Skip to main content

Everblue #34

Page 1

Pudarnya

Tradisi

Berprestasi “

Teknik Informatika terkenal sebagai jurusan dengan tradisi juara,” tutur Pak Dwi selaku pembina kemahasiswaan di Teknik Informatika. Kalimat tersebut tentu tidak hanya sekadar kalimat, tetapi dapat dibuktikan dengan prestasi membanggakan di tahun 2015 di mana salah satu mahasiswa Teknik Informatika mendapat gelar Mawapres, selain itu juga keikutsertaan mahasiswa TC dalam berbagai event lomba yang tiap kali diadakan selalu ada perwakilan dari TC, baik itu keluar sebagai finalis atau bahkan juara. Selain itu, Gemastik tentu menjadi salah satu ajang lomba bergengsi yang tidak pernah dilewatkan oleh mahasiswa TC, walaupun sangat disayangkan dari tahun ke tahun prestasi mahasiswa TC dalam event Gemastik ini kian menurun. “Pembinaan mungkin salah satu faktor menurunnya prestasi Gemastik ini,” begitu kata Pak Dwi. Di mana karena

pembinaan dan perekrutan peserta dilakukan oleh ITS pusat maka dosen TC sendiri tidak mengetahui bagaimana perkembangannya. Ada masalah tentu ada cara untuk menanggulanginya. Menurut beliau, berbagai cara dapat dilakukan untuk meningkatkan kembali minat dan motivasi mahasiswa TC untuk terus berprestasi, entah itu dengan mengadakan evaluasi, lebih memanajemen, memberikan bantuan dalam hal dana, memantau dan memublikasikan perkembangannya, maupun menggencarkan sosialisasi supaya mahasiswa TC lebih antusias dalam berprestasi atau setidaknya mengembalikan prestasi yang pernah diraih pendahulunya. Roadshow ke laboratorium, himpunan, dan mahasiswa baru juga diperlukan, serta pembinaan langsung dari pemenang lomba kepada adik-adik penerusnya. Dan yang tidak kalah penting adalah dalam kaderisasi, perlu ditekankan lagi tentang jurusan tradisi juara ini, karena mahasiswa baru merupakan generasi penerus mahasiswa berprestasi TC. Lalu menurut Gilang, Kepala Departemen Riset dan Teknologi HMTC Optimasi, prestasi mahasiswa TC sekarang cenderung menurun khususnya


pada kompetisi besar seperti Imagine Cup, PKM, dan Gemastik. Namun di kompetisi lain, justru meningkat. Terakhir kali TC meraih prestasi gemilang sekitar tahun 2011. Banyak kompetisi-kompetisi yang dimenangkan, salah satunya adalah masuk tiga besar pada Gemastik. Dalam tiga tahun terakhir ini, antusiasme mahasiswa TC di perlombaan seperti PKM yang justru lebih fleksibel, tidak terikat kategori, bahkan didanai pun masih sangat kecil. Menurut Gilang, hal ini dikarenakan beberapa faktor seperti kurangnya keterampilan mahasiswa TC dalam membuat proposal yang menjadi modal utama menuju PKM. Tak hanya di PKM saja, bahkan di beberapa kompetisi lain pun banyak yang mengharuskan pengumpulan proposal terlebih dahulu. “Mahasiswa TC itu sebenarnya bersemangat dalam mengikuti kompetisi, namun sayangnya masih banyak yang bingung bagaimana memulai sebuah karya, kurangnya pelatihan dalam lingkup TC dan juga masih kurang konsistensi” ungkap pria berkacamata ini. Gilang juga mengatakan agar atmosfer keilmiahan di lingkungan TC ini bisa mulai terasa kembali, harus adanya regenerasi setiap tahunnya. Caranya sebenarnya sudah ada, seperti banyaknya klub IT yang disediakan HMTC untuk menjembatani mahasiswa TC dalam berkarya. “Mulailah berkarya sejak dini, paling tidak untuk diri sendiri. Ikutkan beberapa lomba, karena banyak prestasi yang didapat oleh

mahasiswa TC tidak diraih secara instan,” tutup Gilang di akhir pembicaraan. Siapa yang tak tahu Dala, seorang mahasiswi TC tingkat akhir yang memiliki banyak prestasi dan pengalaman khususnya prestasi Internasional. Meskipun prestasinya di bidang keilmuan TC sendiri tidak begitu melimpah dibandingkan pengalamanpengalamannya dalam dunia pertukaran pelajar, mahasiswi berkacamata ini sudah mampu mengharumkan nama Teknik Informatika serta nama ITS. Berawal dari seringnya mencari dan mendapatkan informasi mengenai student’s exchange yang diselenggarakan oleh ITS International Office, beliau memiliki ketertertarikan untuk mengikuti program tersebut. Berkat usahanya, Dala akhirnya berhak mendapatkan kesempatan menjadi salah satu mahasiswi yang berangkat ke Thailand pada tahun 2013. Puncaknya pada tahun 2015, Dala ini dinobatkan sebagai salah satu perwakilan dari Indonesia yang mengikuti International Student’s Festival di Norwegia. Di sana, beliau dan beberapa perwakilan dari negara yang ada di dunia menandatangani Petisi Antikorupsi Internasional yang berikutnya petisi tersebut disampaikan ke Dewan PBB. Berbicara soal prestasi TC, menurut Dala cenderung mengalami penurunan. Misalnya di tahun-tahun pertamanya menjadi mahasiswa, banyak sekali prestasi TC seperti pada Gemastik yang


TCalendar

Juni

M

S

S

R 1 5 6 7 8 12 13 14 15 19 20 21 22 26 27 28 29

2016

K 2 9 16 23 30

J 3 10 17 24

S 4 11 18 25

1-3 : LPJ HMTC Optimasi

komiknya taruh sini

lima dari enam tim yang dikirimkan menjadi finalis. Sementara, beberapa tahun terakhir paling banter hanya tiga tim yang masuk final dan hanya ada satu tim yang mampu menjadi juara. Meskipun cenderung menurun di lomba-lomba besar, tidak jarang juga mahasiswa TC yang menorehkan prestasi pada lomba-lomba sociopreneur yang mulai menghubungkan IT dengan kehidupan sosial di sekitar kita. “Supaya kita semangat, sering-sering update aja ada prestasi apa, meskipun yang bukan bidang TC ya gapapa yang penting update aja,” tutur Dala di sela-sela kesibukannya mengerjakan Tugas Akhir. Harapan Dala untuk mahasiswa TC ke depannya dalam meraih prestasi sangat sederhana, yaitu ingin sekali banyak mahasiswa TC tidak hanya aktif dalam lingkup TC saja, agar pikirannya bisa lebih terbuka dan semakin banyak ide-ide yang keluar.

Buletin HMTC

REDAKSI

Ketua Aldo C1E Reporter Pede, Shafira C1F Editor Hana C1F Design Hatta, Aditya, Rosyid C1F Produksi Aldo C1E

/HMTCFTIf

@hmtcits

@YCP2851V

BluePress HMTC


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Everblue #34 by Bluepress - Medfo HMTC - Issuu