Skip to main content

Live In Kelompok 5 XI.5 2023

Page 1

N A I Y KA A N CISANTANA

live in 2023

Aurelia Griska Giyati/6 Luh Shintya/23 Marina Teresa Padmawi/26 Naomi Amadea Napitupulu/28

Servasian On Tour!


Setiap tahunnya, SMA pangudi luhur II Servasius mengadakan kegiatan "live in" yang diperuntukkan untuk siswa/i kelas 11. Live in adalah kegiatan yang merupakan tinggal di suatu daerah. Dan biasanya, siswa/i dan guru tinggal di rumah rumah penduduk. Kegiatan live in yang dilaksanakan selama 4 hari dimulai dari tanggal 30 November - 3 Desember 2023 di Desa Cisantana, Cigugur, Kuningan ini bertujuan agar peserta didik dapat berinteraksi dengan penduduk, mempelajari budaya penduduk tersebut, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari hari. Kelompok kami terdiri dari 4 orang, yaitu Griska, Shintya, Arin, dan Naomi. Kami berempat ditempatkan di rumah yang berbeda beda. Namun dalam e-magazine ini, kami akan menggabungkan kegiatan kami selama 4 hari kegiatan live in.

sintya

arin

griska naomi

1


Kata Pen gantar Tim Reda ksi Daftar Is i Foto kela s Cerita Gr iska Cerita Sin tya Cerita Ar in Cerita Na omi Senandik a (Reflek si)

1 1 2 3 5 7 9 11 13

2


3


4


Hai! Kenalin namaku Aurelia Griska Giyati, biasanya dipanggil Griska. Selama live in ini aku tinggal di rumah Bu Kaswi, bareng sama Chika, Ata, dan Keyla. Di hari pertama, pas sampai di rumah Bu Kaswi, aku cukup senang karena rumahnya bersih dan sejuk. Walaupun agak sedih karena gak banyak tetangga di deket rumah, malahan tidak ada teman satu sekolah kami yang rumahnya berdekatan dengan kami. Tapi karena kami berempat di satu rumah, jadi tidak terlalu terasa sepi suasananya. Ibu Helena Kaswi, biasanya dipanggil Bu Kaswi berumur 74 tahun, janda dengan 3 anak dan banyak cucu, bahkan sudah punya cicit. Bu Kaswi tinggal sendirian di rumahnya yang bernuansa biru. Tembok rumahnya penuh sama banyak lukisan-lukisan yang dilukis oleh salah satu anaknya. Bu Kaswi meminta kami memanggilnya dengan sebutan "Emak". Menurutku, emak adalah perempuan tangguh yang ngajarin aku banyak hal. Salah satunya adalah kesabaran

🫶🏼

a k s i r G

5


Hari Pertama Sesampainya kami di Cisantana, kami berkumpul di depan Gereja dan mendengarkan sambutan. Setelah itu, kami makan bersama. Setelah kami kumpul bersama untuk pembagian rumah, kami langsung ke rumah masing-masing. Aku, Chika, Ata, dan Keyla diantar Bu Kaswi ke rumahnya yang tidak terlalu jauh dari Gereja. Hal yang pertama kami lakukan adalah memilih kamar. Aku dan Chika memilih kamar yang berhadapan langsung dengan pintu masuk, sedangkan Ata dan Keyla di kamar sebelahnya. Lalu, kami perkenalan dan ngobrolngobrol dengan Bu Kaswi di ruang tamu. Setelah ngobrol-ngobrol, kami membantu Emak memasak sop, tempe, dan daging. Lalu, kami makan bersama di ruang tamu sambil ngobrol lagi. Setelah makan, kami mencuci piring kami masing-masing. Karena Emak sudah tidak bekerja lagi, jadi kami banyak mempunyai waktu luang di hari pertama ini.

6


👋

Haii kenalin nama aku Shintya, aku adalah salah satu siswi yang mengikuti live in di desa cisantana. aku tinggal di salah satu rumah warga yang ada di sana selama 3 hari, tepatnya aku tinggal bersama orang tua asuh yang bernama Ibu Entin.

Beliau merupakan sosok perempuan yang sabar dan penuh keikhlasan, beliau telah ditinggal oleh suami nya yang telah di panggil tuhan pada 9 tahun lalu, dan kini beliau tinggal bersama bersama anak keduanya yang telah bercerai dan cucu dari salah satu anaknya.

Ibu Entin mengidap penyakit jantung, dimana beliau harus rutin melakukan terapi setiap minggunya ke rumah sakit kemudian di hari berikutnya beliau mengambil obat di rumah sakit yang berbeda. Ibu Entin sendiri sudah tidak memelihara ternak seperti sapi,kambing ataupun babi, kini beliau hanya memelihara beberapa ayam. Kegiatan beliau sehari-hari adalah mengasuh cucu beliau yang di tinggal bekerja oleh orang tuanya.

Jika di hari terapi jantung beliau hanya mengasuh cucunya hingga jam 3 siang kemudian beliau berangkat untuk melakukan terapi di antar oleh ojek yang ada di sana.

7


Hari kedua aku di desa cisatana bersama orang tua asuh, aku melakukan aktivitas dengan membantu ibu Entin seperti menyapu, memasak setelahnya kami makan bersama. Setelah bersihbersih aku mengasuh cucu dari Bu Entin, siang harinya aku ke gereja untuk melihat demo karifan lokal yang ada di desa cisatana. Pengalaman aku setelah beraktivitas seharian di desa tersebut sangat senang, aku jadi lebih rajin bangun pagi, menjadi tau ternyata cukup banyak kearifan lokal mulai dari makanan hingga alat musik dari daerah cisantana seperti makanan (kue cucur, ketempling, dan peyem) kemudian alat musik tradisional yaitu angklung yang sangat membuat aku kagum dan tertarik akan kearifan lokal Daerah tersebut, selain itu juga suasana yang masih sangat asri di desa cisatana membuat aku kagum di setiap harinya Karena keindahan alamnya. Di malam harinya aku ikut bersama Bu Entin untuk menjenguk keluarganya yang sedang sakit.

8


Kenalin nama aku Marina Teresa Padmawi yang biasa dipanggil Arin. Yap! sesuai judul dan pengantar, aku bakal certain pengalaman aku selama live in 4 hari kemarin. Ini pertama kalinya aku ikut live in, ga nyangka banyak banget pengalaman baru yang aku dapet. Experience itu ga bakal di lupain sih. Dan ya! Aku tinggal di salah satu rumah penduduk desa dengan kedua orangtua asuh yang sangat baik. Mereka bernama Pak Iwan dan Bu Tuti. Oh iya, aku tinggal satu rumah bareng Icha, tapi kita beda kelompok. Pak Iwan bekerja sebagai peternak dan sopir, sedangkan Bu Tuti sebagai rumah tangga. Dikaruniai 3 anak laki-laki. Anak pertama udah nikah dan tinggal di Bandung, anak kedua kuliah, dan anak ketiga masih kelas 3 SMP. Jadi di rumah itu kita tinggal ber 5. Rumah Bu Tuti emang agak jauh dari tempat temen-temen kita tinggal dan jalannya menurun, tapi kita berdua seneng karena bisa keliling desa itu. Nah, kali ini giliran aku yang certain pengalaman live in kemarin di hari ke-3. Enjoy yaa!

9


Di hari ke 3, kegiatan ku cukup banyak. Dimulai pagi hari gelap, kita diajak Bu Tuti jalan pagi. Kagum banget karena pemandangannya bagus ditambah udara yang seger. Udah keringetan dari jalan pagi, kita lanjut untuk nemenin Bu Tuti belanja sayur, bener-bener berasa banget jadi penduduk desa. Pulang ke rumah, Bu Tuti bikin gorengan cireng dan kita bantu untuk sapu luar dalam rumah. Wah berasa banget jadi anaknya sih ini. Habis nyapu, kita lanjut ke kandang babi untuk bantuin Pak Iwan. Disini kita mandiin babi-babi. Sepulangnya, kita bersihin badan dan main bareng temen di teras rumah. Siangnya kita diajak Bu Tuti untuk nemenin Pak Iwan untuk narik penumpang naik angkot. Wah, kita diajak keliling kota dan mampir ke sekolah anaknya dulu. Disini kita bisa ngerasain susahnya cari duit. Kita pulang kerumah, istirahat untuk persiapan misa dan malam keakraban. Sore kita ada misa bareng Bu Tuti dan temen-temen lain. Ini pengalaman baru sih, kita misa yang lagunya di iringi gamelan sunda. Lanjut kita makan malem bareng dan di meriahi dengan malam keakraban. Super excited karena di hari ke 3, aku bener-bener ngerasain jadi warga desa dan bisa keliling interaksi dengan lingkungan baru.

10


Haii haii haiii semuanyaa, perkenalkan namaku Naomi. Pada live in 30 November - 3 Desember yang bertempat di Desa Cisantana, Kuningan kemarin, aku tinggal di rumah Ibu Dasmiah. Aku serumah dengan Putri, Cindy, dan Audrey. Awalnya aku hanya serumah dengan Putri, tetapi karena terdapat perubahan, kami akhirnya tinggal berempat. Ngomong ngomong, Ibu Dasmiah hanya tinggal dengan suaminya dan kakak iparnya, Karena anak Anaknya sudah besar dan bekerja diluar kota. Ibu Dasmiah dan suaminya (Bapak Sudiana) bekerja sebagai petani dan peternak. Ibu Dasmiah memiliki hewan ternak di samping dapur rumahnya, jadi setiap pagi, kita mendengarkan suara dari hewan hewan ternak ibu Dasmiah. Selama beberapa hari dirumah ibu Dasmiah, aku mendapat banyak pengalaman dan pelajaran berharga.

11


i K r a e4 H

Nah pada hari ke 4 ini adalah hari terakhir kami tinggal di rumah orangtua asuh kami Karena kami akan pergi ke Gua Maria dan Batik Trusmi. Kami berpamitan pada Ibu Dasmiah dan juga kami berfoto dengan Ibu Dasmiah dan anak tetangga sebelah kami, Arfan dan Fasha. Aku, Cindy, Putri dan Audrey lalu memberikan tanda kasih kami untuk ibu Dasmiah berupa lukisan sebagai kenangan. Ibu Dasmiah memberi kami masing masing gemblong dan stick keju. Lalu kami menuju titik kumpul sebelum pergi ke Gua Maria. Kami memasukkan barang barang kami ke dalam bus, lalu kami berbaris sesuai dengan urutan bis pada saat pergi. Lalu kami berdoa dan menuju Gua Maria dengan berjalan kaki. Lalu sesampainya disana, kami lalu berdoa salam Maria. Setelah selesai berdoa, kami foto perkelas dan membeli souvenir sebelum pergi ke batik Trusmi. Kami lalu pergi dari Cisantana menuju Cirebon. Sesampainya di Batik Trusmi, kami dibagi 5 orang dalam 1 kelompok untuk membatik. Kami membatik dengan canting dan motif batik yang telah diberikan. Setelah selesai, kami lalu melihat lihat sejarah batik. Setelah itu, kami makan siang disana dan membeli souvenir. Jam 2 tepat, kami ke bus untuk menuju alure mantion. Kurang lebih kami sampai di alure mantion pada pukul 5 sore.

12


Refleksi

Kelompok 13


Refleksi Refleksi kami selama berkegiatan di desa cisantana bersama orang tua asuh, kami banyak belajar artinya bersyukur, sabar, mengontrol emosi dan memaknai segala kegiatan yang kami lakukan disana bersama orang tua asuh. kami belajar apa arti dan makna dari kesabaran yang yang sebenarnya, di tunjukkan oleh orang tua asuh kami dalam kesehariannya. belajar untuk menjadi pribadi yang lebih bersyukur dengan cara bersyukur atas keindahan alam desa cisantana serta bersyukur akan air yang mengalir disana meskipun tak jarang air disana sering surut seghingga persediaan air terbatas. belajar untuk peka terhadap sekitar dengan membantu kegiatan orang tua asuh selama disana serta menyapa masyarakat disana sebagai bentuk tatakrama kami. belajar untuk bertutur kata yang baik dan benar ketika di lingkungan baru, dan mengenal banyak kearifan lokal disana salajhnsatu contohnya yaitu angklung yang menjadi ciri khas dari daerah cisanta yang patut di banggakan karena masih terjaga kelestariannya. masih banyak lagi rasa syukur yang kami rasakan ketika berada disana salah satunya ketika kami tidak di perbolehkan menggunakan handphone pada saat berkegiatan disana menjadi salah satu hal yang sangat berdampak pada diri kami karena hal tersebut membuat kami semakin memaknai artinya kebersamaan dan keakraban ketika bersama orang tua asuh.

14


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Live In Kelompok 5 XI.5 2023 by marinateresa03 - Issuu