Skip to main content

Civitas Mimbar Untan Edisi 52

Page 1

Edisi 49/Thn.XI/Maret/2010


Surat Pembaca

Apa kabar Mahasiswa?

Segudang aktivitas begitu menyita waktu hingga kita lupa betapa singkatnya 24 jam yang diberikan Allah Swt setiap hari. Kuliah, organisasi, aksi dan berjuta aktivitas lain kadang melalaikan kita terhadap beberapa point penting yang semestinya kita kejar dalam hidup ini. Tak terasa pula kita telah melewati setahun masa perkuliahan. Ada suka, duka dan kadang air mata yang mengiringi perjalanan umur kita. Tak terasa pula beberapa bulan lagi kita akan menyambut bulan nan suci bagi umat Islam, yakni Ramadhan. Tentu kita berharap agar masih diberikan nafas untuk menikmati indahnya Ramdhan tahun ini. Liburan kali ini, tim redaksi Mimbar Untan harus merelakan waktunya demi menykseskan Peksiminas X. Kali ini Untan menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Peksiminas. Nah‌.bagi teman-teman mahasiswa dari Perguruan Tinggai manapun dan masih berada di Pontianak, yuk kita turut meriahkan serta mensukseskan Peksimas X ini. Di civitas penutup tahun akademik 2009/2010 ini, kami mengangkat system On-Line yang digunakan dalam SNMPTN sebagai Headline. Di Kolom Opini, kami tampilkan pula opini tentang Kebobrokan Negeri yang kiranya dapat menjadi acuan intstropeksi jati diri sebagai mahasiswa. Selain itu, ada pula berita tentang FISIP dan FKIP yang membuka program studi baru. Kami hanya dapat berharap Civitas edisi kali ini dapat menjadi oleh-oleh sebelum rekan-rekan mahasiswa kembali ke kampung halaman merayakan liburan yang teramat panjang ini. Hidup Mahasiswa !!

Pemirama Untan Terimakasih kepada redaksi yang telah bersedia memuat surat saya. Pemilihan Presiden Mahasiswa (Pemirama) Untan di periode ini masih menimbulkan keheranan saya. Kerena setahu saya, pemilihan dilakukan di bulan juni, tetapi kenapa justru akan dilakukan pada saat mahasiswa baru sudah melakukan pembelajaran? Apakah yang menjadi kendalanya? Menurut saya hal ini dapat membuat kinerja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Untan akan menjadi kurang efektif. Diharapkan pada lembaga yang terkait agar dapat memberikan keterbukaan kepada mahasiswa Untan agar tidak memikirkan hal-hal yang kurang baik terhadap DPM maupun BEM nya sendiri. Maaf jika tulisan ini ada yang tidak berkenan di hati pembaca. Terimakasih.

Yuni Mahasiswa FKIP ‘07

Untan Tuan Rumah Peksiminas Assalamuaikum , saya sebagai mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) merasa bangga karena tahun ini Untan dipercaya sebagai tuan rumah dalam ajang besar Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) X yang kita tahu bahwa ajang ini di ikuti oleh berbagai Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta yang ada di seluruh Provinsi di Indonesia. Saya berharap agar kita sebagai mahasiswa maupun masyarakat Kal-Bar dapat memberi dukungan serta mensukseskan Peksiminas ini. Saya juga mengharapkan kita (mahasiswa) yang masih berada di Kota Pontianak agar dapat menyaksikan ajang ini. Terima kasih kepada redaksi Mimbar Untan yang telah menampilkan tulisan saya. Wassalam.

Iqbal Mahasiswa Fisip ‘08

buletin Mimbar Untan Civitas Diterbitkan oleh : Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Tanjungpura Pontianak Ketua Umum : Odillo Tarigasa Sekretaris Umum : Irwan Kurniawan Bendahara Umum : Sumarti Dewiyani Divisi PSDM : Dewi Hairani, Tri Mulyaningsih Divisi Litbang : Andri Setiawan, Riya Yulharmaini

2

Divisi Penerbitan : Ihwan Ridho, Rizky Amaliah Divisi Penyiaran : Jumardi Budiman, Agus Witarsa Divisi Peusahaan : Suri Mayanti, Riza Erni, Iswandi Pemimpin Redaksi : Jumardi Budiman Sekretaris Redaksi :

Edisi 49/Thn.XI/Maret/2010

Iska Redaktur : Odillo, JB, Ridho Reporter : Ridho, Rizki, Iska, Vito, Meidi, Winarsih, Ria, Urif Fotografer : Ridho Ide Karikatur : Meidi Layouter : Ridho, Irwan

REDAKSI Alamat Redaksi : Jl. Daya Nasional Komplek Gedung MKDU Pontianak 78124 e-mail : lpm_untan@yahoo.com Telepon : 081352592596 Percetakan : Artha Grafistama, Jl. Pahlawan No. 20 Telp.(0561) 765000-766000 (Isi diluar tanggung jawab penerbit).

Redaksi menerima pemasangan iklan, tulisan berupa opini, essai, laporan kegiatan kampus, cerpen,hasil investigasi, surat pembaca disertai identitas diri. Tulisan diketik di lembaran folio dengan spasi ganda. Kirimkan ke Sekretariat LPM Untan, langsung. Redaksi berhak mengedit tulisan tanpa mengubah makna tulisan.


Opini Civitas

Kebobrokan Negeri Ini Adalah Tanggung Jawab Kita Bersama Oleh Jumardi Budiman aat ini bangsa kita tengah mengalami krisis multi dimensi yang berkepanjangan, mulai dari krisis moneter, krisis akhlak, hingga krisis kepercayaan. Mungkin hal itu yang sering kita dengar dari para Politikus “Handal” ketika memberikan tanggapan tentang keadaan negara ini. Mereka selalu mengatakan bahwa kehancuran negari ini disebabkan oleh Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang dilakukan oleh beberapa “wakil rakyat” yang justru sewenangwenang memakan uang rakyat. Namun ada baiknya kita mengkaji kembali, tentang masalah siapa yang seharusnya ikut bertanggung jawab terhadap keadaan Indonesia sekarang. Mungkin memang benar bahwa para pejabat korup, ikut bertanggung jawab. Tapi, apakah kita yang bukan pejabat dapat dengan bebas menuding mereka dan mengatakan bahwa kita para rakyat jelata sudah bebas dari KKN…? Belum tentu. KKN sepertinya sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keseharian masyarakat Indonesia. Mulai dari anak kecil sampai orang tua, mulai dari pedagang asongan hingga orang berdasi, semuanya pernah melakukannya. Sangat mustahil rasanya kita jumpai orang di negeri ini yang benar-benar bebas dari KKN. Hanya saja bentuk dan jumlahnya yang berbeda. Dari korupsi uang secara kecil-kecilan yang nilainya 1000 atau 2000 perak hingga milyaran rupiah, korupsi waktu, korupsi tenaga, hingga berbagai jenis “uang pelicin” guna melancarkan segala urusan yang kini sudah dianggap sesuatu yang lumrah oleh masyarakat. Contoh kecil adalah seorang siswa yang diberikan uang oleh orang tuanya untuk membayar SPP namun malah digunakan untuk bersenang-senang dengan temantemannya atau contoh lain yang paling sering terjadi adalah para karyawan (baik swasta maupun PNS) yang pulang terlebih dahulu sebelum jam kerjanya selesai. Hal ini sudah merupakan bukti nyata betapa mental korup sudah sangat lekat

S

di kehidupan kita. Apalagi jika berbicara masalah suap dan nepotisme yang sudah dianggap hal wajar dan harus dilakukan bila ingin tujuan tercapai. Contoh, ketika ingin melamar pekerjaan di instansi manapun, baik instansi negeri maupun swasta, hal yang harus dipikirkan terlebih dahulu adalah apakah ada “orang dalam” yang dapat membantu kita untuk mendapatkan pekerjaan tersebut dan berapa “uang pelicin” yang harus disiapkan agar urusannya jadi benarbenar licin. Sudah bukan rahasia lagi jika kita ingin menjadi pegawai pemerintah maka kita harus menyiapkan dana puluhan juta agar keinginan kita tercapai. Namun kita hanya malu untuk mengakui atau malah pura-pura tidak tahu bahwa hal itu adalah bagian dari KKN karena sudah menjadi budaya yang sulit untuk ditinggalkan dan hampir semua orang juga melakukan hal yang sama. Begitu juga dalam bidang pendidikan. Sudah sangat lumrah rasanya bila ada seseorang yang tingkat intelektualitasnya rendah bisa diterima di sekolah atau perguruan tinggi berkualifikasi dengan standar nilai tinggi karena ia memiliki banyak uang dan kolega di sekolah atau PT tersebut. Jadi, jangan mengira bahwa anak sekolah yang menghabiskan waktunya hanya untuk pacaran tidak ikut bertanggung jawab, para guru yang mengajar hanya pada akhir bulan dengan jumlah jam mengajar lebih sedikit dari waktu yang seharusnya tidak ikut bertanggung jawab, para mahasiswa yang rela menjadi “kuli“ dosen hanya untuk mendapatkan IP tinggi atau sering bertindak anarki

dengan mengatasnamakan rakyat ketika berdemonstrasi tidak ikut bertanggung jawab, para penegak hukum yang seharusnya menangkap para koruptor tapi malah ikut korupsi juga lepas dari tanggung jawab, para artis yang sering memperlihatkan adegan vulgar dan kekerasan terbebas dari tanggung jawab, atau mungkin para pemuka agama yang malah sibuk dengan urusan dunia juga tidak ikut bertanggung jawab…!! Kita semua. Saya, anda atau siapapun yang merasa memiliki dan menjadi bagian dari sebuah Negara yang kita namakan INDONESIA ikut memikul tanggung jawab yang sama untuk mengeluarkan negeri ini dari keterpurukan. Caranya adalah dengan mengerjakan sesuatu yang memang manjadi kewajiban kita secara baik dan penuh tanggung jawab tanpa pernah memisahkannya dari ajaran agama yang kita anut. Dengan demikian apapun yang kita perbuat akan berakhir dengan kebaikan. Bila kita seorang mahasiswa, kerjakanlah sesuatu yang memang pantas dikerjakan oleh seorang mahasiswa yang katanya menjadi agen perubah masa depan ke arah lebih baik. Bila kita menjadi anggota masyarakat, jadilah seorang anggota masyarakat yang tidak hanya bisa mengkritik orang lain yang berbuat kesalahan namun dapt juga menjadi solusi dari permasalahan yang ada. Bila kita menjadi seorang pendidik maka jadilah pendidik yang bukan hanya mengajar tapi benar-benar dapat mendidik demi generasi mendatang yang lebih terdidik. Bahkan mungkin nanti salah satu dari kita yang berhasil menjadi seorang pejabat Negara maka jadilah pejabat yang menjalankan tugasnya sebagai seorang “wakil rakyat” yang memang seharusnya melayani kebutuhan rakayatnya dan bukan malah minta dilayani oleh rakyat. Belum terlambat jika kita ingin mencoba mengubahnya dan melakukan yang terbaik. Seperti kata orang bijak, perubahan itu dimulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil dan mulai dari sekarang.[] Edisi 49/Thn.XI/Maret/2010

3


Headline Civitas

Pendaftaran SNMPTN di BAAK Untan Lengang

FOTO RIDHO/MIUN

Tak seperti biasanya, pendaftaran Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di BAAK Untan tahun 2010 ini terlihat lebih lengang Oleh Maulidya, Riya, Urif emerintah pusat memutuskan untuk menggunakan sistem on-line dalam proses pendaftaran. Sistem on-line mengharuskan para calon mahasiswa melakukan pendaftaran melalui internet dengan sebelumnya membayar uang pendaftaran di bank yang telah ditentukan oleh panitia pusat. SNMPTN tahun 2010 diketuai oleh Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB). Heri Priyanto, selaku penanggungjawab bidang Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) mengakui bahwa panitia pusat telah menentukan sistem pendaftaran berbasis on-line pada tahun ini. Hal tersebut diputuskan dengan beberapa pertimbangan. Pertama, mengingat calon mahasiswa baru perlu me-

P

4

Edisi 49/Thn.XI/Maret/2010

ngenal TIK berupa internet, maka dengan dilakukanya pendaftaran melalui on-line ini, mereka secara tidak langsung dipaksa untuk mengenal internet itu sendiri, dan yang kedua yaitu sebagai upaya mengurangi biaya-biaya yang berlebihan saat menggunakan sistem “manual” atau “off-line”. Pendaftaran mahasiswa baru melalui jalur internet mengundang kekhawatiran sebagian orang mengenai proses berjalannya pendaftaran. Heri menjelaskan bahwa tidak ada kendala yang berarti dalam proses pendaftaran, hanya terkadang jaringan yang terputus, selain itu pihak panitia lokal UNTAN juga telah menyediakan “Posko Bantuan SNMPTN 2010” di BAAK Untan yang dibantu beberapa mahasiswa teknik informatika. “Dengan adanya posko bantuan, diharapkan calon mahasiswa ataupun orang tua yang kesulitan dalam proses pendaftaran ini dapat dipandu dan dibantu untuk mendaftar. Untuk daerah atau kota-kota yang berada di pulau Jawa, calon mahasiswa yang mendaftar sangat antusias dan berjalan sangat baik, ujar Heri. Amir Dahlan selaku sekretaris pa-

nitia mengatakan bahwa calon mahasiswa baru yang berlokasi jauh dari Pontianak dapat mengakses pendaftaran tanpa harus datang ke Pontianak terlebih dahulu. “Mungkin calon mahasiswa yang berlokasi di Kapuas Hulu, Ketapang dan daerah lain bisa mendaftar dari kotanya masing-masing jadi kesempatan mereka lebih besar untuk mendaftar.” kata Amir. Beliau juga mengakui dengan pendaftaran secara on-line panitia tidak terlalu sibuk seperti pendaftaran yang dilakukan ‘manual’ atau ‘off-line’. Pendaftaran SNMPTN tahun ini berlangsung cukup lama dan dibagi menjadi 2 gelombang. Yakni gelombang I pada tanggal 2 -31 Mei dan gelombang II pada tanggal 7-12 Juni. Diadakannya gelombang kedua dimaksudkan untuk memberi kesempatan bagi calon mahasiswa yang tidak lulus SMA dan sedang mengikuti ujian susulan. Dengan jangka waktu kurang lebih 1 bulan, panitia dapat menarik kurang lebih 5.495 calon mahasiswa yang mendaftar melalui panitia lokal yang berlokasi di Untan, “ Pendaftar terbanyak ada di bidang IPS dengan pendaftar sebanyak 2.480 calon mahasiswa, IPC sebanyak 1.751


Headline Civitas calon mahasiswa dan terakhir IPA sebanyak 1.264 calon mahasiswa,” ujar Heri. Mengenai biaya pendaftaran tidak ada perubahan. “Biayanya tidak ada yang berubah masih tetap sama seperti pendaftaran pada tahun lalu yaitu: IPA/IPS Rp. 150.000,- dan IPC Rp. 175.000,” tambah Amir. Lebih Efesien

Berdasarkan keputusan Ketua Panitia Seleksi Nasional Tahun 2010 nomor: 001/Kep/SNMPTN/2010. Memutuskan bahwa pendaftaran calon Mahasiswa yang dimulai tanggal 10-12 Juni mulai pukul 08.00-16.00 Wib melalui jalur ONLINE dengan mengunjungi situs www.snmptn.ac.id. Kebijakan yang di ambil oleh panitia pusat dengan mengubah jalur pendaftaran mahasiswa baru, dimana dari sistem manual menjadi sistem online sangatlah terasa oleh calon mahasiswa yang berada di daerah. Tidak meratanya pembangunan di Kalimantan Barat merupakan aspek utama keterbelakangan IPTEK di daerah. Masih sangat banyak siswa yang gagap teknologi khususnya masalah jaringan. “Saya sempat kesulitan untuk mendaftar, untung abang saya yang lebih dulu kuliah di UNTAN mau membantu saya” tutur Edi Candra yang calon mahasiswa asal dari Putusibau. Dalam kenyataannya banyak kelebihan dari perubahan ini, diantaranya mahasiswa tidak perlu desak-desakan untuk mengantri di loket pendaftaran, seperti yang dialami Zaim Mashtur M yang berasal dari Ketapang. “Kita tidak perlu panas-panasan lagi, apalagi miring karena enggak sabar seperti SLM kemaren,” ungkapnya.

KARIKATUR MEIDI

Dari segi kesiapan, Utan sebagai Panitia Penyelenggara melakukannya semaksimal mungkin walau mengalami gangguan jaringan hampir 1 minggu. Meski Gangguan yang terjadi dari pusat, pihak panitia mengambil keputusan dengan memperpanjang waktu pendaftaran. “Kami sebagai penyelenggara mau tidak mau harus siap menyelenggarakan SNMPTN ini,” tutur Amir selaku ketua BAAK Untan. “Kami juga mempersiapkan posko SNMPTN, yang bertujuan memberikan pengetahuan melalui tata cara pendaftara jalur online bukan

melayani pendaftaran,” tuturnya kembali. Meskipun pendaftaran berbasis online ini yang pertama di selenggarakan, tetapi terbukti efisien. Dapat dilihat dari meningkatnya jumlah peserta SNMPTN dari 5.351 pada tahun 2009, menjadi 5.572 pada tahun 2010.[]

Pemberitahuan Pindah Alamat Alhamdulillah dengan telah diselesaikannya renovasi gedung Sekertariat Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Tanjungpura (LPM Untan) beberapa bulan lalu, dimana kami dulu menepati Sekretariat sementara di Gedung Olahraga (GOR) Untan, sekarang kami telah pindah ke lokasi semula yaitu Jl. Daya Nasional Komplek Gedung MKDU Untan. Kami berharap bagi mahasiswa atau siapa saja yang ingin berkunjung silaturahmi dan memiliki kepentingan lainnya, kami persilakan untuk datang kesekretariat kami yang baru. Terimakasih

Edisi 49/Thn.XI/Maret/2010

5


Kampus Civitas

Kredibilitas Program S2 Administrasi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan telah membuka program S2 baru yaitu Administrasi Pendidikan untuk mempersiapkan calon pengawas sekolah dengan kependidikan S2 Oleh Rizky Amaliah Bulan Januari lalu, FKIP Untan telah membuka program pasca sarjana tingkat strata 2 yang baru untuk bidang ilmu Administrasi Pendidikan. Sejak bulan Januari, program ini telah memberikan kesempatan bagi lulusan S1 pendidikan untuk mendaftar menjadi mahasiswa angkatan tahun pertama 2010/2011 hingga bulan Juni. Ada dua kelas yang dibuka, masing-masing kelas terdiri dari 32 orang mahasiswa. Masa perkuliahannya akan diselenggarakan pada bulan Agustus mendatang. Dengan beban studi keseluruhan antara 40-50 SKS, termasuk tesis. Waktu perkuliahannya dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu Pukul 08.00-16.00 WIB di Gedung FKIP Untan. Persyaratan untuk masuk ke dalam program ini adalah memiliki ijazah sarjana (S1) Negeri atau swasta di bidang pendidikan maupun non kependidikan, memiliki ketekunan, keuletan, motivasi yang tinggi, sehat jasmani dan rohani, serta lulus seleksi yang ditetapkan oleh panitia seleksi calon mahasiswa Program Magister Administrasi Pendidikan (S2) FKIP Untan. “Masa kuliah direncanakan terselesaikan dalam 4 semester, tapi itu juga tergantung pada mahasiswanya sendiri, jika mereka aktif maka 4 semester jika tidak bisa lebih”, jelas Wahyudi selaku Ketua Pengelola S2 Administrasi Pendidikan. Wahyudi menambahkan bahwa program administrasi pendidikan bertujuan menjadikan tenaga-tenaga profesional di lapangan yang mampu memimpin, mengelola institusiinstitusi pendidikan dan satuansatuan pendidikan yang ada dalam sistem pendidikan nasional, dan menyiapkan tenaga perencana pendidikan, analisis kebijakan pendidikan termasuk perancang pela-

6

Edisi 49/Thn.XI/Maret/2010

tihan dalam berbagai lembaga serta menyiapkan tenaga pemikir, peneliti, pengembang yang mampu mengidentifikasi dan mengembangkan konsep atau teori administrasi pendidikan sebagai landasan penyelenggaraan kelembagaan dalam sistem pendidikan nasional itu adalah kompetensi-kompetensi yang harus dicapai. Izin penyelenggaraan telah disahkan. “SK-nya sudah ada, ijin penyelenggaraan Program Studi Administrasi Pendidikan S2 No.1692/D/T/2009 tertanggal 17 September 2009 tertanda Dirjen Perguruan Tinggi. Itulah yang menjadi landasan untuk membuka program ini” terangnya. Tenaga pengajar program S2 Administrasi Pendidikan juga harus memenuhi kriteria untuk mengajar program ini. “Menurut PP 19 Tahun 2005, tentang standar nasional pendidikan yaitu yang mengajar S2 harus berkualifikasi tenaga pengajarnya S3 “ papar Wahyudi. Dia juga mengatakan bahwa pada program S2 yang lain di Untan masih ada yang tidak taat pada PP 19 Tahun 2005 karena ada yang mengajar S2, tetapi dia hanya berpendidikan S2 juga. “Sekarang kualitas prosesnya bahwa program administrasi pendidikan ini dilaksanakan 16 kali tatap muka seperti program S2 yang lainnya. Dan sarana prasarana dalam mendukung kualitas yaitu fasilitas yang ada adalah ruang belajar kemudian ada internet atau hotspot itu Jumat, Sabtu, dan Minggu kita buka untuk melayani mahasiswa dan juga ada perpustakaan universitas yang menjadi fasilitas lainnya “jelasnya. Selain itu, program S2 ini nantinya akan mempersiapkan calon pengawas sekolah dengan pendidikan S2. “Adanya Peraturan Menteri (Permen) Diknas No.12 Tahun 2007 yang mempersyaratkan seorang pengawas itu harus S2, maka ad-ministrasi pendidikan itu menjawab Permen Diknas No.12 Tahun 2007 tersebut “ tambahnya. Saat ditanyai mengenai akreditasi, Wahyudi menjelaskan bahwa program ini baru bisa diakreditai setelah berjalan selama dua tahn dengan melakukan evaluasi sebelumnya. “ Setelah dua tahun akn melakukan evaluasi terhadap prog-

ram ini. Setelah melakukan evaluasi baru meminta diakreditasi. Satu tahun belum bisa karena syaratnya seperti itu. Tapi sebelum akreditasi melakukan monitoring dan evaluasi, kelengkapan silabus, kurikulum, kelengkapan kehadiran dosen mengajar sebagai persyaratan untuk akreditasi,“ paparnya. Sementara itu, Aswandi selaku Dekan FKIP Untan mengatakan hal yang sama tentang tenaga pengajar program S2. Menurut Aswandi, dosen yang mengajar diupayakan harus S3. “ Untuk tenaga pengajarnya diupayakan harus S3, boleh S2 hanya jadi asisten dan yang bertanggung jawab atas mata kuliah tersebut adalah yang S3, “ terangnya. Semua dosen yang mengajar, berasal dari FKIP Untan dan pada penyeleksian dosen dilakukan oleh pihak FKIP sendiri. Mengenai kualitas program S2 administrasi pendidikan dan kualitas-kualitas program lainnya yang akan terjamin kualitasnya, Aswandi menjelaskan bahwa jika telah diberi izin, berarti program S2 administrasi pendidikan sudah dinilai kualitasnya, dan di FKIP juga ada penjamin kualitas yang namanya unit penjamin kualitas jadi standar-standarnya itu ada sehingga dapat dikontrol kualitasnya. Pada kesempatan yang sama saat diwawancarai, Dekan FKIP tersebut juga memaparkan beberapa program S2 yang ada di FKIP. “Yang sudah ada di FKIP ada 3 program S2 yaitu Pendidikan Bahasa Indonesia, Teknologi Pembelajaran, dan Administrasi Pendidikan. Selain itu beliau juga memaparkan 3 program S2 lain yang juga akan dijalankan. “Ada 3 program S2 yang sudah keluar surat pertimbangannya yaitu Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Matematika yang akan segera keluar “ ungkapnya.[]


Kampus Civitas

Fisip Buka SI Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) sedang menunggu izin pertimbangan Untan untuk membuka Strata I (SI) Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi. Oleh Ihwan Ridho Menurut Pembantu Dekan I (PD I) Fisip Mochtaria M. Noh, izin itu akan dikeluarkan beberapa bulan lagi. “Dekan Fisip telah mengabari bahwa izin pertimbangan akan keluar dalam beberapa bulan ini,” katanya. Izin tersebut akan mendorong terbitnya Surat Keputusan (SK) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) tentang pembukaan prodi baru tersebut pada tahun akademik 2010-2011. Beliau mengungkapkan alasan di bukanya prodi Ilmu Komunikasi yaitu dengan mempertimbangkan di mana untuk mendukung kemajuan zaman karena manusia berkembang melalui komunikasi. “Saat ini komunikasi merambah ke beberapa aspek diantarannya adalah aspek kehidupan, aspek pendidikan, aspek sarana dan prasarana dan lainnya dalam mendukung kemajuan zaman,”ungkapnya. Saat di tanya tentang visi dan misi prodi ini, beliau menjelaskan sejalan dengan visi misi Untan yaitu sebagai pusat repertasi pengetahuan di Kalbar selain itu membantu mempercepat memajukan visi dan misi

Untan dengan berbagai metode. Prodi serupa terdapat di Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAIN), mengenai perbedaannya beliau menjelaskan prodi ilmu komunikasi Untan lebih berorientasi pada semua aspek kehidupan sedangkan ilmu komunikasi STAIN lebih terfokus pada ilmu agama. Untuk persaingan kerja, Mohtaria mengatakan pihak fakultas memberikan pembekalan ilmu komunikasi yang terbuka lebih luas jangkauaannya seperti humas, perkantoran, adnimistrasi dan lainlain. Selain itu juga ilmu komunikasi juga dapat membantu informasi kampus lewat media kampus. Prodi pada jurusan Ilmu Adnimistrasi Negara (IAN) memiliki tiga prodi yaitu Ilmu Adnimistrasi Negara, Ilmu Pemerintah dan Ilmu Komunikasi (Rencana). Dosen berlatar belakang ilmu komunikasi yakni, empat dosen Strata 1 (S1), empat dosen Strata 2 (S2) dan dua dosen Strata III (S3). Untuk sementara perkuliahan masih di gedung lama yaitu menggunakan gedung jurusan IAN serta menggunakan gedung S2. “Rencananya tahun ini pihak fakultas akan menambah 3 gedung yang dikhususkan untuk ilmu komuikasi,”ujar Mochtaria. Selain itu, prodi tersebut juga membutuhkan laboratorium untuk mahasiswa berpraktik. Dengan demikn Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Untan sebagai labolatorium media cetak serta media elektronik (radio) dan akan

bekerja sama kepada pihak luar untuk membantu mahasiswa dalam berpraktik. “Akan dibuka 1 lokal dengan mahasiswa 40 orang, jika banyak peminatnnya kami akan berkunsultasi pada pihak universitas untuk membuka lebih dari yang ditentukan,” tambahnnya. Sistem Kredit Semester (SKS) yang harus diambil mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi berjumlah 144-160 sks sama dengan prodi lain dengan masa studi 4 - 5 tahun. “Dengan terbukanya ilmu komunikasi, semakin memberi peran keilmuan fisip dalam bidang perkembangan dan pengembangan komunikasi dari berbagai aspek masyarakat dibidang jurnalistik maupun politik,” harapannya. “Diharapkan lulusannya dapat ditempatkan dibeberapa sektor seperti perindustrian, pengenalan budaya, pertahanan dan keamanan serta bersifat memajukan daerah kita,” harapan Wirendra (21) salah seorang pegawai yang tidak mau disebutkan nama instansinya. Di waktu yang berbeda, Rizal Fahlevi (20) pegawai Dinas Perkebunan Kota Pontianak mengutarakan pendapatnya. “Saya mengharapkan agar setelah lulus dapat berguna serta dapat membuka lapangan pekerjaan baru. Pemerintah juga harus memberikan subangsih kepada lulusan agar tidak banyak yang menganggur,” sarannya. []

Edisi 49/Thn.XI/Maret/2010

7


Seremonial Civitas

Aswandi Terpilih Kembali Oleh Meidi Pemilihan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untan mencapai klimaksnya pada hari Kamis (10/06). Hasil penghitungan suara mengukuhkan Aswandi memangku jabatan tersebut untuk kali kedua, masa bakti 2010-2014 dengan mengantongi 21 suara, diikuti Aunurrahman 14 suara dan Babang Budi Handoko 4 suara. Ketua Jurusan Pendidikan IPS, Rustiyarso menanggapi positif atas terpilihnya Aswandi sebagai dekan FKIP untuk yang ke dua kalinya. Aswandi dinilai mampu menjaDOC MIUN lankan kewajiban selaku dekan sebagaimana mestinya, yaitu sesuai dengan standar oprasinal. Ia juga demokratis dan tanpa hambatan berharap dengan terpilihnya dekan yang berarti. “ Pak Aswandi juga siap yang baru bisa memberikan dasar mensinergiskan program kerja dari kandidat lain yang diangyang lebih kuat dari segi gap bisa mempercepat kuasistem perkuliahan di litas kelulusan” tutur BamFKIP sebagai lembaga Agendabang disela-sela kesibupendidikan yang beragenda kannya. kualitas untuk mengmahasiswa yang Harapan juga muncul hadapi tantangan kebersifat edukatif dari kalangan mahasiswa depan yang semakin selayaknya kampus oranye itu. Isak kompetitif. “Apalagi dedidukung dan Qadari selaku ketua BEM ngan bertambahnya propengkaderan FKIP berharap koordinasi di S2, diharapkan terjangan birokrasi dengan mahaciptanya suasana akadihilangkan, karena itu siswa lebih erat lagi dan demis yang kondusif di sebagai bentuk kebijakan-kebijakan yang era keterbukaan dengan berhubungan dengan kemanajemen yang demokpentingan mahasiswa daratis “ tutur Rustiyarso pat dikomunikasikan serta sosiasaat dijumpai di ruang kerjanya. Hal senada juga disampaikan lisasikan secepatnya kepada mahaBambang Budi Handoko, salah satu siswa. “Agenda agenda mahasiswa calon kandidat dekan FKIP. Ia meni- yang bersifat edukatif selayaknya dilai proses pemilihan dekan berjalan dukung dan pengkaderan jangan di-

“

“

hilangkan, karena itu sebagai bentuk regenerasi untuk kedepannya.” kata Isak. Lebih Transparan Pemilihan itu sendiri sebelumnya diawali dengan penyampaian program kerja (progja) calon Dekan FKIP pada Senin, (17/04) bertempat di Aula FKIP Untan. Penyampaian progja itu sendiri dihadiri oleh pembantu dekan, dosen, karyawan dan mahasiswa dipimpin oleh Hailidiah selaku Moderator dan Wahyudi sekalu Notulen. Setiap calon diberi waktu 30 menit untuk menyampaikan progjanya masingmasing, dimulai oleh Aswandi, diikuti Aunurrahman dan terakhir Bambang Budi Handoko Dalam pemilihan dekan kali ini, BEM FKIP menghimpun Hima dan UKM se-FKIP untuk membuat kontrak politik dengan dekan baru. Isi perjanjian tersebut antara lain mendukung diadakannya pengkaderen lanjutan pada lembaga mahasiswa, menambah dan memperbaiki fasislitas kampus, mengintensifkan sosialisasi kebijakan kampus kepada mahasiswa. 80% kesepakatan ini harus terealisasi dalam 6 bulan. Dengan mengadakan penyampaian progja dan melibatkan semua unsur di fakultas, pemilihan dekan FKIP dapat menjadi pembelajaran proses pemilihan pemimpin yang demokratis di Untan. []

“

“

Pojok Fakultas Kedokteran Untan memang megah, namun tidak disadari banyak struktur bangunan yang sudah di rencankan sejak 2005 ini tidak terbangun sebagaimana mestinya bangunan mewah. Ada ± 4 retakan di gedung utama yang kemungkinan semakin bertambah pada bagian lainnya dan ada batako amblas di halaman tengah gedung utama kedalaman sekitar 10-20 cm. Diindikasi pembangunan perencanaan di tanah gambut itu tidak terencana dengan matang. FOTO ANDRI/MIUN

8

Edisi 49/Thn.XI/Maret/2010


Seremonial Civitas

Gaperma Kunjungi LPM Untan Dalam rangka bertukar pikiran dan menjalin hubungan antar sesama pers mahasiswa, sejumlah mahasiswa yang menamakan dirinya Lembaga Pers Mahasiswa Politeknik Sambas (Gaperma Poltesa) Sabtu (15/05) mengadakan kunjungan ke LPM Untan. Oleh Urif Dharma Sebelumnya sempat terjadi miss communication antara Sri Pujiyani ketua umum LPM Untan demisioner dengan ketua rombongan Gaperma yang kebingungan mencari sekretariat sementara LPM Untan yang berlokasi di Jl. M. Isa GOR UNTAN . Namun akhirnya dapat teratasi. “GAPERMA telah dibentuk selama 6 bulan melalui acara BEM tahunan dan baru aktif 4 bulan lalu, kami kurang memiliki pengalaman

mengenai lembaga pers dan pers itu sendiri”, ungkap Wahyu Tri S. selaku Ketua Umum Gaperma. “Terbitan pertama berupa buletin yang diberi nama “Cahaya Poltesa “ menghabiskan dana sekitar Rp. 500. 000,- dari anggaran BEM menghasilkan 500 eksamplar , dan percetakan menggunakan printer dengan kertas A4” lanjutnya. Dengan Mahasiswa Poltesa yang berjumlah 500 orang, sangat memenuhi kuota untuk jumlah surat kabar per bulan yang dibagikan secara gratis. Hal ini kontras sekali dengan anggaran LPM Untan per tahun, namun belum cukup memenuhi kuota sekitar 15. 000 Mahasiswa Untan dengan rasio 1:15 yang memperoleh produk LPM Untan, ungkap Irwan Kurniawan layouter LPM Untan. “Pertama kali kami menyusun berita, kami benar–benar mengejar deadline. Mencari isu, pengambilan berita, dan penyusunan berita dilakukan secara bersamaan 24 jam non stop, yang dikarenakan keterbatasan

waktu kami”, kata Romadani sebagai pimpinan redaksi. Selain membicarakan tantangan jurnalistik atau pers, kedua Ketua Umum LPM Untan dan Gaperma Poltesa juga berencana melakukan pertukaran informasi antara sesama Lembaga Pers Mahasiswa (LPM). Sebagaimana yang diungkapkan Andri Setiawan kadiv. divisi Litbang LPMU, “selama ini pers mahasiswa mengambil dan menyampaikan berita, cenderung berjalan sendiri di lingkungan universitas. Ada baiknya kita saling bertukar berita dan pengetahuan demi mengungkapkan fakta”. Pertemuan tersebut menginisiasikan upaya kerjasama untuk membentuk Persatuan Pers Mahasiswa Kalbar yang telah dikoordinasikan oleh LPM Untan dan LPM STAIN sebelumnya.[]

Edisi 49/Thn.XI/Maret/2010

9


Cerpen Civitas

Kehilangan Yang Mendalam Oleh Riza Erni wan hitam, perlahan sang pemberi terang memudar, aku terpana tatkala melihat biasan cahaya memerah di ufuk barat menghilang. Alampun mulai berubah menunaikan kodratnya, akankah gelap ini akan bertemu terang lagi esok hari. Suara adzan berkumandang menelusuri seluruh penjuru dunia, tiba-tiba aku mendengar suara tangisan seorang bayi dibalik pintu kamar yang berada di depan ruang keluarga. Ya ampun rupanya Ferdi, bayi mungil berkulit putih. “Ada apa sayang, kenapa menangis...,” aku mencoba menenangkankannya dengan menepuk-nepuknya dengan lembut. Tapi semakin ku tepuk, semakin nyaring erangan tangisannya. Kebingunganku bertambah, apa yang harus aku lakukan,,,,,. Kutinggalkan dia sejenak seraya melangkahkan kaki mencari Ibunya. “Kak Rina.......... kak Rina,,,,,,,,,” pekikku. Tiba-tiba dari kejauhan aku melihat sosok seorang perempuan muda berkulit sawo matang, dengan langkah sedikit cepat dia menghampiriku. Ternyata dia adalah kak Rina yang kucari. “Ada apa Za ?,” tanyanya. “Ferdi kak,,, “ “Ada apa dengan Ferdi,,” tanya kak Rina cemas. “Entahlah kak, Ferdi tidak mau berhenti menangis dan terus mengerang-erang seperti orang kesakitan,,,” jawabku seraya melangkahkan kaki menuju kamar Ferdi. “Ya Allah ada apa sayang,, cup,,,cup,,“ Ibunya mencoba untuk menenangkannya, dengan nada yang lembut dan naluri yang kuat dari seorang Ibu akhirnya tangisan mahkluk mungil itu berhenti. Aku terharu melihat adegan seperti itu, memang kasih sayang seorang Ibu terhadap anaknya tak kan pernah terganti dengan apapun pikirku dalam hati. Tak lama kemudian Ferdi tertidur dengan beralaskan kain kesayanganku

A

10

Edisi 49/Thn.XI/Maret/2010

KARIKATUR MEIDI

yang berwarna agak kecoklatan. “Za tolong jagakan Ferdi sebentar ya, kakak mau ke warung,” pinta kak Rina. “Iya kak,,,,” jawabku. Entah kenapa hari itu aku merasa serba aneh, perasaan yang berkecamuk tak menentu bagaikan kapal yang disapu oleh ombak dilautan. Sesekali aku memandanginya, perasaanku semakin berkecamuk. Ya Allah apa makna dari perasaan saperti ini,,,, tanyaku dalam hati. Tak lama kemudian Ferdi bangun ternyata dia mengeluarkan feses yang agak kehijauan. Ya allah apa yang terjadi dengan Ferdi, apakah dia sakit, kenapa fesesnya berwarna hijau,,,, banyak pertanyaan yang terlontar dalam hati ini namun belum menemukan jawabannya. Namun dengan senyuman dari bibir mungilnya membuat hatiku sedikit tenang. “Kak rina…” pekikku, “ada apa Za?” kak Rina terperanjat mendengarkan pekikku. “Maaf kak, Riza cuma mau bilang Ferdi dah bangun dan dia sekarang lagi BAB, tapi fesenya agak aneh kak,” “aneh gimana,,?” tanya kak Rina sambil berjalan menuju kamarnya “coba kakak lihat sendiri.” “Za,,sandainya dia sakit, mungkin dia akan memberitahukan lewat tangisannya,, tapi kenyataannya dia

tetap tersenyum.” Walaupun tidak seperti biasanya entah kenapa bayi mungil itu seolah-olah tidak ingin membuat panik ibu dan orang disekitarnya,, dia terus tersenyum walau kadang terlintas kesakitan lewat keningnya yang berkerut. Tiba-tiba bayi mungil itu mengeluarkan tangisan kecil, dengan seketika kak rina kelihatan agak panik seraya memanggil suaminya. “Bang.. bang,,,,” panggil kak Rina “ iya ada apa,” “coba abang ke tempat dokter Ami dan bawa dia kerumah kita, Ferdi sepertinya sakit. Mendengar itu suami kak Rina langsung melangkahkan kaki menuju garasi, terdengar deru motor yang kemudian hilang diganti suara jangkrik bersahutan. Taka lama kemudian suaminya datang, namun tak ada satu dokter pun yang bisa dia bawa kerumah. “Maaf dik dokter Ami tidak mau diajak kerumah, dia menyuruh kita membawa Ferdi ke tempat prakteknya.” “Mana mungkin bisa, kondisi Ferdi semakin memburuk,,,” kak Rina semakin tambah panik terlihat dari raut wajahnya yang kebingungan dan tetesan air mata yang satu persatu jatuh membasahi pipinya. Dengan seketika aku pun merasakan kesedihan yang sangat mendalam, perasaan apakah ini,,, ada apa dengan perasaanku,,, kenapa tiba-tiba aku merasakan kesedihan yang menyayat hati,, kenapa air mata ini harus jatuh kepermukaan pipiku,,,, ya Allah apa yang harus ku perbuat,, dengan seketika aku sadar bahwa pada akhirnya manusia akan sendiri dan tidak berarti lagi bagi kehidupan. Manusia akan meninggalkan segalanya yang ada di dunia ini, keluarga, sahabat, harta dan segala-galanya. dan tak satupun yang dibawa apabila telah sampai pada masanya. Hanya secercah kebaikan yang bisa dibawa.[]


Religi Civitas

Piala Dunia VS Ramadhan Oleh Syiar & Pelayanan Kampus BKMI UNTAN

P

iala Dunia menyihir perhatian hamper sebagian masyarakat di dunia. Event inilah yang sekarang lagi hangat-hangatnya diperbincangkan semua orang di berbagai belahan muka bumi ini. Dimanamana orang membicarakan piala dunia, berbagai acara dibalut untuk menyambut event ini. Semua orang berlomba-lomba ingin merayakannya, mulai dari lapisan sosial tinggi yaitu pejabat bahkan presiden, lapisan menengah ke bawah yaitu orang kantoran, pedagang di pasar, dan mahasiswa begitu antusias menyambut event Piala Dunia ini. Tidak sedikit orang yang mengorbankan waktunya untuk bangun tengah malam hanya untuk menonton pertandingan bola Piala Dunia. Bukan hal yang tabu bagi mereka untuk menonton pertandingan menyisihkan sebagian uang hanya untuk membeli aksesoris atau pernak-pernik yang berhubungan dengan idola mereka yang yang berlaga untuk memperebutkan Piala Dunia tersebut. Begitulah suasana meriah yang dipersiapkan orang untuk pesta sepak bola terakrab di dunia yaitu Piala Dunia Afrika Selatan 2010. Lantas bagaimana dengan sambutan kita dengan Bulan Ramadhan yang kurang lebih 1 bulan lagi akan tiba?? Apakah perhatian kita bisa seantusias penyambutannya dengan Piala Dunia yang sedang berlansung saat ini? Yah sebuah moment special yang penyambutannya harus dipersiapkan oleh semua orang di dunia ini khususnya muslim dengan kegembiraan yang lebih daripada halnya perbincangan pertandingan sepak bola. Seharusnya kegembiraan kita terhadap datngnya bulan Ramadhan harus kita tunjukan dengan berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan hari-hari sebelum detik-detik bulan Ramadhan itu benar-benar tiba. Sebagaimana Ubadah bin Ash Sha-mit menyampaikan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda :

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan, Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengkabulkan do’a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakan kepada para malaikatNya, maka tunjukanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini. “(HR. Ath-Thabrani, dan para periwayatnya terpercaya). Dan juga pada hadist lainya yang disampaikan Abu Hurairah radhi-allahu ‘anhu: Adalah Rasulullah SAW member kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya, pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup dan pada setan diikat, juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, baeang siapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa.” (HR. Ahmad dan An.Nasa’i) Mari sama-sama kita berlombalomba untuk mengerjakan kebaikan di bulan sebelum Ramadhan itu tiba. Dan jadikanlah Ramadhan tahun ini sebagai momentum untuk mentarbiyyah (mendidik) diri, keluarga dan masyarakat kearah pengokohan atau pemantapan taqwa kepada Allah SWT. Sesuatu yang memang amat kita perlukan bagi upaya meraih keberkahan dari Allah SWT bagi bangsa kita yang hingga kini masih menghadapi berbagai macam persoalan besar. Kita tentu harus prihatin akan kondisi kini masih menghadapi berbagai macam persoalan besar. Kita

tentu harus prihatin akan kondisi bangsa kita yang sedang mengalami kemunduran di berbagai aspek. Aspek ekonomi, sosial, dan yang lebih parahnya lagi adalah krisis moral yang seharusnya diatasi dengan memantapkan iman dan taqwa. Bukan menggunakan cara sendirisendiri yang akhirnya malah memicu pertentangan dan perpecahan yang justru menjauhkan kita dari rahmat dan keberkahan dari Allah SWT. Semoga kita semua dapat mengambil ibroh atau pelajaran dari adanya sambutan pertandingan Piala Dunia yang menggila ini, sehingga kitapun tidak melupakan bahwa masih ada satu moment penting lagi yang perlu lita ramaikan, yakni menyambut Bulan Ramadhan. Berdo’alah kepada Allah agar kita semua dapat dipertemukan dengan bulan suci yang penuh ampunan dari-Nya yakni Bulan Ramadhan.[]

Edisi 49/Thn.XI/Maret/2010

11


Humaniora Civitas

Mahasiswa Nekad Jual Sayur Untuk Biaya Kuliah Oleh Iska Dinginnya embun pagi yang menembus kulit tidak menyurutkan niat Dede Solehudin untuk mencari nafkah. Setelah sholat subuh, sebelum sinar matahari menerangi bumi, mahasiswa pertanian angkatan 2008 ini sibuk menata sayursayuran yang akan dijualnya. Tak lama kemudian ibu-ibu yang tengah lari pagi di depan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura mulai melirik dagangannya. Dengan penuh semangat Dede yang ditemani empat orang rekannya ini menawarkan dagangan mereka. Diakui Dede, berjualan sayur ini dilakoni Dede untuk memenuhi kebutuhan hidup serta biaya kuliah yang sedang dijalaninya sekarang. Mahasiswa rantau asal Sanggau ini juga mengaku tidak pernah mendapat kiriman dari orang tuanya. Sosok Mahasiswa dengan tinggi sekitar 160 cm, berkulit agak kehitaman dan bertubuh kurus ini rela mengorbankan waktu untuk berjualan sayur demi kelangsungan kuliahnya. Setelah sholat Ashar, ia memulai aktivitas untuk mengambil sayur dari petani di Siantan. Kemudian, setelah sholat Isya, ia harus mengikat sayur-sayur yang akan dijual keesokan harinya. Setelah sholat Subuh, dia segera bergegas untuk berjualan berbagai sayur yang telah dipersiapkannya. Saat ditemui, ia mengakui senang berjualan sayur. Menurutnya, selain dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, jualan sayur ini juga dapat membentuk jiwa kewirausahaan dan belajar untuk hidup mandiri. “Jualan sayur juga dapat meringankan beban orang tua di kampung yang pekerjaannya hanya petani biasa,” ungkap Dede saat ditemui di Sekretariat Lembaga Dakwah Kampus Ulul Albab (LDKUA) di Fakultas Pertanian. Jualan sayur ini berawal dari

12

Edisi 49/Thn.XI/Maret/2010

kan pedagang itu dan menerima dengan lapang dada. Bagi Dede pekerjaan apapun boleh dilakukan selama pekerjaan itu mampu dikerjakan dan halal. “Biar pun mereka bilang apa, yang penting apa yang saya lakukan dapat meringankan beban orangtua saya, dan selama pekerjaan yang saya lakukan itu halal”, ungkap Dede. Pernah suatu hari Dede FOTO BORNEO PHOTOGRAPHY mendapat kritikan pedas dari seorang oknum Peprogram kewirausahaan (KWU) Ulul jabat Fakultas Pertanian. Oknum Albab yang bertujuan sebagai wadah tersebut melarangnya untuk berpembelajaran dalam membentuk jualan sayur di sekitar kampus mental-mental kewirausahaan ma- karena dinilai kotor. Padahal, setiap hasiswa yang beranggotakan lima habis jualan mereka selalu memorang mahasiswa per kelompok. bersihkan sampah bekas jualan meDede (panggilan akrabnya red) sen- reka tersebut. Aktivitas mereka sama diri adalah ketua kelompok dari sekali tidak mengotori atau merusak program tersebut. Ia sanggup bekerja tata ruang kampus sedikitpun. Keekstra setiap hari dibandingkan sedihan terpancar dari raut muka anggota lainnya. Dede ketika menceritakan hal terseWalaupun demikian, Dede me- but. Ia juga merasa bingung. Disuatu ngaku senang dan mau mengem- sisi Dede ingin mengurangi beban bangkan usaha tersebut. Dirinya orangtua dan melatih mental kewiingin mengembangkan usaha jual rausahanya, disisi lain ada oknum sayur organik dalam skala yang yang melarangnya untuk melakukan besar. Niat dan pekerjaan ini banyak hal tersebut. Dede menyadari bahwa mendapat dukungan atau pujian untuk bisa kuliah, ia harus memdari teman-temannya, Salah satunya bantu dirinya sendiri karena keterSyarifudin mahasiswa Fakultas batasan kemampuan orang tua. Dede Pertanian ini menyatakan keka- juga tidak tau apa yang harus digumannya kepada Dede. “Dede me- lakukannya, seandainya ada pemiliki jiwa wirausaha yang luar raturan yang dikeluarkan dari pihak biasa, mental inilah yang tidak fakultas yang melarang aktivitas banyak dimiliki oleh mahasiswa berjualan sayur di depan fakultas untan”, ungkapnya. tersebut. Namun tak jarang sanggahan Sementara ini dia hanya bisa yang tidak menyenangkan dilon- pasrah dan berharap pihak fakultas tarkan oleh orang-orang yang tidak menyediakan fasilitas untuk mahamemahami usahanya. Ia pernah siswa yang ingin mengembangkan dicemooh oleh pedagang sayur yang jiwa wirausahaannya. Setidaknya, ada di depan RSUD Sudarso, “Ma- pihak fakultas tidak melarangnya hasiswa kok jualan sayur?”ungkap untuk berjualan selama tidak mengDede meniru ucapan pedagang ter- ganggu kebersihan dan proses persebut. kuliahan.[] Namun ia tidak menanggapi eje-


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Civitas Mimbar Untan Edisi 52 by Mimbar Untan - Issuu