MEMBUNUH KARENA ASMARA BACA DI HALAMAN 16 memorandum.co.id
JUMAT KLIWON, 10 JANUARI 2020
memorandumredaksi@gmail.com
HARGA Rp 3.500,-
Uang Sulit Oleh: Dahlan Iskan
G
reg Kelly lebih menyesal dari Carlos Ghosn. Greg sebenarnya sudah tidak mau balik ke Jepang. Toh orang Amerika ini sudah diberhentikan dari direksi Nissan --bersamaan dengan berhentinya Ghosn sebagai CEO-nya. Tapi direksi baru Nissan masih memanggil Greg. Untuk rapat terakhir direksi baru dengan direksi lama. Greg menjawab: tidak bisa hadir. Alasannya, ia lagi sakit. Lehernya bermasalah. Perlu segera menjalani operasi saraf leher. Greg mengatakan tidak kuat untuk terbang jauh. Sakit lehernya bisa semakin parah. Direksi baru Nissan Bersambung ke halaman 4
Amankan 13 PSK, 3 Pelanggan, dan 5 Germo Lima Wisma Eks Lokalisasi Moroseneng Masih Beroperasi
Surabaya, Memorandum Kabar ditutupnya lokalisasi Moroseneng hanyalah isapan jempol. Ternyata di tempat tersebut masih marak
aktivitas prostitusi meskipun tidak terang-terangan. Informasi tersebut membuat pihak kepolisian gerah. Bersambung ke halaman 7
FOTO: MEMORANDUM/DANNY
WARGA PACAR KEMBANG TEWAS GANTUNG DIRI
SELINGKUH, TEPERGOK ISTRI Surabaya, Memorandum Warga Jalan Pacar Kembang III digemparkan kematian Bagas Narendra Muhammad (25) pada Kamis (9/1) pagi. Pria ini ditemukan tewas dengan kondisi terduduk di bawah anak tangga rumahnya.
GRAFIS: MEMORANDUM/AZIZ
SERTIFIKA T
P ER S WAN DE
AKP Ruth Yeni mendata puluhan orang yang diamankan di lima wisma eks Moroseneng.
Bersambung ke halaman 7 FOTO: MEMORANDUM/INDRA
Jenazah korban sudah diserahkan ke keluarganya karena kejadian tersebut dianggap musibah dan mereka menerimanya dengan ikhlas. Agar tidak timbul masalah kami juga meminta keluarga korban membuat surat pernyataan. IPTU DIDIK ARIAWAN
KANITRESKRIM POLSEK TAMBAKSARI
Lokasi korban gantung diri.
KRONOLOGI KEJADIAN Sebelum kejadian, Bagas dan istrinya cekcok. Gegara pria ini tepergok selingkuh dengan wanita lain.
Hingga wanita ini menemukan suaminya kondisi tergantung di bawah anak tangga dengan leher terlilit tali pramuka.
Korban meminta istrinya untuk menyelesaikan masalah itu. Namun, Siti Mar’atus menolak karena tidak mau ribut di hadapan anaknya.
FOTO: MEMORANDUM/INDRA
Gerebek Pesta Sabu di Rumah Kos Surabaya, Memorandum Anggota Unit I Satreskoba Polrestabes Surabaya menggerebek rumah kos di Jalan Ikan Gurami, Senin (6/1) malam. Dari penggerebekan itu petugas mengamankan tiga pria yang asyik nyabu. Ketiganya adalah Ainur Rofik (37) dan Sukron Rosadi (27), warga Bersambung ke halaman 7
Petugas memasukkan jenazah Tohir ke kantong jenazah.
Betulkan Atap, Tewas Tersetrum Surabaya, Memorandum Nasib nahas dialami Tohir (73), warga Jalan Penjaringansari IV. Pria ini tewas tersengat listrik sewaktu Bersambung ke halaman 7
FOTO: MEMORANDUM/DANNY
Salmafina Sunan
Bahagia MASALAH agama atau keyakinan yang dianut seseorang merupakan hak paten bersangkutan. Apalagi ajaran tersebut diyakini benar, maka tak ada yang bisa menghalangi. Seperti itulah yang terjadi pada Salmafina Sunan. Bersambung ke halaman 7
+ Meng, Pemkot Surabaya aku-aku soal kepemilikan tanah di Tambak Wedi Baru. -
Tak punya hati, kalah bukti kok gunakan surat sakti.
Si Mameng (Teman sejati)
Surabaya, Memorandum Polres Pelabuhan Tanjung Perak memperingati HUT ke39 Satpam dengan menggelar lomba penggunaan borgol dan tongkat, Kamis (9/1). Lomba yang diselenggarakan di lapangan Bersambung ke halaman 7 Para satpam unjuk kebolehan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak.
FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
HUT Satpam, Lomba Gunakan Borgol dan Tongkat
Melinting Ganja, TO Narkoba Ditangkap Surabaya, Memorandum Target operasi (TO) Polsek Kenjeran terkait kasus narkoba dibekuk. Tersangka, Mohamad Wahid (25), tak berkutik Bersambung ke halaman 7
FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
Ketiga tersangka diamankan di Mapolrestabes Surabaya.
Mohamad Wahid
CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA MENGALAHKAN SEGALANYA Έ5Ή
Menerima Kekurangan Masing-Masing, SSW Menikah Gerimis turun. Kami melanjutkan jagongan di penginapan pasutri ini bersama kedua anaknya. Waskito kembali berkisah bahwa dalam suratnya, Tutik berterus terang ingin tetap bersahabat meskipun tahu kondisi fisik pemuda tersebut. Sampai di sini, hati Waskito berbunga. Ia meneruskan membaca surat Tutik. Yuli Setyo Budi, Surabaya
Di bawah harapan ingin bisa tetap bersahabat dengan Waskito, Tutik menjelaskan kondisi dirinya sendiri yang tidak lebih baik dari sahabatnya itu. Tutik mengaku dirinya pun memiliki keterbatasan. “Secara fisik aku memang terlihat sempurna, Sahabat. Tapi
jangan salah. Aku juga menyimpan kenyataan pahit yang sengaja aku simpan. Sebab, aku takut Kau akan enggan bersahabat denganku setelah mengetahui kekuranganku,” tulis Tutik. Sampai di sini Maskito sengaja berhenti membaca. Dia Bersambung ke halaman 7
PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986 PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390 REDAKSI: 031-8275390 FAX: 031-8291078 LAYANAN PENGADUAN KORAN & IKLAN:
081-2325-2205
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
SIDOARJO
JUMAT KLIWON, 10 JANUARI 2020 HALAMAN 2
KEPALA BIRO: Jokos Jokosan. WARTAWAN: HM Darianto, HM Shoumu. PEMASARAN/IKLAN: Dedi, Iswin, Jim Darwin, Sulton, Medi, Heriyawan, Ludy Eko, Imam S. TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com
Rumah warga yang rusak terjadi di Dusun Kemulan, RT 03 dan 04/ RW 03, Desa Lambangan, Kecamatan Wonoayu. Seperti yang dialami Ny Sukarmi yang warung kopinya rusak. Bengkel milik Tamari mengalami kerusakan pada atap asbes
lepas. Dan rumah H Hadi Suyanto yang tutup kanopinya lepas. Di RT 04/ RW 03, Dusun Kemulan, rumah milik Joyowiyoto mengalami kerusakan pada genteng, rumah milik Aris yang mengalami kerusakan atap asbes teras,
dan genteng rumah bagian depan. Rumah milikSukri yang atap galvalum lepas. Angin kencang dan disertai hujan deras juga mengaikatkan pohon mangga tumbang di Dusun Duran, Desa Karangpuri, Kecamatan Wonoayu. Pohon keres juga tumbang dan melintang di jalan raya. “Warga di sini langsung bergotong royong, sehingga tidak terjadi kemacetan,” kata Sutris, warga setempat. Pemerintah Kecamatan Wonoayu dan Desa Lamban-
Polresta Sidoarjo Imbau Warga Tidak Berteduh di Bawah Pohon Sidoarjo, Memorandum Rawannya pohon tumbang akibat cuaca ekstrem belakangan ini di wilayah Kabupaten Sidoarjo, perlu diwaspadai masyarakat. Untuk itu aparat Polresta Sidoarjo menyampaikan berbagai imbauan kepada pengendara motor atau mobil untuk tidak berteduh di bawah pohon besar, Kamis (9/1). Itu demi keselamatan agar terhindar dari pohon tumbang. Penyampaian imbauan ini dilakukan Satbinmas Polresta Sidoarjo, di beberapa wilayah. Kasat Binmas Polresta Sidoarjo Kompol Sarwo Waskito mengatakan, terjadinya cuaca ekstrem perlu diwaspadai masyarakat. Salah satunya jangan berteduh di bawah pohon yang besar dan sudah tua. Selain itu kepolisian juga telah bekerja sama dengan instansi terkait melakukan peranting pohon.(dar/som/jok/udi) KEHILANGAN
KEHILANGAN
Telah Hilang BPKB Sepeda Motor Nopol : W 2045 XP Merk : Yamaha Tahun: 2014 Warna: Merah No rangka. MH325V001EK144934 Nosin. :25V14506, Atas nama: MUSLIMIN
Telah Hilang BPKB Sepeda Motor Nopol. : W 2046 XP Merk :Yamaha Tahun. : 2014 Warna: Merah No. Rangka: MH325V00AEJ164863 Nosin. : 25V164972 Atas nama MUSLIMIN
KEHILANGAN
KEHILANGAN
Telah Hilang BPKB Sepeda Motor. Nopol. W 2047 XP Merk : Yamaha Tahun: 2014 Warna: Putih No rangka. MH325V001EK074354 Nosin :25V074435 Atas nama MUSLIMIN
Telah Hilang BPKB Sepeda Motor Nopol. W 2048 XP Merk : Yamaha Tahun. 2014 Warna : Hitam No. Rangka : MH325V00AEJ187968 Nosin : 25V167991 Atas nama MUSLIMIN
gan sudah menindaklanjuti dengan menghubungi pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo untuk membantu masyarakat yang mengalami bencana. Bahkan Kapolsek Wonoayu AKP A Agung GPW, Koramil Wonoayu, dan Satpol-PP Kecamatan Wonoayu, masih berusaha membantu warga. Dan juga mengawasi apabila ada aliran listrik serta kabel listrik yang masih mengalir. “Sampai saat ini situasinya masih aman dan
kondusif,” terang Kapolsek Wonoayu AKP A Agung GPW. Untuk sementara, pihak BPBD Sidoarjo membantu berupa terpal yang disesuaikan dengan kebutuhan korban dan genteng dari Kades Lambangan. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak BPBD Sidoarjo, menghubungi PLN, mengecek dan mendata apabila ada warga yang menjadi korban untuk segera memberikan pertolongan, ”ujar Kapolsek Wonoayu AKP A Agung GPW. (sdm/jok/udi) Polisi membantu warga membersihkan material reruntuhan.
Lebo Dipimpin Kades Berjiwa Entrepreneur Sidoarjo, Memorandum Jiwa entrepreneur atau wirausahawan sudah ada di dalam diri Kepala Desa (Kades) Lebo Mahmudi Riyanto. Pria yang hanya lulusan SMA ini bisa dibilang sukses karena berhasil mengelola dana desa sehingga menghasilkan pendapatan asli desa (PAD) Rp 100 juta per tahun. Saat ditemui Memorandum di balai desa, Kades Lebo yang biasa disapa warganya Abah Muk ini baru saja menerima kunjungan kerja anggota DPR RI. Pembanguan yang sudah dilakukan di Desa Lebo, di antaranya memanfaatkan tanah kas desa (TKD) seluas 8,5 hektare untuk dibangun menjadi pujasera. “Ada 60 lapak di RT 11 yang dibangun pujasera. Sistem pembangunannya kita terapkan lelang dan sekarang sudah dikelola oleh pihak ketiga atau pemenang lelang seluas 7,5 hektare. 1 Hektar sisanya akan dibangun oleh desa,” kata pria lulusan SMA Antartika tahun 1984. Pujasera yang lokasinya di dekat tetangga Desa Du-
H Rahmat Muhajirin berpelukan dengan Wakil Bupati Sidoarjo H Nur Ahmad Syaifuddin SH yang akrab disapa Cak Nur.
FOTO: MEMORANDUM/ADV
Sidoarjo, Memorandum Hujan disertai angin kencang memporakporandakan Desa Lambangan, KecamatanWonoayu, Kamis (9/1) sekitar pukul 14.45. Meski tak ada korban jiwa, bencana alam itu merusak belasan rumah warga.
FOTO: MEMORANDUM/SDM
Angin Kencang Sapu Desa Lambangan
Mahmudi Riyanto
rungbedung itu kini sudah laku 40 persen. Dan harga sewanya sudah naik dua kali lipat dari sebelumnya Rp 65 juta per tahun menjadi Rp 140 juta satu tahun. “Selama tiga tahun pujasera dikelola oleh pihak pemenang lelang. Jika sudah lepas dari pihak pengelola atau habis masa kontraknya, nanti akan dikelola oleh desa dan itu bisa meningkatkan PAD. Saya perkirakan masa akhir jabatan
Balai Desa Lebo.
saya sudah mencapai angka Rp 1 milliar rupiah per tahun pendapatan asli Desa Lebo,” beber Abah Muk. Dalam merencanakan pembangunan menggunakan dana desa (DD), Pemdes Desa Lebo di bawah arahan kades, melakukan pembangunan pujasera seluas 21x 30 di sebelah balai desa. Rencana akan ada 9 lapak. satu lapak khusus untuk badan usaha milik desa (Bumdes).
Selain itu juga dilakukan pembangunan paving di Dusun Sekar RT 4/RW 1, saluran box culvert sepanjang 60 meter di RT 15/RW 4, dan pembangunan ruko dan pasar di Dusun Sumber RT 11/ RW 3. “Karena saya punya prinsip, desa harus kaya bagaimana kita menjadikan desa memiliki PAD yang besar. Yakni dengan memanfaatkan salah satunya DD dengan pemba-
ngunan yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu perputaran uang kita upayakan dari desa kembali ke masyarakat. Contohnya kita akan memiliki lapak yang dikelola Bumdes. Dari lapak itu jika ada kegiatan di desa, makan minumnya mengambil di lapak Bumdes,” ujar pria yang sebelumnya memiliki usaha jual genteng dan baru dua tahun menjabat sebagai Kades Lebo.(*/win/jok/udi)
H Rahmat ahmat Muhajirin salam komando dengan mantan Ketua DPRD oarjo H Sullamul Hadi Nurmawan atau akrab disapa Gus Wawan. Sidoarjo
Rahmat Muhajirin
Apresiasi Jenderal Firli Bahuri Berantas Korupsi tanpa Pandang Bulu H Rahmat Muhajirin SH bersama istrinya, Hj Mimin yang anggota DPRD Sidoarjo dari Partai Gerindra.
Anggota DPR RI dari Gerindra H Rahmat Muhajirin SH
FOTO: MEMORANDUM/ADV
Sidoarjo, Memorandum Operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah SH MHum, Selasa (7/1) malam, memantik rasa prihatin sekaligus angkat jempol atas keberhasilan tersebut. Salah satunya adalah H Rahmat Muhajirin, anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Sidoarjo, asal Partai Gerindra. Ia menyatakan, OTT KPK itu adalah gebrakan awal Firli Bahuri yang sebelumnya sempat banyak diragukan. ”Pada awal 2020 ini KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri langsung menggebrak. Gebrakan KPK ditandai dengan menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah pada Selasa (7/1) malam,” ungkap dia. OTT terhadap H Saiful ini adalah yang pertama, setelah Firli Bahuri dan kawan-kawan dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Desember 2019. “Ini sebagai bukti kalau di bawah kepemimpinan jenderal polisi itu (Firli, red), KPK mampu menjalankan tugas dan fungsinya memberantas dugaan tindak pidana korupsi,” ujar politisi yang tinggal di Candi, Sidoarjo. Sebagai wakil rakyat, Rahmat Muhajirin mendukung langkah KPK menegakkan supremasi hukum dengan menindak orang-orang yang diduga terlibat tindak pidana korupsi.“Sikat koruptor tanpa pandang bulu. Siapa pun yang terlibat harus ditindak. Ini negara hukum. Siapapun di mata hukum akan diperlakukan sama. Tidak peduli itu pejabat,” tegas Rahmat Muhajirin.(*/jok/udi)
memorandum.co.id
EKBIS & PENDIDIKAN
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan, barang impor palsu itu disita dari sebuah kontainer yang berisi 858.240 buah bolpoin bertuliskan merek Standard AE7 Alfa Tip 0.5 Made in Indonesia dengan perkiraan nilai barang sekitar Rp 1.019.160.000. Meski jumlahnya relatif kecil, kata Heru, pengungkapan kasus pemalsuan merek itu yang pertama dilakukan setelah Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 06 Tahun 2019 berlaku. Peraturan itu membuat sinergi antarlembaga penegak hukum makin cepat dan efisien. “Kita semua antara kementerian keuangan bea cukai, mahkamah agung, ditjen kekayaan intelektual dan pengadilan negeri telah terintegrasi. Sistem otomatisasi kepabeanan barang-barang HKI menjadikan kegiatan pengawasan HKI lebih optimal,” kata Heru da-
lam konferensi pers di PT Terminal Petikemas Surabaya, Kamis (9/1). Sinergitas itu dibuktikan saat Heru menunda sesi konferensi pers karena menanti putusan sidang kasus tersebut yang sedang berlangsung di Pengadilan Niaga Surabaya. Sidang sempat diselingi dengan peninjauan barang bukti di lapangan oleh hakim. Setelah persidangan dibuka lagi, hakim memutuskan menangguhkan perkara itu. “Artinya sudah terbukti bahwa ada pemalsuan merek pulpen, sekarang tinggal tergantung pada pemohon apakah melanjutkan kasus itu ke ranah pidana ataukah perdata,” kata Ketua Pengadilan Niaga Surabaya Nur Syam. Menurut Heru, keberhasilan pengungkapan ini tak lepas dari keberanian pemilik atau pemegang merek, karena yang bersangkutan sebelumnya telah melakukan
Surabaya, Memorandum Manager Retail Sales MOR V Asep Wicaksono Hadi mengakui, salah sasarannya elpiji ukuran 3 kg (melon) untuk orang yang mampu dikarenakan minimnya pengawasan di lapangan. Oleh karena itu dirinya akan melakukan koordinasi dengan pengawas lapangan terkait hal tersebut. Dia mengaku, sangat mendukung upaya untuk kembali mengkampanyekan elpiji ukuran 3 kg untuk orang miskin, agar membuka kesadaran masyarakat mengenai peruntukan elpiji tersebut.
Sidoarjo, Memorandum Pemerintah Desa (Pemdes) Suko, Kecamatan Sidoarjo, siap meramaikan Gowes Spektakuler yang digelar Pemkab Sidoarjo dan Surat kabar Harian (SKH) Memorandum untuk memeriahkan HUT ke161 Pemkab Sidoarjo, pada 26 Januari nanti. Apresiasi penyelenggaraan gowes di Kota Delta itu disampaikan Kepala Desa (Kades) H Sabari. Menurut Sabari, kebetulan dirinya hobi olahraga bersepeda, untuk meramaikan kegiatan tersebut makan akan mengajak semua perangkat Pemdes Suko. “Kita akan ajak temanteman Pemdes yang hobi gowes. Kebetulan saat ini kami punya misi mendukung pemerintah dalam hal hidup sehat bagi aparatur sipil negara (ASN). Dan secara kebetulan juga banyak doorprize yang
serta puluhan hadiah menarik lainnya. Sehingga dirinya yakin bahwa kegiatan tersebut akan menarik perhatian warga. “Siapa yang tidak mau dapat mobil, motor, elektronik lainnya secara gratis,” canda Pak Bo. Selama Sidoarjo berganti-ganti kepala daerah, belum ada agenda tahunan seperti ini, dan jika Gowes Spektakuler ini berhasil dan sukses menarik perhatian serta diukuti banyak warga sidoarjo, bahwa kegiatan ini pantas diadakan ditahun-tahun berikutnya. “Kalau memang kita warga Sidoarjo, berarti kita harus ikut memeriahkan acara Gowes Spektakuler yang diadakan bersama Memorandum ini dan tak hanya itu, kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh pemkab lainnya harus kita meriahkan juga, sudah saatnya pula warga Sidoarjo ini peduli dengan kotanya,” kata dia. (nca/jok/fer)
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
Bareskrim Polri Brigjenpol Daniel T Monang Silitonga menyampaikan, PT Standardpen Industries telah melaporkan pemalsuan produk itu sejak akhir 2019. Laporan segera ditindaklanjuti dengan melakukan penyitaan pulpen merek Standard yang diduga palsu. “Ada sekitar 12.196.000 pak yang kami sita dari wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” kata dia. Sementara itu, Direktur Utama sekaligus PT Standardpen Industries Meguastian Susanto menuturkan, jaringan pemalsuan merek itu sangat rapi sehingga tak mudah
perekaman atau rekordasi dalam sistem otomasi kepabeanan barang-barang HKI. Rekordasi ini telah diimplementasikan oleh bea cukai sejak 21 Juni 2018 dan sampai saat ini sebanyak 7 merek dan 2 hak cipta telah terekordasi dalam sistem ini. “Dengan adanya sistem ini, bea cukai dapat segera menotifikasi kepada pemilik/pemegang merek apabila terjadi dugaan importasi/ eksportasi barang yang melanggar HKI,” papar dia. Di kesempatan sama, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus
terdeteksi. Sebab, ada kerja sama antara penjual dengan pemasok barang. “Pertama kali mengetahui produknya dipalsu sejak 2005,” kata dia. Oleh karena itu, penindakan atas barang impor/ekspor yang melanggar HKI sangat penting dalam melindungi industri dalam negeri terutama pemilik/pemegang merek/hak cipta maupun industri kreatif dalam negeri agar dapat tumbuh dan memiliki daya saing sehingga dapat berkontribusi kepada negara melalui pembayaran pajak. (lis/yok)
Pertamina Tegaskan Elpiji Melon untuk Orang Miskin
Charles Makyansah bersama Asep Wicaksono.
Selain itu, kata Asep, diperlukan komitmen bagi petugas dan
menarik, ” ujar Sabari. Pria yang sudah dua priode menjabat kades ini tidak akan mungkin tidak ikut meramaikan hari jadi Pemkab Sidoarjo bersama SKH Memorandum tersebut. “Selain memperigati hari jadi Sidoarjo yang ke-161, kita tentu akan memanfaatkan momen silaturahmi dengan kawan-kawan saya di lingkungan Pemkab dan teman-teman dinas yang kabarnya juga ikut,” kata Sabari. Sebab, kegiatan itu digelar bukan hanya untuk warga, melainkan para pejabat Forkopimda Sidoarjo rencananya juga akan ikut. “Masak Pak Wakil Bupati, Pak Kapolresta, Pak Dandim, Pak Kajari ikut, kita hanya diam saja. Mari, kita yang mengaku warga Sidoarjo untuk ikut dan meramaikan acara Gowes Spektakuler,” pungkas Sabari. (jok/fer)
Bisa Jadi Agenda Tahunan Sidoarjo, Memorandum Memperingati HUT ke161, Pemkab Sidoarjo mengadakan Gowes Spektakuler bersama Surat Kabar Harian (SKH) Memorandum, pada 26 Januari mendatang. Kegiatan ini juga akan menjadi awalan agenda tahunan di Sidoarjo. Banyak masyarakat yang setuju dengan kegiatan ini menjadi agenda tahunan, salah satunya Edy Muhaeni, Ketua RT 18, Desa Karanggayam, Kelurahan Pucanganom. “Saya setuju dengan adanya kegiatan tahunan seperti ini, karena bisa meningkatkan antusias warga Sidoarjo untuk selalu mengikuti kegiatan yang diadakan oleh pemkab, khususnya memperingati hari jadinya,” ujarnya, Kamis (9/1) Apalagi, lanjut Pak Bo— sapaan Edy Muhaeni, bahwa Gowes Spektakuler ini menyediakan hadiah yang sangat menarik, seperti satu unit mobil dan dua unit motor
HALAMAN 3
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi menunjukkan barang impor tiruan yang disita di gudang PT Terminal Petikemas Surabaya.
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
Surabaya, Memorandum Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menyita produk impor tiruan atau pemalsuan merek yang dilakukan PT PAM di Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Pelabuhan Tanjung Perak. Ini dilakukan sebagai bentuk penegakan komitmen untuk melindungi hak kekayaan intelektual.
Pemdes Suko Ramaikan Gowes Spektakuler
Kades Suko H Sabari
JUMAT KLIWON, 10 JANUARI 2020
Bea Cukai Bongkar Impor 858.240 Pulpen Tiruan
Kadin Jatim Bentuk Tim Percepatan Pembangunan Ekonomi 5 Kawasan Surabaya, Memorandum Kadin Jatim sepenuhnya akan mendukung realisasi proyek percepatan pembangunan ekonomi lima kawasan di wilayah Jatim. Hal ini disampaikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur (Kadin Jatim) Adik Dwi Putranto. Ke lima wilayah tersebut adalah kawasan Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Adik Dwi Putranto Sidoarjo dan Lamongan (Gerbang Kertasusila), kawasan Madura dan Kepulauan, kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS), kawasan Selingkar Ijen serta kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan. Ada sekitar 218 proyek yang masuk dalam percepatan pembangunan ekonomi di beberapa kawasan tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 80 tahun 2019. “Kami telah membentuk tim yang bertugas untuk memetakan dan membuat perencanaan kawasan,” terang Adik Dwi Putranto, Kamis (9/1). Adik menambahkan, nantinya tim konsultasi ke Gubernur Khofifah. “Kalau pemprov setuju, tim juga akan menyiapkan investornya karena sejauh ini sudah banyak pihak swasta yang menyatakan berminat dan siap berinvestasi,” ujar dia. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa 218 proyek yang masuk dalam Perpres 80/2019 tersebut diperkiraan membutuhkan investasi sekitar Rp 292,45 triliun dengan skema sumber pembiayaan berbeda-beda. Terbesar adalah sumber pembiayaan dari kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dengan jumlah 72 proyek yang nilainya sebesar Rp 136,112 triliun. Selanjutnya 19 proyek dari pembiayaan BUMN dan BUMD dengan dengan nilai Rp Rp 67,64 triliun, 17 proyek dari pembiayaan swasta dan BUMN dengan nilai Rp 46,768 triliun. “Ini menunjukkan korporasi berperan penting dalam merealisasikan proyek percepatan ini karena 46,54 persen pembiayaan dari KPBU. Kadin Jatim telah mengajak sejumlah investor, baik investor daerah yang telah memiliki SDM mumpuni ataupun investor dari luar daerah,” tegas dia. Ditegaskan Adik, masuknya investasi di proyek percepatan pembangunan lima kawasan ini nantinya akan menjadi salah satu pemicu dan penggerak pertumbuhan ekonomi di Jatim sehingga pertumbuhannya dipastikan akan semakin membaik. Karena ada banyak potensi ekonomi lain yang bisa dikembangkan juga. Di kawasan BTS dan Selingkar Ijen misalnya, memiliki potensi pariwisata yang luar biasa yang mampu menarik wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara. Sementara di kawasan Gerbangerta Susila ada banyak industri dan perdagangan yang telah menjadi nadi pergerakan ekonomi di Jatim dan masih banyak lagi. “Harapan kami, ini akan menjadi semacam oase dan energi positif, baik bagi pengusaha maupun bagi masyarakat sekitar kawasan di tengah ketidakpastian ekonomi dunia,” kata dia.(day/lis)
memorandumredaksi @gmail.com
Edy Muhaeni
pengawas di lapangan untuk terus mengawasi proses distribusi elpiji
3 kg agar tidak salah sasaran. Sementara itu, anggota Komisi VII DPR RI Charles Meikyansah mengusulkan kepada Pertamina, khususnya di wilayah Marketing Operation Region (MOR)V menggencarkan kampanye elpiji 3 kg untuk orang miskin. Karena masih ditemukan orang yang tidak berhak tetap menggunakan elpiji subsidi itu. “Masih ditemukan elpiji itu digunakan oleh orang yang mampu,” kata dia. Charles dalam kunjungannya ke Terminal BBM Pertamina MORV di kawasan Tanjung Perak Surabaya mengatakan, harus
ada upaya yang kongkret untuk mengatasi salah sasarannya elpiji ukuran 3 kg, sebab masalah ini adalah klasik dan sudah lama terjadi. “Komisi VII Dapil Jatim meminta ada upaya dari Pertamina untuk mengatasi hal ini, sehingga ke depan tidak terjadi lagi, dan keberadaan elpiji bersubsidi harus tepat sasaran,” kata dia. Kunjungan Charles ke Terminal BBM Pertamina MOR V di kawasan Tanjung Perak bagian dari reses kelompok kerja di KomisiVII DPR RI untuk mengevaluasi kinerja Pertamina di daerah. (day/lis)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
AREMA
JUMAT KLIWON, 10 JANUARI 2020 HALAMAN 3
KEPALA BIRO: M Ariful Huda. REDAKSI: Edy Riawan, Mistiani, Herdiyan. BAGIAN UMUM: Arief Suherman. ALAMAT KANTOR: Jl Selat Malaka F/11 Kota Malang.
Maling Velg Diciduk Polisi Malang, Memorandum Khoirul Mahmudi (48), warga Desa Sumberkradenan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, diperiksa penyidik jajaran Polres Malang. Pria yang indekos di perumahan Pakisjajar Permai, Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis, ini diduga mencuri velg motor.
Barang bukti yang diamankan berupa 2 buah velg bintang warna kuning emas ukuran 17, 2 unit HP merk Samsung, sebuah buah nota tanda jadi pembelian velg, dan satu unit motor Yamaha Vega Nopol N-5773-FC. Pen-
gamanan tersangka ini setelah tim gabungan unit Reskrim Polsek Pakis dan unit opsnal Satuan Reskrim Polres Malang melakukan penyelidikan dan selanjutnya menemukan keberadaan tersangka, Kamis (9/1)
dini hari. Tersangka diduga melakukan pencurian 2 buah velg bintang milik korban Andhika Rizky (21), warga Perum Pakisjajar Permai, Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis, di rumahnya yang diketahui pada Rabu (8/1) sekitar pukul 13.30. Selanjutnya, korban mendatangi Polsek Pakis untuk melaporkan pencurian veleg yang diperkirakan seniali Rp 2,9 juta. Dan tak berapa lama, petugas berhasil mengamankan tersangka dengan barang bukti hasil kejahatan. Untuk itu, petugas langsung menggiring tersangak ke Mapolsek Pakis untuk diminati keterangan. “Pelaku diamankan dan kemudian diminati keterangan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Kasubbag Humas Polres Malang AKP Ainun Djariyah. (ari/sr) Barang bukti pencurian yang disita petugas.
Polsek Sukun Bekuk Pelaku Pencurian di Rumah Kosong Malang, Memorandum Tersangka pembobol rumah kosong lintas kota dibekuk jajaran Polsek Sukun. Penangkapan pelaku berawal dari laporan warga Jalan Kolonel Sugiono, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, yang rumahnya dibobol pada 9 November 2019 lalu. Tim Reskrim Polsek Sukun d a n Po l re s Tu l u n g a g u n g melakukan penangkapan tersangka Hendra di kawasan di kawasan Desa Rejuno, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Minggu (5/1) sekitar pukul 00.00. Sebelumnya, tanggal 7 Desember 2019, petugas memperoleh informasi apabila pelaku
Hendra
berasal dari luar Malang, yakni di kawasan Driyorejo, Gresik. Setelah bisa dipastikan posisi tersangka, akhirnya langsung dibekuk petugas yang telah lama mengintainya. “Setelah menangkap H, petugas melakukan interogasi pelaku. Pengakuannya melaku-
Uang Sulit merayunya terus. Bahkan menyediakan pesawat carter untuk Amerika-Tokyo. Greg pun berangkat ke Tokyo. Setiba di bandara ia ditangkap. Persis seperti Ghosn. Yang semula juga tidak mau ke Jepang. Hanya karena merasa tidak bersalah Ghosn terbang juga ke Tokyo. Dengan pesawat carter. Sampai di bandara Tokyo Ghosn ditangkap. Kini Ghosn sudah di Lebanon. Tinggal Greg yang masih di Tokyo --menghadapi sidang pengadilan. Entah bisa dimulai kapan. Greg sempat ditahan satu bulan. Statusnya kini tahanan rumah --dengan ketentuan tidak seketat Ghosn. Tapi sakit lehernya tidak sembuh. Akhirnya Greg, 62 tahun, menjalani operasi leher di Tokyo --dalam status tahanan. Istri Greg yang harus bolak-balik Amerika-Jepang. Sang istri, Donna, menjadi punya dua tanggungan: suaminya ditahan di Jepang dan putrinya lagi hamil tua. Setelah sang putri melahirkan, Dee --panggilan Donna-ambil putusan: sekolah bahasa Jepang di Tokyo. Dee ingin bisa lebih memahami kasus suaminya --dalam bahasa Jepang. Juga agar bisa mendapat visa belajar. Dengan visa itu Dee bisa tinggal di Jepang selama setahun. Untuk terus mendampingi suaminya. Greg tentu tidak sekaya Ghosn. Yang bisa menyewa jasa security untuk melarikan diri. Maka muncullah humor elit. “Lain kali eksekutif asing yang bekerja di Jepang harus punya asuransi untuk biaya melarikan diri,” gurau kalangan eksekutif di sana. Ghosn dan Greg bukan satu-satunya konflik eksekutif asing di Jepang. Sudah banyak terjadi ketidakharmonisan antara eksekutif asing dan eksekutif lokal. Eksekutif lokal biasanya iri atas bayaran rekan mereka dari Barat. Padahal yang bekerja ya mereka-mereka yang lokal itu. Bayaran mereka terlalu tinggi,” kata mereka. Apalagi bonus untuk orang seperti Ghosn. Atau Greg. Mereka mengakui
kan pencurian bersama dengan temannya, S. Kemudian kami kembangkan lagi mengejar pelaku lainnya,” jelas Kapolsekta Sukun AKP Suyoto. Pengejaran berlanjut ke rumah S. Namun saat petugas menggerebek rumah S, yang bersangkutan terlebih dulu kabur. Saat menggeledah rumah S, petugas menemukan barang bukti berupa plat nomor, linggis, obeng, palu, HT dan alat lain yang diduga digunakan pelaku saat beraksi. “Saat ini pelaku terus kami periksa lebih lanjut. Pengembangan masih kami lakukan. Satu rekannya berinisial S masih DPO,” pungkasnya. (cr-3/sr)
Sambungan dari halaman 1 Nissan memang selamat di masa kepemimpinan Ghosn. Tapi terlalu mahal bayarannya. Rasanya yang seperti itu juga terjadi di Indonesia. Dengan larinya Ghosn nasib Greg menjadi tidak menentu. Bisa jadi sidangnya tertunda lebih lama lagi. Untuk ikut melarikan diri juga sudah kian sulit. Penjagaan keamanan di bandara sudah diketatkan. Para pembeli kotak alat musik mungkin juga akan ditanya: untuk melarikan siapa lagi. Dan lagi apakah masih ada penjual jasa keamanan yang lebih Rambo dari yang disewa Ghosn itu: Mike Tylor. Mungkin saja masih banyak pensiunan pasukan elit Baret Hijau yang lebih hebat dari Tylor. Tapi ‘sukses jarang bisa diulang untuk pekerjaan yang sama oleh orang yang berbeda di waktu yang berbeda’. Tylor sendiri pernah sampai masuk penjara --sebagai risiko pekerjaannya itu. Yakni saat Tylor dituduh menyogok --mengembalikan sebagian bayarannya ke pemberi order sebagai cash back. Tylor mengaku. Di Amerika hukuman untuk yang langsung mengaku bisa lebih ringan. Ia dijatuhi hukuman 24 bulan --cukup dijalaninya 14 bulan. Kapasitas keberanian Tylor khas pasukan Baret Hijau: berani diterjunkan ke medan seperti apa pun. Termasuk diterjunkan dengan payung di depan tentara musuh. Tylor pernah dianggap pahlawan Amerika ketika menyelamatkan orang Amerika yang disekap di Lebanon. Perkenalannya dengan Lebanon terjadi di tahun 1982 --saat terjadi perang besar di sana. Kelompok Kristen, Islam, Israel, Syiria saling bertempur. Setelah pensiun Tylor kembali ke Lebanon. Orang yang pernah ke Lebanon pasti ingin balik ke sana. Mulailah Tylor mencari penghasilan sendiri. Dengan cara melatih pasukan-pasukan sipil bersenjata. Yang menyewanya adalah kelompok milisi Kristen. Saat itulah Tylor kecantol wanita Lebanon --yang ‘i’ nya
banyak sekali. Lalu Tylor punya bisnis penyelamatan. Terutama untuk menculik mereka yang diculik. Lebanon, dengan situasi keamanan paling parah di kawasan itu, adalah lahan bisnis jasa paling baik bagi Tylor. Jadi, Tylor adalah Lebanon. Lebanon adalah Tylor. Bahwa Ghosn kemudian menyewanya, apa lagi yang tidak bisa. Tapi Tylor tidak bisa sendirian. Media di Turki mulai mengungkap peran pensiunan pasukan elit Inggris. Namanya: Mike Douglas. Douglas memulai bisnis security-nya di tahun 2003. Di daerah perang yang lain: Irak. Itulah tahun ketika Amerika
menyerang Irak. Awalnya sulit tapi akhirnya Douglas sukses. Ia menjadi salah satu kontraktor utama di Irak. Ia dipercaya oleh Amerika. Motto perusahaannya jelas dan tegas: “doing difficult job in difficult places”. Pihak keamanan Turki mengungkap bahwa MNG-Jet pernah menerima pembayaran uang muka. Nilainya Rp 2,5 miliar. MNG-Jet adalah perusahaan persewaan jet di Turki. Waktunya sama dengan tanggal pelarian Ghosn. Yakni sehari sebelum 30 Desember 2019. Rute pesawat yang disewa juga cocok: Dubai-Osaka-Istanbul. Hanya saja yang
mentransfer uang sewa adalah perusahaan Dubai. Nama perusahaannya: Al Nitaq Al Akhdhar. Waktu mentransfer dana itu Al Nitaq memberi catatan: untuk General Trade Limited. Yang disebut terakhir itulah yang terkait dengan Douglas. Bisnis utama Douglas adalah logistik. Menggunakan bendera SKA International. Douglas mengelak. Kepada media di Inggris Douglas mengatakan usahanya memang
di bidang cargo. Pembayaran itu ada untuk urusan bisnis yang lain. Ia punya bisnis sepanjang waktu dengan MNGJet. “Nama kami telah dipakai dan dirusak,” kata Douglas pada koran terkemuka Inggris Financial Times. “Kami tidak pernah menyewa pesawat,” tambahnya. Pihak keamanan Turki tidak mau kalah. Mereka mengatakan sudah mengecek dengan teliti. “Tidak pernah ada bisnis an-
tara SKA International dengan MNG-Jet,” tulis media di sana. “Yang ada hanya pembelian bahan bakar. Itu pun hanya dua kali. Tahun 2009 dan 2014. Dan nilainya kecil sekali.” Mike Tylor dan Mike Douglas tampaknya pasangan pasukan elit yang tangguh. Yang sama-sama bisa memanfaatkan kemampuan tempurnya di lahan bisnis. Ternyata banyak juga uang di pekerjaan sulit di tempat sulit. (*)
memorandum.co.id
TULUNGAGUNG
memorandumredaksi @gmail.com
JUMAT KLIWON 10 JANUARI 2020 HALAMAN 5
KABIRO TULUNGAGUNG: Ahmad Rifai. Wartawan: Solikin, Firman Imansyah. SIRKULASI DAN PEMASARAN: Khoirul Anwar. HP: 081357795554. EMAIL: tulungagungmemorandum@gmail.com
Tulungagung,Memorandum Pada penghujung 2019, DPRD Tulungagung secara resmi mengirimkan surat kepada pemkab berisi permintaan usulan calon wakil bupati sisa masa jabatan 20182023. Dalam surat yang ditandatangani Ketua DPRD Marsono, Pemkab Tulungagung juga diminta segera mengirimkan dua nama calon wakil bupati. Dikonfirmasi mengenai hal ini, Pemkab Tulungagung melalui Kabag Pemerintahan, Sudarmaji mengatakan, pasca menerima surat dari DPRD, pihaknya langsung mengirimkan surat permohonan nama cawabup kepada dua partai pengusung, yaitu PDI-Perjuangan (PDI-P) dan NasDem. Sudarmaji Selanjutnya, menurut Sudarmaji, setelah nanti mendapat surat jawaban dari dua partai pengusung, pihaknya akan menyerahkan nama-nama cawabup kepada DPRD Tulungagung untuk dipilih melalui sidang paripurna. “Prosedurnya memang seperti itu. Dari DPRD dikirim ke bupati. Bupati dikirim ke partai pengusung dan kalau sudah ada balasan dari partai, akan dikirimkan lagi kepada DPRD untuk diparipurnakan,” ujar dia, Kamis (9/1). Sudarmaji menjelaskan, mekanisme dua nama cawabup yang dipilih merupakan wewenang partai pengusung. Apakah keduanya merupakan kader partai atau bukan.“Itu terserah partai pengusung. Mau dari PDI-P satu orang, NasDem satu orang, atau dua-duanya kader PDI-P maupun NasDem atau bahkan dari luar kader,”ungkap dia. Disinggung mengenai tenggat waktu yang diberikan pemkab kepada partai pengusung untuk menyetorkan nama cawabup, Sudarmaji mengaku tidak ada aturan mengenai itu. Dan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada partai untuk menyikapi surat tersebut.“Saya sudah buka aturannya, tidak ada tenggat waktu. Itu tidak ada,” pungkas dia. (fir/mad/dhi)
700 Petugas Gabungan Siaga Antisipasi Bencana Tulungagung, Memorandum Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), beberapa hari ke depan sebagian besar wilayah Jatim bakal dilanda hujan dengan intensitas ringan hingga berat. Karena itu, tak heran jika pemerintah pusat melalui berbagai lembaga kementerian dan instansi samping, memerintahkan anggotanya di berbagai tingkatan pemerintah daerah mempersiapkan diri, guna mengantisipasi terjadinya bencana alam tersebut. Seperti dilakukan pasukan gabungan dari TNI, Polri dan Pemkab Tulungagung pada Kamis (9/1) pagi. Komandan Kodim 0807/Tulungagung Letkol Inf Wildan Bahtiar, ketika memimpin apel pasukan di halaman pemkab mengingatkan potensi bencana yang bisa saja terjadi di wilayah Kota Marmer. Mulai puting beliung, banjir hingga bencana tanah longsor. “Kondisi geografis kita yang mengakibatkan potensi bencana itu di Tulungagung, mulai dari banjir, puting beliung dan longsor,” ujar Wildan Bahtiar. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, wilayah pegunungan seperti Kecamatan Sendang dan Pagerwojo menjadi daerah rawan tanah longsor. Kemudian wilayah Kecamatan Tulungagung, Boyolangu, Gondang, Ngantru, Kedumgwaru, dan Sumbergempol, menjadi daerah rawan bencana puting beliung. Sementara wilayah Kecamatan Bandung dan Besuki menjadi daerah rawan bencana banjir. “Untuk peta wilayah rawan seperti tahun kemarin. Baik untuk bencana
puting beliung, banjir dan longsor,” jelas dia. Lebih jauh, Wildan menyampaikan, bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pasukan gabungan, secara umum Pemkab Tulungagung sudah mempersiapkan diri. Yaitu dengan membangun posko kesiapsiagaan bencana di kantor BPBD Tulungagung dan di lapangan Pagerwojo. Lokasi tersebut dipilih karena wilayah Kecamatan Pagerwojo rawan bencana tanah longsor. “Posko utama ada di Kantor BPBD Tulungagung. Satunya lagi untuk wilayah ketinggian ada di posko Pagerwojo di lapangan depan Kantor Polsek Pagerwojo,” terang Wildan Bahtiar. Dia mengungkapkan, jumlah pasukan gabungan kali ini mencapai 700 personel. Mereka dilengkapi dengan berbagai perlengkapan seperti kendaraan roda empat dan roda dua. Termasuk peralatan tenda darurat dan dapur umum, gergaji mesin, pelampung, tripod vertical rescue, helm, carmentel tali, jumar dan pule yang bisa dimanfaatkan untuk mengevakuasi korban di ketinggian. “Personel ada 700 orang. Itu dari TNI, Polri, pemkab, PMI maupun relawan. Peralatan yang digunakan juga sudah disiagakan jika ada kejadian bencana alam,” pungkas Wildan. (fir/mad/dhi)
SEPUTAR JATIM Kuota Pupuk Bersubsidi Berkurang
Pemkab Bondowoso Waspadai Gejolak Petani Bondowoso, Memorandum Alokasi pupuk bersubsidi di Jatim pada 2020 mengalami penurunan cukup signifikan. Ini membuat Pemkab Bondowoso mewaspadai gejolak pada petani. Seperti diketahui pada 2019, alokasi pupuk urea tercatat 1.066.044 ton, pupuk SP36 142.880 ton, pupuk ZA 480.250 ton, pupuk NPK 590.710 ton, dan organik 506.400 ton. Namun, pada 2020, alokasi pupuk bersubsidi mengalami penurunan, yakni pupuk urea menjadi 553.546 ton, pupuk SP36 menjadi 66.123 ton, pupuk ZA menjadi 186.766 ton, pupuk NPK Phonska menjadi 437.809 ton, dan pupuk organik menjadi 105.350 ton. Menyikapi pengurangan tersebut, Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Pemkab Bondowoso, Dwi Wardhana mengatakan, pemerintah harus bisa mengantisipasi terhadap gejolak para petani, terhadap rencana pengurangan kuota pupuk bersubsidi. Khusus di Bondowoso, melalui Dinas Pertanian sudah meminta kuota pada Januari untuk memenuhi kebutuhan petani sesuai dengan kuota 2019. “Karena surat keputusan itu belum keluar tapi kita berupaya
untuk meminta kepada provinsi. Sambil menunggu surat keputusan distribusi pupuk dari pusat,” jelas dia. Di Kabupaten Bondowoso, kebutuhan pupuk mencapai 36 ribu ton lebih berjenis urea. Namun logikanya, menurut Dwi, pemerintah memberikan subsidi pupuk bertujuan agar petani meningkatkan produksi. “Sesuai dengan imbauan Pak Mentan, jangan sampai memberikan subsidi tapi produksi semakin turun,”ujar dia. Menurut Dwi, setiap tahun penggunaan pupuk sudah sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK). Namun, pemerintah pusat menilai bahwa pengajuan pupuk sesuai RDKK tidak sesuai dengan kebutuhan. Sehingga, lanjut Dwi, jika ke depan pemerintah pusat akan membatasi kuota pupuk bersubsidi bertujuan untuk memberikan pembelajaran bagi petani agar tidak menyalahgunakan pupuk bersubsidi. Jika terealisasi, maka kuota pupuk bersubsidi di Bondowoso dari 36 ribu ton berkurang menjadi 18 ribu ton. Maka dari itu, gejolak petani harus diantisipasi sedini mungkin dengan memberikan edukasi kepada para petani, sehingga pupuk semestinya dimanfaat-
Dwi Wardhana
kan dengan baik.”Karena pengurangan subsidi ini menimbulkan kekhawatiran juga. Begitu pupuk didrop sesuai kebutuhan tapi ternyata over atau kelebihan”,
ungkap Dwi. Jika pemerintah merealisasikan rencana tersebut, lanjut dia, maka disperta akan mengambil langkah cepat dengan mengantisipasi gejolak petani.”Karena bukan hanya di Bondowoso, namun jika menimbulkan gejolak nasional maka saya yakin pemerintah akan mengambil kebijakan lagi,”tandas Dwi. Untuk itu, selama SK dari pemerintah pusat belum turun, maka Dwi berpendapat untuk tetap menggunakan dasar kuota 2019. Karena yang terpenting bagi pemerintah adalah memikirkan nasib petani agar tidak menimbulkan gejolak.(*/dhi)
FOTO: MEMORANDUM/FIR
FOTO: MEMORANDUM/FIR
Pemkab Minta Partai Pengusung Setor Dua Nama Cawabup
Letkol Inf Wildan Bahtiar
memorandum.co.id
MOJOKERTO-JOMBANG
memorandumredaksi @gmail.com
JUMAT KLIWON, 10 JANUARI 2020 HALAMAN 6
KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.
Satreskoba Polres Jombang
Budi Kurniawan
Edarkan Sabu, Warga Pohjejer Dicokok
Mereka adalah Ivan Renaldi alias Plong (23) dan Rangga Wisnu Wardana alias Man (20), keduanya warga Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang. Kemudian, Jamal (24), warga Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan dan M Romadhan alias Madun (25), warga Desa Sambong, Kecamatan Jombang. “Semua tersangka adalah satu jaringan, dan kita amankan dari beberapa lokasi. Saat ini prosesnya sudah dalam tahap penyidikan lebih lanjut,” papar Kasatreskoba Polres Jombang AKP Moch Mukid, Kamis (9/1). Dia menjelaskan, penangkapan pertama dilakukan petugas terhadap Ivan alias Plong di sebuah lokasi di Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang. Dari penangkapan tersebut, petugas menyita sebuah paket sabu dengan berat 1,15 gram, serta satu unit HP yang digunakan sebagai sarana bertransaksi. “Dari pengakuan tersangka pertama, kita langsung berupaya melakukan pengembangan yang mengarah kepada tersangka lain,” jelas Mukid. Pengembangan tersebut, lanjut dia, menuju ke alamat di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Jombang. Di lokasi kedua ini, selain tanpa kendala menciduk Rangga serta Jamal, polisi juga mengamankan sembilan paket sabu siap edar dengan berat total 2,56 gram, berikut dua HP.“Keduanya
FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO
Dokter Andaryono mendatangi panggilan petugas.
Rangga dan Jamal diapit petugas di Mapolres Jombang.
merupakan target operasi (TO). Di mana terus dipantau gerak-geriknya,” imbuh Mukid. Sementara penangkapan terakhir yang dilakukan petugas di sebuah rumah kontrakan di Desa Sambong, Kecamatan Jombang. Dan tersangka yang diringkus adalah Romadhon alias Madun. Dari tangan pria yang bekerja sebagai sopir ini, polisi menyita dua paket sabu dengan berat 1,10 gram dan 0,91 gram, sebuah korek api, empat pak plastik klip, seperangkat alat isap atau bong, sebuah cutter, sebuah sedotan, serta sebuah HP. “Semua tersangka kita kenakan pasal 114 ayat 1 yo Pasal 112 ayat 1 yo Pasal 127 ayat 1 huruf a U URI Nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara, dan denda paling banyak 10 miliar rupiah,” pungkas Mukid.(wan/dhi)
FOTO: MEMORANDUM/HMS
FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S
Mojokerto, Memorandum Anggota Satreskoba Polres Mojokerto meringkus Budi Kurniawan (35), warga Dusun Ngayuman, Desa Pohjejer, Kecamatan Gondang, Selasa (7/1), karena kedapatan mengedarkan sabu-sabu. Kasatreskoba Polres Mojokerto, AKP Yogi Kristanto mengatakan, penangkapan Budi dilakukan anggota Satreskoba Polres Mojokerto, Selasa (7/1), setelah petugas mengintai pelaku.“Dia, kita amankan di rumahnya di Desa Pohjejer, Kecamatan Gondang, usai menjual dan mengedarkan sabu,” jelas dia, Kamis (9/1). Di hadapan petugas, tersangka mengaku mengedarkan narkoba jenis sabu ke berbagai kalangan.”Rata-rata ke sopir dan masyarakat umum,”papar dia. Saat diamankan, petugas menyita sisa sabu yang belum dijual berupa satu paket sabu kemasan plastik klip diisolasi plastik. Sabu seberat 0,36 gram tersebut dimasukkan ke dalam bekas bungkus rokok serta satu unit HP. “Ini masih dikembangkan oleh petugas di lapangan, dari mana dia mendapatkan barang haram ini,” tandas dia. Saat ini, tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Mojokerto guna dilakukan penyidikan lebih lanjut. Akibat perbuatanya pelaku dijerat Pasal 114 ayat 1 atau 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika.(no/dhi)
Jombang, Memorandum Satreskoba Polres Jombang memberangus jaringan sabu-sabu, Selasa (7/1). Dalam penangkapan di sejumlah lokasi, polisi membekuk empat maniak kristal haram.
FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S
FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO
Berangus Jaringan Sabu
Perumahan Banjardowo Citra Asri Residence.
Sakit Jantung, Dokter Cabul Tidak Ditahan Mojokerto, Memorandum Kendati telah ditetapkan menjadi tersangka dugaan pencabulan terhadap seorang gadis, dokter Andaryono (64), belum ditahan. Namun, meski sebelumnya sempat mangkir dari panggilan polisi, dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan ini akhirnya memenuhi panggilan. Sesuai keterangannya, tersangka enggan ditahan karena sakit komplikasi. Dalam pemeriksaan kali ini, tersangka didampingi dua kuasa hukum. Dia datang ke ruang Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto pada Kamis (9/1) pukul 09.00 hingga pukul 13.30. “Dia tidak kita tahan karena kuasa hukumnya menyampaikan yang bersangkutan sedang sakit komplikasi dan kita juga menerima dari kedokteran,” ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Dewa Putu Prima, Kamis (9/1). Meski demikian, lanjut dia, polisi tetap berupaya melengkapi berkas dan berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum untuk terus mendalami kasus dugaan pencabulan yang dilakukan dokter Andaryono. Untuk menetapkan status tersangka, tegas Dewa, petugas sudah mengantongi dua alat bukti yang nantinya akan diuji di pengadilan. Petugas juga sudah memintai keterangan dari 16 saksi, termasuk yang bersangkutan. “Yang bersangkutan ini sedang menderita sakit jantung dan komplikasi kejantungan. Selain itu, dia juga kooperatif selama tidak ditahan,” papar dia. Selama diperiksa hampir enam jam, petugas melontarkan 46 pertanyaan kepada yang bersangkutan, untuk mendalami kasus dugaan pencabulan ini. Polres Mojokerto menetapkan dokter Andaryono sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerkosaan gadis 15 tahun pada Senin (30/12) lalu. Oknum dokter tersebutdijerat dengan Pasal 81 ayat 2 juncto Pasal 82 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara. Kasus ini bermula saat korban dikenalkan oleh temannya berinisial AN (30), warga asal Bangsal kepada terlapor. Usai korban dikenalkan oleh terlapor, kemudian diajak ke tempat praktik. Korban langsung diajak masuk ke dalam ruangan terlapor. Di sana korban diajak ngobrol dan disuruh membuka baju hingga terjadi aksi pencabulan. Usai dicabuli, korban diberi uang oleh terlapor sebesar Rp 1,5 juta. Korban kemudian membagi uang tersebut dengan AN (30), orang yang mengenakan PL kepada terlapor yang pada saat itu menunggu di ruang tamu praktik sebesar Rp500 ribu.(no/dhi)
Ada Aturan Baru, Pengesahan Perbup Dana Desa Molor
Perkara Wanprestasi Perumahan
Jombang, Memorandum Sejak didaftarkan 25 Februari 2019, Pengadilan Negeri (PN) Jombang sedang menangani perkara wanprestasi kerja sama dengan properti. Untuk kepentingan tersebut, majalis hakim PN Jombang telah melakukan agenda pemeriksaan setempat (PS). Lokasinya di perumahan Banjardowo Citra Asri Residence, di Jalan Raya Megaluh, Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, Rabu (8/1) siang. Bagian Humas PN Jombang, Eni Martiningrum mengatakan, karena ini merupakan perkara perdata, memang waktunya cukup lama. Karena itu, PN Jombang harus menindaklanjuti pengajuan gugatan dengan sejumlah penetapan. Termasuk memberikan ruang untuk dilakukan mediasi. “Sejak gugatan didaftarkan, kami (PN) harus menindaklanjuti dengan sejumlah penetapan. Mulai dari majelis hakim, panitera pengganti, jurusita, jadwal sidang, mediator, serta mediasi,” ungkap Eni, Kamis (9/1). Setelah serangkaian proses tersebut, lanjut dia, pada 2 Mei 2019 dilakukan proses mediasi. Karena tidak ada titik temu antara penggugat maupun tergugat. Agenda berlanjut ke ranah persidangan. Untuk kepentingan tersebut, majelis hakim telah melakukan pemeriksaan setempat. “Karena berkaitan dengan gugatan yang diajukan, kami telah melakukan PS ke lokasi. Tujuannya, saat proses sidang digelar majelis hakim telah memilik gambaran lokasi,”imbuh dia. Lebih jauh, Eni menjelaskan, dalam petitum melalui kuasa hukumnya Mohammad Siswoyo dan Syahbiyan Alam Saputra, penggugat Satria Budi meminta kepada majelis hakim agar menyatakan sah dan berkekuatan hukum delapan surat perintah kerja (SPK) yang dikeluarkan tergugat M Saifulloh. Karena, apa yang dilakukan tergugat menimbulkan kerugian materi bagi penggugat. “Dalam gugatannya, akibat perbuatan wanprestasi ini tergugat menderita kerugian Rp 377.557.000,” jelas dia. Selain kerugian akibat telah melaksanakan kewajibannya dengan membangun sejumlah unit rumah. Tergugat yang hingga proses ini berjalan belum sekalipun menerima pembayaran atas haknya, meminta agar dilakukan penjualan di muka umum (lelang). “Karena proses mediasi gagal, agenda selanjutnya yakni kesimpulan serta putusan,”tandas Eni.(wan/dhi)
Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab memimpin apel gelar kesiapan pasukan dan perlengkapan.
Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Bencana
Jombang Siap Hadapi Hydrometeorologi Jombang, Memorandum Bencana alam tidak bisa dihindari, namun upaya untuk meminimalisasi dampak yang mungkin terjadi akibat bencana tersebut dapat dilakukan. Hal ini seperti yang tampak pada apel gelar kesiapan pasukan dan perlengkapan dalam rangka penanggulangan bencana alam hydrometeorologi di lapangan Pemkab Jombang, Kamis (8/1). Apel ini dipimpin Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab yang didampingi Dandim 0814 Letkol Inf Triyono, Kapolres Jombang AKPB Boby Paluddin Tambunan, Dansatradar 222 Ploso Letkol Epit Repita. Tujuan apel ini untuk mengecek kesiapan personel, sarana prasarana, serta kemampuan siaga tanggap bencana alam di Kabupaten Jombang.Tak hanya itu, apel yang diikuti pasukan gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Kemensos, dan para relawan penanggulangan bencana di Jombang ini adalah untuk memantapkan dan meny-
iagakan personel. Selain itu, juga untuk mengevaluasi peralatan yang ada dalam rangka membantu masyarakat menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen penanggulangan bencana di Kabupaten Jombang. Sebab, mereka telah bersungguh-sungguh dan bekerja keras dalam pengabdian demi kemanusiaan. Sehingga pelayanan untuk masyarakat terdampak bencana dan musibah dapat dilaksanakan cepat, tepat, dan terintegrasi. “Apel ini merupakan suatu forum kegiatan antarlembaga pemerintah, nonpemerintah, masyarakat, dan lembaga usaha, untuk kesiapsiagaan menghadapi terjadinya bencana. Dan, sebagai sarana untuk mengumpulkan kapasitas daerah, sarana dan prasarana, logistik, termasuk sumber dana dari berbagai unsur. Juga untuk menguji kemampuan dan
keterampilan dalam memobilitasi sumber daya, serta pengoperasian sarana dan prasarana penanggulangan bencana,” ungkap dia. Sementara itu, Dandim 0814/ Jombang, Letkol Inf Triyono mengatakan, siaga bencana yang dilakukan Kodim 0814/Jombang dengan menempatkan pasukan di titik sektor Ploso dua satuan setingkat peleton (SST) atau 50 orang, di titik sektor Peterongan dan Mojoagung tiga SST (75 orang) dan titik sektor Wonosalam satu SST (25 orang) untuk mengantisipasi terjadinya bencana longsor yang telah disiagakan seminggu lalu. “Apel ini untuk memadukan antara TNI-Polri dan seluruh stakeholder terkait yang bertujuan untuk melaksanakan tugas kemanusiaan dengan saling bertukar informasi. Selain itu, juga mendirikan posko bersama di titik BPBD Jombang sebagai posko utama yang akan memonitor perkembangan,” ungkap dia.(hms/adv/dhi)
Jombang, Memorandum Hingga saat ini peraturan bupati (perbup) tentang penggunaan Dana Desa (DD) masih belum tuntas. Hal ini menghambat desa untuk membuat APBDes (Anggaran Pendapatan Belanja Desa) 2020. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Solahudin Hadi Sucipto berdalih ada aturan baru yang membuat pengesahaan terlambat.”Ini sudah finishing, tinggal melaporkan ke pimpinan (bupati, Solahudin Hadi Sucipto red),” ujar dia, Kamis (9/1). Dia menjelaskan, keterlambatan ini karena ada informasi dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk dana desa langsung ke desa.”Jadi kemarin kita juga menunggu Permenkeu,”ungkap dia. Sehingga, lanjut Solahudin Hadi Sucipto, apabila nanti sudah turun dan perbup belum mendapat tanda tangan bupati, maka akan segera direvisi. Sebaliknya, apabila sudah maka akan dilakukan perubahan sesuai dengan permenkeu yang baru.”Harapan kami sebenarnya tidak menunggu turunnya permekeu,”tegas dia. Terpisah, Kabag Hukum Setdakab Jombang Abdul Majid Nindyagung ketika dikonfirmasi mengakui, untuk perbup pengunaan dana desa, DPMD sudah berkoordinasi ke bagian hukum.”Kemarin mereka (DPMD) sudah ke kami.Memang ada beberapa pembenahan dan koreksi,” ungkap dia. Abdul Majid mengatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan DPMD terkait beberapa pembenahan pada perbup tersebut. ”Untuk perbup ini kan mengacu pada permendes, yang setiap tahunnya ada perbedaan. Sehingga tinggal menyesuaikan. Ini harus segera diselesaikan, takutnya menghambat pencairan dana desa nantinya,” pungkas Agung.(wan/dhi)
FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S
PN Jombang Gelar Pemeriksaan Setempat
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
HUKUM & KRIMINAL
JUMAT KLIWON, 10 JANUARI 2020 HALAMAN 7
Surabaya, Memorandum Ahmad Ari Rizaldi dan Ikrom Ali Akbar, dua terdakwa dari geng Jawara Kampung dituntut jaksa penuntut umum (JPU) Sulfikar selama 1,5 tahun penjara, Kamis (9/1). Dalam tuntutan Jaksa, bahwa kedua terdakwa ini terbukti menyekap dan menganiaya korbannya berinisial NF, anggota geng All Star. “Menuntut supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa terbukti secara hukum bersalah dengan sengaja merampas kemerdekaan anak korban sebagaimana diatur dalam pasal 333 ayat 1 KUHP jo pasal 55 ayat 1 jo pasal 65 ayat 1 KUHP,” ujar JPU Sulfikar, kemarin. Lanjutnya, bahwa kedua terdakwa bersama terpidana lain di bawah umur (AAP, AGM, FPP, NR, AC, BH, AA dan IW) menyiksa NF. Kedua terdakwa ikut menganiaya korban saat disekap di salah satu kafe di Menganti, Gresik. “Terdakwa I (Ari) memegangi korban kemudian terdakwa II (Ikrom) memukul korban menggunakan kepalan tangan dan menendang,” jelas Jaksa Sulfikar. Ari yang sebelumnya memegang korban kemudian ikut memukul setelah diprovokasi salah satu anggota geng. Anggota itu menyatakan apakah terdakwa tidak ingin balas dendam kepada korban setelah motor anggota gengnya
Surabaya, Memorandum Pencuri motor beraksi di rumah kos dan warung kopi (warkop) di Jalan Platuk, Sidotopo Wetan, Kamis (9/1). Aksi pelaku yang terekam CCTV ini berhasil menggondol Honda Beat L 2059 PQ milik Puji Santoso (45). Menurut keterangan Puji, pelaku beraksi sekitar pukul 06.01. Saat itu, motornya diparkir di teras rumah. Kebetulan di lokasi, selain dijadikan usaha rumah kos di lantai atas, juga warkop di lantai bawah. “Kebetulan yang jaga warkop tidur saat pencurian terjadi,” ungkap Puji. Dalam rekaman CCTV yang terpasang di warkop, dua pelaku terlihat mengendarai motor sedang mondar-mandir di depan rumah. Lalu seorang pelaku turun, sedangkan temannya menunggu di atas motor sambil mengawasi sekitar. “Pelaku yang mencuri memakai kaus hitam, celana pendek wana krem dan memakai topi,” ungkap Puji. Kemudian menggondol motor miliknya dengan mudah karena kebetulan kunci kontak masih menancap karena lupa mengambilnya. “Menurut karyawan saya, kunci ditaruh di samping etalase warkop bersama kunci rumah dan lemari,” kata Puji yang melaporkan kejadian itu ke Polsek Kenjeran. (rio/nov)
FOTO: MEMORANDUM/FERRY
Sekap dan Aniaya Korban, Dituntut 1,5 Tahun
Maling Beat Platuk Terekam CCTV
dirampas anggota geng All Star. Pengacara terdakwa, Sahrul Romadhon menyatakan tuntutan jaksa terlalu berat. Alasannya, terdakwa Ari membawa korban ke rumahnya di Cerme untuk dirawat setelah dianiaya. Selain itu, juga sudah ada perdamaian antara terdakwa dengan korban. “Hanya mukul sekali. Setelah itu dia melindungi korban dari pemukulan
yang lain. Setelah diantar ke rumah terdakwa untuk dikasih makan dan diobati,” jelas Sahrul. Seperti diberitakan, tujuh anggota geng Jawara Kampung yang masih di bawah umur divonis lima bulan pembinaan. Vonis ini sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht) karena tidak ada upaya hukum lanjutan dari terdakwa maupun jaksa. (fer/nov)
FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
Ahmad Ari Rizaldi dan Ikrom Ali Akbar mendengarkan tuntutan jaksa.
Aksi pelaku terekam CCTV.
Amankan 13 PSK, 3 Pelanggan, dan 5 Germo Hingga akhirnya anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya menggerebek lima wisma di Jalan Moroseneng I. Tidak tanggung-tanggung, 21 orang terdiri dari 13 pekerja seks komersial (PSK), lima pria sebagai germo dan tiga pria hidung belang digelandang dari lima wisma tersebut, Kamis (9/1) dini hari. Ironisnya dari belasan PSK tersebut, terdapat satu orang yang sedang mengandung lima bulan. “Tiga pria yang tepergok sedang transaksi seks
Sambungan dari halaman 1
juga kami amankan beserta perempuan yang melayaninya,” kata Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni, kemarin. Ruth menjelaskan, penggerebekan itu bermula dari informasi dari sejumlah masyarakat yang menyebut, jika dari lima wisma tersebut masih beroperasi secara sembunyi-sembunyi. Mendengar informasi itu, pihaknya langsung menurunkan anggota dan melakukan penggerebekan di gang I. Saat itu, tampak beberapa pria
duduk di depan wisma yang tutup. Pria-pria tersebut kemudian diamankan. Ternyata meski wisma terlihat tutup ternyata di dalamnya terdapat aktifitas esek-esek. “Wisma yang kami gerebek adalah wisma Srikandi, Citra, Sumber Mas, Madona, dan wisma Jumpa Lagi,” imbuh Ruth Yeni. Lanjut Ruth, meski dari luar kondisi wisma tertutup ternyata di dalamnya ada beberapa wanita yang duduk di sofa dengan pakaian sangat seksi. Mereka dipekerjakan di sana
sebagai pekerja seks komersial (PSK). Ada juga beberapa pria yang berdiri di luar wisma yang bertugas mencari pelanggan (germo). Pihaknya juga menemukan tiga pria hidung belang di dua wisma yaitu wisma Srikandi dan Sumber Mas. Mereka digerebek saat berhubungan intim. Petugas masih menyidik satu persatu PSK dan germo di bisnis prostitusi itu. “Ini masih kami sidik lagi terkait aktifitas dan siapa pemilik atau germonya,” lanjut mantan Panitreskrim Polsek
Wonokromo itu. Dari keterangan salah satu germo, Sumarto, (48), dia hanya bertugas mencarikan pelanggan. Ia yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan dalam sebulan bisa mendatangkan 30 tamu di wisma tersebut. Untuk sekali mendapat pelanggan dia mendapat komisi Rp 20 ribu. Beda lagi dengan keterangan seorang germo di wisma Jumpa Lagi. Ia mendapat keuntungan Rp 25 ribu per orang. “Operasinya pukul 19.00 hingga 03.00 dini
hari. Biasanya yang datang pelanggan lama,” kata pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai penjual nasi goreng itu. Seorang PSK bernama Raisa (36), mengaku berasal dari Jawa Tengah. Dia baru saja dicerai oleh suaminya dan baru seminggu bekerja di wisma itu. Sebelumnya ibu satu anak ini bekerja di pabrik kayu. Sekali melayani pelanggan, Raisa mendapat uang Rp 80 ribu. “Sehari bisa satu sampai dua kali melayani tamu,” beber Raisa. (fdn/nov)
Selingkuh, Tepergok Istri Di leher korban terlilit tali pramuka warna putih. Dipastikan Bagas mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Dari informasi yang dihimpun, jenazah Bagas kali pertama ditemukan Siti Mar’atus Soleha (28), istrinya saat akan menunaikan salat Subuh sekitar
Sambungan dari halaman 1
pukul 04.15. Dari keterangan pihak kepolisian, kematian korban disebabkan karena gantung diri. Kenekatan Bagus, lantaran ada masalah dengan sang istri gegara tepergok selingkuh dengan wanita lain. Kanitreskrim Polsek Tam-
Melinting Ganja, TO Narkoba Ditangkap saat diamankan di Jalan Bulak Rukem II-D. Petugas juga menggeledah rumah Wahid, hingga ditemukan barang bukti 1 linting ganja dan 1 unit HP merek Samsung. Pemuda asal Mulyorejo Selatan ini, akhirnya digelandang ke Mapolsek Kenjeran guna proses penyidikan lebih lanjut. “Barang bukti kami temukan di dalam tas yang waktu itu diduduki oleh tersangka,” kata Kanitreskrim Polsek Kenjeran AKP Evan Andias, Kamis (9/1). Penangkapan bermula adanya laporan yang
baksari Iptu Didik Ariawan membenarkan bahwa korban tewas karena gantung diri. Selain itu tidak ditemukan benda mencurigakan atau tanda-tanda kekerasan di tubuh pria tersebut. “Sudah dilakukan identifikasi oleh tim inafis dan hasilnya korban memang gantung diri
Sambungan dari halaman 1
masuk ke anggota, bahwa di lahan tersebut sering dijadikan pesta sabu dan ganja. selanjutnya ditidaklanjuti dengan menggerebeknya. “Saat kami gerebek, diketahui tersangka adalah target operasi yang kami cari selama ini. Waktu itu dia sedang melinting ganja,” beber Evan, mantan Kanitreskrim Polsek Pabean Cantikan ini. Pengakuan Wahid kepada penyidik, ganja itu memang miliknya yang baru dibeli dari pengedar di daerah Suramadu berinisial KT (buron). “Saya beli Rp 100 ribu per poket. Rencananya akan saya pakai di rumah,” aku Wahid. (rio/nov)
HUT Satpam, Lomba Gunakan Borgol dan Tongkat apel mapolres ini, diikuti puluhan satpam yang merupakan binaan dari empat polres jajaran Polda Jatim. Antara lain satpam dari PT Japfa Comfeed binaan Polres Sidoarjo, perwakilan satpam PT Smelting binaan Polres Gresik, satpam PT Bogasari binaan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dan satpam PT Pakuwon City binaan Polrestabes Surabaya. Bertindak sebagai tim juri dari anggota Binmas Polda Jatim yang dipimpin AKP Bagus Kurniawan. Kegiatan dimulai pukul 09.00 dengan diawali yel-yel. Kemudian dilanjutkan unjuk kebolehan dari masing-masing para satpam yang menjadi pe-
Bahagia Bahkan, Salmafina kini sudah terang-terangan tentang agama yang dianutnya. Setelah sebelumnya heboh dengan berita perpindahan agama, Salma kini sudah jauh lebih terbuka mengenai itu. Dilihat dari instagram stories miliknya, Salmafina membuka sesi tanya jawab. Salah satu netter menanyakan apakah dirinya sudah dibaptis atau belum. “Salma sudah dibaptis?” tanya salah satu netter. Tak lama kemudian, Salma pun menunjukkan video saat dirinya sudah dibaptis di salah satu tempat. Dalam video yang diberikan, ada beberapa orang yang menemani Salma kala itu. Ia pun merasa bahagia setelah dibaptis. Hingga saat ini, Salma dan keluarganya masih berlibur di Amerika Serikat. Seputar sesi tanya jawab, anak pengacara Sunan Kalijaga itu ditanya terkait statusnya di awal 2020.
Sambungan dari hal 1
serta dengan melakukan pertunjukkan keahlian memainkan tongkat selama 45 detik dan gerakan borgol selama 45 detik. Dalam perlombaan itu, juara pertama diraih satpam PT Smelting binaan Polres Gresik, juara kedua satpam PT Pakuwon City, juara ketiga disabet satpam PT Japfa Comfeed, dan juara keempat diraih satpam PT Bogasari. Sementara itu, Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Ahmad Faisol Amir mengatakan, lomba ini digelar untuk memotivasi para satpam agar mereka semakin bersemangat dalam bekerja. “Untuk penyerahan hadiah akan dilakukan pada Selasa (15/1) di Gedung Negara Grahadi,” kata Faisol Amir. (rio/nov)
Sambungan dari halaman 1 Yang mengejutkan, Salmafina mengaku sedang single. Padahal sebelumnya saat Natal, ia bersama seorang bule. “Yes I’m single,” ujar Salma. Kemudian Salmafina ditanya soal kemungkinan berpacaran dengan beda agama. Ia mengatakan tidak akan melakukan itu. “No I’m not taking my faith for granted. I’m online in christian cafe dating site, so it’s obvious I’m looking for someone who is on the same page as I am,” tuturnya. Menariknya Salmafina ternyata bertanya ke seorang paranormal terkait kehidupannya di tahun ini. Ia bertanya terkait kemungkinan menikah. “Masterr apakah aku akan menikah lagi tahun ini? Hahaha,” tanyanya. “Jawabannya yes. Tahun ini segera menuju pernikahan lagi,” jawab akun @wirangbirawa. (*/nov)
dengan melilitkan tali pramuka ke lehernya di pembatas anak tangga,” kata Didik kepada Memorandum, Kamis (9/1). Sementara proses identifikasi dilakukan di dua tempat, yakni di lokasi kejadian dan saat jenazah berada di kamar mayat RSUD dr Soetomo. “Sebelum kami datang, korban sudah dibawa istrinya ke rumah
sakit, dan dokter menyatakan sudah meninggal,” jelas Didik. Ditanya mengenai motif korban mengakhiri hidupnya, Didik menjelaskan jika sebelum kejadian, Bagas sempat cekcok dengan istrinya karena tepergok selingkuh dengan wanita lain. “Usai tepergok, korban meminta kepada istrinya untuk segera menyelesaikan masalah
tersebut. Namun, Siti Mar’atus Soleha menolak karena ingin anaknya tidur lebih dulu, dan tidak mau bertengkar di hadapan mereka,” tutur Didik. Tak kuat menahan kantuk, Siti ternyata ikut tertidur, dan belum sempat membicarakan masalah selingkuh tersebut dengan Bagas. Bahkan, wanita ini malah menemukan kondisi
Gerebek Pesta Sabu di Rumah Kos Dusun Pedurungan, Desa Dukuh Tunggal, Kecamatan Glagah Lamongan. Sedangkan satu tersangka lain adalah Muhamad Totok (24), warga Dusun Curah Tulis, Kecamatan Tongas Probolinggo. “Kami juga menyita barang bukti satu poket sabu serta seperangkat alat isapnya (bong),” kata Kasatreskoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian, Kamis (9/1). Lebih lanjut, Memo mengungkapkan, penangkapan tersebut berawal dari infor-
masi masyarakat yang menyebut rumah kos yang kerap digunakan pesta sabu. Sebelum meringkus, petugas sempat kesulitan mencari lokasi tersebut hingga ditemukan di salah satu rumah di gang V. Ketika digerebek, ketiganya sedang duduk memutar bong berada di tengah. Para budak sabu kemudian diamankan. Dari keterangan mereka, sabu didapat dari seseorang di kawasan Surabaya Utara. tersangka juga mengaku jika memperoleh
Betulkan Atap, Tewas Tersetrum membetulkan atap yang bocor di rumah milik Kasman, tetangganya. Dari informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika korban bersama saksi (Kasman) membetulkan atap yang bocor sekitar pukul 08.00. Saat azan Zuhur berkumandang, korban bersama saksi turun dari atap untuk beristirahat. Setelah istirahat dirasa cukup, korban bersama saksi melanjutkan pembetulan pada pukul 13.00. Namun, setengah jam kemudian cuaca mendadak gerimis dan akan
turun hujan. Keduanya lalu memutuskan turun dan berhenti beraktifitas. “Ketika hendak turun, saksi mengetahui jika korban tersetrum karena memegang kabel listrik. Selanjutnya saksi mencoba menarik tangan tetangganya tetapi tidak berhasil,” kata Kanitreskrim Polsek Rungkut Iptu Djoko Soesanto, Kamis (9/1). Setelah gagal, saksi selekasnya turun dan meminta bantuan warga lain serta menghubungi Polsek Rungkut. “Ketika tiba di lokasi dan dilakukan pengecekan,
Menerima Kekurangan Masing-Masing, SSW Menikah hirup udara sebanyak-banyaknya dan menghembuskan perlahan-lahan. Dalam hati dia sempat bertanya, “Apa kekurangan Tutik? Dia terlihat sempurna saat berdiri dan berlari.” Setelah menata hati, Waskito melanjutkan membaca surat sahabat penanya, “Aku sama sepertimu, Sahabat. Aku dikaruniai keistimewaan kekurangsempurnaan mendengar dan berbicara.” Tutik mengakui bahwa kondisi dirinya mungkin lebih tidak menguntungkan dari Waskito. Karena itu, meski berharap ingin tetap terus bersahabat, di sisi lain Tutik menyerahkan masa depan persahabatannya vs Waskito kepada pemuda tersebut. “Kalau Engkau ingin memutuskan persahabatan kita karena kondisiku, aku sadar dan akan menerima,” kata Waskito membacakan surat Tutik. Surat itu diambil dari tas kulit lawas yang tidak pernah lepas
ke mana pun pemiliknya pergi. Waskito menangis. Hal ajaib pertama yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya. Waskito menambahkan bahwa selama hidup dia hanya menangis empat kali. Pertama, ketika membaca surat Tutik yang ini. Kedua, saat mengucapkan ijab kabul pernikahan vs Tutik. Yang ketiga dan keempat, saat kematian ibu dan bapaknya Surat-menyurat tak pernah berhenti. Persahabatan tak pernah putus. Bahkan terus meningkat seiring perjalanan waktu. Seiring berkembangan kedewasaan kedua sahabat ini. Mereka berikrar menjadi sepasang kekasih, lantas mengikat janji suci kesetiaan dalam wadah mahligai rumah tangga. “Semua kami lakukan SSW, set-set-wet, ketika masih duduk di bangku kuliah,” kataWaskito. Waktu itu kami menikmati udara sejuk lereng Welirang di teras penginapan. Tak
suaminya sudah tergantung di bawah anak tangga. “Jenazah korban sudah diserahkan ke keluarganya karena kejadian tersebut dianggap musibah dan mereka menerimanya dengan ikhlas. Agar tidak timbul masalah kami juga meminta keluarga korban membuat surat pernyataan,” pungkas Didik. (x-3/nov)
Sambungan dari halaman 1 barang itu dengan cara patungan dari uang gaji. Meski demikian, ketiganya masih belum mengaku dari mana sabu tersebut didapat atau dibeli. Pihaknya masih menyelidiki lagi siapa pengedar yang memasok ke para tersangka ini. “Kami masih kembangkan kasus ini. Kami masih fokus menginterogasi ketiga tersangka dulu,” pungkas mantan Kasatreskrim Polresta Barelang, Kepulauan Riau itu. (fdn/nov)
Sambungan dari halaman 1 kondisi korban telah meninggal,” papar Djoko. Djoko menambahkan, usai mengolah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim Inafis Polrestabes Surabaya dan pemeriksaan saksi-saksi, kematian Tohir dipastikan karena tersengat listrik. “Dugaannya tewasnya korban karena tersetrum saat turun dari atap. Saat ini jenazahnya (Tohir, red) sudah dibawa ke RSUD Dr Soetomo,” pungkas Djoko. (x-3/ nov)
Sambungan dari halaman 1 lama kemudian Tutik muncul. Membawa sepoci teh dan sepiring ubi rebus. “O’o,” ujarnya ramah. Waskito dan Tutik lulus UGM dua tahun setelah menikah. “Selama kuliah, kami memang sudah mandiri. Aku ikut temanteman mengisi acara-acara musik di kafekafe, hotel-hotel, dan wedding-wedding,” kata Waskito, yang menambahkan bahwa Tutik menerjuni bisnis kuliner dan tata rias pengantin. (habis)
Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
HUKUM & KRIMINAL
JUMAT KLIWON, 10 JANUARI 2020 HALAMAN 8
Gagal Pinjam Uang, Gadaikan Motor Teman Tulungagung, Memorandum Lantaran gagal meminjam uang, motor teman akrab disikat. Ini dilakukan Edi Kuswandi (38), asal Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru. Ia menggadaikan motor Mohammad Dicky (21), warga Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, dengan alasan akan ke rumah teman lain.
FOTO: MEMORANDUM/FIR
Aksinya pun harus dibayar di balik jeruji tahanan. Edi ditangkap anggota Satreskrim Polres Tulungagung setelah dua hari menjual motor AG 6268 RCQ milik Dicky yang sudah dijualnya Rp 3 juta. “Setelah menerima laporan ini, kami mengolah TKP dan meminta keterangan saksisaksi,” terang Kapolres Tulun-
Tersangka dan barang bukti motor yang diamankan polisi.
Kedua tersangka diamankan di Mapolres Lumajang.
per hari. Malam itu, tesangka Sugianto menemukan pembeli bernama BH (DPO), warga Desa/Kecamatan Randuagung, dengan harga yang disepakati yaitu Rp1 juta per ekor. Usai mengambil sembilan ekor kambing milik korban, SR menelpon Liwon dan Sugianto untuk mengambil kambing-kambing yang sudah dicurinya itu di area tanah kosong yang tak jauh dariTKP. “Saat itu, sembilan ekor kambing yang dicuri oleh SR bersama kedua pelaku lainnya, sudah dalam kondisi terikat menggunakan lakban,” terang Hasran.(tri/fer)
Aktifkan Patroli Dialogis Bersama Warga
Petugas patroli dialogis jajaran Polsek Kademangan mengajak warga mengantisipasi pencurian hewan.
musim hujan. “Hasilnya, tercipta hubungan baik Polri dengan masyarakat yang ada di wilayah. Bahkan, bersama-sama memberikan kesejukan dan kedamaian pada masyarakat, serta selalu berkoordinasi jika terjadi kejadian yang menonjol,” tandas Kapolsek Kademangan. Menurutnya, tiada hari tanpa hadir di tengah tengah warga masyarakat guna terpe-
liharanya situasi kamtibmas yang selalu kondusif. Dengan menghampiri warga, anggota patroli menyampaikan imbauan untuk bersama menjaga keamanan di lingkungan masing-masing guna antisipasi aksi kejahatan di lingkungan sekitar. “Pelaksanaan patroli selalu mengedepankan patroli dialogis dengan menyampaikan imbauan kamtibmas kepada warga,” tutur Toyib Subur. (mhd/fer)
Pasuruan, Memorandum Polres Pasuruan Kota menggelar kegiatan penindakan pelanggaran lalu lintas over dimensi over load (ODOL) terhadap muatan pikap yang melintas di Jalan Raya Warungdowo, dan Jalan Raya Gondangwetan, Pasuruan, Kamis (9/1). “Ada satu pikap yang mengangkut barang. Ia membawa banyak barang hingga tinggi, dan sudah kita lakukan
Petugas menilang sopir pikap yang bermuatan lebih.
pengecekan, serta STNK kami simpan,” jelas Kasatlantas Polres Pasuruan Kota AKP Achmadi. Achmadi menjelaskan, saat pemeriksaan, kali pertama kelengkapan surat kendaraan, dan penindakan pelanggaran lalu lintas khususnya kendaraan angkutan barang yang ODOL.
“Jadi langsung kami tindak tegas, yang kelebihan barang langsung kita tilang,” tegas Achmadi. Tambahnya, dengan kegiatan seperti ini masyarakat bisa mengetahui bahwa muatan melebihi kapasitas bisa berbahaya. (*/rul/fer)
FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO
Anggota Unitlaka Satlantas Polres Jember mengolah TKP. Angg
be AKP Edwin Nathanael melalui ber Ka Kanitlaka Ipda Herry Yuliawan. Masih kata kanitlaka, dari angka kecelakaan lalu lintas sendiri juga mengalami penurunan 10.19 persen dibandingkan 2018, tercatat ada 1.276 kasus, dan di tahun 2019 dengan 1.146 kejadian. Herry mengatakan, faktor kelalaian pengendara (ngantuk, lelah, dan mabuk) menjadi penyebab utama tingginya angka kecelakaan lalu lintas selain itu dipicu jalan berlubang dan cuaca juga mempengaruhi terjadinya lakalantas. Wilayah rawan kejadian kecelakaan meliputi blackspot Tanggul hingga Bangsalsari, dan Pakusari, yang dominan terjadinya kecelakaan. Herry menambahkan, penurunan kecelakaan, dan korban meninggal, merupakan sebuah hasil upaya sosialisasi yang
dilakukan. “Cangkrukan dan sarapan bareng dengan para ojek pangkalan, petani, dan masyarakat hingga pelosok, maupun di sekolah mengingat korban jiwa banyak dari kalangan usia produktif.”pungkas Herry. Hal sama juga diungkapkan Sulaiman, Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Perwakilan Jember, meliputi daerah Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi, pembayaran santunan juga menurun. Jumlah santunan yang diberikan Jasa Raharja Perwakilan Jember kepada korban kecelakaan lalu lintas pada 2019 sebesar Rp73,580 miliar. Dengan rincian 819 korban meninggal dan 3.386 korban luka-luka. Jumlah tersebut mengalami penurunan 1,48 persen dibandingkan penyerahan santunan pada 2018 yaitu sebesar Rp74.684 miliar kepada 813 korban meninggal dan 2.490 korban luka-luka.(edy/fer)
Pasuruan, Memorandum Sebanyak 20 nelayan Desa Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, mengikuti program Quick Wins Polair di Balai Desa Kedungboto, Kamis (9/1) pagi. Program yang digelar Satpolair Polres Pasuruan ini berisikan penertiban dan penegakan hukum bagi organisasi radikal dan antiPancasila. Kasatpolair Polres Pasuruan AKP Poerlaksono yang diwakili m Kasubnit Lidik Gakkum Aipda Laswanto menyampaikan kepada para nelayan bahwa program Polri tidak terlepas dari program pemerintah.
Kasubnit Lidik Gakkum Aipda Laswanto memberikan pelampung dan sembako.
“Kita memberikan so-
sialisasi dan penguatan pengeta-
huan bahwa apa yang dimaksud dengan organisasi radikal dan antiPancasila itu,” Laswanto. Lanjut Laswanto, bahwa satpolair itu adalah mitra bagi para nelayan dan masyarakat pesisir. “Kita ingin menjadikan Polri mitra nelayan pesisir dan menjadikan Polri semakin dipercaya oleh masyarakat khususnya nelayan pesisir,” harapnya. Dalam acara tersebut satpolair juga membagikan 20 sembako, dan sarana kontak seperti pelampung kepada nelayan dan masyarakat pesisir. Usai acara dilanjutkan masyarakat pesisir, nelayan serta tokoh agama melaksanakan penandatangan nota kesepakatan menolak radikalisme. (*/rul/fer)
Briptu Navynda, Polwan Pertama Bhabinkamtibmas
FOTO: MEMORANDUM/RUL
Gelar Operasi Overload Muatan
Jember, Memorandum Upaya Polres Jember menekan angka kecelakaan di bawah komando AKBP Alfian Nurrizal SH SIK MHum, menuai hasil di tahun 2020. Di mana kejadian kecelakaan h. menurun hingga 10 persen lebih. n keSepanjang 2019, kejadian gacelakaan fatal di jalan yang mengami kibatkan korban tewas mengalami penurunan. Berdasarkan data lalu lintas pada awal 2020 tercatat 1.146 kejadian, sedangkan di 2018, dengan catatan1.276 kejadian, turun 10.19 persen. B) Untuk korban luka berat (LB) tahun 2018, 20 korban, di tahun 2019, LB 13 korban turun 35 persen, luka ringan (LR) tahun 2018, 1502 korban sedangkan di tahun 2019, 1335 korban, turun 11.12 persen. Sementara untuk korban meninggal dunia (MD) masih tinggi yakni tahun 2019, mencapai 331 korban jiwa, namun bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2018, sejumlah 338 korban jiwa turun 10.19 pesen. “Jumlah korban meninggal dunia sebenarnya masih tinggi meski menurun 10.19 persen dibandingkan tahun 2018, korban jiwa di tahun 2019 sebanyak 331 jiwa meninggal,”ujar Kasatlantas Polres Jem-
Nelayan Kedungboto Ikuti Program Quick Wins Polair
FOTO: MEMORANDUM/MHD
Probolinggo, Memorandum Polres Probolinggo Kota meminta warga Kota Probolinggo waspada terhadap pencurian hewan (curwan). Langkah tersebut langsung direspons jajaran Polsek Kademangan dengan melakukan patroli dialogis sambang warga di Jalan Kalimas, Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Kamis (9/1). “Pemberantasan pencurian hewan merupakan tugas bersama. Jadi harus bekerja sama. Sebagai antisipasi jangan mengandangkan sapi sembarangan. Letakkan di tempat yang tidak mudah dimasuki pencuri. Seperti kandang yang bagus dan digembok,” kata Kapolsek Kademangan Kompol Toyib Subur. Patroli dialogis sambang warga, kata Toyib Subur, dilakukan dengan bentuk kegiatan memberikan imbauan untuk bersama-sama menjaga hewan ternak guna antisipasi pencurian hewan. selain itu, mengajak pemilik berperan aktif menjaga hewan ternak dari curhewan apalagi saat ini sudah memasuki
sepeda motor digunakan oleh tersangka untuk biaya hidup sehari-hari dan mengangsur utang. (fir/mad/fer)
Bangkalan, Memorandum Briptu Navynda Sherly Fatikasari patut bersyukur. Betapa tidak, Mbak Navy, sapaan akrabnya di lingkungan Polres Bangkalan mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat dari Bripda menjadi Briptu. Kenaikan pangkat perempuan kelahiran 1996 itu dikukuhkan melalui ritual upacara korp raport kenaikan pangkat bersama 66 anggota Polres Bangkalan, Rabu (1/1). ”Kenaikan pangkat ini, adalah anugerah yang patut disyukuri. Itu semata-mata karena prestasi anda semua,” kata Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MSi MH mengawali sambutan arahannya saat itu. Hanya saja, satu hal patut diingat dan disadari di sini. Pasca kenaikan pangkat, beban tugas dan tanggung jawab ke 67 anggota Polres itu, termasuk Briptu Navy, jadi semakin berat. Mereka sebagai aparat penegak hukum, serta pemegang amanah pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, harus semakin pro-
fesional. Nah, khusus Br iptu, kucuran berkah di awal tahun 2020 ternyata tidak sebatas anugerah kenaikan pangkat. Ada reward dalam bentuk lain yang juga patut disyukuri. Jelasnya, melalui Surat Keputusan Kapolres Nomor KEP/81/XII/2019, Briptu Navy didapuk sebagai salah satu Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat ( Bhabinkamtibmas) andalan Polres Bangkalan. Selain mesti disyukuri, beban tugas dan tanggung jawab baru ini, juga pantas menjadi kebanggaan tersendiri. Sebab menurut Rama untuk sementara ini, Briptu Navy, merupakan satu-satunya Polwan di lingkup empat Polres di Madura, yang mendapat kepercayaan sebagai Bhabinkamtibmas. ”Yahh.., mungkin kebijakan ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” papar Rama, Kamis (9/1). Barangkali Kapolres memang
FOTO: MEMORANDUM/RAS
Sebelum beraksi, ttersangka Liwon dan S Sugianto datang ke rumah pelaku SR (DPO) untuk merencanakan aksi pencurian kambing. Dalam rencannya, Liwon mendapat tugas menyediakan mobil untuk mengangku kambing hasil curian. Sedangkan Sugianto, bertugas mencari pembeli. Sementara itu, pelaku SR beserta 2 (DPO) bertugas sebagai eksekutor . Setelah pembagian tugas, selanjutnya Liwon menyewa mobil Toyota Avanza kepada warga Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung, seharga Rp250 ribu
AKP HENDI SEPTIADI Kasatreskrim
FOTO: MEMORANDUM/RUL
Lumajang, Memorandum Maraknya aksi pencurian hewan (curwan) di Lumajang mulai menjadi atensi jajaran Satreskim Polres Lumajang. Buktinya, Tim Cobra Tangguh berhasil meringkus dua tersangka dari enam pelaku pencurian kambing di kawasan Jatiroto. Kedua tersangka yaitu Liwon (45), warga Persil Ranupakis, Desa an Kaliboto Kidul, Kecamatan ), Jatoroto, dan Sugianto (45), warga Dusun Kotokan, Desa/Kecamatan Jatoroto. “Untuk empat pelaku lain masih kami buru dan ditetapkan dalam daftarr pencarian orang (DPO),” terang Kasatreskrim AKP Hasran mewakili Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negara Siregar, Kamis (9/1). Menurut Hasran, aksi pencurian sembilan ekor kambing tersebut dilakukan di kandang kambing milik Sugeng Prayitno (42), warga Perum Blok L, Desa Kaliboto Lor, Kecamatan Jatiroto, Selasa (7/1) sekitar pukul 21.00. “Saat beraksi, kawanan yang berjumlah 6 orang tersebut mempunyai peran masing-masing,” ujar Hasran.
“
Awalnya mau pinjam uang. Karena tidak dapat, akhirnya motor digadaikan
Korban Kecelakaan Menurun FOTO: MEMORANDUM/TRI
Tim Cobra Tangguh Ringkus 2 Pelaku Curwan
gagug AKBP Eva Guna Pandia melalui Kasatreskrim AKP Hendi Septiadi, Kamis (9/1). Berselang dua hari pasca kejadian, polisi mendapatkan informasi, tersangka ngopi di warung wilayah Kedungwaru. Akhirnya polisi meringkusnya. “Kami amankan tersangka di salah satu warung kopi. Kemudian kita mintai keterangan dan
langsung kita tahan,” jelas dia. Di hadapan polisi, tersangka mengaku awalnya mendatangi korban di tempat kerjanya untuk meminjam uang. Hubungan tersangka dan korban adalah teman akrab. Kemudian niat meminjam uang itu gagal. Justru tersangka memiliki niat menggadaikan motor korban. Modusnya, ia meminjam motor korban dengan beralasan ke rumah temannya. “Awalnya mau pinjam uang. Karena tidak dapat, akhirnya motor digadaikan,” terang Hendi. Selanjutnya uang hasil gadai
Briptu Navynda Sherly Fatikasari berfoto bersama lurah dan para kasi di Kelurahan Demangan.
tak salah pilih mematok kebijakan yang satu ini. Sebab Briptu Navy memang memiliki talentra prestasi cukup beragam. Dia tercatat sebagai alumni STIE Yapan, Surabaya, dengan raihan indeks prestasi cumlaude. Briptu Navy juga didapuk sebagai pengurus PDBI. Juga tercatat sebagai pelatih Pramuka Saka Bhayangkara. Masih ada lagi. Sebagai anggota Satbinmas Polres, Polwan berhijab ini, juga dikenal sebagai inisiator program Door to Door System (DDS). Saat ini, mulai pekan pertama Januari 2020, Polwan berpostur tinggi semampai itu, tak hanya
mulai memanggul pangkat Briptu di pundak. Tetapi juga harus mulai berpetualang menjalankan tugas sebagai Bhabinkamtibmas. Cakupun wilayah tugasnya fokus di Kelurahan Demangan, Kecamatan Bangkalan Kota. Medan tugas baru Briptu Navy ini tergolong lumayan berat. Sebab Kelurahan Demangan tercatat sebagai peta kawasan paling padat penduduk dibanding enam kelurahan dan enam desa lainnya di Kecamatan Bangkalan. Komposisinya penduduknya terdiri dari ragam jenis profesi. Juga menjadi pusat perbelanjaan dan pendidikan. (ras/fer)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
KOTA SURABAYA Pemkot Surabaya Aku-Aku
JUMAT KLIWON, 10 JANUARI 2020 HALAMAN 9
Topdam Bukan BukƟ Kepemilikan Surabaya, Memorandum Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan H Ichwan masih saling mengaku sebagai pemilik akses jalan penghubung Tambak Wedi Baru dan Kedung Cowek. Ichwan berbekal sertifikat tanah yang diterbitkan BPN (Badan Pertanahan Nasional), sedangkan pemkot berdasar data topografi kodam (topdam).
FOTO: MEMORANDUM/WAHYU
Ari Widjajanto
Dasar kepemilikan jalan dengan lebar 6 meter dan panjang 90 meter ini dikatakan oleh Kepala Bagian Hukum Pemerintah Pemkot Surabaya Ira Tursilowati. Ira berdalih jalan sengketa tersebut sudah lama tercatat sebagai berdasarkan
peta Topografi Komando Daerah Militer V/Brawijaya (Topdam) yang diukur dan Bersambung ke halaman 10 Warga yang terhalang tembok dan terpaksa memutar balik.
FOTO: MEMORANDUM/WAHYU
Waspadai Banjir Rob Empat Hari ke Depan Surabaya, Memorandum Fenomena pasang maksimum atau banjir rob dipastikan menghampiri daerah pesisir Jawa Timur termasuk Surabaya pada 9-13 Januari 2020 atau empat hari ke depan. Ketinggian air pasang maksimum di wilayah pesisir dari permukaan laut mencapai 130-150 cm. Ari Widjajanto, Kepala Kelompok Forecaster Stasiun Meteorologi Tanjung Perak Surabaya menegaskan, terjadinya pasang maksimum yakni Daerah Pelabuhan Surabaya pukul 22.00-24.00 dan Pesisir Surabaya Timur pukul 22.00-23.00. “Terasa genangannya di pesisir pantai Surabaya pukul 23.00-24.00. Tentunya, dampak banjir rob ini yang lebih dominan terjadi di pesisir lebih rendah dari permukaan laut,” kata Widjajanto kepada Memorandum, Kamis (9/1). Ari menerangkan, banjir rob ini merupakan pasang tertinggi (istimewa) dibandingkan pada tahun sebelumnya. Karena bersamaan dengan fenomena astronomi pada tanggal 11 hingga 15 Januari akan terjadi gerhana bulan dan bulan purnama. “Banjir rob tahunan memang terjadi di wilayah Surabaya. Namun tahun ini pasang maksimum lebih tinggi,” jelas dia. Ari menjelaskan, yang jelas fenomena ini sangat berdampak terhadap munculnya genangan air yang dapat mengganggu transportasi air di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani Bersambung ke halaman 10
FOTO: MEMORANDUM/M SYAIFUDIN
Puluhan orang yang tergabung dalam GAS berdemo di KPU Surabaya.
Calon Independen Lebih Dipilih Surabaya, Memorandum Puluhan warga yang tergabung dalam Gerakan Arek Suroboyo (GAS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor KPU Surabaya, Jalan Adityawarman, Kamis (9/1). Mereka mendukung kemunculan calon independen dalam Pilwali Surabaya. Dalam aksinya, selain menggelar orasi, mereka juga menggeber spanduk dan banner. Isinya antara lain “Beri kebijakan waktu untuk pendaftaran calon perseorangan, Hidup independen maju terus,
Saatnya tidak golput maju bersama independen”. Koordinator aksi SA Saputro atau biasa disapa Pokemon menegaskan, pihaknya berharap kepada KPU Surabaya untuk membuka pintu selebar-lebarnya bagi calon independen yang mau meramaikan Pilwali Surabaya. “Kami minta KPU tidak ada diskiriminasi dalam pendaftaran bagi kawan-kawan yang maju independen tapi belum mendaftar,” ungkap dia.
Ia menambahkan selama ini pihaknya golput, namun kali ini tidak golput dengan kemunculan calon independen. “Kami adalah gabungan dari korban gusuran, PHK, dan penindasan akan menyatu dengan calon independen. Kami tidak sepakat calon partai yang memimpin Surabaya karena tidak berpihak kepada rakyat,” tegas dia. Sedangkan Soeprayitno, Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Surabaya mengatakan, pihaknya menerima kedatangan
teman-teman dari GAS. Dalam pertemuan tersebut terungkap mereka yang selama ini golput siap menyalurkan aspirasinya kepada para calon independen. “Mereka juga mempertanyakan soal syarat untuk bisa maju sebagai calon independen. Dan kami jelaskan seperti ada KTP dukungan sebanyak 138. 565 lembar dan dukungan tersebar di 16 kecamatan seluruh Surabaya,” kata dia. Tuntutan mereka soal batas Bersambung ke halaman 10
“
Mereka juga mempertanyakan soal syarat untuk bisa maju sebagai calon independen. Dan kami jelaskan seperti ada KTP dukungan sebanyak 138. 565 lembar dan dukungan tersebar di 16 kecamatan seluruh Surabaya,” Soeprayitno Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Surabaya
Humas Polres Paskot Kunjungi Kantor SKH Memorandum Agus Sonhaji
6 Bulan, Terbitkan 100 Ribu Suket Surabaya, Memorandum Pasokan blangko KTP-E hingga sekarang masih tersendat dari pemerintah pusat. Akibatnya, banyak warga Kota Surabaya hanya memiliki surat keterangan (suket) sebagai pengganti KTP. Tentu saja membuat warga kota mengeluhkan soal lamanya mendapatkan KTP-E. Ini bisa dilihat dalam https://mediacenter.surabaya.go.id/. Seperti yang dilaporkan Eka warga Kecamatan Wonokromo. Sejak Juni 2019 mengurus KTP-E karena ada perubahan status dan tempat tinggal, namun hingga awal tahun baru belum juga tuntas. Sedangkan Irfana juga mengeluhkan kondisi yang sama. Ia sangat membutuhkan KTP-E untuk memperpanjang kontrak kerjanya. “Saya sudah mengurus KTP-E. Namun belum juga dicetak dengan dalih blangko kosong. Terus bagaimana KTP-E saya,” keluh satu warga yang menulis di https:// mediacenter.surabaya.go.id/. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya Agus Sonhaji mengatakan hingga kini pasokan blangko KTP-E dari pemerintah pusat masih tersendat. Bahkan memasuki tahun baru ini, pihaknya belum mendapatkan blangko. “Untuk Januari ini masih nunggu kabar dulu. Kalau ada, baru diambil,” kata Agus Sonhaji, Kamis (9/1). Bersambung ke halaman 10
FOTO: MEMORANDUM/M SYAIFUDIN
Kasubbag Humas Polres Pasuruan Kota AKP Endy Purwanto didampingi Direktur SKH Memorandum Choirul Shodiq dan awak redaksi.
Surabaya, Memorandum Hubungan kerja sama antara Polres Pasuruan Kota (Paskot) dan Surat Kabar Harian (SKH) Memorandum semakin intens. Tidak hanya memberitakan apa yang ada di polres, humas yang selama ini sebagai garda depan semua informasi juga ingin mengetahui langsung dapur redaksi SKH Memorandum di Jalan Ketintang III/91, Kamis (9/1). Mewakili Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander, Kasubbag Humas AKP Endy Purwanto bersama dua stafnya berkunjung ke kantor SKH Memorandum. Ditemui Direktur SKH Memorandum Choirul Shodiq dan Pemimpin Redaksi (Pimred) Arief Sosiawan, Pimpinan Perusahaan Yoyok
Khayatullah, Manajer Iklan dan Redaktur Senior Ahmad Syaiku, serta Manajer Bisnis dan Pengembangan Herry Sunaryo, kasubbag humas menyampaikan langsung keinginannya untuk mengetahui proses pembuatan berita di redaksi. “Kami sengaja ke kantor Memorandum terutama ada kerja sama untuk pembuatan berita yang ada di Polres Pasuruan Kota. Selain itu, kami ingin melihat rekan-rekan di sini bagaimana membuat berita tersebut,” jelas Endy. Lanjutnya, dengan belajar secara langsung ini diharapkan dirinya dan staf yang diajak bisa menyusun berita yang baik dan benar. “Saya juga ingin tahu, makanya dua staf Bersambung ke halaman 10
Lawan Perburuan Liar, Tangkar Luwak Memerangi perburuan liar dengan membentuk komunitas dan didasari rasa kecintaan terhadap sesuatu, sudah mulai menjamur bagi masyarakat Kota Surabaya. Salah satunya adalah komunitas Pusoko Musang Lover Indonesia (MLI) dan Gubuk Luwak Surabaya (GLS). Faishal Danny Nurdiansyah NAMUN, ada yang menarik dari komunitas Pusoko Musang Lover Indonesia (MLI). Komunitas ini juga membentuk cabang yakni Gubuk Luwak Surabaya (GLS). GLS dibentuk untuk mewadahi kecintaan anggota pada luwak (musang) namun tidak merusak ekosistemnya di alam liar. Gubuk Luwak Surabaya diga-
wangi anggota komunitas Pusoko MLI. Komunitas tersebut lahir pada 21 April 2016 lalu. Baru pada Oktober 2016 terdaftar resmi menjadi anggota Perkumpulan Pecinta Musang Indonesia (P3MI). Awalnya, anggota Komunitas Pusoko mengambil luwak atau musang dari habitat aslinya di alam liar. Sosialisasi yang terus menerus
oleh komunitas lain membuat para punggawa komunitas ini berpikir terkait kelangsungan ekosistem alam. “Saya bersama Dherie dan Adi Riefto tergerak membentuk GLS ini,” kata Henrico, salah satu pencetus komunitas itu. Henrico mengatakan, mendirikan GLS sebagai penyupport Pusoko bukan tanpa pertimbangan. Sosialisasi yang terus menerus terkait luwak membuat banyak anggota baru yang ingin memelihara juga. Dulu sebelum GLS terbentuk, banyak penggemar yang membeli dari pemburu. Pemburu ini bisa mengambil banyak luwak dari alam liar. Seminggu bisa puluhan luwak Bersambung ke halaman 10
FOTO: MEMORANDUM/INDRA
Komunitas GLS foto bersama di depan kandang luwak di tempat pengembangbiakan Jalan Semolowaru.
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
KOTA SURABAYA TANYA JAWAB ISLAM PEMBACA harian pagi MEMORANDUM yang budiman dimana pun berada, kami menyediakan berbagai rubrik tanya jawab atau konsultasi soal Polisi Menyapa, Obat Tradisional, Kesehatan Mata, Spiritual Agama Islam serta Narkoba secara gratis. Cukup mengirim pertanyaan lewat email: memorandumredaksi@gmail.com, SMS/Whatsapp: 081216517867. Anda akan mendapat jawaban. Semoga rubrik ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.
Islam Anjurkan Kasih Sayang b. Assalamualaikum wr wb. Apakah benar Islam menganar kasih jurkan kita untuk menebar sayang kepada sesama? Jawab: Waalaikumussalam wr wb. ormati, Penanya yang saya hormati, bunyi: Alquran surat 21:107 berbunyi: Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. Ustaz Dino Imansyah Ayat di atas menjelaskan, nabi adalah seorang penebar kasih sayang, tidak hanya pada manusia tapi untuk seluruh makhluk yang ada di alam semesta ini. Contoh kisah dialami oleh Imam Al-Ghazali dan Imam Asy-Syibli saat memberikan kasih sayangnya kepada seekor lalat dan kucing kecil, maka Allah SWT memberi balasan langsung rahmat-Nya (kasih sayang) kepada beliau berdua. Padahal yang diberi kasih sayang itu hanya binatang, apalagi kalau pada manusia. Tebaran kasih sayang di bumi, maka yang ada di langit segera akan membalas kasih sayang kepada kita langsung. Hal ini ditegaskan dalam sebuah hadits: Rasulullah SAW bersabda: orang-orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Ar-Rahman, berkasih sayanglah kepada siapa pun yang ada di bumi, niscaya yang ada di langit akan mengasihi kalian. Lafazh Ar-Rahim (rahim atau kasih sayang) itu diambil dari lafazh Ar -Rahman, maka barang siapa yang menyambung tali silaturrahmi niscaya Allah akan menyambungnya (dengan rahmat-Nya) dan barang siapa yang memutus tali silaturrahmi, maka Allah SWT akan memutusnya (dari rahmat-Nya).(HR Ahmad dan Tirmidzi). Penanya yang saya hormati, semoga penjelasan di atas bisa mudah diambil pelajarannya dan semoga bermanfaat. Wallaahua’lam bishshowab. (*)
JUMAT KLIWON, 10 JANUARI 2020 HALAMAN 10
Firli Ingatkan Sanksi Koruptor, Khofifah Pasrah Surabaya, Memorandum Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengingatkan semua elemen masyarakat, baik kepala daerah maupun aparat pemerintah, untuk tidak lagi bermain-main dengan tindak pidana korupsi (TPK). Apalagi, selain sanksi pidana yang harus dihadapi, terdapat sanksi sosial, sanksi ekonomi, dan sanksi politik. “Saya minta sekali lagi kepada semua pihak untuk tidak mencoba bermain-main dengan korupsi. Karena sanksinya tidak hanya pidana tapi juga sanksi sosial, ekonomi dan politik. Yang tentunya akan sangat berpengaruh tidak hanya untuk dirinya tapi juga untuk seluruh keluarganya,” tegas Firli, saat hadir dan memberi materi dalam rapat koordinasi (rakor) Sinergi Penyelenggaraan Pemerintahan se-Jatim, di Grand City, Kamis (9/1). Firli menambahkan, jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada tahun 2020 ini pihaknya akan melakukan pembekalan dan
assestment kepada semua calon kepala daerah yang akan mengikuti kontestasi pilkada di 270 wilayah di Indonesia. Termasuk di dalamnya bagi 19 kabupaten/kota di Jatim yang akan mengikuti proses pilkada serentak ini. Sehingga, bisa dilakukan deteksi dini jika memang terdapat pihak-pihak yang terindikasi kasus korupsi. “Saya tidak ingin ada yang bermain-main saat pilkada, karenanya saya minta pada pak Kapolda maupun Kajati jika ada yang terindikasi perkara korupsi maupun pidana mohon segera ditindak sekarang. Sehingga, saat pelaksanaan Pilkada sudah tidak akan ada
FOTO: ISTIMEWA
Gubernur Khofifah bersama Ketua KPK Firli Bahuri.
lagi yang dipanggil terkait kasus korupsi maupun pidana,” urainya. Terkait operasi tangkap tangan (OTT ) pada Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Firli menegaskan pihaknya mengelak jika disebut sebagai gebrakan awal
tahun. Akan tetapi menurut Firli bila OTT dilakukan setelah melalui proses panjang. “Ini bukan suatu gebrakan awal, tetapi ini adalah suatu proses panjang dimana pemberantasan korupsi itu disamping pencegahan juga ada upaya
Pilwali Surabaya 2020, PAN Siapkan Kejutan Surabaya, Memorandum DPD Partai Amanat Nasional (PAN) sedang menyusun strategi bersama parpol lain untuk mengusung bakal calon wali kota (bacawali) dan bakal calon wakil wali kota (bacawawali) pada Pilwali Surabaya 2020. “Sudah ada pertemuan. Tunggu saja. Kemungkinan nanti akan ada kejutan siapa yang akan maju,” ujar Sekretaris DPD PAN Surabaya Endras Heru, Kamis (9/1). Menurut dia, calon yang akan diusung PAN diperkirakan akan ditetapkan pada April. Saat ini PAN intens menjalin komu-
nikasi dan pertemuan dengan parpol-parpol lain. Termasuk kemungkinan mantan Kapolda Jatim Irjenpol (Pur) Machfud Arifin bakal diusung PAN. Bahkan, Kamis (19/12) lalu, mantan Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim Timur untuk Jokowi- Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 ini sudah ketemu Ketua DPW PAN Jatim, Masfuk, Endras Heru mengatakan, jika itu masih wacana. Menurut dia, banyak tokoh-tokoh yang berniat running Pilwali 2020 bersilaturahmi ke DPW PAN Jatim. Di antaranya, Machfud Arifin, Hariyanto, dr Gamal Albinsaid dan lain-lain.
“Iya, banyak tokoh-tokoh yang berkomunkasi ke DPW PAN Jatim. Sabar, tunggu saja nanti kita umumkan,” tandas dia. Diakui dengan modal tiga kursi di DPRD Surabaya, PAN tidak bisa mengusung calon sendiri dan harus bergabung dengan koalisi. “Koalisi masih cair. PAN akan masuk koalisi besar untuk menghadapi calon PDI-P,” imbuh dia. Seperti diketahui, Machfud Arifin sudah bertemu dengan Ketua DPW PAN Jatim, Kamis (19/12). Salah satu yang dibicarakan adalah soal Pilwali Surabaya 2020. Masfuk secara
terang-terangan menilai sosok Machfud layak menjadi wali kota Surabaya. Dia yakin Machfud bisa meneruskan estafet pembangunan Surabaya dari wali kota sebelumnya, Tri Rismaharini. “Saya melihat beliau ini sangat layak sekali untuk menjadi wali Kota Surabaya dan saya yakin serta percaya, kemajuannya akan semakin pesat,” tandas dia. Bahkan, Masfuk mengisyaratkan PAN bakal mengusung Machfud dalam Pilwali Surabaya nanti. “Ya, Insya Allah,” tegas Masfuk. (dhi/rif)
Pemkot Surabaya Aku-Aku
FOTO: MEMORANDUM/ARIS
Letkol Inf Chusnul Chuluk memeriksa kondisi salah satu mobil dinas.
Pastikan Kendaraan Dinas Prima Surabaya, Memorandum Kendaraan dinas milik Korem Bhaskara Jaya dilakukan pengecekan rutin. Hal ini untuk memastikan bila seluruh kendaraan dalam kondisi prima dan siap digunakan. “Pemeriksaan ini secara administrasi, hingga kondisi kendaraan pun dilakukan,” ujar Staf Logistik Korem Bhaskara Jaya di bawah kendali Letkol Inf Chusnul Chuluk. Selain roda dua, kendaraan roda empat pun tak luput dari pemeriksaan yang dilakukan. “Pemeriksaan itu kita lakukan secara rutin. Semuanya, mulai kendaraan dinas inventaris prajurit dan ASN korem, kita periksa,” ujar Chusnul. Selain kendaraan kelengkapan pendukung untuk keselamatan tidak luput dari pemeriksaan. “Korem harus bisa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di masyarakat, terlebih disiplin berlalu lintas,” lanjut Chusnul. (tyo/lis)
SURAT PEMBACA
Awas Pohon Tumbang Lagi CUACA ekstrem yang terjadi di Surabaya membuat masyarakat khawatir. Apalagi banyaknya pohon tumbang akibat diterjang angin. Agar tidak terulang lagi, dinas kebersihan dan pertamanan untuk melakukan perantingan pohon tidak hanya di pusat kota namun juga di pinggiran kota. Ini untuk memberikan rasa aman bagi warga kota di pinggiran. Ferentasia, Tandes ANDA bisa mengirimkan Surat Pembaca atau komentar tentang kebijakan atau pelayanan publik, konten pemberitaan atau opini di SKH Memorandum. Surat Pembaca atau komentar dikirim ke SMS/WA 081931026910, E-mail: memorandumredaksi@gmail.com atau ke Redaksi Memorandum, Jl. Karah Agung 45, Surabaya 60232, dengan mencantumkan nama lengkap, alamat dan nomor telepon yang bisa dihubungi, disertai fotokopi atau scan identitas diri.
Komisaris: Mangestuti Agil Direktur: Choirul Shodiq Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah Konsultan Hukum: Noer Fattah Syafi’i
penindakan,” tegasnya. Sedangkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan bila hingga saat ini pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada jalannya proses hukum terkait kasus operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. “Kita menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum yang sedang melaksanakan tugas,” kata Khofifah. Namun selama ini pihaknya juga melakukan sejumlah upaya serta memberikan arahan kepada seluruh kepala daerah di Jatim agar tak sampai tersangkut perkara korupsi. Salah satunya agenda mendatangkan pimpinan KPK dalam agenda acara di Grand City kemarin. “Harapannya adalah semuanya bisa mendapatkan penguatan, dimana menjaga akuntabilitas pemerintah yang baik,” tegasnya. (yok/rif )
dibuat pada 1929. Padahal topdam bukan bukti kepemilikan. Topdam adalah badan pelaksana kodam yang berkedudukan langsung di bawah Pangdam. Tugasnya mendukung tugas pokok kodam dalam penyelenggaraan pembinaan kemampuan kekuatan dan gelar kekuatan, menyelenggarakan pembinaan teritorial untuk menyiapkan
wilayah pertahanan di darat dan menjaga keamanan wilayah. Atas dasar ini, pemkot hanya aku-aku (mengklaim) sebagai pemilik akses jalan tersebut. Dalam Perkasad (peraturan kepala kesatuan TNI AD) No. 98/XI/2011 tanggal 2 November 2011, topdam bertugas menyelenggarakan penyediaan dan penyajian informasi topofrafi wilayah kodam melalui revisi
6 Bulan, Terbitkan 100 Ribu Suket Biasanya, masih lanjut dia, begitu datang, dua hari sampai empat hari langsung habis. Sebab, pihaknya sekarang ini mendapatkan blangko sedikit sekali yaitu 500 blangko. “Normalnya blangko itu tergantung kebutuhan. Karena setiap wilayah kan kebutuhan blangko KTP-E berbeda-beda,” ungkap
mantan kepala Bappeko Surabaya ini. Karena itu blangko yang ada diprioritaskan bagi warga yang belum perekaman atau belum pernah memiliki KTP-E. “Merekalah yang didahulukan. Tapi suket juga tidak apa-apa untuk mereka,” kata dia. Ia menegaskan karena blang-
Lawan Perburuan Liar, Tangkar Luwak yang dijual ke pasaran karena memang banyak permintaan. Mulai yang jenis biasa sampai jenis yang dilindungi karena sudah hampir punah. Ini membuat seluruh anggota Pusoko berpikir bagaimana meneruskan kecintaan pada Musang namun tidak merusak ekosistem di alam liar. Meskipun banyak ancaman dari para pemburu liar, Dheri, Henrico dan Adi membentuk GLS ini. GLS ini dijadikan wadah untuk breeder (peternak,red) anggota Pusoko. Awalnya Dheri yang merupakan pecinta satwa memiliki tujuh ekor musang atau luwak. Jenis yang dipelihara adalah jenis Pandan dari Bali dan Lombok. “Mulai saat itu kami mulai mengembangbiakan luwak jenis ini (pandan),” jelas dia. Tidak asal mengawinkan saja, komunitas ini juga mencari varian baru yaitu dari perpaduan warnanya. Jika biasanya cenderung coklat atau gelap, mereka bisa membuat vari-
an warna baru sehingga tetap menarik dan semakin bagus. Ini juga membuat nilai jual luwak yang diternak semakin mahal. Salah satu primadonanya jika ada musang yang lahir dengan warna blontang atau warnanya tidak rata. Dheri mengatakan, dulu pertama kali hanya ada sekitar tujuh ekor. Namun, sekarang sudah sekitar 40an ekor musang dengan berbagai usia. Ia mengakui, adanya peternakan ini mampu mengurangi perburuan liar luwak di ekosistem atau habitat aslinya. Namun, meski begitu ia mengaku masih banyak pula luwak liar yang dijual ke pasaran. “Biasanya dari Madura dan Kalimantan. Jenisnya banyak. Pemburu ini menangkap sebanyak-banyaknya dan dijual. Kami takut ini akan berdampak pada ekosistem alam jika masih tetap ada,” ujar dia. Dheri mengakui, saat ini ada banyak pecinta luwak di Indo-
FOTO: MEMORANDUM/BAUD
Endras Heru
Sambungan dari halaman 9 peta. Dari perkasad ini, semakin menegaskan kalau topdam bukan bukti kepemilikan. To p d a m b u k a n b u k t i kepemilikan dan dasar pengajuan sertifikat juga dikatakan oleh Jono, pegawai BPN bagian sengketa saat ditemui di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak. “Bukti kepemilikan adalah sertifikat,” tegas dia sebelum mediasi antara pemkot dan Ichwan,
Sambungan dari halaman 9 ko KTP-E kosong, pihaknya membuat surat keterangan (suket) sebagai pengganti KTP-E. Dalam rentang waktu Juni hingga Desember 2019, pihaknya sudah membuat suket lebih dari 100 ribu suket. “Jadi setiap setiap bulan, kami membuat suket sekitar 15 ribu-an sebagai pengganti KTP,” tegas dia. (udi/rif)
Sambungan dari halaman 9 nesia. Bahkan, di Jawa Timur ini terdapat ratusan komunitas pecinta luwak atau musang ini. Namun, sementara ini breeder yang diketahuinya ya masih GLS saja. “Kami juga kirim ke Jawa Barat, Palembang, hingga Lampung. Kemungkinan masih kami yang memiliki peternakan sendiri. Ini kami lakukan agar bisa memerangi pemburu karena kami punya stok banyak tanpa harus menangkap secara liar,” lanjut dia. Dheri mengatakan, komunitas tidak hanya sebagai wadah saja. Melainkan, bagaimana mereka juga memikirkana kelangsungan hidup luwak di habitat aslinya. Luwak adalah hewan liar yang hidup di hutan. Jika diambil secara terus menerus maka ekosistemnya akan hancur. “Luwak ini predator pemakan ular, tikus dan lainnya. Jika hilang maka ular akan banyak dan meresahkan warga tentunya,” pungkas dia. (*/rif)
Kamis (9/1). Sebelumnya, setelah Ichwan memagari akses jalan, pemkot mengakui sebagai pemilik atas dasar topdam. Pemkot juga mengakui bahwa dalam SIMBADA (sistem informasi mana-
Calon Independen... waktu pendaftaran bagi calon independen, Soeprayitno mengatakan pihaknya mempersihahkan mereka untuk mengajukan judicial review ke MA atas PKPU 16 tahun 2019 tentang
Waspadai Banjir Rob... garam dan perikanan darat serta bongkar muat di pelabuhan. “Seberapa jauh radius dampak banjir rob di pesisir itu tergantung pada kelandaian wilayahnya. Puncaknya pasang maksimum diprediksi terjadi, Sabtu (11/1) besok,” tegas dia. Dan saat puncak pasang maksimum itu, lanjutnya, bersamaan juga dengan prediksi terjadinya hujan deras di sertai angin kencang. Sehingga genangan berpotensi akan menjadi lebih tinggi. Ketinggian air akan masuk di daratan naik sekitar 10-20 cm dari permukaan laut “Untuk daerah warning diantaranya Surabaya Timur dan Utara terdampak banjir rob. Namun, pemerintah sudah me-
Humas Polres Paskot... kami ikut sertakan agar mereka paham bagaimana bekerja di media,” ujarnya. Soal kerja sama dengan SKH Memorandum, Endy menegaskan bahwa cukup bagus. “Saya kira cukup bagus, kami melihat di halaman paskot. Kami punya kegiatan pelayanan untuk masyarakat, termasuk juga kejadian dan ungkap yang disampaikan secara bergantian di rubrik khu-
jemen barang dan aset daerah), Jalan Tambak Wedi Baru itu sudah tercatat sebagai aset Pemkot Surabaya. ”Sudah jelas itu aset resmi Pemkot Surabaya,” ucap Ira Tursilowati. (udi/why/rio/rif)
Sambungan dari halaman 9 Tahapan Pilkada. Yang perlu dipahami mereka bahwa KPU Surabaya adalah pelaksana tahapan pilkada dan tahapannya sudah ditentukan. (udi/rif)
Sambungan dari halaman 9 metakan dan memasang tanggul, dan plengsengan di daerah pesisir. Contohnya di pesisir di daerah Kalianak dan perak dibuatkan tanggul,” ungkapnya. Dengan ini, BMKG mengimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak pasang air laut maksimum serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG. “Kalau robnya sendiri itu tidak masalah, ketika terjadi bencana itu justru di wilayah pesisir yang ada tambak-tambak ikan, atau usaha di pinggir pantai pasti terkena dampak tersebut. Diharapkan masyarakat lebih waspada terkait banjir rob selama empat hari tersebut,” pungkas dia. (why/rif)
Sambungan dari halaman 9 sus paskot tersebut. Termasuk jga yang ada di online,” tambah Endy. Untuk program unggulan, Endy menegaskan bahwa hampir semua polres sama namun yang berbeda hanya penyebutan kegiatannya saja. “Untuk paskot sendiri, kami tayangkan secara bergantian. Bisa pelayanan, kejadian, atau kegiatan lainnya,” pungkas Endy. (fer/rif)
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arief Sosiawan. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko. Redaktur Pelaksana Online: Agus Supriyadi. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku. Redaktur Website: Syaifuddin, Aris Setyoadji. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Baud Effendi, Samuel Ru’ung, Sujatmiko, Noor Arief, Ferry Ardi Setiawan, Novi Triawan, Muchlis Darmawan, Hendradi Prayogo. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana, Faishal Danny Nurdiansyah, Dodik Wahyu. Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Munjari Triono, Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda. Kontributor Blitar: Prawoto Sadewo, Kontributor Kediri: Wahyudi. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
MADURA
JUMAT KLIWON, 10 JANUARI 2020 HALAMAN 11
BIRO MADUR MADURA RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Sujak Lukman, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.
Puncak Musim Hujan Tiba
Petani Diminta Waspada untuk Hindari Gagal Panen Luas areal tanaman padi petani Bangkalam mencapai 29.540,4 hektare. “Jika berjalan normal, insya Allah pada kisaran akhir Februari atau awal Maret, petani sudah memasuki panen raya. Kami berharap tidak ada lagi musibah tanaman puso atau gagal panen seperti tahun-tahun sebelumya,” kata Kasi Benih Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dipertapa Horbun) Bangkalan, H Hasan Tofa, Kamis (9/1). Itu sebabnya, ketika siklus musim hujan mencapai puncaknya, Hasan Tofa mengingatkan petani agar meningkatkan kewaspadaan. Terutama terhadap kemungkinan terjadinya banjir bandang. Tiga tahun terakhir ini, musibah itu kerap merendam dan merusak tanaman padi petani. Selain itu, kewaspadaan serupa juga pada serangan organisme penggangu tanaman (OPT). Sebab ketika musim hujan tiba dan tanaman petani sudah di ambang masa panen, biasanya diikuti berbiaknya beberapa hama. Seperti tikus, walangsangit, keong emas, kupu-kupu putih, sundep (penggerek batang), dan wereng coklat. Semua hama itu punya daya rusak tinggi. Hasan Tofa menyebut, Bangkalan pernah mengalami hal itu pada Februari 2017, menjelang masa panen raya MP-1 tiba. Akibatnya, sekitar 15 hektare tanaman padi yang tersebar di Kecamatan Kamal, Tragah, Kwanyar, Blega, dan Kecamatan Modung, mngelami puso akibat diserang tikus. Beruntung, berkat kerjasama antara PHP,PPL, Mantri Pertanian dan para petani disetiap kecamatan, kegarangan ragam jenis OPT itu akhirnya bisa diantisipasi. Tanaman
petani masih bisa diselamatkan, meski sempat mengalami kerusakan cukup parah. Begitu pula, kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya musibah genanan banjir bandang juga tak boleh diabaikan. Utamanya pada kisaran Januari sampai Februari ketika siklus musim hujan di Kabupaten Bangkalan mencapai puncaknya. “Ini juga patut kami ingatkan, karena pada masa tanam MP-1 tahun 2014 lalu, genangan banjir pernah menenggelamkan ratusan hektare sawah petani,” beber Hasan Tofa. Petani di Kecamatan Sepulu juga bernasib tragis. Sedikitnya 72 hektare dari 164 hektare tanaman padi terdampak genangan di DesaLembung Paseser, Tanah Gurah Barat, Banyeor, Prancak, Sepulu, Maneron, dan Desa Klabatan juga mengalami puso. Kerugian petani di Tanjung Bumi dan Sepulu saat itu ditaksir mencapai ratusan juta. Mengantisipasi musibah serupa terulang, Hasan Tofa berharap petani segera melaporkan jika ada tanda-tanda serangan OPT. Juga jika ditemui adanya areal perwasahan yang tergenang banjir berkepanjangan. Ini penting dilakukan petani, agar pihak Dispertapa Horbun bisa segera mencari solusi dan antisipasinya. Targetnya, agar seluruh tanaman petani bisa diselamatkan dari ganggunan ragam jenis OPT. Termasuk genangan banjir berkepanjangan. Dengan demikian, target produksi hasil panen mencapai takaran yang optimal. Target produksinya ditaksir 6,5 sampai 7 ton gabah kering panen (GKP) setiap hektarenya untuk beras jenis ciherang dan IR-64. (ras/epe)
FOTO: MEMORANDUM/ RAS
Bangkalan, Memorandum Sepekan terakhir curah hujan di Kabupaten Bangkalan cukup tinggi. Kondisi ini bahkan merata di 18 kecamatan yang terdiri atas 281 desa dan kelurahan. Fenomena ini bersamaan dengan siklus masa tanam musim hujan pertama (MP-1).
Banjir merendam puluhan hektare areal tanaman padi di Desa Bilaporah pada 2017 dan Kasi Benih Dispertapa Horbun H Hasan Tofa (inset).
Jenazah korban dievakuasi ke RSI Kalianget Sumenep.
Lansia Kalianget Timur Ditemukan Mengapung Sumenep, Memorandum Kematian Busani (60), warga Dusun Padurekso. Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget yang ditemukan mengapung di Sungai Dusun Lojikantang, Desa Kalianget Barat, Kamis (9/1) pagi, masih dalam proses otopsi untuk mencari penyebabnya. Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menerangkan, jenazah ditemukan warga setempat sekitar pukul 07.00, dalam keadaan mengapung di pinggir sungai dekat pantai dalam kondisi telungkup. Aparat kemudian langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) penemuan. Setelah dievakuasi baru diketahui jenazah berjenis kelamin perempuan diperkirakan berusia lanjut. “Kemudian jenazah dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget untuk dilakukan identifikasi mengetahui penyebab kematiannya,” terangnya. Hasil indentifikasi serta verifikasi korban diperkirakan meninggal 15 jam sebelum ditemukan, di tubuh korban ditemukan luka pelipis mata kanan kelingking tangan kiri diduga luka tersebut akibat benturan dengan batu karang. Dugaan sementara, penyebab kematian Busani akibat kecelakaan sendiri. Tidak lama kemudian keluarga korban mendatangi RSI dan membawa pulang untuk dikebumikan.”Namun pihak keluarga menolak untuk diotopsi lebih lanjut. Korban dibawa pulang dan dikebumikan,” katanya. (uri/epe)
Dalam UU tersebut, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan melarang peredaran minuman beralkohol, melainkan hanya memiliki kewenangan melakukan pengendalian. Karena itu, Wardatus kukuh akan melakukan revisi demi menghindari gugatan hukum kendati bakal mendapat penolakan dari kalangan ulama di daerah yang dikenal kental dengan kultur santri tersebut. “Sebagaimana nanti, penguatannya dalam mekanisme pengawasan, termasuk sanksi jika memungkinkan,” tuturnya. Sebelumnya, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), tidak sepakat atas rencana revisi itu karena dinilai akan berpotensi beredarnya miras secara bebas. Sekretaris Fraksi PKS Al Anwari menegaskan, salah satu alasan penolakan revisi perda itu adalah untuk menjaga kearifan lokal Pamekasan sebagai Kota Gerbang Salam. Meskipun dalam peraturan pemerintah miras tidak boleh dilarang hanya dikendalikan saja, tetapi hal tersebut memiliki dampak negatif yang cukup be-
FOTO: MEMORANDUM/IST
Pamekasan, Memorandum DPRD Pamekasan menyatakan akan segera merevisi peraturan daerah (perda) tentang larangan minuman beralkohol di wilayah tersebut. Perda Nomor 18 Tahun 2001 tersebut dinilai melanggar undang-undang (UU) dan tidak memiliki payung hukum. Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Pamekasan, Wardatus Sholihah mengatakan, revisi tersebut menjadi prioritas pembahasan tahun ini. “Perda tersebut nanti arahnya bukan lagi larangan, tapi melegalkan namun dengan pengawasan super ketat,” dalih politisi Nasdem tersebut, Kamis (9/1). Sikap ini menyusul keluarnya rekomendasi dari Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Rekomendasi itu menyebut jika Perda 18 tidak memiliki sandaran hukum, bahkan cenderung bertentangan dengan UU di atasnya.Terutama UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.
Ilsutrasi miras.
sar. “Kami bersama masyayikh, bahwa Gerbang Salam itu harus dipertahankan. Kalaupun ada undang-undang di atasnya yang mengatur bahwa mihol itu tidak boleh dilarang, cukup dikendalikan. Maka yang kami inginkan adalah pengendalian itu tidak memungkinkan mihol beredar di Pamekasan,” tegasnya. Al Anwari menambahkan, pihaknya akan menggalang dukungan para masyayikh dan
masyarakat secara umum bahwa miras tidak boleh beredar di Pamekasan. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada bupati agar tidak memberikan ruang sedikit pun terhadap minuman keras beredar. Karena turunan dari perda itu nantinya akan ada Peraturan Bupati (Perbup). Mantan aktivis PMII Ciputat itu menyampaikan, pihaknya belum bisa menerima alasan diperbolehkannya miras den-
gan pertimbangan investasi atau pariwisata. Apalagi, sejauh ini Pamekasan tidak lebih dari satu persen ada kunjungan turis kepada objek wisata atau lainnya, itu pun belum tentu membutuhkan miras sebagaimana alasan pemerintah. “Makanya tidak ada alasan bagi PKS untuk memberikan ruang kepada pemerintah kabupaten untuk mengizinkan beredarnya minuman beralkohol. Apakah itu di hotel, toko, eceran ataupun tempat lainnya,” tandasnya. Politikus Pantura ini melanjutkan, pihaknya akan menolak secara keseluruhan isi perda pengendalian minuman beralkohol jika benar-benar direvisi. Karena bahasa larangan dengan pengendalian jauh berbeda. “Kalau pengendalian itu boleh, tetapi beredarnya di tempat-tempat tertentu. Kami tidak menginginkan itu, karena dengan itu justru di tempat-tempat tertentu yang kemudian menjadi sumbu berkembangnya maksiat,” pungkasnya. (*/sjk/epe)
Warga Kepulauan Impikan Rumah Singgah di Pelabuhan Kalianget Sumenep, Memorandum Peristiwa calon penumpang kapal rute Pelabuhan Kalianget ke wilayah kepulauan yang terlantar, kerap terjadi saat pelayanan transportasi laut lumpuh akibat cuaca buruk maupun perayaan hari-hari besar. Masyarakat kepulauan Sumenep berharap ada rumah singgah disekitar di pelabuhan. Harapan itu disampaikan Sahnawi ketika didatangi Memorandum, Kamis (9/1). Warga Kepulauan Desa Bilis-Bilis, Kecamatan Arjasa itu mengaku, setiap pelayanan transportasi laut terkendala cuaca ekstrem otomatis membuat jadwal keberangkatan tertunda. Bagi yang tidak memiliki kerabat di Sumenep, bertahan di pelabuhan sekaligus untuk mengirit ongkos jadi pilihan terbaik. “Sedangkan yang mempunyai keluarga di daratan bisa memilih kembali sembari menunggu jadwal keberangkatan. Biasanya, penundaan akibat cuaca esktrem biasa tiga sampai tujuh hari. Seperti yang
FOTO: MEMORANDUM/ SYAMSURI
FOTO: MEMORANDUM/ SYAMSURI
Legislatif: Perda Miras Jangan Bertentangan dengan UU di Atasnya
Warga Kepulauan yang menempati terminal Pelabuhan Kalianget Sumenep akibat jadwal pelayaran terkendala cuaca buruk.
kemarin jadwal keberangkatan tertunda sampai tiga hari,” katanya. Selama penundaan jadwal keberangkatan para calon sangat membutuhkan
tempat beristirahat terutama yang tidak mempunyai keluarga di daratan. Menurutnya, pemerintah perlu membangun rumah singgah di sekitaran pelabuhan.
Apabila ada rumah singgah para calon penumpang bisa beristirahat dengan nyaman dan tenang. Selama ini, mereka menempati terminal pelabuhan dengan alas seadanya. Menanggapi hal itu Wakil Bupati Ahmad Fauzi mengatakan, rencana membangun rumah singgah sudah ditawarkan kepada para calon penumpang tujuan Kangean dan Arjasa. Namun masih belum ada jawaban. Kedati demikian menurutnya, memang perlu membangun rumah singgah, sehingga para calon penumpang tertahan bisa mendapat tempat peristirahatan lebih layak. “Yang saya tawarkan termasuk rumah singgah karena belum mendapat jawaban belum saya amini,” sebut wabup. Jika nanti memang dibutuhkan untuk membangun rumah singgah maka perlu dilakukan perencanaan untuk disesuaikan dengan postur anggaran dan tentu atas persetujuan anggota dewan. (ur/epe)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
PASURUAN
JUMAT KLIWON 10 JANUARI 2020 HALAMAN 12
KEPALA BIRO PASURUAN: Ali Muchtar. WARTAWAN: Maskur, Sudiono, Bahrul Ulum. HP: 0817 5128 003.
Wabup Terjang Banjir Bagikan Nasi Bungkus
Desa Maslahat
Tingkatkan Potensi Desa untuk Perekonomian Warga
Gus Mujib sidak bersama Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander serta didampingi Plt Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Pasuruan Tectona Jati, para camat hingga relawan bencana. Dari pantauan di lapangan, Gus Mujib mengawali sidaknya dengan mengecek dapur umum di balai Desa Sadengrejo, Kecamatan Rejoso. Di sana, Gus Mujib tak hanya berdiskusi dengan para warga saja. Melainkan ikut “ngrawu” (menanak nasi) bersama ibu-ibu relawan. “Senang sekali bisa membantu ibu-ibu membuat nasi bungkus. Kalau sudah banjir, nasi bungkus ini rasanya mengalahkan nasi apa pun. Enak dan lezat sekali bagi warga terdampak,” ungkapnya. Selesai dari Desa Sadengrejo, Gus Mujib kemudian melanjutkan perjala-
nannya menuju Dusun Kebruk’an, Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati. Dengan berjalan kaki sejauh 2 kilometer, Gus Mujib membagikan nasi bungkus langsung kepada warga. Mulai dari anakanak sampai orang dewasa. Menurutnya, bantuan makanan dan minuman merupakan kebutuhan paling penting yang diinginkan warga korban banjir. Meski begitu, dirinya memastikan bahwa Pemkab Pasuruan juga menyalurkan obat-obatan dan selimut, apabila banjir terus menggenangi rumah warga. “Kita siapkan obat gatal atau alergi, dan itu kita tempatkan di posko kesehatan. Kalaupun sangat dibutuhkan, langsung kita distribusikan. Tapi sejauh ini, warga mintanya makanan dan minuman,” tandas Gus Mujib. Lebih lanjut Gus Mujib mengaku,
FOTO: MEMORANDUM/ION
Pasuruan, Memorandum Untuk memastikan kondisi warganya baik-baik saja dan bantuan makanan-minuman tersalurkan, Wakil Bupati (Wabup) Pasuruan KH Abdul Mujib Imron inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah desa terdampak banjir.
FOTO: MEMORANDUM/ION
Pasuruan, Memorandum Pemerintahan Desa Sekarputih, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, terus berupaya melaksanakan inovasi desa dalam segala bidang. Seperti peningkatan pelayanan, perekonomian, dan askesehatan masyarakat. un “Pada tahun n ini, kami akan lebih mening-akatkan lembaga-lembaga yang ada di desa. Untuk bersinergi dan bersama membangun desa. Dalam hal ini, kami sudah membentuk anggota BUMdes, dan memaksimal-nya kan peranannya ma untuk bersama membentuk unit usaha baru,” Kepala Desa Sekarputih Bukhori ucap Bukhori, Kades Sekarputih. Bukhori juga menjelaskan bahwa usaha yang dibentuk seperti kerajinan layang - layang, pengelolahan bank sampah, dan usaha baru lainnya. “Tentunya kami pemerintahan Desa Sekarputih akan terus berupaya memberikan pelayanan sebaik- baiknya kepada masyarakat,” jelasnya. Ia menambahkan, upaya peningkatan potensi yang ada di Desa ini, tentunya dengan harapan bisa meningkatkan perekonomian warga. Dengan adanya peran aktif lembaga, atau masyarakat diharapkan semuanya akan bisa terwujud. “Semoga semuanya bisa terwujud, dan menuju desa yang Maslahat (Maju, sehat lahir batin, adil dan Bermartabat ). Selaras dan seiring dengan program pemerintahan Kabupaten Pasuruan. Kami pemerintahan Desa Sekarputih terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(ion/sr)
Gus Mujib turun ke lokasi banjir dan membagikan nasi bungkus kepada korban.
bencana banjir menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Sejumlah sungai besar yang melintas di wilayah Kabupaten Pasuruan kerapkali tak mampu menampung debit air hujan yang mengguyur dengan intensitas
tinggi. “Di Kabupaten Pasuruan ada 9 kecamatan yang kita tetapkan sebagai kecamatan rawan banjir. Kami dari pemerintah daerah terus mengupayakan berbagai penanganan,” tutup Gus Mujib.(ion/sr)
Dinkes Kota Pasuruan Temukan DBD Naik 2 Kali Lipat Pasuruan, Memorandum Memasuki musim hujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan meminta masyarakat untuk mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sebab, penyebaran virus DBD pada musim hujan seperti saat ini cukup rawan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Pasuruan dr Shierly Marlena mengungkapkan, jumlah penemuan DBD di Kota Pasuruan meningkat. Jika pada 2018 lalu, Dinkes hanya menemukan 47 kasus DBD, namun tahun ini meningkat menjadi 89 kasus. Ia menyebut, kenaikan temuan
DBD ini disebabkan karena kesadaran masyarakat yang masih rendah. Dinkes masih menemukan ada masyarakat yang kurang peduli pada kebersihan rumah dan lingkungannya. “Tahun lalu memang ada kenaikan temuan. Hampir dua kali lipat dari tahun 2018. Cuma semua bisa terobati dan tidak ada yang sampai meninggal dunia,” ungkap Shierly. Dia menjelaskan, pihaknya terus berupaya mengurangi temuan kasus DBD tiap tahun. Di antaranya dengan program satu rumah satu juru pengawas jentik (jumantik). Jumantik ini
bertanggung jawab mengawasasi jentik di setiap rumah. Selain itu, pihaknya memaksimalkan program 3 M+ yakni menguras, membuang, mengubur, dan menabur. Sehingga, virus DBD bisa diputus mata rantainya dan tidak berkembang biak. Shierly menjelaskan, dari catatan Dinkes, ada 10 kelurahan yang dinyatakan masuk kelurahan endemis DBD. Yakni, Kelurahan Karangketug dan Krapyakrejo di Kecamatan Gadingrejo; Kelurahan Sekargadung, Purutrejo, dan Purworejo di Kecamatan Purworejo. Lalu, kelurahan Blandongan, Baka-
lan, dan Bugul Kidul di Kecamatan Bugul Kidul serta Kelurahan Petamanan dan Pekuncen di Kecamatan Panggungrejo. Sementara, tiga kelurahan yang sudah bebas adalah Kelurahan Tambaan, Mandaranrejo, dan Kelurahan Panggungrejo di Kecamatan Panggungrejo. Menurutnya, DBD disebabkan oleh jentik nyamuk Aedes aegypti. Tanda-tanda penderitanya bisa dikenali dengan gejala panas tinggi antara 3-7 hari, ada bintik-bintik di kulit, kadang ada mimisan, dan sampai menyebabkan pendarahan dari hidung dan gusi.(rul/sr)
PROBOLINGGO & LUMAJANG BIRO PROBOLINGGO: M Nurwahyudi. WARTAWAN: M Hisbullah Huda, Hapy Laila Tuansyah. KOORDINATOR PEMASARAN: Rudianto. KEPALA BIRO: Munjari Triono. WARTAWAN: Ani Fauzyah, Irfani Akbar. MARKETING/IKLAN: Suwatman EMAIL: trimemorandum@gmail.com. TELP: 081362793650. KANTOR: Jl. Wachid Hasyim XV/2 Lumajang.
Petugas pasar berkeluh kesah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPRD Kota Probolinggo bersama inspektorat, DPPKAD, DKUPP, dan UPT Pasar.
yarakat dengan berbagai karakter dan kepentingan. Tidak mudah menertibkan sekian ratus orang yang memanfaatkan pasar terutama para pedagang dan pembeli. Ia juga mengusulkan agar diberikan ruang untuk peningkatan kapasitas guna menunjang kinerjanya seperti gathering dan outbound. Bahkan, soal uang lembur antara pasar yang satu dengan yang lain tidak sama nilainya. Sehingga terjadi kecemburuan sosial dari petugas pasar karena dikatakan tidak adil. Menanggapi keluhan tersebut,
Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo, Sibro Malesi mengapresiasi keluhan yang disampaikan perwakilan petugas pasar, mulai usulan permintaan peningkatan kapasitas untuk menunjang kinerja, usulan kenaikan gaji dan pemberian uang lembur harus sama antara satu pasar dengan yang lainnya. “Kami akan segera menindaklanjuti keluhan tersebut untuk diusulkan di P-APBD tahun anggaran 2020. Yang pasti, akan kita perjuangkan di Banggar nanti. Insyaalah, semoga bisa terealisasi,” tutur politisi Partai Nasdem ini. (mhd/sr)
Probolinggo, Memorandum Sebanyak 27 siswa-siswi SDN Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran, Kabupten Probolinggo, bertahan belajar di tenda darurat yang didirikan BPBD setempat dalam tiga hari terakhir. Ini lantaran ruang kelas yang ambruk, sedang direnovasi. Pantauan di lokasi, para siswa melaksanakan kegiatan belajar di dalam tenda yang berwarna orange itu. Seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas VI belajar dalam tenda. Ada tiga tenda di halaman sekolah tersebut, untuk menampung para siswa. Kondisi ini akibat plafon
FOTO: MEMORANDUM/YD
Siswa SDN Gunggungan Lor Belajar di Tenda
Tenda tempat siswa SDN Gunggungan Lor belajar sementara.
ruang kelas ambruk pasca diterjang angin dan hujan beberapa hari lalu. Sedangkan ruang kelas lainnya, rusak dengan kondisi retak pada temboknya, sehingga para guru menghawartirkan jika dipaksakan belajar dalam
kelas. “Dari pada nanti ada apa-apa, tak masalah sementara belajar di tenda,” kata Dani Eka, salah satu siswa. Menurut Kepsek Adri, kondisi bangunan seperti slub pondasi beberapa ruang kelas anjlok ke bawah.
Sehingga temboknya banyak yang retak. “Jadi kami masih belum memiliki ruang kelas lain untuk belajar mengajar,” tutur Adri. Pihaknya telah mendatangkan ahli bangunan dan telah didatangi konsultan bangunan dari Pemprov Jatim, kalau ruang kelas yang retak itu sudah tidak layak dipakai lagi. Sementara siswa-siwi harus belajar di luar ruang kelas dulu. “Bagaimapun, kita tetap menunggu selesainya renovasi ruang kelas dulu. Belum tahu sampai kapan akan direnovasi. Terpaksa siswa masih harus belajar dalam tenda,” tambahnya.(yud/sr)
Lumajang, Memorandum Kepala Desa Tukum, Kecamatan Tekung M Yunus, mengaku kaget setelah produksi kue Bidaran merek Garuda yang diproduksi wargnya itu ternyata ilegal dan menggunakan bahan tak layak konsumsi. Ia baru tahu, setelah Subditjatanras Ditreskrimum Polda Jatim mengungkap di gudang produksi di Dusun Munder, Desa Tukum. “Saya tidak tahu jika kuenya menggunakan bahan tidak layak konsumsi dan tidak berizin,” ujar Yunus kepada Memorandum, Rabu (8/1). Selama ini tidak pernah ada komplain dari warga yang disampaikan pada pihak desa. Mungkin saja warga yang tau akan produksi berbahaya bagi kesehatan itu langsung melapor ke Polda, sehingga tim dari Polda yang melakukan pengungkapan. “Selama ini tidak
Muhamad Yunus
ada komplain yang masuk ke desa. Para pekerjanya juga warga sekitar pabrik,” jelasnya. Pihak desa juga tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan. Baru jika ada kom-
plain dari warga, pihak Desa akan memberikan pembinaan dan jika tidak berijin maka diminta segera mengurus ijinnya. “Semoga mas Imam selaku pemilik bisa mengurus ijin produksi kue ini,” harapnya. Sementara itu, dr Bayu Wibowo Ignasius, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang menyatakan baru mengetahui aktifitas ilegal tersebut. Sebab, Dinas Kesehatan tidak pernah mengeluarkan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Terlebih lagi, produk makanan menggunakan bahan tidak layak konsumsi telur gagal menetas. Jika dilihat dari produksinya, kue yang dihasilkan sudah tidak higienis. Para pekerja tidak menggunakan pakaian khusus dan minyak yang digunakan untuk menggoreng kue digunkan berkali-kali hingga berwarna hitam. (tri/sr)
Ditemukan, Satu dari Dua Sapi yang Dicuri Lumajang, Memorandum Aksi pencurian hewan (curwan) sapi di wilayah hukum Polres Lumajang terus terjadi. Kali ini, korbannya adalah Lasiman (52), warga Dusun Bulak Tal, Desa Yosowilangun Lor, Kecamatan Yosowilangun. Namun, korban masih beruntung, satu dari dua ekor sapi yang dicuri berhasil ditemukan, Kamis (9/1). Aksi pencurian sapi tersebut baru diketahui oleh korban pada pagi hari sekitar pukul 05.00. Ketika bangun tidur dan melihat sapi di kandangnya sudah tidak ada. “Saya sempat kaget. Ketika saya lihat di kandang, dua ekor sapi saya sudah tidak ada,” terang AKP Suhari, Kapolsek Yosowilangun menirukan omongan korban. Selanjutnya, petugas dari polsek dibantu babinsa, SKD dan masyarakat langsung melakukan pencarian dengan menelusuri jejak sapi kaki yang tetinggal di jalan. Setelah berjalan sekira 2 kilometer dari TKP, petugas gabungan bersama warga menemukan satu ekor sapi yang dicuri tersebut terikat di dilahan
FOTO: MEMORANDUM/TRI
FOTO: MEMORANDUM/MHD
Probolinggo, Memorandum Komisi II DPRD Kota Probolinggo mendengarkan keluhan petugas pasar, mulai dari kepala pasar, tukang pungut restribusi, petugas kebersihan dan keamanan pasar, terkait masalah kebersihan, keamanan dan kenyamanan, hingga tanggung jawab yang diembannya saat rapat dengar pendapat (RDP), Kamis (9/1). Selain mengundang petugas pasar, RDP juga memanggil inspektorat, Kepala DInas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKAD) yang diwakili Kepala Bidang Pendapatan, Slamet, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP), Gatot Wahyudi dan Kepala UPT Pasar Kota Probolinggo, M Arifbillah. “Petugas pasar tidak pernah mengenal kata libur dan jam istirahat. Dua puluh empat jam kita senantiasa siaga untuk menjaga amanat pemerintah di pasar. Dalam satu tahun hanya 1 kali ketika hari raya, kami libur,” kata perwakilan petugas Pasar Baru Kota Probolinggo, Bunawi. Menurut Bunawi, tugas dan tanggung jawab petugas pasar bukan merupakan hal yang mudah. Pasar adalah tempat berkumpulnya mas-
FOTO: MEMORANDUM/TRI
Kades Kaget, Warga Produksi Kue Berbahan Telur Busuk
Petugas Pasar Mengeluh ke Dewan
Satu dari dua ekor sapi yang dicuri ditemukan di lahan sengon.
sengon di Dusun/Desa Tunjungrejo, Kecamatan Yosowilangun. Setelah berhasil menemukan satu ekor sapi yang dicuri tersebut, petugas bersama warga masih terus melakukan pencarian disekitar wilayah penemuan. Namun sayang, hingga siang hari upaya pencarian itu tidak membuahkan hasil. “Tadi kami langsung menyerahkan sapi satu ekor sapi yang dicuri tersebut kepada pemiliknya,” terang Suhari. Dari olah TKP dan keterangan korban, pelaku diduga berjumlah
lebih dari 2 orang itu berhasil masuk kandang sapi dengan cara merusak pintu kandang bagian belakang. Selanjutnya, kawanan pencuri berhasil membawa kabur 2 ekor sapi jenis kampek warna merah umur 16 bulan dan 18 bulan dengan cara memotomg tali pengikatnya. “Saat ini, anggota kami masih melakukan pengejaran dan pencarian terhadap satu ekor sapi yang masih belum ditemukan itu. Atas aksi pencurian itu, korban mengaku merugi belasan juta rupiah,”pungkas AKP Suhari. (tri/sr)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
OLAHRAGA
JUMAT KLIWON 10 JANUARI 2020 HALAMAN 13
Denda untuk Arema FC Capai Rp 1,2 Miliar Malang, Memorandum Arema FC Malang merugi lebih dari Rp1 miliar akibat denda Komisi Disiplin (Komdis) PSSI sepanjang Liga 1 2019 musim lalu. Angka ini didapat setelah ada tambahan denda Rp 200 juta yang diumumkan komdis, Kamis (9/1).
Pemain asing Persebaya, Mahmoud Eid, berjabat tangan dengan pelatih Aji Santoso sebelum menjalani latihan persiapan menghadapi Persis Solo.
Pemain Persebaya Diminta Serius Ladeni Persis Surabaya, Memorandum Meskipun hanya eksebisi, pemain Persebaya diminta tetap serius meladeni Persis Solo di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (11/1) besok. “Ya, meskipun ini pertandingan ekshibisi. Saya berharap pemain menunjukkan kualitas terbaiknya,” kata pelatih tim Persebaya Aji Santoso, Kamis (9/1. Mantan pelatih Persela Lamongan itu ingin melihat semua kemampuan pemainnya di pertandingan melawan Persis. Aji tak ketinggalan juga memberikan catatan untuk beberapa pemain Persebaya yang baru saja bergabung latihan. Salah satu pemain yang menjadi perhatian tersendiri Aji Santoso salah satunya ialah pemain asing baru Persebaya asal Palestina berdarah Swedia, yakni Mahmoud Eid. Pada latihan Rabu (8/1) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Aji Santoso hanya memberikan waktu latihan lima menit kepada pemain impor barunya itu. “Dia masih proses adaptasi karena cuaca di Eropa dan di sini tentu berbeda,” tuturnya. Aji Santoso tidak memberikan menu latihan berat kepada para pemainnya. Menu yang diberikan kepada para pemain hanya latihan ringan dan recovery, bukan taktikal. “Latihan kami tidak terlalu berat untuk persiapan ujicoba karena pemain belum komplit. Hanya recovery dan game ringan persiapan melawan Persis Solo besok Sabtu,” tambahnya. Lebih lanjut dikatakan Aji, Persebaya akan melakukan latihan secara taktikal setelah ujicoba. Karena pada 15 Januari 2020 mendatang, Bajol Ijo akan berangkat ke Jogjakarta untuk melakukan trainning camp memantapkan performa jelang beberapa kompetisi ke depan. “Nanti mulai tanggal 15 Januari kita berangkat TC ke Jogja dengan pemain lengkap dan latihan full taktikal dan game. Jadi, saat ini kami masih latihan normal, tidak ada intensitas tinggi karena pemain belum lengkap,” imbuhnya. (*/sr)
Lebih tepatnya, tim berjuluk Singo Edan harus menanggung sanksi sebesar Rp1,20 Miliar. Kalkulasi sebesar itu terdiri dari 10 pelanggaran yang dilakukan tim, Panpel hingga suporter selama bergulirnya Liga 1 tahun lalu. “Kami sangat berharap, sanksi denda ini menjadi yang terakhir kalinya. Menjadi preseden buruk ketika musim 2020 belum dimulai, tapi sudah dijerat sanksi,” ungkap Media Officer Arema FC, Sudarmaji seperti dikutip dari bola.com. Sedangkan denda yang terakhir kali dialami Arema FC adalah saat menjamu Bali United (15/12). Segelintir Aremania terlihat jelas menyalakan smoke bomb, petasan hingga flare yang dilempar ke tepi lapangan. Serangkaian aksi tak terpuji suporter itu pun berbuah sanksi tambahan berupa denda Rp200 juta. Pelanggaran yang termasuk ke dalam Pasal tingkah laku buruk penonton itu menjadi yang ke-9 kalinya, selain disiplin pemain atas 5 kartu merah dalam laga kontra Madura United. “Mari jadikan sanksi ini sebagai bahan intros-
Pemain Arema bersuka cita setelah menjebol gawang Bali United di Liga 1 musim lalu. Namun, euforia suporternya berbuntut denda kepada tim berjuluk Singo Edan tersebut.
peksi diri. Dan kami juga membuka saran maupun kritik atas apa pun terkait tim, agar hal-hal yang merugikan seperti ini segera berakhir,” sambung dia. Denda senilai Rp1,20 Miliar ini pun menjadi torehan paling buruk Arema FC di Liga 1 dalam tiga musim terakhir. Tim yang bermarkas di Stadion Kanjuruhan itu juga udah menanggung denda menggunung pada dua tahun terakhir, yakni Rp475 juta di musim 2017 dan Rp560 juta di musim 2018 lalu. Manajemen Arema FC rencananya,
Sabtu (11/1) besok akan menggelar launching sponsor dan jersey baru bagi tim asuhan Mario Gomez. Namun, manajemen tim Singo Edan belum memberikan informasi detail mengenai sponsor baru itu. “Ada sponsor baru dan sponsor nameset (nama punggung). Bersamaan itu juga launching jersey pra musim,” kata Tjiptadi Purnomo, Manajer Official Store Arema FC. Arema punya tujuan khusus dalam acara peluncuran jersey musim ini. “Jersey pramusim ini dikenalkan untuk
mengenalkan apparel SEA (Singo Edan Apparel). Belum satu tahun, kami sudah bisa mendukung segala kebutuhan tim,” lanjutnya. Namun, seragam ini tidak dijual di store karena hanya digunakan untuk ujicoba dan Piala Presiden 2020. Jersery ini juga dibuat terbatas. Bahkan, pemain juga diimbau tidak bertukar jersey selama pramusim. “Setelah pramusim, jersey itu akan ditarik untuk dijual sebagai match worn Arema FC (bekas dipakai pemain),” sambungnya. (*/sr)
Timnas Voli Putri Peringkat Ketiga Kualifikasi Olimpiade 2020 Jakarta, Memorandum Timnas bola voli putri Indonesia menutup laga grup B kualifikasi Olimpiade 2020 di Tokyo dengan hasil positif. Tri Retno Mutiara dan kawankawan menang atas Iran dengan skor 3-2 (25-21, 25-15, 21-25, 24-26, 15-12). Indonesia berada di peringkat ketiga klasemen dengan 2 poin. Sementara Iran menempati posisi juru kunci dengan poin 1. Laga Indonesia melawan Iran sebenarnya sudah tidak menentukan lagi. Sebab, kedua tim sama-sama sudah menelan dua kekalahan,
yakni dari Korea Selatan dan Kazakstan. Meski demikian, laga di Korat Chatchai Hall, Thailand, Kamis (9/1) seperti dikutip dari bola.com, berlangsung dengan ketat dan sengit. Indonesia yang tampil solid mampu memenangkan game pertama dan kedua. Akan tetapi, Iran tampil lebih baik pada game ketiga untuk memperkecil skor menjadi 1-2. Memasuki game keempat, Indonesia kembali bermain lebih baik. Namun keunggulan lima poin, yaitu 21-16, tidak membuat Indonesia dapat
Pemain Timnas Voli Putri Indonesia (kanan) memblok smes pemain Korea Selatan pada laga perdana grup B Kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo di Thailand.
memenangkan game ini. Iran mampu menyamakan skor
dan bahkan memaksa setting. Iran lalu merebut game keem-
pat dengan skor 26-14. Skor pun menjadi imbang sehingga pertandingan kualifikasi Olimpiade 2020 ini dilanjutkan ke game kelima. Memasuki game penentuan, Indonesia tampil lebih baik. Sempat tertinggal 6-8, Tiara dan kawan-kawan mampu membalikkan keadaan usai pindah tempat. Indonesia akhirnya memenangkan game terakhir ini. Dua tim yang melaju ke semifinal kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo dari grup B adalah Korea Selatan dan Kazakstan. Kedua tim sama-sama mengantongi 6 poin hasil dua kemenangan. (*/sr)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
DEWI RENGGANIS
JUMAT KLIWON, 10 JANUARI 2020 HALAMAN 14
MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739
Safari One Day One Ponpes
Komandan Kodim 0824 Sambangi PP Al Azhar
Tangkapan Melimpah, Nelayan Kesulitan Menjual Jember, Memorandum Memasuki musim panen ikan, hasil tangkapan nelayan di perairan selatan Kabupaten Jember, khususnya nelayan Puger melonjak dratis. Sayang, panen melimpah belum mampu mendongkrak maksimal penghasilan serta perekonomian nelayan. Yang terjadi, pasokan ikan tinggi justru membuat harga di pasar anjlok. Menurut Ketua Forum Komunikasi Kelompok Usaha Bersama Nelayan (FKUBN) Sulaiman kepada Memorandum, awal Januari memang musim panen. Khususnya di perairan selatan. “Sekali melaut, nelayan mampu memperoleh hasil tangkapan ikan dalam jumlah yang besar cukup besar,” terangnya, Kamis (9/1). Kesulitannya, nelayan susah memasarkan ikan hasil tangkapan. Sehingga banyak hasil tangkapan para nelayan terpaksa dijual dengan harga sangat murah. “Kami berharap ada upaya dari pemerintah untuk menghidupkan sistem pelelangan dan pemasaran ikan di kawasan TPI Puger. Itu membantu proses pemasaran nelayan Puger,” tegasnya. Warga Dusun Sumbersari RT 02/RW 13, Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas itu menambahkan, pengepul terpaksa jadi andalan kendati dibeli dengan harga murah. Hal tersebut untuk menutup biaya operasional dan menghindari kerugian. Dengan adanya keterlibatan dari pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk menyediakan sistem pemasaran ikan. “Saya optimis hal tersebut akan banyak membantu masyarakat nelayan meningkatkan penghasilan terutama saat memasuki musim panen ikan,” pungkasnya. (edy/epe)
dan memberikan arahan kepada santri PP Al Azhar agar memiliki keberanian dan kepercayaan diri yang lebih dalam menentukan masa depannya. “Karena sebaik-baiknya umat, sejauh mana umat tersebut dapat bermanfaat bagi sesamanya, dengan profesi apapun termasuk menjadi TNI,” terang KH Hamid Hasbullah. Letkol La Ode dalam arahannya menyampaikan, santri merupakan generasi penerus bangsa. Sebab, di tangan generasi muda tongkat estafet kepemimpinan akan diteruskan. Termasuk ke-
Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin bersama pengasuh PP Al Azhar, KH Hamid Hasbullah.
langsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Modal yang paling utama adalah ilmu pengetahuan yang memadai,”
tegasnya. Ilmu pengetahuan bisa dari pendidikan formal, baik di sekolah maupun di pesantren. Selain
itu, penyerapan wawasan dalam setiap materi. La Ode bahkan beberkan 5 kiat jika ingin sukses. “Pertama kita harus ikhlas dalam menuntut ilmu dan melakukan apapun sesuai dengan kewajiban kita. Kritis, semangat, membangun motivasi, dan memanfaatkan waktu dengan baik,” ungkap mantan Komandan Kodim Surabaya Timur tersebut. Karenanya, sebagai pelajar merupakan kesempatan terbaik melaksanakan kegiatan pembelajaran di PP Al Azhar. Wejangan Komandan Kodim 0824 Jember disambut dengan doa agar dikabulkan Allah SWT oleh KH Hamid Hasbullah. “Semoga apa yang disampaikan dapat diserap dan dilaksanakan oleh santri PP Al Azhar sehingga kelak ada santri yang sukses menjadi TNI, menjadi pemimpin di negeri ini,” sebutnya. (edy/epe)
Kurangi Risiko Bencana
BPBD Bentuk 44 Destana Jember, Memorandum Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Jember membentuk 44 Desa Tangguh Bencana (Destana). Hal ini dilakukan untuk mengurangi dan mempercepat pencegahan serta penanganan potensi bencana di suatu wilayah. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Heru Widagdo mengatakan, berbagai macam bencana alam seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, abrasi sampai gempa bumi bisa saja terjadi di masing-masing wilayah. “Hampir seluruh titik atau
peta wilayah di Jember berpotensi terjadi bencana dengan karakteristik masing-masing. Untuk itu, kami membentuk destana dengan harapan masalah potensi bencana dapat ditangani dengan cepat dan warga mengetahui tindakan yang perlu dilakukan bila terjadi bencana,” katanya, Kamis (9/1). Dia menjelaskan, tujuan pembentukan desa tangguh bencana adalah untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Juga sebagai upaya untuk meminimalkan risiko dan kerentanan yang diakibatkan bencana alam. “Terlebih lagi perubahan cua-
ca yang tidak menentu seperti sekarang ini, maka masyarakat sendiri juga harus meningkatkan kewaspadaan. Termasuk mengetahui langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk mengurangi dampak risiko bencana di wilayah tempat tinggalnya masing-masing,” jelasnya. Heru menambahkan, saat ini pihaknya lebih memfokuskan pada beberapa bencana yang menonjol di Jember semenjak setahun terakhir, seperti bencana hidrometeorologi yang berpotensi angin kencang, tanah longsor, banjir hingga banjir bandang. Antisipasinya dengan melakukan mitigasi, pemetaan dan mendiri-
FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO
Ketua FKUBN Sulaiman pamerkan ikan tangkapan hasil melaut.
Seperti yang dilakukan ketika mengunjungi pengasuh Pondok Pesantren (PP) Al Azhar Jember KH Hamid Hasbullah, Kamis (9/1). Didampingi Komandan Koramil Kaliwates Kapten Inf Agoes Soehartoyo bersama Lurah Tegalbesar, kedatangan Letkol La Ode dsambut hangat kiai. Dalam pertemuan yang terjadi jelang salat duhur, rombongan diajak KH Hamid Hasbullah untuk berjemaah bersama ratusan santri. Usai salat, KH Hamid Hasbullah meminta Komandan Kodim 0824 untuk berbagai pengalaman
FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO
FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO
Jember, Memorandum Salah satu program terobosan Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin adalah Safari One Day One Ponpes. Selain mendekatkan diri terhadap tokoh agama maupun tokoh masyarakat, kegiatan ini sekaligus jadi kesempatan untuk memberi pemahaman persatuan dan kesatuan generasi muda Jember.
Petugas BPBD Jember memotong pohon mengantisipasi angin kencang.
kan posko kesiapsiagaan di wilayah yang rawan terjadi bencana. “Ada sekitar 13 kecamatan di Jember ini yang berpotensi terjadi banjir hingga tanah longsor. Salah satunya Kecamatan Sumberbaru yang berpotensi terjadi bencana
banjir bandang. Untuk itu, kami berharap kepada warga yang selama ini tinggal di wilayah rawan bencana alam agar selalu waspada dan berhati-hati.Terlebih, jika cuaca sedang tidak menentu seperti sekarang ini,” pungkasnya. (edy/epe)
MATARAMAN KABIRO: H M TAUFIQ. PONOROGO - WARTAWAN: PUJI SISWANTO, KANTOR: Jl Mayjend Sutoyo no 16 RT-03/RW-03 Kel Kertosari Kec Babadan, Kab Ponorogo. MADIUN-MAGETAN-WARTAWAN: Acuk,Anif Sriwati, M Alvin KANTOR: Jl. Karya Darma, Magetan
Penanganan Bencana Hidrometeorologi
Wabup Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Magetan, Memorandum Dalam rangka menyiapkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana alam yang bisa terjadi, Kodim 0804 Magetan melaksanakan apel gelar pasukan kesiapsiagaan bencana alam di Alun-alun Magetan, Kamis (9/1). Agenda ini dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Hj Nanik Rusmiarti dan dihadiri seluruh unsur forkopimda dan instansi terkait. “Dengan adanya apel gelar pasukan ini, konsolidasi kita akan lebih siap apabila terjadi bencana, namun demikian kita berharap itu tidak terjadi. Upaya antisipasipun harus tetap kita laksanakan sedini mungkin,” terang wabup. Karena itu, untuk mengantisipasi potensi bencana alam, potensi kekuatan yang ada di Kabupaten Magetan mulai dari TNI, Polri, BPBD, dinas sosial, relawan, hingga masyarakat harus disiapkan. “Agar semakin kuat dan menjadi tangguh dalam menghadapi ancaman bencana khususnya ancaman hidrometeorologi,” tuturnya. Komandan Kodim 0804 Magetan Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy mengatakan, menghadapi risiko potensi bencana hidrometeorologi, pihaknya terus melakukan koordinasi antar-pemangku kepentingan di Kabupaten Magetan. Salah satunya melalui apel gelar pasukan kesiapsiagaan bencana kemarin. “Diharapkan bisa terbangun sinergitas antar instansi untuk mengantisipasi potensi bencana yang ada di Magetan,” sebutnya. “Mari kita bersatu padu membangun budaya gotong royong dan kearifan lokal, menyebarkan dan kembangkan pengetahuan kebencanaan, menciptakan jejaring komunikasi sebagai upaya koordinasi menyeluruh dan mengembangkan program gerakan pengurangan risiko bencana dari hulu, tengah sampai ke hilir dalam menghadapi dan menangani bencana yang dapat terjadi di wilayah Magetan guna meminimalisir jumlah korban baik jiwa maupun harta benda,” tutul Letkol Arisandy. (alv/mt/epe)
Kolonel Masduki menegaskan, jajaran Korem 081/DSJ siap membantu pemerintah daerah di wilayahnya dan masyarakat dalam melaksanakan operasi penanggulangan bencana alam. “Personel korem ada sekitar 5.000 orang lebih siap untuk kita diterjunkan, jika ancaman bencana alam tersebut benar-benar terjadi,” tuturnya. Dia mengungkapkan, ancaman bencana hidrometeorologi yang sudah dipetakan di wilayah Korem 081/DJS pada musim penghujan, terdiri dari tiga jenis. Yakni tanah longsor, banjir, dan puting beliung. Karena itu, apel kesiapsiagaan kemarin direspons positif Kolonel Masduki. “Kita melihat kesiapan pasukan dan materiil yang digelar sangat baik sekali dan terlihat kesiapannya,” ujarnya.
Khusus, Kolonel Masduki juga mengapresiasi keberadaan mobil siaga yang ada di tiap desa di Kabupaten Nganjuk yang turut digelar dalam apel kesiapsiagaan. Apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana hidrometeorologi kemarin dipimpin Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Dalam arahannya, wabup menjelaskan bahwa tanggung jawab penanggulangan bencana ada di tiga komponen. Yakni pemerintah daerah, TNI/Polri, masyarakat, dan pengusaha sesuai yang diamanatkan dalam UU Nomor 24 Tahun 2007. “Ketiga komponen itu harus selalu bersinergi, baik selama pencegahan, penanggulangan dan pasca bencana jika hal tersebut benar-benar terjadi,” terangnya. (ack/mt/epe)
FOTO: MEMORANDUM/ACK
Wabup Hj Nanik Rusmiarti didampingi Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy memeriksa kesiapan peralatan penanggulangan bencana di Magetan.
Nganjuk, Memorandum Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) Kolonel Inf Masduki meninjau kegiatan apel kesiapsiagaan dalam rangka penanggulangan bencana hidrometeorologi di GOR Bung Karno Nganjuk, Kamis (9/1).
Kol Inf Masduki melihat kesiapan personel dan peralatan menghadapi bencana banjir atau puting beliung.
Parkir Pasar Sayur Ditertibkan
FOTO: MEMORANDUM/ALV
FOTO: MEMORANDUM/ALV
Korem 081/DSJ Siagakan 5.000 Personel
Iptu Sumarno memberi arahan kepada salah satu jukir di pasar sayur.
Magetan, Memorandum Lahan parkir kendaraan bermotor yang tidak memadai di Pasar Sayur Magetan, mendapat atensi khusus dari Satlantas Polres Magetan. Mencegah timbulnya kemacetan arus lalin, Kasatlantas AKP Ega Prayudi memerintahkan jajarannya untuk melakukan penertiban. “Agar tidak memicu kemacetan lalu lintas di sekitar pasar sayur,” jelasnya, Kamis (9/1). Sebagai salah satu titik kera-
maian di pusat kota, pasar sayur memang harus dibenahi agar tidak menimbulkan dampak susulan. Penertiban ini bahkan sudah diaporkan ke jajaran atas, seperti Dirlantas Polda Jatim. Apalagi posisi pasar sayur tepat di tepi jalan menuju ikon wisata Telaga Sarangan. “Tujuannya selain seputar pasar lancar juga arah ke tempat wisata Sarangan serta perjalanannya lancar juga yang ke wilayah Kabupaten Karang Anyar Jawa
Tengah tidak terhambat,”sambungnya. Salah satu terobosan yang dilakukan AKP Ega Prayudi, adalah melibatkan juru parkir (jukir) dalam penataan kendaraan bermotor. “Jika tertata dengan baik, pengawasannya gampang sehingga bisa menghindari peluang pencurian kendaraan bermotor. Para Jukir semuanya sepakat dengan kegiatan ini,” tutup putra komedian Tukul Arwana ini. (alv/mt/epe)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
LAMONGAN-TUBAN-BOJONEGORO
JUMAT KLIWON, 10 JANUARI 2020 HALAMAN 15
KEPALA BBIRO: Supardi (Hardy). LAMONGAN: M Nur Ali Zulfikar. BOJONEGORO: Sutopo. IKLAN/PEMASARAN: Wahyudi. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 0313959494- 085311868686
Bojonegoro, Memorandum Hingga Kamis (9/1), pengumuman hasil seksi lelang tujuh jabatan kepala OPD (organisasi perangkat daerah) molor. Padahal, sesuai jadwal pengumuman akan disampakain pada 30 Desember 2019 lalu. Humas Pemkab Bojonegoro Masirin menjelaskan, hingga saat ini belum ada pengumuman. Menurut dia, dalam melakukan seleksi tes menjadi kepala OPD ini, Pemkab Bojonegoro menggandeng lembaga dari Universitas Islam Syarifhidayatullah Jakarta. “Belum, belum thau Masirin sampai kapan pengumumannya,” bebernya, kemarin. Untuk diketahui, seleksi diikuti 33 peserta. Rinciannya meliputi, calon Kepala Dinas Kesehatan ada 5 orang. Jabatan Kepala Inspektorat ada 4 calon, Kepala Dinas Pendidikan 5 calon. Kepala Dinas Sosial 6 calon, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan 4 calon, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan penataan ruang 4 calon, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja 5 calon. Menurut Masirin, semua peserta mempunyai peluang yang sama. Yakni sama-sama sudah memiliki persyaratan telah tentukan panitia. Ia menambahkan, bila tes tersebut dijalani beberapa tahap. Mulai dari tes tulis, presentasi makalan dan wawancara. (top/har/mik)
Nyawa Bayi Tak Tertolong
Dinkes Janji Datangkan Dokter Spesialis Gresik, Memorandum Meninggalnya bayi dalam kandungan Ernawati (24), warga Desa Lebak Kecamatan Sangkapura, Bawean, menjadi perhatian Pemkab Gresik. Sebab, kematian bayi tersebut diduga karena tidak adanya dokter spesialis anestesi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umar Masud. Dalam waktu dekat, Dinas Kesehatan Pemkab Gresik segera mengirimkan dokter spesialis anestesi di wilayah tersebut. Sehingga, kejadian yang dialami ibu muda itu tidak akan terjadi lagi. Kepala Dinkes Pemkab Gresik Saifudin Ghozali mengatakan, jika pada Rabu (8/1) lalu, ia telah berkoordinasi dengan pihak Pemprov Jatim untuk mengani masalah tersebut. “Rapat kemarin itu sebetulnya berkaitan dengan program pembahasan penempatan dokter spesialis di koridor Madura dan kepulauan. Hasilnya, kita sudah dipastikan akan mendapatkan dokter spesialis anestesi. Khususnya di pulau Bawean,” jelasnya. Namun, program tersebut bakal terealisasi pada bulan Februari 2020. Karena itu untuk mengisi kekosongan dengan jeda 2 Minggu sebelum Februari pihaknya sudah berkoordinasi dengan RSUD Ibnu Sina. “Bahwa kita sudah berkoordinasi dengan RSUD Ibnu Sina dengan Permenkes No 21 tahun 2019. Bahwa dalam peraturan tersebut dimungkinkan perawat penata anestesi dikirim ke sana (RSUD Umar Mas’ud),” pungkasnya. Pastinya, tetap pihak RSUD yang menjadi penanggung jawabnya. Karena perawat tersebut tetap dalam pembinaan dan pengawasan dokter spesialis anestesi RSUD Ibnu Sina. “Ini harus kita dorong, Minggu depan sudah kami kirim ke sana,” tambahnya. Wakil Bupati Gresik, Moh Qosim mengatakan kebijakan sebelumnya dengan tahun 2020 berbeda. Pasalnya pada 2017 lalu, masih ada wajib kerja dokter spesialis (WKDS). Namun semenjak 18 Desember 2018, hingga kini sudah tidak berlaku lagi aturan tersebut. “Jadi dulu Pemkab bisa mengirimkan, bisa memaksa dokter-dokter spesialis. Kalau sekarang tidak bisa. Sebab aturan itu sudah berubah menjadi pendayagunaan pengabdian dokter spesialis (PPDS). Sehingga ketika dokter yang bersangkutan tidak bersedia, Pemkab tidak memiliki kekuatan untuk memaksa,” terangnya. (dri/har/mik)
Wakil Bupati Gresik Moh Qosim melihat kondisi Ernawati yang dirawat di ruang ICU RSUD Ibnu Sina.
LOWONGAN WARTAWAN Dibutuhkan wartawan Penempatan wilayah GRESIK dan TUBAN
Persyaratan: Surat Permohonan Lamaran Ijasah S1 atau Yang Berpengalaman Jurnalis Pas Photo 4×6 SKCK dari Kepolisian Contoh tulisan (2 berita krimimal dan Pemerintahan)
Lamaran kirim ke Alamat Perum Graha Bunder Asri Jl. Emerald VI No 3, Kembangan, Kebomas-Gresik atau email : Skhmemorandum.86@gmail.com cc hardy86ae@gmail.com
Petani Sugihwaras Curi Motor Bojonegoro, Memorandum Seorang petani asal Desa Panunggalan, Kecamatan Sugihwaras, Abdul Kuncoro (36), nekat mencuri motor. Sudah enam motor dicuri. Modusnya, tersangka berpura-pura meminjam motor korban. “Waktu itu saya pakai motor Shogun yang kehabisan bensin. Saya lalu meminjam kepada Polhut. Setelah dipinjami motor, langsung saya bawa kabur,” ujar Abdul Kuncoro saat di Polres Bojonegoro, Kamis (9/1). Rata-rata, motor yang dicuri tersangka dengan memanfaatkan kunci motor yang menempel di motor milik korban. Untuk memuluskan aksinya, tersangka membawa motor jelek untuk melancarkan aksinya. Setelah itu, motor jelek itu ditinggal dan tersangka membawa motor bagus milik korban. Lokasi pencurian yang kerap kali dijadikan tersangka meliputi Kecamatan Bubulan sebanyak tiga kali. Masing-masing motor Megapro, Vario, dan Supra. Kemudian Beat dicuri dari warga Desa Kunci, Kecamatan Dander. Lalu motor Jupiter dan Scoopy milik warga Kecamatan Temayang. “Saya tidak menggunakan ilmu apa-apa. Rata-rata motor yang saya ambil kuncinya ter-
FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO
Pengumuman Lelang Seleksi 7 Kepala OPD Molor
Abdul Kuncoro diapit Kapolres Bojonegoro AKBP Muchamad Budi Hendrawan dan Kasatreskrim AKP Rifaldhy Hangga Putra.
tinggal ada di motor. Biasanya kalau di pinggir sawah, saya lihat ada kuncinya. Kemudian lihat situasi kalau ada orangnya saya pinjam. Kalau tidak ada langsung saya bawa kabur,” sambung Abdul.
Kapolres Bojonegoro AKBP Muchamad Budi Hendrawan mengatakan, modus yang dilakukan tersangka ini tergolong modus baru. “Tersangka berpura-pura kehabisan bensin. Lalu pinjam
motor korban untuk membeli bensin. Motor tersangka yang kondisinya jelek ditinggal, ambil motor korban yang masih bagus,” bebernya. Kapolres mengimbau agar warga masyarakat berhati-hati
dengan mengunci dobel motor saat ditinggal. Misal digembok. Serta jangan sekali-kali ditinggal kuncinya di motor. Rata-rata pencurian terjadi di pinggir sawah, rumah, dan masjid. (top/har/mik)
Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus
Petugas foto bersama setelah berkunjung ke kantin SMPN 4.
Petugas Pastikan Jajanan Kantin Sekolah Tak Kedaluwarsa Bojonegoro, Memorandum Petugas gabungan dari Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan hidup, dan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Kesehatan, sidak di beberapa kantin sekolah untuk mengecek keberadaan makanan atau minuman yang sudah kadaluwarsa, Kamis (9/1). Sekolah-sekolah yang menjadi sasaran inspeksi mendadak itu diantaranya SMP Negeri 5, SMP Negeri 4, dan SMP Negeri 1 Balen. “Ini adalah langkah awal un-
tuk mendeteksi apakah jajanan yang disediakan kantin sekolah tersebut layak dikonsumsi atau tidak. Serta mengecek juga apakah minuman yang diperjual belikan ini Smsudah terdaftar di BPOM atau belum,” ujar Rudianto, salah satu tim sidak, kemarin. Hasilnya, di SMPN 4 Bojonegoro dan SMPN 5 Bojonegoro petugas tidak menemukan makanan yang bermasalah. Ia mengimbau kepada orang tua agar selalu melihat
dan memantau anak-anaknya apabila membeli jajanan di luar sekolah. Hal itu dikarenakan setelah petugas terkait melaksanakan sidak dibeberapa tempat masih banyak ditemukan makanan yang menggunakan pewarna. Itu termasuk membahayakan kesehatan anak-anak. “Petugas di kantin SMP N 4 melihat jajanan seperti cilok. Hasilnya tidak menggunakan bahan yang berbahaya”ptungkasnya. (top/har/mik)
Lamongan, Memorandum Sumardji (52), petani asal Desa Godog, Kecamatan Laren, ditemukan tewas di lokasi persawahan milik Nasit, Kamis 9/1) sekitar pukul 09.30. Diduga, pria tuna rungu tersebut tewas karena tersengat aliran listrik jebakan tikus saat bekerja menyebar pupuk. Sekitar pukul 07.00, korban berangkat mreman ngemes (bekerja menebar pupuk, red) di sawah Nasit. Sekitar pukul 09.30, korban istirahat keluar dari sawah dan hendak duduk di bawa pohon pisang sebelah timur. Namun, korban terpelet dan jatuh menindih kawat yang masih ada aliran listrik dengan posisi terlentang. Saat itu posisi kepala di sebelah timur, kaki sebelah barat dan tangan kanan memegang kawat beraliran listrik.
Kapolsek Laren AKP Suwandi menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis korban, mengalami luka bakar pada jari telunjuk tangan kanan. Luka bakar pada punggung dari kanan ke kiriatas panjang 25 cm. “Tidak ditemukan tanda-tanda penganiyayaan ataupun kekerasan di sekujur tubuh korban. Sehingga akan langsung segera di makamkan,” jelasnya. Sebelum dimakamkan, kata Suwandi, terlebih dahulu dilakukan pemerikssan pada jasad korban oleh bidan Desa Bulubrangsi, Kecamatan Laren. “Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai sebuah musibah, dan tidak akan menuntut siapapun. Saya menghimbau agar masyarakat berhati-hati jika sedang ke sawah yang ada aliran listrik,” pungkasnya. (al/har/mik)
Jasad korban diperiksa petugas kesehatan dan kepolisian.
Kodim 0812 Renovasi Rumah Lansia Lumpuh Lamongan, Memorandum Kodim 0812 Lamongan segera merenovasi total rumah milik Mbah Sipan (90), lansia asal Dusun Bulu Gondang, Desa Bulu Margi, Kecamatan Babat. Selain sudah tua renta, Mbah Sipan menderita lumpuh dengan tinggal di rumah tidak layak huni (rutilahu). Melihat usianya yang sudah tua renta, Mbah Sipan hidup sendiri dengan ditemani salah satu kerabat dekatnya yang bekerja serabutan. Sehingga selama ini kekurangan dari segi materi. Melihat kondisi tersebut, Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono bersama koramil jajaran mengambil langkah
tepat dan cepat dengan untuk segera merenovasi total rumah tersebut. “Kami akan merenovasi total rumah Mbah Sipan ini. Kami melihat saja langsung terenyuh tidak tega. Karena ingat orang tua kami,” jelas Sidik, Kamis (9/1) pagi. Setelah kami cek, kata Sidik, rumah mbah Sipan hanya terbuat dari anyaman bambu yang sudah lapuk dan tidak layak huni. Pihaknya siap merenovasi rumah agar menjadi rumah layak huni. “Kita sudah berkoordinasi dengan Kades dan camat. Semuanya akan bahu – membahu untuk memperbaiki rumah Mbah Sipan. Karena kekuatan
utama bangsa ini adalah gotong royong,” tegasnya. TNI, tegas Sidik, akan terus berupaya untuk turun langsung mendata warga yang layak untuk kita bantu dalam rutilahu. Ini adalah upaya kami untuk membantu rakyat. “Tahun 2019 kita telah menuntaskan rutilahu di Lamongan. Tahun ini kita tetap berupaya maksimal dalam kegiatan rutilahu di tahun 2020. Kami sudah turun ke lapangan secara langsung untuk mengetahui kondisi sesungguhnya,” pungkasnya. (al/har/mik) Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono mendatangi rumah yang akan direnovasi.
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
GRESIK-PANTURA
JUMAT KLIWON, 10 JANUARI 2020 HALAMAN 16
KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Syaifuddin Anam, Hardy, M Amin Alamsyah. Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEP
Mat Mola Dibunuh karena Asmara Gresik, Memorandum Pembunuhan Muhammad Mulla alias Mat Mola, yang mayatnya ditemukan di selokan tol Kebomas, menemukan titik terang. Tewasnya pria asal Sampang itu dipicu hubungan asmara. Korban memunyai hubungan gelap dengan S, istri salah satu pelaku. Bahkan, akibat hubungan gelap itu, S hamil lima bulan. Dari hasil penyelidikan, dua pelaku diamankan. Sugiyanto ditangkap di Dusun Kembang Timur, Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Penangkapan terhadap tersangka dibantu jajaran anggota Polres Sampang. Sementara Abd Rohman diringkus di Jalan Kedondong, Desa Waturejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Sementara lima pelaku lainnya masih buron. Diantaranya, Jebpar, Mahrudin, Abdul Wafi, Mat Rubet dan Mat Ribut. Polisi sudah menyebar untuk mencari keberadaan mereka. Hasil keterangan sementara seluruh pelaku memunyai hubungan keluarga. Kapolres Gresik AKBP
Kusworo Wibowo menyampaikan, pembunuhan terhadap Mat Mola sudah direncanakan sebelumnya. Itu setelah Jebpar mengetahui jika istrinya S telah hamil lima bulan akibat menjalin berhubungan gelap dengan korban. “Saat itu tersangka J sedang kerja sebagai TKI di luar negeri. Setelah mengetahui istrinya hamil karena hubungan gelap, tersangka pulang dan mengajak enam kerabatnya untuk menghabisi korban,” ujar Kusworo Wibowo, kemarin. Korban yang mengetahui tersangka pulang dari luar negeri langsung kabur, dan bersembunyi di wilayah Gresik. Seorang tersangka Sugiyanto berperan mencari korban. Setelah berhasil menemukan keberadaan korban, Sugiyanto berusaha
membujuk korban untuk bertemu. Ajakan itu pun diiyakan oleh korban, Sugiyanto bersama seorang pelaku menjemputnya dengan menggunakan mobil Avanza silver. Dalam perjalanan hingga masuk ke tol Manyar, korban dipindahkan ke kendaraan ke Avanza warna hitam. Di dalam mobil itu sudah ada lima orang tersangka lain yang sudah menunggu. Termasuk tersangka Abd Rohman yang bertugas sebagai pengemudi mobil hitam itu. Di kursi depan juga ditempati seorang pelaku. Kemudian, dua orang duduk di kursi tengah. Jebpar suami S, duduk di sebelah kanan mengapit korban bersama pelaku lain. Satu pelaku lagi di belakang. Setelah sempat bicara baikbaik, tidak lama kemudiam korban dihabisi dengan cara dijerat dengan tali tampar warna biru hingga tewas. Kemudian mayatnya dibuang ke selokan exit tol Kebomas KM 16. “Lima pelaku masih DPO, termasuk J suami S yang dihamili korban hingga usia kandungan
FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM
Korban Hamili Istri Salah Satu Pelaku
Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo menunjukkan kedua tersangka, Sugiyanto dan Abd Rohman, didampingi Kasatreskrim AKP Panji P Wijaya dan Kanit Pidum Ipda Daniel.
lima bulan,” imbuh alumnus Akpol 2000 tersebut didampingi Kasatreskrim AKP Panji P Wijaya dan Kanit Pidum Ipda Daniel.
Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal 340 subsidair pasal 338 dengan ancaman hukuman mati atau se-
umur hidup. Polisi bakal menyebar selebaran daftar pencarian orang (DPO) lima pelaku lain. “Kami juga mengucapkan
terima kasih kepada jajaran Polres Sampang yang turut membantu penangkapan tersangka,” pungkas Kusworo. (an/har/mik)
Gresik, Memorandum Geram terhadap Pemkab Gresik yang tak kunjung menyelesaikan masalah banjir akibat luapan kali Lamong, puluhan pemuda desa tergabung dalam Aliansi Pemuda Gresik Selatan (APGS) geruduk Kantor Pemkab Gresik, Kamis (9/1). Koordinator unjuk rasa Nasrin Hasan menuding pemkab tidak serius melakukan pembebasan lahan, sehingga upaya normalisasi kali Lamong tidak terealisasi. Mereka juga menuntut segera dilakukan normalisasi agar banjir tidak lagi merendam rumah-rumah warga. Sebab, banjir di Balongpanggang, Benjeng, Cerme, dan sekitarnya menjadi langganan setiap tahun. “Jelas terlihat jika Pemkab Gresik menomor duakan pembangunan infrastruktur wilayah selatan. Selain itu Pemkab lebih mementingkan pembangunan yang sebetulnya tidak begitu penting bagi kami,” jelas Nasrin, kemarin. Mereka juga menuntut pemkab agar segera merealisasikan normalisasi Kali Lamong dan pembuatan jaringan irigasi dari Kali Laoni untuk kebutuhan pertanian. “Kami mendesak pemkab segera
membuat tim pelaksanaan normalisasi Kali Lamong,” pungkasnya. Wakil Bupati Gresik Moh Qosim mengatakan, banjir terjadi bukan dari Kali Lamong Kabupaten Gresik. Tapi air juga berasal dari kiriman Kabupaten Mojokerto dan Lamongan. Sedangkan Kali Lamong yang masuk wilayah Gresik itu sepanjang 50 kilometer. Sehingga, butuh lahan seluas 149,5 hektar
yang perlu dibebaskan dengan nilai kurang lebih Rp 600 miliar. “Sekali lagi kewenangan untuk mengeruk, membuat tanggul itu bukan Kabupaten Gresik. Tapi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Ketika Bapak Bupati langsung melakukan upaya Normalisasi tanpa persetujuan BBWS. Maka Bapak Bupati akan berurusan dengan beliau-beliau aparat penegak hukum.
Blusukan ke Desa-Desa, Antisipasi Radikalisme Tuban, Memorandum m al Untuk menangkal faham radikal, berb-n agai cara dilakukan Polres Tuban dan jajarannya. Salah satun-ya dengan melakukan blusukan ke desa-desa yang menjadi wilayah hukum di Kota Bumi Wali. Seperti yang dilakukan Polsek Palang dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat sekaligus memberikan penjelasan tentang bahaya radikalisme. “Sosialisasi bahaya aliran terlarang itu dilakukan untuk menangkal gerakan terorisme dengan cara bertatap muka secara terus menerus kepada masyarakat. “ kata Bripka Arif anggota Polsek Palang, Kamis (9/1) malam. Selain sosialisasi kepada mas-
yara yarakat, anggota bintara Po Polsek Palang itu juga m menyaring informasi d dari masyarakat, jika d di suatu wilayah ada ka tentang aliran rakabar dikal beserta pengikutnya. “Kami selalu berkomunikasi kepada masyarakat, karena itu bagian dari tindakan pencegahan aliran radikal” ujarnya. KapolresTuban AKBP Nanang Haryono menegaskan, seluruh anggota perintahkan wajibkan memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar menjauhi aliran radikal. “Seluruh jajaran sudah kita perintahkan, “tegas mantan Kasubdit Jatanras Polda Jawa Tengah. Dijelaskan olehnya, tidak hanya antisipasi tentang aliran
FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO
DR Sanditia Devis Saputra, Wakil Ketua Komisi D DPRD Lamongan menjadikan kerja keras sebagai pedoman hidup yang selalu mengiringi langkahnya dadr Sanditia Devis lam melakukan Saputra pendampingan aspirasi masyarakat. “Bagi saya setiap kebaikan tidak akan selalu menuai hasil positif. Yang pasti, tidak ada langkah yang sia-sia dalam hidup ini,” ujarnya tersenyum. Pria ramah dan murah senyum tersebut, selalu mencoba berbuat yang terbaik untuk bisa terus membantu orang lain. “Saya mencoba untuk selalu peduli, dan bisa manfaat buat sesama manusia,”tandasnya Menurutnya, kunci utama dalam setiap langkah dan perbuatan adalah totalitas tanpa batas, dengan mengedepankan keikhlasan. “Ikhlas dan niat bahwa pekerjaan adalah ibadah, kunci utama segala aktifitas saya,” jelasnya. Dalam menjalankan tugas sebagai pengawal kebijakan pemerintah, ia selalu berusaha bekerja secara profesional dan proporsional, tanpa pilih kasih. “Prinsip keadilan dan kepastian, harus terus ditegakkan,” pungkas politikus Partai Demkorat ini. (al/har/mik)
FOTO: MEMORANDUM/ALI
Langkah Pasti
Wakil Bupati Gresik Moh Qosim dan Ketua DPRD Fandi Ahmad Yani menemui puluhan pengunjuk rasa di depan kantor pemkab Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo.
Sebetulnya kami ingin membantu masyarakat di sana. Tapi karena ada aturan maka kita tidak berani,” jelasnya. Menurutnya, Kali Lamong bukan menjadi tanggungjawab Kabupaten Gresik. Melainkan menjadi tanggungjawab kabupaten yang dilalui Kali Lamong. “Besok, kira kira bersedia tidak 5 orang dari adik-adik ini akan kami undang duduk bersama dengan Ibu Gubernur, Bupati Gresik, Mojokerto, Lamongan, dan BBWS kumpul apakah ada yang mau datang,” pintanya. Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Fandi AhmadYani mengatakan normalisasi tidak akan terealisasi jika semua elemen tidak bersinergi. “Kita butuh forum dialog. Ada dari Mojokerto, Lamongan dan Surabaya. Dalam Perpres 80 tahun 2019 ini sudah muncul anggaran dari APBN sebanyak Rp 1,1 triliun. Bagaimana anggaran ini bisa dikeluarkan. Kan harus duduk bersama. Kami tegaskan, kami akan serius selesaikan normalisasi kali Lamong, sehingga pada 2020 ini setidaknya upaya tersebut sudah berjalan,” jelasnya. (dri/har/mik)
Aparat blusukan menemui masyarakat untuk mengantisipasi berkembangnya radikalisme.
radikal. Anggota juga dibelaki deteksi dini tentang masyarakat yang diduga berfaham radikal juga dilakukan pendekatan secara humanis.
da masyarakat meng-informasikan bila ada seseorang yang dicurigai. Laporkan segera ke polisi terdekat, agar bisa diteksi dini, “tegasnya. (top/har/mik)
“Tindakan preventif (pencegahan, red) kita lakukan di sejumlah tempat di wilayah Bumi Wali ini,”tuturnya. “Untuk itu kami minta kepa-
Kapolres Pastikan Debit Air Bengawan Solo Aman Lamongan, Memorandum Hari pertama kerja, Kapolres Lamongan AKBP Harun meninjau langsung bendungan Gerak Babat, di Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, untuk memastikan bahwa debit air Bengawan Solo masih tergolong aman, Kamis (9/1). Bersama Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono, Kasi Tanggap Darurat BPBD Muslimin, Camat Sekaran Agus Hendrawan dan Kapolsek Sekaran AKP Anggono Jaya, Kapolres menyaksikan kondisi air dalam kondisi stabil, belum begitu berbahaya. “Dari hasil peninjauan tadi, kondisi Check Dam Gerak Babat masih dalam keadaan normal. Namun kita harus tetap waspada, karena air bisa meningkat dengan cepat. Mengingat curah hujan lagi tinggi,” ujar Harun, kemarin.
FOTO: MEMORANDUM/ALI
LAKONE
FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ ANDRIYANTO
Aliansi Pemuda Tuding Pemkab Tak Serius soal Kali Lamong
Kapolres Lamongan AKBP Harun bersama Dandim 0812 Letkol Sidik Wiyono memantau debit air Bengawan Solo.
Berdasarkan apa yang disampaikan petugas penjaga pintu
air Check Dam, kata Harun, hasil monitoring perkembangan
curah hujan dan elevasi air dalam keadaan normal. “Untuk antisipasi bencana alam khususnya yang di akibatkan oleh curah hujan yang tinggi, kita bersama sama untuk melakukan langkah-langkah cepat,” sahutnya. Harun menegaskan, pihaknya akan menggelar rapat koordinasi dengan Forkompimda, BPBD, dan muspika, serta membuat posko bencana dan pemantauan curah hujan, menyiapkan peralatan SAR. Kegiatan lain seperti mengecek pintu dam debit ketinggian air, secara intens. “Musim hujan kita harus waspada terhadap meluapnya air bengawan solo dan bencana yang mungkin timbul seperti tanah longsor, angin kencang dan pohon tumbang,” pungkasnya. (al/har/mik)