DITERBITKAN OLEH: LEMBAGA PERS MAHASISWA MOTIVASI FKIP UNS
Pemimpin Umum Pemimpin Redaksi Kabiro AK-47 Kabiro Risdok Kabiro Artistik Kabiro Prodis Kabiro Iklan Editor
Kusuma Nuryana Yolanda Agnes Triana Febri Pinky Annisa Hendrawan Hanif Achmad Nurwahid Bella Rahmayadi Faridhatul Mardhiyyah
Edisi
170
SEPTEMBER 2018
L
FREE
MENOLAK TUNDUK TUNTASKAN PERUBAHAN
SPKK, Lampiran Softskill Mahasiswa (AK-47, UNS) Selain hasil dari
Kemahasiswaan. SPKK merupakan sistem
pembelajaran akademik yang tercantum
penilaian kemampuan softskill mahasiswa
(24/07). SPKK dikelola oleh admin prodi dan
dalam SKPI, UNS juga memberikan nilai
yang dinyatakan dalam nilai/poin Satuan
fakultas yang memiliki tim IT sendiri.
pada softskill mahasiswa yang akan
Kegiatan Mahasiswa. Untuk mengetahui
“Sehingga pihak admin prodi hanya sebagai
tercantum dalam SPKK.
nilai/poin di setiap kegiatan dapat diakses
fasilitator saja, bahkan nanti ormawa juga
m e l a l u i SKPI di Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi diumumkan pada bulan April di
w e b
sipsmart.uns.ac.id
akan dilibatkan dalam proses ini.” tambahnya.
?
yang
Auditorium UNS yang dihadiri oleh
Mahasiswa ketika lulus dari UNS akan mendapatkan lembar surat SKPI beserta lampiran lembar surat SPKK yang
perwakilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Surat Keterangan
mencatat semua kegiatan yang pernah
spkk
Pendamping Ijazah (SKPI) adalah
dilakukan mahasiswa selama belajar di
surat pernyataan resmi yang
UNS. Dalam poin SPKK, terdapat 4 poin
dikeluarkan oleh perguruan tinggi yang
wajib yang harus diikuti mahasiswa, yaitu
berisi tentang informasi pencapaian
Program Kenal Kampus Mahasiswa Baru
akademik atau kualifikasi dari perguruan
(PKKMB), ESQ, Achievement Motivation
tinggi bergelar. Berdasarkan Peraturan
Training (AMT), dan Program Kreativitas
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor Doc.Redaksi
dapat login menggunakan akun SSO.
81 Thaun 2014 tentang ijazah, sertifikat
Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si selaku
kompetensi dan sertifkat profesi pendidikan
Mahasiswa (PKM). Apabila dari point wajib itu ada yang tidak dipenuhi, maka mahasiswa
Wakil Rektor 3 mengharapkan di program
terkait tidak dapat melakukan yudisium.
tinggi dalam pasal 5, disebutkan bahwa ijazah
studi masing-masing dibekali softskill atau
“SPKK kini bukan sebagai tuntutan, tapi
diberikan kepada lulusanperguruan tinggi
pembekalan di luar bidang ilmu pokok.
sebagai kebutuhan yang artinya SPKK
disertai paling sedikit dengan transkrip
“Hasil studi pada sebuah forum mengatakan,
digunakan sebagai syarat yudisium.” kata
akademik dan Surat Pendamping Ijazah
'softskill itu
Darsono.
(SKPI).
kesuksesan seorang dalam hidup di dunia
ternyata akan menambahkan
Dalam pengisian SPKK mahasiswa
Selain SKPI ada
nyata, bahkan porsinya 70 % lebih
harus mengisi beberapa formulir terkait
pula SPKK, yaitu Sistem Penilaian Kegiatan
berkonstribusi'.” Kata Darsono pada Selasa,
kegiatan yang diikuti. Mahasiswa mengisi (Bersambung ke hal 3 kol 1)
Karcis Parkir FKIP, Diambil atau Diabaikan AK-47, FKIP UNS) FKIP menerapkan
Yudi, salah satu petugas parkir di
di gedung E mengelola parkir dengan memberikan
sistem parkir dengan memberikan karcis pada
gedung C FKIP, mengaku jika pernah ada empat
karcis pada tiap kendaraan akan masuk area parkir.
setiap kendaraan. Namun sayangnya, banyak
orang petugas parkir yang bertugas sebagai
Sayangnya, mahasiswa yang mengeluhkan karcis
mahasiswa yang tidak mengambil karcis parkir,
pemberi karcis dan menata sepeda motor. Namun
yang hanya diberikan ketika pagi saja. Jika sudah
bahkan tidak tahu fungsi karcis tersebut.
sayangnya, saat ini hanya ada dua orang petugas
siang, karcis tidak diberi lagi. Terkadang saat mahasiswa pulang,
parkir yang bertugas. “Sekarang kan, cuma dua Sebagian besar mahasiswa FKIP mengendarai kendaraan bermotor. Di beberapa gedung perkuliahan disediakan lahan parkir sebagai salah satu fasillitas penunjang. Disediakan pula petugas parkir yang memberikan karcis serta siap membantu merapikan atau mengeluarkan sepeda motor. Akan tetapi banyak mahasiswa yang langsung memarkirkan tanpa mengambil karcis parkir, meskipun petugas parkir sudah menyiapkan karcis parkir dan siap memberikannya.
orang. Mau nulisin karcis aja keter, apa lagi mau
karcis parkir tidak diminta sehingga mahasiswa
menata. Kan, susahnya pas mahasiswa masuk itu.”
bingung dengan fungsi karcis parkir tersebut. Hal
katanya. Selain itu, Yudi juga menjelaskan perihal
ini dirasakan oleh Erwan Booney, mahasiswa
pintu gerbang di gedung C FKIP yang hanya
Pendidikan Sejarah 2017, menganggap jika fungsi
ditutup separuh setiap hari Jumat. “Sekarang kalau
karcis tidak efektif. Ia juga menyayangkan karcis
gerbang saya tutup, otomatis mahasiswa minta
yang memakai kertas. Meskipun begitu, Erwan
karcis. Tapi susahnya mobil kan lewat jalur ini,
masih menemukan manfaat karcis parkir sebagai
sama kalau ada mahasiswa yang minta tolong gitu
sebagai kartu pertanggung jawaban jika sepeda
kan, susah. Nggak bisa kalau sendiri, Mbak.”
motor hilang. “Petugas parkir masih bisa
tambahnya pada Jumat, (6/7). Berbeda dengan gedung C, sistem parkir
membantu mencari meskipun tidak diganti penuh.” katanya.
1
(Bersambung ke hal 3 kol 2)
@motivasiuns
LPM MOTIVASI FKIP UNS
WWW.LPMMOTIVASI.COM
@lpmmotivasifkipuns
PERSEPSI
EDITORIAL Produk Pengakuan Soft Skill
SUARA MAHASISWA Gemuk Mahasiswaku, Kurus Fasilitasku
Ketika sisi akademik sudah terpenuhi dengan berSKS-SKS mata kuliah, sisi soft skill difasilitasi dengan adanya organisasi mahasiswa dan kegiatan penunjang soft skill lainnya. Namun nyatanya, banyak mahasiswa yang lebih tertarik dengan sisi akademik, sisi soft skill belum tersampaikan sepenuhnya. Kemudiaan kampus mengeluarkan sebuah produk, yang katanya suatu penghargaan untuk pengakuan sisi soft skill, SKPI dan SPKK. Lembar pengakuan yang diharapkan menjadi daya tarik untuk mahasiswa mengasah soft skill-nya, dan akan seimbang dengan sisi akademik. Dengan empat nilai pokok yang wajib dipenuhi oleh mahasiswa, yaitu PKKMB, AMT, ESQ dan PKM. Namun, di lapangannya ternyata banyak mahasiswa yang hanya mengetahui produk tersebut sebatas nama. Bagaimana penggunaan atau cara kerjanya tidak banyak yang bisa menjawab. Bukankah percuma ketika ada produk baru tanpa sosialisasi yang menyeluruh. Produk itu hanya menjadi nama tanpa penggunaan yang jelas. Bahkan jangan sampai penggunanya saja tidak tahu kalau ada produk seperti itu. Semoga produk ini, bukan hanya sekadar nama, tapi juga berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Redaksi_
Layout oleh : Hendra
Doc. Pribadi
Mengutip salah satu statement dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, bahwa mahasiswa tidak hanya perlu perbekalan secara sisi akademik, tapi juga perlu perbekalan secara soft skill. Hal tersebut tidak hanya satu, dua kali diperdengarkan sejak hari pertama menyandang nama mahasiswa. Dua hal yang menjadi bekal ketika nanti setelah keluar dari dunia perkuliahan, katanya.
Doc. Pribadi
EDISI 170 SEPTEMEBER 2018
Berbicara tentang pendidikan hari ini, perhatian kita tampaknya masih terfokus pada kurikulum yang diterapkan pada setiap jenjang pendidikan. Dari segala aspek pendidikan seperti peserta didik, guru, tenaga pendidik dan fasilitas pendidikan, kurikulum masih menjadi top position dalam perbincangan pengembangan kualitas pendidikan. Dalam lingkup Perguruan Tinggi, kurikulum masih cukup mempengaruhi walau tidak secara signifikan layaknya jenjang pendidikan di bawahnya. Pada taraf Perguruan Tinggi yang perlu disoroti saat ini adalah bagaimana penerapan pendidikan yang diatur oleh pemerintah menjadi sebuah pedoman dan selaras dalam praktiknya di kampus. Dengan banyaknya aturan pendidikan yang ada dalam Sistem Pendidikan Nasional dan aturan terkait lainnya, ada kelemahan yang terjadi pada praktik utamanya, seperti kaitan antara mahasiswa dengan kelayakan fasilitas yang ada dan penyesuaiannya. Khususnya hal ini terjadi pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Kampus FKIP atau fakultas yang identik dengan warna ungu sebagai identitas warnanya di Universitas Sebelas Maret ini termasuk tersohor sebagai fakultas dengan basis mahasiswa terbesar dibanding dengan fakultas lainnya. Dapat dikatakan sepertiga dari jumlah keseluruhan mahasiswa UNS mendiami Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Hal ini dapat dipahami mengingat jumlah program studi yang banyak hingga mencapai 26 program studi, serta input mahasiswa baru yang kuota maksimalnya mencapai 100 mahasiswa setiap program studi. Begitu superior kuantitas FKIP di Universitas Sebelas Maret ini. Jumlah yang besar inilah yang perlu dikaji ulang, bagaimana kesesuaian fasilitas dalam menunjang proses perkuliahan dengan seabrek mahasiswa.
perkuliahan bisa terdapat 60 mahasiswa bahkan sampai 80 mahasiswa. Tentu menimbulkan polemik bersama bagaimana setiap prodi hanya memiliki rata-rata dua ruang kelas dengan daya tampung yang tidak terlalu efektif untuk perkuliahan dengan rasio kelas besar. Dampaknya pasti akan sangat dirasakan oleh semua pihak yang terlibat dalam penggunaan kelas tersebut, khususnya dosen dan mahasiswa. Sebagai dosen tentu merasakan betapa sulitnya mengajar dalam skala mahasiswa kelas besar, yang akhirnya metode-metode yang digunakan butuh penalaran yang kompleks. Sebagai mahasiswa, hal ini menjadi ujian tersendiri bagaimana di setiap perkuliahannya mengalami desak dan sesak sehingga kualitas penerimaan materi ajar tidak berjalan secara optimal. Kedua, polemik penyatuan kelas dalam satu angkatan untuk satu waktu perkuliahan, menimbulkan suatu pemikiran negatif bahwa dosen memakan gaji buta. Hal demikian tentu penting untuk diluruskan bagaimana penanganan jadwal perkuliahan dan sarana prasarana yang diolah dengan mengacu pada keuntungan bersam,a baik dari subjek maupun objek perkuliahan. Bukan tak mungkin akan menimbulkan degradasi moralitas dan etika bila dibiarkan berlarut-larut. Ketiga, kualitas pendidikan yang kurang kompetitif akibat ketidaksesuaian kuantitas mahasiswa dengan kuantitas dan kualitas sarana prasarana yang ada. Penerimaan materi yang terganggu dalam proses perkuliahan ditambah sikap ketergantungan mahasiswa merupakan dampak dari input yang terlalu gemuk dan wahananya yang terlalu kurus. Pun dapat memunculkan suatu penilaian hasil akademik yang dilebihkan untuk menjaga citra program studi, fakultas, dan universitas. Mempunyai mahasiswa banyak memang bukan suatu kesalahan. Akan tetapi, harus diiringi kesesuaian dan kemampuan untuk menunjang kualitas belajar dan menghasilkan output mahasiswa yang berprestasi. Pemberlakuan sistem asal banyak harus dihindari dan kembali pada sistem ideal kuantitas relatif. Apabila memang sulit dilakukan, maka pengadaan inovasi penjadwalan yang sesuai menjadi alternatif. Harapannya tetap menjaga atmosfer kompetitif antar mahasiswa dan menciptakan output mahasiswa yang berprestasi. Jika pengurangan penerimaan mahasiswa atau penambahan sarana prasarana sulit dilakukan, maka hendaknya harus terus menciptakan iklim pendidikan yang seimbang dan sehat.
Ada tiga persoalan mendasar yang akan coba bahas di sini. Pertama, idealnya suatu kelas perkuliahan berisi 32 mahasiswa. Bila dipaksakan 40 per kelas adalah harga yang pas. Pemberlakuan yang terjadi dalam satu kelas
2
@motivasiuns
LPM MOTIVASI FKIP UNS
WWW.LPMMOTIVASI.COM
Eka Ahmad Rinaldhi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2016
@lpmmotivasifkipuns
REPORTASE
EDISI 170 SEPTEMBER 2018
SPKK, Lampiran Softskill ... sosialisai yang menghadirkan perwakilan
Adanya SKPI dan SPKK ini masih
prestasinya melalui sipsmart, kemudian diseleksi untuk prestasi yang tertinggi untuk
terdapat beberapa kendala khususnya dalam
UKM. Nanti dari rektorat akan meminta ke
menjadi SKPI. Hal tersebut dikarenakan
hal sosialisasi kepada mahasiswa. Laila,
kaprodi untuk melakukan sosialisasi.”
adanya keterbatasan ruang pada SKPI.
mahasiswa Fakultas Pertanian 2014
ungkpnya. Ia juga menambahkan bahwa
Namun, mahasiswa tetap akan
mengatakan bahwa ia tidak tahu sama sekali
sosialisasi akan segera dilaksanakan pada
mendapatkan lampiran SPKK yang berisi
mengenai SKPI ini. “SKPI? Aku ngga tahu
awal semester depan atau tahun ajaran baru.
seluruh keaktifannya selama perkuliahan.
itu apa.” kata Laila pada Selasa, (17/07).
Kendala lain yang dapat ditemui
Adanya SPKK yang ditampung dalam
“Setauku kalau lulus cuma dapat Surat Tanda
adalah mengenai kejujuran mahasiswa dalam
sipsmart.uns.ac.id merupakan inisiatif dari
Kelulusan, SKL itu. Kalau SKPI aku nggal
mengunggah keaktifannya. Dalam hal ini,
UNS sendiri untuk memudahkan mahasiswa
tahu.” tambahnya.
Darsono mengatakan bahwa akan ada
Dalam jumlah total poin yang
verifikator dari admin prodi terkait hal
Senada dengan Laila, mahasiswa
dalam mengembangkan dan menampung keaktifannya selama perkuliahan.
tersebut.
prodi Pendidikan Bahasa Indonesia 2017, Novia Nur Afsany, pun mengatakan hal
Rohman Agus Pratomo selaku
dikumpulkan mahasiswa saat ini, tidak ada
serupa, “Kalau SKPI aku nggak tahu.”
Kepala Biro kemahasiswaan UNS berharap
reward atau penghargaan tertentu yang
katanya pada Kamis, (19/07).
sistem selalu diperbaiki dan dikembangkan. “Sistem akan selalu diperbaiki dan
Namun, ada pula mahasiswa yang
diberikan. “Tidak ada reward tertentu. SKPI ini semata-mata untuk menghimpun
mengetahui adanya SKPI, meskipun belum
dikembangkan dan sosialisasi akan lebih
keaktifan mahasiswa selama perkuliahan.
paham secara rinci mengenai SKPI. “Dulu
digencarkan.” katanya. Darsono juga
Tidak ada reward bagi yang memiliki poin
waktu PKKMB prodi pernah dijelasin, tapi
berharap pihak kampus dapat dengan cepat
terbanyak, maupun konsekuensi bagi yang
nggak tahu seperti apa.” kata Farih dari prodi
melakukan sosialisasi secara masif kepada
memiliki point sedikit. Ranking yang
Pendidikan Fisika 2017.
mahasiswa tentang adanya SKPI dan SPKK,
ditetapkan di sipsmart hanya sebagai acuan
sehingga mahasiswa menyadari fasilitas yang
Terkait kurangnya sosialisasi,
saja, tidak untuk memberikan peringkat atau
Darsono mengatakan sedang merancang
diberikan UNS yang dapat digunakan dan
kejuaraan khusus.” ungkap Drs. Rohman
sosialisasi dan akan segera diadakan
dimanfaatkan.
Agus Pratomo selaku Kepala Biro
sosialisasi secara masif. “Karena memang ini
Kemahasiswaan dan Alumni UNS pada
sebenarnya sudah lama, yang baru adalah
Rabu, (18/07).
SPKK. Awal bulan April sudah pernah ada
Elsa_Mita_Septian
Karcis parkir FKIP, ...... Petugas parkir gedung C, Yudi, juga merasakan
Menanggapi tentang kegunaan karcis parkir di
menyerahkan STNK seperti di Fakultas Teknik
karcis parkir yang tidak efektif. “Lagian tukang
FKIP, Luhur Sukamto, SH selaku Kepala bidang
dan Fakultas Pertanian. “Lebif efektif jika ada
parkirnya juga cuma dua, jadi ndak efektif.
Umum dan Perlengkapan menyatakan bahwa
mesin karcis otomatis seperti yang terdapat di UII
Buktinya ini orang wara-wiri doang. Ibarat tukang
karcis parkir tetap berlaku karena digunakan
maupun mall agar praktis jadi masuk tidak perlu
parkir, ya cuma liat doang, enggak digagas kok.”
sebagai tanda bahwa mahasiswa menitipkan
dijaga, hanya waktu keluarnya saja,” sarannya.
katanya. Namun, petugas parkir tetap menata
kendaraannya. Sehingga jika ada kehilangan,
“Namun anggaran yang akan dikeluarkan pasti
motor di area parkir dan mengecek kembali jika
mahasiswa bisa menunjukkan karcis sebagai bukti
banyak. Belum kalau mesin tersebut mengalami
ada kunci kendaraan yang tertinggal. Kurangnya petugas parkir dan adanya
yang memuat hari dan tanggal kehilangan
kerusakan dan sebagainya. Hal tersebut juga
kendaraan. “Namun jika mahasiswa tersebut tidak
beberapa kendala, membuat satpam di gedung pun
mengambil karcis maka itu bukan menitipkan,
merupakan usulan para petugas parkir.” Harapan antara petugas parkir dan
ikut membantu petugas parkir. Salah satunya Heri,
tetapi hanya parkir saja,” katanya. “Terkadang mahasiswa sendiri ada yang mau, ada
otomatis dan pengawasan dari CCTV sehingga
satpam gedung B. Ia menjelaskan bahwa ada
mahasiswa sejalan, yaitu ingin adanya mesin
jadwal patroli satpam setiap siang secara
juga yang melarikan diri tidak mau diberi karcis.
diharapkan lebih efektif dan nyaman digunakan.
bergantian. Selain itu, ada pula KAMPEDA atau
Saya tidak dapat menyalahkan mahasiswa, juga
“Lebih baik ditambahi CCTV yang lebih jelas,
Keamanan Sepeda yang fokusnya lebih ke sepeda.
tidak dapat menyalahkan petugas, sebab keduanya
sehingga jika ada kejadian apa-apa bisa dilacak.”
“Kalau satpam sedang menjaga gedung, yang
harus saling sinkron.” kata Luhur ketika
harap Erwan, mahasiswa Pendidikan Sejarah
patroli tetap KAMPEDA itu di depan sana. Jadi
menjelaskan keluhan mahasiswa yang tidak tahu
2017. Di sisi lain, FKIP sendiri mengharapkan
satpam hanya mengontrol di parkiran gedung B
tentang adanya karcis parkir. Luhur juga
semuanya berjalan tertib antara mahasiswa dan
dan D, hanya membantu saja. Kalau ada kunci
menjelaskan jika di kampus wilayah juga
petugas parkir.
yang tertinggal ya, dirawati. Nanti kalau ada yang
diterapkan sistem yang sama, hanya saja yang
nyari kunci bisa tanya ke sini atau depan. Jadi
terjadi di lapangan berbeda. Selain itu,
koordinatornya langsung ke petugas parkir.
menurutnya mahasiswa akan merasa repot jika
Intinya sama-sama jaga.” jelasnya.
FKIP menerapkan sistem parkir dengan
@motivasiuns
LPM MOTIVASI FKIP UNS
WWW.LPMMOTIVASI.COM
Hana_April
@lpmmotivasifkipuns
3
PERSEPSI
EDISI 170 SEPTEMBER 2018
FKIP, Riwayatmu Kini Oleh : Arina Zaida Ilma
Doc. Pribadi
Apa yang teman-teman pikirkan ketika mendengar kata “FKIP�? Kebanyakan dari kita pasti berpikir jika masuk FKIP nantinya akan menjadi guru, sesuai dengan namanya yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Sebelum lahirnya UU Guru dan Dosen, memang para sarjana lulusan FKIP otomatis berhak menjadi guru karena telah dibekali ijazah dari kampus dan akta IV sebagai surat izin mengajar di sekolah. Namun, setelah dikeluarkannya peraturan di bawah UU Guru dan Dosen No 14 tahun 2005, guru merupakan sebuah profesi. Oleh sebab itu, seorang sarjana pendidikan harus mengikuti kuliah Pendidikan Profesi Guru (PPG) selama setahun dan masih berjuang menjadi guru di sekolah-sekolah. Apabila kita menilik kesejahteraan guru di beberapa negara maju di dunia, profesi guru sangat dijunjung tinggi dan dihargai. Guru di luar negeri akan disetarakan dengan pegawai di suatu instansi terkemuka. Dedikasi guru terhadap dunia pendidikan menjadi hal penting, karena pendidikan merupakan sumber kekuatan dan kesuksesan suatu bangsa. Meskipun jurusan kependidikan memang tidak terlalu populer seperti jurusan kedokteran maupun teknik, namun jumlah peminat FKIP meningkat tajam dari tahun ke tahun dan alhasil lulusan LPTK (Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan) ini melimpah setiap tahunnya. Pilihan menjadi guru memang bukan pilihan utama bagi kebanyakan pendaftar yang diterima di FKIP. Bahkan, bisa jadi itu merupakan pilihan terakhir. Pasalnya, kebanyakan orang sudah pesimis ketika memilih FKIP sebagai pilihan kuliahnya. Akan tetapi, tanpa kita sadari lulusan FKIP merupakan calon pendidik yang melahirkan orang-orang sukses. Hal itu dikarenakan pendidikan merupakan tonggak utama lahirnya generasi unggul yang nantinya dapat membanggakan bangsa Indonesia. Lalu, apa hubungannya FKIP dengan Universitas Sebelas Maret (UNS)? Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) merupakan fakultas dengan mahasiswa terbanyak di UNS. FKIP UNS memiliki visi yaitu menjadi pusat pengembangan ilmu, teknologi, dan seni di bidang keguruan dan ilmu pendidikan bereputasi internasional dengan berlandaskan pada nilai-nilai luhur budaya nasional. Dalam visi tersebut, terdapat empat poin penting, yaitu (1) pusat pengembangan
ilmu, teknologi dan seni; (2) bidang keguruan dan ilmu pendidikan; (3) bereputasi internasional; dan (4) berlandaskan nilai luhur budaya nasional. Keempat poin tersebut memiliki makna dan tujuan yang hendak dicapai oleh FKIP UNS sebagai salah satu LPTK di Indonesia. Saat ini, Indonesia masih menjadikan luar negeri sebagai role model pendidikan. Padahal, sudah sejak lama Indonesia memiliki fondasi pendidikan yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara. Adapun grand design dari pemikiran beliau adalah pendidikan yang memerdekakan. Pendidikan yang memerdekakan memiliki makna pendidikan dapat memberikan perhatian kepada anak dan membebaskannya. Prinsip tersebut dilandasi oleh tiga unsur utama yang kemudian menjadi sebuah pendidikan otonomi, yaitu berdiri pada diri sendiri, tidak diperintah dan mengatur diri sendiri. Konsep yang dipelopori oleh Ki Hajar Dewantara tersebut sangat bagus untuk dijadikan pedoman pendidikan di Indonesia. Namun, kondisi zaman sudah berbeda dan sangat disayangkan apabila pemikiran tersebut tidak pernah diajarkan di LPTK. Ki Hajar Dewantara mengusung pendidikan nasional dengan konsep penguatan nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh bangsa Indonesia secara masif. Penguatan nilai-nilai luhur diwujudkan dengan pendidikan budi pekerti. Hingga saat ini, pendidikan budi pekerti masih tetap relevan di tengah dekadensi moral yang melanda bangsa kita. Oleh sebab itu, konsep pendidikan budi pekerti perlu diterapkan dalam usaha penanaman moral generasi milenial. Pada era ini, FKIP diharapkan menjadi garda terdepan bangsa sebagai LPTK yang melahirkan para generasi muda yang siap mengabdikan dirinya untuk kemajuan bangsa. Kita harus selalu mengingat tujuan nasional negara Indonesia yang tertuang pada pembukaan UUD 1945 alinea keempat yang salah satunya mencerdaskan kehidupan bangsa. Cara yang dapat ditempuh untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yaitu melalui pendidikan. Suatu bangsa dapat mencetak bibit-bibit unggul melalui pendidikan yang unggul pula. FKIP, riwayatmu kini... sungguh malang nasibmu. Namun, kau sangat diharapkan. Siapa kira orang sukses terlahir darimu? Kini jejakmu terabaikan. Bukan pujian yang kau nantikan, tapi dedikasimu untuk pendidikan yang kau berikan. Tetaplah bertengger di bumi negeri ini. Kepakkan sayapmu untuk ibu pertiwi dan kau kan jadi kebanggaan di hati. Arina Zaida Ilma Pendidikan Fisika 2017
Mari Dukung Dan Sukseskan
4
@motivasiuns
LPM MOTIVASI FKIP UNS
WWW.LPMMOTIVASI.COM
@lpmmotivasifkipuns
PROFIL
EDISI 170 SEPTEMBER 2018
LPM MOTIVASI FKIP UNS SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) UNS 2018
Terdapat 11 UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa di lingkungan FKIP UNS. ada satu UKM yang begerak di bidang pers kampus. but kalian yang tertarik dan penasaran tentang jurnalistik, harus banget nih tau soal ukm ini
Seperti apa sih LPM MOTIVASI? LPM MOTIVASI merupakan Lembaga Pers Mahasiswa di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. LPM MOTIVASI berdiri mulai tanggal 5 mei 1985 dan menjadi salah satu LPM tertua yang ada di UNS. LPM MOTIVASI mewadahi mahasiswa untuk mempelajari dan mengenal dunia jurnalistik, diantaranya ada jurnalistik reportase, fotografi jurnalistik, dan notulensi. Selain itu mahasiswa akan mempraktikan langsung dari kegiatan-kegiatan jurnalistik. Juga mahasiswa akan belajar mengenai praktik pengorganisasian. Dengan Slogan “Radikal, Advokatif, dan Edukatif�. LPM MOTIVASI selalu menjunjung tinggi idealisme mahasiswa sebagai agent of change dan tentunya mewadahi berbagai aspirasi civitas akademika kampus. Produk Sebagai sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang pers mahasiswa, MOTIVASI memiliki empat produk unggulan yaitu Majalah MOTIVASI, Koran AK-47, Buletin Reflex, dan Website lpmmotivasi.com. dalam penerbitannya, Majalah MOTIVASI membuat isu nasional yang sedang hagat dibicarakan masyarakat. Distribusi majalah MOTIVASI mencangkup LPM se-Indonesia. Berbeda dengan Majalah MOTIVASI yang mencangkup isu dan distribusinya lebih luas, Koran AK-47 fokus pada isu-isu internal kampus sebagai sarana mengontrol segala kebijakan maupun dinamika civitas akademika UNS. Dengan slogannya, koran AK-47 menjadi wadah untuk menampung segala aspirasi bagi civitas akademika guna mengkritisi kebijakan
kampus maupun hal hal yang terjadi didalam kampus. Selain majalah dan koran, MOTIVASI memiliki terbitan Buletin Reflex, Buletin Reflex dikerjakan oleh anggota m a g a n g L P M M O T I VA S I s e t e l a h mendapatkan pelatihan dan telah dilantik menjadi anggota LPM MOTIVASI. Hal tersebut dilakukan sebagai sarana melatih ketajaman tulisan anggota magang. Produk ke empat MOTIVASI memiliki media online dengan alamat lpmmotivasi.com mengingat perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih, maka MOTIVASI berusaha memberikan informasi teraktual melalui laman di website kami. Struktur Organisasi Pembagian tugas di LPM MOTIVASI mencangkup empat bidang. Bidang pertama dan yang paling utama adalah pengurus inti. Yang mencangkup Pimpinan Umum, Sekretaris Umum, dan Bendahara Umum. Di bawahnya ada tiga bidang sejajar, yakni Redaksi, Perusahaan dan Penelitian/Pengembangan(Litbang). Masing masing bidang memiliki pimpinannya masingmasing. Bidang Redaksi, terdiri atas pimpinan redaksi, sekretaris redaksi, kabiro AK-47, Kabiro lpmmotivasi.com, editor, dan staf-staf. Tugas dari bidang redaksi adalah melakukan penyusunan untuk berita yang telah diliput oleh reporter sehingga layak di posting di koran AK-47 maupun di situs website lpmmotivasi.com Bidang Perusahaan, terdiri atas pimpinan perusahaan, sekretaris perusahaan, kabiro artistik, kabiro iklan, kabiro produksi/distribusi(prodis) dan staf-staf. Serta tugas dari bidang ini adalah melakukan
distribusi koran AK-47, mencari iklan, dan mendesain untuk mendukung penerbitan p r o d u k B i d a n g Litbang(Penelitian/Pengembangan), terdiri atas pimpinan litbang, sekretaris litbang, kabiro riset/dokumentasi (risdok), kabiro jaringan/komunikasi (jarkom), kabiro pengkaderan dan staf-staf. Dan tugas dari bidang litbang selain mendukung proses penerbitan dengan melakukan polling, upgrading, diskusi rutin minggunan, diskusi LPM Se-Soloraya, serta kunjungan ke LPM lain. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kerjasama pengurus, anggota maupun dengan pihak luar. Organisasi mengajarkan kita bagaimana cara menjalin kerjasama diantara teman-teman dengan latar belakang yang berbeda. Juga untuk menanggulangi kegiatan mahasiswa yang kurang produktif dan tidak bermanfaat. Nampaknya ikut serta dalam organisasi memiliki peran yang baik, karena kehidupan mayoritas mahasiswa sekarang ini hanya berkutat seputar persoalan pesta, cinta dan huru-hara. Melalui goresan tinta perjuangan MOTIVASI berusaha berpegang pada nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Menolak tunduk, tuntaskan perubahan untuk selalu memperjuangkan hak hak dan idealisme. Salam Persma! Hidup Persma!
UNTUK KALIAN MAHASISWA FKIP ANGAKATN 17 DAN 18 BERMINAT DI DUNIA JURNALISTIK ?
Kuylahh.. Gabung Sama Kita a!!
More Info : 082114461928 (Nadila) & Visit lpmmotivasi.com
rsm m pe
sala
Pemimpin Umum : Kusuma Nuryana Sekretaris Umum: Rofika Ayu Bendahara Umum: Alfi Nur Pemimpin Redaksi:Yolanda Agnes Sekretaris Redaksi: Erwinda Rulli Editor AK-47: Faridatul Mardiyyah Kabiro AK-47: Triana Febri Editor lpmmotivasi.com: Fransisca Budi Kabiro lpmmotivasi.com: Rohmat Wisnugroho Staf Redaksi : Ahmad Fahrurrofi'i ,Mutrian Trisna, Annisa Fitriana , Elsa Rahmanita Hana Afifatul. Umah Khoerunisa . Radana Fauziana, Rahayu Prasetyowati, Septian Refvinda, Shafira Asrining . Vivi Aprilia, Yeni Puspitasari Pemimpin Litbang: Venny Romadona Sekretaris Litbang: Ekky Megawangi Kabiro Pengkaderan: Nadila Nisa Kabiro Risdok: Pinky Annisa Kabiro Jarkom: Abdul Latif Staf Litbang: Alfandy Zein, Aprilia Nur , Enggi Ria , Fatiha Najma, Mita Dwi . Muhamad Saad. Natasya Titania Ramadhanti Nur , Windy Arandari, Rima Deswanti. Nova ,Slamet Effendy , Tyas Nur Pemimpin Perusahaan: Dian Prima Sekretaris Perusahaan: Fitriyah Rohmah Kabiro Prodis: Achmad Nurwahid Kabiro Artistik: Hendrawan Hanif Kabiro Iklan: Bella Putri Staf Perusahaan: Ainunnisa Nalini . W ,Bintang Ariana , Dimas Tegar , Ema Lalita , Fijar Suwarno i, Imaamah Khoirun Nisa, Isna Samrotul , Novika Harumi, Novy Dwy , Partiwi, Wening Prima
@motivasiuns
LPM MOTIVASI FKIP UNS
WWW.LPMMOTIVASI.COM
@lpmmotivasifkipuns
5
PROFIL UKM
EDISI 170 SEPTEMBER 2018
2 085869139146 (Theo)
FB : Bem Fkip Uns FB : Mahasiswa FKIP UNS 2014 Twitter : @BemFkip www.bem.fkip.uns.ac.id, CP : 087837463951 (rahmat)
083865144817 (romlan)
6
@motivasiuns
LPM MOTIVASI FKIP UNS
WWW.LPMMOTIVASI.COM
@lpmmotivasifkipuns
PROFIL UKM
EDISI 170 SEPTEMBER 2018
089662454001 (Iman)
089871195414 (lukman)
FKIP UNS UNIT
0896-7335-3181 (Dita) 0857-4746-3623 (Yayan)
082114461928 (Nadila)
@motivasiuns
DAERAH
LPM MOTIVASI FKIP UNS
WWW.LPMMOTIVASI.COM
@lpmmotivasifkipuns
7
EDISI 170 SEPTEMBER 2018
WAWANCARA UTAMA
Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan
Alumni: “SPKK kini bukan sebagai tuntutan tapi sebagai kebutuhan yang artinya SPKK digunakan
Berikut ini adalah hasil wawancara kru LPM MOTIVASI FKIP UNS dengan Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si. selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni pada Selasa (24/7/2018) terkait dengan SKPI dan SPKK.
Apa latar belakang dibuatnya SKPI?
membantu dalam proses melamar pekerjaan. SKPI itu seperti surat pernyataan secara global bebas lab, bebas kompeten. SPKK itu seperti pernah menjadi ketua UKM, atau anggota UKM. Dalam SPKK ini ada 4 kompeten yaitu: sebagai hasil partisipasi, kepanitiaan, pengabdian masyarakat, seminar-seminar.
Sejak kapan adanya SKPI? Pendidikan tinggi diperlukan untuk mahasiswa secara paripurna. Tidak saja pembekalan dari sisi bidang ilmu di mana mahasiswa melakukan proses belajar mengajar di prodi masing-masing, juga ada pembekalan softskill (pembekalan diluar bidang ilmu pokok). Dengan itu maka UNS memprakasai untuk melakukan pembekalan yang lebih baik lagi lewat pembekalan softskill. Supaya pembekalan softskill lebih baik akan dilakukan mekanisme pencatatan yang lebih baik lagi dengan nama SPKK. SPKK tersebut pencatatannya akan dijadikan satu lampiran bersama dengan SKPI (surat pernyataan). Apa itu SPKK? Surat Pencatatan Kegiatan Kemahasiswaan. Jadi nanti ada lembar surat SKPI, ada lampiran lembar surat SPKK yang nanti akan me-record semua kegiatan yang pernah dilakukan mahasiswa belajar di UNS ini. Tidak hanya kegiatan di dalam kampus tapi juga di luar kampus dan kegiatan di masyarakat. Semuanya akan ada kum-nya, ada indek nilainya, sehingga mahasiswa nanti pada saat melamar pekerjaan akan lebih mudah dan sangat
8
@motivasiuns
Launching SKPI itu pada bulan awal April, ini sedang diproses sehingga dapat diakses dengan HP. Kita berusaha agar dapat diakses melalui HP. Misalnya Anda ingin pergi wawancara (kegiatan LPM) Anda bisa masukkan disitu terlebih dahulu, sudah dapat kum atau nilai. Dalam mengisi SPKK, otomatis harus menyertkan nama kegiatannya apa, partisipannya siapa, jumlah peserta, tempat, waktu dan lampiran terang yang menguatkan, seperti piagam, sertifikat, foto mendali, foto SK, dan lain-lain.
Siapa yang mengurusi sistemnya? Itu kemarin diputuskan, yang mengurusi adalah jadi satu dengan prodi (admin prodi) dan fakultas memiliki tim IT yang melekat di situ. Sehingga tiap fakultas memiliki tim IT-nya sendiri-sendiri, sehingga pihak admin prodi hanya sebagai fasilitator saja, bahkan nanti ormawa juga akan dilibatkan dalam proes ini. 'Apakah benar yang bernama A menjadi ketua HMP ini', maka nanti
LPM MOTIVASI FKIP UNS
pihak ormawa kan mencentangcentang. Sehingga nanti dalam satu semester mahasiswa dapat mengprint softskill yang dia dapatkan. Baru dari UNS inisiasi dari
Untuk SPKK sendiri bagaimana?
pihak kampus kita, karena kita selangkah lebih maju. SKPI itu tarafnya nasional kalau mengkombinasi dengan SPKK itu inovasi baru dari UNS dan menjadi satu-satunya. SKPI itu tarafnya sudah nasional untuk perguruan tinggi maupun nasional. Sipsmart itu hanya miliki UNS.
Apa kendala dari pengadaan SKPI ini? Kendala adalah masalah. Ini adalah hal yang baru, sehingga harus mulai hijrah dari persepsi mengandalkan orang lain (admin) mengisi. Namun sekarang adalah apa yang kamu kerjakan tulislah, dan apa yang kamu tulis kerjakanlah. Misalnya dalam lomba karnya tulis, Anda bisa memasukkan kanya ke SPKK walaupun tidak mendapat juara, Anda sudah masuk dalam kategori perserta (partisipan) sudah dapat poinnya, diambil pion yang paling tinggi. Dengan begitu ketika melamar pekerjaan sudah enak.
Doc. RRI.Co.Id
sebagai syarat yudisium. Yang wajib ada empat poin yaitu PKKMB, ESQ, AMT, PKM.�
Misal mahasiswa dituntut untuk mengembangkan softskil tapi kita dituntut untuk lulius tepat waktu. Itu bagaimana? SPKK kini bukan sebagai tuntutan tapi sebagai kebutuhan yang artinya SPKK digunakan sebagai syarat yudisium. Kemudian di SPKK ada poin yang sunah. Yang wajib ada empat poin yaitu PKKMB, ESQ, AMT, PKM. Mahasiswa menempuh empat yang wajib saja sudah cukup tidak masalah. Empat itu wajib. Kalau empat itu tidak terpenuhi, ya, kebangetan.
Kalau hanya 3 poin bagaimana?
S K P I t i d a k k e l u a r. Meskipun mahasiswa hanya menuliskan proposal saja itu sudah masuk, walaupun tidak lolos. Ini carac a r a k i t a u n t u L b e r s i n e rg i , memotivasi dan memberikan strategi agar mahasiswa mempersiapkan diri. Nanti masuknya ke SPKK.
Apakah mengikuti komunitas sosial dan sejenisnya di luar kampus juga ada poinnya?
Ada. Jadi sekretaris karang taruna dan lain-lain ada poin, nanti otomatis keluar. Elsa_Septian
WWW.LPMMOTIVASI.COM
@lpmmotivasifkipuns
POLLING
EDISI 170 SEPTEMBER2018
80% Responden: SPKK dan SKPI Tidak Berjalan Sesuai Harapan Berdasarkan SK Rektor 902-UN27-HK2016, UNS mulai menerapkan Sistem Penilaian Kegiatan Kemahasiswaan. SPKK merupakan sistem yang dikembangkan untuk menilai kegiatan dan prestasi ekstrakurikuler mahasiswa selama masa studi di UNS berdasarkan satuan nilai dan bobot. Penilaian pada SPKK meliputi kegiatan ekstrakurikuler kemahasiswaan wajib dan pilihan. Darsono selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni mengungkapkan “SPKK bukan sebagai tuntutan, tapi sebagai kebutuhan sebab digunakan sebagai syarat yudisium. Ada 4 kegiatan wajib yang harus diikuti oleh mahasiswa, yakni PKKMB, ESQ, AMT dan PKM”. Transkrip Nilai SPKK digunakan scbagai dasar pengisian dokumen SKPI bagian non akademik dan digunakan sebagai dasar penilaian penentuan wisudawan terbaik disamping Indeks Prestasi Kumulatif. Senada dengan SPKK, Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) juga tertuang di dalam SK Rektor 902-UN27-HK2016. SKPI merupakan surat pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi, berisi informasi tentang pencapaian akademik atau kualifikasi dari lulusan pendidikan tinggi bergelar. SKPI memuat penjelasan berbagai kompetensi yang dimiliki mahasiwa/sarjana, terlepas dari relevan atau tidaknya dengan program studi mahasiswa dan diperoleh melalui pelatihan dalam institusi maupun di luar institusi yang diperoleh dalam masa studi. “Jika mahasiswa lupa mengisi itu resiko. Tergantung mahasiswa, toh nanti prodi dan fakultas akan meminta data dari mahasiswa” tambah Darsono. Penanggungjawab pelaksanaan implementasi SPKK pada tingkat UNS adalah Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni dan Kepala Biro bidang Kemahasiswaan dan Alumni.
Menanggapi hal tersebut, Kru LPM Motivasi FKIP UNS Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) melakukan penyebaran polling. Polling diambil dengan teknik sampling secara acak (random sampling) terkait dengan pelaksanaan Sistem Penilaian Kegiatan Kemahasiswaan dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah. Jumlah responden yang diambil dalam random sampling ini adalah 100 mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas di UNS. Adapun pertanyaan-pertanyaan yang diajukan adalah sebagai berikut: 1. Tahukah anda mengenai SPKK dan SKPI yang diterapkan di UNS? 2. Apakah Anda memahami sistem yang diterapkan oleh SPKK dan SKPI di UNS? 3. Menurut Anda, Apakah SPKK dan SKPI sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan? Berdasarkan hasil rekapitulasi polling yang dihimpun, pada pertanyaan pertama mengenai tahukah anda mengenai SPKK dan SKPI yang diterapkan di UNS sebanyak 57% yaitu 57 mahasiswa menjawab Ya dan sebanyak 43% yaitu 43 mahasiswa menjawab Tidak. Erna Susmita dari FISIP 2014 berkomentar “Saya hanya tahu tentang SKPI untuk SPKK tidak. Sebatas tahu bahwa ketika pengurusan kelulusan diperlukan SKPI”. Anindya Sofwatul Islam dari FP 2017 menambahkan “Pernah dengar dan tahu dari kakak tingkat tentang 2 kebijakan yang diterapkan itu. Namun hanya sekadar pernah dengar saja”. Sedangkan, Rini Mahanani dari FKIP 2012 berkomentar “Belum mendapatkan sosialisasi dari pihak kampus tentang kebijakan tersebut”. Selanjutnya Nanda Agung Pratama dari FEB 2015 mengatakan “Bagi saya mahasiswa yang sudah lulus tahun ini, saya benar-benar tidak mengetahui tentang SPKK
Tahukah anda mengenai SPKK dan SKPI yang diterapkan di UNS?
dan SKPI”. Pada pertanyaan kedua mengenai Apakah Anda memahami sistem yang diterapkan oleh SPKK dan SKPI di UNS, sebanyak 16% yaitu 16 mahasiswa menjawab Ya dan sebanyak 84% yaitu 84 mahasiswa menjawab Tidak. Imam Abdul Majid dari FT 2017 berkomentar “Sudah tahu infonya, ya garis besarnya kurang lebih paham”. Novia Putri Ridanar dari FP 2017 menambahkan “Sebenarnya kurang paham, tapi setidaknya tahu tentang penilaian mahasiswa dari bidang non akademik, mungkin penilaian ini diambil dari mahasiswa yang banyak mengikuti organisasi”. Sedangkan Ratih Dian S dari FK 2016 berkomentar “Saya tidak paham mengenai sistem dari SPKK dan SKPI tersebut, karena saya mendengar isu tersebut hanya dari teman teman”. Selanjutnya Rahma P dari FH 2016 mengatakan “Saya memang tidak paham mengenai SPKK dan SKPI, mungkin karena minimnya sosialisasi tentang hal tersebut”. Pada pertanyaan ketiga mengenai Menurut Anda, Apakah SPKK dan SKPI sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan, sebanyak 20% yaitu 20 mahasiswa menjawab Ya dan sebanyak 80% yaitu 80 mahasiswa menjawab Tidak. Hasna Fadila dari FKIP 2016 berkomentar “Saya rasa sudah terlaksana dengan baik”. Nur Sita Faridah Arum Wangi dari FKIP 2016 menambahkan “Hanya saja dalam keberjalanannya hanya sebatas untuk menggugurkan tanggung jawab. Ada beberapa yang seenaknya saja”. Sedangkan, Furqon Paramasetya F dari FSRD 2017 berkomentar “tidak berjalan sesuai harapan, karena saya tidak paham dengan sistem SPKK dan SKPI”. Salsabila Mazati Husna dari FMIPA 2017 mengatakan “Informasi dan pelaksanaan SPKK dan SKPI belum dilakukan secara maksimal”.
Menurut anda, Apakah SPKK dan SKPI sudah berjalan sesui dengan yang diharapkan?
43% 57%
TIDAK
YA
Apakah anda memahami sistem yang diterapkan oleh SPKK dan SKPI di UNS?
oleh : EMA
16% YA
@motivasiuns
20%
80%
YA
TIDAK
84% TIDAK LPM MOTIVASI FKIP UNS
WWW.LPMMOTIVASI.COM
@lpmmotivasifkipuns
9
KARIKATUR
EDISI 170 SEPTEMBER 2018
DARE TO CHALLANGE WITH
LPM MOTIVASI MENOLAK TUNDUK TUNTASKAN PERUBAHAN
JOIN WITH US !
MORE INFO : 082114461928 VISIT
LPMMOTIVASI.COM
Kuyyy. Gaskeun.
10
@motivasiuns
LPM MOTIVASI FKIP UNS
WWW.LPMMOTIVASI.COM
@lpmmotivasifkipuns
NYELEKIT
EDISI 170 SEPTEMBER 2018
Bisa Masuk Tanpa Karcis “Kita kepagian nih, Ko.” kata Begog ia bisa menjelaskan sedikit tentang apa yang kepada Kiko. “Ah enggak deh, tapi mana sih ini sebenarnya perlu diketahui oleh mahasiswa di kampus UNS ini. “Dih, kenapa senyum-senyum tukang parkir?” lanjutnya. kamu, Gog?” tanya Njenik, tertawa. “Mau ngapain? Minta karcis? Kayak kamu “Hmm, ada yang nggak beres dengan pernah dikasih aja sama tukang parkirnya,” kata Kiko. Suasana Gedung E FKIP saat ini terlihat wajahnya,” timpal Kiko, ikut heran. sangat sepi, entah mahasiswa masih terlelap di kos “Ah apaan sih, enggak, kok. Aku cuma masing-masing atau memang sengaja untuk mau nanya nih, Nik, sama kamu. Tau nggak, datang agak siang. Mereka berdua pun meluncur kenapa karcis parkir di gedung kita nggak efektif?” masuk ke parkiran untuk memarkirkan motornya. tanya Begog. Tak lama kemudian petugas parkir yang bertugas pun datang. Dilihatnya oleh Begog dan Kiko dari “Oh, masalah itu, kirain apaan. Oke, deh, kejauhan. “Nah, tuh Pak Bobo dateng, tuh liat deh jadi gini karcis parkir itu tetap berlaku karena dia ngasih karcis parkir,” ujar Begog. sebagai bukti kalau mahasiswa menitipkan kendaraannya di kampus. Kalau ada kehilangan, “Hmm, liat tuh antrean belakangnya, mahasiswa bisa menunjukkan karcis tersebut nggak minta karcis malah langsung masuk parkir,” sebagai buktinya. Tapi kalau mahasiswa itu nggak kata Kiko. Begog melihat apa yang dikatakan oleh ambil karcis, itu jadi bukan nitip, tapi cuma parkir Kiko. Memang benar, terlihat jika karcis tidak saja.” jelas Njenik kepada Begog dan Kiko. diberikan kepada setiap mahasiswa yang hendak memarkirkan kendaraan mereka. Sangat nyata jika “Berarti, worth it banget dong karcis itu ada problema mengenai karcis ini, sebenarnya buat kita?” tanya Kiko. Njenik hanya mengangguk seberapa penting karcis itu bagi kampus dan mengiyakan. Sedangkan Begog masih saja mahasiswanya sendiri. mencerna apa yang dijelaskan oleh Njenik. Dalam benaknya muncul pertanyaan mengenai Dengan wajah yang terlihat bingung, perbandingan dengan kampus wilayah dan terlebih Begog duduk di kursi sekitar lobi gedung E. “Good lagi dengan fakultas lain. Apakah sama seperti morning, woy!” sapa Njenik kepada Begog dan yang terjadi di gedung kuliahnya. Njenik Kiko. Begog seperti sangat senang ketika Njenik kemudian menambahkan penjelasannya “Kalau datang, karena ia tahu ke mana pertanyaan dalam sistemnya meyerahkan STNK kayak di Fakultas benaknya akan ditujukan. Ya, Njenik memang Teknik atau Fakultas Pertanian, boleh aja sih, tapi mahasiswi aktif yang ikut sebuah UKM yang pasti mahasiswa akan merasa ribet. Kayaknya membahas dan menilik lebih lanjut tentang lebih efektif kalau ada mesin karcis otomatis kayak berbagai isu internal kampus, sehingga tak jarang di mall-mall gitu, lho, biar praktis. Tapi ya, pasti
Oleh: Ema L
Lah Karcisnya buat apa? PAGI HARI
Wiii dapet karcis nih
anggarannya banyak.” Begog pun sedikit tersenyum mendengar penjelasan Njenik. Seperti mendapat jawaban atas apa yang ia pikirkan. “Udah, kan, Gog? Puas? Ya udah, sekarang ayo kita ambil kunci ruang kuliah, habis itu naik,” ajak Kiko kepada Begog. “Hahaha, oke, deh. Ayo.” sahut Begog. Kiko dan Begog pun berjalan menuju ruang dosen setelah menepuk pundak Njenik sambil mengucapkan 'terima kasih'.
Erwinda_
Bungkam Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si. (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni) Awal bulan April sudah pernah ada sosialisai yang menghadirkan perwakilan UKM. Nanti harus ada sosialisasi. Nanti dari rektorat akan meminta ke kaprodi untuk melakukan sosialisasi. Bungkam: Sosialisasi, sosialisasi dan sosialisasi. Drs. Rohman Agus Pratomo. (Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni)
Sore Hari
Loh kok tukang parkirnya gaada?
Selain itu, informasi mulut ke mulut antar mahasiswa menjadi cara yang paling efektif dalam menyosialisasikan sipsmart dan SKPI ini. Bungkam: Mulut satu dengan mulut yang lain bisa bedabeda penyampaiannya lho, Pak. Luhur Sukamto, S.H. (Kepala Subbagian Keuangan dan Umum) Terkadang juga sulit untuk menyampaikan pada mahasiswa sendiri harus diberi pemberitahuan agar penggunaan dan pemberian karcis parkir berjalan dengan lancar. Bungkam: Pemberitahuan gimana nih, Pak? Pakai toa gitu atau langsung diadakan sosialisasi penggunaan karcis parkir?
@motivasiuns
LPM MOTIVASI FKIP UNS
WWW.LPMMOTIVASI.COM
@lpmmotivasifkipuns
11
CATATAN PINGGIR
EDISI 170 SEPTEMBER 2018
Menilik Kualitas Pertelevisian Indonesia
Doc. Pribadi
dari 42,71 Mbps, misalnya Singapura 161.50 Mbps. Indonesia memiliki rata-rata kecepatan internet kabel adalah 13,79 Mbps, sementara untuk mobile rata-rata memiliki kecepatan 9,82 Mbps.
Di era modern ini, dapat diamati bahwa setiap hunian dilengkapi sebuah televisi atau biasa disingkat menjadi dua huruf, yaitu TV. Alat elektronik berbentuk persegi panjang ini telah menjadi barang wajib bagi setiap masyarakat. Rumah terasa tidak lengkap jika tidak ada televisi. Hal ini tentu dikarenakan fungsinya yang cukup penting, yaitu sebagai sarana informasi dan sarana hiburan yang dapat dijangkau seluruh kalangan masyarakat. Berdasarkan survei Nielsen Consumer Media View (dilansir di Media Indonesia, 26 Juli 2017) yang dilakukan di 11 kota di Indonesia, penetrasi televisi memimpin dengan (96%) disusul dengan media luar ruang (53%), internet (44%), radio (37%), koran (7%), serta tabloid dan majalah (3%). Kondisi semacam ini tentu semakin mengukuhkan bahwa televisi memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat luas di Indonesia. Setelah mampu menyingkirkan radio dan surat kabar, televisi saat ini mampu bertahan menjadi primadona masyarakat Indonesia di samping sedang bermunculan media penyalur informasi yang lain, seperti internet. Fenomena semacam ini disebabkan internet belum menjamah seluruh pelosok nusantara, bahkan pemerintah pusat pun sedang berupaya membangun jaringan internet berkecepatan tinggi (mobile broadband). Berdasarkan penelitian The Next Web (dilansir liputan6.com, 19 April 2018) menyatakan bahwa kecepatan rata-rata internet di dunia adalah 42,71 Mbps untuk internet kabel dan 22,16 Mbps untuk koneksi mobile, sementara negara-negara maju memiliki akses internet dua sampai tiga kali lipat
Pelaku pertelevisian Indonesia di dominasi oleh pihak-pihak swasta, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia) yang juga merupakan televisi swasta pertama di Indonesia, SCTV (Surya Citra Televisi) sebagai televisi swasta kedua di Indonesia, METRO TV, TV ONE, TRANS TV dan lain sebagainya yang sudah barang pasti lebih mementingkan aspek ekonomi dan politik dibandingkan kepentingan masyarakat luas. Dilansir oleh Nielsen.com, 13 September 2017, televisi mempunyai kontribusi terbesar dengan total belanja iklan mencapai Rp 65,1 Triliun disusul oleh belanja iklan koran sebesar Rp 15,6 Triliun. Belanja iklan di radio untuk periode Januari – Juli 2017 ini telah mencapai Rp 811,8 Miliar yang melebihi belanja iklan di majalah dan tabloid yaitu Rp686,6 Miliar. Selain kondisi tersebut, ketika berbicara televisi, maka akan dibahas pula mengenai perhitungan rating dan konten siaran. Sebuah perusahaan multinasional, Nielsen menjadi penghitung rating televisi-televisi di Indonesia. Perusahaan itu mengukur rating dengan memasang alat khusus bernama people meter pada setiap televisi di 2.273 rumah tangga. Panel itu tersebar di 11 kota besar di Indonesia. Pada tahun 2013 lalu, Kominfo pun pernah angkat bicara mengenai kinerja Nielsen dan berencana membangun lembaga rating sendiri. Tifatul Sembiring selaku Menteri menilai, Indonesia sudah seharusnya memiliki satu lembaga lain yang melakukan penelitian rating sebuah program televisi dan dapat digunakan sebagai acuan. Pasalnya, selama ini program televisi di Indonesia hanya mengacu kepada jasa hasil lembaga penelitian rating AC Nielsen, perusahaan dari Amerika Serikat. Hasil rating dari AC Nielsen dijadikan tolak ukur setiap perusahaan televisi dan pengusaha di Indonesia, sementara ini kita tidak tahu benar atau tidaknya hasil tersebut.
konten yang bersifat pendidikan dan ilmu pengetahuan. Fenomena ini menunjukkan bahwa fungsi edukatif dan informatif televisi semakin luntur. Konten sinetron, drama, komedi, infotainment dan konser musik, bahkan kontes dangdut atau pop semakin merajai penayangan televisi. Acara kuis pengetahuan umum, video dokumenter, acara kebudayaan serta acara anakanak semakin jarang nampang dan wara-wiri di layar kaca. Tak kalah jadi sorotan, setiap program yang ditayangkan di televisi sudah seharusnya memiliki simbol berbeda, seperti: SU (semua umur), D (dewasa), R (remaja), BO (bimbingan orang tua), A (anak). Simbol itu bertujuan untuk mengkategorikan usia penonton yang layak menyaksikan acara tersebut. Dalam hal ini Komisi Penyiaran Indonesia memiliki peranan yang sangat penting, jika terjadi kesalahan maka hal ini tentu akan merusak perkembangan perilaku penoton. Dilansir cnnindonesia.com, 23 September 2017, sebuah program Bioskop Indonesia Premiere: Jangan Bercermin di Jumat Kliwon yang tayang di Trans TV telah melanggar peraturan jam tayang yang sudah ditetapkan oleh KPI. Program ini tayang pada pukul 13.02 WIB pada 4 Juli 2015 (R-BO). Sedangkan KPI menilai, siaran FTV yang bermuatan mistik atau horor ini seharusnya masuk dalam kategori D (Dewasa) dan hanya bisa tayang pada pukul 22.00-03.00 waktu setempat. Menilik segala kenyataan yang ada di dunia pertelevisian Indonesia modern ini, sudah seharusnya KPI dan Kominfo memiliki andil yang sangat besar untuk mengubah wajah pertelevisian Indonesia. Bergerak dengan regulasi yang ketat, pengawasan yang teliti dan penindakan kesalahan siaran yang adil dan cepat akan mampu memperbaiki kualitas tayangan.
Yolanda Agnes Aldema Pemimpin Redaksi LPM Motivasi 2018
Pelaku televisi yang didominasi pihak swasta dengan orientasi keuntungan dan memperoleh banyak penonton tersebut, cenderung memilih konten hiburan tanpa memperhatikan
lpmmotivasi.com Menerima berbagai tulisan dari seluruh mahasiswa, dosen, maupun staf-staf UNS untuk mengisi media kami. Silahkan kirimkarya terbaik anda baik berupa artikel, opini, esai, cerpen, puisi, feature, ke sekretariat LPM Motivasi FKIP UNS. Redaksi hanya bertanggung jawab pada redaksional.
12
Telepon : 0857-2857-9921 (R. Wisnugroho) Email : motivasi_uns@yahoo.com wisnug48@gmail.com
@motivasiuns
LPM MOTIVASI FKIP UNS
WWW.LPMMOTIVASI.COM
@lpmmotivasifkipuns