Skip to main content

MEMORANDUM EDISI 28 DESEMBER 2019

Page 1

BERLATIH SILAT BABLAS AKHIRAT BACA DI HALAMAN 6

SABTU PAHING, 28 DESEMBER 2019

HARGA Rp 3.500,-

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com .com

REKAM JEJAK PEMBUNUH JANDA LAKARSANTRI YANG DITEMBAK MATI

SERTIFIKA T

P ER S WAN DE

PENJAHAT KAKAP IBU KOTA

Surabaya, Memorandum Riandi Prastiawan alias Andi Prasojo alias Slamet Handoyo (36), tersangka terakhir otak komplotan perampokan dan pembunuhan janda Lakarsantri ternyata penjahat kelas kakap ibu kota.  Bersambung ke halaman 7 

Pada 2016 tersangka ditangkap anggota Polsek Gubeng atas kasus kepemilikan sajam. Hal tersebut juga bisa disangkut pautkan dengan jenis kriminal yang menjerat tersangka yakni spesialis curas.

Diktator Baik

KOMBESPOL SANDI NUGROHO Kapolrestabes Surabaya

Oleh: Dahlan Iskan FOTO: MEMORANDUM/DANNY

B

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho didampingi Kasatreskrim AKBP Sudamiran memamerkan barang bukti milik Riandi Prastiawan alias Andi Prasojo alias Slamet Handoyo.

Rugikan Negara Rp 8,4 Miliar Surabaya, Memorandum Pengadaan bantuan kambing etawa di Pemkab Bangkalan pada 2017 berbuntut adanya kerugian negara senilai Rp 8,4 miliar.  Bersambung ke halaman 7 

KRONOLOGI KEJADIAN

Semula Erick mengendarai motor bernopol L 3928 XU dari selatan menuju utara. Setiba di lokasi, mendadak korban terserang kantuk hingga kendaraannya hilang kendali.

FOTO: MEMORANDUM/INDRA

Anggota Satlantas Polrestabes Surabaya mendampingi korban di rumah sakit.

A GR

FIS

:M

Tertipu Ojol WASPADAI aksi penipuan yang memanfaatkan sejumlah layanan. Seperti yang dialami Maia Estianty, harus tertipu hingga dua kali. Mantan istri Ahmad Dhani ini merasa geram karena dikibulin oleh oknum driver ojek online (ojol).  Bersambung ke halaman 7 

+

Meng, menurut PWI Jatim, peran media massa pada pilwali cukup penting.

-

Ya jelas iya dong, kalau ada yang butuh pasang iklan, dipasang di mana hayo?

Si Mameng (Agen iklan mata duiten)

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Maia EsƟanty

O

DU

M/

AZ

IZ

Apesnya, motor nyelonong dan menabrak mobil milik Hadili yang terparkir di tepi jalan. Akibat kecelakaan itu membuat Erick mengalami luka dan harus dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Jatim.

Ibu RT Selipkan SS Dalam Kutang

Tim Supervisi Cek Personel Pospam Nataru Surabaya, Memorandum Petugas jaga pos pengamanan (pospam) Natal dan Tahun Baru (Nataru) Polsek Krembangan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak di Jalan Tanjung Sadari menerima kunjungan Tim Supervisi dari Pusdokkes Mabes Polri, Jumat (27/12) pukul 10.00. Kedatangan Tim Supervisi yang dipimpin Kombespol dr Budi dan AKBP dr Hanafi diterima Kapospam AKP Anang Singgih. Tujuan tim untuk melakukan  Bersambung ke halaman 7 

EM

N RA

Tim supervisi Mabes Polri yang dipimpin Kombespol dr Budi mengunjungi pospam Nataru Polsek Krembangan di Jalan Tanjung Sadari.

Surabaya, Memorandum Suami ditahan gegara narkoba, membuat Siti Romlah (42), banting tulang menghidupi keluarganya. Namun cara yang dilakukan salah. Wanita ini ternyata meneruskan bisnis suaminya berjualan sabu di rumahnya. Hanya saja, apa yang dilakukan Romlah terendus anggota Reskrim  Bersambung ke halaman 7 

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Surabaya, Memorandum Diduga mengantuk, seorang pemotor menabrak mobil yang sedang berhenti (parkir) di tepi Jalan Ahmad Yani, Jumat (27/11) dini hari. Dari informasi yang dihimpun, motor bernopol L 3928 XU itu dikendarai Erick Frans Elfis (37), warga Jalan Dacota VI, Putat Jaya. Sedangkan mobil Suzuki  Bersambung ke halaman 7 

KOMBESPOL BUDI INDRA DERMAWAN Dirlantas Polda Jatim

Mantan Kepala BPKAD Syamsul Arifin dan mantan Plt Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Mulyanto Dahlan disidang di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Ngantuk, Pemotor Tabrak Mobil Parkir

Surabaya, Memorandum Antisipasi perayaan pergantian tahun dengan berkendara memakai knalpot brong, Ditlantas Polda Jatim mulai merazia motor berknalpot brong. Razia tersebut merupakan bagian dari operasi Lilin Semeru 2019.  Bersambung ke halaman 7 

Ini semata-mata untuk menjamin keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang akan merayakan tahun baru.

Dua Pejabat Pemkab Korupsi Kambing Etawa FOTO: MEMORANDUM/FERRY

entrok di Hongkong jalan terus. Kini sudah memasuki bulan ke-7. Yang menang: Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen. Gara-gara demo besar di Hongkong itu nama Ing-wen pulih lagi. Padahal namanyi sudah jatuh habis. Setahun lalu. Partai yang dipimpinnyi kalah total. Di Pilkada serentak tahun lalu. Dia kalah hampir di seluruh Taiwan. Ing-wen sudah sempat bicara akan mengundurkan diri. Dan tidak akan maju lagi di Pilpres 11 Januari 2020.  Bersambung ke halaman 4 

Razia Knalpot Brong pada Pergantian Tahun

Siti Romlah

PENYESALAN AYAH YANG ANAKNYA TENGGELAM DI DUNIA LGBT Έ1Ή

Kedatangan Mertua yang Bercita-cita Menimang Cucu Perempuan Seorang pembaca setia Sejuta Kisah Rumah Tangga Memorandum menelepon. “Anak bungsu saya. Dia berdandan seperti perempuan dan pada suatu malam menyelinap keluar rumah,” kata pembaca tersebut, sebut saja Fandi. Yuli Setyo Budi, Surabaya

“Maksud Bapak menelepon Memorandum?” “Saya ingin berbagi. Agar para orang tua waspada terhadap perilaku anak-anak mereka dan segera mengambil sikap sebelum semua terlambat,” kata Fandi dengan suara lirih dan bernuansa sedih. “Sejak kapan anak Bapak berper-

PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera  SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986  PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390  REDAKSI: 031-8275390  FAX: 031-8291078

ilaku seperti itu?” “Sulit mengatakan. Yang jelas, saat masih kecil dia memang pernah diperlakukan seperti itu oleh mertua dan istri saya.” “Sekarang di mana dia?” “Itulah masalahnya. Dia kabur sekitar dua pekan yang lalu dan sampai sekarang belum kembali.”  Bersambung ke halaman 7 


SIDOARJO

SABTU PAHING, 28 DESEMBER 2019 HALAMAN 2

WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BIRO: JJokosan. WARTAWAN: HM Darianto, HM Shoumu, Heriyawan, Ludy Eko. PEMASARAN/IKLAN: Dedi, Iswin, Jim Darwin, Sulton, Medi. TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com

Minta H Usman Dijatuhi Sanksi Akibat Pernyataan saat Jumpa Pers di Pendopo

FOTO: MEMORANDUM/WIN

Apa yang dilontarkan H Usman, benar-benar membuat geram anggota DPRD Sidoarjo. Hingga, mereka pun mendesak Ketua Badan Kehormaatan (BK) DPRD Sidoarjo, untuk mengklarifikasi hingga memberikan sanksi kepada H Usman. HWidagdo, anggota DPRD Sidoarjo dari Fraksi Gerindra, menyerahkan pengaduan tertulis kepada Ketua BK DPRD Sidoarjo, M Nizar SH, Senin (23/12). “Kami minta Ketua BK untuk mengklarifikasi sekaligus memberikan sanksi kepada saudara H Usman, sebagai Ketua DPRD Sidoarjo, atas pernyataannya yang cenderung merugikan kami sebagai anggota DPRD sidoarjo,” tandas dia. Secara khusus dia menjelaskan, setidaknya ada tiga kesalahan yang diperbuat oleh H Usman, di acara jumpa pres pada Jumat (20/12) lalu. Yaitu, dia mengatakan bahwa tiga fungsi lembaga DPRD adalah fungsi semu. Kedua, gaji (anggota dewan) habis untuk mengangsur (utangnya di bank), dan ketiga, komunikasi yang baik dengan eksekutif agar biaya politik balik. “Pernyataan saudara H Usman itu sangat menyakitkan kami sebagai anggota

dewan. Karena pernyataan itu membuka kepada publik, bahwa menjadi angota dewan itu sangat berat, karena banyak utangnya,” tukas mantan Kepala Desa Keret, Kecamatan Krembung tersebut. Bahkan dalam kesempatan itu, H Widagdo juga mengungkap jika pernyataan itu muncul, akibat skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk pembangunan RSUD Sidoarjo Barat, yang selama ini masih ditolak oleh sebagian besar anggota dewan. “Kita tahu kok, pernyataan itu muncul karena skema KPBU yang masih ditolak oleh sebagian besar anggota dewan. Ingat, kita tidak pernah menghambat pembangunan RSUD Barat, seperti yang selama ini selalui disampaikan bupati. Buktinya, kita sediakan anggaran di APBD. Yang kita tolak adalah skema pembiayaanya,” tandas dia. Karena itu, lanjut H Widagdo, dia mengusulkan agar Bupati Sidoarjo di-interpelasi (hak bertanya anggota dewan), lantaran menilai bahwa Bupati Sidoarjo dianggap layak untuk menjelaskan masalah tersebut kepada publik (baca: anggota dewan,red). “Sebaiknya, bupati Sidarjo kita interpelasi saja,” tegas dia.

FOTO: MEMORANDUM/SDM

Sidoarjo, Memorandum Pernyataan Ketua DPRD Sidoarjo drg H Usman MKes pada acara jumpa pers bersama bupati Sidoarjo, wakil bupati Sidoarjo, dan jajaran pejabat pemkab di pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, berbuntut pelaporan.

H Widagdo (kanan) menyerahkan surat pengaduan kepada Ketua Badan Kehormatan M Nizar SH.

Ketua BK DPRD Sidoarjo M Nisar SH mengakui telah menerima surat pengaduan dari H Widagdo. Legislator asal Partai Golkar itu pun berjanji akan merapatkan dulu secara internal, perihal pemanggilan Ketua DPRD Sidoarjo. “Akan saya rapatkan dulu secara internal dengan anggota BK yang lain. Nanti keputusan, apakah perlu dilakukan pemanggilan kepada yang ber-

sangkutan, akan kita putuskan setelah rapat internal itu. Saya sekarang tidak bisa bilang apa-apa,” kata dia. Sayangnya, Ketua DPRD Sidoarjo drg H Usman MKes terkesan enggan menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan koran ini. Saat dikontak, dia terkesan tak mau menjawab dan ditanya melalui pesan singkat juga tak dibalasnya. (sdm/jok/pi )

Kades Panggreh dan Istri Promosi Tanah Kaveling Sidoarjo, Memorandum Munculnya baliho berisi penjualan tanah kaveling di Sidoarjo, salah satunya baliho memasang gambar Kades Panggreh, Kecamatan Jabon, ditanggapi Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sidoarjo Susilo Effendy. Dia memberi saran kepada masyarakat, lebih baik teliti sebelum membeli. Saran tersebut diungkapkan karena banyak bermunculan kasus penipuan yang diduga dilakukan developer tanah kaveling/perumahan. “Sekarang ini user harus mengkroscek dulu jika mau beli. Apalagi kalau di lapangan tidak ada kegiatan. Jangan terkecoh ada baliho/ umbul-umbul dan brosur menarik, dengan promosi bunga 0%. Jadi masyarakat yang akan investasi perumahan harus berhati-hati,” ungkap Susilo kepada Memorandum. Masih kata Susilo, salah satu syarat developer harus punya modal besar, memiliki izin Perseroan Terbatas (PT). Jika developer Commanditaire Vennootschap/ Persekutuan Komanditer (CV) adalah badan usaha. “Kalau CV ditakutkan tidak jelas, cari developer yang sudah PT. Jadi teliti sebelum membeli hukumnya wajib,” lanjut Susilo. Dicontohkan oleh Ketua REI Sidoarjo, masyarakat jangan percaya jika ada promo penjualan perumahan atau apartemen dengan menampilkan foto pejabat atau tokoh masyarakat. “Pernah ada kasus penjualan apartemen di Sidoarjo menampilkan foto Pak Bupati Sidoarjo,” kata dia. Dari contoh penjualan apartemen dengan menggunakan foto Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, namun ujung-ujungnya bermasalah. Terkait penjualan kaveling di Desa Panggreh oleh CV Karunia Abadi, Contractor & Developer, NIP 662660661617000, menurut data dari Ketua REI Sidoarjo, developer tersebut belum terdaftar anggota REI. Kalau belum terdaftar, artinya statusnya ilegal. Menindaklanjuti berita sebelumnya di Memorandum, munculnya baliho promosi penjualan tanah kaveling, dengan memasang gambar Kades Panggreh, Kecamatan Jabon. Baliho tersebut menjadi perbincangan dan meresahkan masyarakat Jabon. Apalagi promosi juga dilakukan lewat HP pribadi Bu Kades Panggreh. Dengan tulisan “monggo yang minat kavelingan....” kata-kata promo penjualan tanah kaveling tertulis jelas. Namun sayangnya tidak dilengkapi dengan syarat dan persayaratan yang jelas. (win/jok/pi)

Sidoarjo, Memorandum Penjaringan calon Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Krembung, Kecamatan Krembung diduga terjadi ketiumpangan untuk mengarahkan calon pemenang “pesanan desa”. BPD yang merupakan lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, sudah disetting dari tahap penjaringan calon. Sehingga dalam proses pemilihan diduga ada unsur kecurangan. “Panitia pemilihan calon BPD ada empat orang saat pemilihan di Krembung Utara. Ironisnya panitia sudah melakukan pencoblosan atau menggunakan hak pilihnya lebih dari satu kali,” ungkap H Ali Mabruk Balhmar, salah satu tokoh masyarakat Desa Krembung. Ditambahkan, sebagai calon BPD yang saat itu mengikuti proses penjaringan. Dalam proses pemilihan yang terjadi pada

tanggal 23 Desember lalu, sempat terjadi deadlock karena ada unsur settingan satu panitia mempunyai hak pilih lebih dari satu kali. “Disaksikan Pak Muji sebagai perwakilan Kecamatan Krembung (Kasi Pem), mengatakan tidak boleh panitia mempunyai hak pilih lebih dari satu kali. Panitia pemilihan yang dipimpin Ketua Hery Widodo ada upaya pengkondisian,” kata pria yang akrab disapa Kaji Ali serius. Dari kesaksian warga yang diungkapkan Kaji Ali, panitia yang melakukan pemilihan lebih dari satu kali yakni Uce, Hendra, Yunanik, dan Kholid. Panitia pemilihan BPD Krembung menggunakan powernya dengan berbagai cara agar salah satu calon harus gagal terpilih. Di tempat terpisah, ketua panitia penjaringan calon BPD Hery Widodo saat ditemui Memorandum menuturkan, proses pemilihan dilakukan secara voting dan ada

Proses pemilihan di ruangan Balai Desa Krembung.

tiga calon. “Ada tiga calon penjaringan calon BPD wilayah Krembung Utara, yakni Kaji Ali, Ahmad Wahyudi, Puji Slamet. Dan yang menang AhmadWahyudi mendapatkan 34

suara,” ujar Hery Widodo. Masih menurut Hery, proses penjaringan calon BPD Krembung sesuai Peraturan Bupati nomor 47 tahun 2017 dan tata tertib dari panitia. Prosesnya dimulai dari tingkat RT, lalu RW hingga proses pemilihan di tingkat desa. Di Desa Krembung dalam proses penjaringan calon BPD terjadi empat daerah pemilihan, Barat, Timur, Selatan dan Utara. Ditambah satu orang perwakilan perempuan, total lima orang. BPD dapat dianggap sebagai parlemen-nya desa. BPD berfungsi menetapkan peraturan desa bersama kepala desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Namun bagaimana jika parlemen-nya desa yang terpilih orang-orang yang diduga sudah disetting untuk jadi? Sehingga dipastikan tidak ada yang kritis dan berani jika terjadi dugaan penyelewengan anggaran nantinya. (win/jok/pi)

Citra Harmoni, Satu-satunya Perumahan Bebas Narkoba Sidoarjo, Memorandum Upaya penanggulangan bahaya penyalahgunaan narkoba terus dilakukan Polresta Sidoarjo. Tidak hanya di lingkungan sekolah, kampanye bahaya narkoba dan antisipasi kenakalan remaja juga digiatkan ke wilayah permukiman di Kabupaten Sidoarjo. Setelah Maret 2019 lalu mendeklarasikan Kampung Bebas Penyalahgunaan Narkoba di Pesona Sekar Gading, Sekardangan, baru-baru ini mendeklarasikan Perumahan Citra Harmoni, Trosobo, Taman. Ini pertama kali, sebagai Perumahan Bebas Penyalahgunaan Narkoba. Yang mana di perumahan ini terdapat sekitar 8.000 warga, menjadi pioner bagi perumahan lainnya di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan ini dihadiri Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho,Wakapolresta Sidoarjo AKBP M Anggi Naulifar Siregar, pejabat utama dan Kapolsek jajaran Polresta Sidoarjo, Forkopimka Taman, BNNK Sidoarjo, tokoh agama, tokoh masyarakat, manajemen Citra Harmoni, dan warga Perumahan Citra Harmoni. Ditandai dengan penandatanganan deklarasi Perumahan Bebas Narkoba oleh Kapolresta Sidoarjo, disusul pelepasan burung merpati ke udara, maka resmilah Perumahan Citra Harmoni ini sebagai kawasan Perumahan Bebas Penyalahgunaan Narkoba. Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho, mengatakan, dirinya sebagai awal pencetus Kampung atau Perumahan Bebas

FOTO: MEMORANDUM/TON

Promosi Bu Kades melalui HP pribadinya.

FOTO: MEMORANDUM/WIN

Penjaringan Calon BPD Krembung, Panitia Dituding Tidak Demokratis

Kombespol Zain Dwi Nugroho menandatangani deklarasi perumahan bebas narkoba.

Narkoba. Karena keprihatinannya terhadap banyak penghuni tahanan di Sidoarjo, yang jumlahnya 70 persen adalah tersangka narkoba. Dan dari usia, adalah para generasi milenial, 17 sampai dengan 34 tahun.

“Karenanya setelah dideklarasikannya Perumahan Citra Harmoni sebagai kawasan bebas penyalahgunaan narkoba, akan banyak deklarasi kampung atau perumahan lainnya yang menyusul. Sehingga wilayah kita,

khususnya generasi muda kita dapat terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” jelas Kombespol Zain Dwi Nugroho. Sedangkan Ketua RT 40, Perumahan Citra Harmoni Feliks Danggur, mengatakan, warganya sangat tertantang untuk mewujudkan program Perumahan Bebas Penyalahgunaan Narkoba. Bahkan seluruh warganya juga sempat dilakukan tes urine oleh Polresta Sidoarjo dan BNNK Sidoarjo. “Alhamdulillah warga kami saat itu di tes urine hasilnya negatif. Kami bersih dari narkoba. Dari situlah kami kian termotivasi untuk turut serta menggelorakan pencegahan narkoba dan mensosialisasikan bahaya-bahayanya,” ujar Feliks Danggur. (ton/jok/pi)


EKBIS & PENDIDIKAN Produksi Kedelai Jatim Anjlok

SABTU PAHING, 28 DESEMBER 2019

Surabaya, Memorandum Petrokimia Gresik menyalurkan beasiswa sebesar Rp 1,9 miliar melalui program beasiswa petro (Bestro) kepada mahasiswa dan pelajar yang berasal dari Kabupaten Gresik. Upaya ini merupakan bagian dari tanggungjawab sosial perusahaan BUMN bidang pendidikan. Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Umum, Dwi Ary Purnomo di Gresik, mengatakan beasiswa ini juga wujud komitmen perusahaan untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar. Selain itu, juga sebagai dukungan Petrokimia Gresik untuk memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia melalui dunia pendidikan, serta implementasi program CSR yang selaras dengan visi pemerintah. “Kami memberikan beasiswa full cover untuk 11 mahasiswa S-1 dan 25 pelajar SMA/SMK asal Kabupaten Gresik melalui program ini,” kata dia. Dwi Ary Purnomo mengatakan, bantuan beasiswa ini juga merupakan usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar perusahaan melalui dunia pendidikan, sehingga nantinya mampu berkontribusi lebih baik kepada keluarga, masyarakat, dan bangsa. Dwi menjelaskan, penerima beasiswa adalah para pelajar dan mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi di sekitar perusahaan. Rinciannya, sebesar Rp 1.224.400.000 untuk beasiswa S1 dan Rp 675.000.000 untuk jenjang SMA/SMK. Sementara itu, berdasarkan surat perjanjian beasiswa S1 antara lain uang kuliah tunggal (UKT) yang diberikan setiap semester sebesar Rp 5.000.000. Kemudian biaya akomodasi, biaya hidup, dan biaya lain-lain yang diberikan setiap bulan sebesar Rp 1.750.000. Untuk SMA, Petrokimia memberikan biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) dan bantuan biaya operasional pendidikan yang diberikan setiap awal bulan sebesar Rp 750.000. “Kami berharap para penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Karena ada syarat dan ketentuan yang tertuang dalam perjanjian yang ditandatangani hari ini,” kata dia. Dalam perjanjian itu, disebutkan untuk beasiswa S1 akan diberikan kepada penerima dalam waktu maksimal empat tahun atau hingga 2023. Sedangkan untuk SMA diberikan maksimal tiga tahun atau sampai 2022. Dwi menyebutkan, sebelum mendapatkan beasiswa dilakukan proses seleksi pada Agustus dan September 2019, dan penilaian menggunakan dua parameter utama, yaitu kondisi ekonomi keluarga dan ring domisili (bobot 55 persen), serta prestasi akademik (bobot 45 persen). Pada tahap awal terdapat 47 pendaftar beasiswa SMA/SMK dan 16 orang pendaftar S1 yang berasal dari Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar. “Namun, beberapa harus gagal karena tidak memenuhi syarat, yaitu berasal dari keluarga yang mampu dan/atau memiliki nilai akademik yang kurang memuaskan,” kata dia. Sementara itu, Bestro S1 2019 merupakan angkatan ke-7 terhitung sejak diluncurkan pada 2012, dan total penerima hingga 2019 sebanyak 106 orang. Sedangkan penerima Bestro SMA/SMK 2019 adalah angkatan ke-6, dengan total 197 penerima hingga tahun ini. (day/lis)

Isi Liburan dengan Kompetisi Bola Voli Antar-SMP Surabaya, Memorandum Sebanyak 53 tim bola voli putra dan 26 tim bola voli putri jenjang SMP di Kota Surabaya mengikuti lomba pengisi liburan di lapangan voli Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surabaya. Lomba dilaksanakan selama tiga hari, mulai Senin (23/12), kemudian Kamis (26/12), dan Jumat (27/12). Mekanisme lomba menggunakan sistem gugur, di mana tim yang menang langsung lolos ke babak berikutnya. Kepala Disdik Kota Surabaya Supomo berpesan kepada seluruh peserta untuk menekuni bidang olahraga yang digemari. Karena, ke depan dapat meniti karier melalui olahraga tersebut. “Terus berlatih, baik di sekolah atau di klub olahraganya, siapa tahu ke depan tidak menutup kemungkinan meniti karier di bidang olahraga yang digeluti saat ini. Kami juga nanti akan membentuk klub di sekolah-sekolah,” kata Supomo. Mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya ini melanjutkan, seluruh peserta diimbau untuk menjunjung tinggi sportivitas dalam bertanding. Kalah menang dalam sebuah pertandingan adalah hal biasa. “Kalah itu adalah salah satu proses untuk menjadi juara. Kalau kalah jangan emosional. Para guru harus menanamkan jiwa sportivitas kepada anak-anak sejak dini,” ujar dia. (alf/lis)

Tercatat, defisit produksi kedelai di Jatim dalam kurun waktu lima tahun terakhir turun sekitar 10,6 persen. Salah satu faktornya adalah menurunnya luas panen 10,1 persen dan menurunnya produktivitas 0,83 persen. Berdasar data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim selama 2019, luas panen kedelai di Jatim sekitar 84.008 ton. Sedangkan untuk produktivitas 14,44 kuintal per hektare (ku/ha). “Rata-rata produksi kedelai di Jatim selama 5 tahun terakhir sekitar 301.031 ton ose, sementara kebutuhan konsumsi mencapai 447.912 ton ose,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Hadi Sulistyo. Dijelaskan, masuknya impor kedelai karena petani kurang berminat menanam kedelai secara optimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, seperti harga bibit kedelai Rp 8.500, namun setelah dijual harganya di bawah Rp 7.000. “Selain itu

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

Petrokimia Salurkan Beasiswa Rp 1,9 M

Surabaya, Memorandum Anjloknya produksi kedelai di Provinsi Jawa Timur dalam kurun waktu lima tahun terakhir benar-benar menjadi permasalahan serius. Karena itu, dinas pertanian dan ketahanan pangan berupaya mencari solusi.

Petani kedelai di Jatim merawat tanaman.

risiko hama dan penyakit lebih tinggi ketimbang padi atau jagung,” tandas dia. Menurut Hadi, karena harga jual yang tidak mendukung, maka intensifikasi budidaya kedelai secara umum jarang dilakukan pengelolaan tanaman secara terpadu. Sehingga dampaknya kualitas hasil panen kurang optimal. “Secara kuali-

tas, kedelai impor lebih bagus ketimbang kedelai lokal milik petani,” ucap dia. Mengenai langkah apa yang akan diambil untuk mencegah defisit, Hadi menyebut pihaknya akan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan perluasan area tanam. Selain itu juga melakukan pola tumpang sari. “Kami

juga akan mendorong industri olahan untuk memanfaatkan kedelai lokal,” tutur Hadi. Selain kedelai, lanjut Hadi, defisit juga terjadi pada komoditas bawang putih. Bawang putih mengalami defisit, karena luas tanam bawang putih hanya 73 ha dengan produktivitas rata-rata sebesar 7 ton/ha. “Maka produksinya hanya

mencapai 497 ton. Sementara kebutuhan untuk konsumsi sebesar 59.280 ton. Dengan demikian, defisit bawang putih mencapai 55.783 ton,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Jatim ini. (yok/lis)

Ponpes Sidogiri Cetak Santripreneur Surabaya, Memorandum Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri di Pasuruan mencetak santripreneur melalui pengembangan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) dengan berbagai unit usaha yang beromzet sekitar Rp 66 triliun per tahun. Pengasuh Ponpes Sidogiri Kiai Nawawi Abdul Jalil menyatakan, Ponpes Sidogiri yang memiliki 12 ribu santri akan terus mengembangkan unit usaha melalui BMT. Ponpes Sidogiri didirikan pada 1745 M oleh Sayyid Sulaiman bin Abdurrahman Basyaiban yang tak lain adalah keturunan keempat Syekh Syarif Hidayatullah yang biasa dikenal dengan Sunan Gunung Jati. Kiai Nawawi Abdul Jalil berharap dukungan banyak pi-

La Nyalla Mattalitti berdoa bersama Kiai Nawawi Abdul Jalil.

hak, termasuk DPD RI dalam mencetak santriprenuer. Karena itu pengembangan entrepreneur para santri yang nantinya mereka setelah lulus dapat

mengembangkan di daerah masing-masing, sehingga roda perekonomian dapat hidup dan menghidupi kebutuhan para santri dan keluarga.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI La Nyalla Mahmud Mattalitti mengapresiasi upaya Ponpes Sidogiri. Di sela-sela kunjungan kerja (kunker) di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, senator asal Jawa Timur ini mendorong potensi santriprenuer bisa menjawab tantangan dunia global. La Nyalla yang juga mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur itu mengatakan, Sidogiri adalah salah satu ponpes yang berhasil mendidik santrinya menjadi santripreneur dengan berbagai langkah konkret. Salah satunya dengan mengembangkan BMT. “BMT Sidogiri yang dididrikan sejak 1997 ini telah mencatatkan omzet sekitar Rp 66

triliun per tahun,” tandas dia. Selain memiliki Bank Perkreditan Rakyat (BPR), BMT Sidogiri juga mengembangkan berbagai unit bisnis yang dikelola oleh para alumni Sidogiri, di antaranya swalayan, perusahaan IT, asuransi, properti, agro, travel haji dan umroh. BMT Sidogiri juga memproduksi air minum dalam kemasan yang juga memberikan kontribusi cukup besar terhadap total omzet BMT. “Atas keberhasilannya mengembangkan unit usahanya, Sidogiri kini dikenal sebagai model pesantren mandiri melalui pengembangan BMTBMT Syariah yang menyebar, terutama di hampir setiap kabupaten di Jawa,” papar La Nyalla. (day/lis)

MTQ Lamongan Berprestasi, Fadeli Bagi Bonus Lamongan, Memorandum Kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Lamongan sukses menduduki peringkat ke-3 MTQ tingkat Provinsi Jatim 2019 yang diadakan di Tuban. Diantara 53 peserta yang dikirim Lamongan, 31 di antaranya meraih prestasi membanggakan. Lamongan berhasil meraih tiga medali emas dari cabang sab’ah mujawwad, MTQ 10 Juz, dan musabaqah fahmi Qur’an (MFQ). Berhasil pula meraih perak dalam empat cabang, yakni cabang remaja, murrotal sab’ah dewasa, tafsir bahasa Arab, khot, dan tilawah dewasa. Mampu pula membawa medali perunggu di cabang tartil, canet PI, murrotal remaja, murrotal sab’ah dewasa, dan musabaqah makalah Alqu-

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

Dwi Ary Purnomo memberikan beasiswa kepada pelajar di Kabupaten Gresik.

HALAMAN 3

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL EMAIL:: memorandumredaksi@gmail.com

Bupati Lamongan Fadeli (tengah) bersama para pemenang MTQ tingkat Jatim dan penerima hadiah umrah.

ran (MMQ). Selain itu juga memperoleh juara harapan 1 sebanyak 6 orang, harapan 2 sebanyak 6 orang, dan 4 orang mendapatkan juara harapan 3. Prestasi yang diperoleh oleh

kafilah MTQ Lamongan sekaligus merupakan jawaban atas tantangan yang diberikan Bupati Fadeli. Karena dia menargetkan masuk dalam lima besar. Sebagai bentuk penghar-

gaan terhadap putra-putri Lamongan yang berprestasi, Fadeli memberikan bonus berupa pemberangkatan umrah bagi peraih medali emas, uang pembinaan sebesar Rp 7,5 juta untuk

peraih medari perak. Dan Rp 5 juta untuk medali perunggu, Rp 3 juta untuk harapan 1, Rp 2 juta untuk harapan 2, dan Rp 1 juta untuk harapan 3. Pemberian bonus tersebut diharapkan mampu meningkatkan semangat dan kerja keras para peserta MTQ. Fadeli juga mengucapkan terima kasih kepada pembina dan pengurus LPTQ karena telah bekerja keras memberikan pembinaan. Selain itu, Fadeli juga berharap agar mereka yang masih belum memperoleh prestasi untuk tidak berhenti cukup sampai di sini. Terus bekerja keras dan terus berlatih untuk memperoleh yang lebih baik di MTQ 2020 di Padang. “Kalau kita mau bekerja keras, pasti ada jalan”, tambah Bupati Fadeli. (*/udi/lis)


AREMA

SABTU PAHING, 28 DESEMBER 2019 HALAMAN 4

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com KEPALA BIRO: M Ariful Huda. REDAKSI: Edy Riawan, Mistiani, Herdiyan. BAGIAN UMUM: Arief Suherman. ALAMAT KANTOR: Jl Selat Malaka F/11 Kota Malang.

Kasus Mutilasi, Sugeng Bukan Pembunuh? Malang, Memorandum Terdakwa mutilasi, Sugeng Santoso (46), warga Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, tidak melakukan pembunuhan. Setidaknya, itu terungkap dalam lanjutan sidang di Pengadilan Negeri (PN) Malang, Jumat (27/12).

Iwan Kuswardi

Menghadirkan saksi ahli seorang psikolog, Rizal Wahyuni MSi menerangkan jika korban dimutilasi setelah meninggal terlebih dahulu. Itu didapatkan dari hasil wawancaranya dengan Sugeng di Mapolresta

Malang Kota beberapa waktu lalu. “Saat wawancara dengan terdakwa (klien versi psikolog, red), ia mengatakan memutilasi setelah korban meninggal 3 hari. Ia mengaku melakukan hal itu

Launching GASS, Sutiaji Larang Gunakan Air Minum Kemasan Malang, Memorandum Penghujung 2019, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang me-launching program Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen (GASS), di Jalan Panggung, Jumat (27/12). Menandai ini, Wali Kota Sutiaji memimpin apel dan dilanjutkan kerja bakti. GASS yang diikuti ribuan orang ini melibatkan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Malang, anggota TNI, perguruan tinggi, perbankan, dan warga yang ikut serta membersihkan drainase dari sampah dan sedimen. Setidaknya ada 5 titik lokasi sasaran kerja bakti, yaitu Jalan Panggung, Taman Gayam, Jalan Raya Langsep, Jalan S Parman dan Jembatan Pasar Gadang. Sutiaji mengatakan gerakan ini wujud kepedulian pada lingkungan yang diharapkan membentuk kesadaran untuk membuang

sampah pada tempatnya. “Karena selama ini di sungai maupun di gorong-gorong seringkali kita temukan tumpukan sampah yang menghambat aliran air,” katanya. Sampah dan sedimen yang ada di aliran sungai, menurutnya harus dibersihkan agar normalisasi sungai dapat dilakukan, mengingat saat ini curah hujan semakin tinggi sehingga dapat meminimalisir terjadinya banjir. Bersamaan, wali kota menyampaikan juga melarang penggunaan air mineral berkemasan di seluruh instansi di Kota Malang. “Kami akan memulainya di lingkungan Pemkot Malang, jika sampai ada yang masih menggunakan air mineral berkemasan maka akan diberi sanksi, kita harus mulai membiasakan diri menggunakan tumbler,” terangnya. (*/ari/epe)

sesuai permintaan korban ketika masih hidup,” terangnya saat memberikan keterangan. Menurut psikolog, saat terdakwa melakukan mutilasi dilakukan dengan sadar. Bahkan, bekas potongan tubuh korban terbilang rapi. Namun demikian, Rizal menjelaskan jika keterangan terdakwa masih ada yang ditutupi dan belum valid. Bahkan, ia berpendapat perlu rekonstruksi ulang. Sementara itu, kuasa hukum

terdakwa, Iwan Kuswardi menjelaskan yang disampaikan saksi ahli, identik dengan yang disampaikan terdakwa kepadanya. Meskipun, sebelumnya terdakwa mengaku tidak pernah diperiksa oleh seorang perempuan. “Sebelumnya, terdakwa mengaku tidak pernah diperiksa psikolog. Namun saat ini setelah bertemu, ia mengaku. Keterangan yang diberikan terdakwa dengan keterangan saksi ahli, identik,” tuturnya.

Disinggung, saksi ahli yang menilai bahwa terdakwa tidak jujur, ada indikasi berbohong, ada yang tidak logis, Iwan mempertayakan bagian yang dianggap bohong. Menurutnya, terdakwa sudah memberikan keterangan kepada psikiater, secara runtut dan jelas. “Saya kira, Sugeng sudah menerangkan dengan benar. Dia sudah cerita semuanya dan tidak ditutup tutupi. Terkait kematian korban, sebagaimana

Pemkot Cegah Kebocoran, Pasang Alat Sinkronisasi Pajak Blitar, Memorandum Pemerintah Kota Blitar melakukan sinkronisasi pencatatan omzet pendapatan dari para wajib pajak. Pemkot memasang alat sinkronisasi pencatatan omzet di sejumlah wajib pajak. “Hingga akhir 2019 ini, kami targetkan memasang alat sinkronisasi pencatatan omzet pendapatan untuk 10 wajib pajak,” kata Kepala BPKAD Kota Blitar, Widodo Sapto Yohanes, Senin (23/12). Widodo mengatakan, 10 alat sinkronisasi pendapatan pajak itu dipasang di wajib pajak restoran, tempat hiburan, dan hotel. Dengan pemasangan alat itu, pemkot bisa memantau langsung data omzet pendapa-

tan para wajib pajak. Alat sinkronisasi itu akan disambungkan dengan aplikasi pajak online milik Pemkot Blitat. “Dengan sinkronisasi ini malah mempermudahkan wajib pajak dalam pelaporan sampai penetapan pajaknya,” ujar Widodo. Dikatakan, pemasangan alat sinkronisasi di wajib pajak itu untuk mengoptimalkan pendapatan dari sektor pajak di Kota Blitar. Selain itu, alat itu juga untuk meminimalisir praktik pungutan liar yang dilakukan petugas pajak terhadap wajib pajak. “Dengan sistem itu, petugas pajak dan wajib pajak tidak perlu ketemu tatap muka. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kami mengadakan

Widodo Sapto Yohanes

program ini dengan didukung KPK,” kata dia. Menurut dia, ke depan, alat sinkronisasi akan dipasang di seluruh wajib pajak restoran, hotel, dan tempat hiburan. Dengan

Diktator Baik Reputasinyi tenggelam oleh Han. Pendatang baru dari Selatan. Dari kota terbesar kedua di Taiwan --Kaoshiung. “Han adalah kita”. Itulah kalimat yang banyak diucapkan di Taiwan. Untuk menandai bahwa Han adalah orang biasa. Polos. Bicara apa adanya. Merakyat. Kuat minum arak --seperti umumnya rakyat Taiwan. Pun dengan pakaian seperti karyawan pada umumnya. Han menjadi media darling. Yang dipikirkannya adalah perut

pemeriksaan forensik, memang meninggal dulu baru dimutilasi (postmortem, red),” lanjut Ketua Peradi Malang Raya ini. Karena itu lanjutnya, sesuai dengan apa yang disampaikan ketua majelis hakim, masing masing nanti akan memberikan kesimpulan. “Seperti apa yang disampaikan ketua majelis hakim, semua mempunyai pendapat. Begitu juga hakim yang akan memutuskan,” pungkasnya. (cr-3/ari/epe)

begitu, proses pemantauan pajak semakin ketat dan lebih transparan. “Ke depan, semua restoran, hotel, dan tempat hiburan akan kami pasang alat sinkronisasi. Untuk tahun ini, baru 10 wajib pajak yang kami pasang,” ujar dia. Seperti diketahui, sejak Oktober 2019, pembayaran pajak di Kota Blitar sudah dilakukan secara online. Pemkot Blitar menyiapkan aplikasi untuk sistem pembayaran pajak secara online. Semua pembayaran jenis pajak bisa dilakukan menggunakan sistem online. Di antaranya pembayaran pajak bumi bangunan (PBB), BPHTB, pajak hotel, restoran, parkir, air tanah, dan reklame. Ada pula pajak penerangan jalan dan pajak hiburan. (pra/pi)

Sambungan dari halaman 1 rakyat --bukan politik. Juga perbaikan lapangan kerja. Ia tidak mau ikut rame-rame anti Tiongkok. Yang hanya menghasilkan kesusahan ekonomi di Taiwan. Lawan politiknya menganggap Han pro Tiongkok; Pro penyatuan Taiwan-Tiongkok; Pro One Country Two System. Han sebenarnya tidak begitu-begitu amat. Tapi karena Ing-wen sangat anti Tiongkok maka lawannyi berarti pro Tiongkok. Politik kadang memang sesederhana itu. Apalagi kalau

itu bisa dipakai untuk senjata memojokkan Han. Di saat Hongkong bergejolak demikian hebatnya. Sentimen anti Tiongkok meluas begitu hebatnya. Di Hongkong. Setidaknya di dalam hati mereka. Perasaan seperti itu yang merembet ke Taiwan. Itu yang sangat menguntungkan Ingwen. Itu yang membuat Ing-wen unggul lagi dalam survei Pilpres. Waktunya sudah begitu mepet. Tinggal dua minggu lagi. Sulit bagi Han untuk mengejarnyi.

Ing-wen kini sudah unggul 10 persen. Padahal sebelum ada demo di Hongkong, Han dipastikan terpilih. Ing-wen sudah tertinggal jauh. Hanya karena sulit cari tokoh di partainyi membuat Ing-wen tidak jadi mundur. Mungkin juga karena ada janji dukungan penuh dari Amerika. Termasuk bantuan keuangan dan ekonomi yang begitu besar. Kini tidak ada lagi isu ‘selama pemerintahan Ingwen ekonomi Taiwan parah’.

Kini pembicaraan ekonomi kalah oleh isu politik --menolak gagasan penyatuan dari Xi Jinping. Ekonomi selalu dan selalu kalah oleh politik. Di mana pun. Sejarah terulang di Taiwan. Bentuk Taiwan yang sekarang dulunya juga ditolak oleh rakyat Taiwan. Sejarahnya unik. Tiongkok memang agak kehilangan Taiwan sejak lama. Tahun 1895 Taiwan sudah di bawah Jepang. Selama 50 tahun. Segala sesuatunya ikut Jepang. Generasi lamanya bisa berbahasa Jepang. Termasuk penasihat bisnis saya. Ekonomi Taiwan, saat itu, juga sudah baik. Industri gula, tembakau, teh, dan perkebunan lainnya sudah maju. Memang semua itu dimonopoli Jepang. BUMN Jepang. Hasilnya dikirim ke Jepang. Orang Taiwan hanya jadi buruh. Atau petani.Yang hasil buminya harus dijual ke perusahaan-perusahaan Jepang itu. Ketika Jepang kalah di Perang Dunia ke-2, Taiwan diserahkan ke Sekutu. Berakhirlah kekuasaan Jepang di Taiwan. Selama 50 tahun. Sekutu lantas menyerahkan Taiwan ke Republic of China. Dengan status sebuah propinsim dari Tiongkok. Waktu itu belum ada People’s Republic of China. Di dalam negeri, kala itu, Tiongkok masih terjadi pergolakan. Antara nasionalis yang korup (Republic

of China) dan pejuang komunis --yang kelak mendirikan People’s Republic of China. Pergolakan itu dimenangkan komunis. Pusat pemerintahan Republic of China mengungsi ke Taiwan. Komunis tidak mengejar mereka sampai Taiwan. Pemerintah pusat Republic of China tinggal menguasai dua provinsi: Taiwan dan Fujian. Pun yang disebut Provinsi Fujian sebenarnya hanya beberapa pulau kecil di lepas Pantai Xiamen. Daratan Fujian sendiri sudah dikuasai komunis. Dengan masih menguasai dua provinsi itu, Republic of China terus menyimpan dendam: kelak akan merebut provinsi-provinsi lain di Tiongkok-daratan. Demikian juga setelah komunis mendirikan People’s Republic of China. Tetap menyimpan dendam: suatu saat nanti akan mengambil Taiwan kembali menjadi salah satu provinsi di Tiongkok. Sejak itu ada dua pemerintah pusat Tiongkok. Di Taipei dan di Beijing. Sampai tahun 1979. Ketika Perserikatan Bangsa-bangsa akhirnya hanya mengakui satu China: People’s Republic of China yang di Beijing. Sejak itu status Taiwan bukan negara juga bukan provinsi. Pemerintahannya silih berganti. Yang berkuasa kadang pro Bei-

jing. Kadang yang ingin merdeka. Sejak 5 tahun lalu partai yang menang adalah yang ingin Taiwan merdeka. Yang presidennya Tsai Ingwen. Yang nyapres lagi untuk Pilpres 11 Januari. Partai Nasionalis Koumintang yang dulu mengungsi ke Taiwan sering kalah. Belakangan hampir akan menang. Lewat capresnya: Han. Gara-gara demo Hongkong nasib yang pro-Beijing kehilangan angin. Tapi Koumintang-lah yang membuat Taiwan maju. Lewat pemerintahan diktatornya. Sejak menerima penyerahan Taiwan dari Sekutu pemerintahan Koumintang tidak memberi angin ke demokrasi. Terutama sejak kerusuhan White Terror pada 1947. Waktu itu monopoli pindah: dari Jepang ke Koumintang. Semua hasil bumi dikirim ke daratan. Yang lagi perlu banyak logistik. Untuk biaya perang sipil melawan gerakan komunis. Itu pun kalah. Komunis menguasai daratan. Nasionalis Koumintang menguasai Taiwan. Harga-harga di Taiwan pun naik drastis. 10 kali lipat. Harga beras di Taiwan empat kali lipat dari Shanghai. Rakyat Taiwan marah. Petani pun membangkang. Tidak mau jual hasil bumi ke BUMN. Mereka ditangkap. Rakyat kian marah. Ada yang tertembak. Rakyat pun mengambil alih kantor-kantor pemerintah. Menyegel juga perusahaan-perusahaan BUMN. Militer turun tangan. Mereka dibasmi. Sampai 20.000 orang tewas. Taiwan dinyatakan dalam keadaan darurat. Selama 30 tahun. Masa darurat terpanjang dalam sejarah dunia. Pada era diktator itulah ekonomi Taiwan maju. Taiwan mendapat ‘diktator baik hati’. Baru di tahun 1990-an demokrasi lahir di Taiwan. Sangat demokratis. Sampai sekarang. Itulah yang melahirkan teori baru pembangunan ekonomi. Dapatkan dulu diktator baik hati. Untuk bangun ekonomi. Setelah maju barulah rakyat diberi demokrasi. Teori ini manjur juga di Korea Selatan. Singapura juga mendapat diktator baik hati. Hanya saja sampai kelak sudah sangat maju masih lupa memberi demokrasi. Masalah kita: tidak mudah mencari diktator baik hati. (*)


TULUNGAGUNG

SABTU PAHING, 28 DESEMBER 2019 HALAMAN 17

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KABIRO TULUNGAGUNG: Ahmad Rifai. Wartawan: Solikin, Firman Imansyah. SIRKULASI DAN PEMASARAN: Khoirul Anwar. HP: 081357795554. EMAIL: tulungagungmemorandum@gmail.com

Dinyatakan TMS, Ajukan Sanggahan

Perusakan dan Penganiayaan di Bandung

Dilaporkan Polisi, Dalami Keterangan Saksi Tulungagung, Memorandum Satreskrim Polres Tulungagung terus mendalami kasus perusakan rumah dan penganiayaan yang terjadi pada hari Natal (25/12) di Kecamatan Bandung. Berdasarkan informasi yang diterima, pengerusakan dan pengeroyokan terjadi bersamaan dengan konvoi pemuda berbaju Pagar Nusa ketika melewati Desa Bantengan, Kecamatan Bandung. Saat lewat, ada salah satu peserta konvoi tiba-tiba tersulut emosinya. Kemudian terjadi perusakan rumah yang mengakibatkan satu jendela kaca pecah, dan satu asbes pecah. Tak hanya itu saja, sebab ada juga satu korban berinisial HD, warga Trenggalek, menjadi korban pengeroyokan. Korban saat itu melintas berpapasan dengan massa konvoi tiba-tiba dipukuli. Kemudian ditarik di ruko kosong dan dipukuli lagi bahkan korban sempat diseret hingga masuk ke parit. Kasatreskrim Polres Tulungagung

AKP Hendi Septiadi mengatakan, korban resmi melaporkan kejadian itu kepada polisi. Kini pihaknya bersama Unit Reskrim Polsek Bandung tengah mendalami keterangan sejumlah saksi dan mempelajari alat bukti. “Ada beberapa foto dan video yang kita sedang analisa, itu untuk mendalaminya,” ucap Hendi, kemarin. Pasca kejadian, polisi bersama paguyuban pencak silat juga sudah melakukan musyawarah. Walaupun semua pihak sudah menerima, namun kesepakatannya tetap diselesaikan melalui jalur hukum. “Ditunggu saja, jika datanya sudah lengkap, prosesnya juga bisa semakin cepat terungkap,” jelas Hendi. Hendi menduga pengeroyokan dan

perusakan ini terjadi karena ada pemicunya. Dugaan sementara pemicunya adalah ketika konvoi ini melintas kemungkinan bertemu dengan konvoi lain, selanjutnya mereka saling sindir dan memainkan gas sepeda motornya sehingga terjadi perusakan dan pengeroyokan. Sementara Pimpinan Pagar Nusa (PN) Suwito, mengakui konvoi itu didominasi pemuda dengan atribut PN. Namun sebenarnya tidak ada perintah dari organisasi kepada mereka untuk datang ke acara di Pantai Prigi. Kalaupun ada anggota yang memaksa datang, dipersilahkan untuk tidak menggenakan atribut. “Sudah kita wanti-wanti agar tidak memakai atribut organisasi, karena ini memang bukan acara dari organisasi. Saya tahu berangkatnya mereka tidak pakai baju PN. Tiba-tiba pas konvoi kok jadi pakai,” keluhnya. Kini Suwito menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian. Dan jika ada oknum anggotanya yang terlibat, pihaknya mempersilahkan polisi memproses dan siap memberikan sanksi internal.

FOTO: MEMORANDUM/FIR

Tulungagung, Memorandum Masa sanggah hasil verifikasi calon aparatur sipil negara (CASN) tahun 2019 untuk Pemkab Tulungagung sudah usai. Ada 649 berkas CASN masuk daftar kategori tidak memenuhi syarat (TMS). 249 pendaftar di antaranya mengajukan sanggahan kepada BKD Tulungagung. Sanggahan itu dilakukan karena Catur Hermono mereka merasa memiliki kualifikasi yang dibutuhkan dalam formasi CASN. Namun dari 249 pengirim sanggahan, hanya 21 yang diterima. Otomatis 21 pendaftar CASN ini masuk kategori memenuhi syarat (MS). Kabid Pengadaan dan Pembinaan ASN BKD Tulungagung Catur Hermono mengatakan, otomatis ke 21 pendaftar tersebut bisa mengikuti proses lanjutan tahapan penerimaan CASN tahun 2019. “Dari 249 sanggahan, ada 21 yang sudah MS, lainnya tetap TMS,” ujar Catur dikonfirmasi, Jumat (27/12). Catur menjelaskan, sanggahan ini diterima karena mereka bisa menunjukkan kesesuain syarat dalam formasi yang diperlukan. Termasuk kualifikasi pendidikan yang dikirimkannya melalui web. Catur mencontohkan, salah satu syarat yang harus diupload oleh peserta penerimaan CASN adalah surat lamaran tertuju kepada Bupati Tulungagung. Sesuai dengan format, harusnya tulisan kepadanya ada di bagian kiri atas, namun ada peserta menuliskan kepadanya di dalam badan surat lamaran. Hal inilah yang awalnya membuat tim verifikasi memasukkannya dalam golongan TMS. Tetapi setelah pendaftar melakukan sanggahan dan memberikan penjelasan, akhirnya mereka bisa masuk kategori MS. “Setelah kita lihat ulang ternyata kepadanya itu ada di dalam badan surat, bukan di kepalanya, contohnya seperti itu,” jelas Catur. Tidak hanya untuk formasi guru, sanggahan juga datang dari formasi auditor, dan beberapa formasi lainnya. Namun hanya 21 pendaftar bisa masuk kategori MS. “Tidak cuman guru, ada juga auditor, ada juga lainnya,” ungkap Catur. Catur menyebut, hasil nama-nama yang masuk kategori MS bakal diupload dalam web BKD Tulungagung. Dan kemungkinan baru bisa dibuka pada pukul 23.59 malam. Selanjutnya pendaftar CASN harus menunggu jadwal pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD), yang diprediksi akan dilaksanakan di Kabupaten Tulungagung pada Februari 2020 mendatang. “Selanjutnya ya tinggal nunggu saja jadwal SKD, kemungkinan bulan Februari,” pungks Catur. (fir/mad/rif)

FOTO: MEMORANDUM/FIR

21 CASN Dinyatakan MS

AKP Hendi Septiadi

“Hukuman internal itu pasti, proses hukum silahkan dilakukan kalau terbukti,” pungkasnya. (fir/mad/rif)

SEPUTAR JATIM Perempuan Cantik Nyebur Sungai

Tim SAR datang ke lokasi tempat hilangnya korban di Sungai Sampean Baru.

Pencari Rumput Hilang di Sungai Sampean Baru Bondowoso, Memorandum Sugiyono (37), asal Desa Lumutan, Kecamatan Botolinggo, Bondowoso, hanyut di Sungai Sampean Baru, Kecamatan Prajekan. Peristiwa hanyutnya korban diterima petugas Pos SAR Jember pada pukul 05.30, Kamis (26/12). Koordinator Pos SAR Jember Asnawi mengatakan, laporan tersebut datang dari BPBD Bondowoso, Bambang yang menyebut hilangnya korban terjadi pada pukul 16.20. Saat itu, korban pulang dari mencari rumput untuk pakan ternak. Ketika korban menyeberangi jembatan setapak di Dusun Widuri, Desa Pralor, Kecamatan Prajekan, Bondowoso, korban terpeleset dan terjatuh ke dalam Sungai Sampean Baru. “Hingga saat ini korban dinyatakan hilang dan dilakukan pencarian oleh Potensi SAR,” kata Asnawi. Tim rescue Basarnas Jember masih melakukan pencarian dari titik hilangnya korban. Sejumlah alat, tambah Asnawi dikerahkan serta melibatkan beberapa unsur gabungan. “Mulai dari BPBD Bondowoso, polsek, dan Koramil Prajekan, Tagana dari Bondowoso dan Situbondo hingga masyarakat di dekat lokasi kejadian,” ujarnya. (net/rif)

Banyuwangi, Memorandum Perempuan 34 tahun, yang akrab disapa Ita, sempat viral karena aksi nekatnya menceburkan diri ke Sungai Kali Setail, Rabu (25/12) sore, mendapat perawatan medis. Hingga Jumat (27/12) masih dirawat di Poli Jiwa, Puskesmas Licin. Ita dibawa keluarga bersama perangkat desa Purwodadi Kecamatan Gambiran oleh petugas medis setempat bersama kepolisian. Harapan keluarga, Ita bisa kembali normal dan tidak depresi lagi. Apalagi, kabarnya Ita dikenal sosok periang dan cerdas serta

mudah bergaul. Bahkan, tiga bulan terakhir, Ia sempat sibuk sebagai staf notaris ternama di Kecamatan Gambiran. Kondisinya drop sejak ada kabar hubungan asmara dengan pria yang dikasihi kandas di tengah jalan. Hadi Winarto, Kepala Dusun Krajan, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, yang mengantar ke Poli Jiwa, Puskesmas Licin. Diakui Hadi, Mazda Lestian Sagita alias Ita, adalah warganya. Dalam tiga bulan terakhir, yang bersangkutan mengalami depresi. “Saya mengorek informasi.

Ita putus hubungan dengan kekasihnya. Saya tidak tahu hubungan dua anak bangsa ini bisa putus. Dampaknya, Ita menanggung beban gejolak depresi. Saat nyebur ke sungai (Kali Setail) mungkin kondisi blank. Sehingga depresi muncul. Saat itu, Ia sempat bersih bersih disepanjang jembatan. Pikirannya terlihat kalut dengan situasi,” kata Hadi. Dijelaskan lebih lanjut, Ita saat itu arahnya mandi ke sungai. Sungai Kali Setail sangat dalam dan sangat bahaya. Sehingga masyarakat yang tahu, Ia dipaksa dinaikan meski berontak. Bahkan saat itu, banyak

Hadi Winarto, kepala Dusun Krajan, Desa Purwodadi, membesuk korban.

warga menyaksikan sehingga kondisi jalanan macet. Sesuai arahan Polsek Gambiran, akhirnya Ita dikawal bersama

keluarga, petugas medis dan perangkat desa diantar ke pengobatan di Poli Jiwa, Puskesmas Licin. (net/rif)

Polresta Banyuwangi Peduli Korban Puting Beliung Banyuwangi, Memorandum Polresta Banyuwangi laksanakan giat bantuan sosial dan pemberian sembako kepada korban bencana alam angin puting beliung Dusun Balokan Desa Dasri Kecamatan Tegalsari, kemarin, (26/12). Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin yang diwakili oleh Kabag Ops Polresta Banyuwangi Kompol H Sumartono S.H menyampaikan, giat Bansos ini dilaksankan oleh Polresta Banyuwangi dengan harapan bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para korban

Anggota Polresta Banyuwangi membantu korban puting beliung.

dan sekaligus menjadi penambah semangat dalam menghadapi musibah yang ada. “Mudah-mudahan bantuan yang kami berikan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para korban dan seka-

ligus menjadi penambah semangat mereka dalam menghadapi musibah yang ada dan bangkit lagi,” ujar Kompol Sumartono. Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Forpimka Tegalsari, MWC NU Tegalsari,

BNPB Banyuwangi, perwakilan anggota Polsek Tegalsari, anggota Polsek Cluring, anggota Polsek Gambiran, anggota Posramil Tegalsari, Kepala Desa Dasri, anggota Banser dan satu pleton Sabhara dipimpin Kasatsabhara Polresta Banyuwangi serta masyarakat sekitar. Selain memberikan paket bantuan berupa kebutuhan pokok, Tim yang terdiri dari perwakilan anggota Polsek dan Posramil Tegalsari serta anggota Sabhara Polresta Banyuwangi bersama masyarakat melaksanakan gotong royong memperbaiki rumah para

korban yang mengalami kerusakan akibat puting beliung beberapa hari yang lalu, imbuhnya. “Saya sangat bertemi kasih atas kedatangan dan bantuan yang diberikan oleh Bapak-Bapak dari Kepolisian dan TNI, hal ini sangat membantu kami bukan saja dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari namun mempercepat perbaikan rumah kami yang rusak. Semoga Bapak-bapak Kepolisian dan TNI diberikan perlindungan dan keselamatan selalu,” ujar salah satu warga penerima bantuan, pungkasnya. (net/rif)


MOJOKERTO-JOMBANG

SABTU PAHING, 28 DESEMBER 2019 HALAMAN 6

WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

Berlatih Silat Bablas Akhirat Alami Kekerasan, Siswa SMP Meregang Nyawa

PT Triguna Pratama Pengelola Terakhir

Mojokerto, Memorandum Berdasarkan penyidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Mojokerto, pihak transporter pembuangan limbah bahan berbahaya beracun (B3) PT Tenang Jaya Sentosa (TJS) Karawang, Jawa Barat, memiliki kerja sama pembuangan limbah terakhir dengan PT Triguna Pratama Abadi. “Jadi perusahaan-perusahaan ini punya kerjasama. PT Adiprima diketahui sebagai pabrik penghasil limbah sludgenya, dia bekerjasama dengan PT TJS Karawang, dan terakhir ya ini PT TJS Karawang ada kerjasama untuk memberikan limbah itu kepada PT Triguna Pratama Abadi selaku yang termasuk pengelola limbah terakhir,” terang Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Dewa Yoga , Kamis (26/12). Tak hanya itu, pihaknya juga bakal memastikan dalam penyidikan terkait kepemilikan perijinan yang dikantongi semua perusahaan yang terlibat dalam kasus pembuangan limbah B3 yang dibuang secara ilegal di lahan bekas galian C Dusun Kecapangan, Desa/Kecamatan Ngoro, pada 17 Desember 2019 lalu. “Intinya kami harus memeriksa perusahaan jasa pengangkut limbah ini, kita juga melihat ijin-ijinnya. Terlebih PT TJS ini, sebab punya kerjasama dengan perusahaan lain, yang saya bilang tadi kerjasama dengan PT Triguna Pratama Abadi,” terang Yoga sapaan akrabnya. Pihaknya juga berjanji, tak semata-mata hanya menjadikan sopir sebagai tersangka, tapi juga pihak managemen perusahaan yang terlibat jika terbukti bersalah. “Nanti kita lihat ini yang tidak sesuai prosedur yang mana, kita sepakat untuk melakukan pemeriksaan pada semuanya. Tidak semata-mata men-judge si sopir tersangkanya, pastikan dia atas perintah, kan gitu. Apalagi PT Triguna Pratama Abadi sebagai penerima limbahnya, perusahaan terakhir yang menerima limbah,” tegas mantan Kasatreskrim Polres Pasuruan ini. Untuk memastikan terkait adanya kepastian tindak pidana yang dilakukan para perusahaan yang terlibat dalam pengelolaan, pihaknya harus memastikan alur kerjasamanya. “Kita juga akan pastikan dulu alurnya, kalau memang ada kerjasama, harusnya barang ini dibuang kemana. Termasuk perusahaan terakhir ini, yang rupanya terlibat dalam kerjasama pembuang limbah,” tegas Dewa. Perlu diketahui, PT Triguna Pratama Abadi didirikan pada tahun 1989/1990. Perusahaan ini juga berlokasi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat dan bergerak dalam bidang industri jasa pengangkutan dan pengelolahan serta pemanfaatan limbah bahan berbahaya dan beracun (limbah B3). Managemen PT Triguna Pratama Abadi juga salah satu member dari PT Tenang Jaya Group, sama seperti PT TJS Karawang, dan PT Pria di Lakardowo, Kabupaten Mojokerto. Penelusuran di lokasi yang berada di Desa Capangan, Kecamatan Ngoro. Perwakilan PT TJS yang memenuhi panggilan polisi yang bernama Rahmad Hidayat hingga pukul 18.00 masih menjalani pemeriksaan di ruang Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Sat Reskrim Polres Mojokerto. Rahmad Hidayat sendiri diketahui menajabat sebagai Penanggung Jawab Operasional PT TJS Karawang, Jawa Barat. Sedangkan pihak PT TJS yang mangkir dalam pemanggilan perdana manajemen PT TJS bernama Agung Bayu sebagai maniface. (no/rif)

Proses identifikasi oleh petugas di RSUD Jombang.

Korban mengeluh pusing serta sesak nafas. “Oleh temannya,

korban sempat dilarikan ke Puskesmas Kabuh. Namun ses-

ampainya di fasilitas kesehatan tadi, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” sambung kapolsek. Guna kepentingan identifikasi, jenazah korban lalu dilarikan ke RSUD Jombang. Mengingat korban sekaligus pelaku yang masih berusia anakanak. Penanganan perkaranya dilimpahkan ke Unit Pelayanan Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang. “Jenazah korban kita bawa ke RSUD Jombang untuk kepentingan optopsi. Sementara perkaranya sendiri, kita limpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Jombang,” tandas Rudi. (wan/rif )

Tabung Gas Meledak, Tiga Terluka

Evakuasi pikap nahas di tol transportasi Mojokerto-Jombang.

Mojokerto, Memorandum Ledakan tabung gas terjadi di rumah penjual soto di Lingkungan Sentanan, Kelurahan Sentanan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Akibatnya tiga orang mengalami luka bakar. “Ada tiga orang yang mengalami luka bakar, satu diantaranya saat ini harus dirawat di ruang ICU,” ungkap Kapolsek Magersari Kompol Sulkhan, Jumat (27/12). Menurutnya kejadian tabung gas meledak terjadi pada Jum’at pagi sekitar pukul 06.50. Berawal saat pemilik rumah bernama Ponijan (54) mengetahui selang LPG bocor. “Saat itu Pak Ponijan ini mempersiapkan jualan soto seperti sehari hari. Namun pada saat mau memasang tabung gas miliknya bocor. Kemugkinan panik, kemudian dirinya di bantu anaknya bernama Rifa’i memasukan tabung kedalam bak yang berisikan air,” tuturnya. Selang beberapa menit, lanjut Sulkhan sekitar pukul 07.00 tabung gas tetap mengeluarkan bau. Bersamaan dengan hal tersebut tetangga Ponijan bernama Fifa Damayanti (39) sedang menggoreng onde-onde. “Ya dari situ kemugkinan api bersumber, kemudian menyambar tabung gas kemudian meledak,” sebutnya. Beruntung, saat terjadi ledakan tidak sampai membakar bagian rumah. Saat tabung meledak apinya langsung mati, jadi tidak sampai membakar bagian rumah. Namun hanya memporak porandakan perkakas rumah. Akibat ledakan tesebut, tiga orang mengalami luka bakar cukup serius dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. Masing masing korban bernama Ponijan (70) dan anaknya Rifai (49) serta tetangganya Fifa Damayanti (39) asal Lingkungan Sentanan RT 01/RW 2 Kelurahan Sentanan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. “Semua korban di bawa ke RS Hasana, Informasi terakhir Ponijan saat ini masuk ke ICU, sedangkan dua korban lain masih menjalani perawatan,” tandasnya. (no/rif)

Seruduk Truk, Sopir Pikap Celaka Jombang, Memorandum Ini peringatan bagi pengendara agar selalu waspada ketika melintasi tol transportasi Mojokerto-Jombang. Diduga akibat sopir mengantuk ketika mengemudikan kendaraannya di Kilometer 670.600, Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, mobil pikap H 1809 QL yang dikemudikan oleh Agus Kurniwana (37), asal Dusun Tegaran, Desa Kemiri, Kecamatan Kaloran, KabupatenTemanggung, Jawa Tengah, terlibat kecelakaan lalu lintas dengan kendaraan yang berjalan searah di depannya, Jumat (27/12). Dipaparkan Kasatlantas Polres

Jombang AKP A Risky Ferdian Caropeboka, kejadian bermula saat pikap melaju dari arah barat menuju timur, atau dari arah Nganjuk mengarah ke Surabaya. Sampai di lokasi, tiba-tiba kendaraan menabrak sebuah truk yang ada di depannya. Kejadian tadi, sambung kasatlantas, diduga dipicu akibat pengemudi mengendarai mobil bak terbuka tadi dalam kondisi mengantuk. Akibatnya, kendati tidak mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Namun kondisi kendaraan mengalami kerusakan parah di bagian depan. Demikian halnya, pengemudinya harus dilarikan ke RSUD Kertosono

guna mendapatkan perawatan tim medis.“Tidak ada korban jiwa, namun pengemudi pikap harus menjalani perawatan tim medis RSUD Kertosono,” sambungnya. Petugas yang tiba tak lama setelah memperoleh laporan kejadian, langsung melakukan olah TKP. Minta keterangan dari sejumlah saksi, sekaligus mengevakuasi kendaraan untuk selanjutnya dibawa ke Kantor Satlantas Polres Jombang. “Guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut, kendaraan yang terlibat kita amankan sebagai barang bukti. Kendati tidak ada korban jiwa, kerugian materi yang ditimbulkan ditaksir mencapai Rp 10 juta,” pungkas Risky. (wan/rif)

FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO

Limbah B3 yang Dibuang di Ngoro

ka dibimbing MA (16), siswa kelas 1 SMK yang juga masih bertetangga dengan korban. “Dalam latihan, sempat ada sesi tendangan yang mengarah ke area perut,” ungkapnya, Jumat (27/12). Tapi tanpa diketahui pelatih, tendangan tadi ternyata mengarah ke ulu hati. Akibatnya, ketika sesi latihan dilanjutkan dengan melatih otot perut.

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

Jombang, Memorandum Sebagai tindak lanjut rangkaian polemik proyek pembangunan gedung Puskesmas Mojowarno. Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang kembali menggelar dengar pendapat (hearing) dengan dinas kesehatan (dinkes), Jumat (27/12) siang. Diakui Sekretaris Dinkes Jombang Gatot Wijaya, secara umum, semua pekerjaan pembangunan gedung Puskesmas Mojowarno sudah selesai. Ini dibuktikan dengan adanya laporan dari konsultan pengawas yang menyatakan bahwa progresnya sudah 100%. “Untuk pembangunan gedung Puskesmas Mojowarno kan sudah selesai, dan kami memiliki kewajiban untuk segera melakukan pembayaran. Terkait permintaan adanya proses audit, kita telah berkirim surat kepada Inspektorat,” tuturnya usai hearing, Jumat (27/12). Terkait proses pembayaran tadi, selain berdasarkan laporan konsultan pengawas. Sesuai kontrak pekerjaan yang habis pada tanggal 23 Desember lalu, semua prosesnya telah dilakukan oleh rekanan. “Jadi selain laporan dari konsultan pengawas, semua proses pekerjaan telah sesuai dengan kontrak awal. Namun sama halnya dengan Komisi C, kami juga menginginkan adanya proses audit untuk mengetahui adanya potensi kekurangan,” tandas Gatot. Ketua Komisi C DPRD Jombang, Khoirul Anam memastikan akan tetap mengawal. Caranya, akan memberikan rekomendasi melalui ketua dewan kepada Inspektorat. “Karena dari awal kami menduga adanya ketidak sesuaian antara material yang dipasang dengan RAB. Untuk mengetahui hal itu, kita minta adanya audit untuk menghitung hal itu,” ujarnya. Kecurigaan tadi bukan tanpa alasan, sebab pada hearing pertama yag dihadiri oleh dinkes, konsultan pengawas, serta pelaksana proyek. Sempat keluar pengakuan jika material mulai dari besi WF, maupun galvalum yang dipakai untuk usuk maupun reng tidak sesuai spek. “Kalaupun nantinya setelah audit inspektorat semuanya telah sesuai, berarti ada itikad baik dari rekanan untuk melakukan penggantian. Namun apabila tidak, sudah tentu mereka (rekanan) wajib mengembalikan,” tegas Ketua Komisi C. Terkait telatnya rekomendasi yang bakal dikirim, wakil rakyat memastikan jika tidak akan terlambat. Sebab, proses audit Inspektorat memberikan jeda waktu yang cukup lama. Jadi apapun nanti hasilnya, ada tidaknya kecurangan yang dilakukan dilapangan. Dapat dibelejeti dengan lebih seksama. “Kalau dibilang telat yang tidak sebenarnya, karena proses audit memiliki waktu cukup lama. Bisa satu tahun atau bahkan dua tahun, jadi kami yakin nanti hasilnya akan optimal,” pungkas Khoirul. (wan/rif)

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, korban bersama 6 orang temannya berlatih di sebuah pekarangan yang dekat tempatnya tinggal. Ini diungkapkan oleh Kapolsek Kabuh AKP Rudi Darmawan. Dijelaskan Rudi, sebelum ambruk dan tidak sadarkan diri, korban bersama 6 temannya memulai latihan sejak pukul 20.00. Dalam latihan, mere-

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

Komisi C dan Dinkes Minta Audit Puskesmas Mojowarno

Korban menjalani perawatan tim medis.

Kapolres Mojokerto Kota Resmikan Pospol Ananta Hira Mojokerto, Memorandum Kapolres Mojokerto Kota AKBP Bogiek Sugiyarto SH SIK MH meresmikan renovasi pos lantas Ananta Hira di Jalan Raya By Pass, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jumat (27/12). Kegiatan juga dihadiri waka Polres Mojokerto Kota beser-

ta pejabat utama polres, perwakilan dari PT Calvary yang membantu renovasi pos lantas tersebut, Gus Fahmi dan anak yatim serta tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, kapolres sangat mengapresisasi selesainya renovasi pembangunan pos lantas Gunung Gedangan

FOTO: MEMORANDUM/WAR

Hearing komisi C dengan Dinkes Jombang.

Jombang, Memorandum Berawal dari kekerasan fisik yang diterima ketika berlatih beladiri, seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) meregang nyawa, Kamis (26/12) malam. Korban berinisial RSS (16), warga Dusun Jatidrenges, Desa Kedungjati, Kecamatan Kabuh.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Bogiek Sugiyarto SH SIK MH meresmikan pos lantas di by pass.

yang dimotori dan dibantu PT Calvary, semoga dengan berdirinya pos lantas Gunung Gedangan di Jalan by pass ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh anggota untuk mengatasi trobel spot yang biasanya terjadi kemacetan di jalur lintasan rel KA jalan bypaas. “Sebelum acara peresmian

pos lantas di mulai, terlebih dahulu di isi ceramah agama dan doa bersama dipimpin oleh Gus Fahmi, pemberian santunan kepada anak yatim piatu, selanjutnya kapolres di dampingi kasatlantas dan perwakilan PT Calvary menekan tombol sirine tanda diresmikannya pos lantas Ananta Hira, Gunung

Gedangan. “Keberadaan pos lantas Gunung Gedangan ini sangat strategis karena letaknya jauh dari pemukiman, dekat dengan jalur trobel spot dan dapat dimanfaatkan istirahat sejenak oleh anggota yang sedang melaksanakan tugas pos.” pungkas kapolres. (war/rif)


HUKUM & KRIMINAL

SABTU PAHING, 28 DESEMBER 2019 HALAMAN 7

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KKAMIS KAM KA AMIS LEG LEGI, 29 AGUSTUS 2019

Begal Penyaru Polisi Positif Sabu

MALING TERTANGKAP DI JALAN TENGGUMUNG WETAN

Petugas mengolah tempat kejadian perkara (TKP) bus pariwisata di tol Ngawi-Madiun. FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Surabaya, Memorandum Identitas maling yang menyatroni rumah di Jalan Tenggumung Wetan Gang Mangga diketahui bernama Juari (22), warga Jalan Kebon Dalem. Dalam pemeriksaan, pemuda itu mengaku ditangkap usai tepergok pemilik rumah mencuri HP merek Nokia. Merasa aksinya ketahuan, dalam kondisi mabuk miras, tersangka nekat melarikan diri dengan meloncat dari lantai dua. Tapi usahanya tersebut gagal hingga ditangkap warga. Lalu dilaporkan pengurus kampung setempat ke Polsek Semampir. Setelah petugas dating, kemudian Juari diamankan ke mapolsek untuk mengindari amuk massa. “Saya tepergok pemilik rumah ketika mencuri HP di lantai dua pak,” kata Juari sembari meringis kesakitan. Sebelum mencuri, Juari mengaku terlebih dahulu pesta cukrik bersama temannya di daerah Arimbi. Setelah mabuk berat, kemudian tersangka mencari sasaran rumah yang akan dicuri. “Saya naik Scoopy,” aku dia. Hingga akhirnya Juari memilih mencari sasaran di Jalan Tenggumung Wetan Gang Mangga, dan menyatroni rumah berlantai dua. Selanjutnya Juari naik dan mencuri HP merek Nokia. “Saat itu korban sedang tidur. Saat ambil HP ternyata terbangun dan meneriaki saya maling. Panik, saya lalu meloncat dari lantai dua hingga ditangkap warga,” tutur Juari. Diakui Juari, perbuatannya sudah kali kedua. Pada tahun 2018, dia pernah ditangkap anggota Reskrim Polsek Pabean Cantikan karena kasus

FOTO: MEMORANDUM/FERRY

Residivis Perampasan Tas

Juari meringis kesakitan usai diperiksa petugas di Mapolsek Semampir.

perampasan tas berisi HP milik wanita. Apesnya di aksi tersebut ternyata terekam CCTV. Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Semampir Iptu Tritiko membenarkan telah menangkap tersangka atas kasus pencurian. “Tersangka adalah residivis sedangkan temannya masih kita buru,” kata Tritiko. (rio/nov)

Bus Pariwisata Seruduk Truk Ngawi, Memorandum Bus Pariwisata Al Ghozali yang memuat 56 penumpang mengalami kecelakaan di KM 592 jalur A tol Ngawi-Madiun, Jumat (27/12) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya Rizal Nur R (30), pengemudi bus asal Jalan PB Sudirman, Mayangan, Probolinggo, mengalami lecet di kaki kiri setelah bus menabrak truk di depannya. “Diduga penyebab kecelakaan karena pengemudi bus mengantuk,” jelas Kasat PJR Polda Jatim Kompol Dwi Sumrahadi Rakhmano, kemarin.

Tambah Dwi, untuk truk yang ditabrak bus tidak ditemukan di lokasi. “Keterangan sopir bus, dirinya menabrak truk yang berada di depan,” pungkas Dwi. Informasinya bus pariwisata K1415 H melaju dengan kecepatan sekitar 100 km per jam dari Jogjakarta menuju Jombang. Setibanya di KM 592, tiba-tiba sopir bus mengantuk dan tidak mengetahui ada truk di depannya sehingga terjadi kecelakaan tersebut. Sopir truk yang merasa tidak ada kerusakan meninggalkan lokasi dan melanjutkan perjalanan sebelum polisi datang untuk mengolah TKP. (fer/nov)

Rugikan Negara Rp 8,4 Miliar Dari audit itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan akhirnya menyeret dua pejabat Pemkab Kabupaten Bangkalan di Pengadilan Tipikor Surabaya karena diduga memalsukan dokumen. Mereka adalah mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Syamsul Arifin

Sambungan dari halaman 1

dan mantan Plt Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Mulyanto Dahlan. Keduanya dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) Angga Ferdian untuk mendengarkan dakwaan di hadapan ketua majelis hakim I Wayan Sosiawan. “Bahwa terdakwa baik bertin-

dak secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri dalam rentan waktu sekitar Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2017 atau setidak-tidaknya dalam Tahun 2017 pada Pemerintahan Daerah Kabupaten Bangkalan,” terang JPU Angga Ferdian, Jumat (27/12). Lanjut Angga, pengadaan kamb-

ing etawa merupakan program yang melekat di BPKAD serta DPMD Kabupaten Bangkalan pada tahun anggaran 2017. Realisasinya tersebar di 273 desa se-Kabupaten Bangkalan dengan total anggaran Rp 9.213.750.000. Setiap desa dianggaran Rp 33.750.000, dengan rincian Rp 13.750.000 untuk membeli empat

kambing etawa betina termasuk di dalamnya Rp 800 ribu untuk biaya transport. “Namun oleh terdakwa disalahgunakan dengan membuat dokumen palsu seolah- olah sudah lunas dan tidak ada pemotongan anggaran,” tambah JPU Angga. Atas perbuatan kedua terdakwa

telah merugikan keuangan negara Rp 8,4 miliar lebih. “Kerugian negara merupakan hasil audit BPK RI,” pungkasnya. Sementara itu, keduanya didakwa melanggar pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2), ayat (3) Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (fer/nov)

Penjahat Kakap Ibu Kota Tindakan tegas dan terukur dengan menembak mati Riandi yang dilakukan Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya pun dinilai tepat sasaran. “Karena melawan saat anggota melakukan penangkapan, kami terpaksa melakukan diskresi kepolisian dengan menembak mati tersangka. Itu setelah tembakan peringatan juga tidak digubris,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho, Jumat (27/12). Sandi menyebut, sejumlah catatan kejahatan mewarnai kehidupan warga Jalan Jojoran tersebut. Sebelum tersangka memutuskan untuk membunuh Suwatik (55), yang saat itu berada di warungnya di Jalan Lakarsantri, Riandi sudah pernah menjalani hukuman de-

Sambungan dari halaman 1

ngan kasus kepemilikan senjata tajam (sajam). “Pada 2016 tersangka ditangkap anggota Polsek Gubeng atas kasus kepemilikan sajam. Hal tersebut juga bisa disangkut pautkan dengan jenis kriminal yang menjerat tersangka yakni spesialis curas,” lanjut alumni terbaik Akpol 1995 itu. Setelah bebas dari jeratan hukum, ternyata tidak membuat pria bertato tersebut jera. Bermodal kartu tanda penduduk (KTP) palsu, tersangka leluasa menjadi kurir narkoba jenis sabu. Tidak tanggung-tanggung, nama Andi Prasojo cukup dikenal di kalangan lingkaran peredaran sabu di Surabaya khususnya wilayah Timur. Saat itu, Riandi menja-

Ngantuk, Pemotor Tabrak Mobil Parkir L 1736 PY dikemudikan Hadili (50), warga Jalan Sidotopo Jaya III-A. Kanit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya AKP M Faqih menjelaskan, kejadian tersebut bermula ketika Erick mengendarai motornya dari selatan menuju ke utara. “Saat berkendara di lokasi diduga pemotor kurang konsentrasi sehingga kendaraannya hilang kendali dan menabrak sebuah mobil yang sedang berhenti di tepi jalan,” kata Faqih, Jumat (27/12). Akibat tabrakan itu, Erick mengalami luka di pelipis dan perut nyeri. Tak berselang lama anggota Satlantas Polrestabes Surabaya yang mendapat

Tertipu Ojol Sampai akhirnya pihak Gojek pun memberikan penjelasan. Alvita Chen, Senior Manager Corporate Affairs Gojek, memberikan pernyataan resmi terkait protes Maia. Pihak Gojek mengecam adanya tindakan yang dilakukan oknum ojol yang menipu Maia Estianty. “Terkait musibah yang menimpa Maia Estianti, berikut tanggapan dari pihak Gojek: Keamanan pengguna dan mitra adalah prioritas kami dan kami mengecam kasus penipuan berbasis social engineering yang menimpa Maia Estianti dan mitra Gojek Yusdi Alamsyah,” tulisnya, Jumat (27/12). “Kami telah menghubungi Ibu Maia mengenai kasus ini dan siap membantu agar penipu dapat diusut dan ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Dengan ini kami juga terus mengingatkan pengguna dan mitra Gojek untuk selalu mengecek kembali jika dihubungi oleh pihak yang mengaku dari Gojek atau mitra Gojek,” sambungnya.

di target operasi (TO) Polsek Simokerto. Hanya saja, hingga kejadian pembunuhan tersebut tersangka masih berhasil mengelabui petugas dengan identitas palsunya. Tidak hanya di Surabaya, sepak terjang kejahatan pria berkulit gelap itu juga dilakukan di Jakarta. Di ibu kota, Riandi beberapa kali melakukan tindak kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas). Bahkan, dari informasi yang dihimpun beberapa kali pula aksi tersangka mengakibatkan korban nyaris kehilangan nyawa. “Dia (tersangka, red) pernah ditangkap di Jakarta pada 2018 dengan vonis 10 bulan penjara,” tandas Sandi. Saat itu, lanjut Sandi, Riandi tertangkap anggota Reskrim

Sambungan dari halaman 1

adanya kecelakaan mendatangi lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta membawa Erick ke RS Bhayangkara Polda Jatim. “Korban sudah dirawat di rumah sakit dan saat ini kasus tabrakan tersebut sedang kami tangani,” tutur Faqih. Faqih juga menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati jika sedang berkendara pada malam hari. “Kalau mengantuk saat berkendara malam sebaiknya berhenti terlebih dahulu dari pada dipaksakan dan akhirnya terjadi sesuatu yang tak diinginkan (kecelakaan, red),” pungkas mantan Kapolsek Glagah Lamongan itu. (x-3/nov)

Tim Supervisi Cek Personel Pospam Nataru pengecekan kesehatan kepada semua personel yang bertugas. Selain itu, tim juga menyampaikan beberapa arahan tentang kebersihan pospam yang harus diperhatikan karena kondisi yang kotor bisa menimbulkan penyakit. Tim supervisi juga mengingatkan para personel untuk segera memeriksakan kesehatan jika merasakan ada gejala-gejala tidak enak dalam tubuhnya. Dengan demikian,

Surabaya, Memorandum Kejahatan Ahmad Umar alias Penceng dan Mochamad Syafii, begal yang menyaru polisi bermodal borgol dan pistol mainan, berbuntut. Keduanya ternyata positif mengonsumsi narkoba jenis sabu Kanitjatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Iwan Hari Purwanto mengatakan, saat pihaknya melaksanakan tes urine kepada kedua tersangka, petugas memperoleh mereka positif memakai narkoba jenis sabu. Sabu tersebut diduga kerap dikonsumsi tersangka sebelum dan sesudah beraksi. “Mereka positif metaphetamine sebagai pengguna sabu,” jelas Iwan. Saat ini, pihak kepolisian terus memburu komplotan lain. Sebab, dari informasi yang diperoleh terdapat komplotan lain yang berada di wilayah timur. “Ya benar ada grup timur. Saat ini kami masih kejar keberadaannya,” pungkas mantan Kasatreskrim Polres Tuban tersebut. (fdn/nov)

Sambungan dari halaman 1

maka dapat segera diambil langkah-langkah pengobatan sehingga penyakit yang diidap tak semakin parah. Sementara, Kapolsek Krembangan Kompol Esti Setija Oetami mengatakan, inti kunjungan tim supervisi bertujuan untuk memastikan kesehatan para personel. “Diharapkan para personel semuanya dalam kondisi sehat sehingga pengamanan pospam bisa berjalan maksimal,” jelas Esti Oetami. (rio/nov)

Sambungan dari halaman 1 Mereka juga kembali menegaskan, Gojek maupun GoFood tidak pernah meminta kode apapun. Jika ragu, mereka mempersilakan konsumennya untuk menghubungi customer service yang beroperasi 24 jam. “Baik perusahaan, mitra Gojek maupun GoFood tidak pernah meminta kode apapun lewat cara apapun. Jika ada keraguan silahkan hubungi customer service kami yang beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu di 021-50849000 atau melalui email ke customerservice@go-jek. com,” tutupnya. Maia menyertakan screenshoot nama driver dan mengaku sudah dua kali Gopay-nya terkuras dengan saldo yang banyak. “Sudah kedua kalinya ditipu sama driver @gojekindonesia, gopay kekuras 2 kali... Gimana nih gojek?,” tulis Maia. Saat itu, Maia sedang menggunakan layanan Goshop. Terlihat ada barang yang dibeli dan dikirim dari Jalan Pantai Nusa ke Kemayoran, Jakpus. (*/nov)

Polsek Metro Senen, namun dengan identitas lain. Tersangka menggunakan KTP menyerupai asli dengan nama Slamet Handoyo. Mendapat keterangan jika yang bersangkutan sudah bebas dari penjara, tim resmob dipimpin Iptu Bima Sakti menerjukan seluruh unit untuk memburu Riandi. Kurang lebih satu pekan,

belasan petugas berpakaian preman melakukan pengintaian di sejumlah lokasi yang disinyalir menjadi persembunyian tersangka. Tapi, petugas memperoleh informasi jika Riandi pulang ke Surabaya karena ingin merayakan tahun baru di kota kelahirannya. “Akhirnya kami perintahkan anggota untuk kembali ke

Surabaya dan segera menangkap tersangka. Hasilnya dia diketahui berada di kawasan Jalan Kalibokor. Mengetahui hendak ditangkap, Riandi mengeluarkan pisau dari balik bajunya hingga memaksa kami melakukan tindakan tegas,” beber Sandi. Saat ini, pihak kepolisian juga masih terus berkoordina-

Ibu RT Selipkan SS Dalam Kutang Polsek Semampir. Ibu empat anak ini kemudian digerebek saat menonton televisi di rumahnya. Alhasil, Romlah pun menyusul suaminya ke penjara. Saat penggeledahan, polisi menemukan barang bukti satu poket sabu seberat 0,29 gram yang diselipkan di kutang yang dikenakan, dan seperangkat alat isap (bong) di dapur. Setelah terbukti, petugas menggiring Romlah ke Mapolsek Semampir guna dimintai keterangan. “Tersangka menjadi pengedar sabu meneruskan suaminya yang lebih dulu ditahan terkait kasus yang sama. Dia masih mendekam di tahanan Mapolrestabes Surabaya,” beber Kapolsek Semampir Kompol Ariyanto Agus melalui Kanitreskrim Iptu

Tritiko, Jumat (27/12). Terungkapnya kasus ini berkat laporan yang masuk ke anggota bahwa Romlah adalah pengedar sabu yang meneruskan usaha suaminya. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti petugas dengan melakukan penyelidikan di sekitar rumahnya. Setelah memastikan Romlah berada di rumah, anggota lalu menggerebek dan menangkap wanita tersebut. “Saat melakukan penggeledahan badan oleh polwan, sabu ditemukan di kutang yang dipakainya,” tandas Tritiko. Di hadapan penyidik, Romlah tidak mengelak telah menjual sabu karena meneruskan usaha suaminya, Rosi, yang ditangkap anggota Satreskoba Polrestabes

Sambungan dari halaman 1 Surabaya atas kasus yang sama dan masih mendekam di tahanan. “Saya tahu karena sering membantu suami melayani pembeli,” ujar Romlah. Untuk mendapatkan sabu, tersangka mengaku membeli dari pengedar berinisial CA (DPO), warga Jalan Sawah Pulo II, sebanyak setengah gram. “Saya biasa ketemuan di Gang Sawah Pulo,” imbuhnya. Mantan tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia ini berterus terang bahwa terpaksa jualan SS demi menyambung hidup bersama empat anaknya. Lantaran suaminya ditahan sehingga tidak ada yang menafkahi. “Hasil penjualan saya pakai untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Romlah. (rio/nov)

Razia Knalpot Brong pada Pergantian Tahun “Ini semata-mata untuk menjamin keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang akan merayakan tahun baru,” kata Dirlantas Polda Jatim Kombespol Budi Indra Dermawan, Jumat (27/12). Untuk itu pihaknya telah menginstruksikan penerapan sanksi tilang bagi pengendara roda dua yang ketahuan berknalpot brong. “Selain tilang, motornya bisa kami tahan dulu sampai knalpot diganti atau dikembalikan lagi sesuai standar,”

tutur Budi. Budi menambahkan, bila pihaknya tidak hanya melihat pada aspek knalpot brong semata dalam razia kali ini. Tapi juga akan memberikan sanksi tilang kendaraan rakitan yang dimodifikasi tidak sesuai standar. “Bukan hanya yang pakai knalpot tidak standar aja (brong, red). Tapi kalau motornya enggak standar juga kami tindak,” tegas dia. Dipaparkan Budi, bila pelarangan

Sambungan dari halaman 1 menggunakan knalpot brong telah diatur dalam pasal 285 ayat 1 UU nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Bahwa, setiap orang yang mengendarai motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban. (tyo/nov)

Kedatangan Mertua yang Bercita-cita Menimang Cucu Perempuan Fandi lantas bercerita bahwa anaknya itu, sebut saja Rio (22), lahir secara normal seperti kedua kakak lelakinya. Ketika Rio berusia dua bulan, mertua lelaki Fandi meninggal dunia. Sejak itu mertua perempuannya, sebut saja Oma Bunga, tinggal di rumah. Menurut Fandi, Oma Bunga punya lima anak. Empat laki-kali dan satu perempuan. Dialah istri Fandi, sebut saja Ana. “Semua saudara Ana tidak ada satu pun yang memiliki anak perempuan. Demikian juga Ana. Jagoan semua,” ujar Fandi. Selama di rumah, Oma Bunga sering memperlakukan Rio seperti memperlakukan perempuan. Rio didandani pakaian cewek, dibelikan aneka boneka dan aksesoris-aksesoris cewek lain. “Mami (sebutan Fandi untuk Oma Bunga, red) juga memelesetkan nama Rio jadi Ria,” kata Fandi, yang pada awalnya sempat tidak setuju dengan perlakukan Oma Bunga terhadap Rio. Tapi, Fandi diyakinkan Oma Bunga bahwa perlakukan ini tidak selamanya. Saat Rio sudah memasuki usia sekolah, dia akan diperlakukan normal seperti anak

laki-laki lain. Nanti saat sudah saatnya masuk PAUD (pendidikan anak usia dini). Fandi mengalah. Apalagi, keinginan Oma Bunga juga didukung Ana. “Sudah lama Mami ingin memiliki cucu perempuan tapi tidak pernah kesampaian. Biarlah Rio sementara diperlakukan seperti perempuan untuk mengobati kerinduan Mami memelihara cucu perempuan,” kata Ana seperti ditirukan Fandi. Dengan pakaian perempuannya, Rio tampak cantik dan menggemaskan. Ini wajar, karena Rio memang ganteng, seperti juga kakak-kakaknya. Hanya, gerakannya tetap kaku. Tapi, lambat laun tingkah Rio berubah mengikuti Ana, karena dia sering didandadi mirip mamanya. Rio juga suka menirukan segala tingkah polah Ana. Ini terlihat sangat lucu di mata Ana dan Oma Bunga. Lambat laun Fandi turut terjebak memperlakukan Rio seperti memperlakukukan perempuan. Fandi juga ikut-ikutan Oma Bunga dan Ana memanggil Rio dengan sebutan Ria. Hampir seisi rumah penuh dengan boneka mainan Ria eh Rio. Tanpa disadari, saat

si dengan polres jajaran lain untuk mengungkap kasus dan komplotan Riandi. Sebab, diketahui tersangka ini pernah beraksi di luar provinsi. “Ya kami menduga dia juga bermain (beraksi, red) di luar provinsi. Kami masih koordinasi dengan jajaran lain,” pungkas mantan Kapolrestabes Medan itu. (fdn/ nov)

Sambungan dari halaman 1

Rio masuk pendidikan PAUD, perlakuan terhadap dia sebagai princess masih terus dipertahankan. “Saya sempat sadar dan menagih janji Ana agar segera mengubah perlakukan terhadap Rio. Juga mengubah penampilannya,” kata Fandi, yang menjelaskan bahwa kesadaran itu muncul dari teguran guru-guru PAUD saat mendaftarkan Rio. Guru-guru itu bertanya mengapa Rio dipanggil Ria dan didandani seperti cewek? Fandi diam. Tidak bisa segera menjawab. Akhirnya dia mengatakan bahwa yang mendadani Rio adalah neneknya. “Saya tahu jawaban itu salah,” kata Fandi. (bersambung)

Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih


SERTIFIKA T

P ER S WAN DE

HUKUM & KRIMINAL WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

SABTU PAHING, 28 DESEMBER 2019

HAL HALAMAN 8

Pipa Air Dirusak Orang Tidak Dikenal Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander meninjau asrama polisi (aspol) didampingi Plt Wali Kota Raharto Teno Prasetyo dan Ketua DPRD Kota Pasuruan Ismail M Hasan.

Tinjau Aspol Bareng Plt Wali Kota dan Ketua DPRD Pasuruan, Memorandum Di tengah kesibukan Menjelang Tahun Baru 2020, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander SIK MH beserta rombongan mengecek dan mengontrol asrama polisi (aspol) Polres Pasuruan Kota di Jalan Panglima Sudirman, Kota Pasuruan, Jumat (27/12). Dalam kegiatan itu, Kapolres Pasuruan Kota didampingi Plt Wali Kota Raharto Teno Prasetyo dan Ketua DPRD Kota Pasuruan Ismail M Hasan. Dony menyampaikan, kunjungan kali ini bersama dengan Plt Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Pasuruan merupakan bentuk kepeduliannya kepada anggota Polres Pasuruan Kota untuk meninjau kelayakan rumah dinas Kepolisan. “Melihat kondisi bangunan aspol bagian Selatan tepatnya di bangunan rusak yang belum diperbaiki dan dimanfaatkan,” jelas Dony. (*/rul/fer)

Lokasi perusakan pipa penyaluran air sawah serta kebutuhan masyarakat sehari-hari itu berada di Dusun Ranu, Desa/ Kecamatan Pronojiwo. Tidak hanya pipa saja yang dirusak, tempat penampung air (jedingan) dari air sumber yangg dirusak terbuat dari dinding cor dengan ukuran panjang 2 meter, tinggi 1 meter dan lebar 70 cm. Air yang mengalir melalui pipa selama ini untuk kebutuhan pengairan sawah petani serta kebutuhan warga masyarakat dan tempat ibadah di Dusun Mulyoarjo, Desa/Kecamatan Pronojiwo. Sehingga akibat kejadian ini air tidak bisa mengalir normal dan merugikan warga. “Kejadian ini kali kedua yaitu pada hari Senin kemarin namun bisa diatasi oleh warga sehingga tidak melapor. Namun kejadian kedua, Kamis pagi. Kerusakannya semakin parah, akhirnya warga melapor,” ujar Adewira. Hasil penyelidikan di lokasi, jumlah pipa penyalur air yang dirusak sebanyak 15 pipa dengan kondisi pecah dan berlubang. Dalam kesempatan itu, Kapolres menerima keluhan dari masyarakat secara langsung dan menampung informasi di

FOTO: MEMORANDUM/TRI

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Lumajang, Memorandum Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negara Siregar didampingi Kanittipidter Satreskrim Ipda Loni Roy Madona bersama Kapolsek Pronojiwo Iptu Basuki Rahmad mendatangi lokasi perusakan pipa penyaluran air oleh orang tidak dikenal, Jumat (27/12).

Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negara Siregar mengecek pipa air yang dirusak.

tempat kejadian. Adapun motif dari perusakan itu sendiri masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Lumajang dan Polsek Pronojiwo,

Namun kapolres berjanji, dalam waktu dekat pihaknya bisa menangkap pelakunya. “Perusakan fasilitas umum ini sangat

tidak bisa ditolerir. Karena pipa saluran air ini sangat dibutuhkan masyarakat,” tegas mantan Kasatlantas Polrestabes Surabaya ini. (tri/fer)

Satlantas Bagikan 100 Nasi Kotak

FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

Pasuruan, Memorandum Disela-sela kesibukan melakukan pengamanan menjelang Tahun Baru 2020, anggota polwan Satlantas Polres Pasuruan melaksanakan kegiatan LAPPIS (Lantas Peduli Sesama) di Pasar Bangil Jalan Mangga Nomor 74, Sidodadi, Pogar, Kecamatan Bangil, Pasuruan, Jumat (27/12). Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Bayu Halim Nugroho SH SIK menyampaikan, disamping membagikan nasi kotak, anggota satlantas juga memberikan sosialisasi dengan cara bertatap muka langsung dengan tukang becak agar mereka senantiasa tertib berlalu lintas, mematuhi rambu - rambu lalu lintas, menepi saat menurunkan penumpang sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas, dan menjaga keselamatan dalam berkendara. Sebanyak 100 paket nasi kotak yang dibagikan polwan kepada tukang becak yang mangkal disekitaran Pasar Bangil, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. “Pembagian makanan ini sebagai wujud Satlantas Polres Pasuruan peduli sesama bagi warga Pasuruan yang disekitar lokasi Pasar Bangil,” jelas Bayu. (*/rul/fer)

Kasatlantas Polres Jember AKP Edwin Nathanael didampingi Kanitregident Ipda Agnis dan Kanitlakalantas Ipda Heri Yuliawan bersama anak yatim piatu.

Jumat Manis Bersedekah Jemb Memorandum Jember, Har ini adalah Jumat Manis. Banyak Hari amal kebaikan yang bisa dilakukan dan tentunya mendatangkan banyak pah pahala. Salah satu amalan yang bai dilaksanakan adalah berbagi baik se sedekah dengan anak yatim piatu. Berbagi sedekah di lingkungan sekitar merupakan bagian dari tanggung jawab sosial jajaran Polres Jember terinspirasi dari Program ”Jegeh Apike Jember ” yang diprakarsai AKBP Alfian Nurrizal SH SIK Mhum. Satlantas berbagi sedekah bersama anak yatim piatu merupakan bentuk perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar, sudah menjadi agenda rutin setiap Jumat manis. Acara ini dikemas dengan pengajian dan doa bersama anak- anak yatim piatu Al Habsy Tegal Besar yang digelar di gedung Arya Guna Jalan Letjen Pandjaitan, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jumat (27/12). Tidak hanya berupa santuan uang tunai, anak-anak yatim piatu itu juga menerima bingkisan dan makanan ringan. “Dengan terjalinnya silahturahmi dan hubungan baik di lingkungan sekitar kita, diharapkan dapat menciptakan kedekatan dan kepercayaan masyarakat kepada kepolisian,” ujar Kasatlantas AKP Edwin Nathanael SIK. (edy/fer)

2019 berjalan aman dan tanpa halangan. Selain itu, tidak melakukan tindakan yang menyimpang serta meminimalisir segala bentuk pelanggaran,” tandas Rohman. Lebih jauh, Rohman menambahkan, bahwa pihaknya selaku bidang pengawasan dan pengendalian anggota selama pelaksanaan operasi akan secara rutin melaksanakan pengecekan terhadap angggota. “Kami akan selalu mengawasi setiap tugas yang dilaksanakan personel secara langsung dengan harapan anggota tidak melakukan kesalahan sehingga bisa membantu masyarakat saat merayakan

FOTO: MEMORANDUM/MHD

dicek kehadirannya. “Bapak Kapolres Probolinggo Kota telah mengeluarkan surat perintah pelaksanaan tugas untuk beberapa kegiatan di antaranya pengamanan Operasi Lilin Semeru 2019. Bentuk pengamanan ini kami telah turunkan personel provost untuk mengecek kehadirannya, jika pada saat pengecekan didapatkan personel tidak ada ditempat akan kami berikan tindakan disiplin,” terangnya. Tak hanya itu, anggota Polri yang terlibat dalam Operasi Lilin Semeru 2019 untuk bersungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas pengamanan tersebut. “Saya tekankan kepada seluruh personel untuk terus bertugas sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah ada sehingga pelaksanaan Operasi Lilin Semeru

Kesiapan personel pospam Operasi Lilin Semeru 2019 di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota.

Natal 2019 dan menyambut Tahun Baru 2020,” tuturnya. Kasi Propam juga meminta, melaksanakan tugas dengan baik serta minimalisir kesalahan atau pelanggaran anggota saat pelaksanaan tugas di lapangan. Pihaknya tidak akan memberi-

kan toleransi bagi personel Polri yang mangkir dalam tugas, jelas akan diproses. Polisi sebagai pelayan dan pelindung serta pengayom masyarakat, bagaimana masyarakat mau terlindungi dan terayomi kalau polisinya malas. (mhd/fer)

Tim Gaktiblin Polri Apresiasi Pospam Lembu Peteng Tulungagung, Memorandum Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia, bersama Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela, Kapolres Blitar AKBP Budi Hermanto, dan Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menyambut kedatangan Tim Biro Provost Divpropam Polri dalam rangka Operasi Gaktiblin ke wilayah Polres Tulungagung, Polres Blitar Kota, Polre Blitar dan Polres Trenggalek di pos pengamanan (Pospam) Operasi Lilin Semeru 2019 GOR Lembu Peteng, Jumat (27/12). Tim Gaktiblin yang dipimpin Sekretaris Biro (Sesro) Provos Divpropam Polri Kombespol Awang Joko Rumitro langsung menuju ke dalam pospam yang dibuat cukup unik dengan tema tokoh film kartun Frozen.

Pelayanan informasi, kesehatan kemudian ruang istirahat dan CCTV pantau sejumlah titik rawan kemacetan menjadi fasilitas unggulan yang mendapat apresiasi. Tidak hanya itu saja, Kapolres Tulungagung juga memperkenalkan program traffic accident claim system (TACS) yang mendapatkan tanggapan cukup positif. Di hadapan awak media, Sekretaris Biro (Sesro) Provos Divpropam Polri Kombespol Awang Joko Rumitro mengatakan dirinya mendapatkan tugas untuk memeriksa kesia-

FOTO: MEMORANDUM/FIR

Anggota Satlantas Polres Pasuruan membagikan nasi kotak kepada tukang becak.

Probolinggo, Memorandum Dalam menjalankan tugas sebagai pengawasan dan pengamanan personel dalam wilayah hukum Polres Probolinggo Kota sudah menjadi bagian dan tugas pokok Sipropam. Berbagai kegiatan pengawasan personel gencar dilakukan Sipropam yang melaksanakan tugas berdasarkan surat perintah pimpinan. Jumat (27/12) siang, agenda pengawasan yang dilakukan Kasipropam Polres Probolinggo Kota Ipda Rohman di antaranya pengecekan kehadiran personel tugas jaga pada Pos Pengamanan (Pospam) Operasi Lilin Semeru 2019. Rohman mengatakan, bahwa petugas yang sudah menerima surat perintah Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya secara otomatis akan diawasi dan

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia dan Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mendampingi Kombespol Awang Joko Rumitro.

pan dan pelaksanaan operasi lilin di polres-polres wilayah Jatim. Dan keseluruhan, secara umum cukup bagus termasuk di Tulungagung. “Tujuan kami dalam hal ini

saya yang ditugskan di tim Jawa Timur mengecek kesiapsiagaan dan mengawasi Operasi Lilin Semeru 2019. Dan alhamdulillah berjalan baik dan kita memberi masukan jika diperlukan. Al-

hamdulillah pengamanan Natal sudah tertib, semoga tahun baru juga berjalan tertib,” ujarnya. Kombespol Awang menambahkan, pos pengamanan maupun pos pelayanan yang dibuat oleh polres di masing-masing daerah cukup bisa memberikan pelayanan sekaligus fasilitas lainnya. Seperti pemeriksaan kesehatan hingga memberikan suasana rileks bagi anak-anak. Terlebih di Pospam GOR Lembu Peteng, yang didesain dengan suasana cukup sejuk. “Kalau masyarakat berkunjung itu bisa dibilang one stop service lah. Anak-anak bisa main-main dan bisa cek kesehatan dan lain-lain. Saya apresiasi secara keseluruhan. Di Jawa Timur juga cukup bagus dan di sini juga cukup dingin dan bagus,” terangnya.(fir/mad/fer)

Jogging hingga Belajar Jemparingan Bangkalan, Memorandum Tiada hari tanpa berolahraga. Begitulah, aktivitas rutin Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi, setiap kali ada celah waktu luang di luar jam dinasnya. Mens sana in corpore sano yang artinya Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Filosofi klasik Yunani kuno , naga-naganya menjadi sandaran prinsip dalam giat keseharian pamen Polri kelahiran Sidoarjo. Faktanya, setiap pagi Rama rajin jogging. Paling tidak lari-lari kecil di ruas jalan protokol sekitar Mapolres Bangkalan. Tepatnya di Jalan Soekarno-Hatta. “Yaahh...harus rajin jogging dan lari pagi dong, biar lemak di tubuh bisa cepat hilang secara alamiah,” kata Rama, saat disapa koran ini seusai lari pagi, beberapa saat sebelum acara tasyakuran atas penghargaan ZI-WBK yang diterima Polres Bangkalan, Sabtu (14/12).

FOTO: MEMORANDUM/RAS

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Provost Rutin Cek Personel Pospam

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi konsentrasi membidik sasaran saat berlatih jemparingan atau cabor panahan tradisional di Alun-Alun Kota Bangkalan.

Giat olahraga pagi Rama saat itu tidak jeda sampai di situ. Dia langsung berbaur dengan Wakapolres Deky Hermansyah, para kabag, kasat, kanit, kasubbag dan para kapolsek dari 17 polsek jajaran untuk senam massal.

Bergoyang energik. Meliuk ke depan, belakang, samping kanan dan kiri, di bawah alunan rancan irama reggae lagu khas Papua, Sajojo. “Begitulah kegiatan Bapak Kapolres. Selalu aktif berolahra-

ga. Terutama pagi hari sebelum jam dinas. Menu jogging dan lari pagi, selalu rajin ditekuni beliau,” komentar Kasubbag Humas Iptu Moh Bahrudi, Jumat (27/12). Rama, menurut Barudi, juga kerap ikut nimbrung ikut senam massal bersama komunitas pemuda, ibu-ibu anggota PKK dan masyarakat umum. Biasanya, itu digeluti Kapolres di halaman Stadion Gelora Bangkalan (SGB) setiap Minggu atau hari-hari libur lainnya. Hanya sebatas itukah giat olahraga yang ditekuni Rama ? Ternyata tidak. Terbukti, Sabtu (21/12) sore, masih berpakaian dinas lengkap, Rama tampak berbaur dengan anggota forkopimda dan para pimpinan OPD di lingkungan Pemkab di alun-alun Selatan Kota Bangkalan. Juga ada belasan kegiatan olahraga lainnya. Mau ikut berkiprah latihan sepak bola Ndan..??? Ehhh.., ternya-

ta tidak. Rama seperti anggota forkopimda lainnya, tampak memungut busur panah tradisional. Termasuk beberapa anak panahnya. Naga-naganya Rama tengah getol belajar dan latihan jemparingan, alias panahan tradisional. Dalam posisi berediri, juga masih berseragam dinas, Kapolres AKBP Rama Samtama Putra, tampak serius menarik busur dan membidik target sasaran. Jaraknya kira-kira 15 meter. Lalu... wuusshh..anak panah melesat deras. Dan..taaappp.., anak panah menghujam mantap. Ealaahh... melenceng dari target. Ramah tak patah semangat. Berkali-kali serius menarik busur, konsenstrasi pada sasaran, lalu melepas anak panah. Waduuhh...luput dan luput lagi komandan.”Haaa...haa...tidak apa-apalah, wong namanya masih baru belajar kok..,” komentar Rama. (ras/fer)


KOTA SURABAYA 21 Daerah Diterjang Puting Beliung dan Banjir

SABTU PAHING, 28 DESEMBER 2019 HALAMAN 9

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Puncak Musim Hujan Januari-Februari Surabaya, Memorandum Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim mencatat 21 daerah di Jatim diterjang bencana banjir, puting beliung, dan longsor (hidrometeorologi).

FOTO: ISTIMEWA

Suban Wahyudiono

Kepala BPBD Jatim Suban Wahyudiono mengatakan, berdasarkan informasi data yang terhimpun, Rabu (25/12) mulai pukul 12.00 hingga 18.00, terdapat 18 daerah dilanda angin kencang dan puting beliung,

dua daerah diterjang banjir, dan satu wilayah longsor. Dari 18 kabupaten/kota yang diterjang angin kencang di antaranya Jember, Trenggalek, Lumajang, Pamekasan, Mage Bersambung ke halaman 10  GRAFIS/AZIZ

Umat Islam Kecam Penindasan Etnis Muslim Uighur Surabaya, Memorandum Menyikapi penindasan terhadap etnis muslim Uighur di

China, ribuan umat Islam yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) meluruk

gedung Konsulat Jenderal Republik Rakyat China (Konjen RRC), di Jalan Mayjen Sungkono

105 Dukuh Pakis, Jumat (27/12). Pantauan di lapangan, seruan ribuan massa umat Islam

melalui orasinya Selamatkan Muslim Uighur terus berulang  Bersambung ke halaman 10 

FOTO: ISTIMEWA

Wali Kota Risma memberikan sambutan usai MoU E-Tilang di Balai Kota Surabaya.

Januari, E-Tilang Diterapkan di 15 Titik Surabaya, Memorandum Pengguna kendaraan bermotor harus berpikir ulang ketika hendak melanggar peraturan lalu lintas, meski tidak ada polisi yang berjaga. Sebab, awal Januari 2020 sudah diterapkan tilang elektronik (E-Tilang) di Surabaya. Dengan memakai closed circuit television (CCTV) jenis face recognition, setiap pelanggaran lalu lintas yang terjadi akan terekam jelas. Maka jangan heran, meski tidak ada polisi yang menyemprit, ketika terjadi pelanggaran maka pelanggar tidak bisa berkelit dari jeratan E-Tilang. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan pemberlakuan E-Tilang ini mencegah kecelakaan lalu lintas. Sebab, kecelakaan yang terjadi selama ini akibat  Bersambung ke halaman 10 

FOTO: MEMORANDUM/WAHYU

Massa GUIB menggelar poster berisi dukungan terhadap penghentian penindasan kaum muslim Uighur di gedung Konjen RRC, Jalan Mayjen Sungkono.

Akuntan Senior pun Tertarik Sidoarjo, Memorandum Akuntan senior Sutopo mendatangi Kantor Biro Memorandum Sidoarjo di perumahan Kahuripan Nirwana Village (KNV). Kedatangan akuntan sepuh yang sampai sekarang masih dipercaya perusahaan besar di kota-kota besar Indonesia, termasuk Surabaya, Denpasar dan Jakarta itu ternyata terkait Gowes Spektakuler yang digelar Pemkab Sidoarjo dan Surat Kabar Harian (SKH) Memorandum pada 26 Januari 2020. Pria kelahiran Pacitan yang juga tercatat sebagai salah satu pendiri Partai Demokrat Kabupaten Sidoarjo tidak datang sendirian. Ia dengan dua pria asal Sono, Buduran, Sidoarjo. “Kabarnya akan menggelar gowes dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ya? Saya tertarik mengikuti olahraga ini. Ini murah, meriah dan menyehatkan,” ujar politisi senior Partai Demokrat Kabupaten Sidoarjo itu. Mancal (naik sepeda pancal),

FOTO: MEMORANDUM/JOK

Sutopo

menurut Sutopo, olahraga ringan yang dibutuhkan tubuh agar tetap sehat. Sebab dengan mancal, semua organ tubuh digerakkan. Olahraga ini tidak membutuhkan tenaga besar, tetapi sangat diperlukan tubuh bila manusia ingin tetap sehat. “Karena itulah saya datang ke sini untuk menanyakan lebih jauh Gowes

Spektakuler,” papar Sutopo. Namun soal jumlah rekan-rekannya yang bakal mengikuti Gowes Spektakuler, Sutopo belum berani memastikan. “Jumlahnya berapa yang bakal ikut, nanti saya kabari. Yang pasti saat ini saya ke sini untuk menanyakan lebih jauh soal Gowes Spektakuler. Biar dengar langsung dari orang dalam Memorandum,” urai Sutopo. Lelaki yang tinggal di Buduran, Sidoarjo itu kemudian memaparkan soal Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo. Menurut hemat Sutopo, memeriahkan hari jadi kabupaten dengan menggelar sepeda santai lebih tepat dibandingkan acara lain. Terlebih bila panitia menyediakan hadiah menarik seperti mobil, sepeda motor dan lain sebagainya. “Ini bukan hanya menghibur dan menyehatkan, tetapi juga memberikan sesuatu yang berharga bagi peserta di hari jadi kabupaten. Ini luar biasa dan patut kita dukung,” pungkas Sutopo. (jok/fer)

Duper Cycling Club Krian Ramaikan Gowes Spektakuler Sidoarjo, Memorandum Pengusaha muda Ambudi Putra Laksana mengapresiasi Gowes Spektakuler dalam rangka HUT ke161 Kabupaten Sidoarjo yang bakal digelar 26 Januari 2020 mendatang. Acara yang diadakan Surat Kabar Harian (SKH) Memorandum dan Pemkab Sidoarjo itu dinilai merakyat dan menghibur rakyat. Tidak hanya mengapresiasi, pria yang tinggal di Tempel, Krian, Sidoarjo itu juga berjanji bakal ikutserta dalam acara itu bersama penggemar sepeda onthel dan klub sepeda onthel. Bahkan, sejak sepekan lalu, Ambudi sudah mengontak Memorandum Biro Sidoarjo dan memesan 14 tiket Gowes Spektakuler lengkap dengan nama-nama peserta yang bakal ikut bersama dirinya. Dalam whatsapp ( WA) yang dikirim ke Memorandum Biro Sidoarjo, Ambudi menyebutkan nama 14 orang dari DCC (Duper Cycling Club) Krian yang bakal turut dalam acara

FOTO: MEMORANDUM/JOK

Ambudi Putra Laksana silaturahmi di Kantor Biro Memorandum Sidoarjo.

Gowes Spektakuler. Mereka adalah Mbah Ponco, Wahyudi, Eddy, Slamet, Udin, Bambang, Santoso, Nurhadi, Wisnu, Agus, Tri, Rusiyanto, Rusiyanto

2 dan Ambudi. “Tolong dikondisikan. Insya Allah kami (14 orang) ikut dalam acara itu,” tegas Ambudi. (jok/fer)


KOTA SURABAYA WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

SABTU PAHING, 28 DESEMBER 2019 HALAMAN 10

AnƟsipasi Pesta Narkoba PerganƟan Tahun

Dewan Minta Pemkot dan Polisi Pelototi Hiburan Malam KESEHATAN MATA PEMBACA harian pagi MEMORANDUM yang budiman dimana pun berada, kami menyediakan berbagai rubrik tanya jawab atau konsultasi soal Polisi Menyapa, Obat Tradisional, Kesehatan Mata, Spiritual Agama Islam serta Narkoba secara gratis. Cukup mengirim pertanyaan lewat email: memorandumredaksi@gmail.com, SMS/Whatsapp: 081216517867. Anda akan mendapat jawaban. Semoga rubrik ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Mata Buram, Chorioretinitis? Tanya: Dokter, mata saya yang satu buram. Sudah ke dokter katanya kena chorioretinitis? Apa itu dok? Bisakah menular ke mata satunya?

Surabaya, Memorandum Komisi A DPRD Surabaya meminta Pemkot Surabaya dan aparat kepolisian memelototi tempat hiburan malam di Kota Surabaya. Ini untuk mengantisipasi peredaran narkoba pada malam pergantian tahun. Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Imam Syafii mengatakan, biasanya perayaan pergantian tahun banyak yang merayakan di tempat hiburan malam. Ini rawan dijadikan pesta narkoba.

Selain itu, dia juga meminta pengusaha dan pengelola tempat hiburan malam untuk mematuhi aturan yang berlaku. “Kita tahu selama ini tempat hiburan malam sering jadi sarang peredaran narkoba. Maka,

saya minta pemkot dan aparat kepolisian tolong ini dipelototi,” tandas Imam. Menurut politisi Partai NasDem ini, jika tempat-tempat hiburan ketahuan melanggar, seperti jadi ajang transaksi dan konsumsi narkoba, maka perlu disanksi tegas. Mulai sanksi administrasi berupa teguran keras hingga pencabutan izin. Imam meminta polisi tidak hanya mencokok pengguna atau pengedar narkoba. “Yang patut

kita dorong, pemilik tempat hiburan malam juga ditindak,” imbuh dia. Untuk mencocokkan data di lapangan, menurut Imam, dewan juga akan melakukan pengawasan secara diam-diam saat malam pergantian tahun. Inspeksi mendadak (sidak) bakal dilakukan beberapa hari sebelum hari H dan saat malam tahun baru. “Kalau ketahuan narkoba, ya sikat aja,” pungkas dia. (alf/dhi)

Program Sertifikasi Tanah Warga Perumahan YKP Kurang Diminati

Abdullah Syarif, Gunung Anyar, Surabaya Jawab: Pak atau Mas Arif yang budiman. Salam sehat ya. Kami jelaskan, Chorioretinitis Diasuh oleh: dapat disebabkan Dr Lydia Nuradianti SpM oleh virus, bakteri, dan protozoa. Chorioretinitis biasanya terjadi pada bayi baru lahir karena infeksi dalam kandungan oleh toxoplasma atau cytomegalovirus. Namun dapat juga terjadi sebagai reaktivasi atau didapat karena imunitas pasien yang rendah. Misalnya pada orang dengan penyakit AIDS atau orang yang mengonsumsi obat imunosupresan yang bisa membuat kekebalan tubuh menurun. Infeksi lainnya yang berhubungan dengan chorioretinitis di antaranya tuberkulosis, sifilis, sarkoidosis, eipstein barr virus, varicella zoster, dan berbagai jamur, misalnya jamur candida. Selain infeksi, ada penyebab noninfeksi, misalnya penyakit autoimun seperti penyakit Behcet, sindrom Vogt-Koyanagi-Harada, poliarthritis nodosa atau keganasan seperti leukemia, melanoma maligna, dan lain sebagainya. Sebagian kasus chorioretinitis juga tidak diketahui sebabnya. Gejala yang dialami oleh penderita di antaranya: penurunan penglihatan atau mata buram, floater/melihat bintik terbang, rasa nyeri pada mata. Fotofobia yaitu sensitif atau nyeri bila terkena cahaya, mata merah (tetapi jika hanya bagian belakang yang terkena maka mata bisa tidak merah). Pada kasus tertentu chorioretinitis bisa sembuh dengan sendirinya. Pada chorioretinitis yang terjadi sejak lahir (kongenital) biasanya progresif dan perkembangannya sulit diprediksi. Pada chorioretinitis yang didapat penyembuhannya tergantung dari pengobatannya. Mata yang sehat bila penyebab infeksinya tidak teratasi ada kemungkinan untuk terkena. Tetapi tentunya kondisi setiap orang berbeda, sehingga apabila Anda ada pertanyaan Anda bisa bertanya pada dokter spesialis mata yang mengobati Anda. (*)

Surabaya, Memorandum Meski sudah lunas mengangsur rumah ke Yayasan Kas Pembangunan (YKP), ternyata ada 2.373 rumah yang belum memiliki sertifikat tanah. Untuk itu, YKP membuka pendaftaran sertifikasi tanah melalui program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL). Ketua Pengurus YKP yang juga Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) Kota Surabaya Maria Theresia

Ekawati Rahayu mengatakan, ada 726 rumah yang mengajukan sertifikasi tanah lewat program PTSL.“Sejak dibuka 6 Desember hingga sekarang, peminatnya belum banyak. Masih ada sekitar 1.647 rumah yang belum mendaftar sertifikasi,” ungkap wanita yang disapa Yayuk, Jumat (27/12). Yayuk menegaskan, jika sampai penutupan 31 Desember, mereka belum juga mendaftar, maka dipersilakan mengurus sendiri.

Sebab, tidak ada lagi program PTSL untuk mereka. Bendahara YKP yang juga Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Kota Surabaya Yusron Sumartono menjelaskan, pihaknya sudah melakukan survei ke lapangan. Ternyata mereka yang tidak segera mendaftar itu rumahnya banyak yang kosong dan sudah berpindah tangan. “Jika ada kendala pembiayaan bisa mengajukan skema kredit ke

Bank Jatim dengan jangka angsuran tiga tahun. Kalau pakai bank lain, tak ada masalah,”ungkap dia. Yusron menjelaskan, dari 11 ribu rumah YKP, ada beberapa tanahnya sudah lunas dan mendapatkan sertifikat sah. Juga ada yang sudah lunas, tapi belum mendapatkan sertifikat meski pelunasannya sudah lama. Selain itu, ada pula yang tanahnya berada di atas surat ijo. Karena itu, dia memastikan bahwa yang boleh masuk dalam

Surabaya, Memorandum Menjelang Pilwali Surabaya 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya menyelenggarakan sosialisasi tatap muka bersama insan pers yang tergabung dalam Pokja DPRD Surabaya. Kegiatan yang digelar di Lapangan Futsal Goal Mangga Dua, Jumat (27/12) ini, dihadiri 60 wartawan dengan narasumber Soeprayitno (Komisioner KPU Kota Surabaya Bidang Hukum dan Pengawasan) dan Ainur Rohim (Ketua PWI Jatim). Soeprayitno mengatakan, Pilwali Surabaya akan digelar 23 September 2020. “Penentuan jadwal pelaksanaan tersebut mengacu pada Peraturan KPU 16/2019 dan Surat Keputusan KPU Kota Surabaya Nomor 379,”ujar dia. Nano, sapaan Soeprayitno, menjelaskan, bahwa pilkada serentak 2020 kali ini adalah

tan, Kabupaten Blitar, Sidoarjo, Kabupaten Probolinggo, Nganjuk, Kota Kediri, dan Sumenep. Kemudian Batu, Ponorogo, Kabupaten Kediri, Kabupaten Madiun, Kabupaten Mojokerto, Kota Pasuruan, dan Bojonegoro. Sedangkan dua wilayah yang dilanda banjir yakni Kabupaten Mojokerto dan Kota Pasuruan. Satu lagi longsor di Kabupaten

FOTO: MEMORANDUM/BAUD

Komisioner KPU Kota Surabaya Bidang Hukum dan Pengawasan Soeprayitno serta Ketua PWI Jatim Ainur Rohim menjadi narasumber pada sosialisasi tatap muka Pilwali Surabaya.

yang kelima. Pertama pada 2015, kedua 2017, ketiga 2018, keempat 2019, dan kelima 2020. Sementara Ketua PWI Jatim

Bojonegoro. “Namun di Kecamatan Sekar (Bojonegoro) longsor ringan, tidak ada kejadian besar,”ujar Suban, Jumat (27/12). Prediksi bencana hidrometeorologi ini, lanjut dia, akan terus berlanjut. Sesuai peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut puncak musim hujan di Jatim baru terjadi Jan-

Januari, E-Tilang Diterapkan di 15 Titik

FOTO: MEMORANDUM/ARIS

Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf Sudaryanto bersama anggota menyusuri jalanan Kota Surabaya.

Danrem Gowes Bareng Anggota Surabaya, Memorandum Olahraga menjadi rutinitas yang wajib diikuti oleh prajurit Korem 084/Bhaskara Jaya. Kali ini Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf Sudaryanto mengajak anak buahnya gowes bareng. “Kurang lebih, 100 personel yang kita libatkan,” ujar Sudaryanto, Jumat (27/12). Diawali dari kediaman Sudaryanto, peserta gowes menempuh rute sejauh puluhan kilometer. “Kurang lebih sejauh 30 kilometer yang kami lalui,” lanjut Sudaryanto. Selain melintasi Jalan Diponegoro, mereka menetapkan beberapa jalur lainnya di antaranya Jalan A Yani, Jalan Raya Rungkut, hingga Jalan Tunjungan. “Dengan olahraga bersama ini semakin mendekatkan pimpinan dan anggota,” pungkas Sudaryanto. (tyo/lis)

Direktur: Choirul Shodiq Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah Konsultan Hukum: Noer Fattah Syafi’i

program ini adalah nasabah yang sudah lunas, tapi belum mendapatkan sertifikat. “Kalau tanahnya aset pemkot atau surat ijo, maka tidak boleh ikut program ini,” kata dia. Yusron menambahkan, perumahan YKP sendiri tersebar pada 11 kelurahan, yakni Gayungan, Menanggal, Mojo, Kalirungkut, Medokan Ayu, Penjaringan Sari, Kendangsari, Siwalankerto, Tenggilis Mejoyo, JemurWonosari, dan Rungkut Kidul. (udi/dhi)

PWI Jatim: Peran Media Massa di Pilwali Cukup Penting

Ainur Rohim menyampaikan peran media massa pada Pilwali Surabaya 2020 sangat penting, khususnya sebagai sosial kon-

trol. Untuk itu, dia menggarisbawahi agar media massa memainkan peran mereka dengan optimal. “Merujuk UU Pers 40/1999, fungsi media massa ada lima. Yakni sebagai pendidikan, hiburan, ekonomi bisnis, informasi, dan sosial kontrol. Nah, tinggal bagaimana kita dan kebijakan masing-masing media mau berperan dari sisi mana,” ujar dia. Lebih jauh, dia mengingatkan, agar media massa jangan sampai menjadi alat atau instrumen calon wali kota, tapi sebagai mitra. Untuk itu, Ainur Rohim meminta kepada KPU Surabaya agar memasang iklan di media mainstream, jangan di media sosial (medsos) yang tak bisa diverifikasi dan dikonfirmasi. “Kasus di medsos yang kena ya yang meng-upload konten, bukan pemiliknya,”tandas dia. Lebih jauh, dia menuturkan, menjelang Pilwali Surabaya tak

21 Daerah Diterjang Puting Beliung dan Banjir

Komisaris: Mangestuti Agil

FOTO: ISTIMEWA

Imam Syafii

kecerobohan. Ironisnya, yang terdampak adalah warga yang tidak melanggar lalu lintas. “Nanti CCTV face recognition ini bisa menembus ke dalam mobil . Jadi ketahuan kalau tidak pakai sabuk pengaman,” kata Risma usai penandatanganan MoU penerapan E-Tilang dengan melibatkan Polda Jatim, Kejari Surabaya, Kejari Tanjung Perak,PN Surabaya, Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, di Balai Kota Surabaya, Jumat (27/12) Dia menambahkan, untuk peralatan CCTV, pemkot yang menyediakan sarana. Sedangkan untuk penindakan akan dilakukan instansi berwenang yaitu aparat kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan. Lebih jauh, dia menjelaskan, E-Tilang ini selain terkoneksi dengan kepolisian, juga menyambung dengan data kependudukan. Sehingga akan mun-

cul nama dan alamat lengkap si pelanggar. Selain itu, juga akan disambungkan dengan kejaksaan dan pengadilan. Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat mengungkapkan, E-Tilang ini diberlakukan kepada mereka yang tidak mengenakan sabuk pengaman, main ponsel saat berkendara, tidak memakai helm, menerobos lampu merah, melanggar marka. Kemudian Regional Traffic Management Center (RTMC) Polda Jatim menverifikasi jenis pelanggaran, identifikasi kendaraan, dan mencetak surat konfirmasi yang akan dikirim ke pelanggar.”Untuk tahap awal ini ada 15 titik yang akan diterapkan E-Tilang. Yakni di Jalan Darmo, Jalan Kertajaya, Jalan Prof Dr Moestopo, Jalan Karangmenjangan, Jalan Mastrip, Jalan Gunungsari, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Adityawarman,

ada calon yang menampilkan diri terang-terangan. Apakah ini karena apatis atau frustasi, sehingga pragmatis. “Dinamika politik yang dimainkan aktor politik (di Pilwali Surabaya) tak setinggi daerah lain di Jatim. Di Jember dan Kediri misalnya, para calon perang alat peraga kampanye (APK). Lha, mungkin kalau di Surabaya mau pasang APK takut diserang, sehingga diturunkan,”ungkap dia. Sementara itu, Ketua Pokja Wartawan DPRD Surabaya Maulana mengatakan, bahwa sosialisasi pilwali ini dilaksanakan tidak hanya kepada wartawan di lingkungan DPRD Surabaya saja, tetapi juga diikuti oleh wartawan yang sehari-hari bekerja lintas lokasi dan instansi. “Harapannya, ada infus pencerahan. Sehingga wartawan bekerja secara profesional dalam pemberitaan Pilwali lu 2020,”terang dia. (dhi/lis)

Sambungan dari halaman 9

uari-Februari. Subhan memastikan belum ada peringatan dari BMKG mengenai potensi bencana mendatang. “Mudah-mudahan tidak terulang tragedi seperti 2017 silam. Diprediksi musim hujan, tapi ternyata ada anomali badai tropis (siklon dahlia) yang membuat porak-poranda di Pacitan,”ungkap dia.

Sambungan dari halaman 9 Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Kenjeran, Jalan Kusuma Bangsa, dan Jalan Bratang. Ke depan akan diperbanyak menjadi 38 titik,”ujar Irvan. Bagi pelanggar yang terlambat konfirmasi selama 10 hari atau belum membayar selama 15 hari, maka STNK akan diblokir. Untuk membuka STNK, pelanggar datang ke Posko Gakkum untuk menyelesaikan proses tilang. Dirlantas Polda Jatim Kombespol Budi Indra Darmawan mengungkapkan, mereka yang terkena E-Tilang bisa langsung membayar. Namun, jika keberatan bisa mengikuti proses pengadilan.“Kalau nanti pelanggar itu orang Banyuwangi, tidak masalah. Sebab, E-Tilang itu akan dikirim ke rumah pelanggar yang ada di Banyuwangi. Dan mereka bisa membayar via transfer,”ungkap dia. (udi/dhi)

Selain itu, Suban mengaku ada 13 daerah yang berpotensi tinggi rawan longsor dari 38 kabupaten/kota di Jatim. Mulai Magetan, Ponorogo, Trenggalek, Pacitan, Nganjuk, Mojokerto dan Malang. “Paling banyak di titik daerah Selatan Jatim,” tegas dia.

Suban menjelaskan, BPBD Jatim juga sedang menyiapkan masyarakat untuk tangguh bencana. Seperti memberikan edukasi masyarakat dan sosialisasi. “Ini penting. Orang selamat dari bencana itu, karena kemampuan dirinya sendiri,” pungkas dia. (why/dhi)

Umat Islam Kecam...

Sambungan dari halaman 9

kali bergema di depan gedung Konjen RRC. Penindasan terhadap kaum muslim di Provinsi Xinjiang oleh Pemerintah Komunis China telah menggerakkan spirit Ukhuwah Islamiyyah. Koordinator aksi Ibnu Ali dalam orasinya mengecam kedzaliman, persekusi, dan intimidasi Pemerintah RRC atas muslim Uighur di Xinjiang, China. “Kebiadaban ini harus segera dihentikan,” tegas dia. Namun aksi ribuan umat Islam tidak ditanggapi perwakilan Konjen RRC karena masih hari tenang/libur.Jika dalam sepekan ke depan pasca penyampaian pernyataan tersebut tidak ada perubahan sikap dari Pemerintah China atas pendzalimannya terhadap etnis muslim Uighur, maka GUIB akan berunjuk rasa lagi. “Kami akan datang lagi dengan jumlah massa lebih besar lagi,” tandas dia. Ibnu Ali menegaskan, ada pembiaran atas penyiksaan muslim Uighur. Sebagai umat

Islam dunia, GUIB tidak boleh diam. Sayangnya, sejauh ini respons para pemimpin dunia Islam, termasuk Indonesia, terhadap persoalan Uighur amat lemah. Lemahnya sikap Indonesia ini diduga kuat karena China sudah menjalin hubungan ekonomi kuat, termasuk juga dengan Indonesia. “Hari ini kita tidak bisa berharap banyak kepada pemerintah. Namun kita tetap berjuang terhadap penindasan terhadap etnis muslim Uighur di China,” pungkas dia. Po l re s t a b e s Su r a b a y a menurunkan ratusan personel untuk mengamankan aksi tersebut hingga selesai. Bahkan, Wakapolrestabes Surabaya AKBP Agus Sudaryatno turun langsung di lokasi mengurai kemacetan arus lalu lintas di Jalan Mayjen Sungkono menuju Jalan Satelit. “Sebentar mas, maaf saya masih melakukan pengamanan,” ungkap dia ketika dikonfirmasi soal izin unjuk rasa tersebut. (why/dhi)

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arief Sosiawan. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko. Redaktur Pelaksana Online: Agus Supriyadi. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku. Redaktur Website: Syaifuddin, Aris Setyoadji. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Supriadi, Baud Effendi, Samuel Ru’ung, Sujatmiko, Noor Arief, Ferry Ardi Setiawan, Novi Triawan, Muchlis Darmawan, Hendradi Prayogo. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana, Muhammad Arif Alfiansyah, Faishal Danny Nurdiansyah, Dodik Wahyu. Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Munjari Triono, Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda. Kontributor Blitar: Prawoto Sadewo, Kontributor Kediri: Wahyudi. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.


MADURA

SABTU PAHING, 28 DESEMBER 2019 HALAMAN 11

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

BIRO MADUR MADURA RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Sujak Lukman, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.

Polres Pamekasan Amankan 74 Motor Wakapolres Sidak Gereja Jelang Tahun Baru Pamekasan, Memorandum Wakapolres Pamekasan Kompol Kurniawan Wulandono bersama pejabat utama Polres Pamekasan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke enam pos pengamanan gereja di Kabupaten Pamekasan, Jumat (27/12). Pantauan di lapangan, saat sidak berlangsung, Kompol Kurniawan Wulandono melakukan pengecekan terhadap anggotanya yang sedang berjaga. Selain itu, Kompol Kurniawan Wulandono juga melakukan pengecekan ke setiap sudut gereja dan ke dalam ruangan. Kompol Kurniawan Wulandono seperti dikutip dari tribunmadura. com mengatakan, pihaknya tak ingin kecolongan adanya gangguan Kamtibmas di wilayah Kabupaten Pamekasan jelang pergantian Tahun Baru ini. Dalam sidak kali ini juga, Kompol Kurniawan Wulandono mengaku ingin memastikan seluruh keamanan dan kesiapan anggotanya untuk pengamanan di gereja-gereja. “Secara berkala dan berkesinambungan kami melakukan pengecekan terhadap petugas yang melakukan pengamanan di rumah ibadah gereja,” kata Kompol Kurniawan Wulandono saat ditemui di gereja Maria Ratu Para Rasul Pamekasan. “Tujuan saya melakukan sidak ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Kabupaten Pamekasan dalam menjalankan ibadah dan merayakan Natal dan Tahun Baru 2020,” sambung dia. Kompol Kurniawan Wulandono juga memastikan, secara umum, situasi Kamtibmas berkaitan dengan toleransi antar umat beragama yang ada di wilayah hukum Polres Pamekasan berjalan dengan baik. “Pengecekan sejumlah gereja di wilayah hukum Polres Pamekasan kali ini, baik personel Polri dan TNI masih hadir lengkap di lokasi masing-masing. Dan mereka betul-betul siap siaga menjaga keamanan lingkungan rumah ibadah gereja,” ungkapnya. (*/sr)

Kasubbag Humas Polres Pamekasan Iptu Nining Dyah PS mengatakan 74 motor tersebut diamankan dari sejumlah lokasi yang berbeda. Di antaranya dari jalan raya Kabupaten, Jalan Diponegoro dan Jalan Joko Tole.

“Barang bukti kendaraan roda dua saat ini diamankan di halaman mako Polres Pamekasan,” katanya, Jumat (27/12). Kata Nining, razia gabungan bersekala besar itu dilakukan Polres Pamekasan dalam rangka mengantisi-

pasi gangguan kamtibmas menjelang akhir tahun. Operasi yang dipimpin Kabagops Polres Pamekasan Kompol Jalaluddin itu juga melibatkan satuan Pom TNI dan Kodim 0826 Pamekasan. Kegiatan ini diikuti personel gabungan terdiri dari anggota Polres Pamekasan, Pom TNI dan Kodim 0826 Pamekasan. Sedangkan barang bukti 74 sepeda roda dua diamankan di lokasi yang berbeda yaitu di antaranya jalan Kabupaten, Jalan Diponegoro,

Jalan Jokotole. “Barang bukti kendaraan roda dua saat ini diamankan di halaman mako Polres Pamekasan,” ungkapnya. Kendaraan ini bisa diambil apabila pemilik kendaraan dapat melengkapi surat-surat kelengkapan speda motor, diantaranya spion, knalpot dan lainlain. “Selebihnya, juga bagi R2 yang mengunakan ban kecil harus diganti dengan ban standar,” tegas nya. (sjk/sr)

Wisata Alam di Sumenep Jadi Primadona pada Libur Nataru Sumenep, Memorandum Liburan Natal dan jelang tahun baru 2020 mendatangkan berkah bagi pengelola wisata alam di Kabupaten Sumenep. Wisatawan lokal Madura maupun dari daerah lain di Jawa Timur memadati sejumlah objek wisata, salah satunya Boekit Tinggi di Desa Daramista Kecamatan Lenteng. Ratusan wisatawan yang memadati perbukitan di barat Kota Sumenep tersebut setiap harinya didominasi oleh pelajar dan anak muda yang mengisi hari libur. Mereka dimanjakan dengan beberapa pilihan wahana permainan. Selain pemandangan taman bunga dan live musik yang bisa dinikmati di Boekit Tinggi, wisatawan juga bisa melihat kondisi geografis Kota Sumenep hingga menjangkau Selat Madura. Di sana juga terdapat spot selfie yang bagus serta wahana lainnya. “Tiket masuknya hanya Rp 15 ribu per orang sudah bisa menikmati

semua fasilitas yang ada. Cukup puas lah untuk mengisi liburan akhir tahun,” tutur Farah, pengunjung asal Pamekasan. Bahkan ada sejumlah wisatawan dari luar Madura yang penasaran dengan objek wisata Boekit Tinggi. Mereka ingin berfoto-foto di lokasi tersebut. “Saya kebetulan berwisata religi ke Sumenep. Mumpung di sini jadi sekalian mampir ke Boekit Tinggi. Biar bisa melihat Kota Sumenep dari atas bukit,” tutur Sifa, wisatawan asal Kota Batu. Sementara itu, pengelola wisata Boekit Tinggi, Yudit mengatakan menjelang tahun baru pengunjung mulai ada peningkatan sekitar 20 persen. Ia memprediksi jumlah itu akan terus bertambah hingga pergantian tahun 2020. Untuk memanjakan pengunjung, Yudit manambah jam operasi hingga malam hari. Selain bisa menikmati sunset dan sunrise, pengunjung juga bisa bersantai di kafe mini. “Kami

FOTO: MEMORANDUM/ AINUL ANWAR

Wakapolres Pamekasan Kompol Kurniawan Wulandono setelah sidak di Gereja Maria Ratu Para Rasul Pamekasan.

Pamekasan, Memorandum Polres Pamekasan mengamankan 74 motor yang terlibat balapan liar di jalanan, Jumat (27/12) dini hari. Mereka terjaring razia yang dilakukan petugas gabungan dari lokasi berbeda-beda.

Salah satu pengunjung berfoto di Boekit Tinggi.

menambah petugas keamanan serta dari kepolisian dan tim

kesehatan untuk siaga mengantisipasi kejadian yang tidak

diinginkan saat pengunjung membeludak,” tutur dia. (aan/sr)

Pemkab Bidik ZI WBK

Inspektorat Gelar Bintek Pengendalian Gratifikasi bagi 150 Pejabat ASN Bangkalan, Memorandum Pemkab Bangkalan melalui inspektorat setempat kembali menggelar sosialisasi bimbingan teknik (bintek) pencegahan praktik rasuah. Kali ini inspektorat mengusung materi lebih khusus dan spesifik. Yakni bintek Pengendalian, Pengelolaan dan Pelaporan Gratifikasi. Gagasan ini dinilai pengamat anti rasuah sebagai kebijakan yang tepat. Alasannya simple saja. Ranah cakupan praktik gratifikasi cukup luas. Jenisnya beragam dan variatif. Juga cenderung samar. Dampaknya, tak jarang ASN pemangku jabatan setara kepala dinas, kepala badan, kepala bidang, kepala seksi di lingkup OPD tertentu, tanpa disadari telah terjebak praktik gratifikasi dan berujung pada sidang pengadilan Tipikor. Itu sebabnya, Inspektur Inspektorat Bangkalan, Joko Supriyono SH MH lalu berinisiatif menggelar sosialisasi bintek Pengendalian, Pengelolaan dan Pelaporan Gratifitasi.Targetnya agar seluruh ASN pemangku jabatan di lingkup pemkab paham apa itu gratifitasi. Juga tahu apa resikonya, serta fasih bagaimana cara menghidarinya. “Dengan demikian, jika mereka bersih dari praktik rasuah (gratifikasi) itu, bisa dipastikan obsesi Pemkab Bangkalan untuk membidik target penghargaan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (ZI-WBK), jadi lebih terbuka,” papar Joko. Gelar Sosialisasi Bintek khusus Gratifikasi itupun, rampung dihelat Kamis (26/12) kemarin di lantai empat Gedung Akbid Ngudya Husada, Jalan RE Martadinata. Sekitar 150 lebih ASN hadir dalam forum itu. Mereka terdiri dari pejabat teras setera kepala dinas, kepala badan, sekretaris, kabid, kasi, kasubbag dan para camat. Tak terkecuali, Bupati R Abdul Latif Amin Imron, Wabup Drs H Mohni MM, Sekdakab Drs H Setijabudhi MM dan Wakapolres Kompol Deky Hermansyah SH MH juga ikut larut di dalamnya. Tiga pemateri ditampilkan Inspektorat dalam bimtek yang dibuka langsung oleh Bupati R Abdul Latif Amin Imron itu. Keti-

ganya adalah Kajari Bangkalan, Badrut Taman SH MH, dua auditor madya dari Inspektorat Provinsi Jawa Timur, Ny I Nyoman Suardika, SH MH dan Maryadi Noor,SE MM, serta Dosen Fak Hukum Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Dr Syafik sebagai moderator. Dalam laporannya, Inspektur Inspektorat Joko Supriyono SH MM, antara lain menegaskan maksud dan tujuan bintek. Di antaranya untuk menanamkan pemahaman kepada ASN di lingkungan Pemkab Bangkalan untuk menyikapi praktik pemberian sesuatu atau hadiah yang berkait dengan jabatan dan tugas mereka. Selain itu, agar para ASN menegetahui secara fasih tentang tata kelola dan pelaporan yang harus mereka lakukan jika menerima sesuatu (pemberian atau hadiah) yang ditakagorikan gratifikasi. ”Tujuan utamanya adalah rencana aksi yang terintegrasi dalam pemberantasan korupsi di lingkungan Pemkab Bangkalan pada tahun 2019 dan 2020,” pungkas Joko. Di lain pihak, sebelum membuka resmi bimtek, Bupati R Abdul Latif Imron, mengawali sambutan arahannya dengan ucapan selamat terima kasih kepada Kajari Barut Taman, SH MH yang telah mampu memposisikan Kajaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan sebagai salah satu institusi penerima penghargaan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi dari Menteri PAN-RB, Tjahjo Kumolo, Selasa (19/12) lalu di Hotel Bidakara, Jakarta. ”Untuk itu saya atas nama pribadi maupun pemkab, mengucapkan selamat Kepada Kajari. Semoga raihan prestasi Kejaksaan Negeri ini bisa menjadi motivasi pemacu semangat bagi Pemkab Bangkalan, agar ke depan juga bisa meraih prestasi serupa, yakni ZI-WBK,” harap Ra Latif. Sejatinya, tekad Pemkab Bangkalan untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi sudah diupayakan melalui berbagai kebijakan. Termasuk melalui jalur regulasi. Di antaranya diwujudkan dalam bentuk penerbitan Paraturan Bupati (Perbup) Nomor 79 Tahun 2016 tentang Pengendalian

Inspektur Inspektorat Joko Supriyono SH MM

Gratifikasi di lingkungan pemkab. Juga sudah membentuk Unit Pengendali Gratifikasi (UPG) sebagaimana ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 184.45/201/ Kpts/433.013/2016. Targetnya, agar seluruh ASN di semua jajaran OPD Pemkab Bangkalan, tidak hanya sekedar memahami apa itu gratifikasi. Tetapi juga fasih tetang tata cara pengendalian, pengelolaan dan tehnik pelaporannya. ”Namun dalam hal ini masih perlu pendalaman lebih lanjut,” tegas Ra Latif. Itu sebabnya, Ra Latif berharap agar ketiga pemateri bintek, benar-benar memaparkan secara detail apa pengertian gratifikasi itu, serta tata cara antisipasinya melalui teknik pengendalian, pengelolaan dan pelaporan jika sewaktu waktu ada ASN di lingkungan pemkab yang terindikasi terjebak praktik gratifikasi.

Sekilas, Ra Latif sempat memaparkan tentang pengertian dan ragam jenis praktik gratifikasi yang berpotensi masuk dalam ranah tindak pidana korupsi. Sebagaimana diamanatkan UU Nomor 31 Tahun 1999 dan telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor, disebutkan bahwa pengertian gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas. Ranah cakupannya, menurut Ra Latif, meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi (cashback), pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lainnya. ”Dalam konteks ini, para ASN, utamanya pejabat harus harus hati-hati mencermati pemberian atau hadiah dari siapa pun. Sebab pemberian tiket perjalanan, pengobatan gratis dan bahkan pinjaman tanpa bunga, ternyata termasuk bagian dari praktik gratifikasi. Jika tidak, bisa terjerat masalah hukum,” pungkas Ra Latif. Amanah Ra Latif, ternyata direspons dengan bijak oleh tiga pemateri bintek. Yakni Kajari Barut Taman SH MH, serta dua auditor Madya Inspektorat Provinsi Ny I Nyoman Suardika,SH MH dan Maryadi Noor,SE MM. Ketiganya, meski alokasi waktunya terbatas, cukup detail menjelaskan pengertian dan praktik gratifikasi yang acap kali membuat pejabat terjerat dan berujung pada Pengadilan Tipikor. Seperti Maryadi, misalnya, di lingkunan Pemkab, Pemkot dan Pemprov, ada beberapa OPD yang sebagian pejabatnya rentan terjebak dalam praktik gratifikasi. Diantaranya Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Dinas Kesehatan (Dinkes), RSUD, Dispenduk Capil, serta OPD berbasis pelayanan publik lainnya. “Seperti pejabat DPM-PTSP misalnya, tak jarang terjebak menerima pemberian dana atau barang sebagai ungkapan rasa terima kasih karena proses pengajuan idzin usaha yang diurus oknum pengusaha tuntas dalam

Bupati, wabup, sekdakab, kajari, dan 150 pejabat teras pemkab serius mecermati sajian materi bimtek pengendalian gratifikasi yang menyajikan tiga pemateri.

waktu singkat,” ungkap Maryadi. Jika pengusaha yang ngurus izin usaha tergolong pengusaha kakap, bisa jadi hadiah yang diterima lumayan wah. Bisa dalam bentuk dana segar ratusan juta, rumah, mobil atau barang mewah lainnya. Demikian pula, tak jarang pejabat tinggi setara Kepala Dinas, Kabid dan lainnya, juga menjalani rawat inap dan layanan medis di rumah sakit mewah, kemudian biayanya ditanggung oleh management RSUD atau Dinas Kesehatan. ”Nah, semua ini termasuk praktik gratifikasi. Jika itu terjadi pada bapak-ibu (peserta bintek-Red) dan nominalnya lebih dari Rp 1.000.000, apa lagi pemberian dalam bentuk barang mewah, harus berani menolak,” tegas Maryjadi. Tetapi jika pemberi hadiah tetap ngotot, silakan diterima. Tetapi, pejabat penerimanya harus secepat mungkin melaporkan pemberian itu kepada Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) terdekat untuk diteruskan kepada KPK. Jika pemberian hadiah itu dalam bentuk uang skala besar, KPK akan mengembalikan ke kas negara.”Tetapi jika dalam bentuk barang mewah, seperti mobil, rumah, jam tangan mahal seperti Rolex misalnya, akan dilelang terlebih dahulu,” tegas Maryadi. Hanya saja, jjika nilai pemberian hadiah itu nominalnya kurang dari Rp 1.000.000, tidak usah dilaporkan ke UPG. Cukup ditolak saja. Kalau dipaksa, selama itu tindak ada indikasi suap, atau murni hadiah tanda terima kasih, silahkan diterima. Uraian detail materi senada juga dijelaskan Kajari Badrut Taman dan Ny I Nyoman Suardika. Kajari sempat mengingatkan, ancaman hukuman bagi pejabat yang terjerat kasus gratifikasi sebagai mana diamanatkan UU Nomor 31/1999 dan UU Nomor 20/2011 pasal 12 lumayan menggiriskan.” Minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun, dengan denda antara Rp 200 juta sampai Rp 1 miliar. Jadi marilah kita selalu waspada dan berhati-hati. Hindari praktik gratifikasi,” pungkas Badrut Taman. (ras/adv/sr)


PASURUAN

SABTU PAHING, 28 DESEMBER 2019 HALAMAN 12

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BIRO PASURUAN: Ali Muchtar. WARTAWAN: Maskur, Sudiono, Bahrul Ulum. HP: 0817 5128 003.

PROBOLINGGO & LUMAJANG BIRO PROBOLINGGO: M Nurwahyudi. WARTAWAN: M Hisbullah Huda, Hapy Laila Tuansyah. KOORDINATOR PEMASARAN: Rudianto. KEPALA BIRO: Munjari Triono. WARTAWAN: Ani Fauzyah, Irfani Akbar. MARKETING/IKLAN: Suwatman EMAIL: trimemorandum@gmail.com. TELP: 081362793650. KANTOR: Jl. Wachid Hasyim XV/2 Lumajang.

Wali Kota Hadi Zainal Abidin didampingi Wawali HM Soufis Subri dan Kadis Satpol PP dan Damkar Agus Efendi meyerahkan bantuan hibah barang APAR.

mengantisipasi lebih dini,” terang Hadi Zainal Abidin. Lanjut Wali Kota, kedepan semua kantor di lingkungan Pemkot Probolinggo, perkantoran , sekolah dan perusahaan harus menyediakan APAR sebagai langkah penting untuk mencegah kebakaran. “Kebakaran tidak bisa diprediksi, tergantung alam. Kalau itu terjadi, kita sudah siap melakukan pencegahan secara dini dengan APAR. Ke depan, setiap kecamatan ada satu unit damkar untuk mendukung adanya call center 112 langsung cepat merespons,” ungkap Hadi Zainal Abidin.(mhd/sr)

Warga Jrebeng Lor Terinspirasi Tanam Anggur tanaman anggur semakin banyak jenisnya. Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin mengapresiasi usaha Ari tersebut. Habib Hadi menyatakan, kemauan dan tekad yang kuat telah mengantarkan Ari pada harapannya. “Tentunya menjadi contoh, bahwasannya asal ada kemauan memanfaatkan halaWarga menunggu pembagian buah ang- man rumah akan memberi manfaat gur dari Wali Kota Hadi Zainal Abidin saat secara ekonomi, halaman bisa rindang panen di kebun milik Ari Patoka, warga dan sejuk ditanami anggur,” terang Jrebeng Lor. Habib Hadi. Wali Kota memotivasi dan menkan harus beli di toko buah. “Kalau beli anggur mahal. Kalau panen sendiri kan dorongnya untuk memanfaatkan lahan lebih fresh dan puas. Saya punya impian asset milik Pemkot Probolinggo. “Pe10 tahun mendatang anggur lokal Kota merintah mendorong fasilitasi dengan Probolinggo jenis Prabu Bestari akan adanya aset yang dekat sini untuk ditamenuai masa keemasan dan sampai ke nami anggur. Kita akan terus berupaya anak cucu. Syukur-syukur bisa menjadi melakukan langkah-langkah pasti sehstudi wisata dan agrowisata Anggur,” ingga masyarakat bisa berperan aktif juga untuk bersama. Apa yang diharapkan tutur Ari Patoka. Dari penanaman pertama itu, kata pemerintah, harus kita lakukan. Selain mendorong masyarakat, juga di instansi Ari, ternyata berbuah baik. Tak puas satu jenis anggur, Ari terus pemerintahan agar supaya tahun 2020, menanam jenis lainnya. Hingga 2019 di masing-masing kantor menanam tanaman anggur memenuhi halaman Anggur, dan tahun 2021 kita lombakan,” rumahnya seluas 80 persegi itu. Sekarang ungkap Hadi Zainal Abidin.(mhd/sr) FOTO: MEMORANDUM/MHD

Probolinggo, Memorandum Ari Patoka (45), warga jalan Sunan Ampel, RT 1/RW 4 Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, menunjukkan pohon anggur miliknya yang berbuah kepada Wali Kota Hadi Zainal Abidin untuk siap dipanen, Jumat (27/12). Kebun anggur yang mulai dirintis sejak 1 Januari 2018, kini akan menjadi wisata edukasi kebun anggur yang terhampar di halaman rumahnya berukuran 10 meter x 8 meter. Genap setahun menggeluti budi daya anggur, Ari Patoka sukses menginspirasi banyak orang. Bahkan warga di kampungnya turut melakukan budidaya anggur hingga kampungnya akan difasilitasi berdirinya Pusat Pelatihan Pertanian Swadaya (PPPS) Tanaman Anggur oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Kota Probolinggo. Semua berawal dari kesukaannya memakan buah anggur sejak turun temurun dari keluarga besarnya. Hingga pada 2018 memutuskan menanam tanaman anggur. Dia lebih memilih anggur hasil panen sendiri dibanding-

Lumajang, Memorandum Setelah dinyatakan menghilang dari rumah, jasad Sunia (23), warga Dusun Kedungjajang, Desa Bodang, Kecamatan Padang, ditemukan di jurang yang berdekatan dengan lokasi pemandian alam Trap Sewu yang tak jauh dari rumahnya, Kamis (26/12). Korban pertama kali ditemukan Haryono (42), tetangga korban yang saat itu sedang melakukan pencarian. Satu hari sebelum kejadian, korban yang sudah bersuami itu sempat berselisih dengan orang tuanya karena ngotot ingin ikut suaminya bekerja di Malasya namun di larang. Dari situlah, korban lalu pergi dari rumah dan terlihat berjalan menuju pemandian alam Trap Sewu yang berjarak ratu-

Jasad korban dievakuasi dari lokasi penemuan oleh petugas gabungan.

san meter dari rumahnya. Namun setelah itu, korban tidak nampak lagi hingga pihak keluarga termasuk suaminya bingung mencari kemana-mana. Esok harinya, jasad korban ditemukan Hariyono berada di jurang dekat pemandian alam Trap Sewu. Mengetahui hal itu,

Hariyono langsung menghubungi pihak keluarga dan tetangga serta melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa dan pihak Polsek Padang. Selanjutnya, babinsa bersama warga dan petugas Polsek Padang, mengevakuasi jasad korban lalu membawanya ke

rumah duka. atas dasar permintaan pihak keluaarga agar tidak dilakukan otopsi karena pihak keluarga menyadari bahwa kejadian tersebut adalah murni musibah dan bukan tindakan kriminalitas. Kapolsek Padang, Iptu Tony membenarkan tentang kejadian tersebut. Bahkan menurut pihak keluarganya, jika korban memang mengalami ganngguan mental serta cacat fisik pada pada kaki kanan sehingga bila berjalan kakinya diseret. “Selama hidupnya, korban kerab marah-marah jika kemauannya tidak dituruti. Bahkan tidak sedikit kaca jendela milik tetangganya hancur dilempar batu. Diduga pada saat itu terpeleset, akhirnya jatuh ke jurang kemudian meninggal,” jelas Tony. (tri/sr)

Cak Thoriq Klarifikasi Kabar Hoax Lumajang, Memorandum Beredarnya poster konser musik “The Godfather of Broken Heart” Didi Kempot di media sosial, membuat Bupati Lumajang Thoriqul Haq yang akrab disapa Cak Thoriq itu, mulai buka suara tentang kabar hoax tersebut. Bahwasannya, konser musik untuk menghibur “Sobat Ambyar” se-Kabupaten Lumajang yang rencananya akan dilaksanakan pada 7 Januari 2020 dan digratiskan untuk masyarakat umum, ternyata masih belum ditentukan tempat penyelenggaraanya. “Jadi tempat pelaksanaanya itu belum final, masih belum ditentukan, dan masih dirapatkan. Iki ngawur wae, seng lungguh cedhak Bupati ki yo bojone Bupati, Wakil Bupati, Pak Dandim, Pak Kapolres, Forkopimda,” ujar Cak Thoriq saat melakukan jumpa pers bersama awak media, di Ruang Nararya Kirana, Kamis (26/12).

FOTO: MEMORANDUM/TRI

kas Kodim, dan Yon Zipur. Mantan Kabag Humas dan Protokol, Setda Kota Probolinggo ini, mengatakan selain bantuan APAR ini, juga akan di berikan pelatihan mengenai cara pemadaman api oleh petugas pemadam kebakaran. Wali Kota Hadi Zainal Abidin mengatakan, pihaknya merasa prihatin dengan meningkatnya kebakaran yang terjadi di wilayah Kota Probolinggo. “Ini adalah pencegahan, kejadian kebakaran di Kota Probolinggo sudah sangat tinggi. Yang paling penting mencegah supaya kebakaran kecil, bisa cepat di tanggulangi,” tutur Wali Kota. Wali Kota mengakui, tahun 2019 peristiwa kebakaran menjadi pembelajaran untuk lebih waspada. Kebakaran terjadi di tempat ibadah seperti kelenteng sebagai tempat budaya.“Upaya preventif untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana tersebut sehingga tempat-tempat ibadah dan cagar budaya bisa diantisipasi dengan APAR. Mudah-mudahan dengan adanya kebijakan dari hasil evaluasi seringnya terjadi kebakaran bisa

FOTO: MEMORANDUM/MHD

Probolinggo, Memorandum Pemkot Probolinggo memberikan bantuan hibah, Alat Pemadam Api Ringan atau APAR, kepada beberapa lembaga kemasyarakatan yang ada di wilayahnya. Pemberian bantuan untuk mengurangi dampak terjadinya kebakaran yang akhir-akhir ini menunjukkan peningkatan jumlahnya. Bantuan APAR ini diserahkan langsung oleh Wali Kota Hadi Zainal Abdidin, Jum’at (27/12), di Kantor Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Probolinggo. “Pemberian hibah barang berupa APAR yang diberikan Wali Kota Probolinggo kepada masyarakat kepada tempat cagar budaya dan tempat-tempat ibadah yaitu di gereja, mesjid dan mushola dalam rangka pencegahan,” kata Kadis Satpol PP dan Damkar, Agus Efendi. Penyerahan hibah barang APAR sebanyak 223 unit senilai Rp187.143.000 akan diberikan melalui lembaga seperti Majelis Ulama Indonsia (MUI), Forum Komunikasi Ummat Beragama (FKUB), dan untuk tempat cagar budaya seperti Klenteng, Gereja Merah, Benteng, Mar-

FOTO: MEMORANDUM/TRI

Jasad Sunia Ditemukan di Jurang

Pemkot Distribusikan APAR

Bupati Lumajang Thoriqul Haq bersama wartawan.

Cak Thoriq berharap masyarakat tidak terpengaruh oleh hoax yang beredar di media sosial, sampai ada poster resmi yang dirilis oleh panitia penyelenggara. ”Jadi kami minta kepada masyarakat untuk bersabar sampai ada pemberitahuan lebih lanjut tentang kapan dan dimana konser sobat ambyar itu digelar,”

harapnya. Ia menambahkan, selain menyajikan hiburan rakyat konser musik campursari yang dibawakan oleh Didi Kempot, dalam penyelenggaraan konser musik tersebut juga akan dilaunching logo resmi Lumajang Eksotik serta Kalender Event tahun 2020 Kabupaten Lumajang. (tri/sr)


OLAHRAGA Arema FC Umumkan Juru Taktik Usai Tahun Baru

SABTU PAHING, 28 DESEMBER 2019 HALAMAN 13

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Malang, Memorandum Nama pelatih baru sudah dipastikan manajemen Arema FC. Kesepakatan kontrak, kendati belum teken di atas meterai, diklaim sudah tercapai kedua belah pihak. Termasuk target di Liga 1 musim 2020. Waktunya, seperti dikatakan General Manager Arema FC Ruddy Widodo, diumumkan usai pergantian tahun baru. “Akhirnya, momen Natal target untuk menjalin kesepakatan sudah beres. Sepakat soal apa pun kebutuhannya terkait kinerja nanti,” cetus Ruddy Widodo, Jumat (27/12). Untuk peresmian status melalui tanda tangan kontrak akan dilakukan pada awal Januari mendatang. Agenda itu sekaligus sebagai perkenalan pelatih pengganti Milomir Seslija kepada publik sepak bola di Malang Raya. “Ada pertimbangan mengapa kami memundurkan agenda perkenalannya sampai Januari nanti. Selain yang bersangku-

tan masih ingin fokus libur, juga sebagai bentuk respek kami dengan mantan klubnya yang baru mengakhiri kontrak kerja,” pungkas Ruddy Widodo. Sehubungan dengan hal itu, pihak Arema FC masih menyimpan rapat nama pelatih buruannya kepada media maupun publik. Mereka benar-benar ingin menutup rapat-rapat pintu informasi buat khalayak luas. Manajemen tim berlogo singa tersebut pun tak mengiyakan saat disebutkan nama Mario Gomez, pelatih berkebangsaan Argentina yang sukses menukangi Borneo FC di Liga 1 2019. Selain pelatih, tukang gedor baru juga diisukan merapat ke Arema FC. Dia adalah Alex Dos Santos, top skor Persela musim

Alex Dos Santos menjadi salah satu pemain yang diisukan merapat ke Arema FC.

2019. Performa apik Alex yang disebut jadi salah satu faktor bisa bertahan di Liga 1 menjadi pertimbangan utama. Apalagi dari banyak klub yang memburu tanda tangannya, Alex menegaskan ingin yang terbaik. “Saya masih menunggu kejelasan dari semua tawaran itu. Saya memilih yang terbaik,” ucap Alex saat menemani Rafinha dalam interview dilansir dari Indosport kemarin.

Alex memang sudah membuktikan kapasitasnya layak menjadi predator ganas di lini serang. Striker jebolan klub Fluminense U-20 itu melesakkan 17 gol dan 2 assist, sepanjang 29 kali membela Persela di Liga 1 musim ini. “Saya sendiri, menaruh respek tinggi dengan memberi prioritas untuk bertahan di Persela,” beber Alex. “Jadi, sekali lagi saya hanya bisa menunggu. Tidak ada

yang bisa dijelaskan lagi,” sambung pemain yang juga pernah berseragam CFR Cluj di Liga Rumania tersebut. Kontribusi nyata itu lah yang mampu membawa Persela mencapai target utama di Liga 1. Kolaborasinya dengan Rafinha maupun Kei Hirose, mengangkat posisi Persela dari yang terancam degradasi, hingga finish di papan tengah klasemen akhir. (*/epe)

KOI: 31 Atlet Berpotensi Tampil di Olimpiade 2020 Jakarta, Memorandum Ke t u a Um u m Ko m i t e Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari menyebutkan, sebanyak 31 atlet berpotensi tampil di Olimpiade 2020 Tokyo. “Sampai hari ini potensinya 31 atlet yang bisa ikut (olimpiade). Tapi itu kan masih asumsi, jadi bisa lebih atau kurang,” ujar Okto panggilan karibnya di Kantor KOI. KOI menargetkan jumlah atlet yang dikirim ke Olimpiade 2020 bisa melampaui jumlah atlet pada Olimpiade 2016, yang kala itu mengirim 28 orang. Ia bertekad akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengirimkan lebih banyak

Lalu Muhammad Zohri jadi salah satu atlet Indonesia yang sudah menggenggam tiket ke Olimpiade 2020 Tokyo.

atlet ke pesta olahraga terakbar itu. Beberapa cabang olahraga yang menurutnya berpotensi lolos ke Olimpiade antara lain bulu tangkis, senam, angkat besi, dan panjat

tebing. Untuk mempersiapkan Kontingen Indonesia menuju Olimpiade 2020, Okto mengaku telah bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahra-

ga (Menpora) Zainudin Amali untuk membicarakan soal pemilihan Chief de Mission (CdM) Olimpiade 2020. “Dalam waktu dekat, Pak Menpora akan mengumumkan CdM Olimpiade Tokyo,” ucapnya. Setelah diumumkan, selanjutnya KOI akan membentuk tim untuk kesuksesan prestasi Indonesia di Olimpiade 2020 sekaligus berkoordinasi dengan berbagai cabang olahraga yang berpotensi lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo. Meski belum dibentuk tim analisis terkait peluang Indonesia di Olimpiade Tokyo, Okto berharap tim Merah Putih nantinya bisa meraih lebih dari satu medali emas. Target itu harus melebihi capaian

saat ia menjabat sebagai CdM Olimpiade Rio 2016, yang kala itu hanya mampu membawa pulang satu keping emas melalui duet ganda campuran bulu tangkis, Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad. Hingga saat ini, Indonesia baru meloloskan tiga atletnya ke Olimpiade Tokyo. Mereka adalah Lalu Muhammad Zohri dari cabang atletik, Ega Riau Agatha dari cabang panahan, dan Vidya Rafika dari cabang menembak. Sementara beberapa atlet dari cabang lainnya masih harus terus mengikuti berbagai kejuaraan prakualifikasi hingga April tahun depan guna lolos menuju Olimpiade 2020. (*/epe)

AGP 2020

Sudah Antisipasi Pengunduran Jadwal Jakarta, Memorandum ASEAN Para Games (APG) 2020, hajatan olahraga terbesar di kawasan Asia Tenggara yang merupakan kelanjutan event ASEAN Games 2019 Filipina, pelaksanaannya diputuskan untuk ditunda dari semula dijadwalkan pada 18-24 Januari menjadi 20-28 Maret 2020. Keputusan penundaan tersebut dilakukan Panitia Penyelenggara ASEAN Para Games Filipina (Philapgoc) dikarenakan beberapa hal. Di antaranya kurang siapnya anggaran pelaksanaan. Berkaca dari kritikan di ASEAN Games 2019 sebelumnya, Filipina enggan mengulangi kesalahannya dan berupaya untuk bekerja lebih baik. Usai menerima pernyataan resmi dari Philapgoc, Ketua Umum Komite Paralimpik Nasional (NPC) Indonesia Senny Marbun bersama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI melalui Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto berharap penundaan penyelenggaraan APG 2020 akan cukup memberi waktu yang cukup bagi tuan rumah Filipina untuk mempersiapkan lebih baik. Akibat ditunda dua bulan, pemusatan pelatihan nasional (pelatnas) Kontingen Indonesia akhirnya dipastikan diperpanjang. Di satu sisi, perpanjangan pelatnas memberikan keuntungan untuk menambah masa latihan agar bisa mempertahankan predikat juara umum ASEAN Para Games yang diraih pada 2017 di Malaysia. Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun menuturkan bahwa pihaknya mendapat perhatian luar biasa dari pemerintah terkait pengunduran jadwal APG Filipina. Meski APG molor, namun biaya pelatnas dipastikan tetap mengalir. “Bagi NPC yang terpenting ialah hasil akhir dan pelatnas bisa menjaga semangat para atlet,” kata Senny menegaskan. Oleh karena itu, sebanyak 300 atlet NPC Indonesia yang telah siap diberangkatkan ke Filipina, tidak diperbolehkan pulang kampung selama liburan Natal dan Tahun Baru 2020. Mereka tetap melakukan TC yang dipusatkan di Solo, Jawa Tengah. Selain bersiap untuk APG Filipina, perpanjangan pelatnas tersebut juga bisa membantu persiapan event Paralimpik 2020 pada Agustus hingga awal September. APG 2020 sendiri akan dilangsungkan di tiga lokasi yaitu di Manila, Clark City dan Subic.(*/epe)


DEWI RENGGANIS

SABTU PAHING, 28 DESEMBER 2019 HALAMAN 14

WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739

Satreskoba Tangkap Kurir Sabu Kelas Kakap

Bupati Beri Bonus Persid Jember, Memorandum Seluruh pemain dan ofisial Persid Jember bertemu dengan Bupati dr Faida MMR di Pendopo Wahya Wibawagraha, Jumat (27/12). Dalam pertemuan itu, mereka mendapat bonus atas perjuangannya di lapangan hijau di musim 2019. Persid pada 2019 berlaga di Liga 3 nasional. Dengan pemberian bonus ini, bupati berharap Persid membawa harapan seluruh warga Jember untuk berkiprah kebih baik di musim depan. Termasuk berjuang naik ke kasta lebih tinggi. “Jangan beri kesempatan pada pihak-pihak lain yang tidak mengerti bola masuk, ikut-ikutan ngurusi bola di Persid,” tegas Faida dalam pesannya. Sebab menurut dia, animo pecinta Persid cukup besar hanya terkadang tidak tahu cara mendukungnya. “Ada dua golongan orang dalam memandang Persid. Pertama, orang yang sayang pada Persid. Kedua, orang yang punya kepentingan kepada Persid,” ujar bupati perempuan pertama di Jember ini. Penghargaan dan apresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember diberikan kepada Persid U-17 dan ofisial berjumlah 34 orang dengan total Rp 56.400.000. Sedangkan untuk tim senior dengan total 35 orang, diganjar Rp 207.400.000. Sehingga total bonus yang diberikan pada Persid mencapai Rp 263.800.000. Tak hanya bonus, bupati juga mengevaluasi kinerja manajemen Persid selama ini. “Kalau ada kegiatan harus terencana dulu dan jangan dadakan, karena anggaran yang dikelola pemerintah daerah seluruhnya sudah direncanakan,” tandas bupati. Kapten Persid U-17 Muhammad Akbar usai menerima bonus, tidak kuasa menyembunyikan kegembiraan. “Semoga ini jadi penyemangat dan kedepan bisa masuk timnas dan bisa membanggakan orangtua. Ke depan, semoga lebih baik dan menjadi juara liga,” kata pemain asli Jember ini. (jun/edy/epe)

kukan untuk menjerat Mat Jari. Termasuk petugas menyaru sebagai pembeli. Namun usaha itu baru berhasil dilakukan pada 18 Desember. “Kasus ini terungkap berkat informasi dari warga. Setelah diketahui identitas yang diduga pelaku, kami lakukan penyidikan mendalam hingga akhirnya kami lakukan penyergapan,” terang Kasatresnarkoba Iptu Agung Joko Haryono pada Memorandum, Jumat (27/12). Setelah mendapat informasi

FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

Bupati Faida menyerahkan bonus kepada salah satu pemain Persid Jember.

Mat Jari diamankan di pinggir jalan, tepatnya di Desa Karangduren, Kecamatan Balung, Jember. Warga Dusun Tekoan, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul tersebut memang sudah diicar sejak lama. Namun dia cukup licin sehingga bisa menghindar dari buruan personel satreskoba. Namanya mulai muncul setelah proses pengembangan penyelidikan dan keterangan sejumlah saksi dalam beberapa kasus sabu, mengungkap perannya sebagai pemasok. Beberapa upaya dila-

Mat Jari bin Misnaton menunjukkan barang bukti sabu miliknya yang diamankan petugas.

bahwa pelaku mendapat kiriman narkoba jenis sabu dalam jumlah besar, polisi mengang-

gap ini waktu yang tepat untuk menyergapnya. Pelaku pun ditangkap di di pinggir jalan di

Desa Karangduren. Ketika digeledah, petugas menemukan di dalam mobil Avanza bernopol P 1846 GA yang dikendarai Mat Jari, ditemukan sabu siap edar yang sudah dikemas dalam plastik. “Anggota mendapatkan dua poket barang bukti narkotika jenis sabu. Satu poket dengan berat bersih 11,60 gram, dan lainnya sebeart 2,78 gram,” jelas Iptu Agung. Tangkapan besar ini kian menguatkan indikasi bahwa Jember menjadi salah satu pasar jaringan narkoba jenis sabu di Jatim. Apalagi beberapa waktu lalu, terungkap pengedar sabu jaringan Sokobanah menjadikan Jember sebagai daerah transit dengan barang bukti yang cukup besar. (edy/epe)

Dampingi Korban Penembakan Polhutsus Taman Nasional Meru BeƟri

Peradi RBA Jember Pertanyakan Tindak Lanjut Hukum Jember, Memorandum Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia Rumah Bersama Advokat (Peradi RBA) Jember Hadi Eko Yuchdi Yuchendi, mempertanyakan tindaklanjut kasus penembakan oleh polisi hutan khusus (polhutsus)Taman Nasional Meru Betiri yang mengakibatkan Aris Samba meninggal. Didampingi bendahara Alananto dan wakil ketua Dodik Pujo Basuki, Hadi Eko memberikan keterangan di Sekertariat DPC Peradi RBA di Jalan Diponegoro, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates setelah mendapat mandat dari Ketua Umum Peradi RBA Pusat Luhut MP Pangaribuan untuk memberikan pendampingan dan pengawalan hukum terhadap masyarakat kurang mampu. “Penembakan Aris Samba selain membuat korban mening-

gal, juga menyisakan dampak lanjutan. Korban sebagai tukang angkut kayu merupakan tulang punggung perekonomian keluarga. Korban meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang masih perlu perhatian orangtua. Kami mewakili keluarga akan mengawal kasus ini hingga tuntas,” terang Hadi Eko, Jumat (27/12). Keterangan ini menyusul istri korban, Ririn Setiawati mengadu setelah menerima informasi kasus ini dihentikan. “Bagaimanapun kasusnya ini tidak bisa dihentikan tanpa ada dasar hukum, harus ada pertanggungjawaban hukum sampai ada putusan di pengadilan,” tandas Hadi Eko. Keterangan Alananto, Peradi RBA Jember, telah menerima kuasa dari istri korban (28), warga Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, sejak 19 Desember

FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

Jember, Memorandum Penangkapan Mat Jari bin Misnaton (40), pengedar narkoba jenis sabu dengan berat 14,44 gram, 18 Desember 2019, menjadi catatan penyitaan barang bukti terbesar Satreskoba Polres Jember dari satu tersangka pada akhir tahun.

Ketua DPC Peradi RBA Hadi Eko Yuchdi Yuchendi menunjukkan surat kuasa istri korban penembakan oleh oknum Polhutsus Taman Nasional Meru Betiri.

2019, untuk melakukan langkah hukum terhadap DS, oknum

anggota Polhutsus Taman Nasional Meru Betiri. “Kami bersama

tim telah melakukan langkah koordinasi dengan pihak polsek dan polres, karena kasus ini yang sebelumnya ditangani Polres Jember diambilalih Polda Jatim,” terang Alananto. Dia mengingatkan, pihak korban mulai kejadian perkara sampai kemarin, tidak pernah memperoleh informasi proses penegakan hukum yang dilakukan Polda Jatim. “Kami ingin kasus ini dibuka secara umum di depan majelis hakim, karena kita semua orang sama di hadapan hukum dan kita tunduk dengan hukum,” tegas Alananto. Informasinya, pada 23 November 2019, pihak Taman Nasional Meru Betiri menjanjikan santunan berupa uang tunai Rp 50 juta dan bantuan pendidikan untuk anak Aris Samba. Namun hingga kemarin, janji itu tidak pernah terwujud. (edy/epe)

MATARAMAN KABIRO: H M TAUFIQ. PONOROGO - WARTAWAN: PUJI SISWANTO, KANTOR: Jl Mayjend Sutoyo no 16 RT-03/RW-03 Kel Kertosari Kec Babadan, Kab Ponorogo. MADIUN-MAGETAN-WARTAWAN: Acuk,Anif Sriwati, M Alvin KANTOR: Jl. Karya Darma, Magetan

"Perubahan tidak pernah menunggu Jadikan Diri Kita sebagai Pencetak Sejarah, atau Kita hanya sebagai Saksi Sejarah"

Keluarga Besar Betrust Machine Mengucapkan

Selamat Tahun Baru

2020

Dedy Susworo dan Adrian Wijaya

Marketing Director Dedy Susworo CEO Adrian Wijaya


LAMONGAN-TUBAN-BOJONEGORO

SABTU PAHING, 28 DESEMBER 2019 HALAMAN 15

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BBIRO: Supardi (Hardy). LAMONGAN: M Nur Ali Zulfikar. BOJONEGORO: Sutopo. IKLAN/PEMASARAN: Wahyudi. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 0313959494- 085311868686

Gadis Dampet Korban Penipuan Tanggul Penahan Banjir Ambles, Warga Panik Tuban, Memorandum Warga Desa Sembungrejo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, panik karena tinggi muka air di Sungai Bengawan Solo bertambah. Naiknya air tersebut juga diikuti amblesnya tanggul penahan banjir. “Sudah lima hari terakhir ambles lagi,” kata Sumito warga setempat, Jumat (27/12) kepada blokTuban.com. Sumito menjelaskan amblesnya tanggul sungai terpanjang di Pulau Jawa ini sepanjang 100 meter dengan lebar 30 centimeter. Warga berharap ada perbaikan tanggul permanen, supaya tidak terjadi bencana banjir. Di waktu yang sama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban dan Camat Plumpang, Saefiyudin juga meninjau lokasi. Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi (RR) BPBD, Rustami mengatakan perbaikan tanggul berulang kali dilakukan dengan cara mengurug, yang merupaka usaha swadaya masyarakat setempat. “Terakhir tanggul yang sebelumnya retak dan ambles sudah dibronjong,” terang Rustami. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengaw Solo juga mengatakan kondisi tanah lumpur bergerak. Kalau dibronjong saja semakin ambles. Sementara sampai musim hujan 2019, kondisi retak sudah ditangani dengan tanah pedel. Hasil dari kunjungan Komisi 4 DPRD bersama BBWS perlu kajian untuk membangun tanggul permanen. “Jika tanggul ini jebol diprediksi ada 3 kecamatan terdampak,” terangnya. Sebelumnya, Ir. Iskianto MT, PLH Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menjelaskan bila tak ada penahan tanah, yang mana air sebenarnya merupakan penahan pada tanggul bantaran, bakal mengancam terjadi longsor. “Dari BBWS sudah melakukan koordinasi dan kerjasama dengan masyarakat. Untuk penanganan permanen, harus melalui tahapan kajian teknis dulu. Karena di Plumpang cukup parah,” bebernya. Data BBWS kondisi Sungai Bengawan Solo memiliki 19 titik longsor. Titik longsor kritis ada tiga, salah satunya di Plumpang. Untuk longsor sedang ada 16 titik yang terdata. Saat kunjungan kerja di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ketua Komisi 4 DPRD, Tri Astuti berharap ada anggaran dari pusat agar dibangun tanggul permanen di sepanjang Bengawan Solo yang selama ini sering menjadi bencana rutin banjir akibat luapan sungai. Diketahui, tanggul di Sembungrejo retak pada 15 Oktober 2019, dengan volume longsor sepanjang 70 meter dengan kedalaman 2,5 meter. Setelah dilakukan pengurukan ternyata terjadi longsor lagi yang semakin parah yaitu kedalaman tiga meter dengan panjang 125 meter. (*/har/mik)

Dua Pemuda Sidayu Tewas Gresik, Memorandum Dua pemuda asal Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, meninggal dunia secara beruntun. Bakhul meninggal pada Rabu (25/12) dan Abad meninggal pada Kamis (26/12). Warga menduga, penyebab kematian mereka karena mengonsumsi minuman keras (miras). “Penyebab pastinya tidak tahu. Kabar yang beredar, usai minum miras. Tapi, tidak tahu minum mirasnya dimana,” kata Malukha warga setempat, Jumat (27/12). Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Lasem Khoiri tidak berada di kediamannya. Awak media hanya ditemui seorang pemuda yang mengaku sebagai anaknya. “Bapak gak ada di rumah mas. Sedang keluar,” ungkap dia tanpa menyebut namanya. Pemuda tersebut mengatakan bahwa di desanya tidak ada orang meninggal karena minuman keras. “Yang anak dua itu memang sakit sudah semingguan,” urainya. Terpisah, Kapolsek Sidayu AKP Ach Said menjelaskan, kabar meninggalnya dua pemuda itu benar adanya. Hanya saja penyebabnya bukan karena mengonsumsi miras seperti kabar yang beredar. “Sudah semingguan kedua korban mengalami sakit dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Setelah itu meninggal dunia,” kata mantan Kapolsek Bungah tersebut. Sejumlah warga termasuk kepala desa (Kades) sudah dikonfirmasi terkait kematian dua pemuda itu. Namun, hasilnya tidak ada yang membenarkan bahwa mereka mati akibat minuman keras. (an/har/mik)

LOWONGAN WARTAWAN Dibutuhkan wartawan Penempatan wilayah GRESIK dan TUBAN

Persyaratan: Surat Permohonan Lamaran Ijasah S1 atau Yang Berpengalaman Jurnalis Pas Photo 4×6 SKCK dari Kepolisian Contoh tulisan (2 berita krimimal dan Pemerintahan)

Lamaran kirim ke Alamat Perum Graha Bunder Asri Jl. Emerald VI No 3, Kembangan, Kebomas-Gresik atau email : Skhmemorandum.86@gmail.com cc hardy86ae@gmail.com

Kronologi kejadian bermula pada Kamis (27/12) sekitar pukul 12.00. Korban atau pelapor sedang bekerja menjaga konter Pokok Untung Cell

di Jalan Veteran depan SMK Muhammadiyah I Lamongan, didatangi seorang laki laki yang tidak dikenal (pelaku,red). Tanpa basi basi, dan terli-

800 ribu. Tanpa curiga pelapor langsung memberikan HP dan uang tersebut. Sukses menerima HP dan uang pelaku langsung pergi dengan menggunakan sepeda motor Vario warna putih bernopol AG-5857-LX. Pelapor kemudian menanyakan kepada pemilik konter, apakah benar akan memasang CCTV. Ternyata bos korban mengatakan tidak

pernah meminta memasang CCTV di konter tersebut. Kasubbag Humas Polres Lamongan AKP Djoko Bisono membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, laporan itu sudah diserahkan ke satreskrim untuk dilakukan pendalaman. “Total kerugian materiil Rp 3.700.000,” jelas mantan Kasatreskoba Polres Lamongan ini. (al/har/mik)

TNI-Polisi Bersih-Bersih Jalan Rusak Akibat Banjir Bojonegoro, Memorandum Pasca banjir bandang disertai lumpur di Desa Bobol, Kecamatan Sekar, menyebabkan akses jalan penghubung desa setempat untuk sementara tertutup lumpur. Kondisi itu membuat tiga pilar meliputi TNI, polisi dan pemerintah desa beserta warga setempat bekerja bakti, Jumat (27/12). Mereka berinisiatif melakukan kerja bakti membersihkan sisa air lumpur yang menutupi jalan desa akibat musibah terjadinya erosi tanah akibat curah hujan yang cukup tinggi intesitasnya. Brigadir Ahmid Riono, Bhabinkamtibmas Desa Bobol, membersihkan sisa lumpur yang menutupi jalan desa dan membersihkan lumpur di dalam rumah milik Nenek Siti di Dusun Dawe Rt 31, Rw 11 Desa Bobol. Nenek Siti dalam kesehariannya hidup sebatang kara di rumah yang tidak layak huni. “Alhamdulilah karena ini sudah merupakan tanggungjawab kami sebagai 3 pilar berikut warga bersama sama melaksanakan kerja bakti membersihkan air lumpur yang menutup akses jalan desa sehingga bisa segera teratasi, dan sekarang akses jalan desa sudah normal kembali,” jelas Brigadir Ahmid Riono. (top/har/mik)

FOTO: ISTIMEWA

Petugas melihat kondisi tanggul penahan yang ambles.

hat lihai pelaku menanyakan pemilik konter kepada pelapor. Tanpa curiga pelapor menjawab bahwa pemilik konter tersebut adalah Juli Priyanto. Pelaku berpura pura telah menelepon Juli, dan mengatakan akan memasang CCTV di konter tersebut. Setelah itu pelaku meminta sebuah HP merk Oppo A57 milik pelapor untuk menyeting CCTV dan meminta uang Rp

TNI-Polri bersama warga membersihkan lumpur yang menutupi jalan.

Sekda Minta Formi Akomodasi Olahraga di Luar KONI Anggota tim sidak di salah satu pasar.

FOTO: ISTIMEWA

Tim Satgas Pangan Bojonegoro Sidak Pasar

Bojonegoro, Memorandum Sejumlah harga barang kebutuhan pokok di Bojonegoro naik. Tim gabungan melakukan sidak ke pasar dan pusat perbelanjaan. Telur yang harga normalnya Rp 19 ribu kini naik menjadi Rp 23 ribu hingga Rp 24 ribu per kilogram. Sedangkan harga bawang merah yang biasanya Rp 15 ribu kini menjadi Rp 36 ribu per kilogram. “Sudah sepekan ini harga bawang merah naik. Biasanya Rp 15 ribu sampai Rp 16 ribu itu yang kecil ya, kini saya beli di pasar kota harganya sudah sampai Rp 35 ribu hingga Rp 36 ribu per kilogram. Kalau telur kemarin saya beli Rp 24 ribu. Padahal biasanya hanya Rp 19 ribu kalau hari biasa,” ucap Jumiati, warga Sukorejo saat belanja di Pasar Kota Bojonegoro. Jumat (27/12) kepada detik.com. Menanggapi hal itu, Tim Satgas Pangan Gabungan menggelar sidak pasar dan supermarket. Tim terdiri dari Polres Bojonegoro, Dinas Perdagangan, Dinas Peternakan, Dinas Kesehatan dan Dinas Ketahanan Pangan. Kemudian perwakilan Kodim 0813 Bojonegoro, Satpol PP serta Dinas Pasar. “Kami bersama dinas terkait lakukan pantauan pasar. Guna memastikan dan melakukan pengecekan terhadap harga kebutuhan pokok menjelang pergantian Tahun Baru dan ketersediaan barang,” ujar Kapolres Bojonegoro, Budi

Hendrawan, Jumat (27/12) kepada detik.com. Saat sidak di pasar, ia didampingi Kasat Reskrim AKP Rifaldhy Hangga Putra blusukan masuk ke lapak para pedagang sembako, telur dan daging ayam. Ternyata, sebagian kebutuhan pokok harganya masih stabil. “Hasil cek di pasar memang ada kenaikan di beberapa komoditas seperti bawang merah. Kalau telur itu naik turun, jadi fluktuatif. Dan kebutuhan pokok lainnya seperti daging ayam, daging sapi, beras semuanya masih dalam kategori stabil,” imbuhnya. Sementara untuk ketersediaan kebutuhan pokok di pasaran masih stabil dan aman. Mereka kemudian sidak harga di pusat perbelanjaan KDS di Jalan Veteran Bojonegoro dan Bravo Supermarket di Jalan Pemuda. Di pusat perbelanjaan modern itu mereka melakukan sampling harga barang dagangan yang dipajang di gondola dengan di komputer kasir. “Ini beberapa hari lalu viral di medsos, makanya kita juga cek harganya sama tidak dengan di komputer kasir. Jangan sampai pembeli dirugikan,” lanjut Budi. Terpisah, petugas UPTD Dinas Perdagangan dan Industri Pemprov Jatim yang ikut sidak mengimbau salah satu Karyawan Bravo Swalayan. Agar tidak lagi menggunakan permen sebagai pengganti uang receh saat konsumen melakukan transaksi di kasir.(*/har/mik)

Tuban, Memorandum Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Budi Wiyana bersama ratusan lansia dan pegawai Pemkab Tuban senam bersama di kompleks Tuban Sport Center, Gedongombo, Semanding, Jumat (27/12).Kegiatan yang diadakan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Tuban ini juga diikuti pimpinan OPD Tuban, Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Tuban, dan sejumlah kelompok senam. Dalam sambutannya, Sekda Tuban menyampaikan Senam Lansia kali menjadi wujud sinergitas berbagai instansi. Kolaborasi ini dapatnya terus ditingkatkan di berbagai jenis kegiatan lainnya.Kehadiran lansia yang semangat berkegiatan dapat menjadi teladan bagi pegawai Pemkab Tuban. Sekda Tuban menerangkan keberadaan FORMI Tuban hendaknya mengakomodir kelompok olahraga non prestasi maupun olahraga di luar kewenangan KONI. Sehingga dapat semakin motivasi masyarakat untuk berolahraga. Langkah tersebut sejalan dengan program Pemkab Tuban untuk meningkatkan kualitas

SDM Bumi Wali, salah satunya dengan meningkatkan kualitas kesehatan. Kondisi yang sehat akan menciptakan masyarakat yang produktif dan inovatif. Hal tersebut akan mendukung pembangunan Kabupaten Tuban. Sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kesehatan, Pemkab Tuban telah menyediakan sejumlah lokasi untuk berolahraga. Diantaranya Tuban Sport Center; GOR Rangga Jaya Anoraga; dan alun-alun Tuban. “Tahun mendatang, Pemkab Tuban akan mengoptimalkan kegiatan Car Free Day (CFD),” terang Sekda Budi kepada blokTuban.com. Kegiatan CFD akan dikolaborasikan dengan sejumlah kegiatan olahraga. FORMI Tuban dapatnya menjadwalkan kelompok senam maupun sekolah untuk berolahraga saat CFD. Birokrat asal Nganjuk menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Sementara itu, Kabid Pariwisata Disparbudpora Kabupaten Tuban, Suwanto, dalam laporannya menyebutkan senam lansia tahun 2019 dimaksudkan untuk menjalin tali silahturrahmi antargenerasi.(*/har/mik)

FOTO: ISTIMEWA

FOTO: ISTIMEWA

Lamongan, Memorandum Nasib malang menimpa Mariatul Kibtiyah (23), gadis warga Dusun Dampet, Desa Gedongboyountung, KecamatanTuri. Perempuan lugu itu menjadi korban penipuan dan penggelapan bermodus pemasangan CCTV (circuit close television).

Ratusan lansia dan pegawai pemkab olahraga bersama.

DPRD Sesalkan Pelayanan Dispendukcapil Tuban, Memorandum Komisi II DPRD Kabupaten Tuban angkat bicara terkait pelayanan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat yang tidak kunjung membaik dan mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat yang hendak mengurus administrasi kependudukan. Terbaru ini, masyarakat mengeluhkan terkait pelayanan dari kantor yang berada di Jalan Teuku Umar itu, lantaran pembuatan selembar Surat Keterangan (Suket) pengganti KTP Elek-

tronik membutuhkan waktu hingga 14 hari. “Saya menyayangkan pelayanan Disdukcapil yang tidak kunjung membaik terkait kebutuhan dasar masyarakat,” terang Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tuban, Mashadi, Jumat (27/12) kepada blokTuban.com. Untuk itu, lanjut Mashadi, Komisi II DPRD Tuban akan mengagendakan pertemuan dengan Disdukcapil untuk meminta kejelasan terkait pelayanan itu agar segera diperbaiki dan dibenahi. “Kami Komisi II DPRD akan mengagendakan pertemuan un-

tuk meminta penjelasan,” imbuh Mashadi. Dia juga berharap agar Disdukcapil Tuban segera memperbaiki segala pelayanan yang ada. Sehingga pelayanan dasar masyarakat bisa dilakukan dengan cepat dan tepat. Diberitakan sebelumnya, salah satu warga Kelurahan Doromukti, Kecamatan Tuban, Yayan Tri Setyono mengeluhkan pelayanan dari Disdukcapil. Dia mengeluh lantaran percetakan Surat Keterangan (Suket) KTP elektronik harus membutuhkan waktu 14 hari dengan alasan

Suket tak bisa dicetak seketika karena komputer error. “Kata petugas yang melayani komputernya error,” kata Yayan, Kamis (26/12) lalu. Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kependudukan Disdukcapil Tuban, Yuliani mengatakan, untuk saat ini sejak minggu kemarin jaringan KTP/Suket sedang troubel dan dalam perbaikan, sehingga beberapa hari ini belum bisa cetak suket. Untuk pengurusan Suket, apabila diurus sendiri yang bersangkutan ke dinas, dalam sehari, pagi masukan berkas jam 14.00

Wib selesai. Kendati demikian, kalau memasukan berkas diatas jam 12.00Wib otomatis besuknya selesai. “Dengan catatan persyaratan lengkap dan betul, jaringan on. Adapun sesuai ketentuan yang berlaku penerbitan dokumen kependudukan paling lama 14 hari,” beber Yuliani. Ditegaskan Yuli, pihaknya sudah mengupayakan perbaikan sejak troubel, tetapi belum juga on. Hari ini timnya juga ke Jakarta untuk perbaikan dengan teknisi pusat semoga cepat terselesaikan. (*/har/mik)


GRESIK-PANTURA

SABTU PAHING, 28 DESEMBER 2019

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 16

KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Syaifuddin Anam, Hardy, M Amin Alamsyah. Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEP

Sumur Tua Sekarkurung Kembali Semburkan Migas Gresik, Memorandum Sumur tua tinggalan tentara Belanda di Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, kembali menyemburkan minyak dan gas (migas). Semburan terakhir terjadi pada September 2019 lalu.

Gorong-Gorong Buntu, Rumah Warga Pulopancikan Tergenang Gresik, Memorandum Keberadaan gorong-gorong di Desa Pulopancikan, Kecamatan Gresik, bukannya mengatasi masalah banjir, namun malah menimbulkan banjir. Sebab, saat hujan deras terjadi, rumah warga sekitar gorong-gorong terendam air. Ahmad Khotib (47), warga setempat mengatakan, air yang menggenangi rumahnya dan rumah warga RT. 2/ RW. 5 dan RT. 1/ RW.6 berasal dari luapan kali yang masuk melalui gorong-gorong. Sehingga waktu hujan turunn pada Rabu (25/12), puluhan rumah warga tergenang air luapan kali. “Ada sekitar 50 rumah warga yang tergenang akibat air kali masuk melalui Gorong-gorong. Tapi kalau hujan lagi dengan intensitas yang tinggi pasti air akan menggenangi rumah kami,” katanya. Kurun beberapa tahun lalu di permukiman rumahnya tidak pernah banjir sebesar itu. Tapi setelah diperbaikinya gorong-gorong malah menambah banjir yang semakin besar. “Kalau banjir yang paling besar itu di sebelah (di RT 1 RW 6). Kemarin Rabu (25/12) airnya hingga selutut orang dewasa,” jelasnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pemkab Gresik, Gunawan Setijadi mengatakan awal Januari 2020 sesuai perencanaan, bakal memasang pompa di hilir supaya air tidak meluap sampai ke permukiman warga.“Tapi untuk sementara ini kami akan tutup goronggorong tersebut agar saat air kali meluap tidak masuk ke gorong-gorong yang dapat menimbulkan banjir,” pungkasnya. (dri/har/mik)

Kecamatan Kebomas Subhan mengatakan, semburan pertama terdengar dentuman keras hingga merobohkan sejumlah pohon di sekitar. “Kemudian semburan mereda pukul 04.50, lalu semburan

Gresik, Memorandum Jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik melaksanakan gowes bersama yang diberangkatkan dari halaman Kantor Bupati Gresik, Jumat (27/12). Kegiatan yang melibatkan ratusan pejabat pemerintah dan warga itu, dalam rangka mempererat keakraban. Gowes diberangkatkan oleh Kapolres Gresik AKBP KusworoWibowo didampingi Bupati Sambari. Ratusan peserta langsung gowes sesuai rute yang ditentukan. “Kegiatan ini bentuk koordinasi yang baik antar pejabat forkopimda. Kami juga akan terus menjalin keakraban dan kebersamaan,” kata Kapolres Gresik AKBP Kusoworo Wibowo, kemarin. Mantan Kapolres Jember itu menjelaskan, bahwa dalam waktu dekat akan melaksanakan pengamanan pergantian tahun. Tidak hanya melibatkan TNI – Polri,

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo dan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Budi Handoko beserta jajaran forkopimda gowes bersama.

tapi juga pemerintah Kabupaten Gresik. “Kami akan bekerjasama menjamin keamanan masyarakat pada saat malam perayaan tahun baru 2020,” imbuh alumnus Akpol 2000 tersebut. Pihaknya berharap, kebersamaan

FOTO: MEMORANDUM/ALI

ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Sehingga gresik akan semakin aman dan kondusif. Sementara Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menambahkan, kegiatan

gowes itu dalam rangka menjalin silaturahmi antara pejabat forkopimda dan jajaran lainnya. “Selain itu juga menjalin kebersamaan antara pejabat dan forkopimda,” katanya. (an/har/mik)

Jaga Silaturahmi, Kapolres Olahraga Bareng Pelajar Papua Tuban, Memorandum ai Sesibuk apapun sebagai Ka p o l re s Tu b a n , A K B P Nanang Haryono tidak pernah melupakan kebutuhan berolahraga. Jumat (27/12),, kapolres mengajak para pelajar Papua yang sedang ada tugas belajar di Tuban, olahraga bersama. Selain olahraga untuk menjaga kesehatan, tujuan kegiatan ini juga untuk menjaga silaturahmi antara pelajar Papua dengan

Polr Tuban, serta menjaga dan Polres m memupuk rasa persatuan dan k kesatuan. “Saya sangat senang berk kumpul dengan anak-anak s saya. Berbagai upaya juga akan saya lakukan untuk menjaga mereka dengan sepenuh hati. Agar selalu merasa aman dan nyaman berada di Tuban” kata Nanang, bangga, kemarin. Nampak raut wajah anak-anak

Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono berolahraga bersama para pelajar Papua.

pundak ini, Jumat (27/12) dalam keteranagan rilisnya. Feby menerangkan, penangkapan berhasil dilakukan setelah petugas mendapatkan informasi dari masyarakat, terkait adanya seseorang yang memiliki senjata api, dan digunakan untuk berburu. Kemudian setelah dilakukan penyelidikan ternyata benar dan langsung dilakukan penangkapan. “Ada 7 peluru aktif berkaliber 5,5 mm yang diamankan, serta ratusan longsongan peluruh dan alat pembersih laras senjata api. Tentu ini sangat berbahaya jika digunakan di

Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung didampingi Kasatreskrim AKP Wahyu Norman Hidayat menggelar pers rilis.

nya membantu saja agar tidak tercemar ke masyarakat. Nah, dibuatlah tiga lubang supaya tidak mencemari lingkungan. Lubang pertama fungsinya untuk menampung luapan,” tambahnya. “Lubang kedua agar minyaknya tertampung dan airnya mengalir. Terakhir di lubang ketiga air yang mengalir ke bawah minyaknya tidak ikut, tinggal airnya saja,” pungkasnya.(dri/har/mik)

Jalin Kebersamaan, Forkopimda Gowes Bersama

Warga Sambeng, Mantup, Simpan Senjata Rakitan Lamongan, Memorandum Satreskrim Polres Lamongan meringkus Gunawan (30), warga Dusun Bulurejo, Desa Gempolmanis, Kecamatan Sambeng dan Waridi (40), warga Dusun Waton, Desa/Kecamatan Mantup. Keduanya diamankan atas kepemilikan senjata api (senpi) rakitan. Pengakuan kedua tersangka, senjata rakitan tersebut digunakan untuk berburu babi hutan. Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung didampingi Kasatreskrim AKP Wahyu Norman Hidayat mengatakan, ada satu tersangka buron. Ia berperan sebagai perantara dan penjual senpi. “Kita terpaksa mengamankan tersangka karena diduga menyimpan dan memiliki senjata api rakitan. Yang jelas memiliki senpi ini dilarang dan bisa dikatakan illegal,” ujar perwira dengan dua melati di

ingga tidak mengalir ke kali dan mencemarinya,” terangnya. Humas PT PHE Tuban East Java ( TEJ), Daniel Surbakti mengatakan sumur tinggalan Belanda ini di bawah naungan SKK Migas. Sehingga sifatnya hanya membantu agar semburan migas tidak mencemari lingkungan. “Kita takut dampak lingkungan tercemar. Sifatnya kita yang terdekat mengerti geologi tentang sumur. Kita ha-

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM

SETIAP akhir pekan, Agus Budiono selalu menyempatkan untuk olahraga. Ia mengaku biasa memainkan badminton bersama teman-teman seusianya. “Setiap Jumat sore dan Minggu pagi, saya selalu menyempatkan Agus Budiono bermain badminton,” aku Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindustrian Perdagangan (Diskoperindag) Pemkab Gresik ini, tersenyum. Dia punya alasan mengapa suka badminton. Dulu pada tahun 1969 waktu masih sekolah dasar (SD) di Surabaya, ia pernah memperoleh juara. Kemudian pada 1974, ia pernah menjadi atlet klub PB Suryanaga Surabaya. “Dulu klub itu sering didengar dengan nama club Naga Kuning. Jika orang seusia saya pasti mengenal saya dan club ini,” ceritanya. Jika sekarang, dia bermain badminton selain untuk kebugaran tubuh juga sebagai penghilang penat selama bertugas sebagai Kadis. Sebab usianya sudah tidak lagi muda, kini dia berusia 58 tahun. “Senang. Soalnya bisa teriak-teriak. Misalnya pas shuttlecock masuk atau keluar. Kadang bisa psychological warfare (psywar) ke lawan. Ayo smash lagi,” serunya. (dri/har/mik)

Semburan migas setinggi empat meter dari permukaan tanah ini terjadi sekitar pukul 18.30 pada Kamis (26/12) lalu, dan berhenti pukul 04.50 pada Jumat (27/12). Kepala Desa Sekarkurung,

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

Suka Badminton

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ ANDRIYANTO

LAKONE

berhenti,” terang Subhan. Setelah mengetahui telah terjadi semburan di lokasi sumur tua, pihaknya segera memberitahukan kepada pihak PT Pertamina hulu energi (PHE). Karena lokasi semburan berada di wilayah PHE. “Pukul 03.00 alat berat (Eksavator) di datangkan oleh pihak PT PHE untuk membuat lubang dengan diameter cukup besar. Supaya dapat menampung luberan semburan migas seh-

lingkungan masyarakat,” terang alumnus Akademi Kepolisian 1999 ini. Tersangka, kata Feby, dijerat Pasal 1 ayat (1) Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951, barangsiapa, yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan

padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak. “Sesuai undang undang hukumannya adalah hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun,” pungkas pria asal Kabupaten Sukabumi tersebut. (al/har/mik)

Papua ini terlihat gembira saat melaksanakan olahraga bersama orang nomor 1 di Tuban ini. Canda, tawa penuh kegembiraan, menghiasi kegiatan tersebut. Olahraga bersama ini, rupanya tak hanya sekali dua kali dilakukan. Namun sudah seringkali. Anak-anak asuh ini

juga diberi kebebasan untuk bermain di lingkungan Polres Tuban. Akhir dari kegiatan olahraga, kapolres mengajak makan bersama dan juga foto bareng. “Lelah-lelah hilang saat melihat senyum manis dan canda tawa terlihat di wajah mereka” pungkas Nanang. (top/har/mik)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
MEMORANDUM EDISI 28 DESEMBER 2019 by memorandum - Issuu