Skip to main content

E-Book QCI Pasundan MC2

Page 1

Lampiran B.6 Form : WB-QMS-PS-01-F06

DAFTAR LAMPIRAN PROSEDUR PT Wijaya Karya Beton Tbk

No. Lamp A

Judul

No. Dokumen WB-HSR-PS-05 Tanggal Berlaku 12/03/2019

Rev : 01

No. Revisi Halaman 00 1 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

No. Kode

Revisi

Halaman

INSTRUKSI KERJA

A.1

Density

WB-HSR-PS-05-IK1

00

06

A.2

Metode Pengukuran Standar air

WB-HSR-PS-05-IK2

00

07

A.3

Specific Surface Area

WB-HSR-PS-05-IK3

00

08

A.4

Stabilitas Semen

WB-HSR-PS-05-IK4

00

09

A.5

Compressive Strength

WB-HSR-PS-05-IK5

00

10

A.6

Flexural Strength

WB-HSR-PS-05-IK6

00

11

A.7

Ignition Loss

WB-HSR-PS-05-IK7

00

12

A.8

MgO Content

WB-HSR-PS-05-IK8

00

13

A.9

SO 3 Content

WB-HSR-PS-05-IK9

00

14

A.10

Free CaO Content

WB-HSR-PS-05-IK10

00

15

A.11

Alkali Content

WB-HSR-PS-05-IK11

00

16

A.12

Chloride Content

WB-HSR-PS-05-IK12

00

17-18

A.13

Fineness

WB-HSR-PS-05-IK12

00

19

A.14

Water Content

WB-HSR-PS-05-IK12

00

20

A.15

Water Requirement Ratio

WB-HSR-PS-05-IK12

00

21

A.16

CaO Content

WB-HSR-PS-05-IK12

00

22-23


Lampiran B.6 Form : WB-QMS-PS-01-F06

DAFTAR LAMPIRAN PROSEDUR PT Wijaya Karya Beton Tbk

No. Lamp A

Judul

No. Dokumen WB-HSR-PS-06 Tanggal Berlaku 12/03/2019

Rev : 01

No. Revisi Halaman 00 2 dari 65 Tanggal Review 12/03/2022

No. Kode

Revisi

Halaman

INSTRUKSI KERJA

A.20

Gradasi Partikel

WB-HSR-PS-06-IK20

00

24

A.21

Silt Content

WB-HSR-PS-06-IK21

00

25

A.22

Clay Lump Content

WB-HSR-PS-06-IK22

00

26

A.23

Mica Content

WB-HSR-PS-06-IK23

00

27

A.24

Organic Content

WB-HSR-PS-06-IK24

00

28

A.25

Solidness

WB-HSR-PS-06-IK25

00

29

A.26

Lightweight Content

WB-HSR-PS-06-IK26

00

30

A.27

Moisture Content

WB-HSR-PS-06-IK27

00

31

A.28

Apparent Density

WB-HSR-PS-06-IK28

00

32

A.29

Bulk Density and Void

WB-HSR-PS-06-IK29

00

33

A.30

Water Absorbtion

WB-HSR-PS-06-IK30

00

34

A.31

Kloride Content

WB-HSR-PS-06-IK31

00

35

A.32

Kadar Sulfida dan Sulfat

WB-HSR-PS-06-IK32

00

36


Lampiran B.6 Form : WB-QMS-PS-01-F06

DAFTAR LAMPIRAN PROSEDUR PT Wijaya Karya Beton Tbk

No. Lamp A

Judul

No. Dokumen WB-HSR-PS-06 Tanggal Berlaku 12/03/2019

Rev : 01

No. Revisi Halaman 00 3 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

No. Kode

Revisi

Halaman

INSTRUKSI KERJA

A.1

Crush Index

WB-HSR-PS-01-IK1

00

37

A.2

Sieve Analysis

WB-HSR-PS-01-IK2

00

38

A.3

Clay Lump Content

WB-HSR-PS-01-IK3

00

39

A.4

Silt Content

WB-HSR-PS-01-IK4

00

40

A.5

Water Absorbtion

WB-HSR-PS-01-IK5

00

41

A.6

Compressive Strength

WB-HSR-PS-01-IK6

00

42

A.7

Organic Content

WB-HSR-PS-01-IK7

00

43

A.8

Elongation and Flakyness

WB-HSR-PS-01-IK8

00

44

A.9

Solidness

WB-HSR-PS-01-IK9

00

45

A.10

Kadar Sulfida dan Sulfat

WB-HSR-PS-01-IK10

00

46

A.11

Apparent Density

WB-HSR-PS-01-IK11

00

47

A.12

Bulk Density and Void Ratio

WB-HSR-PS-01-IK12

00

48

A.13

Moisture Content

WB-HSR-PS-01-IK12

00

49


Lampiran B.6 Form : WB-QMS-PS-01-F06

DAFTAR LAMPIRAN PROSEDUR PT Wijaya Karya Beton Tbk

No. Lamp A

Judul

No. Dokumen WB-HSR-PS-09 Tanggal Berlaku 12/03/2019

Rev : 01

No. Revisi Halaman 00 4 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

No. Kode

Revisi

Halaman

INSTRUKSI KERJA

A.1

Water Reducing Rate

WB-HSR-PS-09-IK1

00

50

A.2

Bleeding Ratio

WB-HSR-PS-09-IK2

00

51

A.3

Slump Loss

WB-HSR-PS-09-IK3

00

52

A.4

Ratio of Shrinkage

WB-HSR-PS-09-IK4

00

53

A.5

Setting Time Difference

WB-HSR-PS-09-IK5

00

54

A.6

Air Content

WB-HSR-PS-09-IK6

00

55

A.7

Alkali Content

WB-HSR-PS-09-IK7

00

56-57

A.8

Sodium Sulfate Content

WB-HSR-PS-09-IK8

00

58

A.9

Solid Content

WB-HSR-PS-09-IK9

00

59

A.10

Ratio of Compressive Strength

WB-HSR-PS-09-IK10

00

60

A.11

Bleeding Pressure Ratio

WB-HSR-PS-09-IK11

00

61

A.12

Cl- Content

WB-HSR-PS-09-IK12

00

62-63

A.96

1h Gas Content Overtime

WB-HSR-PS-06-IK96

00

64

A.101

Ratio of Compressive Strength

WB-HSR-PS-06-IK101

00

65


Lampiran B.6 Form : WB-QMS-PS-01-F06

DAFTAR LAMPIRAN PROSEDUR PT Wijaya Karya Beton Tbk

No. Lamp A

Judul

No. Dokumen WB-HSR-PS-12 Tanggal Berlaku 12/03/2019

Rev : 01

No. Revisi Halaman 00 5 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

No. Kode

Revisi

Halaman

INSTRUKSI KERJA

A.1

Pengujian pH Air

WB-HSR-PS-12-IK1

00

66

A.2

Pengujian Insoluble Content

WB-HSR-PS-12-IK2

00

67

A.3

Pengujian Soluble Content

WB-HSR-PS-12-IK3

00

68

A.4

Pengujian Cl - Content

WB-HSR-PS-12-IK4

00

69-70

A.5

Pengujian Sulfate Content

WB-HSR-PS-12-IK5

00

71

A.6

Pengujian Alkali Content

WB-HSR-PS-12-IK6

00

72

A.7

Pengujian Setting Time Difference

WB-HSR-PS-12-IK7

00

73

A.8

Pengujian Ratio of Compressive Strength

WB-HSR-PS-12-IK8

00

74


Lampiran A.41 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN DENSITY SEMEN DAN FLY ASH

No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK41 00 6 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review 12/03/2019 12/03/2022

A. Referensi 1. GB/T 208 -2014, Test method for determinging cement density B. Bahan 1. Kerosin (minyak tanah) 2. Semen / Fly C. Alat

1. Labu Chatelier 2. Tangki Air D. Urutan Kerja 1. Masukkan kerosin kedalam labu chatelier sampai tanda antara 0mL - 1mL. Letakkan labu dalam tangki air (suhu harus dijaga 20±1˚C sampai 30 menit, catat bacaan pertama dari kerosin (V1) 2. Keluarkan labu dari tangki dan bersihkan labu 3. Sampel diayak menggunakan saringan 0,90 mm, dioven pada suhu 110±5˚C selama 1 jam, dan didinginkan pada suhu kamar dalam desikator (suhu kamar harus dikontrol pada suhu 20˚C) 4. Timbang sampel 60g, akurat hingga 0,01g (m). Ketika pengujian density material lain, berat dari material dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai dengan situasi aktual untuk membaca nilai skala. 5. Masukkan sampel dan kerosin kedalam labu ukur lalu masukkan kedalam tangki air (suhu dijaga) selama 80 menit, catat bacaaan kedua (V2) E. Perhitungan 𝜌 = 𝑚 / (𝑉2 − 𝑉1 ) Keterangang : ρ = Density (g/cm3) m = Berat semen (g) V2 = Bacaan kedua labu (mL) V1 = Bacaan pertama labu (mL) F. Rekaman 1. Laporan Cement Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F19, F20 dan F21) 2. Laporan Fly Ash Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F15 & 16)

Scan disini

Untuk menonton video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.42 No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK42 Tanggal Berlaku PENGUJIAN KONSISTENSI AIR DAN SETTING TIME SEMEN 12/03/2019 INSTRUKSI KERJA

Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

No. Revisi Halaman 00 7 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

A. Referensi 1. GB/T 1346 -2001, Test Methods for Water Requirement of. Normal Consistency, Setting Time and Soundness of the Portland Cements B. Bahan 1. Semen 2. Air C. Alat 1. Vicat 2. Mixer 3. Cetakan + Alat kaca D. Urutan Kerja 1. Timbang semen 500gr dan air 143gr 2. Lalu atur alat uji vicat sesuai standar 3. Mixing semen dan air sesuai dengan prosedur mixing 4. Masukkan mortar kedalam cetakan dengan alas kaca sebanyak setengah dari cetakan kemudian diketuk hingga padat 5. Masukkan lagi mortar hingga penuh dan ratakan mortar 6. Letakkan cetakan berisi mortar dibawah batang uji vicat diamkan selama 1 - 5 detik 7. Jatuhkan batang uji secara vertikal kedalam mortar dengan jarak ±0,5 cm dari permukaan, catat angka yang ditunjukkan pada vicat 8. Catat jarak batang uji dengan alas kaca ketika batang uji berhenti tenggelam, apabila menunjukkan angka 6±1 catat waktu yang ditunjukkan saat itu dikurangi 5 menit (ketika semua semen dimasukkan kedalam air) 9. Angkat dan bersihkan batang uji 10. Padatkan kembali mortar yang telah diuji 11. Masukkan kedalam curing box selama ±2 jam, kemudian tes kembali menggunakan jarum vicat 12. Jatuhkan jarum uji secara vertikal kedalam mortar dengan jarak ±0,5 cm dari permukaan, catat angka yang ditunjukkan pada vicat 13. Catat jarak jarum uji dengan alas kaca ketika batang uji berhenti tenggelam, apabila menunjukkan angka 4±1 catat waktu yang ditunjukkan saat itu (Initial setting time) 14. Angkat dan bersihkan jarum uji 15. Ubah sisi atas mortar menjadi sisi bawah 16. Masukkan kedalam curing box selama ±1 jam, kemudian tes kembali menggunakan jarum vicat 17. Jatuhkan jarum uji secara vertikal kedalam mortar dengan jarak ±0,5 cm dari permukaan, catat angka yang ditunjukkan pada vicat 18. Catat jarak jarum uji dengan alas kaca ketika batang uji berhenti tenggelam (S), apabila menunjukkan angka 4±1 catat waktu yang ditunjukkan saat itu (Final setting time) E. Perhitungan

Water Consistency

𝑃 = 33,4 − 0,18 𝑆 Keterangan: P = Konsistensi Air (%) S = Kedalaman jarum (mm) F. Rekaman 1. Laporan Cement Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F19, F20 dan F21)

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00

Setting Time


Lampiran A.43 No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK43 Tanggal Berlaku PENGUJIAN SPECIFIC SURFACE AREA SEMEN 12/03/2019 INSTRUKSI KERJA

Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

No. Revisi Halaman 00 8 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

A. Referensi 1. GB/T 8074-2008, Method of Determination for Specific Surface of Cement - Blaine Method B. Bahan 1. Semen C. Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Oven suhu dengan ketelitian ± 1 C Timbangan dengan ketelitian 0,001 gram Specific Surface Area meter Manometer tipe U Penumbuk Corong Permeabilitas Perforated disc Kertas Filter Pelumas

D. Urutan Kerja 1. Tentukan berat jenis dari semen berdasarkan GB/T 2. Tentukan berat dari sampel semen yang digunakan untuk pengujian (m) 3. Masukkan perforated disc kedalam corong permeabilitas dan masukkan kertas filter diatasnya menggunakan plunger. 4. Masukan sampel semen kedalam corong permeabilitas, kemudian masukkan kertas filter 5. Tekan menggunakan penumbuk dan putar sebanyak 1-2 putaran secara perlahan - lahan 6. Lapisi permukaan corong permeabilitas dengan pelumas, kemudian masukkan keatas katup dari manometer tipe U, putar 1 kali. 7. Nyalakan Specific Surface Area meter, klik surface kemudian masukkan nilai konstanta alat (K), lali klik set 8. Masukkan nilai berat jenis semen lalu klik set, kemudian masukkan nilai porositas sample lalu klik set. Lalu klik start/measure 9. Setelah dimulai, air pada manometer akan naik melewati garis batas atas. Kemudian air perlahan akan turun. Mulai perhitungan waktu ketika air melewati garis batas kedua dan berhenti ketika air melewati garis batas ketiga. 10.Catat hasil waktu (t), Specific surface area (S) dan suhu (T) pada alat. 11.Ulangi langkah 1-10 12.Hitung rata - rata spesific surface area (S) dari 2 kali pengujian. E. Perhitungan Menghitung berat sampel semen Scan disini

Keterangan: m = berat sampel semen (gram) ρ = berat jenis sampel semen (gram/cm3) V = Volume sampel, dihitung berdasarkan JC/T 956 (cm3) Untuk menonton video F. Rekaman 1. Laporan Cement Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F19, F20 dan F21) Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.44 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN STABILITAS SEMEN

No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK44 Tanggal Berlaku 12/03/2019

No. Revisi Halaman 00 9 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

A. Referensi 1. GB/T 1346 -2001, Test Methods for Water Requirement of. Normal Consistency, Setting Time and Soundness of the Portland Cements B. Bahan 1. Semen 2. Air C. Alat 1. 2. 3. 4.

Penjepit Le Chatelier Le Chatelier Apparatus Curing Box Boiling box

D. Urutan Kerja 1. Letakkan penjepit pada Le Chatelier Apparatus dan pastikan jarum sebelah kanan berada di angka 10 2. Siapkan penjepit Le Chatelier dengan alas kaca 3. Masukkan mortar hingga penuh dan ratakan 4. Masukkan mortar ke dalam curing box selama ±3 jam/ hingga semen mengeras 5. Rendam sampel di dalam mesin boiling box pada tegangan 220V selama 24 jam 6. Angkat sampel lalu keringkan dan keluarkan mortar dari cetakan dan ukur kembali penjepit pada Le Chatelier , pastikan jarum kanan berada pada angka 10 7. Catat angka yang ditunjukkan jarum sebelah kiri lalu hitung E. Perhitungan

F. Rekaman 1. Laporan Cement Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F19, F20 dan F21)

Scan disini

Untuk menonton video

Form : WB-QMS-PS-01-F07

Rev : 00


Lampiran A.45 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN COMPRESSIVE STRENGTH

No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK45 00 10 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review 12/03/2019 12/03/2022

A. Referensi 1. GB/T 17671 -2001, Method of testing cements--Determination of strength B. Bahan 1. Semen 2. Air C. Alat 1. 2. 3. 4.

,

Mesin uji kuat tekan Mesin Mixer Alat Saringan Benda uji kuat tekan

D. Urutan Kerja 1. Hitung luas area bagian yang ditekan (A) 2. Uji kuat tekan dilakukan pada sisi setengah prisma 3. Bagian tengah silinder setengah prisma dan pelat tekanan pelat tekan harus berada dalam ± 0,5mm, dan bagian tubuh prisma yang terbuka di luar pelat harus sekitar 10mm. 4. Beban diterapkan secara seragam pada kecepatan 2400 N / s ± 200 N / s selama proses pemuatan hingga kehancuran. 5. Kekuatan tekan Fc dihitung dalam Newton per milimeter persegi (MPa) berdasarkan perhitungan yang telah ditetapkan 6. Rata-rata dari enam pengukuran kekuatan tekan yang diperoleh pada satu set tiga prisma merupakan hasil tes. Jika salah satu dari enam pengukuran melebihi ± 10% dari rata-rata keenamnya, Hasil ini harus dihilangkan, dan digunakan hasil dari lima rata-rata yang tersisa. Jika dari lima nilai yang E. Perhitungan

Keterangan : Fc = Beban maksimum pada saat kehancuran, N; 2 A = Area bagian yang ditekan, mm (40mm ± 40mm ± 1600mm 2 ). F. Rekaman 1. Laporan Cement Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F19, F20 dan F21)

Scan disini

Untuk menonton video

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07

Rev : 00


Lampiran A.46 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN FLEXURAL STRENGTH

No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK46 Tanggal Berlaku 12/03/2019

No. Revisi Halaman 00 11 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

A. Referensi 1. GB/T 17671 -2001, Method of testing cements-Determination of strength B. Bahan 1. Semen 2. Air C. Alat 1. 2. 3. 4.

Mesin uji kuat lentur Mesin Mixer Alat Saringan Benda uji kuat lentur

D. Urutan Kerja 1 Tempatkan satu sisi benda uji pada silinder pendukung mesin uji

2 Sumbu panjang benda uji tegak lurus terhadap silinder pendukung dan dilewatkan melalui silinder pemuatan. 3 Tingkat 50 N / s ± lO N / s diterapkan secara merata ke sisi berlawanan sampai pecah 4 Jaga kedua setengah prisma dalam kondisi basah sampai tes compressive strength 5 Kekuatan lentur Rf dinyatakan dalam Newton per milimeter persegi (MPa) dan dihitung sesuai dengan perhitungan yang ditetapkan 6 Rata-rata satu set dari tiga hasil lentur prismatik digunakan sebagai hasil tes. Ketika dari tiga nilai kekuatan terdapat yang melebihi 10% dari nilai rata-rata, nilai tersebut harus dihilangkan dan diambil nilai rata-rata baru sebagai hasil uji kekuatan lentur. E. Perhitungan Scan disini

Keterangan : Rf = Kuat Tekan Flexural (Mpa) Ff = Beban diterapkan ke tengah prisma saat putus, N; L = Jarak antara silinder pendukung, mm; b = Panjang sisi bagian persegi prisma, mm.

Untuk menonton video

F. Rekaman 1. Laporan Cement Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F19, F20 dan F21)

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07

Rev : 00


Lampiran A.47 No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK47 Tanggal Berlaku PENGUJIAN IGNITION LOSS SEMEN DAN FLY ASH 12/03/2019 INSTRUKSI KERJA

Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

No. Revisi Halaman 00 12 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

A. Referensi 1. GB/T 176 -2017, Methods for chemical analysis of cement B. Bahan 1. Semen 2. Fly Ash C. Alat 1. 2. 3. 4.

Timbangan 100g, akurat 0,0001 Oven suhu tinggi (950±25)˚C Cawan Desikator

D. Urutan Kerja 1 Timbang sampel seberat 1g akurat hingga 0,0001 g (m). 2 Timbang berat cawan kosong 3 Letakkan sampel ke dalam cawan kemudian di oven pada suhu (950±25)oC selama 15 – 20 menit 4 Angkat dan dinginkan dalam desikator lalu timbang (m1) E. Perhitungan

Keterangan : WLOI = Persentase Ignition Loss (%) m = Berat sampel awal (g) m1 = Berat sampel setelah dioven (g) F. Rekaman 1. Laporan Cement Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F19, F20 dan F21) 2. Laporan Fly Ash Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F15 & 16)

Scan disini

Untuk menonton video

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07

Rev : 00


Lampiran A.48 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN MgO CONTENT SEMEN

No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK48 Tanggal Berlaku 12/03/2019

No. Revisi Halaman 00 13 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

A. Referensi 1. GB/T 176 -2017, Methods for chemical analysis of cement B. Bahan 1. Semen 2. Air 3. Asam Hidrofluorat 4. H2SO4 0,5mL C. Alat 1. Timbangan 100g, akurat 0,0001 2. Oven suhu tinggi (950±25)˚C 3. Cawan

5. Asam klorida 6. NaOH 7. AgCl

4. Labu takar 5. Gelas Kimia 6. Kertas Filter

D. Urutan Kerja 1 Timbang sampel 0,1g akurat hingga 0,0001g (m21). 2 Tambahkan 0,5 – 1mL air, 5mL – 7mL asam hidrofluorat dan H2SO4 0,5mL dipanaskan pada suhu rendah lalu aduk 3 Setelah asap putih habis dinginkan. Campurkan 20mL asam klorida (1:1) dinginkan. 4 Masukkan ke dalam labu takar 250mL, tuang 5mL AgCl 50 g/L, encerkan dengan air hingga tanda (Larutan C). 5 Masukkan 0,1g sampel (m21) + 3 sampai 4 g NaOH. 6 Oven pada suhu 750oC selama 10 menit, dinginkan. 7 Lalu masukkan kedalam gelas kimia. Tambahkan 100mL air panas (mendidih), aduk lalu tutupi dengan kaca arloji. 8 Saring dengan kertas filter larutan tersebut +Asam klorida (1:1) + Asam Hidroklorat (1:9) sebagai pencuci. 9 Setelah itu panaskan hingga mendidih dan dinginkan, setelah dingin masukkan kedalam labu ukur dan encerkan dengan air hingga tanda (Larutan D). 10 Dari larutan C atau larutan D, larutan yang paling cocok ditempatkan dalam botol ( jumlah larutan sampel dan volume larutan labu volumetrik ditentukan oleh jumlah gabungan oksidasi) dan ditambahkan asam hidroklorat 1:1 dan TiO2 yang dilarutkan 11 Fraksi volume asam hidroklorat dalam larutan uji adalah 6%, dan konsentrasi alumunium adalah 1mg/mL 12 Encerkan dengan air hingga tanda dan gunakan spektrometer serapan atom, dengan lampu katoda berongga magnesium, pada panjang gelombang 285,2nm. 13 Konsentrasi magnesium oksida ditemukan pada kurva kerja (c 1) Scan disini E. Perhitungan

Keterangan : wMgO = Kadar MgO (%) c1 = Magnesium oksida dalam larutan (mg/mL) Untuk menonton video V19 = Volume larutan (mL) n = rasio Volume larutan sampel dengan larutan sampel yang akan diambil m21 = Berat sampel (g) F. Rekaman 1. Laporan Cement Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F19, F20 dan F21) Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07

Rev : 00


Lampiran A.49 No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK49 00 14 dari 74 PENGUJIAN SO3 CONTENT SEMEN DAN FLY Tanggal Berlaku Tanggal Review ASH 12/03/2019 12/03/2022 INSTRUKSI KERJA

Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

A. Referensi 1. GB/T 176 -2017, Methods for chemical analysis of cement B. Bahan 1. 2. 3. 4.

Aquades HCl (1 :1) Barium Klorida BaCl2 100 gr/l Semen/Fly Ash

C. Alat 1. 2. 3. 4.

Cawan Porselen Tabung Desikator Corong Kaca Hotplate

5. Kertas Saring 6. Pengaduk kaca 7. Oven Suhu tinggi

D. Urutan Kerja 1. Masukan 0,5 gr sampel ke dalam gelas ukur (m1), kemudian tambahkan 40 ml aquades dan 10 ml HCl 2. Aduk dan panaskan hingga mendidih selama ± 5 menit 3. Tuang larutan yang telah di panaskan ke dalam gelas ukur yang lainnya dan tambahkan aquades yang telah di panaskan hingga 200 ml 4. Panaskan larutan menggunakan hotplate selama ± 3 menit, setelah larutan mendidih campurkan dengan larutan BaCl2 kemudian ambil potongan kertas saring dan rendamkan ke dasar larutan untuk menyerap residu yang ada 5. Tuang larutan ke gelas ukur menggunakan corong dan saring menggunakan kertas saring. Tambahkan dengan aquades untuk membersihkan sisa residu yang masih tertinggal, volume dijaga maksimal 200 6. Timbang cawang kering kosong, kemudian masukan kertas saring dan potongan kertas saring ke dalam cawang porselen 7. Masukan cawan ke dalam oven suhu tinggi (800 - 950)°C selama 30 menit 8. Angkat cawan dan dinginkan di dalam tabung desikator selama 30 menit 9. Masukan kembali cawan ke dalam oven suhu tinggi (800 - 950)°C selama 30 menit 10. Angkat cawan dan dinginkan di dalam tabung desikator selama 30 menit 11. Timbang sampel setelah pengujian (m2) E. Perhitungan

Scan disini

Dimana : W SO3 = Kandungan SO3 (%) m1 = massa sampel 0,5 gr m2 = massa sampel yang telah dibakar dikurangi massa cawan

Untuk menonton video F. Rekaman 1. Laporan Cement Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F19, F20 dan F21) 2. Laporan Fly Ash Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F15 & 16)

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06


Lampiran A.50 No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK50 Tanggal Berlaku PENGUJIAN FREE CaO CONTENT SEMEN DAN FLY ASH 12/03/2019 INSTRUKSI KERJA

Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

No. Revisi Halaman 00 15 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

A. Referensi 1. GB/T 176 -2017, Methods for chemical analysis of cement B. Bahan 1. 2. 3. 4.

Aquades NaOH Etanol Etilen Glikol

5. 6. 7. 8.

C. Alat 1. Labu Ukur 2. Tabung Burret 3. Oven Suhu Tinggi

Fenolftalein Asam Benzoat CaCO3 Semen / Fly Ash

4. Cement Free Calcium Oxide Rapid Detector 5. Hotplate 6. Cawan

D. Urutan Kerja Prosedur Pembuatan Bahan (Reagen) 1. Timbang 0,2 gr NaOH ke dalam labu ukur 50mL, kemudian tambahkan Etanol hingga tanda batas pada labu ukur, kemudian kocok (Larutan 1) 2. Campurkan larutan Etilen Glikol dan Etanol ke dalam tabung labu ukur dengan perbandingan 2 : 1 (1000 : 500 ml), kemudian tambahkan 0,06 gr fenolftalein teteskan larutan 1 hingga berwarna merah terang (Larutan 2) 3. Timbang 12,2 gr Asam Benzoat ke dalam labu ukur 1000mL, kemudian tambahkan Etanol hingga tanda pada labu ukur (Larutan 3) 4. Masukan ≥0,1 gr CaCO3 ke dalam cawan kemudian oven menggunakan oven suhu tinggi (950 1000°C) selama 3 jam Prosedur pengujian 1. Masukan 0,04 gr CaO, kemudian campurkan larutan 2 sebanyak 15 - 20 ml. Atur suhu Cement free calcium oxide rapid detector hingga 220 V, nyalakan stirer selama 3 menit hingga berwarna merah 2. Kemudian titrasi larutan, dengan larutan 3 menggunakan tabung burret. Lakukan titrasi hingga larutan berwarna bening kemudian catat pada tabung burret volume yang dibutuhkan (V 1) 3. Panaskan larutan dengan hotplate hingga larutan berwarna merah 4. Kemudian lakukan titrasi kembali menggunakan larutan 3 menggunakan tabung burret. Lakukan titrasi hingga larutan berwarna bening kemudian catat pada tabung burret volume yang dibutuhkan E. Perhitungan

Scan disini

Keterangan : T CaO = Kadar kapur bebas / Free CaO (%) G = massa CaO Vtotal = total volume (V 1 +V 2 ) Untuk menonton video

F. Rekaman 1. Laporan Cement Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F19, F20 dan F21) 2. Laporan Fly Ash Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F15 & 16)

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07

Rev : 00


Lampiran A.51 No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK51 PENGUJIAN ALKALI CONTENT SEMEN DAN FLY Tanggal Berlaku ASH 12/03/2019 INSTRUKSI KERJA

Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

No. Revisi Halaman 00 16 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

A. Referensi 1. GB/T 176 -2017, Methods for chemical analysis of cement B. Bahan 1. Aquades 2. HCl (1 :1) 3. NH4OH (1:1)

4. (NH4)2CO3 100 5. Metil merah 2 gr/l (0,2 gr dalam 100 ml etanol) 6. Semen / Fly Ash

C. Alat 1. Cawan Porselen 150mL 2. Labu Ukur 3. Flame Photometer 6400A D. Urutan Kerja 1. Pasang regulator ke tabung gas dan pastikan tidak bocor 2. Nyalakan pompa dan atur tekanan ke 0,15 Mpa 3. Nyalakan alat dan api dengan menekan tombol fuel ignition lalu atur hingga api berwarna 4. Kalibrasi alat dengan mengacu kepada tabel berikut : K K Na Na

Konsentrasi = 60 ppm = 0 ppm = 60 ppm = 0 ppm

Angka di alat 100 0 100 0

Setting H diputar L diputar H diputar L diputar

5. Ulangi langkah 4 sebanyak 3 kali hingga mendapatkan angka yang mendekati dan tidak berubah dengan signifikan 6. Buat kurva kalibrasi standar 7. Campurkan 0,2 gr sampel dengan 30 ml larutan H2O hangat (80°C) menggunakan cawan porselen 8. Panaskan larutan selama ± 5 menit, kemudian dinginkan larutan 9. Tambahkan 1 tetes metil merah dan NH4OH sampai berwarna kuning, dan tambahkan 10 ml larutan (NH4)2CO2 10. Panaskan kembali larutan selama ± 10 menit, kemudian dinginkan larutan 11. Tuang ke dalam labu ukur cuci cawan hingga bersih menggunakan aquades, kemudian tambahkan HCl hingga berwarna merah 12. Encerkan hingga garis yang ada di labu ukur Scan disini E. Perhitungan

Dimana : m1 = Nilai X dari persamaan garis K dikali faktor pengenceran (n) m2 = Nilai X dari persamaan garis Na dikali faktor pengenceran (n) Untuk menonton video

F. Rekaman 1. Laporan Cement Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F19, F20 dan F21) 2. Laporan Fly Ash Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F15 & 16)

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07

Rev : 00


Lampiran A.52 No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK52 Tanggal Berlaku PENGUJIAN CHLORIDE CONTENT SEMEN DAN FLY ASH 12/03/2019 INSTRUKSI KERJA

Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

No. Revisi Halaman 00 17 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

A. Referensi 1. GB/T 176 -2017, Methods for chemical analysis of cement B. Bahan 1. 2. 3. 4.

Indikator Bromfenol Biru NaOH 0,5 M Difenilcarbazone Hidrazide HgNO3 0,001 M

C. Alat 1. Chloride Ion Analizer CCL-5 2. Gelas Beker 3. Labu Erlenmeyer

5. 6. 7. 8.

Aquades H2O2 30% H3PO4 85% HNO3 0,5 mol/L

4. Pipet Volumetrik 5. Pipet Tetes 6. Buret

9. Ethanol 10. Cl- 0,04 M 11. Semen / Fly Ash

7. Ayakan 0,075 mm

D. Urutan Kerja A. Titrasi Cl - dan Blanko 1. Siapkan labu erlenmeyer 2. Masukkan ke dalam labu erlenmeyer 5 ml Cl-, 15 ml Ethanol, 2 tetes Indikator Bromfenol Biru, beberapa tetes NaOH sampai berwarna biru, beberapa tetes HNO3 sampai berwarna kuning dan 10 3. Lakukan titrasi dengan menggunakan larutan HgNO3 hingga warna larutan sampel menjadi merah keunguan. Catat penggunaan HgNO3 (V2) 4. Ulangi tahapan tanpa menggunakan sampel untuk titrasi blanko. Catat penggunaan HgNO3 (V 1)

B. Titrasi Sampel dan Blanko 1. Saring sampel menggunakan ayakan 0,075mm, kemudian ambil sampel yang sudah diayak dan timbang 0,3 gr. 2. Masukkan sampel kedalam tabung reaksi khusus alat CCL-5, kemudian masukkan juga 5 tetes H2O2 dan 5 ml H3PO4 kedalamnya. Lalu tutup menggunakan pipa kaca penghubung. 3. Pasangkan selang udara pada bagian kiri pipa dan pada bagian kanan pasangkan selang keluaran uap yang menuju kondensor. 4. Alirkan air pada kondensor secara terus menerus saat pengetesan pada alat CCL-5. 5. Siapkan labu erlenmeyer masukkan 3 ml H2O dan 5 tetes HNO3, kemduian letakkan labu erlenmeyer tersebut pada bagian pengeluaran dibawah kondensor. 6. Nyalakan alat CCL-5 kemudian setting alat, kecepatan udara pada 100-200 ml/min, suhu pada 250260oC dan selama waktu 10-15 menit. Lalu klik tombol time untuk memulai. 7. Setelah selesai matikan alat kemudian lepaskan selang yang terhubung pada pipa kaca penghubung. 8. Masukkan 15 ml Ethanol ke dalam labu erlenmeyer melalui selang dan kondensor . 9. Masukkan 2 tetes Indikator Bromfenol Biru, beberapa tetes NaOH sampai berwarna biru, beberapa tetes HNO3 sampai berwarna kuning dan 10 tetes Difenilcarbazone Hidrazide ke dalam labu erlenmeyer langsung. 10. Lakukan titrasi dengan menggunakan larutan HgNO3 hingga warna larutan sampel menjadi merah keunguan. Catat penggunaan HgNO3 (V2) 11. Ulangi tahapan tanpa menggunakan sampel untuk titrasi blanko. Catat penggunaan HgNO3 (V 1)

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07

Rev : 00


Lampiran A.52 No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK52 Tanggal Berlaku PENGUJIAN CHLORIDE CONTENT SEMEN DAN FLY ASH 12/03/2019 INSTRUKSI KERJA

Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

No. Revisi Halaman 00 18 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

E. Perhitungan A. Perhitungan Konsentrasi Cl-

TC𝐿 −=

0,04 𝑥 5 𝑉2 −𝑉1

Dimana : TCl- = Konsentrasi koreksi ClV2 = Volume penggunaan HgNO3 saat titrasi Cl- (ml) V1 = Volume penggunaan HgNO3 saat titrasi blanko (ml) B. Perhitungan Kandungan Cl-

XC𝐿 −= Dimana : XCL- = TCL- = V2 = V1 = m =

𝑇𝐶𝐿− 𝑥 (𝑉2 −𝑉1 ) 𝑥100 𝑚 𝑥 1000

Persentase kandungan CL- (%) Konsentrasi koreksi ClVolume penggunaan HgNO3 saat titrasi sampel (ml) Volume penggunaan HgNO3 saat titrasi blanko (ml) Massa sampel (gr)

F. Rekaman 1. Laporan Cement Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F19, F20 dan F21) 2. Laporan Fly Ash Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F15 & 16)

Scan disini

Untuk menonton video

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07

Rev : 00


Lampiran A.53 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN FINENESS FLY ASH

No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK53 Tanggal Berlaku 12/03/2019

No. Revisi Halaman 00 19 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

A. Referensi 1. GB/T 1596-2017, Fly ash used for cement and concrete B. Bahan 1. Fly Ash C. Alat 1. Alat saring kehalusan 2. Saringan ukuran 0.045 mm.

3. Timbangan 100 gr ketelitian 0,001 g 4. Cawan D. Urutan Kerja 1. Timbang 10 gram sampel fly ash (g0) 2. Masukkan sample kedalam alat saring kehalusan. 3. Nyalakan alat penyaring kehalusan selama 120 detik 4. Nyalakan kembali alat penyaring kehalusan selama 60 detik 5. Angkat sampel yang tertahan pada saringan 6. Timbang sampel yang tertahan pada saringan (g1) E. Perhitungan

Keterangan : F = persentase kehalusan fly ash (%) g0 = berat awal sampel fly ash (g) g1 = berat sampel fly ash yang tertahan di saringan (g) F. Rekaman 1. Laporan Fly Ash Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F15 & 16) Scan disini

Untuk menonton video

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.54 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN WATER CONTENT FLY ASH

No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK54 00 20 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review 12/03/2019 12/03/2022

A. Referensi 1. GB/T 1596-2017, Fly ash used for cement and concrete B. Bahan 1. Sampel Fly Ash C. Alat 1. 2. 3. 4.

Oven Cawan Porselen Desikator Timbangan dengan ketelitian 0,001g

D. Urutan Kerja 1. Oven cawan porselen pada suhu 105oC hingga berat konstan. Timbang cawan kosong dan catat angkanya. 2. Timbang dengan akurat sampel sebanyak 50 gr (m1) dan masukkan ke dalam cawan porselen. 3. Masukkan cawan porselen berisi sampel ke dalam drying oven dengan suhu 105-110oC selama 8 jam. 4. Angkat cawan porselen berisi sampel dan dinginkan dalam desikator 5. Timbang cawan poselen berisi sampel yang telah di oven, kurangi hasil timbangan dengan berat cawan kosong awal dan catat hasilnya (m0) E. Perhitungan

W=

𝑚1 −𝑚0 𝑥100 𝑚1

Keterangan : W = Water content fly ash (%) m1 = Massa sampel awal m2 = Massa sampel setelah dioven (gr) F. Rekaman 1. Laporan Fly Ash Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F15 & 16)

Scan disini

Untuk menonton video

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07

Rev : 00


Lampiran A.55 No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK55 Tanggal Berlaku PENGUJIAN WATER REQUIREMENT RATIO FLY ASH 12/03/2019 INSTRUKSI KERJA

Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

No. Revisi Halaman 00 21 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

A. Referensi 1. GB/T 1596-2017, Fly ash used for cement and concrete B. Bahan 1. Sampel Fly Ash 2. Semen standar 3. Pasir standar tertahan ayakan 0,6-1,18 4. Air C. Alat 1. Mixer 2. Alat mortar fluidity tester 3. Penggaris D. Urutan Kerja 1. Buat mortar dengan komposisi semen standar 250 gr, pasir standar 750 gr dan air 125 ml menggunakan mesin mixing dan sesuai prosedur standar 2. Masukkan mortar ke dalam cetakan cone pada alat mortar fluidity tester hingga penuh lalu nyalakan 3. Setelah alat berhenti, angkat cone cetakan dan ukur flow mortar dengan menggunakan penggaris. 4. Buat mortar dengan komposisi semen standar 175 gr, pasir standar 750 gr dan fly ash 75 gr. 5. Volume penambahan air disesuaikan agar flow mortar yang dihasilkan tidak jauh berbeda dengan flow mortar tanpa fly ash. 6. Masukkan mortar ke dalam cetakan cone pada alat mortar fluidity tester hingga penuh lalu nyalakan 7. Setelah alat berhenti, angkat cone cetakan dan ukur flow mortar dengan menggunakan penggaris. 8. Apabila volume air dan flow belum sesuai maka pembuatan mortar diulangi hingga volume air sesuai dengan flow yang ditentukan dan apabila sudah sesuai, catat volume air yang dibutuhkan saat E. Perhitungan

WR=

𝐿1 𝐺

Keterangan : WR = Water Requirement Ratio (%) L1 = Volume air yang digunakan untuk membuat mortar dengan fly ash (ml) G = Volume air yang digunakan untuk membuat mortar tanpa fly ash (ml) F. Rekaman 1. Laporan Fly Ash Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F15 & 16) Scan disini

Untuk menonton video

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07

Rev : 00


Lampiran A.56 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN CaO CONTENT FLY ASH

No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK56 Tanggal Berlaku 12/03/2019

No. Revisi Halaman 00 22 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

A. Referensi 1. GB/T 1596-2017, Fly ash used for cement and concrete B. Bahan 1. 2. 3. 4. 5.

Sampel Fly Ash NaOH Aquadest HCl (1:5) Asam Nitrat

C. Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Cawan porselen dan penutupnya Timbangan Oven suhu tinggi Gelas beker Hot plate Labu takar

6. Calcein 7. Metil Timol Biru 8. Fenol 9. KNO3 10.EDTA

11.KF 12.Trietanolamine 13.CaCO3

D. Urutan Kerja A. Pembuatan Larutan Sampel 1. Timbang 0,5 gr sampel dan 6-7 gr NaOH lalu masukkan ke dalam cawan 2. Tutup cawan dan oven pada suhu 650-700 oC selama 20 menit 3. Keluarkan cawan, dinginkan lalu kocok 4. Masukkan cawan ke dalam gelas beker yang berisi 100 ml aquadest panas 5. Panaskan gelas beker berisi cawan diatas hot plate 6. Angkat cawan lalu cuci cawan dan penutupnya 7. Tambahkan 25-30 ml HCl dan 1 ml asam nitrat lalu didihkan kembali menggunakan hot plate 8. Setelah mendidih angkat lalu dinginkan 9. Masukkan larutan ke dalam labu takar 250 ml, tambahkan aquadest hingga tanda batas lalu kocok B. 1. 2. 3. 4. 5.

Pembuatan CMP Mixing Indikator Timbang 1000 gr calcein Timbang 1000 gr metil timol biru Timbang 0,2 gr fenol Timbang 50 gr KNO3 yang telah dipanaskan hingga kering pada suhu 105-110 oC Campurkan bahan yang telah ditimbang tadi dan simpan

C. 1. 2. 3. 4.

Pembuatan EDTA Timbang 5,6 gr EDTA dan larutkan dalam gelas beker berisi aquadest 200 ml Panaskan diatas hot plate sambil diaduk Saring menggunakan kertas saring apabila terdapat endapan tidak larut Masukkan larutan ke dalam labu takar 1000 ml, tambahkan aquadest hingga tanda batas lalu kocok

D. Pembuatan larutan CaCO3 standar 1. Timbang >10gr CaCO3 lalu oven pada suhu 105-110 oC selama 2 jam 2. Ambil lalu timbang CaCO3 yang telah di oven sebanyak 0,6 gr masukkan ke dalam gelas beker 3. Larutkan dengan 100 ml aquadest lalu tutup gelas beker Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.56 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN CaO CONTENT FLY ASH

No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK56 Tanggal Berlaku 12/03/2019

No. Revisi Halaman 00 23 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

4. Secara perlahan masukkan 10 ml HCL (1:1) lalu aduk. 5. Panaskan larutan diatas hot plate selama 10-20 menit, kemudian dinginkan 6. Masukkan larutan ke dalam labu takar 250 ml, tambahkan aquadest hingga tanda batas lalu kocok E. Kalibrasi EDTA 1. Ambil 25 ml larutan CaCO3 standar masukkan kedalam gelas beker dan larutkan dengan 200 ml aquadest 2. Tambah beberapa jari CMP mixing indicator lalu aduk menggunakan stirrer 3. Saat pengadukan tambahkan 2-3 ml KF hingga larutan berwarna kehijauan 4. Titrasi menggunakan EDTA sampai warna kehijauan hilang dan tampak kemerahan 5. Catat volume penggunaan EDTA F. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Titrasi EDTA Tambahkan 25 ml larutan sampel dan 7 ml KF ke dalam gelas beker Aduk kemudian diamkan selama 2 menit Tambahkan aquadest hingga volume menjadi 200 ml, tambahkan 5 ml Triethanolamine dan beberapa jari CMP Mixing indicator Aduk menggunakan stirrer Tambahkan 5-8 ml KF saat pengadukan hingga warna berubah menjadi kehijauan Pastikan larutan memiliki pH>13 Titrasi menggunakan EDTA sampai warna kehijauan hilang dan tampak kemerahan Catat volume penggunaan EDTA

E. Perhitungan Perhitungan Konsentrasi EDTA

Keterangan : cEDTA = Konsentrasi EDTA standar untuk titrasi (mol/L) m = Massa CaCO3 (gr) V = Volume EDTA yang dibutuhkan untuk mencapai equivalen saat titrasi (ml)

`

Perhitungan CaO Content

Keterangan : WCaO = TCaO = V = m =

CaO content (%) Konsentrasi EDTA standar untuk titrasi (mg/ml) Volume EDTA yang dibutuhkan untuk mencapai equivalen saat titrasi (ml) Massa sampel (gr)

F. Rekaman 1. Laporan Fly Ash Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F15 & 16)

Scan disini

Untuk menonton video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.14 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN GRADASI PARTIKEL AGREGAT HALUS

No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK14 Tanggal Berlaku 12/03/2019

No. Revisi Halaman 00 24 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

A. PENGUJIAN GRADASI PARTIKEL AGREGAT HALUS Referensi 1. GB/T 14684 - 2001, Sand for Building Bahan 1. Agregat Halus Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Oven suhu (105±5)˚C Timbangan 1000 g, ketelitian 1 g Saringan 150μm, 300μm, 600μm, 1,18mm, 2,36mm, 4,75mm, Pan Mesin ayak Kape, Kuas

Urutan Kerja 1. Ambil sampel 1100g, keringkan dengan oven suhu (105±5)°C, setelah pendinginan hingga suhu ruang, bagi menjadi dua bagian yang sama. 2. Timbang sampel 500g, akurat hingga 1g. sampel ditempatkan pada satu set saringan dari ukuran lubang ayakan terbesar ke yang terkecil. 3. Sampel diayak selama 10 menit, setelah diayak timbang sampel per ayakan. Perhitungan Fineness Modulus dihitung menurut rumus hingga 0,1% terdekat

Keterangan: Mx '= Fineness Modulus A1, A2, A3, A4, A5, A6 = Kumulatif tertahan ayakan 4,75mm, 2,36mm, 1,18mm, 600μm, 300μm, 150μm (%) Rekaman 1. Laporan Fine Aggregate Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F07)

Scan disini

Untuk menonton video

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.15 No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK15 Tanggal Berlaku PENGUJIAN SILT CONTENT AGREGAT HALUS 12/03/2019 INSTRUKSI KERJA

Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

No. Revisi Halaman 00 25 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

B. PENGUJIAN SILT CONTENT AGREGAT HALUS

Referensi 1. GB/T 14684 - 2001, Sand for Building Bahan 1. Agregat Halus Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Oven suhu (105±5)˚C Timbangan 1000 g, ketelitian 1 g Saringan 150μm, 300μm, 600μm, 1,18mm, 2,36mm, 4,75mm, Pan Mesin ayak Kape, Kuas

Urutan Kerja 1. Ambil sampel 1100g, keringkan dengan oven suhu (105±5)°C, setelah pendinginan hingga suhu ruang, bagi menjadi dua bagian yang sama. 2. Timbang sampel 500g, akurat hingga 0,1g (G0). rendam sampel dengan air selama 2 jam, lalu cuci sampel dengan ayakan 1,18mm dan 75μm. 3. Kemudian sampel pada kedua ayakan tersebut dituang kedalam nampan, dan dikeringkan di dalam oven suhu (105±5)°C. setelah pendinginan hingga suhu ruang, timbang akurat hingga 0,1g. (G1) Perhitungan

Keterangan: Q = Kadar lumpur (%) G0 = Berat sampel kering sebelum pengujian (g) G1 = Berat sampel kering setelah pengujian (g) Rekaman 1. Laporan Fine Aggregate Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F06)

Scan disini

Untuk menonton video

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.16 No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK16 Tanggal Berlaku PENGUJIAN CLAY LUMP CONTENT AGREGAT HALUS 12/03/2019 INSTRUKSI KERJA

Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

No. Revisi Halaman 00 26 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

C. PENGUJIAN CLAY LUMP CONTENT AGREGAT HALUS Referensi 1. GB/T 14684 - 2001, Sand for Building Bahan 1. Agregat halus Alat 1. 2. 3. 4.

Oven suhu (105±5)°C Timbangan berat 1000g, akurat 0,1g Saringan 600μm ; 1,18mm Cawan Porcelain

Urutan Kerja 1. Ambil sampel 5kg, oven dengan suhu (105±5)˚C, setelah dingin sampel diayak dengan ayakan 1,18mm 2. Timbang 200g sampel akurat hingga 0,1g (G1). Rendam sampel selama 24 jam. 3. Sampel dicuci dengan ayakan 600μm sampai bersih 4. Pasir yang telah dicuci dikeringkan didalam oven dengan suhu (105±5)˚C. Setelah itu sampel ditimbang. (G2) Perhitungan

Keterangan: Q = Kadar Lumpur (%) G1 = Berat Sebelum Dicuci G2 = Berat Setelah Dioven Rekaman 1. Laporan Fine Aggregate Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F06)

Scan disini

Untuk menonton video

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.17 No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK17 Tanggal Berlaku PENGUJIAN MICA CONTENT AGREGAT HALUS 12/03/2019 INSTRUKSI KERJA

Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

No. Revisi Halaman 00 27 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

D. PENGUJIAN MICA CONTENT AGREGAT HALUS Referensi 1. GB/T 14684 - 2001, Sand for Building Bahan 1. Agregat halus Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Oven (105±5)°C Kaca pembesar Timbangan 100g, akurat 0,01g Ayakan 300μm dan 4,75mm Pinset Wadah

Urutan Kerja 1. Ambil sampel sebanyak 150g, masukkan oven pada suhu (105±5)°C, setelah pendinginan pada suhu ruang, 2. Saring sampel yang tertahan antara ayakan 300μm sampai 4,75mm selama 600 detik 3. Timbang sampel 15g, akurat 0,01g (G1). 4. Tuang sampel kedalam cawan, pilih semua mika pada sampel dengan pinset dan kaca pembesar. 5. Timbang massa mika ke 0,01g terdekat (G2). Perhitungan

Keterangan: Q = Mica Content (%) G1 = Berat sampel pada ayakan 300μm – 4,75mm (g) G2 = Berat mika (g) Rekaman 1. Laporan Fine Aggregate Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F07)

Scan disini

Untuk menonton video

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.18 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN ORGANIC CONTENT AGREGAT HALUS

No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK18 Tanggal Berlaku 12/03/2019

No. Revisi Halaman 00 28 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

E. PENGUJIAN ORGANIC CONTENT AGREGAT HALUS

Referensi 1. GB/T 14684 - 2001, Sand for Building Bahan 1. Agregat halus 2. Sodium Hidroksida, Asam Sitrat, Etanol, Air Suling 3. Larutan standar: Larutkan 2g asam sitrat dalam konsentrasi 98mL larutan 10% etanol untuk mendapatkan larutan asam sitrat yang diinginkan, kemudian ambil 25mL larutan dan suntikkan 975mL larutan sodium hidroksida 3%, dikocok dan dibiarkan selama 24 jam untuk mendapatkan larutan standar. Alat 1. 2. 3. 4.

Timbangan 1000 g keakuratan hingga 0.1 g, timbangan 100 g keakuratan hingga 0.1 g Gelas ukur ukuran 10 ml, 100 ml, 250 ml, 1000 ml Ayakan diameter 4,75 mm Pengaduk kaca dan pipet

Urutan Kerja 1. Ambil sampel sebanyak 500 g dan tertahan di ayakan diameter 4,75 mm 2. Masukkan sampel kedalam gelas ukur 250 mL sebanyak 130 ml, 3. Tambahkan cairan NaOH dengan konsentrasi 3% hingga 200 ml. 4. Kemudian kocok sampel yang sudah tercampur dengan NaOH hingga merata dan diamkan selama 24 jam. Analisis 1. Bandingkan warna larutan standar dengan warna larutan yang ada diatas permukaan, volume larutan standar dan larutan yang mengandung sampel harus sama. 2. Standar penerimaan warna maksimal adalah skala 3.

2

3

4

1

Scan disini

Rekaman 1. Laporan Fine Aggregate Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F07)

Untuk menonton video

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.19 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN SOLIDNESS AGREGAT HALUS

No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK19 Tanggal Berlaku 12/03/2019

No. Revisi Halaman 00 29 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

F. PENGUJIAN SOLIDNESS AGREGAT HALUS Referensi 1. GB/T 14684 - 2001, Sand for Building Bahan 1. 10% Barium Klorid (BaCl2) 2. Larutan Sodium Sulfat 3. Agregat Halus Alat 1. 2. 3. 4.

Oven suhu (105±5)°C Timbangan 1000g, akurat hingga 0,1g Keranjang kaki tiga Ayakan

5. Silinder Porselain, 10L atau lebih besar 6. Hidrometer 7. Pengaduk kaca, plat enamel, sikat, dll

Urutan Kerja 1. Ambil sampel 2000g, kemudian dikeringkan di oven suhu (105±5)°C, setelah itu dinginkan pada suhu ruang. Setelah dingin ayak dengan ayakan lebih besar dari 4,75mm dan lebih kecil dari 300μm. Kemudian dibagi untuk ayakan 300μm - 600μm ; 600μm – 1,18mm ; 1,18mm – 2,36mm ; 2,36mm – 4,75mm. 2. Timbang masing – masing ukuran sampel 100g, akurat hingga 0,1g. sampel dengan ukuran yang berbeda masing – masing dituang kedalam keranjang. 3. Rendam sampel di dalam larutan Na2SO4 dengan suhu 20 – 25° C. 4. Setelah direndam selama 20 jam, angkat keranjang dan sampel dioven dengan suhu (105±5)°C selama 4 jam. Kemudian sampel di dinginkan hingga mencapai suhu ruangan 5. Ulangi langkah 3 dan 4 sampai siklus ke 5 6. Setelah siklus ke 5, material dicuci dengan air hangat. Sampel yang telah dicuci dimasukkan ke dalam oven suhu (105±5)°C, setelah dioven keluarkan dan dinginkan. Setelah dingin sampel diayak dengan ayakan dibawah ukuran sampel. Timbang setiap sampel ke 0,1g terdekat. Perhitungan

P i=

𝐺1−𝐺2 x100 𝐺1

Keterangan: Pi = Persentase kehilangan massa masing-masing fraksi (%) G1 = Massa masing-masing sampel sebelum pengujian (g) G2 = Massa sampel setelah pengujian (g)

Scan disini

Presentase kehilangan massa total sampel dihitung sebagai berikut: 𝜕1𝑃1 + 𝜕2𝑃2 + 𝜕3𝑃3 + 𝜕4𝑃4 𝑃= 𝜕1 + 𝜕2 + 𝜕3 + 𝜕4 Untuk menonton video Keterangan: P = Persentase total kehilangan massa sampel (%) ∂1, ∂2, ∂3, ∂4 = Persentase total massa sampel (sampel asli dikecualikan dari partikel 4,75mm dan lebih kecil dari 300 μm) (%) P1, P2, P3, P4 = Persentase kehilangan massa setiap sampel kelas (%) Rekaman 1. Laporan Fine Aggregate Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F08)

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.20 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN LIGHTWEIGHT CONTENT AGREGAT HALUS

No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK20 Tanggal Berlaku 12/03/2019

No. Revisi Halaman 00 30 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

G. PENGUJIAN LIGHTWEIGHT CONTENT AGREGAT HALUS

A. Referensi 1. GB/T 14684 - 2001, Sand for Building B. Bahan 1. Zinc Cloride (ZnCl 2 ) 2. Agregat Halus C. Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Oven suhu (105±5)°C Timbangan 1000g, akurat hingga 0,1g Gelas ukur 1000mL, 250mL, 150mL Hydrometer Ayakan 4,75mm dan 300μm Cawan, pengaduk, dll

D. Urutan Kerja 1. Ambil 800g sampel, kemudian masukkan oven (105±5)°C. Setelah dingin pada suhu ruang, ayak dengan ayakan 4,75mm dan ayakan 300μm kemudian bagi 2 sama besar. 2. Timbang sampel 200g dengan ketelitian 0,1g (G1). Tuangkan zinc cloride dan sampel kedalam gelas ukur. Aduk menggunakan sendok pengaduk dan tunggu 5 menit. 3. Perhatikan agregat yang mengambang. Angkat agregat yang mengambang ke dalam cawan. 4. Oven agregat yang mengambang tadi pada suhu (105±5)°C. Setelah dingin timbang berat agregat yang mengambang dengan cawan ke 0,1g terdekat (G2). E. Perhitungan

Keterangan: Q = Lightweight Content (%) G1 = Berat ayakan 300μm – 4,75mm (g) G2 = Berat partikel ringan dan cawan (g) F. Rekaman 1. Laporan Fine Aggregate Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F07)

Scan disini

Untuk menonton video

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.21 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

MOISTURE CONTENT

No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK21 Tanggal Berlaku 12/03/2019

No. Revisi Halaman 00 31 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

H. MOISTURE CONTENT Referensi 1. GB/T 14685 - 2011, Pebble and Crushed Stone for Construction Bahan 1. Agregat Halus Alat 1. 2. 3. 4.

Oven suhu (105±5)˚C Timbangan 1000 g Spatula, wadah Microlance Instant Moisture and Temperature

Urutan Kerja Pengujian Moisture Content Menggunakan Oven 1. Ambil sampel 1100 g dibagi 2 sama besar 2. Timbang sampel dimasukkan kedalam oven (G1) 3. Sampel dioven pada suhu (105±5)˚C 4. Dinginkan sampel hingga suhu stabil 5. Timbang sampel setelah dikeringkan (G2) Pengujian Moisture Content Menggunakan Alat Microlance Instant Moisture 1. Tancapkan pada material split di stock material dan bin material masing - masing 3 titik 2. Tunggu hingga nilai kadar air pada alat microlance Instant Moisture and Temperature stabil 3. Catat nilai moisture content yang terbaca di alat microlance Instant Moisture and Temperature Perhitungan Moisture content menggunakan oven dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Keterangan: Z = Moisture Content (%) G1 = Massa sampel sebelum dioven (g) G2 = Massa sampel setelah dioven (g) Catatan : Masukkan nilai kadar air pada sistem batching plant untuk koreksi timbangan material pasir, split, dan air Rekaman 1. Laporan Fine Aggregate Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F09) 2. Formulir Harian Moisture Content (Form : WB-MC2-ENG-F05)

Scan disini

Untuk menonton video

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.22 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN APPARENT DENSITY AGREGAT HALUS

No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK22 Tanggal Berlaku 12/03/2019

No. Revisi Halaman 00 32 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

I. PENGUJIAN APPARENT DENSITY AGREGAT HALUS Referensi 1. GB/T 14684 - 2001, Sand for Building Bahan 1. Agregat Halus Alat 1. Timbangan 1000g akurasi hingga 0,1g 2. Labu ukur 3. Lap kering 4. Oven suhu (105±5)˚C 5. Termometer Urutan Kerja 1. Oven sampel 660g pada suhu (105±5)˚C, setelah didinginkan bagi 2 sampel sama rata 2. Timbang sampel kering 300g (m0) 3. Masukkan kedalam labu ukur 4. Isi air sampai leher labu ukur (mendekati volume 500mL) 5. Goyangkan labu ukur sampai gelembung udara keluar seluruhnya 6. Diamkan 24 jam 7. Tambahkan air dengan pipet sampai 500mL 8. Tutup labu ukur dengan penutup 9. Timbang labu ukur + air + sampel (m1) 10 Keluarkan sampel dari labu ukur dan bersihkan labu ukur 11. Isi botol dengan air dengan suhu berkisar antara 15 -25 oC sampai 500mL dan pasang penutup 12. Timbang dengan ketelitian 1g (m2) Perhitungan

𝑚0 − 𝛼𝑡 𝑥 1000 𝑚0 + 𝑚2 − 𝑚1 Keterangan: ρ = Apparent Density (kg/m3) m0 = Berat sampel kering (g) m1 = Berat botol+air+sampel (g) m2 = Berat botol+air (g) αt = Faktor koreksi suhu ρ=

Tabel koreksi suhu

Rekaman 1. Laporan Fine Aggregate Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F06)

Scan disini

Untuk menonton video

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.23 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN BULK DENSITY AND VOID AGREGAT HALUS

No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK23 Tanggal Berlaku 12/03/2019

No. Revisi Halaman 00 33 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

J. PENGUJIAN BULK DENSITY AND VOID AGREGAT HALUS Referensi 1. GB/T 14684 - 2001, Sand for Building Bahan 1. Agregat Halus Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Oven suhu (105±5)˚C Timbangan 10kg akurat 1g Silinder Uji 3 L Ayakan 4,75mm Tulangan diameter 10mm panjang 500mm Penggaris, skop atau sendok, plat enamel, sikat, dll

Urutan Kerja 1. Penggujian Bulk Density a. Timbang berat silinder uji kosong (G2) b. Masukkan sampel kedalam silinder uji menggunakan spatula dengan tinggi jatuh 50 mm. c. Isi silinder uji dengan sampel hingga penuh, ratakan permukaan silinder d. Timbang berat silinder dan sampel (G1) 2. Pengujian Compact Density

a. Timbang berat silinder uji kosong (G2) b. Ambil sampel dan isi sebanyak dua lapis. Lapis pertama diisi sampel lalu Silinder diletakkan diatas tulangan dan diketuk sebanyak 25 kali. c. Dilakukan metode yang sama untuk lapis kedua d. Setelah silinder uji terisi penuh sampel diratakan e. Timbang berat silinder dan sampel (G1) Perhitungan Perhitungan density dihitung dengan rumus sebagai berikut: 𝐺1 − 𝐺2 𝜌1 = 𝑉 Keterangan : ρ1 = Bulk Density / Compact Density (kg/m3) G1 = Berat sampel (g) G2 = Berat Cylinder (g) V = Volume Cylinder (L)

Scan disini Rasio void dihitung menurut persamaan berikut: 𝜌1 𝑉0 = 1 − 𝑥100 𝜌2 Keterangan: V0 = Void Ratio (%) ρ1 = Bulk Density / Compact Density (kg/m3) ρ2 = Apparent Density (kg/m3) Rekaman 1. Laporan Fine Aggregate Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F06)

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00

Untuk menonton video


Lampiran A.24 No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK24 00 34 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review PENGUJIAN WATER ABSORBTION AGREGAT HALUS 12/03/2019 12/03/2022 INSTRUKSI KERJA

Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

K. PENGUJIAN WATER ABSORBTION AGREGAT HALUS Referensi 1. GB/T 14684 - 2001, Sand for Building Bahan 1. Agregat Halus Alat 1. 2. 3. 4. 5.

Oven suhu (105±5)˚C Timbangan 1000g, ketelitian 0,1g Hair Dryer Kerucut dan penumbuk SSD Mangkuk (wadah)

Urutan Kerja 1. Ambil sampel 1100g, bagi dua sama rata dengan metode quarter 2. Sampel dituang air sehingga permukaan air 20mm diatas permukaan selama 24 jam 3. Sampel di jemur hingga mendapatkan kondisi SSD (Jenuh permukaan) 4. Check kondisi sampel SSD (Jenuh permukaan) dengan menggunakan kerucut dengan memasukkan sampel menjadi 2 lapir dengan setiap lapisannya di tumbuk sebanyak 13 kali. Kemudian diratakan dan diangkat. Kondisi SSD dapat dilihat pada gambar 3(b) dan 4(b)

5. Bila kondisi sampel terlalu kering sampel di semprotkan air dan diaduk merata hingga mencapai kondisi SSD atau jenuh permukaan dan apabila sampel terlalu basah, sampel dapat dijemur kembali dan ulangi langkah ke 4 6. Ambil 2 sampel SSD masing-masing 500g, timbang dengan ketelitian 0,1g (m0). Setelah itu oven dengan suhu (105±5)˚C 7. Timbang sampel setelah dioven (m1). Perhitungan 𝑚0 − 𝑚1 𝑄𝑥 = 𝑥100 𝑚1 Keterangan: Qx = Water Absorbtion (%) m0 = Berat sampel permukaan jenuh (g) m1 = Berat sampel kering (g) Rekaman 1. Laporan Fine Aggregate Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F09)

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00

Scan disini

Untuk menonton video


Lampiran A.25 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN KLORIDE CONTENT AGREGAT HALUS

No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK25 Tanggal Berlaku 12/03/2019

No. Revisi Halaman 00 35 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

L. PENGUJIAN KLORIDE CONTENT AGREGAT HALUS Referensi 1. GB/T 14684 - 2001, Sand for Building Bahan 1. Larutan standar natrium klorida 0,01 mol/L 2. Larutan standar perak nitrat 0,01 mol/L (AgNO3) 3. Larutan indikator kalium Kromat 5% (K2CrO4) 4. Agregat Halus Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Oven suhu (105±5)˚C Timbangan 1000g dengan ketelitian 0,1g Pipet 50mL Labu volumetrik 500mL Gelas ukur 1000mL Kertas saring, piring porselen, sikat Tabung Erlenmeyer 300mL Buret 10mL atau 25mL, akurat hingga 0,1mL

Urutan Kerja A. Prosedur Pengujian Sampel 1. Ambil sampel sekitar 1100g, dan dikeringkan di oven (105±5)˚C. Setelah pendinginan hingga suhu ruang, sampel dibagi menjadi dua bagian yang sama. 2. Timbang 500g sampel ke 0,1g terdekat (G0). Tuang sampel ke dalam labu takar 1000mL, tambahkan 500mL aquades 3. Kemudian kocok setiap 5 menit sebanyak 3 kali, diamkan selama 2 jam. 4. Pipet filtrat sebanyak 50mL dimasukkan ke labu erlenmeyer 5. Tambah 1mL indikator kalium kromat 5%, lalu titrasi dengan AgNO3 sampai berwarna merah bata dan catat konsumsi pemakaian (A). B. Prosedur Pengujian Blanko 1. Pipet aquades 50mL dimasukkan kedalam labu erlenmeyer. 2. Tambah 1mL indikator kalium kromat 5%, lalu titrasi dengan AgNO 3 sampai berwarna merah bata dan catat konsumsi pemakaian (B). Perhitungan 𝑁(𝐴 − 𝐵)𝑥0,0355𝑥10 𝑄= 𝑥100 𝐺0 Keterangan: = CL ̅ konten (%) Q = Konsentrasi AgNO3 (mol/L) N A = Volume AgNO3 yang terpakai (mL) (Sampel) B = Volume AgNO3 sebelum dipakai (mL) (Blanko) 0,0355 = Faktor Konversi 10 = Rasio volume larutan sampel G0 = Berat sampel Rekaman 1. Laporan Fine Aggregate Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F09)

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00

Scan disini

Untuk menonton video


Lampiran A.26 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN KADAR SULFIDA DAN SULFAT

No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK26 00 36 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review 12/03/2019 12/03/2022

M. KADAR SULFIDA DAN SULFAT Referensi 1. GB/T 14684 - 2001, Sand for Building Bahan 1. Sampel material lolos ayakan 0,075 mm 2. 10 ml HCl 1:1 3. Kertas Saring 4. 10 ml BaCl2 5. Aquades Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Oven suhu (105±5)˚C Oven suhu tinggi 1000˚C Hotplate Timbangan 1000 g keakuratan hingga 0.1 g, timbangan 100 g keakuratan hingga 0.001 g Gelas Kimia 300 ml Gelas ukur ukuran 20 ml, 100 ml Ayakan diameter 0,075 mm

Urutan Kerja 1. Ambil sampel sebanyak 1 gr (G1) masukan ke dalam gelas kimia 300 ml, campurkan dengan larutan H20 dan 10 ml HCl 1:1 hingga merata 2. Panaskan larutan yang telah dicampurkan di atas plate selama 5 menit hingga mendidih 3. Setelah dipanaskan saring larutan dengan kertas saring kemudian cuci dengan aquades untuk membersihkan sampel yang masih tersisa. Penambahan aquades diusahakan tidak lebih dari 200 ml 4. Hasil larutan yang telah di saring menggunakan kertas saring, kemudian ditambahkan dengan larutan BaCl2 sebanyak 10 ml dan aquades, volume dijaga agar tetap 200 ml 5. Aduk larutan kemudian rebus kembali larutan yang telah disaring menggunakan hotplate, setelah mendidih diamkan hingga 4 jam 6. Saring larutan menggunakan kertas saring ashless, 7. Timbang berat cawan porseline kosong (m0), kemudian masukan kertas saring ke dalam cawan dan masukan ke dalam oven suhu tinggi (800°C) selama 30 menit 8. Timbang cawan porseline berisi kertas saring yang telah di oven (m1). Perhitungan 𝑡2 = 𝑚1 − 𝑚0 𝐺2 𝑥0,343 𝑄= 𝑥100 𝐺1 Keterangan: = Kadar SO3 (%) Q G1 = Berat sampel (g) G2 = Berat kertas saring yang dibakar (g) 0,343 = Koefisien SO3 m0 = Berat cawan porseline kosong (g) m1 = Berat cawan porseline berisi kertas saring yang telah dioven (g) Rekaman 1. Laporan Fine Aggregate Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F09)

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00

Scan disini

Untuk menonton video


Lampiran A.1 No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK01 00 37 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review PENGUJIAN CRUSH INDEX AGREGAT KASAR 12/03/2019 12/03/2022 INSTRUKSI KERJA

Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

A. PENGUJIAN CRUSH INDEX AGREGAT KASAR Referensi 1. GB/T 14685 - 2011, Pebble and Crushed Stone for Construction Bahan 1. Agregat Kasar Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

19,00

G1 Mesin uji tekan 300kN Timbangan 10kg Saringan diameter 2,36mm ; 9,50mm ; 19,0mm Stick Diameter 8mm Silinder Crush Index Pan Oven suhu (105±5)˚C Mesin Ayak

9,50

G2

2,36

Urutan Kerja 1. Sampel diambil lalu dikeringkan udara, saring partikel yang tertahan pada saringan 9,50mm - lolos 19,00mm 2. Timbang sampel 3000g (G1). Setelah sampel dibagi menjadi 2 bagian sama besar, ditempatkan di cetakan silinder dengan diameter 150mm, tiap lapisan digetarkan sebanyak 25 kali. Setelah silinder penuh, permukaan sampel dalam silinder diratakan. 3. Cetakan silinder yang berisi sampel ditempatkan pada alat uji tekan, ditekan hingga 200kN pada kecepatan 1kN/detik dan ditahan selama 5 detik, kemudian dibongkar. Kepala tekanan dilepas, sampel dituang, dan partikel halus yang dihasilkan diayak dengan ayakan 2,36mm hingga 9,50mm dan berat sampel yang tertahan pada ayakan diatas ditimbang (G2). Perhitungan Crush index dihitung menurut rumus hingga 0,1% terdekat

Keterangan: Qc = Crush indeks (%) G1 = Massa sampel (g) G2 = Massa sampel setelah tes penghancuran (g) Rekaman 1. Laporan Coarse Aggregate Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F02) Scan Disini

Untuk Menonton Video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.2 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN SIEVE ANALYSIS AGREGAT KASAR

No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK02 Tanggal Berlaku 12/03/2019

No. Revisi Halaman 00 38 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

B. PENGUJIAN SIEVE ANALYSIS AGREGAT KASAR Referensi 1. GB/T 14685 - 2011, Pebble and Crushed Stone for Construction Bahan 1. Agregat Kasar Berat minimal sampel material berdasarkan ukuran maksimum agregat sebagai berikut Ukuran Max Agregat (mm)

9,5

16

19

26,5

31,5

37,5

63

75

Berat Minimal (Kg)

1,9

3,2

3,8

5,0

6,3

7,5

12,6

16,0

Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Oven suhu (105±5)˚C Timbangan 10 Kg Saringan 2,36mm ; 4,75mm ; 9,50mm ; 16,0mm ; 19,0mm ; 26,5mm ; 31,5mm Pan Mesin ayak Kape, Kuas

Urutan Kerja 1. Material dikeringkan dalam oven pemanas sampai berat tetap (kadar air 0%) 2. Timbang sampel material sesuai dengan berat minimum yang ditentukan, sampel material diletakkan pada saringan 3. Saringan ditempatkan pada mesin ayak dan diayak selama 10 menit. 4. Timbang berat agregat yang tertahan pada masing-masing saringan, catat pada form WB-HSR-PS-06F23 5. Ulangi langkah 1 - 4 sekurang-kurangnya 2 kali Perhitungan 1. Hitung presentase residu ayakan: rasio residu ayakan masing-masing ayakan terhadap total massa sampel akurat hingga 0,1% 2. Hitung presentase kumulatif residu ayakan, jika perbedaan antara jumlah residu ayakan masing-masing lebih dari 1% maka harus diuji ulang. Rekaman 1. Laporan Coarse Aggregate Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F02) Scan Disini

Untuk Menonton Video

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.3 No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK03 00 39 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review PENGUJIAN CLAY LUMP CONTENT AGREGAT KASAR 12/03/2019 12/03/2022 INSTRUKSI KERJA

Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

C. PENGUJIAN CLAY LUMP CONTENT AGREGAT KASAR Referensi 1. GB/T 14685 - 2011, Pebble and Crushed Stone for Construction Bahan 1. Agregat Kasar Berat minimal sampel material berdasarkan ukuran maksimum agregat sebagai berikut

Ukuran Max Agregat (mm) Berat Minimal (Kg) Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6.

9,5

16

19

26,5

31,5

37,5

63

75

2,0

2,0

6,0

6,0

10,0

10,0

20,0

20,0

Oven suhu (105±5)˚C Timbangan 10 Kg Saringan 2,36mm ; 4,75mm ; 9,50mm ; 16,0mm ; 19,0mm ; 26,5mm ; 31,5mm Pan Mesin ayak Wadah / ember

Urutan Kerja 1. Material dikeringkan dalam oven pemanas sampai berat tetap (kadar air 0%) 2. Timbang sampel material sesuai dengan berat minimum yang ditentukan, sampel material diletakkan pada saringan 3. Saringan ditempatkan pada mesin ayak dan diayak selama 10 menit. 4. Timbang sampel yang tertahan pada saringan 4,75 mm, kemudian sampel dibagi 2 sama besar (G 1) 5. Letakkan sampel pada wadah, kemudian diisikan air bersih hingga menutupi permukaan sampel. Rendam sampel selama 24 jam 6. Letakan sampel di atas saringan 2,36 mm, alirkan air diatas sampel dan lakukan pencucian terhadap sampel material hingga air cucian jernih 7. Sampel yang telah dicuci dikeringkan didalam oven dengan suhu 105±5˚C 8. Timbang sampel cuci yang sudah dikeringkan (G2) 9. Ulangi langkah 5-8 untuk sampel kedua Perhitungan

Keterangan: Q = Kadar Lumpur (%) G1 = Berat sampel tertahan 4,75mm (gr) G2 = Berat Setelah Dioven (gr) Rekaman 1. Laporan Coarse Aggregate Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F02)

Scan Disini

Untuk Menonton Video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.4 No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK04 00 40 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review PENGUJIAN SILT CONTENT AGREGAT KASAR 12/03/2019 12/03/2022 INSTRUKSI KERJA

Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

D. PENGUJIAN SILT CONTENT AGREGAT KASAR Referensi 1. GB/T 14685 - 2011, Pebble and Crushed Stone for Construction Bahan 1. Agregat Kasar Berat minimal sampel material berdasarkan ukuran maksimum agregat sebagai berikut

Ukuran Max Agregat (mm) Berat Minimal (Kg) Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6.

9,5

16

19

26,5

31,5

37,5

63

75

2,0

2,0

6,0

6,0

10,0

10,0

20,0

20,0

Oven suhu (105±5)˚C Timbangan 10 Kg Saringan 75μm ; 1,18mm ; 2,36mm ; 4,75mm ; 9,50mm ; 16,0mm ; 19,0mm ; 26,5mm ; 31,5mm Pan Mesin ayak Wadah / ember

Urutan Kerja 1. Material dikeringkan dalam oven pemanas sampai berat tetap (kadar air 0%) 2. Timbang sampel material sesuai dengan berat minimum yang ditentukan (G1) 3. Letakkan sampel pada wadah, kemudian diisikan air bersih dengan ketinggian 150 mm dari permukaan sampel hingga menutupi permukaan sampel. Rendam sampel selama 2 jam 4. Bersihkan permukaan sampel mengggunakan tangan 5. Tuangkan air cucian keatas tumpukan saringan ukuran 75μm dan 1,18mm 6. Tambahkan air ke dalam wadah, ulang kembali langkah 4 dan 5 sampai air pencucian sampel menjadi jernih 7. Sampel yang telah dicuci dikeringkan didalam oven dengan suhu 105±5˚C 8. Timbang sampel cuci yang sudah dikeringkan (G2) 9. Ulangi langkah 3-8 untuk sampel kedua Perhitungan

Keterangan: Q = Kadar Lumpur (%) G1 = Berat Sampel Awal (gr) G2 = Berat Setelah Dioven (gr) Rekaman 1. Laporan Coarse Aggregate Test Record (Form : WB-MC2-ENG-IK02)

Scan Disini

Untuk Menonton Video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.5 No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK05 00 41 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review PENGUJIAN WATER ABSORBTION AGREGAT KASAR 12/03/2019 12/03/2022 INSTRUKSI KERJA

Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

E. PENGUJIAN WATER ABSORBTION AGREGAT KASAR Referensi 1. GB/T 14685 - 2011, Pebble and Crushed Stone for Construction Bahan 1. Agregat Kasar Berat minimal sampel material berdasarkan ukuran maksimum agregat sebagai berikut

Ukuran Max Agregat (mm) Berat Minimal (Kg) Alat 1. 2. 3. 4. 5.

9,5

16

19

26,5

31,5

37,5

63

75

2,0

2,0

4,0

4,0

4,0

6,0

6,0

8,0

Oven suhu (105±5)˚C Timbangan 10 Kg Kain Pengering Pan Wadah / ember

Urutan Kerja 1. Timbang sampel material sesuai dengan berat minimum yang ditentukan 2. Letakkan sampel pada wadah, kemudian diisikan air bersih sampai mencapai 5mm dari permukaan sampel material. Rendam sampel selama 24 jam 3. Keringkan sampel menggunakan kain pengering hingga mencapai kondisi SSD (Jenuh permukaan) 4. Timbang sampel dalam kondisi SSD (G1) 5. Masukan sampel kedalam oven dengan suhu 105±5˚C hingga berat sampel konstan 6. Timbang sampel yang sudah dikeringkan (G2) 7. Ulangi langkah 1-6 untuk sampel kedua Perhitungan

𝑊=

𝐺1 −𝐺2 x100 𝐺2

Keterangan: W = Tingkat penyerapan air (%) G1 = Berat sampel SSD (g) G2 = Berat sampel setelah di oven (g) Rekaman 1. Laporan Coarse Aggregate Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F03)

Scan Disini

Untuk Menonton Video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.7 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN ORGANIC CONTENT

No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK07 Tanggal Berlaku 12/03/2019

No. Revisi Halaman 00 43 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

G. PENGUJIAN ORGANIC CONTENT Referensi 1. GB/T 14685 - 2011, Pebble and Crushed Stone for Construction Bahan 1. Natrium Hidroksida, Asam Sitrat, Etanol, Air Suling 2. Larutan standar: 2g asam sitrat dilarutkan dalam 98mL larutan etanol 10% (10mL etanol absolut ditambah 90mL air suling) untuk mendapatkan larutan asam sitrat yang diinginkan. Kemudian, 25mL larutan disuntikkan ke dalam 975mL larutan natrium hidroksida 3% (3g natrium hidroksida dilarutkan dalam 97mL air suling), dikocok dan dibiarkan selama 24 jam untuk mendapatkan larutan standar. 3. Agregat kasar Alat 1. 2. 3. 4.

Timbangan 10kg, 1g, 100g, dan 0,01g Tabung ukur 100mL dan 1000mL Ayakan 19,00mm Gelas kimia, kaca, pipet, dll

Urutan Kerja 1. Pengambilan sampel berdasarkan tabel kuantitas sampel percobaan, saring partikel yang lebih besar dari 19,00mm, kemudian menyusut menjadi sekitar 1kg, kering udara. 2. Sampel yang dikeringkan udara ditempatkan dalam silinder 1000mL sampai 600mL, kemudian larutan natrium hidroksida 3% ditambahkan kedalam gelas ukur sampai 800mL, dan dibiarkan selama 24 jam setelah pengadukan. 3. Bandingkan warna larutan sampel dengan warna larutan standar, ukuran volume larutan standar dengan larutan sampel harus sama. Analisis Jika warna larutan di bagian atas sampel lebih terang daripada warna larutan standar, berarti kandungan organik sampel memenuhi syarat, jika warna kedua larutan itu dekat, sampel harus dituangkan ke dalam gelas bersama dengan larutan atas, dan ditempatkan dalam bak air pada 60˚C hingga 70 ˚C. Dalam pemanasan, 2 jam – 3 jam, dan kemudian dibandingkan dengan larutan standar kandungan organik dianggap berkualitas, jika lebih dalam dari larutan standar, maka harus diformulasikan menjadi beton untuk pengujian lebih lanjut. Sampel larutan natrium hidroksida 3% dicuci dari bahan organik, lalu dibilas dengan air bersih. Beton dibuat benda uji dan diukur kuat tekan pada 28 hari, dan ketika 95% kandungan bahan organik dianggap dapat diterima.

Rekaman 1. Laporan Coarse Aggregate Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F02)

Scan Disini

Untuk Menonton Video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.8 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN ELONGATION AND FLAKYNESS AGREGAT KASAR

No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK08 Tanggal Berlaku 12/03/2019

No. Revisi Halaman 00 44 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

H. PENGUJIAN ELONGATION AND FLAKYNESS AGREGAT KASAR Referensi 1. GB/T 14685 - 2011, Pebble and Crushed Stone for Construction Bahan 1. Agregat Kasar Berat minimal sampel material berdasarkan ukuran maksimum agregat sebagai berikut

Ukuran Max Agregat (mm) Berat Minimal (Kg) Alat 1. 2. 3. 4. 5.

9,5

16

19

26,5

31,5

37,5

63

75

0,3

1,0

2,0

3,0

5,0

10,0

10,0

10,0

Alat Ukur Pipih dan Panjang Timbangan 10 Kg Saringan 75μm ; 1,18mm ; 2,36mm ; 4,75mm ; 9,50mm ; 16,0mm ; 19,0mm ; 26,5mm ; 31,5mm Pan Mesin ayak

Urutan Kerja 1. Timbang sampel material sesuai dengan berat minimum yang ditentukan (G1) 2. Masukkan sampel pada saringan kemudian ayak selama 10 menit 3. Lakukan pemeriksaan pipih dan panjang sampel material menggunakan alat pipih dan panjang sesuai ukuran maksimal sampel sesuai dengan tabel berikut Ukuran Agregat (mm) Ukuran Alat tes Pipih Ukuran Alat tes Panjang

4,75 ~ 9,50

9,50 ~ 16,0

16,0 ~ 19,0

19,0 ~ 26,5

26,5 ~ 31,5

31,5 ~ 37,5

2,8

5,1

7,0

9,1

11,6

13,8

17,1

30,6

42,0

54,6

69,6

82,8

4. Timbang sampel material yang tidak lolos uji pipih dan panjang (G2) Perhitungan

Keterangan: Q = Kandungan partikel (%) G1 = Berat sampel total (g) G2 = Total berat pipih dan panjang (g) Rekaman 1. Laporan Coarse Aggregate Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F02)

Scan Disini

Untuk Menonton Video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.9 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN SOLIDNESS AGREGAT KASAR

No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK09 Tanggal Berlaku 12/03/2019

No. Revisi Halaman 00 45 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

I. PENGUJIAN SOLIDNESS AGREGAT KASAR Referensi 1. GB/T 14685 - 2011, Pebble and Crushed Stone for Construction Bahan 1. Agregat Kasar Berat minimal sampel material berdasarkan ukuran maksimum agregat sebagai berikut Ukuran Agregat (mm) Berat Sampel (kg)

4,75 ~ 9,50

9,50 ~ 19,0

19,0 ~ 37,5

37,5 ~ 63,0

63,0 ~ 75,0

500

1000

1500

3000

3000

a) 10% Larutan serium klorida b) Larutan natrium sulfat, dalam 1L air (suhu air sekitar 30˚C), tambahkan natrium sulfat anhidrat (Na2SO4) 350g, atau kristal natrium sulfat dan kemudian didinginkan hingga 20˚C – 25˚C, (Na2 SO ● H2O) 750g, aduk hingga larut dan jenuh. Setelah suhu selama 48 jam, kepadatan harus mencapai

4

(1,151 – 1,174)g/cm3 Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Timbangan 10 Kg Saringan 75μm ; 1,18mm ; 2,36mm ; 4,75mm ; 9,50mm ; 16,0mm ; 19,0mm ; 26,5mm ; 31,5mm Pan Mesin ayak Oven (suhu 105±5)˚C Keranjang berkaki tiga, terbuat dari kawat, keranjang memiliki diameter 100mm dan tinggi 150mm, dan jaring memiliki diameter 2mm hingga 3mm 7. Wadah dengan volume tidak kurang dari 50 Liter 8. Hidrometer 9. Kaca, pelat enamel, sikat, dll.

Urutan Kerja 1. Timbang sampel dalam kondisi kering sesuai dengan berat minimum yang ditentukan untuk masingmasing fraksi (G1) 2. Sampel dimasukkan kedalam keranjang yang berlubang sesuai dengan ukuran fraksinya 3. Keranjang ditempatkan kedalam wadah yang sudah berisi natrium sulfat. Volume larutan didalam wadah tidak boleh kurang dari 5 kali volume total sampel dan tinggi permukaan larutan tidak boleh kurang dari 30 mm dari permukaan sampel. Jarak antar keranjang tidak boleh kurang dari 30 mm dan jarak dasar keranjang harus lebih dari 30 mm dari dasar wadah 4. Untuk menghilangkan gelembung udara yang berada ditengah-tengah sampel keranjang diangkat keatas dan kebawah sebanyak 25 kali 5. Setelah direndam selama 20 jam, keranjang yang berisi sampel dikeluarkan dari larutan dan dikeringkan dalam oven pada suhu (105±5)˚C selama 4 jam. Sampel didinginkan hingga mencapai suhu 20-25 ˚C 6. Ulangi langkah 3-5 hingga mencapai suklis yang ke 5 7. Setelah siklus terakhir, sampel dibilas dengan air hangat sampai jernih. Setelah jernih, sampel yang dicuci dikeringkan di oven pada suhu (105±5)˚C sampai konstan 8. Setelah pendinginan hingga suhu kamar, diayak dengan ayakan yang memiliki ukuran pori lebih rendah dari batas bawah ukuran sampel, dan setiap ukuran ditimbang. Jumlah residu saringan setelah pengujian sampel akurat hingga 0,1g. (G2) Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.9 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN SOLIDNESS AGREGAT KASAR

No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK09 Tanggal Berlaku 12/03/2019

No. Revisi Halaman 00 46 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

Perhitungan

Keterangan: Pi = Tingkat kehilangan massa masing-masing kelas sampel % G1 = Massa setiap sampel sebelum pengujian, dalam gram (g) G2 = Saringan residu setiap kelas sampel, dalam gram (g) Rekaman 1. Laporan Coarse Aggregate Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F03)

Scan Disini

Untuk Menonton Video

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.11 No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK11 Tanggal Berlaku 12/03/2019

INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN APPARENT DENSITY AGREGAT KASAR

No. Revisi Halaman 00 48 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

K. PENGUJIAN APPARENT DENSITY AGREGAT KASAR Referensi 1. GB/T 14685 - 2011, Pebble and Crushed Stone for Construction Bahan 1. Agregat Kasar Berat minimal sampel material berdasarkan ukuran maksimum agregat sebagai berikut Ukuran Max Agregat (mm) Berat Minimal (Kg)

Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

< 26,5

31,5

37,5

63,0

75,0

2,0

3,0

4,0

6,0

6,0

Oven suhu (105±5)˚C Timbangan 5 Kg dilengkapi dengan pengait Keranjang ukuran tinggi dan diameter 150 mm dengan lubang berdiameter 1-2 mm Termometer Mesin ayak Wadah / ember Saringan 2,36mm ; 4,75mm ; 9,50mm ; 16,0mm ; 19,0mm ; 26,5mm ; 31,5mm

Urutan Kerja 1. Material dikeringkan dalam oven pemanas sampai berat tetap (kadar air 0%) 2. Timbang sampel material sesuai dengan berat minimum yang ditentukan 3. Masukkan sampel pada saringan kemudian ayak selama 10 menit, keluarkan sampel yang kurannya kurang dari 4,75 mm. Sampel dibagi 2 sama besar 4. Letakkan sampel pada wadah, kemudian diisikan air bersih sampai air mencapai ketinggian 50 mm dari atas permukaan sampel material . Rendam sampel selama 24 jam 5. Ukur suhu air menggunakan termometer 6. Timbang berat keranjang kosong didalam air (G1). Masukkan sampel ke dalam keranjang dan keluarkan gelembung udara dengan cara menggoyangkan wadah (sampel tidak boleh terkena permukaan air) 7. Timbang keranjang dan sampel didalam air (G2) 8. Angkat keranjang dan tuangkan sampel pada wadah. Sampel dikeringkan menggunakan oven dengan suhu 105±5˚C 9. Timbang sampel yang sudah dikeringkan (G0) 10. Ulangi langkah 4-9 untuk sampel kedua Perhitungan

Keterangan: ρ0 = Apparent Density (kg/m3) G0 = Berat sampel setelah dikeringkan (g) G1 = Berat keranjang di air (g) G2 = Berat keranjang dan sampel di air (g) ρair = Density Air (kg/m3) αt = Faktor koreksi untuk pengaruh temperature air pada apparent density (tabel 10)

Rekaman 1. Laporan Coarse Aggregate Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F01)

Scan Disini

Untuk Menonton Video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.12 INSTRUKSI KERJA Judul :

PENGUJIAN BULK DENSITY, COMPACT DENSITY AND VOID RATIO AGREGAT KASAR

PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK12 Tanggal Berlaku 12/03/2019

No. Revisi Halaman 00 49 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

L. PENGUJIAN BULK DENSITY, COMPACT DENSITY AND VOID RATIO AGREGAT KASAR Referensi 1. GB/T 14685 - 2011, Pebble and Crushed Stone for Construction Bahan 1. Agregat Kasar dalam kondisi kering (kadar air 0%) Alat 1. Oven suhu (105±5)˚C 2. Timbangan 100 Kg 3. Silinder Uji dengan spesifikasi sebagai berikut Ukuran Maksimum Agregat (mm) 9,5; 15,0; 19,0; 26,5 31,5; 37,5 53,0; 63,0; 75,0

Volume Silinder (L) 10 20 30

Diameter (mm) 208 294 360

Kapasitas Silinder uji Tinggi (mm) Tebal Dinding (mm) 294 2 294 3 294 4

4. Besi tulangan dengan diameter 16mm dan panjang 600 mm 5. Penggaris, Spatula Urutan Kerja 1. Penggujian Bulk Density a. Timbang berat silinder uji kosong (G2) b. Masukkan sampel kedalam silinder uji menggunakan spatula dengan tinggi jatuh 50 mm. c. Isi silinder uji dengan sampel hingga penuh, ratakan permukaan silinder d. Timbang berat silinder dan sampel (G1) 2. Pengujian Compact Density

a. Timbang berat silinder uji kosong (G2) b. Ambil sampel dan isi sebanyak tiga lapis. Lapis pertama diisi sampel lalu Silinder diletakkan diatas tulangan dan diketuk sebanyak 25 kali. c. Dilakukan metode yang sama untuk lapis kedua dan lapis ketiga. d. Setelah silinder uji terisi penuh sampel diratakan e. Timbang berat silinder dan sampel (G1) Perhitungan

Keterangan: ρt = Bulk Density atau Compact Density (kg/m3) G1 = Berat sampel dalam Silinder (g) G2 = Berat Silinder (g) V = Volume Silinder (L)

Keterangan: v0 = Void Ratio (%) ρ1 = Bulk Density atau Compact Density pada persamaan (kg/m3) ρ2 = Apparent Density (kg/m3) Rekaman 1. Laporan Coarse Aggregate Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F01)

Scan Disini

Untuk Menonton Video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.13 No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK13 Tanggal Berlaku PENGUJIAN MOISTURE CONTENT AGREGAT KASAR 12/03/2019 INSTRUKSI KERJA

Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

No. Revisi Halaman 00 50 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

M. PENGUJIAN MOISTURE CONTENT AGREGAT KASAR Referensi 1. GB/T 14685 - 2011, Pebble and Crushed Stone for Construction Bahan 1. Agregat Kasar Alat 1. 2. 3. 4.

Oven suhu (105±5)˚C Timbangan 100 Kg Spatula, wadah Microlance Instant Moisture and Temperature

Urutan Kerja Pengujian Moisture Content Menggunakan Oven 1. Ambil sampel 4kg dibagi 2 sama besar 2. Timbang sampel dimasukkan kedalam oven (G1) 3. Sampel dioven pada suhu (105±5)˚C 4. Dinginkan sampel hingga suhu stabil 5. Timbang sampel setelah dikeringkan (G2) Pengujian Moisture Content Menggunakan Alat Microlance Instant Moisture 1. Tancapkan pada material split di stock material dan bin material masing - masing 3 titik 2. Tunggu hingga nilai kadar air pada alat microlance Instant Moisture and Temperature stabil 3. Catat nilai moisture content yang terbaca di alat microlance Instant Moisture and Temperature Perhitungan Moisture content menggunakan oven dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Keterangan: Z = Moisture Content (%) G1 = Massa sampel sebelum dioven (g) G2 = Massa sampel setelah dioven (g) Rekaman 1. Laporan Coarse Aggregate Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F03) 2. Formulir Harian Moisture Content (AGGREGATE) (Form : WB-MC2-ENG-F04) Scan Disini

Untuk Menonton Video

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.27 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN WATER REDUCING RATE ADMIXTURE

No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK27 00 51 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review 12/03/2019 12/03/2022

A. PENGUJIAN WATER REDUCING RATE ADMIXTURE Referensi 1. GB/T 8076 - 2008, Concrete Admixture Bahan 1. Semen (360 kg/m3) 2. Air (menyesuaikan) 3. Fine Aggregate (43% - 47%) 4. Coarse Aggregate (5 - 10 = 40% total split ; 10 - 20 = 60% total split) 5. Admixture (1% total semen atau sesuai persyaratan pada technical data sheet admixture) Alat 1. Timbangan 2. Mixer 3. Alat Slump Urutan Kerja 1. Timbang semua bahan sesuai dengan mix design tanpa menggunakan admixture 2. Masukkan aggregate, dan semen ke dalam mixer 3. Tambahkan air hingga slump mencapai 19±1 cm 4. Catat kebutuhan air yang ditambahkan (W0) 5. Timbang semua bahan sesuai dengan mix design dengan menggunakan admixture 6. Masukkan aggregate, semen dan admixture ke dalam mixer 7. Tambahkan air hingga slump mencapai 19±1 cm 8. Catat kebutuhan air yang ditambahkan (W1) Perhitungan

Keterangan: WR = Water Reducing Rate (%) W0 = Kebutuhan air untuk beton blanko (kg/m3) 3 W1 = Kebutuhan air untuk beton dengan admixture (kg/m ) Rekaman 1. Laporan Concrete Admixture Properties Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F10)

Scan Disini

Untuk Menonton Video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.28 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN BLEEDING RATIO ADMIXTURE

No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK28 00 52 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review 12/03/2019 12/03/2022

B. PENGUJIAN BLEEDING RATIO ADMIXTURE Referensi 1. GB/T 8076 - 2008, Concrete Admixture Bahan 1. Beton Segar tanpa admixture 2. Beton Segar dengan admixture Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Silinder 5L Pipet Meja Getar Handuk Basah Mixer Timbangang 100kg

Urutan Kerja 1. Timbang total seluruh berat material campuran beton (G) dan air untuk campuran beton (W). Dibuat menjadi 2 campuran beton segar (beton blanko tanpa admixture dan beton dengan admixture) 2. Masukkan material campuran beton blanko kedalam mixer, aduk hingga beton homogen 3. Basahi silinder menggunakan handuk basah 4. Masukkan beton blanko (tanpa admixture) ke dalam silinder, timbang sampel beton (Gw) 5. Letakkan silinder diatas meja getar, lalu getarkan selama 20 detik 6. Tinggi permukaan beton harus kurang dari 20mm dari permukaan silinder 7. Hitung waktu selama 60 menit, setiap 10 menit ambil air yg muncul dipermukaan beton sampai tidak bleeding. 8. 5 menit sebelum pengambilan air, miringkan silinder dengan tinggi antara permukaan silinder dan tanah 20mm 9. Kumpulkan air yang sudah diambil dari permukaan beton kemudian timbang (V w) 10. Ulangi langkah 2-9 menggunakan beton segar dengan tambahan admixture Perhitungan

Keterangan: B = Bleeding Rate (%) Vw = Berat air yang Bleeding (g) W = Air yang digunakan saat mixing beton (g) G = Berat total beton segar saat mixing (g) Gw = Berat Silinder dan beton – Berat Silinder (g) RB = Ratio Bleeding Rate (%) Bt = Bleeding Rate Blanko (%) Bc = Bleeding Rate dengan Admixture (%) Rekaman 1. Laporan Concrete Admixture Properties Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F10)

Scan Disini

Untuk Menonton Video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.29 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN SLUMP LOSS ADMIXTURE

No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK29 00 53 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review 12/03/2019 12/03/2022

C. PENGUJIAN SLUMP LOSS ADMIXTURE Referensi 1. GB/T 8076 - 2008, Concrete Admixture Bahan 1. Campuran Beton Segar Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Kerucut Abrams Besi Rojok Plat Alas Skop kecil Penggaris Mixer Timbangang 100kg

Urutan Kerja 1. Timbang berat material penyusun campuran beton dengan admixture 2. Masukkan material campuran beton dengan admixture kedalam mixer, aduk hingga beton homogen 3. Kerucut Abrams dibasahi, ditempatkan diatas permukaan yang datar, dalam kondisi lembab, tidak menyerap air dan kaku. 4. Pengisian cetakan dibagi menjadi 3 lapis, masing masing sekitar 1/3 volume cetakan. Tiap lapis dipadatkan dengan 25 kali tumbukan. 5. Setelah terisi penuh adukan diratakan permukaannya. Lalu angkat kerucut abraham dengan kecepatan 3-7 detik, diangkat lurus vertikal tidak boleh diputar atau digeser 6. Letakkan kerucut disamping beton yang diuji slumpnya dan ukur nilai slumpnya dengan menggunakan penggaris 7. Untuk pengukuran flow dilakukan dengan cara mengukur beton secara horizontal 8. Lakukan pengujian slump lagi setelah 30 menit hingga 60 menit Perhitungan

S = 𝑆𝑜 -

𝑆𝑡

Keterangan: S = Variasi Slump (mm) So = Rata-rata nilai slump awal (mm) St = Rata-rata nilai slump saat t menit (mm) Rekaman 1. Laporan Concrete Admixture Properties Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F10)

Scan Disini

Untuk Menonton Video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.30 INSTRUKSI KERJA Judul :

PENGUJIAN RATIO OF SHRINKAGE ADMIXTURE

PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK30 00 54 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review 12/03/2019 12/03/2022

D. PENGUJIAN RATIO OF SHRINKAGE ADMIXTURE Referensi 1. GB/T 8077 - 2012, Methods for testing uniformity of concrete admixture Bahan 1. Beton Segar tanpa admixture 2. Beton Segar dengan admixture Alat 1. 2. 3. 4. 5.

Cetakan 150 x 150 x 150 mm Meja Getar Mistar Mixer Timbangan 100kg

Urutan Kerja 1. Timbang seluruh berat material campuran beton. Dibuat menjadi 2 campuran beton segar (beton blanko tanpa admixture dan beton dengan admixture) 2. Masukkan material campuran beton blanko kedalam mixer, aduk hingga beton homogen 3. Buat benda uji beton blanko (tanpa menggunakan admixture) dengan cetakan 150 x 150 x 150 mm 4. Benda uji digetarkan di meja getar selama (15 - 20 detik) 5. Masukkan benda uji ke dalam ruang curing 6. Ukur dimensi benda uji umur 1 hari (Lt) dan 28 hari (Lo) dengan mistar 7. Ulangi langkah 2-6 dengan menggunakan campuran beton yang ditambahkan admixture Perhitungan

𝜀𝑡 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑐 =

𝐿𝑡 x 100 𝐿𝑜

𝑅𝜀 =

𝜀𝑡 x 100 𝜀𝑐

Keterangan: Lt = Panjang sampel pada umur 1hari (mm) Lo = Panjang sampel pada umur 28hari (mm) Rε = Ratio of Shrinkage (%) εt = Rasio penyusutan beton blanko 28d (%) εc = Rasio penyusutan beton dengan admixture 28d (%) Rekaman 1. Laporan Concrete Admixture Properties Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F10)

Scan Disini

Untuk Menonton Video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.31 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN SETTING TIME DIFFERENCE ADMIXTURE

No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK31 00 55 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review 12/03/2019 12/03/2022

E. PENGUJIAN SETTING TIME DIFFERENCE ADMIXTURE Referensi 1. GB/T 8076 - 2008, Concrete Admixture Bahan 1. Beton Segar tanpa admixture 2. Beton Segar dengan admixture Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Alat penetrometer Cetakan dengan diameter 160 mm tinggi 150 mm Mixer Timbangan 100kg Meja Getar Saringan lubang bulat 4,75mm

Urutan Kerja 1. Timbang seluruh berat material campuran beton. Dibuat menjadi 2 campuran beton segar (beton blanko tanpa admixture dan beton dengan admixture) 2. Masukkan material campuran beton blanko kedalam mixer, aduk hingga beton homogen 3. Beton blanko (tanpa admixture) diayak dengan saringan 4,75mm hingga mendapatkan mortar saja 4. Masukkan sampel ke dalam cetakan, letakkan diatas meja getar hingga merata, permukaan sampel harus lebih rendah 10mm dari permukaan cetakan, kemudian tempatkan sampel pada suhu (20 ± 2) ˚C. 5. Lakukan pengujian initial setting time menggunakan jarum 100mm2 setiap 30menit hingga penetrasi menunjukkan nilai 3,5 MPa, catat waktu yang dibutuhkan (Tcc) 2 6. Kemudian lanjutkan untuk uji final setting menggunakan jarum 20mm setiap 30menit hingga penetrasi menunjukkan nilai 28 MPa, catat waktu yang dibutuhkan (Tcz) 7. Hindari pengukuran titik secara berulang (jarak antar lubang 2kali diameter jarum uji dan jarak titik dari tepi wadah adalah 25mm) 8. Ulangi langkah 2-4 menggunakan beton dengan tambahan admixture 9. Kemudian lakukan pengujian setting time menggunakan penetrometer untuk mengetahui initial setting time (Ttc) dan final setting time (Ttz) pada mortar dengan admixture 10. Hitung perbedaan setting time mortar blanko dan mortar dengan admixture

Perhitungan

𝑇∆𝑐 = 𝑇𝑡𝑐 − 𝑇𝑐𝑐

𝑇∆𝑧 = 𝑇𝑡𝑧 − 𝑇𝑐𝑧

Keterangan: TΔc = Perbedaan initial setting time (menit) TΔz = Perbedaan final setting time (menit) Ttc = Initial setting time mortar blanko (menit) Tcc = Initial setting time mortar dengan admixture (menit) Ttz = Final setting time mortar blanko (menit) Tcz = Final setting time mortar dengan admixture (menit) Rekaman 1. Laporan Concrete Admixture Properties Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F12 & 13)

Scan Disini

Untuk Menonton Video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.32 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN AIR CONTENT

No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK32 Tanggal Berlaku 12/03/2019

No. Revisi Halaman 00 56 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

F. PENGUJIAN AIR CONTENT Referensi 1. GB/T 8076 - 2008, Concrete Admixture Bahan 1. Beton Segar dengan admixture 2. Air Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Bejana Silinder Tongkat penumbuk Kain lap Pipet Mixer Timbangan 100 kg

Urutan Kerja 1. Timbang berat material penyusun campuran beton 2. Masukkan material campuran beton kedalam mixer, aduk hingga beton homogen 3. Masukkan sampel ke dalam bejana silinder sebanyak 3 lapis sama tebalnya. 4. Setiap lapisan ditumbuk merata sebanyak 25 kali, setelah penuh ratakan beton segar dan bersihkan beton yang tercecer dipinggir permukaan silinder 5. Kencangkan tutup bejana dengan memutar klem untuk menghindari kebocoran. 6. Masukkan air dengan pipet ke dalam bejana sampai gelembung udara dalam bejana keluar. 7. Kencangkan katup udara & pompa hingga jarum pengukur tekanan diangka 0 8. Tekan keran pengatur pelan-pelan. 9. Baca dan catat angka yang terlihat pada jarum petunjuk. 10. Untuk sampel dengan menggunakan admixture AEA (Air Entraining Agent) dilakukan pengujian air content 1 jam setelah proses pencampuran

Analisis Angka yang terbaca pada jarum petunjuk tekanan silinder uji adalah nilai air content pada beton segar Rekaman 1. Laporan Concrete Admixture Properties Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F10)

Scan Disini

Untuk Menonton Video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.33 No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK33 00 57 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review 12/03/2019 12/03/2022

INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

ALKALI CONTENT

G. ALKALI CONTENT Referensi 1. GB/T 8077 - 2012, Methods for testing uniformity of concrete admixture Bahan 1. Aquades 2. HCl (1 :1) 3. NH4OH (1:1)

4. (NH4)2CO3 100 5. Metil merah 2 gr/l (0,2 gr dalam 100 ml etanol)

6. KCl 7. NaCl 8. Admixture

Alat 1. Cawan Porselen 150 ml 2. Labu Ukur 3. Flame Photometer 6400 A Urutan Kerja A. Persiapan dan Kalibrasi Alat 1. Pasang regulator ke tabung gas dan pastikan tidak bocor 2. Nyalakan pompa dan atur tekanan ke 0,15 Mpa 3. Nyalakan alat dan api dengan menekan tombol fuel ignition lalu atur hingga api berwarna biru 4. Mulai Kalibrasi Alat Kalibrasi Alat Konsentrasi Angka di alat Setting K = 60 ppm H diputar 100 K = 0 ppm L diputar 0 Na = 60 ppm H diputar 100 Na = 0 ppm L diputar 0 5. Ulangi langkah 4 sebanyak 3 kali hingga mendapatkan angka yang mendekati dan tidak berubah dengan signifikan B. Membuat kurva kalibrasi standar 1. Timbang KCl dan NaCl masing-masing 5 gr, lalu panaskan pada 105-110oC selama 2 jam 2. Timbang KCl dan NaCl yang telah dipanaskan masing-masing 1,5829 dan 1,8859 gr, kemudian masukkan ke dalam labu takar 1000 ml, tambahkan aquadest hingga tanda batas lalu gojok hingga homogen (1000ppm) 3. Encerkan larutan KCl ke dalam 6 labu takar 500 ml dengan volume 0 ml; 2,5 ml; 5 ml; 10 ml; 15 ml; 20 ml tambahkan aquadest hingga tanda batas lalu gojok hingga homogen 4. Encerkan larutan NaCl ke dalam 6 labu takar 500 ml dengan volume 0 ml; 2,5 ml; 5 ml; 10 ml; 15 ml; 20 ml tambahkan aquadest hingga tanda batas lalu gojok hingga homogen 5. Masukkan larutan KCl dan NaCl yang telah diencerkan pada alat lalu catat angka yang terbaca dan catat masing-masing hasilnya, kemudian buat kurva kalibrasi standar dari hasil angka yang didapat sehingga didapatkan persamaan garis Konsentrasi K

Kurva Kalibrasi Angka Terbaca

Konsentrasi Na

0 5 10 20 40 60 Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00

0 5 10 20 40 60

Angka Terbaca


Lampiran A.33 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

ALKALI CONTENT

No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK33 00 58 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review 12/03/2019 1/0/1900

C. Preparasi Sampel 1. Campurkan 0,2 gr sampel dengan 30 ml larutan H2O hangat (80°C) dalam cawan porselen 2. Panaskan larutan selama ± 5 menit, kemudian dinginkan larutan 3. Tambahkan 1 tetes metil merah dan NH4OH sampai berwarna kuning, dan tambahkan 10 ml larutan (NH4)2CO2 4. Panaskan kembali larutan selama ± 10 menit, kemudian dinginkan larutan 5. Saring menggunakan kertas saring dan tuang ke dalam labu takar 100ml cuci cawan hingga bersih menggunakan aquadest hangat, kemudian tambahkan HCl hingga berwarna merah 6. Encerkan hingga garis yang ada di labu takar 7. Masukkan larutan sampel pada alat lalu catat angka yang terbaca sebagai y lalu masukkan ke dalam persamaan garis untuk mendapatkan nilai x 8. Lakukan prosedur yang sama untuk tes blanko (aquadest) Perhitungan Total K2O dan Na2O

Keterangan : X K2O X Na2O m1 m2 m X alkali content

= = = = = =

Total K2O (%) Total Na2O (%) Nilai X dari persamaan garis K dikali faktor pengenceran (n) Nilai X dari persamaan garis Na dikali faktor pengenceran (n) massa sampel Total Alkali Content (%)

Rekaman 1. Laporan Concrete Admixture Properties Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F10)

Scan Disini

Untuk Menonton Video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.34 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

SODIUM SULFATE CONTENT

No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK34 00 59 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review 12/03/2019 12/03/2022

H. SODIUM SULFATE CONTENT Referensi 1. GB/T 8077 - 2012, Methods for testing uniformity of concrete admixture Bahan 1. Aquades 2. HCl (1 :1) 3. NH4Cl Amonium Klorida 50 gr/l 4. BaCl2 100 gr/l 5. Admixture Alat 1. 2. 3. 4.

Kertas Saring Gelas Beker Timbangan dengan ketelitian 0,001 gr Cawan Porselen

5. Hotplate 6. Oven suhu tinggi 7. Desikator

Urutan Kerja 1. Campurkan 0,5 gr sampel dengan 200 ml aquadest dan 50 ml larutan NH4Cl ke dalam gelas kimia 2. Panaskan hingga mendidih, kemudian saring menggunakan kertas saring. Jika ada residu yang tertinggal cuci dengan aquades hangat dan saring kembali ke dalam kertas saring,volume dijaga agar tidak lebih dari 200 ml 3. Setelah larutan tersaring tambahkan 5-10 tetes larutan HCl lalu panaskan dan tambahkan 10 ml larutan BaCl2 aduk terus menerus sambil panaskan larutan ±15 menit 4. Diamkan larutan pada suhu 50 - 60°C dengan durasi 2 - 4 jam, atau diamkan pada suhu kamar hingga 8 jam 5. Kemudian saring larutan menggunakan kertas saring 2 lapis dan cuci sisa residu yang masih tertinggal menggunakan aquadest lalu saring kembali 6. Timbang cawang kosong (m1), lalu masukan kertas saring ke dalam cawan kemudian oven dengan suhu 800oC selama 30 menit 7. Setelah dikeluarkan dari oven masukan ke dalam tabung desikator dan dingin kan selama 30 menit 8. Oven kembali kertas saring yang telah di dinginkan ke dalam oven dengan suhu 800 oC selama 20 menit, kemudian dinginkan kembali menggunakan tabung desikator 9. Timbang cawan setelah pembakaran (m2) Perhitungan

𝑋 𝑁𝑎2 𝑆𝑂4 = Keterangan : XNa2SO4 m2 m1 m

(𝑚2 − 𝑚1 )𝑥0,6086 𝑥100 𝑚 = = = =

Persentase Na2SO4 pada admixture (%) Berat cawan setelah pembakaran Berat cawan kosong Berat sampel

Rekaman 1. Laporan Concrete Admixture Properties Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F14)

Scan Disini

Untuk Menonton Video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.35 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN SOLID CONTENT

No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK35 00 60 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review 12/03/2019 12/03/2022

I. PENGUJIAN SOLID CONTENT Referensi 1. GB/T 8077 - 2012, Methods for testing uniformity of concrete admixture Bahan 1. Sample admixture dengan berat 3.000-5.000 gr Alat 1. 2. 3. 4.

Timbangan dengan keakurasian 0,0001 g Oven dengan temperatur antara 0-200 oC Cawan porselain Desikator

Urutan Kerja 1. Letakan cawan porselen pada oven dengan suhu 100-105 oC selama 30 menit. Keluarkan dan letakan pada desikator selama 30 menit. Kemudian timbang dan ulangi langkah hingga berat stabil (m0) 2. Timbang admixture 3-5gr dalam cawan porselain yang telah dioven. Timbang kembali berat cawan porselain dan sampel (m1) 3. Masukkan cawan berisi sampel kedalam oven dengan suhu 100-105 oC selama ±24jam. Kemudian dinginkan di desikator dan ulangi langkah tersebut hingga berat stabil (m2) Perhitungan

Keterangan: Xm = Nilai Solid Content (%) m0 = Berat cawan porselain kosong (gram) m1 = Berat sample dan cawan porselain sebelum pemanasan (gram) m2 = Berat sampel dan cawan porselain setelah pemanasan (gram) Rekaman 1. Laporan Concrete Admixture Properties Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F14)

Scan Disini

Untuk Menonton Video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.36 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

RATIO OF COMPRESSIVE STRENGTH

No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK36 Tanggal Berlaku 12/03/2019

No. Revisi Halaman 00 61 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

J. RATIO OF COMPRESSIVE STRENGTH Referensi 1. GB/T 8076 - 2008, Concrete Admixture Bahan 1. Beton Segar tanpa admixture 2. Beton Segar dengan admixture Alat 1. 2. 3. 4.

Timbangan Mixer Meja Penggetar Cetakan 150 x 150 x 150 mm

Urutan Kerja 1. Timbang seluruh berat material campuran beton. Dibuat menjadi 2 campuran beton segar (beton blanko tanpa admixture dan beton dengan admixture) 2. Masukkan material campuran beton blanko kedalam mixer, aduk hingga beton homogen 3. Masukkan sampel kedalam cetakan benda uji 4. Benda uji letakan di atas meja penggetar dan digetarkan dengan durasi waktu 15s - 20s 5. Masukan benda uji ke dalam ruang curing 6. Ulangi langkah 2-5 menggunakan sampel beton segar dengan tambahan admixture 7. Benda uji selanjutnya di uji kuat tekan apabila sudah mencapai umur 7 dan 28 hari, catat hasil kuat tekan benda uji yang menggunakan admixture atau tanpa menggunakan admixture polycarboxilate dan umur 3, 7, dan 28 hari untuk benda uji menggunakan admixture AEA Perhitungan

Keterangan: = Rasio kuat tekan beton (%) = Rata-rata kuat tekan beton dengan admixture (MPa) = Rata-rata kuat tekan beton blanko (MPa) note : jika perbandingan kuat tekan beton 3 benda uji, berbeda hingga 15% maka dinyatakan tidak valid atau harus diulang. Rekaman 1. Laporan Concrete Admixture Properties Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F11) Scan Disini

Untuk Menonton Video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.37 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN BLEEDING PRESSURE RATIO

No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK37 00 62 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review 12/03/2019 12/03/2022

K. PENGUJIAN BLEEDING PRESSURE RATIO Referensi 1. GB/T 8076 - 2008, Concrete Admixture Bahan 1. Beton Segar tanpa admixture 2. Beton Segar dengan admixture Alat 1. 2. 3. 4. 5.

Alat bleeding pressure Gelas ukur Compressor Mixer Timbangan

Urutan Kerja 1. Timbang seluruh berat material campuran beton. Dibuat menjadi 2 campuran beton segar (beton blanko tanpa admixture dan beton dengan admixture) 2. Masukkan material campuran beton blanko kedalam mixer, aduk hingga beton homogen 3. Masukkan sampel beton blanko segar ke dalam alat hingga penuh, lalu kencangkan hingga rapat 4. Sambungkan alat dengan compressor, pompa hingga mencapai tekanan 30 MPa 5. Setelah mencapai 30 MPa, lepas compressor lalu tunggu selama 10 detik 6. Keluarkan air dari kran pada alat selama 10 detik dan tampung ke dalam gelas ukur 7. Hitung dan catat air yang didapat (V10) 8. Sambungkan kembali alat dengan compressor, pompa hingga mencapai tekanan 30 MPa 9. Setelah mencapai 30 MPa, lepas compressor lalu tunggu selama 140 detik 10. Keluarkan air dari kran pada alat selama 140 detik dan tampung ke dalam gelas ukur 11. Hitung dan catat air yang didapat (V140) 12. Ulangi langkah 2-11 menggunakan beton dengan tambahan admixture Perhitungan

Bv =

𝑉10 𝑉140

x 100

𝐵𝑝 =

𝐵𝑣𝑡 𝑋 100 𝐵𝑣𝑐

Keterangan: Bv = Bleeding Pressure Value (%) V10 = Volume air yang didapat saat 10 detik (ml) V140 = Volume air yang didapat saat 140 detik (ml) Bp = Bleeding Pressure Ratio (%) Bvt = Bleeding Pressure Value beton dengan admixture (%) Bvc = Bleeding Pressure Value beton blanko (%) Rekaman 1. Laporan Concrete Admixture Properties Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F10) Scan Disini

Untuk Menonton Video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.38 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN CL- CONTENT

No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK38 00 63 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review 12/03/2019 12/03/2022

L. PENGUJIAN CL- CONTENT

Referensi 1. GB/T 8077 - 2012, Methods for testing uniformity of concrete admixture Bahan 1. 2. 3. 4. 5.

Asam Nitrat 1:1 AgNO3 17g/L NaCl 0,1 mol/L Aquadest Admixture

Alat 1. 2. 3. 4.

Gelas Beker Stirrer Elektroda Calomel dan Chloride Potensiometer

Urutan Kerja A. Kalibrasi Larutan AgNO3 1. Masukkan 10mL NaCl, 190mL aquades, dan 4mL Asam Nitrat kedalam gelas beker 2. Masukkan Elektroda yang telah tersambung dengan potensiometer kedalam gelas beker 3. Siapkan buret diatas gelas beker dan isi dengan larutan AgNO3 4. Aduk larutan dalam gelas beker menggunakan stirrer, dan nyalakan potensiometer 5. Buka kran pada buret dan biarkan AgNO3 menetes per 1 ml 6. Apabila angka yang ditunjukkan pada potensiometer berubah dengan drastis maka kecilkan kran pada buret hingga menetes per 0,1 ml 7. Apabila angka yang ditunjukkan pada potensiometer sudah stabil maka tutup kran buret dan catat volume AgNO3 yang terpakai (V1) 8. Tambahkan 10 ml NaCl pada larutan dalam gelas beker 9. Aduk larutan dalam gelas beker menggunakan stirrer, dan nyalakan potensiometer 10. Buka kran pada buret dan biarkan AgNO3 menetes per 1 ml 11. Apabila angka yang ditunjukkan pada potensiometer berubah dengan drastis maka kecilkan kran pada buret hingga menetes per 0,1 ml 12. Apabila angka yang ditunjukkan pada potensiometer sudah stabil maka tutup kran buret dan catat volume AgNO3 yang terpakai (V2) B. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Titrasi Sampel dan Blanko Timbang 0,5-5 gr sampel, masukkan kedalam gelas beker Masukkan 200 ml aquadest dan 4 ml asam nitrat ke dalam gelas beker, kemudian aduk. Apabila tidak larut saring dengan kertas saring Masukkan Elektroda yang telah tersambung dengan potensiometer kedalam gelas beker Siapkan buret diatas gelas beker dan isi dengan larutan AgNO3 Aduk larutan dalam gelas beker menggunakan stirrer, dan nyalakan potensiometer Buka kran pada buret dan biarkan AgNO3 menetes per 1 ml Apabila angka yang ditunjukkan pada potensiometer berubah dengan drastis maka kecilkan kran pada buret hingga menetes per 0,1 ml 9 Apabila angka yang ditunjukkan pada potensiometer sudah stabil maka tutup kran buret dan catat volume AgNO3 yang terpakai (V1) 10. Tambahkan 10 ml NaCl pada larutan dalam gelas beker

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.38 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN CL- CONTENT

No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK38 00 64 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review 12/03/2019 12/03/2022

11. Aduk larutan dalam gelas beker menggunakan stirrer, dan nyalakan potensiometer 12. Buka kran pada buret dan biarkan AgNO3 menetes per 1 ml 13. Apabila angka yang ditunjukkan pada potensiometer berubah dengan drastis maka kecilkan kran pada buret hingga menetes per 0,1 ml 14. Apabila angka yang ditunjukkan pada potensiometer sudah stabil maka tutup kran buret dan catat volume AgNO3 yang terpakai (V2) 15. Ulangi tahapan tanpa menggunakan sampel untuk titrasi blanko 16. Catat penggunaan AgNO3 pada titrasi pertama (V01) 17. Catat penggunaan AgNO3 pada titrasi kedua (V02) Perhitungan

Keterangan C = C' = V' = V1 = V2 = XCL= V = m =

Konsentrasi larutan AgNO3 (mol/L) Konsentrasi larutan standar NaCl (mol/L) Volume larutan standar NaCl (ml) Volume AgNO3 yang terpakai saat titrasi pertama (ml) Volume AgNO3 yang terpakai saat titrasi kedua (ml) Klorida konten (%) Volume rata-rata (ml) Massa sampel (gr)

Rekaman 1. Laporan Concrete Admixture Properties Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F14) Scan Disini

Untuk Menonton Video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.39 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

1h GAS CONTENT OVERTIME

No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK39 00 65 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review 12/03/2019 12/03/2022

M. 1h GAS CONTENT OVERTIME Referensi 1. GB/T 8076 - 2008, Concrete Admixture Bahan 1. Beton Segar dengan admixture AEA 2. Air Alat 1. 2. 3. 4. 5.

Mixer Alat air content Meja Getar Kain lap Timbangan 100 kg

Urutan Kerja 1. Timbang berat material penyusun campuran beton 2. Masukkan material campuran beton kedalam mixer, aduk hingga beton homogen 3. Masukkan sampel ke dalam alat air content kemudian uji kadar udara pada beton segar (Ao) 4. Keluarkan sampel dari alat air content, kemudian diamkan selama 1 jam. 5. Setelah 1 jam, aduk kembali sampel beton dan masukkan ke dalam alat air content 6. Uji kadar udara beton setelah didiamkan selama 1 jam (A1h) 7. Catat dan hitung perbedaan air content saat awal dan setelah didiamkan 1 jam. Perhitungan

Keterangan: ΔA = Perbedaan air content (%) Ao = Air content awal (%) A1h = Air content setelah 1 jam (%) Rekaman 1. Laporan Concrete Admixture Properties Test Record (Form : WB-MC2-ENG-F11)

Scan Disini

Untuk Menonton Video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07 Rev : 00


Lampiran A.57 No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK57 00 66 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review 12/03/2019 12/03/2022

INSTRUKSI KERJA Judul :

PENGUJIAN pH AIR

PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

A. PENGUJIAN pH AIR

Referensi 1. JGJ 63 -2006, Standard of Water for Concrete Bahan 1. Sampel Air Alat 1. 2. 3. 4. 5.

pH meter : jangkauan 0 - 14 pH Gelas elektroda pH Cuvette 50 mL Termometer suhu : 0 - 100° C Reagen : 1. pH standard buffer A : Timbang KHC3H404 dengan berat 10,21 gr dioven pada suhu 110 °C selama 2 jam dan didinginkan pada suhu ruangan kemudian dilarutkan pada air sampai volume 1000 mL. Nilai pH sebesar 4 pada suhu 20 °C. 2. pH standard buffer B : Timbang KH2PO2 dengan berat 3,40 gram dan Na2HPO4 pada suhu 110 °C kemudian campur dan larutkan pada air sampai volume 1000 mL. Nilai pH sebesar 6.88 pada suhu 20 °C 3. pH standard buffer C : Timbang Na2B4O7 sebesar 3,81 gram kemudian larutkan pada air sampai volume 1000 mL. Nilai pH sebesar 8.22 pada suhu 20 °C. Nilai pH Standar Suhu A

B

C

Scan disini

Tabel nilai pH standar buffer pada suhu yang berbeda-beda Urutan Kerja 1. Siapkan elektroda yang sudah direndam ke dalam air selama 24 jam. Untuk menonton video 2. Lakukan kalibrasi alat 3. Bersihkan elektroda dengan aquades kemudian ukur sampel air 4. Masukkan elektroda ke dalam sampel air kemudian aduk. Nilai dari alat perekam adalah nilai pH dari sampel air. Rekaman 1. Laporan Water Analysis Record (Form : WB-MC2-ENG-F17 & 18)

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07

Rev : 00


Lampiran A.58 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN INSOLUBLE CONTENT

No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK58 00 67 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review 12/03/2019 12/03/2022

B. PENGUJIAN INSOLUBLE CONTENT

Referensi 1. JGJ 63 -2006, Standard of Water for Concrete Bahan 1. Sampel Air Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Timbangan ketelitian 0,1 mg Oven desikator Kertas filter dan Glass funnel filter paper Gelas ukur 100 mL Pipet

Urutan Kerja 1. Siapkan kertas filter kemudian oven dengan suhu 105 ± 3 ⁰C selama 1 jam. 2. Angkat kertas filter kemudian dinginkan pada desikator. 3. Timbang berat kertas filter hingga konstant (m1). 4. Siapkan 100 mL sampel air kemudian saring bersamaan dengan kertas filter yang sudah dioven sebelumnya. 5. Oven kertas filter dan partikel tertahan dengan suhu 105 ± 3 ˚C selama 1 jam dan dinginkan pada desikator 6. Timbang berat kertas filter hingga konstant (m2). Perhitungan Partikel tidak terlarut dihitung menggunakan rumus : 𝑚2 − 𝑚1 𝑥106 𝑚𝑔/𝐿 = 𝑉 Keterangan m₁ = Berat kertas filter awal (gram) m₂ = Berat kertas filter dan partikel tidak terlarut setelah dioven (gram) V = Volume air (mL) Rekaman 1. Laporan Water Analysis Record (Form : WB-MC2-ENG-F17 & 18)

Scan disini

Untuk menonton video

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06


Lampiran A.59 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN SOLUBLE CONTENT

No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK59 00 68 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review 12/03/2019 12/03/2022

C. PENGUJIAN SOLUBLE CONTENT

Referensi 1. JGJ 63 -2006, Standard of Water for Concrete Bahan 1. Sampel Air Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Timbangan ketelitian 0,1 mg Oven Jel silika sebagai desikator Kertas filter dan Glass funnel filter paper Gelas ukur 100 mL Cawan porselen 75 mL Pipet

Urutan Kerja 1. Siapkan cawan proselin kemudian oven dengan suhu 105 ± 3 ⁰C selama 1 jam. 2. Dinginkan cawan pada desikator, kemudian timbang cawan hingga konstan (m1). 3. Filter sampel air sebesar 50 mL dengan kertas filter dan tuang filtratnya ke dalam cawan porselen 4. 5.

Oven cawan pada suhu 105±3 ˚C selama 1 jam, kemudain pindahkan cawan ke desikator hingga dingin. Timbang berat sampel hingga konstan (m2).

Perhitungan Partikel terlarut dihitung menggunakan rumus : 𝑚2 − 𝑚1 𝑥106 𝑚𝑔/𝐿 = 𝑉 Keterangan m₁ = Berat cawan porselen (gram) m₂ = Berat porselen dan partikel terlarut (gram) V = Volume air (mL) Rekaman 1. Laporan Water Analysis Record (Form : WB-MC2-ENG-F17 & 18)

Scan disini

Untuk menonton video Laporan Water Analysis Record (Form : WB-MC2-ENG-F17 & 18)


Lampiran A.60 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN CL- CONTENT

No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK60 00 69 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review 12/03/2019 12/03/2022

D. PENGUJIAN CL- CONTENT

Referensi 1. JGJ 63 -2006, Standard of Water for Concrete Bahan 1. Sampel Air Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Indikator fenolftalein 1 % Indikator kalium kromat 10 % 0, 05mol / L H2SO4 0,1 mol/L larutan NaOH 30% H2O2 1 mg/mL NaCl 5 gr/L AgNO3 gelas ukur 250 mL buret

Urutan Kerja 1. Kalibrasi AgNO3 : a. Tuangkan 10 mL NaCl kedalam erlenmeyer 250 mL. b. Tambahkan dengan air hingga 100 mL kemudian tambahkan 2 - 3 tetes indikator fenoftalein 1 % kedalam erlenmeyer. c. Jika berwarna merah, tambahkan 0,05 mol/L H2SO4 hingga bening. Jika tidak berwarna merah, tambahkan 0,1 mol/L NaOH hingga merah kemudian tambahkan 0,05 mol/L H2SO4 hingga bening. d. Tambahkan 1 mL indikator kalium kromat 10 % e. Siapkan 5 gram AgNO3 kemudian larutkan hingga 1000mL. Masukkan larutan AgNO3 kedalam buret dan gunakan untuk titrasi dengan larutan yang sudah disiapkan. f. Ulangi langkah pengujian dengan air 100 mL tanpa NaCl (Tes Blanko). g. Hitung konsentrasi dari AgNO3 2. Siapkan 100 mL sampel air dan masukkan kedalam erlenmeyer 250 mL. 3. Tambahkan 2-3 tetes fenoftalein. Jika sampel mengandung sulfit atau sulfur 5mg/L, maka sampel ditambahkan 1mL H2O2 30% Jika XCL > 100 mg/L maka sampel air diencerkan hingga 100mL dengan aquadest 4. Tambahkan 1 mL indikator kalium kromat 10 % 5. Titrasi menggunakan larutan AgNO3 dan catat kebutuhan AgNO3 6. Ulangi langkah pengujian dengan air 100mL tanpa NaCl (Tes Blanko). Perhitungan 1. Konsentrasi AgNO3 dihitung menggunakan rumus : 10.00 𝑇= 𝑉𝑐 − 𝑉𝑏 Keterangan T = Konsentrasi titrasi dari AgNO3 (mgCl-/mL) Vc = Volume titrasi AgNO3 (mL) titrasi AgNO tes blanko (mL) Laporan = Volume Water Analysis Record (Form : WB-MC2-ENG-F17 & 18) 3 dari Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06


Lampiran A.60 INSTRUKSI KERJA Judul :

PENGUJIAN Cl- CONTENT

No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK60 00 70 dari 73 Tanggal Berlaku Tanggal Review 12/03/2019 12/03/2022

2. CL- content dihitung menggunakan rumus : (𝑉2 −𝑉1) 𝑇 𝑋𝑐𝑙 = 𝑥1000 𝑉 Keterangan Xcl = Kandungan Cl- pada air (mg/L) V2 = Volume titrasi AgNO3 pada sampel (mL) V1 = Volume titrasi AgNO3 pada tes Blanko (mL) V = Volume sampel air (mL) T = Konsentrasi titrasi AgNO3 (mgCl-/mL) Rekaman 1. Laporan Water Analysis Record (Form : WB-MC2-ENG-F17 & 18)

Scan disini

Untuk menonton video

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07

Rev : 00


Lampiran A.61 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN SULFATE CONTENT

No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK61 Tanggal Berlaku 12/03/2019

No. Revisi Halaman 00 71 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

E. PENGUJIAN SULFATE CONTENT

Referensi 1. JGJ 63 -2006, Standard of Water for Concrete Bahan 1. Sampel Air Alat 1. 2. 3. 4. 5.

Oven Timbangan dengan ketelitian 0,1 mg Cawan porselen Gelas ukur 400 mL Kertas filter

6. AgNO3 1 % 7. BaCl2 10 % 8. HCl 1 : 1 9. Indikator merah metil 1 % 10. Hot Plate

Urutan Kerja 1. Tuang 200 mL sampel air kedalam gelas ukur 400 mL kemudian tambahkan 2 tetes indikator metil merah 1 %. 2. Tambahkan 5 - 10 tetes HCl sampai berwarna merah kemudian aduk. 3. Tambahkan 2 - 4 mL BaCl2 10 % kemudian panaskan dengan hot plate pada suhu 60 - 70 °C, lalu diamkan selama 2 - 4 jam. 4. Saring menggunakan keras filter. 5. Kertas filter hasil saringan dimasukkan kedalam cawan porselen kemudian dibakar pada tungku dengan suhu 800 ⁰C selama 20-30 menit, lalu dinginkan. 6. Timbang berat cawan berisi sampel sampai konstan. 7. Ulangi prosedur dengan menggunakan air murni 200mL. Perhitungan SO4 content dihitung menggunakan rumus : (𝑚1 −𝑚2 ) 𝑥 0,4116 𝑥 106 𝐶𝑆𝑂4 (𝑚𝑔/𝐿) = 𝑉 Keterangan Cso4 = kandungan sulfat pada air (mg/L) m1 = Berat sulfat pada sampel (mg) m2 = Berat sulfat pada tes Blanko (mg) V = Volume air (mL) Rekaman 1. Laporan Water Analysis Record (Form : WB-MC2-ENG-F17 & 18) Scan disini

Untuk menonton video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07

Rev : 00


Lampiran A.62 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN ALKALI CONTENT

No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK62 Tanggal Berlaku 12/03/2019

No. Revisi Halaman 00 72 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

F. PENGUJIAN ALKALI CONTENT

Referensi 1. JGJ 63 -2006, Standard of Water for Concrete Bahan 1. Sampel Air 2. Aquadest

3. KCI 4. NaCI

Alat 1. Timbangan 2. Gelas Beaker 3. Sendok Aluminium

4. Pengaduk Kaca 5. Gelas ukur 6. Flame Photometer 6400 A

Urutan Kerja A. Pembuatan Larutan Kurva Standar 1. Ambil KCl dan NaCl masing-masing ≥2gr kemudian oven dengan suhu 105-110°C selama 2jam. 2. Timbang KCl 1,5829gr dan NaCl 1,8859gr masukkan ke dalam gelas beker dan larutkan dengan aquadest, kemudian pindahkan ke dalam labu takar 1L dan larutkan hingga tanda batas. 3. Ambil dari larutan tadi masing-masing 0mL, 2,50mL, 5,00mL, 10,00mL, 15,00mL, 20,00mL masukkan ke dalam labu takar 500ml kemudian larutkan dengan akuadest hingga tanda batas. B. Persiapan Alat dan Pembuatan Kurva Standar 1. Pasangkan regulator pada tabung gas pastikan tidak ada gas yang bocor. 2. Nyalakan kompresor, set input tekanan di alat pada 0,15 Mpa. 3. Nyalakan alat dan nyalakan api pastikan api yang muncul berwarna biru. 4. Masukkan selang input ke dalam aquadest. 5. Setting nilai K dan Na pada nilai 0 dengan memutar knop L. 6. Ganti aquadest dengan larutan 40 ppm pada selang input. 7. Setting nilai K dan Na pada nilai 100 dengan memutar knop H. 8. Ulangi poin e-g hingga nilai konstan. 9. Ganti larutan yang masuk dengan larutan 5 ppm, 10 ppm, 20 ppm dan 30 ppm. 10. Catat hasil yang ditunjukkan pada K dan Na. 11. Dari nilai yang didapat digunakan untuk membuat kurva standar. C. Pengujian Sampel 1. Kocok sampel hingga merata, kemudian masukkan ke dalam gelas beker. 2. Masukkan selang input ke dalam larutan sampel. 3. Catat nilai K dan Na yang ditunjukkan. 4. Masukkan pada persamaan yang ditunjukkan pada kurva standar untuk mengetahui kadar K dan Na pada sampel.

Rekaman 1. Laporan Water Analysis Record (Form : WB-MC2-ENG-F17 & 18)

Scan disini

Untuk menonton video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07

Rev : 00


Lampiran A.63 No. Dokumen WB-MC2-ENG-IK63 Tanggal Berlaku PENGUJIAN INITIAL AND FINAL SETTING TIME DIFFERENCE 12/03/2019 INSTRUKSI KERJA

Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

No. Revisi Halaman 00 73 dari 74 Tanggal Review 12/03/2022

G. PENGUJIAN SETTING TIME DIFFERENCE

Referensi 1. JGJ 63 -2006, Standard of Water for Concrete Bahan 1. Sampel Air Alat 1. 2. 3. 4.

2. Aquadest

3. Semen Standar

Timbangan dengan ketelitian 0,1 mg Gelas Beker Cawan Aluminium Sendok Semen

5. 6. 7. 8.

Vicat Mixer Pasta Semen Cetakan Setting Time Box Curing

Urutan Kerja 1. Timbang semen standar 500gr dan sampel air 145gr. 2. Mixer dengan kecepatan sedang selama 2 menit, lalu diamkan selama 15 detik dan lanjutkan mixing dengan kecepatan agak cepat selama 2 menit. 3. Masukkan pasta kedalam cetakan pastikan padat dan ratakan permukaan cetakan. 4. Cek kebutuhan air yang dipakai dengan vicat menggunakan jarum besar, pastikan nilai yang ditunjukkan pada vicat pada 6±1, apabila tidak sesuai maka pencampuran diulangi dengan komposisi yang seuai. 5. Ratakan kembali permukaan cetakan dan masukkan kedalam box curing. 6. Cek initial setting setelah diatas 30 menit menggunakan vicat dengan jarum sedang, pastikan nilai yang ditunjukkan 4±1, apabila sesuai maka cetakan dibalik pada permukaan bagian atas menjadi bagian bawah dan masukkan kembali pada box curring, apabila tidak sesuai maka masukkan kembali cetakan kedalanm box curring dan dicek kembali setelah beberapa menit. 7. Cek final setting setelah 2,5 jam dari pencampuran dengan air menggunakan vicat dengan jarum kecil, pastikan tidak terbentuk cincin disekeliling titik, apabila tidak sesuai maka masukkan kembali pada box curing. 8. Catat waktu initial setting dan final setting dihitung dari waktu pencampuran pasta semen. 9. Ulangi prosedur diatas menggunakan aquadest. Rekaman 1. Laporan Water Analysis Record (Form : WB-MC2-ENG-F17 & 18)

Scan disini

Untuk menonton video Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07

Rev : 00


Lampiran A.64 INSTRUKSI KERJA Judul : PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

PENGUJIAN RATIO OF COMPRESSIVE STRENGTH

No. Dokumen No. Revisi Halaman WB-MC2-ENG-IK64 00 74 dari 74 Tanggal Berlaku Tanggal Review 12/03/2019 12/03/2022

H. PENGUJIAN RATIO OF COMPRESSIVE STRENGTH

Referensi 1. JGJ 63 -2006, Standard of Water for Concrete Bahan 1. Sampel Air Alat 1. 2. 3. 4. 5.

2. Aquadest

Timbangan, akurasi 0,1g Gelas Beaker Cawan Aluminium Sendok Semen Mixer Mortar

3. Semen standar

6. 7. 8. 9.

4. Pasir Standar

Cetakan 40x40x160 Meja Getar Box Curing Mesin Compressive Strength

Urutan Kerja 1. Timbang semen standar 450gr, sampel air 225gr dan pasir standar 1350gr 2. Mixer semen dan air dengan kecepatan sedang selama 60 detik, lalu masukkan pasir mixer saat waktu 30 detik, diamkan selama 90 detik dan lanjutkan mixing dengan kecepatan agak cepat selama 60 detik. 3. Masukkan mortar kedalam cetakan sebanyak setengah dari volume cetakan dan ratakan. 4. Nyalakan mesin getar dan biarkan hingga rata selama 60detik. 5. Masukkan kembali mortar kedalam cetakan higga penuh dan ratakan. 6. Nyalakan mesin getar dan biarkan hingga rata selama 60 detik. 7. Ratakan permukaan cetakan. 8. Masukkan kedalam box curing. 9. Setelah 24 jam lepas mortar dari cetakan dan masukkan kedalam box rendam berisi aquadest didalam box curring selama 28 hari. 10. Setelah 28hari angkat mortar lalu uji bending dan strength. 11. Catat nilai strength yang didapat. 12. Ulangi prosedur diatas dengan menggukanan aquadest.

Scan disini

Rekaman 1. Laporan Water Analysis Record (Form : WB-MC2-ENG-F17 & 18)

Untuk menonton video

Keterangan: *referensi merujuk pada prosedur WB-ENG-PS-06 Form : WB-QMS-PS-01-F07

Rev : 00


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
E-Book QCI Pasundan MC2 by Unit Mobile Concrete 2 PT Wijaya Karya Beton - Issuu