Pemimpin Umum Pemimpin Redaksi Kabiro AK-47 Kabiro Risdok Kabiro Artistik Kabiro Prodis Kabiro Iklan Editor
Edisi
Kusuma Nuryana Yolanda Agnes Triana Febri Pinky Annisa Hendrawan Hanif Achmad Nurwahid Bella Rahmayadi Faridhatul Mardhiyyah
168 FEBRUARI 2018 L
FREE
MENOLAK TUNDUK TUNTASKAN PERUBAHAN
Realisasi Perbaikan Gedung UKM FKIP UNS
Problematik Pelaksanaan Magang 3 (AK-47, FKIP UNS)
mahasiswa angkatan 2014.
disosialisasikan, jadi kami masih
Pelaksanaan magang 3 periode
Prosedur mengenai pelaksanaan
bingung.” keluhnya pada Rabu
Juli-Agustus 2017 menimbulkan
magang 3 dinilai
(31/1).
banyak keluhan dari mahasiswa.
membingu
Hal ini diduga karena kurangnya
ngkan.
m a s i h
(AK-47, FKIP UNS) Setelah beberapa kali pengajuan, gedung
Selain itu mahasiswa
sosialisasi sehingga adanya
UKM FKIP diperbaiki. Perencanaan Pendidikan Bahasa Indonesia 2014 perbaikan gedung sudah dianggaran F a d i l a h U m m a h a t i j u g a tahun sebelumnya.
pemahaman persepsi berbagai
mengeluhkan mengenai sistem
pihak.
penilaian magang 3. “Dulu waktu
Gedung Unit Kegiatan magang 3 memakai aturan PPL, M a h a s i s w a ( U K M ) F a k u l t a s setelah hampir selesai magang 3 Keguruan dan Ilmu Keguruan (FKIP)
Magang 3 merupakan salah satu mata kuliah wajib
ternyata ada pergantian sedang dalam tahap perbaikan. Setelah seperti ujiannya atau b e b e r a p a k a l i p i h a k U K M
bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikian magang 3 adalah tindakan lanjut
penilainnya itu mengajukan permintaan perbaikan ke m e n g g u n a k a n pihak fakultas, baru tahun ini
dari kegiatan magang 1 dan 2
FGD (Focus
(FKIP) semester 7. Istilah
menggantikan PPL. Magang 3 ini
Group Discussion).”
diberlakukan untuk menyesuaikan
ujarnya pada Jumat (2/2).
Kurikulum Kualifikasi
terealisasi. Seperti yang dikatakan M. Romlan selaku Ketua UKM Peron, “Pada tahun lalu peron sudah terlebih dahulu mengajukan surat perbaikan gedung ke pihak fakultas sebelum ada
Kompetensi Nasional Indonesia
instruksi dari Dewan Mahasiswa
(KKNI). Pergantian ini tidak hanya
Menanggapi keluhan mahasiswa (DEMA),” ujarnya pada Rabu (31/1). mengenai kurangnya sosialisasi, Senada dengan M. Romlan, Theo
sekadar istilah saja namun sistem dan prosedur pelaksanaan magang 3 dengan PPL sangat berbeda. Pelaksanaan magang 3 mulai berlaku untuk mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) angkatan 2014.
Seperti yang diakui oleh Rini Budiarti, mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia 2014. “SOP-nya itu tidak jelas, sebelumnya tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu mengenai pergantian PPL dengan magang 3. Kemudian apakah
Magang 3 dilaksanakan perdana pada Juli-Agustus 2017
magang 1, 2 dan 3 dilaksanakan di satu sekolah, itu belum sepenuhnya
dan mendapat banyak keluhan dari
Dr. Leo Agung S, MPd. selaku s e l a k u K e t u a U K M M a p a l a k e t u a U P 2 K T u n i t P P L Brahamahardhika mengatakan, “Dari menjelaskan bahwa pihak UP2KT Brahmahardhika sendiri juga sudah sudah melakukan sosialisasi m a u m e n g a j u k a n s u r a t u n t u k perbaikan kepada fakultas.” ujarnya, mengenai prosedur dan Senin (5/2). pelaksanaan magang 3. DEMA sebagai badan “Sosialisasi sebenarnya dijelaskan legislatif mahasiswa berinisiatif untuk lebih lanjut di prodi masingmengkoordinir pengumpulan surat masing. Tim UP2KT selaku wakil (Bersambung ke hal 4 kol 2) (Bersambung ke hal 3 kol 1)
Alasan Pengumuman Dispensasi UKT Terlambat (AK-47, FKIP UNS)
UKT, pengurangan/keringanan UKT
Dispensasi UKT selalu dimulai 3
ini disebabkan oleh banyaknya
Pengumuman dispensasi UKT
atau pembebasan UKT. Terkait
bulan sebelum registrasi semester
jumlah mahasiswa FKIP
terlambat dan pengumuman baru
dengan Dispensasi UKT terdapat
baru. Seperti untuk semester genap
dibandingkan fakultas lain dan
k e l u a r p a d a 11 F e b r u a r i .
dalam surat keputusan Rektor
ini, pengumpulan berkas dimulai 30
mahasiswa yang mengajukan
Keterlambatan ini mendapat
Universitas Sebelas Maret nomor
Oktober-10 November 2017.
berasal dari berbagai daerah.
keluhan dari mahasiswa yang
610A/J27/KM/2013 tanggal 27 Mei
Namun, sampai registrasi ulang
“Dengan kondisi tersebut pihak
mengajukan.
n o m o r
kemarin, terjadi keterlambatan
fakultas harus kerja ekstra dalam
3A/UN27/KM/2015 tentang
pengumuman mengenai dispensasi
menyeleksi dan memutuskan mana
Pemberian Dispensasi Pembayaran
tersebut. Dr. Sapta Kunta Purnama,
keringanan atau penundaan UKT,” katanya pada Jum'at (02/02). “Kalau
2 0 1 3
Dispensasi UKT (Uang Kuliah Tunggal) merupakan
d a n
yang pantas untuk diberikan
program dari fakultas yang diberikan
Uang Kuliah Tunggal. Pembukaan
untuk
M.Pd. selaku Wakil Dekan 3 Bidang
kepada mahasiswa FKIP UNS
pengumpulan berkas bagi
Kemahasiswaan dan Alumni
hanya sekitar Solo saja mungkin
berupa penundaan pembayaran
mahasiswa yang ingin mengajukan
menjelaskan bahwa keterlambatan
cepat. Serta adanya pertimbangan (Bersambung ke hal 4 kol 1)
@motivasiuns
LPM MOTIVASI FKIP UNS
WWW.LPMMOTIVASI.COM
@lpmmotivasifkipuns
1
PERSEPSI
EDISI 168 FEBRUARI 2018
EDITORIAL
SUARA MAHASISWA Yang Sederhana Butuh Diperhatikan
Pada bulan Juli-Agustus 2017 sudah terlaksana Magang Kependidikan 3 angkatan pertama. Magang Kependidikan 3 atau yang lebih dikenal Magang 3 ini sebagai lanjutan dari Magang 1 pada semester 1, Magang 2 pada semester 4, serta Magang 3 sendiri terlaksana pada semester 7. Seperti yang dijelaskan oleh pihak dekanat ataupun pihak UP2KT, Magang 3 merupakan pengganti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang sudah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Pada pelaksanaan Magang 3 kemarin ternyata mendapat keluhan dari mahasiswa 2014 yang melaksanakan Magang 3. Kurangnya sosialisasi yang berakibat ketidak sepahaman antara mahasiswa, fakultas dan sekolah mitra; pemberitahun pergantian penulisan laporan menjadi FGD yang mendadak; ada atau tidaknya sertifikat Magang 3, padahal PPL kemarin mendapat sertifikat sebagai salah satu syarat ujian skripsi. Masalah lain yang timbul di lapangan ketika pelaksanaan Magang 3 kemarin yaitu mengenai kurangnya koordinasi antara pihak penyelenggara dengan sekolah mitra. Sekolah mitra masih menganggap mahasiswa yang melaksanakan Magang 3 sebagai mahasiswa PPL, sehingga masih diminta membantu pembelajaran. Padahal penjelasan dari Wakil Dekan Bidang Akademik, Magang 3 hanya sekadar melakukan pengamatan guru guna membentuk kompetensi sosial kepribadian profesional dan kompetensi pedagogik. Seharusnya ketika Magang 3 sudah disepakati sebagai pengganti PPL, sudah dipersiapkan dengan sebaik-baiknya dan disosialisasikan dengan semua pihak, agar meminimalisir perbedaan pendapat antara mahasiswa, fakultas dan sekolah mitra.
Redaksi_
Layout oleh : Hendra
2
@motivasiuns
Doc. Pribadi
Evaluasi Magang 3 Pertama
Terpadat dan terbanyak adalah salah satu dari ciri khas Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Memiliki 26 program studi yang beragam jenisnya, membuat fakultas yang satu ini harus membuka cabang, karena saking banyaknya program studi yang dimiliki. Fakultas ini menjadi gudang bagi para calon pengajar dan pendidik masa depan. FKIP merupakan fakultas terbesar dan juga menjadi fakultas tersederhana, karena mahasiswa FKIP harus menggunakan fasilitas penunjang perkuliahan yang sederhana. Gedung perkuliahan yang jauh dari kata mewah telah membersamai mahasiswa FKIP dalam berjuang. Gedung yang telah dimakan cuaca bisa dilihat ketika masuk melalui gerbang belakang UNS, yaitu gedung A FKIP UNS. Di depan gedung terdapat papan nama fakultas yang sangat memprihatinkan kondisinya. Mulai dari huruf yang terlepas, cat warna yang memudar, dan bahkan lumut yang menempel. Sebagai salah satu fakultas terbesar, hal tersebut bisa menjadi salah satu item yang dapat merubuhkan penilaian orang terhadap fakultas keguruan ini.
motivasi belajar mahasiswa dapat dipengaruhi banyak faktor, namun perbaikan fasilitas dapat meminimalisir permasalahan motivasi belajar mahasiswa. Sebagai mahasiswa FKIP saya merasa fasilitas yang disediakan masih belum maksimal. Jika mahasiswa FKIP memiliki jumlah mahasiswa yang banyak, pendapatan fakultas yang telah dibayarkan oleh mahasiswa pun juga banyak. Entah itu dari beasiswa atau biaya UKT dari masing-masing individu. Sangatlah wajar jika mahasiswa yang membayar uang kuliah dengan nominal besar mengajukan protes karena merasa tidak mendapat fasilitas yang sesuai. Fasilitas yang baik dan unggul akan mencerminkan kenyamanan mahasiswa belajar. Fasilitas lain yang menjadi sorotan adalah AC dan LCD di ruang kelas sering tidak berfungsi dengan baik. Suasana kelas yang kurang nyaman akan mengganggu proses belajar mahasiswa. Pengelolaan toilet yang belum maksimal juga merupakan kondisi yang memprihatinkan. Mulai dari saluran air yang belum baik, hingga keran air yang sering mati. Di gedung B sendiri ada toilet di lantai satu dan digunakan oleh wanita dan laki-laki. Tidak nyaman jika dipandang dan fungsi toilet tidak sesuai dengan yang seharusnya. Fasilitas wastafel dan kondisi lantai juga sangat buruk. Saluran pembuangan wastafel patah dan tidak bisa digunakan untuk membuang air. Parahnya, air tersebut malah jatuh ke lantai dan membuat licin. Terlebih lagi di toilet gedung B tidak ada lampu yang menyala jika malam hari. Sungguh ironis, mengingat UNS merupakan universitas yang akan segera melaju ke World Class University, tapi dengan konsisi fasilitas tersebut apakah sudah mencerminkan?
Saya merupakan seorang mahasiswa yang berkuliah di Gedung B FKIP UNS dan meresahkan kondisi tempat ibadah yang kurang layak. Musholla terletak di lantai tanpa penutup. Paling memprihatinkan adalah tempat ibadah di Gedung D FKIP UNS karena ditempatkan di bawah anak tangga. Tempat ibadah yang merupakan tempat suci harus ditempatkan di bawah anak tangga yang sumpek, sempit, dan kotor. Selain itu, hanya disekat menggunakan papan triplek sederhana. Dengan populasi muslim yang banyak seharusnya tempat ibadah yang layak bisa disediakan untuk mahasiswa FKIP. Diharapkan hal ini mendapat penanganan agar mahasiswa FKIP mendapatkan tempat ibadah yang layak.
Mahasiswa sering mengeluhkan tentang buruknya fasilitas kepada prodi, tetapi banyak keluhan membutuhkan respon yang lama. Lambatnya respon yang didapatkan membuat mahasiswa kecewa. Banyak sekali halhal yang ada di sekitar fakultas yang belum diperhatikan oleh petinggi fakultas. Pengelolaan dalam meningkatkan fasilitas fakultas masih belum terlihat hasilnya. Hal tersebut membuat mahasiswa menjadi pengkritik besar petinggi fakultas, karena kepentingan kecil dan sederhana bagi mereka telah diabaikan oleh mereka. Fasilitas yang harusnya dinikmati selama proses perkuliahan berlangsung tidak sesuai harapan mereka.
Kondisi tempat belajar yang tidak kondusif dapat berpengaruh terhadap produktifitas mahasiswa FKIP. Memang
Eka Setya Puji Lestari
LPM MOTIVASI FKIP UNS
Pendidikan Administrasi Perkantoran 2016
WWW.LPMMOTIVASI.COM
@lpmmotivasifkipuns
REPORTASE
EDISI 168 FEBRUARI 2018
Problematik Pelaksanaan .... dari pimpinan sudah melakukan dua kali
syarat ujian skripsi. Seperti yang dikatakan oleh
kemarin sebagian besar
masih belum
workshop dan juga dilengkapi dengan buku
Fadilah Ummahati, “Kita tidak dapat, setahu
mempunyai persepsi yang sama, ada dosen yang
panduan untuk masing-masing prodi,” jelasnya.
saya magang 3 itu tidak ada instruksi mendapat
mengiranya itu praktik sehingga ada mahasiswa
Leo juga menanggapi mengenai FGD (Focus
sertifikat,” ujarnya. Mengklarifikasi hal tersebut
yang disuruh mengajar.” ujarnya pada Jumat
Group Discussion) yang dikeluahkan
Leo mengatakan mahasiswa angkatan 2014
(2/2)
mahasiswa. “Mengenai permasalahan FGD kita
yang telah lulus magang 3 tetap mendapat
Dari banyaknya permasalahan
sudah menindaklanjuti dengan mengadakan
setifikat magang 3. “Dapat, ini baru diproses.
magang 3 yang dirasakan mahasiswa angkatan
workshop.”
Kemarin saya menghubungi Pak Tito dari pihak
2014, pelaksanaan magang 3 dinilai sudah
IT menginstruksikan sertifikat jadi dalam
berjalan dengan baik. Hal ini disampaikan oleh
Disamping itu, Dr. Leo Agung S, MPd.
minggu ini, mahasiswa mungkin menggunakan
Dr. Munawir Yusuf, M.Psi selaku Wakil Dekan 1
juga akan menindaklanjuti tentang keluhan
sertifikat hanya untuk ujian skipsi.” jelasnya
mengatakan, “Secara umum pelaksanaan
mahasiswa mengenai wacana magang 1, 2 dan 3
Jumat (2/2)
magang 3 berjalan dengan lancar, saya gembira tidak ada komplain dan keluhan mendasar dari
yang harus dilaksanakan pada satu sekolah. “Mudah-mudahan nanti bisa dilaksanakan
Permasalahan yang paling dirasakan
magang 1, 2 dan 3 dilaksanakan di satu sekolah,”
mahasiswa angkatan 2014 dalam pelaksanaan
ujarnya. Dengan prosedur magang 3 yang
magang 3 yaitu belum adanya persamaan
dilaksanakan pada satu sekolah dinilai lebih
persepsi antara dosen pembimbing dan guru
efektif, sehingga banyak mahasiswa yang setuju
pamong. Dosen pembimbing dan guru pamong
mengenai wacana tersebut. “Dari hasil survei
masih mengartikan pelaksanaan magang 3 sama
yang dilakukan BEM kemarin 25% mahasiswa
dengan PPL. “Waktu saya praktik magang 3
tidak setuju dan 75% setuju dengan berbagai
yang seharusnya mengamati bagaimana guru
pihak mitra sekolah dan semua mahasiswa lulus.” ujarnya pada Kamis (1/2).
pamong itu mengajar. Tapi karena tidak ada
alasan.” tambahnya.
instruksi dari pihak kampus, akhirnya guru itu Mengenai sertifikat magang 3,
menyuruh saya seperti PPL dan pokoknya hanya
mahasiswa angkatan 2014 mengaku belum ada
dilepas di kelas.” ujar Fadilah. Belum samanya
kejelasan terkait ada atau tidaknya sertifikat.
persepsi mengenai magang 3 dibenarkan oleh
Sementara pada PPL kemarin, mahasiswa
Dr. Budhi Setiawan M.Pd selaku Kaprodi
mendapatkan sertifikat yang menjadi salah satu
Pendidikan Bahasa Indonesia. “Magang 3
Septian_Yeni
KAOS NARSIS Menyediakan pelayanan jasa pembuatan kaos dengan gambar wajah Anda dalam bentuk kartun (avatar) ataupun vektor
VECTOR cara pemesanan: ketik NAMA_FAKULTAS_PRODI
KAOS NARSIS Contact person just via Whatsapp
Just 95k (cendek) 100k (dowo)
Eksklusif Unik Personal Kece 0896-1894-5187 (Prima)
Pemimpin Umum : Kusuma Nuryana Sekretaris Umum: Rofika Ayu Bendahara Umum: Alfi Nur Pemimpin Redaksi:Yolanda Agnes Sekretaris Redaksi: Erwinda Rulli Editor AK-47: Faridatul Mardiyyah Kabiro AK-47: Triana Febri Editor lpmmotivasi.com: Fransisca Budi Kabiro lpmmotivasi.com: Rohmat Wisnugroho Staf Redaksi : Ahmad Fahrurrofi'i ,Mutrian Trisna, Annisa Fitriana , Elsa Rahmanita Hana Afifatul. Umah Khoerunisa . Radana Fauziana, Rahayu Prasetyowati, Septian Refvinda, Shafira Asrining . Vivi Aprilia, Yeni Puspitasari Pemimpin Litbang: Venny Romadona Sekretaris Litbang: Ekky Megawangi Kabiro Pengkaderan: Nadila Nisa Kabiro Risdok: Pinky Annisa Kabiro Jarkom: Abdul Latif Staf Litbang: Alfandy Zein, Aprilia Nur , Enggi Ria , Fatiha Najma, Mita Dwi . Muhamad Saad. Natasya Titania Ramadhanti Nur , Windy Arandari, Rima Deswanti. Nova ,Slamet Effendy , Tyas Nur Pemimpin Perusahaan: Dian Prima Sekretaris Perusahaan: Fitriyah Rohmah Kabiro Prodis: Achmad Nurwahid Kabiro Artistik: Hendrawan Hanif Kabiro Iklan: Bella Putri Staf Perusahaan: Ainunnisa Nalini . W ,Bintang Ariana , Dimas Tegar , Ema Lalita , Fijar Suwarno i, Imaamah Khoirun Nisa, Isna Samrotul , Novika Harumi, Novy Dwy , Partiwi, Wening Prima
@motivasiuns
LPM MOTIVASI FKIP UNS
WWW.LPMMOTIVASI.COM
@lpmmotivasifkipuns
3
REPORTASE
EDISI 168 FEBRUARI 2018
Alasan pengumumam ...... tim verifikasi untuk betul-betul mencermati
“Kata pihak BEM-nya ditunggu aja dulu.”
seberapa besar yang dapat kita putuskan untuk
jelasnya pada Selasa (30/01). “Saya sudah tanya
keringanan UKT dan sebagainya.” tambahnya. Proses dispensasi UKT ini dilakukan
BEM hanya sebagai jembatannya. Entah kapan,
terus, katanya yang tau cuma fakultas, soalnya
dengan mengecek kondisi kenyataan secara
keluar atau tidak juga tidak tahu.” tambahnya
langsung ke tempat mahasiswa pengaju
pada (30/01). Menanggapi hal itu, Rahmat Kurniawan
dispensasi yang melibatkan teman-teman dari apabila data yang
selaku Presiden BEM FKIP 2018 menyatakan,
dibutuhkan masih kurang, tim verifikasi bisa
“Dari pihak BEM bukan tidak tahu, tapi memang
BEM FKIP. Namun
langsung bertanya kepada RT. Untuk
menunggu. Karena prosesnya lama, ya sudah
mempercepat proses dispensasi UKT, pihak
tunggu saja.” ujarnya pada Kamis (01/02).
fakultas mengandalkan BEM yang terjun ke
“BEM hanya diminta tolong untuk pemberkasan
lapangan dengan dibantu tim monitoring dan
dan wawancara, itu aja.” Sementara itu, Aditya Wahyu Alfikri mahasiswa Pendidikan Sejarah 2016 mengaku semester sebelumnya tidak menunggu sampai pembayaran UKT hari terakhir, namun saat ini mahasiswa diharuskan untuk membayar UKT terlebih dahulu. “Dulu nggak disuruh nunggu seperti itu. Kalau sekarang bayar UKT dulu takutnya pengumumannya sesudah pembayaran UKT, atau mungkin juga ditakuti error makanya lebih baik bayar UKT dulu.” katanya pada Kamis (01/02). Akhirnya pada hari Minggu (11/2) pengumuman dispensasi UKT untuk semester
tim verifikasi. Namun masalah saat ini adalah adanya keterlambatan pengumuman hasil dispensasi UKT, padahal pembayaran UKT semester genap dan registrasi sudah dimulai. Beberapa mahasiswa FKIP mengeluhkan tidak adanya kejelasan mengenai pengumuman dispensasi tersebut. Seperti yang dirasakan Sherly Ika M., mahasiswa Pendidikan Sejarah 2017 kebingungan karena tidak ada informasi yang cukup terhadap proses dispensasi dari BEM.
genap Februari-Juli 2018 telah keluar. Seperti yang diinfokan Kementrian Dalam Negeri BEM FKIP via WhatsApp yang disertai link penerima dispensasi. Permasalahan keterlambatan hasil dispensasi UKT ini menjadi masalah yang sering terjadi di setiap pergantian semester, sehingga mahasiswa mengharapkan adanya kejelasan mengenai dispensasi UKT. Seperti yang diharapkan Taufiq T.M. mahasiswa Pendidikan Ekonomi 2017 agar mendapatkan informasi sesegera mungkin. “Pihak BEM segera menginformasikan tentang dispensasi UKT, atau paling tidak BEM memberikan tanggal kepastian agar para mahasiswa yang mengikuti dispensasi UKT tidak bingung, karena sampai sekarang belum mendapat kepastian.” katanya pada Rabu (07/02).
Khoerunisa_Slamet
Realisasi Perbaikan ...... perbaikan gedung UKM FKIP. Surat tersebut
perencanaan hal yang akan diprioritaskan fakultas
yang lebih parah, mohon segera dilaporkan.”
berfungsi sebagai lampiran dalam hal pengajuan
tahun selanjutnya. Wakil Dekan 2 FKIP, Imam
tambahnya. Perbaikan gedung UKM FKIP yang akan dilaksanankan akan disesuaikan dengan apa yang sudah direkomendasikan dan anggaran yang ada. Perbaikan akan sesuai dengan rekomendasi yang ada, mengingat dana yang terbatas. “Kita tidak akan memberikan lebih karena mengingat dana yang terbatas.” katanya. Meskipun begitu, Luhur mengharapkan perbaikan gedung fakultas akan diselesaikan secepat mungkin. “Perbaikan ini saya kira 1,5 bulan sudah selesai.” kata Luhur.
gedung UKM FKIP ini. Lukman Huda Wijaya
Sudjadi mengungkapkan, pembangunan gedung
selaku ketua DEMA FKIP mengatakan, “Gedung
memiliki mekanisme. “Pengusulan itu mestinya
ini direhabilitasi perlu adanya surat-surat dari
ketika tahun berjalan. Anggaran itu berjalan,
masing-masing UKM, itu seperti lampiran LPJ-
penyusunannya pada tahun sebelumnya.” katanya
nya,” ujarnya, Kamis (1/2). Ia juga
pada Kamis (1/2). Sebelumnya pihak fakultas
menambahkan, perlu adanya kerja sama dari
memang sudah memprioritaskan untuk perbaikan
masing-masing UKM untuk kelancaran
gedung UKM FKIP karena adanya anggaran
perbaikan gedung ini. Salah satunya dengan
untuk perbaikan gedung yang terdiri dari
memberikan daftar barang-barang yang rusak di
akreditasi prodi, perbaikan pintu, jendela, plafon,
setiap sekretariat dan gedung UKM. “Dari
genteng dan lain-lain. Namun, perbaikan itu
fakultas juga mengarahkan, kita tinggal
untuk anggaran berjalan tahun 2018.
menambahkan apa yang harus diperbaiki secara rinci.” kata Lukman.
Kabag Sub Bagian Umum dan K e u a n g a n F K I P, L u h u r S u k a m t o
Perencanaan perbaikan gedung UKM
mengungkapkan, salah satu Organisasi
FKIP yang sedang dikerjakan saat ini memang
Mahasiswa (ormawa) FKIP sebelumnya
sudah dari satu tahun sebelumnya. Namun, tidak
mengajukan usulan perbaikan gedung UKM
serta merta anggaran tahun berjalan langsung
FKIP dan menjadi prioritas fakultas untuk
diturunkan saat itu juga. “Menurut saya perbaikan
dikerjakan. “Dana yang ada sebagian kita
gedung UKM ini terkesan lambat, entah dari kita
prioritaskan untuk memperbaiki gedung UKM
atau dari pihak fakultasnya saya tidak tahu,” kata
FKIP,” kata Luhur pada Kamis (1/2). Lebih lanjut ia berpesan agar perbaikan gedung ini juga diikuti
Romlan, Rabu (31/1). Pengusulan anggaran tahun berjalan yang
oleh kebudayaan mahasiswanya dengan menjaga
dilakukan oleh setiap fakultas, dilakukan satu
kebersihan dengan baik. “Saya minta dari
tahun sebelumnya. Adanya anggaran tahun
mahasiswa juga ada ketertiban. Kalau memang
berjalan ini diperoleh melalui mekanisme
ada kerusakan yang parah dan bisa menyebabkan
Lukman Huda Wijaya mengatakankan fasilitas gedung UKM yang baik sangat menunjang dalam kegiatan ormawa. Dengan fasilitas yang memadai dapat mendorong dan membuat maju setiap kegiatan dan kinerja ormawa. Ketika ada kendala dari fasilitas, bisa jadi mengurangi kinerja kita misalnya ada peralatan yang rusak.” katanya. Luhur Sukamto juga mengharapkan realisasi perbaikan gedung UKM FKIP akan berjalan dengan lancar dan sesuai yang diharapkan oleh pihak pihak UKM. Seperti halnya yang disampaikan Romlan, “Semoga saja ini segera terselesaikan dengan lancar agar permasalahan tidak stuck disini saja.” Ujarnya, Kamis (1/2). Rofi'i_Aprilia
4
@motivasiuns
LPM MOTIVASI FKIP UNS
WWW.LPMMOTIVASI.COM
@lpmmotivasifkipuns
POLLING
EDISI 168 FEBRUARI 2018
56% Responden: Rumah Advokasi Tidak Berdampak Dalam rangka membantu, mendampingi, dan memberikan informasi bagi mahasiswa FKIP yang membutuhkan bantuan, BEM FKIP UNS membuat program kerja Rumah advokasi. Salah satu kegiatan dalam program kerja rumah advokasi adalah advokasi biaya pendidikan. Advokasi biaya pendidikan terdiri dari penundaan pembayaran dan keringanan UKT. Keringanan UKT semester genap 2018 dibuka pada tanggal 30 Oktober 2017 sampai 10 November 2017 untuk pengumpulan berkas dan wawancara. Namun, hingga pembayaran UKT semester genap 2018 dimulai belum ada Surat Keputusan mengenai keringanan UKT semester genap 2018 bagi mahasiswa yang mendaftar. Padahal, sebanyak 324 mahasiswa FKIP menanti pengumuman keringanan UKT semester genap 2018. Menanggapi hal tersebut, Kru LPM Motivasi FKIP UNS Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) melakukan penyebaran polling dengan teknik pengambilan sampling secara acak (random sampling) terkait dengan kegiatan “advokasi biaya pendidikan” yang ada di dalam program kerja rumah advokasi Kementrian Dalam Negeri BEM FKIP UNS. Penyebaran polling tersebut dilaksanakan tanggal 30 Januari - 1 Februari 2018 dengan jumlah responden 50 mahasiswa. Adapun pertanyaan-pertanyaan yang diajukan adalah sebagai berikut : 1. Tahukah Anda mengenai program kerja rumah advokasi? 2. Apakah Anda merasakan dampak dari program kerja rumah advokasi?
@motivasiuns
3. Apakah program kerja rumah advokasi sudah berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan? Berdasarkan hasil rekapitulasi polling yang dihimpun, pada pertanyaan pertama mengenai Tahukah Anda mengenai program kerja rumah advokasi, sebanyak 52% yaitu 26 mahasiswa menjawab Ya, sebanyak 34% yaitu 17 mahasiswa menjawab Tidak, dan sebanyak 14% yaitu 7 mahasiswa menjawab Tidak Tahu. Kurnia Cahya dari Pendidikan Bahasa Indonesia 2014 berkomentar “Sedikit tahu tentang adanya advokasi, namun tidak tahu jika ada dalam program kerja rumah advokasi”. Melinda Ekawati dari PGSD Surakarta 2016 menambahkan “Tahu jika ada gerakan advokasi tetapi tidak tahu bagaimana programnya, karena memang kurang adanya sosialisasi”. Sedangkan Dyan Larasati dari Pendidikan Bimbingan dan Konseling 2017 mengungkapkan “Saya tidak tahu tentang proker rumah advokasi”. Selanjutnya, Aldi Dwi Saputro dari Pendidikan Bahasa Indonesia 2017 berkomentar “Baru tahu ini malah kalo ada program semacam itu. Mungkin promosinya kurang, jadi aku tidak tahu”. Pada pertanyaan kedua mengenai Apakah Anda merasakan dampak dari program kerja rumah advokasi, sebanyak 22% yaitu 11 mahasiswa menjawab Ya, sebanyak 56% yaitu 28 mahasiswa menjawab Tidak, dan sebanyak 22% yaitu 11 mahasiswa menjawab Tidak Tahu. Atik Surya N mahasiswa Pendidikan Sosiologi Antropologi 2016 berkomentar “Dengan adanya rumah advokasi bisa tahu tentang informasi mengenai advokasi di FKIP”. Alfin Amanatus S. dari Pendidikan Biologi 2017
LPM MOTIVASI FKIP UNS
menambahkan “Saya tidak merasakannya, namun beberapa teman saya merasakan keringanan pembayaran biaya pendidikan”. Sedangkan Khoirul Anam dari PTIK 2017 mengungkapkan “Karena sebelumnya saya belum tahu program ini”. Selanjutnya Taufiq Tsany dari Pendidikan Ekonomi 2017 menambahkan “Lebih tepatnya belum. Karena sampai sekarang masih belum ada kepastian tentang hasil dari penyelenggaraan dispensasi tersebut”. Pada pertanyaan ketiga mengenai Apakah program kerja rumah advokasi sudah berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan, sebanyak 16% yaitu 8 mahasiswa menjawab Ya, sebanyak 50% yaitu 25 mahasiswa menjawab Tidak, dan sebanyak 34% yaitu 17 mahasiswa menjawab Tidak Tahu. Adhella P dari Pendidikan Sosiologi Antropologi 2016 berkomentar “Mereka yang ada di dalamnya juga mengusahakan yang terbaik untuk mahasiswa FKIP dan menurut saya itu sudah cukup”. Ratna Intan Sari dari Pendidikan Bahasa Indonesia 2017 menambahkan “Karena tujuannya progrsm tersebut mementingkan kepentingan orang banyak”. Sedangkan Putri Aifa N.A dari Pendidikan Ekonomi 2017 mengungkapkan “Tidak sama sekali. Karena sampai sekarang SK Rektor belum keluar. Seharusnya sebelum jadwal pembayaran UKT, SK Rektor sudah keluar terlebih dahulu. Sehingga dapat meringankan UKT mahasiswa yang sekiranya lolos dispensasi”. Selanjutnya Lani dari Pendidikan Sosiologi Antropolgi 2016 menambahkan “Karena dalam pelaksanaannya masih belum maksimal. Dalam proses seleksi masih kurang selektif, dan membutuhkan waktu yang lama dalam proses seleksi”. Litbang
WWW.LPMMOTIVASI.COM
@lpmmotivasifkipuns
5
EDISI 168 FEBRUARI 2018
WAWANCARA UTAMA
Doc. pribadi
Dr. Leo Agung S, M.Pd Ketua UP2KT : “Sebenarnya substansi Magang 3 dan PPL sama to, hanya kemarin justru FGD itu nampaknya lebih bermakna daripada adanya laporan observasi.�
Berikut adalah hasil wawancara kru LPM MOTIVASI FKIP UNS dengan Ketua UP2KT, Dr. Leo Agung S, M.Pd pada Jumat (2/2) terkait dengan pelaksanaan Magang Kependidikan 3 di FKIP UNS
Perbedaan sistem Magang 3 dan PPL? Sistem pendaftaranannya hampir sama kita secara online, syarat-syaratnya hampir sama. Ini baru kita godok juga Mbak, nanti saya pelajari, saya mengundang tim ini lho, ada seperti ini gimana.
Sebenarnya kalau dilihat di lapangan lebih efektif Magang 3 atau PPL? Sebenarnya substansi Magang 3 dan PPL sama to, hanya kemarin justru FGD itu nampaknya lebih bermakna daripada adanya laporan observasi. Itu juga berguna bagi mahasiswa untuk melanjutkan studi dengan ambil PTK. Begitu juga sekolah-sekolah mitra guru-guru kemarin. Karena permintaan UP2KT itu kolaboratif, jadi take and givenya ada. Mahasiswa yang merancang ini-ini, guru-guru bisa tanya-tanya. Nah, itu kan bisa join, tinggal guru dapat untung mahasiswa selesai studinya. Kan gitu jadi punya nilai positif terkait dengan FGD. Kelebihannya di situ FGD itu
6
@motivasiuns
Banyak mahasiswa yang mengeluh mengenai FGD? Kemarin baru pertama, nah nanti kita siapkan lagi. Sebenarnya dari masing-masing prodi itu ada dosen pengampu to. Itu di samping pimpinan program pengampu Magang 1, pengampu Magang 2 kita kemarin sudah workshop dua kali. Lha gimana, kita sosialisasikan hanya lewat itu. Nah itu juga saya benahi lagi mengenai masukan-masukan kemarin. Ini masih awal to, nanti terjunnya Agustus-September kita benahi. Setelah oke kita unggah ke webnya PPL. Jadi mahasiswa yang ini sudah bisa membaca. Sudah diunggah juga masih aja teman-teman kita ada yang bertanya; 'Pak skala penilaian itu 4 atau 100?' lha buku pedoman tidak dibaca. Sebagian dosen ada yang tanya itu. Kita, begitu siap kita unggah. Kemarin sampai pelaksanaan ujian itu saja bingung nilainya, mahasiswanya atau dosennya tidak membaca buku pedoman, akhirnya SMS atau WA; 'Pak nilainya gimana?'. Ada yang memberi nilai 3,7 kita harus mengolah lagi. Nah, tapi kalau bisa saling memahami, kan enak. Kita sudah share ada yang langsung mempelajari dan bertanya, tidak masalah. Tapi kalau tidak tahu sama sekali standar nilai, kan gimana? Ya mari kita sama-sama, mahasiswa sendiri aktif, boleh bertanya mengenai masalah yang penting. Kita punya koordinator magang masing-masing jurusan mewakili sosialisasi mengenai PPL.
LPM MOTIVASI FKIP UNS
Sebenarnya pada rapat sudah kami sosialisasikan. Untuk SK bisa didonwload.
Mengenai pelaksanaaan Magang 1, 2, 3 dilaksanakann di sekolah? Ketika saya mengundang workshop yang kedua di tengah itu memang ada usulan bagaimana sebaiknya mengenai Magang 1, 2, 3 disatukan karena memang yang paling repot itu pihak sekolah. Terus oke lah, kami tim dua kali sudah merapatkan, ya sudah kita tindak lanjuti. Nah, kemarin ketemu pimpinan, ini besok dan itu harus terkait dengan sistem, saya senang saja. Jadi memang nanti ada wacana ke sana, mudah-mudahan nanti bisa dilaksanakan. Kita masih punya waktu. Itu Magang 1, 2, 3 dilaksanakan di satu sekolahan dari tim lebih enak gitu, sehingga daftarnya di Magang 1 di satu sekolah A, nanti Magang 2 tinggal klik daftar ulang A. Terus Magang 3 klik di sekolah A juga. Walaupun hasilnya 25% tidak setuju dan 75% setuju dengan alasan bermacam-macam di sini, tapi itu bagi saya lebih efektif.. Magang 3 kemarin apakah mendapatkan sertifikat?
Dapat, ini baru diproses, 1500. Begitu kita masuk, kita tata itu semua. Kemarin saya menghubungi Pak Tito dari pihak IT-nya minggu ini, karena kemarin saya juga habis menyelesaikan sertifikat guru pamong itu. Guru pamong juga sebanyak itu, mudah-mudahan minggu ini selesai. Kemarin guru pamong terburu-buru untuk digunakan kenaikan. Mahasiswa
WWW.LPMMOTIVASI.COM
mungkin kepentingananya untuk ujian skipsi. PPT belum keluar nilainya saja ditunjukkan, tidak harus membawa sertifikat tapi ini kita masih dalam
Apakah banyak yang tidak lulus Magang 3? proses. Banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Diberi tugas mengabaikan ada. Ini mohon mahasiswa harus siap ketika di lapangan itu akan menjadi pengalaman berharga bagi Anda di lapangan. Semakin banyak berlatih, semakin banyak jam terbang, semakin baik kan, begitu to. Jadi ada tantangan, Anda harus belajar. Tapi kalau enak-enak saja membuat kita wah, tenang saja. Sikapnya, kalau ada apa-apa siap caranya, harus usaha konsulatasi pada guru pamong, dosen pembimbing. Jangan merasa seenaknya. Kan itu juga berpengaruh juga. Laksanakan, upayakan yang terbaik. Itu rasa tanggung jawab Anda membawa nama almamaer juga kan itu. Tapi kalau yang bagus juga banyak, artinya diberi tugas langsung siap tidak ragu-ragu, ya sudah, nilai A. Kalau misal mahasiswa tidak keterlaluan, guru pamong juga tidak enak.
Untuk kejelasan pelaksanaan Magang tahun ini bagaimana?
Magang masih 2 tahun, jadi angkatan yang kena magang menurut saya angkatan '14, '15, '16. Hari ini sudah semester 4, semester 6. Semester 6 jelas nanti kita bakal langsung plot micro. Syaratnya lulus micro teaching nanti masuk daftar online, kita tata angkatannya. '15 nanti Magang 3.
@lpmmotivasifkipuns
NYELEKIT
EDISI 168 FEBRUARI 2018
Dispensasi Dalam Tanya Pertemuan dengan PA selesai. Mahasiswa diperhatikan oleh dua temannya, yaitu dispensasi Rektor belum juga turun? Mahasiswa masih keluar dengan aktivitas mereka. Langsung pulang, UKT yang banyak diikuti mahasiswa UNS membayar dengan jumlah yang tetap seperti yang pergi makan, atau tetep di kampus nikmatin khususnya di FKIP. Dispensasi UKT yang mereka bayarkan semester lalu. Dan, apakah jika jaringan internet yang tak seberapa kuat. Begog ditawarkan pihak kampus dimulai sekitar bulan SK Rektor turun terlambat, mahasiswa yang lolos mengajak Kiko ke kantin Tania. “Buruan, Oktober-November. Dengan bantuan BEM FKIP dispensasi benar-benar mendapat penurunan cacingku udah teriak laper.” Ajak Begog sedikit yang diminta untuk mengurusi syarat dan berkas- jumlah UKT? Apa sisa uang yang masih ada akan berkas guna mengikuti dispensasi UKT, BEM juga dikembalikan?
berteriak.
Beberapa mahasiswa tersebut pun “Iya, sante loh.” Kiko menimpali. Di diberi mandat dari fakultas untuk melaksanakan Tania, Begog langsung meraih jajanan yang ada, wawancara agar prosesnya tidak panjang dan menyudahi percakapannya. Kiko, Begog, dan kemudian duduklah mereka di shelter. Di samping nantinya hanya sedikit yang diselesaikan oleh Njenik saling berpandangan dengan sorot tanya. mereka, beberapa mahasiswa sedang membahas pihak fakultas. sesuatu. “Eh, btw kamu jadi ikutan dispensasi UKT
“Aku belum paham.” ujar Njenik.
Belum ada kejelasan dari pihak fakultas
“Tunggu aja hasilnya.” jawab Begog.
di BEM itu?” Tanya salah seorang kepada untuk melegakan segala pertanyaan yang berputar di benak mahasiswa pengikut dispensasi. Semester
temannya.
baru yang sebentar lagi dimulai, mengharuskan
“Iya, emang kenapa?” “Terus gimana? Jumlah UKT-mu jadi
mahasiswa untuk registrasi. Sebelum itu, kewajiban membayar UKT menjadi sebuah tanya,
berapa?” Tanya si mahasiswa.
“Sebagai mahasiswa yang baik kita harus follow up setiap kebijakan yang dibikin kampus. Meskipun nggak ikutan, setidaknya kita tahu sudah sesuaikah dengan harapan kebijakan itu,” sahut Kiko.
berapa nominal yang dikeluarkan oleh mahasiswa “Disuruh sabar.” jawabnya singkat. Begog dan Kiko ikut memperhatikan percakapan beberapa mahasiswa tersebut. Tiba-tiba Njenik
belum juga turun, sehingga mahasiswa tetap
sapaan Njenik. Meski sedikit kesal, Njenik mencoba ikut nimbrung dengan Kiko dan Begog yang nampak serius. Njenik pun tahu, apa yang
kebijakan kampus.” seru Njenik. “Setuju, asal telatnya nggak sampe
membayar UKT sesuai nominal sebelumnya.
datang mengagetkan mereka. “Woi, lagi ngapain?” Walau terkejut, Kiko dan Begog tidak merespon
“Yoi, cuma mahasiswa yang mengawal
pengikut dispensasi. Hingga kini, SK Rektor
Njenik ikut bergolak dengan pikirannya. Sebenarnya dispensasi penundaan atau pengurangan UKT yang dilakukan oleh kampus?
semester selanjutnya aja. Hahaha.” Mereka bertiga pun tertawa sambil berebut makanan yang masih tersisa didepan mereka. Erwinda_
Mengapa jika dimulai untuk semester depan SK
Oleh: Hendra
Karto Bimbang Pada suatu sore di jalan menuju kosan
Woiii,.. karto
aduh, kaya ada yang manggil ? mana capek kali habis ngelarin magang tapi belum ujian
Magang 3 ohhh magang 3. Bedamu dengan sistem PPL dulu apatoo. Tahun pertamamu kurang sosialisasi, bikin bimbang sajaa
Habis ngelarin magang 3 mas, yang dulunya PPL ituloh.
kamu kenapa to, kelihatnya lesu, murunng gitu ?
Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Munawir Yusuf, M.Psi Tidak ada yang tidak lulus semua lulus dengan baik. Bungkam: Kata Pak Ketua UP2KT banyak yang tidak lulus lho Pak. Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Munawir Yusuf, M.Psi Apapun namanya magang 3 ataukah PPL ataukah magang, kararter guru harus terbentuk melalui kegiatan permagaangan. Bungkam: Jadi yang bener magang atau PPL sih Pak? Bagus, Mahasiswa FKIP angkatan 2017 katanya suruh nunggu aja dan pantau terus ig dari bem fkip untuk pengumumannya. Bungkam: Biar nambah follower nih. Rahmat Kurniawan Presiden BEM FKIP 2018 Sebenarnya dari pihak BEM bukannya tidak tahu tapi memang menunggu, karena prosesnya lama ya sudah tunggu saja. Bungkam: Udah kayak Dilan aja, suruh nunggu.
Sekarang kan namanya magang 3 , pake kebijakan yang baru , katanya beda eh di lapangan sama saja kek ppl
@motivasiuns
LPM MOTIVASI FKIP UNS
WWW.LPMMOTIVASI.COM
@lpmmotivasifkipuns
7
CATATAN PINGGIR
EDISI 168 FEBRUARI 2018
Doc. Pribadi
Mahasiswa Dan Degradasi Karakter
Mendengar kata mahasiswa, mugkin hal yang terbesit di benak kaum intelek memiliki berbagai predikat agent of change, control social, dan iron stock. Sehingga memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Namun, masih pantaskah predikat tersebut melekat pada mahasiswa sekarang? Dilihat dari kondisi sekarang, mahasiswa masih banyak bersikap apatis dan atau tak peduli terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. Mereka lebih asyik di dunianya sendiri, lebih asyik dengan gedgetnya, medsosnya, dan game-nya. Mereka lupa akan tugas dan tanggungjawabnya sebagai mahasiswa yang menjujung tinggi nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kurangnya kesadaran mahasiswa akan arti dari Tri Dharma Perguruan Tinggi inilah yang memprihatinkan bagi mahasiswa sekarang dan masa depan bangsa ini. Mahasiswa mulai mengalami degradasi pengetahuan. Mahasiswa mulai terlena dengan perkembangan teknologi yang mulai canggih yang seharusnya mampu menggunakannya dengan bijak sesuai keperluannya. Ruang-ruang diskusi mulai pudar, tempattempat nongkrong mulai diisi dengan bermain gadget. Cuek terhadap teman disebelahnya. Seruseru sendiri, ketawa-ketawa sendiri dengan gadget yang dipegangnya. Apalah arti kumpul jika kita sibuk dengan dunia kita sendiri? Apalah arti kebersamaan jika kita sendiri tak peduli teman disebelah kita? Apalah arti semua itu jika kita
8
@motivasiuns
sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain namun cuek terhadap apa yang ada di sekitar kita. Inilah kondisi mahasiswa sekarang sepenglihatan saya, walau tidak semua mahasiswa seperti itu. Namun saya tidak sepenuhnya menyalahkan mahasiswa seperti itu, hanya saja saya merasa prihatin melihat keadaan mahasiswa sekarang. Entah obrolannya mulai tidak menarik sehingga temen-temen mahasiswa labih asyik bermain gadgetnya. Menghidupkan budaya intelektual merupakan hal yang penting, khususnya bagi mahasiswa untuk menumbuhkan kekritisan, kepekaan, dan pengetahuan dalam mengetahui isu dan permasalahan yang ada di negeri tercinta ini. Orientasi kuliah yang keliru juga menjadi salah satu penyebab mahasiswa bersikap apatis. Mahasiswa sudah terbiasa didoktrin kuliah hanya untuk kerja,kerja, dan kerja, sukses finansial. Hanya dengan mengandalkan lembaran manuskrip ijazah kelulusan. Mereka berlombalomba untuk lulus cepat dan berharap mendapatkan pekerjaan yang sesuai apa yang diinginkan. Hal tersebut tidaklah mudah seperti yang kita pikirkan. Dunia kerja itu berat, banyak hal yang harus kita lakukan untuk mencapai kesuksesan finansial dan itu melalui proses yang panjang. Bisa dilihat disekitar kita banyak lulusan Sarjana masih menganggur karena hanya mengandalkan manuskrip ijazah. Mereka terkadang lupa yang diperlukan dalam dunia kerja tidak hanya manuskrip ijazah saja. Perlunya skill, pengalaman, dan kreatifitas, bahkan harus mampu berkerjasama dalam suatu kelompok kerja. Hal tersebut terkadang tidak diajarkan dalam bangku kuliah, karena kita hanya diajarkan teori tapi untuk aktualisasi dari teori tersebut jarang dilakukan. Mengapa sebagai mahasiswa perlu mengikuti organisasi? Karena sebagai sarana untuk mengekpresikan dan mengembangkan keilmuan yang didapat dari bangku kuliah. Ini menjadi nilai tambah untuk melatih softskill kita yang nantinya berguna dalam dunia kerja.
LPM MOTIVASI FKIP UNS
Sebagai mahasiswa kita harus sadar akan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi yang perlu kita pahami, kemudian kita aplikasikan dalam masyarakat untuk menciptakan peneruspenerus bangsa yang berkualitas yang berguna bagi bangsa dan negaranya. Tri Dharma tersebut pertama, pendidikan dan pengajaran; mahasiswa yang belajar berbagai macam ilmu di Perguruan Tinggi, baik didapat dalam bangku kuliah maupun organisasi dengan berbagai sumber dan berdasarkan pengalaman masing-masing. Mahasiswa yang sudah menyelesaikan masa studinya di Perguruan Tinggi dituntut untuk mentransfer ilmunya kepada masyarakat. Kedua, penelitian dan pengembangan; mahasiswa yang melakukan penelitian dan mengembangkan serta mengaplikasikannya dengan harapan bermanfaat bagi masyarakat. Sebagaimana quote indah dari Pramudya Ananta Toer, “ Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.� Ketiga, pengabdian masyarakat; mahasiswa dipersiapkan untuk mengabdi kepada masyarakat dengan dibekali ilmu yang cukup untuk mengadakan aktivitasaktivitas yang dapat dirasakan langsung manfaat. Mahasiswa yang baik dan cerdas tidak hanya paham tapi harus mampu melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan sepenuh hati dengan tujuan yang baik yaitu mencerdaskan bangsa
.
WWW.LPMMOTIVASI.COM
Kusuma Nuryana Avianta Pimpinan Umum LPM Motivasi 2018
@lpmmotivasifkipuns