TUGAS AKHIR (TAR-PA1) | SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2020/2021
KOEKSISTENSI ARSITEKTUR TRADISIONAL RUMOH ACEH DAN ARSITEKTUR MODERN DALAM DESAIN KANTOR GUBERNUR PROVINSI ACEH M. ANDRIAN KEVIN FUADY / NIM. 1704104010107
Perkembangan pembangunan di Kota Banda Aceh meliputi beberapa bangunan kantor milik pemerintah dibangun dengan mengabaikan kearifan lokal, tanpa identitas khas arsitektur tradisional Aceh, diantaranya adalah Kantor Walikota Banda Aceh dan Meuligoe Wali Nanggroe. Adapun bangunan kantor yang Sebagian terbangun dengan memadukan elemen arsitektur tradisional dan modern, namun terlihat sebatas sarat dan makna yang sangat minim dari kesungguhan.
Tugas akhir ini tidak hanya memuat kajian penelitian, namun juga memuat prototipe atau alternatif desain terhadap desain bangunan kantor pemerintahan untuk peruntukkan satu lantai dan dua lantai yang berupaya mengkoeksistensikan antara arsitektur tradisional Rumoh Aceh dan arsitektur modern guna memperoleh bangunan kantor pemerintahan yang bersosok Rumoh Aceh yang cenderung lebih mudah dikenali dan dipahami secara luas sebagai salah satu upaya pendekatan kearifan lokal dalam menghadirkan desain bangunan kantor pemerintahan yang beridentitas dan berkarakter lokal.
Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dikaji, terdapat beberapa kesamaan ciri khas dan makna nilai kearifan lokal yang terdapat pada arsitektur tradisional bangunan Rumoh Aceh tersebut yang diupayakan untuk diterapkan dalam prototipe atau alternatif desain diantaranya adalah
1. Orientasi bangunan memanjang arah timur-barat, 2. Pengaturan denah ruang terbagi atas tiga serambi, 3. Menampilkan
struktur
bangunan
yang
seakan-
akan
menyerupai konstruksi pasak, namun dengan material modern berupa beton bertulang,
4. Kesan bangunan berpanggung dengan penggunaan tiang bulat yang menopang lantai di atasnya., 5. Bukaan jendela dalam jumlah banyak di sisi utara-selatan, 6. Bentuk atap pelana yang khas dilengkapi dengan elemen tulak angen serta beragam ornamentasi yang menghiasi wajah bangunan Rumoh Aceh.
Demikian, dari beberapa ciri khas arsitektur rumoh Aceh, bentuk atap pelana yang khas dan bangunan berpanggung dengan tiang bulat membentuk sosok yang dominan merepresentasikan bentuk dan wujud Rumoh Aceh.
Prototipe alternatif desain bangunan kantor pemerintahan dengan 2 lantai
Rg. kerja
Rg. kerja
lobby
teras
Area drop off
DENAH
SITE PLAN
(Penerapan konsep tiga pembagian ruang berbeda seperti halnya pada denah Rumoh Aceh yang terbagi atas seuramoe keu, seuramoe teungoh, dan seuramoe likot)
(Penerapan bentuk atap pelana memanjang menyerupai atap Rumoh Aceh yang berbentuk pelana memanjang timur – barat.)
A
Rumoh aceh
privat
B
A
Publik, Semi publik
Tampak bangunan sisi timur-barat terlihat adanya pengulangan bentuk atau wujud yang teratur dengan pola a-b-a
Pengulangan teratur pada elemen jendela yang terus diulang dengan bentuk dan ukuran jendela yang sama di sepanjang sisi memanjang dari Rumoh Aceh.
privat Publik, Semi publik
• Adanya hubungan tingkatan dari bersifat publik menuju ruang privat
Kantor pemerintah
• Denah dan bentuk bangunan secara keseluruhan menerapkan prinsip keseimbangan simetris
Ornamen pada Rumoh Aceh dapat diamati pada beberapa posisi diantaranya adalah bidang dinding, tulak angen, kindang, dan lain-lain.
Terkesan menampilkan metode konstruksi pasak tanpa paku, namun berbahan beton
Keberadaan banyak bukaan berupa jendela pada tampak Rumoh Aceh
Kolom bulat dan Pondasi umpak dimana diatas batu sebagai pemisah antara kayu dengan tanah
Atap pelana khas Rumoh Aceh dilengkapi dengan komponen tulak angen
Material atap genteng metal coklat menyerupai warna daun rumbia Warna putih diyakini dapat menghadirkan kesan formal, simpel, dan berwibawa bagi bangunan modern, terlebih bangunan pemerintahan
TAMPAK samping
TAMPAK DEPAN
Prototipe alternatif desain bangunan kantor pemerintahan 1 tingkat
DENAH
SITE PLAN
(Penerapan konsep tiga pembagian zona berbeda seperti halnya pada denah Rumoh Aceh yang terbagi atas seuramoe keu, seuramoe teungoh, dan seuramoe likot)
(Penerapan bentuk atap pelana memanjang menyerupai atap Rumoh Aceh yang berbentuk pelana memanjang timur – barat.)
TAMPAK DEPAN
TAMPAK SAMPING