Skip to main content

Memorandum Edisi 1 November 2019

Page 1

9

HARI

MENUJU

ULANG TAHUN

EMAS

JUMAT KLIWON, 1 NOVEMBER 2019

HARGA Rp 3.500,-

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com .com

CEMBURU, PRIA DARMO INDAH ANIAYA PACAR

Gegara cemburu, pria warga Jalan Darmo Indah Asri Blok AD ini, tega menganiaya kekasihnya asal Dusun Mragel, Desa Mragel, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan.  Bersambung ke halaman 7 

Pengedar Narkoba Ketintang Menyerah

Penganiayaan dilatarbelakangi karena tersangka cemburu ke pacarnya. Selama ini korban memang bekerja sebagai purel dan banyak kenalan laki-laki.

FOTO: MEMORANDUM/INDRA

Surabaya, Memorandum Empat tahun merajut cinta, tidak menjamin hubungan selalu berbuah manis. Ini seperti yang terjadi pada Stefanus Stanislas (28) dan pacarnya, Ririn Setyowati (26).

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

SERTIFIKA T

P ER S WAN DE

Dahi Disulut Rokok KOMPOL KUSMINTO Kapolsek Tandes

Stefanus Stanislas diapit petugas.

Muhammad Yusuf Septiano

Surabaya, Memorandum Anggota Unit Reskrim Polsek Rungkut meringkus seorang pria yang merupakan pengedar narkoba jenis sabu. Tersangka adalah Muhammad Yusuf Septiano (21), warga Jalan Ketintang Timur.  Bersambung ke halaman 7 

Tiga Hari, Bekuk Empat Pengguna SS Buah Sembrono Oleh: Dahlan Iskan

Surabaya, Memorandum Anggota Reskrim Polsek Simokerto kembali menunjukkan taringnya. Dalam kurun waktu tiga hari, unit pimpinan Iptu Soetrisno berhasil mengamankan empat tersangka penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Mereka adalah Arifin (20), warga Desa Keboharan, Kecamata Krian, Sidoarjo. Dia ditangkap sedang asik mengonsumsi sabu di rumah kos Jalan Nginden Jaya, Jumat (25/10). Dari tangan tersangka, petugas menyita barang  Bersambung ke halaman 7 

H

amigua. Seperti melon tapi bukan melon. Seperti blewah tapi bukan juga. Seperti mentimun emas, ah bukan pula. Namanya hamigua. Gabungan tiga jenis buah itu. Ditambah gula. Itulah buah terkenal dari Xinjiang. Warna dalamnya kuning. Teksturnya renyah. Manisnya empat ‘i’. Itulah satu-satunya buah yang saya tahu asal Xinjiang. Perkenalan pertama saya 30 tahun yang lalu. Di Beijing. Begitu banyak hamiqua dijual di Beijing. Di bulan September-Oktober. Puncak musim hamiqua di Xinjiang --provinsi gurun nan Islam di paling barat Tiongkok.  Bersambung ke halaman 4 

Kapolsek Simokerto Kompol Masdawati Saragih didampingi Kanitreskrim Iptu Soetrisno dan empat tersangka.

FOTO: MEMORANDUM/DANNY

Sekujur Tubuh Lebam, Kaki Melepuh

Rumah tempat AA ditemukan tewas.

Terduga pelaku sudah kami amankan. Sekarang masih dilakukan pemeriksaan. Proses penanganan kasus akan ditingkatkan ke penyidikan. Kami juga telah memeriksa empat orang dalam kasus ini di antaranya ibu dan ayah tiri korban.

Polisi mendapat laporan ada rumah pengedar di Jalan Kunti yang kerap dijadikan transaksi sekaligus tempat pesta sabu.

AKBP DONY ALEXANDER Kapolres Malang Kota

Satsabhara Praktikkan Senjata Pengurai Massa

Tak Suka Makan Tomat MAWAR Eva de Jongh mencuri perhatian publik saat mengikuti ajang pencarian bakat, Miss Celebrity yang ditayangkan di SCTV. Dari situ bakatnya diasah dari akting, modelling hingga musik.  Bersambung ke halaman 7 

Ketiga tersangka yang diamankan anggota Unit Reskrim Polsek Semampir FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Mawar Eva de Jongh

Surabaya, Memorandum Untuk meningkatkan kemampuan teknik kepolisian, personel Satsabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak melaksanakan program Kamis Pak Polis di Mapolres yang berlokasi di Jalan Kalianget 1. Kali ini, materi yang diajarkan adalah pengenalan alat khusus pengendali masyarakat (dalmas) senjata gas air mata jenis  Bersambung ke halaman 7 

Setelah dilakukan penyelidikan, lokasi tersebut digerebek dan menangkap tiga pria yang sedang asyik mengonsumsi kristal putih. FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Malang, Memorandum Seorang ayah tiri tega menyiksa anaknya yang masih berusia tiga tahun hingga tewas. Bahkan, kematian AA, awalnya dilaporkan Egi Age Anwar (36), pelakunya akibat tenggelam di bak kamar  Bersambung ke halaman 7 

FOTO: ISTIMEWA

Balita Tewas Disiksa Ayah Tiri

KRONOLOGI KEJADIAN

Kasatsabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Heru Purwandi mengenalkan gas air mata jenis flashball ke personel.

Tiga Budak Sabu Diringkus di Rumah Pengedar Kunti Surabaya, Memorandum Peredaran narkoba di Jalan Kunti harus mendapatkan atensi khusus dari kepolisian. Di sana bukan hanya sebagai tempat menjual sabu. Melainkan juga menyediakan ruang mengisap kristal putih tersebut.   Bersambung ke halaman 7

PERJALANAN CINTA SEORANG PLAYBOY KETURUNAN PLAYBOY Έ3Ή

Orang Tua Bangga Memiliki Menantu Cantik Sundul Langit +

Meng, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melarang pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya memberikan keterangan kepada media.

-

Tapi tidak dilarang memberikan angpao kan?

Si Mameng (Wartawan amplop)

Ada satu pertanyaan Dila yang sulit Memorandum jawab. Begini, “Andai nanti Beni mengetahui wajah Rani yang sebenarnya, apa ya yang dia lakukan?” Sungguh, pertanyaan ini seperti mengada-ada. Tapi, memang bisa saja itu terjadi. Lantas, bagaimana sikap Beni? Yuli Setyo Budi, Surabaya

“Om berani taruhan sama saya?” tanya Dila. “Soal?” “Sikap Beni bila mengetahui wajah asli istrinya nanti?” “Taruhannya?” “Andai Beni tetap mempertahankan Rani, Om saya traktir bakso Ciliwung. Kalau terjadi sebaliknya, Om harus traktir saya andok Steak

PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera  SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986  PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390  REDAKSI: 031-8275390  FAX: 031-8291078

Kampung. D’Nine Steak juga boleh.” Tawaran taruhan yang terkesan guyonan ini menarik juga untuk ditanggapi. Kami pun deal. Usai resepsi pun kami berpisah. Entah sampai kapan. Nggak pasti. Yang jelas, kami bertukar nomor WA.  Bersambung ke halaman 7 


SIDOARJO

JUMAT KLIWON, 1 NOVEMBER 2019 HALAMAN 2

WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BIRO: Jokosan. WARTAWAN: H Darianto, M Suud . TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com

Jual Sabu dan Koplo, Nelayan Bluru Dibui

Tingkatkan Keimanan Anggota, Polresta Gelar Kamis Berzikir

FOTO: MEMORANDUM/JOK

Sidoarjo, Memorandum Untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Polresta Sidoarjo mengadakan kegiatan pembinaan rohani dan mental (Binrohtal), setiap hari Kamis. Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan personel baik yang muslim maupun non muslim, karena Polri sebagai pelopor revolusi mental memerlukan kegiatan-kegiatan positif yang dapat membentuk karakter anggota. Seusai apel pagi, seluruh anggota dan ASN Polresta beserta jajarannya tanpa terkecuali, diwajibkan hadir di dalam acara Binrohtal yang menjadi agenda rutin mingguan. Seperti yang dilakukan Kamis (31/10) kemarin. Bagi yang beragama Nasrani kegiatan dilakukan di Gereja Elohim Jalan Kbp M Duryat Sidoarjo. Dan anggota yang beragama Hindu melakukan ibadahnya di Pura. Sedangkan untuk umat mu+slim kegiatan dipusatkan di Masjid As-Sidiq Polresta Sidoarjo yang dihadiri sekitar 300 orang. Dalam kegiatan tersebut para jemaah mendapatkan siraman rohani dari Ustadz Drs KH Imam Wahyudi. Wakapolresta Sidoarjo AKBP M Anggi Naulifar Siregar yang ditemui seusai acara menjelaskan, kegiatan ini bertujuan membentuk karakter anggota Polresta Sidoarjo untuk menjadi lebih humanis dalam melayani masyarakat. “Setidaknya siraman rohani dan moral ini bisa dijadikan sebagai alat kontrol diri bagi para anggota kepolisian dan ASN. Dengan begitu pelaksanaan tugas mereka bisa dipertanggungjawabkan sehingga citra Polri menjadi lebih baik,” tutur M Anggi Naulifar Sireger. (*/jok/pi)

Sertu Sugianto menyempatkan diri membantu Suherman dan istri sebelum berpamitan setelah pelaksanaan TMMD.

Satgas TMMD Ditarik ke Barak

Kini Suasana Desa Kupang Kembali Sepi Sidoarjo, Memorandum Kamis (31/10), rumah Suherman di Desa Kupang, Kecamatan Jabon terlihat sunyi. Tak ada lagi anggota TNI yang sebulan terakhir tinggal disana selama pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 Kodim 0816 Sidoarjo. “Biasanya kalau pagi dan sore, saya dan bapak-bapak tentara itu ngobrol ngalor-ngidul disini sambil minum kopi atau teh. Sekarang jadi sepi lagi,” ujar pemilik warung kopi itu, Kamis (31/10). Perasaan yang sama juga dirasakan Sunarti, istri Suherman. Ia mengatakan, biasanya kalau sore selalu membuat gorengan atau singkong rebus untuk para tamunya itu. Namun, kebersamaan itu sudah tidak lagi ada. Karena pelaksanaan TMMD sudah resmi berakhir per 30 Oktober kemarin. Sebagian besar personel TNI di Desa Kupang sudah ditarik ke barak. Kalaupun masih ada, paling-paling hanya mengemasi barang-barang yang masih tertinggal di Kantor Desa Kupang atau lokasi proyek sasaran fisik yang dikerjakan selama 28 hari terakhir ini. “Semoga bapak-bapak tentara tidak lupa sama kami. Monggo kalau sewaktu-waktu mampir lagi disini. Pintu rumah kami selalu terbuka,” turur Suherman yang sehari-hari menunggu warung kopi miliknya itu. Sementara itu Sertu Sugianto, Babinsa Koramil Jabon yang ditemui Memorandum mengatakan, sasaran fisik yang direncanakan dalam TMMD tahun ini sudah tuntas tergarap seluruhnya. “Beres semuanya. Lihat saja kondisi jalan sekarang jauh lebih bagus dan lebih lebar daripada sebelumnya. Kini warga juga sudah bisa menikmati hasil pembangunan insfrastruktur dalam kegiatan TMMD ini,” kata Sugianto. (*/jok/pi)

-masing berisi 100 butir pil LL, dan 10 bungkus plastik masing-masing berisi 10 butir pil koplo. Berbekal barang bukti tersebut, polisi segera membawa pria lulusan SD itu ke Mapolresta Sidoarjo untuk diinterogasi. “Kini anggota masih menelusuri darimana tersangka mendapatkan barang-barang haram tersebut,” ujar Indra, Kamis (31/10). Kepada penyidik, duda dua

Muchamad Khotib

anak itu mengaku masih baru belajar berdagang sabu-sabu dan

pil koplo. “Saya diajak Edi, teman saya waktu minum minuman keras di GOR Sidoarjo. Kalau mau, saya dikenalkan dengan salah seorang bandar bernama Paijo,” aku Obeng kepada penyidik. Pada Jumat (25/10) pagi, Obeng menghubungi Paijo melalui telepon selulernya dan memesan memesan 2 gram sabu-sabu plus 6.000 butir pil dobel L senilai Rp 3,5 juta. Setelah mentransfer uang ke rekening Paijo, pesanan pun dikirim atau dalam istilah para bandar, diranjau di halte bus depan SDN Pucang 1 Sidoarjo. Barang pesanannya ditaruh dalam tas plastik warna hitam.

Muchamad Khotib alias Obeng Pelaku Di rumah, Obeng menimbang sabu-sabu dan menghitung pil dobel L yang ternyata sudah sesuai dengan pesanan. Lalu ia pun membagi barang-barang ilegal tersebut dalam kemasan kecil untuk dijual eceran. Namun belum sempat dijual, ia keburu digerebek anggota Satreskoba Polresta Sidoarjo berpakaian preman. Obeng langsung ditangkap dan dijebloskan ke dalam tahanan. (*/jok/pi)

Tak Terbukti Tewaskan Pemotor, Sopir Dilepas Sidoarjo, Memorandum Unit Laka Satlantas Polresta Sidoarjo akhirnya melepas Sulaiman, sopir truk bernopol W 9073 NN. Sebelumnya dia dituding menabrak dua orang pengendara motor di Jalan Raya Wilayut, Sukodono beberapa waktu lalu. Ditemui di rumahnya di Desa Pilang RT 5/RW 2, Kecamatan Wonoayu, Kamis (31/10), pria 41 tahun itu mengaku sempat diperiksa polisi selama lima jam karena dituding sebagai pelaku tabrak lari. “Saya diinterogasi lima orang polisi. Truk saya juga diperiksa untuk mencari tanda-tanda kecelakaan. Tapi karena memang tak ada bukti sama sekali, akhirnya saya disuruh pulang,” tutur Sulaiman. Perkara ini muncul setelah adanya kesaksian yang diterima polisi dari seseorang bernama Bajuri. Warga Gajah, Magersari itu mengatakan melihat langsung kecelakaan lalu lintas yang terjadi Kamis (24/10), pukul 08.00. Bahkan pria itu mengaku sempat mencatat dan mengabadikan bagian belakang truk warna merah dengan kamera ponselnya. Hasil pemotretan itu kemudian ia serahkan ke polisi, bahkan diunggah dalam akun FB-nya. Berbekal informasi tersebut, polisi segera memburu truk bermuatan abu batu yang dikemudikan Sulaiman. “Ceritanya polisi mencari data nopol truk, terus juragan saya dihubungi polisi. Setelah itu juragan yang menelepon saya dan disuruh ke garasi yang kemudian ke Polres Sidoarjo,” ujar Sulaiman lagi. Kepada petugas, Sulaiman menandaskan bahwa dirinya berada sekitar dua km dari TKP

FOTO: MEMORANDUM/DAR

AKBP M Anggi Naulifar Siregar bersama personel Polresta Sidoarjo mendengarkan ceramah agama di Masjid As-Sidiq.

Kasatreskoba Polresta Sidoarjo AKP Indra Nadjib, menjelaskan tersangka dibekuk di rumahnya di Desa Bluru Kidul RT 2/RW 8 Sidoarjo, Jumat (25/10), sekitar pukul 21.00. Saat digeledah, di rumahnya pria yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan itu ditemukan 10 bungkus plastik berisi sabu-sabu dalam bungkus rokok. Juga lima bungkus plastik yang masing-

FOTO: MEMORANDUM/JOK

FOTO: MEMORANDUM/JOK

Sidoarjo, Memorandum Berusaha mencari pekerjaan sambilan, Muchamad Khotib alias Obeng (41) malah berurusan dengan aparat kepolisian. Karena, barang dagangan yang dijualnya sabu-sabu dan pil koplo.

Saya diajak Edi, teman saya waktu minum minuman keras di GOR Sidoarjo. Kalau mau, saya dikenalkan dengan salah seorang bandar bernama Paijo.

Sulaiman (kanan) didampingi kakaknya saat ditemui di rumahnya.

saat kecelakaan itu terjadi. Ketika itu ia dalam perjalanan dari Ngoro menuju Pilang melalui Tulangan. Selanjutnya ia meneruskan perjalanan hingga ke Pertigaan Sampuri melalui Pos Polisi Sawocangkring. “Saya bongkar muat sekitar jam 9 pagi,” lanjut Sulaiman. Berikutnya ia kembali ke Kebaron, Tulangan, untuk mengambil pasir yang akan diantar ke Desa Pekarungan. “Jadi saya sama sekali tidak melewati lokasi kecelakaan itu.

Wong dari depan SDN Wilayut saya belok kiri,” ujar dia. Karena itulah dia mengaku sangat kecewa karena merasa menjadi korban fitnah. Apalagi foto bagian belakang truknya disebarluaskan melalui FB. Sulaiman sendiri mengaku sama sekali tidak tahu dimana foto itu diambil. Sekarang, Sulaiman sedang mempertimbangkan kemung-

kinan untuk membuat laporan balik terhadap orang yang telah menuduhnya dengan memberikan keterangan palsu pada petugas kepolisian, termasuk penyebaran foto di media sosial itu. “Saya berharap nama saya dibersihkan. Karena saya kuatir keluarga korban tiba-tiba menuntut ganti rugi atau menyimpan dendam padahal saya sama sekali tidak bersalah,” pungkas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan lalu lintas tersebut menewaskan Moh Mujib Wilis (65), warga Desa Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu yang mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit bernopol W 3982 YY. Selain itu juga Andik Purnomo (39), warga Dusun Klagen, Desa Wilayut, pengendara Honda Beat bernopol W 6518 WO. (dar/jok/pi)


ADVETORIAL

JUMAT KLIWON, 1 NOVEMBER 2019

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 3

Cangkrukan dan Ngobrol Bareng Memorandum Sambil Belajar Teknik Menulis TEKNIK menulis dalam dunia Jurnalistik ada kode etik yang harus dipahami oleh wartawan, tidak semua wartawan memahami akan hal ini, terutama dalam penulisan berita kasuistik yang berhubungan dengan tindak pidana dan kriminalitas, sehingga banyak wartawan yang berurusan dengan hukum hanya karena ketidak tahuan dalam hal Teknik penulisan. Hal ini disampaikan oleh Direktur Memorandum Choirul Shodiq saat bertemu dengan sejumlah wartawan media cetak dan online Jember yang tergabung dalam Forum Wartawan Lintas Media (FWLM) Jember dalam acara Cangkrukan dan Ngobrol Bareng Wartawan Jember yang mengambil tema Teknik Menulis Berita Kriminal dan Mengelola Media yang Benar, di Cafe Tipis-Tipis di Jalan Danau Toba, Jember, Kamis (31/10). “Banyak wartawan saat ini yang tidak memahami teknik menulis berita yang benar, terutama wartawan media lokal. Dan tidak sedikit yang tidak tahu UU Pers yang baru, sehingga penulisan hasil jurnalistiknya rawan dituntut oleh sumber berita,” ujar dia. Contoh kecil yang saat ini belum banyak dipahami oleh wartawan maupun redaksi di media, adalah saat wartawannya menulis kasus asusila maupun penulisan tindak pidana yang melibatkan anak di bawah umur. Banyak dari media yang sangat vulgar dalam memampang foto korban maupun pelaku, padahal hal ini tidak diperbolehkan dan diatur dalam UU Pers. “Dengan menampilkan foto korban maupun pelaku yang masih di bawah umur, redaksi harus jeli dengan tidak menampilkan foto secara vulgar di medianya. Foto pelaku maupun korban wajib disamarkan, jika tidak maka

Direktur SKH Memorandum Choirul Shodiq dan rombongan diterima Bupati Jember dr Faida MMR.

Bupati Faida Terima Kunjungan Manajemen SKH Memorandum

Jember, Memorandum Menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-50 Surat Kabar Harian (SKH) Memorandum, manajemen yang dipimpin Direktur Choirul Shodiq bersilaturahmi ke Bupati Jember dr Faida MMR dan Komandan Kodim 0824/Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin, Kamis (31/10). orandum. Bahkan kunjungan Direktur Memorandum Choirul Shodiq yang didampingi Redaktur Senior Syaikhu dan Manajer Bisnis dan Pengembangan Hery Sunaryo, di Pendopo Wahyawibawagraha ini seperti reuni. “Kesuksesan dan keberhasilan yang kami peroleh berkat dekat dengan awak media dan bergaul dengan TNI dalam mengemban tugas. Untuk itu kami sangat bersyukur bisa menjadi seperti sekarang,” tutur Faida. Sementara itu, Direktur Memorandum Choirul Shodiq mengatakan, sangat bangga dapat bertemu dan bersilaturahmi dengan Bupati Faida yang ternyata sangat terbuka menerima insan pers. “Bupati dr Faida sangat terbuka kepada kami. Bahkan dari

FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

kunjungan kami sebelumnya paling kompeten untuk menjalin komunikasi, utamanya meningkatkan kompetensi awak media yang ada di Jember,” jelas Choirul Shodiq Dalam kunjungan ke Kabupaten Jember ini rombongan manajemen SKH Memorandum juga bertemu dengan awak media yang tergabung di Forum Wartawan Lintas Media (FWLM) yang dikemas dalam cangkru’an. Ini untuk menambah ilmu tentang penulisan berita kriminal dan mengelola media dengan sehat. “Mengelola media yang se-

hat itu tidak meninggalkan aturan yang harus didaftarkan dan tercatat di dewan pers, serta memiliki wartawan yang berkompetensi,” terang Choirul Shodiq di hadapan para awak media. Choirul Shodiq bangga dengan rekan-rekan wartawan Jember yang tergabung di FWLM dan peduli untuk menambah wawasan dalam penulisan dan sharing pengalaman. “Semoga bisa bermanfaat untuk kita bersama dalam meningkatkan kompetensi awak media, utamanya wartawan Memorandum di Jember,” pungkas dia. (edy/jun/lis)

FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

Kunjungan manajemen SKH Memorandum diterima di PendopoWahyawibawagraha Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Faida menceritakan jika dirinya pernah bergabung selama tiga bulan menjadi pemasaran koran Jawa Pos di Jalan Karah Agung, Surabaya. Sehingga dalam pertemuan tersebut seolah mengupas kenangan yang tidak bisa dilupakan dan pengalaman itu menjadi modal sebagai orang sukses. “Saat kuliah di Surabaya, untuk mengisi waktu luang saya melamar pekerjaan dan diterima sebagai pemasaran koran Jawa pos. Dari gemblengan itu menjadikan pengalaman yang tidak bisa untuk dilupakan,” kenang Bupati Faida di hadapan rombongan manajemen Mem-

Direktur SKH Memorandum Choirul Shodiq menyerahkan cendera mata kepada Komandan Kodim 0824/ Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin.

media maupun wartawannya bisa dituntut di pengadilan,” beber Choirul Shodiq. Selain membahas masalah teknik penulisan berita kriminal, acara ngobrol bareng yang juga dihadiri Dandim 0824/Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin, dan Kasubbag Humas Polres Jember Ipda Danu Prasetyo ini, juga membahas tentang menangkal berita hoax. Dalam kesempatan tersebut, Ipda Danu Prasetyo juga mengajak para jurnalis di Jember untuk bersama-sama memerangi berita hoax yang saat ini banyak beredar di masyarakat di era digital ini. “Alhamdulillah selama ini kerja sama media dengan jajaran Polres Jember sudah berjalan baik. Terutama dalam menangkal berita yang tidak jelas sumbernya, dalam pemberitaan yang mengambil sumber berita dari kepolisian. Di Kepolisian, untuk sumber berita sudah diatur dalam Perkap Kapolri, bahwa yang berhak memberikan keterangan pers kepada wartawan adalah humas, kepala satuan yang ditunjuk kapolres, dan kapolres. Selain itu pertanggungjawabannya ada pada pribadi dan tidak mewakili institusi,” beber perwira menengah Polres Jember ini. Sementara Dandim 0824/Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin, dalam kesempatan tersebut lebih banyak menyampaikan hubungan antara jajaran Forpimda di Jember dengan insan pers, dimana pers juga bagian dari penegakan pilar demokrasi. “Pers dalam hal ini jurnalis sudah berjalan sesuai dengan fungsinya terutama di Jember. Kami sangat mengapresiasi hubungan antarjurnalis di Jember dengan jajaran TNI maupun Polri, sama-sama memiliki komitmen untuk mencerdaskan masyarakat,” pungkas mantan Komandan Yon 509 Raidaer Kostrad Jember ini. (edy/lis)

Direktur SKH Memorandum Choirul Shodiq ngobrol santai soal penulisan berita bersama Dandim 0824/Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin dan para wartawan yang tergabung dalam FWLM.

Waspadai Peredaran Narkoba dan Gangguan Tribum

Peredaran narkoba di Jawa Timur menempati nomor satu di seluruh Indonesia membuat Satuan Polisi Pamongpraja (Satpol PP) Jawa Timur ikut terlibat membantu pemberantasan. Satpol PP Jawa Timur menggelar rapat koordinasi (rakor) yang diikuti jajaran Satpol PP kabupaten/kota se-Jawa Timur dan Dinas Pendidikan Jawa Timur. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja JawaTimur Drs Budi Santosa mengatakan, rakor ini dilakukan untuk mencari solusi penanganan peredaran narkoba yang terus meningkat. “Kejahatan peredaran narkoba jelas-jelas men-

an ganggu keamanan n dan ketertiban umum (tribum),”” t e ra n g Bu d i Santoso. Lanjut Budi Santoso, penanganan terkait pemberantasan narkoba tentunya sesuai dengan kewenangan satuan polisi pamong praja. “Selain penegakan perda, kami di satpol PP berupaya membantu institusi penegak hukum untuk pemberantasan peredaran narkoba,” terang dia. Budi Santoso menambahkan, Satpol PP Jawa Timur bisa menjadi garda terdepan ikut mengamankan ketentraman dan ketertiban umum. “Peredaran narkoba sudah masif.

Ka Karena itu Satpol PP Jati mengandeng institim tu lain akan menjadi tusi garda terdepan mengamankan ketenteraman, ketertiban umum,”kata dia. Sementara itu, Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Jat tim, Slamet Setijoadji SH menjelaskan, ancaman peredaran narkoba sudah sangat serius. Lanjut Slamet Setijoadji, rapat koordinasi dengan tema Penanganan Gangguan Ketenteraman dan Ketertiban Umum, yang Memicu Konflik Sosial di Masyarakat dalam Penanggulangan Peredaran Narkoba diikuti kurang lebih 60 anggota Satpol PP se-Jatim di Sahid Montana, Kota Malang.

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

Satpol PP Jatim Gelar Rakor

Peserta rakor Satpol PP Jawa Timur.

“Meski Jawa Timur juga banyak pondok pesantren, ternyata tidak menyurutkan para pelaku peredaran narkoba masuk di Jawa Timur,” terang Slamet Setijoadji. Ia mengingatkan, Gubernur

Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berpesan agar semua lini di Pemprov Jatim ikut memerangi peredaran narkoba. “Bu Gubernur Khofifah Indar Parawansa berharap semua lini di Pemprov Jatim ikut mem-

berantas peredaran narkoba,” tandas dia. Slamet Setijoadji menambahkan, rapat koordinasi juga melibatkan BNN, Ditnarkoba Polda Jatim, maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) anti-

GMDM: Awas Bahaya Narkoba DALAM rakor Satpol PP JawaTimur juga melibatkan Garda Mencegah dan Mengobati (GMDM) Jawa Timur sebagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berkosentrasi terhadap penyelamatan korban penyalahgunaan narkotika dan obatobatan terlarang. Sekretaris Garda Mencegah dan Mengobati (GMDM) Jawa Timur Profesor Siswanto menyampaikan, angka penyalahgunaan narkoba di Jawa Timur terus meningkat. “GMDM sebagai salah satu perwakilan masyarakat yang terlibat dalam pencegahan narkoba,” terang Prof Siswanto. Pencegahan terhadap bahaya narkoba menjadi kewajiban semua lapisan masyarakat. “Semua ini untuk anak-anak kita, generasi bangsa, kalau bukan kita yang memberantas narkoba siapa lagi. Ayo kita membantu aparatur hukum untuk berantas narkoba. TNI, Polri, dan BNN adalah mitra kita, tugas mereka sangat berat, justru itu kita membantunya tanpa adanya paksaan demi anak cucu kita sebagai penerus bangsa,” papar dia. Lanjut Siswanto, menegaskan jangan bilang anda NKRI kalau tidak bisa mengantisipasinya. “Kita galakkan sosialisasi ini mulai tingkat kelurahan, kecamatan, hingga ke sekolah-sekolah. Mereka adalah anak, saudara kita semua,” ujar dia.

Slamet Setijoadji SH bersama GMDM Jawa Timur Profesor Siswanto menjadi pemateri rapat koordinasi Satpol PP Jatim.

Angka prevalensi pengguna narkoba secara nasional meningkat dalam waktu satu tahun terakhir. Peningkatan itu didapat setelah BNN RI bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan survei di 13 provinsi di Indonesia. Hasilnya mencengangkan. Pada 2017 angka prevalensi 1,77 persen dan meningkat dua digit angka di 2018 menjadi 2,80 persen.

Badan Narkotika Nasional (BNN))pernah pernah mena (narkoba) di yatakan, penyalahgunaan narkotika kat. Diperkirakalangan remaja semakin meningkat. n remaja yang kan peningkatan sekitar 24-28 persen un lalu, milenmemakai narkotika. Beberapa tahun yalahgunakan ial atau generasi muda yang menyalahgunakan narkoba hanya sebesar 20 persen, dan sekarang meningkat 24-28 persen.

World Drugs Reports 2018 8 yang diterbitkan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC)) menyebutkan 275 juta penduduk di dunia atau 5,6 persen dari penduduk dunia (usia 15-64 tahun) pernah mengonsumsi narkoba. Di Indonesia, BNN selaku focal pointt di bidang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) mengantongi angka penyalahgunaan narkoba pada 2017 sebanyak 3.376.115 orang di rentang usia 10-59 tahun. Angka penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar pada 2018 (dari 13 ibu kota provinsi di Inonesia) mencapai angka 2,29 juta orang. Salah satu kelompok masyarakat yang rawan terpapar penyalahgunaan narkoba yaitu mereka yang berada di rentang usia 15-35 tahun atau generasi milenial. (day/lis/*)

narkoba. Narasumber yang hadir AKBP Drs Putu Sudika SH MHum dari Ditnarkoba Polda Jatim, dan Drs Supriyono dari BNN, serta aktivis Garda Mencegah dan Mengobati (GMDM) Jawa Timur Prof Siswanto. (day/lis/*)

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jawa Timur Drs Budi Santosa.


AREMA

JUMAT KLIWON, 1 NOVEMBER 2019 HALAMAN 4

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BIRO: M Ariful Huda. REDAKSI: Edy Riawan, Mistiani, Herdiyan. BAGIAN UMUM: Arief Suherman. ALAMAT KANTOR: Jl Selat Malaka F/11 Kota Malang.

Sengketa Tanah dengan PTPN XII Pancursari

Pengadilan Menangkan Warga Desa Tegalrejo Malang, Memorandum Kasus sengketa tanah warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, melawan PTPN XII Pancursari yang memasuki agenda sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Kamis (31/10), akhirnya dimenangi warga. bernama PTPN 23. Seperti pengukuran ulang yang ternyata tidak dilakukan. Sehingga tindakan PTPN Pancursari yang menguasai secara sepihak lahan milik warga Desa Tegalrejo sesuai dengan SHM (sertifikat hak milik) No 135 atas nama Ponidi, SHM No 284 atas nama ayah kandung P Pairus (Pengugat), SHM No 316 atas nama Suliono, dan SHM No 197 atas nama Marsamin, oleh PN Kepanjen dianggap melawan hukum. Akibatnya, PTPN Pancursari harus menyerahkan kepada

kami adalah mempertahankannya,” tegas Kusnadi. Pihak PTPN XII Pancursari melalui kuasa hukumnya, Sunarno Edy Wibowo, mengatakan

FOTO: MEMORANDUM/CR-4

Dalam putusan nomor perkara 93/Pdt.6/2019/PN Kpn, dibaca bergantian oleh Majelis Hakim yang diketuai Ari Qurniawan, pihak PTPN Pancursari dianggap melawan hukum karena menyerobot tanah milik warga Desa Tegalrejo, berdasarkan SHGU (sertifikat hak guna usaha) No.2 Tahun 2010 yang dikuasai PTPN Pancursari. Di SHGU No.2 Tahun 2010, Majelis hakim melihat ada ketentuan yang harus dipatuhi namun tidak dijalankan oleh PTPN Pancursari yang dahulu

pemilik sah maupun ahli waris tanah sesuai dengan SHM tersebut. Menanggapi putusan PN Kepanjen, juru bicara warga Kusnadi sangat bersyukur. “ Hari ini keadilan berpihak kepada kami, warga Desa Tegalrejo. Semoga tanah milik warga yang selama ini dikuasai oleh PTPN Pancursari bisa segera dikembalikan secara penuh ke warga agar bisa dimanfaatkan dan diolah kembali,” ujarnya. Kemungkinan PTPN Pancursari melakukan upaya banding, warga Desa Tegalrejo, tambah Kusnadi sudah mempersiapkan. “Jika mereka (PTPN XII Pancursari, red) banding kami siap. Ini tanah kami dan ada bukti kepemilikan sah yang diakui negara, maka kewajiban

Sidang putusan sengketa tanah milik warga Desa Tegalrejo dengan PTPN XII Pancursari di PN Kepanjen.

Buah Sembrono Setiap kali ke Beijing saya kangen si empat ‘i’. Terutama bila di bulan seperti itu. Kali ini saya di Xinjiang! Di bulan yang tepat --pertengahan Oktober 2019. Pasti lagi musim buah di Xinjiang. Baru saat itu saya tahu: Xinjiang tidak hanya punya hamiqua. Anggurnya pun ampun-ampun lezatnya. Saya bukan pemakan anggur. Bisa batuk setelahnya. Kalau pun terpaksa saya kupas kulitnya. Baru di Liverpool lalu saya agak banyak makan anggur. Itu pun setelah akan meninggalkan Inggris. Awalnya saya hanya tertarik pada pajangan anggur di dekat apel. Di M&S --Marks & Spencer. Yang di Inggris memiliki supermarket di bagian belakang toko pakaiannya. Anggur di situ ternyata banyak rasa. Tidak hanya yang rasa anggur. Ada anggur rasa candy, rasa strawberry, dan rasa tutti frutti. Saya pun mencoba beli tiga-tiganya. Total tidak sampai seperempat kilogram.

Sambungan dari halaman 1 Sejak hari itu saya selalu beli anggur rasa candy. Belum pernah saya tahu ada jenis anggur yang seperti itu. Yang saya tahu anggur itu hanya dua jenis: kecut dan agak kecut. Atau yang warna hijau dan warna hitam. Begitu mahal harga anggur di Inggris --dan di mana pun. Di tempat pajangan pun tidak banyak tersedia. Semua dibungkus karton kecil-kecil. Seperti benda permata saja. Di Xinjiang anggur dianggap buah murah biasa. Memajangnya pun sembrono sekali. Dionggokkan begitu saja. Siapa saja boleh memetiknya. Untuk dicoba rasanya. Tidak ada rasa khawatir anggurnya berkurang. Saya pun memetik satu butir dari tangkainya. Ups... Semanis anggur candy. Warna apa saja sama manisnya: hijau, kuning, coklat, hitam, dan bersaput pink. Ukuran besar kecil tidak ada bedanya. Bundar atau lonjong sama menariknya. Anggur seperti tidak ada harganya. Kami pun selalu membelinya --berkilo-kilo. Di dalam mobil selalu

ada anggur berkresek-kresek. Yang juga banyak adalah buah delima. Yang kalau di Indonesia hanya dapat dibeli di toko buah yang amat khusus. Di Xinjiang buah delima dionggokkan di bawah tiang listrik! Rupanya anggur berlebihan di Xinjiang. Sampai kismis anggur kering ada di mana-mana. Kismisnya besar-besar pula. Kwaci pun kini sudah beraneka rasa. Terutama kwaci yang dari biji bunga matahari. Begitu luas kebun bunga matahari. Di mana-mana. Kami tidak sempat melihat saat bunga itu masih mekar. Kami tinggal melihat batang-batang tersisanya. Kwaci rasa keju, rasa coklat rasa karamel. Semua rasa sudah meluas. Menggeser kwaci rasa original. Saya jatuh cinta pada buah Xinjiang. Di musim terbaiknya.(*)

tanah warga yang sesuai dengan SHM No,135, 284, 316 dan 197 di atas memang di luar lahan SHGU No 02 Tahun 2010 yang dikelola PTPN XII Pancursari.

“Empat sertifikat itu memang di luar SHGU,” kata Wibowo. Sayangnya saat ditanya upaya hukum apa yang akan ditempuh pihak PTPN atas putusan

PN Kepanjen berdasarkan Perkara Nomor : 93/Pdt.6/2019/PN Kpn, pengacara yang berkantor di Surabaya enggan berkomentar. (cr-4/ari/epe)


TULUNGAGUNG

JUMAT KLIWON, 1 NOVEMBER 2019 HALAMAN 5

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KABIRO TULUNGAGUNG: Ahmad Rifai. Wartawan: Solikin, Firman Imansyah. SIRKULASI DAN PEMASARAN: Khoirul Anwar. HP: 081357795554. EMAIL: tulungagungmemorandum@gmail.com

Polisi Tangkap 2 Pelaku Pencabulan Santriwati Kades Sudarmaji bersama dalang Ki Eko Prisdianto.

Musisi Kawakan Era 80 Jadi Kades Tulungagung, Memorandum Menjelang akhir jabatan sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Tulungagung, Sudarmaji dipercaya warga Desa/Kecamatan Karangrejo menjadi kepala desa periode 2019-2025. Selama ini, selain menjadi ASN, Sudarmaji dikenal sebagai musisi kawakan. Dia mahir bermain gitar, organ, maupun alat musik lainnya. Teman sejawatnya juga masyarakat luas, lebih mengenal sosok Sudarmaji dengan nama Iwat. Iwat yang seniman dan musisi ini sangatlah mudah bergaul serta memiliki jiwa sosial tinggi. Bahkan, di tengah kesibukannya sebagai kepala desa, sesekali Iwat masih bermain dangdut bersama kawan-kawannya. Iwat adalah musisi dangdut era

tahun delapan puluhan, yang sampai sekarang masih eksis di sela tugas dinasnya. Kini Iwat Sudarmaji resmi terpilih dan dipercaya masyarakat menahkodai gerbong Pemerintah Desa/Kecamatan Karangrejo. Atas amanah ini, serta sebagai ungkapan terima kasih dan wujud syukur, Iwat mengundang Muspika Karangrejo, kepala desa se Kecamatan Karangrejo, BPD, LPM, RT, RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan semua warganya. Tidak hanya itu, bahkan para artis-artis dan musisipun turut hadir, menyaksikan pagelaran wayang kulit di rumah Iwat Sudarmaji, di Dusun Kucen, Desa Karangrejo, dengan menampilkan Dalang Ki Eko Prisdianto dan lawak kondang Joklutuk-Joklitik, Selasa (29/10)

malam. “Kami bersama seluruh keluarga menyampaikan terima kasih atas kehadiranya dalam acara tasyakuran ini. Mohon maaf atas segala kekurangannya,” ucap Kades Sudarmaji di hadapan warga dan tamu undangan. Pihaknya menyampaikan, pagelaran wayang kulit malam ini membawa lakon Semar mbangun khayangan. “Semoga pagelaran wayang kulit ini menjadi tontonan yang bisa membawa tuntunan, serta bisa menyatukan kembali masyarakat Desa Karangrejo agar lebih guyub rukun lagi. Sehingga silaturahminya terjaga, dan bersama-sama membangun desa ini, supaya ke depan lebih baik dan maju,” pungkasnya. (adv/kin/mad/rif)

Keduanya diamankan pada Senin (28/10), di wilayah Pinggirkali (Pinka) KotaTulungagung. Paurhumas Polres Tulungagung Ipda Anwari mengatakan , para tersangka diamankan setelah pihaknya menerima laporan dari orang tua Mawar. “Kita langsung dalami begitu dapat laporan, dan langsung kita tangani,” ujarnya ketika rilis, Kamis (31/10). Anwari menjelaskan, kedua tersangka awalnya tidak mengenal korban. Sabtu (26/10) pukul 19.00, korban bersama seorang temannya pergi meninggalkan pondok pesantren di wilayah Desa Tawangsari, Kecamatan Kedungwaru karena jenuh. Tanpa sengaja, korban bertemu dengan kedua tersangka, yang sedang nongkrong di sekitar Pinka. “Jadi ketemu dengan tersangka ini di Pinka. Lalu bersama dengan korban yang saat itu kabur dari pondok pesantren,” terang Anwari. Anwari menambahkan, kedua santriwati ini terpaksa berkenalan dengan tersangka. Sebab kondisi korban saat itu lemas, setelah kabur dari pondok. Niat awalnya, ialah ingin meminta tolong. Lalu kedua tersangka mengajak korban dan temannya makan dan keliling wilayah Tulungagung. Setelah puas berkeliling, kemudian tersangka mengajak korban menginap di rumah tersangka yang kebetulan sedang kosong. “Korban ini diajak nginap di tempat tersangka yang kebetulan kosong,” lanjutnya. Berdasarkan pengakuan tersangka, pencabulan terjadi pada Minggu (27/10) pukul 20.00 malam. Saat itu tersangka Cokroaminoto yang pertama kali melakukan pencabulan. Kemudian tersangka

Kurniawan melakukan pencabulan sekitar pukul 22.00. Masih menurut Anwari, saat itu korban berupaya menolak, namun tersangka tetap memaksa hingga korban tak bisa melawan. Sedangkan saksi yang tak lain teman korban juga sempat melihat kejadian tersebut, tetapi juga tidak bisa berbuat apa-apa. “Keduanya mencabuli korban, walau korban menolak tetap saja dilakukan pencabulan itu. Barang bukti yang kita amankan ada pakaian korban dan motor tersangka,” terang Anwari. Hasil visum yang dilakukan pihak kepolisian, pada alat kelamin korban ditemukan luka baru. Hasil inilah yang menjadi bukti untuk menjerat tersangka, termasuk keterangan korban dan saksi di lokasi kejadian. Anwari menambahkan, akibat perbua-

FOTO: MEMORANDUM/FIR

Tulungagung, Memorandum Anggota Satreskrim Polres Tulungagung bergerak cepat menindaklanjuti laporan pencabulan terhadap santriwati berinisial Mawar (14), warga asal Kecamatan Besuki. Dua pelaku diamankan, yaitu Tri Kurniawan Efendi (22) dan Cokroaminoto (22), warga Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru.

Polisi memamerkan pelaku dan barang bukti.

tannya kedua tersangka dijerat dengan pasal 76D jo Pasal 81 ayat (1) atau ayat (2) dan atau pasal 76E jo pasal 82 ayat (1) UU RI nomer 23 tahun 2002 sebagaimana diubah dengan UU RI nomer 35 tahun 2014, sebagaimana diubah dengan UURI nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI nomer 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. (fir/mad/rif )

KEDIRI & BLITAR KEPALA BIRO: Wahyudi. REDAKSI: Jl. Bali H-11 Putih Permai, RT 002/RW 005, Kelurahan Putih, Kecamatan Gampengrejo, Kediri. HP. 081230006789. EMAIL: sampang_publik@yahoo.co.id - MARKETING DAN SIRKULASI: Rohmad Sholeh. KEPALA BIRO BLITAR: Prawoto Sadewo. WARTAWAN: Nur Rofiq, Ana Akina. KEUANGAN: Binti Khoiriyah. ADMIN IKLAN: Rosita. ADMIN KORAN : Imam Rofiq. PEMASARAN: Frenswinta Jaya, Hendra. EMAIL: memorandumppls@gmail.com. TELEPON:.081334603445. KANTOR: Jln Kota baru no.9 Kanigoro, Blitar.

AKBP Roni Sidak Pilkades

Hadiri Acara Panen Raya Cabai

Bupati Rijanto Dorong Petani Bentuk Koperasi

“Sidak pengecekan TPS Pilkades ini untuk memastikan situasi Kamtibmas dalam Pilkades berjalan dengan aman, nyaman, damai dan kondusif, “ ungkap Kapolres Kediri AKBP

Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton di lokasi pemilihan (foto kiri) dan seorang bhabinkamtibmas menggendong pemilih.

Roni Faisal. Selain membantu membagikan air mineral ke panitia, Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal juga memberikan bantuan mobil ambulan untuk masyarakat. Hal menarik dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Bedali, Polsek Ngancar, Brigadir Candra Dwi Winarso yang membantu salah satu warga desa bedali

yang ingin menyalurkan hak pilihnya dalam pemilihan kepala desa serentak 2019 yang digelar di balai desa setempat. Brigadir Candra Dwi Winarso sukarela mengantar seorang nenek lansia bernama Mbah Sulastri (82), warga Desa Bedali, Kecamatan Ngancar, yang terkendala dengan kesehatannya Namun nenek tersebut memiliki keinginan kuat untuk men-

yalurkan hak pilihnya dalam Pilkades Serentak 2019 di Desa Sugihwaras. “Selain sudah lansia dia mengalami pengeroposan tulang karena faktor usia tapi kepengin nyoblos, jadi saya gendong ke TPS,” ungkap Brigadir Candra karena dari pintu gerbang balai desa menuju gedung tempat pencoblosan surat suara berjarak 200 meter. (st3/yud/rif)

2 Warga Kepung Dibekuk BNNK Kediri, Memorandum Kembali badan narkotika nasional (BNN) menangkap dua pengedar Sabu dan pil dobel L. Diketahui dua tersangka adalah EP (28) dan DS (32), warga Desa Damarwulan, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, dibekuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kediri, Kamis (31/10) dini hari. Dari tangan kedua tersangka diamankan 8 paket narkotika jenis sabu-sabu dengan total seberat 2,06 gram, 5 paket sabu seberat 4,90gr, peralatan hisap, 119 pil koplo jenis dobel L, 4 buah handphone, 2 buah timbangan digital, 3 kartu ATM, 2 sepeda motor, serta uang tunai senilai Rp 655 ribu.

Sementara dijelaskan AKBP Dewi Indrawati Kepala BNN Kabupaten Kediri, awalnya tim pemberantasan BNN mengamankan tersangka EP berikut barang bukti berupa 8 paket sabu yang dimasukkan dalam klip plastik. “Dari hasil keterangan EP diketahui barang haram tersebut didapat dari DS,” jelas AKBP Dewi. Tak mau buruannya lepas, Tim pemberantasan BNN Kabupaten Kediri lalu menangkap DS di warung pinggir Jalan Raya Kandangan dan setelah dilakukan penggeledahan mereka diamankan kekantor BNN. “Ditemukan 5 paket sabu seberat 4,90 gram disimpan di bawah jok motornya,” tegas

FOTO: MEMORANDUM/ST3

Edarkan Sabu dan Pil Koplo

Kedua tersangka dirilis BNN Kabupaten Kediri.

Dewi. Masih menurut Dewi, saat ini kedua tersangka kita tahan, dan akan dijerat UU No 35 Th 2009 pasal 114 ayat 2 Sub pas 112 ayat 2 dengan

ancaman maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp 10 milyar. “Selanjutnya masih dilakukan pengembangan jaringan diatasnya,” pungkas AKBP Dewi. (st3/yud/rif )

Blitar, Memorandum Bupati Blitar Rijanto menghadiri panen raya cabai di Dusun Tambakrejo, Desa Ngadri, Kecamatan Binangun, Rabu (30/10). Secara simbolis, Bupati Rijanto ikut memetik cabai bersama para petani. Rijanto mengatakan, selain telur ayam, Kabupaten Blitar juga menjadi daerah penghasil cabai. Desa Ngadri, Kecamatan Binangun, merupakan salah satu penghasil cabai di wilayah Kabupaten Blitar. Jenis cabai yang ditanam para petani, yaitu, cabai rawit dan cabai keriting. Luas lahan yang ditanami cabai keriting mencapai 250 hektare dan luas lahan yang ditanami cabai rawit sekitar 3.000 hektare. “Hari ini saya diundang kelompok tani untuk melaksanakan panen raya cabai di Desa Ngadri, Kecamatan Binangun. Hasil panen cabainya sangat luar biasa,” kata Rijanto. Menurutnya, Pemkab Blitar melalui Dinas Pertanian akan terus mendampingi para petani cabai mulai dari pembibitan sampai pasca panen. Dinas pertanian juga memberikan bantuan berupa pembangunan gudang, embung, dan sejumlah alat pertanian. “Bantuan yang kami berikan memang masih jauh dari cukup. Tapi, ke depan, kami akan menambah bantuan ke kelompok petani

FOTO: MEMORANDUM/PRA

Kediri, Memorandum Dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif pelaksanaan pilkades serentak 2019, Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton sidak di TPS, Rabu (30/10) siang. Roni mengecek TPS Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, dan Desa/Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.

FOTO: MEMORANDUM/ST3

BhabinkamƟbmas Gendong Pemilih

Bupati Blitar Rijanto memanen cabai milik Kelompok Tani Makmur di Desa Ngadri, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar.

cabai,” katanya. Tak hanya itu, Bupati Rijanto juga mendorong kelompok petani cabai untuk membuat koperasi. Menurutnya, dengan terbentuknya

koperasi, posisi petani cabai akan semakin kuat. “Dengan memiliki koperasi, para petani cabai akan lebih kuat dan memiliki nilai tawar yang tinggi,” ujarnya. (pra/rif)


MOJOKERTO-JOMBANG

JUMAT KLIWON, 1 NOVEMBER 2019 HALAMAN 6

WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto. KAB

Tambang Sirtu Ilegal Digerebek

Awal November, Hearing Puskesmas Peterongan Jombang, Memorandum Usai menemukan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan proyek pembangunan Puskesmas Peterongan senilai Rp 4,8 miliar. Sebagai tindaklanjut, Komisi C DPRD Jombang, Senin (21/10) mengundang pihak terkait. ”Sudah kita bahas di internal komisi kemarin. Kita agendakan Jumat (1/11) (hari ini red) hearing,” tegas Choirul Anam ketua komisi C DPRD Jombang, Kamis (31/10). Lebih lanjut Choirul mengatakan, kegiatan hearing tidak lain sebagai tindaklanjut hasil sidak komisi C di lokasi proyek Senin (21/10). ”Ada beberapa hal yang menurut kami janggal dari hasil temuan sidak kemarin, karenanya kami ingin mendapat penjelasan secara lebih detail dari pihak-pihak terkait nanti pada saat hearing,” bebernya. Tidak hanya dari pihak pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek Puskesmas Peterongan, termasuk pelaksana dan konsultan pengawas serta dari pengguna anggaran juga akan dihadirkan dalam hearing yang direncanakan digelar di ruang komisi C DPRD Jombang. ”Nanti kita dengarkan dulu penjelasan dari yang bersangkutan, seperti apa dari awal perencanaan sampai dengan pengerjaan sehingga di lapangan seperti itu. Kalau terlalu besar kesalahannya pasti kita mengeluarkan rekomendasi,” tegas Choirul. Sebelumnya, proyek pembangunan gedung Puskesmas Peterongan senilai Rp 4,8 miliar dari APBD 2019 berjalan lamban. Memasuki pertengahan Oktober, keterlambatan mencapai sekitar 10 persen. Salah satunya dampak banyaknya kegiatan tambal sulam dalam pelaksanaan proyek. ”Untuk progress minggu ini minus sekitar 10 persen dari schedule MC 0. Ini kan masih dihitung lagi pekerjaan tambah dan yang kurang sekalian dimasukkan MC 100,” terang Harmoko konsultan pengawas dari CV Setro Banyu Engineering, beberapa waktu lalu. Sementara itu, Abdul Rochim pelaksana proyek gedung puskesmas Peterongan dari PT Dwi Mulya Jaya belum bisa menyampaikan detail progress pekerjaan lantaran perlu menghitung. Dirinya menyebut faktor anggaran berpengaruh terhadap pengerjaan di lapangan. ”lantai 2 dari MC nya tidak cukup dananya, sehingga kondisi tembok memang sementara masih bentuk bata merah, tidak ada plesterisasi. Yang penting tertutup dulu,” bebernya. Hal itu lantaran pihaknya menyesuaikan dengan anggaran. ”Memang setelah dimasukkan-masukkan, ternyata uang kurang. Karena di Kabupaten Jombang tidak ada addendum, sehingga dikurangi itemnya tapi uangnya harus klop, tapi belum selesai pekerjannya sebatas anggaran itu. Nanti baru dimasukkan tahun depan, tapi tampak depan kelihatan selesai, jadi kelihatan bagus, tapi tampak belakang, samping belum,” bebernya. (wan/rif)

Terlindas Truk, Pemotor Dijemput Maut Mojokerto, Memorandum Seorang pengendara motor asal Sidoarjo mati mengenaskan setelah terserempet dump truk di Desa Suko Anyar, Kecamatan Ngoro, Rabu (30/10) sekitar pukul 19.40. Korban dikenali sebagai Farizi Al Bajiri Hidayattullah (23), warga Perumtas 3 Blok P-7, Kepuh Kemiri, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Kanitlantas Polres Mojokerto Ipda Edi Widoyono mengatakan, korban meninggal dunia dengan luka parah di bagian kepala. “Korban meninggal dunia di lokasi kejadian, dengan luka parah di bagian kepala. Guna kepentingan autopsi, jenazah langsung dievakuasi menuju RSUD Mojosari,” ujarnya, Rabu (31/10). Dijelaskan olehnya, kejadian tragis bermula saat korban yang mengendarai Honda Vario 5239 WH, berjalan dari arah selatan. Setibanya di lokasi, korban berniat mendahului dump truck yang berjalan searah. “Jadi korban dan dump truck bermuatan pasir yang tidak diketahui identitasnya ini melaju secara bersamaan. Kemudian, motor berniat mendahului dari sisi kiri tapi malah terserempet ban belakang kiri dump truck hingga terjatuh,” jelasnya. Akibatnya, motor matic yang dikendarai oleh korban seketika roboh. Sementara pengemudinya, mengalami luka parah dibagan kepala dan meninggal dunia dilokasi. “Perkaranya sendiri kini telah ditangani oleh unit laka lantas Satlantas Polres Mojokerto. Guna kepentingan penyelidkan, barang bukti berupa sepeda motor korban kita amankan sebagai barang bukti,” tegas Edi. (no/rif)

Barang bukti hasil penggerebekan.

dipenuhi karena memang tak memiliki legalitas sah, petugas lantas melakukan tindakan tegas dengan menghentikan paksa aktifitas yang bisa merusak eko-

sistem lingkungan. Setidaknya ada tiga tersangka yang ikut diamankan. Di antaranya, Ceker Tambang Suparji, operator backhoe Rotib, dan sopir

dump truck Warko, yang selama ini membawa keluar hasil tambang untuk dijual belikan. Untuk pemeriksaan lebih lanjut ketiganya turut dibawa ke Mapolres Mojokerto untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Dari hasil pemeriksaan, diduga tambang itu milik Jainul, warga Manduromanggunggajah, Ngoro,” terangnya. Tak hanya itu, sejumlah terduga pelaku yang diamankan, petugas juga mengamankan excavator merek Doosan, PC 300 warna orange beserta kuncinya yang dipakai mengeruk, dan satu dump truck W 8367 UZ. Selain itu, petugas turut menyita satu bendel nota penjualan sirtu.“Di lokasi, petugas juga memasang garis polisi,” tegasnya. (no/rif)

Pemuda Pagerwojo Edarkan Pil Koplo Jombang, Memorandum Tertangkap tangan mengedarkan sediaan obat keras berbahaya (okerbaya) pil koplo jenis dobel L di depan sebuah toko modern yag ada di Desa Losari, Kecamatan Ploso, membuat Nur Alfin (20), warga Desa Pagerwojo, RT 06/ RW 01, Kecamatan Perak, harus berurusan dengan hukum. Ini diringkus tersangka anggota Reskrim Polsek Ploso pada Rabu (30/10) sekitar pukul 22.30. Dalam penangkapan tersebut, polisi turut pula menyita sejumlah barang bukti. Dipaparkan Kapolsek Ploso Kompol Sutikno, penangkapan tersangka bermula saat polisi yang tengah melakukan penyelidikan, mendapati informasi dari masyarakat. Tentang bakal terjadinya transaksi pil setan, di depan toko modern Desa Losari. “Berbekal informasi itu, petugas lalu bergerak untuk melakukan penelusuran

Nur Alfin diapit petugas di Mapolsek Ploso.

lapangan. Hasilnya, satu tersangka berikut barang bukti berhasil kita amankan dari lokasi,” paparnya,

Kamis (31/10). Setibanya di lokasi tujuan, lanjut kapolsek, informasi tadi

terbukti kebenarannya. Diperkuat dengan munculnya gerak-gerik mencurigakan Alfin, begitu me-

ngetahui kedatangan polisi. Yakin bahwa ialah pengedar dimaksud, upaya penangkapan dan penggeledahan seketika dilakukan. “Dari tangan tersangka kita temukan pula sejumlah barang bukti. Berupa sebuah handphone, berikut sebuah handphone yang digunakan sebagai sarana melakukan transaksi,” lanjutnya. Guna kepentingan penyidikan lebih lanjut, baik tersangka maupun barang bukti lalu digelandang menuju Mapolsek Ploso. Setibanya di kantor polisi, Alfin langsung dijebloskan ke balik jeruji besi ruang tahanan. Upaya ini dilakukan untuk membongkar jaringan okerbaya yang melibatkannya secara tuntas.“Tersangka kita jerat dengan pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara, dan denda paling banyak Rp 1 miliar rupiah,” pungkas Sutikno. (wan/rif)

Bersengketa Dengan PT KAI

Wali Kota Perjuangkan Tanah Warga ke DPD RI Mojokerto, Memorandum Polemik penyelesaian tanah eigendom verponding yang ada di Kota Mojokerto terus diupayakan oleh pemerintah Kota Mojokerto. Salah satunya, status tanah di Kelurahan Miji yang saat ini masih menjadi permasalahan dengan pihak PT KAI. Untuk itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memberikan pendampingan penuh dan dukungannya pada rapat dengar pendapat dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Rabu (30/10) siang. Sengketa tanah di Kelurahan Miji dengan pihak PT KAI, telah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Di mana pihak PT KAI mengklaim status tanah di Kelurahan Miji, tepatnya di Miji Baru I Gang I, sebagai lahan milik PT KAI. Namun dari dokumen yang dimiliki pemerintah daerah, lahan tersebut merupakan tanah bekas pabrik tetes milik perusahaan swasta Belanda-Inggris bernama United Molase Company (UMC) yang terletak di sisi selatan rel kereta api Stasiun Mojokerto. “Dulu, tanah tersebut ditata (dibersihkan dan diratakan) oleh Pemerintah Kotamadya Mojok-

erto pada tahun 1965 dan akan digunakan untuk pembangunan Kotamadya Mojokerto. Namun, sekitar tahun 1967, camat Kota Mojokerto mengajukan permohonan kepada pemerintah kotamadya untuk memberikan kuasa kepada kepala desa agar lahan tersebut bisa diurus oleh warga,” jelas Ning Ita, sapaan wali kota. Seiring waktu berjalan, lahan tersebut kemudian menjadi sengketa deng pihak PT KAI. Untuk itu, pemerintah kota terus berupaya mengajukan permohonan hak atas tanah negara atas status tanah di Kelurahan Miji. “Kami memiliki bukti-bukti pendukung. Seperti kwitansi pembelian tanah dan girik Desa Miji, IMB yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Kotamadya Mojokerto tanggal 30 September 1974, bukti pembayaran pajak pendapatan daerah, dan masih banyak lainnya,” urai Ning Ita. Dengan didampingi tiga pimpinan dewan perwakilan pakyat daerah (DPRD), kepala dinas perumahan dan kawasan pemukiman (DPKP), kepala badan pembangunan perencanaan kota (bappeko), kepala bidang penanganan masalah dan pen-

gendalian pertanahan (PMPP) BPN Jatim, Lurah Miji, dan perwakilan warga Miji, Ning Ita berharap permasalahan tanah di Kelurahan Miji dapat menemukan solusi. “Alhamdulillah, hasil dari rapat dengar pendapat ini tadi BAP DPD RI berkomitmen membantu menyelesaikan masalah tanah Miji dengan PT KAI dan akan mengagendakan rapat dengar pendapat bersama Kementerian

FOTO: MEMORANDUM/WAR

FOTO: MEMORANDUM/WAN

dapat penambangan diduga ilegal. “Saat petugas datang, kebetulan ada aktifitas pertambangan juga,” ungkap Kasatreskrim AKP MS Fery SIK, Rabu (30/10). Untuk mengetahui kegiatan itu legal atau ilegal, petugas pun minta para pekerja sekaligus pemilik tambang menunjukkan surat izin atas usaha tersebut. Permintaan petugas tidak bida

FOTO: MEMORANDUM/WAN

Choirul Anam

Informasi yang dihimpun, penggerebekan ini dilakukan setelah petugas mendapat laporan dari masyarakat jika ada galian tak berizin di Dusun Sekantong, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro. Atas laporan itu, petugas pun gerak cepat ke lokasi melakukan pemetaan sekaligus pengecekan Rabu (30/10) sekitar pukul 14.30. Benar saja, ternyata di lokasi ter-

FOTO: MEMORANDUM/NO

Mojokerto, Memorandum Satreskrim Polres Mojokerto menggerebek tambang galian sirtu yang diduga bodong, Rabu (30/10) sekitar pukul 14.30. Dalam penggerebekan yang dilakukan di Dusun Sekantong, Desa Manduro Manggunggajah, Kecamatan Ngoro, petugas mengamankan tiga orang terduga pelaku. Mereka terdiri atas, operator backhoe dan sopir dump truck. Sejumlah alat berat juga disita.

Ning Ita bersama ketua DPRD Kota Mojokerto saat hearing dengan DPD RI.

BUMN, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Keuangan, Kanwil BPN Jatim dan PT KAI. Kami pemerintah daerah akan terus

memperjuangkan hak warga yang selama ini telah tinggal di sana sejak bertahun-tahun,” tegasnya. (war/rif)


HUKUM & KRIMINAL WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Tiga Pemabuk Paloma Diciduk

JAKSA LIMPAHKAN TAHAP DUA TERSANGKA JASMAS BINTI ROCHMAH

FOTO: MEMORANDUM/FERRY

Akan Beber Keterliban Pemkot

Binti Rochmah dilimpahkan tahap dua dari penyidik kepada kejaksaan.

disidangkan. Sehingga semuanya terbuka, harapan kami Minggu depan sudah dilimpahkan pengadilan,” pungkas Sudiman. Sementara itu, Kasubsi Penyidikan Pidsus Kejari Tanjung Perak M Fadhil mengatakan, pihaknya sudah melimpahkan tahap dua tersangka Binti Rochmah berikut barang bukti. “Alat bukti cukup dan pantas dilakukan tahap dua. Pihaknya masih melaku-

kan penahanan selama 20 hari ke depan tapi sekarang kapasitasnya menjadi tahanan penuntut umum,” jelasnya. Tambah Fadhil, untuk tiga tersangka lainnya saat ini berkasnya masih diteliti oleh jaksa peneliti. “Karena proses kemarin agak lama, baru penangkapan dan pemberkasan berjalan. Harapan kami, kalau bisa secepatnya dilakukan tahap dua,” pungkas Fadhil. (fer/nov)

Surabaya, Memorandum Niat Ahmad Zaenal Arifin (35), asal Jalan Dusun Kayenlor, Kediri; Ahmad Rizky Fauzi (30) dan Kasiadi (36), warga Jalan Bendul Merisi Besar, menikmati minuman keras (miras) gagal total. Baru saja menenggak beberapa gelas miras jenis paloma, mereka diciduk anggota Respon Cepat Tindak (Respatti) Kobra Polrestabes Surabaya. Mereka diamankan di sekitar rumah salah satu pemuda di Jalan Bendul Merisi, Kamis (31/10) dini hari. Dari penggerebekan itu, petugas mengamankan dua botol mirasw jenis paloma dan satu botol jenis arak Jawa alias cukrik. Selanjutnya ketiga pemabuk tersebut digelandang ke mapolrestabes guna proses pendataan dan pemeriksaan. Proses penggerebekan dari informasi masyarakat yang menyebut jika di lokasi tersebut kerap dipakai menggelar pesta miras oleh para pemuda kampung. Keresahan warga sempat tertahan karena tidak ingin para pemuda tersebut berurusan dengan pihak berwajib. Namun, ulah para pemuda tersebut semakin tidak terkontrol. Setiap selesai menenggak miras, mereka kerap bergurau kelewat batas hingga mengganggu ketenangan warga. Darisanalah, warga terpaksa melapor ke pihak kepolisian. “Dari laporan tersebut, kami bersama anggota kemudian melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi. Kebetulan juga, setiap malam kami berkeliling patroli untuk menjaga keamanan ketertiban masyarakat Kota Surabaya,” kata Kepala Tim Respatti Kobra Polrestabes Surabaya Ipda Joko Priyono.

FOTO: MEMORANDUM/DANNY

KKAMIS KAM KA AMIS LEG LEGI, 29 AGUSTUS 2019

Surabaya, Memorandum Binti Rochmah melalui penasihat hukumnya Sudiman Sidabuke akan buka-bukaan dalam persidangan kasus jasmas nanti. Ditegaskan Sudiman Sidabuke, bahwa selama ini kasus tersebut masih menjadi pertanyaan besar baginya. Mengingat tidak adanya keterlibatan dalam perkara tersebut. “Itu pasti. Selama ini pemkot yang mencairkan dan mengevaluasi permohonan-permohonan dan barang yang dibeli, tetapi justru pemkot tidak terlibat dalam perkara ini. Itu yg menjadi pertanyaan besar, ada apa dalam perkara ini,” jelas Sudiman Sidabuke, Kamis (31/10). Lanjut Sudiman Sidabuke, pihaknya tidak menemukan apa-apa terkait bu Binti. Penerimaan uang, memberikan uang dan itu akan dilakukan kroscek dengan Agus Setiawan Jong. “Karena keterangan Agus (Agus Setiawan Jong, red) selama ini bu Binti terima uang dan itu hanya seorang saksi saja, dan tidak ada bukti lain. Maka kamui akan lakukan kroscek,” jelasnya. Dengan pelimpahan tahap dua kemarin, Sudiman menambahkan bahwa perkara ini secepatnya segera disidangkan. “Tentu mengharapkan perkara itu segera

JUMAT KLIWON, 1 NOVEMBER 2019 HALAMAN 7

Anggota Respatti Kobra Polrestabes Surabaya memeriksa pemabuk di Bendul Merisi Besar.

Setelah diinterogasi di lokasi, ketiga pemuda berikut barang bukti minuman haramnya dibawa ke mapolrestabes guna pendataan serta dimintai keterangan. “Kami akan perbolehkan pulang, tapi dengan syarat wajib didampingi keluarga masing-masing,” imbuh Joko. Hanya saja kepulangan ketiga pemuda tersebut bukan berarti lepas dari pertanggungjawaban hukum. Pihak kepolisian sudah menjadwalkan mereka untuk menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring), di Pengadilan Negeri Surabaya. “Sudah kami jadwalkan untuk sidang,” pungkas Joko. (fdn/nov)

Dahi Disulut Rokok

Sambungan dari halaman 1

Stefanus tega menghajar Ririn hingga mengakibatkan korban terluka di lengan, punggung, dan matanya. Bahkan, lelaki ini juga tega menyulut dahi pacarnya dengan rokok. Merasa tidak kuat menahan perlakuan sadis Stefanus, Ririn akhirnya melaporkan kejadian yang dialami

tersebut ke Mapolsek Tandes. Polisi kemudian menindaklanjuti laporan itu dengan meringkus tersangka di rumahnya tanpa perlawanan. “Penganiayaan dilatarbelakangi karena tersangka cemburu ke pacarnya. Selama ini korban memang bekerja sebagai purel dan banyak kenalan

laki-laki,” terang Kapolsek Tandes Kompol Kusminto didampingi Kanitreskrim Ipda Gogot Purwanto, Kamis (31/10). Penganiayaan dilakukan saat korban bertandang ke rumah Stefanus. Ketika mengetahui pacarnya (Ririn, red) chatting-an dengan pria lain, seketika itu membuat tersangka cemburu.

Stefanus kemudian berusaha bertanya kepada korban sejauh mana hubungannya dengan lelaki yang dikenalnya itu. Namun jawaban Ririn tidak membuatnya puas dan membuat pria ini semakin emosi lalu menghajarnya. “Korban tidak hanya dipukuli, dahinya juga disulut rokok,” ungkap Kusminto.

Tidak kuat menahan sakit dan tak terima perlakuan kejam Stefanus, korban akhirnya melapor ke Mapolsek Tandes. Petugas sempat membawa Ririn ke RS Muji Rahayu untuk divisum. Selanjutnya petugas bergerak dan menangkap tersangka di rumahnya

tanpa perlawanan. Setelah mengakui semua perbuatannya, pria kejam ini langsung dijebloskan tahanan mapolsek. Di hadapan penyidik, Stefanus mengaku menganiaya Ririn karena cemburu. “Saya cemburu pak karena dia (korban) chatting-an dengan pria lain,” ujar Stefanus. (rio/nov)

Sekujur Tubuh Lebam, Kaki Melepuh mandi rumah. Hingga akhirnya terungkap sejumlah kejanggalan atas tewasnya AA. Kapolsek Tajinan AKP Hadi Puspito menyampaikan, kejanggalan dalam kematian korban berawal dari laporan keluarga. Pihak keluarga menemukan luka bakar (melepuh, red) di kaki kanan AA, saat jenazahnya hendak dimandikan di rumah neneknya di Desa Sumbersekar, Rabu (30/10) malam. “Kami mendapatkan laporan ada kejanggalan dari kema-

tian korban. Kami kemudian datang ke lokasi dan membawa jenazah ke puskesmas. Dibantu paramedis, penyelidikan kemudian dilakukan. Ditemukan bekas luka bakar di kaki kanan, lebam di punggung, belakang kepala dan dahi,” terang Hadi, Kamis (31/10). Hasil penyelidikan terungkap bahwa sebelumnya jenazah korban diantar orang tuanya yang tinggal di Perum Tlogowaru Indah,. “Keterangan awal, ketika ditemukan tak berdaya di bak kamar mandi,

Pengedar Narkoba Ketintang Menyerah Kapolsek Rungkut Kompol I Gede Suartika melalui Kanitreskrim Ipda Djoko Soesanto mengatakan, bahwa tersangka ditangkap di depan rumahnya. “Tersangka kita tangkap di depan rumahnya,” kata Djoko, Kamis (31/10). Djoko menambahkan, penangkapan terhadap Yusuf, bermula dari laporan masyarakat jika di rumahnya di Jalan Ketintang Timur, kerap dipakai transaksi narkoba. Selanjutnya laporan tersebut, ditindaklanjuti petugas dengan melakukan penyelidikan dengan cara undercover buying (menjebak, red). Setelah memastikan tersangka mempunyai barang haramnya, petugas segera mengamankan Yusuf ketika keluar dari rumahnya. “Setelah digeledah, ditemukan satu bungkus kertas rokok yang di dalamnya terdapat narkotika jenis sabu dengan berat 4,3 gram beserta

Tak Suka Makan Tomat FTV jadi debut Mawar tampil di televisi. Dari situ bakat aktingnya mulai dilirik banyak rumah produksi dan berlanjut hingga sekarang. Fakta menarik berikutnya adalah Mawar ternyata tak suka makan tomat. Mawar mengungkap ketidaksukaan dengan jenis sayuran dan buah yang satu ini sudah terjadi sejak ia masih kecil. “Nggak ada pengalaman buruk apa-apa, nggak suka aja. Jadi dari kecil kan aku suka main sama kakak aku, karena dia nggak suka tomat jadi agak aneh sih, tapi aku ikutan kebawa nggak suka sampe sekarang,” ungkapnya kepada Fimela.com belum lama ini. Tahun 2019 jadi tahun yang sibuk bagi Mawar Eva de Jongh. Ia dipercaya membintangi sejumlah film layar lebar, termasuk saat ia beradu peran dengan Iqbaal Ramadhan di Bumi Manusia. Dari situ nama Mawar kembali jadi perbincangan di tengah masyarakat Indonesia. Artis berusia 19 tahun ini pun telah memulai karier bermusiknya dengan dua single yang telah dirilis. Mawar tak menampik jika dirinya menyukai

korban dibawa ke rumah sakit terdekat. Tetapi nyawanya tidak bisa diselamatkan. Lalu jenazah dibawa pulang ke rumah neneknya,” sambung Hadi. Tempat kejadian perkara (TKP), dikatakan Hadi, berada di rumah orang tua korban di Perum Tlogowaru Indah. Di sana AA tinggal bersama ibu, adik dan ayah tirinya. Kematian AA karena disiksa ayah tirinya ternyata benar. Polisi mengungkapkan Egi Age Anwar, ayah tiri korban, sebagai pelakunya. Di hadapan polisi, pria 36 tahun

Sambungan dari halaman 1

bungkusnya yang disimpan dalam saku celana sebelah kanan,” papar Djoko. Selain itu, dalam pemeriksaan lainnya, petugas juga menemukan satu kotak power bank rusak yang di dalamnya terdapat 10 poket sabu yang ditaruh di saku celana sebelah kiri. Petugas juga melakukan penggeledahan di rumah Yusuf dan menemukan sebuah tas plastik hitam yang berisi satu timbangan elektrik, plastik klip kecil, pipet bekas yang masih terdapat bekas sabu serta beberapa korek api dan sedotan bekas. “Tersangka berserta barang buktinya dibawa ke mapolsek untuk dilakukan penyidikan,” tandas kanitreskrim. Sementara itu, ketika dilakukan penyidikan, Yusuf mengaku menjual barang haramnya di wilayah Surabaya. “Saya hanya jualan sabu di wilayah Surabaya saja. Selain itu, saya juga memakainya (sabu, red),” ujar Yusuf. (x-3/nov)

Tiga Hari, Bekuk Empat Pengguna SS bukti satu poket berisi sabu seberat 0,32 gram. “Tersangka sempat membuang barang haramnya melalui jendela samping kos-kosan. Hanya saja anggota memergoki,” kata Kapolsek Simokerto Kompol Masdawati Saragih, Kamis (31/10). Malam hari, petugas kembali melakukan penyelidikan atas dasar laporan dari masyarakat. Hasilnya berhasil mengamankan Muhammad Suudi (24), warga Jalan Semampir. Seperti tersangka sebelumnya, Suudi disergap saat mengonsumsi barang haramnya. “Kami mengamankan satu poket berisi sabu seberat 0,32 gram,” lanjut Masdawati.

Sambungan dari halaman 1

Sambungan dari halaman 1

Pada Rabu (26/10), petugas meringkus Agus (42), warga Jalan Sencaki. Tersangka disergap usai mengambil ranjau sabu di kawasan sekitar rumahnya. Belum diketahui dari mana asal barang haram tersebut. Namun, saat ini pihak kepolisian terus mencari seseorang berinisial M yang disebut oleh tersangka. “Dia mengaku kenalnya inisial M,” imbuh Madawati. Terakhir pada Kamis (27/10) siang, anggota reskrim mengamankan Ferry (33), warga Jalan Kapas Madya. Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti sabu seberat 0,33 gram yang disimpan dalam dompet yang diletakkan di laci rumahnya. (fdn/nov)

itu mengakui perbuatannya. “Keterangan awal, ayah tirinya mengaku korban ditemukan tenggelam di bak mandi. Tetapi ketika akan memandikan jenazah, keluarga curiga luka bakar pada kaki dan lebam-lebam. Dari situlah kami mendapatkan laporan dan melakukan pemeriksaan medis,” beber Hadi. Hadi menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis itulah, pihaknya kemudian menjemput Egi dan Hermin Susanti (22), ibu kandung korban untuk dimintai keterangan. “Dari situlah, ayah tirinya baru mengungkap cerita yang sebenarnya bahwa luka bakar yang dialami korban disebabkan oleh dirinya dengan me-

manggang kaki korban di atas kompor,” tegas Hadi. Ketika itu, lanjut Hadi, korban mengatakan suhu tubuhnya menurun hingga kedinginan. “Entah kenapa, malah justru dipanggang di atas kompor bagian kakinya oleh ayah tirinya,” pungkas Hadi. Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander mengatakan penyebab kematian AA ternyata bukan karena tenggelam seperti yang diakui ayah tirinya. Hasil autopsi terhadap jenazah balita tersebut membantah pengakuan itu. Hasil autopsi mengungkap ditemukan luka robek di lambung. Ditemukan juga lebam dan melepuh yang diduga akibat dibakar. Polisi masih menyelidiki kasus ini dan secepat-

nya menggelar pra rekrontruksi. “Sementara diketahui ada pendarahan di lambung, karena luka robek pada usus. Ini diduga karena tekanan hebat dan kuat yang dialami korban sebelumnya. Ini yang mengakibatkan kematian korban,” ungkap Dony di kamar jenazah RS dr Saiful Anwar. Dony mengaku belum dapat memastikan penyebab dari pendarahan dan luka robek di lambung korban. “Apakah karena tangan kosong atau menggunakan benda tumpul, kami masih selidiki,” kata Dony. Dony menyebut selain pendarahan akibat luka robek pada usus di lambung, juga ditemukan luka lebam dan luka diduga akibat panas dari api. “Ada perlakuan tidak manu-

Tiga Budak Sabu Diringkus di Rumah Pengedar Kunti Kasus ini terungkap setelah anggota Unit Reskrim Polsek Semampir menggerebek salah satu rumah di Jalan Kunti, dan menangkap tiga orang sedang berpesta sabu. Mereka adalah Dedi Arifianto (36), Moch Hadi Yulianto (21), dan Moch Syaiful Arif (21), ketiganya warga Jalan Mojo Klangru III. Sedangkan tuan rumah sekaligus penjualnya berhasil melarikan diri. “Penjualnya menunggu di luar sambil mengawasi situasi. Begitu melihat kedatangan anggota kami langsung melarikan diri,” kata Kapolsek Semampir Kompol Aryanto Agus didampingi Kanitreskrim Iptu Tritiko, Kamis (31/10). Penggerebekan ini ketika polisi men-

dapat informasi dari masyarakat setempat adanya pesta sabu di salah satu rumah di Jalan Kunti. Laporan itu, kemudian ditindaklanjuti anggota dengan mengecek ke lokasi yang dimaksud. Setiba di sana, anggota melihat pemiliknya sedang duduk-duduk di depan rumah. Mengetahui polisi berpakaian preman dating, dia bergegas lari. Sedangkan ketiga tersangka kaget dan hanya bisa pasrah saat diamankan. “Saat kami masuk ke dalam, mereka baru mulai mengisap sabu,” beber Aryanto. Di lokasi, petugas juga menyita satu poket seberat 0,11 gram sabu dan seperangkat alat isap (bong). Guna diproses hukum lebih

Satsabhara Praktikkan Senjata Pengurai Massa flashball dan antiriot. Teori fungsi dan cara pengoperasian senjata gas air mata jenis flashball dan antiriot. Selanjutnya, personel langsung mempraktikkan senjata pengurai massa tersebut dalam kegiatan pengamanan. Kasatsabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Heru Purwandi mengatakan, dengan latihan ini diharapkan anggota pengemban fungsi sabhara bisa menge-

siawi, ditemukan kuat diduga karena panas api. Tetapi kami akan meminta keterangan dari dokter yang awal pertama melakukan pemeriksaan. Selain itu ada juga luka lebam di tubuh korban,” beber Dony. Dony menegaskan pihaknya telah mengamankan terduga pelaku. Saat ini pemeriksaan masih berlangsung untuk mengungkap pasti kronologi dari kejadian yang sebenarnya. “Terduga pelaku sudah kami amankan. Sekarang masih dilakukan pemeriksaan. Proses penanganan kasus akan ditingkatkan ke penyidikan. Kami juga telah memeriksa empat orang dalam kasus ini di antaranya ibu dan ayah tiri korban,” pungkas Dony. (dtc/nov)

Sambungan dari halaman 1 lanjut, ketiga tersangka digiring ke Mapolsek Semampir. “Rata-rata pengedar sabu di Jalan Kunti hafal dengan wajah para anggota Polsek Semampir,” ungkap Aryanto. Dalam pemeriksaan diketahui, para tersangka ini sudah sering pesta sabu di Jalan Kunti. Mereka datang rombongan dengan mengendarai boncengan motor dari Mojo Klangru. Setibanya di sana, mereka sudah disiapkan tempat sekaligus peralatan isap sabu oleh pemiliknya. Apesnya, baru mulai acara mendadak polisi datang menggerebek. “Saya membeli sabu dengan patungan Rp 300 ribu per poket dan diisap di tempat,” ujar Dedi ke penyidik. (rio/nov)

Sambungan dari halaman 1

tahui, menguasi, menggunakan serta bisa melakukan pemeliharaan dan perawatan alsus dalmas. “Setelah ini personel satsbahara bisa menerapkan di lapangan pada saat penanganan unjuk rasa pada tahap massa yang mengarah melakukan tindakan anarkis,” kata Heru Purwandi. Dia menambahkan, materi ini sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap) nomor

16 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa dan Perkap nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian. Heru mengungkapkan, pelatihan ini bukan kali pertama di laksanakan anggotanya. Tujuannya agar saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lapangan, personel sudah siap karena mereka terus berlatih,” pungkas Heru. (rio/nov)

Orang Tua Bangga Memiliki Menantu Cantik Sundul Langit

Sambungan dari halaman 1

Sambungan dari halaman 1 musik K-Pop. EXO jadi salah satu grup favoritnya yang sempat ia ikuti perkembangannya beberapa tahun lalu. Bicara soal member favorit, ternyata Mawar mengagumi sosok Baekhyun. “Dia suaranya bagus dan pas perform entah kenapa dia yang paling menonjol, dan cuma dia yang bisa bikin aku teriak histeris,” kata Mawar. Mawar de Jongh telah beberapa kali beradu peran dengan para aktor muda. Selain Iqbaal, ia juga pernah disebut tengah dekat dengan pesinetron Bryan Domani. Namun selain itu Mawar juga ternyata sempat dikira pacaran dengan orang yang tak ia duga. “Sering dikira pacaran sama kakak aku sendiri, karena kami emang deket banget. Trus aku akhirnya posting dengan kasih caption yang ngasih tau kalo dia kakak aku,” ungkapnya. Terjun di dunia musik, Mawar punya beberapa musisi favorit. Ia sangat mengagumi Tulus dan berharap suatu saat ingin berduet dengannya. Bicara soal album favorit, Mawar dibuat jatuh cinta dengan album baru Case Study 01. Ia menyukai seluruh track di album tersebut dan jadi salah satu inspirasinya bermusik. (*/nov)

Yang jelas lagi, Memorandum berubah seperti orang kepo yang serba ingin tahu kondisi terkini Beni dan istrinya, Rani. Saban pagi Memorandum aktif membuka status ayah Beni yang teman sekampung Memorandum di Mojokerto. Ayem-ayem saja. Dia bolak-kalik mengunggah foto dan video resepsi pernikahan anaknya. Kadang dia juga menulis status berisi doa agar segera dikaruniai cucu. Kalau bisa cowok, agar nanti bisa diajak mendaki gunung. Dulu Memorandum memang sering mendaki gunung bersama ayah Beni. Mulai yang ndek-ndek’an seperti Penanggungan hingga yang lumayan menantang seperti Semeru dan Kerinci. Saking kepo-nya, Memorandum pernah menelepon ayah Dani, “Gimana Beni dan Rani? Sudah melihat penampakan bakal

cucu?” “Belum. Mungkin dia dikutuk sama mantan-mantan pacarnya agar tidak segera punya anak,” kelakar Wahyu. Semasa muda, Beni memang tergolong playboy. Pacarnya ting tlecek ndik mana-mana. Semua cantik-cantik. Tidak ada sapu pun yang mbojay. Mungkin sikap itu menurun dari ayahnya. Beni mencapai puncak prestasi dalam memilih pacar ketika berkenalan vs Rani. Makanya gadis tersebut langsung dipersunting dengan segera. Boso Suroboyone set-set-wet. Tapi, itu andai yang dikatakan Dila tidak benar! Lha kalau memang benar? Bisa stress Beni nanti. Mungkin juga ayahnya. Sebab, Wahyu teramat sangat membanggakan sekali menantunya yang ini. Katanya Rani cantik sundul langit. Pol-polan. Njedug. Melebihi prestasinya semasa muda dulu.

Wkwkwk wcwcwc… Memorandum kadang juga iseng dolan ke rumah Wahyu di sebuah perumahan di Wiyung. Siapa tahu bertemu Rani dan mengetahui kondisi gadis tersebut yang sebenarnya. Tapi, meski berkali-kali ke sana, penampilan Rani memang selalu perfect. Tidak pernah tampak kuyu, layu, atau kusut. Selalu sempurna. Ya saat pagi, ya saat siang, ya saat sore. Apalagi malam. (bersambung)

Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih


JUMAT KLIWON, 1 NOVEMBER 2019

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Pasuruan, Memorandum Polres Pasuruan Kota melaksanakan kegiatan pembinaan rohani dan mental (binrohtal) di Masjid At-Taqwa di Mapolres Pasuruan Kota, Kamis (31/10). Hadir sebagai penceramah binrohtal yaitu Ustaz Abdurrahman yang diikuti oleh seluruh PJU Polres Pasuruan Kota, serta jajaran kapolsek. Kasubbag Humas AKP Endy Purwanto mengatakan, dengan diadakannya binrohtal tersebut anggota Polres Pasuruan Kota melaksanakan tugas selalu dilandasi dengan keimanan. Sehingga terhindar dari sifat tercela yang dapat mencoreng nama baik kepolisian.

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Gelar Binrohtal bagi Anggota Ustaz Abdurrohman memberikan tausiah kepada anggota Polres Pasuruan Kota.

“Semoga dengan binrohtal ini dapat memberikan keimanan, dan ketakwaan yang dapat diimplementasikan dalam kegiatan sebagai anggota Polri. Sehingga terwujud sikap profesional yang dilandasi dengan keimanan,” ujar Endy. Dalam pelaksanaan Binrohtal

dengan mengambil program unggulan PERMEN TERAPI (pembinaan rohani dan mental terhadap anggota Pilri ) yang digelar Kamis pagi dilaksanakan ceramah agama serta doa bersama untuk Pasuruan Kota tetap aman, damai dan lancar. “Ini juga sebagai wadah untuk membentuk karakter anggota Polres Pasuruan Kota untuk menjadi lebih humanis dalam melayani masyarakat, sehingga citra Polri menjadi lebih baik,” tambah Endy. (*/rul/fer)

Kejutan bagi 67 Anggota yang Ulang Tahun Pasuruan, Memorandum Setelah apel pagi, Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH memberikan kejutan ke semua anggota jajaran Polres Pasuruan, Rabu (30/10) di lapangan Mapolres Pasuruan. Semua dikumpulkan oleh Kapolres Pasuruan dan diberikan kejutan kepada anggota yang merayakan ulang tahun pada Oktober. Rofiq dalam sambutanya menekankan, bahwa kegiatan ini merupakan wujud perhatian kepada anggota yang merayakan ulang tahun. “Ini bisa menambah semangat kerja bagi anggota yang merayakan, dan bisa memupuk rasa kekeluargaan bagi semua anggota Polres Pasuruan,” jelas Rofiq. Kegiatan ini juga ditandai dengan penyiraman bunga kepada semua anggota Polri dan PNS

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH memberikan basuhan air kembang kepada Kasatreskrim AKP Dewa Putu Prima Yogantara SH SIK MSi.

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Polri yang berulang tahun . Dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng, dan k ulang tahun. kue Dalam kesempatan ini, kue ulang tahun diberikan kepada perwakilan yang ulang tahun pada Oktober ini. Dan perwakilannya yakni Kasat Reskrim, Kasat Sabhara, Kasubbag Humas dan Kapolsek Tosari. Begitupun sebaliknya untuk pemotongan tumpeng diwakili anggota Polres

Pasuruan dengan Nrp termuda yakni Bripda Wahyu. “Pemberian ucapan selamat kepada anggota yang merayakan ulang tahun dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala nikmat yang telah diberikan Tuhan kepada hambanya. Salah satunya adalah nikmat sehat, dan pada bulan Oktober 2019 ini ada 67 personel Polres Pasuruan yang merayakan ulang tahun,” ujar Rofiq. (*/rul/fer)

HALA HALAMAN 8

Truk Dibajak, Sopir Dibuang Surabaya, Memorandum Komplotan perampok bermobil kembali membuat polisi di Surabaya bekerja ekstra. Setelah geger aksi penculikan dan pembunuhan, kali ini kejadian perampokan terjadi di tol Romokalisari. Truk bermuatan kayu dibajak para perampok yang berjumlah lebih dari dua orang. Ironisnya, usai menguasai truk tersebut, sopir dibuang ke persawahan di kawasan Lamongan. Informasi dihimpun, perampokan itu terjadi Rabu (23/10) sekitar pukul 21.00. Namun kabar peristiwa itu baru diketahui media, pada Kamis (31/10), setelah korban melapor ke Polrestabes Surabaya. Truk yang dirampas para pelaku yaitu truk jenis Isuzu DK 8369 QW, yang disopiri Nyoman Suwarnata (35), warga asal Desa Gores, Kecamatan Gerokak, Kabupaten Singaraja, Bali. Truk itu baru saja keluar dari Gresik mengangkut kayu kamper dengan tujuan Bali. Namun, setibanya di tol Romokalisari, truk ini tiba-tiba dipepet dan dihentikan mobil Suzuki Ertiga putih, yang disebut-sebut ditumpangi lima orang pria. Empat orang turun dari mobil itu dan memaksa sopir

masuk ke dalam mobil Ertiga tersebut. Karena sendirian, sopir itu hanya bisa pasrah. Pada saat di dalam mobil, kedua tangan sopir itu diikat dan mata dilakban. Kemudian, sopir itu dibuang di sebuah areal persawahan di wilayah Lamongan. Beruntung saat itu ada warga yang melihat dan langsung menolong sopir. Setelah mendapat pertolongan, keesokan harinya atau Kamis (24/10), sopir melapor ke Polrestabes Surabaya. Mendapat laporan itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menerjunkan Tim Unit Resmob. “Benar, kami tengah mengidentifikasi para pelakunya setelah korban melapor,” kata Kanitresmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti. Namun, alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2013 belum bersedia menjelaskan detail terkait kejadian tersebut, lantaran kasus itu masih dalam penyelidikan. Meski

Iptu Bima Sakti

begitu, Bima membenarkan bila pelaku diduga lima orang, menaiki sebuah mobil Suzuki Ertiga sesuai keterangan korban. “Dari keterangan korban, pelaku tidak membawa senjata apapun waktu itu, tapi langsung mengikat dan melakban mata korban, kemudian membuangnya di wilayah Lamongan. Kami masih bekerja, mohon doanya,” tambah Bima, Kamis (31/10). (fdn/fer)

Mabes Polri Supervisi ke Tapal Kuda Probolinggo, Memorandum Tim supervisi Mabes Polri yang dipimpin Kombespol Hari Prasodjo bersama Kombespol Ricky Simonpaes dan AKBP Dhafi melaksanakan kegiatan supervisi Operasi Zebra Semeru 2019 di Polres Probolinggo Kota, Kamis (31/10) pagi. Kedatangan pamen dari Mabes Polri itu diterima Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Imam Pauji SH MH. Selain itu juga dihadiri dari Polres Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso, Lumajang serta Probolinggo. Wakapolres mengatakan, anggota jajaran yang mengikuti kegiatan tersebut mendapat bimbingan dan arahan dari tim

FOTO: MEMORANDUM/YUD

SERTIFIKA T

P ER S WAN DE

HUKUM & KRIMINAL

Tim supervisi dari Mabes Polri memberikan arahan kegiatan Operasi Zebra Semeru 2019.

supervisi terkait pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2019. Tujuannya, agar pelaksanaan serta administrasi dari kegiatan Operasi Zebra Semeru 2019 di wilayah

bisa aman dan tertib. Ketua tim supervisi Kombespol Hari Prasodjo menyampaikan, pembuatan rencana operasi disesuaikan dengan situasi

yang ada. Ketua tim juga menekankan pada saat Latpraops, agar masing-masing kasatgas memberikan pelatihan kepada anggotanya serta memberikan pemahaman yang mendalam agar anggota benar-benar paham akan tugas yang akan dilaksanakannya. “Kami berharap, untuk pelaksanaan. Ops Lilin agar diperbaiki lagi dalam pembuatan Ren Ops, harus disesuaikan dengan situasi yang ada,” ujar Hari Prasojo. (yud/fer)

Kabupaten Malang, Pasuruan, Sidoarjo, Jombang, dan Ponorogo merupakan lima daerah yang dijadikan sasaran pelaksanaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 di Jawa Timur. Penentuan lima daerah itu, merupakan hasil pertimbangan antara pihak TNI-AD, khususnya Kodam V/ Brawijaya dengan Pemprov Jatim. Bahkan, sebelum dinyatakan resmi menjadi lokasi sasaran pelaksanaan TMMD, masing-masing pihak dari kodam dan pemprov pun, melakukan peninjauan terlebih dahulu. Dalam penilaian itu terdapat beberapa kriteria penting sebelum masing-masing desa dari setiap wilayah dinyatakan layak menjadi lokasi pelaksanaan TMMD ke-106 Jawa Timur. Alhasil, selain Desa Kedungsalam yang berlokasi di Kabupaten Malang, beberapa desa lainnya pun dinilai layak untuk dijadikan sasaran pelaksanaan program TMMD saat ini. Termasuk di antaranya Desa Kupang Jabon, Sidoarjo; Desa Jatiarjo, Kabupaten Pasuruan; Desa Sooko, Kabupaten Ponorogo; dan Desa Galengdowo, Kabupaten Jombang. Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya Kolonel Arm Imam Haryadi menjelaskan, lima desa yang tersentuh TMMD saat ini telah mengalami perubahan yang cukup pesat. Sebab, berb-

agai insfrastruktur umum telah berdiri kokoh. “Lima desa itu, merupakan daerah terisolir,” ujar mantan Wakil Asisten Intelijen Kasdam V/Brawijaya ini, Kamis (31/10). Selain pembangunan jalan, kata Imam, beberapa infrastruktur umum pun mulai bisa dinikmati oleh masyarakat di lokasi TMMD. Di antaranya pembangunan saluran irigasi, rumah tidak layak huni (RTLH), pengaspalan jalan, hingga keberadaan tempat mandi, cuci, dan kakus (MCK). “Nantinya, hasil pembangunan itu diserahkan langsung ke masyarakat melalui kepala desa. Jadi, TMMD itu dari rakyat, dan untuk rakyat,” beber Imam. Bukan hanya program fisik atau pembangunan fasilitas umum saja, TMMD ke-106 di Jawa Timur saat ini juga menyasar program nonfisik. Dijelaskan Imam, program itu berisikan berbagai materi penyuluhan atau pembekalan yang ditujukan bagi

masyarakat di lokasi TMMD. Bahkan, berbagai narasumber dari setiap institusi pun turut dihadirkan oleh pihak satgas. “Penyuluhan itu, meliputi sosialisasi kesehatan, pendidikan, pelatihan kerja, penyuluhan pertanian hingga sosialisasi hukum dan bahaya narkotika,” jelas Imam. Berbagai penyuluhan tersebut, imbuh Imam, dinilai mampu membentuk karakter dan mental masyarakat yang berada di daerah terisolir, mampu menghadapi perkembangan informasi dan teknologi, khususnya revolusi industri 4.0. “Pembekalan itu, ditujukan untuk merubah mindset masyarakat di desa terpencil, agar mampu bersaing dengan kemajuan teknologi seperti saat ini,” bebernya. Asmuni (42), salah satu petani di Desa Kedungsalam, Kabupaten Malang, Jawa Timur mengakui jika keberadaan program TMMD mampu membawa perkembangan yang cukup pesat di desanya. Bahkan, satgas TMMD tak segan-segan untuk segera membantu berbagai kesulitan masyarakat. Salah satunya ialah keberadaan saluran air atau irigasi yang sebelumnya rusak. “Itu satu-satunya irigasi yang

FOTO: MEMORANDUM/ARIS

TMMD Ke-106 Jatim Menjawab Keluhan Warga Daerah Terisolasi

“

PangdamV/Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi memberikan bingkisan kepada warga.

Nantinya, hasil pembangunan itu diserahkan langsung ke masyarakat melalui kepala desa. Jadi, TMMD itu dari rakyat, dan untuk rakyat. KOLONEL ARM IMAM HARYADI Kepala Penerangan Kodam V/ Brawijaya

Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya Kolonel Arm Imam Haryadi di lokasi TMMD.

dimiliki oleh warga desa di sini. Sebelumnya, mengalami kerusakan yang cukup parah,” ungkap dia. Tak membutuhkan waktu lama, Asmuni menuturkan jika saluran irigasi tersebut, sudah mulai bisa digunakan oleh masyarakat Kedungsalam yang mayoritas berprofesi sebagai petani. “Kondisi sekarang sudah

cukup bagus. Apalagi, irigasi itu sekarang diperkuat dengan pondasi dan bebatuan,” tandasnya. Sementara itu, Dansatgas TMMD Kodim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad menegaskan, dirinya sangat mengapresiasi kinerja personelnya. Sebab, bukan hanya pembangunan saluran pengairan saja. Akan tetapi, beberapa pembangunan fasilitas umum di desa tersebut, mampu diselesaikan dengan batas waktu yang sudah ditentukan. “Alhamdulillah, itu juga berkat sinergitas dan dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat setempat yang secara sukarela membantu satgas,” kata Ferry. Ternyata, keberadaan program TMMD tak hanya membawa perkembangan bagi masyarakat di Desa Kedungsalam saja. Warga Desa Jatiarjo, Kabupaten Pasuruan pun merasakan manfaat adanya program TMMD saat ini.

Keberadaan pembangunan jembatan berukuran 3x4 meter di desa itu, ternyata mendapat banyak apresiasi dari masyarakat. Selama berlangsungnya pembangunan jembatan itu, warga pun tanpa rasa pamrih membantu para personel satgas di bawah kendali Letkol Arh H Burhan Fajari Arfian tersebut. Kasim (31), warga setempat, menuturkan jika selama berlangsungnya pembangunan jembatan itu, banyak warga yang ikut terjun langsung bersama para satgas. Bukan tanpa sebab, keberadaan jembatan itu, dinilai sangat penting guna mendongkrak roda perekonomian warga di desanya. “Jembatan itu, akses utama penghubung antardesa pak,” ujar Kasim. Terpisah, Dansatgas TMMD 106 Kodim 0819/Pasuruan, Letkol Burhan Fajari Arfian menuturkan jika keberadaan Satgas TMMD, bukan hanya bertujuan untuk menyelesaikan berbagai pembangunan infrastruktur

saja. Namun, ia telah menginstruksikan para personelnya agar dapat mewujudkan kemanunggalan antara TNI dan rakyat. “Itu sudah dibuktikan ketika proses TMMD berjalan. Sebelumnya, kami mengimbau para personel agar dapat mewujudkan kemanunggalan, terlebih menanamkan jiwa patriotisme dan nasionalisme di dalam diri warga di lokasi TMMD. Sebab, itu patriotisme dan nasionalisme, merupakan warisan para leluhur Bangsa Indonesia,” ungkap Burhan. Program TMMD ke-106 ini sebelumnya telah diresmikan oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi, di Desa Kedungsalam, Kabupaten Malang, pada 2 Oktober lalu. Memasuki batas waktu yang sudah ditentukan, tepatnya 31 Oktober, pangdam memimpin upacara penutupan TMMD yang digelar di Desa Sooko, Kabupaten Ponorogo. (Pendam V/Brawijaya)


KOTA SURABAYA

JUMAT KLIWON, 1 NOVEMBER 2019 HALAMAN 9

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Kembalikan Fungsi Jalan, 25 PKL Anggrek Digusur Surabaya, Memorandum Guna mengembalikan fungsi jalan, puluhan PKL di Jalan Anggrek digusur, Kamis (31/10). Meski penertiban yang dilakukan Satpol PP Kota Surabaya dibantu aparat kepolisian dan TNI berjalan lancar, tapi sempat terjadi adu argumen antara PKL dengan aparat. Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Surabaya Piter Frans Rumaseb mengaku, bahwa keberadaan PKL beraktivitas di Jalan Anggrek menggangu ketertiban umum dan mengembalikan fungsi akses jalan. “Sosialisasi sudah kami lakukan berulangkali. Namun mereka masih menempati Jalan

FOTO: MEMORANDUM/ALFIN

Satpol PP Kota Surabaya menertibkan PKL yang berjualan di Jalan Anggrek.

Anggrek. Akhirnya, kami menertibkan para PKL tersebut,” ujar Piter disela penertiban. Terkait nasib para PKL, Pemkot Surabaya sudah menyiapkan tempat relokasi di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Kapas Krampung. “Total ada 25 PKL, empat di antaranya ber-KTP luar Surabaya,” jelas Piter. Selain mengembalikan fungsi Jalan Anggrek, pemkot juga berencana akan menyulap akses penghubung ini agar semakin indah dengan membangun pedestrian dan menata saluran air. Sementara penertiban tersebut disesalkan oleh para PKL. Ketua Paguyuban PKL Cokelat Jazaini mengatakan, penertiban ini tidak sesuai dengan hasil dengar pendapat (hearing) Komisi B DPRD Surabaya untuk menunda penertiban sebelum  Bersambung ke halaman 10 

Ditanya Mafia Perizinan, Risma Ngamuk Surabaya,Memorandum Wali Kota Tri Rismaharini tampak gusar dan emosional ketika menjawab pertanyaan anggota dewan yang menyoroti mafia perizinan dan pencitraan salah seorang pejabat Pemkot Surabaya. Ini terjadi dalam rapat paripurna DPRD Kota Surabaya dengan agenda jawaban Wali Kota Surabaya atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap RAPBD 2020 di gedung DPRD Surabaya, Kamis (31/10). Ketika Risma, panggilan Wali Kota Tri Rismaharini, akan mengakhiri jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi, tiba-tiba diinterupsi oleh anggota fraksi Demokrat-NasDem, Imam Syafi’i. Mantan jurnalis ini menyinggung banyaknya jabatan kosong di lingkungan Pemkot Surabaya.  Bersambung ke halaman 10 

“

Jangan ada fitnah. Karena perizinan ini sudah memakai sistem online dan ada pendampingan dari kejaksaan dan tim ahli. Bahkan anak saya difitnah narkoba dan jadi calo perizinan. Lalu muncul nama Fuad. Fuad siapa itu? Maka silakan buktikan. Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya

FOTO: ISTIMEWA

William Wirakusuma

William: Karakternya Memang Meledak-ledak FOTO: ISTIMEWA

Suasana rapat paripurna dengan agenda jawaban wali kota terhadap pandangan fraksi tentang RAPBD Surabaya 2020.

Larang Pejabat Pemkot Bicara ke Media

FOTO: ISTIMEWA

Tri Rismaharini

TERKAIT dugaan pencitraan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengambil sikap meminta semua pejabat di sekretaris daerah, asisten, dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tidak memberikan keterangan ke media massa. “Mulai hari ini, saya minta pejabat di pemkot untuk tidak bicara ke media,” tegas dia. Untuk semua pemberitaan, menurut Risma, akan dikomunikasikan dengan media center Pemkot Surabaya. “Karena bagi saya, harga diri

lebih penting dibandingkan yang lain,” tandas dia. Sikap tegas Risma ini membuat pejabat pemkot ketakutan memberikan komentar. Terbukti usai rapat paripurna, beberapa pejabat yang diminta komentar oleh wartawan enggan memberikan jawaban. Di antaranya, adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Surabaya Afghani Wardhana. Ketika beberapa wartawan hendak konfirmasi soal kerusakan Stadion Gelora Bung  Bersambung ke halaman 10 

Warga Tanah Kali Kedinding Desak Industri Cor Beton Ditutup Surabaya, Memorandum Warga Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, resah dengan polusi udara industri cor beton yang dihasilkan PT Pionir Beton. Keluhan itu disampaikan dalam dengar pendapat di Komsisi C DPRD Kota Surabaya, Kamis (31/10).Warga mendesak industri yang beroperasi sejak 2017 tersebut ditutup. “Mencemari udara dan kebisin Bersambung ke halaman 10 

FOTO: MEMORANDUM/ALFIN

Rapat dengar pendapat warga Tanah Kali Kedinding di Komisi C DPRD Surabaya.

HUT Ke-50 SKH Memorandum

Bersamaan dengan CFD Kodam Surabaya, Memorandum Acara jalan sehat dan senam Dahlan Iskan Style dalam rangka HUT ke-50 Memorandum di lapangan Makodam V/Brawijaya, dengan hadiah utama dua sepeda motor, rencananya digelar Minggu (17/11), bersamaan dengan kegiatan car free day (CFD) kodam. Di mana dalam CFD itu para pejabat utama kodam menyapa masyarakat. “Dalam kegiatan CFD tersebut momen pejabat kodam menyapa masyarakat,” ujar Kapendam V/Brawi-

jaya Kolonel Arm Imam Haryadi. Sehingga masyarakat bisa bertemu langsung dengan Pangdam V/ Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi. Dalam acara CFD tersebut merupakan wadah untuk komunitas di Surabaya ini bertemu, seperti halnya komunitas senam ataupun komunitas sepeda kuno. “Sangat tepat sekali bila acaranya digelar hari Minggu, tentu saja akan banyak sekali masyarakat yang ikut. Apalagi kupon untuk hadiahnya gratis,” imbuh Imam. (tyo/dhi)

FOTO: ISTIMEWA

Baktiono

FOTO: ISTIMEWA

Kolonel Arm Imam Haryadi

SIKAP Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang kerap emosional ketika mendapat per-

tanyaan yang tak berkenan di hatinya mengundang berbagai  Bersambung ke halaman 10 


KOTA SURABAYA

JUMAT KLIWON, 1 NOVEMBER 2019 HALAMAN 10

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

TANYA JAWAB ISLAM PEMBACA harian pagi MEMORANDUM yang budiman dimana pun berada, kami menyediakan berbagai rubrik tanya jawab atau konsultasi soal Polisi Menyapa, Obat Tradisional, Kesehatan Mata, Spiritual Agama Islam serta Narkoba secara gratis. Cukup mengirim pertanyaan lewat email: memorandumredaksi@gmail.com, SMS/Whatsapp: 081216517867. Anda akan mendapat jawaban. Semoga rubrik ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Penyebab Muslim Mandi Wajib Tanya: Assalaamualaikum wr wb. kan Apa yang menyebabkan seorang muslim untuk mandi wajib? Jawab: Waalaikumussalaam wr wb ormati. Penanya yang saya hormati. Mandi wajib in syaa Allah ada enam penyebabnya, tiga di antaranya dikerjakan laki-laki dan perempuan, dan Ustaz Dino Imansyah tiga lagi khusus pada perempuan saja, yaitu: 1. Bersetubuh, baik keluar mani atau pun tidak. Sesuai dengan hadits nabi: Rasulullah saw bersabda apabila dua yang dikhitan bertemu, maka sesungguhnya telah diwajibkan mandi, baik keluar atau tidak keluar (mani). (HR Baihaqi). 2. Keluar mani, baik keluarnya karena bermimpi atau pun sebab lain dengan sengaja atau tidak, dengan perbuatan sendiri atau bukan. Sesuai dengan hadits nabi: Dari Umi Salamah rah ia berkata, telah datang Ummu Sulaim kepada Rasulullah saw, dia bertanya: wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu memperkatakan yang hak. Apakah perempuan wajib mandi apabila bermimpi? Maka beliau menjawab: Ya (wajib atasnya mandi), apabila ia melihat air (artinya keluar mani).(HR Bukhari). 3. Meninggal dunia, kecuali orang mati sahid. Dasar hukuman: Dari Ibnu Abbas ra bahwa ada seorang laki-laki yang sedang berihram dijatuhkan oleh untanya yang saat itu kami sedang bersama Nabi saw. Maka Nabi saw bersabda: mandikanlah dia dengan air yang dicampur daun bidara dan kafanilah dengan dua helai kain dan janganlah diberi wewangian dan jangan pula diberi tutup kepala (sorban) karena dia nanti akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiyyah.(HR Bukhari). Dan hadits lain, Nabi saw beliau bersabda tentang kurban peperangan Uhud. Janganlah kalian memandikannya, karena setiap luka atau setiap darah akan menyerebak harum pada hari Kiamat. beliau tidak menyolatinya.(HR Ahmad). 4. Haid, sesuai dengan hadits nabi: dari Aisyah bahwa Fatimah binti Abu Hubaisy mengalami istihadlah (mengeluarkan datah penyakit). Maka aku bertanya kepada Nabi saw, dan beliau menjawab: itu seperti keringat dan bukan darah haid. Jika haid datang maka tinggalkanlah salat dan jika telah selesai mandilah dan salatlah.(HR Bukhari). 5. Nifas, adalah darah yang keluar dari kemaluan perempuan sesudah melahirkan anak. Darah itu merupakan darah haid yang berkumpul, tidak keluar sewaktu perempuan itu hamil 6. Melahirkan, baik bayinya hidup atau pun wafat. Penanya yang saya hormati, semoga penjelasan singkat ini bisa mudah diambil pelajarannya. Wallaahua’lam bishshowab. (*)

FOTO: MEMORANDUM/ARIS

Personel Kodim tipe A Surabaya Utara menjaga stamina dengan lari bersama.

Olahraga Menjadi Kebutuhan Khusus

Surabaya, Memorandum Memiliki tubuh yang prima merupakan syarat mutlak bagi seorang prajurit TNI. Bahkan, hampir tiap hari olahraga seakan menjadi kebutuhan khusus yang harus dipenuhi oleh seorang prajurit. Seperti yang berlangsung di Makodim tipe A 0830/ Surabaya Utara, Kamis (31/10) pagi, puluhan personel terlihat bersemangat mengikuti olahraga rutin yang dipimpin oleh Perwira Seksi Operasi Kapten Inf Sumardjiono. “Sehat itu tidak harus mahal, asal kita niat dan mau berolahraga,” ujar Sumardjiono. Dijelaskan Sumardjiono terdapat beberapa materi olahraga, selain materi lari aerobik, prajurit juga disuguhi materi olahraga pull up. “Itu sudah menjadi ketentuan dari pimpinan,” lanjut dia. Sementara itu, Dandim tipe A 0830/Surabaya Utara Kolonel Arh Putut Witjaksono menambahkan, olahraga rutin itu wajib diikuti oleh seluruh personelnya. Sebab, olahraga merupakan perintah wajib dari komando atas. “Sudah menjadi kewajiban. Semua personel harus mengikuti olahraga itu,” tegas dia. (tyo/lis)

Komisaris: Mangestuti Agil Direktur: Choirul Shodiq Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah Konsultan Hukum: Noer Fattah Syafi’i

Safari JurnalisƟk 2019

Kompetensi Wartawan Harus Sampai Level Foresight Surabaya, Memorandum Puluhan jurnalis dari berbagai media di Jawa Timur mengikuti Safari Jurnalistik PWI-Astra 2019 yang digelar di gedung PWI Jatim Jalan Taman Apsari, Kamis (31/10). Hadir beberapa narasumber, yakni Ketua Bidang Pendidikan Pusat Nurjaman Mochtar, Nurcholis MA Basyari, Refa Riana, dan Merdi Sofansyah. Ketua PWI Jatim Ainur Rohim mengatakan, acara ini digelar untuk memberikan pencerahan dan pengembangan ilmu jurnalistik yang semakin banyak berkembang. “Posisi Jawa Timur ini sangat penting. Dengan adanya Safari Jurnalistik ini, para awak media yang hadir mendapat banyak materi penting tentang pengembangan ilmu jurnalistik,” kata Ainur. Sementara itu, Head of Corporate Communication PT Astra International Boy Kelana

Soebroto mengatakan, Astra memberikan pencerahan seperti hukum di sekitar pers yang krusial bagi wartawan. “Astra mendukung pengembangan SDM terhadap para jurnalis di era 4.0. Selain itu, di era ini pers dapat dijadikan sebagai model baru bisnis media dan kompetensi multi tasking,” papar Boy. Di sela-sela acara, tiba-tiba hadir Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh. Dia mengatakan, kompetensi wartawan harus sampai level foresight. Menurut dia, selain mampu menjelaskan

FOTO: MEMORANDUM/INDRA

Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh hadir pada Safari Jurnalistik PWI-Astra 2019 di Surabaya.

apa (hindsight) dan kenapa (insight) sebuah fenomena terjadi, wartawan Indonesia harus mampu memprediksi (foresight) hal yang mungkin terjadi dari sebuah fenomena. “Foresight yaitu kemampuan untuk membaca ke depan kayak apa. Jadi mulai apa yang terjadi, kenapa terjadi, hingga apa yang akan terjadi. Jika pem-

beritaan kalian menjadi satu mata rantai, nantinya kalian dapat memberikan rekomendasi pada pihak terkait,” kata Nuh. Nuh menambahkan, dirinya yakin jika wartawan saat ini, menguasai ketiga level kompetensi tersebut, sehingga masyarakat nantinya bisa memiliki pengetahuan untuk menentukan kebenaran sebuah informa-

si yang beredar. “Jika awak media menguasai tiga kompetensi tersebut, nantinya berita yang disampaikan dapat mencerdaskan masyarkat. Selain itu masyarakat akhirnya tahu mana berita yang benar dan berita yang hoax,” papar dia. Nuh juga memberikan semangat kepada para wartawan yang sedang mengikuti Safari Jurnalistik. Ia mengatakan, bahwa kemerdekaan pers adalah hal mutlak. Menurut dia, jika tiga hal tersebut didapat oleh awak media, nantinya beritanya akan menjadi berkualitas. “Kemerdekaan pers itu mutlak. Selain itu, kemerdekaan pers bisa berkualitas jika kompetensi wartawannya top, jadi terus di-upgrade, diberi perlindungan, dan di sejahterakan,” pungkas mantan mendikbud itu. (x-3/lis)

Proyek Rusun Gunung Anyar Ditangani Kontraktor Baru Surabaya, Memorandum Sebanyak 12 petugas keamanan masih bertugas di proyek rusun Gunung Anyar, kelurahan/ kecamatan Gunung Anyar, meski mereka mengeluh karena dua bulan terakhir belum gajian. Imam, salah satu petugas keamanan di rusun Gunung Anyar mengatakan, dirinya tetap bekerja seperti biasa guna melaksanakan tugas dan kewa-

jibannya sebagai keamanan. “Walaupun belum gajian, kami di sini tetap melaksanakan tugas,” ujar dia, Kamis (31/10). Namun, Imam berharap agar keterlambatan gaji juga menjadi perhatian PT Penamas Rashata Prisma, selaku kontraktor proyek rusun Gunung Anyar. “Harapannya ya semoga cepatlah dilunasi, jika tidak saya ikhlaskan saja,” ucap Imam.

Ketika ditanya aktivitas proyek rusun Gunung Anyar, Imam mengaku, sudah tiga hari lalu aktivitas pembangunan berhenti lagi. Bahkan Beni, selaku koordinator proyek dari PT Penamas Rashata Prisma juga jarang mampir di lokasi rusun Gunung Anyar. Lebih mengejutkan lagi disampaikan keamanan lapangan proyek rusun Gunung Anyar,

Sonip. Dia mengaku pekan lalu ada pertemuan antara kontraktor lama dengan kontraktor baru di Surabaya. “Ada pelimpahan tanggung jawab kontraktor lama dengan kontraktor baru meneruskan proyek rusun Gunung Anyar. Bahkan, Parlan selaku kontraktor baru menjanjikan akan menyelesaikan keseluruhan tunggakan utang pekerja, utang warung nasi serta aksi jalan yang

Ditanya Mafia Perizinan, Risma Ngamuk Padahal banyak pejabat yang antre. Selain itu, dia juga menyoroti adanya mafia perizinan di pemkot. “Ada kabar kalau di lingkungan pemkot ada mafia perizinan. Ini mulai dari pembangunan RS Siloam hingga perizinan SPBU BP-PT AKR di Jalan Pemuda, yang dekat objek vital,” beber Imam Syafi’i. Interupsi lainnya dilakukan Ketua Fraksi Partai Golkar Arif Fathoni. Mantan jurnalis ini juga mengingatkan kepada wali kota menjaga agar APBD tidak melenceng. Jangan sampai APBD digunakan sebagai jembatan kontestasi Pilwali 2020. “Saya mengikuti perkembangan akhir-akhir ini ada kepala OPD yang digadang-gadang maju dalam pilwali. Maka, saya berharap jangan ada campur tangan penguasa dalam penggunaan APBD dalam kontestasi pilwali,” ungkap Toni. Menanggapi kedua interupsi tersebut Wali Kota Tri Rismaharini dengan suara bergetar menyatakan tidak ada mafia perizinan di Pemkot Surabaya. Sebab, semua perizinan dengan online. “Jangan ada fitnah. Karena perizinan ini sudah memakai sistem online dan ada pendampingan dari kejaksaan dan tim ahli. Bahkan anak saya difitnah narkoba dan jadi calo perizinan. Lalu muncul nama

Fuad. Fuad siapa itu? Maka silakan buktikan,” beber Wali Kota Tri Rismaharini. Risma menegaskan tolong jangan memfitnah jika orang tersebut tidak melakukan. Jika fitnah itu tidak benar akan kembali yang menfitnah. “Itu fitnah pak Imam. Suatu saat Anda akan merasakan jika difitnah,” ujar dia. Terkait tudingan adanya pejabat yang menggunakan APBD untuk kontestasi pilwali, Risma menyatakan tidak ada. Apalagi ada tudingan memberi keistimewaan agar dalam pemberitaan. “Coba dicek di humas datanya,” kata Risma. Menurut dia, jabatan di Pemkot Surabaya ini sangat berat. Tidak mengherankan ketika pemkot membuka lowongan kepala dinas, tidak ada yang mendaftar. “Karena tidak ada yang mendaftar maka saya yang menunjuknya,” ujar dia. Usai paripurna, Imam Syafi’i ketika dikonfirmasi soal interupsi yang dilakukan terhadap wali kota menjelaskan, jika jawaban Wali Kota Tri Rismaharini cukup bagus dan komprehensif. Hanya saja, ada pertanyaan dari fraksi Demokrat-NasDem yang belum dijawab Risma, yakni terkait kabar adanya mafia perizinan di Pemkot Surabaya. “ Ini sebenarnya sudah lama. Kasus Siloam yang jalan ambles,

Sambungan dari halaman 9 kan sudah muncul (mafia perizinan), dan media banyak yang menulis,” ungkap dia. Sekarang ini, lanjut dia, ketika komisi A menjalankan fungsi pengawasan terhadap pembangunan SPBU BP-PT AKR didekat objek vital, muncul kembali kabar itu (mafia perizinan). “Kalau kabar itu terus-terusan muncul kan lebih baik dikonfirmasi kepada yang bersangkutan (Wali Kota Tri Rismaharini). Karena itu, tadi yang disampaian fraksi Demokrat-NasDem dalam pendangan umum belum dijawab, maka kita minta dijawab. Dan tadi, sudah dijawab Bu Risma ridak betul. Tidak ada anak atau keluarganya yang menjadi calo perizinan,”tandas dia. Selain itu, lanjut dia, harihari ini kan mendekati Pilwali 2020. Ada pejabat pemkot yang masuk kelurahan, kecamatan dan ikut musrenbang. Bahkan, menjanjikan program dari RW bisa diakomodasi. Bahkan, dia berani menjamin dan akan mundur kalau tak berhasil. Ini kan tidak benar. “APBD 2020 yang akan ditetapkan Rp 10,3 triliun adalah uang rakyat. Jangan dipakai kepentingan elektoral pejabat pemkot yang akan maju pilwali. Jadi, siapa pun calonnya nanti diberi kesempatan yang sama. Enggak fair kalau sekarang atau nanti mendompleng

Larang Pejabat Pemkot Bicara ke Media Tomo (GBT), Afghani meminta maaf tidak mau berkomenter. Bahkan dengan posisi tangan memohon, meminta wartawan untuk tidak bertanya-tanya. “Sekali lagi mohon maaf,”

pinta dia. Ketika Afghani masih dikerubuti beberapa wartawan, Asisten II M. Tasmin meminta agar Afghani untuk membuat pernyataan kepada wartawan. “Pak,

Sambungan dari halaman 9 tolong jangan membuat pernyataan terhadap wartawan,” pintanya kepada Afghani sambil menepuk pundaknya. Dan Afghani pun berlalu dari wartawan. (udi/dhi)

William: Karakternya Memang Meledak-ledak komentar dari anggota DPRD Surabaya. Anggota Fraksi PSI William Wirakusuma mengatakan, sikap Rism dalam menanggapi pernyataan soal mafia perizinan, memang itu sesuai dengan karakternya. “Itu memang karakter Bu Risma, meledak-ledak,” tegas dia. Terkait dengan larangan Risma kepada pejabat atau

stafnya untuk tidak berkomentar di media, William mengatakan, kemungkinan untuk menghindari pandangan orang kalau pejabat pemkot yang banyak dimuat di media itu akan maju ke pilwali. “Apa yang dilakukan Bu Risma itu tidak berlebihan kok. Dan itu masih ungkapan, belum sampai keluar aturan melarang,” jelas dia.

diblokade warga Wiguna Tengah tersebut,” ungkap Sonip. Lebih jauh Sonip menjelaskan, bahwa kantraktor baru tersebut dalam waktu dekat segera melanjutkan progres pembangunan rusun Gunung Anyar.“Tapi kata pak Parlan nunggu menerima surat perintah kerja (SPK) turun dari Pemkot Surabaya. Baru aktivitas rusun kembali dilanjutkan,” pungkas dia. (why/dhi)

Sambungan dari halaman 9

Sementara itu Baktiono dari Fraksi PDI-P mengatakan, kerapnya pejabat pemkot yang terekspos di media massa, ya jangan salahkan medianya. Itu berarti pejabat tersebut sering turun sehingga diliput wartawan. “Kalau kita turun ke lapangan, maka kita juga terekspos. Dan itu tidak ada masalah,” kata dia. (udi/dhi)

dana APBD dalam bentuk program-program yang ada di masyarakat,” papar Imam Syafi’i. Sementara fraksi Golkar DPRD kota Surabaya meminta wali kota untuk lebih mengawasi penggunaan APBD 2020. Pasalnya ada dugaan penyalahgunaan APBD untuk kepentingan kegiatan kampanye salah satu calon tertentu. Ketua Fraksi Golkar Arif Fathoni mengatakan, dugaan adanya penyalahgunaan APBD sangat dimungkinkan yang bertujuan untuk membantu menjembatani calon tertentu yang diprediksi maju pilwali mendatang. “Kami meminta kepada wali kota secara penuh melakukan pengawasan, jangan sampai APBD yang seharusnya untuk kepentingan rakyat itu digunakan sebagai jembatan kontestasi calon pengganti (wali kota),”jelas dia. Dugaan ini, menurut Toni,

sangat dimungkinkan. Dia mencontohkan seperti terdapat posisi kepala OPD yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Posisi ini, menurut dia, memungkinkan untuk penyalahgunaan kewenangan khususnya dalam bidang kehumasan yang bersumber dari APBD untuk membentuk citra diri menghadapi Pilwali mendatang.”Contoh kepala Bappeko merangkap kepala DKRTH, dua-duanya punya program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” tegas dia. Dia menjelaskan, seharusnya humas Pemkot Surabaya lebih berimbang dalam membantu pencitraan wali kota, wakil wali kota dan kepala dinas yang memerlukan publikasi atas prestasi yang diraih.”Akhir-akhir ini yang dirilis ke teman-teman media itu kan kegiatan kepala Bappeko saja,” pungkas dia. (udi/dhi)

Kembalikan Fungsi...

Sambungan dari halaman 9

ada solusi terbaik. “Kami sangat menyesalkan penertiban ini,” tegas Jazaini. Hal senada juga dikeluhkan salah seorang PKL, Sulistiono. Dia mengaku kebingun-

gan lantaran lokasi relokasi di Kapas Krampung sangat jauh. “Saya ini jualan kopi. Kalau di sentra wisata kuliner kan tak cocok. Seharusnya ada solusi terbaik,”tandas dia. (alf/dhi)

Warga Tanah Kali... gan di sekitar permukiman. Tutup saja aktivitas PT Pionir Beton,” ujar Suko, warga RT 06/ RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding. Dia mengatakan, warga yang bermukim di gang Jambu itu sangat merasakan dampak polusi. Sebab letak tempat tinggalnya sangat berdekatan dengan lokasi industri cor beton. Selain sesak nafas, dampak lainnya yakni debu yang dihasilkan sangat banyak. Belum lagi tingkat kebisingan dari produksi PT Pionir Beton. “Jaraknya hanya dua meter dari permukiman warga. Apalagi selama ini ada warga yang mengalami sesak nafas akibat polusi udara,” jelas Suko. Supervisor PT Pionir Beton Alvian mengatakan, pihaknya sudah memberikan kompensasi terhadap warga sekitar. “Warga

Sambungan dari halaman 9 dapat kompensasi senilai Rp 750.000 per bulan,”tegas dia. Sementara dalam kesempatan itu Kasi Pengawasan dan Penyelesaian Sengketa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya City Mangezong Negeri Pertiwi mengakui bahwa PT Pionir Beton sudah mengantongi izin industri. “Sudah mengkantongi izin. Akan tetapi ada keluhan warga yang masuk ke kami,” ujar dia. Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono dalam mediasi itu meminta agar PT Pionir Beton mencari solusi terbaik. Salah satunya dia mengusulkan dipindah. Sebab, ini sangat menghawatirkan bagi kesehatan warga sekitar. “Karena ini industri berat. Kalu berdekatan dengan permukiman warga dampaknya sangat serius,” tegas politisi Partai PDI-P ini. (alf/dhi)

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arief Sosiawan. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku. Redaktur Website: Syaifuddin, Aris Setyoadji. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Supriadi, Baud Effendi, Samuel Ru’ung, Sujatmiko, Noor Arief, Ferry Ardi Setiawan, Novi Triawan, Muchlis Darmawan, Hendradi Prayogo. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana, Muhammad Arif Alfiansyah, Faishal Danny Nurdiansyah, Dodik Wahyu. Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Munjari Triono, Blitar: Prawoto Sadewo. Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda. Kediri: Wahyudi. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/ mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.


MADURA

JUMAT KLIWON, 1 NOVEMBER 2019 HALAMAN 11

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

BIRO MADUR MADURA RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Sujak Lukman, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.

Polres Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Tanah Merah

Pemkab Pamekasan Dapat Jatah 450 CASN Pamekasan, Memorandum Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB) akan membuka pendaftaran rekrutmen calon aparatur sipil negara (CASN) pada 11 November 2019 mendatang. Dan, Pemkab Pamekasan mendapatkan jatah 450 CASN. “Pamekasan mendapat jatah merekrut 450 CASN dengan formasi untuk tenaga pendidikan sebanyak 269 orang, tenaga kesehatan sebanyak 61 orang, dan 120 orang untuk tenaga teknis,” ujar Kabid Data Pengadaan dan Pembinaan Aparatur BKPSDM Pemkab Pamekasan Suharto. Dia mengatakan surat edaran pendaftaran CASN tahun 2019 dari pemerintah pusat sudah diterima. Totok Hartono “Setelah formasi CASN untuk Pamekasan dari pemerintah pusat kami terima, maka kami sudah siap untuk menyelenggarakannya dan termasuk salah satunya kami sudah membentuk panitia yang ketuanya yakni pak Sekda,” ungkapnya, Kamis (31/10). Ia menjelaskan, bahwa persiapan seleksi di tingkat daerah sudah ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, Totok Hartono dan juga sudah diketahui oleh Bupati Pamekasan. “Mengenai surat edaran yang dari pemerintah pusat bahwa pendaftaran CASN tahun 2019 secara online akan dibuka pada 11 November mendatang,” terangnya. Suharto menambahkan, untuk pendaftaran CASN di Pamekasan pada bulan November. Sementara untuk verifikasi berkas dimungkinkan bulan Desember. (sjk/sr)

“Dalam beberapa tahun terakhir ini, kejadian di kompleks Pasar Tanah Merah itu merupakan peristiwa kebakaran terbesar di Kabupaten Bangkalan,” kata Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi, melalui Kasubbag Humas Iptu Suyitno, Rabu (30/10). Hingga kini, aparat Polres Bangkalan masih melakukan lidik di lapangan. Jadi apa penyebabnya masih menunggu hasil analisa laboratorium forensik. Termasuk seberapa besar kerugian akibat amuk si jago merah di kompleks pasar tradisional terbesdar di Kabupaten Bangkalan itu, menurut Suyitno, masih dikalkulasi secara detail. “Taksiran sementara, kerugian diprediksi bisa mencapai Rp 3 miliar lebih,” tandas Suyitno. Berdasar hasil pedataan aparat Polres dan Polsek Tanah Merah di lapangan, sedikitnya ada 180 toko dan kios milik pedagang ludes terbakar. Rinciannya, 90 unit diantaranya adalah toko dan kios kain dan pakaian jadi, 30 kios ragam bahan pokok dan rokok , serta 60 unit lainnya kios palawija dan sayuran. Sebagian besar dari toko dan kios itu ludes terbakar. Rata dengan tanah. Yang tersisa hanya ada sejumlah bangunan toko permanen yang masih berdiri.

Kondisinya hangus menghitam. Sementara bagian atapnya ludes tanpa sisa. Yang tersisa hanya puing-puing berserak. Selain itu, masih ada seabrek lapak milik pedagang yang kaprah berdagang lesehan. Berapa jumlah riilnya sulit dikalkulasi. Kondisinya sami-mawon. Semuanya rata dengan tanah, akibat kebringasan si jago merah. Menurut beberapa saksi mata di lapangan, kobaran api di kompleks Pasar di sisi Selatan jalan poros Kecamatan Tanah Merah itu, mulai membubung sekitar pukul 19.00. Tiupan angin di tengah garangnya puncak musim kemarau, mebuat kobaran api begitu cepat menjalar ke mana-mana. Dampaknya, jilatan si jago akhirnya melalap seluruh deretan toko, kios dan lapak pedagang di kompleks pasar. Sialnya, kepemilikan Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Pemkab Bangkalan amat terbatas. Cuma ada dua unit. Itu sebabnya satu unit mobil Damkar milik TNI-AL di Lanal Batuporon, bahkan kendaraan taktis (rantis) Water Canoin milik Polres, juga diperbantukan. Ada juga beberapa unit mobil mobil tangki milik PDAM Sumber Pocong. Juga ikut dilibatkan.

FOTO: MEMORANDUM/ RAS

Bangkalan, Memorandum Polres Bangkalan masih menyelidiki penyebab kebakaran yang melanda kompleks Pasar Tanah Merah, Senin (28/10) malam. Api menghanguskan ratusan kios dan lapak milik pedagang di kompleks pasar tepi jalan poros Kecamatan Tanah Merah itu.

Kondisi Pasar Tanah Merah setelah terbakar. Yang tersisa hanya puing-puing berserakan.

Namun upaya optimal dari semua armada Damkar plus mobil tangki PDAM itu, tak kuasa menjinakkan amuk si jago merah dalam waktu singkat. Kobaran api sudah terlanjur membesar dan menjalar ke seantero kompleks pasar. Hingga pukul 22.30, kobaran api dan asap tebal masih membubung ke angkasa. Peristiwa kebakaran besar di tengah kemarau itu, rupanya mengusik kepedulian para pejabat teras Pemkab Bangkalan. Tak kecuali, selain Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra, serta beberapa pimpinan OPD, Bupati R Abdul Latif Amin Imron, juga ikut terjun langsung ke lokasi. Mereka juga ikut sibuk mengatur kinerja petugas

Damkar dan ratusan warga yang sama berjibaku untuk memadamkan api. “Sekitar pukul 24.30 dini hari, saya lihat kobaran api mulai mengecil. Ya itu wajar. Sebab selain upaya maksimal dari petugas pemadam, semua toko dan kios milik para pedagang juga sudah habis terbakar semua,” kata Moh Sayuti ( 43), salah seorang saksi mata di lapangan.”Syukurlah, api tak sampai menjalar ke Mesjid Jamik Tanah Merah, yang lokasinya berdempetan dengan pasar,” timpal Suja’i (51), warga lainnya. Akibat kebakaran hebat itu, layanan pedagang di kompleks Pasar Tanah Merah sisi Selatan hingga dua hari pasca terjadinya peristiwa masih lumpuh

total. Layanan administrasi di Mapolsek Tanah Merah yang lokasinya berjarak sekitar 150 meter di sisi Timur lokasi kebakaran, juga mandeg sementara. Bahkan layanan SKCK dialihkan ke Polres Bangkalan. Maklum, jaringan listrik di Kecamatan Tanah Merah mengalami kerusakan. “Tetapi layanan pedagang di kompleks Pasar Tanah Merah, tidak sepenuhnya mandeg total,” kata Suyitno. Sebab di seberang jalan lokasi kebakaran, masih kompleks Pasar Tanah Merah sisi Utara. Malah lokasinya lebih luas. Di sana ada ratusan toko, kios, lapak pedagang ragam jenis kebutuhan. Ada juga areal pasar sapi, kambing dan ternak unggas.(ras/sr)

Petugas mengolah TKP lokasi kebakaran.

Ditinggal ke Tetangga, Rumah Tersisa Puing Sampang, Memorandum Rumah milik Maimuna, warga Dusun Palanggaran, Desa Kedungdung, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, dilalap api hingga hanya tersisa puing-puing bangunan berserakan, Kamis (31/10). Ketika pemilik rumah kembali usai mengunjungi tetangganya, dia hanya bisa menyaksikan puing bangunan dan kerangka perabotan rumah yang berserakan di lokasi. Kebakaran terjadi duga karena adanya korsleting listrik. Kasubgag Humas Polres Sampang, Aipda Yoyok mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 pagi. Menurutnya, rumah itu dalam keadaan kosong setelah ditinggal pemiliknya saat kejadian kebakaran. “Pemilik rumah saat itu membantu tetangganya yang akan melaksanakan hajatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dia tidak tahu ketika tiba-tiba ada asap yang mengepul dari rumahnya,” ujarnya seperti dikutip dari tribunmadura.com. Maimuna berlari menuju rumahnya ketika api sudah membesar. Dan, dia dibantu tetangganya sempat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. “Tapi api tidak bisa terelakkan karena bangunan rumah yang didominasi terbuat dari kayu membuat api cepat membesar,” tutur Aipda Yoyok. Ia menambahkan, setelah melakukan upaya pemadaman, api akhirnya bisa dipadamkan sekitar pukul 08.45. “Diperkirakan penyebab kebakaran tersebut dari korsleting listrik arus pendek,” ungkapnya. Dia menyampaikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta. “Jika ditaksir kerugian mencapai Rp 50 juta,” pungkasnya. (*/sr)

Sumenep, Memorandum Bupati Sumenep A Busyro Karim memimpin upacara peringatan hari jadi ke-750 Kabupaten Sumenep dan hari jadi ke74 Provinsi Jawa Timur di depan Masjid Agung Sumenep, Kamis (31/10). Pada upacara tersebut bupati sambutan menggunakan bahasa Madura. Tujuannya merangsang generasi muda untuk ikut serta melestarikan bahasa daerah yang berpotensi punah. Seluruh peserta upacara menggunakan pakaian adat bangsawan kerajaan. Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep, Bupati Busyro menyampaikan selamat hari jadi ke-750 kepada seluruh masyarakat Sumenep, baik yang ada di perkotaan, pedesaan maupun kepulauan. Ia berharap dengan bertambahnya usia, bertambah pula kemakmuran, kesejahteraan, dan kemajuan Sumenep. Menurut bupati, bangsa besar adalah bangsa yang memahami sejarahnya dan mau menjadikan sejarah sebagai bahan untuk menatap masa depan. Dia menyebutkan, Kabupaten Sumenep bukan saja dikaruniai potensi sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga potensi kekayaan sejarah yang luar biasa. Dengan memahami sejarah Sumenep, diharapkan membangkitkan memori kolektif sebagai bahan bakar membangun Sumenep menjadi lebih baik. Sejarah berdirinya Kabupaten Sumenep menurut dia tidak bisa dilepaskan dari momentum pengangkatan Arya Wiraraja sebagai adipati pertama Kabupaten Sumenep pada 31 Okto-

FOTO: MEMORANDUM/ ANWAR

FOTO: MEMORANDUM/ IST

Bupati Pimpin Upacara Hari Jadi Ke-750 Sumenep

Bupati A Busyro Karim memimpin upacara hari jadi Sumenep.

ber 1269. Momentum tersebut ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Sumenep. “Kita harus berbangga bahwa Arya Wiraraja bukan hanya andil atas lahirnya Kabupaten Sumenep, namun juga menjadi inspirator, sutradara, dan pencetus lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di saat Raden Wijaya terdesak oleh tentara Jayakatwang yang mengusai Kerajaan Singhasari, Raden Wijaya beserta keluarganya meminta bantuan perlindungan kepada Arya Wiraraja. Dengan bantuan serta siasat Arya Wiraraja dan orang Madura, Raden Wijaya berhasil menaklukkan Jayakatwang serta berhasil mengusir tentara Tartar hingga mendirikan kerajaan Majapahit,” tutur bupati. Menurut Bupati Busyro, Arya Wiraraja tidak hanya memberikan bantuan dengan kekuatan tentaranya. Tapi juga sentuhan strategi dan pemikiran sehingga terbentuklah kerajaan Majapahit. Sejarah tersebut menurut bupati memberikan

pelajaran bahwa membangun bangsa yang besar, membangun daerah yang maju, butuh sentuhan pemikiran dan strategi yang mapan sesuai kondisi masyarakatnya. Tema hari jadi tahun ini adalah “Sumenep Rumah Kita”. Tema itu menurut bupati ingin menggugah seluruh elemen masyarakat Sumenep untuk menguatkan rasa kebersamaan dan bersama-sama menjaga keutuhan Kabupaten Sumenep yang memiliki 126 pulau, berbagai suku dan semua potensi lainnya. “Sebagai pemilik rumah, mari kita rawat, kita benahi dan kita kembangkan agar penghuninya bisa sejahtera dan juga menjadi rumah yang nyaman bagi semua orang. Allah SWT telah memberikan kepada kita berbagai potensi sumber daya yang luar biasa, bukan saja sumber daya alam tetapi juga sumber daya non-fisik seperti warisan nilai-nilai, budaya, tradisi, sumber daya manusia dan lain-lain. Semua itu harus

Upacara peringatan hari jadi ke-750 Sumenep.

dikelola secara serius agar Sumenep bisa bersaing dengan daerah lain,” urai dia. Bupati optimistis dengan berpegang teguh pada semangat dan nilai sejarah, persatuan dan gorong royong, maka rumah besar Sumenep akan mampu melewati tahap demi tahap perlintasan sejarah dengan prestasi gemilang, dan masyarakatnya akan senantiasa tercatat dalam sejarah emas Kabupaten Sumenep. “Kita bersyukur karena perjalanan pembangunan di Kabupaten Sumenep sudah berjalan sesuai visi dan misi Kabupaten Sumenep yakni pembangunan SDM, pembangunan infrastruktur, reformasi birokrasi, pelayanan publik, kemandirian ekonomi, dan pengembangan tradisi dan budaya masyarakat,” urai Bupati Busyro. Pihaknya juga bersyukur pada tahun ini Kabupaten Sumenep meraih 6 penghargaan tingkat nasional serta puluhan penghargaan di tingkat regional. Pemerintah Kabupaten Sume-

nep sukses mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan meraih penghargaan Adipura ke-10. Sumenep juga sukses mewujudkan penerbangan kepulauan yakni ke Pagerungan yang telah resmi beroperasi sejak tanggal 25 September 2019. Hal itu mengikuti kesuksesan penerbangan komersial Sumenep-Surabaya PP sejak bulan September 2017. Sementara itu, jalan lingkar utara direncanakan sudah bisa digunakan tahun ini. Menurut Bupati Busyro, semua itu merupakan bukti bahwa perjalanan pembangunan Sumenep sudah sesuai harapan bersama. “Saya juga berharap seluruh ASN di Sumenep meningkatkan layanan terbaik kepada masyarakat. Reformasi birokrasi yang kita lakukan, tidak lain untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Para pendahulu Sumenep adalah pemimpin-pemimpin yang merakyat, terbuka dan senang melayani,” tandas bupati. (aan/adv/sr)

FOTO: MEMORANDUM/ SYAMSURI

Rumah Sakit Apung Segera Dioperasikan

Kapal rumah sakit apung bersandar di Pelabuhan Kalianget, Sumenep.

Sumenep, Memorandum Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep memastikan rumah sakit apung dioperasikan untuk melayani masyarakat kepulauan. Kedua kapal bantuan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur tersebut menjangkau dua kepulauan di kabupaten setempat. Kepala Dinkes Kabupaten Sumenep Agus Mulyono mengatakan, bantuan dua kapal Dishub Jatim dalam waktu dekat segera beroperasi untuk mem-

berikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kepulauan, dengan dilengkapi dokter spesialis. Rencananya rumah sakit apung mulai beroperasi 7 November tahun 2019. Tanggal 8-9 melayani kepulauan Sepudi, berikutnya tanggal 14-15-16 melayani wilayah Arjasa. Dua wilayah disebutkan mendapat persetujuan tenaga medis dari Provinsi Jatim. “Tim medis Kabupaten dan Provinsi Jatim sudah setuju di tanggal itu akan melakukan pelayanan kesehatan,” katanya, Kamis (31/10).

Diakuinya, rumah sakit apung sekarang masih mampu melayani dua wilayah kepulauan, Sepudi dan Arjasa. Kedati demikan, tahun 2020 nanti diupayakan melayani banyak wilayah di kepulauan. Disebutkan dua kepulauan akan mendapat pelayanan kesehatan rumah sakit apung tersebut, di antaranya Sepudi meliputi Gayam, Nonggunong, wilayah kedua Kecamatan Arjasa dan Kangayan. Pelayanan yang akan diberikan yak-

ni sirkumsisi, bedah minor, pelayanan mata atau katarak, operasi hernia, dan operasi ringan lain. “Untuk sementara, kami fokus dulu kepada mata katarak, operasi ringan, seperti lipoma,” ungkapnya. Untuk jumlah petugas medis, kata Agus Mulyono akan disesuaikan dengan kebutuhan atau jumlah kasus yang masuk ke dinkes setempat. Kemudian akan disesuaikan, terlebih dahulu dilakukan seleksi dengan melakukan pemeriksaan awal. (uri/sr)


PASURUAN

JUMAT KLIWON, 1 NOVEMBER 2019 HALAMAN 12

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BIRO PASURUAN: Ali Muchtar. WARTAWAN: Maskur, Sudiono, Bahrul Ulum. HP: 0817 5128 003.

Kuli Bangunan Gadingrejo Edarkan Sabu

Ratusan Ojek Pangkalan Protes Ojek Online Pasuruan, Memorandum Kehadiran ojek online yang mulai beroperasi di wilayah Kabupaten Pasuruan mendapat protes ratusan ojek pangkalan. Mereka beramai-ramai mendatangi kantor DPRD Pasuruan, Kamis (30/10), untuk menyampaikan keluhan keberadaan ojek online yang dinilai bisa menggerus pelanggan mereka. Seperti dikutip dari bangsaonline.com, kedatangan mereka ke gedung dewan untuk menyampaikan keberatan atas keberadaan ojek online di wilayah Pasuruan, khususnya Pandaan. Apalagi mereka rata-rata bukan orang asli Pasuruan. “Saat kita cek identitasnya, mereka bukan warga Pandaan, tapi dari Malang, Jember, dan Sidoarjo,” jelas Faisol, salah satu pengemudi ojek pangkalan. Menurut Faisol, para ojek pangkalan yang tergabung di Pokmas sejatinya tidak mempermasalahkan ojek online mengambil penumpang di wilayahnya, asalkan mereka adalah warga Pasuruan. “Tapi faktanya mereka adalah warga dari luar Pasuruan yang datang untuk mencari rezeki, sehingga secara tidak langsung bisa mengurangi jumlah pengguna ojek pangkalan yang ada di Pasuruan,” cetusnya. Sementara pimpinan Komisi III DPRD Zaeni yang menemui perwakilan para pengemudi ojek pangkalan berjanji akan membantu menyelesaikan permasalah ini agar tidak berlarut-larut. Dalam rapat tersebut, Komisi III juga mengundang Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan agar ikut memberikan solusi mengatasi permasalahan yang dihadapi ojek pangkalan. “Kita minta pihak dishub untuk memasang spanduk beberapa di titik di wilayah Kecamatan Pandaan yang intinya untuk memberikan informasi kepada ojek online agar tidak mengambil penumpang di wilayah opang,” jelas. (*/sr)

Tersangka diduga menjual sabu untuk kerja sampingan. Kasatreskoba Polres Pasuruan Kota AKP Imam Yowono mengatakan, pelaku setelah ditangkap, kemudian dilakukan pengembangan di rumah tersangka. “Diduga tempat disembunyikan barang bukti. Dan, ternyata benar didapati barang bukti timbangan elektrik dan plastik klip berada di rumah tersebut,” kata Imam, Rabu (30/10). Dari penggeledahan itu, polisi berhasil mengamankan 1 plastik klip sabu seberat 0,35 g, 1 plastik klip sabu 0, 32 g, 1

plastik klip bekas tempat sabu, 1 potongan sedotan warna hijau, 1 unit HP merek realme C1, 94 plastik klip kecil kosong. Rencananya, sejumlah sabu ini alan diedarkan oleh pelaku. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka melanggar pasal 114 (1) atau 112 (1) UU no. 35 thn 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman di atas lima tahun. Saat ini tersangka dalam penyelidikan Satreskoba Polres Pasuruan Kota untuk pengembangan sekaligus mencari dan menemukan pelaku lain yang terkait.(rul/sr)

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Perwakilan ojek pangkalan wadul ke Komisi III DPRD Pasuruan.

Pasuruan, Memorandum Satreskoba Polres Pasuruan Kota membekuk M Nur Kholis Yasid di pinggir jalan depan makam Gadingrejo, Kelurahan Gadingrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Warga Jalan Hang Tuah, Kelurahan/Kecamatan Gadingrejo, yang berprofesi sebagai kuli bangunan ini ditangkap polisi lantaran menjadi pengecer narkotika jenis sabu-sabu.

Nur Kholis Yasid diinterogasi petugas Satreskoba Polres Pasuruan Kota.

Pemkab Buka Lelang Jabatan Eselon II Pasuruan, Memorandum Pemkab Pasuruan secara resmi membuka pendaftaran lelang jabatan untuk eselon II. Namun, sejak dibuka pada 24 Oktober sampai Senin (28/10), belum ada yang mendaftar. Peserta Pendaftaran masih ditunggu hingga penutupan 8 November mendatang. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan Agus Sutiadji mengatakan, dalam pengumuman lelang itu juga disebutkan teknik dan persyaratan yang harus dipenuhi pendaftar. “Lelang jabatan ini bersifat terbuka kepada seluruh ASN

(aparatur sipil negara) di Jawa Timur yang memenuhi syarat,” ujar Agus. Menurutnya, peserta lelang jabatan minimal berpangkat pembina (golongan IV/a). Serta, sedang atau pernah menduduki jabatan administrator eselon IIIa paling singkat dua tahun dan eselon IIIb paling singkat 3 tahun di Kabupaten Pasuruan pada saat pendaftaran. Selain itu, juga syarat usia maksimal 56 tahun pada saat pelantikan dan minimal sarjana atau diploma IV. Serta, ada persyaratan lainnya. Seperti, tidak menjalani hukuman pidana, hukuman

disiplin ASN sampai bebas narkoba. Sementara ini, pemkab membuka lelang jabatan untuk delapan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Di antaranya, kepala pemberdayaan masyarakat dan desa, dinas social, kepala dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu, dinas lingkungan hidup, dinas perhubungan, dinas pemuda dan olahraga, kepala satuan polisi pamong praja, dan dinas perpustakaan dan kearsipan. Agus mengatakan, berkas pendaftaran bisa dikirimkan secara online ataupun ke sektretariatan Badan Kepega-

waian dan Pendidikan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Pasuruan. “Pendaftaran langsung ke sekretariatan BKPPD sampai saat ini (Senin) memang masih belum ada yang mendaftar,” ungkap Agus. Dari jadwal lelang jabatan, pemkab menargetkan pelantikan sudah bisa dilakukan pada 18 Desember 2019. “Dari tahapan lelang ini, kami targetkan Desember mendatang jabatan yang plt (pelaksana tugas) sekarang sudah bisa terisi pejabat yang baru,” tambah Agus.(rul/sr)

PROBOLINGGO & LUMAJANG BIRO PROBOLINGGO: M Nurwahyudi. WARTAWAN: M Hisbullah Huda, Hapy Laila Tuansyah. KOORDINATOR PEMASARAN: Rudianto. KEPALA BIRO: Munjari Triono. WARTAWAN: Ani Fauzyah, Irfani Akbar. MARKETING/IKLAN: Suwatman EMAIL: trimemorandum@gmail.com. TELP: 081362793650. KANTOR: Jl. Wachid Hasyim XV/2 Lumajang.

Muhammad Al Amin bersama kuasa hukumnya, Novan, melapor ke polisi.

Utang Diunggah ke Medsos, Dilaporkan Polisi Probolinggo, Memorandum Tak terima nama baiknya dicemarkan di sosial media (sosmed) Facebook, Muhamad Al Amin (24) ), warga Jalan Bengawan Solo, Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, mengadukan H Usman Darma (45), warga Jalan Buton, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, ke polisi. ”Yang bersangkutan mencemarkan nama baik saya di medsos terkait masalah utang piutang. Bunyinya, apa mau bayar utangnya yang disertai dengan foto,” ujar Muhamad Al Amin usai melakukan membuat pengaduan

bersama kuasa hukumnya, di Mapolres Probolinggo Kota, Kamis (31/10). Yek Gaul, panggilan akrab Muhammad Al Amin mengatakan dugaan pencemaran nama baik dilakukan Usman sehingga keluarga besarnya akhirnya mengetahui permasalahan tersebut. Sebenarnya masalah perkara hutang piutang telah disepakati di Polsek Bantaran, Polres Probolinggo, antara Usman dan kawan-kawan dengan meminjam uang atas nama Alfian Dwi Cahya yang ditandatangani bapaknya Abdullah.

“Saya sudah tidak terlibat dalam masalah hutang piutang kedua belah pihak. karena perjanjian telah dibuat dan disepakati di Polsek Bantaran Polres Probolinggo,” tandasnya. Belum lagi, kata dia, tuduhan di sosmed merugikan martabat dan harga diri sebagai warga negara RI yang dilindungi undang-undang khususnya UU KUHP dan UU ITE. “Saya prihatin, karena masalah utang piutang yang tidak saya dilakukan. Semua warganet menjustifikasi bahwa saya memiliki utang hingga harga diri dan martabat keluarga tercemar,” tambah Amin. Novan sebagai kuasa hukum Muhamad Al Amin, mengatakan pihak yang telah melakukan pencemaran nama baik melalui Informasi dan transaksi elektronik sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 27 Ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Pe-

rubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik. “Sudah kami adukan ke Mapolres Probolinggo Kota hari ini (kemarin). Berita yang tersebar di tengah masyarakat telah merugikan klien kami. Klien kami merasa dihakimi dengan adanya cuitan yang tidak ada dasar sama sekali terkait perbuatan yang dituduhkan kepada klien kami,” jelas Novan. Terpisah, H Usman Darma mengatakan sudah mengetahui pengaduan yang dilakukan Muhamad Al Amin ke Mapolres Probolinggo Kota atas dugaan pencemaran nama baik di sosmed. “Kami tidak mau gegabah dan bersikap. Kami hanya menunggu tindak lanjut pengaduan tersebut. Jika nantinya menjadi laporan, maka kami mau berstateman kronologis masalah yang sebenarnya,” ungkapnya.(mhd/sr)

Lumajang, Memorandum Nasib tragis dialami Masid (50), warga Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir. Pada saat terlelap tidur di kamar, tiba-tiba kepalanya dibacok dengan pisau pemotong daging. Akibatnya, korban menderita luka parah dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Rabu (30/10) malam sekitar pukul 19.00 di rumah korban. Pelakunya adalah tetangga korban Andik Slamet (33). Informasi di lapangan menyebutkan, malam itu korban tidur di kamar rumahnya. Tiba-tiba, pelaku datang sambil membawa senjata tajam jenis pisau

pemotong daging kemudian masuk ke kamar korban. Mengetahui sasarannya tidur tengkurap, pelaku langsung mengayunkan pisau yang dibawanya itu ke arah kepala bagian belakang korban. Korban yang terkejut dan kesakitan langsung terbangun namun langsung dibacok lagi oleh pelaku kedua kalinya hingga mengenai wajah korban. Sambil menahan rasa sakit, korban berusaha melawan dan mendorong pelaku ke arah kaca depan rumah yang kemudian pecah. Di saat pelaku terjatuh, korban berusaha menyelamatkan diri dengan cara melompat lewat jendela lalu bersembunyi di bengkel motor tetangganya. Mengetahui sasarannya menghilang, pelaku kemudian pergi ke rumah kontrakannya di Kecamatan

Tempeh. Tak lama kemudian, pelaku menyerahkan diri ke Mapolsek Tempeh yang kemudian dijemput oleh petugas jaga Polsek Kunir untuk diamankan di Mapolsek Kunir. Warga yang mengetahui kejadian tersebut, langsung menolong korban lalu membawanya ke puskesmas setempat yang kemudian di rujuk ke RS Bhayangkara karena luka yang diderita korban terlalu parah. Kapolsek Kunir Iptu Hariyono membenarkan tentang kasus penganiayaan tersebut. Saat ini, tersangka masih diamankan sambil dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Sementara yang bisa kami simpulkan, tersangka rupanya mengalami gangguan mental. Penyerangan ini, sudah dilakukan tersangka kepada korban yang ketiga kalinya,” jelas Hariyono. (tri/sr)

Dua Sapi Limusin Warga Umbul Dicuri Lumajang, Memorandum Aksi pencurian hewan (curwan) sapi masih marak di wilayah hukum Polres Lumajang. Kali ini, dua ekor sapi jenis limusin merah milik Sukrib (65), warga Dusun Lor Kebun, Desa Umbul, Kecamatan Kedungjajang, raib digondol maling, Kamis (31/10). Aksi pencurian baru diketahui korban pada pagi hari sekitar pukul 04.30, ketika hendak ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Namun, sebelum ke kamar mandi, korban menyempatkan diri melihat sapi-sapinya di dalam kandang belakang rumah. Setiba di depan kandang, Sukrib kaget. Sebab pintu kandang yang terbuat dari bambu sudah terbuka dan melihat dua ekor sapinya tidak ada. Selanjutnya,

korban meminta tolong tetangga untuk melaporkan aksi pencurian tersebut kepada kades dan pihak kepolisian. Pagi itu, kades, babinsa, dan babinkamtibmas Desa Umbul dibantu warga melakukan pencarian bersama-sama dengan mengikuti jejak kaki dari kandang menuju arah utara masuk Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung. Namun dalam pencarian itu, petugas kehilangan jejak sapi di kebun tebu masuk Dusun Curah Tekor, Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung. Kapolsek Kedungjajang AKP Sugianto membenarkan tentang aksi pencurian sapi tersebut. Sugianto menjelaskan, jika pihaknya dibantu kades serta anggota koramil setempat bersama pulu-

FOTO: MEMORANDUM/TRI

FOTO: MEMORANDUM/MHD

Tidur Lelap, Warga Kunir Dibacok Tetangga

Babinmas dan babinkamtibmas dibantu warga berusaha menelusuri jejak kaki sapi.

han warga sudah berupaya melakukan pengejaran sambil mengikuti jejak kaki sapi namun belum membuahkan hasil.“Kuat dugaan, pelaku membawa kabur sapi

curian itu menggunakan roda empat. Saya heran, wilayah yang sebelumnya kami anggap aman ternyata sekarang kebobolan,” ujar Sugianto. (tri/sr)


OLAHRAGA

JUMAT KLIWON, 1 NOVEMBER 2019 HALAMAN 13

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Instruksi Awal Aji, Tuntut Totalitas Pemain Persebaya Surabaya, Memorandum Sesuai prediksi, Aji Santoso akhirnya resmi diikat manajemen Persebaya menukangi tim pada sisa kompetisi Liga 1 2019. Dia mengisi pos head coach yang ditinggalkan Wolfgang Pikal setelah takluk dari PSS Sleman di Gelora Bung Tomo (30/11). Kehadiran mantan penggawa generasi emas SEA Games 1990 menjadi catatan ketiga sebagai pelatih Persebaya. Nama

Aji memang ada di peringkat utama ketika Persebaya butuh pelatih setelah menghentikan kontrak dengan Djadjang

Senam Jatim Kejar Kuota PON XX Surabaya, Memorandum Pra PON XX 2019 senam dilombakan di tiga kota. Di Jakarta menjadi tuan rumah nomor artistik putra-putri (1-4 November). Sedangkan di GOR Arcamanik Bandung, menjadi venue nomor ritmik gymnastic (5-8/11), dan terakhir nomor aerobik gymnastic di Bogor. Namun dari ketiga nomor itu, kontingen senam Jatim tidak mematok juara umum. Tiket lolos PON XX 2020 di Papua yang jadi target utama. Hal ini dikatakan Ketua Bidang Prestasi Pengprov Persani Jatim, Indra Sibarani, Kamis (31/10). “Persaingan di pra PON jelas ketat karena semua provinsi mengirim atlet terbaiknya. Bagi Jatim, target dari senam di pra PON meloloskan atlet sebanyak mungkin untuk tampil di PON Papua mendatang,” terangnya. Salah satu tiket yang jadi incaran adalah nomor beregu yang dipertandingkan di hari pertama. Minimal medali perunggu, tiket sudah ditangan. . Sedangkan di nomor perorangan, yang berhak lolos hanya peringkat satu sampai VIII. Kuota cabang olahraga senam diperkirakan sekitar 90 atlet. Kekuatan Jatim di pra PON senam total ada 16 atlet (10 putri-6 putra). Terdiri dari 5 atlet artistik putri, 5 atlet ritmik putri dan 4 atlet ritmik putra, serta 2 atlet aerobik. (epe)

Nurdjaman. Namun, statusnya sebagai arsitek klub Liga 2 PSIM Yogyakarta, membuat Aji menolak tawaran itu. Ikatan emosional jadi salah satu pertimbangan mendasar pelatih yang juga menjadi legenda Arema, menerima pinangan Persebaya. “Terima kasih saya diberi kesempatan melatih di

Persebaya. Dimana sebelumnya saya sempat mendapat tawaran, tapi situasinya tidak memungkinkan. Tentu saya menerima tawaran ini dengan pertimbangan matang, karena Persebaya adalah tim yang membesarkan saya,” kata Aji dilansir dari situs resmi klub, Kamis (31/10). Dengan pengetahuannya

terhadap kultur Persebaya, Aji bertekad mengembalikan ciri khas tim. Di masa sebagai pemain, Aji yang dipercaya sebagai kapten tim sukses mengantar Persebaya juara Liga Indonesia 1996-1997. Ia juga membawa Persebaya melewati play-off ISL musim 2009-2010 dengan status sebagai caretaker. Kemudian

menjadi arsitek Persebaya pada era breakway league. Dua skuad juara kini bahkan masih ada di komposisi tim pelatih. Bejo Sugiantoro dan Uston Nawawi. “Kebetulan kami sudah pernah bekerja sama. Dan sejak komunikasi dengan manajemen, saya telah berbicara dengan mereka,” beber Aji. Instruksi awal yang keluar dari Aji, adalah totalitas pemain. “Saya ingin menyampaikan kepada seluruh pemain agar selalu loyal kepada profesi. Pemain

harus total kepada Persebaya. Tidak hanya sekedar main,” tegasnya. Kesempatan Aji lebih lama mengenal Ruben Sanadi dkk terbuka setelah operator kompetisi, PT LIB mengeluarkan surat status pertandingan Persebaya vs PSM Makassar yang seharusnya digelar 2 November. Dalam surat bernomor 426/LIB/X/2019, operator menyerahkan kepada PSSI untuk status pertandingan ini. Sehingga ada kemungkinan laga ditunda. (*/epe)


DEWI RENGGANIS

JUMAT KLIWON, 1 NOVEMBER 2019 HALAMAN 14

WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739

Kerusakan Jalan Sultan Agung-Jembatan Kali Jompo Parah

FOTO: MEMORANDUM/EDI WINARKO

Komisi C Desak Pemerintah Segera Bertindak BPBD-PDAM Jember Salurkan Air Bersih ke 11 Kecamatan

Jember, Memorandum Menghadapi puncak musim kemarau 2019, BPBD Pemkab Jember bersama PDAM menyalurkan bantuan air bersih ke 11 kecamatan rawan kekeringan. “Penyaluran dilakukan sejak Agustus dengan tiga armada. Satu milik BPBD dan dua armada dari PDAM,” kata Plt Kepala BPBD (badan penanggulangan bencana derah) Jember Satuki, Kamis (31/10). “Setiap hari kita rutin menyalurkan air bersih di delapan titik. Di samping itu juga ada permintaan baru, untuk jumlah total yang sudah kami salurkan sekitar 1.600 KK dan 10.000 ribu lebih warga yang telah kita bantu,” jelasnya. Untuk kelancaran penyaluran air bersih, Satuki mengaku bersinergi dengan sejumlah pihak terkait. Mulai dari Kodim 0824 beserta jajaran dan Polres Jember beserta jajaran, forpimka hingga tingkat desa yang melibatkan tokoh masyarakat. “Untuk permintaan baru kita usulkan sesuai dengan zonasi, permohonan itu bisa disampaikan by phone, bisa melalui surat, melalui sekolah, desa, pondok pesantren, instansi, misalnya rumah sakit, puskesmas, yang penting kita akan tangani secepat mungkin,” katanya. Komandan Kodim 0824 Letkol Inf La Ode M Nurdin menyampaikan, penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian Forkopimda Jember. TNI bersama tiga pilar, lanjutnya, akan selalu siap mendukung program ini. “Pada penyaluran di Kecamatan Patrang, kami bersama camat, hingga lurah, ikut mendistribusikan air bersih. Sebelumnya sudah dilaksanakan di 23 titik di 10 kecamatan,” jelasnya. La Ode berharap, dampak kemarau panjang ini jadi atensi seluruh elemen. Termasuk memberikan solusi mengurangi dampak yang ditimbulkan. Bantuan air bersih diapresiasi banyak warga. Seperti yang disampaikan Joko, warga RT 02/RW 02 Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang. “Kami sangat terbantu. Di sini airnya sudah kering, padahal sumur warga dalamnya 7 meter lebih, tapi sudah tidak ada air, biar tidak menjadi langganan kekeringan kalau bisa kami minta bantuan sumur bor,” harapnya. (edy/epe)

“Kami berharap segera dilakukan agar warga masyarakat yang tinggal dan hendak melintas di kawasan Sultan Agung tidak lagi merasa was-was. Khususnya saat memasuki musim hujan,” kata Ketua Komisi C David Handoko Seto, Kamis (31/10). Menurutnya, kerusakan infrastruktur jalan Sultan Agung dan Jembatan Kali Jompo sudah sangat memprihatikan. Jika tidak segera ditangani serius dikhawatirkan memicu insiden yang membahayakan keselamatan penghuni di sekitar lokasi maupun pengguna jalan. “Perlu diperhatikan, bahwa ini membahayakan dan sangat merugikan. Karena di sebelahnya bangunan-bangunan ruko berdekatan. Sehingga kalau tidak segera diantisipasi, bisa-bisa mengakibatkan ruko roboh. Kalau

informasinya balai pelaksana teknis jalan, ketika tidak diambil langkah-langkah antisipatif maka akan semakin parah.Tidak menutup kemungkinan juga ambruk ke sungai,” tambahnya. Dia menambahkan, jika insiden ruko-ruko roboh akan menimbulkan korban jiwa. Untuk itu, sebelum peristiwa yang tidak diinginkan terjadi, dia meminta seluruh pemangku kepentingan untuk menyiapkan langkah-langkah antisipatif meminimalisir sumber bahaya atau ancaman bencana. “Kami akan agendakan untuk berkoordinasi dengan rekanan Pemkab Jember disertai rumusan-rumusan hasil rapat provinsi. Terlebih sebelum ini, provinsi sudah berkirim surat kepada kepala daerah, yang harapannya Pemkab Jember melakukan rapat

Ketua Komisi C David Handoko menerima penjelasan pekerja proyek pembenahan Jembatan Kali Jompo.

lintas sektor bersama OPD dalam menangani persoalan ini. Kami juga meminta penghuni sadar diri memindahkan segala asetnya dan mengosongkan gedung ruko,” jelasnya. Susiono, salah satu warga setempat mengaku, sejauh ini belum pernah terjadi apa-apa akibat kerusakan jalan dan jem-

batan di tempat tersebut. Terkait kondisi ambrol sudah terjadi sejak lama, sempat pemerintah turun memasang bronjong di pinggiran sungai. Namun, setelah itu rusak lagi akibat tingginya curah hujan dan terjangan banjir. “Kalau sekarang nggak apaapa ya, kami tau sendiri kan masih belum hujan lagi. Kalau

ambrolnya itu sudah lama, sama Bu Faida (bupati, red) dikasih bronjong, ketika hujan lagi, banjir lagi ya habis lagi, mungkin karena kekuatannya sudah nggak ada. Toko mulai dari pojok ke arah tengah itu sudah nggak kuat, sudah menggantung semua bergeser dari pondasi awal bangunan,” terangnya. (edy/epe)

Bantu Krisis Air, PMI Jember Datangkan Truk Tangki Air Jember, Memorandum Krisis air bersih yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Jember, direspons PMI setempat untuk turut bertindak. Salah satunya dengan mendatangkan satu truk tangki air dari PMI Jatim. Armada baru ini untuk memperkuat penyaluran air bersih yang sudah dilakukan BPBD (badan penanggulangan bencana daerah) Jember, beberapa pekan

terakhir. “Kami siap bergerak, dan sudah saya tugaskan staf koordinasi dengan BPBD Jember,” kata Ketua PMI Jember Zaenal Marzuki, Kamis (31/10). Dia menyebutkan, truk tangki itu sudah tiba 28 Oktober setelah digunakan daerah lain untuk misi serupa. Dengan kapasitas 5 ribu liter, truk akan dioperasikan sesuai data hasil assesment BPBD, sekaligus jadwalnya. “Kami juga

berharap masyarakat pro aktif memberi masukan PMI, bila ada daerah lain belum tersentuh distribusi air bersih,” terang Zaenal Marzuki. Zaenal Marzuki menambahkan, pihaknya mengusulkan ke PMI Jatim masa pinjam diperpanjang. Mengingat setiap kondisi darurat bencana, penyediaan air bersih untuk relawan dan warga mutlak dibutuhkan.

FOTO: MEMORANDUM/EDI WINARKO

Penyaluran air bersih ke beberapa wilayah di Kabupaten Jember yang mengalami dampak parah kekeringan.

FOTO: MEMORANDUM/EDI WINARKO

Jember, Memorandum Komisi C DPRD Kabupaten Jember meminta pemerintah kabupaten (pemkab), provinsi, dan pusat segera mengatasi kerusakan parah di Jalan Sultan Agung. Tepatnya, di depan Rien Collection dan Jembatan Kali Jompo.

Ketua PMI Jember Zaenal Marzuki (tengah) menerima pinjaman truk tangki air dari PMI Jatim.

“Kami punya ponten yang biasa digunakan untuk acara yang melibatkan warga secara

massal, maka truk air ini sangat penting juga keberadaannya ,” tutupnya. (edy/epe)

MATARAMAN KABIRO: H M TAUFIQ. PONOROGO - WARTAWAN: PUJI SISWANTO, KANTOR: Jl Mayjend Sutoyo no 16 RT-03/RW-03 Kel Kertosari Kec Babadan, Kab Ponorogo. MADIUN-MAGETAN-WARTAWAN: Muhammad Y Nur Habibii, M Alvin. KANTOR: Jl Mayjend Soengkono 53 Madiun Kota.

KAI Bersihkan Bangli Stasiun

Madiun, Memorandum Dua bangunan liar (bangli) di timur Stasiun Madiun, tepatnya di Jalan Kompol Sunaryo dan Jalan Anggrek, dirobohkan PT KAI Daop 7 Madiun, Kamis (31/10). Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, penertiban untuk meningkatkan pelayanan terhadap pengguna angkutan kereta api di Stasiun Madiun. Selain itu untuk mendukung terciptanya

lingkungan yang lebih tertata, bersih, dan tertib. Ixfan mengungkapkan, pembongkaran itu berdasar Sertifikat Hak Pakai No. 45 Tahun 1993 bahwa bangunan itu berada di area lahan PT KAI Madiun.

“Pembongkaran ini sudah kami sampaikan jauh-jauh hari dan kami pun dengan itikad baik melakukan pendekatan persuasif,” terangnya. Selain itu, pembongkaran juga karena ada rencana pelebaran area parkir. Sehingga Jalan Kompol Sunaryo harus digeser ke selatan sehingga sebagian lahan KAI digunakan sebagai jalan umum selebar 10 meter. “Sedangkan jalan yang lama

digunakan untuk pelebaran area parkir stasiun,” ungkap Ixfan. Ia menambahkan, jalur keluar stasiun berubah jadi jalur masuk. Penataan Stasiun Madiun dilakukan karena setiap tahun pengguna jasa meningkat 4 persen. Perubahan itu membuat bus bisa masuk area stasiun tidak lagi mengganggu arus lalu lintas. Herliana Purbaningrum (42), warga Jalan Winongo yang mengaku sudah berjualan sejak 1976,

FOTO: MEMORANDUM/HBB

Pedagang Pertanyakan Bukti Kepemilikan Aset Dijaga petugas dari Polres Madiun Kota, pembersihan bangli di Stasiun Madiun berjalan tanpa perlawanan penghuni.

merasa keberatan. Apalagi KAI tidak dapat menunjukkan surat kepemilikan surat tanah. Sebelum dibongkar, dia bahkan berusaha menemui pimpinan Daop 7 na-

mun tidak pernah berhasil. “Jika itu tanah terbukti milik PT KAI tidak usah dibongkar, saya sendiri yang akan memboyong barang-barangnya. Gak usah

pakai gusur-gusuran segala mas,” sesalnya. Karena itu, dalam waktu dekat dia ingin menemuiWali Kota H Maidi beserta Ketua DPRD Kota Madiun. (hbb/mt/epe)

FOTO: MEMORANDUM/HBB

Bupati Monitoring Persiapan Pilkades Serentak

Anggota Polsek Kartoharjo memeriksa sedan yang dua hari tidak beranjak dari Jalan Pilang AMD.

Madiun, Memorandum Sedan suzuki baleno warna hitam menggegerkan warga Kelurahan/Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Sejak Senin (28/10) malam, kendaraan bernopol L itu terparkir di Jalan Pilang AMD yang didominasi persawahan. Temuan itu akhirnya dilaporkan ke Polsek Kartoharjo kemarin.“Mobil baleno memakai plat L Surabaya itu, sudah saya lihat sejak Senin (28/10) malam. Ketika saya melewati Jalan Pilang AMD. Saya bahkan hampir menabrak mobil itu karena di sepanjang jalan memang minim penerangan. Apalagi kondisi parkirnya

memakan hampir separuh badan jalan,” terang warga yang ikut melapor ke polisi. Ketika diselidiki, diketahui plat nomor yang terpasang palsu. Karenanya, Polsek Kartoharjo meminta bantua masyarakat yang merasa kehilangan untuk melapor. “Sedan Balenno menggunakan plat nomor L Surabaya, itu sudah dicek ternyata palsu,” terang Kapolsek Kompol Lilik Sulastri, Kamis (31/10). “Mobil sudah kita amankan agar tidak mengganggu pengendara yang melewati Jalan Pilang AMD. Kami masih mencari siapa pemilik mobil sedan itu,” tambahnya. (hbb/mt/epe)

FOTO: MEMORANDUM/JI

Mobil Misterius Gegerkan Kartoharjo

Wakapolres Ponorogo Kompol Indah Wahyuni didampingi Kabaksumda Kompol H Barun Nasikin dan Kepala Desa Jarak Dahwatul Solikah.

Safari Reog Kamtibmas di Desa Jarak Ponorogo, Memorandum Focus group discussion (FDG) dan Safari Reog Kamtibmas Polres Ponorogo oleh Wakapolres Kompol Indah Wahyuni bersama PJU Polres Ponorogo menyambangi Balai Desa Jarak, Kecamatan Siman, Rabu (30/10). Acara ini dihadiri sekitar 150 orang. Kedatangan tim Safari Reog Kamtibmas disambut Paguyuban Reog

Singo Krido Utomo dan Kepala Desa Jarak Dakwatul Solikah. Kompol Indah Wahyuni mengatakan, kegiatan ini merupakan program Polres Ponorogo yang dilaksanakan setiap Rabu dengan tujuan mendekat polisi dengan masyarakat. Kesempatan itu juga dijadikan momen untuk sosialisasikan Operasi Zebra Semeru 2019 yang sudah ber-

langsung sejak 23 Oktober hingga 5 November 2019.“Diharapkan orang tua melarang putra-putrinya yang masih di bawah umur tidak menggunakan kendaraan bermotor,” jelas Kompol Indah Wahyuni. Sebelum Safari Reog selesai, wakapolres memberikan tali asih kepada kades Jarak 10 senter lalu lintas. (ji/mt/epe)

Magetan, Memorandum Jelang Pilkades (pemilihan kepala desa) serentak, Pemkab (pemerintah kabupaten) Magetan intens melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di beberapa desa. Salah satunya di Desa Milangasri, Kecamatan Panekan. Bupati Suprawoto didampingi kepala dinas permasdes, kapolres, dan Komandan Kodim 0804 Magetan, mengunjungi Kantor Desa Milangasri, Selasa (29/10). Bupati berharap semua unsur bisa menjaga ketertiban, keamanan, serta menjalin kekeluargaan dalam pilkades. “Jangan ada bentrok walaupun beda pilihan,” tegasnya. Menurutnya, selama ini pemdes selalu koordinasi dengan panitia pemilihan agar sama-sama mendukung terciptanya pilkades yang damai. “Sesuai yang diharapkan sama Bapak Bupati, kita juga beranggapan pilihan kepala desa di Milangasri bisa berjalan dengan lancar, tanpa ada halangan suatu apapun,” kata Kepala Desa Milangsari Anggit usai menerima kunjungan bupati.(alv/mt/epe)


LAMONGAN-TUBAN-BOJONEGORO

JUMAT KLIWON, 1 NOVEMBER 2019 HALAMAN 15

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BBIRO: Supardi (Hardy). LAMONGAN: M Nur Ali Zulfikar. BOJONEGORO: Sutopo. IKLAN/PEMASARAN: Wahyudi. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 0313959494- 085311868686

Lamongan, Memorandum Seorang ibu muda asal Desa Pandanpancur, Kecamatan Deket, tertipu jutaan rupiah oleh iklan jual beli online di media sosial instagram. Peristiwa malang tersebut dialami Maria Ulfa (34) pada 24 Oktober 2019 sekitar pukul 06.00. Korban saat itu melihat aplikasi instagram ada jual beli mainan perosotan dan ayunan labielle 4 in 1. Merasa tertarik, korban kemudian meminta izin kepada suaminya untuk membeli mainan tersebut untuk anaknya. Sang suami sudah curiga sejak awal, namun karena sang istri sangat ingin membeli, akhirnya diizinkan. Setelah mendapat izin suami, korban langsung mentransfer uang sebesar Rp 1,1 juta untuk pembelian mainan tersebut. Setelah ditunggu sepekan lebih ternyata barang tidak kunjung datang serta tidak ada kejelasan, dari sang pemasang iklan. Merasa tertipu dan tidak ada kejelasan, Rabu (30/10), korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lamongan. Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat membenarkan adanya laporan penipuan tersebut. Kini berkas laporan sedang dipelajari tim penyidik satreskrim. “Ada laporannya mas. Masih didalami tim satreskrim, meskipun kami sadar untuk mengungkap kasus penipuan online cukup sulit. Tapi, kami tetap akan berusaha maksimal,” ujar mantan Kasatreskrim Polres Jombang ini. (al/har/mik)

2 Budak Sabu Jombang Dibekuk Lamongan, Memorandum Tim Satreskoba Polres Lamongan membekuk dua budak sabu asal Jombang, Minggu (27/10). Mereka adalah Heri Sukoco (37), warga Dusun Beji, Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, dan Qomaruddin alias Umar (37), warga Dusun Wonosari, Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek. Mereka diamankan di dua tempat berbeda. Heri diamankan di sebuah warung kopi yang terletak di jalan raya Lamongan – Jombang, Desa Kambangan, Kecamatan Ngimbang. Sementara Umar diamankan di pinggir jalan raya Desa Bandung, Kecamatan Diwek. Kasatreskoba Polres Lamongan Iptu Ahmad Khusen menjelaskan, keduanya terbukti melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, men-

FOTO: MEMORANDUM/ALI

Ibu Muda Tertipu Jual-Beli Online

Heri dan Umar keluar dari ruang penyidik setelah diperiksa.

Warga berkumpul di lokasi untuk membantu petugas mencari korban.

Mandi di Sungai, Siswa SD Tenggelam

FOTO: MEMORANDUM/ALI

Bojonegoro, Memorandum Nahas menimpa Andhika Putra Pratama (10), siswa SD asal Dusun Kedungetan, Desa Kedungbondo, Kecamatan Balen, Rabu (30/10) sekitar pukul 16.00. Niat korban mandi di sungai Bengawan Solo bersama teman sekolahnya, justru berujung petaka. Andhika tenggelam saat sedang mandi. Jasad korban baru ditemukan pada malam harinya sekitar pukul 21.00. Itu setelah tim SAR BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bojonegoro dibantu warga sekitar melakukan pencarian korban. Plt Kepala BPBD Bojonegoro Umar Ghoni menjelaskan, kronologi kejadian korban yang sedang mandi di Bengawan Solo sekitar pukul empat sore bersama temannya. Ia bersama rekannya, Putra, siswa kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah, mandi di sungai tanpa didampingi orang tua. Korban pun tenggelam. “Jasad korban ditemukan di sekitar lokasi awal tenggelam. Di dasar sungai tersebut terdapat cekungan dan jasad korban di sela cekungan tersebut,” ujar Umar Ghoni, Kamis (31/10). Jasad korban ditemukan oleh warga Desa Kabalan, Kecamatan Kanor yang dimintai untuk membantu mencari korban. Saat menyelam, beberapa kali warga menyenggol bagian tubuh korban. Setelah dipastikan jasad korban, warga segera mengevakuasi dari dasar sungai. (top/har/mik)

Bojonegoro, Memorandum Tim penyuluhan Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Kabupaten Bojonegoro menggelar sosialisasi sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) di aula kantor Dinas PU Sumber Daya Air Kabupaten Bojonegoro, Rabu (30/10) kemarin. Dalam acara itu hadir Wakapolres Bojonegoro Kompol Achmad Fauzy, Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Edi Susanto, dan peserta sosialisasi saber pungli di lingkuangan Dinas PU Sumber Daya Air Kabupaten Bojonegoro. Ketua Pelaksana UPP Kompol Achmad Fauzy menjelaskan, unit Saber Pungli ini terbentuk dari masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang pada saat itu terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia masa pemerintahan tahun 2014-2019. “Dengan munculnya Perpres RI nomor 87 tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar,”ujarnya. Berdasarkan Perpres ini, pemerintah RI telah memberikan legalitas kepada Satgas Saber Pungli untuk memberantas praktik pungli di Indonesia. Dapat diketahui oleh para peserta sosialisasi bahwa unit saber pungli Kabupaten Bojonegoro leading sektornya bukan terdiri dari anggota kepolisan, melainkan terdiri dari multi instansi. “Antara lain ada yang dari kejaksaan, inspektorat, POM, Kodim, bagian hukum pemkab, satpol PP,” bebernya. Faktor penyebab pungli secara umum antara lain penyalahgunaan wewenang, faktor mental, faktor ekonomi, faktor budaya atau kultural. Faktor terbatasnya SDM dan lemahnya sistem pengawasan atau kontroling. Dengan dibentuknya satgas saber pungli di era pemerintahan Jokowi diharapkan adanya revolusi dalam hal pelayanan publik

Kompol Achmad Fauzy memberikan penjelasan kepada peserta.

yang cepat dan bersih dengan sistem tata kelola pemerintahan yang baik. Sebagai contoh adanya revolusi industri yakni dalam hal pelayanan yang sebelumnya dilakukan oleh orang atau manusia sekarang berubah menjadi sistem pelayanan menggunakan mesin. Yang diharapkan dengan adanya itu tidak ada lagi pelayanan yang dapat menimbukan pungli. Seiring adanya perubahan revolusi dalam hal pelayanan publik tersebut diharapkan dapat segera menyesuaikan diri mengikuti adanya perubahan. Agar nantinya tidak terjebak dan menjadi korban atas perubahan yang sangat cepat tersebut. “Dengan adanya sosialisasi ini dititikberatkan kegiatan preventif dengan bentuk kegiatan yang banyak upaya pencegahan atau meminimalisir terjadinya pungli,” jelasnya. Dengan adanya perubahan sistem, diharapkan segera menyesuaikan diri mengikuti adanya perubahan, agar kita nantinya tidak

terjebak dan menjadi korban atas perubahan yang sangat cepat ini. Dengan harapan para peserta paham dan jangan sampai melakukan kegiatan yang melanggar hukum sehingga dilakukan penindakan. Setelah sambutan, acara dilanjutkan denggan pemberian materi sosialisasi oleh pokja penindakan, yang disampaikan oleh Kanit Idik 2 Tipidkor Satreskrim Polres Bojonegoro Aiptu Supardi. Di akhir acara, dilaksanakan komitmen atau deklarasi stop pungli bersama peserta sosialisasi Dinas PU Sumber Daya Air Kabupaten Bojonegoro. (top/har/mik)

BERITA KEHILANGAN LAMONGAN

Tampak gedung DPRD Lamongan sepi.

50 Anggota Orientasi, Gedung DPRD Melompong Lamongan, Memorandum Gedung megah DPRD Lamongan nampak sepi setelah ditinggal penghuninya, Kamis (31/10). Informasinya, 50 anggota DPRD yang baru dilantik bulan Agustus lalu itu, sedang orientasi selama empat hari di sebuah hotel di wilayah Kota Batu. Sekretaris DPRD Lamongan Aris Wibawa menjelaskan, bahwa kegiatan orientasi tersebut diselenggarakan oleh pemerintah provinsi yang wajib diikuti seluruh anggota DPRD terpilih di seluruh wilayah Jawa Timur. Menurut Aris, orientasi tersebut tujuannya untuk memberikan pemahaman pada anggota dewan terkait tugas pokok dan fungsinya, serta bagaimana cara bertanggungjawab pada masyarakat akan tugasnya. “Semua anggota diwajibkan mengikuti sampai selesai dan sesuai jadwal yang kami terima akan berlangsung selama empat hari di Batu. Anggarannya sharing dari provinsi dan APBD,” jelas mantan Kabag Humas Pemkab Lamongan ini, Kamis (31/10) pagi. Sementara itu, Ketua DPRD Lamongan H Abdul Ghofur membenarkan terkait adanya kegiatan orientasi yang dilaksanakan provinsi dan diikuti oleh semua anggota dewan. “Ini masih proses orientasi mas. Semua anggota mengikuti dengan baik, menyimak dan memperhatikan apa yang disampaikan serta diajarkan pemateri,” kata Ketua DPC PKB Lamongan ini. (al/har/mik)

HILANG STNK SPD MTR: S-2568-JAA. NK.MHIKF2118KK161434. NS. KF21E1161024. AN. DWI CHANDRA NUGRAHA. D/a:KEL.SUKOMULYO RT/RW.01/05 KEC/ KAB.LAMONGAN HILANG STNK SPD MTR: S-3883-LF. NK.MH1KF1118FK414154. NS.KF11E14202. AN. H. NURIL HUDA. D/a:KEL. SUKOREJO RT/ RW.03/03 KEC/KAB.LAMONGAN HILANG STNK SPD MTR: S-3436-LX. NK. MH1JB913XDK424186. NS. JB91E3406818. AN. AMIN. D/a: DS.BULUTIGO RT/RW.05/02 KEC. LAREN KAB.LAMONGAN HILANG STNK SPD MTR: S-3207-LK. NK. MH1JFC117CK094151 .NS. JFC1E1096627. AN. KEMAT D/a:KEL SUKOMULYO RT/RW.08/01 KEC/ KAB.LAMONGAN HILANG STNK SPD MTR: S-4851-MX. NK.MH1JFU110GK353543. NS.JFU1E1346869. AN. DIGO ARMANDO MAWARDANI. D/a: DS.GLAGAH RT/RW.02/02 KEC. GLAGAH KAB.LAMONGAN HILANG STNK SPD MTR: S-2567-MX .NK. MH1JM3114HK473735. NS.JM31E1481819. AN.GANYS PUTRI NUGRAHANI. D/a: KEL. BRONDONG KEC.BRONDONG KAB.LAMONGAN

Nasib PPPK Makin Tidak Jelas

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

Tim UPP Sosialisasikan Saber Pungli

HILANG STNK SPD MTR: S-2042-LV. NK.MH1JM2115HK299796. NS.JM21E1296118. AN. JUHENIK D/a: KEL.BRONDONG KEC BRONDONG KAB.LAMONGAN HILANGSTNKSPDMTR:S-3334-LX. NK.MH1JM211X6K121168. NS.JM21E1116161. AN. KASMUJUD. D/a: KEL.BRONDONG KEC. BRONDONG KAB.LAMONGAN HILANG STNK SPD MTR: S-6094-KL. . NK.MH33C10029K321028. NS.3C 132 1933. AN. MOCH .BUDI UTOMO. D/a:DS.JATIREJO RT/ RW.01/03 KEC.TIKUNG KAB.LAMONGAN HILANGSTNKSPDMTR:S-4729-JX. NK.MH1JB91138K486713. NS.JB91E1467152. AN. AHMAD ZAHRONI. D/a: KEL.JETIS RT/ RW.01/04 KEC/KAB.LAMONGAN GRESIK Kehilangan STNK W6892HW th. 2010 An. Masayu dwi Ramdiastuti Ds. Tenaru Driyorejo Gresik Kehilangan STNK W8167M th. 2013 An. Purwati Ds. Hulaan Menganti Gresi Kehilangan STNK W2119CH th. 2019 An. Siti Mutmainah Jl. R. A Kartini 4/14 Rt 4/3 Sidomoro Kebomas Gresi Kehilangan STNK W6676GE th. 2009 An. Sukemi Dsn. Bengkelolor Rt 6/3 Benjeng Gresik

Kehilangan STNK W9805F th. 2009 An. Pt. Petrokimia Gresik Jl. A. Yani Kel. Ngipik Gresik Kehilangan STNK W6332GC th. 2009 An. Pt. Mandiri cipta sejahtera Jl. R. A. Kartini No. 236 Komplek kartini buiding BI B 304 Kel. Sidomoro Kebomas Gresik Kehilangan STNK W743AN th. 2005 An. Cv. Anugrah Anekabox Ds. Boboh Menganti Gresik \ Kehilangan STNK W2842KT th. 2007 An. Hj. Kusniah Ds. Domas Rt 1/1 Menganti Gresik Kehilangan STNK W2331ML th. 2007 An. Suprianto Ds. Lebani waras Rt 1/3 Wringin Anom Gresik Kehilangan STNK W5121FZ th. 1997 An. Meny Rachmayani Jl. Raya kembangan asri Kebomas Gresik Kehilangan STNK W5487BL th. 1995 An. David Chumaidi Jl. Dr. Wahidin SHD 24/56A Rt 2/2 Ds. Randuagung Kebomas Gresik Kehilangan STNK W2551F th. 2004 An. Moh. Husni Achwan Jl. Arif rahman Hakim 94-96 Rt 5/6 Sidomoro Kebomas Gresik Kehilangan STNK W5829BW th. 2004 An. Juali Ds. Brak Rt 3/2 Duduk Sampeyan Gresik Kehilangan STNK W4282JY th. 2014 An. Sardjono Jl. Gub. Suryo 167 Rt 1/6 Kel. Tlogo pojok Gresik

guasai atau menyediakan, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan 1 bukan tanaman jenis sabu. “Sudah dalam pengintaian cukup lama kedua tersangka ini. Kami mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya peredaran gelap narkotika di wilayah Kecamatan Ngimbang. Petugas langsung bergerak cepat melakukan penangkapan,” jelas Iptu Ahmad Khusen, Kamis (31/10) siang. Total barang bukti yang diamankan, kata Khusen, ada 5,46 gram sabu- sabu, 1000 butil pil karnopen, dua buah plastik klip kosong, dua buah HP, satu buah mobil dan satu buah motor. “Kami jerat dengan pasal 112 ayat (1) dan pasal 114 ayat (1) Undang-undang RI nomor 35 tahum 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (al/har/mik)

Bojonegoro, Memorandum Anggaran untuk gaji pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sudah disiapkan oleh dinas terkait. Khususnya untuk bagian guru. Namun, 375 PPPK yang dinyatakan lulus sebagai guru belum jelas nasibnya hingga saat ini. “Kita rencananya bulan November akan ke Kemenpan RB pusat untuk menyampaikan terkait PPPK. Sebab, masalah penempatan adalah kewenangan pusat. Pihak dinas pendidikan tidak punya kewenangan. Padahal sudah dianggarkan dana untuk PPPK,” ujar Ahmad Supriyanto anggota Komisi C Ahmad Supriyanto, Rabu (30/10) seusai rapat dengan dinas pendidikan. Ia menjelaskan pihaknya akan mengawal dan memperjuangkan nasip PPPK yang ada di Bojonegoro. Pasalnya mereka sudah dinyatakan lulus bulan maret yang lalu. Dalam surat sekretaris daerah Bojonegoro melalui surat nomor 810/1474/412.301/2019, tentang pengumuman hasil seleksi PPPK tahap satu telah mengumumkan 375 peserta tes PPPK. Yakni guru yang dinyatakan lulus passing grade (PG). Pihaknya akan berusaha dan memperjelas terkait nasib para PPPK ini. Sebelumnya, paguyuban PPPK juga melakukan hearing dengan Komisi C DPRD Bojonegoro beberapa waktu yang lalu. (top/har/mik)


GRESIK-PANTURA

JUMAT KLIWON, 1 NOVEMBER 2019

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 16

KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Syaifuddin Anam, Hardy, M Amin Alamsyah. Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEP

Kecelakaan Truk Marak, Dishub Diminta Bertindak

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM

Gresik, Memorandum Kecelakaan melibatkan dua truk terjadi di Jalan Raya Desa Abar-abir, Kecamatan Bungah, Kamis (31/10) pagi. Meski tidak menelan korban jiwa, insiden itu membuat jalur penghubung kea rah Kecamatan Bungah menuju Kecamatan Sidayu macet. Kejadian sekitar pukul 07.30 itu, melibatkan truk nopol L 8070 UT dikemudikan Mohamad Ali Ramli berjalan dari selatan ke utara, melaju dengan kecepatan sedang. Sampai di lokasi kejadian, roda depan sebelah kiri turun ke bahu jalan oleng. Sopir yang tidak bisa menguasai setir menabrak truk trailer nopolW 8342 DZ disopiri oleh Hadi Suprayitno persis di depannya. Akibatnya, kedua kendaraan tersebut terperosok ke sisi kiri dan kanan jalan. “Sopir bernama Mohamad Ali hanya mengalami luka ringan,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Gresik Ipda Yossy Eka Prasetya, kemarin. Dia menjelaskan, proses evakuasi mendatangkan alat

Proses evakuasi truk di Jalan Raya Desa Abar-abir, Bungah.

berat. Jalur tersebut sempat terjadi kemacetan. Namun, berhasil teratasi dengan cepat.Kecelakaan yang terjadi di Kota Pudak mendapat sorotan dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor Gresik. Instansi terkait diminta untuk segera bertindak. Terutama Dinas Perhubungan (Dishub). “Jika tidak ada tindakan kami akan turun jalan. Menghentikan sendiri truk-truk yang ugalugalan dan menutup jalan,” kata Ketua Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Gresik, Agus Junaidi Hamzah, kemarin. Dia menyampaikan, kecelakaan yang melibatkan dump truck sudah terjadi kesekian kalinya. Bahkan, belum genap seminggu, lebih dari dua kecelakaan. Mulai di Jalan Raya Cerme dan Jalan Betoyo, Manyar misalnya. “Kemudian di Tebuwung yang membuat pasutri meninggal,” katanya. Agus Juned sapaan akrabnya menyebut, persoalan operasional kendaraan besar harus ada regulasi yang jelas. Dump truk boleh beroperasi mulai dan sampai jam

berapa. Aturan itu untuk menhormati pengguna jalan yang lain. Operasional truk yang tidak jelas dinilai banyak merugikan masyarakat. Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik Nanang menyampaikan, persoalan dump truck sudah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian. Rencananya, para sopir dump truck akan dikumpulkan untuk dilakukan pembinaan. “Kami juga akan menambah rambu jalan kelas III di beberapa titik. Di pertigaan Dukun ke Lasem. Dan kami juga sudah memasang rambu di pertigaan Golokan juga,” katanya. Disinggung soal jam operasional truk, Nanang menyebut, bahwa aturan itu dihasilkan dari kesepakatan para pengusaha bahan galian di gresik dengan Pemkab Gresik. Untuk dump truk atau trailer yang bukan galian, tidak masuk dalam kategori. “Truk galian tetap harus mematuhi aturan itu,” pungkasnya. (an/har/mik)

Budak Sabu Krikilan Diringkus Gresik, Memorandum Prafasta, budak sabu asal Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo, ditangkap polisi, Kamis (31/10). Pemuda 21 tahun itu diringkus di dekat SPBU desa setempat ketika bertransaksi. Polisi menemukan barang bukti 0,33 gram sabu di dalam gulungan sarung. Penangkapan pelaku oleh polisi terjadi sekitar pukul 22.00. Mulanya, petugas hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU. Kemudian,

BANYAK yang menganggap Abdullah Hamdi mirip mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017, Sandiaga Salahudin Uno. Orang pertama yang mengatakan dirinya mirip adalah pendukungnya ketika Hamdi kampanye legislatif bulan lalu. “Bahkan sampai sekarang saya setiap kali melakukan kunjungan banyak orang yang bilang demikian,” kata Hamdi Abdullah Hamdi sapaan Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Gresik periode 2019-2024. Almuni fakultas Sastra Universitas Udayana Bali itu merasa senang dirinya disandingkan dengan orang hebat seperti Sandiaga Uno. Kemiripan itu sedikit banyak mempengaruhi ketenarannya dalam pileg saat itu. Tercatat, Dapil III yang terdiri Kecamatan Kedamean dan Menganti ia memperoleh 8.091 suara. “Hikmahnya itu banyak. Banyak yang minta foto. Lalu banyak yang ingin kenal dengan saya,” tambahnya sembari tersenyum.(dri/har/mik)

FOTO-FOTO: FOTO FOTO: MEMORANDUM/ ANDRIYANTO

Mirip Sandiaga Uno

ditetapkan sebagai tersangka. “Pengakuannya barangnya didapat dari Sidoarjo,” kata Kasatnarkoba Polres Gresik AKP Heri Kusnanto, kemarin. Disampaikan, kasus ini sudah dikembangkan. Pasalnya masih ada jaringan yang menjadi target operasi. Mereka kerap beraksi di wilayah Gresik selatan. Terutama di daerah perbatasan. Tersangka dijerat dengan

pasal 114 ayat (1) Jo pasal 112 ayat (1) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman diatas lima tahun penjara. Berikut barang bukti yang berhasil diamankan. Selain narkoba, korp seragam cokelat juga menemukan satu potong plastik bekas, satu lembar kertas grenjeng rokok, satu sarung dan satu buah handphone serta satu unit motor. (an/har/mik)

Pengukuran Kilang Minyak Berjalan Lancar Tuban, Memorandum mPengukuran rencana pemot bangunan New Grass Root g Refinery (NGRR) atau kilang minyak di Kecamatan Jenu,, Kabupaten Tuban, Kamiss s(30/10), berjalan lancar meski sedikit ada penolakan dari masyarakat. Proyek nasional untuk pemenuhan bahan bakar dan upaya pencapaian ketahanan energi di dalam negeri tersebut, mempunyai kapasitas produksi hingga 300 ribu barel per hari. Namun, berkat penjagaan dan pendekatan kepada masyarakat, pengukuran berlangsung kondusif. Lancarnya pengukuran kilang minyak di Tuban, tak lepas dari tangan dingin Ka-

polre polres Tuban AKBP Nanang Haryon yang memimpin langsung ono p pengamanan pengukuran la lahan oleh PT Pertamina kila ang minyak Tuban di Desa W Wadung dan Sumurgeneng, K Kecamatan Jenu, Tuban. Untuk pengamanan tersebut, Polres Tuban lebih mengedepankan tindakan persuasif dengan menerjunkan satu pleton polwan dan dua pleton anggota Samapta serta didukung kesatuan lain. Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono, menegaskan kepada masyarakat Desa Wadung dan Sumurgeneng, agar tidak melakukan provokasi. “Jangan sekali-kali memprovokasi,

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

LAKONE

petugas mendapati seorang pemuda dengan gerak-gerik mencurigakan. Setelah dihampiri, pelaku semakin gelisah hingga membuat polisi curiga.

Tingkah aneh pelaku seketika itu memantik petugas untuk melakukan introgasi dan penggeledahan. Seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya diperiksa. Alhasil, bungkusan plastik kecil ditemukan dalam gulungan sarung pelaku. Setelah dibuka, ternyata isi dalam plastik itu adalah narkoba. Pemuda berpawakan tinggi itu pun diamankan ke Mapolres Gresik. Setelah diintrogasi, dia

Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono bersama kepala BPN Tuban dan PJU Polres Tuban mengukur kilang minyak, kemarin.

apalagi membuat kerusuhan, Indonesia negara hokum. Bicarakan dan selesaikan di meja hokum,” pinta mantan Kasubdit Jatanras Polda Jawa Tengah mendampingi Kepala BPN Tuban, Kasat Intel, Kasat

Sabhara dan Kapolsek Jenu, kemarin. Kegiatan pengukuran yang dijaga ketat oleh aparat Polres Tuban berjalan lancar dan tidak ada kendala yang berarti. (top/har/mik)

Gresik, Memorandum Nasib balita penderita tumor asal Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Revalina Hanum, sangat memprihatinkan. Dia belum tercover Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sementara kedua orang tuanya sudah terdaftar. Sementara untuk melakukan pengobatan Hanum, membutuhkan biaya cukup besar. Kondisi balita penderita tumor Dewan perwakilan asal Desa Gosari, Kecamatan rakyat daerah (DPRD) Ujungpangkah. Gresik memastikan, buah hati dari pasangan Achmad Fadhol dan Nur Niatih akan mendapatkan layanan pengobatan secara gratis. Wakil rakyat sudah berkoordinasi dengan instansi terkait. “Kami ingin memastikan balita itu mendapat pelayanan kesehtan gratis,” kata Wakil Ketua Komisi I Syaichu Busyiri, Kamis (31/10). Disampaikan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah instasi terkait. Mulai dari Dinas Sosial (Dinsos), Rumah Sakit Dr Soetomo dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Langkah itu dilakukan supaya balita penderita tumor segera mendapat penanganan medis. Menurutnya, secara administrasi semuanya sudah terpenuhi. Bahkan, pihaknya meminta tambahan pendamping untuk menjaga balita itu selama mendapat perawatan di rumah sakit. Pihaknya akan terus mengcover kebutuhan pengobatan selama di rumah sakit. “Besok (hari ini, Red) sudah jadi BPJS,” ungkapnya. Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Gresik dr Asluchul Alif menyampaikan, balita penderita tumor harus segera ditangani. Mengingat benjolannya terus semakin membesar. Pihaknya berharap kejadian ini menjadi evaluasi instasi terkait. Terlebih masalah pelayanan kesehatan gratis. “Hanya orang tuanya saja yang dapat KIS. Sedangkan anaknya belum. Sementara kalau mendaftar lewat Kartu Gresik Sehat (KGS) harus menunggu 3 bulan baru dapat ditangani,” imbuhnya.(an/har/mik)

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani, dan Ketua Komisi I Jumanto ketika bersilaturahmi di Polres Gresik.

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

Balita Penderita Tumor Tak Masuk KIS

Foto bersama Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo dan Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani serta rombongan dan anggota polres.

Dewan Apresiasi Kinerja Polres Gresik Gresik, Memorandum Dewan Perwakilan Rakyart Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik memberikan apresiasi kinerja kepolisian dalam memberikan pengamanan di Kota Pudak. Serangkaian pengamanan pesta demokrasi yang berlangsung beberapa waktu lalu berjalan aman dan damai. Tingkat kriminalitas di Gresik menurun. Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani ketika berkunjung ke mapolres beserta rombongan Komisi I yang diketuai oleh Jumanto, Kamis (31/10). Gus Yani sapaan akrabnya menjelaskan, silaturahmi ini bertujuan membahas langkah yang akan dihadapi pada tahun 2020 mendatang. Terlebih soal pengamanan. Wakil rakyat meminta kepada pihak kepolisian untuk membantu terus mengamankan pesta demokrasi pemilihan kepada derah (Pilkada) tahun 2020. Pembahasan tersebut akan dilanjutkan sekaligus membahas anggaran

pengamanan. “Kinerja Polres Gresik selama ini sangat baik. Menciptakan keamanan di masyarakat,” kata Gus Yani sapaan akrabnya, kemarin. Disampaikan olehnya, anggaran pengamanan Pilkada tahun 2020 harus dibahas. Supaya tidak terjadi kekeliruan di kemudian hari. Terkait hal itu akan dibahas pada 7 November mendatang. “Jangan sampai ada kekurangan karena sebentar lagi akan dibahas,” ungkapnya. Menanggapi hal itu, Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo

mengatakan, terkait penghitungan anggaran pengamanan pilkada akan dilakukan penghitungan ulang. Karena terkait dengan kebutuhan personel. “Diharapkan ada tambahan anggaran untuk personel pengamanan,” tuturnya. Terkait penangkalan radikalisme, Polres Gresik mengaku siap. Karena radikalisme adalah musuh negara. Pihaknya mengucapkan banyak terimakasih terkait rancana penyusunan Perda Pencegahan Radikalisme. “Untuk Polres Gresik hanya

diberi kewenangan kontra radikalisme melalui sosialisasi di sekolah,

pondok pesantren maupun kampus,” pungkasnya. (an/har/mik)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Memorandum Edisi 1 November 2019 by memorandum - Issuu