Skip to main content

Memorandum Edisi 15 Juni 2020

Page 1

memorandum.co.id

SENIN PAHING, 15 JUNI 2020

memorandumredaksi@gmail.com com

HARGA Rp 3.500,-

DIGIGIT SESAMA PENGEDAR SABU, PRIA JEDONG SUSUL KE PENJARA

SERTIFIKA T

P ER S WAN DE

PUNYA JAM TERBANG TINGGI

Pria 27 tahun itu disergap di rumahnya, Jalan Jedong Gang I. Dari kediaman Sugab, petugas menyita barang bukti lima poket sabu dengan berat masing-masing 0,34 gram, 0,38  Bersambung ke halaman 11 

FOTO: MEMORANDUM/DANNY

Surabaya, Memorandum Tidak ingin sendirian masuk penjara, Hendri Windartok alias Wiwit (40), menggigit temannya sesama pengedar sabu. Berbekal keterangan tersebut, anggota Unit Idik I Satreskoba Polrestabes Surabaya mengamankan Bagus Holden Gautama alias Sugab.

Bagus Holden Gautama alias Sugab dan barang bukti yang disita.

Setiap minggu, tersangka bisa menjual belasan poket sabu. Kami mengindikasi kuat jika ada pemasok besar yang ada di belakang tersangka. Saat ini kami masih berkoordinasi dengan anggota untuk mengungkapnya. AKBP MEMO ARDIAN KASATRESKOBA POLRESTABES SURABAYA

Wanita Curi Parfum Terekam CCTV

Tiga Bersamaan Oleh: Dahlan Iskan

T

iga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang, NTT. Lahirnya ide pun hampir bersamaan: tiga bulan lalu. Ide pemikiran mereka sama: pool test Covid-19. Tiga orang itu memang punya keinginan yang sama: agar sebanyak mungkin orang Indonesia menjalani tes Covid-19. Tentu mereka mencari cara agar biaya tes itu murah. Caranya: lewat peningkatan kapasitas lab --tanpa menambah fasilitas.  Bersambung ke halaman 5 

Surabaya, Memorandum Aksi pencurian di toko swalayan, Jalan Manyar Tegal, terekam closed circuit television (CCTV). Rekaman berdurasi 1 menit 23 detik itu dibagikan di media sosial Facebook oleh akun Rony Ayee. Dalam rekaman tersebut, memperlihatkan aksi seorang wanita berambut panjang, berpakaian merah dan mengenakan masker. Semula wanita tersebut masuk ke dalam toko swalayan seperti pembeli pada umumnya. Selanjutnya, dia memegang beberapa barang yang dipanjang lalu meletakkannya kembali. Hingga akhirnya wanita itu menjarah dua botol parfum yang diletakkan di etalase dan segera memasukkan ke tas yang  Bersambung ke halaman 11  Pelaku pencurian parfum di toko swalayan yang terekam CCTV. FOTO: MEMORANDUM/INDRA

Innova Tabrakan dengan Motor, 1 Luka

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Korban terluka di kepalanya. Jelas keduanya melanggar. Untuk saat ini, kami akan melakukan penyelidikan dan melihat pelanggarannya sejauh mana. AKP M FAKIH

KANITLAKA SATLANTAS POLRESTABES SURABAYA

Massa berkerumun di Jalan Ahmad Yani sekadar melihat kecelakaan.

Sara Wijayanto

SEMUA orang pasti punya pengalaman masa lalu yang buruk. Bukan untuk mengulang lagi, tapi dijadikan pegangan hidup untuk bangkit. Artis Sara Wijayanto mengaku sempat menggunakan narkoba semasa remaja.  Bersambung ke halaman 11 

FOTO: MEMORANDUM/FERY

Pergaulan Salah Martin Ginting

PN Surabaya Hentikan Sidang Perdata Surabaya, Memorandum Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mulai Senin (15/6) hingga dua minggu ke depan menghentikan semua pelayanan masyarakat. Dikatakan Humas PN Surabaya Martin Ginting, bahwa langkah yang diambil

pengadilan untuk memutus penyebaran mata rantai coronavirus disease 2019 (Covid-19). “Mulai besok (Senin, red) sampai dua minggu pelayanan kita hentikan,” ujar Martin Ginting, Minggu (14/6). Lanjutnya, tidak hanya di pelayanan  Bersambung ke halaman 11 

FOTO: MEMORANDUM/FERRY

Surabaya, Memorandum Pelajar mengemudikan Innova L 1903 PW terlibat kecelakaan dengan motor di Jalan Ahmad Yani, depan Kantor Dolog. Ternyata keduanya sama-sama tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM).  Bersambung ke halaman 11 

Petugas Sat PJR Polda Jatim mengolah tempat kejadian perkara (TKP).

Hindari Truk, Pikap Terperosok ke Sungai Surabaya, Memorandum Niatnya menghindari tabrakan dengan truk yang mendahuluinya, pikap N 8689 RF yang disopiri Safik Hariyanto (28), warga Jalan Ikan Kerapu 33, Kecamatan Mayangan, Probolinggo, malah terperosok ke sungai, Minggu (14/6) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan di KM 762.200/A, Sidoarjo mengarah Porong tersebut. Namun muatan ikan yang dibawa pikap hitam tersebut berhamburan ke sungai.  Bersambung ke halaman 11 

MEMBURU RESTU ORANG TUA PASCAHAMIL DI LUAR NIKAH Έ1Ή

Bertemu Pertama di Pameran, Tidak Sengaja Nonton Bareng di TP + Meng, menurut kalangan dewan, larangan pembukaan RHU (rumah hiburan umum) bernilai tendensius. -

Kenapa? Nggak bisa mangku pemandu lagu ya?

Si Mameng (Mami purel)

“Awalnya aku tak percaya kehamilan itu benar-benar terjadi pada diriku,” tulis seorang pembaca Memorandum dalam email-nya. Pembaca itu, sapa saja Sulis, adalah karyawati sebuah bank. Yuli Setyo Budi, Surabaya

Sulis menyatakan tidak yakin karena dia dan teman kencannya—bukan pacar—hanya melakukan sekali. Teman kencannya, sebut saja Agus, pun geleng-geleng kepala. “Dia bahkan kaget saat kukabari bahwa aku terlambat,” tulis Sulis. “Masa sih?” begitu kesangsian Agus yang diungkapkan kepada Sulis, “Jangan-jangan hanya mundur. Adikku juga

sering begitu kok. Setelah ditunggu satu-dua minggu, ternyata menstruasi juga.” Sulis berusaha meyakinkan diri dan berdoa semoga yang dikatakan Agus benar. Putri semata wayang ini lantas menghitung hari. Lewat sehari, tamu rutin yang diharapkan datang saban bulan itu belum muncul. Lewat dua hari, masih belum.Tiga hari, belum juga.  Bersambung ke halaman 11 

PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera  SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986  PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390  REDAKSI: 031-8275390  FAX: 031-8291078  LAYANAN PENGADUAN KORAN & IKLAN:

081-2325-2205


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

SIDOARJO

SENIN PAHING, 15 JUNI 2020 HALAMAN 2

FOTO: MEMORANDUM/WA

FOTO: MEMORANDUM/WA

KEPALA BIRO: Jokosan. WARTAWAN: Agus M, Slamet Wibowo, Ahmad Zaenal Abidin, Ulum Fajar Setiawan. PEMASARAN/IKLAN: Kristion,Afin Maulidin, Suprianto, Iswin Afrizal. TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com

Sidoarjo, Memorandum Teror lempar batu ke kaca mobil yang sedang melintas kembali terjadi di Jalan Raya Taman. Beberapa pengemudi bahkan terluka akibat peristiwa itu. Akibatnya korban harus menanggung rugi setelah sebuah batu yang dilempar orang tak jelas berhasil merusak kaca depan kendaraan. Dari informasi yang berhasil dihimpun, salah satu lokasi yang kerap menjadi sasaran aksi pelemparan batu berada di Jalan Raya Kletek. Bahkan salah satu korban, Ogi Bachtiar harus mengalami luka di bagian mata kanannya. Hal akibat terkena lemparan batu dan serpihan kaca. “Tidak jelas apa maksudnya, tapi kami minta agar para driver untuk lebih berhati-hati,” kata Ogi, Minggu (14/6). Tri Agus, salah satu warga sekitar mengaku, aksi semacam itu kerap terjadi dan meresahkan warga. Bahkan saat dirinya melintas di Jalan Raya Taman, sebuah mobil yang sedang melintas juga menjadi korban aksi lempar kaca mobil itu, Sabtu (13/6) malam. Kendati tidak sampai melukai pengemudi, namun cukup membahayakan apalagi PJU di sekitar lokasi tidak menyala. “Waktu itu saya minta agar korban melapor ke polisi,” paparnya. Sementara itu, Kapolsek Taman Kompol Hery Setyo Susanto mengatakan, jika sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan korban aksi pelemparan yang membuat sejumlah mobil mengalami kerusakan. Hanya saya pihaknya berjanji untuk menindaklanjuti hal itu. “Kami akan tindaklanjuti, agar anggota terus menggelar patroli di sana,” jelasnya.(wa/jok/epe)

FOTO: MEMORANDUM/LUD

PSBB Tinggalkan Jebakan Hukum

M Husni Thamrin SH

Sidoarjo, Memorandum Penyaluran dana pada desa/kelurahan serta RT/ RW untuk pembiayaan program penanganan covid-19 di Kabupaten Sidoarjo, rentan menimbulkan jebakan hukum jika tidak disertai dengan pendampingan dan pengawasan yang baik. Ketua Umum Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD) Sidoarjo, M Husni Thamrin mencontohkan penyaluran dana masing-masing sebesar Rp 3 juta untuk

2.073 RW di Sidoarjo. Disebutkannya, pengurus RW tidak pernah mengajukan permintaan anggaran namun tiba-tiba dikucuri dana dari pemkab. Selain itu pencairannya juga baru dilakukan empat hari menjelang berakhirnya PSBB. Di sisi lain, tambah pria yang berprofesi sebagai pengacara itu, pengurus RW juga tidak tahu bagaimana bentuk laporan pertanggungjawabannya. Dalam surat yang ditandatangi Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Sidoarjo itu, disebutkan bahwa dari besaran tersebut, Rp 2 juta di antaranya digunakan untuk uang transport sedangkan sisanya untuk biaya makan dan minum petugas jaga di check point. Sementara fakta yang dilihatnya tidak semua RW menerapkan hal itu. “Ada yang sangat bersemangat sehingga dana sebesar itu tidak ada apa-apanya dibanding dana yang dikeluarkan. Tapi banyak juga RW yang tidak menerapkan,” kata Husni ketika ditemui, Sabtu (13/6). Masalahnya bakal timbul jika kemudian pertanggungjawaban keuangan yang diajukan RW dianggap janggal sehingga dilakukan verifikasi lapangan. “Bisa terjerat hukum kalau sampai terbukti. Apa ini bukan berarti jebakan untuk pengurus RT/RW namanya,” tandas aktvis di berbagai organisasi masyarakat dan kepemudaan itu. Belum lagi dengan urusan penyaluran berbagai skema bantuan sosial yang sebagian datanya berbasis masukan dari pengurus RT/RW yang kemudian terbukti amburadul sehingga mengakibatkan tidak tepat sasaran.(lud/jok/epe)

Amankan Sembilan Penjudi, Sabung Ayam Porong Digerebek Sidoarjo, Memorandum Puluhan penjudi kocar-kacir ketika tim dari Polresta Sidoarjo menggerebek arena judi sabung ayam di Porong. Dari penggerebekan itu, diamankan sembilan penjudi beserta beberapa barang bukti. Arena sabung ayam itu terletak di pekarangan kosong tepat di belakang rumah Hj Sater di Dusun Duren Risen RT 09/RW 03 Desa Glagaharum, Kecamatan Porong. Informasi di lapangan, penggerebekan arena judi sabung ayam itu, dimulai sekitar pukul 14.00.

Dalam waktu kurang lebih satu jam, tim gabungan Polresta Sidoarjo mengangkut dan mengamankan 9 penjudi, sebagian bahkan berasal dari luar Sidoarjo. “Yang diamankan ada 3 warga Glagaharum Porong, warga Tanggulangin, warga Candi, dan ada juga warga Pasuruan,” kata

Sukron, warga sekitar, Minggu (14/6). Selain mengamankan 9 penjudi, tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Porong, satintelkam, satsabhara, satreskrim, dan propam Polresta Sidoarjo juga mengamankan 10 motor, ayam aduan, lembaran karet arena adu ayam, karpet merah, dan kurungan ayam. “Barang sitaan langsung diangkut menggunakan truk,” terangnya. Kapolsek Porong Kompol Sarwo Waskito menjelaskan, penggrebekan sabung ayam itu

menindaklanjuti istruksi dari pimpinan untuk menjaga kondisi kamtibmas di wilayah Porong di masa pandemi covid-19. “Kami hanya mendampingi yang menangani Satsabhara Polresta Sidoarjo. Langsung hubungi kasatsabhara saja,” papar Kompol Sarwo Waskito ketika dihubungi. Kasatsabhara AKP Roy Aquary Prawiro Sastro mengatakan, penggerebekan itu memang untuk menjaga kondisi kamtibmas di wilayah hukum Sidoarjo. Pihaknya mengerahkan 25 personel dan dibantu anggota Pol-

sek Porong, anggota satintelkam, dan satreskrim. Lanjut AKP Roy, 9 penjudi dilimpahkan ke satreskrim untuk menjalani proses hukum.“Semua pelaku dan barang bukti sudah kami limpahkan ke Satreskrim Polresta Sidoarjo, sekarang di tangani Satreskrim,” katanya Roy. Namun hingga beita ini naik cetak, belum ada keterangan resmi dari Kasatreskrim AKP Ambuka Yudha Hardi Putra. Yakni terkait status 9 penjudi yang diamankan tersebut.(wa/jok/epe)

DPRD Harus Awasi Penggunaan Dana Covid-19 Sidoarjo, Memorandum DPRD Sidoarjo harus segera mengambil inisiatif untuk melakukan pengawasan terhadap penggunaan uang daerah yang dibelanjakan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten. “Itu adalah kewenangan DPRD. Selain memiliki fungsi legislasi dan penganggaran, lembaga ini juga memiliki kewenangan untuk mengawasi jalannya roda pemerintahan daerah yang dilakukan oleh pihak eksekutif, termasuk dalam penggunaan dana APBD 2020 untuk covid-19 ini,” tegas M Saiful, aktivis ormas dan juga pengacara asal Sidoarjo. Pria yang akrab dengan panggilan Mamad Ipul itu mengatakan, selama ini penggunaan uang daerah untuk membiayai berbagai program yang

digarap Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten kurang transparan. “Awalnya Rp 114 miliar, tiba-tiba muncul pemberitaan dana yang digunakan sudah Rp 200 miliar. Berikutnya ada kabar lagi dana APBD yang dialihkan sudah Rp 400 miliar lebih. Baru saja saya dapat info katanya alokasinya sampai Rp 1,3 triliun. Ini yang benar yang mana dan buat apa dana sebesar itu,” sergahnya. Menurutnya, Pemkab Sidoarjo memang mendapatkan kewenangan penuh dari pusat untuk mengalihkan (realokasi) dana di pos-pos pembelanjaan di APBD dalam penanganan wabah virus corona. Hanya saja, penggunaan itu tidaklah serta-merta tanpa pertanggungjawaban dan bebas dari pengawasan. Mamad melihat, selama ini pemkab hanya menginfokan jumlah orang yang terpapar

FOTO: MEMORANDUM/LUD

Sopir Jadi Korban, Teror Lempar Batu Kembali Terjadi

Aparat mengamankan barang bukti judi sabung ayam.

M Saiful

corona serta kegiatan pejabat saat memberi santunan yang terkesan mempolitisasi pande-

mi. Di sisi lain, tidak dijelaskan pemanfatan anggarannya apakah sudah tepat sasaran dan sesuai dengan pembelanjaannya. “Domain-nya ada di DPRD. Mereka yang punya kewenangan untuk mengawasi dan harusnya itu yang dilakukan,” tambah Mamad. Menurutnya, DPRD tak perlu khawatir dengan regulasi yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No 1/2020 tentang Covid-19, karena dana APBD dalam masalah ini memang tidak bisa dipersoalkan selama tidak ada penyimpangan. “Masalahnya, bagaimana bisa tahu ada penyimpangan atau tidak jika DPRD memilih diam dan tak melakukan fungsi pengawasan itu. Apa harus menunggu rakyat yang bergerak agar DPRD mau bekerja,” ucap-

nya tegas. Dua Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Bambang Riyoko dari PDI-P dan Kayan dari Gerindra sepakat mengatakan, pihaknya memang tidak memiliki kewenangan apapun dalam hal tersebut. “Sudah diajak bicara soal anggaran saja sudah bagus. Dan lagi kami juga sudah dilibatkan dalam gugus tugas. Di daerah lain kondisinya malah lebih menyedihkan dimana keberadaan lembaga DPRD terpinggirkan dalam penanganan covid-19 ini,” jelas Bambang. Menurutnya pihak yang paling berwenang melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana daerah tersebut adalah BPK. Sedangkan pihaknya hanya memastikan semua program gugus tugas yang menggunakan uang rakyat itu telah terlaksana.(lud/jok/epe)

Sekdes Tulangan: Capek Ngurusi Bantuan Masyarakat Terdampak Sidoarjo, Memorandum Sekretaris Desa (sekdes) Tulangan, Rosa Fatmala mengeluhkan pengurusan bantuan warganya yang terdampak covid-19. Pelayan masyarakat yang digaji dari uang negara itu mengaku capek lantaran banyaknya pekerjaan yang ia kerjakan, seperti menyalurkan bantuan kepada masyarakat dan memasukan data nama masyarakat yang berhak mendapat bantuan. “Saya ini capek mas mengurusi bantuan, saya ini juga relawan,” ujar Rosa Fatmala beberapa waktu lalu. Rosa mengungkapkan, menjadi sekdes sekaligus tim relawan penanganan covid-19 adalah pekerjaan yang menyengsarakan baginya. Apalagi

di saat melakukan pendataan masyarakat penerima bantuan terdampak kemudian ada media yang menanyakan mekanisme kriteria penerima bantuan sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik. Terutama ketika ada yang mengkonfirmasi adanya penerima ganda. “Soro (susah) mas ngurusi BLT, sampean malah tanya- tanya. Ya tidak apa apa sampean tanya, tapi jangan tanya ke saya saja,” keluhnya. Koordinator Sidoarjo Forum, Heru Sastrawan menyayangkan sikap Sekdes Tulangan tersebut. Sebagai aparatur desa yang digaji dari uang rakyat, sudah seharusnya melayani masyarakat dengan tulus dan ikhlas.

FOTO: MEMORANDUM/WIBOWO

Ogi Bachtiar yang harus dirawat.

Rosa Fatmala

Apalagi pada situasi pandemi covid-19 seperti ini. “Kalau capek menjadi sekdes, ya mundur saja. Sekdeskan fungsinya melayani masyarakat,” ujar Heru. Menurut Heru, jika mekanisme dijalankan dengan benar, tentunya penyaluran bantuan tidak akan melenceng dari sasaran. Desa seharusnya terbuka jika ada media yang mencari informasi terkait mekanisme penyaluran bantuan. Karena hal tersebut sebagai bentuk transparansi kepada publik dan mengontrol jalannya penyaluran bantuan yang bersumber dari uang negara. Sesuai undang-undang, media juga berperan untuk mengawasi jalannya pemerintahan dan

mengawasi penggunaan uang negara. “Artinya bantuan itu akan tepat sasaran dan tidak terjadi penerima ganda,” ujar Heru. Sikap sekdes ini mencuat setelah dikonfirmasi terkait sejumlah nama warga yang masuk daftar ganda penerima bantuan. Seperti S dan N warga RT 01/RW 01 yang menerima BLT Rp 600 ribu, kemudian juga menerima bantuan dampak covid-19 sebesar Rp 200 ribu. Namun setelah diketahui penerimaan tersebut ganda, akhirnya bantuan sebesar Rp 200 ribu diberikan kepada warga penerima lain. Namun jumlahnya hanya sebesar Rp 150 ribu, dipotong dengan dalih ganti ongkos antre saat mengambil bantuan.(bwo/jok/epe)

Buka Lagi Kegiatan Belajar Mengajar

Sidoarjo, Memorandum Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah berkunjung ke Pondok Pesatren (ponpes) Progres Bumi Sholawat di Lebo, Sabtu (13/6). Dalam kunjungan tersebut, selain untuk bersilahturahmi kepada pengasuh pondok KH Agoes Ali Mashuri (Gus Ali), pangdam sekaligus meninjau kesiapan pondok yang akan membuka kembali kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan new normal pada 24 Juni 2020. “Di samping saya kangen

sama beliau, juga untuk melihat pondok beliau. Karena menurut informasi 24 Juni akan dibuka lagi kegiatan belajar mengajar, maka kami ingin melihat kesiapannya,” ujar Mayjen Widodo. Menurut dia, ponpes asuhan Gus Ali tersebut kesiapannya dalam menghadapi new normal sangatlah luar biasa. Di setiap sudut halaman sudah ada tempat untuk cuci tangan, di setiap ruangan dan halaman sudah disiapi handsanitizer. Hal tersebut, kata pangdam merupakan bentuk kesiapan untuk melaku-

kan protokol kesehatan dalam menghadapi new normal. “Ini sangat siap sekali, sehingga sangat tepat jika pesatren Gus Ali ini dijadikan salah satu pesantren percontohan untuk menghadapi new normal,” ujar perwira tinggi TNI AD lulusan Akademi Militer 1987 ini. Komandan Kodim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Mohamad Iswan Nusi menambahkan, Pangdam V Brawijaya selain meninjau kesiapan Ponpes Progres Bumi Sholawat menghadapi new normal, juga memerintah-

kan personel TNI untuk membantu pengamanan tempat yang ada di pesantren-pesantren. “Atas perintah Bapak Pangdam V Brawijaya baru saja, kita juga akan membantu dalam pengamanan tempat- tempat keramaian, termasuk yang ada di pesantren,” terangnya. Kodim 0816 mengerahkan 564 personel yang siap untuk mengamankan tempat-tempat keramaian di wilayah teritorialnya. Kegiatan tersebut, kata dia, dilaksanakan dalam rangka membantu pemerintah dalam

mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir, kegiatan tetap bisa dilaksanakan selama mereka mematuhi protokol kesehatan. Gus Ali mengungkapkan, Ponpes Progres Bumi Sholawat siap menyambut new normal dengan berbekal standar prinsip-prinsip kesehatan. “Pakai masker di mana saja apalagi saat proses belajar mengajar, dan selalu mencuci tangan dengan sabun, karena itu bisa mencegah virus corona,” ujarnya.(bwo/jok/epe)

FOTO: MEMORANDUM/WIBOWO

Pangdam V Brawijaya Tinjau Kesiapan Ponpes Bumi Sholawat

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah ketika meninjau Ponpes Progres Bumi Sholawat.


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

KOTA SURABAYA

SENIN PAHING, 15 JUNI 2020 HALAMAN 3

Tarif Angkutan Umum dan Tempat Hiburan Naik Risiko Kapasitas Berkurang 50 Persen Surabaya, Memorandum Penerapan protokol kesehatan usai pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dicabut harus dilakukan secara ketat. Termasuk di angkutan umum dan tempat hiburan. Sebelum pandemi, angkutan umum jumlah penumpang kerap melebihi daya tampung, terutama ketika sedang ramai. Maka sejak ada pandemi Covid-19, angkutan umum mengangkut penumpang hanya 50 persen dari kapasitas yang ada. Ini ditegaskan oleh Ketua Yayasan Lembaga

Perlindungan Konsumen (YLPK) Jatim M Said Sutomo, kemarin. Kondisi tersebut juga berlaku di tempat wisata dan hiburan. Para pengelola harus memangkas jumlah pengunjung hingga 50 persen dengan tujuan agar tercipta physical distancing. “Dengan kebijakan tersebut, pengelola atau pengusaha transportasi umum dan tempat hiburan diperbolehkan menaikkan tarif atau harga hingga dua kali lipat,” ungkap Said Sutomo. Baginya, kenaikan tersebut tidak melanggar UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. “Buat apa ongkos murah kalau tidak ada jaminan kese-

lamatan konsumen,” kata dia. Selain mengurangi daya tampung, mereka juga harus menyediakan masker gratis. Kemudian menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer. Pemerintah juga harus berperan aktif yaitu memangkas penumpukan orang di loket atau pintu masuk dan keluar stasiun dan terminal. “Jadi ada tempat khusus pengaturan agar tidak antrean dan kerumunan,” kata dia. Sementara itu, Kabid Pengawasan dan Pengendalian Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Tundjung Iswandaru mengatakan dalam Peraturan Walikota Surabaya Nomor 28 tahun

2020 telah diatur tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi Covid-19 di Kota Surabaya. Pada bagian ke dua belas Pasal 24, telah diatur tentang kegiatan pergerakan orang dan barang menggunakan moda transportasi. Mulai jasa angkutan transportasi konvensional maupun daring. Selain itu, Tundjung menjelaskan, dalam perwali tersebut juga diatur mengenai protokol-protokol kesehatan yang harus dijalankan oleh setiap operator ojek online atau taxi online. Mereka harus memastikan bahwa unitnya itu dalam keadaan steril dan sudah dilakukan penyemprotan disinfektan. Di samping itu pula kapasitas penumpang juga harus diatur. “Untuk angkutan umum kapasitas

FOTO: MEMORANDUM/M SYAIFUDIN

Penempelan stiker tentang protokol kesehatan di angkot.

penumpang itu 50 persen. Nah, kalau kendaraan pribadi tidak seperti saat PSBB, satu baris itu diisi dua orang.

Kalau mobil pribadi ada tiga baris kursi, maka maksimal diisi enam orang penumpang,” pungkasnya. (udi/rif)

Alumni SMA Pemuda '86 Surabaya Gelar Baksos Peduli Covid-19

Danrem 084/ Bhaskara Jaya Brigjen TNI Herman Hidayat Eko Atmojo mendampingi Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah di Ponpes Bumi Sholawat. FOTO: MEMORANDUM/ARIS

Danrem Ajak Ulama Sukseskan New Normal Surabaya, Memorandum Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Herman Hidayat Eko Atmojo menggelar silaturahmi ke Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Sidoarjo. Kunjungan kerja itu dilakukan sebagai bentuk komunikasi sosial hingga meningkatkan tali silaturahmi antara satuan korem dengan para ulama di wilayah teritorial. “Komunikasi ini sebagai bentuk wahana untuk memperkuat jalinan silaturahmi, sekaligus menghadapi new normal mendatang,” ujar Eko. Perkembangan situasi dan kondisi

akibat pandemi saat ini, kata Eko, dinilai sangat penting untuk dipahami oleh semua pihak. Sebab cepatnya penyebaran corona, seakan menjadi perhatian tersendiri bagi seluruh kalangan. “Kita juga mengajak pengurus Ponpes Bumi Sholawat untuk sama-sama berupaya membiasakan untuk melaksanakan protokol kesehatan menjelang diberlakukannya new normal, sehingga diharapkan nantinya, Ponpes akan menjadi contoh bagi masyarakat luas,” lanjut Eko. (tyo/rif)

Surabaya, Memorandum Kondisi warga terdampak pandemi Covid-19 telah mengundang kepedulian berbagai pihak. Salah satunya dari Alumni SMA Pemuda ‘86 Surabaya. Mereka menggelar bakti sosial dengan membagikan paket sembako hasil iuran sukarela para alumni. ”Kami mengumpulkan sembako untuk bakti sosial bagi warga terdampak pandemi Covid-19 dengan cara tarikan iuran seiklasnya sehingga terkumpul 28 paket yang didistribusikan ke sejumlah lokasi,” kata Ketua Paguyuban Alumni SMA Pemuda Mochamad Noor Tangahu, Minggu (14/6). M Noor menjelaskan, penentuan lokasi distribusi berdasarkan hasil survei para alumni SMA Pemuda ‘86, yakni di wilayah sekitar tempat tinggal alumni. “Harapannya agar bantuan tepat sasaran dan bisa tersampaikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan,” ungkap pria kelahiran Darmokali. M Noor menambahkan, bantuan diberikan kepada masyarakat

Perwakilan Alumni SMA Pemuda membagikan sembako.

FOTO: MEMORANDUM/WAHYU

kurang mampu dan warga terdampak pandemi Covid-19. ”Penerima bantuan diutamakan warga yang belum mendapat bantuan dari pemerintah. Diharapkan kegiatan tersebut bisa meringanan beban

warga terdampak pandemi Covid-19,” terang dia. Di era masa transisi menuju kehidupan baru, kata M Noor, kegiatan baksos ini bisa menularkan kepada para alumni-alumni SMA di Suraba-

ya. “Sebab, masih banyak warga Surabaya yang membutuhkan uluran tangan. Kami harap pandemi covid ini segera berakhir dan roda ekonomi warga bisa kembali sediakala,” pungkas dia. (why/rif)

Tingkatkan Manfaat Obat Tradisional di Jatim DPRD Jawa Timur mendorong Raperda tentang Perlindungan Obat Tradisional agar bisa menjadi salah satu rujukan kebutuhan tetapi obat selain obat kimiawi. Dorongan ini dilakukan agar potensi tanaman toga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pengobatan penyakit di era pandemi covid-19. KETUA Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Timur Kodrat Sunyoto menjelaskan, potensi tanaman toga di 38 kabupaten/kota se-Jatim bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pengobatan nonkimiawi. Membangun kemandirian nasional di bidang obat-obatan di mana saat ini 95% bahan bakunya masih bergantung pada impor, maka kebutuhaan obat tradisional menjadi kebutuhan mendesak di tengah pandemi Corona saat ini. “Potensi obat tradisional bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan tetapi obat oleh tenaga medis. Selain pengobatan kimiawi,” terang Kodrat Sunyoto. Kodrat juga menyampaikan, potensi sumber daya alam dari obat tradisional ini nanti juga bisa mendorong pelaku UMKM di pedesaan. Untuk itu, Fraksi Golkar berharap

Pemprov Jatim bisa menggandeng dan mendayagunakan UMKM. “Kami berharap keterlibatan UMKM bisa mendayagunakan potensi tanaman toga sebagai bahan obat tradisional,” tandas Kodrat. Kodrat yang juga Ketua DPD Ormas MKGR ini menambahkan perlu pendampingan secara khusus terhadap pelaku UMKM. Sehingga mereka mampu memenuhi kebutuhan produksi obat tradisional yang sesuai dengan standar kesehatan. “Membangun ketersediaan bahan baku obat tradisional melalui budidaya tanaman obat. Serta melakukan penelitian dan pengembangan obat tradisional sehingga dapat dimanfaatkan pada pelayanan kesehatan,” tandas dia. Kodrat menyayangkan potensi besar obat tradisional ternyata ku-

Mengisi Tempat Pengganti Obat Kimia WAKIL Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendukung usulan komisi E DPRD Jatim terkait rancangan perda obat tradisional. Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak usai sidang paripurna menjelasEmil Dardak kan, Jatim mempunyai potensi tanaman obat yang besar. Untuk itu, Pemprov Jatim siap mengawal dengan melakukan pembinaan dan perijinan obat tradisional. “Perda ini akan menjawab keberpihakan Pemprov Jatim terhadap kebutuhan masyarakat,” tandas Emil Dardak. Karena obat herbal ini makin diharapkan bisa mengisi tempat dibandingkan obat kimia. Namun

Sidang paripurna DPRD Jawa Timur dan (inset) Kodrat Sunyoto (kiri), Anik Maslachah (kanan).

rang booming di Indonesia. Tapi sayangnya Indonesia justru impor dalam pemenuhan obat-obatan dengan harga yang cukup mahal. Kedepannya dengan adanya Perda tentang Perlindungan Obat Tradisional ini, Jatim akan menjadi pilot projet dalam mengembangkan sejumlah

standar tata laksana medis bisa dijawab dengan herbal. “Peran semua pihak dibutuhkan termasuk praktisi kesehatan,” tegas dia. (day/rif/*)

Butuh Uji Klinis ANGGOTA Fraksi Partai Gerindra dr Benjamin Kristianto menyampaikan pemanfaatan obat tradisional sebagai salah satu terobosan pengobatan di Jawa Timur patut didukung. Meski begitu, dr Benjamin Kristianto politisi yang memiliki keahlian medis ini meminta pemanfaatan obat tradisional harus melalui uji klinis. Ia menjelaskan, jangan sampai proses pengobatan tradisional ini membutuhkan biaya lebih mahal dari pola pengobatan kimiawi. “Untuk itu harus ada keterlibatan pemerintah men-support kebijakan raperda

obat tradisional dalam pengobatan di rumah sakit. Bahkan DPRD Jatim melalui Menkes berjuang agar obat tradisional bisa masuk dalam katalog di BPJS. “Perda ini nantinya bisa menjamin keamanan obat tradisional melalui mekanisme perizinan oleh dinkes

dan standarisasi obat oleh BPOM. Selain itu upaya pemanfaatan obat tradisional hasil saintifikasi pada pelayanan kesehatan yang terintegrasi dengan progran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” terang Kodrat. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jatim Anik Maslachah me-

yang sedang dibahas ini,” kata Benjamin Kristianto. Dirinya juga berharap peran obat tradisional nantinya harus seimbang dengan kebutuhan. “Itu yang kita sebut cost benefit, apakah seimbang dengan kebutuhan obat. Jangan sampai jatuh biaya pengobatan tradisional lebih mahal,” ujarnya serius. Selain itu pemanfaatan tanaman toga sebagai bahan obat tradisional harus melalui proses baku mutu sesuai standar kesehatan. Dirinya berharap pemanfaatan obat tradisional benar-benar sesuai kebutuhan dan porsi kemampuan tubuh pasien. “Obat tradisional ini bisa dikasikan pada pasiean seperti apa. Efeknya bagaimana, bagus atau tidak. Ini harus dilakukan penelitian apakah ada efek samping atau tidak jika kontinyu mengonsumsi obat tradisional tersebut,” tegas dia. (day/rif/*)

Fokus pada Beberapa Penyakit ANGGOTA Fraksi Demokrat dr Agung Mulyono berharap pembahasan Raperda tentang Obat Tradisional

negaskan kedepannya Rancangan Perda Obat Tradisional Jatim akan menjadi pilot projet dalam mengembangkan sejumlah obat tradisional dalam pengobatan di rumah sakit. Bahkan dewan melalui Menkes berjuang agar obat tradisional bisa masuk dalam katalog di BPJS. “Hampir sebagian besar masyarakat kita yang ikut BPJS merekomendasikan pemakaian obat kimia. Tak heran jika obat tradisional kurang mendapat perhatian. Untuk itu DPRD bersama Pemprov Jatim dan sejumlah ahli farmasi dan obat-obatkan Jatim mendesak Menkes agar nantinya obat tradisional mampu masuk di katalog BPJS’,” tegas Anik Maslachah. Indonesia termasuk negara pemasok bahan baku obat-obatan terbesar di dunia. Dari kebutuhan 40 ribu sekitar 70 persen didatangkan dari Indonesia. Tapi sangat disayangkan penggunaan obat tradisional di Indonesia kurang booming seperti di Cina. Karena itu dewan berharap kedepannya jamu tradisional masuk dalam katalog di BPJS. (day/rif/*)

benar-benar fokus. Sehingga produk perda bisa berjalan maksimal untuk kepentingan masyarakat. Politisi yang juga seorang dokter ini menyampaikan, banyak hal harus dilalui agar tanaman obat yang tersebar di wilayah Jatim bermanfaat bagi kedr Agung Mulyono butuhan medis. “Saya kira fokus pada sejumlah penyakit yang banyak dialami warga Jatim. Sebab proses uji klinis harus dilakukan, apa dampak, dan apa manfaat obat tradisional yang dikonsumsi,” tutur dr Agung Mulyono. Proses uji klinis diharapkan akan mampu memenuhi kebutuhan obat yang selama ini ada. Obat tradisional merupakan warisan nenek moyang yang juga harus dilestarikan. Namun manfaat tanaman obat dan kebutuhan berapa banyak dikonsumsi juga harus dilakukan secara tepat. (day/rif/*)


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

Dermawan Bagikan Uang kepada Warga Semampir Kediri, Memorandum Imbas pandemi Covid-19 begitu dirasakan masyarakat, termasuk di Kota Kediri. Namun demikian, meskipun di tengah sulitnya ekonomi tetap ada saja dermawan yang terketuk hatinya untuk berbagi dengan sesama. Seperti terlihat di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota, ada seorang dermawan yang tidak mau menyebutkan identitasnya berbagi rezeki kepada warga sekitar, Minggu (14/6). Lelaki 45 tahunan itu membagi-bagikan amplop berisi uang tunai kepada warga yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Puluhan warga RT 01/RW 03, Kelurahan Semampir pun menyambutnya dengan gembira. Selain memberikan bantuan uang tunai, dermawan itu juga akan memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak. Mewakili warganya, Soim, Ketua RT 01/RW 03 Kelurahan Semampir, mengucapkan terima kasih atas pemberian bantuan tersebut. “Semoga bantuan yang diberikan bisa membawa keberkahan,” ungkap Soim. Senada dikatakan Bambang Eko Sudarmaji selaku pendamping RT, juga berterima kasih kepada sang dermawan karena sangat peduli kepada warganya yang belum menerima bantuan dari pemerintah. “Semoga dengan bantuan ini bermanfaat bagi warga yang menerimanya,” terangnya. Sementara, hingga pembagian bantuan uang tunai selesai, sang dermawan tetap enggan menyebutkan identitasnya. Sambil tersenyum dan memberikan salam hormat, dia berjalan pergi meninggalkan warga yang diselimuti rasa penasaran. (mis/mad/lis)

Bojonegoro, Memorandum Sempat dilaporkan hilang selama dua hari, Widjanarko alias Pak Raden (60), warga Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, ditemukan tewas di sawah turut wilayah Desa Kunci, kecamatan setempat, kemarin. Kapolsek Dander AKP Mashadi menuturkan, kronologi awalnya ada saksi mengetahui ada orang tergeletak di sawah milik warga desa setempat. Korban saat itu sudah dalam keadaan meninggal dunia. Sehingga penemuan tersebut langsung dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Dander. “Saat ditemukan korban tidak memakai baju,

namun masih memakai celana,” ujarnya, Minggu (14/6). Mashadi menjelaskan, setelah diamati warga ternyata mayat tersebut adalah warga Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, yang dilaporkan hilang atau meninggalkan rumah sejak Rabu (10/6) lalu. “Orang tersebut dilaporkan sudah sering pergi berjalan kaki dan sering lupa jalan atau ling lung,”

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

Sang Dermawan membagikan uang kepada warga.

Hilang Dua Hari, Warga Dander Ditemukan Tewas di Sawah

Warga membawa jenazah korban ke rumah duka.

Malang, Memorandum Masyarakat Kabupaten Malang kini semakin siap menghadapi new normal. Kali ini Forkopimda Kabupaten Malang kembali meresmikan Desa Tangguh Semeru di wilayah perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar, yaitu di Desa Karangkates, RW 04, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Sabtu (13/6). Sebelum meresmikan, forkopimda meninjau kesiapan Desa Karangkates sebagai Kampung Tangguh Semeru. Di antaranya, adanya rumah karantina untuk memberikan perawatan kepada masyara- Kapolres AKBP Hendri Umar dan Forkopimda Kab Makat yang terpapar Covid-19. Bersamaan, lang meresmikan Kampung Tangguh Semeru. Bupati Malang HM Sanusi memberikan untuk menghindari penyebaran Covid-19 santunan kepada anak yatim. masyarakat harus saling bahu membahu. Bupati Malang HM Sanusi mengatakan “Saya yakin di Kecamatan Sumberpucung ini

nyai kandungan gizi cukup baik. Seperti yang terdapat pada ikan lele. “Tentu banyak masyarakat yang terdampak dari segi ekonomi. Untuk itulah kami mencoba membantu mereka dengan menyediakan ikan lele yang dapat dimanfaatkan sebagai lauk pauk sehari-hari,” katanya. Masduki berharap dengan diselenggarakannya kegiatan mancing gratis tersebut dapat mendekatkan diri dengan masyarakat dan membangun komunikasi yang baik dengan mereka. “Ini sebagai upayanya dan implementasi dari pelaksanaan pembinaan teritorial (binter), guna lebih memperkuat lagi kemanunggalan TNI-Rakyat,” pungkasnya. (alv/lis/*)

FOTO: MEMORANDUM/ALVIN

Korem 081/DSJ Gelar Mancing Gratis Madiun, Memorandum Banyaknya warga terdampak akibat pandemi Covid-19, Korem 081/DSJ berupaya membantu mereka. Mulai dari memberikan bantuan paket sembako hingga mancing gratis untuk masyarakat umum di kawasan Cagar Budaya Osvia Boschbou, Sabtu (13/6). Meski banyak warga yang antusias mengikuti mancing gratis tersebut, namun mereka tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah di tengah pandemi Covid-19. Menurut Danrem 081/DSJ Kol Inf Masduki, melalui kegiatan ini pihaknya ingin dapat membantu masyarakat, khususnya dengan memberikan sumber makanan yang mempu-

bebernya. Dari hasil identifikasi petugas kepolisian bersama tim medis tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. “Tim medis menyimpulkan bahwa korban meninggal karena tidak ada asupan nutrisi atau kelaparan dan dehidrasi akut,” terangnya. Kemudian keluarga korban tidak menuntut pihak manapun dan menerima kematian korban dan menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah. “Selanjutnya jenazah korban kami serahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan,” Mashadi. (top/har/lis)

Forkopimda Resmikan Desa Tangguh Semeru Karangkates

Suasana mancing di kolam yang berada di kawasan Cagar Budaya Osvia Boschbou.

FOTO: MEMORANDUM/ARI

FOTO: MEMORANDUM/MIS

JAWA TIMUR

SENIN PAHING, 15 JUNI 2020 HALAMAN 4

khususnya Desa Karangkates terhindar dari wabah Covid-19, kompak dan solid bersama-sama melaksanakan protokol kesehatan. Dengan kebersamaan dan kekompakan dapat mengatasi penyebaran Covid-19,” katanya. Meski saat ini sedang mengalami pandemi Covid-19, namun semua masyarakat harus tetap semangat dan mematuhi protokol kesehatan, membiasakan memakai masker dan cuci tangan dengan sabun. “Dengan didirikan kampung tangguh ini diharapkan semua lapisan masyarakat bisa bergotong royong bantu membantu untuk mengatasi pandemi ini dan dapat membantu warga yang kurang

mampu,” katanya. Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menyampaikan, desa tangguh merupakan salah satu upaya untuk menguatkan ketahanan masyarakat menghadapi pandemi Covid-19 dan menghadapi new normal. “Adanya desa tangguh ini semoga dapat memberikan manfaat untuk masyarakat dan semakin tangguh,” harapnya. Sementara itu, Ketua Kampung Tangguh Semeru Desa Karangkates Suparno mengatakan pembentukan kampung tangguh ini untuk memutus mata rantai Covid-19. “Kegiatan yang dilaksanakan antara lain membantu warga dalam mengatasi dampak dari pandemi,” jelasnya. (*/ari/lis)


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

FOTO: MEMORANDUM/MHD

JAWA TIMUR

Dipicu Asmara, Warga Cikalan Dihabisi Selang Dua Jam Pelaku Diringkus

Pemkot Ingatkan New Normal Bukan Kebebasan

Aksi berdarah tersebut terjadi pada Sabtu (13/6) pagi sekira pukul 09.00. Di depan warung nasi Bu Lerap samping stockpile pasir milik Azis di Jalan Raya Condro, Kecamatan Pasirian. Informasi di lapangan menyebutkan, motif dari aksi pembunuhan tersebut adalah masalah asmara. Pagi itu korban mampir ke warung hendak makan. Tiba-tiba, ada seorang pria menghampiri lalu menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis celurit ke arah kaki dan tangan kanan korban. “Setelah menyerang korban, lelaki tersebut langsung kabur meninggalkan korban begitu saja,” terang salah satu warga. Akibat serangan tersebut, tangan kanan korban mengalami luka bacok cukup parah hingga tembus ke tulang. Begitu juga dengan kaki kanannya juga mengalami luka yang sama hingga korban kehabisan darah kemudian roboh tak sadarkan diri. Beberapa warga yang mengetahui kejadian itu, berusaha menolong korban kemudian langsung membawanya ke Rumah Sakit Umum (RSU) Pasirian. Namun sayang, akibat luka yang dialami cukup parah akhirnya korban meninggal

Probolinggo, Memorandum Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo menyiapkan rencana new normal alias hidup dalam kondisi baru di tengah wabah Covid-19. Namun, harus diikuti sikap disiplin yang tinggi, jika tidak maka Indonesia harus berhadapan dengan gelombang kedua serangan corona. Wanti-wanti tersebut disampaikan Wawali Probolinggo HM Soufis Subri, disela-sela meresmikan check point Kampung Tangguh Semeru (KTS) Kademangan Permata Regency, Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Minggu (14/6). “Jangan sampai new normal merubah mindset bahwa Covid-19 telah berlalu. Alhamdulillah di sini sudah terbentuk Kampung Tangguh Semeru. Sesuai harapan Wali Kota Hadi Zainal Abidin, jangan sampai sifatnya hanya seremonial. Kami juga berharap jangan sampai ada warga yang terpapar,” katanya. Wali Kota Hadi Zainal Abidin disela sela kegiatan menyampaikan pesan agar warga memasarkan produknya melalui media sosial (medsos). “Manfaatkan medsos apapun, bisa facebook, instagram atau lainnya untuk berjualan. Karena sekarang ini medsos bisa menjadi media pemasaran yang tepat untuk UMKM,” pesannya. Menariknya saat wali kota dan wawali mampir ke penjual pentol atau cilok daging sapi yang sudah dikerumuni pembeli. Nampaknya mereka ikut antre membeli penganan yang disukai banyak orang itu. “Ini mengingatkan masa kecil saya, dulu harus beli cilok setiap hari. Ya, enak ciloknya. Dagingnya terasa karena sudah lama tidak makan cilok selama kurang lebih 20 tahun, tetapi kalau makan bakso masih sering,” pungkas Hadi. (mhd/yd/lis)

FOTO: MEMORANDUM/TRI

Lumajang, Memorandum Tragis dialami Adim (42), warga Dusun Cikalan, Desa Tempeh Kidul, Kecamatan Tempeh. Dituduh menggoda istri orang, ia dihabisi. Pelakunya tak lain adalah, Suri (42) warga Dusun Ngebruk, Desa Tempeh Kidul, Kecamatan Tempeh, yang masih satu desa dengan korban.

Wali Kota Hadi Zainal Abidin bersama Wawali HM Soufis Subri menikmati cilok daging sapi yang sudah dikerumuni pembeli.

Korban berada di RSU Pasirian.

Sementara itu untuk meringkus pelaku, polisi tak membutuhkan waktu lama. Selang dua jam setelah kejadian aksi berdarah tersebut, tim Cobra Tangguh Polres Lumajang menangkap Suri (38). Pelaku diringkus di Jalan Pedesaan, Desa Jatimulyo Kecamatan Kunir. Selanjutnya, Suri digelandang ke Mapolres Lumajang guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Pelaku ditangkap tanpa perlawanan dan mengakui telah menganiaya korban sampai meninggal dunia dikarenakan sakit hati. Korban telah merusak rumah

Tesangka Suri diamankan di mapolres.

dalam perjalanan. Kapolsek Pasirian Iptu Agus Sugiarto ketika dikonfirmasi tentang kejadian tersebut membenarkan. Menurutnya, pelaku sudah berhasil ditangkap dan diamankan di Mapolres Lumajang. Demi faktor keamanan, terpaksa kasusnya saya limpahkan ke Polres Lumajang. Adapun motif dari kejadian tersebut adalah masalah asmara,” terang Agus.

Sekda Saifullah

masalah e-RDKK bukan hanya masalah PPL, tapi juga camat agar membangun komunikasi dengan kades. Saat ini sudah mencapai 70 persen,” jelas Saifullah. Tentu naiknya penyelesaian e-RDKK ini, kata Saifullah, berpengaruh terhadap pendistribusi pupuk. Mulai dari harga pembelian yang ujungnya berdampak terhadap transaksi ekonomi. “Karena itulah, saya sangat berupaya bisa membangun komunikasi langsung dengan mengumpulkan seluruh PPL beberapa hari lalu untuk mendorong mereka segera menyelesaikan e-RDKK. Yakni mengajak PPL agar duduk bersama

Komisaris: Mangestuti Agil Direktur: Choirul Shodiq Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah Konsultan Hukum: Noer Fattah Syafi’i

seluruh pihak terkait di tingkatan desa dan kecamatan. Sekaligus mengecek e-RDKK di tiap-tiap kecamatan. Ternyata dalam 3 hari ini luar biasa meningkatnya,” imbuhnya. Hal ini menurut Saifullah tak lepas dari peran serta dinas pertanian, PPL, camat, dan kepala desa, serta semua pihak terkait. Untuk diketahui data yang diambil dari e-RDKK itu diambil dari Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Sehingga apabila ada petani terdata, maka pupuk bersubsidi akan bisa dialokasikan. (cw1/lis)

4 PDP Covid-19 Kabupaten Pasuruan Meninggal Pasuruan, Memorandum Empat PDP (pasien dalam pengawasan) Covid-19 Kabupaten Pasuruan Meninggal. Mereka berasal dari Kecamatan Bangil, Grati, dan Gempol. Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Syaifudin Ahmad mengatakan, dari empat PDP, 1 orang laki-laki (57) dari Kelurahan Pogar, Bangil, yang meninggal dunia dengan status terkonfirmasi Covid-19. Pasien ini mulai masuk RSUD Bangil pada 7 Juni lalu dengan keluhan sesak napas dan batuk. Setelah diobservasi pasien ini didiagnosis pneumonia.

FOTO: MEMORANDUM/RUL

FOTO: MEMORANDUM/CW1

FOTO: MEMORANDUM/CW1

Bondowoso, Memorandum Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso Saifullah akhirnya menuntaskan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) dalam waktu tiga hari setelah sebelumnya persoalan tersebut berlangsung alot. Data Dinas Pertanian pada Selasa (9/6) kemarin, menyebutkan 27.168 hektare atau 40 persen sawah terdata melalui e-RDKK, namun dengan sigap dan cepat, Sekda memuntaskan hingga 70 persen selama 3 hari. “Alhamdulillah setelah saya warning betul Pak Camat, tanggung jawab

Proses pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19.

Ia meninggal sekitar pukul 03.00 dan sudah dimakamkan pukul 11.00. “Sudah dimakamkan di

permakaman umum setempat dan berjalan lancar,” katanya. Sedangkan tiga PDP lainnya

terdiri dari dua warga Grati dan 1 warga Gempol. Warga Grati terdiri dari 1 orang laki-laki (26) dari Desa Kedawung Wetan yang menjadi pasien RSUD Grati mulai kemarin. Hasil diagnosis menyatakan pneumoni dan TBC plus dirapid dengan hasil nonreaktif. Pasien ini meninggal dunia sekitar pukul 07.30 dan sudah dimakamkan pukul 13.00. Satu Warga Grati lainnya yang meninggal dunia dengan status PDP Covid-19 adalah perempuan berusia 58 tahun dari Desa Rebalas. Ia merupakan pasien RSSA Malang yang terdiagnosa pneumonia dan meninggal dunia sekitar pukul

Tiga Bersamaan Hafidz, alumni teknik mesin ITB itu, terus berjuang meyakinkan siapa saja. Terutama para pengambil keputusan. Begitu terjal jalan yang ditempuhnya. Belum juga mendapat lampu hijau. Hafidz yang hafal Alquran itu tidak putus asa. Hanya saja memang tidak mudah. Sudah banyak instansi yang ia yakinkan. Belum satu pun yang menganggukkan kepala. Ups... Semua sudah menganggukkan kepala. Hanya belum ada kaki yang bisa melangkah. Untung sekolah SD yang Hafidz dirikan sudah jalan. Tidak sampai terganggu oleh perjuangan ide barunya itu. Itulah SD yang mata pelajarannya hanya tiga: Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris .(DI’s Way: Pool-test Hafidz). Hafidz sebenarnya sudah memperbaharui ide pool test itu. “Tiap satu rumah cukup satu orang yang dites,” ujar Hafidz tadi malam. “Agar lebih hemat biaya. Dengan efektivitas yang sama,” ujarnya.

tangganya dan ada hubungan asmara dengan istri pelaku,” ujar Kasubbag Humas Polres Lumajang Ipda Catur Budi Baskara mendampingi Kapolres Lumajang, AKBP Deddy Foury Millewa. Polisi juga membawa barang-bukti (BB) milik tersangka dan milik korban. Di antaranya milik korban celana jeans warna biru, kaos lengan pendek, jaket parasit warna biru, slayer motif batik warna merah. Sedangkan milik tersangka sebuah HP Vivo hitam, motor Honda Vario 125 2018 warna putih N 3956 ZP. (tri/lis)

Sekda Tuntaskan Persoalan e-RDKK

Pasien Corona Bondowoso Mati Bondowoso, Memorandum Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso mengumumkan seorang pasien Covid-19 meninggal dunia di Rumah Sakit Daerah Situbondo. Berdasarkan peta sebaran Covid-19 Kabupaten Bondowoso, pasien berinisial A itu berasal dari Kecamatan Cerme. Menurut M Imron, Juru Bicara Gugus Tugas M Imron Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bondowoso, Tn A semula berstatus sebagai PDP (pasien dalam pengawasan) yang dirawat di Rumah Sakit Elizabeth, Situbondo sejak 3 Juni 2020 lalu. “Selama ini dirawat di RS Elizabeth dan habis operasi karena penyakit lain, meninggal tadi pagi,” katanya. Adapun hasil rapid test sendiri awalnya nonreaktif. Namun, pihak rumah sakit tetap melakukan swab kepada korban untuk antisipasi. Berikut pula, perawatan sampai pemakaman jenazah tetap menggunakan protap covid. “Tadi pagi swab belum keluar, namun pasien wafat makanya saya sepakat dimakamkan dengan protokol kesehatan,”ujarnya. Barulah, kata Imron, sore ini hasil swab keluar dan hasilnya terkonfirmasi positif. ” Iya hasilnya positif corona,” pungkasnya. (cw1/lis)

SENIN PAHING, 15 JUNI 2020 HALAMAN 5

14.30 WIB. Sementara itu, 1 PDP Covid-19 yang meninggal dunia lainnya seorang laki-laki (65) dari Desa Ngerong yang menjadi pasien RSUD Bangil sejak 10 Juni lalu. Dari hasil observasi, pasien ini didiagnosis CKD atau gagal ginjal dan pneumonia, dan meninggal dunia sekitar pukul 11.00 dengan hasil rapid reaktif. Hingga kemarin, total ada 35 PDP Covid-19 di Kabupaten Pasuruan yang meninggal dunia. Sedangkan jumlah warga yang meninggal dunia dengan status positif Covid-19 15 orang. (rul/lis)

Sambungan dari halaman 1 Masih juga sulit. Demikian juga di NTT. Fima Inabuy tidak kalah gigihnya. Perjuangan Fima lebih berat. Apalagi ide itu akan dia wujudkan di daerah yang sangat jauh: Kupang, ibu kota Nusa Tenggara Timur (NTT). Kalau dia bukan wanita asli Kupang mungkin sudah angkat tangan. Tapi Fima begitu cinta pada Kupang. Dia begitu ingin mengabdi untuk daerahnya. Ayah Fima seorang pendeta di sana. Ibunya pensiunan guru. Keluarga ini memiliki yayasan yang bergerak di bidang pendidikan di Kupang: Sekolah Aplikasi Bangsa. Mulai TK, SD, SMP sampai SMA. Fima sendiri hanya sampai kelas 2 SMP di Kupang. Dia pindah ke Jakarta --agar kelak lebih mudah masuk ITB. Setamat SMA Fima benar-benar masuk ITB. Jurusan biologi mulekuler. Dari ITB Fima ke Amerika Serikat. Di AS Fima mendalami tanaman obat di Washington State University di Pullman. Yakni

kota sangat kecil di perbatasan antara negara bagian Washington dan Idaho. Yang alamnya begitu indah. Yang saya dua kali berkendara melewati kawasan ini. Enam tahun Fima di Pullman. Tapi tetap saja cinta mati ke NTT. Dari Pullman, Fima pulang ke NTT --setelah mampir 9 bulan di ITB untuk mengambil post doctoral. Di Kupang Fima bergabung ke Forum Academia NTT --disingkat FAN. Resminya FAN inilah yang memperjuangkan perlunya mass pool test Covid-19 di NTT. Tapi ya itu tadi. Fima harus lebih sabar. Sampai sekarang idenya itu masih di tengah jalan. Energinya terlalu banyak untuk berhubungan dengan birokrasi. Tapi Fima juga tidak putus asa. Cintanya pada NTT tidak akan ambyar oleh kesulitan apa pun. FAN sudah mendapatkan 29 anak muda yang akan menjalankan pool test itu nanti. Merekalah yang lolos dari lebih 70 orang yang

melamar. Senin hari ini mereka itu mulai melakukan pelatihan. Artinya, ada hope untuk pada saatnya nanti terlaksana. Fima juga sudah mendapatkan peralatan PCR. Bahkan dua buah. Yakni meminjam milik Universitas Nusa Cendana dan milik RSUD Prof. Dr. WZ Johannes. Dua alat itu selama ini tidak banyak dipakai. Hanya saja belum ada ruang untuk lab PCR itu. Pun sampai hari ini. Padahal ia perlu pula ruang yang bertekanan negatif. Tiga minggu lalu Fima dan tim FAN menghadap Gubernur NTT. Mereka menghadap lagi Rabu lalu. Gubernur, kata Fima, menyanggupi untuk membangun ruang lab itu. Tentu Fima masih harus bersabar sampai ruang itu tersedia. Walhasil, dari tiga orang pemilik ide itu baru dr Andani yang sudah benar-benar melaksanakannya. Di lab milik Universitas Andalas Padang. Yang dulunya hanya mampu me-

ngetes 200 orang/hari kini bisa 1.570 orang/hari (DI’s Way: Nangis Tes). Bahkan dari pengalaman riil di lapangan itu dr Andani punya kesimpulan penting: pool test paling efisien dan efektif adalah 5 sampel menjadi 1 tabung. Andani tidak berani melakukan 10-1. Apalagi 50-1. Ia sudah mencoba semua itu. Andani menemukan rumus sendiri: 5-1 itu. Penemuan itu sudah ia tulis dan segera terbit di jurnal internasional. Memang sebelum itu sudah ada teori 50-1. Tapi, dari hasil praktik Andani, yang dijamin valid adalah 5-1. “10-1 saja sudah terjadi pengenceran,” ujar dr Andani. Tentu masih terbuka lahirnya rumus lain. Dari ahli lain. Siapa tahu. Kalau Hafidz dan Fima bisa menyusul Andani tentu ilmu pengetahuan Indonesia semakin kaya. Kita pun akan bisa mengejar --kalau kita masih bisa agak cepat. (*)

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arief Sosiawan. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko. Redaktur Pelaksana Online: Agus Supriyadi. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku. Redaktur Website: Aris Setyoadji. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Sujatmiko, Noor Arief, Syaifuddin, Ferry Ardi Setiawan, Novi Triawan, Muchlis Darmawan, Hendradi Prayogo. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana, Faishal Danny Nurdiansyah, Dodik Wahyu, Indra Anugrah Hardiantoko, Prawoto Sadewo (Blitar). Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Munjari Triono, Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda, Madiun-Ponorogo-Magetan: HM Taufiq. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo, Wakil: M Yunus. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.


HALAMAN 17 memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

POLISI KITA

SENIN PAHING, 15 JUNI 2020 HALAMAN 6-7

AKBP Harun bersama forkopimda meresmikan kampung tangguh Brondong.

Pasuruan, Memorandum Anggota Satreskoba Polres Pasuruan menggelar konferensi pers kasus peredaran sabu-sabu (SS) di gedung Tunggal Penaluan Mapolres Pasuruan, Minggu (14/6).

AKBP Leonard M Sinambela menyaksikan pemotongan pita peresmian kampung tangguh ponpes.

Konferensi pers dipimpin langsung Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan didampingi Kasatreskoba AKP Domingos DE. F Ximenes, Kasubbag Humas AKP Drs Hardi ini, menunjukkan dua tersangka dan barang bukti.

“Kami mengamankan kedua tersangka dan barang bukti setelah kedua terangksa melakukan transaksi sabusabu kepada pembeli,” ujar Rofiq. Kedua terangka yang diamankan itu bernama Miftahul Huda (29),Warga Desa

Glanggang, Kecamatan Beji dan Mohammad Lutfi (39), warga Dusun Ketintang, Desa Pekoren, Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Miftahul Huda diamankan petugas di dalam rumah Desa Kolursari, Kecamatan Bangil pada Selasa (5/5) dan Mohamad Lutfi di dalam rumah di Desa Raci beserta barang bukti pada Rabu (10/5). “Miftahul Huda ini kami amankan dan barang bukti sebanyak 11,09 Gram,

dia ini sebagai pengedar, sedangkan Mohamad Lutfi saat kami amankan dia menyimpan Barang bukti berupa 30,51 gram,” terang kapolres. “Harapan kita masyarakat sepakat untuk perang juga terhadap narkoba bukan justru malah memanfaatkan momen disaat negara sedang fokus mencari solusi dari permasalahan covid-19 malah para pelaku peredaran narkoba melakukan aksinya,” sambungnya.

Mohamad Lutfi selaku tersangka menjelaskan, awalnya mereka di kasih gratis, kemudian disuruh mengantarkan barang tersebut kepada pemesan. Dari situlah tersangka mulai aktif menjalankan peredaran sabu-sabu. “Barang yang kami dapatkan itu dari rekannya yang berada di lapas Malang. Setiap menjalankan transaksi, hanya mengambil tergantung pesanan pembeli,” papar Rofiq. (*/rul/mik)

pada pengurus ponpes melaksanakan protokol kesehatan dengan menerapkan budaya dan disiplin selalu rajin cuci tangan, pakai masker, phisycal distancing, pola hidup sehat, dan pola hidup bersih. Setelah diadakannya launching Pondok Pesantren Tangguh ini, diharapkan mampu menjadi contoh bagi pondok pesantren yang lain,” tutup Leonard Sinambela. (pra/mik) Bupati Malang HM Sanusi bersama Kapolres Malang AKBP Hendri Umar dan Dandim 0818 Kabupaten aten Malang - Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad meresmikan Kampung Tanggguh Semeru Desa Kalirejo.

Malang, Memorandum Bupati Malang HM Sanusi bersama Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, dan Dandim 0818 Kabupaten Malang - Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad, meresmikan Kampung Tangguh Semeru Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Sabtu (13/6). Bersamaan dengan itu, diserahkan bantuan untuk lumbung pangan desa setempat dan santunan anak yatim. Bupati Malang HM Sanusi menyampaikan, masyarakat Malang selatan memang diakui paling taat terhadap aturan protokol kesehatan dalam penyebaran Covid-19. “Alhamdulillah, Kecamatan Kalipare tidak ada satupun yang terkena Covid-19 dan khususnya

FOTO: MEMORANDUM/AND

dan menggunakan masker saat beraktivitas. Dan imbauan untuk menaati protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Kegiatan yang menyasar tempat keramaian di wilayah Jalan Basuki Rahmat – Jalan Pahlawan – Jalan Jaksa Agung – Jalan Dr. Sutomo – Jalan Kartini – Jalan Panglima Sudirman

di Gresik itu, selain memberi pengertian kepada pengunjung, pemilih tempat keramaian pun diberi himbauan. Kepada para personelnya, AKP Zaenal Arifin mengingatkan untuk tetap menjaga diri dan mengutamakan kesehatan dan keselamatan selama turun lapangan melakukan giat patroli berskala besar. (and/har/mik)

Desa Kalirejo,” katanya sambil memotivasi Kecamatan Kalipare bisa menjadi pioner kecamatan lain dalam pencegahan Covid-19. Kampung tangguh ini menurutnya dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan wilayah. “Adanya kampung tangguh ini menjadikan masyarakat Kalipare lebih maju baik secara sosial maupun ekonomi sehingga bisa menopang pembangunan desa secara mandiri,” papar Bupati Malang. Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengharapkan keberadaan kampung tangguh mampu mendorong dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga stabilitas kamtibmas.

Perkuat Ekonomi Warga, Kapolresta Malang Kota Launching Pasar Online VBT

AKBP Dony Alexander memberikan makanan tambahan.

FOTO: MEMORANDUM/EDR

Malang, Memorandum Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus H Simarmata bersama Muspika Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, meresmikan pasar online Vila Bukit Tidar (VBT), Minggu (14/6). “Dengan telah diresmikan pasar online ini, akan bersama-sama mengerakkan kekuatan kampung tangguh. Karena warga belanja di warung - warung tetangga,” terang Leonardus H Simarmata. Ia menambahkan, apa yang sudah dikembangkan agar dijaga dan dirawat. Karena tidak diketahui masa pandemi kapan akan berakhir. “Mohon dijaga ketangguhan keamanan, dengan patroli warga. Pentingnya tangguh informasi, karena banyak informasi yang tidak benar. Dengan tangguh kesehatan, kami siap memberikan pelatihkan pemulasaran Jenazah,” lanjut mantan Kapolres Batu ini. Sementara itu, Camat Lowokwaru Imam Badar mengapresiasi dan terimakasih atas peresmian kampung tangguh yang sudah memasuki urutan ke-19 itu. “Dengan semakin banyak, akan semakin kuat. Kampung tangguh di wilayah kami, bergerak merupakan motivasi Ka-

Kombespol Leonardus H Simarmata bersama Muspika Kecamatan Lowokwaru mengepalkan tangan usai peresmian.

polresta Malang Kota dan Dandim Kota Malang,” terangnya. Ia berharap, kampung tangguh tidak hanya di masa Covid-19, namun diharapkan akan berlanjut dan semakin kuat. “Apalagi, di sini ada 8 ketangguhan, termasuk tangguh ekonomi. Semoga menjadi contoh dan barometer di Jawa Timur,” lanjutnya. Launching pasar online, dilanjutkan penyerahan bantuan kemanusiaan oleh Kapolresta Malang Kota dan penyerahan APD dari Satgas Covid UB serta buku tentang Covid-19 dari Satgas Covid Vila Bukit

Tidar. Hadir dalam persemian ini Rektor Unisma Prof Masykuri, Kapolsek Lowokwaru Kompol Rizky Tri Putra Eryka Adi Wijaya, Danramil Lowokwaru Kapten Kav Sumaryono, Camat Lowokwaru Imam Badar, Camat Sukun IK Widi E. Wirawan, Lurah Merjosari Abdullah, Lurah Karangbesuki Syahrial Hamid, anggota FKDM Bakesbangpol Kota Malang, Ketua Satgas Covid-19 Vila Bukit Tidar Muafik Sholeh, Ketua RW 11 Villa Bukit Tidar Yudi Purwanto, Tim Satgas Covid-19 UB dan tokoh masyarakat. (edr/mik)

“Lingkungan sekitar tetap aman dan dapat mencegah penyebaran Covid-19,” ujarnya seraya berharap masyarakat memiliki ketangguhan sesuai kriteria kampung tangguh tersebut. Kades Kalirejo Mashudi menyampaikan, pihaknya telah melaksanakan sosialisasi terkait bahaya Covid-19 dan telah melakukan langkah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. “Alhamdulillah sampai saat ini virus Covid-19 tidak masuk di wilayah Desa Kalirejo dan ini menjadi kredit poin dalam mengantisipasi virus ini,” jelas Mahudi seraya mengatakan jika masyarakat memiliki kesiapan menyambut new normal. (*/ari/mik)

Kapolres Beri Suplemen Tambahan Tim Medis RSUD Grati

FOTO: MEMORANDUM/FJR

Forkopimda Kabupaten Malang Apresiasi Kecamatan Kalipare Steril Covid-19

Petugas memberikan imbauan kepada pengunjung warkop.

berskala besar dilakukan dengan cara humanis. Kegiatan cipkon akan menyasar tempat seperti warung kopi, restoran, mal, dan tempat keramaian lainnya untuk memberikan sosialisasi terkait Perbub Gresik No 22 tahun 2020,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut, satgas Polres Gresik memberikan imbauan untuk menjaga jarak

FOTO: MEMORANDUM/ARI

suhu tubuh. Setelah di ponpes masuk ruang karantina terlebih dahulu selama 14 hari,” jelas Wahidul Anam. Kapolres mengatakan, jika minggu ini diprediksi menjadi puncak pandemi sesuai data dan analisa evaluasi. Mengingat data menyebutkan jika Kota Blitar menjadi nomor 5 se-Jatim. “Untuk kesiapan new normal, ke depan saya mohon ke-

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji memotong pita saat peluncuran Kampung Tangguh Jerukgamping.

Masih Zona Hijau, Kampung Tangguh Semeru Tetap Di-launching Sidoarjo, Memorandum ng Meski saat launching Kampung n Tangguh Semeru ditandai dengan simulasi penanganan korban Co-a vid - 19 oleh sejumlah satgas, Desa n Jerukgamping, Krian, dinyatakan a masih zona hijau. Sebab, warganya tidak ada yang terpapar corona. och Kepala Desa Jerukgamping Moch Lubis Heryono menegaskan, pihaknya siap mendukung Pemerintah Kecamatan Krian terkait penanggulangan pandemi Covid-19. Baginya, keberhasilan desanya mempertahankan zona hijau itu karena kesadaran warga atas imbauan pemerintah sangat tinggi. “Kami bersyukur Jerukgamping masih tetap zona hijau. Itu karena warga mau melaksanakan protokol kesehatan dan mematuhi peringatan saat PSBB diterapkan. Sehingga semua sehat,” katanya. Sementara itu, Camat Krian Agus Maulidi menjelaskan, warganya telah melakukan persiapan dalam penerapan SOP Covid-19. Melalui terbentuknya 22 posko Kampung Tangguh Semeru di Kecamatan Krian, yang sudah di- launchingg Kamis (11/6),

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Pasuruan, Memorandum Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander bersama pejabat utama polres memberikan makanan tambahan berupa suplemen kepada tenaga medis di Rumah Sakit Unit Darurat Grati Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (13/6). Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Mario Prahatinto mengucapkan terimkasih kepada rekan - rekan tenaga medis dengan waktu dan tempatnya. “Semoga dengan kepedulian

kami selaku keluarga besar Polres Pasuruan Kota mengapresiasi sekali dan turut empati terhadap sahabat kami tenaga medis yang berjuang keras untuk menangani sekaligus membantu para pasien Covid-19 yang di rujuk ke RS UD Grati Kabupaten Pasuruan,” ucap Dony. Dalam kunjungan tersebut, Kapolres AKBP Dony Alexander sama PJU disambut langsung oleh Kapolsek Grati Polres Pasuruan Kota AKP H. Suyitno beserta Dr. Daylan.

an adanya “Semoga dengan sa membanEmpati dari kami bisa am melawan gun saling solid dalam a rantai pedan memutus mata nyebaran Covid-19 diwilayah uan Kota,” hukum Polres Pasuruan jelasnya. “Untuk rekan - rekan tim medis agar selalu tetap jaga rsemangat kesehatan tetap bersemangat us berjuang, untuk terus dan terus syarakat dan untuk melayani masyarakat publik indonegara kesatuan republik mbahnya. nesia tercinta ini,” tambahnya. (*/rul/mik)

AKBP Deddy Fuory Millewa menyerahkan cendera mata kepada eks Ketua PN Lumajang, I Wayan Sukradana.

jalan dengan aman dan lancer. Termasuk juga bantuan dari Pemkab Lumajang. “Saat ini kami terkendala masalah biaya.Di mana sementara di Pengadilan Negeri Lumajang,

pengunjung dalam pelaksaan proses sidang masih bisa masuk ke dalam. Sedangkan dari pusat diharapkan tidak boleh ada di dalam gedung. Mohon dukungan dari Bapak Bupati Lumajang

Polres Probolinggo Kota Terapkan Kampung Tangguh Berbasis Pemecahan Masalah

FOTO: MEMORANDUM/PRA

kedatangan santri akan di bagi menjadi 3 gelombang. “Untuk alur kedatangan santri sudah dibuatkan mekanismenya. Antara lain para santri sebelum masuk ponpes wajib menjalani karantina mandiri di rumah selama 14 hari. Masuk ponpes diantar orang tua sampai batas yang ditentukan, cuci tangan, memakai masker, penyemprotan disinfektan, pengecekan

Transisi New Normal, Polres Gresik Lakukan Giat Patroli Gresik, Memorandum Masa transisi new normall agaknya perlu dikawal oleh seluruh elemen masyarakat, agar tidak menjadi kebijakan a yang blunder. Jika tidak, bisa saja menjadikan penyebaran Covid-19 semakin marak. Di Kabupaten Gresik misalnya, memasuki masa transisi new normal, Polres Gresik turun ke lapangan melakukan giat patroli skala besar, Sabtu (13/6) malam. Kegiatan tersebut juga dalam rangka Hari Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Kabupaten Gresik. Bersama 71 personel lainnnya, AKP Zaenal Arifin Kabag Ops Polres Gresik memimpin kegiatan turun ke tempat keramaian di wilayah Gresik. Sebelum pemberangkatan, dalam arahannya Zaenal menyampaikan hal-hal penting yang akan dilakukan saat turun lapangan. “Mekanisme pelaksanaan cipta kondisi (cipkon) patroli

Satreskoba Pasuruan Ringkus Dua Pengedar Sabu

AKBP Rofiq Ripto Himawan didampingi kasubbag humas dan kasatreskoba menunjukkan barang bukti dan tersangka.

FOTO: MEMORANDUM/RUL

berh ia berharap mata rantai penyebaran Covid-19 dap segera terputus. dapat Launching dari 22 posko Kampung T Tangguh Semeru se-Kecamatan Krian, s saat ini diwakili empat desa. “Antara lain Desa Bareng Krajan enam orang positif Covid-19, disusul D Desa Jati Kalang empat orang, Desa Gam Gamping tiga orang, dan Desa Jerukgamping masih belum ada,” jelas Agus Maulidi. Melalui kekuatan Posko Kampung Tangguh Semeru, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji memotivasi warga agar saling gotong royong dan menguatkan dalam penerapan segala protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dengan upaya tersebut, sehingga desa maupun kelurahan akan menjadi tangguh. Warganya pun tangguh. Dengan adanya satgas yang ada di dalam Kampung Tangguh Semeru akan membantu. Seperti penerapan protokol kesehatan di pos check point saat memeriksa orang luar masuk ke wi wilayah kita. “Sebab itu, jika Kampung Tangguh Semeru ini sudah dapat dijalankan dengan tepat oleh wa warga. Saya berharap posko ini akan terus les lestari, agar wilayah kita semakin tangguh dan ko kondusifi tas kamtibmas kita tetap aman,” ujar Su Sumardji. (fj r/jok/mik)

Probolinggo, Memorandum Memasuki new normal pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi Polres Probolinggo Kota. Sejumlah program dicanangkan untuk mencegah penularan serta mengantisipasi dampak sosial pandemi. Setelah berhasil menginisiasi 32 Kampung Tangguh Semeru (sehat, aman, tertib dan rukun), kini Polres Probolinggo Kota menerapkan konsep kampung tangguh berbasis pemecahan masalah dengan solusi atau POP (problem oriented policing). “Ada dua hal yang ditekankan dalam pelaksanaan Kampung Tangguh Semeru, yakni problem-oriented policing (POP), yaitu kebijakan yang dikeluarkan berdasarkan pada permasalahan yang terjadi di wilayah tersebut. Berikutnya adalah SARA (scanning, analysis, response, assesment), yakni langkah identifikasi masalah yang tumbuh di tengah masyarakat,” ujar Kapolres

FOTO: MEMORANDUM/MHD

masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan untuk menghalau persebaran virus Covid-19. “Tujuan dibuatnya kampung tangguh ini adalah supaya membuat kita tertib dan senantiasa membudidayakan pola kehidupan yang sehat, disiplin merupakan kunci untuk membuat penyebaran Covid-19 bisa teratasi,” ujar Fadeli. (and/har/mik)

karena ini demi keamanan masyarakat sendiri,” pintanya. Sementara itu dalam amanatnya Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengakui ada banyak inovasi yang telah dilakukan Ketua Pengadilan Negeri Lumajang. “Terimakasih karena Ketua Pengadilan Negeri Lumajang telah memberikan pertimbangan tentang mekanisme pada saat pelaksanaan Pilkades. Di mana salah satu desa akan melaksanaan banding di PTUN,” jelasnya. Ditegaskan pula, pemeritah Kabupaten Lumajang berkebijakan atas pertimbangan stabilitas keamanan, kondusifitas wilayah, dan sosial di desa yang menjadi akumulasi dan pertimbangan hukum. “Kesan kami, Bapak I Wayan Sukrana, orangnya sederhana dan bersahabat, terimakasih telah menjadi bagian di Kabupaten Lumajang,” pungkasnya. (tri/mik)

AKBP Ambariyadi Wijaya meninjau lokasi Kampung Tangguh Semeru.

Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya didampingi Wakapolres Kompol Teguh Santoso, usai memberikan pelatihan dan asistensi Kampung Tangguh Semeru Bejo, di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Sabtu (13/6). Kampung tangguh berbasis POP, kata Ambariyadi, merupakan konsep begitu ada masalah sekecil apa pun bisa langsung

ditangani bersama tiga pilar. “Tidak ada artinya pembatasan sosial berskala besar, larangan mudik, berdiam di rumah, hingga anjuran pelaksanaan protokol kesehatan mengenakan masker dan mencuci tangan jika masyarakat tak disiplin melakukannya,” tandas kapolres. “Prinsip POP adalah sebuah strategi kolaboratif antara TNIPolri dan masyarakat yang

berfokus pada pemecahan permasalahan, melalui upaya identifikasi, analisis, penentuan aplikasi pemecahan masalah dan evaluasi,” ucapnya. Warga yang menjalankan kampung tangguh sesuai aturan SOP di antaranya semua warga harus menyiapkan tempat cuci tangan di depan rumah masingmasing, mempunyai masker minimal 5 biji, mematuhi protokol kesehatan. (mhd/yd/mik)

Kapolres Launching Operasional Aspol Tangguh Semeru Covid-19 Bangkalan, Memorandum Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra melaunching Asrama Polisi (Aspol) Tangguh Semeru Covid-19 di asrama polisi, Kelurahan Pejagan, Kecamatan Bangkalan. “Aspol Tangguh Semeru Covid-19 ini merupakan pengembangan dari kampung tangguh yang sudah kita bentuk di pedesaaan yang kini sudah berjumlah 50 lebih,” ujar Rama, usai acara launching Aspol Tangguh, Sabtu (14/6). Lanjut kapolres, dengan komunitas 35 KK penghuni asrama bisa bergerak serentak untuk bersama berupaya mencegah penyebaran Covid-19. Untuk itu, dalam opersionalnya, Aspol Tangguh ini juga diharap mampu memberdayakan enam divisi kegiatan. Yakni divisi keamanan, divisi kesehatan, divisi pangan dan obat,divisi humas, divisi sarana dan prasarana, serta divisi pemakaman. “Alhamdulillah, di Aspol

FOTO: MEMORANDUM/RAS

siplinan bagi seluruh elemen masyarakat,” kata Harun. Kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan berupa sembako dan masker secara simbolis dari Bupati dan Kapolres Lamongan kepada perwakilan masyarakat Brondong. Sementara, Bupati Lamongan, H. Fadeli mengungkapkan, keberadaan kampung tangguh ini diharapkan mampu membuat

Kapolres Blitar Kota Sosialisasikan Penerapan New Normal di Ponpes Blitar, Memorandum Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela bersama Dandim 0808 Blitar Letkol Inf Kris Bianto, meresmikan kampung tangguh di Ponpes Bustanul Muta’alimat Al Blitari, Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, Minggu (14/6). Kegiatan launching Pondok Pesantren Tangguh Semeru dalam penerapan new normal life pada tahun ajaran baru di lingkungan ponpes dengan tujuan pencegahan penularan Covid 19. Ketua Yayasan Ponpes Bustanul Muta’alima Dr.Wahidul Anam, M.Ag mengucapkan terimakasih atas kedatangan tamu Forpimda Kota Blitar di Pondok Bustanul Muta’alimat. Ponpes yang berdiri sejak tahun 1958 ini memiliki jumlah santri sebanyak 450 orang yang berasal dari Blitar dan luar Blitar. Untuk memasuki ajaran baru

Lumajang, Memorandum Besama jajaran Forkopimda Lumajang serta puluhan undangan yang lain, Kapolres Lumajang AKBP Deddy Foury Millewa menghadiri acara pengantar alih tugas Ketua Pengadilan Negeri (PN) Lumajang, I Wayan Sukradana menjadi hakim Pengadilan Negeri Denpasar Bali, Jumat (12/6). Pada kesempatan itu, I Wayan Sukrana menyampaikan pesan dan kesan selama menjabat sebagai Ketua PN Lumajang. “Saya sudah beberapa kali menjadi Ketua Pengadilan, bahwa keterikatan batin di sini jauh lebih erat. karena di sini kita menerapkan sistem kerja tidak ada bawahan dan atasan, sehingga kita bekerja dengan aman, nyaman dan tidak ada gesekan,” ujarnya. Pihaknya juga memberikan apresiasi atas sinergi dengan lapas dan Polres Lumajang, sehingga proses persidangan ber-

FOTO: MEMORANDUM/AND

Lamongan, Memorandum Dalam sehari, Kapolres Lamongan AKBP Harun bersama forkopimda me-launching empat Kampung Tangguh Semeru dan satu Pesantren Tangguh di wilayah Lamongan, Sabtu (13/6). Ke-empat kampung Tangguh itu ada di kantor Kelurahan/Kecamatan Brondong, Desa Tunggul dan Pondok pesantren (Ponpes) tangguh wilayah Karangasem serta Pesantren Tangguh Al Islah. Ketiganya berada di wilayah Kecamatan Paciran. Nampak hadir dalam rombongan forkopimda selain AKBP Harun, Bupati Fadeli juga Komandan Kodim 0812 Letkol Inf. Sidik Wiyono serta Sekda Yuhronur Efendi dan sejumlah pejabat Lamongan. Kapolres Lamongan mengharapkan masyarakat dan para pemuda agar bisa menjaga serta memberikan contoh patuh dan disiplin terhadap protokol kesehatan. “Bagi masyarakat yang ingin keluar rumah diharapkan untuk selalu memakai masker selama pandemi Covid-19 ini dan jangan sampai lupa untuk mencuci tangan setelah melakukan rutinitas. Marilah kita saling bergotong royong serta menjaga kedi-

FOTO: MEMORANDUM/TRI

Kapolres Lumajang Hadiri Acara Pengantar Alih Tugas Ketua PN

Kapolres Lamongan Resmikan 4 Kampung Tangguh Semeru dan Pesantren Tangguh

AKBP Rama Samtama Putra meninjau kesiapan para relawan.

T Tangguh ini sudah ada dapur umum, juga budidaya ternak lele, sarana, prasarana dan fasilitas kesehatan. Jadi operasional Aspol Tangguh ini,” tandas Rama. Menurut Rama, asrama polisi itu dihuni oleh anggota Polri aktif. Mereka dalam kesehariannya juga terjun ke lapangan bersama Tim GugusTugas Percepatan Penanganan Covid

19 Pemkab. “Jadi mereka yang ada di garda terdepan untuk memutus mata rantai virus, juga cukup rentan untuk bisa terpapar,” tegas Rama. Itu sebabnya, terbentuknya Aspol Tangguh Semeru Covid-19 di lingkungan asrama hunian mereka, agar asrama tidak menjadi klaster baru penyebaran covid 19.

Tidak hanya Aspol Tangguh. Sehari sebelumnya, Jumat (12/6) sore, Rama bersama Bupati R Abdul Latif Amin Imron, Ketua DPRD H Muh Fahad dan anggota Fokopimda, juga melaunching terbentuknya Industri Tangguh Covid-19 di PT Adiluhung Sarana Segara Putra, serta Mal Tangguh di Bangkalan Plaza. Keduanya juga di wilayah Kecamatan Bangkalan. (ras/mik)

Kapolres Tulungagung Resmikan Kampung Tangguh Ngantru

AKBP Eva Guna Pandia FOTO: MEMORANDUM/FIR

Tulungagun Memorandum Tulungagung, p Satu persatu Kampung Tangguh Semeru di Kabupaten Tu Tulungagung diresmikan. Terbaru, Kapolres Tulung Tulungagung AKBP Eva P meresmikan Guna Pandia berdiri berdirinya kampung tangguh di Desa / Kecamatan Ngantru Ngantru, Minggu (14/6). Kapo Kapolres menyampaikan, tar target pembentukan kampung ttangguh di masingmasing keca kecamatan terus dikejar. Tujuannya m mengedukasi dan melatih masy masyarakat agar disiplin

menerapkan protokol kesehatan. Kemudian tertib menjalankan pola hidup sehat, seraya membangun kemandirian ekonomi warga masyarakat, serta mempersiapkan diri dalam menghadapi new normal. “Kampung tangguh yang mampu menerapkan disiplin menjalankan protokol kesehatan, menjadi salah satu persiapan untuk menuju new normal,” ungkap Pandia. Pandia menjelaskan, langkah ini adalah strategi kolaboratif antara polisi dan masyarakat untuk fokus dalam pemecahan permasalahan, melalui upaya identifikasi, analisis,

penentuan aplikasi penyelesaian masalah, dan evaluasi. Dengan tujuan masyarakatt dapat mempunyai kemam-k puan dan kemandirian untuk n menyelesaikan permasalahan yang ada di wilayahnya. k “Masyarakat terdampak penyebaran Covid-19 yang berada di satu teritori tertentu dapat memutus atau mengurangi, atau meredam mata rantai penyebaran Covid-19 di teritori tertentu dalam batas waktu yang ditentukan,” paparnya. “Termasuk membangun soli-

daritas masyarakat di masa pandemi,” sambung Pandia. Pandia mengingatkan, kego otong royongan dalam mewuju judkan kampung tangguh a adalah hal utama yang harus d ditunjukkan oleh masyarakat. Sehingga disiplin diri untuk menerapkan protokol kesehatan bisa diwujudkan bersama-sama menuju persiapan new normal. “Prinsip utama menjalankan Kampung Tangguh Semeru adalah semangat serentak dan sukarela. Yakni nilai-nilai kegotong-royongan yang memiliki arti sebagai nilai kes-

ediaan diri setiap warga di wilayah tersebut,” pungkasnya. Kepala Desa Ngantru, Suryani mengatakan, pihaknya memiliki tujuh indikator kelayakan untuk mewujudkan kampung Tangguh. Di antaranya tangguh kesehatan jasmani rohani, tangguh sosial ekonomi, tangguh keamanan dan tangguh informasi serta kreatifitas. “Setelah ditunjuk untuk menyiapkan diri sebagai kampung tangguh, kami langsung bersiap dan memastikan tujuh indikator kelayakan kampung tangguh itu ada di desa kami,” ujarnya. (kin/fir/mik)


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

MADURA

SENIN PAHING, 15 JUNI 2020 HALAMAN 8

FOTO: MEMORANDUM/SJK

BIRO MADURA RAY RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. WAKABIRO: Sujak Lukman REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.

Petugas kesehatan melakukan rapid test kepada wartawan Pamekasan di Gedung Serba Guna Pemkab.

Pamekasan, Memorandum Di masa pandemi covid-19, nyaris seluruh elemen masyarakat dilanda kepanikan. Termasuk jurnalis yang bertugas di Pamekasan. Apalagi dalam tugasnya setiap hari, media selalu kritis membahas perkembangan wabah yang tidak kunjung berakhir. Beberapa kali, bahkan terjadi selisih pendapat antara wartawan dengan Satgas Pemkab Pamekasan. Akan tetapi, setelah ada wartawan senior yang meninggal, pemkab berinisiatif melakukan rapid test kepada seluruh pekerja media. Sayang, undangan tes cepat gratis ini banyak yang tidak mengikuti. Anggota Satgas Covid-19 Pemkab Pamekasan, Zainal mengaku tidak tahu alasan pasti mengapa wartawan banyak yang tidak datang. “Padahal sudah kami sediakan 100 alat rapid tes, hanya yang hadir 21 orang. Ini jumlahnya tidak sampai separuh,” katanya saat dimintai keterangan (13/6). Padahal, terang Zainal, rapid test tidak semua instansi bisa melaksanakan, apalagi sampai gratis. Jika dinominalkan, biaya tes cepat itu untuk satu orang bisa mencapai Rp 250 hingga 300 ribu. “Itu kalau dilaksanakan di rumah sakit swasta. Ini gratis, mestinya dimanfaatkan sebaik mungkin,” keluhnya. Data dari Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekkab Pamekasan tersebut, ada sekitar 200 wartawan di wilayahnya. Baik dari media cetak, online, maupun eektronik. Namun fenomena ini juga terjadi di semua lini. Ada keraguan untuk mengikuti tes cepat massal ini. Pantauan Memorandum, hal ini karena banyak faktor. “Alasan mereka tidak ikut rapid test ada yang khawatir akan banyak pikiran dan bisa bertambah masalah kesehatannya,” ungkap Nasar. (sjk/epe)

FOTO: MEMORANDUM/URI

Undang 100 Wartawan, Hanya 21 yang Ikut Rapid Test

DaŌar PosiƟf Sumenep Terus Bertambah

Pasien Ke-17, Dua Kali Rapid Test Non Reaktif Sumenep, Memorandum Bertambahnya dua kasus terkonfirmasi covid-19, membuat jumlah pasien terpapar virus corona di Kabupaten Sumenep hingga Minggu (14/6), total menjadi 18 pasien. Satu di antaranya meninggal saat masih dalam status pasien dalam pengawasan (PDP). Namun ada perkembangan menarik yang bisa jadi perhatian semua pihak. Yakni kasus pasien bernomor 17 berjenis kelamin laki-laki. Warga asal Kecamatan

Guluk-guluk itu kerja di rumah sakit swasta di Surabaya. Di sana, 2 kali rapid test hasilnya non reaktif, begitu juga uji swab-nya negatif.

Karena tidak kunjung sembuh, keluarga menjemput dan merawat pasien 17 di Sumenep. Pada 7 Juni 2020, hasil non reaktif kembali ditunjukkan rapid test ketika dirawat di kota kelahirannya. Namun karena penyakit mengarah ke covid-19 dinaikkan statusnya menjadi PDP. “Sehari kemudian, rumah sakit tempatnya dirawat melakukan swab. Hasilnya baru keluar kemarin dan positif terkonfirmasi namun kondisinya terus membaik,” kata

Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, Minggu (14/6). Sedangkan tambahan terakhir adalah pasien ke-18 dari Kecamatan Talango. Dia masuk rumah sakit dengan keluhana sesak nafas (7/6). Hasil pemeriksaan torak pasien menunjukkan radang paru-paru. Hasil rapid test reaktif kemudian dilanjutkan swab. “Sebelum hasil swab keluar, pasien 18 meninggal (9/6) dengan status PDP. Hasilnya

sendiri baru keluar kemarin dan juga positif,” tambahnya. Sebagai tindak lanjut, lingkungan rumah dua pasien terakhir sudah disemprot disinfektan. Selain itu, dinas kesehatan (dinkes) menelusuri siapa saja yang pernah kontak fisik dengan keduanya. “Masyarakat kami imbau tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan, hidup bersih, selalu di rumah, dan pakai masker apabila beraktivitas di luar,” tutupnya. (uri/epe)

FOTO: MEMORANDUM/URI

Bangkalan, Memorandum Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra ikut mencermati kinerja insan pers ketika meliput upaya pencegahan covid-19. “Saya salut melihat semangat kerja rekan-rekan jurnalis. Semua kegiatan polres, TNI, satpol PP, dan BPBD dalam upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19, tak satupun yang terlepas dari liputan mereka. Jadi para jurnalis juga ada di garda terdepan,” kata Rama, Minggu (14/6). Dampaknya, profesi jurnalis,

menurut Rama juga tergolong rentan tertular. Mereka tidak hanya harus ekstra hati-hati ketika melakukan tugas liputan di lapangan. Termasuk harus berbekal imun atau daya tahan tubuh tangguh. “Saya amati, rekan-rekan jurnalis, seperti polisi yang ada di garda terdepan, banyak yang kelihatan capek,” tandas Rama. Karenanya, Sabtu (13/6) pagi, kapolres memberikan bantuan multi vitamin, suplemen, dan handsanitizer kepada seluruh jurnalis mitra Polres Bangkalan. Pe-

nyerahan bantuan, secara bergilir diserahkan kapolres, wakapolres Kompol Dekky Hermansyah, Kasatlantas AKP Andhika Rzaldy Lubis, dan Kasubbag Humas AKP M Barudi. Targetnya, agar wartawan mitra polres punya modal imun yang tangguh saat berjibaku melaksanakan tugas liputan perkembangan covid-19 di lapangan. “Bantuan ini nilainya tidak seberapa. Silakan dikonsumsi dengan teratur agar imun rekan-rekan jurnalis kuat,” pungkas kapolres. (ras/epe)

FOTO: MEMORANDUM/RAS

Kapolres Bagi-bagi Multi Vitamin dan Suplemen

Kapolres AKBP Rama Samtama Putra membagikan multi vitamin dan suplemen kepada jurnalis Bangkalan.

Salah satu wisata pantai yang dikelola swasta.

Sumenep, Memorandum Pelaku sektor pariwisata di Kabupaten Sumenep sangat terdampak pandemi covid-19. Tercatat sebanyak 500 pekerja berkaitan dengan wisata harus dirumahkan. Padahal para pelaku wisata swasta mengaku siap melakukan protokol kesehataan meski tanpa diminta seandainya pemerintah menginzinkan tempat wisata kembali dibuka. Harapan ini sesuai surat edaran (SE) dari kementerian pariwisata yang sempat memberi angin segar bagi mereka. Hanya saja, Pemkab Sumenep masih tidak memberikan kepastian kapan diizinkan. Di sisi lain, pelaku wisata swasta tidak pernah diikut sertakan dalam setiap pembahasan untuk mencari solusi permasalahan itu. “Sejak awal kami sudah berkirim surat ke bupati untuk duduk bersama mencari jalan keluar bagaimana pariwasata di Sumenep ke depan. Namun kami ditolak,” kata Syaiful Anwar, salah satu pelaku wisata swasta di Sumenep, Minggu (14/6). Dia menyebutkan, pihaknya sempat sakit hati setelah dinas terkait hanya menggelar pertemuan dengan dua pengelola wisata milik pemkab saja. Yakni pengelola Pantai Lombeng dan Slopeng. Pertemuan itu disebutnya tidak mewakili masyarakat wisata Sumenep. Padahal ada banyak warga yang menggantungkan ekonominya pada sektor wisata yang dikelola swasta. Termasuk 500 pekerja yang terpaksa dirumahkan selama wabah, berasal dari biro travel, restoran, kafe, perhotelan, dan pengelola wsiata. Sebelumnya, Bupati A Busyro Karim mengatakan, Pemkab Sumenep mempersiapkan aturan untuk memulihkan perekonomian. Salah satunya kembali membuka sektor pariwisata dengan memperlakukan protokol kesehatan. Mengenai kepastian kapan dibuka, menunggu kesiapan pelaku wisata memperlakukan protokol kesehatan tempat yang dikelolanya. “Kalau pelaku wisata sudah siap. kapanpun akan kami buka,” tegasnya waktu itu. (uri/epe)

28 Ribu Santri Diprediksi Kembali ke Pondok pada New Normal

Ratusan Ponpes di Bangkalan Digerojok Alat Pencegahan Covid-19 Bangkalan, Memorandum Setelah lebih dari tiga bulan aktivitas pondok pesantren (ponpes) terhenti akibat wabah covid-19, era new normal yang akan diterapkan pemerintah membuat ribuan santri diprediksi kembali menempuh pendidikan agama. Ada 159 ponpes di Bangkalan yang memiliki sekitar 28 ribu santri dari sekitar Bangkalan hingga luar negeri. Karena itu, rencana kembalinya santri di tengah penerapan new normal segera direspons Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bangkalan agar tidak menjadi klaster baru penyebaran virus corona. Pemkab berinisiatif memasok bantuan berupa perangkat peralatan protokol pencegahan covid-19. Masing-masing ponpes dapat jatah bantuan bak untuk cuci tangan, handsanitizer, masker, thermogun, dan multi vitamin. “Rencana bantuan kepada seluruh ponpes itu memang sudah dijanjikan bupati selaku ketua Gugus Tugas Percepatanan Penanganan Covid-19 di hadapan seluruh kiai pengasuh ponpes beberapa waktu lalu,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) H Sudi-

yo, Sabtu (13/6). Sebelumnya, Bupati R Abdul Latif Amin Imron ketika menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan seluruh kiai pimpinan dan pengelola ponpes (4/6), salah satu bahasannya adalah persiapan menyambut santri yang akan kembali sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat putusnya mata rantai penyebaran covid-19 di Indonesia. Namun setelah pemerintah menerapkan kebijakan new normal sejak 1 Juni 2020, belasan ribu santri baik dari dalam dan luar daerah direncanakan untuk segera kembali ke ponpes mereka masing-masing di Kabupaten Bangkalan. Mereka akan mulai menekuni kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran baru. Itu sebabnya, dalam rakor juga dibahas soal rencana protokol pencegahan covid-19 yang akan diterapkan masing-masing ponpes ketika santrinya kembali. Termasuk, anjuran membentuk program ponpes tangguh seperti Kampung Tangguh Semeru binaan Polres Bangkalan. Targetnya, agar masing-masing ponpes memiliki ke-

FOTO: MEMORANDUM/RAS

500 Pekerja Wisata Dirumahkan

Bupati foto bersama para perwakilan ponpes usai memberikan bantuan secara simbolis.

mampuan daya tangkal memutus mata rantai penyebaran covid-19. Atau ponpes tidak berpotensi menjadi klaster penyebaran baru. Setidaknya di lingkup ponpes. Momentum penyerahan bantuan itu dilakukan Ra Latif, sapaan akrab bupati, kepada sejumlah perwakilan pimpinan ponpes, Jumat (12/6). Setiap ponpes mendapat 1.000 masker, 2 boks kombinasi vitamin C dan E, 1 unit thermogun, 5 liter disinfektan, dan

handsanitizer, serta sarana cuci tangan berupa bak ukuran jumbo. Khusus untuk bantuan vitamin akan disesuaikan dengan jumlah santri di masing-masing pondok. “Bantuan vitamin itu untuk dikonsumsi setiap santri selama 20 hari,” tandas Sudiyo. Soal teknik penyaluran bantuan lebih lanjut, menurut Sudiyo, akan dilakukan puskesmas dan OPD terkait di 18 kecamatan. Usai penyerahan bantuan, bupati ber-

pesan kepada pengasuh ponpes untuk tetap memacu semangat santrinya dalam mematuhi dan disiplin menerapkan protokol pencegahan covid-19. “Ya termasuk rutin mengkonsumsi bantuan multi vitamin yang sudah kami salurkan.’ sebutnya. Semua bantuan tidak akan berguna jika santri tidak patuh dan disiplin menerapkan protokol pencegahan sebagaimana diamanatkan pemerintah. Jika jika itu terjadi, lingkungan ponpes dengan ratusan dan bahkan ribuan santri di dalamnya, akan tetap berpotensi menjadi basis penyebaran covid-19. Perwakilan komunitas ponpes Bangkalan melalui KH Nasih Aschal, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Tim Gugus Tugas Covid 19 Pemkab Bangkalan yang peduli dan membantu ponpes dalam penanganan. “Ini merupakan bentuk ikhtiar kita bersama dalam melawan wabah covid-19. Terutama ketika para santri, mulai menekuni kehidupan di fase new normal,” tegas Ra Nasih, yang juga salah satu pengasuh Ponpes Syaichona Moh Kholil. (ras/epe)


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

TRENGGALEK

KABIRO TRENGGALEK: Hamzah Abdillah. WARTAWAN: Agus Purwanto, Ahmad Yulis. ALAMAT : Jalan Wr Supratman Gang Parangjanoko no 4, Kelurahan Sumbergedong, Kec/Kab Trenggalek.

SENIN PAHING, 15 JUNI 2020 HALAMAN 9

Program Pasar New Normal Diapresiasi Dewan Pemerintah Kabupaten Trenggalek berencana mejadikan beberapa pasar lain sebagai percobaan menyambut new normal secara bertahap. “Kami berupaya uji coba pasar new normal dengan melakukan penertiban dan langkah-langkah penerapan protokol kesehatan,” terang Kepala Dinas Komindag Kabupaten Trenggalek Agoes Setyono. Program tersebut mendapatkan apresiasi Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek Pranto. Ia mengimbau agar

seluruh warga di pasar-pasar dan mal menggunakan masker dan mematuhi protokol kesehatan. Hal tersebut untuk bersama-sama untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 saat menghadapi new normal .“Menggunakan masker sangat penting kita terapkan saat akan keluar rumah untuk urusan yang sangat penting, termasuk di pasar,” ungkapnya, Minggu, (14/4). Meski aktivitas telah berangsur normal, tetapi masih

FOTO: MEMORANDUM/AGUS PURWANTO

Trenggalek, Memorandum Pasar Bendo, Kecamatan Pogalan, kini menjadi pasar pertama yang menerapkan aturan pasar new normal di Kabupaten Trenggalek. Pedagang dan pembeli di pasar ini menerapkan protokol kesehatan ketat daripada pasar lain.

Pasar Bendo yang menerapkan protokol kesehatan ketat di era new normal.

kata Pranoto, Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Komindag) Pemkab Trenggalek harus mempelopori pemberlakuan hidup bersih. Ini sesuai protokol kesehatan yang diatur pemerintah di tempat umum akan halnya seperti pasar. “Harus ditindaklanjuti di semua pasar,” tegasnya. Sementara itu anggota Komisi II yang lain, Amin Tohari menuturkan harus ada langkah khusus dan strategis penyiapan infrastruktur untuk mendukung protokol kesehatan. “Seperti fasilitas cuci tangan, konsep penempatan pedagang agar ada jarak antar satu dengan lain serta fasilitas lainnya,” tuturnya. Politisi asal PKB ini menambahkan, kampanye mengajak masyarakat untuk berdisiplin

rajin mencuci tangan dan tidak lupa menggunakan masker juga tetap dilakukan petugas pasar.”Jika kita menerapkan kedisiplinan ini, maka kita perlu optimistis mampu memutus rantai penyebaran Covid-19 di daerah ini,” ungkapnya. Amin menambahkan jika upaya pencegahan Covid-19 merupakan tanggungjawab bersama seluruh pihak, termasuk dalam mengkampanyekan gerakan menjaga kebersihan, rajin cuci tangan dan menggunakan masker. “Kita saling mengingatkan kedisiplinan ini, baik untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan, dalam upaya-upaya keras menerapkan protokol kesehatan mencegah Covid-19,” tandasnya. (gos/ham/udi)

Pilbup Trenggalek Tambah 300 TPS Trenggalek, Memorandum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek memproyeksikan penambahan 300 tempat pemungutan suara (TPS) dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) 2020. Proyeksi ini merujuk pada aturan maksimal jumlah pemilih dalam satu TPS pada pelaksanaan pemilihan di tengah pandemi Covid-19. Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Gembong Derita Hadi mengatakan, jumlah TPS seyogyanya 1.250 titik. “Sekarang menjadi 1.550,” kata Gembong sebagaimana dilansir

FOTO: MEMORANDUM/AGUS PURWANTO

Penambahan TPS itu berdampak pada membengkaknya anggaran di KPU. Untuk satu TPS, kata Gembong, butuh anggaran sekitar Rp 10 juta. Itu belum termasuk kebutuhan untuk Alat Pelindung Diri (APD) dan kebutuhan lain dalam menjalankan protokol kesehatan. “Untuk semua kami hitung kebutuhannya Rp 3 miliar,” kata dia. KPU telah menyampaikan soal kebutuhan tambahan anggaran ini ke Pemkab Trenggalek. Gembong bilang, belum ada jawaban pasti ketersediaan anggaran tambahan itu untuk KPU. “Pemkab belum bisa memastikan. Karena untuk penanganan Covid-19 saja sudah Rp 90 miliar. Jadi kami masih koordinasi,” tuturnya. Jika anggaran yang didapat tak sesuai perhitungan, KPU Trenggalek akan menerapkan rencana lain. Misalnya dengan meminta bantuan pinjam pakai alat-alat kesehatan, seperti alat pengukur tubuh atau thermogun. Tapi sebelum itu, KPU Trenggalek masih menunggu Peraturan KPU RI yang sampai hari ini belum muncul.”Secara regulasi, kami masih menunggu. PKPU belum keluar. Jadi itu tadi rencana-rencana kami,” kata Gembong. Sebelumnya, pemerintah, legislatif, dan lembaga penyelanggara pemilu menyepakati Pilkada Serentak 2020 akan digelar 9 Desember mendatang. Jadwal ini mundur dari rencana awal akibat pademi Covid-19. Kabupaten Trenggalek menjadi salah satu daerah yang akan mengikuti pesta demokrasi lima tahunan tersebut. (*/udi)

Bupati H Moch Nur Arifin bersama Kapolres AKBP Doni Satria Sembiring dalam peresmian kampung tangguh.

FOTO: MEMORANDUM/IST

Asrama Polisi Jadi Kampung Tangguh Semeru

Kantor KPU Trenggalek.

RUMAH DIJUAL l Rmh yk.10x12 m2 KT.5 SHM Garasi Mobil. Jl Rajawali No.26 rum Rewwin) Sidoarjo. Hrg 1 ar (Bs Nego) Listrik 1300 watt. AM + AC. Hub: 0813 3222 4306 2 2351 1599.

SEDOT WC Ahli Sedot Saluran Air & SeWC Mampet, Tanpa BongKimia, Terima Kuras Sumur, don, Kolam, Sedot WC, Doron. Kenjeran:031-5150.3330 Rung0851.0877.7759Mayjen: 0851. 7.7715.

TANAH DIJUAL l tanah Kavling luas 410m2 dekat rah wisata pasar Lawang.300 Jt B terpasang Listrik 1.300 watt 081335776262,081333477677

Trenggalek, Memorandum Asrama polisi yang berlokasi persis di utara Pendopo Manggala Praja Nugraha diresmikan sebagai Kampung Tangguh Semeru. Peresmian ini dilakukan Bupati Moch Nur Arifin bersama Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring dan Kasdim 0806 Trenggalek, Sabtu (13/6). “Harapannya, kampung tangguh bisa menginspirasi masyarakat untuk patuhi protokol kesehatan,” harap Bupati Moch Nur Arifin.

Dikatakannya, Kampung Tangguh Asrama Polisi ini merupakan kampung tangguh kesekian kalinya yang ada di Kabupaten Trenggalek. Ini ditujukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan. “Berguna memproteksi diri, keluarga, dan lingkungan dari bahaya penyebaran Covid-19,” katanya. Dilanjutkan dia, kampung tangguh tentunya sangat dibutuhkan apalagi menghadapi era new normal ini. “Kembalinya

ELETRONIK DICARI

PARANORMAL

KEHILANGAN

AC...AC...Dingin!!! <b>Berkwalitas, AC Split second=1Jt (05-3/4-1PK2PK) 350 watt Hub: 0851009 95098/ 031-5012481 Persewaan AC.

Ramal, Kartu CKI, Jitu bisa baca nasib, Rmh tangga, Jodoh, Bisnis, dll. Dtg langsung ke ibu rina. Jl.Kedungsari Masuk Samping Kanan Giant Surabayan 3/34. T:031-5490592/ 081229729706 (tdk terima SMS).

Hilang STNK nopol W 2649 QW a/n EKA NUR Hub 0895631356786 (Yudi S).

SERVICE CV.TOP Ahli Pendinginan AC Split Cuci 45 Freon 75, Bongkar 125 / Pas 175. Ahli kipas, msn cuci, Central/Chiler, Casetta, Whiter, Dispenser, P.air, TV, DVD, dll.J/B AC bekas. Kjrn:0315150.3333 Rkt:0851.0777.7754 Myjen 031-5150.3332

38.10/6-15/07

LOWONGAN Dicari Customer Service dan design Kirim lamaran ke Prima Advertising Jl.Ngagel Jaya Selatan No.102 Sby. Lowongan Tkg Las Dodog Cat Kabin Truk Pglman Domisili Sidoarjo Hub: 081330994567. Dicari Sales berpengalaman di bidang Bahan Pokok (beras, gula, garam, minyak) gaji UMR 0813

RATU PENAKLUK CINTA

DJIAJENG S (Mahar 50 rb) Menangani segala problem sulit JODOH, dan Rejeki dan juga SUSUK utk segala keperluan BUKA AURA UTK BISNIS,BEDAK PELET PENGLARIS, dan juga TERAPI segala PENYAKIT. Perum Griya Karya SedaƟ Permai Blok BA No.1 RT 29 RW 12 SedaƟ Gede Juanda

TELP. 087732541691

WORO-WORO!!!

Rumah Pijat 27 sudah buka lagi seperti biasa !!! Tetap ada diskon Mandi uap free Protokol kesehatan . Anda wajib pake masker cuci tangan masuk ke bilik steril suhu badan diukur thermo gun Tangan/ punggung disemprot dengan sanitazi dll Semua sudah kami siapkan agar aman & nyaman ! Hub 031 5465030 38.10/6-10/11

Hilang STNK Mobil Honda thn 2018 nopol L1673FV A/N: Andi Rasjuddawi D/A: Manyar Tirtoyoso Selatan 2/41. Hilang STNK spd motor Honda thn 2018 nopol L6804EF A/N: Andi Rasjuddawi D/A: Manyar Tirtoyoso Selatan 2/41. Hilang STNK Spd Mtr Suzuki th’2011 L-5516-NT An.Lilik Dwi Lestari D/a. Wonosari Wetan 1-B/11-B Sby. Hilang BPKB Motor Honda NC11B 3C AT, L 4479 OL Noka: MH1JF5111BK765453, Nosin: JF51E1757653 a/n Mokhammad Suef, SH Jl.Wiyung Gang Taman Bakti No.2 Sby. Kehilangan STNK Spd Motor Yamaha Thn 2015 wrn Hitam Nopol L-2842-YX An. PT Berkat Cahaya Sakti D/a. Simo Tambaan 31 Sby. Hub.0878 6346 4636 Kehilangan stnk R2 merk yamaha thn 2010 nopol W 6489 HG an Sholihin da Dsn. Karang rejo Rt. 003 Rw. 001 ds. Karang rejo kec. Manyar kab. Gresik

aktivitas sosial perekonomian di tengah masyarakat tentunya harus dibarengi dengan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan,”lanjutnya. Bupati Trenggalek juga menegaskan kampung tangguh ini ditujukan untuk membentuk sikap masyarakat untuk berdisiplin mematuhi protokol kesehatan. “Jadi kalau melihat kampung tangguh inginnya memakai masker terus, cuci tangan atau jaga jarak. Karena memasuki era new normal ini bukan berarti kita akan

meninggalkan protokol kesehatan,” ujarnya. Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring menambahkan, esensi keberadaan kampung tangguh ini bukanlah persoalan kuantitas. “Namun seberapa efektifnya kampung tangguh ini seperti niatan awal dan instruksi Kapolda Jatim. Tujuan diadakannya kampung ini untuk mencegah penyebaran Covid -19,” imbuhnya. Diharapkan kampung tangguh ini bisa menjadi embrio

kesadaran masyarakat untuk terus menjalankan protokol kesehatan, setiap saat maupun dimanapun berada. “Selain itu diharapkan bisa menjadi contoh bagi lingkungan atau kampung lain untuk bisa mengadopsi kampung ini guna menghindarkan Covid-19 kepada pribadi keluarga dan lingkungan sekitar,” tegas pamen Polri ini. Dari informasi yang dihimpun, di asrama polisi ini terdapat 30 kepala keluarga, (KK) yang terdiri 20 KK bintara dan 10 KK perwira.(gos/ham/udi)


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

MOJOKERTO-JOMBANG

SENIN PAHING, 15 JUNI 2020 HALAMAN 10

KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

Proses evakuasi korban di Lapas Kelas IIB Jombang.

Tahanan Bunuh Diri Akibat Depresi Jombang, Memorandum Seorang warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Jombang, mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, Jumat (12/6) sore. Adalah Reza Ardiansyah alias Bajol (25), warga Jalan Laksda Adi Sucipto 03, Desa Sembongdukuh, Kecamatan Jombang. Ia merupakan tahanan dalam kasus Narkoba jenis sabu-sabu. Dipaparkan oleh Kapolsek Jombang AKP Moch Wilono, kejadian berawal saat korban yang merupakan penghuni kamar (sel) blok B7 Lapas Jombang, bertandang ke kamar (sel) blok A3. Setibanya di lokasi tujuan, ia tidur-tiduran di dalam kamar tersebut. Sekira pukul 14:45, semua napi dan tahanan melaksanakan Salat Ashar termasuk 6 orang tahanan (saksi) yang berada di kamar (sel) blok A3. “Usai salat, para saksi kembali dan melihat jendela kamar (sel) tertutup. Kemudian menemukan korban sudah meninggal dunia diduga gantung diri sekira pukul 15:15,” paparnya, Minggu (14/6). Begitu mendapat laporan, lanjut Kapolsek Jombang, pihaknya langsung bergegas menuju ke lokasi. Sesampainya di Lapas Kelas IIB Jombang, polisi melakukan olah TKP, minta keterangan dari sejumlah saksi sekaligus mengevakuasi korban ke kamar mayat RSUD Jombang. “Korban bunuh diri dengan menggunakan kain sarung yang diikatkan di jeruji besi jendela kamar (sel). Dari keterangan beberapa saksi, diduga korban bunuh diri akibat depresi karena banyak utang di teman-teman sesama tahanan,” lanjutnya. Selain mengevakuasi jasad korban guna kepentingan pemeriksaan, petugas juga mengamankan barang bukti berupa kain sarung yang digunakan untuk gantung diri. Sementara itu, keluarga korban yang segera tiba tak lama setelah menerima kabar kematian Reza, minta kepada polisi untuk tidak melakukan otopsi dan menganggap kejadian merupakan musibah. “Usai pemeriksaan luar, jenazah langsung kita serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Wilono. Sebelum mengakhiri hidup di Lapas Kelas IIB Jombang, Reza Ardiansyah alias Bajol terjerat perkara sabu-sabu dan ditangkap Polisi pada bulan Oktober 2019 silam. Setelah melewati serangkaian penyidikan, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jombang menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara. (wan/rif)

FOTO: MEMORANDUM/HUMAS

Sertijab kasatlantas Polres Mojokerto Kota.

AKP Fitria Wijayanti Jabat Kasatlantas Polres Mojokerto Kota Mojokerto, Memorandum AKP Fitria Wijayanti menjabat Kasatlantas Polres Mojokerto Kota menggantikan AKP Marita Dyah Anggraini. Pergantian jabatan kasatlantas ini menindaklanjuti Surat Telegram Kapolda Jatim Nomor : ST/902/V/KEP/2020, tanggal 28 Mei 2020. Sertijab dipimpin langsung oleh Kapolres Mojokerto Kota AKBP Bogiek Sugiyarto, Sabtu (13/6) di aula Wira Pratama Polres Mojokerto Kota. AKP Marita Dyah Anggraini SIK selanjutnya menduduki jabatan baru sebagai Kasatlantas Polres Nganjuk, Polda Jatim. Sedangkan baru AKP Fitria Wijayanti sebelumnya menjabat Kanitlantas Polsek Tegalsari, Polrestabes Surabaya, Polda Jatim. Kapolres Mojokerto Kota AKBP Bogiek Sugiarto mengatakan, mutasi jabatan merupakan hal yang biasa dilakukan di lingkungan organisasi Polri. Tujuan pergeseran jabatan untuk menjaga dinamika operasional dan penyegaran proses manajerial organisasi dalam melaksanakan misi untuk mencapai visi yang telah ditetapkan yakni profesional, modern dan terpercaya (promoter) Kepada pejabat lama, saya mengucapkan terima kasih atas kinerjanya selama ini dan diharapkan di tempat tugas yang baru dapat lebih berhasil. “Sedangkan kepada pejabat baru, saya juga mengucapkan selamat datang di Polres Mojokerto Kota segera menyesuaikan diri melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab,” kata kapolres. Lebih lanjut dikatakannya, dengan berbekal pengalaman yang dimiliki pada penugasan jabatan sebelumnya, diharapkan pejabat baru akan mampu melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan harapan Polri dan masyarakat di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota. (war/rif)

Petugas membeber barang bukti miras hasil razia. FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO

Pandemi Corona, Minol Tetap Marak Polres Mojokerto Kota Gelar Razia Miras Mojokerto, Memorandum Peredaran minuman beralkohol (minol) di Kota Mojokerto masih marak. Meski, kerap dilakukan razia, nyatanya para penjual minuman memabukkan ini tak jera. Lagi-lagi ratusan minol berbagai merek pun berhasil dirazia Satsabhara Polresta Mojokerto. Petugas juga mengamankan dua tersangka untuk dilakukan tindak pidana ringan sebagai bentuk pertanggungjawabannya. Kasatsabhara Polresta Mojokerto AKP Wiwin Rusdi mengatakan, peredaran miras di Kota Onde-Onde sejauh ini tak pernah habis. Terbukti dari razia yang

dilakukan Jumat (13/6), petugas banyak menemukan barang bukti miras dijual bebas tanpa ada izin resmi. “Total ada ratusan lebih barang bukti minol

ilegal berbagai merek yang kami sita,” ungkapnya, Minggu (14/6). Ratusan minol yang diamankan di Mapolresta Mojokerto di antaranya, 12 botol MixMax Cocktail, 12 botol Anggur Putih cap Orang Tua, 22 botol Whisku Asoka, 19 botol Singaraja, 12 botol Anggur Kolesom, 2 botol Anggur Putih, 7 botol merek Newport Passion Blue, 2 botol New Port Revolution Blue, 85 botol Anggur Merah biasa cap Orang Tua, dan 79 botol Anggur Merah Gold cap Orang Tua. Ba-

“

Total ada ratusan lebih barang bukti minol ilegal berbagai merek yang kami sita,” AKP Wiwin Rusdi Kasatsabhara Polresta Mojokerto rang bukti ini lanjut Wiwin, dirazia dari dua penjual sekaligus. Masing-masing, Liman Agung Cahyono, 28, waega Suronatan

Gh VII/18, dan Antoni Gunawan, 18. Bersama barant bukti keduanya dibawa ke Mapolresta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Secepat keduanya juga akan kita jadwalkan mengikuti persidangan tipiring di pengadilan negeri Mojokerto,” tandasnya. Keduanya diduga melanggar Perda nomor 2 tahun 2015 tentang pengendalian minuman beralkohol. Keduanya dijerat pasal 25 ayat 2.Yakni Setiap orang / badan yang menjual dan/atau mengedarkan minuman beralkohol tanpa memiliki SIUP MB atau SIUP MBT. (no/rif)

Penuhi Alun-alun Kota Mojokerto

Ratusan Kaum Milenial Dibubarkan Mojokerto, Memorandum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto bersama TNI/Polri membubarkan kerumunan massa di Alun-alun Kota Mojokerto, Sabtu (13/6) malam. Ratusan massa yang didominasi oleh kaum milineal ini sedang melakukan kegiatan bersepeda angin. Ratusan masyarakat ini berbondong-bondong memadati Alun-alun Kota Mojokerto sejak, pukul 18.00. Selain dari Kota Mojokerto, mereka datang dari wilayah Kabupaten Mojokerto. Melihat hal tersebut, petugas dengan menggunakan pengeras suara meminta kerumunan massa untuk membubarkan diri. Mereka akhirnya mematuhi arahan dari petugas dan secara tertib membubarkan diri mulai meninggalkan kawasan Alunalun Kota Mojokerto. Untuk menghindari kejadian serupa,

FOTO: ISTIMEWA

Tampak Alun-Alun Kota Mojokerto yang dipenuhi sepeda.

petugas bakal menutup akses menuju alun-alun dengan cara memblokade jalan juga tempat tempat lain yang menjadi lokasi kerumunan massa. Kepala Satpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono mengatakan, pihaknya tidak melarang masyarakat melakukan kegiatan bersepeda, namun untuk membubarkan kerumunan

massa yang dimungkinkan adanya penyebaran Covid-19. “Yang kita larang bukan bersepedanya, melainkan berkerumunnya,” ungkap, Minggu (14/6). Masih kata mantan kabag humas dan protokol ini, pembubaran ini dilakukan karena status pandemi Covid-19 di Kota Mojokerto yang kian masif. Selain itu, Surat Edaran (SE)

Wali Kota Mojokerto Nomor 4433/4026/417.309/202 terkait jam malam di fasilitas publik maupun jalan protokol di Kota Mojokerto secara umum belum dicabut. “Sehingga kita bubarkan semalam. Sebaiknya masyarakat menahan diri sekaligus bisa membatasi aktivitas di luar rumah. Jangan sampai masyarakat salah persepsi adanya kajian new normal life sehingga bebas beraktivitas di tempat umum karena sebenarnya belum diperbolehkan berkerumun seperti itu,” katanya. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat khususnya di Kota Mojokerto untuk tetap berada di rumah sembari menunggu perkembangan protokol kesehatan yang akan diterapkan pada masing-masing sektor. Pembubaran tersebut juga bertujuan sebagai upaya melindungi masyarakat dari po-

tensi penyebaran virus corona. “Ini kita lakukan sesuai dengan regulasi dan kewenangan yang dimiliki pemerintah daerah. Tidak hanya di Alun-alun, Benteng Pancasila, pasar kaget di Kelurahan Surodinawan juga akan kita blokade untuk menghalau adanya kerumunan massa demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Mojokerto,” tegasnya. Sementara itu, jumlah kasus Covid-19 di Kota Mojokerto per tanggal 13 Juni 2020, orang dalam resiko (ODR) bertambah menjadi 4.118 orang, orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 559 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 11 orang, empat di antaranya meninggal. Sedangkan kasus pasien terkonfirmasi, bertambah menjadi 39 orang, empat orang di antaranya dinyatakan sembuh dan satu orang meninggal. (war/rif)

Dijadikan Rumah Isolasi, Desain Tennis Indoor Dikebut Jombang, Memorandum Perluasan rumah isolasi di lapangan Tennis Indoor Jombang masih dalam proses desain tempat. Sesuai rencana awal, gedung Tennis Indoor mulai bisa ditempati selambat-lambatnya Senin (15/6). Untuk memaksimalkan rencana ini, penambahan tenaga keperawatan rencananya juga akan dilakukan. “K i t a s e k a ra n g m a s i h menginstalasi tempat, jika sudah selesai langsung kita gunakan kalau selesai Sabtu, kita gunakan sabtu, kalau minggu selesai kita gunakan minggu, selambat-lambatnya hari Senin,” ungkap Pudji Umbaran, koordinator Penanganan Gugas PP Covid-19 Jombang, Minggu (14/6). Mengenai tenaga perawat yang harus berjaga di Tennis Indoor masih dalam pembahasan perlu penambahan atau tidak. Kalaupun ada penambahan, kemungkinan hanya setengah

dari seluruh jumlah perawat yang sekarang sudah bertugas di rumah isolasi. Saat ini jumlah perawat yang ada di rumah isolasi adalah 12 orang. Dibangi menjadi empat shift, pagi, siang, malam dan libur. “Kalaupun ditambah kita mungkin tambah setengahnya, mungkin enam orang, jadi nanti di lokal Stikes dua orang di Tennis Indoor dua orang, tapi ini masih belum pasti, masih kita bahas dengan PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia),” tambahnya. Sementara untuk tenaga dokter, kemungkinan tidak akan ditambah, dokter yang menangani di Stikes juga akan ditugaskan di Tennis Indoor. Mengingat semua status pasien yang menjalani perawatan di rumah isolasi merupakan pasien dalam kondisi sehat secara klinis. Sebelumnya, rumah isolasi Stikes Pemkab diperluas hingga

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

Proses desain Tennis Indoor Jombang.

Lapangan Tennis Indoor. “Nantinya rumah isolasi Stikes khusus untuk psien Covid-19, dan rumah isolasi Indoor hanya untuk pasien yang menunggu jadwal uji swab maupun menunggu hasil uji swab,” pungkasnya. (wan/rif)


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

DEWI RENGGANIS

SENIN PAHING, 15 JUNI 2020 HALAMAN 11

MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739

Satu Tetes Darah Bisa Selamatkan Nyawa Jember, Memorandum Ketua PMI Cabang Jember mengajak relawan untuk aktif donor darah. Ajakan ini menyambut peringatan Hari Donor Darah Internasional yang jatuh pada 14 Juni dan new normal pada pandemi Covid-19. “Di tengah pandemi Covid-19, kami diminta tetap aktif mengelar donor darah dengan mematuhi protokol kesehatan. Yaitu tetap menjaga jarak, pakai masker, rutin cuci tangan, dan selalu sedia hand sainitzer ,” kata Ketua PMI Jember H EA Zaenal Marzuki, Sabtu (13/6). Zaenal juga menyampaikan pesan Ketua PMI Pusat Jusuf Kalla yang mengapresiasi dan penghargaan sebesar-besarnya pada para relawan pendonor darah. “Satu tetes darah anda bisa menyelamatkan jiwa sesama manusia,” terang pengacara senior Jember tersebut. Zaenal Marzuki juga menghimbau kepada relawan pendonor atau relawan kemanusian di PMI untuk tetap menjaga kesehatan pribadi, keluarga dan lingkunganya. “Terus pupuk semangat persaudaraan dan mempersatukan para relawan pendonor dan terus berbagi kepada sesama,” terangnya. Sedangkan PMI Jember sendiri terus berupaya keras untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para relawan pendonor atau bagi pasien dan keluarganya yang membutuhkan darah. Serta menyediakan darah yang aman, cukup terjangkau, berkualitas dan berkelanjutan. (edy/udi)

Imbauan ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Jember Edy Budi Susilo, setelah beredarnya pesan berantai melalui WhatsApp grup. Dalam pesan yang tersebar itu disebutkan bahwa saat ini tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang berkantor di Pemkab Jember untuk beberapa bulan ke depan. Mereka akan melacak penggunaan uang beasiswa. Bahkan, dalam pesan yang tak diketahui jelas sumbernya itu juga disebutkan, bagi mahasiswa yang

kedapatan tak bisa membuktikan penggunaan uang itu akan diminta mengembalikan ke kas negara sebesar Rp 16 juta. Jika tidak, mahasiswa terancam hukuman penjara. “Saya pastikan, kabar tesebut tidak benar alias hoaks,” kata Edy, Sabtu (13/6) Edy menerangkan, dirinya memang sempat dihubungi oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Jember Penny Artha Medya untuk membantu mendatangkan 20 mahasiwa penerima beasiswa. Itu merupakan tindaklajut dari per-

Jember, Memorandum Pendamping Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, menggandeng Forum Wartawan Lintas Media (FWLM) Jember menggelar pelatihan jurnalis desa, Sabtu (12/6). Tujuannya, agar masyarakat melek teknologi informasi. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pemuda karang taruna dan perangkat desa. Mereka diharapkan dapat menulis serta mengirimkan informasi kemajuan desa serta merekam kejadian di media sosial (medsos). Pelatihan yang bertempat di balai desa Rowotamtu ini dengan mentor Mahrus Sholih dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Khoerus Sholeh, Sekretaris FWLM.

an ini hanya bisa tercengang. “Saya tidak tahu pasti kronologisnya seperti apa karena sedang menyemprot tanaman di sepanjang Jalan Arjuna, dan lampu hazard (tanda darurat) sudah dinyalakan,” ujar Abdul Wahab. Informasi yang dihimpun Memorandum, bermula Agus mengendarai motor sendirian melaju dari utara ke selatan di Jalan Arjuna. Setiba di tempat kejadian perkara (TKP), diduga ia kurang konsentrasi saat mengendarai motor, hingga tidak melihat truk di depannya yang melakukan penyemprotan tanaman. Tiba-tiba motornya menyerempet bagian belakang truk dan me-

PN Surabaya Hentikan Sidang Perdata terpadu satu pintu (PTSP), sidang perkara perdata yang biasanya digelar tiap hari juga dihentikan hingga dua minggu ke depan. “Untuk perdata, tunda dua minggu,” jelasnya. Untuk sidang perkara pidana, tambah Martin Ginting, tetap digelar namun hanya sebagian saja. “Kami akan koordinasikan dengan jaksa. Kalau tahanan yang masih bisa diperpanjang maka tidak usah sidang dan ditunda dua minggu. Kalau yang akan habis masa tahanan yang disidangkan, mungkin beberapa perkara saja,” jelasnya. Disinggung soal penghentian pelayanan di PN Surabaya terkait pasca meninggalnya juru sita Surahmad dan Hakim Eko Agus Siswanto beberapa waktu lalu, Martin Ginting menegaskan bahwa pihak pengadilan melakukannya sebagai upaya antisipasi.

Pergaulan Salah Hal ini dilakukan lantaran pergaulan Sara yang dianggap salah. Beberapa jenis narkoba sempat digunakannya. Momen tersebut terjadi saat Sara berusia 17 tahun. “Aku mulai menggunakan narkoba, mulai coba-coba itu usia 16 atau 17 tahun. Itu dari heroin, crystal meth, ekstasi, kokain, you name it,” ujar Sara, dikutip dari tayangan YouTube milik Deddy Corbuzier, Minggu (14/6). “Ada yang diisap, ada yang suntik. Aku separah itu waktu SMA,” tutur Sara lagi. Saat itu Sara mengaku sudah menjalani rehabilitasi atas kebiasaan buruknya. Keputusan ini telah dilakukan orang tuanya kepada Sara. Namun nahasnya, Sara kembali terjerumus lagi setelah itu. Ia bergaul dengan lingkungan yang salah lagi dan kembali menggunakan narkoba jenis crystal meth.

mintaan BPK yang melakukan pemeriksaan dana hibah dari Pemkab Jember. “Dari 20 mahasiswa yang diundang, 11 orang di antaranya hadir. Sisanya akan menyusul,” terangnya. Menurutnya, mahasiswa yang

Suasana pelatihan jurnalis desa di Desa Rowotamtu.

Tanpa disadari oleh mereka, sesungguhnya apa yang telah dilakukannya adalah bagian dari

nyebabkan terjatuh hingga korban tak sadarkan diri. Pengguna jalan dan warga mengetahui kejadian ini, segera memberikan pertolongan dengan menghubungi command center. Terpisah, Kanitlaka Satlantas Polrestabes Surabaya AKP M Fakih membenarkan kecelakaan yang pemotor dengan truk milik DKRTH Surabaya, yang sedang melakukan penyiraman tanaman kota. “Korban terluka di kakinya dan sudah dibawa ke rumah sakit. Diduga premotor itu kurang konsentrasi saat mengendarai kendaraannya sehingga menyerempet truk,” kata Fakih, Minggu (14/6). (rio/nov)

Sambungan dari halaman 1

“Untuk antisipasi, saat ini kita susah dan tidak mengetahui satu per satu orang yang datang di pengadilan. Apalagi ada orang tanpa gejala (OTG), dan ini imbauan dari pimpinan langsung. Kami saat ini sedang merumuskan rencana itu untuk segera disampaikan ke kejaksaan ,” pungkas Martin Ginting. Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Surabaya Farriman Isandi Siregar disoal terkait rencana pengadilan yang menyidangkan sebagian kasus pidana, pihaknya masih menunggu dari PN Surabaya. “Kami menunggu sikap resmi dari PN Surabaya. Karena belum ada pemberitahuan ke kejaksaan, laporan dari JPU juga belum ada,” ujar Farriman. Hal yang sama diterangkan Kasi Pidum Kejari Tanjung Perak Eko Budisusanto. “Belum ada pemberitahuan masalah itu,” singkat Eko. (fer/nov)

Hindari Truk, Pikap Terperosok ke Sungai “Berdasarkan analisa petugas bahwa sopir kurang jaga jarak dan tidak konsentrasi,” ujar Kasat PJR Polda Jatim Kompol Dwi Sumrahadi Rakhmano, kemarin. Sementara itu, Safik, sopir pikap saat diperiksa petugas mengaku dirinya menghindari truk yang mencoba memotong lajunya. “Saya menghindari

Edy Budi Susilo

dihadirkan itu dipilih secara acak. Karena pemeriksaan BPK yang dilakukan memang merupakan agenda rutin. Sehingga, kata dia, mahasiwa tak perlu risau jika nantinya mereka menjadi salah satu orang yang diminta untuk menemui petugas BPK. “Kalau BPK hadir melakukan pemeriksaan memang iya. Tapi jika ditambahi ada KPK itu yang tidak benar. Karena pemeriksaan ini sifatnya sampling,” jelasnya. Edy menjelaskan, para mahasiwa juga tak perlu takut menjelaskan kepada tim BPK tentang penggunaan uang beasiswa itu. Apalagi, sejak 2019 lalu, dana beasiswa tersebut tidak ditransfer seutuhnya kepada mereka. Untuk uang kuliah tunggal (UKT), langsung dikirim ke rekening perguruan tinggi masing-masing, bukan ke rekening pribadi mahasiswa.

Hanya biaya hidup sebesar Rp 750 ribu yang dikirimkan ke rekening masing-masing mahasiswa. Uang itu bisa digunakan untuk membeli berbagai keperluan guna mendukung studinya. Bisa untuk membeli pulsa, membayar kos, makan, buku, dan kebutuhan lainnya. “Jadi saya kira, isi pesan itu provokatif. Apalagi sampai menyebut akan mengembalikan uang Rp 16 juta, jika tidak akan dipenjara. Itu jelas hoaks,” tukasnya. Dia pun meminta, para penerima beasiswa tetap tenang dan tak perlu mempercayai begitu saja setiap pesan yang beredar. Terlebih, sumbernya tidak bisa dipertanggungjawabkan. “Jika memang ada informasi yang perlu diklarifikasi, bisa datang langsung atau menghubungi dinas pendidikan. Kami akan senang hati menjelaskan,” pungkasnya. (hms/edy/udi)

Warga Rowotamtu Ikuti Pelatihan Jurnalis Desa

Tiger Serempet Truk DKRTH, Masuk RS Surabaya, Memorandum Kecelakaan yang melibatkan truk Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya dan motor terjadi di Jalan Arjuna. Peristiwa itu menyebabkan Agus Hariawan (49), pengendara Tiger L 5755 DR, warga Jalan Tuban II, Bubutan, mengalami luka serius di kaki kanannya. Korban telah mendapat perawatan medis di RSUD Dr Soetomo. Sedangkan sopir truk, Abdul Wahab (24), asal Banjar Anyar, Baureno, Bojonegoro, diamankan anggota Satlantas Polrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan. Abdul Wahab mengetahui kejadi-

FOTO: ISTIMEWA

Warga mendonorkan darah di PMI Jember.

Jember, Memorandum Mahasiswa penerima beasiswa Pemkab Jember diimbau tak perlu khawatir uang beasiswa yang mereka terima dipastikan tidak bermasalah. Sebab, anggaran tersebut dicairkan melalui prosedur resmi dan sesuai ketentuan pemerintah. Dana yang terdiri dari biaya uang kuliah tunggal (UKT) dan biaya hidup itu, memang digunakan untuk membantu mereka.

FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

Pemkab Jember Pastikan Beasiswa Mahasiswa Tidak Bermasalah

Sambungan dari halaman 1

tabrakan lalu terpaksa banting setir,” ujar Safik. Informasinya, semula pikap bermuatan ikan itu melaju dari arah Sidoarjo ke Porong. Setibanya di lokasi, tiba-tiba pikap dipotong lajunya dengan truk yang tidak diketahui nomor pelatnya. Mengetahui itu, sopir pikap banting setir ke kiri hingga akhirnya terperosok ke sungai. (fer/nov)

Sambungan dari halaman 1 “Terus ketemu lagi sama crystal meth, aku pakai. Akhirnya tenggelam lagi di lingkungan itu,” tuturnya. Dalam pengalamannya itu, Sara mengaku sudah menempuh perjalanan panjang hingga akhirnya terbebas dari narkoba. Kini ia ingin menjelaskan bahaya dan kerugian dari penggunaan obat-obatan terlarang itu. “Aku punya waktu panjang banget untuk akhirnya sampai hari ini bener-bener clean (bersih),” jelasnya. “Narkoba itu ujung segala hal buruk,” sambung Sara. detikcom sudah menghubungi pihak manajemen Deddy Corbuzier dan diizinkan untuk mengutip keterangan dari podcastnya yang berjudul ‘Ga Ada yang Tau Saya Disiksa Pacar, Narkoba, Diancam.. (Sara Wijayanto Exclusive). (dtc/nov)

proses jurnalistik. Agar tidak menimbulkan hal-hal yang kurang baik dari aktifitas tersebut perlu

adanya pembekalan pengetahuan yang cukup. Kepala Desa Rowotamtu Moh Sumali mengapresiasi kegiatan pelatihan itu dapat meningkatkan sumber daya manusia (SDM) warga desa. Terutama yang mengikuti pelatihan seperti pemuda karang taruna dan beberapa perangkat desa. “Diharapkan dengan adanya pelatihan ini para peserta bisa menjadi jurnalis warga atau netizen yang berkualitas dalam menyebarkan informasi seputar desanya serta keunggulan desa dan Covid-19 yang sekarang menjadi pandemi di Indonesia,” ujarnya. Sementara itu pendamping Desa Rowotamtu Muhammad Badril Umam mengatakan lewat

kegiatan itu diharapkan semua pemuda Desa Rowotamtu lebih proaktif mendukung segala program desa. “Agar desa yang kami cintai ini dapat menjadi desa yang maju, sekarang sudah maju agar lebih maju lagi,” urainya. Seperti sekarang ini, sambung pendamping desa yang kerab disapa Umam, di masa pandemi Covid-19, diharapkan menjadi agen atau tempat informasi desa yang berkualitas. Maka, mereka perlu dibekali dengan pengetahuan tentang jurnalistik. Ketua FWLM Ihya Ulimuddin mengapresiasi upaya Desa Rowotamtu dan pihaknya membuka diri bagi karang taruna ke depannya bisa bekerja sama dengan FWLM. (edy/udi)

Innova Tabrakan dengan Motor, 1 Luka Peristiwa itu menyebabkan pengendara motor, Baboen (65), warga Desa Kuwik, Kelurahan Kujang, Kediri, terluka di kepala. Pria tersebut kini telah mendapat perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jatim. Sedangkan pelajar tersebut yakni MT (16), warga Jalan Baruk Barat VIII-A, diamankan petugas Satlantas Polrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan terkait kecelakaan itu. Menurut keterangan Riyadi, warga Jemur Gayungan II, saat itu dirinya sedang cangkrukan di kampung bersama teman-temannya. Tiba-tiba mendengar suara teriakan anak-anak jika ada tabrakan di jalan raya.

Sambungan dari halaman 1

Setelah dicek, ternyata ada kecelakaan antara motor dan mobil. “Kejadiannya di depan gang kampung saya, memang di jalan itu sering terjadi kecelakaan,” ujar Riyadi. Informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat motor dan mobil sama-sama melaju dari selatan ke utara di Jalan Ahmad Yani. Setiba di lokasi, motor L 4727 NV yang dikendarai Baboen hendak ke jalur sebelah kiri. Diduga kurang hati-hati, sehingga motornya bertabrakan dengan mobil yang dikemudikan Mattew, yang berjalan dari samping kiri. Pemotor itu akhirnya terjatuh dan terluka di kepalanya. Tak lama kemudian,

warga memberikan pertolongan dengan menghubungi pihak command center. Sesaat kemudian, petugas datang dan membawa korban ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk mendapatkan penanganan medis. “Korban terluka di kepalanya,” kata Kanitlaka Satlantas Polrestabes Surabaya AKP M Fakih, Minggu (14/6). Fakih mengungkapkan, saat diperiksa ternyata pemotor dan pengemudi mobil sama-sama tidak memiliki SIM. “Jelas keduanya melanggar. Untuk saat ini, kami akan melakukan penyelidikan dan melihat pelanggarannya sejauh mana,” pungkas Fakih. (rio/nov)

Punya Jam Terbang Tinggi gram, dua poket seberat 0,24 gram, dan satu poket lain seberat 0,40 gram. Selain itu, pada penangkapan Senin (8/6) tersebut ikut disita satu timbangan elektrik, dua dompet dan sebuah HP yang berisi percakapan dari pemesan sabu. “Saat kami coba hubungi beberapa nomor HP itu sudah tidak aktif,” kata Kasatreskoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian, Minggu (14/6). Dijelaskan Memo, saat ini pihaknya

Sambungan dari halaman 1 masih memburu jaringan atas dan jaringan samping Sugab. Sebab, dari pengakuan tersangka, penyidik menyimpulkan jika dia memiliki jam terbang tinggi. Hal itu diperkuat juga dengan barang bukti yang disita dari tangannya. “Setiap minggu, tersangka bisa menjual belasan poket sabu. Kami mengindikasi kuat jika ada pemasok besar yang ada di belakang tersangka. Saat ini kami masih berkoordinasi

dengan anggota untuk mengungkapnya,” pungkas alumni Akpol 2002 itu. Di hadapan penyidik pengangguran itu mengaku baru beberapa bulan terakhir menjalankan bisnis menjual narkoba. Itu setelah, dia diberhentikan dari pekerjaannya karena pandemi Covid-19. “Bingung tidak ada pemasukan Pak. Hingga saya nekat menjual sabu. Hasilnya juga lumayan besar,” ujar Sugab. (fdn/nov)

Wanita Curi Parfum Terekam CCTV dibawanya. Ketika dikonfirmasi Memorandum, Roni, karyawan toko, warga Jalan Tenggilis Mejoyo, membenarkan adanya insiden pencurian di toko swalayan yang dijaganya. “Iya benar telah terjadi pencurian dua botol parfum di toko yang saya jaga. Kejadiannya pada Kamis (11/6) malam,” kata Rony,

Minggu (14/6). Akibat kejadian itu, Rony, harus mengganti kerugian senilai Rp 24 ribu. Ia juga tidak berniat melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. “Tidak saya laporkan ke polisi. Cuma pingin viralkan supaya pelakunya jera dan tidak merugikan orang lain,” tutur Rony.

Sambungan dari halaman 1 Sementara itu, ketika dikonfirmasi Kanitreskrim Polsek Mulyorejo Ipda Suharyono menuturkan bahwa pihaknya tidak menerima laporan dari korban. “Videonya viral di medsos hanya saja tidak ada laporan dari korban. Kemungkinan kerugiannya juga kecil,” terang Suharyono. (iah/nov)

Bertemu Pertama di Pameran, Tidak Sengaja Nonton Bareng di TP Sulis mulai waswas. Ia kembali mengadu kepada Agus. Tapi, cowok yang baru duduk pada semester tiga sebuah perguruan tinggi ternama itu ringan saja menanggapi, “Ini baru memasuki hari keempat. Santai saja. Kita tunggu sampai dua-tiga minggu.” Sulis tidak mau berdebat meski hatinya semakin tak karuan. Kalau sampai lewat tiga minggu dan nyatanya belum menstruasi, “Apa yang mesti kami lakukan?” Pikiran itu terus menghantaui. Makin mendekati minggu ketiga makin kacau. Di tengah minggu ketiga, Sulis kembali menemui Agus. “Kalau sampai minggu keempat belum juga menstruasi, kita menemui kakak temanku,” kata Agus. “Kenapa? Apa hubungannya dengan kita?” “Dia seorang dokter kandungan.” “Maksudmu?” “Kita gugurkan.” “Semudah itu kau membunuh calon anak kita?” “Anak kita? Kita belum menikah. Ini anak haram.”

Mendengar janin di dalam perutnya disebut anak haram, mendadak emosi Sulis terbakar. Membara. Dia tampar pemuda di hadapannya itu. Agus diam. Hanya meringis. “Kita harus bertanggung jawab,” kata Sulis. “Maksudmu?” “Kita nikah.” “Aku masih kuliah.” “Itu bukan alasan agar kita bisa lepas dari tanggung jawab.” “Orang tua kita pasti tidak setuju.” “Belum kita coba.” “Kalau tidak setuju?” “Kita harus meyakinkan mereka.” “Tapi, Mbak? Bukankah kita dulu hanya iseng. Hanya main-main.” “Sekarang bukan waktunya main-main.” Setelah menyelesaikan ucapannya itu, Sulis tertegun. Seolah baru sadar bahwa antara dirinya dan Agus memang tidak ada keterikatan apa pun. Teman dekat, bukan; pacar, bukan, apalagi tunangan. Mereka hanya teman. Teman biasa yang dua-tiga

Sambungan dari halaman 1

kali bertemu. Kali pertama mereka bertemu ketika Sulis melihat pameran seni yang digelar di kampus Agus. Agus yang duduk di kepanitiaan mendampingi Sulis keliling area. Rupanya minat yang sama memunculkan chemistry di antara mereka. Belum lama berselang, mereka bertemu lagi saat nonton film di TP. Padahal tidak janjian. Sama-sama sendirian. Sebenarnya mereka duduk berjauhan. Namun, di tengah pemutaran film Agus nyamperin Sulis untuk diajak duduk berdampingan di kursi barisan agak depan yang kosong. (bersambung)

Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

GRESIK-PANTURA

SENIN PAHING, 15 JUNI 2020 HALAMAN 12

KEPALA BIRO: Sup Supardi (Hardy). GRESIK:Timotius devan nugradikha, Andika Pratama, Hardy. BOJONEGORO: Sutopo Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686

Oknum Guru yang Perdayai Gadis

Dua Puluh Lima Korban Difoto Bugil Tak hanya itu, pria asal Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, yang nyambi fotografer itu juga memperdayai tiga gadis hingga menyetubuhinya. Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Iwan Hari Poerwanto mengatakan pihaknya akan terus mendalami kasus ini. “Ada 18 yang kita periksa dari cewek itu,” ujar AKP Iwan, Sabtu (12/6).

Iwan menambahkan, dari 25 korban tersebut terdapat empat korban yang masih bestatus mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Bojonegoro. Kemudian, ada lima di antaranya adalah masih pelajar (SMA). Melihat rekam jejak tersangka yang sudah menjalankan aksi bejat ini sejak 2018. Polisi berkeinginan akan memanggil psikolog atau psikiater untuk memeriksa kejiwaaan tersangka.

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

Bojonegoro, Memorandum Kedok Muhammad Hadi (36), oknum guru ekstrakurikuler di salah satu SMP Negeri yang diringkus anggota Satreskrim Polres Bojonegoro karena memperdayai para gadis yang dijadikan foto model bugil ternyata mencapai 25 orang.

Kapolres Bojonegoro Muchamad Budi Hendrawan merilis tersangka Muhammad Hadi.

“Jadi kita sudah memintai keterangan istri tersangka. Jadi istri tersangka ini sudah janda yang ditinggal mati suaminya. Menurut keterangan-

nya, tersangka tidak pernah memberikan nafkah baik lahir maupun batin,” beber mantan Kanitjatanras Polrestabes Surabaya ini.

Iwan menjabarkan, hasil dari foto model bugil (para korban) oleh tersangka dijual ke salah satu percetakan majalah dewasa di Surabaya dengan harga Rp 100 ribu per foto. Satu model, sambung Iwan, biasanya difoto sebanyak 50 kali. “Jadi fotonya itu dikirim via email. Kalu tidak dikembalikan (oleh pembeli) berarti foto itu laku,” bebernya. Mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini juga akan memanggil pihak yang membeli foto-foto dari tersangka. Sementara tersangka sendiri dijerat dengan pasal lex specialis(pasalkhusus).“Yaitupasaltentang persetubuhan dan pornografi,” pungkas Iwan. (top/har/fer)

Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan memimpin gowes.

Hari Bhayangkara, Kapolres Gowes Bareng Media Bojonegoro, Memorandum Dalam rangka HUT ke-74 Bhayangkara tahun 2020, Polres Bojonegoro menggelar acara gowes bareng bersama awak media berjarak 20 kilometer, kemarin. Kapolres Bojonegoro M Budi Hendrawan mengatakan, dengan adanya acara ini bisa menjalin silaturahmi dan bersinergi dalam pemberitaan yang positif di Kabupaten Bojonegoro, dengan harapan awak media televisi, cetak, dan elektronik ke depan dalam menyajikan berita, dengan berita yang baik, positif serta bermanfaat bagi semua kalangan. “Tidak ada pemberitaan hoax atau opini sehingga berita tersebut bisa bermanfaat dan mendidik bagi masyarakat,” tutur AKBP Budi. Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2000 ini menambahkan, jarak gowes sekitar 20 km, mulai Jalan MH Thamrin (halaman Mapolres Bojonegoro), Jalan Rajekwesi, pertigaan SMPN 3 ke timur-Pasar Ngumpakdalem, dan finish di Polres Bojonegoro lagi. Budi Hendrawan mengungkapkan, acara gowes ini sekalian memperingati HUT ke-74 Bhayangkara. Dan acara gowes ini kali pertama dilakukan bersama rekan media di Hari Bhayangkara. “Saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media televisi, cetak, dan elektronik dengan semangat hadir mengikuti acara Gowes Bareng Polres Bojonegoro,” tutur Kapolres Bojonegoro. Sementara itu, perwakilan dari awak media televisi, Yusti dari Kompas TV, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Polres Bojonegoro, sudah menggelar gowes bareng bersama rekan media televisi maupun elektronik sehingga bisa bersinergi dalam pemberitaan di wilayah hukum Polres Bojonegoro. “Semoga dengan adanya kegiatan ini, bisa terjalin silaturahmi antara rekan media televisi dengan Polres Bojonegoro, kita siap bersinergi dan diberikan akses dalam pemberitaan di wilayah hukum Polres Bojonegoro,” tutur Yusti alias Teyeng panggilan akrabnya. (top/har/fer)

Brigjen Agus Winarna Kangen Krawu Gresik, Memorandum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gresik, Jumat (12/6) lalu mengadakan acara halalbihalal dan Anugerah Giri Panca Awards (GPA) 2020 virtual. Acara yang diadakan secara daring ini diikuti Ketua DPRD dan Bupati Kabupaten Gresik serta para penerima penghargaan yang berdedikasi mengharumkan nama Gresik. Halalbihalal dan Anugerah GPA merupakan acara puncak dari Hari Pers Nasional (HPN) 2020 yang sudah direncanakan sejak tahun lalu. Awalnya, hajatan PWI Gresik ini akan diadakan di ballroom Hotel Aston Inn Gresik April lalu. “Karena adanya tamu yang tidak diundang, yaitu pandemi Covid-19 akhirnya acara ini diadakan secara daring atau virtual,” jelas Ketua PWI Gresik, Sholahuddin. Acara yang dibawakan oleh Asho dan Afini dari Ravi Channel ini diikuti pula oleh Bupati Kabupaten Gresik Sambari Halim Radianto yang menyampaikan selamat serta terima kasih kepada para awak media yang tergabung dalam PWI Gresik. Selain itu, Ketua DPRD Kabupaten Gresik Fandi Akhmad Yani, selaku partner penyelenggara GPA yang sudah berjalan selama empat tahun. Bagi GusYani, sapaan akrab beliau, penting bagi seluruh masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan teknologi terutama di era pandemi dengan segala keterbatasan ini. “Kita harus bersyukur dan belajar tentang perkembangan teknologi yang ada. Karena dengan itu, di masa pandemi yang membatasi kita bertatap muka dengan

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ DEVAN

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ SUTOPO

Penghargaan GPA Virtual PWI Gresik

Brigjen TNI Dr (Can) Agus Winarna dalam halalbihalal dan anugerah GPA Awards Virtual.

orang banyak kita masih bisa bertemu secara virtual,” kata Ketua DPRD Kabupaten Gresik itu. Sementara untuk para penerima penghargaan anugerah GPA merupakan lima tokoh yang dinilai paling berdedikasi dalam lima kategori nominasi. Nominasi beserta para penerimanya adalah Brigjen TNI Dr (Can) Agus Winarna dengan nominasi pelopor olahraga. Meski telat belasan tahun sejak terakhir kali beliau menjabat sebagai Komandan Kodim 0817/Gresik di era Bupati Robbach Ma’sum, jasa dan dedikasinya dalam

menggeluti dunia olah raga dinilai masih sangat menginspirasi. “Masyarakat Gresik memiliki rasa kekeluargaan yang luar biasa, terutama dengan tokoh-tokoh yang ada. “ ucapnya. Saat ditanya pembawa acara satu kata soal Gresik. “Krawu” jawab perwira menengah TNI AD bintang satu itu. Selain Brigjen Agus Winarna, penerima penghargaan yang lain adalah Abdul Mukid, dengan nominasi tanggap kebencanaan, Dr Muhcdor dengan nominasi pelayanan BPJS kesehatan, Bambang Haryo dengan nominasi kontribusi investasi, dan

Pasar Benjeng Kembali Dibuka Tidak Menunggu Hasil Swab Test Gresik, Memorandum Pasar Benjeng yang ditutup sejak pekan lalu mulai dibuka kembali pada Sabtu (13/6). Sebelumnya pasar yang berada di Desa Bulurejo, itu ditutup karena ditemukan sepuluh orang pedagang yang reaktif

rapid test. Para pedagang pun mulai diizinkan kembali beraktivitas. Namun, 10 stan milik pedagang yang reaktif rapid test masih dalam keadaan kosong meski tidak ada garis yang menutupi stan pedagang itu.

Alasan Camat Benjeng Suryo Wibowo tetap membuka Pasar Benjeng itu karena sesuai jadwal yang disepakati, yaitu hanya sepekan ditutup. Selain itu juga karena kepeduliannya kepada para pedagang yang menggantungkan nasib berjualan di Pasar

AKBP KusworoWibowo yang akhir lebaran lalu meninggalkan kota pudak dengan nominasi kamtibmas. Sebagai salah satu penerima penghargaan GPA, AKBP Kusworo Wibowo yang baru sembilan bulan bertugas di Gresik mengatakan, kota Pudak merupakan tempat favoritnya dalam mengemban tugas melayani masyarakat. “Meski sebentar, Gresik adalah tempat favorit saya dalam bertugas. Meski tak mudah, tapi masyarakatnya bisa diajak bekerja sama hingga menemukan win win solution,” tutupnya. (dev/har/fer)

Benjeng tersebut. “Hasil swab test 10 pedagang yang reaktif rapid test masih belum keluar. Sesuai kesepakatan, Pasar Benjeng sudah buka sejak Sabtu (13/6),” kata dia. Suryo melanjutkan, saat dibuka kembali, para pedangang di Pasar Benjeng lebih menegakkan protokol kesehatan. Semua diwajibkan cuci tangan sebelum masuk ke area pasar. Para pedagang juga menggunakan masker dan face shield untuk mengh-

indari penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19). Hal ini adalah bentuk antisipasi sebab pedagang jang berjualan di Pasar Benjeng bukan hanya warga sekitar, melainkan juga ada yang berasal dari kecamatan lain. “Saat ditutup sepekan, dua kali disemprot disinfektan. Ada enam anggota TNI, pengurus pasar dan Satpol PP yang ikut sosialisasi di pasar,” terang Suryo. (dev/har/fer)

Gandeng Seniman Wayang Kulit

Braanggg..., gamelan serentak ditabuh. Para sinden menyanyi melengkingkan suaranya. Ki dalang mengepakkan dua gunungan wayang. Tanda pertunjukkan wayang secara virtual malam itu dimulai. Oleh: Andika Pratama Suara gamelan yang riuh menghentak kesunyian pada Sabtu (13/6) malam di Desa Kandangan, Kecamatan Cerme, Gresik. Warga pun dengan menerapkan physical distancing hadir meramaikan suasana. Meramaikan acara pentas virtual wayang kulit dalam rangka peduli dan sosialisasi new normal itu. Seorang duduk di tengah depan panggung pertunjukkan, tangannya lincah memainkan wayang. Ia adalah dalang kenamaan Puguh Prasetyo (58), Ketua Sanggar Traju Wening. “Alhamdulillah, dengan adanya pentas virtual ini bisa menjadi relaksasi penggairahan kembali bagi para seniman setelah sebelumnya PSBB (pembatasan sosial berskala besar) tidak bisa melakukan pementasan,” ucap syukur Puguh

membuka pementasan. Satu per satu wayang ditancapkan di pelepah pisang. Dengan disorot lampu jarak dekat, wayangpun mulai dimainkan oleh Puguh. “Hee bapak ibu, jaga jarak nggeh (Ya, red). Ini masa new normal,” suara Puguh mulai memerankan salah satu tokoh pewayangan Subali. Disambut gelak tawa dari penonton yang hadir memeriahkan malam itu. Pentas seni yang dilakukan di pelataran rumah Puguh, dengan pencahayaan lampu yang temaram membuat suasana menjadi lebih syahdu. Dengan penuh semangat dan cekatan para penabuh kendang dan sinden yang rata-rata kaum milenial mengiringi dalang memerankan lakon dalam pewayangan. Maklum, hampir tiga bulan mereka dan para seniman tradisional tidak bisa mentas seperti biasa. Sehingga tenaga dan semangat yang tersimpan selama masa PSBB diluapkan dalam acara malam itu. Trothok thok thok thok…, dalang seperti biasa memukulkan palunya. “Saiki wayahe new normal. Mangsa wancine rame ing gawe, sepi ing pamrih.

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ ANDIKA P

Kapolres Hadirkan Inovasi Sosialisasi New Normal

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto bersama Ki Dalang Puguh Prasetyo.

Dudu suwalik e, rame ing pamrih sepi ing gawe (Sekarang waktunya new normal. Waktunya untuk ramai dalam bekerja, sepi dalam pamrih. Bukan malah sebaliknya, sepi dalam bekerja tapi ramai dalam pamrih, red),” lanjut Subali. Acara malam itu semakin semarak karena dihadiri Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto beserta rombongan. Kapolres hadir didampingi Kasatlantas AKP Erika

Putra, Kapolsek Cerme AKP Nur Amin, Camat Cerme Suyono, Danramil Cerme Kapten Inf Mujiyanto, dan Kepala Desa Kandangan Fenta Aqua Rista. “Pak Kapolres... Pak Kapolres... Pak Kapolres..., “ nyanyi para sinden diiringi tabuhan gamelan untuk mempersilahkan Kapolres Gresik naik ke atas pementasan. Duduk di dekat dalang, Kapolres pun menyampaikan

sosialisasi new normal. “Upaya Ki Puguh Prasetyo sudah sangat baik yang melaksanakan wayangan via streaming sebagai bentuk menunjukkan kesiapan para seniman dalam rangka menerapkan protokol kesehatan pemerintah di mana seluruh penabuh dan yang lainnya sudah menggunakan masker dan menjaga jarak,” tutur mantan Kapolres Ponorogo itu.

“Mohon maaf para hadirin saya sebenarnya orang Jawa Tengah tapi karena sudah minum banyak air Sumatera, jadi bahasa Jawa saya agak kurang lancar,” ucap Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2001 disambut senyum gembira dari hadirin. Perwira dengan dua melati di pundak itu pun menyampaikan sejumlah pra kata dengan bahasa Indonesia. “Pemkab Gresik saat ini telah menerbitkan Perbup Gresik Nomor 22 Tahun 2020 tentang pedoman masa transisi menuju tatanan normal baru pada kondisi pandemi virus corona dengan harapan masyarakat dapat menyesuaikan dengan budaya baru dan tetap mengikuti protokol kesehatan pemerintah dengan tetap menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan yang adalah salah satu upaya sangat baik untuk mencegah penyebaran Covid-19,”terang pria kelahiran Pati, Jawa Tengah. Desa Kandangan, imbuh Kapolres Gresik, yang masih zona hijau dalam persebaran Covid-19 harus bersama-sama

dijaga jangan sampai menjadi zona merah. Untuk memberi apresiasi dan dukungannya terhadap seniman tradisional Gresik. Dalam kesempatan itu, Kapolres Gresik memompa semangat para seniman terkhusus para milenial yang jadi salah satu bagian dalam pementasan virtual itu. “Kegiatan ini menunjukkan upaya para seniman mendukung pemerintah. Akan kami dorong terus. Kita paham pekerja seni adalah menjadi salah satu mata pencaharian. Untuk itu akan kami dukung agar bisa beraktivitas di masa new normal. Terpenting taati protokol kesehatan yang berlaku, izin keramaian tidak akan dipersulit. Kalau bisa bersama-sama gaungkan seniman tangguh di Gresik,”ujar Kapolres dengan program Resik itu disambut raut wajah bahagia dan tepuk tangan dari para seniman. Suara gamelan pun mengiringi Kapolres untuk pamitan meninggalkan acara pentas itu. Dan kembali, Braaangggg... suara gamelan berbunyi serentak tanda pentas wayang virtual selesai. (*/har/fer)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Memorandum Edisi 15 Juni 2020 by memorandum - Issuu