

Kopi Kenangan: Navigating the Omnichannel Innovation
27 September 2024


Studi kasus ini disusun oleh Raditya Yuzril selaku Program Lead MarkPlus Institute Case Center, dan Audi Maulana Ihsan selaku Case Analyst MarkPlus Institute. Tujuan dari penyusunan studi kasus ini adalah sebagai basis untuk diskusi kelas dan bukan untuk mengilustrasikan adanya ketidakefektifan atau keektifan dalam menangani situasi bisnis.

Kopi Kenangan: Navigating the Omnichannel Innovation

Pada suatu hari di awal tahun 2022, Evan Budi Nugroho selaku product manager Kopi Kenangan memulai harinya dengan secangkir kopi. Ia perlu bersiap menghadiri sebuah rapat strategis untuk membahas arah inovasi yang akan diterapkan Kopi Kenangan dalam mempersiapkan strategi di era pasca-pandemi. Pertemuan ini melibatkan berbagai divisi lain, termasuk tim teknologi, pemasaran, data, desain, hingga operasional. Dalam rapat tersebut, Evan memimpin sesi brainstorming yang berfokus pada inisiatif pengembangan omnichannel, yang dirancang untuk memperkuat integrasi dan konsistensi pengalaman pelanggan di seluruh saluran penjualan Kopi Kenangan. Peran omnichannel menjadi sangat penting bagi Kopi Kenangan sebagai new retail FnB yang memiliki unsur offline dan unsur online Sebelum mengimplementasikan strategi-strategi omnichannel dan teknologi lainnya, Evan bersama timnya perlu menjalankan serangkaian proses brainstorming secara mendalam dan kolaboratif. Ia bertanya-tanya, meskipun Kopi Kenangan telah menerapkan konsep omnichannel pada bisnis mereka, Namun, apakah initiatif omnichannel yang dimiliki oleh Kopi Kenangan saat itu sudah cukup baik untuk bisa meningkatkan penjualan terutama di masa pasca pandemi nantinya? Apa saja tantangan yang dapat menghambat kesuksesan omnichannel Kopi Kenangan kedepannya?
Pasar F&B Kopi Indonesia
Industri Food and Beverage (F&B) kopi di Indonesia telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh perubahan gaya hidup, meningkatnya daya beli konsumen, dan maraknya budaya minum kopidi kalangan milenial dan generasi Z. Pasar kopi di Indonesia, yang dulu didominasi oleh kopi tradisional dan kedai kopi lokal, kini mengalami transformasi besar dengan hadirnya berbagai pemain baru, mulai dari jaringan kopi internasional hingga merek lokal yang mengusung konsep inovatif. Pertumbuhan ini juga didukung oleh meningkatnya penetrasi digital, di mana aplikasi pemesanan online dan platform pengiriman memainkan peran penting dalam memperluas akses konsumen ke produk kopi. Berbagai pemain lain di industri FnB kopi Indonesia seperti Janji Jiwa, Starbucks, JCO, Fore, Tuku, Point Coffe, Kulo. Bahkan pada tahun 2022, jumlah gerai kopi Janji Jiwa melebih dari Kopi kenangan itu sendirii
Pasar domestik kopi Indonesia sudah lumayan mature atau settle, kami dari tim produk selalu dituntut untuk tidak merasa nyaman di zona nyaman
- Evan Budi Nugroho, Product Leader Kopi Kenanganii
Di sisi lain, pandemi COVID-19 telah mengubah lanskap industri, mendorong lebih banyak konsumen untuk beralih ke pembelian online dan layanan pengiriman. Meskipun perubahan ini menciptakan peluang baru, perusahaan kopi harus siap menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan pengalaman online dan offline secara seamless. Bagi Evan dan Kopi Kenangan, kemampuan untuk mengadopsi teknologi dan membangun pengalaman omnichannel yang kuat menjadi elemen kunci dalam mempertahankan posisi kompetitif di pasar serta terus menarik pelanggan di era pasca-pandemi. Persaingan di industri kopi setelah pandemi diperkirakan akan semakin ketat, dengan perubahan pasar dan preferensi konsumen yang mendorong perusahaan untuk beradaptasi melalui penciptaan nilai tambah, baik bagi operasional internal perusahaan maupun bagi pelanggan eksternal.
Sejarah Kopi Kenangan
Edward Tirtanata, James Prananto, dan Cynthia Chaerunnisa mendirikan Kopi Kenangan pada tahun 2017. Bagaikan takdir, Edward dan James merupakan sahabat yang dipertemukan kembali saat berkuliah di University of South California (USC). Mereka kemudian bertemu Cynthia dan memulai perjalanan bisnis kopi dari nol. Di area yang hanya seluas 12 meter persegi berletak di kawasan Menara Standard Chartered, mereka menawarkan produk kopi berkualitas dengan harga terjangkau, yang bertujuan untuk









