja. Di posisi apa pun. Akhirnya dia ditempatkan sebagai kepala bagian. “Tapi, itu tidak lama. Hanya dua bulan. Manajemen baru kantor pusat di Jakarta memaksa saya berangkat ke Blitar dan
Sambungan dari halaman 1
memegang kantor cabang di sana. Sejak itu saya pindah ke Blitar dan pulang seminggu sekali,” kata Fandi. Sebenarnya Fandi sudah mengajak keluarga boyongan ke Blitar. Tapi, kembali Ana menolak. Demikian pula Oma Bunga. Alasan mereka, tetangga-tetangga di Surabaya sudah seperti keluarga sendiri. Ribet kalau harus menyesuaikan diri lagi dengan tetangga baru di Blitar. Sampai sekarang Fandi tinggal sendirian di Blitar. Sudah lebih dari 15 tahun. Dia hanya pulang seminggu sekali ke Surabaya. “Sebenarnya saya tidak tahan, tetapi Ana ngotot tidak mau pindah,” kata Fandi. (bersambung)
2020, Tahun Menggiurkan ekstra keras dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Mereka tak akan membuang waktu begitu saja. Kebanyakan mereka diam-diam mencoba mencuri start dan berjibaku sampai tetes darah penghabisan, tetes peluh terakhir menyiapkan jago-jago atau kader terbaik guna merebut kemenangan untuk jabatan wali kota atau bupati. Demi menjaga kredibilitas dan pamor besar partainya, dipastikan semua kekuatan dan pemikiran, serta ide-ide cemerlang para kader, akan
“Kami akan selidiki penyebab kecelakaan ini. Untuk saat ini pengemudi mobil tidak kami tahan, tetapi harus mengganti kerugian materil pada korban. Saya juga mengimbau kepada masyarakat jangan mengemudikan mobil atau mengendarai motor jika belum mempunyai SIM,” pungkas mantan Kapolsek Glagah, Lamongan itu. (x-3/nov)
Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih
Sambungan dari halaman 1 dihabiskan tumplek blek untuk satu tujuan: menang! Berbagai strategi dan taktik merebut suara rakyat disiapkan. Tak peduli dengan cara apa pun. Cara termudah hingga tersulit dipetakan dan dikerjakan seluruh kader dengan perintah jelas dari pimpinan partai. Partai tak segan mematok target perolehan suara dari semua jajaran pengurus. Mulai pengurus tingkat ranting hingga tingkat kota. Otomatis fakta ini memaksa mereka mengondisikan perangkat RT dan RW
(rukun tetangga dan rukun warga) agar memobilisasi warganya memilih calon unggulan partai. Terbukti, pemilihan ketua RT, RW, bahkan LPMK (lembaga pemberdayaan masyarakat kelurahan) belum lama ini diwarna aksi kisruh di beberapa wilayah akibat mengejar kepentingan politik, pemilihan wali kota atau bupati. Begitu pula bagi para pialang politik. Mereka terlihat tak mau kalah dari partai-partai politik. Bahkan, sebagian dari mereka melakukan hal yang sama untuk menuntaskan ambisi
meraih jabatan wali kota atau bupati, Pun mereka yang jadi kutu loncat (biasanya orang partai yang tergilas dari kubu pemegang kekuasaan partai, atau orang yang sakit hati karena tidak kebagian posisi terbaik sesuai incarannya di partai), bertindak sama untuk mengejar impian sekaligus ambisi meraih jabatan wali kota atau bupati. Mereka, berbalut dengan identitas calon independent, wal khususon untuk Kota Surabaya, mereka memosisikan diri menjadi lawan tanding
terkuat bagi calon-calon dari kader parpol. Merasa memiliki nyali besar, karena pada pesta politik lima tahunan yang kali ini tak ada jago petahana, para pialang politik itu sama-sama menghitung peluang memetik kemenangan sebagai L-1. Lantas, pertanyaan bagi para calon wali kota dari kader partai maupun yang independent, akankah dengan mudah mereka mampu merealisasikan impian dan ambisi menjadi wali kota?
Apakah warga Surabaya mudah dipengaruhi kebijakan-kebijakan partai? Atau warga mudah menerima iming-iming dari para calon independent? Jawaban soal ini tidak bisa dipastikan saat ini. Tapi, satu yang pasti, Pilwali Kota Surabaya 2020 akan berlangsung ketat, alot, dan penuh intrik karena di depan mereka yang terbayang adanya anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sebesar Rp 10,3 Triliun yang sangat menggiurkan. (*)
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arief Sosiawan. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko. Redaktur Pelaksana Online: Agus Supriyadi. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku. Redaktur Website: Syaifuddin, Aris Setyoadji. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Supriadi, Baud Effendi, Samuel Ru’ung, Sujatmiko, Noor Arief, Ferry Ardi Setiawan, Novi Triawan, Muchlis Darmawan, Hendradi Prayogo. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana, Muhammad Arif Alfiansyah, Faishal Danny Nurdiansyah, Dodik Wahyu. Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Munjari Triono, Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda. Kontributor Blitar: Prawoto Sadewo, Kontributor Kediri: Wahyudi. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.
SERTIFIKA T
P ER S WAN DE
HUKUM & KRIMINAL WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
SENIN WAGE, 30 DESEMBER 2019
HAL HALAMAN 8
FOTO: MEMORANDUM/RUL
Jelang Tahun Baru, Sisir Kawasan Rawan Kriminalitas Bangkalan, Memorandum Situasi dan kondisi parayaan Natal di Kabupaten Bangkalan berjalan kondusif. Tidak ada gangguan kamtibmas apa pun. Pelaksanaan ibadah Misa Natal yang dihelat umat Kristiani di 12 gereja Kecamatan Bangkalan dan Kamal berjalan aman.
Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander didampingi wakapolres membacakan hasil konferensi pers akhir 2019.
Selesaikan 77,25 Persen Kasus Pidana
Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi untuk sementara bisa bernafas lega. ”Alhamdulillah perayaan Natal sudah lewat. Situasi Bangkalan aman, terkendali dan kondusif,” kata Rama, sapaan akrab Kapolres, Sabtu (28/12). Realita positif itu tidak terlepas dari kiprah 500 personel aparat gabungan Polres Bangkalan, TNI-AD, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan instansi terkait lainnya melalui giat Operasi Lilin Semeru 2019. Meski begitu beban tugas dan tanggung jawab mereka belum tuntas sepenuhnya. Pasca peringatan Natal, aparat ga-
Pasuruan, Memorandum Capaian kinerja Satreskrim Polres Pasuruan Kota dalam menyelesaikan perkara patut diacungi jempol. Dari laporan 488 kasus, sebanyak 377 kasus atau 77,25 persen sudah sampai ke jaksa penuntut umum (JPU) penyelesaiannya. Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang mencapai 550 kasus perkara. Hal ini dikatakan Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander dalam konferensi pers, Sabtu (28/12). “Kami menerima laporan 488 kasus yang sudah terselesaikan. Tahun lalu sebanyak 550 kasus perkara,” jelasnya didampingi Wakapolres Kompol Mario Prahatinto. Lanjut Dony, pencapaian kinerja satreskoba berhasil mengungkap kasus di 2019 sebanyak 75 kasus. Dibandingkan 2018, terlihat adanya peningkatan dari mengungkap kasus sebanyak 70 kasus. “Di sini kami apresiasi yang mana adanya peningkatan pengungkapan kasus narkoba dari tahun 2018 ke tahun 2019 mengalami peningkatan,” ujarnya. Satlantas Polres Pasuruan Kota juga menangani lakalantas sebanyak 454 kali. Dengan total kerugian materiil Rp 570.200.000. Sedangkan total pelanggaran lalu lintas tahun 2019 sebanyak 15.717 yang terdiri dari 13.961 tilang dan 1.756 nontilang. (*/rul/fer)
Polres Pasuruan Gelar Patroli Skala Besar
FOTO: MEMORANDUM/FIR
Pasuruan, Memorandum Polres Pasuruan melaksanakan apel persiapan giat patroli gabungan skala besar dengan melibatkan TNI dan Satpol PP. Kegiatan ini sebagai upaya menekan gangguan kamtibmas jelang Tahun Baru 2020 di wilayah hukum Polres Pasuruan, Sabtu (28/12). Apel patroli gabungan skala besar yang dipimpin Kabagops AKBP Subadar mewakili Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH di halaman Mapolres Pasuruan. Rofiq menyampaikan, apel gabungan TNI - Polri dan Satpol PP digelar untuk kembali mempererat silaturahmi antarinstansi yang terkait guna menciptakan daerah yang aman, nyaman dan tentram kedepannya. Giat patroli dilaksanakan sesuai rencana mulai pukul 20.00 hingga 21.00 dengan kekuatan dibagi menjadi empat tim gabungan yang meliputi daerah rute, tim 1 wilayah timur, tim 2 wilayah Gempol, tim 3 Wilayah Pandaan dengan jumlah 59 personel. “Harapan kami dengan patroli gabungan skala besar ini bisa memberikan kenyamanan kepada warga Pasuruan dalam menyambut pergantian tahun,” tutup Rofiq. (*/rul/fer)
Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia menyerahkan bantuan ke takmir masjid.
Safari Jumat, Kapolres Sapa Jemaah Masjid Al Hikmah Tulungagung, Memorandum Safari Jumat dengan menyambangi jemaah masjid di berbagai wilayah Tulungagung kembali dilakukan Kapolres AKBP Eva Guna Pandia bersama pejabat utama polres dan kapolsek setempat. Pada Jumat (27/12) lalu, rombongan Kapolres menyapa 400 jemaah salat Jumat di Masjid Al Hikmah, Desa Kendal, Kecamatan Gondang. Kehadiran Kapolres Pandia bersama rombongan disambut baik oleh ketua takmir masjid KH Soim Al Kasi dan anggotanya. Safari Jumat dimulai setelah rangkaian ibadah salat Jumat selesai. Kapolres Pandia mengambil tempat di mimbar kemudian menyapa jemaah salat Jumat dan berpesan, akan pentingnya menjaga kerukunan dalam bermasyarakat dengan tidak mudah termakan hoax, yang acapkali disebar untuk memecah belah persatuan. (fir/mad/fer)
FOTO: MEMORANDUM/RAS
satreskoba dan polsek jajaran menyisir berbagai kawasan rawan. Di antaranya memantau sepanjang jalan akses dari Universitas Trunojoyo Madura ke Jembatan Suramadu, Jalan Raya Jukong di Kecamatan Labang, jalan raya Desa Parseh, dan Desa Sanggra Agung di Kecamatan Socah, serta jalan raya Desa Telang di Kecamatan Kamal. Kawasan ini dikenal
rawan begal motor, curas, curat, serta rawan bursa peredaran dan pesta narkoba. Di sisi lain, anggota satlantas memantau kepadatan arus lalu lintas melalui pos keamanan di jalan akses Jembatan Suramadu, pos keamanan Pelabuhan Kamal dan pos keamanan Kota Bangkalan. ”Anggota juga rajin menyisir sejumlah ruas jalan raya yang berpotensi digunakan untuk
ajang balapan liar,” kata Kasatlantas AKP M Ardi Wibowo. Penyisiran, antara lain rutin dilakukan di sepanjang jalan kembar jurusan Desa Bilaporah menuju Pasarean KH Moh Kholil Bin Abdul Latif di Desa Mertajasah, sepanjang Jalan Ki Lemah Duwur dan Jalan raya Sekep di Kelurahan Bancaran, serta Jalan Halim Perdana atau kawasan ring road (jalan lingkar) Timur. (ras/fer)
Kapolres Sambangi Anggota Koperasi Ketajek Makmur
FOTO: MEMORANDUM/RUL
Kabagops Polres Pasuruan AKBP Subadar m memberikan arahan kepada peserta apel.
bungan Operasi Lilin Semeru 2019 masih berlanjut hingga Rabu (1/1) nanti. Kali ini, mereka harus berjibaku menjaga keamanan dan kondusifitas daerah menjelang malam pergantian tahun. “Jangan lengah. Pantau, amati dan sisir semua kawasan rawan tindak kriminalitas, baik curas, curat, serta peredaran dan pesta narkoba,” pesan Rama. Harapan Rama disikapi personelnya. Terbukti, sehari pasca Natal hingga Minggu (29/12), aparat gabungan satreskrim,
Petugas gabungan dari satreskrim dan Polsek Socah menyisir kawasan di Desa Sanggra Agung, Kecamatan Socah.
Jember, Memorandum Ratusan anggota Koperasi Ketajek Makmur sambut rombongan Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal SH SIK MHum, di Desa Pakis, Kecamatan Panti, Jember, Sabtu ( 28/12). Dengan rasa haru atas ungkapan bersyukur terselenggaranya pembentukan pengurus baru Koperasi Ketajek Makmur. Tepat pukul 10.00, rombongan pejabat utama Polres Jember bergerak dari Mapolsek arai Panti. Mereka mengendarai alan motor trail menyusuri jalan asah bebatuan yang masih basah bekas hujan. ki Perjalanan memasuki kawasan Ketajek melewati jalan berliku menanjak tajam. Di tepian hutan berjajar hamparan pohon dan semak belukar hijau li alam perbukitan. Sesekali menjumpai aliran sungai jernih menyuguhkan pemandangan yang masih alami. Perjalanan yang tak membosankan, membius rasa lelah hingga membuat tertantang orang nomor satu kepolisian di Jember untuk menjelajah wilayah perkebunan hingga tiba ke tujuan. Ratusan orang warga berpakaian hitam bergambar sosok
FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO
Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal dan rombongan motor trail disambut warga. K
AKBP Alfian Nurrizal yang bertuliskan slogan ”Jegeh Apike Jember ” terlihat memadati jalan perkebunan. Dari wajah mereka tergambar cita-cita yang lama terpendam. Mereka sedang menunggu kedatangan rombongan Polres Jember untuk bersama-sama merayakan tasyakuran. Ini merupakan sebuah bukti polisi dekat dengan rakyat diwujud-
kan dalam bentuk rasa syukur dan doa bersama. Pasca kepengurusan ketua yang lama Suparjo tersandung masalah hukum dan menjalani proses vonis hukum Pengadilan Tipikor Surabaya atas terbentuk dan terpilihnya ketua baru dan kepengurusan, petani Ketajek bisa bekerja mengolah lahan normal kembali. Berkat peran penting AKBP Alfian Nurrizzal yang membantu mereka memberikan
secercah harapan. Bukan hal mudah untuk menemukan solusi dari sebuah persoalan yang panjang. Namun ternyata lewat kepiawaian sosok Alfian, penyelesaian persoalan tanah Ketajek berujung pada sebuah titik temu . Rasa haru tak terelakkan, saat alumni Akpol 2000 tiba di lokasi. Tampak, seorang pria paruh baya berlari kecil mendatangi Kapolres Jember. Sejenak Ia menatap dengan
sorot mata berkaca-kaca. Lalu, memeluk erat Kapolres. Melepaskan pelukan hanya untuk sekedar memandang kembali. Isak tangis yang tertahan pun pecah. “Kami masyarakat ketajek tidak bisa membalas kebaikan bapak, ” ungkap Tukimin, tokoh masyarakat Ketajek. Sementara itu, Kapolres Jember mengaku terharu dan tersanjung atas penyambutannya. (edy/fer)
Anggota Sabhara Sasar Keramaian Probolinggo, Memorandum Berbagai upaya dilakukan aparat keamanan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat menjelang malam pergantian tahun. Polres Probolinggo Kota terus mempersiapkan pengamanan dan ketertiban di Kota Probolinggo. Ratusan personel gabungan disiagakan untuk kegiatan pergantian tahun di Probolinggo Kota, Sabtu (28/12) malam. Usai apel, mereka kemudian bergerak untuk melakukan patroli skala besar dengan sasaan tempat keramaian. Pa t r o l i d i p i m p i n K a satsabhara AKP Dwi Sucahyo. Patroli melibatkan unsur Kodim 0820, Sub Denpom, Yon Zipur, Dishub dan Satpol PP Kota
Probolinggo. Tujuannya untuk meminimalisasir gangguan keamanan menjelang Tahun Baru. Kali ini, petugas gabungan menyasar lokasi Bundaran Gladak Serang Kota Probolinggo. “Patroli skala besar ini sebagai langkah kita semua menjaga kondusivitas Kota Probolinggo. Kami meminta seluruh masyarakat turut serta menjaga situasi Bumi Bayuangga ini tetap kondusif, sebelum dan saat maupun sesudah perayaan tahun baru 2020,” kata Dwi Sucahyo. Disisi lain, kata Dwi Suca-
hyo, patroli skala besar menyasar tempat keramaian dilakukan untuk memberikan imbauan kamtibmas menjelang Tahun Baru 2020 yang tinggal menghitung hari. “Sebagai langkah antisipasi terjadinya tindak pidana kejahatan di tempat keramaian, sehingga tercipta kenyamanan warga yang berada di Bundaran Gladak Serang. Kami menemukan PKL yang berjualan di bahu jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas lintas. Seketika itu, petugas mengimbau dan pembinaan,” kata Dwi Sucahyo. Sejauh ini, kata Dwi Sucahyo, petugas juga mengimbau kamtibmas kepada pedagang dan masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan
FOTO: MEMORANDUM/MHD
Petugas Polres Probolinggo Kota mengatur arus lalu lintas.
menjelang Tahun Baru. Hal tersebut lantaran masa-masa menjelang Tahun Baru dinilai tingkat kerawanan kriminalitas meningkat. Terutama di pusat kera-
maian dan perbelanjaan seperti pasar tradisional, karena banyaknya masyarakat yang berkumpul, serta adanya transaksi jual beli sehingga rawan kejahatan. (mhd/fer)
Libatkan Warga Antisipasi Begal dan Curwan Lumajang, Memorandum Tak bisa dipungkiri, aksi begal dan pencurian hewan y (curwan) sapi di wilayah g hukum Polres Lumajang bagian utara kemba-li marak. Menyikapi kondisi seperti itu, Kapolres Lumajang AKBP Adewira Nega-at ra Siregar mulai angkat bicara. Untuk meminimalisir para aksi begal serta kawanan pelaku curwan sapi, pihaknya akan mengoptimalkan kembali keberadaan anggota pada titik-titik rawan kriminalitas. “Bagi anggota yang berseragam program blue light untuk
memberikan tindakan pencegahan atau preventif. Sedangkan bagi anggota reserse mobile, fungsinya adalah mencari p para pelaku begal dan curwan,” jelas Adewira saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu (29/12). Selain itu lanjut A Adewira, keterlibatan masyarakat untuk bersama-sama dalam mencegah setiap aksi kejahatan melalui satgas keamanan desa (SKD) yang sudah terbentuk di masing-masing desa sangat dibutuhkan. “Kita sedang maksimalkan dengan mengidentifikasi keberhasilan dan hambatan
FOTO: MEMORANDUM/TRI
AKBP Adewira Negara Siregar
yang ditemui dalam kegiatan mereka. Dan terakhir, strategi ungkap kejahatan dengan teknologi sedang kita garap yang mudah-mudahan dalam waktu dekat akan membawa hasil,”paparnya. Disinggung tentang pengamanan perayaan natal dan tahun baru (Nataru), Adewira menegaskan, pihaknya sudah patroli dan melakukan razia serta sterilisasi di tempat-tempat ibadah seperti gereja bahkan di tempat-tempat hiburan dan tempat wisata yang menajdi jujukan warga. “Tadi malam kami sudah melakukan giat patroli skala besar untuk mengantisipasi gang-
guan kamtibmas,” tegasnya. Diakui, dalam pengamanan perayaan natal dan tahun baru tersebut pihaknya tidak hanya sendiri melainkan dibantu oleh anggota TNI, dinas perhubungan, Satpol PP, pramuka serta unsur masyarakat lainnya. “Seberat apapun tugas kita, jika dilakukan dengan bersama-sama maka akan terasa ringan dan menyenangkan. Kami imbau kepada masyarakat yang akan merayakan tahun baru, hendaknya selalu tertib dan patuh dengan peraturan yang ada. Berhati-hati dalam berkendara serta tidak menggunakan knalpot brong,” pungkas Adewira. (tri/fer)
KOTA SURABAYA Surabaya Peringkat Pertama Kekerasan Anak di Jatim
SENIN WAGE, 30 DESEMBER 2019 HALAMAN 9
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Imigrasi Gagalkan 275 Permohonan Paspor Gelap
FOTO: ISTIMEWA
Ramdhani
Surabaya, Memorandum Selama 2019, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya menggagalkan 275 permohonan paspor nonprosedural (gelap, red). Penolakan dilakukan karena terindikasi paspor akan digunakan untuk bekerja di luar negeri yang diduga diajukan calon pekerja migran Indonesia (PMI) Kepala Bidang Dokumen Perjalanan dan Izin Tinggal Keimigrasian Ramdhani menjelaskan, jika permohonan paspor oleh pemohon itu tidak melalui
prosedur yang benar. “Tercatat jumlah itu selama periode Januari hingga Desember 2019. Paspor itu diajukan WNI yang diduga akan menjadi pekerja migran Indonesia secara nonprosedural (PMI NP) di luar negeri,” ujar dia dikonfirmasi mewakili Kepala Kantor Barlian, Minggu (29/12). Ramdhani menambahkan, pemohon paspor yang ingin bekerja ke luar negeri seharusnya melengkapi dokumen persyaratan secara lengkap seperti surat rekomendasi dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) atau Dinas Ketenagakerjaan (disnaker) wilayah setempat. “Sengaja kami perketat penerbitan paspornya sebagai upaya meminimalkan pelanggaran aturan pekerja migran atau tenaga kerja Indonesia nonprosedural (TKI NP). Selain itu, ini juga sebagai tindaklanjut dari Surat Edaran Direktur Jenderal Imigrasi tentang pencegahan TKI NP,” sambung mantan Kabid Intelijen dan Penindakan Kanim Kelas I Mataram ini. Menurut dia, tindakan yang dilakukan Kanimsus Kelas I TPI Surabaya ini bagian dari komitmen imigrasi dalam mendukung pemerintah mengatasi masalah tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Dimana, TPPO merupakan kejahatan luar biasa. Wujud perdagangan manusia yang marak terjadi antarnegara adalah pengiriman TKI nonprosedural atau PMI ke luar negeri. “Ini sudah termasuk kejahatan transnasional organized crime yang bersifat luar biasa. Tentunya, kami akan terus berupaya mencegah TPPO dengan menghadapi beragam modusnya,” tandas dia. Selain penolakan 275 pemohon paspor TKI NP, Kanimsus Surabaya juga telah mengenakan denda sebesar Rp 700 juta kepada penanggungjawab alat angkut yang mengangkut warga negara asing (WNA) dengan melanggar regulasi keimigrasian. Jumlah biaya beban atau denda sebanyak Rp 700 juta tersebut adalah total jumlah yang terhitung mulai periode Januari hingga Desember 2019. Selain dikenakan sanksi biaya beban, penanggungjawab alat angkut juga wajib memulangkan atau membawa kembali penumpang tersebut keluar dari wilayah Indonesia. (*/lis)
Surabaya, Memorandum Kekerasan terhadap anak masih menjadi momok bagi anak-anak di Jatim pada tahun ini. Ironisnya, Kota Surabaya menduduki peringkat pertama sebagai penyumbang terbesar kekerasan kepada anak di Jatim. Berdasarkan data yang dihimpun Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jatim, pada tahun ini terjadi penurunan kekerasan terhadap anak secara keseluruhan di Jatim. Pada 2018 yang melapor langsung ke LPA berjumlah 131, pada 2019 menjadi 90. Ini terjadi penurunan sekitar 32 persen dari tahun sebelumnya. “Sedangkan kekerasan kepada anak yang dihimpun dari media massa, pada 2018 ada sekitar 333 kejadian. Untuk 2019 ada sekitar 268, terjadi penurunan sekitar 20 persen,” papar M Isa Ansori selaku sekretaris LPA Jatim didampingi oleh Sri Adiningsih, ketua LPA Jatim dalam rilisnya. Masih lanjut dia, dari tinjauan pelaku dan korban, pada 2018 yang terkategori “pelaku“ meski mereka juga adalah korban 464 anak. Sebagai korban langsung 432 anak. Di Tahun 2019 jumlah korban “pelaku” sebanyak 567 dan sebagai korban langsung 408. Jenis kekerasan yang terjadi pada 2018 yaitu kekerasan seksual yang melapor langsung ke LPA sebanyak 22 kasus, sedangkan 11 kasus pada 2019. Berdasarkan media massa terdapat sebanyak 121 kasus
pada 2018, ada 124 kasus pada 2019. Kasus anak yang menghadapi persoalan hukum yang melapor langsung ke LPA Jatim sebanyak 5 kasus pada 2018, dan 3 kasus di 2019. Kasus pendidikan yang melapor langsung 2018 sebanyak 5 kasus dan 3 kasus pada 2019. Pada kasus penggunaan psikotrapika pada 2018 ada laporan sekitar 40 anak penyalahgunaan zat psikotrapika, pada 2019 ada 18 kasus. Untuk lokasi kekerasan terhadap anak, dari 38 kabupaten/ kota, yang ada 10 kabupaten/kota yang terbanyak mengalami kasus kekerasan terhadap anak. Untuk peringkat pertama disabet Surabaya dengan 97 kasus, lalu disusul Tulungagung 20 kasus, Sidoarjo 16 kasus, Mojokerto 16 kasus, Gresik 11 kasus, dan Lamongan 11 kasus. “Melihat data yang ada, bisa diambil kesimpulan bahwa masih terjadi kekerasan terhadap sebanyak satu kali setiap satu hari pada 2019 ini. Selain itu juga tergambar Surabaya menjadi penyumbang terbanyak kejadian kekerasan terhadap anak di Jawa Timur sekitar 28 persen,” pungkas Isa Ansori. (udi/lis) GRAFIS/AZIZ
7.000 Warga Jatim Idap HIV-AIDS Surabaya, Memorandum Tujuh ribu warga Jawa Timur hingga kini masih mengidap human immunodeficiency virus/ acquired immune deficiency syndrome (HIV-AIDS). Penyakit yang merusak sistem kekebalan tubuh ini masih menjadi momok masyarakat. Namun, jumlah tersebut di atas diakui menurun dari tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim Kohar Hari Santoso. Berdasarkan data, pengidap HIV-AIDS pada 2018 lebih
FOTO: MEMORANDUM/WAHYU
Kohar Hari Santoso
dari 8.000 orang, kini tinggal 7.000 orang hingga akhir tahun.
H Muhajir Wahyu Ramadhan, tokoh masyarakat; Agus Setiawan, Ketua Laskar Merahputih Indonesia (LMPI); H Badrut Tamam, kader PKB; Joko Wiyono, cawali Surabaya; dan Cak Narto, ketua PBAS.
Joko Wiyono Dilirik PKB sebagai Cawali Surabaya Surabaya, Memorandum DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Surabaya telah memiliki Calon Wali Kota Surabaya pada Pilkada 2020 mendatang. Di antaranya adalah mantan Kapolda Jatim Irjenpol (Purn) Machfud Arifin, Hanif Dhakiri mantan menteri tenaga kerja dan transmigrasi dan Bupati Pamekasan Badrut Tamam. Namun, di antara ketiga nama tersebut ada pula yang lagi santer disebut kalangan masyarakat Kota Surabaya yaitu Joko Wiyono, birokrat di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya. Menurut Wakil Ketua III DPC PKB Surabaya Badrut Tamam, dari ketiga nama tersebut akan disurvei kredibilitas dan figurnya. Dirinya sempat menyatakan melirik sosok Joko Wiyono yang namanya sempat menggemparkan dunia politik Surabaya dalam Cawali 2020. “Tentunya jika memang di antara nama-nama tersebut sudah dipastikan naik dan lolos dalam survei, pastinya saya lebih memilih calon dari kalangan yang sudah dikenal masyarakat Surabaya,” kata dia, Minggu (29/12). Selain itu, lanjut Badrut Tamam,
tidak kalah menarik pembahasannya pada pertemuan, Selasa (24/12), yang dihadiri para pimpinan dari beberapa elemen dan ormas Surabaya. Dimana, diwakili oleh Ketua Paguyuban Bendera Arek-arek Surabaya (PBAS) Cak Narto dan sempat memenangkan dua periode kepemimpinan Tri Rismaharini. “Ke depan, kami akan mengawal beberapa elemen dari 31 kecamatan untuk posko-posko relawan yang selama ini sudah banyak membantu kesuksesan Kota Surabaya. Untuk memenangkan petarungan calon Wali Kota Surabaya pada 2020,” ungkap Cak Narto, Ketua PBAS. Selain itu, Cak Narto meminta Joko Wiyono sebagai calon Wali Kota Surabaya yang diusung PKB ini harus mempunyai visi dan misi yang jelas. Terutama harus lebih mendekatkan dirinya kepada masyarakat Surabaya. “Saya sebagai koordinator rela-
Joko Wiyono
wan PBAS sangat mendukung Joko Wiyono menjadi Wali Kota Surabaya. Tentunya saya mempunyai strategi khusus bersama relawan PBAS berjuang keras untuk kemenangan Pak Joko di dalam Pilwali 2020 mendatang,” tegas dia. (adv/why/lis)
“Artinya, kami optimis masih ada potensi turun lagi pada tahun berikutnya,” kata dia, Minggu (29/12). Penurunan ini, lanjut Kohar, merupakan salah satu upaya pemprov dan dukungan masyarakat. Selama ini, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat terkait bahaya HIV-AIDS dan cara mencegahnya. Kohar kerap memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait penularan virus.
Dia mengatakan banyak hoax tentang penularan virus yang masih dipercaya masyarakat. “Selain itu penularannya juga melalui hubungan badan dan jarum suntik. Kalau menular melalui handuk, itu tidak benar,” imbuh dia. Tak hanya itu, pihaknya juga selalu menyisir pengidap HIVAIDS di seluruh puskesmas dan rumah sakit. Tujuannya untuk memonitor agar para orang dengan HIV-AIDS ini tetap menjalani berbagai pengobatan. “Selain itu, upaya dinkes juga menyisir
pengidap HIV-AIDS di seluruh puskesmas dan rumah sakit yang ada di Jatim,” ujar Kohar. Dalam kesempatan yang sama, Kohar menyebut penurunan jumlah ini terjadi karena pengidap HIV-AIDS (ODHA) meminum obat antiretroviral (ARV). “Kami berharap ODHA rutin mengonsumsi ARV. Ini dimaksudkan bukan untuk mengobati, hanya untuk menekan virus agar tidak sampai menjadi AIDS. Memang harus diakui banyak ODHA yang enggan rutin mengonsumsi ARV,” lanjut dia. (why/lis)
TULUNGAGUNG WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
SENIN WAGE, 30 DESEMBER 2019 HALAMAN 10
KABIRO TULUNGAGUNG: Ahmad Rifai. Wartawan: Solikin, Firman Imansyah. SIRKULASI DAN PEMASARAN: Khoirul Anwar. HP: 081357795554. EMAIL: tulungagungmemorandum@gmail.com
Razia Kos, Amankan Pasangan Kumpul Kebo
Butuh Satu Minggu Rehabilitasi Longsoran Sendang Tulungagung, Memorandum Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sendang mengakibatkan tanah longsor di Desa Tugu, Kedoyo, dan Geger. Longsor paling parah terjadi di Dukuh Mbaran, Dusun Sukorejo, Desa Geger. Akibatnya, akses jalan tutup total terkena tertimbun material longsoran. Informasi dihimpun, material longsoran berasal dari tebing setinggi 30 meter dan menutup 50 meter jalan aspal di bawahnya. Ada tanah, potongan pohon serta akar yang ketebalannya mencapai 2 meter. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Namun dilaporkan 3 rumah warga mengalami kerusakan dan 3 akses jalan tembus di masing-masing desa sampai saat ini masih lumpuh. Sehingga aktifitas perekonomian masyarakat pun terganggu. Bupati Tulungagung Maryoto Birowo juga sudah mengunjungi titik-titik lokasi longsor. Di lokasi Maryoto mengatakan, untuk membersihkan material longsoran dari jalan aspal tidak cukup dengan kerja bakti saja. Namun juga diperlukan alat berat guna mempercepat prosesnya. Pihaknya memprediksikan perlu waktu lebih dari seminggu bagi alat berat untuk menyingkirkan material longsoran itu. “Kalau kerja bakti saja seperti ini, saya rasa tidak akan selesai, perlu bantuan alat berat untuk mempercepat prosesnya,” ucap Bupati Maryoto, kemarin. Bupati menejelaskan, dalam proses pengerjaanya, pihaknya akan fokus membersihkan dan menyingkirkan material longsoran di Desa Geger karena kondisinya sangat parah. Baru kemudian dilanjutkan ke Desa Kedoyo dan Tugu. “Kita selesaikan yang di Geger dulu yang paling parah, kemudian disusul di Tugu dan Kedoyo,” lanjutnya. Maryoto mengakui, wilayah Sendang dan Pagerwojo merupakan wilayah rawan bencana tanah longsor. Oleh sebab itu pihaknya meminta warga di sekitar lokasi kemiringan tanah untuk menanam kayu berakar kuat, sehingga meminimalkan potensi terjadinya longsor. “Bagi warga yang ada di wilayah rawan, kita sarankan menanamn pohon kayu yang kuat seperti mahoni, lamtoro, dan sejenisnya,” pungkas bupati. (fir/mad/rif)
perempuan mengaku sedang proses cerai. Sementara pihak laki-laki masih perjaka. Keduanya digelandang ke kantor Satpol PP. Sedangkan pemilik kos diberi pembinaan. “Yang perempuan ngakunya masih belum cerai, katanya masih proses, tapi sudah berduaan dengan perjaka di dalam kamar, akhirnya kita amankan dan kita proses,” ungkapnya. Selain mengamankan pasangan kumpul kebo, petugas juga menemukan fakta baru, yaitu sebagian besar pemilik kos belum mengantongi izin pendirian usahanya. “Untuk mengurus izinnya, pemilik kos kita panggil menghadap pada Senin besok (hari ini). Kita minta mereka membawa dokumen apa saja yang dimilikinya untuk ditunjukkan kepada kami,” tegas Genot. (fir/mad/rif )
FOTO: MEMORANDUM/FIR
Masyarakat bekerja bakti membersihkan material longsoran.
Plt Kabid Penegakan Perda Satpol PP Tulungagung A Nindya Putra mengatakan, Sabtu (28/12) malam pihaknya merazia 11 rumah kos di wilayah kota, dan kembali menemukan pasangan kumpul kebo. Rumah kos di Kelurahan Kutoanyar, Tertek, Kepatihan dan di sekitar RSUD dr Iskak menjadi sasarannya. “Giat malam ini untuk menindaklanjuti dumas (pengaduan masyarakat) yang masuk ke kita. Ada yang lewat FB, DM instagram dan lain-lain. Intinya mengabarkan tentang rumah kos yang disalah gunakan, terutama di wilayah kota,” ujarnya. Genot, sapaan A Nindya Putra menjelaskan, pasangan kumpul kebo diamankan dari rumah kos di Kelurahan Tertek. Mereka diamankan saat berduaan di dalam kamar dengan pintu tertutup. Pihak
Pasangan kumpul kebo yang diamankan satpol PP.
Putus Cinta, Gantung Diri di Tempat Kerja Tulungagung, Memorandum Sejumlah karyawan PT Bringin Gigantara, perusahaan pengisian uang mesin ATM di Jalan Pahlawan nomer 40, Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, gempar. Minggu (29/12) siang, Tworing Abadi Asa (30), salah satu karyawan ditemukan tergantung di pintu
ruang kerjanya. Tworing adalah warga Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung Kota. Dia teknisi kaset/kotak ATM di perusahaan tersebut. Menurut keterangan sejumlah rekannya, Tworing diketahui nampak linglung dan kebingungan beberapa
hari terakhir ini. Permasalahan asmara dituding menjadi beban hidup yang dialaminya. Beberapa waktu lalu, Tworing juga sempat berusaha bunuh diri, namun digagalkan keluarganya. Kanitreskrim Polsek Kedungwaru Aiptu Ahmad Fatoni di TKP mengatakan, saat
ditemukan kondisi korban sudah meninggal dalam keadaan lehernya tergantung kabel berwarna hitam, terikat di gawang pintu setinggai 195 centimeter. “Kondisinya sudah meninggal. Korban pertama kali ditemukan oleh saksi yang berniat untuk ganti baju. Tiba-tiba tahu kondisi korban sudah tergantung di pintu ruang kerjanya,” kata Fatoni. Polisi tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Kemudian
FOTO: MEMORANDUM/FIR
FOTO: MEMORANDUM/FIR
Tulungagung, Memorandum Satpol PP terus merazia lokasi-lokasi di wilayahnya. Termasuk rumah kos. Apalagi, setelah menerima informasi ada rumah kos yang sering disalahgunakan.
Jenazah Tworing dievakuasi petugas.
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KANTOR WILAYAH DJP JAWA TIMUR I
KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA SURABAYA SAWAHAN GEDUNG KEUANGAN NEGARA SURABAYA II, JL.DINOYO NO.111, SURABAYA 60265 TELEPON: (031) 5665232,; FAKSIMILE (031) 5665230; SITUS www.pajak.go.id LAYANAN INFORMASI DAN PENGADUAN KRING PAJAK (021) 500200; EMAILpengaduan@pajak.go.id, informasi@pajak.go.id
PENGUMUMAN LELANG EKSEKUSI NOMOR : PENG-0004/WPJ.11/KP.06/2019 Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surabaya Sawahan dengan perantaraan KPKNL Surabaya akan melaksanakan Lelang Eksekusi dengan menggunakan aplikasi lelang internet (e-Auction) terhadap barang milik Penanggung Pajak PT. Indonesia Trans Global Relian berupa 1 (satu) unit Mobil Daihatsu Granmax Blind Van Tahun 2015 Nopol B 9664 KCD. Harga Limit Rp.60.800.000, Uang Jaminan Rp. 19.000.000, Penyetoran uang jaminan
Uang jaminan disetorkan kerekening Virtual Account (VA), nominalnya harus sama persis dengan ketentuan. Uang jaminan harus sudah efektif diterima KPKNL Surabaya paling lambat hari Selasa 14 Januari 2020 pukul 23.59 WIB;
Cara penawaran
Closed Bidding dengan mengakses http://www.lelang.go.id
Batas akhir penawaran Pembukaan
Penawaran
Rabu 15 Januari 2020 pukul 14.00 waktu server e-Auction (sesuai WIB) &
Setelah batas akhir penawaran
Penetapan Pemenang Pelunasan Lelang
5 (lima) hari kerja setelah pelaksanaan lelang
Bea Lelang Pembeli
3% (tiga persen) dari harga lelang
Tempat Lelang
KPP Pratama Surabaya Sawahan Jl. Dinoyo 111Surabaya
Objek Lelang dapat dilihat di
KPP Pratama Surabaya Sawahan Jl. Dinoyo 111Surabaya Pada jam kerjapukul 08.00-16.00 WIB (CP. Andre 081288885256)
KetentuanTambahan
Barang dilelang dalam kondisi apa adanya. Peserta Lelang dianggap sungguh-sungguh telah mengetahui kondisi barang yang akan dilelang. Apabila karena sesuatu hal terjadi pembatalan/penundaan lelang maka peserta lelang tidak diperkenankan melakukan tuntutan apapun kepada KPP Pratama Surabaya Sawahan maupun KPKNL Surabaya.
Surabaya, 30 Desember 2019 Kepala Kantor,
TTD
Fadjar Adi Prabawa NIP. 196803171993101001
dipastikan korban meninggal karena gantung diri. Itu juga diperkuat kondisi lidah yang menjulur, serta keluarnya mani di kemaluan korban. “Tidak ada tanda-tanda penganiayaan, korban memang meninggal karena gantung diri,” jelasnya. Usai dievakuasi, jazad korban langsung dibawa ke RSUD dr Iskak guna divisum bagian luar. Setelah prosesnya selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (fir/mad/rif )
MADURA
SENIN WAGE, 30 DESEMBER 2019 HALAMAN 11
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
BIRO MADUR MADURA RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Sujak Lukman, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.
Achmad Fauzi Terpilih Ketua Kwarcab Pramuka Sumenep, Memorandum Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Achmad Fauzi secara aklamasi terpilih menjadi Ketua Kwartir Gerakan Pramuka Cabang Kabupaten Sumenep 2019-2024. Pemilihan ketua kwarcab tersebut berlangsung di kantor UPT Pelatihan Kerja Sumenep, Sabtu (28/12). Achmad Fauzi mengatakan bahwa dirinya akan berusaha mengembangkan amanah sebagai Ketua Kwartir Gerakan Pramuka Cabang Kabupaten Sumenep dengan sebaik baiknya. Ia mengaku akan mempertahankan berbagai program yang baik pada kepemimpinan sebelumnya, sembari terus meningkatkan prestasi melalui berbagai program yang telah ada. “Segera kami akan menyusun kepengurusan dan draf rencana kerja kwarcab gerakan pramuka selama lima tahun ke depan,” katanya seperti dikutip dari tribunmadura.com, Minggu (29/12). Bahkan katanya, program kerja kedepan yang sejalan, seiring, dan selaras dengan program Pemkab Sumenep. Salah satunya, seperti kebutuhan anggota pramuka, dan masyarakat dalam membangun daerah di Kabupaten Sumenep. “Saya berharap, pengurus yang ada sekarang untuk tetap solid, kompak, Pramuka adalah Pramuka,” ucap dia. “Kami tidak akan terpecah belah, semua aktif dari 27 Kecamatan di Sumenep ini,” terangnya. Ada beberapa misi yang akan dijalankan katanya, yakni meningkatkan kualitas gugus depan dan satuan karya Pramuka (saka), kualitas pembina pramuka dan pelatih. “Bahkan dukungan sarana dan prasarana pendidikan, kegiatan pramuka, kemitraan dan manajemen khawartir, membuat wahana dan media kegiatan kepramukaan. Yang menarik disesuaikan dengan minat anak muda masa kini, menampilkan wajah yang lebih muda, serta tampilan pramuka yang lebih menarik,” tegasnya. (*/sr)
Ketua DPC PKB Kabupaten Sumenep KH Imam Hasyim mengatakan, panandatanganan pakta integritas untuk menjaring pemimpin terbaik guna Sumenep ke depan. Dan, jika terpilih programnya mengacu pada Jamaiyah Nahlatul Ulama (NU) yakni memerhatikan masyarakat, kelembagaan, dan masjid serta musala. Tidak hanya itu, pemerataan pembangunan antara wilayah kepulauan dan daratan. Diakui hal tersebut telah disampaikan kepada bacabup-bacawabup yang mendaftar ke PKB. “Saya rasa ini menjadi PR kepada para Pemimpin Sumenep yang akan datang,” katanya, Minggu (29/12).
Soal peluang, dirinya optimistis PKB memenangi pesta demokrasi pemilihan kepala daerah 2020 nanti. Keyakinannya berdasar pada masyarakat setempat orang-orang dari kalangan NU. KH Imam Hasyim kembali mengatakan, keputusan rekomendasi akan diputuskan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB. Pengajuan nama-nama para bakal calon waktu dekat akan segera di sampaikan ke pusat. Pengurus DPW Provinsi Jawa Timur PKB Jatim Badrut Tamam mengaku, berkeinginan Sumenep kembali dipimpin orang kalangan partai PKB. Meski rekomendasi dari DPP tetap akan pakta integritas
FOTO: MEMORANDUM/ SYAMSURI
Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi (kanan).
Sumenep, Memorandum Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Sumenep menandatangani pakta integritas An-Nahdliyyah bersama bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) yang mendaftar ke partai tersebut.
Para bacabup dan bacawabup menandatangani pakta integritas di Hotel C1 Sumenep.
rekomendasi turun ke kader sendiri. “Kecendrungan kepada yang berpotensi menang berkomitmen mengabdi untuk masyarakat Sumenep, dan kita
berikhtiar kader sendiri,” ungkapnya. Ti d a k k a l a h p e n t i n g menurutnya, internal PKB haruskan solid berkomitmen,
kompak, untuk berjuang bersama-sama. Karena PKB berkeinginan Bupati Sumenep harus dari kalangan PKB. (uri/sr)
Empat Kiper Madura United Dipertahankan Pamekasan, Memorandum Komposisi sektor penjaga gawang Madura United FC dipastikan tidak mengalami perubahan. Karena keempatnya dipertahankan untuk menghadapi Liga 1 musim depan. Keempat kiper tersebut masing-masing M Ridwan, Muhammad Ridho Djazulie, Satria Tama Hardianto, dan kiper muda Fawaid. Dari empat nama tersebut, tercatat hanya Fawaid yang belum pernah bermain di kompetisi lalu. Sedangkan tiga nama lainnya, secara bergantian tampil bersama Laskar Sape Kerrab—ju-
lukan Madura United. Sekalipun selama ini tercatat hanya M Ridho Djazulie yang mampu tampil konsisten di bawah mistar gawang tim kebanggaan suporter Madura Bersatu. “Coach Kurnia Sandy sebagai pelatih kiper menyampaikan jika tidak perlu ada perubahan di sektor penjaga gawang,” kata Pelatih Madura United FC, Rahmad Darmawan dikutip dari salah satu jejaring media sosial (medsos) resmi klub, Minggu (29/12). Pelatih yang juga merangkap sebagai manajer tim, me-
negaskan komposisi sektor kiper dinilai sudah final untuk kompetisi mendatang. “Pembahasan ini sudah tepat, karena manajemen juga menyetujui,” tegasnya. Seperti diketahui, Madura United diperkirakan mempertahankan sekitar 80 persen pemain musim lalu untuk menghadapi kompetisi mendatang. Perubahan mencolok terjadi di sektor pemain asing, seluruhnya secara resmi dilepas pasca kontrak mereka berakhir. Bahkan untuk mengisi slot di posisi tersebut, jajaran
FOTO: MEMORANDUM/ SUJAK
FOTO: MEMORANDUM/ IST
Bacabup dan Bacawabup Teken Pakta Integritas
Muhammad Ridho dan Satria Tama, dua penjaga gawang andalan Madura United yang dipertahankan.
manajemen bergerak cepat dengan kembali memasukkan nama pemain lawas, Zah Rahan
Krangar sebagai rekrutan asing pertama menghadapi musim mendatang.(sjk/sr)
Rekam Jejak Prestasi Dinkes 2019
Ada Inovasi Layanan Publik, Peningkatan Akreditasi Plus 4 Gedung Baru Puskesmas Bangkalan, Memorandum Berbagai kreatifitas berwawasan inovatif terus dipacu dan dikembangkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan. Hasilnya, ada sederet rekam jejak prestasi ditorehkan di sepanjang tahun 2019. Di antaranya terwujudnya sederet inovasi kerja beraroma peningkatan kualitas layanan publik. Tentunya di bidang kesehatan. Tidak hanya itu. Dinkes juga paripurna membenahi infrastruktur perkantoran. Di antaranya rampung membangun empat gedung puskesmas baru senilai Rp 44 miliar lebih. Juga merealisasi pengadaan ragam jenis alat kesehatan (alkes) lumayan canggih. Tujuh dari 22 puskesmas di lingkup dinkes sukses menggapai kenaikan status akreditasi. “Yaahh..., meski belum optimal, semua capaian kinerja di sepanjang tahun 2019 itu, merupakan hasil upaya kami (dinkes-red) untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat. Mari kita syukuri bersama,” ujar Kepala Dinkes Bangkalan H Sudiyo SKep Ns, Sabtu (28/12). Nah, rekam jejak prestasi kerja dinkes di sepanjang 2019, rasanya menarik untuk dicermati. Salah satu inovasi berbasis peningkatan kualitas layanan publik yang mulai greget ditekuni 22 puskesmas di lingkup dinkes, adalah operasional dari gugus (kelompok) kerja team motor trail. Yakni Mobilisasi Toron (Turun) untuk merealisasikan imununisasi dasar lengkap. Petugas
yang tergabung dalam Mobil Trail ini paduan dari karyawan puskesmas, perangkat desa, dan kader desa. Tugas utama mereka mesti rajin turun dan blusak-blusuk ke perkampungan penduduk. Tujuannya untuk menjaring informasi adanya kepala rumah tangga, biasanya ayah, yang menolak program imunisai bagi anak-anak mereka. Setelah terdeteksi, mereka harus intens berkoordinasi dengan petugas kesehatan desa dan puskesmas. Kemudian, secara door to door turun bersama melakukan pencerahan dari rumah ke rumah warga. Tujuannya, agar para keluarga yang sebelumnya menolak program imuniasi berbalik haluan. Yakni mau menerima imunisasi. Untuk anak atau cucu mereka. “Setelah oke, atau sudah berbalik haluan mau menerima imunisasi, team Motor Trail akan menempelkan stiker berlabel Air Manis, yakni kependekan dari ayah yang mengantarkan imunisasi kepada semua sasaran imunisasi,” papar Yoyok. Stiker itu ditempelkan di rumah masing-masing keluarga yang sudah setuju dan mau menerima imunisasi dasar lengkap. Merujuk pada sebaran stiker Air Manis itu, petugas Puskesmas yang melakukan sweeping dengan mudah akan mendekteksi rumah tangga mana saja yang sudah siap menerima imunisasi. Di sini petugas Puskesmas tidak perlu lagi merengek-rengek. Merayu kepala keluarga yang semula “anti “ imunisasi. Sebab mereka yang sudah balik haluan,
malah akan menyodorkan anak-anak mereka agar segera dapat jatah imunisasi dari petugas. Terelialisasinya inovasi kegiatan Team Motor Trail, menurut Yoyok, diprakarsai oleh Puskesmas Kedungdung, Kecamatan Modung. Gagasan ini muncul setelah Desa Pangpajung dinyatakan KLB penyakit campak pada 2017. Setelah Puskesmas melakukan Survei Masyarakat Desa (SMD), terdeteksi mayoritas balita di desa setempat belum mendapat imunisasi dasar lengkap. Penyebabnya lantaran orang tua, terutama ayah, menolak imunisasi. Akhirnya, setelah melakukan koordinasi lintas sektoral, Puskesmas Kedungdung menggelar Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) di balai Desa Pangpajung. ”Nah di desa ini, ide Puskesmas Kedudung untuk membentuk Team Motor Trail, kemudian disepakati secara aklamasi oleh kades dan para tokoh peserta MMD, ” ungkap Yoyok. Ternyata hasil kerja Team Motor Trail itu sangat efektif dan efisien. Hanya dalam tempo beberapa bulan, seluruh balita yang tersebar di 8 desa, Kecamatan Modung, tuntas mendapat imunisasi dasar lengkap. Dampaknya, di sepajang 2018 tidak ditemukan lagi adanya balita yang terjangkit campak. Juga penyakit menular lainnya. Fakta positif itulah yang kemudian mengilhami dinkes untuk mengembangkan inovasi kerja berbasis Team Motor Trail di 22 Puskesmas yang tersebar di 18 Kecamatan. Itu
Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan H Sudiyo SKep Ns
pun harus mulai diterapkan pada awal 2019 lalu. Targetnya, melalui inovasi kerja ini, Dinkes tidak hanya ingin meningkatkan kualitas layanan publik di bidang kesehatan. Tetapi juga memperluas cakupan imunisasi dasar lengkap bagi seluruh balita yang tersebar di 281 desa dan kelurahan. Syukurlah, aplikasi dari program kerja Team Motor Trail oleh 22 Puskemas itu, sudah bergulir serentak di 18 kecamatan. Hanya saja, cakupan hasilnya memang belum maksimal. Sebab jumlah desa di setiap kecamatan tidak sama. Jumlahnya berkisar antara 14 s/d 23 desa. ”Insya Allah, pada 2020 atau 2021 nanti, seluruh balita di 281 desa dan kelurahan yang ada, sudah dapat imunisasi dasar lengkap,” harap Yoyok. Hanya itukah? Ternyata tidak. Masih ada beberapa inovasi program kerja lain yang juga mulai dikembangkan dinkes. Di antaranya program kerja Gopo
atau kependekan dari Gojek Posyandu. Ada juga program kerja Masling Memahat yang kependekan dari Puskesmas Keliling Mendekati Hati Masyarakat. Dua program kerja inovatif ini pun, sudah muali diaplikasikan secara serentak oleh 22 puskesmas di 18 kecamatan. Aplikasi dari program kerja Gopo, menurut Yoyok, direalisasikan dalam bentuk antar-jemput ibu dan anak yang terdeteksi tidak hadir dalam kegiatan Posyandu yang dihelat RW atau RT di desa tertentu. Di sini, Kader desa yang berprofesi sebagai Gojek tunjukan Puskesmas, akan bertugas sebagai penjemputnya. Tak ada pungutan apa pun, alias full gratis. Sedangkan program kerja Masling Memahat, dalam aplikasi tugasnya direalisasikan dalam bentuk rutinitas kegiatan mobil unit keliling setiap puskesmas. Di sini, petugas mobling Puskesmas, akan rajin mengunjungi tempat-tempat keramaian, seperta pusat berbelanjaan, pasar tradisional atau ketika ada kegiatan akbar di tingkat kecamatan. Nah, di lokasi keramaian itu, para petugas puskesmas akan melakukan sosialisasi tentang UKS (Upaya Kesehatan Perorangan) atau UKM (Upaya Kesehatan Masyarakat). Seperti sekarang misalnya, mereka aktif menyampaikan materi tentang upaya pencegahan penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue), seperti menyarankan agar masyarakat segera malakukan tindakan 3-M plus, menebar bubuk abate di bak mandi, atau me-
melihara ikan pemakan jentik nyamuk aedes aegypti. Jadi operasionalnya mirip mobil unit layanan SIM keliling dan layanan pembayaran pajak STNK Polres. Seperti Operasional Team Motor Trail, capaian hasil kinerja petugas Gopo dan Masling Memahat di masing-masing Puskesmas juga cukup efektif, efisien, serta mendapat respons positif dari masyarakat. Terbukti, rutinitas giat Posyandu di lingkup RW dan RT di sebagian besar desa dan kelurahan tak pernah sepi pengunjung. Jejak torehan prestasi dinkes di sepanjang 2019 juga merujuk pada pembenahan infrastruktur dan pengadaan ragam jenis alat kesehatan (alkes). Di antaranya, memanfaatkan plavon dana afirmasi DAK 2019 senilai Rp 44 miliar lebih, Dinkes tuntas membangun empat gedung puskesmas baru. Yakni Puskesmas Tongguh, Galis, Kwanyar dan Puskesmas Sepulu. Atau masing-masing Puskesmas ketiban asupan dana Rp 10 s/d Rp 11 miliar lebih. Bagusnya, bangunan gedung baru empat puskesmas itu dilengkapi dengan penambahan ragam jenis alkes canggih. Di antaranya mobil ambulans, alat USG dan kelengkapan peralatan poli gigi lengkap. Layanan keempat puskesmas yang kini menempati gedung baru itu, kini sudah dinikmati masyarakat. Masih ada lagi. Tepatnya Rabu (18/12) lalu, Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron, menyerahkan bantuan 15 unit mobil ambulans baru canggih kepada 15
dari 22 Puskesmas di lingkungan dinkes. Mereka adalah Puskesmas Galis, Tongguh, Kwanyar, Sepulu, Blega, Kamal, Socah, Jaddih, Sukolilo, Burneh, Klampis, Tanjung Bumi, Kedungdung, Arosbaya dan Puskesmas Bangkalan. Menurut Ra Latif, sapaan akrab Bupati, sumber dana untuk 4 unit ambulans di antaranya berasal dari dana afirmasi DAK 2019, 8 unit lainnya bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan 3 unit ambulans lainnya berasal dari Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi (DBHPR). Jejak prestasi lain juga direngkuh dinkes pada 2019, enam dari 22 puskesmas mendapat peningkatan status setelah Tim Reakreditasi (penilaian ulang) tiga tahunan dari Kemenkes, turun melakukan penilaian. Hasilnya, Puskesmas Klampis naik status dari puskesmas dasar menjadi madya, Puskemas Arosbaya dari dasar ke utama, Pukesmas Bangkalan, Kamal, Sukolilo dan Puskesmas Tanjung Bumi naik status dari madya ke Puskesmas Utama. Terakhir, status Puskesmas Blega malah melompat dua tingkat.Yakni meningkat dari status madya menjadi Paripurna tanpa harus melalui status Puskemas Utama terlebih dahulu. Dengan demikian, dari total 22 Puskesmas di lingkup Dinkes, kini hanya tersisa dua puskesmas yang masih berstatus puskesmas dasar. Yakni Puskesmas Burneh dan Puskesmas Banjar. Akhirnya, satu hal bisa disimpulkan di sini. Di sepanjang 2019, dinkes telah mampu mengoleksi jejak prestasi kerja cukup variatif. Juga sarat sentuhan inovatif. Semuanya mengarah pada upaya peningkatan kualitas layanan publik. Di bidang kesehatan tentunya. Selamat untuk Dinkes Bangkalan. (ras/adv/sr)
Penyerahan bantuan 15 unit ambulans oleh Bupati Bangkalan R Abdul Latif, figur layanan imunisasi dan profil Puskesmas Blega yang kini naik status menjadi Puskesmas Paripurna.
PASURUAN
SENIN WAGE, 30 DESEMBER 2019 HALAMAN 12
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KEPALA BIRO PASURUAN: Ali Muchtar. WARTAWAN: Maskur, Sudiono, Bahrul Ulum. HP: 0817 5128 003.
Polres Pasuruan Kota Rutin Antisipasi Gangguan Keamanan Wakapolres Pasuruan Kota Kompol Mario Prahatinto memimpin apel pengamanan. Dalam kegiatan itu juga dihadiri para perwira Polres Pasuruan Kota dan personel pleton siaga 3. Mario Prahatinto dalam sambutannya saat memimpin apel malam minggu menyampaikan, pelaksanaan giat apel pleton siaga dalam rangka antisipasi balap liar dan gangguan lainnya. Sipropam selaku pengemban fungsi pampers mengimbau anggota Polres Pasuruan Kota
agar tetap menjaga citra Polri di mata masyarakat. Kegiatan apel antisipasi balap liar dan gangguan Kamtibmas yang digelar setiap malam minggu Polres Pasuruan Kota sudah menerjunkan 3 pleton. “Kegiatan tersebut tidak ditemukannya bentuk pelanggaran disiplin maupun KEPP serta Tata Tertib pada saat anggota Polres Pasuruan Kota melaksanakan Apel Pleton Siaga dalam rangka antisipasi balap liar dan gangguan kamtibmas lainnya,” jelas Mario. (rul/sr)
FOTO: MEMORANDUM/RUL
Pasuruan, Memorandum Polres Pasuruan Kota menggelar apel dalam rangka mengantisipasi balap liar dan gangguan kamtibmas. Apel berlangsung di halaman Mapolres Pasuruan Kota, Sabtu (28/12) malam.
Wakapolres Pasuruan Kota Kompol Mario Prahatinto memimpin doa sebelum memberangkatkan patroli rutin.
Pemkot Usulkan Rehab 128 Unit RTLH Pasuruan, Memorandum Jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) yang diusulkan Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan untuk diperbaiki tahun depan mencapai 128 unit. Adanya perbaikan RTLH ini salah satu tujuannya mengentaskan kawasan kumuh. Kabid Perumahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pasuruan Budi Santoso seperti dikutip dari radarbromo mengatakan, rehab RTLH akan kembali dilakukan tahun depan. Tujuannya, untuk mempercepat pengentasan kawasan kumuh sesuai program Kementerian PU dan Perumahan Rakyat. Karenanya, anggaran yang akan
dikucurkan nantinya juga bersumber dari dana alokasi khusus (DAK). “Masing-masing kelurahan sudah mengusulkan. Jumlah RTLH yang diusulkan untuk direhab tahun depan sebanyak 128 unit,” ujarnya. Budi mengatakan, jumlah tersebut masuh berupa usulan. Pihaknya juga masih akan mengajukan alokasi anggaran ke kementerian terkait. Serta, akan memverifikasi ratusan RTLH yang diusulkan pemerintah kelurahan. Agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. Dengan begitu, tidak menutup kemungkinan jumlah penerima akan berkurang. Seperti, jumlah bantuan rehab RTLH tahun ini. Sebelumnya,
ada 185 unit RTLH yang diusulkan untuk diperbaiki. Setelah diverifikasi hanya 112 unit yang layak mendapat bantuan. Menurutnya, bantuan rehab RTLH diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu, kondisi rumah juga disurvei untuk memastikan aspek kesehatan maupun kelayakan huninya. Verifikasi juga dilakukan dalam hal legalitas kepemilikan aset tanah. Dia menyebutkan, besaran bantuan yang diberikan kepada penerima tak berbeda dengan tahun ini. Senilai Rp 17,5 juta. Dengan ketentuan Rp 15 juta sebagai modal belanja material. Sisanya untuk membayar ongkos tukang atau pekerja. (*/sr)
PROBOLINGGO & LUMAJANG BIRO PROBOLINGGO: M Nurwahyudi. WARTAWAN: M Hisbullah Huda, Hapy Laila Tuansyah. KOORDINATOR PEMASARAN: Rudianto. KEPALA BIRO: Munjari Triono. WARTAWAN: Ani Fauzyah, Irfani Akbar. MARKETING/IKLAN: Suwatman EMAIL: trimemorandum@gmail.com. TELP: 081362793650. KANTOR: Jl. Wachid Hasyim XV/2 Lumajang.
Tiga Pansus Laporkan Hasil Pembahasan Raperda kebersamaan dan tanggung jawab serta dalam rangka perbaikan dan penyempurnaan muatan materi kedua raperda tersebut,” tandas Zainul Fathoni. Dikatakan Zainul Fathoni, Raperda Kota Probolinggo tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Mikro mengalami perubahan meski telah disusun secara terinci melalui naskah akademis. “Kedua raperda yang dibahas oleh Pansus II DPRD Kota Probolinggi masih ada perbaikan dan koreksi, baik itu konsideran maupun pasal demi pasalnya,” terangnya. Kesimpulannya dari hasil pembahasan dan pendalaman dengan organisasi perangkat daerah (OPD) pemrakarsa terhadap kedua Rancangan peraturan daerah tersebut dapat disetujui menjadi peraturan daerah. “Setelah Raperda ini sah menjadi peraturan daerah yang telah disetujui dan ditetapkan benar-benar bermanfaat untuk pengaturan pajak dan retribusi serta tidak memberatkan masyarakat,” ungkap Zainul Fathoni.(mhd/sr)
Pansus menyampaikan hasil kerja pembahasan raperda kepada pimpinan DPRD Kota Probolinggo yang dihadiri Wakil Wali Kota HM Soufis Subri.
FOTO: MEMORANDUM/TRI
Korban menunjukkan lokasi pembegalan.
orang laki-laki yang berboncengan sepeda motor menggunakan helm teropong semua. Kemudian, pengendara yang di depan memegang setir motor korban sambil teriak agar korban berhenti. selanjutnya yang
dibonceng mengeluarkan senjata tajam (sajam) jenis celurit sambil mengancam korban jika tidak berhenti. Korban yang ketakutan, terjatuh dan melarikan diri dengan meninggalkan sepeda motornya begitu saja. Melihat hal itu, salah
satu dari pelaku turun kemudian mengambil motor korban di bawa kabur ke arah Barat. Beruntung, tak lama kemudian ada salah satu pengendara melintas lalu menolong korban dan membawanya ke pos polisi Desa Sukosari yang kemudian oleh petugas korban dibawa ke Mapolsek Jatiroto, guna dimintai keterangan lebih lanjut. Kapolsek Jatiroto AKP Bambang Supeno membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, lokasi atau TKP dari aksi pembegalan itu memang gelap karena kurangnya lampu penerangan jalan. ”Saat ini, anggota kami masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku yang ciri-cirinya sesuai disampaikan korban,” jelasnya. (tri/sr)
Gagal Dibawa Kabur, Sapi Curian Dilukai Lumajang, Memorandum Miris apa yang dilakukan kawanan pencurian hewan (curwan) sapi akhir-akhir ini. Diduga gagal membawa kabur hasil curiannya, kawanan itu malah melukai sapi-sapi yang sempat dibawa kabur tersebut, Sabtu (28/12). Aksi pencurian sapi tersebut dilakukan di rumah korban Marsub (48), warga Dusun klompangan, Desa/Kecamatan Randuagung. Kawanan pelaku yang diduga lebih dari tiga orang tersebut berhasil masuk kandang sapi milik korban dengan cara merusak pintu kandang kemudian membawa kabur tiga ekor sapi yang ada di dalam kandang itu. Aksi pencurian sapi itu baru diketahui oleh korban pada dini hari sekira pukul 01 45. Ketika itu, korban hendak mengecek sapi dan memberinya pakan. Marsub terkejut karena mendapati pintu kandang sudah dalam kondisi terbuka dan ketiga ekor sapinya sudah tidak ada di dalam kandang. “Padahal sebelumnya sekitar pukul sebelas malam, saya sempat mengecek ke kandang
tetapi tiga ekor sapi itu masih ada dan kondisinya terikat dengan tali,” ujar korban kepada petugas. Mengetahui sapi-sapinya dicuri, pagi itu Marsub langsung menghubungi warga yang ada di sekitar rumahnya melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa yang dilanjutkan ke petugas jaga Mapolsek Randuagung dan petugas Koramil Randuagung. Selanjutnya, petugas gabungan Koramil dan Mapolsek Randuagung bersama warga langsung bergerak menuju TKP melakukan penyisiran serta pencarian bersama. Rupanya pencarian pagi itu tidak sia-sia, ketiga ekor sapi berhasil ditemukan di daerah Dusun Paleran sekitar 3 KM dari tempat kejadian. Namun sayangnya, saat ditemukan kondisi 2 dari 3 ekor yang dicuri itu tidak utuh lagi. Satu ekor sapi betina terluka di leher bawah dan telinga putus serta satu ekor betina luka bacokan bagian leher atas. Diduga pelaku sengaja mencederai sapi-sapi curiannya itu karena keburu kepergok
FOTO: MEMORANDUM/TRI
bicara Masda dari Fraksi Partai Golkar, Pansus II disampaikan oleh juru bicara Zainul Fathoni dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, dan Pansus III disampaikan oleh juru bicara Sri Wahyuningsih dari Fraksi Demokrat. Ketiga juru bicara pansus raperda menyampaikan laporan hasil kerja pansus di hadapan pimpinan DPRD, Abdul Mujib, Haris Nasution, dan Fernanda Zulkarnain. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Probolinggo HM Soufis Subri. Juru bicara Pansus II, Zainul Fathoni mengatakan Peraturan Daerah (Perda) adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama kepala daerah di mana perda merupakan instrumen yang strategis dalam mencapai tujuan desentralisasi. “Jadi Pansus II telah melaksanakan rapat kerja guna merumuskan secara teknis dan sistematis kedua raperda dimaksud. Pembahasan kedua raperda dilakukan melalui penyampaian penjelasan argumentasi dan penegasan materi secara bersama-sama karena dengan
Lumajang, Memorandum Apes dialami Mohamad Yusuf Amirudin (19), pemuda Dusun Kalibendo Selatan, Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian. Hendak pulang, motor miliknya dirampas dua pelaku bercelurit, Sabtu (28/12) malam. Korban yang tercatat sebagai mahasiswa di IAIN Jember hendak pulang ke rumahnya di Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian. Dia mengendarai motor Honda Beat warna putih Nopol N 3530 UR berboncengan dengan dengan temannya Nuraini (19). Tepat pukul 19.00, korban melintas di Jalan Raya Desa Sukosari, Kecamatan Jatiroto tepatnya di barat Puslit PG Jatiroto atau Sukosari Park, tiba tiba disalip dan dipepet 2
FOTO: MEMORANDUM/MHD
Probolinggo, Memorandum Tiga Panitia Khusus (Pansus) merampungkan pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang sistem penyelenggaraan pendidikan, pengelolaan barang milik daerah, pemberdayaan dan pengembangan usaha mikro, kota layak anak, pengarusutamaan gender dan perubahan atas Perda Nomor 16 tahun 2006 tentang kendaraan tidak bermotor jenis becak. Hasilnya dilaporkan pada Rapat Paripurna DPRD Kota Probolinggo di ruang sidang utama, Sabtu (28/12) malam. Ketiga pansus tersebut telah bekerja maraton selama satu bulan setelah dibentuk dengan melakukan berbagai kegiatan. Di antaranya rapat internal guna membahas jadwal kerja pansus, rapat dengar pendapat dengan instansi-instansi terkait, studi banding ke daerah yang lebih dahulu memiliki perda yang sedang dibahas pansus, juga melakukan kunjungan lapangan sebagai bahan pembanding antara data tertulis dengan kenyataan di lapangan. Pansus I disampaikan oleh juru
Hendak Pulang, Motor Mahasiswa Dirampas
Sapi yang dilukai kawanan pencuri.
petugas dan warga yang mencarinya. Kapolsek Randuagung, Iptu Setyo Budi membenarkan kejadian tersebut. Namun demikian pihaknya bersyukur karena ketiga sapi yang dicuri itu berhasil ditemukan lagi. “Alhamdullilah pencarian kami bersama warga tidak sia-sia,” ujar Setyo Budi saat dikonfrmasi via ponselnya. (tri/sr)
OLAHRAGA
SENIN WAGE, 30 DESEMBER 2019 HALAMAN 13
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Sape Kerrab Datangkan Eks PSS Jakarta, Memorandum Madura United secara resmi mendatangkan bekas pemain asing PSS Sleman Brian Ferreira, untuk mengarungi musim kompetisi 2020 setelah sebelumnya kembali mendaratkan Zah Rahan Krangar. Pengumuman kedatangan Brian Ferreira disampaikan langsung melalui akun Instagram resmi tim berjuluk Laskar Sape Kerrab, Minggu (29/12). Menurut pelatih Madura United, Rahmad Darmawan, perekrutan Brian telah melewati diskusi panjang dengan manajemen kendati sempat mengalami cedera lama ketika bermain bersama PSS Sleman. “Kami diskusi panjang dengan tim pelatih dan manajemen klub untuk pemain asing Asia. Brian Ferreira adalah pemain yang dibutuhkan dalam tim ini. Secara teknis kesepakatan dengan Brian Ferera sudah selesai,” kata pelatih yang akrab disapa RD ini. Bersama PSS, Brian mencatatkan 20 penampilan dengan mengoleksi sembilan gol dan 5 asis. Namun, menjelang kompetisi berakhir, pemain berpaspor Irak tersebut harus mengalami cedera yang membuatnya absen sampai akhir musim. Brian mengalami cedera ulu hati setelah bertabrakan dengan pemain Persija Jakarta, Sandi Sute. Saat kedua tim bertemu pada pekan ke-24 Liga 1 2019. Selain mendatangkan Brian Ferreira dan Zah Rahan, RD juga akan mendatangkan pemain timnas U-23. Namun RD masih menutup rapat perihal nama pemain tersebut. Sementara itu, bek asing asal Australia Ante Bakmaz tidak diperpanjang kontraknya oleh manajemen Madura United untuk kompetisi musim depan. (*/epe)
Persebaya Mulai Berburu Pemain
Waktu Terbatas bagi Dutra Surabaya, Memorandum Bek naturalisasi Timnas Indonesia senior, Otavio Dutra, kemungkinan tidak lagi berkostum Persebaya pada musim depan. Belum adanya komunikasi dengan manajemen Green Force, julukan tim peringkat kedua Liga 1 2019, menjadi salah satu indikasi bagi pemain asal Brasil tersebut untuk berkiprah di klub lain setelah kontraknya resmi berakhir 31 Desember 2019. Sinyal ini diungkap agen Dutra, Antonio Teles. “Persebaya tidak pernah menawarkan kontrak baru ke Dutra,” katanya, Minggu (29/12). Teles menyebut, ada sejumlah tim yang berminat memboyongnya. Disinggung siapa tim tersebut, Teles masih belum mengatakan dengan rinci siapa saja. “Ada beberapa tawaran dari tim lain asal Indonesia. Tapi saya tidak bisa sebut nama,” ungkap Teles. Sebelumnya, manajemen Persebaya memang tengah fokus mengurus perpanjangan kontrak pemain yang bakal dipertahankan yang mayoritas berakhir 31 Desember. Tercatat hanya David da Silva yang kontraknya baru habis di akhir musim 2020. “Yang paling krusial sekarang adalah mengamankan pemain-pemain yang memang akan jadi proyeksi Persebaya musim depan. Masih ada waktu sampai akhir tahun ini mudah-mudahan kami bisa menyelesaikan secepatnya kontrak-kontrak itu,” kata manajer Persebaya Candra Wahyudi. Selain mempertahankan pemain lama,
manajemen juga berburu pemain-pemain incaran untuk mengarungi musim yang berat tahun 2020. “Sambil menunggu kepastian jadwal, regulasi, dan sebagainya, kami akan bergerak mengamankan pemain, dan juga sama seperti tim-tim lain, Persebaya akan berburu pemain baru,” kata Candra. Musim depan, Persebaya jika ditargetkan lebih baik, mau tidak mau harus memburu gelar juara. Candra pun sadar akan ekspektasi tersebut. “Syukur pencapaian tahun ini harus kami syukuri, bisa lebih baik dari tahun lalu. Tapi, ada banyak hal yang jadi catatan bagi manajemen, karena tahun depan pasti lebih berat dan tuntutan kepada Persebaya lebih tinggi,” ucap mantan jurnalis olahraga tersebut. Di luar itu, posisi Aji Santoso sebagai head coach dipastikan aman dengan bukti yang telah dia diberikan. Ditunjuk di tengah kompetisi Liga 1 2019, misi berat yang diemban sukses dijawab dengan peringkat kedua. Sembilan dari 7 laga bersama Persebaya diakhiri dengan kemenangan tanpa sekalipun mengalami kekalahan. (*/epe)
Kontrak Otavio Dutra berakhir 31 Desember 2019 dan tidak ada tengara dari manajemen untuk dipertahankan pada musim depan.
Ajang Adu Kemampuan Internal Pemanah Fast
Pemanah dari berbagai klub Fast di daerah diadu kemampuannya dalam Fast Internal Archery Championship Stage 2-2019 di Lapangan Panahan KONI Jatim.
Surabaya, Memorandum Fa s t Arc h e r y Ac a d e m y , salah satu klub panahan terkenal di Jatim menggelar kejuaraan internal di Lapangan Panahan KONI Jatim, 28-29 Desember 2019. Selain bertujuan prestasi, agenda ini juga tak lepas dari kepentingan bisnis. Sebab, sebagai klub panahan yang banyak menghasilkan pemanah andal, kesinam-
bungan atlet-atlet berpotensi harus dijaga. “Agenda ini diikuti 13 klub Fast yang tersebar di berbagai daerah di Jatim ditambah dua klub Fast dari luar Jatim,” terang Ketua Fast Archery Academy Fany Andyanto, Minggu (29/12). Kejuaraan ini bertajuk Fast Internal Archer y Championship Stage 2-2019, semua pemanah yang bernaung di klub binaan PT Fanny Anak
Hilang STNK HONDA BEAT 2015 L-4609 YX W.MERAH AN.SIGIT PURWANTO TENGGER KANDANGAN XII/11 RT03 RW 07 KEL.KANDANGAN BENOWO SBY.
Hilang STNK Honda Vario th'2012 w.hitam L- 5387-HJ An.Muhammad Ma'ruf d/a. Pulo Tegalsari Mahasiswa 2 Sby.H:081555744748
Hilang STNK Spd Mtr Honda th'2015 w.putih biru L-5559-KW An.Ida Purwaningsih Suripto d/a.Gunungsari 4/29-C Sby. H:081239637705
Hilang BPKB Spd Mtr Honda Revo 110 th' 2010 L-6030-QU An.Ahmad Huzaini d/a. Hangtuah 8/32 Sby. Hub:085788586366.
Sukses Terbaik (Fast), unjuk kemampuan di setiap nomor yang dilombakan. “Pembinaan kami muaranya tetap untuk Jatim dan Indonesia. Karena itu, semua hasilnya kami masukkan data base agar bisa terpantau perkembangannya,” terang pria yang juga Wakil Ketua III Bidang Dana Pengprov Perpani Jatim tersebut. (*/epe)
Hilang STNK YAMAHA SOUL.2008 L-4116- FR A/n SARTI - SIMO KATRUNGAN KIDUL V/9 Sby T.083897304248. Hlg STNK Nopol L-1972-YN An.Fida Febiyanti d/a.Simo Sidomulyo 7-A/27-D. BPKB W-1325-YC a.n Santi Sulistya Wahyuni, Pejantran RT 04/04 DS. Wono Plintahan Prambon SDA
DEWI RENGGANIS
SENIN WAGE, 30 DESEMBER 2019 HALAMAN 14
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739
FOTO: MEMORANDUM/ADV
Bupati Beri Order Penjahit Garap Seragam Sekolah Jember, Memorandum Giliran penjahit mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Perhatian itu diberikan dalam acara Kongres Penjahit Kabupaten Jember 2019 di aula PB Sudirman, Sabtu (28/12). sosial memperhatikan kondisi anak yatim piatu. “Sehingga, para penjahit juga mempunyai sambung rasa dengan anak yatim piatu dan siswa miskin,” beber bupati perempuan pertama di Jember ini. Untuk hal ini, lanjut bupati, para penjahit mendapatkan anggaran dari pemerintah. Di samping itu, anak-anak yatim piatu mendapatkan voucher untuk ongkos menjahitkan pakaian. Pemetaan penjahit sudah dilakukan, dengan data yang akan dilengkapi. Begitu juga dengan pemetaan siswa yang menerima voucher, agar dekat dengan rumah masing-masing. Selain itu, saat ini pemkab mengorder kepada penjahit Jember untuk membuat seragam sekolah bagi sekitar 6.500 siswa. “Terutama siswa yatim, yatim piatu yang mendapat beasiswa, serta siswa miskin,” ungkapnya. Seragam itu akan diberikan kepada siswa TK dan SMA masing-masing satu setel. Sedangkan untuk SD dan SMP mendapat dua setel, yaitu seragam harian dan seragam pramuka. “Ini kita langsung bagi ordernya kepada para penjahit, dan masing-masing mendapat jatah lima siswa,” jlentrehnya. Anggaran untuk order jahitan seragam sekolah ini mencapai Rp 1,5 miliar yang dikucurkan
Bupati Berikan Pelatihan dan Peralatan untuk Perias, Salon, dan Tukang Cukur
FOTO: MEMORANDUM/ADV
“Kami ingin para penjahit bisa sejahtera dari kemampuan menjahitnya,” kata Bupati dr Hj Faida MMR tentang tujuan perhatian yang diberikan pemkab. Dalam paparannya, pemerintah terang bupati, berkeinginan agar program pemerintah yang terkait dengan jahit menjahit tidak perlu dilaksanakan di luar Jember. Seperti biasa yang terjadi, ungkap bupati, program pemerintah yang dilelang ternyata dikerjakan di luar Jember. “Kami ingin itu bisa dilakukan oleh penjahit Jember,” tandasnya. Kegiatan kongres ini juga dimanfaatkan untuk mendata berapa penjahit yang ada di Jember. Mulai dari yang mempunyai satu mesin jahit, bisa menjahit tapi tidak punya mesin, penjahit perorangan hingga kelompok. Pendataan itu untuk mengumpulkan kekuatan para penjahit di Jember, sehingga bisa tumbuh dan berkembang bersama. “Kami memang mendata seluruh penjahit di Jember. Kongres ini merupakan gelombang pertama, diikuti sejumlah 1.250an penjahit,” jelas bupati. Namun diakui, di beberapa wilayah ada kekurangan data. Bupati juga menekankan bahwa program penguatan penjahit di Jember ini bukan sekedar soal menjahit. Namun lebih jauh dari itu, program ini terkait dengan misi
Bupati Jember mengajak perias dan tukang cukur bersinergi memfasilitasi anak yatim piatu.
Bupati Faida memberikan bantuan secara simbolis kepada penjahit.
pada 2019. Terkait kongres, bupati menegaskan bahwa itu hanya sebuah penamaan kegiatan. Namun, inti
dari kegiatan ini adalah untuk menyosialisasikan program kerja secara langsung kepada penerima manfaat progam. “Setiap kongres
tidak ada pertemuan yang sekedar iseng, karena ada kaitannya untuk menyampaikan program kerja,” tegasnya. (adv/edy/epe)
Jember, Memorandum Perias di salon dan tukang cukur mendapatkan pelatihan dari Pemkab Jember. Selain itu, mereka diajak bersinergi untuk memfasilitasi anak yatim piatu di Kabupaten Jember. Hal ini terungkap dalam Kongres Pelatihan Rias,Salon,dan Tukang Cukur Kabupaten Jember 2019 di Aula PB Soedirman, 28 Desember 2019. “Saya ingin tukang cukur di Jember ini menjadi tukang cukur yang the best,” ucap Bupati dr Hj Faida MMR dalam paparannya. Jember, menurut bupati, merupakan kota kreatif. Banyak kalangan dari usia muda hingga dewasa, laki-laki atau perempuan, mempunyai usaha salon, rias pengantin, potong rambut, dan rias wisuda dengan kondisi sederhana. “Mereka ini mempunyai keterampilan tapi tidak cukup modal,” ujar bupati. Karena aset Jember adalah sumber daya manusia, lanjut bupati, maka pemkab menyiapkan pelatihan untuk perias salon dan tukang cukur ini.“Mulai tukang cukur yang di bawah pohon sampai yang punya ruang salon,” terangnya. Selain itu, tukang cukur dan rias salon ini diharapkan mempunyai peralatan yang standar dan higienis. Karena itu, pemerintah juga memberikan dukungan berupa bantuan peralatan sesuai kebutuhan. Para perias dan tukang cukur ini belum semua terdata. Karena itu, pertemuan ini merupakan tahap pertama. Masih terbuka untuk perias dan tukang cukur lainnya berkumpul dalam pertemuan berikutnya. Untuk kali ini, dipilih 1.000 orang yang paling layak untuk mendapatkan peralatan. “Mudah-mudahan dengan dibantu peralatan, masyarakat Jember bisa terlayani dengan baik, usaha mereka bisa maju dan berkembang,” harapnya. Pelatihan awal dilakukan setelah kongres. Sementara bantuan peralatan diserahkan secara bertahap. Selain itu, bagi salon dan tukang cukur yang bersedia di tempatnya diberikan stiker Tukang Cukur Merah Putih, mereka diajak bersinergi melaksanakan program bagi masyarakat duafa. “Siswa duafa akan diberikan voucher untuk cukur gratis yang bisa digunakan di tempat cukur sesuai stiker. Voucher ini dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Jember,” ungkapnya. Stiker tersebut, kata bupati, tandanya telah bersinergi. Pemerintah dengan masyarakat, dunia kreatif, usaha pemula, UMKM, memang harus bersinergi.“Tugasnya pemimpin melayani rakyat, tugasnya rakyat mendoakan pemimpin,” tutupnya. (adv/jun/hms/epe)
MATARAMAN KABIRO: H M TAUFIQ. PONOROGO - WARTAWAN: PUJI SISWANTO, KANTOR: Jl Mayjend Sutoyo no 16 RT-03/RW-03 Kel Kertosari Kec Babadan, Kab Ponorogo. MADIUN-MAGETAN-WARTAWAN: Acuk,Anif Sriwati, M Alvin KANTOR: Jl. Karya Darma, Magetan
Magetan, Memorandum Polres Magetan menggelar razia besar-besaran, Minggu (29/12) pagi. Razia gabungan ini untuk mengantisipasi insiden di jalan menjelang Tahun Baru 2020. Menurut Kasatlantas Polres Magetan AKP Ega Prayudi, razia gabungan diikuti 39 personel. “Terdiri dari 18 personel Satlantas Polres Magetan, 9 dari Dishub Magetan, dua Polisi Militer dari Sub Denpom, dan 10 tenaga medis dari dinas kesehatan (dinkes),” terangnya. Sasaran kegiatan razia adalah kendaraaan transportasi masal, truk, dan motor. Hal ini dibenarkan Kepala Dishub Magetan J Trihono. “Sasaran razia guna pengecekan
kendaraan yang tidak layak jalan,” sebutnya. Beberapa kendaraan diketahui tidak laik jalan. Namun dishub, tambah Trihono, untuk sementara memberi toleransi berupa teguran. Sedangkan Kepala Dinkes Magetan Furiana menerangkan, turunnya tenaga medis juga untuk membantu tugas kepolisian. Terutama dalam menjaga vitalitas pengendara agar terhindar dari kelelahan berlebihan. “Termasuk tes urine narkoba dan miras. Juga
antisipasi kecelakaan yang masuk dari arah Jateng ke Magetan,” sebutnya. AKP Ega Prayudi mengatakan, razia ini memang sengaja dilakukan di ruas Cemorosewu karena tidak musibah kecelakaan seperti di Pagaralam, Sumatera Barat terjadi di Magetan. Dengan kondisi alam berkelok dan di beberapa titik ada tanjakan dan curunan curam, Cemorosewu yang ada di bawah kaki Gunung Lawu memang jadi jalur favorit pengendara. “Jangan sampai ada kejadian fatal di jalur Cemorosewu. Semua pengendara wajib meningkatkan kewaspadaan karena jalur di pegunungan ini butuh konsentrasi tinggi,” tutupnya. (ack/alv/mt/epe)
FOTO: MEMORANDUM/ACK
Razia Kendaraan dan Tes Urine di Perbatasan Jatim-Jateng
Petugas gabungan memeriksa kelaikan kendaraan transportasi massal dipimpin Kasatlantas AKP Ega Prayudi.
PAM Raya Fest 2019 Berjalan Aman
Personel dikyasa memeriksa setiap bus yang masuk Magetan.
Masuk Magetan, Semua Penumpang dan Bus Diperiksa Magetan, Memorandum Mencegah timbulnya kecelakaan atau kebut-kebutan di jalan berbelok-belok dan tebing curam, Satlantas Polres Magetan getol melakukan pemeriksaan di beberapa tempat. Baik yang dari arah Ngawi maupun Madiun ditempatkan sejumlah personel. Kanit Dikyasa Iptu Sumarno menjelaskan, langkah ini sebagai antisipasi sekaligus sosialisasi Kamseltibcar Lantas kepada kru bus dan penumpang yang akan masuk wilayah hukum Polres Magetan. “Yang lewat jalur tembus Cemorosewu Sarangan agar berhati-hati. Gunakan gigi kecil, tidak mengandalkan rem saja,” terangnya. Selain itu, semua pengendara harus memperhatikan rambu-rambu termasuk ketika memasuki tikungan tajam dan menanjak serta turun. Dikhawatirkan sewaktu waktu terjadi longsor dan hujan lebat. “Kendaraan selalu diteliti kelayakannya sehingga tingkat musibah bisa ditekan seminim mungkin. Yang nggak punya SIM dilarang mengendarai kendaraan,” tegasnya. (alv/mt/epe)
Ponorogo, Memorandum Anggota Polsek dan Koramil Badegan bersama masyarakat bersinergi dengan gotong royong merehab rumah Mbah Kasih (82), warga RT 07/RW 01, Dukuh Badegan, Desa/ Kecamatan Badegan sejak 27 Desember 2019. Hasilnya, dalam kurun waktu 2 hari, kondisi rumah yang sebelumnya tidak layak kini bisa ditempati dengan tenang. “Rehabilitasi rumah mulai dikerjakan pada 27 Desember dan pada 29 Desember sudah finishing,” jelas Kapolsek Badegan AKP Suwoyo melalui Wakapolsek Ipda Munadi kemarin. Diaa menambahkan, serah terima rumah hasil rehab juga dihadiri Danramil Badegan, kepala desa, dan komunitas Ponorogo Peduli. Kerja bakti dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap Mbah Kasih yang hidup sebatang kara. Karena tidak memiliki pengasilan sendiri, kebutuhan hidup sehari-hari tergantung pemberian tetangga dan pihak lain yang peduli. Rehabilitasi rumah sebenarnya sudah dilakukan tetangga sekitar sebelumnya. Namun roboh setelah diterjang hujan dan angin kencang pada saat pengerjaan. AKP Suwoyo mengatakan, kegiatan ini merupakan kewajiban setiap anggota Polri khususnya anggota Polsek Badegan untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, membantu meringankan beban warga. “Semoga rumah Mbah Kasih bisa ditempati dengan nyaman setelah direhabilitasi,” harap kapolsek. (ji/mt/epe)
FOTO: MEMORANDUM/JI
FOTO: MEMORANDUM/ALV
Sinergi TNI-Polri Rehab Rumah Mbah Kasih
Pengerjaan rehab rumah Mbah Kasih dikerjakan secara gotong royong oleh TNI-Polri dibantu warga sekitar.
Magetan, Memorandum Pelaksanaan Raya Fest 2019 menyambut peringatan Natal 2019, Sabtu (28/12) malam, berjalan aman dan lancar berkat pengamanan terpadu Polres Magetan. Pengamanan agenda yang digelar di GOR Ki Mageti yang ada di pusat kota ini, menurut Kasatsabhara AKP Suprapto dengan mengerahkan ratusan personel. “Dipimpin Kabag Ops, Kasubagbin Ops AKP Munir juga kasatsabhara dan Kapolsek Kota AKP Iin Pelangi. Personel yang dilibatkan selain dari sabhara, juga satlantas, intel, dan gabungan polsek jajaran,” terangnya kemarin. Menurut AKP Suprapto, total anggota yang dilibatkan 149 personel. Hal ini dilakukan untuk antisipasi ganguan Kamtibmas mulai dari halaman parkiran, pintu masuk, dan tribun penonton. Selain itu untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas pihaknya juga melakukan PAM arus lalin. (ack/mt/epe)
LAMONGAN-TUBAN-BOJONEGORO
SENIN WAGE, 30 DESEMBER 2019 HALAMAN 15
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Bojonegoro, Memorandum Ibu muda asal Desa Bayemgede, nekat bunuh diri dengan menabrakkan tubuhnya ke kereta api (KA) tanpa palang pintu, Minggu (29/12). Aksi tersebut dilakukan di jalur rel KA jurusan Surabaya-Bojonegoro, tepatnya di Dusun Grenjeng Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno. Korban diketahui bernama Nurul Fitria (25), warga Dusun Trasah RT 5 RW 1 Desa Bayemgede, Kecamatan Kepohbaru. Korban sebelumnya terlihat tiduran di rel KA. Peristiwa ini membuat geger warga sekitar. Aksi ini juga dibenarkan warga dan masinis KA. Selama ini korban tinggal bersama suaminya di Dusun Pagak Desa Sugihwaras Kecamatan Kepohbaru. “Kayaknya orang mau bunuh diri, sengaja tiduran di rel tadi,” kata warga sekitar, Siswanto saat dikonfirmasi, kemarin. Kapolsek Baureno AKP Marjono membenarkan ada wanita menabrakkan diri ke KA saat melintas. Itu diketahui setelah memeriksa saksi-saksi. “Dari keterangan saksi, korban sengaja tidur di rel kereta api dan diduga akan bunuh diri,” jelas kapolsek kepada detik.com. Informasi yang dihimpun sebelumnya korban sering melakukan percobaan bunuh diri di rel KA. Namun sering diketahui warga, sehingga korban berhasil selamatkan. “Infonya korban juga pernah mau nabrak sepur, tapi ketahuan warga dan diangkat meski meronta,” tambah kapolsek. Sementara Sahidan, Security Stasiun KA Kecamatan Baureno mendapat laporan dari masinis Didik bahwa KA barang berloko CC 2061510 jika ada orang menabrakkan diri ke KA. Jenazah korban langsung dievakuasi petugas untuk divisum di RSUD Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro, kemudian diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. (*/har/ mik)
Januari 2020, Kapal Blue Sea Jet Berhenti Beroperasi Gresik, Memorandum Per 10 Januari 2020 mendatang, kapal Blue Sea Jet 1 berhenti beroperasi. Padahal, kapal tersebut terbilang baru. Namun, belum genap setahun sudah memutuskan berhenti beroperasi. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Gresik Nanang Setiawan mengatakan, kapal tersebut beroperasi mulai Mei 2019 yang dikelola oleh PT Samudera Tujuh. Ada dua alasan Kapal itu berhenti beroperasi. Pertama, operasional kapal jenis ini lebih mahal dari pada kapal Expres Bahari dan Natuna Expres. “Kapal itu boros dalam BBM dan kedua rawan terhadap lumpur. Padahal sedimentasi pelabuhan Gresik itu tinggi serap dan peralatan mesinnya juga lebih mahal. Juga berupaya menjualkan ke pihak lain” jelasnya, Minggu (29/12). Surat pemberitahuan terkait berentinya kapal Blue Sea Jet 1 dari PT Samudra Tujuh telah diterima. Selain dua alasan tersebut dalam isi surat, alasannya memang karena kurang lancar, sehingga kapal Blue Sea Jet di Gresik mengalami kerugian. Kapal tersebut sudah dilakukan penawaran kepada beberapa peminat pada bulan Desember 2019 ini. Kemudian memutuskan untuk melepas kepemilikan sebelumnya dari PT Samudra Tujuh ke pemilik baru. Wakil Direktur PT Samudra Tujuh kapal Blue Sea Jet 1, Mustain mengatakan benar jika sudah memberitahukan ke Dishub terkait berhentinya operasi kapal jenis itu per 10 Januari 2020 nanti. “Memang benar tanggal 10 berhenti, insyallah ada penggantinya,” singkatnya. Ketua Fraksi NasDem DPRD Gresik, Musa mengatakan berhentinya operasi Kapal Blue Sea Jet 1 mendatang sangat disayangkan. “Sebab, sejak adanya kapal tersebut bisa mengurangi beban penumpang yang menumpuk atau terlantar di Pelabuhan Gresik atau Bawean,” ujarnya. Sekedar diketahui kapal penumpang Blue Sea Jet 1 dalam melayani penumpang persiapan Natal dan tahun baru 2020 (Nataru), sudah memuat penumpang, rata-rata 300 penumpang. (dri/har/mik)
LOWONGAN WARTAWAN Dibutuhkan wartawan Penempatan wilayah GRESIK dan TUBAN
Persyaratan: Surat Permohonan Lamaran Ijasah S1 atau Yang Berpengalaman Jurnalis Pas Photo 4×6 SKCK dari Kepolisian Contoh tulisan (2 berita krimimal dan Pemerintahan)
Lamaran kirim ke Alamat Perum Graha Bunder Asri Jl. Emerald VI No 3, Kembangan, Kebomas-Gresik atau email : Skhmemorandum.86@gmail.com cc hardy86ae@gmail.com
Kasubbag Humas Polres Lamongan AKP Djoko Bisono menerangkan, hilangnya motor korban terjadi pada Senin (23/12). Motor Mio Soul GT nopol S 5842 LM milik korban diparkir di teras rumah usai makan siang. “Sekitar pukul 15.00 korban pulang, namun sudah tidak mendapati sepeda motornya yang diparkair di depan rumah,” ujar mantan Kasstreskoba Polres Lamongan ini, Minggu (29/12) pagi. Kronologisnya, Senin, (23/12) sekitar pukul 08.00, korban bekerja di pos kamling
menggunakan motor sebagai trasnsportasi. Kemudian pukul 11.00, korban pulang untuk makan siang dan salat duhur. Selesai makan siang dan salat kemudian kembali bekerja dengan jalan kaki. Merasa motornya hilang, kata Djoko, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke polsek Babat. Empat hari kemudian ketika korban melihat postingan di medsos melihat sepeda motor milik korban ditawarkan untuk di jual. Dengan cepat korban melapor ke Polsek Babat. Setelah mendapatkan lapo-
ran, anggota polsek langsung bertindak dan melakukan transaksi dengan seseorang yang menawarkan sepeda motor tersebut. “Setelah disepakati, petugas kepolisian yang menyamar bertemu di pasar Jenu, Tuban, dan sepakat untuk bertemu dan transaksi di warkop Desa Jenggolo, Kecamatan Jenu, Tuban, dengan pura-pura sebagai pembeli,” tegasnya. Saat ini, tersangka sedang menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut. “Sudah ditahan di Mapolsek Babat mas, sekarang penyidikan,” pungkasnya. (al/har/mik)
FOTO: MEMORANDUM/ALI
Ibu Bayemgede Nekat Tabrakkan Diri ke Kereta
Lamongan, Memorandum Hadi Utomo (47), warga Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, diringkus anggota Polsek Babat gara-gara mencuri motor milik penjaga pos kamling, Sukardi (46), warga Jalan Pramuka.
Hadi Utomo bersama barang bukti di Mapolsek Babat.
Pasutri Paciran Tewas Diseruduk Minibus Lamongan, Memorandum Pasangan suami istri (pasutri), Mahzuri (41) dan Nanik Fitriyah (37), asal Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, tewas di jalur pantura tepatnya di Desa Plososowahyu, Kecamatan Lamongan, setelah diseruduk minibus Calya nopol N 1365 FR, Sabtu (28/12) pagi. Kronologi kejadian tersebut bermula saat korban melaju dari arah timur menuju barat, atau dari arah Lamongan menuju Babat. Sesampainya di TKP, korban ditabrak minibus yang dikemudikan Farouq Ananta (41), warga asal Kabupaten Sidoarjo. Diduga, sopir minibus mengantuk hingga oleng ke sebelah kiri dan menghantam Honda Vario S 6139 MO yang dikendari korban. Tabrakan yang cukup keras itu, membuat motor yang dikendarai korban nyungsep di roda truk gandeng yang sedang parkir di kiri jalan. Sementara kedua korban terpental puluhan meter, hingga mengakibatkan luka parah dan meninggal dunia ditempat. Kasatlantas Polres Lamongan AKP Danu Anindhito Kubcoro Putro menjelaskan, kejadian bermula saat minibus berjalan dari timur ke barat dengan kecepatan lebih kurang 80 per jam. Mendekati TKP, pengemudi mengantuk
FOTO: MEMORANDUM/ALI
Jenazah korban masih berada di sekitar rel KA Dusun Grenjeng.
Jual Motor Curian di Medsos, Masuk Bui
Petugas kesehatan dibantu masyarakat mengevakuasi korban.
sehingga oleng ke kiri, bersamaan itu di depannya arah yang sama berjalan sepeda motor yang dikendarai korban. “Akhirnya terjadi tabrakan dan sepeda motor terdorong ke kiri bersamaan itu di bahu jalan sebelah kiri parkir truk
gandeng dengan pengemudi Bagus Surono, hingga sepeda motor menabrak truk parkir tersebut, dan mengakibatkan korban mengalami luka dan meninggal dunia di TKP,” jelas perwira polisi dengan tiga balok di pundak ini.
Alumnus Akademi Kepolisian 2008 ini menegaskan, untuk korban Mahzun mengalami cidera organ dalam dan korban Nanik mengalami cidera kepala. Petugas kepolisian belum bisa menetapkan tersangka penabrak, karena
Makam Sunan Prapen Tertimpa Pohon Gresik, Memorandum Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang hingga menimpa cungkup makam Sunan Prapen di Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas, Jumat (27/12) malam lalu. Sebelum dievakuasi, saat ini pohon disangga menggunakan bambu terlebih dahulu. Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Gresik Zurron Arifin mengatakan, jika sejauh ini belum ada upaya untuk menebang pohon yang menimpa salah satu cagar budaya tersebut. “Karena kami masih menunggu arahan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan. Sebab cungkup ini termasuk cagar budaya. Jika langsung dilakukan penebangan, dikhawatirkan akan merusak nilai sejarah dari cungkup
Cungkup Sunan Prapen di Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas.
tersebut,” jelasnya, kemarin. Pohon berdiameter satu meter lebih itu tumbang dan menimpa sebagian bangunan cagar budaya di komplek makam Sunan Prapen, keturunan Sunan Giri. Diketa-
IKLAN KEHILANGAN HILANG STNK SPD MTR: S-2453-KR. NK.MH1JB31185K103356. NS.JB31E1102030. AN. SUGENG WIDODO D/a: DS. NGUWOK RT/RW.13/O6. KEC. MODO KAB.LAMONGAN HILANG STNK SPD MTR: S-6324-KZ. NK. MH1JBC123BK308300. NS. JBC1E2257239. AN.JAPAR. D/a: DS.PATAAN RT/RW.25/10. KEC. SAMBENG KAB.LAMONGAN HILANG STNK SPD MTR: S-6522-LJ. NK.MH1JB913XCK099361. NS.JB91E3088153. AN. ZUHRON. D/a: DS. KARANGANOM. RT/RW. 08/04 KEC. KARANGBINANGUN KAB.LAMONGAN
hui tidak ada korban jiwa saat peristiwa tersebut terjadi. “Personel DLH pagi tadi (Minggu,red), sudah kami terjunkan beserta peralatan dan angkutan untuk menyangga pohon. Atas arahan BPCB Trowulan agar dilakukan penyanggaan terlebih dahulu. Sebelum dilakukan penebangan dan perbaikan,” tambahnya. Sekadar diketahui, media penyangga pohon yang menimpa bangunan bersejarah ini menggunakan bambu. Pihaknya memastikan, Senin (30/12) atau Selasa (31/12) baru dilakukan evakuasi pohon tersebut. (dri/har/mik)
masih proses penyidikan. “Saat ini pengendara minibus sedang kami mintai keterangan, jika nanti hasil pemeriksaan cukup bukti, maka bukan tidak mungkin akan jadi tersangka,” pungkas mantan Kasatlantas Polres Bangkalan ini. (al/har/mik)
Jebakan Tikus Makan Korban
FOTO: MEMORANDUM/ANDRIYANTO
FOTO: MEMORANDUM/IST
KEPALA BBIRO: Supardi (Hardy). LAMONGAN: M Nur Ali Zulfikar. BOJONEGORO: Sutopo. IKLAN/PEMASARAN: Wahyudi. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 0313959494- 085311868686
Gresik, Memorandum Jebakan tikus di lokasi persawahan kembali menelan korban jiwa. Kali ini, korban bernama Naim (66), petani asal Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, tewas akibat tersengat aliran listrik di sawahnya sendiri. Mayat lelaki paruh baya itu ditemukan pada Minggu (29/12) sekitar pukul 04.30 dalam posisi terbaring di sawah. Kali pertama mayat tersebut ditemukan oleh istri korban, Aslikah. Melihat suaminya tergeletak, perempuan 58 tahun itu lantas meminta tolong kepada Nurudin dan Fery. Selanjutnya oleh kepada desa setempat dilaporkan ke Polsek Sidayu. “Selanjutnya korban kami bawa ke Puskesmas untuk diperiksa secara medis di bang-
ian jari kaki,” kata Kapolsek Sidayu AKP Achmad Said, Minggu (29/12). Setelah menjalani pemeriksaan luar secara medis, jenazah dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan. Sementara pihak keluarga telah membuat surat pernyataan tidak menuntut siapapun. “Keluarga sudah mengikhlaskan,” kata mantan Kapolsek Bungah tersebut. Disampaikan, sejumlah anggotanya telah diterjunkan untuk melakukan olah tampat kejadian perkara (TKP) dan telah memasang garis polisi. Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan. “Korban ini terpleset atau jatuh tidak ada yang tahu,” pungkasnya. (an/har/mik)
Petugas membawa korban ke rumah duka.
GRESIK-PANTURA
SENIN WAGE, 30 DESEMBER 2019
WEBSITE: memorandum.co.id ď Ž EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 16
KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Syaifuddin Anam, Hardy, M Amin Alamsyah. Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEP
Jalan Licin, Dua Pemotor Tewas Terlindas Truk LAKONE
Kedua perempuan ini terlindas setelah berusaha mendahului truk nopol H 1937 BN dari sisi kiri yang dikemudikan Abd Rosyid (26), warga Desa Wukirharjo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. Informasinya, motor Vario bernopol W 6221 HM yang dikendarai korban oleng karena jalanan licin. Nahasnya, mereka berdua jatuh tak jauh dari truk sehingga memudahkan korban terlindas pada bagian ban sebelah kiri. Salah satu saksi mata, Khoiru-
Keseimbangan
Warga mengevakuasi korban tewas ke dalam mobil ambulans untuk dibawa ke RSUD Ibnu Sina.Â
kedua korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina un-
tuk divisum. Arus lalu lintas kembali normal setelah macet
akibat kecelakaan tersebut,� pungkasnya. (dri/har/mik)
Polres Lamongan Tes Urine Sopir Angkutan Umum
Polisi Belum Temukan Identitas Korban Pembunuhan Gresik, Memorandum Identitas mayat laki-laki yang ditemukan di selokan dekat Tol Kebomas Sabtu (29/12) masih misteri. Hingga saat ini jenazah korban masih berada di kamar mayat RSUD Ibnu Sina Gresik untuk proses identiďŹ kasi. Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Panji P Wijaya menyampaikan, sampai saat kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Identitas korban juga belum diketahui. “Masih belum diketahui identitasnya,â€? kata Panji, Minggu (29/12). Dikatakan, korban masih berada di kamar jenazah RSUD Ibnu Sina. Hal itu supaya kondisi mayat tidak rusak untuk kepentingan penyelidikan. “Kami sudah sebar informasi mungkin ada yang kenal dengan korban,â€? imbuhnya. Korban ditemukan oleh Suhari seorang pengemudi Grand Max W 1355 TJ dalam kondisi setengah telanjang di selokan dekat Tol Kebomas. Hanya mengenakan baju bermotif kotak-kotak. Leher korban juga terlilit tali. Di lokasi juga ditemukan sejumlah barang diduga milik korban. Diantaranya, bungkusan kain warna hitam yang terikat di jari tengah sebelah kanan. Di dalam kain itu berisi 3 batu akik, 1 keris dengan sarungnya. Kemudian, 1 koin tiara dewata, 1 koin 20 sen Australia, 1 siung babi, 1 ikat patahan lidi dan 1 kertas bertuliskan rajah. (an/har/mik)
Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung yang memimpin operasi secara langsung mengatakan, kegiatan ini sebagai rangkaian operasi Lilin Semeru menjelang tahun baru 2020. Serta berkaca dari kecelakaan bus Sriwijaya yang menewaskan kurang lebih 35 penumpang. “Kami ingin pastikan para sopir yang membawa nyawa puluhan orang bebas narkoba dan pengaruh alkohol. Mengingat sangat berbahaya jika mereka mengkonsumsi dua barang yang dapat membuat orang hilang kendali ini,� ujar alumnus Akademi Kepolisian 1999 ini., Minggu (29/12) siang. “Alhamdulillah, dari hasil pemeriksaan kesehatan dan urine
tadi, tidak ditemukan sopir yang mengkonsumsi narkoba maupun yang sedang mengkonsumsi alkohol,� tambah pria asal Kota Sukabumi ini. Berdasarkan hasil pemeriksaan kendaraan, kata Feby, ditemukan satu bus yang sudah tidak layak beroperasi tapi dipaksakan jalan demi meraup keuntungan, tanpa memikirkan keselamatan penumpang. “Dari hasil pemeriksaan kelayakan kendaraan yang kami lakukan bersama Dishub dan Organda tadi, ada satu bus antar provinsi yang tidak layak dan terpaksa kami tahan di terminal, sampai ada komitmen perbaikan,� ujar perwira dengan dua melati di pundak ini. Feby menegaskan, pihakn-
FOTO: MEMORANDUM/ALI
Lamongan, Memorandum Sebagai upaya memastikan sopir angkutan umum bebas narkotika, petugas gabungan Lamongan melakukan tes urine bagi sopir bus dan angkutan umum di Terminal Lamongan, Sabtu (28/12) pagi. Kegiatan tes urine ini dilakukan oleh petugas gabungan dari polres, Dishub dan Organda juga melakukan kelayakan bus dan angkutan umum. Kendaraan yang menjadi sasaran utama adalah bus antar kota dalam provinsi dan luar provinsi. Sopir angkutan dalam kota juga turut menjadi sasaran operasi. Operasi dilaksanakan sebagai upaya untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan dan menjaga keselamatan penumpang.
Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung bersama Kasatreskoba Iptu Ahmad Khusen memantau pemeriksaan urine.
ya akan terus melakukan razia serupa kepada bus-bus yang setiap hari melintasi kota Lamongan. Pasalnya ada dugaan banyak bus yang sudah tidak layak pakai dan tidak terawat masih tetap digunakan.
“Ini perusahaan bus harus lebih memperhatikan kendaraannya, jangan berďŹ kir tentang keuntungan saja. Ini menyangkut nyawa banyak dari para penumpang,â€? pungkas pria ramah ini geram. (al/har/mik)
Beri Rasa Aman dan Nyaman, Polisi Jaga Tempat Wisata dan Obvit Tuban, Memorandum Memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang sedang menikmati liburan akhir tahun di tempat wisata, adalah tugas kepolisian. Hal ini pula yang ditunjukkan anggota Polsek Rengel, Polres Tuban pada Minggu (29/12). Di beberapa tempat wisata yang ada kolam renangnya, korps baju coklat ini berjaga-jaga dan mengimbau kepada para orang tua agar tetap mengawasi anak-anaknya yang berenang. nKapolsek Rengel AKP Yani Susi-n lo mengingatkan n kepada wisatawan lokal, agar menja-ga putra-putrinya juga mengawasi barang bawaanya. “Waspada kepada orang-orang yang mencurigakan. Apabila mendapati hal tersebut agar segera laporkan kepada security setem-
FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO
FOTO: MEMORANDUM/ALI
AKP Mukhamad Fadelan SH, Kasatsabhara Polres Lamongan menekankan tentang pentingnya keseimbangan dalam menjalani hidup. Menurutnya, segala sesuatu di dunia ini tidak bisa berjalan dengan baik tanpa adanya keseimbangan. “Kita harus bisa menyeimbangkan hubungan dengan Allah SWT dan hubungan sesama manusia. Selain itu segala sesuatu yang telah diberikan Allah harus selalu di syukuri, jangan sampai mengkufuri,� ungkapnya kemarin. Perwira dengan tiga balok di pundak ini juga menegaskan tentang pentingnya memberikan contoh yang baik bagi keluarga, anggota kedinasan serta bermanfaat bagi masyarakat banyak. Karena tujuan utama hidup di dunia adalah untuk hal tersebut. Bapak satu anak ini, juga selalu berusaha selalu menyenangkan orang lain, apabila tidak bisa melakukan itu, ia berprinsip minimal jangan sampai menyakiti orang lain. “Dalam hidup saya, orang tua adalah sumber inspiratif dalam menjalani kehidupan ini, banyak ilmu dan pengalaman hidup yang saya peroleh dari mereka� pungkas pria yang mempunyai hobi Scuba Diver tersebut. Mukhamad Fadelan (al/har/mik)
din mengatakan, kedua korban mengendarai motor menuju ke arah barat. Tepat di depannya dari arah yang sama melaju truk. “Pas di depan masjid, mungkin kesenggol atau apa yang jelas mereka berdua jatuh ke kanan dan terlindas truk dari belakang. Kejadiannya pukul 10.00,� katanya. Kanitlaka Satlantas Polres Gresik, Ipda Yossy Eka Prasetya mengatakan, kedua pengadara motor tersebut tidak menggunakan helm dan tidak memiliki SIM. “Setelah peristiwa tersebut,
FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ ANDRIYANTO
Gresik, Memorandum Dua pemotor tewas terlindas truk di Jalan Raya Pantura, Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Minggu (29/12). Mereka, Khalifatun Ilmiah (18) dan Nur Fitrianti (11), warga Desa Campurejo, Kecamatan Panceng.
ran agar tetap menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menikmati liburan di tempat wisata,. “Tuga kita tetap menjaga masyarakat dan melindungi serta mengayomi,� tegas mantan Kasubdit Jatanras Polda Jawa Tengah.
ĂŁ
äã
,¨ $
Sua Suasana tempat wisata yang dijaga anggota Polsek Rengel, Po Polres Tuban.
p atau ke kami,� pat k kata perwira dengan p pangkat tiga balok di pundak itu. Tak hanya itu, lanjut Yani, meminta agar petugas parkir mengawasi kendaraan para pengunjung. “Tujuanya adalah, supaya tidak terjadi tindak kriminalitas
“harapnya. “Untuk mengantisipasi, kita juga terus melakukan patroli secara intens. Supaya masyarakat merasa aman dan nyaman berkunjung ke tempat wisata musim liburan ini,� tandasnya. Sementara Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono, menekankan kepada seluruh jaja-
Khususnya, tegas Nanang ditempat wisata dan obyek vital (obvit) bagian dari yang menjadi perhatian seluruh jajaran. “Intinya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, “perintah alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2000. (top/har/mik)
Rdk`l`s
+DUL 1DWDO c`m
7DKXQ %DUX
Angka Perceraian di Gresik Tinggi, Kapolres Prihatin Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo bersama istri, Ny Cut Laura Kusworo, menghadiri seminar pranikah. FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM
Gresik, Memorandum Angka perceraian di Kota Pudak terbilang cukup tinggi. Di wilayah Jawa Timur misalnya, Gresik menempati urutan ke lima. Tak ayal jika hal itu memantik perhatian orang nomor satu di Polres Gresik AKBP Kusworo Wibowo beserta istrinya Ny Cut Laura. Alumnus Akpol 2000 itu menilai, tingginya angka perceraian karena calon pengantin kurang persiapan dalam membangun rumah tangga. Penyebab lainnya, pernikahan juga hanya berdasar penilaian ďŹ sik. “Menikah itu tidak hanya berdasarkan cantik maupun tampan saja. Karena lama-lama semua itu bisa pudar,â€? ujar mantan Kapolres Jember itu ketika mengisi seminar pranikah bersama himpunan mahasiswa Islam (HMI) Gresik, kemarin. Dia mengatakan, dalam sebuah rumah tangga harus bersikap dewasa. Harus bisa memberikan solusi jika tertipa suatu masalah. Selain itu, keluarga harus menjadi prioritas utama dalam kehidupan.
“Meskipun saya capek bekerja, keluarga tetap jadi prioritas,� imbuhnya. Se m e n t a ra i t u , Ke t u a Bhayangkari cabang Gresik, Ny Cut Laura Kusworo menambahkan, untuk membangun rumah tangga yang ideal, pasangan suami istri harus mempunyai satu pandangan yang sama. Selain memiliki satu visi yang sama, pernikahan juga harus sehat. Keduanya harus saling jujur, saling percaya, dan prioritas terhadap pasangan. “Semoga kegiatan ini menjadi pelajaran bagi adik-adik
sekalian. Bahwa pernikahan tidak hanya sekadar saling suka.
Tapi harus punya tujuan bersama,� pungkasnya. (an/har/mik)
Atch Q`g`qin+ RG J@CHR