Skip to main content

E-Bulletin Khlorofil | Januari 2024

Page 1

LEMBAGA PERS MAHASISWA KHLOROFIL FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS UDAYANA-Bali

II/1/2024

KHLOROFIL MEDIA PERTANIAN TANPA BATAS

Menelusuri Kisah Inspiratif Wakil Dekan III

Haruskah Pemilihan Dekan FP Tertutup bagi Mahasiswa?

BENCANA ALAM

IMBAS KONVERSI LAHAN PERTANIAN DI BALI

lpm.khlorofil

LPM Khlorofil

@LpmKhlorofil


SALAM REDAKSI

P

uji Syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Diterbitkan oleh:

atas berkat serta karunia-Nya sehingga LPM

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Khlorofil

KHLOROFIL dapat menerbitkan E-Buletin

Fakultas Pertanian Universitas Udayana

edisi Januari 2024 ini. Kami akan konsisten dalam menyampaikan informasi secara jujur dan independen sehingga karya yang kami terbitkan dapat memberikan wawasan kepada pembaca. Bukan hanya menyampaikan informasi saja, namun menjadi media untuk menampung karya dari Sahabat Khlorofil di Univerisitas Udayana maupun masyarakat umum. Mewujudkan hal tersebut, dibutuhkannya diskusi mendalam melalui literatur dari topik yang hendak dibahas dengan bantuan pembina, jurnalis, dan alumni yang ahli dibidangnya. Adapun kendala yang dialami diharapkan menjadi proses pembelajaran dan pengalaman berharga bagi Khlorofil. Kami menyampaikan terima kasih kepada

rekan-rekan alumni Khlorofil yang telah mendukung dan mewujudkan karya-karya yang telah kami terbitkan melalui proses panjang hingga saat ini. Terima kasih juga kepada anggota redaksi dan divisi

Alamat Redaksi: Kampus Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar Pelindung: Dr. Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, S.P.,M.Agr. Penasehat: I Putu Sudiarta, S.P.,M.Si.,Ph.D., Dr. Widhianthini, S.P.,M.Si., Dr. I Made Sukewijaya, S.P., M.Sc. Pembina: Dr. Ir. Gede Wijana, MS., I Made Sarjana, SP, M.Sc., Prof. Dr. I Wayan Windia, SU Pimpinan Redaksi: Dhea Permata Shabrina, Sekretaris Redaksi: Navika Ajeng Rahayu Liputan Utama: Ni Made Dwi Ayu Indra Asih, Ni Made Widya Duta Pradnyandari, Immanuel Anthonio Caesebo Tampubolon, Fermina Ida Hita Purba

lainnya yang telah berusaha keras dengan penuh semangat mengerjakan dan menyelesaikan E-Buletin edisi Januari ini.

Laporan Utama: Adinda Anggun Citra Perdana, Jessika Kirani Tiro Paji, July Helena Saragih, Nala Andrianingsih, Amelia Afrina Br Tarigan

E-Buletin Khlorofil edisi Januari ini mengangkat tema ‘Bencana Alam, Imbas Konversi Lahan Pertanian di Bali.’ Tema ini tercetus dari keresahan dari dampak bencana yang dihasilkan dari adanya

Sosok: Arangmoi Rohatama Sinaga, Pande Putu Sri Wijani, Anak Agung Putri Shanti Swarupini Sadhaka, Ni Luh Ayu Ratna Dwiyanthi P, Nadzifatul Khusna, Ni Luh Gede Anisa Artati

konversi lahan pertanian di Bali. Kami juga membahas pada laporan utama mengenai ‘Haruskah Pemilihan Dekan FP Tertutup Bagi Mahasiswa?.’ sosok, kabar kampus, karya sahabat khlorofil, dan galeri khlorofil.

Kabar Kampus: Jonatan Alexius Simarmata, Agnes Priscadevi Hariyanto, Putu Ginanti Karya Sahabat Khlorofil: Connie Virginia Yunistria Nainggolan, Raden Rendy Bagaskara Putra

E-Buletin ini diharapkan sebagai media edukasi semua kalangan sehingga ilmu yang diterima dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Akhir kata, selamat membaca dan semoga kedepannya LPM KHLOROFIL dapat terus berkarya dengan memberikan berita-berita yang lebih menarik dan bermanfaat bagi kita semua. SALAM KHLOROFIL!!!

1

E-Buletin Khlorofil 2024

Anggota magang: Pincha Reyna Pio, Ni Luh Ketut Vanessa Suriana, Ni Kadek Dwi Adnyani, Ni Kadek Kartini, Putu Widya Ningsih, Claudya Ver She Arsita, Sarah Denada Sinaga, Nesya Catherine Puteri, Ni Putu Rahayu Sastra Dewi, Sonia Abekdilah

Layout and Design: Farikhatul Maftukhah Thanks to Nungki Kartikasari


DAFTAR ISI

03

LIPUTAN UTAMA Tantangan Konversi Lahan Pertanian di bali

09

LAPORAN UTAMA Haruskah Pemilihan Dekan FP Tertutup bagi Mahasiswa?

19

SOSOK • •

Menelusuri Kisah Inspiratif Wakil Dekan III Mengenal Sosok I Made Andipa Yuda Mradangga

25

KABAR KAMPUS • •

Pesona Pentas Kreasi Seni & Talenta, PESTA Himagrotek Bangkitkan Kreativitas Mahasiswa Gelora GEMA 2023, Himagri Bangkitkan Solidaritas Mahasiswa se-Bali

29

KARYA SAHABAT KHLOROFIL •

Cerpen

: Gadis Korek Api, Tekad Subur di Pulau Dewata

•

Resensi

: Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 2

•

Puisi

: Konservasi Dalam Puisi Tanah, Jiwa Berselimut Abu-Abu, Cerita, Cinta, dan Cita

•

Galeri Khlorofil

Bencana Alam, Imbas Konversi Lahan Pertanian di Bali

2


(DOC. KHLOROFIL)

LIPUTAN UTAMA

TANTANGAN KONVERSI LAHAN PERTANIAN DI BALI 3

E-Buletin Khlorofil 2024


PELANGGARAN DAN PENEGAKAN HUKUM YANG LEMAH

P

eraturan tentang konversi lahan sangat penting salah satu yang mengatur adalah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Dalam peraturan ini sudah dijelaskan secara rinci tentang penggunaan lahan yang sesuai dengan kebutuhan dan lahan yang seharusnya digunakan. Khusus untuk lahan pertanian memiliki aturan, yang terdapat pada Peraturan Perundangan Terkait Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B). Pada peraturan PLP2B dijelaskan, adanya insentif perlindungan lahan pertanian, pembiayaan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, penetapan dan alih fungsi lahan pertanian pertanian berkelanjutan dan lainya.

Catur Yudha Hariani, salah seorang aktivis lingkungan menyebut meningkatnya konversi lahan pertanian di Bali menjadi masalah serius bagi berbagai pihak. Satu dari berbagai faktor yang menyebabkan konversi lahan pertanian adalah penegakan hukum yang dinilai lemah di Bali. Tidak adanya aturan yang tegas memunculkan pelanggaran aturan tanpa konsekuensi serius, memperburuk kondisi keberlanjutan pertanian di daerah tersebut. Catur berpendapat, dengan pertumbuhan pariwisata yang pesat, banyak lahan pertanian yang beralih fungsi tanpa penegakan hukum yang jelas. Pelanggaran terhadap regulasi pertanian yang semakin merajalela ini menciptakan tantangan besar bagi keberlanjutan pertanian di Bali. “Saat kita berbicara tentang konversi lahan, salah satunya ya karena penegakan hukum yang masih lemah di Provinsi Bali. Tanpa aturan yang tegas, masyarakat cenderung mengambil alih fungsi lahan pertanian tanpa pertimbangan yang matang,” ujar Direktur Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali tersebut. Selain itu, kebutuhan masyarakat untuk

pertanian, perumahan, dan pengembangan sektor pariwisata juga menjadi pemicu konversi lahan pertanian. Dalam beberapa kasus, lahan pertanian dijual dan dialihfungsikan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. ”Masyarakat butuh lahan untuk berbagai keperluan, baik itu pertanian, perumahan, atau pengembangan pariwisata. Kondisi ini semakin memperumit masalah konversi lahan di Bali,” tambahnya. Salah satu kendala utama dalam menegakkan hukum konversi lahan adalah kurangnya sumber daya manusia. Pemerintah perlu melakukan pemberdayaan, terutama kepada instansi-instansi terkait seperti Dinas Pertanian. “Penegakan hukum harus dibarengi dengan pemberdayaan sumber daya manusia, terutama di instansi-instansi yang terlibat. Hal ini menjadi kunci untuk mengatasi konversi lahan dengan lebih efektif,” jelas Catur. PPLH Bali, sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berfokus pada lingkungan, memiliki program edukasi sebagai solusi pencegahan konversi lahan. Solusinya melalui pendekatan pendidikan, PPLH Bali mengedukasi pelajar untuk mencintai dan melestarikan Subak, produk lokal, dan memprioritaskan produk petani lokal. Catur menjelaskan, pihaknya melakukan edukasi di sekolah dengan mengenalkan siswa kepada Subak, mulai dari cara melestarikan Subak hingga mengenalkan produk-produk lokal. Edukasi ini dimulai dari Sekolah Dasar (SD), dengan harapan menciptakan pemahaman yang kuat tentang pentingnya melestarikan lahan pertanian. “Rekomendasi kami kepada masyarakat dan pemerintah adalah melakukan penegakan hukum yang lebih tegas, memprioritaskan pertanian lokal, dan menjaga ketahanan pangan sebagai negara agraris. PPLH Bali berkomitmen

Bencana Alam, Imbas Konversi Lahan Pertanian di Bali

4


untuk terus berkontribusi dalam menciptakan kesadaran akan keberlanjutan pertanian di Bali,” pungkasnya.

Alumnus University of Twente ini memprediksi timbulnya efek negatif sosial dan lingkungan. Misalnya, akan muncul bencana alam. Pengaruh konversi lahan memiliki tingkat yang berbeda, khususnya pada lahan perkotaan yang konversinya lebih tinggi dibandingkan pedesaan. Banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya kebutuhan perumahan. Jika kebutuhan akan lahan ini tidak dibatasi maka akan terjadi perubahan yang signifikan. Misal, berkurangnya resapan air, hilangnya kesuburan tanah, banjir, dan menyusutnya jumlah lahan produksi di bidang pertanian. Alumnus SMAN 4 Denpasar ini mengungkapkan, pemisahan penggunaan lahan sangat diperlukan. Lahan untuk padat penduduk harus dipisahkan dengan lahan konservasi, lahan pertanian dan lahan industri harus dijaga kelestariannya agar tidak berlebihan dalam pemanfaatan. Beberapa lahan yang terkonversi adanya di Singaraja, Buleleng terdapat konversi sawah menjadi kebun anggur. Konversi seperti ini, kata Putu Perdana, masih reversible artinya masih dapat dikembalikan seperti semula. “Akan tetapi bila terjadi konversi lahan pertanian ke nonpertanian seperti perumahan, infrastruktur, maka lahan tersebut tidak bisa diubah lagi sehingga mempengaruhi dari segi produksi

5

E-Buletin Khlorofil 2024

(DOC. KHLOROFIL)

Putu Perdana Kusuma Wiguna, S.Si, M.Sc., Dosen Konsentrasi Tanah dan Lingkungan, Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana. Konversi lahan menurut Putu Perdana, perubahan fungsi lahan yang digunakan untuk tempat tertentu. Contohnya, perubahan lahan pertanian menjadi nonpertanian.

pertanian,” tuturnya. Jika terjadi konversi lahan maka sudah seharusnya konversi tersebut harus sesuai aturan PLP2B dan apabila terjadi pelanggaran aturan ini harus ditegakkan. Peraturan Daerah (Perda) ini harus tetap berjalan. Pria yang pernah menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada tersebut menuturkan, petani harus memiliki kesadaran secara penuh untuk tidak mengonversi lahan yang mereka gunakan. Kesadaran tersebut sebaiknya beriringan dengan aturan kelembagaan dan peran pemerintah dalam melindungi petani demi kesejahteraan yang berkelanjutan. Banyaknya anggapan, penghasilan petani tidak setinggi pekerjaan lain dan tingkat kesulitan yang dialami. Putu Perdana menegaskan, bergerak bersama-sama merupakan hal yang penting dalam menanggulangi adanya konversi lahan. Secara tidak langsung, konversi lahan ini terjadi akibat meningkatnya kebutuhan akan lahan. Sebagai pencegahan ia berharap pemerintah tegas dalam menerapkan aturan. Kedua, adanya keterlibatan akademisi dalam mengaji dan meneliti mengurangi ataupun mencegah terjadinya konversi lahan. Kajian ini harus didasari dengan bagaimana


meningkatkan kesejahteraan. Contohnya, penelitian meningkatkan kesuburan tanah, metode peningkatan produksi. Ketiga, keterlibatan pihak swasta yang membantu dalam memberikan modal dan LSM yang bergerak dibidang pertanian. Perlu juga adanya kesadaran petani dalam mengonversi lahan dan mampu mempertahan lahan pertanian.

JAGA EKOSISTEM HUTAN DARI DAMPAK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

Provinsi Bali berpendapat, benar adanya konversi lahan hutan dialihfungsikan untuk membangun infrastruktur. “Untuk sementara waktu, pembangunan infrastruktur seperti pembuatan akses untuk jalan di kawasan hutan memang memiliki dampak. Namun dampak yang ditimbulkan tidak cukup besar dikarenakan yang berubah hanya lah fungsi dari sebagian lahan hutan,” ujarnya.

eralihan fungsi lhan memiliki dampak yang beragam bagi keberlangsungan aktivitas di bidang lingkungan khususnya kawasan hutan. Faktor pemicu konversi lahan pada umumnya digunakan untuk kepentingan infrastruktur.

P

Kawasan hutan dapat dialihfungsikan untuk kepentingan masyarakat. Namun, peralihan fungsi lahan ini memiliki risiko bagi ekosistem hutan. Adanya akses menuju hutan diperkirakan dapat menimbulkan masalah bagi ekosistem dan muncul permasalahan sampah. DKLH Provinsi Bali menjalani program reboisasi di kawasan hutan.

I Made Teja, selaku Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH)

(DYA, PCHRYNA, ADNYANI.SR, FEITA, DAI, MANET, SHAA/KHLOROFIL)

(DOC. KHLOROFIL)

Proses pencampuran tanah dengan sekam padi untuk penanaman oleh Catur Yuda Hariyani (Direktur PPLH Bali)

Tampak lahan sawah di wilayah Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, mulai menyempit akibat alih fungsi lahan untuk kawasan pemukiman

Bencana Alam, Imbas Konversi Lahan Pertanian di Bali

6


(DOC. PANITIA PEMILIHAN DEKAN FP)

LAPORAN UTAMA

HARUSKAH PEMILIHAN DEKAN FP TERTUTUP BAGI MAHASISWA? 7

E-Buletin Khlorofil 2024


Minim Kandidat, Rektor Turunkan Syarat Calon Dekan FP

P

ada 2023 Fakultas Pertanian Universitas

Udayana (FP Unud) telah memasuki pergantian kepemimpinan yaitu proses pergantian Dekan. Pemilihan dekan yang berlangsung September dilakukan secara tertutup dan tidak melibatkan Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Pertanian (OKFP) maupun Mahasiswa. LPM Khlorofil menginformasikan proses pemilihan dekan. Dua nama yang diusulkan panitia yakni Dr. Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, S.P., M.Agr. dan Dr. I Made Sarjana, S.P., M.Sc.

Keterlibatan dalam kegiatan pemilihan Dekan adalah panitia yang dibentuk oleh Dekan yang sedang menjabat, Senat Fakultas, dan Rektor. Mahasiswa tidak mempunyai ranah dalam proses pemilihan dekan. Rektor sebagai pimpinan tertinggi memilih salah satu calon dekan yang telah mendapat pertimbangan Senat Fakultas. Selama proses pemilihan dekan, jika tidak ada calon dekan dari fakultas yang bersangkutan maka Rektor mempunyai hak untuk menunjuk dari fakultas lain. LPM Khlorofil mewawancarai Dekan FP terpilih, Alit Susanta bertempat di Laboratorium Penyakit di Gedung AG, FP, Kampus Sudirman. Dosen Program Studi (Prodi) Agroekoteknologi ini mengikuti pemilihan dikarenakan panggilan hati dan merupakan bagian dari regenerasi. Mantan Ketua Prodi itu menyampaikan, tidak menghadapi kendala saat mengikuti proses pemilihan dekan karena telah mempersiapkan diri dengan baik. “Saat pemilihan dekan, saya tidak mengalami kendala karena sudah tahu fungsi masing-masing dan saling mendukung saat pemilihan. Mungkin kendalanya ada pada panitia pemilihan dekan,” ujar dekan baru itu. Sebagai dekan terpilih, Alit Susanta berharap FP kedepannya dapat menyelenggarakan pendidikan yang baik. Dapat dimulai dari

akreditasi setiap prodi lebih unggul dan bersaing di ranah internasional. “Misi untuk di FP bagaimana menyelenggarakan Pendidikan di FP ini yang baik,” ucap Alit Susanta. Sementara itu, LPM Khlorofil juga mewawancarai panitia dari proses pemilihan calon dekan FP. Panitia Pemilihan Dekan yang dibentuk oleh Dekan yang sedang menjabat. Panitia yang dibentuk pada 28 Februari 2023 ini terdiri atas Prof. Dr. Ir. I Dewa Putu Oka Suardi, M.Si sebagai Ketua, Dr. I Made Sukewijaya, S.P., M.Sc sebagai Sekretaris dan Ni Nyoman Trisna Wahyuni, S.E sebagai Anggota. Panitia Pemilihan Dekan telah dibentuk dan bekerja untuk mempersiapkan gelaran akbar pemilihan Dekan. Pengangkatan Dekan dan Wakil Dekan harus memenuhi Peraturan Rektor Nomor 8 Tahun 2021. Tentang Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Dekan dan Wakil Dekan di Unud seperti berpendidikan doktor (S3) serta memiliki jabatan akademik lektor kepala. “Jadi semua dosen FP yang sudah memenuhi syarat kepangkatan itu, mempunyai hak untuk mengajukan diri,” ungkap Prof. Oka. Dari peraturan tersebut ada lima orang yang memenuhi syarat, namun hanya seorang yang mendaftar. Karena persyaratan untuk bisa diproses dan diajukan ke Rektor minimal dua pasang calon dekan, panitia sempat memperpanjang pendaftaran sekitar dua minggu. Setelah perpanjangan tersebut, tidak ada pendaftar tambahan. Panitia akhirnya berkonsultasi dengan Rektor untuk menindaklanjuti salah satu syarat yakni jabatan akademik lektor kepala menjadi lektor. Setelah persetujuan tertulis dari Rektor, panitia menyampaikan kepada Senat Fakultas dan disetujui, selanjutnya dilakukan sosialisasi kepada dosen FP yang memenuhi persyaratan untuk mengajukan diri. Proses pendaftaran sebagai calon dekan

Bencana Alam, Imbas Konversi Lahan Pertanian di Bali

8


dilakukan dengan mengisi formulir yang disediakan oleh panitia, kemudian melalui tahap administrasi. Persyaratan menjadi dekan meliputi gelar doktor dan jabatan fungsionalnya, namun jika tidak memenuhi syarat tersebut, golongan master dengan jabatan fungsional master juga bisa diterima. Tiga orang Dosen mendaftar sebagai Bakal Calon Dekan FP Unud Periode 2023 – 2027. Disampaikan oleh Ketua Panitia Pemilihan Dekan FP Prof. Oka, bahwa sampai dengan penutupan ada tiga orang yang mendaftar sebagai Bakal Calon Dekan yakni Dr. Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, S.P., M.Agr, Dr. I Made Sarjana, S.P., M.Sc, dan I Putu Sudiarta, S.P., M.Si., Ph.D.

Sistem pemilihan dilakukan melalui musyawarah mufakat di forum Senat Fakultas, dimana senat kemudian memberikan rekomendasi kepada Rektor untuk menetapkan dua nama calon dekan. “Yang memilih bukan Senat FP. Senat FP hanya memberikan rekomendasi terhadap dua bakal calon dekan. Yang menetapkan adalah Rektor,” ujar Guru Besar FP tersebut. Setelah penetapan dua calon dekan atas rekomendasi Senat Fakultas, masing-masing calon dekan sekaligus mendaftarkan calon wakil dekan. Calon dekan dan wakil dekan melengkapi

(DOC. PANITIA PEMILIHAN DEKAN FP)

Tiga calon yang mendaftar sebagai dekan FP berasal dari dua Prodi Agroekoteknologi dan satu Prodi Agribisnis. “Prodi Arsitektur Lanskap tidak ada, tetapi di calon wakil dekan ada,” tutur Mantan Koordinator Program Studi Agribisnis itu.

Panitia mempunyai tugas menyaring untuk mendapatkan minimal tiga pasang calon dekan dan wakil dekan, yang akan disampaikan ke Rapat Senat Fakultas. Kemudian Rapat Senat Fakultas akan menyetujui dua pasang yang akan diajukan ke Rektor yakni Dr. Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, S.P., M.Agr dan Dr. I Made Sarjana, S.P., M.Sc.

Pemberian pertimbangan Senat atas Calon Dekan FP periode 2024-2027 pada Rapat Pleno Senat FP (20/7/2023). (Docs.Panitia Pemilihan Dekan FP)

9

E-Buletin Khlorofil 2024


(DOC. PANITIA PEMILIHAN DEKAN FP)

semua persyaratan administrasi kepada Panitia dan diserahkan kepada Rektor. Proses selanjutnya adalah uji kelayakan oleh Rektor. Uji kelayakan Calon Dekan FP Unud periode 2023-2027 oleh Rektor dan jajarannya bertempat di Gedung Pascasarjana Kampus Sudirman Denpasar, Rabu (30/8/2023). Adapun dua calon Dekan Fakultas Pertanian yang mengikuti uji kelayakan yakni Dr. Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, SP.,M.Agr dan Dr. I Made Sarjana, SP.,M.Sc. Masing-masing calon Dekan dalam kegiatan uji kelayakan ini hadir bersama masing-masing calon Wakil Dekan. Proses uji kelayakan ini didahului dengan pemaparan visi misi dan program kerja, sehingga pimpinan universitas memiliki gambaran apa yang akan dikerjakan manakala dipercaya oleh pimpinan Universitas Udayana untuk menjadi Dekan di Fakultas Pertanian. “Visi dan Misi itu kami panitia tidak tahu, karena itu merupakan bagian yang harus diketahui oleh Rektor ketika melakukan pemilihan. Jadi di Senat pun tidak diajukan visi dan misi oleh bakal calon dekan,” ungkap Dosen Agribisnis itu.

Mahasiswa Usulkan Sosialisasi Calon Dekan FP Secara Terbuka

P

roses pemilihan dekan yang terkesan

tertutup bagi mahasiswa, menarik simpati Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Pertanian (OKFP) beserta mahasiswa lainnya.

Mahasiswa mengetahui adanya pergantian dekan setelah pelantikan secara resmi di Ruang Nusantara, Gedung Agrokomplek, Kampus Sudirman pada 2 Oktober 2023. Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya besar tentang bagaimana sebenarnya proses pemilihan dekan. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP), I Wayan Dharma Wiguna memberi respon terkait pemilihan dekan ini. Pria yang akrab dipanggil Awik menyayangkan OKFP dan mahasiswa tidak ikut andil. “Menurutku, gak melihat BEM itu dilibatkan secara langsung dalam proses pemilihan Dekan, tapi alangkah baiknya jika nantinya ada proses pemilihan Dekan lagi, ada ruang khusus bagi teman-teman Mahasiswa untuk ya sekedar berdiskusilah”, ujar mahasiswa Agroekoteknologi itu. Dalam wawancara yang dilaksanakan secara online ini Awik mengatakan bahwa organisasi dan mahasiswa tidak terlibat dalam proses pemilihan dekan karena pemilihan ini secara tertutup dan tidak ada yang mengetahui kecuali informasi yang tidak resmi. Awik menambahkan, melibatkan mahasiswa dalam diskusi terkait calon dekan dapat meningkatkan transparansi dan memberikan ruang untuk pemaparan isu yang relevan. Meski BEM belum dilibatkan secara langsung sebagai panitia, harapannya agar mahasiswa tetap menjadi bagian dari dialog yang mempengaruhi pemilihan dekan di masa mendatang. Laporan ini mencerminkan pandangan BEM terhadap proses

Bencana Alam, Imbas Konversi Lahan Pertanian di Bali

10


pemilihan dekan dan aspirasi untuk melibatkan mahasiswa lebih lanjut dalam keputusan yang berkaitan dengan kepemimpinan tingkat fakultas.

yang sama dengan Awik terkait tidak adanya keterlibatan mahasiswa.

Mahasiswa semester tujuh itu berharap ada reformasi birokrasi di FP. Pengalaman yang dirasakan Awik, dia dipersulit saat membutuhkan sertifikat Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Saat itu dia datang ke Bagian Kemahasiswaan, namun dioper ke bagian lain-lainnya. Imbas dari lamanya pengurusan sertifikat PKKMB menyebabkan terlambatnya wisuda. “Jadi, daripada membenahi fasilitas kampus, sudah semestinya birokrasi di FP dibenahi,” jelasnya. Terkait pentingnya hak pilih bagi mahasiswa belum dibutuhkan, demi menjaga independensi mahasiswa.

OKFP dan mahasiswa sebatas pengenalan calon dekan. Dalam bentuk sosialisasi visi misi dan jajaran wakil dekan pengusungnya. Sementara itu, OKFP dan mahasiswa setuju untuk tidak diberikan hak suara sesuai Peraturan Rektor Nomor 8 Tahun 2021. Dimas pun mengaku belum mengetahui tentang pemilihan dekan sebelumnya. ”Karena aku tidak tau menau jadi mungkin aku tidak bisa berkomentar banyak,” tuturnya. Pernyataan serupa juga dituturkan oleh Anggun. “Jika kita memang nggak boleh ikut milih dekan, mungkin setidaknya kita dikasih tahu calon-calonnya siapa saja,” terangnya. Ia melengkapi informasi tentang pemilihan dekan FP melalui website www.unud. ac.id. (NDA, RBYJNE, LENA, DYA, NDR, SRH, MEL, NESYA, CLDY, SHAA/KHLOROFIL) (DOC. PANITIA PEMILIHAN DEKAN FP)

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Arsitektur Lanskap (Himarskap), Dimas Alfiansyah dan Mahasiswa Agribisnis A. A. Anggun Dwi Saptasa Arya Ningrum berpendapat

Dimas menyarankan adanya keterlibatan

11

E-Buletin Khlorofil 2024


Bencana Alam, Imbas Konversi Lahan Pertanian di Bali

12


(DOC. PRIBADI I MADE SUKEWIJAYA)

SOSOK

MENELUSURI KISAH INSPIRATIF WAKIL DEKAN III 13

E-Buletin Khlorofil 2024


(FOTO. FACEBOOK.COM)

Menyongsong Masa Depan FP Unud yang Gemilang

Dr.

I Made Sukewijaya, S.P., M.Sc ialah salah seorang dosen Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana. Dosen yang akrab disapa Sukewijaya ini telah menduduki jabatan sebagai Wakil Dekan III.

Dosen yang telah mengabdi sejak Februari 1997 itu tidak ada halangan dalam komunikasi dengan mahasiswa. Baik saat mengajar maupun dalam mengayomi organisasi mahasiswa. Ia membuka komunikasi dengan semua pihak. Bilamana ada kekurangan atau laporan lainnya akan ditampung dan disampaikan ke Dekanat. Pria lulusan King Mongkut’s University of Technology Thonburi tersebut awalnya tak bercita-cita menjadi dosen. “Pokoknya saya sejak Sekolah Dasar (SD) ingin jadi insinyur. Insinyur salah satunya ya pertanian,” tutur pria kelahiran Buleleng ini dengan nada semangat. Saat kuliah, Sukewijaya bersama enam

orang temannya mendapatkan beasiswa Tunjangan Ikatan Dinas. “Ikatan dinas itu, ketika sudah tamat harus mengabdikan dirinya sebagai dosen,” tuturnya. Dosen Mata Kuliah Teknologi Pascapanen sempat mendapatkan dua tahun beasiswa Tunjangan Ikatan Dinas ditambah dengan dua tahun masa pengabdian tambahan. Pria berusia 64 tahun pernah gemar bermain futsal dan bulutangkis. Namun kini, lebih suka bertanam di halaman rumahnya. Dalam meniti karirnya, Sukewijaya senantiasa mendapat support dari sang istri. “Support sih sesungguhnya istri saya, karena saya apa-apa pasti diskusi dengan istri,” tuturnya. Sang anak dan kedua orang tua pun turut memberikan dukungan kepada dosen kelahiran 26 April 1969 ini. Sukewijaya menganggap Dekan FP Unud, Dr. Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, S.P., M.Agr. orang yang berpengaruh dalam perjalanan hidupnya, karena memberikan inspirasi.. Hingga ia bersama jajaran Dekanat FP Unud saling menguatkan. (NANA, SWAR, NISAR, AYNA, SRIWIJANI, AMOY,, SHAA/KHLOROFIL)

Bencana Alam, Imbas Konversi Lahan Pertanian di Bali

14


(DOC. PRIBADI I MADE ANDIPA YUDA MRADANGGA

SOSOK

MENGENAL SOSOK I MADE ANDIPA YUDA MRADANGGA Mapres FP Unud yang Berprestasi Sejak SD

I

Made Andipa Yuda Mradangga atau akrab disapa Yuda berhasil meraih gelar sebagai pemenang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Udayana (Unud) 2023. Gagasan kreatif berupa “Deforestasi Hutan Karena Industri Tisu” yang diusul oleh Yuda rupanya mampu membawa keberhasilan dalam kompetisi Pilmapres FP Unud.

untuk bisa beradaptasi dengan mencari informasi melalui internet. Dan (informasi di dapat) dari kakak tingkat Mapres yang sudah pernah membuat gagasan kreatif,” ungkap Yuda dalam wawancara online oleh tim liputan LPM Khlorofil (24/11/23).

Mahasiswa Program Studi (prodi) Agribisnis ini mengaku sempat mengalami kesulitan dalam

Kesuksesan Yuda dalam memenangkan Pilmapres salah satunya juga didukung oleh latar belakang prestasinya, baik akademik maupun non-akademik. Dirinya sudah mengantongi berbagai prestasi sedari sekolah dasar (SD) sampai ke dunia perkuliahan.

menyiapkan gagasan kreatif tersebut lantaran pedomannya yang berbeda dengan karya tulis ilmiah (KTI). “Adanya perbedaan pedoman gagasan kreatif dengan KTI mengharuskanku

Beralih ke Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia melanjutkan hobi menarinya dengan mengikuti lomba Pekan Seni Remaja (PSR) tingkat kota kategori laki-laki. Alumnus Sekolah

15

E-Buletin Khlorofil 2024


Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Denpasar ini mulai aktif klub KTI dan lomba penelitian siswa. Hasilnya, ia memperoleh Juara 3 pada lomba KTI tingkat nasional. Tak hanya itu, Yuda juga berprestasi hingga mancanegara, ia berhasil meraih medali perak di tingkat internasional pada dua tahun berturut-turut, 2020 dan 2021.

mendukung penuh mulai dari lomba hingga kegiatan kampus. Mahasiswa semester tiga ini menyebutkan, selain dari orang tua, ia juga didukung penuh oleh teman-teman sekitarnya. Pencapaiannya memberi inspirasi bagi mahasiswa lain, sehingga mereka turut berkompetisi di bidang yang sama.

Peraih medali perak ajang Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KoPSI) 2021 ini, prestasinya tak pernah surut di bangku kuliah. Kecintaan Yuda pada KTI mengantarkannya mendapatkan prestasi gemilang lainnya. Seperti juara 1 Business Model Canvas (BMC) yang diadakan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dan meraih medali perak pada ajang World Invention And Technology Expo (WINTEX) yang diselenggarakan Indonesia Innovation And Invention Promotion Association (INNOPA). Disusul perolehan medali perunggu pada KTI di Universitas Brawijaya, dan Juara 1 Kompetisi Program Kreativitas Mahasiswa (KPKM) FP Unud 2023.

“Mungkin yang aku korbankan, selama aku meraih prestasi itu adalah tenaga dan juga waktu,” ucap penerima Beasiswa Prof. dr. I Gusti Ngoerah Gde Ngoerah ini. Yuda sempat mengalami kesulitan membagi waktu antara organisasi, perlombaan, dan jadwal kuliah. Ia hampir tidak ada waktu untuk healing.

Selain kegiatan perkuliahan dan lomba, pria yang yang hobi menari tradisional itu juga aktif dalam organisasi internal kampus yaitu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Unud. Tak heran jika Yuda memiliki jadwal yang padat akibat kesibukannya tersebut. Akan tetapi, ia mengungkapkan meskipun jadwalnya yang padat tetap bisa beristirahat normal 6-8 jam setiap harinya. Kesibukan mengharuskan Yuda untuk bisa mengelola waktunya dengan baik melalui skala prioritas. Mahasiswa Angkatan 2022 ini multitasking, antara kuliah dan organisasi dapat dijalankan bersamaan. “Kita harus memiliki prinsip bahwa kuliah adalah prioritas utama, kemudian baru diikuti lomba atau organisasi,” ujar Yuda. Dalam berbagai kegiatan yang ia lakukan selalu mendapat support system dari lingkungannya. Orang tua Yuda selalu

Dalam meraih prestasinya, Yuda pernah mengalami kegagalan di bidang akademik maupun non-akademik. Meskipun dalam beberapa lomba belum berkesempatan menjadi pemenang, Yuda mengaku mendapat banyak pengalaman dari perlombaan yang ia ikuti. Ia tak selalu berhasil, namun ia terus menganalisis kegagalan dan memperbaiki performanya saat perlombaan. “Jadi dengan adanya kekalahan justru memberikan suatu kekuatan dan semangat lebih sih buat aku. Karena kalau misalnya menang terus itu pastinya kita bakal diatas angin terusterusan ya, jadi dengan adanya kekalahan itu kita bisa dapat semangat lebih lagi dan bisa menchallenge diri aku sendiri,” ucap si kompetitif itu. Setelah kelulusan nanti, Yuda berencana melanjutkan pendidikan pascasarjana dan menjadi peneliti. Ia pun membuka peluang adanya kolaborasi dengan akademisi untuk melakukan penelitian bersama. Diakhir wawancara, alumnus SMPN 3 Denpasar ini berpesan, agar anak muda harus bekerja keras, time management yang baik, dan bertanggung jawab. Karena hal itu merupakan aspek yang sangat penting saat melakukan persiapan perlombaan. (SWAR, Nisart,An, 2, 3, KOORD, SHAA/KHLOROFIL)

Bencana Alam, Imbas Konversi Lahan Pertanian di Bali

16


(DOC. PANITIA PESTA HIMAGROTEK

KABAR KAMPUS

DOC. NI PUTU RAHAYU SASTRA DEWI_

Pesona Pentas Kreasi Seni & Talenta, PESTA Himagrotek Bangkitkan Kreativitas Mahasiswa

Gelora GEMA 2023, Himagri Bangkitkan Solidaritas Mahasiswa se-Bali

17

E-Buletin Khlorofil 2024


Persembahan dari Toksi Band (DOC. PANITIA PESTA HIMAGROTEK)

Pesona Pentas Kreasi Seni & Talenta, PESTA Himagrotek Bangkitkan Kreativitas Mahasiswa

D

enpasar, (5/11/2023). Malam Puncak Pentas Ekspresi Seni dan Talenta Agroekoteknologi (PESTA) berhasil diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Agroekoteknologi (Himagrotek) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Udayana (Unud). Berlokasi di Jeger House, Jalan Tukad Balian, Renon, PESTA kali ini hadir dengan tema “Sentranala Abhinawa” yang artinya membangun keakraban dan kekeluargaan melalui pentas seni dan kreativitas untuk mewujudkan agroekoteknologi yang kompak dan semangat.

Menurut Ngakan, selaku ketua acara menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah program kerja tahunan sebagai bentuk perayaan ulang tahun Himagrotek FP Unud yang bertujuan mewadahi dalam mengembangkan minat dan

bakat mahasiswa Agroekoteknologi khususnya dalam bidang olahraga dan seni. Lebih lanjut, mahasiswa agroekoteknologi angkatan 2021 tersebut memaparkan, “acaranya terbagi jadi dua rangkaian kegiatan, yaitu Djapa Winaya Cup yang menghadirkan perlombaan bulu tangkis dan

Pemotongan Tumpeng Oleh Dekan Fakultas Pertanian (DOC. PANITIA PESTA HIMAGROTEK)

Bencana Alam, Imbas Konversi Lahan Pertanian di Bali

18


Kemeriahan Malam Pesta-14 (Doc. PANITIA PESTA HIMAGROTEK)

futsal kemudian ditutup dengan Malam Puncak ini,” tuturnya dalam wawancara bersama LPM Khlorofil. Dalam pembukaan, Dekan FP, Dosen Pendamping Himagrotek, dan Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Pertanian (OKFP) lainnya turut hadir untuk memeriahkan dan mensukseskan acara tersebut. Ramainya pengunjung yang berdatangan membuat suasana PESTA kian meriah dan sayang untuk ditinggalkan. Banyaknya penonton tak luput karena berharap bisa menikmati pertunjukan mural dan tentunya penampilan beberapa guest star seperti Not So Koplo, Jangar, Band The Dats, Midnight Sun, dan Morphine yang menjadi pemantik dalam kemeriahan PESTA KE-14. Penampilan dari para pengisi acara meninggalkan kesan tersendiri bagi para pengunjung. Salah satunya Yesika yang menyampaikan, “Suasananya seru, karena bawaannya ramai dan banyak juga orang yang berelasi satu sama lain.” Reaksi positif lainnya juga disampaikan oleh Risa, “Menurut aku, 19

E-Buletin Khlorofil 2024

awal acara sebenarnya sudah asik ya, mulai dari musiknya gitu, nanti ada bintang tamunya, aku bisa kumpul bareng temen-temen angkatan aku.” ujarnya. Diluar kesuksesan dan meriahnya acara tersebut, Ngakan Putu Wahyu Budhiartha selaku Ketua Panitia PESTA KE-14 mengungkapkan adanya kendala, “Kendala tentu ada ya, seperti misalnya kinerja panitia dan juga dari dana. Tapi akhirnya halangan tersebut bisa dilalui semua sampai saat ini,” ujar pria berusia dua puluh satu tahun tersebut. Sebagai penutup dalam wawancaranya dengan tim LPM Khlorofil. Ngakan mengungkapkan harapan untuk acara serupa di tahun berikutnya. “Kalau harapan saya sendiri sudah pasti ya, untuk PESTA kedepannya bisa lebih baik dari tahun ini. Apa kendala-kendala di tahun ini semoga bisa diperbaiki di tahun depan.,” -ungkap mahasiswa yang punya hobi band. (TAN4L, APH, GII, SNA, RSD, SHAA/KHLOROFIL)


Penampilan Not So Koplo di Pesta 2023 (Doc. PANITIA PESTA HIMAGROTEK)

Penampilan dari “Guest Star: THE DATS” (Doc. Jonatan Alexius Simarmata_KHLOROFIL)

Suasana PESTA-14 (Doc. KHLOROFIL)

Bencana Alam, Imbas Konversi Lahan Pertanian di Bali

20


(DOC. PUTU GINANTI/KHLOROFIL) Penampilan Mahasiswa Agribisnis FP UNUD (Doc. Putu Ginanti/KHLOROFIL)

Gelora GEMA 2023, Himagri Bangkitkan Solidaritas Mahasiswa se-Bali

D

enpasar - , Malam Puncak Gelar Ek-

spresi Mahasiswa Agribisnis (GEMA) digagas oleh Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Udayana (Unud). Kegiatan ini dilaksanakan Himagri Bidang Kreasi, Minat, dan Bakat pada 5 November 2023.

Menurut Ketua Panitia, I Made Jaya Putra, event ini dilaksanakan setahun sekali. Tahun ini, Himagri mengambil tema ‘Rise Together Embrace Each Other’ yang memiliki arti bangkit bersama, merangkul sesama. Tujuan dari tema tersebut memfasilitasi mahasiswa agribisnis untuk menyalurkan dan menunjukkan bakat mereka berupa band akustik, flashmob, tari, dan lainnya. Jaya berkata, GEMA tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Event GEMA tahun ini memiliki tiga rangkaian acara. Pertama, ada bakti

21

E-Buletin Khlorofil 2024

sosial yang melakukan reboisasi lahan kering di Klungkung; kedua, melakukan Agripeduli memberi santunan kepada Panti Asuhan Semara Putra di Klungkung; ketiga malam puncak GEMA Himagri berlangsung di Jalan Waribang, Desa Kesiman, Denpasar Timur. Tahun sebelumnya, event berlangsung di arena terbuka. Kali ini, pelaksanaannya di ruangan semi-indoor. “Alasan terutama satu kalau boleh jujur, karena pertama kita takut hujan di bulan November. Kita mencari tempat yang bisa dibilang semi-indoor tapi tetap terjangkau di kita,” ujar Ketua Panitia. Turut menghadiri acara ini, Alexandro Yosafat Tirepewu yang kerap disapa Ale mengaku datang karena penasaran dengan GEMA. Bukan hanya itu, pria yang aktif sebagai mahasiswa Ilmu Sosial dan Politik Unud ini, ingin melihat langsung penampilan dari kekasihnya. Menurut Ale, salah satu pengunjung GEMA Himagri, acara ini memberi kesempatan pada


semua mahasiswa untuk menunjukkan skillnya. “Buat eksplorasi bakat-bakat mahasiswa aja sih. Jadi bikin semua mahasiswa bisa nunjukin skill mereka,” ujar pria yang hobi bermain basket. Jaya mengaku, pihaknya terkendala waktu yang mepet untuk persiapan di hari-h. Pasalnya lokasi yang sama akan digunakan pihak lain mulai dari 07.00-11.00 WITA. Sementara acara ini akan open gate dari 16.30 WITA. Selain itu, panitia takut terjadi kericuhan sebab event ini dibuka gratis untuk mahasiswa seluruh Bali. Persiapan GEMA Himagri membutuhkan waktu 3,5 bulan, mulai dari pembentukan koordinator panitia hingga mempersiapkan perlengkapan acara. Dalam acara ini melibatkan mahasiswa FP Unud dari angkatan 2021, 2022, 2023 dan Dekan Fakultas Pertanian, PLT, Dosen Pembimbing Himagri dan Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Pertanian (OKFP). Adapula penampilan Band Agribisnis dari Angkatan 2023 dan 2022 termasuk Nevach Band,

Penampilan Akustik dari Mahasiswa Agribisnis (Doc. Panitia GEMA 2023)

Koplosan serta The Effortless. Hadir pula DJ Mahesa yang meramaikan acaranya. Jaya berharap, mahasiswa Agribisnis lebih banyak tampil tahun depan. “Kita bantu mahasiswa Agribisnis untuk dapat tampil, dan tidak melulu tentang Guest Star,” tutupnya.. (TAN4L, GII, RSD, SNA, SHAA/KHLOROFIL)

Keseruan peserta GEMA 2023 saat penampilan DJ Mahesa (Doc. Panitia GEMA 2023)

Bencana Alam, Imbas Konversi Lahan Pertanian di Bali

22


23

E-Buletin Khlorofil 2024

(DOC. FARH/KHLOROFIL

KARYA SAHABAT KHLOROFIL


CERPEN

KARYA SAHABAT KHLOROFIL

Ilustrasi Gadis Penjual Korek Api (FARH/KHLOROFIL)

GADIS KOREK API Oleh : Putu Widya Ningsih

S

alju. Hal terdingin yang dapat membekukan siapa saja termasuk sang hati. Tepat hari ini, di tanggal yang sama bulan yang sama, tapi tahun yang berbeda seorang gadis penjual korek api terlunta-lunta di malam natal. Saat semua orang menikmati hidangan makan malam yang menyenangkan bersama tumpukan kado, gadis itu justru berada di luar dengan tubuh yang hampir beku, meringkuk dengan korek api sebagai penghangat dikala dingin semakin menusuk tulang. Gadis itu terdiam, terpaku menatap langit malam yang dipenuhi salju, memejamkan mata, berusaha menikmati mimpi yang selalu ia inginkan. Tinggal di rumah yang hangat ditemani keluarga yang lengkap. Tapi percuma, semua itu hanya fatamorgana baginya. Karena satu-satunya keluarga yang tersisa hanya sang ayah. Namun, ayahnya sendiri begitu membencinya, memaksanya untuk bekerja keras tanpa peduli pada tubuh lemah sang gadis di bawah dinginnya salju yang kelam. “Lalu, apa gadis itu baik-baik saja, ibu?” suara kecil itu kembali terdengar. “Hm, dia mati tertimbun salju,” ucapku menatap binar hitam pekat yang kini menatapku. “Yah, kasihan,” ucap bibir mungilnya terlihat sedih.

Aku hanya tersenyum. Tersenyum hambar menceritakan sebuah kisah kelam yang sebenarnya sangat ingin aku lupakan. Sebuah kisah yang membuatku berhenti untuk bermimpi dalam waktu yang panjang. “Ibu, apa gadis penjual korek api itu baik?” “Kenapa kau menanyakan hal itu? “Hmm, tak apa ibu, aku hanya ingin tahu.” “Dia baik, tapi dendam membuatnya tak lagi baik seperti dulu,” ucapku menatap lantai putih yang kini aku pijaki. “Ibu, mau kemana?” “Kesuatu tempat, apa kau mau ikut?” Gadis mungil itu hanya mengangguk, seraya menggandeng tanganku. Berjalan dengan langkah mungilnya. Dia Kaori, anak pertamaku. Usianya saat ini baru menginjak 6 tahun, tapi dia begitu pintar dan cekatan. Aku membesarkannya dengan kasih sayang dan kerja keras seorang diri. Mereka menganggap aku ini aib. Tapi, aku tidak peduli perkataan mereka, saat ini kami tinggal disebuah gubuk yang tidak jauh dari desa. Hanya berdua, menikmati malam natal sama seperti sebelumnya. “Kaori, apa kau ingin lihat sebuah pertunjukan malam ini?” tanyaku sedikit menunduk. “Tentu, apa itu ibu?” jawabnya antusias. “Tunggu saja, saat ia mulai panas, maka semuanya akan terbakar!” ucapku menatap Kaori

Bencana Alam, Imbas Konversi Lahan Pertanian di Bali

24


yang masih kebingungan. “Ibu, apa aku boleh kesana?” “Tidak. Di sana akan ada bahaya, diamlah di sini bersamaku.” “Tapi, Bu ...” “Sssttt ....” Kaori diam, ia tidak lagi berbicara sepatah katapun. “Wah, ibu kembang apinya indah!” ucap bibir mungilnya mulai merasa kagum. Aku hanya tersenyum. “Kebakaran! Kebakaran!” teriak beberapa warga desa mulai panik, saat nyala api tak bisa lagi mereka hindari. “Ibu, ada apa? Mengapa mereka berlari dan berteriak?” wajah polos itu kembali bertanya. “Sepertinya ada kebakaran sayang, ingin mendekat?” kataku menawarkan. Kaori hanya mengangguk sebelum akhirnya bangun dan menggandeng tanganku. Warga terlihat panik saat nyala api semakin membesar dari sebuah rumah yang cukup mewah. Malam gelap semakin membuat semuanya terlihat begitu panik, bahkan salju takkan mampu memadamkan api sebesar itu. “Ibu, aku takut. Kita pulang ya?” Kaori memelukku, sedikit ketakutan melihat api yang begitu besar dan teriakan pemilik rumah yang masih terjebak. Aku masih terdiam ditempat ku berdiri, mendengarkan teriakan dan kepanikan yang semakin terdengar memilukan.

sedang dalam perjalanan menuju ke sebuah rumah kayu di seberang jalan. “Ibu, apa kita akan ke rumah kakek?” tanya Kaori kegirangan. Aku hanya tersenyum tanda mengiyakan. “Untuk apa bawa tissue, apa ibu flu?” tanya Kaori dengan wajah polosnya. “Kaori, kamu ikut saja ya sayang, jangan bertanya terus.” Aku menggenggam tangannya, setelah memasukkan korek dan juga tissue di dalam sebuah tas kecil. Menyusuri jalan dimana dulu aku terbiasa berjualan korek api. Sepanjang perjalanan Kaori terus saja bertanya tentang ini dan itu, aku merasa lelah untuk menjawab, jadi aku hanya diam. “Ibu, apa ini rumah kakek?” “Bukan.” “Lalu? Kenapa kita kemari?” tanya Kaori bingung. “Diamlah.” Aku mengetuk pintu, mulai menawarkan susu dan juga roti pada pemilik rumah. “Maaf Bu, apa saya boleh ke kamar kecil sebentar? Saya sudah tidak tahan,” ucapku. “Tentu, silahkan.” Pemilik rumah mempersilahkanku untuk masuk. Tungku perapian masih menyala bahkan disiang hari, mungkin karena cuaca dingin, jadi mereka ingin ruangan tetap hangat. “Toiletnya ada di ujung kiri,” ujar pemilik rumah. Aku hanya mengangguk tanda mengerti

“Sebentar lagi kalian akan mati menjadi abu,” ucapku lirih, nyaris tak terdengar.

“Kaori, tunggu di sini ya?” ucapku sebelum pergi menuju kamar kecil.

Sementara Kaori menarik bajuku, gadis kecil itu terlihat ketakutan saat nyala api mulai sedikit padam. Aku memutuskan pulang setelah memastikan satu hal.

Kamar mandi yang cukup besar menyambutku, peralatan mandi tertata rapi disana. Aku membuka tas, mengambil tissue.

“Setelah ini giliranmu.” Aku pergi, meninggalkan tempat yang kini menjadi abu. Keesokannya, wanita dan anak kecil tersebut

25

E-Buletin Khlorofil 2024

Setelah memastikan semuanya baik, aku kembali mengemas semuanya dan melenggang pergi. “Terimakasih nyonya, saya permisi,” ucapku berlalu.


KARYA SAHABAT KHLOROFIL “Kaori!” Aku terperanjat, saat melihat tubuh mungilnya terbaring di atas lantai. “Apa yang ayah lakukan?” “Aku memusnahkan aib bagimu!” “Kau keterlaluan ayah!” Aku bangkit, mengeluarkan sesuatu dari tasku. Beberapa cutter dan pisau yang kusiapkan untuk berjaga-jaga. Ilustrasi Ibu dan kaori sedang menjual susu dan roti (FARH/KHLOROFIL)

Kaori hanya terdiam selama perjalanan, begitu juga aku. Tapi jantungku tidak berhenti berdebat sejak keluar dari rumah itu. “Apa ini rumah kakek?” “Iya.” Aku mengetuk pintu, tapi tidak ada jawaban. “Tidak dikunci,” ucapku sedikit heran, aku melenggang masuk tanpa permisi. “Kaori, tunggu disini ya.” Kaori hanya mengangguk, sedangkan aku masuk ke dalam untuk memastikan sesuatu. “Syukurlah, aku bisa leluasa jika begini.” Aku kembali mengeluarkan tissue dan korek, melakukan hal yang sama seperti sebelumnya, kemudian pergi tanpa jejak. “Ini menyenangkan, tidak lama lagi, semuanya akan berakhir.” Aku menyalakan lampu agar ada sedikit cahaya setelah senja tenggelam dari peraduannya. “Apa yang kau lakukan!” Pria paruh baya itu menghampiriku dengan wajah merahnya. “Tidak ada ayah, aku hanya berkunjung, apa tak boleh?” “Cih! Jangan sok baik padaku!” Aku tersenyum, ternyata usia tua tetap saja membuatnya egois. “Keluar dari sini atau kau!” “Ssstt ...! Kecilkan suaramu ayah, nanti Kaori mendengar. Baik aku akan keluar, selamat malam natal ayah!” ucapku berjalan ke luar.

“Kau akan membayar kematian ibu dan juga anakku, ayah sialan!” Aku melemparnya dengan cutter beberapa kali? Tapi ia masih bisa menghindar. Ia mundur beberapa langkah, mulai ketakutan karena aku sudah tak sabar ingin mengakhiri hidupnya sejak lama. “Kau membunuh ayahku lalu merebut kasih sayang ibuku!” “Tu-tung-Akkkhh ...!” Cutter itu mengenai lengannya. Aku menyeringai penuh kemenangan. “Lalu kau menyebabkan kematian ibuku!” Aku melempar sebuah cutter lagi. “Apa yang kau lakukan!” “Bahkan kau membuatku hamil dan melahirkan anak itu, tapi syukurlah kau sudah membunuhnya dengan tanganmu!” “Aarrggghh ...!” “Hentikan! Aku mohon!” Ayah tiriku itu berteriak, tapi aku tidak akan memaafkan kesalahannya lagi, kali ini dia harus mati ditanganku, bagaimanapun caranya. “Ini, untuk 6 tahun tersulit yang kau hadirkan dalam hidupku!” “Aaarrggghhhh ...!” Ia menjerit, saat sebilah pisau sukses menancap pada perutnya. Tidak sia-sia aku belajar melempar pisau selama bertahun-tahun. Sekarang sasaran yang selama ini ingin aku habisi ada di depan mataku. Aku mendekat, kali ini ia tak bisa lari lagi, kakinya terluka akibat jatuh berkali-kali saat menghindari seranganku. Lengan, kaki bahkan perutnya sudah tertancap pisau, ia terduduk lemas dengan beberapa tusukan ditubuhnya. Sementara

Bencana Alam, Imbas Konversi Lahan Pertanian di Bali

26


langkahku semakin mendekat kearahnya. “Kau mengambil semuanya dariku, dan sekarang kau akan merasakan perih pada tubuhmu,” ucapku lirih. Pria paruh baya yang tak lain adalah ayah tiriku itu kembali menelan ludahnya, bergetar ketakutan karena aku bisa saja lebih nekat dari ini. “Aku tidak akan memaafkanmu!” Tangannya berusaha mengambil sebuah gucci untuk memukulku, tapi aku sudah lebih dulu memotong tangannya dengan pisau. Ia menjerit begitu keras hingga telingaku terasa akan copot. “Akh! Kau brisik! Untunglah rumahmu sangat jauh dari kota, jadi tidak akan ada yang mendengarkan teriakanmu!” “Ma-ma-af ka-n a-khhhggrr!” “Ssttt ...! Diam diam! Aku tidak suka kau bicara!” Aku mencabut pisau yang ada pada kakinya, sebelum aku kembali menancapkannya. “Yah ... kaki mu hampir putus haha!” Aku tertawa seperti orang gila saat melihat wajah takut dan rasa sakitnya dalam waktu yang bersamaan. “To-lo-ngggrrhh!” “Sudah ku bilang diam! Diam!” teriakku menusuk mulutnya kesal. Dia sangat brisik, jadi aku harus menyumpal mulutnya dengan pisau. Kini, tubuhnya tergeletak tak berdaya dengat mata melotot penuh ketakutan dan beberapa tusukan yang membuat darah mengalir cukup deras.

“Tidur yang nyenyak ayah tiriku sayang!” bisikku ditelinganya. Aku kembali mencabut semua pisau yang baru saja kugunakan untuk membunuhnya, mencucinya dan menaruhnya di dapur dengan rapi. Dari kejauhan, aku bisa melihat api yang cukup besar, mobil pemadam kebakaran terlihat mulai berdatangan. Aku menyeringai penuh kemenangan. “Meskipun Kaori menjadi korban, setidaknya sekarang aku bisa tenang, kalian semua mati dan hidupku akan kembali seperti semula, yah meskipun sendiri. Tak apa, setidaknya dendamku terbalaskan,” ucapku tersenyum bahagia. “Bau gosong, aroma apa ini?” aku berusaha mengingat sesuatu, hingga sebuah ledakan dari kamar ayah tiriku membuatku sadar pada satu hal yang beberapa jam lalu aku lakukan. Dengan langkah cepat aku berusaha berlari dari kobaran api yang dengan cepat menyala, melalap habis bangunan kayu yang saat ini aku tempati. Tubuh ayah tiriku masih tergeletak penuh darah, tak jauh dari tubuh Kaori yang juga mati terbunuh. Api mulai mengelilingi seisi rumah, tak ada yang akan mendengar teriakanku, karena ini gubuk kecil yang jauh dari kota. “Mau kemana kau!” Tiba-tiba tangan ayah menarik kakiku kearahnya, mengambil sebuah pisau yang tertinggal dan menancapkannya pada kakiku. Aku berusaha lari, tapi entah bagaimana bisa tangan laki-laki tua itu menarikku sangat kuat. Sementara api semakin cepat melalap habis bangunan rumah itu. Panas. Api sudah mulai membakar tubuhku. Aku tidak menyangka, jika korek api yang kupasang adalah takdir kematian untuk diriku sendiri. Ini menyedihkan, seharusnya sejak awal aku mengubur dendam bukan memendamnya dan inilah akibatnya, ternyata benar,

Ilustrasi rumah terbakar (FARH/KHLOROFIL)

27

E-Buletin Khlorofil 2024

“Jika kau bermain api, maka bersiaplah sewaktu-waktu kau akan terbakar olehnya. Dendam itu seperti api, semakin kau berusaha membalas, justru itu akan membunuhmu secara perlahan.”


CERPEN

KARYA SAHABAT KHLOROFIL

Ilustrasi Pertanian yang Subur di Pulau Dewata (FARH/KHLOROFIL)

TEKAD SUBUR DARI PULAU DEWATA

yang hampir punah.

Oleh : Raden Rendy Bagaskara Putra

Perjuangan Kadek tidak terlepas dari tantangan. Beberapa petani awalnya ragu terhadap perubahan tersebut. Namun, dengan kesabaran serta penjelasan yang Kadek berikan, mereka mulai melihat hasil positifnya. Tanaman mereka tumbuh lebih sehat, panen meningkat, dan lingkungan sekitarnya terjaga dengan baik.

Di

sebuah pedesaan kecil di Bali yang dikelilingi oleh luasnya sawah hijau, tinggal seorang petani yang bernama Kadek. Ia adalah individu yang penuh cinta terhadap tanahnya dan sangat berkomitmen pada pelestariannya. Sejak kecil, Kadek telah dibimbing oleh kakeknya tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan keseimbangan ekosistem. Suatu hari, Kadek menyaksikan dampak perubahan iklim yang mulai mengganggu kegiatan pertanian di desanya. Musim hujan yang tidak menentu mengancam kesuburan tanah, tanamantanaman menjadi terancam gagal panen, dan kelangkaan air irigasi semakin menjadi masalah. Melihat situasi ini, Kadek merasa terpanggil untuk melindungi lingkungan pertaniannya. Dengan tekad yang bulat, Kadek memulai langkah-langkah konservasi. Ia bekerja sama dengan rekan petani di desanya untuk mengembangkan sistem pengelolaan air yang lebih efisien. Mereka mendirikan saluran air baru dan mengadopsi teknik irigasi yang ramah lingkungan untuk menghemat penggunaan air. Tidak hanya itu, Kadek juga memperkenalkan metode-metode pertanian organik kepada rekanrekannya. Mereka mengurangi penggunaan pestisida dan beralih ke pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah serta kesehatan tanaman. Selain itu, dia mendirikan bank benih lokal guna mempertahankan varietas tanaman tradisional Bali

Keberhasilan Kadek dalam menerapkan praktik konservasi ini tidak hanya berdampak pada desanya saja. Kisahnya menyebar dan menjadi inspirasi bagi petani dari desa-desa tetangga. Bersamasama, mereka membentuk komunitas pertanian berkelanjutan yang saling mendukung dan bertukar pengalaman. Dalam beberapa tahun, hasilnya sangat terasa. Sawah-sawah di desa mereka menjadi lebih subur, aliran sungai lebih bersih, dan kesejahteraan petani meningkat. Kadek merasa bangga melihat dampak positif yang bisa dirasakan oleh lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Kisah Kadek menjadi contoh nyata akan betapa pentingnya konservasi dalam pertanian. Dengan menjaga keseimbangan antara pertanian dan alam, bukan hanya masa depan petani yang terjamin, tetapi juga keberlangsungan lingkungan bagi generasi mendatang.

Bencana Alam, Imbas Konversi Lahan Pertanian di Bali

28


RESENSI KEBAHAGIAAN SEJATI MELALUI PENERIMAAN DIRI Oleh : Connie Virginia Yunistria Nainggolan

Identitas Buku Judul Buku Penulis Penerjemah Penerbit Cetakan Tebal Ukuran Buku ISBN

S

: Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 2! : Ajahn Brahm : Tasfan Santacitta : Awareness Publication : Cetakan 17, Mei 2012 : 340 halaman : 21 x 14 cm : 978-602-8194-54-9

etiap orang pasti pernah mempunyai masalah dalam hidup. Lantas apakah yang biasanya mereka rasakan? Stress? Tidak terima? Menyalahkan diri sendiri? Menyalahkan orang lain dan sekitar? Ingin menyerah? Atau justru berusaha melupakan masalah? Secara naluriah, inilah hal yang lazim dilakukan dan dirasakan seseorang ketika tertimpa masalah dalam hidup. Mulai dari masalah sederhana hingga masalah yang besar. Bahkan masalah sederhanapun dapat menjadi masalah yang besar karena situasi dan tidak terimanya seseorang akan masalah yang ia hadapi. Buku ini ditulis oleh seorang biksu bernama Ajahn Brahm. Beliau adalah seorang sarjana Fisika Teori di Cambridge University yang kemudian menjadi seorang Biksu Kepala Wihara Bodhinyana di Serpentine, Australia. Selama 35 tahun sebagai petapa dalam tradisi hutan Thai, Ajahn Brahm menghimpun berbagai kisah melalui pengalamannya sendiri dan orang lain yang terbagi dalam 9 bab dalam buku ini. Kisah-kisah dalam buku ini mengajarkan penerimaan diri. Salah satu kisah yang menarik adalah ”Mau di Sini.” Kisah ini bercerita tentang dua orang yang saling membandingkan kehidupan di penjara dan wihara, dimana keduanya merasa ada saja masalah di lingkungannya masing-masing. Di penjara penuh dengan tanahan, di wihara banyak sekali orang yang mengantre untuk mengikuti

29

E-Buletin Khlorofil 2024

KARYA SAHABAT KHLOROFIL retret. Begitu banyak keluh kesah. Sama halnya dalam hidup, banyak ”penjara” yang kita buat oleh pola pikir sendiri. Ketika sakit, ketika ada masalah, ”penjara” kehidupan selalu ada. Saat tidak ada jalan keluar, lantas apa yang harus dilakukan? Bukan masalahnya yang perlu diubah, tetapi sikap kita untuk mau ada di sini, di dalam situasi itu. Kisah ini mengajarkan penerimaan diri, penerimaan situasi, bagaimana berdamai dengan situasi. Sehingga ketika sudah merasa nyaman, maka ”penjara” akan menjadi sebuah kebebasan. Dengan gaya bahasa yang tidak membosankan ditambah dengan bumbu humor didalamnya, masing-masing kisah hanya berkisar 3 halaman panjangnya. Hal ini membuat proses membacanya nyaman dan tidak melelahkan. Berisi beragam perumpamaan yang diambil dari keseharian hidup yang dikemas dengan nilai moral yang unik. Mengubah pola pikir lazim seseorang ke arah yang positif. Beberapa kisah dalam buku ini mungkin bukan pengalaman atau kisah nyata, tetapi mirip opini penulis. Beberapa kisah juga tidak berisi pesan moral yang disampaikan secara langsung namun tersirat. Bagian ini menjadi tantangan bagi pembaca untuk dapat merefleksikan diri dan menemukan makna atau pesan dari kisah tersebut. Inti dari seluruh kisah pada buku ini yang ingin disampaikan Ajahn Brahm sebagai penulis adalah setiap orang untuk menerima apa adanya. Dengan tujuan untuk memberikan sisi lain dari sebuah perspektif kejadian untuk mendapatkan ketenangan batin, kedamaian, kebebasan, dan penerimaan. Sampul buku ini diilustrasikan berdasarkan kisah terakhir dalam buku ini yaitu ”Ketika Semuanya Terbakar”. Kebanyakan orang yang diumpamakan sebagai Si Cacing, seringkali merasa mampu mengatasi segala masalah, sehingga menjadi kurang teliti dan kurang waspada. Si Cacing merasa bahwa “kotoran” batin selama ini adalah kenikmatannya, namun ternyata keliru. Sehingga ketika masalah benar-benar datang, semuanya malah terbakar dan hancur. Tapi lagi-lagi, kita harus menerimanya. Buku ini mengajarkan agar setiap orang


mampu menciptakan kebahagiaannya sendiri, kebahagiaan sejati yang bersumber dari dalam diri. Dengan mempu meninggalkan keegoisan pikiran dan melihat dari sudut pandang yang baru dalam

menghadapi dunia ini. Ajahn Brahm berpesan, ”Jangan pernah izinkan orang lain merenggut kebahagiaanmu!”

Bencana Alam, Imbas Konversi Lahan Pertanian di Bali

30


KARYA SAHABAT KHLOROFIL

PUISI

- KONSERVASI DALAM PUISI TANAH Oleh : Raden Rendy Bagaskara Putra

Di tanah Bali yang subur Tempat di mana petani bersatu dalam tekad FOTO : WWW.INSTAGRAM.COM/HIDWII/

Menggapai harapan Konservasi pertanian, misi yang dijiwai dengan tulus Sawah yang hijau, bercerita tentang perjuangan Dengan tekad yang sungguh Menghiasi tanah, mencintai bumi yang tercinta Kisah yang terpahat di lahan-lahan subur Sinar matahari menerangi perjuangan mereka Melindungi alam, mengubah cara yang biasa Irigasi yang ramah, air dipelihara dengan bijak Pertanian organik, memimpikan masa depan bersama Bank benih di bumi Bali yang tercinta Menyimpan kekayaan warisan alam Tanaman-tanaman, hampir terlupakan Kini dijaga dengan penuh kasih, menyemai harapan Dari desa ke desa, kisah tumbuh dengan indah Komunitas yang bersatu dalam kebersamaan Konservasi pertanian, bukan sekadar angan Bali bergerak, menjadikan kelestarian sebagai panggilan

Puisi ini adalah ungkapan dari hati pertanian yang menjadi jantung kehidupan bumi konservasi bukanlah sekadar cerita di Bali, ia hidup, menjadi landasan baru.

31

E-Buletin Khlorofil 2024


KARYA SAHABAT KHLOROFIL

PUISI

- JIWA BERSELIMUT ABU-ABU Oleh : Magang/Khlorofil

Hembusan angin meliuk-liukan ilalang Bagai diterpa badai, luluh lantah dan hilang Dibawah pancaran sang bintang

FOTO : FARH/KHLOROFIL

Pekatnya malam tak dapat ku hindarkan Membuatku berhenti sejenak untuk merenung semua keluh kesah yang ada pada jiwa ini Akankah keluh kesah malam ini dapat dirangkai seperti bunga Bunga yang memperlihatkan keindahannya Hujan pun mengirim tempias di punggung yang terbuka lelah Mengalun sedu menyentuh irama kalbu Mengubah kelabu menjadi haru biru rintik rintik sendu itu menyadarkanku untuk bertanya siapakah aku Terpikir, untuk ku menyerah Sebab seberapa pun besar usaha yang ku lakukan Tetap mereka tak akan lagi memandang ku Setiap langkah kecil yang ku ambil terasa berat untuk ku jalani Langkah ini membuatku semakin jauh meninggalkan tawa itu Haruskah aku melanjutkan Memperjelas goresan luka yang meluluhlantakkan segalanya Ataukah, aku harus benar-benar berhenti? berhenti untuk terus memperdalam luka dan berlari pergi dari pekatnya malam

Bencana Alam, Imbas Konversi Lahan Pertanian di Bali

32


KARYA SAHABAT KHLOROFIL

PUISI

- CERITA, CINTA, DAN CITA Oleh : Magang/Khlorofil

Termenung menatap pekatnya malam Bertabur bintang namun tetap terlihat temaram Menabur sendu jiwa yang tenggelam FOTO : O-CDN-CAS.SIRCLOCDN.COM

Siratkan harapan dalam kesunyian Membuat ku ingin bertanya, apakah ini sebuah ketenangan yang ku harap kan? Atau semata-mata hanya angan Malam yang mengingatkan tentang harapan Terhenti detik disebuah buai Malam ini adalah kisah yang belum selesai Kisah yang selalu menghantuiku setiap malam Harap, cita, dan cinta bergemuruh tingginya langit mengajarkanku untuk bermimpi meski gagal terjatuh diantara bintang-bintang Seakan mengatakan bahwa ini bukan lah sebuah kenyataan Cahaya bintang menjadi saksi bisu Pertanyaan terbuka didalam hatiku Bisakah semua kugapai? Ataukah ambisi semata yang mendorongku tuk terjerumus Kisah yang belum selesai terus berdendang dalam angan Diantara angan, ambisiku terus berusaha menyelesaikan kisah ini Dalam malam kelam, bintang-bintang menyimpan cerita tak terselesaikan harapan, keraguan, cinta, dan ambisi, menciptakan tanya di hatiku. Bisakah semua ini nyata?

33

E-Buletin Khlorofil 2024


GALERI KHLOROFIL

Pemandangan Pulau Bali dari atas Kapal Penyebrangan Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang (FARH/KHLOROFIL)

Bencana Alam, Imbas Konversi Lahan Pertanian di Bali

34


GALERI KHLOROFIL

Seekor monyet dalam sangkar (FARH/KHLOROFIL)

35

E-Buletin Khlorofil 2024


GALERI KHLOROFIL

Tiga orang mahasiswa sedang melakukan pengamatan pada Tanaman Jagung (PUPUT/KHLOROFIL)

Bencana Alam, Imbas Konversi Lahan Pertanian di Bali

36


GALERI KHLOROFIL

Mercusuar (Foto: Louis Sidharta, Edited: Louis Sidharta)

37

E-Buletin Khlorofil 2024


Bencana Alam, Imbas Konversi Lahan Pertanian di Bali

38


@pbo5967z

khlorofil.unud.ac.id

lpm.khlorofil@gmail.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
E-Bulletin Khlorofil | Januari 2024 by lpmkhlorofil - Issuu