Skip to main content

MEMORANDUM EDISI 16 DESEMBER 2019

Page 1

SENIN KLIWON, 16 DESEMBER 2019

HARGA Rp 3.500,-

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com .com

DUA JAMBRET SIANG BOLONG RESIDEN SUDIRMAN DIAMUK MASSA

SERTIFIKA T

P ER S WAN DE

KABUR, DITEMBAK

Surabaya, Memorandum Nekat menjambret HP di siang bolong, dua pelaku terpaksa dilumpuhkan kakinya. Keduanya Hanif Mulyono Aulia (21), warga Jalan Pucang Adi IV, dan Abdul Hamid (22), warga Jalan Tambang Boyo.  Bersambung ke halaman 7 

Anggota terpaksa melakukan tindakan tegas karena keduanya berusaha kabur. Selain itu, saat digeledah ditemukan celurit dari seorang tersangka.

Garuda Menteri

IPTU DIDIK ARIAWAN Kanitreskrim Polsek Tambaksari

A

kan berulang --salut untuk Eric Thohir. Kalau info ini benar. Lagi, salah satu mantan menteri akan jadi Dirut BUMN. Ignasius Jonan atau Susi Pujiastuti. Untuk Garuda Ari Askhara Indonesia. Kok bisa ya, Menteri BUMN itu meyakinkan salah satu dari mereka. Untuk turun jabatan. Mantan Menteri Kominfo Rudiantara-lah yang jadi pemula. Ia menteri pertama yang bersedia untuk menjabat Dirut PLN --sebentar lagi.  Bersambung ke halaman 4 

Bermula Hanif dan Hamid mengincar Ajeng saat berkendara di Jalan Residen Sudirman. Kedua pelaku mengincar HP di tangan korban. Melihat ada peluang, pelaku lalu membuntuti motor Ajeng. HP di genggaman korban kemudian dirampas, dan pelaku secepatnya kabur.

GRAFIS: MEMORANDUM/AZIZ

KRONOLOGI KEJADIAN

Oleh: Dahlan Iskan

Setelah tertangkap dan dimassa, keduanya pun terpaksa ditembak kaki kirinya karena kabur saat diamankan polisi di lokasi kejadian.

Anggota Reskrim Polsek Tambaksari menunjukkan kedua pejambret beserta barang buktinya.

Bekuk Penadah Motor Curian FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

VANESSA Angel selalu saja membuat heboh. Artis yang pernah terjerat kasus prostitusi online dan merasakan pengapnya penjara tersebut, kembali mencuri perhatian para netizen.  Bersambung ke halaman 7 

Gatot Priyono

Surabaya, Memorandum Berdalih penghasilan sebagai sopir trailer tidak mencukupi kebutuhan keluarga, membuat Gatot Priyono, alias Yanto, alias  Bersambung ke halaman 7 

Masyarakat di Kecamatan Silo antusias mengikuti pelatihan praktik SIM.

Inovasi Pelayanan SIM di Pesantren Jember, M Memorandum Setela mendapatkan anugerah pengSetelah hargaa WBBM dari Kemenpan RB RI, hargaan Kapol Jember AKBP Alfian Nurrizal Kapolres SH S SIK MHum melalui simbol komitmen “Jegeh Apike Jember” terus me menjawab kebutuhan masyarakat. “Polres Jember meluncurkan inovasi layanan mempermudah

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Tarif Naik

Jalan Manukan Kasman I, dibekuk anggota Unit Reskrim Polsek Tandes.   Bersambung ke halaman 7

Patroli Cegah Kriminalitas Malam Hari Surabaya, Memorandum Patroli malam dilakukan anggota Polsek Kenjeran, Polres Pelabuhan Tanjung Perak di sekitar Taman Suroboyo, Sabtu (15/12) malam. Tindakan dilakukan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas  Bersambung ke halaman 7 

Ririn Wirantari

Sopir Trailer Edarkan Sabu

Ferdio Jerdi Buru Chagga menaiki motor hasil curiannya diapit petugas di Mapolsek Tandes.

Vanessa Angel

Surabaya, Memorandum Gegara motor yang digadaikan tidak ada saat ditebus, seorang wanita nekat melakukan penganiayaan. Hal itu dilakukan Ririn Wirantari  Bersambung ke halaman 7 

FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

Surabaya, Memorandum Ferdio Jerdi Buru Chagga (29), penadah motor curian, warga

Gegara Motor, Wanita Aniaya Penerima Gadai

FOTO: MEMORANDUM/INDRA

FOTO: MEMORANDUM/INDRA

Dicakar dan Ditendang

 Bersambung ke halaman 7 

Anggota Polsek Kenjeran patroli di sekitar Taman Suroboyo.

MENGEJAR KESAKTIAN, MENEMBUS TABIR DUNIA ANTAH BERANTAH Έ2Ή + Meng, Satpol PP Tulungagung menemukan dua pelajar berlawanan jenis di kamar kos-kosan. - Mereka pasti sedang belajar bersama. Belajar proses reproduksi diri, wcwcwc...

Si Mameng (Pengamat sok sial)

Dijanjikan Menjadi Orang Sakti saat Waktu Berhenti Mendadak Pagi itu seluruh pengurus RT berkumpul, membicarakan pendoso yang berjalan sendiri ke rumah Songek. Ada yang meyakini itu sebagai pertanda bahwa waktu kematian si daokeh sudah dekat. Tapi, ada yang curiga ada anak-anak nakal dan iseng memindahkan pendoso dari tempatnya di belakang langgar. Yuli Setyo Budi, Surabaya

Kami tutup mulut. Pagi itu juga pendoso dikembalikan ke ruangan khusus di pojok belakang langgar. Wak Kaji Sugetan, salah satu imam rawatib yang rumahnya tepat di samping kiri langgar, menghampiri saat kami mandi di Kali Bokong. “Kalau kalian ulangi mena-

PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera  SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986  PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390  REDAKSI: 031-8275390  FAX: 031-8291078

kut-nakuti orang-orang sekampung, kalian akan kami bawa ke kantor polisi,” kata Wak Kaji disertai muka penuh amarah. Rupanya dia memergoki kami mengusung pendoso pada Kamis malam itu. Tapi, kami tahu itu hanyalah cara Wak Kaji Sugetan  Bersambung ke halaman 7 


SIDOARJO

SENIN KLIWON, 16 DESEMBER 2019 HALAMAN 2

WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BIRO: Jokosan. WARTAWAN: HM Darianto, HM Shoumu. PEMASARAN/IKLAN: Dedi, Iswin, Jim Darwin, Sulton, Medi. TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com KEPA

Cewek Cantik Dilaporkan Diculik Usai Diajak Jalan-Jalan ke Sun City Mall Sidoarjo

FOTO: MEMORANDUM/SDM

Peristiwa ini dilaporkan oleh kakak kandung korban Tarwito SPd, ke Polres Pasuruan, tanggal 14 Desember 2019.Tercatat, laporannya bernomor: LP/150/XII/2019/ Jatim /Respas. “Sampai sekarang (sudah sekitar 3 bulan) korban belum juga balik ke rumah,” ujar Tarwito, Minggu (15/12). Tarwito menceritakan, perginya korban berawal pada 8 September 2019 silam. Kala itu, korban dijemput pelaku bernama LK yang datang bersama

anaknya di rumahnya. “Dia (pelaku) datang bawa mobil merk Honda Jazz, dan mengajak korban untuk jalanjalan ke Sun City Mall Sidoarjo. Namun sejak hari itu sampai sekarang, korban belum juga kembali,” terang lelaki yang berprofesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) itu. Awalnya, kata Tarwito, pihak keluarga masih sabar menunggu kedatangan korban bersama madunya itu. Namun ditunggu

FOTO: MEMORANDUM/SDM

Sidoarjo, Memorandum Perempuan berparas cantik bernama Linda Krisnawati S, warga Garden Residence Blok C8, Dusun Krajan, Desa Rombo Wetan, Kecamatan Rembang, Pasuruan, dilaporkan diculik, usai diajak jalan-jalan ke Sun City Mall Sidoarjo. Diduga kuat penculiknya perempuan lain yang ditengarai madu Linda atau istri tua suami korban.

Linda Krisnawati S dan surat laporan kepolisian.

selama sehari, dua hari, hingga tiga hari, korban ternyata belum juga kembali. Akhirnya Tarwito melapor-

Menkes Dukung Sistem Pelayanan RSUD Sidoarjo

Sunarlin SH

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pasrah

FOTO: MEMORANDUM/JOK

Pembangunan Depo Arsip Sidoarjo, Memorandum Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sidoarjo mengaku sudah pasrah, bila pembangunan Depo Arsip tidak bisa dilakukan pada tahun 2019. Karena hingga kini, proses hibah dari lahan eks BPN (Badan Pertanahan Nasional) Sidarjo di Jalan Jaksa Agung Suprapto kepada Pemkab Sidoarjo, belum ada titik terang. Padahal, Pemkab Sidoarjo sudah mengirimkan surat hibah itu kepada Kementrian Keuangan (Kemenkeu) dan Menteri Agraria, namun masih belum juga ada respon. ”Kami hanya bisa menunggu dan pasrah saja bila tahun 2019 ini tak bisa dibangun, namun semoga bisa dibangun tahun 2020 mendatang,” jelas Kepala Bidang Kearsipan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sidoarjo, Sunarlin SE MM, dikonfirmasi Jumat (13/12). Sunarlin berharap, bila nanti dibangun pada tahun 2020, semoga mendapatkan pembangunan Depo Arsip yang lebih baik. Karena bila dibangun tahun 2019 ini dengan anggaran yang sudah ada pada Dinas Perkim dan PR Sidoarjo, yang nilainya kurang dari Rp4 miliar itu, dikhawatirkan justru malah akan mendapatkan hasil yang kurang bagus. Padahal Depo Arsip Sidoarjo yang akan dibangun dengan tiga lantai itu, bila dibangun dengan spek dari pihak Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dari analisa dan perhitungan, akan menelan anggaran sampai Rp18 miliar. Sedangkan jika dibangun dengan anggaran yang ada saat ini, menurut analisa Dinas Perkim dan PR Sidoarjo, hanya bisa membangun pondasi dan tiang pancangnya saja. Menurut Sunarlin, dia mendapat pelajaran positif dari ini semua. Bila dibangun pada akhir tahun 2019, mungkin hanya akan mampu membangun pondasi dan tiang pancangnya saja. Sebab anggarannya saat ini kurang dari Rp 4 miliar. Sehingga daripada kemudian bangunannya mangkrak, lebih baik dimulai saja sekalian tahun 2020 mendatang. Saat melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Perkim PR dan Kejaksaan Sidoarjo sekitar satu bulan lalu, terkait hasil gambar Depo Arsip yang sudah jadi, pihaknya mendapat masukan pribadi dari Kejari Sidoarjo, rencana pembangunan Depo arsip itu lebih baik dipending saja. ”Daripada pembangunan Depo Arsip dipaksakan dibangun pada akhir tahun ini, tapi malah akan mangkrak,” kata dia. Dia mengakui, resiko bila tak bisa dibangun tahun 2019 ini, memang anggaran yang ada di tahun ini tak terserap atau Silpa. Tapi semoga dengan adanya anggota dewan yang baru terpilih dan dilantik, akan bisa membantu lagi usulan penganggaran untuk pembangunan Depo Arsip Sidoarjo. Sunarlin menegaskan, OPD nya pernah dijanjikan akan dibantu diperjuangkan untuk pembangunan Depo Arsip Sidoarjo. Namun sampai akhir jabatan dewan berakhir, tetap belum ada hasil. Pembahasan Raperda tentang Arsip di Sidoarjo oleh anggota dewan yang lama hingga kini juga terhenti. ”Harapan kami pada dewan yang baru, semoga pembangunan Depo arsip di Sidoarjo bisa terwujud dan dibantu penganggarannya kembali,” harap dia. (sdm/jok/pi)

kan kasus ini ke Polresta Pasuruan pada tanggal 14 Desember 2019, karena selama sekitar tiga bulan korban belum juga kem-

bali ke rumah. Tarwito mengaku sangat khawatir dengan keadaan korban. Apalagi, dia pergi bersama LK, maduya sendiri yang diketahui tingal di Sukoreno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. “Terus terang, saya khawatir dengan keadaan adik saya, Linda Krisnawati. Semoga dia (korban) baik-baik saja,” cetus dia. Kini, Tarwito mengaku sudah menyerahkan semua persoalan tersebut kepada polisi untuk mencari keberadaan adiknya. Dia berharap, selama pencairan oleh aparat kepolisian, adiknya dalam kondisi selamat. Dia beserta keluarga hanya berdoa, semoga korban ditemukan dalam keadaan selamat tak kurang suatu apa pun,” pungkas dia. (sdm/ton/jok/pi)

Pejabat Forkompimda Sidoarjo dan ribuan umat menghadiri acara selawatan di Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (14/12) malam.

Banser dan TNI-Polri Berselawat untuk Menjaga Kedamaian NKRI Sidoarjo, Memorandum Barisan Ansor Serbaguna (Banser) bersama TNI-Polri Sidoarjo berselawat bareng di Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (14/12) malam. Kegiatan ini untuk menguatkan persatuan dan kesatuan demi kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta memohon doa agar kamtibmas Kabupaten Sidoarjo tetap kondusif. Acara yang dipadati ribuan orang ini, dimeriahkan dengan selawat yang dipimpin M Ulul Azmi Iskandar (Gus Azmi), juga menghadirkan penceramah Gus Miftah Habiburrahman, dan Prof Dr Syech Muhammad Fadhil Al-Hasan Al-Husain AlJilani. Hadir pada acara tersebut, Bupati Sidoarjo Saiful Illah, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho, Danrem 084/ Bhaskara Jaya Kolonel Inf Sudaryanto, Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Mohammad Iswan Nusi, Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo Usman, Ketua PC GP Ansor Sidoarjo Rizza Ali Faizin, rektor Unusida, ulama Sidoarjo. Bupati Sidoarjo, Kapolresta Sidoarjo, Dandim 0816 Sidoarjo, Rektor Unusida, Gus Azmi dan

Gus Miftah mendapatkan penobatan sebagai sahabat banser. Ditandai dengan pemakaian seragam Banser oleh Ketua PC GP Ansor Sidoarjo kepada ke enam tokoh tersebut. Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dalam sambutannya mengatakan, melalui kegiatan Banser bersama TNI-Polri berselawat di Sidoarjo ini, semakin menguatkan kedamaian di Negara ini. Khususnya di wilayah Kabupaten Sidoarjo. “Karenanya mari malam ini kita bersama-sama berselawat untuk keberkahan kita bersama,” ujar Saiful Ilah. Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengapresiasi kegiatan Banser bersama TNI-Polri berselawat ini. “Inilah wujud sinergitas kami dari Sidoarjo. Banser, TNI-Polri bersama masyarakat melalui selawat kita memohon doa kepada Allah SWT, agar mendapatkan syafaat baginda Nabi Muhammad SAW untuk kedamaian NKRI dan kondusifitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Sidoarjo,” kata lulusan Akpol 1997 ini. Gus Miftah dalam ceramahnya menyampaikan wawasan ideologi pancasila. Dia menyebutkan, ideologi bisa

menjadi pemersatu. Konsep tersebut mendapatkan dukungan dari para tokoh pendiri bangsa termasuk alim ulama. Di Indonesia terdapat keberagaman dalam agama, suku, adat dan budaya. “Karena Pancasila itu bermakna berbeda-beda, tapi tetap satu,” katanya. Dan itu, menurut Gus Miftah terangkum menjadi satu dalam Pancasila. Tokoh-tokoh Indonesia termasuk para ulama juga menjadi ide terbentuknya Pancasila ini. “Karenanya jika ada yang menganggap Pancasila tak layak jadi ideologi bangsa kita, berarti mereka tidak menghargai jasa para pendiri bangsa termasuk alim ulama,” tegas Gus Miftah. Terkait kegiatan Banser-TNI-Polri berselawat di Gelora Delta Sidoarjo, Ketua PC GP Ansor Rizza Ali Faizin menjelaskan, kami berselawat bersama sebagai wujud mencintai Indonesia lahir batin. Dalam kesempatan ini kami mengajak masyarakat untuk terus menjaga kedamaian Negara kita melalui sholawat bersama. “Semoga kedamaian dan keutuhan NKRI terus terjaga, serta Sidoarjo dan Indonesia senantiasa aman,” imbuh dia. (jok/pi)

Sidoarjo, Memorandum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sidoarjo menjadi rumah sakit pertama di Jawa Timur yang dikunjungi Menteri Kesehatan RI, dr Terawan Agus Putranto. Dalam kunjungannya ke RSUD Sidoarjo, dr Terawan melihat langsung sistem penanganan pada ibu melahirkan yang dinilai telah berhasil menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sidoarjo, Jumat (13/12). Menkes juga melihat langsung lingkungan rumah sakit tipe B pendidikan yang baru saja ditetapkan Kementerian Kesehatan RI sebagai RSUD Ramah Lingkungan (Green Hospital), pada peringatan Hari Kesehatan Nasional beberapa waktu yang lalu. Tempat pertama yang dituju adalah ruang PSC 119 (Public Service Center). Dari ruangan PSC inilah pasien yang membutuhkan penanganan bersifat emergency bisa diketahui dan direspon dengan cepat. Termasuk penanganan ibu melahirkan dalam kondisi darurat yang membutuhkan tindakan penanganan cepat. Usai melihat langsung system penanganan Ibu melahirkan, Menkes dr Terawan bangga dan mendukung langkah RSUD Sidoarjo dalam memberikan layanan yang bisa mencegah kematian ibu pada saat melahirkan. “Menurunkan kematian ibu dan bayi dari sisi tujuan nasional, tetapi istilahnya ini ngalap berkah. Artinya setiap apa yang kita kerjakan ini pasti diridhoi dan di berkahi

oleh Yang Maha Kuasa, karena yang kita lakukan ini berjuang dan menjaga kehidupan. Saya bangga dan saya dukung,” kata dr Terawan. Salah satu yang menjadi perhatian Menkes, adalah ruang Public Service Center 119 (PSC) yang berada di lantai II Gedung Instalasi Gawa Darurat (IGD). Di ruang PSC inilah penanganan ibu melahirkan bisa dipantau, terintegrasi dengan 10 puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Proses penanganan pada ibu yang melahirkan bisa dilakukan cepat. Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah merasa senang dengan kunjungan Menkes ke RSUD Sidoarjo. Apalagi RSUD Sidoarjo merupakan rumah sakit pertama di Jawa Timur yang mendapat kunjungan langsung dari Menkes. “Peningkatan mutu dan kecepatan layanan menjadi perioritas RSUD Sidoarjo. Kita berharap angka kematian ibu dan bayi di Sidoarjo dari tahun ke tahun terus menurun,” ujar bupati. Direktur RSUD Sidoarjo, Atok Irawan menjelaskan, untuk mencegah kasus kematian ibu dan bayi, RSUD Sidoarjo ,mengembangkan program aplikasi “Simaneis” (Sidoarjo Maternal dan Neonatal Emergency SMS Gateway) yang terintegrasi dengan aplikasi “Si Cantik”. Aplikasi “Sicantik” (Sidoarjo mencegah kematian ibu dan bayi), aplikasi yang dikembangkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo tersebut berfungsi untuk merekam data ibu hamil. (som/jok/pi)

Menkes dr Terawan Agus Putranto diapit Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dan Direktur RSUD Sidoarjo, Atok Irawan.

Cangkrukan di Prambon

Sidoarjo, Memorandum Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Sidoarjo aman dan kondusif, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho rutin melakukan cangkrukan kamtibmas di beberapa wilayah Kabupaten Sidoarjo. Terlebih lagi menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, serta semakin mendekati agenda Pilkades dan Pilkada Serentak 2020. Seperti berlangsung pada Jumat (13/12) malam, Kombespol Zain Dwi Nugroho mengajak pejabat utama Polres Sidoarjo cangkrukan bersama

Forkopimka, dan warga Kecamatan Prambon, di Kantor Kecamatan Prambon, Sidoarjo. Camat Prambon Ronny Yulianowarso mengatakan, di Kecamatan Prambon pada April 2020 nanti ada sembilan desa yang akan melakukan pemilihan kepala desa. Dan satu desa dari sembilan desa tersebut melakukan pilkades secara e-voting. Karenanya, untuk menjaga kondusifitas kamtibmas menjelang pelaksanaan pilkades dan pilkada serentak, berbagai imbauan kamtibmas disampaikan Kombespol Zain Dwi Nugroho, di hadapan undan-

FOTO: MEMORANDUM/JOK

Kapolresta Sampaikan Imbauan Jaga Kondusifitas Kamtibmas

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho dan jajaran, pejabat Forkopimda cangkrukan bersama warga di Kantor Kecamatan Prambon.

gan yang hadir termasuk para calon kepala desa di wilayah Kecamatan Prambon. Imbauan kamtibmas yang disampaikan Zain Dwi Nugroho antara lain, kesiapan Polresta Sidoarjo dalam mengamankan agenda demokrasi tersebut, pembentukan satgas anti botoh, hingga ajakan kepada masyarakat agar bijak bermedia sosial termasuk tidak menyebar ujaran kebencian dan tidak mudah mempercayai berita hoax. “Dalam tahapan Pilkades dan Pilkada Kabupaten Sidoarjo, Polresta Sidoarjo akan menurunkan satgas anti botoh.

Jadi jangan ada permainan judi di dalam agenda demokrasi tersebut, mari berkontestasi secara fair dan tetap menjaga kerukunan,” tegas Zain Dwi Nugroho. Lebih lanjut, menurut lulusan Akpol 1997 ini, situasi

kamtibmas dapat berjalan kondusif, yakni diwujudkan dengan menghindari hoax di media sosial. Penyebaran hoax di medsos tentu saja dapat memperkeruh suasana, yang dapat mengganggu kamtibmas. (jok/pi)


EKBIS & PENDIDIKAN Fasilitas Hi-Tech Mall Buruk, Investor Tak Berminat SENIN KLIWON, 16 DESEMBER 2019

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL EMAIL:: memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 3

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

Surabaya, Memorandum Hingga sekarang gedung Hi-Tech Mall, Jalan Kusuma Bangsa 116-118, tidak dilirik investor. Padahal, Pemkot Surabaya sejak September sudah menawarkannya kepada siapa saja yang berminat mengelola. Belum adanya investor ini bisa dilihat dari pengelolaan gedung tersebut yang masih dikuasai sepenuhnya oleh Pemkot Surabaya sejak 1 April 2019. Ini berdampak terhadap kondisi pusat perbelanjaan IT (informatika dan teknologi). Berbagai fasilitas pendukung di sana tidak ada sehingga berdampak terhadap para pedagang dan pengunjung. Ketua Paguyuban UMKM dan IT Hi-Tech Mall Rudi Abdullah membenarkan hingga sekarang Hi-Tech Mall masih dikelola Pemkot Surabaya.“Belum ada investor yang masuk ke sini,” tegas Rudi Abdullah, Minggu (15/12). Rudi mengungkapkan, sejak dipegang pemkot, ada sejumlah fasilitas yang sudah tak bisa dinikmati lagi, baik pengunjung maupun pedagang. Yaitu tidak adanya anjungan ATM. Untuk menarik uang tunai, maka mereka harus mencari ATM di sekitar Jalan Kusuma Bangsa. Selain itu, AC di setiap sudut gedung sudah banyak yang rusak. Akibatnya, kondisi di dalam gedung menjadi panas. Orang berkipas-kipas adalah pemandangan yang lumrah. “Yang tak kalah penting adalah WIFI. Di sana tidak ada WIFI. Padahal sebagai pusat belanja IT,tidak ada WIFI itu sangat mengganggu,” ungkap Rudi, pedagang hasil UMKM di sana. Sebenarnya dulu ada. Berhubung pengelolaannya sekarang diserahkan ke Pemkot

Gubernur Khofifah berinteraksi dengan peserta East Java Social Media Summit (EJSMS).

Surabaya, Memorandum Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Timur menyuplai beras untuk daerah-daerah lain, terutama di wilayah timur Indonesia sebanyak 4.000 ton pada akhir tahun ini. Kepala Bulog Jatim Khozin mengatakan, komoditas beras di Jatim mengalami surplus dan stoknya tergolong aman, sehingga masih mampu untuk menyuplai beras medium ke daerah yang kekurangan bahkan dengan harga Rp 8.100/kg. “Di sini cukup banyak kami punya beras, jadi daerah lain yang kekurangan ya kita kirim. Baru saja kami dapat perintah kirim 3.500 ton ke Papua,” kata diia di sela-sela pelepasan -pengiriman beras TPID Jatim ke Nabire, Kamis (12/12). Khozin menjelaskan, kali ini pengiriman beras dilakukan ke Nabire sebanyak 1.500 ton, dan sebelumnya ke Jayapura 1.000 ton, ke Sorong Papua 1.000 ton, dan ke Ambon mencapai 500 ton. Dalam rapat TPID Jatim, Khozin memaparkan saat ini pasokan beras Bulog Jatim mencapai 600.000 ton. Tahun ini pun pembelian lokal telah mencapai sekitar 238.000an ton, sehingga tersisa 282.000 ton. Dia menyebut, penjualan beras maupun komoditas pangan lainnya dilakukan Bulog melalui program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) yakni dengan menggelar operasi pasar setiap hari. “Di Oktober kemarin itu kami bisa KPSH setiap hari kecuali Sabtu-Minggu 400 ton/hari, waktu November turun, lalu tren Desember penjualan KPSH sudah 500 ton/hari,” imbuh dia. (day/lis)

Sinergi 5 BUMN Berbagi Perayaan Saraswati Surabaya, Memorandum Lima BUMN melakukan bakti sosial berupa pangan murah dan berbagi kebahagiaan dengan anak-anak dan masyarakat di kawasan Tengger. Kelima BUMN itu adalah Pertamina bersama PT Industri Kereta Api (Persero), PT PAL Indonesia (Persero), PTPN XI, dan PT Waskita Karya Tbk (Persero). Vice President Corporate Social Responsibility Pertamina, selaku koordinator BUMN Arya Dwi Paramita menyampaikan, bakti sosial pangan murah merupakan bentuk sinergi BUMN dan bagian dari Program BUMN Hadir untuk Negeri (BHUN) 2019 yang diinisiasi Kementerian BUMN dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kegiatan BUMN tersebut telah berlangsung sejak 2015 di semua provinsi di Indonesia,” terang Arya Dwi Paramita. Lanjut Arya Dwi Paramita, gelar pangan murah ini bertu-

Plt Deputi Bidang Usaha Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Yuni Suyanto memberikan bantuan kepada anak-anak kawasan Tengger.

juan membantu masyarakat mendapatkan dan mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. “Dan hasil dari

penjualan Pangan Murah akan kami kembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk sumbangan yang bermanfaat bagi

masyarakat,” ujar dia. Bakti Sosial ini digelar pada perayaan Saraswati yang dipusatkan di Desa Ngadirejo,

Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Paket sembako disediakan pada pangan murah ini berupa beras, minyak goreng, gula, garam dan sarden yang dalam penyediaannya merupakan hasil kerjasama dengan Bulog setempat. Pembukaan pangan murah ditandai dengan penyerahan simbolis paket sembako murah dari Plt Deputi Bidang Usaha Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Yuni Suyanto, VP CSR SMEPP PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita, GM Sekretaris Perusahaan PT Industri Kereta Api (Persero) Puguh Dwi Tjahjono, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT PAL Indonesia (Persero), Rariya Budi Harta, Kepala Divisi PKBL PTPN XI Sugiarti, dan Head Small Medium Enterprise & Social Responsibility Partnership PT Waskita Karya Tbk (Persero) Meiriawan, kepada perwakilan warga dan disaksikan oleh Camat Sukapura Maryoto. (day/lis)

Tingkatkan Wisata Air, Pemkot Tambah 4 Perahu Surabaya, Memorandum Pemerintah Kota Surabaya terus mengembangkan wisata air di Kalimas seiring dengan tingginya minat masyarakat. Ada beberapa perahu yang disiapkan bagi masyarakat untuk menikmati susur Kalimas. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, pihaknya sudah menambah perahu sebanyak 4 unit. Maka jumlah totalnya sekarang ini ada 11 perahu. Ia menambahkan, wisata air selalu dipadati pengunjung terutama malam hari. Sebab, mereka sekalian bisa menikmati kerlap-kerlip lampion aneka bentuk dan warna yang dipasang di Kalimas. “Kami hias juga Kalimas itu dengan berbagai lampion,” kata Antiek. Menurut Antiek, wisata air itu dikatakan primadona karena pengunjungnya memang sangat banyak. Pada 2018 silam, pengunjung wisata air ini mencapai 101.121 pengunjung, kemudian

pada 2019 hingga Juli sudah mencapai 72.033 pengunjung. Antiek menjelaskan, wisata air Kalimas ini muaranya di dermaga Taman Prestasi, Jalan Ketabang Kali. Wisata ini buka setiap hari. Khusus Hari Senin-Jumat, bukanya dari pukul 08.00-15.00, lalu buka lagi pukul 18.00-21.00. Sedangkan pada Sabtu, buka pukul 08.00-13.00 , dan buka lagi pukul 18.00-21.00 . Khusus Minggu, buka pukul 07.00-12.00 dan buka lagi pukul 18.00-21.00. Bagi para pengunjung yang ingin mencoba menikmati wisata air Kalimas ini maka cukup membayar tiket sekecil Rp 4 ribu per orang. Setelah mendapatkan tiket, mereka akan menaiki perahu yang sudah dijaga oleh petugas. “Mereka akan naik perahu dengan jalur pendek atau panjang, tergantung si pengunjung,” kata dia. Adapun jalur pendek yang dimaksud adalah berawal dari Taman Prestasi-Taman Ekspre-

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

Bulog dan TPID Jatim Suplai 4.000 Ton Beras ke Luar Daerah

Kondisi Hi-Tech Mall yang sepi pengunjung.

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

Surabaya, Memorandum Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak para pegiat media sosial (medsos) di seluruh Jawa Timur menjadi ‘speaker’ dalam menyuarakan Jawa Timur yang rukun dan harmoni. Hal itu disampaikan Khofifah saat memberikan sambutan dalam East Java Social Media Summit (EJSMS) 2019 yang mengambil tema Jawa Timur Digital in Harmony, Sabtu (14/12) malam di Gedung Negara Grahadi. “Saya mohon para pegiat medsos di Jatim Summit 2019 ini akan menjadi bagian sebagai speaker, untuk menyampaikan pada dunia tentang hidup rukun penuh harmoni dari bumi Majapahit - Jawa Timur. Dari bumi Majapahit inilah Bhinneka Tunggal Ika diperkenalkan, dan dari bumi Majapahit inilah Merah Putih dikibarkan,” ungkapnya. Khofifah mengatakan, tidak berlebihan jika menyebut Jawa Timur sebagai jantungnya Indonesia. Mengingat dari Jawa Timur ini lahir Mpu Tantular yang menulis kitab Sutasoma dan dikenalkan Bhinneka Tunggal Ika tan hana dharma mangrwa yang menjadi semboyan persatuan dalam keberagaman di Indonesia. “Kalau ada Mpu Tantular di zaman Majapahit, maka pegiat medsos ini bisa melampaui batas-batas kekuasaan Majapahit saat itu. Kalau majapahit dulu wilayahnya adalah nusantara, tapi pegiat medsos bisa merambah seluruh dunia. Dari bumi Majapahit inilah referensi tentang kebhinekaan kita hidupkan dan kita wujudkan,” ujar dia. Dalam kesempatan tersebut, Khofifah memaparkan fakta mengenai hasil survei Litbang Kementerian Agama yang menyebutkan bahwa kerukunan di Jawa Timur menempati urutan ke 17 dari 34 provinsi. “Ini meberi signal ada indikasi kurang harmoni, sehingga saya ingin menjawab survei tersebut dengan membangun sinergitas diantara kita, saling mentransformasikan nilai-nilai kebaikan, saling memberikan inovasi bagaimana kita menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan saling membangun kolaborasi bagaimana semua ini bisa tersapa dan tersambung dengan penuh harmoni,” jelas dia. Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga meminta pegiat medsos di Jatim untuk berkolaborasi dan menanggalkan sekat wilayah dan ego pribadi demi kemajuan Jawa Timur. Selain itu, ia juga berharap agar pegiat medsos terus berinovasi seperti yang diinginkan oleh Presiden Joko Widodo. “Pak Jokowi, dalam satu kesempatan berpesan untuk berinovasi dengan menggunakan teknologi. Berikutnya pesan beliau, ibukota negara akan segera pindah ke Kalimantan Timur. Maka berbagai program strategis akan dikembangkan disana. Saya berharap Jawa Timur harus siap menjadi sentrum perpindahan ibukota Negara tersebut. Apalagi kita punya banyak kedekatan dengan Kaltim,” imbuhnya. “Saya ucapkan terimakasih pegiat sosmed se Jatim telah berkenan hadir, saya juga berharap selanjutnya akan ada semacam pertemuan tahunan, annual meeting ada sesuatu untuk kita create bersama. Saya berharap kita bisa bersinergi dan kolaborasi bersama sehingga menghasilkan energi yang besar,” tambah dia. (yok/lis)

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

Khofifah Ajak Wujudkan Jatim Harmoni

Surabaya, maka jaringan WIFI diputus. Dan untuk menyambung lagi itu sulit.“Kalau ingin pasang WIFI, harus izin ke pemkot. Dan, kami sudah sudah lapor ke pemkot, namun tak ada tindak lanjut ,” ungkap dia seraya menambahkan jumlah pedagang sekitar 350 orang. Terkait belum adanya investor, pelaku usaha berharap agar pemkot secepatnya menunjuk investor yang akan mengelola. “Kami masih menunggu soal investor. Yang pasti, kami berharap pemkot memenuhi fasilitas yang dibutuhkan pedagang,” ucap dia. Ketika dikonfirmasi kepada Kepala Badan Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu, tidak bisa dihubungi, Ketika ditelepon, meski ada nada sambung tak dijawab. Demikian juga ketika di WA, hanya dibaca. Menurut informasi, keengganan investor untuk mengelola bangunan berlantai lima ini harga yang ditawarkan pemkot sangat mahal. Nilai sewa yang ditawarkan pemkot adalah Rp 18 miliar atau Rp 18.515.000.000 per tahun. Jangka waktu sewanya lima tahun dan boleh diperpanjang lagi. Sedangkan yang disewakan itu 75 persen dari gedung, atau seluas 56.559 meter persegi. Sedangkan 25 persennya lagi akan digunakan oleh Pemkot Surabaya untuk menjadi pusat kesenian. (udi/dhi)

Wisata air menyusuri Kalimas pada malam hari.

si-Taman Prestasi atau bisa juga dari Taman Prestasi-Monkasel-Taman Prestasi. Sedangkan

untuk jalur panjang berawal dari Taman Prestasi-Monkasel-Siola-Taman Prestasi. “Jalu pendek

itu sekitar 15 menitan dan jalur panjang sekitar 30 menit,” ujar dia. (udi/lis)


AREMA

SENIN KLIWON, 16 DESEMBER 2019 HALAMAN 4

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com KEPALA BIRO: M Ariful Huda. REDAKSI: Edy Riawan, Mistiani, Herdiyan. BAGIAN UMUM: Arief Suherman. ALAMAT KANTOR: Jl Selat Malaka F/11 Kota Malang.

Ribuan Warga Malang Bertekad Jaga Persatuan Malang, Memorandum Untuk mengokohkan nilai persatuan dan kesatuan, ribuan warga Malang senam bersama bertema Dari Malang untuk Indonesia dan Dunia di lapangan Brawijaya Rampal, Kota Malang, Minggu (15/12) pagi. Selain dihadiri Komandan Korem 083/Bdj Kolonel Inf Zainuddin, acara kemarin juga didatangi Danlanal Malang Kolonel (P) Hreesang Wisanggeni, Aster Kasdivif 2/Kostrad Kolonel Inf Erwin, Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson, Dandim 0818 Kabupaten Malang Letkol Inf Ferry Muzawat, Kapolresta Malang Kota AKBP Leonardus H Simarmata, Wawali Sofyan Edi Jarwoko, serta sejumlah perwira korem, personel TNI-Polri, dan seluruh elemen masyarakat di Kota Malang. Dalam sambutannya, Kolonel Zainudin mengimbau masyarakat menjaga nilai-nilai luhur dalam Pancasila dan memegang teguh kebhinekaan Nusantara, khususnya di Bhumi Arema.

FOTO: MEMORANDUM/ARI

Danrem 083/ Bdj Kolonel Inf Zainudin memberikan doorprize kepada peserta yang beruntung dalam senam bersama di Lapangan Rampal, Minggu (15/12).

“Mari kita tunjukkan pada Indonesia dan dunia bahwa kita menjunjung tinggi nilai perbedaan dan kehidupan dalam bermasyarakat,” katanya. Jika itu terwujud, warga dan masyarakat yang beraktivitas di Bhumi Arema (Kabupaten/Kota Malang, Kota Batu), dapat mendorong pembangunan yang memiliki nilai manfaat tinggi. Keberagaman bahkan diharapkan menjadi sebuah kekuatan yang

luar biasa dalam bergerak bersama memajukan bangsa. Senam bersama ini diikuti ribuan warga yang sudah berdatangan sebelum matahari terbit. Antusiasme ini menunjukkan kuatnya nilai persatuan dan kesatuan. Bersama peserta senam, para pejabat yang hadir mengikuti gerakan senam dan tari sajojo serta gemu mamere yang menambah kemeriahan suasana. (*/ari/epe)

Ketua PT Surabaya Ambil Sumpah Advokat Malang Malang, Memorandum Advokat adalah profesi yang terhormat, untuk itu harus bertanggung jawab. Sumpahnya harus jujur berintegritas dalam membela kepentingan hukum kliennya. Advokat yang baik, tidak merugikan kepada masyarakat pencari keadilan. Hal itu dipesankan Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya Herri Suwantoro ketika mengambil sumpah para advokat dari DPC Peradi Malang Raya serta DPC Peradi Kota Besar Surabaya, di Hotel Santika (13/12).

“Biasanya, pelaksanaan pengambilan sumpah itu di Pengadilan Tinggi di Surabaya, namun kali ini dilakukan di Malang. Ini tidak apa apa, kebetulan kami dan beberapa hakim, juga keperluan melakukan evaluasi ke PN Malang dan PN Kepanjen. Saya percaya, terkait dengan pentahapan yang dilakukan Peradi Malang Raya, sehingga menjadi advokad yang baik,” kata Herri setelah pegambilan sumpah. Disinggung adakah temuan hakim bermasalah di Jatim, Herri menyebut sejauh ini hanya menerima pengad-

uan. Jika masuk pada penyimpangan, itu ranah badan pengawas (Bawas). “Kalau pengaduan, ya ada lah. Kan banyak personel (hakim). Ya kita melakukan pembinaan. Sepanjang itu mengenai kemampuan SDM yang kurang, yang kita tingkatkan. Diajari mengenai justifikasi misalnya, kan bisa diadopsi,” lanjut Heri. Sementara itu Ketua DPC Peradi Malang Raya Iwan Kuswardi mengaku, pihaknya selalu menjaga kebersamaan dengan para penegak hukum lainnya. (cr-3/ari/epe)

SEPUTAR JATIM

2 Budak Narkoba Dibekuk di Kamar Kos Kediri, Memorandum Upaya Polres Kediri memberantas narkoba di wilayah hukumnya kembali membuahkan hasil. Terbukti satreskoba menangkap dua pria di sebuah tempat kos Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren, Minggu (15/12) sekitar pukul 00.30. Kedua tersangka, Faga Afrizal Pradana (21), asal Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren dan Gandung Setya Putra (22), asal Desa Jambean, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Dari tangan mereka, petugas menyita sabu-sabu dan pil koplo jenis Dobel L. Disebutkan Kasubaghumas AKP Kamsudi, sebelum melakukan penangkapan, anggota satreskoba mendapatkan informasi tentang peredaran narko-

tika dan obat keras di wilayah Kecamatan Pesantren. “A n g g o t a m e l a k u k a n penyelidikan untuk mengetahui peredaran narkotika dan obat keras. Akhirnya mendapati penghuni kos yang mencurigakan,” jelas Kamsudi. Dilanjutkan, saat anggota melakukan pemeriksaan di salah satu tempat kos, ada dua laki-laki tersebut. Saat penggeledahan di kamar kosnya, ditemukan satu paket sabu seberat 0,26

gram serta alat hisap (bong). Selain sabu, petugas juga menemukan pil Dobel L sebanyak 743 butir dari tersangka Faga. Saat melakukan penggeledahan pada Gandung, petugas kembali menemukan 140 butir pil Dobel L. “Kedua tersangka ditahan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Anggota masih melakukan penyidikan tentang kasus ini,” tambah Kamsudi. Dari hasil pemeriksaan, penyidik menyebut Faga melakukan tindak pidana tanpa hak melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I jenis sabu, dan tanpa keahlian mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi

standar berupa pil Dobel L. “Sebagaimana dimaksud dalam pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 196 jo pasal 98 ayat (2) UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan,” tutur dia. Sementara untuk Gandung, diduga melakukan tindak pidana dengan sengaja tanpa keahlian dan kewenangan menyimpan, mengedarkan sediaan farmasi berupa obat keras jenis pil dobel L yang tidak memenuhi persyaratan keamanan. “Sebagaimana dimaksud dalam pasal 196 yo pasal 98 ayat (2) UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan,” tukas dia. (st3/yud/pi)

umnya. Tentu Jonan pasti mampu membenahi Garuda untuk menjadi benar-benar Indonesia. Apakah ia mau? Ia tipe orang yang siap ditugaskan ke mana saja. Termasuk ke yang sulit-sulit. Semangat anti korupsinya juga tinggi --meski agak aneh: kok tidak pernah bertengkar dengan DPR. Kalau ia sukses membenahi Garuda itu akan menjadi sejarah lagi baginya --hattrick: KAI - Freeport - Garuda. Membuat hattrick rasanya cukup menantang baginya. Sekalian memperbaiki sisi kegagalannya menaikkan lifting minyak --selama tiga tahun menjabat Menteri ESDM. Rasanya bawahan Jonan kurang berani terus terang soal sulitnya menerapkan gross split di bidang perminyakan. Memang niatnya mulia: menerobos birokrasi dan menghapus permainan cost recovery. Tapi hasilnya mengecewakannya --dan juga kita. Mampu mengatasi soal Freeport akan mudah bagi Jonan untuk membuang permainan di Garuda. Misalnya soal patgulipat dalam pembe-

lian pesawat. Yang melibatkan institusi keuangan internasional. Yang sulit dideteksi dari dalam negeri. Sebagai orang yang aslinya ‘orang keuangan’ Jonan tahu semua permainan seperti itu. Dan tahu bagaimana menyingkirkannya --kadang dengan agak kasar. Bagaimana dengan Bu Susi? Saya kurang yakin beliau mau. Beliau --rasanya-- agak sewot dua tahun terakhir. Dan tambah sewot lagi setelah tidak jadi menteri --soal benih lobster yang dulu dia larang keras untuk diekspor itu. Belum lagi dia harus memajukan kembali Susi Air --miliknya sendiri. Yang selama lima tahun terakhir tidak dia urusi. Maka mungkin bukan Bu Susi yang jadi Dirut Garuda --meski mungkin juga bukan Jonan. Dua-duanya orang hebat. Dua-duanya juga jago dalam mengelola perusahaan. Jonan terbukti di kereta api. Susi di penerbangan. Dua-duanya juga hebat dalam menghemat biaya. Sama-sama keras dalam bersikap. Siapa pun yang dipilih nanti Garuda akan selamat. Saya ser-

ing naik Susi Air milik mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu. Saya tahu bagaimana dia sendiri merangkap menjadi pramugari. Dulu. Bagaimana pula pilotnya ikut membersihkan pesawat. Sampai sekarang. Saya juga tahu sendiri bagaimana Jonan tidur di kereta api ekonomi. Agar pengawasan programnya terkontrol tuntas sampai ke bawah. Eric Thohir tidak hanya jeli dalam mencari calon. Tapi juga punya jiwa ‘sampai hati’. Di situlah kelebihan Eric --dan di situ itu kelemahan saya. Saya sering punya sikap tidak sampai hati. Misalnya: saya tidak akan sampai hati menawarkan jabatan Dirut BUMN kepada bekas menteri. Saya tidak akan sampai hati ‘menurunkan’ pangkat seperti itu. Kalau pun sampai hati paling terbatas hanya untuk empat BUMN: Pertamina, PLN, Bank BRI, dan Bank Mandiri. Tidak akan sampai ke tingkat Garuda Indonesia. Bukan saja skala usahanya jauh di bawah yang empat itu. Juga persoalannya sangat berat.

Faga Afrizal Pradana dan Gandung Setya Putra beserta barang buktinya.

Garuda Menteri Tentu ia akan lebih senang kalau misalnya jadi Dirut Telkom. Tapi menjadi Dirut Telkom bukanlah tantangan sekelas mantan menteri. Dan kalau Jonan jadi ke Garuda ia juga akan jadi orang pertama: mantan atasan menjadi bawahan langsung. Jonan adalah mantan Menteri Perhubungan --yang membawahi Garuda. Ke depan ia yang akan jadi bawahan itu. Kata kuncinya: seorang atasan yang baik pasti bisa jadi bawahan yang baik. Dan sebaliknya: atasan yang baik pasti dulunya pernah jadi bawahan yang baik. Berbahagialah jadi bawahan yang baik --kelak Anda akan jadi atasan yang baik. Jonan pernah jadi bawahan yang baik --sekaligus atasan yang baik. Misalnya saat ia menjabat Dirut ‘Kereta Api Jonan Indonesia’. Saat itu Jonan berani berdebat dengan atasannya. Ia berani bicara apa adanya. Ia berani mengatakan: saya yang tanggung risikonya nanti. Tapi ia juga mau menerima. Ketika atasannya menyarankan agar ia lebih bijaksana --dan lebih sering mengembangkan seny-

Sambungan dari halaman 1 Kok sudah jadi menteri masih disuruh menanggung beban begitu berat. Kata kuncinya: pengusaha itu kian besar kian sampai hati. Kian besar kian confidence. Kian besar kian menganggap yang lain itu kecil. Jabatan menteri, di mata seorang pengusaha besar, tidak hebat-hebat amat --setidaknya pasti kalah kaya. Maka pengusaha besar nan kaya seperti Eric Thohir akan sampai hati saja --menawarkan jabatan Dirut BUMN kepada mantan menteri. Orientasinya hanya satu: cari jalan sukses. Gengsi, harga diri, malu, dan baper tidak menjadi pertimbangan utama. Sukses yang nomor satu. Saya ikut berharap salah satu dari dua tokoh itu bersedia jadi Dirut Garuda Indonesia. Pasti, keduanya tidak membutuhkan jabatan itu. Jabatan itulah yang membutuhkan mereka. Kalau baper dibawa-bawa memang tidak ketemu. Bagaimana bisa mantan menteri perhubungan menjadi dirut perusahaan penerbangan. Dari atasan langsung menjadi bawahan langsung. Itu hanya terjadi di universitas --mantan rektor

menjadi dosen biasa. Atau mantan dekan menjadi dosen di fakultas yang sama. Siapa pun di antara keduanya harus diberi acungan jempol. Kok bersedia ‘turun gunung’.

Saya pun akan rela membuatkan tulisan khusus. Sebagai terima kasih saya pada pengorbanan mereka --terutama pengorbanan harga diri dan perasaan. (*)


TULUNGAGUNG

SENIN KLIWON, 16 DESEMBER 2019 HALAMAN 5

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KABIRO TULUNGAGUNG: Ahmad Rifai. Wartawan: Solikin, Firman Imansyah. SIRKULASI DAN PEMASARAN: Khoirul Anwar. HP: 081357795554. EMAIL: tulungagungmemorandum@gmail.com

FOTO: MEMORANDUM/FIR

Pasangan Pelajar Mesum di Kos-kosan AKP Aristianto Budi Sutrisno menunjukkan aplikasi SIM Astuti.

SIM Astuti, Inovasi Satlantas Polres Tulungagung di Era 4.0 Tulungagung, Memorandum Di era digital sekarang ini, pelayanan kepada masyarakat dengan memanfaatkan teknologi menjadi syarat mutlak yang harus dilakukan institusi pemerintah. Utamanya institusi yang berhubungan langsung dengan pelayanan publik. Salah satunya adalah Satlantas Polres Tulungagung. Layanan permohonan perpanjangan maupun pembuatan SIM baru, menjadi salah satu pelayanan yang setiap hari diberikan Satlantas kepada masyarakat melalui Satpas SIM Polres Tulungagung. Guna memudahkan dan mempersingkat proses permohonan SIM, Satlantas Polres Tulungagung secara resmi me-launching aplikasi berbasis android SIM Astuti. Launching dilakukan di GOR (gedung olahraga) Lembu Peteng, Minggu (15/12), oleh Kapolres AKBP Eva Guna Pandia, bersama Kasatlantas AKP Aristianto Budi Sutrisno. Ditemui usai launching, AKP Aristianto Budi Sutrisno mengatakan sejumlah keunggulan ada di dalam aplikasi SIM Astuti. Termasuk dari bank soal ujian teori yang bisa memberikan wawasan dan pengetahuan kepada pemohon SIM, dan juga wawasan mengenai undang-undang lalu lintas. “Hari ini di-launching oleh bapak Kapolres. Yang jelas dalam aplikasi ini ada pra-test yang membantu pemohon SIM untuk bisa mempelajari bank soal

Seperti Sabtu (14/12) malam kemarin, tim operasional Satpol PP Tulungagung merazia 8 rumah kos. Petugas menemukan satu pasangan bukan muhrim di rumah kos di Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu. Keduanya berinisial PI (15) dan PA (16), berstatus pelajar di salah satu SMK negeri. Menariknya lagi, kedua pelajar ini bukanlah asli penyewa kos. Namun mereka menyewa kamar kos itu dari penyewa pertama alias ngrental. Keterangan itu disampaikan oleh sepasang kekasih tersebut kepada pihak satpol PP. Kasi Informasi dan Publikasi Satpol PP Tulungagung A Nindya Putra mengatakan, berdasarkan keterangan mereka, keduanya mengaku pelajar kelas X dan kelas XI SMK. “Yang nyewa sudah kita amankan. Yang cewek siswi SMK negeri, yang laki-laki juga, dan satu sekolah. Kita amankan kita bawa ke mako dan kita berikan bimbingan,” terangnya. Kemudian dari hasil pengembangan petugas, diketahui penyewa kos pertama juga merupakan pelajar kelas XI SMK negeri. Namun tidak berasal dari satu sekolah yang sama. Genot, sapaan A Nindya Putra menjelaskan, modus pelaku rental kos adalah menawarkan melalui status WA. Kemudian diunggah ke group-group WA lainnya. Dan keb-

sebelum mengikuti ujian teori sesungguhnya,” jelas AKP Aris. Tidak hanya itu saja, lanjut Aris, dalam aplikasi SIM Astuti terdapat juga reward kepada user yang menyelesaikan ujian teori dengan baik. Reward akan dikumpulkan setiap bulan, dan ada doorprize bagi mereka yang memiliki point tertinggi. “Reward point tertinggi akan kita umumkan setiap bulanya. Ada doorprize dari satlantas,” terangnya. AKP Aris menjelaskan, ada juga fitur player vs player (PVP), di mana user bisa bermain simulasi ujian teori melawan user lainnya. Hal ini dilakukan guna memacu semangat, agar pengguna bisa semaksimal mungkin memahami undang-undang lalu lintas yang diujikan dalam ujian teori. Fitur selanjutnya adalah fitur chatting, di mana user atau pemohon SIM bisa berinteraksi dengan pihak kepolisian melalui aplikasi chat dan bertanya beberapa hal yang diperlukan. Bahkan chat antaruser juga memungkinkan, sehingga bisa sharing pengalaman antara pemohon SIM. “Pemohon SIM juga bisa memanfaatkan aplikasi chat untuk berinteraksi dengan operator maupun sesama user,” tandas Aris. Pihaknya berharap, dengan adanya aplikasi ini semakin memudahkan proses pelayanan Satlantas Polres Tulungagung kepada masyarakat. (fir/mad/rif )

FOTO: MEMORANDUM/FIR

Tulungagung, Memorandum Jelang Natal dan tahun baru, Satpol PP Tulungagung semakin gencar menggelar operasi ketertiban umum. Salah satunya merazia penyalahgunaan rumah kos untuk hal-hal di luar ketentuan.

Kedua pelajar yang ditemukan satpol PP di dalam kamar kos.

etulan mereka sudah saling kenal. “Yang menyewakan ini juga siswi SMK negeri tapi beda sekolah. Nah ini yang kita kembangkan, karena pelaku rental ini menawarkan kosnya melalui status WAnya,” ucap Genot. Dalam sekali rental, ada beberapa macam pilihan. Seperti yang dipilih sepasang kekasih ini, yaitu merental 1 jam dengan tarif Rp 15 ribu. Namun untuk rental selama 1 hari, dikenakan tarif Rp 100 ribu. Genot menegaskan, pihaknya sudah berupaya menghubungi pelaku rental kos. Tetapi janji pelaku untuk datang ke kantor satpol PP hingga Minggu dini hari belum terwujud. Petugas tetap akan mendalami temuan ini. Mengingat rental kos ini dijalankan oleh pelajar. “Tadi saya telepon yang menerima telepon seorang laki-laki katanya temannya. Terus janjinya mau ke mako satpol PP, tapi sampai Minggu ini tidak datang. Ini akan kita kembangkan,” pungkasnya.

Sementara menurut PA, dirinya mengaku ditawari pelaku melalui pesan WA. Kemudian setelah sepakat, baru melakukan pembayaran. Selanjutnya dirinya langsung menuju ke lokasi rumah kos tersebut. “Saya yang menyewa. Ditawari teman saya, kemudian saya bayar dan dikasih tahu lokasi kosnya. Kosnya tidak dikunci, di dalamnya

ada kasur, kipas angin kamar mandi. Sudah itu aja, kalau TV tidak ada,” jelasnya. Ditanya mengenai tujuannya menyewa kos per jam, PA kekeh mengelak tidak untuk berbuat mesum. “Hanya untuk berteduh dan menghabiskan makanan ringan yang dibeli dari minimarket,” kilahnya. (fir/mad/rif)

SEPUTAR JATIM

Kuras Sumur, Mati Keracunan Bondowoso, Memorandum Seorang pria bernama Siri, warga Desa Tegalpasir, Kecamatan Jambesari, tewas setelah tercebur sumur, Sabtu (14/12). Pria 63 tahun itu diduga tewas akibat menghirup gas beracun. PENGUMUMAN LELANG ULANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN Menunjuk Pengumuman Lelang kedua tanggal 13 November 2019, berdasarkan pasal 6 UU Hak Tanggungan No. 4 Th. 1996, PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk akan melakukan lelang Eksekusi Hak Tanggungan sesuai Salinan Buku Tanah Hak Tanggungan yang dikeluarkan Kantor Pertanahan, melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Sidoarjo, terhadap : No

1

2

3

Debitur/Obyek Lelang Cathurantha Bhakti Nugroho, berupa sebidang tanah seluas 91 m2, berikut bangunan, SHGB No.256 a.n Cathurantha Bhakti Nugroho terletak di Ds. Tulangan, Kecamatan Tulangan, Kab. Sidoarjo. Alamat : Graha Indraprasta Tulangan B4/07, Kec. Tulangan, Sidoarjo Zuhairini Nursaida, berupa sebidang tanah tanah seluas 120 m2, berikut bangunan, SHM No.827 a.n Zuhairini Nursaida terletak di Ds. Kebosari, Kecamatan Candi, Kab. Sidoarjo. Alamat : Heaven Land Park I No.19, Kec. Candi, Sidoarjo Sugeng Wibowo, berupa sebidang tanah seluas 91 m2, berikut bangunan, SHGB No.257 a.n Sugeng Wibowo terletak di Ds. Tulangan, Kecamatan Tulangan, Kab. Sidoarjo. Alamat : Graha Indraprasta Tulangan B4/06, Kec. Tulangan, Sidoarjo

H. Limit (Rp)

243,099,071

Jaminan (Rp)

Keterangan

70,000,000 Nominal jaminan yang disetorkan ke rekening VA (virtual account) harus sama dengan nominal jaminan yang disyaratkan

334,518,571

70,000,000

266,440,000

55,000,000 Jaminan harus sudah efektif diterima oleh KPKNL selambatlambatnya 1(satu) hari sebelum pelaksanaan lelang

4

Elmiati, berupa sebidang tanah seluas 90 m2, berikut bangunan, SHM No.4095 a.n Nyonya Elmiati terletak di Ds. Blurukidul, Kecamatan Sidoarjo, Kab. Sidoarjo. Alamat : Blukid Residence BE/07, Kec. Sidoarjo, Sidoarjo.

447,963,250

90,000,000

5

Ismail Fahmi, berupa sebidang tanah seluas 91 m2, berikut bangunan, SHM No.2030 a.n Ismail Fahmi terletak di Ds. Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Kab. Sidoarjo. Alamat : Green Kebonagung Regency C/52, Kec. Sukodono, Sidoarjo.

313,115,000

65,000,000

Segala biaya yang timbul sebagai akibat mekanisme perbankan menjadi beban peserta lelang

Persyaratan Lelang: 1. Memiliki akun yang telah terverifikasi pada website https://www.lelang.go.id 2. Syarat dan ketentuan serta tata cara mengikuti lelang dapat dilihat pada alamat website diatas 3. Objek lelang dijual dalam kondisi apa adanya. Peserta lelang dianggap telah mengetahui kondisi objek lelang sehingga apabila ada suatu hal terjadi gugatan, pembatalan/penundaan pelaksanakan lelang terhadap objek lelang tersebut diatas, pihak-pihak yang berkepentingan/peminat lelang tidak diperkenankan melakukan tuntutan kepada KPKNL Sidoarjo/ PT. BTN (Persero) Tbk Cabang Sidoarjo Cara penawaran Batas akhir penawaran Pembukaan penawaran dan penetapan pemenang lelang Pelunasan harga lelang Bea Lelang Pembeli Tempat Pelaksanaan Lelang

: : : : : :

Closed Bidding (dengan mengakses url https://www.lelang.go.id) Senin, 23 Desember 2019 Pukul 10.00 WIB (Waktu Server) Setelah Batas Akhir Penawaran 5 (lima) hari kerja setelah pelaksanan lelang 2 % dari harga lelang KPKNL Sidoarjo, Jalan Erlangga No. 161 Sidoarjo

Info hub PT.BTN (Persero) Tbk Cabang Sidoarjo, Telp. No.031-8929211 ext.305/306 Sidoarjo, 16 Desember 2019

Proses evakuasi korban dari sumur di Bondowoso.

Koordinator Pos Basarnas Jember Asnawi mengatakan, berdasarkan laporan dari Bambang, anggota BPBD Bondowoso, korban Siri tercebur sekitar pukul 06.00, saat hendak menguras sumur di desanya. Saat di dasar sumur, korban diduga kekurangan oksigen. Setelah mengetahui korban lemas, anak korban memberitahukan kepada warga yaitu Andre dan Fadil untuk meminta pertolongan. “Setelah kedua penolong turun, mereka tidak kuat dengan kurangnya oksigen, sehingga diangkat oleh warga dan dibawa ke puskesmas. Sedangkan Pak Siri masih terjebur di dalam sumur,” papar Asnawi. Saat tim rescue yang ter-

diri dari BPBD, polres, dan Dinas Kesehatan Bondowoso serta masyarakat melakukan evakuasi, mereka mendapat hambatan gas beracun di dalam sumur. Meski begitu, dengan sejumlah peralatan, Tim SAR berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi meninggal dunia. “Selanjutnya, jasad korban diserahkan ke kepolisian dan medis untuk visum dan dilanjutkan kepada keluarga korban,” terangnya. Asnawi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan agar mengetahui potensi bahaya di dalam sumur, khususnya bahaya gas beracun. Sehingga warga bisa mengantisipasi timbulnya korban akibat kehabisan oksigen dalam sumur. (net/rif )


MOJOKERTO-JOMBANG WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

SENIN KLIWON, 16 DESEMBER 2019 HALAMAN 6

KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.

Kijang LGX Terguling di Tol Sumo, 1 Tewas Sopir Mengantuk, 8 Luka

FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO

Mojokerto, Memorandum Diduga akibat sopir mengantuk, Kijang LGX nopol B 1386 UVI terguling di Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), Sabtu (14/12) pukul 22.00. Akibat kecelakaan tunggal tersebut, delapan penumpang terluka dan satu meninggal dunia.

Kanitlaka Satlantas Polres Mojokerto Kota Ipda Dennta Juhara mengatakan, kecelakaan tunggal ini disebabkan kondisi sopir yang mengantuk saat melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Surabaya menu-

ju ke Mojokerto. Minibus yang dikemudikan Arianto (33), warga Pulogebang, Jakarta Timur ini sampai di KM 716.500 Tol Sumo, Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, oleng ke kanan dan menabrak median jalan. “Minibus tersebut sempat terguling, kemudian masuk ke jalur berlawanan,” terang Dennta, Minggu (15/12).

Lebih lanjut dikatakannya, akibat kecelakaan tersebut satu penumpang minibus tewas atas nama Usmayati. Sementara sopir dan 7 penumpang lainnya terluka. Tercatat, 4 dari 8 penumpang minibus berstatus pelajar. “Para korban sudah kami evakuasi ke Rumah Sakit Citra Medika Balongbendo, Sidoarjo,” pungkas Dennta.(war/rif)

Denanda Yani Pratama dikawal petugas di Mapolsek Dlanggu.

Embat Handphone, Karyawan Konter Dicokok Mojokerto, Memorandum Belum sempat menikmati barang hasil kejahatan, maling handphone keburu tertangkap, Minggu (15/12). Dialah Denanda Yani Pratama (20), warga Dusun Bajangan, RT 02/RW 12, Desa Kembangringgit, Kecamatan Pungging. Sebelum akhirnya diserahkan kepada petugas, tersangka mencuri handphone milik Mathius Dewangga Megaputra (30), warga Jalan Wilis C/4, RT 03/RW 01, Kelurahan Wates, Kecamatan Magesari, Kota Mojoketo. Kapolsek Dlanggu AKP Purnomo mengatakan, antara korban dengan tersangka memiliki ikatan kerja. Mathius selaku pemilik konter dan Denanda sebagai karyawan. Sebelum akhirnya nekad, tersangka terhitung telah bekerja selama 1 bulan. “Korban merupakan pemilik konter handphone, sementara tersangka merupakan karyawan. Sebelum nekad, tersangka telah satu bulan bekerja,” ujarnya, Minggu (15/12). Aksi kejahatan sendiri diketahui, saat koran berniat menutup konter pada Rabu (11/12) kemarin. Berawal dari laporan salah satu karyawan jika ada dozbook tanpa ada isi di etalase. Mendapati laporan itu, korban seketika tersadar jika ada handphone yang hilang. “Korban lalu bertanya kepada semua karyawan, namun tidak ada yang mengetahui. Akhirnya, perkarapun berlanjut ke ranah hukum seiring korban membuat laporan polisi,” sambung kapolsek. Polisi yang langsung melakukan penyelidikan, mendapati petunjuk jika tersangka merupakan orang yang bertanggung jawab. Tanpa menbuang waktu, petugas lalu melakukan upaya penangkapan. Hasilnya, selain Denanda yang dapat diamankan tanpa ada perlawanan. Penyidik mengamankan sebuah handphone hasil kejahatan. “Tersangka kita jerat dengan pasal 363 KUHP, tentang pencurian dengan pemberatan. Dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” tegas Purnomo. (no/rif )

Kunjungi Jombang Jombang, Memorandum Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan ke Jombang, Sabtu (14/12). Di Kota Santri, orang nomor satu di Jatim tersebut memastikan akan terus berupaya mengurangi jumlah penderita katarak. Sekaligus menargetkan Jatim bebas katarak pada tahun 2023 mendatang. “Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jatim akan berupaya menggerus tingginya jumlah penderita katarak. Kita berharap bahwa pada 2023, JawaTimur sudah bisa bebas katarak,” ucapnya saat ditemui usai mengunjungi pasien operasi katarak gratis di RSUD Jombang, Sabtu (14/12). Operasi katarak gratis ten-

tunya akan melibatkan banyak kalangan. Seperti yang hari ini dilakukan di RSUD Jombang, diselenggarakan oleh Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih bekerjasama dengan Pemprov Jatim, Koarmada II, dan Pemkab Jombang. Menurut Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur tersebut, hingga saat ini jumlah penderita katarak di Propinsi Jawa Timur cukup tinggi dan melampui jumlah rata-rata tingkat nasional, yakni sebesar 4,3 persen. “Angka tersebut berada di atas dari rata-rata secara Nasional, yakni sebesar 3 persen,” tuturnya. Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan, tingkat kebutaan akibat

Belum Satu pun Desa Cairkan DD DPMD Masih Memverifikasi Jombang, Memorandum Target Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jombang mencairkan dana desa (DD) tahap tiga pada awal Desember kembali meleset. Bahkan, hingga memasuki pertengahan Desember, semua desa di Kota Santri masih belum mencairkan DD. ”Untuk pencairan DD tahap tiga sampai sekarang masih belum, saat ini masih diverivikasi KPPN (Kantor Pelayanan

Perbendaharaan Negara),” ujar Solahuddin Hadi Sucipto. Bahkan, pihaknya juga masih belum mengetahui pasti, kapan desa bisa mencairkan DD tersebut, biasanya verifikasi selesai lima hari setelah diajukan. ”Untuk minggu ini nampaknya masih belum, tapi secepatnya bisa dicairkan,” bebernya. Untuk penggunaan DD sendiri meski saat ini sudah memasuki pertengahan Desember, harus sesuai dengan APB-

Riyanto, Pahlawan Kerukunan Umat Beragama

FOTO: MEMORANDUM/ADV

Kirab Merah PuƟh 100 Meter Mojokerto, Memorandum Haul Riyanto diperingati setiap penghujung tahun oleh seluruh umat beragama khususnya agama Nasrani yang akan melaksanakan perayaan Natal dan tahun baru. Sejarah telah mencatat di Kota Mojokerto, tepatnya tanggal 24 Desember 2000 saat perayaan Misa Natal di Gereja GSJP “Ebben Haezer” Jalan Kartini Kota Mojokerto. Di gereja tersebut pernah terjadi peristiwa heroik yaitu terror bom hingga membawa korban seorang anggota Banser yang ikut menjaga dan mengamankan perayaan Natal. Peringatan haul Riyanto ke 19 ini diawali dengan napak tilas sambil membentangkan bendera merah putih sepanjang 100 meter, Sabtu (14/12). Prosesi napak tilas dimulai dari depan halaman gereja Eben Heizer Jalan Kartini menuju makam Riyanto di Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Sejumlah tokoh agama, TNI /Polri dan Banser. Di Gereja Eben Heizer inilah, Riyanto gugur akibat ledakan bom pada malam Misa Natal 19 tahun silam. Saat pelepasan rombongan napak tilas, Pdt Rudi Sanusi Wijaya mengisahkan kejadian yang tidak terlupakan sepanjang hidupnya. Saksi sejarah tragedi bom natal tersebut dengan perasaan mendalam menuturkan kisah heroik Riyanto. Berawal dari penemuan satu tas plastik hitam di bawah telepon umum depan gereja yang berisi rangkaian kabel dan bahan peledak aktif. Saat itu tanggal 24 Desember tahun 2000, Riyanto bersama teman Banser dan petugas kemanan sedang bertugas menjaga kemanan di gereja. Kemudian salah satu petugas melihat satu tas mencurigakan di bawah telepon umum yang berada di depan gereja. Kemudian setelah dibuka ternyata ada rangkaian kabel dan bahan peledak. Setelah mengetahui bahwa tas hitam tersebut berisi bom, salah satu petugas dari kepolisian langsung berteriak memerintahkan tiarap kepada semua orang yang ada di gereja. Namun sebagai pemuda yang memiliki sifat tanggung jawab saat mengemban tugas, Riyanto mengambil tas yamg berisi bom tersebut untuk diamankan dimasukkan ke lubang saluran air. Sambil berlari Royanto mendekap tas beris bom. Namun saat tiba di depan saluran air di seberang jalan gereja, bom tersebut malah meledak. Saking dasyatnya ledakan bom, Riyanto terpental hingga setinggi atap gereja. Bahkan tubuhnya ditemukan di rumah belakang gereja dengan kondisinya sudah meninggal. Kemudian tubuh Riyanto dievakuasi ke rumah sakit umum. “Riyanto gugur saat melaksanakan tugas, dia gugur sebagai pahlawan ,” papar Rudi. Ketua PC GP Anshor Kota Mojokerto Ahmad Saifulloh mengatakan rangkaian haul almarhum Riyanto mudah-mudahan tidak hanya sekedar seremonial saja. Tetapi juga mampu melaksanakan dan melanjutkan perjuangan yang telah dilaksanakan sahabat Riyanto ini khususnya terkait dengan masalah kemanusian dan toleransi antar umat beragama. “Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi kita semua kita bisa mengambil hikmahnya.kita bisa hidup aman dan damai di negara Kesatuan Repbulik,” pungkasnya. Riyanto yang waktu itu berusia 25 tahun seorang pemuda asal Lingkungan Sabuk RT 02/RW 04, Kelurahan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, yang aktif sebagai anggota Banser Kota Mojokerto, bersama 5 orang rekannya yang juga anggota Banser. Dengan sukarela dan tulus

katarak juga cukup tinggi. Lebih dari 80 persen kebutaan di Jatim disebabkan oleh katarak yang tak tertangani. Untuk terwujudnya target tersebut, dibutuhkan kerjasama seluruh masyarakat. “Oleh karena itu sikap proaktif dari seluruh masyarakat untuk menyampaikan dan siap untuk melaporkan, bisa mengantarkan, supaya sama-sama kita bisa menyisir secara lebih komprehensif,” terangnya. Usai mengunjungi pasien operasi katarak di RSUD Jombang, Khofifah menghadiri acara peringatan Hari Kesetiakawanan Nasional di Alun-Alun Jombang. Dalam sambutannya, Gubernur Jatim itu tak lupa menitipkan pesan agar para pendamping program sosial, ikut serta dalam memantau kondisi kesehatan masyarakat. (wan/rif)

Pdt Rudi Sanusi Wijaya menyerahkan foto Riyanto kepada anggota Banser.

iklas melaksanakan perintah pimpinannya yaitu Ketua Banser Cabang Kota Mojokerto untuk membantu Petugas Kepolisian melaksanakan pengamanan perayaan Natal di Gereja GSJPdi “Ebben Haeser” Jalan Kartini Kota Mojokerto. Riyanto lahir di Kediri Jawa Timur pada 19 Oktober 1975 dari pasangan suami-istri Sukarmin dan Katinem, Dia merupakan anak sulung dari tujuh bersaudara. Semasa hidupnya dia jadi tulang punggung keluarga, bekerja sebagai penimbang kedelai di koperasi. Duka mendalam kadang masih dirasakan keluarga. “Seragam terakhir yang digunakan almarhum pun masih disimpan,” kata Sukarmin, ayahanda Riyanto. Untuk mengenang peristiwa tersebut hari ini Sabtu 14 Desember 2019, keluarga besar PC Banser Kota Mojokerto mengadakan haul Riyanto ke 19, dengan agenda diawali dari Tempat Kejadian yaitu Gereja GSJPdi Ebben Haezer Jalan Kartini tempat Almarhum Riyanto meninggal Dunia, tabur bunga di tempat tersebut selanjutnya kirab Bendera Merah Putih sepanjang 100 meter oleh Banser, Polri, TNI, pemuda agama berjumlah 1.900 orang hingga ke Makam Riyanto di Kelurahan Prajuritkulon, Nama Riyanto saat ini diabadikan sebagai nama salah satu jalan di Kota Mojokerto, tepatnya berada di Kelurahan/Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto. Selain di Gereja GSJP Ebem Heizer, tragedi bom Natal tahun 2000 juga terdapat beberapa gereja yang juga terdapat teror Bom di antaranya Gereja Katholik Santo Yosef, Jalan Pemuda. Bom sempat meledak namun tidak ada korban jiwa, Gereja Allah Baik Jalan Cokroaminoto Bom sempat meledak juga tidak ada korban manusia, dan Gereja Bethani bom waktu itu tidak sempat meledak. Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto SH SIK MH mengatakan, dengan kegiatan peringatan Haul Ke-XIX alm Riyanto ini, pihaknya dapat mengambil hikmah serta menauladani semangat perjuangan dan pengorbanan Riyanto dalam menjaga kerukunan umat beragama. Haul Riyanto yang digelar setiap tahun akan menjadi tauladan bagi generasi milenial. Karena generasi milenial merupakan generasi penerus bangsa, masa depan bangsa ada dipundak mereka. “Dia adalah pahlawan kemanusiaan yang peduli menjaga keamanan demi tegaknya Kebhinnekaan Tunggal Ika dan NKRI kita,” ungkapnya. (adv/war/rif)

Des masing-masing. Memang diakuinya, untuk penggunaan anggaran tersebut sangat mepet. ”Ya tetap sesuai dengan APBDes masing-masing, ini tim teknis kita akan kumpulkan dulu,” tegasnya. Akan tetapi, untuk penggunaan DD untuk pembangunan infrastruktur, sesuai dengan APBDes, bisa dikerjakan bertahap. Semisal, proyek pembangunan rabat beton sejauh 500 meter, bisa dikerjakan 100-200 meter. ”Nanti sisanya bisa masuk SILPA 2020 dan bisa dikerjakan kembali tahun 2020, akan tetapi harus masuk APBDes kembali,” terangnya. Dijelaskan olehnya, keterlambatan pencairan DD ini dikarenakan ada tahap entri laporan di aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM-SPAN). Dan dari data yang masuk aplikasi tadi, akan diverifikasi KPPN. ”Tapi semua desa laporannya sudah sesuai dengan persyaratan,” pungkas Solahuddin. (wan/rif)

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

Gubernur Targetkan 2023 Jatim Bebas Katarak

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Jombang Mundjidah Wahab mengunjungi pasien di RSUD Jombang.

Dewan Soroti Kelambatan Pencairan Dana Desa DPMD Lakukan Evaluasi Jombang, Memorandum Pencairan dana desa (DD) tahap tiga di Kabupaten Jombang lambat. Hal ini mendapat sorotan berbagai pihak. Salah satunya dari kalangan dewan. Para wakil rakyat itu minta agar semua pihak khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jombang melakukan evaluasi. “Ini harus ada evaluasi karena setiap tahun pencairan DD terus terlambat tidak sesuai dengan jadwal,” ujar Kartiyono, Sekretaris Komisi A DPRD Jombang. Ia pun mengatakan, kejadian ini lantaran kurangnya sosialisasi yang masif kepada desa. Utamanya terkait bagaimana pelaporan administrasi sehingga banyak perangkat maupun kepala desa yang belum paham atau salah melakukan input. Tentu hal ini, akan membuat molornya pencairan DD. “Apabila dilakukan secara masif pastinya hal ini bisa diminimalisir,” terangnya. Tidak hanya itu, pihak desa juga harus lebih masif lagi bertanya atau mencari informasi apabila tidak mengerti cara pelaporan tersebut. Apabila hal ini tidak dilakukan keduanya, dirinya yakin pada tahun depan kejadian ini akan terulang kembali. “Kalau tidak ada perubahan pasti kejadian ini akan terulang terus,” tegasnya. Terlebih lagi, lanjut politisi PKB ini mengungkapkan, saat ini sudah memasuki pertengahan Desember. Tentu tidak segera cair DD akan menghambat pembangunan desa tersebut. Padahal dirinya sudah seringkali mewanti-wanti ini merupakan kesempatan untuk membangun desa lebih baik lagi.“Ini kesempatan karena desa masih mendapat bantuan dari pemerintah pusat,” katanya.(wan/rif)


HUKUM & KRIMINAL WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

FOTO: MEMORANDUM/ARIS

13 Supercar Dijaga Khusus di Mapolda

Mobil mewah yang diamankan.

Sementara itu, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur I Galih mengatakan, bahwa pihaknya belum

mendapatkan konfirmasi dari Polda Jatim terkait pengamanan 9 supercar di mapolda. Saat disinggung apakah importasi mobil super mewah itu melalui

Pelabuhan Tanjung Perak, dikatakan melalui pelabuhan lain. “Saya belum dikonfirmasi oleh polda. Informasinya menunggu press release yang rencananya dilakukan besok. Dari informasi yang saya dengar itu importasinya melalui pelabuhan lain, bukan dari Perak,” kata Galih, Minggu (15/12). Sementara, Komisi III DPR RI meminta kepada aparat kepolisian Polda Jatim untuk tidak membuat masyarakat resah terkait gencarnya bidikan mobil-mobil mewah yang diduga tak taat administrasi hingga pajak. Sebab, hingga kini sudah ada 9 supercar yang dikandangkan. “Jangan menimbulkan kegelisahan di masyarakat. Harusnya sesuai dengan prosedur. Apalagi saya mendengar laporan masyarakat, polisi masuk ke rumah-rumah warga tidak membawa petugas pajak maupun bea cukai. Ini ada apa,” ujar Wihadi Wiyanto, kemarin. Menurut politisi Partai Gerindra ini, urusan pajak bukan tugas polisi. Tidak seharusnya polisi datang ke rumah warga layaknya yustisi hanya untuk menanyakan masalah pajak mobil. “Kalau itu di jalan dan mencurigakan, boleh. Kalau sudah masuk ke rumah, sama dengan yustisi. Kewenangannya apa, apalagi hanya sekedar pajak. Tugas polisi bukan menagih pajak. Sama halnya itu dengan melanggar prosedur,” sergah politisi dapil Jatim IX Bojonegoro-Tuban ini keheranan. (tyo/lis/mik/nov)

Dua Pengedar Pil LL Simo Keok Surabaya, Memorandum Anggota Unit Reskrim Polsek Jambangan meringkus dua pengedar pil LL di depan Islamic Center, Jalan Dukuh Kupang. Keduanya, Rifan Priyadi (19), warga Jalan Simo Gunung Barat III dan M Syaefullah (19), warga Jalan Simo Kalangan I. Mereka tidak berkutik setelah digeledah petugas. Karena di dalam tasnya ditemukan sejumlah barang bukti. Antara lain 19 bungkus berisi 190 butir pil LL yang masing-masing dikemas plastik kecil 10 butir ; 2 HP merek Asus dan Vivo; 2 bungkus tisu, uang tunai Rp 1,6 juta. Petugas kemudian menggiring ke mapolsek guna penyidikan lebih lanjut dan menjebloskannya ke tahanan. “Kedua tersangka saat kami tangkap hendak mengirim barang ke pelanggannya,” kata Kapolsek Jambangan Kompol Khoirul Anam, Minggu (15/12). Dipaparkan kapolsek, sore itu, anggota di lapangan mendapatkan informasi adanya dua laki-laki yang hendak transaksi pil koplo di daerah Dukuh Kupang. Selanjutnya informasi tersebut ditindaklanjuti oleh anggota dengan melakukan pemantauan di lokasi dengan berbekal ciri-ciri tersangka. “Ternyata benar, anggota melihat kedua pria dengan gelagat mencurigakan di atas motor seperti menunggu seseorang dan langsung kami tangkap,” jelas Khoirul. Anggota kemudian mengge-

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

KKAMIS KAM KA AMIS LEG LEGI, 29 AGUSTUS 2019

Surabaya, Memorandum Sedikitnya ada tiga belas mobil mewah jenis supercar yang diparkir rapi di basement gedung Tri Brata Mapolda Jatim, Minggu (15/12). Mobil tersebut mendapat penjagaan khusus, bahkan tidak ada yang boleh mendekat. Diduga kuat mobil-mobil tanpa nopol ini tidak ada kelengkapan surat kendaraannya. Mobil tersebut di antaranya empat Ferrari, dua McLaren, satu Jaguar, satu Mini Cooper, satu Lamborghini, dan Aston Martin. Mobil Lamborghini itu informasi mobil mewah yang sempat terbakar di Jalan Mayjen Sungkono, Dukuh Pakis, pekan lalu. Terkait kasus ini tidak banyak informasi resmi yang didapat dari polda. Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera ketika dikonfirmasi terkait mobil mewah enggan berkomentar. “Nanti Bapak Kapolda yang rilis,” katanya saat dikonfirmasi awak media di Mapolda Jatim, kemarin. Sedangkan informasi dihimpun, kini penyelidikan dilakukan oleh Subdit IV Unit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim. Mobil yang kebanyakan disita dari wilayah Surabaya Barat ini jumlahnya diperkirakan bertambah. Dengan dalih masih proses penyelidikan, Polda Jatim juga tidak memberikan izin awak media mengabadikan mobil tersebut. “Kami diperintah menjaga untuk tidak diabadikan dulu,” ujar seorang petugas.

SENIN KLIWON, 16 DESEMBER 2019 HALAMAN 7

Rifan Priyadi dan M Syaefullah.

ledah dan menemukan barang bukti yang diakui milik kedua tersangka. Selanjutnya, keduanya dibawa ke mapolsek untuk proses lebih lanjut. Kepada petugas, Rifan Priyadi dan M Syaefullah tidak bisa mengelak dan mengakui mengedarkan pil LL tanpa izin resmi dari dinas kesehatan. “Saya biasa menjual ke pembeli seharga Rp 25 ribu per 10 butirnya,” ujar tersangka. (rio/nov)

Sopir Trailer Edarkan Sabu Bogel mengedarkan sabu. Tapi bukan keuntungan yang diperoleh, warga Jalan Kalianak Timur Gang Lebar itu malah terancam tidak bisa berkumpul dengan istri dan anaknya, gegara tertangkap polisi. Bogel dibekuk anggota Unit II Satreskoba Polrestabes Surabaya saat tertidur lelap bersama keluarganya di rumah. Meski telah diamankan, dia

Sambungan dari halaman 1 sempat mengelak dan berkilah. Hingga akhirnya petugas menemukan 21 poket berisi sabu yang disimpan, Bogel hanya tertunduk dan mengakuinya. Dari puluhan poket itu setelah ditimbang mencapai 20 gram. Bahkan, dari pengakuan tersangka, sabu bisa habis dalam hitungan hari. “Tergantung pemesan katanya. Kalau tanggal muda bisa habis dalam sepekan

dengan keuntungan besar,” kata Kasatreskoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian, Minggu (15/12). Lebih lanjut, alumni Akpol 2002 itu menyebut, penangkapan tersangka ini berawal saat pihaknya mendapat informasi dari masyarakat yang menyebut adanya pengedar sabu yang beroperasi di wilayah Kalianak. Informasi tersebut terus dikem-

bangkan hingga mendapatkan nama Bogel diketahui sebagai sopir trailer di wilayah tersebut. Dalam bisnis yang dijalankan tersangka kurang lebih satu tahun itu, sabu yang dijual memang sudah dikemas untuk mempermudah jika mendapat pesanan. Artinya sabu tersebut siap dijual dan sudah dikelompokkan sesuai ukurannya. Ada sabu yang memiliki

berat tujuh hingga lima gram belum sampai dikemas menjadi poketan kecil, tapi Bogel keburu ditangkap polisi. Pihaknya masih mendalami kasus yang melibatkan tersangka. “Tersangka mengaku mengedarkan di kalangan sopir dan sekitar rumahnya saja. Mengenai dari mana sabu tersebut didapat masih kami dalami lagi,” pungkas mantan Kasatreskrim

Polresta Barelang, Kepulauan Riau itu. Di hadapan penyidik, Bogel mengaku nekat menjadi pengedar sabu karena terdesak kebutuhan keluarga. Penghasilan siang malam yang dilakukan sebagai sopir hanya mampu membelikan susu anaknya. “Sedangkan untuk makan gak cukup. Saya sering tidak makan sebelum jadi pengedar sabu,” ujar Bogel. (fdn/nov)

Kabur, Ditembak Nahasnya sebelum ditembak, mereka sempat dihajar massa hingga babak belur. Sampai akhirnya anggota Reskrim Polsek Tambaksari datang ke lokasi untuk mengamankan pelaku. Setelah diamankan dari amukan massa, ternyata mereka berupaya kabur. Hingga petugas melepaskan tembakan

Sambungan dari halaman 1 yang diarahkan ke kaki kiri keduanya. Dijebol dengan timah panas membuat Hanif dan Hamid tumbang. Kanitreskrim Polsek Tambaksari Iptu Didik Ariawan mengatakan, kedua pelaku bertato itu menjambret HP milik Ajeng Pramaiswari (21), warga Jalan Tambaksari Selatan XVI, ketika

Bekuk Penadah Motor Curian Ketika diringkus, dia mengendarai Mio L 4838 MO hasil curian di Jalan Manukan Tama. Perbuatan Ferdio diketahui polisi, setelah dia dihentikan dan diminta kelengkapan surat kendaraannya. Ternyata pria ini tidak bisa menunjukkannya. Saat dicek ke Polsek Tandes, ternyata motor yang dibawa tersangka dilaporkan hilang digasak maling. Bahkan, motor tersebut diketahui milik Karsusanto Hadi (36), yang raib digondol maling saat diparkir di rumah kontrakannya di Jalan Wonorejo, Manukan. “Motor korban ini hilang dicuri pada (27/11) pukul 02.00 dan melapor kepada kami,” ujar Kanitreskrim Polsek Tandes Ipda Gogot Purwanto, Minggu (15/12). Berawal dari laporan itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan berbekal ciri-ciri

Sambungan dari halaman 1 dan nomor motor tersebut. Pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Jumat (13/12). Ditambahkan Gogot, saat itu anggota mendapati Ferdio sedang mengendarai motor di Jalan Manukan Tama. Karena curiga dengan kendaraan tersebut, petugas kemudian menghentikan dan meminta surat-surat motornya. “Ternyata tersangka tidak bisa menunjukkannya. Setelah kami interogasi asal usul kendaraan dia mengaku membeli dari seseorang. Selanjutnya tersangka kami bawa ke mapolsek,” tegas Gogot. Saat diinterogasi petugas, Ferdio mengaku membeli ke seorang tak dikenal melalui online. Mereka akhirnya sepakat janjian bertemu untuk mengambil motor di daerah Manukan. “Saya membeli motor itu seharga Rp 1,5 juta,” ujar Ferdio. (rio/nov)

Patroli Cegah Kriminalitas Malam Hari curat, curas, dan curanmor(3C). Selain melakukan pemantauan, personel juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para pengunjung. “Mereka diimbau agar selalu waspada menjaga barang-barang berharganya, jangan sampai menjadi sasaran pelaku kriminalitas,” kata Kapolsek Kenjeran Kompol H Cipto. Imbauan juga disampaikan kepada juru parkir (jukir) di lokasi, untuk berhati-hati menjaga kendaraan milik pengunjung untuk mencegah aksi curanmor. Cipto mengatakan, patroli malam hari merupakan bagian dari pengamanan wilayah yang rutin di semua tempat yang berpotensi menjadi

Tarif Naik Usai lepas dari penjara karena kasus prostitusi online pada 30 Juni lalu, Vanessa Angel kembali berkarier di dunia hiburan. Ia pun semakin aktif menjalankan akun media sosialnya. Lewat Instagram, artis 27 tahun itu kerap mengunggah foto dengan caption menggelitik. Hal itu kerap membuatnya dicibir dan dinilai tidak belajar dari kesalahan. Kali ini pesinetron ‘Cinta Intan’ mengunggah vlog terbaru di kanal YouTube miliknya. Ia menyita perhatian dengan tampil seksi memakai handuk mandi. Ia turut mempromosikan vlog tersebut di laman Instagram. Lewat keterangan foto, ada keterangan Rp118 juta. “ Vanessa Angel akhir tahun naik apa turun nih 118.000.000?? Link di Bio yah,” tulis Vanessa di Instagram. Unggahan tersebut langsung menjadi sorotan. Banyak netizen mengira ‘tarif’ Vanessa

berkendara di Jalan Residen Sudirman. “Sewaktu kejadian, korban mengendarai motor seorang diri di Jalan Kanginan menuju Jalan Residen Sudirman, sembari menggenggam HP-nya,” kata Didik, Minggu (15/12). Lanjut Didik, tanpa disadari korban ada dua pelaku yang

Sambungan dari halaman 1

sasaran 3C. “Patroli malam juga kami lakukan di permukiman, minimarket yang buka 24 jam, gerai Anjungan Tunai Mandiri (ATM), dan SPBU,” kata Cipto. Di antaranya gerai ATM Jalan Kedinding. Pesan-pesan kamtibmas selalu disampaikan anak buahnya kepada para pengunjung, terutama yang baru mengambil uang dari mesin ATM. “Mereka diimbau berhati-hati menjaga uangnya, jangan sampai terjatuh di jalan atau menjadi sasaran pelaku kejahatan,” pungkas Cipto. (rio/ nov)

Sambungan dari halaman 1 sudah naik dari angka Rp 80 juta sebelumya. Namun ternyata, ‘tarif’ tersebut merupakan nilai kanal YouTube Vanessa AngeL TV. Bahkan Vanessa juga mengaku tarif miliknya telah melampaui publik figur lainnya seperti Barbie Kumalasari dan Lucinta Luna. Melihat unggahan itu, Luncinta Luna pun melontarkan komentar. “ Ohhhhh .... bentar lagi adu2an saldo atm neh ceritanyeeehhhh,” tulis akun @lucintaluna. Kolom komentar Vanessa juga kembali dihujani komentar netizen. Tak sedikit dari mereka yang mencibir artis kelahiran 1993 itu. “ Murah sekali harga dirimu nak wkwkwk,” kata @anandarizky.07 “ @anandarizky.07 betul, tdk sebanding dg harga diri...” sahut @rani.erlangga.16 “ Makin parah ni,” ucap @pasundan5169 “ Ternyata dia bangga yaahhh,” sambung @ insan.hidayatullah. (*/nov)

mengincar HP-nya. Melihat ada peluang, keduanya langsung membuntuti motor korban dengan mengendarai sarana Vario L 4038 BR. Setiba di Jalan Residen Sudirman yang kondisinya sepi, para pelaku langsung memepet motor korban dan merampas HP-nya. “Korban yang kaget HP-nya dirampas spontan berteriak jambret hingga warga sekitar dan pengendara yang

melintas membantu mengejar kedua pelaku,” imbuhnya. Setelah sempat kejar-kejaran, akhirnya kedua penjahat jalanan tersebut berhasil ditangkap. Massa yang geram tanpa dikomando segera menghajar dua pria itu hingga bonyok. Beruntung nyawa keduanya masih terselamatkan setelah polisi datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan segera mengamankannya. Nekatnya,

ketika akan dibawa ke Mapolsek Tambaksari, pelaku berupaya melarikan diri sehingga petugas melumpuhkan kakinya. “Anggota terpaksa melakukan tindakan tegas karena keduanya berusaha kabur. Selain itu, saat digeledah ditemukan celurit dari seorang tersangka,” jelas Didik. Sementara, kedua tersangka mengaku baru sekali melakukan aksinya di TKP. Hanya saja

Dicakar dan Ditendang (47), warga Jalan Ikan Cakalang, Tambak Rejo, Sidoarjo. Sedangkan korban, Sahlan (penerima gadai). Pria ini dianiaya di rumahnya di Jalan Rungkut Menanggal III. Lantaran mengalami luka dan tidak terima, Sahlan melaporkan kejadian itu ke Polsek Rungkut. Berbekal laporan tersebut, petugas mengamankan Ririn di rumahnya. Wanita ini mengakui semua yang dilakukan terhadap korban, karena jengkel motor yang digadaikan tidak ada. Padahal menurut dia kendaraan itu akan ditebus. Kanitreskrim Polsek Rungkut Ipda

Sambungan dari halaman 1 Djoko Soesanto mengatakan, bahwa kejadian tersebut bermula ketika Ririn mendatangi rumah Sahlan untuk menebus kendaraan yang digadaikan. Namun, Sahlan mengatakan belum bisa mengembalikan motor Ririn karena ada sesuatu hal. Tentu saja keterangan Sahlan membuat Ririn marah hingga terjadi cekcot antarkeduanya. “Saat cekcok mulut, tiba-tiba tersangka menyerang dengan memukul, mencakar dan menendang tubuh korban,” kata Djoko, Minggu (15/12). Setelah puas melampiaskan amarahn-

ya, Ririn bergegas meninggalkan korban. Sahlan yang tidak terima kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rungkut. Dari laporan itu, petugas awalnya meminta korban untuk divisum. Setelah hasilnya keluar dan terbukti terdapat beberapa lebam di tubuh Sahlan, petugas selanjutnya mengamankan Ririn di rumahnya. “Berbekal keterangan korban yang telah mengenal tersangka, anggota lalu mengamankannya (Ririn, red). Tersangka dijerat pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan,” pungkas mantan Kanitreskrim Polsek Gubeng itu. (x-3/nov)

Inovasi Pelayanan SIM di Pesantren pengurusan SIM ke pesantren. Selain itu, kegiataninidalamrangka‘SemarakSatuKecamatan Satu Lapangan SIM’,” terang Alfian Nurrizal melalui Kasatlantas Polres Jember AKP Edwin Nathanael SH, SIK, Sabtu (15/12). Ditambahkan Edwin, program ini merupakan layanan yang menyentuh langsung ke masyarakat sekaligus menjawab kebutuhan akan kemudahan dan kedekatan tempat pelatihan dan pembinaan dalam pengurusan SIM. Seperti yang dilakukan armada pela-

yanan SIM ke Yayasan Pendidikan Islam Al Ibrahimy Jalan KH Mansyur nomor 35 Desa Pace, Kecamatan Silo. Kegiatan yang memfasilitasi lokasi pembinaan dan pelatihan uji praktik SIM ini ternyata disambut sangat antusias oleh masyarakat. Menurut Kaurregident Iptu Agnis Juwita SIK yang mendampingi Kasatlantas Edwin Nathanael, yang turut hadir dalam kegiatan ini mengatakan jajarannya telah melakukan pengabdian yang menyentuh kepada masyarakat. Salah satunya terobosan pela-

Sambungan dari halaman 1 yanan SIM ke pesantren. ”Saya sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian khususnya Bapak Kapolres yang telah memberi kesempatan kepada masyarakat Silo untuk mengikuti latihan pembuatan SIM,” ucap tokoh masyarakat Silo KH Farid Mujib. Farid juga berharap, semoga dengan kegiatan ini masyarakat semakin sadar akan pentingnya dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Juga selalu tertib berlalu lintas di jalanan. (edy/nov)

Dijanjikan Menjadi Orang Sakti saat Waktu Berhenti Mendadak mengingatkan kami agar tidak mengulangi keisengan kami. Kami juga yakin Wak Kaji Sugetan tidak bakalan membocorkan masalah ini. Tidak ada yang menduga, begitu pendoso dikembalikan ke tempatnya semula, ada kabar menyusul bahwa Songek meninggal. Hayong pun menyeletuk, “Aku sudah menduga Songek akan mati. Makanya tadi (Kamis malam, red) aku mengajak kalian mengusungnya ke rumah dia.” Hayong berkata begitu sambil berlagak seperti orang pintar yang waskita, weruh sakdurunge winarah. Tahu sebelum terjadi. Sejak itu gayanya selalu aneh-aneh. Salah satunya, antara lain, menebak guru kami yang paling kereng, guru aljabar, bakal berkelejotan begitu duduk di kursinya. Benar. Ketika guru tersebut datang, menyampaikan salam, dan duduk di kursinya, Hayong menghitung angka dari satu sampai

keterangan Hanif dan Hamid sangat diragukan. Terlebih petugas menemukan celurit saat melakukan penggeledahan terhadap mereka. “Namanya saja penjahat jika tertangkap pasti akan mengaku hanya sekali beraksi. Kami masih terus mengembangkan kasusnya. Selain itu, mencari laporan dari korban lainnya terkait kejahatan dari para pelaku ini,” tandas Didik. (x-3/nov)

10. Begitu sampai hitungan ketiga, guru yang dijuluki Pak Brengos itu mendadak bangun dan mengibas-kibas tubuhnya. “Benar kan? Dia kelejotan,” kata Hayong. Bangga. Memorandum kaget dan kagum. Tapi, kekaguman itu hanya sesaat. Sebab, tak lama kemudian Linda, salah satu teman cewek kami, membocorkan rahasia kesaktian Hayong. “Pagi-pagi buta tadi Hayong menyebarkan rawe di kusi Pak Brengos. Aku memergokinya,” kata Linda, yang minta agar informasi ini tidak disebarluaskan. Tidak hanya itu. Masih banyak lagi ulah Hayong yang dia yakini bisa menaikkan pamornya sebagai orang pintar yang waskita. Padahal, Memorandum yakin dia sadar bahwa teman-teman tahu bahwa aksinya itu hanya tipi-tipu. “Suatu saat aku benar-benar bakal menguasai ilmu ke-waskita-an. Tadi malam aku bermimpi bertemu orang yang wajahnya putih bersih dan rambutnya hitam pekat.

Sambungan dari halaman 1

Padahal, sejatinya dia sudah sepuh,” kata Hayong. Pesan orang tua itu, “Kau bakal menjadi orang sakti ketika bertemu kejadian ini: tiba-tiba waktu berhenti mendadak. Semua membeku dan mematung. Jangan sia-siakan waktu yang hanya sesaat itu. Hiruplah udara kuat-kuat. Itu adalah udara pengetahuan. Kau harus bergegas. Tidak semua orang menyadari. Hanya orang-orang terpilih yang bisa merasakannya.” Begitu kata Hayong. (bersambung)

Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih


SERTIFIKA T

P ER S WAN DE

HUKUM & KRIMINAL Cegah Kejahatan, Resmob Disebar ke Desa WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

SENIN KLIWON, 16 DESEMBER 2019

HALA HALAMAN 8

Pasuruan, Memorandum Pelaku kejahatan di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota tidak mengenal kawasan dalam beraksi. Pedesaan justru menjadi incaran mereka. Untuk mengantisipasinya, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander memerintahkan Kasatreskrim AKP Slamet Santoso untuk menerjunkan Tim Resmob Suropati ke desa-desa. Seperti pada Sabtu (14/12), tim esmob Suropati Satreskrim Polres Pa s u r u a n Ko t a melaksanakan kegiatan patroli malam minggu, di wilayah Kota Pasuruan guna memberikan keamanan masyarakat Kota Pasuruan. Dalam kegiatan itu dipimpin langsung Bripka Dymas Ricky RH, beserta dua anggota Satreskrim Polres Pasuruan Kota Brigadir Johan Widodo, Bripda Fandi Ahmad Zein. Dony melalui kasatreksim menyampaikan, bahwa kegiatan patroli rutin malam hari yang dilaksanakan untuk mencegah tindak kejahatan, serta hadirn-

ya Polri di tengah masyarakat sehingga masyarat merasa terlindungi. “Kegiatan patroli selain antisipasi daerah rawan tindak kejahatan, juga melaksanakanan patroli dialogis bersama warga untuk menyampaikan pesan kamtibmas, “ ujar Slamet. Dalam kegiatan itu, tim Resmob Suropati Polres Pasuruan Kota juga mnggelar patroli ke desa-desa di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota. “Selama pelaksanaan giat patroli tidak dijumpai kejadian yang menonjol, situasi wilayah hukum Kota Pasuruan sampai dengan sampai minggu pagi dalam kondisi aman, lancar dan terkendali,” tutup Slamet. (*/rul/fer)

Tim Resmob Suropati berpatroli di daerah rawan kejahatan.

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Probolinggo, Memorandum Bahagia dan penuh semangat terpancar pada raut wajah para sahabat difabel yang tergabung dalam Disable Motorcycle Indonesia (DMI) Kota Probolinggo saat mengikuti bakti sosial Mangga Manis Polres Probolinggo Kota bersama Moge Owner Surabaya (MOS) di halaman Mapolres Probolinggo Kota, Minggu (15/12). Mereka yang merupakan penyandang disabilitas berbaur dengan Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya dan istri yang didampingi Wakapolres Kompol Imam Pauji, beserta kabag, kasat, dan belasan Moge Owner Surabaya tampak antusias mengikuti serangkaian acara. Suasana terasa haru, salah satu anggota MDI, Fiddunya (30), warga Jalan Merpati, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, bersujud syukur setelah menerima bantuan motor roda tiga. Bahkan, merasa senang perwakilan kaum disabilitas menjajal moge. Kendati tak sampai dikendarai, mereka mengaku senang menaiki moge yang sebelumnya hanya bisa melihat ketika moge iring-iringan di jalan. “Ini sebagai upaya memupuk silaturahmi kami dengan moge dan kaum disabilitas. Tak hanya sesuatu yang kita beri, namun menjaga keharmonisan berkelanjutan ini yang harus kami lakukan. Bahkan, beberapa anggota DMI kita berikan SIM D,” kata Kapolres Probolinggo. Meski memiliki keterbatasan, kata Kapolres Ambariyadi, mereka tampil penuh semangat untuk berusaha, selalu bersyukur dan terus berkarya. “Sahabat-sahabat DMI punya semangat yang luar biasa, meski punya keterbatasan masih mampu mandiri. Rata-rata punya usaha, mulai dari salon kecantikan, membuat kue, ahli komputer, penjahit, pelatih seni hadrah tingkat nasional, dan usaha tempe,” ujar Kapolres Ambariyadi Wijaya. Wakil Ketua Moge Owner Surabaya dr Dwi Pangarsa Wisnumurti SPOG mengaku sangat bersyukur pihaknya bisa mengimplementasikan bagaimana sebuah kegiatan bisa membantu kaum disabilitas melalui kegiatan bertajuk Bakti Sosial Mangga Manis. “Hari ini teman-teman penyandang disabilitas, alhamdulilah bisa menerima bantuan dari MOS berupa peralatan untuk usaha. Ini suatu hal yang luar biasa, karena memang inilah yang kita harapkan. Jadi kita tidak membeda-bedakan , semuanya sama dan semuanya bisa,” tutur Dwi Pangarsa. Dwi Pangarsa berharap bantuan yang diberikan jangan dilihat dari nilainya, tapi kita mencoba dalam kondisi seperti ini masih bisa untuk peduli kepada sesama. Sahabat MOS bisa mengumpulkan dari sebagian rezekinya untuk membantu saudara kita yang punya keterbatasan, namun punya semangat yang luar biasa. “Doa saudara kita yang ada keterbatasan tentunya tuhan memberikan kelebihan. Kita ingin di bhakti sosial bertajuk “Mangga Manis” ini memang betul-betul mereka yang menikmati itu menjadi suatu hal yang istimewa. Mereka punya keterbatasan, tapi semangat hidup mereka, semangat perjuangan mereka untuk mandiri, semangat mereka untuk mensyukuri nikmat hidup ini, kita harus banyak belajar,” terangnya. Perwakilan MDI, Yayak (35) menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolres Ambariyadi Wijaya beserta jajarannya, dan Moge Owner Surabaya karena atas perhatiannya yang telah diberikan kepada penyandang disabilitas. “Mudah-mudahan untuk ke depan dengan pemberiannya akan menjadikan sebuah motivasi buat MDI Probolinggo sehingga bisa digunakan sebaik mungkin untuk menatap masa depan supaya lebih baik,” terangnya. (mhd/fer)

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia bersama Kasatlantas AKP Aristianto Budi Sutrisno dan masyarakat pada peresmian SIM Astuti dan SKCK online.

Mereka bisa secara kolektif mengajukan kepada pihak kepolisian untuk mengikuti ujian teori SIM di luar jam kantor, ketika mereka sudah menyelesaikan pekerjaannya. Artinya tidak perlu meninggalkan aktivitas sehari-hari.

“Artinya mereka kalau masih kerja bisa ngomong ke petugas. Misal mereka bisa melakukan ujian jam 7 malam, maka polisi yang akan datang ke lokasi. Tapi kalau prakteknya tetap dilakukan di Satpas SIM Tulungagung,” jelasnya. Masih menurut Pandia, aplikasi ini juga dilengkapi dengan pre pre-test ujian teori yang berisi

bank soal. Di mana pemohon SIM bisa belajar dan memperkaya pemahaman akan undang-undang lalu lintas dengan aplikasi tersebut. Sehingga bisa mengerjakan ujian teori dan mendapatkan pengetahuan mengenai undang-undang lalu lintas. “Kalau ujian teori gagal, di aplikasi ini ada ujian prateori. Di situ banyak bank soal yang hampir mirip di ujian teori,” ucapnya. Selain me-launching aplikasi SIM Astuti, Pandia juga memperkenalkan aplikasi SKCK online. Di mana dalam aplikasi ini, pemohon bisa melengkapi data pembuatan SKCK dari rumah menggunakan aplikasi, dan menunjukkan barcode-nya kepada petugas kepolisian untuk mendapatkan SKCK. “Untuk SKCK online ini kan warga kita banyak yang TKI dan mau ikut CASN (calon aparatur sipil negara). Sehingga bisa dimanfaatkan tanpa harus mengantri dan tinggal menunjukkan barcode-nya. Nanti lima menit hasilnya sudah ada,” tutur Pandia. Pandia berharap, dengan beragam inovasi ini bisa memudahkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat Tulungagung. (fir/mad/fer)

Sukses Raih WBK, Rama Dipanggul Ramai-Ramai Bangkalan, Memorandum Raihan prestasi prestisius menorehkan goresan tinta emas dalam sejarah perjalanan Polres Bangkalan. Bertepatan dengan peringatan hari antikorupsi sedunia, Selasa (9/12) lalu, Kapolres Bangkalan Rama Samtama Putra SIK MH MSi bersama lima Kapolres lainnya di lingkungan Polda Jatim sukses meraih penghargaan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (ZIWBK) dari Kemenpan RB. Inilah kado manis menjelang tutup 2019 bagi Polres di ujung Barat Pulau Madura itu. ”Alhamdulillah, saya bersama seluruh anggota sangat ber-

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi dipanggul beramai-ramai oleh anggota ke atas panggung tempat acara tasyakuran ZI-WBK.

syukur. Prestasi ini merupakan kebanggan bersama seluruh anggota Polres Bangkalan,” komentar Rama. Piagam penghargaan bergengsi itu diserahkan Menteri

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan menghadiri tasyakuran hari jadi Kabupaten Pasuruan.

Hadiri Hari Jadi Ke-1.090 Kabupaten Pasuruan

PAN RB Tjahjo Kumolo dan diterima langsung Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra di Hotel Bidakara, Jakarta. Inilah momentum raihan prestasi terbesar yang pernah dikoleksi Polres Bangkalan. (ras/fer)

Jelang Pilkades Serentak, Gelar Tactical Floor Game Lumajang, Memorandum D a l a m r a n g k a menyukseskan Operasi Mi n a k Koncar 2019 berkai-tan dengan kesiapan pengamanan pemilihan kepala desa serentak Kabupaten Lumajang pada Rabu (18/12) pekan depan, Polres Lumajang melaksanakan kegiatan tactical floor game g (latihan teknik) yang madipimpin Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negara Siregar didampingi Kabag Ops AKP Yatno Mardi, Jumat (12/11) di halaman Polres Lumajang. Pilkades serentak tahun ini, akan diikuti 158 desa yang menyebar di wilayah Kabupaten Lumajang. Dalam mengantisipasi keamanan, Polres Lumajang akan

AKBP Adewira Negara Siregar dan Kabag Ops Polres Lumajang AKP Yatno Mardi memaparkan peta rawan konflik di Lumajang.

m membagi 5 rayon. Yaitu, ray rayon barat, timur, selatan, utara serta rayon tengah. Setiap rayon, akan ditempatkan 1SST Brimob dari Polda Jatim. Di antaranya, Polsek Klakah, Randuagung, Sukodono dan Polsek Pasirian. Jumlah personel pengamanan Pilkades serentak tahun 2019 kali ini, sebanyak 1.514 dengan di-back-

up Sat Brimobda Polda Jatim serta 14 Polres wilayah Polda Jatim. Masing masing polres, mengirimkan 50 personel. “Dengan kecepatan dan kesigapan anggota dalam menangani setiap permasalahan di lapangan, maka akan mencipatakan situasai yang aman dan kondiusif. ,”terang AKBP Adewira Negara Siregar. (tri/fer)

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Bantu Peralatan dan SIM D bagi Difabel

FOTO: MEMORANDUM/FIR

Astuti sesuai kebijakan Kapolri untuk memberikan pelayanan menggunakan IT kepada masyarakat,” ujar mantan Kasatlantas Polrestabes Surabaya ini. EG Pandia melanjutkan, masyarakat Tulungagung bisa men-download aplikasi ini di google playstore. Kemudian memasukkan data diri dan mendaftarkan diri melalui aplikasi SIM Astuti. Dan hasilnya akan muncul barcode yang bisa ditunjukkan kepada petugas untuk dicetak dalam pembaruan maupun pembuatan SIM. “Barcode yang sudah diunduh ditunjukkan kepada petugas, sehingga tidak perlu antre,” terangnya. EG Pandia menjelaskan, tidak hanya itu saja, sebab dengan memiliki aplikasi ini, memungkinkan masyarakat untuk mengikuti ujian teori secara kolektif. Kelebihan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat pekerja, yang selalu sibuk di jam kerja dan tidak bisa meninggalkan pekerjaannya untuk datang ke satpas SIM di jam kerja.

FOTO: MEMORANDUM/RAS

Salah satu anggota Disable Motorcycle Indonesia menerima bantuan motor roda tiga dari Kapolres AKBP Ambariyadi Wijaya bersama Moge Owner Surabaya.

Tulungagung, Memorandum Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia bersama Kasatlantas AKP Aristianto Budi Sutrisno serta Kasatintelkam AKP Sumono dan kapolsek jajaran, secara resmi meluncurkan aplikasi Android SIM Astuti dan kepengurusan SKCK secara online di GOR Lembu Peteng, Minggu (15/12). Ini merupakan terobosan Polres Tulungagung guna mempermudah proses pelayanan pembuatan, dan perpanjangan SIM serta pengurusan SKCK bagi masyarakat. Peluncuran ditandai dengan pemukulan gong oleh AKBP EG Pandia didampingi AKP Aris beserta pejabat Polres Tulungagung yang hadir. Pada kesempatan itu, Kapolres Tulungagung menegaskan, aplikasi SIM Astuti dan SKCK online merupakan upaya untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu sesuai dengan perintah Kapolri, agar memaksimalkan teknologi demi kemudahan pelayanan kepada masyarakat. “Jadi hari ini (kemarin, red) kami menggandeng management nyoklat yang ulang tahun ke-5, dan kita me-launcing SIM

FOTO: MEMORANDUM/TRI

FOTO: MEMORANDUM/MHD

Kapolres Tulungagung Launching SIM Astuti dan SKCK Online

Pasuruan, Memorandum gati Dalam rangka memperingati n Hari Jadi ke-1.090 Kabupaten Pasuruan, Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH menghadiri tasyakuran dan resepsi di Taman Candra Wilwatikta Pandaan, Jalan Dr Sutomojo No 02, Desa Sumbergedang,, en Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jumat (13/12). Turut hadir dalam kegiatan itu, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, Wakil Bupati KH Mujib Imron, Dandim 0819 Pasuruan Letkol Arh Burhan Fajari Arifian, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander SIK MH beserta tamu undangan. Dalam kesempatan itu, Rofiq mengharapkan agar Pasuruan menjadi kabupaten yang mulia, berakhlak, berbudaya dan berkepribadian yang patuh pada pimpinan dan ulamanya. “Harapan kami semoga Kabupaten Pasuruan terus memberikan kesejahteraan masyarakat membangun mental masyarakat Kabupaten Pasuruan,” terang Rofiq. Tasyakuran dan resepsi Hari Jadi ke-1.090 Kabupaten Pasuruan dimeriahkan penampilan Okulele oleh Muhammad Febri Setiawan (siswa MIN Beji), peragaan busana batik dan bordir, serta pemberian hadiah Anugrah Desa Wisata pada pemenang desa wisata dan pemutaran video kaledioskop prestasi Pemkab Pasuruan. Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf mengucapkan terima kasih kepada forkompimda dan semua undangan yang hadir. Kegiatan tasyakuran ini merupakan bentuk syukur atas kinerja Bupati Pasuruan selama setahun dimasa periode keduanya. (*/rul/fer)


KOTA SURABAYA

SENIN KLIWON, 16 DESEMBER 2019 HALAMAN 9

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

MANGKRAK 9 TAHUN

BF Sutadi

Pilwali Surabaya 2020

Gerindra Usung Purnawirawan Jenderal Surabaya, Memorandum Rencana PDI-P memberikan rekomendasi kepada calon kepala daerah di Jatim tepat pada HUT ke47, 10 Januari 2020, disikapi positif partai politik (parpol) lainnya. Partai Gerinda misalnya, meski saat ini belum memutuskan berkoalisi dengan partai mana pun, karena untuk Pilwali Surabaya 2020 masih cair, namun mengaku senang ada kabar PDI-P segera mengumumkan calon yang akan bertarung di pilwali tahun depan. “Jujur, kami sangat menunggunya. Kenapa demikian? Karena calon dari PDI-P sangat berpengaruh dalam pertimbangan penentuan calon dari partai lain,” ungkap Sutadi ketika dikonfirmasi Memorandum, Minggu (15/12). Meski sudah membuka pendaftaran bakal calon wali kota (bacawali) dan bakal calon wakil wali kota (bacawawali) dan 12 orang dinyatakan lolos verifikasi administrasi, namun Partai Gerindra masih belum memutuskan siapa calon yang bakal diusung. Apalagi, untuk bisa mengusung calon sendiri, Partai Gerindra yang memiliki modal lima kursi harus berkoalisi dengan partai lain untuk memenuhi persyaratan 10 kursi. Partai Gerindra masih konsolidasi mana yang bisa jadi diusung untuk menjadi nomor satu dan dua. Ditanya isu kalau Gerindra bakal mengusung purnawirawan berpangkat jenderal, BF Sutadi enggan membeberkan secara terbuka. “Mungkin Mas. Soal pastinya  Bersambung ke halaman 10 

Pemkot Tidak Mampu Ramaikan Terminal Kedung Cowek Surabaya, Memorandum Sembilan tahun beroperasi, Terminal Kedung Cowek di sisi selatan exit Jembatan Suramadu bak terminal mati. Tak terlihat antrean angkutan kota (angkot) ataupun penumpang. Padahal, untuk operasional dan perawatannya menggunakan APBD. Terminal Kedung Cowek masuk ke dalam 14 terminal yang menjadi tanggung jawab Pemkot Surabaya dengan beban biaya Rp 27,9 miliar. Bahkan, keberadaan angkot terus menyusut. Di antaranya angkot yang melayani jalur Petekan-Pegirian-Kenjeran (R1) hanya 25 armada, Ujung Baru-Bulak Banteng-Kenjeran (UBK) 23 armada, Petekan-Ngag-

lik-Kenjeran (JMK) 17 armada, dan jalur Tambak Wedi-Karang Menjangan-Keputih (TMW ) 10 armada. Dulu angkot-angkot tersebut pernah menjadi primadona. Namun, kini eksistensinya kian terancam. Pantauan Memorandum di lokasi, Minggu (15/12), kini tidak ada angkot yang masuk ke Terminal Kedung Cowek. Penyebabnya, karena penumpang sepi. “Karena potensi pen Bersambung ke halaman 10 

Agus Kepala Unit Terminal Kedung Cowek

FOTO: MEMORANDUM/WAHYU

Kondisi Terminal Kedung Cowek sepi, tidak diminati penumpang maupun sopir angkot.

Hari Libur, Ikan Asap Kenjeran Diserbu Wisatawan Surabaya, Memorandum Tempat penjualan ikan asap di Jalan Raya Kenjeran diserbu para pengunjung yang berekreasi ke Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran. Para pengunjung yang berasal dari berbagai daerah di luar Surabaya maupun di Surabaya itu memilih ikan asap sebagai oleh-oleh setelah berwisata di THP Kenjeran.Ikan asap khas Kenjeran menjadi salah satu menu andalan bagi sebagian warga Surabaya. Ini bisa dilihat dari ramainya warga Surabaya yang membeli ikan-ikan tersebut. Pantauan Memorandum, Minggu (15/12) di sepanjang Jalan Pantai Kenjeran banyak ditemui penjual ikan asap. Mereka menggelar dagangan di pinggir jalan. Berbagai jenis ikan dijajakan. Di antaranya, tenggiri, manyung, pari, kakap, baronang,  Bersambung ke halaman 10 

FOTO: MEMORANDUM/WAHYU

FOTO: MEMORANDUM/JOK

Pemimpin Redaksi Arief Sosiawan, Direktur SKH Memorandum Choirul Shodiq, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho, Pemimpin Perusahaan Yoyok Khayatullah, Manajer Bisnis dan Pengembangan Herry Sunaryo, dan Kabiro Sidoarjo Jokosan.

FOTO: MEMORANDUM/JOK

Unsur pimpinan SKH Memorandum dan Kepala Biro Sidoarjo berdiskusi dengan Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho.

Kapolresta Ikut Ngonthel Bareng Forkopimda Sidoarjo, Memorandum Gowes spektakuler dalam rangka memperingati HUT ke-161 Pemkab Sidoarjo pada Minggu (26/1) nanti, bakal di-backup penuh jajaran Polresta Sidoarjo. Tidak hanya sekadar mengamankan jalannya kegiatan Pemkab Sidoarjo yang bekerja sama dengan surat kabar harian (SKH) Memorandum, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho berjanji bakal turun langsung dengan sepeda onthel-nya. Hal ini diungkapkan Zain ketika

“

Kita dulu sudah menyuruh sopir angkot masuk terminal. Namun, mereka menolak. Alasannya juga masuk akal, bahwa di terminal tidak ada penumpang alias sepi. Jadi, buat apa angkot ngetem di terminal.

menerima kunjungan rombongan pemimpin SKH Memorandum di ruang kerjanya, pekan lalu. Di hadapan, rombongan pemimpin SKH Memorandum seperti Direktur H Choirul Shodiq, Pemimpin Perusahaan Yoyok Khayatullah, Pemimpin Redaksi Arief Sosiawan, Manajer Bisnis dan Pengembangan Herry Sunaryo serta Kabiro Sidoarjo Jokosan, perwira menengah (pamen) Polri kelahiran Kudus, Jawa Tengah ini berjanji, kalau tidak ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan, ia akan turut

serta dalam gowes spektakuler. “Saya akan ikut, tapi bukan dengan sepeda Brompton lho. Saya tidak punya sepeda Brompton,” ujar kapolresta sambil tertawa mengajak guyon pimpinan Memorandum yang datang ke ruang kerjanya. Tidak hanya itu, kapolresta juga akan membantu pengamanan acara tersebut. Personel Polri akan diturunkan untuk mengamankan acara itu. “Kita juga akan menyumbangkan hadiah bagi pesertanya dan membantu perizinannya,” tandas Zain. (jok/lis)

Pedagang ikan asap Kenjeran dibanjiri pengunjung.


KOTA SURABAYA

SENIN KLIWON, 16 DESEMBER 2019 HALAMAN 10

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Cuaca Buruk, Pendapatan Nelayan Kenjeran Menurun Surabaya, Memorandum Faktor cuaca berperan penting bagi para nelayan Kenjeran. Kalau gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan lebat, mereka kesulitan menangkap ikan. “Jika cuaca buruk, maka kita tidak bisa bekerja maksimal,” ungkap salah seorang nelayan Kenjeran Suhadak kepada Memorandum, Minggu (15/12). Kondisi ini, menurut dia, menyebabkan pendapatan nelayan pada tahun ini menurun, tapi tidak terlalu signifikan. “Pendapatan tahun ini turun 30 persen. Ini karena faktor cuaca yang kurang mendukung. Mudah-mudahan akhir tahun ini ada rezeki,”harap Suhadak. Biasanya, menurut dia, dirinya melaut bersama temannya. Namun, dalam dua pekan ini sebelum melaut harus melihat cuaca dulu. Apalagi ditambah perahu yang sudah tua, se-

hingga tidak memungkinkan. Apalagi, faktor cuaca kurang mendukung, otomatis nelayan tidak jadi melaut. “Namun, kalau sudah di tengah laut, tiba-tiba cuaca buruk itu datang, ya kita pasrah dan tetap mencari ikan di laut tersebut,”terang dia. Begitu juga Nur Fadhil, seorang nelayan Kenjeran mengatakan, kebanyakan nelayan tidak melaut karena tangkapan menurun drastis akibat angin kencang disertai gelombang tinggi. Cuaca buruk yang melanda laut Kenjeran sudah berlangsung dua pekan lebih sehingga berdampak terhadap pendapatan. “Kami saat ini belum maksimal melaut. Selain tangkapan menurun juga berisiko

POLISI MENYAPA

kecelakaan laut akibat cuaca buruk tersebut,” ungkap dia. Sulitnya hasil tangkapan ikan di Pantai Kenjeran, Fadhil berharap ada kenaikan harga jual hasil tangkapan ikan para nelayan. Sebab, selama ini belum ada kenaikan harga untuk hasil ikan tangkapan tersebut. “Justru ketika para nelayan panen ikan pada bulan-bulan tertentu harga jualnya malah menurun,” tandas dia. Lebih jauh, Fadhil menerangkan, kesejahteraan para nelayan di Pantai Kenjeran harus ada ikut campur dari pemerintah. Di antaranya, ada pembinaan keselamatan bagi nelayan dari dinas terkait menghadapi cuaca ekstrem ketika melaut. Selain itu, Fadhil juga meminta kepada dinas terkait untuk memberikan pelatihan-pelatihan ilmu keahlian bagi anak-anak nelayan. Misalnya, keahlian otomotif, elektronik, serta menjahit. “Bukan berarti bapaknya

Jaga Surabaya

Jawab: Dalam menjaga keamanan dan ketenKombespol traman Kota Surabaya, Sandi Nugroho SIK SH MHum Polrestabes Surabaya Kapolrestabes Surabaya mengajak dan mengimbau masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan lewat Cangkrukan tiga Pilar Kamtibmas. Dalam cangkrukan tersebut masyarakat bisa menanyakan ataupun melaporkan keadaan di kampungnya kepada Kepolisian, TNI maupun Pemerintahan. Disamping cangkrukan Polrestabes Surabaya secara rutin melaksanakan patroli blue light, razia pada malam hari, pos padat pagi dan sore serta masih banyak kegiatan lain. Tentunya semua usaha kepolisian dalam menjaga keamanan perlu dukungan dari seluruh masyarakat agar tercipta situasi aman dan nyaman. (*/fer)

nelayan, anaknya harus ikut-ikutan nelayan. Jika anak itu ngerti ilmu otomotif

maupun elektronik, kan bisa membuka usaha kecil-kecilan dan tidak harus

mengikuti orang tuanya nelayan selamanya,” pungkas dia.(why/dhi)

Targetkan Menang 60 Persen, PKS Serahkan Calon ke Daerah

PEMBACA harian pagi MEMORANDUM yang budiman dimana pun berada, kami menyediakan berbagai rubrik tanya jawab atau konsultasi soal Polisi Menyapa, Obat Tradisional, Kesehatan Mata, Spiritual Agama Islam serta Narkoba secara gratis. Cukup mengirim pertanyaan lewat email: memorandumredaksi@gmail.com, SMS/Whatsapp: 081216517867. Anda akan mendapat jawaban. Semoga rubrik ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Tanya: Sebagai warga Surabaya, saya ingin menanyakan kegiatan apa yang dilaksanakan Polrestabes untuk menjaga surabaya. Elen Wicaksono, warga Jalan Rungkut Kali

FOTO: MEMORANDUM/WAHYU

Puluhan perahu nelayan bersandar di Pantai Kenjeran.

Hidayat Nur Wahid

Surabaya, Memorandum Wakil Ketua Dewan Syuro DPP PKS, Hidayat Nur Wahid memastikan kader terbaik PKS didorong maju Pilwali Surabaya 2020. Penegasan ini disampaikan Hidayat Nur Wahid disela-sela rapat koordinasi wilayah (rakorwil) DPW PKS Jatim di Empire Palace, Minggu (15/12). “Proses itu, DPP tinggal merestui setelah ada usulan dari DPD maupun DPW,” terang Hidayat Nur Wahid.

Dia menjelaskan, dalam rakorwil juga dimatangkan pemenangan Pilkada 2020. PKS menargetkan kemenangan 60 persen di Pilkada 19 kabupaten/ kota se-Jatim. Mantan presiden DPP PKS ini juga menegaskan, upaya pendekatan melalui sistem buttom up. Termasuk upaya PKS untuk berkoalisi dengan parpol lain untuk target kemenangan besar. “Silakan teman teman di daerah melakukan survei dan

pemilihan internal,” tandas dia. Sementara itu, Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan menjelaskan persaingan di Pilwali Surabaya 2020 bakal terbuka bagi siapa pun. PKS memiliki mekanisme berbeda untuk menjaring para calon kepala daerah. Jika PDI-P, NasDem, Gerindra, dan PSI menggelar pendaftaran terbuka, PKS tak melakukannya. PKS justru mengadakan voting dan pemilu internal untuk menentukan siapa kader internal

Berwisata sambil Belajar Tanaman Obat di Tahura Lempung Kehadiran taman hutan raya (tahura) di Surabaya menjadi warna tersendiri bagi warga kota. Selain sebagai paru-paru kota dan tujuan wisata, ternyata juga bisa sebagai tempat belajar dan pengobatan. M Syaifudin DARI 13 tahura, ada satu yang akan menjadi tempat belajar dan pengobatan. Direncanakan Tahura Lempung, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep akan menjadi pusat tanaman herbal atau tanaman obatobatan keluarga (toga). Di sana sudah disiapkan lahan sekitar 4 hektare. Untuk menuju ke lokasi tersebut sangat mudah karena bersebelahan dengan SMPN 47. Jalan ke sana pun lebar sehingga kendaraan roda empat bisa kel-

uar masuk. Eloknya lagi tak jauh dari jalan raya. Sebenarnya tahura ini sendiri sudah ada sejak awal 2018. Di sana sudah ada beberapa fasilitas yang disediakan seperti kursi taman yang terbuat dari bambu, mainan anak-anak, juga embung. Selain itu ada daftar nama tanaman yang ada di sana. Koleksi tanaman pun sudah banyak. Di antaranya yang mencolok adalah akar wangi. Bentuknya seperti ilalang ini memenuhi salah satu petak. Ada juga

FOTO: MEMORANDUM/M SYAIFUDDIN

Tahura Lempung tampak asri dengan berbagai jenis tanaman.

tanaman kunyit, jambu air, melati, dan banyak lainnya sehingga suasana hijau tampak terasa. Agar tanaman bisa tumbuh subur, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya sedang membentuk kontur tanah sedemikian rupa.

“Sebenarnya sudah ada beberapa tanaman herbal yang ada di sana. Namun jumlahnya masih terbatas,” kata Kabid Pertanian DKPP Surabaya Rahmad Kodariawan Minggu (15/12). Ia menambahkan, tanaman herbal ini sangat penting bagi

Pemkot Tidak Mampu Ramaikan Terminal Kedung Cowek

FOTO: MEMORANDUM/ARIS

Kegiatan persami yang digelar di lapangan Makodim Tipe A 0830/Surabaya Utara.

Persami Tanamkan Sikap Kemandirian Surabaya, Memorandum Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) yang digelar di Makodim Tipe A 0830/Surabaya Utara diikuti ratusan Saka Wira Kartika dari SDN Krembangan Selatan 1. Sedangkan materi yang diberikan yakni pembekalan wawasan kebangsaan hingga pelatihan baris-berbaris. Kepala SDN Krembangan Selatan 1 Indah Supriatin mengatakan, jika dirinya sengaja berkoordinasi dengan pihak kodim untuk menggelar persami tersebut. Tujuannya, untuk meningkatkan kedisiplinan, ketertiban, hingga kebersihan di dalam diri murid-muridnya. “Itu sangat bermanfaat untuk pembentukan karakter siswa kami,” beber dia. Sementara itu, Perwira Seksi Teritorial Kodim, Lettu Agus Santoso menambahkan jika para pelajar, merupakan generasi penerus bangsa. “Kita ingin para adik-adik Pramuka, bisa memiliki karakter yang tangguh, disiplin, dan berjiwa nasionalisme tinggi,” tegas dia. (tyo/lis)

Komisaris: Mangestuti Agil Direktur: Choirul Shodiq Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah Konsultan Hukum: Noer Fattah Syafi’i

yang layak diusung. Untuk calon eksternal, partai mendatangi tokoh-tokoh masyarakat yang dianggap kompeten. PKS yang memiliki lima kursi di DPRD Surabaya tersebut mengincar pilwali Surabaya. Proses pemilihan untuk pilwali Surabaya sudah dilakukan. Namun, Irwan mengatakan, prosesnya masih berjalan. Belum semua pemilik suara menentukan pilihan. “Dalam Minggu depan sudah diumumkan,” ujar dia. (day/dhi)

umpang tidak ada, angkot-angkot itu tidak mau masuk ke terminal,” jelas Kepala Unit Terminal Kedung Cowek Agus kepada Memorandum, Minggu (15/12). Menurut dia, terminal yang dibangun pada 2010 tersebut awalnya memang diharapkan bisa mengantisipasi perkembangan kawasan Suramadu. Mobilitas warga dari Surabaya ke Madura bisa ditampung di sana. Namun, kenyataannya

para sopir angkot lebih memilih ngetem di tempat lain. “Kita dulu sudah menyuruh sopir angkot masuk terminal. Namun, mereka menolak. Alasannya juga masuk akal, bahwa di terminal tidak ada penumpang alias sepi. Jadi, buat apa angkot ngetem di terminal,” papar dia. Soal angkutan, dia menyebut kini pihaknya fokus pada angkutan bus. Yakni, angkutan

yang bisa menampung banyak penumpang. “Kami fokus dulu pada operasional bus besar, yaitu Suroboyo Bus, merupakan bus wisata dan gratis. Sementara ini, ada empat unit Suroboyo Bus yang standby di terminal. Selain ngetem, Suroboyo Bus jalur MERR ini juga melakukan ramp chek, rem, lampu, angin serta tempat pencucian Suroboyo Bus dari pukul 21.00 hingga pukul

Hari Libur, Ikan Asap Kenjeran Diserbu Wisatawan bandeng, pe, dan gurami. Ikan segar dan berbagai jenis kerang juga ada. Hari-hari libur ini tentu membawa berkah bagi mereka. Misalnya Maya, pemilik toko ikan asap Manis Manja. Pada hari biasa, dia hanya mampu menjual ikan rata-rata 30 kg. Saat hari libur, dia harus menambah stok ikan hingga 100 kg. “Pada Jumat, Sabtu, dan Minggu, banyak yang mencari ikan. Paling laku ikan tenggiri sama kakap asap,” terang Maya yang telah berjualan ikan asap sejak 2013. Maya menjelaskan, pada hari-hari libur banyak pengunjung meminati ikan asap di Jalan Raya Kenjeran ini. Omzet penjualan ikan asap pun melonjak.

Setiap penjual mengaku meraup keuntungan hingga 50 persen dibanding hari biasa. “Biasanya, pembeli mulai datang pukul 14.00. Rata-rata warga membeli ikan sesudah berekreasi di Pantai Kenjeran. Orang rumah paling suka masakan asem manis kakap asap, mantap pokoknya,” tutur dia berpromosi. Lebih jauh, dia mengatakan, harga ikan yang dijual di Jalan Kenjeran lebih murah dibandingkan di pasar. Misalnya, setusuk ikan tenggiri hanya dihargai Rp 5 ribu. Padahal, di pasar, harganya mencapai Rp 7-10 ribu. Munarti, salah seorang pembeli ikan asap mengaku, sengaja mampir di pasar tumpah Pantai Kenjeran untuk membeli oleh-

Sambungan dari halaman 9

oleh buat keluarga. Menurut dia, ikan asap merupakan oleh-oleh khas Kenjeran. “Ikan asap khas pesisir utara Jatim ini dibanderol mulai Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu per ekornya. Ikan asap yang dijual di pinggir jalan itu juga bisa dijadikan menu alternatif hidangan untuk keluarga saat beristirahat usai berwisata di Pantai Kenjeran,”kata Munarti. Selain warga lokal, stan ikan asap tersebut ternyata menyedot perhatian wisatawan. Misalnya, Susanto yang berasal dari Sidoarjo. Dia datang ke Surabaya untuk mengunjungi kerabatnya. “Namun, kesempatannya itu juga digunakan untuk mampir dan membeli oleh-oleh ikan asap khas Kenjeran,” pungkas dia. (why/dhi)

masyarakat, terutama untuk pengobatan. Kebetulan di Lempung, kondisinya pas untuk ditanami tanaman herbal. Selain itu tahura lainnya sudah ada ciri khasnya. Ia menambahkan, tanaman herbal yang akan ditanam di Lempung ada sekitar 200 jenis. “Maka kami menggandeng teman-teman dari Unair untuk mewujudkan tahura herbal ini ini,” kata dia. Direncanakan juga akan dibangun tempat penyuluhan dan pengolahan tanaman herbal menjadi obat. Namun tidak sekarang ini. “Awalnya kita fokus pada tanaman dulu. Kita edukasi duku masalah soal penggunaan. Setelah itu pengolahannya, Kita sudah belerjasama dengan teman-teman Biologi Unair,” beber dia. (*/lis)

Sambungan dari halaman 9 05.00,” terang dia. Ketika ditanya Terminal Kedung Cowek beralih fungsi menjadi sentra kuliner. Agus mengaku, tidak ada perubahan terkait fungsi terminal Kedung Cowek tersebut. Dia menerangkan, memang ada 40 gerobak dari Dinas Koperasi dan UMKM Surabaya untuk tempat kuliner bagi pedagang di Terminal Kedung Cowek. “Namun, dua tahun silam tempat kuliner tersebut juga tak bisa berkembang karena sepi penumpang. Karena tak ada yang membeli, akhirnya pedagang tidak berjualan alias tutup,” ungkap dia. Sementara anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Imam

Gerindra Usung... tanyakan ke Pak Supriyanto (Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, red),”tandas dia. Sebelumnya, Senin (9/12), Supriyanto mengatakan calon yang bakal diusung partainya memiliki potensi besar menang. Meski tidak mengungkap nama calon yang akan diusung untuk bertarung di Pilwali Surabaya, namun Supriyanto hanya membocorkan sosok cawali Surabaya seorang purnawirawan ber-

Syafi’i menyoroti keberadaan Terminal Kedung Cowek yang sepi. Dia menyesalkan aset pemkot yang dibangun megah tapi tidak berfungsi. “Bangunannya bagus, seharusnya dari dulu pemkot ‘memaksa’ agar angkutan bisa masuk. Kenapa pemkot tidak mampu melakukan itu?” tandas dia. Untuk itu, Imam Syafi’i menandaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan melihat langsung kondisi Terminal Kedung Cowek yang menjadi ‘rasanrasan’ publik Surabaya tersebut. “Patut disayangkan, karena dibangun mahal-mahal tapi tidak difungsikan sebagaimana mestinya,” ungkap politisi Partai NasDem ini. (why/dhi)

Sambungan dari halaman 9 pangkat jenderal dan berjenis kelamin laki-laki.“Nanti lihat tanggal mainnya. laki-laki, jenderal,”ungkap Supriyanto. Dia menambahkan, dalam menghadapi Pilkada Serentak 2020, Gerindra memberi prioritas untuk tiga kabupaten dan satu kota. Empat daerah ini yakni Sidoarjo, Jember, Malang, dan Kota Surabaya.”Masih kita bahas, tunggu tanggal mainnya,”kata dia. (dhi/lis)

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arief Sosiawan. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko. Redaktur Pelaksana Online: Agus Supriyadi. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku. Redaktur Website: Syaifuddin, Aris Setyoadji. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Supriadi, Baud Effendi, Samuel Ru’ung, Sujatmiko, Noor Arief, Ferry Ardi Setiawan, Novi Triawan, Muchlis Darmawan, Hendradi Prayogo. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana, Muhammad Arif Alfiansyah, Faishal Danny Nurdiansyah, Dodik Wahyu. Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Munjari Triono, Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda. Kontributor Blitar: Prawoto Sadewo, Kontributor Kediri: Wahyudi. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.


MADURA

SENIN KLIWON, 16 DESEMBER 2019 HALAMAN 11

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

BIRO MADUR MADURA RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Sujak Lukman, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.

Dua Bandit Ranmor Dibui

Kontingen Pramuka LKSA Sumenep Ikuti Jambore Anak Indonesia

Para tersangka adalah Aliyono (32), Dusun Sampirongkang, Desa Tamedung, Kecamatan Batang-Batang dan Abi (28), warga Dusun Nangger, Desa Kolpo, Kecamatan Batang-Batang. Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menerangkan, penangkapan bermula dari laporan seorang warga Tamedung Mudahnan kehilangan motor yang diparkir di teras rumahnya pada Senin ( 9/12) sekitar pukul

21.00. Korban mengetahui motornya hilang pada Selasa (10/12) sekitar pukul 1.00 dini hari. Kejadian itu dilaporkan kepada kepala desa (Kades) Abd Basit. “Kades Tamedung kemudian melakukan pencarian atas laporan warganya,“ terang dia, Minggu (15/13). Pencarian membuahkan hasil dari kecurigaan Abd Basit kepada tersangka Aliyono. Setelah dilakukan pemanggi-

FOTO: MEMORANDUM/ HUMAS

Sumenep, Memorandum Dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ditangkap tim Reserse Mobile (Resmob) Polres Sumenep. Keduanya beraksi di Dusun Sampirongkang Barat, Desa Tamedung, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep.

Pelaku digelandang menuju Mapolres Sumenep.

lan serta introgasi tersangka mengakui perbuatannya. Pencurian itu dilakukan bersama temannya bernama Abi yang kemudian juga dipanggil olek kades tersebut.”Keduanya mengakui bersama-sama melakukan

pencurian motor,” ungkap AKP Widiarti. Kedua tersangka kemudian diamankan dan dilaporkan kepada pihak kepolisian. Selanjutnya Aliyono dan Abi ditangkap oleh tim Resmob Polres Sumenep.(uri/udi)

Pendidikan Karakter Lebih PenƟng

Sumenep, Memorandum Kontingen Pramuka dari Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) mewakili Kabupaten Sumenep pada Jambore Anak Indonesia tingkat Provinsi Jawa Timur di Wonosalam, Jombang. Perkemahan itu akan dilaksanakan selama tiga hari mulai 15 sampai 17 Desember . Pelepasan kontingen yang terdiri dari empat regu dilakukan di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Sabtu (14/12) kemarin. Dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Sumenep dan jajaran pengurus LKSA Kabupaten Sumenep. “Ini tentu menjadi kebanggaan karena anak-anak Pramu-

ka binaan kami bisa mewakili Sumenep ke tingkat provinsi. Kesempatan ini harus benar-benar dimanfaatkan secara maksimal sebagai pengalaman,” ujar Pengurus LKSA Kabupaten Sumenep Fauzi Toyyib. Pada kegiatan Jambore Anak Indonesia 2019, Fauzi tidak memberikan target bagi kontingen Kabupaten Sumenep. Karena tujuan utamanya melatih siswa lebih aktif, mengasah mental dan berwawasan luas. “ Ya n g p e n t i n g s i s w a mendapatkan pengalaman luas dan bisa bersilaturahmi dengan peserta dari daerah lain. Kalau target tentu harus bisa menjaga mama baik Kabupaten

Sumenep,” imbuh dia. Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sumenep Achmad Zulkarnain sangat mengapresiasi atas keterlibatan kontingen Pramuka dari LKSA di Jambore Anak Indonesia tingkat Jawa Timur. Menurut dia, partisipasi tersebut merupakan pembuktian bahwa generasi muda Kabupaten Sumenep bisa menunjukkan kemampuannya di tingkat Provinsi Jawa Timur. “Ini sangat membanggakan dan membuktikan bahwa anakanak Sumenep bisa berprestasi. Tampil dan berkreasi bukan hanya di tingkat kabupaten, namun juga ke jenjang yang lebih tinggi,” tutur Zul. (aan/udi/adv)

si minimum. “Asesmen itu bukan di akhir sekolah, tetapi di pertengahan sekolah, kalau SD dilaksanakan dari waktu kelas 4. Sedangkan kalau SMP dimulai dari kelas 8. Jadi masih punya tenggang waktu bagi anak yang tidak mampu dalam segi mata pela-

jaran untuk memperbaiki lagi,” urainya. Kelulusan siswa, sambungnya, ditentukan oleh guru dan sekolah bukan tolak ukur dari pemerintah. “Karena kalau USBN 2020 itu sudah dikembalikan ke sekolah, yang sebelumnya USBN itu tolak ukurnya dari kabupaten,” katanya. (*/fer)

FOTO: MEMORANDUM/ AINUL ANWAR

Bangkalan, Memorandum Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan, sepakat terhadap penghapusan Ujian Nasional (UN). Kadisdik Bangkalan Bambang Budi Mustika menilai pendidikan karakter bagi peserta didik jauh lebih penting. Penegasan tersebut seiring dengan keinginan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI yang akan menghapus UN setelah 2020. “Kami sangat setuju dengan dihapusnya UN. Jadi bisa digantikan dengan yang namanya survei karater. Jadi pendidikan karakter itu sangat penting dan harus diutamakan. Contohnya, dari survei karakter tersebut agar anak sekolah betul-petul paham Pancasila,” katanya kepada portalmadura, Minggu (15/12). Penghapusan UN akan dilakukan sejak 2021. Dengan dihapusnya UN dapat diganti dengan istilah asesmen kompeten-

FOTO: MEMORANDUM/ ILUSTRASI

Disdik Bangkalan Sepakat UN Dihapus

Kontingen Pramuka LKSA menjalani prosesi pelepasan.

TPG Triwulan III-IV Cair Beruntun

Berkah Jelang Tahun Baru bagi 3.100 Guru Bangkalan, Memorandum Akhir tahun bertabur berkah. Begitulah kira-kira gambaran rezeki nomplok yang bakal dinikmati ribuan guru TK, SD, SMP, guru DPK (diperbantukan) dan pengawas di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan menjelang tutup tahun 2019. “Guru TK, SD, SMP, DPK, dan pengawas wajib bersyukur kepada Allah SWT. Sebab, dana tunjangan profesi guru (TPG) untuk triwulan III dan IV akan cair beruntun pada Desember 2019 ini,” beber Kasubbag Keuangan Disdik Ali Yusri Purwanto, Jumat (13/12) kemarin. Bahkan dana TPG untuk triwulan III, menurut Yusri, sudah cair dan ditransfer ke rekening masing-masing sejak Selasa (3/12). Tak tanggung-tanggung nominal dana TPG atau dana sertifikasi itu mencapai Rp 38.671.904.240 atau Rp 38,6 miliar lebih. Dana TPG sebesar itu diterimakan kepada 3.100 guru TK,SD,SMP, guru DPK, dan pengawas yang tersebar di 18 kecamatan dengan 281 desa dan kelurahan di dalamnya. ”Insya Allah dana TPG triwulan III senilai Rp 38,671 miliar lebih itu sudah diterima dan dinikmati oleh para guru dan pengawas,” tegas Yusri. Dari 3.100 guru, ada 31 guru yang penerimaan TPG tertunda. Itu terjadi karena data dapodik mereka sempat bermasalah. Namun ada perbaikan SK penerimaan TPG sehingga akhirnya turun juga dari pusat. Kini SK pencairan dana TPG milik 31 guru itu sedang diajukan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan. Yusril optimis, paling lambat pekan ketiga Desember nanti sudah cair dan bisa diterima oleh mereka. Besaran dana TPG yang diterima mereka itu tidak sama satu dengan lainnya. Karena tergantung pada jenjang pangkat dan golongan mereka. Jika dirata-ratakan, dana TPG yang diterima para guru TK,SD,SMP, guru DPK dan pengawas, berkisar antara Rp 9 juta hingga Rp

12 juta per-orang. Rezeki nomplok itu jadi akan semakin besar jika dalam satu keluarga, ada suami-istri yang sama berprofesi sebagai guru. Besaran dana TPG yang mereka terima jadi dua kali lipat. Bisa berkisar Rp 18 juta hingga Rp 24 juta. Itu sebabnya, begitu cair menjelang tutup tahun, sebanyak 3.100 guru dan pengawas yang menerima dana TPG bersuka-cita. Mereka akan mencairkan ke lembaga perbankan di Kota Bangkalan. Yakni BRI, BNI, BTN, Bank Mandiri, dan Bank JawaTimur. “Alhamdulillah pak, jatah TPG triwulan III untuk guru TK,SD dan SMP di Bangkalan sudah cair,” kata Ida Fitri (56), guru TK Yayasan Kesejahteraan Keluarga (YKK) I, Kecamatan Bangkalan. ” Ini berkah menjelang tahun baru. Kami benar-benar bersyukur,” sambung ibu tiga orang anak tersebut dengan wajah ceria. Nah, ungkapan rasa syukur para guru dan pengawas tidak harus jeda sampai di situ. Tetapi dipastikan bakal berlanjut. Sebab, pada akhir tahun 2019 nanti, giliran dana TPG untuk triwulan IV juga bakal cair. Besarannya tak jauh beda dengan dana TPG triwulan III. Yakni berkisar Rp 38,6 miliar lebih. Kalaupun ada sedikit penurunan karena ada sejumlah guru yang memasuki masa purna tugas atau pensiun, nominalnya tidak seberapa. Dengan demikian, jika diakumulasikan, nominal dari hasil dua kali mendapatkan dana TPG yang masuk ke kocek mereka bisa mencapai Rp 18 juta hingga Rp 24 juta per orang. Sungguh rezeki nomplok yang wajib disyukuri. Kemudian, jika ada suami-istri yang kebutulan sama berprofesi sebagai guru, apa lagi pangkat dan golongan keduanya sama, sudah bisa dipastikan total jatah TPG triwulan III dan IV yang mereka terima mencapai kisaran Rp 36 juta hingga Rp 48 juta.

Alhasil, dalam konteks kekinian, jangan ada lagi guru yang berkeluh-kesah. Kadar kualitas kesejahteraan mereka sudah jauh meningkat. Jadi, rasanya tidak logis lagi jika nasib para guru saat ini tetap dianalogikan dengan kebersahajaan sosok Omar Bakri, sebagaimana yang digambarkan dalam lirik lagu Iwan Fals. Sebaliknya, perubahan nasib dan dan kadar kualitas kesejahteraan guru saat ini, diakui atau tidak sudah bermetamorfosa dari sosok Omar Bakri yang amat bersahaja, menjadi sosok Aburizal Bakri dengan kemapanan ekonomi yang serba sejahtera. Kepala Disdik Dr H Bambang Budi Mustika, MPd, menilai respon itu sebagai hal yang logis dan wajar. ”Silahkan rekan-rekan guru melampiaskan rasa suka citanya. Itu lumrah dan wajar-wajar saja,” tandas Bambang. Namun luapan rasa suka cita itu, menurut Bambang, harus dibarengi dengan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Juga mesti berterima kasih kepada pemerintah. Sebab akumulasi pencairan dana TPG yang mereka terima setiap triwulan, pada hakekatnya merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap nasib dan kesejahteraan guru. Hanya saja, bentuk kepedulian dari pemerintah itu, rasanya tidak cukup jika hanya direspon dengan ungkapan dan rasa terima kasih saja. Lebih dari itu, menurut Bambang, ada hal yang jauh lebih substansial. Jelasnya, kepedulian pemerintah itu mesti disikapi dengan upaya untuk meningkatkan kadar kualitas dan profesionalisme para guru sebagai pendidik anak bangsa. “Respon positif semacam itulah yang seharusnya diaplikasikan secara berkesinambungan oleh para guru. Termasuk di Kabupaten Bangkalan. Mereka harus rajin dan hiperaktif untuk terus mengasah kadar kualitas SDM mereka,” pungkas Bambang. (ras/udi/adv)

Kepala Disdik Bangkalan Dr H Bambang Budi Mustika MPd

Seorang guru SD sedang mengawasi anak didiknya yang sedang belajar.

Kasubbag Keuangan Disdik Bangkalan Ali Yusri Purwanto SE MM


PASURUAN

SENIN KLIWON, 16 DESEMBER 2019 HALAMAN 12

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BIRO PASURUAN: Ali Muchtar. WARTAWAN: Maskur, Sudiono, Bahrul Ulum. HP: 0817 5128 003.

Razia, Temukan 11 Barang Terlarang di Lapas Pasuruan

Dewan Desak Proyek Bermasalah Dibongkar

Anggota komisi III sidak proyek saluran.

Pasuruan, Memorandum Sejumlah ruangan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasuruan kembali dirazia. Hasilnya, ditemukan 11 barang terlarang di setiap blok. Razia dilakukan Sabtu (14/12), mulai pukul 12.30 sampai pukul 13.30. Ada 10 blok ruang tahanan yang diperiksa. Mulai dari blok 1 sampai blok 10. Razia ini melibatkan personel gabungan. Di antaranya dari lapas, Polres Pasuruan Kota, dan Koramil Purworejo. Pelaksana Tugas Kepala Lapas IIB Pasuruan Zonni

Andra, mengatakan razia ini bertujuan untuk meminimalisir adanya benda dan barang larangan atau berbahaya di kamar warga binaan. “Ini demi keamanan dari warga binaan sendiri. Dikhawatirkan di lapas tersimpan benda-benda yang tidak diperbolehkan dan membahayakan,” ujar Zonni, Minggu (15/12).

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Pembangunan plengsengannya kurang sesuai. Buktinya sampai ada yang rusak,” ujar Saiful. Pembangunan drainase di Perum Permata Asri Gempeng, Kecamatan Bangil, juga sama. Pembangunannya dinilai tidak sesuai ketentuan. “Kedalamannya kurang,” ungkap Saiful. Hal senada disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Hermadi. Menurutnya, urukan yang digunakan untuk pembangunan drainase di Perumahan Permata Asri Gempeng, bukan sirtu. Melainkan menggunakan tanah bekas galian. “Kondisi itu sama dengan di Kersikan. Jadi, kami menilai kurang sesuai ketentuan,” jelas Hermadi. Sejumlah temuan itulah yang membuat pihaknya resah. Karenanya, Komisi III meminta dinas terkait bersikap tegas. “Kami rekomendasikan untuk dibongkar,” ujar Hermadi. Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Pasuruan HanungWidya Sasangka mengaku sudah memanggil rekanan untuk membenahi pekerjaannya. Itu, dilakukan sebelum disidak dewan. “Pembangunan jalan dan TPT di Kluwut, kami sudah memanggil rekanan. Bahkan, sudah kami instruksikan untuk diperbaiki,” kata Hanung. Sementara, untuk pekerjaan lain seperti drainase ataupun pavingisasi, pihaknya mengklaim bukan kewenangannya. “Kalau itu (pavingisasi ataupun drainase) bukan program kami,” jelas Hanung.(rul/mas)

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Pasuruan, Memorandum Sejumlah pembangunan jalan dan drainase di Kabupaten Pasuruan mendapat sorotan legislatif. Sebab, pengerjaannya dinilai tidak sesuai spesifikasi. Karenanya, Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan mendesak agar sejumlah proyek itu dibongkar. Adanya permasalahan ini ditemukan Komisi III, ketika menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah proyek. Pada Jumat (13/12), dimulai pukul 07.00, ada sejumlah proyek yang menjadi jujukan mereka. Di antaranya, pembangunan jalan dan tembok penahan tanah (TPT) di Kluwut, Kecamatan Wonorejo. Serta, pembangunan drainase dan pavingisasi di wilayah Kecamatan Bangil. Pertama, para wakil rakyat itu memantau proyek pembangunan jalan dan plengsengan senilai Rp 600 juta di Kluwut. Serta, dilanjutkan ke Kecamatan Bangil. Di sana, ada beberapa titik sasaran. Seperti, pembangunan drainase di Perumahan Permata Asri Gempeng, Kecamatan Bangil. Serta, pavingisasi di Gempeng dan pembangunan drainase di Kersikan. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Saifullah Damanhuri mengatakan, ada sejumlah pekerjaan yang kurang sesuai. Seperti pembangunan jalan yang dilengkapi plengsengan atau tembok penahan tanah (TPT) di Kluwut, Kecamatan Wonorejo. Proyek senilai Rp 600 juta itu tidak sesuai spesifikasi. Baik material aspalnya ataupun material pembangunanTPT-nya. “Ketebalan aspalnya ada yang kurang.

Personel gabungan memeriksa ruangan setiap blok di Lapas Kelas IIB Pasuruan.

Zonni mengatakan, selama razia ditemukan adanya satu pak kartu remi, dua buah

pemotong kuku, tiga buah sendok stainless, 11 paku, dan satu rangkaian kawat.

Lalu, satu buah kartu domino, satu buah gunting, tiga buah jarum, dan satu buah kaca. Menurutnya, barang-barang ini ditemukan di lokasi berbeda dari kamar warga binaan. Barang ini lantas diamankan. Sementara warga binaan yang diketahui membawa barang ini diberikan pemahaman. “Selanjutnya, barang ini kami amankan dulu untuk dimusnahkan. Dikhawatirkan barang seperti ini bisa digunakan untuk membahayakan sesama penghuni lapas,” ujar Zonni.(rul/tyo)

Polsek Grati Membantu Warga Bangun Gapura Pasuruan, Memorandum Salah satu wujud kemitraan Polri bersama masyarakat adalah dengan turut serta mendukung kelancaran aktivitas di masyarakat. Salah satunya adalah dengan melaksanakan kerja bakti, Minggu (15/12). Seperti yang dilakukan anggota Polsek Grati Polres Pasuruan Kota yang hadir pada saat kerja bakti pembangunan gapura. Kapolsek Grati AKP Suyitno menjelaskan, bahwa upaya membangun kemitraan dengan masyarakat bertujuan untuk memelihara kamtibmas, di samping juga sebagai upaya membangun rasa persatuan dan kesatuan. “Kami senantiasa menekankan kepada seluruh anggota agar senantiasa meningkatkan solidaritas dan kemitraan bersama masyarakat dalam upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” ungkap Suyitno. Selanjutnya menurut Mulyono, Ketua RT 01 RW 02, Desa Kesawung Wetan, Kecamatan Grati mengungkapkan bahwa dirinya mengapresiasi positif atas kehadiran anggota polsek yang dengan sukarela ikut membantu kelancaran pembangunan gapura.(rul/tyo)

PROBOLINGGO & LUMAJANG BIRO PROBOLINGGO: M Nurwahyudi. WARTAWAN: M Hisbullah Huda, Hapy Laila Tuansyah. KOORDINATOR PEMASARAN: Rudianto. KEPALA BIRO: Munjari Triono. WARTAWAN: Ani Fauzyah, Irfani Akbar. MARKETING/IKLAN: Suwatman EMAIL: trimemorandum@gmail.com. TELP: 081362793650. KANTOR: Jl. Wachid Hasyim XV/2 Lumajang.

Santri Ponpes Roudlotut Tholibin mengikuti sosialisasi penerimaan anggota Polri.

yasar hingga ke pelosok desa-desa. “Polri datang ke ponpes-ponpes, kita beri sosialisasi dan mendata serta mencari. Kemarin ada hafiz di Ponpes Roudlotut Tholibin Kota Probolinggo,”

sebut Sayudi. Penerimaan anggota polri tersebut akan segera dimulai. Rekrutmen Calon Anggota Polri itu meliputi akpol, bintara, dan tamtama tahun 2020. (mhd/tyo)

Warga Kedungasem Antusias Ikuti Sosialisasi Pencegahan DBD Probolinggo, Memorandum Puluhan warga RW 5 dan RW 6, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, antusias menghadiri sosialisasi bahaya tentang demam berdarah dengue (DBD). Kegiatan yang difasilitasi oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) “Parcaje Kedungasem,” ini digelar di lapangan bola voli Kelurahan Kedungasem, Sabtu (13/12). Acara sosialisasi itu, merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dibiayai dari dana alokasi kelurahan tahun 2019. Sosialisasi dihadiri Sekcam Wonoasih, Teguh; Lurah Kedungasem Nurhadi. Babinkamtibmas, babinsa, dan Ketua Pokmas Parcajeh Kedungasem, serta menghadirkan narasumber dari Puskesmas Wonoasih. Ketua Pokmas Parcajeh Kedungasem, Taufik, mengatakan bila sosialiasi itu bertujuan agar masyarakat mengetahui lebih jelas dampak dan bahaya

tentang DBD, karena berpotensi terserang wabah DBD. “Melalui kegiatan itu diharapkan dapat memutus mata rantai virus DBD sedini mungkin, sehingga masyarakat dapat terhindar dari wabah DBD, sesuai program dari visi misi pembangunan Kota Proboiinggo,” ujar Taufik. Sekretaris Kecamatan Wonoasih, Teguh, mengatakan bila sosialisasi itu akan terus dilakukan secara berkesinambungan diharapkan agar seluruh masyarakat yang berada di wilayah Kecamatan Wonoasih, utamanya warga Kelurahan Kedungasem segera melaporkan sesegara mungkin jika ada masyarakat yang mengalami demam tinggi. “Saya berharap penularan wabah DBD segera dilaporkan, sehingga kita bisa bertindak secepat mungkin,” jelasnya. Narasumber dari Puskesmas Wonoasih, menjekaskan penyakit demam berdarah sudah tidak asing lagi didengar. Penyakit

Sosialisasi bahaya DBD kepada warga Kelurahan Kedungasem yang difasilitasi Pokmas Parcajeh Kedungasem.

demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegepty dan aedes albopictus. Virus tersebut masuk ke aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk. Virus dengue hanya menular melalui nyamuk perantara dan tidak dari orang ke orang. Seseorang bisa terserang ketika virus dari orang yang terinfeksi akan dibawa oleh nyamuk dan menginfeksi orang lain yang di gigit nyamuk tersebut. Biasanya nyamuk menyarang pada saat pagi hingga sore. “Jumlah penderita di Kelurahan Kedungasem hanya 1 orang jika dibanding dengan Kelurahan Sumbertaman berjumlah 26 orang penderita Demam Berdarah Dengue (DBD),” lanjut dia. Menurutnya, Pusk-

esmas Wonoasih rutin melakukan penyuluhan, baik secara internal yang diikuti oleh pihak puskesmas ataupun secara eksternal yang melibatkan warga sekitaar. Penyuluhan gencar membahas tentang bahaya DBD dan upaya pencegahannya. Penyuluhan kesehatan dari pihak puskesmas beserta pihak posyandu yang dibantu oleh lurah biasanya mengenai edukasi tentang DBD, mengingatkan untuk melakukan 3M (Menutup, menguras, mengubur), serta melakukan fogging dan pemberian obat ke beberapa warga. “De m a m b e rd a ra h dapat menyerang siapapun tanpa mengenal umur dan gender. Pertolongan pertama penyakit ini segera pergi ke dokter,” ungkapnya.(adv/mhd/tyo)

Lumajang, Memorandum Hujan lebat disertai angin kencang terjadi di wilayah Kecamatan Rowokangkung. Akibatnya, pohon-pohon besar yang berdiri di tepi jalan banyak yang tumbang dan menimpah sedikitnya 16 rumah warga. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Sabtu (14/12) sore. Kerusakan paling berat dialami rumah milik Sutomo (57), warga Dusun Srambaan, Desa Sumberanyar, Kecamatan Rowokangkung, yang tertimpa pohon sengon besar berdiameter 45 cm yang di depan rumahnya. Akibatnya, atap rumah dan teras ambrol. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah. “Saat itu hujan lebat disertai angin kencang kemudian merobohkan batang pohon sengon yang ada di pinggir jalan, kemudian roboh ke rumah,” terang Sutomo. Tidak hanya rumah Sutomo, namun terjadi di belasan rumah milik warga yang lain dengan waktu yang hampir bersamaan. Selain rumah

Petugas membantu mengevakuasi batang pohon yang roboh menimpa rumah warga.

warga, hujan lebat disertai angin kencang tersebut juga merusak Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum, Dusun Klampokan Desa Dawuhan wetan, Kecamatan Rowokangkung. Kabid PKL BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo, ketika dikonfirmasi tentang peristiwa tersebut menjelaskan, jika ada belasan rumah warga yang mengalami

kerusakan akibat dihempas hujan lebat serta angin kencang. “Rata –rata kerusakan terjadi pada atap rumah warga. Namun kemarin kami sudah mengerahkan anggota untuk membantu memotong batang pohon yang roboh serta membantu memperbaiki atap rumah warga yang rusak,”terangnya.(tri/tyo)

Pariwisata Berkembang, Tingkatkan Perekonomian Lumajang, Memorandum Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyampaikan potensi pariwisata bisa maju dan berkembang, hal ini juga akan berdampak terhadap pertumbuhan perekonomian. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Manggulan Harjalu Asosiasi Petani Tembakau Indonesia, dan Asosiasi Pegiat Kopi Lumajang di Rimba Cafe, Sabtu (14/12) malam. “Dengan berkembangnya potensi pariwisata, tentunya dapat berdampak terhadap produk - produk khas Kabupaten Lumajang, banyak orang yang nantinya mencari oleholeh,” terang bupati yang akrab disapa Cak Thoriq itu. Bupati mengatakan, pemkab akan terus berkomitmen untuk mepengoptimalkan potensi pariwisata sekaligus bebarengan dengan produk - produk khas Lumajang, mulai dari kopi, tembakau, serta berbagai UMKM lainnya. “Tugas utama adalah bagaimana Lumajang ini bisa didatangi oleh

FOTO: MEMORANDUM/HUM

melalui Kabag Sumda Kompol Sayudi, Minggu (15/12). Menurut Sayudi, pengetahuan agama menjadi hal penting bagi anggota Polri, sehingga calon anggota Polri dari pesantren diharapkan memiliki pengetahuan agama yang lebih dalam. “Terutama bagi santri yang sudah hafizd Alquran. Syukur-syukur sudah juz 30,” katanya. Sosialisasi rekrutmen anggota Polri di pondok pesantren tak hanya dilakukan di kota, tapi juga men-

FOTO: MEMORANDUM/MHD

Probolinggo, Memorandum Polres Probolinggo Kota melakukan terobosan dalam rekrutmen penerimaan anggota Polri, yakni dengan mendatangi pondok pesantren (ponpes) untuk merekrut kalangan santri penghafal atau hafiz Alquran. “Di pondok pesantren banyak santri yang sudah dididik tingkat SMA jadi sasaran bagi panitia untuk merekrutnya,” kata Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya,

FOTO: MEMORANDUM/TRI

Cuaca Ekstrem, Belasan Rumah Rusak

Peluang Santri Jadi Polri Semakin Terbuka

Bupati Lumajang Thoriqul Haq menunjukkan produk kemasan kopi asal Lumajang.

banyak wisatawan dengan potensi apa saja,” kata Cak Thoriq. Guna meningkatkan pemasaran kualitas kopi dan tembakau, pemkab akan terus mendukung para petani dalam memasarkan produksinya. “Ini nanti bagaimana produk - produk Lumajang ini dapat maju dan berkembang, lek didol (kalau dijual) sekiranya orang datang dan tertarik,” ucapnya. Bupati menambahkan, pihaknya juga akan membuat program - prog-

am guna membantu meningkatkan kualitas jual produk yang dihasilkan oleh para petani di Lumajang. Seperti memberi packaging terhadap produk kopi dan tembakau. “Ini nanti dinas perdagangan yang memfasilitasi, agar hasil produksi dikemas dengan lebih menarik lagi, tinggal petani fokus terhadap hasil pertaniannya, ini akan kami seleksi kualitasnya lalu diintervensi oleh Pemkab,” terangnya.(hum/tri/tyo)


OLAHRAGA

SENIN KLIWON, 16 DESEMBER 2019 HALAMAN 13

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

BWF World Tour 2019

The Daddies Beringas di Final Ghuangzhou, Memorandum Final BWF World Tour 2019 di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, Minggu (15/12), sudah usai. Tuan rumah menempatkan tiga wakilnya sebagai juara. Namun apresiasi tinggi justru di partai terakhir yang menyuguhkan duel ganda putra Hendra Setiawan/ Ahsan Maulana kontra pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Gengsi Indonesia terjaga ketika pasangan yang dijuluki The Daddies menang dua game 23-21 dan 21-19 atas lawan yang menumbangkan ganda putra terbaik dunia Markus/Kevin di semifinal. Ini gelar ketiga Hendra/Ahsan di kejuaraan ini. Gelar pertama di Singapura ketika masih bertajuk final super series pada 2013. Kemudian gelar kedua diraih pada 2015 dan setelah berganti jadi WBF World Tour sejak 2018, baru tahun ini The Daddies juara. Kemenangan atas Endo/Watan ini sekaligus memperpanjang rekor kemenangan 6 kali dari 7 kali pertemuan. Perolehan poin kedua pasangan memang berlangsung ketat sejak game pertama. Puncaknya di game kedua, Endo/Watanabe sempat unggul 10-17. Namun teknik bermain efektif plus pengalaman menjadi modal dari ganda nomor 2 dunia ini. Hendra/Ahsan mampu menyusul, bahkan unggul 18-17. Game kedua ini ditutup dengan smesh keras Ahsan yang mendapat bola tanggung pengembalian Endo. Wakil Indonesia lainnya di tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting menyerah dari Kento Momota. Sedangkan China memenangi tiga gelar, ganda putri, ganda campuran, tunggal putri. Distribusi juara ini sama denan edisi sebelumnya ketika Indonesia nir gelar. (*/epe)

Gubernur Apresiasi Jafro Malang, Memorandum Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi atlet Puslatda Jatim, Jafro Megawanto yang berhasil menduduki peringkat 1 dunia nomor akurasi paralayang, per 1 Desember 2019. Informasi keberhasilan Jafro ini dilansir dari http://civlrankings.fai.org/?a=326&ladder_id=4&. Dari laman ini diketahui bahwa Jafro mengumpulkan poin hingga 365,2, mengalahkan atlet-atlet paralayang papan atas dari seluruh dunia. Poin itu didapat dari berbagai even yang dia ikuti. Di antaranya yaitu, 10th FAI World Paragliding Accuracy Championship, Jafro juara I overall dan juara I tiam Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) 2018 di Kazakhstan. “Kami selaku pemerintah provinsi sangat bangga dan mengapresiasi atas prestasi yang mampu diukir oleh atlet paralayang Jatim Jafro Megawanto. Sehingga, bisa mengharumkan nama Indonesia khususnya Jawa Timur di kancah internasional,” tutur gubernur. Khofifah berharap, ke depan perkembangan olahraga di Jatim terus berkembang dan menjadi semakin baik, termasuk paralayang. Untuk itu, sinergitas dan kolaborasi antara Pemprov Jatim dan KONI Jatim harus terus dibangun. Baik dalam hal tata kelola cabang olahraga (cabor) maupun pembinaan para atlet. (*/epe)

Tutup Rangkaian Binter Atlet Puslatda PON XX 2020

Gubernur Tegaskan Target Juara Umum Malang, Memorandum Gubernur Khofifah Indar Parawansa menutup gelaran pembinaan karakter (binter) terhadap atlet penghuni pemusatan dan latihan daerah (puslatda) yang digelar KONI Jatim di Pusdik Bela Negara Rindam V/Brawijaya, Malang, Minggu (15/12). Binter yang terbagi dalam dua gelombang ini dimulai sejak 5 Desember. Tujuannya, mempersiapkan mental atlet Jatim yang pantang menyerah meraih prestasi terbaik di PON XX 2020 Papua. Apalagi multievent olahraga terbesar nasional di edisi ini, sungguh menguras konsentrasi Jatim di banding sebelumnya. Selain berat dari sisi kondisi alam yang sangat berbeda jauh dengan Jatim, juga hilangnya beberapa nomor emas akibat pencoretan 37 cabang olahraga (cabor). “Di sini mentalnya digembleng, artinya mental juara itu

Gubernur memberikan bekal spirit kepada atlet Puslatda Jatim dalam penutupan binter di Rindam V/Brawijaya.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama ketua KONI Jatim, kepala Dispora Jatim, dan OPD terkait berfoto bersama peserta binter atlet Puslatda Jatim.

penting sebagai patriot olahraga itu juga harus dibangun dan itu tempat yang sangat memungkinkan untuk memberikan penggemblengan antara fisik dan psikologis ya di Rindam,” kata gubernur setelah penutupan acara. Namun, rangkaian Binter secara teknis tidak benar-benar berakhir. Tetap ada pengawalan khusus dari Rindam ke tempat

tangguh memang butuh proses panjang. Dalam pembinaan atlet ada 4 pilar yang harus bersinergi. Mulai dari biomedical, fisik, psikologis, dan kesehatan-gizi. Agenda Binter harapannya bisa menjadi penguatan fisik dan psikologis. Jika proses itu dilakukan, atlet secara mental akan tangguh dan memiliki karakter juara yang kuat. Ketua KONI Jatim Erlangga

latihan cabor untuk menjaga serta mengasah mental atlet hingga PON dimulai. “Nanti dari Rindam ini akan berkeliling ke setiap cabor untuk memonitoring dan terus ada refreshing pembinaan karakter kembali sampai atlet siap berlaga di Papua. Insya Allah kita tetap optimis untuk bisa menjadi juara umum, mohon doa,” ujarnya. Pembentukan atlet yang

Satriagung menerangkan, ada 600 atlet yang disiapkan untuk PON 2020. Namun yang mengikuti pelatihan dan pendidikan karakter yang terbagi dalam dua gelombang ini hanya 400 atlet. “Karena ada yang sedang ikut kejuaraan lain, try out, dan usai mengikuti SEA Games Filipina. Upaya ini sebagai jalan mencetak juara dan meraih juara umum,” tegas Erlangga. (*/epe)

Bupati Mendukung Penuh Kesiapan Jember Jadi Tuan Rumah Porprov VII Surabaya, Memorandum Bupati Faida mendukung penuh status tuan rumah Porprov Jatim VII 2021 yang akan digelar di empat daerah, dengan Kabupaten Jember sebagai venues utama dan host pembukaan multievent tiga tahunan tersebut. Selain Jember, porprov juga akan digelar di Lumajang, Situbondo, dan Bondowoso. Kesanggupan dan dukungan ini dilontarkan Ketua KONI Jember Abdul Haris Afrianto ketika dihubungi dari Surabaya, Minggu (15/12). Dia mengatakan, kesiapan Jember bahkan sangat serius. Mulai dari sarana dan prasarana (sarpras) hingga pembinaan at-

let. “Jember sejak lama memiliki fasilitas olahraga yang kerap kali digunakan sebagai venues kegiatan nasional,” terang Haris. “Fasilitas apapun di Jember, Bupati Jember sudah siap apapun yang akan ditarik oleh KONI Jatim untuk yang akan dipertandingkan segala jenis olahraga, kecuali selam yang akan diperlombakan di Situbondo,” katanya. Sedangkan untuk pembinaan, pemkab sudah menggelar Apel Atlet beberapa waktu lalu yang salah satu acaranya diisi dengan pembagian bonus bagi atlet berprestasi Jember. Program ini bahkanmasuk program

tetap pemkab. “Atlet berprestasi diberi hak memilih sekolah yang diinginkan tanpa dibatasi zonasi. Bagi yang kuliah, Jember siap memberi beri beasiswa sampai lulus,” beber Haris. Walau sudah sangat siap, Abdul Haris mengaku, jika tetap ada beberapa renovasi venues yang dilakukan sehingga layak dan sudah berstandar nasional. Skema pembagian venues sendiri dikabarkan tengah dilakukan pemetaan. Informasinya, Jember selaku host utama akan menyelenggarakan 14 cabang olahraga (cabor). Termasuk upacara pembukaan. Kemudian, Lumajang ada 11

Stadion Jember Green Sport menjadi salah satu venue megah yang dipersiapkan untuk Porprov VII.

cabor plus upacara penutupan. Sedangkan Situbondo dan Bondowoso masing-masing 8 cabor. Namun, jumlah cabor tersebut belum dipastikan karena masih ada yang belum terdaftar. Pria yang juga Koordinator PorprovVII 2021 itu mengatakan, jika Jember dipusatkan karena

didukung fasilitas pendukung yang lengkap. Seperti hotel dan transportasi yang cukup memadai. “Kalau Jember itu kita bisa tampung 5.600 orang, sedangkan Lumajang sekitar 1.000 orang, sedangkan Situbondo dan Bondowoso mungkin sekitar 700-800 orang,” tutup Haris. (*/epe)


DEWI RENGGANIS

SENIN KLIWON, 16 DESEMBER 2019 HALAMAN 14

WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739

Semangat Gotong Royong Kodim 0824-Warga

Ratusan Rumah Warga Miskin Tuntas Direhabilitasi Salah satu penerima program RTLH adalah Sariati (80), warga Dusun Kedungsuko RT 001/RW 027, Desa/Kecamatan Bangsalsari. Keterbatasan perekonomian membuat dia harus pasrah ketika di musim hujan rumah yang dihuni bocor. Karena itu, ketika ada informasi masalah yang dihadapi Sariati, dia menjadi salah satu sasaran program sinergitas Kodam V/ Brawijaya dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dengan babinsa sebagai pelaksananya. “Saya merasa mendapatkan berkah dengan pembangunan rumah ini. Sebelumnya tidak

terbayangkan, bagaimana memperbaiki rumah yang rusak tidak karuan, karena hanya buruh tani dan untuk makan saja susah,” terang Sariati. “Sekarang sudah tidak bocor lagi, dinding tembok sudah bagus yang sebelumnya dari ayaman bambu, sehingga tidak dingin lagi. Terima kasih pak Babinsa rumah saya sudah diperbaiki,” kata Sariati dengan logat Madura. Komandan Koramil Bangsalsari Kapten Arm Hendra Faizar mengungkapkan, untuk program RTLH ini, pihaknya mendapat bagian 10 rumah. “Kta sudah menyelesaikan semuanya, hal ini

FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

Jember, Memorandum Pengabdian personel Kodim 0824 Jember kepada negara dan pendekatan humanis kepada rakyat sudah tidak diragukan lagi. Termasuk, ketika bertugas meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu melalui rehabilitasi dan rumah tidak layak huni (RTLH).

Rehabilitasi RTLH menjadi momen TNI-rakyat bergotongroyong.

tentunya berkat kerja keras semua anggota dan warga,” sebutnya. Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin menjelaskan, pelaksanaan renovasi 430 RTLH memang berdasarkan data yang didapat dari babinsa.

“Ternyata jumlah itu bertambah menjadi 433 rumah. Setelah dicek dan dikaji, semua telah memenuhi syarat yakni lantai tanah dan diding bambu,” ungkap Komandan Kodim 0824 Letkol Inf La Ode M Nurdin.

La Ode menegaskan, program ini membantu membantu menyelesaikan persoalan RTLH di masyarakat.“Sehingga diharapkan bisa membangkitkan semangat lagi untuk berbuat yang terbaik bagi nusa dan bangsa,” tandasnya.

Terpenting, pelaksanaan di lapangan yang dibantu warga, kembali menumbuhkan tradisi gotong royong, khususnya antara TNI bersama masyarakat. “Alhamdulillah dengan kekompakan dari masyarakat maka proses

penyelesaian rumah-rumah itu cepat dan tepat waktu karena kerja sama yang bagus gotong royong di antara mereka itu menyelesaikan pembangunan dan membuat penerima bantuan bersukacita,” tutup La Ode. (edy/epe/adv)

Era 4.0, Indonesia Butuh Ilmuwan Data

Sambut Hari Jadi Ke-91 Jember

FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

ZAFC Gelar Lomba Mancing Rebutkan Piala Bupati Jember, Memorandum Menyambut HUT ke-91 Kabupaten Jember, Bupati dr Hj Faida MMR membuka lomba mancing ikan lele dan deklarasi Zona Aman Fishing Club (ZAFC). Untuk menarik animo, lele yang disebar mencapai 2 ton dan memperebutkan Piala Bupati Jember. Lomba digelar di Kolam Pancing Omega Fishing di Jalan MH Thamrin Sumbersari, Minggu (15/12). Selain bupati, agenda ini juga dihadiri unsur Fokopimda Jember, dan beberapa anggota legislatif. Bupati mengatakan, dari setiap tahun lomba mancing pesertanya semakin bertambah banyak pesertanya dan tambah meriah. “Dalam lomba kali ini yang merebutkan total hadiah Rp 40 juta, ternyata pesertanya bukan dari wilayah Jember saja, ada juga mancing mania dari luar kota banyak yang datang,” kata bupati. Lomba dibuka dengan pemotongan tumpeng serta pelepasan balon oleh bupati. Sedangkanpelepasan 2 ton lele dilakukan Komandan Kodim 0824 Letkol Inf La Ode M Nurdin.

Komandan Kodim 0824 Letkol La Ode M Nurdin

Peserta lomba menunggu tangkapan lele.

Sekitar 200 pemancing dari berbagai daerah di sekitar Jember, ikut dalam lomba. Termasuk dari Surabaya yang jauh-jauh datang untuk merasakan sensasi tarikan ikan lele mosnter. “Dengan diadakannya lomba mancing yang diselenggarakan oleh Zona Aman Fishing Club Jember, diharapkan Jember akan menjadi kota wisata mancing dan menarik wisatawan untuk datang ke Jember,” tutup Faida. (edy/epe)

Jember, Memorandum Unit Pelaksana Teknis (UPT) Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Jember (Unej) menggelar talkshow bertajuk Data Sciences & Higher Education in Indonesia, Data Acquisition, SuperApps, Insight & Decision Support di gedung Auditorium, Sabtu (14/12). Talkshow ini diisi sejumlah narasumber. Di antaranyaWakil Gubernur (wagub) Jatim Emil Dardak dan Vice President Data Gojek, Syafri Bahar. Juga Rektor Unej Moh Hasan, Direktur READI, Jean Lowry dan Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Unej, Zulfikar. Syafri Bahar membuka talkshow dengan pemaparan tentang fakta teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan perusahaan start up (rintisan) menghadapi era Revolusi Industri 4.0.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan banyak tenaga kerja dengan keahlian data scientist atau ilmuwan data. Dia mengutip data Kominfo RI, bahwa setiap tahunnya Indonesia membutuhkan 600 ribu data scientist dari berbagai bidang seperti analis data, intelijen data, rekayasa data, kecerdasan buatan, matematikawan hingga aktuaris. Kebutuhan data scientist didasari makin seringnya masyarakat menggunakan berbagai aplikasi TIK dalam kehidupan sehari-hari. “Misalnya saja data pada aplikasi Go Food. Dalam sehari kami memproses 7,7 juta transaksi. Tentunya big data tadi harus dikelola dan dimanfaatkan dengan baik sehingga menjadi bahan bagi perusahaan seperti Gojek untuk terus berinovasi sehingga dapat memunculkan layanan baru,” ujarnya. Sementara Emil Dardak, menggu-

gah peserta mengenai kebutuhan data scientist. Menurutnya Pemprov Jatim serius menjalankan program Smart Province dengan kinerja Cepat, Efisien, Tanggap, Transparan, Responsif (CETTAR) yang berdasarkan pada big data. “Misalnya saja kita sedang melakukan tabulasi silang antara data kemiskinan, kesehatan dan pendidikan warga Jatim sehingga menghasilkan data komprehensif yang dapat menjadi dasar dalam merumuskan berbagai kebijakan. Oleh karena itu Jatim perlu banyak data scientist termasuk dari Universitas Jember,” jelasnya. Emil Dardak juga memaparkan konsep Millenial Job Center (MJC) yang digagas Pemprov Jatim sebagai salah satu wahana yang diharapkan dapat mendorong lahirnya makin banyak data scientist di Jatim. (edy/epe)

MATARAMAN KABIRO: H M TAUFIQ. PONOROGO - WARTAWAN: PUJI SISWANTO, KANTOR: Jl Mayjend Sutoyo no 16 RT-03/RW-03 Kel Kertosari Kec Babadan, Kab Ponorogo. MADIUN-MAGETAN-WARTAWAN: Acuk,Anif Sriwati, M Alvin KANTOR: Jl. Karya Darma, Magetan

Anggota Satsabhara Polres Magetan menjaga Kantor Cabang Bank Jatim.

Cegah Gangguan KamƟbmas

Polisi Intensifkan Patroli Dialogis Magetan, Memorandum Beberapa objek vital (obvit) menjadi sasaran patroli intensif Polres Magetan. Giat ini merupakan upaya pencegahan gangguan kamtibmas. Selain itu, patroli juga menyasar kawasan wisata seperti Telaga Sarangan di Kecamatan Plaosan. Terutama di libur akhir pekan. Seperti yang dilakukan sejumlah personel Polres Magetan, 14-15 Desember. Mereka melakukan patroli malam dan patroli pagi dengan memberikan pengarahan kepada pengunjung baik yang berasal dari dalam kota maupun luar kota. “Patroli dialogis ini mengedepankan pendekatan personal kepada masyarakat,” terang AKP Suprapto sebagai pimpinan tim. “Kami juga berpatroli keliling dan mendatangi sejumlah vila, hotel bahkan tidak luput dalam pengawasan tersebut seperti toko emas dan gedung pemerintahan serta bank, rumah pejabat, dan objek vital lain yang ada di wilayah Magetan,” tambahnya. Kasatsabhara Polres Magetan tersebut mengatakan, petugas juga berdialog bersama pemilik dan karyawan toko dengan materi imbauan agar selalu melakukan pengecekan alat keamanan. Apabila ada orang asing mencurigakan diharap segera datangi atau hubungi petugas terdekat. AKP Suprapto menyampaikan, sejak siang semua anggota diapelkan untuk mengamankan sesuai dengan tugas masing masing. “Dengan patroli dialogis ini diharapkan bisa memberikan situasi aman dan nyaman kepada masyarakat serta wisatawan yang berlibur,” tutupnya. (alv/ack/mt)

Ponorogo, Memorandum Ribuan warga memadati pembukaan tempat wisata Ngebel Adventure Park (NAP) di Desa/Kecamatan Ngebel. Kabupaten Ponorogo, Minggu (15/12). Mereka menyaksikan ratusan pelari cross country yang mengikuti Half Marathon 2019. Bendera start dikibarkan Kepala Dispora Ponorogo Lilik Slamet Raharjo. Menurut dia, agenda ini abakal digelar rutin untuk menambah kalender kegiatan sport tourism. Terutama di beberapa destinasi wisata alam yang dimiliki Kabupaten Ponorogo. “Lari lintas alam ini selain sebagai ajang mengasah kemampuan dan silaturahmi antara komunitas maupun pelari dari Ponorogo dengan peserta luar daerah,” terangnya usai pemberangkatan

peserta. Tujuan besarnya, lari lintas alam ini untuk mepromosikan wisata alam Telaga Ngebel ke peserta lari maraton dari luar daerah. Diharapkan, mereka bisa mengabarkan kepada darahnya setelah mengikuti lomba. Kegiatan Lari lintas alam Half Marathon 2019 diikuti sebanyak 305 peserta dan menempuh jarak kurang lebih 21 KM dan 7 KM denagn mengambil rute di sekitaran pinggiran Telaga Ngebel, hutan pinus, sungai, dan kebun kopi. (ji/mt/epe)

FOTO: MEMORANDUM/PUJI SISWANTO

FOTO: MEMORANDUM/ALV

Cross Country Ramaikan Wahana Baru di Ngebel

Pelari Half Marathon 2019 antusias menyusuri rute yang mengelilingi Telaga Ngebel.

Polisi Imbau Pemotor Waspadai Hujan Angin Magetan, Memorandum Mengantisipasi pemakai jalan aman dan terhindar dari kecelakaan atau musibah akibat bencana alam di wilayahnya, Polres Magetan pada Sabtu (14/12) malam, mengumpulkan komunitas motor di Balai Desa

Tawanganom. Dikmas tertib berlalu lintas ditujukan kepada pecinta motor vespa Magetan Scooter Club (MSC). Menurut Kasatlantas AKP Ega Prayudi, agenda ini akan rutin dilakukan dengan mengundang kelompok berbeda. “Kami

Selamat

Selamat HUT Ke-50 SKH Memorandum dan Pembukaan Kantor Biro Mataraman di Kabupaten Magetan MARTABAK SAFRIDA Depan RSAL Jalan Ahmad Yani Surabaya

dan Pembukaan Kantor Biro Mataraman di Kabupaten/Kota Madiun

Jhoni Nasgor "GoyanG" Jalan Jemur Wonosari Lebar 31 Surabaya

FOTO: MEMORANDUM/ACK

HUT Ke-50 SKH

Anggota MSC dikumpulkan Polres Magetan di Balai Desa Tawanganom.

pada dikmas lalu lintas memberi imbauan kepada masyarakat pecinta motor agar di musim penghujan ini, mewaspadai potensi bencana alam yang terjadi.

Apalagi beberapa hari lalu angin puting beliung dan banjir pernah menerjang beberapa desa di magetan,” terangnya kemarin. Salah satu imbauan yang

dikeluarkan adalah hindari berteduh di bawah pohon saat angin ribut. Sebab, ada potensi pohon tumbang yang bisa berakibat fatal bagi manusia. (ack/alv/mt)


LAMONGAN-TUBAN-BOJONEGORO

SENIN KLIWON, 16 DESEMBER 2019 HALAMAN 15

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BBIRO: Supardi (Hardy). LAMONGAN: M Nur Ali Zulfikar. BOJONEGORO: Sutopo. IKLAN/PEMASARAN: Wahyudi. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 0313959494- 085311868686

Miras Oplosan Makan Korban

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

Lamongan, Memorandum Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir mengatakan, Islam masuk dan berkembang di Indonesia tidak dengan kekerasan dan teror. Tetapi dengan cara yang rahmah dan damai. Hal itu disampaikan Haedar dalam tabligh akbar peringatan Milad 107 Muhammadiyah di Alun-alun Lamongan, Minggu (15/12) pagi. Guru besar sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tersebut, menjelaskan proses masuknya Islam melalui proses yang panjang, berawal dari aliran kepercayaan, animisme dinamisme hingga ke agama Hindu dan Budha. “Dengan santun Islam perlahan di terima masyarakat Indonesia yang beragam dan menjadi agama mayoritas yang menggantikan agama hindu bunda yang sudah lama mendarah daging sebelumnya, di era kerajaan,” ujarnya. Haedar mengungkapkan, Islam di Indonesia saat ini mempunyai misi untuk mengekspor semangat rahmatan lil alamin dunia internasional, agar ajaran Islam yang ramah dan damai bisa diterima masyarakat dunia. “Sebelum di ekspor terlebih kita harus berkaca pada diri sendiri dan Islam di Indonesia secara luas. Sebelum di ekspor sudah seharusnya kita memperbaiki dari dalam dulu,” tegas pria dengan puluhan karya buku ini. Sementara Bupati Lamongan H Fadeli sering merasa iri dengan Muhammadiyah. Karena hampir setiap tahun Muhammadiyah membangun gedung baru, amal usaha baru yang belum mampu ditiru, apalagi disaingi Pemkab Lamongan. “Muhammadiyah telah banyak membantu pembangunan di Kabupaten Lamongan. Terbukti berkat kiprah Muhammadiyah Indeks pembangunan manusia (IPM) Lamongan mencapai 71,9 persen,” ungkap Bupati dua periode ini. Dalam kesempatan tersebut Haedar Nashir meresmikan beberapa amal usaha baru milik Muhammadiyah, diantaranya gedung RSU Muhammadiyah Babat, RS Muhammadiyah Kalikapas, Gedung Baru RS Muhammadiyah Lamongan dan beberapa di bidang pendidikan. (al/har/mik)

Bupati Anna Muawanah bersama Kapolres AKBP M Budi Hendrawan dan Dandim 0813 Letkol Inf Bambang Hariyanto ikut senam.

Bupati Soft Launching Senam dan Lagu Ayo Produktif Bojonegoro, Memorandum Bupati Bojonegoro Anna Muawanah melakukan soft launching senam dan lagu Ayo Produktif di Alun-Alun Kota Bojonegoro, Minggu (15/12) dalam acara CFD (car free day). Acara tersebut diikuti Bupati, kepala OPD, pejabat Forkopimda, dan ratusan masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati mengajak masyarakat untuk menciptakan kerukunan serta menjaga kebersamaan untuk membangun Bojonegoro yang lebih produktif. “Mari bersama-sama kita menjaga kerukunan serta kebersamaan untuk membangun Bojonegoro yang lebih produktif lagi,” ajak Anna, kemarin. Kemudian, ia melihat perkembangan dunia yang terus progesif. Maka perlu kita ciptakan sebuah inovasi serta kreatifitas, sehingga nanti dengan hal itu cita-cita kita bersama akan terwujud. “Melihat hal itu, pada lirik lagu Ayo Produktif juga sudah terdapat ajakan kepada masyarakat terus termotivasi, berkarya dan bekerja. Guna mampu memberikan semangat untuk meningkatkan ketrampilan yang muaranya untuk menuju kesejahteraan bersama,” tandas Anna. (top/har/mik)

Dengan berdasarkan keterangan dari tersangka Suharto dan Suwandi, tim kepolisian kini sedang memburu terduga pemasok miras jenis arak yang sampai kini dalam pengintaian. Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat menjelaskan, bahwa ia bersama anggota kini sedang melakukan pengembangan dan pendalaman lebih lanjut. Beberapa kali saat petugas melakukan penggeledahan di beberapa target sasaran belum ditemukan barang bukti. “Belum ada tersangka lain mas. Masih dalam penyelidikan dan belum ditemukan barang bukti yang menguatkan kita untuk melakukan penangkapan tersangka lain,” ujar pria kelahiran Banyuwangi ini, Minggu (15/12) siang. Perwira dengan tiga balok di

FOTO: MEMORANDUM/ALI

Haedar Nashir: Islam Berkembang di Indonesia dengan Damai

Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat merilis kasus miras oplosan bersama Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung.

pundak ini menegaskan, bahwa seluruh polsek jajaran di 27 kecamatan kini sedang ditugaskan khusus untuk melakukan razia

di tempat yang diduga menjual miras yang dilarang sesuai undang-undang. “Hasilnya kemarin di wilayah

Bojonegoro, Memorandum Operasi Lilin Semeru menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), membuat jajaran Polres Bojonegoro melaksanakan pelatihan sterilisasi atau cek keamanan di Gedung AP I Rawi, Polres Bojonegoro, Minggu (15/12). Rencana operasi tersebut akan dilangsungkan mulai 23 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020. Kegiatan tersebut guna meningkatkan kesiapan dan kemampuan personel agar lebih profesional dalam pelaksanaan tugas sterilisasi dan pengamanan lapangan. Latihan dibuka oleh Kabag Ops Polres Bojonegoro Kompol Teguh Santoso, dan diikuti oleh Kasatsabhara Polres Bojonegoro, tim Jibom Brimob Kompi 3 Yon C Pelopor Bojonegoro, Kanitsabhara jajaran Pores Bojonegoro , 20 anggota Satsabhara Polres Bojonegoro. “Tujuan latihan sterilisasi secara garis besar adalah tentang kehadiran Polri pada kegiatan masyarakat. Sehingga dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa aman, nyaman kepada masyarakat,” ujar Kompol Teguh Santoso. Kabag Ops meminta agar semua personel yang terlibat dalam sterilisasi maupun

pengamanan agar selalu koordinasi dengan pengurus gereja pada saat melaksanakan sterilisasi gereja. Pihaknya meminta Kanitsabhara polsek jajaran dan anggota satsabhara selalu koordinasi dengan para pengurus gereja. Dalam kesempatan itu, pihaknya juga meminta kanitsabhara harus ada di tempat untuk penanda tanganan berita acara sterilisasi. Selanjutnya, saat jemaah memasuki gereja dilarang untuk membawa barang barang yang tidak perlu serta laksanakan Strelisasi sesuai dengan standard operating procedure (SOP) yang berlaku. “Pelatihan ini upaya kami lakukan, sebagai bagian dari persiapan Operasi Lilin 2019. Melatih kesiapsiagaan para anggota, dan menciptakan rasa aman, nyaman di masyarakat,” tuturnya. Ia meminta para anggotanya tidak meremehkan setiap kondisi di lapangan. Kesiapsiagaan dan kewaspadaan harus terus ditingkatkan, untuk menjaga kedamaian dan keamanan masyarakat saat melakukan kegiatan ibadah Natal dan Tahun Baru. (top/har/mik)

Persyaratan: Surat Permohonan Lamaran Ijasah S1 atau Yang Berpengalaman Jurnalis Pas Photo 4×6 SKCK dari Kepolisian Contoh tulisan (2 berita krimimal dan Pemerintahan)

Lamaran kirim ke Alamat Perum Graha Bunder Asri Jl. Emerald VI No 3, Kembangan, Kebomas-Gresik atau email : Skhmemorandum.86@gmail.com cc hardy86ae@gmail.com

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dalam sebuah acara di Stasiun Bojonegoro.

Kereta Sancaka Bojonegoro-Jogja Diharapkan Bisa Tingkatkan Perekonomian

Simulasi pengamanan yang dilakukan anggota jajaran Polres Bojonegoro.

Bojonegoro, Memorandum Sejak 1 Desember 2019 lalu, warga Bojonegoro dapat melakukan perjalanan ke Jogjakarta dengan Kereta Api (KA) Sancaka Utara rute Surabaya-Bojonegoro-Solo-Jogja. Dengan sudah beroperasinya Sancaka tersebut, diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Bojonegoro. Kelebihan Sancaka yaitu menyediakan dua kelas, yakni eksekutif empat gerbong dan empat gerbong lainya kelas bisnis. Dengan total tempat duduk 440 buah. Untuk tarif kelas eksekutif mulai dari Rp 230 ribu hingga Rp 340 ribu. Sedang untuk kelas bisnis penumpang harus membayar Rp 150 ribu hingga Rp 240 ribu per tempat duduk. Executive Vice President PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya Suryawan Putra Hia mengatakan, bahwa sebenarnya dari sisi bisnis KA Sancaka Utara kurang menarik dibandingkan dengan KA Sancaka Selatan. Namun, kereta tersebut diharapkan bisa untuk membantu meningkatkan geliat perekonomian di Bojonegoro.

“Kita sudah dan terus bekejasama dengan Pemkab Bojonegoro untuk kepentingan masyarakat Bojonegoro,” Suryawan, Minggu (15/12). Untuk KA Sancaka Utara melawati Surabaya Pasar Turi, kemudian Stasiun Kota Lamongan, Stasiun Babat, Stasiun Bojonegoro. Kemudian Stasiun Cepu, Stasiun, Randublatung, dan Stasiun Gambringan. Kemudian Stasiun Solo Balapan, Stasiun Klaten dan berhenti di Stasiun Tugu Jogjakarta. Sementara itu Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, menyampaikan jika pemerintah kabupaten (pemkab) bersinergi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) persero untuk memberikan pelayanan dasar dan konsep kesejahteraan rakyat serta meningkatkan mobilisasi masyarakat di Bojonegoro. “Diharapkan dengan tambahan-tambahan kereta api yang berhenti di Stasiun Bojonegoro ini, dapat meningkatkan perekonomian, menarik wisatawan untuk berkunjung, serta memberkan kemudahan untuk bepergian,” kata Bupati Anna. (top/har/mik)

Rawan Konflik Pilkada, Bawaslu Koordinasi dengan Polres Gresik Gresik, Memorandum Mendekati pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Gresik 2020, badan pengawas pemilihan umum (bawaslu) setempat melakukan rapat koordinasi dengan Polres Gresik. Sebagai bentuk persiapan, bawaslu mengacu pada penyelenggaraan pemilu sebelumnya. Yakni dengan melihat index kerawanan pemilu Kabupaten Gresik mulai 2010 hingga 2019, Minggu (15/12). Divisi Pengawasan Bawaslu Kabupaten Gresik M Syafi’

Jamhari mengatakan, ada beberapa titik wilayah yang terjadi pelanggaran selama proses berlangsungnya pemilu tersebut. “Kita perlu melakukan koordinasi dan identifikasi titik-titik wilayah rawan konflik secara inten dengan pihak kepolisian dan masyarakat terkait pengawasan pemilu agar bisa meminimalisir kerawanan konflik” jelasnya, kemarin. Ketua Bawaslu Gresik Moch Imron Rosyadi mengatakan, bawaslu dan polres harus berjalan bersama-sama dalam pengawasan, baik di masyarakat

FOTO: MEMORANDUM/ANDRIYANTO

GRESIK dan TUBAN

na ketika kita Razia, mirasnya sudah tidak ada,” pungkas mantan Wakasatreskrim Polresta Sidoarjo ini. (al/har/mik)

Jelang Nataru, Polres Simulasi Cek Keamanan

LOWONGAN WARTAWAN Dibutuhkan wartawan Penempatan wilayah

Kecamatan Sugio diamankan puluhan liter miras jenis arak dan tuak. Sementara di beberapa wilayah lain kita dikelabuhi. Kare-

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menandatangani peresmian Amal Usaha Muhammadiyah di Lamongan.

Lamongan, Memorandum Satreskrim Polres Lamongan mendalami dan menyelidiki kemungkinan ada keterlibatan tersangka lain dalam kasus miras oplosan yang menewaskan warga Kecamatan Karangbinangun.

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

FOTO: MEMORANDUM/ALI

Satreskrim Dalami Keterlibatan Tersangka Lain

Rapat koordinasi Bawaslu dengan Polres Gresik di kantor Bawaslu, Jumat (13/12) lalu.

maupun di media sosial agar Pilkada 2020 Kabupaten Gresik berjalan lancar. “Keamanan dan penga-

wasan harus ditingkatkan terutama saat distribusi logistik dan proses pemilihan di tempat pemungutan suara (TPS),”

terangnya. Sehingga untuk peningkatan keamanan, pihaknya mengusulkan agar ada penambahan anggaran personel untuk pengamanan. “Untuk keamanan di Pilkada 2020 mendatang ditambah menjadi 680 personil” pungkasnya. Sekadar diketahui Kasatintel Polres Gresik AKP Jingga Novriyanto dan Kanitpolitik Polres Gresik Ipda Fathur Rozi serta jajaran komisioner Bawaslu Gresik turut hadir dalam rapat tersebut. (dri/har/mik)


GRESIK-PANTURA

SENIN KLIWON, 16 DESEMBER 2019

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 16

KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Syaifuddin Anam, Hardy, M Amin Alamsyah. Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEP

Dikeluhkan Masyarakat, Warung Remang Dirazia Mendapat keluhan itu aparat gabungan TNI, Polri, dan camat serta satpol PP melakukan razia bersama di sejumlah warung dua lokasi tersebut. Hasilnya, puluhan botol miras berbagai merek diamankan. Ada juga sisa puluhan botol kosong ditemukan. “Semua miras beserta pramusajinya kami bawa ke kantor kecamatan,” kata Kapolsek Cerme AKP Nur Amin, Minggu (15/12). Dia mengatakan, miras itu dibawa ke Mapolsek sebagai bukti di persidangan tindak pidana ringan. Mantan Kapolsek Kedamean itu menambahkan, razia ini bukan hanya menanggapi keluhan masyarakat. Juga, menciptakan keamanan menjelang Natal dan Tahun Baru nanti. “Kami Muspika Cerme akan

Emha Ainun Najib (Cak Nun) bersama KH Mustofa Bisri (Gus Mus).

FOTO: MEMORANDUM/ALI

Gus Mus dan Cak Nun Ngaji Bareng sastraan. Keduanya sama-sama berlatar belakang pesantren, meskipun berbeda tempat, namun kerap dianggap khalayak lintas usia sebagai kiai plus budayawan. Selain membentuk dan menyampaikan narasi Islam secara verbal di depan umum, keduanya juga aktif menulis yang bernunsa ilahiah. Gus Mus dan Cak Nun adalah contoh potret ulama yang menyikapi keberagaman di antara masyarakat Indonesiai sebagai anugerah Tuhan. Karenanya, penyampaian narasi Islam yang dilakukan keduanya ke khalayak dilakukan secara ramah, bukan marah-marah. Merangkul, bukan memukul. Dia memperkirakan, jumlah jamaah yang hadir dalam Ngaji Bareng Gus Mus, Cak Nun dan Kiai Kanjeng akan mencapai puluhan ribu orang. Panitia sendiri telah menyiapkan 30.000 porsi kuliner untuk jamaah. “ Peringatan Maulid Nabi, memang dianjurkan untuk kita berbagi,” ujarnya. Panitia, lanjut Syafiqi, juga sebelumnya mohon maaf. Terutama bagi para pengguna Jalan Raya Bungah-Sidayu apa bila tersendat selama kegiatan berlangsung. Selain yang mau hadir dalam kegiatan tersebut, sebaiknya para pengguna jalan yang bisa mencari jalur alternatif. “Sekali lagi kami mohon maaf dan keikhlasannya,” ujarnya. (an/har/mik)

Lamongan, Memorandum Anggota Satlantas Polres Lamongan Aipda Andreas Dwi Anggoro yang menjadi korban penyerangan teroris menggunakan ketapel pada 20 November 2018 lalu, mendapat kompensasi dari Kementerian Kordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban atau LPSK di ruang Nakula Gedung A Lantai 6 Kemenkopolhukam Jalan Merdeka Barat nomor 15 Jakarta Pusat, Jumat (13/12) sore lalu. Kompensasi yang diberikan sebesar Rp 36.353.277.Pemberian kompensasi adalah salah satu wujud perhatian pemerintah kepada korban aksi terorisme yang didasarkan pada Undang-undang nomor 5 tahun 2018 tentang perubahan atas undang undang nomor 15 tahun 2003 tentang

wenang,” pungkas mantan Kabaghumas Pemkab Gresik tersebut. (an/har/mik)

Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung mendampingi Aipda Andreas menerima kompensasi.

penetapan Peraturan Pemerintah pengganti undang undang nomor 1 tahun 2002 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme. Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung berterimakasih kepada pemerintah pusat atas perhatian yang sangat luar biasa terhadap anggota kepolisian yang menjadi korban dari ganasnya aksi terorisme.

“Selain Aipda Andreas, kompensasi juga diberikan kepada Aiptu Widi Harjana anggota Polres Cirebon yang juga menjadi korban dari aksi teorisme kelompok JAD yang terafiliasi dengan ISIS. Di mana mereka menjadikan Polri sebagai target amaliyah,” ujar perwira polisi dengan dua melati di pundak ini, Sabtu (14/12) pagi lalu. Sementara Menteri Polhukam Muhammad Mahfud MD, dalam

sambutannya menjelaskan bahwa berharap ke depan bisa mengundang dan bisa dihadiri langsung oleh Presiden, mengingat acaranya sangat penting dan perlu motivasi langsung dari pimpinan negara. “Nilai kompensasi mungkin tidak sebanding dengan apa yang dirasakan para korban. Tapi setidaknya kompensasi tersebut bermanfaat bagi korban dan keluarganya,” kata pria yang pernah menjadi pimpinan tertinggi Mahkamah Konstitusi RI itu. Ketua LPSK Hasto Suroyo Atmojo berharap agar kompensasi kepada korban terorisme bisa segera terealisasikan dan bermanfaat. LPSK berkomitmen akan memberikan bantuan medis dan rehabilitasi psikologis. “LPSK mengajak Menkopolhukam agar bisa secara langsung mewakili negara untuk memberikan kompensasi kepada para korban sebagai bentuk perhatian dan kepedulian,” terangnya. (al/har/mik)

Gresik, Memorandum Untuk mengantisipasi terjadinya banjir tahunan yang melanda wilayah Gresik selatan, mendapat perhatian khusus dari Polres Gresik dan Kodim 0817 Gresik. Antisipasi sejak dini ini dilakukan dengan mendirikan tenda darurat bencana di sejumlah lokasi terdampak. Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo menyampaikan, tenda darurat bencana tersebut dibangun bersama Kodim 0817 Gresik, BPBD, Dinkes sebagai posko pengungsian warga yang terdampak banjir. Pendirian tenda atau posko darurat untuk korban banjir yang datang sewaktu-waktu harus diantisipasi dengan tempat pengungsian sementara.

“Kami juga menjamin keamanan masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi banjir,” imbuh alumnus Akpol 2000 tersebut. Posko tersebut akan berdiri selama curah hujan masih tinggi. Setiap hari posko itu akan disiagakan personel gabungan antara 10 sampai 15 orang. Jika ramalan curah hujan di BMKG sudah aman, maka tenda ini akan tarik kembali. Pihaknya berharap dengan berdirinya posko dan kesiapan personel di lapangan tidak ada korban jiwa jika banjir melanda. “Kami juga ke rumah-rumah warga untuk memberitahu jika ada pendirian posko bencana,” kata Kusworo didampingi Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Budi Handoko.(an/har/mik)

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM

Antisipasi Banjir sejak Dini, Polres Dirikan Posko Darurat

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

tresk treskrim Aiptu Khoirul Un Unsa. Sasarannya, di w warung-warung unt tuk antisipasi Nat taru. “Kemungkinan g gangguan Kamtibmas bisa terjadi pada saat Natal dan Tahun Baru, baik itu aksi terorisme maupun kriminalitas lainya seperti bobol rumah kosong karena ditinggal liburan,” kata Kapolsek Singgahan, AKP Ali Kanapi, kemarin. Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono menegaskan, dalam menyambut Nataru kegiatan patroli dan Kring Serse memang lebih intensif dari hari biasanya. “Antisipasi di tempat-tempat obyek vital, tempat-tempat ibadah dan wilayah rawan kriminilitas harus diutamakan untuk menjaga Kamtibmas di wilayah masing-masing, “tegas mantan Kasubdit Jatanras Polda Jawa Tengah. (top/har/mik)

Anggota Polsek Jatirogo sedang patroli gereja, Minggu (15/12).

diberikan. “Nanti akan kami serahkan kepada petugas yang ber-

Jadi Korban Terorisme, Anggota Polres Lamongan Terima Kompensasi dari Menko Polhukam dan LPSK

Jelang Nataru, Polres Tuban Intensif Patroli dan Kring Serse Tuban, Memorandum Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), jajaran Polres Tuban intensif melakukan patroli ke gereja-gereja sekaligus mengantisipasinya dengan giat ‘Kring Serse’. Seperti yang dilaksanakan anggota Polsek Jatirigo, Polres Tuban tepatnya di Gereja Pantekosta di Indonesia “Efrata” di Wotsogo, Minggu (15/12). Selain patroli, anggota juga melakukan pengecekan di gereja dan tidak ditemukan benda yang membahayakan. Korps baju coklat ini juga melakukan dialogis kepada pendeta Vanny T Maidangkay beserta para jemaat serta berpesan agar ati tetap berhati-hati a dan waspada jaga kamtibmas. Tujuan lainn-ya adalah mem-berikan rasa aman dan nyaman dalam beribadah. “Diharapkan masyarakat j i k a m e nemukan setiap gangguan Kamtibmas agar berperan aktif dengan cara menginformasikan kepada petugas Polsek Jatirogo Polres Tuban,” kata Kapolsek Jatirogo AKP Budi Santoso, kemarin. Dijelaskan olehnya, dengan kegiatan patroli ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada umat Kristiani yang tengah beribadah. Sehingga dapat senantiasa terjaga dan beribadah dengan khidmat. Di tempat terpisah, unit Reskrim Polsek Singgahan yang melakukan giat patroli Kring Serse itu dipimpin oleh Kani-

Muspika Cerme menunjukkan miras hasil razia.

FOTO: MEMORANDUM/ALI

Gresik, Memorandum Dua ulama sekaligus budayawan nasional akan tampil dalam satu majelis.Yakni, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dan Emha Ainun Najib (Cak Nun). Keduanya akan hadir bersama Grup Gamelan Kiai Kanjeng dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan HSS Bungah, Jalan Raya Bungah-Sidayu, Gresik, Senin (16/12) nanti malam pukul 19.00. “Alhamdulillah, Gus Mus dan Cak Nun insya Allah hadir. Kehadiran beliau dalam satu majelis di Gresik, di tengah jadwal ngaji dan ceramah beliau-beliau, saya kira ini momentum langka. Bahkan, mungkin baru kali pertama di Jawa Timur,” kata Syafiqi M. Zain, panitia Ngaji Bareng Gus Mus, Cak Nun, dan Kiai Kanjeng, Minggu (15/12). Karena itu, pihaknya meyakini kehadiran Gus Mus, Cak Nun ditambah salawatan bersama Kiai Kanjeng tersebut akan menyedot banyak jemaah. Bukan hanya dari Gresik, melainkan juga dari Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Pasuruan, dan daerah lain di Jawa Timur. Bahkan mungkin jemaah dari luar provinsi. “Kehadiran beliau berdua dalam satu majelis itu seolah menjadi oase untuk kita semua dalam berbangsa, bernegara, beragama dan bermasyarakat,” ungkapnya. Untuk diketahui, Gus Mus dan Cak Nun mempunyai gerakan dakwah yang khas. Di antaranya dengan menggunakan media kesenian dan kesu-

berusaha menjamin keamanan masyarakat. Menciptakan wilayah yang aman dan kondusif,” paparnya. Sementara itu Camat Cerme Suyono menambahkan, koordinasi dengan kapolsek dan Danramil Cerme terus dilakukan untuk menciptakan keamanan di wilayahnya. Pihaknya juga mengimbau kepada pramusaji untuk mengecilkan suara musik di warungnya. “Jangan sampai mengganggu ketentraman masyarakat. Kami juga lakukan pendataan pemilik warung yang menjual miras, agar tidak mengulangi perbuatannya lagi,” imbuh mantan Camat Wringinanom tersebut. Ditambahkan, pengawasan akan terus dilakukan. Jika masih ada yang kedapatan menjual miras lagi, tindakan tegas akan

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM

Gresik, Memorandum Keberadaan warung remang di Desa Dungus dan Kandangan dikeluhkan masyarakat. Selain suara musiknya mengganggu, banyak warung yang diduga menjual minuman keras (miras). Pakaian pramusaji pun dianggap kurang sopan.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Budi Handoko meninjau peralatan di posko darurat bencana Desa Morowudi.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
MEMORANDUM EDISI 16 DESEMBER 2019 by memorandum - Issuu