Edisi LXIII Tahun 2024
Dari Redaksi
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya, majalah Kinetika edisi 63 ini dapat terbit. Pada majalah edisi ini, kami mengangkat tema Artificial Intelligence yang terfokus pada aplikasi dan penerapan Artificial Intelligence pada kehidupan sehari-hari. AI merupakan kemajuan teknis yang memiliki potensi dampak terbesar. Untuk tujuan menemukan solusi atas suatu tantangan, teknologi yang dikenal sebagai AI digunakan untuk mereplikasi kecerdasan organisme hidup dan mati. Oleh karena itu, diperlukan suatu media edukasi untuk memberikan informasi lebih mengenai Artificial Intelligence. Majalah ini diawali dengan sajian rubrik Laporan Utama yang membahas mengenai Artificial Intelligence sebagai implikasi sosial, ekonomi, dan etika. Pada rubrik Trend, akan dibahas mengenai kehadiran Artificial Intelligence dalam dunia pendidikan. Adapula rubrik Ilmiah Populer yang mengedukasi kita mengenai pemodelan machine learning untuk memprediksi tensile strength aluminium. Berbagai info menarik mengenai penerapan Artificial Intelligence tersaji dalam rubrik Intermezzo, Info Sehat, Info Tekno, dan Wirausaha. Pada rubrik Jelajah, Kinetika mengajak Anda untuk menjelajah Australia, mengenalkan kehidupan mahasiswa asal Indonesia yang mengejar mimpinya untuk belajar di Australia. Kinetika juga mewadahi opini mahasiswa di Indonesia mengenai Artificial Intelligence pada rubrik Opini, juga ulasan mengenai PT Telkom Indonesia dalam Profil Industri. Sajian ringan yang merupakan hasil karya mahasiswa tertoreh dalam rubrik Buah Karya untuk menemani waktu-waktu Anda. Rubrik-rubrik lain, seperti Infografis, Instrumen, Profil Dosen, dan Alumni juga akan menambah wawasan Anda mengenai dunia luar. Kami menyadari banyak kekurangan dari majalah edisi 63 ini. Oleh karena itu, kami sungguh mengharapkan kritik dan saran untuk kemajuan majalah Kinetika selanjutnya. Terima kasih kepada seluruh crew Kinetika dan seluruh pihak yang membantu. Selamat membaca Artificial Intelligence. Kinetika! Be Professional!
Ndeasni Agnes A. Munthe
Pelindung : Dr. Siswo Sumardiono, ST, MT Penasehat : Dr. Ing Suherman, ST, MT Pembimbing : Prof. Dr. Andri Cahyo K. ST, MT
Pemred Majalah 63 : Dini Salwa Wapemred Majalah 63 : Amelia Pratiwi
Redaktur Senior : Mutiara Tabitha Kamal Pemimpin Umum : Rendi Prayoga Aftiari Ndeasni Agnes Angelya Munthe Wakil Pemimpin Umum : Vincentius Edward Putri Rizka Kamila Sekretaris : Alfina Rahmatul Azizah Rayhan Nawwaf Mawardi Bendahara : Febi Hutajulu Syarafina Alyani Pemimpin Perusahaan : Zahra Firly Mareta Manager Sponsorship : Boi Lasroha Liberty N. Manager Sirkulasi : Astrid Eka Permatasari Manager Inventarisasi : Hly Tyas Ajeng Kartika Crew Perusahaan : Addila Arrofa’hiya Ahista Aushafa Vito Alya Pangestu Bruce Wills Steadman Loeharja Chalista Nadira Daffa Pratama Felicia Hestiawan Hardika Rizqi Yudhistio Muhammad Danil Huda Nida Shohwatul Fitri Olivira Threcy Sihombing Rafi Kurnia Dwi Putra Widia Ayu Anggraini Yurieka Berliana Ziva Putri Yonata
Pemimpin Redaksi : Ndeasni Munthe Redaktur Mading & Buletin : Putri Rizka Kamila Redaktur Kinetika Online : Rayhan Nawwaf Redaktur Reportase : Mutiara Tabitha Redaktur Kemediaan : Syarafina Alyani Crew Redaksi : Amelia Pratiwi Angelica Valencia Dini Salwa Azahra Faradiba Puspaningrum Fatimah Nur Zahrani Henricus Jovan Setyanto Hassya Marella Istanto Lim Christoval Evandy H. Nabilla Salma Listyawijayanti Zevanya Nadiva Kayla V. Jovian L. G.
Pemimpin Litbang Manager HRD Manager PCB Manager Humas
: Kholifatul Aliyahtun N. : Muhammad Ilham : Muhammad Sheehan Z. : Herda Cahyaningrum
Crew Litbang: A’ida Noor Rohmah Hanum Iffah Husna I Made Bagus Christ Muliawan Lintang Bagas Pangayom Muhammad Romy Nurardani Nadira Shifa Rabbani Nadya Dewi Larasati Nathan Herdian Saputra Rosid Mustaqim Yulia Khalna Ariqah Yumna Agustia Nursalsabila
KINETIKA | EDISI LXIII | 2024
1
Daftar Isi 1 Dari Redaksi
24 Profil Dosen
2 Daftar isi 3 Laporan Utama 26 Jelajah
6 Trend
28 Instrumen
8 Ilmiah Populer
32 Info Sehat
34 Alumni
10 Opini 36 Wirausaha
12 Info Tekno 38 Ilmiah Populer
14 Intermezzo 40 Psikotika 16 Liputan Khusus 42 Buah Karya 44 Infografis
19 Figur Prestatif
21 HMTK
2
KINETIKA | EDISI LXIII | 2024
Laporan Utama
Ek o , n l o a i m s i o , S d i a s n a k Etika i l p m I - Alfina, Nadya, Febi -
Ahmad Rickianto Afandia Mahasiswa Universitas Cokroaminoto Yogyakarta
KINETIKA | EDISI Lxiii | 2024
3
Laporan Utama
Dalam beberapa dekade terakhir, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengalami perkembangan pesat yang berdampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan manusia. Revolusi teknologi terkait kecerdasan buatan telah merambah berbagai sektor, termasuk industri, kesehatan, dan pendidikan. Kecerdasan buatan sendiri merupakan kemampuan mesin untuk meniru dan menjalankan tugas-tugas yang umumnya membutuhkan kecerdasan manusia. Perkembangan dalam komputasi dan pemrosesan data telah memungkinkan pengembangan algoritma dan sistem kecerdasan buatan yang semakin kompleks. Teknologi seperti pembelajaran mesin dan pembelajaran mendalam memungkinkan AI untuk belajar dari data dan terus meningkatkan kinerjanya seiring waktu.
Pada tahun 1996, pertandingan catur antara Garry Kasparov dan kecerdasan buatan Deep Blue mencatat sejarah penting dalam perkembangan AI. Keberhasilan Deep Blue menunjukkan bahwa mesin dapat mengalahkan kecerdasan manusia dalam tugas-tugas tertentu. Meskipun AI menawarkan berbagai kemajuan, dampak sosial, ekonomi, dan etika perlu menjadi perhatian serius. Kecerdasan buatan memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan dan mempelajari pola hidup manusia. Namun, kekurangan AI terletak pada ketidakmampuannya untuk memiliki emosi dalam berkomunikasi dan merespons umpan balik manusia. Dalam konteks ini, penting untuk mengeksplorasi bagaimana perkembangan kecerdasan buatan memengaruhi kehidupan masyarakat secara keseluruhan.
Revolusi kecerdasan buatan memiliki dampak signifikan pada kehidupan kerja dan perekonomian. Otomatisasi tugas-tugas rutin dapat meningkatkan efisiensi, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran tentang penggantian pekerja manusia. Meskipun diciptakannya lapangan kerja baru, masyarakat perlu siap menghadapi perubahan dan mengembangkan keterampilan baru sesuai dengan tuntutan pasar tenaga kerja yang berkembang. Kecerdasan buatan akan memainkan peran besar dalam meningkatkan industri kesehatan contohnya pada analisis cepat terhadap data medis dimana dapat membantu diagnosis awal dan perawatan yang lebih efektif. Meskipun demikian, pertanyaan etis muncul seputar privasi pasien dan potensi bias algoritma yang dapat mempengaruhi hasil diagnostik.
4
KINETIKA | EDISI Lxiii | 2024
Laporan Utama
AI memiliki kemampuan untuk memprediksi risiko penyakit berdasarkan riwayat medis, gaya hidup, dan faktor risiko lainnya. Keunggulan ini memungkinkan dokter untuk melakukan intervensi yang sesuai guna mencegah perkembangan penyakit. AI dapat digunakan untuk mengidentifikasi risiko serangan jantung pada pasien yang menderita penyakit jantung koroner dan memberikan pengobatan yang sesuai untuk mengurangi risiko serangan jantung. AI juga mampu menyesuaikan pengobatan berdasarkan karakteristik unik setiap pasien, meningkatkan efektivitas pengobatan, dan mengurangi risiko efek samping. Sebagai contoh, AI dapat membantu menentukan dosis obat yang tepat dengan mempertimbangkan variabel seperti berat badan, usia, dan kondisi kesehatan pasien. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap pasien menerima pengobatan yang efektif dan aman sesuai dengan kebutuhan individunya.
Revolusi AI juga membawa implikasi etis dan privasi yang signifikan. Kecerdasan buatan memiliki potensi untuk mengumpulkan dan menganalisis data pribadi, mengakibatkan risiko penyalahgunaan dan pelanggaran privasi. Oleh karena itu, perlu ada kerangka hukum yang kuat untuk melindungi data pribadi dan memastikan penggunaan AI yang etis. Penggunaan kecerdasan buatan dalam pendidikan juga menjadi tren yang berkembang. Teknologi AI dapat berperan sebagai mentor atau guru virtual, memberikan rekomendasi berbasis data untuk meningkatkan pembelajaran. Namun, tantangan terkait dengan penggunaan teknologi ini dalam pendidikan, seperti keamanan data dan keadilan akses, perlu diatasi.
Perkembangan kecerdasan buatan menjanjikan kemajuan, tetapi juga menimbulkan risiko dan tantangan, termasuk potensi penggantian pekerja manusia, masalah privasi, dan bias algoritma. Untuk mengelola dampaknya, masyarakat perlu memahami implikasi sosial, ekonomi, dan etika kecerdasan buatan. Langkah-langkah bijaksana, seperti pembentukan kebijakan dan pertimbangan etis, diperlukan untuk meminimalkan risiko dan memastikan manfaat maksimal. Kesuksesan implementasi kecerdasan buatan bergantung pada kerjasama antara pembuat kebijakan, pemangku kepentingan, dan masyarakat. Perlu dicapai keseimbangan antara inovasi teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan.
KINETIKA | EDISI Lxiii | 2024
5
Trend
Revolusi industri 5.0 menjadi hal mendasar yang memberikan perubahan pada bagaimana cara bersosial, bekerja dan juga melaksanakan kegiatan sehari-hari. Saat ini, dunia terkoneksi dengan berbagai variabel, seperti data, mesin, serta manusia yang disebut sebagai Internet of Things (IoT). Kehadiran IoT memperlihatkan peran Artificial Intelligence (AI) sebagai salah satu ciri khas industri 5.0. Kehadiran AI memberikan dampak serta konflik di waktu yang bersamaan. AI mempengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan manusia, salah satunya adalah pendidikan.
Salsabila Rheinata Rhamadani Putri Supriadi atau yang kerap disapa Rhei merupakan mahasiswi program studi fisika dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Rhei bersama rekannya yang lain membuat suatu publikasi berjudul “Inovasi pembelajaran berbasis teknologi Artificial Intelligence dalam Pendidikan di era industry 4.0 dan society 5.0” pada tahun 2022 sebagai salah satu pemenuhan tugas terstruktur. Penerapan AI dalam dunia pendidikan sangatlah luas, ada beberapa perangkat yang biasa digunakan, seperti Perplexity, ChatGPT, Grammarly, dan lain-lain. Rhei serta rekannya, mereka berhasil mendapatkan kesimpulan bahwa terdapat 6 aplikasi AI yang digunakan dalam pendidikan, yaitu mentor virtual, voice assistant, smart content, smart classroom, automatic assessment, dan personalized learning.
Mentor Virtual, sebuah interaksi pembelajaran yang menggunakan sistem Learning by Asking (LBA). LBA memiliki dua komponen utama, yaitu Video Streaming Server dan Web Server. Adanya mentor virtual seperti LBA memudahkan interaksi dengan keefektifan pada aspek perspektif manajemen serta pembiayaan.Voice Assistant, suara pengganti menjadi katalisator untuk menyerap informasi tanpa perlu membaca. Kehadiran voice assistant dipicu karena adanya kognitif manusia yang berbeda dalam menyerap informasi, ada beberapa manusia yang lebih mudah menyerap informasi dengan suara dibandingkan tulisan dan sebaliknya. Voice Assistant ini juga memberikan kesetaraan bagi penyandang disabilitas untuk menuntut ilmu. Contoh dari aplikasi ini, yaitu Apple Siri serta Google Assistant. Smart Content, aplikasi yang menyajikan konten materi terbaru dan bahan bacaan dari bukubuku yang baru dipublikasikan. Dalam membandingkan kualitas standar Smart Content di bidang pendidikan, terdapat pembanding yang ditinjau, seperti intelligent personalized study hingga penerapan social networking. Kehadiran Smart Content akan mewujudkan karakter self-directed, adaptif, resource free, dan technology embedded.
6
KINETIKA | EDISI LXiIi | 2024
Trend
Smart classroom, sebuah teknologi AI dalam bidang pendidikan yang diterapkan dengan sistem blended learning. Sistem blended learning ini dilengkapi dengan fasilitator yang akan memperbaiki kesalahpahaman AI dalam mengartikan beberapa informasi. Ada beberapa pembelajaran non formal yang menerapkan AI, seperti Udemy, Khan Academy, Duolingo, dan lainnya. Automatic Assessment, aplikasi AI ini dapat mendeteksi kombinasi kata demi kata, serta penyusunan kalimat dengan baik dan benar. Salah satu contoh aplikasinya adalah Grammarly, aplikasi ini mampu membantu manusia memperbaiki kesalahan dalam pembuatan kalimat. Automatic Assessment juga dapat membantu penilaian otomatis yang memudahkan para pendidik, seperti Quizizz dan Kahoot. Personalized Learning, AI memungkinkan para pelajar mendapatkan layanan.
Menurut Rhei, dari 6 aplikasi tersebut yang paling menonjol dan efisien adalah Smart Classroom dan Automatic Assessment karena cukup sering diaplikasikan di berbagai tingkat pendidikan. Rhei yang cukup sering mengajar para siswa pun merasa sangat dimudahkan dengan kehadiran aplikasi AI karena dapat membantunya dalam mencari materi dengan mata pelajaran terkait hingga mempermudah penilaian saat diberikan ujian ataupun kuis. Rhei berharap kehadiran AI dapat membantu Indonesia memiliki kualitas pendidikan yang lebih baik dan semoga dengan adanya AI ini dapat dimanfaatkan dengan baik bukan disalahgunakan. Pesan dari Rhei, meskipun AI telah beredar di lingkup kehidupan masyarakat, namun manusia tetap harus belajar dari sesama manusia.
KINETIKA | EDISI LXIII | 2024
7
Ilmiah Populer Pemodelan Machine Learning Untuk Memprediksi
Tensile Strength Aluminium Menggunakan Algoritma Artificial Neural Network (ANN) - Chalista, Romy, Jovian
Dunia kini memasuki babak baru era globalisasi yang mengubah lanskap pekerjaan manusia. Seiring berjalannya waktu, banyak pekerjaan yang dulunya menjadi tugas manusia, kini telah dimudahkan dengan adanya mesin dan teknologi yang canggih, terutama melalui kemajuan yang pesat dalam bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau disingkat AI). Inovasi ini tidak hanya menciptakan efisiensi dalam berbagai sektor, tetapi juga menandai transformasi fundamental dalam dinamika kemajuan teknologi global. Salah satu elemen yang menggantikan peran manusia dalam mempermudah pekerjaan adalah rekayasa komputasi. Dalam penerapannya, rekayasa komputasi dapat digunakan untuk memproses data dengan lebih efisien. Salah satu komputasi engineering adalah dengan menciptakan pemodelan machine learning untuk memprediksi tensile strength (kekuatan tarik) aluminium menggunakan algoritma Artificial Neural Network (ANN).
Sifat mekanik aluminium seperti Tensile Strength (kekuatan tarik) adalah kemampuan suatu material untuk menahan gaya tarik atau tegangan yang bekerja pada material tersebut, tanpa mengalami deformasi permanen atau retak. Pada aluminium, kekuatan tarik adalah salah satu sifat mekanik yang sangat penting untuk menggambarkan seberapa kuat aluminium dapat menahan tegangan tarik sebelum mengalami kegagalan. Pengujian sifat mekanik aluminium umumnya masih dilakukan secara manual menggunakan mesin uji tarik, yang seringkali menghadirkan kendala dalam merancang sifat mekanik yang sesuai aplikasi industri. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan sampel aluminium yang beragam sehingga proses pengujian aluminium secara konvensional tidak efektif. Berdasarkan studi terdahulu, ditemukan bahwa proses pengambilan sampel dan pengujian memerlukan banyak pekerjaan manual, yang pada gilirannya meningkatkan biaya dan waktu produksi. Selain itu, juga ditemukan fakta bahwa pengembangan mutu aluminium sangat bergantung pada pengalaman pekerja (proses coba-coba), yang secara signifikan menambah biaya eksperimen dan operasional. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah metode yang lebih efektif dan efisien dalam merancang sifat mekanik aluminium.
Desmarita Leni D., S.Pd
Dosen Universitas Muhammadiyah Sum
8
KINETIKA | EDISI LXiiI | 2024
Ilmiah Populer
Bidang ilmu material dan rekayasa telah melalui tiga tahap perkembangan selama bertahun-tahun, dimulai dari tahap eksperimental, tahap teoritis, hingga tahap simulasi berbasis komputasi. Fenomena ini memunculkan paradigma keempat dalam ilmu material dan rekayasa, yang menggabungkan tiga paradigma pertama yaitu eksperimen, teori, dan simulasi menjadi ilmu pengetahuan yang didorong oleh data. Penerapan paradigma ini memunculkan bidang baru yang disebut materials informatics. Materials informatics merupakan suatu pendekatan baru dalam ilmu material yang mengintegrasikan teknologi informasi dan ilmu material untuk mengoptimalkan proses penemuan material baru yang lebih efisien dan inovatif Dalam material informatics, data eksperimental dan simulasi diintegrasikan dengan metode berbasis data seperti big data dan machine learning untuk menghasilkan pengetahuan yang lebih dalam tentang sifat material.
Artificial Neural Network (ANN) merupakan salah satu algoritma machine learning yang terinspirasi dari struktur dan fungsi jaringan saraf biologis manusia. ANN terdiri dari lapisan-lapisan neuron buatan yang saling terhubung dan memiliki kemampuan untuk mempelajari pola dari data. Dalam konteks perancangan sifat mekanik aluminium, ANN dapat digunakan untuk memodelkan dan memprediksi karakteristik material seperti kekuatan tarik aluminium. ANN dapat diinstruksikan dengan memberikan data pelatihan seperti nilai kekuatan tarik aluminium, komposisi kimia paduan, suhu perlakuan panas, dan sebaginya. Setelah proses pembelajaran selesai, ANN dapat digunakan untuk memprediksi kekuatan tarik dari aluminium baru berdasarkan input yang diberikan. Setelah proses pelatihan model, umumnya dilakukan evaluasi untuk mengukur sejauh mana model ANN mampu memodelkan dan memprediksi kekuatan tarik aluminium. Evaluasi ini melibatkan penggunaan metrik evaluasi seperti Mean Absolute Error (MAE), Root Mean Squared Error (RMSE), dan R-squared (R²). Model dapat dianggap akurat jika nilai MAE dan RMSE rendah, sementara nilai R-squared tinggi. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi pelaku industri aluminium dalam menentukan kekuatan tarik alumanium sesuai kebutuhan tanpa melakukan pengujian secara langsung.
., M.T.
matera Barat
KINETIKA | EDISI LXIII | 2024
9
Opini
Kata Mereka tentang
Artificial Intelligence
Danil, Lintang, Christ
Menurut saya, Artificial Intelligence sangat membantu kehidupan manusia jaman sekarang bisa digunakan untuk desain, animasi, karya tulis, atau sekedar memberikan info yang sulit dicari di Google. Tapi, menurut saya, penggunaan AI butuh kontrol. Contohnya, menggunakan AI sebagai referensi itu diperbolehkan, tapi akan menjadi masalah jika AI itu digunakan untuk semacam "joki". Jika AI digunakan tanpa terkendali, umat manusia di dunia bisa hilang kreativitas, tidak ada lagi sesuatu yang original. Apalagi dalam dunia engineering, menurut saya, AI tidak bisa digunakan karena seorang engineer harus memperhitungkan faktor-faktor eksternal. Apalagi teknik kimia, suhu udara luar yang berubah sedikit saja harus dipertimbangkan, ditentukan apakah dampaknya signifikan dalam menghasilkan produk yang berkualitas. Peran engineer dalam hal ini tidak bisa digantikan oleh AI.
Andita Kirana Institut Teknologi Bandung
Nadine Naila Rahman Universitas Gadjah Mada
10
KINETIKA | EDISI LXiIi | 2024
Salah satu contoh perkembangan teknologi yang berkembang sangat cepat dan menjanjikan saat ini adalah Artificial Intelligence (AI). AI atau kecerdasan buatan adalah suatu program komputer yang dirancang untuk melakukan tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia. Saat ini, AI sudah banyak dimanfaatkan di kehidupan sehari-hari, contohnya Google Assistant dan ChatGPT. AI dikenal sebagai teknologi yang dapat bekerja lebih efektif dan efisien sehingga harapannya produktivitas kerja juga dapat meningkat. AI memiliki potensi yang besar untuk melakukan revolusi di berbagai bidang seperti kesehatan, keuangan, e-commerce, multimedia, transportasi, manufaktur, hingga pemerintahan. Namun, adanya AI juga menimbulkan beberapa perdebatan, seperti keamanan data, pengganti pekerjaan manusia oleh mesin, dan masih banyak lagi. Masyarakat khawatir jika lapangan pekerjaan digantikan oleh robot dan sistem kecerdasan buatan, karena kinerja robot yang dapat bekerja secara kompleks. Hal tersebut mengakibatkan telatnya Indonesia masuk di dunia persaingan kecerdasan buatan. Meskipun AI terus berkembang, ada beberapa pekerjaan yang sulit digantikan oleh AI karena memerlukan aspek manusiawi yang kompleks dan sulit disimulasikan dengan teknologi, misalnya pekerjaan yang melibatkan aspek kreatif dan inovasi, empati dan keterlibatan emosional, serta kemampuan pengambilan keputusan tingkat tinggi. Walaupun demikian, perkembangan teknologi tetap berlanjut sehingga dibutuhkan sikap proaktif untuk dapat mengambil manfaat dari potensi teknologi ini.
to
Opini
Pembahasan Artificial Intelligence itu menarik, karena kita tahu sendiri seberapa besar dampak AI ini dimasa sekarang. Meski bermanfaat untuk riset dan diskusi, AI menyimpan sebuah bahaya laten. Pelanpelan, ketergantungan pada AI ini membangun kebiasaan berpikir yang tidak mandiri. Menyusun argumen, mencari sumber literatur, memecah kebuntuan, semua lewat AI. Mahasiswa menjadi tidak terlatih berpikir sendiri dan menentukan posisi. Lebih jauh, ketergantungan menggunakan AI ini bisa berakhir pada bentuk-bentuk penggunaan yang tidak bertanggung jawab, seperti melakukan plagiasi secara sembunyi-sembunyi. Walaupun kita tidak bisa menghindari teknologi ini, kita harus lebih bijak dalam penggunaannya.
Rona Najma Natif Universitas Negeri Semarang
Izran Febrian Universitas Singaperbangsa Karawang
Artificial Intelligence (AI) adalah kecerdasan buatan yang membawa perubahan luar biasa dalam berbagai aspek kehidupan. Sebagai seorang mahasiswa, kehadiran AI membawa dampak positif dalam dunia perkuliahan. Dengan AI, proses pembelajaran menjadi lebih mudah dan efisien. Saya dapat memanfaatkan teknologi ini untuk mengoptimalkan penggunaan waktu saya, sehingga dapat lebih fokus dalam menghadapi tugas dan tantangan akademis yang sering kali menuntut waktu dan usaha ekstra. Namun, penggunaan AI membuat mahasiswa ketergantungan dalam proses pembelajaran dan pengambilan keputusan jika mereka terus mengandalkan AI secara berlebihan. Saya percaya bahwa sebagai mahasiswa, kita memiliki peran penting dalam memahami dan mengembangkan AI secara bertanggung jawab, sehingga teknologi ini dapat memberikan manfaat yang baik. Jadi, saya sangat tertarik untuk terus belajar tentang perkembangan teknologi ini dan bagaimana kita sebagai mahasiswa dapat turut berperan dalam memanfaatkannya secara positif.
Penggunaan Artificial Intelligence atau AI telah marak pada akhir-akhir ini. Pada industri teknik kimia, kita dapat menggunakan AI untuk mengoptimasi proses, prediksi maintainance, QC dan optimisasi produk, serta risk assesment, dan aspek lainnya yang sangat penting dalam industri. Namun, dengan mudahnya bantuan AI, para insinyur teknik kimia tidak boleh lalai dengan bantuan AI dan seharusnya memiliki kemampuan yang lebih dalam proses-proses yang dapat dilakukan oleh AI sehingga AI hanya berperan menjadi pembantu dan manusia sebagai orang yang mengvalidasi hasil dari AI.
Yoga Nafi Permana Universitas Indonesia
KINETIKA | EDISI LXIII | 2024
11
Info Tekno
Peningkatan Keterampilan Menulis Menggunakan ChatGPT di Era Education 4.0 Widia, Yulia, Jovan
Ulfah Khairiyah Luthfiyani Dosen Teknik Elektro Institut Teknologi Indonesia (ITI)
12
KINETIKA | EDISI Lxiii | 2024
Info Tekno Tantangan dalam Penggunaan
Pandangan Dunia terhadap ChatGPT
Pesan untuk Mahasiswa
KINETIKA | EDISI LxiII | 2024
13
INTERMEZZO
Saat ini, sudah timbul berbagai tantangan yang terjadi khususnya di wilayah perkotaan. Tantangan yang timbul di perkotaan yakni perkembangan populasi masyarakat yang signifikan. Berdasarkan data yang terdapat pada Badan Pusat Statistika, pada tahun 2020 persentase masyarakat di perkotaan sekitar 56,7% serta bertambah hingga mencapai 63,4%. Selain itu, permasalahan lain yang timbul yaitu sektor bangunan menyebabkan hampir 40% dari total non-terbarukan konsumsi energi, 40% emisi gas rumah kaca, dan 70% dari penggunaan listrik di negara-negara industri.
Salah satu bentuk pemecahan masalah untuk mengatasi permasalahan-permasalahan di perkotaan adalah aplikasi rancangan smart city. Smart city merupakan suatu rancangan yang mencampurkan peran komunitas ataupun warga serta teknologi data dalam kemampuan pemakaian pangkal energi. Smart city menghadirkan sistem kontrol cerdas modern untuk pengelolaan energi dan kenyamanan di gedung pintar. Smart City menciptakan data yang amat besar, real time serta bermacam-macam ataupun yang diucap big data. Dari informasi itu berawal dari pergerakan orang serta material dalam perihal gerakan ketetapan mengenai wujud raga serta sosial kota. Kota bisa diucap cerdas bila terdapat guna intelijen yang sanggup menggabungkan serta mensintesis informasi yang amat besar ini ke sebagian tujuan dan mengenali metode tingkatkan kemampuan, kesetaraan, keberlanjutan serta mutu hidup di kota.
14
KINETIKA | EDISI LXIII | 2024
INTERMEZZO
Artificial Intelligence adalah teknologi yang telah banyak diadopsi di era industri 4.0 ini. Artificial Intelligence mampu menghubungkan setiap perangkat, hingga seseorang dapat mengotomatisasi semua perangkat tanpa harus berada di lokasi. Artificial Intelligence sanggup mengaitkan tiap fitur, sampai seorang bisa mengotomatisasi seluruh fitur tanpa wajib terletak di posisi. Fitur daripada Artificial Intelligence sudah diimplementasikan pada sebagian penguasa wilayah kabupaten serta kota dalam mensupport program Smart City.
Dalam prakteknya, implementasi Smart City sangat erat hubungannya dengan big data dan Internet of Things (IoT). Istilah big data merujuk pada volume data yang besar, baik yang terstruktur maupun tidak terstruktur. Data yang terkumpul kemudian dianalisis untuk meramalkan kondisi kota. Sementara itu, IoT adalah suatu sistem di mana internet terhubung dengan dunia fisik melalui sensor-sensor pada berbagai perangkat. Keberadaan 100 Smart City di Indonesia memiliki dasar yang sangat kuat terkait potensi yang ada. Potensi Smart City sebagai pendorong penyelesaian masalah di berbagai kawasan perkotaan di Indonesia tentu sangat besar, mengingat peluang teknologi, dukungan pemerintah, dan model Smart City yang dapat disesuaikan dengan budaya dan masalah yang dihadapi.
Bentuk smart city yang diperkenalkan untuk mengukur kota cerdas di kota- kota Eropa mempunyai 6 bagian ialah Smart Economy, Smart Mobility, Smart Environment, Smart People, Smart Living serta Smart Management. Smart city memperkenalkan sistem pengawasan pintar modern buat pengurusan tenaga serta kenyamanan di bangunan cerdas. Selanjutnya, pada Smart City terdapat bentuk pengimplementasian dari Artificial Intelligence. Salah satunya merupakan kamera pintar pendeteksi kepadatan daya muat alat transportasi di jalur raya memakai teknologi Deep Learning Neural Jaringan, yang sudah diimplementasikan pada sebagian pemerintah kabupaten serta kota dalam mendukung program Smart City. Di sektor industri, banyak yang telah mengotomatisasi proses penciptaan dan manufaktur dengan menggunakan mesin, tenaga manusia, dan kecerdasan buatan. Akibatnya, Revolusi Industri 4.0 meningkatkan daya saing melalui penggunaan fitur pintar. Setiap entitas yang mampu memahami teknologi ini akan memiliki keunggulan bersaing. Namun, di tengah perkembangan Revolusi Industri 4.0 yang cepat, para pemimpin industri harus segera mengadopsi program ini. Jika tidak, mereka akan mengalami penurunan kemampuan dalam menjaga stabilitas layanan kepada konsumen.
KINETIKA | EDISI LXIII | 2024
15
Liputan Khusus
16
KINETIKA | EDISI LXIii | 2024
Liputan Khusus
KINETIKA | EDISI LxIIi | 2024
17
Liputan Khusus
18
KINETIKA | EDISI LXiiI | 2024
Figur Prestatif
Pengalaman Menjadi Mahasiswi Berprestasi Danil, Lintang, Christo
Vania Archadiva Kusuma atau sering disapa Vania merupakan mahasiswa aktif Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Angkatan 2020. Vania disebut sebagai salah satu figur prestatif di Teknik Kimia karena ia mendapatkan Awarding Djarum Beasiswa Plus Batch 38 Region Semarang. Vania juga berpartisipasi aktif dalam berbagai organisasi seperti HMTK UNDIP, Oxygen 16, PSMT Undip, dan SRE Undip. Vania pernah menjadi asisten laboratorium Praktikum Dasar Teknik Kimia I, dan sempat mengikuti ajang 'Mas-Mbak Teknik 2021' yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Di samping itu, Vania juga sering kali mengikuti lomba-lomba riset dan pernah menjadi finalis di PIMNAS 2021.
Vania Archadiva Kusuma Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro
KINETIKA | EDISI LXIII | 2024
19
Figur Prestatif
Tujuan utama Vania dalam mengikuti banyak organisasi adalah untuk memperluas relasi serta untuk mengembangkan soft skill. Ia mengatakan bahwa dengan mengikuti organisasi dapat membangun koneksi dengan banyak orang. Selain itu, dapat meningkatkan soft skill yang nantinya akan membantu di dunia kerja. Vania memiliki segudang pengalaman yang menarik. Ia pernah mendapat kepercayaan untuk membuat kostum PSMT yang digunakan untuk tampil di Busan, Korea Selatan. Dari sini Vania belajar mengenai kreativitas, dan mempercayai orang lain. Dengan adanya masukan dan kolaborasi dengan orang lain, maka hasil karya akan lebih maksimal. Dengan banyaknya kesibukan yang dimiliki, tidak membuat Vania kewalahan dalam mengelola waktunya. Ia mengatakan, kunci dari manajemen waktu adalah tidak terlalu banyak menghabiskan waktu untuk “me time”. Dengan membuat planning dan jangan pernah ragu untuk minta tolong orang lain. Intinya adalah selalu berkomunikasi dengan orang sekitar, agar kita tahu mana yang harus dikerjakan sendiri, dan mana yang bisa meminta bantuan orang lain. Selama Kuliah, Vania berhasil mendapat awarding dari Djarum Beasiswa Plus. Beasiswa Djarum ini terkenal untuk orang yang organisatoris dan aktif dalam kegiatan sosial. Hal ini menjadi alasan Vania untuk mengembangkan bakatnya dalam bersosialisasi. Dalam keberjalanannya, Vania membagikan beberapa cara untuk mengikuti program beasiswa. Pertama adalah kenali jenis beasiswa yang ingin diikuti, karena tiap beasiswa memiliki jenis-jenis yang berbeda, maka kenali diri sendiri sesuai atau tidak dengan beasiswa yang dituju. Selain itu, jangan lupa sosil ke kakak tingkat yang sudah pernah mendapat beasiswa tersebut. Bangunlah hubungan yang baik dengan orang lain, sehingga mereka dapat menjadi penolong dalam memberikan informasi.
20
KINETIKA | EDISI LXiIi | 2024
HMTK
KINETIKA | EDISI LXIII | 2024
21
HMTK
Malam Keakraban (Makrab) merupakan salah satu kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Bidang Minat, Bakat, dan Kegemaran HMTK. Makrab adalah kegiatan yang menampilkan tiap Badan Semi Otonom seni, angkatan aktif, dan civitas akademika Teknik Kimia Universitas Diponegoro serta awarding challenge dan penyerahan hadiah Portekim. Tujuan diadakannya makrab yaitu untuk mempererat hubungan kekeluargaan antar civitas akademika Teknik Kimia Universitas Diponegoro serta memberikan wadah dan menyalurkan minat, bakat, dan kegemaran mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro di bidang seni.
22
KINETIKA | EDISI LXIII | 2024
HMTK
Makrab 2023 mengangkat tema “Outer Space and Spaceship” dengan tagline “Tonight to Beyond The Stars” dan diberi nama “Achernar 2023”. Dengan nama tersebut menggambarkan acara makrab tahun ini sebagai kegiatan penghujung tahun dan penutup acara portekim dengan harapan dapat mewujudkan keakrabkan angkatan. Acara makrab berlangsung pada hari Sabtu, 2 Desember 2023 di Lapangan Voli Gedung C Teknik Kimia. Kegiatan makrab ini diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony, Arnanda R. H. Sitio dan Chiera Shelgi Putri Nabilla. Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pelaksana yaitu Nabilla Setiaherwati Putri, sambutan dari Ketua Umum HMTK yaitu Ivan Andrias, dan sambutan dari dosen yang diwakilkan oleh Prof. Dr. Andri Cahyo Kumoro, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng. Kegiatan selanjutnya yaitu Fashion Show yang dilakukan oleh perwakilan setiap angkatan. Pasangan peserta Fashion Show melakukan catwalk yang nantinya akan dinilai oleh juri. Setelah itu dilanjutkan dengan penampilan dari Bidang Mikat berupa flashmob tarian tiktok. Dilanjutkan dengan penampilan dari guest star, Prof. Dr. Andri Cahyo Kumoro, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng. Selanjutnya dimeriahkan dengan penampilan dari setiap angkatan yaitu dimulai dari angkatan 2022, angkatan 2021, dan diakhiri dengan penampilan angkatan 2020 dengan karaoke bersama-sama. Selanjutnya kegiatan makrab ini dimeriahkan dengan penampilan dari BSO seni yang ada di Teknik Kimia, dimulai dari pembacaan puisi oleh BSO Unsur lalu BSO Chemetrad yang menampilkan tarian semarang hebat dan ditutup dengan penampilan BSO Cheers yang memeriahkan dengan pertunjukan band. Di penghujung acara diumumkannya pemenang challenge Fashion Show yang diraih oleh angkatan 2022. Adapun penyerahan hadiah untuk juara umum dari Portekim yang diraih oleh angkatan 2020 dan penghargaan Best Costume untuk peserta makrab. Acara Makrab 2023 ini berjalan dengan lancar dan tentunya sangat seru. Hal ini dapat dilihat dari antusias semua peserta makrab yang sangat menikmati berjalannya acara ini. Terselenggaranya Malam Keakraban 2023 dengan sangat meriah merupakan bentuk kesuksesan HMTK. Sebagai ketua pelaksana, Nabilla Setiaherwati Putri berharap dengan adanya malam keakraban ini, semua mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro bisa saling mengenal baik sesama angkatan maupun dengan angkatan lain dan hubungan kekeluargaan antar mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro dapat menjadi semakin erat.
KINETIKA | EDISI LXIII | 2024
23
Profil Dosen Menekuni Bidang Teknologi Membran Pak Asep mengatakan bahwa topik riset atau bidang keahlian yang ditekuninya adalah Teknologi Membran. Terbukti saat mengerjakan skripsi S1 beliau mengangkat topik Aplikasi Teknologi Membran untuk Pangan. Kemudian saat S2 beliau masih menekuni bidang Teknologi Membran yaitu dibidang medis atau kesehatan. Beliau berhasil membuat Biosensor untuk penderita Diabetes Melitus. Saat melanjutkan S3 di Graz University of Technology, beliau juga menekuni Teknologi Membran yang aplikasinya untuk Fuel Cell. Saat ini beliau mengajar beberapa mata kuliah S1 seperti Matematika II, Pengenalan Teknik Kimia, Unit Operasi 4, Teknologi Polimer dan Rekayasa Lingkungan serta mengajar Teknologi Pengeringan Pangan di S2. Sebelumnya pak Asep diamanahi untuk menjadi dosen pengampu mata kuliah lain seperti Azas Teknik Kimia I, Perancangan Alat Proses, Desain Produk, serta Teknologi Membran.
Segudang Prestasi yang telah Diraih Tentunya perjalanan pak Asep sampai sekarang tidaklah selalu berjalan dengan mulus. Di awali dengan tidak diterimanya pak Asep saat mendaftar Teknik Kimia Universitas Diponegoro melalui jalur undangan. Tapi hal itu tentunya tidak cukup untuk membuat semangatnya redup, justru saat itulah beliau berusaha keras melalui jalur ujian tertulis dan diterima sebagai salah satu mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro. Selama menjadi Mahasiswa S1 beliau menghabiskan waktunya dengan terlibat dalam banyak kegiatan kemahasiswaan yang berkaitan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. Beliau membagikan pengalamannya menjadi guru les dan mentor keislaman serta sering terlibat di berbagai macam organisasi yang berkaitan dengan penelitian di forum studi teknik sejak tingkat satu mulai dari masih menjadi staff kemudian menjadi Kadep Riset hingga kemudian diberi tanggung jawab untuk menjadi ketua Forum Studi Teknik (FST) di tahun 2008. Tak hanya itu, pak Asep juga menambah pengalamannya di tingkat universitas dengan menjadi staff ahli di Departemen Riset Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro dilanjut dengan keikutsertaannya menjadi Manajer Riset di organisasi Riset dan Bisnis. Tak berhenti di situ, pak Asep juga mengikuti organisasi tingkat nasional Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia atau biasa dikenal dengan MITI sebagai staff bidang community development atau pemberdayaan masyarakat. Beliau pernah mengikuti kompetisi yang berkaitan dengan community development di Bandung. Sebelumnya beliau juga pernah mengikuti beberapa pemberdayaan masyarakat sehingga ketika sudah menjadi dosen pun pak Asep mendampingi mahasiswa nya pemberdayaan di desa binaan Rowosari.
24
KINETIKA | EDISI LXIII | 2024
Profil Dosen
Pesan Untuk Mahasiswa
Kurang dari 10% anak bangsa yang dapat menikmati bangku kuliah, oleh karena itu bersyukurlah. Kuliah adalah amanah sedangkan menuntut ilmu adalah kewajiban maka bersungguh-sungguhlah pada saat kuliah. Regenerasi adalah keniscayaan dan mahasiswa itu adalah calon pemimpin bangsa atau iron stock, maka persiapkanlah memenuhi potensi itu dan meningkatkan kapasitas. Mahasiswa memiliki fungsi sebagai agent of change dan juga social control sehingga berkontribusilah. Bersyukurlah - Bersungguh-sungguhlah - Persiapkanlah Berkontribusilah
Profil Dr.techn. Asep Muhammad Samsudin, S.T.,M.T. atau yang akrab disapa Pak Asep merupakan pria kelahiran Bandung yang melanjutkan studi S1 nya di Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Didasari atas ketertarikannya terhadap teknik dan kecintaannya dengan Kimia yang meyakinkan pak Asep untuk melanjutkan studinya di program studi Teknik Kimia.Saat ini beliau mengajar S1 dan S2 di Departemen Teknik Kimia Universitas Diponegoro, selain itu beliau juga mengajar Kimia Dasar di departemen lain. Pada tahun 2011 beliau berhasil mendapatkan gelar Magister di Universitas Diponegoro Berkat kemampuannya beliau dapat melanjutkan S3 di Graz University of Technology Austria melalui beasiswa yang didapatkannya dari Indonesian Austria Scholarship Program (IASP). Selama masa studinya, pak Asep menekuni bidang keahlian Teknologi Membran.
Dr.techn. Asep Muhammad Samsudin, S.T.,M.T. Dosen Teknik Kimia Universitas Diponegoro
KINETIKA | EDISI LXIII| 2024
25
Jelajah
Afriza Ni’matus Sa’adah atau yang kerap disapa Afriza merupakan mahasiswa S2 di Master of Energy Systems, the University of Melbourne, Australia, dengan disponsori oleh Australia Award Scholarship dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Australia. Sebelum ia melanjutkan studi S2 di luar negeri, ia memiliki pengalaman kerja sebagai environmental specialist (associate consultant) di salah satu perusahan konsultan yang berbasis di Tangerang selama 10. Ia bertugas untuk memberikan jasa konsultasi dan menangani proyek-proyek seputar Extended Producer Responsibility (EPR) dan Solid Waste Management (SWM). Ia menambahkan bahwa selain bekerja, ia juga sibuk mendaftar di berbagai university dan- scholarship.
Background awal ketertarikan memilih University of Melbourne dan major energy Afriza sempat apply di 5 universitas yaitu Korea Advanced Institute of Science & Technology (KAIST), The University of Melbourne, University of Edinburgh, Australia National University (ANU), dan University College Dublin. Diantara 5 universitas yang di apply, 4 Universitas tersebut telah memberikan LoA, kecuali KAIST karena ada beberapa persyaratan administrasi yang tidak terpenuhi. Setelah mempertimbangkan banyak hal, ia akhirnya memutuskan untuk memilih the University of Melbourne di Australia. Hal ini dikarenakan prestasi yang dimiliki oleh University of Melbourne sangat baik yakni peringkat 1 di Australia, peringkat 14 di dunia, dan peringkat 8 di dunia untuk graduate employability berdasarkan QS World University Rankings 2024. Di University of Melbourne ia mengambil jurusan energy system. Alasan memilih jurusan ini karena awalnya ia tergabung dalam organisasi SPE (Society of Petroleum Engineers) dan melalui SPE inilah ia dikirim dalam lomba Student Energy Quest Challenge yang diselenggarakan oleh SPE Balikpapan section di Pertamina Hulu Mahakam, Kalimantan. Kemudian lanjut mengikuti lomba Geothermal Case Study Competition yang diadakan oleh Pertamina University, di lomba ini ia berusaha untuk bisa merekomendasikan pembangunan proyek geothermal di Gunung Kelimutu, NTT. Sehingga dari mengikuti berbagai lomba yang ada, ia mulai tertarik untuk mulai membaca paper-paper tentang energi dan sebagainya. Dan akhirnya di tahun 2021/2022, ia sempat mempublikasikan paper-paper yang berkaitan dengan energi khususnya biodiesel yang bekerjasama dengan dosen-dosen Teknik Kimia Universitas Diponegoro dan dari sinilah ia mulai tertarik di bidang energi serta mengambil jurusan energy systems untuk studi S2nya.
26 6
KINETIKA | EDISI LXiIi | 2024
Jelajah
Penggunaan AI guna penunjang dalam apply scholarship Dalam pemenuhan persyaratan saat apply scholarship, ia menggunakan bantuan AI dalam dokumen-dokumen tertentu seperti personal statement, essay, motivation letter. Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan AI yang digunakan untuk brainstorming salah satunya adalah Chat GPT. Tapi apabila digunakan untuk mencari data-data kuantitatif menggunakan agent GPT yang mana AI ini biasanya memberikan link ke paper ataupun jurnal sehingga lebih cepat. Selain itu, ia juga menyebutkan untuk parafrase suatu kalimat bisa menggunakan QuillBot. Tapi tentunya AI digunakan sebagai complementary saja sehingga setelah menuliskan motivation letter misalnya harus tetap melakukan proofreading kepada senior/dosen/tutor/scholarship awardees.
Penggunaan AI dalam Experienced saat dulu bekerja Berbicara terkait AI dalam dunia kerja, jelas AI akan sangat berguna dan membantu dalam banyak hal. Tentunya hal ini berbeda dengan dunia akademik yang kadang-kadang tak jarang tetap bisa dipakai tapi dibidang tertentu tidak bisa dipakai, misalnya dalam hal ujian. Dunia kerja tidak ada larangan menggunakan AI selama hasil yang didapatkan sesuai dengan kualitas yang bisa diterima oleh klien. Ia juga menyebutkan dalam dunia kerja, ia bisa menggunakan AI untuk notulensi, meeting recording, presentasi, dan lain-lain. Oleh karena itu, kita harus bijak dalam penggunaan AI itu sendiri.
Pesan Kesan Pesan untuk lanjut studi S2, bahwa S2 itu bukan suatu kewajiban tapi menjadi suatu kebutuhan. Jika teman-teman ingin mengejar karir sebagai praktisi/engineer di lapangan, maka S2 mungkin bukan suatu hal yang sangat dibutuhkan saat ini. Namun, jika teman-teman bermimpi untuk menjadi konsultan/analyst/researcher, maka S2 adalah salah satu hal yang dapat mendukung career aspirations tersebut karena yang dibutuhkan dari seorang konsultan/seorang analis tidak hanya praktek saja tetapi juga teori, bagaimana critical thinking-nya, dan lain-lain. Jangan takut untuk mencoba dengan alasan financial situation karena saat ini pun dari pemerintah telah menyediakan banyak beasiswa yang worth it untuk dicoba. Selain itu, bagi teman-teman yang memiliki rencana lanjut studi S2 dijaga komitmen dan konsistennya. Semangat untuk teman-teman!
Afriza Ni’matus Sa’adah
KINETIKA | EDISI LXIII | 2024
27
Profil Industri
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan jaringan telekomunikasi di Indonesia. Dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, perusahaan ini mengembangkan teknologi Internet of Things (IoT) yang salah satunya merupakan Artificial Intelligence. Artificial Intelligence atau disingkat dengan AI merupakan bidang ilmu komputer yang khusus dirancang untuk membuat sistem komputer yang dapat meniru intelektual manusia, seperti pembelajaran, penciptaan, dan pengenalan gambar. AI bekerja dengan menggabungkan sejumlah besar data dengan cepat, pengolahan berulang, dan algoritma cerdas, yang memungkinkan perangkat lunak untuk bekerja secara otomatis dari pola atau fitur dalam data. AI memiliki banyak potensi untuk menawarkan berbagai manfaat bagi berbagai industri seperti kecepatan dan kemudahan yang merupakan keunggulan sehingga menjadi daya tarik yang sangat besar. Kemampuannya untuk memberikan solusi secara instan membuatnya sangat populer dalam berbagai industri.
28
KINETIKA | EDISI Lxiii | 2024
Profil Industri
Di era modern ini, penggunaan AI sangat sering ditemukan dikarenakan keunggulan yang diberikan dalam penggunaannya yang menghemat waktu dan efisiensi. Namun, penggunaan AI harus digunakan oleh individu yang dapat memahami pemahaman mendalam tentang teknologi AI itu sendiri dan memiliki etika yang baik. AI harus digunakan dengan bijak untuk menghindari potensi penyalahgunaan. Hal ini dikarenakan penyalahgunaan teknologi canggih umum ditemukan pada era modern ini, akibat kurangnya pemahaman mengenai teknologi canggih itu sendiri dari individu tertentu sehingga mengakibatkan kerugian kepada orang lain.
Artificial Intelligence dapat diterapkan dalam berbagai sektor, termasuk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan penggunaan chatbot, analisis sentimen, dan pemrosesan bahasa alami. Di sektor kesehatan, AI digunakan dalam diagnosis medis dan pengembangan obat. Dalam manufaktur, AI dapat meningkatkan efisiensi dengan optimisasi rantai pasokan dan pemeliharaan prediktif. Di industri otomotif, teknologi AI mendukung sistem bantuan pengemudi dan pengolahan citra untuk pengenalan objek. Aplikasi AI juga melibatkan banyak sektor lainnya, seperti keuangan, pendidikan, dan layanan pelanggan, membantu meningkatkan efektivitas dan inovasi di berbagai bidang.
Implementasi AI yang dapat ditemukan dalam perusahaan Telkomsel dapat dilihat melalui Veronika, seorang asisten virtual berbasis obrolan. Veronika menggunakan teknologi GenAI dari Microsoft Azure OpenAI, memungkinkan interaksi yang lebih manusiawi dan alami. Sebagai seorang asisten virtual, terdapat beberapa keunggulan yang dapat dilakukan oleh Veronika. Asisten virtual yang responsif, selalu up-to-date, dan cerdas adalah hal yang dapat dipertunjukkan sebagai keunggulannya. Sebagai mahasiswa magang di Telkomsel, fokus pekerjaan mungkin melibatkan pengembangan, implementasi, atau pemeliharaan sistem kecerdasan buatan seperti Veronika.
KINETIKA | EDISI Lxiii | 2024
29
Instrumen
Media Pembuatan Iklan Di Era Modern Menggunakan Artificial Intelligence ROMY, CHALISTA, JOVIAN Artificial Intelligence adalah kecerdasan buatan untuk menyeimbangkan kemampuan intelektual manusia yang kemudian ditambahkan pada suatu sistem. Di era modern sekarang AI berpengaruh besar dalam pembuatan iklan yang dapat mempermudah perusahaan dalam proses pembuatan iklan, baik itu mulai dari ide, gambaran desain, dan lainnya yang bisa didapatkan melalui banyaknya kemudahan AI. AI dapat membantu dalam membuat iklan yang relevan, menarik, serta membantu mengoptimalkan penargetan iklan.
Untuk membantu peningkatan keefektifitasan iklan, AI dapat melakukan penargetan yang lebih akurat, menjangkau audiens yang lebih tepat untuk iklan, serta AI juga memberikan banyak kemudahan dalam proses pembuatan, pemasaran, dan target dari iklan yang dibuat. Dalam perancangan iklan AI dapat memberikan wawasan tentang tren-tren konsumen, dan penyesuaian strategi secara real time. Al dapat meningkatkan personalisasi dan relevansi iklan, menganalisis konsumen melalui berbagai sumber, dan interaksi konsumen sebelumnya dalam pembelian. Melalui pemrosesan data ini AI dapat memastikan bahwa setiap pesan iklan yang akan disampaikan tetap relevan.
Salah satu manfaat penggunaan AI dalam merancang sebuah iklan yaitu dapat menarik perhatian konsumen, iklan yang dibuat sesuai dengan target atau audiens yang tepat membantu perusahaan dalam anggaran iklan menjadi lebih efisien dengan menghindari pemborosan. Hal ini dilakukan dengan pengelolaan data yang baik, personalisasi konten iklan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan, preferensi, dan tren konsumen. Pada era digital ini teknologi kecerdasan buatan AI jelas menjadi salah satu bagian yang sangat berdampak pada saat ini. Terlebih pada industri periklanan yang memanfaatkan AI untuk pembuatan iklan dan menghadapi tantangan. Seperti tantangan keamanan data, privasi konsumen, dan bias algoritma.
30
KINETIKA | EDISI LXiIi | 2024
Instrumen
Dalam pembuatan iklan, data yang diberikan pasti bersifat sensitif seperti kebocoran data. Maka perlu enkripsi data, memantau keamanan secara real time, memastikan hanya orang berwenang yang memiliki akses data, dan ahli keamanan cyber. Selain itu, melindungi privasi jelas sangat penting terlebih jika terjadi pada seseorang yang menerima jasa pembuatan iklan dan orang tersebut menggunakan AI selama proses pembuatan. Maka sebaiknya konsumen memberikan informasi yang jelas, memberikan opsi kontrol kepada konsumen terkait pengaturan privasi untuk menghindari pelacakan, menganonimkan data konsumen, serta menyusun kebijakan privasi yang kuat.
Algoritma dalam proses pembuatan iklan dapat menjadi bias. Maka perlunya menguji algoritma secara rutin untuk mendeteksi dan mengatasi bias, serta melibatkan ahli pada bidang ini. Penggunaan kecerdasan buatan pada pembuatan iklan memberikan dampak yang signifikan secara keseluruhan. Dampak AI pada pembuatan iklan dan perusahaan, yaitu mengoptimalkan anggaran iklan, menghemat waktu, mengidentifikasi segmen pasar, membuat konten visual, dan adanya Jasper AI sangat membantu dalam pembuatan teks yang cocok untuk iklan. Penggunaan AI pada iklan sangat membantu secara keseluruhan dan dinilai lebih efektif dan efisien. Dampak sosial dan etika dalam penggunaan AI pada pembuatan iklan di era digital ini mengakibatkan beberapa kekhawatiran yang muncul, seperti manipulasi konsumen, dimana AI dapat mengumpulkan dan menganalisis data yang diberikan yang mengakibatkan iklan dapat disesuaikan dengan keinginan secara pribadi. Selain itu mengakibatkan pengambilan keputusan otonom, AI dapat membuat keputusan secara cepat berdasarkan data yang telah diberikan lalu dianalisis dan dilakukan algoritma data.
ALFIA UTAMI Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
KINETIKA | EDISI LXIII | 2024
31
Info Sehat
32
KINETIKA | EDISI LXIii | 2024
Info Sehat
KINETIKA | EDISI LXIII | 2024
33
Alumni
Teknologi adalah salah sa manusia, dan dalam era digital ini (AI) menjadi suatu hal yang tak te artificial intelligence tidak hanya s salah satu bentuk nyata dari evolu peran artificial intelligence dalam sebagai promotes technology, yai sendirinya. Kecerdasan buatan di menyerupai manusia, kemampua konteks untuk meningkatkan efek beban kerja manusia di masa dep menekankan bahwa meskipun po terwujud, dibutuhkan waktu yang berada dalam fase awal pengemb
Dampak Positif dan Intelligence
Vincent Felix Project Site Engineer PT. Wilmar Nabati Indonesia
Dalam pembicaraan me menggaris bawahi bahwa terda terutama dalam bidang teknolog ekonomi kreatif. Metode pencar sarana pembelajaran, hingga pe contoh nyata dari dampak posit juga dampak negatif yang perlu salah satu kekhawatiran utama oleh AI, terutama pada pekerjaa Selain itu, ada risiko ketergantu mengurangi kemampuan berpik kredibilitas informasi juga menja dengan mudah menyebarkan in
Pesan Vincent memberikan pesan kepada pembaca untuk menyadari bahwa perkembangan teknologi tidak dapat dihindari. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kita beradaptasi dan mengoptimalkan kehadiran AI untuk meningkatkan kualitas hidup kita. "Kembangkan kemampuan yang sepadan dengan AI agar kita dapat bertahan dan meningkatkan kualitas hidup, bukan menjadi budak atau bersaing dengan ciptaan akal budi kita sendiri," tandasnya. Sehingga AI memiliki potensi besar untuk membentuk masa depan teknologi, tetapi juga menimbulkan tantangan yang perlu dihadapi dengan bijak oleh manusia.
34
KINETIKA | EDISI LXIII | 2024
Alumni
atu pilar penting dalam evolusi i, kehadiran kecerdasan buatan erelakkan. Menurut Vincent Felix, sekadar teknologi, melainkan juga usi teknologi itu sendiri. Sehingga pengembangan teknologi itu teknologi berkembang dengan irancang untuk memiliki pola pikir n olah data, dan pemahaman ktivitas kerja serta meringankan pan. Namun, Vincent juga otensi tersebut sangat mungkin cukup panjang karena kita masih bangan artificial intelligence.
Negatif dari Artificial
Keterlibatan AI dalam Kehidupan Sehari-hari Vincent mengamati bahwa keterlibatan AI dalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan bantuan yang signifikan, terutama dalam hal pencarian informasi, pengaturan prioritas kerja, dan pekerjaan rutin lainnya. Namun, ia menekankan bahwa dampaknya mungkin tidak begitu besar dalam konteks pekerjaan yang membutuhkan kemampuan analisis mendalam dan interaksi sosial yang kompleks. Untuk peluang dan risiko AI bagi lapangan pekerjaan manusia, Vincent mempertegas bahwa sementara ada risiko tergantikan untuk pekerjaan yang bersifat repetitif, pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, analisis mendalam, dan keterampilan sosial masih sulit digantikan oleh AI. Sebagai contoh, dalam pekerjaannya sebagai seorang insinyur, peran manusia masih sangat diperlukan dalam berbagai aktivitas seperti brainstorming, negosiasi, dan perbaikan.
engenai dampak kecerdasan buatan, Vincent pat banyak dampak positif yang telah terlihat, gi informasi, pendidikan, keamanan cyber, dan rian informasi yang lebih cepat, beragamnya eningkatan keamanan cyber menjadi beberapa if AI. Namun, tidak dapat diabaikan bahwa ada u diperhatikan. Vincent menyebutkan bahwa adalah potensi penggantian posisi manusia an yang bersifat repetitif atau administratif. ungan manusia terhadap AI yang dapat kir kritis dan kreativitas. Masalah etika dan adi perhatian penting, mengingat AI dapat nformasi yang tidak akurat.
KINETIKA | EDISI LXIII| 2024
35
Wirausaha
36
KINETIKA | EDISI LXIII | 2024`
Wirausaha
KINETIKA | EDISI LXIII | 2024
37
Ilmiah Populer
Pengering Daun Kelor Berbasis Internet of Things dan Artificial Intelligence A’ida, Felicia, Hassya Daun kelor merupakan salah satu jenis tanaman yang dikenal sebagai superfood karena kandungan gizinya yang luar biasa. Potensi yang dimiliki oleh daun kelor inilah yang harus benar-benar dimanfaatkan. Seperti yang diketahui bahwa daun kelor mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi dan banyak ditemui di Indonesia. Dalam keadaan organik, daun kelor memiliki harga jual yang sangat tinggi diantaranya produk turunan yang dapat dibuat dari pemanfaatan daun kelor, seperti teh, makanan, obat, kosmetik, dan lain-lain. Namun, dalam pemanfaatannya ada tantangan yang harus dihadapi, salah satunya terkait dengan banyaknya kandungan air yang dimiliki daun kelor. Sehingga salah satu cara untuk mengawetkan kelor dan menjaga kualitasnya adalah dengan melakukan pengeringan.
Dari masalah tersebut, I Wayan Sudiarsa bersama timnya mencoba melakukan inovasi sebuah sistem pengering daun kelor berbasis Internet of Things dan Artificial Intelligence. Proyek ini bekerjasama dengan PT. Bali Agro Investama dan juga para petani pemilik kebun daun kelor. Proyek ini didesain dengan kebutuhan pengeringan daun kelor yang disesuaikan dengan kapasitas yang cukup besar. Proyek yang dikerjakan oleh I Wayan Sudiarsa dan tim juga dibantu dengan beberapa mahasiswa dari jurusan teknik komputer karena pada akhirnya, proyek ini akan dikembangkan lebih lanjut oleh para mahasiswa sebagai tugas akhir mereka. I Wayan Sudiarsa dan tim mencoba mendesain kemudian menguji coba untuk melihat pada temperatur dan efektifitas waktu yang mana untuk dapat proses pengeringan daun kelor.
Pengeringan daun kelor memanfaatkan adanya sistem Internet of Things dan Artificial Intelligence. Internet of Things disini akan membuat sistem kering secara otomatis sehingga pada temperatur tertentu, seperti di setup pada temperatur konstan 36℃, 38℃, dan 40℃ ada perlakuan pada temperatur, seperti apakah adanya lampu nyala pada oven atau tidak. Internet of Things memiliki kelebihan untuk berkomunikasi dengan data-data yang ada di internet. Nantinya data dari sistem pengeringan akan disetor pada database di internet dan data yang ada bisa diakses dari mana saja. Ketika data sudah tersimpan di internal, data akan diolah dengan Artificial Intelligence. Namun, sebelum Artificial Intelligence, pada Internet of Things juga terdapat solar panel sebagai sumber energi alternatif pemanfaatan sinar matahari untuk pengeringan. Proyek ini juga mengusung konsep green energy. Kemudian kembali lagi dalam pemanfaatan Artificial Intelligence, Artificial Intelligence digunakan sebagai pengenalan citra dan pola dengan Artificial Neural Network (ANN). Sehingga pemanfaatan ANN akan belajar terkait pola data pengeringan dimana sistem dilakukan training untuk mempelajari yang optimal sehingga bisa diberikan rekomendasi terkait temperatur yang optimal secara time series seasonal. Rekomendasi yang diberikan akan disertai dengan flow temperatur yang berlangsung sekitar 24 jam setiap sistem pengeringan berjalan.
38 6
KINETIKA | EDISI LXiIi | 2024
Ilmiah Populer
Prototipe desain mesin pengering daun kelor ini berbentuk seperti oven menggunakan bahan stainless steel. Oven ini memiliki tinggi sekitar 168 cm namun bisa juga apabila didesain sesuai dengan kebutuhan yang ada, sedangkan desain Internet of Things menggunakan tiga sensor DHT11 yang dihubungkan ke papan Arduino. Sistem Internet of Things menggunakan dunia perkodingan sebagai sistem informasi. Hasil implementasi dari sistem sistem pengeringan daun kelor didapatkan data bahwa mesin dapat digunakan pada suhu atas 37℃ dan suhu bawah 36℃ dengan kelembaban di luar ruangan 87% dan berat daun kelor masuk dan keluar 1,7 kg. Sehingga didapatkan hasil daun kelor grade A dengan waktu pengeringan sebelumnya 24 jam menjadi 22 jam. Tentunya hal ini menjadi hasil yang cukup membantu dalam memaksimalkan pemanfaatan daun kelor.
I Wayan Sudiarsa menyebutkan bawah selama poyek ini berlangsung tidak ada begitu banyak kendala yang dihadapi kecuali kendala jarak terkait dengan pemasokan daun kelor yang digunakan. I Wayan Sudiarsa juga mengatakan bawah mesin oven ini sebelumnya belum pernah ada yang spesifik untuk daun kelor sehingga diharapkan kedepannya prototipe mesin oven pengering ini akan dapat diproduksi massal dan diperjual belikan dengan berbagai custom sesuai keinginan setelah dilakukan berbagai uji lab terhadap kualitas daun kelor kering yang dihasilkan dan evaluasi lebih mendalam terkait mesin oven. Akhir kata, I Wayan Sudiarsa berpesan untuk teman-teman para mahasiswa di Indonesia, bahwa kita harus berani mencoba sesuatu hal yang baru. Lakukan inovasi sesuai dengan bidang kita masing-masing, jangan mudah menyerah.
KINETIKA | EDISI LXIII | 2024
39
Psikotika
40
KINETIKA | EDISI LXIii | 2024
Psikotika
KINETIKA | EDISI LxIIi | 2024
41
Buah Karya
Buah Karya Widia, Yulia, Jovan
Oleh : Muhammad Iqbal Belakangan dunia sedang beramai-ramai membahas tentang kemajuan Artificial Intelligence di kehidupan kita sehari-hari. Jika melihat kilas balik ke belakang, momen ini bermula dari ChatGPT dan Dall-E 2 diperkenalkan ke publik. Teknologi ini memukau semua kalangan dengan kemampuannya yang tidak hanya mencari dan memberikan informasi, tetapi juga menganalisis dan memberi jawaban layaknya cendikiawan. Secara sederhana, Artificial Intelligence adalah teknik-teknik yang memungkinkan komputer untuk meniru cara kerja otak manusia. Istilah Artificial Intelligence ini sendiri dicetuskan di Dartmouth College, AS tahun 1956, pada workshop untuk para matematikawan yang bertujuan mengembangkan mesin yang lebih cerdas. Kendati demikian, satu dekade lamanya, perkembangan pengaplikasian Artificial Intelligence melambat karena sulitnya membangun algoritma dan terbatasnya kemampuan komputasi untuk bisa menyelesaikan model dan permasalahan di teknik kimia. Dalam dunia teknik kimia sendiri, perkembangan AI sangat mempengaruhi lahan pekerjaan lulusan teknik kimia tersebut, seperti: Process Engineer, Quality Control, Sales Engineer, Consultant, atau bahkan Researcher. Salah satunya adalah Deep Learning, subset dari Artificial Intelligence dimana mesin/komputer memproses data layaknya otak manusia yang bisa berkembang seiring berjalannya waktu. Metode ini sangat cocok untuk diaplikasikan pada bidang teknik kimia karena permasalahan yang ada merupakan kombinasi dari jumlah data dan parameter yang sangat banyak disertai dengan persamaan fungsi yang kompleks. Penggunaan Deep Learning atau model AI lainnya juga dapat sangat membantu mengaplikasikan banyak model persamaan yang kompleks, dimana sangat membutuhkan kemampuan komputasi yang besar untuk bisa menyelesaikan persamaan numerik tersebut. Salah satu contohnya adalah Persamaan Navier-Stokes. Persamaan yang menjelaskan aliran fluida viskos, secara aplikatif digunakan pada perancangan reaktor dan pompa hingga pemodelan aliran fluida dalam pipa dan kolom distilasi. Bahkan Octave Levenspiel dalam bukunya 'Modeling in Chemical Engineering' menyebutkan bahwa pemodelan menjadi landasan utama perkembangan teknik kimia. Jadi bagi kamu yang berminat buat mendalami aplikasi AI dan Machine Learning/Deep Learning bisa mulai dari mempelajari pemrograman Phyton. Saat ini sudah banyak sekali platform yang dapat membimbing kita untuk mempelajari Python dari dasar, seperti Coursera, DQLab, DataCamp, Pacmann Academy, RevoU, dan lainnya. REFERENSI : Dobbelaere, M. R.; Plehiers, P. P.; Van de Vijver, R.; Stevens, C. V; Van Geem, K. M. Machine Learning in
42
KINETIKA | EDISI Lxiii | 2024
Buah Karya
Oleh : Natalia Ginting
Oleh : Rajendra Jagadditta
KINETIKA | EDISI LxIiI | 2024
43
Infografis
SEJARAH ARTIFICIAL INTELLIGENCE Danil, Lintang, Christo Kecerdasan Buatan (artificial intelligence) merupakan inovasi baru di bidang ilmu pengetahuan. Mulai ada sejak muncul komputer modern, yakni pada 1940 dan 1950. Sejarah AI berawal di tahun 1950 seorang ilmuwan matematika, Alan Turing pada tulisannya berjudul Computing Machinery and Intelligence mengeluarkan pernyataan yang membangkitkan semangat pengembangan AI.
Turing menyatakan bahwa jika manusia mampu menyelesaikan perkara serta membuat keputusan sesuai informasi dan tatanan yang tersedia, mengapa mesin tidak bisa melakukan hal yg sama? Maka para ilmuwan lain pun semakin yakin dan semangat buat membentuk mesin yang bisa menyerupai kecerdasan manusia.
Ilmu pengetahuan komputer ini khusus ditujukan dalam perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas dalam sistem kecerdasan komputer. Pada sistem ini memperlihatkan sifat-sifat khas yang dihubungkan dengan kecerdasan dalam kelakuan yang...
Kemampuan mesin elektronika menyimpan sejumlah besar informasi dan memproses dengan kecepatan sangat tinggi menandingi kemampuan manusia.
...sepenuhnya dapat menirukan beberapa fungsi otak manusia, seperti pengertian bahasa, pengetahuan, pemikiran, pemecahan, dan masalah.
Untuk sekarang, AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan teknologi saat ini. Kini penggunaan AI adalah hal yang umum dalam segala aspek kehidupan. Dalam kehidupan sehari-hari akan bertemu dengan banyak pemanfaatan AI yang membantu lebih mudah menyelesaikan berbagai tugas.
Daftar Pustaka: Pohan, Z. R. H. Z., Muhd, N. I., Ramli, Anwar, dan Jon, P. (2023). Sejarah peradaban dan masa depan kesadaran manusia pada posisi ontologis kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam perspektif alquran. Jurnal Studi Alquran dan Tafsir, 3(1):29-38. Admin LP2M. (2021). Sejarah dan awal mula terbentuknya Artificial Intelligence (AI). https://lp2m.uma.ac.id/2021/11/15/sejarah-dan-awal-mula-terbentuknyaartificial-intelligence-ai/.
44
KINETIKA | EDISI LXiIi | 2024