Skip to main content

Memorandum Edisi 2 November 2019

Page 1

8

HARI

MENUJU

ULANG TAHUN

EMAS

SABTU LEGI, 2 NOVEMBER 2019

HARGA Rp 3.500,-

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com .com

PASUTRI DIJAMBRET DI JALAN PROF DR MOESTOPO

SERTIFIKA T

P ER S WAN DE

Dikejar Korban, Pelaku Menghilang Surabaya, Memorandum Nasib sial menimpa pasangan suami-istri (pasutri) yang indekos di Jalan HR Mohammad. Mereka dikerjai penjahat di Jalan Prof dr Moestopo, setelah menjenguk adik temannya yang sakit, Jumat (1/11) dini hari.

Pelaku berpengalaman karena njambret sendirian. Selain itu, kemungkinan dia tinggal tidak jauh dari lokasi dan hafal daerah tersebut.

Korban adalah Kristian Hadi Saputra (25), dan Sri Rejeki (26). Ketika dihubungi Memorandum  Bersambung ke halaman 7 

KRISTIAN HADI SAPUTRA Korban jambret

KRONOLOGI KEJADIAN Kristian dan istrinya berboncengan motor hendak pulang ke rumah kosnya setelah menjenguk adik temannya yang sakit. GR

AF

I S:

ME

MO

RA

ND

UM

/A Z

Setiba di Jalan Prof Dr Moestopo, pasutri ini tidak menyadari jika diikuti oleh pelaku tunggal yang mengendarai Vario.

IZ

Saat korban lengah, pelaku langsung merampas tas milik Sri dan bergegas menggeber gas motornya lalu kabur dari lokasi.

Seret Nama Dua Artis

MATA HATI Oleh: Arief Sosiawan Pemimpin Redaksi

Muncikari ProsƟtusi Online Mantan Finalis Putri Pariwisata

Sepak Bola dan Pilkada Jawa Timur

Surabaya, Memorandum ngMuncikari Soni Dewangga yang terlibat dalam kasuss prostitusi online mantan finalis Putri Pariwisata, PA, ternyata menyeret sejumlah nama. Yang mengagetkan ada dua artis berinisial IS dan B, yang ikut disebut.  Bersambung ke halaman 7 

S

elasa (29/10), Gelora Bung Tomo (GBT) membara. Gelora kebanggaan arek Suroboyo itu rusak akibat amuk suporter bondo nekat (bonek) yang marah. Mereka tersulut emosi karena tim kesayangan mereka Persebaya menelan kekalahan 2-3 dari PSS Sleman. Terlepas dari kepemimpinan pelatih Wolfgang Pikal yang dinilai sebagai biang kekalahan, banyak bonekmania curiga atas hasil pertandingan menyakitkan itu.  Bersambung ke halaman 7 

Soni Dewangga

Setelah dicek oleh digital forensik, dari 100 wanita itu, ada 42 yang beririsan. Artinya terkait antara muncikari yang dulu dengan sekarang. IRJENPOL LUKI HERMAWAN Kapolda Jatim

FOTO: MEMORANDUM/DANNY

Petugas damkar memadamkan api dari lubang tembok.

Surabaya, Memorandum Gudang ekspedisi milik Budi di Jalan Margomulyo Jaya Blok B/11, Tandes, terbakar pada Jumat pagi (1/11), sekitar pukul 03.00. Dampak dari kebakaran itu meludeskan 5 unit truk

colt diesel dan 1 unit motor jenis Suzuki Shogun yang terparkir di gudang. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya Dedik Irianto mengatakan, bahwa luas bagian gudang yang terbakar yaitu 10 x 36 meter.   Bersambung ke hal 7

TIDAK semua artis menekuni karirnya hingga tuntas. Gegara mendapat job atau kesibukan lain, maka dunia keartisan rela ditinggalkan. Seperti yang terjadi pada diri Bella Shofie.  Bersambung ke halaman 7 

Truk Dibajak di Tol Romokalisari, Sopir Diikat dan Dibuang

Bhabinkamtibmas Polsek Krembangan Aipda Yanuri menyampaikan imbauan kepada takmir dan jemaah di Masjid Miftahul Khoir.

Surabaya, Memorandum Penderitaan sopir truk bermuatan kayu yang dibajak di tol Romokalisari,  Bersambung ke halaman 7 

FOTO: MEMORANDUM/DANNY

Fokus Jadi Desainer

Pembunuhan Bangkit Direka Ulang 23 Adegan

Jalan Kaki Lamongan-Surabaya FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Bella Shofie

Para tersangka memeragakan adegan reka ulang dikawal anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Surabaya, Memorandum Kasus penculikan dan pembunuhan terhadap Bangkit Maknutu Dunirat (30), warga Jalan Asrikaton, Malang, masuk proses reka ulang.  Bersambung ke halaman 7 

Jumat Darling di Masjid untuk Jaga Kerukunan Umat Surabaya, Memorandum Ibadah salat Jumat dimanfaatkan anggota Bhabinkamtibmas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dan jajaran polsek untuk dakwah keliling (darling) ke masjid-masjid yang ada di wilayah hukumnya. Salah satunya dilaksanakan Bhabinkamtibmas Polsek Krembangan Aipda Yanuri di Masjid Miftahul Khoir Jalan Ikan  Bersambung ke halaman 7 

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Gudang Ekspedisi Margomulyo Dilahap Api

Iptu Bima Sakti

PERJALANAN CINTA SEORANG PLAYBOY KETURUNAN PLAYBOY Έ4Ή

Hibur Orang Tua: Mencintai Hati Perempuan, Bukan Yang Lain + Meng, sebut GBT bau sampah, Gubernur Khofifah diminta tak ganggu Surabaya. -

Nah tuh… sampahnya kok jadi komoditas politik ya?

Si Mameng (Pegang jidat)

Kabar gembira itu akhirnya datang dari Wahyu. Rani mengandung. Semua jenis perayaan pun digelar. Maklum, Beni adalah anak tunggal dan baby di perut Rani adalah cucu pertama. Yuli Setyo Budi, Surabaya

Pertama upacara satu bulanan. Upacara ini sudah jarang ditemukan. Dalam acara ini dibuat semacam bubur sumsum berbahan tepung beras. Sebagai pelengkap diberi kuah dua warna, yakni dari santan kelapa yang diberi sedikit garam dan satu lagi kuah warna merah yang terbuat dari gula aren atau gula jawa. Digelar juga upacara tiga bulanan be-

PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera  SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986  PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390  REDAKSI: 031-8275390  FAX: 031-8291078

rupa tasyakuran mengundang tetangga dan kerabat. Pada bulan ketujuh, diadakan tingkeban atau mitoni. Posesinya sangat sakral. Dila tampak hadir pada upacara tingkeban ini. Dia menyapa Memorandum. “Om, taruhannya masih berjalan kan? Inilah detik-detik kekalahan Om. Rani akan dimandikan. Dan jreng... semua  Bersambung ke halaman 7 


SIDOARJO

SABTU LEGI, 2 NOVEMBER 2019 HALAMAN 2

WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BIRO: Jokosan. WARTAWAN: H Darianto, M Suud, HM Soumi, H Hariono . TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com

Musisi Dangdut Tewas Tersetrum Ditemukan Tergeletak di Home Industry Tempe

Dewan Tak Tertarik Pembangunan PLTSa

FOTO: MEMORANDUM/JOK

Sidoarjo, Memorandum Pemkab Sidoarjo punya rencana besar untuk mengkonversikan sampah menjadi energi listrik, dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kecamanta Jabon. Namun, rencana itu masih mendapat penolakan dari sebagian besar anggota DPRD Sidoarjo, karena anggarannya cukup fantastis. Yakni, H Bangun Winarso ST sebesar Rp 1,2 triliun. Pemkab sudah melakukan pemaparan proyek fantastis itu di hadapan seluruh anggota DPRD Sidoarjo. Namun, banyak yang tidak menghadiri acara pemaparan, karena sudah mengetahui apa yang diinginkan Pemkab. Ketua Fraksi PAN DPRD Sidoarjo H Bangun Winarso ST, salah satu anggota dewan yang ikut menghadiri presentasi itu. Ia pun menyoal nasib program pengelolaan sampah sanitary landfill, yang merupakan proyek kerjasama dengan Jerman untuk mengelola sampah di Jabon. Kebutuhan lahan 10 hektar sudah dibebaskan, sebagai persiapan untuk membangun proyek tersebut. “Bukankah MoU kerjasama dengan Jerman sudah ditandatangani antara pemerintah pusat dengan Jerman, dengan alokasi Rp 250 miliar. Kontrak sanitary landfill belum jalan, sudah ditumpangi dengan proyek PLTSa,” ujar dia heran. Menurut legislator Komisi D DPRD Sidoarjo itu, mesin untuk menghasilkan energi itu baru efektif, kalau setiap hari bisa membakar seribu ton. Sementara, produksi sampah Sidoarjo tak sampai seribu ton. Sebagian besar sampah sudah dihabiskan di tengah jalan melalui Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST). Sebelum sampai ke PLTSa, sampah juga akan dihabiskan oleh sanitary landfill, yang akan membuat sampah yang ke PLTSa akan jauh berkurang. Dia mengakui, sampah menjadi problem paling parah di Sidoarjo. Namun, penyelesaiannya harus terkonsep dengan baik dan terarah. “Saya hanya berharap, konsepnya yang baik untuk menyelesaikan masalah sampah,” tegas dia. H Dhamroni Chudlori MSi, anggota Fraksi PKB DPRD Sidoarjo yang juga tercatat sebagai Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, menyatakan mendukung program PLTSa. Menurutnya, konsep itu akan menjadi solusi jangka panjang penyelesaian sampah di Sidoarjo. Energinya, menurut Dhamroni, bisa dijual ke PLN. Lalu, sampahnya akan dimusnahkan dengan mesin incinerator. “Saya menganggap itu konsep yang sangat bagus untuk menyelesaikan masalah sampah di Sidoarjo,” pungkas dia. (jok/pi)

FOTO: MEMORANDUM/DAR

Sidoarjo, Memorandum Belum genap sebulan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo kembali memutasi seorang pejabat. Mutasi itu, untuk jabatan Kepala Seksi Perdata dan Tata Negara (Kasi Datun). Kasi Datun Andhi Ardhani, pindah tugas menjadi Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Jakarta Selatan. Sedangkan penggantinya, adalah Kharistiya Lutfiasandhi, dari Kejari Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Kepala Kejari Sidoarjo, Setyawan Budi Cahyono mengatakan, mutasi jabatan di lingkungan Kejari Sidoarjo adalah suatu hal yang biasa. Baginya semua pejabat di lingkungan Kejari, pasti pernah mengalami mutasi jabatan itu. ”Kami mengucapkan selamat kepada Andhi Ardhani yang dipromosikan dapat jabatan Kasi Intel Kejari Jakarta Selatan. Di sana lebih kompleks, karena dekat dengan penguasa. Pesan saya harus mengesampingkan kepentingan golongan, di sana pasti banyak sekali tantangan,” ujar Setyawan Budi Cahyono. Selain itu, Setyawan Budi juga mengucapkan selamat datang kepada Kasi Datun baru, Kharistiya Lutfiasandhi. Menurutnya, ada beberapa hal yang berbeda apalagi dari desa pindah ke kota. Dia berharap, Kasi Datun baru bisa bekerja sama dengan para Kasi lainnya, untuk membangun Kejari Sidoarjo lebih baik. “Karena datang di Kejari Sidoarjo itu, selain ada tugas rutin, juga ada banyak pelayan yang terbaik. Selamat bergabung di Kejari Sidoarjo. Semoga cepat bisa menyesuaikan diri dalam bekerja,” tegas kajari. Dikatakan, dirinya bakal selalu menawarkan promosi jabatan untuk semua pejabat di lingkungan Kejari Sidoarjo. Asalkan, ada pejabat yang akan berpindah tugas ke tempat yang baru. “Kami persilakan, monggo bagi teman-teman yang ingin berpindah tugas, bisa menyampaikan keinginannya. Kaalau pindah ke tempat baru bisa dapat promosi jabatan,” tandas dia. (sdm/jok/pi)

Korban dievakuasi petugas ke rumah sakit untuk diautopsi.

Bambang Haryo Maju Pilbup Sidoarjo Sidoarjo, Memorandum Mantan anggota DPR RI Partai Gerindra Bambang Haryo Sukartono (BHS), mengembalikan formulir penjaringan bakal calon Bupati Sidoarjo di kantor DPC Partai Gerindra, Jalan Lingkar Barat Sidoarjo, Jumat (1/11/209). Bambang Haryo Sukartono mengaku, dengan pengembalian formulir tersebut dirinya resmi memutuskan ingin merebut kursi kekuasan orang nomor 1 di Sidoarjo (W1) 2020 mendatang. “Saya putuskan akan maju sebagai calon kepala daerah di Sidoarjo,” ucap BHS. Beberapa kali ditegaskan, dengan berbagai alasan bahwa dirinya memang berniat maju di Sidoarjo menjadi calon bupati

pada Pilkada 2020 mendatang. Di Sidoarjo, dinilainya lebih tertantang. Banyak hal yang diinginkan masyarakat untuk mempercepat perubahan dan pembangunan Sidoarjo. Mulai infrastruktur, kesehatan, pendidikan, sampah yang menumpuk di mana-mana, frontage road yang banyak diperbincangkan dan berbagai hal lain. “Saya ingin memperjuangkan Sidoarjo menjadi lebih baik lagi. Saya maju juga merasa dibutuhkan di Sidoarjo,” tandas dia. DPC Gerindra Sidoarjo sendiri membuka penjaringan calon sejak 25 Oktober hingga 15 November mendatang. Dan sejauh ini sudah ada lima orang yang mengambil

formulir. Mereka adalah Bambang Haryo, Ambudi Putra Laksana, Hidar Assegaf, Agung Sudiyono, dan Iwan Sumartono. Namun dari lima orang itu, baru Bambang Haryo yang mengembalikan formulir. “Yang mengambil formulir sudah lima orang, dan yang mengembalikan memang baru satu ini. Tapi informasi yang masuk ke kami, hari Senin besok juga akan ada tiga orang lagi bakal mengambil formulir ke sini,” terang Sekretaris DPC Partai Gerindra Sidoarjo, Suwono. Nanti, tambah Suwono, para pendaftar akan dilakukan fit and propertest. Hasilnya, DPC bakal melapor ke DPD Gerindra Jatim

FOTO: MEMORANDUM/SOM

Kharistiya Jabat Kasi Datun Kejari Sidoarjo

Bambang Haryo Sukartono mengembalikan formulir pendaftaran di Kantor DPC Gerindra Sidoarjo.

dengan memberikan skor atau rangking terhadap para bakal calon yang telah menjalani uji kelayakan. “Keputusan tetap di tangan

DPP. Kami menyampaikan hasil penjaringan dan merekomendasikan nama-nama yang telah ada ke DPD untuk dilanjutkan ke DPP,” pungkas dia. (som/jok)

Pemdes Diminta Ikut Tuntaskan Empat Program Pembangunan Sidoarjo, Memorandum Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengharapkan peran serta Pemerintahan Desa (Pemdes) untuk ikut menangani empat masalah, yang menjadi prioritas pembangunan di Sidoarjo. Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan dan Kemasyarakatan Bappeda Sidoarjo, Rony Yuliarso mengatakan, ada empat masalah prioritas. Yaitu masalah stunting (kekerdilan), bebas ODF (Open Defication Free) atau bebas keberadaan jamban terbuka , kemiskinan, dan permainan anak. “Kami sangat mengharapkan Pemerintahan Desa di Sidoarjo, agar ikut bersama-sama OPD lain di Sidoarjo, kerja bareng menuntaskan empat masalah itu,” tutur Rony, di sela-sela kegiatan rapat kerja sinkronisasi program pembangunan pemberdayaan masyarakat desa (P3MD) dengan OPD Sidoarjo, Jumat (1/11), di Kantor Dinas PMD Sidoarjo. Rony menjelaskan, kasus stunting di Sidoarjo saat ini angkanya sebesar 24 persen. Salah

satu contoh kasus stunting terjadi di Kecamatan Tarik. “Jangan sampai angka kasus stunting di Sidoarjo tambah banyak. Maka harus kita cegah bersama-sama. Pihak desa lewat APBDES nya kita harapkan ikut menangani kasus stunting di desanya masing-masing,” kata dia. Prioritas kedua, lanjut Rony, adalah bersama-sama mengeroyok untuk menuntaskan masalah kemiskinan. Meski diakui, angka kemiskinan di Sidoarjo terbilang paling rendah di Provinsi Jatim. Pada tahun 2018 lalu, angka kemiskinan di Sidoarjo hanya sebesar 5,6 persen. Tiap tahun selalu turun dengan signifikan, ini tidak lepas upaya dari program OPD terkait. Menurut Rony, meski Sidoarjo tidak termasuk kantong kemiskinan di Jatim, tapi tetap tidak bisa dibiarkan begitu saja. Tidak boleh berdiam diri. Kemiskinan di Sidoarjo saat ini, adalah kemiskinan kerak atau intip. Kondisi seperti itu termasuk sulit untuk dientaskan. Kemi-

FOTO: MEMORANDUM/SDM

Kasi Datun Kejari Sidoarjo berganti dari Andhi Ardhani (kiri) kepada Kharistiya Lutfiasandhi.

Dari informasi yang dihimpun, korban yang bernama Adhe Prasetyawan (30), asal Desa Tropodo RT 04/RW 03 Kecamatan Krian itu, diduga tersetrum kabel listrik. Kapolsek Wonoayu Anak Agung Gede Putra, belum bisa menjelaskan penyebab kematian korban. Namun, dari hasil penyelidikam sementara, tidak ditemukan tanda-tanda bekas luka atau kekerasan fisik. “Masih menjalani otopsi di RSUD Sidoarjo. Mohon waktunya, untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terang dia. Sementara menurut Danang, warga Tanggul RT 01/RW03, KecamatanWonoayu usai melayat jenasah di rumah duka, korban meninggal tersebut adalah teman musisi orkes yang pegang electone. Mengisi acara orkes dangdut di sebuah televisi swasta di Surabaya. Korban sering latihan gabung di Orkes Melayu New Arista pimpinan Adi. “Informasinya, korban diduga kesetrum saat bekerja sendiriam. Jadi saat kejadian tidak ada yang tahu,” kata Danang. Danang mengaku sangat terkejut dan merasa kehilangan teman baiknya. “Baru saja beberapa hari ketemu saya, sekarang dia sudah meninggal kecelakaan kerja,” ungkap Danang dengan sedih. (dar/jok/pi)

Ratusan pendamping program P3MD diminta ikut membantu menuntaskan empat prioritas pembangunan di Sidoarjo.

skinan yang termasuk dalam kondisi kerak atau intip, misalnya kondisi penyandang yang sudah tua sebatang kara, dan penyandang yang mindset-nya sulit untuk dirubah. Sehingga, meski banyak mendapat program-program pengentasan kemiskinan, kemungkinan tidak bisa berubah. “Kami harapkan, desa juga ikut memberikan perhatian penuh, untuk membantu kami mengentaskan kemiskinan yang ada di

desanya,” kata dia. Prioritas ketiga, adalah perhatian desa terhadap masalah bebas buang air besar sembarangan (ODF). Karena menurutnya, di Sidoarjo masih banyak masyarakat yang melakukan ODF. Dia mengatakan, di sejumlah wilayah di Sidoarjo, masih bisa dijumpai adanya helikopter atau kakus di pinggir sungai. Ini juga yang mengakibatkan kualitas air di Sidoarjo menjadi semakin buruk.

Di tingkat Jatim, angka prosentase bebas ODF di Sidoarjo, terbilang masih rendah, sebesar 33 persen. Pada tahun 2019, dengan kerja keras, angka itu bisa berubah menjadi 50 persen. “Kita minta pihak desa, agar bersama-sama mengurangi, bahkan menghilangkan ODF di tempatnya. Meski tiap tahun, dinas perkim membantu membangun 3.000-an jamban sehat, tapi kalau mindset-nya tetap BAB sembarangan, akan percuma,” terang Rony. Sedangkan prioritas keempat, agar di tiap desa menyediakan sarana permainan anak. Masalah ini, menurut Rony kelihatannya kecil dan sepele tapi bisa berdampak besar pada pertumbuhan kepribadian anak di masa yang akan datang. “Efeknya memang tidak kelihatan langsung. Kami berharap, generasi saat ini tidak menjadi generasi gadget sejak kecil. Yang dampak negatifnya, tidak peduli dengan kondisi lingkungan sekitar,” pungkas dia. (sdm/jok/pi)

Pemkab Sidoarjo Kejar Target Pendapatan 2019 Sidoarjo, Memorandum Dalam dua bulan terakhir, Pemkab Sidoarjo berusaha mengejar waktu untuk merealisasikan target pendapatan daerah tahun 2019, sebesar Rp 4.246.124.519.500.00. Menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sidoarjo Dra Noer Rochmawati MSi Ak, sampai September 2019 kemarin, realisasi pendapatan daerah sudah terealisasi sebesar Rp 3.136.748.440.596.75 atau sebesar 73,87 persen. “Saat ini masih bertambah terus,” urai Noer Rochmawati, belum lama ini. Sejumlah komponen yang masuk dalam pendapatan daerah tersebut, di antaranya pendapatan asli daerah (PAD), yang terealisasi sebesar 80,61 persen. Di dalamnya, ada pajak daerah, retribusi, hasil pengelolaan

kekayaan daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah. Pendapatan daerah Sidoarjo juga diperoleh dari dana perimbangan. “Realisasi sementara sebesar 80,85 persen. Di dalamnya ada bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak, dana alokasi umum (DAU), dan dana alokasi khusus (DAK),” ujar perempuan yang akrab disapa Imah itu. Pendapatan daerah di Sidoarjo, juga didapat dari komponen lain-lain pendapatan daerah yang sah. Sementara sudah terealisasi sebesar 47,21 persen. Di dalamnya ada pendapatan hibah, dana bagi hasil provinsi dan Pemerintah daerah lainnya, dana penyesuaian dan otonomi khusus, juga bantuan keuangan dari provinsi atau pemerintah daerah lainnya.

FOTO: MEMORANDUM/JOK

FOTO: MEMORANDUM/SDM

Sidoarjo, Memorandum Warga Desa Wonokasian, Kecamatan Wonoayu, mendadak geger, Kamis (31/10) sekitar pukul 17.00. Mereka dikejutkan tewasnya personel orkes dangdut di sebuah tempat home industry pembuatan tempe di Dusun Lengkong RT 2/RW 1.

Noer Rachmawati MSi Ak

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sidoarjo Drs H Ahmad Zaini MSi, yang dihubungi membenarkan realisasi pendapatan daerah Pemkab Sidoarjo saat ini masih terus bertambah, sampai nanti pada tutup buku 31 Desember 2019.

Pendapatan daerah, salah satunya dari pajak daerah yakni Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), saat ini juga masih terus direalisasikan targetnya. Dari target sebesar Rp227 miliar, saat ini masih terealisasi sebesar 95.69 persen. Menurut Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Sidoarjo, Drs H Joko Santosa, masih ada waktu dua bulan lagi sebelum tutup tahun 2019, untuk merealisasikan targetnya. Salah satu upaya untuk bisa merealisasikan target tersebut, BPPD Sidoarjo, saat ini sedang membuka kesempatan membebaskan denda sejumlah pajak daerah. Sesuai Perbup nomor 69 tahun 2019, ada 8 pajak daerah yang denda keterlambatan bayarnya dihapus. Yaitu, Pajak Bumi Bangunan (PBB), pajak hotel, pajak restoran, pajak parkir,

pajak hiburan, pajak air tanah, pajak reklame dan pajak penerangan jalan (PPJ). Kebijakan penghapusan denda 8 pajak tersebut dimulai sejak 1 Oktober 2019 sampai 31 Maret 2020 mendatang. “Kami mengajak semua warga agar memanfaatkan kesempatan bagus ini,” ujar Joko. Tujuan dilakukannya penghapusan atau pembebasan denda pajak, terang Joko, adalah memberi kesempatan para penunggak pajak untuk membayar pokok pajaknya. Karena yang menjadi dasar dari target pajak adalah pokok pajaknya saja. Untuk membayar pajak tersebut, kata Joko, kini sangat mudah sekali. Masyarakat bisa lewat sejumlah tempat. Seperti di Bank Mandiri, BNI, OCBC Bank, BTN, Bank Jatim, Kantor Pos, Alfamart, dan Indomart. (jok/pi)


EKBIS & PENDIDIKAN

SABTU LEGI, 2 NOVEMBER 2019

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 3

Pameran Pendidikan Tampilkan Lembaga Berprestasi

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDIN

Surabaya, Memorandum Dinas Pendidikan Kota Surabaya menggelar pameran pendidikan bertajuk Widya Wahana Pendidikan 2019 di gedung Balai Pemuda pada 1-3 Nopember 2019. Sebanyak 72 sekolah negeri dan swasta serta lembaga pendidikan mengikuti kegiatan tersebut. Di stan-stan ditampilkan berbagai hasil karya terbaik sekolah berupa beragam hasil kerajinan, mulai pernik-pernik kerajinan tangan, busana, minuman, dan prestasi yang pernah diraih. Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan mengatakan, peserta pameran merupakan sekolah maupun lembaga pendidikan yang berprestasi. Sekolah yang ambil bagian dalam pameran merupakan hasil seleksi selama satu tahun. Ikhsan menyatakan bah-

Pengunjung melihat stan pameran pendidikan di gedung Balai Kota Surabaya.

Surabaya, Memorandun Kementerian ESDM meminta perusahaan listrik negara (PLN) menyesuaikan diri terhadap perkembangan teknologi. Upaya itu agar PLN bisa memanfaatkan sumber energi baru terbarukan (EBT), karena potensi sumber energi dari batu bara tidak akan maksimal. Rida Mulyana, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM menjelaskan, PLN harus berupaya menyesuaikan diri terhadap perkembangan teknologi, khususnya sisi pembangkitan. “Salah satunya meningkatkan kualitas SDM khusus kebangkitan, yang pada ujungnya akan memperbaiki kualitas operasional,” terang Rida, kemarin. Selain itu, dengan pemanfaatan sumber daya alam baru terbarukan, diharapkan terjadi efisiensi pembangkitan listrik. “Kami berharap juga terjadi efisiensi dan memperbaiki kesehatan perusahaan,” tutur dia. (day/lis)

pelatihan-pelatihan untuk masyarakat umum di gedung Marah Putih. Jadi, pengunjung bisa ikut pelatihan setelah melihat-lihat dahulu, seperti pelatihan fotografi, vlog, make-up, membatik dan lainnya,” sebut dia. Sedangkan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Surabaya Edwin Darmogo menilai, kegiatan pameran ini sangat bagus. Yang terlibat tak hanya sekolah formal, namun juga non formal, mulai dari lembaga pendidikan yang menyelenggarakan keterampilan bahasa Inggris, kecantikan, dan lainnya sesuai dengan bakat dan minat. “Pameran kali ini lebih baik. Sekolah swasta selalu mengikuti kegiatan ini. Namun, tahun ini, pembagian pesertanya merata, untuk LKP, PKBM, sekolah swasta, dan peserta lainnya,” terang dia. (udi/lis)

Tol Seksi 4 Singosari-Pakis Dioperasikan Surabaya, Memorandum PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) mengoperasikan jalan tol Pandaan-Malang seksi 4 (Singosari-Pakis), mulai, Jumat (1/11). Ini sebagai lanjutan dari seksi sebelumnya 1-3 (Pandaan-Singosari) yang diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada 13 Mei 2019 lalu. Direktur Utama PT JPM Agus Purnomo kepada wartawan di Surabaya mengatakan, pengoperasian seksi 4 dilakukan sejak pukul 06.00 berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No 1026/KPTS/M/2019, tentang Penetapan Pengoperasian Jalan Tol Pandaan Malang Seksi 4 (Singosari-Pakis). “Panjang ruas tol 4,75 km, dan sementara dioperasikan secara gratis atau tanpa tarif dalam rangka memberikan sosialisasi yang lebih optimal kepada masyarakat,” terang Agus Purnomo.

Lanjut Agus Purnomo, tarif tol akan mulai diberlakukan, Kamis, (7/11) pukul 00.00 dengan besaran tarif yang akan diberlakukan masing-masing untuk Golongan I jalur Pakis-Singosari sebesar Rp 4.500, Pakis-Lawang Rp 10.500, Pakis-Purwodadi Rp 18.000 dan Pakis-Pandaan Rp 33.500. “Nantinya, bagi pengguna jalan dari Pandaan yang keluar di Gerbang Tol (GT) Pakis akan dikenakan tarif asal gerbang Pandaan hingga Singosari saja. Hal ini juga berlaku untuk arah sebaliknya, kendaraan yang masuk dari GT Pakis keluar di GT

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

PLN Diminta Jamin Ketersediaan Listrik

wa Kota Surabaya merupakan barometer dalam pendidikan nasional. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya prestasi yang diraih oleh para pelajar, baik akademik maupun non akademik. “Oleh karena itu, banyak tamu dari luar daerah yang melakukan studi banding ke Surabaya,” jelas dia. Melalui pameran yang diikuti sekolah-sekolah berprestasi, ia mengharapkan, bisa memotivasi sekolah lainnya, agar tertantang untuk meraih prestasi. Menurut dia, dinas pendidikan memiliki database sekolah-sekolah berprestasi. Dinas pendidikan juga memberi ruang kepada lembaga pendidikan yang mengajukan diri, dengan catatan mengikuti seleksi terlebih dahulu oleh tim penyeleksi. “Selain pameran, juga ada lomba melukis, mewarnai serta

Lokasi tol seksi 4 Singosari-Pakis mulai dioperasikan.

wilayah Pandaan hanya membayar tarif tol dari GT Singosari,” kata dia. Sebelumnya, tol tersebut juga telah digunakan sebagai jalan fungsional untuk membantu kelancaran arus mudik dan balik selama libur Lebaran tahun 2019.

“Dengan beroperasinya seksi 4, PT JPM telah mengoperasikan sepanjang 35,375 km dari total 38,488 km panjang keseluruhan Tol Pandaan-Malang. Sisanya, seksi 5 (Pakis-Malang) sepanjang 3,113 km masih dalam tahap konstruksi,” tutur dia. (day/lis)

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

Hudiyono Resmikan Patung Ki Hajar Dewantara

Bank Jatim menerima penghargaan Forbes Indonesia.

Bank Jatim Raih Penghargaan dari Forbes Indonesia Surabaya, Memorandum PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) berhasil masuk dalam jajaran Best of the Best Top 50 Listed Companies di Indonesia dalam ajang penghargaan yang diselenggarakan Forbes Indonesia di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. “Penghargaan tersebut diraih setelah kinerja Bank Jatim mengalami pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir,” terang Pgs Direktur utama Ferdian Timur Satyagraha, Jumat (1/11). Sampai dengan Triwulan III 2019, lanjut Ferdian, aset Bank Jatim tercatat Rp 72,13 triliun atau tumbuh 13,72% (YoY), serta membukukan laba bersih sebesar Rp 1,14 triliun atau tumbuh sebesar 7,61 %. “Selama triwulan III Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan 15,84 % (YoY) yaitu sebesar Rp. 61,21 triliun,” tegas dia. Lanjut Ferdian, pertumbuhan dana pihak ketiga yang signifikan tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada Bank Jatim meningkat. Dari sisi pembiayaan, Bank Jatim mampu mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp. 37,73 triliun atau tumbuh 14,07% (YoY). “Rasa bangga menyelimuti pihak manajemen Bank Jatim, sejajar dengan perusahaan-perusahaan nasional lainnya seperti Unilever Indonesia, Wijaya Karya, dan perusahaan nasional lainnya,” urai dia. Bahkan lanjut Ferdinan, Bank Jatim menjadi satu-satunya Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang masuk 50 perusahaan terbaik yang telah terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Sementara itu, Direktur Pelaksana Forbes Indonesia Roger Finnie mengatakan, 50 emiten tersebut adalah perusahaan-perusahaan yang mampu melewati proses seleksi ketat Forbes Indonesia, untuk menunjukkan kinerja keseluruhan yang positif dalam beberapa tahun terakhir. (day/lis)

Surabaya, Memorandum Patung pahlawan pendidikan Ki Hajar Dewantara akhirnya diresmikan di halaman kantor Dinas Pendidikan alan Genteng Provinsi Jatim di Jalan mat (1/11). Kali, Surabaya, Jumat ksana Tugas Pejabat Pelaksana (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur

(Jatim) Hudiyono mengatakan, patung Ki Hajar Dewantara merupakan ikon pahlawan di bidang pendidikan. “Sehingga banyak sekali hal-hal diwariskan oleh beliau, baik dalam bentuk tata kelola, prinsip pendidikan,

filosofi pendidikan yang harus kita teladani dan tentu kita adaptasi. Di dalamnya ada nilai-nilai luhur yang diwariskan untuk dunia pendidikan,” tegas Hudiyono. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Ramliyanto menambahkan, berbagai filosofi yang dikelu-

Plt Kepala Dinas Pendidikan Jatim Hudiyono (kanan) berfoto usai meresmikan patung Ki Hajar Dewantara di halaman Kantor Disdik Jatim.

FOTO: MEMORANDUM/WAHYU

arkan oleh Ki Hajar Dewantara harus ditafsirkan dengan kondisi terkini. “Sehingga kemudian mungkin akan ada tafsir milenial terhadap filosofi Ki Hajar De-

wantara,” ucap dia. Proses pembuatan patung Ki Hajar Dewantara ini setidaknya memakan waktu lebih kurang tiga bulan, yang dimulai pada pertengahan Juli lalu. (why/lis)


AREMA

SABTU LEGI, 2 NOVEMBER 2019 HALAMAN 4

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BIRO: M Ariful Huda. REDAKSI: Edy Riawan, Mistiani, Herdiyan. BAGIAN UMUM: Arief Suherman. ALAMAT KANTOR: Jl Selat Malaka F/11 Kota Malang.

Ayah Tiri Tersangka Pembunuh Arnelita

TMMD 106 Sudah Berakhir Malang, Memorandum TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-106 di wilayah Kodim 0818 Kabupaten Malang – Kota Batu berakhir, Jumat (1/11). Ini ditandai dengan upacara penutupan dipimpin langsung Pangdiv 2 Kostrad Mayjen Tri Yuniarto, di Lapangan Wadang, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. TMMD yang berlangsung sejak 2 Oktober 2019, merupakan wujud pengabdian TNI bersama kementerian dan lembaga terkait untuk membantu percepatan pembangunan di daerah guna mendorong tercapainya kesejahteraan masyarakat. Penutupan ini ditandai dengan sirine dan penandatanganan prasasti yang dilakukan Pangdiv 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto. “Pastinya banyak kenangan manis yang ditinggalkan di desa ini,” katanya yang berharap program ini bermanfaat bagi warga Desa Kedungsalam. Pangdivif 2 Kostrad selaku Inspektur upacara yang membacakan amanat Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Wisnoe PB mengatakan program TMMD ini diharapkan semakin dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, mengingat sebagian besar wilayah yang ada di Indonesia adalah daerah pedesaan. Program TMMD ini telah menuntaskan pembangunan infrastruktur desa setempat, diantaranya pembangunan plengesengan, perbaikan jalan, saluran irigasi, pembangunan rumah layak huni dan juga kegiatan sosial lain. Dalam upacara dengan Danup Komandan Kodim 0833 Letkol Inf Tommy Anderson ini dilanjutkan penyerahan dan penerimaan hasil proyek pembangunan dari Dansatgas TMMD 106 Kodim 0818 Kabupaten Malang Kota Batu Letkol (Inf) H Ferry Muzawwad kepada Bupati Malang HM Sanusi MM disaksikan Pangdivif 2 Kostrad. (*/ari/epe)

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander menjelaskan, penetapan itu dilakukan setelah pemeriksaan lanjutan dan hasil otopsi korban. “Dari pemeriksaan awal, tersangka menerangkan jika korban meninggal karena tenggelam di bak mandi. Namun, polisi terus melaksanakan penyelidikan serta mencocokkan dengan barang bukti dan keterangan para saksi. Akhirnya, ia mengakui perbuatannya hingga mengakibatkan hilangnya nyawa,” jelasnya ketika ungkap kasus, Jumat (1/11). Dari pemeriksaan lanjutan, tersangka mengakui jika saat itu ia telah menginjak punggung

korban sebanyak 2 kali. Kemudian, masih ditambah lagi dengan menginjak bagian perut 1 kali. Setelah itu, korban mengalami sesak nafas dan tersangka pun panik. Setelah dibawa ke Rumah Sakit Reva Husada, korban dinyatakan meninggal. “Tersangka yang asli Sukoaharjo, Jawa Tengah ini mengaku emosi. Karena korban sering buang air besar sembarangan bahkan di celana. Kemudian dibawa ke kamar mandi lalu disiram air. Korban terjatuh dalam posisi tengkurap, lalu diinjak hingga mengalami sesak nafas,” jelas Dony. Dikatakan, tersangka sempat panik dan memberikan

Kepolres Malang Kota AKBP Doni Alexander memberikan keterangan pasca penetapan tersangka.

minyak kayu putih di tubuh korban. Bahkan, ia sempat memanaskan kaki korban dengan api di atas kompor gas hingga kaki mengalami luka bakar. “Karena korban menggigil tersangka memanaskan kaki korban dengan api di kompor gas. Selanjutnya dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan sudah meninggal,”

urai kapolres. Kasus ini terungkap berkat laporan nenek korban yang melihat banyak keganjilan pada jasad Arnelita ketika hendak dimandikan. Rasa curiga cucunya jadi korban pembunuhan kian kuat kendati selama ini tinggal di wilayah kabupaten. Terutama ketika melihat luka bakar di kaki.

Tersangka bakal dijerat Pasal 80 ayat 3 UU no.35 tahun 2014 dengan ancaman 20 tahun penjara. Hingga kini, petugas juga masih mendalami pemeriksaan terhadap Hermin (22), ibu kandung korban. Mengingat, pada pemeriksaan awal sempat membenarkan anaknya meninggal karena tenggelam. “Masih terus dimintai keterangan. Karena pada pemeriksaan awal, ibu korban memberikan keterangan seperti tersangka. Padahal, keterangan tersangka jika korban meninggal karena tenggelam, tidak betul,” tambah Kasatreskrim AKP Komang Yogi Aryawiguna. Selain itu, diperoleh informasi jika antara ibu dan tersangka belum bisa dipastikan sudah dalam ikatan perkawinan apa tidak. “Belum ada yang membuktikan jika antara ibu korban dan tersangka sudah dalam ikatan pernikahan yang sah. Selama ini, hidupnya pindah-pindah,” pungkas kasat. (cr-3/ari/epe)

Manjakan Pelanggan ala Operator Seluler Malang, Memorandum Smartfren kembali memanjakan pelanggan setia dengan meluncurkan ‘Smartfren 2.0’. Program loyality pelanggan ini sebagai bentuk apresiasi pada pelanggan yang berbasis aplikasi MySmartfren. Region Head South East Java Smartfren, Muhammad Cahyadi mengatakan SmartPoin merupakan poin reward yang diperoleh pelanggan setelah melakukan pembelian paket internet atau aktvitas lain yang menggunakan

pulsa, seperti memanfaatkan layanan telpon (VolTe) dan SMS. “Pelanggan yang menginstal MySmartfren dapat mengetahui jumlah poin yang dimiliki,” katanya, Jumat (1/11). Melalui aplikasi ini, pelanggan dapat menukar SmartPoin dengan berbagai kupon atau voucher diskon. Di antaranya dapat ditukar dengan kupon undian program undian Smartfren WOW berhadiah rumah, mobil, motor serta ratusan hadiah lain bernilai miliaran rupiah. Selain

itu juga dapat menukar dengan beragam paket internet atau kupon diskon makanan atau minuman serta diskon tiket perjalanan. Dikatakan, dengan menukar 100 SmartPoin pelanggan mendapatkan 1 kupon untuk mengikuti program undian Smartfren WOW. Yang tak kalah menarik, setiap hari pelanggan dapat mengikuti program WOW Deals dengan hanya menukar SmartPoin dengan beragam kupon atau voucher menarik.

FOTO: MEMORANDUM/ARI

Pangdiv 2 Kostrad Mayjen Tri Yuniarto menandatangani prasasti.

Malang, Memorandum Ery Age Anwar (36), warga perumahan Tlogowaru Indah D-4, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Agnes Arnelita (3). Balita malang yang tak lain anak tirinya tersebut meregang nyawa setelah jadi sasaran penganiayaan di luar nalar orang waras. FOTO: MEMORANDUM/CR-3

FOTO: MEMORANDUM/ARI

Dua Kali Injak Punggung, Sekali Injak Perut

Region Head South East Java Smartfren, Muhammad Cahyadi, menjelaskan smartpoint 2.0.

“Ini sebagai apresiasi kami pada pelanggan yang telah mempercayai layanan Smartfren,” ujarnya seraya menyebutkan

program ‘WOW Deals’ dimulai 1 November 2019 dan akan dilakukan 3 kali sesi dalam sehari. (ari/epe)

SEPUTAR JATIM

Operator Forklift Tewas Tertimpa 1 Ton Beras Pemilik Akun FB Minta Maaf kepada Sopir Truk Sidoarjo, Memorandum Pemilik akun FB atasnama Bajuri BF yang meng-upload foto dump truk bagian belakang Nopol W 9073 NN, mendatangi rumah Sulaiman, sopir yang dituduh pelaku tabrak lari kecelakaan TKP Wilayut Sukodono beberapa hari lalu, Jumat (1/11). Bajuri BF, warga Magersari Sidoarjo Kota itu datang difasilitasi Erik Al Ghazali rekannya, untuk meminta maaf kepada Sulaiman, warga Desa Pilang, Wonoayu. Sulaiman dilepas polisi setelah menjalani pemeriksaan, karena tidak terbukti dan bukan sopir truk yang terlibat kecelakaan. Bajuri mengunggah foto Dump Truck yang disopiri Sulaiman hanya ingin membantu pengungkapan kecelakaan merenggut dua nyawa pemotor, yang ditinggal lari penabrak di Wilayut Sukodono. Waktu itu Bajuri mengaku melihat kejadian kecelakaan tersebut. Namun begitu kejadian, dia terlebih dahulu menolong korban. Setengah jam kemudian Bajuri melakukan pengejaran. Namun, lemahnya Bajuri tidak tahu nopol kendaraan tersebut. “Ketika hampir 2 km dari kejadian, ada dump truck di sekitar Karangpuri/ Sampurno. Bagian belakang warnanya merah dan tertutup terpal. Menurut warga disana memang itu, akhirnya saya foto saja. Kemudian saya unggah di FB. Itu memang kesalahan saya, dan saya mohon maaf,” ungkap Bajuri BF yang didampingi Erik Al Ghazali, warga Buduran yang berprofesi penjual sangkar burung murai. Mereka pun bersalaman dengan Sulaiman dan Roni kakak nya. Dia bersama Erik Al Ghazali memberanikan diri mendatangi Sulaiman bertujuan untuk mengajak damai. Agar permasalahan tidak berkepanjangan. “Saya memang lagi apes kena musibah ini. Oleh karena itu mohon maaf. Semoga pelaku tabrak lari tersebut cepat terungkap,” kata dia. Sedangkan Sulaiman dan kakaknya menyambut itikat baik dari Bajuri yang sudah mau untuk minta maaf ke rumahnya. Ia pun memberikan maaf kepada Bajuri, dan akibat tragedi ini menjadi seduluran. Seperti diberitakan sebelumnya, telah terjadi kecelakaan dua sepeda motor dengan truk diWilayut Sukodono, Kamis (24/10). Dua pengendara sepeda motor meninggal dan truk melarikan diri. Namun ada tuduhan salah sangka truk itu yang disopiri Sulaiman. (dar/jok/pi)

Korban tewas di Gudang beras SB di Desa Wringinagung Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Kamis (31/10). Terdapat luka lebam dan patah kaki, imbas dari kecelakaan kerja tersebut. Kapolsek Gambiran AKP Sumaryata membenarkan kejadian tersebut. Buruh yang sehari-hari bekerja di gudang beras SB itu tewas tertimpa beras 1 ton. “Korban tertimpa jumbo bag yang berisi 1 ton beras. Korban tewas di lokasi,” ujarnya kepada detikcom. Menurut keterangan saksi, kata Sumaryata, korban yang biasa menjadi operator forklift menumpuk beras-beras di dalam gudang. Namun saat itu, terlihat banyak beras yang jatuh. Saat itu korban men-

FOTO: MEMORANDUM/IST

Bajuri dan Sulaiman bersalaman, setelah menyampaikan permintaan maaf.

Banyuwangi, Memorandum Nahas menimpa Bohairi (46), operator forklift di sebuah gudang beras di Banyuwangi. Warga Desa Kepatihan, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, ini tewas tertimpa tumpukan beras seberat satu ton lebih.

Petugas mengolah TKP yang menewaskan operator forklift.

coba mengecek kebocoran tumpukan beras itu tiba-tiba jumbo bag yang berada di tumpukan paling atas jatuh. “Saksi pada saat itu melihat korban sudah berada di bawah

tertimpa beras,” tambah dia. Setelah itu, kata kapolsek, korban oleh saksi dibawa ke Rumah Sakit (RS) Graha Medical dengan mengunakan kendaraan truk. Polisi kemudian melakukan

olah TKP, untuk mengetahui penyebab kematian korban. Polisi juga meminta keluarga korban untuk melakukan autopsi terkait kematian korban. Namun pihak keluarga korban

tidak berkenan terkait dengan rencana aparat kepolisian. “Kami menghormati keputusan keluarga korban. Dan jenazah korban sudah dikebumikan,” pungkas kapolsek. (*/pi)

Buron Kepruk Kepala Diringkus Motor Rampasan Dipakai Ngojek Sidoarjo, Memorandum Setelah lama menjadi buron, pelarian Tamat Subagiyo benar-benar tamat. Unit Reskrim Polsek Waru meringkus warga Rungkut Kidul 1/29, RT 0/ RW 01 Surabaya itu di kampung halamannya, Lamongan. Tamat diburu polisi karena

aksi koboinya, merampas sepeda motor milik tukang ojek pada Agustus lalu. Saat itu, korbannya bernama Tumiyo Hadi Susilo (50), mengalami luka parah di kepala bagian belakang, akibat dikepruk helm berkali-kali pelaku hingga membuat korban tak sadarkan diri.

“Setelah memukul, korban ditinggal di pinggir jalan. Motornya dibawa kabur,” ungkap Kapolsek Waru Kompol Saibani, Jumat (1/11). Masih kata kapolsek, saat itu pelaku beraksi di kawasan sepi. Yaitu di kawasan Raya Melon, Pondok Candra, Desa Tambakrejo, sekitar pukul 21.00. Namun pelaku saat diperiksa, mengaku gelap mata saat

melakukan aksinya. “Rencananya mau minta antar dari terminal Bungurasih ke Tambak Sawah, mau pinjam uang ke temannya,” aku Tamat kepada penyidik yang memeriksanya. Sialnya, Tamat tidak berjumpa dengan rekannya. Bingung, tak ada ongkos untuk ojek, justru bisikan setan pun datang. “Gelap mata, saya menyesal,” ujar pria 41 tahun itu.

Parahnya, saat pulang ke kampung halaman di Lamongan, duda tiga anak itu malah mengunakan motor korban untuk narik ojek. Cari nafkah untuk anaknya. Atas perbuatannya, pelaku dianjam penjara minimal lima tahun. “Melanggar pasal 365 KUHP, tentang pencurian dengan kekerasan,” pungkas Saibani. (som/jok/pi)


TULUNGAGUNG

SABTU LEGI, 2 NOVEMBER 2019 HALAMAN 5

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KABIRO TULUNGAGUNG: Ahmad Rifai. Wartawan: Solikin, Firman Imansyah. SIRKULASI DAN PEMASARAN: Khoirul Anwar. HP: 081357795554. EMAIL: tulungagungmemorandum@gmail.com

Setahun Buron, 2 Pembunuh Dibekuk Keluarga Pasutri Campurdarat Lega

FOTO: MEMORANDUM/PUS

M Tajudin (kanan)

Jadilah Pahlawan Lingkungan Tulungagung, Memorandum Muhamad Tajudin, yang akrab disapa Udin, terpilih sebagai ketua panitia pada acara bersih pantai dan fun camp. Kegiatan tersebut diadakan di Pantai Ngalur, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, pada 26-27 Oktober 2019 lalu, dan diikuti 150 peserta dari berbagai komunitas pecinta alam (PA). Kegiatan yang dibuka dengan pembentangan bendera merah putih di pesisir pantai itu diadakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, dan peringatan hari jadi Komunitas Gajah Alas. Dalam pembukaan, Udin

mengajak seluruh peserta berkomitmen menjaga lingkungan melalui deklarasi pahlawan lingkungan. Pria kelahiran Tulungagung ini mengaku senang atas keberhasilannya melaksanakan kegiatan dengan sukses. Baginya, kegiatan ini bukan hanya merupakan formalitas saja. “Kegiatan ini merupakan dedikasi para pecinta alam kepada alam,” terang Udin. Rasa cinta pada alam menjadi alasan bagi pelajar SMKN 3 Boyolangu ini, untuk bergabung dengan komunitas penjelajah alam, yaitu Gajah Alas Adventure. Dalam komunitas PA terse-

but, Udin mengaku belajar banyak tentang cara menjaga alam. Salah satu caranya yaitu dengan membersihkan pantai. “Membersihkan pantai dari sampah dapat mencegah pencemaran laut,” tutur siswa asal Desa Gendingan, Kecamatan Kedungwaru ini. Bagi Udin, menjaga alam harus dilakukan. Karena manusia sangat bergantung pada alam. Maka dari itu Udin mengajak seluruh komunitas pecinta alam dan masyarakat agar terus menjaga alam. “Mari kita bersama menjadi pahlawan lingkungan untuk menjaga alam,” pesan Udin. (pus/mad/rif )

Setelah setahun diburu, kedua tersangka yaitu Deni Yonatan Fernando Irawan (25) dan M Rizal Saputra (22), keduanya tetangga korban, diamankan dengan bantuan backup Polres Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, pada Selasa (29/10) lalu. Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, keduanya diamankan di mess perkebunan kelapa sawit di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu. “Kita amankan keduanya di satu lokasi perkebunan sawit Kalimantan Selatan. Dan keduanya mengakui perbuatannya,” ujar Pandia, Jumat (1/11). Pandia menjelaskan, berdasarkan pengakuan tersangka Nando, pembunuhan dilakukan karena dirinya sakit hati dengan perkataan korban Suprihatin. Itu ketika Nando mempertanyakan proses pengurusan perpanjangan STNK (surat tanda nomor kendaraan), yang sudah setahun diurus korban Didik. Selama masih hidup, kedua korban membuka jasa pengurusan perpanjangan STNK di rumahnya. “Penyebabnya tersangka

Nando ini sakit hati dengan ucapan korban saat ditanya soal perpanjangan STNK miliknya, yang diurus korban sudah satu tahun lamanya,” ungkap Pandia. Tidak terima dengan perkataan korban, tersangka Nando langsung memukul kepala korban dengan kaki meja marmer. Tidak hanya itu saja, tersangka Nando kemudian membenturkan kepala korban ke tembok. Sementara tersangka Rizal, yang tadinya hanya di teras, ikut membantu Nando, menarik tubuh korban ke dekat tembok, dan kembali memukul kepalanya menggunakan marmer. “Nando ini yang mukul kemudian Rizal yang ada di teras lalu masuk dan menarik tubuh korban ke dekat tembok kemudian dipukul lagi,” tutur Kapolres. Setelah menganiaya korban perempuan, kemudian Nando ke belakang mencari Didik. Saat itu korban Didik sedang tidur siang di kamarnya. Tanpa ampun, Nando langsung memukulkan kayu ke arah tengkuk dan kepala Didik sampai meninggal dunia. “Nah, Nando ini tahu kare-

FOTO: MEMORANDUM/FIR

Tulungagung, Memorandum Satreskrim Polres Tulungagung berhasil mengungkap kasus dan menangkap tersangka pembunuhan pasangan suami-istri (pasutri) Adi Wibowo alias Didik (56) dan Suprihatin (50), warga Dusun Ngingas, Desa/Kecamatan Campurdarat. Kapolres Tulungagung AKBP EG Pandia menunjukkan tersangka dan BB kasus pembunuhan Campurdarat.

na sering ke rumah korban. Kalau ada suami korban makanya dia cari ke belakang. Dan sumai korban yang masih tidur juga dibunuh,” pungkas Pandia. Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Hendi Septiadi menambahkan, pengungkapan kasus ini berjalan cukup lama karena minimnya saksi di lokasi kejadian. Berkat keterangan saksi kunci yang didapat polisi, akhirnya cukup meyakinkan untuk didalami. Hingga kemudian mengarah kepada 2 tersangka ini. Hendi menegaskan, kecurigaan petugas semakin

nyata setelah mendapatkan informasi tentang adanya dugaan percobaan pencurian yang melibatkan tersangka dan kepergian tersangka pasca kejadian pembunuhan tersebut. “Kita ungkapnya berdasar keterangan saksi-saksi. Kita kemudian kembangkan dan mengarah kepada dua tersangka ini,” jelas Hendi. Kini kedua tersangka diamankan di Mapolres Tulungagung. Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (fir/mad/rif)

KEDIRI & BLITAR KEPALA BIRO: Wahyudi. REDAKSI: Jl. Bali H-11 Putih Permai, RT 002/RW 005, Kelurahan Putih, Kecamatan Gampengrejo, Kediri. HP. 081230006789. EMAIL: sampang_publik@yahoo.co.id - MARKETING DAN SIRKULASI: Rohmad Sholeh. KEPALA BIRO BLITAR: Prawoto Sadewo. WARTAWAN: Nur Rofiq, Ana Akina. KEUANGAN: Binti Khoiriyah. ADMIN IKLAN: Rosita. ADMIN KORAN : Imam Rofiq. PEMASARAN: Frenswinta Jaya, Hendra. EMAIL: memorandumppls@gmail.com. TELEPON:.081334603445. KANTOR: Jln Kota baru no.9 Kanigoro, Blitar.

Dengan Bambu, GG Peduli Lingkungan dan Ekonomi Masyarakat

RSUD Mardi Waluyo Tingkatkan Kesehatan Bayi

Studi Banding Bersama Awak Media ke Bandung Tbk Iwhan Tricahyono dalam sambutannya sesaat sebelum pemberangkatan di Hotel Grand Surya Kediri, Kamis (31/10) sore. Dusun Bambu adalah ekowanawisata pertama yang berada di Jalan Kolonel Masturi KM 11 Cisarua, Bandung Barat. Dengan ketinggian 1.500 mdpl, Dusun Bambu menyajikan lanskap menarik dengan udara dingin tapi sejuk, khas lingkungan di kaki pegunungan. Dusun Bambu dibangun dari keprihatinan terhadap sebuah lahan di Bandung Barat yang tak diperhatikan oleh petani setelah panen. Pada tahun 2008, beberapa pengusaha memiliki ide mengembalikan lahan yang memprihatikan tersebut untuk diperbaiki. Salah satunya dengan menjadikan lahan konservasi bambu. Proses pengembalian lahan seluas 15 hektar agar hijau kembali ternyata tak mudah. Diperlukan sedikitnya 100.000 bibit tanaman bambu untuk menciptakan surga alam yang bisa dinikmati semua orang Sementara, Saung Angklung Udjo (SAU) adalah destinasi wisata yang dilengkapi tempat pertunjukan, pusat kerajinan tangan dari bambu, dan workshop instrumen musik dari bambu. Selain itu SAU juga menjadi laboratorium kependidikan dan pusat belajar kebudayaan Sunda, khususnya angklung. Didirikan pada tahun 1966 oleh Udjo Ngalagena dan istrinya Uum Sumiati, tempat ini dibangun untuk melestarikan seni tradisional Sunda. Tak heran jika suasana tempat ini begitu segar dikelilingi pohon-pohon bambu. Aneka kerajinan bambu dan interior bambu hingga alat musik bambu bisa di-

Buka Jasa Pijat Bayi secara Medis dan Tradisional

Rombongan studi banding konservasi lahan dan kerajinan bambu. Mereka berfoto bersama sesaat sebelum keberangkatan menuju Bandung, Kamis (31/10) sore.

FOTO: MEMORA NDUM/YD

Kediri, Memorandum Lingkungan yang tidak seimbang akibat eksploitasi dan pencemaran telah memperparah kondisi alam. Bencana yang dipicu perubahan cuaca dan pemanasan global mulai menjadi isu yang ditakuti. Meski terlambat untuk menyadari, semua kalangan di belahan dunia mulai tergerak melakukan tindakan untuk mencegah, menjaga, dan mengurangi kerusakan lingkungan. Termasuk perusahaan rokok PT Gudang Garam (GG), Tbk. Melalui program corporate social responsibility (CSR), PT Gudang Garam, Tbk berkontribusi pada pelestarian alam, sekaligus memberi nilai tambah ekonomi masyarakat. Salah satunya dengan penanaman pohon bambu di bagian timur lereng Gunung Wilis, Jawa Timur. Program CSR PT Gudang Garam Tbk berkomitmen mengembangkan industri kerajinan bambu di sana, sekaligus merawat kelestarian alam. Untuk itu dibutuhkan peran semua pihak, termasuk media massa dalam memberikan ruang informasi terhadap upaya ini. Melalui media gathering 2019, wartawan diajak berkunjung ke Dusun Bambu dan Saung Angklung Udjo, sebagai sarana studi banding selama 3 hari (31 Oktober - 3 November) untuk menyaksikan secara langsung pengelolaan ekowisata berbasis pelestarian lingkungan yang memberi nilai ekonomi masyarakat. “Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif yang dapat disebarkan ke masyarakat, khususnya pengembangan konservasi lahan dan kerajinan bambu,” terang Kepala Bagian Humas PT Gudang Garam,

Destinasi wisata yang dilengkapi tempat pertunjukan, pusat kerajinan tangan dari bambu, dan workshop. Pergelaran kesenian diiringi instrumen musik bambu di Saung Angklung Udjo (SAU), Jalan Padasuka 118 Bandung, Jumat (1/11) sore.

jumpai di Saung Angklung Udjo. Sekedar diketahui, pada 13 Februari 2016, PT Gudang Garam, Tbk bekerjasama dengan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri, KPH Nganjuk, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Program CSR ini menanam 15.600 bibit bambu di lahan seluas 100 hektar di Desa Tarokan, Kabupaten Kediri. Tanaman bambu itu tersebar di wilayah KPH Kediri yang meliputi BKPH Kediri (3.640 pohon), BKPH Pace (3.640 pohon), dan BKPH Pare (3.640 pohon). Sedangkan sisanya ditanam di BKPH Berbek Nganjuk (4.680 pohon). Sukses dengan penanaman tahap pertama tersebut, program ini berlanjut pada tahap kedua 9 Februari 2017. PT Gudang Garam, Tbk kembali menanam 79.498 bibit bambu di lahan seluas 500 hektar di Dusun Klepu, Desa Parang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Penanaman ini dilakukan bersama Perum Perhutani KPH Kediri dan LMDH.Tanaman bambu ini

tersebar di kawasan BPKH Kediri (43.766 pohon), BKPH Pace (30.887 pohon), dan BKPH Pare (4.845 pohon). D e m i k i a n , Iw h a n Tricahyono menjelaskan penanaman ini memilih jenis Bambu Petung (Dendrocalamus Asper) karena kelebihan yang dimiliki. Selain ukuran lingkar batang yang besar mencapai 20 cm dengan konstruksi dinding tebal serta kokoh, Bambu Petung juga bisa tumbuh hingga ketinggian di atas 20 meter. “Bambu juga merupakan tanaman konservasi dengan kemampuannya menjaga ekosistem air. Sistem perakaran bambu yang sangat rapat dan menyebar ke segala arah mampu menahan tanah dari erosi,” jelasnya lagi. Selain pelestarian lingkungan, program CSR PT Gudang Garam, Tbk juga berupaya membangun pertumbuhan ekonomi kreatif kerajinan bambu masyarakat lereng Gunung Wilis. Memanfaatkan tanaman bambu yang ada, masyarakat diberi keterampilan memproduksi kerajinan bambu hingga berdaya jual tinggi. (yud/rif)

Blitar, Memorandum Untuk meningkatkan kesehatan kepada bayi dan balita, kini RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar menyediakan jasa pijat pada bayi. Pemijatan kepada bayi tersebut, dilakukan secara tradisional dan ilmiah, dibawah tenaga ahli profesional yang berpengalaman di bidangnya. Salah satu tenaga medis ahli pijat bayi tersebut, yakni Dety Andriati AMd Fis. Pemijatan pada bayi merupakan salah satu upaya perawatan kesehatan pada bayi, yang merupakan terapi sentuh tertua dan terpopuler. Sentuhan atau pemijatan pada bayi yang ringan, membuat tumbuh kembang bayi menjadi lebih sehat dan agresif. Terutama pemijatan yang ditujukan kepada rangsangan taktil pertama pada bayi yang sudah dimulai sejak proses persalinan normal berlangsung. Menurut Dety Andriati, pemijatan kepada bayi secara rutin sangat bermanfaat bagi perkembangan bayi sehat. Terutama manfaatnya diantaranya, meningkatkan berat badan bayi, meningkatkan daya tahan bayi terhadap penyakit. Juga meningkatkan konsentrasi bayi dan membuat bayi tidur lebih lelap. Sehingga dengan pemijatan rutin terhadap bayi sangat berfaedah sekali, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi tersebut. Selain manfaat diatas kepada perkembangan bayi yang ideal, menurut Dety yang akrab disapa, pemijatan bayi secara rutin juga memberikan pelajaran terhadap orang tua dalam mengasuh bayi, setelah mendapatkan terapi yang tepat dan profesional. ”Kami salah satu tenaga medis yang ditugaskan di RSUD ini untuk membantu meningkatkan kesehatan kepada masyarakat khususnya kepada ibu-ibu yang memiliki momongan,” ujarnya. Setelah memahami cara memijat dengan lembut pada bayi kesayangannya, nantinya para ibu

Tenaga ahli medis pijat bayi RSUD Mardi Waluyo, Dety Andrianti AMd Fis

bisa mempraktekkan di rumah. Sekaligus para ibu mampu merawat bayinya dengan tepat sesuai kaidah kesehatan pada bayi sesuai tenaga medis yang dianjurkannya. Masih pengakuan tenaga medis handal ini, manfaat pijat bayi juga membantu dan memperlancar peredaran darah serta memperbaiki syaraf, otot yang kaku melalui pijatan pada usia dua minggu sampai dua tahun, di bawah naungan tenaga medis yang berpengalaman. RSUD Mardi Waluyo juga memberikan layanan pemijatan kepada bayi dengan waktu 20 menit dengan mengutamakan kenyamanan dan membuat bayi tidak mudah bosan dan tidak rewel. Pijat pada bayi juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh,

nafsu makan, berat badan, dan membantu memantau tumbuh kembang anak dengan baik sesuai usia pada bayi tersebut. Sehingga jasa pemijatan yang dilakukan tim medis rumah sakit, dibuka mulai jam 07.30 hingga jam 11.00 pada hari Senin hingga kamis. Pada hari jumat buka pemijatan bayi pada jam 7.30 hingga pukul 10.00 pagi. Sedangkan hari Sabtu buka pukul 7.30 sampai jam 10.30. ”Sebaiknya mulai pemijatan terhadap bayi setelah pupak puser jika kondisi bayi sehat. Untuk itu kami simpulkan manfaat terbesar pada pijat bayi, bisa dilhat bayi usia 6 bulan akan tumbuh kembang sehat dan sesuai perkembangannya yang ideal,” pungkas Dety. (adv/pra/rif )


MOJOKERTO-JOMBANG

SABTU LEGI, 2 NOVEMBER 2019 HALAMAN 6

WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.

Edarkan Pil Setan, Masuk Tahanan

Tersangka kita jerat dengan pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009, tentang kesehatan. Dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

FOTO: MEMORANDUM/BJT

Jombang, Memorandum Berniat mencari pendapatan tambahan denagn cara mengedarkan pil dobel L, mengantar Ajir Santoso (41), seorang kuli bangunan warga Dusun Sukomulyo, RT 01/RW 06, Desa Blimbing, Kecamatan Gudo, harus berurusan dengan hukum. Sekaligus diringkus Satreskoba Polres Jombang pada Rabu (30/10) sekitar pukul 01.00. “Tersangka kita amankan di rumahnya. Saat ini prosesnya, sudah dalam tahap penyidikan lebih lanjut,” terang Kasatreskoba Polres Jombang AKP Moch Mukid, Jumat (1/11). Dijelaskan oleh kasatreskoba, sebelum mengarah kepada sang pengedar. Petugas terlebih dulu mendapati seorang saksi yang kedapatan membawa 9 paket pil dobel L. Masing-masing dala paket tadi, berisikan sebanyak 9 butir sediaan obat keras berbahaya (okerbaya). “Dari 9 paket yang disita dari tangan saksi, petugas mengamankan total 45 butir pil dobel L. Ketika ditelusuri lebih lanjut, barang tadi didapat dari seorang pengedar yang tinggal di Desa Blimbing, Kecamatan Gudo,” jelasnya. Tak mau buruannya lolos dari jerat hukum, sambung Mukid, petugas langsung bergerak menuju rumah Ajir. Di lokasi ini, selain tanpa kendala membekuk sang pengedar. Polisi kembali mengamankan barang bukti berupa 9 paket yang sama, atau setara dengan 81 butir pil dobel L. “Akibat perbuatannya, tersangka terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar. Sebagaimana diatur dengan pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,” pungkasnya. (wan/rif )

Warga mengambil air di sumur sawah (bor) karena sumur mereka kering.

Ini Penyebab Mengeringnya Sumur Warga di Mojokerto Mojokerto, Memorandum Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto langsung turun ke Desa Kepuharum, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Hasilnya, keringnya sumur warga dikarenakan banyaknya warga membuat sumur bor di sawah desa setempat. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini mengatakan, setelah mengetahui adanya pemberitahuan terkait warga Desa Kepuhanyar yang mengeluhkan sumur warga kering, tim mitigasi berangkat ke lokasi. “Kemarin sore langsung turun ke lapangan,” ungkapnya, Jumat (1/11). Masih kata Zaini, Kondisi sumur sebagian warga dan sumber mata air di Dusun Sukorejo, Desa Kepuharum, saat ini mulai berkurang dikarenakan kemarau panjang. Sehingga, sebagian warga membuat sumur bor untuk mengairi area persawahan yang ditanami tanaman jagung. “Ada 28 sumur bor yang dibuat warga sehingga berakibat debit air yang ada di sumur warga berkurang, karena banyak digunakan di sumur-sumur bor. Sehingga disimpulkan berkurangnya debit air di sumur warga bukan karena kekeringan tapi karena air terbagi-bagi ke sumur bor yang digunakan untuk pengairan sawah,” katanya. Akibatnya, kurang lebih 350 Kepala Keluarga (KK) atau kurang lebih 700 sampai 800 jiwa warga Dusun Sukorejo, Desa Kepuharum, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Zaini mengatakan, jika di sekitar lokasi masih ditemukan sumber air maka bisa dikatakan belum masuk kategori kekeringan. “Kasus di Kepuharum itu krisis air karena di sekitar lokasi masih ditemukan sumber air dan warga untuk mencari sumber air tersebut tidak terlalu jauh. Dikatakan kekeringan, jika warga mengambil air minimal dengan jarak 3 KM maka masuk kategori kekeringan,” jelasnya. Pemkab Mojokerto menyatakan, ada tiga kecamatan dari 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto dilanda kekeringan saat musim kemarau panjang ini. Setidaknya ada enam desa di tiga kecamatan tersebut mengalami kekurangan air bersih. Ada empat desa di Kecamatan Ngoro, satu desa di Trawas dan satu desa di Dawarblandong. Empat desa di Kecamatan Ngoro yakni Desa Kunjorowesi, Manduromanggunggajah, Kutogirang dan Wotanmas Jedong. Satu Desa di Kecamatan Trawas yakni Duyung dan satu desa di Kecamatan Dawarblandong yakni Simongagrok. Pemkab Mojokerto melalui keputusan Bupati Mojokerto sudah menyatakan status siaga darurat bencana kekeringan sejak bulan Juni lalu. (bjt/rif)

yang dibawanya, dari salah satu pengedar. Berbekal keterangan itu, kita lakukan upaya pengembangan,” ungkapnya, Jumat (1/11). Pengembangan yang dilakukan polisi, terbukti berbuah manis. Sebab tidak lama setelah melakukan upaya penyelidikan, Dadang dapat ditangkap tanpa ada perlawanan. Saat didesak, tersangka mengaku jika di kedia-

Dadang Irawan diapit petugas di Mapolsek Diwek.

mannya masih terdapat sisa pil setan. “Setelah mengamankan tersangka, kita langsung melakukan upaya penggeledahan di ru-

mahnya. Hasilnya, kita temukan 30 butir pil dobel L yang kini turut kita sita sebagai barang bukti,” sambung kapolsek.

Pemotor Tewas Terlindas Truk Tangki Mojokerto, Memorandum Seorang pemotor tanpa identitas tewas terlindas truk pengangkut air isi ulang di Jalan Gajah Mada, Jumat (1/11) sekitar pukul 12.40. Nyawa pemotor berjenis kelamin laki-laki tadi tak tertolong, setelah terlindas roda belakang truk bernopol S 8545 UT yang dikemudikan Ihsan, warga Kecamatan Sooko. Dituturkan Kanitlantas Polsek Mojosari Iptu Didit Setiawan. kejadian bermula saat korban yang mengendarai Honda Vario S 6401 RI melaju dari arah barat ke timur. Setibanya di lokasi, motor matic yang dikendarai oleh korban bersenggolan dengan kendaraan lain. “Motor korban bersenggolan dengan kendaraan L 300 yang berajalan searah. Selanjutnya, ia oleng dan terjatuh ke selah kanan,” tuturnya, Jumat (1/11). Nahas, setelah terjatuh ke lajur kanan, dari arah berlawanan melintas truk bermuatan air isi ulang. Akibatnya, tubuh korban masuk ke jalur truk dan terlindas roda bagian belakang. “Mengetahui kendaraan yang dikemudikan bersenggolan dengan pemotor, pengemudi mobil pick up langsung kabur. Sementara itu, pengemudi truk seketika berhenti setelah ada pemotor terlindas,” sambung kanitlantas. Petugas yang tiba tak lama

FOTO: MEMORANDUM/NO

Kuli Bangunan Jualan Dobel L

Diungkapkan Kapolsek Diwek AKP Ach Chairuddin, sebelum berhasil meringkus tersangka, petugas terlebih dulu mengamankan seorang saksi yang kedapatan membawa 46 butir pil dobel L. Saat didesak, saksi menyebut jika barang tadi didapat dari salah seorang pengedar asal Desa Pulorejo. “Saksi mengaku mendapat puluhan butir okerbaya

Guna kepentingan penyidikan lebih lanjut, selain mengamankan total 76 butir pil dobel L. Polisi turut pula menyita uang hasil penjualan sebesar Rp 100.000. Dan baik tersangka maupun barag bukti tadi, kini telah dibawa ke Mapolsek Diwek. “Tersangka kita jerat dengan pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009, tentang kesehatan. Dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar ,” tegas Chairuddin. (wan/rif)

Evakuasi korban yang terjebak di bawah badan truk.

setelah mendapatkan laporan warga. Langsung melakukan olah TKP minta keterangan

saksi. Sekaligus mengevakuasi koran ke kamar jenazah RSUD Soekandar Mojosari. “Perkara-

nya kini sudah kita tangani. Guna kepentingan penyidikan, barang bukti berupa kendara-

an yang terlibat kita amankan ke Mapolres Mojokerto,” tandas Didit. (no/rif )

Komisi D DPRD Jombang Sidak Pembagian Kain Seragam Jombang, Memorandum Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang inspeksi mendadak (sidak) terkait pembagian kain seragam gratis. Bukan hanya menyambangi gedung tennis indoor Pemkab Jombang yang dijadikan lokasi pembagian. Wakil rakyat juga menyambangi sejumlah sekolah untuk mengetahui secara langsung proses pendistribusian. Dua lokasi yang disambangi adalah masing-masing Sekolah Dasar Negeri Jatipelem serta Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Perak. Diungkapkan Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang Syarif Hidayatulloh. Sebelum melakukan sidak, pihaknya telah beberapa kali endapat informasi dari sejumlah pihak. Terkait adanya keterlambatan pembagian kain seragam gratis. Padahal, dengan keterlambatan yang terjadi menimbulkan dampak kepada murid dan orang tua. “Harapan kami dengan kejadian ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk tahun depan. Karena kejadian itu berdampak kepada murid dan orang tua,” ungkapnya, Jumat (1/11). Dampak tadi, sambung pria yang akrab disapa Gus Sentot itu, mereka (orang tua,red) harus mengeluarkan biaya tambahan. Pertama untuk ongkos jahit, maupun membeli kain yang serupa agar anaknya dapat memakai seragam. Dan hal inilah yang dianggap oleh wakil rakyat tidak perlu. “Agar anaknya dapat memakai seragam, orang tua harus mengeluarkan bi-

aya tambahan. Dan hal itulah yang menjadi beban yang seharusnya tidak perlu,” sambungnya. Dengan berbagai pertimbangan tadi, Komisi D berharap agar tahun depan ada perbaikan. Karena memang pembagian kain seragam gratis merupakan salah satu janji kampanye Bupati. Diakui pula olehnya, kemarin memang ada wacana jika nanti realisasi akan dirubah. Dari yang awalnya kain, atau seragam jadi, atau justru berupa uang dalam bentuk bosda. “Kemarin memang ada masukan jika realisasi tahun depan dapat berupa uang melalui Bosda. Pertimbangannya, orang tua tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan lagi,” tandas Gus Sentot. Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Agus Suryo Handoko menambahkan, jika pembagian kain seragam yang dilakukan di gedung tenis indoor, adalah jadwal kain seragam olahraga untuk jenjang SMP dan MadrasahTsanawiyah (MTs).“Jadwal program hari ini adalah pembagian seragam olahraga untuk SMP dan MTs. Agar proses pembagian tanpa kendala, dalam sehari kita lakukan dua sesi,” paparnya. Dijelaskan olehnya, sesi pertama yang dimulai sejak pagi hari hingga siang. Adalah pembagian kain seragam olahraga untuk SMP. Sementara bagi MTs akan dibagikan pada siang hari, dimulai pukul 13.00. Ketika dikejar apa yang menjadi kendala hingga berdampak molornya jadwal

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

Ajir Santoso di Mapolres Jombang.

AKP Ach Chairuddin Kapolsek Diwek

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

Jombang, Memorandum Unit Reskrim Polsek Diwek meringkus seorang pengedar obat keras berbahaya (okerbaya) jenis dobel L, Kamis (31/10) sekitar pukul 14.30, di placemen atau lokasi parkir Pabrik Gula (PG) Cukir. Pengedar yang diringkus Dadang Irawan (24), asal Dusun Bakalan, RT 07/RW 02, Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro. Polisi menyita sejumlah barang bukti.

Sidak Komisi D DPRD Jombang di gedung tennis indoor Pemkab Jombang.

pembagian. Kabid Pembinaan SMP menyebut jika persoalan hasil uji lab tidak dapat rampung

secara bersamaan. “Kendala yang kita hadapi hingga saat ini adalah hasil uji lab yang tidap dapat bersa-

maan. Jadi hanya yang sudah keluar hasilnya, dapat kami bagikan,” pungkas Agus Suryo. (wan/rif)


HUKUM & KRIMINAL WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Tangkap 3 Pemakai Sabu, Pengedar Kabur FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Rumah Penjual Miras Gadel Digerebek

Ketiga tersangka yang diamankan polisi.

ke tahanan. Sedangkan MAS masih diburu dan ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). “Penggerebekan berkat laporan dari masyarakat, bahwa di rumah pengedar selain dijadikan transaksi sabu, juga menyediakan tempat nyabu bagi pembeli,” kata Kapolsek Sukomanunggal Kompol Aryanto

Agus didampingi Kanitreskrim Iptu Tritiko, Jumat (1/11). Untuk menggerebek rumah tersebut, petugas lebih dulu melakukan pengintaian dan setelah memastikan adanya pesta sabu, langsung menggerebeknya.“Saat kami gerebek, ketiga tersangka masih mempersiapkan peralatan sabu,” beber Aryanto. Dari pengakuan ketiga ter-

sangka, diketahui sabu dan peralatannya sudah disediakan oleh pemilik rumah dengan membayar Rp 300 ribu. “Kami sudah sering ke sini nyabu bareng dan baru kali ini tertangkap polisi. Tahu di sini juga menyediakan tempat untuk nyabu dari teman,” ujar seorang tersangka menjawab pertanyaan penyidik. (rio/nov)

Surabaya, Memorandum Polsek Tandes menggerebek rumah penjual miras jenis cukrik di Jalan Gadel Timur XI, dan mengamankan Udin sebagai pemilik rumah. Petugas juga melakukan penggeledahan di dalam lokasi, hingga menemukan puluhan botol air mineral berukuran besar dan kecil berisi arak Jawa. Setelah terbukti, Udin akhirnya dibawa ke mapolsek berikut barang bukti miras. Pria ini dijerat dengan tindak pidana ringan (tipiring). “Penggerebekan berawal adanya informasi dari masyarakat, bahwa Udin menjual miras di rumahnya,” kata Kapolsek Tandes Kompol Kusminto, Jumat (1/11). Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Kusminto dengan mengintruksikan anggotanya untuk menggerebek rumahnya pada tengah malam. Sempat terjadi adu mulut antara polisi dengan keluarga Udin. Sehingga petugas mengambil sikap tegas dengan mengamankan pria tersebut, dan menyita puluhan miras ke Mapolsek Tandes. (rio/nov)

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

KKAMIS KAM KA AMIS LEG LEGI, 29 AGUSTUS 2019

Surabaya, Memorandum Genderang perang terhadap narkoba terus dilakukan anggota Unit Reskrim Polsek Semampir. Terbukti, petugas kembali menggerebek dan meringkus tiga pelanggan yang sedang pesta sabu di salah satu rumah pengedar di Jalan Kunti. Ketiganya adalah Achmad Faisal (30), Suherman (34), dan Asmadinari (45), ketiganya warga Jalan Mojoklangru Lor. Namun, pemilik rumah inisial MAS kabur saat petugas datang menggerebek rumahnya. Selain menangkap ketiga tersangka, polisi juga menyita barang bukti alat isap sabu (bong); 1 plastik klip kecil berisi sabu seberat 0,38 gram; 1 buah gunting; 1 buah sekop; dan 7 buah sedotan. Guna pengembangan lebih lanjut, para tersangka dibawa ke mapolsek dan dijebloskan

SABTU LEGI, 2 NOVEMBER 2019 HALAMAN 7

Kanitreskrim Polsek Tandes Ipda Gogot Purwanto menginterogasi Udin di mapolsek.

Pembunuhan Bangkit Direka Ulang 23 Adegan Ada enam tersangka yang memperagakan 23 adegan reka ulang tersebut. Mereka adalah Bambang Irawan (27), dan Rulin Rahayu Ningsih (32), keduanya warga Perumahan Magersari, Sidoarjo; Kresna Bayu Firmansyah (22), warga Jalan Nyamplungan. Sementara tiga lainnya yakni Muhammad Rezaldy Firmansyah

Sambungan dari halaman 1

(19), warga Jalan Dinoyo; Alank Resky Perdana (26), warga Jalan Stasiun Bebekan, Kecamatan Taman, Sidoarjo, dan M Imron Rusyadi (21), warga Desa Jatirejo, Kecamatan Sugio, Lamongan. Mereka memperagakan satu persatu dari 23 adegan di kasus penculikan dan pembunuhan tersebut. Reka ulang diawali saat Rulin berte-

mu dengan korban yang baru keluar dari Kantor UMC Jalan Ahmad Yani, Wonokromo. Setelah itu dilanjutkan kedatanagan Bambang beserta empat tersangka lain mengemudikan mobil Suzuki Ertiga nopol W 1805 VB. Dalam adegan kelima, korban dirangkul oleh Bambang dan dibawa ke mobil. Kemudian adegan keenam, ter-

lihat tersangka lain selain Rezaldy membantu memasukkan korban ke dalam mobil, dan duduk di jok tengah diapit Alank dan Imron. Dalam adegan kesembilan, diperlihatkan bagaimana korban sempat memberontak dengan menendang pintu mobil menggunakan dua kaki hingga terbuka. Saat itu, Bangkit berhasil keluar dari mobil tapi Bambang

langsung memukul dan merangkulnya. Adegan selanjutnya bagaimana korban sampai di Jembatan Cangar, lalu dibenturkan ke besi jembatan hingga dilempar dari bawah penghalang jembatan. Total ada 23 adegan yang dilakukan keenam tersangka ini. Proses itu dilaksanakan untuk melengkapi berkas, dan juga memberikan gam-

baran jelas ke jaksa bagaimana awal mula penculikan hingga berujung ke pembunuhan Bangkit. “Mereka memperagakan setiap adegan untuk memberikan gambaran kronologi sebenarnya. Ini sebagai bahan untuk melengkapi berkas-berkas,” pungkas Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Giadi Nugraha. (fdn/nov)

Jalan Kaki dari Lamongan-Surabaya sungguh memprihatinkan. Meski berhasil melepaskan diri dari ikatan tali dan lakban di wajahnya, Suwarnata (35), warga Desa Gores, Kecamatan Gerokak, Singaraja, Bali ini mengaku berjalan kaki dari lokasi pembuangan di Lamongan, hingga perbatasan Gresik-Surabaya. Saat berjalan, korban mengaku ketakutan dan kebingungan karena

Sambungan dari halaman 1

truk yang menjadi sumber penghasilannya dirampok. Saat dibuang, pria ini kondisi matanya dilakban dengan kedua tangan terikat. Dia dibuang di area persawahan dan mencoba melepaskan ikatannya sendiri. Butuh perjuangan hingga akhirnya Suwarnata berhasil melepas ikatan tali yang mengikat tangannya.“Korban melepas ikatannya sendiri waktu itu,” kata

Seret Nama Dua Artis

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti. Setelah berhasil, korban segera berjalan kaki menuju ke arah Surabaya. Ia sesekali menumpang kendaraan yang saat itu melintas dan kembali berjalan kaki menuju ke Surabaya untuk melaporkan kejadian perampokan yang dialaminya. Setiba di perbatasan Gresik-Sura-

Sambungan dari halaman 1

Kapolda Jatim Irjenpol Luki Hermawan mengatakan, bahwa pihaknya sudah meminta kepada penyidik untuk mendalami lagi kasus prostitusi online yang menyeret artis berinisial IS dan B. “Kami sudah perintahkan ke penyidik untuk inisial IS dan B akan didalami lagi dan akan kami mintai keterangannya,” kata Luki di depan Gedung Tribrata Mapolda Jatim, Jumat (1/11). Luki juga menambahkan, bahwa Soni memiliki 100 wanita dalam bisnis prostitusi online yang dijalankannya. Dari 100 wanita itu, diketahui 42 di antaranya di bawah naungan muncikari artis VA. “Setelah dicek oleh digital forensik, dari 100 wanita itu, ada 42 yang beririsan. Artinya terkait antara muncikari yang dulu dengan sekarang,” papar kapolda. Selama menjajakan kemolekan tubuh wanita-wanitanya itu, lanjut Luki, ternyata Soni membuat semacam klasifikasi harga yang berbeda berdasarkan ciri fisik tubuhnya. “Ada beberapa pengiriman konten spesifikasi seperti tinggi ba-

dan, berat badan hingga ukuran warna kulit,” sambung Luki. Tarif kencan yang dipasang Soni pada para pelanggan prostitusi online-nya itu terbilang mencengangkan. Sebab harga paling murah yang ditawarkan yakni Rp 16 juta dan termahal Rp 100 Juta. Hal senada juga disampaikan oleh Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Gideon Arif Setyawan. Gidion mengatakan, temuan data para wanita yang disebut oleh kapolda itu masih dari hasil temuan sementara. Gidion juga membenarkan, tentang adanya berpindahnya 42 wanita bekas anak asuh muncikari sebelumnya (muncikari VA, red) ke tersangka muncikari Soni Dewangga. “Ya beririsan dan interseksi,” ujar Gidion tanpa menjelaskan maksudnya. Gidion juga menuturkan, bahwa jaringan prostitusi yang diakomodir Soni ini mencapai seluruh Indonesia. “Jaringan antarwilayah se-Indonesia,” pungkasnya. (x-3/nov)

Gudang Ekspedisi Margomulyo Dilahap Api Dedik menjelaskan, ada 1 unit sepeda motor Suzuki Shogun AG 2216 ZR dan 5 unit truk colt diesel masing-masing L 9925 UK, S 8152 SB, L 8504 UX, L 8272 UB, dan S 9956 RB yang ikut terbakar. “Pemadaman sempat terkendala arus listrik dan truk yang terparkir. Komponen yang terbakar di dalam gudang ada tinner, karbit, plastik dan ban-ban bekas. Sehingga memerlukan banyak liquid foam untuk memadamkan api,” beber Dedik Irianto. Informasi yang dihimpun, api berkobar disertai kepulan asap diketahui oleh warga dan pihak

Sambungan dari halaman 1

keamanan gudang pada pukul 03.00. Selanjutnya saksi menghubungi petugas pemadam kebakaran (damkar) Rayon V Margomulyo. Tak lama kemudian, datang 15 unit mobil damkar dan bronto skylift di lokasi dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 05.33. “Petugas sempat membantu mengevakuasi barang di dalam gudang,” ungkap Dedik. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut dan hingga kini belum diketahui penyebab kebakaran beserta kerugian materi yang derita pihak perusahaan tersebut. (rio/nov)

Fokus Jadi Desainer

Sambungan dari halaman 1

Dulu, Bella Shofie dikenal sebagai artis yang penuh sensasi dan kontroversi. Namun sejak beberapa tahun terakhir, doi memutuskan untuk absen dari dunia hiburan dan fokus dengan job barunya sebagai desainer. Belum lama ini, Bella mengikuti ajang fashion bergengsi, Jakarta Fashion Week dan menampilkan 13 koleksi desainnya sendiri. Kepada awak media, ibu satu anak ini mengaku jika dirinya memang bakal lebih strict dalam memilih tawaran syuting yang masuk padanya. “Kalau entertainment cukup dikurangi aja karena ada banyak dan mungkin kalau syuting striping nggak ya karena anak lagi berkembang-berkembangnya, lagi banyak bicara, jadi aku selalu luangin waktu untuk anak. Tapi kalau acara sebentar gini, live aku bawa anak,” ungkap Bella ketika ditemui di kawasan Mampang

Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (31/10). Keputusan Bella untuk menekuni dunia fashion mendapatkan dukungan penuh dari sang suami. Bahkan, tahun depan rencananya Ia bakal ikut dalam ajang fashion berskala Internasional. “InsyaAllah tahun depan aku mau ke Paris juga, Paris Fashion Week, mudah-mudahan dilancarkan. Persiapan detail belum, tapi sudah ada perencanaan, seperti apa di sana, seperti apa marketnya,” sambungnya. Yang bikin penasaran, apakah penghasilan Bella sebagai desainer lebih besar ketimbang saat syuting? Sayangnya, wanita asal Medan itu enggan membocorkan nominal pastinya. “Sebenernya tergantung ya, kadang-kadang (penghasilan) lebih besar, kadang-kadang lebih sedikit, relatif aja,” tuntas wanita berusia 27 tahun itu. (*/nov)

baya, korban mendapat tumpangan hinga melaporkan kejadian yang dialami ke Mapolrestabes Surabaya. Korban mengaku kebingungan dan memilih melaporkan kejadian ke Mapolrestabes Surabaya. Ini dikarenakan ia masih shock dan ketakutan setelah peristiwa yang menimpanya. Meski truknya dibajak pelaku, Suwarnata tidak mendapat penga-

niayaan dari pelaku yang diduga berjumlah lima orang saat berada di dalam mobil. “Tidak ada luka di tubuh korban. Artinya pelaku tidak menganiaya sama sekali,” lanjut alumni Akpol 2013 itu. Seperti diberitakan, truk nopol DK 8369 QW bermuatan kayu kamper dibajak lima pelaku yang saat itu memakai sarana Ertiga. Rencananya,

sopir truk hendak mengantar muatan kayu dari Gresik ke Bali. Setiba di tol Romokalisari, korban dihentikan oleh mobil yang di dalamnya berisi para pelaku. Suwarnata dipaksa turun kemudian matanya dilakban dan kedua tangannya diikat. Selanjutnya pria ini dibuang ke persawahan di Lamongan pada 23 Oktober lalu. (fdn/nov)

Dikejar Korban, Pelaku Menghilang melalui HP, Kristian mengatakan apa yang dialami sekitar pukul 03.30. “Kejadiannya sekitar pukul 03.30 atau menjelang salat subuh,” kata Kristian. Kristian menceritakan kronologi kejadian yang menimpanya. Saat itu, ia bersama istrinya hendak pulang ke rumah kosnya setelah menjenguk adik temannya yang sakit di RSUD Dr Soetomo. “Setelah menjenguk, saya bersama istri pulang dengan mengendarai motor Beat nopol L 6603 MO,” katanya.

Sambungan dari halaman 1

Setiba di Jalan Prof Dr Mustopo, pasutri ini tidak menyadari jika diikuti oleh pelaku yang mengendarai Vario. Saat pasutri tersebut lengah, pelaku langsung merampas tas milik Sri dan bergegas menggeber gas motornya. “Saya mencoba mengejar pelakunya tapi tidak berhasil,” jelas Kristian. Kristian menduga kalau pelaku sudah ahli dalam menjalankan aksinya. “Pelaku berpengalaman karena njambret sendirian. Selain itu, kemungkinan dia tinggal tidak jauh dari lokasi dan hafal daerah tersebut,”

imbuh korban. Kristian menjelaskan, dalam tas yang dijambret pelaku berisi HP, uang Rp 400.000, serta dua lembar KTP. Sementara ketika dikonfirmasi tentang kejadian itu, Kanitreskrim Polsek Tambaksari Iptu Didik Ariawan mengatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan dari korban. “Kami belum menerima laporan dari korbannya. Masyarakat harus lebih berhati-hati jika keluar malam, sebab intensitas kejahatan lebih tinggi pada malam hari,” kata Didik. (x-3/nov)

Jumat Darling di Masjid untuk Jaga Kerukunan Umat Dorang, Perak Barat. Hal ini dilakukan untuk mengimbau kepada para takmir dan jemaah untuk selalu menjaga kerukunan umat beragama. Kapolsek Krembangan Kompol Esti Setija Oetami mengatakan, imbauan jaga kerukunan yang disampaikan Aipda Yanuri ini merupakan bagian dari salah satu di antara enam program unggulan dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak yakni Jumat Darling. “Program Jumat Darling ini rajin dilakukan oleh para bhabinkamtibmas di lingkungan masjid-masjid,” jelas Esti. Dalam imbauannya, anggota bhabinkamtibmas menyampaikan ke jemaah supaya selalu hidup rukun dan

damai, baik dengan umat seiman maupun yang berbeda agama. Mereka juga diminta agar selalu waspada terhadap ajaran radikal yang berupaya mengajak membenci umat beragama lain. Bahkan, anggota mengingatkan kepada Jemaah untuk mewaspadai berita-berita negatif di media sosial, terutama berita bermuatan suku, agama, ras dan adat (SARA). Karena saat ini banyak beredar berita bohong alias hoaks yang sengaja dibuat untuk memecah belah persatuan dan kesatuan di masyarakat. Jumat Darling juga dilakukan Aiptu Suroyo, Babinkamtibmas Polsek Asemrowo di Masjid Al Amin Jalan Tambak Pokak. Usai

Sambungan dari halaman 1 salat, Suroyo memberikan pesan-pesan positif kepada jemaah dengan tujuan mewujudkan situasi wilayah yang kondusif. Di sisi lain, Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar kegiatan bimbingan rohani dan mental (binrohtal) yang diikuti semua personel yang beragama Islam, termasuk para aparatur sipil negara (ASN) di Masjid Al Hidayah Mapolres. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menguatkan iman dan ketakwaan para personel agar setiap tugasnya selalu mengedepankan hati nurani dan kebenaran. Diharapkan dengan iman dan ketakwaan yang kuat, semua personel tidak sampai melenceng dalam tugasnya. (rio/nov)

Hibur Orang Tua: Mencintai Hati Perempuan, Bukan Yang Lain akan terbuka,” katanya. Panitia memang menyediakan air kembang di tempat Rani akan dimandikan. Lengkap dengan gayungnya. Batin Memorandum, “Wah… bakal seru nih.” Dengan pakaian adat Jawa yang hanya memakai kemben, kain yang bagian atas hanya ditali di garis tertinggi dada, Rani dipersiapkan untuk dimandikan. Namun, sebelum itu dilakukan, ibunda Rani yang mengawali menyiram berkata, “Maaf, kulit muka Rani alergi air kembang. Jadi, kami hanya memandikannya dari pundak ke bawah.” Dila spontan memandang Memorandum, demikian pula sebaliknya. Kami pun menahan tawa. Tidak lama kemudian kami berpamitan dan meninggalkan tempat. Waktu pun berlalu. Tidak ada peristiwa menarik. Baru sekitar dua bulan kemudian telepon Memorandum bergetar. Ada pesan WA. Dari Wahyu. Pesannya singkat. Begini: Alhamdulillah, Rani sudah lahiran. Cowok.

Cakep kayak kakeknya. Mohon doanya. Kuperkirakan saat itu sekitar pukul 02.03, karena alrm yang kuatur berbunyi setiap pukul 02.00 baru saja berdering. Tak lama kemudian menyusul WA yang lain: Rani pingsan. Pendarahan dan terlalu banyak mengeluarkan cairan. Dua menit berselang menyusul WA ketiga: Temani aku ke rumah sakit. Beriap-siaplah, kujemput di rumah. Kami pun menembus dingin dan gelapnya malam di atas motor. Memorandum mendadak teringat peristiwa masa muda, ketika kami iseng ingin cangkrukan di bibir kawah Bromo dan nekat berangkat dari Mojokerto sekitar pukul 23.00. Waktu itu kami baru terbebas dari beban ujian akhir SMA. Awalnya kami cuma berencana mencari kehangatan malam dengan jagongan di alun-alun Kota Mojokerto sambil minum angsle. Tidak terasa kami sudah sampai di rumah sakit. Kami segera masuk, menuju

Sambungan dari halaman 1

ruang persalinan. Dari dinding kaca yang kordennya tersibak tampak Beni sedang duduk di pinggir ranjang. Tangannya membelai seorang perempuan. Dada Memorandum mendadak bergetar keras. “Jangkrik, Dila ternyata benar.” Spontan aku melirik Wahyu. Kulihat ada keterkejutan di wajahnya. Beni yang mendengar ada yang datang segera keluar ruang persalinan. “Aku mencintai hati Rani, Pa. Bukan faktor yang lain. Dia baik. Sangat baik,” kata Dani sambil memeluk Wahyu. (habis)

Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih

Sepak Bola dan Pilkada Jawa Timur Suap! Pemain Persebaya kena suap! Bisa jadi itulah yang ada di benak ribuan bonekmania (terutama yang menyaksikan langsung pertandingan di GBT), meski mereka sadar tidak akan bisa membuktikan kebenarannya. Di dunia persepakbolaan, kata suap adalah hal hal biasa. Sudah banyak contohnya. Banyak pula

korbannya. Modusnya pun berbagai macam. Dan, suap tidak akan pernah bisa hilang atau dihilangkan dari dunia permainan kulit bundar. Kondisi seperti ini tentu mengancam posisi sepak bola nasional kita. Yang kini mendapat penunjukan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2020. Paling tidak, kejadian amuk bonek

Sambungan dari halaman 1 dan dugaan suap pada laga Persebaya vs PSS Sleman memantik keraguan. Apakah Indonesia (baca: GBT) bisa dan siap menjadi tuan rumah Piala Dunia 2021? Problem lain, belum lama ini PSSI bersih-bersih penjahat pengatur skor. Banyak pelaku ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Tapi, apakah itu juga menjamin sepak bola kita

bersih? Belum. Sinyal ini sudah dibaca Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Tanpa teding aling-aling, gubernur perempuan pertama Jawa Timur itu langsung bersikap. Minimal untuk satu persoalan, tempat pertandingan. Stadion Kanjuruhan Malang lebih pas jika akan dijadikan venue Piala Dunia 2021 dibanding GBT.

Satu sinyal itu yang (mungkin) bisa menyelesaikan persoalan untuk menambah keyakinan pada FIFA memilih venue di Jawa Timur. Sebab, mulai dari akses jalan menuju GBT, secara kualitas saat ini jauh dikatakan cukup layak. Belum lagi soal bau tak sedap lingkungan GBT yang sangat dekat dengan tumpukan sampah, menam-

bah nilai negatif GBT. Tapi, apakah sinyal gubernur itu tidak berbau politis? Mengingat, tahun depan Kota Surabaya ada pergantian wali kota? Pasti banyak ragam jawabannya. Karena banyak kepentingan pada 2020. Ada sekitar 19 pilkada di Jawa Timur yang tak jauh-jauh juga dari suap dan money politics.(*)


SERTIFIKA T

P ER S WAN DE

HUKUM & KRIMINAL

SABTU LEGI, 2 NOVEMBER 2019

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

HALA HALAMAN 8

Predator Anak Karangdagangan Dibekuk

Jombang, Memorandum Pelarian Adi Indra Purnama (24), predator anak asal Kecamatan Bandar Kedungmulyo, berakhir di tangan anggota Satreskrim Polres Jombang. sangka telah melakukan aksinya kepada delapan anak. Terhitung dari tahun 2016, hingga terakhir pada beberapa waktu lalu,” jelas Kasatreskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu, Jumat (1/11).

Sebelum berhasil memaksa korban melakukan perbuatan layaknya pasangan suami istri (pasutri). Terlebih dulu Adi mengajak korban menginap di rumahnya. Karena sudah saling kenal, korban tak menolak. “Baru pada dini hari korban diminta untuk beristirahat di kamar tersangka. Lalu korban dipaksa untuk melakuan hubungan badan hingga menjelang pagi hari,” beber Azi Pratas Guspitu. Karena masih takut dengan an-

caman tersangka, korban baru berani menceritakan apa yang dialaminya saat perbuatan tersangka juga menyasar korban lain. Sementara Adi yang mendengar jika perkaranya dibawa ke ranah hukum, langsung kabur sebelum akhirnya diringkus. “Tersangka dijerat pasal 81 UU RI Nomor 35 Tahun 2014, tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Azi Pratas. (wan/fer)

Adi Indra Purnama diamankan anggota Satreskrim Polres Jombang.

FOTO: MEMORANDUM/RUL

FOTO: MEMORANDUM/ARIS

Tersangka yang sempat kabur setelah dilaporkan melakukan asusila kepada 8 anak itu, Kamis (31/10) malam akhirnya dibekuk di desa lainnya. “Dari pengakuan sementara ter-

Ditambahkan mantan Kasatreskrim Polres Malang itu, kendati ada 8 korban, beberapa di antaranya memang belum membuat laporan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang. Namun, ada salah satu orang tua korban yang sudah melaporkan kejadian tersebut. “Untuk korban yang satu ini, kejadiannya pada tanggal 1 Januari 2016. Lokasi kejadianya di rumah tersangka,” ujarnya.

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN

Ancam Korban untuk Muluskan Aksi

Para penari Bapang yang turut memeriahkan acara penutupan TMMD.

Tampilkan Budaya Lokal Tari Bapang

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH bersama kasatreskrim baru dan kasatreskrim lama.

Kapolres Pimpin Sertijab Kasatreskrim

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

FOTO: MEMORANDUM/ARIS

Malang, Memorandum Tari tradisional Bapang yang terus dijaga oleh warga Kedungsalam ditampilkan dalam penutupan TMMD ke106 Kodim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu. Sedangkan penarinya dimotori oleh Karang Taruna Kedungsalam. “Tari Bapang ini khusus kami persembahkan pada saat penutupan TMMD. Tari ini juga salah satu kreatifitas dari kearifan lokal warga Kedungsalam,” tutur Tumirin, salah satu tokoh adat Kedungsalam. Gerakan nan lincah dan seragam dari penari persembahan warga Kedungsalam, mengundang decak kagum para penonton. (tyo/fer)

Mehiasi berbincang dengan satgas TMMD.

Rumah Sudah Layak Huni dan Sehat, Mehiasi Tersenyum Norfiandi Arifin dan April Budi Sulistiono berikut barang bukti.

Malang, Memorandum Program TMMD ke-106 Kodim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu berhasil diselesaikan 100 persen oleh satgas TMMD bersama warga. Senyum bahagia terpancar dari wajah Mehiasi, warga Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, yang rumahnya kini sudah layak huni dan sehat. Dia menuturkan, kerja keras para tukang , warga, dan satgas tidak bisa dibayar dengan uang, akan tetapi dirinya hanya bisa membayarkan dengan doa. “Atas kebaikan bapak TNI, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalaskannya, dan dimudahkan rezeki.Terima kasih juga saya ucapkan mau membantu warga kurang mampu seperti saya ini,” ujar Mehiasi. Ia menambahkan, melihat rumahnya membuat dirinya sangat terharu dan gembira. “Seperti tidak percaya kini rumah saya bagus dengan wajah baru,” imbuh Mehiasi. (tyo/fer)

Kakek Tembok Dukuh Kurir Sabu

Ambil Ranjauan SS, Diringkus

Pejabat utama Polres Pasuruan Kota cangkrukan bersama camat Rejoso, danramil Rejoso, dan calon kades.

FOTO: MEMORANDUM/YUD

Cangkrukan Bareng Camat dan Calon Kades FOTO: MEMORANDUM/DANNY

Surabaya, Memorandum Niat Afif Nur Affandi alias Pinem (33), untuk mengisap sabu-sabu(SS) setelah sepekan gelisah tidak memiliki uang, gagal. Sebab, usai mengambil ranjauan sabu di Nginden Intan Selatan, tersangka tepergok polisi yang sudah beberapa hari lalu mengintai warga Jalan Semolowaru Tengah itu. Alhasil, tersangka berikut barang bukti satu poket sabu seberat 0,40 Afif Nur Affandi alias Pinem gram digelandang ke ruang unit idik III Satreskoba Polrestabes Surabaya. Petugas juga turut menyita barang bukti satu bungkus rokok dan tas pinggang untuk menyimpan barang haram itu. Bahkan, dari HP yang disita, terdapat percakapan tersangka dan penjual untuk mengajak transaksi. “Sebelum masuk ke mobil, tersangka sempat menolak. Terlebih, tersangka cukup pintar menyimpan sabu itu. Setelah dimasukkan bungkus rokok, tersangka menyimpan di tas yang dimodifikasi,” kata Kasatreskoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian, Jumat (1/11). Di hadapan penyidik, tersangka mengaku mendapatkan sabu dari seseorang dengan panggilan Cak. Hanya saja, saat dikeler untuk menunjukkan tempat biasa bertransaksi, petugas tidak berhasil menemukan yang bersangkutan. “Sudah kami keler dia, tapi belum kami temukan. Cak ini menurut tersangka tidak berlokasi di satu tempat atau nomaden. Namun, sampai saat ini masih kami upayakan mencari,” imbuh alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2002 itu. (fdn/fer)

pengguna sabu. Salah satu dari mereka (Nofiandi) pernah ditangkap Polsek Bubutan terkait judi dadu,” kata Kapolsek Wiyung Kompol M Rasyad didampingi Kanitreskrim IpdaWahyu Zat Ngabekti, Jumat (1/11). Dari pengakuan Norfiandi, sabu yang dikonsumsi diketahui pemberian pengedarnya, Slamet alias Pak De (DPO) setelah berhasil menjualkan barang haram itu. Dia juga berterus terang menjual sabu ke pelangganya seharga Rp 150-200 ribu per poket. Sudah sebulan ini menjadi kurir. “Saya selalu diberi komisi satu poket sabu dan uang Rp 10 ribu. Sabu lalu kami konsumsi bersama,” tutur Nofiandi. (rio/fer)

Kapolres meminta peja jabat baru, AKP Andrian Wimbarda, segera menyesuaikan diri terhadap situasi di Polres Pasuruan dan lingkungan internal Satreskrim. “Selain membentuk ssinergitas, juga berkewajiban untuk menegakan hukum di Polres Pasuruan,” ujar Hardi. Tak hanya itu, Kapolres juga berharap kepada kasatreskrim yang baru bisa lebih menyesuaikan karena karakteristik daerah itu berbeda-beda. “Saya berharap dengan pimpinan yang baru Satreskrim dapat mengungkap kasus-kasus yang terjadi di Polres Pasuruan,” imbuh hardi. Lanjutnya, anggota harus terus peka dan bisa menganalisa terhadap situasi, informasi yang berkembang. Jalin komunikasi, sinergi yang baik dengan instansi samping. “Agenda kamtibmas ke depan adalah pengamanan Pilkades Kabupaten Pasuruan dengan Sandi Ops Mantab Praja. Serta dalam Hal Ops Zebra, saya minta anggota Polres Pasuruan harus menjadi Promoter dan contoh tertib berlalu lintas kepada masyarakat pengguna jalan,” tambah Hardi. (*/rul/fer)

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Surabaya, Memorandum Seorang kakek nekat menjadi kurir sabu. Perbuatannya terbongkar setelah ditangkap bersama temannya sedang mengonsumsi kristal putih di rumahnya Jalan Tembok Dukuh V. Mereka adalah Norfiandi Arifin (51), pemilik rumah dan April Budi Sulistiono (29), warga Jalan Kalibutuh Gang Lebar. Keduanya diamankan ke Mapolsek Wiyung. Dalam penggeledahan di kamar ditemukan timbangan elektrik, 30 plastik klip, seperangkat alat isap sabu, 1 pipet kaca terdapat sisa sabu seberat 3,50 gram, dan dompet. “Kedua tersangka selain menjadi kurir, juga

Pasuruan, Memorandum n Polres Pasuruan menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) Kasatreskrim AKP Dewa Putu Prima Yogantara Parsana SH SIK MSi ken pada AKP Andrian Wimbard SIK di halaman Mapolres Pasuruan, Jumat (1/11). Upacara sertijab dipimpin Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH dan dihadiri Wakapolres Pasuruan Kompol Supriyono SSos, pejabat utama, kapolsek, kanitreskrim, ketua cabang Bhayangkari serta pengurus cabang Bhayangkari Polres Pasuruan. AKP Dewa Putu sendiri dimutasi ke Kasatrekrim Polres Mojokerto. Sedangkan posisi Kasatreskrim Polres Pasuruan dijabat AKP Adrian Wimbarda, yang sebelumnya menjabat Kasatreskrim Polres Malang. Rofiq melalui Kasubbag Humas AKP Drs Hardi menyampaikan terima kasih atas dedikasi pengabdian serta kinerja selama menjadi Kasatreskrim Polres Pasuruan. Dan berhasil menorehkan sejumlah prestasi pengungkapan kasus pembunuhan serta pencegahan kriminalitas.

Bhabinkamtibmas Polsek Wonoasih Brigadir Guruh di antara tamu undangan.

Bhabinkamtibmas Hadiri Pembuatan Pupuk Organik Probolinggo, Memorandum Polsek Wonoasih, Polres Probolinggo Kota, menghadiri pelatihan pembuatan pupuk organik dari kotoran ayam. Dalam kesempatan itu, Bhabinkamtibmas Polsek Wonoasih Brigadir Guruh menyampaikan imbauan dan pesan kamtibmas. “Kami mengajak masyarakat Kelurahan Pakistaji untuk lebih meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan serta mengajak anggota kelompok tani untuk memperhatikan dan mempraktikan ilmu yang didapat dalam pelatihan pembuatan pupuk organik,” jelas Guruh. Guruh mengatakan, manfaat dari pupuk organik akan dapat dirasakan oleh para petani

karena peningkatan produktivitas lahan. Disamping juga pupuk organik tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan serta akan mudah larut. “Pada saat ini telah tiba musim penghujan dan kami minta untuk seluruh masyarakat dapat lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya bencana alam,” ujarnya. Selain itu, tambah Guruh, bila ada sesuatu hal yang berpotensi terjadinya gangguan kamtibmas hendaknya segera menghubungi bhabinkamtibmas atau melapor ke Polsek wonoasih Polres Probolinggo Kota. “Itu untuk antisipasi sedini mungkin,” pungkas Guruh. (yud/fer)

Pasuruan, Memorandum Menjelang pemilihan kepala desa (kades) serentak pada 23 November mendatang, Polres Pasuruan Kota menggelar silaturahmi dan cangkrukan bersama Camat Rejoso, calon kades di pendopo Kecamatan Rejoso, Kamis (31/10) malam. Dalam cangkrukan itu Kapolres Pasuruan Kota AKBP Agus Sudaryatno SIK MH diwakili pejabat utama Polres Pasuruan Kota, Kapolsek Rejoso AKP Bambang Sugeng SH serta jajaran Polsek Rejoso, Danramil Rejoso Kapten Inf H Karyono, Camat Rejoso Komari SH MM, dan para calon kades se-Kecamatan Rejoso. Kapolres Pasuruan Kota diwikili Kasatreskrim AKP Slamet Santoso SH MH mengatakan, dalam silaturahmi yang dikemas dalam cangkrukan ini pihaknya mengimbau kepada para calon kades untuk selalu menjaga kondusifitas pada setiap pentahapan pilkades. “Kami harap para calon kades beserta para pendukungnya

sadar untuk menjaga keamanan selama perhelatan pilkades serentak. Yang berlangsung pada tanggal 23 November,” ungkap Slamet. Salah satu kegiatan cangkrukan yang dilakukan oleh Polres Pasuruan Kota adalah berkoordinasi dengan camat untuk melakukan anjangsana secara bersama berkunjung ke para calon kades se-Kecamatan Rejoso. Dalam sambutan Camat Rejoso Komari mengimbau kepada para calon kades dan pendukungnya untuk mengikuti aturan dan menjaga kondisi sampai selesai pemilihan nant. “Harapan kami, agar para calon kades legowo bilamana tidak terpilih dalam pemilihan nanti. Karena dalam pemilihan pasti ada yang menang dan kalah. Yang penting mekanisme dijalankan oleh seluruh calon kades,” ujat Komari. (*/rul/fer)


KOTA SURABAYA Wanprestasi, Kontrak PT PRP Diputus

SABTU LEGI, 2 NOVEMBER 2019 HALAMAN 9

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Pembangunan Rusun Gunung Anyar Dilelang Ulang jut Fathur, karena kontraktor tidak bisa memenuhi target sesuai kesepakatan. Apalagi, progresnya hanya sekitar 11,42 persen. Padahal, rusun lima lantai dengan 100 kamar itu ditarget tuntas 18 Desember 2019. “Kami sudah memberikan peringatan sampai tiga kali. Pertama 13 Juni, kedua 7 Agustus, dan peringatan ketiga 19

Surabaya, Memorandum Pemkot Surabaya akhirnya memutus kontrak PT Penamas Rashata Prisma (PRP) selaku kontraktor proyek pembangunan rusun Gunung Anyar senilai Rp 20 miliar. Kontraktor asal Jakarta tersebut dinilai wanprestasi. “Sejak Selasa (15/10) kontrak PT Penamas Rashata Prisma sudah diputus,” ujar Kasi Intelijen Kejari Surabaya Fathur Rohman

yang juga pendamping Pemkot Surabaya dalam pelaksanaan proyek rusun tersebut. Pemutusan kontrak itu,lan-

Agustus. Ini juga termasuk show cause meeting (SCM). Pertama 6 Agustus, kedua 27 Agustus, dan ketiga 15 Oktober, sehingga kami menyatakan bahwa pembangunan gedung tipe C2 rusun Gununganyar dinyatakan wanprestasi,” jelas dia. Fathur menambahkan, hingga saat ini kontraktor hanya  Bersambung ke halaman 10 

FOTO: MEMORANDUM/FERRY

Fathur Rohman

FOTO: MEMORANDUM/WAHYU

Proyek rusun Gunung Anyar yang mangkrak.

Sebut GBT Bau Sampah, Khofifah Diminta Tak Ganggu Surabaya Surabaya, Memorandum Polemik pemilihan venue Piala Dunia U-20 kini nampaknya kian meruncing saja. Pasca rusaknya sejumlah fasilitas Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), kini masalah sirkulasi udara di sekitar stadion di kawasan Surabaya Barat itu jadi kendala baru. Permasalahan itu mengemuka setelah FOTO: ISTIMEWA Gubernur Jatim Khofifah Khofifah Indar Parawansa Indar Parawansa, mereaksi adanya bau busuk akibat lokasi stadion GBT dekat dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo. Imbasnya, Khofifah mulai mencari alternatif sebagai venue Piala Dunia U-20 pada 2021 nanti. Dan pilihan itupun jatuh pada Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, bukan Stadion GBT yang menjadi opsi sebelumnya. “Saya sudah ke GBT. Kalau sore kena angin bau sampah. Ketika FIFA masuk ke GBT dan arah angin ke GBT, akan nanya ini aroma apa,” ungkap Khofifah di gedung Negara Grahadi, Jumat (1/11). Sejak awal, Khofifah mengaku mengajukan opsi. Ini mengingat PSSI mengajukan 10 stadion sebagai venue PD U-20. Salah satunya adalah GBT. Tetapi, karena kondisi GBT yang bau sampah itu, pihaknya mengajukan opsi lain. “Makanya kita mengajukan opsi, pokoknya Jatim harus ada yang dijadikan venue. Kita ajukan Stadion  Bersambung ke halaman 10 

FOTO: MEMORANDUM/WAHYU

Kusairi sedang menunjukkan penemuan jenglot kepada warga Kendangsari.

Jenglot Gemparkan Warga Kendangsari Surabaya, Memorandum Warga Kendangsari RT 06/ RW 03, Kelurahan Kendangsari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, gempar setelah sesosok jenglot ditemukan warga di halaman rumah Hendro di Jalan Kend-

angsari VII/19. Saat ditemukan, jenglot tersebut dalam keadaan terlentang dengan panjang sekitar 10 cm, serta berambut hitam yang menutupi setengah tubuhnya. Makhluk gaib tersebut berada

Buruh Tuntut Kenaikan UMK 15-20 Persen Surabaya, Memorandum Kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) pada 2020 yang diperkirakan sebesar 8,51 persen dinilai buruh di Jatim masih rendah. Ketua Aliansi Buruh Menggugat (ABM) Jatim Jamaludin mengatakan, kenaikan UMK hanya mengacu kepada inflasi dan pertumbuhan ekonomi. “Seharusnya UMK 2020 dinaikkan secara proporsional sehingga berbasis hidup layak. Maka nominal kenaikannya adalah 20 persen,”ungkap Jamaludin, kemarin. Menurut dia, pengusaha tidak  Bersambung ke halaman 10 

FOTO: ISTIMEWA

Aksi buruh yang menuntut kenaikan UMK tahun kemarin.

Fraksi PSI Minta Pemkot Serahkan Dokumen RAPBD 2020 Surabaya, Memorandum Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Surabaya telah menyampaikan pandangan umum atas penjelasan Wali Kota Surabaya terkait rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) 2020, Kamis (30/10). Dalam pandangan umum ini, fraksi PSI mengingatkan tentang fungsi dokumen rancangan perda tentang APBD Kota Surabaya dari pemkot yang merupakan salah satu bahan sangat penting dalam mengkaji,

FOTO: ISTIMEWA

William Wirakusuma

menilai, dan membuat pandangan umum fraksi PSI atas rancangan perda Kota Surabaya tentang APBD pada setiap tahun anggaran atau saat pengajuan APBD perubahan. “Untuk itu, kami (fraksi PSI), meminta pemkot dapat segera menyerahkan raperda tentang APBD lebih cepat dan juga dalam bentuk digital. Kita perlu ingat bahwa Surabaya adalah kota pelopor penggunaan e-government secara menyeluruh,” ujar ketua fraksi PSI,WilliamWirakusuma, Jumat (1/11).  Bersambung ke halaman 10 

Forkopimcam Gayungan Kompak Sukseskan HUT Memorandum Surabaya, Memorandum Puncak perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-50 Surat Kabar Harian (SKH) Memorandum serta HUT ke-1 memorandum.co.id mendapat dukungan dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gayungan. Hal itu terlihat dari antusiasnya  Bersambung ke halaman 10  Rapat koordinasi panitia HUT Memorandum bersama unsur Forkopimcam Gayungan. FOTO: MEMORANDUM/ALFIN

di dalam kotak berwarna merah. Hendro menuturkan, penemuan jenglot tersebut bermula saat salah seorang pekerja hendak memperbaiki lantai halaman rumah bagian depan, Kamis (31/10) pukul 11.30.

Ketika mengeruk tanah lantai halaman rumah, tiba-tiba pekerja terkejut melihat kotak berwarna merah serta dua butir telur buatan. Ketika kotak dibuka ada benda menyerupai wujud manusia di dalam kotak.

“Pekerja awalnya tidak mengira itu wujud manusia kerdil pemakan darah, tapi kok ada rambutnya. Pas diperiksa ternyata jenglot,” kata Hendro, Jumat (1/11).  Bersambung ke halaman 10 


KOTA SURABAYA

SABTU LEGI, 2 NOVEMBER 2019 HALAMAN 10

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KESEHATAN MATA PEMBACA harian pagi MEMORANDUM yang budiman dimana pun berada, kami menyediakan berbagai rubrik tanya jawab atau konsultasi soal Polisi Menyapa, Obat Tradisional, Kesehatan Mata, Spiritual Agama Islam serta Narkoba secara gratis. Cukup mengirim pertanyaan lewat email: memorandumredaksi@gmail.com, SMS/Whatsapp: 081216517867. Anda akan mendapat jawaban. Semoga rubrik ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Sakit Kena Sinar Las Tanya: Dokter, mata saya kok terasa mengganjal berat, berair, dan pedih, setelah saya ngelas tanpa kaca mata pelindung. Normalkah atau ada kelainan? Ahmad Nur, Permata Mega Asri, Gedangan, Sidoarjo. Jawab: Terima kasih Pak Ahmad, yang ada di Gedangan, Diasuh oleh: Sidoarjo. Perlu kami Dr Lydia Nuradianti SpM sampaikan bahwa pada proses mengelas sangatlah berbahaya pada mata dan wajah. Baik akibat percikan api serta benda lainnya dan sinar dari las yang sangat kuat. Oleh sebab itu diperlukan alat pelindung mata dan wajah yang sesuai standar operasional pekerjaan, yaitu berupa tameng penutup wajah dan mata. Efek sinar las pada mata tidaklah seketika itu memerlukan waktu sekitar 8 jam setelah kejadian. Gejalanya mata nyeri mendadak, kabur, berair, silau, dan terasa mengganjal seperti ada benda di dalam mata. Hal tersebut terjadi dikarenakan terdapat luka pada permukaan sisi luar kornea. Apabila tidak segera diperiksakan ke dokter mata setempat dapat berakibat fatal dan cacat permanen. Penanganan yang cepat dan tepat dapat menyembuhkan luka yang terjadi dan penanganan awal yang kurang tepat bisa mengakibatkan kecacatan bahkan kebutaan permanen. Hindari mengggosok-gosok atau mengucek-ucek mata setelah kejadian. Jaga kebersihan dengan cuci tangan sebelum dan sesudah mengobati. Pertolongan pertama pada kasus seperti ini sebelum ke dokter mata gunakanlah obat tetes pelembab kemudian segera periksakan mata Anda ke dokter setempat agar mata anda tetap sehat selalu. Pak Ahmad, jangan ambil risiko. Lindungi organ tubuh kita dari apapun, termasuk mata. Jika sudah terjadi, kita sendiri yang akan menyesal dan menanggung akibatnya. Terimakasih salam sehat. (*)

FOTO: MEMORANDUM/ARIS

Serma Sasmito bersama karang taruna bercocok tanam.

Budi Daya Tanaman Hidroponik Surabaya, Memorandum Secara umum masyarakat perkotaan tidak memiliki lahan untuk bercocok tanam, kalaupun ada itu sangat terbatas. Untuk tetap bisa berkebun metode budi daya tanaman hidroponik merupakan solusi bagi masyarakat yang tak memiliki lahan. Untuk itu Karang Taruna Kelurahan Karangpilang berupaya membuat tempat untuk budi daya tanaman hidroponik. Hal tersebut mendapat dukungan dari Lurah Karangpilang Hari S, juga Babinsa Koramil Karangpilang Serma Sasmito Hadi P. “Tanaman hidroponik memiliki banyak manfaat selain meminimalisir pengeluaran rumah tangga juga dapat menambah asri pekarangan rumah,” tutur Sasmito. Untuk itu pihaknya membantu karang taruna melakukan budi daya tanaman hidroponik yang akan menggugah warga khususnya di wilayah Kelurahan Karangpilang untuk memanfaatkan lahan terbatas di rumah. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi dari lingkungan sendiri,” imbuh dia. (tyo/lis)

SURAT PEMBACA

Awas Banjir HUJAN sudah membasahi Kota Surabaya. Saya berharap Pemkot Surabaya sudah mengantispasi sehingga tidak ada lagi banjir. Kalau pun ada hanya genangan tidak sampai sebatas mata kaki. Untuk warga Surabaya juga harus berperan aktif menjaga saluran dan sungai agar tidak tersumbat. Wardiman, Petemon ANDA bisa mengirimkan Surat Pembaca atau komentar tentang kebijakan atau pelayanan publik, konten pemberitaan atau opini di SKH Memorandum. Surat Pembaca atau komentar dikirim ke SMS/WA 081931026910, E-mail: memorandumredaksi@gmail.com atau ke Redaksi Memorandum, Jl. Karah Agung 45, Surabaya 60232, dengan mencantumkan nama lengkap, alamat dan nomor telepon yang bisa dihubungi, disertai fotokopi atau scan identitas diri.

Komisaris: Mangestuti Agil Direktur: Choirul Shodiq Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah Konsultan Hukum: Noer Fattah Syafi’i

Lagi, Warga Gayungan Luruk Proyek The Trans Icon Surabaya, Memorandum Ratusan warga RT 02 Gayungan kembali akan meluruk lokasi proyek apartemen The Trans Icon di Jalan Ahmad Yani, Sabtu (2/11). Pada aksi yang sudah kali kesekian ini warga menuntut kompensasi ganti rugi dampak proyek apartemen tersebut. Ketua RT 02 Gayungan Achmad Sadeli Tomo mengatakan, warga Gayungan tetap sepakat berunjuk rasa, meski aksi damai tersebut sempat tertunda. “Kami akui, kemarin terkendala dalam proses perizinan di Polrestabes Surabaya. Karena polisi mengimbau tiga hari sebelum ada aksi harus ada surat pemberitahuan tersebut,” kata Sadeli, Jumat (1/11) Sadeli menegaskan, warga terus berunjuk rasa di lokasi proyek The Trans Icon hingga tuntutan kompensasi ganti rugi diberikan. “Karena dampak proyek The Trans Icon selama dua tahun telah dirasakan warga dan belum mendapatkan kompensasi ganti rugi. Kami minta hak-hak warga segera diberikan,” terang dia.

General Service The Trans Icon Sugioto menegaskan, manajemen tak akan menemui pendemo, meski berulangkali beraksi di depan proyek pembangunan apartemen. “Maaf, kami tidak akan menemui warga,” ucap Sugioto melalui pesan singkat WhatApp seluler pribadinya. Sementara itu, Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya melalui Kassubag Humas AKP Muhammad Akhyar menjelaskan, jika warga Gayungan berunjuk rasa tidak perlu ada izin tapi harus ada surat pemberitahuan kepada kepolisian. “Ini untuk pengamanan di lokasi. Kita akan melibatkan personel gabungan Polsek Gayungan plus personel dari Polrestabes Surabaya,” tegas dia. Lebih jauh, menurut dia,

FOTO: MEMORANDUM/WAHYU

Aktivitas pembangunan apartemen The Trans Icon terus dikebut, meski kerap diprotes warga Gayungan.

pada dasarnya kepolisian tidak membatasi warga negara untuk menyuarakan aspira-

si hak-haknya. “Berdasarkan aturan undang-undang kita tetap mengimbau kapada warga

supaya waktunya dikurangi, jika mengganggu lalu lintas,” pungkas dia.(why/fdn/dhi)

Wanprestasi, Kontrak PT PRP Diputus menyelesaikan proyek sekitar 11,42 persen. “Nanti yang dibayar ya hanya itu (11,42 persen, red),” tandas Fathur. Ditanya adanya kontraktor baru, Fathur menegaskan hal itu tidak ada. “Itu (pengerjaan proyek, red) atas kemauan dia sendiri.Tanpa sepengetahuan

pejabat pembuat komitmen (PPK), seharusnya tidak boleh ada kegiatan,”tegas dia. Soal masih adanya aktivitas di lokasi proyek rusun, Fathur mengatakan, seharusnya tidak boleh ada pengerjaan lagi. “Seharusnya sudah tidak ada, Jika toh kontraktor ngotot

Jenglot Gemparkan Warga Kendangsari Hendro pun panik dan kemudian memanggil saudaranya bernama Kusairi yang kebetulan berpengalaman sebagai orang pintar alias paranormal untuk membawa jenglot dan dua butir telur buatan. “Kami berharap bisa mengetahui maksud dan tujuan seseorang menanam barang itu di rumahnya,”ungkap dia. Sementara itu, Kusairi mengaku, dirinya memastikan bahwa wujud manusia kerdil atau jenglot yang ditemukan di rumah adiknya itu memang asli. Keaslian jenglot ini bisa dilihat dari segi fisik serta aura magis benda tersebut masih terasa. “Selain aura magisnya bisa dirasakan, keaslian bisa dibuktikan melalui bentuk fisiknya. Mulai dari rambut hingga ujung kakinya tidak ada bekas lem-leman,” terang Kusairi. Lebih jauh, dia menjelaskan, sejarah dari perwujudan jenglot ini berawal dari manusia melakukan ritual bertapa hingga ratusan tahun, namun manusia tersebut tidak diterima di alam

gaib maupun bumi. Pada akhirnya manusia tersebut berubah wujud menjadi manusia kerdil atau yang dikenal jenglot. Kusairi mengaku, jenglot ini masih bisa mencelakai seseorang apabila belum terpegang orang-orang. Apalagi jenglot ini identik hanya memakan darah saja. Yang jelas, sebelum penemuan jenglot di rumah, ada keanehan-keanehan terjadi pada keluarga Hendro. Kusairi memastikan perbuatan orang tidak bertanggungjawab ini yang menaruh jenglot dan dua butir telur buatan di dalam rumah Pak Hendro. Ini jelas ada niat untuk mencelakakan keluarga tersebut. Bahkan, seseorang menanam di lokasi rumah melalui ilmu magis diprediksi berumur dua tahun silam. “Sebelum penemuan jenglot ada hal-hal aneh di rumah adiknya. Salah satunya hartanya terkuras habis. Bahkan, usaha pasangan suami istri semakin terpuruk. Untungnya jenglot ini ditemukan sebelum memakan

Fraksi PSI Minta Pemkot... Selanjutnya, kata William, fraksi PSI juga meminta Pemkot Surabaya untuk mempublikasikan kebijakan umum anggaran prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) beserta APBD Kota Surabaya

melalui website resmi Pemkot Surabaya. “Semakin cepat dokumen itu diserahkan, akan semakin baik. DPRD akan punya cukup waktu untuk menelaah. Kita harus pastikan bahwa setiap sen uang rakyat digunakan

Buruh Tuntut Kenaikan UMK 15-20 Persen perlu khawatir dengan kenaikan sebesar itu. Sebab, mereka akan mendapatkan insentif lainnya dari pemerintah. Hal senada diungkapkan Nurudin. Pengurus Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Surabaya ini mengatakan, penetapan UMK selama ini mengacu kepada kondisi buruh masih lajang dengan masa kerja setahun. Sedangkan yang terjadi sekarang ini banyak buruh yang sudah berkeluarga dan masa kerjanya cukup lama. Tidak heran survei yang dilakukan hanya mengacu pada 60 item. Maka, FSPMI meminta agar survei kebutuhan hidup layak (KHL) ada 85 item. Di

antaranya adalah pulsa, paket data, tv, air mineral hingga rumah kontrakan. Maka dari situ ada kenaikan UMK minimal 15 persen. “UMK di ring satu, minimal kenaikannya sebesar 15 persen. Kalau 8,5 persen tidak mencukupi bagi buruh yang sudah berkeluarga,”ungkap dia. Untuk UMK di Surabaya, tandas Nuruddin, pada 2019 lalu sebesar Rp 3.871.000. Dengan kenaikan 15 persen pada 2020, maka diperkirakan UMK mencapai Rp 4,4 juta. “Kenaikan ini bisa membuat kehidupan buruh akan semakin layak,”kata dia. Dengan kenaikan UMK sebesar 15 persen, menurut Nurudin tidak banyak berpengaruh

Sambungan dari halaman 9 mengerjakannya tidak akan dihitung,”tegas Fathur. Lebih jauh, Fathur menuturkan, setelah diputus kontrak maka proyek akan berhenti. Selanjutnya akan dilelang tahun depan.“Tetap melalui lelang dengan penghitungan apa yang sudah dikerjakan dari sisa yang

Sambungan dari halaman 9 korban keluarga pak Hendro,” ungkap supranatural Kendangsari ini. Setelah itu, warga sekitar yang mengetahui kabar temuan tersebut kemudian berbondong-bondong mendatangi rumah Hendro untuk melihat secara langsung wujud jenglot dari dekat. “Saya tadi juga lihat, enggak gede kok. Badannya kecil seperti tengkorak begitu, matanya bolong, rambutnya panjang menutupi badannya, serta kuku sama taringnya panjang,” terang Tia, salah seorang warga. Ketua RW 03 Kendangsari Arifin mengimbau agar seluruh warga untuk menjauhinya serta tidak berhubungan dengan hal-hal yang mistik dan penuh risiko. “Lebih baik hidup lebih mendekat ke jalan Ilahi. Bergaya hiduplah yang wajar-wajar saja seperti masyarakat pada umumnya. Bagi umat muslim ya salat, bekerja mencari rezeki halal dan Istiqomah,” pungkas dia. (why/dhi)

Sambungan dari halaman 9 secara tepat,” pungkas William. Hingga hari ini sebagian besar dinas sudah menyerahkan rencana kerja anggaran (RKA), namun ada beberapa dinas yang belum menyerahkan dokumen tersebut. (dhi/lis)

Sambungan dari halaman 9 kepada pengusaha. Sebab, jika mereka nanti tidak sanggup dengan kenaikan tersebut bisa mengajukan penangguhan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jatim. Apakah UMK Surabaya sudah diajukan ke wali Kota Surabaya? Nurudin menjelaskan, masih dibahas di Dewan Pengupahan Surabaya. “Biasanya dalam pembahasan di dewan pengupahan ini akan terjadi tarik menarik antara kepentingan buruh dengan kepentingan pengusaha,” beber dia. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya Dwi Purnowo ketika dikonfirmasi tidak bisa dihubungi. (udi/dhi)

kemarin,” ujar dia. Dia menegaskan bahwa tidak ada surat perintah kerja (SPK) setelah pemutusan kontrak pada 15 Oktober. “Tidak ada, perlu dicek informasi itu apakah ada SPK beneran.Yang pasti tidak ada dan berhenti per 15 Oktober 2019,” pungkas Fathur. Sementara Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Kota Surabaya Mochamad Taufik Siswanto menya-

takan, pihaknya sudah memutus kontrak PT Penamas Rashata Prisma pada 15 Oktober lalu. “Di sana sudah tidak boleh ada pekerjaan. Kan sudah diputus kontrak,” tegas dia. Ditanya kapan dilelang ulang pembangunan rusunawa Gunung Anyar, Taufik mengatakan menunggu RAPBD digedok. Soal berapa besar anggarannya, Taufik menyatakan, nilainya akan berkurang sekitar 11 persen. Sebab, pembangunan yang sudah dilaksanakan sekitar 11 persen. (fer/udi/dhi)

Sebut GBT Bau Sampah... Kanjuruhan,” ujar dia. Kenapa Stadion Kanjuruan, mantan menteri sosial itu menyebut tempatnya tersupport. Latihannya bisa di Kanjuruhan. Kalau di Sidoarjo, latihan timnya ke Surabaya. Bisa di Stadion Gelora 10 Nopember. Menanggapi komentar miring Khofifah soal GBT, Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan persoalan bau sampah di GBT sudah teratasi. Dan itu dilakukan oleh Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya. “Untuk mengatasi bau, ketika mau pelaksanaan pertandingan dilakukan menyemprotan di TPA. Tidak itu saja, jadwal pembuangan sampah pun dikurangi. Bahkan, kami juga sudah membuat buffer zone untuk menetralisasi bau,” imbuhnya.

Sambungan dari halaman 9

Sedangkan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispora Surabaya Edi Santoso lewat video yang beredar melalui media sosial WhatsApp menyatakan tidak ada masalah dengan bau sampah di GBT. “Selama sembilan tahun menangani GBT dan pertandingan ratusan kali Persebaya di sana, tidak bau sampah. Sebab itu ada metodenya,” ujar dia. Dia meminta Gubernur Khofifah agar tidak mengganggu Surabaya yang sedang mempersiapkan diri sebagai salah satu tuan rumah venue FIFA World Cup U-20 tahun 2021 mendatang. “Coba Bu Khofifah lihat aja sepak bola, tidak ada persoalannya. Jadi jangan mengganggu kaitannya Surabaya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021,” tandas dia. (yok/udi/dhi)

Forkopimcam Gayungan...Sambungan dari halaman 9 mereka yang memberikan masukan guna kelancaran dan suksesnya event tahunan tersebut dalam rapat koordinasi yang digelar di ruang redaksi Kantor SKH Memorandum, Jalan Ketintang Baru III/91 Surabaya. Rapat yang dipimpin Ketua Panitia HUT Memorandum Arief Sosiawan dan dihadiri perwakilan Camat Jambangan, Kapolsek Gayungan Kompol Sumaryadi, Danramil Gayungan Kapten Inf Sucipto ini tampak gayeng. Wawan sapaan akrab Arief Sosiawan mengatakan, kesuksesan HUT SKH Memorandum memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk forkopimcam serta warga sekitar yang menjadi bagian tak terpisahkan. “Jadi yang paling penting adalah sinergi dari semua pihak untuk mensukseskan ulang tahun emas ini,” kata Wawan yang juga Pemimpin Redaksi (Pemred) SKH Memorandum. Wawan juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jalan karena arus lalu

lintas juga diperkirakan akan terjadi sedikit kendala. Kapolsek Jambangan Kompol Sumaryadi menyampaikan, untuk mensukseskan dan memperlancar HUT Memorandum, pihaknya akan menerjunkan personel untuk mengatur arus lalu lintas di jalan sekitar Kantor SKH Memorandum. Guna mengantisipasi kepadatan, pihaknya akan merekayasa lalu lintas. Jalan Ketintang Baru II sisi barat Kantor SKH Memorandum akan ditutup lantaran ada beberapa tamu undangan VIP seperti Gubernur Jatim, Kapolda Jatim, Pangdam V/Brawijaya, dan Wali Kota Surabaya yang akan menghadiri acara tersebut. “Dari utara Jalan Ketintang Baru lll yang mau ke arah selatan dialihkan ke kanan Jalan Ketintang Baru XIV lalu belok kiri,” jelas dia. Se b a l i k n y a d a r i Ja l a n Ketintang Baru I maupun Jalan Jetis yang menuju ke arah Royal Plaza bisa melewati akses jalan biasanya. (alf/lis)

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arief Sosiawan. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku. Redaktur Website: Syaifuddin, Aris Setyoadji. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Supriadi, Baud Effendi, Samuel Ru’ung, Sujatmiko, Noor Arief, Ferry Ardi Setiawan, Novi Triawan, Muchlis Darmawan, Hendradi Prayogo. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana, Muhammad Arif Alfiansyah, Faishal Danny Nurdiansyah, Dodik Wahyu. Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Munjari Triono, Blitar: Prawoto Sadewo. Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda. Kediri: Wahyudi. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/ mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.


MADURA

SABTU LEGI, 2 NOVEMBER 2019 HALAMAN 11

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

FOTO: MEMORANDUM/ SYAMSURI

BIRO MADUR MADURA RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Sujak Lukman, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.

Ahmad Busri diamankan di Mapolres Sumenep.

Bondet Meledak, 2 Warga Prenduan Terkapar

Bawa Sabu, Warga Cempaka Ditangkap Sumenep, Memorandum Diketahui membawa narkotika jenis sabu-sabu (SS), Ahmad Busri (26), warga Dusun Bata-Bata, Desa Cempaka, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, harus mendekam di balik jeruji, Kamis (31/10) malam. Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widirati mengatakan, penangkapan berdasarkan informasi masyarakat menyebut tersangka kerap membawa sabu dan menyalahgunakan barang haram tersebut. Kemudian aparat melakukan penyelidikan intensif. Diketahui warga desa Cempaka, itu sedang berbelanja di minimarket yang berlokasi di Dusun Larangan, Desa Ketawang. Kemudian aparat mendatangi lokasi memperhatikan gerak-geriknya. “Setelah dinyatakan cocok ciri-ciri maupun gerak-geriknya, aparat langsung melakukan penggerebekan disertai pengeledahan di lokasi,” terangnya, Jumat (1/11). Aparat menemukan sabu dalam saku celana bagian kanan depan, satu poket plastik klip kecil. Kepada aparat tersangka mengaku barang haram yang ditemukan miliknya. Selanjutnya tersangka bersama BB diamakan untuk proses hukum. Dari tangan tersangka aparat berhasil menyita BB, satu poket/kantong plastik klip kecil berisi sabu seberat 0,67 gram. “Tersangka dikenakan pasal 114 ayat (1) Subsider. Pasal 112 ayat (1) UU 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman lebih dari lima tahun,” tegasnya. (uri/sr)

Sebelumnya, salah seorang korban Habibullah sekitar pukul 12.50 menemukan bungkusan barang di pinggir jalan. Kemudian diambil dan dibawa ke rumah korban Maliki di Dusun Pangelen, Desa Prenduan. Karena kedua korban tidak mengetahui bahwa bungkusan yang ditemukan tersebut bondet, maka Habibullah dan Maliki bersama-sama membuka bungkusan itu. Tidak lama kemudian ledakan keras terdengar dari rumah Maliki, dan membuat kaget warga setempat. Beruntung dalam peristiwa itu, tidak sampai menelan korban jiwa, hanya saja kedua korban Habibullah serta Maliki

mengalami luka cukup parah hingga harus mendapat perawatan medis. Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti membenarkan peristiwa ledakan bondet di desa Preduen, Kecamatan Pragaan. Peristiwa naas itu, terjadi Jumat (1/11) sekitar pukul 13.00. “Bungkusan kemudian ditaruh di teras rumah Maliki oleh Habibullah sekitar pukul 13:00,” terangnya. Masih menurut AKP Widiarti, korban Maliki mengalami luka bakar pada kaki kanan. Telapak tangan kiri dan kanan hancur. Sedangkan Habibullah mengalami luka bakar pada tangan kanan dan luka gores pada paha kiri.

FOTO: MEMORANDUM/ SYAMSURI

Sumenep, Memorandum Habibullah (21) dan Moh Maliki (25), dua warga Dusun Pangelen, Desa Preduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, terluka bakar akibat terkena ledakan bom ikan (bondet) yang ditemukan di pinggir jalan.

Petugas melihat kondisi rumah korban yang hancur terkena ledakan bondet.

Dan, rumah korban Maliki mengalami rusak parah pada bagian atap, lantai. Selain itu, rumah warga lain milik Hodai-

FOTO: MEMORANDUM/ SYAMSURI

Operasi Zebra Semeru 2019

Ketiga tersangka diamankan di Mapolres Sumenep.

Bawa Sajam, 3 Warga Juruan Laok Diamankan Sumenep, Memorandum Virdiyono (29), Abd Rosib (31), dan Sahbi (47), ketiganya warga Dusun Jurgang, Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, diamankan aparat Polres Sumenep. Mereka kedapatan membawa senjata tajam celurit. Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menceritakan, sebelum diamankan aparat, ketiganya yang saat itu membawa sajam, sempat dikepung di sebuah rumah di desa setempat. Aparat yang mendapat informasi, kemudian langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), Kamis (31/10) dini hari. “Di lokasi, ketiga sempat dikepung warga setempat,” terangnya, Jumat (1/11). Para tersangka bersama barang bukti (BB) langsung diamankan. Ketiganya mengakui celurit yang ditemukan di dalam rumah di Desa Juruan Laok, milik tersangka,” tambahnya. Saat ini, ketiga tersangka diamankan di Mapolres Sumenep untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (uri/sr)

Satlantas Polres Sumenep Tindak Ribuan Pelanggar Sumenep, Memorandum Operasi Zebra Semeru 2019 yang dilaksanakan Satlantas Polres Sumenep selama seminggu lebih, berhasil menindak ribuan pelanggar. Giat operasi tersebut dilaksanakan sejak 23 Oktober hingga 5 November mendatang. “Kami telah menindak kurang lebih seribu pelanggar. Dengan sistem giat razia di titik tertentu dan giat razia dengan sistem hunting berupa pelanggaran yang kasat mata. Sasaran pelanggaran adalah keabsahan surat-surat baik STNK maupun SIM yang menjadi salah satu dominasi penyumbang angka pelanggaran. Pengendara mobil tidak menggunakan sabuk, menggunakan HP saat berkendara dan tidak menggunakan helm,” ujar Kasatlantas Polres Sumenep AKP Deddy Eka Aprianto, Jumat (1/11). Eka menuturkan, dominasi pelanggar lalu lintas adalah roda dua, karena jumlahnya lebih tinggi. Tapi dia juga memantau mobil khususnya yang

AKP Deddy Eka Aprianto

tidak pakai sabuk pengaman. Sampai saat ini tindakan tertinggi adalah pengendara yang tidak memakai helm. “Ke depan ada program ETLE (electronic traffic law enforcment) atau pemantauan pelanggaran lalu lintas dengan sistem elektronik yang dikontrol melalui kamera CCTV. Nanti akan di-

pantau dari titik-titik simpul,” urai Eka. Saat ini Satlantas Polres Sumenep fokus operasi Zebra Semeru. Pihak kepolisian menindak pelanggar lalu lintas secara hukum tapi tetap humanis demi kesadaran dan kepatuhan masyarakat pasca pelantikan presiden dan menjelang operasi lilin menghadapi natal dan tahun baru Desember 2019. Op e ra s i c i p t a k o n d i s i tersebut programnya bukan penegakan hukum (gakkum) tapi juga preventif. “Imbauan kami, diharapkan seluruh pengendara sebelum berangkat cek kembali keabsahan kendaraan. Jangan sampai ketinggalan SIM dan STNK, pastikan kendaraan fit dan aman serta patuhi rambu-rambu lalu-lintas di jalan. Lebih baik kita tertib demi menjaga keselamatan bersama. Karena pelanggaran bisa menyebabkan kecelakaan,” tandas mantan Kanit Turjawali Polrestabes Surabaya tersebut. (aan/sr)

fah yang berjarak 5 meter rusak kaca depan, beserta jendelanya pecah. “Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara dan

melakukan pemeriksaan saksisaksi peristiwa ini akan kami lakukan penyelidikan selanjutnya,” tegasnya. (uri/sr)

Disnakertrans Kirim 5 Pemuda ke Mojokerto Pamekasan, Memorandum Arif Handayani, kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pamekasan mengatakan pihaknya akan mengirimkan lima pemuda untuk mengikuti sekolah sandal dan sepatu selama tiga bulan di Mojokerto, 4 November mendatang. Pengiriman lima pemuda itu terkait program unggulan Bupati Pamekasan yaitu millenial talent hub yakni sebuah program berbasis online untuk mendorong masyarakat ekonomi di Pamekasan. Menurutnya, lima orang pemuda yang dikirim untuk mengikuti pelatihan itu merupakan pemuda pengangguran. Dua pemuda dari Palengaan, satu pemuda dari Kowel, dan dua pemuda lagi dari Pegantenan. “Nanti yang lima pemuda ini, kader-kader pemuda yang di pamekasan ini yang akan menjadi Pioneer,” ujarnya, Kamis (31/10). Arif juga mengatakan dalam melaksanakan program millenial talent hub ini, pihaknya belum melakukan koordinasi

Arif Handayani

dengan dinas terkait mana pun termasuk Dinas Koperasi Pamekasan yang menaungi para UMKM. “Ya nanti lah,” tegas pemilik nama lengkap Arif Handayani. Arif juga menegaskan, mengenai program millenial talent hub yang akan di rencanakan sampai ke tingkat kecamatan, desa, bahkan ke tingkat RT ini sembari menunggu perkembangan dulu nantinya dari lima pemuda setelah pelatihan. (sjk/sr)

Bangkalan, Memorandum Rangkaian Hari Jadi ke-488 Bangkalan tuntas. Karnaval budaya dan pentas kesenian berbasis kearifan lokal dari 18 kecamatan, mengakhiri gebyar memperingati tetenger hari bersejarah bagi kabupaten di ujung Barat Pulau Madura itu. Dua kegiatan pamungkas itu dihelat dua hari berturut-turut di sepanjang Jalan Letnan Abdullah, Kecamatan Bangkalan Kota. Atau tepatnya di depan kompleks pendopo agung dan rumah dinas Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron. “Alhamdulillah, seperti tahun-tahun sebelumnya, dua kegiatan akbar yang kami gelar sebagai acara pamungkas dari semua acara memperingati Hari Jadi Bangkalan, juga mendapat respons positif dari masyarakat,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangkalan H Moh Hasan Faisol SSTP MM, Kamis (31/10). Nyatanya, lautan publik memang memadati seantero Kota Bangkalan ketika even karnaval budaya digelar panitia induk, Selasa (29/10) sore. Penonton berderet dan berdesak-desakan di sepanjang jalan protokol yang menjadi rute kebudayaan itu. Yakni Jalan Letnan Abullah, A Yani, Panglima Sudirman, Jaksa Agung Suprapto, Trunojoyo, Jokotole dan Jalan Mayjen Sungkono. Sebanyak peserta dari 18 lembaga pendidikan tingkat

FOTO: MEMORANDUM/ RAS

Karnaval dan Pentas Kesenian Akhiri Gebyar Hari Jadi Ke-488 Bangkalan

Bupati R Abdul Latif Imron bersama istri ikut kirab karnaval budaya di atas kereta kencana.

SMP,MTs, SMA, SMK dan MA ikut ambil bagian dalam even kebudayaan yang mempertontonkan ragam busana unik, kaya kreatifitas dan sarat daya pikat itu. ”Tampilan busana karnival yang serba unik, modis dan inovatif itu, full merupakan buah kreatifitas (karya-Red) dari generasi muda. Itu yang patut kita syukuri,” komentar Kabid Kebudayaan Disbudpar Hendra Gemma Dominan SSn. Prosesi tampilan even karnaval budaya sore itu diawali deretan pasukan berkuda. Disusul kemudian belasan kereta kencana. Jumlahnya belasan kereta. Di sini, di atas kereta kencana itu, seluruh pejabat teras Pemkab Bangkalan, mulai dari Bupati R Abdul Latif Amin Imron, Wakil Bupati Drs H Mohni MM, anggota forkop-

imda dan seluruh pimpinan OPD, semuanya bersama istri, juga ikut ambil bagian dalam kirab. Tampilan para petinggi pemkab dari kelembagaan eksekuitif, legislatif dan yudikatif itu tak kalah unik. Sebab mereka tampil mengenakan busana agungan, yakni busana khas para bangsawan di era masa kerajaan dan kesultanan Bangkalan pada kisaran abad ke 15 hingga 16 silam. Secara filosofis, prosesi kirap pasukan berkuda dan kereta kencana itu, menurut Hendra, merupakan simbol penerus tongkat eftafet dari kepemimpinan dan sistem pemerintahan di kabupaten ujung barat Pulau Madura itu. Sebelum dilepas, ada satu sesi acara menarik. Ketua

Peserta karnaval mejeng sebelum kirab dimulai.

Tampilan salah satu peserta karnaval budaya sedang beraksi.

Yayasan Kesultanan Bangkalan RP Abdul Hamid Mustari mengumumkan info penting kepada publik. Jelasnya, bangsawan keturunan trah Pangeran Abduh alias Sultan Abdul Kadirun itu, menegaskan bahwa bertepatan dengan Hari Jadi ke-488 Bangkalan, Kamis (24/10) lalu, Bupati Bangkalan telah dikukuhkan sebagai keluarga kehormatan dari trah para raja dan sultan Bangkalan. “Jadi beliau (bupati-Red), sekaligus kami nobatkan sebagai Raja Bangkalan dengan gelar Raden Panji, untuk meneruskan kepemimpinan dari para raja dan Sultan Bangkalan sebelumnya,” tegas Hamid Mustari.” Jika beliau mendapat kepercayaan dari rakyat untuk menjabat dua periode, gelar kebangsawanan beliau akan kami tingkatkan menjadi Raden Panji

dan daya tarik tatanan adat, tradisi dan kesenian khas dari masing-masing kecamatan. Seperti Kecamatan Tragah misalnya, rancak menampilan teatrikal bertajuk Ke’ Lesap, legenda satria dari Desa Pocong yang bercita-cita mempersatukan seluruh Madura di bawah kekuasaan Kerajaan Bangkalan di era kepemimpinan Panembahan Cakaraningrat V. Berturut-turut, tampil bergiliran. Kecamatan Kokop menampilan tradisi Jheb Bumih Kampong Kokop, Kecamatan Sepulu menyuguhkan legenda Somor Se Ta’ Bakal Nemor, Kecamatan Labang menampilan tradisi Pencak Silat Keco’an Ajam, Kecamatan Bangkalan dengan tampilan upacara adat Mokka’ Blebar, Kecamatan Socah menyuguhkan legenda asal-usul Desa Socah, serta Kecamatan

Haryo,” imbuh mantan Lurah Pangeranan ini. Setelah itu barulah even karnval budaya dilepas. Mereka, mulai dari pasukan berkuda, deretan kereta kencana, musik ul-daul Laskar Cakraningrat, berikut deretan 18 peseRta karnaval, mulai bergerak menelusuri rute yang sudah ditetapkan panitia. Aplaus dan gemuruh tepuk tangan publik menyambut proses perjalannan event karnival budaya tersebut. Keesokan harinya atau Rabu (30/10) malam, pemkab melalui panitia induk, kembali menggelar even akbar paling akhir. Yakni pentas kesenian berbasis ke ariefan lokal. Di sini, di atas panggung ukuran jumbo, 18 kecamatan di Kabupaten Bangkalan, secara bergiliran tampil mementaskan keadilihungan, keunikan

Blega muncul dengan suguhan legenda Macan Pote Darih Blega (sejarah berdirinya Kerajaan Blega). Berikutnya, Kecamatan Konang manggung dengan tampilan legenda Api Alam Dusun Gubugan Desa Genteng, Kecamatan Modung menampilkan Sandur (sandiwara Madura), Kecamatan Arosbaya menyusuhkan babakan historis Pangeran Tengah (Kerajaan Arisbaya menyatakan perang dengan Belanda), Kecamatan Geger menampilkan tatanan adat Onjhang Mantoh, Kecamatan Tanah Merah menyuguhkan keunggulan kuliner Sate Namera, Kecamatan Kwanyar tampil dengan tradisi Lan-Bulanan (permainan anak-anak) dan Kecamatan Klampis menyuguhkan tampilan ritual Bhuju’ Sajjhan. (ras/sr)


PASURUAN

SABTU LEGI, 2 NOVEMBER 2019 HALAMAN 12

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Mujib Imron meninjau lokasi acara didampingi panitia dari Kemenag Kabupaten Pasuruan, OPD terkait, dan sejumlah panitia penyelenggara lain.

Pembukaan Pospeda Jatim di Candra Wilwatikta Pasuruan, Memorandum Pekan Olahraga dan Seni Antarpondok Pesantren Daerah (Pospeda) Tingkat Provinsi Jawa Timur VIII Tahun 2019 digelar di Kabupaten Pasuruan. Pembukaan berlangsung di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Jumat (1/11) malam. Berbagai persiapan terus digesa demi suksesnya event tersebut. “Alhamdulillah, sampai saat ini persiapan untuk Pospeda sudah mencapai 80 persen. Kabupaten Pasuruan siap menyambut kedatangan peserta dan menjadi tuan rumah yang baik,” ungkap Wakil Bupati Pasuruan, Mujib Imron, Jumat (1/11) pagi. Lebih lanjut, Gus Mujib menuturkan bahwa seluruh panitia Pospeda se-Jawa Timur sudah melakukan peninjaun ke sejumlah lokasi yang nantinya akan digunakan untuk perlombaan, dan semua panitia menyetujuinya. “Untuk menyukseskan kegiatan Pospeda Jawa Timur, kami berharap kepada masyarakat di Kabupaten Pasuruan, khususnya di Pandaan untuk turut hadir. Silakan menyaksikan secara langsung bagaimana para santri saling menunjukkan inovasi, kreatifitas dan bagaimana mereka mempunyai kelebihan di bidang kesenian serta keterampilannya, mari kita saksikan bersama,” tambah Mujib. Dalam Pospeda Tingkat Provinsi Jawa Timur VIII Tahun 2019 memperlombakan sebanyak 15 cabang olahraga (cabor). Di antaranya atletik, bola voli, futsal, pencak silat, senam santri, hadang, kaligrafi hiasan mushaf Al-Qur’an, pidato bahasa Indonesia, pidato bahasa Arab, pidato bahasa Inggris, seni lukis Islami, seni kriya, seni hadrah, cipta dan baca puisi serta stand up comedy.(rul/sr)

Kabur, Pengedar Sabu Kediri Terkapar Pasuruan, Memorandum Farid Susanto (29), pengedar sabu asal Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, berusaha kabur dari kejaran polisi, Rabu (30/10). Akibatnya, dia justru terkapar karena jatuh dari Satria FU di jalan depan Kebun Raya Purwodadi, Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Karenanya, anggota polisi dari Polsek Purwodadi dengan mudah membekuknya. Karena tak sadarkan diri, dari lokasi kejadian Farid dilarikan ke RSUD Bangil. “Pelaku pengedar sabu, dan sudah dua hari ini menjalani rawat inap di RSUD Bangil. Dia terjatuh dari motornya saat kami kejar di jalan. Mengakibatkan luka lebam di matanya akibat benturan dengan aspal. Juga pengaruh narkoba yang dikonsumsinya,” ujar Kanitreskrim Polsek Purwodadi Aiptu Joko Santoso, Jumat (1/11). Farid diburu polisi karena disangka menjadi pengedar sabu-sabu. Kala itu tersangka diduga hendak mengantarkan pesanan sabu ke pemesannya di tiga kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Yakni, Kecamatan Purwosari, Wonorejo,

dan Kejayan. Saat posisi pengejaran terhadap tersangka, Joko mengatakan, tersangka mengendarai motor dari daerah sekitaran Lawang, Malang. Dia dalam perjalanan menuju Purwosari. “Informasi yang kami dapatkan, tersangka mau mengantarkan sabu pesanan pemakai maupun pengedar di tiga kecamatan. Masing-masing Purwosari, Wonorejo, dan Kejayan,” kata Joko. Ketika tersangka jatuh, polisi juga mendapatkan sejumlah barang bukti. Berupa 8 paket sabu kemasan kantong plastik kecil dengan berat total 2,42 gram. Serta, tiga unit handphone, alat sabu lengkap beserta bongnya, dan uang Rp 1.590.000. Polisi juga mengamankan sepeda motor tersangka.

FOTO: MEMORANDUM/RUL

FOTO: MEMORANDUM/RUL

KEPALA BIRO PASURUAN: Ali Muchtar. WARTAWAN: Maskur, Sudiono, Bahrul Ulum. HP: 0817 5128 003.

Farid Susanto dirawat di RSUD Bangil.

“Penyidikan terhadap pelaku tunggu yang bersangkutan sadar dan kondisi kesehatannya membaik dulu. Setiap hari dia dijaga ketat petugas piket dari

reskrim. Atas perbuatannya, kami jerat dengan pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35/2009 tentang narkotika,” tambah Joko.(rul/sr)

Blangko KTP-E Minim, Dispendukcapil Andalkan Suket Pasuruan, Memorandum Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Pasuruan masih mengandalkan surat keterangan (suket) sementara dalam melayani permintaan warganya. Karena dropping blangko KTP-E yang diterima Kabupaten Pasuruan masih minim. Pemerintah Pusat hanya memberikan jatah 5.000 lembar per bulan. Meski demikian, Dispendukcapil Pasuruan tidak pernah putus asa untuk selalu

Petugas mengecek berkas KTP-E yang menumpuk di Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan.

meminta tambahan blanko lagi. Langkah tersebut dilakukan agar tunggakan pencetakan

KTP-E bisa bisa segara dilayani. Kepala Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan Yudha Tri

Widya Sasongko seperti dikutip dari bangsaonline menginformasikan bahwa dropping blanko KTP-E untuk semua Kabupaten/Kota se-Indonesia memang tidak maksimal. “Kita (Dispendukcapil, Red) hanya dijatah 5.000 keping blanko KTP-E dari pusat,” jelas Yudha. Ia mengatakan, hal telatnya dropping blanko ini membuat pelayanan pencetakan KTP-E di masing-masing daerah tidak stabil. Untuk menyiasati ini, serta agar pelayanan adminis-

trasi kependudukan di Pasuruan bagi masyarakat tetap berjalan, maka untuk sementara Dispendukcapil Pasuruan menerbitkan Surat Keterangan (Suket) sementara yang fungsinya sama seperti KTP-E. Hingga saat ini, jumlah Suket yang sudah dikeluarkan sebanyak 40 ribu lembar. Apabila nanti distribusi blanko dari Pemerintah Pusat sudah stabil, maka warga yang sudah menerima Suket bisa mengantre cetak KTP-E sesuai dengan urutannya. (*/sr)

PROBOLINGGO & LUMAJANG BIRO PROBOLINGGO: M Nurwahyudi. WARTAWAN: M Hisbullah Huda, Hapy Laila Tuansyah. KOORDINATOR PEMASARAN: Rudianto. KEPALA BIRO: Munjari Triono. WARTAWAN: Ani Fauzyah, Irfani Akbar. MARKETING/IKLAN: Suwatman EMAIL: trimemorandum@gmail.com. TELP: 081362793650. KANTOR: Jl. Wachid Hasyim XV/2 Lumajang.

Wawali: Kota Probolinggo Banyak Potensi

desainnya oleh provinsi nanti akan menyamai Tanjung Perak Surabaya, yang nanti ke dalamannya akan mencapai 20 meter,” ungkap Subri. Potensi wisata di Kota Probolinggo yang bisa di eksplore, seperti Gereja Merah yang hanya ada dua di dunia. Satu di Belanda, dan satunya ya di

“Dulu tol dibangun harapannya hotel kita akan semakin penuh. Sekarang terbalik. Begitu tolnya rampung, yang menginap justru berkurang. Karena akhirnya mereka berfikir, dari pada menginap, lebih baik pulang, karena hanya 1 sampai 1,5 jam ke Surabaya,” pungkas Subri. Kepala Bakorwil V R Tjahjo Widodo mengenalkan calon investor dari Kanada, Paul. Disampaikan oleh investor tersebut, pihaknya siap investasi untuk pembangunan rumah sakit, hotel bintang 4, jalan tol maupun pelabuhan. Asalkan tanah yang digunakan jelas.(yud/sr)

Ribuan KPM Tak Bisa Cairkan Bantuan 1.684 rekening KPM yang saldonya masih nol alias bantuannya tak cair. Koordinator BPNT Dinsos Kabupaten Probolinggo Mustahiqul Ilmi seperti dikutip dari radarbomor. co.id mengatakan masih ada 1.684 rekening KPM yang tidak ada saldonya. Saldo nol ini terjadi karena peralihan Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM-SPAN) masih berjalan. “Saldo ini sifatnya sementara, karena yang

bisa diproses berdasarkan OM-SPAN itu kategori aktif. By name by address yang kami kirim sesuai surat itu status aktif dan yang belum masuk, sementara proses konfirmasi untuk menjadikan status aktif. Perlu melakukan perbaikan data di bank agar bisa diproses ke OM-SPAN,” ujarnya. Peralihan sistem ini memang sedikit menjadi kendala, karena masih perlu beberapa proses verifikasi. Ribuan KPM yang masih bersaldo nol, kini data di banknya PENGUMUMAN terus diperTENTANG SERTIPIKAT HILANG Nomor : 32/STP.HL/X /2019 b a i k i . Tu Untuk mendapatkan Sertipikat baru Pengganti Sertipikat Hilang, Berdasarkan ketentuan Pasal 59 ayat (2) PP. No. 24 Th 1997 juannya, agar tentang Pendaftaran Tanah dengan ini diumumkan bahwa : KPM yang No NamadanAlamatPemo HakAtas NIB Terdaftar TanggalPem Letak Tanah Keterangan sebelumnhon Tanah GS/SU atas bukuan a.Desa/Kel. danJenis Nama/Alama b.Kecamatan ya telah terNo. Hak t 1 2 3 4 5 6 7 8 daftar tetap A.Tukul Hak Milik NIB.12.31.02.06 GUNTORO 20Ͳ02Ͳ2002 1 GUNTORO Surat pernyataan memperoleh No.66/Tu .00003 Rungkut Mapan dibawah sumpah/janji b.Sumber kul No.2/tukul/200 Tengah 4/DD/14 Tgl 18Ͳ09Ͳ2019 BPNT. “Ten2 RT.004/RW.007, Surat tanda laporan Tgl.05Ͳ02Ͳ2002 tunya terus Kelurahan Rungkut kehilangan Tgl.22Ͳ07Ͳ Luas 860 m2 Tengah, Kec. 2019 kami lakukan Gunung Anyar, No.STLK/778/VII/2019/ upaya terbaik Kota Surabaya Polres Prob Kota Dalam waktu tiga puluh (30) hari sejak tanggal ini, bagi mereka yang merasa keberatan dapat mengajukan agar KPM keberatanͲkeberatan kepada kami dengan disertai alasanͲalasan dan bukti yang kuat. Jika setelah tiga puluh (30) yang sebelhari tidak ada keberatan terhadap permohonan penggantian sertipikat tersebut diatas, maka sertipikat pengganti umnya sudah akan diterbitkan dan berlaku sah menurut hukum dan Sertipikat yang hilang dinyatakan tidak berlaku lagi. terdaftar bisa Probolinggo, 21Ͳ10Ͳ2019 mendapat KEPALA KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN PROBOLINGGO BPNT lagi di periode ini,” ujarnya. R. AGUS MARHENDRA, A.Ptnh. M.Si. (*/sr)

Probolinggo, Memorandum Ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Probolinggo tak bisa mencairkan bantuannya. Sebab, bulan ini bantuan yang biasanya langsung masuk ke rekening mereka, tidak cair. Pada September lalu, diketahui ada 124.233 rekening KPM yang terisi bantuan. Namun, bulan kemarin menurun hanya 122.549 KPM. Artinya, ada sekitar

Bupati Tak Keluarkan Izin Baru Tambak Udang Lumajang, Memorandum Bupati Lumajang Thoriqul Haq menindaklanjuti laporan masyarakat terkait izin pembangunan yang tidak sesuai dengan ketentuan di pantai Desa Selok Anyar dan Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, dengan turun ke lokasi, Jumat (1/11). Orang nomor satu di Lumajang itu melihat kondisi pengurukan yang dilakukan PT Lautan Udang Indonesia Sejahtera di atas tanah Alm Salim Kancil dan sungai/pancer yang bermuara ke laut. Usai meninjau lokasi, Bupati menyampaikan kepada awak media bahwa memang benar ada pengurukan yang sebelumnya adalah sungai/pancer yang nantinya akan digunakan untuk izin tambak udang. Tentu ini mengganggu lingkungan sekaligus meresahkan banyak

pihak. Apalagi sebelahnya ada tanah alm Salim Kancil yang sudah diputuskan tanahnya untuk lahan konservasi. Dengan begitu, bupati sudah berkeputusan bahwa tidak akan mengeluarkan izin untuk tambak udang dan akan tetap menjadi konservasi alam. Namun, untuk usaha yang sudah mendapatkan izin dari bupati yang lama melalui SK Bupati tahun 2017 seluas 20 hektar dan sudah mendapatkan hak guna usaha (HGU) itu boleh dilanjutkan. “Untuk

FOTO: MEMORANDUM/HUM

“Kota Probolinggo ini luar biasa. Karena memiliki potensi tidak hanya terkait dengan wisata, tapi juga ekonomi. Kota Probolinggo mau tidak mau menjadi connecting untuk wilayah Bakorwil V. Kami punya tol, punya stasiun, dan yang paling penting kami punya laut yang luar biasa. Dimana grand

Kota Probolinggo. Namun yang dipikirkan juga, kata Subri, bagaimana potensi ekonomi pasca dibangunnya tol. “Mungkin Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, Jember belum terasa dampaknya. Tapi bagi Probolinggo baik kota maupun kabupaten, dan Lumajang sudah mulai terasa. Tidak hanya masalah okupansi dan kuliner, tapi sekarang orang Probolinggo itu, misalkan punya uang Rp 1 juta, tidak mau lagi beli sepatu di Probolinggo. Belinya di Surabaya. Karena hanya butuh waktu 1,5 jam, dan pilihannya banyak,” ujar Subri.

Bupati Thoriqul Haq meninjau keberadaan tambak udang di Pantai Selok Awar-Awar.

proses izin diluar dari 20 hektar atau tambahannya saya tidak akan mengeluarkan izin, dan lahan ini dipastikan tetap untuk konservasi alam,” tegasnya. Selain itu, Bupati nantinya akan membuat surat untuk pihak yang bersangkutan agar mengembalikan lahan yang telah di-

uruk sesuai dengan fungsi pancer atau sungai yang bermuara ke laut. “Keluarga Alm. Salim Kancil saja merelakan tanahnya untuk alam, tentu ini menjadi catatan bagi saya dan untuk juga masyarakat persekitaran Selok AwarAwar, karena ini mempunyai sejarah yang panjang,” pungkasnya. (hum/tri/sr)

Agus Triyono Dilantik Jadi Sekda Lumajang, Memorandum Bupati Lumajang Thoriqul Haq melantik Agus Triyono sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Lumajang di Pendopo Arya Wiraraja, Jumat (1/11). Pelantikan sesuai dengan Surat Keputusan Bupati nomor 21/21/422019 tertanggal 1 November 2019. Bupati dalam sambutannya mengatakan setelah proses seleksi dilakukan, beberapa waktu lalu, termasuk yang terakhir adalah rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), baru kemudian digelar pelantikan. “Saya berharap dalam waktu yang cepat, termasuk juga beberapa pimpinan wilayah kecamatan, supaya lebih tahu persoalan yang ada di bawah. Segera menyelesaikan masalah masalah dan berkonsolidasi. Yang tidak bisa menyelesaikan, kita evaluasi. Karena

FOTO: MEMORANDUM/TRI

Probolinggo, Memorandum Wakil Wali Kota (Wawali) Probolinggo Subri mengemukakan ada potensi ekonomi dan dinamika pembangunan dalam forum komunikasi pimpinan daerah Bakorwil V Jember di Bakau Resort Kota Probolinggo. Orang nomor dua tersebut mengatakan, sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan tersebut, Kota Probolinggo memiliki banyak potensi.

Proses pelantikan sekda oleh Bupati Lumajang Thoriqul Haq.

itu, semua birokrasi kita berjalan dengan program-program di tahun 2020 yang akan kita bahas bersama DPRD tahun 2020,” tuturnya. Setelah ini evaluasi dilakukan, bupati berharap agar sekda segera ada perubahan. Karena itu yang diinginkan masyarakat. Melayani dengan baik lagi untuk Lumajang. “Terima kasih. Selamat bertugas.

Segera lakukan langkah-langkah untuk percepatan. Pelayanan yang baik dan cepat. Dengan begitu, saya juga bisa mengambil keputusan yang cepat,” pungkas Cak Thoriq. Acara pelantikan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat kepada Agus Triyono yang resmi menjabat sebagai Sekda Kabupaten Lumajang. (tri/sr)


OLAHRAGA

SABTU LEGI, 2 NOVEMBER 2019 HALAMAN 13

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

PSSI-PT LIB Gantung Jadwal Persebaya vs PSM Surabaya, Memorandum Kericuhan yang diluapkan pendukung Persebaya buntut kekalahan perdana di Gelora Bung Tomo (GBT) dari PSS Sleman, ternyata masih berdampak. Jadwal menjamu PSM Makassar diserahkan ke PSSI oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB), operator kompetisi Liga 1 2019 justru dikembalikan lagi. Laga berstatus tanpa penonton dan terusir dari GBT sesuai sanksi yang dikeluarkan Komisi Disiplin PSSI, harusnya digelar hari ini, Sabtu (2/11) di Stadion Batakan, Balikpapan sesuai usulan Persebaya sebagai tuan rumah. Keputusan PSSI itu tertuang dalam surat dengan nomor 4699/UDN/1145/X-2019 yang diteken Sekjen PSSI Ratu Tisha, Kamis (31/10) malam. Surat itu merupakan tanggapan permohonan status pertandingan Persebaya vs PSM Makassar yang ditujukan kepada Direktur PT LIB Dirk Soplanit. Ratu Tisha menyebut dua poin untuk merespons surat PT LIB Nomor 427/LIB/X/2019 tertanggal, Kamis (31/10) sore. Pertama, PT LIB punya kewenangan penuh menyusun jadwal dan menetapkan status pertandingan Liga 1 2019. Dan yang kedua, jika kemudian ada hal-hal terkait pelanggaran kode disiplin, regulasi, atau instruksi yang telah dikeluarkan. “Maka PSSI, dalam hal ini Komite Disiplin PSSI akan memutuskan berdasarkan hasil laporan PT Liga Indonesia Baru serta Match Commissioner yang bertugas,” tulis Ratu Tisha. Kepala Hubungan Media PT LIB, Hanif Marjuni justru menampik hal itu. Tangkapan layar pesan singkat yang tersebar Jumat (1/11) siang, dia memastikan belum ada keputusan kapan digelar dan venue pertandingan. Padahal Persebaya sudah berupaya mematuhi sanksi. Termasuk dengan menyiapkan segala administrasi laga usiran di Stadion Batakan. “Persebaya sangat siap melaksanakan pertandingan di Batakan Balikpapan sesuai dengan regulasi hasil emergency manager meeting. Stadion sudah kami bayar, izin polisi juga sudah keluar,” ungkap Sekretaris Persebaya Ram Surahman. Upaya itu dilakukan sejak 30 Oktober. Stadion Batakan dipilih setelah tujuh stadion menolak menjadi venue pertandingan. Karenanya, setelah ada

Surat izin dari Polres Balikpapan untuk menggelar laga tanpa penonton Persebaya vs PSM.

kepastian, manajemen Persebaya langsung mengirim surat ke PT LIB Rabu malam. Hal itu ditindaklanjuti dengan mengirim tim mengurus segala perizinan sehari berselang dengan bukti surat dari Wali Kota Balikpapan dan rekomendasi dari kepolisian setempat. Tetapi usaha itu percuma. Saling lempar PT LIB dan PSSI membuat jadwal mengambang. Ada dugaan, hal ini tak lepas dari keberatan PSM jika digelar di Balikpapan. Alasan mereka, tim sudah di Surabaya setelah main di kandang Bhayangkara FC. “Kami jelas menolak pertandingan itu (kelelahan pemain). Lawan Bhayangkara saja, kita dari Makassar terbang ke Jakarta,” ungkap Media Officer (MO) PSM Sulaiman Abdul Karim. “Masa H-2 sebelum pertandingan kita harus ke Balikpapan? Jelas ini sangat merugikan kami,” keluhnya kemarin. Bagi Persebaya, keputusan LIB maupun PSSI jelas sangat merugikan. “Entah pertimbangan apa, LIB tiba-tiba mengembalikan status pertandingan ini ke PSSI. Harusnya, jika memang taat asas, proses pelaksanaan pertandingan di Batakan dikawal sampai tuntas. Perkara terjadi apa di lapangan nanti baru diserahkan ke PSSI. Ini belum juga melangkah sudah ngeper duluan,” keluh Ram. (*/epe)

Madura United vs Persipura

Misi Pangkas Poin

Andik Vermansyah kembali diandalkan untuk membuka peluang mencetak gol ketika Madura United menjamu Persipura.

Bangkalan, Memorandum Euforia kemenangan melawan Tira Persikabo, ingin dilanjutkan Madura United ketika menjamu sesama tim papan atas Liga 1 2019, Persipura Jayapura pada laga pekan ke-26 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Minggu (3/11) malam. Boaz Solossa dan kolega bertamu ke markas tim berjuluk Laskar Sape Kerrab dengan modal enam laga tanpa kalah di laga tandang. Bahkan, empat laga mampu menuai hasil sempurna. Kendati demikian, Madura United memiliki modal

tersendiri. Greg Nwokolo cs belum tersentuh kekalahan di kandang sejak menundukkan PSIS Semarang 3-0 atau tujuh pertandingan terakhir. Sejatinya, Pelatih Madura United Rasiman tidak mempedulikan rekor yang dikantongi kedua tim. Namun, dia mengaku, capaian tersebut tetap memotivasinya. “Memang rekor tidak penting, karena sepak bola modern tidak terpengaruh rekor pertemuan atau rekor yang lain. Tim papan atas juga bisa kalah sama tim bawah dan lainnya. Tapi, jika dikatakan memotivasi,

JaƟm KIP Run 2019

Gubernur Lepas 5 K, Menpora 10 K Surabaya, Memorandum Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa direncanakan melepas peserta Jatim KIP Run 2019 di Kabupaten Magetan, Minggu (3/11). Kadispora Jatim, Supratomo mengatakan, menpora melepas peserta kategori 10 K. Sedangkan gubernur melepas peserta kategori 5 K. “Kami panitia di Jatim KIP Run 2019 menargetkan 2.000 pelari ikut event ini,” terangnya, Jumat (1/11). Jatim KIP Run 2019 di Kabupaten Magetan dalam rangka memeriahkan HUT ke-74 Pemprov Jatim yang merupakan kegiatan yang digagas Dispora Jatim. Magetan dipilih atas permintaan gubernur. Sesuai jadwal, start dan finis di GOR Ki Mageti Magetan. Karena bukan ajang prestasi, Jatim KIP Run 2019 lebih pada run fun. Sehingga dispora menyediakan banyak doorprize di acara ini. Bagi peserta yang menyelesaikan rute, baik kategori 10 K maupun 5 K, mendapatkan medali dengan simbol logo pemprov dan Kabupaten Magetan setelah membayar biaya pendaftaran Rp 30 ribu. (epe)

HILANG Nopol W4067-CB a/n Maftuhatul Masaro d/a Merdeka RT 01/02 mojopuro Wetan Sby

tentunya iya,” ujarnya. Berbeda dengan gelandang Madura United Asep Berlian yang menyebutkan, kepercayaan dirinya kian tinggi. Bahkan, dia membeberkan, kesiapannya untuk bertanding. “Sa n g a t y a , s a n g a t memotivasi untuk kami terus jaga tidak kalah di kandang. Apalagi, kami hanya memiliki laga kandang sedikit. Kalau memang masuk strategi, saya siap,” pungkasnya. Kemenangan memang jadi target Madura United. Misinya, memangkas selisih poin dengan pimpinan klasemen Bali United. Terpisah 11 angka, Madura United sudah berlaga 25 kali, satu kali lebih banyak. Karenanya, hasil maksimal dibutuhkan untuk kembali menapak mimpi sebagai kampiun di akhir musim. (*/epe)


DEWI RENGGANIS WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

SABTU LEGI, 2 NOVEMBER 2019 HALAMAN 14

FOTO: MEMORANDUM/MARJUNI

MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739

FOTO: MEMORANDUM/EDI WINARKO

Guru TPA dan TPQ mengikuti bimtek untuk meningkatkan kompetensi.

950 Guru Ngaji di Jember Jalani Bimtek Jember, Memorandum Sebanyak 950 guru ngaji Taman Pendidikan Al Quran (TPA/TPQ) di Kabupaten Jember, selama dua hari mengikuti bimbingan teknis (bimtek), 1-2 November. Agenda Pemerintah Kabupaten (pemkab) Jember bertujuan meningkatkan kompetensi. Bimtek ini dinilai penting seiring dengan perkembangan proses pembelajaran yang ada. Hal ini disampaikan Wakil Bupati (wabup) KH Abdul Muqit Arief usai menbuka bimtek di aula PB Sudirman, Jumat (1/11). “Jangan hanya anak didiknya saja yang selalu didorong untuk rajin belajar, gurunya pun juga harus belajar juga. Sekarang ini kalau kita tidak meningkatkan kompetensi termasuk para guru ngaji, akan ketinggalan,” terang wabup. Apalagi di era teknologi informasi berkembang pesat seperti saat ini, belajar Al Quran bisa tanpa guru. “Bisa melalui alat-alat elektronik, kita tinggal tunjuk sudah bisa bunyi sendiri, sudah sangat modern. Tetapi jelas belajar Al Quran secara langsung kepada ustaz pasti ada kelebihan-kelebihan. Salah satu kelebihannya, gurunya pasti mendoakan muridnya. Beda kalau belajar alat elektronik tidak bisa mendoakan,” seloroh pejabat yang juga ulama tersebut. Karenanya, sebagai guru ngaji harus terus meningkatkan kemampuan. Dulu belajar ngaji biasanya butuh 6 bulan. Namun saat ini, 1 bulan saja sudah bisa. “Belajar nembaca Al Quran kini bisa cepat menggunakan metode-metode yang sudah dikembangkan,” jelas pengasuh pondok pesantren ini. Salah satu materi bimtek adalah metode baru pengajaran bahasa arab yang sudah dikembangkan. Motode yang dikenalkan kepada 950 guru ngaji peserta bimtek adalah model alimna. “Ini salah satu proses pembelajaran Al Quran yang insya Allah sangat efektif. Jauh lebih efektif, lebih cepat, dan lebih menyenangkan untuk anak didik agar tidak jenuh,” jelasnya. (jun/edy/epe)

Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin bersama pengasuh PP Nahdlatul Arifin, Kepala Desa Kemuningsari Lor, dan Camat Panti usai Safari Tahajud.

Makmurkan Masjid

Komandan Kodim 0824 Jember Gagas Safari Tahajud Jember, Memorandum Safari Tahajud merupakan kegiatan yang dicanangkan Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin pada awal menjabat komandan Kodim 0824 Jember. Kegiatan itu melengkapi program lain seperti one day one pesantren, one day one MAN, one day one duafa, dan lainnya. Safari tahajud dilakukan setiap Jumat mulai pukul 02.00 dengan lokasi berpindah-pindah. Kemarin (1/11), digelar di wilayah Koramil 0824/14 Panti yaitu di Pondok Pesantren (PP) Nahdlatul Arifin. Kedatangan

Letkol Inf La Ode M Nurdin disambut Komandan Koramil 0824/14 Panti Kapten Inf Shonda, Kapolsek Panti AKP Zainuri, KH Mahfud Hasan (takmir PP Nahdlatul Arifin), Kepala Desa Kemuningsari Lor Wakik dan

Camat Panti serta ratusan warga setempat. Tahajud dilaksanakan tepat pukul 03.10, dilanjut dengan witir berjamaah, doa dipimpin KH Mahfud Hasan dan diakhiri dengan salat subuh berjamaah. Mewakili masyarakat, Kepala Desa Kemuningsari Lor Wasik menyebut, momen ini sebagai keistimewaan dengan hadirnya Letkol Inf La Ode M Nurdin melaksanakan salat tahajud dan subuh berjamaah di PP Nahdlatul Arifin. “Beliau

hadir untuk bersilaturahmi bersama kita. Untuk bertatap muka dan bersinergi menjaga Jember agar lebih kondusif,” ucap Wasik dalam sambutannya. Letkol Inf La Ode M Nurdin menerangkan, safari tahajud kemarin yang ke-10 selama menjabat komandan Kodim 0824. “Tujuannya, bersama-sama memakmurkan pondok pesantren untuk menciptakan Jember yang aman, indah, dan sejuk sehingga segala kegiatan

masyarakat berjalan baik,” terangnya. Lebih lanjut, Letkol Inf La Ode M Nurdin menyampaikan kedekatan dengan silaturahmi dari masjid ke masjid dan dari pondok ke pondok juga jadi kesempatan untuk berdoa memohon keberkahan bagi Kabupaten Jember. “Program kami one day one ponpes untuk berkunjung kepada para tokoh agama ulama sehingga bisa sinergi untuk menjaga Kabupaten Jember,” pungkasnya. (edy/epe)

MATARAMAN KABIRO: H M TAUFIQ. PONOROGO - WARTAWAN: PUJI SISWANTO, KANTOR: Jl Mayjend Sutoyo no 16 RT-03/RW-03 Kel Kertosari Kec Babadan, Kab Ponorogo. MADIUN-MAGETAN-WARTAWAN: Muhammad Y Nur Habibii, M Alvin. KANTOR: Jl Mayjend Soengkono 53 Madiun Kota.

Jalan Sehat Magetan Bersinar

dy mengatakan, selain menjaga kesehatan agenda ini dapat meningkatkan hubungan silaturahmi. Karenanya, dia mengajak peserta jalan sehat terutama pelajar dan generasi muda mempersiapan diri menjadi generasi berkualitas bebas narkoba. “Dengan membentengi diri melalui kegiatan positif dan meningkatkan keimanan. Diharapkan generasi muda terhindar dari narkoba,” ujarnya. (alv/mt/epe)

Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy bersama Bupati Suprawoto mengikuti jalan sehat Magetan Bersinar.

FOTO: MEMORANDUM/PUJI SISWANTO

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi didampingi Wabup Ponorogo Dr H Sudjarno MM beserta jajaran menutup TMMD ke-106.

Pangdam V Brawijaya Tutup TMMD Ke-106 Ponorogo, Memorandum Dalam rangka menjalin sinergitas TNI-Polri, Wakapolres Ponorogo Kompol IndahWahyuni menghadiri upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-106 di lapangan Desa/Kecamatan Sooko, Ponorogo, Jumat (1/11). Penutupan dilakukan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe Praseja Boedi, dan dihadiri Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya Madiun, Wakil Bupati Dr H Sudjarno MM beserta jajaran Forpimda Kabupaten Ponorogo, serta jajaran samping TNI maupun Polri. Pangdam menjadi inspektur upacara penutupan TMMD ke-106. Dia menjelaskan, TMMD yang dilaksanakan penuh kebersamaan serta dilandasi semangat gotong royong menghasilkan pembangunan sasaran fisik. Berupa pembangunan rabat jalan, talud, renovasi masjid, dan pembangunan rumah tidak layak huni. “Selamat dan terima kasih kepada pemerintah daerah serta semua pihak yang terlibat dan telah membantu kegiatan TMMD ke–106 2019 ini baik secara moril maupun materiil, sehingga dapat terselenggara dengan sukses, aman dan lancar serta sesuai harapan kita semua,” ucap pangdam. (ji/mt/epe)

Para pemenang Kakang Senduk bersama jajaran Forkopimda Ponorogo.

Grand Final Duta Wisata Kakang Senduk 2019 Ponorogo, Memorandum Dinas Pariwisara Kabupaten Ponorogo terus menguatkan sumber daya manusia di bidang kepariwisataan dengan berbagai kegiatan secara berkala. Di antaranya pemilihan duta wisata Kakang Senduk 2019. Grand final Kakang Senduk 2019 akan berlangsung di Atrium PCC, Ponorogo. Kepala Dinas Pariwisata Agus Sugiharto menyebutkan, pemilihan Kakang Senduk Ponorogo 2019 merupakan upaya mencari generasi milenial berbakat yang bisa mempromosikan, memajukan, dan berinovasi dalam bidang pariwisata, seni dan budaya di Ponorogo. “Event ini merupakan wadah menjaring generasi milenial berkompetisi dalam bidang kepariwisataan, menyalurkan bakat dan menggali potensi diri menjadi generasi yang cerdas, berpendidikan, berbudaya dan berkarya nyata

serta menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas untuk memajukan potensi kepariwisataan, kesenian, dan budaya Ponorogo,” terang Agus, Jumat (1/11). Kepala Bidang Promosi Wisata Dinas Pariwisata Ponorogo, Farida Nuraini mengatakan, pemilihan duta wisata Kakang Senduk Ponorogo 2019 bertema Awakening Millenials Inspiration. “Artinya membangkitkan inspirasi milenial.Tahun ini meningkat signifikan dari kualitas maupun kuantitas peserta,” sebutnya. Total ada 217 peserta, terdiri dari 103 kakang dan 114 senduk. Semuanya merupakan putra-putri terbaik Ponorogo kelahiran 1995-2002. Pada grand final, Ridwan Ardiansyah dari STKIP Ponorogo terpilih sebagai Kakang Ponorogo 2019. Sedangkan juara Senduk disabet Isaura Risva Surya Dewanti, siswi SMAN 1 Babadan (ji/mt/epe)

SMK Adhikawacana KTS ke UPT Kulit Magetan, Memorandum Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur UPT Industri Kulit dan Produk Kulit di Magetan, kedatangan siswa kelas 12 SMK Adhikawacana Surabaya, Jumat (1/11). Agenda itu dalam rangka kegiatan tengah semester (KTS) “Supaya tau kulit akan dijadikan apa saja, dan KTS sifatnya wajib,” ujar guru SMK Adhikawacana, Padmi. Diangkut 7 bus, rombongan siswa SKM asal Surabaya yang mengikuti KTS, terdiri dari semua jurusan. Mulai jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) , Akutansi Keuangan Lanjutan (AKL) , Pemasaran, Perbankan, dan Perbankan Syariah. Usai ke UPT Industri Kulit, rombongan melanjutkan ke Pabrik Brem di Jalan Kali Abu, Caruban. “Agar setelah lulus tidak bergantung pada perusahaan tapi bisa menjadi wirausaha,” tutur guru seni budaya tersebut. (alv/mt/epe)

FOTO: MEMORANDUM/M ALVIN

Jalan sehat diberangkatkan Bupati Suprawoto dengan menempuh rute sepanjang 3 Km. Kang Woto, sapaan akrab bupati, mengapresiasi jalan sehat sebagai upaya memerangi narkoba. «Diharapkan masyarakat turut berpartisipasi aktif memberikan pemahaman akan bahaya narkoba bagi pengguna terlebih bagi pengedarnya,” katanya. Letkol Czi Chotman Jumei Arisan-

FOTO: MEMORANDUM/PUJI SISWANTO

Magetan, Memorandum Komandan Kodim 0804 Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Magetan, dan ribuan warga Kecamatan Kawedanan yang didominasi pelajar dan guru antusias mengikuti jalan sehat Magetan Bersinar (Magetan Bersih Narkoba) yang dipusatkan di lapangan Pabrik Gula Rejosari Kawedanan, Jumat (1/11).

FOTO: MEMORANDUM/M ALVIN

Dandim 0804 Ajak Jauhi Narkoba

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim UPT Industri Kulit dan Produk Kulit menjadi jujukan KTS siswa SMK dari Surabaya.


LAMONGAN-TUBAN-BOJONEGORO

SABTU LEGI, 2 NOVEMBER 2019 HALAMAN 15

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BBIRO: Supardi (Hardy). LAMONGAN: M Nur Ali Zulfikar. BOJONEGORO: Sutopo. IKLAN/PEMASARAN: Wahyudi. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 0313959494- 085311868686

Petugas sedang men-dropping air di Desa Sambiroto.

Asset 4 Dropping Air ke Desa Sambiroto

Kasatreskoba Polres Lamongan Iptu Ahmad Khusen menjelaskan, tersangka digerebek petugas di rumahnya, Selasa (29/10) dinihari, saat sedang asik istirahat bersama keluarganya. “Kami tangkap atas dugaan melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan, men-

awarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan 1 bukan tanaman jenis sabu,” jelas Iptu Ahmad Khusen, Jumat (1/11) pagi. Khusen mengatakan, bahwa tersangka ini masih satu jaringan dengan dua tersangka yang sebelumnya sudah terlebih dulu diamankan petugas dan sudah

ditahan di sel Polres Lamongan. “Langsung ditahan, karena terbukti melanggar pasal 112 ayat (1) dan 114 ayat (1) undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya maksimal 20 tahun penjara,” katanya. Polres Lamongan, tegas Khusen, berkomitmen dengan serius memberantar peredaran obat-obatan terlarang atau narkotika. Hal itu karen narkotika sangat berbahaya terhadap masa depan generasi bangsa. “Dalam penangkapan diamankan barang bukti berupa satu klip narkotika jenis sabu dengan berat kotor 3,02 gram dan satu unit HP,” pungkasnya. (al/har/mik)

Soejanto alias Koko sedang menjalani pemeriksaan.

FOTO: MEMORANDUM/ALI

Bojonegoro, Memorandum Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Migas Lapangan Sukowati, Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, memberikan bantuan air bersih untuk masyarakat di Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (31/10) sore. “Kami sudah menyalurkan air bersih untuk warga Desa Sambiroto sejak bulan Juli 2019,” kata Public and Relations Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, Tarmidzi. Dia mengatakan, bantuan air bersih tersebut tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari warga sekitar yang tinggal di sekitar Pad A (daerah sekitar pengeboran). Tetapi juga untuk lahan pertanian yang tengah dilanda krisis kekeringan. “Airnya kita ambil dari Mudi Office di Kabupaten Tuban,” ucapnya. Menurutnya, setiap hari Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field mengirimkan satu tangki air bersih bermuatan 5.000 liter. Bantuan itu, diharapkan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. “Harapannya, air bersihnya bisa dipakai untuk seluruh warga,” imbuhnya. Dijelaskan, Pertamina EP Asset 4 Sukowati sekarang ini tengah membangun jaringan pipa air bersih untuk seluruh masyarakat di Sambiroto. Sehingga, ke depan tidak lagi mengandalkan bantuan air bersih, tetapi bisa memanfaatkan pipa tersebut dari tandon air yang sudah ada. “Nanti, kalau pipanya sudah terpasang bisa digunakan seperti perusahaan daerah air minum atau pdam gitu,” pungkasnya. (top/har/mik)

Lamongan, Memorandum Setelah melakukan pengembangan dari tersangka Qomaruddin alias Umar (37), warga Dusun Wonosari, Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek, Jombang, Satreskoba Polres Lamongan mengamankan satu tersangka bernama Soejanto alias Koko (46), warga Dusun Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Jombang.

FOTO: MEMORANDUM/ALI

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

Budak Sabu Hasil Pengembangan Dibekuk

Petugas satlantas memeriksa surat-surat kendaraan bermotor milik pengendara.

Kasatlantas Polres Gresik AKP Erika Purwana Putra bersama petugas gabungan menggelar operasi di Jalan Raya Desa Tebuwung, Dukun.

Lamongan, Memorandum Satlantas Polres Lamongan menggelar Operasi Zebra Semeru 2019 di Paciran, Jumat (1/11) pagi. Pelanggar yang ditilang langsung menjalani sidang ditempat. Sementara pengendara yang surat-suratnya tidak lengkap dan telat pajak langsung dibantu pengurusannya. Sementara sampai hari ke delapan operasi pelanggaran helm masih mendominasi, disusul dengan surat-surat tidak lengkap, pengendara di bawah umur dan pengendara di bawah umur.

Kasatlantas Polres Lamongan AKP Danu Anindhito Kuncoro Putro mengatakan, bahwa petugas melakukan operasi diseluruh wilayah Kabupaten Lamongan, tidak hanya di wilayah perkotaan. Tujuannya agar seluruh lapisan masyarakat sadar akan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas di manapun berada, tidak hanya ketika bepergian jauh. “Langsung kami sidang di tempat, dengan menggandeng TNI, Pengadilan Negeri, Kejaksaan, Dinas Perhubungan,

Dinas Pendapatan atau Samsat. Dengan 8 sasaran penindakan yang sudah kami umumkan sebelumnya,” jelas AKP Danu. Pada operasi kali ini, kata Danu, ada 86 pelanggar keabsahan surat surat, 65 pelanggar tidak memakai helm, 26 pelanggar kelebihan muatan, 67 pelanggar dibawah umur dan 31 pelanggar tidak menggunakan sabuk pengaman. “Hasil Penindakan pelanggaran Lantas jumlah total ada 340 pelanggar. Sementara yang sidang ditempat berjumlah 274 pelanggar,” pungkasnya. (al/har/mik)

Sekali Operasi, Polisi Tilang 243 Pengendara

Gresik, Memorandum Tidak ingin terjadi kecelakan yang menelan korban jiwa salah satunya pasangan suami istri (pasutri) di Jalan Raya Desa Tebuwung, petugas gabungan dari Satlantas Polres Gresik dan Dinas Perhubungan (Dishub) bergerak cepat. Yakni melakukan operasi besar-besaran di Mapolsek Dukun dengan menghentikan dump truck yang melintas di lokasi itu. Polisi juga melibatkan kepala desa dan camat Dukun. Operasi berlangsung selama dua jam itu berhasil menjaring empat dump truk yang melintas di jalur penghubungan Dukun – Lamongan itu. Padahal, jalur tersebut merupakan kelas III. Kasatlantas Polres Gresik AKP Erika Purwana Putra menjelaskan, tindakan tegas berupa penilangan harus dilakukan kepada sopir dum truk. Banyak truk yang melintas melibihi tonase. Pihaknya juga menghadirkan kades dan pengusaha angkutan jalan. “Kami mediasi di Mapolsek Dukun. Berusaha duduk bersama merumuskan masalah serta mencari solusi yang terbaik,” katanya, Jumat (1/11). Yasir Alfariqi, salah satu pengemudi nampak pasrah ketika ditilang petugas. Sebab, ia tidak membawa surat izin mengemudi (SIM). Pria 39 tahun asal Desa Manduro, Kecamatan Ngoro, Mojokerto itu nampak sedang menelpon seseorang. “Saya lagi telpon juragan, karena SIM saya dibawa,” ungkapnya. Sementara itu, Kabid Angkutan Dishub Gresik Rony Soebiyantoro menjelaskan, sebelum insiden kecelakaan itu, dirinya dan anggota sudah melakukan razia. Namun, hasilnya sama. Para sopir truk itu tetap membandel. Tidak ada jera-jeranya. “Hari ini bisa disaksikan langsung. Empat angkutan bahan galian C berhasil terjaring. Setelah kami periksa, buku uji KIR nya kadaluarsa,” tuturnya. (an/har/mik)

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

Polisi Tindak Dump Truck di Wilayah Dukun

Bojonegoro, Memorandum Operasi Zebra Semeru 2019 di Bojonegoro telah belangsung sembilan hari. Di hari kesembilan dalam dua jam, petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bojonegoro menindak 243 pengendara saat melakukan razia di Jalan Veteran. Penindakan dilakukan dengan memberikan surat tilang dan mengamankan 229 surat-surat kendaraan bermotor dan 14 kendaraan roda dua, sebagai barang bukti. Semua barang bukti diamankan di Polres Bojonegoro. Barang bukti yang telah diamankan dapat diambil dengan terlebih dahulu menyelesaikan pembayaran denda tilang di Bank BRI terdekat. Per wira pengendali (Padal) yaitu Kaur Bin Ops (KBO) Sat Lantas Polres Bojonegoro Iptu Jadmiko mengatakan penindakan dilakukan kepada pengendara yang melakukan pelanggaran se-

cara kasat mata, yakni tidak menggunakan kelengkapan keselamatan. Iptu Jadmiko juga menyampaikan bahwa pada Operasi Zebra Semeru 2019 difokuskan pada penindakan potensi kecelakaan dan keabsahan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). “Bagi pengendara yang secara kasat mata melakukan pelanggaran, kami langsung menghentikan kendaraan tersebut serta kami cek surat-sutatnya”, ungkap KBO Iptu Jadmiko, Jumat (1/11). Kepala Sat Lantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto menegaskan bahwa penindakan akan diberlakukan baik selama Ops Zebra Semeru 2019 maupun setelahnya. “Upaya pencegahan tidak terbatas waktu demi mewujudkan Indonesia Road Safety For Zero Accident,” pungkas AKP Aris. (top/har/mik)

Petugas memadamkan api yang membakar bangunan permanen milik korban.

Masak Air, Rumah di Gayam Terbakar Bojonegoro, Memorandum Warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Jumat (1/11) pagi, dikagetkan dengan kejadian kebakaran bangunan dapur permanen milik Yaijan (65). Diduga, kebakaran bermula dari kayu bakar yang digunakan untuk memasak air yang menjalar di sekitar dapur. Kabid Pengendalian Kebakaran Damkar Bojonegoro Sukirno menjelaskan, akibat

kebakaran itu korban mengalami kerugian material senilai Rp 25 juta, karena api telah menghanguskan rangka atap dapur berukuran 9x10 meter. Sukirno menuturkan, kronologi kebakaran tersebut diperkirakan terjadi pukul 07.15, dan petugas Damkar datang ke lokasi 20 menit kemudian. Petugas langsung melakukan pemadaman sekitar 15 menit yang dibantu warga desa setempat.

“Awalnya, saat itu ibu Laena sedang memasak air dengan menggunakan kayu di pawon, saat masak itu, ditinggal kedepan, beruntung anak korban melihat api yang sudah menjalar ke pintu dan atap dapur,” terang Sukirno. Untuk memadamkan api dikerahkan satu mobil damkar dan empat personel. Beruntung dalam kejadian itu tidak sampai memakan korban jiwa. (top/har/mik)

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDIN ANAM

274 Pelanggar Lalin Sidang di Tempat

Petugas menggelar operasi di Jalan Veteran.


GRESIK-PANTURA

SABTU LEGI, 2 NOVEMBER 2019

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 16

KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Syaifuddin Anam, Hardy, M Amin Alamsyah. Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEP

Pengacara Andhy Hendro Wijaya

Ancam Gugat Kejaksaan

Gresik, Memorandum Sidang praperadilan yang diajukan mantan Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik Andhy Hendro Wijaya digelar di Pengadilan Negeri Gresik, Jumat (1/11). seperti apa,” ungkapnya. Dijelaskan olehnya, terkait ketidakhadiran kliennya sudah disertai alasan yang kuat. Panggilan pertama sebagai tersangka misalnya. Tersangka datang melalui istrinya. Dan sudah menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir. Sebab sedang mencari penasihat hukum. “Suratnya ada,” katanya. Selanjutnya, pada panggilan kedua yang hadir adalah kuasa hukum istrinya. Dan menyampaikan surat untuk menunda pemanggilan karena sedang menunggu praperadilan. Artinya, tersangka tidak hadir dengan alasan yang jelas. “Sekarang dipanggil lagi yang ke tiga, kan parah,” tudingnya. Ditegaskan, kliennya tidak pernah melarikan diri. Terkait empat kali tidak

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM

Langkah itu diambil karena penetapan Andhy sebagai tersangka terlalu dini. Hariyadi, penasihat hukum Andhy mengatakan, penetapan tersangka terhadap kliennya sangat terburu-buru. Pasalnya, perkara yang menjerat M Muchtar belum inkrah. Selain itu, sampai saat ini kliennya blum pernah diperiksa sebagai saksi. “Tiba-tiba sudah ditetapkan tersangka,” katanya, kemarin. Dia menyebut, dalam persidangan jaksa sempat menyinggung SEMA (Surat Edaran Mahkamah Agung) No 1/2018 sebagai dasar penolakan. Yang menyatakan bahwa kliennya telah melarikan diri sehingga tidak boleh mengajukan praperadilan. “Saya ajukan praperadilan sebelum ada panggilan tersangka. Dan yang dimaksud melarikan diri itu yang mana dan

hadir dan dilakukan jemput paksa itu, statusnya adalah saksi. Bukan sebagai tersangka. “Status penetapan tersangka saja saya persoalkan, apalagi mau mengeluarkan DPO. Kalau sampai keluar DPO akan saya gugat lagi,” ungkapnya. Sementara itu, terkait surat pemanggilan tersangka Andhy kedua yang ditandatangani pada tanggal 28 dan panggilan ke 3 ditandatangani pada tanggl 30 Oktober juga patut dipertanyakan. Sebab, berdasarkan surat mutasi dari Jaksa Agung RI HM Prasetyo Nomor: KEP280/A/JA/09/2019 tertanggal 26/9/2019 sudah turun. Menanggapi hal tersebut, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Gresik R Bayu Probosutopo menjelaskan,“Surat panggilan sudah disiapkan sebelumnya. Pak Pandoe belum dilepas dari sini (Kejari Gresik, red) jadi kewenangannya masih sama,” tandasnya. Diketahui, dalam sidang perdana prapadilan itu dihadiri oleh empat jaksa. Di antaranya, Kasi pidsus Dymas Andji Wibowo, Hesti, Ngurah dan Alifin. (an/har/mik)

Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono memberikan bantuan unit mobil Avanza yang diterima Ketua Bhayangkari Polres Tuban Ny Nany Nanang Haryono, (1/11), kemarin.

Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari Ke-67,

Kapolres Tuban Kado Mobil

Tuban, Memorandum um ah, Jumat barokah, g mungkin ini yang a dirasakan anggota Bhayangkari Polress Tuban. Pasalnya, Ka-P polres Tuban AKBP Nanang Haryono, memberi bantuan unit mobil Avanza yang diterima oleh Ketua Bhayangkari Polres Tuban, Ny. Nany Nanang Haryono, Jumat (1/11). Pemberian bantuan mobil operasional untuk organisasi istri polisi sebutan Bhayangkari adalah dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-67. Menariknya, mobil Toyota

Avanz Avanza warna hitam itu be bernopol S 111 BU itu diberikan oleh K Kapolres Tuban, AKBP Nanang H Haryono kepada K Ketua Bhayangkari Cabang Tuban, Ny. Nany Nanang Har yono dihalaman Mapolres Tuban. “Pemberian kendaraan roda empat ini tujuannya adalah untuk menunjang operasional seluruh kegiatan Bhayangkari Cabang Tuban, agar bisa maksimal “kata Nanang. Kapolres juga mengucapkan selamat Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-67. Ia berharap,

ke depan Polres Tuban bisa meraih WBBM dan organisasi ini semakin kuat dan bisa memacu kinerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Saya mengharapkan organisasi di Polres Tuban ini yang sehat, guyub dan solid, organisasi yang mampu bertahan dalam keadaan bagaimanapun “ pinta lulusan Akademi Kepolisian (Akpol), 2000. Selanjutnya pada penutupan acara tidak lupa pula untuk mengabadikan momen penting yaitu berfoto bersama Ketua Bhayangkari Cabang Tuban Ny.Nany Nanang Haryono, didampingi wakil Ketua Bhayangkari dan pengurus Bhayangkari Cabang Tuban. (top/har/mik)

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM

Suasana sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Gresik.

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

Pertanyakan Penetapan Tersangka

Direktur Utama PT PG Rahmad Pribadi didampingi Direktur Petro Graha Medika dr Hery Sulistianto bersama jajaran direksi dan undangan meninjau gedung dari lantai satu hingga lantai tiga.

Direktur Utama PT PG Rahmad Pribadi didampingi Direktur Petro Graha Medika dr Hery Sulistianto memotong pita tanda peresmian gedung Grha Abhipraya.

Gedung Grha Abhipraya RS Petrokimia Gresik Diresmikan Gedung Grha Abhipraya Rumah Sakit Petrokimia Gresik diresmikan, Jumat (1/11). Bangunan baru itu diresmikan Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi ditandai penandatanganan prasasti. Gedung baru ini dibangun untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Khususnya warga Kabupaten Gresik.

Gedung yang dibangun pada awal tahun 2019 itu terdiri dari tiga lantai. Meliputi, lantai satu untuk pengobatan pasien cuci darah (hemodealisis). Kemudian, lantai dua dan tiga khusus untuk pasien rawat inap. Dengan fasilitas VIP dan VVIP serta pelayanan premium. Bahkan, pelayanan tersebut kali pertama di Kota Pudak. Berdirinya gedung baru ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Gresik. Terutama soal pelayanan. Sebab, semakin tahun kunjungan pasien di RS Petrokimia semakin banyak. Tahun 2018 lalu misalnya. Mencapai 600 ribu. Itu merupakan salah satu indikator kepercayaan masyarakat semakin meningkat. “Gedung ini memang kami dedikasikan untuk seluruh masyarakat Gresik,” kata Direktur Petro Grha Medika dr Hery Sulistianto, disela-sela peresmian, kemarin. Dia mengatakan, kasus gagal ginjal akhir-akhir ini jumlahnya semakin menigkat.

Direktur Utama PT PG Rahmad Pribadi menandatangani psasasti peresmian Gedung Grha Abhipraya didampingi Direktur Petro Graha Medika dr Hery Sulistianto dan jajaran direksi. (an)

Hal itu dimungkinkan pengaruh pola penyakit masyarakat yang semakin banyak. Disampaikan, adanya Permenkes yang baru merupakan buah simalakama bagi RS Petrokimia

Gresik. Bagaimana tidak, untuk dapat menangani pasien homodealisis harus dilakukan oleh rumah sakit tipe B. Sementara RS Petrokimia Gresik masih tipe C. “Gedung ini nantinya yang akan

memenuhi standar itu,” ungkapnya. Pihaknya menambahkan, pembangunan gedung baru ini tidak lepas dari dukungan seluruh jajaran Direksi PT Petrokimia Gresik, pemegang saham dan tim pengawas

pembangunan gedung. “Pembangunan ini melalui proses yang cukup panjang. Rencana awal diresmikan pada Mei akhirnya mundur hingga awal November ini,” katanya.

Dalam pembangunan gedung baru ini sudah melalui berbagai hambatan. Tetapi, hal itu tidak menutup semangat dirinya untuk memberikan yang terbaik kepada seluruh masyarakat Gresik. “Kami dedikasikan gedung ini kepada seluruh masyarakat Kabupaten Gresik,” tandasnya. Sementara itu, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi mengapresiasi peresmian gedung Grha Abhipraya tersebut. Diresmikannya gedung baru ini, pelayanan di rumah sakit Petrokimia Gresik harus semakin baik. “Bertambahnya gedung baru, ditandai dengan semangat baru bagi seluruh jajaran di Petro Grha Medika,” tuturnya. Disampaikan, rumah sakit Petrokimia Gresik ini disamping memberikan layanan penyembuhan juga layanan preventif. Semuanya harus digalakan. Karena hal itu sebagai bagian dari upaya rumah sakit meningkatkan kesehatan karyawan. “Saya berharap seluruh karyawan semakin sehat,” imbuhnya. P i h a k n y a b e r h a ra p, R S Petrokimia mengambil peran yang signifikan dalam proses penyembuhan pasien. Terkait Permenkes baru, yang menentukan bahwa penanganan pasien hemodealisis (HD) harus dilakukan oleh rumah sakit kelas B. “Maka, kita harus mengikuti ketentuan yang ada. Semoga RS Petrokimia terus maju dan berprestasi,” pungkasnya. (an/har/mik)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Memorandum Edisi 2 November 2019 by memorandum - Issuu