DUNIA E-COMMERCE BUKAN HANYA MILIK PULAU JAWA | FABELIO TAK INGIN BAKAR UANG LAMA-LAMA
9 Storytelling Themes We Don’t Want To Miss 8/25/2017 11:08:33 AM
Media Companies Studies to Indonesia’s Major + Data from Nielsen
ASEAN Marketing Summit-3, What Next? By Hermawan Kartajaya English & Chinese sections inside
www.marketeers.com www.marketeers.com/tv
September 2017 issue
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_C-4.PDF 1
September 2017 issue Rp.50.000,-
STORYTELLING THEMES WE DON’T WANT TO MISS
Cover sept 2017.indd 1
8/25/17 6:40 PM
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_C-2.PDF 1 17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_C-3.PDF 1
8/25/2017 11:08:21 AM
8/25/2017 11:08:19 AM
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-001.PDF 1
8/25/2017 11:09:10 AM
P R O
L O
G
U
E MAGAZINE COVER DESIGN PROCESS
002
Cuek Karena Tidak Relevan
adarkah Anda bahwa informasi saat ini datang begitu derasnya? Di kala bangun pagi, kita telah disuguhkan berbagai tayangan yang datang dari media televisi. Ketika berada di mobil, kita bakal mendengar berbagai informasi dari radio. Ketika di kantor, berbagai media cetak dengan mudah kita temui di meja kita atau rekan kita. Dan, ketika kita berselancar melalui telepon pintar, maka kita bisa melihat, mencari, membaca jutaan informasi di media online tanah air dan internasional. Belum lagi, jika kita mencarinya melalui media sosial yang jumlahnya terus bertambah dari waktu ke waktu. Tantangan besar pun dihadapi pemasar yang ingin merilis content marketing terkait perusahaan atau produknya. Mereka harus berhadapan dengan jutaan konten yang berseliweran. Salah membuat tema, bisa jadi konten Anda tidak akan mendapatkan perhatian audiens. Mereka cuek karena konten yang hadir tidak relevan. Upaya, waktu, dan tenaga pun menjadi sia-sia. Itulah alasan mengapa Marketeers mengangkat tajuk utama 9 Storytelling Themes We Don’t Want to Miss. Sembilan tema itu adalah Down-to-earth Local, Easy Laugh, Role Models and Inspirations, Edutainment, Cinderella Story, Urban Lifestyle, Food for the Soul, Emotional Roller Coaster, hingga Dream & Imagination. Mungkin, Anda sedikit bertanya-tanya apa maksud dari istilah yang dihadirkan Marketeers kali ini. Hal itu sebenarnya untuk mempermudah tema dari sebuah acara. Kesimpulan ini didapatkan setelah Marketeers bertemu dan berdiskusi dengan berbagai punggawa media besar di Indonesia, mulai dari televisi, radio, cetak, hingga online. Semoga saja, berbagai panduan, cerita, dan fakta seputar konten dari perusahaan media di Indonesia ini bisa berguna bagi para pemasar dalam memproduksi content marketing yang pas dengan audiens. Selain itu, Marketeers juga berkolaborasi bersama Lembaga Riset Nielsen untuk menghadirkan fakta seputar industri media di Indonesia, mulai dari belanja iklan, topik mana yang menarik, dan lainnya. Selamat mengarungi dunia informasi yang tak terbatas dan tak pernah tidur. Semoga saja, konten Anda berhasil meraih perhatian audiens Anda.
Publisher Hermawan Kartajaya Chief Executive Stephanie Hermawan - Chief Operations Marketeers Media, Community & MICE Tinus Kusuma - Editor In Chief Iwan Setiawan - Managing Editor Hendra Soeprajitno. hendra@marketeers.com - Editor Sigit Kurniawan. sigit@marketeers.com - Ign. Eko Adiwaluyo. eko@marketeers.com - Editorial Secretary Larasati Irfan. redaksi@marketeers.com - Reporter: Jaka Perdana. jaka@ marketeers.com - Saviq Bachdar. saviq@marketeers.com - M. Perkasa Al Hafiz. hafiz@marketeers.com - Ramadhan Triwijanarko. ardhan@marketeers.com - Annisa Bella. abel@marketeers.com - Illustration: Arif Priambudi - Adre Masdrajad - Pramaditya Andika Widi - Photography Rizky Priya - Layout: M. Ottyawan Firdaus - Yoo Su Youn - Advertisement: Umi Ryantici Bazar. umi.ryantici@ markplusinc.com - +62 812 7198 282 - Ria Rizky Puspitasary. ria.puspitasary@markplusinc.com - +62 813 1450 6358, +62 21 5790 2338 - TV: Aji Radhyantomo. aji@marketeers.com - Online Activation: Hadi Nugroho. nugros@marketeers.com - Fikri Paham. fikri @marketeers.com - Offline Activation: Iqbal Zakky Hasbianto . iqbal.hasbianto@marketeers.com - Ramadhani Octavia . ramadhani. octavia@marketeers.com - Circulation: Taufik Abe. abe@marketeers.com - +62 813 1555 6493 - Mulyadi. mulyadi@marketeers. com - P +62 838 2001 0077 +62 21 5790 2338 ext 409, F +62 21 5795 1103.
Marketeers Magazine
EightyEight@Kasablanka 8th floor Jl. Casablanca Raya Kav. 88 Jakarta 12870 Toll Free: 0 800 188 1111
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-002_R1.PDF 1
26/08/2017 14:28:25
!
Kembangkan
Jiwa
Bisnismu
Update terus informasi dan peluang bisnis, jangan sampai kamu gagap bisnis atau bahkan buta bisnis.
Baca Bisnis Indonesia!
Analisisnya begitu tajam, Informasinya akurat dan kredibel, menjadikan kamu lebih tepat dalam mengambil keputusan bisnis, sehingga mendatangkan keuntungan yang optimal.
NAVIGASI BISNIS TERPERCAYA
toll free: 0-800-BISNIS (247647) Direct : 0857 1085 2545 sirkulasi@bisnis.com www.bisnis.com
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-003.PDF 1
8/25/2017 11:09:25 AM
R O A
D
M
A
P
02
Prologue
04
Roadmap
08
Marketeers’ Diary
13
Talking Point
27
Captain of Industry
30
Words of Wisdom
37
Deep Dive
This Issue’s Poster: YOUTH WOMEN NETIZEN MONITORING Women: TV Still Triumphs!
9 Storytelling Themes We Don’t Want To Miss Konten dengan tema apa yang dibutuhkan audiens sekarang ini? Salah tema, jangan heran jika konten Anda tidak akan dilirik, apalagi ditonton audiens. Simak ulasan Marketeers kali ini tentang sembilan pilihan tema konten yang terbukti masih menarik perhatian masyarakat Indonesia.
Our contributor
Dr Jonathan A.J. Wilson Berawal dari manager periklanan, Jon kini memiliki sejumlah karier mulai dari akademisi, konsultan, trainer, pembicara, hingga kolumnis. Pria keturunan Skotlandia dan besar di Manchester ini menjadikan Islamic Marketing sebagai bidang yang dicintainya. Jon juga merupakan Pemimpin Redaksi Journal of Islamic Marketing dan Executive Trainer Al Jazeera Media Network di Qatar.
68
IMA
70
Wirausaha
75
BUMN Marketeers
81
Maestro
91
Nusantara
97
Pop Culture
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-004.PDF 1
8/25/2017 11:09:27 AM
EEDISI K
2
S A YA
I N DO NE
SIA
U KM 4. 0
INDONESIA 2017 PETA-JALAN UKM 4.0: Profesional, Produktif, Kreatif, Entrepreneur
SEMINAR
KUR ASI DAN PAMER AN PRODUK UK M WOW!
PENGHARGA AN
Setelah sukses dengan acara Edisi pertama Gebyar UKM Indonesia 2016 yang dihadiri hampir 5000 UKM dari seluruh Indonesia telah berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang kewirausahaan, kreatifitas dan produktifitas. Edisi ke-2 Gebyar UKM Indonesia 2017 kembali hadir di 18 kota Indonesia untuk mendukung gerakan UKM naik kelas yang berdaya saing tinggi. Dengan mengusung topik “SAYA Indonesia, Saya UKM, Saya 4.0” diharapkan UKM Indonesia tampil percaya diri menghadapi persaingan yang semakin kompetitif ditingkat nasional maupun global. Jangan lewatkan berbagai program tepat guna, salah satunya strategi Peta Jalan UKM 4.0: Profesional, Produktif, Kreatif, Entrepreneur! serta tips “Sepuluh Jalan Pintas UKM menuju sukses!” di bawakan oleh para ahli di bidang kewirausahaan. Sampai jumpa di Edisi Ke-2 Gebyar UKM Indonesia 2017 d kota Anda.
JANGAN LUPA DAFTARKAN DIRI ANDA UNTUK KURASI UKM WOW! MELALUI WEBSITE GEBYAR UKM, REBUTTHE BEST SALES OF THE DAY & THEMOST ATTRACTIVE SME BOOTH!
SEMARANG 17 Okt MALANG 19 Okt
BATAM 12 Okt JAKARTA 24 Okt
JOGJA 14 Nov
BANDUNG 9 Nov
BALIKPAPAN 16 Nov
MAKASSAR 21 Nov
HARGA
1 Peserta Rp. 300,000 5 Peserta Rp. 1,300,000
PAKET GRUP*
15 Peserta Rp.3,000,000 25 Peserta Rp.4,500,000 50 Peserta Rp.8,000,000 *berlaku untuk 1 kota
Partners:
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-005.PDF 1
Supported by:
Media Partner:
PALEMBANG 28 Sept
PALU 3 Okt
SOLO 10 Okt
BANJARMASIN 5 Okt
PEKANBARU 26 Okt
MANADO 31 Okt
MEDAN BANDAR LAMPUNG 7 Nov 2 Nov SURABAYA 23 Nov
DENPASAR 28 Nov
REGISTRASI ONLINE WWW.GEBYARUKM.COM Informasi:
0 800 1881 111 INFO@GEBYARUKM.COM Organized by:
8/25/2017 11:09:31 AM
M
A
R K
E
T
E E R S ’
D
I A
R Y
The Net 006 Berusia Delapan Tahun, Chubb Life Luncurkan My Flexi Health
Strategi HID Global Berbisnis di Sektor B2B Tanah Air
Gempuran Kampanye Clean & Clear Untuk Anak Muda
Oleh Muhammad Perkasa Al Hafiz
Oleh Muhammad Perkasa Al Hafiz
Oleh Annisa Bella
Dunia asuransi dinilai memiliki potensi yang besar bagi para pemain di dalamnya. Hal ini dikarenakan tingkat penetrasi asuransi di Tanah Air masih kecil. Pemain asuransi asal Hong Kong, Chubb Life meluncurkan asuransi perlindungan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, My Flexi Health di usianya yang ke 8 tahun. “Peluncuran My Flexi Health adalah bentuk respons dari perusahaan terhadap peningkatan kesadaran masyarakat mengenai kesenjangan perlindungan kesehatan. Ini adalah salah satu cara kami untuk menciptakan nilai lebih bagi para nasabah. Produk asuransi tambahan ini tersedia untuk nasabah mulai dari usia 1 bulan sampai 65 tahun.” jelas William O’Brien Johnston (Bill Johnston), Presiden Direktur PT Chubb Life Insurance Indonesia. My Flexi Health sendiri adalah produk asuransi yang mengombinasikan unit-link dasar dengan berbagai keunggulan.
Bergerak di bidang solusi pembuatan kartu identitas atau tanda pengenal, HID Global memiliki pendekatan bisnis yang unik, khususnya di sektor business-to-business (B2B). Mulai dari strategi pricing hingga kolaborasi diterapkan oleh perusahaan asal Amerika Serikat ini. Semua ini untuk membidik pasar mereka yang tertuju pada perusahaan atau instansi, terutama yang bergerak di bidang perbankan & keuangan, pendidikan, pemerintah, dan kesehatan. Bagi HID Global, Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan teknologi. “Melihat kondisi ini, kami bekerja sangat erat dengan mitra kami di industri. Tujuannya adalah untuk memperkuat hubungan kita dengan para mitra,” jelas Hary Permadi Kartono, Director of Sales, ASEAN, Secure Issuance, HID Global. Dalam pengembangan komunitas, HID Global memiliki Program Mitra Advantage yang terhubung dengan mitra mereka di industri ini. Mereka berbagi pengetahuan dan mengedukasi para mitra dengan produk dan solusi terbaru HID Global.
Produk perawatan wajah remaja asuhan Johnson & Johnson, Clean&Clear melakukan gempuran kampanye online dan offline. Memanfaatkan momen kemerdekaan sebagai ajang promosi, Clean & Clear melakukan beragam aktivitas, mulai dari menghidupkan kembali movement yang mereka rilis tahun lalu, hingga promosi ritel. Seperti apa langkah Clean & Clear memanfaatkan bulan kemerdekaan ini? Berangkat dari ide See the Real Me pada movement #IAmBright tahun lalu, Clean & Clear kembali meluncurkan movement terbaru bertajuk #BanggaDenganWarnaKulitmu. Kampanye yang diluncurkan ini ditujukan untuk membangun rasa percaya diri remaja dengan keragaman warna kulit yang ada.
Kunjungi www.marketeers.com untuk info selengkapnya.
Watch it on
marketeers.com/tv and SUBSCRIBE TO youtube.com/marketeers
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-006_R1.PDF 1
26/08/2017 14:28:29
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-007.PDF 1
8/25/2017 11:09:32 AM
M
A
R K
E
T
E E R S ’
D
I A
R Y
Jakarta Marketing Week 2017 008
Asisten Manajer Pegadaian Boyong All New Toyota Calya Oleh Annisa Bella
Erna Yulia, Asisten Manajer Supporting Bisnis PT Pegadaian (Persero) Erna Yulia keluar sebagai pemenang Grand Prize All New Toyota Calya. Berniat belajar ilmu marketing ala MarkPlus, Erna justru membawa All New Toyota Calya ke garasi rumahnya. Perhelatan pemasaran tahunan terbesar di Indonesia yang diprakarsai MarkPlus, Inc., Jakarta Marketing Week (JMW) 2017 sukses digelar untuk kelima kalinya. Mengusung tema “Lifestyle in The City”, JMW yang diselenggarakan di WOW Stage Kota Kasablanka Mall pada Mei 2017 lalu menjadi kesan tersendiri bagi Asisten Manajer Supporting Bisnis PT Pegadaian (Persero) Erna Yulia sebagai pemenang Grand Prize All New Toyota Calya. “Jakarta Marketing Week 2017 adalah gelaran acara MarkPlus, Inc. pertama yang saya ikuti. Berniat belajar ilmu marketing versi MarkPlus, Inc., saya justru memperoleh Grand Prize,” kata perempuan yang akrab dipanggil Erna ini. Keikutsertaan Erna dalam gelaran agenda JMW didorong oleh PT Pegadaian (Persero) yang menunjuknya mengikuti event ini. Menjadi salah satu pemegang JMW Privilege Card, selain dapat mengikuti rangkaian acara JMW di main stage, Erna juga mengikuti special class yang diisi oleh speaker andal, seperti Hermawan Kartajaya, Founder and Chairman of MarkPlus, Inc. “Ada banyak insight yang saya peroleh dari gelaran JMW 2017. Video-video yang dipresentasikan saat special class membuat saya memahami bagaimana cara marketing yang tepat. Insight
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-008_R1.PDF 1
yang begitu melekat bagi saya adalah memahami bahwa cara marketing yang baik dapat dilakukan dengan menceritakan pengalaman nyata atas produk yang dipasarkan,” terang Erna. Berlangsung selama satu minggu penuh, JMW 2017 dimeriahkan dengan beragam acara menarik yang melibatkan partisipasi dari berbagai pihak kreatif. Rangkaian agenda JMW 2017 meliputi talk show bersama para pemain marketing andal, pameran berbagai produk menarik, pemberian penghargaan, hingga sesi pembelajaran yang inspiratif. Tidak hanya itu, JMW 2017 turut dimeriahkan oleh berbagai kalangan inspiratif dari berbagai lini, mulai dari artis, pebisnis, hingga pemerintah. Ke depan, Erna berharap JMW sebagai wadah bagi aktor pemasaran dari seluruh Indonesia ini akan berlangsung lebih meriah lagi.
26/08/2017 14:28:29
Marketeers + Pertamina
Jaga Retensi Pelanggan, Strategi Gamifikasi MyPertamina Uji Pasar Otomotif oyalitas pelanggan bisa dibuat lewat beragam cara. Menggunakan permainan adalah cara yang sekarang dinilai cukup efektif. Banyak dari para pemasar hari ini yang gencar memanfaatkan teknologi untuk membangun customer engagement. Dalam buku Marketing 4.0, dikatakan di era digital saat ini, pemasar perlu menyeimbangkan antara high-tech dengan high-touch. Artinya, pemanfaatan teknologi harus diimbangi juga dengan sentuhan manusia (human-to-human) di semua touch point. Hal ini yang tengah dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) melalui MyPertamina Loyalty Program. Muaranya adalah satu, menjaga retensi pelanggan. Berbalut gamifikasi, inovasi ini berupa kartu dan aplikasi yang bertujuan untuk memudahkan pelanggan mereka. Dengan kata lain, Pertamina tengah membangun strategi gamifikasi untuk menjaga retensi pelanggan dengan pelayanan berbasis pada pemberian pengalaman. Pertamina pun telah melakukan uji pasar untuk inovasi ini di gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE BSD, Tangerang. Pelaksanaan uji pasar My Pertamina Loyalty Program yang digelar pada 10 Agustus 2017 ini, dirancang untuk transformasi pelayanan pelanggan menuju bisnis berbasis digital. Pada program ini, Pertamina mengajak konsumennya untuk mengumpulkan poin dan berbagai reward dari produk-produk Pertamina melalui sebuah aplikasi. Sedangkan My Pertamina Loyalty dalam bentuk kartu merupakan uang elektronik (e-Money) yang berfungsi untuk memberikan kemudahan serta keuntungan
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-009.PDF 1
bagi pelanggan. Kartu ini pun telah terhubung dengan banyak merek ritel yang juga ditambah dengan sistem poin. Pada masa uji pasar, Pertamina menawarkan program khusus. Setiap pembelian produk Pertamax Turbo sebanyak 1 liter menggunakan kartu MyPertamina, konsumen berhak mendapatkan 20 poin dari MyPertamina. Program ini untuk sementara dapat digunakan di 7 SPBU, yakni SPBU Kuningan Rasuna Said, SPBU MT Haryono, SPBU Kemang Selatan Raya, SPBU Pondok Indah, SPBU Lenteng Agung, SPBU BSD 1 Jl Letjen Sutopo Kav 2A, dan SPBU BSD 2 Kavling Komersial IV Blok 1-2 Serpong. Pertamina menargetkan sampai akhir 2017, program ini akan berlaku di seluruh SPBU di Jabodetabek.
Para pengguna MyPertamina Loyalty Program akan merasakan manfaat serta mendapatkan keuntungan dari berbagai merchant yang telah bekerjasama, seperti diskon yang diberikan dari RS Pertamedika, voucher menginap di hotel Patra Bali, dapat mengikuti kuis dan undian berhadiah, mendapat perlindungan berupa asuransi dan tentunya cashless payment. Pelanggan Pertamina yang tertarik dengan MyPertamina Loyalty Program dapat mendaftarkan diri dengan cara mengunduh aplikasi MyPertamina di Play Store khusus untuk pengguna Android. Namun, Pertamina akan terus melebarkan informasinya agar aplikasi MyPertamina secepatnya dapat hadir bersama pengguna Apple dalam versi iOS.
8/25/2017 11:09:35 AM
M
A
R K
E
T
E E R S ’
D
I A
R Y
BUMN Marketeers Club 010
Langkah Pelindo II Menuju Pelabuhan Kelas Dunia Operator pengelola pelabuhan kelas dunia PT Pelabuhan Indonesia ll Persero (IPC) menargetkan diri menjadi World Class Port pada tahun 2020. Guna mencapai target, IPC bergerak sesuai roadmap yang mereka desain sejak tahun 2016. Tahun ini, IPC sampai pada tahap kedua roadmap yang bergerak untuk meningkatkan bisnis perusahaan. Bagaimana roadmap IPC ini berjalan? Dalam acara BUMN Marketeers Club di Pelindo II pada Juli 2017 lalu, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha IPC Saptono R Irianto mengatakan bahwa roadmap IPC telah berjalan sejak 2016, diawali dengan beroperasinya pelabuhan terminal kontainer pertama di Priok pada Agustus 2016. Memasuki tahun 2017, roadmap IPC bergerak ke arah pengembangan bisnis korporasi (face enhancement). Saptono menerangkan, langkah yang dilakukan IPC dalam tahap ini meliputi peningkatan operasional dan pelayanan dari anak perusahaan, pengembangan infrastruktur, dan pengembangan bisnis korporasi. “Kami optimistis roadmap ini akan terealisasi dengan baik tahap per tahap, dan Indonesia akan memiliki pelabuhan berkelas dunia pada tahun 2020,” kata Saptono.
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-010_R1.PDF 1
26/08/2017 14:28:29
arkets
anies,
The New Strategic Marketing Management 2017
CONNECT STRATEGY Digital and Social Marketing for Indonesia Market DESIGNED FOR:
• MARKETING MANAGER • BRAND & PRODUCT MANAGER • GENERAL MANAGER
• DIGITAL MARKETING MANAGER • DIGITAL CHANNEL MANAGER • INDIVIDUALS WHO PLAN AND IMPLEMENT MARKETING DECISIONS
Monday – Friday
Philip Kotler Theater MarkPlus Main Campus EightyEight@Kasablanka, 8th Floor Jl. Casablanca Raya Kav.88 Jakarta 12870
2 – 6 October, 2017
09:00 – 17:00 WIB
Saat ini tingkat penetrasi internet dan media sosial di Indonesia, terutama yang berbasis smartphone, sudah sangat tinggi. Karena itu, perusahaan di Indonesia mau tidak mau perlu mulai memanfaatkan digital marketing secara tepat sasaran, dengan beberapa pendekatan di antaranya content marketing, social media marketing, dan digital analytics. Workshop ini akan membahas berbagai pendekatan tersebut melalui metode Case Method and Participant-Centered Learning ala Business School.
Program Faculty
HERMAWAN KARTAJAYA Founder & Chairman of MarkPlus, Inc.
JACKY MUSSRY Deputy CEO, MarkPlus, Inc.
IWAN SETIAWAN COO, MarkPlus, Inc.
YOSANOVA SAVITRY Principal of MarkPlus, Inc
Di dalam workshop selama 5 hari ini, Anda akan mempelajari: - How to Develop Sound Content Marketing Strategies - How to Design Great Social Media Marketing Campaigns - How to Use and Mix Digital Marketing Tools - How to Use Analytics to Improve Digital Marketing Performances - Cases from Consumer Electronics, High-Tech Companies, Consumer Goods, and Others
INFO
TUITION FEE
RUELLA +62 812 1018 6171 ( ) ruella.pramudita@markplusinc.com
+62 21 5790 2338 ext 217 0 800 188 1111 (Toll Free)
shop.marketeers.com Organized by:
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-011.PDF 1
Harga Spesial mulai dari IDR 9,000,000 per peserta* * Registrasi online melalui website Harga Normal IDR 11,000,000 per peserta Harga Team IDR 30,000,000 (3 peserta, berasal dari 1 perusahaan/institusi yang sama)
NEX T THE NEW INTEGRATING MARKETING, FINANCE, AND TECHNOLOGY 2017
Growth Hacking: For Non-StartUps Accelerating Financial Results with Tech-Driven Marketing 20 – 24 November 2017
20% Discount from regular fee for BCA Credit Card Holders
Supported by:
8/25/2017 11:09:37 AM
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-012.PDF 1
8/25/2017 11:09:39 AM
p. 14 Saatnya Menghapus Mindset Jawa Sentris
p. 20 Bukan Soal Penampilan, Tapi Kesehatan
p. 16 Tak Main-Main dengan Industri Permainan
p. 22 Arah Baru Industri Otomotif
p. 18 Besar Saja Tidak Cukup
talking point opening sept.indd 1
p. 24 Entrepreneurial Marketing Canvas (EMC) Pil Pahit Bisnis Nyonya Meneer
8/25/17 5:24 PM
T A
L K
I
N
G
P
O
I
N
T
MarkPlus Center for Communication, High-Tech & Media 019 014
Saatnya Menghapus Mindset Jawa Sentris Oleh Ramadhan Triwijanarko
Peta industri e-commerce Indonesia mulai berubah. Saat ini Jakarta bukan lagi sebagai pusat belanja online di Indonesia. Kota-kota lain di luar Jakarta dan Pulau Jawa, pelanpelan menjadi kantong-kantong signifikan buat pelaku e-commerce di Indonesia. Hal ini pun harus diantisipasi oleh pemain di dunia online.
erdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2016 lalu, tercatat total jumlah pengguna internet di Indonesia sudah mencapai angka 132 juta pengguna. Mayoritas pengguna internet di Indonesia masih didominasi oleh masyarakat di Pulau Jawa dengan jumlah mencapai 86,3 juta orang. Sementara, menurut data yang dirunut oleh situs statista.com pada tahun 2016 lalu, setidaknya terdapat 24,7 juta masyarakat Indonesia pernah melakukan belanja secara online. Masih dari sumber yang sama, nilai transaksi e-commerce di Indonesia pada tahun 2016 diprediksi mencapai US$ 5,65 miliar. Bila dibandingkan kondisi lima tahun lalu, atau tepatnya ketika situs-situs e-commerce dan marketplace bermunculan, tahun 2017 menjadi medan perang bagi para pelaku industri. Sebab, jika e-commerce sebelumnya didominasi kota-kota besar, kini wilayah lain di Indonesia sudah mulai merasakan nyaman dan cepatnya berbelanja secara online melalui beragam platform. Kombinasi dari para pemain dalam industri e-commerce, logistik, perbankan, financial technology (Fintech), jasa telekomunikasi, serta dukungan regulasi dan infrastruktur dari pemerintah, turut membantu menyebarnya konsumen belanja online di Indonesia. Bila selama ini Jakarta selalu disebutsebut sebagai wilayah yang paling sering mengakses layanan e-commerce, pada tahun ini anggapan tersebut sudah bisa dibantah. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Google Indonesia dan Gfk, ditemukan
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-014.PDF 1
bahwa Jakarta bukan lagi kota pengguna layanan e-commerce terbesar di Nusantara. Riset Google menunjukkan bahwa penetrasi e-commerce di Surabaya mencapai 71% dan Medan mencapai 68%. Angka ini berhasil menggeser Jakarta yang menduduki angka 66%. Dari lama waktu mengakses layanan e-commerce sendiri, masyarakat Jakarta menghabiskan waktu sekitar 4,7 jam. Angka tersebut masih lebih singkat bila dibandingkan warga Surabaya yang bisa mencapai 5,8 jam, dan warga kawasan Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) yang mencapai 5,2 jam. “Jakarta bukan lagi yang utama. Layanan e-commerce sudah merambah di luar Jakarta dan luar Pulau Jawa. Angka Jakarta memang masih signifikan, tapi di luar Jakarta aktivitas belanja online sudah banyak terjadi,” ujar Henky Prihatna, Head of e-commerce Google Indonesia. Henky menegaskan bahwa data ini menjadi sinyal bagi para pelaku e-commerce di Indonesia untuk memahami seperti apa konsumen mereka saat ini. Baginya, data ini menunjukkan bahwa pelaku e-commerce di Indonesia perlu memahami strategi mereka secara keseluruhan di beragam wilayah dan tidak hanya menjadikan Jakarta sebagai patokan. “Sebagai pemain, para pemain juga bisa meningkatkan pengalaman belanja online yang dirasakan oleh konsumennya. Jadi bukan cuman perkara harga saja,” lanjut Henky. Hal ini pun diamini oleh Tokopedia. “Di kota-kota lain sudah mulai terbuka dengan konsep belanja online. Saat ini permasalahannya adalah membangun kepercayaan konsumen dari masing-masing pemain dalam industri ini,” terang Vice President of Business Tokopedia Melissa Siska Juminto. Google membagi karakteristik pengguna belanja online di Indonesia menjadi empat tipe. Inovator, Early Adopters, Gaptek, dan Late Bloomers. Empat kategori ini memiliki beragam keunikan tersendiri. Kategori Inovator misalnya, memiliki tingkat pendapatan yang tinggi serta mengakses internet melalui multiple device. Mereka memiliki karakter rela membayar lebih mahal, asalkan barang tersebut memiliki garansi. Berbeda dengan kategori Inovator, kategori Early adopters, Late Bloomers, dan Gaptek masih mencari harga yang termurah. Dari sisi metode pembayaran, kalangan Inovator dan Early Adopter sudah mulai terbiasa dengan pembayaran digital seperti kartu kredit dan internet banking. Sementara kalangan Late Bloomers dan Gaptek merasa lebih aman apabila melakukan pembayaran via cash on delivery
(COD) atau mengunjungi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) terdekat. Tokopedia yang memiliki jumlah seller mencapai angka dua juta, dan jumlah active listing hingga 60 juta, menilai bahwa saat ini sudah ada perubahan dari metode pembayaran para konsumennya. Bila dulu konsumennya masih rela membayar di tempat alias COD, saat ini banyak konsumen Tokopedia yang lebih nyaman menggunakan layanan M-Banking dan Internet Banking. Google Indonesia menilai ada tiga hal yang membuat konsumen Indonesia masih ragu mencoba layanan e-commerce. Pertama, mereka khawatir tentang garansi produk. Kedua, ada anggapan bahwa layanan e-commerce tidak bisa diandalkan. Ketiga, banyak konsumen yang masih menginginkan untuk menyentuh dan merasakan produknya sebelum yakin untuk membelinya. Untuk mengatasi tiga masalah itu, pelaku e-commerce harus bisa memberikan informasi yang jelas terkait produk dan layanan yang disajikan, terutama informasi tentang barang yang dijual. Ia juga menyarankan agar pelaku e-commerce mengoptimalkan kecepatan akses menuju situs mereka. “Ketika kita bisa meningkatkan loading time menjadi satu
8/25/2017 11:09:43 AM
T A
L K
I
N
G
P
O
I
N
T
MarkPlus Center for Communication, High-Tech & Media 015 detik lebih cepat, tingkat konversinya bisa meningkat sebesar 7%,” ujar Henky. Menanggapi masalah kota-kota di luar Jakarta yang mulai menjadi kantongkantong besar bagi pelaku e-commerce, Melissa menilai ada perbedaan ragam barang-barang yang dibeli oleh konsumennya. Meskipun Jakarta sudah tidak menjadi pusat dari konsumen belanja online di Indonesia, ia mengakui bahwa nilai satuan belanja masyarakat Jakarta masih lebih besar dibandingkan kota lain. Barangbarang elektronik dan fesyen menjadi kategori barang yang paling banyak dibeli oleh konsumen di Jakarta. Selain itu, masyarakat Jakarta cenderung tidak bermasalah dengan biaya ongkos kirim yang dibebankan kepada mereka. Banyaknya penjual dari Jakarta dan wilayah sekitarnya, membuat ongkos kirim tidak terlalu besar buat konsumen asal Jakarta. Hal sebaliknya justru dirasakan oleh para konsumen dari luar Jakarta, khususnya kota-kota di luar Pulau Jawa. “Namun pada akhirnya konsumen akan tetap beli karena barang tersebut tidak ditemukan di kota mereka. Tapi kembali lagi pada nilai dari barang tersebut yang akhirnya akan memutuskan konsumen untuk tetap membelinya atau tidak,” ujar Melissa.
MEDAN 68% reach of population 3,8 Time spent per user/hr
JAKARTA 66 % reach of population 4,7 Time spent per user/hr
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-015.PDF 1
BODETABEK 63% reach of population 2,7 Time spent per user/hr
BANDUNG 63% reach of population 2,7 Time spent per user/hr
SURABAYA 71% reach of population 5,8 Time spent per user/hr
MAKASSAR 52% reach of population 4,2 Time spent per user/hr
S u m b e r : G o o g l e I n d o n e s i a d a n G f k , 2 017.
SEMARANG 59% reach of population 4,0 Time spent per user/hr
8/25/2017 11:09:43 AM
T A
L K
I
N
G
P
O
I
N
T
MarkPlus Center for Communication, High-Tech & Media 019 016
Tak Main-Main dengan Industri Permainan Oleh Ign. Eko Adiwaluyo
Pertumbuhan industri game di Indonesia terbilang tinggi. Sayang, pemain lokal di industri ini masih sangat minim. Problema pada manajemen produksi, teknologi, hingga mindset menjadi penyebabnya.
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-016.PDF 1
alam senyap, industri game dan kreatif ternyata memiliki nilai yang sangat besar dan terus bertumbuh. Disebut senyap lantaran tidak banyak yang tahu bahwa industri ini tumbuh begitu pesat. Berdasarkan hasil riset Newzoo, sebuah firma riset yang bergerak di bidang game, e-sports, dan mobile market, pasar game di negara ini sangat menjanjikan. Di tingkat global, pendapatan industri game global sepanjang 2016 tercatat sebesar US$ 99,6 miliar. Hebatnya, wilayah Asia Pasifik menguasai dengan market share sebesar 47%. Kemudian, diikuti Amerika Utara dengan market share 25% serta Eropa, Timur Tengah dan Afrika dengan market share 24% . Dilihat dari negaranya, China menjadi negara dengan pendapatan game tertinggi dan mencatat angka US$ 24,4 miliar yang berasal dari 788,8 juta populasi online mereka. Setelah China, ada Amerika Serikat dengan nilai US$ 23,5 milar dan populasi online masing-masing sebanyak 293,6 juta. Lalu, Jepang yang mencatatkan pendapatan hingga US$ 12,4 miliar dari 117,6 juta populasi online. Bagaimana dengan Indonesia? Walaupun belum sebesar negara-negara itu, namun industri game di Indonesia tumbuh luar biasa. Pada tahun 2015, pasar game Indonesia mencetak pendapatan US$ 321 juta. Lalu, naik secara cepat menjadi US$ 704 juta pada akhir 2016. Di tahun 2016, Indonesia berada pada urutan ke 17 dari 20 top negara dengan pendapatan game tertinggi di dunia dan no 1 di Asia Tenggara. Tahun ini saja, sepanjang semester awal 2017 pendapatan pasar game Indonesia sudah hampir menyentuh angka US$ 900 juta dengan CAGR (Compound Annual Growth Rate) naik 200% setiap tahunnya dari tahun 2015. Pertumbuhan ini adalah yang tertinggi di dunia. CAGR sendiri dianggap menjadi pengukuran yang lebih relevan dalam dunia ekonomi kreatif di negara-negara maju. Ironisnya, seperti di banyak industri lainnya, porsi pemain lokal dalam mengambil kue pasar game tanah air sangat kecil. Porsi yang dikuasai pengembang lokal ternyata hanya kurang dari 1%. Dengan kata lain, 99% kue industri game dikuasai oleh pemain asing. Apa penyebabnya? Kualitas kemampuan sumber daya manusia, daya saing industri hingga skema program dan target Pemerintah yang masih berada di wilayah abu-abu, terutama untuk industri game Indonesia berpengaruh besar atas terciptanya kondisi ini. Menanggapi fenomena ini, Cipta Kreasi Indonesia (CAKRA) selaku Asosiasi Industri Kreatif di Indonesia, merasa perlunya langkah signifikan agar pemain lokal punya andil lebih besar lagi. Sebab, bila dibiarkan akan berdampak pada ketertinggalan perekonomian Indonesia secara signifikan di masa depan, khususnya industri kreatif dan game CAKRA pun menginisiasi kerjasama dengan True Axion Interactive, pemain global untuk meningkatkan
8/25/2017 11:09:44 AM
T A
L K
I
N
G
P
O
I
N
T
MarkPlus Center for Communication, High-Tech & Media 017
JAPAN
USA
12,4
23,5
dalam US$ miliar
dalam US$ miliar
GLOBAL dalam US$ miliar
CHINA
24,4 dalam US$ miliar
INDONESIA
0,7
dalam US$ miliar
“SECARA KAPABILITAS KITA TERTINGGAL CUKUP JAUH DARI NEGARA LAIN. KAMI MENGAMATI PERKEMBANGAN BEBERAPA TAHUN TERAKHIR INI DAN MENYADARI INDONESIA MEMILIKI POTENSI LUAR BIASA BESAR DI INDUSTRIGAME. “
daya saing dan kompetensi pengembang-pengembang lokal. Sehingga, nantinya pemain lokal bisa berbicara di kancah nasional maupun global. “Kami bermaksud membentuk suatu ekosistem positif dengan membangun kolaborasi lintas sektor ekonomi kreatif dan melibatkan berbagai pihak terkait hingga dapat mempercepat akselerasi industri kreatif Indonesia. Pada akhirnya, kami harapkan inisiasi ini dapat mendukung program pemerintah mencapai 50% kontribusi pengembang lokal di industri pasar game dan kreatif Indonesia pada tahun 2020,” kata Ivan Chen, Founder dan Kepala Bidang Games CAKRA. Kerjasama antara kedua pihak ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan mengedepankan program unggulan “1000 IP” (IP: Intellectual Properties). “Secara kapabilitas kita tertinggal cukup jauh dari negara lain. Kami mengamati perkembangan beberapa tahun terakhir ini dan menyadari Indonesia memiliki potensi luar biasa besar di industri game. Diharapkan dengan berjalannya program 1000 IP, pengembang lokal mampu menguasai tidak hanya pasar Indonesia namun juga mendapat akses ke pasar global,” tambah Ivan.
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-017.PDF 1
Jessie Boonyawattanapisut, Chairwoman and CEO True Axion Interactive menyatakan, Asia Tenggara akan menjadi battleground berikutnya di peta industri video game. Indonesia menjadi salah satu pasar besar, sehingga memerlukan transfer pengetahuan ke pengembang lokal agar bisa naik ke level berikutnya. “Kami memiliki pengalaman selama 11 tahun terakhir di Axion Games dan melatih talent lokal melalui program akademi intensif hingga secara teknis menjadi pengembang game terbaik di China dan Thailand. Program ini akan kami bawa serta ke Indonesia dengan target menghasilkan IP bertaraf global,” tambah Jessie. True Axion Interactive akan membawa program Akademi dan Studio mereka untuk melakukan transfer manajemen produksi dan teknologi hingga daya saing dan kompetensi nasional meningkat. Mindset dan fokus harus diubah dari pembuatan game atau konten kreatif untuk ‘pasar domestik’ menjadi untuk ‘pasar dunia atau ekspor’. “Program ini akan membuka peluang lebar bagi Indonesia untuk menjadi pusat industri game dan konten kreatif di Asia Tenggara hingga kemudian mampu menjadi pemeran utama industri game dan konten kreatif global,” ungkap Sofian Martineau, Country Head True Digital Plus Indonesia.
8/25/2017 11:09:45 AM
T A
L K
I
N
G
P
O
I
N
T
MarkPlus Center for Retail & Consumer 018 Ultra Bali. Ingin melakukan head banging sembari menikmati aksi musisi metal papan atas, Anda bisa berkunjung ke gelaran Hammersonic. Menikmati musik dengan beragam genre, bisa mengunjungi Synchronize Fest atau We The Fest (WTF). Panggung festival pun tak melulu menyasar market kota besar Jakarta. Perlahan, setiap daerah di negeri ini menghadirkan festivalnya masingmasing. Yogyakarta misalnya memiliki gelaran festival musik jazz Ngayogjazz. Di kaki Gunung Bromo juga ada gelaran Jazz Gunung. Kawasan Kawah Ijen di Banyuwangi juga memiliki gelaran musik jazz sendiri bernama Jazz Ijen. Ajang festival musik rock terbesar di Indonesia, Soundadrenaline, kini digelar konsisten di Pulau Bali. Di wilayah Kalimantan juga terdapat Rock in Borneo yang diselenggarakan di Tenggarong, Kutai Kartanegara, acara ini sebelumnya dikenal dengan nama Kukar Rockin Fest. Sulawesi juga memiliki gelaran Rock in Celebes yang diadakan di kota Makassar. Secara garis besar, setiap daerah hampir memiliki festival musiknya masing-masing, baik dalam skala besar atau kecil. “Bisa dibilang menggelar festival musik lebih menguntungkan ketimbang membawa satu artis untuk konser tunggal. Banyak artis yang tampil, artinya lebih banyak penggemar yang hadir,” ujar Kevin Wiyarnanda, Public Relations & Media Relations Ismaya Live. Ismaya Live merupakan salah satu promotor besar yang selama beberapa tahun terakhir getol mengadakan festival musik. Dalam satu tahun, setidaknya ada tiga gelaran festival musik yang diselenggarakan oleh Ismaya Live, antara lain Djakarta Warehouse Project (DWP), We The Fest (WTF), dan Sunny Side Up Festival.
Besar Saja Tidak Cukup Oleh Ramadhan Triwijanarko dan Saviq Bachdar
Indonesia mulai disorot sebagai pasar eksibisi dan festival musik bertaraf internasional. Namun, sejumlah masalah masih membatasi pertumbuhan industri ini. Pemain pun mengharapkan adanya dukungan penuh dari pemerintah dalam mengembangkan sektor tersebut.
ren konser musik di Indonesia memasuki tahap baru. Bila pada awal tahun 2010an, Indonesia sempat kebanjiran musisi asing yang menggelar konser tunggal di Indonesia, kini intensitasnya mulai menurun. Beberapa promotor yang dulu getol mendatangkan musisi asing sudah tidak terlalu gencar menggelar konser tunggal. Trennya saat ini adalah musisi-musisi asing tampil bersama dalam satu gelaran festival. Dengan populasi yang besar, siapa yang tidak tergiur dengan potensi market Indonesia untuk bisnis festival musik. Tak heran dalam kurun satu dasawarsa terakhir, festival musik kian spesifik. Ingin mendengarkan musik jazz, ada gelaran Java Jazz Festival yang rutin diadakan tiap tahun. Mendengarkan Electronic Dance Music (EDM) bisa mengunjungi Djakarta Warehouse Project (DWP) atau
Indonesia Tradeshow Market 2011-2015 (in US$ mil)
12.7% CAGR 220 190 170 150
Sumber : AMR analysis
130
2011
2012
2013
2014
2015
YoY
2.5%
12.6%
12.5%
13.1%
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-018.PDF 1
Meskipun memiliki embel-embel festival musik, aktivasi yang dilakukan selama penyelenggaraan festival juga tidak selalu soal musik. Ada festival musik yang menayangkan pemutaran film, demo memasak, bazar fesyen, bazar records store, gerai makanan, dan aktivitas permainan lainnya. Bahkan ada festival yang mengajak penontonnya untuk membakar api unggun dan hiking di kaki pegunungan. “Kami tidak selalu menawarkan musik. Sehingga orang tahu ketika hadir ke festival musik akan ada experience lain yang bisa didapatkan. Penonton bisa merasakan segala macam aktivasi dan penonton juga akan semakin tertarik untuk datang ke festival musik daripada hadir ke konser tunggal,” jelas Kevin. Sebagai promotor, Ismaya Live mengaku membangun sebuah festival musik jauh lebih menantang ketimbang menghelat konser tunggal. Dalam hal ini, promotor memiliki kebebasan dalam menciptakan aktivasi, mengatur panggung, tata cahaya, hingga menentukan musisi yang akan tampil. Sebaliknya, ketika mengadakan konser tunggal, promotor harus mengikuti request dan aturan dari musisi tersebut. Soal profit, ia menilai tidak ada jaminan sebuah festival musik pasti akan memberi cuan. Kevin menceritakan, Ismaya Live mesti berjuang mati-matian ketika awalawal menyelenggarakan festival. Seiring dengan konsistensi dan penyelenggaraan
8/25/2017 11:09:45 AM
ismayalive.com
019
festival yang kian rapi, nama-nama festival yang diadakan Ismaya Live akhirnya semakin dikenal. Selain pendapatan dari tiket masuk, promotor juga memperoleh keuntungan dari penjualan makanan dan minuman, serta suvenir. Ismaya Live sendiri mematok harga tiket masuk yang beragam. Untuk DWP 2017, harga tiket pre-sale dipatok mulai dari Rp 800.000 hingga Rp 2,5 juta selama dua hari. Sebenarnya, harga tiket festival musik di Indonesia cukup beragam dan sebagian cukup terjangkau. Untuk event sekelas Java Jazz Festival, penonton bisa menyaksikannya dengan merogoh kocek mulai dari Rp 300.000 untuk satu hari, atau Rp 750.000 untuk paket selama tiga hari. Synchronize Fest mematok harga awal mulai dari Rp 190.000 untuk satu hari, dan Rp 345.000 untuk tiga hari. Festival Soundadrenaline yang diadakan selama dua hari bisa disaksikan dengan harga mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 300.000. Festival Jazz Gunung di kaki Gunung Bromo dapat dinikmati mulai dari Rp 300.000 hingga Rp 1,6 juta. Berbagai festival musik tersebut secara langsung dapat menggerakan perputaran uang dan ekonomi di wilayah tempat festival berlangsung. Untuk festival seperti DWP dan WTF, rata-rata pengunjung menghabiskan uang sekitar Rp 300.000 hingga Rp 500.000 selama satu hari.
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-019.PDF 1
Minta insentif Lokasi geografis yang luas, jumlah kelas menengah yang tinggi, serta permintaan akan hiburan yang terus meningkat membuat Indonesia menjadi pasar besar bagi para promotor dan eksibitor. Permasalahannya saat ini Indonesia masih kekurangan lokasi yang memadai untuk pelaksanaan festival atau pameran dalam skala besar. Di Jakarta hanya beberapa lokasi yang dianggap layak diadakan sebagai tempat berlangsung sebuah festival dan pameran skala akbar. Beberapa lokasi tersebut adalah JIExpo, Kemayoran dan Jakarta Convention Center, Senayan. Sebenarnya Indonesia Convention Exhibition di Tangerang juga menjadi primadona baru penyelenggaraan konser dan pameran. Hanya saja, lokasinya sudah bergeser dari pusat kota. Untuk penyelenggaraan festival skala besar di wilayah Jakarta biasanya diadakan di Ancol, JIExpo, dan Parkir Timur Senayan. Menurut James Boey, General Manager Panorama Exhibitions, Indonesia tidak kalah saing dengan Singapura dalam hal penyelenggaraan event, baik festival musik ataupun pameran. Ia bilang pasar eksibisi di Singapura bahkan jauh lebih kecil dari Indonesia, mengingat jumlah populasinya yang tak sebanyak negeri ini. “Pertunjukan atau tradeshow terbesar di Indonesia itu jauh lebih besar dari segi jumlah pengunjung ketimbang pertunjukan terbesar di Singapura,” kata James.
Hanya saja, Singapura memosisikan dirinya sebagai regional hub di kawasan ASEAN. Artinya, pemain eksibitor maupun promotor di sana siap untuk menghelat event di sekitar negara kawasan, termasuk Indonesia. Tantangan terbesar yang juga dihadapi pemain eksibisi dan promotor adalah memperoleh dukungan pemerintah. Menurut James, meski pemain aktif menggelar event, itu saja belum cukup menggairahkan industri itu. Ia mengharapkan, pemerintah perlu membuat regulasi terkait insentif pajak dan perizinan, hingga menyediakan lokasi yang memungkinkan diselenggarakannya event berskala internasional. Banyak pihak menilai pameran dan festival di Indonesia masih dianggap underserved market, artinya punya potensi, namun tak diketahui banyak pihak. Laporan konsultan bisnis AMR International menyebut, ketika pasar global mengalami penurunan jumlah pameran, Indonesia justru mengalami peningkatan. Sejak tahun 2011, pertumbuhan pameran di negeri ini mencapai double digit dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 16%. Angka ini belum merujuk pada pertumbuhan festival musik di Indonesia. Percepatan ini sebagian besar didorong oleh meningkatnya jumlah kelas menengah di Indonesia, serta perbaikan infrastruktur seperti jalan, hotel, serta perluasan ruang pameran.
8/25/2017 11:09:46 AM
T A
L K
I
N
G
P
O
I
N
T
MarkPlus Center for Healthcare, Property & Consumer 019 020
Bukan Soal Penampilan, Tapi Kesehatan Oleh Hendra Soeprajitno
Sebagai negara dengan indeks ultraviolet tinggi, masyarakat Indonesia harus mulai mengantisipasi bahaya dari radiasi ultraviolet A. Memberikan perlindungan kulit dengan tabir surya harus dilakukan. Tujuannya bukan sekadar untuk menjaga penampilan, tapi kesehatan jangka panjang.
ebagai negara tropis, terik sinar matahari bukan barang langka di Indonesia. Meskipun sinar matahari di pagi hari sangat baik karena mengandung vitamin D, lain halnya dengan sinar sang surya di siang hari. Berbagai keluhan betapa panasnya cuaca siang ini, membuat kita pusing, serta kulit gosong kerap terlontar dari mulut kita. Menurut data Cancer Research UK, kulit manusia di dunia ini terbagi menjadi enam jenis. Tipe satu dan dua, adalah kulit yang umumnya dimiliki oleh warga Eropa, Amerika Serikat, dan Australia. Kulit mereka berwarna putih dan kemerahan. Sedangkan kulit tipe lima dan enam adalah kulit berwarna hitam. Umumnya, kulit ini dimiliki oleh masyarakat di benua Afrika. Kedua jenis kulit itu memiliki perbedaan yang mendasar. Kulit jenis satu dan dua akan terbakar jika terkena sinar matahari dalam jangka waktu lama. Tapi, tidak lama kulit mereka akan kembali putih. Paling mentok pun akan timbul bercak. Sedangkan kulit jenis lima dan enam adalah kulit yang tidak akan menjadi gelap meskipun terkena sinar matahari dalam jangka waktu lama. “Sedangkan orang Indonesia memiliki jenis kulit tiga dan empat. Ketika terkena sinar, maka kulitnya akan berubah warna dan menjadi gelap,” kata dr. Fredi Setyawan, Pendiri Natasha Skin Clinic Center. Apalagi, Indonesia adalah negara yang memiliki indeks ultraviolet cukup tinggi. Sehingga, melakukan perlindungan pada kulit harus menjadi perhatian siapa saja. Namun, kenyataannya, hanya sebagian kecil warga Indonesia yang menjadikan sunscreen atau tabir surya sebagai krim perlindungan yang dipakai sehari-hari. Melihat peluang itu, Natasha Skin Clinic Center menghadirkan tabir surya dengan merek Bali Breeze. Ada berbagai diferensiasi yang ditawarkan oleh produk ini. Misalnya Bali Breeze menggunakan bahan baku tanaman edelweiss dari Pegunungan Alpen. Tanaman ini diklaim mampu bertahan di suhu ekstrim dalam paparan sinar matahari. Ekstrak bunga alpine edelweiss mengandung antioksidan dan
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-020.PDF 1
DNA repair. Konsentrasi tinggi flavonoid dan asam fenolat di dalamnya bisa menangkal serta melindungi kulit dari sinar UV. Sekadar informasi, radiasi ultraviolet (UV) pun hadir dengan dua jenis. Yaitu Ultraviolet A yang bisa menyebabkan kerusakan pada DNA. Radiasi ini membuat kulit kita menjadi kasar, keriput, dan efek jangka panjangnya berisiko terkena kanker. Sedangkan Ultraviolet B hanya sampai permukaan kulit dan menyebabkan kemerahan dan gosong pada kulit. Sedikit hal yang membedakan, UV A dipercaya bisa menembus pada kaca. “Ketika kita berada di ruangan sekalipun, Ultraviolet A bisa menembus. Ultraviolet A konstan hadir dari jam 9 pagi hingga jam 3 sore. Radiasi ini tetap ada meskipun kita tidak berada di luar ruangan,” kata dr. Fredi. Sedangkan ultraviolet B, diprediksi hanya hadir pada kisaran pukul 12 hingga 1 siang. Cara untuk menanggulangi kedua ultraviolet itu pun berbeda. UV B ditahan oleh Sun Protection Factor (SPF), sedangkan UV A ditahan menggunakan The Protection Grade of UVA atau PA. Semakin besar angkanya, makin besar pula perlindungan yang diberikan.
8/25/2017 11:09:47 AM
T A
L K
I
N
G
P
O
I
N
T
MarkPlus Center for Healthcare, Property & Consumer 021 Hal inilah yang menjadi perhatian Bali Breeze. Mereka menghadirkan dua jenis tabir surya, yaitu Bali Breeze Tropical Sunscreen dan Bali Breeze Sport Tropical Sunscreen. Adapun produk sport lebih ditujukan kepada mereka yang beraktivitas di luar ruangan lebih lama dan tahan air. “Angka SPF yang tertera adalah 50+ karena memang peraturan tidak boleh menyebutkan angka yang lebih tinggi untuk SPF di atas 50. Padahal dalam pengujian invivo (pengujian terhadap kulit manusia), BaliBreeze memiliki angka SPF 65 dan 125,2 untuk Bali Breeze sport,” kata dr. Fredi. Selain itu, Bali Breeze hadir dengan PA++++. Angka ini termasuk yang tertinggi karena kebanyakan sunscreen memiliki angka PA ++ atau PA +++. “Biasanya orang memilih sunscreen berdasar SPFnya saja. Padahal PA juga faktor penting karena menjaga dari UV A. Karena tingkat bahaya radiasi UV A tinggi, maka kami memberikan perlindungan PA yang tinggi juga pada kedua produk Bali Breeze,” ujar dr. Fredi. Dengan diferensiasi itu, Natasha pun yakin bisa menjadi pemain penting dalam pasar sunscreen di Indonesia. Selama ini, terdapat beberapa nama besar yang menjadi penguasa pasar, seperti Nivea dan
Banana Boat. “Bali Breeze akan menjadi pemain lokal pertama yang menawarkan PA dan SPF terbaik, serta DNA repair,” kata dr. Fredi. Asal tahu saja, Natasha melakukan riset selama dua tahun dalam menciptakan produk baru ini. Dalam urusan distribusi, Bali Breeze akan ditawarkan di modern trade dan e-commerce. Dalam melakukan targeting, Natasha pun menjadikan kaum millennial sebagai target pasar. Maklum, kaum millennial saat ini sangat peduli dengan hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan. Belum lagi, kaum millennial saat ini sangat getol berpelesir ke daerah-daerah yang tentunya memiliki daya sinar matahari tinggi. Selain kaum millennial, Natasha juga akan melakukan kampanye marketing kepada para pecinta olahraga golf di Indonesia. Pasalnya, mereka adalah masyarakat yang sadar dan peduli akan bahaya dari sinar matahari. Hal itu terbukti banyak pegolf yang menggunakan sunscreen ketika sedang berolahraga di lapangan. “Kami akan menggelar kompetisi golf. Tujuannya untuk sosialisasi dari produk kami,” kata dr. Fredi. Meski memiliki target konsumen yang spesifik, dr. Fredi berharap masyarakat Indonesia sadar akan pentingnya
menggunakan sunscreen guna menepis bahaya Ultraviolet A, yang akan berdampak buruk bagi kesehatan untuk jangka panjang. Natasha pun berharap bisa melakukan edukasi dan menjadikan sunscreen bukan sebagai bagian dari kecantikan melainkan kesehatan. Walaupun berlabelkan negara tropis, iklim Indonesia pun dianggap jauh lebih baik ketimbang Australia. “Ozon di Australia sangat tipis. Bukan hanya UV A dan UV B, tapi di sana ada UV C. Itulah mengapa penderita kanker kulit terbanyak ada di Australia,” katanya. Selain melakukan penetrasi di pasar nasional, produk ini juga akan ditawarkan di pasar Filipina, Vietnam, Kamboja, dan Myanmar. Hal ini dikarenakan iklim keempat negara itu mirip dengan Indonesia. Pertanyaannya, apakah produk dari Natasha Skin Clinic Center ini bisa menjadi pemain penting dalam bisnis sunscreen di Indonesia? Mari kita tunggu. Yang pasti, sebagai masyarakat dari negara dengan sinar matahari yang terik, tidak ada salahnya jika mulai memberikan perhatian kepada kulit kita. Bukan agar kita tidak menjadi hitam, tapi demi kesehatan untuk jangka panjang. Sudahkah Anda menyadarinya?
Jenis Kulit Manusia dan Risiko Terkena Kanker WARNA KULIT
Putih pucat, berbintik-bintik
Putih
1 SENSITIVITAS TERHADAP UV & PELUANG TERBAKAR
RISIKO TERKENA KANKER KULIT
Cokelat muda
2
Cokelat
3
Cokelat tua
4
Cokelat tua kehitam-hitaman
5
6
Sangat-sangat sensitif
Sangat sensitif
Sensitif
Agak sensitif
Tidak terlalu sensitif
Tidak terlalu sensitif
Selalu terbakar, tidak pernah menjadi kecoklatan
Mudah terbakar, sedikit menjadi kecoklatan
Kulit kerap terbakar
Jarang terbakar, tapi mudah menjadi coklat
Jarang sekali terbakar
Tidak pernah terbakar
Sangat berisiko tinggi terkena kanker kulit
Berisiko tinggi terkena kanker kulit
Berisiko tinggi terkena kanker kulit
Berisiko terkena kanker kulit
Risiko terkena kanker rendah. Ketika terkena, biasanya terlambat terdeteksi. Risiko lebih tinggi ketika seseorang kekurangan vitamin D
Risiko terkena kanker rendah. Ketika terkena, biasanya terlambat terdeteksi. Risiko lebih tinggi ketika seseorang kekurangan vitamin D
Sumber: Cancer Research UK.
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-021.PDF 1
8/25/2017 11:09:47 AM
T A
L K
I
N
G
P
O
I
N
T
MarkPlus Center for Automotive, Transportation & Logistic 019 022
Arah Baru Industri Otomotif Oleh Muhammad Perkasa Al Hafiz
Perkembangan teknologi di industri otomotif semakin ramai dibicarakan. Mulai dari penurunan emisi gas buang melalui kendaraan ramah lingkungan, seperti kendaraan hybrid, kendaraan listrik penuh, hingga kendaraan nirawak, dan yang lainnya. Di tengah fokus tersebut, persaingan antarpelaku industri pun sengit terjadi. engan mengusung tema “Rise of the Future Mobility”, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 diharapkan menjadi ajang yang dapat mewakili gerak langkah Gaikindo dalam membangun dan mengembangkan industri otomotif Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Asal tahu saja, pameran GIIAS 2017 dapat disejajarkan dengan pameran otomotif
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-022.PDF 1
internasional lainnya seperti Frankfurt Auto Show, Tokyo Motor Show, Detroit Auto Show, Geneva Motor Show dan beberapa pameran internasional lainnya. Menurut data Gaikindo (Asosiasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) hingga semester pertama 2017, industri ini hanya tumbuh tipis sekitar 0,3% atau sekitar 597 unit mobil saja dibandingkan periode yang sama setahun lalu. Dari total penjualan tersebut, penjualan mobil jenis Multipurpose Vehicle (MPV) masih menguasai pangsa pasar terbesar. Penjualan MPV mencapai 55% dari total penjualan atau sekitar 294.000 unit. Disusul mobil jenis Low Cost Green Car (LCGC) sebesar 22% dari total penjualan. Jika berkaca dari tren yang terjadi setiap tahun, ajang pameran acap kali menjadi momentum penjualan mobil secara nasional bersama dengan momen Lebaran sebagai puncaknya. Sebab itu, tidak sedikit pemain yang meluncurkan produk terbaru mereka di ajang ini, bahkan menjadi world premiere launch. Peta persaingan dan tren ke depan soal industri ini pun bisa dilihat dari produkproduk yang diluncurkan. Menurut data
Gaikindo, segmen mobil MPV masih mendominasi minat konsumen. Dua pemain baru pun tergoda untuk meramaikan segmen tersebut. Pemain pertama datang dari China, Wuling. Hadir perdana di Tanah Air, Wuling mengandalkan varian Confero mereka untuk menjadi bintang di GIIAS 2017. Tantangan selanjutnya hadir dari Mitsubishi. Melalui Xpander, Mitsubishi resmi masuk ke pasar Low MPV yang telah lama tidak mereka perhatikan pasca pamitnya produk mereka dari pasaran pada tahun 2005, Mitsubishi Kuda. Xpander berhasil tampil menawan dan menjadi bintang selama perhelatan GIIAS 2017. Pernyataan tersebut tidak berlebihan jika melihat antusias pengunjung, dari yang sekadar melihat-lihat sampai mengajukan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) kepada Xpander. Bahkan, SPK yang dikantongi mobil ini mencapai 5.281 unit di perhelatan GIIAS 2017 yang berlangsung selama 10 hari. Kehadiran Xpander dan keluarga Confero pun digadang-gadang akan menggoyang kedigdayaan Toyota Avanza dan ikut bersaing bersama Honda Mobilio, Suzuki
8/25/2017 11:09:48 AM
T A
L K
I
N
G
P
O
I
N
T
MarkPlus Center for Automotive, Transportation & Logistic 023
Foto: Tri Setia Irawan
“PADA TAHUN 2025, AKAN ADA SEKITAR 20% ATAU 400.000 UNIT MOBIL LISTRIK DAN HYBRID MASUK KE PASAR TANAH AIR. ANGKA INI KELUAR JIKA TARGET PRODUKSI MOBIL PADA TAHUN 2025 YANG MENCAPAI 2 JUTA UNIT TERCAPAI.” Ertiga, juga Daihatsu Xenia. Inovasi fitur dan harga dianggap akan menjadi strategi kunci keduanya. Selain segmen LMPV, masih banyak pemain yang menyegarkan industri ini, di antaranya, Mazda All New CX-5 dengan mesin 2.500 cc, All New Suzuki Baleno yang dibekali mesin berkode K14B dengan kapasitas 1,4 liter DOHC VVT MPI atau sama dengan yang dipakai Suzuki Swift dan Suzuki Ertiga. Sang pemimpin pasar pun tak mau kalah. Toyota memboyong dua mobil barunya –yakni Toyota New Fortuner TRD dan sang baby Alphard – All New Voxy. Pabrikan selanjutnya yang meluncurkan mobil anyarnya adalah Honda dengan Civic Type R seharga Rp 995 juta. Lebih dari itu, misi yang diemban oleh Gaikindo melalui pameran ini terkait dengan transfer of knowledge kepada masyarakat seputar dunia otomotif pun dirasa berhasil. Melalui ajang ini, antarpeserta pameran jamak menyajikan inovasi dan teknologi terbaru mereka. “Ada dua hal terpenting dalam perkembangan zaman, yaitu demokrasi dan lingkungan. Karena itu, masyarakat global saat ini bersama-sama membuat kesepakatan untuk mengurangi polusi, termasuk dari kendaraan,” kata Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla saat membuka GIIAS 2017. Sebab itu, banyak dari pabrikan mobil dunia berlomba-lomba dalam riset dan pengembangan mobil ramah lingkungan. Mulai dari mobil bertenaga gas, hibrida, listrik, hingga hidrogen. Menurutnya, pengembangan mobil hibrida dan listrik menjadi tantangan di Indonesia. JK pun berjanji bahwa pemerintah akan memberikan kemudahan dan aturan yang baik untuk teknologi ini. Salah satu bentuk dukungan yang saat ini telah
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-023.PDF 1
berjalan adalah melalui proyek pengadaan listrik sebesar 35 ribu megawatt yang ditambah dengan pembangunan stasiun pengisian daya mobil listrik secara bertahap. Kementerian Perindustrian pun menargetkan pada tahun 2025 mendatang, akan ada sekitar 20% atau 400.000 unit mobil listrik dan hybrid masuk ke pasar Tanah Air. Angka ini keluar jika target produksi mobil pada tahun 2025 yang mencapai 2 juta unit tercapai. Para pemain pun mengaku telah siap untuk teknologi ini. Seperti yang dikatakan oleh BMW Group Indonesia yang menghadirkan BMW i3 bersama jajaran mobil listrik lainnya seperti Toyota C-HR, Nissan Note E-Power, sedan Mercedes-Benz E350 Plug in Hybrid, hingga truk hybrid Mitsubishi eCanter. “Di GIIAS 2017, kami membawa BMW i3 yang full electric. Sebelumnya kami telah memiliki BMW i8 dengan teknologi plug in hybrid. Melalui mobil ini, kami ingin menginspirasi semua orang di Indonesia bahwa kendaraan listrik secara teknologi sudah siap. Meski begitu, kendaraan ini masih membutuhkan dukungan untuk hadir di Indonesia,” jelas Vice President Corporate Communication BMW Group Indonesia, Jodie O’tania. Menurutnya, berbagai hal seperti infrastruktur, regulasi harus mendukung untuk kehadiran kendaraan listrik, baik yang hybrid maupun yang secara total menggunakan tenaga listrik. Salah satu infrastruktur yang paling penting adalah charging station. Jodie pun menilai pengembangan infrastruktur ini bisa dilakukan bersama, baik pemerintah maupun BMW sebagai pemegang merek. Menurutnya, dukungan pemerintah saat ini sangat positif.
8/25/2017 11:09:49 AM
T A
L K
I
N
G
P
O
I
N
T
MarkPlus Center for Retail & Consumer 019 024 dinamika dalam mengelola perusahaannya. Ibarat kapal yang berjuang menerjang badai, nakhodanya harus mampu mengambil keputusan yang strategis dan taktis agar terus membawa kapalnya sampai ke tujuan. Strategic marketing berkaitan dengan bagaimana suatu perusahaan melihat competitive outlook, merespons dengan sebuah strategic competitiveness yang matang dan mengeksekusi dengan competitive elements. Financial impact berkaitan dengan cara perusahaan menguasai balance sheet-nya agar memperoleh profit dengan cash flow yang positif, dan tumbuh menjadi perusahaan dengan market capitalization yang tinggi dan berkelanjutan. Selanjutnya, arah perusahaan sangat tergantung pada ‘nakhoda’-nya: individu atau kelompok di dalam perusahaan yang profesional, produktif, kreatif, dan berjiwa entrepreneurial (wirausaha).
Entrepreneurial Marketing Canvas (EMC)
Pil Pahit Bisnis Nyonya Meneer Oleh Vendy Chandra, Industry Lead Government & Public Services MarkPlus, Inc.
Di dunia yang serba unpredictable ini, perusahaan mapan bisa saja dikalahkan oleh startup karena mereka sangat dinamis menyesuaikan dengan perubahan dan menjadi relevan bagi customer-nya. Dan, Nyonya Meneer menjadi salah satu contohnya. i edisi Marketeers sebelumnya, Hermawan Kartajaya, Founder and Chairman MarkPlus, Inc. memperkenalkan Entrepreneurial Marketing Canvas (EMC) yang menjadi alat untuk mendesain strategi dari sebuah perusahaan agar memiliki daya saing dan bisa sustainable menghadapi perubahan, apalagi di kondisi yang susah diprediksi seperti sekarang ini. Bila Anda memerhatikan dengan seksama, Anda akan menemukan beberapa perubahan dari model EMC ini. Pada edisi kali ini, kami pun mulai memperkenalkan versi terbaru dari EMC yang lebih komprehensif dan relevan bagi para marketeer agar dapat mempertajam analisis. Tidak berhenti sampai di sini, kami pun
talking point sept.indd 11
akan terus menyempurnakan model ini agar dapat menjadi tools pemasaran yang lebih sempurna lagi. Di dunia yang serba unpredictable ini, perusahaan mapan bisa saja dikalahkan oleh startup karena mereka sangat dinamis menyesuaikan diri dengan perubahan dan menjadi relevan bagi customer-nya. Menggunakan EMC, kali ini saya akan memberikan contoh kasus sebuah company yang baru saja dinyatakan pailit pada 4 Agustus 2017. Nyonya Meneer, sebuah perusahaan dengan produk utama jamu tradisional berbahan alami, harus mengakhiri aktivitas perusahaannya setelah beroperasi hampir 100 tahun. Pastinya banyak penggemar produk ini yang terkejut mendengar kabar yang tidak baik ini. Padahal, menurut Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, kinerja industri jamu nasional berkembang dan masih tumbuh sekitar 10% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Lalu, apa yang terjadi? Dari berbagai sumber media massa, Nyonya Meneer dipailitkan oleh krediturnya karena tidak mampu membayar utang. Menurut Prof. Rhenald Kasali, disrupsi menyebabkan Nyonya Meneer bangkrut. Lalu, mengapa Nyonya Meneer tidak bisa bayar utang dan tidak mampu berinovasi? Ada tiga unsur dalam EMC, yaitu strategic marketing, financial impact, dan organizational transformation. Sebuah perusahaan agar dapat bertahan dan berkembang di zaman sekarang yang serba tidak pasti, tentunya membutuhkan
Strategic Marketing Nyonya Meneer, sebagai salah satu penguasa industri jamu nasional, mengajarkan kita bagaimana memanfaatkan kekayaan bahan baku jamu yang sangat berlimpah di Indonesia. Dengan berbekal resep racikan turun-temurun, Nyonya Meneer memperkenalkan aset tanah air sampai ke kancah internasional. Berbekal word-of-mouth dari orang tua ke anakanaknya, sampai tahun 1990-an masih menjadi tahun keemasan bagi perusahaan jamu ini. Namun, dua puluh tahun setelah itu, konsumen mulai meninggalkannya. Dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih dan perubahan sosial budaya masyarakat middle-class Indonesia yang semakin muda dan energik, strategi Nyonya Meneer untuk stay traditional tidak lagi berhasil. Kompetitor pun semakin agresif dan menunjukkan kepiawaiannya dalam memenuhi kebutuhan pasar yang ingin serba praktis. Nyonya Meneer pun tidak lagi berhadapan dengan pemain jamu saja melainkan harus bersaing dengan produkproduk alternatif sehat lainnya, seperti energy drink, ready-to-drink vitamin, dan sejenisnya. Tentunya bagi perusahaan incumbent yang sudah kuat jaringan distribusinya, Nyonya Meneer seperti menutup sebelah mata, cuek terhadap fenomena konsumen yang mulai beralih ke lain hati. Kegagalan dalam memahami competitive outlook kelihatannya mulai terlihat sejak beberapa tahun lalu. Padahal, Nyonya Meneer memiliki strategic competitiveness yang kuat, yang membuatnya menjadi bisa bertahan hampir satu abad. Dengan positioning sebagai perusahaan produksi jamu dari bahan alami,
8/25/17 5:47 PM
T A
L K
I
N
G
P
O
I
N
T
MarkPlus Center for Retail & Consumer 025
ENTREPRENEURIAL MARKETING CANVAS From Outlook to Strategy to Action (NOVELTY/RESOURCES)
3 Threats/Opportunities
CHANGE
SEGMENT FOR TARGET
POSITIO NING
Competitive Elements
Competitive Outlook
Strategy
Strategic Competitiveness
Now/Next
COMPETITOR/ CUSTOMER
DIFFERENTI ATION
Tactic
MARKETING-MIX & SELLING Value
Weakness/Strengths
COMPANY
SERVICE BY PROCESS
BRAND
Financing
Operating
Actualizing
Capitalizing
BALANCE-SHEET
PROFIT & LOSS
CASHFLOW
MARKET CAP
4
( OPPORTUNITY/RISK )
( ROLE/COMPETENCE )
C R E AT I V I T Y ENTREPRENEURSHIP
1
PROFESSIONALISM
Nyonya Meneer memiliki differentiation yang kuat di benak konsumen yang ingin mengonsumsi jamu yang ngangenin dengan cara penyajian yang juga tradisional. Brand dengan muka ‘Nyonya Meneer’ juga sangat kuat dan mampu menjadi ikon dari produk jamu di tanah air. Namun, Nyonya Meneer kurang mampu mengikuti zaman. Apakah diferensiasi dan brand-nya masih relevan untuk customer saat ini? Terbukti dari segi eksekusi, competitive elements yang diciptakan juga belum inovatif. Dengan terus menjadikan baby boomers (yang lahir 1946 – 1964) dan sebagian Gen X (yang lahir 1965 – 1980) sebagai sasaran utama produknya, Nyonya Meneer seakan lupa akan keberadaan Gen Y (yang lahir 1981 – 2000) yang juga merupakan rising middle-class segment di Indonesia. Marketing mix yang digencarkan sebagai taktik pemasaran hanya menyasar segmen yang sudah tidak berkembang itu. Terlihat dari product-nya yang baik dari cara penyajian maupun packaging jarang berubah; promotion yang masih mengandalkan ‘nasihat’ orang tua ke anaknya; place yang belum kuat di gerai distribusi modern seperti Indomaret dan Alfamart.
PRODUCTIVITY
2
( OUTPUT/INPUT )
CREATIVITY Strategi yang dihasilkan Nyonya Meneer punya positioning yang unik dan jelas, namun taktik (packaging, distribution, promotion, dl) harus disesuaikan relevansinya dengan saat ini dan potensi ke depan.
CHANGE THREATS: Gen Y yang merupakan growing middle-class segment.
STRATEGY
STRATEGIC COMPETITIVENESS
Segmen yang ditarget adalah baby boomers dan sebagian Gen X yang nyaman dengan jamu berkualitas berbahan alami.
OPPORTUNITIES: Bahan baku yang masih berlimpah.
COMPETITIOR/CUSTOMER
NOW: Kompetitor menyesuaikan kebutuhan pasar yang ingin praktis.
PROFESSIONALISM Sengketa internal yang dialami Nyonya Meneer perlu diselesaikan agar tidak mengganggu aktivitas operasional.
NEXT: Banyak produk alternatif seperti energy drink, vitamin, dst.
DIFFERENTIATION: - Alami tanpa bahan kimia - Cara penyajian tempo dulu yang ‘ngangenin’.
COMPANY STRENGTH: Punya jaringan distribusi yang kuat karena sudah berdiri sejak 1919. WEAKNESS: Banyak sengketa internal membuat operasional menjadi nomor dua.
POSITIONING: Konsisten menjadi produk jamu alami sejak zaman dulu.
TACTIC - Produk warisan yang masih tradisional dan berbahan alami. - Sebagai first-mover memiliki premium pricing. - Promosi jarang karena mengandalkan ‘nasihat’ yang tua ke muda.
VALUE BRAND: Established brand ( jamu jawa asli)
Proses penyajian dan kemasan yang tradisional jarang diperbaharui.
Financing
Operating
Actualizing
Capitalizing
Hutang yang besar kepada kreditur.
Revenue mulai turun karena jumlah target pasar menurun.
Mengandalkan hutang dari pihak luar untuk mengelola operasional perusahaan.
Sebagai perusahaan mapan, kapitalisasi pasar pasti tinggi.
ENTERPRENEURSHIP Nyonya Meneer sebaiknya mengembangkan strategi yang: Melihat ke pola konsumsi konsumennya. Menjadikan jamu lebih relevan untuk mendapatkan ‘fans’ baru.
PRODUCTIVITY Perlu diberi perhatian
talking point sept.indd 12
Dalam strategi distribusinya (go-to-market), Nyonya Meneer harus memperhatikan pull strategy (menarik end-user) karena saat ini lebih banyak fokus di push strategy (trade marketing).
8/25/17 5:47 PM
T A
L K
I
N
G
P
O
I
N
T
MarkPlus Center for Retail & Consumer 019 026 Selain itu, Nyonya Meneer sepertinya juga kurang memerhatikan pull strategynya dengan baik. Artinya kurang menggali kebutuhan dari end-user dan hanya mengandalkan penjualan dengan push strategy yaitu ke saluran distribusi seperti distributor dan peritel. Financial Impact Dalam hal finansial perusahaan, Nyonya Meneer malah mendapatkan sorotan terbesar karena utangnya yang mencapai puluhan miliar itu. Dari aspek balance-sheet, utang yang besar artinya sustainability dari perusahaan sangat dipertanyakan jika tidak bisa membayar utang dengan operating profit dan/atau ekuitas yang diperoleh. Revenue yang terlihat bagus bukan berarti tidak suffering karena profit yang dihasilkan hanya digunakan untuk membayar cost of capital yang terlampau besar. Apalagi dengan penurunan size dari target segmen akan sangat membahayakan revenue di kemudian hari. Lantas, dengan cash flow yang harus mengandalkan utang untuk mengelola operasional perusahaannya, Nyonya Meneer akhirnya menjadi perusahaan yang salah
talking point sept.indd 13
strategi dalam mengelola finansialnya. Biasanya, utang digunakan untuk hal-hal yang inovatif dalam rangka growth dan bukan untuk menjalankan aktivitas seharihari perusahaan. Berbeda dengan startup yang cuma mengandalkan kapitalisasi pasar, harusnya perusahaan sekelas Nyonya Meneer memiliki aspek finansial yang lebih stabil dan sustainable. Organizational Transformation Sudah banyak sekali perusahaan yang menjadi malas berinovasi dengan beralihnya pucuk kekuasaan ke generasi selanjutnya. Inilah mungkin yang terjadi di Nyonya Meneer. Dari segi professionalism, sengketa yang dialami di internal perusahaan mengganggu aktivitas operasional dan membuat productivity menjadi turun drastis. Creativity pun terhambat karena telat mengeksekusi ide-ide inovatif yang terhambat oleh masalah internal dan entrepreneurship pun tidak dijalankan dengan baik. Padahal, dengan mampu melihat jauh ke depan dan membuat jamu tradisional Indonesia semakin relevan dengan perkembangan zaman, Nyonya Meneer pasti akan mendapat
banyak dukungan dari para konsumennya. Customer yang pernah jadi ‘fans’-nya Nyonya Meneer pasti ingin terus membantu perusahaan ini untuk tumbuh. Lessons of the Day Sebagai warga negara Indonesia, saya sangat bersimpati dengan jatuhnya Nyonya Meneer dan sangat berharap bahwa masalahnya dapat diselesaikan dan suatu hari nanti, produk dalam negeri bermerek ‘Nyonya Meneer’ masih bisa bertengger di toko-toko modern dan tradisional di dalam maupun luar negeri. Walaupun inovasi dalam strategi itu penting, kasus Nyonya Meneer mengingatkan kita betapa pentingnya peran organisasi yang menjadi ‘nakhoda’ dan kepiawaian dalam eksekusi inovasi strategi tersebut. Entrepreneurial Marketing Canvas (EMC) yang terdiri dari tiga komponen – strategic marketing, financial impact, dan organizational transformation—bisa menjadi alat untuk mengevaluasi peta bisnis saat ini dan juga mendesain strategi dan taktik untuk masa depan dalam rangka melawan ‘disruption’ yang terjadi. *Catatan: analisis diambil dari berbagai sumber dan literatur.
8/25/17 5:47 PM
C A
P T A
I
N
O
F
I
N
D
U S T R Y
027
Otis Hahijary
Vice President Director ANTV (PT Cakrawala Andalas Televisi)
Every Time is a Prime-Time ANTV (Andalas Televisi) mengudara pertama kali pada tahun 1994 dan bisa dibilang sebagai stasiun televisi yang sering berganti positioning. Setidaknya, ANTV telah empat kali ‘bergonta-ganti pakaian’. ANTV sempat diposisikan sebagai TV olahraga dengan Zoraya Perucha sebagai presenter tenarnya. Namun, kala itu, pemirsa Indonesia belum siap dengan televisi yang niche market. Setelah tidak berhasil sebagai televisi olahraga, ANTV berganti baju sebagai televisi remaja lewat MTV. Kondisi saat itu dinilai lebih parah. Nielsen bahkan tidak mampu menangkap rating ANTV karena stasiun ini tidak berhasil melampaui threshold atau batas minimum jumlah pemirsa yang ditetapkan. ANTV lalu memutuskan ‘ganti baju’ lagi. Kali ini dengan membeli baju dari luar negeri. ANTV memilih Star TV di bawah 21st Century Fox yang dimiliki konglomerat Rupert Murdoch sebagai mitra strategisnya. Berjalan selama empat tahun dengan Star, nyatanya ANTV masih saja gagal. Faktor kegagalan terjadi karena kurangnya konten lokal dalam sajiannya kala itu. “Ibarat kata, McDonald’s saja hadir di Indonesia menawarkan burger rasa rendang. Artinya, apapun yang masuk ke tanah air, harus ada local taste-nya,” kata Otis Hahijary, yang juga menduduki posisi Chief of Strategic & Planning Director PT Visi Media Asia Tbk, holding yang membawahi TVOne dan ANTV. Otis, sapaan akrab pria berusia 48 tahun itu, menjadi sosok berpengaruh yang mentransformasi ANTV sebagai stasiun televisi papan atas saat ini. Debut Otis dalam dunia televisi diawali sejak ia bergabung di Lativi pada tahun 2001. Setelah Lativi pindah tangan ke Bakrie Grup, ia dipercaya untuk melahirkan televisi berita TVOne. Keberhasilannya menjadikan TVOne sebagai televisi berita dengan audiens terbanyak, menuntut Otis untuk mengurusi ANTV yang nasibnya terseokseok di lanskap pertelevisian tanah air. Saviq Bachdar mewawancari pria yang merupakan mantan bankir lulusan San Diego State University, Amerika Serikat dan Lancaster University, London ini di apartemennya yang berlokasi “lima langkah” dari studio ANTV di bilangan Rasuna Epicentrum, Jakarta. Berikut petikannya.
captain of industry Q&A.indd 1
Apa yang membuat Star TV gagal mengelola ANTV? Star TV ingin memperbaiki ANTV dengan cara mereka sendiri yang mengklaim sebagai jagoan televisi di dunia. Memang, tampilan layar kaca ANTV menjadi bagus, sleek dan clean. Sayangnya masyarakat kita belum bisa mengapresiasi apa yang kita bilang baik secara sinematografi. Lihat saja filmfilm festival seperti Pasar Berbisik, tidak dimakan oleh penonton Indonesia. Nah, itulah gambaran penonton kita sebenarnya. Mereka tidak mementingkan gambar yang filmish, yang penting ceritanya menghibur, lucu-lucuan, sedih-sedihan, dan dekat dengan mereka. Itu yang penonton suka. Lalu, setelah itu, bagaimana nasib
ANTV? Setelah Star gagal, ANTV memproklamirkan diri sebagai televisi perempuan. Di bawah pimpinan Dudi Hendrakusuma Syahlani sebagai presiden direktur, semua tayangan mau diarahkan ke segmen perempuan. Tapi, menurut saya, itu kebablasan. Lalu, saya masuk di ANTV pada September 2013. Satu hal yang saya lakukan adalah memisahkan imej ANTV dengan sepak bola. Kala itu, ANTV bisa dibilang hidup dari Liga Indonesia. Padahal, saudara kandung ANTV yaitu TVOne jelas-jelas memiliki segmen pria, yaitu olahraga. Sebagai penanggung jawab strategi di
8/25/17 5:26 PM
C A
P T A
I
N
O
F
I
N
D
U S T R Y
028
Apa alasan menayangkan serial televisi asing, seperti India dan Turki? Kami mulai memainkan serial India pada tahun 2013, dimulai dengan Mahabharata, Mahadev, dan Jodha Akbar. Semua tayangan serial asing “bekas” kami itu, kini tayang di MNC TV. Tentu, tidak masalah, sebab kami bangga menjadi trend setter. Kami harus masuk ke serial drama karena data pada tahun 2013 menunjukkan supply serial drama hanya 10,7% dari total jam tayang seluruh televisi nasional. Sementara itu, demand-nya lebih tinggi, yaitu 11,2%. Dengan demand yang lebih banyak, kelihatannya mudah bagi stasiun televisi untuk masuk sinetron. Kenyataannya malah sulit banget. Sebab, sinetron telah lama dirajai oleh dua stasiun televisi, yaitu RCTI dan SCTV. Lantas, kami berpikir keras. Model serial drama seperti apa yang diterima oleh pemirsa? Akhirnya, kami coba membangkitkan kembali serial Mahabharata yang sukses di India. Cerita Mahabharata sebenarnya juga pernah tayang di TPI dan TVRI dengan serial yang
captain of industry Q&A.indd 2
RCTI
GTV
TPI/MNC
IVM
TRANS
TV7/TRANS7
LATV/TVONE
SCTV METRO
Repositioning Okt 2013 (Share 6.7)
25.0
20.0
17.3
17.2
15.7 16.5
15.1 14.0
15.0
11.2
12.9
11.4
11.9
5.5
5.6
6.1
6.9
6.7
2013
5.0
2012
7.2
6.1
2009
4.0
5.4
2008
4.5
4.7
2007
5.0
4.6
2011
10.0
Jul 2017
Jun 2017
Apr 2017
May 2017
Mar 2017
Jan 2017
Feb 2017
2016
2015
2014
2010
2006
2005
2004
2003
2002
0.0 2001
Apa dampak setelah reposisi terakhir? Akibat reposisi itu, penonton perempuan meningkat tajam. Sebaliknya, penonton laki-laki menurun. Ini malah baik bagi pendapatan iklan. Sadar tidak sadar, produk yang beredar di masyarakat, decision maker-nya masih ibu-ibu. Bahkan, produkproduk seperti deodoran pria dan mobil pun masih menargetkan perempuan sebagai pemilih utama. Karenanya, banyak dari perusahaan konsumer dan otomotif mencari tayangan dengan target audiens utama ibu rumah tangga. Saya katakan, jika mau menjadi televisi nomor satu, harus menargetkan female audience. Sebab, perempuan lebih betah berada di depan layar televisi.
ANTV
30.0
Share (%)
grup, saya cetuskan agar tayangan sepakbola di ANTV harus dihilangkan, yang mana saat itu audience share-nya sebesar 5%-6%. Saya lantas genjot ANTV untuk masuk ke target utamanya, yaitu keluarga, khususnya ibu-ibu dan anak-anak. Target kedua barulah pria. Dari tahun 2013, audience share ANTV naik dua kali lipat menjadi 11,2%. Banyak orang mengatakan bahwa hal itu terjadi karena momen Piala Dunia (ANTV menjadi pemilik hak siar Piala Dunia 2014 di Brazil). Namun, setahun setelah Piala Dunia, audience-share ANTV naik menjadi 11,4%. Dari paska Ramadan hingga saat ini (pertengahan Agustus 2017_red), kami sudah capai level 16,2%. Torehan itu menjadikan kami sebagai stasiun televisi nomor satu, dengan RCTI dan SCTV di posisi berikutnya.
Source: Nielsen, 1 Jan 2001 - 7 Aug 2017, All People
berbeda. Apalagi, ceritanya sangat dekat dengan masyarakat Indonesia. Saya percaya dengan product life cycle. Jika dulu pernah sukses di salah satu televisi, mungkin it’s all about time bakal sukses di ANTV. Dan ternyata benar. Seperti apa product lifecycle dalam televisi? Bagi saya, program itu bagai tren fesyen yang berputar. Sehingga, kami harus pandaipandai menerka tren tersebut. Product lifecycle itu terbagi dalam introductory stage, growth stage, maturity stage, decline stage, dan termination stage. Orang televisi mesti pintar membaca itu. Jika sebuah program sudah menyentuh maturity stage, namun di satu sisi masih ingin diperpanjang, maka kita harus tambah ingredients baru agar program tersebut tidak masuk ke termination stage. Kasus pertelevisian di Indonesia mirip empat negara di dunia, di antaranya Venezuela dan India. Misalnya, ada masa di mana YKS (You Keep Smile dari Trans TV) bisa mengalahkan sinetron. Ada masa di mana sinetron azab-azaban booming. Begitu pun dengan sinetron remaja, serial Korea, hingga sinetron horor. Seperti apa yang terjadi dalam ANTV? Misalnya, tayangan Pesbukers sudah berusia tujuh tahun, bisa dibilang sudah berada di titik jenuh. Saya tambah ingredients baru, misalnya dengan menyisipkan satu artis India ke dalam tayangan tersebut. Kini, Pesbukers menjadi
program dengan audience share tertinggi di seluruh televisi untuk jam tayang antara pukul 16.00 hingga 18.30 WIB. Mungkin prinsip saya berbeda dengan direktur program stasiun televisi lain. Saya tidak percaya sebuah stasiun TV bisa mengklaim diri sebagai televisi anak, televisi olahraga, televisi ibu-ibu, atau televisi pria. Mengapa? Pria kan punya waktu tersendiri di kantor. Lalu, anak-anak tidak mungkin menonton pada jam 11 malam, bukan? Bagi saya, every daypart is a prime time for its target audience. Saya tidak percaya jam prime time adalah jam 7-10 malam, melainkan 24 jam adalah prime time. Karena itu, saya membagi slot program berdasarkan target audiens. Misalnya, dari jam 5 hingga 7 pagi, kami menargetkan anak-anak sebagai audiens utama. Kehadiran media digital apakah telah mengikis televisi free-to-air, setidaknya mengenai pendapatan iklan? Kehadiran media berbasis internet sejatinya melengkapi televisi terrestrial. Karenanya, kami di ANTV sangat serius membangun layanan digital. Klien pun kini ingin solusi 360 derajat, mulai dari off air, on air, hingga digital. Apabila diamati berdasarkan advertising expenditure (adex) atau belanja iklan, CAGR media digital memang mencapai 16,1%, sementara televisi 5,5%. Meski digital lebih tinggi dari segi growth, akan tetapi televisi masih menguasai 70% dari total belanja iklan media di negeri ini.
8/25/17 5:26 PM
C A
P T A
I
N
O
F
I
N
D
U S T R Y
029 yang sempat tenggelam. Tema-tema yang memiliki kedekatan, menyasar grassroots, serta yang bisa membuat orang bermimpi dan mengkhayal bombai itu yang disukai oleh kebanyakan pemirsa Indonesia. Lalu, tidak bisa dipungkiri, 80% masyarakat Indonesia adalah muslim. Sehingga, kami menghindari babi sebagai tokoh utama, walaupun itu sebuah tayangan animasi. Sinetron buatan kami juga tidak boleh terlalu banyak menampilkan aurat. Suka tidak suka, itulah kearifan lokal yang kami harus jaga.
Ada beberapa perusahaan konsumer multinational yang mengurangi bujet iklannya di televisi lalu melimpahkannya ke digital. Adapula, bujet iklan televisinya memang tidak dikurangi, namun bujet digitalnya ditambah. Fakta yang saya temukan, ada satu pemain konsumer lokal yang akhirnya berhasil mengambil posisi pemimpin pasar. Salah satu penyebabnya, pemain lokal itu setia “bermain” di televisi, sedangkan pemain multinasional tersebut tengah asyik bermain di digital. So, what did we do wrong? Artinya, penonton digital bukan penonton yang mudah dibujuk untuk membeli. Mereka adalah konsumen yang lebih sulit untuk diyakinkan. Sedangkan penonton free to air lebih mudah diyakinkan. Mungkin, generasi cucu saya nanti barulah trennya bergeser, alias digital mungkin bisa mengungguli televisi dari segi adex. Bagaimana dengan in-house production Anda? Dulu, serial India dan Turki tayang 12 jam non-stop dari pukul 11 siang hingga 10 malam. Satu bulan sebelum Lebaran 2017, saya perintahkan agar serial asing itu selesai tayang pada pukul 16.30. Ini saya lakukan agar tim tidak berada di dalam comfort zone. Sebagai gantinya, pabrik kami yaitu inhouse production mesti jalan. Saat Ramadan tahun ini misalnya, saya taruh Pesbukers di jam prime-time, yaitu jam berbuka puasa dan pada saat sahur. Saya sisipkan pemain India di dalam Pesbukers, dan acara itu meledak. Harian Kompas dan delapan belas media cetak lokal bahkan memberitakan hal itu sebagai kolaborasi Indonesia-India yang mendongkrak rating.
captain of industry Q&A.indd 3
Selain itu, dari jam 7-11 malam, kami tayangkan sinetron buatan kami sendiri, hasil kerja sama dengan production house kecil. Hasilnya? Sinetron kami jauh sekali mengungguli Sinemart (SCTV). Sinetronsinetron kami seperti Jodoh Wasiat Bapak, Kecil-Kecil Mikir Jadi Manten, dan CantikCantik Kucing Dapur, berada di peringkat satu atau dua. Bagi kami, ini sebuah pencapaian yang jauh lebih besar dari pada kesuksesan serial Mahabharata kami. Faktanya, biaya membuat sinetron jauh lebih mahal daripada membeli hak tayang serial India atau Turki. Itu semata kami lakukan karena selain in-house production sangat bernilai di mata investor, juga dapat menjadi kebanggaan kami. Padahal, pengiklan tidak peduli apakah itu sinetron sendiri atau serial asing. Yang mereka lihat hanyalah rating dan rating. Tema seperti apa yang Anda tonjolkan dalam sinetron Anda? Kami tidak mau mainstream. Dalam industri ini, kreativitas adalah segalanya. Kami bermain di tempat di mana orang lain belum bermain. Tentunya, program yang ditayangkan itu tidak melanggar aturan KPI (Komisi Penyiaran Indonesia), unik, dan sesuai dengan karakteristik penonton. Misalnya Cantik-Cantik Kucing Dapur. Ternyata, ada dua tipe jin yang ada di dunia, yaitu jin baik dan jin jahat. Manusia suatu saat bisa “dimasuki” oleh jin baik, namun bisa juga oleh jin jahat. Kami membuat serial tersebut dengan sebuah pesan kehidupan, tanpa harus dibuat horor. Kami juga remake serial Kecil-Kecil Mikir Jadi Manten yang dibawa Multivision Plus. Kami bangkitkan kembali PH milik Ram Punjabi
Untuk serial India, bagaimana kelanjutannya? Kami tidak seperti televisi tetangga. Jika tayangan sudah berakhir, selesai begitu saja. Kami melakukan kontrak eksklusif selama dua tahun kepada pemain utama serialserial tersebut. Kami buatkan musical show, undang mereka ke acara off air, membuat meet & greet dengan fans, sisipkan mereka di sinetron atau program in-house kami, dan ajak mereka syuting film layar lebar. Cara seperti ini efektif meningkatkan rating. Mahabharata Show bahkan meraih rating 7,5, lebih tinggi dari rating Final Piala Dunia di Brazil yang hanya 6.2. Ini sempat jadi pembicaraan seluruh dunia. Apa target ANTV ke depan? Kami tetap menjadi televisi nomor satu, setidaknya masuk dalam tiers satu, yaitu posisi satu, dua atau tiga. Setiap tahunnya, target kami secara sales dan pertumbuhan bisnis, selalu tercapai. Kami juga ingin berinovasi dengan in-house production kami. Kami pun juga tidak mau saling kanibal atau memakan target audiens dari TVOne yang masih satu grup dengan kami. Sedangkan grup televisi lain, kerap saling kanibal antargrup karena menyasar segmen audiens yang sama di jam yang sama. Kalau kami, ANTV harus lebih perempuan dan muda. Sedangkan TVOne lebih laki-laki dan dewasa. Walaupun pada akhirnya, ada segmen yang sama yang kami bidik, kami pastikan itu tidak akan saling “memakan”. Terakhir, bagaimana hubungan stasiun televisi dengan artis? Saya orang yang mengutamakan kedisiplinan. Jika ada artis yang tidak disiplin, datang telat, apalagi acara live, saya tegur mereka tidak hanya langsung, tetapi juga di media sosial, agar mereka malu. Saya juga tidak segan-segan memblok atau memecat artis yang bilang bahwa kesuksesan suatu program televisi karena keberadaan dia. No, it’s a teamwork. Jadi, kalau ada artis yang belagu, lebih baik diganti. Toh, perannya tetap hidup.
8/25/17 5:26 PM
W O
R D S O
F
W I S D
O
M
030
ASEAN Marketing Summit-3, What Next? 第三届东盟营销峰会, 下一步如何? Oleh Hermawan Kartajaya
ada 10 Juli 2017, saya melakukan “safari” mengunjungi tiga ambasador, yaitu China, Jepang, dan Korea Selatan untuk ASEAN sekaligus dalam sehari. Pagi ke ambasador Xu Bu, lanjut ke ambasador Kazuo Sunaga, dan terakhir ke ambasador Suh Jeong-In. Tujuannya untuk menjelaskan tema The 3rd ASEAN Marketing Summit pada 7 September 2017 di Raffles Hotel Jakarta. (graphic 1,2,3) Pada The 1st ASEAN Marketing Summit, 9 Oktober 2015, saya mengundang Prof. Philip Kotler, The Father of Modern Marketing untuk membuka dan menutup acara tersebut. Sekalian pada waktu itu, peluncuran buku edisi kedua tentang ASEAN yang saya tulis bertiga bersama dia dan Prof. Hooi Den Huan, Director Nanyang Technopreneurship Center-Singapore. Karena itu, tema summit waktu itu adalah “Think New ASEAN”. Think New ASEAN diterbitkan McGraw-Hill Education (Asia) memang untuk menyambut ASEAN Economic Community atau AEC yang dimulai 31 Desember 2015. Sedangkan The 2nd ASEAN Marketing Summit pada 15 September 2016 diselenggarakan back to back dengan The 4th ASIAN Small & Medium Enterprise Conference pada 13-17 September 2016. Waktu itu, Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukito hadir disusul dengan berbagai panelis dari berbagai negara ASEAN. Berbeda dengan Summit pertama dan kedua, kali ini, AMS-3 berfokus pada pentingnya peran China, Jepang, dan Korea Selatan pada ASEAN Economic Community (AEC) khususnya Indonesia.
WHY:
ASEAN & INDONESIA, New Opportunities from the East? (video 1 & graphic 4)
Pertama, tahun 2017 adalah tahun istimewa bagi ASEAN bertepatan dengan HUT ke-50. Lima puluh tahun yang lalu,
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-030_R1.PDF 1
n July 10, 2017, I went on a day-long field trip, visiting honourable Ambassadors for ASEAN from three countries: China, Japan and South Korea, all in one day. The morning began with my first visit to Ambassador Xu Bu (China), from where I went to Ambassador Kazuo Sunaga (Japan), and finally met with Ambassador Suh Jeong-In (Korea). The purpose of the visits was to explain and discuss the theme of the upcoming 3rd Annual ASEAN Marketing Summit, which will be held on 7th September 2017 at Raffles Hotel Jakarta. (graphic 1,2,3) At the first-ever ASEAN Marketing Summit organized in Jakarta on 9th October 2015, I invited Prof. Philip Kotler, The Father of Modern Marketing, as the main guest who opened the event and also delivered the closing speech. The occasion coincided with the launch of the second edition of the book Think New ASEAN! which I co-authored with Prof. Kotler and Prof. Hooi Den Huan, Director of Nanyang Technopreneurship Center, Singapore. The first AMS therefore carried the theme “Think New ASEAN.” The second edition of this book, published by McGraw-Hill Education (Asia), was launched to greet the thenupcoming ASEAN Economic Community or AEC which came into force on 31st December 2015. The 2nd ASEAN Marketing Summit was held on 15th September 2016, back-to-back with The 4th ASIAN SME (small and medium enterprises) Conference, which was a weeklong event from 13-17 September. The 2nd AMS, focused on SMEs and start-ups in the region, was attended by the Minister of Trade of the Republic of Indonesia Enggartiasto Lukito, in addition to several renowned experts and panellists from various ASEAN countries. This year, the 3rd AMS 2017 focuses on the importance of three current Asian powerhouses: China, Japan and South Korea and their role in the AEC, especially from Indonesia.
2017年7月10日,我进行了一整天的走访, 访问了中国、日本、韩国三个国家的驻东盟 大使。 早上,我第一次访问了中国驻东盟的 徐步大使,从那里我去了日本的须永和男大 使,最后和韩国的Suh Jeong-In大使会了面。 访问的目的是商讨即将于2017年9月7日在雅 加达Raffles酒店举行的第三届东盟营销峰会 (ASEAN Marketing Summit, AMS)。(graphic 1,2,3)
2015年10月9日在雅加达举办的第一届东 盟营销峰会上,我邀请了现代营销之父菲利 普·科特勒教授作为开幕式的主要嘉宾,并 发表了闭幕词。恰逢在这个场合,推出第二 版的《思考新东盟》一书!这本书是 我、科 特勒教授和新加坡南洋科技创业中心主任许 丁宦教授合著的。因此,第一届AMS的主题 是“思考新东盟”。 McGraw-Hill (亚洲)出版 的第二版本书是为迎接即将于2015年12月31日 生效的东盟经济共同体。 第二届东盟营销峰会于2016年9月15日举 行,与第四届亚洲中小型企业大会一同举 行,是从9月13日至17日的为期一周的活动。 印度尼西亚共和国工业贸易部长Enggartiasto Lukito,和来自东盟各国的其他几位著名专 家,出席了着重于中小企业和初创企业的第 二届AMS。 今年,第三届AMS 2017重点关注三个亚洲 强国的重要性:中国、日本和韩国,及其在 东盟、特别是印度尼西亚的影响。
WHY: 东盟和印度尼西亚, 来自东方的新机遇? (video 1 & graphic 4)
首先,2017年是庆祝东盟成立五十周年的 特别一年。五十年前,1967年8月8日,东盟的 五个创始成员:印度尼西亚,马来西亚,新 加坡,泰国和菲律宾认为有必要建立东盟, 以促进区域合作与和平。联合东南亚地区政 府间合作(G2G)的努力最终得到扩大,现 在包括另外五个国家:文莱达鲁萨兰国,越 南,缅甸,柬埔寨和老挝。 经过发展,东盟不仅努力实现该地区的政 治安定的支柱,而且,在1992年1月28日签署 的东盟自由贸易区上继续开展合作。通过企 业间合作(B2B),大西洋自由贸易区贸易集 团协议形成了第二个支柱,经济支柱。东盟 十国的商界期待着降低区域间关税以扩大贸 易潜力。随着东盟自贸区(AEC)的形成, 第三个支柱,社会文化支柱已经行程。虽然 AEC的重点主要是经济一体化,但东盟的表
26/08/2017 14:28:29
W O
R D S O
F
W I S D
O
M
031 lima negara pendiri, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina merasa perlu punya ASEAN supaya kawasan ini aman dan damai. Upaya “menyatukan” kawasan South East Asia yang bersifat Government-to-Government atau G2G ini akhirnya diikuti lima negara lain, yaitu Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan Laos. Dalam perkembangannya, ASEAN tidak hanya punya satu pilar, yaitu PoliticalSecurity tapi berlanjut ke perjanjian disepakatinya ASEAN Free Trade Area atau AFTA pada 28 Januari 1992. Ini merupakan simbolisasi dari dipancangkannya pilar kedua, yakni pilar ekonomi dengan meningkatkan kegiatan Business-toBusiness atau B2B. Korporasi dari sepuluh negara didorong untuk melakukan kegiatan di dalam kawasan ASEAN sendiri. Pilar ketiga, yaitu Social-Culture ketika ASEAN Economic Community dimulai. Walaupun fokus kawasan ini ada pada ekonomi, tapi kata community merupakan simbolisasi dari perlunya penggiatan People-to-People atau P2P. Dari Marketing “point of view”, ASEAN Market yang berjumlah sekitar 700 juta orang ini sudah semakin solid. Karena itu, berbagai korporasi baik lokal, regional maupun MNC yang ingin sukses di ASEAN harus punya strategi dan taktik yang khas ASEAN pula. Kedua, tahun 2017 lebih istimewa lagi karena bertepatan dengan ulang tahun ke-20 ASEAN Plus Three atau APT. Ketika Asia mengalami krisis besar yang dimulai dari Thailand pada tahun 1997, berlanjut ke Korea, Indonesia dan berbagai negara, maka Jepang mengajak Korea dan China untuk melakukan konsolidasi ekonomi dengan ASEAN. Konsep Flying Geese yang dipopulerkan Prof. Kaname Akamatsu memang pas dengan situasi waktu itu, di mana Jepang bersama Amerika Serikat dan Eropa memberikan pengaruh besar pada perekonomian Asia. Diikuti oleh Singapura, Hong Kong, Taiwan, dan Korea Selatan sebagai Newly Industrialised Economy atau NIC. Selanjutnya ada Indonesia, Malaysia, Thailand, dan kemudian China, India, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Myanmar. (graphic 5, 6) Pada buku Repositioning Asia: From Bubble to Sustainable Economy yang terbit pada tahun 2000, saya bersama Philip Kotler menyatakan bahwa The Flying Geese ini akan berubah Post-Asian Crisis. Sekarang, hal itu menjadi kenyataan dengan bangkitnya China menjadi The New Superpower di dunia. (graphic 7, 8) Korea Selatan bahkan membuktikan jadi negara yang paling cepat bangkit dari Asian Crisis dan sekaligus masuk kategori
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-031_R1.PDF 1
WHY: ASEAN & INDONESIA, New Opportunities from the East? (video 1 & graphic 4) First, 2017 is a special year as we celebrate ASEAN’s 50th Anniversary. Fifty years ago, on 8th August 1967, five founding members of ASEAN: Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand, and the Philippines felt the need to establish ASEAN in order to promote regional peace and cooperation. The effort to ‘unite’ Government-to-Government (G2G) in South East Asia region was eventually expanded with the inclusion of five other countries: Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Cambodia and Laos. Following its development, ASEAN not only worked towards the pillar of Political Security in the region but continued cooperation efforts with the ASEAN Free Trade Area (AFTA) which was signed on 28th January 1992. The AFTA trade bloc agreement epitomised formation of a second, Economic Pillar by fostering Business-to-Business (B2B) activities in the region. Businesses from ten of these countries in ASEAN looked forward to expand trade potential in the region with lowering of intra-regional tariffs. With the establishment of AEC, a third Social-Cultural pillar has come into being. Although the focus of AEC is primarily economic integration, but the word Community clearly establishes the necessity to facilitate People-to-People (P2P) interaction. From ‘Marketing’ point of view, ASEAN, which accounts for about 700 million people, is robust in itself as a market. In order to fully exploit its potential, it calls for various corporations, both local, regional and MNCs who want to succeed in ASEAN, to develop strategies and tactics that are ‘typical’ to ASEAN. Further, 2017 is also special because it coincides with the 20th anniversary of ASEAN Plus Three or APT – a forum which coordinates cooperation between ASEAN and three east Asian nations of China, Japan and South Korea. When Asia underwent a major crisis that began in Thailand in 1997, and spread to Korea, Indonesia and various other countries, Japan invited Korea and China to consolidate the economy with ASEAN. The ‘Flying Geese’ pattern of development popularized by Prof. Kaname Akamatsu did seem relevant with the situation at that time when Japan, along with the US and Europe, had a strong influence on the Asian economy. Then there were Newly Industrialized Economies (NICs) including Singapore, Hong Kong, Taiwan and South Korea. And finally, there were New NIC Indonesia, Malaysia, Thailand, and the China, India, Vietnam, Laos, Cambodia, and Myanmar. (graphic 5, 6) In my book Repositioning Asia: From Bubble to Sustainable Economy, co-authored
述清晰的表明了民间交流(P2P)的必要性。 从“营销”的角度来看,约有7亿人口的东 盟本身就是一个大市场。为了充分发挥其潜 力,东盟呼吁并希望取得成功的本地、区域 和跨国公司制定针对东盟的“典型”的战略和 战术。 此外,2017年也是特别的一年,因为它与 东盟+3(ASEAN Plus Three, APT),这个东 盟与中国、日本和韩国之间的合作论坛成立 二十周年相呼应。 当亚洲在1997年从泰国开始爆发重大危 机,并扩散到韩国,印度尼西亚等多个国家 时,日本邀请韩国和中国巩固与东盟的经
graphic 1
Hermawan Kartajaya with Ambassador of China to ASEAN Xu Bu
graphic 2
Hermawan Kartajaya with Ambassador of Japan to ASEAN Kazuno Sunaga
graphic 3 Hermawan Kartajaya with Ambassador of South Korea to ASEAN Suh Jeong-In
26/08/2017 14:28:29
W O
R D S O
F
W I S D
O
M
032 innovation-driven di World Economic Forum. Setelah 20 tahun, Jepang masih tetap punya peran paling besar di ASEAN. Yang menarik, pada saat ini, China sangat agresif dengan inisiatif One Belt, One Road atau OBOR untuk konektivitas ASEAN. Sedangkan Korea yang sangat berhasil dalam mengglobalkan pop-culture-nya, bisa dengan mudah diterima oleh masyarakat ASEAN terutama generasi muda. APT ini juga sudah ditandai keseimbangan di consumer market karena global brands dari Jepang seperti Toyota dan Honda sudah diimbangi Huawei dan Oppo dari China, juga Samsung dan Lotte dari Korea Selatan. Ketiga, AEC memang bukan AFTA yang hanya mengatur perdagangan bebas. Tapi, pada saat ini, sudah ada pengaturan tentang “kebebasan bergerak” bagi Product, Services, Skills, Investment, dan Capital! Indonesia sebagai satu satunya negara ASEAN yang masuk G-20 , pada saat ini memang bagaikan gadis cantik di ASEAN. Value Chain ASEAN otomotif Jepang baik di roda dua dan empat, di Vietnam, Thailand berakhir di Indonesia sebagai produsen terbesar di dunia. Empat ritel terbesar Jepang juga sudah eksis di Indonesia. Produk Made in China di Indonesia sekarang sudah bukan hanya yang kualitas rendah tapi yang inovatif. Masuknya dana US$ 1,1 billion atau Rp 14 triliun dari Alibaba ke Tokopedia hanya salah satu tanda bahwa China sudah masuk dengan high-tech services dan capital. Sedangkan Korea merupakan expatriat terbesar di Indonesia pada saat ini melampaui Jepang. Mereka bukan hanya punya skill khusus tapi juga cepat menyesuaikan diri dengan kultur lokal Indonesia. Banyak perempuan Indonesia yang bahkan ingin mempunyai pacar Korea. Boyband Korea selalu sukses konsernya di sini. Bahkan, artis Korea Selatan diminta untuk memeriahkan acara Count Down Asian Games pada 18 Agustus 2017 di Jakarta.
WHAT:
ASEAN MARKETING SUMMIT-3 (video 2)
Sekarang, AMF mempunyai 16 anggota NMA, yaitu Jepang, China, Korea Selatan, Hong Kong, Mongolia, Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Bangladesh, Kamboja, Taiwan, Sri Lanka, Vietnam, dan Myanmar. Separuhnya dari ASEAN. Jadi, ada delapan NMAs dari sepuluh negara ASEAN. President AMF periode 2016-2018 adalah Gwen Albarracin dari Philippine Marketing Association. Yang terpenting dalam AMS-3 ini adalah para
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-032_R1.PDF 1
with Prof. Philip Kotler and published in 2000, we have stated that The Flying Geese concept will undergo a change post the Asian Financial Crisis. As we see, it has now come true with the rise of China as the new superpower in the world. (graphic 7, 8) And we also saw how South Korea was one of the first countries to emerge out of the Asian Crisis and even featured as a country moving into the innovation-driven stage in the World Economic Forum (WEF) Global Competitiveness Report. After twenty years, Japan continues to play the greatest role in ASEAN. Interestingly, now China is quite aggressive with the One Belt One Road initiative, which will further improve ASEAN connectivity. Korea, on the other hand, is quite successful in globalizing Pop-Culture, which also garners wide ‘acceptance’ by ASEAN People, especially the younger generation. The APT (ASEAN plus Three) has also witnessed a balance in their consumer market dynamics, as Toyota and Honda have been well-known global brands from Japan, and now Huawei and Oppo are gaining similar recognition as home-grown brands from China, just like Samsung and Lotte have been, from South Korea. Third, the AEC is much more than an AFTA which only regulates free trade. The AEC is characterized by free movement’ of Product, Services, Skills, Investment, and Capital! Indonesia, the only ASEAN country who is a G-20 member, at this time is akin to an ‘attractive lady’ around several admirers. The ASEAN automotive value chain for two-wheelers and four-wheelers, which originates from Japan, going through Thailand, now Vietnam and finally in Indonesia, makes it the largest automobile producing region in the world. Four of Japan’s largest retailers also exist in Indonesia. ‘Made in China’ products in Indonesia are no longer considered inferiorquality but also known for innovation. The investment of USD 1.1 Billion (14 trillion rupiah) in Tokopedia from Chinese giant Alibaba is just one sign that China is ‘in’ the market now, with high-tech services and capital. Koreans, meanwhile, account for the largest expatriate population in Indonesia at this time, surpassing Japan. They come equipped with not only specialized skills but also known to quickly adjust to Indonesia’s local culture. Many Indonesian girls even look for alliances with Korean men. Korean boy-band concerts are huge hits in Indonesia. Artists from South Korea are expected to even be invited to perform at the Countdown to Asian Games 2018 event in Jakarta on 18 August 2017.
济。 赤松要(Kaname Akamatsu)教授提出 的“飞鹅”发展模式似乎与当时日本、美国和欧 洲对亚洲经济的很大影响的情况相关。紧随 其后的是新加坡、香港、台湾、韩国等新兴 工业化经济体。最后是,印度尼西亚、新西 兰、马来西亚、泰国,以及中国、印度、越 南、老挝、柬埔寨和缅甸。(graphic 5, 6) 在我于2000年出版的,与菲利普·科特勒 教授共同撰写的《重新定位亚洲:从泡沫到 可持续经济》一书中,我们已经指出,飞鹅 发展模式将在亚洲金融危机之后发生变化。 我们看到,随着中国作为世界新的超级大国 的兴起,这个预言现在已经实现了。(graphic 7, 8)
而且我们也发现,韩国是亚洲危机爆发后 首先走出来的国家之一,甚至迅速进入了世 界经济论坛(WEF)的全球竞争力报告中所 说的创新驱动阶段。二十年来,日本继续在 东盟发挥最大的作用。有趣的是,现在中国 对“一带一路”倡议非常激进,这将进一步改善 东盟的连通性。 另一方面,韩国的流行文化在全球化方面 取得了很大成功。东盟人民,尤其是年轻一 代也受其广泛影响。 同时,APT在消费市场 方面也取得了平衡:丰田和本田已经是日本 出来的知名全球品牌,现在华为和OPPO等中 国品牌正在获得本土的认可,类似的是来自 韩国的三星和乐天。 第三点,AEC不仅仅是一个只管理自由贸 易的自由贸易协定。 AEC的特点是产品、服 务、技能、投资和资本的自由运作!印度尼 西亚是20国集团(G20)的成员中唯一的东盟 国家,此时的她,就像“有魅力的女人”一样被
graphic 4
Video 1
Video 2
Penjelasan lebih lanjut? Scan QR Code berikut ini:
Penjelasan lebih lanjut? Scan QR Code berikut ini:
26/08/2017 14:28:29
W O
R D S O
F
W I S D
O
M
033 President dari National Marketing Associations ASEAN membacakan Deklarasi yang diserahkan pada Sekjen ASEAN. Berikut isi deklarasinya:
WHAT: ASEAN MARKETING SUMMIT-3 (video 2) Currently, Asia Marketing Federation (AMF) Support ASEAN-50’s ‘Stronger Together’ has NMAs (natheme with strong belief in ASEAN three tional marketing pillars (Political-Security, Economic, and associations) as Socio-Cultural)—amid the global doubt toward members from regional organizations, particularly after 16 countries, (box) Brexit; namely Japan, Saya 支持东盟50年的“共同富强”主题,坚信东盟三 China, South mendirikan 大支柱(政治安全,经济和社会文化)以应对 Korea, Hong Asia Marketing 全球对区域组织怀疑的挑战,特别是在英国脱 Kong, Mongolia, Federation atau 欧之后; Indonesia, SinAMF di Jakarta gapore, Malaysia, pada tahun Support the ASEAN Economic Community— Thailand, Philip2007, sebagai launched at the end of 2015—with a combined pines, Banglapengganti Asia market of 700 million population which will desh, Cambodia, Pacific Marketing strengthen each member nation’s local market; Taiwan, Sri Lanka, Federation atau 支持2015年底启动的东盟经济共同体。共有7亿 Vietnam and APMF yang pada 的人口将加强每个成员国的本地市场; Myanmar. Half waktu itu sudah of them from tidak relevan Strengthen the local champions in each ASEAN! lagi. member nation in order to improve regional Thus, in total, Pada Summit competitiveness with local wisdom; there are eight ini juga ada 强化每个成员国的本地冠军企业,以用本地智 NMAs who are Plus Three 慧提高区域竞争力; AMF members Sessions untuk from ten ASEAN menunjukkan Encourage local champions to go regional and countries! perbedaan win the ASEAN market; The President strategi dari 鼓励本地冠军企业走向区域,赢得东盟市场; of AMF for the China, Jepang, period 2016-2018 dan Korean Provide marketers in ASEAN with CPM is Gwen AlbarCompanies di (Asia) so that they empower local champions racin from PhilipASEAN. going regional and multinational companies pine Marketing Termasuk investing in ASEAN. Association. The pemberian 向东盟的营销人员提供营销专业证书(亚洲) most important awards pada ,以帮助本地冠军企业更好的走向区域,和让 highlight in the Plus Three 跨国公司更多的投资东盟。 3rd AMS this Champions year will be that di Indonesia. the Presidents of PerusahaanNMAs from ASEAN AMF members will read perusahaan dari tiga negara tersebut the Declaration submitted to the ASEAN sudah menanamkan modal cukup banyak, Secretary-General. Here is the content of the mendirikan industri yang mengikuti aturan, declaration: (box) mempekerjakan banyak tenaga kerja Indonesia maupun melakukan ekspor. I set up the Asia Marketing Federation in Jakarta in 2007, as a replacement of the Asia Juri penilai terdiri dari Dirjen Industri Pacific Marketing Federation which at that Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan time had lost relevance. Elektronika Kementerian Perindustrian At the 3rd AMS, there are special ‘Plus Three’ I Gusti Putu Suryawirawan sebagai sessions to cover various business strategies Ketua; Dirjen Perdagangan Luar Negeri from China, Japan, and Korean companies in Kementerian Perdagangan Oke Nurwan; ASEAN. Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga There will also be an award for Plus Three Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Champions in Indonesia. These will include Kementerian Tenaga Kerja Maruli A. companies from the three countries that Hasoloan, dan Deputi Bidang Promosi have invested considerably in Indonesia, Penanaman Modal BKPM Himawan established businesses that are in line Hariyoga. with regulatory requirements, and hired Indonesia Session diisi dengan large-scale local workers and exports from Peluncuran Buku Marketing Platform for Indonesia. BUMN: d’Gil! Marketing 2, buah karya
Jakarta Declaration of ASEAN-50 by ASEAN Presidents of AMF 东盟50年雅加达宣言 AMF东盟成员国主席
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-033_R1.PDF 1
仰慕者们环绕着。 来自日本的双轮和四轮驱动车价值链,经 过泰国、现在是越南、最终在印度尼西亚, 让东盟成为世界上最大的汽车生产地区。日 本四大最大的零售商也在印度尼西亚。此 刻,“中国制造”的产品在印度尼西亚不再被认 为是劣质,而且以创新闻名。 来自中国的阿里巴巴对Tokopedia投资110 亿美元(14万亿印尼盾),只是中国的高科 技服务及资本“在”印尼市场的信号而已。但 别忘了,韩国人是印度尼西亚的最大外籍人 口国,超过了日本。 他们不仅具备专业技 能,而且还能够快速适应印度尼西亚的当地 文化。 许多印度尼西亚女孩甚至寻找韩国男孩。 韩国男子乐团的演唱会在印度尼西亚获得巨 大的成功。来自韩国的歌手有望被邀请在 2017年8月18日在雅加达举办的亚运会上进行 表演。
WHAT: 第三届东盟营销峰会 (video 2) 目前为止,亚洲营销联合会(AMF)拥 有日本、中国、韩国、中国香港、蒙古、印 度尼西亚、新加坡、马来西亚、泰国、菲律 宾、孟加拉国、柬埔寨、中国台湾、 斯里兰 卡、越南和缅甸这些国家。 其中一半来自东 盟!
graphic 5
BOOK Repositioning Asia: From Bubble to Sustainable Economy
26/08/2017 14:28:29
W O
R D S O
F
W I S D
O
M
034 Ahmad Bambang sebagai Staf Khusus Menteri Negara BUMN. Juga ada pemberian penghargaan bagi Indonesia Champion yang berhasil di kawasan ASEAN. Puncak acara ada pada Sesi Prof. Jochen Wirtz tentang “Services Marketing Updates: Theory and Practices in ASEAN”. Dia adalah Direktur NUS-UCLA Executive MBA Program, Singapura.
HOW:
What Next? (video 3) ASEAN Plus Three sudah berusia 20 tahun pada saat ini. Didirikan pada saat permulaan Asian Crisis pada tahun 1997, ketiga negara Asia Timur sadar bahwa dengan bergabung dengan ASEAN akan dapat terwujud sebuah East Asian Community (EAC) yang kuat. Sebenarnya sudah ada rancangan untuk mewujudkan EAC itu pada tahun 2020 dengan ambisi yang besar. Bukan hanya perdagangan bebas tapi maunya terus sampai diperluas ke penyatuan currency. Tapi, itu dulu, rencana sebelum terjadinya Brexit. Sebelum Donald Trump meminta ditinjau kembalinya NAFTA. Pada saat ini, Inggris maupun Amerika Serikat malah cenderung untuk lebih proteksionis. Sedangkan China telah menjadi Global Champion yang baru dengan inisiatif OBOR-nya. So far, ASEAN sudah menikmati masa-masa relatif peaceful tanpa konflik internal yang serius. ASEAN justru tidak punya problem seperti EU karena tidak pernah menjadi UNION! Sementara itu, Plus Three Countries - China, Jepang, dan Korea - juga tetap mengalami masa damai satu sama lain. Walaupun tidak harus selalu sepakat akan segala hal, tapi mereka menghindari konflik serius satu sama lain. Apalagi terhadap ASEAN! Plus Three Countries ini sangat sayang terhadap ASEAN karena melihat kawasan ini bukan hanya sebagai market, tapi juga pusat produksi bahkan investasi yang cukup prospektif. Apa artinya bagi para pemasar ASEAN, termasuk Indonesia? Inilah kesempatan untuk melakukan tiga hal. Pertama, menjadi mitra investasi bagi Plus Three Countries karena mereka memerlukan local knowledge. Keuntungan bagi perusahaan Indonesia? Tidak cuma finansial tapi juga terdapat transfer knowledge, system, dan juga management. Kedua, dalam memasarkan produk maupun jasa banyak perusahaan asing menggandeng pihak lokal bagi industri Plus Three Countries. Karena biar bagaimana pun, pemasar Indonesialah yang paling memahami secara mendalam pasar
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-034_R1.PDF 1
The jury panel consists of Director General of Metal, Machinery, Transportation Equipment, and Electronic Industry Ministry, I Gusti Putu Suryawirawan as Chairman, Director General of Foreign Trade, Ministry of Commerce Okay Nurwan, Director General of Employment and expansion of the Ministry of Labor Employment Maruli A. Hasoloan, and Deputy of BKPM Investment Promotion Himawan Hariyoga. The Indonesia Session at AMS 2017 will include launch of the book, ‘Marketing Platform for BUMN: d’Gil! Marketing’, by Ahmad Bambang who describes his experience in the book, working as a Special Staff to Ministry of State-Owned Enterprises. There will also be an award presented to ‘Indonesia Champion for ASEAN’ during Indonesia Session. The main highlight of the event is Prof. Jochen Wirtz’s Session on “Services Marketing Updates: Theory and Practices in ASEAN”. He is the Director of the NUS-UCLA Executive MBA Program, Singapore. HOW: What Next? (video 3) ASEAN Plus Three is already twenty years old at the moment. Founded at the beginning of Asian Crisis in 1997, the three East Asian Countries seemed to be aware that joining hands with ASEAN will result in the formation of a strong East Asian Community (EAC). Actually there was originally a draft to realize the EAC in 2020, which was highly ambitious. Not just free trade but the idea was to further expand cooperation in the region, to as far as union of currency. But that was envisioned in a very different scenario, it was before Brexit happened. It was before Trump asked for a review of NAFTA. At this time, Britain and the United States are apparently leaning towards a more ‘protectionist’ trade policy. While China has become the new Global Champion with its OBOR initiative. So far, ASEAN has enjoyed a relatively peaceful period without any serious internal conflict. ASEAN does not have the problems facing the EU today because it never became a Union. In the meantime, Plus Three Countries – China, Japan and Korea – also remain peaceful with each other. Although they may not necessarily agree on everything, but they tend to avoid serious conflicts with each other. And especially so with ASEAN! Plus Three Countries hold ASEAN ‘dear’ because it is seen as not only a huge market, but also a production center and even prospective investment destination. What does it mean for ASEAN marketers, including Indonesia? This is an opportunity
东盟十个国家中有八个是AMF的成员国! 2016 – 2018届AMF的主席是来自菲律宾营 销协会的Gwen Albarracin。今年第三届东盟 营销峰会上最重要的一幕之一将是AMF的东 盟成员国主席们将联合向东盟秘书处秘书长 提交共同宣言!一下是宣言的声明内容: 今年第三届全国人大会议最重要的一点 是,东盟成员国会议主席将会宣读呈交给东 盟秘书长的宣言! 以下是声明的内容:(box) 我于2007年在雅加达成立了亚洲营销联合 会(AMF),取代了当时的亚太营销联合 会。 在第三届AMS上,会有三个特别的环节, 涵盖有着不同商业战略的中国、日本和韩国 在东盟的优秀企业。 届时也会颁发APT三国在印尼的优秀企业 冠军奖。评选条件包括在印度尼西亚大量投 资、符合监管要求的既定业务、雇用了大量 本地工人和支持印度尼西亚的出口。 冠军奖评委会由工业部主管金属、机 械、运输设备和电子的司长I Gusti Putu Suryawirawan担任评审主席。其它评委包括 贸易部主管对外贸易的司长 Okay Nurwan, 劳工部主管就业和扩张的司长Maruli A. Hasoloan,以及投资发展协调委员会 (BKPM)主管投资促进的副主席Himawan Hariyoga。 在今年AMS的印尼环节中,将会发布由国 企部长特别顾问Ahmad Bambang所著的新书 《国有企业的营销平台:d’Gil! 营销》,书中 将介绍他的多年经验。 印尼环节也会颁布“印度尼西亚东盟冠军” 奖。 还有一个主要亮点是Jochen Wirtz教授关于“ 服务营销的现状:东盟的理论与实践”的特别 演讲。 他是新加坡国立大学-加州大学洛杉矶
Video 3
Penjelasan lebih lanjut? Scan QR Code berikut ini:
graphic 6
26/08/2017 14:28:29
W O
R D S O
F
W I S D
O
M
035 Indonesia apalagi karakternya yang sangat heterogen. Ketiga, perusahaan lokal sendiri memiliki kesempatan, yaitu dapat memasarkan produk-produk lokal dengan menggunakan jaringan dunia dari Plus Three Countries. Dengan luasnya jaringan ini, kita dapat memanfaatkan kanal penjualan dan penyaluran produk ke berbagai pasar di dunia.
to do three things. First, become an investment partner for Plus Three Countries because they need local knowledge. How does it benefit Indonesian companies? Not only financially but also through transfer of knowledge, system, and also management. Second, in marketing, through greater cooperation on products and services between local partners engaged in various industries and foreign companies from Plus Three Countries. Because after all, Indonesian marketers are the ones who most deeply understand the Indonesian market, especially its inherent heterogeneous characteristics. Third, local companies themselves have the opportunity of being able to market local products using the world network of Plus Three Countries. With the breadth of this network, we can utilize sales channels and achieve wider product distribution in various markets of the world.
graphic 7
graphic 8
BOOK
BOOK
Think ASEAN!
Think New ASEAN!
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-035_R1.PDF 1
分校EMBA项目的主任。
HOW: 下一步如何?(video 3) 东盟+3现在已经二十岁了。这个成立于 1997年的亚洲危机初期的联盟,让人觉得这 三个东亚国家似乎意识到与东盟携手合作, 将形成强大的东亚共同体(EAC)。 其实最初是在2020年实现东亚共同体 (EAC)的草案的,这是一个非常有野心的 计划。不只是自由贸易,而是想进一步扩大 该地区的合作,甚至是货币联盟。但是那是 计划于英国脱欧、特朗普要求从新审视北美 自由贸易协定(NAFTA)之前,处于和现在 完全不同的世界局势下。 此时,英国和美国显然倾向于一个更加“保 护主义”性质的贸易政策。而中国已经在“一带 一路”倡议下成为了新一代的全球冠军。到目 前为止,东盟一直处于相对和平的时期,没 有发生任何严重的内部冲突。 东盟今天没有欧盟所面临问题,是因为它 从未成为一个统一体。同时,中日韩三国也 保持着互相间的和平。虽然他们可能并不一 定总是相互同意,但会倾向于避免彼此间的 严重冲突。 特别是与东盟间的和平共处!中日韩三国 和东盟非常“亲密”,因为东盟不仅被认为是一 个巨大的市场,它也是一个生产中心、潜力 巨大的投资目的地。 这对东盟的营销人,特别是印度尼西亚的 营销人来说意味着什么?这是做三件事的机 会。 首先,由于中日韩三国需要本地的知识, 可以成为他们的投资伙伴。印尼公司如何受 益?不仅在经济上会受益,还会得到知识、 制度和管理的转移。 其次,在营销方面,在各行各业加强与 中日韩的企业关于产品和服务营销方面的合 作。因为说到底,最深刻的了解印尼市场的 毕竟是印尼营销人,特别是对印尼固有的异 质特征的了解。 第三,本地公司本身有机会通过世界三大 国家的网络来销售印尼本地产品。凭借三国 广泛的网络,我们可以好好利用销售渠道, 在全球市场实现更广泛的产品分销。
26/08/2017 14:28:29
School of Business & Management Institut Teknologi Bandung Jakarta
E XECUTIVE MBA
STRATEGIC MARKETING BATCH 2
CLASS OF 2018 THE ONE AND ONLY IN INDONESIA
ALL IN ENGLISH
ADMISSION – JANUARY 2018 INTAKE
Online Admission at http://usm.itb.ac.id/oreg/ open September 1st, 2017 INTAKE
DATES OF OPEN HOUSE
DEADLINE DOCUMENT SUBMISSION (BEFORE 12 NOON)
January 2018
12 September 2017
29 September 2017
7 October 2017
27 October 2017
4 November 2017
Class
10 October 2017
DATES OF ADMISSION TEST*
*Schedule might subject to change
ENROLLMENT STARTS IN SEPTEMBER 2017
UCHIE +62 812 7198 282 RUELLA +62 812 1018 6171 WWW.SBM.ITB.AC.ID
Endorsed by:
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-036.PDF 1
8/25/2017 11:09:55 AM
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-037_R1.PDF 1
38
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss
44
Semakin Relevan, Semakin Diminati
47
Yang Penting Lucu
50
Memberi Inspirasi Sepanjang Hari
52
Menawarkan Pengetahuan di Tengah Kedangkalan
55
Berebut Sepatu Kaca di Layar Kaca
58
Berbagi Info Ibukota, Kurangi Stres
61
Memainkan Emosi, Memicu Adrenalin
64
Adu Diferensiasi di Program Religi
66
Merangsang Imajinasi, Menguatkan Brand Image
26/08/2017 14:28:30
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 038
STORYTELLING THEMES WE DON’T WANT TO MISS Oleh Hendra Soeprajitno
Konten dengan tema apa yang dibutuhkan audiens sekarang ini? Salah tema, jangan heran jika konten Anda tidak akan dilirik, apalagi ditonton audiens. Simak ulasan Marketeers kali ini tentang sembilan pilihan tema konten yang terbukti masih menarik perhatian masyarakat Indonesia.
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-038_R1.PDF 1
26/08/2017 14:28:34
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 039
utaan konten mengalir di sekeliling kita tiap harinya. Konten hadir melalui berbagai macam kanal, mulai dari saluran TV nasional, TV berjaringan, TV berlangganan, majalah, koran, berita online, media sosial, dan lainnya. Semuanya berlomba-lomba menghadirkan konten sebaik mungkin demi menarik atensi audiens, meski terkadang etika, norma, hingga pertanggungjawaban kerap dikesampingkan. Padahal audiens membutuhkan konten yang relevan, berguna, dan menghibur dirinya. Kendali pun berada di tangan audiens, siapa pun mereka. Ketika konten di layar televisi tidak bermanfaat bagi audiens, jangan heran jika mereka akan segera mengganti channel TV, membaca majalah, bermain smartphone, atau lainnya. Namun, jika konten yang dihadirkan bisa menghadirkan engagement, jangan heran jika episode terbaru dari acara tersebut bakal ditunggu-tunggu, dibicarakan, bahkan direkomendasikan ke audiens lainnya. Dalam peribahasa kuno Jepang, ada istilah sanzaru atau sanbiki no saru, yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan Three Wise Monkeys. Meski terkesan lucu, ketiga monyet itu menghadirkan pesan yang berbeda-beda. Sedikit berkenalan dengan ketiga monyet itu, mereka adalah Mizaru, monyet yang menutup matanya (see no evil); Kikazaru, monyet yang menutup telinganya (hear no evil); dan Iwazaru, monyet yang menutup mulutnya (speak no evil). Makna dari peribahasa ini pun beragam. Yang paling umum adalah mengajak kita untuk tidak melihat, tidak mendengar, dan tidak berkata apaapa tentang sebuah hal yang bertentangan. Adapula yang memelesetkan dengan ketidakpedulian dengan lingkungan sekitar, menutup dengan hal-hal yang berbau negatif, dan lainnya. Hal itulah yang sebenarnya terjadi di dunia konten saat ini. Masyarakat akan menutup mata, telinga, dan mulutnya ketika konten yang hadir tidak relevan dengan dirinya. Karenanya, makna, pesan, kualitas dan isi konten menjadi penting. Konteks pun menjadi kunci. Memang, audiens yang satu dan lainnya memiliki harapan yang berbeda satu sama lain dalam menyikapi konten yang ada. Marketeers pun merangkum ada sembilan tema konten yang memiliki pasar di dunia media Tanah Air saat ini dengan istilah yang berbeda-beda. Sebut saja Down-to-earth Local, Easy Laugh, Role Models and Inspirations, Edutainment, Cinderella story, Urban Lifestyle, Food for the Soul, Emotional Roller Coaster, hingga Dream & Imagination. Anda pun sedikit bertanya-tanya apa maksud dari istilah yang dihadirkan Marketeers kali ini. Hal itu sebenarnya untuk mempermudah tema dari sebuah acara. Untuk Down-to-earth Local misalnya, konten
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-039_R1.PDF 1
harus relevan dengan kehidupan sehari-hari audiens, bermanfaat, dan berguna bagi dirinya. Di sini, nuansa lokal menjadi penting. Wishnutama Kusubandio, CEO NET Mediatama Televisi mengatakan dirinya pernah melakukan studi banding tentang konten apa yang paling menarik di Australia. Seperti kita ketahui, Negeri Kanguru itu menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari. Dengan kesimpulan itu, Wishnutama berpikir bahwa acara yang paling menarik adalah film box office, American Idol, The Voice, dan lainnya. “Ternyata top 10 acara justru dikuasai konten lokal. Faktor lokal itu bukan hanya soal bahasa, tapi lebih relevan. Bisnis yang bisa bertahan adalah bisnis yang relevan,” katanya. Selain berbau lokal, konten lain yang juga menarik perhatian masyarakat saat ini adalah konten yang sedikit banyak mirip dengan mimpi dan harapan audiens. Semua itu ibarat kisah sang Cinderella yang hanya seorang anak tiri dengan kehidupan nelangsa, namun akhirnya bisa bersandingan dengan pangeran tampan. Ya, bermimpi menikahi pria yang tampan dan kaya, pergi haji tanpa harus menabung, menjadi kaya mendadak karena undian, adalah harapan dan mimpi sebagian orang meski terkadang mereka malu mengakuinya. Media televisi di Indonesia pun merespons semua ini melalui berbagai produk mereka, mulai dari kontes bernyanyi, dakwah, hingga FTV. “Jalan cerita FTV dibangun dekat dengan kehidupan masyarakat yang ada. Hal ini kemudian dikemas secara sederhana. Kami membangun engagement-nya dengan kuat. Hal ini yang membuat program FTV begitu dicintai,” ujar Sutanto Hartono, President Director PT Surya Citra Media Tbk. Meski terkadang tema FTV tidak masuk di akal, rupanya masih banyak audiens yang sebenarnya masih berharap ada sebuah keajaiban dalam hidupnya. Dan, ketika ada konten dengan cerita seperti itu, mereka pun menjadi tertarik untuk menontonnya. Yang jelas, tema Down-to-earth Local dan Cinderella story bukan konten satu-satunya yang terbukti mampu menarik perhatian masyarakat Indonesia saat ini. Masih terdapat tujuh jenis tema konten lain, yang semuanya akan menjadi pembahasan Marketeers edisi kali ini. Semoga saja, berbagai panduan, cerita, dan fakta seputar konten dari perusahaan media di Indonesia ini bisa berguna bagi para pemasar dalam memproduksi konten marketing yang pas. Selain itu, Marketeers juga berkolaborasi bersama Lembaga Riset Nielsen untuk menghadirkan fakta seputar industri media di Indonesia, mulai dari belanja iklan, topik mana yang menarik, dan lainnya. Selamat menikmati. Dan, pastikan bahwa konten yang akan Anda hasilkan bisa bersaing dengan jutaan konten yang mengalir di sekitar kita, menarik perhatian semua masyarakat Indonesia, bahkan si Mizaru, Kikazaru, dan Iwazaru.
26/08/2017 14:28:36
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 040
TV Rating dan Rata-rata Durasi Menonton Orang Indonesia Total TV rating untuk all 5+ meningkat 12,2 menjadi 12,5, jika dibandingkan periode 2016 dengan YTD 2017. Lamanya menonton cenderung stabil, yaitu 4 jam 54 menit
4:54:29
12,5
12,2
4:54:25
Average Time/ Viewer
TVR
2016
YTD2017
2016
YTD2017
13,2 12,7 12,4 12,3 12,4 12,6 13,3 11,9 12,1 12,0 11,9 11,6 11,6 11,5
TV Rating (TVR) dari Bulan ke Bulan Kalau melihat tracking per bulan, bulan Juni meraih TVR tertinggi (13,2), walaupun sedikit lebih rendah dibanding bulan Juni tahun lalu (13,3). Periode ini paling tinggi karena merupakan periode Ramadan
year 2016 year 2017 January
February
March
April
Mei
June
July
NEWSPAPER ADSPEND (JANUARY - JUNE) Adspend (Trillion) 15.6
6%
16.4
-7%
102 titles
-7%
15.2
-29 H1 2014
H1 2013
Number of Spot
-1%
15.0
-14 H1 2015
-11%
13.2
-14 H1 2016
100 Titles H1 2017
MAGAZINE ADSPEND (JANUARY - JUNE)
1.0 162 titles
2%
1.1
-13 H1 2013
-12%
0.9
-29% 0.8
-19
-20 H1 2014
-13%
H1 2015
0.6 -32
H1 2016
96 Titles H1 2017
Sumber: Nielsen Advertising Information Services (AIS) 2013 - 2017 Commercial product ad spending on TV & print based on gross rate card (doesn’t calculate discont, promo, bonus, etc.), in Rp Trillion
Meski ada penurunan belanja iklan di media cetak, namun media yang segmented masih mengalami pertumbuhan iklan.
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-040_R1.PDF 1
26/08/2017 14:28:36
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss TV ADEX IS MORE DOMINANT ALTHOUGH GROWTH 041 IS SOFTENING Adex Growth by Media Type H1 2013 - H1 2017
Adex Share H1 2017
TV
TV 80 %
Newspaper
32.1
102 titles NEWSPAPER 19 %
162 titles
MAG 1%
37.4 16 %
Magazine & Tabloid
41.3
51.9
56.3 9%
26 %
10 %
15.6
16.4
15.2
15.0
13.4
1.0
1.1
0.9
0.8
0.6
H1 2013
H1 2014
H1 2015
H1 2016
98 titles 120 titles
H1 2017
*Sumber: Nielsen Advertising Information Services (AIS) 2013 - 2017 *Commercial product ad spending on TV & print based on gross rate card (doesn’t calculate discont, promo, bonus, etc.), in Rp Trillion
COMMUNICATION AND ONLINE SERVICES LEAD TOP CATEGORY ON TV Belanja iklan televisi (TV adex) masih dominan (mencapai 80%), meskipun pertumbuhan belanja iklan seluruh media mengalami perlambatan.
TOP 10 CATEGORY TV & PRINT
ADEX H1 2017
vs H1 2016
COMMUNICATION EQUIPMENT
284.7
38%
ONLINE SERVICES (E-COMMERCE, WEBSITE, APPS)
272.6
36%
HAIR CARE PRODUCTS
268.0
9%
FACIAL CARE PRODUCTS
250.9
15%
SNACKS, BISCUITS, COOKIES, CAKES
226.8
20%
CLOVE CIGARETTES
226.1
-34%
INSTANT FOOD, INSTANT NOODLES
212.1
6%
LAUNDRY CLEANSER & CARE, FABRIC SOFTENER
183.7
6%
COFFEE, TEA
183.7
-19%
FRUIT & VEGETABLE JUICE, SYRUP
175.1
36%
*Sumber: Nielsen Advertising Information Services (AIS) 2013 - 2017 *Commercial product ad spending on TV & print based on gross rate card (doesn’t calculate discont, promo, bonus, etc.), in Rp Trillion Pemain industri komunikasi seperti smartphone dan operator telko menjadi kategori pengiklan terbesar di televisi, disusul oleh pemain e-commerce. Penurunan terparah terjadi pada kategori rokok yang turun -34% dibandingkan tahun 2016.
037-066 deep dive.indd 41
8/25/17 5:19 PM
COMPARE TO FIRST QUARTER, ADEX GROWTH IS 9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss STRONGER 042 D
E E P D
I V E
8%
35.0
-1%
26.8
26.3
7%
2 8.1
4%
26. 7
12%
2 9.8
2 2 .3
14%
2 5.6
2 7.1
14%
7%
2 013
17%
31.4
11%
2 9. 2
10%
7%
31.9
13%
-1%
2 5. 5
24%
2 014
2 015
32 .0 3 6. 2
6%
3 8. 2
31. 5
2%
32 .1
2 016
Q4 Q3 Q2 Q1
2 017
*Sumber: Nielsen Advertising Information Services (AIS) 2013 - 2017 *Commercial product ad spending on TV & print based on gross rate card (doesn’t calculate discont, promo, bonus, etc.), in Rp Trillion
Jika dibandingkan pada Q1 2017, pertumbuhan belanja iklan pada Q2 tahun ini mengalami pertumbuhan. Akan tetapi, pertumbuhan belanja iklan tidak sebesar torehan tahun lalu.
DIFFERENT INVENTORY ACROSS 15 CHANNELS SHARE OF NLS TYPE NUMBER OF SPOT (IN %) Third Tvc Slide Point Adlips Product Placement Backdrop Digital Embedded Build In Squeeze Frame Running Text Super Impose Template
RCTI
SCTV
ANTV
IVM
TRANS7
TRANS
GTV
MNCTV
TVONE METRO KOMPAS INEWS
NET
RTV
TVRI
TAM Post Buy, 15 national TV, May June 2017 Banyak format beriklan di televisi. Iklan dalam bentuk sponsorship yang tayang dalam program, seperti super-impose, product placement, dan running text diminati pengiklan.
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-042_R1.PDF 1
26/08/2017 14:28:36
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 043
WHAT MEDIA THEY CONSUME?
MEDIA CONSUMPTION The Millennials has the highest exposure on Internet, Cinema and Out Of Home Media. Their Internet consumption is significantly above the average.
98
97
TV
95
RADIO
INTERNET
94 87
9
16
18
43
13
17
58 21
1
6
Generation Z Millennials Generation X
CINEMA
Baby Boomers
OUT OF HOME
Silent Generation
60
54 40
40 7
18
4
1
6
0
18
15
10
11
20
Source: Nielsen Consumer Media View Q3 2015, in%
Millennials dan Gen-Z mengonsumsi televisi paling tinggi dibanding media lain. Untuk media cetak, millennials dan Gen-Z berada di urutan kedua setelah Gen-X.
TV, INTERNET, CINEMA AND RADIO ARE MAIN CHANNELS
2011
KIDS
2016
2011
98
TEENS
2016
+29%vs 2011
97 81 +13% vs 2011
45 23 10
7
7
4
10
14
9
(*)watch FTH, pay TV & listen radio yesterday, see static outdoor in the past 1 week, go to cinema & use internet past 1 year, read newspaper magazine & tabloid Source: Nielsen Consumer & Media View Q2 2011 & 2016
Untuk konsumsi media cetak dan radio, Gen-Z lebih rendah dibandingkan generasi lainnya.
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-043_R1.PDF 1
26/08/2017 14:28:36
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 044
#1
Down-to-Earth Local
Semakin Relevan, Semakin Diminati Oleh Jaka Perdana, Hendra Soeprajitno, I. Eko Adiwaluyo, Sigit Kurniawan, Saviq Bachdar, Annisa Bella
Menghadirkan konten bagi sebuah media memang tidak bisa jauh dari selera pasar. Itu pakem paling utama. Meski ada acara dari luar negeri yang tampak lebih keren dan berasa premium, tetap saja masyarakat lebih ingin tahu kabar dari dunia sekitarnya. Konten lokal akhirnya berbicara. Intinya, harus ada relevansi. icara konten di media, news atau berita menjadi konten yang punya nilai relevansi tinggi. Sebab, berita dibuat berdasarkan realitas yang terjadi. Sudah pasti berita yang berhubungan dengan masyarakat atau konten lokal adalah sajian dari semua stasiun televisi. Walaupun, ada berita tentang kejadian yang menghebohkan dunia international, perhatian orang tetap pada berita nasional dan lokal. Tidak saja tentang isu politik, namun semua hal yang bersinggungan dengan hajat hidup orang banyak. Simak saja berita mengenai kenaikan harga listrik, sembako, dan lainnya pastilah dinanti masyarakat. Memang, isu politik tetap memiliki keseksian tersendiri, namun hanya untuk isu yang bersifat nasional, seperti Pemilu Presiden, reshuffle menteri, atau pertarungan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hanya berita pilkada DKI saja yang sebenarnya isu lokal, tapi menyedot perhatian orang senegara.
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-044_R1.PDF 1
Di antara belasan stasiun televisi nasional yang ada, hanya dua yang menyebut dirinya sebagai televisi berita, yakni Metro TV dan TVOne. Meski begitu, kedua media elektronik ini memiliki cara pengemasan berita yang beda dan segmen yang tidak sama pula. “Metro TV adalah televisi berita yang relevan dan jelas. Bila ditanya tren beritanya ke arah mana, jawabannya tidak ada. Sebabnya, berita itu dinamis bukan tren. Apa yang terjadi, ditayangkan,” ujar Suryopratomo, Presiden Direktur Metro TV. Pria yang akrab disapa Tommy ini mencontohkan bahwa berita yang berhubungan dengan nama besar di masyarakat bisa laris dikonsumsi oleh publik. Baginya, semakin besar nama yang diangkat dalam berita, semakin baik. “Berita seputar Ketua DPR Setya Novanto itu dicari orang lho. Kenapa? Dia sangat dikenal di masyarakat,” sambung Tommy. Metro TV sudah pasti menayangkan kontenkonten nasional, terutama yang berhubungan dengan ekonomi. Dan, tidak hanya dikemas dalam berita, Metro TV juga mengemas suatu informasi dalam bentuk sebuah tayangan khusus. Sebagai contoh, President’s Corner yang merangkum semua kegiatan Presiden RI Joko Widodo dalam satu minggu ke dalam sebuah tayangan di prime time. “Tayangan itu menarik karena masyarakat ingin tahu apa saja yang dikerjakan oleh presiden dalam waktu satu minggu terakhir,” tambahnya. Otis Hahijary, Director of Strategic & Planning PT Visi Media Asia Tbk, perusahaan induk yang menaungi TVOne dan ANTV mengungkapkan, pembeda paling kentara terletak pada cara pembawa berita atau reporter bertutur kepada para pemirsa. “Analoginya, Metro TV itu Kompas, sedangkan TVOne itu seperti Warta Kota,” kata Otis mencoba menjelaskan. Dia bilang, Metro TV kerap mengutarakan pemberitaan secara teknis, yang menurutnya hanya dimengerti oleh segelintir orang. Sementara itu,
26/08/2017 14:28:37
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 045 TVOne menghindari istilah-istilah teknis tersebut dan lebih bermain pada bahasa umum sehari-hari agar berita terkesan lebih inklusif. “Jika ada liputan soal banjir misalnya, Metro TV senang menyebut banjir tersebut setinggi 1 meter berapa senti. Namun, di TVOne, banjir harus diungkapkan dalam bentuk seleher, sedengkul atau semata kaki. Seperti itulah perbedaannya,” tutur dia. Selain dari segi bertutur, konten berita yang disyiarkan TVOne tidak ada satupun yang menggunakan istilah Bahasa Inggris, apalagi menggunakan bahasa asing tersebut. Ini dilakukan TVOne agar berita yang disajikan mampu dimengerti oleh semua kalangan masyarakat dari strata ekonomi apapun. “Berita adalah berita. Tidak akan ke manamana kok. Hanya tanyangan ILC (Indonesia Lawyer Club) saja yang menggunakan Bahasa Inggris. Sisanya harus Bahasa Indonesia, tidak ada yang lain, apalagi Bahasa Mandarin,” cetus Otis. Senada dengan TVRI, isu-isu nasional selalu menjadi publikasi seksi bagi penonton, apalagi menyangkut masa pilkada dan pemilihan presiden. Berita politik inilah yang menurut Adam Bachtiar, Direktur Pengembangan dan Usaha TVRI menjadi konten unggulan TVRI. Menurut Adam, sejak Pemilihan Presiden pada 2014 lalu, konten berita menjadi topik paling diminati oleh penonton TVRI. Ia mengklaim salah satu keberhasilan mereka dalam menyajikan konten nasional tersebut adalah karena tidak adanya keberpihakan pada salah satu blok calon presiden kala itu. “Komitmen dari awal kami ada di tengah, tidak ada dukung-dukungan. Beda dengan TV swasta. Makanya sejak itu berita menjadi konten paling dicari,” sambung Adam. Saat itu, ia menilai publik merasa gamang terhadap kebenaran sebuah berita karena banyak media yang tidak independen dan berimbang dalam pemberitaan. Momentum tersebut menjadi ajang TVRI dalam menggaet lebih banyak penonton karena diklaim bahwa masyarakat pada akhirnya mencari sumber berita yang netral. Buat Adam, tantangan TVRI sebagai televisi milik negara adalah dengan memosisikan diri di tengahtengah. Menjadi TV yang bisa dipercaya publik menjadi harga mahal. Kepercayaan publik juga tertuang dalam konten lokal lain bertemakan korupsi dan program antikorupsi. “TVRI harus mengedukasi masyarakat bahwa antikorupsi adalah sesuatu yang harus dimengerti dan diperjuangkan. Seandainya, program kami secara rating rendah, kami tidak akan menghapus program tersebut seperti halnya TV lain. Tetapi kami akan memperbarui kemasannya agar lebih menarik. Kami tetap berkomitmen untuk mengedukasi melalui program tersebut,” ujar Adam. Tidak Hanya TV Di media cetak nasional sudah pasti pemberitaan dalam negeri paling sering menjadi headline. Selain, berita nasional yang mengulas tentang ekonomi politik, ada pula konten-konten atau rubrik lain yang menjadi unggulan. Semisal di KORAN SINDO yang
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-045_R1.PDF 1
membagi medianya menjadi tiga kolom utama, yaitu news, sport, dan lifestyle. “Komposisi terbesar ada pada news. Ideologinya bagaimana kami menghadirkan berita yang menjadi kebutuhan masyarakat. Seperti kebutuhan beras, layanan publik, dan berkaitan dengan kehidupan masyarakat,” kata Pemimpin Redaksi KORAN SINDO Pung Purwanto. Dalam menentukan isi berita, KORAN SINDO memastikan isi dari berita mampu mewakili para pembaca mereka, yaitu memiliki SEC A dan B, berusia 18 hingga 50 tahun, dan juga kaum perempuan. Meski bentuknya koran, sekitar 45% profil pembaca KORAN SINDO adalah kaum perempuan, yang mana berita politik tidak selalu menjadi topik utama. Bahkan, KORAN SINDO melihat pembaca tidak terlalu tertarik dengan dunia politik. Sebaliknya, isu yang berkaitan dengan kehidupan pembacalah yang banyak dicari, mulai dari gaya hidup, hobi, atau pun kebutuhan sehari-hari. Program di radio juga tidak mau kehilangan pasar yang besar tersebut. Konten bercita rasa lokal atau nasional masih menjadi tema menarik. Walau sudah menjadi komoditas dalam setiap program cuap cuap, setidaknya setiap radio ingin mencoba mengIndonesia-kan konten lokal mereka agar semakin diterima pendengar. Salah satunya Jak! 101 FM. Tiap pagi pendengar disuguhkan program bernama Sarapan Seru yang digawangi Ronal, Tike, dan Melissa Karim. Selain membawakan program dengan santai, insight seputar topik terhangat dibahas di sini. “Konten seputar pilkada misalnya, kalau di berita lain kan kesannya berat. Kalau di sini dibawakan secara ringan. Tapi bukan berarti cuma jual haha hihi, ada news value di dalam konten yang disampaikan,” ujar Raditya Harda, Brand Manager Jak! 101 FM. Topik hangat yang dibahas juga tidak jauh dari soal seputar kota Jakarta. Bahkan Raditya mengasosiasikan berbagai konten di dalam Sarapan Seru dengan nama kuliner Nusantara seperti TAWCO (tawaran ngaco), COCIKS (cowok-cewek mana yang lebih asiks), sampai COLENAK (celoteh anak). Semuanya diracik sedemikian rupa agar pendengar yang mayoritas pekerja kantoran tetap segar dengan insight menarik seputar Kota Jakarta. Target market dari Sarapan Seru adalah pekerja usia 25 sampai 34 tahun dengan segmentasi A dan B, termasuk mereka yang fresh graduate, sampai ke level supervisor atau manager. Belum termasuk pendengar yang dari status nikahnya, masih single atau pasangan muda beranak satu. Soal rasa lokal berlaku juga untuk media cetak segmented, seperti Tabloid Bola. Jika dulu mereka dicari karena menyajikan konten berita sepakbola internasional terlengkap, tren tersebut kini mulai bergeser. Isu bola nasional lebih mendapat porsi. Menurut Pemimpin Redaksi Tabloid Bola Arief Kurniawan, berita seputar liga nasional seperti Liga 1 dan sepak terjang tim nasional sekarang sangat diburu. Pertama, ada rasa nasionalisme di sini. Kedua, konten sepakbola nasional belum disajikan dengan maksimal. Media yang meliput tidak sebanyak konten seputar sepakbola internasional.
26/08/2017 14:28:37
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 046 “Dulu yang dicari di Bola adalah konten seputar seperti Liga Inggris, Piala Dunia, sampai Piala Eropa. Sekarang konten berisikan aksi tim nasional Indonesia yang dicari. Bahkan berita timnas U-15 pun banyak yang mengonsumsi. Mau prestasi timnas bagus atau jeblok, pasti dicari dan dibaca,” ujar Arief. Arief menuturkan bahwa update terbaru seputar sepakbola lokal di media manapun belum ada yang menggarap total, termasuk di media sosial. Sekarang pembaca mencari konten sepakbola internasional di kanal media sosial seperti Instagram sangat mudah. Tidak hanya konten artikel dan foto, bahkan infografis yang dulu menjadi diferensiasi Bola ada di sana. “Tapi belum ada yang intensif bahas misal pemecatan Carlton Cole di Persib atau kiprah Persebaya di Liga 2. Buat kita, itu jadi oportunity untuk terus mempertahankan media cetak yang tampak sudah masuk tahap senja,” sambung Arief. Pasar Berbicara Soal relevansi tidak hanya soal konten rasa lokal atau yang berhubungan dengan rasa nasonalisme. Wishnutama Kusubandio, CEO NET Mediatama Televisi mengatakan dirinya pernah melakukan studi banding tentang konten apa yang paling menarik di Australia. Seperti kita ketahui, Negeri Kanguru itu menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari. Wishnutama berpikir bahwa acara yang paling menarik adalah film box office, American Idol, The Voice, dan lainnya. “Ternyata top 10 acara justru dikuasai konten lokal. Faktor lokal itu bukan hanya soal bahasa, tapi lebih relevan,” katanya. Itulah mengapa NET. berusaha menyesuaikan kontennya dengan kehidupan sehari-hari target konsumennya, yaitu kalangan millennial dan affluent. Misalnya di dalam serial drama, NET. menghadirkan drama dengan cerita yang masuk akal, tidak norak, dan realistis. “Orang upper class semakin logis. Mereka tetap suka drama, namun yang relevan,” kata Tama, panggilan akrab Wishnutama. Tama pun mengambil contoh serial Kesempurnaan Cinta yang tayang di sore hari. Dalam kisahnya, si aktor pria menjadi bimbang karena dua pilihan perempuan yang kedua-duanya memiliki karakteristik baik. Tren down to earth seputar keseharian yang dekat dengan kehidupan juga menjadi pilihan RCTI. Dulu mereka merajai dengan sinetron-sinetron menjual mimpi dengan banyak konflik. Sekarang penonton seolah ingin kembali menikmati kesederhanaan. Sebut saja sinetron Dunia Terbalik. Jika sinetron memanjakan para perempuan, kali ini yang diambil adalah sudut pandang pria. Dikisahkan ada empat orang pria yang menjadi bapak rumah tangga, ketika para istri mereka bekerja di kota. Cerita ini bukan khayalan karena terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Akibatnya sinetron bertemakan konflik mulai berkurang, bahkan di RCTI sudah tidak ada. Sebagai gantinya sinetron realita tampaknya punya tren dan kembali disukai masyarakat. Sinetron bertema remaja dan percintaan pun masih akan bertahan karena ada relevansi dalam keseharian ketika penonton menikmatinya.
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-046_R1.PDF 1
“Drama yang menarik saat ini adalah yang dekat dengan keseharian, bukan yang mengandung unsur brutal, mistik, atau hantu,” ujar Programming & Production Director RCTI Dini Putri. Jadi bisa ditarik kesimpulan, nilai relevansi, berbau lokal maupun down to earth lebih disukai audiens. Begitu pula dengan bisnis. Yang paling berhasil adalah bisnis yang paling relevan, entah itu konten, media, atau apa pun.
PEMIRSA MEMBERIKAN ATENSI LEBIH PADA TV NEWS KETIKA TERJADI PERISTIWA KHUSUS All Market, Share in %, All 5+
Aksi Bela Islam 411 (4 Nov 2016) Chanel
Aksi Bela Islam 212 (2 Dec 2016)
28 Oct
4 Nov
Diff
TVONE
3.4
11.4
8.0
METRO
1.4
4.6
3.2
KOMPAS TV
1.1
4.3
INEWS TV
1.9
5.2
Chanel
25 Nov
2 Dec
Diff
TVONE
3.1
8.4
5.2
METRO
1.9
2.9
1.1
3.2
KOMPAS TV
1.7
2.1
0.4
3.3
INEWS TV
2.1
5.1
3.1
Pilgub Jakarta Putaran 1 (15 Feb 2017) Chanel
8 Feb
15 Feb
Diff
TVONE
2.5
6.5
4.0
METRO
2.1
3.6
KOMPAS TV
1.5
INEWS TV
1.6
Pilgub Jakarta Putaran 2 (19 Apr 2017) Chanel
12 Apr
19 Apr
Diff
TVONE
3.5
5.9
2.4
1.5
METRO
2.1
3.4
1.3
2.7
1.2
KOMPAS TV
1.6
2.
0.9
2.7
1.1
INEWS TV
1.3
2.7
1.4
MESKI SUPLAI SEDIKIT, SPECIAL NEWS MENYEDOT PERHATIAN PUBLIK LEBIH BANYAK 1 Jan - 31 Jul, All Market, in % News Lvl 2
SUPPLY
Index 2017
CONSUMPTION
76 % 79 % 78 %
71% 75 % 75 %
Hard News
12% 12% 15 %
13 % 11% 15 %
Talkshow
4% 4% 2%
4% 2% 3%
93
Crime
6% 6% 3%
Special News
6% 3% 3%
111
155
2017 2016
162
2015 4% 4% 3%
Feature
4% 4% 3%
94 138
Source: Nielsen
26/08/2017 14:28:37
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 047
#2
Easy Laugh
Yang Penting Lucu Oleh Annisa Bella, Hendra Soeprajitno P, Jaka Perdana, dan Ramadhan Triwijanarko
Program humor di Indonesia masih diminati sederet pemain media, baik televisi maupun radio. Beragam konten humor disajikan, dari yang bersifat edukatif hingga konten ‘receh’ sekalipun. Meski kompetisi ketat, para pemain optimistis program humor akan terus diminati. Singkatnya, masyarakat Indonesia menyukai guyonan. Tinggal bagaimana para pemain industri ini membuat konten yang mampu merebut hati audiens.
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-047_R1.PDF 1
ejarah program komedi di media Indonesia dimulai sejak era 80-an. Pada masa itu, stasiun radio dan televisi merekrut para komedian off-air tanah air untuk bergabung dalam program humor mereka. Sebut saja grup komedian Srimulat yang mengawali karier sebagai komedian keliling yang kemudian hadir di layar kaca Televisi Republik Indonesia (TVRI) lewat program Srimulat pada tahun 1986, atau Dono-Kasino-Indro yang tergabung dalam Warkop Prambors sebelum menjajaki dunia film dan serial. Kesuksesan program Srimulat dan Warkop Prambors terus bereinkarnasi dengan hadirnya berbagai program humor baru, baik di stasiun radio maupun televisi. Sampai sekarang, program humor masih menjadi perhatian para pelaku industri media. Sederet pemain seperti Kompas TV, NET., Prambors FM, Hard Rock FM, Trax FM percaya bahwa program komedi akan terus diminati masyarakat Indonesia. Ide segar datang dari Kompas TV ketika mereka mencoba mengubah format Stand Up Comedy Show Metro TV menjadi Kompetisi Stand Up Comedy Live pertama di Indonesia. Helmy Hananto, Manager Research & Content Analyst Kompas TV mengungkapkan, Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) berhasil menjadi program unggulan Kompas TV sejak awal kehadirannya. Memasuki tahun keenam sejak penayangan perdana, Kompas TV tetap mempertahankan program SUCI sebagai salah satu flagship program mereka. “SUCI memiliki banyak sekali penonton, bahkan proses pengambilan gambar bisa dihadiri hingga ribuan penonton. Secara viewership memang bagus,” terang Helmy. Mendekati final, jumlah penonton SUCI pun kian meningkat lantaran engagement yang kuat. Program SUCI merupakan jenis program pencarian bakat komika-komika baru di Indonesia. Dua pionir kehadiran SUCI, Pandji Pragiwaksono dan Raditya Dika mengemas acara ini dengan konten yang ringan, dan berhubungan dengan fenomena di masyarakat. Melihat tren Stand Up Comedy yang begitu hangat di Indonesia, Kompas TV secara konsisten berkomitmen terus menayangkan program ini. “Kami ingin mempertahankan segmen penonton muda yang sudah menjadi penonton setia Kompas TV,” tutur Helmy. Mendapat antusiasme yang cukup tinggi hingga season ke-7 tak membuat Kompas TV bertumpu pada program humor SUCI semata. Kompas TV pun mengemas program komedi bernuansa Politis-Edukatif dengan menggandeng komedian Tukul Arwana sebagai pembawa acara. Program bertajuk The Interview with Tukul menghadirkan berbagai tokoh politik, mulai dari pejabat publik hingga kepala daerah. Poin penting dalam konten program ini adalah side element para tokoh yang menjadi perhatian. Tidak hanya prestasi mereka, Kompas TV juga mengulas hal-hal unik dari profil yang mereka angkat untuk membangun kedekatan dengan penonton. Lain Kompas TV, lain NET. Stasiun televisi yang baru berdiri selama empat tahun ini memiliki cara sendiri dalam membuat program humor andalan
26/08/2017 14:28:37
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 048 mereka. Dari beragam program yang dimiliki, program humor diakui Wishnutama Kusubandio, CEO NET Mediatama Televisi sebagai program andalan NET. Program humor NET. dikemas spesifik, sesuai dengan segmentasi target audiens mereka yang menyasar para millennials dan affluent. Program humor NET. dikemas dalam beragam bentuk, seperti talk show dalam acara Ini Talk Show dan Tonight Show, hingga bentuk kuis seperti program Waktu Indonesia Bercanda. Tiga program humor ini dirancang bagi segmen audiens yang berbeda. Tama –panggilan akrab Wishnutama- menjelaskan, program yang tayang pukul 16.00-21.00 WIB memiliki target audiens keluarga, sementara pukul 21.00 WIB menyasar target audiens kaum adam. Meski terdapat pengotakan, NET. berupaya mengemas acara tersebut secara elegan, sesuai dengan personality mereka. “Hasil riset yang kami lakukan bersama lembaga riset independen menunjukkan, segmen affluent dengan disposable income sebesar Rp 12 juta per keluarga per bulan merupakan penonton terbesar kami. Artinya, segmen kami adalah orang yang memiliki buying power. Tentunya kami harus menyesuaikan kualitas acara dengan karakteristik mereka,” jelas Tama. Dalam praktiknya, kemasan pun menjadi kunci. Tama menganalogikan ini dengan kegemaran orang Indonesia dalam mengonsumsi kopi. Ia berpendapat, seluruh kelas sosial memiliki kegemaran meminum kopi, tinggal bagaimana para pelaku bisnis kopi mengemas produk mereka. “Ada yang hadir sebagai kopi dengan harga murah, ada pula yang mengemasnya sebagai kopi berkualitas premium ala Starbucks,” kata Tama. Kemasan ini yang kemudian menjadi kunci bagi NET TV dalam mengemas acara Ini Talk Show dengan bintang utama Sule dan Andre Taulany. “Mau dikemas seperti apa Sule dan Andre? Bisa dibuat lower, middle, atau upper. Tinggal bagaimana kami mengemasnya agar sesuai dengan audiens NET.,” kata Tama. Guna memastikan programprogram ini memiliki karakteristik dan personifikasi, NET. memproduksi semua konten secara in house. Tujuannya, menjaga kualitas acara dengan genre humor, apa pun bentuknya. Dari program humor televisi, kita beralih ke radio. Kekuatan audio yang dimiliki radio memang menjadi daya tarik tersendiri bagi medium ini. Selain identik dengan musik, radio juga memiliki sifat kedekatan yang mampu menarik pendengar ke dalam obrolan yang dibawa penyiar. Lagi-lagi, kuncinya adalah bagaimana stasiun radio mengemas konten mereka. Fenomena kemacetan yang ada di Indonesia, terutama di ibu kota menjadi alasan stasiun radio berlomba-lomba dalam membuat konten komedi. Alasannya sederhana, “masyarakat Indonesia butuh hiburan di jalan,” kata Christo Putra, Content Director Prambors FM. Hasil survei yang dilakukan Prambors menunjukkan, masyarakat Jakarta memang menginginkan sesuatu yang lucu dan fun. Berangkat dari fenomena dan hasil survei ini, Prambors yang memosisikan diri sebagai Indonesia No.1 Hits Music Station mengemas program mereka
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-048_R1.PDF 1
secara funny, di antaranya program Desta Gina in The Morning yang menjadi program unggulan Prambors. Konten program prime time pagi Prambors itu berkonsep siaran terlucu dan funny ini memiliki berbagai topik, seperti benchmark berupa show pendek (Dugong), Berita Panas yang berisi parodi Desta dan Gina terhadap isu terhangat, dan segmen menelepon orang lain dan mengedit suaranya (Iseng Ah). Meski terbilang program komedi, Christo mengaku program ini sebenarnya tidak berisi komedi semata. Prambors menambah satu penyiar support dalam program ini, Julia Nadia yang bertugas sebagai benang merah antara informasi news dan gosip terbaru dengan guyonan Desta dan Gina. “Jadi pendengar bisa mendapat insight yang dikemas dalam komedi,” terang Christo. Tak hanya Prambors, stasiun radio yang berada di bawah MRA Group seperti Hard Rock FM dan Trax FM pun meyakini konten komedi memegang peran penting. Segmentasi yang berbeda antara duo saudara, Hard Rock FM dan Trax FM ini membuat mereka menciptakan konten yang berlainan. Konten yang ‘receh’ menjadi kekuatan bagi program humor andalan Hard Rock FM, Good Morning Hard Rockers (GMHR). Program berkonsep talk show yang menyasar pendengar generasi millennials profesional berusia 20-30 tahun ini hadir di pagi hari dipandu oleh Ary Kirana dan Gofar Hilman yang memperbincangkan konten-konten ‘receh’ di tengah masyarakat. “Kontennya ‘receh’ dan segmennya sengaja dibuat lucu agar pendengar memiliki mood yang bagus saat melakukan perjalanan ke kantor. Ada segmen Eja-Eja Kata sampai Insert Nama Menjadi Lagu. Memang tidak penting, tapi justru memberikan sesuatu yang fresh,” kata Head of Communication MRA Broadcast Media Sigit Prabowo. Jika program komedi Hard Rock FM dikemas bagi target pendengar millennials profesional yang berprinsip Work Hard, Play Hard, lain halnya dengan Trax FM. Saudara satu grup Hard Rock FM ini menargetkan siswa dan siswi sekolah menengah, mahasiswa, dan kalangan first jobber sebagai pendengar. Melalui program Morning Zone bersama Surya dan Molan, Trax memformulasikan program humor dengan konten yang berisi topik hangat terkini yang dibungkus dalam obrolan ringan dan mengundang tawa. “Jadi apa pun yang dibicarakan, ujung-ujungnya harus membuat pendengar minimal ‘nyengir’. Balik lagi, kekuatan konten atau program kembali lagi pada penyiar. Improvisasi bagus, cerdas, dan lucu akan memikat banyak pendengar,” jelas Rafiq. Pada akhirnya, konten humor sebuah media harus dikemas sesuai segmentasi audiens Anda. Mengenal siapa audiens Anda, seperti apa habit-nya, tren apa yang tengah terjadi, serta memahami kebutuhan audiens adalah cara terbaik untuk menciptakan konten humor yang menarik. Tak lupa, pemilihan talent yang sesuai dengan segmentasi program berperan penting dalam membungkus sebuah program humor. Yang jelas, konten edukatif ataupun receh harus dikemas dekat dengan audiens. Engagement yang kuat akan mengikat audiens Anda.
26/08/2017 14:28:37
D
E E P D
I V E
Marketeers + Masima Group Network Storytelling Themes We Don't Want To Miss 049
Masima Group Network Tawarkan 360 Degrees Campaign ehadiran platform digital mendorong industri media untuk segera beradaptasi. Setidaknya hal ini yang dilakukan oleh Masima Radio Network sejak lima tahun terakhir melalui integrasi digital pada semua stasiun radio binaannya.
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-049_R1.PDF 1
Memiliki tiga radio ternama dengan segmentasi yang berbeda-beda membuat perusahaan pemegang alih stasiun radio Prambors FM, Delta FM, dan Bahana FM ini memiliki segmentasi market yang luas. Bagaimana tidak, masing-masing brand memiliki tugas membidik target market yang berlainan. Prambors FM sebagai jaringan radio anak muda yang tersebar di sembilan kota besar Indonesia meliputi Jakarta (102.2 FM), Bandung (98.4 FM), Semarang (102.0 FM), Surabaya (89.3 FM), Yogyakarta (95.8 FM), Solo (99.2 FM), Medan (97.5 FM), Makasar (105.1 FM) dan Manado (103.6 FM) memiliki segmentasi pendengar di usia 15-29 tahun. Berbagai program Prambors FM, termasuk Desta Gina in The Morning sebagai program unggulan berhasil mendongkrak pertumbuhan mereka. Survey Nielsen periode triwulan pertama 2017 menunjukkan, Prambors memiliki 1,186
juta pendengar melalui radio, dan 300.000 pendengar radio streaming (website dan mobile apps). Bukan tanpa alasan, kesuksesan ini ditunjang oleh konten-konten Prambors yang selalu related dengan target pendengar mereka, yaitu anak muda. Menyusul kesuksesan Prambors FM, Bahana FM (101.8 FM) hadir dan dibranding sebagai radio dewasa muda di Jakarta dengan segmentasi pendengar usia 25-35 tahun yang menikmati profesi mereka sebagai pekerja maupun ibu rumah tangga yang eksis dan senang bersosialisasi. Kehebohan dan keseruan duo penyiar Tika dan Udjo dalam program Tika dan Udjo on Bahana FM berhasil memikat pendengar dan menjadikan program ini unggul dari yang lain. Tidak hanya itu, Tatha dan Mirza melalui spontanitas banyolannya berhasil memecahkan kemacetan ibu kota di sore hari. Menurut data Nielsen periode triwulan pertama 2017, Bahana FM memiliki jumlah pendengar 395.000 di radio, dan 15.000 pendengar radio streaming. Lain Bahana FM, lain pula Delta FM. Segmentasi pendengar Delta FM yang tersebar di delapan kota besar di Indonesia meliputi Jakarta (99.1 FM), Bandung (94.4 FM), Semarang (96.1 FM), Surabaya (100.5 FM), Yogyakarta (103.7 FM), Medan (105.8 FM), Makasar (99.2 FM) dan Manado (99.3 FM) menyasar usia yang lebih dewasa (30-39 tahun), profesional muda yang ramah, menyukai musik, dan memiliki sense of humor yang tinggi, bekerja keras, dan menjadi inspirasi bagi sekitar. Jumlah pendengar Delta FM sendiri terhitung besar, yakni 1,023 juta pendengar via radio FM dan 200.000 pendengar via radio streaming. Integrasi digital yang dilakukan Masima Radio Network terhadap ketiga brand radio ini berhasil mendorong peningkatan jumlah subscribers di media digital. Dengan jumlah pendengar Radio FM dan subscribers media digital yang terus meningkat, serta pengembangan jaringan radio dan media digital yang akan dilakukan ke depan, Masima Radio Network optimistis meraih kue iklan yang lebih besar. Pasalnya, Masima menggunakan 360 degrees campaign atau disebut Multi O (On Air, Off Air, Online) dalam memasarkan produk brand yang beriklan pada tiga radio andalan Masima ini. Mereka akan mengemas konten iklan sedemikian rupa sehingga objektivitas campaign yang dilaksanakan pengiklan dapat tercapai. Segmentasi market yang luas, integrasi digital, serta pengembangan jaringan radio di kota besar lainnya di Indonesia tentunya menjadi solusi bagi pengiklan yang ingin memasarkan produk mereka secara efektif melalui tiga brand di bawah Masima Radio Network.
26/08/2017 14:28:37
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 050
#3
Role Models and Inspirations
Memberi Inspirasi Sepanjang Hari Oleh Ramadhan Triwijanarko, Jaka Perdana, Muhammad Perkasa Al-Hafiz, dan Sigit Kurniawan
Hampir setiap televisi memiliki program flagship bertemakan talk show. Selama beberapa tahun ke belakang, acara-acara ini memiliki penggemar setianya masing-masing. Daya tarik pun datang, mulai dari konten pembahasan seru, karisma sang bintang tamu, hingga sosok pembawa acara.
Penjelasan lebih lanjut? Scan QR Code berikut ini:
aat ini tidak sedikit acara-acara talk show pada khazanah pertelevisian Indonesia menduduki pada jam-jam prime time. Mulai dari matahari terbenam hingga larut malam, tiap jamnya bisa dipastikan ada beragam program talk show. Sebut saja program Hitam Putih yang dibawakan Deddy Corbuzier sudah bisa disaksikan di Trans 7 selepas azan magrib. Program seperti Ini Talk Show di Net TV, Rosi di Kompas TV, Kick Andy, atau Mata Najwa yang dulu tayang di Metro TV bisa disaksikan mulai pukul delapan malam. Jelang tengah malam ketika penonton siap menutup hari, tayangan Tonight Show di Net TV bersama Vincent dan Desta siap menutup hari pemirsa. Beragamnya program talk show yang disajikan oleh stasiun televisi menjadi pertanyaan tersendiri mengapa pemirsa begitu suka dengan program seperti ini? Mengapa saat ini stasiun televisi berlomba menelurkan program-program talk show andalannya? Sebagai stasiun televisi yang memosisikan dirinya
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-050_R1.PDF 1
sebagai TV berita, menawarkan konten yang selalu berkaitan dengan topik terhangat wajib hukumnya bagi Metro TV. Penonton mungkin akan bosan ketika dijejali dengan konten berita terutama yang hard secara terus menerus. Talk show adalah alternatif bagi penonton yang ingin mengonsumsi isu hangat dengan kemasan berbeda. Metro TV memiliki tayangan talk show selama satu minggu penuh dari Senin sampai Minggu. Program ini ditayangkan pada jam-jam prime time mulai pukul 20.00 hingga 21.30 WIB. Pemilihan slot waktu ini karena memang peminatnya tinggi. “Selama tujuh hari kami tampilkan tujuh program talk show berbeda. Mulai dari yang bertema hukum, politik, ekonomi, sampai dengan tujuan menginspirasi. Kami sediakan semuanya karena preferensi tiap penonton berbeda. Yang senang politik bisa menikmati Sentilan Sentilun, suka ekonomi menikmati Economic Challenge. Sementara, mereka yang mencari inspirasi bisa lari ke Kick Andy,” ujar President Director Metro TV Suryopratomo. Tingginya peminat dalam menikmati konten talk show memang terlihat dari slot iklan yang kadang melebihi jam tayang. Sama seperti halnya berita, memilah-milah mana program dari Senin sampai Jumat yang paling laris sangat bergantung pada topik. Ketika ada krisis di bidang ekonomi yang melanda negeri, Economic Challenge muncul sebagai program dengan share tinggi. Pun begitu dengan tema politik. Ketika menyajikan berita paling panas dengan narasumber bernama besar, maka share-nya bakal naik. Sangat dinamis. Tentu saja konten talk show yang paling menarik minat adalah sajian bertemakan politik. Hal ini sejalan dengan konten-konten yang paling sering ditayangkan Metro TV. Contoh program talk show laris di Metro TV adalah Sentilan Sentilun. Program yang dipandu oleh komedian serta budayawan Butet Kertaradjasa dan Slamet Rahardjo, berusaha melihat kondisi politik, ekonomi, dan sosial budaya masyarakat Indonesia melalui kacamata yang satir. “Kadang orang tidak hanya butuh sesuatu yang bersifat serius tapi juga yang bersifat komedi. Sentilan Sentilun ditonton karena satir dan kritikannya tidak mengarah secara langsung. Terkadang kritikan yang tidak langsung bisa lebih diterima dibanding yang langsung. Jadi Sentilan Sentilun punya penonton tersendiri,” sambung Tommy, panggilan akrab Suryopratomo. Hal seperti ini juga berlaku untuk talks how yang menginspirasi seperti Kick Andy. Walaupun konten inspirasi tidak terbatas oleh tema maupun kondisi tertentu, mengikuti tren menjadi wajib hukumnya. Menurut Tommy, tim kreatif Kick Andy membaca tren yang mengarah kepada segmen muda, yaitu millennials. Jadilah sebuah tayangan berkonsep inspirasi lainnya bernama Big Circle. “Anak muda sekarang lebih banyak menikmati second screen seperti smartphone. Makanya untuk menjawabnya, kami menghadirkan tayangan yang mencoba menginspirasi anak muda, di mana konten di dalamnya terdapat berbagai kegiatan produktif yang diminati millennials,” ujar Tomy. Hal yang sama juga dirasakan oleh stasiun berita
26/08/2017 14:28:37
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 051 lainnya, yakni Kompas TV. Sebelum mendeklarasikan diri sebagai stasiun televisi berita, Kompas TV memosisikan diri sebagai stasiun televisi berita yang menginspirasi. Karenanya, banyak tayangan informatif yang menginspirasi, sebut saja beberapa tayangan dokumenter. “Konten dokumenter ini sudah memiliki pemirsa yang loyal. Salah satu riset yang kami pelajari bahwa konten dokumenter merupakan ikon program kami. Saat ini memang frekuensinya dikurangi, semenjak menjadi televisi berita. Porsi program yang bersifat informatif lebih sedikit bila dibandingkan dengan konten berita,” ujar Helmy Ananto, Manager Research & Content Analyst Kompas TV. Meskipun porsinya sudah berkurang, Kompas TV tidak kehilangan program-program inspiratif yang berkualitas tinggi. Mulai dari pagi hari sampai malam, Kompas TV menyajikan rangkaian program talk show dan inspirasi yang menjaring banyak pemirsa. Sedari pagi, Kompas TV menayangkan program talk show melalui Sapa Indonesia. Uniknya, selain pagi hari, program Sapa Indonesia juga disajikan dengan materi yang berbeda pada siang dan malam hari. Selain itu, Kompas TV masih memiliki program lainnya seperti Aiman, Rosi, Kata Netizen, dan The Interview with Tukul. Program Aiman yang dibawakan oleh Aiman Witjaksono berkutat pada permasalahan politik yang sedang hangat. Aiman biasanya memburu para politisi dan pejabat publik yang sedang hangat akan suatu topik untuk membuat pengakuan apa yang sebenarnya terjadi. Sementara itu, program Rosi yang diasuh oleh wartawan kondang, Rosianna Silalahi, tampil lebih santai dalam membawakan sebuah isu. Meski masih seputar politik, Rosi membawakannya dengan nuansa yang berbeda. Tidak jarang pula, para pejabat publik yang tampil biasanya membawa suatu hal dalam dirinya yang tidak pernah diketahui oleh pemirsa. “Kami mencoba menciptakan konten berita dan informasi yang ramah pada semua kalangan. Program Rosi misalnya kami coba buat agar tidak kaku. Konsepnya fun, smart discussion, dan dekat dengan penonton, sehingga penonton merasa terlibat,” jelas Helmy. Tidak melulu serius, program The Interview with Tukul misalnya mengombinasikan sosok Tukul Arwana yang humoris dan penuh canda dengan sosok pejabat publik seperti gubernur, bupati, dan walikota. Walaupun bintang tamu yang ditampilkan adalah sosok yang serius, namun Tukul Arwana sebagai pembawa acara mencoba menggali karakter humanis dari para bintang tamu tersebut. Meskipun masih terbilang baru, DAAI TV juga tidak mau ketinggalan dalam menampilkan konten-konten yang inspiratif. Hal ini sesuai dengan positioning DAAI TV ini sebagai stasiun televisi penuh cinta kasih dengan konten edukasi untuk keluarga Indonesia. Menyadari bahwa kebanyakan pemirsanya adalah kalangan wanita, DAAI TV ingin menyajikan program inspirasi yang bisa memberikan sisi edukatif kepada para pemirsanya, terutama yang ramah kepada keluarga. “Dalam setiap program DAAI TV, harus ada selipan edukasi baik itu dari sisi moral, budi pekerti, ramah
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-051_R1.PDF 1
lingkungan, empati, dan kemanusiaan untuk pemirsa. Sehingga pemirsa akan merasakan aliran positif dari setiap tayangan DAAI TV,” ujar Paulus Florianus, Program Manager DAAI TV. Beragam program inspiratif itu misalnya Potret, Ruang Keluarga, Kumpul Keluarga, Selasar Budi, dan program lainnya. Paulus menilai bahwa DAAI TV ingin memberikan tuntunan tentang kebenaran, kebajikan dan keindahan ketika media arus utama saat ini tidak menyediakannya. DAAI TV mencoba memberikan perspektif lain dan pendampingan kepada masyarakat agar mereka selalu teringat pada nilai kebenaran, kebajikan dan keindahan dalam kehidupan. “Bukan hal yang mudah untuk selalu menyajikan hal yang positif dan mungkin kurang ‘heboh’ bagi pemirsa. Namun dari waktu ke waktu, DAAI TV terus bereksperimen bagaimana menyajikan program motivasi, inspiratif dan edukatif yang menarik untuk pemirsa,” lanjut Paulus. Ia menjelaskan bahwa DAAI TV akan terus bertahan dengan konten motivasi, inspiratif dan edukasi. Ia meyakini akan semakin banyak pemirsa yang membutuhkan konten-konten yang menyejukkan dan aman untuk dilihat. Di luar stasiun televisi, hal yang sama ternyata dialami oleh media online seperti Liputan6.com. Menurut Karaniya Dharmasaputra, Presiden Direktur PT Liputan Enam Dot Com, konten-konten berita yang memiliki pageviews tinggi alias dicari oleh pembaca adalah konten-konten positif dan mengusung inspirasi. “Saya melihat ada pergeseran sangat bagus. Dulu, ada anggapan bahwa bad news is good news. Tetapi, di era digital di mana trafik bisa terukur jelas, ternyata konten-konten inspiratif menajdi favorit bagi pembaca. Sekarang, good news is good news,” ujar Karaniya. Karaniya melihat masyarakat pembaca sudah mengalami kejenuhan dengan aneka informasi yang tak berkualitas dan bahkan hoax. Kabar bohong ini, sambung Karaniya, menjamur semasa pemilihan presiden Amerika Serikat dan pemilihan kelapa daerah di Indonesia. Media arus utama seperti The Washington Post justru mengalami kenaikan subscription mengingat masyarakat mulai jenuh dan ingin mencari informasi berkualitas dan kredibel. Hal yang sama diharapkan juga terjadi di industri media di Indonesia. “Selain konten-konten news khususnya yang menyangkut peristiwa besar, konten sport dan entertaintment menjadi konten-konten yang banyak diminati. Termasuk konten-konten yang mengusung inspirasi, khususnya inspirasi sosok. ,” kata Karaniya. Nah, kesimpualannya, di tengah serbuan konten yang ada, audiens tetap membutuhkan programprogram inspiratif dan berpengaruh kepada dirinya sendiri hingga lingkungan sekitar. Tidak bisa dipungkiri bahwa kekuatan dalam program talk show berada pada sang pembawa acara, topik dan bintang tamu. Bagaimana caranya, ketiga elemen ini bisa menghadirkan konten yang tepat sasaran, membakar semangat dan menginspirasi audiens.
26/08/2017 14:28:37
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 052
#4
Edutainment
Menawarkan Pengetahuan di Tengah Kedangkalan Oleh Sigit Kurniawan, Muhammad Perkasa Al Hafiz, Annisa Bella
Penjelasan lebih lanjut? Scan QR Code berikut ini:
Yang dibutuhkan pembaca atau pemirsa bukan sekadar kecepatan informasi, tapi keakuratan. Bukan informasi yang dangkal, tapi informasi yang mencerahkan, mendalam, sekaligus menambah wawasan dan pengetahuan baru.
alah satu alasan mengapa sebuah program atau rubrik di media dicari dan diminati oleh banyak audiens karena program atau rubrik itu mengusung sesuatu yang bernilai. Bernilai di sini karena program atau rubrik tersebut bukan sekadar memberikan sebuah informasi semata, tetapi juga pengetahuan baru bagi pemirsa maupun pembacanya. Dalam konteks ini, audiens selain bertambah pengetahuannya, juga teredukasi tentang hal tertentu yang bisa membantu mereka memperbaiki kehidupan yang lebih baik. Atau, paling tidak, mereka terbantu dalam membuat sebuah keputusan yang lebih baik. Membawa misi mulia tersebut tidaklah semudah membalik telapak tangan. Misi tersebut justru menjadi tantangan besar bagi media-media di era digital yang diwarnai banyaknya kabar bohong (hoax) maupun adu cepat dalam mempublikasikan informasi. Informasi yang bias, tidak lengkap, dan bahkan cenderung bohong justru akan menyesatkan audiens dalam membuat keputusan dalam hidupnya. Hal inilah yang dominan dialami oleh media-media online. Pada titik tertentu, kondisi ini mendatangkan kejenuhan di kalangan pembaca. Pembaca lelah dengan bentukbentuk informasi yang salah dan tak terverifikasi. Kondisi inilah yang kemudian dibaca oleh Tirto. id sebagai peluang baru dalam menyajikan informasi secara berbeda. Hal ini disampaikan oleh Sapto Anggoro, Pendiri dan Pemimpin Redaksi Tirto. Bentuk kedalaman yang dibawa Tirto adalah laporan yang mendalam, semipanjang, dan hampir selalu dilengkapi dengan infografis. Dalam banyak hal, Sapto menambahkan, media melupakan konteksnya, kedalaman, serta melupakan manfaat dan pemaknaannya. Apakah benar sebagian besar pembaca hanya membutuhkan informasi cepat?
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-052_R1.PDF 1
26/08/2017 14:28:37
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 053 “Saya berani menabrak ini dengan cara memberi hal di samping kecepatan. Saya ingin memberikan narasi dan literasi yang lain, bahwa mendapatkan informasi itu tak cukup hanya dengan kecepatan, tapi perlu konteks dan data yang kuat. Dan, ini tak bisa dilakukan dalam hitungan menit. Tirto tak mengejar kecepatan, tetapi mengejar kualitas sekaligus mendidik,” kata Sapto. Tirto, sambung Sapto, selalu teliti dan hati-hati dalam mengkurasi informasi yang kemudian diolah dengan berbagai data menjadi sebuah informasi baru yang mendalam dan lengkap. Sapto menganalogikan, media lain bermain di empat sehat dan Tirto di lima sempurnanya. Tantangannya adalah ketika main tulisan yang panjang, tidak semua orang kuat atau butuh atau memiliki waktu untuk membacanya. Apalagi generasi millennials yang menjadi segmen Tirto lebih cenderung menyukai yang instan. Tirto menyikapinya dengan format infografis dan videografis. “Infografis ini terbukti membuat segmen kami menyukai informasi yang disajikan oleh Tirto. Dalam waktu setahun, kami memiliki users aktif sejumlah empat jutaan setiap bulannya. Dan, kalau dihitung sejak Tirto berdiri, angka itu mencapai 10 juta dan returning users juga tinggi,” katanya. Hal senada diungkapkan oleh Suwarjono, Pemimpin Redaksi Suara.com. Ia mengatakan teknologi telah mengusung disrupsi di industri media – khususnya pada cara orang mengonsumsi sebuah informasi. Saat ini, sambung Suwarjono, konsumen berita terbagi menjadi dua, yakni segmen media konvensional dan media online. Penggemar media konvensional didominasi oleh generasi Baby Boomers (lahir tahun 1960’an). Mereka cenderung lebih teredukasi dalam memilih sumber berita yang valid. Sementara, media online lebih diminati oleh millennials (lahir tahun 1990-an) dan mereka sejak lahir sudah akrab dengan informasi yang berseliweran di media sosial yang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. “Banyak konten yang dikonsumsi millennials bukan dari media arus utama. Sebagian berasal dari media abal-abal yang hanya mengejar trafik. Akibatnya, yang terjadi justru malpraktik jurnalisme yang dikarenakan oleh kinerja buruk jurnalis dalam melakukan peliputan, tak melakukan wawancara atau menggali informasi sendiri di lapangan. Informasi tidak jelas sering dikemas dengan judul bombastis sehingga pembaca tertarik,” katanya. Unggulkan Kualitas dan Edukasi Pemimpin Redaksi Kompas.com Wisnu Nugroho mengatakan pembaca tetaplah membutuhkan kontenkonten yang berkualitas. Berkualitas dalam arti bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Wisnu menegaskan, jurnalisme digital berkualitas inilah yang menjadi positioning Kompas.com di lanskap media online. Positioning ini kemudian diterjemahkan dalam berbagai rubrik berita yang mana news menempati posisi konten yang paling diminati dan disusul oleh tulisan tentang pendidikan, sains, dan kesehatan. “Berita internasional, sains, dan kesehatan menyumbang sekitar 35% dari trafik harian Kompas.
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-053_R1.PDF 1
com. Karakter pembaca dari kami pun khas, yaitu male intellectual dengan usia 20-60 tahun. Mereka adalah pria yang cukup matang, dengan umur yang mendominasi pada rentang 20-40 tahun,” ujar Wisnu. Wisnu menambahkan, konsumen ini mengonsumsi berbagai konten berita Kompas.com secara bersamaan. Seringkali konsumen ini ingin mengetahui kondisi politik di negeri ini dan memperbarui informasi mengenai mobil, gawai, dan produk baru. Segmen pembacanya berasal dari status ekonomi A dengan daya beli yang cukup bagus. “Trafik dari portal kami ini pun tinggi berdasarkan peristiwa yang terjadi. Ketika ada perkembangan teknologi terbaru, maka kanal ini akan meningkat trafiknya,” imbuh Wisnu. Sedikit berbeda dengan Kompas.com, kanal sains dan teknologi masih kalah pamor ketimbang beritaberita unik yang bahasannya ringan di Suara.com. Peringkatnya ada di posisi ketiga penyumbang trafik terbesar sesudah hot news dan berita unik. Misalnya, berita tentang aktivitas keseharian Kaesang, putra sulung Presiden Joko Widodo dengan vlognya, atau isu-isu menarik dari luar negeri. Baik Wisnu maupun Suwarjono kompak mengatakan bahwa konten yang menarik adalah konten yang dilandasi oleh etika jurnalistik – bukan berita sensasional dan bohong. Apalagi bisnis media tak lain adalah bisnis kepercayaan dan kepercayaan itu yang senantiasa harus dijaga. Keduanya juga memosisikan berita-berita hoax sebagai tantangan tersendiri. Sebab itu, kedua media ini juga aktif “blusukan” di media-media sosial untuk mempromosikan konten-kontennya di tengah hoax yang bertebaran. Hal senada diungkapkan oleh Andrias Ekoyuono, Chief Marketing Officer Kumparan. Menurut Andrias, salah satu hadirnya Kumparan karena pembaca mengingingkan sebuah media informasi yang mengusung kualitas dan kredibilitas. “Begitu kita memiliki konten yang berkualitas dan kredibel, pembaca percaya dan menyukainya. Ini penting di tengah bertebarannya hoax seperti belakangan ini,” kata Andrias. Andrias menambahkan, Kumparan merupakan sebuah hybrid media platform yang mana selain memiliki seratusan jurnalis sebagai content creator, juga memiliki konten dari media lain. Konten-konten yang disukai tak lain adalah konten-konten yang mengusung current issue tetapi dikemas sedemikian rupa sehingga pembaca bisa mengambil lessons learned. Sementara itu, Tirto mengatakan konten-konten yang selama ini menjadi konten favorit pembaca adalah konten-konten yang berbau sejarah dan sains. Sejarah ini, menurut Sapto, dipakai sebagai konteks dari sebuah informasi yang disampaikan. “Sejarah yang selama ini dianggap sebagai pelajaran yang tidak disukai oleh banyak orang, justru paling diminati di Tirto. Ini karena sejarah ditulis dengan gaya yang berbeda. Kami mengedepankan ceritanya khususnya yang tak ada dalam buku sejarah. Konten menarik yang kedua adalah current issue dan tentunya kami mengemas secara berbeda dibanding media lain,” imbuh Sapto. Dengan demikian, pembaca bisa mendapatkan
26/08/2017 14:28:37
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 054 pengetahuan baru dan bukan sekadar informasi. Misalnya, berita tentang tutupnya jaringan ritel Seven Eleven ditulis sedemikian lengkap, dari sejarah, regulasi, hingga keputusan menutup ritel yang mensegmen anak muda tersebut. Bahkan, ketika membahas berita hiburan seperti musik maupun olahraga, Tirto memilih menyajikan data-data pendukung selain informasi utama. “Dengan ini, wawasan pembaca bisa diperluas dan mereka bisa memahami konteksnya dengan benar. Kami memberikan tulisan panjang, lengkap dengan data dan analisisnya,” ujar Sapto. Untuk menuangkan sebuah tulisan yang sifatnya in-depth, Sapto mengandalkan kinerja tim yang minimal terdiri dari tiga/empat orang untuk setiap tulisannya. Intinya ada wartawan yang mencari data primer, periset yang mencari data sekunder, pihak yang menganalisis dan mengedit. Kemudian data dan tulisan tersebut kemudian diterjemahkan dalam infografis yang dikerjakan minimal dua orang. “Betapa besarnya usaha kami dalam menyajikan sebuah tulisan yang kaya untuk para pembaca. Namun, hanya dengan ini, kami memiliki diferensiasi dari sisi konten dan ternyata diferensiasi ini yang selama ini dicari oleh segmen pembaca kami,” kata Sapto. Sapto meyakini, tren ke depan adalah kontenkonten yang secara materi bisa saja berat, tetapi masyarakat pembaca bisa mencernanya dengan lebih mudah dan menarik. Masih dibutuhkan aplikasi dan kemasan agar konten yang berat bisa dicerna karena masyarakat pembaca juga memiliki kebutuhan untuk tambah pintar. Tak Kaburkan Realitas Soal konten berkualitas juga menjadi concern bagi stasiun televisi TVRI dan majalah Bobo. Adam Bachtiar, Direktur Pengembangan dan Usaha TVRI mengatakan visi TVRI selaku Lembaga Penyiaran Publik (LPP) milik negara adalah mengedukasi masyarakat. Sebab itu, TVRI tidak pernah risau dengan angka rating. Baginya, tugas mengedukasi itu jauh lebih penting. “Seandainya sebuah program kami secara rating rendah, kami tidak akan menghapus program tersebut. Misalnya, program televisi yang mengusung edukasi antikorupsi. Yang kami lakukan adalah mengubah kemasannya dan bukan kontennya,” kata Adam. Adam melihat ada tiga konten yang paling diminati oleh permirsa TVRI, yakni berita, religi, dan anakanak. Semua dikemas dalam koridor edukasi dan bukan sekadar mengumbar entertaintment yang tidak mendidik masyarakat. Acara anak-anak terbilang diminati pemirsa TVRI, menurut analisis internal, karena acara ini benar-benar memberikan siaran yang memang dekat dunia anak-anak dengan segala kepolosannya. Adam mengatakan, program ini tidak memaksakan anak-anak untuk tampil seperti orang dewasa. “Mereka, misalnya dalam program menyanyi, kami biarkan tampil apa adanya lengkap dengan suara fals dan kebingungannya. Tak di-make-up semikian rupa. Justru ini yang dicari oleh anak-anak. Dan, ini
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-054_R1.PDF 1
terwujud dengan diganjarnya program Buah Hatiku Sayang sebagai acara variaty show terbaik untuk anak,” kata Adam. Adam menambahkan, program anak ini tidak “memaksa” anak untuk berkompetisi sedemikian rupa sehingga justru membuat anak-anak tidak percaya diri dan malah kehilangan keceriaannya. TVRI justru mewadahi anak-anak yang ingin tampil apa adanya. “Yang penting bagaimana anak-anak ini tumbuh keberanian dan dihargai sebagaimana anak-anak yang memang tidak bisa diperlakukan seperti orang dewasa. Ini misi edukasi yang kami usung dan kami jaga. Kami menjual happy untuk mereka,” kata Adam. Hal senada juga diusung oleh Majalah Bobo. Sejak berdirinya, majalah ini mengusung misi sebagai teman bermain dan belajar anak-anak. Dalam edukasi ini, Bobo tidak memberi pengajaran, tetapi cerita yang edukatif dengan karakter-karakternya yang lucu dan bersahabat bagi anak. Menurut Pemimpin Redaksi Bobo Kussusani Prihatmoko, sejak tahun 1973, Bobo mengalami beragam perubahan. Awalnya, Bobo yang awalnya ditujukan untuk anak-anak TK dan SD, saat ini diterbitkan dalam dua variasi, yaitu Bobo Junior untuk anak-anak TK dan Bobo yang sudah ada sejak dahulu diperuntukkan untuk anak-anak SD. “Alasan Bobo masih digemari oleh anak-anak adalah lantaran anak-anak senang untuk berimajinasi, dan ketika mereka membaca materi Bobo, mereka akan terangsang untuk berimajinasi sebagaimana isi dari konten tersebut, melalui gambar dan cerita yang dibuat,” ujar Kussusani. Alasan lain kenapa konten Bobo diminati karena disesuaikan dengan kurikulum sekolah. Bobo dibentuk seperti ensiklopedia versi ringan. Fakta sejak dua tahun lalu menunjukkan, tren pembaca Bobo saat ini cenderung menyukai bacaan dalam bentuk pointers (kalimat-kalimat pendek). Untuk itu, Bobo kini lebih banyak menyajikan fun fact dengan banyak gambar. “Contohnya, ketika sekolah sedang membahas mengenai benua, Bobo akan menyajikan konten yang membahas mengenai benua dengan memberikan gambar yang banyak dan fakta-fakta menarik yang singkat,” katanya. Dari sisi konten, konten tentang dongeng, cerita pendek, dan story telling lainnya ternyata paling diminati anak-anak. “Namun, ada perubahan. Bila sebelumnya pembaca Bobo cenderung menyukai cerita mengenai fairytales (kerajaan-kerajaan), pembaca Bobo saat ini cenderung menyukai misteri dan adventure, disusul pengetahuan antariksa, dan flora fauna. Tiga konten ini menjadi tren pembaca Bobo saat ini,” kata Kussusani. Dengan melihat berbagai pendapat itu, kita pun bisa mengambil kesimpulan. Pertama, media yang setia pada prinsip-prinsip jurnalisme justru yang memiliki masa depan karena berlandaskan fakta dan kredibel. Kedua, konten-konten mendidik seperti sejarah, sains, dan sejenisnya ternyata masih diminati oleh masyarakat yang nota bene memiliki kebutuhan untuk tambah pintar dan memiliki wawasan luas. Dus, tak berlebihan, bila kita menyebut content is the king. Catatannya, konten tersebut berkualitas sekaligus mendidik!
26/08/2017 14:28:37
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 055
#5
Cinderella Story
Berebut Sepatu Kaca di Layar Kaca Oleh Ramadhan Triwijanarko dan Annisa Bella
Mimpi adalah sebuah harapan. Tiap masyarakat memiliki mimpinya masing-masing. Bagaimana beberapa stasiun televisi di Indonesia merajut serta menjembatani mimpimimpi para pemirsa di Indonesia. lkisah, hidup seorang penjaja bubur ayam keliling bernama Sulam. Desakan ekonomi membuat Sulam harus keliling kampung untuk menjual bubur ayam demi roda kehidupannya. Sulam tidak hidup seorang diri, ia harus menafkahi istrinya yang bernama Rodiah dan ibu kandungnya. Meskipun kehidupan ekonominya terbilang sulit dan selalu pas-pasan, Sulam bersama istri dan ibunya memimpikan untuk berkunjung ke tanah suci Mekkah melakukan ibadah haji. Menatap Ka’bah bagi keluarga Sulam hampir terbilang mustahil. Ikhtiarnya terus mendapat
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-055_R1.PDF 1
26/08/2017 14:28:37
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 056 goyangan dari orang-orang sekitarnya. Bahkan, ada seorang haji di wilayahnya yang sesumbar akan mengiris kupingnya sendiri bila Sulam beserta keluarga berhasil naik haji. Suatu waktu, Sulam mendapatkan durian runtuh berhasil menjadi pemenang utama undian di Bank. Sulam berhak atas sebuah mobil mewah berharga miliaran rupiah. Singkat kata, Sulam menjual mobil tersebut dan mendapatkan uang cash untuk pergi berangkat haji bersama istri dan ibunya. Penantian panjang usai sudah, akhirnya sang tukang bubur naik haji. Mungkin, sebagian dari Anda familiar dengan cerita itu. Kisah tersebut merupakan plot dari FTV Tukang Bubur Naik Haji, sebelum dilanjutkan dengan format sinetron dengan jumlah mencapai 2.185 episode. Tidak bisa dipungkiri bahwa kisah-kisah inspiratif bertemakan mimpi menjadi tema-tema yang tetap digandrungi penonton sinetron di Indonesia. Ibarat kisah sang Cinderella yang hanya seorang anak tiri dengan kehidupan nelangsa, namun akhirnya bisa bersandingan dengan pangeran tampan. Setiap penonton televisi di Indonesia memiliki mimpinya masing-masing, baik yang terucap atau tidak. Mulai dari pergi haji, menikahi pria yang tampan dan kaya, atau berkumpul bersama saudara yang telah lama hilang. Intinya semua memiliki mimpi yang hampir dirasakan mustahil bagi sebagian kalangan. Ada dua faktor yang membuat konten FTV bernuansa Cinderella Story ini menjadi kesayangan masyarakat. Pertama, kepiawaian para aktor dan aktris dalam memainkan sebuah peran. Bagaimana caranya aktor bisa membawa emosi dan psikologisnya ke kehidupan nyata penonton. Contoh, bila ada aktor atau aktris yang memerankan peran yang amat jahat dan sukses, di kehidupan nyata tidak sedikit aktor atau aktris tersebut mendapatkan kecaman dari penonton program tersebut. Faktor kedua yang juga tak kalah menentukan adalah jalan cerita. Terkadang penonton suka terkekeh melihat dan mendengar judul-judul FTV yang terasa menggelikan. Tapi percayalah, ketika menyaksikannya, tidak sedikit penonton yang merasa dekat dan lekat dengan salah satu karakter di
Kategori Entertainment dan Movie Mendominasi Top 100 Program Pada Kuartal III 2017
38 19
27
42
24 21
39
36
15
12
24
24
12
22
16
14
17
18
13
Q1
Q2
Q3
Q4
Q1
5
2015
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-056_R1.PDF 1
dalamnya, bahkan tidak sedikit pula yang di dalam hati bergumam “Ini kok gw banget ya.” “Jalan cerita FTV dibangun dekat dengan kehidupan masyarakat yang ada. Hal ini kemudian dikemas secara sederhana. Kami membangun engagementnya dengan kuat. Dan, hal ini yang membuat program FTV begitu dicintai,” ujar Sutanto Hartono, President Director PT Surya Citra Media Tbk. Bagi Sutanto, konten FTV akan tetap menjadi primadona masyarakat. Walaupun biaya produksi yang diperlukan untuk membuat satu konten FTV tidak bisa dibilang murah, keuntungan yang akan didapatkan juga cukup besar. Ia menilai hal itu bisa terjadi lantaran antusiasme masyarakat kepada program FTV sangat tinggi. Namun, seiring berjalan waktu, program-program bertemakan Cinderella Story tidak hanya dikemas dalam bentuk sinetron atau FTV. Program-program pencarian bakat yang kerap diadakan di beberapa stasiun televisi seperti kontes Indonesia Idol, Dangdut Academy, The Voice, dan beragam jenis lainnya merupakan bentuk lain dari Cinderella Story. Kebanyakan kontestan acara tersebut berasal dari beragam latar belakang, baik kaya atau miskin. Tidak sedikit pula dari mereka mengikuti lomba itu untuk mencari peruntungan. Syukur-syukur, mereka bisa menjadi juara, dikenal, hingga mengubah nasib mereka. Mereka sama-sama tidak memiliki kesempatan dan koneksi untuk menancapkan eksistensinya di panggung hiburan Indonesia. Namun, mereka memiliki modal yang sama, mimpi. Dan program seperti ini merupakan menu yang lezat untuk disajikan stasiun TV kepada para pemirsa. Indosiar misalnya, konsisten membangun konten tentang program pencarian bakat. Selama beberapa tahun terakhir, Indosiar getol menciptakan program pencarian bakat yang faktanya hingga saat ini amat dicintai oleh para pemirsa setianya. “Di kami, program yang paling diminati adalah program pencarian bakat dan variety show. Tidak sekadar pencarian bakat biasa, kami mencoba untuk mengangkat budaya bangsa yakni musik dangdut melalui program Dangdut Academy,” ujar Imam
17 8 28
40 Q2
2016
26/08/2017 14:28:38
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 057 Sudjarwo, Presiden Direktur PT Indosiar Visual Mandiri. Tidak hanya mencoba mengubah mimpi para penonton setianya, melalui Dangdut Academy, Indosiar juga mengangkat budaya bangsa dan menjalin kerjasama serta persaudaraan dengan negara serumpun di ASEAN. Saat ini Dangdut Academy sudah tidak dalam skala nasional saja, melainkan sudah memiliki versi internasional dan melibatkan kontestan dari Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Dangdut Academy bukan satu-satunya program pencarian bakat menjual mimpi yang disajikan oleh Indosiar. Program-program lain seperti Bintang Pantura dan Mikrofon Pelunas Hutang juga menyajikan tema yang sama, musik dangdut dan mimpi. “Program Mikrofon Pelunas Hutang ini mengangkat orang yang belum beruntung yang pada saat ini menanggung hutang dan tidak mampu bayar. Kami tidak sekadar memberikan bantuan saja. Kami berikan tantangan mereka untuk bernyanyi dan nanti dikomentari. Setelah itu, yang menang lunas hutangnya,” jelas Imam. Selain secara share amat diminati, kontestan yang berebut untuk mengadu nasib pun beragam. Dengan modal tekad, mereka bermimpi bahwa segala beban hutang mereka saat ini bisa lunas dalam seketika. Imam menambahkan, bahwasanya yang tidak menang pun akan tetap mendapatkan uang, karena selepas acara banyak donator yang membantu para kontestan ini. Tidak hanya bernyanyi dan dangdut, Indosiar juga menawarkan program AKSI (Akademi Sahur Indonesia). Program yang ditayangkan selama bulan puasa ini mengangkat potensi anak bangsa untuk diangkat ke tingkat nasional dan internasional melalui kemampuan dakwah agama Islam. Tahun ini peserta program AKSI berasal dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Selain itu Indosiar juga menawarkan kontes pencarian bakat komedi melalui Stand Up Comedy Academy. Yang unik dari program seperti ini tidak hanya
16 14
18 12
10 17
28
38
45
32
21
20
Q3
Q4
Q1
2016
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-057_R1.PDF 1
28
kemampuan kontestan dalam memikat hati pemirsa. Ada penggabungan dua unsur yang sebetulnya memiliki nyawa yang amat vital dalam mengguncang hati pemirsa, yakni pembawa acara dan dewan juri. Dua komponen ini memegang kunci dari jalannya acara. Tidak jarang pula bahwa lebih banyak dewan juri dan pembawa acara yang bicara ketimbang sang kontestan. Tapi hal ini disukai oleh pemirsa. Dalam acara pencarian bakat, para juri dan pembawa acara terkadang terbawa emosinya. Pernah dijumpai, ada beberapa juri yang saling silang pendapat, bahkan dalam satu tayangan pernah ada yang saling mengumpat. Ketika satu program sudah selesai, Indosiar memiliki serangkaian program pencarian bakat lainnya yang siap untuk ditayangkan. Semuanya dilakukan secara in-house oleh tim Indosiar. Imam menerangkan bahwa biaya yang dikeluarkan memang besar, namun hasil yang didapatkan juga setimpal. “Hidupnya TV kan memang dari iklan. Kalau tidak untung tentunya kami tidak bisa menggaji para karyawan kami,” singkatnya. Meskipun tidak menyebutkan secara spesifik kontribusi iklan, Imam menjelaskan keberadaan Indosiar sebagai salah satu brand paling valuable di Indonesia bisa menjawab pertanyaan tersebut. Baginya, tren pencarian bakat dengan bumbu Cinderella Story ini masih akan bertahan selama beberapa tahun ke depan. Situasinya saat ini masih aman dan digemari oleh penonton. Bahkan, beberapa pejabat negara kerap hadir dan menjadi bintang tamu dalam program tersebut. “Ketika ratingnya sudah tidak bagus, kami sudah punya hitungannya. Ketika sudah kurang otomatis akan ada inovasi dan kreativitas dalam program tersebut. Dengan kreasi baru maka penonton masih akan melihat,” katanya. Konten seperti ini amat digemari selama bertahuntahun, bahkan tiap tahunnya selalu ada tayangan baru yang hadir. Hal ini menunjukkan bahwa menjual tema Cinderella Story bisa menjadi siasat tersendiri bagi pemilik media. Karena satu hal, setiap pemirsa memiliki mimpinya masing-masing.
51
16 24
23 Q2
19 15
12 Q3*
Special Religious News Information Movie Series Entertainment Sport Children
*Hingga Pertengahan Agustus
2017
26/08/2017 14:28:38
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 058
#6
Urban Lifestyle
Berbagi Info Ibukota, Kurangi Stres Oleh Saviq Bachdar dan Sigit Kurniawan
Banyak konten yang bisa digarap dari tema gaya hidup. Namun, orang cenderung menikmati konten gaya hidup dengan dua sentuhan; engaged dan funny. Sumber konten pun datang bukan hanya dari media, namun juga para audiens. rang banyak berbicara mengenai gaya hidup. Namun, sebenarnya apa artinya? Pakar pemasaran Philip Kotler pernah mengartikan gaya hidup sebagai ‘cara bagaimana individu menghabiskan waktu dan pendapatannya pada suatu aktivitas dan minat tertentu’. Sedangkan urban merujuk pada etimologi Bahasa Latin yaitu ‘urbs’ yang berarti ‘kota’. Sehingga, secara sederhana, segala aktivitas atau minat yang tujuannya meningkatkan kualitas hidup masyarakat kota layak disebut sebagai urban lifestyle. Media telah lama menjadikan gaya hidup sebagai konten yang memiliki nilai berita. Akan tetapi, di tengah perkembangan teknologi yang semakin convergence, media yang mengusung gaya hidup dituntut untuk semakin personalized, kaya konten, dan tentu saja harus engaging atau melibatkan audiens dalam kreasi konten. Masyarakat urban yang semakin sibuk membutuhkan konten-konten yang membahas gaya hidup mereka secara lebih spesifik. Yang terjadi, media mulai membelah diri ke dalam berbagai jenis dan menawarkan rasa yang berbeda-beda. Artinya, spesifikasi konten menjadi kunci. Jika dulu acara masak-memasak disiarkan oleh general entertainment televison, kini acara itu memiliki stasiun televisinya tersendiri. Sama halnya dengan gaya hidup lain, seperti traveling hingga fesyen, yang memiliki medianya masing-masing. Maka itu, konten gaya hidup bukan perihal seberapa cepat konten itu tersampaikan kepada audiens, melainkan di mana dan saat kapan konten tersebut diberikan. Mungkin Anda mulai menyadari mengapa saat ini ‘kemacetan’ yang merupakan problem kaum urban, malah mampu bertransformasi sebagai sebuah konten yang menarik. Jika itu disiarkan dalam bentuk visual di televisi, mungkin kesannya menjadi biasa-biasa saja. Akan tetapi, jika konten kemacetan disiarkan oleh stasiun radio, mungkin malah menjadi menarik. Pengakuan tersebut datang dari Radio Sonora Network yang menyatakan konten informasi tentang kondisi jalanan ibukota ternyata diminati dan dibutuhkan oleh para pendengar radio saat ini. Wahyu Astuti, GM Business & Production Radio Sonora Network mengatakan, 70% program yang terdapat di Sonora berisi konten
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-058_R1.PDF 1
26/08/2017 14:28:38
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 059 informatif, sedangkan 30%-nya adalah konten hiburan. “Yang diminati pendengar, berdasarkan riset internal maupun data Nielsen adalah konten infromatif berupa lalu lintas dan kesehatan. Ini menjadi dua tema konten utama yang menjadi kebutuhan pendengar Sonora,” kata Wahyu. Konten seputar trafik lalu lintas biasanya disimak pendengar pada pukul 05.30 hingga 08.00 pagi. Pada rentang waktu tersebut, audiens mendengarkan siaran radio dari dalam kendaraan mereka. Setelah waktu bergeser pada pukul 10.00 hingga 16.00 WIB, pendengar mulai menjadikan gadget dan desktop sebagai media mendengarkan radio. “Informasi trafik (kemacetan) kembali diminati pada pukul 16.00 hingga pukul 20.00 WIB dan didengarkan lagi di dalam kendaraan,” kata dia lagi. Siapa sangka bahwa konten seputar trafik lalu lintas justru membuat pendengar ingin terlibat dalam memberikan informasi yang sama kepada pendengar lain. Dengan gawai yang selalu menempel di jemari orang saat ini, siapa pun dapat dengan mudah berbagi informasi lalu lintas dari dalam kendaraan mereka. Inilah yang disebut Wahyu sebagai citizen journalism. Dengan mengajak pendengar untuk terlibat dalam pembuatan konten, Sonora bisa lebih dekat dengan para audiensnya. “Pendengar dapat berbagi informasi atau memberikan reportasenya baik dalam rupa teks maupun video di media sosial mereka,” ujar Wahyu. Melibatkan pendengar atau pelanggan dalam aktivitas sebuah brand atau perusahaan memang membuat konten semakin lebih kaya. Selain itu, brand juga dapat memonitor siapa sebenarnya audiens mereka. Gaya communitization ini juga berusaha dilakukan oleh grup media perempuan pertama di Indonesia, Femina. Sejak tahun 2010, Femina Group (termasuk Majalah Femina) melakukan pendekatan pengembangan komunitas untuk melayani para audiensnya. “Pemimpin Redaksi di grup kami juga memiliki jabatan sebagai Chief Community Officer (CCO) sebagai bentuk leadership untuk pendekatan baru tersebut,” jawab Petty S. Fatimah, Editor-in-Chief Majalah Femina kepada Marketeers melalui surat elektronik. Menurut definisi Petty, pengembangan komunitas mengandung arti memetakan target pasar ke dalam kelompok-kelompok minat atau karakteristik tertentu. Kelompok ini nantinya menjadi landasan pengembangan bermacam konten di semua kanal komunikasi dari brand media tersebut, baik dalam bentuk cetak maupun digital. Ada tujuh komunitas gaya hidup perempuan yang disasar oleh Femina, antara lain wirausahawati, perempuan karier, pecinta kuliner, klub penulis, penggiat fesyen, hijabers, dan traveler. Komunitas itu menjadi arahan Femina menciptakan konten untuk para pembacanya. Femina bertekad menjadi service magazine yang berorientasi pada isu ketujuh gaya hidup perempuan tersebut. Lewat strategi itu, Femina terlebih dulu melihat karakter kanalnya sebelum menciptakan sebuah konten. Setelah tahu, ia menganalisa siapa audiens
037-066 deep dive.indd 59
dari kanal itu, baru selanjutnya ditentukan bentuk kontennya. Misalnya, kata Petty, konten di Majalah Femina mesti mendalam, inspiratif, dan meluas. Sedangkan konten di kanal digital femina.co.id lebih lugas dan praktis, namun memberitakan hal-hal terkini. Sementara itu, konten di akun Facebook Femina lebih banyak menampilkan life-story, relationship, dan isu-isu yang menjadi hot topic di media sosial. Lain halnya dengan Instagram yang wajib menyajikan konten visual serta informasi live events. Media cetak memang tengah dirudung masalah seretnya pendapatan iklan. Begitu pun dengan Femina. Beredar kabar bahwa media yang dikomandani oleh Svida Alisjahbana itu bakal menutup dua majalahnya tahun ini, salah satunya majalah gaya hidup berlisensi asing. Meski enggan menanggapi isu tersebut, Petty lebih senang menjawab bahwa sejatinya media cetak dan digital hanyalah medium penyampaiaan konten. Yang menjadi tantangan perusahaan media saat ini adalah bagaimana menyinergikan semua bentuk medium tersebut agar maksimal melayani audiens, sekaligus di saat yang sama mampu menarik pengiklan. “Kami berupaya agar pengiklan tahu bahwa ada kekuatan yang khas dari konten media gaya hidup perempuan bila dibandingkan dengan konten media yang bersifat umum atau yang berorientasi news,” terang dia. Tren Gaya Hidup Netizen Selain komunitas yang mesti menjadi perhatian serius, content creator atau pembuat konten juga mesti mengamati tren yang terjadi di jagad maya. Menarik hal-hal yang tengah 'happening' di jagad internet ke dalam sebuah media konvensional merupakan salah satu cara dalam menciptakan konten menarik. Pertanyaan selanjutnya, apa saja sebenarnya yang dicari oleh netizen Indonesia di dunia maya? Data yang dirilis Google Internet Data 2017 menunjukkan bahwa ada perbedaan yang dilakukan netizen kategori moms (ibu rumah tangga), male (laki-laki), dan millennials dalam mencari informasi di mesin pencari Google. Berdasarkan data tersebut, frekuensi ibu rumah tangga mencari infomasi melalui Google dua kali lebih banyak ketimbang melalui media sosial. Adapun pencarian paling populer sepanjang tahun 2017 adalah childbed, nursing pillow, breast milk storage, hijab, tutorial untuk hijab, nama-nama bayi, baju, sepatu, dan tas wanita. Jika dilihat, ibu rumah tangga cukup aktif mencari perlengkapan bayi di internet, yang mengindikasikan bahwa mereka ingin membuat "anaknya" tampil keren. Bisa jadi, pekerjaan ibu rumah tangga menjadi suatu gaya hidup yang justru dinikmati oleh para ibu itu sendiri, ketimbang melabelinya sebagai 'kewajiban kodrat perempuan'. Tak hanya soal bayi, hal-hal yang berkaitan dengan hijab juga juga menjadi tren bagi kalangan ibu rumah tangga. Apalagi, jumlah perempuan berhijab semakin banyak, yang konon mencapai 30%-40% dari total perempuan Indonesia. Angka itu jika dihitung-hitung
8/25/17 5:25 PM
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 060 mencapai 38 juta hingga 51 juta jiwa penduduk Indonesia. Melihat perilaku netizen perempuan itu, pembuat konten sebaiknya mengangkat tema hijab sebagai gaya hidup yang menampilkan kesan kekinian dan modis. Bukan semata menganalogikannya sebagai kewajiban umat muslim perempuan dalam menutup auratnya di hadapan publik. Sedangkan bagi kalangan male netizen, pencarian jauh lebih individual. Google menyebut, 7 dari 10 laki-laki menggunakan mesin pencari Google untuk mencari informasi. Laki-laki juga senang membuka situs ulasan dalam menggali informasi seputar produk tertentu. Laki-laki senang mencari hal-hal yang berakitan dengan; harga hp promo, hp bekas, jual beli mobil, harga mobil bekas, dan mobil murah. Mereka ternyata juga senang mencari tiket pesawat dan hotel di bali. Sementara itu, millennials yang dinilai sebagai
penggerak masifnya penggunaan internet, memiliki tren pencariannya sendiri. Hal-hal yang berkaitan dengan traveling menjadi sesuatu yang paling banyak dicari. Tak heran, kata kunci Bali dan harga tiket pesawat sangat populer di Google. Meski kebanyakan belum masuk kelas mapan, millennials menjadikan traveling sebagai gaya hidup mereka dengan Bali sebagai destinasi favorit. Karena itu, konten-konten yang ditujukan bagi millennials bisa mengangkat tema perjalanan wisata sebagai sajian utama. Selain traveling, kata kunci tentang lowongan kerja, lamaran kerja, dan contoh surat lamaran kerja juga paling banyak dicari oleh kalangan milenium ini. Bisa dibilang, millennials memiliki kekhawatiran terhadap keuangan mereka. Sehingga, konten-konten yang menginspirasi mereka untuk 'kaya' atau mapan bisa menjadi pilihan dalam membuat konten gaya hidup.
DO YOU KNOW? WE HAVE REPORTED RADIO ADEX SINCE JAN 2016 ADEX JAN 2016 - MAY 2017
149.8 T
2.0 T
40.6 T
615.9 Billion
15 National TV
120 Titles
Meski bukan yang terbesar, belanja iklan brand di radio mencapai Rp 615,9 miliar.
99 Titles
Up to 45 stations
Star tingSept ’17, we will repor t 10 0+ radio stations
SOME TOP ADVERTISERS CHOOSE RADIO OVER OTHER PLATFORMS TOP 5 SPENDER ON RADIO ADEX
Beberapa brand besar masih mempercayai radio sebagai kanal mereka beriklan. Shell menjadi brand yang paling tinggi menggelontarkan bujet iklannya di radio dibanding media lain.
RADIO
31.2 B
12.4 B
11.6 B
8.6 B
8.2 B
10 M
78 M
553.7 B
22.8 B
199.3 B
Newspaper
1.8 B
11.0 B
18.0 B
55.5 B
1.5 B
Mag/Tab
102 M
475 M
448 M
5.2 B
478 M
Tv
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-060_R1.PDF 1
26/08/2017 14:28:38
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 061
#7
Emotional Roller Coaster
Memainkan Emosi, Memicu Adrenalin Oleh Ign. Eko Adiwaluyo, Annisa Bella, Jaka Perdana
Pertarungan di layar kaca sangatlah ketat. Untuk mengikat agar penonton tidak berganti channel adalah perjuangan tersendiri. Memainkan emosi hingga adrenalin pemirsa layaknya permainan roller bisa menjadi salah satu cara.
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-061_R1.PDF 1
engapa acara-acara serial, seperti sinetron, laris manis di negeri ini walaupun seringkali karakter dan ceritanya tak masuk di akal? Salah satu jawabannya adalah karena berhasil menyentuh emosi penonton. Sinetron memiliki alur cerita yang bergelombang, memunculkan satu konflik ke konflik lainnya, tanpa pernah ada klimak yang sebenarnya. Puncak atau ending cerita hanya terjadi di akhir season sinetron. Itu pun masih bisa berlanjut ke season berikutnya dengan memunculkan konflik baru, begitu seterusnya hingga menjadikan sinetron bisa diproduksi hingga banyak musim. Tidak hanya soal konflik yang terus dimainkan, pembentukan karakter, baik itu protagonis dan antagonis, pun menjadi kunci dari suatu sinetron. Tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita sebisa mungkin mampu menyihir penonton. Karakter di sinetron mampu membuat iba, menaruh simpati, hingga
26/08/2017 14:28:38
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 062 membuat penonton benci. Namun, ada pula karakterkarakter di sinetron yang jenaka nan menghibur. Emosi pemirsa seakan dibuat naik turun layaknya permainan roller coaster. Alhasil pemirsa pun selalu ingin tahu bahkan penasaran bagaimana nasib dan kelakuan tokoh-tokoh tersebut di tayangan berikutnya. Sebut saja judul-judul sinetron yang berhasil membius penonton Indonesia, seperti Si Doel Anak Sekolahan, Putri Yang Tertukar, Tersanjung, Tukang Bubur Naik Haji, dan lainnya. Sinetron-sinetron tersebut telah diproduksi hingga banyak season. Bahkan, ada sinetron yang pernah berpindah-pindah stasiun televisi. Sudah pasti, sinetron-sinetron unggulan dari stasiun-stasiun televisi tayang di jam tayang utama. Penonton terbanyak acara jenis ini adalah kaum perempuan dari beragam level sosial ekonomi. Dan, mengacu pada penemuan MarkPlus, Inc. sekarang ini, ada tiga subkultur yang memiliki pengaruh − youth, women, netizen− maka iklan pun bejibun di program sinetron. Menurut data Nielsen, acara series selalu menjadi penguasa pangsa pasa iklan dibanding acara lainnya. Tahun 2015, serapan belanja iklan di acara series mencapai 21%. Meningkat cukup pesat di tahun berikutnya, 2016, menjadi 27%. Di kategori series ini, bisa dibilang jawaranya adalah RCTI. Bisa dikatakan, hampir semua sinetron RCTI hadir di jam tayang utama berhasil menangguk sukses. Sekarang ini, yang sedang berjalan dan sukses adalah Dunia Terbalik. “Secara total, program acara series menyumbang hingga 63% pendapatan iklan RCTI. Kalau dilihat penguasaan pasarnya, kami mampu meraih sekitar 49% total belanja iklan di drama serial,” kata Tantan Sumartana, Director of Sales and Marketing PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI). Dengan penguasaan ini, tidak heran bila RCTI memiliki image sebagai televisi yang kuat dengan beragam sinetron lokal dan yang menjadi favorit masyarakat. Apa rahasia RCTI bisa unggul di sinetron lokal? Tentunya, dimulai dengan strategi pemilihan waktu atau slot yang tepat atau melihat slot mana yang perlu diisi dengan series. Lalu, menentukan drama seperti apa yang dibutuhkan karena ada beragam genre di sinetron, seperti religi, fantasi, dan remaja, lainnya. Proses berikutnya, berkaitan dengan production house (PH) yang akan mempertajam alur cerita hingga produksi. “Tapi, terjadi pula sebaliknya, yakni PH mengajukan sebuah cerita sinetron dan bila cocok dengan apa yang RCTI butuhkan, maka sinetron itu akan kami terima. Kemudian, baru menententukan untuk ditaruh di slot mana yang tepat,” tambah Dini Putri, Programming & Production Director RCTI. Tentu saja, salah satu pertimbangan dalam memilih sinetron adalah melihat plot cerita dan pengembangannya. Sebagai televisi yang sudah berpengalaman puluhan tahun, sudah pasti RCTI bisa “mencium” bahwa tema, skenario cerita, dan penokohan dalam suatu sinetron akan sukses di pasar. Bukti tersahih adalah sinetron Dunia Terbalik. Pada tayangan perdana, rating Dunia Terbalik
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-062_R1.PDF 1
mencapai 5.5 dan masih memimpin di antara semua acara. Segmentasi dari sinetron ini juga mulai bergeser. Bila sebelumnya, mayoritas pemirsa sinetron adalah perempuan, sekarang ini penonton pria sudah mulai banyak. Di RCTI, fenomena ini mulai terlihat sejak penyangan Tukang Bubur Naik Haji, Tujuh Manusia Harimau, Anak Jalanan, Bintang di Hatiku, Tukang Ojek Pengkolan, hingga Dunia Terbalik. “Sekarang ini, cukup menarik karena penonton pria dan perempuan cukup berimbang,” kata Dini. Agar penonton terus menatap layar RCTI sepanjang prime time, menurut Dini, bukan sekadar plot cerita setiap sinetron yang harus menarik, namun karakter antarsinetron juga harus beda. Secara strategi model cerita, setiap sinetron harus berbeda satu dengan yang lainnya. Jangan sampai dari awal prime time hingga malam diisi drama yang mirip modelnya. “Ini akan membuat ritme menjadi monoton, kecuali penonton punya loyalitas dengan pemainnya yang bisa jadi sama di sinetron yang berbeda. Perlu ada variasi genre sinetron yang otomotis beda cerita,” jelas Dini. Tantan menambahkan, antara tim programming dan marketing selalu duduk bersama atau saling memberik masukan sebelum membuat suatu program. Di antaranya, mengenai kesesuaian antara konten program dengan segmen yang disasar. Semisal, bagaimana membuat series yang tepat untuk segmen upper middle yang menjadi target RCTI. “Dalam perjalanannya, tim programming memiliki ketajaman untuk menentukan program yang cocok untuk RCTI. Kuncinya, dalam membuat acara harus bisa menjadi nomor satu dalam rating dan iklan, tidak bisa salah satu saja,” terang Tantan. Soal drama serial yang mampu membuat emosi penonton naik-turun juga diamini oleh SCTV. Televisi ini pun juga termasuk mumpuni di dunia sinetron. Terlebih, stasiun televisi swasta ini menjadi pemain pertama dalam dunia ini. “Kategori drama masih menjadi favorit pemirsa. Sepanjang perjalanannya, SCTV selalu melakukan review untuk setiap program yang ada. Hasilnya, program drama seperti Film Televisi (FTV) dan sinetron selalu menjadi program terunggul, terutama sinetron,” kata Sutanto Hartono, President Director PT Surya Citra Media Tbk. Beberapa program drama yang saat ini tayang di SCTV antara lain Dua Wanita Cantik, Gali Lobang Tutup Lobang, Diam-Diam Suka, Tikus dan Kucing, Indah Kasih Bunda, Putri Titipan Tuhan, Mawar dan Melati, Anak Langit, dan lainnya. Terkait tren drama saat ini, SCTV mengatakan cukup beragam. Cerita yang cukup imaginary atau yang menampilkan realita kehidupan sama-sama disukai. “Dalam hal ini, para pemain yang diakui SCTV sebagai artis-artis top saat ini sangat membantu dalam mensukseskan program drama tersebut,” tambah Sutanto. Genre Lain Pada dasarnya bukan hanya program series atau drama serial yang mampu memicu emosi penonton, baik itu marah, benci, suka, atau simpati. Program acara yang menampilkan kontraversi alias perdebatan pun juga berhasil menarik perhatian. Misalnya,
26/08/2017 14:28:38
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 063 program talk show. Acara bincang-bincang ini semakin bisa memainkan emosi penonton ketika membahas isu yang memang sedang hangat di masyarakat. Dan, isu itu sendiri tentunya sudah mengandung unsur kontraversi yang kuat. Contohnya adalah saat pilkada DKI Jakarta lalu atau isu-isu yang menyangkut kebijakan pemerintah. Misal lain, pertarungan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) versus Panitia Angket DPR. Secara umum, isu di ranah politik dan hukum yang menimbulkan perbedaan opini akan menarik diangkat ke ke layar televisi dengan menampilkan pihak pro dan kontra. Lihat saja, acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di TVOne yang selalu menampilkan tema hot dan mampu menyedot penonton. Selain melibatkan emosi penonton, suatu acara akan menyedot pemirsa bila bisa memicu adrenalin alias ketegangan saat menyaksikan tayangan tersebut. Salah satunya tayangan film action. Memang, secara segmen, acara film paling banyak disukai oleh kaum pria. Meski begitu, belanja iklan di acara ini juga menjanjikan. Salah satu stasiun televisi yang kuat dengan acara film adalah Global TV. Bahkan, Global TV berani mengklaim sebagai “Jagonya Film” lewat acara Big Movies Platinum. Tentu saja, klaim ini didukung oleh alasan kuat. Mengingat, film menjadi penyumbang terbesar pendapatan iklan di stasiun ini. Secara genre film, pilihan Global TV jatuh ke action karena secara taste lebih memacu adrenalin dan memiliki banyak efek. Ini yang disukai kebanyakan penonton di Indonesia. Sudah pasti, film-film Hollywood nomor satu dalam hal action. Dan, Global TV sudah melakukan riset untuk melihat seperti apa penonton di jam utama dan film apa yang cocok. Global TV punya beberapa strategi meraih pemirsa dalam pertarungan dengan staisun televisi lain yang menanyakan acara sejenis, film, di jam prime time. Dimulai dengan memilih dan menanyangkan program film berkualitas. Hal ini dilakukan dengan menggandeng distributor film besar. Dengan kerjasama ini, semua film-film dari distributordistributor tersebut hanya tayang di Global TV. “Kami memiliki kerjasama ekslusif dengan distributor-distributor besar film Hollywood. Sebut saja, Universal Studio dan Fox. Untuk distributordistributor tersebut, Global TV membeli secara paket, jadi tidak akan tayang di stasiun lain. Namun, ada juga film yang dibeli secara eceran, misal dari Paramount,” kata Hary Martono, SVP Programming & Production PT Global Informasi Bermutu (Global TV). Sedikit menelisik ke belakang, pemilihan genre acara film sebagai kekuatan ini merupakan strategi Global TV setelah melakukan repositioning. Dulu, Global TV menyasar anak muda dengan program MTV-nya. Sekarang, televisi ini menyasar keluarga muda sebagai target utama. Selain Global TV, genre film juga menjadi pilihan stasiun televisi di jam tayang utama. Di antaranya adalah Trans TV dengan acara Bioskop Trans TV. Stasiun televisi yang bernaung dalam Trans Media ini juga memiliki pakem serupa dalam memilih film-film Hollywood, yakni berdetak keras. Padahal, Trans TV lebih menarik segmen perempuan dibanding pria.
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-063_R1.PDF 1
Tapi di prime time, justru prialah yang dimanjakan dengan tayangan aksi. “Data kami menunjukan bahwa genre movie paling banyak menyerap iklan sepanjang tahun lalu. Dari semua tayangan di Trans TV, film mampu menyerap 31% pendapatan iklan,” ujar President Director Transmedia Atiek Nur Wahyuni. Bisa dibilang, keberhasilan stasiun-stasiun televisi tersebut di atas adalah menghasilkan konten yang mampu memainkan emosi dan melahirkan adrenalin. Apa pun bentuknya, selama Anda bisa memainkan emosi pemirsa layaknya sebuah roller coaster, jangan heran jika mereka akan kecanduan dan menjadi penonton setia Anda.
Top Program Pada Kuartal I & Kuartal II 2017 No
Description (grouped) Q1 2017
Channel
Variable Level 2 \
000s (r) TVR Share
1
KUIS DUNIA TERBALIK PHAROS(C07
RCTI
Entertainment:Quiz
3,397
6.3
22.3
2
DUNIA TERBALIK
RCTI
Series:Drama
3,364
6.2
25.3
3
ANUGERAH CINTA
RCTI
Series:Drama
3,125
5.8
27.4
4
KUIS ANUGERAH CINTA NJA NUTRIN
RCTI
Entertainment:Quiz
3,121
5.8
30.7
5
KUIS DUNIA TERBALIK VIVO
RCTI
Entertainment:Quiz
3,107
5.7
21.9
6
KUIS DUNIA TERBALIK KAPSIDA KE
RCTI
Entertainment:Quiz
2,997
5.5
22.6
7
ANAK LANGIT
SCTV
Series:Drama
2,951
5.5
22.3
8
KUIS DUNIA TERBALIK KONIDIN OB
RCTI
Entertainment:Quiz
2,838
5.2
20.9
9
KUIS LAYAR DRAMA IND VIVO
RCTI
Entertainment:Quiz
2,665
4.9
20.1
10
PIALA P:PERSIB VS PUSAMANIA(L)
IVM
Sport:Match
2,663
4.9
22.6
No
Description (grouped) Q2 2017
Channel
Variable Level 2 \
000s
(r) TVR Share
1
KUIS RMDN DUNIA TERBALIK BINTA
RCTI
Entertainment:Quiz
3,112
5.7
23.4
2
DUNIA TERBALIK
RCTI
Series:Drama
3,033
5.6
24.7
3
UCL:JUVENTUS VS REAL MADRID(L)
SCTV
Sport:Match
2,869
5.3
46.7
4
KUIS DUNIA TERBALIK SKINFI(C07
RCTI
Entertainment:Quiz
2,780
5.1
20.8
5
KUIS DUNIA TERBALIK SILADEX
RCTI
Entertainment:Quiz
2,758
5.1
20.7
6
KUIS RMDN DUNIA TERBALIK KOMIX
RCTI
Entertainment:Quiz
2,707
5.0
20.3
7
KUIS RMDN DUNIA TERBALIK P(C07
RCTI
Entertainment:Quiz
2,674
4.9
19.2
8
KUIS DUNIA TERBALIK FIESTA(C07
RCTI
Entertainment:Quiz
2,634
4.9
21.1
9
6V WARKOP DKI REBORN JANGKRIK
SCTV
Movie:Sitcom/ Comedy
2,479
4.6
23.3
10
KEMENANGAN D4 ACADEMY 2017
IVM
Entertainment:Tale nt Search
2,407
4.4
24.9
000s: Jumlah durasi dalam detik (r)TVR: TV Rating Share: Pangsa pasar penonton pada jam tayang
26/08/2017 14:28:38
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 064
#8
Food for The Soul
Adu Diferensiasi di Program Religi Oleh Muhammad Perkasa Al Hafiz, Sigit Kurniawan, Ramadhan Triwijanarko, Ign. Eko Adiwaluyo
Religi hadir di berbagai stasiun televisi dan berhasil menjadi program andalan. Menariknya, program ini punya karakter yang berbeda-beda mengikuti waktu tayang. Apapun bentuknya, terbukti program bernuansa siraman rohani masih dibutuhkan pemirsa Tanah Air. i beberapa stasiun televisi nasional, konten religi masih menjadi salah satu program yang banyak diminati penonton Tanah Air. Wajar saja, hampir 100% orang di Indonesia memiliki agama, meski segelintir orang masih ada yang tidak percaya pada agama dan memegang keyakinannya
sendiri. Selain itu, jika melihat laporan dari Tirto.id, Indonesia adalah salah satu negara yang mendapat titel sebagai salah satu negara paling religius dari banyak lembaga. Selain dari World Values Survey dan European Social Survey, hasil serupa terlihat dalam riset WIN/Gallup International yang dipublikasikan pada tahun 2015. WIN/Gallup Internasional melakukan survei terhadap 64.000 responden dari 65 negara. Hasilnya diukur memakai persentase: semakin tinggi persentasenya, semakin religius negara tersebut. Indonesia memiliki persentase 82% untuk orang yang mengaku religius dan 15% mengaku bukan orang religius, dan sisanya tidak tahu. Indonesia bersanding dengan negara religius di Asia Tenggara lain seperti Thailand yang memuncaki ranking dengan persentase masyarakat religius mencapai 94%, Filipina dengan angka 86%, maupun Malaysia dengan angka 72%. Temuan ini bisa menjadi rujukan mengapa konten religi masih besar peminatnya di Indonesia. Mereka haus sebuah siraman rohani untuk memperkuat jiwa mereka. Hal serupa dirasakan oleh stasiun yang masih menyiarkan program religi, seperti TVRI, RCTI, dan Indosiar. Saat ini, konten religi atau siaran agama menjadi salah satu andalan dari tiga konten lain di TVRI, selain konten berita dan anak-anak. Namun, sejalan dengan visi TVRI selaku Lembaga Penyiaran Publik (LPP) dan berbeda dengan televisi swasta, program siaran agama ini pun mengedepankan nilai edukasi dan bukan melulu entertaintment. “Setiap Jumat, kami menyiarkan program religi Sholat Jumat dan rating-nya juga tidak jelek. Demikian juga dengan acara-acara agama di pagi hari, khususnya ajaran agama Islam, memiliki rating yang bagus. Usai kami analisis, ada benang merah, yakni program agama TVRI lebih mengedepankan konten agamanya ketimbang faktor fun-nya seperti halnya yang diusung oleh TV swasta,” kata Adam Bachtiar, Direktur Pengembangan dan Usaha Televisi Republik Indonesia.
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-064_R1.PDF 1
26/08/2017 14:28:38
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 065 Jamaknya penonton religi juga dirasakan oleh Indosiar. Saat ini Indosiar memiliki beragam konten yang bertemakan religi. Konten dengan tema seperti ini merupakan salah satu konten yang paling banyak dinantikan oleh para pemirsanya. Sedikit berbeda dengan TVRI, jenis tayangan religi di Indosiar lebih beragam, mulai dari talkshow, talent search, hingga sinema televisi. “Kami memiliki program talent search bertemakan religi, yakni Akademi Sahur Indonesia (AKSI). Kami memahami dan berkeinginan untuk mengangkat potensi anak bangsa pada tingkatan nasional dan internasional melalui materi dakwah agama Islam. Tahun ini tingkatannya sudah meliputi negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei. Kami berencana untuk meningkatkan negara peserta di tahun depan,” jelas Imam Sudjarwo, Presiden Direktur PT Indosiar Visual Mandiri. Tidak hanya menarik karena menumbuhkembangkan bakat-bakat muda dai Indonesia, acara ini juga berhasil menarik perhatian dari kalangan petinggi negara. Beberapa menteri yang saat ini masih aktif menjabat juga kerap muncul sebagai dewan juri tamu untuk memberikan masukan yang bisa mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh para peserta. Cerita berbeda datang dari RCTI. Di sana ada perbedaan bentuk dan variasi acara untuk program religi, saat menjelang hari raya dan di hari biasa. Bila menjelang hari raya keagamaan, Lebaran misalnya, program religi bisa menyita banyak slot dan bentuknya beragam. Mulai dari yang sebatas tausiyah, talk show hingga game. Bagaimana di hari-hari biasa? Porsinya memang berkurang, tapi tetap tidak bisa dihilangkan. Kemudian, penempatan slot-nya pun rata-rata di pagi hari. Bagi mereka, untuk menambah jam tayang acara religi di hari-hari biasa perlu kreativitas tersendiri. “Artinya, jika di luar bulan Ramadan bentuk acaranya tidak bisa hanya sebatas tausiyah saja. Harus dikemas dengan menarik dan ada unsur menghiburnya. Apalagi, bila ditayangkan di jam-jam menjelang prime time, tentu harus dibuat dengan sangat menarik,” kata Dini Putri, Programming & Production Director RCTI. Sehingga saat hari biasa, di RCTI, pesan-pesan religi dilakukan lewat tayangan series lokal atau sinetron. Seperti dalam sinetron Cahaya Hati yang mengisahkan dua kakak beradik yang dididik agama secara baik dari kecil, namun hidup keduanya terpisahkan akibat petaka datang. Program religi dibalut dengan kreativitas sehingga mampu menghadirkan gelak tawa pemirsa memang acap kali dilakukan oleh keduanya, baik RCTI maupun Indosiar. Selain Akademi Sahur Indonesia, Indosiar juga memiliki program yang populer yakni talk show Mamah dan AA Beraksi. Acara yang ditayang setiap pagi ini tidak pernah sepi peminat, bahkan ketika memasuki usia tayang sepuluh tahun. Setiap paginya banyak pemirsa yang menjadikan program Mamah dan AA Beraksi sebagai asupan sarapannya sebelum pergi beraktivitas. Nama besar Mamah Dedeh yang memiliki ciri khas unik ketika membawakan dakwah menjadi magnet tersendiri. Hal ini juga diikuti dengan candaan dan
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-065_R1.PDF 1
respons dari Abdel Rachman sebagai pembawa acara. Perpaduan antara dakwah dan komedi membuat Mamah dan AA Beraksi menjadi amat populer. Tidak heran daftar waktu tunggu untuk penonton menyaksikan acara ini secara langsung di studio mencapai kisaran tahunan. “Konten Mamah dan AA Beraksi sudah mencapai sepuluh tahun lebih, dan share-nya masih bagus. Angka share-nya masih dua digit sampai 13-14, selalu di situ. Ini merupakan hal yang luar biasa,” ujar Imam. Hampir sama seperti sinetron yang dimiliki RCTI, FTV milik Indosiar juga ada yang bertemakan religi. Salah satunya melalui konten sinema Suratan Illahi. “FTV kami banyak religi dan kehidupan keluarga, share-nya hampir sama dengan Mamah Dedeh, dan akhirnya meningkat juga. Mungkin masyarakat memang membutuhkan konten sepeti itu. Kami mengangkat kenyataan dan fakta yang ada di masyarakat, asli. Kisah nyata yang kami kemas menjadi tontonan yang edukatif dan bermanfaat buat masyarakat,” tambah Imam. Dua langkah yang dilakukan TV nasional ini pun mendapatkan reaksi tidak sepaham dari TVRI. Menurut Adam, banyak pengelola TV berpendapat, program yang bagus adalah yang bisa menarik audiensnya sebanyak–banyaknya dan mengajak mereka ketawa. Namun, di mata Adam, masih banyak masyarakat yang justru menginginkan program agama yang benar-benar fokus pada pengajaran agamanya, seperti halnya saat belajar di sekolah. Beberapa program yang dimaksud adalah Sholat Jumat, Serambi, Syiar&Syair, dan Fatwa. “Kami menangkap kenapa program religi TVRI diminati? Karena orang mendapatkan sesuatu dari program agama yang selama ini mereka cari, yakni belajar agama itu sendiri melalui dakwah,” kata Adam. Adam menegaskan, TVRI selalu mengedepankan apa yang dibutuhkan (need), bukan apa yang diinginkan (want) oleh publik . Sebab itu, TVRI tidak begitu memedulikan rating televisi yang selama ini dilakukan oleh lembaga rating. Apalagi rating biasanya diambil dari 11 kota di Indonesia. Sementara, masih ada 500-an kota di seluruh Indonesia yang mana seluruh bagian Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan informasi. Sebagai lembaga penyiaran milik negara – bukan swasta yang lebih profit oriented – TVRI melandasi seluruh programnya sebagai pembawa pesan moral. Edukasi, sambung Adam, menjadi misi utama TVRI ketimbang sekadar entertaintment yang tak jarang kontennya jauh dari realitas sosial masyarakat Indonesia. Apa yang dikatakan Adam memang sah-saja saja. Pasalnya, TVRI memiliki segmen penonton dengan usia 40 tahun ke atas, yakni sebesar 60% dari total penonton TVRI. Meski begitu, saat ini Adam menghadapi tantangan ketika ingin membidik segmen anak muda generasi millennials yang sedang membesar. Yang jelas, stasiun televisi memiliki cara masingmasing dalam membungkus acara bernuansa religi. Apakah mereka akan menghadirkan dalam bentuk talk show, sinetron, dakwah, edukasi, atau lainnya. Yang pasti, Indonesia sebagai salah satu negara yang religius, memiliki rakyat yang membutuhkan siraman rohani setiap harinya.
26/08/2017 14:28:38
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 066
#9
Dream & Imagination
Merangsang Imajinasi, Menguatkan Brand Image Oleh Ign. Eko Adiwaluyo & Annisa Bella
Meski tidak tayang di jam utama, acara untuk anak mampu menjadi penghasil pendapatan yang cukup menjanjikan. Begitu juga acara penghargaan setahun sekali yang bisa mendatangkan sponsor bejibun.
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-066_R1.PDF 1
ernahkah Anda mendengar dan melihat ada anak berteriak “BoBoiBoy halilintar…BoBoiBoy api” sambil tangannya melakukan gerakan milik sang tokoh di film itu? Itulah salah satu efek yang dihasilkan sebuah tayangan hero anak, BoBoiBoy. Film ini membuat para anak yang menonton berimajinasi memiliki kekuatan sang tokoh. Untuk itulah, pada setiap program acara anak, pendampingan orang-tua sangat diperlukan. Harus diakui, menjual impian, harapan, dan menciptakan imajinasi adalah salah satu trik jitu dalam menarik, membuat, atau memilih program acara yang tayang di televisi. Lihat saja, betapa anakanak selalu duduk manis di depan televisi menonton film kartun. Bergeming dan tak acuh pada aktivitas di sekitarnya. Ada juga yang memanfaatkan acara film anak sebagai waktu yang tepat menyuap sang buah hati. Lantaran, hanya saat menonton filmlah mereka bisa diam. Bagi beberapa stasiun televisi, program animasi menjadi salah salah satu penyedot iklan yang besar. Bahkan, bagi MNC TV, genre acara ini menjadi program unggulan karena menjadi salah satu penyumbang iklan terbesar di nonprime time. Besarannya bahkan sejajar dengan genre series yang tayang di prime time. “Setiap televisi pasti menginginkan unggul di setiap genre, namun pasti ada salah satu yang menjadi kekuatan utama. Nah, MNC TV memiliki strength
26/08/2017 14:28:38
D
E E P D
I V E
9 Storytelling Themes We Don't Want To Miss 067 point di program animasi dengan rating tertinggi adalah Upin & Ipin,” kata Jasmine Pratiwi, Sales & Marketing Director MNC TV. Selain itu, masih ada beberapa judul film animasi unggulan lain yang tayang di MNC TV, misalnya BoBoiBoy, Riska dan Si Gembul, Little Khrisna, dan lainnya. Secara keseluruhan, program animasi menyumbang hingga 27% dari total pendapatan iklan MNC TV. Mengalirnya iklan di genre animasi ini lantaran segmen yang disasar bukanlah semata anak saja. Saat menonton animasi, anak haruslah didampingi orang tua. Jadi, otomatis segmen penontonnya adalah anak dan orang tua pendamping. “Upin & Ipin menjadi favorit karena isinya bukan untuk anak-anak saja, tapi menampilkan kisah keseharian dalam balutan animasi. Hal ini menjadikan penonton acara ini lebih lebar, baik dari usia, gender, dan okupansi dibanding dengan film animasi lainnya,” tambah Jasmine. Sedangkan Riska dan Si Gembul disebut-sebut sebagai pengganti Adit Sopo Jarwo yang sudah hengkang dari MNC TV. Film ini mengisahkan seorang anak perempuan yang memiliki boneka kelinci kesayangan bernama Si Gembul yang bisa bicara. Saudara satu grup MNC TV, yaitu Global TV pun memiliki beragam program animasi untuk anak. Salah satu yang sudah sekian tahun tayang adalah Spongebob Squarepants. Animasi lainnya, ada Paw Patrol, Rujak Toon, Fireman Sam, dan lainnya. “Tayangan animasi ini sebagai upaya mendukung repositioning kami dari televisi anak muda ke televisi keluarga muda. Dan, animasinya pun bukan hanya untuk anak saja, namun juga ibu yang mendampinginya. Durasinya rata-rata antara 2-4 jam per hari,” kata Hary Martono, SVP Programming & Production Global TV. Pada dasarnya, jenis acara yang bisa membangun imajinasi di kalangan anak tidaklah hanya animasi saja, tapi bisa juga dalam format lain, seperti variety edutainment dan petualangan. Sebagai contoh adalah Hompimpa yang tayang di Global TV. Dalam acara ini, ada segmen yang menggali kreativitas anak. Kemudian, ada Si Bolang di Trans7 yang menyajikan kisah para anak di berbagai pelosok Nusantara. Petualangan Si Bolang ini menginspirasi para anak untuk bermain di alam. Program-program yang menyasar anak, baik animasi atau bukan, meski tidak hadir di jam tayang utama, secara bisnis mampu memberikan kontribusi cukup lumayan. Semakin menarik bila acara tersebut menyisipkan nilai-nilai dan karakter positif yang membentuk kepribadian anak. Bukan sebaliknya, menampilkan pesan negatif, seperti kekerasan. Penghargaan Selain beragam acara reguler yang tayang secara rutin, beberapa stasiun televisi juga punya acara yang hanya digelar setahun sekali, seperti pemberian penghargaan. Meski hanya tayang setahun sekali, namun secara dampak bisa meningkatkan brand image bagi brand sebuah stasiun televisi dan mendatangkan sponsor besar. Lantaran, bukan saja brand stasiun televisi yang terangkat, brand sponsor pun juga naik.
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-067_R1.PDF 1
Seperti halnya, SCTV yang memiliki berbagai acara SCTV Music Award, SCTV Award, dan lainnya. Bisa dikatakan, penghargaan untuk dunia musik dari stasiun televisi ini cukup bergengsi dan menjadi salah satu barometer para penggiat di industri musik. “Bagi SCTV, meski tidak tayang secara reguler, program awards dari SCTV masih diakui memiliki kekuatan yang cukup besar, baik secara image dan tentunya dalam hal pendapatan,” kata Sutanto Hartono, President Director PT Surya Citra Media Tbk. SCTV mengemas tayangan SCTV Awards dengan kualitas premium. Ada tata cahaya yang menarik, panggung yang megah, kualitas suara yang terbaik, sampai artis-artis paling TOP dibungkus menjadi satu kemasan apik. Harapannya, penonton yang menginginkan tayangan hiburan dengan kualitas terbaik dapat menontonnya di sini. Stasiun lain yang memiliki program award bergengsi lainnya adalah RCTI. Di stasiun ini ada sederet acara yang khusus memberikan penghargaan, seperti Indonesia Television Award. Sebuah penghargaan program televisi, insan pertelevisian serta insan musik di Indonesia, yang terdiri dari 12 kategori. Kategori tersebut tidak hanya berdasarkan genre program, tetapi juga berdasarkan slot tayang program televisi dan juga pelaku industri televisi di Indonesia. Kemudian, Indonesian Movie Awards (IMA) yang kemudian berubah menjadi Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards). Perubahan ini untuk mempertegas bahwa penghargaan ini semakin fokus kepada totalitas peran, akting terbaik, baik pemeran utama, pemeran pembantu hingga sinergi akting antara aktor dan aktris dalam sebuah film. Tidak hanya itu, grup stasiun televisi ini juga memiliki MNC Bright Awards Indonesia, sebagai bentuk penghargaan bagi dunia periklanan. Penghargaan ini juga digunakan untuk mengukur seberapa efektif komunikasi pemasaran sebuah merek melalui iklan televisi. “MNC Media ingin menjadikan penghargaan ini sebagai salah satu barometer dunia periklanan dari sisi komersial,” kata Dini Putri, Programming & Production Director RCTI. MNC Bright Awards Indonesia berbeda dengan Citra Pariwara. Bedanya, Citra Pariwara merupakan penghargaan yang pemenangnya dinilai oleh para juri yang sudah teruji dan kompeten di dunia periklanan dan bidang terkait lainnya. Aspek penilaiannya pun cukup komplek, meliputi orisinalitas ide cerita hingga teknis pembuatan. Sedangkan MNC Bright Awards Indonesia menggunakan dua model, yakni survei dan polling. Metodologi yang dilakukan dalam survei untuk MNC Bright Awards Indonesia 2016 ini face to face interview dan melibatkan 1.700 responden di 47 kota besar dan kecil yang tersebar di 17 provinsi. Objektif dari survei ini adalah mencari top of mind dari masing-masing kategori. Acara penghargaan bisa menjadi salah satu cara bagi stasiun televisi menegaskan positioning-nya. Di sisi lain, para penerima penghargaan pun akan sangat bangga lantaran yang memberi adalah stasiun televisi nasional.
26/08/2017 14:28:38
Masa Depan Transportasi Online, Mau Dibawa ke Mana? Kehadiran taksi online tidak dapat ditolak. Pemerintah pun berada dalam sebuah dilema, bagaimana menghasilkan peraturan yang memberikan rasa adil bagi para pemain yang ada, mulai dari taksi regular, taksi online, dan juga konsumen.
ata kelola transportasi online memasuki episode baru setelah pemerintah lewat Kementerian Perhubungan menetapkan aturan batas dan tarif bawah melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32/2016 yang isinya mengenai Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Umum Tidak Dalam Trayek pada 1 Juli 2017. Pemerintah mencoba mengambil jalan tengah agar bisa berlaku adil atau “membahagiakan” dua pihak antara penyedia jasa transportasi konvensional dan transportasi online. Salah satu tujuan dari pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri No. 23/2016 agar tidak terjadi perang harga yang ekstrem yang merugikan taksi regular. Pada kasus ini, batasan tarif bawah berfungsi untuk mencegah perusahaan transportasi online “menjatuhkan” harga dan menciptakan kompetensi pasar yang tidak sehat. Sedangkan batasan tarif atas bertujuan agar penyedia jasa transportasi tidak seenaknya menetapkan tarif harga kepada konsumen. Sepertinya pemerintah mendapatkan tiga sisi tekanan, mulai dari taksi reguler, taksi online, dan kebutuhan konsumen akan pelayanan transportasi alternatif yang nyaman dan murah. Berbagai pertentangan dan tarik ulur kepentingan yang terus terjadi dari berbagai pihak dan belum tuntas hingga saat ini, membuat pemerintah melakukan revisi peraturan atas peraturan sebelumnya Permenhub No. 32/2016. Perubahan peraturannya antara lain mengatur tarif atas dan bawah, pengujian berkala kendaraan, pemberian akses digital dashboard oleh penyedia jasa aplikasi kepada pemerintah, dan pemakaian stiker khusus bagi semua taksi online. Pemerintah memberikan toleransi tiga bulan masa transisi bagi pelaku usaha penyedia jasa transportasi online dan taksi regular memenuhi semua ketentuan peraturan tersebut. Kehadiran taksi online sendiri adalah sebuah keniscayaan. Suka atau tidak suka, mau tidak mau,
ONLINE TRANSPORTATION
Oleh Safri Haliding Praktisi dan Pengamat Industri Keuangan Director for Organization Development IMA DKI Jakarta
068
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-068_R1.PDF 1
26/08/2017 14:28:39
IMA FOR INDONESIA
“KEHADIRAN PERMENHUB NO. 23/2017 DAPAT MENJADI KONTRAPRODUKTIF TERHADAP PERKEMBANGAN EKONOMI DIGITAL TANAH AIR DENGAN ADANYA BIAYA DAN HALANGAN UNTUK MASUK DALAM INDUSTRI TRANSPORTASI. ” kehadiran taksi online tidak dapat ditolak sebagai hasil dari perkembangan teknologi dan kebutuhan akan adanya Sharing Economy. Kehadiran taksi online telah memberikan manfaat yang besar bagi pengguna jasa taksi berupa kepastian tarif, jarak tempuh, dan proyeksi waktu tempuh yang akurat serta kenyamanan. Bagi sopir rekanan, penyedia aplikasi taksi online bisa menjadi peluang lapangan pekerjaan dan pemasukan mereka. Di sisi lain, jasa taksi online berhadapan dengan definisi sebuah standar yang harus dimiliki sebuah transportasi baik untuk kendaraan yang digunakan maupun untuk sopir tersebut. Dalam dunia transportasi dikenal namanya Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang harus dipenuhi oleh pengemudi agar tidak merugikan konsumen, misalnya standar fisik dan mental pengemudi. Penyedia jasa aplikasi online sepertinya belum memiliki kemampuan untuk memastikan mitra pengemudinya dalam kondisi fisik dan mental yang prima. Maklum, hingga kini tidak ada kewajiban absen atau ketemu langsung tiap hari dengan penyedia jasa dengan mitranya. Hal ini berbeda dengan taksi regular yang sopirnya harus absen dan dipastikan dalam kondisi sehat dan prima serta dibatasi untuk membawa taksi dengan pola kerja 8 jam dan sistem 2:1. Yang dimaksud di sini adalah 2 hari kerja dan 1 hari istirahat agar fisik dan tenaga sopir tidak diforsir berlebihan. Karenanya, penyedia jasa online harus mulai memikirkan pengembangan manajemen untuk mitra sopir dalam rangka memenuhi SPM tersebut. Sementara itu, apabila transportasi online dipaksa untuk mengikuti semua standar operasional yang diterapkan pada
taksi regular maka value dari transportasi online akan kehilangan keunikannya sebagai bagian dari sharing economy dan disruptive innovation yang mampu membuat ekonomi lebih efisien dan murah.
Kepastian atau Petaka
Berdasarkan laporan Oxford Economics (2016), setiap 1% peningkatan penetrasi internet (mobile) diproyeksikan menyumbang tambahan US$ 640 juta kepada PDB Indonesia serta membuka 10.700 lapangan kerja baru pada tahun 2020. Dan, Go-Jek sendiri telah bermitra dengan lebih 250.000 driver. Permenhub ini apabila tidak didampingi dengan baik akan menghambat pertumbuhan ekonomi digital, sehingga bukannya menimbulkan kepastian berusaha dan berbisnis, Permenhub ini akan menjadi petaka bagi transportasi online. Bisa dilihat, kehadiran sharing economy seperti jasa transportasi online telah menjadi solusi penciptaan lapangan pekerjaan dan peluang bisnis. Bukan hanya itu, sinergi turunannya pun hadir seiring dengan pertumbuhan internet yang makin pesat seperti Tokopedia, Bukalapak, serta membantu tugas pemerintah dalam mengurangi pengangguran dan membuat roda ekonomi kembali berputar. Ini menjadi angin segar karena pemerintah sendiri belum maksimal menciptakan lapangan kerja dan menyelesaikan ketimpangan ekonomi. Melihat kondisi seperti ini, harapannya Permenhub No. 23/2017 bukan merupakan sebuah regulatory capture (perangkat peraturan) yang dikeluarkan akibat kuatnya tekanan dari pelaku usaha yang sudah mapan kepada otoritas.
De Yong Adrian Terpilih Jadi Presiden IMA di Munas IMA Manado Oleh Nugroho Setiawan
Munas Indonesia Marketing Association (IMA) ke-8 sukses digelar di Manado. Acara ini dihadiri oleh ratusan pemasar yang berasal dari 32 chapter dari berbagai kabupaten dan kota se-Indonesia. Dalam acara yang dihelat selama tiga hari tersebut juga diadakan pemilihan Presiden baru IMA periode 2017-2019. Jabatan Presiden baru IMA jatuh kepada Direktur Pemasaran PT Asuransi Jiwasraya (Persero) De Yong Adrian yang menggantikan Arif Wibowo. Dalam pidatonya, De Yong mengatakan kesiapannya membawa IMA terbang lebih tinggi. “Semakin dikenal dan semakin memberikan kontribusi nyata. Memajukan Bangsa Indonesia lewat strategi pemasaran yang jitu dan berimplikasi kuat pada perkembangan perekonomian. Baik dari sisi makro maupun mikro,” ungkapnya. Rudini Wijaya selaku Presiden IMA chapter Manado menaruh harapan besar pada presiden terpilih. Menurutnya, apa yang dihasilkan dalam Munas IMA ini adalah yang terbaik. “Terpilihnya De Yong, pastinya memberikan semangat baru untuk meningkatkan performa dan menggapai cita-cita baru. Bersama-sama membangun Indonesia, semakin excellence dan WOW pastinya,” kata Rudini. Terpilihnya De Yong sebagai Presiden IMA baru bukan tanpa alasan. Pasalnya, laju positif kinerja PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tak lepas dari suksesnya strategi pemasaran De Yong. Buktinya, pada tahun 2016, Jiwasraya berhasil membukukan kenaikan premi lebih dari 77%, hingga menembus angka Rp 18 triliun. Jumlah nasabah Jiwasraya pun telah menyentuh angka 7,2 juta orang dan terus bertambah. Lewat beragam strategi yang dilakukannya, De Yong juga diganjar dengan anugerah Chief Marketing Officer (CMO) of The Year dalam ajang BUMN Marketeers Award 2017.
069
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-069_R1.PDF 1
26/08/2017 14:28:39
Fabelio
Tak Ingin Bakar Uang Lama-lama Oleh Ign. Eko Adiwaluyo
Menjadi pemain e-commerce untuk satu kategori produk saja bukan halangan untuk meraih pertumbuhan. Kuncinya adalah memiliki bisnis model dan strategi pengembangan pasar yang tepat.
tidak cocok, konsumen bisa mengembalikan barang itu. Artinya, dengan program ini konsumen tidak perlu khawatir bila setelah membeli merasa tidak cocok dengan furnitur pilihannya. “Dari sekian orang yang telah melakukan trial, hanya sedikit yang mengembalikan. Hampir 99% menyukai produk yang telah mereka beli,” tambah Christian. Setelah konsumen teredukasi, pertanyaan selanjutnya adalah seberapa cepat perputaran bisnis di Fabelio, mengingat produk furnitur bukanlah kategori fastmoving product? Menurut Christian, pertumbuhan Fabelio bukan saja dalam penjualan, namun juga pada jumlah customer base, yang sekarang ini jumlahnya sudah mencapai sekitar 8.000an. Pertumbuhan konsumen baru ini memang menjadi salah satu strategi dari Fabelio. Untuk mendapatkannya pun relatif tidak susah lantaran selalu ada orang yang membutuhkan perabotan rumah tangga. Hal ini seiring dengan laju pertumbuhan penjualan properti, baik hunian dan perkantoran. “Adanya pertumbuhan konsumen baru, otomatis potensi repeat order lebih besar. Saat ini, dari total customer base, yang melakukan repeat order bisa mencapai 20%,” tambah Christian. Target konsumen Fabelio adalah orang muda yang berusia 25-35 tahun. Bisa juga mereka yang sedang mengisi rumah atau apartemen baru dengan furnitur. Sedangkan dilihat dari jenis hunian, sasaran utama Fabelio adalah menyasar mereka yang
Fabelio doc
alaupun tidak semasif beberapa tahun lalu, pertumbuhan startup yang menjadi platform jual-beli online tetap ada. Trennya pun sedikit bergeser dari yang e-commerce multiproduk, menjadi hanya menawarkan produk spesifik, seperti fesyen. Secara perlahan e-commerce model ini mulai menunjukkan kekuatan sekaligus diferensiasinya dengan mengusung satu kategori dagangan saja.
Salah satu yang sudah membuktikannya adalah Fabelio yang merupakan e-commerce khusus produk furnitur. Sejak berdiri pada pertengahan tahun 2015, Fabelio telah mengalami pertumbuhan berlipat-lipat. “Bila dibandingkan dengan 18 bulan yang lalu, kami telah tumbuh 1,5 kali lipat,” kata Marshall Utoyo, Co-Founder sekaligus Creative Director Fabelio. Para founder Fabelio terbilang cukup berani untuk terjun e-commerce khusus funitur ini. Saat itu, pemain e-commerce furnitur di luar negeri sudah banyak. Di Indonesia pun sudah ada pemain yang masuk ke kategori ini. Namun, kebanyakan masyarakat Indonesia belum biasa membeli furnitur secara online. Pembeli furnitur biasanya ingin melihat dan memegang produknya dulu. Bahkan, ada juga yang merasa harus mengukur furnitur pilihannya supaya bisa pas dengan ruang yang disediakan. Namun, Fabelio memiliki cara sendiri untuk mengatasi hal tersebut. “Pada dasarnya produk furnitur itu mudah diterima lewat gambar. Karena ukuran sudah jelas, jenis kayu atau bahannya pun sama. Tapi, bila memang belum yakin, kami memberikan program trial selama 30 hari ke konsumen,” jelas Christian Sutardi, CoFounder dan COO Fabelio. Program trial ini menjadi salah satu terobosan model bisnis dan diferensiasi Fabelio. Konsumen mendapat kesempatan untuk menggunakan furnitur dari Fabelio. Bila setelah mencoba selama 30 hari merasa
070
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-070.PDF 1
8/25/2017 11:10:19 AM
tinggal di apartemen, townhouse, dan terakhir, rumah tapak.
O2O Saat Marketeers melakukan wawacara dengan para founder Fabelio, startup ini sedang dalam proses menyelesaikan putaran pendanaan seri B. Tahun lalu, Fabelio telah mendapatkan pendanaan seri A senilai US$ 2 juta. Lalu, apa saja yang akan dilakukan dengan pendanaan seri B ini? “Salah satunya adalah membuat flagship store Fabelio di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta. Adanya toko offline ini, kami harap konsumen bisa lebih mengenal produk Fabelio dan semakin tidak ragu untuk membeli secara online,” tambah Marshall.
Meskipun mengembangkan konsep O2O channel, bukan berarti Fabelio akan gencar mengembangkan toko offline. Flagship store ini untuk menciptakan customer experience bagi konsumen. “Lini produk tidak selengkap yang di online karena keterbatasan tempat juga,” tambah Marshall. Selain untuk pengembangan flagship store, rencananya dana yang diperoleh akan digunakan untuk mengembangkan teknologi, pemasaran, dan pengembangan pasar. Sekarang ini, Fabelio baru melayani wilayah di Jabodetabek dan Bandung dengan rata-rata penjualan antara 4.0005.000 item produk per bulan. “Walaupun toko online, kami memang belum melayani banyak wilayah. Ini terkait dengan upaya kami menciptakan experience
Fabelio doc
STARTUP
berbeda bagi para konsumen Fabelio. Di satu sisi, potensi Jabodetabek masih sangat besar. Tapi, pasti pada akhirnya akan merambah ke kota-kota lain, Surabaya misalnya,” jelas Christian. Selain Fabelio sebagai e-commerce, startup ini juga memiliki lini binis lain, yakni mempertemukan antara konsumen dengan para desainer lewat jasa konsultasi. Lini bisnis ini menggarap pasar business to business (B2B), yakni Fabelio Design and Build. Sudah ada berbagai perusahaan yang mempercayakan desain ruang kantornya pada Fabelio, seperti Go-Jek, The 101 Hotel, dan lainnya. Sedangkan untuk pasar yang lebih personal ada Home by Fabelio. Lalu, apa target Fabelio setelah mendapat pendanaan seri B? “Kami ingin menjadi startup yang meraih profit pada akhir tahun 2018. Artinya, setelah tiga tahun terhitung sejak kami berdiri tahun 2015, Fabelio sudah tidak membakar uang lagi,” pungkas Christian.
071
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-071.PDF 1
8/25/2017 11:10:20 AM
SME
Port Blue Shoes
Tidak Harus Menjadi Profesional Dari Awal Oleh Ramadhan Triwijanarko
Hanya bermodalkan Rp 5 juta, Jangkar Bawono membangun sebuah brand sepatu kulit. Bermodalkan nekat serta pertemanannya dengan para pengrajin sepatu kulit, Port Blue Shoes menjadi salah satu brand sepatu kulit yang paling laris saat ini.
Hanya dalam jangka waktu kurang dari dua tahun, Jangkar Bawono berhasil membangun merek sepatu kulit khusus pria dengan nama Port Blue Shoes. Meskipun usahanya masih terhitung belia, brand yang ia bangun sejak 2015 ini berhasil mencuri perhatian kalangan pria, terutama yang menyukai produk sepatu kulit. Semua kisahnya berawal dari lingkungan di mana dia tinggal, Surabaya. Kala itu, Jangkar yang masih duduk sebagai mahasiswa ilmu komunikasi di sebuah perguruan tinggi, melihat bahwa tidak jauh dari tempat tinggalnya di wilayah Rungkut, Surabaya, terdapat sebuah sentra pengrajin sepatu kulit. Ia melihat bahwa para pengrajin ini bisa menjadi mitra yang samasama menguntungkan. Akhirnya Jangkar mencoba peruntungan dengan menciptakan sebuah sepatu kulit. Awalnya ia hanya menjual kepada temanteman terdekatnya saja. Banyak temannya yang tertarik dengan konsep dan desain sepatu yang ia ciptakan, hingga pada tahun 2015 setelah lulus bangku kuliah, ia mantap memproduksi Port Blue Shoes untuk pasar yang lebih luas. “Selain ingin membantu para pengrajin kulit, saya juga memiliki passion juga dengan sepatu. Namun sejak awal, saya tidak suka pakai jenis sepatu sneakers. Saya lebih suka pakai sepatu kulit. Makanya saya makin mantap untuk membangun brand ini,” jelas Jangkar. Bermodalkan Rp 5 juta, Jangkar memulai produksi Port Blue Shoes. Berbagai macam desain dan kreasi ia coba visualkan dalam sebuah produk. Bersama para pengrajin,
ia mengutak-atik setiap produk yang akan diluncurkan. Perjalanannya memang tidak semulus yang diinginkan. Beberapa produk jadi namun tidak sesuai dengan keinginannya. Mau tidak mau, produk tersebut disingkirkan dan dimulai kembali dari awal. Modal yang terbatas juga membuat Jangkar harus ketat dalam mengelola modal yang ada. Ia harus pintar-pintar mengalokasikan dana yang tersedia agar tidak jatuh ke pos yang tidak semestinya. Selain bersama para pengrajin, Jangkar nyaris sendirian dalam membangun Port Blue Shoes. Awalnya ia melakukan semua rangkaian promosi produk seorang diri. “Sebetulnya ketika kita berusaha, tidak harus ribet. Misalkan harus ada tim riset, tim fotografi, tim desain segala macam. Kita bisa melakukan hal itu sendiri asalkan kita mau. Di awal-awal, saya mencoba bikin situs sendiri dan membangun promosi. Itu saya lakukan sendiri,” ungkapnya. Selain untuk produksi, modal awal yang dimiliki Jangkar banyak dihabiskan untuk promosi. Melalui beragam platform media sosial, Jangkar mengenalkan produknya kepada calon konsumennya. Padahal pada saat itu, produk yang dimiliki Port Blue Shoes masih amat terbatas. “Banyak bikin campaign biar orang-orang tahu terlebih dahulu dengan produk ini. Kalau orang sudah suka dengan produknya, mereka mau kok menunggu produk tersebut. Di awal, kami pakai prinsip seperti itu. Kami tidak menyediakan produk yang banyak, yang artinya harus investasi banyak di awal. Kami belum bisa ke sana saat itu,” jelas Jangkar.
072
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-072.PDF 1
8/25/2017 11:10:20 AM
SME
Jangkar mengakui, apa yang dilakukan dalam membangun Port Blue Shoes bermodalkan nekat. Tapi ia juga mencoba memperhitungkan karakter calon konsumennya, meskipun tanpa riset yang pasti. Insting pun menjadi penting. Ia memperkirakan sendiri seperti apa konsumennya, lokasi mereka di mana, serta berapa biaya yang rela mereka keluarkan. Instingnya terbukti kuat. Produk-produk yang ditawarkan Port Blue Shoes berhasil diterima, khususnya di kota-kota besar yang menjadi pasar utama Port Blue Shoes. Rangkaian produk Port Blue Shoes tersaji beragam, mulai dari tipe sepatu boots, loafer, chukka, dan lainnya. Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau, berkisar pada angka Rp 400.000-Rp 500.000. Saat ini, tiap bulannya ia memproduksi sekitar
2.500 pasang sepatu. Dari angka tersebut, Port Blue Shoes bisa menjual rata-rata 1.500-1.800 pasang sepatu per bulan. Yang jelas, Jangkar kini tidak sendiri lagi. Port Blue Shoes telah mempekerjakan tujuh orang karyawan dan berkolaborasi dengan 20 pengrajin. Nah, ketika seseorang memiliki kemauan untuk berwirausaha, pastikan bahwa kemauan itu sudah kuat dan bulat. Baginya, kegagalan merupakan tangga yang akan membawanya lebih dekat pada kesuksesan. “Jangan selalu berpikir like a pro. Harus punya fotografer, customer service segala macam. Kita bisa melakukannya sendiri kalau kita mau. Kegigihan itu harus ada. Semuanya apa adanya. Apa yang kita punya itu yang harus kita berdayakan,” pungkasnya.
BIGGEST MISTAKE “Kurang fokus di produk sepatu kulit dengan coba merilis produk sneakers. Padahal secara material sudah berbeda dengan sepatu kulit. Kami coba bangun produk sneakers dengan investasi bahan dan alat segala macam. Ketika produknya jadi dan dirilis, eh, ternyata penyerapannya tidak bagus. Akhirnya kembali lagi ke bisnis sepatu kulit. Ketika nanti mau ekspansi produk, harus berkaitan dengan kulit dan melakukan riset yang dalam.” 073
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-073.PDF 1
8/25/2017 11:10:21 AM
CERTIFIED PROFESSIONAL MARKETER (Asia) kepada para profesional pemasar yang telah mencapai tingkat kompeten dalam memahami pemasaran di kawasan Asia, baik secara akademik maupun praktis. Status profesional ini diberikan oleh AMF (Asia Marketing Federation) dan didukung oleh badan-badan pemasaran nasional di negara-negara Asia. 1. Memiliki 5 tahun pengalaman di bidang pemasaran. 2. 3. Terdaftar menjadi anggota AMF. Apabila telah terdaftar sebagai anggota IMA (Indonesia Marketing Association) maka secara otomatis menjadi anggota AMF. Bagi yang belum, pendaftaran keanggotaan IMA akan difasilitasi oleh MarkPlus. persiapan ujian CPM (Asia) dan juga pelaksanaan ujian CPM (Asia) untuk para tenaga pemasar Indonesia yang terdiri dari 5 modul dengan jadwal sebagai berikut: H A R I / TA N G G A L
MODUL & DESKRIPSI
Senin 9 Oktober 2017
Modul 1- Asia Business Mempelajari praktik bisnis di Asia termasuk Australia, China, Hongkong, Indonesia, Jepang, Malaysia, Pakistan, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, dan Vietnam
Selasa 10 Oktober 2017
Modul 2 – Marketing Research Mempelajari sistem riset pemasaran yang sering digunakan dan diperlukan sebagai basis pengambilan keputusan dalam penyusunan strategi pemasaran, khususnya di pasar Asia
Rabu 11 Oktober 2017
Modul 3 - Marketing Strategy Mempelajari proses penyusunan strategi pemasaran dan penerapannya di pasar Asia
Kamis 12 Oktober 2017
Modul 4 - Marketing Communications Mempelajari program komunikasi pemasaran yang terintegrasi dan memegang peranan penting dalam penyusunan strategi pemasaran khususnya di pasar Asia
Jumat 13 Oktober 2017
Modul 5 - Asia Marketing Management Memahami dan mengintegrasikan konsep dan kerangka strategi yang telah dipelajari dengan menganalisa kasuskasus
JADWAL UJIAN 24 - 26 Oktober 2017 Pendaftaran ujian paling lambat tanggal 18 September 2017 dengan menyertakan: Formulir Pendaftaran, Daftar Riwayat Hidup, Fotokopi KTP, Fotokopi Paspor
BIAYA INVESTASI*
INFORMASI & PENDAFTARAN
Pelatihan 5 hari Rp.12,500,000 Per Peserta
Refita M: +62 878 2180 8323 P: +62 5790 2338 ext 217 refita.tiyastari@markplusinc.com
Ujian CPM (Asia) Rp. 5,500,000 atau USD 420 Per Peserta Keanggotaan IMA & AMF Rp. 1.000.000,- /peserta *Harga sudah termasuk PPN 10%
MarkPlus Main Campus EightyEight@Kasablanka 8th Floor Jl. Casablanca Raya Kav. 88 Jakarta 12870, Indonesia
**untuk kelas pelatihan batch ke-1
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-074.PDF 1
8/25/2017 11:10:22 AM
76 Mendekatkan Diri dengan Konsumen
78 Wujudkan One
Stop Total Service Kelas Dunia
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-075.PDF 1
8/25/2017 11:10:24 AM
B U
M
N
M
A
R K
E
T
E E R S
076
Pemaparan Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha IPC Saptono R. Irianto terkait roadmap PT Pelabuhan Indonesia ll (Persero) dalam mewujudkan One Stop Total Service Kelas Dunia kepada peserta BMC.
PT Pelabuhan Indonesia ll (Persero) - IPC
Wujudkan One Stop Total Service Kelas Dunia Oleh Annisa Bella
Tantangan industri kepelabuhanan makin berat. IPC pun melakukan beragam terobosan, dari perbaikan sumber daya manusia, teknologi, hingga layanan. perator pengelola pelabuhan kelas dunia PT Pelabuhan Indonesia ll (Persero) atau IPC menargetkan diri menjadi World Class Port pada tahun 2020. Guna mencapai target, IPC bergerak sesuai roadmap yang mereka desain sejak tahun 2016. Tahun ini, IPC sampai pada tahap kedua roadmap yang bergerak untuk meningkatkan bisnis perusahaan. Bagaimana roadmap IPC ini berjalan? Pasca melakukan rebranding IPC dengan visi “to be a world class port operator” pada tahun 2012, IPC kemudian menyusun strategi dan roadmap perusahaan yang berfungsi sebagai panduan untuk mencapai target tersebut. Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha IPC Saptono R Irianto menjelaskan, roadmap telah berjalan sejak tahun 2016. Diawali dengan beroperasinya pelabuhan terminal kontainer pertama di Tanjung Priok pada Agustus 2016. “Tahun 2016, roadmap IPC fokus untuk
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-076.PDF 1
melakukan penyesuaian infrastruktur melalui penguatan platform komersial,” katanya. Memasuki tahun 2017, roadmap IPC bergerak ke arah pengembangan bisnis korporasi (face enhancement). Saptono menerangkan, langkah yang dilakukan IPC dalam tahap ini meliputi peningkatan operasional dan pelayanan dari anak perusahaan, pengembangan infrastruktur, dan pengembangan bisnis korporasi. “Dalam upaya mengembangkan bisnis korporasi, IPC melakukan optimalisasi pada sistem pengamanan properti perusahaan. Kami juga meningkatkan strategi komersial dan hubungan dengan pelanggan, serta menjalankan program retensi di kantor pusat dan kantor-kantor cabang,” kata Saptono. Dengan menjalankan roadmap ini, IPC berupaya menjawab tantangan yang kian berat di Asia. Di antaranya ASEAN Single Market 2015 yang ditujukan untuk menciptakan rute yang efisien dengan memperkuat rute truck dan kapal domestik dari pulau besar ke pulau kecil di Asia Tenggara. “ASEAN Single Market 2015 berisiko membawa industri manufaktur bergeser keluar Indonesia, dan tidak menggunakan jalur domestik atau bergerak langsung ke Indonesia melalui pasar bebas,” kata Saptono. Menanggapi tantangan ini, IPC berupaya melakukan investasi pengembangan properti perusahaan. Menurut Saptono, ini adalah longterm investment. Dengan membangun lebih banyak pelabuhan dan memperkuat pelabuhan yang sudah ada, IPC berharap perjalannnya menuju roadmap 2018 akan berjalan lancar. “Pada tahun 2018, IPC menargetkan sampai pada tahap establishment dengan kinerja perusahaan
“KAMI AKAN MELAKUKANIN TEGRATED PORT NETWORK DOOR TO DOOR, BUKAN PORT TO PORT LAGI. INI AKAN LEBIH EFEKTIF DALAM HAL KEPAS TIAN WAKTU SEKALIGUS MENEKAN BIAYA PENGI RIMAN DAN PENERIMAAN BARANG.”
8/25/2017 11:10:26 AM
B U
M
N
M
A
R K
E
T
E E R S
077
yang unggul sehingga dapat memuaskan pelanggan. Setelah pelanggan puas, tentunya loyalitas pelanggan diharapkan tercipta. Hal ini pada akhirnya akan memengaruhi pertumbuhan pendapatan IPC,” terang Saptono. Setelah sampai pada tahap establish ment, roadmap IPC pada tahun 2019 akan sampai pada tahap “sustainable“. IPC akan mengintegrasikan bisnis yang berkelanjutan dengan kepuasan pelanggan. Targetnya, IPC akan mengoperasikan empat proyek strategis sekaligus. Tidak hanya itu, IPC juga melakukan pengembangan secara vertikal (door to door), fokus pada pertumbuhan nonorganik, dan menciptakan layanan yang friendly bagi pelanggan dan lingkungan.
pelabuhan,” jelas Saptono. Fase kedua (Integrated Port) masih sama dengan fase satu. Perbedaannya, fase dua melakukan standarisasi SDM pada area industri. Selain itu, IPC juga melakukan kolaborasi dengan industri terutama yang menggunakan container, cold chain, dan petroleum. “Pada fase ini, IPC juga melakukan komersialisasi dengan menarik investor asing dan mengoptimalisasi penggunaan informasi teknologi. Ini bagian penting dari upaya pencapaian sistem ini,” kata Saptono. Fase terakhir (Integrated Port Network) meliputi total supply chain to reduce national logistic cost, optimalisasi penggunaan IT dan komersialisasi. Target IPC pada tahun 2020 adalah memberikan layanan “one stop total service” bagi para pelanggan, mengimplementasikan green port dan smart port, sekaligus mencetak global foot print dengan memperkuat peran dan fungsi komersial perusahaan. “Kami optimistis roadmap ini akan terealisasi dengan baik tahap per tahap, dan Indonesia akan memiliki pelabuhan berkelas dunia pada tahun 2020,” kata Saptono.
indonesiaport.co.id
Door to Door Berdasarkan data World Bank pada tahun 2016, biaya logistik Indonesia terbilang tinggi. Angka Logistics Performance Index Indonesia berada pada posisi ke-63 di dunia atau keempat di antara negara ASEAN lain. Operator pengelola pelabuhan IPC pun merangkai cara menekan biaya logistik yang tinggi dengan mengganti teknik port to port menjadi door to door
“Kami akan melakukan integrated port network door to door, bukan port to port lagi. Ini akan lebih efektif dalam hal kepastian waktu sekaligus menekan biaya pengiriman dan penerimaan barang,” terang Saptono. Menurut Saptono, jika sebelumnya kegiatan supply yang dapat dikontrol sebatas antara pelabuhan asal dengan pelabuhan tujuan (port to port), dengan teknik door to door akan lebih efektif. Kegiatan supply chain dapat dikontrol dari pemilik barang ke tujuan (end to end process). Implementasi yang dilakukan untuk merealisasikan program ini terbagi ke dalam tiga fase, Chain Port, Integrated Port, dan Integrated Port Network. Fase pertama (Chain Port) diawali dengan proses standarisasi infrastruktur, membentuk pola operasi, aspek keuangan, komersial, tata kelola, dan Sumber Daya Manusia (SDM) pelabuhan. IPC juga berinvestasi di area kapal dan dockyard. “Pada tahap ini, IPC juga melakukan improvisasi dalam jaringan pengiriman, navigasi pengiriman, keamanan, dan sistem keamanan selain memastikan profesionalisasi dan koordinasi dengan
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-077.PDF 1
8/25/2017 11:10:26 AM
B U
M
N
M
A
R K
E
T
E E R S
078
Iwan Joeniarto Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF)
Mendekatkan Diri dengan Konsumen Industri penerbangan tak melulu soal mengantarkan penumpang dari satu tempat ke tempat lain. Masih banyak bisnis turunan lain yang membuat industri ini begitu besar, menjanjikan, sehingga kompetisinya semakin ketat. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memiliki bisnis lain yang bisa menjadi andalan di masa depan, salah satunya bisnis perawatan pesawat atau Maintenance, Repair and Overhaul (MRO). Adalah Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF) yang punya tugas besar, yaitu menghasilkan pemasukan maksimal hingga andil membangun grup Garuda Indonesia menjadi kelas dunia. Lalu seperti apa bisnis dan potensi dari bisnis ini? Simak wawancara Iwan Joeniarto, Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF) yang baru menjabat sejak Mei 2017 lalu bersama Jaka Perdana dari Marketeers.
Ekspansi bisnisnya sendiri seperti apa? Sekarang kami mayoritas masih menangani airframe alias bodi pesawat seperti pengecatan. Kami ingin ekspansi ke penanganan mesin. Karena kalau mau revenue masuk cepat, maintenance mesin bisa sangat menghasilkan. Hitungannya untuk mesin pesawat ukuran kecil saja bisa US$ 5 juta dalam waktu lima tahun. Sementara, satu pesawat bisa punya dua mesin yang artinya bisa masuk US$10 juta per pesawat. Kalau hanya menangani bodi pesawat, pemasukannya tidak sebesar itu. Sekarang kapasitas pengerjaan mesin
kami masih terbatas. Perlu teknologi tinggi dan modal. Makanya saya katakan harus ada investasi. Lalu, punya partner kelas dunia di bidang mesin serta komponennya. Seperti apa parameter partner kelas dunia tersebut? Ada benchmark yang diambil dari pemeringkatan lembaga survei maupun majalah airlines, yang sering memberi peringkat kepada perusahaan MRO. Selain kolaborasi dengan sesama MRO, kami juga berkolaborasi dengan produsen pesawat karena mereka mulai banyak sekaligus dengan maintenance-nya sekaligus. Kami ingin, partner yang berkolaborasi
Bagaimana Anda bisa dipercaya memimpin GMF AeroAsia ini? Saya memang memulai karier di grup Garuda Indonesia. Selama di sini, saya sudah punya pengalaman di sektor teknik hingga belanja di sektor airlines. Ketika saya diwawancara langsung oleh Ibu Menteri BUMN, saya ditanya visi membangun GMF. Saya katakan bahwa harus GMF punya partner kelas dunia. Apalagi, bisnis GMF itu padat modal sehingga harus punya pendanaan juga. Intinya perlu berkolaborasi dan GMF tidak bisa sendiri. Tujuannya agar GMF menjadi perusahaan Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) kelas dunia dan masuk 10 besar. Itu latar belakangnya. Saat ini GMF berada di peringkat berapa dunia? Ada di peringkat 13. Targetnya ingin masuk 10 besar pada tahun 2021 nanti. Pemeringkatan ini dilihat dari revenue. Tahun 2016 lalu, revenue kami US$ 389 juta. Kalau mau masuk 10 besar, minimal harus tembus US$1 miliar alias tiga kali lipatnya. Kalau sudah masuk 10 besar, pasti akan semakin disukai airlines. Makanya, kami harus punya partner yang juga kelas dunia, mencari pendanaan, serta melakukan ekspansi bisnis agar GMF berkembang terus.
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-078.PDF 1
8/25/2017 11:10:27 AM
B U
M
N
M
A
R K
E
T
E E R S
079 dengan GMF adalah mereka yang masuk lima besar di setiap survei atau pemeringkatan. Semakin tinggi kolaborator kami, konsumen akan melihat juga seperti apa kapabilitas GMF.
terbang di kawasan timur bisa melakukan penanganan di tiga kota tersebut. Yang paling timur bisa melakukan maintenance di Biak, sementara yang dari Sulawesi bisa ditarik ke Surabaya. Ini baru efisien.
Selama ini yang sudah berpartner dengan GMF siapa saja? Ada MRO, ada juga produsen pesawat. MRO misalnya KLM, SR Technics, lalu Rolls Royce sedang dalam tahap MoU untuk pengembangan komponen mesin. Kemudian, ada Panasonic untuk inflight entertainment dan Safran yang membuat komponen landing gear. Itu beberapa nama besar yang berkolaborasi dengan GMF.
Itu untuk pasar lokal. Bagaimana dengan pasar luar negeri? Kami akan bangun fasilitas baru. Ditotal semua bakal ada empat footprint. Sekarang baru ada di Jakarta (Cengkareng). Untuk domestik, kami akan tambah hanggar lagi di Batam dengan tujuan mengakomodasi wilayah Indonesia barat, termasuk untuk wilayah Asia Timur. Lalu kami akan bangun di luar Indonesia untuk mendekatkan diri kepada customer. Kami akan bangun satu di Timur Tengah untuk mendekatkan diri dengan konsumen di wilayah sana plus Afrika Utara, satu di Asia Timur, dan satu lagi Australia. Kami masuk ke sana dengan berkolaborasi bersama perusahaan-perusahaan lokal. Dengan cara itu, kami seharusnya terus berkembang. Untuk Timur Tengah, kami pilih Uni Emirate Arab karena selain strategis, mereka sangat fokus dalam membangun industri aviasi. Maskapai-maskapai mereka juga banyak yang kelas dunia. Tahun depan, kami akan bangun di Batam dulu. Setelah itu, Australia dan Uni Emirat Arab berbarengan karena tahap pengembangannya sudah sangat intensif.
Jika selama ini penanganan mesin belum maksimal, ke mana saja maskapai yang beroperasi domestik melakukan maintenance? Kalau kita lihat pasarnya, GMF punya pangsa 32% untuk domestik. Sekitar 15% adalah pangsa Batam Aero Technic. Sisanya lari ke luar negeri semisal Singapura, Malaysia, sampai Hong Kong. Airframe memang sudah masuk ke kami, namun untuk penanganan mesin maskapaimaskapai lebih memilih ke luar. Kami ingin, mereka tidak membawa ke luar Indonesia ketika melakukan maintenance, tapi dirawat di sini. Jadi pelan-pelan, yang lari ke luar negeri bisa kami ambil pangsanya menjadi bisnis GMF. Dibanding dengan kompetitor di luar, apa saja keunggulan dan diferensiasi GMF? Dari sisi perizinan, tentunya kami sudah mengantongi izin domestik. Perizinan dari Amerika Serikat pun kami sudah kantongi sehingga pasti diakui oleh konsumen global. Dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) pun lebih murah. Kami berkolaborasi dengan poltek-poltek (politeknik-red) untuk mengasah kemampuan tenaga kerja agar kemampuannya baik. Di samping itu, usia SDM kita masih muda-muda. Fasilitas pun bisa dikembangkan lebih jauh lagi. Tanah di Indonesia banyak dan murah. Ketika Merpati sudah tidak beroperasi lagi, ada fasilitas-fasilitas mereka yang terbengkalai. Nah, kami ingin utilisasi itu sehingga kapasitas bisa meningkat. Di samping itu, perkembangan armada di Tanah Air meningkat 11% per tahun. Itu opportunity. Kalau mereka bisa melakukan penanganan pesawat di GMF, biaya distribusinya bisa lebih murah. Memangnya ada berapa hanggar yang ditinggalkan Merpati? Ada di Surabaya, Manado, dan Biak. Kalau dioperasikan, pesawat-pesawat yang
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-079.PDF 1
Kalau kompetisi sendiri datangnya dari mana saja? Air France Industries KLM Engineering & Maintenance milik Air France adalah nomor satu. Kompetitor terdekat di wilayah Asia Tenggara ada dua, keduanya di Singapura termasuk milik Singapore Airlines. Di sini, GMF ada di peringkat tiga. Sementara kalau di Asia, kami urutan kelima. Jika memang GMF ingin menggarap pasar luar, artinya kesiapan penanganan mesin juga harus segera. Kapan GMF siap dengan itu? Tergantung dari tipe mesin atau engine yang mana. Kalau sekarang, kami sedang ekspansi ke mesin pesawat besar Boeing 737 Next Generation. Dan, itu mulai terasa. Semenjak kami tingkatkan kapasitas maintenance di mesin, pemasukan naik terus. Lalu bertahap, mesin Airbus 320 pada tahun depan. Tahun depannya, lagi Boeing 737 Max generasi terbaru. Kami coba fokuskan di kapabilitas penanganan pesawat ukuran kecil karena banyak dari segi volume. Garuda Indonesia saja punya Boeing 737 sebanyak 80 unit. Kalikan saja dua, maka jumlahnya bisa 160 mesin.
Lalu kali lagi dengan US$5 juta dalam waktu lima tahun, karena siklus mesin itu sampai lima tahun. Belum lagi Citilink kalau mereka punya sampai 100 pesawat, plus maskapai lain yang bisa mencapai 250 pesawat. Saat ini ada berapa customer yang sudah dilayani GMF? Selain Garuda Indonesia dan Citilink tentu saja, captive market kami yang lain adalah Sriwijaya Air. Lion Air juga masih ke GMF. Selain domestic customer, kami juga menyebar di seluruh dunia. Kalau dihitung, jumlahnya bisa sekitar 170 maskapai. Pesawat milik Air France pun ada yang masuk ke GMF. Selain itu, ada Eastar Jet dan Jeju Air dari Korea. Qantas sedang melakukan pengecatan di kami, ada 14 pesawat. Nama besar lain ada Virgin, dan Jet Airways dari India. Dari Afrika juga ada yang datang ke GMF. Makanya kami ingin bangun di kawasan Timur Tengah agar mendekat ke mereka. Sehingga jika ada perawatan ringan, mereka tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta. Lumayan boros bahan bakar. Jika perawatan berat, barulah dibawa ke Jakarta atau Batam. Secara ekonomi, kami menawarkan layanan efisien sebagai bagian dari total solution. Sekarang, customer kami masih didominasi oleh Grup Garuda Indonesia, termasuk Citilink, dengan persentase 68%. Sisanya 32% di luar itu. Tahun 2021, kami ingin balik di mana 60% datang dari luar grup, sementara sisanya dari grup. Lalu bagaimana profitnya sendiri? Kami tumbuh bagus sekali 12% sampai 13%. Dari pemasukan US$ 389 juta tahun lalu, profitnya mencapai US$58 juta. Tapi ketika mencapai pemasukan US$1 miliar, profitnya akan turun. Mengapa? Karena ketika ekspansi bisnis ke mesin dan komponen, yang terjadi adalah padat modal bukan padat karya. Jadi profit pasti turun. Tapi walau turun, seharusnya performa GMF masih bagus dari dari sisi industri MRO secara global. Sekarang, rata-rata profit MRO antara 8% sampai 10%. GMF seharusnya masih bisa di atas rata-rata tersebut. Dibanding bisnis airlines lain, memang bisnis MRO paling bagus dari sisi profit. Maskapai rata-rata hanya menghasilkan profit 2,5% sampai 3%. Bagaimana dengan rencana IPO? Pada 14 Juli 2017 lalu kami sudah daftar ke Bursa Efek Indonesia. Targetnya adalah tadi, soal funding. Selain berpartner, kami ingin dapatkan investasi dari saham. Soal berapa jumlahnya, masih kami hitung.
8/25/2017 11:10:28 AM
CERTIFICATION PROGRAM
SALES OPERATION TUTO RIAL CLASS Persiapan Menghadapi Sertifikasi Pemasaran Bidang Sales Apakah saat ini Anda bekerja di bidang sales? dan ingin mendapatkan sertifikat berkompeten di dunia pemasaran khususnya bidang Penjualan, kini telah tersedia kelas tutorial yang dipersiapkan oleh MarkPlus Institute Certification Program (MICP). Keunggulan Kelas Tutorial MICP: Materi sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) No. 389/2013 untuk tenaga pemasaran Dilengkapi dengan contoh penerapan unggulan serta tools yang aplikatif bagi dunia kerja Terdapat sesi diskusi dan latihan bagi peserta Materi yang disampaikan di kelas tutorial dan diujikan kepada peserta merupakan perpaduan antara konsep-konsep akademis dengan contoh praktis dari dunia bisnis.
Jakarta, 25-27 September 2017 09.00 - 17.00 WIB | MarkPlus Campus Jakarta
INVESTMENT INDIVIDUAL : Rp 6.000.000 per person TEAM : Rp 16.000.000 per 3 persons * *)peserta dari perusahaan yang sama
WHO SHOULD ATTEND Mereka yang bekerja di bidang sales, khususnya yang setingkat dengan level supervisor, senior sales, sales head, sales manager.
LIMITED SEATS FOR
30
PARTICIPANTS
INFORMATION RUELLA M: +62 812 1018 6171 P: +62 21 5790 2338 ext. 217
ruella.pramudita@markplusinc.com
Examination (LSP Pemasaran) : Rp 1.700.000 per person
www.markplusinstitute.com 17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-080.pdf 1
@MarkPlus_Inc
MarkPlus, Inc. 26/08/2017 14:28:39
www.marketeers.com
SEPTEMBER 2017
I N D O N ESI A FO R ASE A N
Editor
Priyanka Shekhawat Assistant Editor
Li Wei Saviq Bachdar For CMO membership & inquiries:
Rosmalia Hardman
Director, Philip Kotler Center for ASEAN Marketing (PK-CAM) Jakarta CMO club rosmalia@markplusinc.com
JAKARTA CHIEF MARKETING OFFICER CLUB The Jakarta CMO Club was officiated by the Philip Kotler Center for ASEAN Marketing (PK-CAM) and was established as a platform to empower marketing to a higher level beyond function. Only highly regarded business and marketing leaders will be invited for its membership. The Jakarta CMO Club was launched on February 25, 2008
MISSION To Promote the Strategic Role of Marketing in Indonesia
VISION To become the premiere community for Marketing Executives who have strong passion for Marketing in Indonesia
TRI-FOUNDERS OF PKCAM Philip Kotler Hermawan Kartajaya Hooi Den Huan
p. 082 Playing By Propositions p. 085 What do you do, when you don’t know where your career is going? p. 088 Pragmatic Diplomacy: Jokowi Government’s New Development on Indonesia ‘s All-dimensional Diplomacy
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-081.PDF 1
CHINA COUNCIL FOR THE PROMOTION OF INTERNATIONAL TRADE COMMERCIAL SUBCOUNCIL REPRESENTATIVE OFFICE IN INDONESIA
EightyEight @Kasablanka 8th Floor Jl. Raya Casablanca Kav. 88 Jakarta 12870 Phone: +6221-570 9721 Fax: +6221-5790 2339 Email: cmoclub@markplusinc.com www.jakartacmoclub.com
8/25/2017 11:10:28 AM
A
E S T
R O
CMO 082
Playing By Propositions Sachin Prasad President Director Mondelez Indonesia
If you’re a snack lover, like most of us, you probably munch on one of their snacks every day! As the world’s biggest snacks company with household brand names such as Oreo, Chips Ahoy, Cadbury, Kraft Cheese, Mondelez International has recorded strong top-line growth in recent years amid portfolio adjustment and massive cost-reduction. Mondelez Indonesia President Director Sachin Prasad has led the company since 2016, delivering from his experience as strategy lead for Asia Pacific, Middle East and Africa region. Marketeers’ Priyanka Shekhawat met Sachin over Oreos and Belvitas to talk more about the promise of Indonesian snacking market, the potential of ecommerce and how Mondelez aims to delight the aspirational middle class Indonesian consumer. Some excerpts:
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-082.PDF 1
“THE BATTLE IS STILL IN THE ‘TRADITIONAL’ TRADE WITH RESPECT TO ACTUALLY MEETING THE NEEDS OF THE ASPIRATIONAL CONSUMER.”
Please brief us about Mondelez’ business in Indonesia and its brands. Mondelez International is the Number 1 biscuit maker and chocolate maker globally. We also have businesses in gum, candy and powder beverages such as Tang and Bournvita. We are one of the leading snacking companies in the world. In Asia, we have a strong presence in India, China, Australia, and in Southeast Asia, we are still building our position. We have been in Indonesia for a couple of decades, with brands like Oreo, Biskuat, Chips Ahoy, Belvita, Ritz in biscuits; Kraft cheese under what we call meals; and finally chocolates – a category relatively underdeveloped in Indonesia in my opinion. In Indonesia, in terms of cheese, we are, in fact, the ‘market’, while for chocolates, even though our share
is still small but growth has been fantastic. In Biscuits, we are strongly positioned across segments, now the question is how to take it ahead from here. Mondelez International stands for a truly snacking company and I feel proud to see all the elements, platforms and foundation of being a truly snacking company with respect to Indonesia. How has the revenue growth been over the past year? Projections for next year? After the currency decline of 2013, the era we entered is still marked by a relatively softer broader consumer market. This subdued market environment has naturally had some impact on the snacking market. Even the festive season this year has been relatively slow as you may have heard. We
8/25/2017 11:10:29 AM
A
E S T
R O CMO 083
are glad however we have had double-digit growth last year and we are projecting the same for this year too. And what makes me happier is the growth has been holistic across categories. On biscuits, we are growing along with the market even though the consumer is choosing to downgrade to wafer-based products. Oreo’s proposition, which really stands for joy, remains relevant for consumers and as middle class aspires to go to the next level, we stand to delight them. In cheese and chocolates too, we are way ahead of the market growth. Packaged foods is a super competitive industry. How do you differentiate from your peers? To give you a perspective vis-à-vis other snacking markets globally, let us take biscuit as a product category, in Indonesia, the per capita consumption of biscuits is not very far from other benchmarked countries. The opportunity remains to be captured in terms of superior product propositions. A plain sweet biscuit, like Biskuat, usually is the first one to penetrate the markets and then you begin upgrading your propositions for consumers. In Indonesia, that penetration is already well and deep, the opportunity lies in upgrading. And that upgrade is supported by the underlying middle income growth story in Indonesia, which is valid for the medium term over the next 8-10 years. In the interim, we see a different market dynamics where a down-trade seems to be happening with the proposition of wafers in the market. Despite the sugar-rush and sense of ‘eating something’, it does not provide the ‘gut-filling’ feeling that you get after eating biscuits. We are not playing by those rules. In anything we do, we will try to always offer an upgrade or up-trade for the consumer. Even our plain sweet biscuit brand Biskuat is very well differentiated as the only biscuit which has 7 minerals and 7 vitamins. So we stand by our strategy of superior product offering. Even Belvita also has a differentiation in terms of on-the-go consumption and as a breakfast item for sustained energy. Consumers are already loving it. We are there to cater to the aspirational middle class consumer. What is the uniqueness of Indonesian market (or other emerging markets) according to you vis-à-vis say western home markets like the US? From the consumer standpoint, the Indonesian consumer is ready to pay for the right proposition; they are not essentially looking for the cheapest option always. So the opportunity for branding is quite big and it runs across categories – from consumer
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-083.PDF 1
durables, personal care to snacking. It’s not always a purely price-based competition here – a major trait of several other emerging markets. However, it is not a developed market either where consumers will straight head for the next aspirational product. Indonesia is somewhere in between! Hence, the struggle is quite real, where we play by differentiation of a superior product and entice the consumer and as the economic tailwinds run in our favour, we can benefit from it. The opportunity therefore is better than other emerging markets but not as pronounced as the western markets perhaps. In terms of actually bringing the product to consumer, we talk about two things – physical availability and mental availability. The latter is about branding, whether our proposition lands with the consumer, does it tie back to their underlying needs or not? In Indonesia, the free-to-air TV is the primary medium so it is challenging but with digital platforms advancing, I see it is a latent potential opportunity to harness its power and build stronger mental availability amongst consumers. Physical availability is very unique to Indonesia, and there is perhaps no other market as complex because of the geographical split across multiple islands. The emergence of mini-markets is massive and it’s easy to ride that wave – consumers and retailers both love us for the easy availability. But the flip side is 70% of categories are still in traditional trade, i.e. the warungs or the tokos. The battle is still in the traditional trade therefore with respect to actually meeting the needs of the aspirational consumer. There is big ‘home-work’ for us to do in this area where some other companies have done relatively better either because their products are more suited or because they have been here longer. That’s how I would characterize the unique challenges of Indonesia. There is increasing concern on the healthiness of snack items. How do you deal with consumers seemingly aiming to get healthier? Globally, we recognize a set of megatrends shaping snacking behaviour of consumers. The number one trend is health and wellbeing. The second big trend is time-compression – lesser time available even for main meals. Digitization is the third major trend, among others. About four years ago, our initial hypothesis was that health and wellbeing is a first-world phenomenon which we know today is not true – it is in fact all pervasive. The definition, degree or the context of it may differ depending on eating habits of consumers. China is leading the charge in fact of being a highly guarded
market given the history of fake products and melamine scare etc. In Indonesia, we do see health and wellbeing as a trend, and consumers are making more informed choices on sugar and sodium (salt). We have to lean forward and better align our products, especially to the rising awareness against excess sugar consumption. Globally, we want to have 50% of our products from the health and wellbeing platform worldwide. In Indonesia, Belvita really sits in that space of health and wellbeing portfolio as it uses a slow-baking technology. Similarly, cheese is the goodness of milk and we are happy to lead the market on that front. What is Mondelez’ approach towards halal food stuffs? We operate more like a local company here in the sense that all our biscuit products and cheese products are halal-certified by the local authorities. Toblerone, one of our chocolate brands, is also in the process of receiving halal certification. Please tell us something about the popular zero-based budgeting approach in marketing that Mondelez has adopted as a cost-cutting endeavour. Basically, zero-based budgeting is a philosophy that we have adopted where we typically plan for next year based on what we have done last year. It is basically about starting from scratch every year – like you were to open the business today, what is the cost you need? In going back to drawing board, we discovered so many inefficient resources because of legacy reasons. We started this at the end of 2014 and we are proud that on a cost base, we have been able to deliver an operating income margin of 1.5% for the last two years, which is massive for a 30 billion dollar company of this scale. We are committed to this philosophy which is an external approach and the mirror image of that internally is cost-conscious culture. It is about ownership of how you would do this business as an entrepreneur, would you still spend this money? Our journey continues and these are part of our DNA. Earlier this year, Mondelez International reported the company will cut its promotional marketing spend and focus on building brand power. Do you have more information to elaborate on this plan? It’s a fine balance between promotion and brand. While both may eventually get you some business, the proposition of a brand is really in the head and hearts of consumer –
8/25/2017 11:10:29 AM
A
E S T
R O
CMO 084 like internal selling. Promotion is targeted at that instant when you talk to a consumer’s wallet, that impulse of conversion. So there has to be a balance between the fundamentals of how a brand stands in the heart and minds of consumer versus that impulse consumption decision. We of course need both but in terms of dialling up, we may have gone too far on to the promotions. But in order to commit to 5-10 years of growth, you need to strengthen the brand. And when you do zero-based budgeting, you can then find fuel which you can then use towards building the brand. How do we go about it is also changing. Laws of growth state you go after your existing consumers and sell more or cater to more of their needs. But we believe, in snacking, the effort has to be wider to reach new consumers. The idea is for our marketing to reach out to more number of consumers in a set frequency than the same consumers seeing it more number of times. Can you let us in on the digital marketing strategy? How much media spending budget does it account for? I would say we are at the beginning of our journey. I believe that is like a latent lever which we are yet to capitalize on. But we are working on it. How do you consider the rising ecommerce wave in grocery business? People are saying giants like Amazon are coming after conventional grocery stores. Here in Indonesia, e-commerce is still small and I am yet to see the proof point that it’s going to be very big. All the conversation has been about setting up the infrastructure – broadband reliability, payment security, supporting policy framework. What I haven’t heard yet is the proposition of ecommerce – why should a shopper go pick a product online? In China, the proposition is availability of products (mostly imported) online that weren’t available in stores, the proposition was convenience with same-day delivery. In India, the proposition is deepdiscounting – everything is available 15% cheaper or so, but that’s not sustainable as the companies are using up funding money and making losses. Neither of those are propositions in Indonesia. I believe companies in grocery space, for instance, have to explore the right proposition – such as is the consumer buying in bulk? If you can have SKUs which cater to that need? That playbook has to emerge for the ecommerce to take off in Indonesia. The data I look at doesn’t support the idea that online grocers can take on conventional stores. Online as a percentage
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-084.PDF 1
“ALL ECOMMERCE CONVERSATION IN INDONESIA HAS BEEN ABOUT INFRASTRUCTURE. WHAT I HAVEN’T HEARD YET IS THE PROPOSITION – WHY SHOULD A SHOPPER GO PICK A PRODUCT ONLINE?”
of total retail – where China is at 14-15%, India is about 3-4% and Indonesia is about 0.8% - we can see that till the proposition is strong which differentiates ecommerce from a minimarket or supermarket purchase, we still have to wait and see where it goes. But ecommerce surely is the thing of future, but we are still at the drawing board on how to tap into it. One of the hypothesis we are working on is online-offline collaborations which can give us a kicker in ecommerce – you do better activation and branding online and consumer can redeem it at a minimarket. Cocoa is an important ingredient for Mondelez. Tel us something about your ‘Cocoa Life Program in Indonesia. Indonesia is the third largest cocoa producer in the world after Ghana and Ivory Coast. As the biggest chocolate maker in the world, Mondelez is one of the bigger cocoa buyers as well. People often tend to miss that even Oreo uses cocoa. We think about leaning forward and securing cocoa supply over the next 10 years. The win on that is not about contracting ourselves with cocoa suppliers – we go all the way to farmers. When the farmers have a sustainable source of income, they would remain more invested and with growing incomes, they would be able to resist the temptation of urbanisation and moving to the next big city. The way we approach it holistically is by beginning at the farming technology wherein we incorporate proprietary approaches aimed at improving productivity by reducing infestation for example. Also, we focus on development of a sustainable community within the villages and how can Mondelez intervene in that. And then, it is about the engagement of youth and women. Farmers are getting older
and their children are moving to cities – can we retain them? Also empowering women by giving them work opportunities. Finally, we focus on environment. I feel proud that even though in chocolates, our presence in Indonesia is small, Mondelez has chosen it to one among the 3 global markets to initiate the cocoa life program. Please tell us a bit of your own association with Mondelez Indonesia. I come from a bit of non-traditional background. I started my career with consumer industry but went on to consulting with BCG for a long time, working in consumer and retail practice for Southeast Asia. I also worked with a number of companies in Indonesia during that time. Singapore happens to be Mondelez headquarters for Asia Pacific, Middle East, and Africa – a big region with two-thirds of world’s population within this area and a fast-growing snacking market. I was brought in here to set the plan and priorities for this region. I joined Mondelez as the head of strategy, M&A, pricing and analytics for the region. After setting up the growth agenda for the region, Southeast Asia being a big region and Indonesia being an important market, I was sent here in 2016. Which is your personal favourite Mondelez snack? Coming from India, I have to say Cadbury is very close to my heart and Oreo, which truly stands for joy, and Belvita which I deeply believe in. What makes a good leader? Authenticity. Having a sound thinking and business acumen today is more tablestakes. But how can you really engage people into your dream? You have to authentically internalise that dream, then you automatically gain trust and you don’t need to guard yourself or prepare yourself when you’re talking to your people. You be yourself, uninhibited – just show up! Authenticity is therefore the ‘ask’ of the day, according to me. Who has been the most inspiring figure in your life? I have been lucky to have many people who have unleased me in various stages of life, thus it is difficult to isolate a handful of people. MS Dhoni, the former captain of the Indian national cricket team is a figure who has inspired me a lot in many ways. He stands out as authentic, and when you believe in your dream, you are the first one to go fight it out and as we win, you take the backstage. If I can imbibe that attitude, I would consider myself successful.
8/25/2017 11:10:30 AM
A
E S T
R O Market 085
What Do You Do, When You Don’t Know Where Your Career is Going? I’m looking back at what I have been doing over the past month, and it’s now starting to sink in – you get out what you put in and things don’t get easier…But if you surround yourself with good people, bust a gut to help them, are honest about what you want, work on yourself, learn how to say yes and no… then maybe some of those things you dream about can happen.
So what have I been up to this past month? Well my role as a university Associate Dean came to an end in the Summer. Previously, that would’ve scared me, no job no money! …but the two previous times that something like this happened, new chapters opened that I couldn’t have imagined. At the end of 1999, I ended up going on tour with a music band to Kazakhstan, it opened up my mind, I read some books and decided to become a Muslim in January 2000. In 2003, I lost my mother to cancer, I left a career in advertising, brought an end to my music career, having played at Glastonbury and written music for the video game Grand Theft Auto, and decided to focus on what makes me happier and better. I studied Islam, learned how to design t-shirts, which I sold for good money, and took contract work as a marketing
Prof Dr Jonathan A.J. Wilson
& Bilal to his friends ABCD Expert (Ads, Brands, Comms & Digi) @drjonwilson www.drjonwilson.com
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-085.PDF 1
consultant and adjunct university lecturer. In 2008 I decided to become a ‘proper’ academic, studying a PhD, while working full-time as a Senior Lecturer. That’s doing your PhD in three years, when everyone is in bed, and I was living on four hour’s sleep. In 2009 I started publishing on Halal Branding, when everyone was telling me that this isn’t a topic… and anyway what is it? Then the hard yards and passion began of going around the world to the places that most marketing people don’t know or care about, evangelizing about emerging markets, and those things that through my eyes and my reading I can see are there waiting to happen. A lot of that meant using my own money. Then there were the years of learning what rules I have to follow and what ones I can break – which isn’t easy, when you’re the minority in a group of minorities and you’re not an old white man… Today, that looks like Professor Wilson, having spoken at over 100 conferences, and published over 200 pieces of work – it all sounds so simple, right? I can say that every day, running around, sitting in boring meetings, marking hundreds of pieces of work, 100 emails a day, changing nappies and picking my daughters up from school,
8/25/2017 11:10:30 AM
A
E S T
R O
Market 086
trying not to stress out my wife and her career don’t make it feel so simple… but what choice do I have? …that would be the boring, depressing, unfulfilling career option, right?! So in the past month I did the London to Malaysia trip twice, speaking on Halal Tourism and running a Halal Branding masterclass; I spoke at Oxford University on Islamic Finance; I ran a masterclass on Personal Branding at Windsor Castle in London; I spent some time in Istanbul; and now I’m writing this article from Bangladesh, having just got off the plane, on the evening before my keynote to advertising professionals and creatives at a Communications Summit, in conjunction with the prestigious Cannes Lions. If that wasn’t enough, I have just taken up two professor roles with two London business schools, GSM London, and Hult Business School, working with two Deans who are the most progressive, dynamic, and electric that I’ve come across - and for a change they’re both women! You can’t plan for everything to happen in a convenient way – things either tend not to happen, or all at the same time, so get used to finding a way to see through the stress and make things work, without messing them up. So, what was the secret sauce that made my career burn hot this month? Honestly, I have no idea what will happen – it’s clear that in my past whatever I thought was
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-086.PDF 1
meant for me or would happen maybe doesn’t. That’s not important. What’s important is that you know where you’d like to go in the short, medium, and long term and you make steps towards making it happen. Don’t chase trends, but if they come your way, ride those waves. You need to have faith and faith comes from actively thinking, feeling, and doing – consistently… even when it doesn’t feel so good, you don’t know why you’re doing it, and where it will lead. If your intention and intelligence are sound, then it has to lead somewhere good, right?! In simple terms, I wanted to be surrounded by like minds and souls, and I wanted to satisfy my desire to better myself, to have the permission to be myself, to enjoy the journey, and to travel with other people. I am only as good as the students and professionals that I’m associated with. Also, we all need to be associated with enough people in key areas of excellence – so make your network strong, but also diverse. If the world outside of that doesn’t understand, then who cares?! …the party that you are having is too much fun! So ask three questions: is it worth doing, is there money, and is it fun? If the answer is yes to two out of three of those questions, then do it! So how do you develop expertise? How do you get recognized? How do you become indispensible? How do you make competition irrelevant?
8/25/2017 11:10:31 AM
A
E S T
R O Market 087
• You need a gameplan, and to document and diary everything • You need to learn when to plug-in and when to plug-out of what’s going on around you • You learn about what makes people happy and you try to serve their needs as early as possible • Learn to identify and solve problems, and find people who can do the same too • You celebrate in other people’s successes and say thank you often • You stay hungry to learn new things and to put your learning into practice, and to reflect upon, revise and update what you thought you knew • You work hard to complete your tasks early enough, that you have space to dream and focus on the long-game • Think deeply and seriously before making decisions, but don’t take too long, and don’t feel regret • Learn when saying no, politely and respectfully, is the best thing, and have no regrets • You learn the rules of the game, and then start thinking about how you can change the rules to slant towards your best qualities – so you create your own lane • You create for want of a better term a Personal Brand, so that people can find you, remember you, and know what you do quicker and more easily than without that identity • You keep doing this for long enough that it demonstrates a proven track record • Don’t think about money too soon - think about legacy, and when you look back what you want to be remembered for. Probably, many of the people that you look up to and respect weren’t as acclaimed in their times as they are now… • Be your own worst critic – but don’t let that stop you from living or let it break you. …so that’s one task I can tick off my list, my monthly column for the Marketeers! Thanks MarkPlus for being so understanding and supportive – much love to you all! xxx
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-087.PDF 1
8/25/2017 11:10:31 AM
A
E S T
R O
CCPIT 088
Central China Normal University Indonesian Studies Center Central China Normal University Indonesian Studies Center (ISC) is premier Indonesian Research Center in China. ISC has three main business: research on Indonesia, consultant for government departments or enterprises, cultivate talents for China-Indonesia relation. ISC has and Indonesian research website (http://www.cistudy.cn/), edits internal magazine “Dynamic Indonesia”, and publish annual report “Indonesian National Situation Report”. ISC China-Indonesia Cultural Exchange Research Center is directly contacted and instructed by Ministry of Education of China.
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-088.PDF 1
8/25/2017 11:10:33 AM
A
E S T
R O CCPIT 089
Pragmatic Diplomacy: Jokowi Government’s New Development on Indonesia ‘s Alldimensional Diplomacy Indonesia, as a regional power of Southeast Asia, plays an important role in regional and international affairs. While SBY took the administration, to expand the broader diplomatic space, Indonesia government puts forward all-dimensional diplomatic notion, “thousands of friends and zero enemy”. While Jokowi is in power, he partly inherited and developed this idea, proposed to widely make friends with the one able to bring benefits to Indonesia. Since then, while adhered to all-dimensional diplomacy, Indonesia emphasizes more on practical interests, develops pragmatic diplomacy. Economic Diplomacy is the core of Jokowi’s “Pragmatic Diplomacy”. Focus on economy, selected develop friendly relations with all countries (especially neighboring countries) is the important direction of Jokowi’s “Pragmatic Diplomacy”. From one side, to increase exports of non-traditional and undeveloped market products, Jokowi cooperates with foreign countries in infrastructure interconnection, deepsea ports and power plants, and improves ability of attracting foreign investment by simplifies the licensing system and implements tax incentives. On the other side, Indonesia government improves its global economic participation. Under the bilateral or multilateral framework, Jokowi government is actively involved in negotiating of economic partnership agreements such as Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement, ASEAN-Hong Kong FreeTrade Agreement, ASEAN-South Korea Free-Trade Agreement Multilateral Diplomacy is the political guarantee of Jokowi’s “Pragmatic Diplomacy”. Politically, Jokowi adheres to base at ASEAN, using multi-channels to expand regional multilateral diplomacy. On one hand, Indonesia expects to consolidate its central position in regional affairs, through “collective voice” to integrate ASEAN for managing regional affairs. On the other hand, Jokowi hopes to go beyond ASEAN, develops pragmatic cooperation with multilateral mechanisms on global public sector and global common concern issues, for example, using various multilateral regional platforms such as Bali Democracy Forum, The Pacific Islands Forum to establish Indonesia’s image of responsible regional power, strengthen its statues as middle power country and marine power. Cultural Diplomacy reinforces the social foundation of Jokowi’s “Pragmatic Diplomacy”. In culture field, Jokowi attaches importance to foreign cultural
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-089.PDF 1
exchanges, multi-dimensionally develops public diplomacy with core of cultural soft power. First, to strengthen the identity of “Regional Power”, Indonesia frequently carries out cultural exchange activities in region and globe, let the world focus on Indonesia. Second, Indonesia government pays attention to humanistic exchanges as important role for social foundation of Pragmatic Diplomacy. Indonesia and China have established “Indonesia-China Deputy Prime Minister Level Cultural Exchange Mechanism”, constantly deepening the cultural exchanges between two countries, shaping an open and inclusive “soft environment”. Indonesia also establish series of youth visits, education mechanisms with US, European countries. Final, take advantages of its vast tourism resources, Indonesia develops its tourism and culture industries, initiates “Wonderful Indonesia” to enhance its national identity, spread its culture to the world. Marine Diplomacy is the main direction of Jokowi’s “Pragmatic Diplomacy”. Jokowi government forges “Marine Power” as important label of Indonesia, develops multi-file Marine Diplomacy with the advantages of sea. At the 2014 East Asia Summit, Jokowi elaborated on the five fulcrums of Indonesia’s “Global Maritime Axis”, and carried out various maritime practices such as revitalizing marine culture, marine resource management, maritime infrastructure construction, marine diplomacy and maritime defenses. After that, Jokowi added the new deployment of marine resources and human resource development, maritime governance, maritime space management and environmental protection in Presidential Regulations No. 16, 2017 which provided policy support for Jokowi’s maritime vision. In May this year, after “Belt and Road Forum for International Cooperation” in Beijing, China and Indonesia speed up strategic docking between “21st Century Maritime Silk Road” and “Global Maritime Axis”. Marine Diplomacy yielded many fruits. In addition, Indonesia has also cooperated with neighboring countries such as Australia, the Philippines and Malaysia, as well as regional organizations such as the Pacific Islands Forum (PIF) and the Indian Ocean Rim Association (IORA) to develop maritime economy, seek for maritime security. To take “All-dimensional Diplomacy” and centrism is the orientation of traditional Indonesia strategy and culture. As a regional middle power, Indonesia does not want to stop in Southeast Asia, its diplomatic strategic goal is, through All-dimensional Diplomacy, to fully participate global and regional affairs, expand multilateral diplomatic arena, improve its international status and influence. Jokowi pioneered the new concept of diplomacy, reduce idealism or liberalism, emphasizing real interests. Indonesia government takes Pragmatic Diplomacy as core task, chooses relations with countries and international organizations who can bring real tangible benefits to Indonesia. Under the leader of Jokowi government, Indonesia’s diplomacy strategy is pragmatic and people-oriented, which will undoubtedly bring more favorable to Indonesia.
8/25/2017 11:10:34 AM
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-090.PDF 1
8/25/2017 11:10:35 AM
SEPTEMBER 2017 www.marketeers.com www.marketeers.com/tv
p 92 Ubah Brand Image Sulteng dengan Tur Sepeda p94 Sabang, kesunyian Ujung Nusantara
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-091.PDF 1
8/25/2017 11:10:36 AM
MarkPlus Center for Government & Public Services
Ubah Brand Image Sulteng dengan Tur Sepeda Oleh Sigit Kurniawan
Sulawesi Tengah sedang mematut diri untuk memamerkan potensi-potensi wisatanya ke dunia internasional. Provinsi ini pun ingin mengubah citra masa lalu sebagai daerah tak aman. Ajang sport tourism pun menjadi pilihan.
pa yang melintas di benak Anda saat mendengar kata Poso? Bagi yang rajin mengikuti berita atau sejarah, mungkin Anda langsung teringat dengan peristiwa masa lampau terkait dengan kerusuhan di kota di Provinsi Sulawesi Tengah tersebut. Di sanalah, pernah terjadi konflik horizontal yang melibatkan dua kubu, yakni Islam dan Kristen. Namun, konflik itu sudah lama usai dan sekarang masyarakat Poso hidup dalam perdamaian. Agar bisa maju, sebuah daerah tidak boleh terjebak pada masa lalunya yang kelam. Sebab itu, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola berupaya terus mengubah citra daerahnya sebagai daerah yang aman, ramah, dan punya banyak potensi – khususnya pariwisata. Salah satunya dengan menggelar ajang olahraga sepeda bertaraf internasional yang disebut dengan Tour de Central Celebes 2017. “Kami mau membuktikan bahwa wilayah kami adalah wilayah yang layak menjadi destinasi karena aman, nyaman, dan penuh potensi wisata,” ujar Longki. Menurutnya, pariwisata merupakan sektor ekonomi yang memiliki prospek pengembangan yang sangat potensial dan memiliki multiplier effect yang sangat besar. Sektor ini, terbukti mampu meningkatkan kemandirian ekonomi di wilayahnya. “Tour de Central Celebes 2017 menjadi suatu kegiatan balap sepeda dengan tujuan mempromosikan potensi pariwisata dan kebudayaan yang ada di Sulawesi Tengah. Termasuk mampu menyedot banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” katanya. Sepeda dipilih karena aktivitas ini sudah cukup populer di masyarakat dunia dan Sulawesi Tengah. Bersepeda tidak hanya dipakai sebagai sarana olahraga, akan tetapi
juga sebagai sarana transportasi alternatif bagi masyarakat di kota-kota besar di dunia maupun daerah-daerah untuk mengurangi tingkat polusi udara. Event balap sepeda semacam ini telah tumbuh menjadi tren. Longki optimistis ajang ini membawa banyak benefit bagi Sulawesi Tengah – khususnya citra positif di mata dunia internasional. Potensi Sport Tourism Tur sepeda ini akan digelar pada 6-8 November 2017 ini terbagi menjadi tiga etape yang masing-masing melintasi daerah-daerah wisata. Etape I digelar pada 6 November dengan rute Tojo Una-Una sampai Kabupaten Poso. Etape II digelar pada 7 November dengan rute Kabupaten Poso sampai Kabupaten Parigi Moutong. Etape III digelar pada 8 November dengan rute Parigi Moutong, Kabupaten Sigi, sampai Kota Palu. Tour de Central Celebes akan diikuti oleh 10 tim yang berasal dari 12 negara, yaitu Kanada, Singapura, Malaysia, Korea, Belanda, Kuwait, Sri Lanka,Vietnam, Filipina, Thailand, Brunei, dan Prancis. Festival mengayuh sepeda sejauh 491,4 km ini diyakini dapat mendongkrak pariwisata provinsi yang beribu kota Palu tersebut. “Setiap kabupaten sudah siap menyambut Tour de Central Celebes, baik dari segi promosi dan pengadaan infrastruktur serta akomodasi,” imbuh Longki. Menteri Pariwisata Arief Yahya di
tempat terpisah mengapresiasi balap sepeda ini sebagai bentuk sport tourism. Dampak sport tourism bagi daerah, sambung Arief, cukuplah besar, yakni memajukan pariwisata dan ekonomi daerah tersebut. Intinya, semakin banyak kunjungan wisatawan, ujungnya akan semakin menggerakkan perekonomian daerah tersebut. Turisme akan mendorong perdagangan dan investasi di daerah. “Sport tourism ini memiliki tingkat efektivitas tinggi karena nilai media yang dihasilkan cukup besar. Media baik nasional maupun nasional pasti akan meliput ajang tersebut dari pra, saat acara, maupun setelahnya. Nilainya bisa dua kali lipat dari dampak langsung dari turis yang datang,” ujarnya kepada awak media. Ia mencontohkan, ajang balap Moto GP yang digelar di Indonesia memiliki potensi keuntungan minimum sebesar Rp 2 triliun dengan modal sebesar Rp 130 miliar. Ajang ini setidaknya dapat menarik 100.000 wisatawan yang akhirnya menghasilkan nilai ekonomi sebesar Rp 1 triliun. Dengan demikian, nilai medianya minimal mencapai Rp 2 triliun. Apa yang dikatakan Arief Yahya tentu ada benarnya dalam konteks balap sepeda tersebut. Pasalnya, hampir rute setiap etape melintasi belasan potensi wisata unggulan Sulawesi Tengah. Nilai dari promosi dalam bersepeda ini pasti lebih besar karena yang dipromosikan bukan sekadar olahraganya,
110 092
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-092.PDF 1
8/25/2017 11:10:37 AM
MarkPlus Center for Government & Public Services
“SPORT TOURISM INI MEMILIKI TINGKAT EFEKTIVITAS TINGGI KARENA NILAI MEDIA YANG DIHASILKAN CUKUP BESAR.”
tetapi juga “harta terpendam” Sulawesi Tengah tersebut. Rute Tojo Una-Una, misalnya, akan melewati 15 daerah wisata di daerah tersebut – dari kepulauan Togean, lokasi wisata pantai pasir putih Matako, Goa Tua Mulangke, hingga lokasi wisata Tanjung Keramat. Belum lagi, di masing-masing daerah yang dilintasi akan digelar unjuk budaya masing-masing daerah. Rute di Kabupaten Poso memiliki berbagai jenis wisata alam yang sangat indah dan beragam. Salah satunya yang paling dikenal adalah wisata Megalith. “Di sini, banyak batu-batu zaman Megalitikum yang cukup bersejarah dan ada kemiripan dengan peninggalan Suku Maya di Amerika Latin. Turis juga akan disuguhi keelokan wisata bahari, danau, air terjun, dan cagar alam. Yang tak kalah seru, ada festival danay tektonik Poso pada 6 November mendatang,” kata Longki. Dongkrak Aksesibilitas Meski banyak potensi di Sulawesi Tengah, Longki mengakui aksesibilitas menuju daerah wisata tersebut perlu diperbaiki. Saat ini, turis yang ingin menuju Palu dan
daerah sekitarnya harus transit lebih dahulu di Manado dan Makassar. “Kami sedang mendorong maskapai untuk mau membuka penerbangan langsung. Ini didorong oleh festival internasional tersebut,” katanya. Dengan perbaikan akses menuju festival sepeda ini, Longki berharap bisa menyedot turis-turis yang selama ini bertandang ke provinsi tetangga, seperti Manado. Ia pun menyasar turis asal China yang konon katanya mencapai 10.000 pengunjung tahun lalu. Asal tahu saja, pada tahun 2016, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Sulteng mencapai 57.461 orang dan wisatawan nusantara mencapai 3,019 juta orang. “Tahun ini jumlah tersebut kami proyeksikan akan meningkat dengan target wisman sebanyak 75.000 orang dan wisnus mencapai 3,757 juta orang. Balap sepeda ini menjadi harapan utamannya,” pungkas Longki.
093
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-093.PDF 1
8/25/2017 11:10:38 AM
MAP
SABANG
Kesunyian Ujung Nusantara Oleh Rahmadya Fadaya & Jaka Perdana Foto: Rahmadya Fadaya
Dari Sabang sampai Merauke. Sebuah tagline yang menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya luas, tapi juga beragam, mulai dari suku, bahasa dan juga pesona wisata. Mau yang hingar bingar seperti Bali, keajaiban dunia lewat Komodo, maupun kesunyian di ujung barat bernama Sabang.
anggroe Aceh Darussalam (NAD) selalu diasosiasikan sebagai provinsi yang menegakkan syariat Islam. Tidak salah memang walau kadang masih ada mispersepsi di mata masyarakat. Padahal semenjak beranjak dari tragedi tsunami pada 2004 silam, pembenahan terjadi di mana-mana. Dan sejak saat itu pula mata publik terbuka. NAD adalah provinsi yang menyimpan banyak potensi, termasuk pariwisata. Salah satu potensi tersebut terletak di ujung barat yang juga merupakan
094
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-094.PDF 1
8/25/2017 11:10:39 AM
MAP
wilayah terujung Nusantara bernama Pulau Weh. Pulau yang terletak di seberang lautan Kota Banda Aceh itu adalah pulau paling ujung barat di Indonesia. Di pulau tersebut juga terdapat Kota Sabang, yang sudah sangat akrab dikenal dalam lagu nasional. Di sinilah sebuah keindahan terletak. Pulau Weh dan sekitarnya memiliki daya tarik alam yang selama ini kurang diketahui bahkan oleh masyarakat Indonesia sendiri. Walau tidak besar, pantai dan lautnya jadi daya tarik utama wisatawan yang datang ke sana. Selain dikelilingi pantai yang indah dengan laut birunya, Weh memiliki hutan yang masih cukup lebat dengan kontur agak sedikit berbukit. Jangan khawatir soal akomodasi. Sudah banyak hotel bertebaran. Jalanan pun sudah aspal. Rental mobil bisa menjadi pilihan utama bagi Anda untuk mengunjungi satu spot ke spot yang lain. Sesampainya di sebuah dermaga kecil dari Banda Aceh, tidak jauh dari situ ada sebuah spot bertuliskan I Love Sabang, di mana rasanya kurang afdol jika kita belum berfoto di sana. Langsung Nyebur Mayoritas hotel di Weh berada tepat di pantai dan menjadi lokasi yang tepat untuk menikmati laut biru Weh dan sekitarnya. Selain laut, dari Weh juga terlihat hijaunya
Pulau Rubiah di seberang. Tinggal pilih, mau pantai dengan pasir putih atau pantai dengan kontur bebatuan? Di pantai dengan pasir putih misalnya, penginapan tidak langsung tepat terletak di atas pasir, namun berada di dataran lebih tinggi di belakangnya. Jadi siapa pun yang menginap di sana benar-benar bisa menikmati pemandangan indah di bawahnya. Selain kamar, restoran-restoran juga diletakkan di atas pantai dengan menghadap ke laut. Bisa dibayangkan bagaimana sensasi menikmati kuliner menghadap pemandangan cantik Weh? Sama halnya dengan deretan penginapan di kawasan dengan pantai berkontur bebatuan, kamar-kamar terletak di atasnya dan langsung menghadap laut lepas. Bahkan suasananya jauh lebih segar karena dikelilingi oleh pohon-pohon khas Weh. Karena langsung berhadapan dengan laut, jernihnya air laut Weh sangat kentara bahkan sampai ke dasarnya yang dangkal. Warna hijau toskanya terlihat menyala di siang hari. Ikan-ikan tropis berwarna-warni terlihat menari-menari di antara karang. Di satu titik terdapat sebuah dermaga kecil dengan deretan kursi santai langsung menghadap ke laut. Sangat sayang jika jernihnya air di Weh hanya dilihat tanpa dirasakan. Dermaga tersebut disediakan bagi mereka yang ingin langsung menceburkan
dirinya ke laut. Jangan khawatir soal arus, karena laut di sini terbilang tenang. Jika ingin merasakan sensasi batu karang indah nan warna-warni lebih jelas lagi, wilayah lepas laut Pulau Rubiah di seberang sangat tepat dilalui dengan bersnorkeling ria. Cukup menggunakan boat kecil dari sisi Pulau Weh untuk menuju ke sana, wisatawan sudah bisa menikmati pemandangan bawah laut indah khas Nusantara di Rubiah. Di lepas pantai pulau kecil tersebut, terdapat sebuah spot snorkeling yang lengkap dengan warna-warni batu karang yang belum pudar oleh tangan manusia. Semuanya masih alami seperti halnya perairan-perairan indah di kawasan timur Indonesia. Siapa menyangka bahwa wilayah barat juga menyimpan panorama bawah laut yang boleh diadu dengan tempat-tempat lain di Indonesia. Menikmati pantai dan laut adalah sebagian dari kegiatan-kegiatan yang bisa kita lakukan di Weh. Masih ada yang lain lagi. Sebagai wilayah terujung di Indonesia, terdapat tugu atau monumen yang menunjukkan bahwa di situlah terletak sudut dari negeri kepulauan yang sangat luas ini. Monumen bernama Tugu 0 KM Sabang tersebut adalah kembaran dari yang terletak di Merauke, Papua sana. Letaknya berada di atas perbukitan yang bisa dijangkau dengan
095
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-095.PDF 1
8/25/2017 11:10:40 AM
MAP
kendaraan. Dari sana langsung terlihat laut lepas Selat Malaka. Sabang Hal lain yang bisa dinikmati di Weh adalah dengan berjalan-jalan ke Kota Sabang untuk menikmati sajian kuliner khas. Kotanya memang kecil, tidak terlalu ramai, dan ekonominya digerakkan oleh usaha-usaha kecil yang berjajar di sepanjang jalan. Pasar malam pun hadir ketika senja tiba. Salah satu yang ada di sana adalah mi rebus lezat yang disajikan bersama tauge serta taburan mirip bumbu tauco. Ada lagi yang unik, yaitu daging gurita yang diberi bumbu dan disate. Bagi yang mencari kesegaran di tengah kunyah-mengunyah, ada sebuah minuman manis berwarna hijau yang sangat nikmat diteguk ketika dingin. Nuansa Sumatera pun terasa sangat kental. Sebut saja masakan Padang yang juga hadir di salah satu restoran Sabang bernama Bintang Mas. Restoran ini menjadi buruan para wisatawan di Sabang karena kelezatan berbagai masakan yang terkenal dengan kuah kental gurihnya tersebut. Memang Pulau Weh boleh dikatakan masih kalah pamor oleh banyak destinasi wisata lainnya, bahkan di Sumatera sekalipun. Tapi karena itulah Weh terasa sunyi sebagai tempat wisata. Mereka yang mencari ketenangan, Pulau Weh adalah pilihan premium.
Bahkan banyak pelancong asal luar negeri pencari ketenangan khas Weh. Di sana mereka tidak saja sekadar duduk bersantai menikmati pemandangan, tetapi juga menyelam. Jika banyak hamparan mutiara di kawasan timur, Weh adalah mutiara di sisi lainnya, tepatnya di ujung barat Nusantara.
110 096
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-096.PDF 1
8/25/2017 11:10:41 AM
CULTURE 17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-097.PDF 1
Travel Fashion Product Inside Movies Music Market Book Food
P. 100 P. 102 P. 102 P. 098
8/25/2017 11:10:43 AM
P
O
P
C U
L T
U
R E
Food 098
Filosofi Kopi
Menjadi Intim dan Autentik Dalam Secangkir Kopi
Kebiasaan minum kopi di masyarakat sudah menjadi tradisi tersendiri. Dari mana pun Anda berasal, pasti memiliki tradisi minum kopi. Bicara kebiasaan minum kopi, saat ini masyarakat secara perlahan mulai menikmati dan terbiasa dengan biji-biji kopi berkualitas dari seluruh penjuru Nusantara.
Oleh Ramadhan Triwijanarko
Jalan Melawai 6 Blok M, no 8, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (021) 73910939 Jam Operasional: Mo-Fri : 11 AM - 11 PM Sat-Sun : 7AM-11PM @filosofikopi
Sebagai pusat perekonomian, Jakarta dijejali dengan kedai-kedai kopi tersohor yang menawarkan variasi biji kopi hingga proses peracikannya. Salah satu yang tersohor saat ini adalah kedai Filosofi Kopi. Kedai ini terbilang unik lantara bermula dari sebuah novel karangan Dewi Lestari yang diadaptasi menjadi sebuah film. Lantas diciptakan sebuah kedai sebagai bagian dari kampanye promosi film Filosofi Kopi. Rio Dewanto, pemeran utama dan Co-Founder (Business Development) dalam film Filosofi Kopi menyebutkan, Filosofi Kopi merupakan first user generated movie yang mencoba mengajak penonton terlibat dalam proyek Filosofi Kopi. “Dari awal dibentuk memang telah disiapkan untuk menciptakan universe dari Filosofi Kopi di dunia asli. Orang bisa bertemu langsung dengan Ben dan Jody (karakter di Filosofi Kopi). Bisa merasakan kopi yang mereka baca
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-098.PDF 1
di buku atau saksikan di film. Kami ingin universe ini benar-benar ada di lingkungan kita,” ujar Rio. Berlokasi di bilangan Melawai, Jakarta, kedai Filosofi Kopi berhasil menjembatani kehidupan di novel, film, dan kehidupan nyata. Meskipun tidak terlalu luas, kedai ini memberikan suasana yang hangat dan intim. Di kedai ini, sengaja tak disediakan jaringan internet agar para pengunjung bisa bersua satu sama lain. Termasuk berinteraksi langsung dengan barista. Mereka berkumpul karena penasaran serta rasa cintanya terhadap secangkir kopi. Handoko Hendroyono selaku produser dan CoFounder (Branding & Marketing ) kedai Filosofi Kopi menjelaskan bahwa kunci sukses kedai ini adalah kepekaan untuk menangkap tren dan mengakselerasinya menjadi suatu hal yang unik. “Banyak kultur yang bisa diambil dari negeri ini. Misalnya di Aceh, minum kopi itu di sana tidak sekadar minum, namun menjadi sebuah ruang diskusi dan solusi. Kedai kopi di sini menjadi sebuah ruang
8/25/2017 11:10:44 AM
Foto: @filosofikopi
kreatif berkumpulnya banyak orang dari beragam latar belakang,” jelasnya. Buka sejak pukul 11 siang hingga 11 malam, membuat kedai Filosofi Kopi selalu ramai akan pengunjung. Selain di Jakarta, saat ini kedai Filosofi Kopi telah dibuka di Yogyakarta. Tidak lama lagi, kedai Filosofi Kopi akan menyapa pencinta kopi di Malang, Surabaya, Makassar, Bandung, dan Semarang. Menjamurnya kedai kopi di beberapa kota saat ini menurutnya harus dipandang sebagai suatu hal yang positif. Beberapa indikatornya adalah peningkatan apresiasi kepada para petani, barista, dan teknik menikmati kopi. Baginya bisnis kedai kopi harus digeluti secara serius. Tidak bisa hanya mengandalkan modal yang besar tanpa mau mendalaminya. “Story telling, karakter, dan tema harus kuat. Banyak sudut pandang tentang kopi yang bisa diambil. Yang terpenting kopinya harus benar dan baik,” pungkasnya.
Simak video wawancara Marketeers TV dengan Handoko Hendroyono dan Rio Dewanto dengan memindai QR Code di halaman ini.
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-099.PDF 1
8/25/2017 11:10:45 AM
P
O
P
C U
L T
U
R E
Product 100
1
Bamix Swissline Kitchen Robot, Dengan Berbagai Fungsi Bamix Swissline Colorline adalah koleksi terbaru dari Bamix dengan 9 warna yang bisa dipadupadankan dengan warna desain dapur Anda; Red, Black, Pink, Purple, Turquoise, Blue, Yellow, Orange dan Lime. Bamix Swissline Colorline dilengkapi multi-purpose blade untuk mencincang, memotong dan menghaluskan makanan. Dilengkapi whisk blade, produk ini bisa mengaduk semua campuran dengan konsistensi tebal atau krim, seperti membuat mayonaise dan menghaluskan sayuran. Selain itu Bamix Swissline
All New Suzuki Baleno, The Complete Hatchback All New Suzuki Baleno hatchback menjadi keluarga baru dari PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) yang dipasarkan di Indonesia. Mobil ini menawarkan konsep sebagai the complete hatchback. Berkat desain eksterior Liquid Flow dan kemewahan yang hadir melalui garnish chrome yang menyebar mulai dari grille, pegangan pintu serta rear garnish membuat Baleno tampil jauh berbeda dibanding generasi sebelumnya. Ditambah, mobil ini menggunakan platform baru bertajuk “HEARTECT” yang menghadirkan fundamental performa kendaraan yang ringan namun lebih kokoh.
3
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-100.PDF 1
Colorline juga dilengkapi beater blade untuk mengocok dan mencampur sesuatu yang ringan dan halus, kemudian memasukkan udara ke dalamnya. Jika membeli Bamix Swissline Colorline, Anda akan mendapatkan processor yang berfungsi menggiling bahan makanan yang kering dan basah. Dapat juga membuat bubuk dari suatu bahan makanan dengan tambahan peralatan (Powder Disc). Dengan daya 200 watt, Bamix Swissline memiliki heavy duty AC motor dengan jaminan garansi 1 tahun. Bamix Swissline Colorline memiliki 2 kecepatan dan bisa didapatkan seharga Rp 3,709 juta di Ace Hardware dan kawanlamainternusa.com.
2
Baleno menjanjikan ruang kabin yang lapang. Mesin berkode K14B dengan penggerak roda depan pada Baleno, merupakan mesin empat silinder segaris, DOHC, VVT dengan kapasitas 1.373 cc. Tenaga yang dikerahkan dari mesin mencapai 92,4 PS pada 6.000 rpm dan torsi 130 Nm pada 4.200 rpm. Mobil ini diklaim hemat bahan bakar dengan tingkat konsumsi 20,66 km/liter untuk transmisi otomatis dan 22,17 km/liter untuk transmisi manual. Dual SRS Airbag, sistem pengereman ABS (Antilock Braking System) melengkapi sistem keamanan mobil ini. Seluruh rangkaian nilai ini ditawarkan dengan harga Rp 195 juta untuk yang manual dan varian otomatis berharga Rp 207,5 juta.
Samsung Galaxy Tab S3 dengan S Pen, Pembuktian Samsung di Pasar Tablet Baru-baru ini, Samsung menghadirkan Samsung Galaxy Tab S3, tablet generasi terbaru dari Samsung yang dilengkapi S Pen dengan bentuk ergonomis untuk gerakan layaknya pulpen sesungguhnya. Tablet ini menawarkan pengalaman menonton video serta bermain game yang menantang dengan layar 9.7 inci Super Amoled. Dilengkapi kamera belakang 13 megapixel dan 5 megapixel kamera depan, 4 GB RAM + 32GB memori internal memungkinkan pengguna melakukan penyimpanan data lebih leluasa. Kehadiran Quad Speaker AKG by Harman pada keempat sudut tablet turut memberikan nilai lebih. Tablet ini memiliki kapasitas baterai mencapai 6.000 mAH, dengan kemampuan fast charging dan penggunaan power lebih efisien yang mampu bertahan hingga 12 jam pemutaran video. Bagi Anda yang berminat dengan tablet satu ini, siapkan kocek sekitar Rp 9,9 juta untuk membawanya pulang.
4 Asuka Head unit Asuka PTA-100, Kaya akan Sentuhan Teknologi Head Unit PTA-100 yang merupakan tipe 2-DIN berwujud layar sentuh 7-inci ini dilengkapi Mobile DTV, hiburan online (YouTube), Cloud AI (Artificial Intelligence) Services up-to-minute, dan DVR (digital video recorder) yang terintegrasi. Selain itu, seperti head unit di mobilmobil terkini, produk ini sudah dilengkapi dengan fitur Smartphone Mirroring via kabel HDMI dan Wireless Miracast. Fitur multi touch pada PTA-100 memudahkan penggunanya untuk mengoperasikan head unit ini. Pengguna bisa menggunakan gesture multi touch control untuk berbagai perintah, seperti menaik-turunkan volume suara. Produk yang diimpor dari Taiwan ini ditawarkan seharga Rp 8,1 juta.
8/25/2017 11:10:46 AM
P
O
P
C U
L T
U
R E
Product 019 101 PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) menghadirkan the All-new Mazda CX-5. Dengan mempertahankan garis desain KODO – Soul of Motion dan teknologi SKYACTIVE, the All-new Mazda CX-5 tampil lebih dinamis, elegan dan kian mencerminkan SUV kelas Premium. All-new Mazda CX-5 hadir dalam dua varian, yaitu GT dan Elite. Produk ini mengandalkan mesin bensin SKYACTIV-G 2.5L, dipadu dengan transmisi otomatis 6-speed SKYACTIV-DRIVE. Mesin berkapasitas 2.500 cc ini diklaim mampu menghasilkan tenaga puncak hingga 190 hp dan torsi 251 Nm. CX-5 memiliki berbagai fitur, seperti sunroof, rear camera dengan sensor parkir dan power lift gate. SUV Mazda ini punya sistem infotainment MZD Connect, lengkap dengan audio sistem premium dari Bose. Pengaturannya menggunakan multi-function commander control yang ada di konsol tengah. Produk ini juga dilengkapi smart keyless entry, push start button, dan brake auto hold. Bahkan, CX 5 tipe ELITE punya fitur Hi-Res Full Color Projection-Type Active Driving Display, yang memungkinkan pengendara melihat kecepatan dan navigasi yang diproyeksikan di kaca depan. All New Mazda CX-5 type GT dibanderol seharga Rp 526,8 juta. Sedangkan type ELITE ditawarkan seharga Rp 548,8 juta.
6
Mitsubishi Xpander, Idola Baru Mobil Low MPV Tanah Air
Toyota All New Voxy hadir untuk menggantikan posisi Nav1 yang produksinya untuk Indonesia diberhentikan. Voxy pun siap meramaikan pasar premium MPV Tanah Air dengan berbagai fitur unggulannya. Hadir sebagai adik dari Alphard, mobil hadir dengan fitur-fitur anyar, seperti twin moon roof, Cruise Control, dan kamera parkir belakang dinamis. Bersaing dengan Nissan All New Serena, Mazda Biante Skyactiv, dan Mitsubishi Delica, Voxy dibekali mesin 3ZR-FAE dengan kapasitas 2.000 cc. Dari sisi desain, sentuhan elegan dan dinamis juga dapat dilihat pada desain Engine Hood sampai ke bagian bawah grille. Dipadu dengan desain Majestic Square pada lampu depan, membuat tampilan All New Voxy terlihat memesona. Di dalam kabin, mobil yang dihargai mulai dari Rp 446 juta ini, ditunjang interior mewah dengan bangku penumpang dengan model captain seat berbahan kulit. Desain multiple layer pada dashboard dan rancangannya yang ergonomis, membuat tampilannya memberi aura modern dan user friendly.
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-101.PDF 1
5
All-new Mazda CX-5, Semakin Elegan
Mitsubishi Motor Corporation (MMC) secara resmi telah melakukan world premiere model global terbarunya, Mitsubishi Xpander. Xpander merupakan MPV yang menggabungkan fungsionalitas dan semangat petualang dari sport utility vehicle (SUV). Pendatang baru dari Mitsubishi Motors ini membuka cakrawala baru yang melampaui MPV tradisional. Ketangguhan dan kelegaan kabin, karakter dan kenyamanan, gaya dan fungsi, menyatu dan dikembangkan ke dalam “Next Generation MPV” ini. Hasilnya, adalah kenyamanan berkendara yang makin sempurna dalam kendaraan yang tangguh dan stylish dengan kapasitas memadai untuk menampung 7 penumpang dan barang bawaan. Target utama dari Xpander adalah keluarga Indonesia dengan rentang usia antara 30 – 40 tahun. Memiliki dua anak atau lebih yang memerlukan kendaraan dengan kabih yang nyaman yang bisa atau memiliki berbagai macam pengaturan kursi. Selain itu, punya ground clearance tinggi agar dapat dikendarai di berbagai medan dan kondisi umum jalan yang terdapat di negara ini. Bagaimana dengan harga? Total ada enam varian dengan rentang harga antara Rp 189 juta hingga Rp 245, 4 juta.
Toyota All New Voxy, Adiknya Alphard yang Lebih Terjangkau
7
8/25/2017 11:10:46 AM
P
O
P
C U
L T
U
R E
Movie & Music 102
It
KEBANGKITAN BADUT PENNYWISE
Rilis: 8/9/17 (AS)
Nama Stephen King sudah jadi jaminan buat mereka, pecinta bacaan horor. Tidak hanya novel, film-filmnya pun sukses. Salah satunya It. Rilis pada tahun 1990 lalu dan menjadi momok menakutkan bagi mereka yang phobia badut, sosok Pennywise si badut jadi salah satu ikon film seram hingga kini. Dengan judul yang sama, It akan kembali menghantui penonton pada tahun ini. Tidak berbeda dengan versi orisinilnya, sekelompok anak-anak di sebuah komplek perumahan menemukan makhluk seram yang mereka namakan It. Si badut rupanya memang senang meneror anak-anak dan wara-wiri di gorong-gorong sekitar komplek. Ketika trailer-nya dilepas di YouTube beberapa bulan lalu, It langsung jadi viral. Sutradara spesialis horor Andy Muschietti tampak tidak menghilangkan unsur-unsur orisinal yang membuat anakanak generasi 90-an loncat dari kursinya. Apakah Pennywise akan membuat generasi millennials bernasib sama seperti mereka yang hidup di era New Kids on the Block?
Kingsman: The Golden Circle ADU MATA-MATA INGGRIS DAN AS
Rilis: 22/9/17 (AS)
Kingsman: The Secret Service menjadi sleeper hit alias film yang sukses meski minim promosi pada 2014 lalu berkat pendekatan berbeda dan sangat modern dari sebuah film mata-mata. Selain cool, Kingsman menampilkan martial arts super fun yang jarang ada di film-film sejenis seperti James Bond. Kali ini sekuelnya yang bertajuk Kingsman: The Golden Circle akan mengisahkan agen mata-mata dari Negeri Paman Sam. Jika Kingsman berasal dari Inggris, AS ternyata punya agen bernama Statesman. Tidak hanya kisah dua agen, The Golden Circle juga akan menguji kedewasaan si jagoan agen Kingsman Eggsy Unwin (Taron Egerton) yang berhasil menyelamatkan dunia di film sebelumnya. Kesuksesan The Secret Service langsung menarik perhatian banyak aktor aktris beken untuk ikut bergabung dalam sekuelnya. Para pelakon asal AS seperti Channing Tatum, Halle Berry, Jeff Bridges, sampai Juliane Moore bergabung dengan Egerton, Colin Firth, sampai Mark Strong. Jika sukses, Kingsman tampaknya akan take off sebagai waralaba baru lewat sekuel-sekuelnya di masa mendatang, menantang waralaba Bond yang lebih dewasa. Oleh Jaka Perdana
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-102.PDF 1
RENDY PANDUGO The Journey
GIRLS GENERATION Holiday Night
Banyak yang beranggapan bahwa sosok Rendy Pandugo adalah penjelmaan sosok John Mayer yang terlahir di Nusantara. Sedikit berlebihan memang. Namun, faktanya suara Rendy ketika bernyanyi memang terdengar layaknya John Mayer. Bisa jadi, sosoknya adalah masa depan dari solois pria Indonesia. Album The Journey harusnya bisa menjadi pembuktiannya, bahwa orang tidak salah menilainya.
Setelah sepuluh tahun lebih menjadi bagian dari budaya pop Korea Selatan, nama Girls Generation semakin dikenal. Delapan wanita cantik ini membawakan anthem terbarunya untuk musim panas ini, yang juga merupakan penanda bahwa perjalanan karier mereka sudah mencapai angka sepuluh tahun.
ARCADE FIRE Everything Now
RAYI PUTRA The Introduction
Sekelompok musisi asal Kanada merilis album kelima mereka yang berjudul Everything Now. Dalam album terbarunya, Arcade Fire mendapatkan bantuan oleh Thomas Bangalter dari Daft Punk dan Steve Mackey dari Pulp yang berperan sebagai produser. Arcade Fire melalui Everything Now terus berevolusi menjadi salah satu band terbaik di era modern ini. Lagu-lagu di album ini lebih mudah dicerna bila dibandingkan dengan era album Reflektor.
Sebagai bagian dari RAN, Rayi Putra tentunya tidak bisa dengan bebas memasukan unsur hip-hop, R&B, dan rap yang selama ini menjadi dirinya. Melalui mini album The Introduction, Rayi mencoba menjadi sosok yang selama ini ia inginkan. Malam Penuh Cinta yang dinyanyikannya membuktikan bahwa lagu bernuansa R&B yang menyenangkan tidak harus selalu dinyanyikan dalam bahasa Inggris.
Oleh Ramadhan Triwijanarko
8/25/2017 11:10:47 AM
PUBLIC EDUCATION PROGRAM
LEADERSHIP 3.0 FOR NEW MANAGERS Leading, Managing, and Coaching People Jakarta, 28-29 September 2017 INVESTMENT INDIVIDUAL : Rp 4.000.000 per person TEAM : Rp 11.000.000 per 3 persons * *)peserta dari perusahaan yang sama
CREATING AGGRESSIVEAND ACHIEVABLE SALES PLAN
From Forecasting, Quota Setting, Territory Planning, to Commision Deployment Denpasar, 6-7 September | Bandung, 13-14 September Surabaya, 26-27 September | Makassar, 26-27 September
INVESTMENT Rp 2.400.000 per person Rp 6.000.000 per 3 persons * *)peserta dari perusahaan yang sama
INFORMATION
0812 1018 6171 info@markplusinc.com shop.marketeers.com
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-103.PDF 1
@MarkPlus_Inc
MarkPlus, Inc.
8/25/2017 11:10:48 AM
SUBSCRIBE NOW
1 Year
Subscription Form
12 Issues Rp 500.000,-
Please send the magazine to:
Bpk/Ibu
2 Years
Alamat
free 1 T-Shirt
Mr/Mrs/Ms
24 Issues Rp 900.000,-
Address
Kontak
Contact
Mobile
Fax
Tel
Email Mulai Bulan
Month to Start
Tanggal Lahir
SPECIAL FOR STUDENT!
Date of Birth
Kewarganegaraan
Nationality
Profesi
Profession
1 Year
12 Issues Rp 400.000,-
Perusahaan
Company
Tanggal Hari ini
Today’s Date
2 Years
24 Issues Rp 750.000,Tanda tangan
Date of payment:
Signature
Pembayaran dapat ditransfer melalui: PT MarkPlus Indonesia Payment transfer to:
BCA KCP Duta Merlin 308.302.8676
free 1 T-Shirt
& GET FREE ACCESS TO:
Setelah formulir diisi, mohon di fax atau email kembali ke redaksi: info@marketeers.com beserta bukti pembayaran. Please fax or email this form and your payment receipt to info@marketeers.com
A
WITH
Tanggal pembayaran:
Or Subscribe online @ www.marketeers.com
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_T-104.PDF 1
8/25/2017 11:10:48 AM
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_C-2.PDF 1 17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_C-3.PDF 1
8/25/2017 11:08:21 AM
8/25/2017 11:08:19 AM
DUNIA E-COMMERCE BUKAN HANYA MILIK PULAU JAWA | FABELIO TAK INGIN BAKAR UANG LAMA-LAMA
9 Storytelling Themes We Don’t Want To Miss 8/25/2017 11:08:33 AM
Media Companies Studies to Indonesia’s Major + Data from Nielsen
ASEAN Marketing Summit-3, What Next? By Hermawan Kartajaya English & Chinese sections inside
www.marketeers.com www.marketeers.com/tv
September 2017 issue
17997807_MARKETEERS ED. SEPTEMBER 2017_C-4.PDF 1
September 2017 issue Rp.50.000,-
STORYTELLING THEMES WE DON’T WANT TO MISS
Cover sept 2017.indd 1
8/25/17 6:40 PM